# Digest emiten IDX · 19–20 Agustus 2026

**Covered:** 2026-08-19 → 2026-08-20
**Saved windows:** 1 (2026-08-19 → 2026-08-20)
**Companies:** 46

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## ARTI

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-10799/BEI.PP3/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026. ARTI menyatakan tidak ada putusan hakim yang menyatakan objek sengketa milik pribadi Derek Prabu Maras, dan perkara No. 1002/Pdt.G/2025/PN Jkt.Sel diputus PN Jakarta Selatan tidak berwenang mengadili. ARTI juga menyatakan tidak ada dampak keuangan dan non-keuangan serta tidak ada materialitas atas perkembangan tersebut. Terdapat beberapa perkara hukum yang masih berjalan (mediasi dan pemanggilan) yang diajukan Derek Prabu Maras terhadap ARTI. Lampiran berisi salinan putusan pengadilan, panggilan sidang, dan pencabutan perkara. Dokumen lampiran 6 dan 8 mengandung indikasi rencana rights issue dan realisasi penggunaan dana PUT HMETD, namun kualitas OCR buruk dan tidak dapat diverifikasi.

### Material changes

- ARTI mengirim surat No. 044/RPE-CORSEC/OJK/IDX/VIII/2026 tanggal 20 Agustus 2026 sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan BEI No. S-10799/BEI.PP3/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026.
- ARTI menyatakan tidak ada amar putusan hakim yang menyatakan objek sengketa adalah sah milik pribadi Derek Prabu Maras.
- Perkara No. 1002/Pdt.G/2025/PN Jkt.Sel diputus bahwa PN Jakarta Selatan tidak berwenang mengadili, sehingga pokok perkara belum diperiksa.
- ARTI menyatakan tidak ada dampak keuangan dan non-keuangan serta tidak ada tingkat materialitas atas perkembangan yang disampaikan pada poin 1.
- Perkara gugatan Derek Prabu Maras No. 366/Pdt.G/2026/PN Jkt.Sel dicabut pada 5 Mei 2026.
- Perkara gugatan Derek Prabu Maras No. 21/Pdt-Sus-Pailit/Pembatalan Perdamaian/2026/PN Jkt.Pst dicabut pada 25 Mei 2026.
- Derek Prabu Maras mengajukan gugatan No. 549/Pdt.G/2026/PN Jkt.Sel dan No. 551/Pdt.G/2026/PN Jkt.Sel, keduanya masih dalam tahap mediasi.
- Derek Prabu Maras mengajukan gugatan No. 61/Pdt.Sus-Pailit-GII/2026/PN Niaga.Jkt.Pst, proses masih dalam tahap pemanggilan para pihak.
- Putusan PN Jakarta Selatan No. 1002/Pdt.G/2025/PN Jkt.Sel dijatuhkan 31 Maret 2026 dan diucapkan 2 April 2026, biaya perkara Rp620.000 dibebankan kepada Penggugat.
- Putusan PN Jakarta Selatan No. 1026/Pdt.G/2025/PN Jkt.Sel menyatakan gugatan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard), biaya perkara Rp459.000.
- Lampiran 8 menyebutkan realisasi penggunaan dana PUT HMETD per 30 Juni 2020: pelunasan utang Rp1.000.000.000.000, modal kerja Rp250.000.000.000, investasi Rp20.000.000.000, lainnya Rp10.000.000.000, total Rp1.280.000.000.000.
- Lampiran 8 menyebutkan total dana hasil PUT HMETD sebesar Rp1.250.000.000.000 yang disetujui RUPS pada 12 Juli 2020.
- Lampiran 6 menyebutkan rencana rights issue dengan HMETD, perubahan pengurus, dan ekspansi usaha, namun detail tidak terbaca jelas.
- Lampiran 2 (putusan No. 1002) menyebutkan tuntutan ganti rugi materiil Rp1.000.000.000.000 dan immateriil Rp300.000.000.000 oleh Derek Prabu Maras.
- Lampiran 2 menyebutkan nilai lelang tiga bidang tanah Rp96.025.000.000 berdasarkan risalah lelang No. RL-223/29/2021 tanggal 30 April 2021.
- Lampiran 4 menyebutkan outstanding utang PT Lekom Maras kepada Bank Mega per 30 Desember 2019 sebesar USD 49.145.285,15 atau setara Rp699.337.407.684,50 dengan kurs Rp14.230/USD.

### Key financial figures

- **Tuntutan ganti rugi materiil:** 1.000.000.000.000 (Gugatan No. 1002/Pdt.G/2025/PN Jkt.Sel)
- **Tuntutan ganti rugi immateriil:** 300.000.000.000 (Gugatan No. 1002/Pdt.G/2025/PN Jkt.Sel)
- **Nilai lelang tiga bidang tanah:** 96.025.000.000 (30 April 2021)
- **Biaya perkara No. 1002/Pdt.G/2025/PN Jkt.Sel:** 620.000 (31 Maret 2026)
- **Biaya perkara No. 1026/Pdt.G/2025/PN Jkt.Sel:** 459.000 (17 Juni 2026)
- **Biaya perkara No. 366/Pdt.G/2026/PN Jkt.Sel:** 672.000 (5 Mei 2026)
- **Outstanding utang PT Lekom Maras kepada Bank Mega:** USD 49.145.285,15 (30 Desember 2019)
- **Outstanding utang PT Lekom Maras dalam Rupiah:** Rp699.337.407.684,50 (30 Desember 2019)
- **Total dana hasil PUT HMETD:** 1.250.000.000.000 (12 Juli 2020 (persetujuan RUPS))
- **Realisasi pelunasan utang dari PUT HMETD:** 1.000.000.000.000 (per 30 Juni 2020)
- **Realisasi modal kerja dari PUT HMETD:** 250.000.000.000 (per 30 Juni 2020)
- **Realisasi investasi dari PUT HMETD:** 20.000.000.000 (per 30 Juni 2020)
- **Realisasi lainnya dari PUT HMETD:** 10.000.000.000 (per 30 Juni 2020)
- **Total realisasi penggunaan dana PUT HMETD:** 1.280.000.000.000 (per 30 Juni 2020)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan dalam dokumen utama. Lampiran 6 menyebutkan rencana rights issue dengan HMETD, namun detail tidak terbaca jelas dan tidak dapat diverifikasi sebagai pengumuman resmi.

### Expansion projects

- Lampiran 6 menyebutkan rencana ekspansi usaha, namun detail nilai proyek, kapasitas, lokasi, dan jadwal tidak terbaca jelas.

### Management / control changes

- Lampiran 6 menyebutkan perubahan pengurus (direksi dan/atau komisaris), namun nama dan tanggal efektif tidak terbaca jelas.

### Capital structure

- Lampiran 6 menyebutkan rencana penerbitan saham baru melalui rights issue dengan HMETD, namun jumlah saham, rasio, dan harga pelaksanaan tidak terbaca jelas.
- Lampiran 8 menyebutkan realisasi penggunaan dana PUT HMETD yang telah disetujui RUPS pada 12 Juli 2020.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI No. S-10799/BEI.PP3/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026 terkait perkembangan penyelesaian homologasi PT Lekom Maras dan perkara hukum lainnya.
- ARTI menyatakan tidak ada dampak keuangan dan non-keuangan serta tidak ada materialitas atas perkembangan yang disampaikan.

### Analytical scenarios

- **Total tuntutan ganti rugi** [derived_calculation, high]: Total tuntutan ganti rugi materiil dan immateriil dalam gugatan No. 1002/Pdt.G/2025/PN Jkt.Sel adalah Rp1.300.000.000.000 (Rp1.000.000.000.000 + Rp300.000.000.000).
  - Basis: Lampiran 2, petitum gugatan
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana
- **Selisih realisasi penggunaan dana PUT HMETD** [derived_calculation, medium]: Total realisasi penggunaan dana (Rp1.280.000.000.000) lebih tinggi Rp30.000.000.000 dibandingkan total dana hasil PUT (Rp1.250.000.000.000). Selisih ini tidak dijelaskan sumbernya dalam dokumen.
  - Basis: Lampiran 8, tabel realisasi penggunaan dana
  - Assumptions: Selisih dihitung sebagai total realisasi dikurangi total dana perolehan
  - Caveats: Dokumen tidak menjelaskan sumber selisih tersebut
- **Dampak potensial perkara hukum terhadap ARTI** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun ARTI menyatakan tidak ada dampak material, keberadaan gugatan pembatalan perdamaian (homologasi) dan gugatan pailit yang masih berjalan dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dan operasional di masa depan. Namun, karena perkara-perkara tersebut masih dalam tahap awal (mediasi dan pemanggilan), dampak finalnya belum dapat dipastikan.
  - Basis: Jawaban poin 5 pada lampiran 1
  - Assumptions: Gugatan pailit dan pembatalan perdamaian dapat mempengaruhi kelangsungan usaha jika dikabulkan
  - Caveats: Ini adalah hipotesis analis, bukan fakta. Dampak aktual bergantung pada putusan pengadilan yang belum ada.
- **Potensi rights issue untuk mendanai kebutuhan** [analyst_hypothesis, low]: Lampiran 6 menyebutkan rencana rights issue dengan HMETD, namun tidak ada detail jumlah, rasio, atau penggunaan dana yang terbaca. Tidak ada indikator kebutuhan dana spesifik dalam dokumen utama. Jika rights issue direncanakan, kemungkinan untuk mendanai ekspansi atau memperkuat modal, namun hal ini belum dapat dikonfirmasi.
  - Basis: Lampiran 6, teks yang menyebutkan 'penerbitan saham baru' dan 'HMETD'
  - Assumptions: Dana rights issue digunakan untuk ekspansi dan modal kerja
  - Caveats: Kualitas OCR buruk, detail tidak terbaca. Tidak ada pengumuman resmi rights issue dalam dokumen utama.

### Risks / uncertainties

- Perkara hukum yang masih berjalan (No. 549/Pdt.G/2026/PN Jkt.Sel, No. 551/Pdt.G/2026/PN Jkt.Sel, dan No. 61/Pdt.Sus-Pailit-GII/2026/PN Niaga.Jkt.Pst) dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dan operasional bagi ARTI.
- Klaim ARTI bahwa tidak ada dampak keuangan dan non-keuangan atas perkembangan perkara belum tentu mencerminkan risiko di masa depan, terutama jika perkara yang masih berjalan berakhir dengan putusan yang merugikan.
- Kualitas OCR buruk pada lampiran 5, 6, dan 7 menyebabkan banyak detail penting tidak dapat diekstraksi.
- Terdapat selisih antara total realisasi penggunaan dana PUT HMETD (Rp1.280 miliar) dengan total dana hasil PUT (Rp1.250 miliar) yang tidak dijelaskan sumbernya.

### Items to monitor

- Perkara hukum yang melibatkan ARTI dan Derek Prabu Maras dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap emiten.
- Rencana rights issue yang disebutkan dalam lampiran 6 dapat mempengaruhi struktur modal dan kepemilikan saham jika direalisasikan.
- Perubahan pengurus yang disebutkan dalam lampiran 6 dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan.

---

## AVIA

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Avia Avian Tbk (AVIA) melaporkan penerimaan dividen interim dari anak usahanya, PT Tirtakencana Tatawarna (Tirta), sebesar Rp99.999.929.387,00 pada 19 Agustus 2026. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau keberlangsungan usaha. Pengumuman ini merupakan laporan informasi/fakta material, bukan aksi korporasi baru, dan tidak ada perubahan struktur modal, pengurus, atau status pencatatan.

### Material changes

- Penerimaan dividen interim dari PT Tirtakencana Tatawarna (Tirta) sebesar Rp99.999.929.387,00.
- Perseroan memiliki 99,9999% saham Tirta.
- Tanggal kejadian: 19 Agustus 2026.
- Laporan dikirim oleh Direktur Kurnia Hadi Sinanto pada 20 Agustus 2026.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau keberlangsungan usaha.

### Key financial figures

- **Dividen interim diterima dari Tirta:** 99.999.929.387 (2026-08-19)

### Corporate actions

- Dividen interim dari anak usaha

### Capital structure

- Kepemilikan saham Perseroan di Tirta sebesar 99,9999%

### Analytical scenarios

- **Penerimaan dividen interim** [explicit_fact, high]: Perseroan menerima dividen interim dari Tirta sebesar Rp99.999.929.387,00.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'Perseroan menerima dividen interim dari Tirta dengan jumlah sebesar Rp99.999.929.387,00.'
- **Kepemilikan saham** [explicit_fact, high]: Perseroan memiliki 99,9999% saham Tirta.
  - Basis: Perihal: 'perusahaan yang sahamnya dimiliki 99,9999% oleh Perseroan (Tirta).'
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau keberlangsungan usaha.
  - Basis: Dampak: 'Tidak terdapat dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau keberlangsungan usaha Perseroan.'
- **Proporsi dividen terhadap kepemilikan** [derived_calculation, low]: Karena kepemilikan 99,9999%, hampir seluruh dividen yang dibagikan Tirta menjadi hak Perseroan. Namun, jumlah total dividen yang dibagikan Tirta tidak diungkapkan, sehingga tidak dapat dihitung.
  - Basis: Kepemilikan 99,9999%; Dividen diterima Rp99.999.929.387
  - Caveats: Total dividen Tirta tidak tersedia; perhitungan proporsi tidak dapat dilakukan secara pasti.
- **Potensi dampak terhadap laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Penerimaan dividen interim dari anak usaha dapat meningkatkan pendapatan atau arus kas Perseroan pada periode berjalan, namun karena Perseroan menyatakan tidak ada dampak material, kemungkinan jumlah tersebut tidak signifikan secara relatif terhadap skala keuangan Perseroan.
  - Basis: Penerimaan dividen interim sebesar Rp99.999.929.387,00; Pernyataan tidak ada dampak material
  - Assumptions: Skala keuangan Perseroan relatif besar sehingga dividen tersebut tidak material.
  - Caveats: Tidak ada laporan keuangan terlampir untuk memverifikasi materialitas.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian yang diungkapkan dalam dokumen.

---

## BAJA

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Saranacentral Bajatama Tbk (SCB) mengumumkan pembukaan suspensi perdagangan sahamnya yang efektif per 19 Agustus 2026. Pembukaan suspensi ini dikaitkan dengan penyampaian kinerja keuangan Semester I 2026 yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) yang masih dalam proses memperoleh Pernyataan Efektif dari OJK. Emiten menyatakan bahwa PMHMETD tersebut akan memperbaiki struktur neraca dan memperkuat struktur permodalan. Dokumen juga mengungkapkan adanya kewajiban material kepada pihak berelasi sekitar Rp348,86 miliar yang jatuh tempo dalam satu tahun.

### Material changes

- Pembukaan suspensi perdagangan saham BAJA efektif per 19 Agustus 2026.
- Emiten menyampaikan kinerja keuangan interim per 30 Juni 2026 (tidak diaudit) dengan peningkatan penjualan, laba kotor, laba usaha, dan laba bersih dibandingkan Semester I 2025.
- Rencana PMHMETD (rights issue) masih dalam proses memperoleh Pernyataan Efektif dari OJK.
- Terdapat kewajiban kepada pihak berelasi sekitar Rp348,86 miliar yang jatuh tempo dalam satu tahun per 30 Juni 2026.
- Emiten menyatakan komitmen untuk memperkuat struktur permodalan dan memperbaiki struktur kewajiban melalui PMHMETD.

### Key financial figures

- **Penjualan Bersih:** Rp634,54 miliar (Semester I 2026 (30 Juni 2026, tidak diaudit))
- **Penjualan Bersih:** Rp341,63 miliar (Semester I 2025)
- **Laba Kotor:** Rp50,47 miliar (Semester I 2026)
- **Laba Kotor:** Rp8,98 miliar (Semester I 2025)
- **Laba Usaha:** Rp40,89 miliar (Semester I 2026)
- **Rugi Usaha:** Rp5,01 miliar (Semester I 2025)
- **Laba Bersih:** Rp21,33 miliar (Semester I 2026)
- **Rugi Bersih:** Rp16,53 miliar (Semester I 2025)
- **Total Ekuitas:** Rp42,68 miliar (30 Juni 2026)
- **Total Ekuitas:** Rp21,28 miliar (31 Desember 2025)
- **Total Aset:** Rp769,45 miliar (30 Juni 2026)
- **Total Aset:** Rp684,67 miliar (31 Desember 2025)
- **Kas dan Bank:** Rp24,21 miliar (30 Juni 2026)
- **Kas dan Bank:** Rp11,35 miliar (31 Desember 2025)
- **Aset Lancar:** Rp620,17 miliar (30 Juni 2026)
- **Aset Lancar:** Rp538,83 miliar (31 Desember 2025)
- **Defisit Modal Kerja:** Rp98,22 miliar (30 Juni 2026)
- **Defisit Modal Kerja:** Rp116,24 miliar (31 Desember 2025)
- **Kewajiban kepada Pihak Berelasi:** Rp348,86 miliar (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Pembukaan suspensi perdagangan saham
- Rencana PMHMETD (rights issue) - masih dalam proses pernyataan efektif OJK

### Capital structure

- Rencana PMHMETD untuk menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu, disebutkan akan memperbaiki struktur neraca dan memperkuat struktur permodalan.
- Ekuitas meningkat dari Rp21,28 miliar (31 Des 2025) menjadi Rp42,68 miliar (30 Jun 2026).

### Listing / regulatory

- Pembukaan suspensi perdagangan saham BAJA efektif per 19 Agustus 2026.
- PMHMETD masih dalam proses memperoleh Pernyataan Efektif dari OJK.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan Penjualan** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan penjualan dihitung: (634,54 - 341,63) / 341,63 = 85,7%, mendekati klaim emiten 85,8%.
  - Basis: Penjualan Semester I 2026: Rp634,54 miliar; Penjualan Semester I 2025: Rp341,63 miliar
- **Pertumbuhan Laba Usaha** [derived_calculation, medium]: Pertumbuhan laba usaha dihitung: (40,89 - (-5,01)) / abs(-5,01) = 916,17%. Emiten mengklaim 816,17%. Perbedaan mungkin karena pembulatan atau basis perhitungan yang berbeda.
  - Basis: Laba usaha Semester I 2026: Rp40,89 miliar; Rugi usaha Semester I 2025: Rp5,01 miliar
  - Caveats: Angka pertumbuhan yang dihitung (916,17%) berbeda dari klaim emiten (816,17%). Perlu verifikasi basis perhitungan emiten.
- **Peningkatan Ekuitas** [derived_calculation, high]: Peningkatan ekuitas dihitung: (42,68 - 21,28) / 21,28 = 100,6%, sesuai klaim emiten.
  - Basis: Ekuitas 30 Jun 2026: Rp42,68 miliar; Ekuitas 31 Des 2025: Rp21,28 miliar
- **Perbaikan Modal Kerja** [derived_calculation, high]: Defisit modal kerja berkurang dari Rp116,24 miliar menjadi Rp98,22 miliar, selisih Rp18,02 miliar.
  - Basis: Defisit modal kerja 31 Des 2025: Rp116,24 miliar; Defisit modal kerja 30 Jun 2026: Rp98,22 miliar
- **Tujuan PMHMETD** [analyst_hypothesis, medium]: PMHMETD kemungkinan digunakan untuk melunasi atau merestrukturisasi kewajiban kepada pihak berelasi yang besar (Rp348,86 miliar), karena disebutkan sebagai bagian dari penataan struktur keuangan.
  - Basis: Kewajiban pihak berelasi per 30 Jun 2026: Rp348,86 miliar; Rencana PMHMETD untuk memperkuat struktur permodalan dan memperbaiki struktur kewajiban
  - Assumptions: Dana PMHMETD akan digunakan untuk mengurangi kewajiban jangka pendek.
  - Caveats: Rincian penggunaan dana belum diungkapkan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- PMHMETD masih dalam proses memperoleh Pernyataan Efektif dari OJK; belum pasti selesai.
- Kewajiban kepada pihak berelasi sebesar Rp348,86 miliar jatuh tempo dalam satu tahun, menimbulkan risiko likuiditas.
- Laporan keuangan interim tidak diaudit, sehingga angka dapat berubah setelah audit.
- Terdapat perbedaan antara klaim pertumbuhan laba usaha (816,17%) dengan perhitungan dari angka yang diberikan (916,17%).
- Detail PMHMETD belum diungkapkan, termasuk jumlah saham, harga, dan jadwal.

### Items to monitor

- Pembukaan suspensi perdagangan saham dapat mempengaruhi likuiditas dan harga saham.
- Rencana PMHMETD dapat menyebabkan dilusi bagi pemegang saham existing.
- Perbaikan kinerja keuangan dapat meningkatkan kepercayaan investor.

---

## BBMD

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 19–20 Agustus 2026, PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) menerbitkan dua pengumuman yang saling terkait dan bersifat informatif/non-material. Keduanya mengonfirmasi bahwa BBMD meraih dua penghargaan dari Majalah Infobank dalam ajang '31th Infobank Awards & Leadership Mastery Forum 2026' yang diselenggarakan pada 14 Agustus 2026 di Jakarta. Penghargaan tersebut adalah 'Yearly Excellent Performance Bank 2026' (predikat 'Sangat Bagus', kategori KBMI 1) dan 'Titanium Champion' (predikat 'Sangat Bagus', konsistensi kinerja 15 tahun). Emiten secara eksplisit menyatakan dampak operasional, hukum, dan keuangan adalah nihil, namun berdampak baik terhadap kelangsungan usaha. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus/pengendali, transaksi aset, atau peristiwa regulasi yang diumumkan. Pentingnya secara korporasi terbatas pada aspek reputasional dan kepatuhan pelaporan, bukan perubahan fundamental.

### Key financial figures

- **modal inti:** Rp6 triliun (batas kategori KBMI 1; beberapa media menyebut Rp9 triliun, inkonsistensi) (2026 (kategori KBMI 1, tidak spesifik tanggal laporan))

### Analytical scenarios

- **Perolehan dua penghargaan dari Majalah Infobank** [explicit_fact, high]: BBMD meraih dua penghargaan: 'Yearly Excellent Performance Bank 2026' (predikat 'Sangat Bagus', kategori KBMI 1) dan 'Titanium Champion' (predikat 'Sangat Bagus', konsistensi 15 tahun, periode 2012-2026). Penghargaan diserahkan oleh Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto, dan diterima oleh Presiden Komisaris Independen, Gardjito Heru, pada 14 Agustus 2026 di St. Regis Hotel, Jakarta.
  - Basis: 20260820181021-023/CORSEC/2026_id-id; 20260820181037-895/DIR/2026_id-id
  - Caveats: Terdapat inkonsistensi antar media: nama ajang (31th vs 20th vs Sith), periode Titanium Champion (2012-2026 vs 2012-2025), dan batas modal inti KBMI 1 (Rp6 triliun vs Rp9 triliun).
- **Dampak operasional, hukum, dan keuangan nihil** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan dampak operasional, hukum, dan kondisi keuangan adalah nihil.
  - Basis: 20260820181037-895/DIR/2026_id-id
- **Dampak terhadap kelangsungan usaha baik** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan dampak terhadap kelangsungan usaha adalah baik, meningkatkan nilai perusahaan bagi stakeholders dan shareholders.
  - Basis: 20260820181037-895/DIR/2026_id-id
  - Caveats: Klaim ini bersifat kualitatif dari emiten dan tidak didukung data keuangan kuantitatif.
- **Publikasi iklan di 8 media** [explicit_fact, high]: Iklan dimuat di 8 media: Harian Analisa (19 Agustus 2026), Antara News Online, IDN Times Online, Medan Pos Online, Medan Bisnis Daily Online, Seputar Sumut Online, Harian Sumut Pos, Waspada Online (semua 18 Agustus 2026).
  - Basis: 20260820181021-023/CORSEC/2026_id-id
- **Jumlah media publikasi iklan** [derived_calculation, high]: Dari daftar media yang disebutkan, terdapat 8 media publikasi iklan (1 media cetak pada 19 Agustus dan 7 media online pada 18 Agustus).
  - Basis: 20260820181021-023/CORSEC/2026_id-id
  - Assumptions: Setiap entri media dihitung sebagai satu media.
  - Caveats: Perhitungan hanya berdasarkan daftar yang tercantum dalam pengumuman.
- **Dampak reputasional dan sentimen pasar** [analyst_hypothesis, low]: Penghargaan dari Majalah Infobank dapat meningkatkan reputasi BBMD di mata nasabah dan pemegang saham, berpotensi menjadi sentimen positif. Namun, karena emiten menyatakan dampak keuangan nihil, dampak terhadap harga saham atau kinerja keuangan tidak dapat dipastikan.
  - Basis: 20260820181021-023/CORSEC/2026_id-id; 20260820181037-895/DIR/2026_id-id
  - Assumptions: Penghargaan dari lembaga independen dapat mempengaruhi persepsi pasar.; Pernyataan dampak baik bersifat kualitatif dari emiten.
  - Caveats: Tidak ada data pasar atau pernyataan resmi mengenai dampak penghargaan terhadap harga saham.; Dampak reputasi tidak dapat diukur dari dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus dalam dokumen ini.
- Tidak ada angka keuangan spesifik (pendapatan, laba, aset, dll.) yang diungkapkan.
- Terdapat inkonsistensi kecil antar media: nama ajang (31th vs 20th vs Sith), periode Titanium Champion (2012-2026 vs 2012-2025), dan batas modal inti KBMI 1 (Rp6 triliun vs Rp9 triliun).
- Terdapat kutipan 'kinerja terbaiknya: di tahun 2028' pada lampiran 7 yang tampaknya salah ketik dan tidak konsisten dengan konteks acara 2026.

### Items to monitor

- Laporan keuangan berikutnya untuk memverifikasi klaim kinerja dan kategori KBMI 1.
- Pengumuman aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang mungkin menyusul.
- Perubahan harga saham atau volume perdagangan sebagai indikasi sentimen pasar terhadap penghargaan.
- Klarifikasi resmi atas inkonsistensi antar media (nama ajang, periode Titanium Champion, batas modal inti).

---

## BEEF

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 19–20 Agustus 2026, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) menerbitkan dua pengumuman yang saling terkait: (1) laporan hasil pelaksanaan buyback saham periode 19 Mei–18 Agustus 2026, dan (2) rencana Public Expose Insidentil yang diminta BEI terkait suspensi cooling down atas saham BEEF. Buyback berjalan di bawah batas maksimum, dengan sisa nominal Rp9,46 miliar dari Rp100 miliar, dan emiten menyatakan tidak ada dampak material. Namun, suspensi cooling down oleh BEI pada 19 Agustus 2026 menandakan adanya pengawasan bursa terhadap perdagangan saham, yang memicu kewajiban keterbukaan informasi melalui Public Expose pada 24 Agustus 2026. Secara korporasi, perubahan utama adalah status pencatatan saham yang terkena suspensi dan adanya agenda keterbukaan informasi tambahan, sementara buyback tidak mengubah struktur modal secara signifikan.

### Material changes

- Suspensi cooling down atas saham BEEF oleh BEI pada 19 Agustus 2026 (No. Peng-SPT-00149/BEI.WAS/08-2026).
- Rencana Public Expose Insidentil pada 24 Agustus 2026 sebagai respons atas suspensi.
- Pelaksanaan buyback saham periode 19 Mei–18 Agustus 2026 dengan total 52.558.600 lembar saham dibeli.

### Key financial figures

- **maksimum_nominal_pembelian_kembali:** 100000000000 (2026-05-19 s.d 2026-08-18)
- **total_nominal_pembelian_kembali:** 9054309465 (2026-05-19 s.d 2026-08-18)
- **sisa_nominal_pembelian_kembali:** 9456904535 (2026-05-19 s.d 2026-08-18)
- **total_jumlah_saham_dibeli:** 52558600 (2026-05-19 s.d 2026-08-18)
- **harga_rata_rata_terakhir:** 299 (2026-07-22)

### Corporate actions

- Pembelian kembali saham (buyback) sebagai aksi korporasi, dengan dasar regulasi POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023.
- Suspensi cooling down atas saham BEEF oleh BEI pada 19 Agustus 2026 (No. Peng-SPT-00149/BEI.WAS/08-2026).
- Rencana Public Expose Insidentil pada 24 Agustus 2026 yang diminta BEI.

### Capital structure

- Jumlah saham yang dibeli kembali: 52.558.600 lembar.
- Persentase saham treasury per transaksi berkisar antara 0,0000% hingga 0,0013% dari total saham yang akan dibeli.
- Sisa nominal pembelian kembali: Rp9.456.904.535.

### Listing / regulatory

- Suspensi cooling down atas saham BEEF oleh BEI pada 19 Agustus 2026 dengan No. Peng-SPT-00149/BEI.WAS/08-2026.
- Public Expose Insidentil yang diminta oleh BEI, dijadwalkan pada 24 Agustus 2026.
- Pelaksanaan buyback berdasarkan POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023, serta Surat Edaran OJK No. S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026.

