# Digest emiten IDX · 10–15 Agustus 2026 (s/d pukul 19:59)

**Covered:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59
**Saved windows:** 1 (2026-08-10 → 2026-08-15 19:59)
**Companies:** 110

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## ABDA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, ABDA menerbitkan dua pengumuman: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin, dan (2) Pemanggilan RUPSLB untuk 7 September 2026 dengan agenda tunggal persetujuan pengangkatan kembali atau perubahan susunan Direksi. Tidak ada perubahan material pada struktur modal, kepemilikan pengendali, atau free float. Perubahan kepemilikan OONA INDONESIA PTE LTD dan masyarakat masing-masing hanya 19.200 saham (tidak mengubah persentase karena pembulatan). RUPSLB merupakan kelanjutan dari pemberitahuan sebelumnya (surat No. S-122/LCC/VII/2026 tanggal 30 Juli 2026) dan menjadi agenda korporasi utama yang perlu dipantau, meskipun rincian perubahan direksi belum diungkapkan.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur modal, jumlah saham beredar, treasury stock, atau persentase kepemilikan pengendali (OONA INDONESIA PTE LTD tetap 86,75%).
- Perubahan kepemilikan OONA INDONESIA PTE LTD dan masyarakat masing-masing 19.200 saham, tidak mengubah persentase karena pembulatan.
- Agenda RUPSLB untuk pengangkatan kembali atau perubahan susunan Direksi merupakan perubahan manajemen potensial yang belum dirinci.

### Corporate actions

- RUPSLB pada 7 September 2026 dengan agenda tunggal persetujuan pengangkatan kembali atau perubahan susunan Direksi (belum ada detail nama/jabatan).

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali; OONA INDONESIA PTE LTD tetap pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 86,75%.
- Agenda RUPSLB: persetujuan pengangkatan kembali atau perubahan susunan Direksi; rincian nama, jabatan, atau alasan tidak diungkapkan.

### Capital structure

- Jumlah saham beredar tetap 620.805.680 saham; tidak ada treasury stock; tidak ada penerbitan saham baru.
- Kepemilikan OONA INDONESIA PTE LTD: 538.561.304 saham (86,75%) pada akhir Juli 2026, naik 19.200 saham dari 538.542.104 saham.
- Kepemilikan masyarakat: 82.245.376 saham (13,25%), turun 19.200 saham dari 82.264.576 saham.
- Free float berdasarkan perhitungan: 9,58% (tidak berubah).

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020.
- Tidak ada suspensi, perubahan status pencatatan, atau persetujuan regulasi lain yang diumumkan.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan pengangkatan kembali atau perubahan susunan Direksi.
  - Basis: Agenda RUPSLB: Persetujuan Pengangkatan Kembali / Perubahan Susunan Direksi; Mata acara Rapat: 'Persetujuan Perubahan Susunan Anggota Direksi Perseroan.'
- **Jadwal dan lokasi RUPS** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 7 September 2026 pukul 10:00 WIB di Plaza Asia Lt. 28, Jl. Jend. Sudirman Kav. 59, Jakarta Selatan, dengan recording date 13 Agustus 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: 07 September 2026 Waktu: 10:00; Lokasi: Plaza Asia Lt. 28, Jl. Jend. Sudirman Kav. 59, Jakarta Selatan 12190; Tanggal DPS: 13 Agustus 2026
- **Perubahan kepemilikan OONA INDONESIA PTE LTD** [derived_calculation, high]: Perubahan jumlah saham OONA INDONESIA PTE LTD dari 538.542.104 menjadi 538.561.304 saham, selisih 19.200 saham. Persentase kepemilikan tetap 86,75% karena pembulatan.
  - Basis: Angka kepemilikan akhir dan sebelumnya dari lampiran laporan.
  - Assumptions: Selisih dihitung sebagai 538.561.304 - 538.542.104 = 19.200 saham.
  - Caveats: Persentase 86,75% adalah pembulatan dari laporan; selisih saham tidak mengubah persentase yang dilaporkan.
- **Perubahan kepemilikan masyarakat** [derived_calculation, high]: Perubahan jumlah saham masyarakat dari 82.264.576 menjadi 82.245.376 saham, selisih -19.200 saham. Persentase tetap 13,25% karena pembulatan.
  - Basis: Angka kepemilikan akhir dan sebelumnya dari lampiran laporan.
  - Assumptions: Selisih dihitung sebagai 82.245.376 - 82.264.576 = -19.200 saham.
  - Caveats: Persentase 13,25% adalah pembulatan dari laporan; selisih saham tidak mengubah persentase yang dilaporkan.
- **Jangka waktu pemanggilan** [derived_calculation, high]: Jangka waktu antara tanggal pemanggilan (14 Agustus 2026) dan tanggal RUPSLB (7 September 2026) adalah 24 hari kalender, yang memenuhi ketentuan POJK No. 15/POJK.04/2020 (pemanggilan minimal 21 hari sebelum RUPS).
  - Basis: Tanggal pemanggilan 14 Agustus 2026; Tanggal RUPSLB 7 September 2026
  - Assumptions: Perhitungan selisih hari kalender sederhana.
- **Kemungkinan transaksi pasar sekunder** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan kecil pada kepemilikan OONA INDONESIA PTE LTD dan masyarakat (masing-masing 19.200 saham) kemungkinan berasal dari transaksi di pasar sekunder, bukan aksi korporasi.
  - Basis: Tidak ada pengumuman aksi korporasi lain pada evidence yang diberikan.
  - Assumptions: Perubahan kepemilikan terjadi melalui transaksi jual beli saham di bursa.
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung mengenai sumber transaksi; hanya hipotesis berdasarkan pola perubahan.
- **Potensi perubahan manajemen** [analyst_hypothesis, low]: Agenda pengangkatan kembali atau perubahan Direksi mengindikasikan adanya kemungkinan perubahan komposisi atau penegasan kembali jajaran direksi, namun detail nama, jabatan, atau alasan tidak tersedia dalam dokumen.
  - Basis: Agenda RUPSLB: Persetujuan Pengangkatan Kembali / Perubahan Susunan Direksi
  - Assumptions: Perubahan susunan direksi dapat mencakup penggantian, penambahan, atau pengurangan anggota direksi.
  - Caveats: Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai calon direksi atau efektivitas perubahan.
- **Potensi aksi korporasi lain** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan Direksi seringkali terkait dengan perubahan strategi atau arah bisnis, namun tidak ada indikasi ekspansi, perubahan pengendali, atau aksi korporasi lain dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda tunggal RUPSLB adalah perubahan susunan Direksi.
  - Assumptions: Perubahan direksi dapat menjadi sinyal perubahan strategi, tetapi belum tentu.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai alasan perubahan direksi atau rencana strategis lainnya.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan susunan Direksi (nama, jabatan, atau alasan) tidak diungkapkan, sehingga dampaknya terhadap operasional atau strategi belum dapat dinilai.
- Hasil RUPSLB belum diketahui; keputusan pemegang saham dapat mempengaruhi arah manajemen.
- Tidak ada informasi keuangan atau aksi korporasi lain selain agenda direksi.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 7 September 2026 terkait perubahan susunan Direksi.
- Pengumuman lanjutan mengenai rincian perubahan direksi (nama, jabatan, alasan).
- Perubahan struktur kepemilikan atau free float pada laporan bulanan berikutnya.
- Potensi perubahan strategi atau kebijakan perusahaan pasca RUPSLB.

---

## ACST

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) menerbitkan tiga pengumuman yang seluruhnya bersifat administratif/regulatori dan tidak memuat aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi material. Pertama, Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 (10 Agustus) yang kemudian dikoreksi pada 11 Agustus 2026. Kedua, koreksi LBRE yang memperbaiki identifikasi pengendali menjadi PT Indonusa Sinartama Gunita (91,17%) dan menegaskan tidak ada perubahan kepemilikan dibanding bulan sebelumnya. Ketiga, tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa (14 Agustus) yang mengonfirmasi adanya perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan PT Intan Sarana Teknik, dengan klaim emiten tidak berdampak material. Pentingnya secara korporasi: struktur kepemilikan sangat terkonsentrasi (free float hanya 8,83%), terdapat perkara hukum aktif (PKPU) yang berpotensi memengaruhi persepsi risiko, serta koreksi laporan menunjukkan perhatian terhadap akurasi data kepemilikan.

### Material changes

- Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi material yang diumumkan dalam periode ini.
- Koreksi LBRE memperbaiki identifikasi pengendali menjadi PT Indonusa Sinartama Gunita (91,17%) dan menegaskan tidak ada perubahan kepemilikan dibanding bulan sebelumnya.
- Pengungkapan adanya perkara PKPU oleh PT Intan Sarana Teknik (nomor 236/Pdt.Sus/PKPU/2026/PN.Niaga.Jkt.Pst) yang diterima 2 Agustus 2026, dengan klaim emiten tidak berdampak material.
- Putusan perkara tindak pidana korupsi telah berkekuatan hukum tetap pada 26 Juni 2026.

### Capital structure

- Total saham tercatat: 17.675.160.000 saham.
- Saham pengendali (PT Indonusa Sinartama Gunita): 16.115.027.968 saham (91,17%).
- Free float (pemegang <5%): 1.560.132.032 saham (8,83%).
- Saham treasuri: 0 saham.
- Saham warkat: 0 saham; saham scripless: 17.675.160.000 saham.
- Modal dasar: 15.700.000.000 saham; modal disetor: 17.675.160.000 saham (data BAE).
- Jumlah pemegang saham: 1.888.020 (data KSEI) atau 12.231 (data BAE).
- Pemegang saham dengan kepemilikan >=5%: 1 pihak (16.115.027.968 saham, 91,17%); <5%: 12.230 pihak (1.560.132.032 saham, 8,83%).
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris: 0 saham (0%) pada laporan koreksi.
- Kepemilikan afiliasi pengendali: 0 saham (0%) pada laporan koreksi.

### Listing / regulatory

- Laporan bulanan registrasi pemegang efek disampaikan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia (termasuk Peraturan V.2 tentang free float) dan Peraturan OJK X.H.1.
- Koreksi LBRE menunjukkan perbaikan data dari laporan sebelumnya; detail koreksi tidak dijelaskan.
- Tanggapan atas permintaan penjelasan BEI No. S-10567/BEI.PP3/08-2026 tanggal 12 Agustus 2026.
- Perseroan tidak menyampaikan keterbukaan informasi di IDXNet atas perkara PKPU dengan alasan bukan informasi material (sesuai ketentuan III.2.2 Peraturan Bursa Nomor I-E).
- Laporan terkait pemenuhan syarat penurunan tarif PPh sesuai PP No. 55 Tahun 2022 dan PMK No. 40/2023; laporan belum memperhitungkan kepemilikan pemegang saham utama/pengendali.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan pengendali** [explicit_fact, high]: PT Indonusa Sinartama Gunita memiliki 16.115.027.968 saham atau 91,17% dari total saham beredar, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
  - Basis: Jumlah saham pengendali: 16.115.027.968; Persentase kepemilikan pengendali: 91,17%
- **Free float** [explicit_fact, high]: Free float perusahaan adalah 1.560.132.032 saham atau 8,83% dari total saham beredar, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
  - Basis: Jumlah saham free float: 1.560.132.032; Persentase free float: 8,83%
- **Perkara PKPU oleh IST** [explicit_fact, high]: Perseroan mengonfirmasi adanya permohonan PKPU oleh PT Intan Sarana Teknik dengan nomor perkara 236/Pdt.Sus/PKPU/2026/PN.Niaga.Jkt.Pst, yang diterima pada 2 Agustus 2026.
  - Basis: Nomor perkara 236/Pdt.Sus/PKPU/2026/PN.Niaga.Jkt.Pst; Pihak pemohon: PT Intan Sarana Teknik; Tanggal panggilan: 2 Agustus 2026
- **Klaim tidak ada dampak material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap kondisi finansial dan non finansial atas perkara PKPU, namun tidak memberikan angka atau kuantifikasi.
  - Basis: Pernyataan Perseroan pada poin d dan e
  - Caveats: Klaim emiten, belum diverifikasi
- **Putusan perkara Tipikor inkracht** [explicit_fact, high]: Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Jakarta Pusat telah berkekuatan hukum tetap pada 26 Juni 2026.
  - Basis: Pernyataan Perseroan pada poin 2
- **Total saham beredar** [derived_calculation, high]: Total saham beredar dihitung sebagai jumlah saham pengendali ditambah free float: 16.115.027.968 + 1.560.132.032 = 17.675.160.000 saham, sesuai dengan total saham yang dilaporkan.
  - Basis: Jumlah saham pengendali: 16.115.027.968; Jumlah saham free float: 1.560.132.032
  - Assumptions: Tidak ada kepemilikan lain yang signifikan selain pengendali dan free float.
- **Persentase free float** [derived_calculation, high]: Persentase free float dihitung sebagai (1.560.132.032 / 17.675.160.000) * 100% = 8,83%, sesuai dengan yang dilaporkan.
  - Basis: Jumlah saham free float: 1.560.132.032; Total saham beredar: 17.675.160.000
- **Total pemegang saham (data BAE)** [derived_calculation, high]: Total pemegang saham adalah 12.231, dihitung dari 1 + 12.230.
  - Basis: Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan >=5%: 1; Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan <5%: 12.230
  - Assumptions: Tidak ada pemegang saham lain di luar kategori tersebut.
- **Persentase kepemilikan** [derived_calculation, high]: Persentase kepemilikan dihitung terhadap modal disetor (17.675.160.000 saham). Kepemilikan >=5%: 16.115.027.968 / 17.675.160.000 = 91,17%. Kepemilikan <5%: 1.560.132.032 / 17.675.160.000 = 8,83%.
  - Basis: Modal disetor: 17.675.160.000 saham; Jumlah saham kepemilikan >=5%: 16.115.027.968; Jumlah saham kepemilikan <5%: 1.560.132.032
  - Assumptions: Persentase dihitung terhadap modal disetor.
- **Tren jumlah pemegang saham** [derived_calculation, medium]: Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan <5% menurun dari 14.412 (Januari) menjadi 12.230 (Juli), penurunan 2.182 pihak atau sekitar 15,1%.
  - Basis: Kolom 7: Januari 14.412, Juli 12.230; Perhitungan: (14.412 - 12.230) / 14.412 = 15,1%
  - Assumptions: Penurunan ini mencerminkan berkurangnya jumlah investor ritel, tetapi penyebab tidak dijelaskan dalam laporan.
  - Caveats: Penyebab penurunan tidak diungkapkan; bisa karena konsolidasi kepemilikan atau investor keluar.
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Free float sebesar 8,83% mungkin berada di bawah ketentuan minimum 7,5% yang disyaratkan untuk perusahaan tercatat di papan utama atau papan pengembangan, sehingga berpotensi menjadi perhatian Bursa Efek Indonesia.
  - Basis: Free float: 8,83%
  - Assumptions: Ketentuan free float minimum 7,5% berlaku untuk ACST.
  - Caveats: Ketentuan free float minimum tidak disebutkan dalam dokumen; hanya hipotesis analis.
- **Kepatuhan free float terhadap PP No. 55 Tahun 2022** [analyst_hypothesis, medium]: Dengan 91,17% saham dimiliki oleh pihak dengan kepemilikan <5%, emiten tampaknya memenuhi syarat minimal 40% saham dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (tidak termasuk treasury stock) sesuai PP No. 55 Tahun 2022. Namun, kepatuhan penuh juga membutuhkan minimal 300 pihak dan periode 183 hari kalender.
  - Basis: Catatan keterangan pada laporan; Data kepemilikan <5% sebesar 91,17%
  - Assumptions: Saham yang dimiliki pihak <5% dianggap sebagai saham yang dicatatkan di bursa.; Jumlah pihak 12.230 > 300, sehingga syarat jumlah pihak terpenuhi.
  - Caveats: Laporan belum memperhitungkan kepemilikan pemegang saham utama/pengendali, sehingga status kepatuhan final belum dapat dipastikan.; Periode 183 hari kalender belum diverifikasi.
- **Potensi dampak PKPU terhadap operasional** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun Perseroan menyatakan tidak ada dampak material, proses PKPU yang sedang berlangsung dapat menimbulkan ketidakpastian operasional dan reputasi, serta berpotensi mempengaruhi hubungan dengan mitra kerja dan kreditur.
  - Basis: Proses persidangan sedang berlangsung; Perbedaan perhitungan retensi sebagai pokok sengketa
  - Assumptions: PKPU dapat berlanjut ke tahap restrukturisasi atau berakhir dengan perdamaian; Dampak non-finansial tidak diungkapkan secara rinci
  - Caveats: Belum ada informasi perkembangan persidangan atau hasil akhir

### Risks / uncertainties

- Free float sebesar 8,83% mungkin berada di bawah ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia, namun tidak ada indikasi sanksi atau suspensi dalam laporan ini.
- Laporan ini adalah koreksi, yang menunjukkan adanya perbaikan data dari laporan sebelumnya, namun tidak dijelaskan secara rinci apa yang dikoreksi.
- Kepatuhan terhadap syarat penurunan tarif PPh belum dapat dipastikan karena laporan belum memperhitungkan kepemilikan pemegang saham utama dan pengendali.
- Jumlah saham yang memenuhi syarat adalah 0, menunjukkan bahwa syarat 40% belum terpenuhi berdasarkan data saat ini.
- Proses PKPU masih berlangsung dan hasil akhir belum diketahui.
- Perbedaan perhitungan nilai retensi dapat memicu sengketa lebih lanjut.
- Ketidakpastian dampak non-finansial (reputasi, hubungan bisnis) tidak diungkapkan secara rinci.
- Perseroan tidak menyampaikan keterbukaan informasi di IDXNet, sehingga investor mungkin tidak mendapat informasi real-time mengenai perkembangan perkara.

### Items to monitor

- Perkembangan persidangan PKPU (nomor 236/Pdt.Sus/PKPU/2026/PN.Niaga.Jkt.Pst) dan hasil akhirnya.
- Nilai retensi yang disengketakan dan identitas proyek konstruksi struktur baja yang menjadi objek sengketa.
- Detail koreksi LBRE yang tidak dijelaskan secara spesifik.
- Perubahan jumlah pemegang saham <5% (tren menurun dari 14.412 menjadi 12.230) dan penyebabnya.
- Pemenuhan syarat penurunan tarif PPh (PP 55/2022) termasuk periode 183 hari kalender dan kepemilikan pemegang saham utama/pengendali.
- Kepatuhan free float terhadap ketentuan Bursa Efek Indonesia.
- Klarifikasi lebih lanjut mengenai perkara Tipikor yang telah inkracht (detail putusan tidak diungkapkan).

---

## ADCP

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, ADCP menerbitkan dua pengumuman material yang saling terkait: (1) laporan tindak lanjut hasil RUPO Obligasi II Tahun 2022 Seri B yang menyetujui waiver rasio keuangan, penundaan kupon Mei 2026–Februari 2027, dan consent fee 0,15%; dan (2) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI yang mengakui terjadinya event of default dan kegagalan pembayaran kupon Obligasi III yang ditalangi CGIF, serta mengungkapkan keterlambatan serah terima proyek LRT City Bekasi Eastern Green. Kedua pengumuman menunjukkan tekanan likuiditas dan kepatuhan yang signifikan, dengan implikasi terhadap kewajiban obligasi, klasifikasi utang, dan realisasi pendapatan proyek.

### Material changes

- Waiver atas kewajiban pemeliharaan rasio keuangan sesuai Pasal 6 ayat 6.3 angka (vi) huruf a dan c Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi II Tahun 2022 Seri B.
- Penundaan pembayaran kupon Obligasi II Seri B untuk periode Mei 2026–Februari 2027, dibayarkan bersamaan dengan pokok pada Mei 2027.
- Kewajiban pembayaran consent fee sebesar 0,15% dari nilai pokok obligasi, dibayarkan satu kali pada Mei 2026.
- Pengakuan event of default dan kegagalan pembayaran kupon Obligasi III, dengan pembayaran oleh CGIF berdasarkan Guarantee Agreement.
- Klasifikasi utang kepada CGIF sebesar Rp12,36 miliar sebagai utang usaha per 30 Juni 2026.
- Keterlambatan serah terima proyek LRT City Bekasi Eastern Green karena proses pemecahan sertifikat belum selesai, target hingga 2034.

### Key financial figures

- **Consent fee rate:** 0.15% (Mei 2026 (dibayarkan satu kali))
- **Utang kepada CGIF:** Rp12.357.175.624 (30 Juni 2026)
- **Bunga obligasi yang dibayar CGIF:** Rp10.292.775.000 (jatuh tempo 8 Juni 2026)
- **Guarantee fee terutang:** Rp2.062.087.500 (jatuh tempo 8 Juni 2026)
- **Denda late payment:** Rp69.553 (sebelum 30 Juni 2026)
- **Denda late payment:** Rp2.243.571 (sebelum 30 Juni 2026)
- **Total utang usaha:** Rp1.130.776.702.012 (30 Juni 2026)
- **Utang usaha pihak berelasi (CALK 17):** Rp547.991.481.182 (30 Juni 2026)
- **Utang usaha pihak ketiga (CALK 17):** Rp582.785.220.830 (30 Juni 2026)
- **Utang usaha pihak berelasi (Laporan Posisi Keuangan):** Rp577.229.220.127 (30 Juni 2026)
- **Utang usaha pihak ketiga (Laporan Posisi Keuangan):** Rp553.547.481.885 (30 Juni 2026)
- **Selisih klasifikasi pihak berelasi/ketiga:** Rp29.237.738.945 (30 Juni 2026)
- **Utang usaha KSO LRT City Jatibening:** Rp177.349.799.245 (30 Juni 2026)
- **Utang usaha KSO LRT City Ciracas:** Rp149.497.157.214 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Waiver rasio keuangan
- Penundaan pembayaran kupon
- Consent fee

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan informasi material kepada BEI dan OJK
- RUPO obligasi dan adendum perjanjian perwaliamanatan
- ADCP menerima permintaan penjelasan BEI No. S-10481/BEI.PP3/08-2026 terkait Laporan Keuangan per 30 Juni 2026
- ADCP wajib menanggapi dalam 2 hari bursa melalui IDXnet dengan form E023
- ADCP bersedia menyampaikan kembali Laporan Keuangan per 30 Juni 2026 jika diminta BEI

### Analytical scenarios

- **Waiver rasio keuangan** [explicit_fact, high]: RUPO menyetujui waiver atas kewajiban pemeliharaan rasio keuangan sesuai ketentuan perjanjian obligasi.
  - Basis: Dokumen: 'Menyetujui atas pengesampingan (Waiver) pemenuhan kewajiban ... untuk memelihara rasio keuangan sesuai ketentuan dalam Pasal 6 ayat 6.3 angka (vi) huruf a dan huruf c Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi II Adhi Commuter Properti Tahun 2022.'
- **Penundaan pembayaran kupon** [explicit_fact, high]: Pembayaran kupon obligasi ditunda untuk periode Mei 2026 hingga Februari 2027, dan kupon yang ditunda akan dibayarkan bersamaan dengan pokok obligasi pada Mei 2027.
  - Basis: Dokumen: 'penundaan kewajiban pembayaran kupon (bunga) untuk periode Mei 2026 sampai dengan Februari 2027, sehingga kupon (bunga) yang ditunda tersebut akan dibayarkan bersamaan dengan pembayaran pokok Obligasi pada saat jatuh tempo pada bulan Mei 2027.'
- **Consent fee** [explicit_fact, high]: Emiten wajib membayar consent fee sebesar 0,15% dari nilai pokok obligasi, dibayarkan satu kali pada periode Mei 2026.
  - Basis: Dokumen: 'Emiten memberikan consent fee sebesar 0,15% (nol koma lima belas persen) dari nilai pokok, yang dibayarkan sebanyak 1 (satu) kali pada Periode Mei 2026.'
- **Event of default dan kegagalan pembayaran kupon Obligasi III** [explicit_fact, high]: ADCP mengakui telah terjadi event of default dan kegagalan pembayaran kupon Obligasi III, serta pembayaran oleh CGIF berdasarkan Guarantee Agreement.
  - Basis: Dokumen: 'Terjadinya event of default', 'Kegagalan Perseroan dalam melakukan pembayaran kupon obligasi sesuai jadwal', dan 'Pembayaran bunga obligasi oleh CGIF'.
- **Klasifikasi utang kepada CGIF** [explicit_fact, high]: ADCP mencatat utang kepada CGIF sebesar Rp12.357.175.624 sebagai utang usaha per 30 Juni 2026, terdiri dari bunga obligasi Rp10.292.775.000, guarantee fee Rp2.062.087.500, dan denda late payment Rp69.553 + Rp2.243.571.
  - Basis: Dokumen: 'ADCP mencatat utang kepada CGIF sebesar Rp12.357.175.624 sebagai utang usaha per 30 Juni 2026'
- **Keterlambatan serah terima proyek LRT City Bekasi Eastern Green** [explicit_fact, high]: Proyek LRT City Bekasi Eastern Green telah selesai 100% sejak 2023, namun serah terima belum dilakukan karena proses pemecahan sertifikat belum selesai; target penyelesaian hingga 2034.
  - Basis: Dokumen: 'Proyek LRT City Bekasi Eastern Green telah selesai 100% sejak 2023, namun serah terima belum dilakukan karena proses pemecahan sertifikat belum selesai; target penyelesaian hingga 2034.'
- **Total denda late payment** [derived_calculation, high]: Total denda late payment yang tercatat adalah Rp69.553 + Rp2.243.571 = Rp2.313.124.
  - Basis: Angka denda dari dokumen: Rp69.553 dan Rp2.243.571.
  - Assumptions: Kedua angka dijumlahkan sebagai total denda.
- **Selisih klasifikasi utang usaha** [derived_calculation, high]: Selisih klasifikasi antara CALK 17 dan Laporan Posisi Keuangan adalah Rp29.237.738.945, yang berasal dari pengelompokan KSO ke pihak berelasi dan pemutakhiran rekonsiliasi dengan PT Adhi Karya dan PT Adhi Persada Gedung.
  - Basis: Tabel rekonsiliasi: pihak berelasi CALK Rp547.991.481.182 vs LPK Rp577.229.220.127, pihak ketiga CALK Rp582.785.220.830 vs LPK Rp553.547.481.885, selisih Rp29.237.738.945.
- **Estimasi nilai consent fee** [derived_calculation, low]: Nilai consent fee tidak dapat dihitung karena nilai pokok obligasi tidak disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: Consent fee 0,15% dari nilai pokok; Nilai pokok obligasi tidak tersedia
  - Caveats: Perhitungan tidak dapat dilakukan tanpa data pokok obligasi
- **Indikasi tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, medium]: Penundaan kupon dan waiver rasio keuangan mengindikasikan potensi tekanan likuiditas atau kesulitan memenuhi kewajiban finansial jangka pendek.
  - Basis: Penundaan pembayaran kupon; Waiver rasio keuangan
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain yang menjelaskan alasan penundaan
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai kondisi keuangan emiten
- **Risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, medium]: Adanya event of default dan kegagalan pembayaran kupon obligasi yang ditalangi CGIF menunjukkan potensi tekanan likuiditas, namun Perseroan menyatakan tidak ada informasi material lain yang mempengaruhi kelangsungan usaha. Hal ini perlu dipantau.
  - Basis: Dokumen menyebut 'Terjadinya event of default', 'Kegagalan Perseroan dalam melakukan pembayaran kupon obligasi sesuai jadwal', dan 'Pembayaran bunga obligasi oleh CGIF'.
  - Assumptions: Event of default dan kegagalan pembayaran dapat mengindikasikan masalah likuiditas.
  - Caveats: Perseroan menyatakan belum ada informasi material lain yang mempengaruhi kelangsungan usaha.

### Risks / uncertainties

- Periode waiver rasio keuangan tidak dijelaskan secara spesifik dalam dokumen.
- Nilai pokok obligasi tidak disebutkan, sehingga besaran consent fee tidak dapat dihitung.
- Dokumen tidak menyebutkan dampak penundaan kupon terhadap peringkat obligasi atau kondisi keuangan secara kuantitatif.
- Risiko likuiditas terkait penundaan kupon dan waiver rasio keuangan
- Kewajiban pembayaran consent fee yang harus dipenuhi pada Mei 2026
- Ketidakpastian kemampuan emiten membayar pokok dan kupon pada Mei 2027
- Proses pemecahan sertifikat unit LRT City Bekasi Eastern Green belum selesai dan target hingga 2034, sehingga serah terima dan pendapatan terkait dapat tertunda.
- Keterlambatan pembayaran kupon obligasi dan event of default dapat memicu denda atau tuntutan dari CGIF.
- Klasifikasi utang kepada CGIF sebagai utang usaha dapat dipertanyakan oleh auditor atau regulator.
- Potensi restrukturisasi utang dengan CGIF masih dalam negosiasi.
- Ketidakpastian atas penyampaian kembali laporan keuangan per 30 Juni 2026 jika diminta BEI.

### Items to monitor

- Nilai pokok Obligasi II Seri B dan Obligasi III untuk menghitung consent fee dan total kewajiban.
- Perkembangan negosiasi restrukturisasi utang dengan CGIF.
- Kemajuan proses pemecahan sertifikat LRT City Bekasi Eastern Green dan realisasi serah terima.
- Kepatuhan terhadap tenggat pembayaran kupon Mei 2027 dan pokok obligasi.
- Potensi permintaan BEI untuk penyampaian ulang Laporan Keuangan per 30 Juni 2026.
- Dampak event of default terhadap peringkat obligasi dan akses pendanaan.

---

## ADHI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 9

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, ADHI merilis serangkaian pengumuman yang secara kolektif menunjukkan tekanan likuiditas dan upaya restrukturisasi kewajiban obligasi. Dua RUPO yang digelar 6 Agustus 2026 menghasilkan hasil berlawanan: untuk Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024, pemegang obligasi menyetujui penundaan pembayaran bunga ke-9 dan ke-10 (masing-masing dari 9 Oktober 2026 dan 9 Januari 2027 menjadi 9 Juli 2027); untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022, usulan penundaan pembayaran bunga ke-17, ke-18, dan ke-19 ditolak (79,17% suara tidak setuju). Menanggapi penolakan tersebut, ADHI mengumumkan rencana RUPO lanjutan pada 11 September 2026 dan mengungkapkan kebutuhan dana bunga sebesar Rp182,47 miliar untuk tiga periode bunga. Selain itu, terjadi perubahan Corporate Secretary (Siswanto efektif 11 Agustus 2026) dan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang bersifat rutin. Tidak ada perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset yang diumumkan.

### Material changes

- Penolakan usulan penundaan pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 oleh pemegang obligasi (RUPO 6 Agustus 2026).
- Persetujuan penundaan pembayaran bunga ke-9 dan ke-10 Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024.
- Rencana RUPO lanjutan untuk Obligasi III Tahap III pada 11 September 2026.
- Perubahan Corporate Secretary dari nama lama (tidak disebutkan) menjadi Siswanto, efektif 11 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **Total obligasi beredar (Obligasi III Tahap III):** Rp2.463.800.000.000 (per 6 Agustus 2026)
- **Kehadiran pemegang obligasi (Obligasi III Tahap III):** Rp2.304.700.000.000 (93,542%) (per 6 Agustus 2026)
- **Suara tidak setuju (Obligasi III Tahap III, setelah abstain):** Rp1.824.700.000.000 (79,17%) (per 6 Agustus 2026)
- **Total obligasi beredar (Obligasi IV Tahap I):** Rp102.715.000.000 (per 6 Agustus 2026)
- **Kehadiran pemegang obligasi (Obligasi IV Tahap I):** Rp100.000.000.000 (97,36%) (per 6 Agustus 2026)
- **Kebutuhan dana per bunga (ke-17, 18, 19):** Rp60.824.400.000 (per 13 Agustus 2026)
- **Total kebutuhan dana bunga (ke-17, 18, 19):** Rp182.473.200.000 (per 13 Agustus 2026)
- **Jumlah saham beredar:** 8.407.608.979 saham (per 31 Juli 2026)
- **Free float:** 35,65% (per 31 Juli 2026)
- **Kepemilikan Negara RI:** 5.354.686.054 saham (63,689%) (per 31 Juli 2026)

### Corporate actions

- Penolakan usulan perubahan jadwal pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 (bunga ke-17, 18, 19) oleh pemegang obligasi.
- Persetujuan penundaan pembayaran bunga ke-9 dan ke-10 Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024.
- Rencana RUPO lanjutan untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 pada 11 September 2026.

### Management / control changes

- Perubahan Corporate Secretary: Siswanto ditunjuk sebagai Corporate Secretary baru, efektif 11 Agustus 2026, berdasarkan SK Direksi No. 014-6/2026/259. Nama Corporate Secretary lama tidak disebutkan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar selama Januari–Juli 2026 (8.407.608.979 saham).
- Tidak ada saham treasury (0 saham).
- Free float 35,65% (per 31 Juli 2026).
- Kepemilikan Negara RI 63,689% (5.354.686.054 saham).
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris 1.867.700 saham (0,0222%).
- Perubahan kepemilikan PT Merdeka (d/h PT Sparta): 43.686 saham (bulan ini) vs 43.556 saham (bulan sebelumnya), perubahan 130 saham.

### Listing / regulatory

- RUPO Obligasi III Tahap III tidak disetujui; ADHI wajib membayar bunga sesuai jadwal awal.
- RUPO lanjutan dijadwalkan 11 September 2026; panggilan dimuat 28 Agustus 2026.
- Kewajiban penyampaian informasi kesiapan dana H-1 sebelum jatuh tempo bunga ke-17 (24 Agustus 2026) sesuai ketentuan IV.2.12 SK Direksi BEI No. Kep-00066/BEI/09-2022.
- Laporan bulanan registrasi pemegang efek disampaikan sesuai Peraturan BEI V.2 tentang Free Float.
- Perubahan Corporate Secretary dilaporkan sesuai POJK No. 35/POJK.04/2014.

### Analytical scenarios

- **Penolakan RUPO Obligasi III Tahap III** [explicit_fact, high]: Seluruh agenda RUPO (perubahan jadwal pembayaran bunga ke-17, 18, 19) tidak disetujui. Suara tidak setuju (termasuk abstain) mencapai 79,17% dari suara hadir, melampaui ambang 3/4 bagian.
  - Basis: Angka suara tidak setuju setelah abstain: Rp1.824.700.000.000 (79,17%); Ambang 3/4 bagian
- **Persetujuan RUPO Obligasi IV Tahap I** [explicit_fact, high]: Pemegang obligasi menyetujui penundaan pembayaran bunga ke-9 (dari 9 Oktober 2026 menjadi 9 Juli 2027) dan bunga ke-10 (dari 9 Januari 2027 menjadi 9 Juli 2027) dengan 100% suara setuju.
  - Basis: Agenda 2 dan 3 disetujui; Suara setuju 100%
- **Kebutuhan dana bunga** [explicit_fact, high]: Kebutuhan dana untuk pembayaran bunga ke-17, ke-18, dan ke-19 masing-masing sebesar Rp60.824.400.000, total Rp182.473.200.000.
  - Basis: Angka per bunga Rp60.824.400.000; Total Rp182.473.200.000
- **Struktur modal** [explicit_fact, high]: Jumlah saham beredar 8.407.608.979 saham, free float 35,65%, kepemilikan Negara RI 63,689%, tidak ada saham treasury.
  - Basis: Angka dari laporan bulanan per 31 Juli 2026
- **Total kebutuhan dana bunga** [derived_calculation, high]: Total kebutuhan dana = 3 × Rp60.824.400.000 = Rp182.473.200.000.
  - Basis: Angka per bunga Rp60.824.400.000
  - Assumptions: Tiga kali pembayaran (ke-17, 18, 19)
- **Persentase kehadiran RUPO Obligasi IV Tahap I** [derived_calculation, high]: Persentase kehadiran = (Rp100.000.000.000 / Rp102.715.000.000) × 100% = 97,36%.
  - Basis: Nilai hadir Rp100.000.000.000; Total beredar Rp102.715.000.000
- **Saham non-free float** [derived_calculation, medium]: Saham non-free float = 8.407.608.979 - 2.996.957.487 = 5.410.651.492 saham (64,354%).
  - Basis: Total saham 8.407.608.979; Free float 2.996.957.487
  - Assumptions: Saham non-free float adalah selisih total saham dengan free float
  - Caveats: Angka tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen
- **Perubahan kepemilikan PT Merdeka** [derived_calculation, medium]: Perubahan kepemilikan PT Merdeka = 43.686 - 43.556 = 130 saham (penambahan).
  - Basis: Angka 43.686 dan 43.556
  - Assumptions: Angka lebih besar adalah bulan ini
  - Caveats: Kemungkinan kesalahan pembacaan karena format dokumen
- **Tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Penolakan RUPO dan kebutuhan dana bunga yang besar mengindikasikan potensi tekanan likuiditas, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai kesulitan arus kas.
  - Basis: RUPO tidak disetujui; Kebutuhan dana Rp182,47 miliar
  - Assumptions: Penundaan pembayaran bunga sering dikaitkan dengan kesulitan arus kas
  - Caveats: Tidak ada data keuangan lain untuk mengonfirmasi
- **Risiko gagal bayar** [analyst_hypothesis, low]: ADHI menyadari risiko pemenuhan pembayaran bunga sesuai jadwal setelah RUPO ditolak, namun belum ada pernyataan gagal bayar.
  - Basis: Pernyataan ADHI tentang risiko dan mitigasi
  - Assumptions: RUPO yang ditolak dapat berdampak pada kemampuan pembayaran
  - Caveats: Belum ada konfirmasi gagal bayar

### Risks / uncertainties

- Risiko gagal bayar bunga ke-17 (jatuh tempo 24 Agustus 2026) karena kesiapan dana belum diinformasikan secara pasti.
- RUPO lanjutan 11 September 2026 belum dijamin menghasilkan persetujuan.
- Perubahan IV Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi IV Tahap I belum ditandatangani (nomor akta dan tanggal kosong).
- Ketidaksesuaian tanggal kejadian pada pengumuman perubahan Corporate Secretary (2024 vs 2026).
- Nama pemegang saham pengendali dan persentase kepemilikan tidak terbaca jelas pada dokumen utama laporan bulanan.

### Items to monitor

- Kesiapan dana pembayaran bunga ke-17 (informasi H-1, 23 Agustus 2026).
- Hasil RUPO lanjutan 11 September 2026 untuk Obligasi III Tahap III.
- Penandatanganan Perubahan IV Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi IV Tahap I.
- Pembayaran bunga ke-9 dan ke-10 Obligasi IV Tahap I pada 9 Juli 2027.
- Kepatuhan terhadap ketentuan IV.2.12 BEI terkait kewajiban pembayaran.
- Perkembangan kondisi likuiditas dan arus kas ADHI.

---

## AKPI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) menerbitkan pemanggilan RUPS Luar Biasa yang akan diselenggarakan secara elektronik pada 3 September 2026 pukul 15.00 WIB melalui eASY.KSEI. Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar mengenai maksud, tujuan, dan kegiatan usaha untuk penyesuaian dengan KBLI 2025. Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam DPS pada 11 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Tidak ada rincian kode KBLI lama/baru, dampak operasional, atau angka keuangan yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- RUPSLB AKPI dijadwalkan pada Kamis, 3 September 2026, pukul 15.00 WIB - selesai, secara elektronik melalui eASY.KSEI.
- Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar mengenai maksud, tujuan, dan kegiatan usaha untuk penyesuaian dengan KBLI 2025.
- Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam DPS pada 11 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
- Pemanggilan ini merujuk pada surat Perseroan No. 035/LD/OL/VII/2026 tanggal 28 Juli 2026.
- Corporate Secretary AKPI adalah Tjoe Mun Lie.
- Bahan mata acara Rapat tersedia di situs web Perseroan (www.arghakarya.com) sejak tanggal pemanggilan sampai dengan penyelenggaraan Rapat.

### Corporate actions

- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3) untuk penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025

### Listing / regulatory

- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar memerlukan persetujuan RUPS sesuai Pasal 19 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana diubah terakhir dengan UU No. 6 Tahun 2023.
- Penyesuaian kegiatan usaha dilakukan melalui Online Single Submission (OSS) terkait perubahan kode KBLI.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB hanya memiliki satu agenda, yaitu persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025.
  - Basis: Mata acara tunggal: Persetujuan atas perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan KBLI Tahun 2025.
- **Jadwal dan mekanisme RUPS** [explicit_fact, high]: RUPSLB akan diselenggarakan secara elektronik melalui eASY.KSEI pada 3 September 2026 pukul 15.00 WIB, dengan DPS pada 11 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
  - Basis: Hari/Tanggal: Kamis, 3 September 2026; Waktu: pukul 15.00 WIB - selesai; Lokasi: Secara elektronik melalui fasilitas eASY.KSEI; Tanggal DPS: 11 Agustus 2026 sampai dengan pukul 16.00 WIB
- **Dampak perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan KBLI 2025 kemungkinan hanya bersifat administratif untuk menyesuaikan klasifikasi kegiatan usaha, tanpa mengubah substansi operasional secara signifikan. Namun, detail perubahan kode KBLI tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025 melalui OSS terkait perubahan kode KBLI
  - Assumptions: Perubahan KBLI umumnya bersifat klasifikasi dan tidak selalu mengubah kegiatan usaha riil
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan kode KBLI lama atau baru, sehingga dampak operasional tidak dapat dipastikan
- **Potensi aksi korporasi terkait perubahan AD** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Anggaran Dasar sering kali terkait dengan aksi korporasi seperti rights issue, private placement, atau perubahan kegiatan usaha. Namun, tanpa rincian lebih lanjut, tidak dapat dipastikan arah perubahan tersebut.
  - Basis: Agenda tunggal: Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar
  - Assumptions: Perubahan AD dapat mengindikasikan adanya aksi korporasi tertentu
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dalam dokumen ini mengenai substansi perubahan AD

### Risks / uncertainties

- Substansi perubahan Anggaran Dasar (kode KBLI lama dan baru) tidak dijelaskan dalam dokumen, sehingga dampaknya terhadap kegiatan usaha tidak dapat dinilai.
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan regulator atau syarat lain yang mungkin diperlukan untuk perubahan AD.
- Tidak ada informasi keuangan atau angka material dalam dokumen ini.

---

## ALTO

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO) menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026. Laporan menunjukkan tidak ada perubahan jumlah saham beredar, komposisi pemegang saham pengendali, atau kepemilikan saham treasuri dibandingkan bulan sebelumnya. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk periode posisi 31 Juli 2026, diterbitkan pada 12 Agustus 2026.
- Jumlah saham beredar (total issued shares) tercatat 2.191.870.558 saham, sama dengan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham pengendali (pengendali) tercatat 798.633.308 saham (36,44%), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris tercatat 2.402.200 saham (0,11%), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Tidak ada saham treasuri (treasury stock) yang dilaporkan (0 saham).
- Free float berdasarkan laporan adalah 26,29% (576.191.899 saham), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Tidak ada perubahan pada jumlah saham yang dibatasi pengalihannya (lock-up) atau saham yang diblokir.
- Laporan mencakup klasifikasi investor berdasarkan data KSEI, termasuk jumlah rekening dan kepemilikan untuk berbagai kategori investor.
- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pada susunan Direksi atau Komisaris yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Tidak ada perubahan pada pemegang saham pengendali (pengendali) yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Capital structure

- Jumlah saham beredar tetap 2.191.870.558 saham, tidak ada perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.
- Tidak ada saham treasuri (0 saham) yang dilaporkan.
- Tidak ada perubahan pada komposisi pemegang saham yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Analytical scenarios

- **Stabilitas struktur pemegang saham** [analyst_hypothesis, medium]: Berdasarkan data yang tersedia, tidak ada perubahan pada jumlah saham beredar, kepemilikan pengendali, atau saham treasuri. Hal ini menunjukkan struktur modal yang stabil pada periode tersebut.
  - Basis: Jumlah saham beredar sama antara bulan ini dan sebelumnya (2.191.870.558 saham).; Kepemilikan pengendali sama (798.633.308 saham, 36,44%).; Tidak ada saham treasuri yang dilaporkan.
  - Assumptions: Data yang disajikan dalam laporan dianggap akurat dan sesuai dengan catatan perusahaan.
  - Caveats: Hipotesis ini hanya berdasarkan evidence yang diberikan; perubahan yang tidak tercantum dalam laporan tidak dapat dianalisis.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham atau modal yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan, sehingga tidak ada dampak signifikan yang dapat diantisipasi dari laporan ini.

---

## ASBI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode ini, PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) mengumumkan dugaan tindak pidana penggelapan uang dan investasi yang melibatkan oknum internal dan eksternal, dengan dampak berkurangnya investasi SBN dan kas perseroan (tanpa angka kuantitatif). Peristiwa ini memicu pembebastugasan Direktur Keuangan dan Layanan serta pelaporan ke OJK. Selain itu, terdapat pengumuman perubahan alamat e-mail resmi perseroan, yang kemungkinan terkait dengan perubahan personel komunikasi. Kedua pengumuman ini penting karena yang pertama menyangkut integritas keuangan dan tata kelola, sementara yang kedua merupakan penyesuaian administratif.

### Material changes

- Pembebastugasan Sdr. Jenry Cardo Manurung dari jabatan Direktur Keuangan dan Layanan per 10 Agustus 2026.
- Penugasan Presiden Direktur sebagai pejabat sementara (PJS) Direktur Keuangan dan Layanan.
- Perubahan alamat e-mail resmi perseroan efektif 14 Agustus 2026.

### Management / control changes

- Pembebastugasan Sdr. Jenry Cardo Manurung dari jabatan Direktur Keuangan dan Layanan per 10 Agustus 2026.
- Penugasan Presiden Direktur sebagai pejabat sementara (PJS) Direktur Keuangan dan Layanan.

### Listing / regulatory

- Pelaporan ke OJK sesuai POJK No.12 Tahun 2024.
- Perubahan alamat e-mail resmi perseroan, sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Dugaan penggelapan** [explicit_fact, high]: Laporan menyatakan adanya dugaan tindak pidana penggelapan uang dan investasi yang melibatkan oknum internal dan eksternal, dengan modus fraud pengelolaan investasi obligasi, transfer dana ke pihak eksternal non-sekuritas, penampungan dana, dan pembuatan dokumen palsu.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material pada dokumen utama dan lampiran
- **Dampak keuangan** [explicit_fact, high]: Dampak yang dinyatakan adalah berkurangnya investasi berupa Surat Berharga Negara (SBN) dan kas perseroan. Tidak ada angka kuantitatif yang disebutkan.
  - Basis: Bagian Dampak Kejadian pada dokumen utama dan lampiran
- **Perubahan manajemen** [explicit_fact, high]: Per 10 Agustus 2026, Dewan Komisaris membebastugaskan Sdr. Jenry Cardo Manurung dari jabatan Direktur Keuangan dan Layanan, dan menugaskan Presiden Direktur sebagai PJS Direktur Keuangan dan Layanan.
  - Basis: Langkah-langkah yang telah diambil pada lampiran
- **Perubahan e-mail** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan perubahan alamat e-mail Perseroan dari jenry.cardo@asuransibintang.com menjadi HSM.Widodo@asuransibintang.com, efektif 14 Agustus 2026.
  - Basis: Tabel perbandingan pada halaman 1 dan 2: kolom E-Mail Baru = HSM.Widodo@asuransibintang.com, Lama = jenry.cardo@asuransibintang.com
- **Tidak ada perubahan alamat fisik** [explicit_fact, high]: Alamat, telepon, fax, website, dan NPWP tidak berubah; hanya e-mail yang berubah.
  - Basis: Tabel perbandingan menunjukkan nilai yang sama untuk alamat, telepon, fax, website, dan NPWP pada kolom Baru dan Lama
- **Periode dugaan penggelapan** [derived_calculation, low]: Periode dugaan tindak pidana disebutkan 'sejak tahun 2022 sampai dengan 3 Agustus 2026'. Jika dihitung dari 1 Januari 2022 hingga 3 Agustus 2026, durasinya sekitar 4 tahun 7 bulan (atau sekitar 55 bulan). Namun, tanggal pasti awal tidak disebutkan, sehingga perhitungan ini bersifat indikatif.
  - Basis: Pernyataan 'sejak tahun 2022' dan 'sampai dengan 3 Agustus 2026' pada dokumen
  - Assumptions: Tanggal awal diasumsikan 1 Januari 2022 karena hanya disebutkan tahunnya.
  - Caveats: Tanggal awal tidak pasti, hanya tahun yang disebutkan.
- **Potensi dampak lanjutan** [analyst_hypothesis, low]: Dugaan penggelapan yang melibatkan investasi SBN dan kas dapat berdampak pada laporan keuangan perseroan, namun besaran kerugian belum diungkapkan. Proses hukum dan investigasi forensik yang direncanakan dapat mengungkap angka kerugian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
  - Basis: Dampak kejadian disebutkan sebagai berkurangnya SBN dan kas; Rencana penunjukan forensik investigator dan pelaporan ke kepolisian
  - Assumptions: Kerugian material mungkin terjadi, tetapi belum ada angka pasti.
  - Caveats: Belum ada informasi kuantitatif mengenai nilai kerugian.; Hasil investigasi forensik dan proses hukum dapat mengubah gambaran dampak.
- **Alasan perubahan e-mail** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan e-mail mungkin terkait dengan penyesuaian kontak resmi atau pergantian personel, namun tidak ada penjelasan dalam dokumen.
  - Basis: Perubahan e-mail dari jenry.cardo@... menjadi HSM.Widodo@... yang sesuai dengan nama Presiden Direktur
  - Assumptions: Perubahan e-mail mungkin mencerminkan perubahan penanggung jawab komunikasi
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan perubahan

### Risks / uncertainties

- Nilai kerugian akibat penggelapan belum diungkapkan secara kuantitatif.
- Proses hukum dan investigasi forensik masih berjalan, hasilnya belum diketahui.
- Potensi dampak terhadap kondisi keuangan dan kelangsungan usaha belum dapat dipastikan.
- Keterlibatan pihak eksternal dan internal lainnya masih dalam pemeriksaan.
- NPKP tidak diisi pada dokumen perubahan e-mail, tidak jelas apakah kosong atau tidak ada perubahan.

### Items to monitor

- Hasil investigasi forensik dan proses hukum yang dapat mengungkap nilai kerugian.
- Perkembangan pelaporan ke OJK dan potensi sanksi atau tindakan pengawasan.
- Keputusan RUPS atau perubahan definitif pengurus terkait posisi Direktur Keuangan dan Layanan.
- Klarifikasi atau pengumuman lanjutan mengenai dampak keuangan dan materialitas.
- Perubahan kontak resmi lainnya atau penyesuaian administratif lebih lanjut.

---

## AYLS

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Arkayana Lestari Grup Tbk (AYLS) menerbitkan tiga pengumuman yang seluruhnya bersifat administratif dan tidak mengubah struktur modal, kepemilikan pengendali, atau susunan pengurus. Pertama, Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang menegaskan stabilitas kepemilikan: PT Bintang Cahaya Investment tetap menguasai 69,69% saham, free float 30,31%, tanpa treasury stock. Kedua, koreksi atas LBRE posisi 30 Juni 2026 yang memperbaiki data jumlah pemegang saham (4.918 menjadi 4.917) dan free float (30,31% menjadi 30,29%), tanpa perubahan angka utama. Ketiga, pemberitahuan perubahan alamat, kontak, dan NPWP yang efektif 23 Juli 2026, berdasarkan persetujuan RUPST 30 Juni 2026. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus/pengendali. Pentingnya bagi investor adalah konfirmasi stabilitas tata kelola dan kepatuhan pelaporan, meskipun koreksi LBRE menimbulkan pertanyaan kecil tentang akurasi data sebelumnya.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham, kepemilikan pengendali, direksi/komisaris, treasury stock, atau free float antara Juni dan Juli 2026.
- Perubahan alamat, kontak, dan NPWP efektif 23 Juli 2026, bersifat administratif.
- Koreksi LBRE Juni 2026: jumlah pemegang saham turun 1 (dari 4.918 menjadi 4.917) dan free float turun dari 30,31% menjadi 30,29%.

### Key financial figures

- **Total saham ditempatkan dan disetor penuh:** 853.423.236 (31 Juli 2026)
- **Total saham ditempatkan dan disetor penuh:** 853.423.236 (30 Juni 2026)
- **Kepemilikan saham pengendali (PT Bintang Cahaya Investment):** 594.720.000 (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan saham pengendali (persentase):** 69,69% (31 Juli 2026)
- **Free float (jumlah saham):** 258.703.236 (31 Juli 2026)
- **Free float (persentase):** 30,31% (31 Juli 2026)
- **Free float (jumlah saham):** 258.524.736 (30 Juni 2026)
- **Free float (persentase):** 30,29% (30 Juni 2026)
- **Treasury stock:** 0 (31 Juli 2026)
- **Jumlah pemegang saham:** 4.917 (30 Juni 2026)
- **Jumlah pemegang saham (periode sebelumnya):** 4.918 (31 Mei 2026)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pada susunan direksi dan komisaris; enam pejabat (Li Jun, Chen Fan, Daruma Daishi, Yang Chuan, Victor Tanamal Siwu, Tony Muhammad Pahlevi) tetap menjabat dengan kepemilikan saham 0%.
- Tidak ada perubahan pemegang saham pengendali; PT Bintang Cahaya Investment tetap memegang 69,69% saham.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar; total saham tetap 853.423.236 saham pada 30 Juni dan 31 Juli 2026.
- Tidak ada treasury stock yang dilaporkan (0 saham).
- Free float per 31 Juli 2026: 258.703.236 saham (30,31%); per 30 Juni 2026 (koreksi): 258.524.736 saham (30,29%).

### Listing / regulatory

- Koreksi LBRE Juni 2026 diumumkan; alasan koreksi tidak dijelaskan.
- Pemberitahuan perubahan alamat, kontak, dan NPWP kepada OJK dan BEI sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan stabil** [explicit_fact, high]: PT Bintang Cahaya Investment tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan 594.720.000 saham (69,69%) per 31 Juli 2026; tidak ada perubahan dari bulan sebelumnya.
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026
- **Koreksi LBRE Juni 2026** [explicit_fact, high]: LBRE Juni 2026 dikoreksi: free float menjadi 258.524.736 saham (30,29%) dan jumlah pemegang saham 4.917, turun 1 dari 4.918 pada Mei 2026; alasan koreksi tidak dijelaskan.
  - Basis: Pengumuman koreksi LBRE 0003/LO-AYL/VIII/2026
  - Caveats: Alasan koreksi tidak tersedia dalam dokumen.
- **Perubahan alamat dan kontak** [explicit_fact, high]: Perubahan alamat ke Menara Global Lt. 9 unit 9B, Jl. Jend. Gatot Subroto Kavling 27, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950; telepon/fax 021-5270478; email corpsec@arkayanalestarigrup.com; website www.arkayanalestarigrup.com; NPWP 0029 3857 7007 1000; efektif 23 Juli 2026.
  - Basis: Pengumuman perubahan alamat 0004/LO-AYL/VIII/2026
- **Perhitungan free float Juli 2026** [derived_calculation, high]: Free float dihitung sebagai total saham dikurangi saham pengendali: 853.423.236 - 594.720.000 = 258.703.236 saham, atau 30,31% dari total saham. Angka ini sesuai dengan laporan.
  - Basis: Total saham: 853.423.236; Saham pengendali: 594.720.000; Free float: 258.703.236 (30,31%)
  - Assumptions: Tidak ada saham treasury atau saham lain yang mengurangi free float selain saham pengendali.
  - Caveats: Perhitungan hanya berdasarkan data laporan; klasifikasi free float dapat dipengaruhi faktor lain yang tidak tercantum.
- **Selisih free float Juni vs Juli 2026** [derived_calculation, medium]: Free float Juni 2026 (koreksi) adalah 258.524.736 saham, sedangkan Juli 2026 adalah 258.703.236 saham; selisih 178.500 saham. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh perubahan klasifikasi kepemilikan atau koreksi data, namun tidak dijelaskan.
  - Basis: Free float Juni 2026: 258.524.736; Free float Juli 2026: 258.703.236
  - Assumptions: Selisih mungkin terkait dengan saham yang dimiliki pihak afiliasi atau dibatasi, namun tidak dijelaskan.
  - Caveats: Alasan koreksi tidak tersedia; perbedaan mungkin hanya administratif.
- **Alasan koreksi LBRE** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi LBRE Juni 2026 kemungkinan disebabkan oleh perbaikan data kecil seperti jumlah pemegang saham atau klasifikasi investor, karena angka utama (total saham, kepemilikan pengendali) tidak berubah.
  - Basis: Status KOREKSI pada judul pengumuman; Perbedaan kecil pada jumlah pemegang saham antara Mei dan Juni 2026
  - Assumptions: Koreksi tidak terkait dengan perubahan material.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan koreksi.
- **Dampak perubahan alamat** [analyst_hypothesis, medium]: Perubahan alamat dan kontak tidak mengindikasikan adanya aksi korporasi seperti rights issue, merger, atau perubahan pengendali; kemungkinan hanya penyesuaian administratif untuk kepatuhan pelaporan.
  - Basis: Perihal surat hanya menyebut perubahan alamat/kontak; Tidak ada informasi lain dalam dokumen
  - Assumptions: Dokumen ini adalah satu-satunya sumber informasi; perubahan lain mungkin diumumkan secara terpisah.
  - Caveats: Hipotesis berdasarkan keterbatasan dokumen.

### Risks / uncertainties

- Alasan koreksi LBRE Juni 2026 tidak dijelaskan, menimbulkan ketidakpastian kecil tentang akurasi data sebelumnya.
- Klasifikasi investor berdasarkan data KSEI; keakuratan menjadi tanggung jawab KSEI.
- Perubahan NPWP mungkin memerlukan pembaruan data di berbagai pihak terkait, namun tidak berdampak pada operasional.

### Items to monitor

- Penjelasan resmi dari emiten mengenai alasan koreksi LBRE Juni 2026.
- Perubahan lebih lanjut pada jumlah pemegang saham atau free float pada laporan bulanan berikutnya.
- Kepatuhan terhadap kewajiban pelaporan setelah perubahan alamat dan NPWP.

---

## BAJA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menerbitkan dua pengumuman yang saling terkait: (1) koreksi Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang menunjukkan perubahan kepemilikan Suwandi Soediarto dan penurunan free float, serta (2) tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengungkapkan perbaikan laba bersih H1 2026, rencana rights issue (PMHMETD I) yang masih berjalan, dan dampak implementasi SNI baru terhadap volume impor. Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan pengurus, atau transaksi aset yang diumumkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada indikasi perbaikan fundamental (laba bersih positif) dan potensi dilusi dari rights issue yang belum final.

### Material changes

- Kepemilikan Suwandi Soediarto meningkat dari 17,74% menjadi 17,79% (dari 319.259.200 menjadi 320.269.200 saham).
- Free float menurun dari 21,42% menjadi 20,93%.
- Jumlah pemegang saham meningkat dari 4.678 menjadi 5.609.
- Laba bersih H1 2026 sebesar Rp21,3 miliar, membaik dari rugi bersih Rp16,5 miliar pada H1 2025.
- Rencana rights issue (PMHMETD I) masih dalam proses persiapan, telah melalui mini expose dengan OJK.

### Key financial figures

- **laba_bersih:** 21.3 (H1 2026 (30 Juni 2026, tidak diaudit))
- **rugi_bersih:** 16.5 (H1 2025)

### Corporate actions

- Rencana rights issue (PMHMETD I) masih dalam proses persiapan; belum ada detail jumlah saham, rasio, atau agio.

### Capital structure

- Total saham tercatat: 1.800.000.000 saham (tidak berubah).
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris per 31 Juli 2026: Entario Widjaja 146.000.000 (8,11%), Suwandi Soediarto 320.269.200 (17,79%), Handaja Susanto 296.096.000 (16,45%), Pandji Soerjoprahono 296.400.000 (16,47%), Ibnu Soerjoprahono 296.016.000 (16,45%), Jonatan Susanto 25.800.000 (1,43%), Yentoro Surya Jusuf 43.800.000 (2,43%).
- Jumlah saham treasuri: 0 saham.
- Free float: 20,93% (bulan ini) dan 21,42% (bulan sebelumnya).
- Jumlah pemegang saham: 5.609 (bulan ini) dan 4.678 (bulan sebelumnya).
- Klasifikasi pemegang saham: scripless 1.354.781.200, warkat 91.355.500, rekening 895.800.
- Klasifikasi investor: rekening efek nasabah 310.063.800, rekening efek perusahaan 88.300.000, rekening efek lainnya 1.000.

### Listing / regulatory

- LBRE disampaikan sebagai koreksi atas laporan sebelumnya.
- Free float 20,93% masih di atas ketentuan minimum 7,5% (Peraturan IDX I-A dan V.2).
- BEI mengirim surat permintaan penjelasan No. S-10450/BEI.PP1/08-2026 tanggal 10 Agustus 2026; Perseroan menanggapi melalui surat No. 111/SCB/OJK/IDX/VIII/2026 tanggal 12 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Koreksi laporan** [explicit_fact, high]: Laporan ini merupakan koreksi atas laporan bulanan sebelumnya, sebagaimana tertulis pada halaman 1 dan 10.
  - Basis: Nomor surat 110/SCB/OJK/IDX/VIII/2026 dan 109/SCB/OJK/IDX/VIII/2026; Kata 'CORRECTION' pada halaman 1 dan 10
- **Perubahan jumlah saham Suwandi Soediarto** [derived_calculation, high]: Jumlah saham Suwandi Soediarto meningkat dari 319.259.200 menjadi 320.269.200 saham, selisih 1.010.000 saham. Persentase kepemilikan naik dari 17,74% menjadi 17,79%.
  - Basis: Jumlah saham bulan sebelumnya: 319.259.200; Jumlah saham bulan ini: 320.269.200; Selisih: 320.269.200 - 319.259.200 = 1.010.000
  - Assumptions: Perubahan ini mungkin terkait dengan transaksi pembelian atau transfer saham, namun tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Caveats: Penyebab perubahan tidak disebutkan dalam laporan.
- **Penurunan free float** [derived_calculation, medium]: Free float turun dari 21,42% menjadi 20,93%, penurunan sebesar 0,49 poin persentase. Hal ini sejalan dengan peningkatan kepemilikan Suwandi Soediarto yang mengurangi jumlah saham yang beredar bebas.
  - Basis: Free float bulan sebelumnya: 21,42%; Free float bulan ini: 20,93%; Selisih: 21,42% - 20,93% = 0,49%
  - Assumptions: Penurunan free float terutama disebabkan oleh penambahan kepemilikan oleh Suwandi Soediarto.
  - Caveats: Faktor lain seperti perubahan kepemilikan oleh pihak lain tidak dapat dianalisis dari data yang tersedia.
- **Perubahan laba bersih** [derived_calculation, high]: Perubahan laba bersih dari rugi Rp16,5 miliar menjadi laba Rp21,3 miliar adalah perbaikan sebesar Rp37,8 miliar (21,3 - (-16,5) = 37,8).
  - Basis: Laba bersih H1 2026: Rp21,3 miliar; Rugi bersih H1 2025: Rp16,5 miliar
  - Assumptions: Angka dalam miliar Rupiah
- **Potensi transaksi saham oleh Suwandi Soediarto** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan kepemilikan Suwandi Soediarto sebesar 1.010.000 saham dapat mengindikasikan adanya transaksi pembelian di pasar atau transfer dari pihak lain, namun tidak ada informasi lebih lanjut dalam laporan ini.
  - Basis: Perubahan jumlah saham Suwandi Soediarto dari 319.259.200 menjadi 320.269.200
  - Assumptions: Transaksi tersebut dilakukan secara langsung atau tidak langsung, namun detail tidak tersedia.
  - Caveats: Laporan ini tidak menyebutkan transaksi pemegang saham secara spesifik.
- **Penyebab pergerakan harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen tidak menyebutkan faktor spesifik penyebab kenaikan harga saham, namun perbaikan kinerja keuangan (laba bersih) dan rencana rights issue yang masih berjalan dapat menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar.
  - Basis: Jawaban nomor 8: manajemen tidak dapat memastikan satu faktor tunggal; Laba bersih H1 2026 Rp21,3 miliar; Rencana PMHMETD I masih dalam proses
  - Assumptions: Kenaikan harga saham yang dimaksud BEI mungkin terkait dengan kinerja atau aksi korporasi
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi langsung dari manajemen mengenai hubungan sebab-akibat

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko kepatuhan yang teridentifikasi dari LBRE, karena free float masih di atas ketentuan minimum.
- Perubahan kepemilikan Suwandi Soediarto perlu dipantau untuk memastikan tidak ada pelanggaran aturan kepemilikan atau keterbukaan informasi.
- Penurunan volume produk impor akibat implementasi SNI baru dapat memengaruhi pangsa pasar dan penjualan, meskipun diperkirakan kembali normal pada H2 2026.
- Rencana rights issue (PMHMETD I) masih dalam proses persiapan dan belum ada kepastian jadwal atau detail pelaksanaan.
- Faktor makroekonomi seperti krisis Teluk, nilai tukar, dan realisasi anggaran infrastruktur dapat memengaruhi prospek usaha.
- Substansi permintaan penjelasan BEI tidak diungkapkan dalam dokumen utama; lampiran yang disebutkan tidak tersedia, sehingga penjelasan rinci tidak dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Detail rencana rights issue (PMHMETD I): jumlah saham baru, rasio, harga pelaksanaan, dan jadwal.
- Perkembangan kepemilikan Suwandi Soediarto dan free float pada laporan bulanan berikutnya.
- Dampak implementasi SNI baru terhadap volume impor dan pangsa pasar pada H2 2026.
- Kinerja keuangan kuartal berikutnya untuk mengonfirmasi keberlanjutan perbaikan laba.
- Ketersediaan lampiran jawaban atas permintaan penjelasan BEI (nomor 1-10) untuk verifikasi substansi.

---

## BAPA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) menerbitkan surat koreksi No. 059/CORSEC/BAPA/VIII/2026 atas tanggapan sebelumnya No. 057/CORSEC/BAPA/VIII/2026 tanggal 4 Agustus 2026 terhadap permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia No. S-10077/BEI.PP3/07-2026 tanggal 30 Juli 2026. Tanggapan mencakup sebagian jawaban terkait sistem akuntansi, piutang, utang bank BVIC, aset real estat, dan penurunan kas. Beberapa pertanyaan belum dijawab dan akan disusulkan paling lambat 14 Agustus 2026. Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 12 bulan ke depan.

### Material changes

- BAPA menerbitkan surat koreksi No. 059/CORSEC/BAPA/VIII/2026 untuk mengoreksi surat tanggapan sebelumnya No. 057/CORSEC/BAPA/VIII/2026 tanggal 4 Agustus 2026.
- BEI mengirimkan surat permintaan penjelasan No. S-10077/BEI.PP3/07-2026 tanggal 30 Juli 2026 kepada BAPA.
- BAPA menyampaikan sebagian jawaban atas permintaan penjelasan bursa; jawaban atas pertanyaan yang belum terjawab akan disampaikan paling lambat 14 Agustus 2026.
- Perseroan menggunakan program Eces.Q sebagai sistem akuntansi.
- Piutang usaha per 31 Maret 2026 tetap sebesar Rp201,66 juta dibandingkan tahun 2025.
- Perseroan tidak menetapkan CKPN atas piutang lain-lain per 31 Maret 2026 karena tingkat keterpulihan baik dan tidak ada indikasi penurunan nilai.
- Utang kepada BVIC sebesar Rp3 miliar digunakan untuk modal kerja dan biaya operasional; fasilitas kredit telah disetujui perpanjangannya, namun Offering Letter baru diterima April 2026.
- Perseroan belum memiliki rencana melunasi utang BVIC dan fasilitas masih diperpanjang.
- Tidak ada unit rumah yang dijual sejak 2024 sampai 31 Maret 2026.
- Kas dan setara kas per 31 Maret 2026 turun Rp580,81 juta atau 66,25% dibandingkan tahun 2025; saldo kas per 8 Agustus 2026 sebesar Rp684.236.153.
- Opini WDP dari KAP pada 1 Mei 2026 terkait rugi usaha berturut-turut dan tidak adanya pengujian penurunan nilai aset real estat.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 12 bulan ke depan dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.

### Key financial figures

- **Kas dan setara kas:** 684236153 (8 Agustus 2026)
- **Penurunan kas dan setara kas:** 580810000 (31 Maret 2026 vs 2025)
- **Piutang usaha:** 201660000 (31 Maret 2026)
- **Piutang lain-lain pihak ketiga - PT Adicipta Griya:** 12074429151 (31 Maret 2026)
- **Piutang lain-lain pihak ketiga - Karyawan:** 42900000 (31 Maret 2026)
- **Piutang lain-lain pihak ketiga - lainnya:** 315298528 (31 Maret 2026)
- **Piutang lain-lain pihak berelasi:** 12343513221 (31 Maret 2026)
- **Piutang lain-lain pihak berelasi:** 13446432772 (2025)
- **Piutang lain-lain pihak berelasi:** 12432627679 (2024)
- **Utang bank BVIC:** 3000000000 (31 Maret 2026)
- **Nilai buku tanah Ds Karang Satria:** 19032596936 (31 Maret 2026)
- **Nilai market tanah Ds Karang Satria:** 45979160000 (31 Maret 2026)
- **NJOP tanah Ds Karang Satria:** 18391664000 (31 Maret 2026)
- **Nilai realisasi neto tanah dan bangunan:** 23909163200 (31 Maret 2026)
- **Nilai buku tanah dalam pengembangan:** 81410385255 (31 Maret 2026)
- **Nilai ruko:** 994540000 (2024-31 Maret 2026)
- **Nilai kios:** 2860000000 (2024-31 Maret 2026)
- **Utang usaha kontraktor:** 32630000 (2024-31 Maret 2026)
- **Utang usaha lainnya:** 2350000000 (2024-31 Maret 2026)
- **Peningkatan titipan surat:** 2830000000 (2025 vs 2024)
- **Penghasilan komprehensif lainnya:** 3534750826 (31 Maret 2026)
- **Penurunan penjualan tanah:** 122070000 (31 Maret 2026 vs 31 Maret 2025)
- **Beban sewa dan pengelolaan:** 156010000 (31 Maret 2026)
- **Pendapatan sewa dan pengelolaan:** 37270000 (31 Maret 2026)

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia No. S-10077/BEI.PP3/07-2026 tanggal 30 Juli 2026.
- BAPA menanggapi sebagian permintaan penjelasan dan akan menyampaikan jawaban atas pertanyaan yang belum terjawab paling lambat 14 Agustus 2026.
- Opini WDP dari KAP pada 1 Mei 2026 terkait rugi usaha berturut-turut dan tidak adanya pengujian penurunan nilai aset real estat.
- Komitmen untuk memenuhi ketentuan III.1.1.5.3 Peraturan Bursa Nomor I-E tentang kualitas pengungkapan laporan keuangan interim.

### Analytical scenarios

- **Rasio beban terhadap pendapatan sewa** [derived_calculation, high]: Rasio beban sewa terhadap pendapatan sewa per 31 Maret 2026 adalah 156,01/37,27 = 4,19 kali, menunjukkan beban jauh melampaui pendapatan.
  - Basis: Beban sewa per 31 Maret 2026: Rp156,01 juta; Pendapatan sewa per 31 Maret 2026: Rp37,27 juta
  - Assumptions: Angka dalam juta rupiah
- **Risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, medium]: Rugi usaha berturut-turut, tidak ada penjualan rumah, dan beban operasional yang tinggi dapat mengindikasikan risiko kelangsungan usaha, meskipun manajemen menyatakan kas masih memadai.
  - Basis: Opini WDP dari KAP; Konfirmasi tidak ada penjualan rumah; Beban sewa lebih tinggi dari pendapatan
  - Assumptions: Kondisi ini berlanjut
  - Caveats: Manajemen menyatakan kas cukup untuk operasional jangka pendek
- **Potensi risiko likuiditas terkait utang BVIC** [analyst_hypothesis, medium]: Utang BVIC sebesar Rp3 miliar telah jatuh tempo pada 7 Maret 2026, namun Perseroan belum melunasi dan masih memperpanjang fasilitas. Hal ini dapat mengindikasikan potensi tekanan likuiditas, meskipun Perseroan menyatakan fasilitas masih diperlukan untuk operasional.
  - Basis: Jatuh tempo fasilitas kredit 7 Maret 2026; Outstanding utang Rp3 miliar per 31 Maret 2026; Pernyataan Perseroan bahwa fasilitas masih diperpanjang dan belum ada rencana pelunasan
  - Assumptions: Perpanjangan fasilitas mungkin diperlukan karena keterbatasan kas atau kebutuhan modal kerja yang berkelanjutan
  - Caveats: Tidak ada informasi keuangan lain yang mendukung adanya tekanan likuiditas

### Risks / uncertainties

- Jawaban atas permintaan penjelasan bursa hanya disampaikan sebagian, sehingga substansi lengkap belum diketahui.
- Alasan koreksi surat tidak dijelaskan.
- Opini WDP dari KAP terkait rugi usaha berturut-turut dan tidak adanya pengujian penurunan nilai aset real estat.
- Penurunan kas yang signifikan (66,25%) per 31 Maret 2026.
- Tidak ada penjualan rumah sejak 2024 hingga 31 Maret 2026.
- Beban sewa dan pengelolaan lebih tinggi dari pendapatan sewa dan pengelolaan.

### Items to monitor

- Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 12 bulan ke depan.
- Tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
- Kualitas pengungkapan laporan keuangan interim menjadi perhatian bursa.

---

## BBSS

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, BBSS merilis dua pengumuman: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026 yang menunjukkan struktur kepemilikan stabil tanpa perubahan material, dan (2) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait lonjakan volume dan harga saham pada 11 Agustus 2026. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan, dan pemegang saham pengendali berencana mempertahankan kepemilikan. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus yang diumumkan.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham per 31 Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau struktur modal yang diumumkan.
- Tidak ada aksi korporasi atau ekspansi yang diumumkan.

### Key financial figures

- **Jumlah saham beredar:** 4.800.016.020 saham (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan PT Agung Alam Anugrah:** 3.499.950.000 saham (72,92%) (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan PT Agung Anugrah Investama:** 796.862.800 saham (16,60%) (31 Juli 2026)
- **Total kepemilikan dua pemegang saham besar:** 4.296.812.800 saham (89,52%) (31 Juli 2026)
- **Free float (perhitungan turunan):** 503.153.220 saham (10,48%) (31 Juli 2026)
- **Volume transaksi 11 Agustus 2026:** 32.999.200 saham (11 Agustus 2026)
- **Volume transaksi hari bursa sebelumnya:** 1.390.800 saham (Sebelum 11 Agustus 2026)
- **Frekuensi transaksi 11 Agustus 2026:** 5.143 kali (11 Agustus 2026)
- **Frekuensi transaksi hari bursa sebelumnya:** 209 kali (Sebelum 11 Agustus 2026)
- **Harga penutupan 11 Agustus 2026:** Rp101 (11 Agustus 2026)
- **Harga penutupan hari bursa sebelumnya:** Rp100 (Sebelum 11 Agustus 2026)

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI No. S-10597/BEI.PP1/08-2026 tertanggal 12 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek BBSS.
- Tanggapan emiten No. 023/CS-DIR/BBSS/VIII/2026 tertanggal 13 Agustus 2026, ditandatangani Direktur Utama Felix Soesanto.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan per 31 Juli 2026** [explicit_fact, high]: PT Agung Alam Anugrah memiliki 3.499.950.000 saham (72,92%), PT Agung Anugrah Investama memiliki 796.862.800 saham (16,60%), total dua pemegang saham besar 4.296.812.800 saham (89,52%). Tidak ada treasury stock. Direksi dan komisaris memiliki 0 saham.
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026
- **Volatilitas transaksi 11 Agustus 2026** [explicit_fact, high]: Volume transaksi 32.999.200 saham dengan frekuensi 5.143 kali, harga penutupan naik Rp1 dari Rp100 menjadi Rp101. Emiten menyatakan tidak mengetahui informasi material, tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan, dan pemegang saham pengendali berencana mempertahankan kepemilikan.
  - Basis: Penjelasan atas Volatilitas Transaksi
- **Free float** [derived_calculation, high]: Free float = total saham beredar (4.800.016.020) - saham dua pemegang saham besar (4.296.812.800) = 503.153.220 saham, atau 10,48% dari total saham.
  - Basis: Jumlah saham beredar: 4.800.016.020; Kepemilikan PT Agung Alam Anugrah: 3.499.950.000; Kepemilikan PT Agung Anugrah Investama: 796.862.800
  - Assumptions: Tidak ada saham treasury (laporan menunjukkan 0 saham treasury).; Tidak ada pemegang saham lain dengan kepemilikan >=5% selain dua pihak tersebut.
  - Caveats: Perhitungan turunan; laporan tidak menyajikan free float secara eksplisit.; Klasifikasi investor (misalnya saham dibatasi pengalihannya) tidak dapat diverifikasi dari teks yang diekstrak.
- **Peningkatan volume transaksi** [derived_calculation, high]: Volume transaksi 11 Agustus 2026 meningkat sekitar 23,73 kali lipat dibandingkan hari bursa sebelumnya (32.999.200 / 1.390.800 = 23,73). Frekuensi meningkat sekitar 24,61 kali lipat (5.143 / 209 = 24,61).
  - Basis: Volume 32.999.200 saham; Volume sebelumnya 1.390.800 saham; Frekuensi 5.143 kali; Frekuensi sebelumnya 209 kali
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia pada dokumen.
- **Perubahan harga saham** [derived_calculation, high]: Kenaikan harga Rp1 dari Rp100 menjadi Rp101 setara dengan kenaikan 1,00% (1/100 x 100%).
  - Basis: Harga penutupan Rp101; Harga sebelumnya Rp100
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia pada dokumen.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Lonjakan volume dan harga pada 11 Agustus 2026 mungkin disebabkan oleh aktivitas pasar atau sentimen investor, namun emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material atau aktivitas pemegang saham tertentu. Penyebab spesifik belum teridentifikasi.
  - Basis: Emiten menyatakan tidak mengetahui informasi material; Emiten menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu
  - Assumptions: Volatilitas dapat dipicu oleh faktor eksternal atau perilaku pasar yang belum teridentifikasi.
  - Caveats: Hipotesis belum dikonfirmasi oleh data atau pernyataan resmi.
- **Stabilitas struktur pemegang saham** [analyst_hypothesis, medium]: Struktur pemegang saham tampak stabil karena tidak ada perubahan jumlah saham atau persentase kepemilikan antara bulan sebelumnya dan bulan berjalan. Namun, ini hanya berdasarkan evidence yang diberikan.
  - Basis: Data bulan sebelumnya dan bulan berjalan identik pada laporan.
  - Assumptions: Laporan bulanan ini mencakup seluruh perubahan yang relevan.
  - Caveats: Teks hasil ekstraksi tidak lengkap dan mungkin ada bagian yang tidak terbaca.; Perubahan di luar periode pelaporan tidak tercakup.

### Risks / uncertainties

- Struktur kepemilikan terkonsentrasi pada dua entitas afiliasi (89,52%), yang dapat menjadi perhatian tata kelola namun bukan perubahan baru.
- Free float sekitar 10,48% berada di bawah ambang batas umum 15% yang disyaratkan untuk pencatatan saham di IDX, namun ini bukan perubahan baru dan tidak ada indikasi pelanggaran.
- Penyebab spesifik volatilitas harga dan volume saham pada 11 Agustus 2026 belum dijelaskan oleh emiten.
- Pernyataan emiten bahwa tidak ada informasi material yang belum diungkapkan dapat menjadi risiko jika kemudian ditemukan informasi yang mempengaruhi harga saham.

### Items to monitor

- Perkembangan harga dan volume saham BBSS setelah 11 Agustus 2026 untuk melihat apakah volatilitas berlanjut.
- Pengumuman selanjutnya dari emiten terkait penyebab volatilitas atau informasi material baru.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float IDX (minimal 15%) jika ada perubahan struktur pemegang saham di masa depan.
- Aktivitas pemegang saham pengendali atau afiliasi yang dapat mempengaruhi struktur kepemilikan.

---

## BJBR

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan media massa mengenai penahanan empat tersangka oleh KPK dalam dugaan korupsi pengadaan iklan bank bjb periode 2021-2023. Emiten menyatakan kasus tersebut tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan, operasional, hukum, dan kelangsungan usaha, serta tidak ada informasi material lainnya. Dokumen utama merujuk pada lampiran yang berisi klarifikasi lengkap.

### Material changes

- BEI mengirim surat permintaan penjelasan nomor S-10482/BEI.PP2/08-2026 tanggal 12 Agustus 2026 kepada BJBR terkait pemberitaan media massa.
- Pemberitaan media massa yang diminta klarifikasi: berita kompas.com berjudul 'KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Pengadaan Iklan Bank BJB' tanggal 10 Agustus 2026.
- Pada 10 Agustus 2026, KPK menahan empat tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa berupa penempatan iklan bank bjb periode 2021-2023.
- Salah satu tersangka berinisial WH, yang menjabat sebagai Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb periode 2020-2024.
- Pengadaan iklan dilakukan melalui agensi pihak ketiga dan diduga terjadi mark-up dalam proses pengadaannya.
- KPK menahan saudara WH selama 20 hari ke depan.
- Sampai dengan 12 Agustus 2026, terdapat 345 pemberitaan negatif terkait kasus ini.
- Perseroan menilai perkara tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kondisi keuangan dan operasional Perseroan.
- Perseroan menyatakan pemberitaan tersebut tidak berdampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.
- Tidak terdapat informasi atau fakta material lainnya.
- BJBR memberikan tanggapan dengan nomor surat 837/DIR-CSE/2026, ditandatangani oleh Irwan Riswandi selaku Approver, pada 13 Agustus 2026 pukul 19:04.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI terkait pemberitaan media massa (surat S-10482/BEI.PP2/08-2026 tanggal 12 Agustus 2026).
- Tanggapan BJBR nomor 837/DIR-CSE/2026 tanggal 13 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Penahanan oleh KPK** [explicit_fact, high]: KPK menahan empat tersangka pada 10 Agustus 2026 terkait dugaan korupsi pengadaan iklan bank bjb periode 2021-2023.
  - Basis: Dokumen lampiran halaman 3: 'benar pada tanggal 10 Agustus 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penahanan terhadap empat tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa berupa penempatan iklan bank bjb periode 2021-2023.'
- **Identitas tersangka** [explicit_fact, high]: Salah satu tersangka berinisial WH, yang menjabat sebagai Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb periode 2020-2024.
  - Basis: Dokumen lampiran halaman 3: 'terdapat inisial WH yang menjabat sebagai Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb periode 2020-2024.'
- **Dampak pemberitaan** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan pemberitaan tersebut tidak berdampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.
  - Basis: Dokumen lampiran halaman 4: 'Pemberitaan tersebut tidak berdampak terhadap operasional Perseroan.', 'Pemberitaan tersebut tidak menimbulkan konsekuensi hukum bagi Perseroan.', 'Pemberitaan tersebut tidak berdampak terhadap kondisi keuangan Perseroan.', 'Pemberitaan tersebut tidak berdampak terhadap kelangsungan usaha Perseroan.'
- **Jumlah pemberitaan negatif** [explicit_fact, high]: Sampai dengan 12 Agustus 2026, terdapat 345 pemberitaan negatif terkait kasus ini.
  - Basis: Dokumen lampiran halaman 4: 'Sampai dengan tanggal 12 Agustus 2026 terdapat pemberitaan negatif sebanyak 345.'
- **Potensi dampak reputasi** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun Perseroan menyatakan tidak ada dampak material, banyaknya pemberitaan negatif (345) dapat mempengaruhi persepsi publik dan kepercayaan investor dalam jangka pendek, namun hal ini belum terkonfirmasi.
  - Basis: Dokumen lampiran halaman 4: 'Sampai dengan tanggal 12 Agustus 2026 terdapat pemberitaan negatif sebanyak 345.'
  - Assumptions: Pemberitaan negatif yang masif dapat berdampak pada reputasi perusahaan.
  - Caveats: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak ada dampak material terhadap kondisi keuangan dan operasional.

### Risks / uncertainties

- Isi lampiran klarifikasi tidak tersedia pada dokumen utama, sehingga substansi jawaban emiten tidak dapat diverifikasi dari dokumen utama.
- Nilai kerugian negara atau dampak finansial dari kasus ini belum ditentukan secara definitif karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
- Proses hukum yang sedang berjalan dapat berubah dan mempengaruhi Perseroan di masa depan.
- Terdapat potensi dampak reputasi akibat pemberitaan negatif yang masif.
- Identitas lengkap tersangka lain selain WH tidak diungkapkan.
- Rincian proses pengadaan dan besaran mark-up tidak dijelaskan.

### Items to monitor

- Pemberitaan media massa tentang kasus hukum yang melibatkan emiten dapat mempengaruhi harga saham dan persepsi investor.
- Klaim emiten bahwa tidak ada dampak material perlu dipantau terhadap perkembangan proses hukum.

---

## BKDP

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10-15 Agustus 2026, PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) menerbitkan dua pengumuman yang saling terkait: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin namun memuat inkonsistensi data free float dan identitas pemegang saham pengendali; dan (2) koreksi atas tanggapan terhadap permintaan penjelasan Bursa yang mengungkapkan sejumlah isu material: rencana penutupan tiga entitas anak, pengembangan proyek Hyatt Centric West Surabaya dengan target soft opening Juni 2028, free float yang belum memenuhi ketentuan Bursa, ketidakpastian going concern, dan pinjaman pihak berelasi yang besar. Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, atau perubahan pengurus yang diumumkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada kepatuhan regulasi (free float), risiko kelangsungan usaha, dan rencana ekspansi yang belum memiliki pendanaan final.

### Material changes

- Tidak ada perubahan kepemilikan saham oleh direksi, komisaris, atau pemegang saham 5% atau lebih antara bulan sebelumnya dan bulan ini (per 31 Juli 2026).
- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi yang dilaporkan.
- Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, atau perubahan pengurus yang diumumkan.

### Key financial figures

- **Piutang usaha:** Rp1,2 miliar (31 Maret 2026)
- **Piutang usaha:** Rp4,16 miliar (31 Desember 2025)
- **Penyisihan penurunan nilai piutang:** Rp844,5 juta (31 Maret 2026)
- **Persediaan:** Rp270,2 miliar (31 Maret 2026)
- **Ekuitas:** Rp299 miliar (31 Maret 2026)
- **Properti investasi:** Rp444.963.229.835 (31 Maret 2026)
- **Nilai wajar aset (KJPP):** Rp2.045.293.200.000 (29 Desember 2023)
- **Utang pihak berelasi (Endang Lestari Pujiastuti):** Rp336,4 miliar (31 Maret 2026)
- **Pendapatan usaha:** Rp9,2 miliar (31 Maret 2026)
- **Pendapatan usaha:** Rp8,5 miliar (31 Maret 2025)
- **Beban pokok penjualan dan beban langsung:** Rp12,18 miliar (31 Maret 2026)
- **Beban pokok penjualan dan beban langsung:** Rp9,8 miliar (31 Maret 2025)
- **Beban usaha:** Rp5,2 miliar (31 Maret 2026)
- **Beban usaha:** Rp5,9 miliar (31 Maret 2025)
- **Pendapatan lain-lain:** Rp180,18 juta (31 Maret 2026)
- **Pendapatan lain-lain:** Rp41 ribu (31 Maret 2025)
- **Pengeluaran aktivitas investasi:** Rp1,18 miliar (31 Maret 2026)
- **Utang usaha:** Rp7,2 miliar (31 Maret 2026)
- **Utang usaha:** Rp6,09 miliar (31 Desember 2025)
- **Pendapatan diterima di muka dan setoran jaminan:** Rp70,21 miliar (31 Maret 2026)
- **Pendapatan diterima di muka dan setoran jaminan:** Rp66,7 miliar (31 Desember 2025)
- **Beban akrual:** Rp569 juta (31 Maret 2026)
- **Beban akrual:** Rp390 juta (31 Desember 2025)
- **Jaminan listrik:** Rp4.990.593.416 (31 Maret 2026)
- **Deposito Bank Permata (escrow KPA):** Rp534.329.836 (31 Maret 2026)

### Corporate actions

- Penutupan entitas anak (MUSU, SMU, MMU) - potensial, masih menunggu SK Kementerian Hukum
- Pengembangan proyek Hyatt Centric West Surabaya - ekspansi
- Kerja sama dengan konsultan leasing (PT Tata Cakrawala Indonesia) dan Hyatt Management - potensial
- Peningkatan free float - potensial

### Expansion projects

- Proyek Hyatt Centric West Surabaya: tahap finalisasi DED dan BOQ, target operasi Juni 2028, sumber pendanaan masih dibahas.
- Pengeluaran investasi Rp1,18 miliar terdiri dari fit out ADW Rp357.555.000, konsultan proyek hotel Hyatt Rp591.441.250, dan CIP-rejuvenation Rp233.890.453.

