# Digest emiten IDX · 21–24 Agustus 2026

**Covered:** 2026-08-21 → 2026-08-24
**Saved windows:** 1 (2026-08-21 → 2026-08-24)
**Companies:** 54

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## ADHI

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 21–24 Agustus 2026, ADHI mengumumkan dua hal yang saling terkait secara korporasi: (1) kesiapan dana untuk pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo, namun dengan potensi penundaan pembayaran bunga senilai Rp60,82 miliar yang jatuh tempo 24 Agustus 2026, karena RUPO pada 6 Agustus 2026 tidak mencapai kuorum; dan (2) rencana RUPSLB pada 30 September 2026, yang agenda-nya belum diungkapkan. Kedua pengumuman ini penting karena menunjukkan tekanan likuiditas yang mungkin memicu aksi korporasi atau perubahan struktur modal, serta adanya mekanisme tata kelola untuk mengatasi kewajiban finansial.

### Material changes

- Potensi penundaan pembayaran bunga obligasi senilai Rp60,82 miliar yang jatuh tempo 24 Agustus 2026.
- RUPO pada 6 Agustus 2026 tidak mencapai kuorum untuk perubahan jadwal pembayaran bunga.
- Rencana RUPSLB pada 30 September 2026 dengan agenda yang belum diungkapkan.

### Key financial figures

- **Nilai bunga obligasi jatuh tempo:** 60,824,400,000 (24 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Pembayaran bunga obligasi (kewajiban finansial) - kesiapan dana diumumkan, namun potensi penundaan.
- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dijadwalkan pada 30 September 2026.

### Capital structure

- Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan C - instrumen utang yang beredar.
- Hak usul mata acara RUPSLB: pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 (5%) dari jumlah seluruh saham dengan hak suara berhak mengusulkan mata acara.

### Listing / regulatory

- Potensi penundaan pembayaran bunga obligasi dapat mempengaruhi kepatuhan terhadap perjanjian perwaliamanatan.
- Penyelenggaraan RUPSLB mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14 Tahun 2025 tentang RUPS Elektronik.

### Analytical scenarios

- **Pengumuman kesiapan dana** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan kesiapan dana untuk pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo, namun tidak ada rincian nilai atau tanggal pembayaran dalam dokumen utama.
  - Basis: Perihal surat: 'Informasi Kesiapan Dana Pembayaran Jatuh Tempo Bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan C'
- **Potensi penundaan pembayaran bunga** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan berpotensi menunda pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo 24 Agustus 2026.
  - Basis: Surat KSEI-20536/JKU/0826; Nilai Rp60.824.400.000
- **RUPO tidak mencapai kuorum** [explicit_fact, high]: RUPO pada 6 Agustus 2026 tidak mencapai kuorum sehingga tidak ada keputusan mengenai perubahan/penundaan jadwal pembayaran bunga.
  - Basis: Pernyataan dalam surat
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 30 September 2026, dengan DPS pada 7 September 2026 dan pemanggilan pada 8 September 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Rabu, 30 September 2026, 14:00; Tanggal DPS: 07 September 2026; Pemanggilan Rapat: 8 September 2026
- **Keterangan agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Dokumen ini hanya mengumumkan rencana RUPSLB tanpa menyebutkan agenda atau mata acara rapat. Informasi agenda tidak tersedia dalam dokumen.
  - Basis: Perihal: Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa; Tidak ada agenda yang tercantum dalam teks
- **Persentase hak usul mata acara** [derived_calculation, high]: 1/20 sama dengan 5% dari total saham dengan hak suara.
  - Basis: 1/20 = 0.05 = 5%
- **Kemungkinan pembayaran bunga ke-17** [analyst_hypothesis, low]: Nama lampiran 'Kesiapan Dana JT Bunga Obligasi Ke-17' mengindikasikan bahwa pembayaran bunga ini adalah yang ke-17 sejak penerbitan obligasi, namun tidak ada konfirmasi mengenai tanggal atau nilai pembayaran.
  - Basis: Nama file lampiran: 'Kesiapan Dana JT Bunga Obligasi Ke-17_Sent.pdf'
  - Assumptions: Istilah 'Ke-17' merujuk pada periode pembayaran bunga ke-17
  - Caveats: Tidak ada rincian jadwal atau nilai dalam dokumen
- **Dampak terhadap kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Potensi penundaan pembayaran bunga dapat mengindikasikan risiko likuiditas yang lebih luas, namun belum ada informasi mengenai restrukturisasi utang atau dampak operasional.
  - Basis: Tekanan keuangan struktural disebutkan
  - Assumptions: Tekanan keuangan dapat mempengaruhi kemampuan bayar
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dampak lebih lanjut
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya diselenggarakan untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi signifikan, atau perubahan pengurus, tetapi dokumen ini tidak menyebutkan agenda spesifik, sehingga belum dapat disimpulkan aksi korporasi tertentu.
  - Basis: RUPSLB dijadwalkan, tetapi tidak ada agenda yang diumumkan dalam dokumen.
  - Assumptions: RUPSLB biasanya untuk agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar RUPS tahunan.
  - Caveats: Agenda baru akan diumumkan pada pemanggilan 8 September 2026.

### Risks / uncertainties

- Risiko gagal bayar bunga obligasi
- Ketidakpastian hasil RUPO lanjutan
- Tekanan keuangan struktural yang berkelanjutan
- Dokumen tidak memuat rincian nilai pembayaran, tanggal jatuh tempo spesifik, atau bukti kesiapan dana, sehingga verifikasi independen tidak dapat dilakukan.
- Lampiran yang berisi rincian tidak disertakan dalam dokumen yang dianalisis.
- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas tidak dapat diidentifikasi.
- Tidak ada informasi mengenai persyaratan kuorum atau materi rapat.
- Tidak ada informasi keuangan atau aksi korporasi spesifik.

### Items to monitor

- Hasil pembayaran bunga obligasi pada 24 Agustus 2026 (apakah dibayar atau ditunda).
- Pengumuman pemanggilan RUPSLB pada 8 September 2026 untuk mengetahui agenda rapat.
- Keputusan atau langkah penyelesaian dari koordinasi dengan Wali Amanat PT Bank Mega Tbk.
- Kemungkinan RUPO lanjutan untuk perubahan jadwal pembayaran bunga.
- Perkembangan kondisi likuiditas dan kemampuan bayar emiten.

---

## AKRA

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT AKR Corporindo Tbk. mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang akan dilaksanakan pada 8 September 2026 pukul 09.00-10.00 WIB secara live melalui website idx.co.id. Acara ini merupakan pengganti Public Expose tahun 2026 dan akan membahas laporan kinerja kuartal II 2026 serta prospek dan strategi usaha. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- PT AKR Corporindo Tbk. akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 09.00-10.00 WIB.
- Acara diselenggarakan secara live melalui website idx.co.id (Public Expose Live 2026).
- Agenda acara: 1) Laporan Kinerja Kuartal II tahun 2026; 2) Prospek dan Strategi Usaha.
- Keikutsertaan dalam acara tersebut dianggap sebagai pengganti Public Expose untuk Tahun 2026.
- Senior Manajemen Perseroan akan hadir dalam acara tersebut.
- Pengumuman diterbitkan dengan nomor surat 070/L-AKR-CS/2026 dan ditandatangani oleh Corporate Secretary Arum P. Handayani.
- Dokumen diunggah pada 24 Agustus 2026 pukul 17:37 WIB.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan tahun buku 2026 sebagai pengganti Public Expose tahun 2026.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose Tahunan ini kemungkinan merupakan bagian dari kewajiban keterbukaan informasi bagi emiten, dan dapat menjadi sarana bagi manajemen untuk menyampaikan kinerja dan prospek usaha kepada investor dan pemangku kepentingan.
  - Basis: Agenda yang diumumkan mencakup laporan kinerja kuartal II 2026 dan prospek usaha.
  - Assumptions: Public Expose Tahunan umumnya digunakan untuk memenuhi regulasi keterbukaan informasi dan komunikasi dengan investor.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dalam dokumen yang mengonfirmasi tujuan spesifik atau materi yang akan disampaikan.
- **Kinerja Kuartal II 2026** [analyst_hypothesis, low]: Agenda laporan kinerja kuartal II 2026 mengindikasikan bahwa manajemen akan memaparkan hasil operasional dan keuangan semester pertama tahun 2026, namun dokumen ini tidak memuat angka atau rincian kinerja.
  - Basis: Agenda acara menyebutkan 'Laporan Kinerja Kuartal II tahun 2026'
  - Assumptions: Manajemen akan menyajikan data keuangan dan operasional pada acara tersebut.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif dalam dokumen ini; informasi hanya berupa rencana agenda.
- **Prospek dan Strategi Usaha** [analyst_hypothesis, low]: Agenda 'Prospek dan Strategi Usaha' menunjukkan bahwa manajemen akan membahas arah bisnis ke depan, namun tidak ada rincian strategi atau target yang diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda acara menyebutkan 'Prospek dan Strategi Usaha'
  - Assumptions: Manajemen akan memberikan panduan atau wawasan strategis pada presentasi.
  - Caveats: Dokumen ini hanya berisi rencana acara, bukan materi presentasi.

### Items to monitor

- Public Expose ini dapat menjadi sarana bagi investor untuk mendapatkan informasi kinerja kuartal II 2026 dan prospek usaha, namun tidak ada data kuantitatif yang tersedia dalam pengumuman ini.

---

## AMAR

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan pada Rabu, 30 September 2026, pukul 14:00 WIB, secara fisik di Kantor Pusat Perseroan dan elektronik melalui eASY.KSEI. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir ditetapkan pada 7 September 2026 pukul 16.00 WIB. Pemanggilan Rapat dijadwalkan pada 8 September 2026. Agenda RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat diidentifikasi.

### Material changes

- RUPSLB akan diselenggarakan pada Rabu, 30 September 2026, pukul 14:00 WIB.
- Lokasi RUPSLB: secara fisik di Kantor Pusat Perseroan dan elektronik melalui eASY.KSEI.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir: 7 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Pemanggilan Rapat diumumkan pada Selasa, 8 September 2026 melalui KSEI, eASY.KSEI, BEI, dan situs web Perseroan.
- Pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 bagian dari seluruh saham dengan hak suara sah dapat mengusulkan mata acara rapat, diterima paling lambat 1 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Pemungutan suara elektronik tersedia sejak tanggal pemanggilan hingga 29 September 2026 pukul 12.00 WIB.
- Pengumuman ini merujuk pada surat No. 61/SRT-CS/VIII/2026 dan ditandatangani oleh Corporate Secretary, Elsa Enda Dwita Purba, pada 24 Agustus 2026.
- Rujukan regulasi: POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14/2025.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan, namun agenda atau mata acara rapat tidak disebutkan dalam dokumen. Potensi aksi korporasi belum dapat diidentifikasi.

### Capital structure

- Ambang batas pengajuan usulan mata acara: minimal 1/20 bagian dari seluruh saham dengan hak suara sah.

### Listing / regulatory

- Rujukan regulasi: POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14/2025.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 30 September 2026, dengan pemanggilan pada 8 September 2026 dan recording date pada 7 September 2026.
  - Basis: Teks pengumuman menyatakan Rapat pada Rabu, 30 September 2026; Pemanggilan diumumkan pada Selasa, 8 September 2026; Pemegang saham berhak hadir jika tercatat pada 7 September 2026
- **Tidak ada agenda spesifik** [explicit_fact, high]: Dokumen ini hanya berisi pengumuman jadwal dan tata cara RUPSLB, tanpa menyebutkan agenda atau mata acara rapat.
  - Basis: Seluruh isi dokumen hanya membahas jadwal, pemanggilan, dan mekanisme kehadiran; Tidak ada bagian yang menyebut agenda atau mata acara
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya digunakan untuk keputusan strategis seperti perubahan anggaran dasar, pengangkatan pengurus, atau aksi korporasi tertentu, namun tanpa agenda yang diumumkan, belum dapat disimpulkan arahnya.
  - Basis: RUPSLB dijadwalkan; Agenda tidak diumumkan dalam dokumen ini
  - Assumptions: RUPSLB biasanya membahas hal-hal yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar RUPS tahunan
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh fakta spesifik dari dokumen

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga ketidakpastian mengenai aksi korporasi yang akan diputuskan.
- Pembatasan jumlah peserta fisik dapat mempengaruhi partisipasi pemegang saham.

---

## APLI

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, APLI menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan), tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkap, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek APLI melalui surat nomor S-10877/BEI.PP3/08-2026 tanggal 20 Agustus 2026.
- APLI menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- APLI menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek dan/atau keputusan investasi pemodal sesuai Peraturan Nomor I-E Keputusan Direksi BEI Kep-00087/BEI/12-2025.
- APLI menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024.
- APLI menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- APLI menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- APLI telah menanyakan kepada pemegang saham utama dan menyatakan bahwa dalam waktu dekat pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Hendri Yanti Panca D.H selaku Corporate Secretary, tanggal 24 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek APLI (surat S-10877/BEI.PP3/08-2026).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: APLI secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, serta tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, 4, dan 5 pada surat tanggapan.
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: APLI menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya dalam waktu dekat.
  - Basis: Jawaban poin 3 dan 6 pada surat tanggapan.
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun APLI menyatakan tidak mengetahui penyebab volatilitas, dokumen ini tidak memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang mungkin memicu pergerakan harga saham. Volatilitas bisa disebabkan oleh faktor eksternal atau sentimen pasar yang tidak diungkapkan.
  - Basis: Tidak ada penjelasan tambahan selain pernyataan tidak mengetahui informasi material.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang diminta penjelasan oleh BEI mungkin terkait pergerakan harga saham yang signifikan.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data kuantitatif atau penjelasan dari emiten.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian terkait penyebab volatilitas transaksi efek APLI yang diminta penjelasan oleh BEI, karena emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material.
- Potensi risiko kepatuhan jika pernyataan emiten tidak akurat atau terdapat informasi yang tidak diungkapkan.
- Klaim emiten tentang tidak adanya informasi material tidak dapat diverifikasi dari dokumen ini; ketidaksesuaian dengan fakta di kemudian hari dapat menimbulkan risiko kepatuhan.
- Pernyataan 'tidak ada rencana korporasi' hanya berlaku untuk 3 bulan ke depan dan dapat berubah sewaktu-waktu.
- Tidak ada rincian mengenai pemegang saham utama yang ditanyakan, sehingga identitas dan cakupan pernyataan tidak dapat dipastikan.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material yang diungkapkan oleh emiten.

---

## ARKO

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) mengumumkan pendirian perusahaan baru, PT Endorshine Energi Matahari (PT EEM), melalui anak perusahaannya PT Arkora Tenaga Matahari (ATM). Pendirian dicatat dalam Akta No. 59 tanggal 20 Agustus 2026 dan disahkan oleh Menteri Hukum RI pada 21 Agustus 2026. ARKO memiliki kepemilikan tidak langsung sebesar 99% atas PT EEM melalui ATM. Emiten menyatakan dampak positif terhadap operasional, keuangan, dan kelangsungan usaha. Tidak ada angka finansial atau nilai investasi yang diungkapkan.

### Material changes

- Pendirian PT Endorshine Energi Matahari (PT EEM) oleh anak perusahaan PT Arkora Tenaga Matahari (ATM) pada 24 Agustus 2026.
- Akta Pendirian No. 59 tanggal 20 Agustus 2026 di hadapan Notaris Dr. Ninik Noviana, S.H., M.Kn., M.H. di Kota Batam.
- Pengesahan badan hukum oleh Menteri Hukum RI melalui Surat Keputusan No. AHU-0067768.AH.01.01.TAHUN 2026 tanggal 21 Agustus 2026, diterima Perseroan pada 24 Agustus 2026.
- Kepemilikan tidak langsung ARKO atas PT EEM sebesar 99% melalui ATM.
- Struktur kepemilikan PT EEM: ATM 2.499 lembar saham (99,96%), Ricky Hartono 1 lembar saham (0,04%), total 2.500 lembar saham.

### Corporate actions

- Pendirian anak usaha baru (PT EEM) oleh anak perusahaan ATM

### Capital structure

- Pendirian PT EEM dengan struktur kepemilikan: ATM 99,96% dan Ricky Hartono 0,04% (total 2.500 lembar saham).

### Listing / regulatory

- Pengesahan badan hukum PT EEM oleh Menteri Hukum RI (SK No. AHU-0067768.AH.01.01.TAHUN 2026).

### Analytical scenarios

- **Pendirian anak usaha** [explicit_fact, high]: PT Arkora Hydro Tbk. melaporkan pendirian PT Endorshine Energi Matahari (PT EEM) oleh anak perusahaan PT Arkora Tenaga Matahari (ATM) pada 24 Agustus 2026, dengan akta pendirian tanggal 20 Agustus 2026 dan pengesahan Menteri Hukum tanggal 21 Agustus 2026.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'entitas anak Perseroan yang dimiliki secara langsung sebesar lebih dari 99% ... yaitu PT Arkora Tenaga Matahari (ATM), telah mendirikan perusahaan baru dengan nama PT Endorshine Energi Matahari (PT EEM)'; Akta Pendirian Nomor 59 tanggal 20 Agustus 2026; SK No. AHU-0067768.AH.01.01.TAHUN 2026 tanggal 21 Agustus 2026
- **Kepemilikan tidak langsung** [explicit_fact, high]: ARKO memiliki kepemilikan tidak langsung sebesar 99% atas PT EEM melalui ATM.
  - Basis: Dampak kejadian: 'Perseroan secara tidak langsung memiliki kepemilikan saham kepada PT EEM sebesar 99%'
- **Dampak yang dinyatakan emiten** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan pendirian anak usaha ini membawa dampak positif bagi kegiatan operasional, keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.
  - Basis: Dampak kejadian: 'Pendirian anak usaha ini membawa dampak yang positif bagi kegiatan operasional, keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan'
  - Caveats: Ini adalah klaim emiten, bukan penilaian independen.
- **Kepemilikan tidak langsung ARKO pada PT EEM** [derived_calculation, medium]: Kepemilikan tidak langsung ARKO pada PT EEM dihitung sebagai 99% (kepemilikan langsung ATM pada PT EEM) dikalikan dengan kepemilikan ARKO pada ATM yang dinyatakan 'lebih dari 99%'. Dengan asumsi kepemilikan ARKO pada ATM adalah 99%, maka kepemilikan tidak langsung = 99% x 99% = 98,01%. Namun, dokumen menyatakan kepemilikan tidak langsung ARKO adalah 99%, yang mungkin mengindikasikan pembulatan atau kepemilikan ARKO pada ATM mendekati 100%.
  - Basis: Kepemilikan ATM pada PT EEM: 99,96%; Kepemilikan ARKO pada ATM: lebih dari 99%; Klaim emiten: kepemilikan tidak langsung 99%
  - Assumptions: Kepemilikan ARKO pada ATM diasumsikan 99% untuk perhitungan
  - Caveats: Angka 99% pada dokumen mungkin merupakan pembulatan atau hasil dari kepemilikan ARKO pada ATM yang lebih tinggi dari 99%.
- **Potensi ekspansi bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Pendirian PT EEM dengan nama 'Energi Matahari' mengindikasikan potensi ekspansi ARKO ke bisnis pembangkit listrik tenaga surya, namun belum ada rincian proyek atau investasi yang diungkapkan.
  - Basis: Nama perusahaan baru 'PT Endorshine Energi Matahari'; Bidang usaha ARKO saat ini adalah pembangkit listrik tenaga air
  - Assumptions: Nama perusahaan mencerminkan fokus bisnis pada energi matahari.
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai rencana bisnis atau investasi PT EEM.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai nilai investasi, pendanaan, atau dampak finansial dari pendirian PT EEM.
- Tidak ada rincian kegiatan usaha spesifik PT EEM selain dari namanya.
- Kepemilikan tidak langsung 99% menyisakan 1% yang tidak dijelaskan kepemilikannya.
- Identitas pemegang saham 1% sisanya tidak diungkapkan.

### Items to monitor

- Pendirian anak usaha baru dapat menjadi sinyal diversifikasi usaha ke energi surya, namun tanpa informasi nilai investasi dan proyeksi finansial, dampaknya terhadap kinerja keuangan belum dapat diukur.
- Kepemilikan tidak langsung 99% menunjukkan kontrol penuh ARKO atas PT EEM, namun 1% sisanya tidak dijelaskan.
- Tidak ada informasi mengenai kebutuhan pendanaan atau rencana rights issue terkait pendirian ini.

---

## ASBI

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 21–24 Agustus 2026, PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) mengumumkan tiga hal yang saling terkait secara tata kelola dan kepatuhan: (1) pergantian Corporate Secretary efektif 21 Agustus 2026, (2) perkembangan proses penanganan dugaan tindak pidana penggelapan uang dan investasi yang dilaporkan ke Bareskrim Polri, dan (3) rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 30 September 2026. Perubahan Corporate Secretary dan pelaporan dugaan tindak pidana terjadi pada tanggal yang sama (21 Agustus 2026), dan RUPSLB dijadwalkan sebulan kemudian, yang kemungkinan akan membahas agenda terkait dampak atau tindak lanjut dari kasus tersebut, meskipun agenda belum diumumkan. Pentingnya secara korporasi: adanya dugaan tindak pidana yang berdampak pada berkurangnya investasi SBN dan kas Perseroan menimbulkan ketidakpastian hukum dan finansial, sementara pergantian Corporate Secretary dan RUPSLB menunjukkan upaya penataan tata kelola dan respons terhadap situasi tersebut.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Idham Nurman Rivai menjadi Zafar Dinesh, efektif 21 Agustus 2026.
- Pelaporan dugaan tindak pidana penggelapan uang dan investasi ke Bareskrim Polri, dengan dampak berkurangnya investasi SBN dan kas Perseroan.
- Rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 30 September 2026 (agenda belum diumumkan).

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan pada 30 September 2026, namun agenda belum diumumkan dalam pengumuman 24 Agustus 2026.

### Management / control changes

- Perubahan Corporate Secretary: dari Idham Nurman Rivai menjadi Zafar Dinesh, efektif 21 Agustus 2026, berdasarkan SK Direksi No. 015/S.KEP/P.DIR-HW/VIII/2026.
- Fungsi sekretaris perusahaan ditempatkan di bawah kendali Direktur Kepatuhan.

### Listing / regulatory

- Pemberitahuan perubahan Corporate Secretary disampaikan ke OJK dan BEI sebagai pemenuhan POJK No. 35/POJK.04/2014, Peraturan BEI No. I-A, dan No. I-E.
- Laporan keterbukaan informasi/fakta material terkait dugaan tindak pidana disampaikan ke BEI dan OJK.
- Rencana RUPSLB diselenggarakan sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Dokumen mengumumkan pergantian Corporate Secretary dari Idham Nurman Rivai menjadi Zafar Dinesh, efektif 21 Agustus 2026, berdasarkan SK Direksi No. 015/S.KEP/P.DIR-HW/VIII/2026.
  - Basis: Tabel perbandingan nama baru dan lama pada halaman 1 dan 3 dokumen utama.; Lampiran 1: 'terhitung sejak tanggal 21 Agustus 2026 jabatan Sekretaris Perusahaan ... mengalami perubahan sebagai berikut: Pejabat lama Nurman Rivai, Pejabat Baru Zafar Dinesh Idham'.; Lampiran 2: Poin 1 dan 2 pada bagian MEMUTUSKAN: 'Memberhentikan saudara Nurman Rivai sebagai Sekretaris Perusahaan' dan 'Menunjuk dan mengangkat Bapak Zafar Dinesh Idham menjadi Sekretaris Perusahaan'.; Lampiran 3 dan 4: 'Sekretaris Perusahaan sebelumnya: Nurman Rivai' dan 'Sekretaris Perusahaan saat ini: Zafar Dinesh Idham'.
- **Fungsi sekretaris perusahaan di bawah kendali Direktur Kepatuhan** [explicit_fact, high]: Surat keputusan menyatakan bahwa fungsi sekretaris perusahaan ditempatkan di bawah kendali Direktur Kepatuhan, sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
  - Basis: Lampiran 2, Menimbang poin 2: 'dipandang perlu dalam rangka penerapan tata kelola perusahaan yang baik menempatkan fungsi sekretaris perusahaan di bawah kendali Direktur Kepatuhan'.
- **Pelaporan dugaan tindak pidana** [explicit_fact, high]: Perusahaan telah melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan uang dan investasi kepada BARESKRIM POLRI dengan nomor LP/B/386/VIII/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 21 Agustus 2026, dan telah diterima resmi dengan STTL/386/VIII/2026/BARESKRIM tanggal 21 Agustus 2026.
  - Basis: LP/B/386/VIII/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI; STTL/386/VIII/2026/BARESKRIM
- **Dampak kejadian dugaan tindak pidana** [explicit_fact, high]: Dampak yang dinyatakan adalah berkurangnya investasi berupa Surat Berharga Negara (SBN) dan kas Perseroan.
  - Basis: Dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan dan juga kas Perseroan
  - Caveats: Tidak ada angka kuantitatif yang diberikan.
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 30 September 2026, dengan pemanggilan pada 8 September 2026 dan recording date pada 7 September 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal: Rabu, 30 September 2026; Pemanggilan diumumkan pada Rabu, 8 September 2026; DPS pada Selasa, 7 September 2026 pukul 16.00 WIB
- **Syarat usul pemegang saham** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 dari total saham dengan hak suara sah dapat mengajukan usul agenda Rapat, dengan batas waktu penerimaan oleh Direksi minimal 7 hari sebelum pemanggilan Rapat.
  - Basis: Usul diajukan oleh pemegang saham yang memiliki sedikitnya 1/20 dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah; Usul diterima Direksi sekurang-kurangnya 7 hari sebelum tanggal pemanggilan Rapat dikeluarkan
- **Batas waktu pengajuan usul agenda RUPSLB** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan syarat bahwa usul harus diterima Direksi minimal 7 hari sebelum pemanggilan Rapat (8 September 2026), batas akhir pengajuan usul adalah 1 September 2026 (8 September dikurangi 7 hari).
  - Basis: Pemanggilan Rapat diumumkan pada 8 September 2026; Syarat usul diterima Direksi sekurang-kurangnya 7 hari sebelum tanggal pemanggilan Rapat dikeluarkan
  - Assumptions: Perhitungan kalender sederhana, tanpa memperhitungkan hari libur atau ketentuan khusus.
  - Caveats: Tanggal ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; hanya perhitungan turunan.
- **Alasan perubahan Corporate Secretary** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Corporate Secretary mungkin terkait dengan penataan ulang tata kelola atau kepatuhan, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Lampiran 2, Menimbang poin 1 dan 2 menyebutkan tujuan menjaga kinerja, melindungi kepentingan pemangku kepentingan, dan kepatuhan terhadap perundang-undangan.
  - Assumptions: Perubahan ini didorong oleh kebutuhan untuk memperkuat fungsi kepatuhan.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit mengenai alasan pemberhentian atau penunjukan.
- **Potensi dampak lanjutan dari dugaan tindak pidana** [analyst_hypothesis, low]: Pengurangan investasi SBN dan kas dapat mempengaruhi posisi keuangan atau pendapatan investasi, namun tanpa angka pasti, dampak materialitas tidak dapat dinilai.
  - Basis: Dampak kejadian disebutkan sebagai berkurangnya investasi SBN dan kas
  - Assumptions: Pengurangan investasi SBN dan kas dapat berdampak pada pendapatan investasi atau likuiditas.
  - Caveats: Tidak ada angka kuantitatif yang diberikan.; Dampak aktual belum dapat dikonfirmasi.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Agenda RUPSLB belum diumumkan dalam dokumen ini, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat diidentifikasi. Kemungkinan agenda terkait perubahan anggaran dasar, perubahan pengurus, atau aksi korporasi lain, namun belum ada konfirmasi.
  - Basis: Dokumen hanya berisi pengumuman jadwal dan tata cara RUPSLB, tanpa agenda
  - Assumptions: RUPSLB biasanya membahas hal-hal yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar agenda tahunan
  - Caveats: Belum ada informasi resmi mengenai agenda RUPSLB

### Risks / uncertainties

- Alasan perubahan Corporate Secretary tidak disebutkan.
- Tanggal efektif hanya dinyatakan sebagai 21 Agustus 2026 tanpa konfirmasi apakah sudah disetujui OJK/BEI.
- Tidak ada informasi mengenai latar belakang atau kualifikasi pejabat baru.
- Tidak ada rincian tugas tambahan selain yang diatur dalam POJK No. 35/POJK.04/2014.
- Tidak ada angka kuantitatif yang diberikan mengenai besaran pengurangan investasi SBN atau kas.
- Proses hukum masih berjalan; hasil akhir belum diketahui.
- Dampak terhadap kondisi keuangan dan kelangsungan usaha belum dapat dinilai secara kuantitatif.
- Identitas dan kapasitas para terlapor tidak dijelaskan, sehingga potensi konflik kepentingan atau keterlibatan pihak internal tidak dapat dinilai.
- Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat diprediksi.
- Tidak ada informasi mengenai keputusan yang akan diambil atau dampaknya terhadap struktur modal atau operasional.

### Items to monitor

- Pengumuman agenda RUPSLB pada pemanggilan 8 September 2026.
- Hasil proses hukum di Bareskrim Polri terkait dugaan tindak pidana.
- Kuantifikasi dampak pengurangan investasi SBN dan kas Perseroan (jika diungkapkan).
- Keputusan RUPSLB pada 30 September 2026 dan implikasinya.
- Verifikasi nama-nama pejabat (Corporate Secretary dan Presiden Direktur) karena inkonsistensi penulisan.

---

## ASSA

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

ASSA melaporkan penandatanganan perjanjian kredit tambahan dengan PT CIMB Niaga berupa Fasilitas Pinjaman Tetap sebesar Rp40 miliar, sehingga total pokok fasilitas meningkat dari Rp60 miliar menjadi Rp100 miliar. Dana digunakan untuk modal kerja, termasuk pembelian unit kendaraan untuk disewakan. Emiten menyatakan dampaknya meningkatkan pendapatan dan mengembangkan kegiatan usaha. Terdapat inkonsistensi tanggal kejadian pada dokumen lampiran.

### Material changes

- ASSA menandatangani perjanjian kredit dengan PT CIMB Niaga untuk tambahan fasilitas Pinjaman Tetap sebesar Rp40.000.000.000.
- Total pokok fasilitas kredit meningkat dari Rp60.000.000.000 menjadi Rp100.000.000.000.
- Dana fasilitas digunakan untuk penambahan modal kerja Perseroan.
- Dampak yang dinyatakan emiten: pembelian unit kendaraan untuk disewakan kepada pelanggan dan peningkatan pendapatan sehingga kegiatan usaha berkembang.

### Key financial figures

- **Tambahan fasilitas Pinjaman Tetap:** 40000000000 (21 Agustus 2026)
- **Pokok fasilitas sebelum tambahan:** 60000000000 (sebelum 21 Agustus 2026)
- **Pokok fasilitas setelah tambahan:** 100000000000 (21 Agustus 2026)

### Expansion projects

- Pembelian unit kendaraan untuk disewakan kepada pelanggan (tujuan penggunaan dana, jumlah unit tidak diungkapkan)

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan informasi material kepada OJK dan BEI sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015

### Analytical scenarios

- **Penambahan fasilitas kredit** [explicit_fact, high]: ASSA menandatangani perjanjian kredit dengan PT CIMB Niaga untuk tambahan fasilitas Pinjaman Tetap sebesar Rp40 miliar.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'tambahan fasilitas kredit dari Bank berupa Fasilitas Pinjaman Tetap sebesar Rp40.000.000.000,-'
- **Total pokok fasilitas setelah tambahan** [derived_calculation, high]: Total pokok fasilitas setelah tambahan adalah Rp100 miliar, dihitung dari pokok sebelumnya Rp60 miliar ditambah tambahan Rp40 miliar.
  - Basis: Pokok sebelumnya Rp60.000.000.000; Tambahan Rp40.000.000.000
  - Assumptions: Tidak ada pengurangan pokok lain pada periode yang sama
- **Tujuan penggunaan dana** [explicit_fact, high]: Dana fasilitas digunakan untuk penambahan modal kerja, termasuk pembelian unit kendaraan untuk disewakan.
  - Basis: Uraian: 'untuk penambahan modal kerja Perseroan'; Dampak: 'Pembelian unit kendaraan untuk disewakan kepada pelanggan Perseroan'
- **Dampak terhadap pendapatan** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan pendapatan akan meningkat sehingga kegiatan usaha berkembang.
  - Basis: Dampak: 'Pendapatan Perseroan meningkat sehingga kegiatan usaha Perseroan berkembang'
  - Caveats: Ini adalah klaim emiten, bukan proyeksi independen
- **Dampak terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Klaim emiten bahwa pendapatan meningkat sebagai dampak dari tambahan kredit mungkin terjadi karena dana digunakan untuk membeli kendaraan yang disewakan, yang berpotensi menambah pendapatan sewa. Namun, belum ada bukti kuantitatif atau laporan keuangan yang mendukung klaim ini.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'Pendapatan Perseroan meningkat sehingga kegiatan usaha Perseroan berkembang'
  - Assumptions: Pembelian kendaraan akan menghasilkan pendapatan sewa tambahan
  - Caveats: Klaim emiten belum diverifikasi dengan data keuangan; Tidak ada angka pendapatan yang diberikan

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai jangka waktu, suku bunga, atau jaminan dari fasilitas kredit
- Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai jumlah unit kendaraan yang akan dibeli
- Klaim peningkatan pendapatan belum didukung data kuantitatif
- Inkonsistensi tanggal kejadian pada dokumen lampiran (5 Agustus vs 18 Agustus 2026)

### Items to monitor

- Penambahan utang bank dapat mempengaruhi leverage dan likuiditas perusahaan
- Penggunaan dana untuk pembelian kendaraan dapat mendukung pertumbuhan pendapatan sewa, namun belum ada proyeksi kuantitatif
- Klaim peningkatan pendapatan perlu diverifikasi melalui laporan keuangan berikutnya

---

## BBNI

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan peluncuran fitur baru untuk platform digital BNIdirect bisnis dan wondr Merchant. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak menyebutkan dampak finansial atau operasional spesifik. Fitur baru BNIdirect bisnis mencakup Merchant Report, SME Financing, dan Multi User, sedangkan wondr Merchant menawarkan solusi digital untuk merchant dengan settlement otomatis hingga 5 kali sehari dan kemudahan pembuatan QRIS. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau transaksi aset yang diidentifikasi.

### Material changes

- Peluncuran fitur baru BNIdirect bisnis dan wondr Merchant pada 21 Agustus 2026.
- Fitur baru BNIdirect bisnis: Merchant Report, SME Financing, dan Multi User.
- wondr Merchant: solusi digital untuk merchant dengan registrasi, pembukaan rekening, monitoring transaksi, settlement otomatis hingga 5 kali sehari, dan pembuatan QRIS.
- Laporan disampaikan melalui Surat Nomor CSE/7/8231 tanggal 24 Agustus 2026.
- Corporate Secretary: Okki Rushartomo Budiprabowo.

### Analytical scenarios

- **Potensi dampak finansial** [analyst_hypothesis, low]: Peluncuran fitur baru pada platform digital seperti BNIdirect bisnis dan wondr Merchant berpotensi meningkatkan pendapatan berbasis biaya atau transaksi, namun tidak ada angka atau proyeksi yang diberikan dalam laporan.
  - Basis: Laporan hanya menyebutkan peluncuran fitur tanpa data kuantitatif.
  - Assumptions: Fitur baru dapat menarik lebih banyak pengguna atau meningkatkan frekuensi transaksi.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai biaya pengembangan, target pendapatan, atau dampak operasional.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif atau kualitatif mengenai dampak finansial atau operasional dari peluncuran fitur baru.
- Tidak ada rincian biaya, investasi, atau sumber pendanaan terkait peluncuran fitur.