### Analytical scenarios

- **Pelaksanaan buyback** [explicit_fact, high]: Emiten melaporkan pelaksanaan buyback saham untuk periode 19 Mei 2026 hingga 18 Agustus 2026, dengan dasar regulasi POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023.
  - Basis: Perihal laporan: 'Hasil Pelaksanaan BuyBack PT Estika Tata Tiara Tbk Periode 19 Mei 2026 - 18 Agustus 2026'; Uraian: 'transaksi pembelian kembali saham (buyback share) sejak 19 Mei 2026 s.d 18 Agustus 2026'
- **Dampak buyback** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak dari buyback terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian: 'Tidak Ada'
- **Suspensi cooling down** [explicit_fact, high]: BEI melakukan suspensi cooling down atas saham BEEF pada 19 Agustus 2026 dengan No. Peng-SPT-00149/BEI.WAS/08-2026.
  - Basis: Pengumuman Public Expose: 'adanya suspensi cooling down atas saham BEEF'; No. Peng-SPT-00149/BEI.WAS/08-2026
- **Rencana Public Expose** [explicit_fact, high]: Public Expose Insidentil akan diselenggarakan pada 24 Agustus 2026 pukul 14:00 WIB secara daring, diminta oleh BEI, dengan agenda keterbukaan informasi terkait suspensi.
  - Basis: Pengumuman: 'Rencana Penyelenggaraan Public Expose - Insidentil'; Jadwal: 24 Agustus 2026, 14:00 WIB
- **Total nominal pembelian kembali** [derived_calculation, medium]: Total nominal pembelian kembali dihitung sebagai selisih antara maksimum nominal (Rp100.000.000.000) dan sisa nominal (Rp9.456.904.535), yaitu Rp90.543.095.465. Namun, angka ini tidak sama dengan penjumlahan nominal per transaksi yang tercantum (Rp9.056.904.535), sehingga terdapat inkonsistensi.
  - Basis: Maksimum nominal Rp100.000.000.000; Sisa nominal Rp9.456.904.535; Penjumlahan nominal per transaksi
  - Assumptions: Angka sisa nominal dianggap benar; Penjumlahan nominal per transaksi dianggap benar
  - Caveats: Terdapat perbedaan antara total nominal yang dihitung dari sisa dan penjumlahan per transaksi; perlu verifikasi
- **Persentase penggunaan batas maksimum saham** [derived_calculation, medium]: Dengan total saham dibeli 52.558.600 lembar dari maksimum 333.333.333 lembar, emiten hanya menggunakan sekitar 15,77% dari jumlah maksimum saham yang diizinkan.
  - Basis: Jumlah saham dibeli 52.558.600; Maksimum saham 333.333.333
  - Assumptions: Maksimum saham yang akan dibeli sesuai keterbukaan informasi adalah 333.333.333 lembar
  - Caveats: Persentase ini hanya berdasarkan jumlah saham, bukan nilai nominal
- **Penyebab suspensi cooling down** [analyst_hypothesis, low]: Suspensi cooling down umumnya dilakukan bursa untuk mendinginkan perdagangan saham yang mengalami fluktuasi harga signifikan atau untuk menunggu klarifikasi informasi material. Namun, penyebab spesifik tidak disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: Praktik umum bursa efek di Indonesia
  - Assumptions: Suspensi cooling down dilakukan sesuai ketentuan BEI
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai penyebab suspensi dalam dokumen ini.
- **Dampak suspensi terhadap likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Suspensi cooling down dapat mempengaruhi likuiditas dan harga saham BEEF, namun dampak spesifik tidak dapat diukur tanpa data perdagangan atau durasi suspensi.
  - Basis: Pengumuman suspensi cooling down
  - Assumptions: Suspensi berlaku sesuai ketentuan BEI
  - Caveats: Durasi suspensi tidak disebutkan; dampak tidak dapat dipastikan

### Risks / uncertainties

- Detail transaksi buyback (jumlah saham, harga, nilai) tidak diungkapkan dalam dokumen utama.
- Lampiran yang disebutkan tidak tersedia dalam dokumen utama.
- Terdapat inkonsistensi antara total nominal pembelian yang dihitung dari sisa nominal dan penjumlahan nominal per transaksi.
- Data transaksi hanya tersedia hingga 22 Juli 2026, sedangkan periode pelaporan hingga 18 Agustus 2026; kemungkinan ada transaksi setelah 22 Juli yang tidak tercantum dalam lampiran.
- Penyebab spesifik suspensi cooling down tidak dijelaskan.
- Durasi suspensi tidak disebutkan.

### Items to monitor

- Hasil Public Expose Insidentil pada 24 Agustus 2026, termasuk penjelasan manajemen mengenai suspensi.
- Pengumuman lanjutan dari BEI mengenai status suspensi dan durasinya.
- Verifikasi angka total nominal buyback untuk mengatasi inkonsistensi.
- Potensi transaksi buyback tambahan setelah 22 Juli 2026 hingga akhir periode.

---

## BEER

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu di luar yang telah dilaporkan, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, dan tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkapkan. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan bursa, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-10774/BEI.PP2/08-2026 tanggal 14 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal (POJK 31/POJK.04/2015).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek (Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu di luar keterbukaan informasi yang telah dilaporkan secara resmi, dan telah melakukan konfirmasi kepada pemegang saham mayoritas/utama.
- Perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang) yang akan berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa.
- Perseroan tidak memiliki informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek oleh BEI melalui surat nomor S-10774/BEI.PP2/08-2026 tanggal 14 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Pemicu volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI mungkin disebabkan oleh faktor pasar atau spekulasi, namun tidak ada informasi spesifik yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Permintaan penjelasan dari BEI terkait volatilitas transaksi
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada periode sebelum 14 Agustus 2026
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian penyebab volatilitas transaksi efek karena Perseroan tidak mengungkapkan informasi material.
- Pernyataan tidak adanya rencana korporasi hanya berlaku untuk 3 bulan mendatang, sehingga perubahan dapat terjadi setelah periode tersebut.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; investor perlu memantau perkembangan lebih lanjut terkait volatilitas saham BEER.

---

## BEST

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki informasi material lain yang wajib diumumkan, tidak mengetahui perubahan kepemilikan saham oleh pemegang saham utama atau aktivitas tertentu yang wajib dilaporkan, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (termasuk dalam 3 bulan mendatang), dan tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan. Dokumen ini merupakan tanggapan formal tanpa lampiran.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal.
- Perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material lain yang wajib diumumkan.
- Perseroan tidak mengetahui adanya perubahan kepemilikan saham oleh pemegang saham utama maupun aktivitas tertentu yang wajib dilaporkan.
- Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi atau aksi korporasi lainnya dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham di BEI (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

### Listing / regulatory

- BEI mengirim surat permintaan penjelasan nomor S-10852/BEI.PP2/08-2026 terkait volatilitas transaksi efek BEST.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, serta tidak memiliki informasi material lain yang wajib diumumkan.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada dokumen
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi atau aksi korporasi lainnya dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham di BEI, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada dokumen
- **Tidak ada perubahan kepemilikan saham utama** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya perubahan kepemilikan saham oleh pemegang saham utama maupun aktivitas tertentu yang wajib dilaporkan.
  - Basis: Jawaban poin 3 pada dokumen
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini hanya berisi bantahan tanpa penjelasan mengenai penyebab volatilitas transaksi yang menjadi dasar permintaan BEI. Kemungkinan volatilitas disebabkan oleh faktor pasar atau sentimen eksternal yang tidak diungkapkan, namun hal ini belum terkonfirmasi.
  - Basis: Dokumen tidak memuat penjelasan mengenai penyebab volatilitas
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada periode sebelum tanggal dokumen
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak terbaca pada dokumen (tertulis 'null'), sehingga ketidakjelasan mengenai tanggal permintaan.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya.
- Pernyataan tidak adanya aksi korporasi hanya berlaku untuk 3 bulan ke depan, sehingga perubahan rencana di luar periode tersebut tidak tercakup.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material yang diungkapkan oleh emiten dalam dokumen ini.

---

## BMTR

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menyampaikan laporan kesiapan dana untuk pelunasan dua efek utang yang jatuh tempo pada 14 September 2026: Obligasi Berkelanjutan II Global Mediacom Tahap II Tahun 2021 Seri C sebesar Rp10.555.000.000 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Global Mediacom Tahap II Tahun 2021 Seri C sebesar Rp50.000.000. Laporan ini bersifat administratif dan disampaikan untuk memenuhi ketentuan IV.2.11 Peraturan Nomor I-E. Tidak ada rincian sumber dana, biaya, atau dampak keuangan yang diungkapkan.

### Material changes

- Perseroan menyatakan telah menyiapkan dana untuk pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Global Mediacom Tahap II Tahun 2021 Seri C sebesar Rp10.555.000.000 yang jatuh tempo pada 14 September 2026.
- Perseroan menyatakan telah menyiapkan dana untuk pelunasan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Global Mediacom Tahap II Tahun 2021 Seri C sebesar Rp50.000.000 yang jatuh tempo pada 14 September 2026.
- Laporan disampaikan untuk memenuhi ketentuan IV.2.11 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Tanggal kejadian: 20 Agustus 2026; laporan disampaikan oleh Corporate Secretary Christophorus Taufik Siswandi pada 20 Agustus 2026 pukul 17:12.

### Key financial figures

- **Nilai obligasi yang akan dilunasi:** Rp10.555.000.000 (Jatuh tempo 14 September 2026)
- **Nilai sukuk ijarah yang akan dilunasi:** Rp50.000.000 (Jatuh tempo 14 September 2026)

### Corporate actions

- Pelunasan efek utang (obligasi dan sukuk ijarah) yang jatuh tempo

### Capital structure

- Pelunasan obligasi dan sukuk ijarah akan mengurangi liabilitas dan kas Perseroan, namun dampak terhadap struktur modal tidak dijelaskan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan kesiapan dana untuk pelunasan efek sesuai ketentuan IV.2.11 Peraturan Nomor I-E

### Analytical scenarios

- **Kesiapan dana pelunasan** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan telah menyiapkan dana untuk pelunasan obligasi dan sukuk ijarah yang jatuh tempo pada 14 September 2026.
  - Basis: Surat perihal 'Laporan Kesiapan Dana untuk Pelunasan Efek' menyebutkan dana telah disiapkan untuk kedua efek.
- **Total dana pelunasan** [derived_calculation, high]: Total dana yang disiapkan untuk pelunasan kedua efek adalah Rp10.605.000.000 (Rp10.555.000.000 + Rp50.000.000).
  - Basis: Nilai obligasi Rp10.555.000.000 dan nilai sukuk Rp50.000.000 dari surat.
  - Assumptions: Tidak ada biaya tambahan atau bunga berjalan yang diperhitungkan dalam laporan.
  - Caveats: Angka ini hanya penjumlahan nilai pokok yang dilaporkan, bukan total kewajiban akhir yang mungkin termasuk imbalan/bagi hasil.
- **Dampak terhadap likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Pelunasan efek sebesar total Rp10,6 miliar dapat mengurangi kas Perseroan, namun dampaknya terhadap likuiditas keseluruhan tidak dapat dinilai tanpa data keuangan lebih lanjut.
  - Basis: Nilai pelunasan yang dilaporkan dalam surat.
  - Assumptions: Dana pelunasan berasal dari kas internal Perseroan, meskipun sumber dana tidak disebutkan secara eksplisit.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai sumber dana, posisi kas, atau kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban lain.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian nilai pembayaran, jadwal, atau sumber dana yang diungkapkan dalam dokumen.
- Dampak kejadian terhadap kondisi keuangan tidak dijelaskan.
- Tidak ada informasi mengenai sumber dana pelunasan (apakah dari kas internal, refinancing, atau sumber lain).
- Tidak ada rincian mengenai biaya atau imbalan yang mungkin terkait dengan pelunasan efek.
- Laporan hanya menyatakan kesiapan dana, bukan bukti pelunasan yang telah dilakukan.

### Items to monitor

- Kewajiban pelunasan efek utang yang jatuh tempo dapat mempengaruhi arus kas dan struktur modal Perseroan.

---

## BWPT

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

BWPT mengumumkan rencana pengalihan saham treasuri hasil pembelian kembali (buyback) sebanyak-banyaknya 402.922.800 saham atau 1,28% dari total saham yang diterbitkan dan dicatatkan di BEI, melalui mekanisme penjualan di bursa. Pengalihan akan dimulai 28 Agustus 2026 sampai selesai, melalui PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai anggota BEI yang ditunjuk. Rencana ini dilakukan untuk memenuhi kewajiban POJK 29/2023 yang mewajibkan pengalihan saham hasil buyback dalam jangka waktu 3 tahun setelah selesainya pembelian kembali (yang selesai pada 21 Agustus 2023). Pengalihan dapat dilakukan tanpa persetujuan RUPS. Rincian harga dan jadwal penyelesaian belum diungkapkan.

### Material changes

- BWPT menyampaikan laporan informasi material mengenai rencana pengalihan saham treasuri hasil pembelian kembali saham (buyback).
- Pembelian kembali saham telah selesai pada 21 Agustus 2023 dengan jumlah 402.922.800 saham.
- Rencana pengalihan saham hasil buyback sebanyak-banyaknya 402.922.800 saham atau 1,28% dari total saham yang diterbitkan dan dicatatkan di BEI.
- Pengalihan akan dilakukan melalui mekanisme penjualan di bursa, mulai 28 Agustus 2026 sampai selesai.
- PT Samuel Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai anggota BEI untuk melakukan pengalihan saham.
- Pengalihan saham dilakukan tanpa persetujuan RUPS, sesuai POJK 29/2023.
- Harga pengalihan saham akan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

### Corporate actions

- Pengalihan saham treasuri hasil pembelian kembali (buyback) melalui penjualan di bursa.

### Capital structure

- Pengalihan saham treasuri hasil buyback sebanyak-banyaknya 402.922.800 saham atau 1,28% dari total saham yang diterbitkan dan dicatatkan di BEI.

### Listing / regulatory

- Pengalihan saham dilakukan untuk memenuhi POJK 29/2023 yang mewajibkan pengalihan saham hasil buyback dalam jangka waktu 3 tahun setelah selesainya pembelian kembali.
- Pengalihan saham dapat dilakukan tanpa persetujuan RUPS.

### Analytical scenarios

- **Estimasi total saham yang diterbitkan dan dicatatkan** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham buyback (402.922.800) dan persentase 1,28%, total saham yang diterbitkan dan dicatatkan di BEI diperkirakan sekitar 31.478.343.750 saham (402.922.800 / 0,0128).
  - Basis: Jumlah saham buyback: 402.922.800; Persentase: 1,28%
  - Assumptions: Persentase 1,28% dihitung dari total saham yang diterbitkan dan dicatatkan di BEI.
  - Caveats: Angka total saham adalah hasil perhitungan turunan, bukan angka eksplisit dari dokumen.
- **Dampak pengalihan saham terhadap free float dan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Pengalihan saham hasil buyback melalui bursa dapat meningkatkan free float dan likuiditas saham, namun dampak terhadap harga saham tidak dapat diprediksi.
  - Basis: Rencana pengalihan saham melalui mekanisme penjualan di BEI
  - Assumptions: Pengalihan saham akan menambah jumlah saham yang beredar di publik.
  - Caveats: Dampak pasar tidak dijelaskan dalam dokumen; hanya hipotesis analis.

### Risks / uncertainties

- Rincian jumlah saham treasuri yang akan dialihkan tidak diungkapkan dalam dokumen pertama.
- Nilai transaksi dan mekanisme pengalihan tidak dijelaskan dalam dokumen pertama.
- Jadwal pelaksanaan belum ditentukan dalam dokumen pertama.
- Harga pengalihan saham belum ditentukan, hanya disebutkan sesuai peraturan yang berlaku.
- Waktu penyelesaian pengalihan saham tidak pasti ('sampai selesai').
- Tidak ada informasi mengenai penggunaan dana hasil pengalihan saham.

### Items to monitor

- Pengalihan saham treasuri dapat mempengaruhi struktur modal dan jumlah saham beredar.
- Pengalihan saham melalui bursa dapat meningkatkan free float dan likuiditas saham.
- Kepatuhan terhadap POJK 29/2023 menunjukkan pemenuhan regulasi terkait buyback.

---

## CNMA

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT CNMA Tbk (CNMA) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026 sebagai koreksi atas laporan sebelumnya. Laporan ini bersifat administratif dan tidak mengumumkan aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus. Komposisi pemegang saham per 31 Juli 2026 tidak berubah dari bulan sebelumnya, dengan total saham beredar 83.345.000.000 lembar. Free float dilaporkan sebesar 6.767.643.591 saham (8,120%), dihitung berdasarkan Peraturan BEI No. I-A yang diubah dengan KEP-00045/BEI/03-2026. Tidak ada angka keuangan (pendapatan, laba, aset) dalam laporan ini.

### Material changes

- PT CNMA Tbk menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026, dengan nomor surat 62/CNMA-IDX/VIII/2026 dan 59/CNMA-IDX/VIII/2026, sebagai koreksi atas laporan sebelumnya.
- Laporan disusun oleh Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom dan ditandatangani oleh Corporate Legal PT CNMA Tbk, Tri Indah Wahyuni, pada 20-08-2026.
- Total saham ditempatkan dan disetor penuh: 83.345.000.000 saham, tidak berubah dari bulan sebelumnya (30 Juni 2026).
- Pemegang saham pengendali: PT Bumipersada Harkatjaya 45.900.000.000 saham (55,072%), PT Nusantara Sejahtera Raya 19.135.200.000 saham (22,959%), PT Nusantara Ekuitas 11.475.000.000 saham (13,768%).
- Pemegang saham lainnya: Salween Investment Pte Ltd 6.767.643.591 saham (8,1206%).
- Saham treasuri: 2.080.698 saham (0,0024%) dimiliki perusahaan; PT Bumipersada Harkatjaya juga memiliki 65.075.711 saham (0,078%) yang diklasifikasikan sebagai saham treasuri.
- Free float per 31 Juli 2026: 6.767.643.591 saham atau 8,120% dari total saham tercatat, dihitung berdasarkan Peraturan BEI No. I-A (KEP-00045/BEI/03-2026).
- Jumlah pemegang saham pemilik SID: 21.877.
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar antara bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Laporan ini adalah koreksi, namun alasan spesifik koreksi tidak dijelaskan dalam dokumen.

### Capital structure

- Total saham beredar: 83.345.000.000 lembar (tidak berubah dari bulan sebelumnya).
- PT Bumipersada Harkatjaya: 45.900.000.000 saham (55,072%) - pengendali.
- PT Nusantara Sejahtera Raya: 19.135.200.000 saham (22,959%) - pengendali.
- PT Nusantara Ekuitas: 11.475.000.000 saham (13,768%) - pengendali.
- Salween Investment Pte Ltd: 6.767.643.591 saham (8,1206%).
- Saham treasuri: 2.080.698 saham (0,0024%).
- Kepemilikan saham oleh PT Bumipersada Harkatjaya sebagai treasuri: 65.075.711 saham (0,078%).
- Tidak ada perubahan struktur kepemilikan antara bulan ini dan bulan sebelumnya.

### Listing / regulatory

- Laporan ini merupakan koreksi atas laporan bulanan sebelumnya, dengan nomor surat 62/CNMA-IDX/VIII/2026 dan 59/CNMA-IDX/VIII/2026.
- Free float dihitung berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A dan V.2, dengan dasar KEP-00045/BEI/03-2026 tanggal 31 Maret 2026.
- Laporan menyebutkan kepatuhan terhadap PMK terkait syarat jumlah pemegang saham dan kepemilikan saham publik, dengan indikasi 'MEMENUHI' pada beberapa bagian.

### Analytical scenarios

- **Total kepemilikan pengendali** [derived_calculation, high]: Total kepemilikan oleh tiga pemegang saham pengendali (PT Bumipersada Harkatjaya, PT Nusantara Sejahtera Raya, PT Nusantara Ekuitas) adalah 45.900.000.000 + 19.135.200.000 + 11.475.000.000 = 76.510.200.000 saham, atau sekitar 91,8% dari total saham.
  - Basis: Jumlah saham masing-masing pengendali pada halaman 2 dan 10 dokumen utama.
  - Assumptions: Angka-angka tersebut dijumlahkan secara langsung.
- **Free float** [derived_calculation, medium]: Free float dihitung sebagai saham yang dimiliki oleh publik di bawah 5%, berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia. Dari total saham 83.345.000.000, setelah dikurangi kepemilikan pengendali (91,8%) dan saham treasuri (0,0024%), free float sekitar 8,2%.
  - Basis: Total saham dan persentase kepemilikan pada halaman 2 dan 10 dokumen utama.
  - Assumptions: Saham yang tidak dimiliki oleh pengendali atau treasuri dianggap sebagai free float.
  - Caveats: Perhitungan ini tidak memperhitungkan kepemilikan oleh afiliasi atau pihak lain yang mungkin tidak termasuk free float.
- **Selisih antara saham scripless pemegang <5% dan free float** [derived_calculation, medium]: Terdapat selisih 67.156.409 saham antara jumlah saham scripless yang dimiliki pemegang <5% (6.834.800.000) dan free float (6.767.643.591). Selisih ini kemungkinan mencakup saham yang dimiliki direksi/komisaris (2.080.698) dan treasury (65.075.711), total 67.156.409 saham, yang tidak memenuhi definisi free float.
  - Basis: Saham scripless pemegang <5%: 6.834.800.000; Free float: 6.767.643.591; Saham direksi/komisaris: 2.080.698; Treasury: 65.075.711
  - Assumptions: Selisih tersebut seluruhnya terdiri dari saham direksi/komisaris dan treasury, tidak ada faktor lain.
  - Caveats: Laporan tidak merinci komposisi selisih secara eksplisit.
- **Koreksi laporan** [analyst_hypothesis, low]: Laporan ini merupakan koreksi atas laporan bulanan sebelumnya, namun tidak ada penjelasan spesifik mengenai apa yang dikoreksi. Kemungkinan koreksi terkait dengan klasifikasi investor atau data kepemilikan, tetapi hal ini tidak dapat dipastikan dari dokumen.
  - Basis: Surat nomor 62/CNMA-IDX/VIII/2026 dan 59/CNMA-IDX/VIII/2026 menyebutkan 'Koreksi' pada halaman 1 dan 9.
  - Assumptions: Koreksi mungkin terkait dengan data yang disajikan dalam laporan.
  - Caveats: Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai isi koreksi.
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Dengan free float 8,120%, emiten mungkin belum memenuhi ketentuan minimum free float 10% yang umumnya disyaratkan BEI, sehingga berpotensi terkena sanksi atau kewajiban pemenuhan.
  - Basis: Persentase free float: 8,120%
  - Assumptions: Ketentuan BEI mensyaratkan free float minimal 10% untuk perusahaan tercatat.
  - Caveats: Peraturan I-A yang baru mungkin memiliki ketentuan berbeda; tidak ada referensi eksplisit dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Alasan spesifik koreksi laporan tidak dijelaskan.
- Free float sebesar 8,120% berpotensi di bawah ketentuan minimum BEI, namun kepastiannya memerlukan verifikasi peraturan terkini.
- Laporan menyatakan free float belum memperhitungkan saham afiliasi pengendali dan saham portofolio investasi yang disetujui bursa, sehingga angka final dapat berubah.
- Terdapat selisih antara saham scripless pemegang <5% dan free float yang tidak dirinci secara eksplisit.
- Beberapa bagian dokumen tidak terbaca dengan jelas karena format PDF yang tidak terstruktur.

### Items to monitor

- Laporan ini bersifat administratif dan tidak mengindikasikan perubahan fundamental atau aksi korporasi.
- Free float yang dilaporkan (8,120%) berada di bawah ambang umum 10%, yang dapat menjadi perhatian terkait kepatuhan bursa.
- Tidak ada informasi yang menunjukkan perubahan pengendalian atau struktur kepemilikan.

---

## DGWG

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 19–20 Agustus 2026, PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 28 September 2026. Pengumuman pertama (ID 20260820122525-0006) adalah pemberitahuan rencana RUPSLB, menetapkan tanggal daftar pemegang saham (DPS) pada 3 September 2026 dan batas pemanggilan pada 4 September 2026, namun tidak mengungkapkan agenda rapat. Pengumuman kedua (ID 20260820144902-0007) adalah penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPS yang diiklankan pada 20 Agustus 2026, bersifat administratif dan juga tidak memuat agenda. Karena agenda tidak diungkapkan, jenis aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat diidentifikasi. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham, namun tanpa agenda spesifik, dampaknya belum dapat dinilai.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 28 September 2026 pukul 09:00.
- Penetapan DPS pada 3 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Batas akhir pemanggilan rapat pada 4 September 2026.
- Penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPS pada 20 Agustus 2026.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan pada 28 September 2026, namun agenda tidak diungkapkan dalam pengumuman. Potensi aksi korporasi tidak dapat diidentifikasi.

### Capital structure

- Syarat usulan pemegang saham: mewakili paling sedikit 1/20 bagian dari seluruh saham dengan hak suara, diterima Direksi paling lambat 7 hari sebelum tanggal pemanggilan rapat.

### Listing / regulatory

- Rapat diselenggarakan sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020, POJK No. 16/POJK.04/2020, dan POJK No. 14 Tahun 2025.
- Pemanggilan rapat melalui eASY.KSEI, situs web BEI, dan situs web Perseroan.
- Penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPS kepada OJK dan publikasi di website BEI serta website Perseroan.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 28 September 2026 pukul 09:00, dengan DPS pada 3 September 2026 dan pemanggilan paling lambat 4 September 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Senin, 28 September 2026, 09:00; Tanggal DPS: 03 September 2026; Pemanggilan paling lambat Jumat, 04 September 2026
- **Syarat usulan pemegang saham** [explicit_fact, high]: Usulan mata acara harus diajukan oleh pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 dari seluruh saham dengan hak suara, dan diterima Direksi paling lambat 7 hari sebelum pemanggilan rapat.
  - Basis: Pasal 16 POJK 15/2020 dan Pasal 21 ayat (8) Anggaran Dasar; Dokumen menyebutkan 'paling sedikit 1/20 bagian' dan '7 hari sebelum tanggal pemanggilan Rapat'
- **Penyampaian bukti iklan** [explicit_fact, high]: Dokumen ini adalah bukti iklan Pemberitahuan RUPS yang diiklankan pada 20 Agustus 2026 di dua media: website Bursa Efek Indonesia dan website Perseroan.
  - Basis: Perihal: 'Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan RUPS'; Tanggal penerbitan: 20 Agustus 2026 untuk kedua media
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya digunakan untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi, atau transaksi material, namun dokumen ini tidak menyebutkan agenda spesifik, sehingga tidak ada dasar untuk mengidentifikasi jenis aksi.
  - Basis: Perihal: Pemberitahuan Rencana RUPSLB; Tidak ada agenda dalam dokumen
  - Assumptions: RUPSLB umumnya membahas hal-hal luar biasa
  - Caveats: Agenda tidak diungkapkan; hipotesis hanya berdasarkan praktik umum

### Risks / uncertainties

- Lokasi RUPSLB belum diumumkan, sehingga pemegang saham belum dapat mempersiapkan kehadiran fisik.
- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam pengumuman ini, sehingga terdapat ketidakpastian mengenai substansi keputusan yang akan diambil.
- Kepatuhan terhadap syarat pengajuan usulan pemegang saham harus dipenuhi agar usulan dapat dimasukkan dalam agenda.

### Items to monitor

- Pemanggilan rapat pada 4 September 2026 untuk mengetahui agenda RUPSLB.
- Pengumuman lokasi RUPSLB.
- Pengumuman selanjutnya terkait agenda dan materi RUPSLB.

---

## DMAS

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek saham DMAS. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana perubahan kepemilikan. Perseroan mengungkapkan rencana untuk mengadakan RUPSLB pada 22 September 2026, namun agenda rapat tidak diungkapkan. Tidak ada informasi keuangan atau angka material dalam dokumen.

### Material changes

- BEI mengirimkan surat permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek nomor S-10853/BEI.PP2/08-2026 tertanggal 19 Agustus 2026 kepada DMAS.
- DMAS menanggapi dengan surat nomor 043/DMAS/IR-CS/VIII/2026 tertanggal 20 Agustus 2026, ditandatangani oleh Tondy Suwanto selaku Direktur dan Corporate Secretary.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek perusahaan tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan memiliki rencana untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 22 September 2026.
- Pemegang saham utama belum memiliki rencana perubahan terkait kepemilikan sahamnya pada Perseroan.
- Tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek saham DMAS melalui surat S-10853/BEI.PP2/08-2026 tertanggal 19 Agustus 2026.
- Tanggapan emiten atas permintaan penjelasan BEI melalui surat nomor 043/DMAS/IR-CS/VIII/2026 tertanggal 20 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan akan mengadakan RUPSLB pada 22 September 2026, namun agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan memiliki rencana untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 22 September 2026.'
  - Caveats: Agenda RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen.
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, 3, dan 5.
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim manajemen, bukan verifikasi independen.
- **Tidak ada rencana perubahan kepemilikan oleh pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama belum memiliki rencana perubahan kepemilikan sahamnya pada Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Pemegang Saham utama belum memiliki rencana perubahan terkait kepemilikan sahamnya pada Perseroan.'
  - Caveats: Pernyataan ini berdasarkan konfirmasi yang dilakukan oleh Corporate Secretary kepada pemegang saham utama.
- **Potensi aksi korporasi terkait RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB yang dijadwalkan pada 22 September 2026 dapat mengindikasikan adanya rencana aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, pengangkatan pengurus, atau transaksi material. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen ini.
  - Basis: Jawaban poin 4 menyebutkan rencana RUPSLB.
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Agenda RUPSLB tidak diungkapkan, sehingga hipotesis ini bersifat spekulatif.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB pada 22 September 2026 tidak diungkapkan, sehingga belum dapat dipastikan dampaknya terhadap struktur modal atau operasional.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' informasi material bersifat subjektif dan dapat berubah jika terdapat perkembangan baru.
- Tanggal surat permintaan BEI tidak terbaca pada salah satu dokumen (null), namun dokumen lain menyebutkan tanggal 19 Agustus 2026.