### Capital structure

- Total saham tercatat: 7.513.992.252 saham.
- Modal dasar: 12.000.000.000 saham; modal disetor: 7.513.992.252 saham.
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris: total 1.355.311.666 saham (18,04%), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Kepemilikan pemegang saham 5% atau lebih: 5.061.554.500 saham (67,36%) (dari lampiran 3), tidak berubah.
- Jumlah saham treasuri: 0 saham.
- Jumlah saham tidak tercatat: 0 saham.
- Jumlah saham free float: 543.566.726 saham (7,23%) (dari lampiran 3) atau 1.828.937.752 saham (24,34%) (dari lampiran 4) - inkonsisten antar dokumen.
- Jumlah saham non-warkat dalam status sita atau blokir: 22.783.926 saham.
- Free float per 30 Juni 2026: 543.566.726 saham (7,23% dari saham tercatat), belum memenuhi ketentuan minimum Peraturan Bursa Nomor I-A.
- Pinjaman pihak berelasi dari Ibu Endang Lestari Pujiastuti sebesar Rp336,4 miliar.

### Listing / regulatory

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia sesuai Peraturan Bursa.
- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi yang dilaporkan.
- Permintaan penjelasan Bursa No. S-10363/BEI.PP2/08-2026.
- Belum memenuhi ketentuan free float Peraturan Bursa Nomor I-A.
- Laporan Keuangan Triwulan II akan disampaikan paling lambat 31 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Koreksi surat** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan surat ini adalah koreksi atas surat No. 26a/BDP/CORSEC/VIII/2026 tanggal 07 Agustus 2026.
  - Basis: Mengoreksi surat kami nomor : 26a/BDP/CORSEC/VIII/2026 tanggal 07 Agustus 2026
- **Lampiran tanggapan** [explicit_fact, high]: Tanggapan atas permintaan Bursa disampaikan dalam dua lampiran terpisah: poin 1-5 dan poin 6-28.
  - Basis: Lampiran 1. BKDP - Pejelasan partial permint BEI point 1-5.pdf; Lampiran 2. BKDP - Tambahan Penjelasan BEI point 6 - 28.pdf
- **Kontribusi pendapatan per lokasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan kontribusi pendapatan: The Adhiwangsa Apartement 1%, FairwayNine Mall 92%, Nine Boulevard 71%, Hyatt Centric West Surabaya 0%. Total kontribusi melebihi 100% (164%), kemungkinan karena kontribusi dihitung per segmen atau terdapat sumber pendapatan lain yang tidak dirinci.
  - Basis: Tabel pada halaman 1 dokumen lampiran 1
  - Assumptions: Angka kontribusi adalah persentase dari total pendapatan atau segmen tertentu.
  - Caveats: Total kontribusi tidak sama dengan 100%, sehingga interpretasi perlu hati-hati.
- **Tingkat hunian per lokasi** [explicit_fact, high]: Tingkat occupancy rate: The Adhiwangsa Apartement 75%, FairwayNine Mall 58%, Nine Boulevard 52%, Hyatt Centric West Surabaya 0%.
  - Basis: Tabel pada halaman 1 dokumen lampiran 1
- **Proyek Hyatt Centric West Surabaya** [explicit_fact, high]: Proyek hotel masih dalam tahap pengembangan, belum memberikan kontribusi pendapatan, dan target soft opening Juni 2028.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 1 dan 2 dokumen lampiran 1
- **Pembebanan aset** [explicit_fact, high]: Sertifikat HGB No. 5956/Pradahkalikendal seluas 12.816 m2 dijaminkan untuk pinjaman dari Komisaris Utama.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 2 dokumen lampiran 1
- **Going concern** [explicit_fact, high]: KAP mengungkapkan ketidakpastian material atas kelangsungan usaha terkait kerugian dan akumulasi defisit.
  - Basis: Lampiran 2
- **Penutupan entitas anak** [explicit_fact, high]: Perseroan berencana menutup tiga entitas anak (MUSU, SMU, MMU) untuk efisiensi, masih menunggu SK Kemenkumham.
  - Basis: Lampiran 2
- **Proyek Hyatt Centric** [explicit_fact, high]: Proyek hotel ditargetkan beroperasi Juni 2028, sumber pendanaan belum final.
  - Basis: Lampiran 2
- **Persentase free float berdasarkan dokumen utama** [derived_calculation, medium]: Persentase free float dihitung sebagai jumlah saham free float dibagi total saham tercatat dikali 100%.
  - Basis: Jumlah saham free float: 1.828.937.752 saham; Total saham tercatat: 7.513.992.252 saham; Perhitungan: (1.828.937.752 / 7.513.992.252) * 100% = 24,34%
  - Assumptions: Angka free float yang tertera pada dokumen utama (7,23%) mungkin merupakan persentase dari jumlah saham yang berbeda atau terdapat kesalahan penulisan.
  - Caveats: Dokumen utama menyajikan angka free float 7,23% yang tidak sesuai dengan perhitungan sederhana dari angka yang tersedia.
- **Persentase free float berdasarkan lampiran 3** [derived_calculation, high]: Persentase free float dihitung sebagai jumlah saham free float dibagi total saham tercatat dikali 100%.
  - Basis: Jumlah saham free float: 543.566.726 saham; Total saham tercatat: 7.513.992.252 saham; Perhitungan: (543.566.726 / 7.513.992.252) * 100% = 7,23%
- **Total kepemilikan afiliasi pengendali (termasuk <5%)** [derived_calculation, high]: Total saham yang dimiliki oleh afiliasi pengendali yang tercantum pada lampiran 3 (termasuk yang <5%) dihitung dengan menjumlahkan kepemilikan PT Adhibaladika Agung (110.425.600 + 31.987.500), Ievan Daniar Sumampow (344.181.167), dan Aldo Porsche (44.181.167).
  - Basis: 110.425.600 + 31.987.500 + 344.181.167 + 44.181.167 = 530.775.434 saham
  - Assumptions: Semua entri pada tabel afiliasi pengendali <5% dianggap sebagai afiliasi pengendali.
- **Penurunan piutang usaha** [derived_calculation, medium]: Piutang usaha turun dari Rp4,16 miliar menjadi Rp1,2 miliar, penurunan sekitar Rp2,96 miliar.
  - Basis: Rp4,16 miliar - Rp1,2 miliar = Rp2,96 miliar
  - Assumptions: Angka dibulatkan
  - Caveats: Pembulatan
- **Rasio persediaan terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Persediaan Rp270,2 miliar dibanding ekuitas Rp299 miliar, sekitar 90%.
  - Basis: Rp270,2 miliar / Rp299 miliar = 90,3%
- **Kepatuhan free float terhadap regulasi BEI** [analyst_hypothesis, low]: Jika free float yang benar adalah 7,23%, maka angka ini berada di bawah ketentuan minimum free float yang umumnya disyaratkan oleh Bursa Efek Indonesia (misalnya 7,5% untuk papan utama). Namun, jika perhitungan yang benar adalah 24,34%, maka perusahaan memenuhi ketentuan.
  - Basis: Angka free float pada dokumen utama dan lampiran 3: 7,23%; Perhitungan turunan dari dokumen utama dan lampiran 4: 24,34%
  - Assumptions: Regulasi Bursa Efek Indonesia mengenai free float minimum.
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit mengenai status pemenuhan free float dalam dokumen.; Terdapat inkonsistensi angka free float antar dokumen.
- **Substansi tanggapan** [analyst_hypothesis, low]: Karena dokumen utama hanya pengantar, substansi jawaban emiten terhadap 28 poin permintaan Bursa tidak dapat dinilai. Kemungkinan terdapat isu kepatuhan atau aksi korporasi yang dijelaskan dalam lampiran, tetapi tidak ada informasi yang dapat diverifikasi di sini.
  - Basis: Dokumen hanya memuat pengantar dan daftar lampiran
  - Assumptions: Lampiran berisi penjelasan rinci yang diminta Bursa
  - Caveats: Tidak ada akses ke isi lampiran
- **Kontribusi pendapatan tidak konsisten** [analyst_hypothesis, medium]: Total kontribusi pendapatan yang dilaporkan (164%) tidak wajar, mengindikasikan kemungkinan kesalahan penyajian atau definisi kontribusi yang berbeda, misalnya kontribusi per segmen usaha atau per lini produk.
  - Basis: Tabel kontribusi pendapatan pada halaman 1 lampiran 1
  - Assumptions: Angka kontribusi seharusnya berjumlah 100% jika merupakan proporsi dari total pendapatan.
  - Caveats: Tidak ada rincian lebih lanjut dari emiten mengenai metode perhitungan kontribusi.
- **Risiko likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Pinjaman pihak berelasi yang besar dan free float rendah dapat membatasi fleksibilitas keuangan, namun belum ada indikasi gagal bayar.
  - Basis: Lampiran 2
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dampak

### Risks / uncertainties

- Nama salah satu pemegang saham 5% atau lebih tidak terbaca pada dokumen utama.
- Terdapat inkonsistensi antara angka free float yang dilaporkan pada dokumen utama dan lampiran 3 (7,23%) dengan perhitungan dari data yang tersedia pada dokumen utama dan lampiran 4 (24,34%).
- Terdapat perbedaan identitas pemegang saham pengendali antara dokumen utama (PT. Bukit Darmo Property (Perseroan) dan satu pemegang saham lain) dengan lampiran 3 (PT Adhibalaraja dan PT Primantara Wisesa Sejahtera).
- Dokumen asli tampak memiliki tata letak yang tidak beraturan, sehingga beberapa angka mungkin terbaca tidak akurat.
- Duplikasi nama 'Hendro Sumampow' dalam daftar pemegang saham pada lampiran 1 dapat menimbulkan ambiguitas dalam identifikasi pemegang saham.
- Tidak ada informasi mengenai rencana aksi korporasi atau perubahan struktur modal.
- Ketidakpastian material atas kelangsungan usaha (going concern).
- Free float belum memenuhi ketentuan bursa.
- Kendala pasar properti (kurang minat apartemen dan perkantoran).
- Pembatasan penggunaan deposito escrow KPA.
- Sanksi administrasi perpajakan di masa lalu.
- Proyek Hyatt Centric West Surabaya belum beroperasi, target soft opening Juni 2028 dapat berisiko mengalami penundaan.
- Ketergantungan pendapatan sangat tinggi pada FairwayNine Mall (92%), risiko konsentrasi pendapatan signifikan.
- Inkonsistensi total kontribusi pendapatan yang dilaporkan (164%).
- Pembebanan aset (HGB) untuk pinjaman dari Komisaris Utama dapat menjadi perhatian terkait tata kelola dan risiko likuiditas.

### Items to monitor

- Keputusan Kementerian Hukum terkait penutupan entitas anak MUSU, SMU, dan MMU.
- Perkembangan pendanaan proyek Hyatt Centric West Surabaya.
- Penyampaian Laporan Keuangan Triwulan II per 30 Juni 2026 (batas 31 Agustus 2026).
- Klarifikasi atau koreksi lebih lanjut atas inkonsistensi free float dan identitas pemegang saham pengendali.
- Potensi sanksi atau tindakan Bursa terkait ketidakpatuhan free float.
- Perkembangan kepatuhan terhadap Peraturan Bursa Nomor I-A.

---

## BNGA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menyampaikan bukti iklan Informasi Laporan Keuangan Interim (Laporan Keuangan Konsolidasian) yang diiklankan di media cetak Bisnis Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2026. Dokumen ini adalah bukti pengumuman, bukan laporan keuangan itu sendiri, dan tidak memuat angka keuangan atau aksi korporasi. Pengirim dokumen adalah Ivan Kawito, Statutory, Group & Management Reporting Head. Lampiran berupa file 'BNGA Jun26 - Bisnis Indonesia.pdf' yang berisi iklan laporan keuangan interim.

### Material changes

- Emiten menyampaikan bukti iklan Informasi Laporan Keuangan Interim (Laporan Keuangan Konsolidasian PT Bank CIMB Niaga Tbk) yang diiklankan di media cetak Bisnis Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2026.
- Pengirim dokumen adalah Ivan Kawito, Statutory, Group & Management Reporting Head, pada tanggal 14 Agustus 2026 pukul 09:48.
- Lampiran dokumen adalah file 'BNGA Jun26 - Bisnis Indonesia.pdf' yang berisi iklan laporan keuangan interim.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan Informasi Laporan Keuangan Interim (Laporan Keuangan Konsolidasian) di media cetak Bisnis Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2026, sesuai dengan ketentuan penyampaian informasi.

### Analytical scenarios

- **Publikasi laporan keuangan interim** [explicit_fact, high]: Emiten telah mengiklankan Laporan Keuangan Konsolidasian di media cetak Bisnis Indonesia pada 14 Agustus 2026, sesuai dengan ketentuan penyampaian informasi.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Laporan Keuangan Konsolidasian PT Bank CIMB' diiklankan di 'Bisnis Indonesia' tanggal '14 Agustus 2026'.
- **Ketersediaan laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Laporan keuangan interim yang diiklankan kemungkinan adalah laporan keuangan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, berdasarkan nama file lampiran 'BNGA Jun26 - Bisnis Indonesia.pdf'.
  - Basis: Nama file lampiran 'BNGA Jun26 - Bisnis Indonesia.pdf' mengindikasikan periode Juni 2026.
  - Assumptions: Nama file mencerminkan periode laporan keuangan.
  - Caveats: Nama file tidak secara eksplisit menyatakan periode laporan; hanya indikasi dari penamaan.

### Risks / uncertainties

- Dokumen ini hanya bukti iklan, bukan laporan keuangan itu sendiri; angka keuangan tidak tersedia dalam dokumen ini.
- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal dalam dokumen ini.

---

## BOBA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) menerbitkan dua pengumuman: (1) laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin, dan (2) perpanjangan kontrak komersial dengan PT Quaker Indonesia. Tidak ada aksi korporasi besar, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus/pengendali. Perpanjangan kontrak 6 bulan (1 Agustus 2026–31 Januari 2027) untuk produksi, pemrosesan, pengemasan, dan penyimpanan produk tertentu berpotensi menambah pendapatan, namun nilai kontrak tidak diungkapkan. Laporan bulanan menunjukkan free float 19,09% (305.950.600 saham) dengan total saham beredar 1.155.750.000, serta inkonsistensi kecil pada angka beneficial owner dan perubahan persentase free float tanpa perubahan jumlah saham yang perlu klarifikasi.

### Material changes

- Perpanjangan kontrak komersial dengan PT Quaker Indonesia (addendum) untuk periode 1 Agustus 2026–31 Januari 2027.
- Tidak ada perubahan struktur modal, jumlah saham beredar, atau kepemilikan pengendali.
- Free float persentase berubah dari 19,01% menjadi 19,09% tanpa perubahan jumlah saham free float (305.950.600), memerlukan klarifikasi.

### Corporate actions

- Perpanjangan kontrak komersial (addendum) dengan PT Quaker Indonesia, berlaku 1 Agustus 2026–31 Januari 2027.

### Capital structure

- Total saham beredar: 1.155.750.000 lembar (tidak berubah dari bulan sebelumnya).
- Kepemilikan pengendali dan afiliasi: 100% dari total saham (berdasarkan tabel kepemilikan pengendali).
- Free float: 19,09% bulan ini, 19,01% bulan sebelumnya (jumlah saham free float sama: 305.950.600).
- Tidak ada perubahan jumlah saham untuk semua pemegang saham utama (0% perubahan).
- Klasifikasi investor: individu 344.466.400 saham, institusi 486.335.300 saham, dana pensiun 1.421.000 saham, perusahaan 325.060.000 saham, yayasan 140.000 saham, dan klasifikasi lain 656.344.900 saham.

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A dan I-V mengenai kewajiban pelaporan bulanan registrasi pemegang efek.
- Free float dihitung berdasarkan ketentuan V.2, tidak termasuk saham yang dimiliki pengendali, afiliasi, treasury, dan saham yang dibatasi.

### Analytical scenarios

- **Perpanjangan kontrak** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan perpanjangan kontrak 6 bulan dengan PT Quaker Indonesia melalui adendum, berlaku 1 Agustus 2026 hingga 31 Januari 2027.
  - Basis: Uraian informasi material: 'perpanjangan 6 bulan kontrak dengan periode dari 1 Agustus 2026 hingga 31 Januari 2027 berupa adendum dari PT Quaker Indonesia'
- **Cakupan kontrak** [explicit_fact, high]: Kontrak meliputi produksi, pemrosesan, pengemasan, dan penyimpanan produk tertentu untuk dijual kepada Quaker.
  - Basis: Uraian: 'memproduksi, memproses, mengemas, dan menyimpan produk tertentu untuk dijual kepada Quaker'
- **Dampak keuangan** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan akan memperoleh pendapatan tambahan dari perpanjangan kontrak ini.
  - Basis: Dampak keuangan: 'Perseroan akan memiliki pendapatan tambahan'
- **Total kepemilikan pengendali dan afiliasi** [derived_calculation, high]: Total kepemilikan pengendali dan afiliasi dihitung dengan menjumlahkan persentase masing-masing: 28,95% + 23,71% + 14,95% + 19,26% + 5,92% + 4,39% + 2,82% = 100,00%.
  - Basis: Persentase kepemilikan pada halaman 2 dokumen utama
  - Assumptions: Semua pemegang saham yang tercantum dalam tabel kepemilikan pengendali dianggap sebagai pengendali atau afiliasi.
- **Perubahan free float** [derived_calculation, medium]: Free float bulan ini 19,09% dan bulan sebelumnya 19,01%, namun jumlah saham free float sama (305.950.600). Perbedaan persentase mungkin disebabkan perubahan jumlah saham beredar atau pembulatan, tetapi total saham beredar tidak berubah (1.155.750.000).
  - Basis: Angka free float pada halaman 6 dan 14 dokumen utama
  - Assumptions: Total saham beredar tidak berubah antara bulan sebelumnya dan bulan ini.
  - Caveats: Perbedaan persentase mungkin karena pembulatan atau perubahan komposisi saham yang tidak tercatat dalam laporan.
- **Kepemilikan beneficial owner** [analyst_hypothesis, low]: Angka kepemilikan beneficial owner (Hengky Wijaya 2.469 saham, Irianty 1.832 saham) sangat kecil dibandingkan kepemilikan utama mereka, sehingga kemungkinan angka tersebut mewakili kepemilikan tidak langsung atau melalui rekening efek tertentu, bukan total kepemilikan.
  - Basis: Tabel beneficial owner pada halaman 7 dan 15 dokumen utama
  - Assumptions: Angka tersebut bukan total kepemilikan langsung tetapi bagian tertentu yang dilaporkan.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan rinci dalam dokumen mengenai definisi angka tersebut.
- **Potensi dampak material** [analyst_hypothesis, low]: Perpanjangan kontrak ini dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan dan kelangsungan usaha, namun besaran dampak tidak dapat diukur karena tidak ada angka pendapatan atau nilai kontrak yang diungkapkan.
  - Basis: Klaim emiten tentang pendapatan tambahan dan peningkatan going concern
  - Assumptions: Kontrak berjalan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku
  - Caveats: Tidak ada informasi kuantitatif mengenai nilai kontrak atau kontribusi pendapatan

### Risks / uncertainties

- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang tercantum dalam laporan bulanan.
- Tidak ada informasi mengenai ekspansi, capex, atau perubahan pengurus.
- Angka kepemilikan beneficial owner tidak konsisten dengan kepemilikan utama, memerlukan klarifikasi.
- Perbedaan free float persentase antara bulan ini dan sebelumnya tanpa perubahan jumlah saham memerlukan penjelasan lebih lanjut.
- Nama Komisaris Independen pada lampiran tidak terbaca jelas, sehingga identitasnya tidak dapat dipastikan.
- Nilai kontrak atau nilai tambah dari perpanjangan kontrak tidak diungkapkan.
- Detail produk tertentu yang diproduksi tidak disebutkan.
- Syarat dan ketentuan kontrak tidak dirinci.
- Lampiran kontrak tidak tersedia dalam dokumen.

### Items to monitor

- Klarifikasi atas inkonsistensi angka beneficial owner dan perubahan persentase free float tanpa perubahan jumlah saham.
- Nilai kontrak atau kontribusi pendapatan dari perpanjangan kontrak dengan PT Quaker Indonesia.
- Keberlanjutan kontrak setelah 31 Januari 2027.
- Identitas Komisaris Independen yang tidak terbaca pada lampiran.
- Perubahan kepemilikan saham selama bulan Juli 2026 yang tidak dirinci.

---

## BPII

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) menerbitkan dua pengumuman: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin, dan (2) Jadwal Dividen Tunai Interim untuk tahun buku 2026. Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan struktur modal, ekspansi, pendanaan, atau perubahan pengurus/pengendali yang diumumkan. Pengumuman dividen interim merupakan aksi korporasi yang paling material, menetapkan dividen per saham IDR 3,54 dengan total nilai antara IDR 34,99 miliar dan IDR 35,00 miliar, dengan jadwal cum/ex dan pembayaran pada September 2026. Struktur kepemilikan tetap terkonsentrasi pada pengendali Malacca Trust Pte. Ltd. (89,86%), dengan free float sekitar 10,12–10,14%.

### Material changes

- Pengumuman dividen tunai interim untuk tahun buku 2026, dengan total nilai antara IDR 34.989.902.470 dan IDR 35.000.000.000.
- Tidak ada perubahan struktur kepemilikan signifikan; kepemilikan pengendali tetap 89,86%.

### Key financial figures

- **Dividen per saham:** 3.54 (2026 (interim))
- **Total nilai dividen minimum:** 34,989,902,470 (2026 (interim))
- **Total nilai dividen maksimum:** 35,000,000,000 (2026 (interim))
- **Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk:** 42,826,183,882 (30 Juni 2026)
- **Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya:** 1,593,070,481,514 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 1,852,545,466,342 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026.

### Capital structure

- Jumlah saham beredar: 9.884.153.240 saham (per 31 Juli 2026).
- Kepemilikan pengendali Malacca Trust Pte. Ltd.: 8.881.734.000 saham (89,86%).
- Kepemilikan direksi dan komisaris: 1.808.000 saham (0,02%), dimiliki oleh Andry (Direktur).
- Saham tresuri: 0 saham.
- Free float: 10,12% (laporan utama) atau 10,14% (rekapitulasi BAE).

### Listing / regulatory

- Free float 10,12% dinyatakan memenuhi ketentuan Peraturan Bursa Efek Indonesia V.2 tentang Free Float.

### Analytical scenarios

- **Dividen tunai interim** [explicit_fact, high]: BPII mengumumkan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 dengan dividen per saham IDR 3,54 dan total nilai antara IDR 34.989.902.470 (minimum) dan IDR 35.000.000.000 (maksimum). Keputusan Direksi disetujui Dewan Komisaris pada 12 Agustus 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260814143610-029/BPI/CR/VIII/2026_id-id
- **Struktur kepemilikan** [explicit_fact, high]: Per 31 Juli 2026, total saham beredar 9.884.153.240 saham; pengendali Malacca Trust Pte. Ltd. memiliki 8.881.734.000 saham (89,86%); free float 10,12% (atau 10,14% menurut BAE).
  - Basis: Pengumuman 20260810091231-028/BPI/CR/VIII/2026_id-id
- **Perkiraan jumlah saham yang berhak atas dividen** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan total dividen minimum dan dividen per saham, perkiraan jumlah saham yang berhak atas dividen adalah sekitar 9.884.153 saham (IDR 34.989.902.470 / IDR 3,54). Dengan total maksimum, perkiraan menjadi sekitar 9.887.005 saham (IDR 35.000.000.000 / IDR 3,54).
  - Basis: Total dividen minimum IDR 34.989.902.470; Total dividen maksimum IDR 35.000.000.000; Dividen per saham IDR 3,54
  - Assumptions: Jumlah saham beredar tidak berubah selama periode dividen; Pembulatan nilai dividen per saham
  - Caveats: Jumlah saham beredar tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen dividen; Perhitungan hanya estimasi berdasarkan angka yang tersedia
- **Rasio pembayaran dividen terhadap laba** [derived_calculation, medium]: Rasio dividen terhadap laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk diperkirakan sekitar 81,7% (menggunakan total dividen minimum) hingga 81,7% (menggunakan total dividen maksimum).
  - Basis: Total dividen minimum IDR 34.989.902.470; Total dividen maksimum IDR 35.000.000.000; Laba bersih entitas induk IDR 42.826.183.882
  - Assumptions: Laba bersih yang digunakan adalah laba per 30 Juni 2026; Dividen dibayarkan dari laba tersebut
  - Caveats: Rasio ini hanya indikasi dan tidak mencerminkan kebijakan dividen jangka panjang
- **Jumlah saham free float** [derived_calculation, medium]: Jumlah saham free float diperkirakan sekitar 1.000.611.240 saham, dihitung dari 10,12% x 9.884.153.240 saham.
  - Basis: 10,12% x 9.884.153.240 = 1.000.611.240 (pembulatan)
  - Assumptions: Persentase free float diterapkan pada total saham beredar
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam laporan, melainkan dihitung dari persentase
- **Kepemilikan publik (rekapitulasi BAE)** [derived_calculation, high]: Kepemilikan publik dihitung sebagai selisih total saham dengan kepemilikan pengendali: 9.884.153.240 - 8.881.734.000 = 1.002.419.240 saham, atau 10,14%.
  - Basis: Total saham: 9.884.153.240; Kepemilikan pengendali: 8.881.734.000
  - Assumptions: Seluruh saham di luar kepemilikan pengendali dianggap sebagai kepemilikan publik (<5%)
  - Caveats: Angka ini berasal dari rekapitulasi BAE, sedikit berbeda dengan free float 10,12% pada laporan utama
- **Likuiditas perdagangan** [analyst_hypothesis, low]: Kepemilikan pengendali yang sangat dominan (89,86%) menunjukkan bahwa saham publik sangat kecil, sehingga likuiditas perdagangan mungkin terbatas.
  - Basis: Kepemilikan pengendali: 89,86%
  - Assumptions: Saham publik yang kecil dapat mempengaruhi likuiditas
  - Caveats: Ini adalah interpretasi analitis, bukan fakta yang dinyatakan dalam laporan
- **Kepatuhan terhadap regulasi** [analyst_hypothesis, low]: Jadwal dividen yang diumumkan tampaknya memenuhi ketentuan bursa, dengan cum date di pasar reguler/negosiasi 2 hari bursa sebelum recording date, dan pembayaran selambat-lambatnya 10 hari bursa setelah recording date. Namun, kepatuhan penuh terhadap peraturan IDX tidak dapat dipastikan dari dokumen ini.
  - Basis: Cum dividen reguler/negosiasi 26 Agustus 2026; Recording date 28 Agustus 2026; Pembayaran 11 September 2026
  - Assumptions: Peraturan IDX yang berlaku pada periode tersebut
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan peraturan spesifik yang dipatuhi; Perhitungan hari bursa tidak diverifikasi secara independen

### Risks / uncertainties

- Total nilai dividen masih berupa rentang (minimum dan maksimum), sehingga jumlah final dapat bervariasi.
- Jumlah saham beredar tidak dinyatakan secara eksplisit dalam pengumuman dividen, sehingga perhitungan turunan bersifat estimasi.
- Kepemilikan pengendali sangat tinggi (89,86%), sehingga likuiditas saham publik rendah.
- Tidak ada informasi mengenai dampak dividen terhadap harga saham atau likuiditas.

### Items to monitor

- Pelaksanaan pembayaran dividen pada 11 September 2026 dan jumlah final yang dibayarkan.
- Perubahan kepemilikan saham oleh direksi/komisaris atau pengendali setelah periode pelaporan.
- Keputusan RUPST tahun buku 2026 yang akan diselenggarakan pada tahun 2027 terkait dividen final.
- Kepatuhan free float terhadap peraturan bursa jika terjadi perubahan struktur modal.

---

## BRNA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Berlina Tbk (BRNA) mengumumkan rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III (PMHMETD III) melalui penerbitan maksimal 543.950.000 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp685 per saham (rasio 9:5), disertai penerbitan maksimal 181.316.667 Waran Seri I (rasio 3:1, harga pelaksanaan Rp800). Pemegang saham pengendali DSU (54,57%) akan melaksanakan seluruh haknya melalui konversi utang (set-off) dan bertindak sebagai pembeli siaga. RUPSLB 5 Agustus 2026 telah menyetujui rencana, pernyataan pendaftaran disampaikan ke OJK 12 Agustus 2026, target efektif 23 September 2026. Proforma per 31 Maret 2026 menunjukkan perbaikan struktur modal dengan rasio liabilitas/ekuitas turun dari 1,22x menjadi 0,72x.

### Material changes

- PMHMETD III: maksimal 543.950.000 saham baru, nilai nominal Rp50/saham, harga pelaksanaan Rp685/saham, rasio 9:5, nilai emisi maksimal Rp372.605.750.000.
- Penerbitan Waran Seri I: maksimal 181.316.667 waran, harga pelaksanaan Rp800/waran, rasio 3 saham baru : 1 waran, nilai dana hasil pelaksanaan maksimal Rp145.053.333.600.
- DSU (pemegang saham 54,57%) akan melaksanakan HMETD melalui konversi utang (set-off) menjadi saham, termasuk HMETD yang dialihkan dari Lisjanto Tjiptobiantoro dan PT Niaga Karya Tunggal.
- DSU bertindak sebagai Pembeli Siaga untuk sisa saham yang tidak diambil, maksimal 43.067.765 saham (senilai Rp29.501.419.025), dengan mekanisme set-off utang.
- Jumlah pokok utang yang dapat dikonversi menjadi saham maksimal Rp264.376.182.311; outstanding bunga pinjaman DSU per 31 Maret 2026 Rp62.242.450.140 tidak termasuk set-off.
- Dilusi kepemilikan jika pemegang saham tidak melaksanakan HMETD: 35,71% setelah HMETD, maksimum 42,55% setelah seluruh waran dilaksanakan.
- RUPSLB tanggal 5 Agustus 2026 menyetujui penambahan modal dasar dari 1.500.000.000 saham menjadi 3.916.440.000 saham, penambahan modal disetor, penerbitan waran, dan perubahan anggaran dasar.
- Jadwal sementara: recording date 5 Oktober 2026, perdagangan HMETD 7-14 Oktober 2026, pembayaran penuh oleh pembeli siaga 20 Oktober 2026.
- Pernyataan pendaftaran disampaikan ke OJK pada 12 Agustus 2026, diharapkan efektif 23 September 2026.
- HMETD yang tidak dilaksanakan sampai 14 Oktober 2026 menjadi tidak berlaku; Waran Seri I yang tidak dilaksanakan sampai 8 Oktober 2029 menjadi kadaluarsa.
- Proforma laporan posisi keuangan per 31 Maret 2026: kas meningkat Rp137,73 miliar, total aset meningkat Rp137,73 miliar, utang pemegang saham turun Rp234,87 miliar, total liabilitas turun Rp234,87 miliar, ekuitas naik Rp372,61 miliar.
- Rasio total liabilitas terhadap ekuitas proforma menurun dari 1,22x menjadi 0,72x; rasio total liabilitas terhadap aset menurun dari 0,55x menjadi 0,42x.
- QTX (entitas anak) telah menghentikan operasional komersial sejak 30 April 2025.
- Dividen terakhir dibagikan tahun 2016 sebesar Rp3 per saham, total Rp2.937.330.000; kebijakan dividen 15-25% laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk.

### Key financial figures

- **Nilai emisi PMHMETD III:** 372.605.750.000 (2026-08-12)
- **Nilai dana hasil pelaksanaan Waran Seri I:** 145.053.333.600 (2026-08-12)
- **Jumlah pokok utang yang dapat dikonversi menjadi saham:** 264.376.182.311 (2026-08-12)
- **Nilai setoran Pembeli Siaga (maksimal):** 29.501.419.025 (2026-08-12)
- **Outstanding bunga pinjaman DSU:** 62.242.450.140 (2026-03-31)
- **Total plafon pokok pinjaman DSU:** 270.500.000.000 (2026-03-31)
- **Kas dan setara kas:** 36.974.610 (2026-03-31 (ribu Rp))
- **Total aset:** 2.253.803.997 (2026-03-31 (ribu Rp))
- **Total liabilitas:** 1.236.518.312 (2026-03-31 (ribu Rp))
- **Total ekuitas:** 1.017.285.685 (2026-03-31 (ribu Rp))
- **Kas dan setara kas proforma:** 174.705.596 (Proforma 2026-03-31 (ribu Rp))
- **Total aset proforma:** 2.391.534.983 (Proforma 2026-03-31 (ribu Rp))
- **Total liabilitas proforma:** 1.001.643.548 (Proforma 2026-03-31 (ribu Rp))
- **Total ekuitas proforma:** 1.389.891.435 (Proforma 2026-03-31 (ribu Rp))
- **Rasio total liabilitas terhadap ekuitas:** 1.22 (2026-03-31 historis)
- **Rasio total liabilitas terhadap ekuitas proforma:** 0.72 (Proforma 2026-03-31)
- **Rasio total liabilitas terhadap aset:** 0.55 (2026-03-31 historis)
- **Rasio total liabilitas terhadap aset proforma:** 0.42 (Proforma 2026-03-31)
- **Penjualan neto:** 277.601.508 (2026-03-31 (3 bulan, ribu Rp))
- **Laba tahun berjalan:** 4.047.609 (2026-03-31 (3 bulan, ribu Rp))
- **Arus kas operasi:** 26.195.945 (2026-03-31 (3 bulan, ribu Rp))
- **Arus kas investasi:** -11.861.066 (2026-03-31 (3 bulan, ribu Rp))
- **Arus kas pendanaan:** -31.420.239 (2026-03-31 (3 bulan, ribu Rp))
- **Rasio lancar:** 0.94 (2026-03-31)

### Corporate actions

- Rights issue (PMHMETD III) dengan penerbitan saham baru dan waran
- Konversi utang menjadi saham oleh pemegang saham utama (DSU)
- Peningkatan modal dasar dan modal disetor
- Perubahan anggaran dasar (Pasal 3 ayat 2 dan Pasal 4)
- Penerbitan Waran Seri I sebagai insentif
- Pembelian sisa saham oleh pembeli siaga (standby buyer)

### Expansion projects

- Pendirian pabrik baru di Sukabumi, Jawa Barat pada tahun 2024
- Perolehan aset tetap kuartal I 2026 sebesar Rp6,66 miliar, uang muka aset tetap Rp2,42 miliar
- Perolehan aset tetap tahun 2025 sebesar Rp118,67 miliar, uang muka aset tetap Rp41,17 miliar

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang disebutkan; DSU tetap pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 54,57% sebelum PMHMETD III.
- Susunan pengurus Perseroan: Presiden Komisaris David I. Tjiptobiantoro, Presiden Direktur Pujihansa Wijaya.

### Capital structure

- Jumlah saham beredar sebelum PMHMETD III: 979.110.000 saham
- Jumlah saham baru PMHMETD III: maksimal 543.950.000 saham
- Rasio HMETD: 9 saham lama : 5 HMETD
- Harga pelaksanaan HMETD: Rp685 per saham
- Jumlah Waran Seri I: maksimal 181.316.667 waran
- Harga pelaksanaan waran: Rp800 per waran
- Modal dasar sebelum: 1.500.000.000 saham; setelah: 3.916.440.000 saham
- Kepemilikan DSU: 54,57% sebelum PMHMETD III
- Dilusi jika tidak ikut: 35,71% setelah HMETD, maksimum 42,55% setelah waran
- Jumlah saham yang dapat diambil pembeli siaga: maksimal 43.067.765 saham

### Listing / regulatory

- Pernyataan pendaftaran ke OJK: 12 Agustus 2026, No. 312/VIII/26/BRNA
- Target efektif: 23 September 2026
- Pencatatan saham baru dan waran di BEI direncanakan
- RUPSLB telah memenuhi kuorum sesuai POJK 15/2020
- Persetujuan MHRI untuk perubahan anggaran dasar (Akta 7/2026) pada 10 Agustus 2026

### Analytical scenarios

- **Jumlah saham baru dan nilai emisi** [explicit_fact, high]: PMHMETD III akan menerbitkan maksimal 543.950.000 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp685 per saham, sehingga nilai emisi maksimal adalah 543.950.000 x Rp685 = Rp372.605.750.000, sesuai yang dinyatakan.
  - Basis: Jumlah saham baru: 543.950.000; Harga pelaksanaan: Rp685; Nilai emisi: Rp372.605.750.000
- **Total dana dari waran jika seluruhnya dilaksanakan** [derived_calculation, high]: Total dana dari pelaksanaan waran dihitung dari jumlah waran maksimal 181.316.667 dikali harga pelaksanaan Rp800, menghasilkan Rp145.053.333.600, sesuai yang dinyatakan.
  - Basis: Jumlah waran: 181.316.667; Harga pelaksanaan waran: Rp800
  - Assumptions: Seluruh waran dilaksanakan
- **Jumlah saham beredar setelah PMHMETD III (tanpa waran)** [derived_calculation, medium]: Jumlah saham beredar setelah PMHMETD III adalah 979.110.000 + 543.950.000 = 1.523.060.000 saham, dengan asumsi seluruh saham baru diterbitkan.
  - Basis: Saham beredar sebelum: 979.110.000; Saham baru: 543.950.000
  - Assumptions: Seluruh saham baru diterbitkan
  - Caveats: Jumlah saham beredar sebelum PMHMETD III adalah 979.110.000, tetapi dokumen menyebutkan 'dengan asumsi seluruh waran telah dilaksanakan' untuk perhitungan 55,56%, sehingga mungkin ada waran yang sudah diterbitkan sebelumnya.
- **Jumlah saham beredar setelah seluruh waran Seri I dilaksanakan** [derived_calculation, medium]: Jika seluruh waran Seri I dilaksanakan, jumlah saham beredar menjadi 1.523.060.000 + 181.316.667 = 1.704.376.667 saham.
  - Basis: Saham setelah PMHMETD III: 1.523.060.000; Waran Seri I: 181.316.667
  - Assumptions: Seluruh saham baru dan waran diterbitkan/dilaksanakan
  - Caveats: Tergantung pada asumsi di atas
- **Dilusi maksimum jika tidak ikut serta** [derived_calculation, medium]: Dilusi maksimum 42,55% dihitung dari 1 - (979.110.000 / 1.704.376.667) ≈ 42,55%, sesuai dengan pernyataan dokumen.
  - Basis: Saham sebelum: 979.110.000; Saham setelah waran: 1.704.376.667
  - Assumptions: Seluruh waran dilaksanakan
  - Caveats: Perhitungan menggunakan asumsi seluruh waran dilaksanakan
- **Potensi dilusi bagi pemegang saham non-DSU** [analyst_hypothesis, low]: Karena DSU akan melaksanakan seluruh haknya dan juga menjadi pembeli siaga, pemegang saham lain yang tidak ikut serta akan mengalami dilusi signifikan, yang dapat mempengaruhi harga saham.
  - Basis: DSU memiliki 54,57% saham; DSU akan melaksanakan seluruh HMETD dan menjadi pembeli siaga
  - Assumptions: Pemegang saham lain tidak melaksanakan haknya
  - Caveats: Ini adalah skenario potensial, bukan kepastian

### Risks / uncertainties

- Risiko harga bahan baku yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar Rupiah
- Dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD
- Waran Seri I dapat kadaluarsa jika tidak dilaksanakan
- HMETD yang tidak dilaksanakan menjadi tidak berlaku
- Ketidakpastian jumlah saham yang akan diterbitkan karena tergantung pada pelaksanaan HMETD dan waran
- Inkonsistensi tanggal pelaksanaan waran dalam dokumen (7 April 2027–8 Oktober 2029 vs 14 Oktober 2026–12 Oktober 2029)
- Persetujuan OJK belum diperoleh (pernyataan pendaftaran masih dalam proses)
- Risiko pasar terkait harga saham dan nilai teoritis HMETD
- QTX telah menghentikan operasional, berpotensi mempengaruhi pendapatan konsolidasi
- Saldo laba negatif (defisit) pada periode 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, dan 31 Desember 2024

### Items to monitor

- Aksi korporasi rights issue dengan waran akan mempengaruhi jumlah saham beredar dan struktur modal
- Konversi utang menjadi saham oleh pemegang saham utama dapat mengubah struktur kepemilikan
- Penerbitan saham baru dapat menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak ikut serta
- Pencatatan saham baru dan waran di BEI akan menambah likuiditas
- Harga pelaksanaan HMETD dan waran menjadi acuan bagi investor
- Penjualan ke Grup Unilever dan Grup Danone mendominasi penjualan dalam negeri, menunjukkan ketergantungan pada pelanggan utama

---

## BTPN

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) mengumumkan penyelesaian transaksi pengalihan Aset Pinjaman kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berdasarkan Perjanjian Pengalihan Aset Pinjaman Bersyarat (CLATA). Seluruh persyaratan pendahuluan telah terpenuhi, dan pada 14 Agustus 2026 kedua pihak menandatangani akta cessie serta pembeli telah membayar harga pembelian. Transaksi ini merupakan kelanjutan dari keterbukaan informasi tanggal 25 Mei 2026. Nilai transaksi dan identitas pembeli tidak diungkapkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- Penyelesaian transaksi pengalihan Aset Pinjaman berdasarkan CLATA pada 14 Agustus 2026.
- Seluruh persyaratan pendahuluan (conditions precedent) dalam CLATA telah terpenuhi.
- Pengalihan Aset Pinjaman dilaksanakan melalui penandatanganan akta pengalihan (cessie) di hadapan notaris.
- Pembeli telah membayar harga pembelian Aset Pinjaman kepada Perseroan.
- Transaksi ini merupakan kelanjutan dari keterbukaan informasi tanggal 25 Mei 2026.

### Corporate actions

- Pengalihan aset pinjaman (loan asset transfer) kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, yang merupakan transaksi material.

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi ini disampaikan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik, sebagaimana diubah sebagian oleh POJK Nomor 45 Tahun 2024.

### Analytical scenarios

- **Penyelesaian transaksi CLATA** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan bahwa seluruh persyaratan pendahuluan telah terpenuhi dan transaksi pengalihan Aset Pinjaman diselesaikan pada 14 Agustus 2026 melalui akta cessie, dengan pembeli telah membayar harga pembelian.
  - Basis: Seluruh persyaratan pendahuluan terkait CLATA telah terpenuhi.; Pada tanggal 14 Agustus 2026, Perseroan dan Pembeli telah menyelesaikan transaksi pengalihan Aset Pinjaman berdasarkan CLATA dengan menandatangani akta pengalihan (cessie) di hadapan notaris.; Pembeli telah membayar harga pembelian Aset Pinjaman kepada Perseroan.
- **Rujukan keterbukaan informasi sebelumnya** [explicit_fact, high]: Transaksi ini merupakan tindak lanjut dari keterbukaan informasi yang diumumkan pada 25 Mei 2026 mengenai transaksi material.
  - Basis: Kami mengacu kepada Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham mengenai Transaksi Material PT Bank SMBC Indonesia Tbk yang telah diumumkan melalui website Perseroan dan website Bursa Efek Indonesia pada tanggal 25 Mei 2026.
- **Dampak finansial transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Pembayaran harga pembelian Aset Pinjaman berpotensi meningkatkan likuiditas atau mempengaruhi struktur aset Perseroan, namun nilai dan dampak kuantitatif tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Pembeli telah membayar harga pembelian Aset Pinjaman kepada Perseroan.
  - Assumptions: Pembayaran harga pembelian menambah kas atau setara kas Perseroan, namun tanpa nilai transaksi tidak dapat dihitung dampaknya.
  - Caveats: Nilai transaksi tidak disebutkan dalam dokumen.; Dampak terhadap kondisi keuangan tidak dijelaskan secara kuantitatif.

### Risks / uncertainties

- Identitas pembeli tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Nilai transaksi dan harga pembelian tidak disebutkan.
- Dampak transaksi terhadap kondisi keuangan tidak dijelaskan secara kuantitatif.

### Items to monitor

- Penyelesaian transaksi pengalihan aset pinjaman dapat mempengaruhi struktur aset dan likuiditas Perseroan, namun tanpa nilai transaksi, dampaknya tidak dapat diukur.
- Investor perlu memantau keterbukaan informasi tanggal 25 Mei 2026 untuk rincian nilai dan dampak transaksi.

---

## BWPT

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menerbitkan dua pengumuman: (1) koreksi atas Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025, dan (2) rencana penyelenggaraan Public Expose Insidentil secara sukarela. Pengumuman koreksi menegaskan bahwa seluruh dana bersih Rp59,97 miliar telah direalisasikan sesuai rencana prospektus, dengan rincian pembayaran pokok obligasi Rp30 miliar dan pembelian pupuk dari lima vendor Rp29,97 miliar. Namun, terdapat selisih antara total biaya emisi yang dinyatakan (Rp2,21 miliar) dengan penjumlahan rincian biaya (Rp2,00 miliar) yang belum dijelaskan. Pengumuman Public Expose bersifat administratif, tanpa data keuangan atau strategi, dan dijadwalkan pada 27 Agustus 2026. Kedua pengumuman tidak memuat aksi korporasi baru, perubahan struktur modal, atau transaksi aset.

### Material changes

- Koreksi atas laporan penggunaan dana hasil penawaran umum Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025, menegaskan realisasi dana 100% sesuai rencana prospektus.
- Rencana penyelenggaraan Public Expose Insidentil secara sukarela pada 27 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **Dana hasil penawaran umum bruto:** 62.175.000.000 (2025-07-03)
- **Biaya emisi total:** 2.209.938.000 (2025-07-03)
- **Dana bersih penawaran umum:** 59.965.062.000 (2025-07-03)
- **Realisasi pembayaran pokok obligasi:** 30.000.000.000 (2025-07-03)
- **Realisasi pembelian pupuk PT ABADI AGROSINDO PERSADA:** 2.278.921.021 (2025-07-03)
- **Realisasi pembelian pupuk PT DHARMA GUNA WIBAWA:** 449.830.830 (2025-07-03)
- **Realisasi pembelian pupuk PT AGRIMAS UTAMA INDONESIA:** 25.742.250.149 (2025-07-03)
- **Realisasi pembelian pupuk PT DUPAN ANUGERAH LESTARI:** 753.690.000 (2025-07-03)
- **Realisasi pembelian pupuk PT GOAUTAMA SINARBATUAH:** 740.370.000 (2025-07-03)
- **Total realisasi penggunaan dana:** 59.965.062.000 (2025-07-03)
- **Sisa dana:** 0 (2025-07-03)
- **Biaya underwriting fee:** 93.262.500 (2025-07-03)
- **Biaya management fee:** 279.787.500 (2025-07-03)
- **Biaya selling fee:** 93.262.500 (2025-07-03)
- **Biaya profesi penunjang pasar modal:** 1.235.000.000 (2025-07-03)
- **Biaya lembaga penunjang pasar modal:** 153.522.500 (2025-07-03)
- **Biaya financial advisory fee:** 0 (2025-07-03)
- **Biaya lain-lain:** 150.000.000 (2025-07-03)

### Corporate actions

- Penawaran umum sukuk mudharabah berkelanjutan (Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025, efektif 03 Juli 2025).
- Pembayaran pokok obligasi sebesar Rp30.000.000.000.
- Penggunaan dana untuk pembelian pupuk dari lima vendor.
- Koreksi atas laporan penggunaan dana sebelumnya.
- Rencana Public Expose Insidentil (sukarela) pada 27 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Laporan penggunaan dana hasil penawaran umum disampaikan sebagai kewajiban keterbukaan informasi.
- Koreksi atas laporan penggunaan dana sebelumnya (nomor 077/BOD/EHP/XI/2025).
- Rencana penyelenggaraan Public Expose Insidentil secara sukarela pada 27 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Penggunaan dana hasil penawaran umum** [explicit_fact, high]: Seluruh dana bersih Rp59.965.062.000 telah direalisasikan sesuai rencana prospektus, dengan rincian pembayaran pokok obligasi Rp30.000.000.000 dan pembelian pupuk dari lima vendor sebesar Rp29.965.062.000. Tidak ada sisa dana.
  - Basis: Dokumen halaman 2-3
- **Total realisasi pembelian pupuk** [derived_calculation, high]: Total realisasi pembelian pupuk dari lima vendor dihitung: Rp2.278.921.021 + Rp449.830.830 + Rp25.742.250.149 + Rp753.690.000 + Rp740.370.000 = Rp29.965.062.000, sesuai dengan rencana pembelian TBS/CPO/pupuk.
  - Basis: Angka realisasi per vendor pada halaman 3
  - Assumptions: Semua angka dalam Rupiah
- **Total biaya emisi dari rincian** [derived_calculation, medium]: Penjumlahan rincian biaya emisi: Rp93.262.500 + Rp279.787.500 + Rp93.262.500 + Rp1.235.000.000 + Rp153.522.500 + Rp0 + Rp150.000.000 = Rp2.004.572.500, sedangkan dokumen menyatakan biaya emisi total Rp2.209.938.000. Terdapat selisih Rp205.365.500 yang tidak dijelaskan.
  - Basis: Rincian biaya pada halaman 4; Total biaya emisi pada halaman 1
  - Assumptions: Angka rincian dan total dianggap akurat dari dokumen
  - Caveats: Kemungkinan ada komponen biaya yang tidak dirinci atau pembulatan
- **Koreksi laporan** [analyst_hypothesis, low]: Laporan ini merupakan koreksi atas laporan sebelumnya, namun tidak dijelaskan apa yang dikoreksi. Kemungkinan terdapat perbaikan angka atau rincian penggunaan dana.
  - Basis: Kalimat pembuka: 'Mengoreksi surat kami nomor : 077/BOD/EHP/XI/2025'
  - Assumptions: Koreksi bersifat administratif atau substantif
  - Caveats: Tidak ada detail koreksi dalam dokumen
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose sukarela biasanya dilakukan untuk memberikan informasi terkini kepada investor dan pemangku kepentingan, terutama terkait kinerja dan prospek usaha. Namun, dokumen ini tidak menyebutkan alasan spesifik atau agenda rinci.
  - Basis: Latar belakang pelaksanaan adalah sukarela, bukan permintaan bursa atau OJK.
  - Assumptions: Public Expose sukarela umumnya bertujuan transparansi dan komunikasi dengan investor.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit dari emiten mengenai tujuan spesifik.

### Risks / uncertainties

- Terdapat selisih antara total biaya emisi yang dinyatakan (Rp2.209.938.000) dengan penjumlahan rincian biaya (Rp2.004.572.500), yang belum dijelaskan.
- Laporan ini adalah koreksi, namun tidak dijelaskan poin koreksi yang dilakukan.
- Tidak ada informasi mengenai penggunaan dana untuk pembelian TBS dan CPO secara terpisah; hanya digabung dengan pupuk.
- Terdapat entri ganda untuk pemasok PT DUPAN ANUGERAH LESTARI dalam tabel realisasi pada lampiran, yang dapat menimbulkan ambiguitas meskipun totalnya konsisten.

### Items to monitor

- Materi Public Expose yang akan disampaikan pada 24 Agustus 2026, untuk informasi kinerja dan prospek usaha.
- Pelaksanaan Public Expose pada 27 Agustus 2026.
- Penjelasan selisih biaya emisi antara total dan rincian.
- Rincian koreksi atas laporan penggunaan dana sebelumnya.
- Penggunaan dana untuk pembelian TBS dan CPO secara terpisah.

---

## CITA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) menerbitkan dua pengumuman: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026 yang menunjukkan struktur kepemilikan stabil tanpa perubahan material, dan (2) koreksi atas pemanggilan RUPSLB yang hanya mengubah lokasi rapat, dengan agenda tunggal persetujuan perubahan Anggaran Dasar (penyesuaian Pasal 3 sesuai KBLI 2025). Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus yang dilaporkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada agenda RUPSLB yang akan datang, meskipun dinyatakan administratif, serta stabilitas kepemilikan yang menegaskan tidak ada pergeseran kontrol.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material dalam struktur pemegang saham, jumlah saham beredar, treasury stock, atau free float per 31 Juli 2026.
- Koreksi lokasi penyelenggaraan RUPSLB; tanggal, waktu, dan agenda tidak berubah.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan 28 Agustus 2026 pukul 14:00, agenda tunggal persetujuan perubahan Anggaran Dasar (penyesuaian Pasal 3 sesuai KBLI 2025).
- Koreksi pemanggilan RUPSLB hanya mengubah venue rapat.

### Listing / regulatory

- RUPSLB mengacu pada POJK 15/2020, POJK e-RUPS (POJK 14/2025), dan Anggaran Dasar.
- Penyesuaian Pasal 3 dinyatakan bukan perubahan kegiatan usaha sesuai POJK 17/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan stabil** [explicit_fact, high]: Per 31 Juli 2026, jumlah saham beredar 3.960.361.250 saham; PT Harita Jayaraya memiliki 2.394.245.958 saham (60,455%), Citibank Hong Kong S/A Glencore International Investments Ltd memiliki 1.251.999.084 saham (31,613%); treasury stock 0; free float 7,71%.
  - Basis: Pengumuman 20260810142938-038/CITA/VIII/2026_id-id
- **Koreksi pemanggilan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Koreksi hanya mengubah lokasi rapat; tanggal (28 Agustus 2026), waktu (14:00), dan agenda tetap.
  - Basis: Pengumuman 20260813154323-040/CITA/VIII/2026_id-id
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda tunggal adalah persetujuan perubahan Anggaran Dasar, khususnya penyesuaian Pasal 3 sesuai KBLI 2025, dinyatakan administratif.
  - Basis: Pengumuman 20260813154323-040/CITA/VIII/2026_id-id
- **Perhitungan free float** [derived_calculation, medium]: Free float dihitung sebagai (total saham - saham pemegang utama - treasury stock) / total saham. Dengan total saham 3.960.361.250, kepemilikan Harita 2.394.245.958 dan Glencore 1.251.999.084, serta treasury 0, maka free float = (3.960.361.250 - 2.394.245.958 - 1.251.999.084) / 3.960.361.250 = 314.116.208 / 3.960.361.250 ≈ 7,93%. Angka ini sedikit berbeda dari 7,71% yang dilaporkan, kemungkinan karena definisi free float yang berbeda (misalnya, tidak semua saham publik dihitung).
  - Basis: Pengumuman 20260810142938-038/CITA/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Free float dihitung sebagai saham yang tidak dimiliki oleh pemegang saham utama (≥5%) dan bukan treasury.
  - Caveats: Perbedaan kecil mungkin karena definisi free float yang digunakan emiten atau KSEI tidak identik dengan asumsi ini.
- **Tujuan perubahan AD** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan AD sering mendahului aksi korporasi seperti rights issue atau perubahan kegiatan usaha, namun dokumen tidak memberikan rincian tujuan.
  - Basis: Pengumuman 20260813154323-040/CITA/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Perubahan AD umumnya memerlukan persetujuan RUPS dan dapat mendahului aksi korporasi.
  - Caveats: Tidak ada indikasi aksi korporasi spesifik dalam pengumuman.
- **Dampak penyesuaian KBLI** [analyst_hypothesis, medium]: Penyesuaian Pasal 3 untuk KBLI 2025 kemungkinan hanya menyelaraskan klasifikasi kegiatan usaha dengan regulasi statistik, tanpa mengubah substansi usaha.
  - Basis: Pengumuman 20260813154323-040/CITA/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Pernyataan emiten bahwa penyesuaian bersifat administratif dianggap akurat.
  - Caveats: Perubahan KBLI dapat mempengaruhi pelaporan atau perizinan di masa depan, tetapi tidak dijelaskan.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan Anggaran Dasar tidak diungkapkan, sehingga tujuan perubahan belum dapat dipastikan.
- Tidak ada informasi dampak perubahan AD terhadap struktur modal, kepemilikan, atau kegiatan usaha.
- Keterlambatan registrasi elektronik dapat menyebabkan pemegang saham tidak dihitung dalam kuorum.
- Kuorum kehadiran dan keputusan untuk RUPSLB tidak disebutkan.
- Tidak ada rincian perubahan KBLI yang diusulkan.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 28 Agustus 2026, termasuk persetujuan perubahan AD dan kuorum.
- Publikasi perubahan Anggaran Dasar dan dampaknya terhadap kegiatan usaha.
- Perubahan struktur kepemilikan atau free float setelah periode laporan.
- Potensi aksi korporasi lanjutan yang mungkin terkait dengan perubahan AD.

---

## CNMA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana (IPO) saham yang efektif pada 25 Juli 2023. Total dana bruto IPO sebesar Rp2.250.450.000.000, biaya emisi Rp77.774.745.488, sehingga dana bersih Rp2.172.675.254.512. Seluruh dana bersih telah direalisasikan sesuai rencana prospektus: ekspansi Rp1.352.675.179.512 (62%), pembayaran sisa pokok utang Rp500.000.025.000 (23%), dan modal kerja Rp320.000.050.000 (15%). Sisa dana nihil (Rp0). Laporan ini merupakan pengumuman lanjutan/kepatuhan, bukan aksi korporasi baru.

### Material changes

- Emiten: PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA)
- Jenis penawaran: Penawaran Umum Perdana (IPO) saham
- Tanggal efektif penawaran umum: 25 Juli 2023
- Jumlah hasil penawaran umum (bruto): Rp2.250.450.000.000
- Biaya penawaran umum: Rp77.774.745.488
- Hasil bersih penawaran umum: Rp2.172.675.254.512
- Rencana penggunaan dana menurut prospektus: ekspansi Rp1.412.238.915.433 (65%), pembayaran sisa pokok utang Rp434.535.050.902 (20%), modal kerja Rp325.901.288.177 (15%)
- Realisasi penggunaan dana: ekspansi Rp1.352.675.179.512 (62%), pembayaran sisa pokok utang Rp500.000.025.000 (23%), modal kerja Rp320.000.050.000 (15%)
- Sisa dana hasil penawaran umum yang belum direalisasikan: Rp0
- Penempatan sisa dana: tidak ada (Rp0), dengan tingkat bunga 6,5% pada giro di PT Bank DBS Indonesia
- Rincian biaya penawaran: underwriting fee Rp3.535.808.583 (0,157%), management fee Rp28.286.468.662 (1,257%), selling fee Rp3.535.808.583 (0,157%), profesi penunjang pasar modal Rp26.026.203.908 (1,157%), lembaga penunjang pasar modal Rp66.700.400 (0,003%), financial advisory fee Rp0 (0%), biaya lain-lain Rp16.323.755.352 (0,725%)
- Laporan ditandatangani oleh Indah Tri Wahyuni, Head of Corporate Legal, pada 14 Agustus 2026
- Laporan merujuk pada POJK No. 30/POJK.04/2015 dan Peraturan I-E Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025
- Realisasi ekspansi digunakan untuk pendanaan pengembangan dan ekspansi jejaring bioskop Cinema XXI di Indonesia
- Rencana pelunasan pokok utang ditujukan ke Bank BRI

### Key financial figures

- **Hasil Penawaran Umum (Bruto):** 2.250.450.000.000 (25 Juli 2023)
- **Biaya Penawaran Umum:** 77.774.745.488 (25 Juli 2023)
- **Hasil Bersih Penawaran Umum:** 2.172.675.254.512 (25 Juli 2023)
- **Realisasi Ekspansi:** 1.352.675.179.512 (s.d. 14 Agustus 2026)
- **Realisasi Pembayaran Sisa Pokok Utang:** 500.000.025.000 (s.d. 14 Agustus 2026)
- **Realisasi Modal Kerja:** 320.000.050.000 (s.d. 14 Agustus 2026)
- **Sisa Dana:** 0 (s.d. 14 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO, menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi.
- Tidak ada aksi korporasi baru seperti rights issue, saham bonus, atau merger dalam dokumen ini.

### Expansion projects

- Realisasi ekspansi sebesar Rp1.352.675.179.512 digunakan untuk pendanaan pengembangan dan ekspansi jejaring bioskop Cinema XXI di Indonesia.
- Rencana ekspansi menurut prospektus sekitar 65% dari hasil bersih (Rp1.412.238.915.433), namun realisasi lebih rendah Rp59.563.735.921.

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan realisasi penggunaan dana sesuai POJK No. 30/POJK.04/2015 dan Peraturan I-E BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.

### Analytical scenarios

- **Persentase realisasi ekspansi terhadap rencana** [derived_calculation, high]: Realisasi ekspansi sebesar Rp1.352.675.179.512 dibandingkan rencana Rp1.412.238.915.433, sehingga tingkat realisasi adalah 95,78% (Rp1.352.675.179.512 / Rp1.412.238.915.433).
  - Basis: Angka realisasi ekspansi: Rp1.352.675.179.512; Angka rencana ekspansi: Rp1.412.238.915.433
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia pada dokumen.
- **Persentase realisasi pembayaran utang terhadap rencana** [derived_calculation, high]: Realisasi pembayaran sisa pokok utang sebesar Rp500.000.025.000 dibandingkan rencana Rp434.535.050.902, sehingga realisasi melebihi rencana sebesar 115,06% (Rp500.000.025.000 / Rp434.535.050.902).
  - Basis: Angka realisasi pembayaran utang: Rp500.000.025.000; Angka rencana pembayaran utang: Rp434.535.050.902
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia pada dokumen.
- **Persentase realisasi modal kerja terhadap rencana** [derived_calculation, high]: Realisasi modal kerja sebesar Rp320.000.050.000 dibandingkan rencana Rp325.901.288.177, sehingga tingkat realisasi adalah 98,19% (Rp320.000.050.000 / Rp325.901.288.177).
  - Basis: Angka realisasi modal kerja: Rp320.000.050.000; Angka rencana modal kerja: Rp325.901.288.177
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia pada dokumen.
- **Total biaya penawaran umum** [derived_calculation, high]: Total biaya penawaran umum dihitung dari penjumlahan komponen biaya: Rp3.535.808.583 + Rp28.286.468.662 + Rp3.535.808.583 + Rp26.026.203.908 + Rp66.700.400 + Rp0 + Rp16.323.755.352 = Rp77.774.745.488, sesuai dengan angka biaya yang dilaporkan.
  - Basis: Underwriting fee: Rp3.535.808.583; Management fee: Rp28.286.468.662; Selling fee: Rp3.535.808.583; Profesi penunjang pasar modal: Rp26.026.203.908; Lembaga penunjang pasar modal: Rp66.700.400; Financial advisory fee: Rp0; Biaya lain-lain: Rp16.323.755.352
  - Assumptions: Semua komponen biaya dijumlahkan.
- **Selisih realisasi vs rencana** [derived_calculation, high]: Realisasi ekspansi lebih rendah dari rencana sebesar Rp59.563.735.921 (1.412.238.915.433 - 1.352.675.179.512). Realisasi pelunasan pokok utang lebih tinggi dari rencana sebesar Rp65.464.974.098 (500.000.025.000 - 434.535.050.902). Realisasi modal kerja lebih rendah dari rencana sebesar Rp5.901.238.177 (325.901.288.177 - 320.000.050.000).
  - Basis: Angka rencana dan realisasi dari Lampiran 3.
  - Assumptions: Selisih dihitung sebagai realisasi dikurangi rencana.
- **Persentase realisasi terhadap hasil bersih** [derived_calculation, high]: Realisasi pelunasan pokok utang setara 62,25% dari hasil bersih (1.352.675.179.512 / 2.172.675.254.512). Realisasi ekspansi setara 23,01% (500.000.025.000 / 2.172.675.254.512). Realisasi modal kerja setara 14,73% (320.000.050.000 / 2.172.675.254.512).
  - Basis: Angka realisasi dari Lampiran 1 dan hasil bersih.
  - Assumptions: Persentase dihitung terhadap hasil bersih penawaran umum.
- **Kelebihan realisasi pembayaran utang** [analyst_hypothesis, low]: Realisasi pembayaran sisa pokok utang melebihi rencana, yang mungkin mengindikasikan adanya pelunasan lebih awal atau tambahan pembayaran pokok utang, namun tidak ada penjelasan lebih lanjut dalam dokumen.
  - Basis: Realisasi pembayaran utang: Rp500.000.025.000; Rencana pembayaran utang: Rp434.535.050.902
  - Assumptions: Kelebihan pembayaran dapat berasal dari kebijakan manajemen atau persyaratan kredit.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dalam dokumen untuk mengkonfirmasi alasan kelebihan pembayaran.
- **Penyebab selisih alokasi** [analyst_hypothesis, low]: Selisih lebih pada pelunasan utang dan selisih kurang pada ekspansi serta modal kerja mungkin menunjukkan prioritas penggunaan dana yang berbeda dari prospektus, namun tidak ada penjelasan dalam dokumen.
  - Basis: Selisih angka pada Lampiran 3.
  - Assumptions: Perbedaan alokasi mungkin disengaja atau karena kebutuhan operasional.
  - Caveats: Tidak ada keterangan resmi mengenai alasan selisih.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang diidentifikasi dalam laporan ini; seluruh dana telah digunakan sesuai rencana.
- Selisih realisasi vs rencana pada masing-masing alokasi tidak dijelaskan alasannya.

### Items to monitor

- Laporan ini menunjukkan bahwa seluruh dana IPO telah digunakan, yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap kepatuhan emiten dalam penggunaan dana.
- Laporan ini menunjukkan kepatuhan emiten terhadap kewajiban pelaporan penggunaan dana IPO, yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap tata kelola perusahaan.

---

## CRAB

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) melaporkan pendaftaran gugatan Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negeri Medan. Gugatan didaftarkan pada 10 Agustus 2026 melalui kuasa hukum Adams & Co. Counsellors-at-Law dan teregister pada 11 Agustus 2026 dengan nomor perkara 879/Pdt.G/2026/PN Mdn. Perseroan mendalilkan kerugian material sebesar Rp124.688.265.240,71, terdiri dari pokok Kredit Modal Kerja Revolving Rp124.400.000.000 dan bunga Rp288.265.240,71, serta kerugian immaterial terkait reputasi dan akses pembiayaan. Manajemen menyatakan operasional tetap berjalan dan yakin mampu mempertahankan kelangsungan usaha, namun mengakui potensi dampak signifikan terhadap kondisi keuangan dan likuiditas. Belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

### Material changes

- Perseroan mendaftarkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negeri Medan pada 10 Agustus 2026 melalui kuasa hukum Adams & Co. Counsellors-at-Law.
- Gugatan teregister di PN Medan pada 11 Agustus 2026 dengan nomor perkara 879/Pdt.G/2026/PN Mdn.
- Perseroan mendalilkan kerugian material sebesar Rp124.688.265.240,71, terdiri dari pokok Kredit Modal Kerja Revolving sebesar Rp124.400.000.000 dan bunga yang dicatat dan ditagihkan sebesar Rp288.265.240,71.
- Perseroan mengajukan tuntutan untuk menghapuskan pencatatan penarikan/pencairan Kredit Modal Kerja Revolving beserta bunga dan denda, serta melakukan perhitungan kembali nilai penggunaan kredit.
- Perseroan mendalilkan kerugian immaterial terkait reputasi, kredibilitas, akses sumber pembiayaan, kepercayaan lembaga perbankan, investor, dan manajemen risiko sebagai perusahaan terbuka.
- Sampai tanggal keterbukaan informasi, belum ada putusan dalam perkara perdata tersebut yang berkekuatan hukum tetap.
- Pengajuan gugatan tidak mengakibatkan penghentian kegiatan operasional Perseroan.
- Manajemen menyatakan tetap yakin mampu mempertahankan kelangsungan usaha dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
- Perseroan belum dapat menentukan secara pasti dampak keuangan akhir yang akan timbul dari perkara tersebut.

### Key financial figures

- **Kerugian material yang didalilkan:** Rp124.688.265.240,71 (11 Agustus 2026 (tanggal keterbukaan informasi))
- **Pokok Kredit Modal Kerja Revolving:** Rp124.400.000.000 (11 Agustus 2026 (tanggal keterbukaan informasi))
- **Bunga yang dicatat dan ditagihkan:** Rp288.265.240,71 (11 Agustus 2026 (tanggal keterbukaan informasi))

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi material ini merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi Atau Fakta Material Oleh Emiten atau Perusahaan Publik.

### Analytical scenarios

- **Gugatan Perbuatan Melawan Hukum** [explicit_fact, high]: Perseroan mendaftarkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum di PN Medan pada 10 Agustus 2026, teregister 11 Agustus 2026 dengan nomor perkara 879/Pdt.G/2026/PN Mdn.
  - Basis: Dokumen halaman 1: 'Perseroan melalui kuasa hukum Adams & Co. Counsellors-At-Law mendaftarkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum pada tanggal 10 Agustus 2026, gugatan tersebut teregister di PN Medan tanggal 11 Agustus 2026 dengan nomor Perkara 879/Pdt.G/2026/PN Mdn.'
- **Nilai kerugian material yang didalilkan** [explicit_fact, high]: Perseroan mendalilkan kerugian material sebesar Rp124.688.265.240,71, terdiri dari pokok Kredit Modal Kerja Revolving Rp124.400.000.000 dan bunga Rp288.265.240,71.
  - Basis: Dokumen halaman 1: 'dalam gugatan Perseroan mendalilkan adanya kerugian material sebesar Rp124.688.265.240,71, yang terdiri dari pokok Kredit Modal Kerja Revolving sebesar Rp124.400.000.000 dan bunga yang dicatat dan ditagihkan sebesar Rp288.265.240,71.'
- **Verifikasi penjumlahan komponen kerugian material** [derived_calculation, high]: Pokok kredit Rp124.400.000.000 ditambah bunga Rp288.265.240,71 menghasilkan Rp124.688.265.240,71, sesuai dengan total kerugian material yang didalilkan.
  - Basis: Dokumen halaman 1: 'pokok Kredit Modal Kerja Revolving sebesar Rp124.400.000.000 dan bunga yang dicatat dan ditagihkan sebesar Rp288.265.240,71'; Dokumen halaman 1: 'kerugian material sebesar Rp124.688.265.240,71'
  - Assumptions: Penjumlahan dilakukan dalam Rupiah tanpa konversi atau penyesuaian.
- **Dampak operasional dan kelangsungan usaha** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan operasional tetap berjalan dan pengajuan gugatan tidak mengakibatkan penghentian kegiatan operasional. Manajemen menyatakan tetap yakin mampu mempertahankan kelangsungan usaha, namun mengakui potensi dampak signifikan terhadap kondisi keuangan dan likuiditas.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'Perseroan tetap menjalankan kegiatan usaha dan sampai dengan tanggal keterbukaan informasi ini pengajuan gugatan tidak mengakibatkan penghentian kegiatan operasional Perseroan.'; Dokumen halaman 3: 'Manajemen tetap meyakini bahwa Perseroan masih memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usaha dan menjalankan kegiatan operasionalnya.'
- **Potensi dampak terhadap likuiditas dan akses pembiayaan** [analyst_hypothesis, medium]: Nilai gugatan yang signifikan (Rp124,69 miliar) berpotensi mempengaruhi likuiditas dan akses pembiayaan Perseroan, terutama jika keputusan pengadilan tidak menguntungkan. Namun, Perseroan belum dapat menentukan dampak keuangan akhir.
  - Basis: Dokumen halaman 3: 'nilai perkara memiliki potensi dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan dan likuiditas Perseroan'; Dokumen halaman 2: 'permasalahan tersebut dapat memberikan dampak terhadap: 1. hubungan perbankan, 2. akses pembiayaan, 3. reputasi, kredibilitas Perseroan'
  - Assumptions: Keputusan pengadilan dapat mempengaruhi posisi keuangan Perseroan secara material.
  - Caveats: Belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap; hasil akhir masih bergantung pada proses pemeriksaan.

### Risks / uncertainties

- Hasil akhir perkara masih bergantung pada proses pemeriksaan dan putusan pengadilan; belum ada putusan yang berkekuatan hukum tetap.
- Perseroan belum dapat menentukan secara pasti dampak keuangan akhir yang akan timbul dari perkara tersebut, termasuk jumlah yang dapat dipulihkan atau diperoleh.
- Potensi dampak terhadap hubungan perbankan, akses pembiayaan, reputasi, dan kredibilitas Perseroan, baik domestik maupun internasional.
- Nilai perkara memiliki potensi dampak signifikan terhadap kondisi keuangan dan likuiditas Perseroan.

### Items to monitor

- Gugatan hukum dengan nilai material dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap risiko hukum dan tata kelola perusahaan.
- Potensi dampak terhadap likuiditas dan akses pembiayaan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasional dan ekspansi.
- Hasil akhir perkara yang belum pasti menimbulkan ketidakpastian bagi investor.

---

## CRSN

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Carsurin Tbk (CRSN) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-10466/BEI.PP1/08-2026 tanggal 11 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek pada 10 Agustus 2026. Dalam tanggapannya, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan), tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan bursa dan tidak memuat angka keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan terkait volatilitas transaksi efek CRSN pada 10 Agustus 2026 melalui surat No. S-10466/BEI.PP1/08-2026 tanggal 11 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama Perseroan belum memiliki rencana tertentu terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Theresia Ivonne selaku Direktur PT Carsurin Tbk (pada lampiran) dan Ary Khristiani selaku Corporate Secretary (pada dokumen utama).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek CRSN pada 10 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik menurut POJK 31/2015 maupun Peraturan I-E BEI.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada surat: 'Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material...'
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, setidaknya dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Hingga saat ini Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat.'
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3: 'Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu...'
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Berdasarkan informasi yang diperoleh, pemegang saham utama belum memiliki rencana tertentu terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'pemegang saham utama Perseroan belum memiliki rencana tertentu terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi, dokumen ini tidak mengungkapkan penyebab volatilitas atau data transaksi spesifik. Kemungkinan volatilitas disebabkan oleh faktor pasar atau sentimen eksternal yang tidak diungkapkan, namun hal ini belum terkonfirmasi.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan volatilitas, namun jawaban perseroan hanya menyatakan tidak ada informasi material.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada periode sebelum 12 Agustus 2026.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Penyebab spesifik volatilitas harga saham CRSN pada 10 Agustus 2026 tidak dijelaskan; manajemen hanya menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material.
- Pernyataan 'tidak ada rencana aksi korporasi' hanya berlaku hingga 3 bulan ke depan dan dapat berubah sewaktu-waktu.
- Tanggal surat BEI pada dokumen utama tidak terbaca (null), sehingga ketepatan waktu respons tidak dapat diverifikasi.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak menjamin tidak adanya informasi material yang sebenarnya; hanya menyatakan ketidaktahuan perseroan.

### Items to monitor

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek menunjukkan adanya perhatian bursa terhadap pergerakan harga saham CRSN.
- Tidak ada informasi material yang diungkapkan dalam tanggapan ini, sehingga investor tidak memiliki dasar baru untuk menilai prospek perusahaan.

---

## CSMI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) menerbitkan dua pengumuman: (1) laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 yang menunjukkan tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan, dan (2) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi, di mana perseroan menyatakan tidak mengetahui informasi material yang belum diungkap dan tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus/pengendali yang teridentifikasi. Pentingnya secara korporasi: stabilitas kepemilikan dan ketiadaan rencana korporasi memberikan kepastian terbatas, namun volatilitas yang memicu pertanyaan BEI tetap menjadi perhatian tanpa penjelasan kuantitatif.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada komposisi pemegang saham, kepemilikan pengendali, direksi, komisaris, treasury stock, atau free float per 31 Juli 2026.
- Tidak ada rencana tindakan korporasi yang mempengaruhi pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan (pernyataan manajemen).
- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan terkait volatilitas transaksi.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali: Lisa Muchtar tetap pemegang saham pengendali dengan 458.200.000 saham (56,15%).
- Tidak ada perubahan komposisi direksi dan komisaris; seluruh anggota direksi dan komisaris tidak memiliki saham.

### Capital structure

- Total saham ditempatkan dan disetor penuh: 816.061.500 saham.
- Tidak ada treasury stock (0 saham).
- Free float: 357.861.500 saham (43,85%).
- Tidak ada perubahan struktur modal yang teridentifikasi.

### Listing / regulatory

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek CSMI melalui surat nomor S-10617/BEI.PP2/08-2026 tanggal 13 Agustus 2026.
- CSMI menanggapi pada 14 Agustus 2026, menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkap dan tidak ada rencana korporasi yang mempengaruhi pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan pengendali** [explicit_fact, high]: Lisa Muchtar memiliki 458.200.000 saham atau 56,15% dari total saham.
  - Basis: Laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026
- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: CSMI menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi yang mempengaruhi pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan.
  - Basis: Pernyataan pada poin 4 surat tanggapan
- **Tidak ada informasi material yang belum diungkap** [explicit_fact, high]: CSMI menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum disampaikan kepada publik.
  - Basis: Pernyataan pada poin 1 surat tanggapan
- **Perhitungan free float** [derived_calculation, high]: Free float dihitung sebagai total saham dikurangi kepemilikan pengendali: 816.061.500 - 458.200.000 = 357.861.500 saham, atau 43,85% dari total saham.
  - Basis: Total saham 816.061.500; Kepemilikan pengendali 458.200.000
  - Assumptions: Kepemilikan pengendali hanya Lisa Muchtar; Tidak ada saham treasury
- **Kemungkinan penyebab volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI mungkin disebabkan oleh faktor pasar atau spekulasi, namun CSMI tidak mengungkapkan informasi material baru. Tidak ada indikasi aksi korporasi atau perubahan fundamental dari dokumen ini.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek CSMI; CSMI menjawab tidak ada informasi material yang belum diungkap
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang dimaksud BEI adalah pergerakan harga atau volume yang signifikan
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data kuantitatif dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak menjamin tidak adanya informasi yang belum diungkap; hanya menyatakan pengetahuan manajemen saat ini.
- Tidak ada rincian mengenai pemegang saham utama atau konfirmasi yang dilakukan.
- Kualitas OCR buruk pada beberapa halaman laporan bulanan, meskipun data kunci terbaca jelas.

### Items to monitor

- Perkembangan harga dan volume transaksi CSMI yang memicu permintaan BEI.
- Pengumuman lebih lanjut dari BEI atau OJK terkait volatilitas transaksi.
- Perubahan kepemilikan saham oleh pemegang saham utama atau pihak lain yang mencapai 5%.
- Rencana korporasi yang mungkin muncul setelah periode 3 bulan ke depan.

---

## DART

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

DART (Duta Anggada Realty Tbk) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan), dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal yang diumumkan.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga Efek Perusahaan Tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
- Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

### Listing / regulatory

- BEI mengirim surat permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek dengan nomor S-10756/BEI.PP2/08-2026 (tanggal surat tidak tercantum dalam dokumen).
- DART menanggapi permintaan penjelasan BEI pada 14 Agustus 2026, menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan dan tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat...'
  - Caveats: Pernyataan ini hanya mencakup rencana yang sudah ada pada tanggal dokumen; rencana dapat berubah sewaktu-waktu.
- **Tidak ada informasi material yang belum diungkapkan** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup yang belum diungkapkan kepada publik.
  - Basis: Jawaban poin 5: 'Tidak ada Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material...'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim manajemen; kebenarannya tidak diverifikasi oleh pihak independen.
- **Pemicu volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun perseroan menyatakan tidak mengetahui penyebab volatilitas, kemungkinan volatilitas transaksi saham DART dipicu oleh faktor eksternal atau sentimen pasar yang tidak terkait dengan informasi material dari perseroan. Namun, tanpa data pasar atau informasi tambahan, hipotesis ini tidak dapat dikonfirmasi.
  - Basis: Dokumen ini adalah tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi, namun perseroan tidak menyebutkan penyebab spesifik.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang dimaksud BEI terjadi pada periode sekitar tanggal surat (Agustus 2026).
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI S-10756/BEI.PP2/08-2026 tidak tercantum dalam dokumen (tertulis 'null'), sehingga ketidakjelasan tanggal permintaan dapat mempengaruhi interpretasi kronologi.
- Pernyataan perseroan bahwa tidak ada informasi material yang belum diungkapkan bersifat subjektif dan dapat berubah jika terdapat perkembangan baru.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi kuantitatif atau kualitatif yang secara langsung mempengaruhi harga saham atau keputusan investasi dalam dokumen ini.

---

## DGIK

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) menerbitkan dua pengumuman rutin yang tidak mengindikasikan perubahan fundamental atau aksi korporasi. Pertama, laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 menunjukkan struktur permodalan stabil (total saham beredar 5.541.165.000), kepemilikan pengendali tetap 52,30%, dan tidak ada perubahan direksi/komisaris atau treasury stock. Namun, free float tercatat turun dari 20,23% menjadi 18,02% (penurunan 2,21 poin persentase), yang tidak dijelaskan secara eksplisit. Kedua, pada 14 Agustus 2026, perseroan menanggapi permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek (surat S-10596/BEI.PP1/08-2026), dengan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material, tidak merencanakan aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan tidak ada rencana pemegang saham utama atas kepemilikannya. Secara korporasi, tidak ada perubahan signifikan; fokus utama adalah penurunan free float dan volatilitas transaksi yang menjadi perhatian regulator.

### Material changes

- Penurunan free float dari 20,23% menjadi 18,02% (penurunan 2,21 poin persentase) per 31 Juli 2026, tanpa penjelasan eksplisit.
- Penurunan jumlah pemegang saham dari 4.993 menjadi 4.940 (penurunan 53 pemegang saham).
- Volatilitas transaksi efek yang memicu permintaan penjelasan BEI pada 12 Agustus 2026; perseroan tidak mengungkapkan penyebabnya.

### Key financial figures

- **Total saham beredar:** 5.541.165.000 saham (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan pengendali (PT Global Dinamika Kencana):** 2.897.768.500 saham (52,30%) (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan direksi dan komisaris:** 10.200.000 saham (0,18%) (31 Juli 2026)
- **Treasury stock:** 0 saham (0%) (31 Juli 2026)
- **Free float:** 18,02% (31 Juli 2026)
- **Jumlah pemegang saham:** 4.940 (31 Juli 2026)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan direksi dan komisaris yang teridentifikasi.
- Tidak ada perubahan pemegang saham pengendali (PT Global Dinamika Kencana tetap 52,30%).

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (5.541.165.000 saham) antara bulan ini dan sebelumnya.
- Tidak ada perubahan treasury stock (0 saham).
- Free float turun dari 20,23% menjadi 18,02%.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek melalui surat No. S-10596/BEI.PP1/08-2026 tanggal 12 Agustus 2026.
- Tanggapan perseroan pada 14 Agustus 2026 menyatakan tidak ada informasi material dan tidak ada rencana aksi korporasi.

### Analytical scenarios

- **Struktur permodalan stabil** [explicit_fact, high]: Total saham beredar tetap 5.541.165.000 saham, kepemilikan pengendali 52,30%, treasury stock 0, dan tidak ada perubahan direksi/komisaris.
  - Basis: Laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik menurut POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan Nomor I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada tanggapan volatilitas
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan belum merencanakan tindakan korporasi dalam jangka waktu kurang lebih 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada tanggapan volatilitas
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3 pada tanggapan volatilitas
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Setelah berkomunikasi dengan pemegang saham utama, tidak ada rencana lain terkait kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada tanggapan volatilitas
- **Perubahan free float** [derived_calculation, medium]: Free float turun dari 20,23% menjadi 18,02% (penurunan 2,21 poin persentase). Jumlah saham free float: bulan ini 998.738.900 saham, bulan sebelumnya 1.121.004.400 saham. Selisih: 122.265.500 saham.
  - Basis: Jumlah saham free float bulan ini: 998.738.900; Jumlah saham free float bulan sebelumnya: 1.121.004.400; Total saham beredar: 5.541.165.000
  - Assumptions: Perhitungan free float mengikuti definisi BEI (saham tidak dimiliki pengendali, direksi, komisaris, afiliasi, dan treasury stock).
  - Caveats: Penyebab penurunan free float tidak dijelaskan dalam evidence; bisa karena perubahan kepemilikan investor atau perubahan klasifikasi.
- **Rasio peningkatan volume transaksi** [derived_calculation, high]: Volume transaksi meningkat sekitar 3,44 kali lipat (28.760.300 / 8.353.600 = 3,44). Frekuensi transaksi meningkat sekitar 4,71 kali lipat (3.535 / 750 = 4,71).
  - Basis: 28.760.300 saham dibandingkan 8.353.600 saham; 3.535 kali dibandingkan 750 kali
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang diberikan oleh Bursa.
- **Potensi perubahan kepemilikan investor** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan free float sebesar 122.265.500 saham mungkin disebabkan oleh peningkatan kepemilikan oleh pihak yang tidak termasuk dalam free float, namun tidak ada bukti langsung dalam dokumen.
  - Basis: Perubahan jumlah saham free float antara bulan ini dan sebelumnya
  - Assumptions: Tidak ada perubahan total saham beredar.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data transaksi atau perubahan kepemilikan spesifik dalam evidence.
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan penyebab volatilitas transaksi efek yang menjadi dasar permintaan BEI. Kemungkinan volatilitas terjadi karena faktor eksternal atau sentimen pasar, namun tidak ada data pendukung dalam dokumen.
  - Basis: Tidak ada penjelasan mengenai penyebab volatilitas dalam dokumen
  - Assumptions: Volatilitas yang dimaksud BEI mungkin terkait pergerakan harga saham yang tidak biasa
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Penurunan free float dari 20,23% menjadi 18,02% dapat mempengaruhi likuiditas saham, meskipun tidak ada indikasi pelanggaran ketentuan free float.
- Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI tidak dijelaskan penyebabnya; pernyataan 'tidak mengetahui' tidak menjamin tidak adanya informasi material yang sebenarnya.
- Tanggal surat BEI tidak tercantum secara eksplisit dalam dokumen, sehingga ketepatan waktu respons tidak dapat diverifikasi.
- Identitas pemegang saham utama tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Items to monitor

- Perubahan free float pada laporan bulanan berikutnya; apakah penurunan berlanjut atau kembali naik.
- Perkembangan volume dan frekuensi transaksi saham DGIK setelah tanggapan volatilitas.
- Klarifikasi lebih lanjut dari BEI atau perseroan mengenai penyebab volatilitas transaksi.
- Potensi perubahan kepemilikan oleh pihak yang tidak termasuk free float (misalnya afiliasi atau pengendali).
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float minimal 7,5% (jika berlaku) dan aturan pencatatan lainnya.

---

## DMAS

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menerbitkan dua pengumuman: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang menunjukkan struktur kepemilikan stabil tanpa perubahan material, dan (2) Pemberitahuan Rencana RUPSLB yang akan digelar 22 September 2026, dengan agenda belum diumumkan. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus/pengendali yang teridentifikasi. Signifikansi korporasi terletak pada sinyal stabilitas kepemilikan dan adanya agenda RUPSLB yang berpotensi membahas aksi korporasi strategis, namun belum dapat dipastikan hingga pemanggilan RUPS pada 31 Agustus 2026.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material dalam struktur kepemilikan saham antara Juni dan Juli 2026.
- Jumlah pemegang saham publik meningkat dari 61.300 menjadi 63.827 pihak.
- Rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 22 September 2026 diumumkan, namun agenda belum diungkapkan.

### Corporate actions

- RUPSLB direncanakan pada 22 September 2026, agenda belum diumumkan; potensi aksi korporasi belum dapat diidentifikasi.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan dalam susunan direksi, komisaris, atau pengendali yang teridentifikasi. Pemegang saham pengendali tetap PT Sumber Arusmulia (57,28%) dan Sojitz Corporation (25,00%).

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal: jumlah saham beredar tetap 48.198.111.100 saham, tidak ada penerbitan saham baru, pembelian kembali saham (treasury stock), atau perubahan modal dasar/disetor yang teridentifikasi.

