# Digest emiten IDX · 20–21 Agustus 2026

**Covered:** 2026-08-20 → 2026-08-21
**Saved windows:** 1 (2026-08-20 → 2026-08-21)
**Companies:** 57

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## ABMM

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT ABM Investama Tbk (ABMM) mengumumkan pengunduran diri Bapak Haris Mustarto dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan. Surat pengunduran diri diterima pada 19 Agustus 2026. Perseroan akan menyelenggarakan RUPS dalam waktu paling lambat 90 hari kalender sejak penerimaan surat, sesuai POJK 33/2014. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Ini adalah pengumuman awal atas peristiwa pengunduran diri.

### Material changes

- Pengunduran diri Bapak Haris Mustarto dari jabatan Direktur PT ABM Investama Tbk.
- Surat pengunduran diri diterima oleh Perseroan pada tanggal 19 Agustus 2026.
- Perseroan akan menyelenggarakan RUPS dalam jangka waktu paling lambat 90 hari kalender sejak diterimanya surat pengunduran diri, sesuai Pasal 8 ayat (3) POJK 33/2014.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Corporate actions

- Pengunduran diri anggota Direksi

### Management / control changes

- Pengunduran diri Bapak Haris Mustarto dari jabatan Direktur Perseroan, efektif setelah surat diterima pada 19 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Kewajiban menyelenggarakan RUPS dalam 90 hari kalender sesuai POJK 33/2014.

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri Direktur** [explicit_fact, high]: Bapak Haris Mustarto mengundurkan diri dari jabatan Direktur ABM Investama Tbk, dan surat pengunduran diri diterima pada 19 Agustus 2026.
  - Basis: Surat pengunduran diri diterima pada 19 Agustus 2026; Jabatan: Direktur Perseroan
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan emiten: 'Dampak kejadian, informasi atau fakta material: Tidak ada'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim emiten dan belum diverifikasi secara independen.
- **Batas waktu RUPS** [derived_calculation, high]: Batas waktu penyelenggaraan RUPS adalah 90 hari kalender setelah 19 Agustus 2026, yaitu jatuh pada 17 November 2026.
  - Basis: Tanggal penerimaan surat: 19 Agustus 2026; Jangka waktu: 90 hari kalender
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan kalender Gregorian dan menghitung hari kalender secara berurutan.
- **Alasan pengunduran diri** [analyst_hypothesis, low]: Alasan pengunduran diri tidak disebutkan dalam dokumen; kemungkinan bersifat pribadi atau profesional, namun tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Dokumen tidak memuat alasan pengunduran diri
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data dalam dokumen.
- **Potensi perubahan susunan Direksi** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Bapak Haris Mustarto dapat menyebabkan perubahan susunan Direksi Perseroan setelah RUPS, namun belum ada informasi mengenai penggantian atau penambahan direktur baru.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan pengunduran diri dan rencana RUPS, tanpa informasi tentang calon pengganti.
  - Assumptions: RUPS akan membahas pengunduran diri dan kemungkinan pengangkatan direktur pengganti.
  - Caveats: Ini adalah hipotesis analis; tidak ada konfirmasi dari emiten mengenai agenda RUPS atau calon direktur.

### Risks / uncertainties

- Ketidakjelasan alasan pengunduran diri Direktur.
- Potensi perubahan komposisi Direksi yang dapat mempengaruhi tata kelola, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material.
- Kepatuhan terhadap tenggat waktu RUPS (90 hari kalender) perlu dipantau.

---

## ADHI

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) mengumumkan kesiapan dana untuk pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo, namun dokumen lampiran mengungkapkan potensi penundaan pembayaran bunga obligasi senilai Rp60.824.400.000 yang jatuh tempo pada 24 Agustus 2026. RUPO pada 6 Agustus 2026 untuk mengubah jadwal pembayaran tidak mencapai kuorum, sehingga belum ada keputusan. Emiten berkoordinasi dengan Wali Amanat PT Bank Mega Tbk untuk langkah penyelesaian.

### Material changes

- Emiten menyampaikan laporan informasi material perihal kesiapan dana pembayaran jatuh tempo bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan C.
- Potensi penundaan pembayaran bunga obligasi jatuh tempo 24 Agustus 2026 senilai Rp60.824.400.000.
- RUPO pada 6 Agustus 2026 tidak mencapai kuorum untuk perubahan/penundaan jadwal pembayaran bunga ke-17, 18, dan 19.
- Koordinasi dengan Wali Amanat PT Bank Mega Tbk untuk langkah penyelesaian.
- Komitmen memenuhi kewajiban kepada pemegang obligasi.

### Key financial figures

- **Nilai bunga obligasi jatuh tempo:** 60,824,400,000 (24 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Pembayaran bunga obligasi (kewajiban finansial) - kesiapan dana diumumkan

### Capital structure

- Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan C - instrumen utang yang beredar

### Listing / regulatory

- Potensi penundaan pembayaran bunga obligasi dapat mempengaruhi kepatuhan terhadap perjanjian perwaliamanatan

### Analytical scenarios

- **Pengumuman kesiapan dana** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan kesiapan dana untuk pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo, namun tidak ada rincian nilai atau tanggal pembayaran dalam dokumen utama.
  - Basis: Perihal surat: 'Informasi Kesiapan Dana Pembayaran Jatuh Tempo Bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan C'
- **Potensi penundaan pembayaran bunga** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan berpotensi menunda pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo 24 Agustus 2026.
  - Basis: Surat KSEI-20536/JKU/0826; Nilai Rp60.824.400.000
- **RUPO tidak mencapai kuorum** [explicit_fact, high]: RUPO pada 6 Agustus 2026 tidak mencapai kuorum sehingga tidak ada keputusan mengenai perubahan/penundaan jadwal pembayaran bunga.
  - Basis: Pernyataan dalam surat
- **Kemungkinan pembayaran bunga ke-17** [analyst_hypothesis, low]: Nama lampiran 'Kesiapan Dana JT Bunga Obligasi Ke-17' mengindikasikan bahwa pembayaran bunga ini adalah yang ke-17 sejak penerbitan obligasi, namun tidak ada konfirmasi mengenai tanggal atau nilai pembayaran.
  - Basis: Nama file lampiran: 'Kesiapan Dana JT Bunga Obligasi Ke-17_Sent.pdf'
  - Assumptions: Istilah 'Ke-17' merujuk pada periode pembayaran bunga ke-17
  - Caveats: Tidak ada rincian jadwal atau nilai dalam dokumen
- **Dampak terhadap kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Potensi penundaan pembayaran bunga dapat mengindikasikan risiko likuiditas yang lebih luas, namun belum ada informasi mengenai restrukturisasi utang atau dampak operasional.
  - Basis: Tekanan keuangan struktural disebutkan
  - Assumptions: Tekanan keuangan dapat mempengaruhi kemampuan bayar
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dampak lebih lanjut

### Risks / uncertainties

- Risiko gagal bayar bunga obligasi
- Ketidakpastian hasil RUPO lanjutan
- Tekanan keuangan struktural yang berkelanjutan
- Dokumen tidak memuat rincian nilai pembayaran, tanggal jatuh tempo spesifik, atau bukti kesiapan dana, sehingga verifikasi independen tidak dapat dilakukan.
- Lampiran yang berisi rincian tidak disertakan dalam dokumen yang dianalisis.

### Items to monitor

- Potensi penundaan pembayaran bunga obligasi dapat mempengaruhi kepatuhan terhadap perjanjian perwaliamanatan dan persepsi risiko kredit emiten.
- RUPO lanjutan yang dijadwalkan dapat menjadi katalis informasi bagi pemegang obligasi dan investor.

---

## APLN

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek pada 19 Agustus 2026. Dalam surat utama bernomor 034/APLN/VIII/2026, APLN menjawab 'Terlampir' untuk semua pertanyaan BEI, merujuk pada lampiran yang berisi jawaban substantif. Lampiran tersebut mengungkapkan bahwa APLN tidak mengetahui informasi atau fakta material yang memengaruhi harga saham, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan telah mengonfirmasi kepada pemegang saham mayoritas bahwa tidak ada transaksi tertentu yang akan dilakukan. Data transaksi menunjukkan volume saham 780.648.200 saham (frekuensi 46.305 kali) pada 19 Agustus 2026, naik dari 264.157.100 saham (frekuensi 13.390 kali) pada hari sebelumnya, dengan harga penutupan Rp145 (naik Rp8 atau 5,84% dari Rp137). Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau transaksi aset yang diungkapkan.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek APLN melalui surat nomor S-10881/BEI.PP2/08-2026 tanggal 20 Agustus 2026.
- APLN menanggapi dengan surat bernomor 034/APLN/VIII/2026 tanggal 20 Agustus 2026, di mana untuk kelima pertanyaan BEI jawabannya adalah 'Terlampir', merujuk pada lampiran 'To IDX 20260820 Jwb S10881 PP Vol Tranx Efek Sent.pdf'.
- Lampiran (surat tanggapan bernomor 020/APLN-CM/VIII.2026 tanggal 20 Agustus 2026) menyatakan APLN tidak mengetahui informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai saham atau keputusan investasi sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- APLN menyatakan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek sesuai Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025.
- APLN menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024.
- APLN menyatakan tidak memiliki rencana korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan) yang mempengaruhi pencatatan saham.
- APLN menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan.
- APLN telah mengonfirmasi kepada pemegang saham mayoritas bahwa tidak ada transaksi tertentu yang akan dilakukan saat ini.
- Volume transaksi saham APLN pada 19 Agustus 2026: 780.648.200 saham dengan frekuensi 46.305 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya 264.157.100 saham dengan frekuensi 13.390 kali.
- Harga penutupan saham APLN pada 19 Agustus 2026: Rp145, naik Rp8 atau 5,84% dari harga penutupan sebelumnya Rp137.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh F. Justini Omas selaku Corporate Secretary APLN.

### Key financial figures

- **volume_transaksi_saham:** 780.648.200 (2026-08-19)
- **frekuensi_transaksi:** 46.305 (2026-08-19)
- **volume_transaksi_saham_sebelumnya:** 264.157.100 (2026-08-18)
- **frekuensi_transaksi_sebelumnya:** 13.390 (2026-08-18)
- **harga_penutupan:** Rp145 (2026-08-19)
- **harga_penutupan_sebelumnya:** Rp137 (2026-08-18)
- **perubahan_harga:** Rp8 (2026-08-19)
- **persentase_perubahan_harga:** 5,84% (2026-08-19)

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek APLN (surat S-10881/BEI.PP2/08-2026).
- Tanggapan APLN atas permintaan penjelasan BEI, menyatakan tidak ada informasi material dan tidak ada rencana korporasi.
- Kewajiban pelaporan dan keterbukaan informasi sesuai POJK 31/POJK.04/2015, Peraturan Nomor I-E, dan POJK 4 Tahun 2024.

### Analytical scenarios

- **Persentase perubahan volume transaksi** [derived_calculation, high]: Volume transaksi meningkat dari 264.157.100 saham menjadi 780.648.200 saham, atau meningkat sekitar 195,5% ((780.648.200 - 264.157.100) / 264.157.100 * 100%).
  - Basis: Volume transaksi 19 Agustus 2026: 780.648.200 saham; Volume transaksi hari sebelumnya: 264.157.100 saham
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan rumus persentase perubahan sederhana.
- **Persentase perubahan frekuensi transaksi** [derived_calculation, high]: Frekuensi transaksi meningkat dari 13.390 kali menjadi 46.305 kali, atau meningkat sekitar 245,8% ((46.305 - 13.390) / 13.390 * 100%).
  - Basis: Frekuensi transaksi 19 Agustus 2026: 46.305 kali; Frekuensi transaksi hari sebelumnya: 13.390 kali
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan rumus persentase perubahan sederhana.
- **Pemicu volatilitas saham** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan volume dan harga yang signifikan mungkin dipicu oleh sentimen pasar atau rumor yang belum terkonfirmasi, namun APLN menyatakan tidak mengetahui informasi material apa pun.
  - Basis: Volume dan harga meningkat tajam pada 19 Agustus 2026; APLN menyatakan tidak mengetahui informasi material
  - Assumptions: Peningkatan aktivitas dapat disebabkan oleh faktor eksternal atau spekulasi pasar.
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung mengenai penyebab volatilitas.

### Risks / uncertainties

- Volatilitas harga saham yang signifikan dapat menarik perhatian regulator dan berpotensi memicu pengawasan lebih lanjut.
- Ketidakpastian mengenai penyebab peningkatan aktivitas transaksi karena APLN menyatakan tidak mengetahui informasi material.
- Tidak ada rencana korporasi yang diungkapkan, namun jika ada rencana di masa depan, kewajiban keterbukaan harus dipenuhi.

### Items to monitor

- Klarifikasi APLN bahwa tidak ada informasi material atau rencana korporasi dapat mempengaruhi ekspektasi investor terhadap aksi korporasi jangka pendek.
- Peningkatan volume dan harga yang signifikan tanpa informasi material dapat mengindikasikan spekulasi pasar, sehingga investor perlu berhati-hati.

---

## ASBI

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) mengumumkan perubahan Corporate Secretary (Sekretaris Perusahaan) yang efektif pada 21 Agustus 2026. Corporate Secretary baru adalah Zafar Dinesh (dalam beberapa lampiran disebut Zafar Dinesh Idham), menggantikan Idham Nurman Rivai (dalam beberapa lampiran disebut Nurman Rivai). Perubahan ini didasarkan pada Surat Keputusan Direksi No. 015/S.KEP/P.DIR-HW/VIII/2026 dan diumumkan melalui website perusahaan. Pemberitahuan disampaikan kepada OJK dan BEI sebagai pemenuhan regulasi POJK No. 35/POJK.04/2014 serta Peraturan BEI No. I-A dan No. I-E. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal yang terkait dengan pengumuman ini.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary efektif 21 Agustus 2026.
- Corporate Secretary baru: Zafar Dinesh (dalam lampiran 1, 3, 4 disebut Zafar Dinesh Idham), alamat Jl. RS. Fatmawati No. 32, Jakarta 12430, telp 7590 2777, fax 7590 2555 / 765 6287, HP [nomor HP disamarkan], email zdidham@asuransibintang.com.
- Corporate Secretary lama: Idham Nurman Rivai (dalam lampiran 1, 3, 4 disebut Nurman Rivai), alamat Jl. RS. Fatmawati No. 32, Jakarta 12430, telp 7590 2777, fax 7590 2555 / 765 6287, HP [nomor HP disamarkan], email nurman.rivai@asuransibintang.com.
- Dasar perubahan: Surat Keputusan Direksi No. 015/S.KEP/P.DIR-HW/VIII/2026 tentang Pemberhentian, Penunjukan dan Pengangkatan Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Bintang Tbk.
- Fungsi sekretaris perusahaan ditempatkan di bawah kendali Direktur Kepatuhan.
- Iklan pemberitahuan perubahan Corporate Secretary diumumkan pada website PT Asuransi Bintang Tbk: www.asuransibintang.com.
- Pemberitahuan disampaikan kepada OJK dan BEI pada 21 Agustus 2026.
- Pengumuman ditandatangani oleh Presiden Direktur Hastanto Sri Margi Widodo (dalam lampiran 2 disebut Stanto Sri Margi Widodo, dalam lampiran 3 disebut Margi Widodo).

### Management / control changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Idham Nurman Rivai menjadi Zafar Dinesh, efektif 21 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Pemberitahuan perubahan Corporate Secretary disampaikan kepada OJK dan BEI sebagai pemenuhan POJK No. 35/POJK.04/2014, Peraturan BEI No. I-A, dan Peraturan BEI No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Dokumen mengumumkan pergantian Corporate Secretary dari Idham Nurman Rivai menjadi Zafar Dinesh, efektif 21 Agustus 2026, berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 015/S.KEP/P.DIR-HW/VIII/2026.
  - Basis: Tabel perbandingan nama baru dan lama pada halaman 1 dan 3 dokumen utama.; Lampiran 1: 'terhitung sejak tanggal 21 Agustus 2026 jabatan Sekretaris Perusahaan ... mengalami perubahan sebagai berikut: Pejabat lama Nurman Rivai, Pejabat Baru Zafar Dinesh Idham'.; Lampiran 2: Poin 1 dan 2 pada bagian MEMUTUSKAN: 'Memberhentikan saudara Nurman Rivai sebagai Sekretaris Perusahaan' dan 'Menunjuk dan mengangkat Bapak Zafar Dinesh Idham menjadi Sekretaris Perusahaan'.; Lampiran 3 dan 4: 'Sekretaris Perusahaan sebelumnya: Nurman Rivai' dan 'Sekretaris Perusahaan saat ini: Zafar Dinesh Idham'.
- **Fungsi sekretaris perusahaan di bawah kendali Direktur Kepatuhan** [explicit_fact, high]: Surat keputusan menyatakan bahwa fungsi sekretaris perusahaan ditempatkan di bawah kendali Direktur Kepatuhan, sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
  - Basis: Lampiran 2, Menimbang poin 2: 'dipandang perlu dalam rangka penerapan tata kelola perusahaan yang baik menempatkan fungsi sekretaris perusahaan di bawah kendali Direktur Kepatuhan'.
- **Alasan perubahan Corporate Secretary** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Corporate Secretary mungkin terkait dengan penataan ulang tata kelola atau kepatuhan, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Lampiran 2, Menimbang poin 1 dan 2 menyebutkan tujuan menjaga kinerja, melindungi kepentingan pemangku kepentingan, dan kepatuhan terhadap perundang-undangan.
  - Assumptions: Perubahan ini didorong oleh kebutuhan untuk memperkuat fungsi kepatuhan.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit mengenai alasan pemberhentian atau penunjukan.

### Risks / uncertainties

- Alasan perubahan Corporate Secretary tidak disebutkan.
- Tanggal efektif hanya dinyatakan sebagai 21 Agustus 2026 tanpa konfirmasi apakah sudah disetujui OJK/BEI.
- Tidak ada informasi mengenai latar belakang atau kualifikasi pejabat baru.
- Tidak ada rincian tugas tambahan selain yang diatur dalam POJK No. 35/POJK.04/2014.

---

## ASMI

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk. (ASMI) menyampaikan bukti iklan hasil RUPSLB Kedua yang diselenggarakan pada 14 Agustus 2026. Iklan ringkasan risalah telah dipublikasikan pada 19 Agustus 2026 melalui web BEI/OJK, web KSEI (cASY.KSEI), dan web perusahaan. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat detail agenda, keputusan, atau angka keuangan RUPSLB.

### Material changes

- ASMI menyampaikan bukti iklan hasil RUPSLB Kedua dengan nomor surat Maximus/758/CRP/23/08/2026.
- RUPSLB Kedua diselenggarakan pada 14 Agustus 2026.
- Ringkasan risalah RUPSLB Kedua diumumkan pada 19 Agustus 2026 melalui web BEI dan OJK (www.idx.co.id/www.spe.ojk.go.id), situs web penyedia fasilitas electronic meeting system PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (cASY.KSEI), dan situs web Perseroan (www.asuransimaximus.com).
- Bukti publikasi disampaikan kepada OJK melalui surat nomor Maximus/753/DIR/259/08/2026 tanggal 20 Agustus 2026.
- Pengirim dokumen adalah Norvin Osel, Corporate Secretary, pada 20 Agustus 2026 pukul 21:14.

### Listing / regulatory

- Pemenuhan kewajiban publikasi iklan hasil RUPS sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Publikasi iklan hasil RUPS** [explicit_fact, high]: ASMI menyampaikan bukti iklan hasil RUPSLB Kedua yang dipublikasikan pada 19 Agustus 2026 di tiga media: web BEI/OJK, web KSEI (cASY.KSEI), dan web Perseroan.
  - Basis: Tabel 'Informasi Nama Media Cetak Tanggal Penerbitan' pada halaman 1 dan 2 dokumen utama; Surat ASMI nomor Maximus/753/DIR/259/08/2026
- **Jenis RUPS** [explicit_fact, high]: Iklan yang disampaikan adalah Ringkasan Risalah RUPSLB Kedua, menunjukkan RUPS yang diiklankan adalah RUPS Luar Biasa Kedua.
  - Basis: Lampiran 1: 'Bukti Publikasi Ringkasan Risalah RUPSLB Kedua.pdf'
- **Kemungkinan aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB Kedua mungkin membahas aksi korporasi tertentu, namun dokumen ini tidak memberikan informasi agenda atau keputusan, sehingga tidak dapat disimpulkan.
  - Basis: Adanya RUPSLB Kedua yang hasilnya diiklankan
  - Assumptions: RUPSLB biasanya untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi, atau perubahan pengurus
  - Caveats: Tidak ada detail agenda atau keputusan dalam dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Dokumen ini tidak memuat detail agenda atau keputusan RUPSLB Kedua, sehingga tidak dapat menilai dampak material atau risiko terkait.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan pengurus, pengendali, struktur modal, atau transaksi material.

---

## ASPR

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) menyampaikan laporan informasi dan fakta material mengenai perubahan lebih dari 20% pada pos total liabilitas dalam laporan keuangan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026 (tidak diaudit). Perubahan tersebut disebabkan oleh penambahan utang bank (fasilitas pinjaman rekening koran untuk kegiatan operasional) dan penambahan utang usaha (peningkatan pembelian). Dampak yang dilaporkan adalah kenaikan total liabilitas sebesar 21,69% (versi Indonesia) atau 21,63% (versi Inggris). Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang disebutkan dalam dokumen.

### Material changes

- Perubahan lebih dari 20% pada pos total liabilitas dalam laporan keuangan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026 (tidak diaudit).
- Penambahan pada pos utang bank sehubungan dengan penggunaan fasilitas pinjaman rekening koran untuk kegiatan operasional Perseroan.
- Penambahan pada pos utang usaha sehubungan dengan peningkatan pembelian pada tahun berjalan.
- Dampak yang dilaporkan: kenaikan total liabilitas sebesar 21,69% (versi Indonesia) atau 21,63% (versi Inggris).

### Key financial figures

- **Kenaikan total liabilitas (versi Indonesia):** 21.69% (30 Juni 2026 (tidak diaudit) vs periode sebelumnya (periode pembanding tidak disebutkan eksplisit dalam dokumen))
- **Kenaikan total liabilitas (versi Inggris):** 21.63% (30 Juni 2026 (tidak diaudit) vs periode sebelumnya (periode pembanding tidak disebutkan eksplisit dalam dokumen))

### Analytical scenarios

- **Selisih angka kenaikan total liabilitas antara versi Indonesia dan Inggris** [derived_calculation, medium]: Selisih antara angka versi Indonesia dan Inggris adalah 0,06 poin persentase (21,69% - 21,63%).
  - Basis: 21,69% (versi Indonesia) dan 21,63% (versi Inggris) sebagaimana tercantum dalam dokumen.
  - Assumptions: Kedua angka merujuk pada periode yang sama dan dasar perhitungan yang sama.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan mengapa terdapat perbedaan; kemungkinan kesalahan ketik atau pembulatan.
- **Potensi kebutuhan modal kerja yang lebih tinggi** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan utang bank melalui fasilitas rekening koran dan utang usaha dapat mengindikasikan kebutuhan modal kerja yang lebih tinggi untuk mendukung kegiatan operasional, namun tidak ada informasi mengenai arus kas atau kemampuan membayar.
  - Basis: Penambahan utang bank untuk kegiatan operasional dan peningkatan pembelian.
  - Assumptions: Peningkatan utang mencerminkan kebutuhan pendanaan operasional yang lebih besar.
  - Caveats: Tidak ada data arus kas atau laporan keuangan lengkap dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Terdapat perbedaan angka kenaikan total liabilitas antara versi Indonesia (21,69%) dan versi Inggris (21,63%) yang tidak dijelaskan.
- Dokumen tidak menyertakan laporan keuangan lengkap atau rincian angka absolut, sehingga tidak dapat dilakukan verifikasi lebih lanjut.
- Laporan keuangan tidak diaudit, sehingga angka dapat berubah setelah audit.

### Items to monitor

- Perubahan total liabilitas lebih dari 20% dapat mempengaruhi persepsi risiko kredit dan leverage perusahaan, namun dokumen tidak memberikan konteks lebih lanjut.

---

## BBLD

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 21 Agustus 2026, PT Buana Finance Tbk (BBLD) mengumumkan penandatanganan Perjanjian Fasilitas Kredit dengan PT Bank Victoria International Tbk berupa Fixed Loan sebesar Rp100 miliar, tenor maksimal 48 bulan, untuk modal kerja Consumer Finance, dijamin dengan piutang. Pengumuman pertama (ID 20260821185945-35) bersifat awal atas peristiwa pendanaan; pengumuman kedua (ID 20260821190441-213) mengklasifikasikan transaksi sebagai Transaksi Material tanpa persetujuan RUPS, dengan total pinjaman setelah transaksi menjadi Rp554,16 miliar (39,38% ekuitas per 31 Desember 2025). Penting secara korporasi karena menambah leverage dan menegaskan kepatuhan terhadap POJK No. 17/POJK.04/2020.

### Material changes

- Penambahan fasilitas kredit bank (Fixed Loan) sebesar Rp100 miliar dari PT Bank Victoria International Tbk.
- Total pinjaman Perseroan meningkat menjadi Rp554,16 miliar (klaim emiten).
- Transaksi diklasifikasikan sebagai Transaksi Material tanpa persetujuan RUPS.

### Key financial figures

- **Nilai fasilitas kredit:** 100.000.000.000 (21 Agustus 2026)
- **Tenor fasilitas:** maksimal 48 bulan (21 Agustus 2026)
- **Persentase nilai transaksi terhadap ekuitas:** 7,11% (31 Desember 2025)
- **Total pinjaman setelah transaksi:** Rp554,16 miliar (per 21 Agustus 2026)
- **Total pinjaman terhadap total ekuitas:** 39,38% (31 Desember 2025)

### Corporate actions

- Penambahan fasilitas kredit bank (pinjaman langsung) sebesar Rp100 miliar

### Capital structure

- Total pinjaman meningkat menjadi Rp554,16 miliar setelah transaksi (klaim emiten)

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan informasi atau fakta material kepada OJK dan BEI
- Transaksi dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai dan persetujuan RUPS berdasarkan Pasal 11 POJK No. 17/POJK.04/2020 karena merupakan pinjaman langsung dari bank

### Analytical scenarios

- **Penandatanganan perjanjian fasilitas kredit** [explicit_fact, high]: Pada 21 Agustus 2026, PT Buana Finance Tbk menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dengan PT Bank Victoria International Tbk untuk fasilitas Fixed Loan sebesar Rp100 miliar dengan tenor maksimal 48 bulan.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'telah menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dengan PT Bank Victoria International Tbk, sehubungan dengan pemberian fasilitas Fixed Loan kepada Perseroan sebesar Rp100 miliar dengan tenor maksimal 48 bulan.'
- **Penggunaan dana dan jaminan** [explicit_fact, high]: Fasilitas pinjaman digunakan untuk modal kerja Perseroan, yaitu pemberian kredit Consumer Finance, dan dijamin dengan piutang Perseroan.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen: 'Fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja Perseroan yaitu pemberian kredit Consumer Finance'; Pernyataan dalam dokumen: 'Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perseroan'
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material dari kejadian ini terhadap kondisi keuangan, hukum, dan keberlangsungan usaha Perseroan, kecuali kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman secara periodik.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen: 'Tidak ada dampak material dari kejadian, informasi, atau fakta material terhadap kondisi keuangan Perseroan, hukum dan keberlangsungan usaha Perseroan'; Pernyataan dalam dokumen: 'kecuali kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman secara periodik'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim emiten dan tidak diverifikasi secara independen.
- **Pengecualian penilai dan RUPS** [explicit_fact, high]: Transaksi dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai dan persetujuan RUPS karena termasuk transaksi pinjaman yang diterima langsung dari bank.
  - Basis: Apakah transaksi ini termasuk yang dikecualikan dari kewajiban penggunaan Penilai? Ya; 2. Transaksi pinjaman yang diterima secara langsung dari bank...
- **Nilai fasilitas dalam angka** [derived_calculation, high]: Nilai fasilitas kredit sebesar Rp100 miliar setara dengan 100.000.000.000 dalam satuan rupiah penuh.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 'Rp100 miliar'.
  - Assumptions: 1 miliar = 1.000.000.000
- **Total ekuitas implisit** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan nilai transaksi Rp100 miliar dan persentase 7,11% terhadap ekuitas, total ekuitas per 31 Desember 2025 diperkirakan sekitar Rp1.406,47 miliar (100 miliar / 0,0711).
  - Basis: Nilai transaksi = 100.000.000.000; Persentase = 7,11%
  - Assumptions: Persentase dihitung dari nilai transaksi dibagi total ekuitas.
  - Caveats: Pembulatan persentase dapat menyebabkan sedikit perbedaan.
- **Total pinjaman sebelum transaksi** [derived_calculation, medium]: Total pinjaman sebelum transaksi diperkirakan Rp454,16 miliar, dihitung dari total pinjaman setelah transaksi Rp554,16 miliar dikurangi nilai transaksi Rp100 miliar.
  - Basis: Total pinjaman setelah transaksi = Rp554,16 miliar; Nilai transaksi = Rp100 miliar
  - Assumptions: Tidak ada pembayaran pinjaman lain pada tanggal yang sama.
  - Caveats: Angka total pinjaman setelah transaksi adalah klaim emiten.
- **Tujuan penggunaan dana** [analyst_hypothesis, low]: Dana dari fasilitas kredit kemungkinan digunakan untuk mendukung kegiatan pembiayaan (operasional) Perseroan, namun dokumen tidak menyebutkan tujuan spesifik penggunaan dana.
  - Basis: Bidang usaha Perseroan adalah 'Pembiayaan' dan fasilitas kredit merupakan pendanaan eksternal.
  - Assumptions: Perusahaan pembiayaan umumnya menggunakan dana pinjaman untuk menyalurkan pembiayaan.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit mengenai penggunaan dana dalam dokumen.
- **Potensi dampak terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan utang sebesar Rp100 miliar dapat meningkatkan leverage Perseroan, namun dampaknya terhadap struktur modal tidak dapat dihitung tanpa data keuangan terkini.
  - Basis: Nilai fasilitas Rp100 miliar; Fasilitas merupakan utang baru
  - Assumptions: Tidak ada data keuangan lain yang tersedia untuk menghitung rasio leverage.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data keuangan lengkap dan hanya bersifat spekulatif.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai jadwal penarikan, suku bunga, biaya, atau jaminan terkait fasilitas kredit.
- Tidak ada informasi mengenai dampak kuantitatif terhadap laporan keuangan atau rasio keuangan.
- Dokumen tidak menyebutkan apakah terdapat persyaratan lain yang harus dipenuhi sebelum penarikan fasilitas.
- Tidak ada informasi mengenai suku bunga, jadwal pembayaran, atau persyaratan lain dari fasilitas kredit.
- Klaim emiten tentang tidak adanya dampak material belum diverifikasi.
- Kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman secara periodik
- Risiko likuiditas terkait tenor 48 bulan
- Ketergantungan pada pendanaan bank

### Items to monitor

- Jadwal penarikan fasilitas dan realisasi penggunaan dana.
- Suku bunga, biaya, dan jadwal pembayaran fasilitas kredit.
- Dampak terhadap laporan keuangan dan rasio leverage pada periode berikutnya.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 17/POJK.04/2020 dan persyaratan lain.
- Kualitas piutang yang dijaminkan dan kolektibilitasnya.
- Perubahan struktur modal atau kebijakan pendanaan selanjutnya.

---

## BCIC

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) mengumumkan perubahan susunan Komite Audit yang efektif pada 19 Agustus 2026. Irwanto menggantikan I Gde Yadnya Kusuma sebagai Anggota Komite Audit (Pihak Independen). Ketua Komite Audit tetap dijabat oleh Benny Siswanto (Komisaris Independen) dan Richard Steven Dompas tetap sebagai Sekretaris/Anggota (Pihak Independen). Perubahan ini merupakan bagian dari tata kelola perusahaan dan didasarkan pada POJK No. 17 Tahun 2023 serta rekomendasi Komite Nominasi & Remunerasi. Tidak ada dampak finansial atau operasional yang disebutkan.

