# Digest emiten IDX · 18–19 Agustus 2026

**Covered:** 2026-08-18 → 2026-08-19
**Saved windows:** 1 (2026-08-18 → 2026-08-19)
**Companies:** 40

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## ADHI

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) melaporkan penurunan peringkat efek oleh PEFINDO terkait adanya fakta material. Peringkat perusahaan dan tiga obligasi diturunkan menjadi 'idB' dengan outlook 'CreditWatch' (implikasi negatif) untuk periode 14 Agustus 2026 hingga 14 November 2026. Penyebabnya adalah tekanan likuiditas yang material dan risiko gagal bayar atas kewajiban pembayaran kupon Obligasi Berkelanjutan III Seri B & C yang jatuh tempo pada 24 Agustus 2026. Total pokok obligasi yang terdampak adalah Rp2.566.515.000.000. Pengumuman ini merupakan laporan lanjutan atas perubahan peringkat efek, bukan pengumuman awal aksi korporasi.

### Material changes

- PEFINDO menurunkan peringkat PT Adhi Karya (Persero) Tbk dari idBB/CreditWatch menjadi idB/CreditWatch (dengan implikasi negatif) untuk periode 14 Agustus 2026 sampai dengan 14 November 2026.
- PEFINDO menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan Seri C, serta Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024 dari idBB menjadi idB untuk periode yang sama.
- Penurunan peringkat disebabkan oleh tekanan likuiditas yang secara material memengaruhi kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya secara tepat waktu.
- CreditWatch dengan implikasi negatif ditempatkan karena risiko gagal bayar (default) atas kewajiban pembayaran kupon Obligasi Berkelanjutan (PUB) III Seri B & C yang jatuh tempo pada 24 Agustus 2026.
- Peringkat diberikan berdasarkan Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 30 Juni 2026 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025.
- CreditWatch akan ditinjau kembali selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) bulan sesuai perkembangan kondisi Perusahaan.

### Key financial figures

- **Total pokok obligasi yang terdampak:** Rp2.566.515.000.000 (per 14 Agustus 2026 (periode pemeringkatan))
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B:** Rp667.500.000.000 (per 14 Agustus 2026)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri C:** Rp1.796.300.000.000 (per 14 Agustus 2026)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024:** Rp102.715.000.000 (per 14 Agustus 2026)

### Listing / regulatory

- Penurunan peringkat efek oleh PEFINDO dari idBB menjadi idB untuk perusahaan dan obligasi, dengan CreditWatch negatif.
- Pemantauan khusus (Special Review) oleh PEFINDO untuk periode 14 Agustus 2026 sampai 14 November 2026.
- Penyampaian laporan perubahan peringkat efek kepada OJK sesuai POJK No. 49/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Penurunan peringkat** [explicit_fact, high]: PEFINDO menurunkan peringkat perusahaan dan obligasi ADHI dari idBB menjadi idB, dengan CreditWatch negatif untuk perusahaan.
  - Basis: Surat PEFINDO RC-1083 dan RC-1084 tanggal 14 Agustus 2026; Laporan ADHI kepada OJK tanggal 19 Agustus 2026
- **Alasan penurunan peringkat** [explicit_fact, high]: Penurunan peringkat disebabkan oleh tekanan likuiditas yang material dan risiko gagal bayar atas kupon obligasi yang jatuh tempo 24 Agustus 2026.
  - Basis: Rilis PEFINDO yang dikutip dalam laporan ADHI; Surat PEFINDO RC-1084
- **Total pokok obligasi yang terdampak** [derived_calculation, high]: Total pokok obligasi yang terdampak adalah Rp2.566.515.000.000, dihitung dari penjumlahan 667.500.000.000 + 1.796.300.000.000 + 102.715.000.000.
  - Basis: Angka pokok pada tabel: 667.500.000.000, 1.796.300.000.000, 102.715.000.000
  - Assumptions: Semua angka pokok dalam Rupiah.
- **Dampak terhadap kemampuan pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan peringkat dapat meningkatkan biaya pendanaan dan membatasi akses ADHI ke pasar modal, namun hal ini belum dikonfirmasi oleh data keuangan atau pernyataan resmi.
  - Basis: Peringkat idB menunjukkan kapasitas lemah untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang
  - Assumptions: Reaksi pasar terhadap penurunan peringkat umumnya negatif
  - Caveats: Belum ada data keuangan atau pernyataan resmi yang mendukung dampak spesifik

### Risks / uncertainties

- Risiko gagal bayar atas kupon obligasi yang jatuh tempo 24 Agustus 2026
- Tekanan likuiditas yang material
- CreditWatch dengan implikasi negatif dapat berlanjut atau memburuk
- Kemampuan memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang melemah

### Items to monitor

- Penurunan peringkat efek oleh PEFINDO
- CreditWatch negatif
- Risiko default atas kupon obligasi

---

## APEX

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mengumumkan perolehan kontrak penting dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk pekerjaan pengeboran laut di wilayah Delta Mahakam, Kalimantan Timur. Estimasi nilai kontrak sebesar USD 74,3 juta dengan durasi 2 tahun pasti dan 1 tahun opsional. Kontrak diharapkan memberikan dampak positif terhadap utilisasi rig dan pendapatan operasional. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal dan tidak ada indikasi koreksi atau pembatalan.

### Material changes

- APEX memperoleh kontrak dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk pekerjaan pengeboran laut di wilayah Delta Mahakam, Kalimantan Timur.
- Estimasi nilai kontrak sebesar USD 74,3 juta.
- Durasi kontrak 2 tahun pasti dan 1 tahun opsional.
- Kontrak diharapkan memberikan dampak positif terhadap tingkat utilisasi rig dan pendapatan operasional (pernyataan ekspektasi emiten).

### Key financial figures

- **Estimasi nilai kontrak:** 74.3 (2026-08-18 (tanggal kejadian, bukan periode laporan keuangan))

### Expansion projects

- Kontrak pengeboran laut di Delta Mahakam, Kalimantan Timur; estimasi nilai USD 74,3 juta; durasi 2 tahun pasti + 1 tahun opsional; tujuan strategis: meningkatkan utilisasi rig dan pendapatan operasional.

### Analytical scenarios

- **Nilai kontrak per tahun (durasi pasti)** [derived_calculation, medium]: Jika estimasi nilai kontrak USD 74,3 juta dibagi 2 tahun pasti, maka rata-rata nilai per tahun sekitar USD 37,15 juta.
  - Basis: Estimasi nilai kontrak USD 74,3 juta; Durasi 2 tahun pasti
  - Assumptions: Nilai kontrak didistribusikan merata selama 2 tahun pasti; tidak ada informasi alokasi per tahun.
  - Caveats: Nilai per tahun hanya estimasi; pembagian aktual dapat berbeda.
- **Potensi dampak pada utilisasi rig** [analyst_hypothesis, low]: Kontrak ini kemungkinan akan meningkatkan utilisasi rig APEX, namun besaran dampaknya tidak dapat dihitung tanpa data jumlah rig dan utilisasi saat ini.
  - Basis: Pernyataan emiten tentang dampak positif pada utilisasi rig
  - Assumptions: Rig yang digunakan tersedia dan belum digunakan penuh.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif utilisasi atau jumlah rig dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Nilai kontrak adalah estimasi, bukan nilai final.
- Durasi opsional 1 tahun tidak dijamin, tergantung keputusan PHM.
- Dampak positif terhadap utilisasi dan pendapatan belum terukur; hanya ekspektasi emiten.

### Items to monitor

- Kontrak ini dapat meningkatkan pendapatan operasional dan utilisasi rig APEX dalam jangka waktu 2-3 tahun ke depan, namun dampak kuantitatifnya belum dapat dipastikan.

---

## ASMI

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) mengumumkan ringkasan risalah RUPS Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 14 Agustus 2026. RUPSLB menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham hingga maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan estimasi biaya maksimal 0,3% dari nilai transaksi. Rapat dihadiri pemegang saham mewakili 7.287.826.600 saham (81,35% dari total 8.958.380.460 saham). Keputusan disetujui oleh 99,99% suara yang hadir. Direksi diberi wewenang untuk menentukan harga pembelian dan pengalihan kembali saham. Pengumuman ini merupakan lanjutan dari keterbukaan informasi buyback yang telah diumumkan sebelumnya (22 Mei 2026, koreksi 23 Juli 2026, dan tambahan 7 Agustus 2026).

### Material changes

- RUPSLB diselenggarakan pada 14 Agustus 2026, pukul 14.39–14.56 WIB, di 18 Parc Place, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.
- Agenda tunggal: persetujuan rencana pembelian kembali saham sesuai POJK No. 29 Tahun 2023.
- Kehadiran pemegang saham: 7.287.826.600 saham atau 81,35% dari total 8.958.380.460 saham dengan hak suara sah.
- Hasil pemungutan suara: setuju 7.287.819.200 suara, tidak setuju 100 suara, abstain 7.300 suara; total setuju termasuk abstain 7.287.826.500 suara (99,99%).
- Keputusan: menyetujui pembelian kembali saham hingga maksimal 10% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan estimasi biaya maksimal 0,3% dari nilai transaksi.
- Direksi diberi wewenang untuk menentukan harga pembelian kembali dan harga pengalihan kembali saham yang dibeli.
- Keterbukaan informasi terkait buyback telah diumumkan pada 22 Mei 2026, koreksi pada 23 Juli 2026, dan pengumuman tambahan pada 7 Agustus 2026 melalui situs web BEI dan situs web perseroan.
- Susunan direksi dan dewan komisaris periode 27 Juli 2026 – 27 Juli 2027: Direktur Utama Jemmy Atmadja (periode ke-3), Direktur Norvin Osel (periode ke-2), Direktur Lianny (periode ke-2); Komisaris Utama Magit Les Denny Tewu (periode ke-3), Komisaris Independen Muhamad Idrus (periode ke-3), Komisaris Independen Hendra Sudjaka (periode ke-3).

### Corporate actions

- Pembelian kembali saham (buyback) hingga maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, disetujui RUPSLB pada 14 Agustus 2026.

### Management / control changes

- Susunan direksi dan dewan komisaris periode 27 Juli 2026 – 27 Juli 2027 ditetapkan, dengan beberapa anggota menjabat periode ke-3 dan ke-2.

### Capital structure

- Buyback saham hingga maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh disetujui RUPSLB.
- Total saham dikeluarkan: 8.958.380.460 saham.
- Saham hadir dalam RUPSLB: 7.287.826.600 saham (81,35%).

### Listing / regulatory

- Buyback dilakukan sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka.

### Analytical scenarios

- **Jumlah saham maksimum yang dapat dibeli kembali** [derived_calculation, medium]: Jika buyback dilakukan pada batas maksimum 10% dari total saham dikeluarkan, maka jumlah saham yang dapat dibeli kembali adalah sekitar 895.838.046 saham (10% x 8.958.380.460).
  - Basis: Total saham dikeluarkan: 8.958.380.460; Persentase buyback maksimal: 10%
  - Assumptions: Buyback dilaksanakan hingga batas maksimum yang disetujui.
  - Caveats: Jumlah aktual dapat lebih rendah tergantung keputusan Direksi.
- **Proporsi suara setuju terhadap saham hadir** [derived_calculation, high]: Suara setuju (7.287.819.200) mewakili sekitar 99,9999% dari saham yang hadir (7.287.826.600).
  - Basis: Suara setuju: 7.287.819.200; Saham hadir: 7.287.826.600
  - Assumptions: Setiap saham memiliki satu hak suara.
- **Tujuan buyback** [analyst_hypothesis, low]: Buyback kemungkinan bertujuan untuk meningkatkan nilai saham atau mengelola struktur modal, namun tujuan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Persetujuan buyback hingga 10% saham
  - Assumptions: Motivasi umum buyback di pasar modal.
  - Caveats: Tujuan resmi tidak dinyatakan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Jumlah pasti saham yang akan dibeli kembali dan harga pembelian belum ditentukan; akan ditetapkan oleh Direksi.
- Biaya buyback maksimum 0,3% dari nilai transaksi, tetapi nilai transaksi aktual belum diketahui.
- Dampak buyback terhadap struktur permodalan dan likuiditas saham belum dapat dipastikan.
- Sumber dana untuk buyback tidak disebutkan dalam dokumen.

### Items to monitor

- Buyback dapat mempengaruhi jumlah saham beredar dan struktur modal, namun dampak spesifik belum dapat dipastikan.
- Harga pembelian kembali dan jadwal pelaksanaan belum ditentukan, sehingga perlu dipantau pengumuman selanjutnya.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 29 Tahun 2023 perlu dipantau, termasuk kewajiban keterbukaan informasi.

---

## BAIK

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK) melaporkan pembelian saham oleh Komisaris Utama, Ibu Yeni Isnawati, sebanyak 5.000.000 lembar saham dengan harga Rp284 per lembar, total nilai Rp1.420.000.000. Setelah transaksi, kepemilikan Yeni Isnawati meningkat dari 3.420.000 lembar (0,29% hak suara) menjadi 8.420.000 lembar (0,75% hak suara). Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Laporan ini disampaikan sesuai POJK 4/2024.

### Material changes

- Komisaris Utama BAIK, Ibu Yeni Isnawati, membeli 5.000.000 lembar saham BAIK dengan harga Rp284 per lembar, total nilai Rp1.420.000.000.
- Setelah pembelian, total kepemilikan saham Yeni Isnawati menjadi 8.420.000 lembar saham atau 0,75%.
- Yeni Isnawati adalah pengendali dan menyatakan akan mempertahankan pengendalian.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha (tanda '-' pada dokumen).

### Key financial figures

- **Harga per lembar saham:** 284 (19 Agustus 2026)
- **Total nilai pembelian:** Rp1.420.000.000 (19 Agustus 2026)
- **Jumlah saham dibeli:** 5.000.000 lembar (19 Agustus 2026)
- **Total kepemilikan setelah transaksi:** 8.420.000 lembar (0,75%) (19 Agustus 2026)
- **Kepemilikan sebelum transaksi:** 3.420.000 lembar (0,29% hak suara) (sebelum 19 Agustus 2026)

### Management / control changes

- Perubahan kepemilikan saham oleh pengendali (Yeni Isnawati) yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama.

### Capital structure

- Kepemilikan Yeni Isnawati meningkat dari 3.420.000 lembar (0,29% hak suara) menjadi 8.420.000 lembar (0,75% hak suara).

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan sesuai POJK 4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan sebelum transaksi** [derived_calculation, high]: Kepemilikan Yeni Isnawati sebelum pembelian adalah 8.420.000 - 5.000.000 = 3.420.000 lembar saham.
  - Basis: Total kepemilikan setelah transaksi 8.420.000 lembar dan jumlah saham dibeli 5.000.000 lembar.
  - Assumptions: Tidak ada transaksi lain yang mempengaruhi kepemilikan antara periode sebelumnya dan setelah pembelian.
- **Total saham beredar (implied)** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan kepemilikan 0,75% setara 8.420.000 lembar, total saham beredar diperkirakan sekitar 1.122.666.667 lembar (8.420.000 / 0,0075).
  - Basis: Persentase kepemilikan 0,75% dan jumlah saham 8.420.000 lembar.
  - Assumptions: Persentase kepemilikan dihitung terhadap total saham beredar yang sama dengan dasar perhitungan emiten.
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; hanya estimasi berdasarkan data yang tersedia.
- **Motivasi pembelian** [analyst_hypothesis, low]: Pembelian saham oleh Komisaris Utama dapat menandakan keyakinan terhadap prospek perusahaan, namun tidak ada pernyataan resmi mengenai tujuan transaksi.
  - Basis: Transaksi insider purchase oleh pejabat perusahaan.
  - Assumptions: Motivasi pribadi pembeli tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh pernyataan eksplisit dari emiten.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada dampak yang dinyatakan terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha, namun transaksi insider dapat menimbulkan persepsi pasar.
- Total saham beredar tidak diungkapkan secara eksplisit, sehingga perhitungan turunan memiliki ketidakpastian.
- Dokumen lampiran tidak menyebutkan tanggal transaksi, harga, atau pihak lawan transaksi.

### Items to monitor

- Perubahan kepemilikan oleh pengendali dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap prospek perusahaan.
- Peningkatan kepemilikan oleh pengendali dapat dianggap sebagai sinyal positif, namun tidak ada pernyataan resmi mengenai tujuan transaksi.

---

## BBCA

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp25,00 per saham, dengan total nilai dividen minimum dan maksimum sebesar Rp3.071.043.782.500. Keputusan diambil oleh Direksi dan telah disetujui Dewan Komisaris pada 19 Agustus 2026. Jadwal dividen: cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 28 Agustus 2026, ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 31 Agustus 2026, cum dividen di pasar tunai pada 1 September 2026, ex dividen di pasar tunai pada 2 September 2026, recording date pada 1 September 2026 pukul 16:00, dan pembayaran pada 16 September 2026. Data keuangan pendukung per 30 Juni 2026: laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk Rp29.534.445.918.301, saldo laba ditahan tidak dibatasi Rp251.487.039.179.909, dan total ekuitas Rp270.667.745.587.678. Emiten menyatakan jumlah saham yang berhak atas dividen dapat lebih rendah karena akumulasi saham hasil buyback hingga record date.

### Material changes

- Dividen tunai interim untuk tahun buku 2026, keputusan Direksi disetujui Dewan Komisaris pada 19 Agustus 2026.
- Dividen per saham: IDR 25.
- Total nilai dividen minimum dan maksimum: IDR 3.071.043.782.500.
- Tidak ada efek bersifat ekuitas selain saham yang dapat dikonversi menjadi saham.
- Cum dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 28 Agustus 2026.
- Ex dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 31 Agustus 2026.
- Cum dividen di Pasar Tunai: 1 September 2026.
- Ex dividen di Pasar Tunai: 2 September 2026.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai: 1 September 2026 pukul 16:00.
- Tanggal pembayaran dividen: 16 September 2026.
- Data keuangan per 30 Juni 2026: laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk IDR 29.534.445.918.301; saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya IDR 251.487.039.179.909; total ekuitas IDR 270.667.745.587.678.
- Realisasi jumlah saham yang mendapatkan dividen interim Kuartal III 2026 dapat lebih rendah sesuai akumulasi saham hasil buyback sampai dengan record date.
- Pengirim: Rudy Budiardjo, Corporate Secretary, tanggal dan waktu 19-08-2026 18:31.

### Key financial figures

- **Dividen per saham:** 25 (2026 (interim, tahun buku 2026))
- **Total nilai dividen (minimum):** 3.071.043.782.500 (2026 (interim))
- **Total nilai dividen (maksimum):** 3.071.043.782.500 (2026 (interim))
- **Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk:** 29.534.445.918.301 (30 Juni 2026)
- **Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya:** 251.487.039.179.909 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 270.667.745.587.678 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Pembagian dividen tunai interim

### Capital structure

- Jumlah saham yang berhak atas dividen dapat lebih rendah karena akumulasi saham hasil buyback sampai record date (klaim emiten).

### Analytical scenarios

- **Dividen tunai interim** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 dengan dividen per saham IDR 25 dan total nilai dividen IDR 3.071.043.782.500 (minimum dan maksimum sama).
  - Basis: Dividen per saham IDR 25; Total Nilai Dividen sekurang-kurangnya IDR 3.071.043.782.500; Total Nilai Dividen setinggi-tingginya IDR 3.071.043.782.500
- **Estimasi jumlah saham beredar yang berhak atas dividen** [derived_calculation, high]: Berdasarkan total nilai dividen dan dividen per saham, estimasi jumlah saham yang berhak atas dividen adalah sekitar 122.841.751.300 saham (IDR 3.071.043.782.500 / IDR 25).
  - Basis: Total nilai dividen IDR 3.071.043.782.500; Dividen per saham IDR 25
  - Assumptions: Total nilai dividen dibagi dividen per saham menghasilkan jumlah saham.
  - Caveats: Jumlah saham aktual dapat lebih rendah karena buyback.
- **Rasio pembayaran dividen terhadap laba** [derived_calculation, high]: Rasio total dividen terhadap laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk adalah sekitar 10.4% (IDR 3.071.043.782.500 / IDR 29.534.445.918.301).
  - Basis: Total nilai dividen IDR 3.071.043.782.500; Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk IDR 29.534.445.918.301
  - Assumptions: Membandingkan total dividen dengan laba bersih periode 30 Juni 2026.
  - Caveats: Laba bersih adalah data per 30 Juni 2026 (semester), bukan laba tahun penuh.
- **Dampak buyback terhadap jumlah saham** [analyst_hypothesis, low]: Karena emiten menyatakan jumlah saham yang berhak atas dividen dapat lebih rendah akibat buyback, jumlah saham beredar yang sebenarnya mungkin lebih kecil dari estimasi, yang dapat sedikit meningkatkan dividen per saham efektif jika dihitung ulang, namun total nilai dividen tetap.
  - Basis: Realisasi jumlah saham yang akan mendapatkan Dividen Interim Kuartal III Tahun Buku 2026 dapat lebih rendah sesuai dengan akumulasi saham hasil Buyback
  - Assumptions: Buyback mengurangi jumlah saham beredar yang berhak atas dividen.
  - Caveats: Tidak ada angka buyback yang diberikan.

### Risks / uncertainties

- Jumlah saham yang berhak atas dividen dapat lebih rendah dari estimasi karena akumulasi saham hasil buyback hingga record date.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah saham beredar atau dampak buyback secara kuantitatif.

### Items to monitor

- Pengumuman dividen interim dapat mempengaruhi harga saham BBCA di pasar, terutama pada periode cum dan ex dividen.

---

## BEEF

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) melaporkan hasil pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) untuk periode 19 Mei 2026 hingga 18 Agustus 2026. Berdasarkan lampiran, total saham yang dibeli kembali adalah 52.558.600 lembar dengan sisa nominal pembelian sebesar Rp9.456.904.535 dari maksimum Rp100.000.000.000. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Dokumen utama tidak memuat rincian transaksi, namun lampiran menyediakan data agregat dan sebagian rincian harian.

### Material changes

- Pelaksanaan buyback saham BEEF periode 19 Mei 2026 - 18 Agustus 2026
- Dasar regulasi: POJK No. 13/2023, POJK No. 29/2023, dan Surat Edaran OJK No. S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026
- Maksimum nominal pembelian kembali: Rp100.000.000.000
- Maksimum jumlah saham yang akan dibeli: 333.333.333 lembar
- Total saham yang dibeli selama periode: 52.558.600 lembar
- Sisa nominal pembelian kembali: Rp9.456.904.535
- Harga rata-rata pembelian pada transaksi terakhir (22 Juli 2026): Rp299 per saham
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha
- Laporan disampaikan oleh Corporate Secretary Ratna Sari Ismianti pada 19 Agustus 2026

### Key financial figures

- **maksimum_nominal_pembelian_kembali:** 100000000000 (2026-05-19 s.d 2026-08-18)
- **total_nominal_pembelian_kembali:** 9054309465 (2026-05-19 s.d 2026-08-18)
- **sisa_nominal_pembelian_kembali:** 9456904535 (2026-05-19 s.d 2026-08-18)
- **total_jumlah_saham_dibeli:** 52558600 (2026-05-19 s.d 2026-08-18)
- **harga_rata_rata_terakhir:** 299 (2026-07-22)

### Corporate actions

- Pembelian kembali saham (buyback) sebagai aksi korporasi

### Capital structure

- Jumlah saham yang dibeli kembali: 52.558.600 lembar
- Persentase saham treasury per transaksi berkisar antara 0,0000% hingga 0,0013% dari total saham yang akan dibeli
- Sisa nominal pembelian kembali: Rp9.456.904.535

### Listing / regulatory

- Pelaksanaan buyback berdasarkan POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023
- Surat Edaran OJK No. S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026

### Analytical scenarios

- **Pelaksanaan buyback** [explicit_fact, high]: Emiten melaporkan pelaksanaan buyback saham untuk periode 19 Mei 2026 hingga 18 Agustus 2026, dengan dasar regulasi POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023.
  - Basis: Perihal laporan: 'Hasil Pelaksanaan BuyBack PT Estika Tata Tiara Tbk Periode 19 Mei 2026 - 18 Agustus 2026'; Uraian: 'transaksi pembelian kembali saham (buyback share) sejak 19 Mei 2026 s.d 18 Agustus 2026'
- **Dampak buyback** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak dari buyback terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian: 'Tidak Ada'
- **Total nominal pembelian kembali** [derived_calculation, medium]: Total nominal pembelian kembali dihitung sebagai selisih antara maksimum nominal (Rp100.000.000.000) dan sisa nominal (Rp9.456.904.535), yaitu Rp90.543.095.465. Namun, angka ini tidak sama dengan penjumlahan nominal per transaksi yang tercantum (Rp9.056.904.535), sehingga terdapat inkonsistensi.
  - Basis: Maksimum nominal Rp100.000.000.000; Sisa nominal Rp9.456.904.535; Penjumlahan nominal per transaksi
  - Assumptions: Angka sisa nominal dianggap benar; Penjumlahan nominal per transaksi dianggap benar
  - Caveats: Terdapat perbedaan antara total nominal yang dihitung dari sisa dan penjumlahan per transaksi; perlu verifikasi
- **Kepatuhan terhadap batas maksimum** [analyst_hypothesis, medium]: Dengan total saham dibeli 52.558.600 lembar dari maksimum 333.333.333 lembar, emiten hanya menggunakan sekitar 15,77% dari jumlah maksimum saham yang diizinkan. Hal ini menunjukkan pelaksanaan buyback masih jauh dari batas maksimum.
  - Basis: Jumlah saham dibeli 52.558.600; Maksimum saham 333.333.333
  - Assumptions: Maksimum saham yang akan dibeli sesuai keterbukaan informasi adalah 333.333.333 lembar
  - Caveats: Persentase ini hanya berdasarkan jumlah saham, bukan nilai nominal

### Risks / uncertainties

- Detail transaksi buyback (jumlah saham, harga, nilai) tidak diungkapkan dalam dokumen utama
- Lampiran yang disebutkan tidak tersedia dalam dokumen utama
- Terdapat inkonsistensi antara total nominal pembelian yang dihitung dari sisa nominal dan penjumlahan nominal per transaksi
- Data transaksi hanya tersedia hingga 22 Juli 2026, sedangkan periode pelaporan hingga 18 Agustus 2026; kemungkinan ada transaksi setelah 22 Juli yang tidak tercantum dalam lampiran

### Items to monitor

- Buyback dapat mempengaruhi struktur modal dan jumlah saham beredar
- Sisa nominal pembelian kembali yang besar menunjukkan ruang untuk pembelian lebih lanjut
- Tidak ada dampak material yang dinyatakan emiten terhadap operasional dan keuangan

---

## BFIN

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Finansial Integrasi Teknologi (PT FIT), telah menerima persetujuan OJK untuk mencabut izin usaha atas permintaan sendiri. PT FIT akan menghentikan seluruh kegiatan usaha dan menyelesaikan kewajiban sesuai POJK No. 40 Tahun 2024. BFIN menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- OJK menyetujui rencana pencabutan izin usaha PT FIT berdasarkan permintaan sendiri melalui surat Nomor S-9/D.06/2026 tanggal 13 Agustus 2026.
- PT FIT akan menghentikan seluruh kegiatan usaha, mengumumkan rencana penghentian dan penyelesaian kewajiban di surat kabar harian, menyelesaikan hak dan kewajiban, serta menunjuk akuntan publik untuk audit sesuai POJK No. 40 Tahun 2024 pasal 94 dan 95.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak pada kegiatan operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.

### Corporate actions

- Pencabutan izin usaha anak perusahaan (PT FIT) atas permintaan sendiri

### Listing / regulatory

- Persetujuan OJK untuk pencabutan izin usaha PT FIT
- Kewajiban PT FIT berdasarkan POJK No. 40 Tahun 2024 pasal 94 dan 95

### Analytical scenarios

- **Persetujuan pencabutan izin usaha** [explicit_fact, high]: OJK menyetujui rencana pencabutan izin usaha PT FIT berdasarkan permintaan sendiri, sebagaimana surat OJK Nomor S-9/D.06/2026 tanggal 13 Agustus 2026.
  - Basis: Surat OJK Nomor S-9/D.06/2026 tanggal 13 Agustus 2026; Pernyataan dalam dokumen
- **Kewajiban PT FIT** [explicit_fact, high]: PT FIT akan menghentikan seluruh kegiatan usaha, mengumumkan rencana penghentian dan penyelesaian kewajiban di surat kabar harian, menyelesaikan hak dan kewajiban, serta menunjuk akuntan publik untuk audit, sesuai POJK No. 40 Tahun 2024 pasal 94 dan 95.
  - Basis: Uraian informasi material dalam dokumen
- **Dampak terhadap emiten** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak pada kegiatan operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.
  - Basis: Pernyataan dampak dalam dokumen
  - Caveats: Klaim emiten, belum diverifikasi secara independen
- **Potensi dampak terhadap laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Pencabutan izin usaha PT FIT dapat menyebabkan penghentian operasional anak usaha, yang berpotensi memicu penghentian pengakuan pendapatan atau pengakuan kerugian penurunan nilai aset, namun tidak ada angka atau rincian yang tersedia dalam dokumen ini.
  - Basis: Pencabutan izin usaha PT FIT
  - Assumptions: PT FIT memiliki aset atau liabilitas yang signifikan bagi BFI
  - Caveats: Tidak ada informasi kuantitatif dalam dokumen; Emiten menyatakan tidak ada dampak material
- **Alasan pencabutan izin usaha PT FIT** [analyst_hypothesis, low]: Pencabutan izin usaha atas permintaan sendiri dapat mengindikasikan penghentian operasional bisnis fintech lending oleh BFIN, mungkin karena strategi bisnis atau pertimbangan regulasi, namun alasan spesifik tidak diungkapkan.
  - Basis: Jenis informasi material: 'informasi atau fakta material lainnya'; Pencabutan izin atas permintaan sendiri
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain yang tersedia
  - Caveats: Alasan tidak dijelaskan dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Proses penyelesaian kewajiban PT FIT dapat menghadapi kendala operasional atau hukum, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak.
- Ketidakpastian mengenai nilai aset atau liabilitas PT FIT yang terdampak, karena tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Proses penyelesaian kewajiban PT FIT dapat memakan waktu dan biaya, namun BFIN menyatakan tidak ada dampak material.
- Ketidakpastian mengenai dampak operasional jangka pendek dari penghentian kegiatan PT FIT terhadap BFIN, meskipun klaim tidak ada dampak.