### Items to monitor

- Peluncuran fitur baru dapat meningkatkan daya saing digital BBNI, namun tanpa data kuantitatif, dampaknya tidak dapat diukur.
- Investor mungkin memantau adopsi fitur dan dampaknya terhadap pendapatan non-bunga di masa depan.

---

## BBSI

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) menyelenggarakan RUPSLB pada 20 Agustus 2026. Rapat tidak memenuhi kuorum karena hanya dihadiri 361.507.048 saham (9,8377% dari total saham berhak suara), jauh di bawah syarat kuorum 2/3. Seluruh agenda (perubahan susunan pengurus, perubahan remunerasi pengurus, dan perubahan anggaran dasar) tidak dapat dibahas dan diputuskan. Rapat ditutup tanpa keputusan. Pengumuman ini merupakan penyampaian ringkasan risalah RUPSLB yang gagal kuorum, bukan hasil keputusan.

### Material changes

- RUPSLB diselenggarakan pada 20 Agustus 2026 di Jakarta Design Center, dibuka pukul 10.16 WIB dan ditutup pukul 10.18 WIB.
- Kuorum tidak terpenuhi: hanya 361.507.048 saham hadir (9,8376672%) dari total 3.674.723.301 saham berhak suara, sedangkan syarat kuorum lebih dari 2/3 (66,67%).
- Agenda 1: Persetujuan atas Perubahan Susunan Pengurus Perseroan - tidak dapat dibahas karena kuorum tidak terpenuhi.
- Agenda 2: Persetujuan atas Perubahan Remunerasi Pengurus Perseroan - tidak dapat dibahas karena kuorum tidak terpenuhi.
- Agenda 3: Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar - tidak dapat dibahas karena kuorum tidak terpenuhi.
- Susunan Direksi periode 5 November 2024 - 5 November 2027: Anton Hermawan (Presiden Direktur), Alvin James Kurniawan (Direktur), Wisaksana Djawi (Direktur), Laniwati Tjandra (Direktur), Tan Alie (Direktur).
- Susunan Dewan Komisaris periode 5 November 2024 - 5 November 2027: Dinno Indiano (Presiden Komisaris), Markus Sugiono (Komisaris), Zainal Abidin (Komisaris).
- Ringkasan risalah disampaikan kepada OJK dan BEI melalui surat tertanggal 24 Agustus 2026, sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020 dan Peraturan BEI No. I-E.

### Corporate actions

- RUPSLB tidak efektif karena kuorum tidak terpenuhi, sehingga agenda perubahan susunan pengurus, remunerasi, dan anggaran dasar tidak diputuskan.

### Management / control changes

- RUPSLB agenda perubahan susunan pengurus tidak dapat diputuskan karena kuorum tidak terpenuhi.
- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang tercantum adalah yang sedang menjabat, bukan hasil RUPSLB.

### Capital structure

- Jumlah saham hadir: 361.507.048 saham (9,8377% dari total saham dengan hak suara sah).
- Total saham berhak suara: 3.674.723.301 saham.

### Listing / regulatory

- RUPSLB tidak memenuhi kuorum, sehingga tidak ada keputusan yang diambil.
- Penyampaian ringkasan risalah RUPSLB kepada OJK dan BEI sebagai pemenuhan ketentuan POJK No. 15/POJK.04/2020 dan Peraturan BEI No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri 361.507.048 saham atau 9,8377% dari seluruh saham dengan hak suara sah, sehingga tidak memenuhi kuorum.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 361.507.048 saham atau 9,8377%'
- **Total saham dengan hak suara** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham hadir dan persentasenya, total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 3.674.000.000 saham (361.507.048 / 0,098377).
  - Basis: Rumus: total saham = saham hadir / persentase hadir; Angka: 361.507.048 / 0,098377 ≈ 3.674.000.000
  - Assumptions: Persentase 9,8377% dihitung dari total saham dengan hak suara sah yang sama dengan dasar perhitungan.
  - Caveats: Pembulatan angka, total saham sebenarnya mungkin berbeda.
- **Kekurangan kuorum** [derived_calculation, medium]: Untuk memenuhi kuorum 2/3, dibutuhkan minimal 2.449.815.534 saham (2/3 x 3.674.723.301). Kekurangan saham adalah 2.088.308.486 saham (2.449.815.534 - 361.507.048).
  - Basis: Total saham 3.674.723.301; Saham hadir 361.507.048
  - Assumptions: Perhitungan 2/3 dari total saham
  - Caveats: Angka kekurangan adalah perhitungan turunan, bukan angka eksplisit dari dokumen.
- **Dampak kegagalan kuorum** [analyst_hypothesis, low]: Kegagalan kuorum dapat menunda perubahan pengurus, remunerasi, dan anggaran dasar, yang mungkin berdampak pada rencana strategis atau tata kelola, namun belum ada informasi lanjutan.
  - Basis: RUPSLB tidak dapat membahas agenda karena kuorum tidak terpenuhi.
  - Assumptions: Perubahan yang direncanakan mungkin penting bagi emiten.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi agenda spesifik atau rencana berikutnya.
- **Potensi penjadwalan ulang RUPS** [analyst_hypothesis, low]: Karena kuorum tidak terpenuhi, kemungkinan manajemen akan menjadwalkan ulang RUPSLB dengan agenda yang sama. Namun, tidak ada informasi mengenai jadwal ulang atau mekanisme kuorum berikutnya dalam dokumen.
  - Basis: Rapat ditutup tanpa keputusan
  - Assumptions: Manajemen akan berupaya mengadakan RUPS ulang
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi dari dokumen mengenai rencana penjadwalan ulang.

### Risks / uncertainties

- RUPSLB gagal mengambil keputusan karena kuorum tidak terpenuhi, sehingga agenda perubahan pengurus, remunerasi, dan anggaran dasar tertunda.
- Tidak ada informasi mengenai jadwal RUPSLB ulang atau langkah selanjutnya.
- Ketidakpastian atas kelanjutan agenda perubahan pengurus, remunerasi, dan anggaran dasar karena RUPS gagal kuorum.
- Potensi penundaan keputusan strategis yang membutuhkan persetujuan pemegang saham.

### Items to monitor

- Kegagalan kuorum RUPSLB dapat menunda perubahan pengurus, remunerasi, dan anggaran dasar, yang mungkin berdampak pada rencana strategis atau tata kelola perusahaan.
- Tidak ada keputusan yang diambil, sehingga tidak ada perubahan langsung pada struktur modal, kepemilikan, atau arah bisnis.
- Investor perlu memantau pengumuman selanjutnya mengenai penjadwalan ulang RUPSLB atau langkah manajemen.

---

## BDKR

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026, dengan koreksi atas laporan sebelumnya. Laporan menunjukkan komposisi pemegang saham dan free float yang relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya, dengan sedikit penurunan jumlah pemegang saham publik. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada struktur modal, kepemilikan pengendali, atau treasury stock.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026, disampaikan sebagai koreksi (nomor pengumuman 161/BDKR-CORSEC/VIII/2026-1).
- Total saham yang diterbitkan dan disetor penuh: 4.725.101.522 saham.
- Treasury stock: 0 saham (tidak ada perubahan).
- Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih: 3 pihak (sama dengan bulan sebelumnya).
- Pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih: TAN JOHN TANUWIJAYA (2.410.117.900 saham, 51,0067%), JAUW LIE MING (461.000.000 saham, 9,7564%), PT HARUNA BINOSWARA JAYA (281.691.400 saham, 5,9616%).
- Total kepemilikan pemegang saham 5% atau lebih: 3.152.809.300 saham (66,7247%).
- Free float (pemegang saham publik dengan kepemilikan <5%): 1.356.712.322 saham (30,09%) per 31 Juli 2026, sedikit menurun dari 1.356.716.422 saham (30,09%) pada Juni 2026.
- Jumlah pemegang saham publik (free float): 2.829 pihak per 31 Juli 2026, menurun dari 2.932 pihak pada Juni 2026.
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris: 215.579.900 saham (4,5624%), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh pengendali (TAN JOHN TANUWIJAYA): 2.410.117.900 saham (51,0067%), tidak berubah.
- Kepemilikan saham oleh afiliasi pengendali: 55.763.500 saham (1,1802%), tidak berubah.
- Seluruh saham tercatat atas nama KSEI (scripless): 4.725.101.522 saham (100%).
- Laporan disampaikan oleh Corporate Secretary Siska WP, dengan Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita.
- Laporan menyebutkan ketentuan free float berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A dan I-V, serta PP No. 55 Tahun 2022 terkait syarat penurunan tarif pajak.
- Laporan mencakup klasifikasi investor berdasarkan data KSEI, termasuk jumlah saham untuk berbagai kategori (misalnya, 1.390.868.900 saham untuk kategori tertentu, 3.305.312.922 saham untuk kategori lain, dan 5.571.800 serta 146.800 saham untuk kategori lainnya).

### Key financial figures

- **total_issued_shares:** 4.725.101.522 (2026-07-31)
- **treasury_stock:** 0 (2026-07-31)
- **free_float_shares:** 1.356.712.322 (2026-07-31)
- **free_float_percentage:** 30.09 (2026-07-31)
- **free_float_shareholders:** 2829 (2026-07-31)
- **director_commissioner_shares:** 215.579.900 (2026-07-31)
- **director_commissioner_percentage:** 4.5624 (2026-07-31)
- **controlling_shareholder_shares:** 2.410.117.900 (2026-07-31)
- **controlling_shareholder_percentage:** 51.0067 (2026-07-31)
- **affiliate_controller_shares:** 55.763.500 (2026-07-31)
- **affiliate_controller_percentage:** 1.1802 (2026-07-31)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pada susunan Direksi dan Komisaris yang teridentifikasi dari laporan ini.
- Tidak ada perubahan pada pemegang saham pengendali (TAN JOHN TANUWIJAYA) atau afiliasi pengendali (JAUW LIE MING) yang teridentifikasi.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan pada jumlah saham beredar atau treasury stock yang teridentifikasi.
- Tidak ada aksi korporasi yang memengaruhi struktur modal yang teridentifikasi.

### Listing / regulatory

- Laporan ini merupakan koreksi atas laporan bulanan sebelumnya, namun tidak ada indikasi pelanggaran atau sanksi yang disebutkan.
- Laporan menyebutkan kepatuhan terhadap Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A dan I-V, serta PP No. 55 Tahun 2022.

### Analytical scenarios

- **Perubahan free float** [derived_calculation, high]: Free float menurun dari 1.356.716.422 saham (Juni 2026) menjadi 1.356.712.322 saham (Juli 2026), selisih 4.100 saham. Jumlah pemegang saham publik menurun dari 2.932 menjadi 2.829 pihak. Perubahan ini tidak material.
  - Basis: Data tabel rekapitulasi pada lampiran 1 (halaman 2) menunjukkan angka free float bulan Juni dan Juli 2026.; Perhitungan selisih: 1.356.716.422 - 1.356.712.322 = 4.100 saham.
  - Assumptions: Angka free float diambil dari kolom 'Jumlah Saham' untuk baris Juni dan Juli 2026 pada tabel rekapitulasi.
  - Caveats: Perubahan jumlah pemegang saham publik mungkin disebabkan oleh perpindahan kepemilikan antara kategori, namun detail tidak tersedia.
- **Koreksi laporan** [analyst_hypothesis, low]: Laporan ini berstatus koreksi, namun tidak ada penjelasan spesifik mengenai apa yang dikoreksi. Kemungkinan koreksi terkait dengan perbedaan kecil pada jumlah pemegang saham atau klasifikasi, namun hal ini tidak dapat dipastikan dari dokumen yang tersedia.
  - Basis: Judul pengumuman menyebutkan '(KOREKSI)' dan nomor pengumuman memiliki akhiran '-1'.; Tidak ada perbedaan material yang terlihat antara data bulan Juni dan Juli 2026.
  - Assumptions: Koreksi mungkin bersifat administratif atau perbaikan kecil pada data.
  - Caveats: Tanpa membandingkan dengan laporan asli, penyebab koreksi tidak dapat diidentifikasi.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari laporan ini.
- Penurunan jumlah pemegang saham publik (dari 2.932 menjadi 2.829) dapat menjadi perhatian kecil terkait likuiditas, namun tidak signifikan.
- Laporan ini adalah koreksi, namun tanpa informasi lebih lanjut, tidak ada risiko kepatuhan yang jelas.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada struktur kepemilikan atau free float.
- Struktur kepemilikan tetap didominasi oleh pengendali dengan 51,0067% saham.
- Free float tetap di atas 30%, memenuhi syarat untuk penurunan tarif pajak sesuai PP No. 55 Tahun 2022 (klaim emiten).

---

## BEEF

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) menyampaikan laporan hasil Public Expose Insidentil yang diselenggarakan pada 24 Agustus 2026 sebagai respons atas suspensi cooling down saham BEEF oleh BEI. Manajemen mengklarifikasi bahwa tidak ada informasi material yang belum diungkap, tidak ada rencana akuisisi oleh perusahaan Korea, dan tidak ada rencana konversi utang menjadi saham. Manajemen juga membahas rencana capex 2026, status penggemukan sapi (3.000 ekor, kuota impor 9.000 ekor), dampak program MBG, dan usaha dairy farm yang masih dipelajari. Dokumen utama tidak memuat data keuangan atau panduan manajemen.

### Material changes

- Pada 19 Agustus 2026, BEI menginformasikan pelaksanaan suspend cooling down terhadap saham BEEF di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
- Public Expose Insidentil diselenggarakan pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 14.00-14.35, secara webinar melalui Gmeet.
- Dewan Direksi dan Manajemen yang hadir: Ari Wijayanto (Direktur Utama), Edie (Direktur), Imam Subowo (Komisaris).
- Peserta yang terdaftar: 17 orang; hadir secara daring: 11 orang.
- Manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkap yang dapat menjelaskan lonjakan harga saham.
- Manajemen tidak dapat memberikan kesimpulan mengenai penyebab kenaikan harga saham karena tidak didukung data terverifikasi.
- Manajemen menyatakan seluruh informasi material yang wajib disampaikan telah disampaikan sesuai ketentuan pasar modal.
- Manajemen belum menetapkan guidance revenue dan net profit untuk FY2026 dan FY2027.
- Manajemen tidak dapat memberikan asumsi mengenai alasan penambahan kepemilikan saham oleh Dimas Wibowo.
- Manajemen menyatakan rumor akuisisi oleh perusahaan Korea tidak terkonfirmasi dan tidak ada transaksi akuisisi tersebut.
- Untuk tahun 2026, capex disusun untuk mendukung peningkatan kapasitas, efisiensi operasional, pemeliharaan fasilitas produksi, peternakan, cold storage, dan kebutuhan pendukung lainnya.
- Belum ada rencana ekspansi; prioritas saat ini: usaha Trading, Penggemukan Sapi, Cold Storage, Food Processing, dan mempelajari usaha Dairy Cow di Purwokerto.
- Perseroan baru saja menyelesaikan periode BuyBack; akan mempertimbangkan BuyBack lagi jika nilai saham turun, dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.
- Jumlah sapi penggemukan saat ini sekitar 3.000 ekor.
- Perseroan mendapatkan kuota impor sapi penggemukan tahun ini sebesar 9.000 ekor dan sedang berupaya mendapatkan penambahan kuota dari Pemerintah.
- Manajemen menyatakan dampak program MBG sangat berpengaruh besar, berpotensi meningkatkan permintaan produk pangan dan protein hewani, termasuk daging sapi dan produk olahan.
- Manajemen tidak dapat mengungkapkan identitas pelanggan terbesar karena bersifat komersial dan/atau kerahasiaan bisnis.
- Pergantian alamat kantor disebabkan masa sewa sebelumnya telah selesai dan tidak diperpanjang.
- Rencana konversi utang menjadi saham kepada PT Tigatunggal Adimulya tidak masuk dalam agenda Perseroan.
- Untuk usaha dairy farm, pemasaran susu saat ini masuk ke Koperasi setempat di area farm, dengan kapasitas produksi mencapai 21 ton liter/hari.

### Key financial figures

- **kuota impor sapi penggemukan:** 9000 ekor (tahun ini (2026?))
- **jumlah sapi penggemukan:** 3000 ekor (saat ini)
- **kapasitas produksi susu:** 21 ton liter/hari (saat ini)

### Corporate actions

- Tidak ada rencana akuisisi oleh perusahaan Korea (rumor tidak terkonfirmasi).
- Tidak ada rencana konversi utang menjadi saham kepada PT Tigatunggal Adimulya.
- BuyBack baru saja selesai; potensi BuyBack lagi jika harga saham turun.
- Tidak ada rencana ekspansi; fokus pada prioritas usaha yang ada.
- Usaha dairy farm masih dalam tahap dipelajari.

### Expansion projects

- Capex 2026 diarahkan untuk peningkatan kapasitas, efisiensi operasional, pemeliharaan fasilitas produksi, peternakan, cold storage, dan kebutuhan pendukung.
- Belum ada rencana ekspansi.
- Mempelajari usaha Dairy Cow di Purwokerto.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang disebutkan.
- Pergantian alamat kantor karena masa sewa selesai.

### Capital structure

- Tidak ada rencana konversi utang menjadi saham kepada PT Tigatunggal Adimulya.
- Penambahan kepemilikan oleh Dimas Wibowo disebutkan, tetapi manajemen tidak memberikan komentar.

### Listing / regulatory

- Suspensi cooling down saham BEEF di Pasar Reguler dan Pasar Tunai oleh BEI.
- Public Expose Insidentil diminta oleh BEI.

### Analytical scenarios

- **Penyebab lonjakan harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen tidak memberikan penjelasan spesifik; kemungkinan faktor spekulasi atau rumor pasar, tetapi tidak terkonfirmasi.
  - Basis: Manajemen menyatakan tidak mengetahui informasi material yang belum diungkap.; Rumor akuisisi oleh perusahaan Korea tidak terkonfirmasi.
  - Assumptions: Lonjakan harga mungkin didorong oleh rumor atau sentimen pasar.
  - Caveats: Tidak ada data verifikasi dari manajemen.
- **Dampak program MBG** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyatakan dampak positif besar, tetapi tidak memberikan angka kuantitatif. Potensi peningkatan permintaan daging sapi dan produk olahan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang potensi dampak positif.
  - Assumptions: Program MBG akan meningkatkan permintaan protein hewani.
  - Caveats: Tidak ada proyeksi kuantitatif.
- **Kebutuhan modal untuk kuota impor** [analyst_hypothesis, low]: Dengan kuota impor 9.000 ekor dan hanya 3.000 ekor saat ini, kemungkinan ada kebutuhan modal untuk pembelian sapi, tetapi tidak diungkap.
  - Basis: Jumlah sapi saat ini 3.000 ekor, kuota 9.000 ekor.
  - Assumptions: Perseroan akan memanfaatkan kuota penuh.
  - Caveats: Tidak ada informasi sumber dana.

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi terkait penambahan kuota impor sapi penggemukan.
- Risiko ketidakpastian harga saham dan potensi spekulasi.
- Risiko terkait usaha dairy farm yang masih dipelajari.
- Risiko ketergantungan pada program pemerintah (MBG).

### Items to monitor

- Suspensi cooling down saham BEEF oleh BEI.
- Lonjakan harga saham yang signifikan.
- Rumor akuisisi oleh perusahaan Korea.

---

## BLOG

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada 8 September 2026 pukul 11:00 secara virtual melalui Pubex Live IDX 2026. Agenda meliputi pemutaran video perusahaan, presentasi, tanya jawab, dan penutupan. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat informasi keuangan, strategi, atau aksi korporasi.

### Material changes

- PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 11:00 waktu setempat.
- Acara akan diselenggarakan secara virtual melalui platform Pubex Live IDX 2026.
- Agenda Public Expose terdiri dari: 1) Pemutaran Video Perusahaan, 2) Sesi Presentasi, 3) Tanya Jawab, dan 4) Penutupan.
- Pengumuman ini ditandatangani oleh Wanny Wijaya, Direktur / Corporate Secretary PT Trimitra Trans Persada Tbk.
- Dokumen ini dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan basah.
- Alamat perusahaan: Alfa Tower, lantai 28, Jl. Jalur Sutera Barat, Kav 7-9, Alam Sutera, Tangerang. Telepon: (021) 80821778. Situs web: https://b-log.co.id/id/home-id/.

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, dijadwalkan pada 8 September 2026 pukul 11:00 secara virtual melalui Pubex Live IDX 2026.

### Analytical scenarios

- **Kesiapan perusahaan** [analyst_hypothesis, low]: Pengumuman ini hanya berisi rencana acara, tanpa informasi materi. Kemungkinan besar informasi keuangan dan strategi akan disajikan pada saat Public Expose berlangsung.
  - Basis: Dokumen hanya berisi pengumuman jadwal dan agenda acara.
  - Assumptions: Perusahaan akan memaparkan kinerja dan rencana pada sesi presentasi.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai isi presentasi.

---

## BPII

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) melaporkan penandatanganan Perjanjian Fasilitas Kredit dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk pada 21 Agustus 2026. Fasilitas berupa Kredit Langsung (On Revolving Basis) dengan nilai pokok maksimum Rp80 miliar, jangka waktu 12 bulan, untuk pembiayaan perseroan termasuk modal kerja. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal atas peristiwa tersebut.

### Material changes

- Penandatanganan Perjanjian Fasilitas Kredit antara BPII dan PT Bank CIMB Niaga Tbk pada 21 Agustus 2026.
- Nilai pokok pinjaman maksimum Rp80.000.000.000 (delapan puluh miliar Rupiah).
- Jenis fasilitas: Fasilitas Kredit Langsung (On Revolving Basis).
- Tujuan pinjaman: pembiayaan Perseroan, termasuk modal kerja.
- Jangka waktu fasilitas: 12 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Key financial figures

- **Nilai Pokok Pinjaman Maksimum:** 80.000.000.000 (21 Agustus 2026 (tanggal perjanjian))

### Analytical scenarios

- **Perkiraan jatuh tempo fasilitas kredit** [derived_calculation, medium]: Fasilitas kredit berlaku selama 12 bulan sejak 21 Agustus 2026, sehingga perkiraan jatuh tempo adalah 21 Agustus 2027.
  - Basis: Tanggal penandatanganan perjanjian: 21 Agustus 2026; Jangka waktu fasilitas: 12 bulan
  - Assumptions: Jangka waktu dihitung mulai dari tanggal penandatanganan perjanjian
  - Caveats: Tanggal jatuh tempo tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen
- **Potensi dampak terhadap leverage** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan fasilitas kredit hingga Rp80 miliar berpotensi meningkatkan leverage keuangan BPII, namun dampak aktualnya belum dapat dinilai tanpa laporan keuangan terkini.
  - Basis: Nilai fasilitas kredit maksimum Rp80 miliar; Tujuan pembiayaan umum/modal kerja
  - Assumptions: Fasilitas ditarik penuh atau sebagian; Struktur utang eksisting tidak diketahui
  - Caveats: Dampak aktual bergantung pada penarikan fasilitas dan kondisi keuangan saat ini; Tidak ada informasi mengenai jumlah penarikan aktual, tingkat bunga, atau jaminan

### Risks / uncertainties

- Jumlah penarikan aktual fasilitas tidak diungkapkan
- Suku bunga, biaya, dan jaminan tidak diungkapkan
- Dampak terhadap leverage tidak dapat dihitung tanpa laporan keuangan
- Jadwal pembayaran atau amortisasi tidak dijelaskan

### Items to monitor

- Perjanjian fasilitas kredit baru dapat mempengaruhi struktur modal dan leverage emiten, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material.
- Ketersediaan fasilitas kredit revolving dapat mendukung kebutuhan modal kerja, namun jumlah penarikan aktual tidak diungkapkan.

---

## BRRC

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi selain yang telah diungkapkan, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan tidak ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan bursa, bukan pengumuman awal aksi korporasi.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal, selain yang telah disampaikan di Keterbukaan Informasi.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal, selain yang sudah disampaikan di Keterbukaan Informasi.
- Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Sesuai informasi yang diterima dari pemegang saham pengendali dan/atau pemegang saham utama, tidak ada rencana pengendali dan/atau pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan selain yang sudah disampaikan di Keterbukaan Informasi.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek (surat S-10902/BEI.PP1/08-2026).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, selain yang telah diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2: 'Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material ... selain yang telah disampaikan di Keterbukaan Informasi.'
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan ke depan.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'tidak'
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3: 'Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu ...'
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Berdasarkan informasi dari pemegang saham pengendali dan/atau pemegang saham utama, tidak ada rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan selain yang sudah diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'tidak ada rencana pengendali dan/atau pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan selain yang sudah disampaikan di Keterbukaan Informasi.'
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan penyebab volatilitas transaksi efek yang menjadi dasar permintaan penjelasan BEI. Kemungkinan volatilitas disebabkan oleh faktor pasar atau informasi yang belum diungkapkan, namun tidak ada data untuk mengonfirmasi.
  - Basis: Surat BEI S-10902/BEI.PP1/08-2026 meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek, namun isi dokumen tidak menyebutkan penyebabnya.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi efek terjadi pada periode sebelum tanggal surat.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak terbaca (null), sehingga tidak dapat dipastikan tanggal permintaan penjelasan.
- Pernyataan 'tidak ada rencana aksi korporasi' hanya mencakup 3 bulan ke depan, sehingga tidak menutup kemungkinan rencana setelah periode tersebut.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau faktor pemicunya.

### Items to monitor

- Pernyataan manajemen bahwa tidak ada informasi material yang belum diungkapkan dapat mempengaruhi ekspektasi investor terhadap penyebab volatilitas.
- Tidak adanya rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan dapat mengurangi spekulasi terkait aksi korporasi jangka pendek.
- Ketidakjelasan pemicu volatilitas dapat menyebabkan ketidakpastian pasar.

---

## CASH

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk. mengumumkan perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR) dengan mengganti anggota Dewi Hernita (Manajer HRD) menjadi Yulia Sridadi (Manajer HRD baru). Perubahan ini berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 008/SK.DK-CWI/VIII/2026 dan disampaikan untuk memenuhi POJK No. 34/POJK.04/2014. Ketua dan anggota lainnya tetap menjabat sesuai periode masing-masing.

### Material changes

- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR) diumumkan melalui surat nomor 338/SK/CSC-CWI/VIII/2026.
- Susunan KNR lama: Ketua Niniek S Rahardja (Komisaris Independen), Anggota Surya Aseanto Putra (Anggota Dewan Komisaris), Anggota Dewi Hernita (Manajer HRD).
- Susunan KNR baru: Ketua Niniek S Rahardja (Komisaris Independen), Anggota Surya Aseanto Putra (Anggota Dewan Komisaris), Anggota Yulia Sridadi (Manajer HRD baru).
- Perubahan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 008/SK.DK-CWI/VIII/2026.
- Penyampaian perubahan kepada OJK dalam rangka memenuhi POJK No. 34/POJK.04/2014.
- Masa bakti anggota baru Yulia Sridadi: 24 Agustus 2026 hingga 22 Agustus 2031.
- Masa bakti Ketua KNR Niniek S Rahardja: 31 Mei 2024 - 31 Mei 2027.
- Masa bakti Anggota KNR Surya Aseanto Putra: 31 Mei 2024 - 31 Mei 2029.
- Pengumuman ditandatangani oleh Willy Chandry selaku Presiden Direktur pada 24 Agustus 2026 pukul 16:17.

### Management / control changes

- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi: anggota Dewi Hernita (Manajer HRD) digantikan oleh Yulia Sridadi (Manajer HRD baru). Ketua dan anggota lainnya tetap.

### Listing / regulatory

- Penyampaian perubahan susunan komite kepada OJK dalam rangka memenuhi POJK No. 34/POJK.04/2014.

### Analytical scenarios

- **Perubahan susunan KNR** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi dengan mengganti anggota Dewi Hernita menjadi Yulia Sridadi, keduanya berkapasitas Manajer HRD. Ketua dan anggota lainnya tidak berubah.
  - Basis: Surat No. 338/SK/CSC-CWI/VIII/2026 menyebutkan susunan lama dan baru; Dokumen lampiran menyebutkan penggantian anggota komite dari Dewi Hernita menjadi Yulia Sridadi
- **Dasar hukum perubahan** [explicit_fact, high]: Perubahan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 008/SK.DK-CWI/VIII/2026 dan untuk memenuhi POJK No. 34/POJK.04/2014.
  - Basis: Surat menyebutkan nomor SK dan peraturan OJK
- **Alasan penggantian** [analyst_hypothesis, low]: Penggantian anggota komite kemungkinan terkait dengan pergantian Manajer HRD di internal perusahaan, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan Yulia Sridadi sebagai 'Manajer HRD yang baru'
  - Assumptions: Pergantian anggota komite mengikuti pergantian jabatan Manajer HRD
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan penggantian

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan spesifik perubahan KNR selain penambahan anggota baru.
- Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai kualifikasi atau independensi anggota baru Yulia Sridadi.
- Tanggal efektif perubahan susunan komite tidak disebutkan secara eksplisit.

---

## CBMF

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 11

### Overview

Pada periode 21–24 Agustus 2026, PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF) menerbitkan 11 pengumuman berjudul 'Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek' (LBRE). Seluruh pengumuman bersifat rutin dan tidak mengungkapkan aksi korporasi, perubahan pengurus, ekspansi, atau transaksi material. Struktur kepemilikan saham dilaporkan stabil sepanjang periode: total saham beredar 1.875.000.000 saham, dengan PT Richiwa Sakti Indonesia sebagai pengendali (67,73%) dan PT Sinar Makmur Rezeki (8,27%). Namun, terdapat inkonsistensi signifikan antara laporan utama dan lampiran: laporan utama menyatakan free float 0%, sementara lampiran menunjukkan kepemilikan publik 24,00%. Inkonsistensi ini menimbulkan ketidakpastian terkait kepatuhan terhadap Peraturan Bursa Nomor V.2 tentang free float dan berpotensi menjadi perhatian regulator.

### Key financial figures

- **Total saham ditempatkan dan disetor penuh:** 1.875.000.000 saham (31 Agustus 2025 s.d. 31 Juli 2026 (konsisten))
- **Nilai nominal per saham:** Rp100 (31 Agustus 2025 s.d. 31 Juli 2026)
- **Total modal disetor:** Rp187.500.000.000 (31 Agustus 2025 s.d. 31 Juli 2026)
- **Modal dasar:** 6.000.000.000 saham (31 Agustus 2025 s.d. 31 Juli 2026)
- **Kepemilikan PT Richiwa Sakti Indonesia:** 1.270.000.000 saham (67,73%) (31 Agustus 2025 s.d. 31 Juli 2026)
- **Kepemilikan PT Sinar Makmur Rezeki:** 155.000.000 saham (8,27%) (31 Agustus 2025 s.d. 31 Juli 2026)
- **Kepemilikan publik (masyarakat):** 450.000.000 saham (24,00%) (31 Agustus 2025 s.d. 31 Juli 2026)
- **Treasury stock:** 0 saham (31 Agustus 2025 s.d. 31 Juli 2026)
- **Jumlah pemegang saham:** 6.207–6.210 pihak (31 Agustus 2025 s.d. 31 Juli 2026)

### Capital structure

- Jumlah saham beredar tetap 1.875.000.000 saham sepanjang periode pelaporan (31 Agustus 2025 s.d. 31 Juli 2026).
- Modal dasar tetap 6.000.000.000 saham; sisa modal dasar yang belum ditempatkan sekitar 4.125.000.000 saham.
- Tidak ada saham treasuri (0 saham) pada seluruh periode.
- Kepemilikan pengendali PT Richiwa Sakti Indonesia stabil di 67,73% (1.270.000.000 saham).
- Kepemilikan PT Sinar Makmur Rezeki stabil di 8,27% (155.000.000 saham).
- Kepemilikan publik (masyarakat) stabil di 24,00% (450.000.000 saham), terdiri dari nasional 23,87% dan asing 0,13%.
- Jumlah pemegang saham bervariasi antara 6.207 dan 6.210 pihak; penurunan 1 pihak terjadi antara Januari dan Februari 2026.
- Seluruh saham tercatat dalam penitipan kolektif KSEI (non-warkat); tidak ada saham warkat.
- Direksi dan komisaris tidak memiliki saham (0 saham) pada seluruh periode.

### Listing / regulatory

- Laporan disusun sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A tentang Pencatatan Efek dan Peraturan Nomor V.2 tentang Free Float.
- Laporan disusun sesuai Peraturan OJK Nomor X.H.1, Formulir X.H.1-1 dan X.H.1-2.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang disebutkan dalam pengumuman.
- Inkonsistensi free float antara laporan utama (0%) dan lampiran (24,00%) berpotensi menimbulkan risiko kepatuhan terhadap Peraturan V.2.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan stabil** [explicit_fact, high]: Seluruh laporan bulanan menunjukkan jumlah saham beredar 1.875.000.000 saham, dengan PT Richiwa Sakti Indonesia 67,73% dan PT Sinar Makmur Rezeki 8,27%, tanpa perubahan antar bulan.
  - Basis: Laporan per 31 Agustus 2025, 31 Oktober 2025, 31 Desember 2025, 31 Januari 2026, 28 Februari 2026, 31 Maret 2026, 30 April 2026, 31 Mei 2026, 30 Juni 2026, 31 Juli 2026
- **Free float 0% pada laporan utama** [explicit_fact, high]: Laporan utama (dokumen inti) pada pengumuman per 31 Agustus 2025 dan 31 Oktober 2025 menyatakan free float 0%.
  - Basis: Pengumuman 20260824105429-01/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824141450-02/CBM-Crosec/VIII/2026_id-id
- **Kepemilikan publik 24,00% pada lampiran** [explicit_fact, high]: Lampiran laporan menunjukkan kepemilikan publik (masyarakat) sebesar 450.000.000 saham atau 24,00% dari total saham, terdiri dari nasional 23,87% dan asing 0,13%.
  - Basis: Pengumuman 20260824105429-01/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824141450-02/CBM-Crosec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824141813-04/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142300-05/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142337-06/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142504-07/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142632-08/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142710-09/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142733-10/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142757-11/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id
- **Kepemilikan gabungan dua pemegang saham utama** [derived_calculation, high]: Total kepemilikan PT Richiwa Sakti Indonesia dan PT Sinar Makmur Rezeki adalah 1.270.000.000 + 155.000.000 = 1.425.000.000 saham, atau 76,00% dari total saham beredar.
  - Basis: Pengumuman 20260824105429-01/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824141450-02/CBM-Crosec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824141813-04/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142300-05/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142337-06/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142504-07/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142632-08/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142710-09/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142733-10/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142757-11/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Total saham beredar adalah 1.875.000.000 saham.
- **Kepemilikan publik** [derived_calculation, high]: Kepemilikan publik dihitung sebagai sisa saham setelah dikurangi dua pemegang saham utama: 1.875.000.000 - 1.270.000.000 - 155.000.000 = 450.000.000 saham, atau 24,00% dari total saham.
  - Basis: Pengumuman 20260824105429-01/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824141450-02/CBM-Crosec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824141813-04/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142300-05/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142337-06/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142504-07/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142632-08/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142710-09/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142733-10/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142757-11/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Tidak ada pemegang saham lain dengan kepemilikan >=5% selain dua pemegang saham utama.; Definisi publik mengikuti ketentuan bursa.
  - Caveats: Definisi publik yang tepat tidak dijelaskan dalam dokumen.
- **Sisa modal dasar** [derived_calculation, high]: Sisa modal dasar yang belum ditempatkan adalah 6.000.000.000 - 1.875.000.000 = 4.125.000.000 saham.
  - Basis: Pengumuman 20260824105429-01/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142733-10/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Modal dasar adalah 6.000.000.000 saham.; Total saham ditempatkan adalah 1.875.000.000 saham.
- **Potensi ketidakpatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Jika free float yang benar adalah 0% (sesuai laporan utama), emiten berpotensi tidak memenuhi ketentuan free float minimum Bursa Efek Indonesia, yang dapat berimplikasi pada sanksi atau kewajiban pencatatan. Namun, lampiran menunjukkan kepemilikan publik 24,00%, sehingga inkonsistensi ini perlu diklarifikasi.
  - Basis: Pengumuman 20260824105429-01/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824141450-02/CBM-Crosec/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Peraturan V.2 mensyaratkan free float minimum tertentu.; Definisi free float sesuai ketentuan bursa.
  - Caveats: Inkonsistensi antara laporan utama dan lampiran tidak dijelaskan.; Tidak ada informasi tentang status kepatuhan atau pengecualian.
- **Potensi penerbitan saham baru** [analyst_hypothesis, low]: Dengan sisa modal dasar yang besar (4.125.000.000 saham) dan tidak adanya aksi korporasi dalam laporan, terdapat kemungkinan emiten dapat menerbitkan saham baru di masa depan, namun tidak ada indikasi atau rencana yang diungkapkan dalam laporan ini.
  - Basis: Pengumuman 20260824105429-01/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260824142733-10/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Manajemen dapat memanfaatkan sisa modal dasar untuk penerbitan saham baru.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai rencana aksi korporasi dalam dokumen ini.
- **Penurunan jumlah pemegang saham** [analyst_hypothesis, low]: Jumlah pemegang saham turun dari 6.208 menjadi 6.207 pihak antara 31 Januari 2026 dan 28 Februari 2026. Penurunan satu pihak ini tidak disertai perubahan jumlah saham atau kepemilikan besar, sehingga kemungkinan hanya perpindahan kecil atau konsolidasi kepemilikan.
  - Basis: Pengumuman 20260824142337-06/CBM-Corsec/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Penurunan satu pihak tidak mempengaruhi struktur kepemilikan secara material.
  - Caveats: Tidak ada rincian transaksi atau identitas pihak yang keluar/masuk pada evidence.