### Material changes

- Perubahan susunan Komite Audit efektif 19 Agustus 2026.
- Irwanto diangkat sebagai Anggota Komite Audit (Pihak Independen) menggantikan I Gde Yadnya Kusuma yang masa tugasnya berakhir 30 Juni 2026.
- Benny Siswanto tetap menjabat sebagai Ketua Komite Audit (Komisaris Independen).
- Richard Steven Dompas tetap menjabat sebagai Sekretaris/Anggota Komite Audit (Pihak Independen).
- Perubahan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 19.09/S.Kep-Dir-HCD/JTRUST/VIII/2026 tanggal 19 Agustus 2026.
- Dasar hukum: POJK No. 17 Tahun 2023, POJK No. 55/POJK.04/2015, SEOJK No. 14/SEOJK.03/2025, Akta RUPS Tahunan No. 402 tanggal 30 Juni 2026, SK Direksi No. 21.02/S.Kep-Dir-HCD/JTRUST/VI/2023, Rekomendasi Komite Remunerasi & Nominasi tanggal 1 Juli 2026, dan Board of Commissioners Circular tanggal 1 Juli 2026.
- Pengumuman dilaporkan oleh Hendy Deiny Wong (Corsec Division Head) pada 21 Agustus 2026.

### Management / control changes

- Perubahan susunan Komite Audit: Irwanto menggantikan I Gde Yadnya Kusuma sebagai Anggota Komite Audit (Pihak Independen), efektif 19 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Perubahan susunan Komite Audit dilakukan untuk memenuhi ketentuan POJK No. 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum dan POJK No. 55/POJK.04/2015.

### Analytical scenarios

- **Perubahan susunan Komite Audit** [explicit_fact, high]: Berdasarkan pengumuman dan lampiran, susunan Komite Audit berubah efektif 19 Agustus 2026: Benny Siswanto (Ketua, Komisaris Independen), Richard Steven Dompas (Sekretaris/Anggota, Pihak Independen), dan Irwanto (Anggota, Pihak Independen) menggantikan I Gde Yadnya Kusuma.
  - Basis: Tabel perubahan Komite Audit pada pengumuman utama; Surat Keputusan Direksi No. 19.09/S.Kep-Dir-HCD/JTRUST/VIII/2026
- **Dasar hukum dan persetujuan** [explicit_fact, high]: Perubahan ini didasarkan pada POJK No. 17 Tahun 2023, POJK No. 55/POJK.04/2015, SEOJK No. 14/SEOJK.03/2025, Akta RUPS Tahunan No. 402 tanggal 30 Juni 2026, SK Direksi No. 21.02/S.Kep-Dir-HCD/JTRUST/VI/2023, Rekomendasi Komite Remunerasi & Nominasi tanggal 1 Juli 2026, dan Board of Commissioners Circular tanggal 1 Juli 2026.
  - Basis: Bagian 'Mengingat' pada Surat Keputusan Direksi
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, medium]: Perubahan anggota Komite Audit kemungkinan merupakan langkah rutin untuk memenuhi ketentuan POJK No. 17 Tahun 2023 terkait independensi dan keanggotaan komite, terutama setelah berakhirnya masa tugas pihak independen pada 30 Juni 2026.
  - Basis: Berakhirnya masa tugas I Gde Yadnya Kusuma pada 30 Juni 2026; Dasar hukum yang menyebut POJK No. 17 Tahun 2023
  - Assumptions: Perubahan dilakukan untuk menjaga kepatuhan terhadap regulasi tata kelola
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit mengenai alasan spesifik penggantian selain berakhirnya masa tugas

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan spesifik pergantian anggota Komite Audit selain berakhirnya masa tugas.
- Dokumen tidak menyebutkan dampak perubahan terhadap operasional atau kinerja perusahaan.

---

## BEEF

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 20-21 Agustus 2026, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Insidentil yang diminta oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait suspensi cooling down atas saham BEEF yang dilakukan BEI pada 19 Agustus 2026. Public Expose dijadwalkan pada 24 Agustus 2026 secara daring. Pada hari yang sama, emiten juga menyampaikan materi Public Expose secara sukarela, namun lampiran materi tidak tersedia dalam dokumen yang dianalisis. Tidak ada data keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktural yang diungkapkan. Pentingnya secara korporasi adalah adanya suspensi saham yang memicu kewajiban keterbukaan informasi kepada publik, yang dapat mempengaruhi persepsi investor dan likuiditas saham.

### Material changes

- Suspensi cooling down atas saham BEEF oleh BEI pada 19 Agustus 2026 (No. Peng-SPT-00149/BEI.WAS/08-2026).
- Rencana penyelenggaraan Public Expose Insidentil pada 24 Agustus 2026 sebagai respons atas suspensi.

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi seperti dividen, stock split, right issue, atau merger yang diumumkan dalam periode ini.

### Listing / regulatory

- Suspensi cooling down atas saham BEEF oleh BEI pada 19 Agustus 2026 dengan No. Peng-SPT-00149/BEI.WAS/08-2026.
- Public Expose Insidentil yang diminta oleh BEI, dijadwalkan pada 24 Agustus 2026.
- Penyampaian materi Public Expose Insidentil secara sukarela kepada BEI melalui surat No. B.028-Corpsec-ETT-BEEF-VIII-2026.

### Analytical scenarios

- **Suspensi cooling down oleh BEI** [explicit_fact, high]: BEI melakukan suspensi cooling down atas saham BEEF pada 19 Agustus 2026 dengan No. Peng-SPT-00149/BEI.WAS/08-2026. Hal ini dinyatakan dalam pengumuman rencana Public Expose.
  - Basis: Pengumuman 20260820104149-B.027-Corpsec-ETT-BEEF-VIII-2026_id-id
- **Rencana Public Expose Insidentil** [explicit_fact, high]: BEEF akan menyelenggarakan Public Expose Insidentil pada 24 Agustus 2026 pukul 14:00 WIB secara daring, diminta oleh BEI. Pendaftaran ditutup 21 Agustus 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260820104149-B.027-Corpsec-ETT-BEEF-VIII-2026_id-id
- **Penyampaian materi Public Expose** [explicit_fact, high]: BEEF menyampaikan materi Public Expose Insidentil secara sukarela melalui surat No. B.028-Corpsec-ETT-BEEF-VIII-2026 pada 20 Agustus 2026, merujuk pada surat sebelumnya No. B.027.
  - Basis: Pengumuman 20260820232958-B.028-Corpsec-ETT-BEEF-VIII-2026_id-id
  - Caveats: Lampiran materi tidak tersedia dalam dokumen yang dianalisis.
- **Jarak waktu antara pengumuman dan pelaksanaan Public Expose** [derived_calculation, high]: Jarak waktu antara pengumuman rencana (20 Agustus 2026) dan pelaksanaan Public Expose (24 Agustus 2026) adalah 4 hari kalender. Ini menunjukkan proses yang relatif cepat, sesuai dengan permintaan BEI.
  - Basis: Pengumuman 20260820104149-B.027-Corpsec-ETT-BEEF-VIII-2026_id-id
  - Assumptions: Perhitungan berdasarkan tanggal kalender, bukan hari bursa.
- **Penyebab suspensi cooling down** [analyst_hypothesis, low]: Suspensi cooling down umumnya dilakukan bursa untuk mendinginkan perdagangan saham yang mengalami fluktuasi harga signifikan atau untuk menunggu klarifikasi informasi material. Namun, penyebab spesifik tidak disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: Praktik umum bursa efek di Indonesia
  - Assumptions: Suspensi cooling down dilakukan sesuai ketentuan BEI
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai penyebab suspensi dalam dokumen ini.
- **Tujuan Public Expose sukarela** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Insidentil sukarela ini kemungkinan dilakukan untuk mengkomunikasikan informasi material tertentu kepada investor, namun isi materinya tidak tersedia dalam dokumen ini.
  - Basis: Surat ini hanya menyampaikan materi tanpa lampiran yang disertakan.
  - Assumptions: Materi Public Expose mungkin berisi informasi yang dianggap penting oleh manajemen.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen ini untuk mengonfirmasi tujuan spesifik.

### Risks / uncertainties

- Risiko kepatuhan terkait suspensi saham BEEF yang belum dijelaskan secara rinci dalam dokumen ini.
- Ketidakpastian mengenai dampak suspensi terhadap likuiditas dan harga saham BEEF.
- Ketidaklengkapan dokumen: Materi Public Expose yang dimaksud tidak disertakan, sehingga informasi penting yang mungkin diungkapkan tidak dapat dianalisis.

### Items to monitor

- Hasil Public Expose Insidentil pada 24 Agustus 2026, termasuk materi yang disampaikan.
- Durasi suspensi cooling down dan kapan perdagangan saham BEEF akan dibuka kembali.
- Pengumuman lanjutan dari BEI atau BEEF terkait penyebab suspensi.
- Perkembangan harga dan volume perdagangan saham BEEF setelah suspensi dicabut.

---

## BKDP

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat nomor 28/BDP/CORSEC/VIII/2026 tanggal 21 Agustus 2026. Tanggapan ini merupakan lanjutan dari proses klarifikasi yang dimulai dengan surat BEI S-10857/BEI.PP2/08-2026. Substansi tanggapan mencakup: (1) rencana penutupan tiga entitas anak (MUSU, SMU, MMU) yang masih menunggu SK Kementerian Hukum; (2) pendanaan proyek Hyatt Centric West Surabaya yang masih dievaluasi dengan estimasi kebutuhan Rp222 miliar; (3) target operasional 2026 (occupancy mall 75,77%, penjualan unit Rp18,75 miliar, recurring income tumbuh 55%); (4) status piutang dan utang usaha >90 hari; serta (5) tidak adanya informasi material lain yang belum diungkapkan. Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus yang diumumkan.

### Material changes

- Rencana penutupan tiga entitas anak: PT Multi Unggul Sejahtera Utama (MUSU), PT Sentra Multi Unggul (SMU), dan PT Mitra Multi Unggul (MMU) masih menunggu penerbitan SK Penutupan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
- Penerimaan pemberitahuan pembubaran MUSU, SMU, dan MMU oleh Kementerian Hukum telah dicatat pada tanggal 16 Desember 2025.
- Proyek Hyatt Centric West Surabaya ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2028.
- Kebutuhan pendanaan yang masih diperlukan untuk proyek Hyatt Centric West Surabaya diperkirakan sekitar Rp222 miliar.
- Sumber pendanaan proyek Hyatt Centric West Surabaya masih dalam tahap pembahasan, dengan opsi pinjaman perbankan atau pinjaman internal; belum ada keputusan final.
- Terdapat piutang usaha berumur lebih dari 90 hari dengan saldo outstanding sebesar Rp836.459.106.
- Terdapat utang usaha berumur lebih dari 90 hari dengan saldo outstanding sebesar Rp4.101.838.855.
- Target occupancy Mall tahun 2026 sebesar 75,77%.
- Target penjualan unit Apartemen dan Perkantoran tahun 2026 sebesar Rp18.750.000.000.
- Target recurring income tumbuh 55% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Tidak terdapat informasi, fakta, atau kejadian material lainnya yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi harga Efek.
- BEI meminta penjelasan berdasarkan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, ketentuan II.9 dan II.10.

### Key financial figures

- **Piutang usaha berumur lebih dari 90 hari:** 836459106 (per 21 Agustus 2026 (tanggal tanggapan))
- **Utang usaha berumur lebih dari 90 hari:** 4101838855 (per 21 Agustus 2026 (tanggal tanggapan))
- **Kebutuhan pendanaan proyek Hyatt Centric West Surabaya:** 222000000000 (per 21 Agustus 2026 (tanggal tanggapan))
- **Target penjualan unit Apartemen dan Perkantoran tahun 2026:** 18750000000 (tahun 2026)

### Corporate actions

- Penutupan tiga entitas anak (MUSU, SMU, MMU) - proses likuidasi sedang berlangsung, menunggu SK Kementerian Hukum.
- Pengembangan proyek Hyatt Centric West Surabaya - proyek hotel baru, target operasi Juni 2028.

### Expansion projects

- Proyek Hyatt Centric West Surabaya: kebutuhan pendanaan sekitar Rp222 miliar, sumber pendanaan masih dievaluasi (pinjaman perbankan atau internal), target operasi Juni 2028.

### Listing / regulatory

- Tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (surat S-10857/BEI.PP2/08-2026).
- BEI meminta penjelasan berdasarkan Peraturan Nomor I-E, ketentuan II.9 dan II.10.

### Analytical scenarios

- **Rasio utang terhadap piutang** [derived_calculation, medium]: Saldo utang usaha >90 hari (Rp4,10 miliar) sekitar 4,9 kali lebih besar dari saldo piutang usaha >90 hari (Rp0,84 miliar).
  - Basis: Angka utang usaha >90 hari: Rp4.101.838.855; Angka piutang usaha >90 hari: Rp836.459.106
  - Assumptions: Perbandingan langsung antara dua saldo pada tanggal yang sama.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang jangka waktu atau kolektibilitas masing-masing.
- **Risiko likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Adanya utang usaha >90 hari yang lebih besar daripada piutang usaha >90 hari, serta kebutuhan pendanaan proyek yang belum pasti, dapat mengindikasikan tekanan likuiditas jangka pendek.
  - Basis: Saldo utang usaha >90 hari Rp4,10 miliar; Saldo piutang usaha >90 hari Rp0,84 miliar; Kebutuhan pendanaan proyek Rp222 miliar
  - Assumptions: Utang usaha yang belum dibayar dapat mencerminkan keterbatasan kas.; Kebutuhan pendanaan proyek yang besar dapat menambah beban likuiditas.
  - Caveats: Tidak ada laporan arus kas atau posisi kas yang tersedia dalam dokumen.; Manajemen menyatakan akan menyesuaikan penggunaan dana jika pendanaan tidak terealisasi.
- **Ketergantungan pada pendanaan eksternal** [analyst_hypothesis, medium]: Karena sumber pendanaan proyek Hyatt Centric masih dievaluasi, terdapat ketidakpastian mengenai realisasi pendanaan. Jika pendanaan tidak terealisasi, proyek dapat tertunda, yang berpotensi mempengaruhi target operasi Juni 2028.
  - Basis: Sumber pendanaan proyek Hyatt Centric masih dalam tahap pembahasan dan evaluasi manajemen.
  - Assumptions: Proyek memerlukan pendanaan eksternal yang belum pasti.
  - Caveats: Tidak ada rincian kebutuhan dana atau sumber pendanaan alternatif.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian waktu penerbitan SK penutupan anak usaha dari Kementerian Hukum.
- Belum ada keputusan final mengenai sumber pendanaan proyek Hyatt Centric West Surabaya.
- Target kuantitatif untuk occupancy, recurring income, dan kontribusi arus kas setelah hotel beroperasi masih dalam evaluasi manajemen.
- Piutang dari tenant yang sudah tutup (Food Channel, The Duck King) belum ada kepastian jadwal pembayaran.
- Target waktu penyelesaian utang usaha >90 hari belum ditetapkan secara pasti.
- Target pertumbuhan pendapatan 2026 belum diungkapkan secara kuantitatif.
- Belum ada target waktu pelaksanaan re-appraisal aset.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan yang dapat memengaruhi harga efek.
- Proyek Hyatt Centric West Surabaya diharapkan memberikan dampak positif terhadap okupansi, pendapatan sewa, dan penjualan segmen mall, perkantoran, dan apartemen.

---

## BMAS

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) mengumumkan transaksi afiliasi berupa penarikan pertama pinjaman bilateral dari KASIKORNBANK PUBLIC COMPANY LIMITED (KBank), yang merupakan Ultimate Shareholder melalui anak perusahaannya KASIKORN VISION FINANCIAL COMPANY PTE. LTD. (KVF). Pinjaman memiliki limit fasilitas USD 341 juta, tenor hingga dua tahun, bunga SOFR plus margin. Penarikan pertama sebesar USD 55 juta dilakukan pada 21 Agustus 2026. Dari total limit, USD 235 juta telah memiliki underlying perjanjian. Tujuan transaksi adalah mendukung likuiditas jangka panjang dan penyaluran kredit. Transaksi ini dilaporkan kepada OJK sebagai laporan informasi, fakta material dan transaksi afiliasi.

### Material changes

- Tanggal transaksi: 21 Agustus 2026
- Obyek transaksi: Pinjaman Bilateral
- Nilai transaksi: 55.000.000 (USD, penarikan pertama)
- Pihak bertransaksi: PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk dan KASIKORNBANK PUBLIC COMPANY LIMITED (KBank)
- Sifat hubungan afiliasi: KBank adalah Ultimate Shareholder melalui KVF dengan kepemilikan 86,03% (atau 89,48% total kepemilikan KASIKORNBANK Group)
- Limit fasilitas pinjaman bilateral: USD 341 juta
- Tenor: hingga dua tahun dari tanggal penarikan
- Bunga: SOFR plus margin sesuai kondisi pasar
- Underlying perjanjian: USD 235 juta dari total limit telah memiliki underlying
- Penarikan pertama: USD 55 juta pada 21 Agustus 2026
- Tujuan: mendukung likuiditas tenor jangka panjang dan menunjang penyaluran kredit
- Penarikan akan dilakukan secara bertahap
- Emiten menyatakan tidak ada benturan kepentingan sesuai POJK 42/2020

### Key financial figures

- **Nilai transaksi (penarikan pertama):** 55.000.000 (21 Agustus 2026)
- **Limit fasilitas pinjaman bilateral:** 341.000.000 (per 21 Agustus 2026)
- **Bagian limit yang memiliki underlying:** 235.000.000 (per 21 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Transaksi afiliasi berupa pinjaman bilateral dari Ultimate Shareholder

### Capital structure

- Kepemilikan KVF pada BMAS: 86,03%
- Total kepemilikan KASIKORNBANK Group: 89,48%

### Listing / regulatory

- Transaksi dilaporkan kepada OJK sebagai laporan informasi, fakta material dan transaksi afiliasi

### Analytical scenarios

- **Transaksi afiliasi** [explicit_fact, high]: BMAS melakukan penarikan pertama pinjaman bilateral dari KBank sebesar USD 55 juta pada 21 Agustus 2026, dengan limit fasilitas USD 341 juta.
  - Basis: Nilai transaksi 55.000.000; Limit fasilitas USD 341 juta; Tanggal transaksi 21 Agustus 2026
- **Hubungan afiliasi** [explicit_fact, high]: KBank adalah Ultimate Shareholder BMAS melalui KVF dengan kepemilikan 86,03% (atau 89,48% total kepemilikan KASIKORNBANK Group).
  - Basis: KBank merupakan Ultimate Shareholder; KVF memegang 86,03%; Total kepemilikan KASIKORNBANK Group 89,48%
- **Sisa limit fasilitas yang belum ditarik** [derived_calculation, medium]: Sisa limit fasilitas setelah penarikan pertama adalah USD 286 juta (USD 341 juta - USD 55 juta).
  - Basis: Limit fasilitas USD 341 juta; Penarikan pertama USD 55 juta
  - Assumptions: Tidak ada penarikan lain sebelum tanggal 21 Agustus 2026
  - Caveats: Angka ini hanya berdasarkan informasi yang tersedia; penarikan lain mungkin telah terjadi tetapi tidak diungkapkan.
- **Proporsi limit yang memiliki underlying** [derived_calculation, medium]: Dari total limit USD 341 juta, sebesar USD 235 juta telah memiliki underlying, yaitu sekitar 68,9% dari limit.
  - Basis: USD 235 juta / USD 341 juta = 0,6891
  - Caveats: Perhitungan hanya berdasarkan angka yang diberikan.
- **Proporsi penarikan pertama terhadap limit** [derived_calculation, high]: Penarikan pertama sebesar USD 55 juta merupakan sekitar 16,13% dari total limit fasilitas (55/341 x 100%).
  - Basis: Penarikan pertama: USD 55 juta; Limit fasilitas: USD 341 juta
- **Potensi penarikan lebih lanjut** [analyst_hypothesis, low]: Karena penarikan dilakukan bertahap dan baru USD 55 juta dari limit USD 341 juta, kemungkinan akan ada penarikan tambahan di masa mendatang, terutama untuk memanfaatkan sisa limit yang belum ditarik.
  - Basis: Pernyataan 'penarikan akan dilakukan secara bertahap'; Sisa limit USD 286 juta
  - Assumptions: Kebutuhan likuiditas tetap ada dan persyaratan terpenuhi
  - Caveats: Ini hanya hipotesis; tidak ada jadwal atau kepastian penarikan tambahan.

### Risks / uncertainties

- Suku bunga mengambang (SOFR plus margin) dapat berfluktuasi sesuai kondisi pasar.
- Penarikan bertahap menimbulkan ketidakpastian jumlah dan waktu penarikan berikutnya.
- Transaksi afiliasi menimbulkan potensi benturan kepentingan, meskipun telah diungkapkan.
- Tidak ada informasi mengenai jadwal penarikan berikutnya.
- Tidak ada rincian margin di atas SOFR.
- Tidak ada informasi mengenai penggunaan dana spesifik selain tujuan umum.
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap laporan keuangan.

### Items to monitor

- Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi yang melibatkan Ultimate Shareholder, sehingga dapat menimbulkan benturan kepentingan meskipun emiten menyatakan tidak ada.
- Pinjaman bilateral dengan bunga mengambang (SOFR plus margin) dapat mempengaruhi beban bunga dan profitabilitas di masa depan.
- Penarikan bertahap dari fasilitas pinjaman menunjukkan adanya kebutuhan likuiditas jangka panjang yang mungkin mempengaruhi struktur permodalan.

---

## BRIS

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) menyampaikan bukti iklan Informasi Laporan Keuangan Interim Triwulan II 2026 (limited review) yang diiklankan pada media cetak Investor Daily dan Bisnis Indonesia, serta dipublikasikan di website BEI dan website perusahaan pada tanggal 21 Agustus 2026. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat angka keuangan atau aksi korporasi. Tidak ada perubahan struktur modal, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus, atau transaksi aset yang diungkapkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- Perihal pengumuman: Penyampaian Bukti Iklan Informasi Laporan Keuangan Interim.
- Laporan Keuangan Interim Triwulan II 2026 (limited review) diiklankan pada media cetak Investor Daily dan Bisnis Indonesia, serta dipublikasikan di website BEI dan website perusahaan pada tanggal 21 Agustus 2026.
- Dokumen dikirim oleh Wisnu Sunandar selaku Senior Vice President PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk pada 21 Agustus 2026 pukul 19:12.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan Laporan Keuangan Interim Triwulan II 2026 (limited review) sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi kepada publik.
- Publikasi iklan dilakukan pada 21 Agustus 2026 di media cetak Investor Daily dan Bisnis Indonesia, serta website BEI dan website perusahaan.

### Analytical scenarios

- **Pengumuman administratif** [explicit_fact, high]: Dokumen ini adalah penyampaian bukti iklan untuk Laporan Keuangan Triwulan II 2026 (limited review) yang diiklankan pada 21 Agustus 2026 di Investor Daily, Bisnis Indonesia, website BEI, dan website perusahaan.
  - Basis: Perihal: 'Penyampaian Bukti Iklan Informasi Laporan Keuangan Interim'; Tabel media cetak dan tanggal penerbitan 21 Agustus 2026
- **Pihak pengirim** [explicit_fact, high]: Dokumen dikirim oleh Wisnu Sunandar selaku Senior Vice President PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk pada 21 Agustus 2026 pukul 19:12.
  - Basis: Nama Pengirim: Wisnu Sunandar; Jabatan: Senior Vice President; Tanggal dan Waktu: 21-08-2026 19:12
- **Tidak ada aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini murni administratif dan tidak mengindikasikan adanya aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus. Namun, karena ini hanya bukti iklan, informasi lain mungkin tersedia di laporan keuangan yang diiklankan.
  - Basis: Isi dokumen hanya berisi pengumuman iklan dan lampiran berupa PDF bukti iklan
  - Assumptions: Laporan keuangan yang diiklankan mungkin memuat informasi keuangan lebih rinci, tetapi tidak tersedia dalam dokumen ini
  - Caveats: Hipotesis ini didasarkan pada keterbatasan dokumen; analisis lebih lanjut memerlukan akses ke laporan keuangan yang diiklankan

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian yang teridentifikasi dari dokumen ini karena bersifat administratif.

---

## BTPS

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan (Paparan Publik Tahunan) untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan secara virtual pada Senin, 7 September 2026, pukul 14.00–15.00 WIB, dengan agenda pemaparan kinerja perseroan posisi 30 Juni 2026. Manajemen yang akan hadir adalah Bp. Arief Ismail (Direktur Kepatuhan merangkap Sekretaris Perusahaan) dan Bp. Fachmy Achmad (Direktur). Materi paparan akan disampaikan pada 1 September 2026. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- BTPS akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada hari Senin, 7 September 2026, pukul 14.00–15.00 WIB.
- Acara diselenggarakan secara virtual melalui website www.idx.co.id.
- Agenda Public Expose adalah pemaparan kinerja perseroan posisi 30 Juni 2026.
- Manajemen yang hadir: Bp. Arief Ismail (Direktur Kepatuhan merangkap Sekretaris Perusahaan) dan Bp. Fachmy Achmad (Direktur).
- Materi Public Expose akan disampaikan pada hari Selasa, 1 September 2026.
- Dasar penyelenggaraan: Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Pengumuman dikeluarkan oleh Yunita C. Haerani, Corporate Secretary and General Counsel Head, pada 21 Agustus 2026.
- Surat pemberitahuan bernomor 5.352/DIR/CSGC/VIII/2026 tanggal 21 Agustus 2026 ditujukan kepada OJK dan BEI.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai kewajiban informasi kepada publik sesuai Peraturan BEI Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose Tahunan merupakan forum komunikasi rutin antara manajemen dan pemangku kepentingan untuk memaparkan kinerja dan prospek perusahaan. Agenda pemaparan kinerja posisi 30 Juni 2026 menunjukkan fokus pada hasil semester pertama tahun 2026.
  - Basis: Agenda resmi yang tercantum dalam dokumen
  - Assumptions: Public Expose adalah forum komunikasi rutin antara manajemen dan pemangku kepentingan.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai isi pemaparan atau materi yang akan disajikan.

### Items to monitor

- Public Expose Tahunan dapat menjadi sarana bagi investor untuk memperoleh informasi kinerja dan prospek BTPS, terutama hasil semester pertama 2026.
- Materi paparan yang akan disampaikan pada 1 September 2026 dapat memuat informasi yang relevan bagi investor.

---

## BUDI

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 20–21 Agustus 2026, PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI) mengumumkan hasil RUPSLB yang diselenggarakan 19 Agustus 2026. Perubahan utama adalah pengunduran diri Tan Anthony Sudirjo sebagai Direktur Independen, efektif sejak penutupan rapat, dengan pemberian acquit et de charge, serta pengesahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris baru dengan masa jabatan hingga 12 Juni 2028. Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset yang diumumkan. Perubahan pengurus ini penting secara tata kelola karena menyangkut independensi dewan, namun tidak ada indikasi dampak langsung terhadap operasional atau kinerja keuangan.

### Material changes

- Pengunduran diri Tan Anthony Sudirjo sebagai Direktur Independen, efektif sejak penutupan RUPSLB 19 Agustus 2026, dengan pemberian acquit et de charge.
- Pengesahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris baru dengan masa jabatan hingga 12 Juni 2028.

### Corporate actions

- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris (pengunduran diri dan pengesahan susunan baru).

### Management / control changes

- Tan Anthony Sudirjo berhenti sebagai Direktur Independen, efektif 19 Agustus 2026, karena pengunduran diri.
- Susunan Direksi baru: Presiden Direktur Santoso Winata, Wakil Presiden Direktur Sudarmo Tasmin, Direktur Oey Albert, Direktur Basuki Prawono Winata, Direktur Sugandhi, Direktur Jason Indrian Winata.
- Susunan Dewan Komisaris baru: Presiden Komisaris Widarto, Komisaris Oey Alfred, Komisaris Independen Daniel Kandinata.

### Listing / regulatory

- RUPSLB diselenggarakan sesuai POJK No. 15/2020, dengan pemberitahuan ke OJK pada 6 Juli 2026, pengumuman pada 13 Juli 2026, dan pemanggilan pada 28 Juli 2026.
- Ringkasan risalah RUPSLB disampaikan kepada OJK melalui surat No. 066/L/VIII/2026 tanggal 21 Agustus 2026, dengan tembusan kepada BEI, KSEI, dan Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita.

### Analytical scenarios

- **Total saham dengan hak suara sah** [explicit_fact, high]: Total saham dengan hak suara sah adalah 4.491.276.962 saham, sebagaimana dinyatakan dalam lampiran 1.
  - Basis: Total saham dengan hak suara sah: 4.491.276.962 saham
- **Kehadiran RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri 4.293.652.394 saham atau 95,6% dari total saham dengan hak suara sah, memenuhi kuorum.
  - Basis: Jumlah saham hadir: 4.293.652.394; Persentase kehadiran: 95,6%
- **Hasil voting** [explicit_fact, high]: Seluruh suara setuju (100%), 0% tidak setuju, 0% abstain.
  - Basis: Hasil voting: 100% setuju, 0% tidak setuju, 0% abstain
- **Pemegang saham hadir** [explicit_fact, high]: Pemegang saham hadir: PT Budi Delta Swakarya (1.083.143.833 saham), PT Sungai Budi (1.076.296.998 saham) melalui kuasa James Indrianto Winata, dan publik (2.134.211.563 saham).
  - Basis: PT Budi Delta Swakarya: 1.083.143.833 saham; PT Sungai Budi: 1.076.296.998 saham; Publik: 2.134.211.563 saham
- **Perkiraan total saham dari persentase kehadiran** [derived_calculation, high]: Berdasarkan jumlah saham hadir (4.293.652.394) dan persentase kehadiran (95,6%), total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 4.491.268.823 saham (4.293.652.394 / 0,956). Angka ini mendekati angka eksplisit 4.491.276.962 saham.
  - Basis: Jumlah saham hadir: 4.293.652.394; Persentase kehadiran: 95,6%; Total saham dengan hak suara sah (eksplisit): 4.491.276.962
  - Assumptions: Persentase kehadiran dihitung dari total saham dengan hak suara sah yang dikeluarkan perseroan.
  - Caveats: Angka perhitungan turunan sedikit berbeda dari angka eksplisit karena pembulatan persentase.
- **Kepemilikan gabungan PT Budi Delta Swakarya dan PT Sungai Budi** [derived_calculation, high]: Gabungan saham PT Budi Delta Swakarya (1.083.143.833) dan PT Sungai Budi (1.076.296.998) adalah 2.159.440.831 saham, yang mewakili sekitar 48,1% dari total saham dengan hak suara sah (2.159.440.831 / 4.491.276.962).
  - Basis: Kepemilikan PT Budi Delta Swakarya: 1.083.143.833 saham; Kepemilikan PT Sungai Budi: 1.076.296.998 saham; Total saham dengan hak suara sah: 4.491.276.962
  - Assumptions: Kedua entitas tersebut adalah pemegang saham utama yang diwakili oleh James Indrianto Winata.
  - Caveats: Tidak ada informasi apakah kedua entitas tersebut merupakan pengendali atau memiliki hubungan afiliasi.
- **Persentase kepemilikan terhadap total saham** [derived_calculation, high]: PT Budi Delta Swakarya memiliki 24,1% dari total saham dengan hak suara sah (1.083.143.833 / 4.491.276.962), PT Sungai Budi memiliki 24,0% (1.076.296.998 / 4.491.276.962), dan publik memiliki 47,5% (2.134.211.563 / 4.491.276.962).
  - Basis: Total saham dengan hak suara sah: 4.491.276.962; Saham PT Budi Delta Swakarya: 1.083.143.833; Saham PT Sungai Budi: 1.076.296.998; Saham publik: 2.134.211.563
  - Assumptions: Total saham dengan hak suara sah dianggap mewakili seluruh saham beredar
- **Dampak pengunduran diri terhadap independensi dewan** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Tan Anthony Sudirjo sebagai Direktur Independen dapat mengurangi jumlah direktur independen, namun karena tidak ada informasi mengenai jumlah direktur independen sebelum dan sesudah, dampaknya terhadap kepatuhan terhadap peraturan pencatatan tidak dapat dipastikan. Daniel Kandinata tetap menjabat sebagai Komisaris Independen, tetapi proporsi independensi dewan perlu diverifikasi.
  - Basis: Pengunduran diri Tan Anthony Sudirjo sebagai Direktur Independen; Daniel Kandinata sebagai Komisaris Independen
  - Assumptions: Peraturan bursa atau OJK mensyaratkan proporsi tertentu direktur/komisaris independen.
  - Caveats: Tidak ada data tentang jumlah direktur independen sebelum dan sesudah RUPS.; Tidak ada informasi mengenai rencana penggantian direktur independen.