### Items to monitor

- Pencabutan izin usaha anak perusahaan dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap strategi bisnis BFIN, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material.
- Investor mungkin memantau perkembangan penyelesaian kewajiban PT FIT dan potensi dampak terhadap laporan keuangan BFIN di masa depan.

---

## BIKE

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 13

### Overview

Pada periode 18–19 Agustus 2026, BIKE (dengan nama emiten yang tidak konsisten pada pengumuman: PT Bhineka Energi Ketahanan Inovasi Tbk, PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk, PT Bhineka Ketahanan Inovasi Energi Tbk, dan PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk) menerbitkan 12 pengumuman berjudul 'Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (KOREKSI)' dan 1 'Penjelasan atas Permintaan Penjelasan Bursa'. Seluruh pengumuman LBRE adalah koreksi atas laporan bulanan untuk posisi Desember 2025 hingga Juli 2026, tanpa penjelasan rinci mengenai substansi koreksi. Data kepemilikan menunjukkan inkonsistensi signifikan antar pengumuman: identitas pemegang saham pengendali bervariasi (PT Penajam Makmur Jaya/PMJ, PT Bhineka Karya Perseroan, Andrew Mulyadi & Henry Mulyadi), kepemilikan direksi/komisaris bervariasi (0% hingga 25,3%), dan free float bervariasi (17,43%, 19,23%, 28,78%). Pengumuman penjelasan bursa mengungkapkan rencana akuisisi enam entitas anak (RK, PEG, FDP, SMI, MENN, KBI) yang didanai fasilitas pinjaman global Rp1 triliun dari PMJ, pembatalan akuisisi PT Laxo Global Akses (LGA), serta rencana perubahan kegiatan usaha dan penyelesaian MTO. Tidak ada aksi korporasi final yang diumumkan; seluruh rencana masih dalam tahap finalisasi dan memerlukan persetujuan RUPS Independen serta pemenuhan regulasi.

### Material changes

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar: tetap 1.293.916.404 saham pada seluruh pengumuman LBRE.
- Tidak ada perubahan jumlah saham treasuri: 0 saham pada seluruh pengumuman LBRE.
- Free float bervariasi antar pengumuman: 17,43%, 19,23%, dan 28,78% untuk periode yang berbeda, dengan penurunan signifikan pada Juli 2026 (dari 28,78% menjadi 17,43%).
- Identitas pemegang saham pengendali tidak konsisten antar pengumuman: PT Penajam Makmur Jaya (74,90%), PT Bhineka Karya Perseroan (74,9%), Andrew Mulyadi & Henry Mulyadi (masing-masing 25,30%).
- Kepemilikan direksi dan komisaris bervariasi: 0% pada beberapa pengumuman, 5,87% pada pengumuman Juli 2026, dan 25,3% pada pengumuman Februari 2026.
- Rencana akuisisi enam entitas anak (RK, PEG, FDP, SMI, MENN, KBI) dengan target efektif Kuartal I-III 2027.
- Pembatalan rencana akuisisi PT Laxo Global Akses (LGA).
- Penerimaan fasilitas pinjaman global Rp1 triliun dari PMJ untuk mendanai akuisisi dan modal kerja.
- Rencana perubahan kegiatan usaha melalui penambahan KBLI di sektor konstruksi, infrastruktur, energi, dan teknologi IoT.
- Penyelesaian Mandatory Tender Offer (MTO) oleh PMJ sebagai pengendali baru.

### Key financial figures

- **Total saham ditempatkan dan disetor penuh:** 1.293.916.404 saham (Des 2025 - Jul 2026 (konsisten pada semua LBRE))
- **Kepemilikan pengendali (PT Penajam Makmur Jaya):** 969.174.700 saham (74,90%) (Apr, Mei, Jun, Jul 2026)
- **Kepemilikan pengendali (PT Bhineka Karya Perseroan):** 969.174.700 saham (74,9%) (Jul 2026 (pengumuman 20260818215605))
- **Kepemilikan pengendali (Andrew Mulyadi & Henry Mulyadi):** masing-masing 327.375.000 saham (25,30%) (Des 2025, Jan 2026)
- **Kepemilikan direksi dan komisaris:** 75.962.140 saham (5,87%) (Jul 2026)
- **Kepemilikan direksi dan komisaris:** 0 saham (0%) (Apr, Mei, Jun 2026)
- **Kepemilikan direksi dan komisaris:** 327.375.000 saham (25,3%) (Feb 2026)
- **Free float:** 248.779.564 saham (19,23%) (Apr, Mei, Jun 2026)
- **Free float:** 225.489.068 saham (17,43%) (Jul 2026 (pengumuman 20260818113859))
- **Free float:** 372.416.404 saham (28,78%) (Des 2025, Jan, Mar 2026)
- **Jumlah pemegang saham:** 1.546 (Des 2025)
- **Jumlah pemegang saham:** 1.926 (Mar 2026)
- **Jumlah pemegang saham:** 1.966 (Apr 2026)
- **Jumlah pemegang saham:** 1.955 (Jun, Jul 2026)
- **Modal dasar:** 3.880.000.000 saham, nominal Rp25/saham (Apr, Jul 2026)
- **Modal dasar (nilai):** Rp97.000.000.000 (Jan, Feb, Jun 2026)
- **Fasilitas pinjaman global dari PMJ:** Rp1.000.000.000.000 (2026 (pengumuman 20260819104406))
- **Aset KBI 2025:** Rp2.883.204.549.682 (2025)
- **Pendapatan KBI 2025:** Rp909.000.000.000 (2025)
- **Laba bersih KBI 2025:** Rp87.600.000.000 (2025)
- **Aset FDP 2025:** Rp128.138.551.236 (2025)
- **Laba bersih FDP 2025:** Rp27.898.309.293 (2025)
- **Aset MENN 2025:** Rp43.800.000.000 (2025)
- **Laba bersih MENN 2025:** Rp310.000.000 (2025)

### Corporate actions

- Rencana akuisisi enam entitas anak: RK, PEG, FDP, SMI, MENN, KBI (target efektif Kuartal I-III 2027).
- Pembatalan rencana akuisisi PT Laxo Global Akses (LGA).
- Penerimaan fasilitas pinjaman global Rp1 triliun dari PMJ.
- Rencana perubahan kegiatan usaha melalui penambahan KBLI.
- Penyelesaian Mandatory Tender Offer (MTO) oleh PMJ.
- Rencana RUPS Independen untuk persetujuan transaksi afiliasi dan perubahan kegiatan usaha.

### Expansion projects

- Fasilitas pinjaman global Rp1 triliun dari PMJ untuk kebutuhan grup, dialokasikan bertahap: RK Rp200 miliar, PEG Rp50 miliar, FDP Rp425 miliar, SMI Rp50 miliar, MENN Rp25 miliar, KBI Rp250 miliar.
- Proyek material PEG: PLTD Poasia 30 MW senilai Rp320,5 miliar dan PLTD Lambuya 20 MW senilai Rp214,75 miliar.
- Proyek material MENN: penjualan aplikasi MENN HR, software development, Set Top Box, dan GPS tracking.
- Target akuisisi dan integrasi bisnis menjadi superholding pada Kuartal I-III 2027.

### Management / control changes

- Bapak Cahyadi ditetapkan sebagai ultimate beneficial owner (UBO) PMJ tanpa kepemilikan saham langsung, berdasarkan Akta Notaris No. 24 & 25 tanggal 22 Juni 2026.
- KSI dan SSI menjadi pemegang saham BIKE melalui transaksi negosiasi 17 April 2026, berafiliasi dengan PMJ (KSI 20%, SSI 80%).
- PMJ menjadi pengendali baru BIKE dan akan melakukan MTO.
- Tidak ada perubahan susunan direksi dan komisaris yang diumumkan pada periode ini.

### Capital structure

- Jumlah saham beredar tetap 1.293.916.404 saham pada seluruh pengumuman LBRE.
- Tidak ada saham treasuri (0 saham) pada seluruh pengumuman LBRE.
- Free float bervariasi: 17,43% (Jul 2026), 19,23% (Apr-Jun 2026), 28,78% (Des 2025, Jan, Mar 2026).
- Setelah akuisisi, BIKE akan memiliki 98% saham RK, 99% PEG, 98% FDP, 80% SMI, 59.84% MENN, dan 80% KBI.
- Jumlah saham baru yang diterbitkan tidak disebutkan; akuisisi melalui pembelian saham existing di pasar negosiasi.
- Struktur kepemilikan PMJ: SSI 80%, KSI 20%.

### Listing / regulatory

- Koreksi Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk posisi Desember 2025 hingga Juli 2026.
- Penyelesaian Mandatory Tender Offer (MTO) sesuai POJK 9/2018.
- Persetujuan RUPS Independen diperlukan untuk transaksi afiliasi dan perubahan kegiatan usaha.
- Penyusunan FS & FO oleh KJPP sesuai POJK 17/2020 dan POJK 42/2020.
- Tidak ada suspensi atau delisting yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Pembatalan akuisisi LGA** [explicit_fact, high]: Perseroan membatalkan rencana akuisisi LGA karena tidak tercapainya kesepakatan final mengenai porsi hak dan kewajiban.
  - Basis: Pernyataan langsung pada poin 2a pengumuman 20260819104406
- **Fasilitas pinjaman global Rp1 triliun** [explicit_fact, high]: Perseroan menerima fasilitas pinjaman global Rp1 triliun dari PMJ untuk mendanai akuisisi dan modal kerja.
  - Basis: Pernyataan pada poin 2e pengumuman 20260819104406
- **Total alokasi modal kerja tahap awal** [derived_calculation, high]: Total alokasi modal kerja tahap awal untuk enam calon entitas anak adalah Rp200 miliar + Rp50 miliar + Rp425 miliar + Rp50 miliar + Rp25 miliar + Rp250 miliar = Rp1.000 miliar (Rp1 triliun), sesuai dengan total fasilitas pinjaman global.
  - Basis: Angka alokasi per entitas pada poin 2e pengumuman 20260819104406
  - Assumptions: Semua angka dalam Rupiah dan dijumlahkan langsung.
- **Penurunan free float Juli 2026** [derived_calculation, medium]: Free float turun dari 28,78% menjadi 17,43% pada Juli 2026, penurunan sebesar 11,35 poin persentase. Dalam jumlah saham, penurunan dari 372.416.404 menjadi 225.489.068 saham (selisih 146.927.336 saham) atau dari 372.416.404 menjadi 248.779.564 saham (selisih 123.636.840 saham) tergantung pengumuman.
  - Basis: Angka free float pada pengumuman 20260818113859 dan 20260818215605
  - Assumptions: Angka free float yang dilaporkan akurat.
  - Caveats: Penyebab penurunan tidak dijelaskan dalam dokumen.
- **Kepemilikan gabungan pemegang saham >=5%** [derived_calculation, high]: Kepemilikan gabungan PT Penajam Makmur Jaya dan Sendi adalah 969.174.700 + 75.962.140 = 1.045.136.840 saham atau 80,77% dari total saham beredar.
  - Basis: Angka kepemilikan pada pengumuman 20260818112949
  - Assumptions: Tidak ada tumpang tindih kepemilikan antara kedua pihak.
- **Total kepemilikan pengendali dan afiliasi (Jul 2026)** [derived_calculation, high]: Total kepemilikan pengendali dan afiliasi adalah 969.174.700 + 248.779.564 = 1.217.954.264 saham, atau sekitar 94,13% dari total saham beredar.
  - Basis: Angka pada pengumuman 20260818215605
  - Assumptions: Kepemilikan pengendali dan afiliasi tidak tumpang tindih.
- **Penyebab penurunan free float** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan free float dari 28,78% menjadi 17,43% pada Juli 2026 mungkin disebabkan oleh perubahan klasifikasi kepemilikan atau transaksi pembelian saham oleh pihak pengendali, namun tidak ada informasi transaksi dalam dokumen.
  - Basis: Penurunan free float pada pengumuman 20260818215605
  - Assumptions: Tidak ada perubahan jumlah saham beredar.
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan transaksi atau penyebab perubahan.
- **Risiko ketergantungan pendanaan** [analyst_hypothesis, medium]: Seluruh rencana akuisisi bergantung pada fasilitas pinjaman Rp1 triliun dari PMJ. Jika fasilitas tidak direalisasikan, rencana akuisisi dapat tertunda atau gagal.
  - Basis: Pernyataan sumber pendanaan pada poin 2e pengumuman 20260819104406
  - Assumptions: Fasilitas pinjaman belum tentu cair seluruhnya.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai jadwal pencairan atau syarat fasilitas.
- **Potensi benturan kepentingan** [analyst_hypothesis, medium]: Akuisisi entitas anak yang merupakan sister company PMJ dan pendanaan dari PMJ dapat menimbulkan benturan kepentingan, sehingga memerlukan persetujuan pemegang saham independen.
  - Basis: Rencana RUPS Independen untuk transaksi afiliasi pada pengumuman 20260819104406
  - Assumptions: Transaksi dianggap afiliasi karena PMJ adalah pengendali.
  - Caveats: Belum ada detail transaksi atau nilai wajar.
- **Alasan koreksi LBRE** [analyst_hypothesis, low]: Pengumuman LBRE berstatus koreksi tanpa penjelasan rinci mengenai substansi koreksi. Kemungkinan koreksi terkait perbaikan data atau klasifikasi kepemilikan, namun tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Judul pengumuman memuat kata 'KOREKSI' pada semua pengumuman LBRE
  - Assumptions: Koreksi bersifat administratif atau perbaikan data.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan koreksi.

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi identitas emiten antar pengumuman (PT Bhineka Energi Ketahanan Inovasi Tbk, PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk, PT Bhineka Ketahanan Inovasi Energi Tbk, PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk) menimbulkan ketidakpastian mengenai entitas yang dilaporkan.
- Inkonsistensi identitas pemegang saham pengendali antar pengumuman (PT Penajam Makmur Jaya, PT Bhineka Karya Perseroan, Andrew Mulyadi & Henry Mulyadi) memerlukan klarifikasi.
- Inkonsistensi angka pada lampiran BAE (misalnya 969.174.700 vs 969.774.700; 1.293.916.404 vs 1.293.976.404) yang perlu diverifikasi.
- Penurunan free float yang signifikan (dari 28,78% menjadi 17,43%) dapat memengaruhi likuiditas saham dan kepatuhan terhadap aturan pencatatan, meskipun penyebabnya tidak dijelaskan.
- Rencana akuisisi masih dalam tahap finalisasi dan memerlukan persetujuan RUPS Independen serta pemenuhan regulasi OJK.
- Ketergantungan pada fasilitas pinjaman dari PMJ.
- Status hukum UBO Bapak Cahyadi tanpa kepemilikan saham masih perlu diverifikasi oleh Konsultan Hukum.
- Koreksi LBRE belum selesai, masih dikoordinasikan dengan BAE.

### Items to monitor

- Klarifikasi identitas emiten dan pemegang saham pengendali dari pengumuman resmi.
- Substansi koreksi LBRE dan penyebab penurunan free float.
- Perkembangan rencana akuisisi enam entitas anak (RK, PEG, FDP, SMI, MENN, KBI).
- Jadwal pencairan fasilitas pinjaman Rp1 triliun dari PMJ.
- Persetujuan RUPS Independen untuk transaksi afiliasi dan perubahan kegiatan usaha.
- Penyelesaian Mandatory Tender Offer (MTO) oleh PMJ.
- Penyusunan FS & FO oleh KJPP sesuai POJK 17/2020 dan POJK 42/2020.
- Pengumuman proyeksi penjualan bersih 2026-2035 melalui IDXNet Form E074.

---

## BIPP

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 5

### Overview

Pada 19 Agustus 2026, PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) mengumumkan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 25 September 2026. Rencana ini mencakup penerbitan maksimal 502.866.937 saham Seri B baru (nilai nominal Rp100 per saham), setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan dilusi maksimal 9,09% bagi pemegang saham eksisting. Dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk pengembangan usaha dan modal kerja. Harga pelaksanaan belum ditetapkan, minimal 90% dari rata-rata harga penutupan 25 hari bursa terakhir. Calon investor belum ditentukan. RUPSLB juga akan membahas perubahan Anggaran Dasar terkait peningkatan modal dan penyesuaian kegiatan usaha sesuai KBLI 2025. Terdapat inkonsistensi antara dokumen utama (harga pelaksanaan IDR 0) dan lampiran (harga akan ditetapkan kemudian, minimal 90% dari rata-rata harga 25 hari bursa).

### Material changes

- Rencana PMTHMETD: penerbitan maksimal 502.866.937 saham Seri B baru (nilai nominal Rp100 per saham), setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
- Dilusi maksimal bagi pemegang saham eksisting diperkirakan 9,09%.
- Dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk pengembangan usaha dan penambahan modal kerja.
- Perubahan Anggaran Dasar terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor.
- Penyesuaian Anggaran Dasar Pasal 3 tentang Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha sesuai KBLI 2025.
- Harga pelaksanaan belum ditetapkan, minimal 90% dari rata-rata harga penutupan 25 hari bursa terakhir sesuai Peraturan I-A BEI.
- Calon investor PMTHMETD belum ditentukan.
- Pelaksanaan PMTHMETD dapat dilakukan sekaligus atau bertahap dalam jangka waktu 2 tahun sejak persetujuan RUPSLB.

### Key financial figures

- **Total Aset:** 1.833.025.125.328 (30 Juni 2026 (proforma sebelum PMTHMETD))
- **Total Aset:** 1.883.311.819.028 (30 Juni 2026 (proforma setelah PMTHMETD))
- **Total Liabilitas:** 878.667.599.650 (30 Juni 2026 (proforma sebelum dan setelah PMTHMETD))
- **Total Ekuitas:** 954.357.525.678 (30 Juni 2026 (proforma sebelum PMTHMETD))
- **Total Ekuitas:** 1.004.644.219.378 (30 Juni 2026 (proforma setelah PMTHMETD))
- **Pendapatan:** 80.389.330.589 (30 Juni 2026 (proforma))
- **Laba Usaha:** 436.040.927 (30 Juni 2026 (proforma))
- **Rugi sebelum Pajak:** (33.775.733.888) (30 Juni 2026 (proforma))
- **Rugi Bersih Tahun Berjalan:** (37.172.271.498) (30 Juni 2026 (proforma))
- **Rugi per Saham:** (7,39) (30 Juni 2026 (proforma sebelum PMTHMETD))
- **Rugi per Saham:** (6,72) (30 Juni 2026 (proforma setelah PMTHMETD))
- **Rasio Liabilitas terhadap Aset:** 0,48x (30 Juni 2026 (proforma sebelum PMTHMETD))
- **Rasio Liabilitas terhadap Aset:** 0,47x (30 Juni 2026 (proforma setelah PMTHMETD))
- **Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas:** 0,92x (30 Juni 2026 (proforma sebelum PMTHMETD))
- **Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas:** 0,87x (30 Juni 2026 (proforma setelah PMTHMETD))
- **Rugi sebelum Pajak / Pendapatan:** (42,02%) (30 Juni 2026 (proforma))
- **Rugi Bersih / Pendapatan:** (46,24%) (30 Juni 2026 (proforma))
- **Rugi Bersih / Total Aset:** (2,03%) (30 Juni 2026 (proforma sebelum PMTHMETD))
- **Rugi Bersih / Total Aset:** (1,97%) (30 Juni 2026 (proforma setelah PMTHMETD))
- **Rugi Bersih / Total Ekuitas:** (3,90%) (30 Juni 2026 (proforma sebelum PMTHMETD))
- **Rugi Bersih / Total Ekuitas:** (3,70%) (30 Juni 2026 (proforma setelah PMTHMETD))

### Corporate actions

- Rencana PMTHMETD: penerbitan maksimal 502.866.937 saham Seri B baru dengan nilai nominal Rp100 per saham, setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
- Perubahan Anggaran Dasar terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor.
- Penyesuaian Anggaran Dasar Pasal 3 tentang Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha sesuai KBLI 2025.
- RUPSLB untuk persetujuan PMTHMETD dijadwalkan pada 25 September 2026.

### Expansion projects

- Pengembangan usaha dan penambahan modal kerja sebagai tujuan penggunaan dana PMTHMETD. Rincian penggunaan dana belum ditetapkan, akan disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan dan rencana pengembangan usaha.

### Capital structure

- Modal dasar: 1.800.000.000 saham Seri A (nominal Rp500) dan 11.000.000.000 saham Seri B (nominal Rp100).
- Modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum PMTHMETD: 5.028.669.376 saham (1.638.218.259 Seri A + 3.390.451.117 Seri B).
- Setelah PMTHMETD (ilustrasi): 5.531.536.313 saham (1.638.218.259 Seri A + 3.893.318.054 Seri B).
- Safire Capital Pte. Ltd memiliki 3.098.530.195 saham Seri B (61,62% sebelum, 56,02% setelah).
- PT Victoria Investama Tbk memiliki 573.267.000 saham Seri A (11,40% sebelum, 10,36% setelah).
- Masyarakat memiliki 1.356.872.181 saham (26,98% sebelum, 24,53% setelah).
- Investor PMTHMETD akan memperoleh 502.866.937 saham Seri B (9,09% setelah).
- Jumlah saham dalam portepel sebelum: 7.771.330.624; setelah: 7.268.463.687.
- Tidak ada saham treasuri.

### Listing / regulatory

- PMTHMETD mengacu pada POJK No. 14/POJK.04/2019.
- Harga pelaksanaan minimal 90% dari rata-rata harga penutupan 25 hari bursa terakhir sesuai Peraturan I-A BEI.
- Persetujuan RUPSLB diperlukan untuk pelaksanaan PMTHMETD.
- Rapat mengacu pada POJK 15/2020 dan POJK 14/2025 tentang penyelenggaraan RUPS secara elektronik.

### Analytical scenarios

- **Rencana PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Perseroan berencana menerbitkan maksimal 502.866.937 saham Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham, setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
  - Basis: Jumlah saham baru: 502.866.937; Nilai nominal: Rp100 per saham; Persentase: 10,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh
- **Dilusi maksimal** [explicit_fact, high]: Dilusi maksimal bagi pemegang saham diperkirakan 9,09%.
  - Basis: Pernyataan pada lampiran 1: 'dilusi kepemilikannya sebanyak-banyaknya 9,09%'
- **Penggunaan dana** [explicit_fact, high]: Dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk pengembangan usaha dan penambahan modal kerja.
  - Basis: Pernyataan pada lampiran 1
- **Harga pelaksanaan** [explicit_fact, high]: Harga pelaksanaan belum ditetapkan, minimal 90% dari rata-rata harga penutupan 25 hari bursa terakhir sesuai Peraturan I-A BEI.
  - Basis: Pernyataan pada lampiran 1
  - Caveats: Dokumen utama menyebut harga pelaksanaan IDR 0, inkonsisten dengan lampiran.
- **Jumlah saham beredar setelah PMTHMETD** [derived_calculation, high]: Jumlah saham beredar setelah PMTHMETD dihitung dengan menambahkan saham baru ke saham lama: 5.028.669.376 + 502.866.937 = 5.531.536.313 saham.
  - Basis: Jumlah saham sebelum: 5.028.669.376; Jumlah saham baru: 502.866.937
  - Assumptions: Penerbitan saham baru dilakukan maksimal.
- **Persentase kepemilikan investor baru** [derived_calculation, high]: Persentase kepemilikan investor PMTHMETD dihitung sebagai 502.866.937 / 5.531.536.313 = 9,09%, sesuai dengan tabel.
  - Basis: Jumlah saham investor baru: 502.866.937; Total saham setelah: 5.531.536.313
  - Assumptions: Penerbitan saham baru maksimal.
- **Dana yang dihimpun dari PMTHMETD** [derived_calculation, high]: Jika seluruh saham diterbitkan pada harga nominal, dana yang dihimpun adalah 502.866.937 x Rp100 = Rp50.286.693.700.
  - Basis: Jumlah saham: 502.866.937; Nilai nominal: Rp100
  - Assumptions: Harga pelaksanaan sama dengan nilai nominal (hanya asumsi dalam dokumen).
  - Caveats: Harga pelaksanaan aktual dapat berbeda, minimal 90% dari rata-rata harga 25 hari bursa.
- **Rasio saham baru terhadap saham lama** [derived_calculation, high]: Rasio saham baru terhadap saham lama adalah sekitar 10% (502.866.937 / 5.028.669.376 = 0,09999).
  - Basis: Jumlah saham baru: 502.866.937; Jumlah saham sebelum: 5.028.669.376
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tertera pada dokumen.
- **Proyeksi peningkatan aset** [derived_calculation, high]: Peningkatan aset dari PMTHMETD dihitung sebagai 50.286.693.700 / 1.833.025.125.328 = 2,74%.
  - Basis: 50.286.693.700; 1.833.025.125.328
  - Assumptions: Harga pelaksanaan Rp100 per saham
  - Caveats: Harga aktual dapat berbeda
- **Proyeksi peningkatan ekuitas** [derived_calculation, high]: Peningkatan ekuitas dari PMTHMETD dihitung sebagai 50.286.693.700 / 954.357.525.678 = 5,27%.
  - Basis: 50.286.693.700; 954.357.525.678
  - Assumptions: Harga pelaksanaan Rp100 per saham
  - Caveats: Harga aktual dapat berbeda
- **Tujuan penerbitan saham tanpa setoran** [analyst_hypothesis, low]: Harga pelaksanaan IDR 0 dan jumlah penambahan modal 0 pada dokumen utama mengindikasikan bahwa saham baru mungkin diterbitkan sebagai konversi utang atau kompensasi non-kas, namun tujuan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Harga Pelaksanaan IDR 0 per saham; Jumlah Penambahan Modal 0
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan mengenai skema atau tujuan aksi.
  - Caveats: Hipotesis ini belum dikonfirmasi oleh emiten; dokumen tidak menyebutkan tujuan atau mekanisme penerbitan.
- **Dampak terhadap harga saham** [analyst_hypothesis, low]: PMTHMETD dapat menyebabkan tekanan jual karena dilusi, namun penggunaan dana untuk pengembangan usaha dapat mendukung prospek jangka panjang.
  - Basis: Dilusi 9,09%; Tujuan penggunaan dana untuk pengembangan usaha
  - Assumptions: Reaksi pasar tidak dapat diprediksi.
  - Caveats: Ini spekulasi, bukan fakta.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen pemberitahuan awal, namun pengumuman PMTHMETD menyebutkan agenda mencakup persetujuan PMTHMETD, perubahan anggaran dasar, dan penyesuaian kegiatan usaha.
- Harga pelaksanaan PMTHMETD belum ditetapkan, hanya asumsi Rp100 per saham.
- Calon investor belum ditentukan.
- Rincian penggunaan dana belum diungkapkan secara spesifik.
- Pelaksanaan PMTHMETD dapat bertahap dalam 2 tahun, sehingga dampak aktual dapat berbeda dari proforma.
- Persetujuan RUPSLB belum diperoleh.
- Inkonsistensi antara dokumen utama (harga pelaksanaan IDR 0) dan lampiran 1 (harga pelaksanaan akan ditetapkan kemudian, minimal 90% dari rata-rata harga 25 hari bursa).
- Lokasi penyelenggaraan RUPSLB disebutkan 'bila sudah dapat diumumkan dan sesuai iklan', menunjukkan kemungkinan perubahan lokasi.
- Nama Presiden Direktur tidak tercantum secara eksplisit pada bagian tanda tangan di lampiran 1.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPSLB pada 3 September 2026 untuk mengetahui agenda rapat secara lengkap.
- Hasil RUPSLB pada 25 September 2026, termasuk persetujuan PMTHMETD.
- Penetapan harga pelaksanaan PMTHMETD (minimal 90% dari rata-rata harga 25 hari bursa).
- Identitas calon investor PMTHMETD.
- Rincian penggunaan dana hasil PMTHMETD.
- Jadwal pelaksanaan PMTHMETD (sekaligus atau bertahap dalam 2 tahun).
- Perubahan Anggaran Dasar terkait peningkatan modal dan penyesuaian kegiatan usaha sesuai KBLI 2025.
- Penyampaian pengumuman hasil ringkasan RUPSLB pada 28 September 2026.

---

## BLTZ

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) mengumumkan penutupan permanen bioskop CGV Studio Pekanbaru yang berlokasi di Kota Pekanbaru, sebagai tindak lanjut atas surat pemberitahuan penutupan operasional dari PT Citraciti Pacific selaku pengelola Plaza Citra Pekanbaru. Penutupan didasarkan pada pertimbangan internal pengelola mal terkait aspek bisnis dan operasional. Emiten menyatakan dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha adalah '-' (tidak ada). Tidak ada angka keuangan atau rincian lain yang diungkapkan.

### Material changes

- Penutupan permanen bioskop CGV Studio Pekanbaru yang berlokasi di Kota Pekanbaru.
- Penutupan dilakukan berdasarkan surat pemberitahuan penutupan operasional Nomor 2866/MKT/CP-PL/VII/2026 tanggal 21 Juli 2026 yang ditandatangani oleh Perseroan dengan PT Citraciti Pacific.
- Penutupan merupakan tindak lanjut atas keputusan PT Citraciti Pacific selaku pengelola Plaza Citra Pekanbaru, berdasarkan pertimbangan internal terkait aspek bisnis dan operasional pengelolaan Plaza Citra Pekanbaru.
- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan '-' (tidak ada).