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi free float antara laporan utama (0%) dan lampiran (24,00%) menimbulkan ketidakpastian kepatuhan terhadap Peraturan Bursa Nomor V.2.
- Inkonsistensi nama pemegang saham antara laporan utama (PT Bintang Cahaya, PT Makmur, Sinar Richiwa Sakti) dan lampiran (PT Richiwa Sakti Indonesia, PT Sinar Makmur Rezeki) perlu klarifikasi.
- Anomali tanggal: surat bertanggal 24 Agustus 2026, tetapi periode pelaporan adalah 31 Agustus 2025.
- Kualitas OCR yang buruk pada beberapa dokumen menyebabkan beberapa angka tidak terbaca jelas.
- Identitas pemegang saham dengan kepemilikan <5% tidak diungkapkan secara rinci.
- Tidak ada laporan keuangan dalam pengumuman ini; seluruh dokumen adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek.

### Items to monitor

- Klarifikasi inkonsistensi free float antara laporan utama dan lampiran.
- Klarifikasi perbedaan nama pemegang saham antara laporan utama dan lampiran.
- Klarifikasi anomali tanggal pelaporan (surat 24 Agustus 2026 vs periode 31 Agustus 2025).
- Pemantauan jumlah pemegang saham dan potensi perubahan kepemilikan <5%.
- Pemantauan potensi penerbitan saham baru dari sisa modal dasar.
- Pemantauan kepatuhan terhadap Peraturan Bursa Nomor V.2 tentang free float.

---

## COIN

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menyampaikan laporan informasi material berupa siaran pers terkait partisipasinya dalam acara Coinfest Asia 2026 di Bali pada 20-21 Agustus 2026. Perusahaan menegaskan komitmen membangun ekosistem aset digital berbasis trust dan tata kelola. Direktur COIN, Adri Prasetyo Martowardojo, menjadi pembicara dalam panel diskusi tentang ekonomi stablecoin Indonesia. Emiten menyatakan tidak ada dampak dari kejadian ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, atau transaksi material dalam dokumen.

### Material changes

- COIN berpartisipasi dalam Coinfest Asia 2026 di Bali pada 20-21 Agustus 2026.
- Direktur COIN, Adri Prasetyo Martowardojo, menjadi pembicara dalam panel diskusi bertema 'Indonesia's Stablecoin Economy: Lead, Follow, or Fall Behind' pada 21 Agustus 2026.
- COIN menegaskan komitmen jangka panjang dalam memperkuat industri aset keuangan digital nasional.
- Anak usaha COIN, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), telah berizin dan diawasi oleh OJK.
- COIN menyebutkan bahwa pengakuan stablecoin sebagai instrumen transaksi (bukan alat pembayaran) di bawah UU P2SK telah membuka ruang inovasi untuk pengembangan use case.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak dari kejadian ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Listing / regulatory

- Anak usaha COIN, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), telah berizin dan diawasi oleh OJK.

### Analytical scenarios

- **Partisipasi COIN di Coinfest Asia 2026** [explicit_fact, high]: COIN berpartisipasi dalam Coinfest Asia 2026 di Bali pada 20-21 Agustus 2026, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekosistem aset digital.
  - Basis: COIN berpartisipasi dalam Coinfest Asia 2026 di Bali pada 20-21 Agustus 2026.; Kehadiran COIN sebagai upaya dalam mendorong pertumbuhan ekosistem yang berkelanjutan.
- **Peran Adri Prasetyo Martowardojo** [explicit_fact, high]: Adri Prasetyo Martowardojo, Direktur COIN, hadir sebagai pembicara dalam panel diskusi tentang ekonomi stablecoin Indonesia.
  - Basis: Direktur PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), Adri Prasetyo Martowardojo, menegaskan dukungan penuh entitas induk.; Adri hadir sebagai pembicara dalam panel diskusi bertemakan Indonesia's Stablecoin Economy: Lead, Follow, or Fall Behind.
- **Status perizinan anak usaha** [explicit_fact, high]: Anak usaha COIN, CFX dan ICC, telah berizin dan diawasi oleh OJK.
  - Basis: Kedua anak usaha COIN tersebut telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- **Dampak partisipasi terhadap reputasi** [analyst_hypothesis, low]: Partisipasi COIN dalam Coinfest Asia 2026 dapat meningkatkan reputasi perusahaan sebagai pemain kunci di industri aset digital, namun dampak langsung terhadap kinerja keuangan tidak dapat diukur dari dokumen ini.
  - Basis: COIN menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam memperkuat industri aset keuangan digital nasional.; Kehadiran COIN sebagai upaya dalam mendorong pertumbuhan ekosistem yang berkelanjutan.
  - Assumptions: Partisipasi dalam acara industri dapat mempengaruhi persepsi pemangku kepentingan.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif untuk mengukur dampak reputasi atau finansial.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif atau rincian lebih lanjut mengenai dampak kehadiran di Coinfest Asia 2026 terhadap kinerja atau operasional perusahaan.
- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus dalam dokumen ini.
- Dokumen ini bersifat informatif dan tidak memuat angka keuangan atau transaksi material.

### Items to monitor

- Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak mengandung informasi keuangan atau transaksi material yang dapat mempengaruhi penilaian fundamental.
- Partisipasi dalam acara industri dan penegasan komitmen pada ekosistem aset digital dapat menjadi sinyal strategis, namun tanpa rincian dampak finansial.

---

## DMND

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Diamond Food Indonesia Tbk. (DMND) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 30 September 2026 pukul 14:00 WIB di Jakarta, dengan Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir pada 7 September 2026. Pengumuman ini merupakan pemberitahuan awal jadwal RUPSLB dan tidak memuat agenda rapat. Pemanggilan Rapat akan dimuat pada 8 September 2026. Pemegang saham yang mewakili minimal 5% saham dapat mengusulkan mata acara rapat paling lambat 1 September 2026 pukul 16.00 WIB. Agenda RUPSLB dan aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat diidentifikasi dari dokumen ini.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada Rabu, 30 September 2026, pukul 14:00 WIB, di Jakarta (lokasi spesifik hotel belum disebutkan).
- Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir adalah pemegang saham yang tercatat pada penutupan perdagangan 7 September 2026.
- Pemanggilan Rapat akan dimuat pada 8 September 2026 di situs web BEI, eASY.KSEI, dan situs web Perseroan.
- Pemegang saham yang mewakili minimal 5% saham dapat mengusulkan mata acara Rapat, usulan harus diterima Direksi paling lambat 1 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Pengumuman ini merujuk pada surat sebelumnya No. DU/L-088/OJK/VIII/2026.
- Pengumuman ditandatangani oleh Arinta Meidia Harsono selaku Corporate Secretary pada 24 Agustus 2026.
- RUPSLB diselenggarakan sesuai dengan Pasal 24 POJK No. 14 Tahun 2025, POJK No. 15/2020, UU No. 40/2007, Peraturan BEI No. I-E, dan Anggaran Dasar Perseroan.

### Corporate actions

- Rencana RUPSLB diumumkan, namun agenda rapat tidak diungkapkan dalam dokumen ini.

### Capital structure

- Pemegang saham yang mewakili minimal 5% dari jumlah seluruh saham dengan hak suara sah dapat mengusulkan mata acara Rapat.

### Listing / regulatory

- Pengumuman rencana RUPSLB disampaikan kepada OJK dengan nomor surat DU/L-092/OJK/VIII/2026.
- RUPSLB diselenggarakan sesuai dengan Pasal 24 POJK No. 14 Tahun 2025.
- Usulan mata acara Rapat harus memenuhi ketentuan POJK No. 15/2020 dan Pasal 10 ayat 6 Anggaran Dasar Perseroan.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 30 September 2026 pukul 14:00 WIB di Jakarta, dengan DPS pada 7 September 2026 dan pemanggilan pada 8 September 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Rabu, 30 September 2026, Waktu: 14:00; Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir: 07 September 2026; Pemanggilan Rapat dimuat pada 8 September 2026
- **Hak usulan mata acara** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang mewakili minimal 5% saham dapat mengusulkan mata acara Rapat, dengan batas waktu 1 September 2026 pukul 16.00 WIB.
  - Basis: Pemegang saham yang mewakili sedikitnya 5% saham dapat mengusulkan mata acara Rapat.; Usulan harus diterima Direksi paling lambat 1 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Adanya RUPSLB mengindikasikan adanya agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi, atau perubahan pengurus, namun hal ini belum terkonfirmasi.
  - Basis: RUPSLB diumumkan tanpa agenda dalam dokumen ini
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham
  - Caveats: Agenda RUPSLB belum diumumkan; informasi lebih lanjut diperlukan untuk konfirmasi

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen ini, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat dipastikan.
- Lokasi RUPSLB masih disebut 'Hotel di Jakarta' tanpa nama hotel spesifik.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan pengurus, pengendali, atau kegiatan usaha dalam pengumuman ini.

### Items to monitor

- Pemegang saham perlu memantau pemanggilan Rapat pada 8 September 2026 untuk mengetahui agenda RUPSLB.
- Pemegang saham yang mewakili minimal 5% saham dapat mengusulkan mata acara rapat hingga 1 September 2026 pukul 16.00 WIB.

---

## ELSA

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 21–24 Agustus 2026, PT Elnusa Tbk (ELSA) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan atau aksi korporasi. Pertama, pada 21 Agustus 2026, ELSA mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026 yang akan digabung dengan Public Expose Live 2026 BEI, dijadwalkan pada 7 September 2026. Kedua, pada 24 Agustus 2026, ELSA mengumumkan pengunduran diri Ibu Hera Handayani dari jabatan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, efektif setelah persetujuan RUPS berikutnya. Kedua pengumuman tidak mengubah struktur modal, status pencatatan, atau kegiatan usaha, dan tidak memuat angka keuangan. Pentingnya secara korporasi terletak pada perubahan susunan Direksi yang akan datang dan pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi.

### Material changes

- Pengunduran diri Ibu Hera Handayani dari jabatan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, efektif setelah persetujuan RUPS berikutnya.
- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan tahun buku 2026 pada 7 September 2026.

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi yang diumumkan dalam periode ini.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Ibu Hera Handayani dari jabatan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, efektif setelah persetujuan RUPS berikutnya.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai pemenuhan kewajiban penyampaian informasi berdasarkan Peraturan BEI No. I-E (Kep-00066/BEI/00-2022).
- Penyampaian keterbukaan informasi pengunduran diri Direksi sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015, POJK No. 33/POJK.04/2014, dan Peraturan I-E BEI.

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri Direktur** [explicit_fact, high]: Ibu Hera Handayani mengundurkan diri dari jabatan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, surat diterima pada 20 Agustus 2026, efektif setelah disetujui RUPS berikutnya.
  - Basis: Surat pengunduran diri diterima pada 20 Agustus 2026; Jabatan: Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum; Efektif setelah disetujui RUPS berikutnya
- **Dampak pengunduran diri** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan bahwa pengunduran diri tidak berdampak pada kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian: 'Tidak ada dampak'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim emiten dan belum diverifikasi secara independen.
- **Rencana Public Expose** [explicit_fact, high]: ELSA akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan tahun buku 2026 pada 7 September 2026 pukul 15.00-16.00 WIB secara live melalui website IDX, dengan agenda laporan kinerja semester 1 2026, prospek dan strategi usaha, serta lain-lain.
  - Basis: Jadwal acara; Agenda yang tercantum dalam pengumuman
- **Jumlah hari antara penerimaan surat dan pengumuman** [derived_calculation, high]: Surat pengunduran diri diterima pada 20 Agustus 2026 dan pengumuman disampaikan pada 24 Agustus 2026, selisih 4 hari kalender.
  - Basis: Tanggal penerimaan surat: 20 Agustus 2026; Tanggal pengumuman: 24 Agustus 2026
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan hari kalender
- **Dampak terhadap susunan Direksi** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri ini akan mengubah susunan Direksi ELSA setelah RUPS menyetujui, namun jumlah Direksi yang tersisa dan potensi penggantian belum diinformasikan.
  - Basis: Pengunduran diri akan efektif setelah RUPS berikutnya
  - Assumptions: RUPS akan menyetujui pengunduran diri tersebut
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai pengganti atau perubahan jumlah Direksi
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose ini kemungkinan merupakan ajang untuk menyampaikan kinerja semester 1 2026 dan prospek usaha, namun belum ada data keuangan yang dapat dianalisis.
  - Basis: Agenda yang tercantum dalam pengumuman
  - Assumptions: Informasi kinerja akan disampaikan pada saat acara
  - Caveats: Belum ada data keuangan yang dipublikasikan dalam pengumuman ini

### Risks / uncertainties

- Efektivitas pengunduran diri masih menunggu persetujuan RUPS berikutnya; tanggal RUPS belum diumumkan.
- Belum ada informasi mengenai pengganti Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum.
- Identitas anggota Direksi yang mengundurkan diri tidak diungkapkan dalam dokumen utama, namun diungkapkan dalam lampiran.

### Items to monitor

- Tanggal RUPS berikutnya dan keputusan terkait pengunduran diri Ibu Hera Handayani.
- Pengumuman calon pengganti Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum.
- Materi Public Expose Tahunan pada 7 September 2026, termasuk kinerja semester 1 2026 dan prospek usaha.
- Setiap pengumuman lanjutan terkait perubahan susunan Direksi atau aksi korporasi.

---

## EMAS

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan transaksi material berupa Perjanjian Jual Beli Bersyarat atas Peralatan dan Perjanjian Layanan Konsultasi Penunjang antara anak usahanya, PT Pani Industri Nusantara (PIN), dengan Vision Green Energy (Beijing) Tech, Co., Ltd. (VGE). Transaksi ini terkait pembangunan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL) untuk tambang emas Pani, dengan estimasi nilai RMB1.024.202.348 (40,26% dari ekuitas Perseroan per 31 Maret 2026). Transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material berdasarkan POJK 17/2020, tidak memerlukan persetujuan RUPS, dan tidak mengandung benturan kepentingan. KJPP Iskandar & Rekan memberikan opini wajar. Transaksi bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan tambang emas Pani menjadi 12 juta ton bijih per tahun.

### Material changes

- PIN dan VGE menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat atas Peralatan dan Perjanjian Layanan Konsultasi Penunjang yang efektif pada 21 Agustus 2026.
- Estimasi nilai transaksi adalah RMB1.024.202.348 berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Maret 2026.
- Nilai transaksi setara 40,26% dari nilai ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim per 31 Maret 2026 yang diaudit.
- Objek transaksi adalah penyediaan mesin dan peralatan serta layanan konsultasi penunjang untuk pembangunan fasilitas pengolahan CIL milik PIN.
- KJPP Iskandar & Rekan memberikan opini wajar atas transaksi berdasarkan Laporan Penilai No. 00103/2.0118-00/BS/02/0520/1/VIII/2026 tanggal 19 Agustus 2026.
- Transaksi tidak memerlukan persetujuan RUPS karena nilai transaksi tidak melebihi 50% nilai ekuitas Perseroan.
- Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan, namun memuat pengaturan terkait Transaksi Afiliasi yang pelaksanaannya bergantung pada ketentuan Perjanjian.
- Transaksi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan tambang emas Pani menjadi 12 juta ton bijih per tahun.
- Transaksi tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan.

### Key financial figures

- **Estimasi nilai transaksi:** 1.024.202.348 (per 31 Maret 2026 (kurs tengah BI))
- **Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas:** 40,26% (per 31 Maret 2026)

### Corporate actions

- Transaksi material: pengadaan mesin, peralatan, dan layanan konsultasi untuk pembangunan fasilitas CIL
- Potensi transaksi afiliasi (terkait mekanisme pemenuhan kewajiban yang dapat melibatkan pihak afiliasi)
- Ekspansi kapasitas pengolahan tambang emas Pani menjadi 12 juta ton bijih per tahun

### Expansion projects

- Pembangunan fasilitas pengolahan CIL milik PIN
- Nilai proyek: RMB1.024.202.348
- Tujuan: meningkatkan kapasitas pengolahan tambang emas Pani menjadi 12 juta ton bijih per tahun
- Lokasi: Pani Gold Project, Gorontalo, Indonesia

### Capital structure

- Struktur modal PIN: modal dasar 30.000 saham, modal ditempatkan 10.000 saham, saham portepel 20.000 saham
- Pemegang saham PIN: PT Puncak Emas Tani Sejahtera 55%, PT Gorontalo Sejahtera Mining 45%

### Listing / regulatory

- Transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material berdasarkan POJK 17/2020
- Kewajiban mengumumkan keterbukaan informasi dan menyampaikan laporan penilai ke OJK paling lambat 2 hari kerja setelah tanggal transaksi
- Transaksi tidak memerlukan persetujuan RUPS

### Analytical scenarios

- **Implied ekuitas Perseroan** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan nilai transaksi RMB1.024.202.348 dan rasio 40,26%, nilai ekuitas Perseroan per 31 Maret 2026 dapat diestimasi sekitar RMB2.544.000.000 (1.024.202.348 / 0,4026).
  - Basis: Nilai transaksi: RMB1.024.202.348; Rasio: 40,26%
  - Assumptions: Rasio 40,26% dihitung dari nilai transaksi dibagi ekuitas
  - Caveats: Angka ini adalah estimasi turunan, bukan angka yang dinyatakan langsung dalam dokumen
- **Sifat transaksi afiliasi** [analyst_hypothesis, low]: Perjanjian memuat pengaturan terkait transaksi afiliasi yang pelaksanaannya bergantung pada kondisi tertentu. Hal ini dapat mengindikasikan adanya keterlibatan pihak afiliasi dalam pemenuhan kewajiban, namun detailnya tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Dokumen menyatakan Perjanjian memuat pengaturan tertentu terkait mekanisme pemenuhan kewajiban yang dapat diberikan oleh PIN dan/atau pihak terafiliasinya
  - Assumptions: Pengaturan transaksi afiliasi terkait dengan mekanisme pemenuhan kewajiban
  - Caveats: Detail transaksi afiliasi tidak diungkapkan dalam dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Transaksi mengandung pengaturan transaksi afiliasi yang pelaksanaannya bergantung pada ketentuan perjanjian, namun detail tidak diungkapkan
- Objek transaksi belum ada wujud fisiknya, sehingga penilaian aset tidak dapat dilakukan dan kewajaran dihitung berdasarkan analisis kelayakan investasi
- Tidak ada hasil penilaian objek transaksi (nilai wajar aset) yang diungkapkan

### Items to monitor

- Transaksi ini merupakan transaksi material yang dapat mempengaruhi harga saham emiten
- Tidak ada informasi mengenai suspensi atau perubahan status pencatatan

---

## EMTK

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

EMTK mengumumkan penjualan 100.090 saham (99,99%) entitas anak PT Abhimata Citra Abadi (ACA) kepada Yuslinda Nasution berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 61 tanggal 20 Agustus 2026. Nilai nominal saham yang dijual adalah Rp10.009.000.000. Setelah transaksi, pengendalian ACA beralih kepada pembeli dan laporan keuangan ACA tidak lagi dikonsolidasikan. Harga jual tidak diungkapkan.

### Material changes

- EMTK menjual 100.090 saham ACA dengan nilai nominal Rp10.009.000.000, mewakili 99,99% modal ditempatkan dan disetor ACA.
- Pembeli saham adalah Yuslinda Nasution.
- Transaksi berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 61 tanggal 20 Agustus 2026.
- Setelah transaksi, pengendalian langsung atas ACA beralih kepada Yuslinda Nasution.
- ACA tidak lagi menjadi entitas yang dikendalikan dan laporan keuangannya tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan EMTK.
- Transaksi merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mengoptimalkan struktur investasi dan pengelolaan portofolio usaha.

### Key financial figures

- **Nilai nominal saham yang dijual:** Rp10.009.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Jumlah saham yang dijual:** 100.090 saham (per 20 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Divestasi saham entitas anak (penjualan 99,99% saham ACA)

### Management / control changes

- Pengendalian langsung atas ACA beralih dari EMTK kepada Yuslinda Nasution

### Capital structure

- Penjualan 100.090 saham ACA dengan nilai nominal Rp10.009.000.000, mewakili 99,99% modal ditempatkan dan disetor ACA

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan untuk memenuhi POJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material

### Analytical scenarios

- **Penjualan saham ACA** [explicit_fact, high]: EMTK menjual 100.090 saham ACA dengan nilai nominal Rp10.009.000.000 kepada Yuslinda Nasution, mewakili 99,99% modal ditempatkan dan disetor ACA, berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 61 tanggal 20 Agustus 2026.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material pada halaman 2 lampiran
- **Pengendalian ACA beralih** [explicit_fact, high]: Setelah penjualan efektif, pengendalian langsung atas ACA beralih kepada Yuslinda Nasution, dan ACA tidak lagi menjadi entitas yang dikendalikan oleh EMTK.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material pada halaman 2 lampiran
- **Dampak terhadap laporan keuangan** [explicit_fact, high]: Laporan keuangan ACA tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan EMTK setelah penyelesaian penjualan.
  - Basis: Dampak kejadian pada halaman 2 lampiran
- **Nilai nominal per saham ACA** [derived_calculation, high]: Nilai nominal per saham ACA adalah Rp100.000 (Rp10.009.000.000 / 100.090 saham).
  - Basis: Jumlah saham 100.090 dan nilai nominal Rp10.009.000.000
  - Assumptions: Nilai nominal total dibagi jumlah saham
- **Motivasi strategis penjualan** [analyst_hypothesis, low]: Penjualan saham ACA mungkin bertujuan untuk merampingkan struktur investasi atau melepas aset non-inti, namun rincian lebih lanjut tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Pernyataan bahwa penjualan merupakan bagian dari strategi untuk mengoptimalkan struktur investasi dan pengelolaan portofolio usaha
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan mengenai alasan spesifik
  - Caveats: Hanya berdasarkan pernyataan umum emiten

### Risks / uncertainties

- Harga jual saham ACA tidak diungkapkan dalam dokumen
- Nilai aset atau liabilitas ACA tidak diungkapkan
- Dampak kuantitatif terhadap laporan keuangan EMTK tidak diungkapkan
- Tidak ada informasi mengenai penggunaan dana hasil penjualan

### Items to monitor

- Perubahan struktur kepemilikan anak usaha dapat mempengaruhi pendapatan konsolidasi dan nilai aset EMTK.
- Kehilangan pengendalian atas ACA dapat berdampak pada laporan keuangan konsolidasi, namun dampak kuantitatif tidak diungkapkan.
- Harga jual yang tidak diungkapkan membuat penilaian dampak finansial menjadi terbatas.

---

## EXCL

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melaporkan hasil pemeringkatan tahunan atas 11 efek utang (obligasi dan sukuk ijarah) yang diterbitkan oleh Fitch Ratings Indonesia. Seluruh efek memperoleh peringkat AA+ dengan outlook STABLE untuk periode 20 Agustus 2026 hingga 31 Agustus 2027. Efek-efek tersebut berasal dari beberapa program berkelanjutan dengan total pokok sekitar Rp2.170,86 miliar. Fitch juga mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang emiten di 'AA+(idn)' dengan Outlook Stabil, mencerminkan posisi pasar yang solid, skala lebih besar, dan kepemilikan spektrum yang lebih luas pasca merger dengan Smartfren. Namun, leverage bersih meningkat menjadi 2,7x pada 2025 dan diperkirakan tetap tinggi di 2,1x pada 2026-2027, mendekati ambang batas yang dapat memicu penurunan peringkat.

### Material changes

- Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat AA+ dengan outlook STABLE untuk seluruh 11 efek utang EXCL yang dipublikasikan pada 20 Agustus 2026.
- Periode pemeringkatan berlaku dari 20 Agustus 2026 sampai 31 Agustus 2027.
- Efek yang diperingkat meliputi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I XL Axiata Tahap II Tahun 2017 Seri E (pokok Rp336.000.000.000, jatuh tempo 28-Apr-27), Obligasi Berkelanjutan I XL Axiata Tahap I Tahun 2018 Seri E (pokok Rp72.000.000.000, jatuh tempo 16-Oct-28), Sukuk Ijarah Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2018 Seri E (pokok Rp60.000.000.000, jatuh tempo 16-Oct-28), Obligasi Berkelanjutan I XL Axiata Tahap II Tahun 2019 Seri D (pokok Rp93.000.000.000, jatuh tempo 08-Feb-29), Sukuk Ijarah Berkelanjutan II XL Axiata Tahap II Tahun 2019 Seri E (pokok Rp26.000.000.000, jatuh tempo 08-Feb-29), Obligasi Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2022 Seri B (pokok Rp411.855.000.000, jatuh tempo 01-Sep-27), Obligasi Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2022 Seri C (pokok Rp177.915.000.000, jatuh tempo 01-Sep-29), Obligasi Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2022 Seri D (pokok Rp175.005.000.000, jatuh tempo 01-Sep-32), Sukuk Ijarah Berkelanjutan III XL Axiata Tahap I Tahun 2022 Seri B (pokok Rp421.300.000.000, jatuh tempo 01-Sep-27), Sukuk Ijarah Berkelanjutan III XL Axiata Tahap I Tahun 2022 Seri C (pokok Rp135.135.000.000, jatuh tempo 01-Sep-29), dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III XL Axiata Tahap I Tahun 2022 Seri D (pokok Rp262.650.000.000, jatuh tempo 01-Sep-32).
- Laporan ditandatangani oleh Susan Masniari selaku Corporate Secretary pada 24 Agustus 2026.
- Lampiran yang disertakan: XLSMART_Rating Letter_20260820.pdf, Fitch Affirms XLSMART at AA.pdf, dan Fitch Mengafirmasi XLSMART di AA.pdf.
- Fitch Ratings Indonesia mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk di 'AA+(idn)' dengan Outlook Stabil pada 20 Agustus 2026.
- Semua obligasi senior tanpa jaminan dan sukuk berdenominasi rupiah yang beredar juga ditegaskan di 'AA+(idn)'.
- XLSMART adalah entitas hasil merger PT XL Axiata Tbk dan Smartfren.
- Kepemilikan saham XLSMART: Axiata Group Berhad dan Sinar Mas masing-masing 34,7%, dengan hak nominasi dewan yang setara.
- XLSMART memiliki 217MHz spektrum setelah mengakuisisi 30MHz di pita 700MHz dan 50MHz di pita 2.6GHz, tidak termasuk 900MHz yang akan dikembalikan ke pemerintah pada akhir 2026.
- Jumlah menara (mobile sites) XLSMART sekitar 56.000 setelah merger, dengan 20%-30% situs yang tumpang tindih didekomisioning.
- Pangsa pasar pelanggan seluler XLSMART sekitar 23% pada akhir 2025, dibandingkan Indosat sekitar 29%.
- Pembayaran di muka untuk spektrum tambahan pada 2026 sekitar IDR1,3 triliun, dan biaya lisensi tahunan tambahan diperkirakan sekitar IDR1 triliun.
- Fitch memperkirakan tidak ada pembayaran dividen pada 2026 karena rugi bersih pada 2025.
- XLSMART memiliki lebih dari 69 juta pelanggan seluler dan lebih dari 950.000 pelanggan fixed broadband pada akhir Juni 2026.
- Fitch memperkirakan belanja modal (capex) sekitar IDR20 triliun pada 2026 dan IDR15 triliun pada 2027.
- Fitch memperkirakan pendapatan sekitar IDR49 triliun pada 2026-2027, dengan margin EBITDA 27% pada 2026 dan 29% pada 2027.
- Fitch-defined EBITDA net leverage naik menjadi 2,7x pada 2025 dari 1,1x pada 2024.
- Fitch memperkirakan net leverage 2,1x pada 2026-2027, lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya 1,7x-2,0x.
- Klausul cross-default pada dokumen program sukuk Axiata tidak lagi berlaku untuk XLSMART karena menjadi perusahaan asosiasi.
- Fitch tidak memperhitungkan akuisisi spektrum tambahan setelah lelang 700MHz dan 2.6GHz selesai Juli 2026.

### Key financial figures

- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan I XL Axiata Tahap II Tahun 2017 Seri E:** 336.000.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan I XL Axiata Tahap I Tahun 2018 Seri E:** 72.000.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2018 Seri E:** 60.000.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan I XL Axiata Tahap II Tahun 2019 Seri D:** 93.000.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan II XL Axiata Tahap II Tahun 2019 Seri E:** 26.000.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2022 Seri B:** 411.855.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2022 Seri C:** 177.915.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2022 Seri D:** 175.005.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan III XL Axiata Tahap I Tahun 2022 Seri B:** 421.300.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan III XL Axiata Tahap I Tahun 2022 Seri C:** 135.135.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan III XL Axiata Tahap I Tahun 2022 Seri D:** 262.650.000.000 (per 20 Agustus 2026)
- **EBITDA net leverage:** 2.7x (2025)
- **EBITDA net leverage:** 1.1x (2024)
- **EBITDA net leverage (proyeksi):** 2.1x (2026-2027)
- **ARPU:** IDR 47.100 (1H26)
- **ARPU:** IDR 39.500 (2025)
- **Pendapatan:** IDR 42 triliun (2025)
- **Pendapatan:** IDR 24 triliun (1H26)
- **Pendapatan (proyeksi):** IDR 49 triliun (2026-2027)
- **EBITDA margin (Fitch-defined):** 19% (2025)
- **EBITDA margin (Fitch-defined):** 26% (1H26)
- **EBITDA margin (Fitch-defined, proyeksi):** 27% (2026)
- **EBITDA margin (Fitch-defined, proyeksi):** 29% (2027)
- **Belanja modal:** IDR 9 triliun (2025)
- **Belanja modal:** IDR 8 triliun (1H26)
- **Belanja modal (proyeksi):** IDR 20 triliun (2026)
- **Belanja modal (proyeksi):** IDR 15 triliun (2027)
- **Pembayaran di muka spektrum:** IDR 1,3 triliun (2026)
- **Biaya lisensi tahunan tambahan:** IDR 1 triliun (perkiraan)
- **Total spektrum:** 217 MHz (setelah akuisisi)
- **Jumlah menara:** 56.000 (setelah merger)
- **Pelanggan seluler:** 69 juta (akhir Juni 2026)
- **Pelanggan fixed broadband:** 950 ribu (akhir Juni 2026)
- **Kepemilikan saham Axiata dan Sinar Mas:** 34,7% masing-masing (saat ini)

### Expansion projects

- Belanja modal 2026 diperkirakan IDR 20 triliun, terutama untuk akuisisi spektrum, integrasi jaringan, dan 5G.
- Belanja modal 2027 diperkirakan IDR 15 triliun.
- Pembayaran awal spektrum 2026 sekitar IDR 1,3 triliun.
- Biaya lisensi tahunan tambahan sekitar IDR 1 triliun.

### Management / control changes

- Axiata dan Sinar Mas memiliki kepemilikan setara 34,7% masing-masing dan hak nominasi dewan yang setara.
- XLSMART menjadi asosiasi, bukan anak perusahaan Axiata; klausul cross-default pada program sukuk dan MTN Axiata tidak lagi berlaku untuk XLSMART.