### Risks / uncertainties

- Alasan pengunduran diri Tan Anthony Sudirjo tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Tidak ada informasi mengenai dampak pengunduran diri terhadap pemenuhan ketentuan independensi dewan.
- Tidak ada informasi mengenai rencana penggantian direktur independen.
- Tidak ada informasi keuangan, struktur modal, ekspansi, atau aksi korporasi lain.

### Items to monitor

- Rencana penggantian Direktur Independen untuk memenuhi ketentuan independensi dewan.
- Kepatuhan terhadap proporsi direktur/komisaris independen sesuai peraturan BEI/OJK.
- Pengumuman selanjutnya terkait perubahan susunan pengurus atau aksi korporasi lain.

---

## BUKA

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan perubahan Corporate Secretary yang efektif pada 21 Agustus 2026. Victor Putra Lesmana, yang juga menjabat sebagai Direktur, diangkat sebagai Sekretaris Perusahaan merangkap fungsi, menggantikan Cut Fika Lutfi. Perubahan ini bersifat administratif dan tidak melibatkan perubahan struktur modal, aksi korporasi, atau transaksi aset.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary efektif 21 Agustus 2026: Victor Putra Lesmana menggantikan Cut Fika Lutfi.
- Victor Putra Lesmana adalah Direktur Perseroan yang merangkap fungsi Sekretaris Perusahaan.
- Dasar pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 006/BL/CORSEC/SK.Direksi/VIII/2026 tanggal 21 Agustus 2026.
- Pemberitahuan kepada OJK merujuk pada Pasal 10 ayat 1 dan 2 POJK No. 35/POJK.04/2014 dan Pasal III.2.5 Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
- Kontak Corporate Secretary tidak berubah: telepon 02150982008, email corsec@bukalapak.com.

### Management / control changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Cut Fika Lutfi menjadi Victor Putra Lesmana, efektif 21 Agustus 2026.
- Victor Putra Lesmana menjabat sebagai Direktur dan merangkap fungsi Sekretaris Perusahaan.

### Listing / regulatory

- Pemberitahuan perubahan Sekretaris Perusahaan kepada OJK sesuai regulasi yang berlaku.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Berdasarkan dokumen, PT Bukalapak.com Tbk mengumumkan perubahan Corporate Secretary efektif 21 Agustus 2026, dengan Victor Putra Lesmana menggantikan Cut Fika Lutfi. Informasi kontak (telepon dan email) tidak berubah.
  - Basis: Jenis Baru: Victor Putra Lesmana; Jenis Lama: Cut Fika Lutfi; Efektif pada 21 Agustus 2026; Telepon 02150982008 dan email corsec@bukalapak.com tercantum untuk keduanya
- **Dasar hukum pemberitahuan** [explicit_fact, high]: Pemberitahuan ini merujuk pada Pasal 10 ayat 1 dan 2 OJK Regulation No. 35/POJK.04/2014 dan Pasal III.2.5 Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
  - Basis: Surat No. 1052/BL/CORSEC/SURAT/VIII/2026
- **Potensi dampak terhadap tata kelola** [analyst_hypothesis, low]: Pengangkatan Sekretaris Perusahaan yang merangkap Direksi dapat mempengaruhi fungsi kepatuhan dan komunikasi dengan regulator, namun tidak ada informasi lebih lanjut mengenai latar belakang atau alasan perubahan.
  - Basis: Surat No. 1052/BL/CORSEC/SURAT/VIII/2026
  - Assumptions: Perubahan ini mungkin terkait dengan kebutuhan organisasi atau rotasi internal.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan penggantian.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari dokumen ini; perubahan hanya bersifat administratif pada posisi Corporate Secretary.
- Tidak ada informasi mengenai alasan penggantian Sekretaris Perusahaan.
- Tidak ada rincian mengenai kualifikasi atau pengalaman Victor Putra Lesmana.

---

## BWPT

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 4

### Overview

Pada periode 20-21 Agustus 2026, BWPT mengumumkan rencana pengalihan saham treasuri hasil buyback (dengan koreksi tanggal mulai), penyampaian materi Public Expose Insidentil, dan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi. Aksi korporasi utama adalah pengalihan hingga 402.922.800 saham treasuri (1,28% dari total saham) melalui bursa, yang merupakan kewajiban POJK 29/2023. Public Expose menyajikan kinerja H1 2026 dan strategi ekspansi, sementara tanggapan volatilitas menegaskan tidak ada informasi material baru atau rencana aksi korporasi dalam 3 bulan. Pentingnya secara korporasi: kepatuhan regulasi, potensi perubahan struktur modal/free float, dan transparansi informasi di tengah volatilitas.

### Material changes

- Pengalihan saham treasuri hasil buyback hingga 402.922.800 saham (1,28% dari total saham) melalui bursa, mulai 31 Agustus 2026 (koreksi dari 28 Agustus).
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau kegiatan usaha.
- Tidak ada perubahan struktur modal selain pengalihan saham treasuri.

### Key financial figures

- **Produksi FFB H1 2026:** 510.233 MT (H1 2026)
- **Produksi CPO H1 2026:** 148.998 MT (H1 2026)
- **Penjualan CPO H1 2026:** 195.808 MT (H1 2026)
- **Harga jual CPO rata-rata H1 2026:** Rp14.622/kg (H1 2026)
- **Pertumbuhan pendapatan FY2025:** +34% YoY (FY2025)
- **Pertumbuhan laba bersih FY2025:** +39% YoY (FY2025)
- **OER FY2025:** 23,3% (FY2025)
- **DER FY2025:** 2,6x (FY2025)
- **Harga saham 30 Juni 2026:** IDR 73 (2026-06-30)
- **Market cap 30 Juni 2026:** IDR 2,3T (2026-06-30)
- **Free float:** 25,3% (2026-06-30)
- **PER:** 6,2x (2026-06-30)
- **PBV:** 0,8x (2026-06-30)
- **EV/EBITDA:** 5,6x (2026-06-30)

### Corporate actions

- Pengalihan saham treasuri hasil buyback melalui penjualan di bursa, hingga 402.922.800 saham (1,28% dari total saham), mulai 31 Agustus 2026 sampai selesai, tanpa persetujuan RUPS sesuai POJK 29/2023.

### Expansion projects

- Pembangunan KCP (kernel crushing plant) kapasitas 200 MT per hari di Kalimantan Tengah, target produksi PKO 27.000 MT/tahun.
- Ekspansi Plasma Mandiri hingga 40.000 Ha (dari 15.000 Ha pada 2025).
- Pengembangan bisnis trading CPO hingga 120.000 MT/tahun.
- Pengembangan energi terbarukan dari POME (biogas, Bio-CNG).
- Mekanisasi proses panen dan transportasi, pemantauan drone.

### Capital structure

- Pengalihan saham treasuri hasil buyback hingga 402.922.800 saham (1,28% dari total saham) melalui bursa.
- Struktur pemegang saham: Rajawali Capital Internasional 37,7%, FIC Properties SDN Bhd 37,0%, Masyarakat 25,3%.
- Free float 25,3%.

### Listing / regulatory

- Pengalihan saham dilakukan untuk memenuhi POJK 29/2023, tanpa persetujuan RUPS.
- Penyampaian materi Public Expose Insidentil kepada IDX dan OJK.
- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi, dijawab tanpa informasi material baru.
- Masuk dalam indeks SRI-KEHATI dan ISSI.
- Peringkat perusahaan idA-/Stable dan irA/Stable.

### Analytical scenarios

- **Rencana pengalihan saham treasuri** [explicit_fact, high]: BWPT berencana mengalihkan saham hasil buyback hingga 402.922.800 saham (1,28% dari total saham) melalui bursa, mulai 31 Agustus 2026, tanpa persetujuan RUPS.
  - Basis: Pengumuman 20260820210540-062./BWPT/Corsec/VIII/2026_id-id
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: BWPT menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang belum diungkapkan dan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan.
  - Basis: Pengumuman 20260821184826-064/BWPT/Corsec/VIII/2026_id-id
- **Estimasi total saham diterbitkan** [derived_calculation, medium]: Total saham diterbitkan dan dicatatkan diperkirakan sekitar 31.478.343.750 saham (402.922.800 / 0,0128).
  - Basis: Jumlah saham buyback: 402.922.800; Persentase: 1,28%
  - Assumptions: Persentase dihitung dari total saham yang diterbitkan dan dicatatkan di BEI.
  - Caveats: Angka total saham tidak eksplisit; pembulatan persentase dapat menyebabkan perbedaan.
- **Pertumbuhan volume penjualan CPO H1 2026** [derived_calculation, high]: Volume penjualan CPO H1 2026 naik 14,2% dari H1 2025 (195.808 MT vs 171.453 MT).
  - Basis: Penjualan CPO H1 2026: 195.808 MT; Penjualan CPO H1 2025: 171.453 MT
- **Kenaikan harga jual CPO rata-rata** [derived_calculation, high]: Harga jual CPO rata-rata H1 2026 naik 3,6% dari H1 2025 (Rp14.622/kg vs Rp14.113/kg).
  - Basis: Harga jual rata-rata H1 2026: Rp14.622/kg; Harga jual rata-rata H1 2025: Rp14.113/kg
- **Produksi CPO per hektar** [derived_calculation, medium]: Produksi CPO H1 2026 sebesar 148.998 MT dari luas 84.000 Ha menghasilkan yield CPO sekitar 1,77 MT/Ha per semester, atau annualisasi sekitar 3,55 MT/Ha.
  - Basis: Produksi CPO H1 2026: 148.998 MT; Luas perkebunan: 84.000 Ha
  - Assumptions: Luas yang sama untuk seluruh produksi
  - Caveats: Yield aktual mungkin berbeda karena luas tanam menghasilkan
- **Target FFB yield 18 MT/Ha** [derived_calculation, medium]: Target FFB yield 18 MT/Ha per tahun, sementara realisasi H1 2026 adalah 6,08 MT/Ha (semester), sehingga annualisasi sekitar 12,16 MT/Ha. Target membutuhkan peningkatan signifikan.
  - Basis: Target yield 18 MT/Ha (dari strategi); Realisasi H1 2026: 6,08 MT/Ha
  - Assumptions: Yield H1 2026 hanya untuk satu semester, annualisasi dengan asumsi musim yang sama
  - Caveats: Yield bisa bervariasi musiman
- **Dampak pengalihan saham terhadap free float dan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Pengalihan saham hasil buyback melalui bursa dapat meningkatkan free float dan likuiditas saham, namun dampak terhadap harga tidak dapat diprediksi.
  - Basis: Rencana pengalihan saham melalui mekanisme penjualan di BEI
  - Assumptions: Pengalihan saham akan menambah jumlah saham yang beredar di publik.
  - Caveats: Dampak pasar tidak dijelaskan dalam dokumen; hanya hipotesis analis.
- **Kepatuhan terhadap batas waktu POJK 29/2023** [analyst_hypothesis, low]: Pengalihan direncanakan mulai 31 Agustus 2026, yang berada setelah batas waktu 3 tahun sejak 21 Agustus 2023 (batas akhir sekitar 21 Agustus 2026). Perlu verifikasi apakah batas waktu dihitung sejak tanggal lain atau ada ketentuan perpanjangan.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'Pengalihan akan dilakukan mulai tanggal 31 Agustus 2026 sampai selesai' dan 'wajib dilakukan dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun setelah selesainya pembelian kembali saham'
  - Assumptions: Batas waktu 3 tahun dihitung sejak 21 Agustus 2023.
  - Caveats: Interpretasi peraturan mungkin berbeda; tanggal mulai pengalihan bisa jadi hanya target, dan pengalihan dapat dimulai lebih awal atau ada ketentuan lain.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang menjadi dasar permintaan BEI mungkin dipicu oleh faktor eksternal atau sentimen pasar yang tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Permintaan penjelasan BEI tentang volatilitas transaksi efek
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada saham BWPT sebelum tanggal surat
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Rincian jumlah saham treasuri yang akan dialihkan tidak diungkapkan secara eksplisit (hanya maksimum).
- Nilai transaksi dan mekanisme pengalihan tidak dijelaskan.
- Harga pengalihan saham belum ditentukan, hanya sesuai peraturan yang berlaku.
- Waktu penyelesaian pengalihan tidak pasti ('sampai selesai').
- Tidak ada informasi mengenai penggunaan dana hasil pengalihan.
- Ketidakjelasan kepatuhan terhadap batas waktu 3 tahun POJK 29/2023 karena tanggal mulai 31 Agustus 2026 tampak setelah batas waktu.
- Risiko eksekusi terkait target ekspansi Plasma Mandiri dan pembangunan KCP.
- Risiko harga komoditas CPO dan fluktuasi harga minyak nabati global.
- Risiko perubahan iklim (El Niño, La Niña) yang mempengaruhi produksi.
- Risiko regulasi dan kepatuhan (EUDR, ISPO, RSPO).
- Risiko operasional terkait utilisasi pabrik dan produktivitas kebun.
- Risiko pasar terkait harga saham dan kondisi ekonomi.

### Items to monitor

- Realisasi jumlah saham treasuri yang dialihkan dan harga pengalihan.
- Tanggal mulai dan penyelesaian pengalihan saham (31 Agustus 2026).
- Kepatuhan terhadap batas waktu POJK 29/2023.
- Hasil Public Expose pada 27 Agustus 2026.
- Perkembangan ekspansi Plasma Mandiri dan pembangunan KCP.
- Perubahan free float dan struktur kepemilikan setelah pengalihan.
- Perkembangan harga saham dan volatilitas transaksi.

---

## CRSN

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Carsurin Tbk (CRSN) mengumumkan peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan/disetor pada dua entitas anak, PT CARSURIN Nickel Integrity (CNI) dan PT CARSURIN Coal Trust (CCT). Modal dasar masing-masing naik dari Rp1.000.000.000 menjadi Rp5.000.000.000, dan modal ditempatkan/disetor naik dari Rp500.000.000 menjadi Rp5.000.000.000. Perubahan ini dituangkan dalam akta notaris tanggal 14 Agustus 2026 dan telah disetujui Kementerian Hukum. Komposisi pemegang saham setelah peningkatan adalah PT Carsurin Tbk 99% dan Sheila Maria Tiwan 1%. Emiten menyatakan dampak positif terhadap operasional dan rencana strategis di bidang sertifikasi layanan produk.

### Material changes

- Peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan/disetor pada dua entitas anak: PT CARSURIN Nickel Integrity (CNI) dan PT CARSURIN Coal Trust (CCT).
- Modal dasar masing-masing entitas anak meningkat dari Rp1.000.000.000 menjadi Rp5.000.000.000, terbagi atas 5.000 lembar saham.
- Modal ditempatkan/disetor masing-masing entitas anak meningkat dari Rp500.000.000 menjadi Rp5.000.000.000, terbagi atas 5.000 lembar saham.
- Komposisi pemegang saham setelah peningkatan: PT Carsurin Tbk 4.950 lembar (99%), Sheila Maria Tiwan 50 lembar (1%).
- Akta Nomor 12 tanggal 14 Agustus 2026 untuk CNI, disetujui Kementerian Hukum No. AHU-0063889.AH.01.02.Tahun 2026, pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0239408 tanggal 21 Agustus 2026.
- Akta Nomor 13 tanggal 14 Agustus 2026 untuk CCT, disetujui Kementerian Hukum No. AHU-0063879.AH.01.02.Tahun 2026, pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0239447 tanggal 21 Agustus 2026.
- Akta dibuat di hadapan Notaris Devia Buniarto, S.H., M.Kn.
- Tanggal kejadian: 21 Agustus 2026.
- Dampak: emiten menyatakan peningkatan setoran modal berdampak positif bagi operasional CNI dan CCT serta menunjang rencana strategis pengembangan usaha di bidang sertifikasi layanan produk.

### Key financial figures

- **Modal dasar sebelum:** Rp1.000.000.000 (sebelum peningkatan)
- **Modal dasar sesudah:** Rp5.000.000.000 (setelah peningkatan)
- **Modal ditempatkan/disetor sebelum:** Rp500.000.000 (sebelum peningkatan)
- **Modal ditempatkan/disetor sesudah:** Rp5.000.000.000 (setelah peningkatan)
- **Jumlah saham setelah peningkatan:** 5.000 lembar (setelah peningkatan)
- **Kepemilikan PT Carsurin Tbk:** 4.950 lembar (99%) (setelah peningkatan)
- **Kepemilikan Sheila Maria Tiwan:** 50 lembar (1%) (setelah peningkatan)

### Corporate actions

- Peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan/disetor pada entitas anak (CNI dan CCT).

### Capital structure

- Modal dasar CNI dan CCT meningkat dari Rp1 miliar menjadi Rp5 miliar.
- Modal ditempatkan/disetor CNI dan CCT meningkat dari Rp500 juta menjadi Rp5 miliar.
- Komposisi pemegang saham CNI dan CCT: PT Carsurin Tbk 99%, Sheila Maria Tiwan 1%.

### Listing / regulatory

- Persetujuan Kementerian Hukum untuk perubahan anggaran dasar CNI dan CCT.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan modal dasar** [explicit_fact, high]: Modal dasar CNI dan CCT dinaikkan dari Rp1.000.000.000 menjadi Rp5.000.000.000, terbagi atas 5.000 lembar saham.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'Peningkatan Modal Dasar perseroan semula sebesar Rp1.000.000.000,- menjadi Rp5.000.000.000,-'
- **Peningkatan modal disetor** [explicit_fact, high]: Modal ditempatkan/disetor CNI dan CCT dinaikkan dari Rp500.000.000 menjadi Rp5.000.000.000, terbagi atas 5.000 lembar saham.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'Peningkatan Modal Disetor dan Ditempatkan perseroan semula Rp500.000.000,- menjadi Rp5.000.000.000,-'
- **Tambahan modal disetor** [derived_calculation, high]: Tambahan modal disetor per entitas anak adalah Rp4.500.000.000 (Rp5.000.000.000 - Rp500.000.000). Total untuk dua entitas anak adalah Rp9.000.000.000.
  - Basis: Angka modal disetor sebelum dan sesudah dari dokumen.
  - Assumptions: Peningkatan yang sama berlaku untuk kedua entitas anak.
  - Caveats: Tidak ada rincian apakah setoran dilakukan secara tunai atau non-tunai.
- **Nilai nominal per saham** [derived_calculation, high]: Nilai nominal per saham setelah peningkatan adalah Rp1.000.000 per lembar (Rp5.000.000.000 / 5.000 lembar).
  - Basis: Modal disetor Rp5.000.000.000 dan jumlah saham 5.000 lembar.
- **Tujuan strategis** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan modal ini kemungkinan untuk memperkuat kapasitas operasional CNI dan CCT dalam mendukung ekspansi bisnis sertifikasi, namun detail penggunaan dana tidak diungkapkan.
  - Basis: Pernyataan emiten bahwa dampaknya positif dan menunjang rencana strategis pengembangan usaha.
  - Assumptions: Dana digunakan untuk operasional atau investasi anak usaha.
  - Caveats: Tidak ada rincian penggunaan dana atau proyek spesifik.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian mengenai sumber dana untuk peningkatan modal (apakah dari kas internal atau pinjaman).
- Tidak ada informasi apakah peningkatan modal ini mempengaruhi laporan keuangan konsolidasi secara material.
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap free float atau struktur kepemilikan CRSN di tingkat induk.

### Items to monitor

- Peningkatan modal pada anak usaha dapat memperkuat posisi Perseroan di industri sertifikasi, tetapi dampak langsung terhadap harga saham tidak dapat dipastikan.

---

## DMAS

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 20–21 Agustus 2026, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat informatif dan kepatuhan. Pertama, pada 20 Agustus 2026, DMAS menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek saham DMAS. Dalam tanggapannya, manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana perubahan kepemilikan. Namun, DMAS mengungkapkan rencana untuk mengadakan RUPSLB pada 22 September 2026, tanpa menyebutkan agenda rapat. Kedua, pada 21 Agustus 2026, DMAS mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang akan dilaksanakan pada 7 September 2026. Kedua pengumuman tidak memuat data keuangan, angka material, atau rincian aksi korporasi. Pentingnya secara korporasi terletak pada sinyal adanya agenda RUPSLB yang belum dijelaskan, yang dapat menjadi katalis informasi baru, serta kepatuhan terhadap regulasi BEI.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material yang diumumkan dalam periode ini.
- DMAS mengungkapkan rencana RUPSLB pada 22 September 2026, namun agenda tidak dijelaskan.
- DMAS mengumumkan rencana Public Expose Tahunan pada 7 September 2026.

### Corporate actions

- Rencana RUPSLB pada 22 September 2026 (agenda tidak diungkapkan).
- Rencana Public Expose Tahunan pada 7 September 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek saham DMAS melalui surat S-10853/BEI.PP2/08-2026 tertanggal 19 Agustus 2026.
- Tanggapan emiten atas permintaan penjelasan BEI melalui surat nomor 043/DMAS/IR-CS/VIII/2026 tertanggal 20 Agustus 2026.
- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan sesuai Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Analytical scenarios

- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan akan mengadakan RUPSLB pada 22 September 2026, namun agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan memiliki rencana untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 22 September 2026.'
  - Caveats: Agenda RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen.
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, 3, dan 5.
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim manajemen, bukan verifikasi independen.
- **Tidak ada rencana perubahan kepemilikan oleh pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama belum memiliki rencana perubahan kepemilikan sahamnya pada Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Pemegang Saham utama belum memiliki rencana perubahan terkait kepemilikan sahamnya pada Perseroan.'
  - Caveats: Pernyataan ini berdasarkan konfirmasi yang dilakukan oleh Corporate Secretary kepada pemegang saham utama.
- **Rencana Public Expose Tahunan** [explicit_fact, high]: DMAS akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026 pada 7 September 2026, pukul 10.00–11.00 WIB, secara live melalui platform 'Public Expose Live 2026' di website idx.co.id. Agenda: pemaparan perkembangan kinerja perseroan.
  - Basis: Pengumuman nomor 044/DMAS/IR-CS/VIII/2026.
  - Caveats: Tidak ada data kinerja atau materi presentasi yang dirilis dalam pengumuman.
- **Potensi aksi korporasi terkait RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB yang dijadwalkan pada 22 September 2026 dapat mengindikasikan adanya rencana aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, pengangkatan pengurus, atau transaksi material. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen ini.
  - Basis: Jawaban poin 4 menyebutkan rencana RUPSLB.
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Agenda RUPSLB tidak diungkapkan, sehingga hipotesis ini bersifat spekulatif.
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi dan memberikan kesempatan kepada investor untuk bertanya langsung kepada manajemen mengenai kinerja dan prospek perusahaan. Namun, dokumen ini hanya mengumumkan rencana acara, tidak ada informasi kinerja atau prospek yang disajikan.
  - Basis: Agenda acara adalah 'Pemaparan Perkembangan Kinerja Perseroan'.
  - Assumptions: Praktik umum Public Expose di Bursa Efek Indonesia.
  - Caveats: Belum ada materi presentasi atau data kinerja yang dirilis dalam dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB pada 22 September 2026 tidak diungkapkan, sehingga belum dapat dipastikan dampaknya terhadap struktur modal atau operasional.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' informasi material bersifat subjektif dan dapat berubah jika terdapat perkembangan baru.
- Tanggal surat permintaan BEI tidak terbaca pada salah satu dokumen (null), namun dokumen lain menyebutkan tanggal 19 Agustus 2026.
- Volatilitas transaksi efek yang menjadi dasar permintaan penjelasan BEI dapat menjadi perhatian investor, meskipun penyebabnya tidak dijelaskan dalam dokumen.

### Items to monitor

- Pengumuman agenda RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 22 September 2026.
- Materi presentasi dan data kinerja yang akan disampaikan pada Public Expose Tahunan 7 September 2026.
- Perkembangan harga dan volume transaksi saham DMAS yang menjadi dasar permintaan penjelasan BEI.
- Setiap pengumuman lanjutan terkait perubahan kepemilikan pemegang saham utama atau aksi korporasi lainnya.

---

## ELSA

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Elnusa Tbk (ELSA) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang akan digabung dengan Public Expose Live 2026 Bursa Efek Indonesia. Acara dijadwalkan pada Senin, 7 September 2026, pukul 15.00-16.00 WIB, diselenggarakan secara live melalui website IDX. Agenda meliputi laporan kinerja semester 1 2026, prospek dan strategi usaha, serta lain-lain. Manajemen yang hadir antara lain Direktur Keuangan, Direktur Operasi, dan VP Finance & Treasury. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- Elnusa Tbk (ELSA) akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Acara dijadwalkan pada Senin, 7 September 2026, pukul 15.00-16.00 WIB.
- Acara akan diselenggarakan secara live melalui website IDX (www.idx.co.id).
- Agenda Public Expose mencakup laporan kinerja semester 1 2026, prospek dan strategi usaha, serta lain-lain.
- Manajemen yang hadir: Direktur Keuangan Nelwin Aldriansyah, Direktur Operasi Andri Haribowo, dan VP Finance & Treasury Hanny Retno Hapsari.
- Dasar penyelenggaraan: Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00066/BEI/00-2022 tentang Perubahan Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Emiten menyatakan sebagai anggota Subholding Upstream Pertamina.
- Pengumuman diterbitkan oleh Corporate Secretary Rustam Aji pada 21 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai pemenuhan kewajiban penyampaian informasi berdasarkan Peraturan BEI No. I-E (Kep-00066/BEI/00-2022).

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose ini kemungkinan merupakan ajang untuk menyampaikan kinerja semester 1 2026 dan prospek usaha, namun belum ada data keuangan yang dapat dianalisis.
  - Basis: Agenda yang tercantum dalam pengumuman
  - Assumptions: Informasi kinerja akan disampaikan pada saat acara
  - Caveats: Belum ada data keuangan yang dipublikasikan dalam pengumuman ini

---

## FPNI

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Lotte Chemical Titan Tbk. (FPNI) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek yang terjadi pada 19 Agustus 2026. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan), dan pemegang saham utama/pengendali LCTISB mengonfirmasi tidak ada rencana transaksi atau aksi korporasi terkait kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI, bukan pengumuman aksi korporasi baru.

### Material changes

- Pada 19 Agustus 2026, terjadi peningkatan aktivitas dan harga saham FPNI: volume 110.195.700 saham dengan frekuensi 14.248 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya 3.312.300 saham dengan frekuensi 624 kali.
- Harga penutupan saham FPNI pada 19 Agustus 2026 meningkat Rp106 atau 24,4% dari Rp434 menjadi Rp540.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal sesuai Peraturan I-E/2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan.
- Berdasarkan konfirmasi dari Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd. (LCTISB) selaku pemegang saham utama dan pengendali, LCTISB tidak memiliki rencana untuk melakukan transaksi maupun aksi korporasi tertentu terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek (Surat No. S-10876/BEI.PP1/08-2026).
- Perseroan menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan volume dan frekuensi saham** [explicit_fact, high]: Volume saham meningkat dari 3.312.300 saham menjadi 110.195.700 saham, dan frekuensi meningkat dari 624 kali menjadi 14.248 kali pada 19 Agustus 2026.
  - Basis: Angka volume dan frekuensi pada dokumen
- **Kenaikan harga saham** [explicit_fact, high]: Harga penutupan saham naik Rp106 atau 24,4% dari Rp434 menjadi Rp540 pada 19 Agustus 2026.
  - Basis: Angka harga penutupan pada dokumen
- **Rasio kenaikan harga** [derived_calculation, high]: Kenaikan harga Rp106 dibanding harga sebelumnya Rp434 menghasilkan persentase kenaikan sekitar 24,42% (106/434 x 100%). Dokumen menyebut 24,4%.
  - Basis: Harga penutupan sebelumnya Rp434; Kenaikan Rp106
  - Assumptions: Perhitungan persentase menggunakan harga penutupan sebelumnya sebagai basis
- **Penyebab volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas harga dan volume yang signifikan mungkin dipicu oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, namun tidak ada informasi material yang diungkapkan oleh Perseroan.
  - Basis: Peningkatan volume dan harga yang tajam; Pernyataan Perseroan tidak mengetahui informasi material
  - Assumptions: Faktor eksternal atau sentimen pasar dapat mempengaruhi harga saham
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung dalam dokumen mengenai penyebab volatilitas

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat permintaan BEI (S-10876/BEI.PP1/08-2026) tidak tercantum dalam dokumen, sehingga tidak dapat diverifikasi tenggat waktu tanggapan.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak serta-merta menegaskan tidak adanya informasi material; hanya menyatakan ketidaktahuan pada saat itu.
- Tidak ada rincian mengenai aktivitas pemegang saham tertentu yang mungkin terjadi, hanya pernyataan tidak mengetahui.
- Ketidakpastian penyebab volatilitas harga dan volume saham karena Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material.
- Potensi risiko kepatuhan jika terdapat informasi material yang belum diungkapkan, meskipun Perseroan menyatakan telah mematuhi ketentuan.

### Items to monitor

- Peningkatan volume dan harga saham yang signifikan pada 19 Agustus 2026 dapat menarik perhatian investor, namun penyebabnya tidak dijelaskan oleh emiten.
- Tidak adanya rencana aksi korporasi dalam waktu dekat dapat mempengaruhi ekspektasi investor terhadap katalis fundamental.
- Konfirmasi dari pemegang saham pengendali bahwa tidak ada rencana transaksi atau aksi korporasi dapat mengurangi ketidakpastian terkait perubahan kepemilikan.

---

## HUMI

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) mengumumkan perubahan Corporate Secretary (Sekretaris Perusahaan) dari Arya Mahardhika Pradana menjadi Indra Yurana Sugiarto, efektif sejak 19 Agustus 2026. Perubahan ini didasarkan pada Surat Keputusan Direksi No. 208/SK/DU-HUMI/VIII/2026 tanggal 19 Agustus 2026, yang juga mencabut SK sebelumnya No. 013/SK/DU-HUMI/I/2026 tanggal 26 Januari 2026. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal (bukan koreksi atau pembatalan) dan bersifat administratif/kepatuhan, tidak terkait aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, atau perubahan struktur modal. Alamat, telepon, dan email Corporate Secretary tidak berubah. Tidak ada angka keuangan material yang diungkapkan.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Arya Mahardhika Pradana menjadi Indra Yurana Sugiarto, efektif 19 Agustus 2026.
- Dasar perubahan: Surat Keputusan Direksi No. 208/SK/DU-HUMI/VIII/2026 tanggal 19 Agustus 2026.
- SK No. 208/SK/DU-HUMI/VIII/2026 mencabut SK No. 013/SK/DU-HUMI/I/2026 tanggal 26 Januari 2026.
- Perubahan dilakukan dalam rangka memenuhi POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
- Alamat, telepon, dan email Corporate Secretary tidak berubah: Mangkuluhur City Office Tower One, 27th floor, Jl. Gatot Subroto No. Kav. 1-3, RT.1/RW.4, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan 12930; telepon 021-39506655; email corpsece@humi.co.id.
- Surat keterbukaan informasi ditandatangani oleh Indra Yurana Sugiarto dalam kapasitas sebagai Direktur.
- Tembusan surat kepada Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia dan Dewan Komisaris PT Humpuss Maritim Internasional Tbk.

### Management / control changes

- Perubahan Corporate Secretary (Sekretaris Perusahaan) dari Arya Mahardhika Pradana menjadi Indra Yurana Sugiarto, efektif 19 Agustus 2026, berdasarkan SK Direksi No. 208/SK/DU-HUMI/VIII/2026.

