# Digest emiten IDX · 24–25 Agustus 2026

**Covered:** 2026-08-24 → 2026-08-25
**Saved windows:** 1 (2026-08-24 → 2026-08-25)
**Companies:** 5

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## ADHI

**Window:** 2026-08-24 → 2026-08-25

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 24–25 Agustus 2026, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) menerbitkan dua pengumuman material yang saling terkait. Pertama, pada 24 Agustus 2026, ADHI mengumumkan rencana RUPSLB yang akan digelar pada 30 September 2026, tanpa menyebutkan agenda spesifik. Kedua, pada 25 Agustus 2026, ADHI melaporkan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) karena ADHI gagal membayar bunga Obligasi III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 seri B & C sebesar Rp60,8 miliar yang jatuh tempo pada 24 Agustus 2026. ADHI menyatakan sedang dalam tahap restrukturisasi dan transformasi penyehatan fundamental, termasuk divestasi dan efisiensi. RUPO yang digelar 6 Agustus 2026 untuk menunda pembayaran bunga tidak mencapai kuorum, sehingga RUPO lanjutan dijadwalkan pada 11 September 2026. Kedua pengumuman ini penting karena menunjukkan tekanan likuiditas yang signifikan, risiko kepatuhan terhadap kewajiban utang, dan potensi aksi korporasi besar yang akan dibahas dalam RUPSLB.

### Material changes

- Penghentian sementara perdagangan saham ADHI oleh BEI
- Gagal bayar bunga obligasi senilai Rp60,8 miliar
- RUPO tidak mencapai kuorum
- Rencana RUPSLB dijadwalkan

### Key financial figures

- **Nilai kewajiban bunga obligasi yang gagal bayar:** 60.8 (24 Agustus 2026 (jatuh tempo))

### Corporate actions

- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dijadwalkan, agenda belum diungkapkan
- Gagal bayar bunga obligasi
- Restrukturisasi keuangan
- Divestasi aset/bisnis
- Penundaan pembayaran bunga obligasi

### Capital structure

- Hak usul mata acara RUPSLB: pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 (5%) dari jumlah seluruh saham dengan hak suara berhak mengusulkan mata acara

### Listing / regulatory

- Penghentian sementara perdagangan saham oleh BEI
- RUPO tidak mencapai kuorum
- RUPO lanjutan dijadwalkan
- Penyelenggaraan RUPSLB mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14 Tahun 2025 tentang RUPS Elektronik

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 30 September 2026, dengan DPS pada 7 September 2026 dan pemanggilan pada 8 September 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Rabu, 30 September 2026, 14:00; Tanggal DPS: 07 September 2026; Pemanggilan Rapat: 8 September 2026
- **Keterangan agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Dokumen ini hanya mengumumkan rencana RUPSLB tanpa menyebutkan agenda atau mata acara rapat. Informasi agenda tidak tersedia dalam dokumen.
  - Basis: Perihal: Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa; Tidak ada agenda yang tercantum dalam teks
- **Gagal bayar bunga obligasi** [explicit_fact, high]: ADHI menyatakan belum memenuhi pembayaran bunga obligasi senilai Rp60,8 miliar pada jatuh tempo 24 Agustus 2026, yang menjadi dasar suspensi saham oleh BEI.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 'kewajiban Perseroan terhadap pembayaran bunga Obligasi III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 seri B & C senilai Rp 60,8 miliar yang belum dapat dipenuhi pada saat jatuh tempo di tanggal 24 Agustus 2026'
- **RUPO tidak mencapai kuorum** [explicit_fact, high]: RUPO pada 6 Agustus 2026 mengusulkan perubahan/penundaan pembayaran bunga ke-17, 18, dan 19, tetapi tidak mencapai kuorum sehingga tidak ada keputusan.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Rapat belum mencapai kuorum persetujuan sehingga Rapat belum dapat mengambil keputusan'
- **RUPO lanjutan** [explicit_fact, high]: RUPO berikutnya dijadwalkan pada 11 September 2026 untuk membahas langkah penyelesaian dengan Wali Amanat dan pemegang obligasi.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 'melalui RUPO pada tanggal 11 September 2026'
- **Restrukturisasi dan transformasi** [explicit_fact, high]: ADHI menyatakan sedang dalam tahap restrukturisasi dan transformasi penyehatan fundamental, termasuk divestasi, penataan keuangan, efisiensi, dan penyehatan keuangan lainnya.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 'sedang dalam tahap restrukturisasi' dan 'transformasi penyehatan fundamental antara lain penguatan bisnis inti melalui program divestasi, penataan keuangan, peningkatan efisiensi, serta penyehatan keuangan lainnya'
- **Persentase hak usul mata acara** [derived_calculation, high]: 1/20 sama dengan 5% dari total saham dengan hak suara.
  - Basis: 1/20 = 0.05 = 5%
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya diselenggarakan untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi signifikan, atau perubahan pengurus, tetapi dokumen ini tidak menyebutkan agenda spesifik, sehingga belum dapat disimpulkan aksi korporasi tertentu.
  - Basis: RUPSLB dijadwalkan, tetapi tidak ada agenda yang diumumkan dalam dokumen.
  - Assumptions: RUPSLB biasanya untuk agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar RUPS tahunan.
  - Caveats: Agenda baru akan diumumkan pada pemanggilan 8 September 2026.
- **Dampak terhadap kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Gagal bayar bunga obligasi dan RUPO yang belum mencapai kuorum dapat meningkatkan risiko likuiditas dan keberlanjutan usaha, meskipun ADHI menyatakan komitmen untuk menyelesaikan kewajiban.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 'kewajiban ... belum dapat dipenuhi' dan 'Rapat belum mencapai kuorum'
  - Assumptions: Kegagalan pembayaran bunga dapat memicu percepatan jatuh tempo atau tuntutan hukum dari pemegang obligasi.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai hasil RUPO 11 September 2026 atau langkah penyelesaian lainnya.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas tidak dapat diidentifikasi.
- Tidak ada informasi mengenai persyaratan kuorum atau materi rapat.
- Risiko gagal bayar berkelanjutan dan potensi tuntutan hukum dari pemegang obligasi.
- RUPO lanjutan mungkin tidak mencapai kuorum atau tidak menghasilkan kesepakatan.
- Ketidakpastian dampak restrukturisasi terhadap operasional dan keuangan.
- Suspensi saham dapat berlanjut hingga ada kejelasan penyelesaian kewajiban.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPSLB pada 8 September 2026 untuk mengetahui agenda dan potensi dampak terhadap struktur modal atau arah perusahaan.
- Hasil RUPO lanjutan pada 11 September 2026.
- Perkembangan restrukturisasi dan program divestasi.
- Status suspensi saham dan kepatuhan terhadap kewajiban obligasi.