### Listing / regulatory

- Tidak ada perubahan status pencatatan, suspensi, atau delisting yang teridentifikasi. Laporan LBRE merupakan kewajiban rutin sesuai Peraturan Bursa.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan per 31 Juli 2026** [explicit_fact, high]: Jumlah saham beredar 48.198.111.100 saham; PT Sumber Arusmulia memiliki 27.608.772.200 saham (57,28%); Sojitz Corporation memiliki 12.049.527.800 saham (25,00%); total keduanya 39.658.300.000 saham (82,28%). Tidak ada saham treasuri.
  - Basis: Jumlah saham beredar: 48.198.111.100; Kepemilikan PT Sumber Arusmulia: 27.608.772.200 (57,28%); Kepemilikan Sojitz Corporation: 12.049.527.800 (25,00%); Total kepemilikan 5% atau lebih: 39.658.300.000 (82,28%)
- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB akan diadakan pada Selasa, 22 September 2026, pukul 14:00 WIB, di Le Premier Hotel Kota Deltamas, Cikarang. Tanggal DPS yang berhak hadir adalah 28 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Pemanggilan RUPS dijadwalkan pada 31 Agustus 2026. Agenda belum diumumkan.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Selasa, 22 September 2026, 14:00 WIB; Tanggal DPS: 28 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB; Pemanggilan RUPS: 31 Agustus 2026
- **Perhitungan free float** [derived_calculation, high]: Free float dihitung sebagai saham yang tidak dimiliki oleh pemegang saham 5% atau lebih: 48.198.111.100 - 39.658.300.000 = 8.539.811.100 saham, atau 17,72% dari total saham beredar. Angka ini konsisten dengan yang dilaporkan.
  - Basis: Jumlah saham beredar: 48.198.111.100; Kepemilikan pemegang saham 5% atau lebih: 39.658.300.000; Free float: 8.539.811.100 saham (17,72%)
  - Assumptions: Saham yang dimiliki oleh pemegang saham di bawah 5% dianggap sebagai free float sesuai definisi Bursa.
- **Perubahan jumlah pemegang saham publik** [derived_calculation, high]: Jumlah pemegang saham publik meningkat dari 61.300 (Juni 2026) menjadi 63.827 (Juli 2026), selisih 2.527 pihak. Ini menunjukkan peningkatan partisipasi investor ritel, namun tidak memengaruhi struktur kepemilikan besar.
  - Basis: Jumlah pemegang saham publik Juni 2026: 61.300; Jumlah pemegang saham publik Juli 2026: 63.827
  - Assumptions: Angka tersebut diambil dari tabel rekapitulasi bulanan pada lampiran.
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Dengan free float 17,72% dan jumlah pemegang saham publik 63.827 pihak, emiten tampaknya memenuhi ketentuan free float Bursa (minimal 7,5% untuk papan utama) dan ketentuan PP 55/2022 untuk penurunan tarif pajak (minimal 40% saham dicatatkan, namun ini tidak terpenuhi karena hanya 48,198 miliar dari 60 miliar saham yang dicatatkan). Namun, ini hanya hipotesis karena tidak ada pernyataan eksplisit tentang kepatuhan.
  - Basis: Free float 17,72%; Jumlah pemegang saham publik 63.827; Saham dicatatkan 48.198.111.100 dari modal dasar 60.000.000.000
  - Assumptions: Ketentuan free float Bursa dan PP 55/2022 berlaku.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi dari emiten tentang kepatuhan pajak atau bursa.
- **Potensi aksi korporasi dalam RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya diselenggarakan untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, pengangkatan/pemberhentian pengurus, atau aksi korporasi strategis. Namun, karena agenda belum diumumkan, belum dapat dipastikan jenis aksi korporasi yang akan dibahas.
  - Basis: Perihal surat: Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Agenda RUPSLB belum diumumkan; hipotesis ini hanya bersifat spekulatif.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material baru yang teridentifikasi dari laporan LBRE. Struktur kepemilikan stabil, tidak ada perubahan signifikan dalam jumlah saham beredar atau kepemilikan pengendali.
- Laporan LBRE mencakup disclaimer bahwa klasifikasi investor berdasarkan data KSEI dan akurasi bergantung pada proses verifikasi KSEI, yang dapat menimbulkan ketidakpastian kecil dalam data klasifikasi.
- Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga belum dapat diketahui aksi korporasi atau keputusan yang akan diambil.
- Tidak ada informasi mengenai mekanisme penyelenggaraan RUPSLB (misalnya daring/luring) atau syarat kehadiran lainnya.
- Tidak ada informasi mengenai persyaratan kuorum atau mata acara yang diusulkan.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPS pada 31 Agustus 2026 untuk mengetahui agenda dan usulan yang akan dibahas.
- Pengumuman hasil RUPSLB setelah 22 September 2026.
- Perubahan jumlah pemegang saham publik pada laporan bulanan berikutnya.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float dan PP 55/2022 jika ada pernyataan resmi.

---

## DOOH

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) menerbitkan tiga pengumuman yang secara bersama-sama menandai perubahan pengendali yang signifikan. Pertama, pada 10 Agustus 2026, emiten melaporkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang menunjukkan stabilitas jumlah saham beredar (7.738.891.036 saham) dan kenaikan kecil kepemilikan Direksi/Komisaris dari 33,27% menjadi 33,6%. Kedua, pada 14 Agustus 2026, emiten mengumumkan perubahan pengendali: PT Sinergi Internasional Investama (pengendali baru) telah menyelesaikan pengambilalihan 51,00% saham (3.946.835.000 saham) dari PT Prambanan Investasi Sukses pada 30 Juli 2026, dengan total nilai Rp197.341.750.000 (Rp50,00 per saham). Pengendali baru berkomitmen melaksanakan Penawaran Tender Wajib sesuai POJK No. 9/2018, namun detailnya belum diumumkan. Ketiga, pada 14 Agustus 2026 malam, emiten menyampaikan bukti iklan pengumuman perubahan pengendali kepada OJK dan publik, yang dimuat di website Perseroan dan BEI pada tanggal yang sama. Perubahan pengendali ini penting secara korporasi karena mengubah struktur kepemilikan pengendali dan memicu kewajiban tender wajib yang dapat mempengaruhi distribusi kepemilikan dan likuiditas saham, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak signifikan terhadap operasional (klaim emiten).

### Material changes

- Perubahan pengendali: dari PT Internasional Sinergi Media (51%) menjadi PT Sinergi Internasional Investama (51,00%)
- Kenaikan kepemilikan Direksi/Komisaris dari 33,27% menjadi 33,6% (perubahan 0,33 poin persentase)
- Kewajiban Penawaran Tender Wajib sesuai POJK No. 9/2018 yang akan dilaksanakan oleh pengendali baru

### Key financial figures

- **total_nilai_pengambilalihan:** 197.341.750.000 (2026-07-30)
- **harga_per_saham:** 50 (2026-07-30)
- **jumlah_saham_diakuisisi:** 3.946.835.000 (2026-07-30)
- **persentase_kepemilikan_baru:** 51.00 (2026-07-30)
- **modal_dasar_pengendali_baru:** 2.000.000.000 (2026-08-14)
- **modal_ditempatkan_disetor_pengendali_baru:** 1.000.000.000 (2026-08-14)

### Corporate actions

- Pengambilalihan saham oleh pengendali baru
- Penawaran Tender Wajib (wajib, detail belum diumumkan)

### Management / control changes

- Perubahan pengendali: PT Sinergi Internasional Investama menjadi pengendali baru dengan kepemilikan 51,00%
- Susunan pengurus pengendali baru: Direktur Tinawati, Komisaris Sugiyanti
- Kenaikan kepemilikan Direksi/Komisaris emiten dari 33,27% menjadi 33,6% (agregat, rincian per individu tidak tersedia)

### Capital structure

- Jumlah saham beredar tidak berubah: 7.738.891.036 saham
- Pengendali baru memiliki 3.946.835.000 saham (51,00%)
- Tidak ada saham treasuri (0 saham)
- Tidak ada perubahan pada saham yang dibatasi atau diblokir (0 saham)

### Listing / regulatory

- Kewajiban Penawaran Tender Wajib sesuai POJK No. 9/2018 akan dilaksanakan; detail belum diumumkan
- Penyampaian bukti iklan pengumuman perubahan pengendali kepada OJK dan publik

### Analytical scenarios

- **Perubahan pengendali** [explicit_fact, high]: PT Sinergi Internasional Investama mengambil alih 51,00% saham DOOH dari PT Prambanan Investasi Sukses pada 30 Juli 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260814181218-019/CORSEC/EMS/FM/VIII/2026_id-id
- **Dampak operasional** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pengumuman 20260814181218-019/CORSEC/EMS/FM/VIII/2026_id-id
  - Caveats: Ini adalah klaim emiten, bukan verifikasi independen.
- **Total nilai pengambilalihan** [derived_calculation, high]: Total nilai = 3.946.835.000 saham × Rp50,00 = Rp197.341.750.000.
  - Basis: Pengumuman 20260814181218-019/CORSEC/EMS/FM/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Perkalian sederhana.
- **Kepemilikan Direksi/Komisaris** [derived_calculation, high]: Kenaikan kepemilikan Direksi/Komisaris = 2.600.548.624 - 2.575.083.824 = 25.464.800 saham, atau 0,33 poin persentase.
  - Basis: Pengumuman 20260810161101-017/CORSEC/EMS/LAP/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Angka dari laporan bulanan.
- **Perubahan kepemilikan Direksi/Komisaris** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan kepemilikan Direksi/Komisaris sebesar 25.464.800 saham dapat berasal dari pembelian di pasar atau transfer kepemilikan, namun penyebab pastinya tidak dapat dipastikan karena rincian transaksi tidak tersedia.
  - Basis: Pengumuman 20260810161101-017/CORSEC/EMS/LAP/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Perubahan berasal dari transaksi saham yang tercatat.
  - Caveats: Laporan tidak menyediakan rincian transaksi atau identitas individu.
- **Free float** [analyst_hypothesis, low]: Free float diperkirakan sekitar 15,4% (100% - 51% - 33,6%), dengan asumsi tidak ada saham treasuri atau saham yang dibatasi. Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam laporan.
  - Basis: Pengumuman 20260810161101-017/CORSEC/EMS/LAP/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Free float = 100% - 51% - 33,6% = 15,4%.
  - Caveats: Angka free float tidak dinyatakan dalam laporan; perhitungan hanya perkiraan.
- **Potensi dampak pada likuiditas saham** [analyst_hypothesis, low]: Penawaran tender wajib dapat meningkatkan free float atau mengubah distribusi kepemilikan, tetapi dampaknya belum dapat dipastikan.
  - Basis: Pengumuman 20260814181218-019/CORSEC/EMS/FM/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Tender wajib akan menarik partisipasi pemegang saham.
  - Caveats: Detail tender belum diumumkan.

### Risks / uncertainties

- Detail Penawaran Tender Wajib (harga, jumlah saham, periode, tata cara) belum diumumkan.
- Pengendali baru belum menjalankan kegiatan komersial; hanya sebagai holding company.
- Identitas pengendali baru tidak diungkapkan dalam dokumen bukti iklan (20260814222224-020), meskipun diungkapkan dalam pengumuman utama.
- Nama media cetak dan tanggal penerbitan iklan pada formulir bukti iklan tidak diisi, sehingga kepatuhan publikasi di media cetak tidak dapat diverifikasi.
- Tidak ada informasi mengenai sumber dana pengambilalihan.
- Perubahan kecil pada kepemilikan Direksi/Komisaris (0,33 poin persentase) tidak dianggap material, namun perlu dipantau jika berlanjut.

### Items to monitor

- Detail Penawaran Tender Wajib: harga, jumlah saham, periode, dan tata cara.
- Kepatuhan publikasi iklan di media cetak (nama media dan tanggal penerbitan belum terisi).
- Perubahan lebih lanjut pada kepemilikan Direksi/Komisaris.
- Kinerja operasional dan keuangan emiten setelah perubahan pengendali.
- Sumber dana pengambilalihan (belum diungkapkan).

---

## DSSA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, DSSA menerbitkan tiga pengumuman yang saling terkait: (1) laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 yang menunjukkan struktur kepemilikan stabil; (2) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait rencana pengalihan saham hasil buyback; dan (3) pemanggilan RUPSLB untuk 10 September 2026 dengan agenda pengurangan modal melalui penarikan kembali saham hasil buyback serta perubahan susunan pengurus. Rangkaian ini menandakan langkah lanjutan dari program buyback yang telah berjalan, dengan fokus pada kepatuhan terhadap POJK 29/2023 dan Peraturan BEI Nomor I-A. Tidak ada angka kuantitatif (jumlah saham, nilai, harga) yang diungkapkan, sehingga dampak material belum dapat dinilai.

### Material changes

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (tetap 192.638.080.000 saham) atau free float (19,35%) per 31 Juli 2026.
- Rencana pengalihan saham hasil buyback kepada publik, dengan penunjukan PT Sinarmas Sekuritas sebagai pelaksana.
- Rencana pengurangan modal melalui penarikan kembali saham hasil buyback, akan diputuskan dalam RUPSLB 10 September 2026.
- Rencana perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, akan diputuskan dalam RUPSLB 10 September 2026.
- Rencana penawaran tender sukarela oleh PT Inti Mas Bangun Sejahtera (entitas anak) atas PT Ketrosden Triasmitra Tbk.

### Corporate actions

- Pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) oleh DSSA kepada pemegang saham publik yang memenuhi kriteria free float, melalui pasar reguler dan/atau negosiasi.
- Pengurangan modal melalui penarikan kembali saham hasil buyback (capital reduction via cancellation of treasury shares), menunggu persetujuan RUPSLB.
- Penawaran tender sukarela oleh PT Inti Mas Bangun Sejahtera (entitas anak) atas PT Ketrosden Triasmitra Tbk (masih rencana).

### Management / control changes

- Rencana perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi (agenda RUPSLB 10 September 2026; rincian belum diungkapkan).
- Pemegang saham pengendali tetap PT Sinar Mas Tunggal dengan kepemilikan 59,9% (tidak berubah).

### Capital structure

- Jumlah saham beredar tetap 192.638.080.000 saham; tidak ada perubahan dari bulan sebelumnya.
- Saham treasuri: 0 saham (tidak berubah).
- Free float: 19,35% (tidak berubah).
- Rencana pengurangan modal melalui penarikan kembali saham hasil buyback (jumlah dan nilai belum diungkapkan).
- Rencana pengalihan saham treasuri kepada publik yang memenuhi kriteria free float.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI No. S-10447/BEI.PP2/08-2026, diterima 10 Agustus 2026.
- Kepatuhan terhadap Peraturan BEI Nomor I-A tentang kriteria free float.
- Kewajiban pengalihan saham hasil buyback dalam 3 tahun setelah selesainya pembelian kembali sesuai POJK 29/2023.
- Pengurangan modal sebagai salah satu cara pengalihan saham hasil buyback (Pasal 21 huruf b POJK 29/2023).

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan per 31 Juli 2026** [explicit_fact, high]: PT Sinar Mas Tunggal memiliki 115.388.080.000 saham (59,8989%), PT Dian Swastika Sentosa Tbk memiliki 37.905.956.750 saham (19,6773%). Total kepemilikan kedua pihak: 153.294.036.750 saham (79,5762%).
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026
- **Rencana pengalihan saham hasil buyback** [explicit_fact, high]: DSSA menunjuk PT Sinarmas Sekuritas untuk melaksanakan pengalihan saham hasil buyback melalui pasar reguler dan/atau negosiasi, dengan upaya mengalihkan kepada pemegang saham publik yang memenuhi kriteria free float sesuai Peraturan BEI Nomor I-A.
  - Basis: Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa No. 144/CSDSS-08/2026
- **Agenda RUPSLB 10 September 2026** [explicit_fact, high]: RUPSLB memiliki dua agenda: (1) persetujuan pengurangan modal melalui penarikan kembali saham hasil buyback dan penyesuaian Anggaran Dasar; (2) persetujuan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Recording date 11 Agustus 2026.
  - Basis: Pemanggilan RUPSLB No. 142/CSDSS-08/2026
- **Perhitungan free float** [derived_calculation, medium]: Total saham yang dimiliki pemegang saham >=5% adalah 153.294.036.750 saham (79,5762%). Sisa saham yang tidak dimiliki pemegang saham besar adalah 192.638.080.000 - 153.294.036.750 = 39.344.043.250 saham (20,4238%). Namun, laporan menyatakan free float 19,35%, yang mungkin memperhitungkan kepemilikan di bawah 5% oleh pihak terkait atau pembatasan lainnya.
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026
  - Assumptions: Free float dihitung berdasarkan definisi BEI yang mungkin mengurangi kepemilikan di bawah 5% oleh pihak terkait.
  - Caveats: Perhitungan ini bersifat turunan dan tidak menggantikan definisi resmi free float yang digunakan emiten.
- **Kuorum RUPSLB** [derived_calculation, high]: Untuk agenda pertama (pengurangan modal), kuorum kehadiran minimal 2/3 dari seluruh saham dengan hak suara yang sah, dan keputusan sah jika disetujui lebih dari 2/3 dari saham yang hadir. Untuk agenda kedua (perubahan pengurus), kuorum kehadiran lebih dari 1/2 dari seluruh saham, dan keputusan sah jika disetujui lebih dari 1/2 dari saham yang hadir.
  - Basis: Pemanggilan RUPSLB No. 142/CSDSS-08/2026, lampiran 2
- **Tujuan pengurangan modal** [analyst_hypothesis, low]: Pengurangan modal melalui penarikan kembali saham hasil buyback kemungkinan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi struktur modal atau memberikan distribusi kas kepada pemegang saham, namun detail jumlah dan nilai belum diungkapkan.
  - Basis: Pemanggilan RUPSLB No. 142/CSDSS-08/2026
  - Assumptions: Buyback telah dilakukan sebelumnya dan saham treasuri akan ditarik kembali.
  - Caveats: Tidak ada informasi kuantitatif atau tujuan resmi dalam dokumen.
- **Alasan pemilihan segmen pasar** [analyst_hypothesis, low]: Pemilihan segmen pasar (reguler atau negosiasi) kemungkinan dipengaruhi oleh kebutuhan untuk menjaga stabilitas harga dan likuiditas, serta memenuhi ketentuan BEI, namun detail strategi tidak diungkapkan.
  - Basis: Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa No. 144/CSDSS-08/2026
  - Assumptions: DSSA akan memilih segmen yang paling menguntungkan bagi kelancaran transaksi.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai kriteria spesifik pemilihan segmen.

### Risks / uncertainties

- Jumlah saham yang akan ditarik kembali dan nilai pengurangan modal belum diungkapkan.
- Rincian perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi belum diungkapkan.
- Keputusan RUPSLB masih menunggu persetujuan pemegang saham; kuorum 2/3 untuk agenda pertama dapat menjadi hambatan jika tidak tercapai.
- Ketidakpastian segmen pasar yang akan digunakan untuk pengalihan saham karena bergantung pada kondisi pasar.
- Rencana tender offer oleh PT Inti Mas Bangun Sejahtera masih bersifat rencana dan belum ada detail lebih lanjut.
- Tidak ada informasi mengenai nilai transaksi, harga pengalihan, atau dampak terhadap struktur modal dan free float.

### Items to monitor

- Jumlah saham treasuri yang akan ditarik kembali dan nilai pengurangan modal (ditunggu dari materi RUPSLB atau pengumuman lanjutan).
- Rincian perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi (ditunggu dari materi RUPSLB atau pengumuman lanjutan).
- Hasil RUPSLB 10 September 2026 dan keputusan yang diambil.
- Detail tender offer PT Inti Mas Bangun Sejahtera atas PT Ketrosden Triasmitra Tbk (harga, jumlah saham, jadwal).
- Pelaksanaan pengalihan saham hasil buyback oleh PT Sinarmas Sekuritas, termasuk segmen pasar dan dampaknya terhadap free float.
- Kepatuhan terhadap tenggat pengalihan saham hasil buyback dalam 3 tahun sesuai POJK 29/2023.

---

## EKAD

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Ekadharma International Tbk (EKAD) mengumumkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk akuisisi ekuitas antara PT Ekadharma Inti Perkasa (pemegang saham mayoritas EKAD) dan Fujian Youyi Adhesive Tape Group Co., Ltd. LoI ditandatangani pada 11 Agustus 2026. Target aset adalah 51% saham EKAD yang dimiliki oleh PT Ekadharma Inti Perkasa, yaitu 1.781.876.250 lembar saham. Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Nilai transaksi, sumber dana, jadwal penyelesaian, dan persetujuan regulasi belum diungkapkan. LoI bersifat pendahuluan dan belum final.

### Material changes

- Penandatanganan Letter of Intent for Equity Acquisition antara PT Ekadharma Inti Perkasa (pemegang saham mayoritas EKAD) dan Fujian Youyi Adhesive Tape Group Co., Ltd. pada 11 Agustus 2026.
- Target aset adalah 51% dari jumlah saham beredar EKAD, yaitu 1.781.876.250 lembar saham yang dimiliki oleh PT Ekadharma Inti Perkasa.
- PT Ekadharma Inti Perkasa memiliki 82,26% saham EKAD atau 2.874.012.300 lembar saham.
- Fujian Youyi Adhesive Tape Group Co., Ltd. beralamat di Eastern Zone, Jiangyin Port Economic Zone, Fuging City, Fuzhou City, Fujian Province, P.R. China.
- Emiten menyatakan dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha adalah N/A (tidak ada).

### Corporate actions

- Akuisisi ekuitas potensial: Fujian Youyi Adhesive Tape Group Co., Ltd. berencana mengakuisisi 51% saham EKAD (1.781.876.250 lembar) dari PT Ekadharma Inti Perkasa, pemegang saham mayoritas. LoI ditandatangani pada 11 Agustus 2026.

### Management / control changes

- Potensi perubahan pengendali: Jika transaksi selesai, Fujian Youyi akan menguasai 51% saham EKAD, menggantikan PT Ekadharma Inti Perkasa sebagai pengendali. Namun, ini masih berupa LoI dan belum final.

### Capital structure

- Kepemilikan PT Ekadharma Inti Perkasa: 82,26% atau 2.874.012.300 lembar saham.
- Target akuisisi: 51% saham atau 1.781.876.250 lembar saham.

### Analytical scenarios

- **Estimasi total saham beredar EKAD** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan kepemilikan PT Ekadharma Inti Perkasa sebesar 82,26% atau 2.874.012.300 lembar saham, total saham beredar EKAD diperkirakan sekitar 3.493.000.000 lembar (2.874.012.300 / 0,8226).
  - Basis: Kepemilikan 82,26% = 2.874.012.300 lembar saham.
  - Assumptions: Persentase kepemilikan dihitung dari total saham beredar yang sama dengan dasar perhitungan target 51%.
  - Caveats: Pembulatan angka; total saham beredar tidak dinyatakan eksplisit dan mungkin berbeda jika ada saham treasuri atau skema lain.
- **Sisa saham PT Ekadharma Inti Perkasa setelah akuisisi** [derived_calculation, medium]: Jika akuisisi 51% (1.781.876.250 lembar) terealisasi, PT Ekadharma Inti Perkasa akan memiliki sisa sekitar 31,26% (82,26% - 51%) atau sekitar 1.092.136.050 lembar (2.874.012.300 - 1.781.876.250).
  - Basis: Kepemilikan awal 82,26% atau 2.874.012.300 lembar; target akuisisi 51% atau 1.781.876.250 lembar.
  - Assumptions: Tidak ada perubahan kepemilikan lain sebelum transaksi selesai.
  - Caveats: Angka sisa dihitung dari selisih; persentase sisa dihitung dari total saham beredar yang diestimasi.
- **Potensi perubahan pengendali** [analyst_hypothesis, low]: Jika transaksi akuisisi 51% selesai, Fujian Youyi Adhesive Tape Group Co., Ltd. akan menjadi pengendali baru EKAD, menggantikan PT Ekadharma Inti Perkasa.
  - Basis: Target akuisisi 51% saham, yang merupakan mayoritas absolut.
  - Assumptions: Transaksi berjalan sesuai LoI dan mendapatkan persetujuan regulasi.
  - Caveats: LoI bersifat pendahuluan dan belum mengikat secara final; transaksi dapat batal atau berubah.

### Risks / uncertainties

- LoI bersifat pendahuluan dan belum mengikat secara final; transaksi dapat berubah atau batal.
- Dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan N/A oleh emiten, sehingga belum ada informasi kuantitatif mengenai dampak.
- Belum ada informasi mengenai nilai transaksi, sumber dana, jadwal penyelesaian, atau persetujuan regulasi yang diperlukan.

### Items to monitor

- Potensi perubahan pengendali EKAD dari PT Ekadharma Inti Perkasa ke Fujian Youyi Adhesive Tape Group Co., Ltd. jika transaksi terealisasi.
- Ketidakpastian mengenai nilai transaksi dan dampak keuangan karena belum diungkapkan.

---

## EMAS

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menerbitkan tiga pengumuman yang mencerminkan aktivitas korporasi yang signifikan namun berbeda sifatnya. Pertama, laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 menunjukkan perubahan kepemilikan oleh pengendali dan afiliasi, serta lonjakan free float dari 22,08% menjadi 28,03% dan peningkatan jumlah pemegang saham dari 44.581 menjadi 51.215. Kedua, pada 11 Agustus 2026, EMAS mengumumkan transaksi material yang merupakan transaksi afiliasi berupa tiga amendemen perjanjian uang muka investasi dan peningkatan modal dengan entitas anaknya (GSM, PETS, PBT), dengan total komitmen maksimum Rp9,02 triliun, yang berlaku efektif 7 Agustus 2026. Ketiga, pada 13 Agustus 2026, EMAS menyampaikan keterbukaan informasi terkait pengumuman di Bursa Efek Hong Kong (SEHK) mengenai adopsi nama Tionghoa, yang bersifat administratif. Secara korporasi, perubahan yang paling material adalah komitmen pendanaan besar ke entitas anak yang dapat mempengaruhi struktur modal dan likuiditas, sementara perubahan kepemilikan dan free float mencerminkan dinamika basis pemegang saham.

### Material changes

- Kepemilikan pengendali (PT Merdeka Gold Copper Resources) naik dari 9.329.376.465 saham (63,33%) menjadi 9.370.787.065 saham (63,611%).
- Kepemilikan afiliasi (PT Merdeka Gold Copper Resources) naik dari 896.686.000 saham (6,087%) menjadi 925.617.000 saham (6,283%).
- Kepemilikan afiliasi kategori 'HDR < 5%' turun dari 3.696.696.410 saham (25,094%) menjadi 3.643.604.560 saham (24,734%).
- Free float naik dari 22,08% menjadi 28,03% (klaim emiten).
- Jumlah pemegang saham naik dari 44.581 menjadi 51.215.
- Komitmen pendanaan baru ke entitas anak: Rp3,02 triliun (GSM), Rp3,00 triliun (PETS), Rp3,00 triliun (PBT).

### Key financial figures

- **Modal dasar Perseroan:** 3.000.875.976.000 (per 31 Juli 2026)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan:** 2.209.704.909.000 (per 31 Juli 2026)
- **Nilai nominal saham Perseroan:** 150 (per 31 Juli 2026)
- **Modal dasar GSM:** 2.167.000.000.000 (per 18 Juli 2025)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh GSM:** 1.675.901.165.455 (per 18 Juli 2025)
- **Modal dasar PETS:** 600.000.000.000 (per 26 Mei 2026)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh PETS:** 427.805.000.000 (per 26 Mei 2026)
- **Modal dasar PBT:** 3.978.000.000.000 (per 19 Desember 2025)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh PBT:** 1.027.413.088.000 (per 19 Desember 2025)
- **Komitmen I (uang muka investasi GSM):** 3.020.000.000.000 (per 7 Agustus 2026)
- **Komitmen II (uang muka investasi PETS):** 3.000.000.000.000 (per 7 Agustus 2026)
- **Komitmen III (uang muka peningkatan modal PBT):** 3.000.000.000.000 (per 7 Agustus 2026)
- **Nilai transaksi terhadap ekuitas (GSM):** 48.51% (per 31 Maret 2026)
- **Nilai transaksi terhadap ekuitas (PETS):** 48.19% (per 31 Maret 2026)
- **Nilai transaksi terhadap ekuitas (PBT):** 48.19% (per 31 Maret 2026)
- **Kurs yang digunakan:** 16911 IDR/USD (per 31 Maret 2026)

### Corporate actions

- Amendemen perjanjian uang muka investasi dan peningkatan modal dengan entitas anak (GSM, PETS, PBT)
- Transaksi afiliasi
- Transaksi material
- Potensi konversi uang muka menjadi saham baru entitas anak (GSM, PETS, PBT)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan direksi/komisaris EMAS yang teridentifikasi.
- Perubahan kepemilikan pengendali: PT Merdeka Gold Copper Resources naik dari 9.329.376.465 saham (63,33%) menjadi 9.370.787.065 saham (63,611%).
- Perubahan kepemilikan afiliasi: PT Merdeka Gold Copper Resources naik dari 896.686.000 saham (6,087%) menjadi 925.617.000 saham (6,283%).
- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris PBT: Komisaris: Januarius Felix Lumban Gaol; Direktur Utama: Syamsul Bahri Ilyas; Direktur: Cahyono Seto.

### Capital structure

- Jumlah saham beredar (ditempatkan dan disetor penuh) EMAS tetap 14.731.366.060 saham.
- Treasury stock: 0 saham (tidak ada perubahan).
- Free float: 28,03% pada bulan ini, sebelumnya 22,08% (berdasarkan perhitungan emiten).
- Struktur permodalan PBT: modal dasar 9.000.000 saham, modal ditempatkan 2.324.464 saham, saham portepel 6.675.536 saham.
- Komitmen I, II, III akan dikonversi menjadi saham baru entitas anak.

### Listing / regulatory

- Transaksi tidak memerlukan persetujuan RUPS (Pasal 6 ayat (1) huruf d angka 1 POJK 17/2020).
- Transaksi tidak wajib menggunakan penilai (Pasal 11 huruf a POJK 17/2020).
- Keterbukaan informasi kepada BEI sesuai ketentuan III.2.8 Peraturan I-E (Kep-00087/BEI/12-2025) yang sebagian dicabut oleh Kep-00052/BEI/04-2026.
- Pengumuman pada Bursa Efek Hong Kong (SEHK) tanggal 13 Agustus 2026 terkait penggunaan terjemahan nama Perseroan dalam bahasa Mandarin.

### Analytical scenarios

- **Klasifikasi transaksi** [explicit_fact, high]: Transaksi diklasifikasikan sebagai Transaksi Material dan Transaksi Afiliasi berdasarkan POJK 17/2020 dan POJK 42/2020.
  - Basis: Dokumen menyatakan Transaksi-Transaksi merupakan Transaksi Material dan Transaksi Afiliasi.
- **Pengecualian persetujuan RUPS** [explicit_fact, high]: Transaksi tidak memerlukan persetujuan RUPS karena nilai transaksi tidak melebihi 50% ekuitas Perseroan.
  - Basis: Dokumen menyatakan nilai transaksi tidak melebihi 50% dari nilai ekuitas Perseroan dan tidak memerlukan persetujuan RUPS.
- **Pengecualian penggunaan penilai** [explicit_fact, high]: Transaksi tidak wajib menggunakan penilai karena dilakukan dengan perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki minimal 99% oleh Perseroan.
  - Basis: Dokumen menyatakan transaksi tidak wajib menggunakan penilai karena dilakukan dengan atau antara Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki paling sedikit 99% oleh Perseroan.
- **Nilai transaksi terhadap ekuitas** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi GSM adalah 48,51% dari ekuitas Perseroan, sedangkan PETS dan PBT masing-masing 48,19%. Ini menunjukkan transaksi tersebut material karena melebihi 20%.
  - Basis: Nilai transaksi terhadap ekuitas: GSM 48,51%, PETS 48,19%, PBT 48,19%
- **Perubahan kepemilikan pengendali** [derived_calculation, high]: Kepemilikan PT Merdeka Gold Copper Resources meningkat sebesar 41.410.600 saham (9.370.787.065 - 9.329.376.465).
  - Basis: Angka kepemilikan bulan ini dan sebelumnya dari lampiran laporan.
  - Assumptions: Angka yang digunakan adalah angka yang tertera pada laporan.
  - Caveats: Perubahan ini mungkin terkait transaksi pembelian saham di pasar, namun tidak ada rincian transaksi dalam laporan.
- **Perubahan kepemilikan afiliasi** [derived_calculation, high]: Kepemilikan afiliasi (PT Merdeka Gold Copper Resources) meningkat sebesar 28.931.000 saham (925.617.000 - 896.686.000).
  - Basis: Angka kepemilikan bulan ini dan sebelumnya dari lampiran laporan.
  - Assumptions: Angka yang digunakan adalah angka yang tertera pada laporan.
  - Caveats: Perubahan ini mungkin terkait transaksi pembelian saham di pasar, namun tidak ada rincian transaksi dalam laporan.
- **Perubahan free float** [derived_calculation, medium]: Free float meningkat dari 22,08% menjadi 28,03%, kenaikan sekitar 5,95 poin persentase.
  - Basis: Persentase free float bulan ini dan sebelumnya dari lampiran laporan.
  - Assumptions: Perhitungan free float mengikuti definisi emiten.
  - Caveats: Perubahan free float dapat dipengaruhi oleh perubahan jumlah pemegang saham dan kepemilikan pengendali.
- **Kepemilikan Perseroan di GSM** [derived_calculation, high]: Perseroan memiliki 99,99% saham GSM, yang memenuhi ambang batas 99% untuk pengecualian penggunaan penilai.
  - Basis: Jumlah saham GSM yang dimiliki Perseroan: 773.373.864 dari total 773.373.865 saham.
  - Assumptions: Perhitungan kepemilikan menggunakan data struktur permodalan GSM.
- **Kepemilikan tidak langsung Perseroan di PETS** [derived_calculation, medium]: Perseroan memiliki 99,99% saham PBT, dan PBT memiliki 99,88312% saham PETS. Dengan demikian, kepemilikan efektif Perseroan di PETS adalah sekitar 99,87% (99,99% x 99,88312%).
  - Basis: Kepemilikan Perseroan di PBT tidak disebutkan secara eksplisit, tetapi PBT adalah Perusahaan Terkendali Perseroan.; Kepemilikan PBT di PETS: 99,88312%.
  - Assumptions: Kepemilikan Perseroan di PBT diasumsikan 99,99% karena PBT adalah Perusahaan Terkendali dan transaksi dengan PBT tidak memerlukan penilai.; Perhitungan kepemilikan efektif menggunakan perkalian sederhana.
  - Caveats: Kepemilikan Perseroan di PBT tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen.
- **Total komitmen pendanaan** [derived_calculation, high]: Total komitmen dari ketiga transaksi adalah Rp3.020 miliar + Rp3.000 miliar + Rp3.000 miliar = Rp9.020 miliar. Ini adalah jumlah maksimum yang dapat diberikan kepada entitas anak.
  - Basis: Komitmen I: Rp3.020.000.000.000; Komitmen II: Rp3.000.000.000.000; Komitmen III: Rp3.000.000.000.000
  - Assumptions: Semua komitmen akan digunakan penuh
  - Caveats: Nilai tersebut adalah batas maksimum, bukan jumlah yang pasti dicairkan
- **Tujuan transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Amendemen perjanjian uang muka investasi dan peningkatan modal kemungkinan bertujuan untuk mendukung pendanaan proyek Pani Gold Project, mengingat lokasi GSM, PBT, dan PETS berada di Pani Gold Project.
  - Basis: Alamat GSM, PBT, dan PETS berada di Pani Gold Project, Pohuwato, Gorontalo.
  - Assumptions: Transaksi terkait dengan pendanaan proyek Pani Gold Project.
  - Caveats: Tujuan transaksi tidak dijelaskan secara eksplisit dalam dokumen.
- **Dampak konversi terhadap kepemilikan** [analyst_hypothesis, low]: Konversi komitmen menjadi saham baru entitas anak dapat mengubah struktur kepemilikan, namun karena Perseroan memiliki 99,99% saham, dampaknya terhadap pengendalian kemungkinan kecil.
  - Basis: Kepemilikan Perseroan pada GSM, PBT, PETS adalah 99,99%
  - Assumptions: Konversi dilakukan sesuai ketentuan
  - Caveats: Tidak ada rincian jumlah saham baru yang akan diterbitkan
- **Dampak pengumuman nama Mandarin** [analyst_hypothesis, low]: Pengumuman terjemahan nama dalam bahasa Mandarin kemungkinan bersifat administratif dan tidak berdampak langsung pada operasional, struktur modal, atau kepengurusan. Namun, dampak ini belum dikonfirmasi karena isi pengumuman SEHK tidak disertakan.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan penggunaan terjemahan nama, tanpa rincian lain.; Tidak ada aksi korporasi atau perubahan lain yang disebutkan.
  - Assumptions: Pengumuman tersebut tidak terkait dengan aksi korporasi lain.
  - Caveats: Isi lengkap pengumuman SEHK tidak tersedia; hanya tautan yang dirujuk.

### Risks / uncertainties

- Nilai transaksi tidak diungkapkan secara eksplisit dalam dokumen.
- Tujuan strategis transaksi tidak dijelaskan secara rinci.
- Dampak transaksi terhadap struktur modal dan kepemilikan tidak dijelaskan.
- Ketidakpastian jadwal konversi komitmen menjadi saham.
- Ketergantungan pendanaan entitas anak pada Perseroan.
- Potensi dilusi kepemilikan jika konversi dilakukan oleh pihak lain (tidak disebutkan).
- Kepatuhan terhadap POJK 17/2020 dan POJK 42/2020.
- Perubahan kepemilikan saham oleh pengendali dan afiliasi dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap struktur kepemilikan.
- Perubahan free float yang signifikan dapat mempengaruhi likuiditas saham.
- Tidak ada informasi mengenai transaksi yang mendasari perubahan kepemilikan, sehingga ketidakpastian terkait motif perubahan tetap ada.

### Items to monitor

- Rincian amendemen perjanjian (lampiran) yang tidak diungkapkan dalam dokumen utama.
- Jadwal pencairan komitmen I, II, III.
- Jumlah saham baru yang akan diterbitkan saat konversi komitmen menjadi saham entitas anak.
- Dampak konversi terhadap struktur modal dan kepemilikan entitas anak.
- Perkembangan proyek Pani Gold Project (jika terkait).
- Isi lengkap pengumuman SEHK terkait adopsi nama Tionghoa.
- Perubahan kepemilikan pengendali dan afiliasi selanjutnya.

---

## EMTK

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) mengumumkan hasil RUPS Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 11 Agustus 2026. RUPSLB menyetujui pengunduran diri Yuslinda Nasution sebagai Direktur dan menetapkan susunan baru Direksi dan Dewan Komisaris yang berlaku hingga RUPST 2029. Perubahan ini penting secara korporasi karena mengubah komposisi pengurus, yang dapat memengaruhi arah strategis dan tata kelola perusahaan. Tidak ada aksi korporasi lain, ekspansi, atau perubahan struktur modal yang diumumkan dalam periode ini.

### Material changes

- Pengunduran diri Yuslinda Nasution sebagai Direktur, efektif sejak penutupan RUPSLB 11 Agustus 2026.
- Penetapan susunan baru Direksi dan Dewan Komisaris yang berlaku hingga RUPST 2029.

### Corporate actions

- perubahan_pengurus

### Management / control changes

- Pengunduran diri Yuslinda Nasution sebagai Direktur, efektif sejak penutupan RUPSLB 11 Agustus 2026.
- Susunan Direksi baru: Alvin W. Sariaatmadja (Direktur Utama), Sutanto Hartono (Wakil Direktur Utama), Jay Geoffrey Wacher (Direktur), Sutiana Ali (Direktur), Titi Maria Rusli (Direktur).
- Susunan Dewan Komisaris baru: Eddy K. Sariaatmadja (Komisaris Utama), Susanto Suwarto (Komisaris), Stan Maringka (Komisaris Independen), Marianna Sutadi (Komisaris Independen).

### Capital structure

- Jumlah saham yang hadir dalam RUPS: 50.419.597.186 saham (82,4085% dari seluruh saham dengan hak suara sah).

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti publikasi Ringkasan Risalah RUPSLB sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPS** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri pemegang saham mewakili 50.419.597.186 saham atau 82,4085% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 50.419.597.186 saham atau 82,4085% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah'.
- **Hasil voting Agenda 1** [explicit_fact, high]: Agenda 1 disetujui dengan rincian suara: setuju 48.494.609.286 saham (96,182%), tidak setuju 1.893.891.147 saham (3,756%), abstain 31.096.753 saham (0,062%).
  - Basis: Tabel voting pada dokumen mencantumkan angka-angka tersebut.
- **Total suara yang dihitung** [derived_calculation, high]: Total suara yang dihitung dari rincian voting adalah 50.419.597.186 saham (48.494.609.286 + 1.893.891.147 + 31.096.753), sama dengan jumlah saham yang hadir.
  - Basis: Penjumlahan angka voting pada tabel.; Jumlah saham hadir 50.419.597.186.
  - Assumptions: Angka voting yang tercantum adalah akurat dan lengkap.
- **Persentase suara setuju terhadap total saham hadir** [derived_calculation, high]: Persentase suara setuju terhadap total saham hadir adalah 96,182% (48.494.609.286 / 50.419.597.186 * 100%).
  - Basis: Angka suara setuju dan total saham hadir dari dokumen.
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan total saham hadir sebagai denominator.
- **Total saham dengan hak suara sah** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham hadir dan persentasenya, total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 61.182.000.000 saham (50.419.597.186 / 0,824085).
  - Basis: 50.419.597.186 saham hadir mewakili 82,4085% dari total saham dengan hak suara sah.
  - Assumptions: Persentase 82,4085% dihitung terhadap total saham dengan hak suara sah yang sama dengan total saham beredar (tanpa saham treasuri).
  - Caveats: Angka total saham tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; pembulatan dapat menyebabkan selisih kecil.
- **Dampak pengunduran diri terhadap tata kelola** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Yuslinda Nasution dan penetapan susunan baru tanpa penambahan anggota baru menunjukkan perubahan internal yang mungkin terkait dengan rotasi atau evaluasi kinerja, namun tidak ada informasi lebih lanjut mengenai alasan pengunduran diri.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan pengunduran diri dan persetujuan susunan baru.
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan di luar dokumen.
  - Caveats: Alasan pengunduran diri tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan pengunduran diri Yuslinda Nasution.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan susunan Direksi terhadap operasional atau strategi perusahaan.
- Salinan akta notaris masih dalam proses, sehingga keputusan final belum terdokumentasi secara resmi.
- Substansi agenda dan hasil RUPSLB tidak tercantum dalam dokumen bukti iklan, sehingga tidak dapat dinilai dampaknya terhadap struktur modal, pengurus, atau kegiatan usaha.
- Tanggal penyelenggaraan RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen bukti iklan.
- Tautan publikasi yang tercantum tidak dapat diverifikasi isinya dari dokumen bukti iklan.

### Items to monitor

- Salinan akta notaris terkait perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
- Pendaftaran perubahan susunan pengurus ke instansi pemerintah.
- Pengumuman RUPST 2029 untuk konfirmasi akhir periode jabatan.
- Potensi pengumuman aksi korporasi lain yang mungkin menyusul.

---

## ENAK

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) mengumumkan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 2 September 2026. Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan atas perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Ini merupakan aksi korporasi tata kelola yang berpotensi mengubah arah strategis dan komposisi pengurus, namun rincian perubahan belum diungkapkan. Emiten juga menyampaikan bukti iklan panggilan RUPSLB sebagai pemenuhan kewajiban regulasi.

### Material changes

- Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi (agenda RUPSLB, rincian belum diungkapkan).

### Corporate actions

- RUPSLB pada 2 September 2026 untuk persetujuan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi.

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB: persetujuan atas perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Rincian (siapa diangkat/diberhentikan/diganti) belum diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 16/POJK.04/2020.
- Penyampaian bukti iklan panggilan RUPSLB ke BEI.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB hanya memiliki satu agenda, yaitu persetujuan atas perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Tidak ada agenda lain yang disebutkan.
  - Basis: Agenda RUPSLB: 'Persetujuan atas perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan'
- **Tanggal penting** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam DPS pada 10 Agustus 2026 pukul 16:00 WIB. RUPSLB dijadwalkan pada 2 September 2026 pukul 14:00 WIB.
  - Basis: Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada hari Senin, 10 Agustus 2026 sampai dengan pukul 16:00 WIB.; Hari/Tanggal: Rabu, 2 September 2026, Waktu: 14:00 WIB s/d selesai
- **Batas waktu administrasi** [explicit_fact, high]: E-voting/E-proxy dan surat kuasa konvensional harus disampaikan paling lambat Selasa, 1 September 2026 pukul 12:00 WIB.
  - Basis: paling lambat Selasa, 01 September 2026 pukul 12:00 WIB (untuk E-proxy dan surat kuasa konvensional)
- **Publikasi iklan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Iklan Panggilan RUPSLB telah diiklankan pada 11 Agustus 2026 di tiga media: website BEI, penyedia E-Rups (Easy-Ksei), dan website Perseroan.
  - Basis: Tabel pada halaman 1 dan 2 dokumen mencantumkan nama media dan tanggal penerbitan 11 Agustus 2026.
- **Pihak yang menandatangani** [explicit_fact, high]: Surat pemanggilan dan bukti iklan ditandatangani oleh Christopher Supit selaku Direktur PT Champ Resto Indonesia Tbk.
  - Basis: Bagian 'Hormat Kami' dan 'Nama Pengirim' pada dokumen menyebutkan Christopher Supit, Director.
- **Potensi perubahan pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi dapat mencakup pengangkatan, pemberhentian, atau penggantian anggota pengurus, namun detail spesifik (siapa yang berubah, posisi apa) tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda RUPSLB menyebutkan 'perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi'
  - Assumptions: Perubahan susunan dapat mencakup berbagai skenario, termasuk pengangkatan atau pemberhentian.
  - Caveats: Tidak ada rincian lebih lanjut dalam dokumen ini; informasi tambahan mungkin tersedia dalam materi RUPS atau pengumuman lain.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi belum diungkapkan, sehingga dampaknya terhadap arah strategis atau operasional belum dapat dinilai.
- Tidak ada informasi mengenai mekanisme pemungutan suara, kuorum, atau persyaratan lain untuk agenda RUPSLB.
- Kehadiran fisik dibatasi maksimal 15 orang (first come first served), sehingga pemegang saham yang ingin hadir fisik harus mendaftar lebih awal.
- Keterlambatan atau kegagalan dalam mengikuti ketentuan eASY.KSEI dapat mengakibatkan pemegang saham tidak dihitung dalam kuorum dan tidak dapat memberikan suara secara elektronik.

### Items to monitor

- Rincian perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi (siapa yang diangkat/diberhentikan/diganti, efektif tanggal).
- Materi RUPSLB yang tersedia di situs web Perseroan (www.champ-group.com).
- Hasil RUPSLB pada 2 September 2026 dan pengumuman selanjutnya.
- Potensi dampak perubahan pengurus terhadap strategi dan operasional perusahaan.

---

## EURO

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) mengumumkan rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 18 September 2026 dan, sehari kemudian, mengungkapkan agenda utama RUPSLB tersebut: rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) melalui penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham baru dari portepel dengan nilai nominal Rp5 per saham. Aksi korporasi ini akan mengubah struktur permodalan secara signifikan, dengan dilusi maksimal 43,97% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, dan menurunkan kepemilikan pengendali (PT Timmsvale) dari 35,70% menjadi 20,00%. Rencana ini masih memerlukan persetujuan RUPSLB dan efektifnya pernyataan pendaftaran dari OJK. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi perubahan besar dalam struktur modal, kepemilikan, dan penggunaan dana untuk modal kerja serta peningkatan kapasitas usaha.

### Material changes

- Rencana PMHMETD dengan penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham baru dari portepel, nilai nominal Rp5 per saham.
- Proforma struktur permodalan: sebelum PMHMETD, PT Timmsvale 35,70%, masyarakat 64,30%; setelah PMHMETD, PT Timmsvale 20,00%, masyarakat 36,03%, saham baru 43,97%.
- Dilusi maksimal bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD adalah 43,97%.
- Dana hasil PMHMETD akan digunakan untuk modal kerja dan peningkatan kapasitas usaha.

### Key financial figures

- **Nilai nominal per saham:** Rp5
- **Jumlah saham baru maksimal:** 2.000.000.000
- **Modal dasar:** 8.000.000.000 saham
- **Modal dasar nilai nominal:** Rp40.000.000.000
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum PMHMETD:** 2.548.826.428 saham
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum PMHMETD nilai nominal:** Rp12.744.132.140
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD:** 4.548.826.428 saham
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD nilai nominal:** Rp22.744.132.140
- **Saham dalam portepel sebelum PMHMETD:** 5.451.173.572 saham
- **Saham dalam portepel setelah PMHMETD:** 3.451.173.572 saham
- **Kepemilikan PT Timmsvale sebelum PMHMETD:** 909.870.000 saham (35,70%)
- **Kepemilikan PT Timmsvale setelah PMHMETD:** 909.870.000 saham (20,00%)
- **Kepemilikan masyarakat sebelum PMHMETD:** 1.638.956.428 saham (64,30%)
- **Kepemilikan masyarakat setelah PMHMETD:** 1.638.956.428 saham (36,03%)
- **Penambahan modal HMETD nilai nominal:** Rp10.000.000.000

### Corporate actions

- Rencana PMHMETD (rights issue) dengan penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham baru dari portepel, nilai nominal Rp5 per saham, disetor tunai.
- RUPSLB untuk persetujuan PMHMETD dijadwalkan pada 18 September 2026.

### Expansion projects

- Dana hasil PMHMETD akan digunakan untuk modal kerja dan peningkatan kapasitas usaha Perseroan dalam rangka mendukung kegiatan usaha. Rincian lebih lanjut belum diungkapkan.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan dalam periode ini. Namun, proforma menunjukkan penurunan persentase kepemilikan PT Timmsvale dari 35,70% menjadi 20,00% jika tidak melaksanakan HMETD.

### Capital structure

- Penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham baru dari portepel, nilai nominal Rp5 per saham.
- Proforma sebelum PMHMETD: PT Timmsvale 35,70%, masyarakat 64,30%.
- Proforma setelah PMHMETD: PT Timmsvale 20,00%, masyarakat 36,03%, saham baru 43,97%.
- Dilusi maksimal bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD adalah 43,97%.

### Listing / regulatory

- Pernyataan pendaftaran PMHMETD akan disampaikan ke OJK setelah RUPSLB, dan pelaksanaan menunggu efektif dari OJK.
- Saham Baru akan dicatatkan di BEI sesuai Peraturan BEI No. I-A.
- Jangka waktu antara persetujuan RUPSLB sampai efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan (Pasal 8 ayat (3) POJK PMHMETD).
- Rapat mengacu pada POJK No.15/2020 dan POJK No.16/2020 tentang RUPS dan pelaksanaan RUPS secara elektronik.

### Analytical scenarios

- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan rencana RUPSLB pada 18 September 2026, dengan DPS 26 Agustus 2026 dan pemanggilan 27 Agustus 2026. Agenda RUPS tidak disebutkan dalam dokumen pertama.
  - Basis: Surat No. 009/DIR/EGF-RLB/VIII/2026; Hari/Tanggal/Waktu: Jumat, 18 September 2026, 13:30; Tanggal DPS: 26 Agustus 2026; Pemanggilan Rapat: 27 Agustus 2026
- **Rencana PMHMETD** [explicit_fact, high]: Perseroan berencana menerbitkan maksimal 2.000.000.000 saham baru dari portepel dengan nilai nominal Rp5 per saham, disetor tunai.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.000.000.000 (dua miliar) lembar saham baru yang berasal dari saham portepel dengan nilai nominal sebesar Rp5 (lima Rupiah) per lembar saham'
- **Penggunaan dana** [explicit_fact, high]: Dana hasil PMHMETD akan digunakan untuk modal kerja dan peningkatan kapasitas usaha.
  - Basis: Dokumen halaman 3: 'untuk modal kerja dan peningkatan kapasitas usaha Perseroan dalam rangka mendukung kegiatan usaha'
- **Batas akhir penerimaan usulan pemegang saham** [derived_calculation, high]: Usulan pemegang saham harus diterima selambat-lambatnya 7 hari sebelum Tanggal Pemanggilan (27 Agustus 2026), sehingga batas akhir adalah 20 Agustus 2026.
  - Basis: Tanggal pemanggilan 27 Agustus 2026 dikurangi 7 hari.
  - Assumptions: Perhitungan kalender sederhana tanpa memperhitungkan hari libur.
- **Dilusi maksimal** [derived_calculation, high]: Dilusi maksimal bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD adalah 43,97%, dihitung dari jumlah saham baru dibagi total saham setelah PMHMETD: 2.000.000.000 / 4.548.826.428 = 43,97%.
  - Basis: Jumlah saham baru: 2.000.000.000; Total saham setelah PMHMETD: 4.548.826.428
  - Assumptions: Semua saham baru diterbitkan
- **Perubahan persentase kepemilikan PT Timmsvale** [derived_calculation, high]: Kepemilikan PT Timmsvale menurun dari 35,70% menjadi 20,00% setelah PMHMETD, karena jumlah sahamnya tetap 909.870.000 tetapi total saham meningkat.
  - Basis: Kepemilikan PT Timmsvale sebelum: 909.870.000 / 2.548.826.428 = 35,70%; Kepemilikan PT Timmsvale setelah: 909.870.000 / 4.548.826.428 = 20,00%
  - Assumptions: PT Timmsvale tidak melaksanakan HMETD
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya digunakan untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, pengangkatan/pemberhentian pengurus, atau aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham. Namun, tanpa agenda yang diumumkan, tidak dapat dipastikan jenis aksi korporasi yang akan dibahas.
  - Basis: RUPSLB direncanakan
  - Assumptions: RUPSLB umumnya untuk agenda luar biasa
  - Caveats: Agenda tidak diungkapkan dalam dokumen ini; informasi tambahan diperlukan.
- **Potensi transaksi material** [analyst_hypothesis, low]: Jika dana PMHMETD digunakan untuk transaksi material, afiliasi, atau benturan kepentingan, Perseroan akan mematuhi peraturan terkait, namun belum ada indikasi transaksi spesifik.
  - Basis: Dokumen halaman 3: 'Dalam hal sebagian atau seluruh dana hasil dari PMHMETD I digunakan untuk suatu transaksi yang merupakan Transaksi Material...'
  - Caveats: Tidak ada informasi transaksi spesifik

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen pertama, namun diungkapkan pada dokumen kedua sebagai PMHMETD.
- PMHMETD masih memerlukan persetujuan RUPSLB dan efektifnya pernyataan pendaftaran dari OJK.
- Harga pelaksanaan dan jumlah final Saham Baru belum ditentukan, akan diungkapkan dalam prospektus.
- Dilusi bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD.
- Penggunaan dana belum dirinci secara final.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPSLB pada 27 Agustus 2026 yang diharapkan memuat agenda rapat.
- Hasil RUPSLB pada 18 September 2026 terkait persetujuan PMHMETD.
- Pernyataan pendaftaran ke OJK dan efektifnya.
- Harga pelaksanaan dan rasio HMETD yang akan diungkapkan dalam prospektus.
- Rincian penggunaan dana hasil PMHMETD.
- Keputusan PT Timmsvale untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan HMETD.

---

## FITT

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Fitra International Tbk (FITT) menerbitkan dua pengumuman: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin dan menunjukkan struktur kepemilikan stabil, serta (2) pengumuman perubahan nama perseroan menjadi PT Fortune Resources Investment Tbk, perubahan alamat, dan perubahan bidang usaha menjadi perusahaan induk (KBLI 64210) dan konsultasi manajemen (KBLI 70209), efektif 4 Agustus 2026. Perubahan ini menandai transformasi strategis dari entitas perhotelan menjadi entitas investasi/induk, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material. Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus yang diumumkan.

### Material changes

- Perubahan nama perseroan dari PT Hotel Fitra International Tbk menjadi PT Fortune Resources Investment Tbk.
- Perubahan tempat kedudukan dan alamat kantor dari Majalengka, Jawa Barat ke Noble House, Jakarta Selatan.
- Perubahan bidang usaha menjadi Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 64210) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen dan Bisnis Lainnya (KBLI 70209).
- Tidak ada perubahan struktur modal, kepemilikan pengendali, atau jumlah saham tercatat.

### Corporate actions

- Perubahan nama perseroan
- Perubahan tempat kedudukan dan alamat
- Perubahan bidang usaha

### Capital structure

- Total saham tercatat: 1.304.272.051 saham (tidak berubah).
- Kepemilikan pengendali dan afiliasi: 1.032.397.500 saham (79,16%) - tidak berubah.
- Saham treasuri: 250.000 saham (0,019%) pada dokumen utama; lampiran menyatakan 0 saham treasuri (inkonsistensi).
- Free float: 20,82% bulan ini, 20,83% bulan sebelumnya (dokumen utama); lampiran menyatakan 20,82% tidak berubah.
- Kepemilikan PT World Capital Resources: 39% (tidak berubah).
- Kepemilikan Martinus: 20,821% (tidak berubah).
- Kepemilikan Hamzah: 5% (tidak berubah).
- Jumlah pemegang saham: 2.101 (bulan ini) vs 2.094 (bulan sebelumnya) menurut dokumen utama; lampiran menyatakan 2.094 bulan ini, turun 7 dari 2.101.

### Listing / regulatory

- Laporan bulanan disampaikan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia, termasuk ketentuan free float (Peraturan I-A dan V.2).
- Free float 20,82% memenuhi syarat minimal 20% (berdasarkan klaim emiten).
- Persetujuan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0067962.AH.01.02.TAHUN 2026 tanggal 4 Agustus 2026 tentang perubahan anggaran dasar.
- Tidak ada suspensi atau delisting yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Perubahan nama dan bidang usaha** [explicit_fact, high]: Emiten secara resmi mengubah nama menjadi PT Fortune Resources Investment Tbk dan bidang usaha menjadi perusahaan induk serta konsultasi manajemen, efektif 4 Agustus 2026.
  - Basis: Surat Keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0067962.AH.01.02.TAHUN 2026; RUPSLB 26 Juni 2026
- **Klaim tidak ada dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan dalam laporan: 'Tidak terdapat dampak kejadian...'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim manajemen, belum diverifikasi secara independen.
- **Perubahan jumlah pemegang saham** [derived_calculation, medium]: Jumlah pemegang saham (SID) menurut dokumen utama meningkat dari 2.094 menjadi 2.101, bertambah 7 pemegang saham. Namun, lampiran menyatakan jumlah pemegang saham bulan ini 2.094, turun 7 dari 2.101. Terdapat inkonsistensi antara dokumen utama dan lampiran.
  - Basis: Dokumen utama: '2.094' (bulan sebelumnya) dan '2.101' (bulan ini).; Lampiran: '2.101' (bulan sebelumnya) dan '2.094' (bulan ini), perubahan (7).
  - Assumptions: Angka tersebut mewakili jumlah pemegang saham (SID).
  - Caveats: Inkonsistensi antara dokumen utama dan lampiran; perlu verifikasi lebih lanjut.
- **Kepemilikan publik non-pengendali** [derived_calculation, medium]: Kepemilikan publik (di luar pengendali dan afiliasi) adalah 20,82%, yang setara dengan sekitar 271.501.801 saham (20,82% x 1.304.272.051).
  - Basis: Free float 20,82% dan total saham 1.304.272.051.
  - Assumptions: Free float dianggap mewakili kepemilikan publik non-pengendali.
  - Caveats: Perhitungan menggunakan pembulatan free float.
- **Stabilitas kepemilikan** [analyst_hypothesis, medium]: Tidak ada perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan, menunjukkan tidak ada aksi korporasi yang memengaruhi modal pada bulan tersebut.
  - Basis: Tidak ada perubahan pada jumlah saham pengendali, treasuri, dan free float.
  - Assumptions: Laporan ini akurat dan lengkap.
  - Caveats: Kemungkinan ada transaksi di bawah 5% yang tidak tercermin dalam laporan.
- **Penurunan jumlah pemegang saham** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan 7 pemegang saham (menurut lampiran) mungkin mengindikasikan konsolidasi kepemilikan atau investor keluar, namun tidak ada informasi lebih lanjut.
  - Basis: Perubahan jumlah pemegang saham: -7 (lampiran).
  - Assumptions: Perubahan kecil mungkin normal dalam aktivitas pasar.
  - Caveats: Tidak ada data transaksi atau alasan di balik perubahan.
- **Potensi perubahan arah bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan nama dan bidang usaha menjadi perusahaan induk serta konsultasi manajemen mengindikasikan kemungkinan transformasi strategis atau restrukturisasi, namun belum ada rincian lebih lanjut.
  - Basis: Perubahan nama menjadi 'Fortune Resources Investment'; Bidang usaha baru KBLI 64210 dan 70209
  - Assumptions: Perubahan ini mungkin bagian dari strategi perusahaan untuk menjadi entitas investasi atau induk.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai rencana bisnis, investasi, atau transaksi spesifik.

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi antara dokumen utama dan lampiran mengenai jumlah saham treasuri (250.000 vs 0) dan arah perubahan jumlah pemegang saham.
- Pemilik manfaat (beneficial owner) tidak diungkapkan pada lampiran; tabel hanya berisi pertanyaan 'Ya/Tidak' tanpa jawaban.
- Klasifikasi investor pada lampiran tidak lengkap; hanya Private Equity yang tercantum dengan jumlah 122.400 saham, tetapi total klasifikasi tidak diisi.
- Angka '1.304.272.05' pada dokumen utama tampak terpotong; seharusnya 1.304.272.051.
- Proses penyesuaian administratif perizinan dan identitas masih berlangsung, dapat menimbulkan risiko keterlambatan operasional.
- Perubahan bidang usaha dapat memicu perubahan strategi yang belum dijelaskan.

### Items to monitor

- Penyelesaian penyesuaian administratif perizinan dan identitas perseroan pasca perubahan nama dan alamat.
- Pengumuman lebih lanjut mengenai rencana bisnis, investasi, atau transaksi spesifik terkait bidang usaha baru.
- Verifikasi inkonsistensi data antara dokumen utama dan lampiran laporan bulanan (jumlah saham treasuri dan jumlah pemegang saham).
- Perubahan struktur kepemilikan atau free float pada laporan bulanan berikutnya.

---

## GGRM

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menerbitkan dua pengumuman: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin, menunjukkan tidak ada perubahan jumlah saham beredar (1.924.088.000 saham) dan free float stabil 16,45%; (2) Transaksi Afiliasi berupa penyertaan modal Rp200 miliar pada entitas afiliasi PT Surya Dhoho Investama (SDHI) untuk mendukung operasional Bandar Udara Dhoho di Kediri. Transaksi afiliasi ini penting karena menunjukkan komitmen pendanaan GGRM terhadap proyek infrastruktur strategis, meskipun tidak mengubah struktur modal GGRM secara langsung dan hanya wajib dilaporkan ke OJK.

### Material changes

- Jumlah pemegang saham GGRM menurun dari 21.630 menjadi 21.199 (selisih 431) antara periode laporan.
- Kepemilikan saham <5% turun 4.800 saham (dari 129.107.440 menjadi 129.102.640), sementara kepemilikan publik naik 4.800 saham (dari 328.429.730 menjadi 328.434.530).
- Modal ditempatkan dan disetor PT Surya Dhoho Investama (SDHI) meningkat dari Rp14,3 triliun menjadi Rp14,5 triliun akibat penyertaan modal GGRM sebesar Rp200 miliar.

### Key financial figures

- **Nilai transaksi afiliasi:** 200.000.000.000 (2026-08-14)
- **Modal disetor SDHI sebelum transaksi:** 14.300.000.000.000 (2026-08-14)
- **Modal disetor SDHI setelah transaksi:** 14.500.000.000.000 (2026-08-14)
- **Jumlah saham baru SDHI:** 200.000 (2026-08-14)
- **Nilai nominal per saham SDHI:** 1.000.000 (2026-08-14)
- **Kepemilikan GGRM di SDHI setelah transaksi:** 99.9% (2026-08-14)
- **Total saham beredar GGRM:** 1.924.088.000 (2026-07-31)
- **Free float GGRM:** 16.45% (2026-07-31)

### Corporate actions

- Penyertaan modal pada entitas afiliasi PT Surya Dhoho Investama (SDHI) melalui pembelian 200.000 saham baru senilai Rp200 miliar, dilakukan pada 14 Agustus 2026.

### Expansion projects

- Pendanaan untuk operasional Bandar Udara Dhoho di Kediri, Jawa Timur melalui penyertaan modal pada SDHI. Tidak ada rincian fase, milestone, atau total investasi yang diungkapkan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal GGRM; total saham beredar tetap 1.924.088.000 saham.
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris GGRM: 1.333.146.800 saham (69,29%), tidak berubah.
- Kepemilikan pengendali: 11.231.645 saham (0,58%), tidak berubah.
- Kepemilikan afiliasi pengendali: 1.709.685 saham (0,09%), tidak berubah.
- Kepemilikan >=5%: 120.442.700 saham (6,26%), tidak berubah.
- Kepemilikan <5%: 129.102.640 saham (6,71%) pada 'Ini Bulan', 129.107.440 saham (6,71%) pada 'Sebelumnya'.
- Kepemilikan publik: 328.434.530 saham (17,07%) pada 'Ini Bulan', 328.429.730 saham (17,07%) pada 'Sebelumnya'.
- Treasury stock: 0 saham.
- Free float: 16,45% (berdasarkan Peraturan Bursa V.2).
- Jumlah pemegang saham: 21.199 (Ini Bulan), 21.630 (Sebelumnya).
- Pada SDHI: penerbitan 200.000 saham baru yang dibeli GGRM; modal disetor SDHI meningkat dari Rp14,3 triliun menjadi Rp14,5 triliun; kepemilikan GGRM tetap 99,9%.

### Listing / regulatory

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek disampaikan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia V.2.
- Transaksi afiliasi dilaporkan sesuai POJK 42/POJK.04/2020 dan hanya wajib dilaporkan kepada OJK.

### Analytical scenarios

- **Total saham beredar GGRM** [explicit_fact, high]: Total saham beredar GGRM adalah 1.924.088.000 saham, tidak berubah antara periode 'Ini Bulan' dan 'Sebelumnya'.
  - Basis: Angka total saham pada halaman 2 dan 6 laporan LBRE.
- **Free float GGRM** [explicit_fact, high]: Free float berdasarkan Peraturan Bursa V.2 adalah 16,45% pada kedua periode.
  - Basis: Angka 16,45% pada halaman 6 dan 14 laporan LBRE.
- **Nilai transaksi afiliasi** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi adalah Rp200 miliar untuk 200.000 saham baru dengan nilai nominal Rp1.000.000 per saham.
  - Basis: Nilai transaksi Rp200.000.000.000; Jumlah saham 200.000; Nilai nominal Rp1.000.000
- **Kepemilikan GGRM di SDHI setelah transaksi** [explicit_fact, high]: Setelah transaksi, GGRM memiliki 14.499.999 saham atau 99,9% dari total 14.500.000 saham SDHI.
  - Basis: Kepemilikan setelah transaksi: 14.499.999 saham; Total saham SDHI setelah: 14.500.000 saham
- **Perubahan jumlah pemegang saham GGRM** [derived_calculation, high]: Jumlah pemegang saham (SID) menurun dari 21.630 menjadi 21.199, selisih 431 pemegang saham.
  - Basis: 21.630 (Sebelumnya) - 21.199 (Ini Bulan) = 431
  - Assumptions: Angka SID pada halaman 7 dan 15 laporan LBRE.
- **Perubahan kepemilikan <5% dan publik** [derived_calculation, high]: Kepemilikan saham <5% menurun sebesar 4.800 saham dari 129.107.440 menjadi 129.102.640, sementara kepemilikan publik meningkat sebesar 4.800 saham dari 328.429.730 menjadi 328.434.530.
  - Basis: 129.107.440 - 129.102.640 = 4.800; 328.434.530 - 328.429.730 = 4.800
  - Assumptions: Angka pada halaman 2 dan 6 laporan LBRE.
- **Harga per saham baru SDHI** [derived_calculation, high]: Harga per saham baru yang dibeli adalah Rp1.000.000 per saham (Rp200.000.000.000 / 200.000 saham).
  - Basis: Nilai transaksi Rp200.000.000.000; Jumlah saham 200.000
  - Assumptions: Nilai transaksi seluruhnya merupakan harga pembelian saham baru
- **Kenaikan modal disetor SDHI** [derived_calculation, high]: Kenaikan modal disetor SDHI adalah Rp200 miliar, dihitung dari selisih modal setelah (Rp14,5 triliun) dikurangi modal sebelum (Rp14,3 triliun).
  - Basis: Modal setelah: Rp14.500.000.000.000; Modal sebelum: Rp14.300.000.000.000
  - Assumptions: Tidak ada perubahan modal lain selain dari transaksi ini
- **Kepemilikan saham GGRM di SDHI sebelum transaksi** [derived_calculation, medium]: Sebelum transaksi, GGRM memiliki 14.299.999 saham dari total 14.300.000 saham (karena modal sebelum Rp14,3 triliun / Rp1.000.000 = 14.300.000 saham). Kepemilikan sebelum transaksi adalah 99,9%.
  - Basis: Kepemilikan sebelum: 14.299.999 saham; Total saham sebelum: 14.300.000 saham (dari modal disetor)
  - Assumptions: Nilai nominal per saham Rp1.000.000; Tidak ada saham treasury atau saham lain
  - Caveats: Total saham sebelum tidak dinyatakan eksplisit, hanya dihitung dari modal disetor
- **Penyebab perubahan kepemilikan <5% dan publik** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan kecil pada kepemilikan <5% dan publik mungkin disebabkan oleh transaksi pasar sekunder atau perubahan klasifikasi investor, namun tidak ada rincian transaksi yang diungkapkan.
  - Basis: Perubahan angka kepemilikan <5% dan publik antara periode.
  - Assumptions: Tidak ada aksi korporasi yang diumumkan.
  - Caveats: Penyebab pasti tidak dapat ditentukan dari laporan ini.
- **Tujuan transaksi afiliasi** [analyst_hypothesis, low]: Transaksi ini kemungkinan merupakan penyertaan modal untuk mendukung kegiatan usaha atau ekspansi PT Surya Dhoho Investama, namun tujuan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Obyek transaksi adalah saham baru; Nilai transaksi signifikan (Rp200 miliar)
  - Assumptions: Pembelian saham baru umumnya terkait dengan kebutuhan pendanaan entitas penerbit
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi mengenai tujuan penggunaan dana
- **Dampak terhadap laporan keuangan GGRM** [analyst_hypothesis, low]: Transaksi ini akan meningkatkan investasi GGRM pada SDHI sebesar Rp200 miliar, yang tercatat sebagai penambahan aset investasi pada entitas anak, tanpa dampak langsung pada laba rugi.
  - Basis: Nilai transaksi Rp200 miliar; SDHI adalah perusahaan terkendali
  - Assumptions: Pencatatan sesuai PSAK tentang investasi pada entitas anak
  - Caveats: Belum ada laporan keuangan yang menunjukkan dampak aktual

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko kepatuhan yang teridentifikasi pada LBRE; free float 16,45% tampak memenuhi ketentuan.
- Tidak ada penjelasan rinci mengenai tujuan penggunaan dana dari penerbitan saham baru SDHI.
- Tidak ada informasi mengenai dampak transaksi afiliasi terhadap struktur modal GGRM atau laporan keuangan.
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan pemegang saham atau regulasi yang diperlukan untuk transaksi afiliasi.
- Tidak ada informasi tentang sumber dana GGRM untuk transaksi ini.
- Tidak ada jadwal atau fase pembangunan Bandara Dhoho.
- Tidak ada informasi tentang nilai total investasi Bandara Dhoho.

### Items to monitor

- Rincian penggunaan dana Rp200 miliar oleh SDHI untuk operasional Bandar Udara Dhoho.
- Perkembangan proyek Bandar Udara Dhoho: fase konstruksi, milestone, dan total investasi.
- Dampak transaksi afiliasi terhadap laporan keuangan GGRM berikutnya (investasi pada entitas anak).
- Perubahan jumlah pemegang saham GGRM pada laporan bulanan berikutnya untuk melihat tren.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float dan pelaporan OJK terkait transaksi afiliasi.

---

## GIAA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menerbitkan tiga pengumuman yang secara bersama-sama menunjukkan stabilitas struktur permodalan namun menandai perubahan manajemen dan adanya pengawasan bursa. Pertama, laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 menegaskan tidak ada perubahan pada total saham (407,09 miliar lembar), free float (91,11%), kepemilikan direksi/komisaris, treasury stock, maupun komposisi pemegang saham. Kedua, pada 12 Agustus 2026 emiten mengumumkan pemberhentian sementara Direktur Niaga, Reza Aulia Hakim, efektif 14 Agustus 2026, berdasarkan keputusan Dewan Komisaris tanggal 11 Agustus 2026, dengan rencana penunjukan pelaksana tugas. Ketiga, pada 13 Agustus 2026 emiten menanggapi permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek, menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan dan tidak ada aksi korporasi definitif dalam 3 bulan ke depan, selain rencana tindak lanjut restrukturisasi yang telah disetujui Menteri BUMN, termasuk inbreng lahan PT Angkasa Pura Indonesia kepada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. Secara korporasi, perubahan manajemen dan pengawasan bursa menjadi perhatian utama, sementara struktur modal tetap stabil.

### Material changes

- Pemberhentian sementara Direktur Niaga Reza Aulia Hakim efektif 14 Agustus 2026 (keputusan Dewan Komisaris 11 Agustus 2026).
- Tidak ada perubahan struktur modal, free float, atau kepemilikan pengendali per 31 Juli 2026.
- Tidak ada aksi korporasi definitif dalam 3 bulan ke depan selain rencana restrukturisasi yang telah disetujui.

### Key financial figures

- **Total Saham Tercatat:** 407.091.703.837 (Juli 2026)
- **Free Float:** 370.902.553.959 (Juli 2026)
- **Free Float (%):** 91.11% (Juli 2026)
- **Kepemilikan Direksi dan Komisaris:** 6.424.259 (Juli 2026)
- **Kepemilikan Pengendali dan Afiliasi:** 0 (Juli 2026)
- **Treasury Stock:** 0 (Juli 2026)
- **Pemegang Saham >= 5%:** 32.295.884.816 (Juli 2026)
- **Pemegang Saham < 5%:** 3.886.778.797 (Juli 2026)
- **Kepemilikan Glenny Kairupan (Direktur):** 3.746.490.444 (Juli 2026)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi definitif yang diumumkan dalam periode ini.
- Rencana tindak lanjut restrukturisasi keuangan (disetujui Menteri BUMN 23 Juni 2025) disebutkan, termasuk inbreng lahan PT Angkasa Pura Indonesia kepada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk, namun belum ada detail nilai/jadwal.

### Management / control changes

- Pemberhentian sementara Reza Aulia Hakim sebagai Direktur Niaga, efektif 14 Agustus 2026.
- Dewan Komisaris akan menunjuk pelaksana tugas Direktur Niaga sesuai ketentuan internal.
- Tidak ada perubahan susunan Direksi/Komisaris lain yang dilaporkan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar, treasury stock, atau komposisi pemegang saham antara Juni dan Juli 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek GIAA (surat S-10474/BEI.PP2/08-2026 tanggal 11 Agustus 2026).
- Tanggapan emiten tanggal 13 Agustus 2026 menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Nomor I-E BEI.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang diumumkan.

### Analytical scenarios

- **Pemberhentian sementara Direktur Niaga** [explicit_fact, high]: Dewan Komisaris menetapkan pemberhentian sementara Reza Aulia Hakim dari jabatan Direktur Niaga, efektif 14 Agustus 2026, berdasarkan surat Dewan Komisaris No. GARUDA/DEKOM/074/2026 dan Surat Kepala Badan Pengaturan BUMN No. SR-452/BP/08/2026, keduanya tanggal 11 Agustus 2026.
  - Basis: Surat Dewan Komisaris No. GARUDA/DEKOM/074/2026 tanggal 11 Agustus 2026; Surat Kepala Badan Pengaturan BUMN No. SR-452/BP/08/2026 tanggal 11 Agustus 2026; Pemberhentian sementara efektif 14 Agustus 2026
- **Dasar hukum dan mekanisme penggantian** [explicit_fact, high]: Pemberhentian sementara dilakukan berdasarkan Pasal 11 ayat 15 huruf a Anggaran Dasar Perseroan, yang mengatur pengisian jabatan direksi yang lowong oleh Dewan Komisaris dengan menunjuk anggota direksi lain, dan selanjutnya akan ditetapkan pelaksana tugas Direktur Niaga sesuai ketentuan internal.
  - Basis: Pasal 11 ayat 15 huruf a Anggaran Dasar Perseroan; Pernyataan Dewan Komisaris akan menunjuk pelaksana tugas Direktur Niaga
- **Dampak operasional** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak terdapat dampak langsung terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha, dan memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan normal.
  - Basis: Pernyataan emiten: 'Tidak terdapat dampak langsung terhadap kegiatan operasional Perseroan, Perseroan memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional berjalan dengan normal.'
  - Caveats: Klaim emiten, belum diverifikasi independen
- **Tidak ada informasi material lain** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak terdapat informasi atau fakta material lain yang memenuhi kriteria keterbukaan informasi untuk disampaikan kepada publik dan dapat memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal, sebagaimana diatur dalam POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Nomor I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada lampiran surat.
- **Rencana tindak lanjut restrukturisasi** [explicit_fact, high]: Perseroan memiliki rencana tindak lanjut atas Rancangan Restrukturisasi Penyehatan Keuangan yang telah disetujui Menteri BUMN melalui Surat Nomor 373/MBU/06/2025 tanggal 23 Juni 2025, mencakup antara lain inbreng lahan PT Angkasa Pura Indonesia kepada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada lampiran surat.
- **Tidak ada aksi korporasi definitif dalam 3 bulan** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak terdapat aksi korporasi lain yang telah ditetapkan secara definitif oleh organ Perseroan untuk dilaksanakan dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang berakibat terhadap pencatatan saham, selain rencana yang telah disampaikan kepada publik.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada lampiran surat.
- **Persentase kepemilikan Glenny Kairupan** [derived_calculation, high]: Berdasarkan data sumber, kepemilikan Glenny Kairupan sebesar 3.746.490.444 lembar dibagi total saham 407.091.703.837 lembar menghasilkan 0,92% (perhitungan: 3.746.490.444 / 407.091.703.837 * 100 = 0,9203%).
  - Basis: Jumlah saham Glenny Kairupan: 3.746.490.444; Total saham: 407.091.703.837
  - Assumptions: Total saham yang digunakan adalah total saham tercatat yang dilaporkan.
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen, melainkan dihitung dari data yang tersedia.
- **Persentase free float** [derived_calculation, high]: Free float sebesar 370.902.553.959 lembar dibagi total saham 407.091.703.837 lembar menghasilkan 91,11% (perhitungan: 370.902.553.959 / 407.091.703.837 * 100 = 91,11%).
  - Basis: Free float: 370.902.553.959; Total saham: 407.091.703.837
  - Assumptions: Total saham yang digunakan adalah total saham tercatat yang dilaporkan.
  - Caveats: Angka ini dinyatakan eksplisit dalam dokumen sebagai 91,11%, sehingga perhitungan hanya konfirmasi.
- **Potensi dampak tata kelola** [analyst_hypothesis, low]: Pemberhentian sementara direktur dapat menimbulkan ketidakpastian sementara pada fungsi komersial, namun karena Dewan Komisaris akan menunjuk pelaksana tugas, dampak operasional diperkirakan terbatas. Belum ada informasi mengenai alasan pemberhentian atau durasi.
  - Basis: Pemberhentian sementara efektif 14 Agustus 2026; Rencana penunjukan pelaksana tugas
  - Assumptions: Pelaksana tugas akan segera ditunjuk dan menjalankan fungsi dengan baik
  - Caveats: Alasan pemberhentian tidak diungkapkan; Durasi pemberhentian tidak diungkapkan; Dampak pada kinerja komersial belum dapat dinilai
- **Potensi aksi korporasi terkait inbreng lahan** [analyst_hypothesis, low]: Rencana inbreng lahan PT Angkasa Pura Indonesia kepada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk dapat menjadi aksi korporasi yang signifikan, namun detail seperti nilai, mekanisme, dan dampak belum diungkapkan dalam dokumen ini. Pelaksanaannya masih menunggu proses, persetujuan, dan mekanisme tata kelola Perseroan.
  - Basis: Penyebutan rencana tindak lanjut atas inbreng lahan pada jawaban poin 4.
  - Assumptions: Inbreng lahan tersebut akan memerlukan persetujuan dan proses tata kelola yang belum dijelaskan.
  - Caveats: Belum ada detail nilai, jadwal, atau dampak dari inbreng tersebut.

### Risks / uncertainties

- Alasan pemberhentian sementara Direktur Niaga tidak diungkapkan.
- Durasi pemberhentian sementara tidak diungkapkan.
- Identitas pelaksana tugas Direktur Niaga belum ditetapkan.
- Klaim tidak ada dampak operasional bersifat pernyataan emiten, belum diverifikasi.
- Detail nilai, mekanisme, dan jadwal dari inbreng lahan PT Angkasa Pura Indonesia kepada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk tidak diungkapkan.
- Pelaksanaan dan waktu dari setiap tindak lanjut restrukturisasi dapat berubah atau tertunda.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai dampak restrukturisasi terhadap keuangan atau operasional Perseroan.

### Items to monitor

- Penunjukan pelaksana tugas Direktur Niaga dan pengumuman selanjutnya.
- Alasan dan durasi pemberhentian sementara Reza Aulia Hakim.
- Perkembangan rencana restrukturisasi keuangan, termasuk inbreng lahan PT Angkasa Pura Indonesia kepada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.
- Pengumuman aksi korporasi definitif yang mungkin muncul setelah periode ini.
- Perkembangan harga saham dan volatilitas transaksi yang menjadi perhatian BEI.

---

## GMFI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak memiliki rencana pemegang saham utama. Namun, Perseroan mengungkapkan rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat berupa penerbitan saham baru untuk pemenuhan saham publik, merujuk pada Surat Kep-00046/BEI/03-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A tanggal 31 Maret 2026. Perseroan memahami perubahan harga saham pada 10 Agustus 2026 sebagai aksi transaksi perdagangan saham yang umum terjadi.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga Efek Perusahaan Tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan tidak mengetahui maupun menerima laporan atau informasi terkait aktivitas Pemegang Saham Tertentu, khususnya transaksi saham paling sedikit 5% sebagaimana diatur dalam POJK No. 11/POJK.04/2017.
- Perseroan memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat yaitu Penerbitan Saham Baru untuk pemenuhan saham publik sesuai dengan Surat Kep-00046/BEI/03-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A pada tanggal 31 Maret 2026.
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Tidak ada rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Perseroan memahami perubahan harga saham yang terjadi pada tanggal 10 Agustus 2026 sebagai suatu bentuk aksi transaksi perdagangan saham yang pada umumnya terjadi sesuai dengan kondisi pada pasar saham.

### Corporate actions

- Penerbitan Saham Baru untuk pemenuhan saham publik - rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, merujuk pada Surat Kep-00046/BEI/03-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A tanggal 31 Maret 2026.

### Capital structure

- Rencana penerbitan saham baru untuk pemenuhan saham publik, namun tidak ada rincian jumlah saham, rasio, atau nilai.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI melalui surat nomor S-10470/BEI.PP2/08-2026 (tanggal tidak tercantum) mengenai volatilitas transaksi efek.
- Rencana penerbitan saham baru untuk pemenuhan saham publik sesuai dengan Surat Kep-00046/BEI/03-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A tanggal 31 Maret 2026.

### Analytical scenarios

- **Rencana penerbitan saham baru** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat berupa Penerbitan Saham Baru untuk pemenuhan saham publik, merujuk pada Surat Kep-00046/BEI/03-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A tanggal 31 Maret 2026.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat yaitu Penerbitan Saham Baru untuk pemenuhan saham publik sesuai dengan Surat Kep-00046/BEI/03-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A pada tanggal 31 Maret 2026.'
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, serta tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, dan 5 yang menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material.
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui maupun menerima laporan terkait aktivitas pemegang saham tertentu, khususnya transaksi saham paling sedikit 5%.
  - Basis: Jawaban poin 3: 'Perseroan tidak mengetahui maupun menerima laporan atau informasi terkait dengan adanya aktivitas dari Pemegang Saham Tertentu, khususnya terkait dengan transaksi saham paling sedikit 5% sebagaimana diatur dalam POJK No. 11/POJK.04/2017.'
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Tidak ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Tidak ada rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
- **Potensi aksi korporasi terkait pemenuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Rencana penerbitan saham baru untuk pemenuhan saham publik mengindikasikan bahwa GMFI mungkin perlu memenuhi ketentuan free float BEI, namun detail seperti jumlah saham, harga, dan timeline belum diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Pernyataan rencana penerbitan saham baru untuk pemenuhan saham publik.
  - Assumptions: Penerbitan saham baru tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah saham publik agar memenuhi ketentuan free float BEI.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai detail rencana, termasuk jumlah saham dan jadwal.

### Risks / uncertainties

- Rencana penerbitan saham baru untuk pemenuhan saham publik belum memiliki detail jumlah saham, harga, atau timeline, sehingga dapat menimbulkan ketidakpastian bagi investor.
- Tanggal surat permintaan penjelasan BEI (S-10470/BEI.PP2/08-2026) tidak tercantum dalam dokumen, sehingga ketepatan waktu respons tidak dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Rencana penerbitan saham baru untuk pemenuhan saham publik dapat berdampak pada struktur modal dan kepemilikan saham, namun belum ada rincian lebih lanjut.

---

## HEXA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 17 September 2026. Pengumuman awal (11 Agustus) belum memuat agenda, namun pengumuman lanjutan (12 Agustus) mengungkapkan bahwa agenda RUPSLB adalah penyesuaian kegiatan usaha perseroan dengan KBLI 2025. Ini penting secara korporasi karena RUPSLB menandakan adanya perubahan pada lingkup kegiatan usaha yang memerlukan persetujuan pemegang saham, yang dapat berdampak pada strategi bisnis dan kepatuhan regulasi. RUPST akan membahas laporan tahunan dan agenda rutin lainnya, meskipun rincian agenda RUPST belum diungkap. Tidak ada informasi keuangan kuantitatif, aksi korporasi lain, atau perubahan struktur modal yang diumumkan dalam periode ini.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan RUPST dan RUPSLB pada 17 September 2026.
- Agenda RUPSLB: penyesuaian kegiatan usaha perseroan dengan KBLI 2025.
- Jumlah saham yang tercatat untuk RUPSLB: 900.000.000 lembar.
- Record date untuk RUPSLB: 24 Agustus 2026.

### Corporate actions

- RUPST dan RUPSLB dijadwalkan pada 17 September 2026; agenda RUPSLB adalah penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025; agenda RUPST belum diumumkan.

### Capital structure

- Jumlah saham yang tercatat untuk RUPSLB adalah 900.000.000 lembar (eksplisit dari pengumuman 12 Agustus).

### Listing / regulatory

- Pengumuman rencana RUPS disampaikan kepada OJK untuk memenuhi POJK No.15/POJK.04/2020 dan Peraturan OJK No. 14 Tahun 2025.
- Rapat akan diselenggarakan secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI sesuai Pasal 8 POJK 14/2025.
- Pemanggilan Rapat akan dilakukan melalui situs web BEI, situs web Perseroan, dan situs web KSEI.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPS** [explicit_fact, high]: RUPST dan RUPSLB dijadwalkan pada 17 September 2026, dengan record date RUPSLB pada 24 Agustus 2026.
  - Basis: Tertulis pada pengumuman 11 Agustus dan 12 Agustus.
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB memiliki agenda penyesuaian kegiatan usaha perseroan dengan KBLI 2025.
  - Basis: Tertulis pada pengumuman 12 Agustus.
- **Jumlah saham** [explicit_fact, high]: Jumlah saham yang tercatat untuk RUPSLB adalah 900.000.000 lembar.
  - Basis: Tertulis pada pengumuman 12 Agustus.
- **Batas akhir pengajuan usulan mata acara rapat** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan ketentuan bahwa usulan mata acara harus diajukan paling lambat 7 hari sebelum tanggal Pemanggilan Rapat (26 Agustus 2026), maka batas akhir pengajuan usulan diperkirakan jatuh pada 19 Agustus 2026.
  - Basis: Pemanggilan Rapat dijadwalkan pada 26 Agustus 2026; Usulan mata acara diajukan paling lambat 7 hari sebelum Pemanggilan Rapat
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan 7 hari kalender sebelum 26 Agustus 2026, tanpa memperhitungkan hari libur.
  - Caveats: Tanggal batas akhir tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; perhitungan turunan.
- **Implikasi penyesuaian KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025 mungkin merupakan langkah kepatuhan regulasi, namun dapat juga mengindikasikan perubahan arah bisnis atau diversifikasi usaha di masa depan.
  - Basis: Agenda RUPSLB menyebutkan penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025.
  - Assumptions: Perubahan KBLI dapat mencerminkan perubahan strategis atau hanya penyesuaian administratif.
  - Caveats: Belum ada rincian lebih lanjut mengenai perubahan kegiatan usaha spesifik.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPST belum diumumkan; akan diumumkan pada Pemanggilan Rapat tanggal 26 Agustus 2026.
- Rincian perubahan kegiatan usaha spesifik terkait KBLI 2025 belum diungkap.
- Lokasi RUPS disebutkan 'bila sudah dapat diumumkan dan sesuai iklan', menandakan lokasi dapat berubah.
- Tidak ada informasi keuangan kuantitatif dalam dokumen.
- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi lain, perubahan pengurus, atau struktur modal.

### Items to monitor

- Pemanggilan Rapat pada 26 Agustus 2026 untuk agenda RUPST dan rincian perubahan kegiatan usaha.
- Keputusan RUPS pada 17 September 2026 terkait penyesuaian KBLI 2025.
- Pengumuman hasil RUPS dan perubahan anggaran dasar jika ada.
- Potensi perubahan strategi bisnis atau diversifikasi usaha setelah penyesuaian KBLI.