### Listing / regulatory

- Pemenuhan ketentuan POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Berdasarkan dokumen, terjadi perubahan Corporate Secretary dari Arya Mahardhika Pradana menjadi Indra Yurana Sugiarto, efektif 19 Agustus 2026, sesuai SK Direksi No. 208/SK/DU-HUMI/VIII/2026.
  - Basis: Perihal pengumuman: 'Perubahan Corporate Secretary'; Tabel pada pengumuman: 'Baru: Indra Yurana Sugiarto; Lama: Arya Mahardhika P.'; Lampiran 1: 'Semula ARYA MAHARDHIKA PRADANA (Before) Menjadi INDRA YURANA SUGIARTO (After)'; Lampiran 2: 'Pertama: Memberhentikan dengan hormat Sdr. Arya Mahardhika Pradana sebagai Sekretaris Perusahaan' dan 'Kedua: Mengangkat Bapak Indra Yurana Sugiarto sebagai Sekretaris Perusahaan'
- **Kontinuitas alamat dan kontak** [explicit_fact, high]: Alamat, telepon, dan email Corporate Secretary tidak berubah antara sebelum dan sesudah perubahan.
  - Basis: Alamat sama: Mangkuluhur City Office Tower One, 27th floor, Jl. Gatot Subroto No. Kav. 1-3, Jakarta Selatan 12930; Telepon sama: 021-39506655; Email sama: corpsece@humi.co.id
- **Dasar hukum perubahan** [explicit_fact, high]: Perubahan dilakukan untuk memenuhi POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
  - Basis: Lampiran 1: 'Dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik'; Lampiran 2: 'Mengingat: Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten dan Perusahaan Publik'
- **Potensi rangkap jabatan Direktur dan Corporate Secretary** [analyst_hypothesis, low]: Indra Yurana Sugiarto menjabat sebagai Direktur dan juga ditunjuk sebagai Corporate Secretary, sehingga terdapat potensi rangkap jabatan. Namun, tidak ada informasi apakah rangkap jabatan ini memerlukan persetujuan atau pelaporan tambahan.
  - Basis: Surat keterbukaan informasi ditandatangani oleh Indra Yurana Sugiarto sebagai Direktur, dan ia juga ditunjuk sebagai Corporate Secretary.
  - Assumptions: Rangkap jabatan antara Direktur dan Corporate Secretary mungkin diizinkan atau memerlukan pengungkapan lebih lanjut.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit mengenai kebijakan atau persetujuan rangkap jabatan dalam dokumen.
- **Potensi perubahan pengendali atau arah bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Corporate Secretary mungkin menandakan perubahan internal, namun tidak ada bukti perubahan pengendali atau arah bisnis dalam dokumen ini.
  - Basis: Dokumen hanya menyebut perubahan Corporate Secretary, tidak ada informasi lain.
  - Assumptions: Perubahan Corporate Secretary dapat terkait dengan rotasi internal atau kepatuhan.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dalam dokumen untuk mendukung hipotesis.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat pada lampiran 1 terbaca 'z1 Agustus 2026' yang tidak standar, kemungkinan kesalahan ketik, menimbulkan ketidakpastian kecil pada tanggal efektif.
- Alasan pemberhentian Arya Mahardhika Pradana tidak dijelaskan.
- Kualifikasi atau pengalaman Indra Yurana Sugiarto tidak disebutkan.

---

## IKBI

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang diselenggarakan pada 21 Agustus 2026 di Tangerang. Acara berlangsung singkat (09:00-09:14 WIB) dengan presentasi kegiatan usaha dan keuangan, dan tidak ada pertanyaan dari peserta. Jumlah peserta yang hadir (tidak termasuk manajemen dan karyawan) tercatat 0 orang. Dokumen tidak memuat materi presentasi, data keuangan, atau informasi aksi korporasi. Pengumuman ini merupakan laporan lanjutan dari rencana public expose yang disampaikan sebelumnya.

### Material changes

- Public Expose Tahunan diselenggarakan pada 21 Agustus 2026, pukul 09:00-09:14 WIB, di PT Sumi Indo Kabel Tbk., Jl. Gatot Subroto KM 7.8, Pasir Jaya, Jatiuwung, Tangerang.
- Materi yang dipresentasikan mencakup kegiatan usaha dan keuangan.
- Tidak ada pertanyaan dalam penyelenggaraan Public Expose tersebut.
- Jumlah peserta yang hadir (tidak termasuk manajemen dan karyawan) adalah 0 orang.
- Laporan hasil Public Expose disampaikan melalui surat No. 040/SIK-CS/VIII/2026 tanggal 21 Agustus 2026.
- Rencana penyelenggaraan Public Expose berdasarkan surat No. 032/SIK-CS/VIII/2026 tanggal 14 Agustus 2026.
- Laporan ditandatangani oleh Sulim Herman Limbono, Senior Managing Director.
- Surat pengantar laporan hasil Public Expose No. 037/SIK-CS/VIII/2026 menyebutkan lampiran berupa dokumentasi dan daftar hadir.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi kepada publik.
- Penyampaian laporan hasil Public Expose kepada Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada peserta yang hadir** [analyst_hypothesis, low]: Jumlah peserta 0 orang dapat mengindikasikan kurangnya minat investor atau kemungkinan pelaksanaan secara virtual tanpa kehadiran publik yang tercatat. Namun, ini tidak dapat dipastikan karena dokumen tidak menjelaskan metode pelaksanaan.
  - Basis: Jumlah peserta yang hadir tercatat 0 orang.
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan tentang metode pelaksanaan atau alasan ketidakhadiran peserta.
  - Caveats: Data ini hanya berdasarkan dokumen yang tersedia; lampiran hasil public expose tidak disertakan.
- **Tidak ada pertanyaan dalam Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Tidak adanya pertanyaan dari peserta dapat mengindikasikan bahwa materi presentasi dianggap cukup jelas atau peserta tidak memiliki kekhawatiran signifikan, namun hal ini tidak dapat diinterpretasikan lebih lanjut tanpa materi presentasi.
  - Basis: Pernyataan dalam surat No. 037/SIK-CS/VIII/2026 bahwa tidak ada pertanyaan dalam penyelenggaraan Public Expose.
  - Assumptions: Tidak ada data pendukung lain selain pernyataan dalam surat.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung lain selain pernyataan dalam surat.

### Risks / uncertainties

- Ketidaklengkapan dokumen: Lampiran hasil public expose dan dokumentasi tidak disertakan, sehingga informasi penting seperti kinerja keuangan, strategi, dan panduan manajemen tidak dapat dianalisis.
- Materi presentasi tidak disertakan dalam dokumen, sehingga tidak ada data keuangan, target, capex, atau informasi lain yang dapat dianalisis.

### Items to monitor

- Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak mengandung informasi keuangan atau aksi korporasi baru.
- Tidak ada data yang dapat digunakan untuk menilai kinerja atau prospek emiten.

---

## INCO

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan penerimaan surat pengunduran diri Bapak Budiawansyah dari jabatannya sebagai Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer. Pengunduran diri bersifat pribadi karena pertimbangan keluarga dan akan diajukan untuk persetujuan dalam RUPS mendatang. Perusahaan menyatakan kejadian ini tidak berdampak merugikan terhadap operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal atas perubahan pengurus yang memerlukan persetujuan RUPS.

### Material changes

- Pada 20 Agustus 2026, PT Vale Indonesia Tbk menerima surat pengunduran diri dari Bapak Budiawansyah dari jabatan Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer.
- Pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi yang berkaitan dengan pertimbangan keluarga.
- Perseroan akan mengajukan permohonan pengunduran diri untuk memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang akan datang.
- Perusahaan menyatakan kejadian ini tidak berdampak merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Bapak Budiawansyah dari jabatan Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer, efektif setelah persetujuan RUPS.

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri direktur** [explicit_fact, high]: Pada 20 Agustus 2026, perusahaan menerima surat pengunduran diri dari Bapak Budiawansyah dari jabatan Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer. Alasan pengunduran diri adalah keputusan pribadi terkait pertimbangan keluarga.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'Pada tanggal 20 Agustus 2026, PT Vale Indonesia Tbk ("Perseroan") menerima surat pengunduran diri dari Bapak Budiawansyah dari jabatannya sebagai Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Perseroan. Pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi yang berkaitan dengan pertimbangan keluarga.'
- **Proses persetujuan pengunduran diri** [explicit_fact, high]: Perusahaan akan mengajukan permohonan pengunduran diri tersebut untuk memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang akan datang, sesuai ketentuan yang berlaku.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'Perseroan akan mengajukan permohonan pengunduran diri dimaksud untuk memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang akan datang, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.'
- **Dampak terhadap operasional dan keuangan** [explicit_fact, high]: Perusahaan menyatakan bahwa kejadian ini tidak berdampak merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian: 'Kejadian ini tidak berdampak merugikan terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim manajemen emiten, bukan hasil audit independen.
- **Potensi dampak terhadap struktur manajemen** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri seorang direktur yang juga menjabat sebagai Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer dapat mempengaruhi sementara fungsi keberlanjutan dan hubungan korporat, namun perusahaan menyatakan tidak ada dampak merugikan. Belum ada informasi mengenai pengganti atau penunjukan pejabat sementara.
  - Basis: Pengunduran diri Bapak Budiawansyah dari jabatan Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer.
  - Assumptions: Perusahaan akan menunjuk pengganti atau mengatur ulang tanggung jawab, tetapi detail belum diungkapkan.
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai rencana suksesi atau penunjukan pengganti.

### Risks / uncertainties

- Pengunduran diri masih menunggu persetujuan RUPS; jika tidak disetujui, status direktur dapat berlanjut, namun hal ini tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Tidak ada informasi mengenai pengganti atau transisi tanggung jawab untuk posisi Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer.

---

## ISSP

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang akan membahas laporan kinerja Semester I 2026. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat data keuangan atau operasional. Public Expose dijadwalkan pada 7 September 2026, dengan materi disampaikan pada 2 September 2026.

### Material changes

- ISSP akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan 2026 pada Senin, 7 September 2026, pukul 11.00-12.00 WIB.
- Agenda Public Expose adalah Paparan Publik Tahunan dan Laporan Kinerja Semester I 2026.
- Materi Public Expose akan disampaikan 3 hari bursa sebelum penyelenggaraan, yaitu 2 September 2026.
- Pengumuman ini merupakan pemenuhan kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan I-E.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sebagai pemenuhan kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan I-E.

### Analytical scenarios

- **Ketersediaan data** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini hanya berisi pengumuman jadwal Public Expose, tanpa data keuangan atau operasional. Informasi kinerja dan strategi baru akan tersedia pada saat acara berlangsung atau dalam laporan terkait.
  - Basis: Dokumen hanya memuat jadwal, agenda, dan informasi kontak, tanpa angka atau data operasional.
  - Assumptions: Informasi kinerja dan strategi akan disampaikan pada acara Public Expose tanggal 7 September 2026.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didasarkan pada data eksplisit dalam dokumen, melainkan pada konteks umum acara Public Expose.

---

## LTLS

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Lautan Luas Tbk (LTLS) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 10.00-11.00 WIB, secara virtual melalui platform Public Expose Live 2026 (pubexlive.idx.co.id atau idx.co.id). Agenda acara adalah pemaparan kinerja perusahaan. Pengumuman ini merupakan pemberitahuan awal jadwal, tidak memuat data keuangan, target kinerja, atau materi presentasi. Dokumen ditandatangani oleh Direktur Elly Mariana Tansil dan Corporate Secretary Keyne Fredella Kristanto, serta merujuk pada Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00066/BEI/01-2022 tentang Perubahan Peraturan I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, khususnya butir III.3.

### Material changes

- PT Lautan Luas Tbk (LTLS) akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 10.00-11.00 WIB.
- Acara diselenggarakan secara virtual melalui platform Public Expose Live 2026, dapat diakses melalui website pubexlive.idx.co.id atau idx.co.id.
- Agenda Public Expose adalah pemaparan kinerja PT Lautan Luas Tbk.
- Public Expose akan dihadiri oleh Direksi PT Lautan Luas Tbk.
- Pemberitahuan ini dikeluarkan dengan nomor surat 102/LTL-LCS/VIII/2026 (dokumen utama) dan 101/LTL-LCS/VIII/2026 (lampiran surat kepada BEI).
- Pemberitahuan ditandatangani oleh Elly Mariana Tansil (Direktur) dan Keyne Fredella Kristanto (Corporate Secretary).
- Pemberitahuan diunggah pada tanggal 21 Agustus 2026 pukul 13:29.
- Alamat perusahaan: Gedung Graha Indramas Lt.6-12, Jl AIP II KS. Tubun Raya No. 77, Slipi, Pal Merah, Jakarta.
- Kontak perusahaan: Telepon (021) 80660777, website www.lautan-luas.com.
- Penyelenggaraan Public Expose merupakan pemenuhan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00066/BEI/01-2022 tentang Perubahan Peraturan I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, khususnya butir III.3.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi berdasarkan Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00066/BEI/01-2022 tentang Perubahan Peraturan I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, khususnya butir III.3.

### Analytical scenarios

- **Tujuan dan isi Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan umumnya digunakan untuk memaparkan kinerja keuangan, strategi bisnis, dan prospek perusahaan kepada investor dan publik. Namun, dokumen ini hanya mengumumkan rencana acara, tidak memuat materi presentasi atau data kinerja.
  - Assumptions: Berdasarkan praktik umum penyelenggaraan Public Expose di Indonesia.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai isi materi yang akan dipaparkan.

---

## MEDC

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 20 Agustus 2026, MEDC mengumumkan empat Perjanjian Perbantuan (Secondment Agreement) yang melibatkan anak perusahaan tidak langsung. Perjanjian ini mengatur penugasan tenaga kerja penuh waktu secara timbal balik antara induk dan anak perusahaan, serta antar anak perusahaan, untuk mendukung operasional proyek. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Tidak ada angka keuangan, nilai transaksi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada pengaturan sumber daya manusia lintas entitas untuk efisiensi operasional, namun tanpa detail kuantitatif.

### Material changes

- Penandatanganan Perjanjian Perbantuan antara PT Medco Power Indonesia (MPI) dan Perseroan (MEI) pada 20 Agustus 2026.
- Penandatanganan Perjanjian Perbantuan antara Perseroan (MEI) dan PT Medco Power Indonesia (MPI) pada 20 Agustus 2026.
- Penandatanganan Perjanjian Perbantuan antara Medco Energi Global Pte. Ltd. (MEG) dan Medco LLC pada 20 Agustus 2026.
- Penandatanganan Perjanjian Perbantuan antara MEG dan Medco Arabia Limited Cabang Oman (MAL) pada 20 Agustus 2026.

### Corporate actions

- Perjanjian Perbantuan (Secondment Agreement) antara MEDC dan MPI (dua perjanjian timbal balik).
- Perjanjian Perbantuan antara MEG dan Medco LLC.
- Perjanjian Perbantuan antara MEG dan MAL.

### Listing / regulatory

- Pelaporan informasi atau fakta material sesuai POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan (dirujuk pada lampiran pengumuman pertama).

### Analytical scenarios

- **Transaksi afiliasi** [explicit_fact, high]: Perjanjian perbantuan antara MEDC dan MPI, serta antara MEG dengan Medco LLC dan MAL, merupakan transaksi afiliasi karena semua pihak adalah anak perusahaan yang sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh MEDC.
  - Basis: MPI adalah anak perusahaan yang sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh Perseroan.; MEG, Medco LLC, dan MAL adalah anak perusahaan yang sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh Perseroan.
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan bahwa perjanjian perbantuan tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan emiten: 'Tidak terdapat dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik.'
  - Caveats: Pernyataan ini adalah klaim emiten, bukan penilaian independen.
- **Masa berlaku perjanjian** [explicit_fact, high]: Perjanjian perbantuan berlaku terus menerus hingga tidak ada tenaga kerja yang bekerja atau diusulkan untuk diperbantukan, kecuali diakhiri oleh salah satu pihak karena sebab material dengan pemberitahuan tertulis sebelumnya.
  - Basis: Perjanjian berlaku terus menerus hingga tidak ada tenaga kerja yang bekerja atau diusulkan untuk diperbantukan, kecuali diakhiri oleh salah satu pihak karena sebab material dengan pemberitahuan tertulis sebelumnya.
- **Jumlah perjanjian perbantuan** [derived_calculation, high]: Total ada empat perjanjian perbantuan yang diumumkan dalam periode ini: dua antara MEDC dan MPI, satu antara MEG dan Medco LLC, dan satu antara MEG dan MAL.
  - Basis: Pengumuman pertama menyebutkan dua perjanjian antara MPI dan Perseroan.; Pengumuman kedua menyebutkan dua perjanjian antara MEG dengan Medco LLC dan MAL.
  - Assumptions: Setiap perjanjian dihitung sebagai satu perjanjian terpisah.
- **Tujuan strategis perjanjian** [analyst_hypothesis, low]: Perjanjian perbantuan kemungkinan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan fleksibilitas alokasi sumber daya manusia antara induk dan anak perusahaan, terutama untuk mendukung proyek-proyek yang sedang berjalan. Namun, tidak ada detail proyek atau nilai yang diungkapkan.
  - Basis: Perjanjian diperlukan untuk 'membantu kelancaran operasional proyek-proyek kegiatan usaha MEI maupun MPI serta perusahaan afiliasi keduanya'.; Perjanjian terkait penugasan tenaga kerja untuk 'membantu kelancaran operasional proyek-proyek kegiatan usaha MAL dan Medco LLC serta perusahaan afiliasinya.'
  - Assumptions: Perjanjian ini merupakan langkah operasional rutin untuk mendukung proyek yang sudah ada.
  - Caveats: Tidak ada informasi kuantitatif atau spesifik mengenai proyek yang didukung.

### Risks / uncertainties

- Perjanjian dapat diakhiri oleh salah satu pihak karena sebab material dengan pemberitahuan tertulis, namun kriteria 'sebab material' tidak dijelaskan.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah tenaga kerja yang diperbantukan, durasi penugasan, atau kompensasi, sehingga dampak operasional tidak dapat diukur.
- Perjanjian berlaku hingga tidak ada tenaga kerja yang diperbantukan, sehingga durasi tidak pasti.
- Tidak ada rincian dampak finansial atau operasional yang diungkapkan selain pernyataan tidak ada dampak material.

### Items to monitor

- Detail proyek yang didukung oleh perjanjian perbantuan.
- Jumlah tenaga kerja yang diperbantukan dan kompensasi terkait.
- Kriteria 'sebab material' untuk pengakhiran perjanjian.
- Perkembangan operasional di Oman (MAL) dan entitas Medco LLC.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 42/2020 dan persetujuan pemegang saham independen jika diperlukan.

---

## MEJA

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 20-21 Agustus 2026, PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menerbitkan dua pengumuman penting. Pertama, pada 20 Agustus, Perseroan merespons permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek, dengan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang belum diungkapkan, namun mengonfirmasi adanya rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa yang telah diumumkan sebelumnya. Kedua, pada 21 Agustus, Perseroan mengumumkan hasil RUPSLB yang menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp100 miliar menjadi Rp208,65 miliar dan penerbitan 372.583.673 saham bonus dari kapitalisasi tambahan modal disetor tahun buku 2024. Aksi korporasi ini mengubah struktur modal secara signifikan, meningkatkan jumlah saham beredar dan memberikan fleksibilitas pendanaan di masa depan, namun detail akuisisi dan dampak lanjutan belum diungkapkan.

### Material changes

- Peningkatan modal dasar dari Rp100.000.000.000 menjadi Rp208.646.840.000
- Peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp44.710.040.840 menjadi Rp52.161.714.300
- Penerbitan 372.583.673 saham bonus dari kapitalisasi tambahan modal disetor tahun buku 2024
- Perubahan susunan pemegang saham setelah saham bonus
- Konfirmasi rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa

### Key financial figures

- **modal_dasar_sebelum:** Rp100.000.000.000 (sebelum RUPSLB 21 Agustus 2026)
- **modal_dasar_sesudah:** Rp208.646.840.000 (setelah RUPSLB 21 Agustus 2026)
- **modal_ditempatkan_sebelum:** Rp44.710.040.840 (sebelum RUPSLB 21 Agustus 2026)
- **modal_ditempatkan_sesudah:** Rp52.161.714.300 (setelah RUPSLB 21 Agustus 2026)
- **jumlah_saham_bonus:** 372.583.673 lembar (tahun buku 2024)

### Corporate actions

- Rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (telah diungkapkan sebelumnya, detail tidak tersedia)
- Peningkatan modal dasar (authorized capital increase)
- Penerbitan saham bonus dari kapitalisasi tambahan modal disetor

### Capital structure

- Modal dasar naik dari Rp100.000.000.000 menjadi Rp208.646.840.000, jumlah saham naik dari 5.000.000.000 menjadi 10.432.342.000 saham, nominal Rp20 per saham.
- Modal ditempatkan dan disetor naik dari Rp44.710.040.840 menjadi Rp52.161.714.300, jumlah saham naik dari 2.235.502.042 menjadi 2.608.085.715 saham.
- Penerbitan 372.583.673 saham bonus dari kapitalisasi tambahan modal disetor tahun buku 2024.
- Susunan pemegang saham setelah saham bonus: PT Triple Berkah Bersama 1.025.319.283 saham, Richie Adrian Hartanto S 7.583.333 saham, Masyarakat 1.575.183.099 saham.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI No. S-10817/BEI.PP3/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek MEJA.
- Kuorum kehadiran ditetapkan OJK melalui surat S-36/PM.2/2026 tanggal 13 Juli 2026 sebesar 52%.
- Rapat dihadiri 58,67% saham, memenuhi kuorum.
- Keputusan disetujui lebih dari 1/2 bagian suara hadir.
- Perubahan anggaran dasar memerlukan persetujuan Kementerian Hukum.

### Analytical scenarios

- **Rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa** [explicit_fact, high]: Perseroan mengonfirmasi memiliki rencana aksi korporasi yang telah diungkapkan, yaitu rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa. Detail transaksi (nilai, struktur, jadwal) tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Jawaban poin 4 dalam pengumuman 20 Agustus 2026
  - Caveats: Detail transaksi tidak tersedia.
- **Peningkatan modal dasar dan saham bonus** [explicit_fact, high]: RUPSLB menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp100 miliar menjadi Rp208,65 miliar dan penerbitan 372.583.673 saham bonus dari kapitalisasi tambahan modal disetor tahun buku 2024.
  - Basis: Ringkasan risalah RUPSLB 21 Agustus 2026
- **Rasio saham bonus** [derived_calculation, high]: Rasio saham bonus sekitar 1:6, yaitu 372.583.673 saham baru dibanding 2.235.502.042 saham lama, menghasilkan total 2.608.085.715 saham.
  - Basis: 372.583.673 / 2.235.502.042 ≈ 0,1667
  - Assumptions: Perhitungan berdasarkan angka yang tercantum dalam dokumen.
- **Persentase kepemilikan setelah saham bonus** [derived_calculation, high]: PT Triple Berkah Bersama memiliki sekitar 39,31% saham (1.025.319.283 / 2.608.085.715), Richie Adrian Hartanto S sekitar 0,29%, dan masyarakat sekitar 60,40%.
  - Basis: 1.025.319.283 / 2.608.085.715 ≈ 0,3931; 7.583.333 / 2.608.085.715 ≈ 0,0029; 1.575.183.099 / 2.608.085.715 ≈ 0,6040
  - Assumptions: Perhitungan berdasarkan angka susunan pemegang saham setelah aksi.
- **Pemicu volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan penjelasan BEI mungkin terkait dengan pengumuman rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa, namun tidak ada bukti langsung dalam dokumen ini.
  - Basis: Dokumen ini adalah tanggapan atas permintaan penjelasan volatilitas, dan satu-satunya aksi korporasi yang disebut adalah rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa.
  - Assumptions: Rencana akuisisi tersebut mungkin telah diumumkan sebelumnya dan menjadi perhatian pasar.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen ini untuk mengonfirmasi hubungan sebab-akibat.
- **Potensi dampak akuisisi terhadap harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa dapat menjadi katalis positif atau negatif bagi harga saham, tergantung pada detail transaksi (nilai, pendanaan, prospek target) yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 4 menyebutkan rencana akuisisi, tetapi tidak ada detail transaksi.
  - Assumptions: Akuisisi akan mempengaruhi nilai perusahaan dan persepsi investor.
  - Caveats: Tidak ada informasi nilai, struktur, atau jadwal akuisisi; dampak harga tidak dapat diprediksi.
- **Tujuan saham bonus** [analyst_hypothesis, low]: Saham bonus kemungkinan bertujuan untuk meningkatkan likuiditas saham dan memperluas partisipasi publik, namun tidak ada pernyataan eksplisit dalam dokumen.
  - Basis: Penerbitan saham baru tanpa setoran tambahan.
  - Assumptions: Asumsi umum terkait aksi saham bonus.
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi dari manajemen mengenai tujuan spesifik.
- **Potensi penerbitan saham baru** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan modal dasar memberikan ruang bagi perseroan untuk menerbitkan saham baru di masa depan, namun tidak ada informasi mengenai rencana aksi korporasi spesifik seperti rights issue atau private placement dalam dokumen ini.
  - Basis: Keputusan RUPSLB hanya menyetujui peningkatan modal dasar dan pemberian kuasa kepada Direksi untuk melaksanakannya.
  - Assumptions: Peningkatan modal dasar umumnya dilakukan untuk fleksibilitas penerbitan saham, tetapi belum tentu langsung diikuti aksi korporasi.
  - Caveats: Tidak ada detail rencana penggunaan modal dasar tambahan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Detail rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (nilai, struktur, jadwal, sumber dana) tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga risiko transaksi tidak dapat dinilai.
- Pernyataan tidak adanya informasi material bersifat subjektif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
- Tidak ada informasi mengenai status kepatuhan free float atau suspensi.
- Inkonsistensi tanggal rapat: pada bagian lokasi tertulis 24 April 2026, sedangkan pengumuman dan akta notaris menyebut 21 Agustus 2026.
- Tidak ada informasi mengenai rencana aksi korporasi lanjutan setelah peningkatan modal dasar.
- Jadwal pencatatan saham bonus di bursa belum diungkapkan.
- Perubahan anggaran dasar masih memerlukan persetujuan Kementerian Hukum.

### Items to monitor

- Detail transaksi akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (nilai, struktur, jadwal, sumber dana)
- Jadwal pencatatan saham bonus di bursa
- Persetujuan Kementerian Hukum atas perubahan anggaran dasar
- Rencana penggunaan modal dasar tambahan
- Perkembangan harga dan volume transaksi saham MEJA
- Kepatuhan free float setelah penerbitan saham bonus

---

## MKNT

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 20–21 Agustus 2026, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menyampaikan dua pengumuman yang saling terkait: (1) perubahan/tambahan informasi atas rencana Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) dengan harga pelaksanaan Rp1 per saham, total penerbitan 1.024.490.000.000 saham Seri B baru (99,46% dari modal saat ini), yang mencakup konversi utang kepada HBEH dan MCP, injeksi tunai dari MCP dan investor independen, serta pengambilalihan CBS dan RUM sebagai anak usaha; dan (2) pemanggilan kembali RUPSLB yang dijadwalkan pada 14 September 2026 untuk menyetujui PMTHMETD, penetapan pengendali baru, perubahan nama menjadi PT Remitra Global International Tbk, perluasan usaha sebagai holding, perubahan anggaran dasar, serta perubahan susunan direksi dan dewan komisaris. Aksi ini bertujuan memperbaiki posisi keuangan (ekuitas negatif dan modal kerja negatif) dan berpotensi mengubah pengendalian kepada HBEH. Penting secara korporasi karena melibatkan dilusi signifikan, perubahan struktur modal, perubahan kegiatan usaha, dan perubahan pengendali.

### Material changes

- Penetapan harga pelaksanaan PMTHMETD sebesar Rp1 per saham, setara nilai nominal Saham Seri B.
- Rencana penerbitan 1.024.490.000.000 saham Seri B baru (99,46% dari modal saat ini).
- Konversi utang kepada HBEH (Rp668 miliar) dan MCP (Rp154,925 miliar) menjadi saham.
- Injeksi tunai dari MCP sebesar Rp1,5649 miliar dan dari investor independen sebesar Rp200 miliar.
- Pengambilalihan CBS (99,99%) dan RUM (99,99%) sebagai anak usaha.
- Perluasan kegiatan usaha menjadi perusahaan holding.
- Potensi perubahan pengendalian kepada HBEH setelah PMTHMETD.
- Perubahan nama menjadi PT Remitra Global International Tbk.
- Perubahan susunan direksi dan dewan komisaris setelah PMTHMETD.
- Peningkatan modal dasar dan penambahan Saham Seri B.