### Corporate actions

- Penutupan permanen gerai bioskop (bukan aksi korporasi klasik seperti merger/akuisisi, tetapi merupakan penghentian operasional aset).

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan informasi atau fakta material kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia berdasarkan POJK No. 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Penutupan permanen bioskop** [explicit_fact, high]: Emiten memutuskan penutupan permanen bioskop CGV Studio Pekanbaru berdasarkan surat pemberitahuan dari PT Citraciti Pacific.
  - Basis: Surat Nomor 2866/MKT/CP-PL/VII/2026 tanggal 21 Juli 2026; Keputusan PT Citraciti Pacific selaku pengelola Plaza Citra Pekanbaru
- **Dampak dinyatakan tidak ada** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha adalah '-' (tidak ada).
  - Basis: Kolom 'Dampak kejadian...' diisi dengan tanda '-'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim emiten; tidak ada data kuantitatif yang mendukung.
- **Potensi dampak finansial** [analyst_hypothesis, low]: Penutupan permanen bioskop dapat menimbulkan biaya pemutusan kontrak, pemulihan aset, atau penurunan pendapatan, namun tidak ada angka yang diungkapkan.
  - Basis: Penutupan permanen gerai operasional
  - Assumptions: Penutupan gerai biasanya memerlukan penyelesaian kontrak sewa dan kewajiban terkait.
  - Caveats: Emiten menyatakan dampak tidak ada, tetapi ini tidak diverifikasi dengan data keuangan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai dampak finansial penutupan.
- Tidak ada rincian biaya atau potensi penghematan dari penutupan.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah karyawan yang terdampak atau rencana relokasi.

---

## BMAS

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS, d/h PT Bank Maspion Indonesia Tbk) menerbitkan koreksi atas keterbukaan informasi sebelumnya terkait rencana Penambahan Modal dengan HMETD (rights issue). Koreksi ini mengubah penomoran aksi dari PMHMETD IV menjadi PMHMETD VI, namun mempertahankan jumlah maksimal saham baru yang akan diterbitkan sebanyak 2.875.000.000 saham (15,88% dari modal ditempatkan dan disetor penuh) dengan nilai nominal Rp100 per saham. Seluruh dana bersih hasil PMHMETD VI akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka peningkatan penyaluran kredit. Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPS/RUPSLB pada 27 Agustus 2026. Pelaksanaan HMETD tidak akan lebih dari 12 bulan sejak persetujuan RUPSLB. Harga pelaksanaan dan jumlah final saham akan diungkapkan dalam prospektus.

### Material changes

- BMAS mengumumkan koreksi atas keterbukaan informasi sebelumnya terkait Rencana Penambahan Modal dengan HMETD (rights issue).
- Koreksi ini merupakan perubahan atas surat nomor 037/BMAS-CS/VIII/2026 tanggal 07 Agustus 2026.
- Rencana penerbitan maksimal 2.875.000.000 saham baru (15,88% dari modal ditempatkan dan disetor penuh) dengan nilai nominal Rp100 per saham.
- Seluruh dana bersih hasil PMHMETD VI setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka peningkatan penyaluran kredit.
- RUPS/RUPSLB akan diselenggarakan pada 27 Agustus 2026 untuk meminta persetujuan atas rencana PMHMETD VI.
- Pelaksanaan HMETD tidak akan lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB.
- Saham baru akan dicatatkan di BEI dan memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak atas dividen.
- Harga pelaksanaan dan jumlah final saham baru akan diungkapkan dalam prospektus.
- Perseroan telah berubah nama dari PT Bank Maspion Indonesia Tbk menjadi PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk.

### Key financial figures

- **Jumlah saham baru maksimal:** 2.875.000.000
- **Persentase dari modal ditempatkan dan disetor penuh:** 15,88%
- **Dilusi maksimum bagi pemegang saham yang tidak menggunakan HMETD:** 13,71%
- **Nilai nominal per saham:** Rp100

### Corporate actions

- rights_issue

### Capital structure

- Penerbitan maksimal 2.875.000.000 saham baru (15,88% dari modal ditempatkan dan disetor penuh).
- Dilusi maksimum 13,71% bagi pemegang saham yang tidak menggunakan HMETD.
- Nilai nominal saham baru Rp100 per saham.
- Saham baru akan memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak atas dividen.

### Listing / regulatory

- Saham baru akan dicatatkan di BEI sesuai Peraturan BEI No. I-A dan Keputusan Direksi Bursa No. Kep-00101/BEI/12-2021.
- PMHMETD harus melalui prosedur: persetujuan RUPSLB, penyampaian pernyataan pendaftaran ke OJK, dan pernyataan pendaftaran efektif dari OJK.

### Analytical scenarios

- **Rencana rights issue** [explicit_fact, high]: BMAS mengumumkan rencana penambahan modal dengan HMETD (PMHMETD VI) dengan jumlah maksimal saham baru 2.875.000.000 saham. Ini adalah koreksi atas pengumuman sebelumnya.
  - Basis: Jumlah maksimal rencana pengeluaran saham 2.875.000.000 Saham; Perihal: Rencana Penambahan Modal dengan HMETD (KOREKSI)
- **Penggunaan dana** [explicit_fact, high]: Seluruh dana bersih hasil PMHMETD VI setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka peningkatan penyaluran kredit.
  - Basis: Rencana penggunaan dana: Seluruh dana bersih yang diperoleh dari PMHMETD VI, setelah dikurangi biaya-biaya PMHMETD VI, akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka peningkatan penyaluran kredit Perseroan
- **Jadwal RUPS** [explicit_fact, high]: RUPS dijadwalkan pada 27 Agustus 2026, dengan pengumuman pada 21 Juli 2026.
  - Basis: Tanggal Pengumuman RUPS 21 Juli 2026; Tanggal RUPS 27 Agustus 2026
- **Estimasi modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham baru maksimal 2.875.000.000 yang mewakili 15,88% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, maka estimasi modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini adalah sekitar 18.104.534.005 saham (2.875.000.000 / 0,1588).
  - Basis: Jumlah saham baru maksimal 2.875.000.000 = 15,88% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
  - Assumptions: Persentase 15,88% dihitung terhadap modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum PMHMETD IV.
  - Caveats: Angka ini adalah estimasi berdasarkan persentase yang diberikan; angka pasti dapat berbeda jika persentase dihitung dengan basis yang berbeda.
- **Potensi dilusi** [analyst_hypothesis, low]: Penerbitan 2.875.000.000 saham baru berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, namun rasio pasti dan dampak dilusi tidak dapat dihitung tanpa data jumlah saham beredar saat ini.
  - Basis: Jumlah maksimal saham baru: 2.875.000.000
  - Assumptions: Jumlah saham beredar saat ini tidak tersedia dalam dokumen
  - Caveats: Dampak dilusi hanya dapat dihitung jika data jumlah saham beredar diketahui
- **Tujuan strategis PMHMETD VI** [analyst_hypothesis, medium]: PMHMETD VI kemungkinan bertujuan untuk memperkuat permodalan dalam rangka ekspansi kredit, sejalan dengan pernyataan penggunaan dana untuk modal kerja peningkatan penyaluran kredit.
  - Basis: Dana hasil PMHMETD VI akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka peningkatan penyaluran kredit.
  - Assumptions: Peningkatan penyaluran kredit membutuhkan tambahan modal untuk memenuhi ketentuan kecukupan modal.
  - Caveats: Tujuan strategis tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen; hanya penggunaan dana yang disebutkan.

### Risks / uncertainties

- Rencana rights issue masih menunggu persetujuan RUPS pada 27 Agustus 2026.
- Jumlah saham baru yang diterbitkan adalah maksimal, sehingga jumlah final dapat berbeda.
- Biaya-biaya PMHMETD VI tidak diungkapkan, sehingga dana bersih yang diterima tidak dapat dihitung.
- Harga pelaksanaan dan jumlah final saham baru belum ditentukan dan akan diungkapkan dalam prospektus.
- Struktur permodalan sebelum dan sesudah PMHMETD VI belum diungkapkan.
- Pelaksanaan PMHMETD memerlukan pernyataan pendaftaran efektif dari OJK.
- Dilusi maksimum 13,71% bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya.

### Items to monitor

- Rencana rights issue dapat mempengaruhi harga saham dan struktur kepemilikan.
- Penggunaan dana untuk ekspansi kredit dapat berdampak pada kinerja keuangan di masa depan.

---

## BMSR

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 18–19 Agustus 2026, BMSR menyampaikan dua pengumuman koreksi atas penyampaian Laporan Tahunan 2025. Koreksi pertama (18 Agustus) bersifat administratif tanpa perubahan substansial, sedangkan koreksi kedua (19 Agustus) memperbaiki surat sebelumnya dan melampirkan Laporan Tahunan lengkap. Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan pada periode ini; seluruh informasi material berasal dari Laporan Tahunan 2025 yang dilampirkan. Kinerja keuangan 2025 menunjukkan pendapatan naik 20,20% menjadi Rp3,62 triliun dan laba bersih naik 379,4% menjadi Rp46,90 miliar. Terdapat beberapa peristiwa penting yang diungkapkan: pembatalan pembelian gudang (uang muka Rp120 miliar dikembalikan), penjualan tanah dengan laba Rp7,5 miliar, perpanjangan IUPOPK batubara, dan rencana penerbitan obligasi/sukuk hingga Rp1 triliun yang disetujui pada 16 Maret 2026. Struktur kepemilikan tetap didominasi Chance Stand Finance Limited (59,11%).

### Material changes

- Koreksi administratif atas penyampaian Laporan Tahunan 2025 (dua kali koreksi).
- Tidak ada perubahan substansial pada Laporan Tahunan antara koreksi pertama dan kedua.
- Kinerja keuangan 2025: pendapatan Rp3,62 triliun (naik 20,20%), laba bersih Rp46,90 miliar (naik 379,4%).
- Pembatalan transaksi pembelian gudang; uang muka Rp120 miliar dikembalikan pada 23 April 2025.
- Penjualan tanah dengan laba Rp7,5 miliar; penerimaan Rp22,5 miliar.
- Perpanjangan IUPOPK batubara diperoleh kembali (kuartal III 2024).
- Rencana penerbitan obligasi dan/atau sukuk maksimum Rp1 triliun disetujui 16 Maret 2026.
- Waiver covenants diterima dari beberapa kreditur, namun waiver Bank Mandiri belum diterima.
- Perpanjangan perjanjian distributor dengan PT Sulfindo Adiusaha hingga 2035.
- Volume penjualan batubara naik signifikan dari 8.251 MT menjadi 188.132 MT.
- Belanja modal 2025 turun drastis menjadi Rp1,5 miliar dari Rp33,76 miliar pada 2024.

### Key financial figures

- **Pendapatan usaha:** 3.621.551.039.319 (2025-12-31)
- **Pendapatan usaha:** 3.013.056.320.674 (2024-12-31)
- **Laba bersih tahun berjalan:** 46.898.461.401 (2025-12-31)
- **Laba bersih tahun berjalan:** 9.782.987.359 (2024-12-31)
- **Total aset:** 1.814.266.357.774 (2025-12-31)
- **Total liabilitas:** 852.017.755.175 (2025-12-31)
- **Total ekuitas:** 962.248.602.599 (2025-12-31)
- **Laba per saham dasar:** 40,26 (2025-12-31)
- **Laba per saham dasar:** 8,42 (2024-12-31)

### Corporate actions

- Pembatalan transaksi pembelian gudang; uang muka Rp120.000.000.000 dikembalikan pada 23 April 2025.
- Penjualan tanah (akta 13 Mei 2022) dengan laba Rp7.500.000.000; penerimaan Rp22.500.000.000.
- Perpanjangan IUPOPK batubara diperoleh kembali (kuartal III 2024).
- Rencana penerbitan obligasi dan/atau sukuk maksimum Rp1.000.000.000.000 (obligasi Rp500 miliar dan/atau sukuk Rp500 miliar) disetujui 16 Maret 2026.

### Expansion projects

- Tidak ada ekspansi atau capex signifikan yang dilaporkan pada 2025. Belanja modal 2025 Rp1.501.000.000 (2024: Rp33.759.000.000).

### Management / control changes

- Direksi baru diangkat RUPSLB 1 November 2024: Hermawan (Dirut), Tony Santosa, Francis Cia.
- Komisaris: Welly Thomas (Komut), Hong Fang, Tjendrawati (Independen) - periode 2024-2028.
- Kepala Unit Audit Internal baru diangkat 28 November 2025 (SK No. 252).

### Capital structure

- Modal dasar 1.344.000.000 saham @Rp500; ditempatkan/disetor 1.159.200.024 saham.
- Kepemilikan Chance Stand Finance Limited 59,11%, publik 40,89%.
- Tambahan modal disetor negatif Rp11.389.551.711.
- Saldo laba ditentukan penggunaannya Rp3.100.000.000 (2025).
- Kepentingan non-pengendali Rp2.848.715.196 (2025).

### Listing / regulatory

- Saham tercatat di BEI sejak 29 Desember 1999.
- Tidak ada suspensi atau delisting pada 2025.
- Perpanjangan IUPOPK batubara.
- Penilaian GCG sesuai POJK 21/2015 dan PUGKI 2021.

### Analytical scenarios

- **Kinerja keuangan 2025** [explicit_fact, high]: Pendapatan usaha 2025 sebesar Rp3.621.551.039.319, naik 20,20% dari Rp3.013.056.320.674 pada 2024. Laba bersih tahun berjalan 2025 sebesar Rp46.898.461.401, naik 379,4% dari Rp9.782.987.359 pada 2024.
  - Basis: Laporan Tahunan 2025, ikhtisar keuangan; Pengumuman koreksi kedua
- **Pembatalan pembelian gudang** [explicit_fact, high]: Transaksi pembelian gudang dibatalkan; uang muka Rp120.000.000.000 dikembalikan pada 23 April 2025.
  - Basis: Laporan Tahunan 2025, catatan atas laporan keuangan
- **Rencana penerbitan obligasi/sukuk** [explicit_fact, high]: Rencana penerbitan obligasi dan/atau sukuk maksimum Rp1.000.000.000.000 (obligasi Rp500 miliar dan/atau sukuk Rp500 miliar) disetujui pada 16 Maret 2026.
  - Basis: Laporan Tahunan 2025, catatan 38
- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan laba bersih dihitung (46.898.461.401 - 9.782.987.359) / 9.782.987.359 = 379,4%.
  - Basis: Laba bersih 2025: 46.898.461.401; Laba bersih 2024: 9.782.987.359
  - Assumptions: Perhitungan aritmetika sederhana
- **Pertumbuhan volume batubara** [derived_calculation, high]: Volume penjualan batubara naik dari 8.251 MT menjadi 188.132 MT, atau sekitar 2.180%.
  - Basis: Volume penjualan batubara 2025: 188.132 MT; Volume penjualan batubara 2024: 8.251 MT
  - Assumptions: Perhitungan (188.132-8.251)/8.251*100%
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas/ekuitas 2025 sekitar 0,89x (852.017.755.175 / 962.248.602.599).
  - Basis: Total liabilitas 2025: 852.017.755.175; Total ekuitas 2025: 962.248.602.599
  - Assumptions: Perhitungan sederhana
- **Pendorong laba** [analyst_hypothesis, medium]: Kenaikan laba kemungkinan didorong peningkatan volume batubara dan pendapatan lain-lain (Rp35,5 miliar) serta laba investasi (Rp14,8 miliar), namun kontribusi pasti belum dapat dipisahkan.
  - Basis: Volume batubara naik signifikan; Pendapatan lain-lain bersih Rp35,5 miliar; Laba atas investasi Rp14,8 miliar
  - Assumptions: Komponen non-operasional berkontribusi signifikan
  - Caveats: Belum ada analisis margin per segmen
- **Tujuan penerbitan obligasi/sukuk** [analyst_hypothesis, low]: Rencana penerbitan obligasi/sukuk hingga Rp1 triliun kemungkinan untuk refinancing utang atau mendanai ekspansi, namun tujuan spesifik belum diungkapkan.
  - Basis: Catatan 38 laporan keuangan
  - Assumptions: Kebutuhan pendanaan perusahaan
  - Caveats: Belum ada rincian penggunaan dana

### Risks / uncertainties

- Waiver dari PT Bank Mandiri belum diterima sampai tanggal laporan auditor independen.
- Ketergantungan pada satu pemasok (PT Sulfindo Adiusaha 95,04% dari beban pokok penjualan).
- Konsentrasi pelanggan PT Indo Bharat Rayon 10,25% dari pendapatan.
- Pembatasan dividen dan aktivitas korporasi dalam perjanjian kredit.
- Risiko makroekonomi, industri, dan harga komoditas dinilai tinggi.
- Penurunan persediaan drastis (97,4%) tanpa penjelasan manajemen.
- Terdapat inkonsistensi angka laba bersih antara pesan direksi (Rp46,89 miliar) dan ikhtisar (Rp47 miliar), meskipun kemungkinan hanya pembulatan.
- Klaim penurunan konsumsi listrik 11,77% tidak sesuai dengan perhitungan dari angka yang diberikan (12,47%).
- Ketidakkonsistenan data total penggunaan kertas dan toner untuk tahun 2024 dan 2023 dapat menimbulkan keraguan atas akurasi pelaporan.
- Perseroan belum melakukan asesmen untuk memetakan proses bisnis yang rawan korupsi.
- Tidak ada pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi pemangku kepentingan internal pada 2025.
- BMSR belum menggunakan energi baru terbarukan.

### Items to monitor

- Status waiver Bank Mandiri - apakah akan diterima dan dampaknya terhadap covenants.
- Perkembangan rencana penerbitan obligasi/sukuk hingga Rp1 triliun, termasuk penggunaan dana dan jadwal.
- Volume penjualan batubara dan kontribusinya terhadap pendapatan di periode berikutnya.
- Perpanjangan IUPOPK batubara dan dampaknya terhadap operasional.
- Perubahan jumlah entitas anak (dari 4 menjadi 3) dan alasan di baliknya.
- Penurunan persediaan drastis (97,4%) dan penjelasan manajemen.
- Kepatuhan terhadap kewajiban keterbukaan informasi dan kualitas pelaporan.

---

## BYAN

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 18–19 Agustus 2026, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menerbitkan dua tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengumuman pertama (18 Agustus) merespons rumor media tentang akuisisi sekitar 62,2% saham BYAN oleh Haji Isam atau pihak terafiliasi (Jhonlin Grup); emiten menyatakan tidak mengetahui rencana tersebut dan tidak ada transaksi yang dapat dikonfirmasi. Pengumuman kedua (19 Agustus) menanggapi permintaan BEI terkait volatilitas transaksi efek; emiten menyatakan tidak ada informasi material, tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan, dan pemegang saham utama tidak melakukan transaksi. Kedua pengumuman bersifat klarifikasi/regulatory, bukan aksi korporasi baru. Pentingnya secara korporasi: emiten membantah rumor yang berpotensi memengaruhi persepsi pengendalian dan harga saham, namun pernyataan pemegang saham pengendali/utama yang terbuka terhadap peluang investasi menimbulkan ketidakpastian pasar.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material yang dikonfirmasi; emiten membantah adanya rencana akuisisi dan menyatakan tidak ada transaksi yang dapat dikonfirmasi.
- Pemegang saham pengendali/utama menyatakan dapat mempertimbangkan peluang investasi, yang berpotensi menjadi sinyal aksi korporasi di masa depan (belum dikonfirmasi).

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi aktual yang diumumkan; emiten menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan) pada pengumuman 19 Agustus.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan; emiten membantah adanya rencana pengambilalihan yang dapat mengubah pengendalian.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI No. S-10803/BEI.PP1/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026 terkait pemberitaan media massa.
- Permintaan penjelasan BEI No. S-10815/BEI.PP1/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek.

### Analytical scenarios

- **Klaim emiten tentang tidak adanya rencana akuisisi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi saham Perseroan, termasuk akuisisi sekitar 62,2% saham oleh Haji Isam atau pihak terafiliasi.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen: 'Saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut.'; Pernyataan dalam dokumen: 'Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam.'
- **Pernyataan pemegang saham pengendali/utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham pengendali (pengumuman 18 Agustus) dan pemegang saham utama (pengumuman 19 Agustus) menyatakan bahwa sebagai investor, mereka dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen 18 Agustus: 'pemegang saham pengendali Perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan.'; Pernyataan dalam dokumen 19 Agustus: 'pemegang saham utama tidak melakukan transaksi apapun terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan, namun sebagai investor dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka.'
  - Caveats: Pernyataan ini berdasarkan informasi dari pemegang saham, bukan verifikasi independen.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang) yang dapat mempengaruhi harga efek.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada dokumen 19 Agustus
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu (penjualan, pembelian, penjaminan saham) di bursa.
  - Basis: Jawaban poin 3 pada dokumen 19 Agustus
- **Porsi saham yang dirumorkan (62,2%)** [derived_calculation, low]: Rumor media menyebutkan akuisisi sekitar 62,2% saham BYAN. Angka ini hanya berasal dari pemberitaan media, bukan dari emiten. Tidak ada perhitungan turunan yang dapat dilakukan karena tidak ada data jumlah saham beredar atau struktur kepemilikan dalam pengumuman.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen 18 Agustus: 'Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam.'
  - Assumptions: Angka 62,2% adalah klaim media, bukan fakta yang dikonfirmasi emiten.
  - Caveats: Tidak ada data jumlah saham atau struktur kepemilikan untuk verifikasi.
- **Potensi aksi korporasi di masa depan** [analyst_hypothesis, low]: Pernyataan pemegang saham pengendali/utama yang terbuka terhadap peluang investasi dapat mengindikasikan potensi aksi korporasi di masa depan, namun tidak ada kepastian atau rencana konkret yang diungkapkan.
  - Basis: Pernyataan pemegang saham pengendali/utama tentang mempertimbangkan peluang untuk memaksimalkan investasi.
  - Assumptions: Pernyataan tersebut ditafsirkan sebagai sinyal kemungkinan adanya aksi korporasi, tetapi tidak ada detail atau komitmen.
  - Caveats: Ini hanya spekulasi analis; tidak ada bukti rencana akuisisi atau aksi korporasi spesifik.
- **Dampak rumor terhadap harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Rumor akuisisi dan volatilitas transaksi yang diamati BEI dapat mempengaruhi harga saham, namun Perseroan tidak memberikan informasi mengenai dampak tersebut dan tidak ada data harga yang tersedia dalam dokumen.
  - Basis: Permintaan penjelasan Bursa terkait pemberitaan/informasi yang beredar di media mengenai rumor akuisisi.; Permintaan BEI terkait volatilitas transaksi efek.
  - Assumptions: Rumor di media dapat memicu volatilitas harga saham.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume perdagangan dalam dokumen.; Perseroan tidak mengomentari pergerakan harga saham.

### Risks / uncertainties

- Rumor akuisisi/pengambilalihan saham BYAN oleh Haji Isam atau pihak terafiliasi belum terkonfirmasi; emiten menyatakan tidak mengetahui rencana tersebut.
- Pernyataan pemegang saham pengendali/utama yang terbuka terhadap peluang investasi dapat menimbulkan ketidakpastian pasar.
- Potensi dampak terhadap pengendalian Perseroan tidak dapat dijelaskan karena tidak ada transaksi yang dikonfirmasi.
- Potensi dampak material terhadap operasional dan kinerja keuangan tidak dapat dinilai karena tidak ada transaksi yang dikonfirmasi.
- Volatilitas transaksi yang diamati BEI tidak dijelaskan penyebabnya oleh emiten.

### Items to monitor

- Perkembangan rumor akuisisi dan kemungkinan pengumuman resmi dari pihak terkait (Haji Isam/Jhonlin Grup).
- Pergerakan harga dan volume perdagangan saham BYAN untuk menilai dampak rumor.
- Pernyataan atau tindak lanjut dari pemegang saham pengendali/utama terkait peluang investasi.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 31/POJK.04/2015 dan Peraturan BEI Nomor I-E terkait keterbukaan informasi.
- Kemungkinan pengumuman aksi korporasi setelah periode 3 bulan yang disebutkan.

---

## CBDK

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 19 Agustus 2026, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) merilis dua pengumuman terkait program pembelian kembali saham (buyback). Pengumuman pertama (ID 20260819181739) melaporkan pelaksanaan buyback periode 20 Mei–19 Agustus 2026, di mana perseroan membeli 17.096.700 saham dengan harga rata-rata Rp3.601, total nilai Rp61,57 miliar, dan sisa biaya Rp188,43 miliar (27,76% dari rencana). Pengumuman kedua (ID 20260819195616) mengumumkan rencana buyback baru dengan biaya maksimum Rp250 miliar untuk periode 20 Agustus–19 November 2026, menggunakan kas internal, dan menyertakan proforma keuangan yang menunjukkan penurunan aset dan ekuitas sebesar Rp250 miliar serta peningkatan laba per saham. Kedua pengumuman menunjukkan kelanjutan program buyback yang signifikan, dengan total pembelian kumulatif dua periode mencapai 28.777.100 saham dan nilai Rp124,75 miliar. Pentingnya secara korporasi: buyback ini merupakan respons terhadap penurunan harga saham hingga 57% YTD, dan dapat mempengaruhi struktur modal, likuiditas, dan persepsi pasar.

### Material changes

- Pelaksanaan buyback periode 20 Mei–19 Agustus 2026: 17.096.700 saham dibeli, total nilai Rp61.569.478.344.
- Rencana buyback baru periode 20 Agustus–19 November 2026 dengan biaya maksimum Rp250 miliar.
- Penurunan harga saham CBDK hingga 57% YTD per 19 Agustus 2026, sementara IHSG turun 26%.
- Proforma keuangan per 30 Juni 2026: total aset dan ekuitas menurun Rp250 miliar setelah buyback; laba per saham dasar naik dari Rp297,34 menjadi Rp300,95.

### Key financial figures

- **Total saham dibeli (periode 20 Mei-19 Agu 2026):** 17.096.700 saham (20 Mei 2026 - 19 Agustus 2026)
- **Harga rata-rata pembelian (periode 20 Mei-19 Agu 2026):** Rp3.601 per saham (20 Mei 2026 - 19 Agustus 2026)
- **Total nilai pembelian (periode 20 Mei-19 Agu 2026):** Rp61.569.478.344 (20 Mei 2026 - 19 Agustus 2026)
- **Sisa biaya pembelian kembali (periode 20 Mei-19 Agu 2026):** Rp188.430.521.656 (20 Mei 2026 - 19 Agustus 2026)
- **Persentase pembelian terhadap rencana (periode 20 Mei-19 Agu 2026):** 27,76% (20 Mei 2026 - 19 Agustus 2026)
- **Total saham dibeli (periode 3 Feb-2 Mei 2026):** 11.680.400 saham (3 Februari 2026 - 2 Mei 2026)
- **Harga rata-rata pembelian (periode 3 Feb-2 Mei 2026):** Rp5.409 per saham (3 Februari 2026 - 2 Mei 2026)
- **Total nilai pembelian (periode 3 Feb-2 Mei 2026):** Rp63.180.321.085 (3 Februari 2026 - 2 Mei 2026)
- **Sisa biaya pembelian kembali (periode 3 Feb-2 Mei 2026):** Rp186.842.089.068 (3 Februari 2026 - 2 Mei 2026)
- **Persentase pembelian terhadap rencana (periode 3 Feb-2 Mei 2026):** 27,22% (3 Februari 2026 - 2 Mei 2026)
- **Biaya buyback maksimum (rencana baru):** Rp250.000.000.000 (Rencana 2026)
- **Total aset sebelum buyback (proforma):** Rp22.220.999.185 ribu (30 Juni 2026)
- **Total aset setelah buyback (proforma):** Rp21.970.999.185 ribu (30 Juni 2026 (proforma))
- **Total ekuitas sebelum buyback (proforma):** Rp13.470.142.227 ribu (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas setelah buyback (proforma):** Rp13.220.142.227 ribu (30 Juni 2026 (proforma))
- **Laba komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk:** Rp1.682.799.653 ribu (30 Juni 2026)
- **Laba per saham dasar sebelum buyback:** Rp297,34 (30 Juni 2026)
- **Laba per saham dasar setelah buyback:** Rp300,95 (30 Juni 2026 (proforma))
- **LTM-ROE sebelum buyback:** 18,8% (30 Juni 2026)
- **LTM-ROE setelah buyback:** 19,1% (30 Juni 2026 (proforma))

### Corporate actions

- Pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan, periode 20 Mei–19 Agustus 2026 (pelaksanaan).
- Rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan biaya maksimum Rp250 miliar, periode 20 Agustus–19 November 2026.

### Capital structure

- Jumlah saham dibeli pada periode 20 Mei–19 Agustus 2026: 17.096.700 saham.
- Jumlah saham dibeli pada periode 3 Februari–2 Mei 2026: 11.680.400 saham.
- Rencana buyback baru dengan biaya maksimum Rp250 miliar.
- Proforma laba per saham dasar meningkat dari Rp297,34 menjadi Rp300,95 setelah buyback.
- Proforma total ekuitas menurun dari Rp13.470.142.227 ribu menjadi Rp13.220.142.227 ribu setelah buyback.
- Saham tresuri dapat dijual di masa depan untuk kebutuhan modal (klaim emiten).

### Listing / regulatory

- Pelaporan hasil buyback kepada OJK dan BEI sesuai POJK No. 29 Tahun 2023 Pasal 13 Ayat (4).
- Buyback dilakukan sesuai POJK No. 29/2023, POJK No. 13/2023, dan Surat OJK No. S-102/D.04/2025 (untuk periode sebelumnya) serta Surat OJK No. S-10/D.04/2026 (untuk rencana baru).
- Pembatasan transaksi saham bagi komisaris, direktur, pegawai, pemegang saham utama, dan pihak terkait selama periode buyback.
- Harga penawaran buyback harus lebih rendah atau sama dengan harga transaksi sebelumnya (sesuai POJK 29/2023).