---

## HGII

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Hero Global Investment Tbk (HGII) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan tidak ada rencana khusus dari pemegang saham utama. Dokumen ini tidak mengungkapkan penyebab volatilitas atau data keuangan apa pun.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat No. S-10471/BEI.PP2/08-2026 tanggal 12 Agustus 2026.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal (klaim emiten, sesuai POJK No.31/POJK.04/2015 dan ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E).
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024 (klaim emiten).
- Emiten menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, setidaknya dalam 3 bulan mendatang (klaim emiten).
- Tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan ke publik (klaim emiten).
- Berdasarkan konfirmasi pemegang saham utama, tidak terdapat rencana khusus terkait kepemilikan sahamnya pada saat ini (klaim emiten).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek (surat No. S-10471/BEI.PP2/08-2026 tanggal 12 Agustus 2026).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik berdasarkan POJK No.31/POJK.04/2015 maupun ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada surat: 'Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material...'
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, setidaknya dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat...'
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Berdasarkan konfirmasi dari pemegang saham utama, tidak terdapat rencana khusus terkait kepemilikan sahamnya pada saat ini.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Berdasarkan konfirmasi dari pemegang saham utama, tidak terdapat rencana khusus terkait dengan kepemilikan sahamnya dalam Perseroan pada saat ini.'
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi, dokumen ini tidak mengidentifikasi penyebab volatilitas atau faktor yang mendasarinya. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa volatilitas mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau aktivitas pasar yang tidak terkait dengan informasi internal perusahaan.
  - Basis: Surat BEI menyebut 'volatilitas transaksi efek' tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut dalam tanggapan.
  - Assumptions: Volatilitas yang dimaksud BEI adalah pergerakan harga atau volume yang signifikan.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume yang tersedia dalam dokumen untuk analisis lebih lanjut.

### Risks / uncertainties

- Penyebab spesifik volatilitas transaksi efek tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Identitas pemegang saham utama yang memberikan konfirmasi tidak disebutkan.
- Pernyataan 'tidak ada rencana aksi korporasi' hanya berlaku untuk 3 bulan mendatang, sehingga perubahan rencana setelah periode tersebut tidak tercakup.

### Items to monitor

- Klarifikasi emiten bahwa tidak ada informasi material atau rencana aksi korporasi dapat mempengaruhi ekspektasi investor terkait pengumuman mendatang.
- Ketidakjelasan penyebab volatilitas dapat menimbulkan ketidakpastian pasar.

---

## HITS

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) menerbitkan dua pengumuman yang saling terkait namun berbeda sifat. Pertama, Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin dan menunjukkan tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham, jumlah saham beredar, kepemilikan direksi/komisaris, maupun free float. Kedua, Pemanggilan RUPSLB yang dijadwalkan 4 September 2026 dengan agenda tunggal persetujuan pengangkatan kembali/perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Kedua pengumuman ini penting secara korporasi karena: (1) menegaskan stabilitas struktur kepemilikan dengan dua pemegang saham utama menguasai sekitar 93,8% saham, dan (2) membuka proses perubahan pengurus yang dapat mempengaruhi arah strategis dan tata kelola perusahaan, meskipun detail calon belum diungkapkan.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham, jumlah saham beredar, kepemilikan direksi/komisaris, atau free float per 31 Juli 2026.
- Tidak ada perubahan pengendali yang teridentifikasi.
- Tidak ada transaksi treasury stock.
- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi.
- Terdapat agenda RUPSLB untuk perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris (belum ada keputusan).

### Key financial figures

- **Total saham beredar:** 7.101.084.801 (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan saham publik (free float):** 439.798.522 (31 Juli 2026)
- **Persentase free float:** 6,19% (31 Juli 2026)
- **Jumlah pemegang saham publik:** 845 (31 Juli 2026)

### Corporate actions

- Perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris (agenda RUPSLB, belum diputuskan)

### Management / control changes

- RUPSLB akan memutuskan pengangkatan kembali/perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
- Calon pengurus diusulkan berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi & Remunerasi (KNR).
- Masa jabatan calon pengurus efektif sejak penutupan RUPSLB sampai penutupan RUPS Tahunan 2027.
- Detail nama, jabatan, dan alasan perubahan tidak diungkapkan dalam dokumen pemanggilan.
- Tidak ada perubahan pengendali yang teridentifikasi.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar yang teridentifikasi.
- Tidak ada transaksi treasury stock yang teridentifikasi.

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB dilakukan sesuai ketentuan Pasal 82 ayat 2 UUPT, Pasal 52 ayat 1 POJK 15/POJK.04/2020, dan Pasal 21 ayat 10 (b) Anggaran Dasar.
- Kuorum dan pengambilan keputusan sesuai Pasal 23 Anggaran Dasar Perseroan.
- RUPSLB mengacu pada POJK No. 15/2020 dan POJK No. 14/2025.
- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi yang teridentifikasi.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB hanya memiliki agenda terkait pengangkatan kembali/perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris; tidak ada agenda aksi korporasi lain seperti rights issue, saham bonus, atau transaksi aset.
  - Basis: Agenda RUPSLB pada dokumen: 'Persetujuan Pengangkatan Kembali / Perubahan Susunan Direksi' dan 'Persetujuan Pengangkatan Kembali / Perubahan Susunan Dewan Komisaris'.
- **Masa jabatan pengurus baru** [explicit_fact, high]: Calon pengurus yang diangkat akan menjabat sejak penutupan RUPSLB sampai penutupan RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada tahun 2027, dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu.
  - Basis: Masa jabatan efektif terhitung sejak penutupan rapat sampai dengan penutupan RUPS Tahunan pada akhir 1 (satu) periode masa jabatan yang diselenggarakan pada tahun 2027.
- **Kuorum dan pengambilan keputusan** [explicit_fact, high]: Rapat sah jika dihadiri pemegang saham mewakili lebih dari 1/2 jumlah seluruh saham dengan hak suara sah. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah mufakat, atau jika tidak tercapai, disetujui lebih dari 1/2 suara yang hadir.
  - Basis: Kuorum Kehadiran dan Keputusan: 'dihadiri oleh para Pemegang Saham atau kuasanya yang sah yang mewakili lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan dengan hak suara yang sah'; Keputusan sah jika disetujui lebih dari 1/2 bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah yang hadir.
- **Kepemilikan gabungan pemegang saham utama** [derived_calculation, high]: Berdasarkan data kepemilikan saham per 31 Juli 2026, kepemilikan gabungan PT Cakra Dharma Investa (43,24%) dan PT Buana Granadi (50,57%) adalah 93,81% dari total saham beredar. Angka ini konsisten dengan data pada lampiran yang menunjukkan kepemilikan gabungan sebesar 93,82% (perbedaan 0,01% kemungkinan karena pembulatan).
  - Basis: Kepemilikan PT Cakra Dharma Investa: 3.070.244.742 saham (43,24%); Kepemilikan PT Buana Granadi: 3.591.041.537 saham (50,57%); Total saham beredar: 7.101.084.801 saham
  - Assumptions: Persentase kepemilikan dihitung terhadap total saham beredar yang sama.
  - Caveats: Perbedaan kecil pada persentase gabungan (93,81% vs 93,82%) dapat disebabkan oleh pembulatan angka desimal.
- **Kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris** [derived_calculation, high]: Berdasarkan laporan kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris per 31 Juli 2026, seluruh direksi dan komisaris tidak memiliki saham HITS (0 saham). Ini berarti tidak ada perubahan kepemilikan yang teridentifikasi.
  - Basis: Laporan kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris per 31 Juli 2026
  - Assumptions: Data yang disajikan dalam laporan adalah akurat dan lengkap.
  - Caveats: Laporan hanya mencakup kepemilikan langsung; kepemilikan tidak langsung tidak diungkapkan dalam evidence.
- **Potensi perubahan pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Agenda pengangkatan kembali/perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris mengindikasikan kemungkinan adanya perubahan komposisi pengurus, namun detail nama, jabatan, atau alasan tidak tersedia dalam dokumen.
  - Basis: Agenda RUPSLB menyebut 'Pengangkatan Kembali / Perubahan' untuk kedua organ.
  - Assumptions: Perubahan susunan dapat mencakup penggantian, penambahan, atau pengurangan anggota.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai perubahan spesifik; dokumen hanya pemanggilan RUPS.
- **Potensi perubahan pengendali** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi dapat mengindikasikan perubahan strategi atau pengendalian, namun dokumen tidak menyebutkan adanya perubahan pengendali atau pemegang saham utama. Belum ada informasi mengenai identitas calon pengurus atau pihak yang mengusulkan.
  - Basis: Agenda RUPSLB hanya tentang perubahan pengurus, tidak ada agenda terkait perubahan pengendali.
  - Assumptions: Perubahan pengurus sering kali terkait dengan perubahan arah strategis, tetapi ini belum terkonfirmasi.
  - Caveats: Tidak ada informasi dalam dokumen mengenai identitas calon atau alasan perubahan.

### Risks / uncertainties

- Detail perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris (nama, jabatan, alasan) tidak diungkapkan dalam pemanggilan RUPS; keputusan baru diketahui setelah RUPS.
- Identitas calon Dewan Komisaris dan Direksi belum diungkapkan; akan diunggah di situs web Perseroan.
- Keputusan RUPSLB bergantung pada kuorum dan persetujuan pemegang saham; belum ada kepastian hasil.
- Jika rapat fisik tidak dapat diselenggarakan, akan dialihkan ke elektronik, yang dapat mempengaruhi partisipasi pemegang saham tertentu.
- Pemegang saham yang terlambat registrasi dianggap tidak hadir dan tidak dihitung dalam kuorum.
- Laporan bulanan hanya mencerminkan posisi per 31 Juli 2026; perubahan setelah tanggal tersebut tidak tercakup.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 4 September 2026: nama calon pengurus, jabatan, dan alasan perubahan.
- Pengumuman hasil RUPSLB dan perubahan susunan pengurus di situs web Perseroan dan IDX.
- Perubahan struktur kepemilikan atau free float setelah 31 Juli 2026.
- Potensi perubahan strategi atau arah bisnis setelah perubahan pengurus.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float minimal 7,5% (jika berlaku) mengingat free float saat ini 6,19%.

---

## HRUM

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Harum Energy Tbk (HRUM) menerbitkan dua pengumuman terkait rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pengumuman pertama (12 Agustus 2026, pukul 16:38 WIB) adalah pemberitahuan rencana RUPSLB yang menetapkan jadwal rapat pada 18 September 2026, recording date 26 Agustus 2026, dan pemanggilan rapat pada 27 Agustus 2026. Pengumuman kedua (12 Agustus 2026, pukul 18:17 WIB) adalah penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB yang diiklankan pada 12 Agustus 2026 di dua media (website perusahaan dan portal KSEI). Kedua pengumuman tidak memuat agenda rapat, angka keuangan, atau rincian aksi korporasi. Pentingnya secara korporasi: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti aksi korporasi (rights issue, akuisisi, perubahan anggaran dasar), namun agenda spesifik belum diungkapkan, sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi pemegang saham. Pemegang saham perlu memantau pemanggilan rapat pada 27 Agustus 2026 untuk mengetahui agenda.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 18 September 2026 (belum ada agenda spesifik).
- Penetapan recording date 26 Agustus 2026 pukul 16.15 WIB untuk hak hadir.
- Pemanggilan rapat dijadwalkan pada 27 Agustus 2026.
- Penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB pada 12 Agustus 2026.

### Corporate actions

- RUPSLB diumumkan tanpa agenda spesifik; potensi aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham belum diungkapkan.

### Capital structure

- Ketentuan pengajuan usulan mata acara: pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 (5%) dari seluruh saham dengan hak suara dapat mengajukan usulan, dan usulan harus diterima Perseroan paling lambat 7 hari sebelum pemanggilan rapat.

### Listing / regulatory

- Rujukan regulasi: POJK No. 16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan RUPS Perusahaan Terbuka Secara Elektronik.
- Rujukan regulasi: POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.
- Pemenuhan kewajiban penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 18 September 2026, dengan recording date 26 Agustus 2026 dan pemanggilan rapat pada 27 Agustus 2026.
  - Basis: Hari/tanggal: Jumat, 18 September 2026; Pemegang saham berhak hadir jika tercatat pada 26 Agustus 2026 pukul 16.15 WIB; Pemanggilan rapat dimuat pada 27 Agustus 2026
- **Syarat pengajuan usulan mata acara** [explicit_fact, high]: Pemegang saham dapat mengajukan usulan mata acara jika mewakili minimal 1/20 (5%) dari seluruh saham dengan hak suara, dan usulan harus diterima Perseroan paling lambat 7 hari sebelum pemanggilan rapat.
  - Basis: mewakili paling sedikit 1/20 (satu per dua puluh) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara; disampaikan kepada, dan diterima oleh, Perseroan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum tanggal pemanggilan Rapat
- **Persentase minimal saham untuk usulan mata acara** [derived_calculation, high]: Minimal 1/20 dari seluruh saham dengan hak suara setara dengan 5% (1/20 = 0.05 = 5%).
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen: 'paling sedikit 1/20 (satu per dua puluh) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara'
  - Assumptions: Perhitungan sederhana: 1/20 = 0.05 = 5%
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya diselenggarakan untuk agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti rights issue, akuisisi, atau perubahan anggaran dasar. Namun, agenda spesifik belum diumumkan, sehingga jenis aksi belum dapat dipastikan.
  - Basis: RUPSLB diumumkan tanpa agenda spesifik dalam dokumen ini
  - Assumptions: RUPSLB kemungkinan membahas agenda yang membutuhkan keputusan pemegang saham
  - Caveats: Agenda RUPSLB baru akan diumumkan pada pemanggilan rapat tanggal 27 Agustus 2026

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB belum diumumkan; ketidakjelasan ini dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pemegang saham.
- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi spesifik, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal dalam dokumen ini.
- Tidak ada informasi mengenai persyaratan kuorum atau mekanisme pelaksanaan RUPSLB.

### Items to monitor

- Pemanggilan rapat pada 27 Agustus 2026 untuk mengetahui agenda RUPSLB.
- Pengumuman agenda RUPSLB dan potensi aksi korporasi.
- Perubahan struktur modal atau kebijakan dividen yang mungkin diumumkan.

---

## IATA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 5

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) (sebelumnya PT MNC Energy Investments Tbk) mengumumkan beberapa peristiwa penting yang mencerminkan transformasi korporasi dan potensi perubahan struktur kepemilikan. Pertama, pada 10 Agustus 2026, emiten meluncurkan logo baru sebagai bagian dari rebranding pasca perubahan nama perusahaan yang disetujui RUPST pada 22 Juni 2026. Kedua, pada 10 Agustus 2026, emiten menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang menunjukkan peningkatan free float dari 40,28% menjadi 44,09% dan penurunan kepemilikan PT Karya Pacific Investama dari 29.791 saham menjadi 1.786 saham. Ketiga, pada 13 Agustus 2026, emiten mengumumkan panggilan RUPO dan RUPSU untuk Obligasi Berkelanjutan I dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I (keduanya atas nama MNC Energy Investments) yang akan diselenggarakan pada 27 Agustus 2026, dengan agenda persetujuan waiver atas ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan terkait Pemegang Saham Utama dan kewajiban penyerahan dokumen perubahan Anggaran Dasar/pemegang saham utama. Peristiwa-peristiwa ini secara kolektif mengindikasikan adanya perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan dan pengendalian, serta upaya emiten untuk menyesuaikan ketentuan perjanjian utang dengan kondisi terkini. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi perubahan pengendali, peningkatan likuiditas saham, dan kepatuhan terhadap perjanjian perwaliamanatan.

### Material changes

- Peningkatan free float dari 40,28% menjadi 44,09% (LBRE per 31 Juli 2026).
- Penurunan kepemilikan PT Karya Pacific Investama dari 29.791 saham menjadi 1.786 saham.
- Peluncuran logo baru sebagai bagian dari rebranding pasca perubahan nama perusahaan.
- Perubahan pengendali menjadi Karya Pacific Group (disebut sebagai 'new controlling shareholder').
- Panggilan RUPO dan RUPSU untuk meminta persetujuan waiver atas ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan terkait Pemegang Saham Utama.

### Corporate actions

- Peluncuran logo baru (10 Agustus 2026) sebagai bagian dari transformasi identitas perusahaan.
- Perubahan nama perusahaan dari PT MNC Energy Investments Tbk menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk (disetujui RUPST 22 Juni 2026).
- Panggilan RUPO untuk Obligasi Berkelanjutan I MNC Energy Investments (27 Agustus 2026).
- Panggilan RUPSU untuk Sukuk Wakalah Berkelanjutan I MNC Energy Investments (27 Agustus 2026).

### Management / control changes

- Perubahan pengendali menjadi Karya Pacific Group (disebut sebagai 'new controlling shareholder' dalam siaran pers).
- Presiden Direktur: Suryo Eko Hadianto.
- Corporate Secretary: Andi Tenri Dala Fajar.

### Capital structure

- Jumlah saham beredar tetap 31.275.829.981 saham (tidak berubah).
- Free float meningkat dari 12.660.538.977 saham (40,28%) menjadi 13.852.358.043 saham (44,09%).
- Kepemilikan PT Karya Pacific Investama menurun dari 29.791 saham menjadi 1.786 saham.
- Kepemilikan pengendali tetap 52.000.000 saham (55,5% bulan ini; 50,5% bulan sebelumnya).
- Kepemilikan afiliasi tetap 4.526.200 saham (0,17%).
- Kepemilikan treasury tetap 1.192.700 saham (0,02%).
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris tetap 6.187.100 saham (0,02%).
- Jumlah saham dibatasi (lock-up) tetap 63.906.000 saham.
- Jumlah saham scripless meningkat dari 15.794.294.800 menjadi 17.358.086.300 saham.
- Jumlah saham warkat tetap 1.479.638 saham.

### Listing / regulatory

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek disampaikan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-V.2 tentang Free Float.
- Panggilan RUPO dan RUPSU untuk meminta persetujuan waiver atas ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan.
- Menunggu hasil evaluasi revisi RKAB dari Kementerian ESDM (regulasi sektor energi).

### Analytical scenarios

- **Peningkatan free float** [explicit_fact, high]: Free float meningkat dari 40,28% menjadi 44,09% berdasarkan LBRE per 31 Juli 2026.
  - Basis: Angka free float bulan ini 44,09% dan bulan sebelumnya 40,28%.
- **Penurunan kepemilikan PT Karya Pacific Investama** [explicit_fact, high]: Kepemilikan PT Karya Pacific Investama menurun dari 29.791 saham menjadi 1.786 saham.
  - Basis: Angka kepemilikan bulan ini 1.786 saham dan bulan sebelumnya 29.791 saham.
- **Peluncuran logo baru** [explicit_fact, high]: Emiten meluncurkan logo baru pada 10 Agustus 2026 sebagai bagian dari rebranding pasca perubahan nama.
  - Basis: Pengumuman tanggal 11 Agustus 2026.
- **Panggilan RUPO dan RUPSU** [explicit_fact, high]: RUPO dan RUPSU dijadwalkan pada 27 Agustus 2026 dengan agenda waiver Pasal 7.3 huruf c dan k angka (iii) Perjanjian Perwaliamanatan.
  - Basis: Pengumuman tanggal 13 Agustus 2026.
- **Perubahan free float dalam poin persentase** [derived_calculation, high]: Free float meningkat sebesar 3,81 poin persentase.
  - Basis: 44,09% - 40,28% = 3,81%
  - Assumptions: Angka persentase yang tertera akurat.
- **Penambahan jumlah saham free float** [derived_calculation, high]: Jumlah saham free float bertambah 1.191.819.066 saham.
  - Basis: 13.852.358.043 - 12.660.538.977 = 1.191.819.066
  - Assumptions: Angka yang tertera adalah jumlah saham free float.
- **Penurunan kepemilikan PT Karya Pacific Investama** [derived_calculation, high]: Kepemilikan PT Karya Pacific Investama menurun sebesar 28.005 saham.
  - Basis: 29.791 - 1.786 = 28.005
  - Assumptions: Angka yang tertera adalah jumlah saham yang dimiliki.
- **Rasio cadangan terhadap sumber daya batubara** [derived_calculation, high]: Rasio cadangan terhadap sumber daya total sekitar 48,1%.
  - Basis: 287.827.137 MT / 598.227.137 MT = 0,481
  - Assumptions: Menggunakan angka total dari siaran pers.
  - Caveats: Perhitungan sederhana, bukan indikator kualitas aset atau nilai perusahaan.
- **Penyebab peningkatan free float** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan free float yang signifikan mungkin disebabkan oleh penjualan saham oleh pemegang saham pengendali atau afiliasi, atau penerbitan saham baru yang tidak diambil oleh pemegang saham lama. Namun, tidak ada informasi eksplisit dalam laporan.
  - Basis: Perubahan jumlah saham free float dan persentase free float.
  - Assumptions: Tidak ada aksi korporasi lain yang mempengaruhi jumlah saham beredar.
  - Caveats: Laporan tidak menyebutkan penyebab perubahan free float.
- **Implikasi waiver pemegang saham utama** [analyst_hypothesis, low]: Permintaan waiver atas ketentuan terkait Pemegang Saham Utama dalam Perjanjian Perwaliamanatan dapat mengindikasikan adanya perubahan kepemilikan atau struktur pengendalian yang belum diungkapkan.
  - Basis: Agenda RUPSU/RUPO menyebutkan waiver Pasal 7.3 huruf c dan huruf k.
  - Assumptions: Waiver diminta karena kondisi tertentu yang belum dipenuhi.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai alasan waiver.
- **Dampak perubahan pengendali terhadap operasional** [analyst_hypothesis, low]: Dengan pengendali baru Karya Pacific Group, perusahaan berpotensi meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi melalui sinergi ekosistem, namun belum ada detail konkret mengenai target produksi atau investasi.
  - Basis: Pernyataan dukungan ekosistem Karya Pacific Group dalam siaran pers.
  - Assumptions: Sinergi akan terwujud sesuai pernyataan manajemen.
  - Caveats: Belum ada angka atau jadwal spesifik; hanya pernyataan kualitatif.

### Risks / uncertainties

- Hasil evaluasi revisi RKAB dari Kementerian ESDM belum keluar, dapat mempengaruhi rencana produksi 2026.
- Hasil RUPO dan RUPSU belum diketahui; persetujuan waiver tidak dijamin.
- Alasan spesifik permohonan waiver tidak dijelaskan.
- Perubahan identitas dan pengendali dapat menimbulkan ketidakpastian pasar.
- Nama-nama Direksi, Komisaris, dan pemegang saham utama tidak terbaca jelas pada dokumen LBRE.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah emisi obligasi/sukuk, nilai nominal, tingkat bunga, atau jatuh tempo.

### Items to monitor

- Hasil RUPO dan RUPSU pada 27 Agustus 2026, termasuk persetujuan waiver.
- Pengumuman resmi mengenai perubahan pemegang saham utama atau pengendali.
- Hasil evaluasi revisi RKAB dari Kementerian ESDM.
- Perubahan lebih lanjut dalam struktur kepemilikan, terutama kepemilikan PT Karya Pacific Investama.
- Kepatuhan terhadap Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-V.2 tentang Free Float.
- Potensi aksi korporasi lain seperti rights issue atau penerbitan saham baru.

---

## IKBI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 melalui surat pengantar No. 032/SIK-CS/VIII/2026 tanggal 14 Agustus 2026. Materi tersebut memuat profil perusahaan, susunan pengurus, struktur pemegang saham, ikhtisar keuangan FY2025 (tahun buku April-Maret), tinjauan operasional, dan prospek usaha. Manajemen menargetkan penjualan neto FY2026 sebesar US$266 juta. Realisasi FY2025 menunjukkan penurunan penjualan neto sekitar 12,1% dibanding FY2024, namun laba tahun berjalan meningkat sekitar 44,5%. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi/capex baru, atau perubahan struktur modal yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- Emiten: PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI), bergerak di industri kabel dan perlengkapan listrik.
- Jenis dokumen: Penyampaian Materi Public Expose Tahunan (surat pengantar dan lampiran materi).
- Nomor surat: 032/SIK-CS/VIII/2026, tanggal 14 Agustus 2026.
- Rencana Public Expose Tahunan diumumkan melalui Surat No. 028/SIK-CS/VIII/2026 tanggal 06 Agustus 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada 21 Agustus 2026.
- Struktur pemegang saham per Agustus 2026: Sumitomo Electric Industries, Ltd. Jepang 91,46%, masyarakat 8,54%.
- Susunan Dewan Komisaris periode 2026-2027: Komisaris Utama Michio Uchino, Komisaris Hidekazu Ikeda, Komisaris Independen Cahyadi Wijaya.
- Susunan Direksi periode 2026-2027: Direktur Utama Shinya Odajima, Senior Managing Director Sulim Herman Limbono, Direktur Satoshi Nishikawa, Direktur Tadanori Sano.
- Lini produksi Kabel Tegangan Menengah baru telah beroperasi massal sejak awal 2022.
- Target penjualan neto FY2026 sebesar US$266 juta.
- Prospek kabel listrik dan tegangan menengah di Indonesia tahun 2026 kuat, didorong perluasan jaringan, integrasi terbarukan, dan modernisasi infrastruktur.
- Sertifikasi: ISO 9001-2015, ISO 14001-2015, ISO 45001-2018, JIS, SMK3.

### Key financial figures

- **Penjualan Neto:** 230,498,385 (FY2025 (Apr-Mar))
- **Penjualan Neto:** 262,333,332 (FY2024 (Apr-Mar))
- **Penjualan Neto:** 247,785,585 (FY2023 (Apr-Mar))
- **Laba Bruto:** 19,081,599 (FY2025)
- **Laba Bruto:** 16,435,922 (FY2024)
- **Laba Bruto:** 19,901,846 (FY2023)
- **Laba Sebelum Pajak:** 10,547,998 (FY2025)
- **Laba Sebelum Pajak:** 7,278,486 (FY2024)
- **Laba Sebelum Pajak:** 9,604,936 (FY2023)
- **Laba Tahun Berjalan:** 8,270,024 (FY2025)
- **Laba Tahun Berjalan:** 5,721,760 (FY2024)
- **Laba Tahun Berjalan:** 7,524,401 (FY2023)
- **Total Penghasilan Komprehensif:** 8,773,183 (FY2025)
- **Total Penghasilan Komprehensif:** 5,953,033 (FY2024)
- **Total Penghasilan Komprehensif:** 7,532,208 (FY2023)
- **Laba per Saham Dasar:** 0.0068 (FY2025)
- **Laba per Saham Dasar:** 0.0047 (FY2024)
- **Laba per Saham Dasar:** 0.0061 (FY2023)
- **Aset Lancar:** 69,040,338 (Maret 2025)
- **Aset Tidak Lancar:** 42,495,050 (Maret 2025)
- **Total Aset:** 111,535,388 (Maret 2025)
- **Liabilitas Jangka Pendek:** 19,828,188 (Maret 2025)
- **Liabilitas Jangka Panjang:** 5,509,325 (Maret 2025)
- **Total Liabilitas:** 25,337,513 (Maret 2025)

### Expansion projects

- Lini produksi Kabel Tegangan Menengah baru telah beroperasi massal sejak awal 2022, diharapkan memperkuat daya saing di bisnis kabel domestik.

### Management / control changes

- Susunan Dewan Komisaris dan Direksi periode 2026-2027 telah ditetapkan: Komisaris Utama Michio Uchino, Komisaris Hidekazu Ikeda, Komisaris Independen Cahyadi Wijaya; Direktur Utama Shinya Odajima, Senior Managing Director Sulim Herman Limbono, Direktur Satoshi Nishikawa, Direktur Tadanori Sano.

### Capital structure

- Struktur pemegang saham per Agustus 2026: Sumitomo Electric Industries, Ltd. Jepang 91,46%, masyarakat 8,54%.

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Penurunan penjualan FY2025 vs FY2024** [derived_calculation, high]: Penjualan neto FY2025 sebesar US$230,5 juta turun sekitar 12,1% dibanding FY2024 (US$262,3 juta), dihitung dari (230,498,385 - 262,333,332) / 262,333,332.
  - Basis: Angka penjualan neto dari dokumen
  - Assumptions: Perhitungan sederhana menggunakan angka yang tersedia.
- **Peningkatan laba bersih FY2025 vs FY2024** [derived_calculation, high]: Laba tahun berjalan FY2025 sebesar US$8,27 juta meningkat sekitar 44,5% dibanding FY2024 (US$5,72 juta), dihitung dari (8,270,024 - 5,721,760) / 5,721,760.
  - Basis: Angka laba tahun berjalan dari dokumen
  - Assumptions: Perhitungan sederhana menggunakan angka yang tersedia.
- **Target penjualan FY2026 vs realisasi FY2025** [derived_calculation, high]: Target penjualan neto FY2026 sebesar US$266 juta, sekitar 15,4% lebih tinggi dari realisasi FY2025 (US$230,5 juta), dihitung dari (266 - 230,498) / 230,498.
  - Basis: Target penjualan dari dokumen; Realisasi FY2025
  - Assumptions: Perhitungan sederhana menggunakan angka yang tersedia.
- **Peningkatan profitabilitas di tengah penurunan penjualan** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan laba bersih FY2025 meskipun penjualan turun dapat mengindikasikan perbaikan margin atau efisiensi biaya, namun tidak ada rincian lebih lanjut dalam dokumen.
  - Basis: Data laba dan penjualan
  - Assumptions: Tidak ada data biaya rinci.
  - Caveats: Hanya hipotesis, perlu data pendukung.
- **Dampak target penjualan terhadap ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Target penjualan FY2026 yang lebih tinggi mungkin didukung oleh ekspansi lini kabel tegangan menengah dan prospek pasar yang kuat, namun tidak ada rincian kapasitas atau investasi tambahan.
  - Basis: Target penjualan; Prospek usaha
  - Assumptions: Asumsi pasar dan kapasitas.
  - Caveats: Tidak ada data kapasitas atau capex.

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi terkait target penjualan FY2026 yang belum tentu tercapai.
- Risiko fluktuasi harga bahan baku, meskipun manajemen menyebutkan strategi lindung nilai.
- Risiko perubahan kondisi pasar atau persaingan di segmen kabel.
- Risiko ketergantungan pada pemegang saham utama (Sumitomo Electric Industries) dengan kepemilikan 91,46%.

### Items to monitor

- Target penjualan FY2026 sebesar US$266 juta, lebih tinggi dari realisasi FY2025, dapat menjadi indikator optimisme manajemen terhadap prospek pasar.
- Kenaikan laba bersih FY2025 meskipun penjualan turun menunjukkan potensi perbaikan margin atau efisiensi biaya.
- Struktur kepemilikan yang didominasi Sumitomo Electric Industries (91,46%) dapat mempengaruhi likuiditas saham dan tata kelola.

---

## INDY

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Indika Energy Tbk (INDY) menerbitkan tiga pengumuman: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin dan menunjukkan tidak ada perubahan material pada struktur permodalan, kepemilikan, maupun free float; (2) dan (3) dua pengumuman pendirian anak usaha baru oleh anak perusahaan INDY, yaitu PT Tujuh Rasa Daya (TRADA) dan PT Tujuh Raya Dewi (TRADE), keduanya didirikan pada 12 Agustus 2026 dengan struktur kepemilikan identik (ILSS 51%, IMU 49%). Pendirian dua entitas baru ini menandai langkah diversifikasi usaha di luar pertambangan, khususnya di bidang logistik, perdagangan, dan kepelabuhan, namun emiten menyatakan tidak berdampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau struktur modal INDY yang dilaporkan.

### Material changes

- Pendirian dua anak usaha baru (TRADA dan TRADE) oleh anak perusahaan INDY (ILSS dan IMU) pada 12 Agustus 2026.
- Tidak ada perubahan pada jumlah saham beredar INDY (5.210.192.000 saham), kepemilikan direksi/komisaris, pemegang saham utama, treasury stock, atau free float per 31 Juli 2026.

### Key financial figures

- **Jumlah Saham Disetor Penuh:** 5.210.192.000 (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan Saham Direksi dan Komisaris:** 17.547.280 (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan PT Indika Inti Investindo:** 1.968.882.699 (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan PT Teladan Resources:** 1.463.155.591 (31 Juli 2026)
- **Jumlah Saham Treasury:** 7.500.000 (31 Juli 2026)
- **Free Float:** 27,71% (31 Juli 2026)
- **Jumlah Pemegang Saham:** 20.404 (31 Juli 2026)
- **Modal Dasar TRADA:** Rp130.000.000 (12 Agustus 2026)
- **Modal Dasar TRADE:** Rp130.000.000 (12 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Pendirian anak usaha baru PT Tujuh Rasa Daya (TRADA) oleh ILSS (51%) dan IMU (49%).
- Pendirian anak usaha baru PT Tujuh Raya Dewi (TRADE) oleh ILSS (51%) dan IMU (49%).

### Expansion projects

- Pendirian TRADA dan TRADE dengan kegiatan usaha di bidang konsultasi manajemen, perdagangan besar, angkutan multimoda, angkutan barang, dan pelayanan kepelabuhan laut. Tidak ada informasi mengenai capex, kapasitas, pendanaan, fase, atau milestone operasional.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau kegiatan usaha utama INDY yang dilaporkan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal INDY; jumlah saham beredar tetap 5.210.192.000 saham.
- Struktur kepemilikan TRADA dan TRADE: ILSS 51% (663 saham, Rp66.300.000), IMU 49% (637 saham, Rp63.700.000), total 1.300 saham, Rp130.000.000.
- ILSS dan IMU adalah anak perusahaan yang lebih dari 99% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh INDY.

### Listing / regulatory

- Pengesahan Kementerian Hukum RI untuk TRADA: No. AHU-0065261.AH.01.01 tanggal 12 Agustus 2026.
- Pengesahan Kementerian Hukum RI untuk TRADE: No. AHU-0065255.AH.01.01 tanggal 12 Agustus 2026.
- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi INDY.

### Analytical scenarios

- **Pendirian TRADA dan TRADE** [explicit_fact, high]: TRADA dan TRADE didirikan oleh ILSS (51%) dan IMU (49%) dengan total modal masing-masing Rp130.000.000.
  - Basis: Struktur kepemilikan TRADA dan TRADE pada pengumuman 059 dan 061.
- **Kepemilikan tidak langsung INDY** [explicit_fact, high]: ILSS dan IMU adalah anak perusahaan yang lebih dari 99% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh INDY.
  - Basis: Pernyataan dalam pengumuman 059 dan 061.
- **Nilai nominal per saham TRADA dan TRADE** [derived_calculation, high]: Nilai nominal per saham adalah Rp100.000, dihitung dari total nilai saham Rp130.000.000 dibagi 1.300 saham.
  - Basis: Total nilai saham Rp130.000.000; Jumlah saham 1.300
  - Assumptions: Semua saham memiliki nilai nominal yang sama.
- **Kepemilikan efektif INDY di TRADA dan TRADE** [derived_calculation, medium]: Karena ILSS dan IMU dimiliki >99% secara tidak langsung oleh INDY, kepemilikan efektif INDY di TRADA dan TRADE diperkirakan sekitar 99% (dengan asumsi kepemilikan tepat 99% pada masing-masing anak). Perhitungan: 51% x 99% + 49% x 99% = 99%.
  - Basis: Persentase kepemilikan ILSS dan IMU di TRADA/TRADE (51% dan 49%); Klaim bahwa >99% saham ILSS dan IMU dimiliki tidak langsung oleh INDY
  - Assumptions: Kepemilikan ILSS dan IMU oleh INDY diasumsikan tepat 99% untuk perhitungan.
  - Caveats: Angka pasti kepemilikan tidak diungkapkan; hanya disebut 'lebih dari 99%'.
- **Motivasi diversifikasi** [analyst_hypothesis, medium]: Pendirian TRADA dan TRADE dengan kegiatan usaha logistik, perdagangan, dan kepelabuhan dapat menjadi langkah untuk memperluas bisnis di luar pertambangan, sejalan dengan pernyataan emiten tentang strategi diversifikasi.
  - Basis: Kegiatan usaha TRADA dan TRADE (KBLI 70209, 46100, 52291, 49231, 52221); Pernyataan emiten tentang strategi diversifikasi
  - Assumptions: TRADA dan TRADE akan beroperasi sesuai dengan KBLI yang tercantum.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai rencana operasional atau kontribusi finansial.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang diidentifikasi dari laporan bulanan registrasi pemegang efek.
- Dampak pendirian TRADA dan TRADE terhadap laporan keuangan konsolidasi belum dapat diukur karena entitas baru didirikan dan belum memiliki operasi.
- Kegiatan usaha TRADA dan TRADE yang beragam memerlukan perizinan tambahan yang belum disebutkan.

### Items to monitor

- Perkembangan operasional dan pendapatan TRADA dan TRADE.
- Potensi pendanaan atau investasi tambahan untuk TRADA dan TRADE.
- Perubahan free float atau struktur kepemilikan INDY pada laporan bulanan berikutnya.
- Kepatuhan terhadap persyaratan pencatatan dan regulasi terkait pendirian anak usaha.

---

## INKP

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10-15 Agustus 2026, INKP menerbitkan dua pengumuman: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin dan menunjukkan struktur kepemilikan stabil tanpa perubahan material; (2) Informasi Tambahan serta Perubahan dan/atau Tambahan Informasi dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) yang mencakup tiga instrumen utang: Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III (maks. Rp2 triliun), Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap III (maks. Rp1,5 triliun), dan Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II (maks. USD25 juta). Pengumuman kedua bersifat administratif dan merujuk pada POJK No.36/POJK.04/2014, namun memuat rincian struktur emisi, jadwal, penggunaan dana, peringkat, dan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit per 30 Juni 2026. Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau ekspansi aset yang diungkapkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada aktivitas pendanaan signifikan melalui penerbitan surat utang baru yang ditujukan untuk refinancing dan modal kerja, serta transaksi afiliasi terkait underlying asset sukuk.

### Material changes

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (tetap 5.470.982.941 saham) per 31 Juli 2026.
- Tidak ada treasury stock (0 saham) per 31 Juli 2026.
- Tidak ada perubahan susunan Direksi dan Komisaris per 31 Juli 2026.
- PT APP Purinusa Ekapersada tetap sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 58,3103% per 31 Juli 2026.
- Free float mengalami perubahan kecil dari 40,06% (bulan sebelumnya) menjadi 40,08% (bulan ini), kenaikan 0,02%.
- Rencana penerbitan utang baru melalui PUB: Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III (maks. Rp2 triliun), Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap III (maks. Rp1,5 triliun), dan Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II (maks. USD25 juta).

### Key financial figures

- **Jumlah saham beredar:** 5.470.982.941 saham (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan PT APP Purinusa Ekapersada:** 3.190.144.498 saham (58,3103%) (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan Masyarakat (KSEI):** 2.200.509.391 saham (40,2215%) (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan Masyarakat (non-KSEI):** 80.329.052 saham (1,4683%) (31 Juli 2026)
- **Treasury stock:** 0 saham (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan Direksi dan Komisaris:** 226.800 saham (0,0041%) (31 Juli 2026)
- **Free float:** 40,08% (bulan ini), 40,06% (bulan sebelumnya) (31 Juli 2026)
- **Jumlah pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III:** Rp2.000.000.000.000 (2026)
- **Jumlah pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap III:** Rp1.500.000.000.000 (2026)
- **Jumlah pokok Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II:** USD25.000.000 (2026)
- **Total aset:** USD13.249.280 ribu (30 Juni 2026 (tidak diaudit))
- **Total liabilitas:** USD6.056.637 ribu (30 Juni 2026 (tidak diaudit))
- **Total ekuitas:** USD7.192.643 ribu (30 Juni 2026 (tidak diaudit))
- **Penjualan neto:** USD1.700.390 ribu (6 bulan berakhir 30 Juni 2026 (tidak diaudit))
- **Laba neto:** USD372.354 ribu (6 bulan berakhir 30 Juni 2026 (tidak diaudit))
- **Kas dan setara kas:** USD726.665 ribu (30 Juni 2026 (tidak diaudit))

### Corporate actions

- Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026 (maks. Rp2 triliun)
- Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2026 (maks. Rp1,5 triliun)
- Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2026 (maks. USD25 juta)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan Direksi dan Komisaris yang teridentifikasi pada laporan per 31 Juli 2026.
- PT APP Purinusa Ekapersada tetap sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 58,3103% per 31 Juli 2026.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (tetap 5.470.982.941 saham) per 31 Juli 2026.
- Tidak ada treasury stock (0 saham) per 31 Juli 2026.
- Rencana penerbitan utang baru melalui PUB: obligasi, sukuk, dan obligasi USD.
- Penggunaan dana untuk pembayaran pokok utang dan modal kerja.
- Pembelian kembali obligasi/sukuk dimungkinkan setelah 1 tahun sejak penjatahan.
- Transaksi afiliasi: penjualan kertas industri ke PT Cakrawala Mega Indah sebagai underlying asset sukuk.

### Listing / regulatory

- Pencatatan obligasi, sukuk, dan obligasi USD di Bursa Efek Indonesia pada 4 September 2026.
- Peringkat obligasi: idA+ (PEFINDO) dan irAA (KRI); sukuk: idA+(sy) dan irAA(sy).
- Pernyataan kesesuaian syariah dari Tim Ahli Syariah tanggal 13 Agustus 2026.
- Pemenuhan ketentuan POJK No. 7/2017 dan POJK No. 49/2020 terkait pemeringkatan.
- Pengumuman merujuk pada POJK No.36/POJK.04/2014.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan stabil** [explicit_fact, high]: Per 31 Juli 2026, PT APP Purinusa Ekapersada memiliki 58,3103% saham, masyarakat (KSEI) 40,2215%, masyarakat (non-KSEI) 1,4683%, dan direksi/komisaris 0,0041%. Tidak ada treasury stock.
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026
- **Rencana PUB tiga instrumen utang** [explicit_fact, high]: INKP merencanakan PUB dengan total maksimum Rp2 triliun (obligasi), Rp1,5 triliun (sukuk), dan USD25 juta (obligasi USD). Struktur emisi mencakup Seri A dan Seri B dengan bunga/nisbah berbeda, serta sisa best effort.
  - Basis: Pengumuman 20260813212426-072/IKPP-DIR/VIII/2026_id-id
- **Penggunaan dana** [explicit_fact, high]: Dana sukuk Rp1 triliun untuk bayar pokok utang, sisanya modal kerja; dana obligasi Rp1,4 triliun untuk bayar sebagian utang Rupiah, sisanya modal kerja; dana obligasi USD USD7,864 juta untuk bayar sebagian utang USD, sisanya modal kerja.
  - Basis: Pengumuman 20260813212426-072/IKPP-DIR/VIII/2026_id-id
- **Perubahan free float** [derived_calculation, high]: Free float bulan ini 40,08% dibandingkan bulan sebelumnya 40,06%, terjadi kenaikan 0,02%.
  - Basis: Angka free float dari laporan bulanan registrasi pemegang efek
  - Assumptions: Angka free float yang tertera pada laporan dianggap akurat.
  - Caveats: Perubahan free float kecil dan tidak dijelaskan penyebabnya dalam laporan.
- **Total dana maksimum yang dihimpun dari ketiga instrumen** [derived_calculation, medium]: Total maksimum dana yang ditawarkan pada tahap ini adalah Rp2 triliun + Rp1,5 triliun + USD25 juta. Dengan asumsi kurs Rp17.195/USD, total maksimum sekitar Rp3,93 triliun.
  - Basis: Rp2.000.000.000.000 (obligasi); Rp1.500.000.000.000 (sukuk); USD25.000.000 x Rp17.195 = Rp429.875.000.000
  - Assumptions: Kurs USD/IDR = 17.195 (dari dokumen)
  - Caveats: Nilai USD25 juta adalah maksimum, realisasi bisa lebih rendah
- **Rasio penjualan ke CMI terhadap target kontrak** [derived_calculation, high]: Penjualan ke CMI per 30 Juni 2026 sebesar USD448,28 juta, atau sekitar Rp7,71 triliun. Target kontrak tahunan Rp1,43 triliun, sehingga penjualan aktual jauh melampaui target.
  - Basis: Penjualan 30 Juni 2026: USD448.283.850; Ekuivalen Rp7.708.041.688.175; Target kontrak: Rp1.426.214.711.428
  - Assumptions: Kurs yang digunakan adalah 17.195
- **Risiko likuiditas obligasi** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen menyebut risiko tidak likuidnya obligasi karena tujuan investasi jangka panjang. Ini dapat mempengaruhi harga pasar sekunder.
  - Basis: Pernyataan risiko utama: 'Risiko tidak likuidnya obligasi...'
  - Caveats: Hanya pernyataan risiko, bukan indikasi aktual
- **Potensi dampak refinancing terhadap leverage** [analyst_hypothesis, low]: Penggunaan dana untuk pembayaran pokok utang dapat menurunkan leverage, namun penerbitan utang baru juga menambah liabilitas. Dampak bersih terhadap struktur modal tidak dapat dihitung tanpa data utang yang lebih rinci.
  - Basis: Penggunaan dana untuk pembayaran pokok utang dan modal kerja
  - Assumptions: Tidak ada perubahan ekuitas signifikan
  - Caveats: Data utang lengkap tidak tersedia dalam pengumuman

### Risks / uncertainties

- Risiko fluktuasi harga pulp dan kertas di pasar internasional
- Risiko tidak likuidnya obligasi/sukuk
- Risiko gagal bayar jika CMI tidak memenuhi komitmen pembelian
- Risiko perubahan peraturan atau kondisi pasar
- Risiko nilai tukar USD/IDR
- Tidak ada penyisihan dana untuk pelunasan Sukuk Mudharabah, yang dapat menjadi risiko likuiditas saat jatuh tempo.
- Obligasi USD tidak dijamin dengan jaminan khusus, sehingga pemegang obligasi memiliki risiko yang sama dengan kreditur unsecured lainnya.
- Penerbitan obligasi secara Best Effort dapat mengakibatkan dana yang terkumpul tidak sesuai target.
- Rasio Debt Service Coverage Ratio (DSCR) pada 30 Juni 2026 sebesar 0,35x, di bawah persyaratan minimum 1x-1,1x untuk perbankan, meskipun manajemen menyatakan seluruh rasio telah dipenuhi.
- Risiko geopolitik dan konflik Timur Tengah dapat mempengaruhi perekonomian global dan prospek usaha
- Risiko volatilitas harga energi dan pangan, tekanan nilai tukar, arus modal global
- Risiko tidak terjualnya efek yang ditawarkan secara best effort
- Risiko keterlambatan pencatatan efek di bursa
- Risiko perubahan kondisi pasar yang mempengaruhi likuiditas

### Items to monitor

- Hasil penjatahan dan realisasi dana dari masing-masing instrumen PUB (apakah mencapai maksimum atau lebih rendah).
- Pencatatan obligasi, sukuk, dan obligasi USD di BEI pada 4 September 2026.
- Pembayaran bunga/bagi hasil pertama pada 3 Desember 2026.
- Kepatuhan terhadap rasio keuangan yang dipersyaratkan, terutama DSCR yang tercatat 0,35x per 30 Juni 2026.
- Perkembangan transaksi afiliasi dengan PT Cakrawala Mega Indah terkait underlying asset sukuk.
- Perubahan free float atau struktur kepemilikan pada laporan bulanan berikutnya.
- Ketersediaan laporan keuangan lengkap per 30 Juni 2026 yang tidak diaudit.

---

## INTP

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melaporkan perubahan anggota Direksi pada entitas anaknya, PT Tarabatuh Manunggal (TBM), efektif 14 Agustus 2026. Mochammad Nur digantikan oleh Purwoto sebagai Direktur, dengan alasan restrukturisasi organisasi. Direktur Utama Jimmy Dharmawan Lokantara dan Direktur Zulkifly Mahda Latuconsina tetap menjabat. Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Tidak ada angka keuangan, nilai transaksi, atau perubahan struktur modal yang disebutkan.

### Material changes

- Perubahan anggota Direksi PT Tarabatuh Manunggal (entitas anak INTP) efektif 14 Agustus 2026.
- Sebelumnya: Direktur Utama Jimmy Dharmawan Lokantara, Direktur Zulkifly Mahda Latuconsina, Direktur Mochammad Nur.
- Saat ini: Direktur Utama Jimmy Dharmawan Lokantara, Direktur Zulkifly Mahda Latuconsina, Direktur Purwoto.
- Penyebab perubahan: restrukturisasi organisasi.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Management / control changes

- Perubahan anggota Direksi PT Tarabatuh Manunggal: Mochammad Nur digantikan oleh Purwoto sebagai Direktur.
- Direktur Utama dan Direktur lainnya tidak berubah.
- Alasan perubahan: restrukturisasi organisasi.

### Listing / regulatory

- Pelaporan sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Laporan Informasi atau Fakta Material.

### Analytical scenarios

- **Perubahan direksi anak usaha** [explicit_fact, high]: PT Tarabatuh Manunggal, entitas anak INTP, mengalami perubahan anggota direksi: Mochammad Nur digantikan oleh Purwoto sebagai Direktur, sementara Direktur Utama dan Direktur lainnya tetap. Perubahan ini terjadi pada 14 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Sebelumnya: Direktur: Mochammad Nur' dan 'Saat ini: Direktur: Purwoto'.; Dokumen menyatakan 'Penyebab perubahan anggota Direksi: Restrukturisasi organisasi'.
- **Klaim dampak nihil** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan bahwa perubahan direksi TBM tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha INTP.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik: Tidak ada.'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim manajemen emiten, bukan hasil analisis independen.
- **Potensi dampak restrukturisasi organisasi** [analyst_hypothesis, low]: Restrukturisasi organisasi di anak usaha dapat menjadi bagian dari upaya efisiensi atau perubahan arah strategis, namun dokumen tidak memberikan rincian lebih lanjut.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 'restrukturisasi organisasi' sebagai penyebab perubahan direksi.
  - Assumptions: Restrukturisasi organisasi sering kali bertujuan untuk meningkatkan efektivitas atau efisiensi operasional.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai tujuan atau cakupan restrukturisasi.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang diidentifikasi dalam dokumen.

---

## IPCC

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menerbitkan dua pengumuman yang merupakan bagian dari rangkaian proses RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) terkait perubahan susunan pengurus. Pengumuman pertama (12 Agustus) adalah pemanggilan RUPSLB yang dijadwalkan pada 3 September 2026, dengan agenda tunggal perubahan susunan pengurus, dan mengungkapkan adanya pengunduran diri anggota Direksi yang telah disampaikan ke OJK pada 26 Juni 2026. Pengumuman kedua (14 Agustus) adalah penyampaian bukti publikasi iklan pemanggilan RUPSLB ke OJK, yang mengonfirmasi bahwa pemanggilan telah dipublikasikan di tiga kanal (situs web Perseroan, BEI, dan KSEI). Secara korporasi, perubahan ini penting karena menyangkut tata kelola dan arah strategi perusahaan, namun detail identitas, jabatan, dan tanggal efektif belum diungkapkan, sehingga dampaknya belum dapat dinilai.

### Material changes

- Pengunduran diri anggota Direksi IPCC telah disampaikan kepada OJK pada 26 Juni 2026, namun identitas dan efektivitas belum diungkapkan.
- RUPSLB dijadwalkan pada 3 September 2026 dengan agenda tunggal perubahan susunan pengurus perseroan.
- Pemanggilan RUPSLB telah dipublikasikan di tiga kanal: situs web Perseroan, BEI, dan KSEI.

### Corporate actions

- Perubahan susunan pengurus perseroan (agenda RUPSLB) - aktual/potensial, detail belum diungkapkan.

### Management / control changes

- Pengunduran diri anggota Direksi telah disampaikan ke OJK pada 26 Juni 2026, akan dibahas dalam RUPSLB.
- Agenda RUPSLB adalah perubahan susunan pengurus, namun nama, jabatan, dan tanggal efektif belum diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB secara elektronik sesuai POJK 14 Tahun 2025.
- Kewajiban pemanggilan RUPSLB berdasarkan POJK 15/POJK.04/2020.
- Penyampaian bukti publikasi iklan pemanggilan RUPSLB kepada OJK sesuai POJK 15/POJK.04/2020 dan POJK 14 Tahun 2025.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 3 September 2026 pukul 14:00 WIB di kantor pusat IPCC, dengan recording date 11 Agustus 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: 03 September 2026, 14:00; Tanggal DPS: 11 Agustus 2026
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda tunggal RUPSLB adalah perubahan susunan pengurus perseroan.
  - Basis: Agenda 1: Perubahan Susunan Pengurus Perseroan
- **Pengunduran diri Direksi** [explicit_fact, high]: Terdapat pengunduran diri anggota Direksi yang telah disampaikan kepada OJK melalui surat tanggal 26 Juni 2026.
  - Basis: Surat Pemanggilan RUPSLB, butir 1 huruf e; Surat Nomor: HM.03.06/26/6/1/SKPR/SKPR/IKT-26 tanggal 26 Juni 2026
- **Publikasi pemanggilan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Bukti publikasi pemanggilan RUPSLB telah disampaikan pada tiga kanal: situs web Perseroan, situs web BEI, dan situs web KSEI.
  - Basis: Bukti publikasi pada halaman 3, 4, dan 5 dokumen
- **Potensi perubahan pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan pengurus dapat mencakup pengangkatan/pemberhentian direksi atau komisaris, namun detail belum diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda RUPSLB hanya menyebutkan perubahan susunan pengurus tanpa rincian
  - Assumptions: Perubahan pengurus dapat meliputi direksi dan/atau komisaris
  - Caveats: Belum ada informasi spesifik mengenai nama, jabatan, atau tanggal efektif
- **Agenda RUPSLB terkait pengunduran diri** [analyst_hypothesis, medium]: RUPSLB kemungkinan akan membahas agenda terkait pengunduran diri anggota Direksi dan/atau pengangkatan pengganti, namun agenda resmi belum diungkap dalam dokumen ini.
  - Basis: Adanya surat pengunduran diri anggota Direksi dan rencana RUPSLB
  - Assumptions: RUPSLB diselenggarakan untuk merespons pengunduran diri tersebut
  - Caveats: Agenda RUPSLB tidak tercantum dalam dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Detail perubahan susunan pengurus (nama, jabatan, tanggal efektif) tidak diungkapkan.
- Identitas anggota Direksi yang mengundurkan diri tidak disebutkan dalam dokumen.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan pengurus terhadap operasional atau strategi perusahaan.
- Tidak ada informasi keuangan atau aksi korporasi lain dalam dokumen.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 3 September 2026, termasuk nama-nama pengurus baru dan tanggal efektif.
- Pengumuman resmi mengenai identitas anggota Direksi yang mengundurkan diri.
- Potensi perubahan strategi atau operasional setelah perubahan pengurus.
- Kepatuhan terhadap POJK 15/POJK.04/2020 dan POJK 14 Tahun 2025.

---

## IPCM

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menerbitkan dua pengumuman: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin dan menunjukkan tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham, kepemilikan pengendali, atau jumlah saham beredar; dan (2) Pemberitahuan Rencana RUPSLB yang dijadwalkan pada 23 September 2026, dengan agenda yang belum diumumkan. Pengumuman RUPSLB menjadi penting karena berpotensi memuat aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, meskipun detail agenda belum tersedia. Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau struktur modal yang teridentifikasi.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham, kepemilikan pengendali, atau jumlah saham beredar per 31 Juli 2026.
- Rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 23 September 2026, dengan agenda yang belum diumumkan.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan pada 23 September 2026; agenda belum diumumkan, potensi aksi korporasi tidak dapat diidentifikasi dari pengumuman ini.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan Direksi atau Komisaris yang teridentifikasi.
- Tidak ada perubahan pemegang saham pengendali (PT Pelindo Maritim dan PT Pelabuhan Indonesia).

### Capital structure

- Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh: 4.633.056.000 saham (konsisten).
- Jumlah saham tercatat di BEI: 5.284.811.100 saham (konsisten).
- Treasury stock: 0 saham.
- Kepemilikan publik: 12,33% (651.755.100 saham), konsisten.

### Listing / regulatory

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek disampaikan sesuai ketentuan III.1.4 Peraturan Nomor I-E.
- RUPSLB akan diselenggarakan secara elektronik melalui eASY.KSEI sesuai POJK No. 14 Tahun 2025.
- Pemanggilan RUPS mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 23 September 2026, dengan DPS pada 31 Agustus 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Rabu, 23 September 2026, 10:00; Tanggal DPS: 31 Agustus 2026
- **Mata acara belum diumumkan** [explicit_fact, high]: Mata acara RUPSLB belum diumumkan; akan diumumkan pada saat pemanggilan RUPS tanggal 1 September 2026.
  - Basis: Dokumen menyatakan pemanggilan RUPS beserta mata acaranya akan diumumkan pada 1 September 2026
- **Batas pengajuan usulan mata acara** [explicit_fact, high]: Pemegang saham dapat mengajukan usulan mata acara RUPS paling lambat 25 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen menyatakan usulan diterima paling lambat 7 hari kalender sebelum pemanggilan, yaitu 25 Agustus 2026
- **Penyelenggaraan elektronik** [explicit_fact, high]: RUPSLB akan diselenggarakan secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI, sesuai POJK No. 14 Tahun 2025.
  - Basis: Dokumen menyebutkan rapat diselenggarakan secara elektronik melalui eASY.KSEI
- **Kepemilikan publik** [derived_calculation, high]: Kepemilikan publik dihitung sebagai jumlah saham publik dibagi total saham tercatat: 651.755.100 / 5.284.811.100 = 12,33%.
  - Basis: Jumlah saham publik: 651.755.100 (dari lampiran 1); Total saham tercatat: 5.284.811.100 (dari lampiran 1)
  - Assumptions: Total saham tercatat adalah penyebut untuk kepemilikan publik.
- **Kepemilikan pengendali** [derived_calculation, high]: Kepemilikan PT Pelindo Maritim dihitung sebagai 4.063.504.600 / 5.284.811.100 = 76,89%.
  - Basis: Jumlah saham PT Pelindo Maritim: 4.063.504.600 (dari laporan utama); Total saham tercatat: 5.284.811.100 (dari lampiran 1)
  - Assumptions: Total saham tercatat adalah penyebut untuk kepemilikan.
- **Kepemilikan direksi dan komisaris** [derived_calculation, high]: Kepemilikan Dewi Ariyani (Komisaris) dihitung sebagai 387.600 / 5.284.811.100 = 0,0073% (dibulatkan menjadi 0,01%). Kepemilikan Shanti Puruhita (Direksi) dihitung sebagai 1.072.100 / 5.284.811.100 = 0,0203% (dibulatkan menjadi 0,02%).
  - Basis: Jumlah saham Dewi Ariyani: 387.600 (dari laporan utama); Jumlah saham Shanti Puruhita: 1.072.100 (dari laporan utama); Total saham tercatat: 5.284.811.100 (dari lampiran 1)
  - Assumptions: Total saham tercatat adalah penyebut untuk kepemilikan.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Karena ini adalah RUPSLB, kemungkinan terdapat agenda aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penerbitan saham baru, atau transaksi material. Namun, dokumen ini tidak menyebutkan agenda spesifik, sehingga ini hanya hipotesis.
  - Basis: Perihal: Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Agenda tidak diungkapkan dalam dokumen ini; informasi lebih lanjut diperlukan.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam pengumuman, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas tidak dapat diidentifikasi.
- Laporan bulanan hanya mencakup posisi per 31 Juli 2026; perubahan setelah tanggal tersebut tidak tercakup.
- Data yang diekstraksi dari PDF mungkin tidak lengkap atau memiliki kesalahan OCR, terutama pada angka dan nama pihak.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPS pada 1 September 2026 untuk mengetahui agenda RUPSLB.
- Pengumuman hasil RUPSLB pada 23 September 2026.
- Perubahan struktur kepemilikan atau modal setelah 31 Juli 2026.

---

## IRSX

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) melaporkan informasi material berupa Perjanjian Pinjam Pakai aset kantor kepada PT Lumino Digital Kreativ (LDK) tertanggal 11 Agustus 2026, berlaku hingga 31 Desember 2027. Nilai transaksi dinyatakan Rp0 dan emiten mengklaim transaksi dikecualikan dari kewajiban POJK 42/2020 karena nilainya di bawah ambang batas. Dampak terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan (diisi '-').

### Material changes

- Perjanjian Pinjam Pakai tertanggal 11 Agustus 2026, No. 087A/PP/FGN-LDK/VIII/2026, dibuat di bawah tangan antara PT Folago Global Nusantara Tbk (Perseroan) dan PT Lumino Digital Kreativ (LDK).
- Perseroan meminjamkan aset berupa kantor kepada LDK.
- Jangka waktu pinjam pakai sejak penandatanganan perjanjian (11 Agustus 2026) sampai dengan 31 Desember 2027.
- Nilai transaksi dinyatakan Rp0 (nol Rupiah) karena berbentuk pinjam pakai.
- Emiten mengklaim transaksi dikecualikan dari Pasal 3 dan 4 POJK 42/2020 karena nilai transaksi di bawah Rp5.000.000.000 atau 0,5% modal ditempatkan dan disetor, mana yang lebih kecil.
- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan dengan tanda '-' (tidak dijelaskan).

### Key financial figures

- **Nilai transaksi:** 0 (11 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Perjanjian Pinjam Pakai aset kantor kepada pihak lain (PT Lumino Digital Kreativ) - transaksi aset non-material

### Listing / regulatory

- Pengecualian dari kewajiban POJK 42/2020 (Pasal 3 dan 4) berdasarkan klaim emiten

### Analytical scenarios

- **Perjanjian Pinjam Pakai** [explicit_fact, high]: Perseroan meminjamkan aset kantor kepada LDK berdasarkan perjanjian tertanggal 11 Agustus 2026, No. 087A/PP/FGN-LDK/VIII/2026, berlaku hingga 31 Desember 2027.
  - Basis: Uraian informasi material: 'Perseroan meminjamkan aset berupa kantor kepada LDK untuk jangka waktu sejak ditandatanganinya perjanjian ini sampai dengan 31 Desember 2027.'
- **Nilai transaksi dan pengecualian POJK** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi dinyatakan Rp0 karena berbentuk pinjam pakai. Emiten mengklaim transaksi dikecualikan dari Pasal 3 dan 4 POJK 42/2020 karena nilai transaksi di bawah Rp5 miliar atau 0,5% modal ditempatkan dan disetor, mana yang lebih kecil.
  - Basis: Lampiran: 'Nilai Sehubungan dengan bentuk perjanjian berupa pinjam pakai maka nilai transaksi sebesar Rp0 (nol Rupiah).'; Lampiran: 'Sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf B POJK 42/2020, maka Transaksi ini dikecualikan daripada pemenuhan Pasal 3 dan Pasal 4 POJK 42/2020 dikarenakan nilai transaksi dibawah Rp5.000.000.000 (lima miliar Rupiah) atau 0,5% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan mana yang lebih kecil.'
  - Caveats: Klaim emiten, perlu verifikasi kepatuhan terhadap ketentuan POJK.
- **Ambang batas 0,5% modal** [derived_calculation, high]: Nilai transaksi Rp0 jelas di bawah Rp5 miliar, sehingga pengecualian berlaku tanpa perlu menghitung 0,5% modal.
  - Basis: Nilai transaksi Rp0; Ambang batas Rp5.000.000.000
  - Assumptions: Nilai transaksi yang dilaporkan akurat
- **Sifat transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Perjanjian pinjam pakai (loan-for-use) atas aset kantor tanpa kompensasi yang disebutkan dapat mengindikasikan hubungan afiliasi atau kerja sama operasional antara Perseroan dan LDK, namun tidak ada informasi mengenai hubungan afiliasi atau nilai transaksi dalam dokumen.
  - Basis: Jenis transaksi adalah 'Perjanjian Pinjam Pakai' dan tidak ada nilai atau imbalan yang disebutkan.
  - Assumptions: Tidak ada kompensasi karena tidak disebutkan dalam dokumen.
  - Caveats: Tidak ada bukti hubungan afiliasi atau nilai transaksi; ini hanya spekulasi.
- **Dampak transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Pinjam pakai tanpa nilai mungkin tidak berdampak material pada keuangan, tetapi dapat memengaruhi penggunaan aset dan hubungan afiliasi.
  - Basis: Nilai transaksi Rp0; Objek aset kantor
  - Assumptions: Tidak ada imbalan tersembunyi
  - Caveats: Belum ada informasi tambahan mengenai dampak operasional atau strategis.

### Risks / uncertainties

- Dampak transaksi terhadap kondisi keuangan dan operasional tidak dijelaskan (kolom dampak diisi '-').
- Tidak ada informasi mengenai nilai aset, kompensasi, atau hubungan antara para pihak.
- Perjanjian dibuat di bawah tangan, sehingga kekuatan hukumnya mungkin lebih rendah dibandingkan akta notaris.
- Tidak ada rincian mengenai hubungan afiliasi spesifik antara Perseroan dan LDK.
- Lokasi dan nilai buku aset kantor yang dipinjamkan tidak disebutkan.
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan pemegang saham atau dampak terhadap laporan keuangan.

### Items to monitor

- Transaksi pinjam pakai aset kantor tanpa nilai dapat memengaruhi penggunaan aset dan potensi konflik kepentingan, namun dampak keuangan tidak dijelaskan.
- Pengecualian dari POJK 42/2020 perlu diverifikasi kepatuhannya oleh regulator.

---

## ISAT

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10-15 Agustus 2026, PT Indosat Tbk (ISAT) tidak melakukan aksi korporasi baru, melainkan menyampaikan tiga pengumuman yang bersifat rutin dan kepatuhan. Pertama, pada 10 Agustus 2026, ISAT mengumumkan kesiapan dana untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap IV Tahun 2016 Seri E sebesar Rp201 miliar dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap IV Tahun 2016 Seri D sebesar Rp54 miliar, yang jatuh tempo pada 2 September 2026. Kedua, pada hari yang sama, ISAT menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026, yang menunjukkan tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan, dengan Ooredoo Hutchison Asia Pte. Ltd. tetap sebagai pengendali dengan 65,644% saham. Ketiga, pada 12 Agustus 2026, ISAT mengumumkan informasi pelunasan efek yang mengkonfirmasi nilai pokok dan jatuh tempo yang sama, serta menambahkan rincian tingkat bunga obligasi Seri E sebesar 9,15% dan angka bagi hasil/ijarah sukuk Seri D sebesar Rp4,941 miliar. Pentingnya secara korporasi: pengumuman ini menegaskan komitmen ISAT dalam memenuhi kewajiban utang tepat waktu, yang merupakan indikator kesehatan finansial, serta menunjukkan stabilitas struktur modal dan kepemilikan tanpa perubahan signifikan.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan, pengendali, direksi/komisaris, atau modal disetor selama periode ini.
- Free float mengalami perubahan kecil dari 5.265.279.920 lembar menjadi 5.265.284.120 lembar (selisih 4.200 lembar), namun persentase tetap 16,33%.
- Tidak ada aksi korporasi baru; hanya kewajiban pembayaran utang yang dijadwalkan.

### Key financial figures

- **Pokok obligasi Seri E yang akan dilunasi:** 201.000.000.000 (jatuh tempo 2 September 2026)
- **Pokok sukuk ijarah Seri D yang akan dilunasi:** 54.000.000.000 (jatuh tempo 2 September 2026)
- **Total dana pelunasan pokok (derived):** 255.000.000.000 (2 September 2026)
- **Tingkat bunga obligasi Seri E:** 9,15% (tidak disebutkan)
- **Bagi hasil/ijarah sukuk Seri D:** 4.941.000.000 (tidak disebutkan)
- **Total saham tercatat:** 32.250.810.957 lembar (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan pengendali (Ooredoo Hutchison Asia Pte. Ltd.):** 21.170.843.008 lembar (65,644%) (31 Juli 2026)
- **Free float:** 5.265.284.120 lembar (16,33%) (31 Juli 2026)
- **Treasury stock:** 0 lembar (31 Juli 2026)

### Corporate actions

- Pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap IV Tahun 2016 Seri E sebesar Rp201 miliar, jatuh tempo 2 September 2026.
- Pelunasan pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap IV Tahun 2016 Seri D sebesar Rp54 miliar, jatuh tempo 2 September 2026.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pada susunan Direksi dan Komisaris; kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris tetap 35.500 lembar (0,0001%).
- Tidak ada perubahan pengendali; Ooredoo Hutchison Asia Pte. Ltd. tetap memegang 65,644% saham.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar; total saham tetap 32.250.810.957 lembar.
- Tidak ada treasury stock (0 lembar).
- Free float sedikit berubah dari 5.265.279.920 menjadi 5.265.284.120 lembar (selisih 4.200 lembar), persentase tetap 16,33%.

### Listing / regulatory

- Laporan bulanan disampaikan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A dan I-V.
- Informasi pelunasan efek disampaikan sesuai Peraturan BEI No. I-E.
- Tidak ada indikasi suspensi atau perubahan status pencatatan.

### Analytical scenarios

- **Pelunasan obligasi Seri E** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan pelunasan pokok obligasi Seri E sebesar IDR 201 miliar dengan tingkat bunga 9,15%, jatuh tempo 02 September 2026.
  - Basis: Tabel pada halaman 1 dan 2: 'Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap IV Tahun 2016 Seri E', 'Pelunasan Pokok', '9,15%', 'IDR 201,000,000,000', '02 September 2026'
- **Pelunasan sukuk Seri D** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan pelunasan pokok sukuk Seri D sebesar IDR 54 miliar dengan angka bagi hasil/ijarah 4.941.000.000, jatuh tempo 02 September 2026.
  - Basis: Tabel pada halaman 1 dan 2: 'Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap IV Tahun 2016 Seri D', 'Pelunasan Pokok', '4.941.000.000', 'IDR 54,000,000,000', '02 September 2026'
  - Caveats: Angka 4.941.000.000 tidak jelas satuannya; bisa berupa tingkat bagi hasil dalam persen (4,941%) atau nilai nominal dalam IDR, namun tidak konsisten dengan nilai pokok.
- **Total dana pelunasan pokok** [derived_calculation, high]: Total dana yang disiapkan untuk pelunasan pokok adalah Rp255.000.000.000, dihitung dari penjumlahan Rp201.000.000.000 (obligasi Seri E) dan Rp54.000.000.000 (sukuk ijarah Seri D).
  - Basis: Angka Rp201.000.000.000 dan Rp54.000.000.000 dari surat.
  - Assumptions: Kedua pembayaran dilakukan pada tanggal yang sama dan tidak ada biaya tambahan yang disebutkan.
  - Caveats: Perhitungan hanya mencakup pokok, tidak termasuk imbalan/bagi hasil atau biaya lain yang mungkin ada.
- **Dampak terhadap likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Pembayaran pokok sebesar total Rp255 miliar dapat mengurangi kas ISAT, namun karena ini adalah kewajiban yang telah dijadwalkan, dampaknya terhadap likuiditas mungkin telah diperhitungkan dalam pengelolaan kas perusahaan.
  - Basis: Jumlah pembayaran yang disebutkan dalam surat.
  - Assumptions: ISAT memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban ini tanpa mengganggu operasional.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai posisi kas atau sumber dana spesifik dalam dokumen ini.
- **Perubahan kecil free float** [analyst_hypothesis, low]: Selisih 4.200 lembar pada free float antara bulan ini dan sebelumnya mungkin disebabkan oleh transaksi kecil di pasar atau perubahan klasifikasi investor, namun tidak material dan tidak mempengaruhi persentase yang dilaporkan.
  - Basis: Data free float bulan ini: 5.265.284.120 lembar; bulan sebelumnya: 5.265.279.920 lembar (selisih 4.200 lembar).
  - Assumptions: Perubahan tersebut berasal dari aktivitas perdagangan atau penyesuaian klasifikasi, bukan dari aksi korporasi.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan eksplisit dari emiten mengenai penyebab selisih tersebut.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian nilai pembayaran, tanggal jatuh tempo, atau sumber dana yang diungkapkan dalam laporan utama (dokumen pertama).
- Laporan utama merujuk pada surat terlampir yang tidak disertakan dalam dokumen yang dianalisis.
- Dokumen tidak menyebutkan sumber dana spesifik untuk pelunasan, hanya menyatakan dana telah disiapkan.
- Tidak ada informasi mengenai pembayaran imbalan/bagi hasil atau biaya lain yang mungkin terkait dengan pelunasan obligasi dan sukuk.
- Angka bagi hasil/ijarah untuk sukuk Seri D (4.941.000.000) tidak jelas satuannya, sehingga interpretasi bisa keliru.
- Tidak ada data keuangan atau arus kas yang disertakan untuk menilai dampak likuiditas.

### Items to monitor

- Pembayaran pokok obligasi dan sukuk pada 2 September 2026; pantau konfirmasi pelunasan dari emiten.
- Sumber dana pelunasan; apakah menggunakan kas internal atau refinancing.
- Dampak pelunasan terhadap posisi kas dan leverage ISAT pada laporan keuangan berikutnya.
- Perubahan free float lebih lanjut; apakah selisih 4.200 lembar berlanjut atau hanya fluktuasi kecil.
- Kepatuhan terhadap Peraturan BEI No. I-E terkait informasi pelunasan efek.

---

## JARR

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menerbitkan tiga pengumuman yang saling terkait secara administratif dan substantif. Pertama, pada 12 Agustus 2026, JARR menanggapi surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pembelian 3.498,150 MT CPO dari PT Agrinas Palma Nusantara (APN) yang menjadi objek sengketa dengan PT Duta Palma Group. JARR menyatakan transaksi telah selesai secara clean & clear, tidak mengetahui keberatan pada saat transaksi, dan menilai tidak ada dampak material secara hukum maupun keuangan. Kedua, pada 13 Agustus 2026, JARR mengumumkan rencana RUPSLB yang akan dilaksanakan pada 21 September 2026 secara online melalui eASY.KSEI, dengan DPS pada 27 Agustus 2026 dan pemanggilan pada 28 Agustus 2026; agenda rapat belum diungkapkan. Ketiga, pada hari yang sama, JARR menyampaikan bukti iklan Pemberitahuan RUPS yang diterbitkan di tiga media resmi. Secara korporasi, perubahan utama adalah adanya proses hukum yang sedang berlangsung (somasi dan penyelidikan kepolisian) yang berpotensi memengaruhi reputasi dan kepatuhan, serta rencana RUPSLB yang mengindikasikan kemungkinan adanya agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham, meskipun detailnya belum diumumkan. Pentingnya terletak pada potensi dampak hukum dan tata kelola yang dapat memengaruhi kepercayaan investor dan kelangsungan operasional.

### Material changes

- Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus/pengendali yang diumumkan dalam periode ini.
- Terdapat proses hukum yang sedang berlangsung terkait pembelian CPO dari APN, dengan somasi dari PT Duta Palma Group dan penyelidikan kepolisian yang masih berjalan.
- Rencana RUPSLB diumumkan, mengindikasikan potensi agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham, namun detail belum tersedia.

### Key financial figures

- **Kuantitas CPO yang dibeli:** 3.498,150 MT (Maret-April 2025)
- **Kuantitas CPO yang disebut dalam somasi ketiga:** 3.500 MT (Juni 2026)

### Corporate actions

- RUPSLB direncanakan pada 21 September 2026, namun agenda belum diumumkan.

### Listing / regulatory

- JARR menerima surat permintaan penjelasan dari BEI No. S-10446/BEI.PP2/08-2026 tanggal 10 Agustus 2026.
- JARR menyatakan belum perlu melakukan keterbukaan informasi tambahan atas permasalahan hukum terkait pembelian CPO dari APN.
- Rencana RUPSLB diumumkan sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Keberadaan surat permintaan penjelasan dari BEI** [explicit_fact, high]: BEI mengirimkan surat No. S-10446/BEI.PP2/08-2026 perihal Permintaan Penjelasan Bursa kepada JARR.
  - Basis: Surat PT Bursa Efek Indonesia nomor S-10446/BEI.PP2/08-2026
- **Kuantitas CPO yang dibeli** [explicit_fact, high]: JARR membeli dan menerima CPO dari APN sebanyak 3.498,150 MT, bukan 3.500 MT seperti yang disebut dalam somasi ketiga.
  - Basis: Berita Acara Penerimaan CPO Nomor 0121/BA/JAR/PRD/IV/2025 tanggal 15 April 2025; Somasi ketiga menyebut tuntutan pengembalian 3.500 CPO
- **Kronologi transaksi** [explicit_fact, high]: Transaksi pembelian CPO dari APN dilakukan melalui beberapa tahap: penawaran (10 Maret 2025), nota kesepahaman (13 Maret 2025), invoice tahap I dan pembayaran (14 Maret 2025), penerimaan barang (15 April 2025), invoice tahap II (16 April 2025), dan pelunasan (23 April 2025).
  - Basis: Rincian kronologi transaksi pada halaman 1-2 dokumen
- **Keberatan dari pihak ketiga** [explicit_fact, high]: JARR baru mengetahui keberatan dari PT Duta Palma Group setelah transaksi selesai, melalui undangan klarifikasi POLRI pada Juni 2025 dan somasi pada Mei-Juni 2026.
  - Basis: Pernyataan JARR pada tanggapan nomor 1; Daftar surat somasi dan undangan klarifikasi
- **Penilaian dampak hukum** [explicit_fact, high]: JARR menilai transaksi pembelian CPO tidak berpotensi menimbulkan dampak hukum pidana maupun perdata yang material, dengan alasan itikad baik, dokumen legalitas lengkap, dan Surat Pernyataan dari APN yang menjamin pembebasan dari klaim.
  - Basis: Tanggapan nomor 3: 'tidak berpotensi memiliki dampak hukum pidana maupun perdata yang material'
- **Status komunikasi dengan pihak berwenang** [explicit_fact, high]: JARR menyatakan belum menerima panggilan atau komunikasi lanjutan dari Kepolisian sepanjang tahun 2026 hingga saat ini, dan tidak melakukan komunikasi langsung dengan APN atau Law Office RAZHARI & Co.
  - Basis: Tanggapan nomor 4
- **Dasar materialitas** [explicit_fact, high]: JARR menyatakan nilai transaksi yang dipermasalahkan relatif tidak signifikan jika dibandingkan secara proporsional dengan total aset dan ekuitas pada Laporan Keuangan per Juni 2026, sehingga tidak berdampak material.
  - Basis: Tanggapan nomor 5, parameter kuantitatif
- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan rencana RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 21 September 2026, dengan DPS pada 27 Agustus 2026. Agenda rapat tidak disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Senin, 21 September 2026, 11:00; Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS): 27 Agustus 2026
- **Hak mengusulkan mata acara** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 (5%) dari seluruh saham dengan hak suara dapat mengusulkan mata acara rapat, dengan batas waktu 7 hari sebelum pemanggilan.
  - Basis: Teks pengumuman: 'Pemegang Saham yang berhak mengusulkan mata acara rapat adalah 1 (satu) Pemegang Saham atau lebih yang mewakili 1/20 (satu per dua puluh) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara.'; Teks pengumuman: 'usulan ... harus sudah diterima oleh Direksi ... paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum tanggal Pemanggilan Rapat.'
- **Publikasi Pemberitahuan RUPS** [explicit_fact, high]: Dokumen ini adalah bukti iklan Pemberitahuan RUPS yang diterbitkan pada 13 Agustus 2026 di tiga media resmi, sesuai ketentuan keterbukaan informasi.
  - Basis: Tertulis pada dokumen: 'Penyampaian bukti iklan tentang Pemberitahuan RUPS yang telah diiklankan di media cetak' dan daftar media dengan tanggal 13 Agustus 2026.
- **Selisih kuantitas CPO** [derived_calculation, high]: Selisih antara kuantitas yang disebut dalam somasi ketiga (3.500 MT) dan kuantitas yang dibeli menurut JARR (3.498,150 MT) adalah 1,85 MT. Rumus: 3.500 - 3.498,150 = 1,85 MT. Asumsi: kedua angka menggunakan satuan metrik ton yang sama.
  - Basis: Kuantitas CPO yang dibeli: 3.498,150 MT; Kuantitas CPO dalam somasi ketiga: 3.500 MT
  - Assumptions: Satuan metrik ton konsisten
  - Caveats: Perhitungan sederhana, tidak ada implikasi material yang dinyatakan.
- **Potensi dampak hukum** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun JARR menyatakan tidak ada dampak material, terdapat potensi risiko hukum yang belum sepenuhnya hilang karena adanya somasi dan penyelidikan kepolisian yang masih berjalan. Namun, JARR belum menerima panggilan lanjutan, sehingga dampak aktual belum dapat dipastikan.
  - Basis: Adanya somasi dari Law Office RAZHARI & Co. dan undangan klarifikasi POLRI.; Pernyataan JARR bahwa belum ada panggilan lanjutan.
  - Assumptions: Penyelidikan kepolisian dapat berlanjut atau berhenti tanpa kepastian saat ini.
  - Caveats: Ini adalah hipotesis analis, bukan fakta yang dikonfirmasi.
- **Kelayakan keterbukaan informasi** [analyst_hypothesis, low]: JARR menilai belum perlu keterbukaan informasi, namun keputusan ini dapat berubah jika terdapat perkembangan signifikan dalam proses hukum atau jika nilai transaksi menjadi material secara proporsional terhadap aset/ekuitas.
  - Basis: Pernyataan JARR tentang parameter kuantitatif dan kualitatif.
  - Assumptions: Perkembangan hukum di masa depan dapat mempengaruhi materialitas.
  - Caveats: Hipotesis analis, bukan rekomendasi.
- **Potensi aksi korporasi dalam RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya digunakan untuk agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar RUPS tahunan, seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi (rights issue, private placement, merger, akuisisi), atau perubahan pengurus. Namun, tanpa agenda yang diumumkan, hal ini hanya spekulasi.
  - Basis: RUPSLB direncanakan
  - Assumptions: Agenda RUPSLB belum diumumkan
  - Caveats: Tidak ada informasi agenda dalam dokumen ini; agenda akan diumumkan dalam pemanggilan RUPS.

### Risks / uncertainties

- Risiko hukum: Adanya somasi dari PT Duta Palma Group dan penyelidikan kepolisian yang masih berjalan, meskipun JARR menyatakan tidak ada dampak material.
- Risiko operasional: Potensi gangguan pada rantai pasok atau reputasi akibat sengketa hukum, meskipun JARR menyatakan operasional tetap normal.
- Risiko kepatuhan: Kemungkinan sanksi dari BEI jika keterbukaan informasi dianggap tidak tepat, meskipun JARR menyatakan telah mempertimbangkan materialitas.
- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan, sehingga tujuan rapat tidak dapat dipastikan.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPSLB pada 28 Agustus 2026 untuk mengetahui agenda rapat.
- Perkembangan proses hukum terkait somasi dan penyelidikan kepolisian.
- Keputusan BEI terkait permintaan penjelasan dan potensi sanksi.
- Laporan keuangan Juni 2026 untuk menilai materialitas transaksi.

---

## JAST

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Jasnita Telekomindo Tbk. (JAST) mengumumkan perluasan layanan Emergency Call 112 ke tiga kabupaten: Katingan, Kutai Barat, dan Jembrana. Layanan akan diluncurkan dalam dua minggu ke depan (perkiraan paling lambat 27 Agustus 2026). Emiten menyatakan dampak keuangan berpotensi meningkatkan pendapatan, namun ada tambahan biaya implementasi dan operasional. Tidak ada angka finansial, nilai investasi, atau rincian kontrak yang diungkapkan.

### Material changes

- Perluasan layanan Emergency Call 112 ke tiga kabupaten: Katingan, Kutai Barat, dan Jembrana.
- Layanan akan diluncurkan dalam dua minggu ke depan dari tanggal pengumuman 13 Agustus 2026.
- Layanan mengintegrasikan penanganan laporan dengan instansi terkait sesuai jenis keadaan darurat.
- Dampak operasional: menambah cakupan layanan dan kebutuhan dukungan teknis serta koordinasi dengan pemerintah daerah.
- Dampak hukum: dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan perjanjian kerja sama yang berlaku.
- Dampak keuangan: berpotensi meningkatkan pendapatan Perseroan, dengan tambahan biaya implementasi dan operasional layanan.

### Expansion projects

- Perluasan layanan Emergency Call 112 ke tiga kabupaten: Katingan, Kutai Barat, dan Jembrana.
- Tujuan strategis: memperluas akses layanan kedaruratan dan mendukung transformasi layanan publik berbasis teknologi.
- Jadwal: 'dalam dua minggu ke depan' dari 13 Agustus 2026 (perkiraan paling lambat 27 Agustus 2026).
- Sumber investasi: tidak disebutkan secara eksplisit; biaya implementasi dan operasional disebutkan sebagai tambahan biaya.

### Analytical scenarios

- **Perkiraan tanggal peluncuran layanan** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan tanggal siaran pers 13 Agustus 2026 dan pernyataan 'dalam dua minggu ke depan', peluncuran diperkirakan terjadi paling lambat 27 Agustus 2026.
  - Basis: Tanggal siaran pers: 13 Agustus 2026; Pernyataan 'dalam dua minggu ke depan'
  - Assumptions: Dua minggu dihitung sebagai 14 hari kalender.
  - Caveats: Tanggal pasti peluncuran tidak diungkapkan dalam dokumen.
- **Potensi pendapatan dari perluasan layanan** [analyst_hypothesis, low]: Perluasan layanan ke tiga kabupaten dapat meningkatkan pendapatan melalui kontrak layanan atau biaya langganan, namun belum ada angka pasti.
  - Basis: Klaim emiten tentang potensi peningkatan pendapatan
  - Assumptions: Pendapatan baru akan berasal dari layanan yang diperluas
  - Caveats: Tidak ada proyeksi kuantitatif atau kontrak yang diungkapkan
- **Kebutuhan investasi dan pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Ekspansi layanan ke tiga wilayah baru dapat memerlukan investasi tambahan, namun tidak ada informasi mengenai nilai proyek, sumber dana, atau dampak finansial yang diungkapkan.
  - Basis: Pengumuman ekspansi layanan ke tiga wilayah baru
  - Assumptions: Ekspansi layanan memerlukan biaya operasional dan investasi.
  - Caveats: Tidak ada angka atau rincian finansial dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Biaya implementasi dan operasional layanan tidak diungkapkan secara kuantitatif.
- Jadwal peluncuran tidak spesifik ('segera hadir' / 'dalam dua minggu ke depan').
- Tidak ada rincian perjanjian kerja sama dengan pemerintah daerah.
- Tidak ada informasi mengenai nilai investasi, sumber dana, atau dampak finansial dari peluncuran layanan ini.

### Items to monitor

- Perluasan layanan dapat meningkatkan pendapatan, namun juga menambah biaya operasional.
- Tidak ada angka finansial yang diungkapkan, sehingga dampak kuantitatif belum dapat dinilai.
- Keberhasilan layanan bergantung pada kerja sama dengan pemerintah daerah dan adopsi masyarakat.

---

## JAWA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) mengumumkan perubahan susunan Komite Audit yang efektif sejak 7 Agustus 2026. Ketua Komite Audit baru adalah Gimson Napitupulu (menggantikan Connie Teresianti H), dengan anggota baru Theodorus Yulius Octavianus (menggantikan Hamdi Effendi) dan Verner Juan Carlo Jap. (menggantikan Budi Yarfan S.). Perubahan ini didasarkan pada POJK No. 55/POJK.04/2015 dan Keputusan Dewan Komisaris No. 04/SK-DK/VI/2026. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal dalam pengumuman ini.

### Material changes

- Perubahan susunan Komite Audit efektif sejak 7 Agustus 2026.
- Ketua Komite Audit baru: Gimson Napitupulu, menggantikan Connie Teresianti H.
- Anggota Komite Audit baru: Theodorus Yulius Octavianus, menggantikan Hamdi Effendi.
- Anggota Komite Audit baru: Verner Juan Carlo Jap., menggantikan Budi Yarfan S.
- Seluruh anggota baru menjabat pada Periode Ke-1.
- Dasar perubahan: POJK No. 55/POJK.04/2015 dan Keputusan Dewan Komisaris No. 04/SK-DK/VI/2026.
- Keputusan Dewan Komisaris ditandatangani oleh Rohadi Muhadi (Komisaris Utama) dan Gimson Napitupulu (Komisaris Independen).
- Pengumuman disampaikan oleh Corporate Secretary Harli Wijayadi pada 14 Agustus 2026.

### Management / control changes

- Ketua Komite Audit: Gimson Napitupulu (baru) menggantikan Connie Teresianti H (lama).
- Anggota Komite Audit: Theodorus Yulius Octavianus (baru) menggantikan Hamdi Effendi (lama).
- Anggota Komite Audit: Verner Juan Carlo Jap. (baru) menggantikan Budi Yarfan S. (lama).

### Listing / regulatory

- Perubahan Komite Audit dilakukan sesuai POJK No. 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
- Pengumuman disampaikan kepada OJK dengan tembusan ke Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Perubahan susunan Komite Audit** [explicit_fact, high]: Dokumen mengumumkan perubahan susunan Komite Audit yang efektif 7 Agustus 2026, dengan penggantian ketua dan dua anggota.
  - Basis: Perubahan Komite Audit efektif pada 7 Agustus 2026; Ketua baru Gimson Napitupulu menggantikan Connie Teresianti H; Anggota baru Theodorus Yulius Octavianus menggantikan Hamdi Effendi; Anggota baru Verner Juan Carlo Jap. menggantikan Budi Yarfan S.
- **Periode penugasan** [explicit_fact, high]: Seluruh anggota Komite Audit baru tercatat pada Periode Ke-1, yang menunjukkan awal masa tugas baru.
  - Basis: Jenis Baru: Ketua dan Anggota, Periode: Periode Ke-1
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Komite Audit kemungkinan merupakan bagian dari rotasi atau penyegaran pengurus, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Tidak ada alasan yang disebutkan dalam pengumuman
  - Assumptions: Perubahan tersebut bersifat administratif dan tidak terkait dengan masalah kepatuhan
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dari emiten mengenai alasan perubahan

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan Komite Audit.
- Tidak ada rincian latar belakang atau independensi anggota baru.
- Tidak ada informasi mengenai apakah perubahan ini telah dilaporkan kepada OJK atau bursa.