### Items to monitor

- Rencana RUPSLB pada 22 September 2026 dapat menjadi katalis informasi baru, namun agenda belum diungkapkan.
- Volatilitas transaksi efek yang menjadi dasar permintaan penjelasan BEI dapat menjadi perhatian investor, meskipun penyebabnya tidak dijelaskan dalam dokumen.

---

## DNAR

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) mengumumkan transaksi afiliasi berupa penunjukan OK Data System sebagai penyedia jasa IT Security dengan nilai transaksi Rp63.940.668. Transaksi terjadi pada 19 Agustus 2026 dan diumumkan pada 20 Agustus 2026. Hubungan afiliasi didasarkan pada pengendalian langsung oleh OK Next Co., Ltd. Laporan disampaikan kepada OJK sesuai POJK No.42/POJK.04/2020.

### Material changes

- Tanggal transaksi: 19 Agustus 2026
- Objek transaksi: Penunjukan OK Data System sebagai Penyedia Jasa IT Security PT Bank Oke Indonesia Tbk
- Nilai transaksi: Rp63.940.668
- Pihak-pihak yang melakukan transaksi: PT Bank Oke Indonesia Tbk dan OK Data System
- Sifat hubungan afiliasi: Hubungan afiliasi antara Perseroan dan OK Data System didasarkan pada hubungan antara 2 (dua) Perusahaan yang dikendalikan secara langsung oleh pihak yang sama, yaitu OK Next Co., Ltd.
- Laporan ditujukan kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK
- Ditandatangani oleh Efdinal Alamsyah, Direktur
- Nomor surat: 416/DIR/BOI/VIII/2026
- Tanggal surat: 20 Agustus 2026

### Key financial figures

- **Nilai transaksi:** 63.940.668 (2026-08-19)

### Corporate actions

- transaksi_afiliasi

### Listing / regulatory

- Laporan transaksi afiliasi disampaikan sesuai POJK No.42/POJK.04/2020

### Analytical scenarios

- **Transaksi afiliasi** [explicit_fact, high]: PT Bank Oke Indonesia Tbk menunjuk OK Data System sebagai penyedia jasa IT Security dengan nilai transaksi Rp63.940.668 pada 19 Agustus 2026.
  - Basis: Objek transaksi: Penunjukan OK Data System sebagai Penyedia Jasa IT Security; Nilai transaksi: Rp63.940.668; Tanggal transaksi: 19 Agustus 2026
- **Hubungan afiliasi** [explicit_fact, high]: Afiliasi antara Perseroan dan OK Data System terjadi karena keduanya dikendalikan langsung oleh OK Next Co., Ltd.
  - Basis: Sifat hubungan afiliasi: Hubungan afiliasi antara Perseroan dan OK Data System didasarkan pada hubungan antara 2 (dua) Perusahaan yang dikendalikan secara langsung oleh pihak yang sama, yaitu OK Next Co., Ltd.
- **Materialitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Nilai transaksi Rp63.940.668 kemungkinan tidak material bagi emiten perbankan, namun materialitas tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen.
  - Basis: Nilai transaksi: Rp63.940.668
  - Assumptions: Nilai transaksi relatif kecil untuk emiten perbankan
  - Caveats: Tidak ada data keuangan emiten untuk membandingkan materialitas

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai jangka waktu kontrak, syarat pembayaran, atau mekanisme penentuan harga transaksi
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan pemegang saham atau kewajiban keterbukaan tambahan
- Tidak ada informasi mengenai dampak transaksi terhadap pendapatan atau operasional emiten

### Items to monitor

- Transaksi afiliasi ini menunjukkan adanya hubungan pengendalian bersama oleh OK Next Co., Ltd., yang dapat mempengaruhi tata kelola dan transparansi.
- Nilai transaksi yang relatif kecil mungkin tidak berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan, namun perlu dipantau kepatuhan terhadap regulasi afiliasi.

---

## EKAD

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Ekadharma International Tbk (EKAD) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan telah menyampaikan keterbukaan informasi material mengenai penandatanganan Letter of Intent for Equity Acquisition pada 12 Agustus 2026, dengan penandatanganan dilakukan pada 11 Agustus 2026. Perseroan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu selain informasi dari pemegang saham pengendali PT Ekadharma Inti Perkasa. Perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (3 bulan) dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan. Terkait rencana pengendali/pemegang saham utama, Perseroan belum menerima informasi lebih lanjut.

### Material changes

- Penandatanganan Letter of Intent for Equity Acquisition pada 11 Agustus 2026.
- Keterbukaan informasi material terkait LOI tersebut disampaikan melalui situs web Bursa dan situs web Perusahaan pada 12 Agustus 2026.
- Tidak ada rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang).
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan.
- Perseroan belum menerima informasi lebih lanjut dari pemegang saham utama terkait rencana kepemilikan saham.

### Corporate actions

- Letter of Intent for Equity Acquisition ditandatangani pada 11 Agustus 2026, menunjukkan potensi akuisisi ekuitas, namun detail transaksi belum diungkapkan.

### Capital structure

- Pemegang saham pengendali: PT Ekadharma Inti Perkasa (informasi telah disampaikan dalam keterbukaan informasi 12 Agustus 2026).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI dengan nomor surat S-10807/BEI.PP3/08-2026 (tanggal surat tidak tercantum).

### Analytical scenarios

- **Keterbukaan informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan telah menyampaikan keterbukaan informasi material terkait penandatanganan LOI untuk akuisisi ekuitas pada 12 Agustus 2026, sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada dokumen
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada dokumen
- **Informasi pemegang saham** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu selain informasi dari pemegang saham pengendali PT Ekadharma Inti Perkasa yang telah disampaikan.
  - Basis: Jawaban poin 3 pada dokumen
- **Rencana pengendali** [explicit_fact, high]: Perseroan belum menerima informasi lebih lanjut dari pemegang saham utama terkait rencana kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada dokumen
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: LOI untuk akuisisi ekuitas dapat mengindikasikan adanya rencana akuisisi yang sedang dijajaki, namun detail transaksi (nilai, target, dampak) belum diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Penyebutan LOI untuk akuisisi ekuitas pada jawaban poin 1 dan 2
  - Assumptions: LOI adalah langkah awal yang belum tentu menghasilkan transaksi final.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai target, nilai, atau status LOI.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian terkait hasil LOI untuk akuisisi ekuitas, karena belum ada detail transaksi.
- Ketidakpastian rencana pemegang saham utama karena Perseroan belum menerima informasi lebih lanjut.
- Tanggal surat BEI tidak tercantum (null), sehingga tidak dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Pengumuman LOI akuisisi ekuitas dapat mempengaruhi harga saham EKAD.

---

## ENRG

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan media massa berjudul 'Siapkan Akuisisi Baru, Energi Mega (ENRG) Bidik Aset Migas Produktif' yang terbit pada 13 Agustus 2026. Perseroan mengklarifikasi bahwa pernyataan dalam diskusi dengan BRI Danareksa Sekuritas hanyalah strategi pertumbuhan umum, bukan pengumuman akuisisi spesifik. Hingga tanggal surat, belum ada target akuisisi yang ditetapkan. Perseroan juga menyatakan tidak ada informasi material lain yang mempengaruhi kelangsungan hidup atau harga saham.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan melalui surat nomor S-10786/BEI.PP1/08-2026 tanggal 14 Agustus 2026.
- Pemberitaan media Investasi.kontan.co.id pada 13 Agustus 2026 berjudul 'Siapkan Akuisisi Baru, Energi Mega (ENRG) Bidik Aset Migas Produktif'.
- Perseroan menyampaikan informasi dalam diskusi zoom dengan BRI Danareksa Sekuritas dan investor ritel.
- Perseroan menyatakan strategi pertumbuhan organik (pengembangan aset, peningkatan produksi) dan non-organik (akuisisi aset baru).
- Perseroan menyatakan belum menetapkan aset atau target akuisisi tertentu sampai tanggal surat.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/kejadian material lain selain keterbukaan informasi yang telah disampaikan.
- Surat ditandatangani oleh Riri Hosniari Harahap, Direktur & Corporate Secretary, tanggal 20 Agustus 2026.
- Surat juga ditandatangani oleh Wakil Direktur Utama (Edoardus Ardianto) dan Direktur (Riri Harahap).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI terkait pemberitaan media massa.

### Analytical scenarios

- **Klarifikasi akuisisi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan bahwa pernyataan dalam diskusi bukan merupakan pengumuman atau konfirmasi rencana akuisisi tertentu, dan hingga tanggal surat belum ada target akuisisi yang ditetapkan.
  - Basis: Pernyataan: 'tidak dimaksudkan sebagai pengumuman atau konfirmasi mengenai adanya rencana atau transaksi akuisisi tertentu'; Pernyataan: 'belum menetapkan aset atau target akuisisi tertentu yang akan dilakukan'
- **Strategi pertumbuhan** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan strategi pertumbuhan organik dan non-organik, dengan akuisisi aset baru sebagai bagian dari pertumbuhan non-organik.
  - Basis: Pernyataan: 'strategi pertumbuhan, baik secara organik maupun non organik'; Pernyataan: 'pertumbuhan non organik antara lain dilakukan melalui akuisisi aset baru'
- **Potensi akuisisi di masa depan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun belum ada target spesifik, pernyataan bahwa perseroan akan terus mengkaji peluang akuisisi menunjukkan kemungkinan adanya aksi korporasi di masa depan, namun belum dapat dipastikan.
  - Basis: Pernyataan: 'akan terus mengkaji dan mengevaluasi berbagai peluang akuisisi aset baru'
  - Assumptions: Manajemen memiliki niat untuk melakukan akuisisi jika ada peluang yang sesuai kriteria.
  - Caveats: Tidak ada indikasi waktu, nilai, atau target spesifik.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian mengenai realisasi akuisisi di masa depan karena belum ada target yang ditetapkan.
- Potensi dampak pemberitaan terhadap harga saham meskipun perseroan menyatakan tidak ada informasi material lain.

### Items to monitor

- Klarifikasi ini dapat mempengaruhi ekspektasi investor terkait potensi akuisisi, namun tidak ada kepastian transaksi.
- Tidak ada informasi keuangan atau target spesifik yang dapat menjadi dasar penilaian dampak.

---

## GGRP

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP) menyelenggarakan RUPSLB pada 18 Agustus 2026 yang menyetujui empat agenda: (1) perubahan Pasal 3 ayat 2 & 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025 tanpa mengubah kegiatan usaha; (2) perubahan Pasal 14 tentang kuorum RUPS; (3) perubahan Pasal 16 tentang tugas dan wewenang Direksi; (4) pemberian kuasa kepada Direksi untuk menyatakan kembali seluruh Anggaran Dasar. Rapat dihadiri 11.677.943.557 saham (96,42% dari total 12.111.376.157 saham). Semua agenda disetujui dengan 11.677.793.557 suara setuju, 150.000 tidak setuju, tanpa abstain. Tidak ada aksi korporasi terkait struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset.

### Material changes

- RUPSLB diselenggarakan pada 18 Agustus 2026, pukul 10.26-10.55 WIB, di Kantor Pusat Perseroan, Jalan Perjuangan No. 15, Kampung Tangsi, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi 17510.
- RUPSLB dihadiri 11.677.943.557 saham atau 96,42% dari total 12.111.376.157 saham dengan hak suara sah.
- Agenda 1: Persetujuan perubahan Pasal 3 ayat 2 & 3 Anggaran Dasar mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha untuk penyesuaian dengan KBLI 2025; perubahan tidak mengubah kegiatan usaha yang sudah dijalankan.
- Agenda 2: Persetujuan perubahan Pasal 14 Anggaran Dasar mengenai Keputusan, Kuorum Kehadiran, Kuorum Keputusan dalam RUPS.
- Agenda 3: Persetujuan perubahan Pasal 16 Anggaran Dasar mengenai Tugas dan Wewenang Direksi.
- Agenda 4: Persetujuan pemberian kuasa dan wewenang kepada Direksi, dengan hak substitusi, untuk menyatakan kembali seluruh Anggaran Dasar sesuai perubahan sebelumnya dan menuangkannya dalam akta notaris.
- Seluruh agenda disetujui dengan rincian suara: setuju 11.677.793.557 saham (96,42%), tidak setuju 150.000 saham (0,001%), abstain 0 saham (0%).
- Tidak ada pemegang saham yang mengajukan pertanyaan atau memberikan pendapat.
- Surat pengumuman RUPSLB bernomor 041/GGRP-COS/VII/2026 tanggal 27 Juli 2026; surat hasil RUPSLB bernomor 046/GGRP-COS/VIII/2026.
- Dokumen ditandatangani secara elektronik oleh Siti Humayah, Presiden Direktur, pada 20 Agustus 2026 pukul 09:25.

### Corporate actions

- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3, 14, 16) dan penyataan kembali Anggaran Dasar

### Management / control changes

- Perubahan Pasal 16 Anggaran Dasar mengenai Tugas dan Wewenang Direksi (disetujui, namun detail perubahan tidak dijelaskan dalam dokumen).
- Pemberian kuasa kepada Direksi untuk menyatakan kembali seluruh Anggaran Dasar dalam akta notaris (disetujui).

### Capital structure

- Total saham yang dikeluarkan: 12.111.376.157 saham dengan hak suara yang sah.
- Saham yang hadir/terwakili dalam RUPS: 11.677.943.557 saham (96,42% dari total).
- Hasil pemungutan suara untuk setiap mata acara: 11.677.793.557 setuju, 150.000 tidak setuju, 0 abstain.

### Listing / regulatory

- Perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan KBLI 2025 (Pasal 3 ayat 2 & 3) disetujui.
- Perubahan ketentuan kuorum RUPS (Pasal 14) disetujui.
- RUPSLB diselenggarakan sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri 11.677.943.557 saham atau 96,42% dari total 12.111.376.157 saham, sehingga kuorum kehadiran untuk semua mata acara terpenuhi.
  - Basis: Dokumen menyatakan kehadiran 11.677.943.557 saham atau 96,42% dari 12.111.376.157 saham.
- **Jumlah saham tidak hadir** [derived_calculation, high]: Jumlah saham yang tidak hadir dalam RUPS adalah 433.432.600 saham (12.111.376.157 - 11.677.943.557).
  - Basis: Total saham: 12.111.376.157; Saham hadir: 11.677.943.557
  - Assumptions: Selisih antara total saham dan saham hadir dianggap sebagai saham tidak hadir.
- **Proporsi suara tidak setuju** [derived_calculation, high]: Suara tidak setuju sebanyak 150.000 saham dari total saham hadir 11.677.943.557, atau sekitar 0,0013% dari saham hadir.
  - Basis: Suara tidak setuju: 150.000; Saham hadir: 11.677.943.557
  - Assumptions: Perhitungan proporsi menggunakan saham hadir sebagai dasar.
- **Dampak perubahan Anggaran Dasar** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Pasal 3 untuk penyesuaian KBLI 2025 kemungkinan bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha, namun perubahan Pasal 14 dan 16 dapat mempengaruhi tata kelola RUPS dan wewenang Direksi di masa depan.
  - Basis: Dokumen menyatakan perubahan Pasal 3 hanya untuk penyesuaian KBLI 2025 dan tidak mengubah kegiatan usaha; Perubahan Pasal 14 dan 16 disetujui tanpa rincian substantif
  - Assumptions: Perubahan Pasal 14 dan 16 mungkin mencakup penyesuaian kuorum atau wewenang yang lebih spesifik
  - Caveats: Rincian perubahan Pasal 14 dan 16 tidak diungkapkan dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Terdapat inkonsistensi kecil pada angka kehadiran (11.677.943.557) versus angka setuju (11.677.793.557) pada tabel agenda; selisih 150.000 saham.
- Rincian substantif perubahan Pasal 14 dan 16 tidak diungkapkan dalam ringkasan, sehingga dampak tata kelola belum dapat dinilai.

### Items to monitor

- Perubahan Anggaran Dasar terkait KBLI 2025 dan kuorum RUPS dapat mempengaruhi tata kelola perusahaan di masa depan, namun tidak berdampak langsung pada struktur modal atau nilai saham.
- Tidak ada aksi korporasi yang memerlukan pendanaan atau berdampak pada kepemilikan saham.

---

## GRPH

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, dan tidak menerima informasi aktivitas pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan. Pemegang saham utama, PT Mulia Jaya Palma (70,24%), menyatakan tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan sahamnya. Tidak ada data keuangan kuantitatif atau rencana ekspansi yang diungkapkan.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat S-10848/BEI.PP1/08-2026 tertanggal 19 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal (POJK 31/POJK.04/2015).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi (Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan tidak menerima informasi mengenai aktivitas menjaminkan saham atau aktivitas lain yang wajib dilaporkan (POJK 4 Tahun 2024).
- Perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang mempengaruhi pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkap.
- PT Mulia Jaya Palma, pemegang saham utama dengan 702.417.300 lembar saham (70,24% dari modal disetor), menyatakan tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan sahamnya di Perseroan (surat No. 002/MJP/08/2026 tanggal 20 Agustus 2026).
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Edwin Leonardo, Direktur Utama, pada 20 Agustus 2026.

### Capital structure

- PT Mulia Jaya Palma memiliki 702.417.300 lembar saham atau 70,24% dari modal disetor Perseroan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek (surat S-10848/BEI.PP1/08-2026).

### Analytical scenarios

- **Total modal disetor** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan kepemilikan PT Mulia Jaya Palma sebesar 702.417.300 lembar saham yang mewakili 70,24% modal disetor, total modal disetor diperkirakan sekitar 1.000.000.000 lembar saham (702.417.300 / 0,7024).
  - Basis: Angka kepemilikan 702.417.300 lembar dan persentase 70,24%.
  - Assumptions: Persentase kepemilikan dihitung terhadap total modal disetor yang sama.
  - Caveats: Pembulatan dapat menyebabkan selisih kecil; angka total tidak dinyatakan eksplisit.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI mungkin disebabkan oleh aktivitas pasar tanpa informasi material baru dari emiten, namun penyebab pastinya tidak dapat disimpulkan dari dokumen ini.
  - Basis: Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi.
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain di luar dokumen.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak terbaca (null) pada dokumen pertama.
- Tidak ada informasi kuantitatif keuangan dalam dokumen ini.
- Pernyataan tidak adanya aksi korporasi hanya mencakup 3 bulan ke depan dan dapat berubah.
- Ketidakpastian penyebab volatilitas transaksi efek yang memicu permintaan penjelasan Bursa.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; pernyataan tidak ada rencana aksi korporasi dapat mempengaruhi ekspektasi pasar.

---

## HATM

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 19–20 Agustus 2026, PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mengumumkan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) melalui dua pengumuman: (1) perubahan dan/atau tambahan informasi kepada pemegang saham terkait rencana PMTHMETD yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 21 Agustus 2026, dan (2) penyampaian bukti iklan informasi PMTHMETD yang diiklankan pada 19 Agustus 2026. Rencana ini meliputi penerbitan maksimal 868.000.000 saham baru (10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh) dengan nilai nominal Rp50 per saham, yang seluruhnya akan diambil oleh PT Multi Sarana Nasional (MSN), pihak terafiliasi. Dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk belanja modal (armada kapal) atau pembayaran pinjaman bank. Aksi korporasi ini penting karena berpotensi mengubah struktur modal dan kepemilikan, meskipun tidak mengubah pengendali, serta memerlukan persetujuan RUPSLB.

### Material changes

- Rencana PMTHMETD: penerbitan maksimal 868.000.000 saham baru (10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh).
- Calon pemodal: PT Multi Sarana Nasional (MSN), pihak terafiliasi, akan mengambil seluruh saham baru.
- Penggunaan dana: belanja modal (armada kapal) atau pembayaran pinjaman bank.
- Dilusi kepemilikan maksimal 9,09% bagi pemegang saham.
- Tidak ada perubahan pengendali; PT Habco Primatama tetap pengendali.
- Proyeksi dampak keuangan: tambahan kas/ekuitas Rp320.000.000.000.

### Key financial figures

- **Aset Lancar (Sebelum PMTHMETD):** Rp503.003.087.727 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Aset Lancar (Setelah PMTHMETD):** Rp823.003.087.727 (Proyeksi)
- **Jumlah Aset (Sebelum):** Rp1.888.065.109.742 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Jumlah Aset (Setelah):** Rp2.208.065.109.742 (Proyeksi)
- **Jumlah Liabilitas:** Rp278.431.957.152 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Jumlah Ekuitas (Sebelum):** Rp1.609.633.152.590 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Jumlah Ekuitas (Setelah):** Rp1.929.633.152.590 (Proyeksi)
- **PMTHMETD (tambahan kas/ekuitas):** Rp320.000.000.000 (Proyeksi)

### Corporate actions

- PMTHMETD (Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) - rencana, menunggu persetujuan RUPSLB
- Penerbitan saham baru maksimal 868.000.000 saham (10% dari modal ditempatkan)
- Transaksi afiliasi karena calon pemodal MSN adalah pihak terafiliasi
- Dilusi kepemilikan bagi pemegang saham maksimal 9,09%
- Penggunaan dana untuk belanja modal (armada kapal) atau pembayaran pinjaman bank
- Tidak ada perubahan pengendali
- Tidak ada aksi korporasi lain yang disebutkan

### Expansion projects

- Belanja modal untuk menambah aset berupa armada kapal, atau pembayaran pinjaman bank - nilai spesifik tidak diungkapkan, hanya disebutkan penggunaan dana hasil PMTHMETD.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan dalam dokumen ini; susunan pengurus per tanggal dokumen tercantum.
- Pemegang saham pengendali tetap PT Habco Primatama setelah PMTHMETD.

### Capital structure

- Modal dasar: 22.400.000.000 saham, nilai nominal Rp50 per saham, total Rp1.120.000.000.000.
- Modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum PMTHMETD: 8.680.000.000 saham (Rp434.000.000.000).
- Setelah PMTHMETD (dengan asumsi seluruh saham baru diambil MSN): 9.548.000.000 saham (Rp477.400.000.000).
- Portepel sebelum: 13.720.000.000 saham; setelah: 12.852.000.000 saham.
- Kepemilikan sebelum: PT Habco Primatama 66,3445%; PT Multi Sarana Nasional 20,1084%; Benny 0,0981%; Cosmas Kiardi 0,0981%; Hasanul Arifin Hasibuan 0,0619%; Masyarakat 13,2890%.
- Kepemilikan setelah: PT Habco Primatama 60,3132%; PT Multi Sarana Nasional 27,3713%; Benny 0,0891%; Cosmas Kiardi 0,0891%; Hasanul Arifin Hasibuan 0,0563%; Masyarakat 12,0809%.
- Dilusi maksimal 9,09% bagi pemegang saham.
- Struktur MSN: modal dasar 1.410.000 saham (Rp1.410.000.000.000), ditempatkan 705.000 saham (Rp705.000.000.000), dimiliki PT Habco Prima Investama 99,9999% dan Cosmas Kiardi 0,0001%.

### Listing / regulatory

- PMTHMETD dilakukan dalam rangka memenuhi POJK No. 14/2019.
- Harga pelaksanaan mengacu pada Peraturan BEI No. I-A (minimal 90% dari rata-rata harga penutupan 25 Hari Bursa).
- Persetujuan RUPSLB diperlukan, dengan kuorum sesuai Pasal 8A ayat 2 POJK 14/2019.
- Pengecualian transaksi afiliasi sesuai Pasal 44B POJK 14/2019.
- Tidak ada suspensi atau pemenuhan free float yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Rencana PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Perseroan berencana menerbitkan maksimal 868.000.000 saham baru, setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh (8.680.000.000 saham).
  - Basis: Dokumen halaman 5: 'sebanyak-banyaknya 868.000.000 saham' dan 'maksimal 10% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh'.
- **Calon pemodal** [explicit_fact, high]: Saham baru akan dikeluarkan kepada PT Multi Sarana Nasional (MSN), yang merupakan pihak terafiliasi.
  - Basis: Dokumen halaman 8: 'saham baru akan dikeluarkan kepada PT Multi Sarana Nasional' dan 'Sifat Hubungan Afiliasi dengan Perseroan'.
- **Penggunaan dana** [explicit_fact, high]: Dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk belanja modal (armada kapal) atau pembayaran pinjaman bank.
  - Basis: Dokumen halaman 6: 'akan digunakan untuk belanja modal yaitu menambah aset berupa armada kapal, atau pembayaran pinjaman bank'.
- **Dilusi kepemilikan** [derived_calculation, high]: Dilusi maksimal dihitung dari 868.000.000 saham baru dibagi total saham setelah PMTHMETD (9.548.000.000) = 9,09%.
  - Basis: Jumlah saham baru: 868.000.000; Total saham setelah: 8.680.000.000 + 868.000.000 = 9.548.000.000; Rumus: 868.000.000 / 9.548.000.000 = 0,0909 (9,09%)
  - Assumptions: Seluruh saham baru diambil oleh MSN.
- **Proyeksi dampak keuangan** [derived_calculation, high]: Proyeksi menunjukkan tambahan kas/ekuitas sebesar Rp320.000.000.000 dari PMTHMETD, yang meningkatkan aset lancar dan ekuitas.
  - Basis: Aset Lancar sebelum: Rp503.003.087.727; setelah: Rp823.003.087.727; selisih = Rp320.000.000.000; Ekuitas sebelum: Rp1.609.633.152.590; setelah: Rp1.929.633.152.590; selisih = Rp320.000.000.000
  - Assumptions: Seluruh dana masuk sebagai kas, tidak ada perubahan liabilitas.
- **Kesiapan calon pemodal** [analyst_hypothesis, low]: Perseroan menyatakan MSN siap mendukung aksi korporasi, sementara calon pemodal non-afiliasi belum dapat dipastikan kesiapannya. Ini mungkin mengindikasikan bahwa PMTHMETD dirancang untuk memperkuat posisi MSN sebagai pemegang saham, namun hal ini belum dikonfirmasi.
  - Basis: Dokumen halaman 10: 'Perseroan melihat bahwa struktur permodalan PT Multi Sarana Nasional sebagai pihak terafiliasi lebih siap untuk mendukung aksi korporasi Perseroan dalam waktu dekat' dan 'Perseroan belum dapat memastikan calon pemodal lain...'
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan mengenai niat strategis MSN.
  - Caveats: Hipotesis berdasarkan pernyataan manajemen, bukan fakta terkonfirmasi.
- **Potensi dampak pada struktur kepemilikan** [analyst_hypothesis, medium]: Setelah PMTHMETD, kepemilikan MSN meningkat dari 20,11% menjadi 27,37%, sementara PT Habco Primatama turun dari 66,34% menjadi 60,31%. Meskipun pengendali tetap, konsentrasi kepemilikan oleh pihak terafiliasi meningkat.
  - Basis: Tabel struktur modal sebelum dan sesudah PMTHMETD.
  - Assumptions: Seluruh saham baru diambil MSN.
  - Caveats: Ini adalah observasi dari angka yang disajikan, bukan pernyataan resmi.

### Risks / uncertainties

- PMTHMETD masih memerlukan persetujuan RUPSLB pada 21 Agustus 2026; jika tidak disetujui, rencana batal.
- Harga pelaksanaan belum ditentukan, hanya disebutkan minimal 90% dari rata-rata harga penutupan 25 Hari Bursa.
- Penggunaan dana untuk belanja modal atau pembayaran pinjaman bank belum dirinci lebih lanjut.
- Dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak ikut serta.
- Transaksi afiliasi dapat menimbulkan benturan kepentingan, meskipun dikecualikan dari ketentuan transaksi afiliasi.
- Proyeksi keuangan menggunakan laporan keuangan tidak diaudit per 31 Maret 2026, sehingga angka dapat berubah.
- Ketidakpastian mengenai kesiapan calon pemodal non-afiliasi.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 21 Agustus 2026 dan persetujuan PMTHMETD.
- Penetapan harga pelaksanaan PMTHMETD setelah RUPSLB.
- Rincian penggunaan dana (proporsi untuk kapal vs pinjaman bank).
- Pemenuhan ketentuan free float dan aturan BEI setelah penerbitan saham baru.
- Perubahan struktur kepemilikan setelah pelaksanaan PMTHMETD.
- Kepatuhan terhadap POJK 14/2019 dan Peraturan BEI No. I-A.

---

## HRME

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) menyelenggarakan RUPSLB pada 18 Agustus 2026 yang dihadiri pemegang saham mewakili 5.089.340.500 saham atau 85,4095% dari total 5.958.750.000 saham dengan hak suara sah. Rapat menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk menyesuaikan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dengan KBLI 2025 (Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025), memperluas cakupan kegiatan usaha mencakup hotel bintang lima, penyediaan makanan, bar, kafe, perusahaan induk, dan konsultasi manajemen. Keputusan diambil secara musyawarah mufakat dengan 100% suara setuju. Susunan Direksi dan Dewan Komisaris tidak berubah. Ringkasan risalah disampaikan kepada OJK melalui surat bernomor 053/HRME-CORSEC/VIII/2026 tanggal 20 Agustus 2026.