### Analytical scenarios

- **Pelaksanaan buyback periode 20 Mei–19 Agustus 2026** [explicit_fact, high]: Perseroan membeli 17.096.700 saham dengan harga rata-rata Rp3.601 per saham, total nilai Rp61.569.478.344, sisa biaya Rp188.430.521.656 (27,76% dari rencana).
  - Basis: Tabel ringkasan halaman 5 lampiran: '17.096.700', '3.601', '61.569.478.344', '188.430.521.656', '27,76%'
  - Caveats: Terdapat inkonsistensi kecil: halaman 4 mencatat 17.096.300 saham, halaman 5 mencatat 17.096.700 saham (selisih 400 saham).
- **Rencana buyback baru** [explicit_fact, high]: Perseroan mengumumkan rencana buyback dengan biaya maksimum Rp250 miliar, periode 20 Agustus–19 November 2026, melalui BEI dengan PT Ciptadana Sekuritas Asia, sumber dana kas internal.
  - Basis: Biaya buyback maksimum Rp250.000.000.000; Periode buyback 20 Agustus 2026 - 19 November 2026; Pernyataan sumber dana dari kas internal
- **Penurunan harga saham dan IHSG** [explicit_fact, high]: Harga saham CBDK turun hingga 57% YTD per 19 Agustus 2026, sementara IHSG turun hingga 26% pada periode yang sama.
  - Basis: Penurunan harga saham perseroan hingga 57%; Penurunan IHSG hingga 26%
- **Proforma keuangan** [explicit_fact, high]: Proforma per 30 Juni 2026 menunjukkan total aset dan ekuitas menurun masing-masing Rp250 miliar setelah buyback, laba per saham dasar naik dari Rp297,34 menjadi Rp300,95, LTM-ROE naik dari 18,8% menjadi 19,1%.
  - Basis: Total aset sebelum Rp22.220.999.185 ribu, setelah Rp21.970.999.185 ribu; Total ekuitas sebelum Rp13.470.142.227 ribu, setelah Rp13.220.142.227 ribu; Laba per saham sebelum Rp297,34, setelah Rp300,95; LTM-ROE sebelum 18,8%, setelah 19,1%
  - Caveats: Proforma bersifat ilustratif dan berdasarkan asumsi tertentu.
- **Sumber dana buyback** [explicit_fact, high]: Sumber dana buyback berasal dari optimalisasi kas internal perseroan, bukan dari hasil IPO dan bukan dari pinjaman/utang.
  - Basis: Pernyataan pada bagian XI: 'Sumber dana yang akan digunakan untuk pembelian kembali saham berasal dari optimalisasi kas internal Perseroan'; Pernyataan bahwa dana bukan dari hasil IPO dan bukan dari pinjaman
- **Total saham dibeli kedua periode** [derived_calculation, high]: Total saham yang dibeli pada kedua periode buyback (3 Feb–2 Mei 2026 dan 20 Mei–19 Agu 2026) adalah 28.777.100 saham.
  - Basis: 11.680.400 (periode 1) + 17.096.700 (periode 2)
  - Assumptions: Menjumlahkan dua angka yang tersedia
- **Total nilai pembelian kedua periode** [derived_calculation, high]: Total nilai pembelian (net amount) untuk kedua periode buyback adalah Rp124.749.799.429.
  - Basis: Rp63.180.321.085 + Rp61.569.478.344
  - Assumptions: Menjumlahkan dua angka yang tersedia
- **Total sisa biaya kedua periode** [derived_calculation, high]: Total sisa biaya pembelian kembali untuk kedua periode adalah Rp375.272.610.724.
  - Basis: Rp186.842.089.068 + Rp188.430.521.656
  - Assumptions: Menjumlahkan dua angka yang tersedia
- **Dampak buyback terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Penurunan total ekuitas sebesar Rp250 miliar (dari Rp13.470.142.227 ribu menjadi Rp13.220.142.227 ribu) sesuai dengan biaya buyback maksimum yang direncanakan.
  - Basis: Total ekuitas sebelum buyback: Rp13.470.142.227 ribu; Total ekuitas setelah buyback: Rp13.220.142.227 ribu; Selisih: Rp13.470.142.227 ribu - Rp13.220.142.227 ribu = Rp250.000.000 ribu
  - Assumptions: Biaya buyback dibebankan seluruhnya ke ekuitas
- **Dampak buyback terhadap aset** [derived_calculation, high]: Penurunan total aset sebesar Rp250 miliar (dari Rp22.220.999.185 ribu menjadi Rp21.970.999.185 ribu) juga sesuai dengan biaya buyback maksimum.
  - Basis: Total aset sebelum buyback: Rp22.220.999.185 ribu; Total aset setelah buyback: Rp21.970.999.185 ribu; Selisih: Rp22.220.999.185 ribu - Rp21.970.999.185 ribu = Rp250.000.000 ribu
  - Assumptions: Biaya buyback dibayar tunai dari aset
- **Peningkatan laba per saham** [derived_calculation, high]: Laba per saham dasar meningkat sebesar Rp3,61 (dari Rp297,34 menjadi Rp300,95) setelah buyback, yang konsisten dengan pengurangan jumlah saham beredar.
  - Basis: Laba per saham sebelum buyback: Rp297,34; Laba per saham setelah buyback: Rp300,95; Selisih: Rp300,95 - Rp297,34 = Rp3,61
  - Assumptions: Laba komprehensif tidak berubah setelah buyback
- **Potensi kelanjutan buyback** [analyst_hypothesis, low]: Karena sisa biaya buyback masih besar (Rp188,43 miliar) dan persentase pembelian baru 27,76% dari rencana, ada kemungkinan perseroan akan melanjutkan pembelian kembali saham di periode berikutnya, namun hal ini belum dikonfirmasi.
  - Basis: Sisa biaya Rp188.430.521.656 dan persentase 27,76%
  - Assumptions: Manajemen akan menggunakan sisa anggaran yang tersedia
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai kelanjutan buyback dalam dokumen
- **Jumlah saham yang akan dibeli kembali** [analyst_hypothesis, low]: Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak disebutkan secara eksplisit. Dengan biaya maksimum Rp250 miliar, jumlah saham yang dibeli akan bergantung pada harga pasar saat eksekusi. Jika diasumsikan harga pasar sekitar Rp1.000 per saham, maka sekitar 250 juta saham dapat dibeli, namun ini hanya ilustrasi.
  - Basis: Biaya buyback maksimum Rp250 miliar
  - Assumptions: Harga pasar saham sekitar Rp1.000 per saham (ilustratif, bukan angka dari dokumen)
  - Caveats: Harga pasar aktual tidak diketahui dari dokumen; Jumlah saham beredar tidak diungkapkan
- **Motivasi buyback** [analyst_hypothesis, medium]: Buyback dilakukan untuk merespons penurunan harga saham yang signifikan (hingga 57% YTD) dan kondisi pasar yang berfluktuasi, dengan tujuan mengurangi tekanan jual dan memberikan sinyal positif kepada investor.
  - Basis: Penurunan harga saham hingga 57% YTD; Pernyataan perseroan tentang tujuan buyback
  - Caveats: Motivasi aktual manajemen tidak dapat dipastikan dari dokumen

### Risks / uncertainties

- Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak diungkapkan secara eksplisit, hanya biaya maksimum.
- Tanggal Surat OJK No. S-10/D.04/2026 tidak konsisten antara teks Indonesia (13 Maret 2026) dan teks Inggris (13 Mei 2026); perlu klarifikasi.
- Harga pembelian kembali saham akan ditentukan oleh manajemen dengan mempertimbangkan peraturan yang berlaku, sehingga jumlah saham yang dibeli tidak pasti.
- Pelaksanaan buyback dapat mempengaruhi likuiditas saham di pasar.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah saham beredar atau dampak terhadap free float.
- Terdapat inkonsistensi kecil pada jumlah saham yang dibeli (17.096.300 vs 17.096.700) antara halaman 4 dan halaman 5 lampiran.
- Tidak ada informasi mengenai sumber dana buyback untuk periode sebelumnya (apakah dari kas internal atau lainnya).
- Tidak ada informasi mengenai rencana penggunaan saham treasury (apakah akan dihapusbukukan atau dijual kembali).
- Tidak ada informasi mengenai dampak buyback terhadap laba per saham atau posisi kas secara rinci.

### Items to monitor

- Jumlah saham yang benar-benar dibeli pada periode 20 Agustus–19 November 2026 dan harga rata-rata pembelian.
- Penggunaan sisa biaya buyback dari periode sebelumnya (Rp188,43 miliar) dan apakah akan digabung dengan rencana baru.
- Klarifikasi tanggal Surat OJK No. S-10/D.04/2026 (13 Maret vs 13 Mei 2026).
- Perubahan jumlah saham beredar dan free float setelah buyback.
- Rencana penggunaan saham treasury (dihapusbukukan atau dijual kembali).
- Dampak buyback terhadap posisi kas dan likuiditas perseroan.
- Kepatuhan terhadap pembatasan transaksi saham oleh pihak-pihak terkait selama periode buyback.

---

## CRAB

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 18–19 Agustus 2026, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat prosedural terkait penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pengumuman pertama (19 Agustus 2026 pukul 10:09 WIB) memberitahukan rencana RUPS yang akan dilaksanakan pada 25 September 2026, dengan tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) 2 September 2026 dan pemanggilan pada 3 September 2026. Pengumuman kedua (19 Agustus 2026 pukul 13:27 WIB) merupakan penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPS yang diiklankan pada 19 Agustus 2026 di tiga media (website eASY.KSEI, BEI, dan emiten). Tidak ada agenda RUPS, aksi korporasi spesifik, angka keuangan, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan dalam kedua dokumen. Pentingnya secara korporasi: RUPSLB yang diadakan bersamaan dengan RUPST sering digunakan untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, perubahan pengurus, atau aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, namun agenda belum diumumkan sehingga dampak korporasi belum dapat dipastikan.

### Corporate actions

- RUPST dan RUPSLB dijadwalkan pada 25 September 2026 pukul 14.00 WIB di Grand City Hall Medan, Lt.2, Ruang Rosewood, Jl. Balai Kota No.1, Medan. Agenda rapat tidak diumumkan dalam dokumen.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir: 2 September 2026 pukul 16.15 WIB.
- Pemanggilan RUPST dan RUPSLB dijadwalkan pada 3 September 2026 melalui situs web Perseroan, BEI, dan KSEI.
- Usulan pemegang saham untuk agenda rapat harus diterima Direksi paling lambat 27 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPST dan RUPSLB kepada regulator pada 19 Agustus 2026, menunjukkan kepatuhan terhadap kewajiban pengumuman RUPS.
- Lokasi RUPS disebutkan 'bila sudah dapat diumumkan dan sesuai iklan', mengindikasikan lokasi dapat berubah atau memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPS** [explicit_fact, high]: RUPST dan RUPSLB akan diselenggarakan pada Jumat, 25 September 2026, pukul 14.00 WIB sampai selesai, di Grand City Hall Medan, Lt.2, Ruang Rosewood, Jl. Balai Kota No.1, Medan. Tanggal DPS yang berhak hadir adalah 2 September 2026 pukul 16.15 WIB. Pemanggilan rapat dijadwalkan pada 3 September 2026. Usulan pemegang saham harus diterima Direksi paling lambat 27 Agustus 2026.
  - Basis: 20260819100901-020/TSI/CORSEC/VIII/2026_id-id
- **Bukti iklan RUPS** [explicit_fact, high]: PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) menyampaikan bukti iklan pemberitahuan RUPST dan RUPSLB yang diiklankan pada 19 Agustus 2026 melalui tiga media: website eASY.KSEI, website Bursa Efek Indonesia, dan website Emiten. Dokumen dikirim oleh Gindra Tardy selaku Direktur Utama pada 19 Agustus 2026 pukul 13:27.
  - Basis: 20260819132736-021/TSI/CORSEC/VIII/2026_id-id
- **Jarak waktu antara pengumuman dan pelaksanaan RUPS** [derived_calculation, high]: Jarak waktu antara pengumuman rencana RUPS (19 Agustus 2026) dan pelaksanaan RUPS (25 September 2026) adalah 37 hari kalender. Jarak antara tanggal DPS (2 September 2026) dan pelaksanaan RUPS (25 September 2026) adalah 23 hari kalender. Jarak antara pemanggilan (3 September 2026) dan pelaksanaan RUPS (25 September 2026) adalah 22 hari kalender.
  - Basis: 20260819100901-020/TSI/CORSEC/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan tanggal kalender, bukan hari bursa.
  - Caveats: Perhitungan hanya berdasarkan tanggal yang tersedia; tidak ada informasi tambahan mengenai hari bursa.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Karena ini adalah RUPS Tahunan dan Luar Biasa, kemungkinan agenda mencakup laporan tahunan, pengesahan laporan keuangan, dan agenda luar biasa lainnya. RUPSLB sering digunakan untuk perubahan anggaran dasar, perubahan pengurus, atau aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, namun tidak ada agenda spesifik yang diumumkan dalam dokumen.
  - Basis: 20260819100901-020/TSI/CORSEC/VIII/2026_id-id; 20260819132736-021/TSI/CORSEC/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: RUPS Tahunan umumnya membahas laporan tahunan dan laporan keuangan; RUPS Luar Biasa dapat membahas agenda tertentu yang belum diumumkan.
  - Caveats: Agenda RUPS tidak tercantum dalam dokumen; informasi ini hanya bersifat spekulatif.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPST dan RUPSLB tidak diumumkan dalam dokumen, sehingga belum ada informasi mengenai aksi korporasi atau keputusan yang akan dibahas.
- Lokasi RUPS disebutkan 'bila sudah dapat diumumkan dan sesuai iklan', yang mengindikasikan lokasi dapat berubah atau memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, perubahan pengurus, perubahan struktur modal, atau status pencatatan.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPST dan RUPSLB pada 3 September 2026 yang akan memuat agenda rapat.
- Pengumuman agenda RUPS dan materi rapat yang mungkin dirilis sebelum pelaksanaan RUPS.
- Hasil RUPST dan RUPSLB pada 25 September 2026, termasuk keputusan yang diambil.
- Potensi perubahan anggaran dasar, perubahan pengurus, atau aksi korporasi lain yang mungkin dibahas dalam RUPSLB.

---

## DOOH

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia No. S-10437/BEI.PP3/08-2026 tanggal 10 Agustus 2026. Tanggapan ini merupakan kelanjutan dari pengambilalihan 51% saham DOOH oleh PT Sinergi Internasional Investama (SII) pada 30 Juli 2026. SII akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib sesuai POJK No. 9/POJK.04/2018, direncanakan melalui crossing di Pasar Negosiasi BEI dengan PT Yakin Bertumbuh Sekuritas sebagai calon perusahaan efek, dan jadwal indikatif akhir Agustus–akhir September 2026. Harga tender belum final menunggu konfirmasi OJK. Tidak ada rencana delisting atau go private. SII adalah holding company tanpa revenue stream, dimiliki Tinawati (99,90%). Belum ada keputusan restrukturisasi, perubahan bidang usaha, atau kebijakan dividen.

### Material changes

- Pengambilalihan 51,00% saham Perseroan oleh PT Sinergi Internasional Investama (SII) pada tanggal 30 Juli 2026.
- SII berkewajiban melaksanakan Penawaran Tender Wajib sesuai POJK No. 9/POJK.04/2018 atas saham Pemegang Saham Publik, dengan pengecualian sesuai Pasal 7 ayat (1) huruf b.
- SII telah menyampaikan dokumen terkait Penawaran Tender Wajib kepada OJK.
- Mekanisme Penawaran Tender Wajib direncanakan melalui Crossing di Pasar Negosiasi BEI, penyelesaian dan pembayaran melalui KSEI, dan PT Yakin Bertumbuh Sekuritas sebagai calon Perusahaan Efek (indikatif).
- Indikasi jadwal Penawaran Tender Wajib dimulai akhir Agustus 2026 sampai akhir September 2026 (indikatif).
- Perkiraan harga Penawaran Tender Wajib belum dapat disampaikan karena belum ada konfirmasi kesesuaian perhitungan dari OJK.
- Pengendali Baru menegaskan tidak ada rencana delisting atau perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi tertutup.
- SII adalah perusahaan induk (holding company) yang belum memiliki revenue stream.
- Penerima manfaat akhir SII adalah Ibu Tinawati (99,90% saham SII).
- Tujuan pengendalian SII adalah investasi jangka panjang dan menentukan arah strategis Perseroan.
- Tidak ada rencana pemegang saham utama untuk mengalihkan atau mengubah kepemilikan sahamnya selain pelaksanaan kewajiban Penawaran Tender Wajib.
- Perseroan masih dalam tahap diskusi terkait restrukturisasi, perubahan bidang usaha, kebijakan dividen, dan aksi korporasi 12 bulan ke depan.

### Key financial figures

- **Persentase saham yang diambil alih SII:** 51,00% (30 Juli 2026)
- **Modal dasar SII:** 2.000 saham (per 13 Agustus 2026)
- **Modal dasar SII (nominal):** Rp2.000.000.000 (per 13 Agustus 2026)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh SII:** 1.000 saham (per 13 Agustus 2026)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh SII (nominal):** Rp1.000.000.000 (per 13 Agustus 2026)
- **Saham dalam portepel SII:** 1.000 saham (per 13 Agustus 2026)
- **Saham dalam portepel SII (nominal):** Rp1.000.000.000 (per 13 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Tinawati di SII:** 99,90% (per 13 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Sugiyanti di SII:** 0,10% (per 13 Agustus 2026)
- **Nilai nominal per saham SII:** Rp1.000.000 (per 13 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Pengambilalihan saham oleh SII (51%)
- Penawaran Tender Wajib (wajib, direncanakan)
- Potensi restrukturisasi Grup (masih diskusi)
- Potensi perubahan bidang usaha (masih diskusi)
- Potensi perubahan kebijakan dividen (masih diskusi)
- Tidak ada rencana delisting atau go private

### Management / control changes

- Pengendali baru: PT Sinergi Internasional Investama (SII) dengan kepemilikan 51% saham
- Penerima manfaat akhir: Tinawati (99,90% saham SII)
- Tujuan pengendalian: investasi jangka panjang dan menentukan arah strategis

### Capital structure

- SII memiliki 51,00% saham Perseroan
- Struktur permodalan SII: modal dasar 2.000 saham, modal ditempatkan 1.000 saham
- Kepemilikan SII: Tinawati 99,90%, Sugiyanti 0,10%
- Tidak ada rencana pengalihan saham oleh pemegang saham utama selain tender wajib

### Listing / regulatory

- Kewajiban Penawaran Tender Wajib sesuai POJK No. 9/POJK.04/2018
- Mekanisme crossing sesuai POJK No. 22/POJK.04/2019
- Dokumen tender telah disampaikan ke OJK
- Belum ada konfirmasi OJK atas perhitungan harga tender

### Analytical scenarios

- **Pengambilalihan saham** [explicit_fact, high]: SII mengambil alih 51,00% saham Perseroan pada 30 Juli 2026, sehingga menjadi pengendali baru.
  - Basis: Dokumen halaman 1-2: 'pengambilalihan 51,00% saham Perseroan oleh SII pada tanggal 30 Juli 2026'
- **Kewajiban tender wajib** [explicit_fact, high]: SII wajib melakukan Penawaran Tender Wajib sesuai POJK No. 9/2018 atas saham publik, dengan pengecualian tertentu.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'SII berkewajiban melaksanakan Penawaran Tender Wajib sesuai POJK No. 9/POJK.04/2018'
- **Tidak ada delisting** [explicit_fact, high]: Pengendali Baru menegaskan tidak ada rencana delisting atau perubahan status menjadi perusahaan tertutup.
  - Basis: Dokumen halaman 3: 'Pengendali Baru menegaskan bahwa tidak terdapat rencana untuk melakukan penghapusan pencatatan (delisting)'
- **SII belum memiliki revenue stream** [explicit_fact, high]: SII adalah holding company dan belum memiliki pendapatan.
  - Basis: Dokumen halaman 4: 'Pengendali Baru merupakan perusahaan induk (holding company) dan sampai saat ini belum terdapat revenue stream'
- **Kepemilikan efektif Tinawati di SII** [derived_calculation, high]: Tinawati memiliki 99,90% saham SII, sehingga secara efektif mengendalikan SII dan secara tidak langsung Perseroan.
  - Basis: Dokumen halaman 4: 'Tinawati 999 saham (99,90%)'
  - Assumptions: Kepemilikan saham SII proporsional dengan persentase yang tercantum.
- **Potensi restrukturisasi** [analyst_hypothesis, low]: Diskusi restrukturisasi yang masih berlangsung dapat mengarah pada aksi korporasi material di masa depan, namun belum ada kepastian.
  - Basis: Dokumen halaman 1: 'Perseroan masih dalam tahap diskusi terkait kemungkinan restrukturisasi Grup Usaha'
  - Assumptions: Diskusi dapat menghasilkan keputusan restrukturisasi.
  - Caveats: Belum ada keputusan atau rencana konkret yang diumumkan.

### Risks / uncertainties

- Harga Penawaran Tender Wajib belum final karena menunggu konfirmasi OJK.
- Jadwal Penawaran Tender Wajib masih indikatif dan dapat berubah.
- Mekanisme tender (crossing, KSEI, perusahaan efek) masih bersifat indikatif.
- Restrukturisasi dan perubahan strategi bisnis masih dalam tahap diskusi.
- Tidak ada informasi mengenai dampak keuangan dari pengambilalihan.

### Items to monitor

- Pengambilalihan 51% saham oleh SII dan rencana Penawaran Tender Wajib dapat mempengaruhi struktur kepemilikan dan likuiditas saham DOOH.
- Harga tender yang belum final dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pemegang saham publik.
- Tidak ada rencana delisting, sehingga saham tetap tercatat di BEI.
- Diskusi restrukturisasi dan perubahan bidang usaha dapat berdampak pada prospek bisnis jangka panjang.

---

## EDGE

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indointernet Tbk (EDGE) mengumumkan perpanjangan periode Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga oleh Digital Edge (Hong Kong) Ltd (DEHK) untuk membeli saham EDGE dengan harga Rp11.500 per saham. Periode perpanjangan berlangsung 24 Agustus 2026 hingga 22 September 2026, dengan pembayaran pada 2 Oktober 2026. Pengumuman ini merupakan kelanjutan dari keterbukaan informasi sebelumnya pada 25 Juni 2026. Emiten tidak menyatakan dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- Perpanjangan periode Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga oleh Digital Edge (Hong Kong) Ltd (DEHK) untuk membeli saham PT Indointernet Tbk (EDGE).
- Harga penawaran tender sukarela sebesar Rp11.500 per lembar saham.
- Periode perpanjangan dimulai 24 Agustus 2026 pukul 08:30 WIB hingga 22 September 2026 pukul 16:00 WIB.
- Pembayaran kepada pemegang saham yang menjual sahamnya akan dilakukan pada 2 Oktober 2026.
- Pengumuman ini merujuk pada keterbukaan informasi sebelumnya pada 25 Juni 2026.
- Iklan keterbukaan informasi dimuat di Harian Link Bisnis halaman 3 dan Harian Terbit halaman 7.
- Laporan informasi material disampaikan oleh PT Indointernet Tbk dengan nomor surat 045/Indonet-Corsec/Srt/VIII/2026.
- Laporan ditandatangani oleh Corporate Secretary Jennifer Tiurland.
- Penerima kuasa Digital Edge (Hong Kong) Ltd adalah Naila Gadiza Andriana, berdasarkan surat kuasa tanggal 17 April 2026.
- Tembusan disampaikan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

### Key financial figures

- **harga_penawaran_tender_sukarela:** Rp11.500 (2026-08-19)

### Corporate actions

- Penawaran tender sukarela (voluntary tender offer) oleh DEHK untuk membeli saham EDGE dengan harga Rp11.500 per saham.

### Capital structure

- Penawaran tender sukarela untuk membeli saham EDGE dari pemegang saham dengan harga Rp11.500 per saham.

### Listing / regulatory

- Pengumuman perpanjangan periode penawaran tender sukarela periode ketiga atas saham PT Indointernet Tbk.

### Analytical scenarios

- **Perpanjangan tender sukarela** [explicit_fact, high]: DEHK mengumumkan perpanjangan periode Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga untuk membeli saham EDGE dengan harga Rp11.500 per saham, periode 24 Agustus 2026 hingga 22 September 2026.
  - Basis: Harga penawaran sebesar Rp11.500 per lembar saham.; Periode perpanjangan dimulai 24 Agustus 2026 sampai 22 September 2026.
- **Pembayaran tender sukarela** [explicit_fact, high]: Pembayaran kepada pemegang saham yang menjual sahamnya dalam perpanjangan periode akan dilakukan pada 2 Oktober 2026.
  - Basis: Pembayaran akan dilakukan pada tanggal 02 Oktober 2026.
- **Dampak tidak dinyatakan** [explicit_fact, high]: Emiten tidak menyatakan dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha (kolom dampak diisi tanda '-' ).
  - Basis: Dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik: '-'
- **Implikasi perpanjangan tender** [analyst_hypothesis, low]: Perpanjangan periode tender sukarela dapat mengindikasikan bahwa proses tender sukarela masih berlangsung dan mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai target kepemilikan atau penyelesaian transaksi, namun detail seperti jumlah saham yang ditargetkan dan hasil tender tidak tersedia dalam dokumen.
  - Basis: Perihal: 'perpanjangan periode penawaran tender sukarela periode ketiga atas saham PT Indointernet Tbk'
  - Assumptions: Perpanjangan periode tender sukarela biasanya dilakukan karena proses tender belum selesai atau untuk memberi waktu lebih bagi pemegang saham.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai alasan perpanjangan, jumlah saham yang ditender, atau target kepemilikan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif atau detail mengenai tender sukarela (jumlah saham yang ditargetkan, hasil tender, atau dampak terhadap struktur kepemilikan).
- Dampak terhadap kondisi keuangan atau kelangsungan usaha tidak dinyatakan oleh emiten.
- Tidak ada informasi tentang dampak tender terhadap free float atau status pencatatan EDGE.

### Items to monitor

- Perpanjangan periode tender sukarela dapat mempengaruhi struktur kepemilikan saham EDGE jika pemegang saham menerima tawaran DEHK.
- Harga penawaran Rp11.500 per saham dapat menjadi referensi bagi pemegang saham dalam mengevaluasi tawaran tender.

---

## HATM

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mengumumkan perubahan dan/atau tambahan informasi terkait rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 21 Agustus 2026. Rencana ini meliputi penerbitan maksimal 868.000.000 saham baru (10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh) dengan nilai nominal Rp50 per saham, yang seluruhnya akan diambil oleh PT Multi Sarana Nasional (MSN), pihak terafiliasi. Dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk belanja modal (armada kapal) atau pembayaran pinjaman bank. Dokumen juga memuat proyeksi dampak keuangan, struktur modal sebelum dan sesudah, susunan pengurus, struktur grup, dan jadwal RUPSLB.