---

## JPFA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, JPFA menerbitkan dua laporan rutin yang tidak menunjukkan perubahan material: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026 yang mengonfirmasi kepemilikan pengendali JAPFA Pte. Ltd. sebesar 56,34% dan tidak ada perubahan susunan direksi/komisaris atau struktur modal; (2) Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Japfa Tahap I Tahun 2026, yang melaporkan bahwa seluruh dana bersih Rp497,82 miliar telah direalisasikan untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang Term Loan, dengan sisa dana nihil. Pentingnya secara korporasi: laporan kedua menegaskan eksekusi penuh dari aksi pendanaan yang efektif 29 Juni 2026, menunjukkan disiplin penggunaan dana dan potensi pengurangan beban bunga, meskipun dampak finansial tidak dikuantifikasi.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan, pengurus, atau struktur modal per 31 Juli 2026.
- Realisasi penggunaan dana hasil obligasi: seluruh dana bersih Rp497,82 miliar telah digunakan untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang Term Loan.

### Key financial figures

- **Jumlah Penawaran Umum Obligasi:** 500.000.000.000 (2026-06-29)
- **Biaya Emisi:** 2.180.000.000 (2026-06-29)
- **Dana Bersih:** 497.820.000.000 (2026-06-29)
- **Realisasi Penggunaan Dana:** 497.820.000.000 (2026-06-29)
- **Sisa Dana:** 0 (2026-06-29)
- **Total Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh:** 11.726.575.201 (2026-07-31)
- **Kepemilikan Pengendali (JAPFA Pte. Ltd.):** 6.606.181.816 (2026-07-31)

### Corporate actions

- Penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Japfa Tahap I Tahun 2026 (efektif 29 Juni 2026) - aksi pendanaan.
- Pembayaran dipercepat sebagian pokok utang fasilitas Term Loan - pelunasan utang.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan direksi atau komisaris yang teridentifikasi per 31 Juli 2026.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal yang teridentifikasi per 31 Juli 2026.

### Listing / regulatory

- Penerbitan obligasi telah efektif pada 29 Juni 2026.
- Laporan penggunaan dana disampaikan kepada OJK dan BEI pada 14 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Penggunaan dana hasil obligasi** [explicit_fact, high]: Seluruh dana bersih hasil penawaran umum sebesar IDR 497.820.000.000 telah direalisasikan untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang fasilitas Term Loan, sesuai rencana dalam prospektus.
  - Basis: Rencana penggunaan dana: 100% untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang fasilitas Term Loan.; Realisasi penggunaan dana: 100% untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang fasilitas Term Loan.
- **Total biaya emisi** [derived_calculation, high]: Total biaya emisi adalah IDR 2.180.000.000, terdiri dari underwriting fee IDR 300.000.000, management fee IDR 1.400.000.000, dan selling fee IDR 300.000.000; biaya lainnya nihil.
  - Basis: Underwriting fee: IDR 300.000.000; Management fee: IDR 1.400.000.000; Selling fee: IDR 300.000.000
  - Assumptions: Penjumlahan komponen biaya menghasilkan total biaya emisi.
  - Caveats: Terdapat selisih antara penjumlahan komponen (Rp2.050.600.000) dengan total yang dilaporkan (Rp2.180.000.000) sebesar Rp129.400.000, yang mungkin berasal dari biaya lain yang tidak dirinci.
- **Persentase biaya emisi terhadap jumlah penawaran** [derived_calculation, high]: Total biaya emisi IDR 2.180.000.000 setara dengan 0,436% dari jumlah penawaran umum IDR 500.000.000.000.
  - Basis: Total biaya emisi: IDR 2.180.000.000; Jumlah penawaran umum: IDR 500.000.000.000
  - Assumptions: Perhitungan: (2.180.000.000 / 500.000.000.000) * 100% = 0,436%.
- **Perkiraan free float** [derived_calculation, low]: Free float dihitung sebagai total saham dikurangi saham pengendali, saham tresuri, dan saham dibatasi. Dari data: total saham 11.726.575.201, saham pengendali 6.606.181.816, saham tresuri 0, dan saham dibatasi 2.040.700. Free float = 11.726.575.201 - 6.606.181.816 - 0 - 2.040.700 = 5.118.352.685 saham. Persentase free float = 5.118.352.685 / 11.726.575.201 * 100% = 43,65%.
  - Basis: Total saham: 11.726.575.201; Saham pengendali: 6.606.181.816; Saham tresuri: 0; Saham dibatasi: 2.040.700
  - Assumptions: Saham dibatasi dianggap tidak termasuk free float.; Tidak ada saham lain yang dibatasi selain yang tercantum.
  - Caveats: Definisi free float mungkin berbeda dari yang digunakan dalam perhitungan ini.; Angka ini tidak dinyatakan secara eksplisit dalam laporan.
- **Tujuan pembayaran dipercepat** [analyst_hypothesis, low]: Pembayaran dipercepat atas sebagian pokok utang Term Loan kemungkinan bertujuan untuk mengurangi beban bunga dan memperbaiki struktur permodalan, namun tujuan strategis ini tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen.
  - Basis: Realisasi penggunaan dana untuk pembayaran dipercepat utang.
  - Assumptions: Pembayaran utang lebih awal umumnya dilakukan untuk mengurangi biaya bunga.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi dari emiten mengenai tujuan strategis pembayaran dipercepat.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek.
- Tidak ada risiko atau ketidakpastian yang teridentifikasi dalam laporan penggunaan dana.

### Items to monitor

- Identitas kreditur dan nomor perjanjian Term Loan yang dibayar dipercepat (tidak diungkapkan).
- Sisa pokok utang Term Loan setelah pembayaran dipercepat (tidak diungkapkan).
- Suku bunga atau imbal hasil obligasi (tidak diungkapkan).
- Potensi dampak finansial dari pembayaran dipercepat terhadap beban bunga dan likuiditas (tidak dikuantifikasi).
- Klarifikasi selisih biaya emisi antara komponen (Rp2.050.600.000) dan total (Rp2.180.000.000).

---

## KBLM

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) menerbitkan dua pengumuman terkait penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pengumuman pertama (14 Agustus 2026, 07:26 WIB) adalah pemanggilan RUPSLB dengan agenda tunggal perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Emiten secara eksplisit menyatakan bahwa perubahan ini bersifat administratif dan bukan perubahan kegiatan usaha sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020. Pengumuman kedua (14 Agustus 2026, 10:28 WIB) adalah penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB yang dimuat di tiga media web. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi lain, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus/pengendali yang diungkapkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada kepatuhan regulasi dan potensi penyesuaian klasifikasi industri, namun dampak operasional dan finansial tidak dapat dinilai dari dokumen yang tersedia.

### Material changes

- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan KBLI 2025, dinyatakan sebagai penyesuaian administratif dan bukan perubahan kegiatan usaha sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020.

### Corporate actions

- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3) untuk penyesuaian KBLI 2025

### Listing / regulatory

- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025
- Pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi melalui publikasi iklan pemanggilan RUPSLB di situs web BEI dan eASY.KSEI

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda tunggal RUPSLB adalah perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan KBLI 2025. Perubahan ini dinyatakan sebagai penyesuaian administratif dan bukan perubahan kegiatan usaha sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020.
  - Basis: Agenda RUPSLB: 'Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025'; Penjelasan: 'penyesuaian administratif dan tidak termasuk sebagai perubahan kegiatan usaha'
- **Jadwal dan mekanisme RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan 7 September 2026 pukul 10.00 WIB, dengan recording date 13 Agustus 2026. Rapat diselenggarakan secara fisik dan elektronik melalui eASY.KSEI.
  - Basis: Hari, Tanggal: Senin, 7 September 2026; Pemegang saham yang berhak hadir tercatat pada 13 Agustus 2026; Rapat diselenggarakan secara fisik dan elektronik dengan eASY.KSEI
- **Publikasi iklan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Iklan Panggilan RUPSLB telah dimuat di tiga media web (situs perusahaan, idxnet/idx.co.id, dan eASY.KSEI) pada tanggal 14 Agustus 2026.
  - Basis: Tabel informasi media cetak pada halaman 1 dan 2
- **Dampak perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan KBLI 2025 kemungkinan hanya memperbarui klasifikasi industri agar sesuai dengan peraturan terbaru, tanpa mengubah kegiatan usaha inti. Namun, detail perubahan klasifikasi tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk menyesuaikan dengan KBLI 2025
  - Assumptions: Perubahan KBLI 2025 tidak mengubah substansi kegiatan usaha
  - Caveats: Tidak ada detail spesifik perubahan klasifikasi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai perubahan spesifik yang akan dilakukan pada Pasal 3 Anggaran Dasar, sehingga dampak terhadap kegiatan usaha belum dapat dinilai.
- Dokumen tidak menyebutkan apakah perubahan ini memerlukan persetujuan pemegang saham dengan kuorum khusus atau persetujuan regulator.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan terhadap operasional atau keuangan.
- Tanggal dan agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam pengumuman bukti iklan, sehingga investor belum dapat menilai dampak potensial dari dokumen tersebut.

### Items to monitor

- Rincian perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar (klasifikasi KBLI lama dan baru) yang akan disampaikan dalam materi RUPSLB.
- Hasil RUPSLB pada 7 September 2026, termasuk kuorum dan persetujuan pemegang saham.
- Pemberitahuan resmi perubahan anggaran dasar kepada regulator dan publikasi di media.
- Potensi dampak perubahan klasifikasi terhadap kegiatan usaha atau pelaporan emiten.

---

## KKGI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mengumumkan permohonan pengunduran diri Bapak Eddy dari jabatan Direktur Perseroan. Surat permohonan diterima pada 13 Agustus 2026 dengan alasan kepindahan keluarga ke luar kota. Perseroan akan menyelenggarakan RUPS untuk memutuskan permohonan tersebut paling lambat 90 hari setelah tanggal kejadian (perhitungan turunan: 11 November 2026). Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha (klaim emiten).

### Material changes

- Perseroan menerima surat permohonan pengunduran diri dari Bapak Eddy selaku Direktur pada tanggal 13 Agustus 2026.
- Alasan pengunduran diri: kepindahan seluruh keluarga ke luar kota sehingga tidak dapat optimal melaksanakan tugas di Jakarta dan Samarinda.
- Perseroan akan menyelenggarakan RUPS untuk memutuskan permohonan pengunduran diri paling lambat 90 hari setelah tanggal kejadian.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha (klaim emiten).

### Management / control changes

- Pengunduran diri Bapak Eddy dari jabatan Direktur Perseroan, efektif setelah keputusan RUPS.

### Listing / regulatory

- Kewajiban menyelenggarakan RUPS untuk memutuskan pengunduran diri direksi paling lambat 90 hari setelah tanggal kejadian.

### Analytical scenarios

- **Batas waktu penyelenggaraan RUPS** [derived_calculation, high]: Batas waktu penyelenggaraan RUPS untuk memutuskan pengunduran diri adalah 90 hari setelah tanggal kejadian (13 Agustus 2026). Perhitungan sederhana: 13 Agustus 2026 + 90 hari = 11 November 2026.
  - Basis: Tanggal kejadian: 13 Agustus 2026; Kewajiban RUPS paling lambat 90 hari setelah tanggal kejadian
  - Assumptions: Perhitungan kalender sederhana tanpa memperhitungkan hari libur
- **Potensi dampak pengunduran diri terhadap tata kelola** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri seorang direktur dapat memengaruhi kuorum atau pembagian tugas direksi, namun emiten menyatakan tidak ada dampak. Belum ada informasi mengenai pengganti direktur atau perubahan susunan direksi lainnya.
  - Basis: Pengunduran diri direksi; Pernyataan tidak ada dampak dari emiten
  - Assumptions: Peraturan perusahaan dan perundang-undangan yang berlaku mengatur proses pengunduran diri direksi
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data tambahan dalam dokumen; hanya bersifat spekulatif.

### Risks / uncertainties

- Belum ada informasi mengenai persetujuan pengunduran diri, efektivitas tanggal, atau rencana penggantian direktur.
- Alasan pengunduran diri bersifat pribadi (kepindahan keluarga), tetapi dampak operasional jangka pendek tidak dijelaskan lebih lanjut.
- Keputusan RUPS mengenai pengunduran diri belum diambil; masih ada ketidakpastian mengenai efektivitas pengunduran diri dan potensi perubahan susunan direksi.

---

## KONI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) tidak mengumumkan aksi korporasi yang bersifat finansial atau perubahan struktur modal. Aktivitas utama adalah: (1) penyampaian laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin dan menunjukkan struktur kepemilikan yang stabil, serta (2) rangkaian pemanggilan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 7 September 2026 dengan dua agenda: perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025 (tanpa mengubah kegiatan usaha) dan perubahan susunan Direksi. Rangkaian ini penting karena RUPSLB berpotensi mengubah susunan manajemen dan klasifikasi kegiatan usaha, meskipun rincian substansi belum diungkapkan. Tidak ada informasi mengenai ekspansi, pendanaan, transaksi aset, atau perubahan status pencatatan.

### Material changes

- Tidak ada perubahan struktur modal, kepemilikan signifikan, atau free float selama periode (laporan bulanan menunjukkan stabilitas).
- Rencana perubahan susunan Direksi akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB 7 September 2026 (rincian belum diungkapkan).
- Rencana perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025, tanpa mengubah kegiatan usaha (rincian KBLI belum diungkapkan).

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan 7 September 2026 dengan agenda perubahan Anggaran Dasar (penyesuaian KBLI 2025) dan perubahan susunan Direksi.
- Tidak ada aksi korporasi lain (saham bonus, rights issue, private placement, stock split, merger, akuisisi, transaksi aset) yang diumumkan.

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB mencakup persetujuan perubahan susunan Direksi; identitas calon direksi baru tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Tidak ada perubahan pengendali atau kegiatan usaha yang dilaporkan.

### Capital structure

- Total saham tercatat: 312.000.000 saham.
- Kepemilikan pengendali: PT Adityasarana 65.014.000 saham (20,84%), Lukman Kolim 20.338.000 saham (6,52%), kelompok lainnya (Roswita Kolim, Evelyn Kolim, Sugianto L., Sylvia, Dasabina) 97.520.000 saham (31,25%).
- Kepemilikan direksi/komisaris: 15.600.000 saham per orang (5%) untuk tiga individu.
- Free float: 65.842.000 saham (21,1%).
- Saham treasuri: 0 saham.
- Tidak ada perubahan kepemilikan antara bulan sebelumnya dan bulan ini.

### Listing / regulatory

- Perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025 sesuai Pasal 5 Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025.
- Perubahan susunan Direksi sesuai POJK No. 33/POJK.04/2014.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan per 31 Juli 2026** [explicit_fact, high]: Total saham tercatat 312.000.000; pengendali PT Adityasarana 20,84%, Lukman Kolim 6,52%, kelompok lainnya 31,25%; free float 21,1%; tidak ada saham treasuri.
  - Basis: Angka dari laporan bulanan registrasi pemegang efek
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB 7 September 2026 memiliki dua agenda: perubahan AD (KBLI 2025) dan perubahan susunan Direksi; perubahan KBLI tidak mengubah kegiatan usaha.
  - Basis: Pemanggilan RUPSLB dan bukti iklan
- **Total kepemilikan pengendali** [derived_calculation, medium]: Total kepemilikan pengendali = 65.014.000 + 20.338.000 + 97.520.000 = 182.872.000 saham, atau 58,61% dari total saham.
  - Basis: Penjumlahan angka kepemilikan pengendali dari laporan bulanan
  - Assumptions: Semua kelompok pengendali dianggap sebagai pengendali
  - Caveats: Angka 58,61% tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen
- **Proporsi free float** [derived_calculation, high]: Free float sebesar 65.842.000 saham (21,1%) dari total 312.000.000 saham.
  - Basis: Angka dari laporan bulanan
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Dengan free float 21,1%, emiten mungkin memenuhi ketentuan free float minimal 7,5% untuk papan utama, namun perlu verifikasi lebih lanjut.
  - Basis: Angka free float dari laporan bulanan
  - Assumptions: Ketentuan free float IDX yang berlaku
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit tentang kepatuhan dalam dokumen
- **Potensi arah perubahan AD** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan anggaran dasar sering kali terkait dengan perubahan struktur modal, kegiatan usaha, atau kebijakan korporasi lainnya, namun tanpa rincian lebih lanjut, tidak dapat dipastikan arah perubahannya.
  - Basis: Agenda RUPSLB mencakup perubahan anggaran dasar
  - Assumptions: Perubahan anggaran dasar dapat mengindikasikan perubahan kebijakan korporasi yang material
  - Caveats: Tidak ada rincian substansi perubahan anggaran dasar dalam dokumen
- **Perubahan direksi** [analyst_hypothesis, low]: Agenda pengangkatan kembali atau perubahan direksi menunjukkan potensi pergantian manajemen, namun dokumen tidak menyebutkan nama atau posisi yang berubah.
  - Basis: Agenda RUPSLB: Persetujuan Pengangkatan Kembali/Perubahan Susunan Direksi
  - Assumptions: Perubahan direksi dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan
  - Caveats: Rincian perubahan direksi tidak diungkapkan

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan anggaran dasar (KBLI spesifik) tidak diungkapkan.
- Rincian perubahan susunan direksi (nama, jabatan) tidak diungkapkan.
- Tidak ada informasi mengenai dampak finansial atau operasional dari agenda RUPSLB.
- Tidak ada data keuangan (laporan keuangan) yang tersedia untuk analisis lebih lanjut.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 7 September 2026, terutama keputusan perubahan AD dan susunan Direksi.
- Pengumuman resmi mengenai KBLI spesifik yang ditambahkan/diubah dan implikasinya terhadap klasifikasi usaha.
- Identitas calon direksi baru dan perubahan komposisi manajemen.
- Potensi perubahan struktur modal atau kebijakan korporasi lain yang mungkin menyertai perubahan AD.
- Kepatuhan free float dan status pencatatan setelah perubahan AD.

---

## KRYA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) menyelenggarakan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa pada 12 Agustus 2026, namun rapat tidak mencapai kuorum karena hanya dihadiri 481.786.900 saham (28,9545%) dari total 1.663.943.474 saham, kurang dari syarat lebih dari 1/3. Seluruh agenda tidak dapat diputuskan. Perseroan akan mengajukan permohonan ke OJK untuk penetapan kuorum Rapat Ketiga paling lambat 14 hari setelah Rapat Kedua. Susunan Direksi dan Dewan Komisaris saat ini tercantum dalam dokumen.

### Material changes

- RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa pada 12 Agustus 2026 tidak memenuhi kuorum karena kehadiran hanya 28,9545% dari total saham, di bawah syarat lebih dari 1/3.
- Seluruh agenda RUPS Tahunan (persetujuan laporan tahunan, penunjukan akuntan publik, remunerasi) dan RUPS Luar Biasa (penegasan susunan pemegang saham, pengangkatan kembali/perubahan pengurus) tidak dapat diputuskan.
- Perseroan akan mengajukan permohonan ke OJK untuk penetapan kuorum Rapat Ketiga paling lambat 14 hari setelah Rapat Kedua (12 Agustus 2026).
- Susunan Direksi saat ini: William Teng (Direktur Utama, periode 26 Agustus 2025 - 28 Juni 2030), Brigitta Notoatmodjo (Direktur, periode 26 Agustus 2025 - 28 Juni 2030), Nadira Zatina Kamil (Direktur, periode 21 Januari 2026 - 28 Juni 2030).
- Susunan Dewan Komisaris saat ini: Shenia Ayu Pangesti (Komisaris Utama, periode 21 Januari 2026 - 28 Juni 2030), William Ong (Komisaris, periode 26 Agustus 2025 - 28 Juni 2030, Komisaris Independen).

### Management / control changes

- RUPSLB agenda 2 tentang pengangkatan kembali/perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris tidak dapat diputuskan karena kuorum tidak terpenuhi.
- Susunan pengurus saat ini tercantum dalam dokumen (periode jabatan hingga 28 Juni 2030).

### Capital structure

- Total saham dengan hak suara yang sah: 1.663.943.474 saham.
- Saham hadir pada RUPS: 481.786.900 saham (28,9545%).

### Listing / regulatory

- RUPS tidak memenuhi kuorum sesuai POJK 15/2020 dan Anggaran Dasar Pasal 23 ayat 1 huruf a.
- Perseroan akan meminta penetapan OJK untuk kuorum Rapat Ketiga.

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPS tidak terpenuhi** [explicit_fact, high]: RUPS Tahunan dan RUPSLB pada 12 Agustus 2026 dihadiri 481.786.900 saham atau 28,9545% dari total 1.663.943.474 saham, kurang dari 1/3 yang disyaratkan, sehingga rapat tidak sah dan tidak dapat mengambil keputusan.
  - Basis: Dokumen menyatakan kehadiran 481.786.900 saham atau 28,9545% dari total 1.663.943.474 saham.; Dokumen menyatakan kuorum yang disyaratkan adalah lebih dari 1/3 bagian.
- **Kekurangan kuorum** [derived_calculation, high]: Kekurangan kuorum dihitung sebagai selisih antara 1/3 total saham dan saham hadir: (1/3 × 1.663.943.474) - 481.786.900 = 554.647.824,67 - 481.786.900 = 72.860.924,67 saham. Jadi, dibutuhkan tambahan sekitar 72,86 juta saham untuk memenuhi kuorum 1/3.
  - Basis: Total saham: 1.663.943.474.; Saham hadir: 481.786.900.; Syarat kuorum: lebih dari 1/3 total saham.
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan 1/3 sebagai ambang batas, sesuai dokumen.
- **Risiko penundaan keputusan** [analyst_hypothesis, low]: Karena kuorum tidak terpenuhi, seluruh agenda RUPS tidak dapat diputuskan. Hal ini dapat menunda persetujuan laporan tahunan, penunjukan akuntan publik, dan penetapan remunerasi, yang berpotensi mempengaruhi kelancaran operasional dan kepatuhan pelaporan. Namun, dampak spesifik belum dapat dipastikan.
  - Basis: Dokumen menyatakan rapat tidak sah dan tidak berhak mengambil keputusan.; Agenda mencakup hal-hal rutin tahunan.
  - Assumptions: Asumsi bahwa keterlambatan keputusan dapat berdampak pada operasional, namun belum ada konfirmasi.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai jadwal Rapat Ketiga atau keputusan OJK.

### Risks / uncertainties

- Seluruh keputusan RUPS tertunda karena kuorum tidak terpenuhi.
- Jadwal dan hasil Rapat Ketiga belum ditentukan, menunggu penetapan OJK.
- Potensi keterlambatan dalam pengesahan laporan keuangan dan penunjukan auditor untuk tahun buku 2026.

---

## KSIX

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, KSIX menerbitkan dua pengumuman yang saling melengkapi: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026 yang menunjukkan struktur kepemilikan stabil tanpa perubahan material, dan (2) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek, di mana perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan, dan pemegang saham utama tidak berencana mengubah kepemilikannya. Secara korporasi, tidak ada perubahan struktural, ekspansi, atau aksi korporasi baru; fokus utama adalah kepatuhan pelaporan dan respons terhadap pengawasan bursa.

### Key financial figures

- **Total saham ditempatkan dan disetor penuh:** 2.137.831.800 (31 Juli 2026)
- **Treasury stock:** 0 (31 Juli 2026)
- **Free float:** 400.061.800 (31 Juli 2026)
- **Jumlah pemegang saham <5%:** 1.832 (31 Juli 2026)

### Listing / regulatory

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-10467/BEI.PP1/08-2026 (tanggal surat tidak terbaca pada dokumen).
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan stabil** [explicit_fact, high]: Total saham ditempatkan dan disetor penuh 2.137.831.800 saham, treasury stock 0, free float 400.061.800 saham (18,71%), dan pemegang saham pengendali PT Badra Arta 58,84% tidak berubah per 31 Juli 2026.
  - Basis: Laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
  - Basis: Pernyataan pada poin 1 tanggapan volatilitas
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Pernyataan pada poin 4 tanggapan volatilitas
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024.
  - Basis: Pernyataan pada poin 3 tanggapan volatilitas
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan saham di Perseroan.
  - Basis: Pernyataan pada poin 6 tanggapan volatilitas
- **Perubahan jumlah pemegang saham <5%** [derived_calculation, medium]: Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan <5% tercatat 1.832 pihak per 31 Juli 2026, dibandingkan 1.787 pihak pada bulan sebelumnya. Selisih = 1.832 - 1.787 = 45 pihak (meningkat).
  - Basis: Data jumlah pemegang saham pada laporan bulanan (1.832 per Juli 2026 vs 1.787 per Juni 2026)
  - Assumptions: Angka 1.787 adalah posisi bulan sebelumnya yang disebutkan dalam laporan.
  - Caveats: Tidak ada rincian identitas atau transaksi yang menyebabkan perubahan jumlah pihak.
- **Penyebab volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang diminta penjelasan oleh BEI kemungkinan disebabkan oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, bukan informasi internal perseroan, karena perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material.
  - Basis: Dokumen tanggapan volatilitas yang tidak menyebutkan penyebab spesifik
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada saham KSIX dan tidak terkait dengan pengumuman internal.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI S-10467/BEI.PP1/08-2026 tidak terbaca pada dokumen, sehingga kronologi tidak dapat diverifikasi secara pasti.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak serta-merta berarti tidak ada informasi material; hanya menyatakan ketidaktahuan perseroan pada tanggal surat.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya dalam dokumen.
- Kualitas OCR pada laporan bulanan buruk, beberapa angka dan teks tidak terbaca sempurna, namun data kunci dapat dikonfirmasi.

### Items to monitor

- Perkembangan harga dan volume transaksi saham KSIX yang memicu permintaan penjelasan BEI.
- Perubahan jumlah pemegang saham <5% pada laporan bulanan berikutnya (apakah tren peningkatan berlanjut).
- Kepatuhan terhadap ketentuan POJK 31/POJK.04/2015 dan POJK 4 Tahun 2024.
- Potensi pengumuman aksi korporasi setelah periode 3 bulan yang disebutkan.

---

## LOPI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) menerbitkan dua pengumuman: (1) laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 yang menunjukkan struktur kepemilikan stabil tanpa perubahan material, dan (2) keterbukaan informasi mengenai penandatanganan Cooperation Agreement dengan CRRC Qiqihar Rolling Stock Co., Ltd. pada 10 Agustus 2026 untuk mengeksplorasi peluang kerja sama di bidang sarana perkeretaapian Indonesia. Aksi korporasi ini bersifat eksplorasi dan belum memiliki nilai kontrak, sehingga dampak finansialnya belum dapat diukur. Secara korporasi, kerja sama ini berpotensi membuka lini pendapatan baru di sektor perkeretaapian, namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut.

### Material changes

- Penandatanganan Cooperation Agreement dengan CRRC Qiqihar Rolling Stock Co., Ltd. pada 10 Agustus 2026 untuk mengeksplorasi peluang kerja sama dalam pengembangan, manufaktur, integrasi, dan penyediaan sarana perkeretaapian di Indonesia.
- Tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham, kepemilikan pengendali, direksi/komisaris, treasury stock, atau free float per 31 Juli 2026.

### Corporate actions

- Penandatanganan Cooperation Agreement dengan CRRC Qiqihar Rolling Stock Co., Ltd. (10 Agustus 2026) – bersifat eksplorasi, belum ada nilai kontrak.

### Expansion projects

- Kerja sama dengan CRRC Qiqihar untuk pengembangan, manufaktur, integrasi, dan penyediaan sarana perkeretaapian di Indonesia, termasuk gerbong barang, railway crane, rolling stock lainnya, serta pelatihan bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan/atau pelanggan potensial lainnya.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan direksi atau komisaris per 31 Juli 2026: Arfindi A Batubara (Komisaris Utama), Ferianto (Komisaris Independen), Wahyu Dwi Jatmiko (Direktur Utama), Budi Mulyana (Direktur Keuangan).
- Tidak ada perubahan pemegang saham pengendali; PT Sentra Amanah Ventura tetap pengendali dengan 67,13%.

### Capital structure

- Jumlah saham diterbitkan dan disetor penuh: 3.200.000.000 saham (tidak berubah sejak Januari 2026).
- Jumlah saham beredar: 1.100.011.289 saham (tidak berubah sejak Januari 2026).
- Tidak ada treasury stock (0 saham) per Juli 2026.

### Listing / regulatory

- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi yang teridentifikasi.
- Penyampaian laporan keterbukaan informasi berdasarkan POJK 31/2015, POJK 45/2024, dan Peraturan I-E.

### Analytical scenarios

- **Penandatanganan Cooperation Agreement** [explicit_fact, high]: LOPI menandatangani Cooperation Agreement dengan CRRC Qiqihar pada 10 Agustus 2026 untuk mengeksplorasi peluang kerja sama di bidang sarana perkeretaapian Indonesia.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Perseroan telah menandatangani Cooperation Agreement dengan CRRC Qiqihar' dan '10 Agustus 2026 Tanggal Kejadian'.
- **Peran masing-masing pihak** [explicit_fact, high]: CRRC Qiqihar bertanggung jawab atas desain teknis dan manufaktur, sedangkan LOPI bertanggung jawab atas riset logistik lokal, perencanaan rantai pasok, integrasi sumber daya proyek, dan pengembangan mitra industri nasional.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'CRRC Qiqihar berperan dalam aspek desain teknis dan manufaktur, sedangkan Perseroan berperan dalam riset logistik lokal, perencanaan rantai pasok, integrasi sumber daya proyek, serta pengembangan mitra industri nasional'.
- **Dampak terhadap pendapatan** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan dampak kerja sama adalah meningkatkan potensi pendapatan dari jasa logistik, project logistics, transportasi, pergudangan, customs clearance, heavy lifting, dan jasa terkait lainnya.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Dampak kejadian tersebut adalah meningkatkan potensi pendapatan Perseroan dari jasa logistik, project logistics, transportasi, pergudangan, customs clearance, heavy lifting, dan jasa terkait lainnya'.
  - Caveats: Ini adalah klaim emiten, bukan angka kuantitatif.
- **Perhitungan free float** [derived_calculation, medium]: Free float dihitung sebagai saham beredar dikurangi saham pengendali dan direksi/komisaris. Dengan asumsi PT Sentra Amanah Ventura (67,13%) dan direksi/komisaris (total 180.060 saham) bukan free float, free float sekitar 32,87% dari saham beredar (361.561.689 saham).
  - Basis: Jumlah saham beredar: 1.100.011.289 saham; Kepemilikan PT Sentra Amanah Ventura: 738.449.600 saham (67,13%); Kepemilikan direksi/komisaris: 180.060 saham (60 + 180.000)
  - Assumptions: Tidak ada afiliasi lain yang dikecualikan dari free float selain yang disebutkan.; Tidak ada treasury stock yang mempengaruhi perhitungan.
  - Caveats: Perhitungan ini bersifat indikatif dan belum diverifikasi terhadap definisi free float yang berlaku di Bursa Efek Indonesia.
- **Potensi pendapatan dari proyek kereta api** [analyst_hypothesis, low]: Kerja sama dengan CRRC Qiqihar dapat membuka peluang pendapatan baru bagi LOPI dari proyek pengadaan sarana perkeretaapian di Indonesia, namun belum ada nilai kontrak atau proyeksi pendapatan yang diungkapkan.
  - Basis: Ruang lingkup kerja sama mencakup gerbong barang, railway crane, rolling stock, dan pelatihan; LOPI berperan dalam logistik dan rantai pasok.
  - Assumptions: Proyek perkeretaapian akan menghasilkan kebutuhan jasa logistik yang signifikan.
  - Caveats: Belum ada angka pasti, kontrak final, atau komitmen pendapatan yang diumumkan.

### Risks / uncertainties

- Kerja sama masih bersifat eksplorasi peluang, bukan kontrak final dengan nilai pasti.
- Tidak ada informasi mengenai nilai kontrak, jangka waktu, atau kewajiban finansial.
- Tidak ada kepastian bahwa kerja sama akan menghasilkan pendapatan aktual.
- Laporan bulanan hanya mencakup data per 31 Juli 2026; tidak ada informasi perubahan setelah tanggal tersebut.

### Items to monitor

- Perkembangan lanjutan dari Cooperation Agreement dengan CRRC Qiqihar, termasuk kemungkinan kontrak final atau proyek nyata.
- Pengumuman terkait nilai kontrak, jangka waktu, atau komitmen finansial dari kerja sama.
- Perubahan struktur kepemilikan atau free float pada laporan bulanan berikutnya.
- Kepatuhan terhadap regulasi POJK 31/2015, POJK 45/2024, dan Peraturan I-E.

---

## LPKR

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat rutin dan kepatuhan, tanpa aksi korporasi material. Pertama, Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026 yang menegaskan tidak ada perubahan jumlah saham beredar (70,898 miliar saham), tidak ada perubahan kepemilikan Direksi/Komisaris, dan tidak ada transaksi treasury stock. Kedua, tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek, di mana LPKR menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang belum diungkapkan, tidak ada rencana aksi korporasi berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan, dan pemegang saham utama belum menyampaikan rencana transaksi. Kedua pengumuman ini tidak mengubah struktur modal, pengendali, atau status pencatatan; namun permintaan BEI mengindikasikan adanya pergerakan harga yang tidak biasa yang perlu dipantau.

### Material changes

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (tetap 70.898.018.369 saham).
- Tidak ada perubahan kepemilikan Direksi dan Komisaris (total 210.404.300 saham, 0,297%).
- Tidak ada perubahan kepemilikan pemegang saham >=5%.
- Komposisi pemodal asing turun 209.522.700 saham (dari 48,048% ke 47,752%); pemodal nasional naik dengan jumlah yang sama (dari 51,952% ke 52,248%).
- Jumlah pemegang saham naik 289 pemodal (dari 32.294 menjadi 32.583).
- Free float naik dari 37,77% menjadi 37,91% (perhitungan turunan).
- Tidak ada transaksi treasury stock (0 saham).

### Key financial figures

- **Modal disetor dan ditempatkan penuh:** 70.898.018.369 saham (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan saham Direksi dan Komisaris:** 210.404.300 saham (0,297%) (31 Juli 2026)
- **Pemodal asing:** 33.855.344.739 saham (47,752%) (31 Juli 2026)
- **Pemodal nasional:** 37.042.673.630 saham (52,248%) (31 Juli 2026)
- **Jumlah pemegang saham:** 32.583 pemodal (31 Juli 2026)
- **Free float:** 37,91% (31 Juli 2026)

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (modal disetor tetap 70.898.018.369 saham).
- Tidak ada transaksi treasury stock (0 saham).
- Tidak ada aktivitas pemindahan hak, splitting, atau penggabungan saham selama periode 01/07/2026 - 31/07/2026.

### Listing / regulatory

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek LPKR melalui surat No. S-10448/BEI.PP2/08-2026 tanggal 10 Agustus 2026.
- LPKR merujuk pada POJK 31/POJK.04/2015, Peraturan Nomor I-E, dan POJK 4 Tahun 2024 dalam tanggapannya.
- LPKR menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang (klaim emiten).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada perubahan jumlah saham beredar** [explicit_fact, high]: Jumlah modal disetor dan ditempatkan penuh tetap 70.898.018.369 saham per 31 Juli 2026, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026
- **Tidak ada perubahan kepemilikan Direksi dan Komisaris** [explicit_fact, high]: Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris (total 8 orang) tidak berubah: total 210.404.300 saham (0,297%) pada bulan ini dan sebelumnya.
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026
- **Tidak ada perubahan pemegang saham >=5%** [explicit_fact, high]: Pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih tidak berubah jumlah sahamnya antara bulan ini dan sebelumnya.
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026
- **Tidak ada informasi material yang belum diungkapkan** [explicit_fact, high]: LPKR menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal yang belum disampaikan ke publik.
  - Basis: Surat tanggapan atas permintaan penjelasan BEI
  - Caveats: Klaim emiten; tidak ada verifikasi independen.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: LPKR menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Surat tanggapan atas permintaan penjelasan BEI
  - Caveats: Klaim emiten; tidak ada verifikasi independen.
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: LPKR menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024.
  - Basis: Surat tanggapan atas permintaan penjelasan BEI
  - Caveats: Klaim emiten; tidak ada verifikasi independen.
- **Pemegang saham utama belum menyampaikan rencana transaksi** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama belum menyampaikan rencana transaksi tertentu atas kepemilikan sahamnya di LPKR.
  - Basis: Surat tanggapan atas permintaan penjelasan BEI
  - Caveats: Klaim emiten; tidak ada verifikasi independen.
- **Perubahan free float** [derived_calculation, medium]: Free float naik dari 37,77% menjadi 37,91%. Perhitungan: free float bulan ini = 37,91% dari total saham = 0,3791 * 70.898.018.369 ≈ 26.877.438.000 saham; bulan sebelumnya = 0,3777 * 70.898.018.369 ≈ 26.778.000.000 saham. Selisih ≈ 99.438.000 saham. Asumsi: free float dihitung dari total saham beredar yang sama.
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026
  - Assumptions: Total saham beredar konstan 70.898.018.369 saham; Free float dihitung sebagai persentase dari total saham beredar
  - Caveats: Angka free float tidak dirinci dalam laporan; perhitungan menggunakan persentase yang dilaporkan; Pembulatan dapat menyebabkan selisih kecil
- **Perubahan komposisi pemodal asing/nasional** [derived_calculation, high]: Pemodal asing turun 209.522.700 saham (dari 34.064.867.439 menjadi 33.855.344.739 saham); pemodal nasional naik dengan jumlah yang sama (dari 36.833.150.930 menjadi 37.042.673.630 saham). Selisih = 37.042.673.630 - 36.833.150.930 = 209.522.700 saham.
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026
  - Assumptions: Angka yang dilaporkan akurat
  - Caveats: Tidak ada rincian transaksi individual
- **Perubahan komposisi pemodal asing/nasional** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan pemodal asing sebesar 209.522.700 saham dan kenaikan pemodal nasional dengan jumlah yang sama menunjukkan adanya perpindahan kepemilikan dari asing ke nasional, namun tidak ada perubahan pada pemegang saham besar (>=5%). Ini mungkin merupakan transaksi di pasar sekunder oleh investor di bawah 5%.
  - Basis: Data komposisi pemodal asing dan nasional pada lampiran 2 (perubahan 209.522.700 saham); Tidak ada perubahan pada pemegang saham >=5%
  - Assumptions: Perpindahan kepemilikan terjadi melalui transaksi pasar sekunder; Tidak ada perubahan pada pemegang saham besar
  - Caveats: Tidak ada rincian transaksi individual yang tersedia; Perubahan ini tidak material terhadap struktur kepemilikan
- **Kemungkinan penyebab volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan penjelasan BEI mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, namun tidak ada informasi spesifik yang diungkapkan dalam surat ini.
  - Basis: Surat ini adalah tanggapan atas permintaan penjelasan volatilitas, namun tidak menyebutkan penyebab volatilitas.
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada saham LPKR.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari laporan bulanan registrasi pemegang efek.
- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi mengindikasikan adanya pergerakan harga yang tidak biasa, namun penyebabnya tidak dijelaskan.
- Pernyataan manajemen dalam tanggapan bersifat subjektif dan hanya berdasarkan pengetahuan Perseroan pada tanggal surat.
- Tidak ada data kuantitatif mengenai harga saham, volume transaksi, atau indikator volatilitas lainnya dalam dokumen.

### Items to monitor

- Perkembangan harga dan volume transaksi saham LPKR pasca permintaan penjelasan BEI.
- Kemungkinan pengumuman lanjutan dari BEI atau LPKR terkait volatilitas.
- Perubahan komposisi pemodal asing/nasional pada laporan bulanan berikutnya.
- Kepatuhan terhadap POJK 31/POJK.04/2015, Peraturan Nomor I-E, dan POJK 4 Tahun 2024.
- Setiap pengumuman aksi korporasi yang mungkin muncul setelah periode 3 bulan (November 2026).

---

## LUCK

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) menerbitkan dua pengumuman: (1) laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 yang menunjukkan penurunan kepemilikan dua direksi (Christine Herawati dan Caroline Himawati) masing-masing sebesar 2.389.590 saham, tanpa perubahan total saham beredar, dan (2) pemberitahuan rencana RUPSLB pada 23 September 2026 dengan DPS 31 Agustus 2026, namun agenda rapat tidak diungkapkan. Perubahan kepemilikan direksi menandakan adanya transaksi saham oleh orang dalam yang tidak dijelaskan, sementara RUPSLB berpotensi membahas agenda luar biasa yang belum diketahui. Kedua hal ini penting karena dapat mempengaruhi persepsi tata kelola dan arah korporasi, meskipun tidak ada perubahan struktur modal atau pengendali yang dilaporkan.

### Material changes

- Kepemilikan saham oleh direksi Christine Herawati dan Caroline Himawati masing-masing turun dari 106.889.040 saham (14,93%) menjadi 104.499.450 saham (14,6%) per 31 Juli 2026.
- Persentase free float naik dari 26,62% menjadi 26,67% meskipun jumlah saham free float tetap 190.862.800, karena komposisi non-free float berubah.
- Rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 23 September 2026 diumumkan, namun agenda belum diungkapkan.

### Key financial figures

- **Total saham tercatat:** 715.749.640 (Juli 2026 dan bulan sebelumnya)
- **Kepemilikan Direksi dan Komisaris (gabungan):** 208.998.900 (Juli 2026)
- **Kepemilikan Christine Herawati (Direksi):** 104.499.450 (Juli 2026)
- **Kepemilikan Caroline Himawati (Direksi):** 104.499.450 (Juli 2026)
- **Kepemilikan Josephine Handayani (Komisaris):** 0 (Juli 2026)
- **Saham treasuri:** 0 (Juli 2026)
- **Free float - jumlah saham:** 190.862.800 (Juli 2026)
- **Free float - persentase:** 26,67% (Juli 2026)
- **Jumlah saham non-free float:** 524.886.840 (Juli 2026)

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan pada 23 September 2026 pukul 14:00 WIB di Kantor Perseroan, Komplek Graha Mas Fatmawati Blok A No.27-29, Jl. RS. Fatmawati. Agenda tidak diumumkan dalam dokumen.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali atau afiliasi pengendali yang dilaporkan.
- Tidak ada perubahan susunan direksi atau komisaris yang dilaporkan.
- Perubahan kepemilikan saham oleh dua direksi (Christine Herawati dan Caroline Himawati), masing-masing turun 2.389.590 saham.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar atau penerbitan saham baru yang teridentifikasi.
- Tidak ada saham treasuri yang dilaporkan.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB sesuai dengan POJK No.15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: Dokumen mengumumkan rencana RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 23 September 2026, dengan DPS pada 31 Agustus 2026. Agenda RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Rabu, 23 September 2026, 14:00; Tanggal DPS: 31 Agustus 2026
- **Hak pengajuan agenda oleh pemegang saham** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 dari total saham dengan hak suara sah dapat mengajukan usulan agenda, dengan batas waktu 24 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 'one or more Shareholders representing 1/20 or more of the total shares with valid voting rights'; Batas waktu 'no later than Monday, August 24, 2026'
- **Perubahan kepemilikan direksi** [derived_calculation, high]: Penurunan kepemilikan masing-masing direksi sebesar 2.389.590 saham (dari 106.889.040 menjadi 104.499.450) menunjukkan adanya pengalihan atau transaksi saham oleh direksi, namun tidak dijelaskan dalam laporan.
  - Basis: Angka kepemilikan bulan ini dan bulan sebelumnya pada halaman 2 dan 11 dokumen.
  - Assumptions: Perubahan tersebut merupakan selisih aritmetika sederhana.
  - Caveats: Penyebab perubahan tidak diungkapkan dalam laporan.
- **Perubahan persentase free float** [derived_calculation, high]: Jumlah saham free float tetap 190.862.800, tetapi persentasenya naik dari 26,62% menjadi 26,67% karena total saham beredar tidak berubah, namun komposisi non-free float berubah (penurunan kepemilikan direksi).
  - Basis: Angka free float dan total saham pada halaman 7 dan 15 dokumen.
  - Assumptions: Total saham beredar tetap 715.749.640.
  - Caveats: Perhitungan persentase berdasarkan data yang tersedia.
- **Potensi agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, perubahan pengurus, aksi korporasi, atau transaksi material. Namun, tanpa agenda yang diumumkan, tidak dapat dipastikan substansi yang akan dibahas.
  - Basis: Jenis rapat: RUPSLB; Tidak ada agenda dalam dokumen
  - Assumptions: RUPSLB biasanya membahas hal-hal di luar agenda tahunan
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data spesifik dari dokumen

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga tidak ada kejelasan mengenai aksi korporasi atau keputusan yang akan dibahas.
- Dokumen tidak memuat informasi keuangan, struktur modal, atau perubahan pengurus/pengendali.
- Mekanisme detail pemberian kuasa dan penggunaan eASY KSEI belum dijelaskan, akan disampaikan pada pemanggilan Rapat.
- Perubahan kepemilikan direksi dapat menjadi perhatian investor, namun tidak dijelaskan alasannya.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPS pada 1 September 2026 untuk mengetahui agenda spesifik yang akan dibahas.
- Keputusan RUPSLB pada 23 September 2026 yang berpotensi mempengaruhi struktur modal, pengurus, atau arah usaha.
- Pengungkapan lebih lanjut mengenai penyebab perubahan kepemilikan direksi (apakah transaksi pasar atau pengalihan lain).

---

## MARK

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) menerbitkan tiga pengumuman rutin berupa Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE). Satu laporan untuk posisi 31 Juli 2026 (diterbitkan 10 Agustus) dan dua laporan berstatus KOREKSI untuk posisi April dan Mei 2026 (diterbitkan 12 Agustus). Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus/pengendali yang diumumkan. Hal yang perlu dicermati adalah koreksi signifikan pada kepemilikan saham Direktur Sutiyoso Bin Risman dalam laporan Mei 2026, dari 799.900 saham (0,02%) menjadi 56.682.555 saham (1,49%), tanpa penjelasan penyebab. Jumlah saham beredar tetap 3.800.000.310 saham, free float 19,73%, dan treasury stock 0 pada semua laporan. Jumlah pemegang saham meningkat dari 8.010 (Juni) menjadi 8.496 (Juli), namun tidak ada perubahan struktur kepemilikan pengendali.

### Material changes

- Koreksi kepemilikan saham Direktur Sutiyoso Bin Risman pada LBRE Mei 2026: dari 799.900 saham (0,02%) menjadi 56.682.555 saham (1,49%).
- Jumlah pemegang saham meningkat dari 8.010 (Juni 2026) menjadi 8.496 (Juli 2026).
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (3.800.000.310), free float (19,73%), atau treasury stock (0) pada semua laporan.

### Key financial figures

- **Jumlah saham beredar:** 3.800.000.310 (31 Juli 2026 / April 2026 / Mei 2026)
- **Nilai nominal per saham:** Rp20 (31 Juli 2026 / April 2026 / Mei 2026)
- **Free float:** 19,73% (31 Juli 2026 / April 2026 / Mei 2026)
- **Jumlah saham free float:** 749.772.597 (Juli 2026); 749.797.857 (April 2026) (31 Juli 2026 / April 2026)
- **Treasury stock:** 0 (31 Juli 2026 / April 2026 / Mei 2026)
- **Jumlah pemegang saham:** 8.496 (Juli 2026); 8.666 (April 2026) (31 Juli 2026 / April 2026)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan direksi atau komisaris yang diumumkan.
- Tidak ada perubahan pemegang saham pengendali (Tecable (HK) Co. Limited tetap 42,39%).
- Koreksi kepemilikan saham Direktur Sutiyoso Bin Risman pada LBRE Mei 2026 (dari 0,02% menjadi 1,49%)—perubahan data, bukan perubahan susunan pengurus.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (tetap 3.800.000.310 saham) pada semua laporan.
- Tidak ada perubahan treasury stock (0 saham) dan free float (19,73%).
- Kepemilikan pemegang saham 5% atau lebih: Tecable (HK) Co. Limited 42,39%, PT Dyna Capital Indo 20,70%, PT Mark Capital Indo 15,39% (konsisten di semua laporan).

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A dan I-V serta Peraturan OJK terkait.
- Dua laporan berstatus KOREKSI (April dan Mei 2026) tanpa penjelasan alasan koreksi pada dokumen.
- Tidak ada indikasi pelanggaran, sanksi, atau suspensi yang diumumkan.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan saham Sutiyoso Bin Risman pada LBRE Mei 2026** [explicit_fact, high]: Laporan koreksi Mei 2026 menyatakan jumlah saham Sutiyoso Bin Risman sebelumnya 799.900 saham (0,02%) dan menjadi 56.682.555 saham (1,49%).
  - Basis: 20260812154606-027/MDI-CORSEC/VI/2026._id-id
- **Selisih kepemilikan Sutiyoso Bin Risman** [derived_calculation, high]: Selisih = 56.682.555 - 799.900 = 55.882.655 saham. Perubahan persentase dari 0,02% menjadi 1,49%.
  - Basis: 20260812154606-027/MDI-CORSEC/VI/2026._id-id
  - Assumptions: Angka 799.900 adalah nilai pada laporan sebelumnya, 56.682.555 adalah nilai pada laporan koreksi.
  - Caveats: Penyebab perubahan tidak dijelaskan dalam dokumen.
- **Kepemilikan gabungan pemegang saham 5% atau lebih** [derived_calculation, high]: Total kepemilikan Tecable (HK) Co. Limited, PT Dyna Capital Indo, dan PT Mark Capital Indo = 1.610.830.489 + 786.413.062 + 584.957.747 = 2.982.201.298 saham, setara 78,48% dari total saham.
  - Basis: 20260812154511-.017/MDI-CORSEC/V/2026_id-id; 20260812154606-027/MDI-CORSEC/VI/2026._id-id
  - Assumptions: Total saham 3.800.000.310.
- **Kepemilikan kolektif direksi dan komisaris** [derived_calculation, high]: Total kepemilikan direksi dan komisaris = 640.000 + 56.682.555 + 870.000 + 779.900 + 9.028.700 = 68.001.155 saham, setara 1,79% dari total saham.
  - Basis: 20260812154511-.017/MDI-CORSEC/V/2026_id-id
  - Assumptions: Total saham 3.800.000.310.
- **Penyebab koreksi LBRE** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi pada LBRE April dan Mei 2026 kemungkinan bersifat administratif atau perbaikan data, namun tidak ada penjelasan resmi. Koreksi kepemilikan Sutiyoso Bin Risman yang signifikan dapat mengindikasikan kesalahan pelaporan sebelumnya atau transaksi yang belum diungkapkan.
  - Basis: 20260812154511-.017/MDI-CORSEC/V/2026_id-id; 20260812154606-027/MDI-CORSEC/VI/2026._id-id
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan di luar dokumen.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan koreksi.
- **Peningkatan jumlah pemegang saham** [analyst_hypothesis, low]: Jumlah pemegang saham naik dari 8.010 (Juni) menjadi 8.496 (Juli), kemungkinan akibat transaksi di pasar sekunder, namun tidak ada bukti langsung.
  - Basis: 20260810185857-036./MDI-CORSEC/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Peningkatan tidak mempengaruhi struktur kepemilikan pengendali.
  - Caveats: Tidak ada rincian transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Koreksi LBRE tanpa penjelasan alasan dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai keandalan pelaporan.
- Perubahan signifikan kepemilikan saham direksi (Sutiyoso Bin Risman) tanpa penjelasan penyebab.
- Klasifikasi investor berdasarkan data KSEI dapat mengandung ketidakakuratan karena proses KYC.

### Items to monitor

- Penjelasan resmi atau pengumuman lanjutan mengenai alasan koreksi LBRE April dan Mei 2026.
- Transaksi atau perubahan kepemilikan saham oleh direksi, terutama Sutiyoso Bin Risman.
- Perubahan jumlah pemegang saham dan free float pada laporan bulanan berikutnya.
- Kepatuhan terhadap Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A dan I-V.

---

## MAYA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) menerbitkan dua pengumuman terkait rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pengumuman pertama (13 Agustus 2026, pukul 11:46 WIB) adalah pemberitahuan resmi rencana RUPSLB, menetapkan jadwal rapat pada 24 September 2026, tanggal daftar pemegang saham (DPS) pada 27 Agustus 2026, dan pemanggilan rapat pada 28 Agustus 2026. Pengumuman kedua (13 Agustus 2026, pukul 17:16 WIB) adalah penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB yang diiklankan pada hari yang sama. Kedua pengumuman bersifat administratif dan tidak mengungkapkan agenda RUPSLB, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat diidentifikasi. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham, namun tanpa agenda, dampaknya belum dapat dinilai.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 24 September 2026, pukul 14:00 WIB, di Mayapada Tower 2, lantai 9, Jl. Jend. Sudirman Kav. 27, Jakarta 12920.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir ditetapkan pada 27 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
- Pemanggilan rapat akan diumumkan pada 28 Agustus 2026 melalui situs BEI, situs Perseroan, dan situs KSEI.
- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam kedua pengumuman.

### Corporate actions

- RUPSLB direncanakan pada 24 September 2026, namun agenda tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14 Tahun 2025.
- Penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB kepada OJK.

### Analytical scenarios

- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan rencana RUPSLB pada 24 September 2026, dengan DPS pada 27 Agustus 2026. Dokumen hanya berisi pemberitahuan jadwal dan tata cara, tanpa agenda.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Kamis, 24 September 2026, 14:00 WIB; Tanggal DPS: 27 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB; Pemanggilan Rapat: 28 Agustus 2026
- **Agenda RUPSLB tidak diungkapkan** [explicit_fact, high]: Kedua pengumuman tidak memuat agenda atau mata acara RUPSLB, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat diidentifikasi.
  - Basis: Seluruh isi dokumen hanya memuat jadwal dan tata cara RUPSLB, tanpa penyebutan agenda
- **Penyampaian bukti iklan** [explicit_fact, high]: Emiten menyampaikan bukti iklan Pemberitahuan RUPSLB yang diiklankan pada 13 Agustus 2026 melalui IDXnet, KSEI, dan website Perseroan.
  - Basis: Perihal: Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan RUPS; Informasi Nama Media Cetak: IDXnet, KSEI dan Website Perseroan; Tanggal Penerbitan: 13 Agustus 2026
- **Jarak waktu antara DPS dan RUPSLB** [derived_calculation, high]: Jarak waktu antara tanggal DPS (27 Agustus 2026) dan pelaksanaan RUPSLB (24 September 2026) adalah 28 hari.
  - Basis: Tanggal DPS: 27 Agustus 2026; Tanggal RUPSLB: 24 September 2026
  - Assumptions: Perhitungan berdasarkan kalender hari, bukan hari bursa.
  - Caveats: Ini hanya perhitungan aritmetika sederhana, bukan indikasi kepatuhan atau kelaziman.
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya digunakan untuk keputusan luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi signifikan, atau perubahan pengurus. Namun, tanpa agenda yang diumumkan, belum dapat dipastikan jenis aksinya.
  - Basis: RUPSLB dijadwalkan, tetapi agenda tidak disebutkan
  - Assumptions: RUPSLB biasanya membahas hal-hal luar biasa
  - Caveats: Agenda RUPSLB belum diumumkan; hipotesis ini hanya bersifat spekulatif

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga belum dapat dinilai dampaknya terhadap emiten.
- Tidak ada informasi mengenai dampak keuangan atau operasional dari RUPSLB.
- Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi spesifik, atau perubahan struktur modal.

### Items to monitor

- Pemanggilan Rapat pada 28 Agustus 2026 yang akan mengungkapkan agenda RUPSLB.
- Keputusan RUPSLB pada 24 September 2026 yang dapat berdampak pada struktur modal, pengurus, atau arah usaha.
- Potensi pengumuman tambahan terkait aksi korporasi sebelum atau setelah RUPSLB.

---

## MBMA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) tidak mengumumkan aksi korporasi baru yang mengubah struktur modal atau pengurus. Aktivitas utama adalah: (1) laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 yang menunjukkan perubahan kepemilikan PT Energi Merdeka (dari 34,36% menjadi 35,42%) dan kenaikan free float (dari 26,2% menjadi 26,8%); (2) penerbitan Informasi Tambahan Ringkas untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 dengan total pokok Rp2.336,893 miliar, yang dana hasil emisinya akan digunakan untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang Fasilitas B; dan (3) penyampaian bukti iklan atas Informasi Tambahan Ringkas tersebut. Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau status pencatatan yang dilaporkan. Pentingnya secara korporasi: emiten sedang melakukan refinancing utang melalui penerbitan obligasi baru, sekaligus menunjukkan perubahan struktur kepemilikan yang perlu dipantau.

### Material changes

- Kepemilikan PT Energi Merdeka meningkat dari 34,36% menjadi 35,42% (per 31 Juli 2026).
- Free float meningkat dari 26,2% menjadi 26,8% (per 31 Juli 2026).
- Penerbitan obligasi baru Tahap V dengan total pokok Rp2.336,893 miliar.
- Pembayaran dipercepat sebagian pokok utang Fasilitas B (US$250 juta) menggunakan dana hasil emisi obligasi.

### Key financial figures

- **Total aset:** 3.968.280.280 (31 Maret 2026)
- **Total liabilitas:** 1.527.567.128 (31 Maret 2026)
- **Total ekuitas:** 2.440.713.152 (31 Maret 2026)
- **Pendapatan usaha:** 455.134.050 (3M 2026)
- **Laba periode berjalan:** 81.956.548 (3M 2026)
- **EBITDA:** 143.179.695 (3M 2026)
- **Rasio Utang Neto terhadap EBITDA:** 2.1 (31 Maret 2026)
- **Jumlah pokok obligasi tahap V:** 2.336.893.000.000 (2026)
- **Dana hasil emisi bersih:** 2.325.900.000.000 (2026)

### Corporate actions

- Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 dengan total pokok Rp2.336.893.000.000, terdiri dari Seri A Rp1.711.584.000.000 (bunga 9,00%, tenor 367 hari), Seri B Rp529.974.000.000 (bunga 10,00%, tenor 3 tahun), Seri C Rp95.335.000.000 (bunga 10,50%, tenor 5 tahun).
- Pembayaran dipercepat sebagian pokok utang Fasilitas B (US$250 juta) menggunakan dana hasil emisi sekitar Rp2.325,9 miliar (US$130,7 juta).
- Pelunasan obligasi dan sukuk lama pada Juli 2026 (disebutkan dalam dokumen obligasi).
- Penarikan penuh Fasilitas B pada Juli 2026 (disebutkan dalam dokumen obligasi).
- Pemberian pinjaman kepada MIA sebesar US$45.000.000 (disebutkan dalam dokumen obligasi).

### Expansion projects

- Pembangunan AIM I dan infrastruktur pertambangan SCM.
- Konstruksi HPAL SLNC (kapasitas 90 ktpa NiEq) di IMIP, dimulai Januari 2025, ditargetkan MHP pertama semester kedua 2026.
- Rencana pabrik HPAL dan AIM tambahan serta pengembangan kawasan IKIP.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang dilaporkan pada periode ini.
- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris terakhir berdasarkan Akta No. 226/2026 tanggal 23 Juni 2026: Presiden Komisaris Winato Kartono, Presiden Direktur Teddy Nuryanto Oetomo; masa jabatan sampai RUPS Tahunan 2027.

### Capital structure

- Total saham beredar: 107.995.419.900 saham (tidak berubah).
- Kepemilikan pengendali (ultimate shareholder): 50,04% (tetap).
- Kepemilikan PT Energi Merdeka: 35,42% (naik dari 34,36%).
- Kepemilikan PT Suwarna Arta Nusantara: 5,46% (tetap).
- Kepemilikan PT Permai Alam Mandiri: 5,46% (tetap).
- Free float: 26,8% (naik dari 26,2%).
- Saham treasuri: 0 saham.
- Modal dasar: Rp43.000.000.000.000 (430.000.000.000 saham, nominal Rp100).
- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 107.995.419.900 saham (Rp10.799.541.990.000), termasuk saham treasuri 649.881.800 saham (0,60%) menurut dokumen obligasi.

### Listing / regulatory

- Pencatatan obligasi Tahap V di BEI pada 2 September 2026.
- Peringkat obligasi idA dari Pefindo (berlaku 9 April 2026 sampai 1 April 2027).
- Pemenuhan rasio keuangan maks. 5:1 per 31 Maret 2026 (rasio aktual 2,1:1).
- Kewajiban pelaporan hasil penawaran umum obligasi kepada OJK paling lambat lima Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang dilaporkan.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan PT Energi Merdeka** [explicit_fact, high]: PT Energi Merdeka memiliki 35,42% saham per 31 Juli 2026, meningkat dari 34,36% pada bulan sebelumnya.
  - Basis: Persentase kepemilikan PT Energi Merdeka: 35,42% (Juli 2026), 34,36% (Juni 2026)
- **Free float** [explicit_fact, high]: Free float tercatat 26,8% per 31 Juli 2026, meningkat dari 26,2% pada bulan sebelumnya.
  - Basis: Persentase free float: 26,8% (Juli 2026), 26,2% (Juni 2026)
- **Penerbitan obligasi Tahap V** [explicit_fact, high]: Emiten menerbitkan obligasi dengan total pokok Rp2.336.893.000.000, terdiri dari tiga seri dengan bunga tetap 9,00%, 10,00%, dan 10,50%.
  - Basis: Jumlah pokok obligasi tahap V Rp2.336.893.000.000; Seri A Rp1.711.584.000.000 (9,00%, tenor 367 hari); Seri B Rp529.974.000.000 (10,00%, tenor 3 tahun); Seri C Rp95.335.000.000 (10,50%, tenor 5 tahun)
- **Penggunaan dana obligasi** [explicit_fact, high]: Dana hasil emisi sekitar Rp2.325,9 miliar (US$130,7 juta) digunakan untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang Fasilitas B.
  - Basis: Halaman 7 dokumen obligasi: 'sekitar Rp2.325,9 miliar atau setara US$130,7 juta akan digunakan oleh Perseroan untuk pembayaran dipercepat atas sebagian pokok utang Fasilitas B'
- **Perkiraan jumlah saham free float** [derived_calculation, medium]: Perkiraan jumlah saham free float bulan ini: 26,8% x 107.995.419.900 = 28.942.772.533 saham. Bulan sebelumnya: 26,2% x 107.995.419.900 = 28.294.800.000 saham.
  - Basis: Total saham beredar: 107.995.419.900; Persentase free float: 26,8% (Juli 2026), 26,2% (Juni 2026)
  - Assumptions: Persentase free float dihitung dari total saham beredar.
  - Caveats: Jumlah saham free float tidak disebutkan eksplisit dalam dokumen.
- **Perubahan kepemilikan PT Energi Merdeka dalam saham** [derived_calculation, medium]: Selisih persentase 1,06% (35,42% - 34,36%) setara dengan sekitar 1.144.751.451 saham (1,06% x 107.995.419.900).
  - Basis: Persentase kepemilikan PT Energi Merdeka: 34,36% (Juni), 35,42% (Juli); Total saham beredar: 107.995.419.900
  - Assumptions: Perubahan persentase dihitung dari total saham beredar yang sama.
  - Caveats: Rincian transaksi tidak diungkapkan.
- **Sisa utang Fasilitas B setelah pembayaran** [derived_calculation, high]: Saldo Fasilitas B per 11 Agustus 2026 adalah US$150,0 juta. Setelah pembayaran dipercepat, saldo menjadi US$19,3 juta. Pembayaran dipercepat sekitar US$130,7 juta (US$150,0 - US$19,3).
  - Basis: Saldo awal US$150,0 juta; Saldo akhir US$19,3 juta
  - Assumptions: Tidak ada transaksi lain antara tanggal tersebut.
- **Pertumbuhan pendapatan Q1 2026** [derived_calculation, high]: Pendapatan Q1 2026 sebesar US$455,1 juta dibandingkan US$366,1 juta pada Q1 2025, meningkat sekitar 24,3% ((455,1-366,1)/366,1).
  - Basis: Pendapatan Q1 2026: US$455,1 juta; Pendapatan Q1 2025: US$366,1 juta
  - Assumptions: Perhitungan sederhana dari angka yang tersedia.
- **Pertumbuhan laba bersih Q1 2026** [derived_calculation, high]: Laba periode berjalan Q1 2026 sebesar US$82,0 juta, meningkat 1.233,7% dari US$6,1 juta pada Q1 2025, sesuai dengan klaim emiten.
  - Basis: Laba periode berjalan Q1 2026: US$82,0 juta; Laba periode berjalan Q1 2025: US$6,1 juta
  - Assumptions: Perhitungan pertumbuhan dari angka yang tersedia.
- **Penyebab peningkatan free float** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan free float dari 26,2% menjadi 26,8% mungkin disebabkan oleh penjualan saham oleh pemegang saham utama atau pengendali, atau perubahan klasifikasi kepemilikan. Namun, tidak ada informasi transaksi yang tersedia untuk mengkonfirmasi.
  - Basis: Persentase free float: 26,2% (Juni), 26,8% (Juli)
  - Assumptions: Perubahan free float berasal dari perubahan kepemilikan saham.
  - Caveats: Tidak ada rincian transaksi atau perubahan kepemilikan yang diungkapkan.
- **Dampak pembayaran utang terhadap leverage** [analyst_hypothesis, low]: Pembayaran dipercepat Fasilitas B dapat menurunkan utang berbunga, namun dampak terhadap rasio leverage tidak dapat dihitung tanpa data utang neto dan EBITDA terbaru.
  - Caveats: Perhitungan memerlukan data keuangan setelah transaksi.

### Risks / uncertainties

- Risiko utama: Perseroan adalah perusahaan holding yang bergantung pada dividen dari anak usaha.
- Risiko likuiditas obligasi di pasar sekunder.
- Obligasi tidak dijamin dengan jaminan khusus, hanya jaminan umum.
- Kewajiban memenuhi rasio keuangan maks. 5:1; jika gagal dapat memicu default.
- Pembayaran dipercepat utang dapat mempengaruhi arus kas.
- Kenaikan biaya keuangan sebesar 444,9% menjadi US$16,6 juta pada Q1 2026.
- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari laporan bulanan registrasi pemegang efek.

### Items to monitor

- Hasil penawaran obligasi Tahap V (24-26 Agustus 2026) dan realisasi penggunaan dana.
- Perubahan kepemilikan PT Energi Merdeka dan free float pada laporan bulanan berikutnya.
- Kemajuan proyek HPAL SLNC dan AIM I, termasuk target MHP pertama semester kedua 2026.
- Pemenuhan rasio keuangan maks. 5:1 pada periode berikutnya.
- Potensi transaksi pembelian/penjualan saham oleh pemegang saham utama yang belum diungkapkan.

---

## MCOR

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 4

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT MCOR Construction Indonesia Tbk (MCOR) menerbitkan empat pengumuman yang secara kolektif menunjukkan perubahan tata kelola dan dinamika struktur pemegang saham. Perubahan paling signifikan adalah pengangkatan efektif Shen Huayu sebagai Komisaris Non Independen, yang diumumkan pada 14 Agustus 2026, setelah melalui proses fit and proper test OJK (Keputusan No. KEPR-143/D.03/2026 tanggal 10 Agustus 2026) dan dijadwalkan untuk disetujui dalam RUPSLB pada 4 September 2026. Selain itu, laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 mengungkapkan perubahan klasifikasi saham: saham yang dibatasi pengalihannya (lock-up) turun dari 2.929.037 saham menjadi 0 saham, sementara saham yang diperdagangkan (scripless traded) naik dari 7.216.069.930 saham menjadi 7.218.998.967 saham, yang mengindikasikan berakhirnya periode lock-up atau perpindahan klasifikasi. Tidak ada perubahan total saham tercatat (22.751.563.707 saham), free float (14,63%), atau treasury stock (0 saham). Perubahan pengurus ini penting secara korporasi karena dapat mempengaruhi arah strategis dan tata kelola perusahaan, meskipun rincian agenda RUPSLB belum diungkapkan.

### Material changes

- Pengangkatan Shen Huayu sebagai Komisaris Non Independen efektif 12 Agustus 2026, berdasarkan Keputusan OJK No. KEPR-143/D.03/2026 tanggal 10 Agustus 2026.
- Perubahan klasifikasi saham: saham lock-up turun dari 2.929.037 menjadi 0 saham; saham scripless traded naik dari 7.216.069.930 menjadi 7.218.998.967 saham.
- Tidak ada perubahan total saham tercatat (22.751.563.707 saham), free float (14,63%), treasury stock (0 saham), atau pengendali.

### Key financial figures

- **Total Saham Tercatat:** 22.751.563.707 saham (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan Direksi dan Komisaris:** 1.996.923 saham (8,21%) (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan Pengendali:** 932.114 saham (6,94%) (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan Afiliasi Pengendali:** 0,01% (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan Pemegang Saham >=5%:** 2.205.221.679 saham (5,82%) (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan Pemegang Saham <5%:** 7.216.069.930 saham (19,02%) (31 Juli 2026)
- **Treasury Stock:** 0 saham (31 Juli 2026)
- **Free Float:** 14,63% (31 Juli 2026)

### Corporate actions

- Perubahan susunan pengurus (management composition) - agenda RUPSLB, detail belum diungkapkan.

### Management / control changes

- Pengangkatan Shen Huayu sebagai Komisaris Non Independen efektif 12 Agustus 2026.
- Susunan Dewan Komisaris terbaru: Komisaris Utama Wu Jianzheng; Komisaris Non Independen Shen Huayu; Komisaris Independen Mohamad Hasan dan Yudo Sutanto, Nyoo.
- Susunan Direksi saat ini: Jiang Yongdong (Direktur Utama), Zhu Yong, Junianto, Andreas Herman Basuki, Suryati Budiyanto.

### Capital structure

- Perubahan klasifikasi saham: saham lock-up turun dari 2.929.037 menjadi 0 saham; saham scripless traded naik dari 7.216.069.930 menjadi 7.218.998.967 saham.

### Listing / regulatory

- Persetujuan OJK melalui Keputusan No. KEPR-143/D.03/2026 tanggal 10 Agustus 2026 untuk pengangkatan Shen Huayu.
- Penyelenggaraan RUPSLB mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14 Tahun 2025 tentang RUPS Elektronik.

### Analytical scenarios

- **Pengangkatan Shen Huayu sebagai Komisaris** [explicit_fact, high]: Shen Huayu diangkat efektif sebagai Komisaris Non Independen berdasarkan Keputusan OJK No. KEPR-143/D.03/2026 tanggal 10 Agustus 2026, efektif 12 Agustus 2026.
  - Basis: Surat OJK No. KEPR-143/D.03/2026 tanggal 10 Agustus 2026; Tanggal kejadian 12 Agustus 2026
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan agenda tunggal RUPSLB adalah 'Perubahan Susunan Pengurus' tanpa rincian lebih lanjut.
  - Basis: Agenda RUPSLB: Perubahan Susunan Pengurus
- **Perubahan klasifikasi saham** [explicit_fact, high]: Saham lock-up turun dari 2.929.037 menjadi 0 saham; saham scripless traded naik dari 7.216.069.930 menjadi 7.218.998.967 saham.
  - Basis: Data pada halaman 6 dan 14 laporan bulanan
- **Selisih perubahan saham scripless traded** [derived_calculation, medium]: Kenaikan saham scripless traded = 7.218.998.967 - 7.216.069.930 = 2.929.037 saham, yang sama dengan penurunan saham lock-up (2.929.037 saham). Ini menunjukkan perpindahan klasifikasi, bukan perubahan total saham.
  - Basis: Angka dari laporan bulanan: lock-up 2.929.037 menjadi 0; scripless traded 7.216.069.930 menjadi 7.218.998.967
  - Assumptions: Perubahan ini mencerminkan perpindahan saham antar kategori, bukan perubahan total saham.
  - Caveats: Data diekstraksi dari PDF yang tidak lengkap; angka mungkin tidak akurat.
- **Berakhirnya periode lock-up** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan saham lock-up menjadi 0 dan kenaikan scripless traded menunjukkan berakhirnya periode lock-up atau perpindahan status pencatatan, yang dapat meningkatkan pasokan saham di pasar.
  - Basis: Perubahan klasifikasi saham pada laporan bulanan
  - Assumptions: Perubahan ini mencerminkan berakhirnya lock-up, bukan perubahan lain.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi dari emiten mengenai penyebab perubahan klasifikasi ini.
- **Dampak perubahan pengurus terhadap strategi** [analyst_hypothesis, low]: Pengangkatan komisaris baru dapat menandakan penyesuaian tata kelola atau strategi, namun tidak ada informasi lebih lanjut.
  - Basis: Perubahan susunan pengurus
  - Assumptions: Perubahan pengurus sering kali terkait dengan arah strategis
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai arah strategis

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan susunan pengurus (nama, jabatan, efektif) tidak diungkapkan dalam dokumen RUPSLB, sehingga belum dapat dinilai dampaknya.
- Perubahan klasifikasi saham (lock-up menjadi 0) dapat menimbulkan potensi peningkatan pasokan saham di pasar, namun dampaknya belum dapat dipastikan.
- Mekanisme offline RUPSLB dibatasi jumlah kehadiran, namun tidak dijelaskan batasan spesifiknya.
- Keterlambatan atau kegagalan registrasi elektronik dapat menyebabkan kehadiran tidak dihitung dalam kuorum.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 4 September 2026 terkait perubahan susunan pengurus.
- Rincian perubahan susunan pengurus yang akan diumumkan setelah RUPSLB.
- Dampak perubahan klasifikasi saham terhadap likuiditas dan pasokan saham di pasar.
- Potensi perubahan free float atau struktur pemegang saham pada laporan bulanan berikutnya.

---

## MDLN

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) mengumumkan dua aksi korporasi signifikan: (1) pemanggilan RUPSLB untuk persetujuan pengalihan/penjaminan aset >50% kekayaan bersih dan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar terkait KBLI; (2) usulan scheme of arrangement untuk menyelesaikan Guaranteed Senior Notes jatuh tempo 30 April 2027. Kedua pengumuman menunjukkan langkah restrukturisasi aset dan utang yang saling terkait, meskipun detail transaksi dan skema belum diungkapkan. Pentingnya secara korporasi: RUPSLB dapat mengubah struktur aset secara material, sementara skema restrukturisasi utang berpotensi mempengaruhi kelangsungan usaha dan profil utang.

### Material changes

- Rencana pengalihan/pemindahtanganan dan/atau penjaminan aset yang nilainya lebih dari 50% kekayaan bersih perseroan, memerlukan persetujuan RUPSLB.
- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI sesuai PP No. 28 Tahun 2025 dan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025.
- Usulan scheme of arrangement untuk penyelesaian menyeluruh Guaranteed Senior Notes due 30 April 2027.

### Corporate actions

- RUPSLB untuk persetujuan pengalihan/pemindahtanganan dan/atau penjaminan aset >50% kekayaan bersih (transaksi material).
- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI.
- Restrukturisasi utang melalui scheme of arrangement untuk penyelesaian Guaranteed Senior Notes due 30 April 2027.

### Listing / regulatory

- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk memenuhi KBLI sesuai PP No. 28 Tahun 2025 dan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025.
- Pemanggilan RUPSLB sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020.
- Keterbukaan informasi material sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015 dan POJK No. 45 Tahun 2024, serta Peraturan BEI No. I-E dan perubahannya.
- Pengumuman bukan merupakan penawaran umum di Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB memiliki dua agenda: persetujuan pengalihan aset >50% kekayaan bersih dan perubahan Pasal 3 AD terkait KBLI.
  - Basis: Agenda 1 dan 2 pada dokumen pemanggilan
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan 4 September 2026 dengan recording date 12 Agustus 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu dan DPS pada dokumen
- **Tujuan scheme of arrangement** [explicit_fact, high]: Tujuan akhir implementasi scheme of arrangement adalah penyelesaian menyeluruh Guaranteed Senior Notes due April 30, 2027.
  - Basis: Tertulis pada dokumen: 'tujuan akhir atas implementasi scheme of arrangement ini adalah untuk melakukan penyelesaian Guaranteed Senior Notes due April 30, 2027 secara menyeluruh'
- **Proses voting dan pengadilan** [explicit_fact, high]: Voting oleh pemegang Notes berlangsung hingga 24 Agustus 2026; jika disetujui mayoritas, hasilnya akan diajukan ke Pengadilan Tinggi Singapura untuk mendapatkan sanction.
  - Basis: Tertulis pada dokumen: 'Voting atas usulan scheme of arrangement oleh para pemegang Notes adalah sampai tanggal 24 Agustus 2026' dan 'apabila usulan tersebut diterima oleh mayoritas pemegang Notes, maka hasil voting dan usulan scheme of arrangement tersebut akan dimohonkan kepada Pengadilan Tinggi Singapura guna mendapatkan sanction'
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha, kecuali sebagaimana diungkapkan.
  - Basis: Tertulis pada dokumen: 'Perseroan berpendapat belum ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan, kecuali sebagaimana telah diungkapkan pada surat ini'
- **Ambang batas transaksi material** [derived_calculation, low]: Agenda 1 menyebutkan transaksi aset >50% kekayaan bersih. Tanpa nilai kekayaan bersih, tidak dapat dihitung nilai absolut transaksi. Rumus: Nilai transaksi > 50% × kekayaan bersih. Asumsi: kekayaan bersih berdasarkan laporan keuangan terakhir.
  - Basis: Agenda 1 pada dokumen pemanggilan
  - Assumptions: Kekayaan bersih tersedia dari laporan keuangan, namun tidak diungkapkan dalam pengumuman
  - Caveats: Nilai kekayaan bersih tidak tersedia; perhitungan tidak dapat dilakukan
- **Potensi transaksi material** [analyst_hypothesis, medium]: Agenda 1 mengindikasikan adanya rencana transaksi pengalihan aset atau penjaminan aset yang nilainya melebihi 50% kekayaan bersih, namun detail transaksi (nilai, pihak, aset) belum diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda 1 menyebutkan 'lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih'
  - Assumptions: Transaksi tersebut akan memenuhi kriteria transaksi material sesuai peraturan OJK
  - Caveats: Detail transaksi belum tersedia; hanya rencana yang dimintakan persetujuan
- **Dampak perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Pasal 3 AD untuk penyesuaian KBLI kemungkinan bersifat administratif untuk kepatuhan regulasi, namun dapat mengindikasikan penyesuaian kegiatan usaha.
  - Basis: Agenda 2 menyebutkan pemenuhan persyaratan KBLI
  - Assumptions: Perubahan tersebut tidak mengubah substansi kegiatan usaha secara fundamental
  - Caveats: Matriks KBLI terlampir menunjukkan perubahan kode untuk berbagai kegiatan, namun dampak operasional belum dapat dipastikan
- **Potensi dampak positif** [analyst_hypothesis, low]: Jika scheme of arrangement berhasil, hal ini dapat mengurangi beban utang dan meningkatkan kelangsungan usaha, namun detail skema belum diungkapkan.
  - Basis: Pernyataan Perseroan: 'Perseroan berpendapat scheme of arrangement tersebut akan berdampak positif apabila dapat dilaksanakan'
  - Assumptions: Keberhasilan skema akan menghasilkan penyelesaian utang yang lebih baik bagi Perseroan
  - Caveats: Belum ada rincian skema, nilai, atau mekanisme yang diungkapkan dalam dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Detail aset yang akan dialihkan/dijaminkan belum diungkapkan, termasuk nilai, pihak lawan, dan dampak finansial.
- Dampak perubahan KBLI terhadap kegiatan usaha belum jelas.
- Persetujuan pemegang saham belum diperoleh; RUPSLB masih akan dilaksanakan.
- Risiko kepatuhan: RUPSLB harus memenuhi ketentuan POJK No. 15/POJK.04/2020, termasuk kuorum dan persetujuan pemegang saham.
- Hasil voting pemegang Notes belum diketahui; jika tidak disetujui mayoritas, skema gagal.
- Pengadilan Tinggi Singapura mungkin tidak memberikan sanction.
- Rincian skema (nilai, mekanisme, dampak) belum diungkapkan dalam dokumen ini.
- Tidak ada informasi tentang jumlah utang atau persentase pemegang notes yang dibutuhkan.

### Items to monitor

- Hasil voting pemegang Notes pada 24 Agustus 2026.
- Keputusan Pengadilan Tinggi Singapura terkait sanction scheme of arrangement.
- Detail transaksi aset yang akan dimintakan persetujuan RUPSLB (nilai, pihak, jenis aset).
- Hasil RUPSLB pada 4 September 2026.
- Rincian perubahan KBLI dan dampaknya terhadap kegiatan usaha.
- Pengumuman lanjutan terkait skema restrukturisasi utang.

---

## MEDC

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat rutin dan tidak menandakan aksi korporasi besar. Pertama, Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang menunjukkan perubahan kepemilikan saham oleh satu anggota Direksi (Benny Siahaan) dan penurunan tipis free float. Kedua, pengumuman perubahan susunan Komite Audit yang efektif per 1 Juli 2026, dengan Royke Tumilaar menggantikan Marsillam Simandjuntak sebagai Ketua. Tidak ada perubahan struktur modal, pengendali, ekspansi, atau status pencatatan. Pentingnya secara korporasi terbatas pada transparansi kepemilikan insider dan tata kelola komite, tanpa dampak fundamental langsung.

### Material changes

- Kepemilikan saham Direksi Benny Siahaan meningkat dari 10.134.130 saham (0,04%) menjadi 13.134.130 saham (0,05%) per 31 Juli 2026.
- Free float menurun dari 21,89% menjadi 21,86% per 31 Juli 2026.
- Ketua Komite Audit berubah dari Marsillam Simandjuntak menjadi Royke Tumilaar, efektif 1 Juli 2026.

### Management / control changes

- Perubahan susunan Komite Audit: Royke Tumilaar sebagai Ketua baru menggantikan Marsillam Simandjuntak; Hendry dan Ferry Sanjaya tetap sebagai anggota. Efektif 1 Juli 2026.

### Capital structure

- Total saham tercatat tetap 25.136.231.252 saham.
- Kepemilikan Benny Siahaan (Direksi) naik dari 10.134.130 saham (0,04%) menjadi 13.134.130 saham (0,05%).
- Free float turun dari 21,89% menjadi 21,86%.
- Saham tresuri tetap 0 saham.
- Kepemilikan pengendali Hilmi Panigoro (51,5%) dan Royke Tumilaar (21,46%) tetap.

### Listing / regulatory

- LBRE disusun sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia I-A dan I-V mengenai kewajiban pelaporan bulanan.

### Analytical scenarios

- **Perubahan kepemilikan saham Direksi** [explicit_fact, high]: Benny Siahaan, anggota Direksi, meningkatkan kepemilikannya dari 10.134.130 saham menjadi 13.134.130 saham, atau bertambah 3.000.000 saham. Persentase naik dari 0,04% menjadi 0,05%.
  - Basis: Halaman 2 dan 13 LBRE: '10,134,130' dan '13,134,130' saham, persentase 0,04% dan 0,05%.
- **Perubahan Komite Audit** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan perubahan Komite Audit efektif 1 Juli 2026, dengan Royke Tumilaar sebagai Ketua baru menggantikan Marsillam Simandjuntak, sementara Hendry dan Ferry Sanjaya tetap sebagai anggota.
  - Basis: Tabel perubahan Komite Audit pada halaman 1 dan 2 pengumuman 20260814145004-EXT-012/LEGC/INA/MEDC/VII/2026_id-id
- **Penurunan free float** [derived_calculation, high]: Free float turun dari 21,89% menjadi 21,86%, selisih 0,03 poin persentase. Jumlah saham free float turun dari 5.502.625.254 menjadi 5.495.390.456, selisih 7.234.798 saham. Penurunan ini mungkin terkait dengan pembelian saham oleh Benny Siahaan (3.000.000 saham) dan perubahan lain yang tidak dirinci.
  - Basis: Halaman 9 dan 20 LBRE: free float bulan ini 21,86% dan 5.495.390.456 saham; bulan sebelumnya 21,89% dan 5.502.625.254 saham.
  - Assumptions: Penurunan free float dihitung dari selisih angka yang tersedia.
- **Pembelian saham oleh Direksi** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan kepemilikan Benny Siahaan sebesar 3.000.000 saham kemungkinan merupakan pembelian di pasar sekunder, namun tidak ada konfirmasi eksplisit dalam dokumen. Ini dapat menjadi sinyal positif kecil, tetapi tidak cukup untuk menarik kesimpulan.
  - Basis: Halaman 2 LBRE: perubahan jumlah saham dari 10.134.130 menjadi 13.134.130.
  - Assumptions: Perubahan kepemilikan terjadi melalui transaksi pasar, bukan aksi korporasi.
  - Caveats: Tidak ada detail transaksi atau sumber dana.
- **Alasan perubahan Komite Audit** [analyst_hypothesis, low]: Alasan perubahan Ketua Komite Audit tidak disebutkan dalam dokumen; kemungkinan terkait rotasi atau kebijakan internal, namun tidak ada informasi yang mendukung.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam dokumen pengumuman 20260814145004-EXT-012/LEGC/INA/MEDC/VII/2026_id-id
  - Assumptions: Perubahan tersebut merupakan keputusan internal perseroan
  - Caveats: Hanya spekulasi; tidak ada data pendukung

### Risks / uncertainties

- Angka kepemilikan Sanjeev Bansal tidak terbaca jelas pada halaman 4 LBRE, sehingga tidak dapat diverifikasi.
- Terdapat inkonsistensi kecil pada angka saham KSEI bulan sebelumnya (12.944.140.12 vs 12.944.140.124) yang mungkin merupakan kesalahan ketik.
- Klasifikasi investor didasarkan pada data KSEI dan proses KYC, sehingga akurasinya bergantung pada kebenaran data yang disampaikan investor.
- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan Ketua Komite Audit.
- Tidak ada rincian latar belakang atau independensi anggota baru Komite Audit.

### Items to monitor

- Klarifikasi angka kepemilikan Sanjeev Bansal pada LBRE berikutnya.
- Perkembangan kepemilikan saham oleh Direksi dan insider lainnya.
- Perubahan free float pada laporan bulanan berikutnya.
- Kinerja dan independensi Komite Audit di bawah kepemimpinan baru.
- Pengumuman aksi korporasi atau ekspansi yang mungkin menyusul.

---

## MGLV

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV, sebelumnya PT Panca Anugrah Wisesa Tbk) menerbitkan dua pengumuman: (1) perubahan data kontak Corporate Secretary yang efektif 12 Agustus 2026, dan (2) pemanggilan RUPSLB dan RUPS Independen yang akan digelar 3 September 2026. Yang terakhir memuat agenda korporasi yang sangat material: perubahan kegiatan usaha utama, penerbitan hingga 285.732.512 saham baru melalui PMHMETD, penjualan anak usaha dan pengalihan aset-liabilitas kepada pihak ketiga non-afiliasi, perubahan susunan pengurus, pengambilalihan saham PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC) dari PT Nextier Datamate Center (NDC) beserta piutang, serta penerimaan pinjaman pemegang saham dari NDC. Nilai transaksi, identitas pihak ketiga, detail kegiatan usaha baru, dan struktur PMHMETD tidak diungkapkan, sehingga dampak finansial dan dilusi belum dapat dihitung. Perubahan alamat dan email Corporate Secretary ke domain nexai-group.com serta lokasi Pacific Century Place mengindikasikan kesinambungan transformasi korporasi yang sedang berjalan.

### Material changes

- Perubahan data kontak Corporate Secretary (alamat, telepon, email) efektif 12 Agustus 2026; nama dan jabatan tidak berubah.
- Rencana perubahan kegiatan usaha utama (Pasal 3 ayat (1) dan (2) anggaran dasar) yang akan dimintakan persetujuan RUPSLB.
- Rencana PMHMETD dengan penerbitan hingga 285.732.512 saham biasa baru.
- Rencana penjualan saham anak usaha dan pengalihan aset-liabilitas kepada pihak ketiga non-afiliasi.
- Rencana perubahan susunan pengurus Perseroan.
- Rencana pengambilalihan saham NAC dan NGC dari NDC beserta piutang NDC terhadap NAC dan NGC.
- Rencana penerimaan pinjaman pemegang saham dari NDC.

### Corporate actions

- RUPSLB agenda 1: Persetujuan perubahan Pasal 3 ayat (1) dan (2) anggaran dasar mengenai maksud, tujuan, dan kegiatan usaha, termasuk pembahasan studi kelayakan, untuk memenuhi POJK 17/2020.
- RUPSLB agenda 2: Persetujuan PMHMETD melalui penawaran umum terbatas, dengan penerbitan hingga 285.732.512 saham biasa baru dan peningkatan modal ditempatkan dan disetor.
- RUPSLB agenda 3: Persetujuan penjualan saham perusahaan anak kepada pihak ketiga non-afiliasi dan pengalihan aset dan liabilitas kepada pihak ketiga non-afiliasi, sebagai transaksi material sesuai POJK 17/2020.
- RUPSLB agenda 4: Persetujuan perubahan susunan pengurus Perseroan.
- RUPS Independen agenda 1: Persetujuan pengambilalihan saham PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC) dari pemegang saham PT Nextier Datamate Center (NDC), serta piutang NDC terhadap NAC dan NGC, sebagai transaksi material dan afiliasi.
- RUPS Independen agenda 2: Persetujuan penerimaan pinjaman pemegang saham dari NDC, sebagai transaksi material dan afiliasi.