### Material changes

- RUPSLB HRME diselenggarakan pada 18 Agustus 2026, dihadiri pemegang saham mewakili 5.089.340.500 saham atau 85,4095% dari total 5.958.750.000 saham dengan hak suara sah.
- Agenda tunggal: persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk menyesuaikan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dengan KBLI 2025 (Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025).
- Hasil RUPS: Setuju 100%, Tidak Setuju 0%, Abstain 0%.
- Perubahan Pasal 3 mencakup perluasan kegiatan usaha: Aktivitas Hotel Bintang Lima (KBLI 55101), Aktivitas Penyediaan Makanan di Bangunan Tetap (KBLI 56101), Aktivitas Bar (KBLI 56301), Aktivitas Rumah Minum/Kafe (KBLI 56303), Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 64210), dan Aktivitas Konsultasi Manajemen dan Bisnis Lainnya (KBLI 70209).
- Direksi diberi kuasa untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan perubahan anggaran dasar.
- Susunan Direksi: Budi Kurniawan (Direktur Utama, periode 07 Nov 2025 - 03 Jun 2030), Mariella Wijaya (Direktur, periode 07 Nov 2025 - 03 Jun 2030).
- Susunan Dewan Komisaris: Herry Wijaya (Komisaris Utama, periode 04 Jun 2025 - 03 Jun 2030), Teuku Johas Raffli (Komisaris, periode 08 Jun 2026 - 03 Jun 2030, Komisaris Independen).
- Surat pengumuman RUPSLB bernomor 051/HRME-CORSEC/VII/2026 tanggal 27 Juli 2026.
- Ringkasan risalah disampaikan melalui surat bernomor 053/HRME-CORSEC/VIII/2026, tanggal 20 Agustus 2026.
- Tidak ada pertanyaan atau pendapat yang diajukan pemegang saham pada seluruh mata acara rapat.
- Keputusan diambil secara musyawarah untuk mufakat.

### Corporate actions

- Perubahan anggaran dasar (Pasal 3) untuk perluasan kegiatan usaha sesuai KBLI 2025.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan Direksi atau Dewan Komisaris pada RUPSLB ini.

### Capital structure

- Jumlah saham dengan hak suara sah yang hadir: 5.089.340.500 saham (85,4095%) dari total 5.958.750.000 saham.

### Listing / regulatory

- Perubahan anggaran dasar memerlukan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM untuk efektif.
- Penyampaian pemberitahuan ringkasan risalah RUPSLB Tahun 2026 kepada OJK, merujuk pada POJK No.15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri pemegang saham mewakili 5.089.340.500 saham atau 85,4095% dari total 5.958.750.000 saham dengan hak suara sah, memenuhi kuorum sesuai Anggaran Dasar dan peraturan.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 5.089.340.500 saham atau 85,4095% dari 5.958.750.000 saham dengan hak suara yang sah'.
- **Hasil RUPS** [explicit_fact, high]: Seluruh pemegang saham yang hadir (100%) menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar, tanpa suara tidak setuju atau abstain.
  - Basis: Tabel hasil RUPS menunjukkan Setuju 100%, Tidak Setuju 0%, Abstain 0%.
- **Perubahan kegiatan usaha** [explicit_fact, high]: Pasal 3 Anggaran Dasar diubah untuk memperluas kegiatan usaha mencakup hotel bintang lima, restoran, bar, kafe, perusahaan induk, dan konsultasi manajemen, sesuai KBLI 2025.
  - Basis: Dokumen merinci enam KBLI baru yang dimasukkan dalam Pasal 3.
- **Susunan pengurus** [explicit_fact, high]: Susunan Direksi dan Dewan Komisaris tidak berubah pada RUPSLB ini; periode jabatan berakhir 3 Juni 2030.
  - Basis: Dokumen mencantumkan susunan Direksi dan Komisaris dengan periode jabatan yang sama.
- **Persentase kehadiran RUPSLB** [derived_calculation, high]: Persentase kehadiran dihitung dari 5.089.340.500 saham hadir dibagi total saham dengan hak suara 5.958.750.000, menghasilkan 85,4095% (sesuai angka yang dilaporkan).
  - Basis: 5.089.340.500 / 5.958.750.000 = 0,854095
- **Implikasi perubahan kegiatan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan kegiatan usaha untuk mencakup berbagai bidang usaha baru dapat mengindikasikan rencana diversifikasi atau penyesuaian strategi bisnis, namun tidak ada informasi lebih lanjut mengenai implementasi atau investasi.
  - Basis: Perubahan Pasal 3 mencakup penambahan beberapa KBLI baru.
  - Assumptions: Perubahan anggaran dasar disetujui dan akan diimplementasikan.
  - Caveats: Tidak ada rincian rencana bisnis atau investasi dalam dokumen.
- **Arah strategis perusahaan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan kegiatan usaha untuk mencakup perusahaan induk dan konsultasi manajemen dapat mengindikasikan rencana perusahaan untuk beroperasi sebagai holding atau memperluas layanan non-hotel, namun hal ini belum dikonfirmasi oleh manajemen.
  - Basis: Pasal 3 baru mencakup KBLI 64210 (Perusahaan Induk) dan 70209 (Konsultasi Manajemen)
  - Assumptions: Perubahan anggaran dasar mencerminkan niat strategis perusahaan
  - Caveats: Belum ada keterangan resmi mengenai tujuan strategis di luar penyesuaian KBLI

### Risks / uncertainties

- Perubahan anggaran dasar masih memerlukan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM untuk efektif.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan kegiatan usaha terhadap operasional atau keuangan perusahaan.
- Perubahan kegiatan usaha dapat memerlukan persetujuan dan/atau pemberitahuan kepada regulator terkait, namun dokumen tidak menyebutkan status persetujuan tersebut.

### Items to monitor

- Perubahan kegiatan usaha dapat mempengaruhi penilaian investor terhadap prospek perusahaan, namun tidak ada informasi kuantitatif yang tersedia.
- Perluasan ke bidang usaha baru seperti perusahaan induk dan konsultasi manajemen dapat menjadi sinyal diversifikasi, tetapi belum ada konfirmasi rencana investasi.

---

## INDS

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

Indospring Tbk (INDS) melaporkan penurunan modal dasar dan modal disetor pada entitas anak PT Indobaja Primamurni (IBPM) yang telah disetujui Menteri Hukum RI. Perseroan menerima pengembalian setoran modal sebesar Rp19,3 miliar, setara 96,5% kepemilikan. Struktur kepemilikan tidak berubah secara persentase. Dana akan digunakan untuk memperkuat arus kas.

### Material changes

- Penurunan modal dasar dan modal disetor pada entitas anak PT Indobaja Primamurni (IBPM) telah disetujui Menteri Hukum RI berdasarkan surat keputusan No. AHU-0077057.AH.01.02.Tahun 2026 tanggal 19 Agustus 2026.
- Keputusan tersebut diterima Perseroan dari Notaris pada tanggal 19 Agustus 2026.
- Perseroan menerima pengembalian setoran modal dari IBPM sebesar Rp19,3 miliar, setara 96,5% kepemilikan saham.
- Struktur kepemilikan saham pada IBPM tidak mengalami perubahan secara persentase kepemilikan sebelum dan setelah penurunan modal disetor.
- Dana pengembalian modal akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur arus kas Perseroan.
- Keterbukaan informasi sebelumnya terkait penurunan modal IBPM diumumkan pada tanggal 4 Juni 2026 dengan nomor 142/ISP-CorSec/VI/2026.

### Key financial figures

- **Pengembalian setoran modal dari IBPM:** 19.300.000.000 (Agustus 2026)
- **Modal disetor IBPM sebelum penurunan:** 35.000.000.000 (Sebelum penurunan)
- **Modal disetor IBPM setelah penurunan:** 15.000.000.000 (Setelah penurunan)

### Corporate actions

- Penurunan modal entitas anak (PT Indobaja Primamurni) - telah disetujui dan efektif

### Capital structure

- Penurunan modal dasar dan modal disetor IBPM
- Pengembalian setoran modal sebesar Rp19,3 miliar kepada Indospring (pemegang 96,5%)
- Persentase kepemilikan Indospring di IBPM tetap 96,5% sebelum dan sesudah penurunan modal

### Listing / regulatory

- Persetujuan Menteri Hukum RI No. AHU-0077057.AH.01.02.Tahun 2026 tanggal 19 Agustus 2026

### Analytical scenarios

- **Persetujuan penurunan modal** [explicit_fact, high]: Penurunan modal IBPM telah disetujui Menteri Hukum RI dan keputusan diterima pada 19 Agustus 2026.
  - Basis: Surat keputusan No. AHU-0077057.AH.01.02.Tahun 2026 tanggal 19 Agustus 2026
- **Pengembalian modal** [explicit_fact, high]: Indospring menerima pengembalian setoran modal dari IBPM sebesar Rp19,3 miliar, setara 96,5% kepemilikan.
  - Basis: Uraian informasi: 'menerima pengembalian setoran modal dari IBPM sebesar Rp 19,3 miliar (atau setara 96,5% kepemilikan saham)'
- **Struktur kepemilikan tidak berubah** [explicit_fact, high]: Struktur kepemilikan saham IBPM tidak berubah secara persentase sebelum dan sesudah penurunan modal.
  - Basis: Pernyataan: 'struktur kepemilikan saham pada PT Indobaja Primamurni tidak mengalami perubahan secara persentase kepemilikan'
- **Penggunaan dana** [explicit_fact, high]: Dana pengembalian modal akan digunakan untuk memperkuat struktur arus kas Perseroan.
  - Basis: Pernyataan dampak: 'Perseroan akan memanfaatkan pengembalian modal tersebut untuk memperkuat struktur arus kas Perseroan'
- **Total pengembalian modal berdasarkan kepemilikan** [derived_calculation, medium]: Jika Rp19,3 miliar adalah 96,5% dari total pengembalian modal yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham IBPM, maka total pengembalian modal diperkirakan sekitar Rp20,0 miliar (Rp19,3 miliar / 0,965).
  - Basis: Nilai pengembalian Rp19,3 miliar dan persentase kepemilikan 96,5%
  - Assumptions: Pengembalian modal dibagikan proporsional sesuai persentase kepemilikan.
  - Caveats: Angka total tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; hanya perkiraan.
- **Jumlah pengurangan modal disetor** [derived_calculation, high]: Pengurangan modal disetor IBPM adalah Rp20 miliar (Rp35 miliar - Rp15 miliar).
  - Basis: Modal disetor sebelum: Rp35.000.000.000; Modal disetor setelah: Rp15.000.000.000
  - Assumptions: Nilai modal disetor sesuai tabel.
- **Pengembalian modal yang diterima Indospring** [derived_calculation, high]: Pengembalian modal yang diterima Indospring sekitar Rp19,3 miliar, sesuai dengan porsi kepemilikan 96,5% dari pengurangan modal Rp20 miliar (96,5% x Rp20 miliar = Rp19,3 miliar).
  - Basis: Pengurangan modal disetor: Rp20 miliar; Persentase kepemilikan Indospring: 96,5%
  - Assumptions: Pengembalian modal proporsional dengan persentase kepemilikan.
- **Dampak pada arus kas** [analyst_hypothesis, medium]: Penerimaan kas Rp19,3 miliar dari IBPM dapat meningkatkan likuiditas Indospring, namun dampak keseluruhan terhadap laporan keuangan belum dapat dinilai tanpa data tambahan.
  - Basis: Pernyataan penggunaan dana untuk memperkuat arus kas
  - Assumptions: Dana diterima tunai dan dicatat sebagai arus kas masuk.
  - Caveats: Tidak ada rincian laporan keuangan atau dampak akuntansi yang disediakan.
- **Tujuan penurunan modal** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan modal ini kemungkinan dilakukan untuk mengembalikan kelebihan kas kepada pemegang saham, karena dana yang diterima akan digunakan untuk memperkuat arus kas Indospring.
  - Basis: Pernyataan emiten bahwa dana akan digunakan untuk memperkuat struktur arus kas.
  - Assumptions: Tidak ada tujuan lain yang disebutkan.
  - Caveats: Tujuan resmi tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian jumlah saham yang dikurangi, nilai nominal, atau struktur modal sebelum/sesudah secara kuantitatif dalam dokumen.
- Versi Indonesia menyatakan 'telah menerima' pengembalian modal, sedangkan versi Inggris menyatakan 'akan menerima' pada Agustus 2026; terdapat perbedaan waktu yang perlu diklarifikasi.
- Lampiran 'KI Pelunasan Penurunan Modal IBPM.pdf' tidak disertakan dalam dokumen, sehingga data detail sebelum/sesudah tidak dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Penerimaan kas Rp19,3 miliar dari IBPM dapat meningkatkan likuiditas Indospring, namun dampak keseluruhan terhadap laporan keuangan belum dapat dinilai tanpa data tambahan.

---

## IRSX

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) menyampaikan bukti iklan pemberitahuan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) kepada OJK. Iklan telah dimuat pada 18 Agustus 2026 di tiga media: website perusahaan, website BEI, dan website KSEI. Berdasarkan nama file lampiran, RUPSLB dijadwalkan pada 24 September 2026, namun agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen. Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi spesifik, atau perubahan struktur modal yang disampaikan.

### Material changes

- PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) menyampaikan bukti iklan pemberitahuan RUPS kepada OJK melalui surat bernomor 128/IRSX-OJK/VIII/2026 tertanggal 20 Agustus 2026.
- Iklan pemberitahuan RUPS diterbitkan pada 18 Agustus 2026 di tiga media: website perusahaan (www.folagocorp.com), website Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id), dan website KSEI (www.ksei.co.id).
- Lampiran dokumen berjudul 'IRSX_Penyampaian Bukti Iklan_RUPSLB 24 Sept 2026.pdf' mengindikasikan adanya RUPSLB yang dijadwalkan pada 24 September 2026.
- Dokumen ditandatangani oleh Charlie selaku Corporate Secretary (pada dokumen utama) dan Charlie SE., M.Ak selaku Direktur (pada lampiran).
- Agenda RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB kepada OJK sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Publikasi iklan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Iklan pemberitahuan RUPSLB diterbitkan pada 18 Agustus 2026 di tiga media: website perusahaan, website BEI, dan website KSEI.
  - Basis: Tabel media pada dokumen utama dan lampiran mencantumkan tanggal penerbitan 18 Agustus 2026 untuk ketiga media.
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: Berdasarkan nama file lampiran, RUPSLB dijadwalkan pada 24 September 2026.
  - Basis: Nama file lampiran: 'IRSX_Penyampaian Bukti Iklan_RUPSLB 24 Sept 2026.pdf'
  - Caveats: Tanggal pelaksanaan RUPSLB tidak disebutkan secara eksplisit dalam isi dokumen, hanya pada nama file.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB yang dijadwalkan kemungkinan membahas agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi, atau perubahan pengurus, namun agenda tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Assumptions: RUPSLB akan membahas agenda yang bersifat luar biasa.
  - Caveats: Agenda RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen; ini hanya spekulasi.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga tidak ada informasi tentang aksi korporasi spesifik.
- Dokumen tidak memuat informasi keuangan atau perubahan struktur modal.
- Tanggal pelaksanaan RUPSLB tidak disebutkan secara eksplisit dalam isi dokumen, hanya pada nama file lampiran.

---

## JGLE

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) menerbitkan pemanggilan RUPSLB ketiga pada 20 Agustus 2026, karena dua RUPSLB sebelumnya (11 Juni 2026 dan 23 Juni 2026) tidak mencapai kuorum. RUPSLB ketiga dijadwalkan pada 1 September 2026 di Aston Bogor Hotel & Resort dengan agenda tunggal persetujuan penyesuaian kegiatan usaha Perseroan dengan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025 tentang KBLI 2025. Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat pada penutupan bursa 19 Agustus 2026. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal dalam pengumuman ini.

### Material changes

- Pemanggilan RUPSLB ketiga PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) dengan surat nomor 107/L/GAP-CORSEC/SB/VIII/2026 tanggal 20 Agustus 2026.
- RUPSLB ketiga akan diselenggarakan pada Selasa, 1 September 2026, pukul 09.30 WIB di Aston Bogor Hotel & Resort, Perumahan Bogor Nirwana Residence, Jalan Dereded, Pahlawan, Kota Bogor Selatan.
- RUPSLB ketiga diadakan karena kuorum kehadiran tidak terpenuhi pada RUPSLB tanggal 11 Juni 2026 dan 23 Juni 2026.
- Agenda tunggal RUPSLB: Persetujuan Penyesuaian Kegiatan Usaha Perseroan dengan Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025 (KBLI 2025).
- Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan jam perdagangan Bursa Efek tanggal 19 Agustus 2026.
- Pemanggilan ini berlaku sebagai undangan resmi dan dipublikasikan melalui situs web Perseroan (www.jungleseries.co.id), situs web Bursa Efek Indonesia, dan situs web KSEI atau aplikasi eASY.KSEI.
- Batas waktu deklarasi kehadiran, kuasa, dan suara melalui eASY.KSEI adalah pukul 12.00 WIB pada 1 hari kerja sebelum tanggal Rapat (31 Agustus 2026).
- Tayangan RUPS (webinar Zoom) memiliki kapasitas hingga 500 peserta dengan akses first come first serve.
- Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang KBLI 2025 diundangkan pada tanggal 17 Desember 2025.
- Berdasarkan Pasal 5 Peraturan BPS Nomor 7/2025, pengguna KBLI wajib menyesuaikan dengan ketentuan tersebut paling lambat 6 bulan sejak diundangkan.
- Bahan-bahan terkait mata acara Rapat tersedia di kantor Perseroan sejak tanggal 20 Agustus 2026 sampai dengan Rapat diselenggarakan pada tanggal 1 September 2026.
- Pemanggilan Rapat ditandatangani oleh Direksi Perseroan di Bogor pada 20 Agustus 2026.
- Pengirim surat adalah Santoso Budi, Corporate Secretary & Chief Legal Officer.

### Listing / regulatory

- RUPSLB ketiga diadakan karena kuorum tidak terpenuhi pada RUPSLB tanggal 11 Juni 2026 dan 23 Juni 2026.
- Agenda RUPSLB adalah persetujuan penyesuaian kegiatan usaha Perseroan dengan Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang KBLI 2025.
- Penyesuaian kegiatan usaha wajib dilakukan paling lambat 6 bulan sejak Peraturan Nomor 7/2025 diundangkan (17 Desember 2025), sesuai Pasal 5 Peraturan tersebut.
- Pemanggilan RUPSLB dilakukan sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020 Pasal 52 ayat 1.

### Analytical scenarios

- **Perkiraan batas waktu kepatuhan KBLI 2025** [derived_calculation, medium]: Jika Peraturan BPS Nomor 7/2025 diundangkan pada 17 Desember 2025, maka batas waktu 6 bulan untuk penyesuaian KBLI jatuh sekitar 17 Juni 2026. RUPSLB ketiga pada 1 September 2026 diadakan setelah perkiraan batas waktu tersebut.
  - Basis: Tanggal pengundangan Peraturan BPS Nomor 7/2025: 17 Desember 2025; Ketentuan Pasal 5: penyesuaian paling lambat 6 bulan sejak diundangkan
  - Assumptions: Peraturan diundangkan pada tanggal yang sama dengan tanggal penetapan (17 Desember 2025)
  - Caveats: Tanggal pengundangan resmi tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen
- **Implikasi penyesuaian KBLI terhadap kegiatan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025 mungkin berdampak pada perizinan dan klasifikasi usaha, namun tidak ada informasi lebih lanjut mengenai perubahan substansial kegiatan usaha atau dampak finansial.
  - Basis: Agenda RUPSLB hanya menyebutkan penyesuaian dengan KBLI 2025
  - Assumptions: Penyesuaian KBLI dapat memerlukan perubahan perizinan atau klasifikasi usaha
  - Caveats: Tidak ada detail perubahan kegiatan usaha atau dampak finansial dalam dokumen
- **Alasan kegagalan kuorum RUPSLB sebelumnya** [analyst_hypothesis, low]: Kegagalan kuorum pada dua RUPSLB sebelumnya mungkin disebabkan oleh rendahnya partisipasi pemegang saham atau ketidakjelasan agenda, namun dokumen tidak memberikan informasi lebih lanjut.
  - Basis: Pernyataan kegagalan kuorum pada RUPSLB 11 Juni 2026 dan 23 Juni 2026
  - Assumptions: Tidak ada faktor eksternal yang mempengaruhi kehadiran
  - Caveats: Tidak ada data kehadiran atau penjelasan lain dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Risiko kuorum tidak terpenuhi kembali pada RUPSLB ketiga, mengingat dua RUPSLB sebelumnya gagal kuorum.
- Ketidakpastian mengenai dampak keterlambatan penyesuaian KBLI 2025, jika tenggat telah terlewati.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan kegiatan usaha spesifik yang akan disesuaikan dengan KBLI 2025.
- Tidak ada informasi mengenai dampak finansial atau operasional dari penyesuaian KBLI.
- Tidak ada informasi mengenai kuorum yang dibutuhkan untuk RUPSLB.

### Items to monitor

- Pemegang saham perlu memperhatikan jadwal RUPSLB ketiga dan batas waktu deklarasi melalui eASY.KSEI untuk dapat berpartisipasi.
- Hasil RUPSLB akan menentukan persetujuan penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025, yang dapat mempengaruhi klasifikasi usaha dan perizinan Perseroan.
- Kegagalan kuorum pada dua RUPSLB sebelumnya menunjukkan potensi rendahnya partisipasi pemegang saham, yang dapat menghambat pengambilan keputusan.

---

## JPFA

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menyampaikan bukti iklan Informasi Laporan Keuangan Interim yang dimuat di media cetak Investor Daily Indonesia pada 20 Agustus 2026. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat rincian laporan keuangan atau aksi korporasi. Tidak ada angka keuangan, perubahan pengurus, atau transaksi material yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- JPFA menyampaikan bukti iklan Informasi Laporan Keuangan Interim melalui sistem pelaporan elektronik pada 20 Agustus 2026 pukul 16:31 WIB.
- Iklan dimuat di media cetak Investor Daily Indonesia pada 20 Agustus 2026.
- Surat bernomor 135/JAPFA-OJK/LD-CS/VIII/2026 ditandatangani oleh Corporate Secretary Maya Pradjono.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan Informasi Laporan Keuangan Interim merupakan pemenuhan kewajiban pelaporan kepada OJK terkait publikasi laporan keuangan interim di media cetak.

### Analytical scenarios

- **Ketersediaan laporan keuangan** [analyst_hypothesis, medium]: Meskipun dokumen ini hanya bukti iklan, keberadaan iklan menunjukkan bahwa laporan keuangan interim JPFA telah dipublikasikan. Namun, isi laporan keuangan tidak tersedia dalam dokumen ini, sehingga analisis fundamental tidak dapat dilakukan.
  - Basis: Iklan Informasi Laporan Keuangan Interim di Investor Daily; Tidak ada lampiran laporan keuangan dalam dokumen
  - Assumptions: Laporan keuangan interim yang diiklankan adalah laporan yang sama dengan yang akan dipublikasikan secara resmi
  - Caveats: Dokumen ini tidak memuat angka atau rincian laporan keuangan

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif atau rincian laporan keuangan dalam dokumen ini, sehingga tidak dapat dilakukan analisis kinerja keuangan.

---

## LPCK

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menerbitkan pemanggilan RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 11 September 2026 pukul 10.00 WIB di Hotel Aryaduta Jakarta. Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan pengunduran diri Komisaris Charles Rigoux dan perubahan susunan pengurus Perseroan, efektif sejak penutupan RUPSLB 2026 sampai akhir periode jabatan Direksi dan Dewan Komisaris pada penutupan RUPST 2029. Recording date pemegang saham yang berhak hadir adalah 19 Agustus 2026 pukul 16.15 WIB. Tidak ada agenda aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal dalam pengumuman ini.

### Material changes

- RUPSLB akan diselenggarakan pada Jumat, 11 September 2026, pukul 10.00 WIB – selesai, di Hotel Aryaduta Jakarta, Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun No.44-48, Gambir, Jakarta Pusat 10110.
- Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan pengunduran diri Bapak Charles Rigoux dari jabatannya selaku Komisaris Perseroan dan perubahan susunan pengurus Perseroan.
- Perubahan susunan pengurus efektif sejak penutupan RUPSLB 2026 sampai dengan berakhirnya periode jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris pada penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan diadakan pada tahun 2029.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPS (Recording Date) adalah 19 Agustus 2026 pukul 16.15 WIB.
- Pemanggilan RUPS diterbitkan pada 20 Agustus 2026, dengan nomor pengumuman 076/LC-COS/VIII/2026.
- Surat pemberitahuan penyelenggaraan RUPS nomor 074/LC-COS/VIII/2026 tanggal 05 Agustus 2026.
- Kuasa dapat diberikan secara elektronik (e-Proxy) melalui eASY.KSEI atau konvensional melalui BAE PT Sharestar Indonesia, dengan batas akhir penerimaan surat kuasa konvensional oleh BAE pada 10 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Penyelenggaraan RUPSLB mengacu pada POJK No. 15/2020 dan POJK No. 14/2025.
- Corporate Secretary yang menandatangani adalah Kevin Girsang.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Charles Rigoux dari jabatan Komisaris Perseroan, yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB.
- Perubahan susunan pengurus Perseroan, efektif sejak penutupan RUPSLB 2026 sampai akhir periode jabatan Direksi dan Dewan Komisaris pada penutupan RUPST 2029.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB sesuai POJK No. 15/2020 dan POJK No. 14/2025.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB hanya memiliki satu agenda, yaitu perubahan susunan pengurus Perseroan, yang mencakup persetujuan pengunduran diri Charles Rigoux sebagai Komisaris. Tidak ada agenda lain seperti aksi korporasi atau perubahan modal.
  - Basis: Agenda RUPSLB: Perubahan Susunan Pengurus Perseroan; Dokumen lampiran halaman 1: 'pengunduran diri Bapak Charles Rigoux dari jabatannya selaku Komisaris Perseroan'
- **Efektivitas perubahan pengurus** [explicit_fact, high]: Perubahan susunan pengurus efektif sejak penutupan RUPSLB 2026 sampai dengan berakhirnya periode jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris pada penutupan RUPST yang akan diadakan pada tahun 2029.
  - Basis: Dokumen lampiran halaman 1: 'efektif sejak Rapat pada tahun 2026 ditutup sampai dengan berakhirnya periode jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris pada penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan diadakan pada tahun 2029'
- **Potensi penggantian komisaris** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Charles Rigoux kemungkinan akan diikuti dengan pengangkatan komisaris pengganti untuk mengisi kekosongan jabatan, namun dokumen tidak menyebutkan calon pengganti atau rincian perubahan susunan pengurus.
  - Basis: Dokumen lampiran halaman 1: agenda perubahan susunan pengurus
  - Assumptions: Perubahan susunan pengurus mencakup pengangkatan pengganti
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan calon pengganti atau rincian perubahan

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan susunan pengurus selain pengunduran diri Charles Rigoux tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Tidak ada informasi mengenai calon pengganti komisaris.
- Terdapat kesalahan ketik pada tanggal batas penerimaan surat kuasa: 'Kamis, 10 September 20026' (seharusnya 2026), yang dapat menimbulkan kebingungan.
- Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi lain, atau perubahan struktur modal.

### Items to monitor

- Perubahan susunan pengurus dapat mempengaruhi arah strategis dan tata kelola perusahaan, namun dampaknya belum dapat dinilai karena rincian perubahan tidak diungkapkan.
- Pengunduran diri komisaris dapat menjadi sinyal perubahan dalam pengawasan manajemen, tetapi tidak ada indikasi dampak operasional langsung.

---

## LPGI

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) menyampaikan koreksi atas Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026. Laporan ini mengoreksi pengumuman sebelumnya No. 158/LGI-Dir/VIII/2026. Tidak ada perubahan jumlah saham beredar, treasury stock, atau struktur kepemilikan pengendali yang teridentifikasi dari evidence. Terdapat kepemilikan saham oleh Direksi/Komisaris (Hyunhee Choi) sebesar 50.000 saham (0,002%) yang tidak berubah dari bulan sebelumnya. Free float berdasarkan laporan adalah 7,52% dari total saham. Tidak ada indikasi perubahan material pada struktur modal atau pengendalian.

### Material changes

- PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) menerbitkan koreksi atas Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Juli 2026, menggantikan laporan sebelumnya No. 158/LGI-Dir/VIII/2026.
- Total saham ditempatkan dan disetor penuh adalah 3.000.000.000 saham, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Treasury stock tercatat 0 saham (0%) pada bulan ini dan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh Direksi/Komisaris: Hyunhee Choi memiliki 50.000 saham (0,002%) pada bulan ini dan sebelumnya, tidak ada perubahan.
- Pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih: PT Hanwha Life Insurance (1.845.000.000 saham, 61,5%), PT Hanwha General Insurance (543.000.000 saham, 18,1%), PT Sharestar Insurance (385.927.000 saham, 12,86%), dan PT Anugerah Inti Graha (225.473.000 saham, 7,52%).
- Tidak ada perubahan jumlah saham untuk pemegang saham 5% atau lebih antara bulan ini dan sebelumnya.
- Free float berdasarkan laporan adalah 7,52% dari total saham (225.523.000 saham), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Laporan mencakup klasifikasi investor berdasarkan data KSEI, termasuk jumlah saham pada kategori tertentu seperti 2.230.927.000 saham pada satu klasifikasi.
- Laporan ditandatangani oleh Juliana, Corporate Secretary, pada 20 Agustus 2026.
- Laporan ini merupakan koreksi atas laporan bulanan sebelumnya, namun tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan koreksi dalam evidence.
- Tidak ada perubahan pada susunan Direksi dan Komisaris yang teridentifikasi dari evidence.
- Tidak ada indikasi perubahan pengendali atau afiliasi pengendali pada periode laporan.