### Material changes

- Rencana PMTHMETD: Perseroan berencana menerbitkan maksimal 868.000.000 saham baru, setara 10% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh (8.680.000.000 saham).
- Nilai nominal saham baru: Rp50 per saham.
- Harga pelaksanaan: paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 Hari Bursa berturut-turut di Pasar Reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan (sesuai Peraturan BEI No. I-A).
- Calon pemodal: PT Multi Sarana Nasional (MSN), pihak terafiliasi, akan mengambil seluruh saham baru PMTHMETD.
- Rencana penggunaan dana: seluruh dana hasil PMTHMETD (setelah dikurangi biaya) akan digunakan untuk belanja modal (menambah aset armada kapal) atau pembayaran pinjaman bank.
- Dampak dilusi: pemegang saham akan mengalami dilusi kepemilikan maksimal 9,09%.
- Perkiraan periode pelaksanaan: paling lama sampai akhir Desember 2026 setelah persetujuan RUPSLB.
- RUPSLB dijadwalkan pada 21 Agustus 2026, dengan kuorum dan keputusan sesuai Pasal 8A ayat 2 POJK 14/2019.
- Pemegang saham yang berhak hadir: tercatat dalam DPS pada 29 Juli 2026 pukul 16.00 WIB.
- Perseroan tidak memiliki kewajiban persetujuan/pemberitahuan terlebih dahulu dari kreditur atau instansi berwenang.
- Perseroan belum pernah melakukan PMTHMETD sebelumnya.
- PMTHMETD merupakan transaksi afiliasi, dikecualikan dari ketentuan transaksi afiliasi dan benturan kepentingan sesuai Pasal 44B POJK 14/2019.
- Tidak ada perubahan pemegang saham pengendali setelah PMTHMETD; pengendali tetap PT Habco Primatama.
- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris per tanggal dokumen (berdasarkan Akta No. 12 tanggal 9 Juni 2026): Direksi: Andrew Kam (Dirut), Derrick Cosmas, Rita, Ian Morris Budiman, Andre Ristanto; Dewan Komisaris: Hasanul Arifin Hasibuan (Komut), Cosmas Kiardi, Brikman Sinaga (Independen), Kaoy Teik Soon (Independen).
- Struktur grup: PT Habco Primatama memiliki 66,34% saham HATM; PT Multi Sarana Nasional memiliki 20,11% (sebelum PMTHMETD).
- PT Multi Sarana Nasional dimiliki oleh PT Habco Prima Investama (99,9999%) dan Cosmas Kiardi (0,0001%).
- PT Habco Prima Investama dimiliki oleh Benny (38%), Cosmas Kiardi (38%), dan Hasanul Arifin Hasibuan (24%).
- Kegiatan usaha utama HATM: angkutan laut dalam negeri untuk barang umum.
- Jadwal penting: Pengumuman RUPSLB 15 Juli 2026; Recording date 29 Juli 2026; Panggilan RUPS 30 Juli 2026; RUPSLB 21 Agustus 2026; Ringkasan risalah 26 Agustus 2026; Risalah ke OJK dan IDX 18 September 2026.
- Laporan keuangan per 31 Maret 2026 (tidak diaudit) digunakan untuk proyeksi dampak PMTHMETD.
- Proyeksi dampak PMTHMETD: Aset Lancar meningkat dari Rp503.003.087.727 menjadi Rp823.003.087.727; Jumlah Aset dari Rp1.888.065.109.742 menjadi Rp2.208.065.109.742; Jumlah Ekuitas dari Rp1.609.633.152.590 menjadi Rp1.929.633.152.590; Liabilitas tetap Rp278.431.957.152.
- Struktur modal sebelum PMTHMETD: Modal ditempatkan dan disetor penuh 8.680.000.000 saham (Rp434.000.000.000), dengan rincian: PT Habco Primatama 5.758.706.000 saham (66,3445%), PT Multi Sarana Nasional 1.745.409.861 saham (20,1084%), Benny 8.512.000 (0,0981%), Cosmas Kiardi 8.512.000 (0,0981%), Hasanul Arifin Hasibuan 5.376.000 (0,0619%), Masyarakat 1.153.484.139 (13,2890%).
- Struktur modal setelah PMTHMETD (dengan asumsi seluruh 868.000.000 saham diambil MSN): Modal ditempatkan menjadi 9.548.000.000 saham (Rp477.400.000.000), dengan PT Habco Primatama 60,3132%, PT Multi Sarana Nasional 27,3713%, Benny 0,0891%, Cosmas Kiardi 0,0891%, Hasanul Arifin Hasibuan 0,0563%, Masyarakat 12,0809%.
- Modal dasar: 22.400.000.000 saham (Rp1.120.000.000.000).
- Portepel sebelum: 13.720.000.000 saham; setelah: 12.852.000.000 saham.
- PT Multi Sarana Nasional: berkedudukan di Pekanbaru, didirikan berdasarkan Akta No. 20 tanggal 30 Juni 2021, kegiatan usaha holding (KBLI 64200) dan trust/pendanaan (KBLI 64300).
- Susunan pengurus MSN: Direktur Utama Andrew Kam, Direktur Rita, Direktur Ian Morris Budiman; Komisaris Utama Cosmas Kiardi, Komisaris Benny, Komisaris Hasanul Arifin Hasibuan.
- Struktur permodalan MSN: modal dasar 1.410.000 saham (Rp1.410.000.000.000), ditempatkan dan disetor 705.000 saham (Rp705.000.000.000), dimiliki PT Habco Prima Investama 704.999 saham (99,9999%) dan Cosmas Kiardi 1 saham (0,0001%).
- Alasan PMTHMETD: penguatan struktur permodalan, mendukung pertumbuhan dan peningkatan nilai jangka panjang.
- Pihak terafiliasi (MSN) melihat potensi pertumbuhan Perseroan; Perseroan menilai struktur permodalan MSN siap mendukung aksi korporasi, sementara calon pemodal non-afiliasi belum dapat dipastikan kesiapannya.

### Key financial figures

- **Aset Lancar (Sebelum PMTHMETD):** 503003087727 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Aset Lancar (Setelah PMTHMETD):** 823003087727 (Proyeksi)
- **Aset Tidak Lancar:** 1385062022015 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Jumlah Aset (Sebelum):** 1888065109742 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Jumlah Aset (Setelah):** 2208065109742 (Proyeksi)
- **Liabilitas Jangka Pendek:** 172570346198 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Liabilitas Jangka Panjang:** 105861610954 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Jumlah Liabilitas:** 278431957152 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Jumlah Ekuitas (Sebelum):** 1609633152590 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Jumlah Ekuitas (Setelah):** 1929633152590 (Proyeksi)
- **Jumlah Liabilitas dan Ekuitas (Sebelum):** 1888065109742 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Jumlah Liabilitas dan Ekuitas (Setelah):** 2208065109742 (Proyeksi)
- **PMTHMETD (tambahan kas/ekuitas):** 320000000000 (Proyeksi)

### Corporate actions

- PMTHMETD (Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) - rencana, menunggu persetujuan RUPSLB
- Penerbitan saham baru maksimal 868.000.000 saham (10% dari modal ditempatkan)
- Transaksi afiliasi karena calon pemodal MSN adalah pihak terafiliasi
- Dilusi kepemilikan bagi pemegang saham maksimal 9,09%
- Penggunaan dana untuk belanja modal (armada kapal) atau pembayaran pinjaman bank
- Tidak ada perubahan pengendali
- Tidak ada aksi korporasi lain yang disebutkan

### Expansion projects

- Belanja modal untuk menambah aset berupa armada kapal, atau pembayaran pinjaman bank - nilai spesifik tidak diungkapkan, hanya disebutkan penggunaan dana hasil PMTHMETD.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan dalam dokumen ini; susunan pengurus per tanggal dokumen tercantum.
- Pemegang saham pengendali tetap PT Habco Primatama setelah PMTHMETD.

### Capital structure

- Modal dasar: 22.400.000.000 saham, nilai nominal Rp50 per saham, total Rp1.120.000.000.000.
- Modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum PMTHMETD: 8.680.000.000 saham (Rp434.000.000.000).
- Setelah PMTHMETD (dengan asumsi seluruh saham baru diambil MSN): 9.548.000.000 saham (Rp477.400.000.000).
- Portepel sebelum: 13.720.000.000 saham; setelah: 12.852.000.000 saham.
- Kepemilikan sebelum: PT Habco Primatama 66,3445%; PT Multi Sarana Nasional 20,1084%; Benny 0,0981%; Cosmas Kiardi 0,0981%; Hasanul Arifin Hasibuan 0,0619%; Masyarakat 13,2890%.
- Kepemilikan setelah: PT Habco Primatama 60,3132%; PT Multi Sarana Nasional 27,3713%; Benny 0,0891%; Cosmas Kiardi 0,0891%; Hasanul Arifin Hasibuan 0,0563%; Masyarakat 12,0809%.
- Dilusi maksimal 9,09% bagi pemegang saham.
- Struktur MSN: modal dasar 1.410.000 saham (Rp1.410.000.000.000), ditempatkan 705.000 saham (Rp705.000.000.000), dimiliki PT Habco Prima Investama 99,9999% dan Cosmas Kiardi 0,0001%.

### Listing / regulatory

- PMTHMETD dilakukan dalam rangka memenuhi POJK No. 14/2019.
- Harga pelaksanaan mengacu pada Peraturan BEI No. I-A (minimal 90% dari rata-rata harga penutupan 25 Hari Bursa).
- Persetujuan RUPSLB diperlukan, dengan kuorum sesuai Pasal 8A ayat 2 POJK 14/2019.
- Pengecualian transaksi afiliasi sesuai Pasal 44B POJK 14/2019.
- Tidak ada suspensi atau pemenuhan free float yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Rencana PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Perseroan berencana menerbitkan maksimal 868.000.000 saham baru, setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh (8.680.000.000 saham).
  - Basis: Dokumen halaman 5: 'sebanyak-banyaknya 868.000.000 saham' dan 'maksimal 10% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh'.
- **Calon pemodal** [explicit_fact, high]: Saham baru akan dikeluarkan kepada PT Multi Sarana Nasional (MSN), yang merupakan pihak terafiliasi.
  - Basis: Dokumen halaman 8: 'saham baru akan dikeluarkan kepada PT Multi Sarana Nasional' dan 'Sifat Hubungan Afiliasi dengan Perseroan'.
- **Penggunaan dana** [explicit_fact, high]: Dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk belanja modal (armada kapal) atau pembayaran pinjaman bank.
  - Basis: Dokumen halaman 6: 'akan digunakan untuk belanja modal yaitu menambah aset berupa armada kapal, atau pembayaran pinjaman bank'.
- **Dilusi kepemilikan** [derived_calculation, high]: Dilusi maksimal dihitung dari 868.000.000 saham baru dibagi total saham setelah PMTHMETD (9.548.000.000) = 9,09%.
  - Basis: Jumlah saham baru: 868.000.000; Total saham setelah: 8.680.000.000 + 868.000.000 = 9.548.000.000; Rumus: 868.000.000 / 9.548.000.000 = 0,0909 (9,09%)
  - Assumptions: Seluruh saham baru diambil oleh MSN.
- **Proyeksi dampak keuangan** [derived_calculation, high]: Proyeksi menunjukkan tambahan kas/ekuitas sebesar Rp320.000.000.000 dari PMTHMETD, yang meningkatkan aset lancar dan ekuitas.
  - Basis: Aset Lancar sebelum: Rp503.003.087.727; setelah: Rp823.003.087.727; selisih = Rp320.000.000.000; Ekuitas sebelum: Rp1.609.633.152.590; setelah: Rp1.929.633.152.590; selisih = Rp320.000.000.000
  - Assumptions: Seluruh dana masuk sebagai kas, tidak ada perubahan liabilitas.
- **Kesiapan calon pemodal** [analyst_hypothesis, low]: Perseroan menyatakan MSN siap mendukung aksi korporasi, sementara calon pemodal non-afiliasi belum dapat dipastikan kesiapannya. Ini mungkin mengindikasikan bahwa PMTHMETD dirancang untuk memperkuat posisi MSN sebagai pemegang saham, namun hal ini belum dikonfirmasi.
  - Basis: Dokumen halaman 10: 'Perseroan melihat bahwa struktur permodalan PT Multi Sarana Nasional sebagai pihak terafiliasi lebih siap untuk mendukung aksi korporasi Perseroan dalam waktu dekat' dan 'Perseroan belum dapat memastikan calon pemodal lain...'
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan mengenai niat strategis MSN.
  - Caveats: Hipotesis berdasarkan pernyataan manajemen, bukan fakta terkonfirmasi.
- **Potensi dampak pada struktur kepemilikan** [analyst_hypothesis, medium]: Setelah PMTHMETD, kepemilikan MSN meningkat dari 20,11% menjadi 27,37%, sementara PT Habco Primatama turun dari 66,34% menjadi 60,31%. Meskipun pengendali tetap, konsentrasi kepemilikan oleh pihak terafiliasi meningkat.
  - Basis: Tabel struktur modal sebelum dan sesudah PMTHMETD.
  - Assumptions: Seluruh saham baru diambil MSN.
  - Caveats: Ini adalah observasi dari angka yang disajikan, bukan pernyataan resmi.

### Risks / uncertainties

- PMTHMETD masih memerlukan persetujuan RUPSLB pada 21 Agustus 2026; jika tidak disetujui, rencana batal.
- Harga pelaksanaan belum ditentukan, hanya disebutkan minimal 90% dari rata-rata harga penutupan 25 Hari Bursa.
- Penggunaan dana untuk belanja modal atau pembayaran pinjaman bank belum dirinci lebih lanjut.
- Dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak ikut serta.
- Transaksi afiliasi dapat menimbulkan benturan kepentingan, meskipun dikecualikan dari ketentuan transaksi afiliasi.
- Proyeksi keuangan menggunakan laporan keuangan tidak diaudit per 31 Maret 2026, sehingga angka dapat berubah.
- Ketidakpastian mengenai kesiapan calon pemodal non-afiliasi.

### Items to monitor

- PMTHMETD adalah aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham independen, berpotensi mempengaruhi struktur modal dan kepemilikan.
- Harga pelaksanaan akan ditentukan berdasarkan harga pasar, sehingga relevan bagi investor.
- Penggunaan dana untuk ekspansi armada dapat mempengaruhi kapasitas operasional.

---

## HUMI

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) mengumumkan pengunduran diri Bapak I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari jabatannya sebagai Direktur Utama. Surat pengunduran diri diterima pada 14 Agustus 2026 dan akan berlaku efektif setelah disahkan dalam RUPSLB dengan agenda perubahan susunan pengurus. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal atas peristiwa tersebut.

### Material changes

- Pengunduran diri Bapak I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari jabatan Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk.
- Surat pengunduran diri diterima pada tanggal 14 Agustus 2026.
- Pengunduran diri berlaku efektif setelah disahkan dalam RUPSLB dengan agenda perubahan susunan pengurus.
- Sampai dengan RUPSLB, Direksi tetap menjalankan pengurusan Perseroan.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Bapak I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari jabatan Direktur Utama, efektif setelah disahkan dalam RUPSLB.

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi dilakukan sesuai POJK 31/2015 dan POJK 33/2014.

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri Direktur Utama** [explicit_fact, high]: Pada 14 Agustus 2026, Perseroan menerima surat pengunduran diri Bapak I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari jabatan Direktur Utama.
  - Basis: Surat pengunduran diri diterima pada 14 Agustus 2026; Jabatan: Direktur Utama
- **Efektivitas pengunduran diri** [explicit_fact, high]: Pengunduran diri berlaku efektif setelah disahkan dalam RUPSLB dengan agenda perubahan susunan pengurus.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen: 'berlaku efektif sampai disahkan dalam RUPSLB'
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan emiten: 'Tidak ada dampak kejadian... terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha'
  - Caveats: Klaim emiten, belum diverifikasi secara independen
- **Potensi perubahan arah strategis** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Direktur Utama dapat mengindikasikan potensi perubahan arah strategis atau kepemimpinan, namun belum ada informasi lebih lanjut.
  - Basis: Pengunduran diri Direktur Utama
  - Assumptions: Perubahan manajemen puncak sering dikaitkan dengan perubahan strategi
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dari emiten mengenai alasan atau rencana strategis

### Risks / uncertainties

- Waktu pelaksanaan RUPSLB belum ditentukan
- Belum ada informasi mengenai pengganti Direktur Utama
- Alasan pengunduran diri tidak diungkapkan

### Items to monitor

- Perubahan kepemimpinan di tingkat direksi dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap tata kelola dan arah strategis perusahaan, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material.
- Kepastian pengganti Direktur Utama dan hasil RUPSLB menjadi faktor yang perlu dipantau.

---

## INRU

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) menanggapi surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-10798/BEI.PP3/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026 terkait pemberitaan dugaan korupsi transfer pricing oleh Ditjen Pajak Kementerian Keuangan sebesar Rp2 triliun yang melibatkan Perseroan. Perseroan menyatakan sedang melakukan penelaahan dan verifikasi atas informasi tersebut, belum mengidentifikasi dampak material tambahan terhadap kelangsungan usaha, dan belum memperoleh informasi resmi mengenai status perkara atau keterlibatan pihak internal. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan bursa (regulatory inquiry), bukan pengumuman aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal. Isi lampiran 'Penjelasan atas PP Transfer Pricing.pdf' tidak tersedia dalam dokumen yang dianalisis, sehingga substansi penjelasan tidak dapat diverifikasi.

### Material changes

- BEI mengirimkan surat permintaan penjelasan No. S-10798/BEI.PP3/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026 kepada PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU).
- Pemberitaan media menyebut dugaan korupsi transfer pricing oleh Ditjen Pajak Kementerian Keuangan sebesar Rp2 triliun yang melibatkan Perseroan.
- Perseroan menyatakan sedang melakukan penelaahan dan verifikasi atas informasi pemberitaan tersebut.
- Perseroan menyatakan belum mengidentifikasi adanya dampak material tambahan terhadap kelangsungan usaha yang timbul dari pemberitaan tersebut.
- Perseroan menyatakan belum memperoleh informasi resmi yang mengonfirmasi keterlibatan Direksi, Komisaris, karyawan, atau pihak terkait dalam perkara hukum.
- Perseroan menyatakan belum memperoleh informasi resmi mengenai status perkara, nomor perkara, atau pengadilan tempat perkara diperiksa.
- Perseroan menyatakan menghormati proses penegakan hukum oleh Kejaksaan Agung RI dan akan mengambil langkah sesuai perkembangan proses.
- Perseroan menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada BEI dan publik apabila tersedia informasi yang material, relevan, dan dapat diverifikasi.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Anwar Lawden, Direktur/Corporate Secretary, tanggal 19 Agustus 2026.
- Surat tanggapan bernomor 516/TPL-P/VIII/26(EReport) dikirimkan pada 19 Agustus 2026 pukul 19:24 WIB.

### Key financial figures

- **Nilai dugaan korupsi transfer pricing:** 2 triliun

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (regulatory inquiry) - surat No. S-10798/BEI.PP3/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan akan memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai Peraturan Bursa No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi jika terdapat dampak material.

### Analytical scenarios

- **Pemberitaan dugaan korupsi transfer pricing** [explicit_fact, high]: Pemberitaan media menyebut dugaan korupsi transfer pricing oleh Ditjen Pajak Kementerian Keuangan sebesar Rp2 triliun yang melibatkan Perseroan. Perseroan mengklarifikasi bahwa informasi tersebut sedang ditelaah dan diverifikasi.
  - Basis: Pemberitaan media; Pernyataan Perseroan pada poin 1 lampiran
- **Dampak material terhadap kelangsungan usaha** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum mengidentifikasi adanya dampak material tambahan terhadap kelangsungan usaha yang timbul dari pemberitaan tersebut, berdasarkan informasi yang tersedia dan telah diverifikasi sampai tanggal surat.
  - Basis: Pernyataan Perseroan pada poin 3 lampiran
- **Status perkara hukum** [explicit_fact, high]: Perseroan belum memperoleh informasi resmi yang dapat dikonfirmasi mengenai status perkara, nomor perkara, maupun pengadilan tempat perkara diperiksa.
  - Basis: Pernyataan Perseroan pada poin 6 lampiran
- **Potensi dampak lanjutan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun Perseroan belum mengidentifikasi dampak material, dugaan korupsi transfer pricing senilai Rp2 triliun dapat berpotensi menimbulkan kewajiban pajak tambahan, sanksi administratif, atau kontinjensi lainnya jika terbukti. Namun, belum ada informasi resmi yang mengonfirmasi hal tersebut.
  - Basis: Nilai dugaan korupsi Rp2 triliun; Pertanyaan BEI poin 2 tentang kewajiban utang pajak
  - Assumptions: Jika dugaan tersebut terbukti dan berkekuatan hukum tetap, maka dapat menimbulkan kewajiban finansial bagi Perseroan.
  - Caveats: Belum ada keputusan hukum atau informasi resmi yang mendukung hipotesis ini.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian hukum: Belum ada informasi resmi mengenai status perkara dugaan korupsi transfer pricing, sehingga dampak hukum dan finansial belum dapat dipastikan.
- Potensi kewajiban pajak tambahan: Jika dugaan terbukti, Perseroan dapat menghadapi kewajiban pajak tambahan, sanksi administratif, atau kontinjensi lainnya.
- Risiko reputasi: Pemberitaan dugaan korupsi dapat mempengaruhi reputasi Perseroan di mata publik dan pemangku kepentingan.
- Keterbatasan informasi: Perseroan masih dalam tahap penelaahan dan verifikasi, sehingga informasi material lebih lanjut belum tersedia.

### Items to monitor

- Pemberitaan dugaan korupsi transfer pricing dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap tata kelola dan kepatuhan perusahaan.
- Ketidakpastian hukum dapat berdampak pada harga saham dalam jangka pendek.
- Kewajiban keterbukaan informasi lanjutan oleh Perseroan dapat menjadi sinyal perkembangan kasus.

---

## INTP

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengumumkan perubahan anggota Direksi pada entitas anaknya, PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS), efektif 19 Agustus 2026. Mochammad Nur digantikan oleh Purwoto sebagai Direktur, dengan alasan restrukturisasi organisasi. Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Pengumuman ini merupakan laporan awal atas peristiwa tersebut.

### Material changes

- Perubahan anggota Direksi PT Mandiri Sejahtera Sentra (entitas anak INTP) efektif 19 Agustus 2026.
- Sebelumnya: Direktur Utama Jimmy Dharmawan Lokantara, Direktur Zulkifly Mahda Latuconsina, Direktur Mochammad Nur.
- Saat ini: Direktur Utama Jimmy Dharmawan Lokantara, Direktur Zulkifly Mahda Latuconsina, Direktur Purwoto.
- Penyebab perubahan: Restrukturisasi Organisasi.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Management / control changes

- Perubahan susunan Direksi PT Mandiri Sejahtera Sentra: Mochammad Nur digantikan oleh Purwoto sebagai Direktur, efektif 19 Agustus 2026, karena restrukturisasi organisasi. Direktur Utama dan Direktur lainnya tetap.

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material.

### Analytical scenarios

- **Perubahan direksi anak usaha** [explicit_fact, high]: PT Mandiri Sejahtera Sentra, entitas anak INTP, mengalami perubahan anggota direksi: Mochammad Nur digantikan oleh Purwoto sebagai Direktur, sementara Direktur Utama dan Direktur lainnya tidak berubah.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Sebelumnya: Direktur: Mochammad Nur' dan 'Saat ini: Direktur: Purwoto'.
- **Alasan perubahan** [explicit_fact, high]: Perubahan direksi disebabkan oleh restrukturisasi organisasi.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Penyebab perubahan anggota Direksi: Restrukturisasi Organisasi'.
- **Dampak yang dinyatakan emiten** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak dari perubahan direksi terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik: Tidak ada.'
- **Potensi dampak strategis** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan direksi pada anak usaha dengan alasan restrukturisasi organisasi dapat mengindikasikan penyesuaian manajemen internal, namun tidak ada informasi lebih lanjut mengenai arah strategis atau dampak operasional.
  - Basis: Alasan perubahan adalah restrukturisasi organisasi, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut.
  - Assumptions: Restrukturisasi organisasi mungkin terkait dengan efisiensi atau perubahan fokus bisnis.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan yang mendukung hipotesis ini.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian yang teridentifikasi dari dokumen ini.

---

## ISAT

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indosat Tbk (ISAT) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama berencana tetap mendukung manajemen. Tidak ada data keuangan atau angka kuantitatif lain yang diungkapkan.

### Material changes

- Perseroan tidak memiliki dan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal (klaim emiten, sesuai POJK 31/POJK.04/2015).
- Perseroan tidak memiliki dan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal (klaim emiten, sesuai Peraturan IDX No. I-E).
- Perseroan tidak mengetahui atau memiliki informasi mengenai aktivitas pemegang saham tertentu (klaim emiten, sesuai POJK 4/2024).
- Perseroan saat ini tidak memiliki rencana aksi korporasi yang dapat mempengaruhi pencatatan saham di Bursa dalam waktu paling tidak tiga bulan mendatang (klaim emiten).
- Perseroan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik (klaim emiten).
- Pemegang saham utama berencana untuk tetap memberikan dukungan terhadap manajemen Perseroan dalam mengimplementasikan visi dan misi Perseroan ke depannya (klaim emiten).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI nomor S-10757/BEI.PP2/08-2026 terkait volatilitas transaksi efek.
- Kepatuhan terhadap POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan BEI Nomor I-E.
- Pernyataan tidak ada rencana aksi korporasi yang mempengaruhi pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak memiliki dan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal, baik berdasarkan POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan IDX No. I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 surat tanggapan
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang dapat mempengaruhi pencatatan saham di Bursa dalam waktu paling tidak tiga bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 surat tanggapan
- **Dukungan pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama berencana untuk tetap memberikan dukungan terhadap manajemen Perseroan dalam mengimplementasikan visi dan misi Perseroan ke depannya.
  - Basis: Jawaban poin 6 surat tanggapan
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan penyebab spesifik volatilitas transaksi efek yang menjadi dasar permintaan BEI. Kemungkinan volatilitas terjadi tanpa adanya informasi material baru dari emiten, namun hal ini belum dikonfirmasi.
  - Basis: Surat BEI S-10757/BEI.PP2/08-2026 meminta penjelasan atas volatilitas transaksi; Jawaban emiten menyatakan tidak ada informasi material
  - Assumptions: Volatilitas mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau aktivitas pasar yang tidak terkait informasi emiten
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen untuk analisis lebih lanjut

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak terbaca (null) pada ringkasan dokumen pertama, sehingga tidak dapat diverifikasi tenggat waktu respons.
- Identitas pemegang saham utama tidak disebutkan, sehingga tidak dapat dianalisis lebih lanjut.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau kinerja keuangan.
- Pernyataan 'tidak ada rencana aksi korporasi' hanya mencakup 3 bulan ke depan, sehingga tidak menutup kemungkinan aksi korporasi setelah periode tersebut.

### Items to monitor

- Pernyataan tidak adanya informasi material dan tidak adanya rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan dapat menjadi pertimbangan investor dalam menilai volatilitas saham.
- Dukungan pemegang saham utama terhadap manajemen dapat menjadi sinyal positif, namun identitas pemegang saham tidak diungkapkan.

---

## JARR

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan media IDX Channel pada 16 Agustus 2026 mengenai rumor akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Haji Isam/Jhonlin Group. Perseroan menyatakan tidak mengetahui kebenaran berita, tidak memiliki rencana akuisisi BYAN, belum menerima konfirmasi dari pemegang saham pengendali atau ultimate beneficial owner, dan tidak ada rencana keterbukaan informasi atau timeline akuisisi. Perseroan juga menyatakan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan. Tidak ada aksi korporasi, angka keuangan, atau perubahan struktur modal yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui kebenaran pemberitaan rencana pengambilalihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
- Perseroan maupun Grup tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
- Perseroan belum menerima konfirmasi atau pemberitahuan resmi dari Pemegang Saham Pengendali maupun Pemilik Penerima Manfaat (Ultimate Beneficial Owner) terkait rencana akuisisi saham BYAN.
- Tidak terdapat rencana keterbukaan informasi maupun timeline pelaksanaan akuisisi BYAN.
- Tidak terdapat Informasi, Fakta, maupun Kejadian Material penting lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan serta harga efek/saham yang belum diungkapkan kepada publik.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor S-10814/BEI.PP2/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026 perihal pemberitaan di media massa.
- Perseroan berkomitmen mematuhi Peraturan Bursa No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material.

### Analytical scenarios

- **Klarifikasi atas pemberitaan akuisisi BYAN** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui kebenaran atau tidak memiliki informasi terkait pemberitaan rencana pengambilalihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
  - Basis: Pernyataan pada jawaban pertanyaan nomor 1: 'Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan tidak mengetahui atas kebenaran ataupun memiliki informasi terkait pemberitaan adanya rencana pengambil alihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).'
- **Tidak ada rencana akuisisi BYAN oleh Perseroan/Grup** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hingga tanggal surat (19 Agustus 2026).
  - Basis: Pernyataan pada halaman 2: 'Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan maupun Grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).'
- **Tidak ada informasi material lain** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak terdapat informasi, fakta, atau kejadian material penting lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha atau harga saham yang belum diungkapkan.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 2: 'Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, tidak terdapat Informasi, Fakta, maupun Kejadian Material penting lainnya...'
- **Potensi keterlibatan Jhonlin Group dalam akuisisi BYAN** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun JARR menyatakan tidak memiliki informasi, pemberitaan media menyebutkan keterlibatan Haji Isam/Jhonlin Group dalam rencana akuisisi saham BYAN. Namun, karena JARR adalah entitas yang berbeda dari Jhonlin Group, ketidaktahuan JARR tidak menutup kemungkinan adanya rencana akuisisi oleh pihak lain dalam grup. Ini hanya spekulasi dan tidak didukung oleh fakta dalam dokumen.
  - Basis: Judul berita: 'Rumor Haji Isam Akuisisi Saham Bayan (BYAN), Pihak Jhonlin Group Enggan Beri Tanggapan'; Pernyataan JARR: 'Perseroan tidak mengetahui atas kebenaran ataupun memiliki informasi terkait pemberitaan adanya rencana pengambil alihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).'
  - Assumptions: Jhonlin Group mungkin memiliki entitas lain selain JARR yang terlibat dalam rencana akuisisi.
  - Caveats: Tidak ada bukti atau informasi resmi mengenai rencana akuisisi BYAN oleh pihak mana pun dalam dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian mengenai kebenaran rumor akuisisi saham BYAN oleh pihak Jhonlin Group, yang dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap JARR meskipun JARR menyatakan tidak terlibat atau tidak memiliki informasi.
- Potensi dampak reputasi atau sentimen pasar akibat pemberitaan yang melibatkan nama Jhonlin Group, meskipun JARR secara eksplisit tidak mengonfirmasi keterkaitan.

### Items to monitor

- Pemberitaan media tentang rumor akuisisi saham BYAN oleh Haji Isam/Jhonlin Group dapat mempengaruhi harga saham BYAN dan mungkin juga sentimen terhadap emiten dalam grup Jhonlin, termasuk JARR.

---

## LABA

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Green Power Group Tbk (LABA) menyelenggarakan RUPS Tahunan pada 14 Agustus 2026, yang dihadiri 414.921.800 saham (37,6038%). RUPS menyetujui pengesahan laporan tahunan dan keuangan 2025, pembukuan laba bersih 2025 sebesar Rp16.515.737.300 sebagai laba ditahan, pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi pengurus, dan delegasi penunjukan Akuntan Publik untuk audit 2026. Tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, saham bonus, atau transaksi aset yang dibahas. Susunan direksi dan komisaris periode 2026-2031 dicantumkan.

### Material changes

- RUPS Tahunan diselenggarakan pada 14 Agustus 2026, dihadiri 414.921.800 saham atau 37,6038% dari seluruh saham dengan hak suara sah.
- Agenda 1: Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan untuk tahun buku 2025, serta memberikan pembebasan dan pelunasan (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris.
- Agenda 2: Menetapkan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp16.515.737.300 dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan jangka panjang dan mendukung pertumbuhan bisnis serta rencana investasi.
- Agenda 3: Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji/honorarium/tunjangan bagi Direksi dan Komisaris untuk tahun buku 2026.
- Agenda 4: Mendelegasikan wewenang penunjukan Akuntan Publik untuk audit laporan keuangan tahun 2026 kepada Dewan Komisaris, dengan kriteria terdaftar di OJK, berpengalaman, dan independen.
- Susunan Direksi periode 03 Februari 2026 - 03 Februari 2031: Kurnia Ngatimin (Direktur), Chen Xiao Xiao (Direktur Utama), Wahyu Eka Saputra (Direktur).
- Susunan Dewan Komisaris periode 03 Februari 2026 - 03 Februari 2031: Sutanty Jakidjan (Komisaris Utama), Hanry Darsono (Komisaris), Erik Djaja (Komisaris Independen).