### Management / control changes

- Perubahan data Corporate Secretary: nama tetap Putra Harianto Batee, alamat berubah dari Jl. Kemang Raya No.17, Jakarta 12730 menjadi Pacific Century Place Lantai 38, SCBD Lot 10, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Kel. Senayan, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12190; email berubah dari corsec@pancaanugrahwisesa.com menjadi corporatesecretary@nexai-group.com; telepon baru 0217180349.
- RUPSLB agenda 4: Rencana perubahan susunan pengurus Perseroan; detail jabatan lama dan baru tidak diungkapkan.

### Capital structure

- PMHMETD akan menerbitkan hingga 285.732.512 saham biasa baru dan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor.
- Rasio, harga pelaksanaan, agio, dan jumlah saham beredar saat ini tidak diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Perubahan kegiatan usaha wajib memenuhi POJK 17/2020, termasuk studi kelayakan.
- Transaksi penjualan anak usaha dan pengalihan aset-liabilitas merupakan transaksi material sesuai POJK 17/2020.
- Akuisisi saham dan piutang dari NDC merupakan transaksi material dan afiliasi sesuai POJK 17/2020 dan POJK 42/2020.
- Penerimaan pinjaman dari NDC merupakan transaksi material dan afiliasi sesuai POJK 17/2020 dan POJK 42/2020.
- RUPS Independen diperlukan untuk persetujuan transaksi afiliasi.

### Analytical scenarios

- **Perubahan data Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan perubahan Corporate Secretary efektif 12 Agustus 2026, namun nama dan jabatan tidak berubah; yang berubah adalah alamat, telepon, dan email.
  - Basis: Nama Baru: Putra Harianto Batee; Nama Lama: Putra Harianto Batee; Alamat Baru: Pacific Century Place Lantai 38, SCBD Lot 10, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan 12190; Alamat Lama: Jl. Kemang Raya No.17, Jakarta 12730; Email Baru: corporatesecretary@nexai-group.com; Email Lama: corsec@pancaanugrahwisesa.com
- **Jumlah saham baru PMHMETD** [explicit_fact, high]: Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham biasa baru dalam PMHMETD.
  - Basis: Teks dokumen: 'menerbitkan sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham biasa baru'
- **Transaksi afiliasi dan material** [explicit_fact, high]: Akuisisi saham NAC dan NGC dari NDC serta pengambilalihan piutang NDC terhadap NAC dan NGC merupakan transaksi material dan afiliasi, memerlukan persetujuan pemegang saham independen.
  - Basis: Teks dokumen: 'merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020 dan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020'
- **Pinjaman pemegang saham** [explicit_fact, high]: Perseroan berencana menerima pinjaman dari NDC, yang merupakan transaksi material dan afiliasi, memerlukan persetujuan pemegang saham independen.
  - Basis: Teks dokumen: 'rencana Perseroan untuk menerima pinjaman dari NDC yang merupakan pemegang saham Perseroan'
- **Dampak dilusi dari PMHMETD** [derived_calculation, low]: Penerbitan hingga 285.732.512 saham baru akan meningkatkan jumlah saham beredar dan berpotensi mendilusi kepemilikan pemegang saham yang tidak menggunakan haknya. Persentase dilusi tidak dapat dihitung karena jumlah saham beredar saat ini tidak diungkapkan.
  - Basis: Jumlah saham baru: 285.732.512
  - Assumptions: Jumlah saham beredar saat ini tidak tersedia dalam dokumen.
  - Caveats: Perhitungan dilusi memerlukan data jumlah saham beredar yang tidak tersedia.
- **Kesinambungan kepemimpinan** [analyst_hypothesis, low]: Tidak ada perubahan nama Corporate Secretary menunjukkan kesinambungan fungsi, namun perubahan alamat dan email mungkin mengindikasikan relokasi kantor atau perubahan infrastruktur komunikasi perusahaan.
  - Basis: Nama Corporate Secretary sama pada kolom baru dan lama; Alamat dan email berubah
  - Assumptions: Perubahan alamat dan email mencerminkan perubahan operasional atau administratif
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai alasan perubahan
- **Keterkaitan agenda** [analyst_hypothesis, low]: Agenda RUPSLB dan RUPS Independen kemungkinan saling terkait dalam satu rencana korporasi yang lebih besar, di mana PMHMETD dapat digunakan untuk mendanai transaksi pengambilalihan dan/atau pinjaman pemegang saham, namun dokumen tidak menyatakan hubungan tersebut secara eksplisit.
  - Basis: Agenda RUPSLB mencakup PMHMETD dan transaksi material; agenda RUPS Independen mencakup pengambilalihan dan pinjaman pemegang saham.
  - Assumptions: PMHMETD mungkin terkait dengan pendanaan transaksi, tetapi tidak ada pernyataan eksplisit.
  - Caveats: Tidak ada informasi dalam dokumen yang menghubungkan agenda-agenda tersebut.
- **Potensi perubahan arah bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan kegiatan usaha yang diusulkan, bersama dengan penjualan anak usaha dan pengalihan aset-liabilitas, mengindikasikan kemungkinan transformasi bisnis yang signifikan, namun detail kegiatan usaha baru tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda RUPSLB 1 (perubahan kegiatan usaha), agenda RUPSLB 3 (penjualan anak usaha dan pengalihan aset-liabilitas)
  - Assumptions: Perubahan kegiatan usaha dan divestasi besar-besaran sering kali menandakan perubahan strategi bisnis.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai kegiatan usaha baru atau alasan strategis di luar kepatuhan regulasi.
- **Sifat transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Pengambilalihan saham NAC dan NGC dari NDC, serta piutang NDC terhadap NAC dan NGC, menunjukkan potensi restrukturisasi internal dalam grup, namun tidak ada detail nilai transaksi atau struktur.
  - Basis: NDC adalah pemegang saham Perseroan dan pihak dalam transaksi; NAC dan NGC adalah entitas yang diambil alih.
  - Assumptions: NAC dan NGC mungkin merupakan anak usaha atau afiliasi dalam grup yang sama.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang hubungan NAC/NGC dengan NDC selain disebutkan sebagai pihak transaksi.

### Risks / uncertainties

- Nilai transaksi untuk setiap agenda (penjualan anak usaha, pengalihan aset-liabilitas, akuisisi saham, pengambilalihan piutang, pinjaman) tidak diungkapkan.
- Identitas pihak ketiga non-afiliasi yang akan membeli anak usaha dan menerima pengalihan aset-liabilitas tidak disebutkan.
- Detail kegiatan usaha baru yang akan diadopsi tidak dijelaskan.
- Jumlah saham beredar saat ini tidak diungkapkan, sehingga dampak dilusi PMHMETD tidak dapat dihitung.
- Tidak ada informasi mengenai harga pelaksanaan rights issue atau nilai nominal saham.
- Tidak ada informasi mengenai struktur pinjaman dari NDC (jumlah, bunga, jangka waktu).
- Risiko kepatuhan terhadap POJK 17/2020 dan POJK 42/2020 jika transaksi tidak disetujui atau tidak memenuhi ketentuan.
- Risiko bahwa RUPS tidak menyetujui agenda-agenda tersebut.
- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan alamat dan email Corporate Secretary.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB dan RUPS Independen pada 3 September 2026, termasuk persetujuan atau penolakan setiap agenda.
- Pengumuman lanjutan mengenai nilai transaksi, identitas pihak ketiga, dan detail kegiatan usaha baru.
- Informasi jumlah saham beredar saat ini dan rasio PMHMETD untuk menghitung dampak dilusi.
- Harga pelaksanaan rights issue dan struktur pinjaman dari NDC.
- Perubahan susunan pengurus yang akan disetujui dalam RUPSLB.
- Kepatuhan terhadap POJK 17/2020 dan POJK 42/2020, termasuk persetujuan pemegang saham independen.

---

## MKNT

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menerbitkan ralat pemanggilan RUPSLB yang mengubah lokasi penyelenggaraan RUPSLB. RUPSLB dijadwalkan pada 24 Agustus 2026 dengan agenda utama persetujuan PMTHMETD (private placement) melalui konversi utang dan setoran tunai, penetapan pengendali baru, perubahan nama menjadi PT Remitra Global International Tbk, perubahan anggaran dasar, dan perubahan susunan direksi/komisaris. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- Ralat pemanggilan RUPSLB terkait perubahan lokasi penyelenggaraan RUPSLB.
- RUPSLB akan diselenggarakan pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 13.30 WIB di Hotel Manhattan Lt. 10, Jakarta Selatan.
- Agenda 1: Persetujuan PMTHMETD (private placement) dalam rangka perbaikan posisi keuangan, melalui konversi utang Perseroan kepada kreditur menjadi saham dan penyetoran tunai oleh investor independen.
- Agenda 2: Persetujuan penetapan pengendali baru Perseroan sehubungan dengan perubahan komposisi kepemilikan saham setelah PMTHMETD.
- Agenda 3: Persetujuan perubahan nama Perseroan menjadi PT Remitra Global International Tbk.
- Agenda 4: Persetujuan perubahan anggaran dasar, termasuk peningkatan modal dasar, penambahan klasifikasi Saham Seri B dengan nilai nominal Rp1 per saham, perubahan modal ditempatkan dan disetor, penyesuaian KBLI 2025, perubahan nama, dan perubahan tugas wewenang Direksi.
- Agenda 5: Persetujuan perubahan susunan anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris sehubungan dengan perubahan pengendalian.
- Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam DPS pada tanggal 30 Juli 2026 pukul 16.00 WIB.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Laporan informasi material dikeluarkan pada 13 Agustus 2026 dengan nomor surat 146/MKNT-OJK/VIII/2026.

### Corporate actions

- PMTHMETD (private placement) melalui konversi utang dan setoran tunai
- Perubahan pengendali
- Perubahan nama perusahaan
- Perubahan anggaran dasar
- Perubahan susunan direksi dan/atau komisaris

### Management / control changes

- Penetapan pengendali baru setelah PMTHMETD
- Perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris

### Capital structure

- PMTHMETD akan menambah modal ditempatkan dan disetor
- Penambahan klasifikasi saham baru: Saham Seri B dengan nilai nominal Rp1 per saham
- Peningkatan modal dasar

### Listing / regulatory

- PMTHMETD mengacu pada POJK No. 14/POJK.04/2019 dan POJK No. 32/POJK.04/2015

### Analytical scenarios

- **Perubahan lokasi RUPSLB** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan bahwa informasi material yang dilaporkan adalah ralat pemanggilan RUPSLB terkait perubahan lokasi.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'Perubahan Lokasi RUPSLB'
- **Klaim tidak ada dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian: 'Tidak ada Dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim emiten dan tidak diverifikasi secara independen.
- **PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Perseroan akan melakukan PMTHMETD melalui konversi utang dan setoran tunai oleh investor independen untuk perbaikan posisi keuangan.
  - Basis: Agenda 1: 'PMTHMETD dilakukan dalam rangka perbaikan kondisi keuangan Perseroan dengan cara mengkonversi utang Perseroan kepada kreditur menjadi saham dan penyetoran tunai oleh investor independen.'
- **Perubahan pengendali** [explicit_fact, high]: Perseroan akan menetapkan pengendali baru dalam Perseroan sehubungan dengan adanya perubahan komposisi kepemilikan mayoritas saham Perseroan setelah dilaksanakannya PMTHMETD.
  - Basis: Agenda 2: 'Perseroan akan menetapkan pengendali baru dalam Perseroan sehubungan dengan adanya perubahan komposisi kepemilikan mayoritas saham Perseroan setelah dilaksanakannya PMTHMETD.'
- **Perubahan nama** [explicit_fact, high]: Nama Perseroan akan diubah menjadi PT Remitra Global International Tbk.
  - Basis: Agenda 3: 'Perseroan bermaksud untuk melakukan perubahan nama Perseroan dari semula PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk menjadi PT Remitra Global International Tbk.'
- **Saham Seri B** [explicit_fact, high]: Akan ada penambahan klasifikasi saham baru, yaitu Saham Seri B dengan nilai nominal Rp1 per saham.
  - Basis: Agenda 4: 'penambahan klasifikasi saham baru, yaitu Saham Seri B dengan nilai nominal Rp1 per saham'
- **Dampak dilusi** [analyst_hypothesis, low]: PMTHMETD berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham eksisting, namun besaran dilusi tidak dapat dihitung karena jumlah saham baru dan harga konversi tidak diungkapkan.
  - Basis: Agenda 1 menyebutkan PMTHMETD melalui konversi utang dan setoran tunai, tetapi tidak ada angka jumlah saham atau harga.
  - Assumptions: PMTHMETD akan menambah jumlah saham beredar.
  - Caveats: Tanpa data jumlah saham baru, tidak dapat dihitung tingkat dilusi.
- **Tujuan strategis** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan nama dan penyesuaian kegiatan usaha mengindikasikan perubahan arah bisnis, namun detail strategi belum diungkapkan.
  - Basis: Agenda 3 dan 4 menyebutkan perubahan nama dan penyesuaian KBLI 2025.
  - Assumptions: Perubahan nama dan KBLI mencerminkan perubahan fokus bisnis.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai kegiatan usaha baru.

### Risks / uncertainties

- Lokasi RUPSLB yang baru tidak disebutkan dalam dokumen utama, sehingga pemegang saham mungkin perlu merujuk pada lampiran ralat pemanggilan RUPSLB untuk detail lebih lanjut.
- Jumlah saham baru, harga konversi, dan identitas investor independen tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Rincian perubahan anggaran dasar dan susunan pengurus belum tersedia.
- Persetujuan pemegang saham masih diperlukan untuk seluruh agenda.

### Items to monitor

- PMTHMETD berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham eksisting, namun besaran tidak dapat dihitung tanpa data jumlah saham baru dan harga konversi.
- Perubahan pengendali dan perubahan nama dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap prospek perusahaan.
- Perubahan susunan direksi/komisaris dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan.

---

## MKTR

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkapkan, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Lampiran berisi konfirmasi dari pemegang saham utama, Fuad Hasan Masyhur, yang menyatakan tidak ada rencana menaikkan atau menurunkan kepemilikan sahamnya dalam 3 bulan mendatang.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-10595/BEI.PP1/08-2026 (tanggal surat tidak tercantum).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal (POJK 31/POJK.04/2015).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal (Peraturan I-E, Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi, fakta, atau kejadian penting material lainnya yang belum diungkapkan kepada publik.
- Berdasarkan informasi dari pemegang saham utama, pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Fuad Hasan Masyhur, pemegang saham utama MKTR, mengonfirmasi bahwa selama 3 bulan mendatang tidak ada rencana untuk menaikkan atau menurunkan kepemilikan sahamnya di MKTR.
- Corporate secretary MKTR menyatakan bahwa Fuad Hasan Masyhur memiliki 8.276.210 lembar saham MKTR.

### Capital structure

- Fuad Hasan Masyhur memiliki 8.276.210 lembar saham MKTR (pernyataan corporate secretary).
- Fuad Hasan Masyhur menyatakan tidak ada rencana untuk menambah atau mengurangi kepemilikan sahamnya dalam 3 bulan ke depan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek (surat S-10595/BEI.PP1/08-2026).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat...'
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, serta tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, dan 5: 'Perseroan tidak mengetahui...'
- **Pemegang saham utama belum punya rencana** [explicit_fact, high]: Berdasarkan informasi dari pemegang saham utama, mereka belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Berdasarkan informasi yang didapat Perseroan dari Pemegang Saham Utama, bahwa pemegang saham utama belum memliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
- **Konfirmasi pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Fuad Hasan Masyhur, pemegang saham utama MKTR, menyatakan tidak ada rencana untuk menaikkan atau menurunkan kepemilikan sahamnya dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Email dari Fuad Hasan Masyhur: 'selama 3 bulan mendatang tidak ada rencana untuk menaikkan atau menurunkan kepemilikan saham di MKTR'
- **Jumlah saham pemegang utama** [explicit_fact, high]: Corporate secretary MKTR menyebutkan bahwa Fuad Hasan Masyhur memiliki 8.276.210 lembar saham MKTR.
  - Basis: Email dari corporate secretary: 'dengan jumlah saham sebanyak 8.276.210 lembar saham'
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi, dokumen ini tidak mengidentifikasi penyebab volatilitas. Kemungkinan volatilitas disebabkan oleh faktor pasar atau spekulasi, namun tidak ada informasi yang cukup untuk memastikan.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan volatilitas, namun jawaban perseroan hanya menyatakan tidak ada informasi material.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada periode sebelum surat tanggapan.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.
- **Tujuan konfirmasi** [analyst_hypothesis, low]: Permintaan konfirmasi dari corporate secretary kemungkinan terkait dengan pemenuhan regulasi bursa mengenai keterbukaan informasi atau pemantauan kepemilikan saham, namun tujuan spesifik tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Corporate secretary meminta konfirmasi rencana perubahan kepemilikan saham dari pemegang saham utama.
  - Assumptions: Permintaan tersebut merupakan bagian dari prosedur kepatuhan terhadap peraturan bursa.
  - Caveats: Tidak ada referensi langsung ke peraturan atau tujuan spesifik dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum (null), sehingga tidak dapat diverifikasi tenggat waktu tanggapan.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak serta-merta menegaskan tidak adanya informasi material; hanya menyatakan ketidaktahuan perseroan.
- Tidak ada rincian mengenai aktivitas pemegang saham tertentu; pernyataan hanya berdasarkan informasi dari pemegang saham utama.
- Tidak ada informasi mengenai persentase kepemilikan Fuad Hasan Masyhur terhadap total saham MKTR.
- Tidak ada informasi mengenai alasan atau latar belakang permintaan konfirmasi dari corporate secretary.
- Tidak ada informasi mengenai dampak pernyataan ini terhadap harga saham atau aktivitas perdagangan.

### Items to monitor

- Pernyataan tidak adanya rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan dapat mengurangi spekulasi pasar terkait aksi korporasi.
- Konfirmasi pemegang saham utama bahwa tidak ada rencana perubahan kepemilikan dapat mempengaruhi persepsi investor tentang stabilitas kepemilikan.
- Ketidakjelasan penyebab volatilitas dapat meninggalkan ketidakpastian bagi investor.

---

## NELY

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) menerbitkan dua pengumuman yang saling melengkapi: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang menunjukkan struktur kepemilikan statis tanpa perubahan, dan (2) Ringkasan Risalah RUPSLB 12 Agustus 2026 yang menyetujui pemberhentian Direktur Eduard Halomoan, penetapan susunan Direksi baru, serta penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar (maksud, tujuan, dan kegiatan usaha) dengan KBLI 2025. Tidak ada aksi korporasi terkait modal, ekspansi, pendanaan, atau transaksi aset. Perubahan pengurus dan penyesuaian kegiatan usaha merupakan perubahan tata kelola dan strategi yang penting secara korporasi karena dapat memengaruhi arah operasional dan kepatuhan regulasi, meskipun detail dampaknya belum diungkapkan.

### Material changes

- Pemberhentian Direktur Eduard Halomoan, efektif sejak penutupan RUPSLB 12 Agustus 2026.
- Susunan Direksi baru: Cynthia Sunarko (Direktur Utama), Eugene Sunarko (Direktur), Tjauw Yani (Direktur).
- Penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar (maksud, tujuan, dan kegiatan usaha) dengan KBLI 2025.
- Tidak ada perubahan struktur kepemilikan atau jumlah saham beredar.

### Corporate actions

- perubahan_pengurus
- perubahan_anggaran_dasar

### Management / control changes

- Pemberhentian Direktur Eduard Halomoan, efektif sejak penutupan RUPSLB 12 Agustus 2026.
- Susunan Direksi baru: Cynthia Sunarko (Direktur Utama), Eugene Sunarko (Direktur), Tjauw Yani (Direktur).
- Susunan Dewan Komisaris tidak berubah: Koh Tji Beng (Komisaris Utama), Alias Bin Jumaat (Komisaris), Djoko Soemarjanto (Komisaris Independen).
- Masa jabatan pengurus berlaku sampai penutupan RUPST 2027.

### Capital structure

- Jumlah saham yang diterbitkan: 2.350.000.000 saham (tidak berubah).
- Kepemilikan pengendali (PT Haskojaya Abadi): 1.970.091.600 saham (83,834%) - tidak berubah.
- Kepemilikan afiliasi pengendali: 188.508.800 saham (8,022%) - tidak berubah.
- Kepemilikan publik (<5%): 190.294.300 saham (8,098%) - tidak berubah.
- Saham treasuri: 468.000 saham (0,019%) - tidak berubah.
- Tidak ada perubahan struktur kepemilikan yang signifikan.

### Listing / regulatory

- Laporan disusun sesuai Peraturan BEI Nomor I-A dan I-V.
- Free float dihitung berdasarkan saham pemegang <5% (non-pengendali, non-afiliasi, non-treasuri) sebesar 190.294.300 saham atau 8,098%.
- Penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar dengan KBLI 2025 memerlukan persetujuan/pemberitahuan ke instansi berwenang.
- Penyampaian hasil RUPSLB ke OJK sesuai POJK 10/POJK.04/2017 dan POJK 15/POJK.04/2020.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan** [explicit_fact, high]: Laporan menunjukkan tidak ada perubahan jumlah saham yang diterbitkan, kepemilikan pengendali, afiliasi, atau publik antara bulan sebelumnya dan bulan ini.
  - Basis: Jumlah saham diterbitkan: 2.350.000.000 (bulan ini dan sebelumnya); Kepemilikan pengendali: 1.970.091.600 saham (83,834%) pada bulan ini dan sebelumnya; Kepemilikan afiliasi: 188.508.800 saham (8,022%) pada bulan ini dan sebelumnya; Kepemilikan publik: 190.294.300 saham (8,098%) pada bulan ini dan sebelumnya
- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri 1.970.204.197 saham atau 83,84% dari total 2.350.000.000 saham dengan hak suara sah, sehingga kuorum terpenuhi.
  - Basis: Dokumen lampiran 1 halaman 2: 'Sebanyak 1.970.204.197 saham ... setara dengan 83,84% dari 2.350.000.000 saham'
- **Hasil voting** [explicit_fact, high]: Kedua agenda disetujui dengan 1.970.203.797 suara setuju (99,9999797%), 400 tidak setuju, dan 7.500 abstain.
  - Basis: Dokumen lampiran 1 halaman 2: '1.970.203.797 (99,9999797%) setuju, 400 (0,0000203%) tidak setuju, 7.500 (0,0003807%) abstain'
- **Perhitungan free float** [derived_calculation, high]: Free float dihitung sebagai saham yang dimiliki oleh pemegang saham kurang dari 5% (non-pengendali, non-afiliasi, non-treasuri) yaitu 190.294.300 saham, yang merupakan 8,098% dari total saham yang diterbitkan.
  - Basis: Total saham: 2.350.000.000; Saham publik (<5%): 190.294.300; Persentase = (190.294.300 / 2.350.000.000) * 100 = 8,098%
  - Assumptions: Saham publik dianggap sebagai free float sesuai definisi peraturan.
- **Perhitungan saham warkat** [derived_calculation, medium]: Jumlah saham warkat (scrip) dihitung sebagai selisih antara total saham yang diterbitkan dan saham yang tercatat di KSEI (scripless).
  - Basis: Total saham: 2.350.000.000; Saham scripless (KSEI): 2.163.291.300; Saham warkat = 2.350.000.000 - 2.163.291.300 = 186.708.700
  - Assumptions: Semua saham yang tidak tercatat di KSEI dianggap sebagai saham warkat.
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen, melainkan dihitung dari data yang tersedia.
- **Persentase kehadiran** [derived_calculation, high]: Persentase kehadiran dihitung dari 1.970.204.197 / 2.350.000.000 = 83,8384765% (dibulatkan 83,84%).
  - Basis: 1.970.204.197 / 2.350.000.000 = 0,838384765
  - Assumptions: Total saham yang beredar adalah 2.350.000.000 saham.
- **Jumlah suara setuju (tidak termasuk abstain)** [derived_calculation, high]: Suara setuju murni = 1.970.203.797 - 7.500 = 1.970.196.297, sesuai dengan angka pada ringkasan utama.
  - Basis: 1.970.203.797 - 7.500 = 1.970.196.297
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Dengan free float sebesar 8,098%, emiten mungkin perlu mempertimbangkan ketentuan Bursa Efek Indonesia mengenai free float minimum (misalnya 7,5% untuk papan utama). Namun, tidak ada informasi mengenai status kepatuhan atau sanksi yang disebutkan.
  - Basis: Free float dihitung sebesar 8,098% dari total saham.
  - Assumptions: Ketentuan free float minimum yang berlaku adalah 7,5% untuk papan utama (berdasarkan peraturan yang relevan).
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didasarkan pada pernyataan eksplisit dalam dokumen; hanya berdasarkan interpretasi regulasi yang mungkin berlaku.
- **Alasan pemberhentian Direktur** [analyst_hypothesis, low]: Pemberhentian Eduard Halomoan kemungkinan terkait dengan penonaktifan sementara sebelumnya, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: SK Dewan Komisaris No. 005/SK-DK/VI/2026 tentang Penonaktifan Sementara
  - Assumptions: Penonaktifan sementara biasanya mendahului pemberhentian tetap.
  - Caveats: Alasan penonaktifan tidak dijelaskan dalam dokumen.
- **Dampak perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian KBLI 2025 mungkin mencerminkan perubahan atau perluasan kegiatan usaha, namun detail perubahan tidak diungkapkan.
  - Basis: Mata acara 2 tentang penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar
  - Assumptions: Perubahan KBLI dapat mengindikasikan perubahan arah bisnis.
  - Caveats: Tidak ada rincian kegiatan usaha baru dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Alasan pemberhentian Direktur Eduard Halomoan tidak dijelaskan.
- Detail perubahan kegiatan usaha terkait KBLI 2025 tidak diungkapkan.
- Persetujuan perubahan anggaran dasar masih menunggu proses administrasi ke instansi berwenang.
- Akta notaris masih dalam proses penyelesaian, sehingga perubahan anggaran dasar belum efektif secara hukum sampai akta selesai.
- Terdapat inkonsistensi tanggal pada lampiran 2: RUPSLB disebut 12 Agustus 2025, sementara SK Penonaktifan tertanggal 17 Juni 2026; perlu klarifikasi.
- Perhitungan free float belum memperhitungkan saham afiliasi pengendali dan portofolio investasi yang disetujui bursa, sehingga angka free float dapat berubah.

### Items to monitor

- Penyelesaian akta notaris dan efektivitas perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3) serta persetujuan instansi berwenang.
- Pengumuman lebih lanjut mengenai alasan pemberhentian Direktur Eduard Halomoan.
- Perubahan kegiatan usaha atau strategi yang mungkin menyusul penyesuaian KBLI 2025.
- Perkembangan kepatuhan free float terhadap ketentuan BEI, terutama jika ada perubahan struktur kepemilikan.
- Klarifikasi inkonsistensi tanggal pada lampiran 2 RUPSLB.

---

## NISP

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode ini, NISP mengumumkan penyelesaian pengambilalihan PT OCBC Sekuritas Indonesia (PTOS) dari OCBC Ltd, yang merupakan kelanjutan dari Conditional Sale and Purchase Agreement tanggal 3 Juni 2026. Transaksi dituntaskan pada 12 Agustus 2026 dan efektif pada 13 Agustus 2026, dengan total nilai Rp455,201 miliar. Setelah penyelesaian, NISP memiliki 99,9999% saham PTOS secara langsung, menjadikannya anak perusahaan terkendali. Aksi ini merupakan bagian dari pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Grup di Indonesia, dengan NISP sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK). Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha. Selain itu, NISP menyampaikan bukti iklan pengumuman pengambilalihan yang dimuat di Bisnis Indonesia pada 14 Agustus 2026, namun tanpa rincian tambahan. Lampiran pengumuman tersebut memuat rencana divestasi saham PT Mitra BUMDes Nusantara (MBN), yang merupakan entitas berbeda dan tidak terkait langsung dengan NISP.

### Material changes

- Penyelesaian pengambilalihan PTOS dari OCBC Ltd, menjadikan PTOS anak perusahaan terkendali dengan kepemilikan langsung 99,9999%.
- Pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Grup di Indonesia dengan NISP sebagai PIKK.

### Key financial figures

- **Total nilai transaksi pengambilalihan:** 455.201.000.000 (2026-08-12/2026-08-13)

### Corporate actions

- Akuisisi/pengambilalihan PTOS dari OCBC Ltd

### Management / control changes

- PTOS menjadi anak perusahaan terkendali NISP dengan kepemilikan langsung 99,9999%.

### Capital structure

- Kepemilikan langsung NISP atas PTOS menjadi 99,9999% setelah penyelesaian.

### Listing / regulatory

- Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data PTOS dicatat di Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum RI dengan No. AHU-AH.01.09-0389995, efektif 13 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Nilai transaksi** [explicit_fact, high]: Total nilai transaksi pengambilalihan PTOS adalah Rp455,201 miliar.
  - Basis: Tertulis pada halaman 1 dan 3 dokumen pengumuman.
- **Kepemilikan setelah transaksi** [explicit_fact, high]: Setelah penyelesaian, NISP memiliki 99,9999% saham PTOS secara langsung.
  - Basis: Tertulis pada halaman 2 dan 4 dokumen pengumuman.
- **Sisa kepemilikan minoritas** [derived_calculation, high]: Sisa kepemilikan PTOS yang tidak dimiliki langsung oleh NISP adalah 0,0001% (100% - 99,9999%).
  - Basis: Kepemilikan langsung NISP 99,9999%.
  - Assumptions: Total saham PTOS dianggap 100%.
- **Dampak terhadap laporan keuangan** [analyst_hypothesis, medium]: Pengambilalihan PTOS akan mengonsolidasikan laporan keuangan PTOS ke dalam laporan keuangan NISP, yang berpotensi mempengaruhi pendapatan dan aset konsolidasi, namun dampak materialnya belum dapat diukur dari dokumen ini.
  - Basis: PTOS menjadi anak perusahaan terkendali dengan kepemilikan 99,9999%.
  - Assumptions: PTOS akan dikonsolidasikan penuh sesuai standar akuntansi.
  - Caveats: Dokumen tidak menyediakan data keuangan PTOS atau proyeksi dampak.
- **Tujuan strategis** [analyst_hypothesis, medium]: Pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Grup dengan NISP sebagai PIKK menunjukkan integrasi bisnis sekuritas dalam grup, yang dapat meningkatkan sinergi layanan keuangan.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen bahwa pengambilalihan dilakukan dalam rangka pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Grup.
  - Assumptions: Integrasi diharapkan memberikan sinergi operasional.
  - Caveats: Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai rencana integrasi.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang diungkapkan oleh emiten; emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha.
- Dokumen tidak menyediakan rincian struktur pembiayaan transaksi atau sumber dana.

### Items to monitor

- Data keuangan PTOS (pendapatan, laba, aset) untuk mengukur dampak konsolidasi.
- Rincian struktur pembiayaan transaksi (sumber dana).
- Perkembangan integrasi PTOS dalam Konglomerasi Keuangan OCBC Grup.
- Potensi perubahan struktur kepemilikan PTOS jika ada transaksi lanjutan.

---

## OBAT

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) menyelenggarakan RUPSLB pada 11 Agustus 2026 yang menyetujui perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025. Rapat dihadiri 408.919.150 saham (60,10% dari total 680.376.575 saham) dan agenda disetujui 100%. Manajemen mengungkapkan 35 produk baru tertahan di BPOM akibat transisi KBLI, dengan potensi kehilangan omset hingga Rp17,5 miliar (ilustrasi manajemen). Penyesuaian KBLI mencakup perluasan kegiatan usaha di berbagai sektor.

### Material changes

- RUPSLB diselenggarakan pada 11 Agustus 2026 di Hotel Brothers Solo Baru, Sukoharjo, dan secara elektronik melalui eASY.KSEI.
- Mata acara tunggal: Persetujuan perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025.
- Kuorum hadir: 408.919.150 saham (60,10%) dari total 680.376.575 saham.
- Pemegang saham hadir: Machmud Lutfi Huzain (Komisaris Utama, 215.000.000 saham), Amei Lisa Dita Karina (193.500.000 saham), dan 419.150 saham lainnya.
- Direksi: Is Heriyanto (Direktur Utama), Angga Arie Wibowo (Direktur).
- Perubahan KBLI mencakup kegiatan usaha utama: Industri Produk Obat Bahan Alam (21022), Industri Produk Farmasi (21012), Industri Kosmetik (21020), Industri Parfum (20235), Industri Minuman Lainnya (11049), Industri Minuman Ringan (11041), Aktivitas Perusahaan Induk (64210).
- Kegiatan usaha penunjang mencakup pertanian kopi/teh/kakao, industri cokelat, kembang gula, infusi herbal, pengolahan teh/kopi, makanan bayi, susu, bumbu, gula, perdagangan besar farmasi, pergudangan, dan penyimpanan B3.
- 35 produk baru tertahan di BPOM: 15 herbal, 6 pangan, 8 kosmetik, dan 6 lainnya (perincian tidak lengkap).
- Manajemen membentuk tim legal dan compliance internal untuk migrasi data dan akan mempercepat submisi ulang ke BPOM.
- Perseroan berdiri sejak 2015, mulai maklon 2018, IPO 13 Januari 2025.
- Perseroan memiliki anak usaha sebagai organ penunjang.
- Rapat dipimpin oleh Komisaris Utama Machmud Lutfi Huzain berdasarkan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris tanggal 6 April 2026.
- Pemanggilan RUPSLB diumumkan 20 Juli 2026, dengan recording date 17 Juli 2026.
- Tidak ada usulan tambahan mata acara dari pemegang saham.
- Perubahan Anggaran Dasar disetujui dengan 100% suara yang dikeluarkan dalam Rapat.
- Tujuan perubahan: memastikan legalitas formal, landasan hukum roadmap 2026-2030 termasuk digital health, sinkronisasi kode usaha untuk perizinan dan kerja sama.
- Tidak ada perubahan core business.
- Dampak finansial: beban PPN masukan atas bahan baku dan investasi fasilitas yang belum komersial.
- Perseroan menyampaikan aspirasi ke pemerintah melalui Kadin dan Asosiasi Industri Farmasi.
- Rapat memberikan kuasa khusus dengan hak substitusi kepada Direksi untuk melaporkan/mendapatkan persetujuan/pengesahan keputusan RUPS kepada pihak berwenang, termasuk Menteri Hukum dan HAM RI.
- Rapat ditutup pada pukul 11.06 WIB.

### Key financial figures

- **total_saham_ditempatkan_dan_disetor:** 680.376.575 (11 Agustus 2026)
- **saham_hadir_dalam_rups:** 408.919.150 (11 Agustus 2026)
- **persentase_kehadiran_rups:** 60,10% (11 Agustus 2026)
- **saham_dimiliki_machmud_lutfi_huzain:** 215.000.000 (11 Agustus 2026)
- **saham_dimiliki_amei_lisa_dita_karina:** 193.500.000 (11 Agustus 2026)
- **saham_lainnya_hadir:** 419.150 (11 Agustus 2026)
- **jumlah_produk_tertahan_di_bpom:** 35 (11 Agustus 2026)
- **potensi_lose_sales_per_produk:** Rp500.000.000 (11 Agustus 2026)
- **total_potensi_lose_sales:** Rp17.500.000.000 (11 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025

### Expansion projects

- Investasi fasilitas produksi yang belum bisa dikomersialkan (disebutkan sebagai beban, nilai tidak diungkapkan)

### Capital structure

- Total saham ditempatkan dan disetor: 680.376.575 saham
- Kepemilikan Machmud Lutfi Huzain: 215.000.000 saham
- Kepemilikan Amei Lisa Dita Karina: 193.500.000 saham
- Tidak ada perubahan struktur modal

### Listing / regulatory

- Penyesuaian KBLI 2025 sesuai Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025
- Kewajiban penyesuaian Anggaran Dasar untuk kepatuhan OSS dan AHU
- Persetujuan RUPSLB untuk penyesuaian KBLI Perseroan dengan KBLI terbaru
- Tidak ada suspensi atau pemenuhan free float yang disebutkan

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: Rapat dihadiri 408.919.150 saham dari total 680.376.575 saham, mewakili 60,10%.
  - Basis: Angka kuorum dan total saham tercantum pada halaman 21.
- **Persetujuan RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB menyetujui penyesuaian KBLI Perseroan dengan 100% suara yang dikeluarkan dalam Rapat.
  - Basis: Dokumen halaman 53: 'usul yang diajukan pada Agenda Ke-1 (Kesatu) disetujui dengan 100% dari jumlah suara yang dikeluarkan dalam Rapat.'
- **Cakupan KBLI** [explicit_fact, high]: Dokumen merinci berbagai KBLI yang diusulkan untuk disesuaikan, termasuk industri produk farmasi untuk manusia (21012), kosmetik (20232), minuman ringan (11049), pertanian kopi/teh/kakao (01271/01272/01273), industri cokelat (10732), pengolahan kopi (10761), perdagangan besar sediaan farmasi (46441), dan jasa pengujian teknis (71200).
  - Basis: Dokumen halaman 34-51 memuat daftar KBLI beserta deskripsinya.
- **Total saham hadir dari pemegang utama** [derived_calculation, high]: Total saham yang dihadirkan oleh dua pemegang utama (Machmud Lutfi Huzain dan Amei Lisa Dita Karina) adalah 215.000.000 + 193.500.000 = 408.500.000 saham. Ditambah 419.150 saham lainnya menjadi 408.919.150 saham, sesuai kuorum.
  - Basis: Angka kepemilikan masing-masing tercantum pada halaman 4-5.; Angka kuorum pada halaman 21.
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana.
- **Potensi lose sales** [derived_calculation, high]: Jika 35 produk masing-masing menghasilkan omset Rp500 juta, total potensi kehilangan omset adalah 35 x Rp500 juta = Rp17,5 miliar.
  - Basis: Jumlah produk tertahan (35) dan asumsi omset per produk (Rp500 juta) disebutkan pada halaman 28.
  - Assumptions: Asumsi manajemen bahwa setiap produk berpotensi menghasilkan Rp500 juta.
  - Caveats: Ini adalah ilustrasi manajemen, bukan angka aktual.
- **Dampak finansial transisi KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Tertahannya 35 produk di BPOM dapat menunda realisasi pendapatan dan meningkatkan beban operasional, namun besaran dampak aktual belum dapat diestimasi tanpa laporan keuangan.
  - Basis: Pernyataan Direksi tentang produk tertahan dan beban PPN masukan.
  - Assumptions: Dampak finansial aktual sebanding dengan ilustrasi manajemen.
  - Caveats: Belum ada angka keuangan aktual yang dirilis.
- **Risiko kepatuhan** [analyst_hypothesis, medium]: Keterlambatan penyesuaian KBLI dapat menyebabkan hambatan perizinan berkelanjutan, namun dengan persetujuan RUPSLB, manajemen berharap dapat mempercepat penyelesaian.
  - Basis: Pernyataan Direksi tentang hambatan birokrasi dan langkah strategis.
  - Assumptions: Persetujuan RUPSLB akan memperlancar proses administrasi.
  - Caveats: Tidak ada jaminan kepastian waktu penyelesaian.
- **Implikasi penyesuaian KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian KBLI yang luas ini mengindikasikan potensi perluasan kegiatan usaha Perseroan di masa depan, namun tidak ada informasi mengenai investasi atau pendanaan spesifik dalam dokumen ini.
  - Basis: Dokumen memuat daftar KBLI yang sangat beragam, namun tidak ada angka atau rencana ekspansi yang disebutkan.
  - Assumptions: Penyesuaian KBLI biasanya dilakukan untuk mengakomodasi kegiatan usaha baru atau perubahan strategi bisnis.
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi dari emiten mengenai rencana ekspansi spesifik.

### Risks / uncertainties

- 35 produk baru tertahan di BPOM akibat transisi KBLI 2025, berpotensi menunda pendapatan.
- Beban PPN masukan atas bahan baku dan investasi fasilitas yang belum komersial.
- Ketidakpastian waktu penyelesaian migrasi data di sistem AHU dan OSS.
- Potensi kehilangan omset signifikan jika produk tidak segera diluncurkan.
- Ketergantungan pada perbaikan sistem pemerintah.
- Tidak ada informasi mengenai dampak operasional atau finansial dari penyesuaian KBLI.
- Tidak ada rincian mengenai perubahan anggaran dasar atau persetujuan dari regulator lain selain Menteri Hukum dan HAM.

### Items to monitor

- Perubahan KBLI dapat mempengaruhi klasifikasi usaha dan persepsi investor terhadap prospek bisnis.
- Tertahannya produk di BPOM dapat menunda pertumbuhan pendapatan.
- Langkah manajemen untuk mempercepat submisi ulang dapat menjadi katalis positif.

---

## OILS

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) mengumumkan tiga hal yang saling terkait: (1) hasil RUPSLB 11 Agustus 2026 yang menyetujui pemberian kuasa kepada Direksi untuk menjaminkan harta kekayaan lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih sebagai jaminan fasilitas pinjaman bank/lembaga keuangan; (2) penyampaian bukti iklan hasil RUPSLB tersebut sebagai pemenuhan kewajiban administratif; dan (3) pemberitahuan rencana RUPSLB baru pada 22 September 2026 dengan agenda yang belum diumumkan. Secara korporasi, perubahan utama adalah perluasan wewenang Direksi dalam penjaminan aset, yang dapat menjadi dasar pendanaan utang baru atau perpanjangan fasilitas kredit. Pentingnya terletak pada potensi dampak terhadap struktur modal, likuiditas, dan risiko keuangan, meskipun nilai pinjaman, kreditur, dan tujuan penggunaan dana tidak diungkapkan. RUPSLB September 2026 menambah ketidakpastian agenda aksi korporasi yang belum jelas.

### Material changes

- Persetujuan RUPSLB untuk menjaminkan harta kekayaan lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih kepada bank/lembaga keuangan untuk fasilitas pinjaman yang telah atau akan diberikan.
- Rencana penyelenggaraan RUPSLB baru pada 22 September 2026 dengan agenda yang belum diumumkan.

### Key financial figures

- **Total saham dikeluarkan:** 454.056.563 saham (per 11 Agustus 2026 (RUPSLB))
- **Saham hadir/terwakili dalam RUPSLB:** 303.958.500 saham (66,9429%) (11 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Persetujuan penjaminan aset lebih dari 50% kekayaan bersih untuk fasilitas pinjaman bank/lembaga keuangan (potensi pendanaan/utang baru).
- Rencana RUPSLB pada 22 September 2026 (agenda belum diumumkan).

### Capital structure

- Total saham dikeluarkan: 454.056.563 saham (eksplisit).
- Saham hadir dalam RUPSLB: 303.958.500 saham (66,9429%).

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan hasil RUPSLB ke-2 tahun 2026 ke BEI (administratif).
- Rencana RUPSLB mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Persetujuan penjaminan aset** [explicit_fact, high]: RUPSLB 11 Agustus 2026 menyetujui pemberian kuasa kepada Direksi untuk menjaminkan harta kekayaan lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih, dalam bentuk aset dan/atau jaminan perusahaan, kepada Bank dan/atau Lembaga Keuangan Lainnya, untuk fasilitas pinjaman yang telah atau akan diberikan.
  - Basis: Keputusan RUPSLB dalam pengumuman 20260812153051-013/SK/IOP/VIII/2026_id-id.
- **Kuorum dan hasil suara** [explicit_fact, high]: Rapat dihadiri pemegang saham mewakili 303.958.500 saham (66,9429% dari total 454.056.563 saham); seluruh suara setuju (100%), tidak ada yang tidak setuju atau abstain.
  - Basis: Pengumuman 20260812153051-013/SK/IOP/VIII/2026_id-id.
- **Rencana RUPSLB September 2026** [explicit_fact, high]: RUPSLB direncanakan pada 22 September 2026 pukul 10.30 WIB secara E-RUPS; DPS 28 Agustus 2026; panggilan 31 Agustus 2026; agenda belum diumumkan.
  - Basis: Pengumuman 20260814162549-016/SK/IOP/VIII/2026_id-id.
- **Estimasi total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan saham hadir 303.958.500 yang mewakili 66,9429%, total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 454.000.000 saham.
  - Basis: Rumus: total saham = saham hadir / persentase kuorum = 303.958.500 / 0,669429 ≈ 454.000.000.
  - Assumptions: Persentase kuorum dihitung terhadap total saham dengan hak suara sah yang sama dengan total saham beredar.
  - Caveats: Angka total saham tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; hasil pembulatan.
- **Motivasi penjaminan aset** [analyst_hypothesis, low]: Persetujuan penjaminan aset lebih dari 50% kekayaan bersih mengindikasikan potensi pendanaan utang baru atau penguatan fasilitas kredit yang ada, namun tidak ada rincian nilai pinjaman atau tujuan penggunaan dana.
  - Basis: Keputusan menyebutkan 'fasilitas pinjaman yang telah diberikan dan/atau yang akan diberikan kemudian'.
  - Assumptions: Perusahaan mungkin membutuhkan tambahan pendanaan atau restrukturisasi utang.
  - Caveats: Tidak ada informasi nilai pinjaman, kreditur spesifik, atau tujuan penggunaan dana.
- **Agenda RUPSLB September 2026** [analyst_hypothesis, low]: Karena ini adalah RUPSLB, kemungkinan agenda terkait aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penerbitan saham baru, atau transaksi material. Namun, belum ada konfirmasi agenda spesifik.
  - Basis: Perihal dokumen: Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Agenda resmi belum diumumkan; hipotesis ini hanya berdasarkan jenis rapat.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian nilai pinjaman, jangka waktu, atau kreditur spesifik dalam dokumen.
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap struktur modal atau likuiditas.
- Tidak ada laporan keuangan atau angka keuangan lain yang disertakan.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan pengurus, pengendali, atau kegiatan usaha.
- Agenda RUPSLB September 2026 belum diumumkan, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas tidak jelas.

### Items to monitor

- Pengumuman agenda RUPSLB 22 September 2026 (dalam panggilan rapat 31 Agustus 2026).
- Rincian nilai pinjaman, kreditur, dan tujuan penggunaan dana terkait penjaminan aset.
- Dampak penjaminan aset terhadap laporan keuangan dan struktur modal.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 15/POJK.04/2020 dan peraturan terkait transaksi material.
- Potensi perubahan pengurus, pengendali, atau kegiatan usaha yang mungkin diumumkan.

---

## PADI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10-15 Agustus 2026, PADI mengumumkan rangkaian peristiwa terkait RUPSLB yang gagal kuorum dan pemanggilan ulang. Pada 10 Agustus 2026, PADI mengumumkan bahwa RUPSLB yang diadakan 7 Agustus 2026 tidak mencapai kuorum (hanya 25,45% kehadiran), sehingga dua agenda penting—penetapan pengendali baru dan perubahan direksi—tidak dapat diputuskan. Pada hari yang sama, PADI juga menyampaikan bukti iklan ringkasan risalah RUPSLB sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan. Pada 14 Agustus 2026, PADI menerbitkan pemanggilan RUPSLB kedua yang dijadwalkan 21 Agustus 2026, dengan agenda yang sama, termasuk rencana pengangkatan Beba Hawah Ria sebagai Direktur dan penetapan Djoko Joelijanto sebagai pengendali (ultimate beneficiary owner). Peristiwa ini penting karena menyangkut perubahan pengendali dan komposisi direksi yang dapat mempengaruhi arah strategis dan tata kelola perusahaan, serta berpotensi memicu kewajiban MTO jika tidak memenuhi ketentuan pengecualian.

### Material changes

- RUPSLB pertama gagal kuorum, sehingga tidak ada keputusan mengenai penetapan pengendali dan perubahan direksi.
- Pemanggilan RUPSLB kedua diterbitkan dengan agenda yang sama, menunjukkan kelanjutan proses.
- Rencana pengangkatan Beba Hawah Ria sebagai Direktur baru diumumkan.

### Corporate actions

- RUPSLB dengan agenda penetapan pengendali baru (Djoko Joelijanto sebagai ultimate beneficiary owner) - gagal kuorum pada 7 Agustus 2026, akan diulang pada 21 Agustus 2026.
- RUPSLB dengan agenda perubahan susunan Direksi - gagal kuorum pada 7 Agustus 2026, akan diulang pada 21 Agustus 2026.

### Management / control changes

- Rencana penetapan Djoko Joelijanto sebagai pemegang saham pengendali (ultimate beneficiary owner) - belum disetujui karena kuorum tidak tercapai.
- Rencana pengangkatan Beba Hawah Ria sebagai Direktur - efektif setelah persetujuan OJK.

### Capital structure

- Total saham berhak suara: 11.591.362.872 saham.
- Kehadiran RUPSLB pertama: 2.949.667.463 saham (25,45%).
- Potensi pengecualian kewajiban MTO berdasarkan Pasal 45 ayat (1) POJK 45/2024 jika PSP ditetapkan melalui RUPS.

### Listing / regulatory

- RUPSLB pertama tidak memenuhi kuorum sesuai Pasal 28 ayat 1 huruf a Anggaran Dasar.
- Pemanggilan RUPSLB kedua sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 16/POJK.04/2020.
- Surat OJK No. 204/PM.131/2026 tanggal 24 April 2026 meminta penetapan PSP baru melalui RUPS.
- Calon PSP harus memenuhi persyaratan integritas dan reputasi keuangan sesuai POJK 20/2016.
- Perubahan direksi harus mendapat persetujuan OJK sebelum efektif.

### Analytical scenarios

- **RUPSLB pertama gagal kuorum** [explicit_fact, high]: RUPSLB pada 7 Agustus 2026 tidak mencapai kuorum; kehadiran 2.949.667.463 saham (25,45%) dari total 11.591.362.872 saham berhak suara.
  - Basis: Pengumuman 20260810155634-065/CS-PADI/VIII/2026_id-id
- **Pemanggilan RUPSLB kedua** [explicit_fact, high]: Pemanggilan RUPSLB kedua diterbitkan pada 14 Agustus 2026, dijadwalkan 21 Agustus 2026, dengan agenda yang sama.
  - Basis: Pengumuman 20260814101335-067/CS-PADI/VIII/2026_id-id
- **Pengecualian MTO** [explicit_fact, high]: PSP baru dapat dikecualikan dari kewajiban MTO jika ditetapkan berdasarkan Keputusan RUPS, sesuai Pasal 45 ayat (1) POJK 45/2024.
  - Basis: Pengumuman 20260814101335-067/CS-PADI/VIII/2026_id-id
- **Persentase kehadiran saham** [derived_calculation, high]: Persentase kehadiran dihitung dari 2.949.667.463 / 11.591.362.872 = 25,45% (sesuai angka yang tertulis pada dokumen).
  - Basis: Pengumuman 20260810155634-065/CS-PADI/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Angka yang diberikan pada dokumen sudah benar
- **Risiko kegagalan kuorum RUPSLB kedua** [analyst_hypothesis, low]: Karena RUPSLB pertama gagal kuorum, terdapat risiko RUPSLB kedua juga tidak mencapai kuorum jika partisipasi pemegang saham rendah.
  - Basis: Pengumuman 20260814101335-067/CS-PADI/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Partisipasi pemegang saham pada RUPSLB kedua mungkin serupa dengan RUPSLB pertama.
  - Caveats: Tidak ada data mengenai persentase kuorum yang dicapai pada RUPSLB pertama.
- **Implikasi perubahan pengendali** [analyst_hypothesis, low]: Penetapan Djoko Joelijanto sebagai PSP baru dapat mengubah struktur pengendalian Perseroan, namun dampaknya terhadap operasional atau strategi belum dapat dinilai tanpa informasi lebih lanjut.
  - Basis: Pengumuman 20260814101335-067/CS-PADI/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Perubahan PSP dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai latar belakang atau rencana Djoko Joelijanto.

### Risks / uncertainties

- RUPSLB kedua dapat kembali gagal kuorum jika kehadiran pemegang saham tidak memenuhi ketentuan.
- Pengangkatan direktur baru belum efektif sampai mendapat persetujuan OJK.
- Kapasitas tempat terbatas (75 orang) dapat membatasi kehadiran fisik, meskipun e-voting disediakan.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah saham yang dimiliki oleh calon PSP atau dampaknya terhadap struktur kepemilikan.
- Terdapat inkonsistensi tanggal pada lampiran 1: RUPSLB pertama disebut dilaksanakan 7 Agustus 2026, namun recording date untuk RUPSLB kedua adalah 13 Agustus 2026, yang seharusnya setelah tanggal rapat. Ini mungkin kesalahan penulisan.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB kedua pada 21 Agustus 2026, termasuk kuorum dan keputusan.
- Persetujuan OJK atas perubahan direksi dan penetapan pengendali.
- Kewajiban MTO atau pengecualiannya berdasarkan POJK 45/2024.
- Perubahan struktur kepemilikan atau free float setelah penetapan pengendali.
- Klarifikasi inkonsistensi tanggal pada lampiran pemanggilan RUPSLB.

---

## PANI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

Pengumuman ini adalah laporan informasi material terkait perolehan penghargaan 'Popular PR Persons Awards 2026' oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) pada 6 Agustus 2026. Penghargaan diberikan oleh The Iconomics Media bersama Axia Research di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan RI. Dokumen utama (laporan informasi material) menyatakan dampak kejadian 'Sebagaimana terlampir', namun lampiran tidak tersedia pada dokumen utama. Lampiran berupa siaran pers memuat ringkasan sejarah perusahaan dan aksi korporasi sejak IPO hingga PMTHMETD IV, termasuk informasi kepemilikan dan ekspansi. Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan struktur modal, perubahan pengurus, atau transaksi aset yang diumumkan dalam pengumuman ini; seluruh aksi korporasi yang disebutkan dalam lampiran merupakan peristiwa historis yang telah terjadi sebelumnya.

### Material changes

- PANI menerima penghargaan '7th Popular PR Persons Awards 2026' pada 6 Agustus 2026 di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
- Penghargaan diselenggarakan oleh The Iconomics Media bersama Axia Research dalam acara Indonesia Public Relations Summit 2026 & 7th Popular Public Relation Persons Awards 2026.
- Tema acara: 'Komunikasi Empati: Narasi dan Strategi'.
- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan 'Sebagaimana terlampir' pada dokumen utama, namun lampiran tidak tersedia pada dokumen utama.
- Lampiran siaran pers memuat ringkasan sejarah perusahaan dan aksi korporasi historis: IPO PANI (2018), PMHMETD I (2022), PMHMETD II (2023), PMTHMETD I & II (2024), PMTHMETD III (2025), PMHMETD III (2025), PMTHMETD IV (2026), IPO CBDK (2025), akuisisi PT Windu Blambangan Sejati (2017), dan pengambilalihan 80% saham PANI oleh PT Multi Artha Pratama (2021).
- Per 30 Juni 2026, PANI mengelola bank tanah seluas 1.809 ha.
- Presiden Direktur PANI saat ini adalah Sugianto Kusuma.

### Key financial figures

- **dana_pmhmmetd_ii:** Rp10,5 triliun (Desember 2023)
- **dana_pmthmetd_i_ii:** Rp6,5 triliun (Agustus 2024)
- **dana_ipo_cbdk:** Rp2,3 triliun (Januari 2025)
- **jumlah_saham_pmthmetd_i_ii:** 1.256.445.500 lembar (Agustus 2024)
- **harga_pmhmmetd_i:** Rp500 per saham (2022)
- **harga_pmhmmetd_ii:** Rp5.000 per saham (2023)
- **harga_pmthmetd_iii:** Rp14.350 per saham (September 2025)
- **harga_pmthmetd_iv:** Rp6.875 per saham (Juni 2026)
- **jumlah_saham_pmhmmetd_iii:** 1.212.524.098 lembar (Desember 2025)
- **jumlah_saham_pmthmetd_iv:** 72.476.000 lembar (Juni 2026)
- **kepemilikan_pani_di_cbdk:** 87,27% (Desember 2025)
- **bank_tanah:** 1.809 ha (30 Juni 2026)

### Expansion projects

- Penambahan bank tanah 232 ha di PIK2, Tangerang, Banten (didanai dari PMTHMETD I & II, Agustus 2024) - fakta historis dalam lampiran.
- Pembangunan NICE (Nusantara International Convention Exhibition) dengan luas ±123.000 m² dan kapasitas 104.000 orang, didanai IPO CBDK Rp2,3 triliun, beroperasi sejak Q4 2025 - fakta historis dalam lampiran.
- Belanja modal di entitas anak (PT Cahaya Inti Sentosa, PT Karunia Utama Selaras, PT Panorama Eka Tunggal) untuk pengembangan PIK2 (dana PMHMETD III Desember 2025) - fakta historis dalam lampiran.

### Management / control changes

- Pada 2021, PT Multi Artha Pratama (MAP) mengambil alih 80% saham PANI (328 juta saham), mengubah pengendali menjadi Agung Sedayu Group dan Salim Group - fakta historis dalam lampiran.
- Presiden Direktur PANI saat ini adalah Sugianto Kusuma - fakta historis dalam lampiran.

### Capital structure

- IPO PANI: 150 juta saham, nominal Rp108 (2018) - fakta historis dalam lampiran.
- PMHMETD I: 13.120 juta saham baru, harga Rp500, nominal Rp100 (2022) - fakta historis dalam lampiran.
- PMHMETD II: 2.097 juta saham, harga Rp5.000, nominal Rp100 (2023) - fakta historis dalam lampiran.
- PMTHMETD I & II: 1.256.445.500 saham baru, dana Rp6,5 triliun (2024) - fakta historis dalam lampiran.
- PMTHMETD III: 20.906.000 saham, harga Rp14.350 (September 2025) - fakta historis dalam lampiran.
- PMHMETD III: 1.212.524.098 saham (Desember 2025) - fakta historis dalam lampiran.
- PMTHMETD IV: 72.476.000 saham, harga Rp6.875 (Juni 2026) - fakta historis dalam lampiran.
- Kepemilikan PANI di CBDK menjadi 87,27% setelah pembelian 41,4% saham dari PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya - fakta historis dalam lampiran.

### Listing / regulatory

- IPO PANI di BEI pada 18 September 2018 - fakta historis dalam lampiran.
- IPO CBDK di BEI pada 13 Januari 2025 - fakta historis dalam lampiran.
- Pencatatan saham PMHMETD I pada 23 Agustus 2022 - fakta historis dalam lampiran.
- Pencatatan saham PMHMETD II pada 6 Desember 2023 - fakta historis dalam lampiran.
- Pencatatan saham PMTHMETD III pada 3 September 2025 - fakta historis dalam lampiran.
- Pencatatan saham PMTHMETD IV pada 24 Juni 2026 - fakta historis dalam lampiran.

### Analytical scenarios

- **Perolehan penghargaan** [explicit_fact, high]: PANI menerima penghargaan Popular PR Persons Awards 2026 pada 6 Agustus 2026 sebagai pengakuan atas keunggulan komunikasi korporasi dan tata kelola perusahaan.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'PANI Dianugrahi 7th Popular PR Persons Awards 2026, Cerminan Keunggulan Komunikasi Korporasi dan Tata Kelola Perusahaan'; Tanggal kejadian: 06 Agustus 2026
- **Dampak kejadian** [explicit_fact, high]: Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan 'Sebagaimana terlampir', namun lampiran tidak tersedia pada dokumen utama.
  - Basis: Dampak kejadian: 'Sebagaimana terlampir'; Lampiran 1. PANI The Iconomics.pdf disebutkan tetapi tidak ada isi lampiran pada dokumen utama
  - Caveats: Lampiran tidak tersedia pada dokumen utama, sehingga dampak spesifik tidak dapat diidentifikasi.
- **Total dana PMHMETD II per saham** [derived_calculation, medium]: Dana per saham PMHMETD II adalah Rp5.000 (harga penawaran), dengan total dana Rp10,5 triliun untuk 2.097 juta saham (2.097 juta × Rp5.000 = Rp10,485 triliun, dibulatkan menjadi Rp10,5 triliun).
  - Basis: Dokumen menyebutkan harga penawaran Rp5.000 dan jumlah saham 2.097 juta.
  - Assumptions: Pembulatan angka dana.
  - Caveats: Perhitungan menggunakan angka yang dibulatkan.
- **Sifat informasi material** [analyst_hypothesis, low]: Penghargaan ini kemungkinan bersifat non-finansial dan tidak secara langsung mempengaruhi operasional atau kondisi keuangan, namun dapat meningkatkan reputasi perusahaan. Namun, karena dampak dinyatakan 'sebagaimana terlampir' dan lampiran tidak tersedia pada dokumen utama, tidak ada kepastian.
  - Basis: Jenis informasi adalah penghargaan, bukan aksi korporasi atau transaksi finansial; Dampak dinyatakan 'Sebagaimana terlampir'
  - Assumptions: Penghargaan umumnya tidak berdampak langsung pada keuangan
  - Caveats: Lampiran tidak tersedia pada dokumen utama, sehingga dampak sebenarnya tidak dapat dikonfirmasi

### Risks / uncertainties

- Lampiran yang berisi dampak kejadian tidak tersedia pada dokumen utama, sehingga dampak spesifik terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dapat dinilai.
- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi baru, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus dalam pengumuman ini.
- Seluruh aksi korporasi yang disebutkan dalam lampiran merupakan peristiwa historis dan tidak terkait langsung dengan pengumuman penghargaan ini.

### Items to monitor

- Penghargaan ini dapat meningkatkan reputasi perusahaan di mata investor, namun tidak ada indikasi dampak finansial langsung.
- Aksi korporasi historis yang disebutkan dalam lampiran menunjukkan aktivitas peningkatan modal yang signifikan dan ekspansi melalui anak usaha, yang dapat menjadi konteks bagi investor.
- Bank tanah 1.809 ha menunjukkan skala operasional yang besar.

---

## PBSA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mengumumkan rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 18 September 2026 dan rencana pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:2. Rencana stock split akan meningkatkan jumlah saham dari 3.000.000.000 menjadi 6.000.000.000 lembar dan menurunkan nilai nominal dari Rp50 menjadi Rp25 per saham. Persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia telah diperoleh pada 5 Agustus 2026, namun pelaksanaan masih memerlukan persetujuan RUPSLB. Ini merupakan aksi korporasi yang berpotensi meningkatkan likuiditas dan memperluas basis investor, tetapi dampak aktualnya belum dapat dipastikan.

### Material changes

- Rencana stock split dengan rasio 1:2, meningkatkan jumlah saham dari 3.000.000.000 menjadi 6.000.000.000 lembar dan menurunkan nilai nominal dari Rp50 menjadi Rp25 per saham.
- Rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 18 September 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham atas stock split.

### Corporate actions

- stock_split

### Capital structure

- stock_split

### Listing / regulatory

- Persetujuan prinsip BEI melalui surat No. S-10360/BEI.PP3/08-2026 tanggal 5 Agustus 2026.
- Rencana stock split mengacu pada POJK 15/2022 dan Peraturan I-I (KEP-00044/BEI/04-2024).
- RUPSLB harus dihadiri minimal 2/3 dari seluruh saham dengan hak suara, dan keputusan disetujui lebih dari 2/3 dari yang hadir.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 18 September 2026, dengan DPS pada 26 Agustus 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Jumat, 18 September 2026, 10:00; Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS): 26 Agustus 2026
- **Lokasi RUPS belum ditentukan** [explicit_fact, high]: Lokasi RUPS belum diumumkan dan akan disampaikan pada saat pemanggilan RUPS.
  - Basis: Lokasi Penyelenggaraan RUPS: Akan disampaikan pada saat pemanggilan RUPS
- **Rasio stock split** [explicit_fact, high]: Rasio stock split yang direncanakan adalah 1:2, artinya setiap 1 saham lama menjadi 2 saham baru.
  - Basis: Tabel rincian stock split menyebutkan rasio 1:2.
- **Jumlah saham baru** [derived_calculation, high]: Jumlah saham setelah stock split dihitung sebagai 3.000.000.000 x 2 = 6.000.000.000 lembar, sesuai dengan angka yang dinyatakan.
  - Basis: Jumlah saham sebelum stock split: 3.000.000.000; Rasio stock split: 1:2
  - Assumptions: Rasio 1:2 berarti penggandaan jumlah saham.
- **Nilai nominal baru** [derived_calculation, high]: Nilai nominal baru dihitung sebagai Rp50 / 2 = Rp25 per saham, sesuai dengan angka yang dinyatakan.
  - Basis: Nilai nominal sebelum: Rp50 per saham; Rasio stock split: 1:2
  - Assumptions: Nilai nominal berkurang secara proporsional dengan rasio split.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Agenda RUPSLB belum diungkapkan dalam pengumuman ini; kemungkinan terkait aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, namun belum ada konfirmasi.
  - Basis: Perihal: Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa; Tidak ada agenda yang disebutkan dalam dokumen
  - Assumptions: RUPSLB biasanya digunakan untuk agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi, atau transaksi material.
  - Caveats: Belum ada informasi resmi mengenai agenda rapat; analisis ini hanya bersifat spekulatif.
- **Tujuan stock split** [analyst_hypothesis, medium]: Stock split bertujuan meningkatkan likuiditas dan memperluas basis investor, terutama ritel, dengan menurunkan harga per saham. Namun, dampak aktual terhadap likuiditas dan harga tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Dokumen menyatakan tujuan untuk meningkatkan keterjangkauan harga saham dan mendukung likuiditas perdagangan.
  - Assumptions: Harga pasar akan menyesuaikan secara proporsional dengan rasio split.
  - Caveats: Dampak pasar tidak dijamin dan bergantung pada kondisi pasar serta respons investor.

### Risks / uncertainties

- Pelaksanaan stock split masih memerlukan persetujuan RUPSLB pada 18 September 2026.
- Kuorum RUPSLB harus memenuhi minimal 2/3 dari seluruh saham dengan hak suara, dan keputusan memerlukan persetujuan lebih dari 2/3 dari yang hadir.
- Jadwal pelaksanaan dapat berubah jika terjadi penundaan atau kondisi pasar yang tidak diantisipasi.
- Lokasi RUPS belum ditentukan, sehingga pemegang saham belum dapat mempersiapkan kehadiran secara pasti.
- Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga belum dapat dinilai dampaknya terhadap perusahaan.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPSLB pada 27 Agustus 2026 untuk informasi lokasi dan agenda resmi.
- Hasil RUPSLB pada 18 September 2026 terkait persetujuan stock split.
- Pengajuan pencatatan saham tambahan pada 1 Oktober 2026 dan pelaksanaan perdagangan saham dengan nilai nominal baru mulai 14 Oktober 2026.
- Keterbukaan informasi pelaksanaan stock split pada 8 Oktober 2026.
- Perubahan struktur kepemilikan atau free float setelah stock split, jika diungkapkan kemudian.

---

## PGUN

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan secara online melalui fasilitas eASY.KSEI pada Senin, 21 September 2026, pukul 09:00. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir ditetapkan pada 27 Agustus 2026. Pemanggilan dan mata acara rapat akan diumumkan pada 28 Agustus 2026. Agenda rapat belum diungkapkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- PGUN mengumumkan rencana penyelenggaraan RUPSLB pada Senin, 21 September 2026, pukul 09:00, secara online melalui fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI).
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah 27 Agustus 2026, sampai pukul 16:00 WIB.
- Pemanggilan dan mata acara rapat akan diumumkan pada Jumat, 28 Agustus 2026 melalui situs web penyedia e-RUPS, situs web Bursa Efek Indonesia, dan situs web Perseroan.
- Pemegang saham yang berhak mengusulkan mata acara rapat adalah 1 atau lebih yang mewakili 1/20 (5%) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara, dan usulan harus diterima Direksi paling lambat 7 hari sebelum tanggal Pemanggilan Rapat.
- Rapat diselenggarakan sesuai dengan POJK No. 15/POJK.04/2020 dan Anggaran Dasar Perseroan.
- Pengumuman ini merujuk pada surat No. 094A/DIR-PG/EXT-CORSEC/VIII/2026 dan ditandatangani oleh Direktur Keuangan, Tamlikho.

### Corporate actions

- RUPSLB direncanakan, namun agenda rapat tidak diungkapkan dalam dokumen ini.

### Capital structure

- Ambang batas pengajuan usulan mata acara rapat: 1/20 (5%) dari jumlah seluruh saham dengan hak suara.

### Listing / regulatory

- Rapat diselenggarakan sesuai dengan POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: PGUN mengumumkan rencana RUPSLB yang akan diadakan pada 21 September 2026, dengan DPS pada 27 Agustus 2026 dan pemanggilan pada 28 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Hari/Tanggal/Waktu : Senin, 21 September 2026Waktu : 09:00'; Dokumen menyatakan 'Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPS : 27 Agustus 2026'; Dokumen menyatakan 'Pemanggilan dan mata acara Rapat akan diumumkan pada hari Jumat, tanggal 28 Agustus 2026'
- **Hak mengusulkan mata acara** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 (5%) dari total saham dengan hak suara berhak mengusulkan mata acara rapat, dengan batas waktu penerimaan 7 hari sebelum pemanggilan.
  - Basis: Teks: 'mewakili 1/20 (satu per dua puluh) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara'; Teks: 'paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum tanggal Pemanggilan Rapat'
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya digunakan untuk keputusan yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar agenda tahunan, seperti perubahan anggaran dasar, pengangkatan pengurus, atau transaksi material. Namun, agenda belum diumumkan, sehingga tidak ada dasar untuk berspekulasi lebih lanjut.
  - Basis: RUPSLB dijadwalkan tanpa agenda yang diumumkan pada dokumen ini.
  - Assumptions: RUPSLB umumnya untuk hal-hal yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Agenda rapat belum diumumkan; analisis ini hanya bersifat spekulatif.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga ketidakjelasan mengenai materi yang akan dibahas.
- Dokumen tidak menyebutkan syarat kuorum atau ketentuan lain yang harus dipenuhi untuk RUPSLB.
- Terdapat inkonsistensi tanggal pada versi bahasa Inggris: 'Thursday, September 27th 2026' untuk recording date, sedangkan versi bahasa Indonesia menyebut 'Kamis, tanggal 27 Agustus 2026'. Ini perlu diklarifikasi.

### Items to monitor

- RUPSLB dapat menjadi forum untuk pengambilan keputusan penting yang memerlukan persetujuan pemegang saham, namun agenda belum diumumkan sehingga dampaknya belum dapat dinilai.

---

## POOL

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) menerbitkan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 3 September 2026. RUPSLB memiliki dua agenda: (1) persetujuan pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) guna mengaudit laporan keuangan tahun buku 2023-2026 dan menetapkan honorarium, serta (2) persetujuan pengangkatan kembali/perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Tanggal pencatatan (recording date) adalah 11 Agustus 2026. Tidak ada agenda terkait aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- RUPSLB akan diselenggarakan pada Kamis, 3 September 2026, pukul 14.00-15.30 WIB, di Aula Kantor PT Pool Advista Indonesia Tbk Lt. 2, Jl. Letjen Soepono Blok CC6 No. 9-10, Arteri Permata Hijau, Kel. Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (recording date) yang berhak hadir adalah 11 Agustus 2026 sampai dengan pukul 16.00 WIB.
- Agenda 1: Persetujuan pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik guna mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2023, 2024, 2025, dan 2026, serta periode lainnya dalam tahun buku 2023-2026, dan menetapkan honorarium Akuntan Publik.
- Agenda 2: Persetujuan pengangkatan kembali/perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi.
- Pemanggilan ini merujuk pada surat Perseroan No. 043/POOL/VII/2026 tanggal 28 Juli 2026.
- Surat pemanggilan bernomor 048/POOL/VIII/2026, ditandatangani oleh Direktur Ferdiansyah Siregar, dan diunggah pada 12 Agustus 2026 pukul 14:11.
- RUPSLB akan digelar secara hybrid (fisik dan elektronik melalui eASY.KSEI).
- Pemegang saham yang sahamnya berada dalam Penitipan Kolektif KSEI dihimbau untuk menggunakan e-proxy dan e-voting melalui sistem eASY.KSEI dengan tautan https://akses.ksei.co.id/.
- Pemberian kuasa secara elektronik (e-proxy) ditujukan kepada partisipan yang mengadministrasikan sub rekening efek, yaitu Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora.
- Perseroan tidak mengirimkan surat undangan tersendiri; iklan panggilan ini merupakan undangan resmi dan dapat dilihat di situs web Bursa Efek Indonesia, situs web Perseroan, dan situs web KSEI.

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB mencakup persetujuan pengangkatan kembali/perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, namun tidak ada rincian nama, jabatan, atau perubahan spesifik yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Listing / regulatory

- RUPSLB diselenggarakan sesuai dengan POJK 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB hanya memiliki dua agenda: penunjukan KAP dan perubahan susunan pengurus. Tidak ada agenda terkait aksi korporasi atau perubahan modal.
  - Basis: Dokumen menyatakan agenda 1 tentang kewenangan Dewan Komisaris menunjuk KAP untuk audit 2023-2026.; Dokumen menyatakan agenda 2 tentang persetujuan pengangkatan kembali/perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi.
- **Kewenangan penunjukan KAP** [explicit_fact, high]: Dewan Komisaris diberi kewenangan untuk menunjuk KAP dan menetapkan honorarium, mencakup audit untuk empat tahun buku sekaligus (2023-2026).
  - Basis: Agenda 1 menyebutkan kewenangan menunjuk KAP untuk laporan keuangan 31 Desember 2023, 2024, 2025, 2026.
- **Keterlambatan audit** [analyst_hypothesis, low]: Agenda audit mencakup tahun buku 2023-2026 secara bersamaan, yang mungkin mengindikasikan keterlambatan penyampaian laporan keuangan atau penunjukan auditor baru, namun hal ini tidak dinyatakan eksplisit.
  - Basis: Agenda 1 menyebutkan audit untuk tahun buku 2023, 2024, 2025, dan 2026 dalam satu agenda.
  - Assumptions: Audit untuk tahun-tahun sebelumnya mungkin belum selesai atau auditor sebelumnya tidak melanjutkan.
  - Caveats: Ini spekulasi; dokumen tidak menyebutkan alasan atau status audit sebelumnya.
- **Implikasi perubahan pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan pengurus dapat mengindikasikan adanya perubahan arah strategis atau tata kelola, namun detail dan alasan tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda kedua RUPSLB menyebutkan persetujuan perubahan susunan pengurus.
  - Assumptions: Perubahan pengurus dapat berdampak pada kebijakan perusahaan.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai siapa yang berubah atau kapan efektif.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang akan diusulkan, sehingga belum dapat dinilai dampaknya.
- Tidak ada informasi mengenai Kantor Akuntan Publik yang akan ditunjuk atau besaran honorarium.
- Dokumen tidak menyebutkan apakah ada agenda lain di luar dua agenda tersebut.
- Tidak ada informasi mengenai kondisi keuangan atau operasional Perseroan dalam dokumen ini.
- Tidak ada informasi mengenai status pencatatan saham atau pemenuhan free float.

### Items to monitor

- Perubahan susunan pengurus dapat mempengaruhi arah strategis dan tata kelola perusahaan, namun detail belum tersedia.
- Penunjukan KAP untuk audit laporan keuangan 2023-2026 sekaligus dapat mengindikasikan keterlambatan penyampaian laporan keuangan, yang berpotensi menjadi perhatian regulator.

---

## PTSN

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) mengumumkan penandatanganan perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. pada 13 Agustus 2026. Fasilitas kredit yang diperoleh meliputi Kredit Investasi USD 11,2 juta, tambahan limit Kredit Modal Kerja Revolving USD 4,4 juta, Kredit Modal Kerja Transaksional USD 4,4 juta, dan tambahan limit Treasury Line USD 5 juta. Manajemen menyatakan dampak positif terhadap fleksibilitas pendanaan dan likuiditas, namun akan menimbulkan beban bunga bulanan. Tidak ada dampak hukum yang dilaporkan. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal dan tidak ada indikasi koreksi atau pembatalan.

### Material changes

- Penandatanganan perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. pada 13 Agustus 2026.
- Perolehan Kredit Investasi sebesar USD 11.200.000.
- Tambahan limit Kredit Modal Kerja Revolving sebesar USD 4.400.000.
- Kredit Modal Kerja Transaksional sebesar USD 4.400.000.
- Tambahan limit Treasury Line sebesar USD 5.000.000.
- Manajemen menyatakan fasilitas kredit akan mendukung investasi pada berbagai proyek baru yang akan datang, namun tidak ada nilai proyek atau detail spesifik yang diungkapkan.
- Manajemen menyatakan dampak finansial berupa peningkatan likuiditas namun ada beban bunga bulanan, dan kelangsungan usaha tetap terjaga.

### Key financial figures

### Corporate actions

- Perolehan fasilitas kredit baru dari bank (pendanaan eksternal).

### Expansion projects

- Manajemen menyatakan fasilitas kredit akan mendukung investasi pada berbagai proyek baru yang akan datang, namun tidak ada nilai proyek atau detail spesifik yang diungkapkan.

### Analytical scenarios

- **Perolehan fasilitas kredit** [explicit_fact, high]: PTSN menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Mandiri yang mencakup Kredit Investasi USD 11,2 juta, tambahan limit Kredit Modal Kerja Revolving USD 4,4 juta, Kredit Modal Kerja Transaksional USD 4,4 juta, dan tambahan limit Treasury Line USD 5 juta.
  - Basis: Uraian informasi material pada halaman 1 dan 3 dokumen
- **Total fasilitas kredit baru** [derived_calculation, high]: Total fasilitas kredit baru yang diperoleh adalah USD 25.000.000, dihitung dari penjumlahan Kredit Investasi (USD 11.200.000), tambahan limit Kredit Modal Kerja Revolving (USD 4.400.000), Kredit Modal Kerja Transaksional (USD 4.400.000), dan tambahan limit Treasury Line (USD 5.000.000).
  - Basis: Angka fasilitas kredit pada uraian informasi material
  - Assumptions: Semua fasilitas kredit dianggap sebagai total fasilitas baru yang diperoleh
  - Caveats: Angka ini adalah agregasi dari berbagai jenis fasilitas yang mungkin memiliki syarat dan penggunaan berbeda
- **Dampak terhadap leverage dan beban bunga** [analyst_hypothesis, medium]: Penambahan fasilitas kredit ini berpotensi meningkatkan leverage keuangan PTSN dan menambah beban bunga bulanan, namun tanpa data laporan keuangan saat ini, besaran dampaknya tidak dapat dihitung.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa akan ada beban bunga yang harus dibayar tiap bulan
  - Assumptions: Suku bunga dan jadwal pembayaran tidak diungkapkan dalam dokumen
  - Caveats: Dampak kuantitatif tidak dapat ditentukan tanpa informasi tambahan mengenai suku bunga, jangka waktu, dan kondisi keuangan saat ini

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai suku bunga, jangka waktu, atau jadwal pembayaran fasilitas kredit.
- Tidak ada detail spesifik mengenai proyek baru yang akan didanai.
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap laporan keuangan atau rasio keuangan.

### Items to monitor

- Peningkatan leverage keuangan dan beban bunga bulanan dapat mempengaruhi profitabilitas.
- Fleksibilitas pendanaan yang lebih baik dapat mendukung ekspansi usaha.

---

## PTSP

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Dalam surat tanggapan No. 090/PGI/LGL/Dir-MGMT/VIII/2026 tanggal 14 Agustus 2026, manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana corporate action dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material lainnya.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lainnya yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lainnya yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan I-E ketentuan butir III.2.1 Lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan corporate action dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Tidak ada informasi, fakta, maupun kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama tidak memiliki rencana apapun terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan untuk periode 3 (tiga) bulan ke depan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek dengan surat nomor S-10602/BEI.PP2/08-2026 tanggal 12 Agustus 2026.
- Tanggapan PTSP atas permintaan penjelasan BEI, menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan dan tidak ada rencana corporate action dalam 3 bulan ke depan.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana corporate action** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan belum memiliki rencana corporate action dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan corporate action dalam waktu dekat...'
  - Caveats: Pernyataan ini adalah klaim emiten dan dapat berubah sewaktu-waktu.
- **Tidak ada informasi material baru** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, serta tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, dan 5
  - Caveats: Pernyataan ini adalah klaim emiten dan tidak diverifikasi oleh pihak independen.
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama tidak memiliki rencana apapun terkait kepemilikan sahamnya untuk 3 bulan ke depan.
  - Basis: Jawaban poin 6
  - Caveats: Pernyataan ini adalah klaim emiten dan tidak diverifikasi.
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan penyebab volatilitas transaksi yang menjadi dasar permintaan penjelasan BEI. Ketidakjelasan ini dapat menjadi perhatian investor, namun tidak ada informasi lebih lanjut.
  - Basis: Surat BEI tidak dilampirkan, dan jawaban tidak menyebutkan penyebab volatilitas.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada saham PTSP sebelum tanggal surat.
  - Caveats: Hanya hipotesis, tidak ada data pendukung dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum pada dokumen utama (tertulis 'null'), namun lampiran menyebutkan tanggal 12 Agustus 2026.
- Tidak ada penjelasan mengenai penyebab volatilitas transaksi yang diminta BEI.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' dan 'tidak memiliki rencana' bersifat subjektif dan dapat berubah sewaktu-waktu.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; pergerakan harga saham tidak dijelaskan oleh faktor fundamental dari sisi emiten.
- Tidak ada rencana corporate action dalam 3 bulan ke depan, sehingga tidak ada potensi dilusi atau perubahan struktur modal dari aksi korporasi.
- Pemegang saham utama tidak memiliki rencana atas kepemilikan sahamnya, mengurangi risiko aksi jual besar dari pihak pengendali.

---

## RATU

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menerbitkan tiga pengumuman yang secara kolektif mengindikasikan rencana aksi korporasi signifikan: (1) koreksi Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 30 Juni 2026 yang menegaskan struktur kepemilikan stabil; (2) pemanggilan RUPSLB pada 8 September 2026 dengan agenda persetujuan PMTHMETD dan perubahan Anggaran Dasar; (3) penyampaian bukti iklan panggilan RUPSLB. Yang paling penting secara korporasi adalah rencana PMTHMETD yang berpotensi mengubah struktur modal dan kepemilikan, meskipun detail jumlah saham, harga, dan target investor belum diungkapkan. Tidak ada perubahan pengendali atau pengurus yang teridentifikasi.

### Material changes

- Rencana PMTHMETD melalui penerbitan saham baru sesuai POJK No. 14/2019 (agenda RUPSLB).
- Perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar terkait modal ditempatkan dan disetor.
- Koreksi LBRE per 30 Juni 2026; tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan.

### Key financial figures

- **Modal disetor penuh:** 2.715.053.800 saham (30 Juni 2026)
- **Kepemilikan PT Rukun Raharja Tbk:** 1.864.621.000 saham (68,677%) (30 Juni 2026)
- **Free float (pemegang <5%):** 850.432.800 saham (31,323%) (30 Juni 2026)
- **Treasury stock:** 0 saham (30 Juni 2026)
- **Jumlah pemegang saham:** 42.756 investor (30 Juni 2026)
- **Pemodal asing:** 159.648.663 saham (5,880%) (Juni 2026)
- **Pemodal lokal:** 2.555.405.137 saham (94,120%) (Juni 2026)

### Corporate actions

- PMTHMETD (Penambahan Modal Tanpa HMETD) - rencana penerbitan saham baru, memerlukan persetujuan RUPSLB.
- Perubahan Anggaran Dasar Pasal 4 ayat (2) terkait modal ditempatkan dan disetor.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali: PT Rukun Raharja Tbk tetap pengendali dengan 68,677%.
- Tidak ada perubahan direksi/komisaris yang teridentifikasi.

### Capital structure

- Rencana penerbitan saham baru dalam rangka PMTHMETD; jumlah, harga, dan rasio belum diungkapkan.
- Modal dasar tetap 10.000.000.000 saham; modal disetor penuh 2.715.053.800 saham (per 30 Juni 2026).
- Tidak ada treasury stock; tidak ada pemecahan/penggabungan saham.

### Listing / regulatory

- Koreksi LBRE menunjukkan perbaikan penyajian; tidak ada indikasi pelanggaran atau sanksi.
- PMTHMETD direncanakan sesuai POJK No. 14/2019.
- RUPS elektronik mengacu POJK No. 15/2020 dan POJK No. 14/2025.
- Penyampaian bukti iklan panggilan RUPSLB sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Rencana PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Agenda RUPSLB adalah persetujuan rencana PMTHMETD melalui penerbitan saham baru sesuai POJK No. 14/2019.
  - Basis: Agenda 1 pada pemanggilan RUPSLB
- **Perubahan Anggaran Dasar** [explicit_fact, high]: Agenda kedua adalah persetujuan perubahan Pasal 4 ayat (2) AD terkait modal ditempatkan dan disetor.
  - Basis: Agenda 2 pada pemanggilan RUPSLB
- **Keterlibatan Pemegang Saham Independen** [explicit_fact, high]: Hanya Pemegang Saham Independen yang berhak hadir dan memberikan suara dalam RUPSLB.
  - Basis: Catatan nomor 3 pada pemanggilan RUPSLB
- **Perubahan kepemilikan asing** [derived_calculation, high]: Kenaikan kepemilikan asing sebesar 4.961.300 saham dari Mei 2026 (154.687.363) ke Juni 2026 (159.648.663), diimbangi penurunan lokal.
  - Basis: Lampiran 1, Formulir X.H.1-1 pada LBRE koreksi
  - Assumptions: Selisih dihitung sebagai 159.648.663 - 154.687.363.
  - Caveats: Perubahan tidak material; persentase asing naik dari 5,697% menjadi 5,880%.
- **Free float** [derived_calculation, high]: Free float dihitung sebagai saham pemegang <5%, yaitu 850.432.800 saham (31,323%) per Juni 2026, tidak berubah dari April dan Mei 2026.
  - Basis: Lampiran 1, Formulir X.H.1-6 pada LBRE koreksi
  - Assumptions: Free float didefinisikan sebagai saham pihak dengan kepemilikan <5%.
  - Caveats: Mungkin tidak memperhitungkan kepemilikan pengendali/direksi/komisaris/afiliasi yang <5% secara individual.
- **Potensi transaksi afiliasi** [analyst_hypothesis, medium]: Karena hanya Pemegang Saham Independen yang hadir, PMTHMETD kemungkinan melibatkan pihak terafiliasi atau benturan kepentingan.
  - Basis: Catatan nomor 3 pada pemanggilan RUPSLB
  - Assumptions: Pemegang Saham Independen disyaratkan untuk transaksi afiliasi/benturan kepentingan.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai pihak lawan atau sifat transaksi.
- **Potensi dilusi kepemilikan** [analyst_hypothesis, low]: PMTHMETD tanpa HMETD berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak ikut serta, namun besaran tidak dapat dihitung karena jumlah saham dan harga tidak diungkapkan.
  - Basis: Rencana PMTHMETD pada agenda 1
  - Assumptions: PMTHMETD diterbitkan kepada investor tertentu tanpa HMETD.
  - Caveats: Belum ada rincian jumlah saham, harga, atau target investor.
- **Alasan koreksi LBRE** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi LBRE mungkin untuk memperbaiki kesalahan penyajian atau perhitungan, namun detail spesifik tidak teridentifikasi.
  - Basis: Judul pengumuman menyebut 'KOREKSI' dan merujuk laporan sebelumnya
  - Assumptions: Koreksi dilakukan untuk memenuhi kewajiban pelaporan yang benar.
  - Caveats: Tidak ada informasi rinci tentang apa yang dikoreksi.

### Risks / uncertainties

- Jumlah saham baru, harga penerbitan, dan target investor PMTHMETD belum diungkapkan.
- Persetujuan RUPSLB belum diperoleh; pelaksanaan PMTHMETD bergantung pada keputusan pemegang saham.
- Perubahan Anggaran Dasar memerlukan persetujuan otoritas terkait setelah RUPSLB.
- Potensi dilusi bagi pemegang saham existing.
- Kelayakan transaksi belum dapat dinilai karena kurangnya informasi.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 8 September 2026 terkait PMTHMETD.
- Rincian PMTHMETD: jumlah saham, harga, target investor, dan tujuan penggunaan dana.
- Perubahan struktur kepemilikan setelah PMTHMETD.
- Persetujuan otoritas terkait perubahan Anggaran Dasar.

---

## RUNS

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT RUNS Tbk (RUNS) menerbitkan dua pengumuman yang saling terkait: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang menunjukkan penurunan kepemilikan pengendali dan kenaikan free float, dan (2) tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengklarifikasi transaksi penjualan saham oleh pengendali. Perubahan utama adalah penurunan kepemilikan pengendali Sony Rachmadi Purnomo dari 29,038% (akhir Juni) menjadi 27,36% (per 14 Agustus 2026) akibat penjualan lepas (outright sale) saham kepada istrinya, Ibu Sinta, pada 13 Juli dan 5 Agustus 2026. Perseroan menegaskan tidak ada perubahan pengendalian dan tidak ada kewajiban tender offer. Terdapat kesalahan administratif pada pelaporan (status repo dan klasifikasi saham hak suara multipel) yang telah diklarifikasi. Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2026 disampaikan ke BEI pada 14 Agustus 2026. Pentingnya secara korporasi: perubahan struktur kepemilikan yang signifikan, potensi kelemahan pengendalian internal, dan kepatuhan regulasi menjadi fokus perhatian.