### Key financial figures

- **Total saham baru diterbitkan:** 1.024.490.000.000 saham (Rencana PMTHMETD)
- **Nilai nominal saham baru:** Rp1 per saham (Rencana PMTHMETD)
- **Saham dari konversi utang:** 822.925.100.000 saham (Rencana PMTHMETD)
- **Saham dari injeksi tunai MCP:** 1.564.900.000 saham (Rencana PMTHMETD)
- **Saham dari injeksi tunai investor independen:** 200.000.000.000 saham (Rencana PMTHMETD)
- **Utang HBEH yang dikonversi:** Rp668.000.000.000 (Per 31 Maret 2026)
- **Utang MCP yang dikonversi:** Rp154.925.100.000 (Per 31 Maret 2026)
- **Injeksi tunai MCP:** Rp1.564.900.000 (Rencana PMTHMETD)
- **Injeksi tunai investor independen:** Rp200.000.000.000 (Rencana PMTHMETD)
- **Harga pembelian saham CBS:** Rp668.006.058.612 (29 Mei 2026)
- **Harga pembelian saham RUM:** Rp156.490.000.000 (29 Mei 2026)
- **Nilai pasar saham CBS (penilaian KJPP):** Rp646.256.432.000 (29 Mei 2026)
- **Nilai pasar saham RUM (penilaian KJPP):** Rp151.279.000.000 (29 Mei 2026)
- **Aset lancar:** Rp2.486.670.003 (31 Maret 2026)
- **Liabilitas jangka pendek:** Rp834.408.499.067 (31 Maret 2026)
- **Modal kerja bersih:** -Rp831.921.829.064 (31 Maret 2026)
- **Total liabilitas:** Rp835.229.098.929 (31 Maret 2026)
- **Total aset:** Rp826.092.545.245 (31 Maret 2026)
- **Ekuitas:** -Rp9.136.553.684 (31 Maret 2026)
- **Rasio liabilitas terhadap aset:** 101.11% (31 Maret 2026)
- **Modal ditempatkan dan disetor saat ini:** 5.500.000.000 saham (30 Juni 2026)
- **Nilai nominal saham saat ini:** Rp20 per saham (30 Juni 2026)
- **Kepemilikan PT Monjess Investama:** 1.244.823.662 saham (22,63%) (30 Juni 2026)
- **Kepemilikan masyarakat:** 3.635.838.838 saham (66,11%) (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) - private placement
- Pengambilalihan anak usaha (CBS dan RUM)
- Perubahan kegiatan usaha menjadi holding company
- Potensi perubahan pengendalian setelah PMTHMETD
- Penerbitan saham baru yang signifikan (99,46% dari modal saat ini)
- Perubahan nama menjadi PT Remitra Global International Tbk

### Expansion projects

- Perluasan usaha melalui anak usaha CBS di bidang industri baja (KBLI 24101, 24102) dan RUM di bidang budidaya udang (KBLI 03254, 36002, 46206)
- Tidak ada rincian capex spesifik untuk perluasan usaha dalam dokumen ini

### Management / control changes

- Susunan pengurus saat ini: Komisaris Utama Irwan Raharja, Komisaris Muhamad Zidane Alfarizi, Direktur Utama Jefri Junaedi, Direktur Samuel Eben Heizer T
- Pengendali saat ini PT Monjess Investama (22,63%)
- Setelah PMTHMETD, HBEH akan menjadi pengendali baru dengan kepemilikan 668.000.000.000 saham seri B
- Perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris akan dilakukan setelah PMTHMETD

### Capital structure

- Modal saat ini: 5.500.000.000 saham, nilai nominal Rp20/saham
- Rencana penerbitan 1.024.490.000.000 saham seri B baru, nominal Rp1/saham
- Dampak dilusi signifikan bagi pemegang saham lama sebesar 99,46%
- Free float saat ini 66,11% (masyarakat), setelah PMTHMETD akan berubah
- Modal dasar akan ditingkatkan

### Listing / regulatory

- PMTHMETD dilakukan berdasarkan POJK No. 14/2019, pengecualian HMETD untuk perbaikan posisi keuangan
- Perluasan kegiatan usaha sesuai POJK No. 17/2020
- Studi kelayakan oleh KJPP Sih Wiryadi & Rekan
- Laporan penilaian untuk pengambilalihan CBS dan RUM
- SK BEI No. 122/2026 tentang harga pelaksanaan pencatatan saham tambahan
- Saham Perseroan saat ini ditempatkan pada Papan Pemantauan Khusus

### Analytical scenarios

- **Harga pelaksanaan PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Emiten menetapkan harga pelaksanaan saham baru sebesar Rp1 per saham, yang sama dengan nilai nominal Saham Seri B yang akan diterbitkan.
  - Basis: Dokumen menyatakan: 'menetapkan harga pelaksanaan atas Saham Baru sebesar Rp1 per saham'; Dokumen menyatakan: 'Harga Pelaksanaan tersebut sama dengan nilai nominal Saham Seri B yang akan diterbitkan dalam rangka PMTHMETD'
- **Tujuan PMTHMETD** [explicit_fact, high]: PMTHMETD dilaksanakan dalam rangka perbaikan posisi keuangan Perseroan.
  - Basis: Dokumen menyatakan: 'rencana PMTHMETD dilaksanakan dalam rangka perbaikan posisi keuangan Perseroan'
- **Dilusi kepemilikan** [derived_calculation, high]: Jika seluruh saham baru diterbitkan, total saham menjadi 5.500.000.000 + 1.024.490.000.000 = 1.029.990.000.000 saham. Kepemilikan PT Monjess Investama akan turun dari 22,63% menjadi sekitar 0,12% (1.244.823.662 / 1.029.990.000.000).
  - Basis: Jumlah saham saat ini 5.500.000.000; Saham baru 1.024.490.000.000; Kepemilikan Monjess 1.244.823.662
  - Assumptions: Tidak ada perubahan kepemilikan lain
- **Rasio konversi utang** [derived_calculation, high]: Utang HBEH Rp668.000.000.000 dikonversi menjadi 668.000.000.000 saham, sehingga harga konversi Rp1 per saham. Utang MCP Rp154.925.100.000 menjadi 154.925.100.000 saham, juga Rp1 per saham.
  - Basis: Utang HBEH dan jumlah saham; Utang MCP dan jumlah saham
- **Perubahan pengendalian** [analyst_hypothesis, medium]: Setelah PMTHMETD, kepemilikan HBEH dan MCP akan menjadi sangat besar (masing-masing sekitar 64,8% dan 15,0% dari total saham), sehingga pengendalian Perseroan kemungkinan akan beralih kepada HBEH atau entitas afiliasinya.
  - Basis: Jumlah saham baru untuk HBEH dan MCP; Total saham setelah penerbitan
  - Assumptions: Semua saham baru diterbitkan; Tidak ada pembelian kembali
  - Caveats: Perlu konfirmasi dari dokumen lanjutan
- **Kelayakan usaha** [explicit_fact, high]: Studi kelayakan menyimpulkan rencana perluasan usaha layak secara indikatif dan bersyarat, tetapi NPV negatif pada skenario downside dan severe.
  - Basis: Kesimpulan studi kelayakan

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi PMTHMETD tidak sesuai jadwal atau tidak mendapat persetujuan RUPSLB
- Risiko perubahan pengendalian dan dilusi signifikan bagi pemegang saham lama
- Risiko bisnis anak usaha (baja dan tambak udang) tidak mencapai proyeksi, terutama pada skenario downside
- Risiko kepatuhan terhadap POJK No. 14/2019 dan POJK No. 17/2020
- Risiko litigasi atau sengketa yang belum teridentifikasi

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 14 September 2026
- Persetujuan OJK dan BEI terkait PMTHMETD
- Rincian penggunaan dana dari injeksi tunai investor independen
- Identitas investor independen dan konfirmasi pengendali baru
- Perubahan susunan direksi dan dewan komisaris
- Proyeksi kinerja setelah PMTHMETD
- Status pencatatan saham dan free float setelah penerbitan

---

## MPOW

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 20–21 Agustus 2026, PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) menerbitkan dua pengumuman terkait RUPSLB yang dilaksanakan pada 19 Agustus 2026. Pengumuman pertama (20260821131035) adalah ringkasan risalah RUPSLB yang menyetujui dua agenda: (1) penyesuaian KBLI 2025 pada Pasal 3 Anggaran Dasar sesuai Peraturan BPS 7/2025, dan (2) pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris dengan masa jabatan hingga RUPS Tahunan ke-5 (perkiraan akhir 19 Agustus 2031). Pengumuman kedua (20260821131256) adalah penyampaian bukti iklan hasil RUPSLB kepada OJK, yang hanya berisi konfirmasi publikasi di Harian LinkBisnis dan website Perseroan pada 21 Agustus 2026. Tidak ada perubahan komposisi pengurus, aksi korporasi lain, ekspansi, transaksi aset, atau perubahan struktur modal. Pentingnya secara korporasi: RUPSLB menegaskan kontinuitas manajemen dan penyesuaian regulasi klasifikasi usaha, namun tidak ada dampak finansial atau operasional yang diungkapkan.

### Material changes

- Penyesuaian KBLI 2025 pada Pasal 3 Anggaran Dasar sesuai Peraturan BPS 7/2025 (disetujui RUPSLB).
- Pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris dengan komposisi yang sama; masa jabatan baru hingga 19 Agustus 2031 (periode ke-3 untuk sebagian besar).

### Corporate actions

- Perubahan anggaran dasar (penyesuaian KBLI 2025 pada Pasal 3 Anggaran Dasar sesuai Peraturan BPS 7/2025).

### Management / control changes

- Pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris dengan komposisi yang sama seperti sebelumnya, masa jabatan baru hingga 19 Agustus 2031 (periode ke-3 untuk sebagian besar).

### Capital structure

- Total saham dengan hak suara sah: 816.997.053 saham.
- Saham hadir dalam RUPSLB: 583.003.500 saham (71,36%).

### Listing / regulatory

- Penyesuaian KBLI 2025 pada Pasal 3 Anggaran Dasar sesuai Peraturan BPS 7/2025.
- Penyampaian bukti iklan hasil RUPSLB kepada OJK sebagai pemenuhan POJK 15/2020 dan Ketentuan BEI No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri 583.003.500 saham atau 71,36% dari total 816.997.053 saham, memenuhi kuorum.
  - Basis: 583.003.500 saham hadir; 816.997.053 total saham; 71,36% persentase kehadiran
- **Hasil voting** [explicit_fact, high]: Seluruh agenda disetujui dengan suara bulat: 583.003.500 setuju, 0 abstain, 0 tidak setuju.
  - Basis: 583.003.500 setuju; 0 abstain; 0 tidak setuju
- **Masa jabatan pengurus** [explicit_fact, high]: Masa jabatan Direksi dan Dewan Komisaris dimulai sejak penutupan RUPSLB (19 Agustus 2026) hingga penutupan RUPS Tahunan ke-5, dengan perkiraan akhir 19 Agustus 2031.
  - Basis: Tabel menunjukkan 'Akhir Periode Jabatan: 19 Agustus 2031' untuk semua anggota
- **Persentase kehadiran** [derived_calculation, high]: Persentase kehadiran dihitung sebagai 583.003.500 / 816.997.053 = 71,36% (pembulatan dua desimal).
  - Basis: 583.003.500 saham hadir; 816.997.053 total saham
  - Assumptions: Pembulatan dua desimal
- **Stabilitas manajemen** [analyst_hypothesis, medium]: Pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris dengan komposisi yang sama mengindikasikan tidak ada perubahan pengendalian atau arah strategis, dan dapat dipandang sebagai upaya menjaga kontinuitas manajemen.
  - Basis: Susunan pengurus baru identik dengan susunan sebelumnya (periode ke-3 untuk sebagian besar)
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain tentang perubahan pengendali atau strategi
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didasarkan pada pernyataan eksplisit dalam dokumen
- **Tujuan penyesuaian KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian KBLI 2025 kemungkinan bertujuan untuk menyelaraskan klasifikasi kegiatan usaha dengan peraturan terbaru, namun tidak ada informasi lebih lanjut mengenai perubahan kegiatan usaha spesifik.
  - Basis: Penyetujuan penyesuaian KBLI 2025 pada Pasal 3 Anggaran Dasar
  - Assumptions: Perubahan KBLI mungkin berdampak pada klasifikasi usaha, tetapi detail tidak tersedia
  - Caveats: Tidak ada rincian perubahan KBLI dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Salinan akta RUPSLB masih dalam proses penyelesaian oleh kantor notaris, sehingga kepastian hukum final belum terdokumentasi.
- Tidak ada informasi mengenai dampak penyesuaian KBLI terhadap kegiatan usaha.
- Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai alasan pengangkatan kembali pengurus.
- Dokumen bukti iklan tidak memuat agenda, keputusan, atau rincian aksi korporasi yang menjadi dasar RUPSLB.

### Items to monitor

- Penyelesaian salinan akta RUPSLB oleh kantor notaris dan publikasi resminya.
- Rincian perubahan KBLI 2025 pada Pasal 3 Anggaran Dasar dan dampaknya terhadap klasifikasi kegiatan usaha.
- Tanggal pasti penutupan RUPS Tahunan ke-5 yang menentukan akhir masa jabatan pengurus.
- Setiap pengumuman lanjutan terkait perubahan anggaran dasar atau aksi korporasi lain.

---

## MPXL

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan secara virtual pada 7 September 2026 pukul 16:00-17:00 WIB melalui website IDX. Agenda meliputi pemaparan kinerja Semester 1 2026 serta prospek dan strategi usaha. Pengumuman ini bersifat prosedural dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau informasi operasional lainnya.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada 07 September 2026, pukul 16:00-17:00 WIB, secara virtual melalui Public Expose Live 2026 di website www.idx.co.id.
- Agenda Public Expose: 1) Pemaparan Kinerja Perseroan Semester 1 2026; 2) Prospek dan Strategi Usaha.
- Manajemen yang hadir adalah Direksi Perseroan.
- Dasar penyelenggaraan: Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00066/BEI/09-2022 tanggal 30 September 2022 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-E.
- Pengumuman ditandatangani oleh James S. Chandra selaku Direktur.
- Dokumen diumumkan pada 21-08-2026 pukul 15:42 WIB.

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan sesuai Peraturan BEI Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Kinerja Semester 1 2026** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose akan memaparkan kinerja Semester 1 2026, namun dokumen ini tidak memuat angka kinerja. Investor perlu menunggu materi presentasi pada saat acara untuk mendapatkan data keuangan.
  - Basis: Agenda resmi menyebutkan pemaparan kinerja Semester 1 2026.
  - Caveats: Tidak ada data keuangan dalam dokumen ini.
- **Prospek dan strategi usaha** [analyst_hypothesis, low]: Agenda kedua adalah prospek dan strategi usaha, yang kemungkinan akan membahas rencana ekspansi, target pendapatan, atau inisiatif strategis lainnya, namun tidak ada rincian dalam pengumuman ini.
  - Basis: Agenda resmi menyebutkan prospek dan strategi usaha.
  - Caveats: Tidak ada informasi spesifik dalam dokumen.

### Items to monitor

- Public Expose ini merupakan kewajiban tahunan bagi emiten untuk memberikan informasi kepada publik, namun tidak ada detail kinerja atau strategi yang diungkapkan dalam pengumuman ini.
- Materi kinerja dan strategi akan disampaikan pada saat acara berlangsung, sehingga investor perlu menunggu presentasi untuk mendapatkan data keuangan dan prospek usaha.

---

## MRAT

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek saham MRAT. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan, tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu yang mempengaruhi harga saham, tidak memiliki rencana korporasi pasti dalam waktu dekat (3 bulan), dan tidak ada rencana pengendali/pemegang saham utama terkait kepemilikan saham. Perseroan menegaskan fokus pada transformasi bisnis dan strategi GPS (Growth, Profit, Solid) Focus Revival. Pengumuman ini bersifat tanggapan atas permintaan penjelasan BEI, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material lainnya.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal yang belum diungkapkan kepada publik (klaim emiten).
- Perseroan tidak melakukan aktivitas yang mengharuskan keterbukaan informasi material terkait operasional atau keuangan yang mempengaruhi nilai efek (klaim emiten).
- Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang dapat berpengaruh kepada harga saham MRAT (klaim emiten).
- Perseroan belum memiliki rencana yang pasti sehubungan dengan tindakan korporasi dalam waktu dekat (3 bulan) (klaim emiten).
- Perseroan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan (klaim emiten).
- Pengendali dan/atau pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan saham yang mempengaruhi kepemilikan (klaim emiten).
- Perseroan fokus menjalankan strategi GPS (Growth, Profit dan Solid) Focus Revival.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI terkait volatilitas transaksi efek, surat S-10849/BEI.PP3/08-2026 tanggal 20 Agustus 2026.
- Kepatuhan terhadap POJK 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material.
- Kepatuhan terhadap POJK 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.
- Kepatuhan terhadap Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana pasti tindakan korporasi dalam waktu dekat (3 bulan).
  - Basis: Poin 4 tanggapan: 'Saat ini Perseroan belum memiliki rencana yang pasti sehubungan dengan tindakan korporasi dalam waktu dekat.'
- **Fokus strategi bisnis** [explicit_fact, high]: Perseroan fokus pada transformasi dan inovasi bisnis serta strategi GPS (Growth, Profit, Solid) Focus Revival.
  - Basis: Poin 4 tanggapan: 'fokus menjalankan strategi GPS (Growth, Profit dan Solid) Focus Revival.'
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal.
  - Basis: Poin 1 tanggapan: 'tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material ... yang belum diungkapkan kepada publik.'
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang dapat berpengaruh kepada harga saham MRAT.
  - Basis: Poin 3 tanggapan: 'tidak mengetahui adanya aktivitas dari Pemegang Saham tertentu ... yang dapat berpengaruh kepada harga saham MRAT.'
- **Tidak ada rencana pengendali** [explicit_fact, high]: Pengendali dan/atau pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan saham yang mempengaruhi kepemilikan.
  - Basis: Poin 6 tanggapan: 'tidak terdapat rencana pengendali dan/atau pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya.'
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas saham MRAT pada 18 Agustus 2026 mungkin dipicu oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, karena perseroan tidak mengetahui penyebab internal.
  - Basis: Poin 2 tanggapan: 'Perseroan tidak terdapat melakukan aktivitas yang mengharuskan...'; Poin 5 tanggapan: 'tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material...'
  - Assumptions: Tidak ada informasi material yang disembunyikan oleh perseroan.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data pasar atau informasi tambahan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rencana korporasi yang pasti, namun kemungkinan aksi korporasi di masa depan tidak dikecualikan.
- Pernyataan tidak mengetahui informasi material bersifat subjektif dan dapat berubah.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas harga atau volume transaksi.
- Ketidakpastian mengenai penyebab volatilitas harga saham MRAT pada 18 Agustus 2026.

### Items to monitor

- Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material.
- Tidak ada informasi keuangan atau rencana korporasi yang diungkapkan dalam pengumuman ini.
- Pernyataan perseroan bahwa tidak ada rencana korporasi dalam waktu dekat dapat menjadi pertimbangan bagi investor, namun bersifat klaim emiten dan dapat berubah.

---

## OBMD

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan secara elektronik pada Selasa, 29 September 2026, pukul 10:00 WIB, bertempat di OBMD Conference Room, Dipo Tower 7th Floor, Suite 7E, Jl. Gatot Subroto. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir ditetapkan pada 4 September 2026. Pengumuman ini merujuk pada surat No. 046.CS/OBMD/VIII/2026 dan ditandatangani oleh Wakil Direktur Utama, Ivan Alamsyah. Dokumen tidak memuat agenda RUPS, rincian aksi korporasi, atau informasi keuangan.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan RUPSLB pada Selasa, 29 September 2026, pukul 10:00 WIB.
- Lokasi RUPSLB: RUPS Elektronik (OBMD Conference Room, Dipo Tower 7th Floor, Suite 7E, Jl. Gatot Subroto).
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir: 4 September 2026.
- Pengumuman merujuk pada surat No. 046.CS/OBMD/VIII/2026.
- Pengumuman ditandatangani oleh Wakil Direktur Utama, Ivan Alamsyah, pada 21 Agustus 2026.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan, namun agenda tidak diungkapkan dalam dokumen; potensi aksi korporasi tidak dapat diidentifikasi.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: Dokumen mengumumkan RUPSLB akan diadakan pada 29 September 2026 pukul 10:00, dengan DPS pada 4 September 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Selasa, 29 September 2026, 10:00; Tanggal DPS: 04 September 2026
- **Keterbatasan informasi agenda** [explicit_fact, high]: Dokumen tidak menyebutkan agenda RUPSLB, sehingga tidak ada informasi mengenai aksi korporasi yang akan dibahas.
  - Basis: Perihal hanya 'Pemberitahuan Rencana RUPS'; Tidak ada agenda dalam dokumen
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya digunakan untuk keputusan yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar agenda tahunan, seperti perubahan anggaran dasar, pengangkatan pengurus, atau transaksi material. Namun, tanpa agenda, tidak dapat dipastikan.
  - Basis: RUPSLB dijadwalkan; Tidak ada agenda yang diungkapkan
  - Assumptions: RUPSLB umumnya membahas hal-hal luar biasa
  - Caveats: Hipotesis tidak didukung oleh data spesifik dari dokumen

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga ketidakjelasan mengenai aksi korporasi yang akan diputuskan.
- Tidak ada informasi mengenai mekanisme kehadiran elektronik atau persyaratan kuorum.

---

## OKAS

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek pada 19 Agustus 2026. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkap. Emiten juga melaporkan peningkatan volume transaksi dan harga saham pada 19 Agustus 2026. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus, atau transaksi aset yang diumumkan.

### Material changes

- Tidak ada informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi (klaim emiten).
- Tidak ada rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang (klaim emiten).
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkap (klaim emiten).
- Pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya (klaim emiten).
- Aktivitas transaksi saham OKAS pada 19 Agustus 2026 meningkat menjadi 101.077.200 saham dengan frekuensi 7.403 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya 4.923.800 saham dengan frekuensi 509 kali.
- Harga penutupan saham OKAS pada 19 Agustus 2026 meningkat Rp10 atau 8,47% dari Rp118 menjadi Rp128.

### Capital structure

- Laporan pemegang saham tertentu pada 7 Agustus 2026 sebagai pemenuhan POJK 4/2024 (tidak ada detail aktivitas).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI melalui surat S-10882/BEI.PP2/08-2026 (tanggal surat tidak tercantum).

### Analytical scenarios

- **Peningkatan volume transaksi** [explicit_fact, high]: Volume transaksi pada 19 Agustus 2026 adalah 101.077.200 saham dengan frekuensi 7.403 kali, dibandingkan 4.923.800 saham dengan frekuensi 509 kali pada hari bursa sebelumnya.
  - Basis: Angka volume dan frekuensi transaksi pada halaman 1 dan 2 dokumen.
- **Kenaikan harga saham** [explicit_fact, high]: Harga penutupan saham OKAS pada 19 Agustus 2026 adalah Rp128, naik Rp10 dari harga penutupan sebelumnya Rp118.
  - Basis: Angka harga penutupan pada halaman 1 dan 2 dokumen.
- **Persentase kenaikan harga** [derived_calculation, high]: Kenaikan harga Rp10 dari harga sebelumnya Rp118 menghasilkan persentase kenaikan sebesar 8,47% (Rp10 / Rp118 x 100%).
  - Basis: Angka kenaikan harga Rp10 dan harga penutupan sebelumnya Rp118.
  - Assumptions: Perhitungan persentase menggunakan harga penutupan sebelumnya sebagai basis.
- **Rasio volume transaksi** [derived_calculation, medium]: Volume transaksi pada 19 Agustus 2026 sekitar 20,53 kali lipat dari volume hari sebelumnya (101.077.200 / 4.923.800).
  - Basis: Angka volume transaksi pada halaman 1 dan 2 dokumen.
  - Assumptions: Perbandingan langsung antara volume transaksi dua hari.
  - Caveats: Perhitungan hanya berdasarkan data dua hari, tidak mencerminkan tren jangka panjang.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan signifikan volume dan harga saham pada 19 Agustus 2026 mungkin dipicu oleh aktivitas pasar atau sentimen investor, namun tidak ada informasi material yang diungkapkan oleh emiten.
  - Basis: Peningkatan volume transaksi dan harga saham yang signifikan pada 19 Agustus 2026.
  - Assumptions: Volatilitas dapat disebabkan oleh faktor eksternal atau aksi investor.
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung dari dokumen mengenai penyebab volatilitas.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi material yang diungkapkan, namun volatilitas harga dan volume yang tinggi dapat menarik perhatian regulator.
- Tanggal surat BEI tidak tercantum (null), sehingga ketepatan waktu tanggapan tidak dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Tidak ada aksi korporasi atau informasi material yang diungkapkan; investor mungkin perlu memantau perkembangan lebih lanjut dari BEI atau emiten.
- Peningkatan volume dan harga yang signifikan tanpa informasi material dapat menimbulkan ketidakpastian pasar.

---

## PEHA

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Phapros Tbk (PEHA) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan), tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan tidak ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya. Surat ditandatangani Corporate Secretary Zahmilia Akbar pada 20 Agustus 2026. Tidak ada aksi korporasi, angka keuangan, atau perubahan pengurus yang diungkapkan.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK 31/POJK.04/2015 juncto POJK 45 Tahun 2024.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga Efek Perusahaan Tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025 juncto Surat Keputusan Direksi BEI Nomor KEP-00052/BEI/04-2026.
- Perseroan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
- Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Tidak terdapat rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan; Corporate Secretary telah menanyakan terlebih dahulu kepada pemegang saham utama.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI melalui surat nomor S-10816/BEI.PP3/08-2026 (tanggal surat tidak tercantum dalam dokumen).
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat...'
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, serta tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, dan 5 yang menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material.
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak terdapat rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya, setelah Corporate Secretary melakukan konfirmasi.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Tidak terdapat rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun perseroan menyatakan tidak mengetahui informasi material, volatilitas transaksi yang menjadi dasar permintaan BEI mungkin dipicu oleh faktor eksternal atau sentimen pasar yang tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Surat ini adalah tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada saham PEHA sebelum tanggal surat.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat permintaan BEI (S-10816/BEI.PP3/08-2026) tidak tercantum dalam dokumen (tertulis 'null'), sehingga tidak dapat diverifikasi.
- Pernyataan perseroan bersifat self-declared dan tidak disertai bukti pendukung; kebenaran pernyataan tidak dapat diverifikasi dari dokumen ini.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; investor mungkin perlu memantau perkembangan harga dan volume saham PEHA serta pengumuman selanjutnya dari BEI atau emiten.
- Pernyataan tidak adanya rencana korporasi dalam 3 bulan dapat menjadi sinyal bahwa tidak ada aksi korporasi jangka pendek, namun ini hanya pernyataan manajemen dan dapat berubah.

---

## PGEO

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melaporkan tiga capaian material pada IIGCE 2026: (1) penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) antara PLN dengan konsorsium PGE dan PLN IP untuk pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit (30 MW) dan PLTP Lahendong Bottoming Unit (15 MW), dengan target COD 2028; (2) penerimaan SK Menteri ESDM No. 176.K/EK.04/MEM.E/2026 tentang Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) Panas Bumi di Cubadak Panti, Sumatra Barat, dengan luas area 29.897 hektare dan potensi cadangan 77 MWe; (3) penguatan komitmen terhadap transisi energi dan target Net Zero Emission 2060. Dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan secara eksplisit dalam dokumen.

### Material changes

- Penandatanganan dua LoI antara PT PLN (Persero) dengan konsorsium PGE dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk pengembangan PLTP Ulubelu BU (30 MW) dan PLTP Lahendong BU (15 MW) pada hari pertama IIGCE 2026 di Jakarta.
- Penerimaan SK Menteri ESDM Nomor 176.K/EK.04/MEM.E/2026 tentang Penugasan PSPE Panas Bumi kepada PGE di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat.
- PGE berhasil menempati peringkat pertama dalam seleksi kompetitif Kementerian ESDM dengan nilai penilaian 87,01 untuk wilayah Cubadak Panti.
- Kesepakatan tarif listrik dengan PLN sebagai offtaker untuk PLTP Ulubelu BU pada Desember 2025 dan PLTP Lahendong BU pada April 2026.
- Target Commercial Operation Date (COD) untuk kedua proyek bottoming unit pada tahun 2028.
- Proyek strategis yang sedang dikembangkan: PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 (Sumatra Selatan), PLTP Hululais Unit 1 dan 2 (Bengkulu), PLTP Lahendong Unit 7-8 & Binary Unit (Sulawesi Utara), dan proyek Gunung Tiga (Lampung).

### Corporate actions

- Pendirian joint venture antara PGE dan PLN IP untuk pengembangan PLTP Ulubelu BU dan PLTP Lahendong BU (disebut sebagai langkah berikutnya setelah LoI).

### Expansion projects

- Pengembangan PLTP Ulubelu BU berkapasitas 30 MW, menggunakan teknologi binary (bottoming cycle), memanfaatkan panas sisa dari pembangkit eksisting.
- Pengembangan PLTP Lahendong BU berkapasitas 15 MW, menggunakan teknologi binary (bottoming cycle), memanfaatkan panas sisa dari pembangkit eksisting.
- Survei pendahuluan dan eksplorasi panas bumi di wilayah Cubadak Panti, luas area 29.897 hektare, potensi cadangan 77 MWe, perkiraan melayani 40.000 rumah tangga.

### Listing / regulatory

- Penerimaan SK Menteri ESDM Nomor 176.K/EK.04/MEM.E/2026 tentang Penugasan PSPE Panas Bumi kepada PGE di wilayah Cubadak Panti.

### Analytical scenarios

- **Penandatanganan LoI** [explicit_fact, high]: Dua LoI ditandatangani antara PLN dengan konsorsium PGE dan PLN IP untuk pengembangan PLTP Ulubelu BU (30 MW) dan PLTP Lahendong BU (15 MW).
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'penandatanganan 2 (dua) Letter of Intent (LoI) antara PT PLN (Persero) dengan Konsorsium PGE dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk pengembangan PLTP Ulubelu BU dan PLTP Lahendong BU'
- **Kapasitas proyek** [explicit_fact, high]: PLTP Ulubelu BU berkapasitas 30 MW dan PLTP Lahendong BU berkapasitas 15 MW.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'PLTP Ulubelu BU berkapasitas 30 megawatt (MW) dan PLTP Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 MW'
- **Target COD** [explicit_fact, high]: Kedua pembangkit ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2028.
  - Basis: Dokumen halaman 3: 'Kedua pembangkit ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2028.'
- **SK PSPE Cubadak Panti** [explicit_fact, high]: PGE menerima SK Menteri ESDM Nomor 176.K/EK.04/MEM.E/2026 tentang Penugasan PSPE Panas Bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat.
  - Basis: Dokumen halaman 3: 'menerima Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM Nomor 176.K/EK.04/MEM.E/2026 tentang Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) Panas Bumi kepada PGE di wilayah PSPE Daerah Cubadak Panti'
- **Luas area dan potensi Cubadak Panti** [explicit_fact, high]: Wilayah PSPE Cubadak Panti mencakup area seluas 29.897 hektare dengan potensi cadangan panas bumi diperkirakan 77 MWe, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 40 ribu rumah tangga.
  - Basis: Dokumen halaman 3: 'Wilayah PSPE Cubadak Panti mencakup area seluas 29.897 hektare. Berdasarkan data awal, wilayah ini diperkirakan memiliki potensi cadangan panas bumi sebesar 77 megawatts electric (MWe). Jika terbukti, potensi tersebut akan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 40 ribu rumah tangga.'
- **Nilai seleksi kompetitif** [explicit_fact, high]: PGE menempati peringkat pertama dalam seleksi kompetitif Kementerian ESDM dengan nilai penilaian 87,01.
  - Basis: Dokumen halaman 3: 'PGE berhasil menempati peringkat pertama dalam proses seleksi kompetitif yang diselenggarakan Kementerian ESDM dengan nilai penilaian 87,01.'
- **Total kapasitas bottoming unit** [derived_calculation, high]: Total kapasitas gabungan dari PLTP Ulubelu BU dan PLTP Lahendong BU adalah 45 MW (30 MW + 15 MW).
  - Basis: Kapasitas Ulubelu BU = 30 MW (halaman 2); Kapasitas Lahendong BU = 15 MW (halaman 2)
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana kapasitas kedua unit.
- **Dampak finansial** [analyst_hypothesis, low]: Pengembangan proyek bottoming unit dan eksplorasi Cubadak Panti berpotensi meningkatkan pendapatan dan aset PGE di masa depan, namun nilai investasi dan dampak finansial tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Dokumen menyebutkan proyek pengembangan dan eksplorasi, tetapi tidak ada angka investasi atau proyeksi finansial.
  - Assumptions: Proyek yang berjalan akan memerlukan belanja modal dan menghasilkan pendapatan dari penjualan listrik.
  - Caveats: Tidak ada informasi kuantitatif mengenai nilai investasi, pendapatan, atau dampak finansial dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan secara eksplisit dalam dokumen (bagian dampak kosong).
- Potensi cadangan panas bumi Cubadak Panti masih bersifat perkiraan dan belum terbukti; perlu survei dan eksplorasi lebih lanjut.
- Proyek bottoming unit masih dalam tahap LoI; pendirian joint venture, PPA, dan EPCC belum selesai, sehingga terdapat risiko keterlambatan atau kegagalan eksekusi.
- Target COD 2028 masih bergantung pada penyelesaian tahapan-tahapan tersebut.

### Items to monitor

- Pengembangan proyek bottoming unit dan eksplorasi Cubadak Panti berpotensi meningkatkan pendapatan dan aset PGE di masa depan, namun nilai investasi dan dampak finansial tidak diungkapkan dalam dokumen.

---

## PGUN

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 20–21 Agustus 2026, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) merespons dua permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pergerakan harga saham yang tidak lazim. Pada 20 Agustus 2026, PGUN mengklarifikasi pemberitaan media massa yang mengaitkan kenaikan harga sahamnya dengan rumor akuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN); perseroan secara eksplisit membantah memiliki rencana akuisisi BYAN dan menyatakan tidak mengetahui kebenaran berita tersebut. Pada 21 Agustus 2026, PGUN menanggapi permintaan penjelasan BEI mengenai volatilitas transaksi, menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan, tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan tidak ada rencana pengendali/pemegang saham utama terkait kepemilikan saham. Kedua pengumuman bersifat klarifikasi/regulatory, bukan aksi korporasi, dan tidak memuat data keuangan, harga saham, atau volume perdagangan. Pentingnya secara korporasi: emiten secara resmi membantah rumor yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar dan menegaskan tidak adanya rencana korporasi material dalam waktu dekat.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI nomor S-10834/BEI.PP1/08-2026 tanggal 19 Agustus 2026 terkait pemberitaan media massa (rumor akuisisi BYAN).
- Permintaan penjelasan BEI nomor S-10874/BEI.PP1/08-2026 terkait volatilitas transaksi efek (tanggal surat tidak terbaca).