### Capital structure

- Kepemilikan Axiata: 34,7%
- Kepemilikan Sinar Mas: 34,7%
- Semua utang XLSMART pada akhir 2025 tidak dijamin (unsecured)
- Utang dalam rupiah

### Listing / regulatory

- Pemeringkatan tahunan oleh Fitch Ratings Indonesia dengan hasil AA+ (outlook stabil) untuk seluruh efek utang yang tercatat.
- Lelang spektrum 700MHz dan 2.6GHz selesai pada Juli 2026
- Pengembalian spektrum 900MHz ke pemerintah pada akhir 2026

### Analytical scenarios

- **Peringkat AA+ untuk seluruh efek** [explicit_fact, high]: Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat AA+ dengan outlook STABLE untuk semua 11 efek utang yang tercantum, berlaku untuk periode 20 Agustus 2026 hingga 31 Agustus 2027.
  - Basis: Tabel pada halaman 1-2 dan 3-4 menunjukkan setiap efek memiliki rating AA+ dan outlook STABLE.
- **Total pokok efek yang diperingkat** [derived_calculation, high]: Total pokok seluruh efek yang diperingkat adalah Rp2.170.860.000.000 (Rp2,17 triliun).
  - Basis: Penjumlahan pokok dari 11 efek: 336.000.000.000 + 72.000.000.000 + 60.000.000.000 + 93.000.000.000 + 26.000.000.000 + 411.855.000.000 + 177.915.000.000 + 175.005.000.000 + 421.300.000.000 + 135.135.000.000 + 262.650.000.000.
  - Assumptions: Semua angka pokok dalam Rupiah dan dijumlahkan langsung.
- **Perubahan leverage** [derived_calculation, high]: Kenaikan leverage 1,6x dari 2024 ke 2025.
  - Basis: 2.7x - 1.1x = 1.6x
- **Total spektrum** [derived_calculation, medium]: Total spektrum 217MHz terdiri dari 30MHz + 50MHz + spektrum yang sudah ada (tidak dirinci).
  - Basis: 30MHz + 50MHz = 80MHz; 217MHz - 80MHz = 137MHz spektrum yang sudah ada
  - Caveats: Rincian spektrum yang sudah ada tidak diungkapkan
- **Risiko leverage** [analyst_hypothesis, medium]: Jika leverage tetap di atas 2,1x dalam jangka panjang, peringkat dapat diturunkan.
  - Basis: Fitch menyatakan leverage di atas 2,1x untuk periode berkelanjutan dapat memicu aksi negatif
  - Caveats: Ini adalah skenario yang disebutkan Fitch, bukan kepastian
- **Deleveraging** [analyst_hypothesis, medium]: Deleveraging diperkirakan terjadi bertahap setelah belanja modal besar selesai, didukung sinergi merger.
  - Basis: Fitch memperkirakan leverage turun di bawah 2,0x dalam jangka menengah
  - Caveats: Tergantung pada realisasi sinergi dan pertumbuhan pendapatan
- **Implikasi peringkat terhadap risiko kredit** [analyst_hypothesis, low]: Peringkat AA+ dengan outlook stabil mengindikasikan risiko kredit yang sangat rendah, namun tidak ada informasi tambahan mengenai faktor-faktor yang mendasari peringkat tersebut dalam dokumen ini.
  - Basis: Peringkat AA+ dan outlook STABLE yang diberikan oleh Fitch.
  - Assumptions: Peringkat AA+ mencerminkan kualitas kredit yang tinggi.
  - Caveats: Dokumen tidak memuat rincian metodologi atau faktor pendukung peringkat.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai perubahan peringkat atau faktor risiko spesifik yang disebutkan dalam dokumen.
- Dokumen hanya berisi hasil pemeringkatan, tidak mencakup analisis fundamental atau kondisi keuangan emiten.
- Peringkat dapat berubah, dicabut, atau dimasukkan dalam Rating Watch karena perubahan informasi atau kondisi lain yang dianggap cukup oleh Fitch.
- Peringkat bersifat forward-looking dan tidak dapat diverifikasi sebagai fakta di masa depan.
- Peringkat bukan merupakan rekomendasi investasi atau nasihat keuangan.
- Leverage bersih yang tinggi (2,7x pada 2025) dan diperkirakan tetap di 2,1x pada 2026-2027
- Capex tinggi pada 2026 dapat memperlambat deleveraging
- Potensi kehilangan pelanggan akibat konsolidasi dan churn
- Ketergantungan pada refinancing untuk memenuhi jatuh tempo utang
- Biaya lisensi spektrum tahunan tambahan sekitar IDR1 triliun
- Net leverage di atas 2,1x secara berkelanjutan dapat memicu penurunan peringkat.
- Belanja modal lebih besar dari perkiraan dapat menyebabkan leverage tetap tinggi.
- Penurunan pangsa pasar atau peningkatan persaingan dapat memicu penurunan peringkat.

### Items to monitor

- Peringkat 'AA+(idn)' menunjukkan ekspektasi risiko default sangat rendah relatif terhadap penerbit lain di Indonesia
- Posisi pasar ketiga terbesar dengan pangsa sekitar 23%
- Kepemilikan spektrum 217MHz, lebih besar dari Indosat (215MHz) tetapi lebih kecil dari Telkom (265MHz)
- ARPU naik dari IDR39.500 (2025) menjadi IDR47.100 (1H26)
- Outlook stabil mencerminkan ekspektasi leverage sementara dan penurunan bertahap.

---

## FWCT

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

FWCT mengumumkan rencana penyelenggaraan RUPSLB yang akan dilaksanakan secara elektronik pada 1 Oktober 2026. Pengumuman ini bersifat awal dan belum memuat agenda rapat. Pemegang saham yang berhak hadir ditetapkan berdasarkan DPS pada 8 September 2026. Pemanggilan rapat beserta materi akan diumumkan pada 9 September 2026. Tidak ada aksi korporasi spesifik, angka keuangan, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- FWCT akan menyelenggarakan RUPSLB secara elektronik di Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 14:00 WIB.
- Pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili adalah yang tercatat dalam DPS dan/atau rekening efek di KSEI pada Selasa, 8 September 2026, pukul 16:15 WIB.
- Pemanggilan Rapat beserta materi penunjang akan diumumkan pada Rabu, 9 September 2026, melalui situs web Perseroan, BEI, dan eASY.KSEI.
- Pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 (5%) dari seluruh saham dengan hak suara sah dapat mengusulkan mata acara rapat, dengan batas waktu penerimaan oleh Direksi pada Rabu, 2 September 2026, pukul 16.00 WIB.
- Pengumuman ini merujuk pada surat sebelumnya No. DIR/WCT/JKT/0826/080.
- Pengumuman ditandatangani oleh Budi Tjahjadi selaku Direktur.
- Dasar hukum penyelenggaraan: POJK No. 15/2020 dan POJK No. 16/2020.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan pada 1 Oktober 2026, namun agenda rapat belum diumumkan. Ini adalah pengumuman awal; detail aksi korporasi akan tersedia pada pemanggilan rapat tanggal 9 September 2026.

### Capital structure

- Ambang batas pengajuan usulan mata acara oleh pemegang saham adalah 1/20 (5%) dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.

### Listing / regulatory

- RUPSLB diselenggarakan berdasarkan POJK No. 15/2020 dan POJK No. 16/2020.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: FWCT mengumumkan RUPSLB akan diadakan pada 1 Oktober 2026, dengan DPS pada 8 September 2026 dan pemanggilan rapat pada 9 September 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Kamis, 01 Oktober 2026, pukul 14:00; Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir: 08 September 2026; Pemanggilan Rapat beserta materi penunjang akan diumumkan pada 09 September 2026
- **Hak usul agenda oleh pemegang saham** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 dari seluruh saham dengan hak suara sah dapat mengusulkan mata acara rapat, dengan batas waktu penerimaan oleh Direksi pada 2 September 2026 pukul 16.00 WIB.
  - Basis: Seorang pemegang saham atau lebih yang mewakili 1/20 (satu per dua puluh) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dapat mengusulkan mata acara Rapat; Batas waktu: Rabu, 02 September 2026, pukul 16.00 WIB
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar RUPS tahunan, seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi, atau perubahan pengurus. Namun, dokumen ini tidak menyebutkan agenda spesifik, sehingga substansi rapat belum dapat dikonfirmasi.
  - Basis: Perihal: Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa; Tidak ada agenda yang tercantum dalam dokumen
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa, tetapi ini hanya asumsi umum.
  - Caveats: Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen ini; informasi lebih lanjut akan tersedia pada pemanggilan Rapat tanggal 9 September 2026.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat diidentifikasi.
- Lokasi RUPSLB tidak menyebutkan kelurahan secara lengkap, hanya 'Kelurahan' tanpa nama.
- Tanda tangan Corporate Secretary tidak terbaca pada salah satu lampiran.
- Tidak ada informasi mengenai dampak keuangan atau operasional dari RUPSLB.

### Items to monitor

- Pemegang saham perlu memperhatikan batas waktu pengajuan usulan mata acara (2 September 2026) dan tanggal pencatatan (8 September 2026) untuk menentukan hak hadir dalam RUPSLB.
- Agenda RUPSLB yang belum diumumkan dapat menjadi katalis atau risiko bagi harga saham, tergantung pada substansi keputusan yang akan dibahas.

---

## HATM

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 21–24 Agustus 2026, PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) menyelenggarakan RUPS Independen pada 21 Agustus 2026 dan mengumumkan hasilnya pada 24 Agustus 2026. RUPS menyetujui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 868.000.000 saham baru (maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh), yang akan dilaksanakan oleh PT Multi Sarana Nasional. Aksi ini penting secara korporasi karena berpotensi mengubah struktur permodalan, kepemilikan, dan memberikan dilusi bagi pemegang saham yang tidak ikut serta. Selain itu, RUPS menyetujui perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor. Susunan Direksi dan Dewan Komisaris tidak berubah. Pengumuman kedua bersifat administratif, yaitu penyampaian bukti iklan hasil RUPS.

### Material changes

- Persetujuan PMTHMETD (private placement) hingga 868.000.000 saham baru, maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, ditujukan kepada PT Multi Sarana Nasional.
- Persetujuan perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor.
- Pemberian kuasa kepada Direksi untuk melaksanakan tindakan terkait PMTHMETD.
- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris tidak berubah; periode jabatan hingga 30 Juni 2027.

### Corporate actions

- PMTHMETD (private placement) disetujui, dengan jumlah saham baru hingga 868.000.000 saham.

### Capital structure

- Jumlah saham baru: hingga 868.000.000 saham (maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh).
- Penerbitan saham baru ditujukan kepada PT Multi Sarana Nasional.
- Kuorum RUPS: 71,086% dari total saham berhak suara.
- Hasil suara: 100% setuju, 0% tidak setuju, 0% abstain.

### Listing / regulatory

- PMTHMETD mengacu pada POJK No. 14/2019.
- Penyampaian bukti iklan hasil RUPS sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Perkiraan jumlah saham beredar saat ini** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham baru maksimal 868.000.000 yang mewakili 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, maka perkiraan jumlah saham beredar saat ini adalah 8.680.000.000 saham (868.000.000 / 10%).
  - Basis: Jumlah saham baru: 868.000.000; Persentase maksimal: 10%
  - Assumptions: Angka 10% dihitung dari modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum PMTHMETD.; Tidak ada perubahan modal lain antara tanggal RUPS dan penerbitan.
  - Caveats: Angka ini adalah estimasi berdasarkan persentase yang diberikan; jumlah saham beredar aktual mungkin berbeda jika ada perubahan lain.
- **Persentase saham baru terhadap total saham** [derived_calculation, high]: Jumlah saham baru PMTHMETD (868.000.000) dibagi total saham sebelum PMTHMETD (8.680.000.000) sama dengan 10%, sesuai dengan batas maksimal yang disebutkan.
  - Basis: 868.000.000 / 8.680.000.000 = 0.10 = 10%
  - Assumptions: Total saham sebelum PMTHMETD adalah 8.680.000.000 saham.
- **Proporsi saham independen hadir terhadap total saham** [derived_calculation, high]: Saham independen yang hadir (819.965.113) dibagi total saham (8.680.000.000) menghasilkan sekitar 9,45%, menunjukkan proporsi kecil dari total saham, namun cukup untuk kuorum independen karena melebihi 50% dari saham independen total.
  - Basis: 819.965.113 / 8.680.000.000 = 0.09445 = 9,45%
  - Assumptions: Total saham adalah 8.680.000.000.
- **Potensi dilusi kepemilikan** [analyst_hypothesis, medium]: Penerbitan 868.000.000 saham baru akan meningkatkan jumlah saham beredar menjadi 9.548.000.000, sehingga kepemilikan pemegang saham yang tidak ikut serta akan terdilusi sekitar 9,09% (dari 100% menjadi 90,91%).
  - Basis: Total saham setelah PMTHMETD = 8.680.000.000 + 868.000.000 = 9.548.000.000; Dilusi = 868.000.000 / 9.548.000.000 = 9,09%
  - Assumptions: Semua saham baru diterbitkan dan tidak ada pembelian oleh pemegang saham lama.; Tidak ada perubahan lain dalam struktur modal.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai harga pelaksanaan atau partisipasi pemegang saham.
- **Tujuan PMTHMETD** [analyst_hypothesis, low]: PMTHMETD kemungkinan bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan atau mendanai ekspansi, namun dokumen tidak menyebutkan tujuan spesifik atau penggunaan dana.
  - Basis: Tidak ada informasi tujuan dalam dokumen.
  - Assumptions: Private placement umumnya dilakukan untuk pendanaan atau penguatan modal.
  - Caveats: Tujuan sebenarnya tidak diungkapkan dalam dokumen; hipotesis ini hanya spekulasi.

### Risks / uncertainties

- Jumlah saham baru yang diterbitkan masih 'sebanyak-banyaknya' 868.000.000, sehingga jumlah final belum pasti.
- Harga pelaksanaan PMTHMETD tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Tujuan penggunaan dana hasil PMTHMETD tidak dijelaskan.
- Potensi dilusi bagi pemegang saham existing tidak dihitung secara eksplisit.

### Items to monitor

- Harga pelaksanaan PMTHMETD dan tanggal pelaksanaan.
- Tujuan penggunaan dana hasil PMTHMETD.
- Persetujuan OJK atau Bursa terkait PMTHMETD.
- Jumlah saham beredar aktual setelah penerbitan.
- Perubahan komposisi kepemilikan setelah PMTHMETD.

---

## HDFA

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada 8 September 2026 pukul 14:00 WIB secara elektronik melalui website idx.co.id. Agenda mencakup paparan kinerja keuangan dan operasional Semester I 2026, perkembangan bisnis, strategi, prospek hingga akhir 2026, penyampaian target kinerja 2026, dan lain-lain. Pengumuman ini bersifat prosedural dan tidak memuat data keuangan atau target kuantitatif. Materi paparan akan disampaikan selambat-lambatnya 3 hari bursa sebelum pelaksanaan.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada 8 September 2026, pukul 14:00 WIB, melalui Public Expose Live di website idx.co.id.
- Agenda Public Expose: (1) paparan kinerja keuangan dan operasional Semester I 2026; (2) perkembangan bisnis, strategi, dan prospek hingga akhir 2026; (3) penyampaian target kinerja 2026; dan (4) lain-lain.
- Public Expose akan dihadiri oleh anggota Direksi Perseroan.
- Materi Public Expose akan disampaikan selambat-lambatnya 3 hari bursa sebelum pelaksanaan.
- Dasar penyampaian: Keputusan Direksi BEI Kep-00066/BEI/09-2022 dan Surat Edaran BEI SE-00003/BEI/05-2020.
- Pengumuman ditandatangani oleh Corporate Secretary Hanindya Aryoputro; surat pengantar ditandatangani oleh Direktur Utama Lim Eng Kit.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai bagian dari kepatuhan terhadap peraturan bursa.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose ini kemungkinan merupakan kewajiban tahunan bagi emiten untuk memberikan informasi kepada publik dan investor, namun dokumen ini tidak memberikan detail kinerja atau target.
  - Basis: Agenda yang tercantum mencakup paparan kinerja dan target, tetapi tidak ada angka atau rincian dalam dokumen.
  - Assumptions: Public Expose akan menyajikan informasi keuangan dan operasional yang lebih rinci pada saat pelaksanaan.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung dalam dokumen untuk memverifikasi isi paparan.

---

## HEAL

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025. Acara akan diselenggarakan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 11.00-12.00 WIB, melalui aplikasi Zoom dan PUBEX LIVE 2026 Bursa Efek Indonesia. Agenda utama adalah paparan kinerja operasional dan finansial Perseroan. Manajemen yang akan hadir antara lain Direktur Utama Dr. Yulisar Khiat, Direktur Yustinus Immanuel Herawan, Direktur drg. Susi Setiawaty, dan Sekretaris Korporasi Iing Ichsan Hanafi. Materi Public Expose akan disampaikan selambat-lambatnya 3 hari bursa sebelum acara. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025.
- Public Expose akan diselenggarakan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 11.00-12.00 WIB.
- Media penyelenggaraan: aplikasi Zoom dan PUBEX LIVE 2026 Bursa Efek Indonesia.
- Agenda: paparan kinerja operasional dan finansial Perseroan.
- Manajemen yang hadir: Dr. Yulisar Khiat (Direktur Utama), Yustinus Immanuel Herawan (Direktur), drg. Susi Setiawaty (Direktur), dan Iing Ichsan Hanafi (Sekretaris Korporasi).
- Materi Public Expose akan disampaikan selambat-lambatnya 3 hari bursa sebelum penyelenggaraan.
- Pemberitahuan dikirim oleh Yulisar Khiat, Direktur Perusahaan, pada 24 Agustus 2026, nomor surat 450/DIR/MH/VIII/2026.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi kepada publik.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose ini kemungkinan merupakan ajang bagi manajemen untuk memaparkan kinerja keuangan dan operasional tahun buku 2025, serta menjawab pertanyaan investor. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai isi paparan atau materi yang akan disajikan.
  - Basis: Agenda resmi yang tercantum dalam dokumen adalah 'Paparan kinerja operasional dan finansial Perseroan'.
  - Assumptions: Public Expose biasanya digunakan untuk memberikan update kepada investor dan pemangku kepentingan.
  - Caveats: Tidak ada detail tambahan mengenai materi paparan atau isu spesifik yang akan dibahas.

---

## HRME

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 21–24 Agustus 2026, PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat administratif dan tata kelola. Pertama, perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR) akibat pengunduran diri S.R. Suryaningrum, efektif 24 Agustus 2026, dengan penunjukan Harri Rinaldiawan sebagai anggota baru dan pergeseran Herry Wijaya menjadi Wakil Ketua. Kedua, penyampaian bukti iklan Ringkasan Risalah RUPSLB Tahun 2026 yang dimuat di tiga media. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau data keuangan yang diungkapkan. Perubahan KNR merupakan bagian dari kepatuhan terhadap POJK No. 34/POJK.04/2014 dan tidak berdampak material menurut emiten.

### Material changes

- Pengunduran diri S.R. Suryaningrum dari anggota KNR, efektif 24 Agustus 2026.
- Penunjukan Harri Rinaldiawan sebagai anggota KNR.
- Perubahan posisi Herry Wijaya dari anggota menjadi Wakil Ketua KNR.
- Ketua KNR tetap dijabat oleh Teuku Johas Raffli.

### Management / control changes

- Pengunduran diri S.R. Suryaningrum dari jabatan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi, efektif 24 Agustus 2026.
- Penunjukan Harri Rinaldiawan sebagai Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi.
- Perubahan posisi Herry Wijaya dari Anggota menjadi Wakil Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi.
- Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi tetap dijabat oleh Teuku Johas Raffli.

### Listing / regulatory

- Penyampaian informasi perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi untuk memenuhi POJK No. 34/POJK.04/2014.
- Penyampaian bukti iklan Ringkasan Risalah RUPSLB Tahun 2026 kepada Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Perubahan susunan KNR** [explicit_fact, high]: Susunan KNR lama: Ketua Teuku Johas Raffli, Anggota Herry Wijaya, Anggota Sri Rejeki Suryaningrum. Susunan baru: Ketua Teuku Johas Raffli, Wakil Ketua Herry Wijaya, Anggota Harri Rinaldiawan.
  - Basis: Pengumuman 20260824183147-054/HRME-CORSEC/VIII/2026_id-id
- **Publikasi iklan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Iklan Ringkasan Risalah RUPSLB Tahun 2026 dimuat di situs web Perseroan (20 Agustus 2026), situs web BEI (20 Agustus 2026), dan situs web eASY.KSEI (18 Agustus 2026).
  - Basis: Pengumuman 20260824194041-055/HRME-CORSEC/VIII/2026_id-id
- **Jumlah anggota KNR sebelum dan sesudah perubahan** [derived_calculation, high]: Sebelum perubahan, KNR berjumlah 3 orang (Ketua, 2 Anggota). Setelah perubahan, KNR tetap berjumlah 3 orang (Ketua, Wakil Ketua, 1 Anggota). Jumlah anggota tidak berubah.
  - Basis: Susunan lama: Ketua Teuku Johas Raffli, Anggota Herry Wijaya, Anggota Sri Rejeki Suryaningrum (3 orang).; Susunan baru: Ketua Teuku Johas Raffli, Wakil Ketua Herry Wijaya, Anggota Harri Rinaldiawan (3 orang).
  - Assumptions: Setiap posisi dihitung sebagai satu orang anggota.
- **Alasan pengunduran diri S.R. Suryaningrum** [analyst_hypothesis, low]: Alasan pengunduran diri tidak diungkapkan dalam dokumen. Kemungkinan bersifat pribadi atau profesional, namun tidak ada informasi resmi yang mendukung.
  - Basis: Surat pengunduran diri tidak menyebutkan alasan.
  - Assumptions: Pengunduran diri anggota komite umumnya karena alasan pribadi, kesehatan, atau kesibukan lain.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan pengunduran diri.
- **Substansi RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini hanya mengonfirmasi publikasi iklan, bukan substansi hasil RUPSLB. Isi RUPSLB tidak dapat disimpulkan dari dokumen ini.
  - Basis: Perihal surat hanya 'Penyampaian Bukti Iklan Hasil RUPS'
  - Assumptions: Substansi RUPSLB mungkin dijelaskan dalam lampiran 'Bukti Iklan RUPSLB 2026.pdf' yang tidak tersedia di sini.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang agenda atau keputusan RUPSLB dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Alasan pengunduran diri S.R. Suryaningrum tidak diungkapkan.
- Tidak ada informasi mengenai proses seleksi atau pertimbangan penunjukan Harri Rinaldiawan sebagai pengganti.
- Tidak ada informasi mengenai dampak lebih lanjut terhadap tata kelola atau kinerja komite.
- Tidak ada informasi tentang agenda atau keputusan RUPSLB dalam dokumen bukti iklan.

### Items to monitor

- Substansi keputusan RUPSLB Tahun 2026 (dari lampiran bukti iklan atau pengumuman lain).
- Proses seleksi atau pertimbangan penunjukan Harri Rinaldiawan sebagai anggota KNR.
- Alasan pengunduran diri S.R. Suryaningrum jika diungkapkan kemudian.
- Potensi dampak perubahan KNR terhadap tata kelola atau kinerja komite.

---

## IOTF

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) menyampaikan koreksi atas pengumuman penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG untuk tahun buku 2025. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat aksi korporasi baru. Dokumen utama yang dilampirkan adalah Laporan Tahunan 2025 dan data ESG 2025. Fakta kunci dari laporan tahunan: tidak ada aksi korporasi selama 2025, perubahan Komisaris Utama dari Darren Suciono menjadi Gracia Puspita Suciono efektif 23 Juni 2025, realisasi penjualan Rp65,61 miliar (93,73% dari target), laba bersih Rp0,862 miliar (86,19% dari target), dan target 2026 penjualan Rp75 miliar serta laba bersih Rp1,5 miliar. Data ESG menunjukkan inkonsistensi angka emisi yang perlu dicermati.

### Material changes

- Penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG tahun 2025 sebagai koreksi atas pengumuman sebelumnya (surat No. 024/EKS/SSM/IV/2026 tanggal 29 April 2026).
- Tidak ada aksi korporasi selama tahun 2025.
- Perubahan Komisaris Utama dari Darren Suciono menjadi Gracia Puspita Suciono, efektif 23 Juni 2025, berdasarkan Akta No. 91 tanggal 23 Juni 2025.
- Realisasi penjualan 2025 sebesar Rp65.612.941.838, mencapai 93,73% dari target Rp70.000.000.000.
- Realisasi laba bersih 2025 sebesar Rp861.903.415, mencapai 86,19% dari target Rp1.000.000.000.
- Target 2026: penjualan Rp75.000.000.000, laba bersih Rp1.500.000.000, DER maksimal 0,20x.
- Tidak ada dividen yang dibagikan untuk tahun buku 2024 dan 2025.
- Hasil IPO bruto Rp110.000.000.000, biaya IPO Rp3.589.300.000, hasil bersih Rp106.410.700.000; realisasi penggunaan dana IPO kumulatif s.d. 31 Desember 2025 Rp82.509.528.677 (77,54%), sisa Rp23.901.171.323 di Bank Pan Indonesia.
- Struktur kepemilikan per 31 Desember 2025: Alamsyah 29,63%, Darren Suciono 29,63%, Gracia Puspita Suciono 19,75%, publik 20,99%; total saham beredar 5.290.298.067 saham.
- Anak usaha PT Teknologi Data Pembuatan Keputusan mengubah Anggaran Dasar pada 9 Juli 2025 (Akta No. 33/2025) untuk menambah kegiatan usaha dan mengubah komposisi komisaris.
- Panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 11 Mei 2026.
- Perusahaan tidak tercatat di bursa lain.
- Total emisi Scope 1: 11.234 tCO2e; Scope 2: 82,9 tCO2e; Scope 3: 82,9 tCO2e (terdapat inkonsistensi angka).
- Total emisi Scope 1 dan 2: 94.134 tCO2e; Total emisi Scope 1, 2, dan 3: 115.435,884 tCO2e.
- Konsumsi air total: 1.184 m3.
- Total pegawai: 27 orang (7 laki-laki, 20 perempuan).
- Rapat dewan direksi: 6 rapat (100% kehadiran); komisaris: 5 rapat (100% kehadiran).
- Tidak ada assurance/validasi pihak ketiga atas laporan keberlanjutan.
- Perusahaan tidak memiliki komitmen target net zero emission dan tidak memiliki komitmen pengurangan emisi GRK.
- Selama tahun buku 2025, Perseroan dan entitas anak, serta Direksi dan Dewan Komisaris tidak terlibat dalam perkara hukum material, sengketa, pelanggaran regulasi, perselisihan administratif, atau permohonan kepailitan/PKPU.
- Selama tahun buku 2025, Perseroan tidak menerima pengaduan melalui Whistleblowing System.
- Total remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris tahun 2025 sebesar Rp816.000.000 per tahun (Rp68.000.000 per bulan); gaji Direksi Rp456.000.000, Dewan Komisaris Rp360.000.000, tunjangan nihil.
- Perusahaan meluncurkan produk baru Locater dan Smart Label; Fox Logger Tower berdiri di Cideng, Jakarta Pusat pada 2025.
- Perusahaan bekerja sama dengan Shenzhen Jimi IoT, manufaktur GPS Tracking System 2.0 di China.
- Jumlah karyawan per 31 Desember 2025: 27 orang.

### Key financial figures

- **Jumlah Aset:** 179.868.830.343 (2025)
- **Jumlah Aset:** 179.158.218.019 (2024)
- **Jumlah Liabilitas:** 23.111.279.656 (2025)
- **Jumlah Ekuitas:** 156.757.550.687 (2025)
- **Penjualan:** 65.612.941.838 (2025)
- **Penjualan:** 62.955.259.038 (2024)
- **Laba Kotor:** 25.936.245.517 (2025)
- **Laba Usaha:** 3.864.787.480 (2025)
- **Laba Bersih Tahun Berjalan:** 861.903.415 (2025)
- **Laba Bersih Tahun Berjalan:** 326.187.106 (2024)
- **Laba per Saham Dasar:** 0.16 (2025)
- **Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi:** 24.751.649.980 (2025)
- **Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi:** -205.958.301 (2025)
- **Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan:** 1.561.254.309 (2025)
- **Kas dan Setara Kas Akhir Tahun:** 30.659.802.669 (2025)
- **Rasio Lancar:** 5.58 (2025)
- **Total Debt to Equity Ratio:** 0.15 (2025)
- **Gross Profit Margin:** 39.53 (2025)
- **Net Profit Margin:** 1.31 (2025)
- **Modal Dasar:** 167.200.000.000
- **Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:** 52.902.980.670
- **Hasil Bersih IPO:** 106.410.700.000 (2023)
- **Realisasi Penggunaan Dana IPO:** 82.509.528.677 (2025-12-31)
- **Sisa Dana IPO:** 23.901.171.323 (2025-12-31)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi selama tahun 2025.
- Rencana IPO: 100.000.000 saham baru, nilai nominal Rp10, mewakili maksimal 20,83% dari modal setelah IPO.
- Rencana Waran Seri I: maksimal 1.100.000.000 waran, mewakili hingga 26,32% dari total saham pada saat pendaftaran IPO.
- Waran Seri I telah berakhir masa berlakunya pada 4 Oktober 2024.

### Expansion projects

- Fox Logger Tower secara resmi berdiri di Cideng, Jakarta Pusat pada 2025.
- Perusahaan meluncurkan produk baru Locater dan Smart Label.
- Pengembangan solusi untuk kendaraan listrik (EV) dan fitur Driver Monitoring System (DMS).
- Penggunaan dana IPO untuk pembelian persediaan GPS tracker: 150.000 unit GTO6N, 120.000 unit ET200, 80.000 unit OBD, 22.500 unit X3, 22.500 unit WETRACKLITE.

### Management / control changes

- Perubahan Komisaris Utama dari Darren Suciono menjadi Gracia Puspita Suciono, efektif 23 Juni 2025, berdasarkan Akta No. 91 tanggal 23 Juni 2025.
- Anak usaha PT Teknologi Data Pembuatan Keputusan mengubah susunan komisaris (pemberhentian dan pengangkatan) melalui Akta No. 33/2025 tanggal 9 Juli 2025.

### Capital structure

- Modal dasar Rp167.200.000.000; modal ditempatkan dan disetor penuh Rp52.902.980.670.
- Struktur kepemilikan per 31 Desember 2025: Alamsyah 29,63%, Darren Suciono 29,63%, Gracia Puspita Suciono 19,75%, publik 20,99%.
- Total saham beredar: 5.290.298.067 saham per 31 Desember 2025.
- Sebelum IPO: modal ditempatkan 4.180.000.000 saham; setelah IPO: 5.280.000.000 saham.
- Waran Seri I: 1.100.000.000 waran, rasio 1:1, harga pelaksanaan Rp130.

### Listing / regulatory

- Pencatatan saham di BEI pada 6 Oktober 2023.
- IPO efektif 27 September 2023, penawaran 29 September - 4 Oktober 2023, penjatahan 4 Oktober 2023, distribusi 5 Oktober 2023.
- Tidak ada suspensi atau pelanggaran free float yang disebutkan.
- Penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG tahun 2025 (koreksi).
- Panggilan RUPST pada 11 Mei 2026.

### Analytical scenarios

- **Aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Laporan menyatakan tidak ada aksi korporasi selama tahun 2025.
  - Basis: Selama tahun 2025 Perseroan tidak melakukan aksi korporasi.
- **Perubahan pengurus** [explicit_fact, high]: Terjadi perubahan Komisaris Utama dari Darren Suciono menjadi Gracia Puspita Suciono, efektif 23 Juni 2025.
  - Basis: Perubahan Komisaris Utama dari Darren Suciono menjadi Gracia Puspita Suciono; Tanggal Efektif 23 Juni 2025
- **Pertumbuhan penjualan 2025 vs 2024** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan penjualan 2025 terhadap 2024 sekitar 4,22%.
  - Basis: Penjualan 2025: 65.612.941.838; Penjualan 2024: 62.955.259.038
  - Assumptions: Perhitungan: (65.612.941.838 - 62.955.259.038) / 62.955.259.038 * 100%
- **Pertumbuhan laba bersih 2025 vs 2024** [derived_calculation, high]: Laba bersih 2025 meningkat sekitar 164,2% dibandingkan 2024.
  - Basis: Laba bersih 2025: 861.903.415; Laba bersih 2024: 326.187.106
  - Assumptions: Perhitungan: (861.903.415 - 326.187.106) / 326.187.106 * 100%
- **Persentase realisasi penggunaan dana IPO** [derived_calculation, high]: Persentase realisasi penggunaan dana IPO dihitung dari realisasi kumulatif Rp82.509.528.677 dibagi hasil bersih Rp106.410.700.000 = 77,54%.
  - Basis: Realisasi penggunaan dana IPO kumulatif s.d. 31 Desember 2025; Hasil bersih IPO
  - Assumptions: Hasil bersih IPO adalah basis perhitungan persentase.
- **Konsistensi total emisi Scope 1 dan 2** [derived_calculation, medium]: Penjumlahan Scope 1 (11.234) dan Scope 2 (82,9) menghasilkan 11.316,9 tCO2e, bukan 94.134 tCO2e. Terdapat selisih 82.817,1 tCO2e. Angka 94.134 tampaknya menggabungkan nilai 82.900 (emisi listrik) dengan 11.234, tetapi nilai Scope 2 yang tercantum adalah 82,9 (mungkin salah penulisan).
  - Basis: Scope 1 = 11.234; Scope 2 = 82,9; Total Scope 1+2 = 94.134
  - Assumptions: Nilai 82,9 pada Scope 2 mungkin seharusnya 82.900 (dari emisi listrik).
  - Caveats: Inkonsistensi angka pada dokumen.
- **Total emisi Scope 3** [derived_calculation, medium]: Dokumen menyatakan Total Emisi Tidak Langsung (Scope 3) sebesar 82,9 tCO2e, namun rincian kategori 3-6 menunjukkan angka yang jauh lebih besar (misalnya transportasi hulu 195.000, perjalanan karyawan 86.400, pembelian barang 42.450, penggunaan produk 115.000). Penjumlahan komponen yang tercantum menghasilkan 456.750 tCO2e, tidak sesuai dengan 82,9.
  - Basis: Transportasi dan distribusi hulu 195.000; Perjalanan dinas 8.000; Perjalanan Karyawan 86.400; Pembelian Barang dan Jasa 42.450; Capital equipment/goods 9.900; Penggunaan produk yang dijual 115.000; Total Emisi Tidak Langsung (Scope 3) 82,9
  - Assumptions: Semua komponen kategori 3-6 dijumlahkan.
  - Caveats: Inkonsistensi angka pada dokumen.
- **Total pegawai berdasarkan gender** [derived_calculation, medium]: Total pegawai yang tercantum adalah 27 (7 laki-laki + 20 perempuan). Namun, persentase yang diberikan tidak konsisten: laki-laki 55,56% dan perempuan 20% (total 75,56%), tidak 100%.
  - Basis: Total Pegawai Laki-Laki 7; Total Pegawai Perempuan 20; Persentase laki-laki 55,56%; Persentase perempuan 20%
  - Assumptions: Persentase dihitung dari total pegawai 27.
  - Caveats: Inkonsistensi persentase pada dokumen.
- **Kemungkinan kesalahan penulisan angka emisi** [analyst_hypothesis, low]: Terdapat inkonsistensi signifikan pada angka emisi (Scope 2 dan Scope 3) yang mungkin disebabkan oleh kesalahan penulisan atau penggunaan satuan yang berbeda. Misalnya, Scope 2 tertulis 82,9 tetapi komponen listrik 82.900; total Scope 1+2 94.134 tidak sesuai dengan penjumlahan komponen. Hal ini dapat mengindikasikan kesalahan pelaporan atau format angka.
  - Basis: Perbedaan antara nilai komponen dan total pada emisi Scope 2 dan Scope 3.
  - Assumptions: Angka komponen lebih akurat daripada total yang dinyatakan.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dari emiten.
- **Peningkatan arus kas operasi** [analyst_hypothesis, low]: Arus kas operasi 2025 melonjak menjadi 24,75 miliar dari 8,72 miliar pada 2024, kemungkinan terkait dengan penerimaan kas dari pelanggan yang besar, namun perlu verifikasi lebih lanjut.
  - Basis: Arus kas operasi 2025: 24.751.649.980; Arus kas operasi 2024: 8.720.177.009
  - Assumptions: Penerimaan kas dari pelanggan 2025 tercatat 65,76 miliar, lebih rendah dari arus kas operasi, sehingga ada komponen lain yang perlu diidentifikasi.
  - Caveats: Data arus kas operasi tampak tidak konsisten dengan komponen yang disajikan; perlu pemeriksaan laporan keuangan lengkap.