### Key financial figures

- **laba_bersih_tahun_berjalan:** Rp16.515.737.300 (tahun buku 2025 (berakhir 31 Desember 2025))

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi seperti saham bonus, dividen saham, rights issue, private placement, konversi, buyback, stock split, merger, akuisisi, divestasi, pendirian anak usaha, atau transaksi aset yang dibahas dalam RUPS ini.

### Management / control changes

- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris periode 2026-2031 telah ditetapkan, tidak ada perubahan dari periode sebelumnya (tidak ada data pembanding).

### Capital structure

- Jumlah saham hadir: 414.921.800 saham (37,6038% dari total saham dengan hak suara sah).

### Listing / regulatory

- RUPS diselenggarakan sesuai dengan POJK 15/2020, khususnya Pasal 49 ayat (1) dan Pasal 51 ayat (1).

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPS** [explicit_fact, high]: RUPS dihadiri 414.921.800 saham atau 37,6038% dari seluruh saham dengan hak suara sah, memenuhi kuorum sesuai anggaran dasar.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 414.921.800 saham atau 37,6038%'
- **Penggunaan laba** [explicit_fact, high]: Laba bersih 2025 sebesar Rp16.515.737.300 seluruhnya dibukukan sebagai laba ditahan, tidak ada dividen.
  - Basis: Agenda 2: 'laba bersih tahun berjalan ... sebesar Rp 16.515.737.300 dibukukan sebagai laba ditahan'
- **Total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham hadir dan persentase kuorum, total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 1.103.4 juta saham (414.921.800 / 0.376038).
  - Basis: Jumlah saham hadir: 414.921.800; Persentase kuorum: 37,6038%
  - Assumptions: Persentase kuorum dihitung dari total saham dengan hak suara sah yang sama dengan total saham beredar.
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; hanya estimasi.
- **Jumlah suara abstain dan tidak setuju** [derived_calculation, high]: Pada mata acara 2 dan 4, jumlah suara tidak setuju adalah 100 suara, abstain 10.300 suara, sehingga suara setuju dihitung 414.921.800 - 100 - 10.300 = 414.921.700 suara. Pada mata acara 3, tidak setuju 57.600, abstain 10.300, sehingga setuju = 414.921.800 - 57.600 - 10.300 = 414.864.200 suara.
  - Basis: Jumlah suara hadir: 414.921.800; Angka tidak setuju dan abstain pada masing-masing mata acara
  - Assumptions: Suara abstain dianggap setuju sesuai ketentuan POJK 15/2020.
- **Rencana investasi** [analyst_hypothesis, low]: Pernyataan laba ditahan untuk 'rencana investasi' mengindikasikan potensi ekspansi atau belanja modal di masa depan, namun tidak ada detail proyek atau nilai.
  - Basis: Agenda 2: 'mendukung pertumbuhan bisnis serta rencana investasi Perseroan'
  - Caveats: Tidak ada informasi spesifik mengenai jenis investasi, nilai, atau jadwal.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai rencana investasi spesifik yang disebutkan dalam RUPS.
- Tidak ada data pembanding untuk susunan pengurus, sehingga tidak dapat dinilai apakah ada perubahan signifikan.

### Items to monitor

- Keputusan untuk membukukan seluruh laba sebagai laba ditahan tanpa dividen dapat menjadi perhatian investor yang mencari pendapatan dividen.
- Pernyataan tentang rencana investasi tanpa detail dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai arah penggunaan dana.

---

## LMPI

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 18–19 Agustus 2026, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) menerbitkan dua pengumuman yang saling terkait secara kronologis namun berbeda substansi. Pertama, pada 18 Agustus 2026, LMPI menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek, dengan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan tidak ada rencana perubahan kepemilikan oleh pemegang saham utama. Kedua, pada 19 Agustus 2026, LMPI mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 September 2026, tanpa mengungkapkan agenda rapat. Secara korporasi, perubahan penting adalah pengumuman RUPSLB yang berpotensi menjadi forum persetujuan aksi korporasi tertentu, meskipun agenda belum diungkapkan. Keterkaitan antara pernyataan 'tidak ada rencana aksi korporasi' pada 18 Agustus dan pengumuman RUPSLB pada 19 Agustus perlu dicermati, karena RUPSLB umumnya digunakan untuk aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, namun pernyataan tersebut merujuk pada periode 3 bulan ke depan dan tidak secara eksplisit mengecualikan RUPSLB.

### Material changes

- Pengumuman RUPSLB pada 19 Agustus 2026, yang berpotensi menjadi forum persetujuan aksi korporasi, meskipun agenda belum diungkapkan.
- Pernyataan manajemen pada 18 Agustus 2026 bahwa tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, yang kontras dengan pengumuman RUPSLB sehari kemudian.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan pada 25 September 2026, pukul 10:00 WIB, di PT Langgeng Makmur Industri Tbk Unit 2, Jl. Desa Bringinbendo, Taman Sidoarjo 61257. Agenda rapat tidak diungkapkan dalam pengumuman ini.

### Listing / regulatory

- BEI mengirimkan permintaan penjelasan terkait volatilitas transaksi efek dengan surat nomor S-10771/BEI.PP3/08-2026 (tanggal spesifik surat tidak tercantum).
- LMPI menanggapi permintaan tersebut melalui surat tertanggal 2026-08-18 yang ditandatangani oleh Corporate Secretary Henri Subiyanto.
- Penyelenggaraan RUPSLB sesuai ketentuan POJK No. 15/POJK.04/2020, khususnya Pasal 16 tentang usul pemegang saham.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Manajemen LMPI menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, sebagaimana diatur dalam POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Nomor I-E.
  - Basis: Jawaban pertanyaan 1 dan 2 pada halaman 1 dokumen.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban pertanyaan 4 pada halaman 1 dokumen.
- **Tidak ada rencana perubahan kepemilikan oleh pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan belum ada rencana pemegang saham utama untuk mengubah kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban pertanyaan 6 pada halaman 1 dokumen.
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 25 September 2026, dengan DPS pada 2 September 2026, dan panggilan rapat pada 3 September 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Jumat, 25 September 2026, 10:00; Tanggal Daftar Pemegang Saham: 02 September 2026; Panggilan Rapat: 3 September 2026
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini adalah tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi, namun tidak mengidentifikasi penyebab volatilitas atau faktor spesifik yang mendasarinya. Volatilitas mungkin disebabkan oleh faktor pasar atau spekulasi, tetapi tidak ada informasi yang cukup untuk menentukan penyebabnya.
  - Basis: Perihal surat: 'Penjelasan atas Volatilitas Transaksi' dan jawaban yang menyatakan tidak ada informasi material.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada saham LMPI, namun penyebabnya tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Caveats: Hipotesis ini hanya berdasarkan pada tidak adanya informasi material yang diungkapkan, bukan pada analisis data pasar.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Karena dokumen ini hanya pengumuman rencana RUPSLB tanpa agenda, kemungkinan agenda akan diumumkan dalam panggilan RUPS pada 3 September 2026. RUPSLB sering digunakan untuk aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, transaksi material, atau restrukturisasi modal.
  - Basis: Perihal: Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa; Tidak ada agenda yang tercantum dalam dokumen
  - Assumptions: Agenda RUPSLB akan diumumkan dalam panggilan RUPS yang dijadwalkan pada 3 September 2026.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi agenda spesifik; hipotesis hanya berdasarkan praktik umum.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian terkait penyebab volatilitas transaksi saham LMPI, karena manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material.
- Tanggal surat BEI tidak tercantum secara spesifik, sehingga ketepatan waktu tanggapan tidak dapat diverifikasi.
- Agenda RUPSLB belum diungkapkan, sehingga ketidakjelasan mengenai aksi korporasi yang akan dibahas.
- Dokumen tidak menyebutkan mekanisme penyelenggaraan (misalnya daring/luring) atau syarat kehadiran lainnya.
- Tidak ada informasi mengenai usul pemegang saham yang diajukan atau kemungkinan perubahan yang akan dibahas.

### Items to monitor

- Panggilan RUPSLB pada 3 September 2026 yang diharapkan memuat agenda rapat.
- Pengumuman atau keterbukaan informasi terkait agenda RUPSLB setelah panggilan rapat.
- Perkembangan harga saham LMPI dan volatilitas transaksi yang menjadi dasar permintaan BEI.
- Kepatuhan LMPI terhadap ketentuan POJK No. 15/POJK.04/2020 terkait penyelenggaraan RUPSLB.

---

## MREI

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 18-19 Agustus 2026, MREI mengumumkan hasil RUPS Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan 14 Agustus 2026. Perubahan utama: (1) penggantian Direktur Trinita Situmeang oleh Anwar Cipto Syamsul (efektif menunggu persetujuan OJK atas fit & proper test), (2) penunjukan KAP/AP baru untuk audit Laporan Keuangan 2026, (3) perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI (Peraturan BPS No. 7/2025) tanpa mengubah kegiatan usaha, dan (4) pengakuan keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025 akibat insiden siber. Penting secara korporasi karena perubahan pengurus dan AD dapat mempengaruhi tata kelola dan kepatuhan, sementara keterlambatan laporan keuangan menimbulkan risiko regulasi.

### Material changes

- Pemberhentian Trinita Situmeang sebagai Direktur efektif 16 Juni 2026; acquit et de charge ditunda ke RUPST.
- Pengangkatan Anwar Cipto Syamsul sebagai Direktur, masa jabatan 5 tahun, efektif setelah persetujuan OJK atas fit & proper test.
- Penunjukan KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan AP Dewi Novita Sari untuk audit Laporan Keuangan 2026.
- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 2, 3, 4, 5, 10, 11, 13, 16, 18, 19, 21) untuk penyesuaian KBLI berdasarkan Peraturan BPS No. 7/2025; tidak mengubah kegiatan usaha.
- Keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025 akibat insiden siber; jadwal penyelesaian telah disiapkan.

### Corporate actions

- perubahan_pengurus
- perubahan_anggaran_dasar

### Management / control changes

- Direksi baru: Robby Loho (Presiden Direktur, efektif 22 Januari 2025), Lukcimo Jahja (Direktur Keuangan, efektif 19 Juni 2025), Anwar Cipto Syamsul (Direktur, efektif 14 Agustus 2026, menunggu persetujuan OJK).
- Komisaris baru: Hardjono (Presiden Komisaris Independen, efektif 19 Juni 2025), Aloysia Dwi Ana (Komisaris Independen, efektif 19 Juni 2025), Fanra Budiman (Komisaris, efektif 2 Juli 2025).
- Pemberhentian Trinita Situmeang sebagai Direktur efektif 16 Juni 2026.

### Capital structure

- Total saham dengan hak suara sah: 517.791.681 saham.
- Kehadiran RUPSLB: 418.752.216 saham (80,87%).

### Listing / regulatory

- Keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025 akibat insiden siber; jadwal penyelesaian telah disiapkan.
- Penunjukan KAP dan AP untuk audit Laporan Keuangan 2026, dengan persetujuan OJK.
- Perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI (Peraturan BPS No. 7/2025), tidak mengubah kegiatan usaha sehingga tidak tunduk pada POJK 17/2020.
- Pengangkatan Anwar Cipto Syamsul sebagai Direktur memerlukan persetujuan OJK atas fit & proper test.

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri pemegang saham mewakili 418.752.216 saham atau 80,87% dari total 517.791.681 saham berhak suara, sehingga memenuhi kuorum.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 418.752.216 saham atau 80,87%'
- **Hasil voting agenda 2 dan 3** [explicit_fact, high]: Agenda 2 (penunjukan KAP/AP) dan agenda 3 (perubahan pengurus) masing-masing disetujui dengan 416.943.716 suara setuju (99,57%), 0 tidak setuju, dan 1.808.500 abstain (0,43%).
  - Basis: Tabel agenda 2 dan 3 pada dokumen
- **Hasil voting agenda 4** [explicit_fact, high]: Agenda 4 (perubahan Anggaran Dasar) disetujui dengan 416.939.716 suara setuju (99,57%), 0 tidak setuju, dan 1.812.500 abstain (0,43%).
  - Basis: Tabel agenda 4 pada dokumen
- **Total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham hadir (418.752.216) dan persentase kuorum (80,87%), total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 517.809.000 saham (418.752.216 / 0,8087).
  - Basis: 418.752.216 saham = 80,87% dari total saham
  - Assumptions: Persentase kuorum dihitung dari total saham dengan hak suara sah yang sama dengan dasar perhitungan jumlah saham hadir.
  - Caveats: Pembulatan angka; total saham sebenarnya mungkin berbeda karena persentase dibulatkan.
- **Selisih suara abstain antara agenda 3 dan 4** [derived_calculation, medium]: Jumlah abstain pada agenda 4 (1.812.500) lebih tinggi 4.000 suara dibanding agenda 3 (1.808.500), dan jumlah setuju pada agenda 4 lebih rendah 4.000 suara (416.939.716 vs 416.943.716). Ini menunjukkan perbedaan partisipasi pemegang saham pada dua agenda tersebut.
  - Basis: Angka setuju dan abstain pada tabel agenda 3 dan 4
  - Assumptions: Angka yang tercantum akurat dan tidak ada kesalahan ketik.
  - Caveats: Perbedaan kecil mungkin disebabkan kesalahan input atau pembulatan.
- **Keterlambatan laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Agenda 1 yang membahas keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025 mengindikasikan adanya risiko kepatuhan terhadap regulasi bursa, namun tidak ada rincian penyebab atau sanksi yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Agenda 1 berjudul 'Penyampaian informasi atas keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2025'
  - Assumptions: Keterlambatan tersebut berpotensi menjadi perhatian regulator.
  - Caveats: Tidak ada informasi penyebab, durasi, atau dampak keterlambatan.
- **Potensi perubahan arah strategis** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan direksi dan komisaris yang signifikan dapat mengindikasikan adanya perubahan arah strategis atau tata kelola perusahaan, namun dokumen tidak menyebutkan alasan atau tujuan perubahan.
  - Basis: Perubahan beberapa posisi kunci dalam waktu berdekatan
  - Assumptions: Perubahan pengurus sering kali terkait dengan strategi atau kebijakan perusahaan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan perubahan

### Risks / uncertainties

- Keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025 dapat menimbulkan risiko kepatuhan terhadap peraturan bursa atau OJK.
- Perubahan Anggaran Dasar yang disetujui belum dirinci isi perubahannya; dampak terhadap kegiatan usaha atau struktur modal belum dapat dinilai.
- Rincian penunjukan KAP dan AP (nama KAP, nama AP, periode penugasan) tidak diungkapkan dalam ringkasan ini.
- Efektivitas pengangkatan Anwar Cipto Syamsul sebagai Direktur bergantung pada persetujuan OJK atas fit & proper test.
- Penyelesaian Laporan Keuangan Audit 2025 masih dalam proses; jadwal belum diungkapkan secara spesifik.
- Perubahan Anggaran Dasar memerlukan persetujuan/penerimaan dari Menteri Hukum RI.
- Tidak ada informasi mengenai dampak insiden siber terhadap operasional atau keuangan perusahaan.

### Items to monitor

- Persetujuan OJK atas fit & proper test untuk Anwar Cipto Syamsul sebagai Direktur.
- Penyelesaian dan publikasi Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025.
- Persetujuan/penerimaan perubahan Anggaran Dasar oleh Menteri Hukum RI.
- Rincian perubahan Anggaran Dasar dan dampaknya terhadap kegiatan usaha.
- Keputusan RUPST terkait acquit et de charge untuk Trinita Situmeang.
- Dampak insiden siber terhadap operasional dan keuangan perusahaan.

---

## NELY

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 18–19 Agustus 2026, NELY menyampaikan dua pengumuman yang saling terkait: (1) bukti iklan hasil RUPSLB (administratif) dan (2) perubahan pengurus sebagai tindak lanjut hasil RUPSLB. RUPSLB yang dilaksanakan pada 12 Agustus 2025 (dengan catatan inkonsistensi tanggal) menyetujui pemberhentian Direktur Eduard Halomoan dan penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar (maksud/tujuan dan kegiatan usaha) dengan KBLI 2025. Perubahan pengurus efektif sejak penutupan RUPSLB hingga RUPST 2027. Penting secara korporasi karena mengubah komposisi direksi dan menyesuaikan klasifikasi kegiatan usaha, yang dapat berdampak pada kepatuhan regulasi dan arah strategis.

### Material changes

- Pemberhentian Direktur Eduard Halomoan, efektif sejak penutupan RUPSLB 12 Agustus 2025.
- Penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dengan KBLI 2025.
- Susunan Direksi baru: Direktur Utama Cynthia Sunarko, Direktur Eugene Sunarko, Direktur Tjauw Yani.
- Susunan Dewan Komisaris tidak berubah: Komisaris Utama Koh Tji Beng, Komisaris Alias Bin Jumaat, Komisaris Independen Djoko Soemarjanto.

### Corporate actions

- RUPSLB menyetujui pemberhentian Direktur Eduard Halomoan (berdasarkan SK Dewan Komisaris No. 005/SK-DK/IV/2026 tentang Penonaktifan Sementara).
- RUPSLB menyetujui penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar (maksud/tujuan dan kegiatan usaha) dengan KBLI 2025.

### Management / control changes

- Pemberhentian Direktur Eduard Halomoan.
- Susunan Direksi baru: Cynthia Sunarko (Dirut), Eugene Sunarko, Tjauw Yani.
- Dewan Komisaris tetap: Koh Tji Beng (Komut), Alias Bin Jumaat, Djoko Soemarjanto (Komisaris Independen).

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan hasil RUPSLB sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi.
- Penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar dengan KBLI 2025 memerlukan persetujuan/pemberitahuan kepada instansi berwenang.

### Analytical scenarios

- **Pelaksanaan RUPSLB dan publikasi iklan** [explicit_fact, high]: RUPSLB diadakan pada 12 Agustus 2026 (menurut pengumuman 18 Agustus) dan ringkasannya diiklankan pada 14 Agustus 2026 melalui website Perseroan, BEI, dan KSEI.
  - Basis: Pengumuman 20260818094710-089/PNDP-CS/VIII/2026_id-id: 'RUPSLB 12 Agustus 2026', '14 Agustus 2026'.
- **Hasil RUPSLB: pemberhentian direktur dan perubahan AD** [explicit_fact, high]: RUPSLB (12 Agustus 2025) menyetujui pemberhentian Direktur Eduard Halomoan dan penyesuaian Pasal 3 AD dengan KBLI 2025. Voting: 1.970.203.797 setuju, 400 tidak setuju, 7.500 abstain.
  - Basis: Pengumuman 20260819102142-091/PNDP-CS/VIII/2026_id-id: 'Mata Acara Pertama...', 'Mata Acara Kedua...', 'Hasil voting...'.
- **Persentase kehadiran RUPSLB** [derived_calculation, high]: Kehadiran = 1.970.204.197 / 2.350.000.000 = 83,84%.
  - Basis: Pengumuman 20260819102142-091/PNDP-CS/VIII/2026_id-id: '1.970.204.197 saham (83,84% dari total 2.350.000.000)'.
  - Assumptions: Total saham berhak suara adalah 2.350.000.000.
- **Jumlah suara tidak setuju dan abstain** [derived_calculation, high]: Total hadir 1.970.204.197 - setuju 1.970.203.797 = 400 (tidak setuju) + 7.500 (abstain) = 7.900.
  - Basis: Pengumuman 20260819102142-091/PNDP-CS/VIII/2026_id-id: '1.970.203.797 setuju, 400 tidak setuju, 7.500 abstain'.
  - Assumptions: Angka pada dokumen akurat.
- **Inkonsistensi tanggal RUPSLB dan SK Dewan Komisaris** [analyst_hypothesis, low]: Terdapat inkonsistensi: RUPSLB dilaksanakan 12 Agustus 2025, namun SK Dewan Komisaris No. 005/SK-DK/IV/2026 tertanggal 17 Juni 2026, yang seharusnya mendahului RUPSLB. Kemungkinan kesalahan penulisan tahun (mungkin 2025) atau salinan tidak akurat.
  - Basis: Pengumuman 20260819102142-091/PNDP-CS/VIII/2026_id-id: 'RUPSLB 12 Agustus 2025', 'SK Dewan Komisaris 17 Juni 2026'.
  - Assumptions: SK Dewan Komisaris seharusnya diterbitkan sebelum RUPSLB.
  - Caveats: Hipotesis; dokumen asli mungkin memiliki tanggal yang benar.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB kemungkinan membahas agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan AD atau aksi korporasi, namun tidak ada detail dalam pengumuman administratif.
  - Basis: Pengumuman 20260818094710-089/PNDP-CS/VIII/2026_id-id: 'RUPSLB adalah forum untuk agenda luar biasa'.
  - Assumptions: RUPSLB diadakan untuk agenda luar biasa.
  - Caveats: Tidak ada detail agenda dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Jabatan Eduard Halomoan tidak jelas dalam pengumuman utama; hanya namanya tanpa posisi atau tanggal pengangkatan.
- Inkonsistensi tanggal antara RUPSLB (12 Agustus 2025) dan SK Dewan Komisaris (17 Juni 2026).
- Salinan akta RUPSLB masih dalam proses penyelesaian di notaris, sehingga keputusan final belum terdokumentasi resmi.
- Perubahan kegiatan usaha memerlukan persetujuan/pemberitahuan kepada instansi berwenang yang belum tentu selesai.

### Items to monitor

- Penyelesaian akta RUPSLB di notaris dan publikasi resmi.
- Persetujuan/pemberitahuan perubahan kegiatan usaha (KBLI 2025) kepada instansi berwenang.
- Klarifikasi tanggal RUPSLB dan SK Dewan Komisaris.
- Potensi dampak perubahan pengurus terhadap strategi perusahaan.

---

## NPGF

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-10773/BEI.PP3/08-2026 tanggal 14 Agustus 2026 mengenai permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai/harga efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana yang menyebabkan kejadian material atas kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan bursa dan tidak memuat angka keuangan atau rencana aksi korporasi.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek NPGF melalui surat No. S-10773/BEI.PP3/08-2026 tanggal 14 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal (Pertanyaan 1).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek dan/atau keputusan investasi pemodal (Pertanyaan 2).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu (Pertanyaan 3).
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berakibat terhadap pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang (Pertanyaan 4).
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan (Pertanyaan 5).
- Corporate Secretary telah menanyakan kepada pemegang saham utama dan memastikan bahwa pemegang saham utama belum memiliki rencana yang akan menyebabkan kejadian material terhadap kepemilikan sahamnya (Pertanyaan 6).
- Perseroan akan mengumumkan setiap perubahan kepemilikan saham pemegang saham utama sesuai peraturan secara tepat waktu.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek NPGF melalui surat No. S-10773/BEI.PP3/08-2026 tanggal 14 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat...'
- **Tidak ada informasi material yang belum diungkap** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup yang belum diungkapkan kepada publik.
  - Basis: Jawaban poin 5: 'Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material...'
- **Pemegang saham utama tidak memiliki rencana material** [explicit_fact, high]: Corporate Secretary telah menanyakan kepada pemegang saham utama dan memastikan bahwa pemegang saham utama belum memiliki rencana yang menyebabkan kejadian material terhadap kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Corporate Secretary sudah menanyakan kepada pemegang saham utama dan dapat kami pastikan bahwa pemegang saham utama belum memiliki rencana...'
- **Pemicu volatilitas transaksi efek** [analyst_hypothesis, low]: Permintaan penjelasan dari BEI mengindikasikan adanya volatilitas transaksi efek NPGF yang diamati bursa, namun Perseroan tidak mengakui adanya informasi material yang mendasarinya. Hal ini dapat berarti volatilitas disebabkan oleh faktor pasar atau spekulasi, tetapi belum ada konfirmasi.
  - Basis: Surat BEI No. S-10773/BEI.PP3/08-2026 perihal Permintaan Penjelasan atas Volatilitas Transaksi Efek; Jawaban poin 1-5 yang menyatakan tidak ada informasi material
  - Assumptions: Volatilitas transaksi efek yang dimaksud BEI adalah pergerakan harga atau volume yang signifikan.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif mengenai volatilitas dalam dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas transaksi efek yang menjadi dasar permintaan BEI.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' dari Perseroan tidak menjamin tidak adanya informasi material yang sebenarnya; ketidakpastian tetap ada.
- Tidak ada rincian mengenai penyebab volatilitas transaksi efek yang diminta BEI.
- Tidak ada informasi mengenai aktivitas pemegang saham tertentu yang mungkin menjadi perhatian BEI.

### Items to monitor

- Pengumuman ini menegaskan tidak adanya rencana aksi korporasi atau informasi material baru dari perseroan, sehingga investor tidak memiliki dasar dari keterbukaan ini untuk mengantisipasi perubahan fundamental.
- Volatilitas transaksi yang menjadi dasar permintaan BEI tidak dijelaskan secara kuantitatif, sehingga investor tidak dapat menilai besaran atau penyebab pergerakan harga/volume dari dokumen ini.

---

## PIPA

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) mengumumkan rencana akuisisi terhadap suatu perusahaan target di bidang pengolahan gas bumi. Rencana ini masih dalam tahap finalisasi oleh pemegang saham pengendali PT Morris Capital Indonesia (MCI) bersama Perseroan dan belum mengikat. Penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) ditargetkan pada Agustus 2026, dan persetujuan RUPSLB ditargetkan paling lambat Maret 2027. Perusahaan target memiliki omzet sekitar Rp40 miliar per tahun, total aset sekitar Rp476 miliar per 31 Desember 2025, dan proyeksi aset sekitar Rp920 miliar per 31 Desember 2026, dengan potensi pendapatan sekitar Rp250 miliar per tahun dan margin EBITDA sekitar 60%. Transaksi belum final dan mengikat hingga penandatanganan CSPA dan pemenuhan seluruh persyaratan pendahuluan, persetujuan RUPSLB, dan regulator (OJK & BEI).

### Material changes

- Rencana transaksi akuisisi Perusahaan Target di bidang pengolahan gas bumi.
- Penandatanganan CSPA ditargetkan pada bulan Agustus 2026.
- Persetujuan RUPSLB ditargetkan paling lambat bulan Maret 2027.
- Perusahaan Target telah beroperasi sekitar 14 tahun per tahun 2026.
- Perusahaan Target memiliki omzet sekitar Rp40 miliar per tahun.
- Perusahaan Target melakukan ekspansi ke pengolahan minyak dan gas bumi sejak 2025 dengan kontrak strategis lebih dari USD 100 juta.
- Total aset Perusahaan Target sekitar Rp476 miliar per 31 Desember 2025, diproyeksikan sekitar Rp920 miliar per 31 Desember 2026.
- Potensi pendapatan Perusahaan Target sekitar Rp250 miliar per tahun dengan margin EBITDA sekitar 60%.
- Transaksi belum final dan mengikat sampai penandatanganan CSPA dan pemenuhan persyaratan pendahuluan, persetujuan RUPSLB, dan regulator (OJK & BEI).

### Key financial figures

- **omzet Perusahaan Target:** Rp40 miliar (per tahun (tidak disebutkan tahun spesifik, konteks saat ini))
- **total aset Perusahaan Target:** Rp476 miliar (31 Desember 2025)
- **proyeksi total aset Perusahaan Target:** Rp920 miliar (31 Desember 2026)
- **potensi pendapatan Perusahaan Target:** Rp250 miliar (per tahun (proyeksi))
- **margin EBITDA Perusahaan Target:** 60% (proyeksi)
- **nilai kontrak strategis Perusahaan Target:** USD 100 juta (sejak 2025)

### Corporate actions

- Akuisisi Perusahaan Target di bidang pengolahan gas bumi
- Penandatanganan CSPA (Conditional Share Purchase Agreement)

### Expansion projects

- Perusahaan Target melakukan ekspansi ke bidang pengolahan minyak dan gas bumi sejak 2025 dengan perolehan kontrak strategis bernilai lebih dari USD 100 juta.