### Key financial figures

- **Total saham ditempatkan dan disetor penuh:** 3.000.000.000 (2026-07-31)
- **Treasury stock:** 0 (2026-07-31)
- **Kepemilikan saham oleh Hyunhee Choi (Direksi/Komisaris):** 50.000 (2026-07-31)
- **Kepemilikan saham oleh PT Hanwha Life Insurance:** 1.845.000.000 (2026-07-31)
- **Kepemilikan saham oleh PT Hanwha General Insurance:** 543.000.000 (2026-07-31)
- **Kepemilikan saham oleh PT Sharestar Insurance:** 385.927.000 (2026-07-31)
- **Kepemilikan saham oleh PT Anugerah Inti Graha:** 225.473.000 (2026-07-31)
- **Free float (jumlah saham):** 225.523.000 (2026-07-31)
- **Free float (persentase):** 7,52% (2026-07-31)
- **Kepemilikan saham oleh PT Hanwha Life Insurance (persentase):** 61,5% (2026-07-31)
- **Kepemilikan saham oleh PT Hanwha General Insurance (persentase):** 18,1% (2026-07-31)
- **Kepemilikan saham oleh PT Sharestar Insurance (persentase):** 12,86% (2026-07-31)
- **Kepemilikan saham oleh PT Anugerah Inti Graha (persentase):** 7,52% (2026-07-31)
- **Kepemilikan saham oleh Hyunhee Choi (persentase):** 0,002% (2026-07-31)
- **Jumlah saham pada klasifikasi investor tertentu (dari data KSEI):** 2.230.927.000 (2026-07-31)
- **Jumlah saham pada klasifikasi investor tertentu (dari data KSEI):** 148.110.300 (2026-07-31)
- **Jumlah saham pada klasifikasi investor tertentu (dari data KSEI):** 55.658.400 (2026-07-31)
- **Jumlah saham pada klasifikasi investor tertentu (dari data KSEI):** 20.124.100 (2026-07-31)
- **Jumlah saham pada klasifikasi investor tertentu (dari data KSEI):** 1.630.200 (2026-07-31)
- **Jumlah saham pada klasifikasi investor tertentu (dari data KSEI):** 550.000 (2026-07-31)

### Listing / regulatory

- Pengumuman koreksi LBRE No. 162/LGI-Dir/VIII/2026, menggantikan No. 158/LGI-Dir/VIII/2026.

### Analytical scenarios

- **Persentase kepemilikan Hyunhee Choi** [derived_calculation, high]: 50.000 / 3.000.000.000 * 100% = 0,00167%, dibulatkan menjadi 0,002% sesuai laporan.
  - Basis: Jumlah saham Hyunhee Choi (50.000); Total saham (3.000.000.000)
  - Assumptions: Total saham yang digunakan adalah saham ditempatkan dan disetor penuh.
- **Persentase free float** [derived_calculation, high]: 225.523.000 / 3.000.000.000 * 100% = 7,517%, dibulatkan menjadi 7,52% sesuai laporan.
  - Basis: Jumlah free float (225.523.000); Total saham (3.000.000.000)
  - Assumptions: Free float dihitung berdasarkan definisi Bursa Efek Indonesia.
- **Alasan koreksi LBRE** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi mungkin terkait dengan perbaikan data klasifikasi investor atau kesalahan administratif pada laporan sebelumnya, namun tidak ada penjelasan rinci dalam evidence.
  - Basis: Judul pengumuman menyebut 'KOREKSI'; Tidak ada penjelasan alasan koreksi dalam teks
  - Assumptions: Koreksi bersifat administratif dan tidak mengubah struktur kepemilikan.
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung mengenai alasan koreksi.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada struktur kepemilikan atau modal dari evidence yang diberikan.
- Koreksi atas laporan bulanan sebelumnya dapat menimbulkan pertanyaan mengenai akurasi pelaporan, namun tidak ada indikasi dampak material.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan signifikan pada struktur kepemilikan atau free float yang dapat mempengaruhi likuiditas atau pengendalian.
- Koreksi laporan bersifat administratif dan tidak mengubah fundamental perusahaan.

---

## LPKR

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menerbitkan pemanggilan RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 11 September 2026. Terdapat dua agenda: (1) persetujuan perubahan susunan Dewan Komisaris, dan (2) persetujuan penurunan modal ditempatkan dan disetor melalui penarikan kembali saham treasuri. Rincian jumlah saham treasuri, nilai nominal, dan identitas calon komisaris tidak diungkapkan dalam dokumen. Terdapat inkonsistensi tanggal batas penyerahan kuasa untuk pemegang saham badan hukum antara dua lampiran.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada Jumat, 11 September 2026, pukul 14.00 WIB, di Hotel Aryaduta Jakarta, Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun No. 44-48, Gambir, Jakarta Pusat 10110.
- Agenda 1: Persetujuan perubahan susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan, mengacu pada Pasal 119 UUPT, Pasal 8 juncto Pasal 23 POJK No. 33/POJK.04/2014, dan Pasal 18 ayat 10 Anggaran Dasar.
- Agenda 2: Persetujuan penurunan modal ditempatkan dan modal disetor dengan cara menarik kembali saham treasuri yang dimiliki Perseroan, sesuai Pasal 47 UUPT.
- Tanggal pencatatan (recording date) untuk menentukan pemegang saham yang berhak hadir adalah 19 Agustus 2026 pukul 16.15 WIB (Daftar Pemegang Saham) dan penutupan perdagangan di BEI tanggal 19 Agustus 2026 (saldo sub rekening KSEI).
- Kuorum Agenda 1: lebih dari 1/2 (setengah) dari total saham dengan hak suara yang sah; keputusan sah jika disetujui lebih dari 1/2 suara yang hadir.
- Kuorum Agenda 2: minimal 2/3 (dua pertiga) dari total saham dengan hak suara yang sah; keputusan sah jika disetujui minimal 2/3 suara yang hadir.
- Pemegang saham dapat hadir secara fisik (terbatas, first-come-first-served) atau elektronik melalui eASY.KSEI (https://easy.ksei.co.id/egken).
- Kuasa elektronik (e-Proxy) dapat diberikan kepada pihak independen yang ditunjuk, yaitu staf BAE PT Sharestar Indonesia.
- Batas waktu penyerahan formulir kuasa untuk pemegang saham badan hukum: 10 September 2026 pukul 16.00 WIB (lampiran 2) atau 8 Mei 2026 pukul 16.00 WIB (lampiran 1, inkonsisten).
- Pemanggilan ditandatangani oleh Direksi Perseroan di Tangerang pada 20 Agustus 2026.
- Pemanggilan RUPSLB didasarkan pada surat Perseroan No. 059/LK-COS/VIII/2026 tanggal 5 Agustus 2026.
- Surat pemanggilan bernomor 064/LK-COS/VIII/2026, diterbitkan 20 Agustus 2026 oleh Corporate Secretary Ratih Safitri.
- Perseroan tidak memberikan souvenir/goodie bag.
- Bahan rapat tersedia di situs web Perseroan (www.lippokarawaci.co.id) dan aplikasi eASY.KSEI sejak tanggal pemanggilan.

### Corporate actions

- Penurunan modal ditempatkan dan modal disetor melalui penarikan kembali saham treasuri (agenda RUPSLB) - aksi korporasi yang memerlukan persetujuan RUPS dengan kuorum 2/3.

### Management / control changes

- Perubahan susunan anggota Dewan Komisaris (agenda RUPSLB) - detail perubahan (siapa yang diganti/diangkat) tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Capital structure

- Penurunan modal ditempatkan dan modal disetor dengan cara menarik kembali saham treasuri. Jumlah saham treasuri, nilai nominal, dan dampak terhadap struktur modal tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB dilakukan sesuai ketentuan POJK No. 33/POJK.04/2014 dan POJK No. 15/2020.
- Pembatasan kehadiran fisik dengan metode first come first serve.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 11 September 2026, dengan recording date 19 Agustus 2026, dan pemanggilan diterbitkan 20 Agustus 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: 11 September 2026, 14:00; Tanggal DPS: 19 Agustus 2026; Tanggal surat: 20-08-2026
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Dua agenda RUPSLB: (1) persetujuan perubahan susunan Dewan Komisaris, (2) persetujuan penurunan modal ditempatkan dan modal disetor melalui penarikan saham treasuri.
  - Basis: Agenda 1: Persetujuan Perubahan Susunan Anggota Dewan Komisaris Perseroan; Agenda 2: Persetujuan atas penurunan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan dengan cara menarik kembali saham treasuri
- **Kuorum yang diperlukan** [derived_calculation, high]: Untuk agenda 2, kuorum kehadiran minimal 2/3 (66,67%) dari seluruh saham dengan hak suara sah, dan keputusan memerlukan persetujuan minimal 2/3 dari suara yang hadir. Ini lebih tinggi daripada kuorum agenda 1 yang hanya lebih dari 1/2 (50%).
  - Basis: PAGE 4: 'paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham'; PAGE 4: 'disetujui paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah yang hadir'
  - Assumptions: Perhitungan 2/3 = 66,67% dan 1/2 = 50%.
- **Tujuan penurunan modal** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan modal ditempatkan dan disetor melalui penarikan saham treasuri dapat mengindikasikan rencana pengurangan modal (capital reduction) untuk pembelian kembali saham (buyback) atau restrukturisasi modal, namun detail tidak tersedia dalam dokumen.
  - Basis: Agenda 2 menyebut penurunan modal ditempatkan dan modal disetor melalui penarikan saham treasuri
  - Assumptions: Penurunan modal biasanya dilakukan melalui mekanisme capital reduction atau buyback
  - Caveats: Tidak ada rincian jumlah, mekanisme, atau tujuan resmi dalam dokumen
- **Perubahan Dewan Komisaris** [analyst_hypothesis, low]: Agenda perubahan susunan Dewan Komisaris dapat mengindikasikan pergantian atau penambahan anggota dewan, namun tidak ada nama atau detail yang diungkapkan.
  - Basis: Agenda 1 menyebut perubahan susunan Dewan Komisaris
  - Assumptions: Perubahan susunan dewan biasanya melibatkan penggantian atau penambahan anggota
  - Caveats: Tidak ada informasi spesifik tentang calon atau perubahan yang diusulkan
- **Inkonsistensi tanggal batas kuasa badan hukum** [analyst_hypothesis, low]: Terdapat kemungkinan kesalahan ketik pada batas waktu penyerahan dokumen kuasa untuk pemegang saham badan hukum, karena tanggal 8 Mei 2026 lebih awal dari tanggal pemanggilan RUPS (20 Agustus 2026).
  - Basis: Halaman 7 dokumen lampiran 1: 'no later than May 8, 2026 at 4:00 p.m. Western Indonesia Time'; Lampiran 2 menyebut batas waktu 10 September 2026 pukul 16.00 WIB
  - Assumptions: Tanggal yang dimaksud mungkin seharusnya 10 September 2026 atau tanggal lain yang logis sebelum RUPS.
  - Caveats: Ini hanya hipotesis; perlu konfirmasi dari sumber resmi.

### Risks / uncertainties

- Rincian penurunan modal (jumlah, mekanisme, tujuan) tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga dampak terhadap struktur modal tidak dapat dinilai.
- Perubahan susunan Dewan Komisaris tidak dirinci, sehingga arah tata kelola tidak dapat diprediksi.
- Dokumen tidak menyebutkan apakah penurunan modal akan mempengaruhi free float atau harga saham.
- Risiko tidak tercapainya kuorum 2/3 untuk agenda 2, yang dapat menyebabkan penundaan atau pembatalan aksi korporasi.
- Inkonsistensi tanggal batas waktu penyerahan dokumen kuasa untuk pemegang saham badan hukum (8 Mei 2026 vs 10 September 2026).

### Items to monitor

- Penurunan modal melalui penarikan saham treasuri dapat mengurangi jumlah saham beredar, yang berpotensi mempengaruhi struktur modal dan kepemilikan, namun rincian belum diungkapkan.
- Perubahan susunan Dewan Komisaris dapat mempengaruhi tata kelola perusahaan, namun detail belum tersedia.

---

## MEDC

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melaporkan penandatanganan dua Perjanjian Perbantuan (Secondment Agreement) antara Perseroan dan PT Medco Power Indonesia (MPI), anak perusahaan yang sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh Perseroan. Perjanjian ini mengatur penugasan tenaga kerja penuh waktu secara timbal balik antara kedua entitas untuk mendukung operasional proyek. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Tidak ada angka keuangan, nilai transaksi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan.

### Material changes

- Penandatanganan Perjanjian Perbantuan antara PT Medco Power Indonesia (MPI) dan Perseroan (MEI) pada tanggal 20 Agustus 2026.
- Penandatanganan Perjanjian Perbantuan antara Perseroan (MEI) dan PT Medco Power Indonesia (MPI) pada tanggal 20 Agustus 2026.
- MPI adalah anak perusahaan yang sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh Perseroan.
- Perjanjian mengatur penugasan tenaga kerja terpilih secara penuh waktu dari Home Company ke Host Company: (i) tenaga kerja MPI diperbantukan ke MEI; (ii) tenaga kerja MEI diperbantukan ke MPI.
- Tujuan perjanjian adalah membantu kelancaran operasional proyek-proyek kegiatan usaha MEI, MPI, serta perusahaan afiliasi keduanya.
- Perjanjian berlaku terus menerus hingga tidak ada tenaga kerja yang bekerja atau diusulkan untuk diperbantukan, kecuali diakhiri oleh salah satu pihak karena sebab material dengan pemberitahuan tertulis sebelumnya.
- Emiten menyatakan tidak terdapat dampak kejadian, informasi, atau fakta material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik.

### Listing / regulatory

- Pelaporan informasi atau fakta material sesuai ketentuan POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan (dirujuk pada lampiran).

### Analytical scenarios

- **Transaksi afiliasi** [explicit_fact, high]: Perjanjian perbantuan antara MEDC dan MPI merupakan transaksi afiliasi karena MPI adalah anak perusahaan yang sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh MEDC.
  - Basis: Jenis informasi: Perjanjian Perbantuan antara MPI dan Perseroan, MPI anak perusahaan tidak langsung; Uraian: kerjasama penugasan tenaga kerja timbal balik
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan bahwa perjanjian perbantuan tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian: 'Tidak terdapat dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik.'
  - Caveats: Pernyataan ini adalah klaim emiten, bukan penilaian independen.
- **Tujuan strategis perjanjian** [analyst_hypothesis, low]: Perjanjian perbantuan kemungkinan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan fleksibilitas alokasi sumber daya manusia antara induk dan anak perusahaan, terutama untuk mendukung proyek-proyek yang sedang berjalan. Namun, tidak ada detail proyek atau nilai yang diungkapkan.
  - Basis: Perjanjian diperlukan untuk 'membantu kelancaran operasional proyek-proyek kegiatan usaha MEI maupun MPI serta perusahaan afiliasi keduanya'
  - Assumptions: Perjanjian ini merupakan langkah operasional rutin untuk mendukung proyek yang sudah ada.
  - Caveats: Tidak ada informasi kuantitatif atau spesifik mengenai proyek yang didukung.

### Risks / uncertainties

- Perjanjian dapat diakhiri oleh salah satu pihak karena sebab material dengan pemberitahuan tertulis, namun tidak dijelaskan kriteria 'sebab material'.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah tenaga kerja yang diperbantukan, durasi penugasan, atau kompensasi, sehingga dampak operasional tidak dapat diukur.
- Perjanjian berlaku hingga tidak ada tenaga kerja yang diperbantukan, sehingga durasi tidak pasti.

---

## MEJA

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan oleh pengendali/pemegang saham utama. Namun, Perseroan mengonfirmasi memiliki rencana aksi korporasi yang telah diungkapkan, yaitu rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa. Detail transaksi (nilai, struktur, jadwal) tidak diungkapkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- BEI mengirim surat permintaan penjelasan No. S-10817/BEI.PP3/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek MEJA.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal (klaim manajemen).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu selain yang telah dilaporkan sesuai peraturan.
- Berdasarkan konfirmasi kepada pengendali/pemegang saham utama, tidak terdapat rencana perubahan kepemilikan saham yang perlu diungkapkan.
- Perseroan memiliki rencana aksi korporasi yang telah diungkapkan, yaitu rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa.
- Tidak ada informasi, fakta, atau kejadian material lain yang belum diungkapkan kepada publik (pernyataan manajemen).

### Corporate actions

- Akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (rencana, telah diungkapkan sebelumnya; detail nilai, struktur, dan jadwal tidak tersedia dalam dokumen ini)

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI No. S-10817/BEI.PP3/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek MEJA.

### Analytical scenarios

- **Pemicu volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan penjelasan BEI mungkin terkait dengan pengumuman rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa, namun tidak ada bukti langsung dalam dokumen ini.
  - Basis: Dokumen ini adalah tanggapan atas permintaan penjelasan volatilitas, dan satu-satunya aksi korporasi yang disebut adalah rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa.
  - Assumptions: Rencana akuisisi tersebut mungkin telah diumumkan sebelumnya dan menjadi perhatian pasar.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen ini untuk mengonfirmasi hubungan sebab-akibat.
- **Potensi dampak akuisisi terhadap harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa dapat menjadi katalis positif atau negatif bagi harga saham, tergantung pada detail transaksi (nilai, pendanaan, prospek target) yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 4 menyebutkan rencana akuisisi, tetapi tidak ada detail transaksi.
  - Assumptions: Akuisisi akan mempengaruhi nilai perusahaan dan persepsi investor.
  - Caveats: Tidak ada informasi nilai, struktur, atau jadwal akuisisi; dampak harga tidak dapat diprediksi.

### Risks / uncertainties

- Detail rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (nilai, struktur, jadwal, sumber dana) tidak diungkapkan dalam dokumen ini, sehingga risiko transaksi tidak dapat dinilai.
- Pernyataan tidak adanya informasi material bersifat subjektif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
- Tidak ada informasi mengenai status kepatuhan free float atau suspensi.

### Items to monitor

- Rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa dapat menjadi katalis harga saham, namun detail belum tersedia.

---

## MREI

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 4

### Overview

Pada periode 19-20 Agustus 2026, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) mengumumkan hasil RUPS Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2026, perubahan susunan direksi dan komisaris, penyampaian bukti iklan hasil RUPS, serta laporan Public Expose Insidentil. Perubahan utama meliputi: (1) pengangkatan Anwar Cipto Syamsul sebagai Direktur baru menggantikan Trinita Situmeang yang berakhir masa jabatannya, efektif setelah persetujuan OJK atas fit & proper test; (2) penyesuaian Anggaran Dasar terkait KBLI tanpa mengubah kegiatan usaha; (3) penunjukan KAP/AP baru untuk audit Laporan Keuangan 2026; dan (4) pengungkapan keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025 akibat insiden siber pada akhir 2025. Insiden siber ini berdampak pada proses pelaporan (termasuk pemrosesan ulang IFRS 17) dan memicu biaya tambahan untuk digital forensik serta capex infrastruktur TI, namun manajemen menegaskan data klien aman dan tidak ada perubahan strategi bisnis. Perubahan pengurus dan keterlambatan laporan keuangan menjadi fokus utama karena berimplikasi pada tata kelola, kepatuhan regulasi, dan persepsi pasar.

### Material changes

- Pengangkatan Anwar Cipto Syamsul sebagai Direktur baru, menggantikan Trinita Situmeang yang berakhir masa jabatannya (efektif 16 Juni 2026).
- Perubahan susunan direksi dan komisaris secara keseluruhan, termasuk pengangkatan Robby Loho sebagai Presiden Direktur dan Hardjono sebagai Presiden Komisaris Independen.
- Penyesuaian Anggaran Dasar terkait KBLI (Peraturan BPS No. 7/2025) tanpa mengubah kegiatan usaha.
- Penunjukan KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan AP Dewi Novita Sari untuk audit Laporan Keuangan 2026.
- Keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025 akibat insiden siber pada akhir 2025.

### Corporate actions

- Perubahan pengurus (direksi dan komisaris)
- Perubahan Anggaran Dasar (penyesuaian KBLI)
- Penunjukan KAP/AP untuk audit Laporan Keuangan 2026

### Expansion projects

- Penambahan capital expenditure (capex) untuk penambahan server dan penguatan infrastruktur sistem keamanan TI sebagai respons atas insiden siber. Nilai capex tidak diungkapkan.

### Management / control changes

- Direksi: Robby Loho (Presiden Direktur, efektif 22 Januari 2025), Lukcimo Jahja (Direktur Keuangan, efektif 19 Juni 2025), Anwar Cipto Syamsul (Direktur, efektif 14 Agustus 2026, menunggu persetujuan OJK atas fit & proper test).
- Komisaris: Hardjono (Presiden Komisaris Independen, efektif 19 Juni 2025), Aloysia Dwi Ana (Komisaris Independen, efektif 19 Juni 2025), Fanra Budiman (Komisaris, efektif 2 Juli 2025).
- Pemberhentian Trinita Situmeang sebagai Direktur efektif 16 Juni 2026; acquit et de charge ditunda ke RUPST.
- Perubahan direksi tidak terkait insiden siber atau tekanan lain; keputusan diambil karena masa jabatan Trinita Situmeang berakhir.

### Capital structure

- Total saham dengan hak suara sah: 517.791.681 saham.
- Kehadiran RUPSLB: 418.752.216 saham (80,87%).
- Tidak ada perubahan struktur modal, penerbitan saham baru, atau perubahan free float yang diumumkan.

### Listing / regulatory

- Keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025 akibat insiden siber; jadwal penyelesaian belum diungkapkan.
- Penunjukan KAP/AP untuk audit Laporan Keuangan 2026 memerlukan persetujuan OJK.
- Perubahan Anggaran Dasar memerlukan persetujuan/penerimaan Menteri Hukum RI.
- Pengangkatan Anwar Cipto Syamsul sebagai Direktur efektif setelah persetujuan OJK atas fit & proper test.
- Koordinasi dengan OJK terkait evaluasi sistem keamanan TI dan pelaporan hasil investigasi insiden siber.
- Public Expose Insidentil bersifat sukarela, bukan permintaan Bursa atau OJK.

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri pemegang saham mewakili 418.752.216 saham atau 80,87% dari total 517.791.681 saham berhak suara, sehingga memenuhi kuorum.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 418.752.216 saham atau 80,87%'
- **Hasil voting agenda 2 dan 3** [explicit_fact, high]: Agenda 2 (penunjukan KAP/AP) dan agenda 3 (perubahan pengurus) masing-masing disetujui dengan 416.943.716 suara setuju (99,57%), 0 tidak setuju, dan 1.808.500 abstain (0,43%).
  - Basis: Tabel agenda 2 dan 3 pada dokumen
- **Hasil voting agenda 4** [explicit_fact, high]: Agenda 4 (perubahan Anggaran Dasar) disetujui dengan 416.939.716 suara setuju (99,57%), 0 tidak setuju, dan 1.812.500 abstain (0,43%).
  - Basis: Tabel agenda 4 pada dokumen
- **Perubahan susunan direksi** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan Robby Loho diangkat sebagai Presiden Direktur efektif 22 Januari 2025, Lukcimo Jahja sebagai Direktur efektif 19 Juni 2025, dan Anwar Cipto sebagai Direktur efektif 14 Agustus 2026 (menunggu persetujuan OJK).
  - Basis: Tabel perubahan direksi pada halaman 1 dan 3
- **Perubahan susunan komisaris** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan Hardjono diangkat sebagai Presiden Komisaris Independen efektif 19 Juni 2025, Aloysia Dwi Ana sebagai Komisaris Independen efektif 19 Juni 2025, dan Fanra Budiman sebagai Komisaris efektif 2 Juli 2025.
  - Basis: Tabel perubahan komisaris pada halaman 1 dan 3
- **Kondisi efektif pengangkatan Anwar Cipto** [explicit_fact, high]: Pengangkatan Anwar Cipto sebagai Direktur dinyatakan berlaku efektif sejak diperolehnya persetujuan OJK atas hasil fit & proper test, dengan tanggal efektif tercantum 14 Agustus 2026.
  - Basis: Catatan pada tabel direksi: '*berlaku efektif sejak diperolehnya persetujuan dari OJK atas hasil fit & proper test.'
  - Caveats: Tidak ada informasi apakah persetujuan OJK telah diperoleh pada tanggal pengumuman.
- **Publikasi iklan hasil RUPS** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan bahwa bukti iklan hasil RUPS telah disampaikan dan diiklankan pada 19 Agustus 2026 melalui tiga media: situs web Perseroan, situs web BEI, dan platform eASY.KSEI.
  - Basis: Informasi Nama Media Cetak: situs web Perseroan, situs web BEI, platform eASY.KSEI; Tanggal Penerbitan: 19 Agustus 2026
- **Pelaksanaan RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB MREI dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 pukul 10:00-12:00 WIB di Jakarta Selatan.
  - Basis: Teks dokumen: 'telah dilaksanakan pada 14.08.2026 pukul 10:00 - 1200'
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda RUPSLB mencakup empat hal yang tercantum: keterlambatan laporan keuangan 2025, penunjukan KAP/AP 2026, perubahan pengurus, dan perubahan anggaran dasar.
  - Basis: Teks dokumen: 'No. Content 4 Penyampaian Informasi atas keterlambatan Laporan Keuangan Audi dan Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2025. 2 Penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Akuntan Publik (AP) untuk Melakukan Audit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2026. Penetapan dan Perubahan Pengurus Perseroan. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan.'
- **Keterlambatan laporan keuangan** [explicit_fact, high]: Perusahaan mengakui keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025, yang menjadi agenda RUPSLB.
  - Basis: Teks dokumen: 'Penyampaian Informasi atas keterlambatan Laporan Keuangan Audi dan Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2025.'
- **Jumlah peserta Public Expose** [explicit_fact, high]: Dari daftar hadir, tercatat 4 nama peserta (Daniel, Tommy, WAZ/Daniel, Ferry Saputra), sesuai dengan pernyataan 'peserta yang hadir terdiri dari 4 orang'.
  - Basis: Daftar peserta pada lampiran; Pernyataan eksplisit pada surat
- **Total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham hadir (418.752.216) dan persentase kuorum (80,87%), total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 517.809.000 saham (418.752.216 / 0,8087).
  - Basis: 418.752.216 saham = 80,87% dari total saham
  - Assumptions: Persentase kuorum dihitung dari total saham dengan hak suara sah yang sama dengan dasar perhitungan jumlah saham hadir.
  - Caveats: Pembulatan angka; total saham sebenarnya mungkin berbeda karena persentase dibulatkan.
- **Selisih suara abstain antara agenda 3 dan 4** [derived_calculation, medium]: Jumlah abstain pada agenda 4 (1.812.500) lebih tinggi 4.000 suara dibanding agenda 3 (1.808.500), dan jumlah setuju pada agenda 4 lebih rendah 4.000 suara (416.939.716 vs 416.943.716). Ini menunjukkan perbedaan partisipasi pemegang saham pada dua agenda tersebut.
  - Basis: Angka setuju dan abstain pada tabel agenda 3 dan 4
  - Assumptions: Angka yang tercantum akurat dan tidak ada kesalahan ketik.
  - Caveats: Perbedaan kecil mungkin disebabkan kesalahan input atau pembulatan.
- **Keterlambatan laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Agenda 1 yang membahas keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025 mengindikasikan adanya risiko kepatuhan terhadap regulasi bursa, namun tidak ada rincian penyebab atau sanksi yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Agenda 1 berjudul 'Penyampaian informasi atas keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2025'
  - Assumptions: Keterlambatan tersebut berpotensi menjadi perhatian regulator.
  - Caveats: Tidak ada informasi penyebab, durasi, atau dampak keterlambatan.
- **Dampak insiden siber terhadap laporan keuangan** [analyst_hypothesis, medium]: Keterlambatan laporan keuangan audit 2025 kemungkinan besar disebabkan oleh kebutuhan pemrosesan ulang IFRS 17, yang memakan waktu dan tenaga besar. Namun, tidak ada angka atau jadwal penyelesaian yang disebutkan.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa harus mengulang proses IFRS 17; Keterlambatan laporan keuangan audit
  - Assumptions: Pemrosesan ulang IFRS 17 menjadi penyebab utama keterlambatan
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai jadwal penyelesaian laporan keuangan
- **Potensi dampak biaya insiden siber terhadap profitabilitas** [analyst_hypothesis, low]: Biaya digital forensik dan capex tambahan untuk server dapat membebani laba 2025-2026, namun besaran dan materialitas tidak diungkapkan.
  - Basis: Pernyataan biaya yang timbul; Alokasi biaya 2025 dan 2026
  - Assumptions: Biaya tersebut signifikan secara operasional
  - Caveats: Tidak ada angka biaya atau dampak kuantitatif
- **Risiko kepatuhan** [analyst_hypothesis, low]: Keterlambatan laporan keuangan dan laporan tahunan 2025 dapat berimplikasi pada sanksi bursa atau OJK, namun dokumen tidak menyebutkan sanksi spesifik.
  - Basis: Agenda RUPSLB menyebut keterlambatan laporan keuangan dan laporan tahunan 2025.
  - Assumptions: Keterlambatan laporan keuangan dapat memicu sanksi sesuai regulasi bursa/OJK.
  - Caveats: Tidak ada informasi sanksi atau tindakan lanjutan dalam dokumen.
- **Agenda kelima tidak tercantum** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen hanya menampilkan empat agenda, tetapi format umum RUPSLB mungkin memiliki agenda kelima yang tidak tertangkap dalam teks.
  - Basis: Teks dokumen hanya memuat nomor agenda 1-4, tanpa agenda 5.
  - Assumptions: Kemungkinan ada agenda kelima yang tidak tercantum karena pemotongan teks.
  - Caveats: Tidak ada bukti agenda kelima dalam dokumen.
- **Potensi aksi korporasi terkait RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Karena dokumen merujuk pada RUPSLB, terdapat kemungkinan agenda terkait aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penerbitan saham, atau transaksi material. Namun, tanpa ringkasan risalah, hal ini tidak dapat dikonfirmasi.
  - Basis: Lampiran berjudul 'Ringkasan Risalah RUPSLB MREI 2026'
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham
  - Caveats: Tidak ada informasi agenda atau keputusan dalam dokumen ini
- **Potensi perubahan arah strategis** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan direksi dan komisaris yang signifikan dapat mengindikasikan adanya perubahan arah strategis atau tata kelola perusahaan, namun dokumen tidak menyebutkan alasan atau tujuan perubahan.
  - Basis: Perubahan beberapa posisi kunci dalam waktu berdekatan
  - Assumptions: Perubahan pengurus sering kali terkait dengan strategi atau kebijakan perusahaan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan perubahan

### Risks / uncertainties

- Keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025 dapat menimbulkan risiko kepatuhan terhadap peraturan bursa atau OJK.
- Efektivitas pengangkatan Anwar Cipto Syamsul sebagai Direktur bergantung pada persetujuan OJK atas fit & proper test.
- Perubahan Anggaran Dasar memerlukan persetujuan/penerimaan dari Menteri Hukum RI.
- Rincian perubahan Anggaran Dasar belum diungkapkan secara detail.
- Nilai biaya digital forensik dan capex tambahan tidak diungkapkan.
- Jadwal penyelesaian Laporan Keuangan Audit 2025 belum diungkapkan.
- Tidak ada informasi dampak insiden siber terhadap operasional atau keuangan secara kuantitatif.
- Tidak ada informasi status suspensi atau sanksi dari BEI/OJK.