### Material changes

- Kepemilikan pengendali Sony Rachmadi Purnomo turun dari 285.605.625 saham (29,038%) per akhir Juni menjadi 269.105.625 saham (27,36%) per 14 Agustus 2026.
- Free float naik dari 19,72% (193.963.800 saham) per 31 Juli menjadi 24,42% (240.188.300 saham) per 14 Agustus 2026.
- Tan Kian Gee menjadi pemegang saham dengan persentase sedikit lebih tinggi (27,35%) dibanding Sony Rachmadi Purnomo (27,36%) per 14 Agustus 2026, selisih 62.050 saham.
- Tidak ada perubahan pengendalian; Sony Rachmadi Purnomo tetap Pemegang Saham Pengendali dan Direktur Utama.
- Klarifikasi kesalahan administratif: status repo dan klasifikasi saham hak suara multipel pada laporan sebelumnya.
- Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2026 disampaikan ke BEI pada 14 Agustus 2026.

### Corporate actions

- Penjualan saham oleh pengendali (Sony Rachmadi Purnomo) kepada Ibu Sinta (istri, tanpa jabatan di Perseroan) pada 13 Juli dan 5 Agustus 2026, dikategorikan sebagai penjualan lepas (outright sale), bukan repo.
- Tidak ada perubahan pengendalian; tidak ada kewajiban tender offer.
- Klarifikasi kesalahan administratif pada pelaporan transaksi.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendalian; Sony Rachmadi Purnomo tetap Pemegang Saham Pengendali dan Direktur Utama.
- Penurunan kepemilikan Sony Rachmadi Purnomo dari 29,038% (Juni) menjadi 27,36% (Agustus).
- Tan Kian Gee menjadi pemegang saham dengan persentase sedikit lebih tinggi (27,35% vs 27,36% - selisih tipis).

### Capital structure

- Total saham beredar (termasuk treasury) 983.557.875 saham.
- Kepemilikan Sony Rachmadi Purnomo per 14 Agustus 2026: 269.105.625 saham (27,36%).
- Kepemilikan Tan Kian Gee per 14 Agustus 2026: 269.043.575 saham (27,35%).
- Saham treasury: 2.688.500 saham (0,27%).
- Free float (publik) per 14 Agustus 2026: 240.188.300 saham (24,42%).
- Tidak ada saham dengan hak suara multipel.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia tanggal 12 Agustus 2026.
- Klarifikasi terkait POJK 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
- Klarifikasi terkait larangan transaksi orang dalam (UU 8/1995 Pasal 95 dan 96).
- Pelaporan transaksi sesuai POJK 11/POJK.04/2017.
- Keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2026; disampaikan pada 14 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Penurunan kepemilikan pengendali** [explicit_fact, high]: Sony Rachmadi Purnomo menjual saham sehingga kepemilikannya turun dari 285.605.625 saham (29,038%) per akhir Juni menjadi 269.105.625 saham (27,36%) per 14 Agustus 2026.
  - Basis: LBRE akhir Juni 2026: 285.605.625 saham (29,038%); Posisi per 14 Agustus 2026: 269.105.625 saham (27,36%)
- **Jumlah saham yang dijual** [derived_calculation, high]: Total saham yang dijual oleh Sony Rachmadi Purnomo adalah 16.500.000 saham, dihitung dari selisih kepemilikan akhir Juni (285.605.625) dan posisi per 14 Agustus (269.105.625).
  - Basis: 285.605.625 - 269.105.625 = 16.500.000
  - Assumptions: Tidak ada transaksi lain yang mempengaruhi kepemilikan Sony Rachmadi Purnomo antara Juni dan Agustus.
- **Selisih kepemilikan antara Sony Rachmadi Purnomo dan Tan Kian Gee** [derived_calculation, high]: Per 14 Agustus 2026, selisih kepemilikan antara Sony Rachmadi Purnomo dan Tan Kian Gee adalah 62.050 saham (269.105.625 - 269.043.575), atau sekitar 0,0063% dari total saham.
  - Basis: 269.105.625 - 269.043.575 = 62.050; 62.050 / 983.557.875 = 0,0000631 = 0,00631%
  - Assumptions: Total saham beredar 983.557.875 saham.
- **Potensi perubahan pengendalian** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun selisih kepemilikan sangat tipis (62.050 saham), Perseroan menegaskan tidak ada perubahan pengendalian. Namun, secara de facto, Tan Kian Gee kini memiliki persentase lebih tinggi, sehingga potensi sengketa pengendalian atau perubahan pengendalian di masa depan tidak dapat dikesampingkan.
  - Basis: Kepemilikan Sony Rachmadi Purnomo 27,36% vs Tan Kian Gee 27,35%; Pernyataan Perseroan bahwa tidak ada perubahan pengendalian
  - Assumptions: Tidak ada perjanjian lain yang mengatur pengendalian.
  - Caveats: Hanya berdasarkan data kepemilikan; tidak ada bukti konflik.
- **Klarifikasi transaksi bukan repo** [explicit_fact, high]: Perseroan mengonfirmasi bahwa transaksi penjualan saham adalah outright sale, bukan sale-and-repurchase, dan status 'Ya' pada kolom Repurchase Agreement adalah kesalahan administratif.
  - Basis: Jawaban Perseroan pada poin 2
- **Tidak ada saham hak suara multipel** [explicit_fact, high]: Perseroan menegaskan tidak memiliki saham dengan hak suara multipel; pencantuman pada laporan adalah kesalahan input.
  - Basis: Jawaban Perseroan pada poin 3
- **Tidak ada kebijakan blackout period** [explicit_fact, high]: Perseroan belum memiliki kebijakan internal yang mengatur periode pembatasan transaksi saham oleh orang dalam sebelum laporan keuangan dipublikasikan.
  - Basis: Jawaban Perseroan pada poin 4a
- **Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2026 disampaikan** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan telah menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2026 kepada Bursa pada 14 Agustus 2026.
  - Basis: Jawaban Perseroan pada poin 5c

### Risks / uncertainties

- Potensi sengketa pengendalian karena selisih kepemilikan sangat tipis (62.050 saham).
- Kepatuhan terhadap larangan insider trading masih menjadi perhatian karena transaksi dilakukan sebelum laporan keuangan dipublikasikan.
- Keterlambatan penyampaian laporan keuangan dapat menimbulkan sanksi.
- Kesalahan administratif pada pelaporan dapat menimbulkan pertanyaan tentang kualitas pengendalian internal.

### Items to monitor

- Perubahan kepemilikan Sony Rachmadi Purnomo dan Tan Kian Gee pada LBRE berikutnya.
- Keputusan atau tindak lanjut BEI atas permintaan penjelasan.
- Penerapan kebijakan blackout period oleh Perseroan.
- Kualitas pengendalian internal terkait pelaporan transaksi saham.
- Kepatuhan terhadap POJK 11/POJK.04/2017 dan POJK 9/POJK.04/2018.

---

## SBMA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor S-10469/BEI.PP1/08-2026 tertanggal 11 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu terkait perubahan kepemilikan, tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam tiga bulan ke depan, tidak memiliki informasi material yang belum diungkapkan, dan tidak ada rencana perubahan kepemilikan dari pemegang saham utama. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan bursa dan tidak mengungkapkan aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus, atau transaksi aset baru.

### Material changes

- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal (klaim emiten).
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek Perusahaan Tercatat (klaim emiten).
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu terkait perubahan kepemilikan (klaim emiten).
- Emiten menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi yang berpotensi mempengaruhi pencatatan saham di Bursa dalam tiga bulan ke depan (klaim emiten).
- Emiten menyatakan tidak memiliki informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik (klaim emiten).
- Berdasarkan komunikasi dengan pemegang saham utama, tidak terdapat rencana perubahan kepemilikan yang perlu diungkapkan saat ini (klaim emiten).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek melalui surat Nomor S-10469/BEI.PP1/08-2026 tertanggal 11 Agustus 2026.
- Tanggapan emiten atas permintaan penjelasan tersebut, yang menyatakan tidak ada informasi material baru.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi yang berpotensi mempengaruhi pencatatan saham dalam tiga bulan ke depan.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan saat ini tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi yang berpotensi mempengaruhi pencatatan saham di Bursa dalam tiga bulan ke depan.'
  - Caveats: Pernyataan ini adalah klaim emiten dan hanya mencakup tiga bulan ke depan.
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Emiten tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2: 'Hingga saat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material...'
  - Caveats: Pernyataan ini adalah klaim emiten dan tidak diverifikasi oleh pihak independen.
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Emiten tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu terkait perubahan kepemilikan.
  - Basis: Jawaban poin 3: 'Hingga saat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang berkaitan dengan perubahan kepemilikan...'
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Berdasarkan konfirmasi, pemegang saham utama tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan yang perlu diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Perseroan telah melakukan komunikasi dengan pemegang saham utama, dan berdasarkan konfirmasi yang diperoleh, tidak terdapat rencana perubahan kepemilikan yang perlu diungkapkan pada saat ini.'
  - Caveats: Identitas pemegang saham utama yang dikonfirmasi tidak disebutkan.
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak mengungkapkan penyebab volatilitas transaksi yang menjadi dasar permintaan BEI; kemungkinan volatilitas terjadi tanpa informasi material baru dari emiten, atau emiten tidak mengidentifikasi pemicunya.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan volatilitas, namun jawaban emiten hanya menyatakan tidak ada informasi material.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada periode sebelum surat tanggapan.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI (S-10469/BEI.PP1/08-2026) pada dokumen pertama tertulis 'null', namun dokumen lampiran menyebutkan tanggal 11 Agustus 2026.
- Tidak ada rincian mengenai penyebab volatilitas transaksi yang diminta BEI.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak serta-merta menegaskan tidak adanya informasi material; hanya menyatakan ketidaktahuan emiten.
- Tidak ada data kuantitatif seperti harga saham, volume transaksi, atau indikator volatilitas dalam dokumen.

### Items to monitor

- Pengumuman ini merupakan respons terhadap permintaan penjelasan bursa terkait volatilitas transaksi, yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap kepatuhan dan transparansi emiten.
- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan, sehingga investor mungkin menganggap volatilitas tidak didasari oleh fundamental atau peristiwa korporasi yang diketahui emiten.

---

## SCCO

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) menerbitkan dua pengumuman terkait penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 8 September 2026. Agenda tunggal RUPSLB adalah perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Emiten secara eksplisit menyatakan bahwa perubahan ini bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi lain, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus yang diumumkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada kepatuhan regulasi dan potensi penyesuaian klasifikasi sektor usaha di bursa, meskipun dampak operasional diperkirakan minimal.

### Material changes

- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan KBLI 2025, dinyatakan sebagai penyesuaian administratif dan bukan perubahan kegiatan usaha.
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau struktur modal yang diumumkan.

### Corporate actions

- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3) untuk penyesuaian KBLI 2025

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB untuk perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3) dalam rangka penyesuaian KBLI 2025
- Penyampaian bukti iklan panggilan RUPSLB kepada OJK sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda tunggal RUPSLB adalah perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan KBLI 2025.
  - Basis: Tertulis pada bagian agenda: 'Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025.'
- **Sifat perubahan** [explicit_fact, high]: Perubahan Pasal 3 dinyatakan sebagai penyesuaian administratif dan tidak termasuk perubahan kegiatan usaha sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020.
  - Basis: Tertulis pada lampiran: 'merupakan penyesuaian administratif dan tidak termasuk sebagai perubahan kegiatan usaha' dan 'This amendment constitutes an administrative adjustment only and does not constitute a change in the Company's business activities as referred to in OJK Regulation No. 17/POJK.04/2020.'
- **Jadwal dan lokasi RUPS** [explicit_fact, high]: RUPSLB akan diselenggarakan pada 8 September 2026 pukul 10:00 di kantor perseroan, Jl. Daan Mogot Km. 16, Jakarta Barat.
  - Basis: Tertulis pada bagian jadwal: 'Hari/Tanggal/Waktu: 08 September 2026, Waktu: 10:00' dan 'Lokasi Penyelenggaraan RUPS: PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk, Jl. Daan Mogot Km. 16, Jakarta Barat'.
- **Recording date** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPS adalah mereka yang tercatat pada 13 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
  - Basis: Tertulis: 'Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPS (Recording Date): 13 Agustus 2026' dan 'tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada hari Kamis, tanggal 13 Agustus 2026 sampai dengan pukul 16.00 WIB'.
- **Penyampaian bukti iklan** [explicit_fact, high]: SCCO menyampaikan bukti iklan panggilan RUPSLB kepada OJK melalui surat bernomor 034/CS-OJK/VIII/2026, ditandatangani oleh Risti Saka selaku Corporate Secretary.
  - Basis: Tertulis pada dokumen pengumuman: 'menyampaikan bukti iklan panggilan RUPSLB kepada OJK melalui surat bernomor 034/CS-OJK/VIII/2026, ditandatangani oleh Risti Saka selaku Corporate Secretary'.
- **Dampak perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025 kemungkinan bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha inti, namun detail perubahan belum diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda hanya menyebut penyesuaian dengan KBLI 2025 tanpa rincian perubahan kegiatan usaha.
  - Assumptions: Perubahan KBLI umumnya bersifat klasifikasi ulang tanpa perubahan substansial pada operasi.
  - Caveats: Belum ada dokumen pendukung yang merinci perubahan Pasal 3.
- **Dampak operasional** [analyst_hypothesis, medium]: Perubahan KBLI 2025 kemungkinan hanya mengubah kode klasifikasi usaha tanpa mengubah substansi kegiatan, sehingga dampak operasional diperkirakan minimal.
  - Basis: Pernyataan emiten bahwa perubahan bersifat administratif.
  - Assumptions: KBLI 2025 adalah pembaruan klasifikasi yang berlaku umum.
  - Caveats: Belum ada detail perubahan kode KBLI yang diumumkan.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar (kode KBLI lama dan baru) belum diungkapkan dalam dokumen pemanggilan ini.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan terhadap kegiatan usaha atau struktur modal.
- Tidak ada informasi mengenai kuorum atau persetujuan yang dibutuhkan.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan kode KBLI spesifik yang akan diadopsi.
- Tidak ada detail mengenai dampak perubahan terhadap perizinan atau kontrak.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 8 September 2026, termasuk persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar.
- Rincian perubahan kode KBLI yang diusulkan (lama dan baru) setelah dokumen pendukung tersedia.
- Kemungkinan persetujuan kementerian hukum atas perubahan Anggaran Dasar.
- Potensi penyesuaian klasifikasi sektor usaha di bursa atau pelaporan terkait KBLI 2025.

---

## SDMU

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat rutin dan kepatuhan, tanpa aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus/pengendali. Pertama, Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang menegaskan struktur kepemilikan stabil, free float 22,16%, dan tidak ada perubahan signifikan. Kedua, jawaban atas surat OJK No. S-500/PM.223/2026 terkait status Emiten dengan Aset Skala Kecil dan/atau Menengah, di mana SDMU mengonfirmasi total aset Rp129,06 miliar dan pengendali Tjoe Mien Sasminto dengan kepemilikan 38,37% per 31 Desember 2025, serta menyatakan tetap memenuhi kriteria POJK 43/2020. Pentingnya secara korporasi: pengumuman ini menegaskan kepatuhan regulasi dan stabilitas struktur modal, namun tidak mengindikasikan perubahan fundamental atau nilai.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material dalam struktur kepemilikan, pengurus, pengendali, atau kegiatan usaha selama periode.
- Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau pendanaan baru yang diumumkan.

### Key financial figures

- **Total saham beredar:** 2.250.691.100 saham (31 Juli 2026)
- **Free float:** 22,16% (498.663.956 saham) (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan pengendali (Tjoe Mien Sasminto):** 68,12% (1.533.089.644 saham) (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan PT Asabri (Persero):** 9,11% (205.000.000 saham) (31 Juli 2026)
- **Total aset:** Rp129.060.071.314 (31 Desember 2025 (audited))
- **Kepemilikan pengendali (per 31 Des 2025):** 38,37% (31 Desember 2025)

### Capital structure

- Struktur modal per 31 Juli 2026: 2.250.691.100 saham beredar, terdiri dari 356.052.500 saham Seri A (15,82%) dan 1.894.628.600 saham Seri B (84,18%).
- Modal dasar: 2.650.000.000 saham.
- Kepemilikan pengendali Tjoe Mien Sasminto: 68,12% (1.533.089.644 saham) per 31 Juli 2026.
- Kepemilikan PT Asabri (Persero): 9,11% (205.000.000 saham) per 31 Juli 2026.
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris: 100.000 saham (0,00%) per 31 Juli 2026.
- Saham treasuri: 0 saham; saham afiliasi: 0 saham.
- Free float: 22,16% (498.663.956 saham) per 31 Juli 2026.
- Tidak ada perubahan struktur kepemilikan signifikan antara bulan Juni dan Juli 2026.
- Per 31 Desember 2025, kepemilikan pengendali Tjoe Mien Sasminto tercatat 38,37% (berdasarkan jawaban OJK).

### Listing / regulatory

- LBRE disampaikan sesuai Peraturan BEI Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Free float 22,16% dinyatakan memenuhi ketentuan minimum (asumsi 7,5% berdasarkan peraturan yang berlaku).
- SDMU menanggapi surat OJK No. S-500/PM.223/2026 tanggal 3 Agustus 2026 terkait status Emiten dengan Aset Skala Kecil dan/atau Menengah.
- SDMU menyatakan pengendali tidak memenuhi ketentuan POJK 43/2020 Pasal 1 angka 7.b dan 8.b, sehingga tidak menyampaikan surat pernyataan pengendali.
- SDMU menegaskan tetap memenuhi kriteria Emiten dengan Aset Skala Kecil dan/atau Menengah.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan pengendali per 31 Juli 2026** [explicit_fact, high]: Tjoe Mien Sasminto memiliki 1.533.089.644 saham atau 68,12% dari total saham beredar.
  - Basis: Laporan menyatakan '68,12%' dan '1.533.089.644' saham.
- **Total aset per 31 Desember 2025** [explicit_fact, high]: Total aset SDMU adalah Rp129.060.071.314 berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan Audit.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 1 dokumen jawaban OJK.
- **Total saham non-free float** [derived_calculation, high]: Total saham non-free float = 2.250.691.100 - 498.663.956 = 1.752.027.144 saham (77,84%).
  - Basis: Total saham beredar 2.250.691.100; Free float 498.663.956
  - Assumptions: Free float dihitung dari saham yang tidak dimiliki pengendali, direksi, komisaris, afiliasi, dan tresuri.
- **Klasifikasi aset berdasarkan POJK 43/2020** [derived_calculation, high]: Total aset Rp129.060.071.314 berada di antara Rp50 miliar dan Rp250 miliar, sehingga SDMU masuk kategori Emiten Skala Menengah berdasarkan kriteria aset (Pasal 1 angka 8.a).
  - Basis: Total aset Rp129.060.071.314; Kriteria POJK 43/2020: aset > Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar untuk Emiten Skala Menengah
  - Assumptions: Tidak ada faktor lain yang mempengaruhi klasifikasi selain total aset.
  - Caveats: Klasifikasi akhir juga bergantung pada kriteria pengendalian yang diatur dalam Pasal 1 angka 7.b dan 8.b.
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, medium]: Free float 22,16% kemungkinan memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia (minimal 7,5% untuk papan utama), namun perlu verifikasi peraturan yang berlaku.
  - Basis: Persentase free float 22,16%
  - Assumptions: Peraturan free float yang berlaku mensyaratkan minimal 7,5%.
  - Caveats: Peraturan free float dapat berbeda tergantung papan pencatatan dan ketentuan terbaru.
- **Implikasi tidak adanya surat pernyataan pengendali** [analyst_hypothesis, low]: Karena pengendali tidak memenuhi kriteria POJK 43/2020, SDMU tidak menyampaikan surat pernyataan pengendali. Hal ini mungkin menunjukkan bahwa pengendali mengendalikan entitas lain yang asetnya > Rp250 miliar atau emiten non-skala kecil/menengah, namun belum ada konfirmasi lebih lanjut.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 1: 'tidak disampaikan surat pernyataan yang ditandatangani oleh pengendali'.
  - Assumptions: Ketidakmampuan memenuhi kriteria pengendali mungkin karena pengendali mengendalikan entitas lain yang asetnya > Rp250 miliar atau emiten non-skala kecil/menengah.
  - Caveats: Ini hanya hipotesis; dokumen tidak menyebutkan alasan spesifik mengapa pengendali tidak memenuhi ketentuan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi atau perubahan signifikan lainnya.
- Klasifikasi investor berdasarkan data KSEI dan dapat berbeda dari klasifikasi sebenarnya.
- Terdapat inkonsistensi kecil pada halaman 2 LBRE: jumlah saham Seri A untuk Jonathan Walewangko tercatat 187.500 saham, tetapi pada sub total A.1.1 tercantum 356.052.500 saham, yang tidak sesuai dengan penjumlahan 187.500 + 355.875.000 = 356.062.500. Ini mungkin kesalahan ketik atau pembulatan.
- Pada halaman 2 LBRE, kolom 'Jumlah Saham (Per 31 Jul 2025)' dan 'Jumlah Saham (Per 31 Jul 2026)' memiliki nilai yang sama untuk sebagian besar entri, tetapi ada beberapa perbedaan seperti pada sub total A.2.1 dan A.2.2 yang tidak konsisten.
- Pada halaman 4 LBRE, tanggal laporan tertulis '31 Juli 2025' pada bagian atas, tetapi di bagian bawah tertulis '31 Juli 2026', yang mungkin merupakan kesalahan ketik.
- Alasan spesifik mengapa pengendali tidak memenuhi ketentuan POJK 43/2020 Pasal 1 angka 7.b dan 8.b tidak dijelaskan dalam dokumen jawaban OJK.
- Tidak ada informasi mengenai apakah pengendali mengendalikan entitas lain atau memiliki aset di atas Rp250 miliar.

### Items to monitor

- Perubahan kepemilikan pengendali atau pemegang saham >= 5% pada laporan bulanan berikutnya.
- Klarifikasi atau tindak lanjut OJK terkait status emiten skala kecil/menengah.
- Potensi aksi korporasi yang mungkin diumumkan setelah periode ini.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float dan POJK 43/2020 pada periode mendatang.

---

## SDRA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) mengumumkan tiga keterbukaan informasi yang seluruhnya berkaitan dengan perubahan pengurus dan tata kelola. Pertama, pada 11 Agustus 2026, emiten mengumumkan pengangkatan efektif Adityo Kristianto sebagai Direktur TI dan Operasi, efektif 10 Agustus 2026, setelah mendapat persetujuan OJK atas fit and proper test. Kedua, pada 13 Agustus 2026, emiten menyampaikan ringkasan risalah RUPSLB 11 Agustus 2026 yang menyetujui pengunduran diri Kim Wook Bae sebagai Direktur (efektif 1 Juli 2026) dan pengangkatan Kim Jun Beom sebagai Direktur pengganti, efektif setelah persetujuan OJK. Ketiga, pada 13 Agustus 2026, emiten menyampaikan bukti iklan hasil RUPSLB. Tidak ada aksi korporasi lain, ekspansi, atau perubahan struktur modal dalam pengumuman ini. Perubahan pengurus ini penting secara korporasi karena menandai penataan ulang manajemen pasca-RUPS Tahunan 26 Mei 2026, dengan beberapa posisi direksi dan komisaris masih menunggu persetujuan OJK.

### Material changes

- Pengangkatan Adityo Kristianto sebagai Direktur TI dan Operasi, efektif 10 Agustus 2026.
- Pengunduran diri Kim Wook Bae sebagai Direktur, efektif 1 Juli 2026.
- Pengangkatan Kim Jun Beom sebagai Direktur pengganti, efektif setelah persetujuan OJK.
- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris secara keseluruhan.

### Key financial figures

- **Total dana PMHMETD IV:** 3.061.977.762.500 (2024)
- **Biaya emisi PMHMETD IV:** 5.384.399.598 (2024)
- **Hasil bersih PMHMETD IV:** 3.056.593.362.902 (2024)
- **Realisasi penyaluran kredit:** 2.762.854.740.727 (per 31 Desember 2025)
- **Realisasi investasi aset tetap:** 232.838.577.104 (per 31 Desember 2025)
- **Dana belum terealisasi:** 60.900.045.071 (per 31 Desember 2025)

### Corporate actions

- Perubahan anggota Direksi: pengangkatan Adityo Kristianto sebagai Direktur TI dan Operasi, efektif 10 Agustus 2026.
- Perubahan anggota Direksi: pengunduran diri Kim Wook Bae, efektif 1 Juli 2026, dan pengangkatan Kim Jun Beom sebagai Direktur pengganti, efektif setelah persetujuan OJK.

### Management / control changes

- Pengangkatan Adityo Kristianto sebagai Direktur TI dan Operasi, efektif 10 Agustus 2026.
- Pengunduran diri Wuryanto sebagai Direktur efektif 15 April 2026 (disetujui RUPS Tahunan 26 Mei 2026).
- Pengangkatan kembali Arief Budiman (Presiden Komisaris), Kim Ki Joo (Komisaris), Han Chang Sik (Presiden Direktur), Kim Wook Bae (Direktur), Moon Sungwon (Direktur) melalui RUPS Tahunan 26 Mei 2026.
- Pengangkatan calon baru melalui RUPS Tahunan 26 Mei 2026: Ahmad Fajarprana (Presiden Komisaris Independen), Tippy Joesoef (Komisaris Independen), Yudi Permana (Komisaris Independen), Ricko Irwanto, Dandy Indrawardhana Pandi, Felix Aristo Ardian, Adityo Kristianto (Direktur), efektif setelah fit and proper test OJK.
- Pengunduran diri Kim Wook Bae sebagai Direktur efektif 1 Juli 2026 (disetujui RUPSLB 11 Agustus 2026).
- Pengangkatan Kim Jun Beom sebagai Direktur, efektif setelah persetujuan OJK fit and proper test.
- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris secara keseluruhan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal dalam RUPS Tahunan 26 Mei 2026.
- Total saham beredar: 14.692.189.889 saham.
- Woori Bank Korea memiliki 13.333.457.836 saham (90,75% dari total saham).
- Masyarakat memiliki 1.073.065.138 saham (7,30% dari total saham).
- Jumlah saham hadir dalam RUPSLB 11 Agustus 2026: 14.398.793.999 saham (98,003% dari seluruh saham dengan hak suara).

### Listing / regulatory

- Persetujuan OJK atas fit and proper test untuk pengangkatan Direktur TI dan Operasi melalui Keputusan No. KEPR-142/D.03/2026 tanggal 5 Agustus 2026.
- Kewajiban emiten melaporkan pengangkatan efektif kepada OJK selambat-lambatnya 10 hari kerja setelah tanggal pengangkatan efektif.
- Persetujuan perubahan Anggaran Dasar akan diajukan ke Menteri Hukum RI.
- Pengangkatan Kim Jun Beom, Felix Aristo Ardian, dan Ahmad Fajarprana memerlukan persetujuan OJK (fit and proper test).
- Penyampaian bukti iklan hasil RUPSLB kepada publik dan OJK.

### Analytical scenarios

- **Pengangkatan Direktur** [explicit_fact, high]: Bapak Adityo Kristianto diangkat sebagai Direktur TI dan Operasi, efektif 10 Agustus 2026, setelah mendapat persetujuan OJK.
  - Basis: SK Direksi No. 091/KEP-DIR/HC.II/VIII/2026 tanggal 10 Agustus 2026; Keputusan OJK No. KEPR-142/D.03/2026 tanggal 5 Agustus 2026
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha adalah '-' (tidak ada dampak material).
  - Basis: Bagian 'Dampak kejadian...' diisi dengan tanda '-'
- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri pemegang saham mewakili 14.398.793.999 saham atau 98,003% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
  - Basis: Dokumen halaman 1: 'dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 14.398.793.999 saham atau 98,003% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah'
- **Hasil voting** [explicit_fact, high]: Seluruh pemegang saham yang hadir (100%) menyetujui agenda perubahan pengurus; tidak ada yang tidak setuju atau abstain.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'Setuju 100% 0 0% 0 0%'
- **Persentase kepemilikan Woori Bank Korea** [derived_calculation, high]: Persentase kepemilikan Woori Bank Korea = 13.333.457.836 / 14.692.189.889 = 90,75%.
  - Basis: 13.333.457.836; 14.692.189.889
  - Assumptions: Total saham beredar adalah 14.692.189.889 saham.
- **Persentase kepemilikan masyarakat** [derived_calculation, high]: Persentase kepemilikan masyarakat = 1.073.065.138 / 14.692.189.889 = 7,30%.
  - Basis: 1.073.065.138; 14.692.189.889
  - Assumptions: Total saham beredar adalah 14.692.189.889 saham.
- **Sisa dana PMHMETD IV** [derived_calculation, high]: Sisa dana = hasil bersih - realisasi kredit - realisasi aset tetap = 3.056.593.362.902 - 2.762.854.740.727 - 232.838.577.104 = 60.900.045.071.
  - Basis: 3.056.593.362.902; 2.762.854.740.727; 232.838.577.104
  - Assumptions: Angka-angka tersebut konsisten.
- **Total saham dengan hak suara** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham hadir 14.398.793.999 yang mewakili 98,003%, total saham dengan hak suara diperkirakan sekitar 14.692.000.000 saham (14.398.793.999 / 0,98003).
  - Basis: Angka 14.398.793.999 dan 98,003% dari dokumen
  - Assumptions: Persentase 98,003% dihitung dari total saham dengan hak suara yang sama dengan total saham beredar.
  - Caveats: Pembulatan; total saham sebenarnya mungkin berbeda karena pembulatan persentase.
- **Susunan direksi final** [analyst_hypothesis, low]: Susunan Direksi setelah pengangkatan efektif akan dituangkan dalam akta notaris, sehingga komposisi lengkap direksi belum dapat dipastikan dari laporan ini.
  - Basis: Pernyataan 'Susunan Anggota Direksi Perseroan setelah efektif Direktur akan dituangkan dalam suatu Akta Notaris'
  - Assumptions: Akta notaris akan diterbitkan setelah laporan ini
  - Caveats: Belum ada akta notaris yang dilampirkan atau dirujuk secara spesifik
- **Perubahan pengurus dan arah bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Perombakan besar pengurus (7 direktur baru) dan perubahan AD menunjukkan potensi perubahan strategi atau penataan ulang manajemen, namun tidak ada informasi spesifik tentang arah bisnis baru.
  - Basis: Mata acara 4 dan 6 RUPS Tahunan 26 Mei 2026
  - Assumptions: Perombakan pengurus sering kali terkait dengan perubahan strategi.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan lebih lanjut dalam dokumen.
- **Efektivitas pengangkatan direktur baru** [analyst_hypothesis, low]: Pengangkatan Kim Jun Beom sebagai Direktur baru efektif setelah persetujuan OJK; hingga persetujuan diperoleh, posisi Direktur yang ditinggalkan Kim Wook Bae mungkin kosong atau diisi sementara, namun dokumen tidak menyebutkan penjabat sementara.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'efektif setelah memperoleh persetujuan dari OJK'
  - Assumptions: Tidak ada mekanisme lain yang disebutkan dalam dokumen.
  - Caveats: Dokumen tidak memberikan informasi tentang pengisian sementara.

### Risks / uncertainties

- Komposisi lengkap Direksi belum final sampai akta notaris diterbitkan.
- Pengangkatan pengurus baru masih menunggu persetujuan fit and proper test OJK (untuk calon lain selain Adityo Kristianto).
- Perubahan AD memerlukan persetujuan Menteri Hukum RI.
- Sisa dana PMHMETD IV belum terealisasi sebesar Rp60,9 miliar, perlu dipantau penggunaannya.
- Detail perubahan Recovery Plan tidak diungkap.
- Detail perubahan Anggaran Dasar hanya disebutkan terkait masa jabatan, tidak ada rincian pasal lain.
- Efektivitas pengangkatan Kim Jun Beom, Felix Aristo Ardian, dan Ahmad Fajarprana bergantung pada persetujuan OJK (fit and proper test).
- Arief Budiman akan berakhir masa jabatannya sebagai Presiden Komisaris pada saat Ahmad Fajarprana efektif menjabat, sehingga ada ketidakpastian transisi.
- Dokumen bukti iklan tidak mengungkapkan agenda, keputusan, atau dampak dari RUPSLB, sehingga investor tidak dapat menilai materialitas aksi korporasi dari dokumen ini saja.

### Items to monitor

- Persetujuan OJK atas fit and proper test untuk Kim Jun Beom, Felix Aristo Ardian, dan Ahmad Fajarprana.
- Penerbitan akta notaris yang memuat susunan lengkap Direksi dan Dewan Komisaris.
- Persetujuan Menteri Hukum RI atas perubahan Anggaran Dasar.
- Penggunaan sisa dana PMHMETD IV sebesar Rp60,9 miliar.
- Detail perubahan Recovery Plan.
- Transisi masa jabatan Arief Budiman sebagai Presiden Komisaris.

---

## SFAN

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) menerbitkan dua pengumuman: (1) laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin dan tidak menunjukkan perubahan material pada struktur pemegang saham, dan (2) keterbukaan informasi mengenai pembayaran utang oleh entitas anak PT Digitalisasi Perangkat Indonesia (DPI) sebesar Rp13.875.000.000 kepada Perseroan pada 13 Agustus 2026, sebagai tindak lanjut persetujuan RUPS Independen tanggal 26 Juni 2026 terkait rencana divestasi dan/atau pengalihan saham. Pembayaran ini merupakan pelunasan kewajiban DPI terkait pembelian saham SFUD dari Perseroan. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, keuangan, dan kelangsungan usaha. Pentingnya secara korporasi terletak pada realisasi arus kas masuk dari entitas anak dan kelanjutan proses divestasi yang telah disetujui pemegang saham independen, meskipun rincian divestasi belum diungkapkan.

### Material changes

- Pembayaran utang oleh DPI kepada Perseroan sebesar Rp13.875.000.000 pada 13 Agustus 2026.
- Tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham per 31 Juli 2026.

### Key financial figures

- **Pembayaran utang oleh DPI kepada Perseroan:** 13.875.000.000 (13 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Pembayaran utang oleh entitas anak (DPI) kepada Perseroan sebesar Rp13.875.000.000, sebagai pelunasan kewajiban terkait pembelian saham SFUD.
- Rencana divestasi dan/atau pengalihan saham milik Perseroan yang telah disetujui RUPS Independen tanggal 26 Juni 2026 (rincian tidak diungkapkan).

### Capital structure

- Kepemilikan Perseroan di DPI sebesar 51,95% (fakta kepemilikan, bukan perubahan struktur modal).

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material.

### Analytical scenarios

- **Pembayaran utang oleh DPI** [explicit_fact, high]: DPI telah membayar utang sebesar Rp13.875.000.000 kepada Perseroan pada 13 Agustus 2026.
  - Basis: DPI telah melakukan pembayaran utang sebesar Rp13.875.000.000 kepada Perseroan.
- **Persetujuan RUPS Independen** [explicit_fact, high]: RUPS Independen tanggal 26 Juni 2026 menyetujui rencana divestasi dan/atau pengalihan saham milik Perseroan.
  - Basis: Perseroan telah mendapatkan persetujuan RUPS Independen yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2026 terkait rencana divestasi dan/atau pengalihan saham milik Perseroan.
- **Kepemilikan DPI** [explicit_fact, high]: Perseroan memiliki DPI sebesar 51,95%.
  - Basis: Entitas Anak Perseroan, PT Digitalisasi Perangkat Indonesia (DPI), yang dimiliki Perseroan sebesar 51,95%
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha.
  - Basis: Tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.
- **Struktur pemegang saham per 31 Juli 2026** [explicit_fact, high]: Pemegang saham pengendali PT Surya Fajar Corpora memiliki 968.754.430 saham (71,24%); Steffen memiliki 33.950.000 saham (2,50%); total saham tercatat 1.359.934.021; free float 20,46%; treasury stock 0.
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026.
  - Caveats: Data dari laporan bulanan; rincian komponen free float tidak diungkapkan.
- **Total saham tercatat** [derived_calculation, high]: Total saham tercatat dihitung dari penjumlahan kepemilikan PT Surya Fajar Corpora (968.754.430) dan Steffen (33.950.000) serta komponen lainnya yang tidak dirinci, menghasilkan 1.359.934.021 saham.
  - Basis: 968.754.430 + 33.950.000 = 1.002.704.430; 1.359.934.021 - 1.002.704.430 = 357.229.591 (sisa saham lainnya)
  - Assumptions: Angka total saham tercatat diambil dari laporan.; Komponen lainnya tidak dirinci dalam evidence.
  - Caveats: Perhitungan hanya berdasarkan angka yang tersedia; komponen lainnya tidak diidentifikasi.
- **Free float** [derived_calculation, high]: Free float sebesar 20,46% dihitung dari total saham tercatat, namun rincian komponen free float tidak tersedia dalam evidence.
  - Basis: Free float = 20,46% dari total saham tercatat (1.359.934.021 saham).
  - Assumptions: Angka free float diambil langsung dari laporan.
  - Caveats: Rincian komponen free float tidak diungkapkan.
- **Persentase pembayaran terhadap total kewajiban DPI** [derived_calculation, low]: Tidak dapat dihitung karena total kewajiban DPI tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Hanya nilai pembayaran yang tersedia (Rp13.875.000.000)
  - Caveats: Data total kewajiban tidak tersedia
- **Keterkaitan pembayaran utang dengan divestasi** [analyst_hypothesis, low]: Pembayaran utang oleh DPI kemungkinan merupakan bagian dari proses divestasi atau pengalihan saham yang telah disetujui RUPS, namun dokumen tidak menjelaskan secara eksplisit hubungan antara pembayaran utang dengan rencana divestasi.
  - Basis: Pembayaran utang disebut sebagai tindak lanjut persetujuan RUPS terkait rencana divestasi.; Lampiran 1 menyebutkan pembayaran sebagai pelunasan kewajiban terkait pembelian saham SFUD.
  - Assumptions: Pembayaran utang dapat menjadi langkah dalam proses divestasi.
  - Caveats: Dokumen tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai mekanisme atau tujuan pembayaran utang.

### Risks / uncertainties

- Rencana divestasi dan/atau pengalihan saham belum dijelaskan secara rinci, termasuk nilai, pihak, dan jadwal.
- Hubungan antara pembayaran utang dan rencana divestasi tidak dijelaskan secara eksplisit.
- Sifat utang DPI kepada Perseroan tidak dijelaskan.
- Dampak pembayaran utang terhadap laporan keuangan tidak dijelaskan.
- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi pada laporan bulanan registrasi pemegang efek.

### Items to monitor

- Rincian rencana divestasi dan/atau pengalihan saham (nilai, pihak, jadwal) yang telah disetujui RUPS Independen.
- Sifat dan total kewajiban DPI kepada Perseroan.
- Dampak pembayaran utang terhadap laporan keuangan Perseroan.
- Perubahan struktur pemegang saham pada laporan bulanan berikutnya.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 31/POJK.04/2015 dan persyaratan pencatatan.

---

## SILO

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 4

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mengumumkan serangkaian aksi korporasi besar yang saling terkait: (1) rencana RUPSLB pada 22 September 2026, (2) rencana transaksi material berupa akuisisi 100% saham 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit dari anak perusahaan First REIT, (3) keterbukaan informasi transaksi material berupa fasilitas pinjaman sindikasi hingga Rp14,5 triliun dengan jaminan aset, dan (4) koreksi atas pengumuman transaksi material. Aksi korporasi ini menandai perubahan strategis signifikan: SILO, yang selama ini beroperasi sebagai operator rumah sakit dengan menyewa properti dari First REIT, berencana menjadi pemilik aset properti tersebut melalui akuisisi. Transaksi ini akan dibiayai dengan utang bank jangka panjang baru sebesar Rp8,88 triliun, yang akan meningkatkan leverage secara substansial. Seluruh rencana ini masih memerlukan persetujuan RUPSLB pada 22 September 2026, sehingga belum ada kepastian pelaksanaan. Tidak ada perubahan pengendali, penerbitan saham baru, atau perubahan status pencatatan yang diumumkan.

### Material changes

- Rencana akuisisi 100% saham 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit dari anak perusahaan First REIT, mengubah SILO dari operator menjadi pemilik aset.
- Rencana fasilitas pinjaman sindikasi hingga Rp14,5 triliun dengan jaminan aset >50% aset bersih, meningkatkan leverage secara signifikan.
- Rencana RUPSLB pada 22 September 2026 untuk persetujuan transaksi material dan penjaminan.
- Pengunduran diri Komisaris Independen Dr. Kartini Syahrir per 30 Januari 2026 (disebutkan dalam pengumuman transaksi material).

### Key financial figures

- **Total Nilai Transaksi (estimasi):** Rp6.908.604.000.000 (31 Maret 2026)
- **Nilai Transaksi Tahap Pertama:** Rp4.077.678.000.000 (31 Maret 2026)
- **Nilai Transaksi Tahap Kedua:** Rp2.830.925.000.000 (31 Maret 2026)
- **Ekuitas Perseroan (sebelum transaksi):** Rp10.225.016.000.000 (31 Maret 2026)
- **Nilai Pasar Saham Objek Transaksi:** Rp6.617.435.133.000 (31 Maret 2026)
- **Selisih Nilai Pasar terhadap Nilai Transaksi:** -Rp291.168.867.000 (31 Maret 2026)
- **Total Aset (setelah transaksi, proforma):** Rp23.910.947.000.000 (31 Maret 2026)
- **Total Liabilitas (setelah transaksi, proforma):** Rp13.729.046.000.000 (31 Maret 2026)
- **Total Ekuitas (setelah transaksi, proforma):** Rp10.181.901.000.000 (31 Maret 2026)
- **Utang bank jangka panjang (setelah transaksi, proforma):** Rp8.884.294.000.000 (31 Maret 2026)
- **Aset tetap (setelah transaksi, proforma):** Rp19.057.851.000.000 (31 Maret 2026)
- **Goodwill (setelah transaksi, proforma):** Rp403.976.000.000 (31 Maret 2026)
- **Saldo laba (setelah transaksi, proforma):** Rp4.131.881.000.000 (31 Maret 2026)
- **Nilai fasilitas pinjaman sindikasi:** Rp14.500.000.000.000 (31 Maret 2026)
- **Pendapatan Q1-2026:** Rp3.277.776.000.000 (Q1-2026)
- **Laba tahun berjalan Q1-2026:** Rp293.572.000.000 (Q1-2026)
- **Jumlah aset Q1-2026:** Rp15.324.678.000.000 (Q1-2026)
- **Jumlah liabilitas Q1-2026:** Rp5.099.662.000.000 (Q1-2026)
- **Jumlah ekuitas Q1-2026:** Rp10.225.016.000.000 (Q1-2026)
- **Arus kas operasi Q1-2026:** Rp516.722.000.000 (Q1-2026)
- **Current ratio Q1-2026:** 71,23% (Q1-2026)
- **DER Q1-2026:** 49,87% (Q1-2026)
- **Proyeksi laba tahun berjalan setelah transaksi 2030:** Rp3.401.000.000 (2030)

### Corporate actions

- Rencana akuisisi 100% saham 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit dari anak perusahaan First REIT, dilakukan dalam dua tahap: Tahap Pertama (8 perusahaan) berdasarkan CSPA tanggal 1 April 2026, Tahap Kedua (6 perusahaan) melalui POA tanggal 1 April 2026.
- Rencana fasilitas pinjaman sindikasi hingga Rp14,5 triliun dengan jaminan aset >50% aset bersih, perjanjian awal 24 Maret 2025, diubah dan dinyatakan kembali 31 Maret 2026.
- Rencana RUPSLB pada 22 September 2026 untuk persetujuan transaksi material dan penjaminan.
- Koreksi atas pengumuman transaksi material sebelumnya (nomor 113/Corsec-SIH/VIII/2026 tanggal 14 Agustus 2026).

### Expansion projects

- Akuisisi aset rumah sakit dari First REIT untuk integrasi layanan dan optimalisasi pengendalian operasional serta kinerja keuangan.
- Komitmen belanja modal dan penyesuaian aset bersih sebesar Rp2.091.396 juta (pengurang nilai transaksi).
- Pendanaan transaksi melalui utang bank jangka panjang baru sebesar Rp8.884.294 juta.
- Fase: Tahap Pertama (8 perusahaan) dan Tahap Kedua (6 perusahaan, opsional melalui put option).
- Milestone: RUPSLB 22 September 2026 untuk persetujuan; penyelesaian transaksi belum dijadwalkan.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Komisaris Independen Dr. Kartini Syahrir per 30 Januari 2026 (disebutkan dalam pengumuman transaksi material).
- Tidak ada perubahan pengendali yang diumumkan.

### Capital structure

- Modal saham Perseroan tetap Rp162.576 juta (tidak berubah).
- Tidak ada penerbitan saham baru.
- Kepemilikan: Sight Investment Company Pte Limited 64,04%, PT Megapratama Karya Persada 20,60%, publik 6,53%.
- Saham treasuri 2.920.023 lembar; saham untuk MESOP 15.701.233 lembar.
- Modal ditempatkan dan disetor: 13.006.125.000 saham, nilai nominal Rp12,5 per saham, modal dasar 32.000.000.000 saham.

### Listing / regulatory

- Transaksi material tunduk pada POJK No. 17/POJK.04/2020.
- Bukan transaksi afiliasi sesuai POJK No. 42/POJK.04/2020.
- RUPSLB mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020, POJK No. 16/POJK.04/2020, dan POJK No. 14/2025.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan.
- Persetujuan RUPSLB 22 September 2026 diperlukan untuk penjaminan sesuai anggaran dasar dan Pasal 102 UUPT.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: SILO mengumumkan RUPSLB akan digelar pada 22 September 2026 pukul 09.00 WIB, dengan DPS pada 28 Agustus 2026 dan pemanggilan resmi pada 31 Agustus 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Selasa, 22 September 2026, pukul 09.00 WIB; Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir: 28 Agustus 2026; Pemanggilan resmi Rapat: Senin, 31 Agustus 2026
- **Hak usul mata acara** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang mewakili minimal 5% saham dengan hak suara sah dapat mengusulkan mata acara, dengan batas waktu 24 Agustus 2026.
  - Basis: paling sedikit 1/20 (5%) dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah; paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum tanggal pemanggilan, yaitu pada Senin, 24 Agustus 2026
- **Nilai transaksi akuisisi** [explicit_fact, high]: Total estimasi nilai transaksi akuisisi adalah Rp6.908.604.000.000, terdiri dari Tahap Pertama Rp4.077.678.000.000 dan Tahap Kedua Rp2.830.925.000.000.
  - Basis: Dokumen halaman 8
- **Nilai fasilitas pinjaman sindikasi** [explicit_fact, high]: Nilai fasilitas pinjaman sindikasi hingga Rp14.500.000.000.000.
  - Basis: Nilai hingga Rp14.500.000.000.000
- **Ambang batas materialitas pinjaman** [explicit_fact, high]: Nilai fasilitas dan penjaminan melebihi 20% ekuitas Perseroan per laporan keuangan 31 Maret 2026.
  - Basis: melebihi 20% ekuitas Perseroan per laporan keuangan yang diterbitkan pada tanggal 31 Maret 2026
- **Ambang batas penjaminan** [explicit_fact, high]: Penjaminan menggunakan aset yang nilainya melebihi 50% dari aset bersih Perseroan.
  - Basis: nilainya lebih dari 50% dari aset bersih Perseroan
- **Pendapat kewajaran** [explicit_fact, high]: Penilai independen KJPP Budi, Edy, Saptono dan Rekan memberikan pendapat kewajaran 'Reasonable' (wajar) atas transaksi akuisisi.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Fairness Opinion Results Reasonable'
- **Tidak ada afiliasi** [explicit_fact, high]: Tidak ada hubungan afiliasi antara perseroan dan First REIT.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Tidak ada Hubungan Afiliasi'
- **Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio = 6.908.604 / 10.225.016 = 67,57% (dibulatkan). Dokumen menyatakan 67,57%.
  - Basis: Nilai transaksi Rp6.908.604.000.000; Ekuitas Rp10.225.016.000.000
  - Assumptions: Menggunakan angka yang sama dengan dokumen
- **Selisih nilai pasar terhadap nilai transaksi** [derived_calculation, medium]: Selisih = 6.617.435.133.000 - 6.908.604.000.000 = -291.168.867.000. Persentase = -291.168.867.000 / 6.908.604.000.000 = -4,21% (dokumen menyebut -4,40%, kemungkinan pembulatan berbeda).
  - Basis: Nilai pasar Rp6.617.435.133.000; Nilai transaksi Rp6.908.604.000.000
  - Assumptions: Perhitungan ulang berdasarkan angka yang tersedia
  - Caveats: Dokumen menyatakan -4,40%, perhitungan ulang menghasilkan -4,21%
- **Kenaikan aset tetap** [derived_calculation, high]: Kenaikan aset tetap = 19.057.851 - 10.532.352 = 8.525.499 juta (sesuai penyesuaian).
  - Basis: Aset tetap sebelum transaksi Rp10.532.352 juta; Aset tetap setelah transaksi Rp19.057.851 juta
  - Assumptions: Angka dalam juta rupiah
- **Kenaikan total aset** [derived_calculation, high]: Kenaikan total aset = 23.910.947 - 15.324.678 = 8.586.269 juta (sesuai penyesuaian).
  - Basis: Total aset sebelum transaksi Rp15.324.678 juta; Total aset setelah transaksi Rp23.910.947 juta
  - Assumptions: Angka dalam juta rupiah
- **Penurunan saldo laba** [derived_calculation, high]: Saldo laba turun sebesar Rp43.115 juta (dari Rp4.174.996 juta menjadi Rp4.131.881 juta) sebagai dampak transaksi.
  - Basis: Saldo laba sebelum transaksi Rp4.174.996 juta; Saldo laba setelah transaksi Rp4.131.881 juta
  - Assumptions: Angka dalam juta rupiah
- **Dampak transaksi terhadap laba** [derived_calculation, high]: Transaksi menyebabkan penurunan laba periode berjalan sebesar Rp43.115 juta (dari Rp293.572 juta menjadi Rp250.457 juta), terutama karena peningkatan beban keuangan sebesar Rp139.175 juta.
  - Basis: Laba periode berjalan historis: Rp293.572 juta; Laba periode berjalan proforma: Rp250.457 juta; Beban keuangan historis: Rp36.333 juta; Beban keuangan proforma: Rp175.508 juta
  - Assumptions: Penurunan laba seluruhnya berasal dari penyesuaian proforma.
- **Estimasi ekuitas minimum berdasarkan fasilitas pinjaman** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan nilai fasilitas Rp14,5 triliun yang melebihi 20% ekuitas, maka ekuitas Perseroan per 31 Maret 2026 diperkirakan kurang dari Rp72,5 triliun (Rp14,5 triliun / 20%). Namun, karena nilai transaksi bisa lebih besar dari nilai fasilitas (termasuk penjaminan), ekuitas aktual bisa lebih rendah.
  - Basis: Nilai fasilitas Rp14.500.000.000.000; melebihi 20% ekuitas
  - Assumptions: Nilai transaksi dianggap sama dengan nilai fasilitas untuk perhitungan ini; Ambang batas 20% dihitung dari nilai fasilitas
  - Caveats: Nilai transaksi sebenarnya bisa lebih besar dari nilai fasilitas karena mencakup penjaminan; Ekuitas aktual bisa lebih rendah dari estimasi
- **Potensi aksi korporasi pada RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya diselenggarakan untuk keputusan strategis seperti perubahan anggaran dasar, penggantian pengurus, atau aksi korporasi tertentu, namun tanpa agenda yang diumumkan, tidak dapat dipastikan arahnya.
  - Basis: RUPSLB diumumkan tanpa agenda
  - Assumptions: RUPSLB biasanya digunakan untuk hal-hal yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar RUPS tahunan
  - Caveats: Agenda RUPSLB belum diumumkan; analisis ini bersifat spekulatif
- **Dampak pendanaan utang** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan utang bank jangka panjang sebesar Rp8.884.294 juta menunjukkan transaksi akan dibiayai utang, yang dapat meningkatkan beban bunga dan mempengaruhi laba bersih jangka pendek.
  - Basis: Utang bank jangka panjang setelah transaksi Rp8.884.294 juta; Dokumen menyebutkan potensi penurunan laba bersih jangka pendek akibat beban bunga
  - Assumptions: Utang baru digunakan untuk membiayai akuisisi
  - Caveats: Belum ada konfirmasi rincian sumber dana
- **Tujuan transaksi pinjaman** [analyst_hypothesis, medium]: Transaksi ini kemungkinan untuk mendanai ekspansi bisnis dan meningkatkan kapasitas layanan kesehatan, sesuai pernyataan manajemen tentang dampak positif pada manajemen keuangan dan rencana ekspansi.
  - Basis: dampak positif bagi Perseroan, terutama berkaitan dengan manajemen keuangan dan rencana ekspansi bisnis
  - Assumptions: Manajemen menggunakan dana pinjaman untuk ekspansi
  - Caveats: Tidak ada rincian penggunaan dana secara spesifik
- **Potensi transaksi sale and leaseback** [analyst_hypothesis, low]: Akuisisi properti rumah sakit yang sebelumnya dioperasikan perseroan dari First REIT dapat mengindikasikan transaksi sale and leaseback atau restrukturisasi kepemilikan aset, namun detail transaksi tidak tersedia.
  - Basis: Dokumen menyebutkan akuisisi saham perusahaan pemilik properti yang dioperasikan perseroan
  - Assumptions: Transaksi melibatkan properti yang sebelumnya disewa atau dioperasikan oleh perseroan
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai struktur transaksi, nilai, atau sumber dana

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen pengumuman awal.
- Nilai transaksi material tidak diungkapkan dalam dokumen pengumuman utama koreksi.
- Transaksi masih memerlukan persetujuan RUPSLB pada 22 September 2026; belum ada kepastian persetujuan.
- Tahap Kedua bersifat opsional (put option) dan hanya akan dieksekusi jika pemegang opsi melaksanakan.
- Peningkatan utang bank jangka panjang dapat meningkatkan risiko likuiditas dan beban bunga.
- Selisih nilai pasar terhadap nilai transaksi (4,40%) mendekati batas kewajaran 7,5%.
- Laporan keuangan proforma belum tentu mencerminkan kondisi aktual setelah transaksi.
- Nilai transaksi akhir dapat disesuaikan berdasarkan nilai aset bersih dan komitmen belanja modal pada saat penyelesaian.
- Terdapat inkonsistensi kecil pada teks: '67,574' vs '67,579' vs '67,57%' untuk persentase nilai transaksi terhadap ekuitas.
- Terdapat inkonsistensi pada penulisan '10096' yang seharusnya '100%'.
- Tabel ringkasan perjanjian memiliki beberapa nilai yang tidak terbaca atau tidak konsisten.

### Items to monitor

- Pemanggilan resmi RUPSLB pada 31 Agustus 2026 dan agenda yang akan diumumkan.
- Hasil RUPSLB pada 22 September 2026 terkait persetujuan transaksi material dan penjaminan.
- Rincian penggunaan dana fasilitas pinjaman sindikasi Rp14,5 triliun.
- Jadwal penyelesaian transaksi akuisisi dan eksekusi put option Tahap Kedua.
- Perubahan leverage dan beban bunga setelah transaksi.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 17/POJK.04/2020 dan persetujuan regulator lainnya.
- Perkembangan harga saham dan free float pasca pengumuman.

---

## SKRN

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Superkrane Utama Tbk (SKRN) menerbitkan dua pengumuman: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 yang menunjukkan struktur kepemilikan dan free float yang stabil, dan (2) Ringkasan Risalah RUPS Luar Biasa yang menyetujui dua agenda administratif: perubahan Anggaran Dasar Pasal 3 untuk penyesuaian KBLI sesuai Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025, serta penyesuaian susunan pemegang saham di Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) Kemenkumham agar sesuai dengan Daftar Pemegang Saham dari Biro Administrasi Efek. Tidak ada perubahan material pada struktur modal, kepemilikan pengendali, atau free float. RUPSLB dihadiri pemegang saham mewakili 84,798% suara dan kedua agenda disetujui 100%. Perubahan Anggaran Dasar masih memerlukan persetujuan Kementerian Hukum RI, sehingga efektivitasnya bergantung pada proses lanjutan.

### Material changes

- Perubahan Anggaran Dasar Pasal 3 (maksud dan tujuan serta kegiatan usaha) untuk penyesuaian KBLI berdasarkan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025 - disetujui RUPSLB, menunggu persetujuan Kemenkumham.
- Penyesuaian susunan pemegang saham di SABH Kemenkumham agar sesuai dengan DPS BAE - disetujui RUPSLB.

### Corporate actions

- RUPSLB 13 Agustus 2026 menyetujui perubahan Anggaran Dasar Pasal 3 (penyesuaian KBLI) dan penyesuaian susunan pemegang saham di SABH Kemenkumham.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan Direksi atau Komisaris yang teridentifikasi.
- Tidak ada perubahan pengendali atau afiliasi pengendali yang teridentifikasi.

### Capital structure

- Total saham yang diterbitkan dikurangi saham treasuri: 7.117.999.826 lembar (per RUPSLB).
- Saham hadir dalam RUPSLB: 6.035.933.700 lembar (84,798% dari total saham yang diterbitkan dikurangi treasuri).
- Penyesuaian susunan pemegang saham di SABH Kemenkumham agar sesuai dengan DPS BAE - disetujui RUPSLB.

### Listing / regulatory

- Perubahan Anggaran Dasar memerlukan persetujuan Kementerian Hukum RI - proses lanjutan.
- Penyesuaian susunan pemegang saham di SABH Kemenkumham.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan per 31 Juli 2026** [explicit_fact, high]: Total saham beredar 7.500.000.000; kepemilikan pengendali dan afiliasi 59,75%; kepemilikan Direksi dan Komisaris 9,04%; treasury stock 0; free float 50,55%. Pemegang saham ≥5%: PT Mitra Investama Sedaya (29,88%), PT Superkrane Utama (20,67%), Yafin Tandiono (5,45%), Tan Linayati (5,09%).
  - Basis: LBRE per 31 Juli 2026
- **Hasil RUPSLB 13 Agustus 2026** [explicit_fact, high]: RUPSLB menyetujui perubahan AD Pasal 3 (penyesuaian KBLI) dan penyesuaian susunan pemegang saham di SABH Kemenkumham. Kuorum 84,798% (6.035.933.700 saham dari total 7.117.999.826 saham yang diterbitkan dikurangi treasuri). Kedua agenda disetujui 100%.
  - Basis: Ringkasan Risalah RUPSLB 14 Agustus 2026
- **Estimasi free float dalam jumlah saham** [derived_calculation, medium]: Free float 50,55% dari total saham beredar 7.500.000.000 = sekitar 3.791.250.000 saham. Perhitungan: 7.500.000.000 × 0,5055 = 3.791.250.000.
  - Basis: Free float 50,55% dari total saham 7.500.000.000
  - Assumptions: Angka free float yang dilaporkan sudah benar.
  - Caveats: Komponen lain seperti saham dibatasi (lock-up) tidak tersedia secara eksplisit.
- **Estimasi total saham dengan hak suara** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham hadir dan persentase kuorum, total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 7.118.000.000 saham. Perhitungan: 6.035.933.700 / 0,84798 ≈ 7.118.000.000.
  - Basis: Jumlah saham hadir: 6.035.933.700; Persentase kuorum: 84,798%
  - Assumptions: Persentase kuorum dihitung dari total saham dengan hak suara sah yang sama dengan dasar perhitungan jumlah saham hadir.
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; pembulatan persentase dapat menyebabkan sedikit perbedaan.
- **Tujuan perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI kemungkinan bertujuan menyelaraskan klasifikasi kegiatan usaha dengan peraturan terbaru, namun tidak ada informasi lebih lanjut mengenai perubahan substansial kegiatan usaha.
  - Basis: Agenda 1 menyebut penyesuaian KBLI berdasarkan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025
  - Assumptions: Penyesuaian KBLI umumnya bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha inti.
  - Caveats: Tidak ada rincian perubahan kegiatan usaha dalam dokumen.
- **Penyesuaian susunan pemegang saham** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian susunan pemegang saham di SABH Kemenkumham kemungkinan hanya administratif untuk mencocokkan data dengan DPS BAE, tanpa perubahan kepemilikan substansial.
  - Basis: Agenda 2 menyebut penyesuaian agar sesuai dengan DPS BAE.
  - Assumptions: Tidak ada transaksi saham baru yang diumumkan.
  - Caveats: Tidak ada rincian perubahan susunan pemegang saham dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Perubahan Anggaran Dasar masih memerlukan persetujuan Kementerian Hukum RI, sehingga efektivitas perubahan bergantung pada proses persetujuan tersebut.
- Penyesuaian susunan pemegang saham di SABH Kemenkumham harus sesuai dengan DPS BAE; potensi perbedaan data dapat menimbulkan koreksi.
- Tidak ada rincian perubahan KBLI yang diadopsi, sehingga dampak terhadap kegiatan usaha belum dapat dinilai.
- Tidak ada rincian perubahan susunan pemegang saham, sehingga potensi perubahan kepemilikan tidak dapat dievaluasi.

### Items to monitor

- Persetujuan Kementerian Hukum RI atas perubahan Anggaran Dasar Pasal 3.
- Pembaruan susunan pemegang saham di SABH Kemenkumham dan kesesuaiannya dengan DPS BAE.
- Perubahan kepemilikan di atas 5% pada periode berikutnya.
- Rincian KBLI baru yang diadopsi dan dampaknya terhadap kegiatan usaha.

---

## SMGR

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) melaporkan hasil pemeringkatan tahunan oleh PEFINDO. Peringkat obligasi dan perusahaan dipertahankan pada level tertinggi idAAA dengan outlook STABLE. Pemeringkatan ini merupakan pengumuman lanjutan (annual review) dan tidak terkait dengan aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus. Informasi keuangan yang mendasari pemeringkatan adalah laporan keuangan tidak diaudit per 31 Maret 2026 dan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, namun angka keuangan rinci tidak disajikan dalam dokumen.

### Material changes

- PEFINDO memberikan peringkat idAAA (Triple A) untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2022 Seri B senilai Rp589.550.000.000,00, berlaku 7 Agustus 2026 - 1 Agustus 2027.
- PEFINDO memberikan peringkat idAAA/Stable (Triple A; Stable Outlook) untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, berlaku 7 Agustus 2026 - 1 Agustus 2027.
- Peringkat diberikan berdasarkan rapat Panitia Pemeringkat PEFINDO pada 7 Agustus 2026.
- Peringkat didasarkan pada data dan informasi dari Perusahaan serta Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 31 Maret 2026 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025.
- Peringkat idAAA adalah peringkat tertinggi yang diberikan PEFINDO, menunjukkan kemampuan superior untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.
- Laporan hasil pemeringkatan dikirim ke OJK dan BEI oleh Corporate Secretary Vita Mahreyni pada 12 Agustus 2026 pukul 16:26.

### Key financial figures

- **Jumlah pokok obligasi:** Rp589.550.000.000,00 (Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2022 Seri B)

### Listing / regulatory

- Pemeringkatan obligasi dan perusahaan oleh PEFINDO dengan peringkat idAAA/Stable, berlaku 7 Agustus 2026 - 1 Agustus 2027.

### Analytical scenarios

- **Peringkat obligasi** [explicit_fact, high]: PEFINDO memberikan peringkat idAAA untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2022 Seri B senilai Rp589.550.000.000,00.
  - Basis: Surat RC-1070/PEF-DIR/VIII/2026 tanggal 10 Agustus 2026
- **Peringkat perusahaan** [explicit_fact, high]: PEFINDO memberikan peringkat idAAA/Stable untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
  - Basis: Surat RC-1071/PEF-DIR/VIII/2026 tanggal 10 Agustus 2026
- **Dasar pemeringkatan** [explicit_fact, high]: Peringkat didasarkan pada laporan keuangan tidak diaudit per 31 Maret 2026 dan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 2 dan 3 dokumen lampiran
- **Keterbatasan peringkat perusahaan** [explicit_fact, high]: Peringkat perusahaan tidak berlaku untuk efek utang tertentu karena tidak memperhitungkan struktur, ketentuan, perlindungan, posisi klaim, dan legalitas efek utang.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 4 dokumen lampiran
- **Implikasi peringkat** [analyst_hypothesis, medium]: Peringkat idAAA/Stable mencerminkan ekspektasi PEFINDO bahwa kemampuan SMGR memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang tetap superior dalam 12 bulan ke depan, namun ini bukan jaminan kinerja masa depan.
  - Basis: Definisi peringkat idAAA dan outlook Stable
  - Assumptions: Outlook Stable mengindikasikan peringkat cenderung dipertahankan dalam periode tersebut.
  - Caveats: Peringkat dapat berubah jika terjadi peristiwa yang tidak diantisipasi.

### Risks / uncertainties

- Peringkat dapat berubah di masa depan karena peristiwa yang belum diantisipasi.
- PEFINDO tidak melakukan audit, uji tuntas, atau verifikasi independen atas informasi yang diberikan.
- Peringkat bukan rekomendasi investasi.

### Items to monitor

- Peringkat idAAA/Stable dapat mempengaruhi persepsi risiko kredit emiten dan biaya pendanaan di masa depan, namun bukan merupakan rekomendasi investasi.

---

## SMIL

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) menerbitkan dua pengumuman terkait perubahan Komite Audit, keduanya berstatus koreksi. Pengumuman pertama (11 Agustus 2026) mengoreksi pengumuman awal tanggal 31 Juli 2026, dan pengumuman kedua (14 Agustus 2026) mengoreksi pengumuman pertama. Substansi yang dilaporkan konsisten: Hinca Ikara Putra Pandjaitan menggantikan I Ketut Widiana sebagai Ketua Komite Audit, efektif 26 Juni 2026, dengan anggota Tjiendradjaja Yamin dan Tai Harry Christian tetap menjabat. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset. Pentingnya secara korporasi terbatas pada aspek tata kelola dan kepatuhan regulasi (POJK No. 55/POJK.04/2015), dengan catatan bahwa alasan koreksi tidak dijelaskan dan terdapat potensi keterlambatan pelaporan yang tidak dapat dipastikan.

### Material changes

- Perubahan Ketua Komite Audit dari I Ketut Widiana menjadi Hinca Ikara Putra Pandjaitan, efektif 26 Juni 2026.
- Anggota Komite Audit Tjiendradjaja Yamin dan Tai Harry Christian tetap menjabat.
- Dua kali koreksi pengumuman terkait perubahan Komite Audit dalam periode yang sama.

### Management / control changes

- Perubahan Ketua Komite Audit dari I Ketut Widiana menjadi Hinca Ikara Putra Pandjaitan, efektif 26 Juni 2026.
- Anggota Komite Audit Tjiendradjaja Yamin dan Tai Harry Christian tetap menjabat.
- Surat pembentukan komite audit No. 002/KOM/SML/V1/2026 ditandatangani oleh Komisaris Utama/Komisaris Independen Lucia Irawaty Lie.

### Listing / regulatory

- Penyampaian informasi perubahan Komite Audit kepada OJK sesuai POJK No. 55/POJK.04/2015.
- Dua kali koreksi pengumuman terkait perubahan Komite Audit.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Komite Audit** [explicit_fact, high]: Berdasarkan dokumen, terjadi perubahan Ketua Komite Audit dari I Ketut Widiana menjadi Hinca Ikara Putra Pandjaitan, efektif 26 Juni 2026. Anggota lainnya tidak berubah.
  - Basis: Tabel perubahan Komite Audit pada halaman 1 dan 2
- **Koreksi pengumuman** [explicit_fact, high]: Pengumuman 11 Agustus 2026 merupakan koreksi atas surat nomor 038/CORSEC/SMIL/VII/2026 tanggal 31 Juli 2026, dan pengumuman 14 Agustus 2026 merupakan koreksi atas surat nomor 038R/CORSEC/SMIL/VII/2026 tanggal 11 Agustus 2026. Alasan koreksi tidak dijelaskan.
  - Basis: Kalimat pembuka pada kedua pengumuman
- **Keterlambatan pelaporan** [derived_calculation, low]: Jika perubahan efektif 26 Juni 2026 dan surat dikirim 11 Agustus 2026, maka terdapat selisih sekitar 46 hari kalender, jauh melebihi batas 2 hari kerja yang diwajibkan POJK. Namun, tanggal efektif mungkin berbeda dari tanggal pengangkatan/pemberhentian yang dimaksud POJK, sehingga keterlambatan tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Perubahan berlaku efektif tanggal 26 Juni 2026; Surat tertanggal 11 Agustus 2026
  - Assumptions: Tanggal efektif dianggap sebagai tanggal pengangkatan/pemberhentian; Perhitungan hari kalender, bukan hari kerja
  - Caveats: Tanggal efektif mungkin bukan tanggal pengangkatan/pemberhentian yang dimaksud POJK; Tidak ada informasi tanggal pengangkatan/pemberhentian sebenarnya
- **Alasan koreksi** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi mungkin terkait dengan perubahan nama Ketua Komite Audit atau tanggal efektif, namun tidak ada informasi eksplisit mengenai hal tersebut.
  - Basis: Adanya perbedaan antara pengumuman awal dan koreksi; Adanya kata 'KOREKSI' pada perihal dan kalimat pembuka
  - Assumptions: Koreksi dilakukan karena ada kesalahan pada pengumuman awal
  - Caveats: Tidak ada rincian alasan koreksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Alasan koreksi pengumuman tidak dijelaskan secara eksplisit.
- Potensi keterlambatan pelaporan ke OJK jika tanggal efektif dianggap sebagai tanggal pengangkatan/pemberhentian, namun hal ini tidak dapat dipastikan karena definisi tanggal dalam POJK tidak dijelaskan.
- Tidak ada informasi mengenai alasan penggantian anggota Komite Audit.
- Tidak ada informasi tentang dampak perubahan Komite Audit terhadap operasional atau kepatuhan.

### Items to monitor

- Alasan resmi koreksi pengumuman perubahan Komite Audit.
- Tanggal pengangkatan/pemberhentian yang dimaksud POJK untuk menilai kepatuhan batas pelaporan.
- Periode 'Periode Ke-1' penugasan Komite Audit dan implikasinya.
- Perubahan susunan pengurus atau komite lain yang mungkin menyusul.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 55/POJK.04/2015 dan potensi sanksi.

---

## SONA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, SONA (PT Sona Topas Tourism Industry Tbk) mengumumkan tiga hal yang saling terkait: (1) laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 yang bersifat rutin dan tidak menunjukkan perubahan material; (2) penerimaan Laporan Hasil Pelaksanaan Penawaran Tender Wajib dari PT Pratama Citra Karunia (pengendali baru) yang meningkatkan kepemilikan pengendali dari 45,00% menjadi 45,11%; dan (3) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi saham pada 10 Agustus 2026, yang dikaitkan emiten dengan pengumuman hasil tender wajib tersebut. Secara korporasi, perubahan yang paling signifikan adalah konsolidasi kepemilikan oleh pengendali baru melalui tender wajib, meskipun partisipasi tender sangat rendah (0,11% dari total saham). Emiten menyatakan belum ada rencana korporasi dalam 3 bulan mendatang dan pemegang saham utama belum memiliki rencana atas kepemilikannya. Tidak ada perubahan struktur modal, pengurus, atau status pencatatan yang teridentifikasi.

### Material changes

- Kepemilikan pengendali baru (PT Pratama Citra Karunia) meningkat dari 45,00% menjadi 45,11% setelah tender wajib.
- Tidak ada perubahan struktur modal, pengurus, atau pemegang saham pengendali yang teridentifikasi pada laporan bulanan per 31 Juli 2026.

### Corporate actions

- Penawaran Tender Wajib oleh PT Pratama Citra Karunia (pengendali baru) - hasil: 757.380 saham dibeli dari 11 pemegang saham; periode 23 Juni–22 Juli 2026; penyelesaian 3 Agustus 2026.

### Management / control changes

- PT Pratama Citra Karunia disebut sebagai 'Pengendali Baru' dalam laporan hasil tender wajib; kepemilikan meningkat dari 45,00% menjadi 45,11%.
- Tidak ada perubahan susunan direksi atau komisaris yang teridentifikasi pada laporan bulanan per 31 Juli 2026.

### Capital structure

- Pembelian 757.380 saham (0,11%) oleh pengendali baru dalam tender wajib.
- Kepemilikan pengendali baru: sebelum 298.080.000 saham (45,00%); setelah 298.837.380 saham (45,11%).
- Treasury stock: 0 saham (0%).
- Free float: 3,05% (per laporan bulanan).

### Listing / regulatory

- Laporan bulanan disampaikan sesuai Peraturan X.H.1 dan ketentuan BEI.
- Pelaksanaan tender wajib sesuai POJK No. 9/2018.
- Permintaan penjelasan BEI No. S-10472/BEI.PP2/08-2026 tanggal 12 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi pada 10 Agustus 2026; dijawab emiten pada 13 Agustus 2026.
- Tidak ada indikasi suspensi atau perubahan status pencatatan.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan pengendali baru setelah tender** [explicit_fact, high]: PT Pratama Citra Karunia memiliki 298.837.380 saham (45,11%) setelah tender, naik dari 298.080.000 saham (45,00%).
  - Basis: 20260810174037-053/STTI-VIII/2026_id-id
- **Jumlah saham dibeli dalam tender** [explicit_fact, high]: Sebanyak 757.380 saham (0,11%) dibeli dari 11 pemegang saham (13 RDN).
  - Basis: 20260810174037-053/STTI-VIII/2026_id-id
- **Free float dan total saham tercatat** [explicit_fact, high]: Free float dilaporkan 3,05%; total saham tercatat 662.400.000 saham; treasury stock 0 saham.
  - Basis: 20260810094512-054/STTI-VIII/2026_id-id
- **Total kepemilikan pemegang saham 5% atau lebih** [derived_calculation, high]: Total saham tiga pemegang saham utama (PT Pratama Citra Karunia, PT Precise Pacific Realty, Tahir) = 298.080.000 + 209.671.080 + 103.999.400 = 611.750.480 saham, atau 92,35% dari total saham tercatat (611.750.480 / 662.400.000).
  - Basis: 20260810094512-054/STTI-VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Total saham tercatat 662.400.000 saham.
  - Caveats: Persentase dihitung dari total saham yang tercantum pada laporan.
- **Total saham beredar (estimasi)** [derived_calculation, medium]: Total saham beredar diestimasi sekitar 662.251.638 saham, dihitung dari 50.537.720 / 7,63%.
  - Basis: 20260810174037-053/STTI-VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Persentase 7,63% dihitung dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
  - Caveats: Pembulatan persentase dapat menyebabkan sedikit perbedaan.
- **Rasio kenaikan volume transaksi** [derived_calculation, high]: Volume transaksi pada 10 Agustus 2026 adalah 86 kali lipat dari volume hari sebelumnya (172.000 / 2.000 = 86).
  - Basis: 20260813143315-056/STTI-VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan volume saham yang disebutkan.
- **Rendahnya partisipasi tender** [analyst_hypothesis, low]: Hanya 757.380 saham (0,11%) yang terjual dari maksimum 50.537.720 saham, menunjukkan partisipasi sangat rendah; kemungkinan karena harga tender tidak menarik atau pemegang saham lain tidak ingin menjual.
  - Basis: 20260810174037-053/STTI-VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain tentang alasan rendahnya partisipasi.
  - Caveats: Hanya hipotesis; tidak ada data pendukung dalam dokumen.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan aktivitas dan harga saham pada 10 Agustus 2026 kemungkinan besar dipicu oleh pengumuman hasil Penawaran Tender Wajib oleh PT Pratama Citra Karunia, yang menjadi informasi material baru bagi pasar.
  - Basis: 20260813143315-056/STTI-VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Korelasi waktu antara pengumuman dan pergerakan harga.
  - Caveats: Emiten menyatakan tidak mengetahui apakah informasi tersebut mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.

### Risks / uncertainties

- Free float yang rendah (3,05%) dapat mempengaruhi likuiditas saham, namun ini bukan perubahan baru.
- Partisipasi tender sangat rendah (0,11% dari total saham), jauh di bawah jumlah maksimum yang ditawarkan.
- Detail tender wajib (harga, sumber dana) tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Dampak pengambilalihan terhadap operasional atau strategi perusahaan tidak dijelaskan secara kuantitatif.

### Items to monitor

- Harga dan sumber dana tender wajib (tidak diungkapkan).
- Rencana strategis pengendali baru pasca-tender.
- Perubahan susunan direksi/komisaris sebagai akibat pengambilalihan.
- Perkembangan free float dan likuiditas saham.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 9/2018 dan ketentuan BEI terkait pengambilalihan.

---

## SQMI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 5

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) merilis lima pengumuman yang sebagian besar bersifat rutin dan administratif: laporan bulanan registrasi pemegang efek (LBRE) per 31 Juli 2026, penyampaian Laporan Tahunan 2025, penyampaian Laporan Keberlanjutan/ESG 2025, serta pemanggilan RUPST (termasuk satu koreksi). Tidak ada aksi korporasi baru yang bersifat fundamental seperti rights issue, merger, atau akuisisi. Namun, pengumuman ini mengonfirmasi kondisi operasional yang terhenti sejak Q1 2025, rugi bersih yang membaik, reklasifikasi pinjaman pihak berelasi menjadi ekuitas, modal kerja negatif yang besar, opini audit going concern, serta sanksi administratif dan suspensi berulang. Yang paling penting secara korporasi adalah agenda RUPST 4 September 2026 yang mencakup perubahan Anggaran Dasar Pasal 3 (penyesuaian KBLI 2025) dan perubahan susunan Direksi, dengan indikasi calon direksi baru (Yulian Hadromi) melalui lampiran CV pada pengumuman koreksi. Hal ini menandakan potensi perubahan strategi atau tata kelola, meskipun rincian belum diungkapkan.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham, kepemilikan pengendali, direksi/komisaris, treasury stock, atau free float berdasarkan LBRE Juli 2026.
- Free float menurun dari 25,05% (Juni 2026) menjadi 24,55% (Juli 2026) berdasarkan data historis lampiran LBRE.
- Reklasifikasi pinjaman pihak berelasi ke ekuitas sebesar Rp111.952.933.000 pada FY2025 (perubahan struktur modal).
- Kepemilikan WRH turun dari 62,87% (2024) menjadi 54,18% (2025) menurut Laporan Tahunan.
- Fasilitas pengolahan tidak beroperasi sejak Q1 2025; operasi belum dimulai kembali hingga 22 Mei 2026.
- RUPST 4 September 2026 akan membahas perubahan Anggaran Dasar Pasal 3 (KBLI 2025) dan perubahan susunan Direksi.
- Lampiran CV Yulian Hadromi pada pengumuman koreksi mengindikasikan calon direksi baru, namun posisi tidak diungkapkan.

### Key financial figures

- **Total saham beredar:** 15.537.591.429 saham (31 Juli 2026)
- **Free float:** 24,55% (3.813.784.458 saham) (31 Juli 2026)
- **Rugi bersih konsolidasian:** Rp27.797.094.149 (FY2025)
- **Rugi bersih konsolidasian:** Rp78.571.139.443 (FY2024)
- **Total aset:** Rp513.145.027.785 (31 Des 2025)
- **Total liabilitas:** Rp402.451.186.636 (31 Des 2025)
- **Total ekuitas:** Rp110.693.841.149 (31 Des 2025)
- **Modal kerja bersih:** -Rp352.705.004.693 (31 Des 2025)
- **Reklasifikasi pinjaman ke ekuitas:** Rp111.952.933.000 (FY2025)
- **Pendapatan dari kontrak:** Rp1.711.772.107 (FY2025)
- **Pendapatan dari kontrak:** Rp1.340.846.802 (FY2024)
- **Rugi per saham:** Rp1,76 (FY2025)
- **Total emisi GRK (Scope 1+2):** 636,8 tCO2e (FY2025)
- **Total emisi GRK (Scope 1+2):** 2.677,0 tCO2e (FY2024)
- **Total konsumsi energi:** 3.854,5 GJ (FY2025)
- **Total konsumsi air:** 1.724,2 m3 (FY2025)
- **Jumlah pegawai:** 79 orang (FY2025)
- **Nilai denda otoritas:** Rp990,9 juta (FY2025)
- **Nilai denda otoritas:** Rp405,0 juta (FY2024)
- **Kepemilikan WRH:** 53,5022% (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan CGS International:** 21,9523% (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan efektif WRC di WMI:** 61,3% (31 Des 2025)

### Corporate actions

- RUPST untuk Tahun Buku 2025 dijadwalkan 4 September 2026 (hybrid, eASY.KSEI).
- Agenda RUPST: persetujuan laporan tahunan/keuangan, penunjukan KAP, perubahan AD Pasal 3 (KBLI 2025), dan perubahan susunan Direksi.
- Reklasifikasi pinjaman pihak berelasi ke ekuitas sebesar Rp111.952.933.000 (FY2025).
- Pengalihan 750.000.000 saham jaminan kepada WRH sebagai jaminan utang WWI (Perjanjian Jaminan Tambahan 6 Februari 2025).
- Penghentian perjanjian konstruksi dengan PT Karya Adhi Mandiri dan perjanjian offtake dengan KJBI.
- Penghentian 2 Surat Kuasa dengan BBP menghasilkan pendapatan lain-lain Rp32,93 miliar.

### Expansion projects

- Investasi barang modal FY2025 sebesar Rp274,5 juta, menurun dari Rp842,5 juta FY2024.
- Penambahan aset eksplorasi dan evaluasi sebesar Rp2.229.006.000 pada 2025.
- Tidak ada ikatan material untuk investasi barang modal pada 2025.
- Fasilitas pengolahan tidak beroperasi; hanya pemeliharaan, tanpa nilai proyek atau sumber dana.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi selama tahun 2025 (masa jabatan 2024-2029).
- Agenda RUPST mencakup perubahan susunan Direksi; lampiran CV Yulian Hadromi mengindikasikan calon direksi baru.
- Satu posisi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi lowong per 31 Desember 2025.
- Tidak ada perubahan pemegang saham pengendali; WRH tetap pengendali (53,5% per 31 Juli 2026).

### Capital structure

- Total saham beredar tetap 15.537.591.429 saham; tidak ada treasury stock.
- Reklasifikasi pinjaman pihak berelasi ke ekuitas sebesar Rp111.952.933.000 (akun ekuitas lainnya menjadi Rp500 miliar).
- Kepemilikan WRH turun dari 62,87% (2024) menjadi 54,18% (2025); publik naik dari 18,21% menjadi 23,70%.
- Free float 24,55% per 31 Juli 2026, di bawah 25% namun tidak ada indikasi pelanggaran bursa.

### Listing / regulatory

- Tercatat di Papan Pengembangan BEI sejak 15 Juli 2004; tidak tercatat di bursa lain.
- Suspensi saham oleh IDX pada Juni, Juli, dan Oktober 2025 karena keterlambatan laporan keuangan; pencabutan suspensi pada Februari 2026.
- 21 sanksi administratif dari IDX dan OJK selama 2025-2026.
- Laporan Keberlanjutan mengacu pada GRI 2021, SGX-ST Catalist Rules, POJK 51/POJK.03/2017.
- Perubahan AD Pasal 3 untuk penyesuaian KBLI 2025 akan dimintakan persetujuan RUPST.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPST** [explicit_fact, high]: RUPST memiliki 4 agenda: persetujuan laporan tahunan/keuangan, penunjukan KAP, perubahan AD Pasal 3 (KBLI 2025), dan perubahan susunan Direksi.
  - Basis: Dokumen pemanggilan RUPST 031/Ext-WMI/VIII/2026 dan koreksi 031a
- **Koreksi pemanggilan RUPST** [explicit_fact, high]: Dokumen 031a adalah koreksi atas pemanggilan 031, namun bagian yang dikoreksi tidak dijelaskan.
  - Basis: Perihal 'KOREKSI' dan referensi surat 031/Ext-WMI/VIII/2026
  - Caveats: Tidak ada detail koreksi
- **Perubahan kepemilikan WRH** [derived_calculation, high]: Kepemilikan WRH turun dari 62,87% menjadi 54,18%, selisih 8,69 poin persentase; jumlah saham WRH berkurang 1.350.000.000 saham (9.767.712.719 - 8.417.712.719).
  - Basis: Laporan Tahunan 2025: jumlah saham WRH 2025 dan 2024
  - Assumptions: Tidak ada perubahan jumlah saham beredar total
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas = Rp402.451.186.636 / Rp110.693.841.149 = 3,64 kali.
  - Basis: Laporan posisi keuangan 31 Des 2025
- **Penurunan emisi GRK** [derived_calculation, high]: Total emisi GRK turun sekitar 76,2% dari 2.677,0 tCO2e (FY2024) menjadi 636,8 tCO2e (FY2025).
  - Basis: Laporan Keberlanjutan 2025
  - Assumptions: Perhitungan sederhana: (2.677,0 - 636,8) / 2.677,0 = 76,2%
- **Perubahan Direksi** [analyst_hypothesis, medium]: Lampiran CV Yulian Hadromi mengindikasikan calon direksi baru yang akan diusulkan dalam RUPST, namun posisi dan penggantian siapa tidak diungkapkan.
  - Basis: Lampiran 2 pada pengumuman koreksi 031a
  - Assumptions: CV tersebut untuk calon direksi yang akan diangkat/diubah
  - Caveats: Tidak ada rincian agenda yang menyebutkan nama spesifik

### Risks / uncertainties

- Going concern: kerugian berkelanjutan, modal kerja negatif Rp352,7 miliar, arus kas operasi negatif.
- Operasional belum berjalan sejak Q1 2025; ketergantungan pada dukungan keuangan induk (WRC/WRH) dan Wilzilindo hingga Mei 2027.
- 21 sanksi administratif dan suspensi berulang menunjukkan risiko kepatuhan tinggi.
- Potensi tuntutan hukum terkait dugaan pelanggaran material oleh BBP.
- Inkonsistensi data emisi Scope 2 (104,5 vs 532,3 tCO2e) dan perbedaan baseline target air antara versi bahasa.
- Tingkat pergantian karyawan tinggi (59,5% FY2025).

### Items to monitor

- Hasil RUPST 4 September 2026, terutama perubahan susunan Direksi dan substansi perubahan AD Pasal 3.
- Rincian koreksi pemanggilan RUPST (bagian yang dikoreksi).
- Perkembangan evaluasi opsi strategis dan pernyataan minat dari pihak lokal/internasional.
- Status pemulihan operasi fasilitas pengolahan dan dampaknya terhadap pendapatan.
- Perubahan free float dan kepemilikan WRH/CGS International pada bulan-bulan berikutnya.
- Kepatuhan terhadap ketentuan bursa terkait free float dan pelaporan keuangan.

---

## SULI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 4

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, PT SLJ Global Tbk (SULI) menyampaikan empat pengumuman yang mencakup: (1) laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 yang menunjukkan perubahan kecil pada free float dan perbedaan penyajian kepemilikan antara laporan utama dan lampiran; (2) keterbukaan informasi atas amendemen fasilitas kredit anak usaha PT Orimba Alam Kreasi (OAK) dengan ACLF Investments (Hong Kong) Limited, yang meningkatkan komitmen fasilitas dari US$5 juta menjadi US$7 juta (transaksi material 55,44% dari ekuitas konsolidasian per 30 Juni 2026, transaksi afiliasi namun bukan benturan kepentingan); (3) bukti iklan atas keterbukaan informasi tersebut; dan (4) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi saham, di mana emiten mengonfirmasi penundaan PMTHMETD (konversi utang menjadi saham) yang sebelumnya dijadwalkan 26 Juni 2026 dan masih dalam koordinasi dengan OJK. Secara korporasi, perubahan utama adalah penambahan fasilitas kredit anak usaha yang bersifat material dan penundaan aksi korporasi PMTHMETD yang berpotensi memengaruhi struktur modal dan likuiditas, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material dari transaksi kredit.

### Material changes

- Peningkatan komitmen fasilitas kredit anak usaha OAK dari US$5.000.000 menjadi US$7.000.000 (penambahan Tranche B US$2.000.000).
- Penundaan pelaksanaan PMTHMETD dalam rangka konversi utang menjadi saham yang sebelumnya dijadwalkan 26 Juni 2026; masih dalam koordinasi dengan OJK.
- Perubahan free float dari 28,98% menjadi 29,29% (per 31 Juli 2026).