### Listing / regulatory

- Rencana transaksi memerlukan persetujuan RUPSLB dan regulator (OJK & BEI).
- Transaksi akan mematuhi Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015, Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material, dan Peraturan OJK No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

### Analytical scenarios

- **Rencana akuisisi** [explicit_fact, high]: Perseroan mengumumkan rencana akuisisi terhadap Perusahaan Target di bidang pengolahan gas bumi, dengan penandatanganan CSPA ditargetkan pada Agustus 2026 dan RUPSLB paling lambat Maret 2027.
  - Basis: Surat Tanggapan Pemegang Saham Pengendali MCI No. 035/ST/Oxala-MCI/VIII/2026; Bagian 3.a dan 3.c dokumen
- **Profil Perusahaan Target** [explicit_fact, high]: Perusahaan Target beroperasi sekitar 14 tahun, bergerak di perdagangan alat teknik, konstruksi, dan jasa konsultan teknik dengan omzet sekitar Rp40 miliar per tahun. Sejak 2025, ekspansi ke pengolahan minyak dan gas bumi dengan kontrak strategis lebih dari USD 100 juta.
  - Basis: Bagian 3.b dokumen
- **Data keuangan Perusahaan Target** [explicit_fact, high]: Total aset Perusahaan Target sekitar Rp476 miliar per 31 Desember 2025, diproyeksikan sekitar Rp920 miliar per 31 Desember 2026. Potensi pendapatan sekitar Rp250 miliar per tahun dengan margin EBITDA sekitar 60%.
  - Basis: Bagian 3.b dokumen
  - Caveats: Angka proyeksi bersifat estimasi dan belum tentu tercapai.
- **Pertumbuhan aset Perusahaan Target** [derived_calculation, medium]: Proyeksi total aset Perusahaan Target meningkat dari sekitar Rp476 miliar (31 Des 2025) menjadi sekitar Rp920 miliar (31 Des 2026), menunjukkan kenaikan sekitar Rp444 miliar atau sekitar 93%.
  - Basis: Rp920 miliar - Rp476 miliar = Rp444 miliar; (Rp444 miliar / Rp476 miliar) * 100% ≈ 93%
  - Assumptions: Angka proyeksi aset 2026 adalah akurat.
  - Caveats: Perhitungan berdasarkan angka proyeksi yang belum direalisasi.
- **Dampak terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: Akuisisi ini berpotensi memerlukan pendanaan yang signifikan, yang dapat mempengaruhi struktur modal Perseroan, misalnya melalui penerbitan saham baru atau utang. Namun, tidak ada rincian mengenai sumber dana atau perubahan modal dalam dokumen.
  - Basis: Nilai aset Perusahaan Target yang besar (Rp476 miliar) dan proyeksi pendapatan Rp250 miliar per tahun.
  - Assumptions: Akuisisi akan membutuhkan dana yang material.
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai struktur transaksi atau pendanaan.

### Risks / uncertainties

- Transaksi belum final dan mengikat sampai penandatanganan CSPA dan pemenuhan seluruh persyaratan pendahuluan.
- Persetujuan RUPSLB dan regulator (OJK & BEI) diperlukan dan belum diperoleh.
- Proyeksi keuangan Perusahaan Target (aset, pendapatan, EBITDA) bersifat estimasi dan dapat tidak tercapai.
- Nama Perusahaan Target tidak diungkapkan, sehingga profil dan risiko spesifik belum dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Rencana akuisisi ini dapat mempengaruhi harga saham Perseroan karena merupakan aksi korporasi material yang memerlukan persetujuan pemegang saham dan regulator.

---

## PPRE

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT PP Presisi Tbk. (PPRE) mengumumkan perolehan kontrak baru senilai Rp1,5 triliun hingga Triwulan II 2026, didominasi segmen jasa pertambangan dan konstruksi (97%). Pengumuman ini juga memuat kinerja keuangan H1 2026: pendapatan konsolidasian Rp2,2 triliun (naik 35% YoY), rugi tahun berjalan Rp88,6 miliar (turun 93,4% dibanding rugi tahun 2025 Rp1,3 triliun), beban penurunan nilai turun menjadi Rp57,9 miliar, dan beban keuangan Rp167,7 miliar. Manajemen menyatakan fokus pada efisiensi dan menjajaki kemitraan strategis di sektor pertambangan. Tidak ada rincian kontrak, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan.

### Material changes

- Perolehan kontrak baru senilai Rp1,5 triliun hingga Triwulan II 2026 (klaim emiten).
- Segmen jasa pertambangan dan konstruksi berkontribusi 97% terhadap pendapatan.
- Pendapatan konsolidasian H1 2026 sebesar Rp2,2 triliun, naik 35% dari Rp1,6 triliun pada H1 2025.
- Rugi tahun berjalan H1 2026 sebesar Rp88,6 miliar, turun sekitar 93,4% dibandingkan rugi tahun 2025 sebesar Rp1,3 triliun.
- Beban penurunan nilai turun dari Rp656 miliar (2025) menjadi Rp57,9 miliar (H1 2026).
- Beban keuangan H1 2026 sebesar Rp167,7 miliar, lebih rendah dari Rp171,4 miliar pada H1 2025.
- Manajemen menyatakan fokus pada efisiensi, produktivitas, optimalisasi aset, dan peningkatan kualitas proyek.
- PPRE menjajaki peluang kemitraan strategis untuk memperluas cakupan bisnis, khususnya di sektor pertambangan.

### Key financial figures

- **pendapatan_konsolidasian:** 2.2 triliun (H1 2026 (Januari-Juni 2026))
- **pendapatan_konsolidasian_pembanding:** 1.6 triliun (H1 2025 (Januari-Juni 2025))
- **rugi_tahun_berjalan:** 88.6 miliar (H1 2026 (Januari-Juni 2026))
- **rugi_tahun_berjalan_pembanding:** 1.3 triliun (Tahun 2025)
- **beban_penurunan_nilai:** 57.9 miliar (H1 2026 (Januari-Juni 2026))
- **beban_penurunan_nilai_pembanding:** 656 miliar (Tahun 2025)
- **beban_keuangan:** 167.7 miliar (H1 2026 (Januari-Juni 2026))
- **beban_keuangan_pembanding:** 171.4 miliar (H1 2025 (Januari-Juni 2025))

### Corporate actions

- Perolehan kontrak baru senilai Rp1,5 triliun (klaim emiten) - bukan aksi korporasi klasik seperti rights issue atau dividen, melainkan aktivitas bisnis normal.
- Tidak ada aksi korporasi spesifik (seperti merger, akuisisi, rights issue, buyback, atau stock split) yang diumumkan dalam dokumen.

### Expansion projects

- Tidak ada informasi ekspansi atau capex spesifik dalam dokumen ini.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Capital structure

- Tidak ada informasi perubahan struktur modal atau kepemilikan dalam dokumen ini.

### Listing / regulatory

- Tidak ada informasi status pencatatan atau regulasi dalam dokumen ini.

### Analytical scenarios

- **Kontrak baru** [explicit_fact, high]: PPRE mencatatkan kontrak baru Rp1,5 triliun hingga Triwulan II 2026, dengan 97% dari segmen jasa pertambangan dan konstruksi.
  - Basis: Angka kontrak baru dan persentase kontribusi segmen dinyatakan langsung dalam dokumen.
  - Caveats: Nilai kontrak merupakan klaim emiten; tidak ada rincian kontrak, pihak lawan, atau periode kontrak.
- **Pendapatan** [explicit_fact, high]: Pendapatan konsolidasian H1 2026 sebesar Rp2,2 triliun, naik 35% dari Rp1,6 triliun pada H1 2025.
  - Basis: Angka pendapatan dan persentase pertumbuhan dinyatakan langsung dalam dokumen.
- **Rugi tahun berjalan** [explicit_fact, high]: Rugi tahun berjalan H1 2026 sebesar Rp88,6 miliar, turun sekitar 93,4% dibandingkan rugi tahun 2025 sebesar Rp1,3 triliun.
  - Basis: Angka rugi dan persentase penurunan dinyatakan langsung dalam dokumen.
  - Caveats: Periode pembanding berbeda (tahun penuh vs semester), sehingga penurunan absolut tidak sebanding secara langsung.
- **Penurunan rugi dalam nilai absolut** [derived_calculation, medium]: Penurunan rugi tahun berjalan dari Rp1,3 triliun (2025) menjadi Rp88,6 miliar (H1 2026) setara dengan pengurangan sekitar Rp1,21 triliun.
  - Basis: Rp1,3 triliun - Rp88,6 miliar = Rp1.211,4 miliar (sekitar Rp1,21 triliun).
  - Assumptions: Angka rugi 2025 Rp1,3 triliun dan rugi H1 2026 Rp88,6 miliar dianggap akurat.
  - Caveats: Periode pembanding berbeda (tahun penuh vs semester), sehingga penurunan absolut tidak sebanding secara langsung.
- **Penurunan beban penurunan nilai** [derived_calculation, medium]: Beban penurunan nilai turun dari Rp656 miliar (2025) menjadi Rp57,9 miliar (H1 2026), atau turun sekitar Rp598,1 miliar.
  - Basis: Rp656 miliar - Rp57,9 miliar = Rp598,1 miliar.
  - Assumptions: Angka beban penurunan nilai dianggap akurat.
  - Caveats: Periode pembanding berbeda (tahun penuh vs semester), sehingga penurunan absolut tidak sebanding secara langsung.
- **Penurunan beban keuangan** [derived_calculation, medium]: Beban keuangan turun dari Rp171,4 miliar (H1 2025) menjadi Rp167,7 miliar (H1 2026), atau turun sekitar Rp3,7 miliar.
  - Basis: Rp171,4 miliar - Rp167,7 miliar = Rp3,7 miliar.
  - Assumptions: Angka beban keuangan dianggap akurat.
  - Caveats: Periode pembanding sama (H1), sehingga perbandingan valid.
- **Kemitraan strategis** [analyst_hypothesis, low]: Pernyataan manajemen tentang menjajaki kemitraan strategis di sektor pertambangan dapat mengindikasikan potensi akuisisi, joint venture, atau kerja sama operasi di masa depan, namun belum ada detail transaksi.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 'terus menjajaki peluang kemitraan strategis untuk memperluas cakupan bisnis, khususnya di sektor pertambangan'.
  - Assumptions: Kemitraan strategis dapat berbentuk berbagai skema, tetapi tidak dijelaskan lebih lanjut.
  - Caveats: Tidak ada informasi spesifik mengenai bentuk, nilai, atau pihak yang terlibat.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian kontrak baru (jenis pekerjaan, pemberi kerja, lokasi, jangka waktu, atau syarat penyelesaian) sehingga risiko pelaksanaan tidak dapat dinilai.
- Perbandingan rugi tahun berjalan dan beban penurunan nilai menggunakan periode berbeda (tahun penuh 2025 vs semester I 2026), sehingga penurunan absolut tidak sebanding secara langsung.
- Tidak ada informasi mengenai posisi kas, utang, atau arus kas operasi.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan struktur modal, kepemilikan, atau status pencatatan.

### Items to monitor

- Kontrak baru Rp1,5 triliun menunjukkan aktivitas bisnis yang berkelanjutan di sektor jasa pertambangan dan konstruksi.
- Pendapatan tumbuh 35% YoY, mengindikasikan peningkatan skala operasi.
- Penurunan rugi dan beban penurunan nilai menunjukkan perbaikan kualitas aset dan profitabilitas.

---

## PRDA

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 19 Agustus 2026, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, dengan nilai maksimum Rp150 miliar (termasuk biaya transaksi). Buyback akan dilakukan melalui BEI mulai 20 Agustus 2026 hingga 19 November 2026, tanpa persetujuan RUPS, berdasarkan POJK 13/2023, POJK 29/2023, dan Surat OJK No. S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026. Sumber dana berasal dari kas internal. Manajemen menyatakan buyback merupakan kelanjutan program 2025 dan tidak berdampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Proforma keuangan menunjukkan penurunan aset dan ekuitas sebesar Rp150 miliar serta peningkatan laba per saham dasar dari Rp227,25 menjadi Rp240,33. Pentingnya aksi ini terletak pada potensi pengurangan jumlah saham beredar, peningkatan EPS/ROE proforma, dan sinyal keyakinan manajemen terhadap fundamental, meskipun detail jumlah saham dan harga eksekusi belum diungkapkan.

### Material changes

- Rencana pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp150 miliar dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan.
- Buyback akan mengurangi kas internal dan berpotensi mengurangi jumlah saham beredar.
- Proforma keuangan menunjukkan penurunan total aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp150 miliar.
- Proforma menunjukkan peningkatan laba per saham dasar dari Rp227,25 menjadi Rp240,33 dan ROE dari 8,0% menjadi 8,5%.

### Key financial figures

- **Nilai buyback maksimum:** 150.000.000.000 (2026-08-19)
- **Total Aset (sebelum buyback):** 2.696.179 (2025-12-31)
- **Total Aset (setelah buyback):** 2.546.179 (2025-12-31)
- **Total Ekuitas (sebelum buyback):** 2.393.703 (2025-12-31)
- **Total Ekuitas (setelah buyback):** 2.243.703 (2025-12-31)
- **Laba Tahun Berjalan:** 206.694 (2025-12-31)
- **Laba Per Saham Dasar (sebelum buyback):** 227.25 (2025-12-31)
- **Laba Per Saham Dasar (setelah buyback):** 240.33 (2025-12-31)
- **Return On Equity (sebelum buyback):** 8.0% (2025-12-31)
- **Return On Equity (setelah buyback):** 8.5% (2025-12-31)
- **Dana IPO:** 1.220.000.000.000 (2016-12-07)
- **Jumlah saham IPO:** 187.500.000 (2016-12-07)

### Corporate actions

- Pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan, nilai maksimum Rp150 miliar, periode 20 Agustus 2026 - 19 November 2026, tanpa persetujuan RUPS.

### Capital structure

- Treasury stock saat ini sebesar 5,09% dari modal disetor (dari buyback tahun 2025).
- Rencana buyback maksimum 20% dari modal disetor, memperhatikan free float.
- Saham hasil buyback akan disimpan sebagai treasury stock maksimal 3 tahun setelah periode buyback.
- Buyback berpotensi mengurangi jumlah saham beredar, namun jumlah saham yang akan dibeli tidak diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Buyback dilakukan sesuai POJK 13/2023, POJK 29/2023, dan Surat OJK No. S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026.
- Tidak memerlukan persetujuan RUPS.
- Pembatasan transaksi bagi komisaris, direktur, pegawai, pemegang saham utama, dan pihak terkait selama periode buyback.
- Penunjukan 1 perantara pedagang efek untuk melaksanakan buyback.

### Analytical scenarios

- **Rencana buyback dan dasar hukum** [explicit_fact, high]: PRDA mengumumkan rencana buyback maksimum Rp150 miliar (termasuk biaya transaksi), periode 20 Agustus - 19 November 2026, tanpa RUPS, berdasarkan POJK 13/2023, POJK 29/2023, dan Surat OJK No. S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026. Sumber dana kas internal.
  - Basis: Pengumuman 20260819131150-099/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260819131720-099./CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id
- **Proforma keuangan** [explicit_fact, high]: Proforma menunjukkan penurunan total aset dari 2.696.179 menjadi 2.546.179 dan total ekuitas dari 2.393.703 menjadi 2.243.703 (dalam juta rupiah). Laba per saham dasar naik dari Rp227,25 menjadi Rp240,33; ROE naik dari 8,0% menjadi 8,5%.
  - Basis: Pengumuman 20260819131150-099/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id
  - Caveats: Angka proforma berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2025.
- **Treasury stock dan batas buyback** [explicit_fact, high]: Treasury stock saat ini sebesar 5,09% dari modal disetor (dari buyback 2025). Buyback baru tidak melebihi 20% dari modal disetor sesuai Pasal 8 POJK 13/2023. Saham hasil buyback disimpan sebagai treasury stock maksimal 3 tahun.
  - Basis: Pengumuman 20260819131150-099/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id
- **Dampak proforma terhadap aset dan ekuitas** [derived_calculation, high]: Penurunan total aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp150 miliar (2.696.179 - 2.546.179 = 150.000 juta; 2.393.703 - 2.243.703 = 150.000 juta), sesuai dengan nilai buyback maksimum.
  - Basis: Angka proforma dari pengumuman 20260819131150-099/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Penurunan aset dan ekuitas seluruhnya berasal dari kas yang digunakan untuk buyback.
- **Perubahan laba per saham** [derived_calculation, medium]: Laba per saham dasar proforma meningkat dari Rp227,25 menjadi Rp240,33, selisih Rp13,08. Dokumen menyebut dampak 13,2, kemungkinan karena pembulatan.
  - Basis: Angka proforma dari pengumuman 20260819131150-099/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Perbedaan kecil antara dampak yang ditulis (13,2) dan selisih (13,08) karena pembulatan.
  - Caveats: Perbedaan angka dampak mungkin karena pembulatan atau metode perhitungan yang tidak dijelaskan.
- **Rasio dana buyback terhadap dana IPO** [derived_calculation, high]: Dana buyback Rp150 miliar setara dengan sekitar 12,3% dari dana IPO Rp1,22 triliun (150/1220 = 0,12295).
  - Basis: Dana buyback Rp150 miliar dan dana IPO Rp1,22 triliun dari pengumuman 20260819131720-099./CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Menggunakan angka dana IPO Rp1,22 triliun sebagai pembanding.
  - Caveats: Perhitungan hanya indikatif, tidak mencerminkan dampak pasar.
- **Dampak terhadap free float** [analyst_hypothesis, low]: Buyback tambahan dapat mengurangi free float, namun dokumen tidak memberikan angka free float saat ini atau target minimum. Potensi risiko pelanggaran ketentuan free float BEI jika tidak dikelola.
  - Basis: Dokumen menyebut 'memperhatikan saham yang beredar (free float) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku'.
  - Assumptions: Buyback akan mengurangi jumlah saham beredar.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif free float atau batas minimum yang disebutkan.
- **Motivasi buyback** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyatakan harga saham belum sepenuhnya mencerminkan fundamental, mengindikasikan keyakinan bahwa saham undervalued, namun ini adalah opini manajemen dan bukan fakta pasar.
  - Basis: Pernyataan manajemen: 'harga saham Perseroan saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental'.
  - Assumptions: Pernyataan manajemen dianggap sebagai indikasi motivasi, bukan fakta pasar.
  - Caveats: Pernyataan subjektif, tidak didukung data valuasi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian harga pembelian saham karena mengikuti harga pasar.
- Potensi penurunan free float yang dapat mempengaruhi kepatuhan bursa.
- Dampak buyback terhadap likuiditas saham di pasar.
- Biaya transaksi yang tidak dijelaskan rinciannya.
- Detail rencana buyback (jumlah saham, harga, jadwal, sumber dana) tidak tersedia dalam dokumen utama karena lampiran tidak disertakan.
- Jumlah saham yang akan dibeli tidak diungkapkan, sehingga dampak terhadap struktur modal tidak dapat dipastikan.
- Harga eksekusi buyback tidak diketahui, bergantung pada kondisi pasar.
- Buyback dapat dilakukan bertahap atau sekaligus, sehingga realisasi tidak pasti.

### Items to monitor

- Detail rencana buyback dalam lampiran (jumlah saham, harga, jadwal, sumber dana) yang belum disertakan.
- Realisasi buyback harian melalui BEI selama periode 20 Agustus - 19 November 2026.
- Perubahan jumlah saham beredar dan free float setelah buyback.
- Kepatuhan terhadap batas maksimum 20% modal disetor dan ketentuan free float BEI.
- Laporan keuangan berikutnya untuk melihat dampak aktual terhadap aset, ekuitas, EPS, dan ROE.
- Pengumuman terkait perubahan pengurus, pengendali, atau kegiatan usaha jika ada.

---

## PTPP

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 9

### Overview

Pada periode 18–19 Agustus 2026, PTPP mengumumkan serangkaian panggilan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) untuk tujuh emisi efek utang/sukuk yang berbeda. Seluruh rapat memiliki agenda tunggal yang sama: permohonan persetujuan restrukturisasi dalam rangka penyehatan keuangan, yang diusulkan oleh emiten. Ini menandakan adanya inisiatif restrukturisasi utang yang luas, mencakup hampir seluruh obligasi dan sukuk berkelanjutan yang diterbitkan PTPP sejak 2021. Meskipun detail skema restrukturisasi belum diungkapkan, langkah ini penting secara korporasi karena berpotensi mengubah ketentuan pembayaran, jatuh tempo, atau struktur instrumen utang, yang dapat berdampak pada arus kas, likuiditas, dan profil kredit PTPP. Pengumuman juga mencakup bukti iklan pemanggilan yang dipublikasikan di media cetak dan website, serta satu pengumuman pengampuan yang tidak terkait dengan operasional PTPP.

### Material changes

- PTPP mengumumkan panggilan RUPO dan RUPSU untuk tujuh emisi efek utang/sukuk dengan agenda restrukturisasi dalam rangka penyehatan keuangan.
- Seluruh rapat dijadwalkan pada 1-2 September 2026, dengan kuorum kehadiran dan keputusan masing-masing 3/4 dari efek yang belum dilunasi (tidak termasuk milik emiten/afiliasi) dan 3/4 dari yang hadir.
- Wali Amanat untuk semua emisi adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).
- Detail skema restrukturisasi, jumlah pokok, dan dampak keuangan tidak diungkapkan dalam pengumuman.

### Key financial figures

- **biaya_perkara_pengampuan:** 170000 (2026-08-19)

### Corporate actions

- restrukturisasi_obligasi
- restrukturisasi_sukuk
- restrukturisasi_utang

### Capital structure

- Obligasi Berkelanjutan III PTPP Tahap I Tahun 2021 Seri B
- Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PTPP Tahap I Tahun 2021 Seri B
- Obligasi Berkelanjutan IV PTPP Tahap I Tahun 2024
- Obligasi Berkelanjutan III PTPP Tahap II Tahun 2022 Seri B
- Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PTPP Tahap II Tahun 2022 Seri B
- Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PTPP Tahap III Tahun 2023
- Obligasi Berkelanjutan III PTPP Tahap III Tahun 2023

### Listing / regulatory

- RUPO dan RUPSU mengacu pada POJK No. 20/POJK.04/2020 tentang Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.
- Penyampaian bukti iklan pemanggilan kepada OJK dan BEI.

### Analytical scenarios

- **Panggilan RUPO dan RUPSU** [explicit_fact, high]: PTPP mengumumkan panggilan RUPO dan RUPSU untuk tujuh emisi efek utang/sukuk, dengan agenda tunggal permohonan persetujuan restrukturisasi dalam rangka penyehatan keuangan.
  - Basis: Jenis rapat: RUPO dan RUPSU; Nama emisi: Obligasi Berkelanjutan III Tahap I 2021 Seri B, Sukuk Mudharabah I Tahap I 2021 Seri B, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I 2024, Obligasi Berkelanjutan III Tahap II 2022 Seri B, Sukuk Mudharabah I Tahap II 2022 Seri B, Sukuk Mudharabah I Tahap III 2023, Obligasi Berkelanjutan III Tahap III 2023; Agenda: Permohonan persetujuan restrukturisasi dalam rangka penyehatan keuangan
- **Kuorum RUPO dan RUPSU** [explicit_fact, high]: Kuorum kehadiran dan pengambilan keputusan untuk semua RUPO dan RUPSU adalah 3/4 dari efek yang belum dilunasi (tidak termasuk milik emiten/afiliasi) untuk kehadiran, dan 3/4 dari yang hadir untuk keputusan.
  - Basis: Teks dokumen: 'dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 bagian dari jumlah seluruh Obligasi yang belum dilunasi'; Teks dokumen: 'disetujui paling sedikit 3/4 bagian dari jumlah seluruh Obligasi yang hadir dalam RUPO'; Pasal 10 angka (5).a) romawi (i) Perjanjian Perwaliamanatan; Pasal 22 huruf g ayat 1a angka 1 POJK No. 20/POJK.04/2020
- **Wali Amanat** [explicit_fact, high]: Wali Amanat untuk seluruh emisi adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).
  - Basis: Dokumen panggilan RUPO dan RUPSU menyebutkan Wali Amanat adalah Bank BJB.
- **Pengumuman pengampuan** [explicit_fact, high]: Dokumen bukti iklan memuat pengumuman pengampuan atas Siti Suminah sebagai pengampu untuk tiga orang, dengan aset tertentu, berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 294/Pdt.P/2026/PN Jkt.Pst tanggal 27 Juli 2026.
  - Basis: Dokumen lampiran memuat pengumuman pengampuan.
- **Perkiraan batas akhir perolehan KTUR** [derived_calculation, medium]: Batas akhir perolehan KTUR diperkirakan 3 hari kerja sebelum rapat: untuk rapat 1 September 2026, perkiraan 27 Agustus 2026; untuk rapat 2 September 2026, perkiraan 28 Agustus 2026.
  - Basis: Pemegang efek yang berhak hadir harus memiliki KTUR yang diterbitkan KSEI 3 hari kerja sebelum tanggal rapat.
  - Assumptions: Mengabaikan hari libur nasional dan cuti bersama.
  - Caveats: Tanggal pasti penerbitan KTUR tidak dihitung secara eksplisit dalam dokumen.
- **Indikasi kesulitan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Agenda restrukturisasi untuk penyehatan keuangan pada hampir semua emisi utang/sukuk mengindikasikan potensi tekanan likuiditas atau kesulitan memenuhi kewajiban, namun belum ada konfirmasi resmi.
  - Basis: Agenda RUPO/RUPSU: 'restrukturisasi dalam rangka penyehatan keuangan'
  - Assumptions: Restrukturisasi utang umumnya dilakukan ketika emiten mengalami kesulitan pembayaran atau untuk memperbaiki struktur keuangan.
  - Caveats: Belum ada rincian skema restrukturisasi atau kondisi keuangan PTPP yang dipublikasikan.
- **Potensi skema restrukturisasi** [analyst_hypothesis, low]: Restrukturisasi dapat mencakup perpanjangan jatuh tempo, perubahan kupon/imbalan, pengurangan pokok, atau konversi menjadi instrumen lain, namun detail belum diungkapkan.
  - Basis: Agenda restrukturisasi untuk penyehatan keuangan
  - Assumptions: Restrukturisasi obligasi/sukuk umumnya melibatkan perubahan ketentuan pembayaran atau struktur instrumen.
  - Caveats: Belum ada rincian skema yang dipublikasikan.
- **Alasan RUPO/RUPSU ke-2 atau ke-3** [analyst_hypothesis, low]: RUPO/RUPSU ke-2 atau ke-3 menunjukkan kemungkinan rapat sebelumnya tidak mencapai kuorum atau persetujuan, namun hal ini tidak dinyatakan secara eksplisit.
  - Basis: Penomoran rapat: 'ke-2' dan 'ke-3' pada panggilan
  - Assumptions: Rapat sebelumnya mungkin gagal kuorum atau tidak mencapai persetujuan.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai hasil rapat sebelumnya.
- **Dampak pengampuan** [analyst_hypothesis, medium]: Pengampuan yang diumumkan tampaknya tidak terkait dengan operasional PTPP, melainkan urusan pribadi pihak ketiga, sehingga tidak berdampak langsung pada PTPP.
  - Basis: Pengampuan melibatkan individu yang tidak terkait dengan PTPP.
  - Assumptions: Tidak ada hubungan antara pengampuan dan PTPP.
  - Caveats: Tidak ada indikasi hubungan dengan PTPP.

### Risks / uncertainties

- Rincian skema restrukturisasi belum diungkapkan, sehingga dampak terhadap pemegang obligasi/sukuk belum dapat dinilai.
- Risiko tidak tercapainya kuorum 3/4 dari efek yang belum dilunasi, sehingga keputusan restrukturisasi tidak dapat diambil.
- Risiko penolakan restrukturisasi oleh pemegang efek.
- Ketidakjelasan jumlah pokok efek yang beredar, sehingga materialitas restrukturisasi tidak dapat diukur.
- Potensi konflik kepentingan karena efek yang dimiliki emiten/afiliasi tidak dihitung dalam kuorum.
- Ketidakpastian dampak restrukturisasi terhadap struktur modal, likuiditas, dan harga efek.

### Items to monitor

- Detail skema restrukturisasi yang akan dimintakan persetujuan.
- Hasil RUPO dan RUPSU pada 1-2 September 2026.
- Jumlah pokok efek yang beredar untuk masing-masing emisi.
- Tanggal pasti penerbitan KTUR oleh KSEI.
- Pengumuman lanjutan terkait perubahan Perjanjian Perwaliamanatan.
- Kondisi keuangan PTPP yang mendasari restrukturisasi.

---

## RANS

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menerbitkan pemanggilan RUPSLB pada 19 Agustus 2026 untuk digelar 10 September 2026 secara hybrid. Agenda tunggal adalah persetujuan perubahan susunan Direksi. Tidak ada agenda lain seperti aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal. Rincian calon direksi tidak diungkapkan.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026, pukul 11.00 WIB, di RANS Office Building, Bumi Serpong Damai, Blok CBD Lot VIII No. 12, Kel. Lengkong Gudang, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15321.
- Mekanisme RUPSLB adalah hybrid: fisik (dibatasi 10 pemegang saham, first come first served) dan elektronik melalui eASY.KSEI.
- Agenda tunggal: Persetujuan atas perubahan susunan anggota Direksi Perseroan.
- Masa jabatan Direksi hasil RUPSLB berlaku sampai penutupan RUPST berikutnya.
- Pemegang saham berhak hadir/beri suara: tercatat dalam DPS dan/atau pemilik manfaat dalam penitipan kolektif KSEI pada 18 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
- e-Proxy tersedia sejak tanggal pemanggilan sampai 9 September 2026 pukul 12.00 WIB.
- Surat kuasa konvensional harus diterima PT Adimitra Jasa Korpora (BAE) paling lambat 10 September 2026 pukul 09.00 WIB.
- Pemanggilan ditandatangani Direksi Perseroan pada 19 Agustus 2026.
- Materi Rapat tersedia di website Perseroan; tidak disediakan fisik/digital saat rapat.
- Surat pemanggilan bernomor 038/CORSEC/REI/VIII/2026, dikirim oleh Finance Director Rumunggu Yokonapita.
- Surat merujuk pada pemberitahuan penyelenggaraan RUPS nomor 032/CORSEC/REI/VIII/2026 tanggal 04 Agustus 2026.