### Items to monitor

- Persetujuan OJK atas fit & proper test untuk Anwar Cipto Syamsul sebagai Direktur.
- Persetujuan/penerimaan Menteri Hukum RI atas perubahan Anggaran Dasar.
- Jadwal penyelesaian dan publikasi Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025.
- Rincian biaya insiden siber dan capex tambahan untuk infrastruktur TI.
- Hasil investigasi independen insiden siber dan tindak lanjut OJK.
- Keputusan RUPST terkait acquit et de charge untuk Trinita Situmeang.
- Potensi sanksi dari BEI/OJK terkait keterlambatan laporan keuangan.

---

## NAYZ

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 19–20 Agustus 2026, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) mengumumkan perubahan pengendalian dari PT Asia Intrainvesta (AI) kepada Saiko Consultancy Pte. Ltd. (Saiko). Transaksi pengambilalihan 750.000.000 saham (29,41%) selesai pada 19 Agustus 2026 dengan harga Rp23,5 per saham, total nilai Rp17.625.000.000. Saiko menjadi pengendali baru dan menunjuk PT Saiko Consultancy Grand (SCG) untuk melaksanakan penawaran tender wajib sesuai POJK 9/2018. Perubahan ini penting karena mengubah pengendali perusahaan dan berpotensi memicu aksi korporasi lanjutan seperti tender offer serta perubahan arah strategis.

### Material changes

- Pengendali berubah dari PT Asia Intrainvesta (AI) menjadi Saiko Consultancy Pte. Ltd. (Saiko) efektif 19 Agustus 2026.
- Saiko mengakuisisi 750.000.000 saham NAYZ (29,41%) dari AI dengan harga Rp23,5 per saham, total nilai Rp17.625.000.000.
- Saiko menunjuk PT Saiko Consultancy Grand (SCG) untuk melaksanakan penawaran tender wajib sesuai POJK 9/2018.
- Tujuan akuisisi: ekspansi dan penguatan bisnis Saiko.

### Key financial figures

- **Harga per saham:** Rp23,5 (19 Agustus 2026)
- **Total nilai transaksi:** Rp17.625.000.000 (19 Agustus 2026)
- **Jumlah saham diakuisisi:** 750.000.000 saham (19 Agustus 2026)
- **Persentase kepemilikan setelah akuisisi:** 29,41% (19 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Pengambilalihan saham (change of control) dari AI ke Saiko, selesai 19 Agustus 2026.
- Penawaran tender wajib (mandatory tender offer) yang akan dilakukan oleh SCG sesuai POJK 9/2018.

### Management / control changes

- Pengendali berubah dari AI menjadi Saiko efektif 19 Agustus 2026.
- Susunan pengurus Saiko: Sawin Laosethakul dan Mark Leong Kei Wei sebagai direksi.
- Struktur modal Saiko: Nusttanakit Sasiarnon 35%, Sawin Laosethakul 35%, Mark Leong Kei Wei 30% (total 1.000 saham).

### Capital structure

- Saiko memiliki 29,41% saham NAYZ setelah akuisisi.
- SCG dimiliki Saiko sebesar 99,98% dari total modal ditempatkan dan disetor.
- Total saham beredar NAYZ diperkirakan sekitar 2.550.153.000 saham (derived, bukan angka resmi).

### Listing / regulatory

- Penawaran tender wajib sesuai POJK 9/2018 akan dilakukan oleh SCG.
- Laporan disampaikan sesuai POJK 31/2015, POJK 45/2024, dan Peraturan I-E BEI.

### Analytical scenarios

- **Perubahan pengendalian** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan bahwa Saiko menjadi pengendali baru NAYZ setelah akuisisi saham dari AI.
  - Basis: Teks: 'menjadi pengendali baru Perseroan'
- **Total nilai transaksi** [derived_calculation, high]: Total nilai transaksi dihitung dari 750.000.000 saham dikali Rp23,5 per saham = Rp17.625.000.000, sesuai dengan angka yang dilaporkan.
  - Basis: Jumlah saham: 750.000.000; Harga per saham: Rp23,5
  - Assumptions: Perhitungan aritmetika sederhana
- **Total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Dengan kepemilikan 29,41% setara 750.000.000 saham, total saham beredar diperkirakan sekitar 2.550.153.000 saham (750.000.000 / 0,2941). Ini adalah estimasi, bukan angka resmi.
  - Basis: Persentase kepemilikan: 29,41%; Jumlah saham: 750.000.000
  - Assumptions: Kepemilikan Saiko hanya dari saham yang diakuisisi, tanpa saham lain
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan dalam dokumen, hanya perkiraan
- **Dampak pada struktur pemegang saham** [analyst_hypothesis, low]: Kemungkinan terjadi dilusi atau perubahan komposisi pemegang saham lain, namun tidak ada informasi rinci dalam dokumen.
  - Basis: Perubahan pengendali yang signifikan
  - Assumptions: Perubahan pengendali biasanya mempengaruhi struktur kepemilikan
  - Caveats: Tidak ada data pemegang saham lain

### Risks / uncertainties

- Kewajiban penawaran tender wajib oleh SCG masih akan dilaksanakan, detail belum diungkapkan.
- Dampak operasional dan keuangan dari perubahan pengendalian belum dijelaskan secara rinci.
- Persetujuan regulasi atau kondisi lain dalam CSPA tidak dijelaskan secara rinci.

### Items to monitor

- Detail penawaran tender wajib oleh SCG: harga, jadwal, dan mekanisme.
- Perubahan susunan pengurus atau direksi NAYZ setelah perubahan pengendalian.
- Dampak operasional dan keuangan dari perubahan pengendalian.
- Struktur kepemilikan saham setelah akuisisi, termasuk pemegang saham lain.
- Potensi aksi korporasi lanjutan seperti rights issue atau perubahan strategi bisnis.

---

## PGUN

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan media massa pada 18 Agustus 2026 yang mengaitkan kenaikan harga saham PGUN dengan rumor akuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui kebenaran berita tersebut, tidak memiliki rencana akuisisi saham BYAN, belum menerima konfirmasi dari pemegang saham pengendali atau ultimate beneficial owner, dan tidak ada rencana keterbukaan informasi atau timeline akuisisi. Perseroan juga menyatakan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan. Pengumuman ini merupakan klarifikasi atas rumor, bukan pengumuman aksi korporasi.

### Material changes

- PGUN menerima surat permintaan penjelasan dari BEI nomor S-10834/BEI.PP1/08-2026 tanggal 19 Agustus 2026 perihal pemberitaan media massa.
- Pemberitaan media massa yang menjadi dasar permintaan penjelasan adalah berita dari Investor Trust dengan judul 'JARR, PGUN, hingga FAST Terbang karena Rumor Akuisisi BYAN, Investor Harus Bagaimana?' pada tanggal 18 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui kebenaran berita tersebut dan tidak memiliki informasi terkait rencana pengambilalihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
- Perseroan maupun Grup belum memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
- Perseroan belum menerima konfirmasi atau pemberitahuan resmi dari pemegang saham pengendali maupun ultimate beneficial owner terkait rencana akuisisi saham BYAN.
- Tidak ada rencana keterbukaan informasi maupun timeline pelaksanaan akuisisi BYAN yang dapat disampaikan oleh Perseroan.
- Perseroan menyatakan tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian material penting lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha atau harga efek/saham yang belum diungkapkan kepada publik.
- Analisa manajemen menyebut faktor yang mempengaruhi tren peningkatan harga saham antara lain performance Perseroan, laporan keuangan, dan pemberitaan media massa.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Tamlikho selaku Direktur Keuangan (pada dokumen utama) dan Direktur (pada lampiran) PT Pradiksi Gunatama Tbk.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI terkait pemberitaan media massa (surat S-10834/BEI.PP1/08-2026).

### Analytical scenarios

- **Klarifikasi rumor akuisisi BYAN** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui kebenaran berita dan tidak memiliki informasi terkait rencana pengambilalihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
  - Basis: Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan tidak mengetahui atas kebenaran ataupun memiliki informasi terkait dengan pemberitaan dimaksud terkait dengan adanya rencana pengambil alihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
- **Tidak ada rencana akuisisi** [explicit_fact, high]: PGUN menyatakan belum memiliki rencana untuk mengakuisisi saham BYAN, baik oleh perseroan maupun grup.
  - Basis: Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan maupun Grup belum memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
- **Tidak ada informasi material lain** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian material penting lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha atau harga saham yang belum diungkapkan kepada publik.
  - Basis: Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, tidak terdapat Informasi, Fakta, maupun Kejadian Material penting lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan serta memengaruhi harga efek/saham Perseroan, yang belum diungkapkan kepada publik.
- **Dampak rumor terhadap harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Pemberitaan rumor akuisisi BYAN pada 18 Agustus 2026 mungkin telah mempengaruhi pergerakan harga saham PGUN, namun dokumen ini tidak memberikan data harga atau volume perdagangan untuk mengonfirmasi dampak tersebut.
  - Basis: Judul berita menyebut 'PGUN terbang karena rumor akuisisi BYAN'.
  - Assumptions: Rumor tersebut mungkin memicu aksi beli oleh investor.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume di dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Rumor akuisisi BYAN yang beredar di media massa dapat menimbulkan ketidakpastian di pasar, meskipun perseroan telah membantahnya.
- Perseroan tidak memberikan informasi tambahan mengenai penyebab kenaikan harga saham yang diberitakan.
- Risiko reputasi atau kepatuhan akibat pemberitaan rumor yang tidak terkonfirmasi.

### Items to monitor

- Klarifikasi ini relevan untuk investor karena membantah rumor akuisisi yang dapat mempengaruhi harga saham.
- Klaim manajemen bahwa tidak ada rencana akuisisi BYAN dapat mempengaruhi ekspektasi pasar yang sempat terpengaruh rumor.

---

## PORT

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek pada 18 Agustus 2026. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan), tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan bursa, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek PORT melalui surat nomor S-10851/BEI.PP2/08-2026 tanggal 19 Agustus 2026.
- Volatilitas transaksi efek PORT terjadi pada 18 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat berdampak pada nilai efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E (Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berakibat terhadap pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lain yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Berdasarkan konfirmasi dari pemegang saham utama, hingga saat ini pemegang saham utama tidak ada rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek PORT pada 18 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik berdasarkan POJK 31/2015 maupun Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada surat
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada surat
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4/2024.
  - Basis: Jawaban poin 3 pada surat
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Berdasarkan konfirmasi, pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada surat
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Surat ini tidak menyebutkan penyebab volatilitas transaksi yang diminta penjelasan oleh BEI. Kemungkinan volatilitas terjadi karena faktor pasar atau sentimen eksternal, namun tidak ada informasi yang cukup untuk memastikan.
  - Basis: Tidak ada penjelasan mengenai penyebab volatilitas dalam surat
  - Assumptions: Volatilitas transaksi mungkin disebabkan oleh faktor di luar kendali emiten
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi yang tersedia dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Volatilitas transaksi efek PORT menjadi perhatian BEI, namun penyebabnya tidak dijelaskan dalam surat.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak serta-merta menegaskan tidak adanya informasi material; hanya menyatakan ketidaktahuan pada tanggal surat.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan dalam pengumuman ini.
- Pernyataan tidak adanya rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan dapat menjadi pertimbangan bagi investor.
- Volatilitas harga saham PORT pada 18 Agustus 2026 perlu dipantau lebih lanjut.

---

## RATU

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menyampaikan laporan perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum untuk periode 30 Juni 2026, yang mencakup dua emisi: Sukuk Wakalah I dan Obligasi I Raharja Energi Cepu Tahun 2026. Laporan ini merupakan perbaikan (revisi) atas laporan sebelumnya, sebagai tindak lanjut surat OJK No. S-1771/PM.222/2026 tanggal 12 Agustus 2026. Terdapat perubahan signifikan dalam realisasi penggunaan dana Obligasi I, termasuk pembayaran lebih awal seluruh pokok utang bank PT RETJ sebesar Rp196,77 miliar yang tidak direncanakan dalam prospektus. Sisa dana ditempatkan pada giro dan deposito dengan tingkat bunga rendah. Laporan ini bukan merupakan laporan realisasi penggunaan dana (LRPD) terakhir.

### Material changes

- Perubahan penggunaan dana Sukuk Wakalah I: rencana pembayaran cash call PT RETJ 94,79% (Rp468.801.149.145) terealisasi penuh; rencana operasional perusahaan 5,21% (Rp25.769.337.086) tidak terealisasi (0%).
- Perubahan penggunaan dana Obligasi I: realisasi cash call PT PJUC hanya 9,26% (Rp27.441.968.446) dari rencana 25,27% (Rp74.935.718.718); realisasi operasional perusahaan 6,03% (Rp17.885.599.540) sesuai rencana; terdapat realisasi tambahan pembayaran lebih awal seluruh pokok utang bank PT RETJ sebesar 66,67% (Rp196.772.014.341) yang tidak tercantum dalam rencana prospektus.
- Sisa dana Sukuk Wakalah I ditempatkan pada giro IDR Rp937.100.000 (bunga 0,7%, tenor 1 bulan) dan giro USD USD1.525.005 (bunga 0,2%, tenor 1 bulan) pada pihak ketiga.
- Sisa dana Obligasi I ditempatkan pada giro IDR Rp54.844.153.242 (bunga 0,75%, tenor 1 bulan) dan giro USD USD3.010.496 (bunga 0,2%, tenor 1 bulan) pada pihak ketiga.
- Laporan ini bukan merupakan LRPD terakhir (tertulis 'Tidak' pada pertanyaan 'Apakah penyampaian ini merupakan LRPD terakhir?').
- Perbaikan LRPD disampaikan melalui Form E022 sebagai tindak lanjut surat OJK No. S-1771/PM.222/2026 tanggal 12 Agustus 2026.
- Biaya emisi Obligasi total Rp3.512.046.431 (1,17% dari dana); biaya emisi Sukuk total Rp5.429.513.769 (1,09% dari dana).
- Penempatan sisa dana pada deposito: Bank Mandiri IDR Rp957.100.000 (bunga 0,2% per tahun), Bank Syariah Indonesia IDR Rp957.100.000 (nisbah 6,6% per tahun), dan Bank Syariah Indonesia USD USD1.575.005 (nisbah 2,6% per tahun).
- Target waktu realisasi seluruh dana: 30 Juni 2027.

### Key financial figures

- **Dana bersih penawaran umum Sukuk Wakalah I:** Rp494.570.486.231 (30 Juni 2026)
- **Realisasi penggunaan dana untuk pembayaran cash call PT RETJ (Sukuk Wakalah I):** Rp468.801.149.145 (30 Juni 2026)
- **Realisasi penggunaan dana untuk operasional perusahaan (Sukuk Wakalah I):** Rp0 (30 Juni 2026)
- **Sisa dana Sukuk Wakalah I:** Rp25.769.337.086 (30 Juni 2026)
- **Dana bersih penawaran umum Obligasi I:** Rp296.487.953.569 (30 Juni 2026)
- **Realisasi penggunaan dana untuk operasional perusahaan (Obligasi I):** Rp17.885.599.540 (30 Juni 2026)
- **Realisasi penggunaan dana untuk pembayaran cash call PT PJUC (Obligasi I):** Rp27.441.968.446 (30 Juni 2026)
- **Realisasi penggunaan dana untuk pembayaran lebih awal seluruh pokok utang bank PT RETJ (Obligasi I):** Rp196.772.014.341 (30 Juni 2026)
- **Sisa dana Obligasi I:** Rp54.388.371.242 (30 Juni 2026)
- **Sisa dana Sukuk Wakalah I pada giro IDR:** Rp937.100.000 (30 Juni 2026)
- **Sisa dana Sukuk Wakalah I pada giro USD:** USD1.525.005 (30 Juni 2026)
- **Sisa dana Obligasi I pada giro IDR:** Rp54.844.153.242 (30 Juni 2026)
- **Sisa dana Obligasi I pada giro USD:** USD3.010.496 (30 Juni 2026)
- **Biaya emisi Obligasi - total:** Rp3.512.046.431 (27 Maret 2026)
- **Biaya emisi Sukuk - total:** Rp5.429.513.769 (27 Maret 2026)
- **Realisasi pembayaran kas - Obligasi (perbaikan LRPD):** Rp256.487.959.569 (30 Juni 2026)
- **Realisasi operasional perusahaan - Obligasi (perbaikan LRPD):** Rp17.850.000.000 (30 Juni 2026)
- **Penempatan sisa dana - Bank Mandiri (IDR):** Rp957.100.000 (30 Juni 2026)
- **Penempatan sisa dana - Bank Syariah Indonesia (IDR):** Rp957.100.000 (30 Juni 2026)
- **Penempatan sisa dana - Bank Syariah Indonesia (USD):** USD1.575.005 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum
- Pembayaran lebih awal seluruh pokok utang bank PT RETJ

### Listing / regulatory

- Laporan perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum disampaikan kepada otoritas
- Perbaikan LRPD melalui Form E022 sebagai tindak lanjut surat OJK No. S-1771/PM.222/2026
- Bukan LRPD terakhir

### Analytical scenarios

- **Perubahan penggunaan dana Sukuk Wakalah I** [explicit_fact, high]: Realisasi penggunaan dana untuk operasional perusahaan adalah 0% dari rencana 5,21%, sedangkan pembayaran cash call PT RETJ terealisasi 94,79% sesuai rencana. Sisa dana Rp25.769.337.086 ditempatkan pada giro.
  - Basis: Rencana operasional perusahaan 5,21% (Rp25.769.337.086), realisasi 0%; Rencana pembayaran cash call PT RETJ 94,79% (Rp468.801.149.145), realisasi 94,79%; Sisa dana Rp25.769.337.086
- **Perubahan penggunaan dana Obligasi I** [explicit_fact, high]: Realisasi penggunaan dana untuk pembayaran cash call PT PJUC hanya 9,26% dari rencana 25,27%, dan terdapat realisasi pembayaran lebih awal seluruh pokok utang bank PT RETJ sebesar 66,67% yang tidak tercantum dalam rencana prospektus. Operasional perusahaan terealisasi sesuai rencana 6,03%.
  - Basis: Rencana cash call PT PJUC 25,27% (Rp74.935.718.718), realisasi 9,26% (Rp27.441.968.446); Realisasi pembayaran lebih awal utang bank PT RETJ 66,67% (Rp196.772.014.341); Operasional perusahaan terealisasi 6,03% (Rp17.885.599.540)
- **Total realisasi penggunaan dana Obligasi I** [derived_calculation, high]: Total realisasi penggunaan dana Obligasi I adalah Rp242.099.282.327, yang terdiri dari pembayaran lebih awal utang bank PT RETJ Rp196.772.014.341, cash call PT PJUC Rp27.441.968.446, dan operasional perusahaan Rp17.885.599.540. Ini sesuai dengan sisa dana Rp54.388.371.242 (Rp296.487.953.569 - Rp242.099.282.327).
  - Basis: Realisasi pembayaran lebih awal: Rp196.772.014.341; Realisasi cash call PT PJUC: Rp27.441.968.446; Realisasi operasional: Rp17.885.599.540; Dana bersih: Rp296.487.953.569; Sisa dana: Rp54.388.371.242
  - Assumptions: Angka sisa dana dihitung sebagai dana bersih dikurangi total realisasi.
- **Total realisasi penggunaan dana Sukuk Wakalah I** [derived_calculation, high]: Total realisasi penggunaan dana Sukuk Wakalah I adalah Rp468.801.149.145 (hanya pembayaran cash call PT RETJ, karena operasional 0). Sisa dana Rp25.769.337.086 sesuai dengan dana bersih Rp494.570.486.231 dikurangi realisasi.
  - Basis: Realisasi pembayaran cash call: Rp468.801.149.145; Realisasi operasional: 0; Dana bersih: Rp494.570.486.231; Sisa dana: Rp25.769.337.086
  - Assumptions: Angka sisa dana dihitung sebagai dana bersih dikurangi total realisasi.
- **Total biaya emisi gabungan** [derived_calculation, high]: Total biaya emisi gabungan Obligasi dan Sukuk adalah Rp8.941.560.200 (Rp3.512.046.431 + Rp5.429.513.769).
  - Basis: Penjumlahan total biaya emisi dari halaman 5 dan 6.
  - Assumptions: Kedua biaya emisi dalam mata uang Rupiah.
- **Total realisasi penggunaan dana Obligasi (perbaikan LRPD)** [derived_calculation, high]: Total realisasi penggunaan dana Obligasi berdasarkan perbaikan LRPD adalah Rp274.337.959.569 (Rp256.487.959.569 + Rp17.850.000.000).
  - Basis: Penjumlahan realisasi pembayaran kas dan operasional perusahaan dari halaman 3.
  - Assumptions: Kedua angka dalam Rupiah.
- **Alasan perubahan penggunaan dana** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan penggunaan dana Obligasi I, khususnya pembayaran lebih awal utang bank PT RETJ, mungkin disebabkan oleh kebutuhan untuk mengurangi beban bunga atau memanfaatkan kas yang tersedia. Namun, alasan resmi tidak diungkapkan dalam laporan.
  - Basis: Terdapat realisasi pembayaran lebih awal utang bank yang tidak direncanakan dalam prospektus.
  - Assumptions: Pembayaran utang lebih awal umumnya dilakukan untuk menghemat biaya bunga.
  - Caveats: Alasan manajemen tidak dijelaskan dalam dokumen.
- **Sisa dana dan penempatan** [analyst_hypothesis, low]: Sisa dana hasil penawaran umum ditempatkan pada deposito Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia, namun jumlah total sisa dana tidak tercantum secara eksplisit; kemungkinan sisa dana masih signifikan dan akan direalisasikan hingga target 30 Juni 2027.
  - Basis: Penempatan sisa dana tercantum pada halaman 7, target realisasi pada halaman 8.
  - Assumptions: Sisa dana yang ditempatkan merupakan bagian dari dana yang belum direalisasikan.
  - Caveats: Tidak ada angka total sisa dana yang terbaca.

### Risks / uncertainties

- Perubahan penggunaan dana dari rencana prospektus dapat memicu pertanyaan dari regulator atau investor.
- Sisa dana yang besar ditempatkan pada giro dengan tingkat bunga rendah (0,2%-0,75%) menunjukkan potensi inefisiensi penggunaan dana.
- Laporan ini bukan LRPD terakhir, sehingga masih ada kemungkinan perubahan penggunaan dana selanjutnya.
- Beberapa angka pada halaman 3 dan 7 tidak terbaca jelas (misalnya total realisasi dan rincian penempatan), sehingga verifikasi penuh tidak dapat dilakukan.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah dana yang diperoleh dari penawaran umum, sehingga tidak dapat menghitung sisa dana secara pasti.

### Items to monitor

- Perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap kepatuhan dan efisiensi penggunaan dana.
- Pembayaran lebih awal utang bank dapat mengurangi beban bunga dan meningkatkan profitabilitas, namun juga dapat mengurangi fleksibilitas kas.
- Sisa dana yang ditempatkan pada instrumen berbunga rendah dapat menurunkan potensi imbal hasil bagi investor.

---

## REAL

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) mengumumkan pendirian anak usaha baru, PT Repower Global Sinergitama (RGST), berdasarkan Akta Pendirian No. 15 tanggal 19 Agustus 2026 dan disahkan oleh Menteri Hukum RI pada 20 Agustus 2026. RGST memiliki modal dasar Rp1.000.000.000 dan modal disetor Rp250.000.000. REAL memiliki 99,6% saham RGST, sisanya 0,4% dimiliki PT Harmoni Harum Propertindo. Pendirian ini diklaim sebagai langkah strategis untuk mendukung pengembangan operasional, pengelolaan aset properti, dan pengembangan Properti Digital Data Center. Tidak ada rincian nilai investasi, sumber dana, atau dampak finansial yang diungkapkan.

### Material changes

- Pendirian anak usaha baru PT Repower Global Sinergitama (RGST) oleh PT Repower Asia Indonesia Tbk.
- RGST didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 15 tanggal 19 Agustus 2026 oleh Notaris Rini Yulianti, S.H.
- Pengesahan Menteri Hukum RI No. AHU-0067156.AH.01.01.Tahun 2026 tanggal 20 Agustus 2026.
- Modal dasar RGST Rp1.000.000.000 terbagi atas 1.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 per saham.
- Modal ditempatkan dan disetor RGST sebanyak 250 saham senilai Rp250.000.000.
- Komposisi kepemilikan RGST: REAL 249 saham (99,6%) senilai Rp249.000.000; PT Harmoni Harum Propertindo 1 saham (0,4%) senilai Rp1.000.000.
- Tujuan strategis: mendukung pengembangan operasional, pengelolaan aset properti, dan pengembangan Properti Digital Data Center.

### Key financial figures

- **Modal dasar RGST:** Rp1.000.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Jumlah saham modal dasar RGST:** 1.000 saham (per 20 Agustus 2026)
- **Nilai nominal per saham RGST:** Rp1.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Modal ditempatkan dan disetor RGST:** Rp250.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Jumlah saham ditempatkan dan disetor RGST:** 250 saham (per 20 Agustus 2026)
- **Kepemilikan REAL di RGST (nominal):** Rp249.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Kepemilikan PT Harmoni Harum Propertindo di RGST (nominal):** Rp1.000.000 (per 20 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Pendirian anak usaha baru (RGST) - aksi korporasi ekspansi

### Expansion projects

- Pendirian RGST untuk mendukung pengembangan operasional dan pengelolaan aset properti, termasuk pengembangan Properti Digital Data Center. Tidak ada nilai proyek atau capex spesifik yang diungkapkan.