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi angka emisi GRK (Scope 2 dan Scope 3) yang dapat menimbulkan keraguan atas akurasi pelaporan.
- Persentase pegawai berdasarkan gender tidak konsisten (total tidak 100%).
- Tidak ada komitmen net zero emission atau target pengurangan emisi, yang dapat menjadi risiko kepatuhan terhadap regulasi keberlanjutan di masa depan.
- Tidak ada assurance pihak ketiga atas laporan keberlanjutan.
- Pernyataan prospektif dalam laporan mengandung ketidakpastian dan tidak menjamin hasil aktual.
- Arus kas operasi 2025 yang sangat tinggi dibandingkan komponen penerimaan kas menimbulkan potensi inkonsistensi data yang perlu diverifikasi.
- Target pertumbuhan penjualan 10% untuk 2026 bersifat optimistis dan bergantung pada kondisi pasar.
- Ketergantungan pada pemasok luar negeri (Shenzhen Jimi IoT) untuk perangkat GPS Tracker.
- Potensi dilusi dari pelaksanaan Waran Seri I yang jumlahnya besar (1,1 miliar waran).
- Konsentrasi kepemilikan oleh pihak pengendali (79,01%) dapat mempengaruhi tata kelola.
- Merek JAKARTA TEKNOLOGI masih menunggu penerbitan petikan pengalihan dari Dirjen HKI, sehingga status hukumnya belum final.
- Rasio cakupan bunga rendah (0,91) pada 2025, menunjukkan potensi kesulitan membayar bunga dari laba usaha.
- Penjualan dan laba bersih tidak mencapai target 2025, menunjukkan risiko tidak tercapainya target 2026.
- Ketidakhadiran Komisaris Independen pada RUPS Tahunan 2025 dapat menjadi perhatian tata kelola.
- Belum ada kebijakan insentif jangka panjang, berpotensi mempengaruhi retensi talenta.
- Sisa dana IPO yang belum direalisasikan dapat menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi penggunaan dana.
- Perusahaan belum melakukan pengukuran kuantitatif untuk emisi, limbah, energi, dan survei kepuasan pelanggan.
- Terdapat ketidaksesuaian antara persentase realisasi laba bersih yang dilaporkan (71,83%) dengan perhitungan sederhana (86,2%), yang memerlukan klarifikasi.
- Risiko disrupsi teknologi dan inovasi, serta risiko persaingan usaha diidentifikasi sebagai risiko utama.

### Items to monitor

- Perusahaan tercatat di BEI dengan kode IOTF, sehingga informasi ini relevan untuk investor.
- Perubahan Komisaris Utama dapat mempengaruhi persepsi tata kelola.
- Target pertumbuhan penjualan 10% untuk 2026 menjadi indikasi arah bisnis.
- Tidak ada aksi korporasi pada 2025, sehingga tidak ada dampak langsung pada struktur modal.
- Realisasi kinerja 2025 dan target 2026 dapat mempengaruhi ekspektasi investor terhadap pertumbuhan.
- Kebijakan dividen yang belum ditetapkan untuk 2026 memberikan ketidakpastian bagi investor yang mencari pendapatan dividen.

---

## JSMR

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang akan dilaksanakan secara virtual pada Rabu, 9 September 2026, pukul 11.00–11.45 WIB melalui Public Expose Live 2026 di website idx.co.id. Agenda acara meliputi laporan kinerja Semester I 2026, prospek dan strategi usaha, serta lain-lain. Acara akan dihadiri oleh Direktur Utama dan jajaran direksi. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Acara dijadwalkan pada hari Rabu, 9 September 2026, pukul 11.00–11.45 WIB.
- Acara diselenggarakan secara virtual melalui Public Expose Live 2026 yang tercantum pada website idx.co.id.
- Agenda acara: 1) Laporan Kinerja Semester I Tahun 2026; 2) Prospek dan Strategi Usaha; 3) Lain-lain.
- Acara akan dihadiri oleh Direktur Utama dan jajaran direksi sebagai perwakilan manajemen.
- Pengumuman ditandatangani oleh Trias Andriyanto, Corporate Secretary & Chief Administration Officer.
- Penyampaian jadwal ini merujuk pada Peraturan Bursa Efek Indonesia No. Kep-00087/BEI/12-2025 Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi atas Kewajiban Public Expose.

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan tahun buku 2026 sebagai pemenuhan kewajiban informasi kepada Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose Tahunan merupakan sarana emiten untuk memaparkan kinerja dan prospek usaha kepada investor dan publik. Agenda yang mencakup laporan kinerja semester I 2026 dan prospek usaha mengindikasikan bahwa manajemen akan memberikan informasi terkini mengenai kondisi keuangan dan strategi perusahaan.
  - Assumptions: Berdasarkan praktik umum penyelenggaraan Public Expose di Bursa Efek Indonesia
  - Caveats: Belum ada konfirmasi materi yang akan disampaikan; hanya berdasarkan agenda yang diumumkan.
- **Agenda Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Agenda 'Laporan Kinerja Semester I Tahun 2026' mengindikasikan bahwa manajemen akan menyampaikan kinerja keuangan dan operasional untuk periode enam bulan pertama tahun 2026. Namun, dokumen ini tidak memberikan angka atau rincian kinerja tersebut.
  - Basis: Agenda yang tercantum dalam surat
  - Assumptions: Manajemen akan membahas kinerja keuangan dan operasional dalam acara tersebut.
  - Caveats: Dokumen ini hanya jadwal, bukan materi presentasi. Rincian kinerja tidak tersedia dalam dokumen.
- **Prospek dan Strategi Usaha** [analyst_hypothesis, low]: Agenda 'Prospek dan Strategi Usaha' menunjukkan bahwa manajemen akan memberikan pandangan ke depan mengenai prospek bisnis dan strategi perusahaan. Namun, tidak ada detail spesifik yang tersedia dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda yang tercantum dalam surat
  - Assumptions: Manajemen akan membahas prospek dan strategi dalam acara tersebut.
  - Caveats: Dokumen ini hanya jadwal, bukan materi presentasi. Rincian prospek dan strategi tidak tersedia dalam dokumen.

### Items to monitor

- Public Expose Tahunan dapat menjadi ajang bagi manajemen untuk memberikan informasi kinerja dan prospek usaha yang dapat memengaruhi persepsi investor.
- Tidak ada informasi keuangan atau aksi korporasi dalam pengumuman ini, sehingga dampak langsung terhadap harga saham diperkirakan terbatas.

---

## KKGI

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mengumumkan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 15 September 2026. RUPSLB memiliki dua agenda: (1) persetujuan perubahan susunan Direksi, dan (2) persetujuan pembagian dividen tunai dari saldo laba ditahan berdasarkan Laporan Keuangan 31 Desember 2025. Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat pada 21 Agustus 2026. Rapat akan dilakukan secara elektronik melalui eASY.KSEI. Jumlah dividen dan rincian perubahan direksi tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- RUPSLB akan diselenggarakan pada Selasa, 15 September 2026, pukul 10.30 WIB, di Financial Hall Lantai 2 Graha Cimb Niaga, Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Senayan, Jakarta Selatan 12190.
- Tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak hadir adalah 21 Agustus 2026 (penutupan perdagangan BEI).
- Agenda 1: Persetujuan Pengangkatan Kembali / Perubahan Susunan Direksi Perseroan.
- Agenda 2: Persetujuan Penggunaan Laba Bersih (Dividen Tunai) dari saldo laba ditahan berdasarkan Laporan Keuangan yang berakhir 31 Desember 2025.
- Pemanggilan ini berdasarkan surat No. 37/RAIN/VIII/C/2026 dan merujuk pada pemberitahuan sebelumnya No. 033/RAIN/VIII/C/2026 tanggal 07 Agustus 2026.
- RUPS akan diselenggarakan secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI (https://easy.ksei.co.id/egken/).
- Batas waktu deklarasi kehadiran/kuasa dan suara melalui eASY.KSEI adalah 12.00 WIB pada 1 hari kerja sebelum tanggal Rapat (yaitu 14 September 2026).
- Pemegang saham yang tidak memberikan suara pada suatu mata acara dianggap abstain.
- Tayangan RUPS (webinar Zoom) memiliki kapasitas 500 peserta, first come first serve.
- Bahan-bahan terkait mata acara tersedia di Kantor Perseroan sejak 24 Agustus 2026 sampai 15 September 2026.
- Corporate Secretary yang menandatangani adalah Leny.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan.

### Corporate actions

- Pembagian dividen tunai dari saldo laba ditahan (agenda RUPSLB, jumlah tidak diungkapkan)

### Management / control changes

- Perubahan susunan Direksi Perseroan akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB (agenda 1). Detail perubahan (nama, posisi, penggantian) tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- RUPSLB mengacu pada POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
- Penyelenggaraan RUPS secara elektronik sesuai KSEI Letter No. KSEI-4012/0521 tanggal 31 Mei 2021.
- Pemanggilan diumumkan melalui laman situs Perseroan, situs Bursa Efek Indonesia, dan aplikasi eASY.KSEI.

### Analytical scenarios

- **Potensi dividen tunai** [derived_calculation, low]: Agenda pembagian dividen tunai dari saldo laba ditahan mengindikasikan Perseroan memiliki saldo laba positif, namun jumlah dividen per saham atau total tidak diungkapkan dalam dokumen pemanggilan ini.
  - Basis: Agenda 2: Persetujuan Penggunaan Laba Bersih (Dividen Tunai) dari saldo laba ditahan berdasarkan Laporan Keuangan 31 Desember 2025
  - Assumptions: Dividen tunai akan dibagikan jika disetujui dalam RUPSLB; Jumlah dividen baru akan diketahui dari materi RUPS atau pengumuman selanjutnya
  - Caveats: Tidak ada angka dividen atau laba yang tersedia dalam dokumen
- **Perubahan Direksi** [analyst_hypothesis, low]: Agenda perubahan susunan Direksi menunjukkan potensi perubahan manajemen, namun detail nama atau posisi tidak diungkapkan.
  - Basis: Agenda 1: Persetujuan Pengangkatan Kembali / Perubahan Susunan Direksi
  - Assumptions: Perubahan direksi akan diusulkan dalam RUPSLB
  - Caveats: Tidak ada rincian perubahan yang tersedia

### Risks / uncertainties

- Jumlah dividen tunai yang akan dibagikan tidak diungkapkan dalam pemanggilan.
- Detail perubahan susunan Direksi (nama, posisi, penggantian) tidak diungkapkan.
- Pemegang saham yang tidak memberikan suara dianggap abstain, yang dapat mempengaruhi hasil voting.
- Keterlambatan registrasi elektronik dapat menyebabkan saham tidak dihitung dalam kuorum.
- Tidak ada informasi keuangan kuantitatif lain seperti pendapatan, laba, aset, atau liabilitas.

### Items to monitor

- Keputusan RUPSLB mengenai perubahan direksi dapat mempengaruhi arah strategi perusahaan.
- Pembagian dividen tunai dapat menjadi sinyal positif bagi investor, namun jumlahnya belum diketahui.
- Mekanisme RUPS elektronik dan batas waktu deklarasi perlu diperhatikan oleh pemegang saham yang ingin hadir.

---

## KRAS

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

KRAS mengumumkan perubahan jadwal RUPSLB dari 26 Agustus 2026 menjadi 7 September 2026, dengan agenda yang sama: persetujuan perubahan Peraturan Dana Pensiun, perubahan Anggaran Dasar, dan perubahan susunan pengurus. Tanggal pencatatan (recording date) tetap 21 Agustus 2026. Pengumuman ini merupakan koreksi jadwal, bukan perubahan agenda.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan ulang dari Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB menjadi Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB, di Ruang Rapat Basement, Gedung Krakatau Steel, Jl. Gatot Subroto Kav. 54 Jakarta.
- Tanggal DPS (recording date) yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah 21 Agustus 2026.
- Agenda RUPSLB: 1) Persetujuan Perubahan Peraturan Dana Pensiun Krakatau Steel; 2) Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar; 3) Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.
- Dasar agenda 1: Pasal 41 Peraturan Dana Pensiun, Pasal 30, 31, 34 POJK No. 35 Tahun 2024, dan Surat OJK No. S-1386/PD.021/2026 tanggal 26 Juni 2026.
- Dasar agenda 2: Pasal 19 UU No. 40 Tahun 2007, Pasal 29 AD, Surat Edaran Bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM, Menteri Hukum, dan Kepala BPS No. 4.S/2026, No. M.HH-1.HH.04.02/2026, No. 1/2026 tentang KBLI 2025, dan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025.
- Dasar agenda 3: Pasal 15 dan 27 UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, Pasal 11 ayat (9)(10) dan Pasal 14 ayat (10)(11) AD, Peraturan Menteri BUMN No. PER-3/MBU/03/2023, dan POJK No. 33/POJK.04/2014.
- Batas waktu penyampaian pernyataan hadir/kuasa/voting melalui eASY.KSEI adalah 12.00 WIB satu hari kerja sebelum RUPS (perkiraan 4 September 2026).
- Batas waktu pengiriman surat kuasa fisik ke BAE PT BSR Indonesia adalah 4 September 2026.
- Pendaftaran hadir fisik di tempat RUPS ditutup 30 menit sebelum RUPS dimulai atau pukul 13.30 WIB.
- Pemanggilan ini merupakan koreksi atas pemanggilan sebelumnya yang diumumkan pada 3 Agustus 2026 karena perubahan jadwal RUPS.

### Corporate actions

- Perubahan Peraturan Dana Pensiun Krakatau Steel (agenda RUPSLB)
- Perubahan Anggaran Dasar (agenda RUPSLB)
- Perubahan Susunan Pengurus Perseroan (agenda RUPSLB)

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB mencakup perubahan susunan pengurus Perseroan, namun detail perubahan (posisi dan nama) tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB dan perubahan jadwal diumumkan melalui sistem pelaporan elektronik IDX.
- RUPS akan diselenggarakan secara elektronik melalui eASY.KSEI dan/atau fisik.
- Perubahan Peraturan Dana Pensiun memerlukan pengesahan OJK (Surat OJK No. S-1386/PD.021/2026).
- Perubahan Anggaran Dasar terkait penyesuaian KBLI 2025.

### Analytical scenarios

- **Jarak waktu antara pemanggilan ulang dan RUPS** [derived_calculation, low]: Jarak waktu antara tanggal pemanggilan ulang (24 Agustus 2026) dan RUPS (7 September 2026) adalah 14 hari kalender. Perlu verifikasi apakah memenuhi ketentuan POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang jangka waktu pemanggilan RUPS.
  - Basis: Tanggal pemanggilan: 24 Agustus 2026; Tanggal RUPS: 7 September 2026
  - Assumptions: Perhitungan hari kalender sederhana.
  - Caveats: Ketentuan POJK tentang jangka waktu pemanggilan tidak disebutkan dalam dokumen, hanya referensi umum.
- **Potensi aksi korporasi terkait perubahan anggaran dasar** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Anggaran Dasar dapat mengindikasikan perubahan struktur modal, kegiatan usaha, atau kebijakan korporasi lainnya, namun detail belum diungkapkan.
  - Basis: Agenda nomor 2: Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar.
  - Assumptions: Perubahan AD biasanya terkait dengan perubahan ketentuan internal yang dapat berdampak pada operasional atau struktur.
  - Caveats: Tidak ada rincian materi perubahan AD dalam dokumen.
- **Perubahan susunan pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan pengurus dapat berdampak pada arah strategis perusahaan, namun identitas dan posisi yang berubah belum diungkapkan.
  - Basis: Agenda nomor 3: Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.
  - Assumptions: Perubahan pengurus sering kali terkait dengan rotasi atau pengangkatan direksi/komisaris.
  - Caveats: Detail perubahan tidak tersedia dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Detail perubahan Anggaran Dasar tidak diungkapkan dalam pengumuman.
- Detail perubahan susunan pengurus tidak diungkapkan dalam pengumuman.
- Perubahan Peraturan Dana Pensiun tidak dijelaskan lebih lanjut.
- Tidak ada informasi mengenai dampak keuangan atau struktur modal.

### Items to monitor

- Perubahan susunan pengurus dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan, namun detail belum tersedia.
- Perubahan Anggaran Dasar terkait KBLI 2025 dapat mengindikasikan penyesuaian kegiatan usaha, namun detail belum tersedia.

---

## MCOR

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) mengumumkan ralat pemanggilan RUPSLB yang mengubah jadwal rapat dari 4 September 2026 menjadi 15 September 2026. Agenda tunggal rapat adalah perubahan susunan pengurus. Rapat akan dilaksanakan secara hybrid (online via eASY.KSEI dan offline dengan pembatasan kehadiran) di Sahid Sudirman Center Lt. 15, Jakarta Pusat, pukul 15.00 WIB. Recording date ditetapkan 14 September 2026. Rincian perubahan susunan pengurus tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada 15 September 2026 pukul 15.00 WIB, secara hybrid (online via eASY.KSEI dan offline dengan pembatasan kehadiran fisik).
- Recording date (DPS) untuk RUPSLB adalah 14 September 2026.
- Agenda tunggal RUPSLB adalah perubahan susunan pengurus.
- Surat ini merupakan ralat/pemanggilan ulang atas pemberitahuan sebelumnya No. 214/CCBI/CSEC-OJK/VIII/2026 tanggal 13 Agustus 2026.
- Lokasi RUPSLB: Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 15, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86, Jakarta Pusat.
- Batas waktu deklarasi kehadiran elektronik, e-proxy, dan e-voting adalah 12.00 WIB satu hari kerja sebelum rapat.
- Registrasi kehadiran elektronik pada hari rapat dilakukan pukul 13.00-15.00 WIB untuk kategori tertentu.
- Tayangan RUPS via Zoom memiliki kapasitas 500 peserta, first come first serve.
- Pemegang saham warkat dapat hadir offline atau memberikan kuasa tertulis ke Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita, 2 hari sebelum rapat.

### Corporate actions

- Perubahan susunan pengurus (agenda RUPSLB)

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB adalah perubahan susunan pengurus, namun rincian perubahan (siapa, jabatan, efektif) tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB sesuai ketentuan OJK, dengan nomor surat 221/CCBI/CSEC-OJK/VIII/2026.
- Ralat pemanggilan RUPSLB sesuai POJK 15/2020 dan POJK 14/2025.
- Pemanggilan diumumkan melalui situs web BEI, KSEI, dan Perseroan.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 15 September 2026 pukul 15.00 WIB, dengan recording date 14 September 2026.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Hari/Tanggal/Waktu : 15 September 2026 Waktu : 15:00'; Dokumen menyatakan 'Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPS (Recording Date) : 14 September 2026'
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda tunggal RUPSLB adalah 'Perubahan Susunan Pengurus'.
  - Basis: Dokumen mencantumkan 'Agenda RUPS Luar Biasa' dengan isi '1 Perubahan Susunan Pengurus'
- **Sifat ralat** [explicit_fact, high]: Surat ini merupakan ralat/pemanggilan ulang atas pemberitahuan sebelumnya No. 214/CCBI/CSEC-OJK/VIII/2026 tanggal 13 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen menyebut 'Merujuk pada surat Perseroan Nomor 214/CCBI/CSEC-OJK/VIII/2026, Tanggal 13 Agustus 2026' dan perihal 'Perubahan Jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa'
- **Alasan perubahan jadwal** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan jadwal RUPSLB mungkin disebabkan oleh penyesuaian agenda atau kebutuhan persiapan, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Perihal surat menyebut 'Perubahan Jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa'
  - Assumptions: Perubahan jadwal mengindikasikan adanya penyesuaian dari rencana sebelumnya, tetapi detail tidak tersedia.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai jadwal sebelumnya atau alasan perubahan.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan susunan pengurus (nama, jabatan, efektivitas) belum diungkapkan, sehingga dampak terhadap arah bisnis atau pengendalian belum dapat dinilai.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan kegiatan usaha, struktur modal, atau transaksi material lainnya dalam dokumen ini.
- Alasan perubahan tanggal RUPSLB tidak dijelaskan secara eksplisit.

### Items to monitor

- Perubahan susunan pengurus dapat mempengaruhi arah strategis dan tata kelola perusahaan, namun detail belum tersedia.
- Perubahan jadwal RUPSLB dapat mempengaruhi waktu efektif perubahan pengurus dan keputusan bisnis terkait.

---

## MEJA

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 3

### Overview

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengumumkan hasil RUPSLB yang menyetujui peningkatan modal dasar dan penerbitan saham bonus dari kapitalisasi tambahan modal disetor tahun buku 2024. Terdapat dua kali koreksi atas ringkasan risalah, dengan perubahan jumlah saham bonus dan total saham beredar. Aksi ini mengubah struktur modal dan kepemilikan, serta memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk penerbitan saham di masa depan.

### Material changes

- Peningkatan modal dasar dari Rp100.000.000.000 menjadi Rp208.646.840.000.
- Peningkatan modal ditempatkan/disetor dari Rp44.710.040.840 menjadi Rp52.161.621.160 (setelah koreksi kedua).
- Penerbitan saham bonus dari kapitalisasi tambahan modal disetor tahun buku 2024.
- Perubahan Anggaran Dasar Pasal 4 ayat (1) dan (2).

### Key financial figures

- **modal_dasar_sebelum:** Rp100.000.000.000 (sebelum RUPSLB 21 Agustus 2026)
- **modal_dasar_sesudah:** Rp208.646.840.000 (setelah RUPSLB 21 Agustus 2026)
- **modal_ditempatkan_disetor_sebelum:** Rp44.710.040.840 (sebelum RUPSLB 21 Agustus 2026)
- **modal_ditempatkan_disetor_sesudah:** Rp52.161.621.160 (setelah RUPSLB 21 Agustus 2026 (koreksi kedua))
- **jumlah_saham_bonus:** 372.579.016 lembar (tahun buku 2024 (koreksi kedua))
- **total_saham_beredar_setelah:** 2.608.081.058 lembar (setelah RUPSLB 21 Agustus 2026 (koreksi kedua))
- **nilai_nominal_per_saham:** Rp20 (tetap)

### Corporate actions

- Peningkatan modal dasar (authorized capital increase)
- Penerbitan saham bonus dari kapitalisasi tambahan modal disetor

### Capital structure

- Modal dasar naik dari Rp100.000.000.000 menjadi Rp208.646.840.000, jumlah saham dasar naik dari 5.000.000.000 menjadi 10.432.342.000 saham, nominal Rp20 per saham.
- Modal ditempatkan/disetor naik dari Rp44.710.040.840 menjadi Rp52.161.621.160, jumlah saham beredar naik dari 2.235.502.042 menjadi 2.608.081.058 saham (setelah koreksi kedua).
- Penerbitan 372.579.016 saham bonus dari kapitalisasi tambahan modal disetor tahun buku 2024 (setelah koreksi kedua).
- Susunan pemegang saham setelah saham bonus (koreksi kedua): PT Triple Berkah Bersama 1.025.319.283 saham, Richie Adrian Hartanto S 7.583.333 saham, Masyarakat 1.575.178.442 saham.

### Listing / regulatory

- Kuorum kehadiran ditetapkan OJK melalui surat S-36/PM.2/2026 tanggal 13 Juli 2026 sebesar 52%.
- Rapat dihadiri 58,67% saham, memenuhi kuorum.
- Keputusan disetujui lebih dari 1/2 bagian suara hadir.
- Perubahan anggaran dasar memerlukan persetujuan Kementerian Hukum.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan modal dasar** [explicit_fact, high]: Modal dasar ditingkatkan dari Rp100.000.000.000 menjadi Rp208.646.840.000, dengan jumlah saham dasar naik dari 5.000.000.000 menjadi 10.432.342.000 lembar, nominal Rp20 per saham.
  - Basis: Hasil keputusan RUPSLB: 'peningkatan Modal Dasar Perseroan dari semula sebesar Rp100.000.000.000... menjadi sebesar Rp208.646.840.000... terbagi atas 10.432.342.000 saham'
- **Penerbitan saham bonus** [explicit_fact, high]: Saham bonus sebanyak 372.579.016 lembar diterbitkan dari kapitalisasi tambahan modal disetor tahun buku 2024, meningkatkan modal ditempatkan/disetor dari Rp44.710.040.840 menjadi Rp52.161.621.160.
  - Basis: Dokumen lampiran: 'menerbitkan saham baru sebanyak 372.579.016 lembar saham'
- **Jumlah saham baru dari peningkatan modal dasar** [derived_calculation, high]: Jumlah saham baru dari peningkatan modal dasar adalah 10.432.342.000 - 5.000.000.000 = 5.432.342.000 saham.
  - Basis: Jumlah saham modal dasar sebelum: 5.000.000.000 saham.; Jumlah saham modal dasar setelah: 10.432.342.000 saham.
  - Assumptions: Tidak ada perubahan nilai nominal per saham (tetap Rp20).
- **Nilai tambahan modal dasar** [derived_calculation, high]: Nilai tambahan modal dasar adalah Rp208.646.840.000 - Rp100.000.000.000 = Rp108.646.840.000.
  - Basis: Modal dasar sebelum: Rp100.000.000.000.; Modal dasar setelah: Rp208.646.840.000.
- **Rasio saham bonus** [derived_calculation, medium]: Rasio saham bonus dihitung sebagai 372.579.016 / 2.235.502.042 = 16,67% (sekitar 1 saham baru untuk setiap 6 saham lama).
  - Basis: Jumlah saham lama: 2.235.502.042 (dokumen halaman 2); Jumlah saham baru: 372.579.016 (dokumen halaman 2-3)
  - Assumptions: Rasio dihitung terhadap jumlah saham beredar sebelum aksi.
  - Caveats: Rasio tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen.
- **Persentase kepemilikan setelah saham bonus** [derived_calculation, high]: PT Triple Berkah Bersama memiliki 1.025.319.283 / 2.608.081.058 = 39,31% saham; Richie Adrian Hartanto S memiliki 7.583.333 / 2.608.081.058 = 0,29%; Masyarakat memiliki 1.575.178.442 / 2.608.081.058 = 60,40%.
  - Basis: Jumlah saham masing-masing pihak (dokumen halaman 3); Total saham beredar 2.608.081.058 (dokumen halaman 3)
  - Assumptions: Tidak ada perubahan kepemilikan lain selain yang tercantum.
- **Tujuan peningkatan modal dasar** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan modal dasar dapat menjadi langkah persiapan untuk aksi korporasi di masa depan, seperti rights issue atau penerbitan saham baru, namun tujuan spesifik belum diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Agenda RUPSLB adalah pemberian kuasa kepada Direksi untuk melaksanakan penambahan modal dasar.
  - Assumptions: Perusahaan mungkin membutuhkan fleksibilitas modal untuk ekspansi atau pendanaan.
  - Caveats: Belum ada informasi resmi mengenai rencana penggunaan modal dasar tambahan.
- **Motivasi saham bonus** [analyst_hypothesis, low]: Saham bonus dari kapitalisasi tambahan modal disetor kemungkinan bertujuan meningkatkan likuiditas saham dan memperluas basis pemegang saham, namun tujuan strategis tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen.
  - Basis: Penerbitan saham bonus meningkatkan jumlah saham beredar.
  - Assumptions: Motivasi umum aksi saham bonus.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai tujuan strategis dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai jadwal pencatatan saham bonus di Bursa Efek Indonesia.
- Perubahan Anggaran Dasar masih memerlukan persetujuan Kementerian Hukum; belum ada konfirmasi penerimaan.
- Tidak ada rincian sumber dana kapitalisasi tambahan modal disetor.
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap laba per saham atau harga saham.
- Tidak ada informasi mengenai rencana penggunaan modal dasar tambahan atau aksi korporasi lanjutan.
- Inkonsistensi tanggal rapat pada pengumuman awal (24 April 2026 vs 21 Agustus 2026) telah dikoreksi pada pengumuman berikutnya.

### Items to monitor

- Jadwal pencatatan saham bonus di BEI (recording date dan distribusi).
- Persetujuan Kementerian Hukum atas perubahan Anggaran Dasar.
- Pengumuman aksi korporasi lanjutan yang memanfaatkan modal dasar tambahan.
- Perubahan free float dan likuiditas saham setelah saham bonus.
- Laporan keuangan berikutnya untuk melihat dampak kapitalisasi tambahan modal disetor.

---

## MKNT

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 21–24 Agustus 2026, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) mengumumkan rangkaian aksi korporasi besar yang bertujuan memperbaiki posisi keuangan yang sedang kritis (ekuitas negatif dan modal kerja negatif). Aksi utama adalah Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) melalui konversi utang dan injeksi tunai, yang akan menerbitkan 1.024,49 miliar saham Seri B baru (99,46% dari modal saat ini). Aksi ini disertai pengambilalihan dua anak usaha (CBS di bidang baja dan RUM di bidang tambak udang), perubahan kegiatan usaha menjadi holding company, perubahan nama menjadi PT Remitra Global International Tbk, dan potensi perubahan pengendalian kepada HBEH. RUPSLB yang semula dijadwalkan 24 Agustus 2026 diubah menjadi 14 September 2026, dengan pemanggilan yang dikoreksi pada 24 Agustus 2026. Aksi ini penting karena akan mengubah struktur modal, kepemilikan, pengendalian, dan arah bisnis secara fundamental.

### Material changes

- Penetapan harga pelaksanaan PMTHMETD sebesar Rp1 per saham, setara nilai nominal Saham Seri B.
- Rencana penerbitan 1.024.490.000.000 saham Seri B baru (99,46% dari modal saat ini).
- Konversi utang HBEH Rp668 miliar dan MCP Rp154,925 miliar menjadi saham.
- Injeksi tunai MCP Rp1,5649 miliar dan investor independen Rp200 miliar.
- Pengambilalihan CBS (99,99%) senilai Rp668,006 miliar dan RUM (99,99%) senilai Rp156,49 miliar.
- Perubahan kegiatan usaha menjadi perusahaan holding (baja dan tambak udang).
- Perubahan nama menjadi PT Remitra Global International Tbk.
- Potensi perubahan pengendalian kepada HBEH setelah PMTHMETD.
- Perubahan jadwal RUPSLB dari 24 Agustus 2026 menjadi 14 September 2026.
- Koreksi pemanggilan RUPSLB dengan inkonsistensi nomor surat.

### Key financial figures

- **Total saham baru diterbitkan:** 1.024.490.000.000 saham (Rencana PMTHMETD)
- **Nilai nominal saham baru:** Rp1 per saham (Rencana PMTHMETD)
- **Saham dari konversi utang:** 822.925.100.000 saham (Rencana PMTHMETD)
- **Saham dari injeksi tunai MCP:** 1.564.900.000 saham (Rencana PMTHMETD)
- **Saham dari injeksi tunai investor independen:** 200.000.000.000 saham (Rencana PMTHMETD)
- **Utang HBEH yang dikonversi:** Rp668.000.000.000 (Per 31 Maret 2026)
- **Utang MCP yang dikonversi:** Rp154.925.100.000 (Per 31 Maret 2026)
- **Injeksi tunai MCP:** Rp1.564.900.000 (Rencana PMTHMETD)
- **Injeksi tunai investor independen:** Rp200.000.000.000 (Rencana PMTHMETD)
- **Harga pembelian saham CBS:** Rp668.006.058.612 (29 Mei 2026)
- **Harga pembelian saham RUM:** Rp156.490.000.000 (29 Mei 2026)
- **Nilai pasar saham CBS (penilaian KJPP):** Rp646.256.432.000 (29 Mei 2026)
- **Nilai pasar saham RUM (penilaian KJPP):** Rp151.279.000.000 (29 Mei 2026)
- **Aset lancar:** Rp2.486.670.003 (31 Maret 2026)
- **Liabilitas jangka pendek:** Rp834.408.499.067 (31 Maret 2026)
- **Modal kerja bersih:** -Rp831.921.829.064 (31 Maret 2026)
- **Total liabilitas:** Rp835.229.098.929 (31 Maret 2026)
- **Total aset:** Rp826.092.545.245 (31 Maret 2026)
- **Ekuitas:** -Rp9.136.553.684 (31 Maret 2026)
- **Rasio liabilitas terhadap aset:** 101.11% (31 Maret 2026)
- **Modal ditempatkan dan disetor saat ini:** 5.500.000.000 saham (30 Juni 2026)
- **Nilai nominal saham saat ini:** Rp20 per saham (30 Juni 2026)
- **Kepemilikan PT Monjess Investama:** 1.244.823.662 saham (22,63%) (30 Juni 2026)
- **Kepemilikan masyarakat:** 3.635.838.838 saham (66,11%) (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) - private placement
- Pengambilalihan anak usaha (CBS dan RUM)
- Perubahan kegiatan usaha menjadi holding company
- Potensi perubahan pengendalian setelah PMTHMETD
- Penerbitan saham baru yang signifikan (99,46% dari modal saat ini)
- Perubahan nama menjadi PT Remitra Global International Tbk

### Expansion projects

- Perluasan usaha melalui anak usaha CBS di bidang industri baja (KBLI 24101, 24102) dan RUM di bidang budidaya udang (KBLI 03254, 36002, 46206)
- Tidak ada rincian capex spesifik untuk perluasan usaha dalam dokumen ini

### Management / control changes

- Susunan pengurus saat ini: Komisaris Utama Irwan Raharja, Komisaris Muhamad Zidane Alfarizi, Direktur Utama Jefri Junaedi, Direktur Samuel Eben Heizer T
- Pengendali saat ini PT Monjess Investama (22,63%)
- Setelah PMTHMETD, HBEH akan menjadi pengendali baru dengan kepemilikan 668.000.000.000 saham seri B
- Perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris akan dilakukan setelah PMTHMETD

### Capital structure

- Modal saat ini: 5.500.000.000 saham, nilai nominal Rp20/saham
- Rencana penerbitan 1.024.490.000.000 saham seri B baru, nominal Rp1/saham
- Dampak dilusi signifikan bagi pemegang saham lama sebesar 99,46%
- Free float saat ini 66,11% (masyarakat), setelah PMTHMETD akan berubah
- Modal dasar akan ditingkatkan

### Listing / regulatory

- PMTHMETD dilakukan berdasarkan POJK No. 14/2019, pengecualian HMETD untuk perbaikan posisi keuangan
- Perluasan kegiatan usaha sesuai POJK No. 17/2020
- Studi kelayakan oleh KJPP Sih Wiryadi & Rekan
- Laporan penilaian untuk pengambilalihan CBS dan RUM
- SK BEI No. 122/2026 tentang harga pelaksanaan pencatatan saham tambahan
- Saham Perseroan saat ini ditempatkan pada Papan Pemantauan Khusus

### Analytical scenarios

- **Harga pelaksanaan PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Emiten menetapkan harga pelaksanaan saham baru sebesar Rp1 per saham, yang sama dengan nilai nominal Saham Seri B yang akan diterbitkan.
  - Basis: Dokumen menyatakan: 'menetapkan harga pelaksanaan atas Saham Baru sebesar Rp1 per saham'; Dokumen menyatakan: 'Harga Pelaksanaan tersebut sama dengan nilai nominal Saham Seri B yang akan diterbitkan dalam rangka PMTHMETD'
- **Tujuan PMTHMETD** [explicit_fact, high]: PMTHMETD dilaksanakan dalam rangka perbaikan posisi keuangan Perseroan.
  - Basis: Dokumen menyatakan: 'rencana PMTHMETD dilaksanakan dalam rangka perbaikan posisi keuangan Perseroan'
- **Dilusi kepemilikan** [derived_calculation, high]: Jika seluruh saham baru diterbitkan, total saham menjadi 5.500.000.000 + 1.024.490.000.000 = 1.029.990.000.000 saham. Kepemilikan PT Monjess Investama akan turun dari 22,63% menjadi sekitar 0,12% (1.244.823.662 / 1.029.990.000.000).
  - Basis: Jumlah saham saat ini 5.500.000.000; Saham baru 1.024.490.000.000; Kepemilikan Monjess 1.244.823.662
  - Assumptions: Tidak ada perubahan kepemilikan lain
- **Rasio konversi utang** [derived_calculation, high]: Utang HBEH Rp668.000.000.000 dikonversi menjadi 668.000.000.000 saham, sehingga harga konversi Rp1 per saham. Utang MCP Rp154.925.100.000 menjadi 154.925.100.000 saham, juga Rp1 per saham.
  - Basis: Utang HBEH dan jumlah saham; Utang MCP dan jumlah saham
- **Perubahan pengendalian** [analyst_hypothesis, medium]: Setelah PMTHMETD, kepemilikan HBEH dan MCP akan menjadi sangat besar (masing-masing sekitar 64,8% dan 15,0% dari total saham), sehingga pengendalian Perseroan kemungkinan akan beralih kepada HBEH atau entitas afiliasinya.
  - Basis: Jumlah saham baru untuk HBEH dan MCP; Total saham setelah penerbitan
  - Assumptions: Semua saham baru diterbitkan; Tidak ada pembelian kembali
  - Caveats: Perlu konfirmasi dari dokumen lanjutan
- **Kelayakan usaha** [explicit_fact, high]: Studi kelayakan menyimpulkan rencana perluasan usaha layak secara indikatif dan bersyarat, tetapi NPV negatif pada skenario downside dan severe.
  - Basis: Kesimpulan studi kelayakan

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi PMTHMETD tidak sesuai jadwal atau tidak mendapat persetujuan RUPSLB
- Risiko perubahan pengendalian dan dilusi signifikan bagi pemegang saham lama
- Risiko bisnis anak usaha (baja dan tambak udang) tidak mencapai proyeksi, terutama pada skenario downside
- Risiko kepatuhan terhadap POJK No. 14/2019 dan POJK No. 17/2020
- Risiko litigasi atau sengketa yang belum teridentifikasi

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 14 September 2026
- Persetujuan OJK dan BEI atas PMTHMETD
- Rincian penggunaan dana injeksi tunai investor independen
- Identitas pengendali baru dan komposisi kepemilikan setelah PMTHMETD
- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
- Klarifikasi inkonsistensi nomor surat koreksi pemanggilan RUPSLB
- Proyeksi kinerja setelah PMTHMETD

---

## PADI

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 21–24 Agustus 2026, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) menyelenggarakan RUPSLB Kedua pada 21 Agustus 2026 dan menyampaikan ringkasan risalah serta bukti iklan hasil RUPSLB pada 24 Agustus 2026. Aksi korporasi utama adalah penetapan Djoko Joelijanto sebagai pengendali dan ultimate beneficiary owner, serta pengangkatan Beba Hawah Ria sebagai Direktur baru yang efektif bersyarat pada persetujuan FPT OJK. Perubahan ini penting karena mengubah struktur pengendalian dan komposisi manajemen, yang dapat mempengaruhi arah strategi perusahaan, meskipun tidak ada perubahan struktur modal, ekspansi, atau pendanaan yang diumumkan.