### Analytical scenarios

- **Klarifikasi rumor akuisisi BYAN** [explicit_fact, high]: PGUN secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui kebenaran berita dan tidak memiliki informasi terkait rencana pengambilalihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
  - Basis: Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan tidak mengetahui atas kebenaran ataupun memiliki informasi terkait dengan pemberitaan dimaksud terkait dengan adanya rencana pengambil alihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
- **Tidak ada rencana akuisisi BYAN** [explicit_fact, high]: PGUN menyatakan belum memiliki rencana untuk mengakuisisi saham BYAN, baik oleh perseroan maupun grup.
  - Basis: Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan maupun Grup belum memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
- **Tidak ada informasi material lain** [explicit_fact, high]: PGUN menyatakan tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian material penting lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha atau harga efek/saham yang belum diungkapkan kepada publik.
  - Basis: Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, tidak terdapat Informasi, Fakta, maupun Kejadian Material penting lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan serta memengaruhi harga efek/saham Perseroan, yang belum diungkapkan kepada publik.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan** [explicit_fact, high]: PGUN menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat...'
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: PGUN tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3: 'Perseroan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu'
- **Tidak ada rencana pengendali/pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Belum ada rencana dari pengendali dan/atau pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'belum ada rencana pengendali dan/atau pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
- **Jumlah pengumuman klarifikasi dalam periode** [derived_calculation, high]: Terdapat 2 pengumuman klarifikasi yang disampaikan PGUN dalam periode 20–21 Agustus 2026, masing-masing menanggapi permintaan penjelasan BEI yang berbeda.
  - Basis: Dua pengumuman dengan announcement_id 20260820155421-098/DIR-PG/EXT-CORSEC/VIII/2026_id-id dan 20260821094724-099/DIR-PG/EXT-CORSEC/VIII/2026_id-id.
  - Assumptions: Kedua pengumuman dihitung sebagai dua peristiwa terpisah.
- **Dampak rumor terhadap harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Pemberitaan rumor akuisisi BYAN pada 18 Agustus 2026 mungkin telah mempengaruhi pergerakan harga saham PGUN, namun dokumen tidak memberikan data harga atau volume perdagangan untuk mengonfirmasi dampak tersebut.
  - Basis: Judul berita menyebut 'PGUN terbang karena rumor akuisisi BYAN'.
  - Assumptions: Rumor tersebut mungkin memicu aksi beli oleh investor.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume di dalam dokumen.
- **Klarifikasi volatilitas tanpa penyebab spesifik** [analyst_hypothesis, low]: Tanggapan ini bersifat standar untuk permintaan penjelasan volatilitas; tidak ada penyebab spesifik yang diidentifikasi. Volatilitas mungkin disebabkan oleh faktor pasar umum atau aktivitas perdagangan yang tidak terkait dengan informasi material dari emiten.
  - Basis: Seluruh jawaban menyatakan tidak ada informasi material atau rencana korporasi.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang diminta penjelasannya tidak dijelaskan lebih lanjut dalam dokumen.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data tambahan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Rumor akuisisi BYAN yang beredar di media massa dapat menimbulkan ketidakpastian di pasar, meskipun perseroan telah membantahnya.
- Perseroan tidak memberikan informasi tambahan mengenai penyebab kenaikan harga saham yang diberitakan.
- Risiko reputasi atau kepatuhan akibat pemberitaan rumor yang tidak terkonfirmasi.
- Tanggal surat BEI (S-10874/BEI.PP1/08-2026) tidak terbaca (null), sehingga tidak dapat diverifikasi tenggat waktu respons.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya.

### Items to monitor

- Perkembangan harga dan volume perdagangan saham PGUN pasca klarifikasi untuk menilai dampak rumor terhadap pasar.
- Setiap pengumuman lanjutan dari BEI terkait kepatuhan atau permintaan penjelasan tambahan.
- Potensi perubahan kepemilikan saham oleh pengendali atau pemegang saham utama, meskipun saat ini dinyatakan tidak ada rencana.
- Kinerja keuangan dan operasional PGUN yang disebut manajemen sebagai faktor yang mempengaruhi tren harga saham.

---

## PNGO

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT AEP Pinago Plantations Tbk (PNGO) mengumumkan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 14 September 2026 pukul 10.00-12.00 WIB di Pondok Indah Office Tower 5, Jakarta Selatan. RUPSLB memiliki empat agenda: (1) perubahan Anggaran Dasar Pasal 3 untuk penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025, (2) pengurangan 83 KBLI yang tidak dijalankan, (3) perubahan Pasal 17 Ayat (18) huruf b tentang delegasi wewenang Direksi kepada Wakil Direktur Utama, dan (4) penyesuaian daftar pemegang saham berdasarkan laporan bulanan PT Adimitra Jasa Korpora. Tanggal daftar pemegang saham yang berhak hadir adalah 20 Agustus 2026. Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi terkait modal, ekspansi, atau transaksi aset dalam dokumen ini.

### Material changes

- RUPSLB akan diselenggarakan pada Senin, 14 September 2026, pukul 10.00-12.00 WIB, di Pondok Indah Office Tower 5, Jl. Sultan Iskandar Muda, Kav. V-TA, 23rd Floor, Suite 2307, Pondok Indah, Jakarta Selatan.
- Tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah 20 Agustus 2026 (penutupan perdagangan BEI).
- Agenda 1: Perubahan Anggaran Dasar Akta No. 7 tanggal 04 Juni 2020 Pasal 3 tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha, untuk penyesuaian dengan KBLI 2025.
- Agenda 2: Perubahan Anggaran Dasar Akta No. 7 tanggal 04 Juni 2020 Pasal 3 untuk mengurangi/menghapus 83 KBLI yang tidak dijalankan Perseroan.
- Agenda 3: Perubahan Anggaran Dasar Akta No. 7 tanggal 04 Juni 2020 Pasal 17 Ayat (18) huruf b, untuk mendelegasikan wewenang Direksi kepada Wakil Direktur Utama jika Direktur Utama tidak ada atau berhalangan.
- Agenda 4: Penyesuaian Daftar Pemegang Saham Perseroan berdasarkan Laporan Bulanan Komposisi Pemegang Saham yang diterbitkan oleh PT Adimitra Jasa Korpora.
- Pemanggilan RUPSLB merujuk pada surat Perseroan Nomor 021/DIR/AEP-PU/VIII/2026 tanggal 06 Agustus 2026.
- Surat pemanggilan bernomor 013/Corsec/AEP-PU/VIII/2026, dikirim oleh Wandy selaku Corporate Secretary pada 21-08-2026 09:48.
- Batas waktu penerimaan surat kuasa non-elektronik oleh BAE: 9 September 2026 pukul 12.00 WIB.
- Batas waktu e-Proxy dan penyampaian pertanyaan via email: 9 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Tayangan RUPS (GMS Broadcast) memiliki kapasitas maksimal 500 peserta, dengan sistem first come first serve.
- Voting elektronik memiliki waktu maksimal 5 menit per mata acara; tidak memberikan suara dianggap abstain.
- Pemegang saham yang sahamnya berada dalam penitipan kolektif KSEI diwajibkan menunjukkan Konfirmasi Tertulis untuk RUPS (KTUR).
- Perseroan tidak mengirimkan undangan khusus; pemanggilan ini berlaku sebagai undangan resmi.
- Dokumen versi bahasa Inggris menyebut nama 'PT PINAGO UTAMA Tbk' yang berbeda dengan nama resmi 'PT AEP Pinago Plantations Tbk' (inkonsistensi).
- Terdapat teks tidak relevan 'ghfgh' pada halaman pertama dokumen lampiran 1 yang mengindikasikan potensi kesalahan pengetikan.

### Corporate actions

- Perubahan Anggaran Dasar terkait kegiatan usaha (penyesuaian KBLI 2025) - agenda 1
- Pengurangan 83 KBLI yang tidak dijalankan - agenda 2
- Perubahan Anggaran Dasar terkait tugas dan wewenang Direksi - agenda 3
- Penyesuaian daftar pemegang saham - agenda 4

### Management / control changes

- Perubahan Anggaran Dasar Pasal 17 Ayat (18) huruf b tentang Tugas dan Wewenang Direksi, khususnya delegasi wewenang kepada Wakil Direktur Utama jika Direktur Utama tidak ada atau berhalangan (agenda 3).

### Capital structure

- Penyesuaian daftar pemegang saham berdasarkan laporan bulanan komposisi pemegang saham dari PT Adimitra Jasa Korpora (agenda 4) - rincian perubahan tidak diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB dilakukan untuk memenuhi ketentuan POJK 15/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.

### Analytical scenarios

- **Pemanggilan RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 14 September 2026 dengan empat agenda yang seluruhnya terkait perubahan Anggaran Dasar dan administrasi pemegang saham.
  - Basis: Dokumen menyatakan hari/tanggal RUPSLB: 14 September 2026, dan agenda 1-4.
- **Agenda perubahan kegiatan usaha** [explicit_fact, high]: Agenda 1 dan 2 menunjukkan penyesuaian dan pengurangan KBLI dalam Anggaran Dasar, mengindikasikan potensi perubahan lingkup kegiatan usaha Perseroan.
  - Basis: Agenda 1: penyesuaian kegiatan usaha sesuai KBLI 2025; Agenda 2: pengurangan 83 KBLI yang tidak dijalankan.
- **Perubahan wewenang Direksi** [explicit_fact, high]: Agenda 3 mengusulkan perubahan Pasal 17 Ayat (18) huruf b untuk mendelegasikan wewenang Direksi kepada Wakil Direktur Utama jika Direktur Utama tidak ada atau berhalangan.
  - Basis: Agenda 3: 'mendelegasikan bila Direktur Utama tidak ada atau berhalangan maka Wakil Direktur Utama berhak dan berwenang bertindak atas nama Dewan Direksi untuk mewakili Perseroan.'
- **Ketidaksesuaian nama emiten** [explicit_fact, high]: Versi bahasa Inggris dokumen menyebut 'PT PINAGO UTAMA Tbk' sedangkan versi bahasa Indonesia dan kop surat menyebut 'PT AEP Pinago Plantations Tbk'. Ini adalah inkonsistensi yang perlu diklarifikasi.
  - Basis: Halaman 1: 'Direksi PT PINAGO UTAMA Tbk (the "Company")'; Halaman 1: 'PT. AEP Pinago Plantations Tbk' pada kop surat dan teks bahasa Indonesia.
  - Caveats: Kemungkinan kesalahan ketik pada versi bahasa Inggris.
- **Tidak ada aksi korporasi terkait modal** [explicit_fact, high]: Dokumen tidak memuat agenda terkait rights issue, saham bonus, dividen saham, private placement, buyback, stock split, merger, akuisisi, atau transaksi aset.
  - Basis: Seluruh agenda RUPS hanya terkait perubahan Anggaran Dasar dan penyesuaian daftar pemegang saham.
- **Dampak perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Pengurangan 83 KBLI yang tidak dijalankan dapat mengindikasikan penyederhanaan atau fokus ulang bisnis, namun rincian KBLI yang dihapus atau ditambah tidak diungkapkan, sehingga dampak operasional tidak dapat dinilai.
  - Basis: Agenda 2 menyebut pengurangan 83 KBLI yang tidak dijalankan.
  - Assumptions: Perubahan KBLI mencerminkan kegiatan usaha aktual yang dijalankan.
  - Caveats: Tidak ada rincian KBLI yang diubah dalam dokumen.
- **Kesiapan infrastruktur RUPS elektronik** [analyst_hypothesis, low]: Penggunaan EASY.KSEI dan GMS Broadcast dengan kapasitas 500 peserta menunjukkan upaya untuk memfasilitasi partisipasi pemegang saham, namun kapasitas terbatas dapat menjadi kendala bagi pemegang saham yang ingin hadir secara elektronik.
  - Basis: Butir 8: 'Tayangan RUPS memiliki kapasitas hingga 500 peserta'
  - Assumptions: Jumlah pemegang saham yang ingin hadir secara elektronik dapat melebihi kapasitas.
  - Caveats: Tidak ada data jumlah pemegang saham atau partisipasi historis.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3 dan Pasal 17) tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga dampak terhadap kegiatan usaha dan tata kelola tidak dapat dinilai.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan struktur modal, kepemilikan, atau transaksi material dalam dokumen ini.
- Inkonsistensi nama emiten pada versi bahasa Inggris dokumen.
- Terdapat teks tidak relevan 'ghfgh' yang mengindikasikan potensi kesalahan pengetikan.
- Tidak ada informasi mengenai KBLI yang tetap dipertahankan setelah penghapusan.
- Kapasitas GMS Broadcast terbatas (500 peserta) dapat membatasi partisipasi elektronik.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan Anggaran Dasar terhadap kegiatan usaha atau kinerja keuangan.

### Items to monitor

- Perubahan Anggaran Dasar terkait KBLI dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap lingkup usaha Perseroan.
- Delegasi wewenang Direksi dapat berdampak pada tata kelola perusahaan.
- Penyesuaian daftar pemegang saham bersifat administratif dan tidak berdampak langsung pada nilai saham.

---

## PRDL

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) sebagai koreksi atas pengumuman sebelumnya (No. 2026.g-EKS.191). Laporan ini berisi data kepemilikan saham per akhir Juli 2026, termasuk kepemilikan direksi, komisaris, afiliasi, pengendali, dan pemegang saham 5% atau lebih, serta klasifikasi investor berdasarkan data KSEI. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Material changes

- Emiten menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) sebagai koreksi atas pengumuman sebelumnya dengan nomor 2026.g-EKS.191.
- Laporan ini disusun berdasarkan data per akhir Juli 2026.
- Total saham tercatat: 1.742.900.000 saham.
- Jumlah saham treasury stock: 0 saham.
- Jumlah saham free float: 497.891.600 saham (28,57% dari total saham).
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris: tidak ada perubahan (0 saham untuk semua posisi).
- Kepemilikan saham oleh Afiliasi dan Pengendali: tidak ada perubahan (0 saham untuk semua posisi).
- Pemegang saham 5% atau lebih: PT Prodia Utama (35,7% atau 622.200.000 saham), PT Prodia Diagnostic (27,3% atau 475.800.000 saham), dan PT Prodia Widyahusada (7% atau 122.000.000 saham). Tidak ada perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.
- Klasifikasi investor berdasarkan data KSEI: jumlah investor per kategori tidak berubah dari bulan sebelumnya (semua 0).
- Tidak ada perubahan jumlah saham yang dibatasi (lock-up) atau saham tresuri.
- Laporan ini ditandatangani oleh Cristina Sandjaja, Direktur Utama.
- Laporan ini merupakan koreksi atas pengumuman sebelumnya, namun tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan koreksi dalam dokumen.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan Direksi atau Komisaris yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Tidak ada perubahan kepemilikan saham oleh Direksi, Komisaris, Afiliasi, atau Pengendali yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar, treasury stock, atau free float yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Tidak ada aksi korporasi yang mempengaruhi struktur modal yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Listing / regulatory

- Emiten menyampaikan koreksi atas laporan bulanan sebelumnya, namun alasan koreksi tidak dijelaskan secara rinci dalam dokumen.

### Analytical scenarios

- **Alasan koreksi laporan** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi atas laporan bulanan sebelumnya mungkin disebabkan oleh perbaikan data atau kesalahan administrasi, namun tidak ada penjelasan rinci dalam dokumen.
  - Basis: Judul pengumuman menyebutkan 'KOREKSI' dan merujuk pada nomor pengumuman sebelumnya (2026.g-EKS.191).
  - Assumptions: Koreksi dilakukan untuk memperbaiki kesalahan atau memperbarui informasi.
  - Caveats: Tidak ada detail alasan koreksi dalam dokumen yang diberikan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Koreksi atas laporan bulanan sebelumnya dapat menimbulkan pertanyaan mengenai akurasi data, namun tidak ada indikasi dampak material.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan, sehingga relevansi investor terbatas.
- Struktur kepemilikan saham utama tetap stabil, dengan tiga pemegang saham besar yang menguasai mayoritas saham.

---

## PTBA

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada Senin, 7 September 2026, pukul 16.00-17.00 WIB secara virtual melalui platform 'Public Expose Live 2026' di website www.idx.co.id. Agenda utama adalah presentasi kinerja tengah tahun (Semester I) 2026 dan agenda lain-lain. Pengumuman ini bersifat prosedural dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau informasi material lainnya.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada hari Senin, 7 September 2026, pukul 16.00-17.00 WIB.
- Acara diselenggarakan secara virtual melalui 'Public Expose Live 2026' di website www.idx.co.id.
- Agenda utama: Presentasi Kinerja Tengah Tahun 2026 (Semester I 2026) dan agenda lain-lain.
- Pengumuman ditandatangani oleh Eko Prayitno selaku Corporate Secretary Division Head.
- Surat bernomor B/749/111000/KS.03/VIII/2026, tanggal 21 Agustus 2026.
- Dasar penyampaian: Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025 tentang Peraturan Nomor I-E.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi kepada publik.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose ini kemungkinan menjadi sarana manajemen untuk memaparkan kinerja keuangan dan operasional semester I 2026, serta menjawab pertanyaan investor. Namun, karena dokumen hanya berisi rencana, tidak ada informasi kinerja yang dapat dianalisis.
  - Basis: Agenda yang tercantum adalah 'Presentasi Kinerja Tengah Tahun 2026'.
  - Assumptions: Manajemen akan menyajikan data kinerja pada saat acara.
  - Caveats: Belum ada data kinerja yang dirilis dalam dokumen ini.

---

## PTPP

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PTPP mengumumkan perolehan proyek lanjutan revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta dengan nilai kontrak Rp1,19 triliun termasuk PPN. Masa pelaksanaan 365 hari kalender sejak 21 Agustus 2026. Lingkup pekerjaan meliputi preliminary, struktur, arsitektur, interior, landscape, mekanikal, elektrikal, dan elektronik. Proyek memanfaatkan teknologi digital BIM 3D/4D/5D, VR, AR, dan GPR. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal perolehan kontrak, bukan koreksi atau pembatalan. Dampak terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha disebutkan terlampir namun tidak tersedia dalam dokumen.

### Material changes

- PTPP memperoleh proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta dengan nilai kontrak Rp1,19 triliun termasuk PPN.
- Masa pelaksanaan proyek adalah 365 hari kalender, terhitung sejak 21 Agustus 2026.
- Lingkup pekerjaan meliputi preliminary, struktur, arsitektur, interior, landscape, mekanikal, elektrikal, dan elektronik.
- Proyek menggunakan teknologi digital: BIM 3D/4D/5D, VR, AR, virtual tour, dan GPR (DSX Utility Detection Solution, Leica DS4000).
- Pengumuman disampaikan melalui surat nomor 205/EXT/PP/CORSEC/2026 tertanggal 21 Agustus 2026.
- Laporan ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan, Joko Raharjo.

### Key financial figures

- **Nilai kontrak:** Rp1,19 triliun (2026-08-21)

### Expansion projects

- Proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta, nilai kontrak Rp1,19 triliun termasuk PPN, masa pelaksanaan 365 hari kalender sejak 21 Agustus 2026, lingkup pekerjaan meliputi preliminary, struktur, arsitektur, interior, landscape, mekanikal, elektrikal, dan elektronik.

### Analytical scenarios

- **Perkiraan tanggal selesai proyek** [derived_calculation, medium]: Dengan masa pelaksanaan 365 hari kalender sejak 21 Agustus 2026, proyek diperkirakan selesai pada 21 Agustus 2027 (dengan asumsi tidak ada penundaan).
  - Basis: Tanggal mulai 21 Agustus 2026; Durasi 365 hari kalender
  - Assumptions: Tidak ada hari libur atau penundaan yang memengaruhi durasi
  - Caveats: Tanggal selesai tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen
- **Dampak terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Perolehan kontrak senilai Rp1,19 triliun berpotensi menambah pendapatan PTPP di masa mendatang, namun dampaknya terhadap laporan keuangan belum dapat diukur karena tidak ada informasi mengenai jadwal pengakuan pendapatan atau kontribusi laba.
  - Basis: Nilai kontrak Rp1,19 triliun
  - Assumptions: Pendapatan diakui sesuai kemajuan proyek
  - Caveats: Tidak ada data keuangan lain untuk menghitung dampak

### Risks / uncertainties

- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan dalam dokumen (hanya disebut 'terlampir').
- Detail proyek seperti pemberi kerja, jadwal pembayaran, sumber dana, dan mekanisme pembayaran tidak tersedia.
- Tidak ada informasi tentang risiko keterlambatan atau denda kontrak.

### Items to monitor

- Perolehan kontrak senilai Rp1,19 triliun dapat menambah pendapatan dan backlog PTPP, namun dampak terhadap laba tidak dapat diestimasi tanpa informasi margin dan biaya.

---

## RELI

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 16.00 WIB hingga selesai, secara live melalui website idx.co.id (Public Expose Live 2026). Agenda yang direncanakan meliputi pemaparan kinerja perseroan hingga Semester I 2026 serta strategi dan prospek hingga akhir tahun 2026. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat data keuangan, target, atau informasi operasional lainnya. Dokumen ini merupakan pengumuman awal (rencana) dan tidak ada indikasi aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus/pengendali.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Hari/tanggal acara: Selasa, 08 September 2026.
- Waktu acara: 16.00 WIB - Selesai (pada lampiran); pengumuman utama menyebut 16:17.
- Tempat acara: Public Expose Live 2026 yang tercantum pada website idx.co.id.
- Agenda acara: 1. Kinerja Perseroan hingga Semester I 2026; 2. Strategi dan Prospek hingga akhir Tahun 2026.
- Pihak yang akan hadir: Akhabani (Presiden Direktur), Andrew Novi Gunawan (Direktur), Reza Priyambada (Direktur), Nurwati Tunggal (Corporate Secretary).
- Pengumuman ditandatangani oleh Corporate Secretary, Nurwati Tunggal.
- Nomor surat: 524/RSI/VIII/2026.
- Alamat perseroan: Soho Westpoint Kota Kedoya Jalan Macan Kav. 4-5 Kedoya Utara Kebon Jeruk.
- Kontak: Telepon 021-29520558, Fax 021-29119951, www.reliancesekuritas.com.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sebagai pemenuhan Peraturan Bursa No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, angka III.3.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan merupakan kewajiban bagi emiten untuk memberikan informasi kepada publik. Agenda yang direncanakan hanya mencakup kinerja dan strategi, tanpa agenda khusus seperti perubahan pengurus atau aksi korporasi. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan adanya pengumuman lain di luar agenda yang tercantum.
  - Basis: Agenda yang tercantum dalam dokumen
  - Assumptions: Public Expose biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi kinerja dan prospek perusahaan.
  - Caveats: Dokumen ini hanya berisi rencana acara, bukan materi presentasi. Informasi lebih rinci akan tersedia pada saat acara berlangsung.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian yang disebutkan secara eksplisit dalam dokumen.

### Items to monitor

- Public Expose Tahunan dapat menjadi sarana bagi investor untuk mendapatkan informasi kinerja dan strategi perseroan secara langsung.
- Tidak ada indikasi aksi korporasi atau perubahan material lainnya dalam pengumuman ini.

---

## SINI

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 20–21 Agustus 2026, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menyampaikan tiga pengumuman: (1) bukti iklan Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026 (Limited Review), (2) Laporan Keuangan per 31 Juli 2026, dan (3) keterbukaan informasi transaksi material dan afiliasi berupa pemberian pinjaman kepada dua anak usaha tidak langsung, PKP dan PBP, dengan nilai total Rp1.180.280.000.000. Transaksi ini merupakan tindak lanjut penggunaan dana PMHMETD I yang telah efektif, digunakan untuk modal kerja operasional pertambangan batubara, dengan jangka waktu 3 tahun dan bunga 10,95% per tahun. Nilai transaksi setara 21,76% dari total aset Perseroan, sehingga tidak memerlukan persetujuan RUPS. Transaksi dinyatakan wajar oleh KJPP Kusnanto & Rekan. Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau struktur modal yang diumumkan.

### Material changes

- Pemberian pinjaman material dan afiliasi kepada anak usaha tidak langsung (PKP dan PBP) senilai Rp1.180.280.000.000.
- Penyaluran dana pinjaman mulai dilakukan pada 21 Agustus 2026.
- Penggunaan dana PMHMETD I untuk modal kerja operasional pertambangan batubara.

### Key financial figures

- **Nilai Transaksi:** 1.180.280.000.000 (2026-08-21)
- **Pinjaman kepada PKP:** 633.247.277.191 (2026-08-21)
- **Pinjaman kepada PBP:** 547.032.722.809 (2026-08-21)
- **Total Aset Perseroan (dasar perhitungan materialitas):** 5.423.000.000.000 (2026-06-30)
- **Modal Dasar Perseroan:** 300.000.000.000 (2026-07-31)
- **Modal Ditempatkan dan Disetor Perseroan:** 120.250.000.000 (2026-07-31)
- **Modal Dasar PKP:** 10.000.000.000 (2023-08-09)
- **Modal Ditempatkan dan Disetor PKP:** 10.000.000.000 (2023-08-09)
- **Modal Dasar PBP:** 10.000.000.000 (2023-08-09)
- **Modal Ditempatkan dan Disetor PBP:** 5.000.000.000 (2023-08-09)

### Corporate actions

- Pemberian pinjaman kepada anak usaha (PKP dan PBP) untuk modal kerja
- Transaksi Material dan Transaksi Afiliasi
- Tindak lanjut penggunaan dana PMHMETD I

### Expansion projects

- Pinjaman digunakan untuk modal kerja operasional pertambangan batubara, termasuk biaya jasa kontraktor, pengangkutan, bahan bakar, dan biaya penunjang operasional.

### Capital structure

- Modal dasar Perseroan Rp300 miliar, modal ditempatkan dan disetor Rp120,25 miliar.
- Kepemilikan efektif Perseroan atas PKP dan PBP sebesar 60% melalui DDS.
- Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Juli 2026 telah diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Transaksi Material dan Afiliasi dilaporkan ke OJK.
- PMHMETD I telah efektif berdasarkan Surat OJK No. S-79/D.04/2026.
- Kewajiban persetujuan RUPS tidak diperlukan karena nilai transaksi 21,76% dari total aset.

### Analytical scenarios

- **Pengumuman bukti iklan** [explicit_fact, high]: PT Singaraja Putra Tbk. menyampaikan bukti iklan Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026 dengan Limited Review, yang diiklankan di dua media (website Perseroan dan website Bursa Efek Indonesia) pada 19 Agustus 2026.
  - Basis: Perihal: 'Penyampaian Bukti Iklan Informasi Laporan Keuangan Interim'; Media: 'Website Perseroan, yaitu https://singarajaputra.com/' dan 'Website Bursa Efek Indonesia, yaitu https://www.idx.co.id/'; Tanggal penerbitan: '19 Agustus 2026'
- **Jenis laporan keuangan** [explicit_fact, high]: Laporan Keuangan Interim yang diiklankan adalah untuk periode 30 Juni 2026 dengan jenis 'Limited' (Limited Review), dan dokumen lampiran berjudul 'SINI_Bukti Iklan LK UnAudited Jun 26.pdf' menunjukkan laporan tersebut belum diaudit.
  - Basis: Informasi: 'Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026 dengan Limited'; Lampiran: 'SINI_Bukti Iklan LK UnAudited Jun 26.pdf'
- **Transaksi pinjaman material dan afiliasi** [explicit_fact, high]: Perseroan memberikan pinjaman kepada PKP maksimal Rp633.247.277.191 dan PBP maksimal Rp547.032.722.809, total Rp1.180.280.000.000, dengan bunga 10,95% per tahun, jangka waktu 3 tahun sejak pencairan pertama, dapat diperpanjang 3 tahun berikutnya. Penyaluran dana mulai 21 Agustus 2026.
  - Basis: Nilai transaksi Rp1.180.280.000.000; Pinjaman kepada PKP maksimal Rp633.247.277.191; Pinjaman kepada PBP maksimal Rp547.032.722.809; Tingkat bunga 10,95% per tahun; Jangka waktu 3 tahun sejak pencairan pertama, dapat diperpanjang 3 tahun berikutnya; Penyaluran dana mulai dilakukan pada 21 Agustus 2026
- **Kepemilikan dan struktur** [explicit_fact, high]: Perseroan memiliki PKP dan PBP secara tidak langsung melalui DDS dengan kepemilikan efektif 60%. PKP dan PBP masing-masing dimiliki DDS 80% dan PT Bara Sejahtera Bersama 20%. Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Juli 2026: PT Petrosea Tbk 19,88%, PT Autum Prima Indonesia 16,99%, PT Kreasi Jasa Persada 7,90%, Ever Grace International Trading Limited 7,48%, Batubara Development Pte. Ltd. 6,20%, Hapsoro 3,89%, PT Deli Indonesia Raya 2,49%, Masyarakat 35,17%.
  - Basis: Kepemilikan efektif 60% melalui DDS; Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Juli 2026
- **Total aset Perseroan** [derived_calculation, high]: Nilai transaksi Rp1.180.280.000.000 setara 21,76% dari total aset, sehingga total aset dihitung sebagai Rp1.180.280.000.000 / 0,2176 = Rp5.423.000.000.000 (pembulatan).
  - Basis: Nilai transaksi Rp1.180.280.000.000; Persentase 21,76% dari total aset
  - Assumptions: Persentase 21,76% dianggap akurat dan dihitung dari total aset per 30 Juni 2026.
  - Caveats: Angka total aset tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen.
- **Implikasi ekuitas positif** [analyst_hypothesis, low]: Penyampaian LK dengan ekuitas positif mungkin mengindikasikan bahwa emiten sebelumnya memiliki ekuitas negatif atau sedang dalam proses perbaikan kondisi keuangan, namun hal ini tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen.
  - Basis: Lampiran 2: SINI_Penyampaian LK Ekuitas Positif.PDF
  - Assumptions: Lampiran tersebut menyoroti status ekuitas positif sebagai informasi penting
  - Caveats: Tidak ada rincian angka ekuitas atau konteks sebelumnya dalam dokumen ini
- **Dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian** [analyst_hypothesis, medium]: Transaksi pinjaman antar entitas sepengendali akan dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian, sehingga tidak berdampak pada total aset dan liabilitas konsolidasian. Namun, pendapatan bunga akan diakui pada laporan keuangan tersendiri.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 12 bahwa saldo piutang dan kewajiban akan dieliminasi dalam konsolidasi.
  - Assumptions: Standar akuntansi yang berlaku mengatur eliminasi transaksi antar entitas sepengendali.
  - Caveats: Dampak aktual tergantung pada penerapan standar akuntansi dan kondisi spesifik.
- **Keterbatasan informasi** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini hanya merupakan bukti iklan, sehingga tidak memuat angka keuangan atau rincian aksi korporasi. Informasi lebih lanjut mungkin tersedia dalam laporan keuangan interim yang diiklankan, tetapi tidak disertakan dalam dokumen ini.
  - Basis: Dokumen hanya berisi pengumuman dan lampiran berupa file PDF terpisah
  - Assumptions: Laporan keuangan interim yang diiklankan mungkin berisi data keuangan, tetapi tidak tersedia di sini
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didasarkan pada data kuantitatif dari dokumen

### Risks / uncertainties

- Transaksi tidak memerlukan persetujuan RUPS, namun tetap harus memenuhi kewajiban Transaksi Material.
- Pendapat kewajaran berlaku dengan asumsi tidak ada perubahan material setelah tanggal laporan.
- Tidak ada informasi mengenai jaminan atas pinjaman, sehingga risiko kredit ditanggung Perseroan.
- Kepemilikan efektif 60% melalui DDS menunjukkan adanya pengendalian tidak langsung, namun struktur perantara tidak dijelaskan lebih lanjut.
- Dokumen tidak memuat rincian angka keuangan, sehingga tidak dapat dilakukan analisis kuantitatif lebih lanjut.
- Tidak ada informasi mengenai dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha; hanya disebutkan 'Terlampir'.

### Items to monitor

- Rincian angka keuangan Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026 dan Laporan Keuangan 31 Juli 2026 (lampiran tidak tersedia).
- Struktur perantara DDS dan kepemilikan efektif 60% atas PKP dan PBP.
- Rincian penggunaan dana PMHMETD I dan alokasi pinjaman.
- Keberadaan jaminan atau agunan atas pinjaman.
- Perkembangan operasional pertambangan batubara PKP dan PBP.
- Kepatuhan terhadap kewajiban Transaksi Material dan Afiliasi.