### Capital structure

- Modal dasar RGST: Rp1.000.000.000 (1.000 saham @ Rp1.000.000)
- Modal ditempatkan/disetor RGST: Rp250.000.000 (250 saham)
- Kepemilikan REAL di RGST: 249 saham (99,6%)
- Kepemilikan PT Harmoni Harum Propertindo di RGST: 1 saham (0,4%)

### Listing / regulatory

- Pengesahan Menteri Hukum RI No. AHU-0067156.AH.01.01.Tahun 2026 tanggal 20 Agustus 2026

### Analytical scenarios

- **Pendirian anak usaha** [explicit_fact, high]: REAL mendirikan RGST dengan kepemilikan 99,6% dan PT Harmoni Harum Propertindo 0,4%.
  - Basis: Komposisi kepemilikan: 249 saham (99,6%) dan 1 saham (0,4%)
- **Persentase modal disetor terhadap modal dasar** [derived_calculation, high]: Modal disetor RGST adalah 25% dari modal dasar (Rp250.000.000 / Rp1.000.000.000).
  - Basis: Modal dasar Rp1.000.000.000; Modal disetor Rp250.000.000
  - Assumptions: Perhitungan sederhana: 250.000.000 / 1.000.000.000 = 0,25
- **Sisa modal dasar yang belum ditempatkan** [derived_calculation, high]: Sisa modal dasar RGST yang belum ditempatkan adalah Rp750.000.000 (750 saham), yang dapat digunakan untuk penerbitan saham baru di masa depan.
  - Basis: Rp1.000.000.000 - Rp250.000.000 = Rp750.000.000
  - Assumptions: Tidak ada perubahan modal dasar setelah pendirian.
- **Tujuan strategis RGST** [analyst_hypothesis, low]: Pendirian RGST kemungkinan merupakan langkah awal untuk ekspansi ke bisnis data center, namun belum ada rincian investasi atau proyek spesifik.
  - Basis: Pernyataan emiten: 'termasuk pengembangan Properti Digital Data Center'
  - Assumptions: Belum ada angka atau jadwal proyek yang diungkapkan
  - Caveats: Ini hanya interpretasi dari pernyataan umum emiten; tidak ada detail lebih lanjut.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai dampak finansial pendirian RGST terhadap laporan keuangan REAL.
- Tidak ada rincian rencana investasi atau pendanaan untuk pengembangan Properti Digital Data Center.
- Tidak ada informasi apakah pendirian RGST memerlukan persetujuan pemegang saham atau regulator lain.

### Items to monitor

- Pendirian anak usaha dapat mempengaruhi prospek bisnis REAL di sektor properti dan digital, namun tidak ada angka kuantitatif yang dapat diverifikasi untuk menilai dampaknya.

---

## SFAN

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk posisi 31 Juli 2026, dengan status KOREKSI. Laporan ini mencakup komposisi pemegang saham, kepemilikan pengendali, direksi, komisaris, serta pemegang saham 5% atau lebih. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk posisi 31 Juli 2026, disampaikan sebagai koreksi.
- Pemegang saham pengendali: PT Surya Fajar Corpora memiliki 968.754.430 saham (71,24%).
- Pemegang saham lainnya: Steffen memiliki 33.950.000 saham (2,50%).
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris: Ivo Rustandi (Direktur Utama) memiliki 10.000 saham (0,00%); lainnya 0 saham.
- Total saham tercatat: 1.359.934.021 saham.
- Free float: 20,46% (berdasarkan perhitungan pada laporan).
- Treasury stock: 0 saham (tidak ada).
- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali, direksi, atau komisaris yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Listing / regulatory

- Pengumuman ini merupakan koreksi atas laporan bulanan sebelumnya, namun tidak ada detail koreksi spesifik yang tersedia pada evidence.

### Analytical scenarios

- **Perhitungan free float** [derived_calculation, low]: Free float dihitung sebagai 20,46% dari total saham, berdasarkan data yang tersedia. Rumus: (total saham - saham pengendali - saham treasury - saham direksi/komisaris) / total saham. Asumsi: saham pengendali 968.754.430, treasury 0, direksi/komisaris 10.000, total 1.359.934.021. Hasil: (1.359.934.021 - 968.754.430 - 0 - 10.000) / 1.359.934.021 = 28,76% (tidak sesuai dengan 20,46% yang dilaporkan, sehingga mungkin ada faktor lain yang tidak tersedia).
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) posisi 31 Juli 2026
  - Assumptions: Saham pengendali 968.754.430, treasury 0, direksi/komisaris 10.000, total 1.359.934.021
  - Caveats: Angka free float 20,46% tidak dapat direkonsiliasi dengan data yang tersedia; mungkin ada komponen lain yang tidak tercantum dalam evidence.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan; investor mungkin tidak perlu menyesuaikan posisi berdasarkan laporan ini.

---

## SINI

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) menyampaikan bukti iklan Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026 dengan Limited Review (belum diaudit) yang telah diiklankan di website Perseroan dan website Bursa Efek Indonesia pada 19 Agustus 2026. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat angka keuangan atau rincian aksi korporasi.

### Material changes

- PT Singaraja Putra Tbk. menyampaikan bukti iklan Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026 dengan Limited Review.
- Iklan tersebut dipublikasikan di website Perseroan (https://singarajaputra.com/) dan website Bursa Efek Indonesia (https://www.idx.co.id/) pada 19 Agustus 2026.
- Dokumen lampiran berjudul 'SINI_Bukti Iklan LK UnAudited Jun 26.pdf' menunjukkan laporan keuangan belum diaudit.
- Pengumuman disampaikan oleh Amir Antolis selaku Direktur Utama pada 20 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026 dengan Limited Review (belum diaudit) ke Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Pengumuman bukti iklan** [explicit_fact, high]: PT Singaraja Putra Tbk. menyampaikan bukti iklan Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026 dengan Limited Review, yang diiklankan di dua media (website Perseroan dan website Bursa Efek Indonesia) pada 19 Agustus 2026.
  - Basis: Perihal: 'Penyampaian Bukti Iklan Informasi Laporan Keuangan Interim'; Media: 'Website Perseroan, yaitu https://singarajaputra.com/' dan 'Website Bursa Efek Indonesia, yaitu https://www.idx.co.id/'; Tanggal penerbitan: '19 Agustus 2026'
- **Jenis laporan keuangan** [explicit_fact, high]: Laporan Keuangan Interim yang diiklankan adalah untuk periode 30 Juni 2026 dengan jenis 'Limited' (Limited Review), dan dokumen lampiran berjudul 'SINI_Bukti Iklan LK UnAudited Jun 26.pdf' menunjukkan laporan tersebut belum diaudit.
  - Basis: Informasi: 'Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026 dengan Limited'; Lampiran: 'SINI_Bukti Iklan LK UnAudited Jun 26.pdf'
- **Keterbatasan informasi** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini hanya merupakan bukti iklan, sehingga tidak memuat angka keuangan atau rincian aksi korporasi. Informasi lebih lanjut mungkin tersedia dalam laporan keuangan interim yang diiklankan, tetapi tidak disertakan dalam dokumen ini.
  - Basis: Dokumen hanya berisi pengumuman dan lampiran berupa file PDF terpisah
  - Assumptions: Laporan keuangan interim yang diiklankan mungkin berisi data keuangan, tetapi tidak tersedia di sini
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didasarkan pada data kuantitatif dari dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai isi laporan keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal dalam dokumen ini.

---

## SOLA

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-10822/BEI.PP2/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026 melalui surat No. 036/SOLA-INA/VIII/2026 tanggal 20 Agustus 2026. Tanggapan mencakup penjelasan atas laporan keuangan 31 Maret 2026 dan 30 Juni 2026, penggunaan dana IPO, perkara hukum, dan informasi material lainnya. Perusahaan menyatakan CKPN piutang tetap Rp3,28 miliar karena belum terjadi peningkatan risiko kredit signifikan, margin laba kotor menurun (31 Maret 2026: 25,18% vs 38,80%; 30 Juni 2026: 13,02% vs 24,80%) dan diperkirakan berlanjut, serta terdapat utang lain-lain kepada pihak ketiga Rp22,00 miliar. Penggunaan dana IPO: Rp10,27 miliar untuk mesin XBI (tiba September 2026, produksi Q1 2027) dan Rp3,51 miliar untuk pabrik aspal membran (progres 40%, target selesai 31 Desember 2026). Tidak ada perkara hukum material dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.

### Material changes

- BEI mengirim surat permintaan penjelasan No. S-10822/BEI.PP2/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026 kepada SOLA.
- SOLA menanggapi melalui surat No. 036/SOLA-INA/VIII/2026 tanggal 20 Agustus 2026, ditandatangani Direktur Utama Mochamad Bhadaiwi.
- CKPN piutang usaha per 31 Maret 2026 tetap Rp3,28 miliar meskipun piutang usaha meningkat 86,96% dan piutang >90 hari meningkat; perusahaan menyatakan belum terjadi peningkatan risiko kredit signifikan (SICR).
- Peningkatan piutang >90 hari didominasi PT Servo Lintas Raya yang memiliki zero default history dan telah ada kesepakatan jadwal pembayaran.
- Beban pokok pendapatan meningkat 515,13% dan pendapatan meningkat 403,51% (periode 31 Maret 2026); margin laba kotor turun dari 38,80% menjadi 25,18%.
- Margin laba kotor 30 Juni 2026 turun dari 24,80% (30 Juni 2025) menjadi 13,02%; rugi bersih Rp2,79 miliar.
- Penurunan margin laba kotor diperkirakan berlanjut pada periode selanjutnya karena addendum perpanjangan kontrak Proyek Wisma Titan dan Proyek Jalan Hauling; perbaikan diperkirakan mulai 2027.
- Utang lain-lain kepada pihak ketiga sebesar Rp22,00 miliar per 30 Juni 2026, dengan lawan transaksi PT Asia Pacific Ventura dan PT Karunia Multifinance; jangka waktu 6 bulan sampai 1 tahun sejak penarikan fasilitas, digunakan untuk modal kerja dan pelunasan kewajiban.
- Sumber dana pelunasan utang berasal dari pelunasan piutang PT Servo Lintas Raya, Pertamina Hulu Rokan, PT Royaltama Mulia Kontruksi, penjualan aspal, dan arus kas operasional.
- Dana IPO Rp10,27 miliar digunakan untuk pelunasan pengadaan mesin; mesin diperkirakan tiba di pabrik XBI Tuban September 2026, produksi Q1 2027.
- Dana IPO Rp3,51 miliar untuk pembangunan pabrik aspal membran; progres pembangunan 40%, target selesai 31 Desember 2026.
- Tidak ada perkara hukum material (termasuk perpajakan, somasi, gugatan, PKPU, pailit) sampai tanggal surat.
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting material lainnya yang belum diungkapkan.
- Lampiran surat: '20082026 - Surat Tanggapan Permintaan Lanjutan.pdf'.

### Key financial figures

- **CKPN piutang usaha:** 3.28 (31 Maret 2026)
- **Peningkatan piutang usaha:** 86.96% (31 Maret 2026)
- **Peningkatan beban pokok pendapatan:** 515.13% (31 Maret 2026)
- **Peningkatan pendapatan:** 403.51% (31 Maret 2026)
- **Margin laba kotor:** 38.80% (sebelumnya (31 Maret 2026))
- **Margin laba kotor:** 25.18% (31 Maret 2026)
- **Margin laba kotor:** 24.80% (30 Juni 2025)
- **Margin laba kotor:** 13.02% (30 Juni 2026)
- **Rugi bersih:** 2.79 (30 Juni 2026)
- **Dana IPO untuk mesin:** 10.27 (penggunaan dana IPO)
- **Dana IPO untuk pabrik aspal membran:** 3.51 (penggunaan dana IPO)
- **Utang lain-lain pihak ketiga:** 22.00 (30 Juni 2026)

### Expansion projects

- Pembangunan pabrik aspal membran dengan dana Rp3,51 miliar, progres 40%, target selesai 31 Desember 2026.
- Pengadaan mesin untuk pabrik XBI di Tuban dengan dana Rp10,27 miliar, mesin tiba September 2026, produksi Q1 2027.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI No. S-10822/BEI.PP2/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Penurunan margin laba kotor** [derived_calculation, high]: Penurunan margin laba kotor dari 38,80% menjadi 25,18% adalah penurunan sebesar 13,62 poin persentase. Penurunan dari 24,80% menjadi 13,02% adalah penurunan sebesar 11,78 poin persentase.
  - Basis: 38,80% - 25,18% = 13,62%; 24,80% - 13,02% = 11,78%
- **Risiko likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Adanya utang lain-lain jangka pendek sebesar Rp22,00 miliar dan penundaan pembayaran dari pelanggan besar dapat mengindikasikan tekanan likuiditas, namun perusahaan menyatakan memiliki sumber dana untuk pelunasan.
  - Basis: Utang lain-lain Rp22,00 miliar; Penundaan pembayaran dari pelanggan besar
  - Assumptions: Tekanan likuiditas mungkin terjadi jika sumber dana tidak terealisasi
  - Caveats: Perusahaan menyatakan sumber dana tersedia dari pelunasan piutang dan arus kas operasional
- **Keberlanjutan penurunan margin** [analyst_hypothesis, medium]: Perusahaan memperkirakan penurunan margin laba kotor berlanjut pada periode selanjutnya, tetapi perbaikan baru terjadi mulai 2027 setelah proyek yang diadendum selesai. Hal ini menunjukkan tekanan margin bersifat sementara hingga proyek selesai.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang penurunan berlanjut; Perkiraan perbaikan mulai 2027
  - Assumptions: Proyek yang diadendum akan selesai sesuai jadwal
  - Caveats: Tidak ada jadwal penyelesaian proyek yang spesifik

### Risks / uncertainties

- Penurunan margin laba kotor yang berlanjut dapat mempengaruhi profitabilitas.
- Ketergantungan pada pelunasan piutang dari pelanggan besar untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.
- Progres pembangunan pabrik aspal membran baru 40% dengan target selesai 31 Desember 2026, terdapat risiko keterlambatan.
- Mesin produksi XBI baru akan beroperasi Q1 2027, terdapat risiko keterlambatan instalasi atau commissioning.

### Items to monitor

- Penurunan margin laba kotor dan rugi bersih dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap profitabilitas.
- Penggunaan dana IPO untuk ekspansi (mesin dan pabrik) menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan, namun terdapat risiko keterlambatan.
- Utang lain-lain jangka pendek yang signifikan dapat menimbulkan kekhawatiran likuiditas.

---

## SWAT

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) menerbitkan pemanggilan RUPS Tahunan untuk tahun buku 2025. RUPS akan diselenggarakan pada 11 September 2026 pukul 10.00–11.30 WIB di Hotel Aston, Surakarta. Recording date ditetapkan 19 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Agenda tunggal adalah persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan tahun buku 2025, serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris. Tidak ada agenda aksi korporasi lain seperti rights issue, saham bonus, atau perubahan struktur modal dalam pemanggilan ini. Dokumen tidak memuat angka keuangan atau informasi material lainnya.

### Material changes

- RUPS Tahunan akan diselenggarakan pada Jumat, 11 September 2026, pukul 10.00–11.30 WIB, di Hotel Aston, Jl. Slamet Riyadi No.373, Sondakan, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.
- Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 19 Agustus 2026 sampai pukul 16.00 WIB (recording date).
- Agenda tunggal: Persetujuan atas Laporan Direksi perihal Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
- Rapat akan menggunakan Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI).
- Bahan mata acara tersedia di website Perseroan www.sriwahana.id sejak tanggal pemanggilan.
- Pemegang saham dihimbau memberikan kuasa kepada Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora.
- Laporan Keuangan tahun buku 2025 telah diperiksa oleh Akuntan Publik (nama KAP dan opini tidak disebutkan).
- Pemanggilan ditandatangani di Boyolali pada 20 Agustus 2026.

### Corporate actions

- RUPS Tahunan (pemanggilan) - agenda tunggal persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan serta acquit et de charge

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPS mengacu pada Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2020 terkait penyediaan bahan mata acara RUPS.

### Analytical scenarios

- **Penyelenggaraan RUPS Tahunan** [explicit_fact, high]: RUPS Tahunan dijadwalkan pada 11 September 2026, dengan agenda tunggal persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025 serta acquit et de charge.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: 11 September 2026, 10.00–11.30 WIB; Agenda No. 1: Persetujuan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan
- **Recording date** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPS adalah yang tercatat pada 19 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
  - Basis: Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir: 19 Agustus 2026 sampai pukul 16.00 WIB
- **Tidak ada aksi korporasi lain** [analyst_hypothesis, medium]: Karena agenda hanya mencakup hal rutin tahunan, kemungkinan tidak ada aksi korporasi lain yang akan diumumkan pada RUPS ini, namun hal ini belum dapat dikonfirmasi karena dokumen hanya memuat pemanggilan.
  - Basis: MATA ACARA hanya satu agenda persetujuan laporan tahunan dan acquit et de charge.
  - Assumptions: RUPS hanya membahas agenda yang tercantum dalam pemanggilan.
  - Caveats: Keputusan RUPS dapat mencakup hal lain yang sah sesuai peraturan, meskipun tidak diumumkan dalam pemanggilan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi keuangan kuantitatif (pendapatan, laba, aset, dll) dalam dokumen; laporan keuangan audited belum tersedia.
- Nama Akuntan Publik dan opini audit tidak disebutkan.
- Tidak ada agenda terkait perubahan pengurus, pengendali, atau aksi korporasi lain.
- Tidak ada informasi mengenai struktur modal, kepemilikan, atau transaksi material.
- Nama Corporate Secretary tidak disebutkan dalam dokumen.

### Items to monitor

- Pemegang saham perlu memperhatikan recording date 19 Agustus 2026 untuk hak hadir dalam RUPS.
- Hasil RUPS dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap tata kelola perusahaan, namun tidak ada agenda yang berdampak langsung pada struktur modal atau nilai saham.

---

## TBIG

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 19-20 Agustus 2026, TBIG menerbitkan dua pengumuman terkait rencana perubahan kegiatan usaha pada entitas anak PT Tower Bersama (TB), yaitu penambahan kegiatan usaha Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (Network Access Point/NAP) KBLI 61107. Pengumuman pertama (20 Agustus 2026 pukul 17:00) merupakan keterbukaan informasi yang melengkapi/memperbaiki pengumuman sebelumnya tanggal 16 Juli 2026, dan pengumuman kedua (20 Agustus 2026 pukul 17:15) adalah penyampaian bukti iklan atas rencana tersebut. Rencana ini memerlukan persetujuan RUPS yang dijadwalkan pada 24 Agustus 2026. Investasi awal diperkirakan sekitar Rp47,4 miliar, didanai dari kas internal TB tanpa pendanaan eksternal. Studi kelayakan oleh KJPP MPR menyimpulkan rencana layak dengan IRR 18,65% dan NPV positif Rp37.830 juta. Perubahan ini penting secara korporasi karena merupakan diversifikasi kegiatan usaha TBIG melalui anak usahanya, meskipun kontribusi pendapatan NAP diproyeksikan tidak material terhadap pendapatan konsolidasian.

### Material changes

- Rencana perubahan kegiatan usaha: penambahan kegiatan usaha baru pada PT Tower Bersama (TB), entitas anak TBIG, berupa Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (Network Access Point/NAP), bagian dari KBLI 61107.
- Kegiatan usaha semula TBIG: bidang jasa (versi Indonesia) / bidang telekomunikasi (versi Inggris).
- Investasi awal untuk NAP sekitar Rp47,4 miliar, didanai dari kas internal TB tanpa pendanaan eksternal.
- Studi kelayakan oleh KJPP MPR menyimpulkan rencana layak dengan IRR 18,65%, NPV positif Rp37.830 juta, PI 1,86x, dan payback period 7,37 tahun.
- Proyeksi pendapatan jasa NAP mulai tercatat tahun 2027 sebesar Rp2.898 juta, meningkat hingga Rp94.890 juta pada tahun 2041.
- Kebutuhan SDM untuk kegiatan usaha baru berjumlah 23 personel, mayoritas (22 personel) dari SDM internal Grup, dan 1 personel rekrutmen baru (Network Architect).
- Tidak terdapat persetujuan pihak ketiga lainnya (termasuk kreditur) yang dipersyaratkan.
- Perseroan tidak menerima keberatan dari pihak manapun sehubungan dengan rencana perubahan kegiatan usaha TB.

### Key financial figures

- **Kebutuhan investasi awal NAP:** Rp47,4 miliar (tidak dinyatakan)
- **IRR proyek:** 18,65% (tidak dinyatakan)
- **Tingkat diskonto (biaya ekuitas/Ke berbasis CAPM):** 10,1396% (tidak dinyatakan)
- **NPV (termasuk salvage value):** Rp37.830 juta (tidak dinyatakan)
- **Profitability Index:** 1,86x (tidak dinyatakan)
- **Payback period:** 7,37 tahun (tidak dinyatakan)
- **Proyeksi pendapatan jasa NAP 2027:** Rp2.898 juta (2027)
- **Proyeksi pendapatan jasa NAP 2028:** Rp11.928 juta (2028)
- **Proyeksi pendapatan jasa NAP 2029:** Rp27.038 juta (2029)
- **Proyeksi pendapatan jasa NAP 2030:** Rp38.842 juta (2030)
- **Proyeksi pendapatan jasa NAP 2041:** Rp94.890 juta (2041)
- **Proyeksi kumulatif pendapatan NAP 2027-2041:** Rp915.680 juta (2027-2041)
- **Modal dasar TBIG:** 72.100.600.000 saham, nilai nominal Rp20 per saham (tidak dinyatakan)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh TBIG:** 22.656.999.445 saham, nilai nominal Rp453.139.988.900 (tidak dinyatakan)
- **Saham treasuri TBIG:** 106.385.100 saham, nilai nominal Rp2.127.702.000 (tidak dinyatakan)
- **Saham dalam portepel TBIG:** 49.443.600.555 saham, nilai nominal Rp988.872.011.100 (tidak dinyatakan)
- **Modal dasar TB:** 300.000 saham, nilai nominal Rp1.000.000 per saham (tidak dinyatakan)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh TB:** 139.050 saham, nilai nominal Rp139.050.000.000 (tidak dinyatakan)
- **Kas TB per 30 Juni 2026:** Rp227,8 miliar (30 Juni 2026)
- **Kas TBIG per 30 Juni 2026:** Rp700,3 miliar (30 Juni 2026)
- **Total Aset:** Rp46.247.268 juta (31 Desember 2025)
- **Total Aset:** Rp46.517.616 juta (31 Maret 2026)
- **Total Liabilitas:** Rp33.521.911 juta (31 Desember 2025)
- **Total Liabilitas:** Rp33.253.808 juta (31 Maret 2026)
- **Total Ekuitas:** Rp12.725.357 juta (31 Desember 2025)
- **Total Ekuitas:** Rp13.263.808 juta (31 Maret 2026)
- **Pendapatan:** Rp6.867.339 juta (Tahun 2024)
- **Pendapatan:** Rp6.909.629 juta (Tahun 2025)
- **Pendapatan:** Rp1.731.634 juta (3M 2025)
- **Pendapatan:** Rp1.717.879 juta (3M 2026)
- **Laba Bruto:** Rp4.926.187 juta (Tahun 2024)
- **Laba Bruto:** Rp4.963.142 juta (Tahun 2025)
- **Laba Bruto:** Rp1.258.395 juta (3M 2025)
- **Laba Bruto:** Rp1.235.278 juta (3M 2026)
- **Laba Usaha:** Rp4.318.756 juta (Tahun 2024)
- **Laba Usaha:** Rp4.349.468 juta (Tahun 2025)
- **Laba Usaha:** Rp1.112.440 juta (3M 2025)
- **Laba Usaha:** Rp1.078.818 juta (3M 2026)
- **Laba Bersih Tahun Berjalan:** Rp1.423.035 juta (Tahun 2024)
- **Laba Bersih Tahun Berjalan:** Rp1.485.562 juta (Tahun 2025)
- **Laba Bersih Tahun Berjalan:** Rp429.235 juta (3M 2025)
- **Laba Bersih Tahun Berjalan:** Rp405.161 juta (3M 2026)
- **EBITDA:** Rp5.869.273 juta (Tahun 2024)
- **EBITDA:** Rp5.940.527 juta (Tahun 2025)
- **EBITDA:** Rp1.465.157 juta (3M 2026)
- **Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi:** Rp5.224.152 juta (Tahun 2025)
- **Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi:** Rp2.022.706 juta (3M 2026)
- **Kas dan Setara Kas Pada Akhir Tahun:** Rp748.391 juta (31 Desember 2025)
- **Kas dan Setara Kas Pada Akhir Tahun:** Rp778.189 juta (31 Maret 2026)

### Corporate actions

- Perubahan kegiatan usaha: penambahan kegiatan usaha NAP pada TB, entitas anak TBIG.

### Expansion projects

- Penambahan kegiatan usaha NAP pada TB dengan investasi awal sekitar Rp47,4 miliar, meliputi biaya pembelian perangkat, kontrak sewa kapasitas IRU, dan biaya konsultan NAP.
- Model bisnis: platform penyedia transit internet tingkat grosir (wholesale IP transit), target pasar ISP Tier 2-3 dan korporasi, skema B2B.
- Sinergi: jaringan serat optik sekitar 60.000 km, menara telekomunikasi, data center, captive market internal.
- Kebutuhan SDM 23 personel, mayoritas dari internal grup.

### Capital structure

- Modal dasar TBIG: 72.100.600.000 saham, nilai nominal Rp20 per saham.
- Modal ditempatkan dan disetor penuh TBIG: 22.656.999.445 saham, nilai nominal Rp453.139.988.900.
- Saham treasuri TBIG: 106.385.100 saham, nilai nominal Rp2.127.702.000.
- Saham dalam portepel TBIG: 49.443.600.555 saham, nilai nominal Rp988.872.011.100.
- Modal dasar TB: 300.000 saham, nilai nominal Rp1.000.000 per saham.
- Modal ditempatkan dan disetor penuh TB: 139.050 saham, nilai nominal Rp139.050.000.000.
- Pemegang saham pengendali TBIG: Bersama Digital Infrastructure Asia Pte. Ltd. (81,67%).
- Pemilik manfaat akhir TBIG: Edwin Soeryadjaya dan Winato Kartono.
- Struktur kepemilikan TBIG per 30 Juni 2026: BDIA 81,67%, Wahana Anugerah Sejahtera 9,41%, publik 8,24%, treasury 0,47%.

### Listing / regulatory

- Rencana perubahan kegiatan usaha tunduk pada POJK No. 17/2020, Pasal 32 juncto Pasal 22 ayat (1) butir a.
- Perizinan Berusaha Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi layanan NAP dari Kementerian Komunikasi dan Digital melalui OSS-RBA.
- Pemenuhan komitmen layanan 5 (lima tahun).
- Pelaksanaan Uji Laik Operasi (ULO) dan perolehan Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO).
- Penetapan alokasi Internet Protocol (IP) Address dan Autonomous System Number dari Pengelola Nomor Protokol Internet Nasional.

### Analytical scenarios

- **Rencana perubahan kegiatan usaha** [explicit_fact, high]: TBIG berencana menambah kegiatan usaha NAP pada TB, entitas anak, yang memerlukan persetujuan RUPS.
  - Basis: Kegiatan Usaha Baru: Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (NAP), KBLI 61107
- **Kebutuhan investasi** [explicit_fact, high]: Investasi awal untuk NAP sekitar Rp47,4 miliar, didanai dari kas internal TB.
  - Basis: Kebutuhan investasi awal sekitar Rp47,4 miliar; Pendanaan dari kas internal TB
- **Rasio investasi terhadap kas TB** [derived_calculation, high]: Investasi Rp47,4 miliar dibandingkan kas TB per 30 Juni 2026 sebesar Rp227,8 miliar adalah sekitar 20,8%.
  - Basis: Investasi awal Rp47,4 miliar; Kas TB per 30 Juni 2026 Rp227,8 miliar
  - Assumptions: Angka dalam miliar Rupiah
- **Rasio investasi terhadap kas TBIG** [derived_calculation, high]: Investasi Rp47,4 miliar dibandingkan kas TBIG per 30 Juni 2026 sebesar Rp700,3 miliar adalah sekitar 6,7%.
  - Basis: Investasi awal Rp47,4 miliar; Kas TBIG per 30 Juni 2026 Rp700,3 miliar
  - Assumptions: Angka dalam miliar Rupiah
- **Proyeksi pendapatan NAP** [explicit_fact, high]: Pendapatan jasa NAP diproyeksikan mulai tercatat tahun 2027 sebesar Rp2.898 juta, meningkat menjadi Rp11.928 juta (2028), Rp27.038 juta (2029), Rp38.842 juta (2030), dan Rp94.890 juta (2041).
  - Basis: Proyeksi pendapatan NAP 2027-2041
- **Proyeksi IRR, NPV, PI, Payback Period** [explicit_fact, high]: Proyeksi keuangan 2026-2041 menghasilkan IRR 18,65%, NPV positif Rp37.830 juta, PI 1,86x, dan Payback Period sekitar 7 tahun 4 bulan.
  - Basis: IRR 18,65%; NPV Rp37.830 juta; PI 1,86x; Payback period 7,37 tahun
- **Potensi dampak pada bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan kegiatan usaha NAP dapat mengindikasikan ekspansi TBIG ke layanan akses internet, namun detail lebih lanjut (nilai investasi, target pasar, dampak finansial) belum diungkapkan dalam pengumuman ini.
  - Basis: Kegiatan Usaha Baru: Aktivitas Jasa / Internet Access Gateway Services
  - Assumptions: Perubahan kegiatan usaha ini merupakan langkah strategis untuk diversifikasi atau perluasan layanan.
  - Caveats: Belum ada rincian lebih lanjut mengenai rencana ekspansi, pendanaan, atau dampak finansial.
- **Dampak terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, medium]: Karena pendanaan dari kas internal, kemungkinan tidak ada perubahan signifikan pada struktur modal TBIG, namun perlu konfirmasi lebih lanjut.
  - Basis: Pernyataan dokumen bahwa tidak ada tambahan utang atau perubahan struktur modal
  - Assumptions: Informasi dokumen akurat
  - Caveats: Belum ada laporan keuangan setelah implementasi
- **Potensi risiko regulasi** [analyst_hypothesis, medium]: Keberhasilan rencana bergantung pada persetujuan RUPS dan perizinan dari Kementerian Komunikasi dan Digital, termasuk ULO dan SKLO, yang belum pasti.
  - Basis: Dokumen menyebutkan persyaratan perizinan yang harus dipenuhi
  - Assumptions: Proses perizinan berjalan sesuai ketentuan
  - Caveats: Belum ada kepastian perizinan

### Risks / uncertainties

- Persetujuan RUPS belum diperoleh; rencana dapat berubah atau batal jika tidak disetujui.
- Perizinan dari Kementerian Komunikasi dan Digital belum diperoleh; proses perizinan dapat memakan waktu dan tidak dijamin.
- Proyeksi keuangan didasarkan pada asumsi yang mungkin tidak terpenuhi.
- Kontribusi pendapatan NAP diproyeksikan tidak material terhadap pendapatan konsolidasian.
- Tidak ada persetujuan pihak ketiga yang dipersyaratkan, tetapi tidak ada jaminan tidak ada keberatan di kemudian hari.
- Kuorum RUPS pertama mungkin tidak tercapai, sehingga diperlukan RUPS kedua atau ketiga yang dapat menunda keputusan.
- Laporan keuangan interim 31 Maret 2026 belum diaudit.
- Perbedaan deskripsi kegiatan usaha baru antara versi Indonesia ('Aktivitas Jasa') dan versi Inggris ('Internet Access Gateway Services') menimbulkan ketidakjelasan mengenai cakupan kegiatan usaha yang sebenarnya.
- Perbedaan deskripsi kegiatan usaha semula antara versi Indonesia ('bidang jasa') dan versi Inggris ('bidang telekomunikasi') juga menimbulkan ketidakjelasan.
- Rincian studi kelayakan (maksud, tujuan, asumsi, kondisi pembatas) hanya disebutkan 'sebagaimana terlampir' dan tidak disertakan dalam dokumen utama.
- Tanggal pengumuman RUPS tidak diisi (kosong) pada dokumen utama.