### Material changes

- Penetapan Djoko Joelijanto sebagai pengendali dan ultimate beneficiary owner (disetujui dalam RUPSLB).
- Pengangkatan Beba Hawah Ria sebagai Direktur baru, efektif setelah persetujuan FPT OJK; batal jika tidak disetujui.
- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris baru berlaku sejak penutupan RUPSLB hingga penutupan RUPST tahun 2031.

### Corporate actions

- RUPSLB Kedua pada 21 Agustus 2026 menyetujui penetapan pengendali baru dan perubahan susunan Direksi.

### Management / control changes

- Djoko Joelijanto ditetapkan sebagai pengendali dan ultimate beneficiary owner.
- Beba Hawah Ria diangkat sebagai Direktur, efektif setelah FPT OJK.
- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris baru: Direktur Utama Djoko Joelijanto, Direktur Martha Susanti, Direktur Beba Hawah Ria (efektif setelah FPT), Komisaris Utama Independen Poltak Sihotang, Komisaris Wijaya Mulia.

### Capital structure

- Total saham dengan hak suara sah: 13.568.695.829 saham.
- Kehadiran RUPS: 4.677.717.138 saham (34,47%).
- Voting mata acara 1: 4.676.983.238 setuju (99,98%), 733.900 tidak setuju, 107.692.616 abstain.
- Voting mata acara 2: 4.676.983.238 setuju (99,98%), 733.900 tidak setuju, 107.723.636 abstain.

### Listing / regulatory

- Pengangkatan Beba Hawah Ria memerlukan persetujuan FPT dari OJK; jika tidak diperoleh, pengangkatan batal.
- Penyampaian ringkasan risalah dan bukti iklan untuk memenuhi POJK 151/POJK.04/2020 dan POJK 14 Tahun 2025.

### Analytical scenarios

- **Penetapan pengendali baru** [explicit_fact, high]: RUPSLB Kedua menyetujui penetapan Djoko Joelijanto sebagai pengendali dan ultimate beneficiary owner.
  - Basis: Mata acara 1 RUPSLB Kedua
- **Pengangkatan direktur baru** [explicit_fact, high]: Beba Hawah Ria diangkat sebagai Direktur, efektif setelah persetujuan FPT OJK; batal jika tidak disetujui.
  - Basis: Mata acara 2 RUPSLB Kedua
- **Total saham dengan hak suara sah** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham hadir 4.677.717.138 dan persentase kehadiran 34,47%, total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 13.570.000.000 saham (4.677.717.138 / 0,3447).
  - Basis: Jumlah saham hadir: 4.677.717.138; Persentase kehadiran: 34,47%
  - Assumptions: Persentase 34,47% dihitung terhadap total saham dengan hak suara sah yang sama dengan dasar perhitungan jumlah saham hadir.
  - Caveats: Pembulatan persentase dapat menyebabkan sedikit perbedaan.
- **Jumlah suara tidak setuju dan abstain** [derived_calculation, high]: Untuk mata acara 1, jumlah suara tidak setuju dan abstain adalah 733.900 + 107.692.616 = 108.426.516 suara. Untuk mata acara 2, jumlahnya adalah 733.900 + 107.723.636 = 108.457.536 suara. Selisih abstain antara kedua mata acara adalah 31.020 suara.
  - Basis: Mata acara 1: tidak setuju 733.900, abstain 107.692.616; Mata acara 2: tidak setuju 733.900, abstain 107.723.636
  - Assumptions: Angka-angka pada tabel dianggap akurat sebagaimana tertulis.
- **Potensi kewajiban tender wajib** [analyst_hypothesis, low]: Penetapan pengendali baru dapat memicu kewajiban keterbukaan informasi atau penawaran tender wajib sesuai peraturan pasar modal, namun hal ini tidak disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: Keputusan menetapkan Djoko Joelijanto sebagai pengendali.
  - Assumptions: Peraturan OJK tentang pengendali dan tender wajib berlaku.
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan adanya kewajiban tender wajib atau keterbukaan tambahan.
- **Potensi perubahan arah bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Penetapan pengendali baru dan penambahan direktur dapat mengindikasikan perubahan strategi atau arah bisnis, namun tidak ada informasi eksplisit dalam dokumen mengenai rencana bisnis atau strategi.
  - Basis: Mata acara RUPSLB hanya terkait penetapan pengendali dan perubahan susunan Direksi.
  - Assumptions: Perubahan pengendali sering kali diikuti perubahan strategi, tetapi ini belum dikonfirmasi.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai arah bisnis baru dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Pengangkatan Beba Hawah Ria sebagai Direktur bergantung pada persetujuan FPT dari OJK; jika tidak disetujui, pengangkatan batal.
- Terdapat inkonsistensi angka antara jumlah saham hadir (4.677.717.138) dengan penjumlahan suara setuju, tidak setuju, dan abstain pada mata acara 1 (4.676.983.238 + 733.900 + 107.692.616 = 4.785.409.754) dan mata acara 2 (4.676.983.238 + 733.900 + 107.723.636 = 4.785.440.774). Selisih masing-masing 107.692.616 dan 107.723.636 saham.
- Tidak ada informasi mengenai alasan penetapan pengendali atau perubahan direksi.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah saham yang dimiliki oleh Djoko Joelijanto atau perubahan kepemilikan saham.

### Items to monitor

- Persetujuan FPT OJK untuk Beba Hawah Ria sebagai Direktur.
- Kewajiban tender wajib atau keterbukaan informasi tambahan terkait pengendali baru.
- Perubahan strategi atau arah bisnis setelah perubahan pengendali.
- Klarifikasi inkonsistensi angka suara RUPSLB.

---

## PICO

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) melaporkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan POSCO pada 20 Agustus 2026. POSCO akan menjadi vendor utama pasokan CRC (Cold Rolled Coil) untuk lini produksi drum baja PICO. Kerja sama ini bertujuan memitigasi fluktuasi harga komoditas, memangkas biaya logistik, dan mendukung rencana ekspansi bisnis. Pada saat pengumuman, belum ada dampak material yang dapat diukur terhadap keuangan Perseroan. Detail nilai transaksi, volume, dan jangka waktu tidak diungkapkan.

### Material changes

- Penandatanganan MoU antara POSCO dan PT Pelangi Indah Canindo Tbk pada 20 Agustus 2026.
- POSCO bertindak sebagai vendor utama untuk pasokan CRC standar global bagi lini produksi drum baja PICO.
- Kerja sama bertujuan memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas dan memangkas biaya logistik rantai pasok.
- MoU merupakan langkah awal; pelaksanaan kerja sama lebih lanjut bergantung pada hasil pembahasan dan kesepakatan definitif.
- Belum terdapat dampak material yang dapat diukur secara pasti terhadap pendapatan, laba, aset, kewajiban, maupun kondisi keuangan Perseroan.

### Corporate actions

- Penandatanganan MoU antara POSCO dan PICO pada 20 Agustus 2026, yang merupakan langkah awal kerja sama strategis.

### Expansion projects

- Rencana ekspansi bisnis PICO didukung oleh pasokan CRC berkualitas dari POSCO untuk meningkatkan kapasitas produksi drum baja.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada perhitungan turunan** [derived_calculation, high]: Tidak ada angka keuangan atau kuantitatif yang tersedia untuk dihitung.
- **Potensi kerja sama strategis** [analyst_hypothesis, low]: MoU dengan POSCO, perusahaan global, dapat mengindikasikan potensi kerja sama strategis seperti pasokan bahan baku, teknologi, atau investasi. Namun, tanpa rincian lampiran, hal ini hanya spekulasi.
  - Basis: Penandatanganan MoU antara POSCO dan PICO
  - Assumptions: POSCO adalah perusahaan baja global yang relevan dengan bidang usaha PICO (Metal and Allied Products)
  - Caveats: Detail MoU tidak tersedia dalam dokumen ini; lampiran tidak disertakan.

### Risks / uncertainties

- Rincian isi MoU tidak tersedia karena lampiran tidak disertakan dalam dokumen.
- Dampak material terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan.
- Pelaksanaan kerja sama lebih lanjut masih bergantung pada hasil pembahasan serta kesepakatan definitif para pihak.
- Belum terdapat dampak material yang dapat diukur secara pasti terhadap kondisi keuangan Perseroan.

### Items to monitor

- Kerja sama dengan POSCO berpotensi meningkatkan efisiensi biaya dan daya saing produk, namun dampak kuantitatifnya belum dapat diukur karena MoU masih bersifat awal.

---

## PSAB

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PSAB menanggapi surat BEI No. S-10904/BEI.PP1/08-2026 tanggal 21 Agustus 2026 mengenai permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, PSAB menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan), tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkap, dan pengendali/pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan saham. Surat tanggapan ditandatangani oleh Corporate Secretary Edi Permadi pada 24 Agustus 2026. Dokumen tidak menyebutkan penyebab volatilitas atau rincian keuangan.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek PSAB melalui surat No. S-10904/BEI.PP1/08-2026 tanggal 21 Agustus 2026.
- PSAB menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai/harga efek atau keputusan investasi sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Nomor I-E.
- PSAB menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang dapat mempengaruhi harga efek.
- PSAB menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, setidaknya dalam 3 bulan ke depan.
- PSAB menyatakan tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkapkan kepada publik.
- Pengendali dan/atau pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di PSAB.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Edi Permadi selaku Corporate Secretary dan dikirim secara elektronik pada 24 Agustus 2026 pukul 13:23.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek oleh BEI melalui surat No. S-10904/BEI.PP1/08-2026 tanggal 21 Agustus 2026.
- PSAB merujuk pada POJK 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material.
- PSAB merujuk pada Peraturan Nomor I-E, Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025.
- PSAB merujuk pada POJK 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: PSAB menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Nomor I-E.
  - Basis: Jawaban atas pertanyaan 1 dan 2 dalam lampiran
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: PSAB menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, setidaknya dalam 3 bulan ke depan.
  - Basis: Jawaban atas pertanyaan 4 dalam lampiran
- **Tidak ada rencana pengendali** [explicit_fact, high]: Pengendali dan/atau pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di PSAB.
  - Basis: Jawaban atas pertanyaan 6 dalam lampiran
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan penyebab volatilitas transaksi efek yang menjadi dasar permintaan BEI. Ketidaktahuan PSAB atas informasi material mungkin menunjukkan volatilitas disebabkan faktor eksternal atau sentimen pasar, namun hal ini belum terkonfirmasi.
  - Basis: Surat BEI No. S-10904/BEI.PP1/08-2026 meminta penjelasan volatilitas; PSAB menyatakan tidak mengetahui informasi material
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada saham PSAB
  - Caveats: Penyebab volatilitas tidak diungkap dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Isi lampiran jawaban tidak tersedia dalam dokumen utama, sehingga substansi jawaban emiten tidak dapat diverifikasi secara penuh.
- Tanggal surat BEI tidak terbaca (null) pada dokumen utama, namun lampiran menyebutkan tanggal 21 Agustus 2026.
- Tidak ada informasi mengenai penyebab volatilitas atau langkah korporasi yang direncanakan.
- Ketidaktahuan PSAB atas informasi material dapat menjadi risiko kepatuhan jika terdapat fakta yang belum diungkap.

---

## PSGO

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Palma Serasih Tbk. (PSGO) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Dalam suratnya, Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan), tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan belum ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya. Surat ditandatangani secara elektronik oleh Astrida Niovita Bachtiar selaku Approver pada 24 Agustus 2026.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek Perusahaan Tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1. Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Belum terdapat rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI terkait volatilitas transaksi efek, surat nomor S-10927/BEI.PP3/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, setidaknya dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Sampai dengan Surat ini diungkapkan, Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat...'
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, serta tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, dan 5 yang menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material.
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3: 'Sepanjang pengetahuan Perseroan, Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu...'
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum terdapat rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Sampai dengan Surat ini diungkapkan, belum terdapat rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun Perseroan menyatakan tidak mengetahui penyebab volatilitas, permintaan penjelasan dari BEI mengindikasikan adanya pergerakan harga saham yang tidak biasa. Namun, tanpa data harga atau volume transaksi, penyebab spesifik tidak dapat diidentifikasi.
  - Basis: Surat BEI nomor S-10927/BEI.PP3/08-2026 meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang dimaksud BEI adalah pergerakan harga atau volume yang signifikan.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume dalam dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak serta-merta menegaskan tidak adanya aktivitas yang tidak diungkapkan; hanya berdasarkan pengetahuan Perseroan.

### Items to monitor

- Pernyataan tidak adanya rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan dapat mempengaruhi ekspektasi investor terhadap potensi aksi korporasi jangka pendek.
- Ketidakjelasan penyebab volatilitas dapat menimbulkan ketidakpastian di pasar, namun pernyataan tidak adanya informasi material dapat membantu meredam spekulasi.

---

## PTPP

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 4

### Overview

Pada periode 21–24 Agustus 2026, PTPP mengumumkan dua peristiwa korporasi utama: (1) perolehan kontrak proyek lanjutan revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp1,19 triliun (termasuk PPN) dengan masa pelaksanaan 365 hari kalender sejak 21 Agustus 2026, dan (2) pemanggilan RUPSLB yang dijadwalkan pada 15 September 2026 dengan agenda restrukturisasi pinjaman dan penyehatan perseroan. Pemanggilan RUPSLB kemudian dikoreksi pada 24 Agustus 2026 (pukul 21:00 WIB) untuk memperjelas agenda kedua menjadi 'penerimaan pinjaman jangka menengah/panjang' sebagai upaya restrukturisasi. Bukti iklan pemanggilan RUPSLB juga disampaikan pada 24 Agustus 2026. Peristiwa ini penting karena menunjukkan aktivitas bisnis baru (ekspansi proyek) sekaligus langkah restrukturisasi keuangan yang memerlukan persetujuan pemegang saham, yang dapat memengaruhi struktur modal dan profil utang PTPP.

### Material changes

- Perolehan kontrak proyek lanjutan revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp1,19 triliun (termasuk PPN), masa pelaksanaan 365 hari kalender sejak 21 Agustus 2026.
- Pemanggilan RUPSLB pada 15 September 2026 dengan agenda restrukturisasi pinjaman dan penyehatan perseroan, termasuk konversi pinjaman jangka pendek menjadi jangka menengah/panjang melalui MRA.
- Koreksi atas pemanggilan RUPSLB untuk memperjelas agenda kedua menjadi 'penerimaan pinjaman jangka menengah/panjang' sebagai upaya restrukturisasi.
- Penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB kepada OJK dan BEI.

### Key financial figures

- **Nilai kontrak proyek:** Rp1,19 triliun (2026-08-21)

### Corporate actions

- Restrukturisasi pinjaman dalam rangka penyehatan Perseroan (agenda RUPSLB)
- Restrukturisasi pinjaman bank dan/atau non-bank melalui MRA (konversi pinjaman jangka pendek menjadi jangka menengah/panjang)
- Penerimaan pinjaman bank dan/atau non-bank jangka menengah/panjang sebagai upaya restrukturisasi (agenda RUPSLB, versi koreksi)

### Expansion projects

- Proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta, nilai kontrak Rp1,19 triliun termasuk PPN, masa pelaksanaan 365 hari kalender sejak 21 Agustus 2026, lingkup pekerjaan meliputi preliminary, struktur, arsitektur, interior, landscape, mekanikal, elektrikal, dan elektronik. Menggunakan teknologi digital BIM 3D/4D/5D, VR, AR, dan GPR.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB sesuai ketentuan OJK dan peraturan BUMN
- Penetapan dari Badan Pengaturan BUMN atas rencana penyehatan
- Penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB kepada OJK dan BEI sebagai pemenuhan POJK No.15/POJK.04/2020

### Analytical scenarios

- **Perolehan kontrak proyek** [explicit_fact, high]: PTPP memperoleh proyek lanjutan revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta dengan nilai kontrak Rp1,19 triliun termasuk PPN, masa pelaksanaan 365 hari kalender sejak 21 Agustus 2026.
  - Basis: Nilai kontrak Rp1,19 triliun termasuk PPN; Masa pelaksanaan 365 hari kalender sejak 21 Agustus 2026
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB akan membahas dua agenda: persetujuan restrukturisasi dalam rangka penyehatan Perseroan dan persetujuan penerimaan pinjaman jangka menengah/panjang sebagai upaya restrukturisasi melalui MRA.
  - Basis: Agenda 1: Persetujuan atas Usulan Restrukturisasi dalam rangka Penyehatan Perseroan; Agenda 2: Persetujuan atas Penerimaan Pinjaman Bank dan/atau Non-Bank Jangka Menengah/Panjang sebagai upaya restrukturisasi
- **Mekanisme restrukturisasi melalui MRA** [explicit_fact, high]: Perseroan berencana menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) yang mengonversi pinjaman jangka pendek menjadi jangka menengah/panjang.
  - Basis: Penjelasan Mata Acara 2: 'MRA akan mengkonversi pinjaman-pinjaman jangka pendek Perseroan menjadi Pinjaman Jangka Menengah dan/atau Jangka Panjang'
- **Dasar hukum restrukturisasi** [explicit_fact, high]: Restrukturisasi dilakukan berdasarkan Pasal 72 ayat (1) UU Nomor 16 Tahun 2025 dan Pasal 121 ayat (1) Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023, serta memerlukan penetapan dari Badan Pengaturan BUMN.
  - Basis: Penjelasan Mata Acara 1: 'sebagaimana dimaksud pada Pasal 72 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 ... dan Pasal 121 ayat (1) Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023'; Badan Pengaturan BUMN sebelumnya akan mengeluarkan penetapan
- **Perkiraan tanggal selesai proyek** [derived_calculation, medium]: Dengan masa pelaksanaan 365 hari kalender sejak 21 Agustus 2026, proyek diperkirakan selesai pada 21 Agustus 2027 (dengan asumsi tidak ada penundaan).
  - Basis: Tanggal mulai 21 Agustus 2026; Durasi 365 hari kalender
  - Assumptions: Tidak ada hari libur atau penundaan yang memengaruhi durasi
  - Caveats: Tanggal selesai tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen
- **Jarak waktu antara recording date dan RUPSLB** [derived_calculation, high]: Jarak waktu antara recording date (21 Agustus 2026) dan RUPSLB (15 September 2026) adalah 25 hari kalender.
  - Basis: Recording date: 21 Agustus 2026; RUPSLB: 15 September 2026
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan hari kalender
- **Dampak terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Perolehan kontrak senilai Rp1,19 triliun berpotensi menambah pendapatan PTPP di masa mendatang, namun dampaknya terhadap laporan keuangan belum dapat diukur karena tidak ada informasi mengenai jadwal pengakuan pendapatan atau kontribusi laba.
  - Basis: Nilai kontrak Rp1,19 triliun
  - Assumptions: Pendapatan diakui sesuai kemajuan proyek
  - Caveats: Tidak ada data keuangan lain untuk menghitung dampak
- **Kondisi keuangan perusahaan** [analyst_hypothesis, low]: Adanya agenda restrukturisasi pinjaman dan penyehatan perseroan mengindikasikan potensi tekanan keuangan atau kesulitan likuiditas yang memerlukan restrukturisasi utang. Namun, dokumen tidak menyediakan data keuangan untuk mengonfirmasi tingkat keparahan.
  - Basis: Agenda RUPSLB menyebut 'restrukturisasi dalam rangka penyehatan perseroan'; Konversi pinjaman jangka pendek menjadi jangka menengah/panjang melalui MRA
  - Assumptions: Restrukturisasi biasanya dilakukan ketika perusahaan menghadapi kesulitan membayar kewajiban jangka pendek
  - Caveats: Belum ada informasi kuantitatif atau rincian restrukturisasi dalam dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan dalam dokumen (hanya disebut 'terlampir').
- Detail proyek seperti pemberi kerja, jadwal pembayaran, sumber dana, dan mekanisme pembayaran tidak tersedia.
- Tidak ada informasi tentang risiko keterlambatan atau denda kontrak.
- Rincian restrukturisasi (nilai, skema, pihak terkait) belum diungkapkan dalam dokumen.
- Dampak restrukturisasi terhadap struktur modal dan kepemilikan saham belum dapat dinilai.
- Persetujuan pemegang saham atas agenda restrukturisasi belum diperoleh.
- Ketidakpastian mengenai penetapan Badan Pengaturan BUMN atas rencana penyehatan.
- Inkonsistensi tanggal pada versi bahasa Inggris (referensi 'EGMS 2025', 'AGMS 2025', dan 'September 14th 2025' yang seharusnya 2026) dapat menimbulkan kebingungan bagi pemegang saham internasional.
- Risiko kepatuhan: Persetujuan RUPSLB diperlukan, dan jika tidak diperoleh, restrukturisasi tidak dapat dilaksanakan.
- Potensi konflik kepentingan: Anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan karyawan dapat menjadi kuasa pemegang saham, namun suara mereka tidak dihitung.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 15 September 2026 terkait persetujuan restrukturisasi dan penerimaan pinjaman.
- Penetapan dari Badan Pengaturan BUMN atas rencana penyehatan Perseroan.
- Rincian kuantitatif restrukturisasi: jumlah pinjaman yang direstrukturisasi, identitas kreditur, jangka waktu pinjaman baru, dan syarat-syarat MRA.
- Dampak restrukturisasi terhadap struktur modal, profil utang, dan likuiditas PTPP.
- Perkembangan pelaksanaan proyek revitalisasi Terminal 1A, termasuk jadwal pengakuan pendapatan dan kontribusi terhadap backlog.
- Pengumuman lanjutan terkait detail proyek (pemberi kerja, jadwal pembayaran, sumber dana).

---

## SCPI

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI) mengumumkan hasil RUPSLB yang diselenggarakan pada 20 Agustus 2026. Rapat menyetujui pengunduran diri Yeap Xin Yi sebagai Direktur dan menetapkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris baru. Seluruh agenda disetujui 100% tanpa suara tidak setuju atau abstain. Kuorum tercapai dengan kehadiran 3.556.336 saham (98,787% dari total 3.600.000 saham). Perubahan pengurus efektif sejak penutupan RUPSLB, namun akta notaris masih dalam proses penyelesaian.

### Material changes

- RUPSLB dilaksanakan pada 20 Agustus 2026, dimulai pukul 14.22 WIB dan ditutup pukul 14.34 WIB.
- RUPSLB dihadiri pemegang saham mewakili 3.556.336 saham atau 98,787% dari total saham dikeluarkan dan disetor penuh sebesar 3.600.000 saham.
- Seluruh agenda RUPSLB disetujui secara musyawarah mufakat dengan 100% suara setuju, 0% tidak setuju, dan 0% abstain.
- Agenda 1: Menyetujui pengunduran diri Yeap Xin Yi sebagai Direktur, efektif sejak penutupan RUPSLB, dengan pemberian acquit et decharge sepanjang tercermin dalam laporan tahunan dan keuangan.
- Menetapkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris baru terhitung sejak penutupan RUPSLB.
- Memberikan kuasa kepada Direksi untuk menuangkan keputusan perubahan pengurus dalam akta notaris dan memberitahukan ke instansi berwenang.
- Akta Berita Acara Rapat Nomor 179 tanggal 20 Agustus 2026 masih dalam proses penyelesaian.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Yeap Xin Yi sebagai Direktur, efektif sejak penutupan RUPSLB 20 Agustus 2026.
- Susunan Direksi baru: Daniel sebagai Presiden Direktur, Andri Soelastyo sebagai Direktur, Yohanes Indrayana sebagai Direktur.
- Susunan Dewan Komisaris baru: Andreas Daugaard Jorgensen sebagai Presiden Komisaris, Erwin Agung sebagai Komisaris, Edward Tanujaya sebagai Komisaris Independen.

### Analytical scenarios

- **Total saham beredar** [derived_calculation, high]: Total saham dikeluarkan dan disetor penuh adalah 3.600.000 saham, sebagaimana dinyatakan eksplisit dalam lampiran risalah RUPS.
  - Basis: Lampiran risalah RUPS menyatakan kehadiran 3.556.336 saham mewakili 98,787% dari total 3.600.000 saham.
- **Saham tidak hadir** [derived_calculation, high]: Saham tidak hadir dalam RUPSLB = 3.600.000 - 3.556.336 = 43.664 saham, atau sekitar 1,213% dari total saham.
  - Basis: Total saham 3.600.000, saham hadir 3.556.336.
  - Assumptions: Selisih dianggap saham tidak hadir.
- **Periode jabatan pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Periode jabatan yang tercantum dalam ringkasan berakhir 30 Juni 2026, sementara RUPSLB diadakan 20 Agustus 2026. Hal ini mengindikasikan kemungkinan perpanjangan masa jabatan atau penyesuaian periode yang belum dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Tabel susunan pengurus mencantumkan 'Akhir Periode Jabatan' 30 Juni 2026 untuk semua pengurus, tetapi RUPSLB terjadi setelah tanggal tersebut.
  - Assumptions: Periode jabatan yang tercantum adalah periode saat ini yang mungkin telah berakhir atau akan diperpanjang.
  - Caveats: Dokumen tidak menjelaskan periode jabatan baru; ini hanya dugaan analitis.

### Risks / uncertainties

- Akta Berita Acara Rapat Nomor 179 tanggal 20 Agustus 2026 masih dalam proses penyelesaian, sehingga perubahan pengurus belum final secara administratif.
- Tidak ada informasi mengenai alasan pengunduran diri Yeap Xin Yi.
- Tidak ada informasi mengenai periode jabatan baru setelah 30 Juni 2026; dokumen hanya mencantumkan periode yang berakhir.
- Tidak ada informasi tentang dampak perubahan pengurus terhadap operasional atau strategi perusahaan.

---

## SIDO

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Public Expose akan dilaksanakan pada 9 September 2026 pukul 14:00 WIB secara live melalui website idx.co.id. Agenda meliputi laporan kinerja semester I 2026, prospek dan strategi usaha, serta hal-hal lain. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat data keuangan atau operasional.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Hari/tanggal: 09 September 2026.
- Waktu: 14:00 WIB.
- Tempat: Public Expose Live 2026, yang tercantum pada website idx.co.id.
- Agenda: 1. Laporan Kinerja Semester I Tahun 2026; 2. Prospek dan Strategi Usaha; 3. Lain-lain.
- Disampaikan oleh Budiyanto selaku Corporate Secretary.
- Tanggal dan waktu pengumuman: 24-08-2026 16:34.
- Nomor surat: 026/SIDO/SPE.OJK-IDX/VIII/2026.
- Materi Public Expose akan disampaikan selambat-lambatnya 4 September 2026.

### Listing / regulatory

- Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memberikan informasi kinerja dan prospek usaha kepada investor. Namun, karena dokumen ini hanya pengumuman rencana, tidak ada data kinerja yang dapat dianalisis.
  - Basis: Agenda yang tercantum: Laporan Kinerja Semester I 2026, Prospek dan Strategi Usaha
  - Assumptions: Public Expose akan menyajikan data kinerja semester I 2026 dan prospek usaha.
  - Caveats: Belum ada data resmi yang dirilis; hanya rencana agenda.

---

## SMKM

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan oleh pemegang saham utama/pengendali. Namun, Perseroan mengungkapkan rencana aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) yang akan disampaikan sesuai peraturan yang berlaku. Tidak ada informasi keuangan atau detail PMHMETD yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal (POJK 31/POJK.04/2015).
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal (Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu (POJK 4 Tahun 2024).
- Perseroan berencana melakukan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) yang akan disampaikan sesuai peraturan pasar modal.
- Tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan.
- Pemegang saham utama dan pengendali tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan saham di Perseroan (hasil konfirmasi).

### Corporate actions

- PMHMETD (rights issue) direncanakan, namun detail seperti jumlah saham, rasio, harga, dan jadwal belum diungkapkan.

### Capital structure

- Rencana PMHMETD akan menambah modal, namun jumlah saham baru, rasio, dan harga belum diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI nomor S-10873/BEI.PP1/08-2026 (tanggal tidak terbaca/null).
- Kepatuhan terhadap POJK 31/POJK.04/2015, POJK 4 Tahun 2024, dan Peraturan Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Rencana PMHMETD** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan berencana melakukan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dalam waktu dekat (3 bulan mendatang).
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan berencana untuk melakukan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD)'.
- **Tidak ada informasi material lain** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui informasi material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, 3, 5, dan 6.
- **Korelasi volatilitas dan PMHMETD** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan penjelasan BEI mungkin terkait dengan ekspektasi pasar terhadap rencana PMHMETD, meskipun Perseroan tidak menyatakan hubungan langsung.
  - Basis: Permintaan penjelasan BEI tentang volatilitas transaksi dan pengungkapan rencana PMHMETD dalam tanggapan.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi dapat dipengaruhi oleh sentimen pasar terhadap aksi korporasi.
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung dalam dokumen yang menghubungkan volatilitas dengan PMHMETD.

### Risks / uncertainties

- Detail PMHMETD (jumlah saham, harga, rasio, timeline) belum diungkapkan, sehingga ketidakpastian material.
- Tanggal surat BEI tidak terbaca (null), dapat mempengaruhi verifikasi tenggat.
- Tidak ada informasi keuangan atau proyeksi yang disediakan.

### Items to monitor

- Rencana PMHMETD dapat mempengaruhi struktur modal dan jumlah saham beredar, berpotensi berdampak pada harga saham.

---

## SOCI

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 21–24 Agustus 2026, PT Soechi Lines Tbk. (SOCI) mengumumkan dua aksi korporasi utama: (1) pendirian entitas anak baru, Sea Voyage International Ltd (SVI), di Marshall Islands dengan kepemilikan 100% dan modal disetor AS$500.000; dan (2) transaksi afiliasi berupa pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) serta jaminan kesanggupan terkait kekurangan dana kas (cash deficit guarantee and undertaking) kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Singapore Branch, untuk menjamin seluruh kewajiban entitas anak Eternity Ocean Maritime Ltd. (EOM) atas fasilitas pinjaman berjangka (term loan) dengan jumlah pokok keseluruhan sampai dengan AS$54.900.000. Transaksi afiliasi ini diumumkan dua kali: pengumuman awal pada 24 Agustus 2026 pukul 16:50 WIB dan koreksi pada 24 Agustus 2026 pukul 17:31 WIB. Kedua aksi ini menunjukkan upaya SOCI untuk memperkuat struktur operasional dan dukungan finansial kepada entitas anak di bidang pelayaran, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kondisi keuangan untuk pendirian SVI. Pentingnya secara korporasi terletak pada peningkatan eksposur kontinjensi melalui jaminan senilai AS$54,9 juta dan perluasan jejak entitas anak di yurisdiksi Marshall Islands.

### Material changes

- Pendirian entitas anak baru SVI dengan kepemilikan 100% dan modal disetor AS$500.000.
- Pemberian jaminan perusahaan dan cash deficit guarantee oleh SOCI untuk fasilitas pinjaman EOM hingga AS$54.900.000.
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau kegiatan usaha utama.
- Tidak ada perubahan struktur modal SOCI secara langsung; hanya eksposur kontinjensi yang meningkat.

### Key financial figures

- **Modal ditempatkan dan disetor SVI:** AS$500.000 (per 19 Agustus 2026)
- **Nilai transaksi / jumlah pokok fasilitas pinjaman EOM:** AS$54.900.000 (24 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Pendirian entitas anak baru (SVI) dengan kepemilikan 100%.
- Pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) dan cash deficit guarantee untuk fasilitas pinjaman anak usaha EOM.

### Capital structure

- Kepemilikan SOCI atas SVI sebesar 100% (entitas anak baru).
- Kepemilikan SOCI atas EOM sebesar 100% (tidak berubah).
- Modal disetor SVI sebesar AS$500.000.
- Tidak ada perubahan struktur modal SOCI secara langsung; jaminan dapat menimbulkan kewajiban kontinjensi.