---

## SMGA

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkapkan, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Surat ditandatangani oleh Direktur Utama Raymond Ng Chi Ching pada 20 Agustus 2026.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek SMGA melalui surat nomor S-10850/BEI.PP3/08-2026 tanggal 19 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024.
- Perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek (surat S-10850/BEI.PP3/08-2026).
- Perseroan menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik menurut POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan BEI Nomor I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada surat nomor 139/SMGA/VIII/2026.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada surat nomor 139/SMGA/VIII/2026.
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan, berdasarkan konfirmasi yang dilakukan.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada surat nomor 139/SMGA/VIII/2026.
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi, perseroan tidak memberikan penjelasan spesifik mengenai penyebab volatilitas atau aktivitas pasar yang mendasarinya. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa volatilitas mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau aktivitas pasar yang tidak diketahui perseroan.
  - Basis: Surat BEI S-10850/BEI.PP3/08-2026 meminta penjelasan volatilitas, namun jawaban perseroan hanya menyatakan tidak mengetahui informasi material.
  - Assumptions: Volatilitas yang dimaksud BEI adalah pergerakan harga saham yang signifikan.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen untuk analisis lebih lanjut.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum (null), sehingga tidak dapat dipastikan tenggat waktu respons.
- Tidak ada informasi mengenai penyebab volatilitas transaksi efek SMGA.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' dapat menjadi risiko kepatuhan jika kemudian ditemukan informasi material yang tidak diungkapkan.
- Pernyataan 'belum memiliki rencana' tidak menutup kemungkinan adanya rencana korporasi yang sedang dievaluasi namun belum final.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; pernyataan ini bersifat kepatuhan terhadap permintaan BEI.
- Tidak ada indikasi aksi korporasi atau perubahan struktur modal dalam waktu dekat.
- Volatilitas harga saham mungkin dipengaruhi faktor pasar eksternal, namun tidak ada data pendukung dalam dokumen.

---

## SMGR

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

SMGR mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan (Public Expose Live 2026) untuk tahun buku 2025, yang akan dilaksanakan secara virtual pada 8 September 2026 pukul 14.00–15.00 WIB melalui website IDX. Agenda acara adalah presentasi kinerja perseroan dan press conference. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025.
- Hari/tanggal: 08 September 2026, pukul 14.00–15.00 WIB.
- Tempat: Public Expose Live 2026 yang tercantum pada website www.idx.co.id (virtual).
- Agenda: 1. Presentasi/Pemaparan Kinerja Perseroan; 2. Press Conference.
- Pembicara: Direktur Utama (Indriefounny Indra), Wakil Direktur Utama (Andriano Hosny Panangian), Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko (Sigit Prastowo), Direktur Sales dan Marketing (Dicky Saelan).
- Pengirim: Vita Mahreyni, Corporate Secretary.
- Nomor surat: 009420/KS.08/SUP/50056838/2000/08.2026, tanggal surat 20 Agustus 2026.
- Dasar penyelenggaraan: Peraturan PT Bursa Efek Indonesia No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Live 2026 sebagai pemenuhan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memaparkan kinerja keuangan dan operasional tahun buku 2025, serta menjawab pertanyaan investor. Namun, dokumen ini tidak memuat materi presentasi atau data kinerja, sehingga isi paparan belum dapat diketahui.
  - Basis: Agenda resmi: Presentasi/Pemaparan Kinerja Perseroan dan Press Conference.
  - Assumptions: Public Expose tahunan umumnya membahas kinerja tahun buku yang berakhir.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung dalam dokumen ini; isi paparan hanya dapat dikonfirmasi setelah acara berlangsung.

---

## SMSM

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang akan dilaksanakan pada 9 September 2026 secara virtual melalui Public Expose Live 2026 di website IDX. Agenda meliputi laporan kinerja semester I 2026, prospek dan strategi usaha, serta konferensi pers. Pengumuman ini bersifat awal dan tidak memuat data keuangan atau aksi korporasi.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Hari/tanggal: 09 September 2026, pukul 10.00 - 11.00 WIB.
- Tempat: Public Expose Live 2026 (virtual, melalui website idx.co.id).
- Agenda: 1. Laporan Kinerja Semester I Tahun 2026; 2. Prospek dan Strategi Usaha; 3. Press Conference.
- Dasar penyelenggaraan: Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, khususnya ketentuan III.3 mengenai Kewajiban Public Expose Tahunan.
- Pihak manajemen yang hadir: Anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, Komite Audit, dan Corporate Secretary.
- Materi Paparan Publik akan disampaikan selambat-lambatnya 3 (tiga) Hari Bursa sebelum tanggal penyelenggaraan Public Expose Live 2026.
- Pengirim: Ang Andri Pribadi, Wakil Direktur Utama.
- Tanggal dan waktu pengiriman: 21-08-2026 18:16.
- Nomor surat: 0275/SS/VIII/26.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sebagai pemenuhan Peraturan BEI Nomor I-E, ketentuan III.3.

### Analytical scenarios

- **Batas akhir penyampaian materi Public Expose** [derived_calculation, medium]: Jika Public Expose dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, dan materi harus disampaikan selambat-lambatnya 3 hari bursa sebelumnya, maka batas akhir adalah sekitar Jumat, 4 September 2026 (dengan asumsi tidak ada hari libur bursa di antara tanggal tersebut).
  - Basis: Pernyataan emiten: 'Perseroan akan menyampaikan materi Paparan Publik selambat-lambatnya 3 (tiga) Hari Bursa sebelum tanggal penyelenggaraan Public Expose Live 2026.'; Tanggal pelaksanaan: 9 September 2026 (Rabu).
  - Assumptions: Tidak ada hari libur bursa antara 4-9 September 2026.
  - Caveats: Perhitungan ini bersifat turunan dan belum dikonfirmasi oleh emiten.
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memberikan informasi kinerja dan prospek usaha kepada investor dan pemangku kepentingan. Namun, dokumen ini hanya mengumumkan rencana, belum ada data kinerja yang disajikan.
  - Basis: Agenda yang tercantum: Laporan Kinerja Semester I 2026, Prospek dan Strategi Usaha, Press Conference.
  - Assumptions: Public Expose akan menyajikan data kinerja semester I 2026 dan pandangan manajemen tentang prospek usaha.
  - Caveats: Belum ada materi presentasi yang tersedia dalam dokumen ini.

---

## SOCI

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Soechi Lines Tbk. (SOCI) mengumumkan pendirian entitas anak baru, Sea Voyage International Ltd (SVI), berkedudukan di Marshall Islands, dengan kepemilikan 100% dan modal ditempatkan/disetor sebesar AS$500.000. Tujuan pendirian adalah mendukung kegiatan usaha pelayaran. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kondisi keuangan dan tidak ada dampak hukum tertentu. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal (bukan koreksi, pembatalan, atau lanjutan).

### Material changes

- Pendirian entitas anak baru, Sea Voyage International Ltd (SVI), berkedudukan di Marshall Islands, bergerak di bidang pelayaran.
- Kepemilikan SOCI atas SVI sebesar 100%.
- Modal ditempatkan dan disetor SVI senilai AS$500.000.
- Tujuan pendirian SVI untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan dalam bidang pelayaran.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kondisi keuangan dan tidak ada dampak hukum tertentu.

### Key financial figures

- **Modal ditempatkan dan disetor SVI:** 500000 (per 19 Agustus 2026 (tanggal kejadian))

### Corporate actions

- Pendirian entitas anak baru

### Capital structure

- Kepemilikan SOCI atas SVI sebesar 100%
- Modal ditempatkan dan disetor SVI sebesar AS$500.000

### Analytical scenarios

- **Pendirian entitas anak** [explicit_fact, high]: SOCI mendirikan SVI, entitas anak 100% di Marshall Islands, dengan modal disetor AS$500.000.
  - Basis: Uraian informasi material: 'Perseroan telah mendirikan entitas anak baru, yaitu Sea Voyage International Ltd (SVI), berkedudukan di Marshall Islands'; Kepemilikan 100% dan modal AS$500.000
- **Tujuan pendirian** [explicit_fact, high]: Tujuan pendirian SVI adalah mendukung kegiatan usaha SOCI di bidang pelayaran.
  - Basis: Tujuan pembentukan entitas anak baru tersebut adalah untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan dalam bidang pelayaran.
- **Dampak operasional** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan pembentukan SVI diharapkan memperkuat operasi segmen pelayaran.
  - Basis: Pembentukan entitas anak baru diharapkan dapat memperkuat operasi segmen pelayaran Perseroan.
- **Dampak keuangan** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan.
  - Basis: Tidak terdapat dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan, yang ditimbulkan atas pembentukan entitas anak baru tersebut.
- **Dampak hukum** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak hukum tertentu atas pendirian SVI.
  - Basis: Tidak terdapat dampak hukum tertentu yang ditimbulkan atas pembentukan entitas anak baru tersebut.
- **Nilai investasi** [derived_calculation, medium]: Nilai investasi SOCI pada SVI setara dengan modal disetor, yaitu AS$500.000.
  - Basis: Modal ditempatkan dan disetor SVI senilai AS$500.000; Kepemilikan 100%
  - Assumptions: Investasi awal SOCI pada SVI sama dengan modal disetor penuh.
  - Caveats: Tidak ada rincian apakah investasi dilakukan tunai atau dalam bentuk aset lain.
- **Potensi dampak operasional** [analyst_hypothesis, low]: Pendirian SVI di Marshall Islands dapat menjadi bagian dari strategi ekspansi internasional atau optimalisasi armada, namun belum ada rincian lebih lanjut.
  - Basis: SVI berkedudukan di Marshall Islands dan bergerak di bidang pelayaran; Tujuan mendukung kegiatan usaha pelayaran
  - Assumptions: Marshall Islands dipilih karena pertimbangan hukum atau operasional maritim.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai rencana operasional atau kontribusi pendapatan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai dampak operasional atau keuangan dari pendirian SVI.
- Tidak ada informasi mengenai sumber dana investasi.
- Tidak ada informasi mengenai jadwal operasional atau target kontribusi SVI.

### Items to monitor

- Pendirian entitas anak dapat memperkuat operasi pelayaran, namun dampak keuangan dinyatakan tidak material oleh emiten.
- Investasi awal sebesar AS$500.000 relatif kecil terhadap skala perusahaan, sehingga dampak langsung terhadap laba mungkin terbatas.
- Perlu dipantau apakah SVI akan digunakan untuk ekspansi armada atau pengelolaan kapal di masa depan.

---

## SRTG

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) melaporkan pengalihan seluruh sisa saham hasil buy back. Sebanyak 4.876.200 saham telah dialihkan melalui penjualan di Bursa Efek Indonesia pada 18-19 Agustus 2026, dengan harga rata-rata Rp1.856,616 per saham (menurut laporan utama) atau harga per tanggal Rp1.847,15 dan Rp1.880,97 (menurut lampiran). Total dana yang diperoleh adalah Rp9.053.231.500. Setelah transaksi ini, tidak ada sisa saham hasil buy back yang belum dialihkan. Laporan ini merupakan laporan lanjutan dari rencana pengalihan yang diumumkan pada 3 Agustus 2026.

### Material changes

- Perusahaan melaporkan pengalihan seluruh sisa saham hasil buy back pada 19 Agustus 2026.
- Jumlah saham hasil buy back yang dialihkan: 4.876.200 saham.
- Harga rata-rata penjualan/pengalihan: Rp1.856,616 per saham (laporan utama).
- Harga pengalihan per tanggal: Rp1.847,15 per saham (18 Agustus 2026) dan Rp1.880,97 per saham (19 Agustus 2026) (lampiran).
- Jumlah dana yang diperoleh: Rp9.053.231.500.
- Kerugian dari penjualan/pengalihan: 0.
- Sisa saham hasil buy back yang belum dialihkan: 0.
- Harga rata-rata pembelian kembali saham pada 19 Agustus 2020: Rp2.764 per saham (sebelum stock split 1:5) dan Rp552,8 per saham (setelah stock split).
- Pengalihan dilakukan melalui penjualan di Bursa Efek Indonesia.
- Rencana pengalihan diumumkan melalui keterbukaan informasi pada 3 Agustus 2026.
- Laporan ditandatangani oleh Corporate Secretary Sandi Rahaju dan Direktur Devin Wirawan, tanggal 21 Agustus 2026.

### Key financial figures

### Corporate actions

- Pengalihan saham treasuri hasil buy back

### Capital structure

- Pengalihan seluruh saham hasil buy back (4.876.200 saham) melalui penjualan di bursa, sehingga tidak ada sisa saham treasuri.

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan perkembangan pengalihan saham hasil buyback kepada OJK.

### Analytical scenarios

- **Pengalihan seluruh saham treasuri** [explicit_fact, high]: Laporan menyatakan bahwa seluruh saham hasil buy back telah dialihkan (sisa 0), sehingga tidak ada lagi saham treasuri dari program buy back tersebut.
  - Basis: Jumlah saham hasil buy back yang telah dijual/dialihkan: 4.876.200; Jumlah saham hasil buy back yang belum dialihkan: 0
- **Perhitungan harga rata-rata setelah stock split** [derived_calculation, high]: Harga rata-rata pembelian kembali setelah stock split dihitung dengan membagi harga sebelum stock split dengan rasio stock split 1:5, yaitu Rp2.764 / 5 = Rp552,8 per saham.
  - Basis: Harga rata-rata pembelian kembali sebelum stock split: Rp2.764; Rasio stock split: 1:5
  - Assumptions: Stock split 1:5 berarti setiap 1 saham lama menjadi 5 saham baru, sehingga harga per saham baru menjadi 1/5 dari harga lama.
- **Perhitungan harga rata-rata penjualan** [derived_calculation, high]: Harga rata-rata penjualan dihitung dari total dana dibagi jumlah saham: Rp9.053.231.500 / 4.876.200 = Rp1.856,616 per saham (pembulatan).
  - Basis: Jumlah dana yang diperoleh: Rp9.053.231.500; Jumlah saham yang dialihkan: 4.876.200
  - Assumptions: Tidak ada biaya transaksi yang mengurangi dana yang diperoleh.
- **Total nilai pengalihan saham (berdasarkan lampiran)** [derived_calculation, medium]: Total nilai pengalihan diperkirakan sekitar Rp9,09 miliar, dengan asumsi seluruh saham dialihkan pada harga rata-rata tertimbang dari dua harga yang dilaporkan. Perhitungan: 4.876.200 saham x ((1.847,15 + 1.880,97)/2) = 4.876.200 x 1.864,06 = Rp9.089.000.000 (pembulatan).
  - Basis: Jumlah saham dialihkan: 4.876.200; Harga pengalihan 18 Agustus 2026: Rp1.847,15; Harga pengalihan 19 Agustus 2026: Rp1.880,97
  - Assumptions: Seluruh saham dialihkan dengan proporsi yang sama pada kedua harga, sehingga rata-rata sederhana digunakan.
  - Caveats: Nilai aktual dapat berbeda jika proporsi saham yang dialihkan pada masing-masing tanggal tidak sama.
- **Potensi keuntungan/kerugian dari pengalihan** [analyst_hypothesis, low]: Membandingkan harga jual rata-rata (Rp1.856,616) dengan harga beli rata-rata setelah stock split (Rp552,8) menunjukkan potensi keuntungan, namun laporan menyatakan kerugian 0. Perlu verifikasi apakah harga beli yang digunakan adalah harga setelah stock split dan apakah ada faktor lain.
  - Basis: Harga jual rata-rata: Rp1.856,616; Harga beli rata-rata setelah stock split: Rp552,8
  - Assumptions: Harga beli yang relevan adalah harga setelah stock split.; Tidak ada biaya transaksi atau penyesuaian lain.
  - Caveats: Laporan tidak menyediakan rincian perhitungan laba/rugi, hanya menyatakan kerugian 0.; Konteks waktu pembelian (2020) dan penjualan (2026) berbeda, dan faktor pasar tidak dipertimbangkan.
- **Dampak terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, medium]: Pengalihan saham buyback ini kemungkinan tidak mengubah jumlah saham beredar secara permanen, karena saham yang dibeli kembali dijual kembali ke pasar, sehingga tidak ada pengurangan modal disetor. Namun, dampak terhadap kepemilikan dan free float perlu dipantau.
  - Basis: Saham hasil buyback dialihkan melalui penjualan di bursa; Sisa saham yang wajib dialihkan menjadi 0
  - Assumptions: Penjualan kembali saham buyback tidak mengurangi jumlah saham beredar.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai pembeli atau perubahan kepemilikan spesifik.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari laporan ini.
- Laporan tidak menyebutkan identitas pembeli saham hasil buy back (kolom 'Nama pihak yang membeli' diisi '-').
- Tidak ada rincian biaya transaksi atau perhitungan laba/rugi selain pernyataan kerugian 0.
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap struktur modal atau kepemilikan setelah pengalihan.

### Items to monitor

- Pengalihan seluruh saham treasuri dapat mempengaruhi jumlah saham beredar dan free float, meskipun dampaknya perlu dipantau.
- Harga jual rata-rata yang lebih tinggi dari harga beli historis dapat mengindikasikan potensi keuntungan bagi perusahaan, namun laporan menyatakan kerugian 0.

---

## SSIA

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara dijadwalkan pada 7 September 2026 pukul 15:00 secara live melalui website idx.co.id. Agenda meliputi laporan kinerja Semester I 2026, prospek dan strategi usaha, serta agenda lainnya. Dokumen ini hanya berisi rencana acara, tidak memuat informasi keuangan atau operasional.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada hari Senin, 07 September 2026, pukul 15:00.
- Tempat pelaksanaan adalah Public Expose Live 2026 yang tercantum pada website idx.co.id.
- Agenda Public Expose mencakup: (1) Laporan Kinerja Semester I 2026, (2) Prospek dan Strategi Usaha, (3) Lain-lain.
- Pengumuman ditandatangani oleh Yulean selaku Corporate Secretary.

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan ini kemungkinan merupakan bagian dari kewajiban keterbukaan informasi bagi emiten, dan agenda 'Laporan Kinerja Semester I 2026' menunjukkan bahwa manajemen akan menyampaikan hasil kinerja keuangan dan operasional untuk periode Januari-Juni 2026. Namun, dokumen ini tidak memberikan rincian lebih lanjut.
  - Basis: Agenda Public Expose mencakup laporan kinerja Semester I 2026
  - Assumptions: Manajemen akan menyajikan data keuangan dan operasional pada acara tersebut
  - Caveats: Dokumen ini hanya pengumuman rencana, bukan materi presentasi; isi laporan kinerja belum tersedia.

---

## SUPR

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) mengumumkan perpanjangan masa penawaran tender sukarela (Voluntary Tender Offer/VTO) oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) atas saham-saham SUPR. Perpanjangan dilakukan selama 30 hari, mulai 25 Agustus 2026 hingga 23 September 2026, dengan harga penawaran tetap Rp45.000 per saham. Hingga 20 Agustus 2026, 54 pemegang saham publik telah berpartisipasi mewakili 219.754 saham (22,42% dari Saham Publik). Pembayaran dilakukan paling lambat 5 Oktober 2026. VTO terkait rencana go private dan delisting SUPR, yang masih menunggu persetujuan OJK dan BEI. Pengumuman ini merupakan lanjutan dari proses VTO yang telah berjalan.

### Material changes

- Perpanjangan masa penawaran tender sukarela (VTO) oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) atas saham-saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).
- Harga penawaran tetap Rp45.000 per saham.
- Periode perpanjangan VTO: 25 Agustus 2026 pukul 08.30 WIB s.d. 23 September 2026 pukul 16.00 WIB (30 hari).
- Hingga 20 Agustus 2026, 54 pemegang saham publik telah berpartisipasi, mewakili 219.754 saham atau 22,42% dari Saham Publik.
- Pembayaran harga penawaran dilakukan paling lambat 5 Oktober 2026.
- VTO terkait rencana go private dan delisting SUPR, menunggu persetujuan OJK dan BEI.
- Perpanjangan dilakukan sesuai POJK 54/POJK.04/2015 dan VTO sebagai perlindungan hak pemegang saham publik sesuai POJK 45/2024.

### Key financial figures

- **Harga penawaran tender sukarela:** 45000 (Perpanjangan masa VTO (25 Agustus - 23 September 2026))
- **Jumlah saham publik yang telah berpartisipasi dalam VTO:** 219754 (per 20 Agustus 2026)
- **Persentase partisipasi dari saham publik:** 22.42% (per 20 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Penawaran tender sukarela (VTO) oleh Protelindo atas saham SUPR
- Perpanjangan masa penawaran tender sukarela
- Rencana go private dan delisting SUPR

### Management / control changes

- Potensi perubahan pengendalian melalui VTO menuju go private

### Capital structure

- 219.754 saham telah dipartisipasikan dalam VTO (22,42% dari Saham Publik) per 20 Agustus 2026

### Listing / regulatory

- Rencana go private dan delisting SUPR, menunggu persetujuan OJK dan BEI
- VTO dilaksanakan sesuai POJK 45/2024 dan POJK 54/2015
- Penyampaian informasi perpanjangan masa penawaran tender sukarela kepada OJK dan BEI

### Analytical scenarios

- **Total nilai saham yang dipartisipasikan** [derived_calculation, medium]: Total nilai saham yang telah dipartisipasikan = 219.754 saham × Rp45.000 = Rp9.888.930.000 (sekitar Rp9,89 miliar).
  - Basis: 219.754 saham; Rp45.000 per saham
  - Assumptions: Semua saham yang dipartisipasikan dihargai sama Rp45.000
  - Caveats: Nilai ini hanya estimasi berdasarkan jumlah saham yang dilaporkan; pembayaran aktual dapat berbeda jika ada saham yang tidak dipartisipasikan penuh.
- **Total saham publik** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan data partisipasi, total saham publik diperkirakan sekitar 980.257 saham (219.754 / 22,42%).
  - Basis: 219.754 saham / 22,42%
  - Assumptions: Persentase partisipasi dihitung dari total saham publik yang sama dengan dasar perhitungan 22,42%.
  - Caveats: Angka ini adalah estimasi berdasarkan data yang tersedia; total saham publik sebenarnya mungkin berbeda jika definisi saham publik berbeda.
- **Implikasi go private** [analyst_hypothesis, medium]: Jika VTO berhasil dan persetujuan diperoleh, SUPR akan menjadi perusahaan tertutup dan sahamnya akan dihapus dari bursa. Pemegang saham yang tidak berpartisipasi akan menjadi pemegang saham perusahaan tertutup.
  - Basis: Dalam hal Perusahaan Sasaran telah memenuhi syarat dan ketentuan serta memperoleh persetujuan dari instansi terkait, termasuk OJK dan BEI, sehubungan dengan Rencana Go Private dan Delisting, maka Pemegang Saham Publik yang tidak berpartisipasi dalam VTO ini akan menjadi pemegang saham perusahaan tertutup.
  - Assumptions: VTO akan mencapai ambang batas yang disyaratkan untuk go private
  - Caveats: Belum ada kepastian jumlah partisipasi akhir atau persetujuan OJK/BEI.
- **Tujuan perpanjangan VTO** [analyst_hypothesis, medium]: Perpanjangan masa VTO kemungkinan bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemegang saham publik agar memenuhi ambang batas untuk go private dan delisting, meskipun belum ada konfirmasi resmi.
  - Basis: Perpanjangan dilakukan untuk memberi kesempatan pemegang saham publik yang belum berpartisipasi.
  - Assumptions: Tujuan utama perpanjangan adalah untuk mencapai tingkat kepemilikan publik yang rendah agar memenuhi syarat delisting.
  - Caveats: Belum ada pernyataan resmi mengenai target partisipasi atau ambang batas yang harus dicapai.

### Risks / uncertainties

- Jumlah pemegang saham yang berpartisipasi pada periode perpanjangan belum tersedia
- Rencana go private dan delisting masih menunggu persetujuan OJK dan BEI
- Pemegang saham yang tidak berpartisipasi akan menjadi pemegang saham perusahaan tertutup
- Tidak ada rincian mengenai jumlah saham yang ditender, harga penawaran, atau jangka waktu perpanjangan yang spesifik dalam dokumen utama
- Dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan secara rinci dalam dokumen

### Items to monitor

- Perpanjangan masa VTO memberikan waktu tambahan bagi pemegang saham publik untuk berpartisipasi dalam tender sukarela dengan harga Rp45.000 per saham.
- Jika rencana go private dan delisting terlaksana, pemegang saham yang tidak berpartisipasi akan menjadi pemegang saham perusahaan tertutup, yang dapat mempengaruhi likuiditas saham.
- Status persetujuan OJK dan BEI untuk go private belum diungkapkan, sehingga kepastian proses masih belum jelas.

---

## TAPG

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mengumumkan transaksi afiliasi berupa pembagian dividen interim dari 12 perusahaan terkendali (anak perusahaan) dengan total nilai Rp762.655.000.000. Transaksi dilakukan pada 20 Agustus 2026 dan diumumkan pada 21 Agustus 2026. Emiten menyatakan transaksi tidak berdampak material. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal dan disampaikan untuk memenuhi POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

### Material changes

- Pembagian dividen interim dari 12 perusahaan terkendali TAPG dengan total nilai Rp762.655.000.000.
- Tanggal transaksi: 20 Agustus 2026.
- Pihak-pihak yang terlibat: PT Agro Multi Persada (AMP), PT Persada Agro Nusantara (PAN), PT First Lamandau Timber International (FLTI), PT Mega Ika Khansa (MIK), PT Gawi Bahandep Sawit Mekar (GBSM), PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ), PT Hamparan Perkasa Mandiri (HPM), PT Subur Abadi Wana Agung (SAWA), PT Natura Pasific Nusantara (NPN), PT Yudha Wahana Abadi (YWA), PT Trieka Agro Nusantara (TAN).
- Seluruh pihak tersebut merupakan perusahaan terkendali dari TAPG (hubungan afiliasi).
- Keputusan pembagian dividen diambil berdasarkan penerimaan pemberitahuan keputusan para pemegang saham di luar RUPS Luar Biasa pada tanggal 20 Agustus 2026.
- Emiten menyatakan transaksi tidak berdampak material.
- Laporan disampaikan untuk memenuhi POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

### Key financial figures

- **Nilai transaksi total:** 762.655.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim FLTI:** 40.265.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim MIK:** 40.150.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim GBSM:** 200.200.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim AAPA:** 107.000.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim DLJ:** 45.150.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim HPM:** 64.800.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim NPN:** 79.800.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim SAWA:** 50.050.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim YWA:** 100.240.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim TAN:** 35.000.000.000 (2026-08-20)

### Corporate actions

- Pembagian dividen interim dari anak perusahaan (perusahaan terkendali) kepada induk (TAPG).

### Capital structure

- TAPG memiliki 94,93% saham AMP.
- AMP memiliki 99,9% saham PAN.
- PAN memiliki 99,9% saham FLTI.
- AMP memiliki 99,9% saham MIK, GBSM, AAPA, DLJ, HPM, SAWA, NPN, YWA, dan TAN.

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan untuk memenuhi POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

### Analytical scenarios

- **Rata-rata dividen per perusahaan** [derived_calculation, medium]: Jika nilai transaksi dibagi rata ke 12 perusahaan, rata-rata dividen per perusahaan adalah sekitar Rp63.554.583.333 (762.655.000.000 / 12).
  - Basis: Nilai transaksi Rp762.655.000.000; Jumlah perusahaan terkendali = 12
  - Assumptions: Pembagian merata, tidak ada informasi rinci per perusahaan
  - Caveats: Nilai aktual per perusahaan tidak diungkapkan dalam dokumen
- **Bagian dividen yang diterima TAPG secara tidak langsung** [derived_calculation, medium]: Bagian dividen yang diterima TAPG secara tidak langsung melalui AMP dan PAN diperkirakan sekitar Rp 762,5 miliar dikalikan 94,93% (kepemilikan TAPG di AMP) dikalikan 99,9% (kepemilikan AMP di anak perusahaan), menghasilkan sekitar Rp 723,1 miliar. Namun, karena struktur kepemilikan berlapis, perhitungan ini hanya estimasi dan mengabaikan kepemilikan minoritas di PAN dan FLTI.
  - Basis: Kepemilikan TAPG di AMP: 94,93%; Kepemilikan AMP di anak perusahaan: 99,9%; Total dividen: Rp 762.655.000.000
  - Assumptions: Semua dividen mengalir ke atas sesuai persentase kepemilikan tanpa ada pengurangan pajak atau biaya lain.; Kepemilikan AMP di PAN dan FLTI juga 99,9%.
  - Caveats: Perhitungan ini tidak memperhitungkan pajak dividen atau biaya transaksi.; Kepemilikan minoritas di PAN dan FLTI (0,1%) diabaikan.
- **Dampak terhadap arus kas TAPG** [analyst_hypothesis, low]: Pembagian dividen interim dari anak perusahaan akan meningkatkan arus kas masuk bagi TAPG, namun dampak terhadap laba bersih konsolidasi tidak dapat ditentukan karena dividen antar entitas terkonsolidasi dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasi.
  - Basis: Nilai transaksi Rp762.655.000.000; Sifat transaksi sebagai dividen dari anak perusahaan
  - Assumptions: Dividen dibayarkan dalam bentuk kas; Eliminasi dalam laporan konsolidasi
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang bentuk pembayaran (kas atau non-kas); Dampak terhadap laporan keuangan konsolidasi tidak dijelaskan
- **Motivasi pembagian dividen** [analyst_hypothesis, low]: Pembagian dividen interim oleh anak perusahaan kemungkinan bertujuan untuk mengoptimalkan arus kas grup dan mendistribusikan laba kepada induk perusahaan, yang dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja, pembayaran utang, atau investasi lebih lanjut. Namun, tujuan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Pembagian dividen oleh anak perusahaan kepada induk merupakan praktik umum untuk mentransfer kas ke atas.
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain yang tersedia.
  - Caveats: Tujuan sebenarnya tidak dinyatakan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian nilai dividen per perusahaan, sehingga tidak dapat diketahui kontribusi masing-masing anak usaha.
- Tidak ada penjelasan mengenai pertimbangan atau alasan lebih lanjut selain pernyataan umum.
- Tidak ada informasi mengenai dampak transaksi terhadap laporan keuangan konsolidasi TAPG.
- Tidak ada risiko material yang diungkapkan oleh emiten; transaksi dinyatakan tidak berdampak material.
- Perhitungan bagian dividen yang diterima TAPG bersifat estimasi karena struktur kepemilikan berlapis.

### Items to monitor

- Transaksi afiliasi ini menunjukkan adanya arus kas masuk ke TAPG dari anak perusahaan, yang dapat mempengaruhi likuiditas dan kemampuan pendanaan emiten.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 42/POJK.04/2020 menunjukkan komitmen tata kelola, namun transaksi dinyatakan tidak material oleh emiten.

---

## TAXI

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 20–21 Agustus 2026, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) merilis dua pengumuman terkait penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Ketiga. Pengumuman pertama (21 Agustus 2026, 16:34 WIB) memuat pemanggilan RUPST Ketiga yang dijadwalkan pada 9 September 2026, sebagai lanjutan dari RUPST Kedua yang gagal kuorum pada 17 Juli 2026. OJK menetapkan kuorum RUPST Ketiga melalui Surat No. S-38/PM.2/2026 tanggal 13 Agustus 2026. Pengumuman kedua (21 Agustus 2026, 18:35 WIB) menyampaikan bukti iklan pemanggilan RUPS yang diterbitkan di tiga media pada 21 Agustus 2026. Tidak ada agenda luar biasa (rights issue, merger, perubahan anggaran dasar) dalam RUPST Ketiga; agenda bersifat rutin tahunan. Pentingnya secara korporasi: kegagalan kuorum berulang dapat menunda keputusan tahunan (laporan keuangan, penggunaan laba, remunerasi), dan RUPST Ketiga menjadi momentum untuk menyelesaikan agenda tersebut.

### Material changes

- RUPST Kedua (17 Juli 2026) gagal kuorum, sehingga tidak ada keputusan sah yang diambil.
- OJK menetapkan kuorum RUPST Ketiga melalui Surat No. S-38/PM.2/2026 tanggal 13 Agustus 2026.
- RUPST Ketiga dijadwalkan pada 9 September 2026 pukul 14.00 WIB di Favehotel Zainul Arifin, Jakarta Pusat.
- Recording date DPS untuk kehadiran RUPST Ketiga: 20 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
- Batas akhir e-proxy/e-voting: 8 September 2026 pukul 12.00 WIB; kuasa fisik: 8 September 2026 pukul 15.00 WIB.
- Iklan pemanggilan RUPS diterbitkan di tiga media pada 21 Agustus 2026.