### Items to monitor

- Hasil RUPS pada 24 Agustus 2026 dan pengumuman ringkasan risalah RUPS pada 27 Agustus 2026.
- Perolehan perizinan dari Kementerian Komunikasi dan Digital, termasuk ULO dan SKLO.
- Realisasi investasi awal NAP dan penggunaan kas internal TB.
- Perkembangan pendapatan NAP terhadap proyeksi yang diberikan.
- Kepastian deskripsi kegiatan usaha baru antara versi Indonesia dan Inggris.
- Ketersediaan rincian studi kelayakan dan asumsi yang digunakan.

---

## TCPI

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 19-20 Agustus 2026, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) mengumumkan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 11 September 2026. Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan perubahan susunan Dewan Komisaris dengan mengangkat 1 (satu) anggota Dewan Komisaris baru. Pengumuman pertama (ID 174) memuat detail pemanggilan, jadwal, dan tata cara partisipasi, sedangkan pengumuman kedua (ID 175) merupakan penyampaian bukti iklan panggilan RUPSLB yang bersifat administratif. Perubahan susunan Dewan Komisaris merupakan aksi korporasi yang dapat mempengaruhi tata kelola dan arah strategis perusahaan, namun identitas calon dan alasan perubahan belum diungkapkan, sehingga dampak penuh belum dapat dinilai.

### Material changes

- Perubahan susunan Dewan Komisaris: pengangkatan 1 (satu) anggota Dewan Komisaris baru, sebagai agenda RUPSLB (belum efektif, menunggu persetujuan RUPSLB).

### Corporate actions

- Perubahan susunan Dewan Komisaris (pengangkatan 1 anggota baru) - agenda RUPSLB yang akan disetujui pada 11 September 2026.

### Management / control changes

- Pengangkatan 1 anggota Dewan Komisaris baru (agenda RUPSLB).

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14 tahun 2025.
- Pemanggilan RUPSLB dipublikasikan di website penyedia e-RUPS (PT Kustodian Sentral Efek Indonesia), website Bursa Efek Indonesia, dan website Perseroan.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB memiliki satu agenda, yaitu persetujuan perubahan susunan Dewan Komisaris dengan mengangkat 1 (satu) anggota Dewan Komisaris baru.
  - Basis: Mata acara RUPSLB: 'Persetujuan perubahan susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan'; Penjelasan: 'mengangkat 1 (satu) anggota Dewan Komisaris baru'
- **Jadwal dan lokasi RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 11 September 2026 pukul 14.00 WIB di Bakrie Tower Lantai 9, Kompleks Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: 11 September 2026, Waktu: 14.00 WIB; Lokasi: PT Transcoal Pacific Tbk, Bakrie Tower Lantai 9, Kompleks Rasuna Epicentrum
- **Tanggal daftar pemegang saham** [explicit_fact, high]: Tanggal daftar pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah 19 Agustus 2026.
  - Basis: Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPS (Recording Date): 19 Agustus 2026
- **Batas akhir deklarasi kehadiran/kuasa** [explicit_fact, high]: Batas akhir deklarasi kehadiran/kuasa melalui eASY.KSEI atau BAE adalah 10 September 2026 pukul 12.00 WIB.
  - Basis: Butir 4: 'selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal Rapat, yaitu hari Kamis, tanggal 10 September 2026 selambat-lambatnya pada pukul 12:00 WIB'
- **Publikasi iklan panggilan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Panggilan RUPSLB diiklankan pada 20 Agustus 2026 melalui tiga media: situs web eASY KSEI, situs web Bursa Efek Indonesia, dan situs web Perseroan.
  - Basis: Surat No. Ref. 175/LGC/LTR/TCPI-OJK/VIII/26 tanggal 20 Agustus 2026 menyatakan pemanggilan dimuat pada tiga situs pada tanggal 20 Agustus 2026.
- **Jumlah hari antara pemanggilan dan pelaksanaan RUPSLB** [derived_calculation, high]: Jarak antara tanggal pemanggilan (20 Agustus 2026) dan pelaksanaan RUPSLB (11 September 2026) adalah 22 hari kalender.
  - Basis: Tanggal pemanggilan: 20 Agustus 2026; Tanggal pelaksanaan RUPSLB: 11 September 2026
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan hari kalender, bukan hari kerja.
  - Caveats: Tidak ada interpretasi lebih lanjut; hanya perhitungan aritmetika.
- **Potensi arah perubahan komisaris** [analyst_hypothesis, low]: Pengangkatan 1 anggota Dewan Komisaris baru dapat bertujuan untuk memperkuat tata kelola atau menyesuaikan komposisi, namun tidak ada informasi mengenai siapa calon atau alasan spesifik.
  - Basis: Agenda RUPSLB hanya menyebut pengangkatan 1 anggota baru tanpa nama atau latar belakang
  - Assumptions: Perubahan komisaris mungkin terkait kebutuhan strategis atau kepatuhan
  - Caveats: Tidak ada rincian calon atau alasan dalam dokumen
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB kemungkinan membahas agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi, atau perubahan pengurus, namun agenda spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan panggilan RUPSLB tanpa rincian agenda.
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Tidak ada informasi agenda dalam dokumen; hipotesis ini hanya berdasarkan praktik umum.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi rinci mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris, seperti nama calon atau alasan perubahan.
- Dokumen tidak menyebutkan apakah ada agenda lain selain yang tercantum.
- Pemegang saham yang tidak melakukan registrasi eASY.KSEI tepat waktu tidak dihitung kuorum.
- Kapasitas Tayangan RUPS terbatas 500 peserta, first come first serve.
- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen kedua (ID 175), sehingga arah aksi korporasi belum dapat dipastikan.

### Items to monitor

- Identitas calon anggota Dewan Komisaris baru yang akan diangkat.
- Alasan atau latar belakang perubahan susunan Dewan Komisaris.
- Hasil RUPSLB pada 11 September 2026, termasuk keputusan dan kuorum.
- Pengumuman resmi selanjutnya mengenai agenda dan hasil RUPSLB.
- Potensi dampak perubahan komisaris terhadap tata kelola dan strategi perusahaan.

---

## VINS

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Victoria Insurance Tbk (VINS) menyelenggarakan RUPS Luar Biasa pada 18 Agustus 2026 yang menyetujui penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar terkait KBLI 2025. Kegiatan usaha utama tetap Asuransi Umum Konvensional (KBLI 65121). Tidak ada perubahan susunan direksi, dewan komisaris, atau pengendali. Tidak ada aksi korporasi lain, ekspansi, atau transaksi aset.

### Material changes

- RUPSLB diselenggarakan pada 18 Agustus 2026, pukul 14.19-14.32 WIB, di Graha BIP Lantai 3A, Jakarta Selatan.
- Agenda tunggal: persetujuan penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar sehubungan dengan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025 tentang KBLI 2025.
- Kehadiran pemegang saham: 1.495.248.143 saham (96,256%) dari total 1.553.430.759 saham.
- Hasil voting: 1.495.218.143 suara setuju (99,9980%), 30.000 suara tidak setuju, 0 abstain.
- Keputusan: Pasal 3 Anggaran Dasar disesuaikan, kegiatan usaha utama menjadi Asuransi Umum Konvensional (KBLI 65121).
- Akta Berita Acara Rapat No. 140 tanggal 18 Agustus 2026 dibuat oleh Notaris Jimmy Tanal, salinan masih dalam proses.
- Susunan direksi dan dewan komisaris tidak berubah, periode jabatan hingga 31 Desember 2028.

### Corporate actions

- Perubahan anggaran dasar (Pasal 3) untuk penyesuaian KBLI 2025

### Capital structure

- Total saham beredar: 1.553.430.759 saham
- Saham hadir dalam RUPS: 1.495.248.143 saham (96,256%)
- Suara setuju: 1.495.218.143 (99,9980%)
- Suara tidak setuju: 30.000
- Suara abstain: 0

### Listing / regulatory

- Penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar untuk memenuhi Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025 tentang KBLI 2025

### Analytical scenarios

- **Total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan kehadiran 1.495.248.143 saham yang mewakili 96,256%, total saham dengan hak suara yang sah diperkirakan sekitar 1.553.430.759 saham (1.495.248.143 / 0,96256).
  - Basis: Rumus: total saham = saham hadir / persentase kehadiran = 1.495.248.143 / 0,96256.
  - Assumptions: Persentase kehadiran 96,256% dihitung terhadap total saham dengan hak suara yang sah.
  - Caveats: Angka total saham tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; pembulatan dapat menyebabkan selisih kecil.
- **Persentase suara tidak setuju** [derived_calculation, high]: Suara tidak setuju sebanyak 30.000 saham, jika dibandingkan dengan total saham hadir 1.495.248.143, maka persentasenya sekitar 0,0020%.
  - Basis: 30.000 / 1.495.248.143 x 100% = 0,0020%
  - Assumptions: Menggunakan total saham hadir sebagai basis.
- **Dampak perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar untuk KBLI 2025 kemungkinan bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha inti, karena kegiatan utama tetap asuransi umum konvensional. Namun, perubahan ini dapat mempengaruhi klasifikasi pelaporan dan perizinan.
  - Basis: Dokumen hanya menyebut penyesuaian Pasal 3 dan kegiatan usaha utama tetap KBLI 65121.
  - Assumptions: Tidak ada perubahan substansial pada kegiatan usaha selain klasifikasi.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai dampak operasional atau regulasi.

### Risks / uncertainties

- Salinan akta berita acara masih dalam proses penyelesaian, sehingga detail final belum tersedia.
- Tidak ada informasi mengenai dampak operasional atau keuangan dari penyesuaian KBLI.

---

## WEGE

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) melaporkan pendaftaran perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register 247/Pdt.Sus-PKPU/2026 PN Niaga Jkt.Pst. Pemohon PKPU adalah PT Pratama Widya Tbk, dan WEGE bertindak sebagai Termohon. Tanggal kejadian adalah 10 Agustus 2026. Emiten menyatakan akan melakukan verifikasi atas nilai dan dasar klaim sebelum memberikan tanggapan resmi, dan menyatakan belum ada dampak langsung terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal atas informasi material tersebut.

### Material changes

- Pendaftaran perkara PKPU di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register 247/Pdt.Sus-PKPU/2026 PN Niaga Jkt.Pst.
- Pemohon PKPU adalah PT Pratama Widya Tbk.
- WEGE bertindak sebagai Termohon PKPU.
- Tanggal kejadian pendaftaran perkara: Senin, 10 Agustus 2026.
- Perseroan akan melakukan verifikasi atas nilai serta dasar klaim yang diajukan sebelum memberikan tanggapan resmi di forum hukum.
- Emiten menyatakan belum ada dampak langsung terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Listing / regulatory

- Pendaftaran perkara PKPU di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register 247/Pdt.Sus-PKPU/2026 PN Niaga Jkt.Pst.

### Analytical scenarios

- **Perkara PKPU** [explicit_fact, high]: Terdapat pendaftaran perkara PKPU dengan nomor register 247/Pdt.Sus-PKPU/2026 PN Niaga Jkt.Pst yang diajukan oleh PT Pratama Widya Tbk terhadap WEGE sebagai Termohon.
  - Basis: Nomor register perkara: 247/Pdt.Sus-PKPU/2026 PN Niaga Jkt.Pst; Pemohon: PT Pratama Widya Tbk; Termohon: Perseroan (WEGE)
- **Dampak yang dinyatakan emiten** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan belum ada dampak langsung terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan pada bagian 'Dampak Kejadian tersebut'
  - Caveats: Ini adalah klaim emiten, bukan penilaian independen.
- **Potensi dampak PKPU** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun emiten menyatakan belum ada dampak langsung, pendaftaran PKPU dapat mengindikasikan adanya tekanan keuangan atau sengketa utang yang berpotensi mempengaruhi likuiditas, akses pendanaan, atau kelangsungan usaha di masa depan, tergantung pada hasil verifikasi dan proses hukum.
  - Basis: Pendaftaran perkara PKPU oleh kreditur (PT Pratama Widya Tbk)
  - Assumptions: PKPU biasanya diajukan oleh kreditur yang memiliki tagihan yang belum dibayar.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai nilai klaim atau dasar klaim yang diajukan.; Emiten menyatakan belum ada dampak langsung, namun hal ini dapat berubah setelah verifikasi.

### Risks / uncertainties

- Nilai dan dasar klaim PKPU belum diungkapkan; masih dalam proses verifikasi oleh Perseroan.
- Hasil proses PKPU belum dapat diprediksi; dapat mempengaruhi kondisi keuangan dan kelangsungan usaha.
- Potensi dampak hukum dan operasional dari perkara PKPU belum dapat dipastikan.

### Items to monitor

- Perkara PKPU dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap risiko kredit dan kelangsungan usaha WEGE.
- Hasil proses PKPU dapat berdampak pada struktur modal atau likuiditas perusahaan di masa depan.

---

## WIFI

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mengumumkan perubahan jadwal RUPSLB dari 11 September 2026 menjadi 23 September 2026. RUPSLB akan diselenggarakan secara elektronik melalui eASY.KSEI. Tanggal pencatatan (recording date) ditetapkan 31 Agustus 2026 pukul 16:00 WIB. Agenda rapat belum diumumkan dan akan disampaikan pada pemanggilan rapat tanggal 1 September 2026.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan ulang dari 11 September 2026 menjadi 23 September 2026 pukul 14:00 WIB.
- RUPSLB akan diselenggarakan secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI.
- Recording date untuk kehadiran dan hak suara adalah 31 Agustus 2026 pukul 16:00 WIB.
- Pemanggilan Rapat beserta mata acara akan diumumkan pada 1 September 2026.
- Batas akhir pengajuan usulan mata acara rapat adalah 24 Agustus 2026 pukul 16:00 WIB.
- Batas akhir pemberian kuasa secara elektronik (e-Proxy) adalah 22 September 2026 pukul 12:00 WIB.
- Pengumuman ini merujuk pada surat sebelumnya No. 101/CORSEC/SSD/VIII/2026.
- Pengumuman ditandatangani oleh Direktur Utama Hendrik Tee.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan ulang dari 11 September 2026 menjadi 23 September 2026. Agenda rapat belum diumumkan.

### Listing / regulatory

- Perubahan jadwal RUPSLB dilakukan sesuai dengan POJK No. 15/2020 dan POJK No. 16/2020.

### Analytical scenarios

- **Perubahan jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB yang semula dijadwalkan pada 11 September 2026 diubah menjadi 23 September 2026 pukul 14:00 WIB.
  - Basis: Pengumuman tanggal 20 Agustus 2026 menyatakan perubahan jadwal RUPSLB.
- **Mekanisme RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB akan diselenggarakan secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI.
  - Basis: Poin 1 pengumuman menyebutkan penggunaan eASY.KSEI.
- **Recording date** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang berhak hadir dan memberikan suara adalah yang tercatat pada 31 Agustus 2026 pukul 16:00 WIB.
  - Basis: Poin 3 pengumuman.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB kemungkinan membahas aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penggabungan, atau transaksi material, namun agenda belum diumumkan.
  - Basis: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa, dan pengumuman ini tidak menyebutkan agenda.
  - Assumptions: RUPSLB akan membahas agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Agenda RUPSLB belum diumumkan; informasi ini hanya spekulasi.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga belum dapat dipastikan aksi korporasi yang akan dibahas.
- Kapasitas kehadiran fisik terbatas, sehingga pemegang saham yang ingin hadir langsung perlu memperhatikan batasan tersebut.
- Jadwal sebelumnya tidak disebutkan dalam dokumen utama, namun lampiran menyebutkan perubahan dari 11 September 2026.

### Items to monitor

- Pemegang saham perlu memperhatikan recording date 31 Agustus 2026 untuk hak hadir dan suara.
- Pemanggilan rapat pada 1 September 2026 akan mengungkap agenda RUPSLB yang dapat mempengaruhi harga saham.

---

## WSKT

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyampaikan bukti iklan Pemanggilan Ulang Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) atas Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Waskita Karya Tahun 2019. Iklan dimuat di media cetak Investor Daily Indonesia dan Surat Kabar Harian Terbit pada 20 Agustus 2026. RUPO yang semula dijadwalkan 27 Agustus 2026 diubah menjadi 3 September 2026. Agenda RUPO mencakup pembahasan kelalaian emiten atas tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran bunga ke-15 sampai ke-20 dan pokok obligasi Seri B, serta kewajiban keuangan untuk laporan keuangan konsolidasian tahunan audited per 31 Desember 2023, 2024, dan 2025, termasuk usulan emiten terkait hal tersebut. RUPO diselenggarakan atas permintaan Wali Amanat PT Bank Mega Tbk. Dokumen ini merupakan pengumuman lanjutan dari proses pemanggilan RUPO, bukan hasil atau keputusan RUPO.

### Material changes

- Penyampaian bukti iklan Pemanggilan Ulang RUPO atas Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Waskita Karya Tahun 2019.
- Iklan dimuat di media cetak Investor Daily Indonesia dan Surat Kabar Harian Terbit pada tanggal 20 Agustus 2026.
- RUPO yang semula dijadwalkan 27 Agustus 2026 diubah menjadi 3 September 2026, pukul 09.00 WIB s.d. selesai, di Ruang Auditorium Lantai 11, Gedung Waskita Karya, Jl. MT Haryono Kav No. 10, Cawang, Jakarta 13340.
- RUPO diselenggarakan atas permintaan PT Bank Mega Tbk selaku Wali Amanat.
- Agenda RUPO: penjelasan emiten dan usulan terkait kelalaian tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran Bunga ke-15, ke-16, ke-17, ke-18, ke-19, ke-20, dan Pokok Obligasi Seri B, serta kewajiban keuangan untuk laporan keuangan konsolidasian tahunan audited per 31 Desember 2023, 2024, dan 2025.
- Kuorum RUPO: sah jika dihadiri minimal 3/4 dari jumlah obligasi yang belum dilunasi (tidak termasuk obligasi milik emiten/afiliasi), keputusan sah jika disetujui minimal 3/4 dari obligasi yang hadir.
- Pemegang obligasi yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening KSEI pada 3 hari kerja sebelum RUPO.
- Pemanggilan sebelumnya: Investor Daily 28 Juli 2026 dan Harian Terbit 6 Agustus 2026.
- Dokumen ditandatangani oleh Shastia Hadiarti selaku Plt. Sekretaris Perusahaan.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik pada 20-08-2026 15:09.

### Corporate actions

- Pemanggilan ulang RUPO atas Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Waskita Karya Tahun 2019, dengan perubahan jadwal dari 27 Agustus 2026 menjadi 3 September 2026.

### Capital structure

- Kelalaian pembayaran bunga ke-15 sampai ke-20 dan pokok Obligasi Seri B dari Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019, serta kewajiban keuangan untuk laporan keuangan konsolidasian tahunan audited per 31 Desember 2023, 2024, dan 2025.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan Pemanggilan Ulang RUPO kepada OJK dan BEI.

### Analytical scenarios

- **Kelalaian pembayaran obligasi** [explicit_fact, high]: Emiten mengakui kelalaian tidak memenuhi kewajiban pembayaran Bunga ke-15 hingga ke-20 dan Pokok Obligasi Seri B, serta kewajiban keuangan untuk laporan keuangan konsolidasian tahunan audited per 31 Desember 2023, 2024, dan 2025.
  - Basis: Agenda RUPO menyebutkan 'kelalaian atas tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran Bunga ke-15, Bunga ke-16, Bunga ke-17, Bunga ke-18, Bunga ke-19, Bunga ke-20, dan Pokok Obligasi ... Seri B'; Agenda juga menyebut 'kewajiban keuangan ... untuk periode laporan keuangan konsolidasi tahunan yang telah diaudit per 31 Desember 2023, 2024, dan 2025'
- **Perubahan jadwal RUPO** [explicit_fact, high]: RUPO diubah dari 27 Agustus 2026 menjadi 3 September 2026, dengan publikasi pemanggilan ulang pada 20 Agustus 2026.
  - Basis: Surat emiten menyatakan 'semula akan dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Agustus 2026 diubah menjadi akan dilaksanakan pada hari Kamis, 3 September 2026'; Iklan menyebut 'Pemanggilan Ulang ... yang disampaikan pada surat kabar Harian Terbit pada hari Kamis, tanggal 6 Agustus 2026'
- **Potensi restrukturisasi obligasi** [analyst_hypothesis, low]: Adanya agenda untuk membahas usulan emiten terkait kelalaian pembayaran menunjukkan kemungkinan upaya restrukturisasi atau perpanjangan kewajiban obligasi, namun detail usulan tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Agenda RUPO mencakup 'usulan Emiten sehubungan dengan adanya kelalaian atas tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran'
  - Assumptions: Usulan emiten kemungkinan berisi skema restrukturisasi atau relaksasi pembayaran
  - Caveats: Isi usulan tidak dijelaskan dalam dokumen; Keputusan RUPO belum diketahui

### Risks / uncertainties

- Kelalaian pembayaran bunga dan pokok obligasi dapat memicu risiko hukum, penurunan peringkat, atau tuntutan dari pemegang obligasi.
- Keputusan RUPO belum dapat diprediksi; kuorum dan persetujuan 3/4 dari obligasi yang belum dilunasi diperlukan.
- Dampak terhadap kondisi keuangan dan operasional emiten tidak dijelaskan dalam dokumen.

### Items to monitor

- Kegagalan pembayaran obligasi dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap kreditualitas emiten.

---

## WTON

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

WTON mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang akan membahas kinerja kuartal II 2026. Acara dijadwalkan pada 9 September 2026 pukul 15.00-16.00 WIB melalui Public Expose Live 2026 di website pubexlive.idx.co.id. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau informasi strategis lainnya. Public Expose diselenggarakan sebagai pemenuhan kewajiban regulasi (Peraturan I-E).

### Material changes

- WTON akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Acara dijadwalkan pada Selasa, 9 September 2026, pukul 15.00-16.00 WIB, melalui Public Expose Live 2026 di website pubexlive.idx.co.id.
- Agenda acara adalah pemaparan kinerja perseroan kuartal II tahun 2026.
- Materi Public Expose akan disampaikan melalui www.idxnet.co.id selambat-lambatnya 4 September 2026.
- Hasil Public Expose akan disampaikan melalui www.idxnet.co.id selambat-lambatnya 14 September 2026.
- Surat pemberitahuan ditandatangani oleh Ignatius Harry Sumartono selaku Corporate Secretary.
- Penyelenggaraan Public Expose merupakan pemenuhan ketentuan butir III.3.3 Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00015/BEI/01-2021 tanggal 29 Januari 2021 (Peraturan I-E).

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sebagai pemenuhan kewajiban regulasi (Peraturan I-E).

### Analytical scenarios

- **Keterbatasan informasi** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini hanya berisi jadwal dan agenda Public Expose, tanpa data kinerja, target, atau strategi. Informasi substantif kemungkinan akan disampaikan pada saat acara berlangsung atau melalui materi yang diunggah pada 4 September 2026.
  - Basis: Dokumen hanya berisi jadwal dan agenda acara.; Tidak ada data keuangan atau operasional dalam dokumen.
  - Assumptions: Materi presentasi akan diungkapkan pada tanggal 4 September 2026 atau saat acara berlangsung.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung dalam dokumen ini.

### Items to monitor

- Public Expose dapat menjadi ajang bagi manajemen untuk menyampaikan informasi strategis, kinerja, atau rencana ke depan yang belum diungkapkan sebelumnya.
- Materi Public Expose yang akan disampaikan pada 4 September 2026 dapat memuat informasi tambahan yang relevan bagi investor.

---

## YUPI

**Window:** 2026-08-19 → 2026-08-20

**Announcements:** 1

### Overview

PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) mengumumkan pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp17,0148608178 per saham, dengan total nilai dividen IDR 145.383.285.990. Keputusan Direksi yang disetujui Dewan Komisaris pada 18 Agustus 2026. Jadwal: cum dividen di pasar reguler/negosiasi 31 Agustus 2026, ex dividen 1 September 2026; cum dividen di pasar tunai 2 September 2026, ex dividen 3 September 2026; recording date 2 September 2026; pembayaran 10 September 2026. Dividen berasal dari laba bersih periode tiga bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Data keuangan pendukung per 30 Juni 2026: laba bersih entitas induk IDR 322.404.020.088, saldo laba ditahan tidak dibatasi IDR 606.712.410.742, total ekuitas IDR 1.740.234.341.626.

### Material changes

- Pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026
- Total nilai dividen ditetapkan sebesar IDR 145.383.285.990
- Dividen per saham sebesar IDR 17,0148608178
- Jadwal dividen: cum di pasar reguler/negosiasi 31 Agustus 2026, ex di pasar reguler/negosiasi 1 September 2026, cum di pasar tunai 2 September 2026, ex di pasar tunai 3 September 2026, recording date 2 September 2026, pembayaran 10 September 2026
- Data keuangan per 30 Juni 2026: laba bersih entitas induk IDR 322.404.020.088, saldo laba ditahan tidak dibatasi IDR 606.712.410.742, total ekuitas IDR 1.740.234.341.626

### Key financial figures

- **total_nilai_dividen:** 145.383.285.990 (2026-08-18)
- **dividen_per_saham:** 17,0148608178 (2026-08-18)
- **laba_bersih_diatribusikan_entitas_induk:** 322.404.020.088 (2026-06-30)
- **saldo_laba_ditahan_tidak_dibatasi:** 606.712.410.742 (2026-06-30)
- **total_ekuitas:** 1.740.234.341.626 (2026-06-30)

### Corporate actions

- Dividen tunai interim

### Analytical scenarios

- **Perkiraan jumlah saham beredar** [derived_calculation, medium]: Dengan total dividen IDR 145.383.285.990 dan dividen per saham IDR 17,0148608178, perkiraan jumlah saham yang berhak atas dividen adalah sekitar 8.544.000.000 saham (145.383.285.990 / 17,0148608178).
  - Basis: Total Nilai Dividen IDR 145.383.285.990; Dividen per saham IDR 17,0148608178
  - Assumptions: Jumlah saham yang berhak atas dividen sama dengan jumlah saham beredar yang tercatat pada recording date.
  - Caveats: Angka ini adalah perkiraan dan dapat berbeda jika ada saham treasuri atau saham yang tidak berhak dividen.
- **Rasio pembayaran dividen terhadap laba** [derived_calculation, high]: Rasio dividen terhadap laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk adalah sekitar 45,1% (145.383.285.990 / 322.404.020.088).
  - Basis: Total Nilai Dividen IDR 145.383.285.990; Laba Bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk IDR 322.404.020.088
  - Assumptions: Laba bersih yang digunakan adalah laba per 30 Juni 2026.
- **Kecukupan laba ditahan** [analyst_hypothesis, medium]: Dividen interim sebesar IDR 145,38 miliar lebih rendah dari saldo laba ditahan tidak dibatasi sebesar IDR 606,71 miliar, sehingga secara akuntansi dividen dapat dibayar tanpa mengganggu saldo laba ditahan.
  - Basis: Total Nilai Dividen IDR 145.383.285.990; Saldo Laba Ditahan yang Tidak Dibatasi Penggunaannya IDR 606.712.410.742
  - Assumptions: Tidak ada pembatasan lain yang mempengaruhi penggunaan saldo laba ditahan.
  - Caveats: Keputusan dividen tetap mempertimbangkan kebutuhan kas dan kebijakan manajemen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian yang teridentifikasi dalam dokumen.

### Items to monitor

- Pembagian dividen interim merupakan aksi korporasi yang relevan bagi pemegang saham
- Jadwal cum/ex dividen penting untuk perdagangan saham di pasar reguler, negosiasi, dan tunai