### Analytical scenarios

- **Pendirian entitas anak SVI** [explicit_fact, high]: SOCI mendirikan SVI, entitas anak 100% di Marshall Islands, dengan modal disetor AS$500.000, untuk mendukung kegiatan usaha pelayaran.
  - Basis: Uraian informasi material: 'Perseroan telah mendirikan entitas anak baru, yaitu Sea Voyage International Ltd (SVI), berkedudukan di Marshall Islands'; Kepemilikan 100% dan modal AS$500.000
- **Tujuan pendirian SVI** [explicit_fact, high]: Tujuan pendirian SVI adalah mendukung kegiatan usaha SOCI di bidang pelayaran.
  - Basis: Tujuan pembentukan entitas anak baru tersebut adalah untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan dalam bidang pelayaran.
- **Dampak keuangan pendirian SVI** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan atas pendirian SVI.
  - Basis: Tidak terdapat dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan, yang ditimbulkan atas pembentukan entitas anak baru tersebut.
- **Dampak hukum pendirian SVI** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak hukum tertentu atas pendirian SVI.
  - Basis: Tidak terdapat dampak hukum tertentu yang ditimbulkan atas pembentukan entitas anak baru tersebut.
- **Transaksi afiliasi - jaminan untuk EOM** [explicit_fact, high]: SOCI memberikan jaminan perusahaan dan cash deficit guarantee kepada Bank Mandiri Singapore Branch untuk menjamin seluruh kewajiban EOM atas term loan hingga AS$54.900.000. EOM adalah anak perusahaan dengan kepemilikan 100% oleh SOCI.
  - Basis: Nilai transaksi AS$54.900.000; SOCI pemegang 100% saham EOM; Jaminan diberikan untuk menjamin seluruh kewajiban EOM
- **Sifat afiliasi transaksi** [explicit_fact, high]: Transaksi bersifat afiliasi karena SOCI memiliki 100% saham EOM.
  - Basis: kepemilikan Perseroan atas EOM ialah sebesar 100%
- **Nilai investasi pada SVI** [derived_calculation, medium]: Nilai investasi SOCI pada SVI setara dengan modal disetor, yaitu AS$500.000, karena kepemilikan 100%.
  - Basis: Modal ditempatkan dan disetor SVI senilai AS$500.000; Kepemilikan 100%
  - Assumptions: Investasi awal SOCI pada SVI sama dengan modal disetor penuh.
  - Caveats: Tidak ada rincian apakah investasi dilakukan tunai atau dalam bentuk aset lain.
- **Nilai jaminan setara fasilitas** [derived_calculation, high]: Nilai transaksi yang dilaporkan adalah AS$54.900.000, yang sama dengan jumlah pokok fasilitas pinjaman yang diterima EOM. Ini menunjukkan bahwa nilai jaminan setara dengan nilai fasilitas.
  - Basis: Nilai transaksi AS$54.900.000; Jumlah pokok fasilitas pinjaman AS$54.900.000
  - Assumptions: Nilai jaminan dianggap setara dengan nilai fasilitas karena dinyatakan sama dalam dokumen.
- **Potensi dampak operasional SVI** [analyst_hypothesis, low]: Pendirian SVI di Marshall Islands dapat menjadi bagian dari strategi ekspansi internasional atau optimalisasi armada, namun belum ada rincian lebih lanjut.
  - Basis: SVI berkedudukan di Marshall Islands dan bergerak di bidang pelayaran; Tujuan mendukung kegiatan usaha pelayaran
  - Assumptions: Marshall Islands dipilih karena pertimbangan hukum atau operasional maritim.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai rencana operasional atau kontribusi pendapatan.
- **Dampak jaminan terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: Pemberian jaminan ini tidak secara langsung mengubah struktur modal SOCI, tetapi dapat meningkatkan eksposur kontinjensi. Jika EOM gagal memenuhi kewajiban, SOCI dapat dipanggil untuk membayar hingga AS$54.900.000, yang berpotensi mempengaruhi likuiditas dan leverage.
  - Basis: Jaminan perusahaan dan cash deficit guarantee; Nilai fasilitas AS$54.900.000
  - Assumptions: Belum ada informasi mengenai kondisi keuangan EOM atau kemungkinan gagal bayar.
  - Caveats: Ini adalah skenario potensial, bukan fakta. Dampak aktual tergantung pada kinerja EOM dan kondisi pasar.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai dampak operasional atau keuangan dari pendirian SVI.
- Tidak ada informasi mengenai sumber dana investasi untuk SVI.
- Tidak ada informasi mengenai jadwal operasional atau target kontribusi SVI.
- Tidak ada informasi mengenai dampak transaksi jaminan terhadap laporan keuangan SOCI.
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan pemegang saham atau kewajiban keterbukaan informasi tambahan untuk transaksi afiliasi.
- Tidak ada rincian jadwal pembayaran, suku bunga, atau syarat fasilitas pinjaman EOM.
- Tidak ada informasi mengenai kondisi keuangan EOM atau kemampuan untuk memenuhi kewajiban.

### Items to monitor

- Rincian sumber dana untuk modal disetor SVI.
- Rincian kegiatan usaha SVI lebih lanjut dan potensi kontribusi pendapatan.
- Dampak pendirian SVI terhadap laporan keuangan konsolidasi SOCI.
- Jangka waktu, suku bunga, dan jadwal pembayaran fasilitas pinjaman EOM.
- Kondisi keuangan EOM dan kemampuan memenuhi kewajiban.
- Kepatuhan terhadap peraturan transaksi afiliasi dan potensi persetujuan pemegang saham.
- Perkembangan operasional SVI dan apakah akan digunakan untuk ekspansi armada.

---

## SOFA

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 21–24 Agustus 2026, PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) mengumumkan dua hal yang saling terkait: (1) rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 30 September 2026 yang diminta oleh pemegang saham, dan (2) rencana perubahan kegiatan usaha yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB tersebut. Perubahan kegiatan usaha mencakup penambahan KBLI 64210 (Aktivitas Perusahaan Induk) dan KBLI 64220 (Aktivitas Pembiayaan Conduit), sebagai bagian dari transformasi dari industri furnitur menjadi perusahaan induk yang fokus pada energi baru terbarukan, khususnya proyek waste-to-energy (WTE) di Bogor dan Denpasar. Rencana ini didukung oleh studi kelayakan KJPP FDI&R (NPV positif, IRR 14,27%, PI 1,33) dan direncanakan didanai melalui rights issue Rp238,22 miliar (untuk KBLI 64210) dan pinjaman bank Rp238,22 miliar (untuk KBLI 64220). Pentingnya secara korporasi: ini adalah perubahan strategis besar yang memerlukan persetujuan pemegang saham dan berpotensi mengubah struktur modal serta arah bisnis perusahaan secara fundamental.

### Material changes

- Rencana penambahan kegiatan usaha: Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 64210) dan Aktivitas Pembiayaan Conduit (KBLI 64220).
- Rencana perubahan Anggaran Dasar Pasal 3.
- Transformasi bisnis dari industri furnitur menjadi perusahaan induk fokus energi baru terbarukan (WTE).
- Rencana rights issue sebesar Rp238,22 miliar sebagai sumber pendanaan untuk KBLI 64210.
- Rencana pinjaman bank sebesar Rp238,22 miliar untuk KBLI 64220.
- Pengendali baru: PT Asia Investment Capital (70,97%) sejak 24 Oktober 2025.
- Perubahan nama menjadi PT Solusi Environment Asia Tbk dan kedudukan ke Jakarta Selatan (efektif 18 Desember 2025).

### Key financial figures

- **Laba (Rugi) Tahun Berjalan:** -5.693 (30 Juni 2026)
- **Jumlah Ekuitas:** 33.354 (30 Juni 2026)
- **Jumlah Ekuitas:** 39.036 (2025)
- **Total Aset:** 50.980 (2026P_before_addition)
- **Laba Tahun Berjalan:** 6.366 (2026P_before_addition)
- **Total Aset:** 289.297 (2026P_after_64210)
- **Laba Tahun Berjalan:** 770 (2026P_after_64210)
- **Total Aset:** 271.635 (2026P_after_64220)
- **Laba Tahun Berjalan:** -16.786 (2026P_after_64220)
- **Laba Sebelum Pajak Inkremental:** 97 (2026P_64210)
- **Laba Sebelum Pajak Inkremental:** -19.294 (2026P_64220)
- **Modal Saham:** 16.536 (sebelum_penambahan)
- **Modal Saham:** 254.756 (setelah_64210)
- **Utang Bank Baru:** 238.220 (setelah_64220)
- **Penyertaan pada Konsorsium:** 131.021 (proyeksi)
- **Perolehan dana rights issue:** Rp238.220.181.818 (Rencana)
- **Investasi ke konsorsium:** Rp131.021.100.000 (Rencana)
- **Modal kerja internal SOFA:** Rp107.199.081.818 (Rencana)
- **NPV:** Rp42.662.878.861 (Proyeksi 2026-2058)
- **IRR:** 14,27% (Proyeksi 2026-2058)
- **Profitability Index:** 1,33 (Proyeksi 2026-2058)
- **Payback Period:** 10 tahun 10 bulan (Proyeksi 2026-2058)
- **Cost of Equity:** 11,98% (Per 30 Juni 2026)
- **Total aset per 30 Juni 2026:** Rp46.622 juta (30 Juni 2026)
- **Arus kas operasi 30 Juni 2026:** -Rp4.022 juta (30 Juni 2026)
- **Pendapatan LTM SOFA:** Rp45,1 miliar (LTM)
- **Total setoran modal konsorsium Bogor:** USD 34,33 juta (Proyeksi)
- **Total setoran modal konsorsium Denpasar:** USD 34,10 juta (Proyeksi)
- **Investasi industri furnitur semester I 2026:** Rp2,13 triliun (Semester I 2026)
- **Surplus perdagangan furnitur:** US$412,95 juta (Januari-Mei 2026)
- **Current ratio 30 Juni 2026:** 1,59x (30 Juni 2026)
- **Net income margin 30 Juni 2026:** -26,62% (30 Juni 2026)
- **WACC:** 9,72% (Tabel 28)
- **After-tax cost of debt:** 6,30% (Tabel 28)
- **Dividen diterima AEA 2031:** Rp20.307 juta (2031)
- **Dividen diterima AEA 2043 (puncak):** Rp55.690 juta (2043)
- **Dividen diterima AEA 2058:** Rp19.584 juta (2058)

### Corporate actions

- RUPSLB direncanakan pada 30 September 2026, diminta oleh pemegang saham berdasarkan POJK 15/2020.
- Rencana penambahan kegiatan usaha (KBLI 64210 dan 64220) yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB.
- Rencana perubahan Anggaran Dasar Pasal 3.
- Rencana rights issue sebagai sumber pendanaan untuk KBLI 64210.
- Rencana pinjaman bank sebagai sumber pendanaan untuk KBLI 64220.
- Investasi pada proyek waste-to-energy (WTE) melalui konsorsium.

### Expansion projects

- Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (WTE) di Bogor dan Denpasar melalui konsorsium.
- Penyertaan pada konsorsium sebesar Rp131.021 juta (proyeksi setelah penambahan KBLI 64210 dan 64220).
- Penambahan tenaga kerja: 1 karyawan di Divisi Manajemen Portofolio dan 2 karyawan untuk fungsi Manajemen Portofolio dan Treasury & Pendanaan.

### Management / control changes

- Pengendali baru: PT Asia Investment Capital (70,97%) sejak 24 Oktober 2025.
- Susunan Dewan Komisaris dan Direksi per 21 Mei 2026 (Akta No. 128).
- Perubahan nama menjadi PT Solusi Environment Asia Tbk dan kedudukan ke Jakarta Selatan (efektif 18 Desember 2025).

### Capital structure

- Modal dasar: 5.000.000.000 saham, nilai nominal Rp10 per saham.
- Modal ditempatkan dan disetor: 1.653.574.499 saham.
- PT Asia Investment Capital: 1.173.500.000 saham (70,97%).
- Masyarakat: 480.074.499 saham (29,03%).
- Saham dalam portepel: 3.346.425.501 saham.
- Rencana rights issue (nilai Rp238,22 miliar) berpotensi mengubah struktur modal, namun detail jumlah saham, harga, dan rasio belum diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Keterbukaan Informasi untuk memenuhi POJK 17/2020 dan Peraturan BPS 7/2025.
- Persetujuan RUPSLB diperlukan sebelum pelaksanaan perubahan kegiatan usaha.
- Laporan studi kelayakan diterbitkan sesuai POJK 35/2020 dan SEOJK 17/2020.
- RUPSLB akan diselenggarakan sesuai POJK 15/2020.
- Proyek WTE didukung Perpres No. 109 Tahun 2025.

### Analytical scenarios

- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 30 September 2026 pukul 14:00, dengan DPS pada 7 September 2026. Agenda rapat tidak disebutkan dalam pengumuman.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Rabu, 30 September 2026, 14:00; Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS): 07 September 2026
- **Batas pengajuan usulan mata acara** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 (5%) saham dengan hak suara dapat mengusulkan mata acara, dengan batas waktu 7 hari sebelum pemanggilan.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 'mewakili 1/20 (satu per dua puluh) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara'; Usulan harus diterima paling lambat 7 hari sebelum tanggal Pemanggilan Rapat
- **Persentase ambang batas usulan** [derived_calculation, high]: Ambang batas 1/20 setara dengan 5% dari total saham dengan hak suara.
  - Basis: 1/20 = 0.05 = 5%
- **Kepemilikan efektif AEA pada proyek WTE** [derived_calculation, high]: Kepemilikan efektif AEA = 10% (di konsorsium) x 70% (konsorsium di proyek) = 7%.
  - Basis: Struktur kepemilikan: AEA memiliki 10% di konsorsium; konsorsium memiliki 70% di proyek WTE.
  - Assumptions: Kepemilikan tetap dan tidak berubah.
- **Kenaikan modal saham dari rights issue** [derived_calculation, medium]: Modal saham meningkat dari Rp16.536 juta menjadi Rp254.756 juta, selisih Rp238.220 juta, mengindikasikan penerbitan saham baru dari rights issue.
  - Basis: Proyeksi posisi keuangan: modal saham sebelum Rp16.536 juta, setelah KBLI 64210 Rp254.756 juta.
  - Assumptions: Kenaikan modal saham seluruhnya berasal dari rights issue.
  - Caveats: Nilai rights issue tidak dinyatakan eksplisit; hanya inferensi dari perubahan modal saham.
- **Penurunan total aset 30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025** [derived_calculation, high]: Total aset turun dari Rp51.999 juta menjadi Rp46.622 juta, penurunan 10,34%.
  - Basis: Tabel 3: Jumlah Aset 2025 = 51.999, 30 Juni 2026 = 46.622
  - Assumptions: Perhitungan: (46.622 - 51.999) / 51.999 = -10,34%
- **Kemungkinan agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Karena ini adalah RUPSLB yang diminta oleh pemegang saham, kemungkinan agenda terkait aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penerbitan saham baru, atau transaksi material. Namun, tidak ada informasi agenda dalam dokumen, sehingga ini hanya spekulasi.
  - Basis: Perihal: Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa; RUPSLB diminta oleh pemegang saham berdasarkan POJK 15/2020
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Tidak ada agenda atau mata acara yang diungkapkan dalam dokumen.
- **Motivasi transformasi bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Transformasi menjadi perusahaan induk dan pembiayaan conduit kemungkinan untuk mendukung diversifikasi ke energi baru terbarukan, terutama proyek WTE, namun detail pendanaan dan nilai investasi belum diungkapkan.
  - Basis: Rugi tahun berjalan meningkat; Arus kas operasi negatif
  - Assumptions: Manajemen mencari sumber pendapatan baru.
  - Caveats: Belum ada pernyataan resmi mengenai motivasi.
- **Dampak rights issue terhadap kepemilikan** [analyst_hypothesis, low]: Rights issue berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan, namun besaran tidak dapat ditentukan karena detail tidak diungkapkan.
  - Basis: Rencana rights issue
  - Assumptions: Penerbitan saham baru
  - Caveats: Detail rights issue tidak tersedia.

### Risks / uncertainties

- Rencana penambahan kegiatan usaha masih memerlukan persetujuan RUPSLB.
- Proyeksi keuangan bersifat jangka panjang (hingga 2058) dan sangat bergantung pada asumsi dividen dari konsorsium WTE.
- Pada skenario KBLI 64220, laba tahun berjalan 2026P diproyeksikan negatif (-Rp16.786 juta) akibat beban bunga.
- Kebutuhan pendanaan yang relatif besar untuk proyek WTE.
- Risiko regulasi dan kepatuhan terhadap POJK 17/2020.
- Kompleksitas struktur grup dan perbedaan karakteristik usaha antarentitas.
- Ketergantungan pada pendapatan dividen dari proyek WTE yang belum terealisasi.
- Risiko suku bunga pinjaman bank (estimasi 8,1%).
- Risiko eksekusi proyek WTE (Bogor dan Denpasar).
- Risiko kredit terkait penyaluran dana ke entitas konsorsium.
- Proyeksi keuangan bersifat estimasi dan dapat berbeda dari realisasi.
- Lokasi RUPSLB belum ditentukan, yang dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pemegang saham.
- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam pengumuman, sehingga pemegang saham belum dapat menilai dampak potensial.
- Kapasitas fisik terbatas (20 peserta) dapat membatasi partisipasi langsung, meskipun partisipasi elektronik disediakan.
- Tidak ada informasi mengenai usulan mata acara yang diajukan oleh pemegang saham.

### Items to monitor

- Pemanggilan Rapat pada 8 September 2026 untuk mengetahui agenda RUPSLB.
- Pengumuman hasil ringkasan RUPSLB pada 2 Oktober 2026.
- Detail rights issue: jumlah saham baru, harga pelaksanaan, rasio, dan jadwal.
- Detail pinjaman bank: jumlah, tenor, suku bunga, dan jaminan.
- Jadwal konstruksi dan operasi komersial proyek WTE (Bogor dan Denpasar).
- Struktur kepemilikan WNG dan detail konsorsium.
- Kurs konversi USD ke Rupiah untuk setoran modal konsorsium.
- Persetujuan regulator terkait perubahan kegiatan usaha dan rights issue.

---

## SRTG

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 21–24 Agustus 2026, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menyampaikan dua pengumuman penting: (1) penyelesaian pengalihan seluruh sisa saham hasil buy back melalui penjualan di bursa, dan (2) hasil RUPSLB yang menyetujui perubahan Anggaran Dasar serta pengunduran diri seorang Komisaris. Pengalihan saham treasuri menuntaskan program buy back yang dimulai 2020, menghasilkan dana Rp9,05 miliar, dan menghilangkan sisa saham treasuri. RUPSLB menyetujui penyesuaian KBLI 2025 (administratif), perubahan ketentuan pengunduran diri Direksi/Komisaris, dan pengunduran diri Joyce Soeryadjaya Kerr sebagai Komisaris. Tidak ada perubahan modal, ekspansi, atau transaksi aset material. Perubahan tata kelola dan penyelesaian buy back menjadi fokus utama periode ini.

### Material changes

- Pengalihan seluruh sisa saham hasil buy back (4.876.200 saham) melalui penjualan di bursa, sehingga tidak ada sisa saham treasuri.
- Perubahan susunan Dewan Komisaris: Joyce Soeryadjaya Kerr mengundurkan diri, efektif sejak penutupan RUPSLB 21 Agustus 2026.
- Perubahan Anggaran Dasar: Pasal 3 (KBLI 2025), Pasal 16 ayat (7), dan Pasal 19 ayat (4).
- Penghapusan kewajiban pemberitahuan 60 hari untuk pengunduran diri Direksi dan Dewan Komisaris.

### Key financial figures

- **Jumlah saham hasil buy back yang dialihkan:** 4.876.200 saham (18-19 Agustus 2026)
- **Harga rata-rata penjualan/pengalihan:** Rp1.856,616 per saham (19 Agustus 2026)
- **Harga pengalihan 18 Agustus 2026:** Rp1.847,15 per saham (18 Agustus 2026)
- **Harga pengalihan 19 Agustus 2026:** Rp1.880,97 per saham (19 Agustus 2026)
- **Jumlah dana yang diperoleh:** Rp9.053.231.500 (19 Agustus 2026)
- **Kerugian dari penjualan/pengalihan:** 0 (19 Agustus 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham (sebelum stock split):** Rp2.764 per saham (19 Agustus 2020)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham (setelah stock split):** Rp552,8 per saham (19 Agustus 2020)
- **Jumlah saham hadir RUPSLB:** 12.315.674.912 saham (21 Agustus 2026)
- **Persentase kuorum RUPSLB:** 90,8462387% (21 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Pengalihan seluruh sisa saham hasil buy back melalui penjualan di Bursa Efek Indonesia.
- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3, 16, 19) - disetujui RUPSLB.
- Pengunduran diri Joyce Soeryadjaya Kerr sebagai Komisaris - efektif.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Joyce Soeryadjaya Kerr dari jabatan Komisaris, efektif sejak penutupan RUPSLB 21 Agustus 2026.
- Susunan Dewan Komisaris baru: Edwin Soeryadjaya (Presiden Komisaris), Indra Cahya Uno (Komisaris), Aria Kanaka (Komisaris Independen), Stephanus Harjanto T (Komisaris Independen).
- Susunan Direksi tidak berubah: Michael W.P. Soeryadjaya (Presiden Direktur), Lany Djuwita Wong (Direktur), Devin Wirawan (Direktur).

### Capital structure

- Pengalihan seluruh saham hasil buy back (4.876.200 saham) melalui penjualan di bursa, sehingga tidak ada sisa saham treasuri.
- Tidak ada perubahan modal atau penerbitan saham baru dalam RUPSLB.

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan perkembangan pengalihan saham hasil buyback kepada OJK.
- Penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar dengan KBLI 2025 berdasarkan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025.
- Pernyataan bahwa penyesuaian KBLI bukan merupakan perubahan kegiatan usaha sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020.
- Perubahan Pasal 16 ayat (7) dan Pasal 19 ayat (4) Anggaran Dasar.
- Perubahan Anggaran Dasar akan dilaporkan ke Menteri Hukum RI.

### Analytical scenarios

- **Pengalihan seluruh saham treasuri** [explicit_fact, high]: Laporan menyatakan bahwa seluruh saham hasil buy back telah dialihkan (sisa 0), sehingga tidak ada lagi saham treasuri dari program buy back tersebut.
  - Basis: Jumlah saham hasil buy back yang telah dijual/dialihkan: 4.876.200; Jumlah saham hasil buy back yang belum dialihkan: 0
- **Perhitungan harga rata-rata setelah stock split** [derived_calculation, high]: Harga rata-rata pembelian kembali setelah stock split dihitung dengan membagi harga sebelum stock split dengan rasio stock split 1:5, yaitu Rp2.764 / 5 = Rp552,8 per saham.
  - Basis: Harga rata-rata pembelian kembali sebelum stock split: Rp2.764; Rasio stock split: 1:5
  - Assumptions: Stock split 1:5 berarti setiap 1 saham lama menjadi 5 saham baru, sehingga harga per saham baru menjadi 1/5 dari harga lama.
- **Perhitungan harga rata-rata penjualan** [derived_calculation, high]: Harga rata-rata penjualan dihitung dari total dana dibagi jumlah saham: Rp9.053.231.500 / 4.876.200 = Rp1.856,616 per saham (pembulatan).
  - Basis: Jumlah dana yang diperoleh: Rp9.053.231.500; Jumlah saham yang dialihkan: 4.876.200
  - Assumptions: Tidak ada biaya transaksi yang mengurangi dana yang diperoleh.
- **Total nilai pengalihan saham (berdasarkan lampiran)** [derived_calculation, medium]: Total nilai pengalihan diperkirakan sekitar Rp9,09 miliar, dengan asumsi seluruh saham dialihkan pada harga rata-rata tertimbang dari dua harga yang dilaporkan. Perhitungan: 4.876.200 saham x ((1.847,15 + 1.880,97)/2) = 4.876.200 x 1.864,06 = Rp9.089.000.000 (pembulatan).
  - Basis: Jumlah saham dialihkan: 4.876.200; Harga pengalihan 18 Agustus 2026: Rp1.847,15; Harga pengalihan 19 Agustus 2026: Rp1.880,97
  - Assumptions: Seluruh saham dialihkan dengan proporsi yang sama pada kedua harga, sehingga rata-rata sederhana digunakan.
  - Caveats: Nilai aktual dapat berbeda jika proporsi saham yang dialihkan pada masing-masing tanggal tidak sama.
- **Total saham dengan hak suara** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham hadir dan persentase kuorum, total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 13.556.000.000 saham.
  - Basis: Jumlah saham hadir: 12.315.674.912; Persentase kuorum: 90,8462387%
  - Assumptions: Persentase kuorum dihitung terhadap total saham dengan hak suara sah yang sama dengan total saham beredar (tidak ada saham tanpa hak suara).
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; hanya perkiraan berdasarkan pembagian (12.315.674.912 / 0,908462387).
- **Potensi keuntungan/kerugian dari pengalihan** [analyst_hypothesis, low]: Membandingkan harga jual rata-rata (Rp1.856,616) dengan harga beli rata-rata setelah stock split (Rp552,8) menunjukkan potensi keuntungan, namun laporan menyatakan kerugian 0. Perlu verifikasi apakah harga beli yang digunakan adalah harga setelah stock split dan apakah ada faktor lain.
  - Basis: Harga jual rata-rata: Rp1.856,616; Harga beli rata-rata setelah stock split: Rp552,8
  - Assumptions: Harga beli yang relevan adalah harga setelah stock split.; Tidak ada biaya transaksi atau penyesuaian lain.
  - Caveats: Laporan tidak menyediakan rincian perhitungan laba/rugi, hanya menyatakan kerugian 0.; Konteks waktu pembelian (2020) dan penjualan (2026) berbeda, dan faktor pasar tidak dipertimbangkan.
- **Dampak terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, medium]: Pengalihan saham buyback ini kemungkinan tidak mengubah jumlah saham beredar secara permanen, karena saham yang dibeli kembali dijual kembali ke pasar, sehingga tidak ada pengurangan modal disetor. Namun, dampak terhadap kepemilikan dan free float perlu dipantau.
  - Basis: Saham hasil buyback dialihkan melalui penjualan di bursa; Sisa saham yang wajib dialihkan menjadi 0
  - Assumptions: Penjualan kembali saham buyback tidak mengurangi jumlah saham beredar.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai pembeli atau perubahan kepemilikan spesifik.
- **Dampak perubahan Pasal 16 dan 19** [analyst_hypothesis, medium]: Perubahan Pasal 16 ayat (7) dan Pasal 19 ayat (4) menghilangkan kewajiban pemberitahuan 60 hari sebelumnya untuk pengunduran diri Direksi dan Dewan Komisaris, yang dapat mempercepat proses pergantian pengurus di masa depan.
  - Basis: Dokumen menunjukkan perubahan pasal tersebut menghapus ketentuan 60 hari.
  - Assumptions: Perubahan ini akan mempermudah proses pengunduran diri anggota Direksi/Komisaris.
  - Caveats: Dampak operasional tidak dijelaskan dalam dokumen.
- **Dampak perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Pasal 3 AD untuk menyesuaikan KBLI 2025 kemungkinan bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha inti, namun dapat mempengaruhi klasifikasi sektor dan persepsi investor.
  - Basis: Pernyataan emiten bahwa penyesuaian tidak merupakan perubahan kegiatan usaha.
  - Assumptions: KBLI 2025 mengubah klasifikasi tanpa mengubah operasional.
  - Caveats: Belum ada detail perubahan kegiatan usaha atau dampak operasional.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari laporan pengalihan saham.
- Laporan tidak menyebutkan identitas pembeli saham hasil buy back (kolom 'Nama pihak yang membeli' diisi '-').
- Tidak ada rincian biaya transaksi atau perhitungan laba/rugi selain pernyataan kerugian 0.
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap struktur modal atau kepemilikan setelah pengalihan.
- Perubahan Anggaran Dasar masih memerlukan persetujuan Menteri Hukum RI (proses administratif).

### Items to monitor

- Persetujuan Menteri Hukum RI atas perubahan Anggaran Dasar.
- Identitas pembeli saham hasil buy back (tidak diungkapkan).
- Dampak pengalihan saham terhadap free float dan struktur kepemilikan.
- Klasifikasi KBLI 2025 yang digunakan dan dampaknya terhadap pelaporan.
- Perubahan susunan Dewan Komisaris dan potensi pengaruhnya terhadap tata kelola.

---

## TAPG

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 21–24 Agustus 2026, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) merilis dua pengumuman terkait transaksi afiliasi berupa pembagian dividen interim dari anak perusahaan (perusahaan terkendali). Pengumuman pertama (21 Agustus) melaporkan dividen interim dari 12 anak perusahaan dengan total Rp762,655 miliar, sementara pengumuman kedua (24 Agustus) melaporkan dividen interim dari PT Agro Multi Persada (AMP) sebesar Rp786,602 miliar. Kedua transaksi dinyatakan tidak berdampak material oleh emiten dan disampaikan untuk memenuhi POJK No. 42/POJK.04/2020. Secara korporasi, aksi ini menunjukkan adanya arus kas masuk dari anak usaha ke induk, yang dapat memengaruhi likuiditas TAPG, namun tidak ada perubahan struktur modal, pengurus, atau ekspansi yang diumumkan.

### Material changes

- Pembagian dividen interim dari 12 anak perusahaan TAPG dengan total Rp762.655.000.000 (pengumuman 21 Agustus).
- Pembagian dividen interim oleh PT Agro Multi Persada (AMP) sebesar Rp786.602.279.000 (pengumuman 24 Agustus).
- Kedua transaksi dinyatakan tidak berdampak material oleh emiten.

### Key financial figures

- **Total dividen interim dari 12 anak perusahaan:** 762.655.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim FLTI:** 40.265.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim MIK:** 40.150.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim GBSM:** 200.200.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim AAPA:** 107.000.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim DLJ:** 45.150.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim HPM:** 64.800.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim NPN:** 79.800.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim SAWA:** 50.050.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim YWA:** 100.240.000.000 (2026-08-20)
- **Dividen interim TAN:** 35.000.000.000 (2026-08-20)
- **Total dividen interim AMP:** 786.602.279.000 (2026-08-21)

### Corporate actions

- Pembagian dividen interim dari 12 anak perusahaan (perusahaan terkendali) kepada TAPG, dengan total Rp762.655.000.000.
- Pembagian dividen interim oleh PT Agro Multi Persada (AMP) kepada pemegang sahamnya, termasuk TAPG, sebesar Rp786.602.279.000.

### Capital structure

- TAPG memiliki 94,93% saham AMP.
- AMP memiliki 99,9% saham PAN.
- PAN memiliki 99,9% saham FLTI.
- AMP memiliki 99,9% saham MIK, GBSM, AAPA, DLJ, HPM, SAWA, NPN, YWA, dan TAN.
- Pemegang saham AMP lainnya: PT Tri Nur Cakrawala (TNC) 1,97%, PT Triputra Investindo Arya (TIA) 1,91%, PT Daya Adicipta Mustika (DAM) 1,19%.

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan untuk memenuhi POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

### Analytical scenarios

- **Transaksi dividen interim dari 12 anak perusahaan** [explicit_fact, high]: TAPG mengumumkan pembagian dividen interim dari 12 perusahaan terkendali dengan total Rp762.655.000.000, keputusan pemegang saham di luar RUPSLB pada 20 Agustus 2026.
  - Basis: Pengumuman 21 Agustus: 'pembagian dividen interim dari 12 perusahaan terkendali dengan total nilai Rp762.655.000.000'
- **Transaksi dividen interim AMP** [explicit_fact, high]: AMP membagikan dividen interim sebesar Rp786.602.279.000 berdasarkan keputusan direksi yang disetujui dewan komisaris pada 21 Agustus 2026.
  - Basis: Pengumuman 24 Agustus: 'AMP membagikan dividen interim ... sebesar Rp786.602.279.000' dan 'keputusan direksi yang telah memperoleh persetujuan dewan komisaris AMP di tanggal 21 Agustus 2026'
- **Rata-rata dividen per perusahaan (12 anak)** [derived_calculation, medium]: Jika total dividen Rp762.655.000.000 dibagi rata ke 12 perusahaan, rata-rata dividen per perusahaan adalah sekitar Rp63.554.583.333 (762.655.000.000 / 12).
  - Basis: Nilai transaksi Rp762.655.000.000; Jumlah perusahaan terkendali = 12
  - Assumptions: Pembagian merata, tidak ada informasi rinci per perusahaan
  - Caveats: Nilai aktual per perusahaan tidak diungkapkan dalam dokumen utama
- **Bagian dividen TAPG dari AMP** [derived_calculation, medium]: Jika TAPG memiliki 94,93% saham AMP, maka bagian dividen yang diterima TAPG adalah sekitar Rp746.681.000.000 (94,93% x Rp786.602.279.000).
  - Basis: Kepemilikan TAPG di AMP 94,93%; Total dividen interim AMP Rp786.602.279.000
  - Assumptions: Dividen dibagikan proporsional sesuai persentase kepemilikan saham
  - Caveats: Angka ini adalah perkiraan; dokumen tidak menyebutkan secara eksplisit jumlah yang diterima TAPG
- **Bagian dividen yang diterima TAPG secara tidak langsung (12 anak)** [derived_calculation, medium]: Bagian dividen yang diterima TAPG secara tidak langsung melalui AMP dan PAN diperkirakan sekitar Rp723,1 miliar (Rp762,655 miliar x 94,93% x 99,9%).
  - Basis: Kepemilikan TAPG di AMP: 94,93%; Kepemilikan AMP di anak perusahaan: 99,9%; Total dividen: Rp762.655.000.000
  - Assumptions: Semua dividen mengalir ke atas sesuai persentase kepemilikan tanpa pengurangan pajak atau biaya lain; Kepemilikan AMP di PAN dan FLTI juga 99,9%
  - Caveats: Perhitungan tidak memperhitungkan pajak dividen atau biaya transaksi; Kepemilikan minoritas di PAN dan FLTI (0,1%) diabaikan
- **Dampak terhadap arus kas TAPG** [analyst_hypothesis, low]: Pembagian dividen interim dari anak perusahaan akan meningkatkan arus kas masuk bagi TAPG, namun dampak terhadap laba bersih konsolidasi tidak dapat ditentukan karena dividen antar entitas terkonsolidasi dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasi.
  - Basis: Nilai transaksi Rp762.655.000.000 dan Rp786.602.279.000; Sifat transaksi sebagai dividen dari anak perusahaan
  - Assumptions: Dividen dibayarkan dalam bentuk kas; Eliminasi dalam laporan konsolidasi
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang bentuk pembayaran (kas atau non-kas); Dampak terhadap laporan keuangan konsolidasi tidak dijelaskan
- **Motivasi pembagian dividen** [analyst_hypothesis, low]: Pembagian dividen interim oleh anak perusahaan kemungkinan bertujuan untuk mengoptimalkan arus kas grup dan mendistribusikan laba kepada induk, yang dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja, pembayaran utang, atau investasi lebih lanjut. Namun, tujuan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Pembagian dividen oleh anak perusahaan kepada induk merupakan praktik umum untuk mentransfer kas ke atas
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain yang tersedia
  - Caveats: Tujuan sebenarnya tidak dinyatakan dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian nilai dividen per perusahaan untuk transaksi 12 anak, sehingga kontribusi masing-masing anak usaha tidak dapat diketahui.
- Tidak ada penjelasan mengenai pertimbangan atau alasan transaksi secara detail.
- Tidak ada informasi mengenai dampak transaksi terhadap laporan keuangan konsolidasi TAPG.
- Bentuk pembayaran dividen (kas atau non-kas) tidak dijelaskan.
- Jadwal pembayaran dividen tidak disebutkan.
- Tidak ada informasi mengenai nilai transaksi agregat yang disetujui oleh OJK.
- Perhitungan bagian dividen yang diterima TAPG bersifat estimasi karena struktur kepemilikan berlapis.

### Items to monitor

- Jadwal pembayaran dividen interim dari anak perusahaan.
- Rincian nilai dividen per anak perusahaan untuk transaksi 12 anak.
- Dampak transaksi terhadap laporan keuangan konsolidasi TAPG pada periode berikutnya.
- Penggunaan dana dividen oleh TAPG (modal kerja, utang, investasi).
- Kepatuhan terhadap POJK No. 42/POJK.04/2020 dan potensi persetujuan OJK.

---

## TNCA

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) menerbitkan pemanggilan RUPSLB pada 24 Agustus 2026. RUPSLB akan digelar pada 16 September 2026 pukul 14.00 WIB di Menara Hijau, Jakarta Selatan, dengan dua agenda: (1) persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar terkait penyesuaian KBLI 2025, dan (2) persetujuan perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris. Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat pada 21 Agustus 2026. Dokumen ini adalah pengumuman awal pemanggilan RUPSLB, bukan hasil atau koreksi. Tidak ada angka keuangan, transaksi aset, atau aksi korporasi lain yang diungkapkan.