### Corporate actions

- RUPST Ketiga dijadwalkan 9 September 2026 dengan agenda rutin tahunan: (1) persetujuan laporan tahunan dan keuangan serta acquit et de charge; (2) persetujuan penggunaan laba bersih; (3) penunjukan akuntan publik; (4) penetapan remunerasi pengurus untuk Tahun Buku 2026.

### Listing / regulatory

- RUPST Kedua gagal kuorum, sehingga dilakukan pemanggilan ulang (panggilan ketiga).
- OJK menetapkan kuorum RUPST Ketiga melalui Surat No. S-38/PM.2/2026 tanggal 13 Agustus 2026.
- Penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPS kepada Bursa Efek Indonesia sebagai kewajiban keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Kegagalan kuorum RUPST Kedua** [explicit_fact, high]: RUPST Kedua yang diadakan pada 17 Juli 2026 tidak mencapai kuorum, sehingga tidak dapat mengambil keputusan yang sah dan mengikat.
  - Basis: Dokumen menyatakan RUPST Kedua tidak mencapai kuorum jumlah pemegang saham yang hadir atau terwakili.
- **Penetapan kuorum oleh OJK** [explicit_fact, high]: OJK menetapkan kuorum RUPST Ketiga melalui Surat No. S-38/PM.2/2026 tanggal 13 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen menyebutkan surat OJK No. S-38/PM.2/2026 tanggal 13 Agustus 2026 tentang penetapan kuorum RUPST Ketiga.
- **Agenda RUPST** [explicit_fact, high]: Agenda RUPST Ketiga hanya mencakup hal rutin tahunan: persetujuan laporan tahunan dan keuangan, penggunaan laba bersih, penunjukan akuntan publik, dan penetapan remunerasi pengurus. Tidak ada agenda luar biasa seperti rights issue, merger, atau perubahan anggaran dasar.
  - Basis: Daftar agenda pada dokumen
- **Publikasi iklan RUPS** [explicit_fact, high]: Iklan Panggilan RUPS Tahunan Ketiga telah diterbitkan pada 21 Agustus 2026 di tiga media: web e-RUPS, web bursa efek, dan web perseroan.
  - Basis: Tabel pada halaman 1 dan 2 mencantumkan nama media dan tanggal penerbitan 21 Agustus 2026 untuk ketiga media.
- **Jarak waktu antara recording date dan pelaksanaan RUPST** [derived_calculation, high]: Jarak waktu antara recording date (20 Agustus 2026) dan pelaksanaan RUPST Ketiga (9 September 2026) adalah 20 hari kalender.
  - Basis: Tanggal recording date 20 Agustus 2026 dan tanggal RUPST 9 September 2026.
  - Assumptions: Perhitungan hari kalender sederhana.
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Agenda penggunaan laba bersih dapat mengindikasikan pembagian dividen, namun tidak ada informasi spesifik mengenai jumlah atau kebijakan dividen dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda nomor 2 menyebutkan penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025.
  - Assumptions: Penggunaan laba bersih dapat mencakup dividen, namun belum tentu.
  - Caveats: Tidak ada angka atau keputusan dividen yang disebutkan.
- **Keterlambatan pelaporan** [analyst_hypothesis, low]: Kegagalan kuorum pada RUPS sebelumnya dapat mengindikasikan rendahnya partisipasi pemegang saham, namun hal ini tidak secara langsung mengindikasikan masalah keuangan atau tata kelola. Perlu dipantau hasil RUPS berikutnya.
  - Basis: RUPS sebelumnya tidak kuorum
  - Assumptions: Partisipasi pemegang saham yang rendah menjadi penyebab tidak kuorum
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai jumlah saham yang hadir atau penyebab tidak kuorum

### Risks / uncertainties

- RUPST Ketiga dapat kembali gagal kuorum jika partisipasi pemegang saham tidak mencukupi.
- Keterlambatan atau kegagalan registrasi elektronik dapat menyebabkan saham tidak dihitung dalam kuorum.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah saham atau persentase kepemilikan yang hadir pada RUPST Kedua.
- Tidak ada agenda RUPS yang diungkapkan dalam dokumen bukti iklan; informasi tersebut mungkin tersedia di lampiran atau pengumuman terpisah.

### Items to monitor

- Hasil RUPST Ketiga pada 9 September 2026, termasuk keputusan penggunaan laba bersih (potensi dividen) dan remunerasi pengurus.
- Keputusan penunjukan akuntan publik untuk Tahun Buku 2026.
- Partisipasi pemegang saham pada RUPST Ketiga untuk menilai risiko kuorum.
- Pengumuman resmi hasil RUPS dan dokumen pendukung (risalah RUPS).

---

## TLKM

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang akan dilaksanakan secara virtual pada 7 September 2026 pukul 10.00–11.30 WIB melalui platform Public Expose Live IDX. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau informasi strategis lainnya. Manajemen yang dijadwalkan hadir antara lain Direktur Utama Dian Siswarini dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Arthur Angelo Syailendra.

### Material changes

- TLKM akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada Senin, 7 September 2026, pukul 10.00–11.30 WIB.
- Acara diselenggarakan secara virtual melalui tautan https://pubexlive.idx.co.id/.
- Manajemen yang dijadwalkan hadir: Dian Siswarini (Direktur Utama), Arthur Angelo Syailendra (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko), Budi Satria Dharma Purba (Direktur Wholesale & International Service), Veranita Yosephine (Direktur Enterprise & Business Service), dan Daru Mulyawan (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel).
- Pengumuman dikirim oleh Limiati Purnomo (AVP Shareholder Relation) pada 21 Agustus 2026 pukul 11:32 WIB.
- Pengumuman ini merupakan pemenuhan ketentuan Peraturan Bursa Nomor I-E bagian III.3.1.

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan tahun buku 2026 sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi kepada publik dan investor.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan umumnya digunakan untuk menyampaikan kinerja keuangan, strategi, dan prospek bisnis kepada pemegang saham dan publik. Namun, dokumen ini hanya berisi jadwal dan agenda, sehingga tidak ada informasi substantif yang dapat dianalisis lebih lanjut.
  - Basis: Praktik umum penyelenggaraan Public Expose di bursa efek Indonesia
  - Assumptions: Public Expose tahunan biasanya membahas kinerja keuangan, strategi, dan prospek usaha.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai materi yang akan disampaikan dalam acara tersebut.

---

## TRON

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) menyampaikan koreksi atas Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk posisi 31 Juli 2026. Laporan ini mencakup komposisi pemegang saham, kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris, serta kepemilikan saham yang mencapai 5% atau lebih. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan, namun terdapat koreksi atas laporan sebelumnya (nomor 040/TKDN-OJK/8/2026) yang perlu diperhatikan investor.

### Material changes

- Emiten: PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON), dengan kode efek TRON.
- Jenis pengumuman: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) dengan status KOREKSI, nomor pengumuman 040a/TKDN-OJK/8/2026, tanggal 21 Agustus 2026.
- Laporan ini merupakan koreksi atas pengumuman sebelumnya dengan nomor 040/TKDN-OJK/8/2026.
- Posisi laporan: 31 Juli 2026.
- Total saham ditempatkan dan disetor penuh: 2.951.328.448 saham.
- Pemegang saham pengendali: PT Daya Kemilau Nusantara Investama, dengan jumlah saham 1.742.046.400 saham atau 59,03%.
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris per 31 Juli 2026: David Santoso (Direktur Utama) 3.169.600 saham (0,77%), Rudy Budiman Setiawan (Direktur) 1.232.000 saham (0,04%), Wendy Jolanda Waas (Direktur) 2.777.800 saham (0,09%), Mirza Whibowo (Komisaris Utama) 0 saham (0,00%), Drs. Thomson E Batubara (Komisaris Independen) 0 saham (0,00%), Sultan Satria (Direktur) 0 saham (0,00%).
- Tidak ada saham treasuri yang dilaporkan (0 saham).
- Free float berdasarkan laporan: 40,73% (berdasarkan data KSEI dan perhitungan emiten).
- Jumlah pemegang saham per 31 Juli 2026: 7.871 pemegang saham.
- Laporan mencakup komposisi kepemilikan saham berdasarkan klasifikasi investor KSEI, termasuk scripless dan warkat.
- Biro Administrasi Efek: PT Adimitra Jasa Korpora.
- Laporan ditandatangani oleh Corporate Secretary PT Harta Setiawan (pihak yang menyampaikan laporan).

### Key financial figures

- **Total saham ditempatkan dan disetor penuh:** 2.951.328.448 (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan saham PT Daya Kemilau Nusantara Investama:** 1.742.046.400 (31 Juli 2026)
- **Persentase kepemilikan PT Daya Kemilau Nusantara Investama:** 59,03% (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan saham David Santoso (Direktur Utama):** 3.169.600 (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan saham Rudy Budiman Setiawan (Direktur):** 1.232.000 (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan saham Wendy Jolanda Waas (Direktur):** 2.777.800 (31 Juli 2026)
- **Free float:** 40,73% (31 Juli 2026)
- **Jumlah pemegang saham:** 7.871 (31 Juli 2026)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan direksi atau komisaris yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan. Laporan hanya mencantumkan kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris yang ada.
- Pemegang saham pengendali tetap PT Daya Kemilau Nusantara Investama dengan kepemilikan 59,03%.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan. Total saham ditempatkan dan disetor penuh tercatat 2.951.328.448 saham, dan tidak ada saham treasuri yang dilaporkan.

### Listing / regulatory

- Pengumuman ini merupakan koreksi atas laporan bulanan sebelumnya, yang menunjukkan adanya perbaikan atau pembaruan informasi yang disampaikan kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Perubahan free float** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan data pada lampiran, free float pada bulan Juli 2026 adalah 40,73%, sedangkan pada bulan-bulan sebelumnya (Juni, Mei, April) tercatat 40,97%. Ini menunjukkan penurunan free float sebesar 0,24 poin persentase dari bulan Juni ke Juli 2026. Namun, perlu dicatat bahwa angka ini berasal dari data yang disajikan dalam lampiran dan mungkin dipengaruhi oleh perubahan jumlah pemegang saham atau komposisi kepemilikan.
  - Basis: Data free float pada lampiran: Juli 2026 = 40,73%, Juni 2026 = 40,97% (dari tabel rekapitulasi).
  - Assumptions: Angka free float yang disajikan adalah akurat dan dihitung berdasarkan definisi yang berlaku.
  - Caveats: Perubahan free float ini tidak dijelaskan secara eksplisit dalam laporan, dan penyebabnya tidak dapat dipastikan dari evidence yang tersedia.
- **Koreksi laporan** [analyst_hypothesis, low]: Pengumuman ini berstatus KOREKSI atas laporan bulanan sebelumnya (nomor 040/TKDN-OJK/8/2026). Koreksi ini mungkin terkait dengan perbaikan data atau informasi yang sebelumnya tidak akurat, namun detail koreksi tidak dijelaskan dalam evidence yang diberikan.
  - Basis: Judul pengumuman: 'Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (KOREKSI)' dan nomor pengumuman '040a/TKDN-OJK/8/2026' yang menunjukkan koreksi dari nomor '040/TKDN-OJK/8/2026'.
  - Assumptions: Koreksi dilakukan untuk memperbaiki kesalahan atau kelengkapan data pada laporan sebelumnya.
  - Caveats: Tidak ada informasi spesifik mengenai apa yang dikoreksi dalam evidence yang tersedia.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari evidence yang diberikan. Namun, adanya koreksi atas laporan bulanan sebelumnya dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai akurasi data yang disampaikan sebelumnya, meskipun tidak ada indikasi kesalahan material.
- Penurunan free float dari 40,97% menjadi 40,73% antara Juni dan Juli 2026, meskipun kecil, dapat mempengaruhi likuiditas saham di pasar, namun tidak ada indikasi dampak signifikan.

### Items to monitor

- Investor perlu memperhatikan bahwa laporan ini adalah koreksi, yang mungkin mempengaruhi data kepemilikan saham yang digunakan untuk analisis.
- Tidak ada perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan atau manajemen yang teridentifikasi, sehingga dampak terhadap harga saham diperkirakan minimal.
- Penurunan free float yang kecil dapat menjadi perhatian bagi investor yang memantau likuiditas saham.

---

## UNTR

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Public Expose akan diselenggarakan pada Senin, 7 September 2026, pukul 14.00-15.00 WIB, secara live melalui website idx.co.id sebagai bagian dari Public Expose Live 2026 dalam rangka 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia. Agenda acara adalah Pemaparan Kinerja dan Press Conference. Materi presentasi akan disampaikan pada tanggal 2 September 2026. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat data keuangan, kinerja, atau strategi perusahaan. Daftar direksi yang akan hadir juga disebutkan.

### Material changes

- Emiten: PT United Tractors Tbk (UNTR)
- Jenis dokumen: Pengumuman rencana Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026
- Tanggal Public Expose: 07 September 2026
- Waktu: 14.00 - 15.00 WIB
- Tempat: Public Expose Live 2026 (melalui website idx.co.id)
- Agenda: Pemaparan Kinerja dan Press Conference
- Materi presentasi akan disampaikan pada tanggal 2 September 2026
- Dasar regulasi: Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No: Kep-00087/BEI/12-2025 tentang Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi
- Nomor surat: 291/CORP/9981/VIII/26
- Tanggal surat: 21-08-2026
- Pengirim: Ari Setiyawan, Corporate Secretary
- Daftar direksi yang akan hadir: Iwan Hadiantoro (Presiden Direktur), Idot Supriadi (Direktur), Widjaja Kartika (Direktur), Vilihati Surya (Direktur), Ari Sutrisno (Direktur), Hendra Hutahean (Direktur), Andreas (Direktur)

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose sebagai pemenuhan ketentuan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No: Kep-00087/BEI/12-2025 tentang Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memaparkan kinerja keuangan dan operasional tahun berjalan serta menjawab pertanyaan investor. Namun, dokumen ini tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai isi paparan.
  - Basis: Agenda yang tercantum: Pemaparan Kinerja dan Konferensi Pers; Surat ini menyebutkan pemenuhan ketentuan BEI tentang kewajiban penyampaian informasi.
  - Assumptions: Public Expose Tahunan umumnya membahas kinerja dan prospek perusahaan; Manajemen akan menyampaikan informasi kinerja terkini.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung dalam dokumen ini; Informasi spesifik mengenai kinerja tidak tersedia dalam dokumen ini.

---

## WIFI

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 20-21 Agustus 2026, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat prosedural dan tidak memuat informasi keuangan atau aksi korporasi baru. Pertama, perubahan jadwal RUPSLB dari 11 September 2026 menjadi 23 September 2026, dengan recording date 31 Agustus 2026 dan pemanggilan rapat pada 1 September 2026. Kedua, rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026 pada 7 September 2026. Kedua pengumuman ini penting karena menetapkan agenda tata kelola yang akan datang, namun agenda RUPSLB belum diumumkan sehingga aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat dipastikan.

### Material changes

- Perubahan jadwal RUPSLB dari 11 September 2026 menjadi 23 September 2026 pukul 14:00 WIB.
- Penetapan recording date RUPSLB pada 31 Agustus 2026 pukul 16:00 WIB.
- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026 pada 7 September 2026.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan ulang dari 11 September 2026 menjadi 23 September 2026. Agenda rapat belum diumumkan.

### Listing / regulatory

- Perubahan jadwal RUPSLB dilakukan sesuai dengan POJK No. 15/2020 dan POJK No. 16/2020.
- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sebagai pemenuhan kewajiban berdasarkan Peraturan BEI No. I-E dan Surat Edaran BEI No. SE-00003/BEI/05-2020.

### Analytical scenarios

- **Perubahan jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB yang semula dijadwalkan pada 11 September 2026 diubah menjadi 23 September 2026 pukul 14:00 WIB.
  - Basis: Pengumuman tanggal 20 Agustus 2026 menyatakan perubahan jadwal RUPSLB.
- **Mekanisme RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB akan diselenggarakan secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI.
  - Basis: Poin 1 pengumuman menyebutkan penggunaan eASY.KSEI.
- **Recording date** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang berhak hadir dan memberikan suara adalah yang tercatat pada 31 Agustus 2026 pukul 16:00 WIB.
  - Basis: Poin 3 pengumuman.
- **Public Expose Tahunan** [explicit_fact, high]: Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026 akan dilaksanakan pada 7 September 2026 pukul 11.00 WIB secara live melalui website idx.co.id, dengan agenda penyampaian informasi perkembangan usaha perseroan dan entitas anak.
  - Basis: Pengumuman tanggal 21 Agustus 2026.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB kemungkinan membahas aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penggabungan, atau transaksi material, namun agenda belum diumumkan.
  - Basis: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa, dan pengumuman ini tidak menyebutkan agenda.
  - Assumptions: RUPSLB akan membahas agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Agenda RUPSLB belum diumumkan; informasi ini hanya spekulasi.
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi dan memberikan kesempatan kepada pemegang saham serta publik untuk bertanya langsung kepada manajemen mengenai kinerja dan prospek usaha. Namun, tidak ada informasi spesifik yang disampaikan dalam pengumuman ini.
  - Assumptions: Berdasarkan praktik umum emiten di Bursa Efek Indonesia
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi dari dokumen mengenai agenda spesifik selain penyampaian informasi perkembangan usaha.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga belum dapat dipastikan aksi korporasi yang akan dibahas.
- Kapasitas kehadiran fisik terbatas, sehingga pemegang saham yang ingin hadir langsung perlu memperhatikan batasan tersebut.
- Jadwal sebelumnya tidak disebutkan dalam dokumen utama, namun lampiran menyebutkan perubahan dari 11 September 2026.
- Alasan perubahan jadwal RUPSLB tidak dijelaskan.

### Items to monitor

- Pemanggilan rapat pada 1 September 2026 yang akan mengungkap agenda RUPSLB.
- Materi Public Expose yang akan disampaikan pada 2 September 2026.
- Pelaksanaan Public Expose pada 7 September 2026 untuk informasi perkembangan usaha.
- Pelaksanaan RUPSLB pada 23 September 2026 dan hasil keputusan rapat.

---

## WIKA

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengumumkan hasil pemeringkatan efek oleh PEFINDO atas enam efek utang (tiga obligasi dan tiga sukuk mudharabah) dalam Obligasi Berkelanjutan II dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022. Seluruh efek mendapat peringkat D (idD untuk obligasi, idD(sy) untuk sukuk) dengan periode rating 18 Agustus 2026 hingga 1 Juli 2027. Pemeringkatan dilakukan karena terdapat fakta material, yaitu penangguhan pembayaran kupon yang jatuh tempo pada 18 Agustus 2026. Total pokok efek yang diperingkat adalah Rp2.470.000.000.000 (Rp2,47 triliun). Perseroan menyatakan menerima peringkat tersebut dan akan berkomunikasi intensif dengan Wali Amanat dan pemegang obligasi/sukuk untuk penyelesaian kewajiban.

### Material changes

- PEFINDO memberikan peringkat D untuk seluruh enam efek utang WIKA (tiga obligasi dan tiga sukuk mudharabah) dengan periode rating 18 Agustus 2026 hingga 1 Juli 2027.
- Pemeringkatan dilakukan karena terdapat fakta material (perihal surat: 'Pemeringkatan Karena Terdapat Fakta Material').
- Pefindo menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II Tahap II menjadi idD dari idCCC dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II menjadi idD(sy) dari idCCC(sy) melalui pemantauan khusus.
- Penurunan peringkat dilakukan sebagai tindak lanjut penangguhan pembayaran kupon Obligasi dan Sukuk yang jatuh tempo pada 18 Agustus 2026.
- Perseroan menerima peringkat yang diterbitkan Pefindo.
- Perseroan akan berkomunikasi intensif dengan Wali Amanat dan pemegang Obligasi/Sukuk untuk mencapai kesepakatan penyelesaian kewajiban.

### Key financial figures

- **Pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022 Seri A:** 583.768.000.000 (per 18 Agustus 2026 (periode rating))
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022 Seri B:** 417.861.714.286 (per 18 Agustus 2026 (periode rating))
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022 Seri C:** 718.370.285.714 (per 18 Agustus 2026 (periode rating))
- **Pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022 Seri A:** 412.900.000.000 (per 18 Agustus 2026 (periode rating))
- **Pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022 Seri B:** 176.050.000.000 (per 18 Agustus 2026 (periode rating))
- **Pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022 Seri C:** 161.050.000.000 (per 18 Agustus 2026 (periode rating))

### Listing / regulatory

- Pemeringkatan efek oleh PEFINDO dengan peringkat D untuk seluruh efek utang WIKA.
- Periode rating 18 Agustus 2026 hingga 1 Juli 2027.
- Pemeringkatan dilakukan karena terdapat fakta material.
- Penurunan peringkat efek utang oleh Pefindo.
- Kewajiban pelaporan kepada OJK sesuai POJK 49/2020.

### Analytical scenarios

- **Peringkat D untuk seluruh efek** [explicit_fact, high]: PEFINDO memberikan peringkat D untuk seluruh enam efek utang WIKA (tiga obligasi dan tiga sukuk mudharabah) dengan periode rating 18 Agustus 2026 hingga 1 Juli 2027. Peringkat D umumnya mengindikasikan gagal bayar atau default.
  - Basis: Tabel hasil pemeringkatan pada halaman 1 dan 3 dokumen menunjukkan peringkat 'D' untuk semua efek.; Periode rating tercantum sebagai '18 Agustus 2026' hingga '01 Juli 2027'.
- **Penurunan peringkat obligasi dan sukuk** [explicit_fact, high]: Pefindo menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II Tahap II menjadi idD dari idCCC dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II menjadi idD(sy) dari idCCC(sy).
  - Basis: Surat WIKA kepada OJK menyatakan Pefindo telah melakukan pemantauan khusus dan menurunkan peringkat obligasi menjadi idD dan sukuk menjadi idD(sy).
- **Penangguhan pembayaran kupon** [explicit_fact, high]: Penurunan peringkat dilakukan untuk menindaklanjuti penangguhan pembayaran kupon Obligasi dan Sukuk yang jatuh tempo pada 18 Agustus 2026.
  - Basis: Surat WIKA menyebutkan penurunan peringkat dilakukan untuk menindaklanjuti penangguhan pembayaran kupon yang jatuh tempo pada 18 Agustus 2026.
- **Komunikasi penyelesaian kewajiban** [explicit_fact, high]: Perseroan akan berkomunikasi intensif dengan Wali Amanat dan pemegang Obligasi/Sukuk untuk mencapai kesepakatan penyelesaian kewajiban.
  - Basis: Surat WIKA menyatakan akan terus melakukan komunikasi secara intensif bersama Wali Amanat dan pemegang Obligasi/Sukuk.
- **Total pokok efek yang diperingkat** [derived_calculation, high]: Total pokok efek yang diperingkat adalah Rp2.470.000.000.000 (Rp2,47 triliun), dihitung dari penjumlahan pokok obligasi (Rp583.768.000.000 + Rp417.861.714.286 + Rp718.370.285.714 = Rp1.720.000.000.000) dan pokok sukuk (Rp412.900.000.000 + Rp176.050.000.000 + Rp161.050.000.000 = Rp750.000.000.000).
  - Basis: Angka pokok masing-masing efek pada tabel halaman 1 dan 3.
  - Assumptions: Semua angka pokok dalam Rupiah dan dijumlahkan langsung.
- **Implikasi peringkat D terhadap kondisi keuangan** [analyst_hypothesis, medium]: Peringkat D yang diberikan PEFINDO mengindikasikan bahwa WIKA mungkin mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran utangnya, yang dapat berdampak pada kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pendanaan baru atau melakukan refinancing. Namun, detail mengenai kondisi keuangan atau langkah restrukturisasi tidak tersedia dalam dokumen ini.
  - Basis: Peringkat D pada seluruh efek utang.; Perihal surat menyebutkan 'Pemeringkatan Karena Terdapat Fakta Material'.
  - Assumptions: Peringkat D dari PEFINDO memiliki interpretasi standar sebagai default.
  - Caveats: Dokumen tidak memuat penjelasan rinci mengenai fakta material atau kondisi keuangan WIKA.
- **Risiko gagal bayar dan restrukturisasi** [analyst_hypothesis, medium]: Peringkat idD mengindikasikan status default, sehingga kemungkinan besar WIKA akan melakukan restrukturisasi utang atau negosiasi ulang dengan kreditur untuk menyelesaikan kewajiban yang tertunggak.
  - Basis: Peringkat idD dan idD(sy) menunjukkan status default, dan pernyataan WIKA tentang komunikasi untuk penyelesaian kewajiban.
  - Assumptions: Peringkat idD secara umum mengindikasikan emiten telah gagal memenuhi kewajiban finansialnya.
  - Caveats: Belum ada rincian rencana restrukturisasi atau kesepakatan yang diumumkan.

### Risks / uncertainties

- Peringkat D menunjukkan risiko kredit yang sangat tinggi, berpotensi gagal bayar atas kewajiban utang.
- Ketidakjelasan mengenai fakta material yang memicu pemeringkatan ulang.
- Outlook 'Others' tidak memberikan indikasi arah peringkat di masa depan.
- Status default pada obligasi dan sukuk dapat memicu percepatan kewajiban (cross default) atau tuntutan hukum dari kreditur.
- Ketidakpastian jangka waktu dan hasil negosiasi dengan Wali Amanat dan pemegang obligasi/sukuk.
- Potensi dampak negatif pada reputasi dan akses pendanaan di masa depan.

### Items to monitor

- Peringkat D mengindikasikan risiko gagal bayar yang tinggi, yang dapat mempengaruhi harga obligasi dan sukuk WIKA di pasar sekunder.
- Penurunan peringkat dapat memicu klausul cross-default pada fasilitas kredit lain, meningkatkan tekanan likuiditas.
- Ketidakpastian penyelesaian kewajiban dapat mempengaruhi sentimen investor terhadap saham WIKA.

---

## WSBP

**Window:** 2026-08-20 → 2026-08-21

**Announcements:** 1

### Overview

PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) mengumumkan fakta material atas lelang aset (asset disposal) berupa 177 set cetakan non-produktif (156 set Tetrapod dan 21 set RC Plank) dari Plant Cibitung. Lelang dilaksanakan melalui KPKNL Bekasi dengan metode e-auction terbuka pada 16-30 Juli 2026, berdasarkan SK Direksi No. 5/SK/WBP/PEN/2026 dan sebagai implementasi Perjanjian Perdamaian yang telah homologasi. Nilai buku audited aset per Desember 2024 adalah Rp0, nilai limit lelang Rp338.649.900 (termasuk PPN 11%), dan harga terbentuk Rp478.649.900 (termasuk PPN 11%). Hasil lelang digunakan sesuai Perjanjian Perdamaian, serah terima aset bertahap 10-21 Agustus 2026. Emiten menyatakan tidak ada dampak operasional dan going concern, dampak hukum berupa kepatuhan terhadap Perjanjian Perdamaian, dan dampak keuangan memperkuat likuiditas serta efisiensi beban.

### Material changes

- Lelang aset cetakan non-produktif di Plant Cibitung melalui KPKNL Bekasi dengan metode e-auction terbuka (open bidding).
- Pelaksanaan lelang (pengumuman, site visit, penawaran, penetapan pemenang) pada 16-30 Juli 2026.
- Lelang berdasarkan SK Direksi No. 5/SK/WBP/PEN/2026 tanggal 27 Januari 2026 tentang Penghapusbukuan dan Penjualan Aset Tetap.
- Lelang sebagai implementasi Perjanjian Perdamaian yang telah homologasi oleh Majelis Hakim pada 28 Juni 2022.
- Objek lelang: 1 paket besi scrap, terdiri dari 156 set Cetakan Tetrapod dan 21 set Cetakan RC Plank (total 177 set).
- Nilai buku audited Desember 2024 aset cetakan yang dilelang adalah Rp0.
- Nilai limit lelang berdasarkan laporan penilai KJPP Firdaus, Ali dan Rekan No. 00301/2.0134-00/PP/07/0059/1/XII/2025 tanggal 17 Desember 2025 sebesar Rp338.649.900 (termasuk PPN 11%).
- Harga terbentuk dari proses lelang sebesar Rp478.649.900 (termasuk PPN 11%).
- Penggunaan dana hasil lelang sesuai ketentuan Perjanjian Perdamaian.
- Serah terima aset dilakukan bertahap mulai 10 Agustus 2026 sampai 21 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **Nilai buku audited aset cetakan yang dilelang:** Rp0 (Desember 2024 (audited))
- **Nilai limit lelang (termasuk PPN 11%):** Rp338.649.900 (Berdasarkan laporan penilai 17 Desember 2025)
- **Harga terbentuk dari lelang (termasuk PPN 11%):** Rp478.649.900 (Proses lelang 16-30 Juli 2026)

### Corporate actions

- Asset disposal (lelang aset) peralatan non-produktif
- Penghapusbukuan dan penjualan aset tetap

### Listing / regulatory

- Kepatuhan terhadap Perjanjian Perdamaian yang telah homologasi

### Analytical scenarios

- **Nilai limit lelang** [explicit_fact, high]: Nilai limit lelang keseluruhan berdasarkan laporan penilai adalah Rp338.649.900 (termasuk PPN 11%).
  - Basis: Dokumen menyatakan nilai limit lelang berdasarkan nilai pasar Laporan Penilaian KJPP Firdaus, Ali dan Rekan No. 00301/2.0134-00/PP/07/0059/1/XII/2025 tanggal 17 Desember 2025 sebesar Rp338.649.900 (sudah termasuk PPN 11%).
- **Harga terbentuk lelang** [explicit_fact, high]: Harga terbentuk dari proses lelang adalah Rp478.649.900 (termasuk PPN 11%).
  - Basis: Dokumen menyatakan harga terbentuk dari proses lelang sebesar Rp478.649.900 (sudah termasuk PPN 11%).
- **Selisih harga terbentuk terhadap nilai limit** [derived_calculation, high]: Harga terbentuk lebih tinggi Rp140.000.000 dari nilai limit lelang (Rp478.649.900 - Rp338.649.900).
  - Basis: Nilai limit lelang Rp338.649.900 dan harga terbentuk Rp478.649.900.
  - Assumptions: Kedua nilai sudah termasuk PPN 11% sehingga selisih juga termasuk PPN.
- **Persentase kenaikan harga lelang terhadap nilai limit** [derived_calculation, medium]: Harga terbentuk sekitar 41,3% lebih tinggi dari nilai limit (Rp140.000.000 / Rp338.649.900 × 100%).
  - Basis: Selisih harga Rp140.000.000 dan nilai limit Rp338.649.900.
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan nilai termasuk PPN 11%.
  - Caveats: Pembulatan desimal.
- **Dampak likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Hasil lelang Rp478.649.900 (termasuk PPN) berpotensi menambah kas, namun jumlahnya relatif kecil terhadap kebutuhan likuiditas emiten, sehingga dampak material terhadap likuiditas mungkin terbatas.
  - Basis: Dokumen menyatakan hasil lelang digunakan sesuai Perjanjian Perdamaian dan dampak keuangan memperkuat likuiditas.
  - Assumptions: Nilai lelang adalah seluruh hasil yang diterima; tidak ada informasi biaya lelang atau pajak lain.
  - Caveats: Tidak ada informasi total aset atau liabilitas emiten untuk menilai materialitas relatif.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai biaya-biaya terkait lelang (misalnya biaya KPKNL, pajak) yang mungkin mengurangi hasil bersih.
- Tidak ada rincian penggunaan dana hasil lelang secara spesifik selain 'sesuai Perjanjian Perdamaian'.
- Nilai buku aset Rp0 menunjukkan aset telah habis disusutkan, namun nilai pasar masih positif; tidak ada penjelasan lebih lanjut.
- Identitas pemenang lelang tidak disebutkan.

### Items to monitor

- Hasil lelang Rp478.649.900 (termasuk PPN) berpotensi menambah kas emiten, namun jumlahnya relatif kecil terhadap kebutuhan likuiditas emiten, sehingga dampak material terhadap likuiditas mungkin terbatas.
- Penjualan aset non-produktif dapat mengurangi beban pemeliharaan, penyusutan, dan penyimpanan, namun nilai buku Rp0 mengindikasikan aset telah habis disusutkan, sehingga penghematan mungkin terbatas pada biaya pemeliharaan dan penyimpanan.