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB adalah persetujuan pengangkatan kembali / perubahan susunan Direksi. Rincian perubahan (nama, jabatan, alasan) tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB mengacu pada POJK 14/2025 dan POJK 15/2020.
- Pembatasan kehadiran fisik 10 orang sesuai protokol.
- Penggunaan eASY.KSEI untuk partisipasi elektronik.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Satu-satunya agenda RUPSLB adalah persetujuan perubahan susunan Direksi. Tidak ada agenda lain yang disebutkan.
  - Basis: Mata Acara Rapat: 1. Persetujuan atas perubahan susunan anggota Direksi Perseroan.
- **Waktu dan tempat RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 10 September 2026 pukul 11:00 WIB di RANS Office, Bumi Serpong Damai, Blok CBD Lot VIII No. 12, Tangerang Selatan. Recording date adalah 18 Agustus 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu : 10 September 2026 Waktu : 11:00; Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir : 18 Agustus 2026
- **Mekanisme RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB diselenggarakan hybrid dengan pembatasan kehadiran fisik maksimal 10 pemegang saham, sisanya melalui eASY.KSEI.
  - Basis: Kehadiran fisik dibatasi ... sebanyak 10 (sepuluh) orang, berdasarkan urutan pendaftaran (first come, first served).; Rapat akan diselenggarakan secara hybrid, melalui: a. kehadiran fisik ... b. kehadiran elektronik ... eASY.KSEI
- **Masa jabatan Direksi** [explicit_fact, high]: Masa jabatan Direksi hasil RUPSLB akan berakhir pada penutupan RUPST berikutnya, sesuai ketentuan UUPT dan POJK.
  - Basis: Masa jabatan anggota Direksi hasil Rapat akan berlaku sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berikutnya
- **Potensi perubahan pengendali atau arah bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan Direksi dapat mengindikasikan perubahan strategi atau pengendali, namun dokumen tidak memberikan rincian mengenai calon direksi atau alasan perubahan. Belum ada konfirmasi mengenai dampak terhadap arah bisnis.
  - Basis: Agenda tunggal adalah 'Persetujuan Pengangkatan Kembali / Perubahan Susunan Direksi'
  - Assumptions: Perubahan direksi sering kali terkait dengan perubahan strategi atau pengendali, tetapi ini spekulatif tanpa data tambahan.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai nama calon direksi, alasan perubahan, atau dampak bisnis.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan susunan Direksi (nama, jabatan, alasan) tidak diungkapkan, sehingga belum dapat dinilai dampaknya terhadap operasional atau strategi perusahaan.
- Pembatasan kehadiran fisik 10 orang dapat membatasi partisipasi langsung, namun mekanisme elektronik disediakan.
- Tidak ada informasi mengenai kuorum atau persyaratan suara untuk agenda.

### Items to monitor

- Perubahan susunan Direksi dapat mempengaruhi tata kelola dan arah strategis perusahaan, namun tanpa rincian calon, dampaknya belum dapat dinilai.
- Hasil RUPSLB akan menentukan komposisi Direksi yang berlaku hingga RUPST berikutnya.

---

## SMCB

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 25 September 2026, pukul 14.00 WIB, bertempat di Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta Selatan. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir ditetapkan pada 2 September 2026 pukul 16.00 WIB. Pemanggilan Rapat dijadwalkan pada 3 September 2026. Pengumuman ini merupakan pemberitahuan awal jadwal dan tata cara RUPSLB; agenda atau mata acara rapat belum diungkapkan dalam dokumen. Pengumuman merujuk pada surat sebelumnya No. 231/LGRC/SBI/VII/2026 (atau VIII/2026 pada lampiran) tertanggal 11 Agustus 2026. RUPSLB akan diselenggarakan secara fisik terbatas dan elektronik sesuai POJK No. 14 Tahun 2025. Usulan mata acara dari pemegang saham harus diterima Direksi paling lambat 27 Agustus 2026, dengan syarat mewakili minimal 1/20 dari seluruh saham dengan hak suara. Tidak ada agenda spesifik, angka keuangan, atau aksi korporasi yang diungkapkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- RUPSLB akan diselenggarakan pada Jumat, 25 September 2026, pukul 14.00 WIB, di Hotel RA Suites Simatupang, Pandawa 1-2, Jl TB Simatupang No. 30, Jakarta Selatan.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir: 2 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Pemanggilan Rapat akan dilakukan pada 3 September 2026 melalui situs web BEI, situs web Perseroan, dan eASY.KSEI.
- Pengumuman ini disampaikan pada 19 Agustus 2026 melalui situs web BEI, eASY.KSEI, dan situs web Perseroan.
- Pengumuman merujuk pada surat sebelumnya No. 231/LGRC/SBI/VII/2026 (lampiran menyebut No. 231/LGRC/SBI/VIII/2026) tertanggal 11 Agustus 2026.
- Usulan mata acara dari pemegang saham harus diterima Direksi paling lambat 27 Agustus 2026, dengan syarat mewakili minimal 1/20 dari seluruh saham dengan hak suara.
- Rapat akan diselenggarakan secara fisik terbatas dan elektronik sesuai POJK No. 14 Tahun 2025.
- Perseroan menghimbau pemegang saham untuk hadir secara elektronik melalui eASY.KSEI atau memberikan kuasa melalui eProxy.
- Tata cara penyelenggaraan Rapat, kuorum, dan pengambilan keputusan akan diumumkan pada saat Pemanggilan Rapat.
- Pengirim: Andika Lukmana, Legal & Compliance Group Head/Sekretaris Perusahaan.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan, namun agenda belum diumumkan dalam dokumen ini.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.
- Rapat dilaksanakan secara elektronik sesuai POJK No. 14 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan RUPS, RUPO, dan RUPS Secara Elektronik.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 25 September 2026, dengan DPS pada 2 September 2026, pemanggilan pada 3 September 2026, dan pengumuman pada 19 Agustus 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Jumat, 25 September 2026, 14.00 WIB; Tanggal DPS: 02 September 2026 pukul 16.00 WIB; Pemanggilan Rapat: 3 September 2026; Tanggal pengumuman: 19-08-2026
- **Syarat usulan mata acara** [explicit_fact, high]: Pemegang saham dapat mengusulkan mata acara jika mewakili minimal 1/20 dari seluruh saham dengan hak suara, dan usulan harus diterima paling lambat 27 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 'mewakili 1/20 (satu per dua puluh) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara'; Batas penerimaan usulan tanggal 27 Agustus 2026
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Karena ini adalah RUPSLB, kemungkinan agenda terkait aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penerbitan saham baru, atau transaksi material. Namun, tidak ada informasi agenda dalam dokumen ini.
  - Basis: Perihal: Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa; RUPSLB dijadwalkan tanpa agenda yang diumumkan dalam dokumen ini.
  - Assumptions: RUPSLB umumnya membahas hal-hal luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Agenda tidak disebutkan dalam dokumen; perlu menunggu pengumuman lanjutan atau undangan resmi.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga belum dapat diketahui aksi korporasi yang akan dibahas.
- Tidak ada informasi mengenai syarat kuorum atau ketentuan lain yang harus dipenuhi.
- Tata cara penyelenggaraan Rapat, kuorum, dan pengambilan keputusan baru akan diumumkan pada saat pemanggilan Rapat.

### Items to monitor

- Investor perlu memantau pemanggilan Rapat pada 3 September 2026 untuk mengetahui agenda RUPSLB.
- Pemegang saham yang ingin mengusulkan mata acara harus memperhatikan batas waktu 27 Agustus 2026 dan syarat kepemilikan minimal 1/20 saham dengan hak suara.
- Hasil RUPSLB berpotensi mempengaruhi struktur modal atau arah strategis perusahaan, namun belum dapat dinilai tanpa agenda.

---

## SMDM

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) mengumumkan perubahan komite audit yang efektif pada 18 Agustus 2026. Perubahan tersebut adalah penambahan satu anggota baru, yaitu Irhoan Tanudiredja, sementara anggota lainnya tetap. Pengumuman ini disampaikan oleh Corporate Secretary Sanjaya Sutarsa pada 19 Agustus 2026.

### Material changes

- Perubahan Komite Audit efektif pada 18 Agustus 2026.
- Ketua Komite Audit: Prof. Dr. Susiyati Bambang Hirawan (tetap, periode ke-1).
- Anggota Komite Audit: Rusli Prakarsa (tetap, periode ke-1).
- Anggota Komite Audit: Reynold M. Batubara (tetap, periode ke-1).
- Anggota Komite Audit baru: Irhoan Tanudiredja (periode ke-1).
- Pengumuman ditandatangani oleh Sanjaya Sutarsa, Corporate Secretary.
- Nomor surat: 041/IR-CS/SMDM/VIII/2026.

### Management / control changes

- Perubahan komite audit: penambahan anggota baru Irhoan Tanudiredja, efektif 18 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Perubahan komite audit** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan perubahan komite audit efektif pada 18 Agustus 2026, dengan penambahan satu anggota baru.
  - Basis: Tabel pada halaman 1 dan 2 menunjukkan Irhoan Tanudiredja sebagai anggota baru, sementara anggota lain tetap.

---

## TPMA

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 18 Agustus 2026 (No. 75/TPMA/CorSec/2026). Laporan ini bersifat periodik dan tidak mengumumkan aksi korporasi baru. Terdapat perubahan kecil pada kepemilikan saham salah satu direksi (Ronny) yang turun 200.000 saham, yang berkontribusi pada kenaikan free float sebesar 200.000 saham (dari 29,5% menjadi 29,51%). Tidak ada perubahan jumlah saham beredar, jumlah pemegang saham, atau struktur pengendalian.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 18 Agustus 2026, No. 75/TPMA/CorSec/2026, diterbitkan oleh PT Trans Power Marine Tbk.
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris: Rudy Sutiono (Direksi) 76.060.387 saham (2,17%), Ronny (Direksi) 17.821.622 saham (0,51%), Daniel Kurniawan (Direksi) 1.250.112 saham (0,04%).
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris sebelumnya: Rudy Sutiono 76.060.387 saham (2,17%), Ronny 18.021.622 saham (0,51%), Daniel Kurniawan 1.250.112 saham (0,04%).
- Kepemilikan saham oleh pemegang saham 5% atau lebih: PT Dwitungga Resources (Pengendali) 1.825.430.197 saham (52,04%), PT Patin Resources (Afiliasi Pengendali) 315.896.590 saham (9%), Suaedi (Direksi) 950.000 saham (0,03%).
- Kepemilikan saham oleh pemegang saham 5% atau lebih sebelumnya: PT Dwitungga Resources 1.825.430.197 saham (52,04%), PT Patin Resources 315.896.590 saham (9%), Suaedi 950.000 saham (0,03%).
- Total saham beredar: 3.507.420.034 saham (bulan ini dan sebelumnya).
- Komposisi kepemilikan saham: pemegang saham <5% (non-warkat) 1.259.071.226 saham (35,9%), pemegang saham <5% (warkat) 10.939.900 saham (0,31%), saham tresuri 0 saham (0%).
- Free float: 1.447.413.147 saham (29,51%) pada bulan ini; 1.447.213.147 saham (29,5%) pada bulan sebelumnya.
- Jumlah pemegang saham: 66 pemegang (bulan ini dan sebelumnya).
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar antara bulan ini dan sebelumnya.
- Laporan ditandatangani oleh Rudy Sutiono, Corporate Secretary, pada 19-08-2026.
- Laporan menyatakan informasi yang disajikan benar dan lengkap, tidak ada informasi material yang dihilangkan.
- Tidak ada aksi korporasi seperti saham bonus, rights issue, private placement, stock split, merger, akuisisi, atau transaksi aset yang dilaporkan dalam dokumen ini.

### Capital structure

- Total saham beredar: 3.507.420.034 saham (tidak berubah dari bulan sebelumnya).
- Kepemilikan pengendali PT Dwitungga Resources: 1.825.430.197 saham (52,04%).
- Kepemilikan afiliasi pengendali PT Patin Resources: 315.896.590 saham (9%).
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris: Rudy Sutiono 76.060.387 (2,17%), Ronny 17.821.622 (0,51%), Daniel Kurniawan 1.250.112 (0,04%), Suaedi 950.000 (0,03%).
- Free float: 1.447.413.147 saham (29,51%) bulan ini, naik 200.000 saham dari bulan sebelumnya (1.447.213.147 saham, 29,5%).
- Saham tresuri: 0 saham.
- Jumlah pemegang saham: 66 (tidak berubah).

### Listing / regulatory

- Laporan bulanan disampaikan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia, termasuk ketentuan free float (Peraturan I-A dan V.2).
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang dilaporkan.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan saham Direksi dan Komisaris** [explicit_fact, high]: Rudy Sutiono memiliki 76.060.387 saham (2,17%), Ronny 17.821.622 saham (0,51%), Daniel Kurniawan 1.250.112 saham (0,04%). Tidak ada perubahan untuk Rudy dan Daniel, tetapi Ronny mengalami penurunan 200.000 saham dari 18.021.622 menjadi 17.821.622.
  - Basis: Angka kepemilikan bulan ini dan sebelumnya pada halaman 2 dan 9 dokumen.
- **Perubahan free float** [derived_calculation, high]: Free float bulan ini 1.447.413.147 saham, bulan sebelumnya 1.447.213.147 saham, sehingga terjadi penambahan 200.000 saham. Persentase free float naik dari 29,5% menjadi 29,51% terhadap total saham beredar 3.507.420.034 saham.
  - Basis: Angka free float bulan ini dan sebelumnya pada halaman 5 dan 12 dokumen.
  - Assumptions: Total saham beredar konstan 3.507.420.034 saham.
- **Penurunan kepemilikan Ronny** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan 200.000 saham oleh Ronny mungkin terkait dengan penjualan saham di pasar, yang berkontribusi pada kenaikan free float. Namun, tidak ada informasi detail mengenai transaksi tersebut.
  - Basis: Penurunan kepemilikan Ronny dari 18.021.622 menjadi 17.821.622 saham.; Kenaikan free float sebesar 200.000 saham.
  - Assumptions: Penurunan kepemilikan Ronny terjadi melalui transaksi pasar dan saham tersebut menjadi bagian dari free float.
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi dari emiten mengenai penyebab penurunan tersebut.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari laporan ini.

---

## TRJA

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek sahamnya. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, dan telah mengonfirmasi bahwa pemegang saham utama PT Samindo Resources Tbk (MYOH) tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan yang mengubah status pengendali. Data volatilitas menunjukkan volume transaksi meningkat dari 934.600 saham (371 kali) menjadi 27.729.500 saham (6.597 kali), dan harga penutupan naik dari Rp111 menjadi Rp120 (naik 8,11%).

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-10775/BEI.PP2/08-2026 tertanggal 6 April 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek sesuai Peraturan Nomor I-E, Butir III.2.1, Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Perseroan telah mengonfirmasi kepada pemegang saham utama, PT Samindo Resources Tbk (MYOH), yang menyatakan tidak memiliki rencana terkait kepemilikan saham yang dapat mengubah status sebagai pemegang saham utama.
- Volume transaksi saham meningkat dari 934.600 saham (frekuensi 371) menjadi 27.729.500 saham (frekuensi 6.597) pada hari bursa yang dibandingkan.
- Harga penutupan saham naik dari Rp111 menjadi Rp120, kenaikan Rp9 atau 8,11%.

### Capital structure

- Pemegang saham utama PT Samindo Resources Tbk (MYOH) tidak memiliki rencana yang mengubah status kepemilikan sahamnya di TRJA (hasil konfirmasi emiten).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek (surat S-10775/BEI.PP2/08-2026 tertanggal 6 April 2026).
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan I-E Kep-00087/BEI/12-2025.

### Analytical scenarios

- **Rasio kenaikan volume transaksi** [derived_calculation, high]: Volume transaksi meningkat sekitar 29,67 kali lipat (27.729.500 / 934.600 = 29,67).
  - Basis: Volume transaksi hari bursa sebelumnya: 934.600 saham.; Volume transaksi hari yang dilaporkan: 27.729.500 saham.
  - Assumptions: Perbandingan langsung antara dua hari bursa yang disebutkan.
- **Rasio kenaikan frekuensi transaksi** [derived_calculation, high]: Frekuensi transaksi meningkat sekitar 17,78 kali lipat (6.597 / 371 = 17,78).
  - Basis: Frekuensi hari bursa sebelumnya: 371 kali.; Frekuensi hari yang dilaporkan: 6.597 kali.
  - Assumptions: Perbandingan langsung antara dua hari bursa yang disebutkan.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan signifikan volume dan harga dapat disebabkan oleh sentimen pasar atau aktivitas investor, namun emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang mendasarinya.
  - Basis: Data volume dan harga yang meningkat tajam.; Pernyataan emiten bahwa tidak ada informasi material.
  - Assumptions: Volatilitas mungkin dipicu oleh faktor eksternal atau perilaku pasar.
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung mengenai penyebab volatilitas.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum pada dokumen pertama, namun dokumen kedua menyebutkan tanggal 6 April 2026.
- Tidak ada rincian mengenai penyebab volatilitas transaksi efek yang diminta BEI.
- Pernyataan emiten bersifat subjektif dan tidak didukung data kuantitatif.
- Potensi risiko kepatuhan jika terdapat informasi material yang belum diungkap, meskipun emiten menyatakan tidak ada.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; emiten menyangkal adanya fakta material yang mempengaruhi harga saham.
- Pernyataan tidak adanya rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang dapat menjadi sinyal stabilitas, namun bukan jaminan.
- Konfirmasi pemegang saham utama bahwa tidak ada rencana perubahan kepemilikan dapat mengurangi ketidakpastian terkait struktur kepemilikan.

---

## TRUK

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Guna Timur Raya Tbk. (TRUK) menyampaikan laporan hasil Public Expose Insidentil yang diselenggarakan pada 18 Agustus 2026 secara online. Public expose bersifat sukarela, bukan permintaan Bursa atau OJK. Dalam sesi tanya jawab, manajemen menyatakan lonjakan harga saham pada 3 Agustus 2026 sebagai volatilitas pasar, belum ada rencana diversifikasi, dan tidak ada indikasi insider trading. Dokumen tidak memuat data keuangan, capex, atau informasi strategis lainnya.

### Material changes

- PT Guna Timur Raya Tbk. (TRUK) menyelenggarakan Public Expose Insidentil pada 18 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB secara online melalui Zoom.
- Public Expose bersifat sukarela, bukan permintaan Bursa Efek Indonesia atau OJK.
- Peserta yang hadir (tidak termasuk manajemen dan karyawan) sebanyak 5 orang; daftar hadir mencatat 10 orang termasuk manajemen.
- Direksi yang hadir: Firman Muliansyah (Direktur) dan Carolina Kusuma (Komisaris). Presentasi disampaikan oleh M. Adiwijaya K. (perwakilan perseroan).
- Laporan ditandatangani oleh Budi Gunawan selaku Direktur Utama (pada lampiran) dan selaku Corporate Secretary (pada dokumen utama) di Jakarta pada 19 Agustus 2026.
- Manajemen menyatakan lonjakan harga dan volume saham TRUK pada 3 Agustus 2026 adalah murni volatilitas pasar, tidak terkait fundamental, dan kemungkinan pihak tertentu 'menggoreng' saham berkapitalisasi kecil.
- Manajemen menyatakan belum ada rencana diversifikasi ke sektor lain; pengembangan bisnis tetap di sektor logistik/kargo.
- Manajemen menyatakan tidak melihat indikasi insider trading dan akan terus menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik.
- Materi Public Expose disampaikan ke Bursa Efek Indonesia via e-reporting tanggal 14 Agustus 2026, nomor 039/GTR-DIR/VIII/2026.

### Listing / regulatory

- Public Expose Insidentil diselenggarakan secara sukarela, bukan karena permintaan Bursa atau OJK.
- Dalam pertanyaan investor disebutkan adanya penghentian sementara (suspensi) oleh BEI terkait lonjakan harga saham, namun tidak dikonfirmasi detail oleh manajemen.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public expose insidentil sukarela mungkin dilakukan untuk merespons lonjakan harga saham dan menjawab kekhawatiran investor, namun tidak ada detail materi yang disampaikan dalam dokumen ini.
  - Basis: Public expose bersifat sukarela, bukan permintaan regulator.; Pertanyaan investor berfokus pada lonjakan harga saham dan suspensi BEI.
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan dari lampiran yang tersedia.
  - Caveats: Dokumen ini hanya berisi laporan administratif; materi public expose tidak disertakan.
- **Risiko tata kelola** [analyst_hypothesis, low]: Tidak ada mekanisme spesifik yang diungkapkan untuk mencegah insider trading atau asimetri informasi selain keterbukaan informasi umum. Ini menunjukkan potensi kelemahan dalam kebijakan insider trading.
  - Basis: Jawaban manajemen pada pertanyaan 3.
  - Assumptions: Kebijakan insider trading yang kuat biasanya mencakup window period, blackout period, atau pelaporan transaksi insider.
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan kebijakan internal spesifik.

### Risks / uncertainties

- Volatilitas harga saham yang tidak terkait fundamental dapat menimbulkan risiko bagi investor.
- Tekanan ekonomi makro seperti suku bunga dan kebijakan pajak sektor logistik disebutkan dalam pertanyaan investor, namun tidak dijawab langsung oleh manajemen.
- Penurunan pendapatan dan ekuitas selama 3 tahun terakhir disebutkan dalam pertanyaan investor, namun tidak dikonfirmasi atau dibahas oleh manajemen.

### Items to monitor

- Lonjakan harga saham dan potensi suspensi BEI dapat memengaruhi persepsi investor terhadap likuiditas dan tata kelola.
- Tidak ada informasi keuangan atau strategi baru yang dapat menjadi dasar keputusan investasi.

---

## UNIC

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) menerbitkan pemanggilan RUPSLB pada 19 Agustus 2026 untuk diselenggarakan pada 10 September 2026. Agenda tunggal adalah persetujuan penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha agar sesuai dengan KBLI 2025. Perubahan ini dinyatakan emiten sebagai penyesuaian administratif mandatori berdasarkan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025, dan bukan merupakan penambahan/pengurangan kegiatan usaha sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020. Tidak ada agenda lain, angka keuangan, atau aksi korporasi lain yang diumumkan.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026, pukul 11:00 WIB di Hotel Kimaya Slipi, Lt. Mezzanine, Ruang Kerinci, Jl. Letjen S. Parman Kav. 59, Slipi, Jakarta Barat 11410.
- Recording date (DPS) yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah 18 Agustus 2026.
- Agenda tunggal RUPSLB: Persetujuan atas penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan tentang Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha untuk disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2025.
- Penyesuaian dilakukan untuk memenuhi Peraturan Badan Pusat Statistik No. 7 Tahun 2025 tentang KBLI.
- Emiten menyatakan perubahan ini bukan merupakan penambahan dan/atau pengurangan kegiatan usaha sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.
- Surat pemanggilan bernomor 00977/0826/UIC-CS, tanggal 19 Agustus 2026, ditandatangani oleh Corporate Secretary Fifi Afriyanthi.
- Terdapat surat pemberitahuan sebelumnya bernomor 00912/0826/UIC-CS tanggal 04 Agustus 2026.
- Batas penerimaan surat kuasa fisik oleh Direksi: 4 September 2026.
- Pemanggilan diumumkan melalui website perusahaan, IDX, dan eASY KSEI.
- Usulan kegiatan usaha utama mencakup: industri kimia dasar dari minyak bumi, gas alam dan batu bara (KBLI 20116); pergudangan dan penyimpanan lainnya (52109); perdagangan besar berbagai macam barang di grosir/perkulakan swalayan (46901); perdagangan besar berbagai macam barang selain di grosir/perkulakan swalayan (46902); aktivitas pengembangan bangunan dan lahan hunian (68111); aktivitas penyewaan bangunan dan lahan hunian milik sendiri atau sewa (68112); pengelolaan pusat perbelanjaan (68125); penyewaan gudang dan fasilitas penyimpanan mandiri (68126); pengelolaan gedung dan perkantoran (68127); angkutan bermotor untuk barang umum (49231).
- Usulan kegiatan usaha penunjang tetap: menjalankan usaha-usaha lain yang berkaitan dan menunjang kegiatan usaha utama sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

### Corporate actions

- Perubahan anggaran dasar (Pasal 3) untuk penyesuaian KBLI 2025 - agenda RUPSLB

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB untuk persetujuan perubahan anggaran dasar (Pasal 3) terkait KBLI 2025
- Penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar untuk memenuhi Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025 tentang KBLI 2025
- Pernyataan bahwa perubahan bukan merupakan penambahan/pengurangan kegiatan usaha sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB hanya memiliki satu agenda, yaitu persetujuan penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha agar sesuai dengan KBLI 2025. Tidak ada agenda lain yang diumumkan.
  - Basis: Dokumen bagian 'Agenda RUPS Luar Biasa' hanya mencantumkan satu agenda dengan isi tersebut.
- **Jadwal dan mekanisme RUPS** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 10 September 2026 pukul 11:00 WIB di Hotel Kimaya Slipi, dengan recording date 18 Agustus 2026. Pemanggilan dilakukan melalui surat No. 00977/0826/UIC-CS tanggal 19 Agustus 2026.
  - Basis: Bagian 'Hari/Tanggal/Waktu', 'Lokasi Penyelenggaraan RUPS', 'Tanggal Daftar Pemegang Saham', dan 'Tanggal dan Waktu' pada dokumen.
- **Sifat perubahan** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan perubahan ini bukan penambahan atau pengurangan kegiatan usaha, melainkan penyesuaian administratif untuk KBLI 2025.
  - Basis: Halaman 2: 'Perubahan ini bukan merupakan penambahan dan/atau pengurangan kegiatan usaha sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020'.
- **Rincian kegiatan usaha** [explicit_fact, high]: Usulan perubahan memuat daftar kegiatan usaha utama dengan kode KBLI 2025, termasuk industri kimia dasar (20116), pergudangan (52109), perdagangan besar (46901, 46902), pengembangan properti (68111, 68112, 68125, 68126, 68127), dan angkutan barang (49231).
  - Basis: Halaman 4 dan 9 memuat daftar kegiatan usaha utama dengan kode KBLI.
- **Dampak operasional** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun dinyatakan sebagai penyesuaian administratif, perubahan rumusan kegiatan usaha menjadi lebih spesifik dengan kode KBLI dapat mempengaruhi klasifikasi perizinan atau pelaporan, namun tidak mengubah substansi bisnis.
  - Basis: Perubahan rumusan dari 'industri' menjadi 'industri kimia dasar dari minyak bumi, gas alam dan batu bara' dan penambahan kode KBLI.
  - Assumptions: Kegiatan usaha yang dijalankan saat ini sudah sesuai dengan kode KBLI yang disebutkan.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai dampak operasional atau perizinan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif atau detail perubahan kegiatan usaha dalam pemanggilan ini; materi RUPSLB belum dianalisis.
- Tidak ada kepastian bahwa agenda akan disetujui oleh pemegang saham.
- Tidak ada informasi mengenai dampak penyesuaian KBLI terhadap kegiatan usaha atau kinerja keuangan.
- Tidak ada detail perubahan KBLI yang diusulkan dalam dokumen pemanggilan utama.

### Items to monitor

- Perubahan anggaran dasar ini bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha secara substansial, sehingga dampak langsung terhadap operasional atau keuangan diperkirakan minimal.
- Persetujuan pemegang saham diperlukan untuk perubahan anggaran dasar, namun karena sifatnya administratif, risiko penolakan rendah.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan struktur modal, dividen, atau aksi korporasi lain yang dapat mempengaruhi nilai saham.

---

## WEHA

**Window:** 2026-08-18 → 2026-08-19

**Announcements:** 1

### Overview

PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) mengumumkan perubahan informasi kontak dan identitas fiskal, efektif 19 Agustus 2026. Perubahan meliputi email dari edgar@whitehorse.co.id menjadi corsec@whitehorse.co.id, website dari www.whitehorse.co.id menjadi www.whitehorsegroup.co.id, dan NPWP dari 02.040.634.4-054.000 menjadi 002.040.634.4-054.000 (dokumen lampiran menuliskan NPWP lama sebagai 102.040.634.4-054.000). Alamat, telepon, dan fax tidak berubah. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- Perubahan email perusahaan dari edgar@whitehorse.co.id menjadi corsec@whitehorse.co.id
- Perubahan website dari www.whitehorse.co.id menjadi www.whitehorsegroup.co.id
- Perubahan NPWP dari 02.040.634.4-054.000 menjadi 002.040.634.4-054.000 (dokumen lampiran menuliskan NPWP lama sebagai 102.040.634.4-054.000)
- Alamat, nomor telepon, dan fax tidak berubah
- Perubahan efektif pada 19 Agustus 2026

### Listing / regulatory

- Perubahan data emiten berupa email, website, dan NPWP yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat nomor WEHA/FA/8/29/2026 tanggal 19 Agustus 2026

### Analytical scenarios

- **Perubahan email dan website** [explicit_fact, high]: Email perusahaan berubah dari edgar@whitehorse.co.id menjadi corsec@whitehorse.co.id, dan website dari www.whitehorse.co.id menjadi www.whitehorsegroup.co.id. Ini menunjukkan penyesuaian kontak resmi emiten.
  - Basis: Tabel perubahan pada dokumen utama dan lampiran
- **Perubahan NPWP** [explicit_fact, high]: NPWP berubah dari 02.040.634.4-054.000 menjadi 002.040.634.4-054.000 (penambahan digit '0' di awal). Dokumen lampiran menuliskan NPWP lama sebagai 102.040.634.4-054.000, sehingga terdapat perbedaan kecil antara kedua dokumen.
  - Basis: Tabel perubahan pada dokumen utama dan lampiran
  - Caveats: Terdapat inkonsistensi penulisan NPWP lama antara dokumen utama (02.040.634.4-054.000) dan lampiran (102.040.634.4-054.000)
- **Alasan perubahan NPWP** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan NPWP mungkin terkait dengan penyesuaian administrasi fiskal atau perubahan identitas perusahaan, namun alasan resmi tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Perubahan NPWP yang tercantum dalam dokumen
  - Assumptions: Perubahan NPWP dapat disebabkan oleh faktor administratif atau perubahan data perusahaan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan perubahan NPWP

### Risks / uncertainties

- Perubahan NPWP dapat menimbulkan risiko administratif jika tidak diperbarui di seluruh dokumen resmi, namun tidak ada indikasi dampak operasional.
- Perubahan email dan website dapat menyebabkan kebingungan sementara bagi pemangku kepentingan yang menggunakan kontak lama.