### Material changes

- RUPSLB akan diselenggarakan pada 16 September 2026 pukul 14.00 WIB di Menara Hijau, Jl. Letjen M.T. Haryono No. Kav. 33, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan 12770.
- Tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak hadir adalah 21 Agustus 2026.
- Agenda pertama: persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar tentang Maksud dan Tujuan sehubungan dengan penyesuaian KBLI 2025.
- Agenda kedua: persetujuan perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
- Pemanggilan merujuk pada surat Perseroan Nomor 043/GED-CORSEC/SD/VIII/2026 tanggal 7 Agustus 2026.
- Pemanggilan diterbitkan oleh Corporate Secretary Felicia Fanny pada 24 Agustus 2026.
- Bahan mata acara tersedia di kantor Perseroan sejak 24 Agustus 2026 hingga 16 September 2026.
- Kehadiran dapat dilakukan secara fisik atau elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI; batas deklarasi elektronik/e-proxy/voting paling lambat 12.00 WIB pada 1 hari kerja sebelum RUPS.
- Voting elektronik maksimum 5 menit per mata acara; tayangan RUPS kapasitas hingga 500 peserta (first come first serve).

### Corporate actions

- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3) terkait penyesuaian KBLI 2025 - akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB.
- Perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris - akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB.

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB mencakup persetujuan perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris, namun rincian nama, jabatan, atau pihak yang berubah tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB dilakukan sesuai ketentuan penyelenggaraan RUPS emiten.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB memiliki dua agenda: perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar terkait KBLI 2025 dan perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
  - Basis: Agenda 1: Persetujuan Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar tentang Maksud dan Tujuan sehubungan dengan penyesuaian KBLI 2025; Agenda 2: Persetujuan Perubahan Susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris
- **Potensi perubahan kegiatan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025 dapat mengindikasikan perubahan atau perluasan kegiatan usaha, namun detail perubahan belum diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda 1 menyebutkan penyesuaian dengan KBLI 2025
  - Assumptions: Perubahan KBLI biasanya terkait dengan klasifikasi kegiatan usaha
  - Caveats: Tidak ada rincian perubahan Pasal 3 dalam dokumen ini
- **Potensi perubahan pengendalian** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris dapat berdampak pada pengendalian atau arah strategis, namun tidak ada informasi mengenai siapa yang akan berubah atau alasannya.
  - Basis: Agenda 2: Persetujuan Perubahan Susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris
  - Assumptions: Perubahan pengurus dapat mempengaruhi pengendalian
  - Caveats: Tidak ada detail perubahan atau pihak yang terlibat

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar dan perubahan susunan Direksi/Dewan Komisaris belum diungkapkan dalam dokumen pemanggilan ini.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan KBLI terhadap kegiatan usaha atau kinerja keuangan.
- Tidak ada informasi mengenai kuorum atau hasil RUPS, sehingga keputusan belum dapat dipastikan.
- Tidak ada informasi mengenai kondisi keuangan atau struktur modal, sehingga tidak dapat dilakukan analisis lebih lanjut.

### Items to monitor

- Perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris dapat mempengaruhi tata kelola dan arah strategis perusahaan, namun detail belum tersedia.
- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar terkait KBLI 2025 dapat berdampak pada klasifikasi kegiatan usaha, namun dampak operasional belum dapat dinilai.

---

## TOWR

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk Tahun Buku 2025, yang akan dilaksanakan pada 8 September 2026 secara virtual melalui platform Public Expose Live 2026. Agenda utama adalah penyampaian kinerja perusahaan untuk tahun buku 2025 hingga triwulan II 2026. Pengumuman ini bersifat prosedural dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk Tahun Buku 2025.
- Public Expose akan diselenggarakan pada hari Selasa, 8 September 2026, pukul 09:00-10:00 WIB.
- Acara akan diselenggarakan secara virtual melalui platform 'Public Expose Live 2026' yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia.
- Agenda acara: Penyampaian Kinerja Perseroan Tahun Buku 2025 sampai dengan Triwulan II 2026.
- Public Expose akan dihadiri oleh Direksi Perseroan.
- Dasar kewajiban: Peraturan I-E - Surat Keputusan Direksi BEI Nomor KEP-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025.
- Pengumuman ditandatangani oleh Monalisa Irawan selaku Corporate Secretary.
- Surat keterbukaan informasi ditujukan kepada BEI dengan tembusan kepada Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sebagai kewajiban berdasarkan Peraturan I-E - Surat Keputusan Direksi BEI Nomor KEP-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025.

### Analytical scenarios

- **Kinerja keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Agenda Public Expose mencakup penyampaian kinerja hingga triwulan II 2026, namun dokumen ini tidak memuat angka atau proyeksi. Kemungkinan besar manajemen akan menyampaikan data pendapatan, EBITDA, dan belanja modal pada acara tersebut, tetapi hal ini belum dapat dikonfirmasi dari dokumen ini.
  - Basis: Agenda resmi menyebutkan penyampaian kinerja tahun buku 2025 dan triwulan II 2026.
  - Assumptions: Manajemen akan menyajikan data keuangan dan operasional dalam presentasi Public Expose.
  - Caveats: Dokumen ini hanya pengumuman jadwal, bukan materi presentasi.

---

## TRUS

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

TRUS (Trust Finance Indonesia Tbk) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal yang diumumkan.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek TRUS melalui surat nomor S-10878/BEI.PP3/08-2026 (tanggal surat tidak tercantum dalam dokumen).
- TRUS menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal (POJK 31/POJK.04/2015).
- TRUS menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal (Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025).
- TRUS menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu (POJK 4 Tahun 2024).
- TRUS menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berakibat pada pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- TRUS menyatakan tidak mengetahui informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup perusahaan yang belum diungkapkan.
- Corporate Secretary telah menanyakan kepada pemegang saham utama; tidak ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya.
- Surat ditandatangani oleh Windy Wijaya selaku Corporate Secretary, tanggal 24 Agustus 2026 pukul 12:28.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek TRUS (surat S-10878/BEI.PP3/08-2026).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: TRUS secara eksplisit menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat (3 bulan).
  - Basis: Pernyataan pada poin 4: 'Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat.'
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: TRUS menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Pernyataan pada poin 1 dan 2: 'Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material...'
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: TRUS menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu.
  - Basis: Pernyataan pada poin 3: 'Perseroran tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu atau yang lainnya.'
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Corporate Secretary telah menanyakan kepada pemegang saham utama dan tidak ada rencana terkait kepemilikan saham.
  - Basis: Pernyataan pada poin 6: 'Corporate Secretary sudah menanyakan terhadap pemegang saham utama, Tidak ada rencana Pemegang Saham Utama terkait dengan Kepemilikan Saham.'
- **Klarifikasi volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Tanggapan ini kemungkinan merupakan respons formal untuk mengklarifikasi bahwa volatilitas saham TRUS tidak didasari oleh informasi material atau rencana korporasi yang belum diungkapkan, namun penyebab volatilitas tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek, dan TRUS menjawab tidak ada informasi material atau rencana korporasi.
  - Assumptions: Volatilitas yang dimaksud BEI adalah pergerakan harga saham TRUS yang signifikan.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen untuk memverifikasi volatilitas.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum (null), sehingga tidak dapat dipastikan tenggat waktu respons.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak serta-merta berarti tidak ada informasi material; bisa jadi terdapat informasi yang belum diungkapkan atau tidak diketahui manajemen.
- Tidak ada rincian mengenai aktivitas pemegang saham tertentu yang ditanyakan, sehingga tidak dapat diverifikasi apakah ada transaksi saham oleh pemegang saham utama.

### Items to monitor

- Pengumuman ini bersifat klarifikasi dan tidak mengandung informasi keuangan atau aksi korporasi baru.
- Tidak ada indikasi perubahan fundamental atau rencana strategis yang dapat mempengaruhi valuasi.
- Volatilitas harga saham TRUS tidak dijelaskan penyebabnya; investor perlu memantau pengumuman selanjutnya.

---

## TUGU

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 21–24 Agustus 2026, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat kepatuhan dan prosedural, bukan aksi korporasi baru. Pertama, pada 23 Agustus 2026, emiten melaporkan realisasi penggunaan dana hasil IPO per 30 Juni 2026, menunjukkan bahwa 88,98% dana bersih telah digunakan, dengan sisa dana Rp72,61 miliar yang ditempatkan pada deposito jangka pendek. Kedua, pada 24 Agustus 2026, emiten menyampaikan bukti iklan pemberitahuan RUPSLB yang akan digelar pada 29 September 2026, dengan mata acara belum diumumkan. Kedua pengumuman ini penting karena menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi OJK dan memberikan sinyal jadwal tata kelola, namun tidak mengungkap perubahan fundamental atau aksi korporasi spesifik.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material dalam struktur modal, pengurus, pengendali, atau kegiatan usaha yang diumumkan pada periode ini.
- Realisasi penggunaan dana IPO menunjukkan penyertaan modal pada entitas anak belum selesai (63,26%), menyisakan dana yang belum dialokasikan.

### Key financial figures

- **Dana IPO bruto:** Rp684.444.530.000 (2018-05-28)
- **Biaya emisi:** Rp25.742.358.837 (2018-05-28)
- **Dana bersih IPO:** Rp658.702.171.163 (2018-05-28)
- **Realisasi penggunaan dana:** Rp586.091.519.814,1 (2026-06-30)
- **Sisa dana:** Rp72.610.651.348,9 (2026-06-30)
- **Realisasi penyertaan modal pada entitas anak:** Rp125.000.000.000 (2026-06-30)

### Corporate actions

- Laporan penggunaan dana hasil IPO per 30 Juni 2026 (kewajiban kepatuhan, bukan aksi korporasi baru).
- Penyelenggaraan RUPSLB dijadwalkan 29 September 2026; mata acara belum diumumkan.

### Expansion projects

- Penyertaan modal pada entitas anak: rencana Rp197.610.651.348,9, realisasi Rp125.000.000.000 (63,26%). Tidak ada rincian entitas anak atau tujuan strategis.

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan realisasi penggunaan dana IPO kepada OJK sesuai POJK 30/POJK.04/2015 dan Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2025.
- Penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB kepada OJK dan IDX sesuai POJK 15/2020 dan POJK 14/2025.

### Analytical scenarios

- **Realisasi penggunaan dana IPO** [explicit_fact, high]: Realisasi penggunaan dana untuk infrastruktur pemasaran, IT & operasional lainnya, dan rebranding & promosi produk masing-masing mencapai 100% dari rencana. Penyertaan modal pada entitas anak baru terealisasi 63,26%.
  - Basis: Rincian realisasi pada halaman 2 dan 6 dokumen utama
- **Sisa dana yang belum ditempatkan** [derived_calculation, high]: Sisa dana yang dilaporkan adalah Rp72.610.651.348,9. Penjumlahan penempatan sisa dana: 25.000.000.000 + 13.351.650.653 + 9.259.000.696 + 25.000.000.000 = 72.610.651.349. Terdapat selisih Rp0,1 karena pembulatan.
  - Basis: Angka sisa dana pada halaman 1 dan 5; Rincian penempatan pada halaman 1 dan 5
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana
  - Caveats: Selisih pembulatan tidak material
- **Selisih realisasi penyertaan modal pada entitas anak** [derived_calculation, high]: Realisasi penyertaan modal pada entitas anak sebesar Rp125.000.000.000, sedangkan rencana sebesar Rp197.610.651.349. Selisihnya adalah Rp72.610.651.349, yang sama dengan sisa dana hasil penawaran umum.
  - Basis: Rencana penyertaan modal: Rp197.610.651.349 (halaman 4); Realisasi penyertaan modal: Rp125.000.000.000 (halaman 4); Sisa dana: Rp72.610.651.348,9 (halaman 2)
  - Assumptions: Sisa dana seluruhnya berasal dari kekurangan realisasi penyertaan modal pada entitas anak
  - Caveats: Perhitungan menggunakan pembulatan; sisa dana tercatat Rp72.610.651.348,9, selisih persisnya Rp72.610.651.349
- **Total biaya penawaran** [derived_calculation, high]: Total biaya penawaran dihitung dari rincian biaya: underwriting fee Rp14.041.101.366, management fee Rp363.367.646, selling fee Rp0, profesi penunjang Rp1.905.182.639, lembaga penunjang Rp136.000.000, financial advisory Rp95.372.993, dan biaya lain-lain Rp9.201.334.193. Jumlahnya adalah Rp25.742.358.837, sesuai dengan biaya penawaran yang dilaporkan.
  - Basis: Rincian biaya pada halaman 3; Biaya penawaran total pada halaman 2
  - Assumptions: Semua komponen biaya dijumlahkan tanpa ada biaya lain di luar daftar
- **Keterlambatan realisasi penyertaan modal** [analyst_hypothesis, low]: Realisasi penyertaan modal pada entitas anak baru mencapai 63,26% dari rencana, menunjukkan kemungkinan penundaan atau perubahan rencana investasi. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab atau jadwal baru.
  - Basis: Realisasi penyertaan modal Rp125.000.000.000 vs rencana Rp197.610.651.348,9
  - Assumptions: Realisasi yang belum mencapai 100% mengindikasikan adanya keterlambatan atau penyesuaian
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi dari emiten
- **Kemungkinan penggunaan sisa dana** [analyst_hypothesis, medium]: Sisa dana sebesar Rp72.610.651.348,9 kemungkinan akan digunakan untuk penyertaan modal pada entitas anak, mengingat realisasi penyertaan modal masih di bawah rencana.
  - Basis: Rencana penyertaan modal Rp197.610.651.349, realisasi Rp125.000.000.000, dan sisa dana Rp72.610.651.348,9
  - Assumptions: Manajemen akan tetap menggunakan dana sesuai rencana awal
  - Caveats: Belum ada pernyataan resmi mengenai penggunaan sisa dana; bisa saja dialihkan untuk kebutuhan lain
- **Potensi aksi korporasi pada RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya digunakan untuk aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, pengangkatan direksi/komisaris, atau transaksi material. Namun, mata acara belum diumumkan, sehingga belum dapat dipastikan.
  - Basis: RUPSLB dijadwalkan
  - Assumptions: Mata acara akan diumumkan pada pemanggilan 7 September 2026
  - Caveats: Belum ada informasi mata acara pada dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Realisasi penyertaan modal pada entitas anak belum mencapai 100% dari rencana, sehingga terdapat sisa dana yang belum digunakan untuk tujuan tersebut.
- Sisa dana ditempatkan pada deposito berjangka pendek (30-92 hari) dengan tingkat bunga yang bervariasi, yang mungkin tidak optimal untuk tujuan investasi jangka panjang.
- Tidak ada rincian entitas anak yang menerima penyertaan modal.
- Tidak ada penjelasan mengapa realisasi penyertaan modal belum mencapai 100%.
- Tidak ada informasi tentang jadwal penggunaan sisa dana.
- Mata acara RUPSLB belum diumumkan; informasi baru akan tersedia pada pemanggilan 7 September 2026.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPSLB pada 7 September 2026 untuk mengetahui mata acara dan potensi aksi korporasi.
- Penggunaan sisa dana IPO Rp72,61 miliar, terutama apakah akan dialokasikan untuk penyertaan modal entitas anak.
- Kepatuhan terhadap batas waktu penggunaan dana IPO sesuai regulasi OJK.

---

## VRNA

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk (VRNA) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-10875/BEI.PP1/08-2026 tanggal 20 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan tidak memiliki informasi mengenai rencana pengendali/pemegang saham utama atas kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI dan tidak mengandung informasi keuangan atau aksi korporasi baru.

### Material changes

- BEI mengirim surat permintaan penjelasan No. S-10875/BEI.PP1/08-2026 tanggal 20 Agustus 2026 perihal volatilitas transaksi efek.
- Perseroan menjawab tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal (Pertanyaan 1 dan 2).
- Perseroan menjawab tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK No. 4 Tahun 2024 (Pertanyaan 3).
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang (Pertanyaan 4).
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan (Pertanyaan 5).
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi mengenai rencana pengendali dan/atau pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya (Pertanyaan 6).
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Fransisca Y Gunawan selaku Corporate Secretary, tanggal 24 Agustus 2026 pukul 10:06.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek (surat No. S-10875/BEI.PP1/08-2026 tanggal 20 Agustus 2026).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban Pertanyaan 4: 'Tidak, saat ini Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam 3 bulan mendatang.'
  - Caveats: Pernyataan manajemen bersifat subjektif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
- **Tidak ada informasi material yang belum diungkapkan** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
  - Basis: Jawaban Pertanyaan 5: 'Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.'
  - Caveats: Pernyataan manajemen bersifat subjektif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
- **Tidak ada informasi rencana pengendali/pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan tidak memiliki informasi sehubungan dengan rencana pengendali dan pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban Pertanyaan 6: 'Saat ini, Perseroan tidak memiliki informasi sehubungan dengan rencana pengendali dan pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
  - Caveats: Pernyataan manajemen bersifat subjektif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan penyebab volatilitas transaksi efek yang menjadi dasar permintaan BEI. Kemungkinan volatilitas terjadi karena faktor pasar atau sentimen eksternal, namun tidak ada informasi yang cukup untuk memastikan.
  - Basis: Surat BEI menyebut 'volatilitas transaksi efek' tanpa rincian penyebab.; Jawaban manajemen tidak menyebutkan penyebab volatilitas.
  - Assumptions: Volatilitas yang dimaksud BEI adalah pergerakan harga saham yang signifikan.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak terbaca (null) pada dokumen pertama, namun dokumen lampiran menyebutkan tanggal 20 Agustus 2026.
- Pernyataan manajemen tentang tidak adanya rencana aksi korporasi bersifat subjektif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya.

### Items to monitor

- Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek, yang dapat menjadi perhatian investor karena berkaitan dengan pergerakan harga saham yang signifikan.
- Manajemen menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan, sehingga investor mungkin menganggap volatilitas sebagai faktor pasar atau sentimen eksternal.
- Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, yang dapat mengurangi spekulasi terkait tindakan korporasi.

---

## VTNY

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Public Expose akan dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 15:00 (pengumuman utama) atau 14.00-15.00 WIB (surat pemberitahuan), melalui platform 'Public Expose Live 2026' di website idx.co.id. Agenda yang tercantum adalah 'Laporan Kinerja Perusahaan Semester 1 Tahun 2026'. Pengumuman ini bersifat awal dan tidak memuat data keuangan atau kinerja. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus, atau transaksi aset yang diungkapkan.

### Material changes

- PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 15:00 waktu setempat (pengumuman utama) atau 14.00-15.00 WIB (surat pemberitahuan).
- Acara akan diselenggarakan secara live melalui platform 'Public Expose Live 2026' yang tercantum pada website idx.co.id.
- Agenda Public Expose adalah 'Laporan Kinerja Perusahaan Semester 1 Tahun 2026'.
- Public Expose akan dihadiri oleh Anggota Direksi Perseroan.
- Materi Public Expose akan disampaikan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari bursa sebelum penyelenggaraan.
- Dasar penyampaian: Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi (Lampiran Keputusan Direksi PT BEI No. Kep-00066/BEI/09-2022 tanggal 30 September 2022).
- Pengumuman ditandatangani oleh Corporate Secretary, Zasa Pinkan Kinanti, pada tanggal 24 Agustus 2026 pukul 15:12.
- Alamat perusahaan: Jalan Sultan Agung Nomor 20 RT1/RW1, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, 12980. Telepon: (021) 30072777, Fax: (021) 520 6225 - 6227, website: www.venteny.com.

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026 sebagai bagian dari kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan BEI Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose Tahunan ini kemungkinan merupakan bagian dari kewajiban keterbukaan informasi bagi emiten, dan dapat menjadi sarana bagi manajemen untuk menyampaikan kinerja semester pertama tahun 2026 kepada publik dan pemegang saham.
  - Basis: Agenda yang tercantum adalah 'Laporan Kinerja Perusahaan Semester 1 Tahun 2026'.
  - Assumptions: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memaparkan kinerja keuangan dan operasional.
  - Caveats: Dokumen ini hanya berisi pengumuman rencana, tidak ada data kinerja yang disajikan.

---

## WMPP

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 1

### Overview

PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) mengumumkan pembentukan Internal Audit yang efektif pada 20 Agustus 2026. Ketua Unit Internal Audit baru dan lama adalah orang yang sama, yaitu Harianto Nidipramudi Said, S.E., sehingga tidak ada perubahan personel. Pengumuman ini juga memuat pengangkatan kembali Kepala Internal Audit yang sama, efektif sejak 20 Agustus 2026, sebagai pemenuhan POJK No. 56/POJK.04/2015. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan.

### Material changes

- Pembentukan Internal Audit efektif 20 Agustus 2026.
- Ketua Unit Internal Audit baru: Harianto Nidipramudi Said, S.E.
- Ketua Unit Internal Audit lama: Harianto Nidipramudi Said, S.E. (tidak ada perubahan personel).
- Pengangkatan kembali Kepala Internal Audit (Harianto Nidipramudi Said, S.E.) efektif sejak 20 Agustus 2026.
- Pengangkatan kembali dilakukan untuk memenuhi POJK No. 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.
- Alamat Kepala Internal Audit: Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870.

### Management / control changes

- Pembentukan Internal Audit efektif 20 Agustus 2026.
- Ketua Unit Internal Audit baru: Harianto Nidipramudi Said, S.E.
- Ketua Unit Internal Audit lama: Harianto Nidipramudi Said, S.E. (tidak ada perubahan personel).
- Pengangkatan kembali Kepala Internal Audit (Harianto Nidipramudi Said, S.E.) efektif sejak 20 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Pemenuhan POJK No. 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.

### Analytical scenarios

- **Pembentukan Internal Audit** [explicit_fact, high]: Pengumuman menyatakan pembentukan Internal Audit efektif 20 Agustus 2026, dengan Ketua Unit Internal Audit baru bernama Harianto Nidipramudi Said, S.E.
  - Basis: PAGE 1: 'Pembentukan Internal Audit Perseroan yang efektif pada 20 Agustus 2026'; PAGE 1: 'Nama Ketua Unit Internal Audit Baru: Harianto Nidipramudi Said, S.E.'
- **Tidak ada perubahan personel** [explicit_fact, high]: Nama Ketua Unit Internal Audit baru dan lama identik, sehingga tidak ada perubahan personel pada posisi tersebut.
  - Basis: PAGE 1: 'Nama Ketua Unit Internal Audit Baru: Harianto Nidipramudi Said, S.E.' dan 'Nama Ketua Unit Internal Audit Lama: Harianto Nidipramudi Said, S.E.'
- **Pengangkatan kembali Kepala Internal Audit** [explicit_fact, high]: Surat resmi emiten menyatakan pengangkatan kembali Harianto Nidipramudi Said, S.E. sebagai Kepala Internal Audit, efektif 20 Agustus 2026.
  - Basis: Surat No. 077.34/B/SKet/WMP-CS/VIII/2026 tanggal 21 Agustus 2026; Pernyataan 'pengangkatan kembali Kepala Internal Audit terhitung sejak tanggal 20 Agustus 2026'
- **Dasar regulasi** [explicit_fact, high]: Pengangkatan kembali dilakukan untuk memenuhi POJK No. 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.
  - Basis: Pernyataan 'Guna memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 56/POJK.04/2015'
- **Alasan pembentukan Internal Audit** [analyst_hypothesis, low]: Pembentukan Internal Audit mungkin merupakan bagian dari pemenuhan regulasi atau penataan internal, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: PAGE 1: 'Pembentukan Internal Audit'
  - Assumptions: Pembentukan Internal Audit biasanya terkait kepatuhan atau tata kelola.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai latar belakang atau tujuan pembentukan.
- **Kontinuitas fungsi audit internal** [analyst_hypothesis, low]: Pengangkatan kembali orang yang sama (Harianto Nidipramudi Said) mengindikasikan adanya kontinuitas kepemimpinan pada fungsi audit internal, yang dapat mengurangi risiko transisi. Namun, tidak ada informasi mengenai masa jabatan sebelumnya atau alasan pengangkatan kembali.
  - Basis: Nama yang sama disebutkan sebagai Kepala Internal Audit yang diangkat kembali
  - Assumptions: Pengangkatan kembali berarti orang yang sama pernah menjabat sebelumnya
  - Caveats: Tidak ada rincian tentang periode jabatan sebelumnya atau alasan pengangkatan kembali

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari dokumen ini.
- Tidak ada informasi mengenai alasan pengangkatan kembali atau perubahan lain dalam struktur pengurus.
- Tidak ada rincian mengenai masa jabatan sebelumnya atau potensi konflik kepentingan.

---

## WTON

**Window:** 2026-08-21 → 2026-08-24

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 21–24 Agustus 2026, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengumumkan dua perubahan susunan komite di bawah Dewan Komisaris: Komite Nominasi dan Remunerasi (sekaligus merangkap Komite Pemantau Risiko) serta Komite Audit. Kedua perubahan ini merupakan tindak lanjut dari perubahan Dewan Komisaris yang diputuskan dalam RUPSLB 10 Juli 2026 dan ditetapkan melalui Keputusan Dewan Komisaris di luar rapat pada 18 Agustus 2026, efektif 20 Agustus 2026. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset yang diumumkan. Perubahan ini penting secara tata kelola karena menyegarkan komposisi komite dengan anggota baru (termasuk pihak eksternal) dan menyesuaikan nomenklatur komite, namun tidak berdampak langsung pada kinerja keuangan atau operasional.

### Material changes

- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi (Komite Nominasi, Remunerasi, dan Pemantau Risiko) efektif 20 Agustus 2026.
- Perubahan susunan Komite Audit efektif 20 Agustus 2026.
- Pemberhentian Priatna Agus Setiawan dan Indriani Widiastuti sebagai Anggota Komite Nominasi, Remunerasi, dan Pemantau Risiko.
- Pengangkatan Andrianto sebagai Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi serta Anggota Komite Audit.
- Penetapan Noor Aljanna Fitri Gayo sebagai Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi (sebelumnya Ketua merangkap Anggota) dan tetap sebagai Ketua Komite Audit.

### Key financial figures

- **Asuransi Jiwa Pertanggungan untuk anggota eksternal komite:** Rp 500.000.000 (2026-08-20)

### Management / control changes

- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi (Komite Nominasi, Remunerasi, dan Pemantau Risiko) sebagai dampak perubahan Dewan Komisaris pada RUPSLB 10 Juli 2026.
- Pemberhentian Priatna Agus Setiawan dan Indriani Widiastuti sebagai Anggota Komite, efektif 20 Agustus 2026.
- Pengangkatan Andrianto sebagai Ketua merangkap Anggota, Nadia Rillifani dan Agung Damiar sebagai Anggota, efektif 20 Agustus 2026.
- Penetapan Noor Aljanna Fitri Gayo sebagai Anggota (sebelumnya Ketua merangkap Anggota) dengan masa jabatan 5 tahun terhitung 25 Mei 2026.
- Perubahan susunan Komite Audit: Ketua tetap Noor Aljanna Fitri Gayo; anggota baru Andrianto, Ashuri, dan Gunarto (Gunarto periode ke-2, lainnya periode ke-1).
- Pengangkatan Andrianto sebagai Anggota Komite Audit, masa jabatan 5 tahun terhitung 20 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Keputusan Dewan Komisaris merujuk pada POJK 34/POJK.04/2014, POJK 21/POJK.04/2015, SEOJK 32/SEOJK.04/2015, dan Peraturan Menteri BUMN PER-06/MBU/04/2021.
- Keputusan Komite Audit merujuk pada Peraturan OJK Nomor 55/POJK.04/2015 tentang Komite Audit.
- Perubahan Anggaran Dasar terakhir berdasarkan Akta Nomor 35 tanggal 11 Juni 2026, disetujui Menteri Hukum RI Nomor AHU-0146114.AH.01.11.TAHUN 2026 tanggal 1 Juli 2026.

### Analytical scenarios

- **Perubahan komite** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi untuk periode 2026, dengan komposisi yang mencakup komisaris independen dan pihak eksternal.
  - Basis: Perihal surat: 'Perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik'; Tabel berisi daftar anggota komite dengan jabatan, nama, keterangan, dan periode
- **Masa jabatan anggota** [explicit_fact, high]: Masa jabatan anggota komite bervariasi: Ketua dan dua anggota eksternal memiliki periode 2026-2029/2031, sementara satu anggota (Dedi Indra) memiliki periode yang dimulai lebih awal (2024) dan berakhir 2027.
  - Basis: Kolom periode pada tabel: '20-Aug-26 - 20-Aug-31', '25-May-26 - 25-May-31', '20-Aug-26 - 20-Aug-29', '28-Oct-24 - 28-Oct-27'
- **Masa jabatan anggota baru** [derived_calculation, high]: Masa jabatan Andrianto 5 tahun (20 Agustus 2026 - 20 Agustus 2031), Nadia dan Agung 3 tahun (20 Agustus 2026 - 20 Agustus 2029).
  - Basis: Butir Kelima keputusan
  - Assumptions: Perhitungan berdasarkan tanggal mulai dan akhir yang tercantum.
- **Perubahan Komite Audit** [explicit_fact, high]: Berdasarkan pengumuman, susunan Komite Audit berubah efektif 20 Agustus 2026. Ketua tetap Noor Aljanna Fitri Gayo, sedangkan anggota baru adalah Andrianto, Ashuri, dan Gunarto. Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan atau masa jabatan sebelumnya.
  - Basis: Perubahan Komite Audit efektif pada 20 Agustus 2026; Ketua: Noor Aljanna Fitri Gayo (Periode Ke-1); Anggota: Andrianto, Ashuri, Gunarto
- **Pengangkatan Andrianto** [explicit_fact, high]: Andrianto diangkat sebagai Anggota Komite Audit dengan masa jabatan 5 tahun terhitung 20 Agustus 2026.
  - Basis: Keputusan butir Pertama: 'Mengangkat Sdr. Andrianto sebagai Anggota Komite Audit... masa jabatan paling lama 5 (lima) tahun, terhitung sejak tanggal 20 Agustus 2026.'
- **Susunan Komite Audit** [explicit_fact, high]: Susunan Komite Audit terdiri dari Noor Aljanna Fitri Gayo (Ketua), Andrianto, Gunarto, dan Ashuri (Anggota).
  - Basis: Keputusan butir Kedua: 'susunan Organ Komite Audit... 1. Sdri. Noor Aljanna Fitri Gayo sebagai Ketua merangkap Anggota, 2. Sdr. Andrianto sebagai Anggota, 3. Sdr. Gunarto sebagai Anggota, dan 4. Sdr. Ashuri sebagai Anggota'
- **Masa jabatan anggota** [explicit_fact, high]: Masa jabatan masing-masing anggota Komite Audit: Noor Aljanna Fitri Gayo 25 Mei 2026-25 Mei 2031; Andrianto 20 Agustus 2026-20 Agustus 2031; Gunarto 26 Maret 2024-26 Maret 2029; Ashuri 17 Juli 2025-17 Juli 2030.
  - Basis: Keputusan butir Keempat: 'a. Sdri. Noor Aljanna Fitri Gayo... 25 Mei 2026 sampai dengan 25 Mei 2031; b. Sdr. Andrianto... 20 Agustus 2026 sampai dengan 20 Agustus 2031; c. Sdr. Gunarto... 26 Maret 2024 sampai dengan 26 Maret 2029; d. Sdr. Ashuri... 17 Juli 2025 sampai dengan 17 Juli 2030.'
- **Remunerasi Komite** [explicit_fact, high]: Lampiran menetapkan remunerasi dan benefit Komite Dewan Komisaris, termasuk honorarium 10%-20% dari gaji Direktur Utama, tunjangan hari raya 1x honorarium, dan asuransi jiwa Rp 500.000.000 untuk anggota eksternal.
  - Basis: Lampiran: 'Honorarium 10% - 20% dari Gaji Direktur Utama', 'Tunjangan Hari Raya 1x Honorarium', 'Asuransi Jiwa Pertanggungan Rp 500.000.000,-'
- **Durasi masa jabatan Andrianto** [derived_calculation, high]: Masa jabatan Andrianto adalah 5 tahun, dari 20 Agustus 2026 sampai 20 Agustus 2031.
  - Basis: Tanggal mulai 20 Agustus 2026 dan tanggal akhir 20 Agustus 2031 dari keputusan.
  - Assumptions: Perhitungan durasi berdasarkan selisih tahun kalender.
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan komite ini kemungkinan dilakukan untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai komite nominasi dan remunerasi, namun tidak ada rincian lebih lanjut dalam dokumen.
  - Basis: Pengumuman perubahan komite merupakan kewajiban pelaporan bagi emiten; Dokumen tidak menyebutkan alasan perubahan
  - Assumptions: Perubahan komite dilakukan dalam rangka kepatuhan terhadap regulasi pasar modal
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit mengenai alasan perubahan dalam dokumen
- **Dampak remunerasi** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan komite dapat mempengaruhi total biaya remunerasi komite, namun tidak ada angka total yang diberikan.
  - Basis: Lampiran remunerasi
  - Assumptions: Biaya remunerasi proporsional terhadap jumlah anggota.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif total remunerasi.
- **Alasan pengangkatan Andrianto** [analyst_hypothesis, low]: Pengangkatan Andrianto kemungkinan merupakan bagian dari penyesuaian susunan Komite Audit setelah perubahan Dewan Komisaris pada RUPSLB 10 Juli 2026, namun tidak ada informasi spesifik mengenai latar belakang atau penggantian anggota sebelumnya.
  - Basis: Menimbang poin 2: 'sehubungan dengan adanya perubahan Dewan Komisaris... perlu dilakukan penyesuaian nomeklatur dan susunan organ Komite Dewan Komisaris Perseroan.'
  - Assumptions: Pengangkatan Andrianto terkait dengan perubahan Dewan Komisaris.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan lebih lanjut dalam dokumen mengenai alasan spesifik pengangkatan Andrianto.
- **Kesinambungan kepemimpinan** [analyst_hypothesis, low]: Ketua Komite Audit tidak berubah, menunjukkan kesinambungan kepemimpinan. Namun, tanpa data kinerja atau alasan resmi, tidak dapat disimpulkan apakah perubahan ini berdampak pada tata kelola atau kinerja perusahaan.
  - Basis: Ketua tetap Noor Aljanna Fitri Gayo; Anggota baru ditunjuk
  - Assumptions: Perubahan anggota mungkin untuk penyegaran atau pemenuhan regulasi
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dari sumber

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan komite.
- Tidak ada rincian mengenai dampak perubahan terhadap operasional atau tata kelola.
- Masa jabatan anggota komite dapat disesuaikan dengan aturan hukum yang berlaku, yang dapat menimbulkan ketidakpastian.
- Tidak ada rincian latar belakang atau independensi anggota baru.
- Rincian perubahan Dewan Komisaris pada RUPSLB 10 Juli 2026 tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Lampiran remunerasi tidak menyebutkan periode berlakunya atau dasar perhitungan gaji Direktur Utama.

### Items to monitor

- Rincian perubahan Dewan Komisaris pada RUPSLB 10 Juli 2026 (siapa yang berubah dan dampaknya).
- Alasan resmi perubahan komite dan latar belakang anggota baru.
- Total biaya remunerasi komite dan dampaknya terhadap beban operasional.
- Kepatuhan terhadap ketentuan OJK dan Peraturan Menteri BUMN yang dirujuk.
- Potensi pengumuman lanjutan terkait perubahan pengurus atau tata kelola.