### Key financial figures

- **Total komitmen fasilitas kredit setelah perubahan:** 7.000.000 (10 Agustus 2026)
- **Komitmen fasilitas kredit awal (Tranche A):** 5.000.000 (6 September 2024)
- **Penambahan komitmen (Tranche B):** 2.000.000 (10 Agustus 2026)
- **Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas konsolidasian:** 55,44% (30 Juni 2026)
- **Free float:** 29,29% (31 Juli 2026)
- **Treasury stock:** 0 saham (31 Juli 2026)

### Corporate actions

- Amendemen perjanjian fasilitas kredit anak usaha OAK dengan ACLF Investments (Hong Kong) Limited (penandatanganan 10 Agustus 2026).
- Peningkatan komitmen fasilitas kredit dengan penambahan Tranche B sebesar US$2.000.000.
- Penundaan PMTHMETD dalam rangka konversi utang menjadi saham (rencana awal 26 Juni 2026); masih dalam koordinasi dengan OJK.

### Expansion projects

- Dana pinjaman dari fasilitas kredit digunakan untuk modal kerja, pemeliharaan, dan belanja modal lainnya oleh OAK (tidak ada rincian spesifik).

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan direksi, komisaris, atau pengendali yang diidentifikasi dalam pengumuman.

### Capital structure

- Perubahan kecil pada jumlah saham pemegang saham tertentu: UOB KAY HIAN PTE LTD SRE - NATUREVERSE INC (PTE LTD) turun dari 288.330.746 saham (4,56%) menjadi 279.260.009 saham (4,41%) pada laporan utama, namun pada lampiran 2 tercatat 969.423.302 saham (15,337%).
- NATUREVERSE INC. PTE. LTD. dan MATARAM LIMITED tidak tercantum pada laporan utama tetapi tercantum pada lampiran 2 dengan kepemilikan masing-masing 1.300.000.000 saham (20,567%) dan 954.043.418 saham (15,094%).
- PT PUTRA BUANA INDONESIA WOOD INDUSTRY: 327.182.564 saham (5,176%) pada lampiran 2, konsisten dengan laporan utama.
- Free float berubah dari 28,98% menjadi 29,29% (perubahan 0,31 poin persentase).
- Treasury stock tetap 0 saham.
- PMTHMETD dalam rangka konversi utang menjadi saham ditunda; jumlah saham baru dan rasio tidak diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Transaksi material berdasarkan POJK 17/2020 (nilai setara 55,44% dari ekuitas konsolidasian per 30 Juni 2026).
- Transaksi afiliasi berdasarkan POJK 42/2020, namun bukan benturan kepentingan.
- Pengecualian kewajiban penilai dan persetujuan RUPS berdasarkan Pasal 11 huruf a POJK 17/2020.
- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi (surat nomor S-10468/BEI.PP3/08-2026, tanggal 11 Agustus 2026).
- Penundaan PMTHMETD dan koordinasi dengan OJK.

### Analytical scenarios

- **Klasifikasi transaksi material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan transaksi amendemen fasilitas kredit memenuhi batasan transaksi material karena nilainya setara 55,44% dari total ekuitas konsolidasian per 30 Juni 2026, melebihi ambang batas 20%.
  - Basis: Nilai transaksi setara 55,44% dari ekuitas konsolidasian per 30 Juni 2026; Ambang batas transaksi material adalah 20% atau lebih dari ekuitas
- **Klasifikasi transaksi afiliasi** [explicit_fact, high]: Transaksi dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena dilakukan antara Perseroan dan anak perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki 99,99% oleh Perseroan, namun bukan benturan kepentingan.
  - Basis: OAK adalah anak perusahaan terkendali dengan kepemilikan 99,99%; Pernyataan emiten bahwa transaksi bukan benturan kepentingan
- **Penundaan PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan menunda pelaksanaan PMTHMETD dalam rangka konversi utang menjadi saham yang sebelumnya direncanakan pada 26 Juni 2026.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan masih menunda pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dalam rangka konversi utang menjadi saham yang sebelumnya direncanakan untuk dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2026.'
- **Koordinasi dengan OJK** [explicit_fact, high]: Perseroan masih melakukan pembahasan dan koordinasi dengan OJK terkait rencana pelaksanaan PMTHMETD.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan masih melakukan pembahasan dan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait rencana pelaksanaan PMTHMETD tersebut.'
- **Tidak ada fakta material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2: 'Kami tidak mengetahui informasi atau fakta material apa yang mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal yang terjadi.'
- **Aktivitas pemegang saham** [explicit_fact, high]: Perseroan mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu pada saham SULI melalui laporan rutin dari BAE Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 3: 'Kami mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu pada saham SULI melalui pihak BAE Perseroan yang menyampaikan secara rutin saat melaporkan adanya aktivitas tersebut.'
- **Volatilitas transaksi saham SULI** [explicit_fact, high]: BEI mencatat peningkatan aktivitas transaksi saham SULI menjadi 220.898.700 saham dengan frekuensi 17.541 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya 1.877.500 saham dengan frekuensi 182 kali. Harga penutupan naik Rp25 atau 27,78% dari Rp90 menjadi Rp115.
  - Basis: Aktivitas meningkat menjadi sebanyak 220.898.700 saham dengan frekuensi 17.541 kali dibandingkan hari bursa sebelumnya sebanyak 1.877.500 saham dengan frekuensi 182 kali.; Harga ditutup meningkat sebesar Rp25 atau 27,78% dari harga penutupan hari bursa sebelumnya pada Rp90 menjadi Rp115.
- **Total luas agunan tanah** [derived_calculation, high]: Total luas tanah yang dijaminkan adalah 218.210 m2, dihitung dari penjumlahan luas masing-masing HGB: 74.200 + 44.800 + 73.200 + 13.810 + 12.400.
  - Basis: HGB No. 01416: 74.200 m2; HGB No. 01417: 44.800 m2; HGB No. 01415: 73.200 m2; HGB No. 01418: 13.810 m2; HGB No. 5: 12.400 m2
  - Assumptions: Semua luas tanah dijumlahkan tanpa pengurangan atau pembobotan
- **Peningkatan komitmen fasilitas** [derived_calculation, high]: Peningkatan komitmen fasilitas adalah US$ 2.000.000, dihitung dari selisih total fasilitas setelah perubahan (US$ 7.000.000) dikurangi fasilitas awal (US$ 5.000.000).
  - Basis: Total fasilitas setelah perubahan: US$ 7.000.000; Fasilitas awal: US$ 5.000.000
- **Estimasi ekuitas konsolidasian** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan nilai transaksi US$7.000.000 dan persentase 55,44%, estimasi ekuitas konsolidasian per 30 Juni 2026 adalah sekitar US$12.626.262 (7.000.000 / 0,5544).
  - Basis: Nilai transaksi total US$7.000.000; Persentase 55,44% dari ekuitas
  - Assumptions: Nilai transaksi yang digunakan adalah total fasilitas US$7.000.000, bukan hanya tambahan US$2.000.000.
  - Caveats: Perhitungan ini hanya estimasi dan dapat berbeda jika definisi nilai transaksi berbeda.
- **Perbedaan penyajian kepemilikan saham antara laporan utama dan lampiran** [analyst_hypothesis, low]: Laporan utama (halaman 3-5) menunjukkan kepemilikan untuk beberapa pihak dengan jumlah yang berbeda dari lampiran 2. Misalnya, UOB KAY HIAN PTE LTD tercatat 279.260.009 saham (4,41%) di laporan utama, tetapi di lampiran 2 tercatat 969.423.302 saham (15,337%). Ini mungkin karena laporan utama menyajikan kepemilikan langsung oleh individu atau entitas tertentu, sementara lampiran 2 menyajikan kepemilikan agregat termasuk entitas terkait atau beneficial owner. Namun, tanpa penjelasan eksplisit, ini tetap hipotesis.
  - Basis: Laporan utama halaman 3: 'Uun Arris' dengan 279.260.009 saham (4,41%); Lampiran 2: 'UOB KAY HIAN PTE LTD SRE - NATUREVERSE INC (PTE LTD)' dengan 969.423.302 saham (15,337%)
  - Assumptions: Kemungkinan adanya hubungan afiliasi atau beneficial ownership antara pihak-pihak yang tercatat.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan dalam dokumen yang mengonfirmasi hubungan tersebut.
- **Dampak terhadap leverage** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan fasilitas kredit sebesar US$ 2.000.000 berpotensi meningkatkan leverage keuangan OAK dan konsolidasian Perseroan, namun dampak pastinya tidak dapat dihitung tanpa data ekuitas dan liabilitas lengkap.
  - Basis: Peningkatan komitmen fasilitas sebesar US$ 2.000.000; Emiten menyatakan tidak ada dampak material
  - Assumptions: Seluruh fasilitas baru ditarik dan dicatat sebagai liabilitas
  - Caveats: Tidak ada data keuangan lengkap untuk menghitung rasio leverage; Emiten menyatakan tidak ada dampak material
- **Potensi dampak penundaan PMTHMETD** [analyst_hypothesis, low]: Penundaan PMTHMETD dapat berdampak pada struktur permodalan dan likuiditas perusahaan, namun detail mengenai jumlah utang yang dikonversi, jumlah saham baru, dan dampak finansial tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Jawaban poin 4 menyebutkan penundaan PMTHMETD dalam rangka konversi utang menjadi saham.
  - Assumptions: PMTHMETD biasanya bertujuan untuk mengurangi beban utang dan menambah modal, sehingga penundaan dapat menunda manfaat tersebut.
  - Caveats: Tidak ada angka atau rincian transaksi yang tersedia untuk analisis lebih lanjut.
- **Pemicu volatilitas saham** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas harga dan volume saham SULI yang signifikan mungkin terkait dengan ekspektasi pasar terhadap rencana PMTHMETD (konversi utang menjadi saham) yang masih dalam proses koordinasi dengan OJK, meskipun emiten menyatakan tidak mengetahui informasi material lain.
  - Basis: Aktivitas transaksi meningkat drastis dari 1.877.500 saham menjadi 220.898.700 saham.; Emiten mengungkapkan rencana PMTHMETD yang ditunda dan masih dalam koordinasi dengan OJK.
  - Assumptions: Pasar mungkin bereaksi terhadap potensi aksi korporasi yang belum final.
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi langsung dari emiten mengenai hubungan volatilitas dengan PMTHMETD.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian jadwal dan realisasi PMTHMETD karena masih dalam koordinasi dengan OJK.
- Volatilitas transaksi efek yang menjadi perhatian BEI, meskipun Perseroan tidak mengetahui penyebabnya.
- Kurangnya informasi kuantitatif mengenai rencana PMTHMETD (jumlah saham, nilai konversi, dampak dilusi).
- Potensi dilusi bagi pemegang saham jika PMTHMETD dilaksanakan.
- Tidak ada informasi mengenai jadwal penarikan fasilitas atau penggunaan dana secara rinci.
- Tidak ada informasi mengenai dampak kuantitatif terhadap laporan keuangan.
- Tidak ada informasi mengenai kondisi keuangan OAK atau kemampuan membayar.
- Tidak ada informasi mengenai potensi pelanggaran janji-janji pinjaman berdampak.
- Perbedaan penyajian antara laporan utama dan lampiran dapat menimbulkan kebingungan, tetapi tidak mengindikasikan pelanggaran.

### Items to monitor

- Perkembangan koordinasi dengan OJK terkait PMTHMETD dan jadwal pelaksanaan baru.
- Jumlah utang yang akan dikonversi, jumlah saham baru, dan rasio konversi dalam PMTHMETD.
- Penarikan fasilitas Tranche B dan penggunaan dana oleh OAK.
- Pemenuhan target dampak lingkungan dan sosial dari pinjaman berdampak.
- Perubahan kepemilikan saham yang mungkin terjadi setelah laporan bulanan per 31 Juli 2026.
- Klarifikasi perbedaan penyajian kepemilikan antara laporan utama dan lampiran.
- Perkembangan harga dan volume transaksi saham SULI serta potensi tindakan BEI.

---

## TRUK

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10-15 Agustus 2026, PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) merespons pengawasan bursa terkait volatilitas transaksi saham yang signifikan. Pada 11 Agustus 2026, BEI menghentikan sementara perdagangan saham TRUK di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, kemudian membukanya kembali pada 12 Agustus 2026. Emiten menyampaikan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI, mengumumkan rencana Public Expose Insidentil (18 Agustus 2026), dan menyampaikan materi Public Expose yang memuat data keuangan 9M2026. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal yang diumumkan; manajemen menyatakan rencana pengembangan bisnis masih dalam tahap awal pembahasan. Pentingnya secara korporasi: penghentian sementara perdagangan dan permintaan klarifikasi menunjukkan pengawasan bursa atas pergerakan harga yang tidak biasa, sementara data keuangan menunjukkan penurunan pendapatan dan perubahan struktur neraca.

### Material changes

- Penghentian sementara perdagangan saham TRUK oleh BEI pada 11 Agustus 2026 (Peng-SPT-00144/BEI.WAS/08-2026) dan pembukaan kembali pada 12 Agustus 2026 (Peng-UPT-00155/BEI.WAS/08-2026).
- Penurunan pendapatan 9M2026 menjadi Rp17.000 juta dari Rp19.615 juta pada 9M2025 (penurunan 13,3%).
- Penurunan aset menjadi Rp43.747 juta dari Rp56.739 juta (penurunan 22,9%), penurunan liabilitas menjadi Rp12.991 juta dari Rp15.375 juta (penurunan 15,5%), dan kenaikan ekuitas menjadi Rp43.747 juta dari Rp36.850 juta (kenaikan 18,7%).
- Peningkatan signifikan aktivitas transaksi saham pada 3 Agustus 2026: volume 3.415.300 saham (987 transaksi) vs 229.100 saham (165 transaksi) pada hari bursa sebelumnya; harga naik 25% dari Rp432 menjadi Rp540.

### Key financial figures

- **pendapatan:** 28481 (9M2024 (sembilan bulan berakhir 30 September 2024?))
- **pendapatan:** 19615 (9M2025 (sembilan bulan berakhir 30 September 2025?))
- **pendapatan:** 17000 (9M2026 (sembilan bulan berakhir 30 September 2026?))
- **aset:** 56739 (9M2025)
- **aset:** 43747 (9M2026)
- **liabilitas:** 15375 (9M2025)
- **liabilitas:** 12991 (9M2026)
- **ekuitas:** 36850 (9M2025)
- **ekuitas:** 43747 (9M2026)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi yang diumumkan selama periode. Emiten menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi yang diputuskan dalam 3 bulan ke depan (per 11 Agustus 2026).

### Expansion projects

- Tidak ada proyek ekspansi spesifik yang diumumkan. Manajemen menyatakan sedang membahas beberapa rencana pengembangan bisnis sebagai strategi pertumbuhan, namun masih tahap awal dan belum ada keputusan atau waktu pelaksanaan. Rencana usaha yang disebutkan: adaptasi teknologi, customer feedback, investasi sesuai kebutuhan (niche market), dan prospek calon customer/bisnis baru.

### Management / control changes

- Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi per 30 Juni 2026: Direktur Utama: Budi Gunawan; Direktur: Firman Muliansyah; Komisaris Utama: Carolina Kusuma; Komisaris Independen: Noer Syamsuddin. Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal, penerbitan saham baru, atau perubahan free float yang diumumkan. Tidak ada informasi mengenai kepemilikan saham utama selain pernyataan tidak ada rencana perubahan kepemilikan oleh pemegang saham utama.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi (surat No. S-10328/BEI.PP1/08-2026 tanggal 4 Agustus 2026).
- Penghentian sementara perdagangan saham TRUK di Pasar Reguler dan Pasar Tunai pada 11 Agustus 2026 (Peng-SPT-00144/BEI.WAS/08-2026).
- Pembukaan kembali perdagangan saham TRUK mulai 12 Agustus 2026 (Peng-UPT-00155/BEI.WAS/08-2026).
- Permintaan Public Expose Insidentil oleh BEI melalui email pada 11 Agustus 2026.
- Penyampaian materi Public Expose Insidentil secara sukarela pada 14 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi yang diputuskan untuk dilaksanakan dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan.
  - Basis: Pernyataan pada jawaban pertanyaan 4: 'belum memiliki rencana tindakan korporasi yang telah diputuskan atau ditetapkan untuk dilaksanakan dalam waktu dekat'
- **Pembahasan rencana pengembangan bisnis** [explicit_fact, high]: Perseroan sedang membahas beberapa rencana pengembangan bisnis sebagai strategi pertumbuhan, namun masih tahap awal dan belum ada keputusan atau waktu pelaksanaan.
  - Basis: Pernyataan pada jawaban pertanyaan 4: 'sedang melakukan pembahasan atas beberapa rencana pengembangan bisnis'
- **Penghentian dan pembukaan kembali perdagangan** [explicit_fact, high]: BEI menghentikan sementara perdagangan saham TRUK pada 11 Agustus 2026 dan membukanya kembali pada 12 Agustus 2026.
  - Basis: Peng-SPT-00144/BEI.WAS/08-2026 dan Peng-UPT-00155/BEI.WAS/08-2026
- **Perubahan pendapatan 9M2026 vs 9M2025** [derived_calculation, high]: Pendapatan 9M2026 sebesar 17.000 juta rupiah, turun dari 19.615 juta rupiah pada 9M2025, penurunan sebesar 2.615 juta rupiah atau sekitar 13,3%.
  - Basis: Angka pendapatan dari slide: 19.615 (9M2025) dan 17.000 (9M2026).; Rumus: (17.000 - 19.615) / 19.615 * 100% = -13,33%.
  - Assumptions: Angka 9M2025 dan 9M2026 adalah untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2025 dan September 2026.
  - Caveats: Periode pembanding tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen, hanya label '9M2025' dan '9M2026'.
- **Perubahan aset, liabilitas, dan ekuitas 9M2026 vs 9M2025** [derived_calculation, high]: Aset turun dari 56.739 juta rupiah menjadi 43.747 juta rupiah (penurunan 12.992 juta rupiah atau sekitar 22,9%). Liabilitas turun dari 15.375 juta rupiah menjadi 12.991 juta rupiah (penurunan 2.384 juta rupiah atau sekitar 15,5%). Ekuitas naik dari 36.850 juta rupiah menjadi 43.747 juta rupiah (kenaikan 6.897 juta rupiah atau sekitar 18,7%).
  - Basis: Angka dari slide: aset 56.739 (9M2025) dan 43.747 (9M2026); liabilitas 15.375 (9M2025) dan 12.991 (9M2026); ekuitas 36.850 (9M2025) dan 43.747 (9M2026).; Rumus: (43.747 - 56.739) / 56.739 * 100% = -22,9%; (12.991 - 15.375) / 15.375 * 100% = -15,5%; (43.747 - 36.850) / 36.850 * 100% = 18,7%.
  - Assumptions: Periode pembanding adalah 9M2025 dan 9M2026.
  - Caveats: Periode pembanding tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen.
- **Peningkatan harga saham 3 Agustus 2026** [derived_calculation, high]: Harga saham naik Rp108 dari Rp432 menjadi Rp540, kenaikan 25%.
  - Basis: Angka dari slide: harga penutupan sebelumnya Rp432, harga penutupan Rp540, kenaikan Rp108.; Rumus: (540 - 432) / 432 * 100% = 25%.
- **Penyebab penghentian sementara perdagangan** [analyst_hypothesis, medium]: Penghentian sementara perdagangan saham pada 11 Agustus 2026 kemungkinan terkait dengan peningkatan aktivitas dan harga saham yang signifikan pada 3 Agustus 2026, yang memicu permintaan klarifikasi dari BEI.
  - Basis: Urutan peristiwa: peningkatan harga saham pada 3 Agustus, penghentian sementara pada 11 Agustus, dan Public Expose Insidentil pada 18 Agustus.
  - Assumptions: BEI biasanya meminta klarifikasi atau public expose ketika terjadi pergerakan harga yang tidak biasa.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit dari perusahaan atau BEI mengenai alasan penghentian sementara.
- **Penurunan pendapatan dan dampaknya** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan pendapatan 9M2026 dibandingkan 9M2025 mungkin mencerminkan penurunan volume atau harga jasa logistik, namun tidak ada rincian yang diungkapkan.
  - Basis: Angka pendapatan yang menurun dari 19.615 juta rupiah menjadi 17.000 juta rupiah.
  - Assumptions: Penurunan pendapatan dapat disebabkan oleh faktor operasional atau pasar.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan manajemen mengenai penyebab penurunan pendapatan.
- **Rencana pengembangan bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Pembahasan rencana pengembangan bisnis yang masih tahap awal mungkin terkait dengan ekspansi ke wilayah baru atau pengembangan layanan baru, namun belum ada detail.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang pembahasan rencana pengembangan bisnis.
  - Assumptions: Rencana tersebut dapat mencakup ekspansi geografis atau diversifikasi layanan.
  - Caveats: Tidak ada informasi spesifik mengenai jenis rencana.

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi rencana pengembangan bisnis karena masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan.
- Risiko penurunan pendapatan yang terlihat dari perbandingan 9M2026 vs 9M2025.
- Risiko volatilitas harga saham dan aktivitas perdagangan yang dapat memicu tindakan pengawasan dari BEI.
- Tidak ada pengungkapan risiko lain seperti komoditas, FX, atau suku bunga.

### Items to monitor

- Hasil Public Expose Insidentil pada 18 Agustus 2026, termasuk klarifikasi lebih lanjut mengenai kinerja dan rencana usaha.
- Perkembangan rencana pengembangan bisnis yang masih dalam tahap awal pembahasan.
- Perkembangan harga dan volume transaksi saham TRUK setelah pembukaan kembali perdagangan.
- Potensi pengumuman laporan keuangan atau informasi material lainnya dari emiten.

---

## VICO

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Victoria Investama Tbk (VICO) menerbitkan dua pengumuman terkait rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pengumuman pertama (12 Agustus 2026, pukul 13:06 WIB) adalah pemberitahuan resmi rencana RUPSLB yang akan dilaksanakan pada 18 September 2026, dengan tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 26 Agustus 2026 dan pemanggilan rapat pada 27 Agustus 2026. Pengumuman kedua (12 Agustus 2026, pukul 13:59 WIB) adalah penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB yang dimuat di media cetak dan situs web pada tanggal yang sama. Kedua pengumuman tidak mengungkapkan agenda atau mata acara RUPSLB, sehingga tujuan rapat dan potensi dampak korporasi belum dapat dipastikan. Pentingnya secara korporasi terletak pada fakta bahwa RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, perubahan modal, transaksi material, atau perubahan pengurus, namun tanpa agenda yang diungkapkan, investor belum dapat menilai dampaknya.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 18 September 2026, pukul 14:00 WIB, di Graha BIP Lt. 3A, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 23, Jakarta Selatan 12930, dan secara elektronik melalui eASY.KSEI.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir: 26 Agustus 2026, pukul 16:00 WIB.
- Pemanggilan Rapat dijadwalkan pada 27 Agustus 2026 melalui situs web BEI, KSEI, dan situs web Perseroan.
- Batas akhir penerimaan usulan mata acara dari pemegang saham: 20 Agustus 2026, pukul 16:00 WIB, dengan syarat mewakili minimal 1/20 (5%) dari seluruh saham dengan hak suara.
- Penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB yang dimuat di media cetak www.victoriainvestama.co.id dan situs web BEI, penyedia e-RUPS, serta situs web Perseroan pada 12 Agustus 2026.

### Corporate actions

- RUPSLB direncanakan pada 18 September 2026, namun agenda atau mata acara rapat tidak diungkapkan dalam seluruh dokumen pengumuman.

### Capital structure

- Usulan mata acara dari pemegang saham harus mewakili paling sedikit 1/20 (5%) dari seluruh saham dengan hak suara.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB mengacu pada POJK No. 14 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan RUPS secara elektronik.
- Pemanggilan Rapat mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka dan Anggaran Dasar Perseroan.
- Penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB merupakan pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: VICO mengumumkan rencana penyelenggaraan RUPSLB pada Jumat, 18 September 2026, pukul 14:00 WIB, di Graha BIP Lt. 3A, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 23, Jakarta Selatan 12930, dan secara elektronik melalui eASY.KSEI.
  - Basis: Pengumuman 20260812130650-016/VI/DIR/VIII/2026_id-id
- **Tanggal DPS dan pemanggilan rapat** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam DPS pada 26 Agustus 2026 pukul 16:00 WIB. Pemanggilan Rapat dijadwalkan pada 27 Agustus 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260812130650-016/VI/DIR/VIII/2026_id-id
- **Batas usulan mata acara** [explicit_fact, high]: Usulan mata acara dari pemegang saham harus diterima Direksi paling lambat 20 Agustus 2026 pukul 16:00 WIB, diajukan oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 1/20 bagian dari seluruh saham dengan hak suara.
  - Basis: Pengumuman 20260812130650-016/VI/DIR/VIII/2026_id-id
- **Penyampaian bukti iklan** [explicit_fact, high]: VICO menyampaikan bukti iklan pemberitahuan RUPSLB yang dimuat di media cetak www.victoriainvestama.co.id pada 12 Agustus 2026, serta di situs web BEI, penyedia e-RUPS, dan situs web Perseroan.
  - Basis: Pengumuman 20260812135902-017/VI/DIR/VIII/2026_id-id
- **Persentase ambang usulan pemegang saham** [derived_calculation, high]: Ambang usulan pemegang saham adalah 5% dari seluruh saham dengan hak suara, dihitung dari 1/20.
  - Basis: Pengumuman 20260812130650-016/VI/DIR/VIII/2026_id-id
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Karena ini adalah RUPSLB, kemungkinan agenda terkait aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, perubahan modal, transaksi material, atau perubahan pengurus. Namun, tidak ada informasi agenda dalam dokumen.
  - Basis: Pengumuman 20260812130650-016/VI/DIR/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260812135902-017/VI/DIR/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham
  - Caveats: Agenda tidak diungkapkan dalam dokumen; hipotesis hanya berdasarkan praktik umum

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam seluruh dokumen, sehingga tujuan rapat belum dapat dipastikan.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan pengurus, pengendali, struktur modal, atau aksi korporasi spesifik.
- Lokasi penyelenggaraan disebutkan 'Graha BIP Lt. 3A, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 23, Jakarta Selatan 12930' tanpa catatan apakah final atau dapat berubah.
- Tidak ada data keuangan atau angka material lainnya.

### Items to monitor

- Pemanggilan Rapat pada 27 Agustus 2026 untuk mengetahui agenda RUPSLB yang akan dibahas.
- Pengumuman resmi lainnya dari VICO yang mungkin mengungkapkan agenda RUPSLB atau aksi korporasi terkait.
- Keputusan RUPSLB pada 18 September 2026 yang berpotensi mempengaruhi struktur modal, pengurus, atau arah usaha emiten.

---

## WAPO

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

WAPO menanggapi permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material, tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu, tidak ada rencana aksi korporasi material dalam 3 bulan ke depan, dan tidak ada kejadian penting material lainnya yang belum diungkapkan. Tidak ada angka keuangan atau rincian transaksi dalam dokumen.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-10475/BEI.PP3/08-2026 tanggal 11 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan belum mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan belum mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan belum mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dengan nilai material dalam waktu dekat (3 bulan ke depan).
- Perseroan menyatakan tidak ada kejadian penting lainnya yang material yang dapat mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Surat ditandatangani oleh Iwan Setiawan, MH selaku Corporate Secretary, tanggal 13 Agustus 2026 pukul 14:52.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek
- Klaim emiten: tidak ada rencana korporasi material dalam 3 bulan ke depan

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material yang diketahui** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, serta tidak ada kejadian penting material lainnya yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, 3, dan 5
- **Tidak ada rencana aksi korporasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dengan nilai material dalam 3 bulan ke depan.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Sampai saat ini Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dengan nilai material'
- **Kemungkinan penyebab volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan penjelasan BEI mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau aktivitas pasar yang tidak terkait dengan informasi material dari emiten, namun hal ini tidak dapat dipastikan dari dokumen.
  - Basis: Adanya permintaan penjelasan BEI tentang volatilitas transaksi; Pernyataan emiten bahwa tidak ada informasi material yang diketahuinya
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada saham WAPO
  - Caveats: Tidak ada data volatilitas atau penyebab spesifik dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian mengenai penyebab volatilitas transaksi saham WAPO karena emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material.
- Potensi risiko kepatuhan jika di kemudian hari ditemukan informasi material yang tidak diungkapkan, meskipun saat ini emiten menyatakan tidak ada.

### Items to monitor

- Volatilitas transaksi efek WAPO menjadi perhatian BEI

---

## WEGE

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, WEGE menerbitkan tiga pengumuman yang bersifat rutin dan tidak mengindikasikan perubahan fundamental. Pertama, laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 yang menegaskan struktur modal tidak berubah (total saham 9,572 miliar, pengendali 69,296%, free float dilaporkan 30,004%) namun memuat inkonsistensi data internal. Kedua, tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi, di mana WEGE menyatakan tidak ada fakta material, tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan, dan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu. Ketiga, perubahan susunan Komite Pemantau Risiko dan Tata Kelola Terintegrasi (efektif 12 Agustus 2026) yang bersifat administratif dan dinyatakan tidak berdampak material. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, atau perubahan pengendali yang diumumkan.

### Material changes

- Perubahan susunan Komite Pemantau Risiko dan Tata Kelola Terintegrasi (Komite TKT) efektif 12 Agustus 2026: Devri Setyawan diberhentikan, Muchammad Abdurrochman diangkat sebagai anggota baru.
- Tidak ada perubahan struktur modal, kepemilikan pengendali, atau free float yang dilaporkan pada laporan bulanan per 31 Juli 2026.
- Tidak ada aksi korporasi atau rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan yang diumumkan.

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi yang diumumkan pada periode ini. WEGE secara eksplisit menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan (per 13 Agustus 2026).

### Management / control changes

- Perubahan susunan Komite Pemantau Risiko dan Tata Kelola Terintegrasi (Komite TKT) efektif 12 Agustus 2026.
- Devri Setyawan diberhentikan dengan hormat sebagai Anggota Komite TKT.
- Muchammad Abdurrochman diangkat sebagai Anggota Komite TKT yang baru.
- Susunan Komite TKT setelah perubahan: Bambang Riswanda sebagai Ketua (merangkap anggota), Joseph Prajogo sebagai Anggota, dan Muchammad Abdurrochman sebagai Anggota.
- Masa jabatan Ketua (Bambang Riswanda) mengikuti masa jabatan sebagai Komisaris Utama; masa jabatan Anggota (Joseph Prajogo) mengikuti masa jabatan sebagai Komisaris Independen; masa jabatan Muchammad Abdurrochman adalah 3 tahun dan dapat diperpanjang satu kali selama 2 tahun.
- Dasar perubahan: Surat Keputusan Dewan Komisaris No. SK.02.01/A.KOM.00007.WEGE/2026 tanggal 12 Agustus 2026, menindaklanjuti Surat Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk No. ST.02.01/A.DIR.00052/2026, dan mengubah SK sebelumnya No. SK.02.01/A.KOM.00003.WEGE/2026 tanggal 22 Juli 2026.
- Tidak ada perubahan pengendali atau direksi yang diumumkan.

### Capital structure

- Total saham beredar: 9.572.000.000 saham (modal ditempatkan dan disetor penuh).
- Modal dasar: 12.000.000.000 saham.
- Kepemilikan pengendali (PT Wijaya Karya (Persero) Tbk): 6.633.000.000 saham (69,296%).
- Free float yang dilaporkan: 2.872.000.000 saham (30,004%).
- Saham treasuri: 0 saham.
- Saham warkat: 67.000.000 saham (0,7%).
- Saham non-warkat (scripless): 9.572.000.000 saham (100%).
- Saham yang dibatasi pengalihannya (lock-up): 0 saham.
- Saham yang diblokir: 0 saham.
- Pemegang saham dengan kepemilikan >=5%: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (69,296%) dan satu entitas lain dengan 30,004% (2.872.000.000 saham) - identitas entitas lain tidak disebutkan.
- Pemegang saham <5%: 16.240 pihak, total 2.939.000.000 saham (30,704%).
- Kepemilikan direksi dan komisaris: 0 saham (masing-masing).

### Listing / regulatory

- BEI meminta penjelasan WEGE terkait volatilitas transaksi efek melalui surat No. S-10604/BEI.PP2/08-2026 tanggal 12 Agustus 2026.
- WEGE menanggapi permintaan tersebut dengan menyatakan tidak ada fakta material, tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan, dan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu.
- Laporan free float mengacu pada Keputusan Direksi BEI No. KEP-00045/BEI/03-2026 tanggal 31 Maret 2026 tentang perubahan Peraturan Nomor I-A.
- Laporan mencantumkan catatan tentang Peraturan Menteri Keuangan No. 40 Tahun 2023 mengenai syarat penurunan tarif pajak, yang mensyaratkan minimal 40% saham tercatat di bursa dan dimiliki oleh minimal 300 pihak dengan kepemilikan masing-masing <=5%.
- Perubahan Komite TKT merujuk pada Peraturan Menteri BUMN No. PER-06/MBU/04/2021, PER-2/MBU/03/2023, PER-3/MBU/03/2023, dan Surat Deputi Kementerian BUMN No. S-9/DKU.MBU/02/2024.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada fakta material** [explicit_fact, high]: WEGE secara eksplisit menyatakan tidak ada informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada halaman 1 dan 3 dokumen.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: WEGE menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang mempengaruhi pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada halaman 1 dan 3 dokumen.
- **Tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: WEGE menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3 pada halaman 1 dan 3 dokumen.
- **Perubahan susunan Komite TKT** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan perubahan susunan Komite TKT dengan tiga anggota: Bambang Riswanda sebagai Ketua, Joseph Prajogo sebagai Anggota, dan Muchammad Abdurrochman sebagai Anggota, efektif 12 Agustus 2026.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material pada halaman 1 dan 3 dokumen utama.; Surat Keputusan Dewan Komisaris No. SK.02.01/A.KOM.00007.WEGE/2026 tanggal 12 Agustus 2026 (lampiran 3).
- **Masa jabatan anggota Komite TKT** [explicit_fact, high]: Masa jabatan Ketua dan Anggota (Bambang Riswanda dan Joseph Prajogo) mengikuti masa jabatan masing-masing sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen, sedangkan Muchammad Abdurrochman memiliki masa jabatan 3 tahun dan dapat diperpanjang satu kali selama 2 tahun.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material pada halaman 1 dan 3 dokumen utama.; Surat Keputusan Dewan Komisaris No. SK.02.01/A.KOM.00007.WEGE/2026.
- **Dampak perubahan** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak dari perubahan ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan 'Tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha' pada halaman 1 dan 3 dokumen utama.
- **Total kepemilikan dua pemegang saham besar** [derived_calculation, high]: Total kepemilikan dua pemegang saham besar (pengendali dan entitas 30,0041%) adalah 99,3% (69,2959% + 30,0041%), menyisakan 0,7% untuk pemegang saham lainnya.
  - Basis: Penjumlahan persentase kepemilikan yang tercantum pada halaman 2-3 dan 11-12 dokumen.
  - Assumptions: Tidak ada tumpang tindih kepemilikan antara kedua pemegang saham.
- **Konsistensi free float yang dilaporkan** [derived_calculation, medium]: Free float yang dilaporkan sebesar 30,004% (2.872.000.000 saham) setara dengan selisih antara total saham (9.572.000.000) dan saham pengendali (6.633.000.000), yaitu 2.939.000.000 saham, namun angka yang dilaporkan adalah 2.872.000.000. Perbedaan 67.000.000 saham mungkin terkait dengan saham warkat atau faktor lain yang tidak dijelaskan.
  - Basis: Angka free float 2.872.000.000 saham dan total saham 9.572.000.000 saham dari halaman 7.; Kepemilikan pengendali 6.633.000.000 saham dari halaman 2.
  - Assumptions: Free float dihitung sebagai total saham dikurangi saham pengendali dan saham yang tidak memenuhi definisi free float.
  - Caveats: Definisi free float mengacu pada peraturan BEI yang tidak tersedia secara lengkap dalam dokumen.
- **Perhitungan free float alternatif** [derived_calculation, high]: Berdasarkan definisi free float yang lebih ketat (saham <5%, bukan pengendali/afiliasi, bukan direksi/komisaris, bukan treasuri), free float dihitung sebagai saham publik scripless (<5%) dikurangi saham afiliasi pengendali (<5%). Hasilnya: 2.872.000.000 - 316.635.100 = 2.555.364.900 saham, atau sekitar 26,70% dari total saham beredar.
  - Basis: Laporan free float halaman 7: saham scripless <5% = 2.872.000.000; Laporan free float halaman 7: saham scripless afiliasi pengendali <5% = 316.635.100; Laporan free float halaman 7: % free float = 26,70
  - Assumptions: Definisi free float sesuai catatan kaki laporan, yang mengecualikan saham afiliasi pengendali.
  - Caveats: Angka 26,70% adalah persentase yang dilaporkan dalam laporan, tetapi tidak dirinci perhitungannya.
- **Identitas pemegang saham 30,0041%** [analyst_hypothesis, low]: Pemegang saham dengan kepemilikan 30,0041% (2.872.000.000 saham) tidak disebutkan namanya secara eksplisit dalam dokumen, tetapi kemungkinan merupakan afiliasi atau entitas lain yang terkait dengan pengendali.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai pengendali, tetapi tidak mengidentifikasi pemegang saham 30,0041%.
  - Assumptions: Pemegang saham tersebut mungkin memiliki hubungan dengan pengendali.
  - Caveats: Identitas tidak dapat dipastikan dari dokumen ini.
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Dengan free float sekitar 26,70% (berdasarkan perhitungan alternatif), WEGE mungkin masih memenuhi persyaratan free float BEI yang umumnya minimal 7,5% untuk saham dengan kapitalisasi besar, namun perlu verifikasi lebih lanjut.
  - Basis: Perhitungan free float alternatif di atas; Peraturan BEI I-A yang dirujuk
  - Assumptions: Persyaratan free float BEI saat ini adalah minimal 7,5% untuk saham dengan kapitalisasi besar.
  - Caveats: Persentase free float yang dilaporkan adalah 30,004%, tetapi perhitungan alternatif menunjukkan 26,70%.; Peraturan BEI yang berlaku mungkin berbeda.
- **Kemungkinan penyebab volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, namun tidak ada informasi spesifik yang tersedia dalam dokumen.
  - Basis: Permintaan penjelasan BEI tentang volatilitas transaksi.
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada saham WEGE.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.
- **Latar belakang perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan komite ini kemungkinan merupakan bagian dari penyesuaian tata kelola atau rotasi internal, namun tidak ada alasan eksplisit yang disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: Surat Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk No. ST.02.01/A.DIR.00052/2026 menjadi pemicu perubahan.
  - Assumptions: Perubahan ini mungkin terkait dengan kebijakan induk usaha atau kebutuhan kepatuhan.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan perubahan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Terdapat perbedaan angka free float antara laporan (30,004%) dan perhitungan alternatif (26,70%) yang perlu diklarifikasi.
- Jumlah pemegang saham pada laporan free float (16.235) berbeda dengan jumlah pada komposisi pemegang saham (16.241), menunjukkan potensi inkonsistensi data.
- Laporan tidak menyebutkan adanya aksi korporasi atau perubahan signifikan lainnya, namun tidak ada informasi mengenai rencana atau potensi aksi di masa depan.
- Identitas pemegang saham dengan kepemilikan 30,0041% tidak disebutkan.
- Rincian kepemilikan Direksi dan Komisaris tidak diberikan secara spesifik (hanya <5% atau 0 saham).
- Penyebab spesifik volatilitas transaksi efek tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Pernyataan 'tidak ada fakta material' bersifat self-declared oleh emiten dan tidak diverifikasi oleh regulator.
- Pernyataan 'tidak ada rencana aksi korporasi' hanya mencakup 3 bulan ke depan, sehingga perubahan rencana di luar periode tersebut tidak tercakup.

### Items to monitor

- Klarifikasi atas inkonsistensi free float (30,004% vs 26,70%) dan perbedaan jumlah pemegang saham (16.235 vs 16.241).
- Identitas pemegang saham dengan kepemilikan 30,0041% (2.872.000.000 saham).
- Perkembangan harga dan volume transaksi saham WEGE pasca permintaan penjelasan BEI.
- Kepatuhan terhadap Peraturan Menteri Keuangan No. 40 Tahun 2023 (minimal 40% saham tercatat dan 300 pihak dengan kepemilikan <=5%) untuk syarat penurunan tarif pajak.
- Potensi perubahan susunan pengurus atau komite lainnya di masa mendatang.
- Rencana aksi korporasi setelah periode 3 bulan (setelah 13 November 2026).

---

## WIDI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Widiant Jaya Krenindo Tbk. mengumumkan transaksi afiliasi berupa amandemen perjanjian sewa-menyewa workshop dengan Susinto Widianto, pihak afiliasi karena memiliki hubungan keluarga dengan pengendali perseroan. Nilai sewa adalah Rp30.000.000 per bulan (belum termasuk PPh), sama dengan periode sewa sebelumnya (Agustus 2023–Juli 2026). Transaksi dinyatakan tidak memiliki benturan kepentingan sehingga tidak memerlukan persetujuan pemegang saham independen. Periode sewa baru tidak dinyatakan secara eksplisit.

### Material changes

- Transaksi afiliasi berupa amandemen sewa-menyewa workshop antara PT Widiant Jaya Krenindo Tbk. dan Susinto Widianto.
- Nilai sewa: Rp30.000.000 per bulan (belum termasuk PPh).
- Objek: sebagian tanah seluas 2.000 m2 dari total 6.875 m2 milik Susinto Widianto, di Jalan Pramuka 1, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
- Tanggal kejadian transaksi: 11 Agustus 2026.
- Susinto Widianto adalah ayah dari Bernard Widianto, yang merupakan Pengendali (kepemilikan saham langsung 57,77%) dan Direktur Utama Perseroan.
- Transaksi dinyatakan tidak memiliki benturan kepentingan sehingga tidak memerlukan persetujuan pemegang saham independen.
- Alasan transaksi: kebutuhan tanah untuk workshop; perpanjangan sewa dengan nilai sama; biaya sewa diklaim sesuai harga pasar.
- Surat keterbukaan informasi ditujukan kepada OJK dan BEI, ditandatangani oleh Corporate Secretary Rizki Akbar Maulana.

### Key financial figures

- **Nilai sewa bulanan:** 30000000 (per bulan, berlaku mulai 11 Agustus 2026 (periode tidak dinyatakan eksplisit; sebelumnya Agustus 2023–Juli 2026 dengan nilai sama))
- **Luas tanah milik Susinto Widianto:** 6875 (tidak berlaku)
- **Luas tanah yang disewa Perseroan:** 2000 (tidak berlaku)
- **Kepemilikan saham Bernard Widianto:** 57.77 (tidak berlaku)

### Corporate actions

- Transaksi afiliasi berupa sewa-menyewa aset (tanah) untuk operasional workshop
- Amandemen perjanjian sewa sebelumnya (perpanjangan sewa dengan nilai sama)

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi disampaikan untuk memenuhi POJK 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
- Transaksi dinyatakan tidak memiliki benturan kepentingan sehingga tidak memerlukan persetujuan pemegang saham independen

### Analytical scenarios

- **Nilai transaksi** [explicit_fact, high]: Nilai sewa adalah Rp30.000.000 per bulan, belum termasuk PPh, dan sama dengan nilai sewa periode sebelumnya (Agustus 2023–Juli 2026).
  - Basis: Nilai transaksi: Rp30.000.000,-/bulan; Perseroan sebelumnya telah menyewa Tanah tersebut sebagai Workshop untuk jangka waktu Agustus 2023 hingga Juli 2026 dengan Biaya Sewa yang sama yaitu Rp30.000.000,-/bulan
- **Hubungan afiliasi** [explicit_fact, high]: Susinto Widianto adalah ayah dari Bernard Widianto, yang merupakan Pengendali dengan kepemilikan saham langsung 57,77% dan Direktur Utama Perseroan.
  - Basis: Hubungan Susinto Widianto adalah Ayah dari Bernard Widianto yang merupakan Pengendali melalui kepemilikan saham langsung sebesar 57,77%; sekaligus Direktur Utama Perseroan
- **Total nilai sewa tahunan** [derived_calculation, medium]: Jika sewa berjalan 12 bulan, total biaya sewa tahunan adalah Rp360.000.000 (Rp30.000.000 x 12).
  - Basis: Nilai sewa bulanan Rp30.000.000
  - Assumptions: Periode sewa berjalan 12 bulan penuh
  - Caveats: Periode sewa baru tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen
- **Proporsi luas tanah yang disewa** [derived_calculation, high]: Luas tanah yang disewa (2.000 m2) adalah sekitar 29,09% dari total luas tanah milik Susinto Widianto (6.875 m2).
  - Basis: Luas tanah yang disewa: 2.000 m2; Total luas tanah: 6.875 m2
- **Kewajaran nilai sewa** [analyst_hypothesis, low]: Nilai sewa disebutkan sama dengan periode sebelumnya dan diklaim sesuai harga pasar, namun tidak ada data pembanding independen dalam dokumen untuk memverifikasi kewajaran.
  - Basis: Biaya Sewa yang dikenakan kepada Perseroan adalah sebesar Biaya Sewa yang ada dipasaran
  - Caveats: Tidak ada bukti pasar eksternal yang disertakan

### Risks / uncertainties

- Periode sewa baru tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen; hanya disebutkan amandemen atas perjanjian pokok
- Nilai sewa belum termasuk PPh, sehingga total kewajiban pajak tidak diungkapkan
- Tidak ada informasi mengenai dampak material transaksi terhadap pendapatan, laba, atau arus kas Perseroan
- Tidak ada informasi mengenai apakah transaksi memerlukan persetujuan RUPS atau telah memenuhi ketentuan lain selain POJK 42/2020

### Items to monitor

- Transaksi afiliasi ini merupakan transaksi rutin operasional (sewa workshop) dengan nilai relatif kecil, tidak mengubah struktur modal atau kepemilikan saham
- Tidak ada dampak langsung terhadap harga saham yang dapat diprediksi dari informasi ini

---

## WIFI

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mengumumkan divestasi seluruh sahamnya pada anak usaha PT Jejaring Digital Utama (JDU) sebanyak 350 saham kepada PT Investasi Berjaya Sejahtera. Transaksi didasarkan pada Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham JDU No. 16 tanggal 11 Agustus 2026. Emiten menyatakan transaksi tidak berdampak material terhadap operasional, keuangan, atau kelangsungan usaha. Nilai transaksi tidak diungkapkan.

### Material changes

- WIFI mengalihkan seluruh saham yang dimiliki pada anak usaha PT Jejaring Digital Utama (JDU) sebanyak 350 saham kepada PT Investasi Berjaya Sejahtera.
- Dasar transaksi: Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham JDU No. 16 tanggal 11 Agustus 2026.
- Tanggal kejadian: 11 Agustus 2026; laporan disampaikan 13 Agustus 2026.
- Emiten menyatakan transaksi tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha (klaim emiten).

### Corporate actions

- Divestasi seluruh saham pada anak usaha PT Jejaring Digital Utama (JDU) sebanyak 350 saham kepada PT Investasi Berjaya Sejahtera.

### Capital structure

- Pengalihan 350 saham JDU (seluruh kepemilikan WIFI di JDU) kepada PT Investasi Berjaya Sejahtera.

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi dilakukan berdasarkan POJK No. 31/POJK.04/2015, POJK No. 45 Tahun 2024, dan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Divestasi saham** [explicit_fact, high]: WIFI mengalihkan seluruh 350 saham yang dimiliki di JDU kepada PT Investasi Berjaya Sejahtera.
  - Basis: Uraian informasi: 'mengalihkan seluruh saham yang dimiliki sebanyak 350 (tiga ratus lima puluh) saham kepada PT Investasi Berjaya Sejahtera'
- **Klaim dampak** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan transaksi tidak berdampak material terhadap operasional, keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian: 'tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan'
  - Caveats: Ini adalah klaim emiten, bukan penilaian independen.
- **Persentase saham yang dilepas** [derived_calculation, low]: Tidak dapat dihitung karena jumlah total saham JDU tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Hanya disebutkan 350 saham yang dialihkan, tanpa total saham JDU.
  - Caveats: Perhitungan tidak mungkin dilakukan tanpa data total saham.
- **Alasan divestasi** [analyst_hypothesis, low]: Divestasi ini mungkin merupakan langkah untuk menyederhanakan struktur kepemilikan atau melepas aset non-inti, namun alasan spesifik tidak diungkapkan.
  - Basis: Tidak ada alasan eksplisit dalam dokumen; hanya disebutkan pengalihan saham.
  - Assumptions: Asumsi bahwa divestasi anak usaha sering dilakukan untuk fokus pada bisnis inti atau restrukturisasi.
  - Caveats: Hipotesis tidak didukung oleh data dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Nilai transaksi tidak diungkapkan, sehingga materialitas finansial tidak dapat dinilai.
- Dampak terhadap laporan keuangan tidak dijelaskan secara kuantitatif.
- Tidak ada informasi mengenai penggunaan dana hasil divestasi.

### Items to monitor

- Perubahan struktur kepemilikan pada anak usaha JDU.
- Potensi dampak terhadap konsolidasi laporan keuangan WIFI (tidak dijelaskan secara kuantitatif).

---

## WIKA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 13

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, WIKA mengumumkan serangkaian aksi korporasi terkait restrukturisasi utang dan penyelenggaraan RUPO/RUPSU untuk berbagai emisi obligasi dan sukuk. Inti perubahan adalah perpanjangan jatuh tempo pokok, penjadwalan ulang pembayaran kupon/bagi hasil, dan penurunan denda keterlambatan untuk empat emisi, yang disampaikan melalui laporan informasi material. Selain itu, WIKA mengumumkan rencana penyelenggaraan RUPO/RUPSU untuk total sepuluh emisi efek utang, dengan jadwal rapat pada 9, 10, 15, 16, dan 17 September 2026. Aksi ini penting karena menunjukkan upaya manajemen untuk mengelola likuiditas dan kewajiban utang, meskipun detail agenda dan dampak finansial belum diungkapkan.

### Material changes

- Perpanjangan jatuh tempo pokok untuk empat emisi obligasi/sukuk.
- Penjadwalan ulang pembayaran kupon/bagi hasil untuk periode Agustus-September 2026.
- Penurunan denda keterlambatan untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I.
- Rencana penyelenggaraan RUPO/RUPSU untuk sepuluh emisi efek utang.

### Corporate actions

- Perpanjangan jatuh tempo pokok utang obligasi/sukuk
- Penjadwalan ulang pembayaran kupon/bagi hasil
- Penurunan denda keterlambatan
- Penyelenggaraan RUPO/RUPSU untuk berbagai emisi

### Capital structure

- Perubahan ketentuan pembayaran utang obligasi/sukuk
- RUPO/RUPSU untuk persetujuan pemegang efek

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan informasi material kepada OJK dan BEI
- Penyelenggaraan RUPO/RUPSU sesuai POJK No. 20/POJK.04/2020
- Penyampaian bukti iklan pengumuman RUPO/RUPSU

### Analytical scenarios

- **Perpanjangan jatuh tempo pokok** [explicit_fact, high]: Jatuh tempo pokok diperpanjang satu tahun untuk empat emisi: Obligasi Berkelanjutan I Tahap I dari 18-12-2027 menjadi 18-12-2028; Obligasi I Tahap II dan Sukuk I Tahap II dari 03-03-2028 menjadi 03-03-2029; Obligasi III Tahap I dari 03-11-2027 menjadi 03-11-2028.
  - Basis: Pasal 5 Ayat 5.3 huruf a pada setiap akta perubahan
- **Penjadwalan ulang kupon/bagi hasil** [explicit_fact, high]: Pembayaran kupon/bagi hasil yang jatuh tempo pada Agustus-September 2026 diubah menjadi tiga tahap: 20% pada Desember 2026, 40% pada Desember 2027, dan 40% pada pertengahan 2028.
  - Basis: Pasal 5 Ayat 5.4 huruf b untuk obligasi, Pasal 5 Ayat 5.5 huruf f untuk sukuk
- **Penurunan denda keterlambatan** [explicit_fact, high]: Denda keterlambatan pembayaran kupon/pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap I diturunkan dari 0,5% per tahun di atas tingkat kupon menjadi 0,40% per tahun dari jumlah dana terlambat.
  - Basis: Pasal 1 Angka 1.1 pada akta perubahan
- **Rencana RUPO/RUPSU** [explicit_fact, high]: WIKA mengumumkan rencana penyelenggaraan RUPO/RUPSU untuk sepuluh emisi efek utang, dengan jadwal rapat pada 9, 10, 15, 16, dan 17 September 2026. Panggilan rapat akan dimuat pada 26 Agustus atau 2 September 2026.
  - Basis: Pengumuman rencana RUPO/RUPSU untuk masing-masing emisi
- **Jumlah emisi yang dijadwalkan RUPO/RUPSU** [derived_calculation, high]: Dari pengumuman, terdapat 10 emisi yang akan mengadakan RUPO/RUPSU: 5 obligasi dan 5 sukuk. Rincian: 9 September (2 emisi), 10 September (2 emisi), 15 September (2 emisi), 16 September (2 emisi), 17 September (2 emisi).
  - Basis: Pengumuman rencana RUPO/RUPSU untuk masing-masing emisi
  - Assumptions: Setiap pengumuman mewakili satu emisi
- **Potensi restrukturisasi utang** [analyst_hypothesis, low]: Perpanjangan jatuh tempo dan penjadwalan ulang pembayaran kupon menunjukkan adanya upaya perbaikan likuiditas atau manajemen arus kas, namun tidak ada informasi mengenai kondisi keuangan atau alasan resmi.
  - Basis: Perubahan ketentuan pembayaran pada empat emisi
  - Assumptions: Perubahan ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan utang
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan perubahan
- **Tujuan RUPO/RUPSU** [analyst_hypothesis, low]: RUPO/RUPSU dapat membahas perubahan perjanjian perwaliamanatan atau restrukturisasi, namun tujuan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan rencana penyelenggaraan RUPO/RUPSU tanpa agenda
  - Assumptions: RUPO/RUPSU umumnya membahas hal-hal yang memerlukan persetujuan pemegang efek
  - Caveats: Agenda rapat tidak tersedia dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPO/RUPSU tidak diungkapkan, sehingga tujuan rapat belum dapat dipastikan.
- Nilai pokok dan kupon masing-masing emisi tidak disebutkan.
- Alasan resmi perubahan tidak dijelaskan.
- Dampak terhadap laporan keuangan tidak diungkapkan.
- Status persetujuan OJK belum disebutkan.
- Terdapat perbedaan nama Corporate Secretary antara dokumen utama dan lampiran (Mahendra Vijaya vs Ngatemin), perlu verifikasi.

### Items to monitor

- Panggilan RUPO/RUPSU pada 26 Agustus dan 2 September 2026 untuk agenda rapat.
- Hasil RUPO/RUPSU pada 9, 10, 15, 16, dan 17 September 2026.
- Pengumuman resmi mengenai alasan perubahan perjanjian perwaliamanatan.
- Laporan keuangan atau informasi keuangan terkait dampak restrukturisasi.
- Status persetujuan OJK atas perubahan perjanjian.

---

## WINS

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

Pengumuman ini adalah laporan hasil Public Expose Tahunan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) yang diselenggarakan secara virtual pada 12 Agustus 2026. Dokumen utama berisi ringkasan administratif, sedangkan lampiran 2 memuat risalah tanya jawab dengan investor. Manajemen mengonfirmasi akuisisi penuh Fast Offshore Supply (FOS) dan PT Fast Offshore Indonesia (FOI) yang sedang merugi, dengan dampak negatif terhadap laba 2026 namun diharapkan mendorong pertumbuhan signifikan 2027-2028. Tidak ada angka keuangan kuartalan atau tahunan yang diungkapkan dalam dokumen. Akuisisi FOS/FOI merupakan aksi korporasi utama yang dibahas, namun nilai transaksi tidak diungkapkan.

### Material changes

- Public Expose Tahunan WINS diselenggarakan secara virtual pada 12 Agustus 2026, dihadiri 67 peserta (tidak termasuk manajemen dan karyawan).
- Manajemen mengonfirmasi akuisisi penuh Fast Offshore Supply (FOS) dan PT Fast Offshore Indonesia (FOI), yang mencatatkan kerugian pada semester pertama 2026.
- Akuisisi FOS/FOI diperkirakan akan sedikit menekan laba 2026, namun diharapkan mendorong pertumbuhan signifikan pada 2027-2028.
- FOS telah menjalankan bisnis shipbuilding selama 20 tahun, memiliki desain kapal sendiri, dan baru mendapatkan 2 kontrak besar pembangunan Crew Transfer Vessel (CTV), salah satunya didukung kontrak charter 5 tahun.
- FOI diposisikan sebagai kendaraan strategis untuk membawa armada aluminium CTV milik FOS ke pasar Indonesia dengan memanfaatkan asas cabotage.
- Manajemen telah mengamankan kontrak jangka panjang untuk 2 unit kapal FOI hingga tahun 2028.
- Sebelum akuisisi Fast Offshore, 75% pendapatan Perseroan berasal dari Indonesia; setelah akuisisi, pendapatan dari luar Indonesia diperkirakan meningkat signifikan.
- Jumlah kapal Perseroan saat ini 52 unit.
- Perseroan akan terus mengakuisisi high tier vessel dengan sistem Dynamic Positioning (DP) dan mengidentifikasi kapal tua untuk dijual.
- Perseroan tidak lagi memasarkan kapal segmen low tier; fokus beralih ke mid tier dan high tier.
- Nilai contracts on hand sebelum akuisisi Fast Offshore sebesar US$ 58 juta, sekitar sepertiganya berdurasi lebih dari satu tahun.
- Pembelian kapal menggunakan kombinasi kas internal dan fasilitas pendanaan bank; rata-rata porsi equity sekitar 20-30%, sisanya dari pinjaman bank.
- Perseroan memutuskan tidak melanjutkan partisipasi pada proyek Kasuari (Genting Oil) karena durasi kontrak sangat panjang dan skema pembayaran dalam Rupiah.
- Blok IDD telah diambil alih dan sedang dikembangkan oleh ENI; tender untuk proyek ENI sedang dalam proses.
- Untuk proyek Inpex, tender kebutuhan kapal belum dimulai; kemungkinan kebutuhan kargo/kapal baru dimulai tahun 2028 atau 2029.
- Docking wajib dilakukan 2 kali dalam 5 tahun untuk setiap kapal sebagai kepatuhan atas regulasi SOLAS.
- Perseroan beroperasi di 12 negara.
- Peningkatan Non-Controlling Interest pada Semester I 2026 disebabkan performa JV company, khususnya kapal-kapal PSV yang mengalami peningkatan tajam dari sisi pendapatan dan profitabilitas.
- Valuasi akuisisi FOS dan FOI menggunakan dua pendekatan melalui pihak ketiga independen: asset valuation dan share valuation.
- Galangan kapal Perseroan di Singapura menerima beberapa insentif dari Pemerintah Singapura.

### Key financial figures

- **contracts_on_hand:** US$ 58 juta (sebelum akuisisi Fast Offshore (konteks 2026))

### Corporate actions

- Akuisisi penuh Fast Offshore Supply (FOS) dan PT Fast Offshore Indonesia (FOI) - nilai transaksi tidak diungkapkan

### Expansion projects

- Pembangunan kapal Crew Transfer Vessel (CTV) oleh FOS - 2 kontrak besar, salah satunya didukung charter 5 tahun
- Akuisisi 2 kapal second-hand: satu berusia hampir 17 tahun, satu sekitar 10 tahun
- Pembangunan kapal baru fokus pada high-tier dengan teknologi DP generasi terbaru
- Galangan kapal di Singapura menerima insentif dari Pemerintah Singapura

### Management / control changes

- Akuisisi penuh FOS dan FOI mengubah status dari asosiasi/JV menjadi kendali penuh

### Capital structure

- Peningkatan Non-Controlling Interest pada Semester I 2026 disebabkan performa JV company, khususnya kapal PSV
- Porsi equity untuk pembelian kapal sekitar 20-30%, sisanya dari pinjaman bank

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan hasil Public Expose Tahunan ke Bursa Efek Indonesia
- Kepatuhan docking 2 kali dalam 5 tahun sesuai regulasi SOLAS
- Proses KYC dan sanction check untuk klien di kawasan berisiko tinggi
- Perjanjian penghindaran pajak berganda antara Singapura, Brunei, dan Indonesia

### Analytical scenarios

- **Estimasi nilai kontrak jangka panjang** [derived_calculation, medium]: Dari contracts on hand US$ 58 juta, sekitar sepertiganya berdurasi lebih dari satu tahun, sehingga estimasi nilai kontrak jangka panjang sekitar US$ 19,3 juta (58/3).
  - Basis: Nilai contracts on hand US$ 58 juta; Sekitar sepertiganya memiliki durasi lebih dari satu tahun
  - Assumptions: Pembagian sepertiga dihitung dari total nilai kontrak.
  - Caveats: Angka US$ 19,3 juta adalah perkiraan kasar dari proporsi sepertiga.
- **Dampak akuisisi terhadap pendapatan geografis** [analyst_hypothesis, medium]: Dengan akuisisi FOS yang berbasis di Brunei dan Singapura, pendapatan dari luar Indonesia diperkirakan meningkat signifikan, sejalan dengan pernyataan manajemen bahwa pendapatan dari luar Indonesia akan meningkat.
  - Basis: Sebelum akuisisi, 75% pendapatan dari Indonesia.; Setelah akuisisi, pendapatan dari luar Indonesia meningkat signifikan.
  - Assumptions: FOS memiliki operasi utama di Brunei dan Singapura.
  - Caveats: Belum ada angka pasti proporsi pendapatan setelah akuisisi.
- **Risiko eksekusi proyek IDD ENI** [analyst_hypothesis, medium]: Terdapat risiko penundaan aktivitas pengeboran di Selat Makassar karena rig pengganti baru beroperasi akhir tahun, namun manajemen menyatakan probabilitas tinggi aktivitas melonjak akhir tahun.
  - Basis: Satu rig akan menyelesaikan masa kontrak.; Rig pengganti diperkirakan masuk menjelang akhir tahun.
  - Assumptions: Rig pengganti akan tersedia sesuai jadwal.
  - Caveats: Penundaan dalam bisnis upstream adalah hal biasa.
- **Potensi kenaikan tarif sewa** [analyst_hypothesis, medium]: Dengan pasokan terbatas dan permintaan meningkat, tarif sewa diperkirakan naik, terutama jika aktivitas Malaysia pulih.
  - Basis: Keterbatasan persediaan OSV dunia.; Penurunan aktivitas di Malaysia saat ini.; Manajemen memperkirakan tarif sewa akan meningkat.
  - Assumptions: Permintaan terus meningkat dan pasokan tidak bertambah signifikan.
  - Caveats: Tidak ada angka pasti kenaikan tarif.

### Risks / uncertainties

- Kerugian FOS dan FOI pada 1H2026 dapat menekan laba konsolidasian 2026.
- Penundaan aktivitas pengeboran di Selat Makassar (proyek IDD ENI) dapat mempengaruhi pendapatan jangka pendek.
- Risiko nilai tukar Rupiah pada kontrak berdenominasi Rupiah (proyek Kasuari ditolak karena risiko ini).
- Risiko geopolitik di Timur Tengah dapat mempengaruhi harga energi dan investasi migas.
- Risiko kepatuhan sanksi di kawasan berisiko tinggi, meskipun ada proses KYC.
- Risiko eksekusi integrasi FOS/FOI dan realisasi kontrak jangka panjang.
- Risiko pasar: tarif sewa di Indonesia lebih rendah dibandingkan negara lain.
- Risiko pendanaan: pembelian kapal menggunakan utang bank, porsi equity 20-30%.

### Items to monitor

- Akuisisi FOS/FOI dapat mempengaruhi laba 2026 dan prospek pertumbuhan 2027-2028.
- Peningkatan pendapatan dari luar Indonesia dapat mengubah profil risiko geografis.
- Kontrak jangka panjang FOI hingga 2028 memberikan visibilitas pendapatan.
- Potensi kenaikan tarif sewa OSV dapat mendukung pendapatan.
- Risiko penundaan proyek IDD ENI dapat mempengaruhi pendapatan jangka pendek.

---

## WOMF

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, WOMF menerbitkan dua pengumuman rutin: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026 yang menegaskan tidak ada perubahan struktur modal, kepemilikan pengendali, atau aksi korporasi, dengan free float 7,48% sedikit di bawah ambang 7,5%; dan (2) Laporan Hasil Public Expose Tahunan 2026 yang menyoroti strategi pertumbuhan pembiayaan syariah (produk Hajiku dan MasKu) dengan target menjadi lima besar pertumbuhan pembiayaan syariah pada 2030, serta kontribusi bisnis syariah sekitar 5% dari portofolio (sekitar Rp30 miliar, NPL 0%). Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada penegasan stabilitas kepemilikan dan arah strategi ekspansi syariah yang memanfaatkan ekosistem Maybank tanpa CAPEX signifikan.

### Material changes

- Tidak ada perubahan struktur modal, kepemilikan pengendali, atau susunan pengurus yang dilaporkan dalam kedua pengumuman.
- Free float tercatat 7,48% (260.463.882 saham), sedikit di bawah ambang 7,5% yang umumnya disyaratkan bursa (perlu verifikasi).
- Strategi pertumbuhan difokuskan pada pengembangan pembiayaan syariah (produk Hajiku dan MasKu) dengan target menjadi lima besar pertumbuhan pembiayaan syariah pada 2030.

### Key financial figures

- **total_saham_beredar:** 3.481.481.480 saham (31 Juli 2026)
- **nilai_nominal_total:** Rp348.148.148.000 (31 Juli 2026)
- **kepemilikan_pt_bank_maybank_indonesia_tbk:** 2.349.646.729 saham (67,49%) (31 Juli 2026)
- **kepemilikan_pt_wahana_makmur_sejati:** 870.600.000 saham (25,01%) (31 Juli 2026)
- **kepemilikan_masyarakat:** 261.234.751 saham (7,50%) (31 Juli 2026)
- **free_float:** 260.463.882 saham (7,48%) (31 Juli 2026)
- **saham_treasuri:** 0 saham (0%) (31 Juli 2026)
- **kontribusi_bisnis_syariah:** 5% dari portofolio (per 7 Agustus 2026)
- **nilai_portofolio_bisnis_syariah:** Rp30 miliar (per 7 Agustus 2026)
- **npl_bisnis_syariah:** 0% (per 7 Agustus 2026)
- **jumlah_kantor_layanan:** 189 (per 7 Agustus 2026)

### Expansion projects

- Pengembangan pembiayaan syariah di wilayah timur (Sulawesi) dengan mengoptimalkan kantor cabang yang ada, tanpa tambahan CAPEX signifikan.
- Pengembangan produk syariah Hajiku dan MasKu untuk Semester II 2026, menyasar segmen middle-low.
- Target 2030 masuk lima besar pertumbuhan pembiayaan syariah sejalan dengan RoaR 30 Maybank.

### Capital structure

- Total saham beredar: 3.481.481.480 saham (tidak berubah dari bulan sebelumnya).
- Kepemilikan PT Bank Maybank Indonesia Tbk: 2.349.646.729 saham (67,49%).
- Kepemilikan PT Wahana Makmur Sejati: 870.600.000 saham (25,01%).
- Kepemilikan Masyarakat: 261.234.751 saham (7,50%).
- Saham treasuri: 0 saham (0%).
- Free float: 7,48% (260.463.882 saham).
- Jumlah pemegang saham: 104 (scripless) dan 69 (scrip).

### Listing / regulatory

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek disampaikan sesuai ketentuan III.1.4 Keputusan Direksi BEI No. Kep-00052/BEI/04-2026 tanggal 1 April 2026.
- Laporan Hasil Public Expose Tahunan disampaikan sebagai implementasi Peraturan I-E Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025.
- Free float tercatat 7,48%, sedikit di bawah ambang batas 7,5% yang mungkin disyaratkan bursa; dokumen tidak menyebutkan sanksi atau tindakan korektif.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan saham mayoritas** [explicit_fact, high]: PT Bank Maybank Indonesia Tbk adalah pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 67,49%.
  - Basis: Laporan menyatakan kepemilikan PT Bank Maybank Indonesia Tbk sebesar 67,49% (2.349.646.729 saham).
- **Free float** [explicit_fact, high]: Free float tercatat 7,48% dari total saham, sedikit di bawah 7,5%.
  - Basis: Laporan menyatakan free float sebesar 7,48% (260.463.882 saham).
- **Kontribusi bisnis syariah** [explicit_fact, high]: Bisnis syariah berkontribusi sekitar 5% dari portofolio atau sekitar Rp30 miliar dengan NPL 0%.
  - Basis: Laporan Public Expose menyatakan kontribusi syariah 5% dan nilai Rp30 miliar.
- **Total kepemilikan pengendali** [derived_calculation, high]: Total kepemilikan PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan PT Wahana Makmur Sejati adalah 92,5% dari total saham.
  - Basis: 67,49% + 25,01% = 92,5%
  - Assumptions: Kedua entitas tersebut adalah pengendali.
- **Selisih free float dengan kepemilikan <5%** [derived_calculation, medium]: Free float (260.463.882 saham) lebih rendah dari total kepemilikan <5% (261.234.751 saham), selisih 770.869 saham.
  - Basis: 261.234.751 - 260.463.882 = 770.869
  - Assumptions: Angka free float dan kepemilikan <5% diambil dari laporan.
  - Caveats: Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh definisi free float yang tidak mencakup semua saham <5% (misalnya saham tresuri atau saham yang dibatasi).
- **Estimasi total portofolio pembiayaan** [derived_calculation, low]: Jika bisnis syariah sekitar 5% dari portofolio dan bernilai Rp30 miliar, maka total portofolio diperkirakan sekitar Rp600 miliar (Rp30 miliar / 5%). Namun, angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen dan hanya estimasi kasar.
  - Basis: Kontribusi syariah 5%; Nilai syariah Rp30 miliar
  - Assumptions: Proporsi 5% adalah terhadap total portofolio pembiayaan WOMF.
  - Caveats: Angka total portofolio tidak disebutkan dalam dokumen; perhitungan ini hanya ilustrasi.
- **Potensi risiko kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Free float 7,48% berada di bawah ambang batas 7,5% yang mungkin disyaratkan oleh Bursa Efek Indonesia, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kepatuhan.
  - Basis: Laporan menyatakan free float 7,48%.
  - Assumptions: Peraturan Bursa Efek Indonesia mensyaratkan free float minimum 7,5%.
  - Caveats: Ambang batas free float perlu diverifikasi dari peraturan yang berlaku.
- **Dampak suku bunga dan nilai tukar** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyebutkan analisis makro dan stress testing, tetapi tidak memberikan angka spesifik mengenai sensitivitas biaya pendanaan terhadap kenaikan suku bunga atau pelemahan rupiah. Dampak aktual tidak dapat diukur dari dokumen ini.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang analisis makro dan stress testing
  - Assumptions: Tidak ada asumsi tambahan
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif yang mendukung hipotesis ini.
- **Kontribusi produk Hajiku dan MasKu** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen tidak menyebutkan kontribusi spesifik Hajiku dan MasKu secara terpisah; hanya total bisnis syariah 5%. Kontribusi masing-masing produk tidak dapat diestimasi.
  - Basis: Pertanyaan Daniel tentang kontribusi Hajiku dan MasKu; Jawaban manajemen hanya menyebut total syariah 5%
  - Assumptions: Tidak ada asumsi tambahan
  - Caveats: Data tidak tersedia.

### Risks / uncertainties

- Free float tercatat 7,48%, sedikit di bawah 7,5%, yang mungkin memerlukan tindakan korektif untuk memenuhi ketentuan bursa.
- Tidak ada informasi mengenai rencana aksi korporasi atau perubahan struktur modal dalam laporan ini.
- Ketatnya persaingan industri multifinance.
- Tren kenaikan suku bunga dan pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat mempengaruhi biaya pendanaan.
- Kondisi makro ekonomi yang memburuk (manajemen menyiapkan skenario mitigasi).
- Risiko eksekusi pengembangan produk syariah dengan karakteristik risiko berbeda.
- Tantangan menjangkau daerah timur Indonesia.

### Items to monitor

- Verifikasi ambang batas free float minimum 7,5% dari peraturan BEI yang berlaku.
- Perkembangan kepatuhan free float dan potensi tindakan korektif.
- Kontribusi produk syariah Hajiku dan MasKu secara terpisah.
- Perkembangan target 2030 menjadi lima besar pertumbuhan pembiayaan syariah.
- Data keuangan lengkap (pendapatan, laba, total aset, NPF keseluruhan) pada laporan berikutnya.
- Rincian pendanaan dan struktur utang, termasuk covenant.

---

## WTON

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

WTON (Wijaya Karya Beton) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan mendatang, tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana transaksi atas kepemilikannya. Tidak ada angka keuangan atau aksi korporasi spesifik yang diungkapkan.

### Material changes

- Perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan sebagaimana dimaksud POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-E butir III.2.1 dan IV.2.1 Lampiran Keputusan Direksi BEI Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024.
- Perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan mendatang.
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama tidak memiliki rencana untuk melakukan transaksi atas kepemilikan sahamnya di Perseroan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI melalui surat nomor S-10603/BEI.PP2/08-2026 (tanggal surat tidak tercantum dalam dokumen).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, merujuk pada POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan I-E BEI.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada dokumen
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham di bursa.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada dokumen
- **Tidak ada rencana transaksi pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama tidak memiliki rencana transaksi atas kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada dokumen
- **Pemicu permintaan penjelasan** [analyst_hypothesis, low]: Permintaan penjelasan dari BEI kemungkinan dipicu oleh volatilitas harga saham WTON yang signifikan, namun dokumen tidak menyebutkan angka atau periode volatilitas spesifik.
  - Basis: Perihal surat: 'Penjelasan atas Volatilitas Transaksi'
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang dimaksud BEI merujuk pada pergerakan harga atau volume transaksi yang tidak biasa.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume dalam dokumen untuk mengonfirmasi.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI (S-10603/BEI.PP2/08-2026) tidak tercantum dalam dokumen (tertulis 'null'), sehingga ketepatan waktu tanggapan tidak dapat diverifikasi.
- Dokumen tidak menyebutkan angka volatilitas atau periode yang diminta BEI, sehingga tidak ada data kuantitatif untuk analisis lebih lanjut.

---

## YELO

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 10–15 Agustus 2026, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) menerbitkan dua pengumuman terkait penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pengumuman pertama (12 Agustus 2026) adalah pemanggilan RUPSLB dengan agenda tunggal persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025 tentang KBLI. Pengumuman kedua (14 Agustus 2026) adalah penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB kepada OJK. Kedua pengumuman bersifat prosedural dan tidak memuat informasi keuangan, struktur modal, atau aksi korporasi lain. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi perubahan deskripsi kegiatan usaha dalam anggaran dasar, yang memerlukan persetujuan pemegang saham dan dapat memengaruhi klasifikasi usaha serta perizinan.

### Material changes

- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025 tentang KBLI (agenda RUPSLB, belum disetujui).

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan 3 September 2026 pukul 14.00 WIB di Axa Tower Lantai 42, Jakarta Selatan.
- Agenda tunggal: persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI dengan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025.
- Recording date (DPS) yang berhak hadir: 11 Agustus 2026.
- Pemegang saham dapat hadir fisik atau elektronik melalui eASY.KSEI; batas deklarasi hadir/kuasa dan voting 12.00 WIB pada 2 September 2026.
- Voting elektronik maksimal 5 menit per agenda; pemegang saham yang tidak memberikan suara dianggap Abstain.
- Siaran langsung RUPS melalui Zoom webinar, kapasitas maksimal 500 peserta, first come first serve.

### Listing / regulatory

- Penyesuaian KBLI dengan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025 memerlukan persetujuan RUPSLB.
- Penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB kepada OJK sebagai kepatuhan terhadap Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025 tentang KBLI.
  - Basis: Tertulis pada pengumuman 20260812205634-48/YLO-OJK/VIII/2026_id-id: 'Persetujuan Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan Penyesuaian Peraturan Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).'
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 3 September 2026 pukul 14.00 WIB dengan recording date 11 Agustus 2026.
  - Basis: Tertulis pada pengumuman 20260812205634-48/YLO-OJK/VIII/2026_id-id: 'Hari/Tanggal/Waktu : 03 September 2026 Waktu : 14:00' dan 'Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPS (Recording Date) : 11 Agustus 2026'.
- **Media publikasi iklan** [explicit_fact, high]: Iklan pemanggilan RUPSLB diterbitkan pada 12 Agustus 2026 di tiga media: website Perseroan (passpod.com), website BEI (idx.co.id), dan website KSEI (ksei.co.id).
  - Basis: Tertulis pada pengumuman 20260814165143-50/YLO-OJK/VIII/2026_id-id: tabel media cetak pada lampiran.
- **Jarak antara pemanggilan dan pelaksanaan RUPSLB** [derived_calculation, high]: Jarak antara tanggal pemanggilan (12 Agustus 2026) dan pelaksanaan RUPSLB (3 September 2026) adalah 22 hari kalender.
  - Basis: Tanggal pemanggilan 12 Agustus 2026 dan tanggal RUPSLB 3 September 2026 dari pengumuman 20260812205634-48/YLO-OJK/VIII/2026_id-id.
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan selisih hari kalender.
- **Dampak perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI kemungkinan bersifat administratif untuk menyelaraskan klasifikasi usaha dengan peraturan BPS, namun dapat berdampak pada deskripsi kegiatan usaha yang tercantum dalam anggaran dasar.
  - Basis: Agenda menyebutkan 'Penyesuaian Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang KBLI' pada pengumuman 20260812205634-48/YLO-OJK/VIII/2026_id-id.
  - Assumptions: Perubahan ini hanya terkait klasifikasi dan tidak mengubah substansi kegiatan usaha secara fundamental.
  - Caveats: Tidak ada rincian perubahan spesifik dalam dokumen.
- **Agenda RUPSLB pada pengumuman kedua** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, perubahan pengurus, aksi korporasi, atau transaksi material. Namun, tanpa informasi lebih lanjut, agenda tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Istilah 'RUPSLB' pada lampiran pengumuman 20260814165143-50/YLO-OJK/VIII/2026_id-id.; Tidak ada agenda yang tercantum dalam dokumen.
  - Assumptions: RUPSLB umumnya membahas agenda luar biasa.
  - Caveats: Agenda RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan KBLI terhadap kegiatan usaha atau kinerja keuangan.
- Tidak ada rincian perubahan spesifik Pasal 3 Anggaran Dasar yang akan diusulkan.
- Tidak ada informasi keuangan atau struktur modal dalam dokumen.
- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam pengumuman kedua, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat diidentifikasi.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 3 September 2026 terkait persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar.
- Rincian perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar yang akan diusulkan.
- Pengumuman selanjutnya mengenai agenda RUPSLB dan materi yang akan dibahas.
- Potensi dampak perubahan KBLI terhadap perizinan dan klasifikasi usaha.

---

## YPAS

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 1

### Overview

YPAS menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana atas kepemilikannya.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek YPAS melalui surat nomor S-10593/BEI.PP3/08-2026 (tanggal surat tidak tercantum).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal sesuai Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK 4 Tahun 2024.
- Perseroan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham di Bursa.
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Corporate Secretary telah mengonfirmasi kepada pemegang saham utama; tidak ada rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat ditandatangani oleh Rinawati, Direktur Keuangan, pada 13-08-2026 15:12.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek (surat S-10593/BEI.PP3/08-2026).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik menurut POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan Nomor I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada dokumen
- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada dokumen
- **Konfirmasi pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Corporate Secretary telah mengonfirmasi kepada pemegang saham utama dan tidak ada rencana terkait kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada dokumen
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI mungkin disebabkan oleh faktor pasar atau sentimen eksternal, namun tidak ada informasi spesifik yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Surat BEI S-10593/BEI.PP3/08-2026 meminta penjelasan volatilitas
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada periode sebelum 13 Agustus 2026
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum (null), sehingga tidak dapat dipastikan tenggat waktu respons.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak menjamin tidak adanya informasi material yang belum diungkapkan; risiko kepatuhan tetap ada jika informasi tersebut muncul kemudian.

---

## ZATA

**Window:** 2026-08-10 → 2026-08-15 19:59

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 10–15 Agustus 2026, ZATA menerbitkan tiga pengumuman yang seluruhnya bersifat rutin dan administratif: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026, (2) Pemanggilan RUPST untuk Tahun Buku 2025, dan (3) Penyampaian bukti iklan panggilan RUPST. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus yang diumumkan secara definitif. Yang berubah hanyalah jadwal tata kelola: RUPST akan digelar 2 September 2026 dengan recording date 10 Agustus 2026, dan agenda mencakup penggunaan laba bersih serta perubahan susunan pengurus—namun rincian keduanya belum diungkapkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi perubahan manajemen dan alokasi laba yang akan diputuskan dalam RUPST, serta kepatuhan free float yang dilaporkan 25,99%.

### Material changes

- Perubahan kecil kepemilikan pengendali: +3.371 saham langsung dan +50.500 saham tidak langsung pada Juli 2026 (LBRE).
- Jadwal RUPST ditetapkan: 2 September 2026, dengan recording date 10 Agustus 2026 (Pemanggilan RUPST).
- Agenda RUPST mencakup perubahan susunan pengurus dan penggunaan laba bersih, namun rincian belum diumumkan (Pemanggilan RUPST).

### Corporate actions

- RUPST dijadwalkan 2 September 2026; agenda mencakup penggunaan laba bersih (berpotensi dividen) dan perubahan susunan pengurus. Belum ada keputusan atau rincian.

### Management / control changes

- Agenda RUPST mencakup persetujuan perubahan susunan pengurus (Direksi dan/atau Dewan Komisaris), namun rincian (siapa, posisi, tanggal efektif) tidak diungkapkan dalam pengumuman.

### Capital structure

- Total saham tercatat: 5.837.675.422 saham (LBRE).
- Kepemilikan pengendali (PT Investama Lembur Sadaya / PT Lembur Sadaya Investama): 68,71% (LBRE).
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris: 94.300 saham (LBRE).
- Kepemilikan pemegang saham >=5%: 2.208.230.278 saham (25,99%) bulan ini; 2.207.665.278 saham (25,98%) bulan sebelumnya (LBRE).
- Kepemilikan pemegang saham <5%: 2.658.324.578 saham (25,99%) bulan ini; 2.658.324.578 saham (25,99%) bulan sebelumnya (LBRE).
- Saham treasuri: 0 saham (LBRE).
- Saham non-warkat: 5.837.675.422 saham (100%) (LBRE).
- Saham warkat: 0 saham (LBRE).
- Free float: 25,99% (LBRE).
- Perubahan kepemilikan pengendali: 3.371 saham langsung dan 50.500 saham tidak langsung pada bulan ini (LBRE).
- Pemilik manfaat: Asep Sulaeman (47.129 saham), Sabanda (8.000 saham) (LBRE).

### Listing / regulatory

- LBRE disusun sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia, khususnya terkait free float (Peraturan I-A dan I-V).
- Free float dilaporkan 25,99%, memenuhi ketentuan minimum BEI (asumsi, perlu verifikasi).
- Pemanggilan RUPST mengacu pada UU No. 40 Tahun 2007, POJK No. 9 Tahun 2023, dan POJK No. 33/POJK.04/2014.
- Penyampaian bukti iklan panggilan RUPST kepada BEI sesuai ketentuan.

### Analytical scenarios

- **Total saham tercatat** [explicit_fact, high]: Total saham tercatat adalah 5.837.675.422 saham, sebagaimana tercantum pada halaman 2 dan 4 LBRE.
  - Basis: 5.837.675.422 saham pada halaman 2 dan 4 LBRE
- **Kepemilikan pengendali** [derived_calculation, high]: Kepemilikan PT Investama Lembur Sadaya sebesar 68,71% dari total saham, setara dengan 4.010.000.000 saham (68,71% x 5.837.675.422).
  - Basis: Persentase 68,71% pada halaman 2 LBRE; Total saham 5.837.675.422 pada halaman 2 LBRE
  - Assumptions: Persentase kepemilikan dihitung dari total saham tercatat.
  - Caveats: Pembulatan persentase dapat menyebabkan selisih kecil.
- **Free float** [derived_calculation, medium]: Free float dihitung sebagai saham yang tidak dimiliki oleh pengendali, direksi, komisaris, dan pemegang saham >=5%. Berdasarkan data, free float adalah 25,99% (2.658.324.578 saham / 5.837.675.422 saham).
  - Basis: Kepemilikan <5%: 2.658.324.578 saham (25,99%) pada halaman 7 LBRE; Total saham: 5.837.675.422 saham
  - Assumptions: Saham yang dimiliki oleh pemegang saham <5% dianggap sebagai free float.; Tidak ada saham treasuri atau pembatasan lain yang mempengaruhi free float.
  - Caveats: Definisi free float mungkin memerlukan penyesuaian untuk saham yang dibatasi (lock-up) atau dimiliki oleh pihak terkait.
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, medium]: Dengan free float 25,99%, ZATA tampaknya memenuhi ketentuan minimum free float Bursa Efek Indonesia (7,5% untuk papan utama). Namun, perlu verifikasi lebih lanjut.
  - Basis: Free float 25,99% pada halaman 7 LBRE
  - Assumptions: Ketentuan free float minimum 7,5% berlaku untuk papan utama.
  - Caveats: Peraturan free float dapat berbeda tergantung papan pencatatan dan ketentuan yang berlaku.
- **Perubahan kepemilikan pengendali** [explicit_fact, high]: PT Investama Lembur Sadaya memiliki 3.371 saham langsung dan 50.500 saham tidak langsung pada bulan ini, menunjukkan perubahan dari bulan sebelumnya.
  - Basis: Angka 3.371 dan 50.500 pada halaman 8 LBRE
- **Pemilik manfaat** [explicit_fact, high]: Asep Sulaeman tercatat memiliki 47.129 saham dan Sabanda memiliki 8.000 saham sebagai pemilik manfaat.
  - Basis: Angka 47.129 dan 8.000 pada halaman 8 dan 6 LBRE
- **Jadwal RUPST** [explicit_fact, high]: RUPST dijadwalkan pada 2 September 2026, dengan recording date 10 Agustus 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: 02 September 2026 Waktu: 10:00; Tanggal DPS: 10 Agustus 2026
- **Agenda RUPST** [explicit_fact, high]: Agenda RUPST mencakup lima item, termasuk persetujuan penggunaan laba bersih dan perubahan susunan pengurus. Tidak ada rincian lebih lanjut.
  - Basis: Daftar agenda pada dokumen
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Agenda 'Persetujuan Penggunaan Laba Bersih' dapat mengindikasikan pembagian dividen atau alokasi laba lainnya, namun tidak ada angka atau keputusan yang diumumkan. Demikian pula, agenda perubahan susunan pengurus dapat menandakan perubahan manajemen, tetapi detail belum tersedia.
  - Basis: Agenda nomor 2 dan 5 pada dokumen
  - Assumptions: Penggunaan laba bersih sering terkait dengan dividen atau cadangan; Perubahan susunan pengurus dapat berarti rotasi atau penggantian
  - Caveats: Belum ada keputusan atau rincian yang dipublikasikan
- **Penyampaian bukti iklan RUPST** [explicit_fact, high]: Emiten menyampaikan bukti iklan panggilan RUPST yang diterbitkan pada 11 Agustus 2026 di tiga media resmi.
  - Basis: Tabel media cetak pada halaman 1 dan 2 mencantumkan tanggal penerbitan 11 Agustus 2026 untuk ketiga media.
- **Pihak pengirim** [explicit_fact, high]: Surat dikirim oleh Elidawati selaku Direktur Utama pada 12 Agustus 2026 pukul 09:56.
  - Basis: Bagian 'Nama Pengirim' dan 'Jabatan' pada halaman 1 dan 2.
- **Agenda RUPST** [analyst_hypothesis, low]: RUPST kemungkinan akan membahas agenda rutin tahunan seperti laporan keuangan, penggunaan laba, dan pengangkatan kembali direksi/komisaris, namun agenda spesifik tidak tersedia dalam dokumen ini.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan 'Panggilan RUPS' tanpa rincian agenda.
  - Assumptions: RUPST umumnya membahas agenda tahunan standar.
  - Caveats: Agenda RUPST tidak diungkapkan dalam dokumen; informasi ini hanya spekulasi.

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi angka kepemilikan <5% antara halaman 3 (2.208.230.278 saham) dan halaman 7 (2.658.324.578 saham) pada LBRE.
- Angka 2.617.989.978 pada halaman 6 LBRE tidak jelas konteksnya (apakah jumlah rekening atau nilai).
- Nama pengendali tidak konsisten: 'PT Investama Lembur Sadaya' pada dokumen utama dan 'PT Lembur Sadaya Investama' pada lampiran.
- Rincian perubahan susunan pengurus dan penggunaan laba bersih belum diungkapkan.
- Tidak ada informasi keuangan atau aksi korporasi lain yang dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Hasil RUPST 2 September 2026: keputusan penggunaan laba bersih (potensi dividen) dan perubahan susunan pengurus.
- Klarifikasi inkonsistensi angka kepemilikan <5% pada LBRE.
- Klarifikasi angka 2.617.989.978 pada halaman 6 LBRE.
- Konsistensi nama pengendali (PT Investama Lembur Sadaya vs PT Lembur Sadaya Investama).
- Pengumuman selanjutnya terkait RUPST (materi rapat, hasil rapat).