---

## ARKO

**Window:** 2026-08-24 → 2026-08-25

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 24–25 Agustus 2026, PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) mengumumkan dua aksi korporasi yang saling terkait: (1) pendirian anak usaha baru PT Endorshine Energi Matahari (PT EEM) melalui anak perusahaan PT Arkora Tenaga Matahari (ATM), dan (2) penyelesaian akuisisi 100% saham PT Endorshine Energy Solution (EES) oleh dua anak usaha ARKO, yaitu ATM dan PT Arjuna Hidro (AJ). Kedua transaksi efektif pada 24 Agustus 2026 setelah penerimaan dokumen dari Menteri Hukum RI. Emiten menyatakan kedua transaksi berdampak positif terhadap operasional, keuangan, dan kelangsungan usaha, serta menegaskan bahwa akuisisi EES bukan merupakan transaksi material, afiliasi, atau benturan kepentingan. Tidak ada angka finansial, nilai investasi, atau sumber dana yang diungkapkan. Secara korporasi, langkah ini menunjukkan upaya ARKO memperluas struktur entitas di sektor energi terbarukan, khususnya energi matahari, namun tanpa informasi kuantitatif, dampaknya terhadap kinerja keuangan belum dapat diukur.

### Material changes

- Pendirian anak usaha baru PT Endorshine Energi Matahari (PT EEM) melalui anak perusahaan PT Arkora Tenaga Matahari (ATM).
- Akuisisi 100% saham PT Endorshine Energy Solution (EES) oleh dua anak usaha ARKO, yaitu ATM dan PT Arjuna Hidro (AJ).
- EES menjadi anak perusahaan yang dikendalikan secara tidak langsung oleh ARKO melalui ATM (99,99%) dan AJ (0,01%).

### Corporate actions

- Pendirian anak usaha baru (PT EEM) oleh anak perusahaan ATM.
- Akuisisi 100% saham PT Endorshine Energy Solution (EES) oleh anak usaha ARKO (ATM dan AJ).

### Management / control changes

- EES menjadi anak perusahaan yang dikendalikan secara tidak langsung oleh ARKO melalui ATM (99,99%) dan AJ (0,01%).

### Capital structure

- Pendirian PT EEM dengan struktur kepemilikan: ATM 2.499 lembar saham (99,96%) dan Ricky Hartono 1 lembar saham (0,04%), total 2.500 lembar saham.
- Kepemilikan saham EES setelah transaksi: ATM 99,99% dan AJ 0,01%.

### Listing / regulatory

- Pengesahan badan hukum PT EEM oleh Menteri Hukum RI (SK No. AHU-0067768.AH.01.01.TAHUN 2026).
- Penerimaan pemberitahuan perubahan data perseroan EES oleh Menteri Hukum RI (SP Menkum Nomor AHU-AH.01.09-0393673).

### Analytical scenarios

- **Pendirian anak usaha PT EEM** [explicit_fact, high]: ARKO melaporkan pendirian PT Endorshine Energi Matahari (PT EEM) oleh anak perusahaan PT Arkora Tenaga Matahari (ATM) pada 24 Agustus 2026, dengan akta pendirian tanggal 20 Agustus 2026 dan pengesahan Menteri Hukum tanggal 21 Agustus 2026.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'entitas anak Perseroan yang dimiliki secara langsung sebesar lebih dari 99% ... yaitu PT Arkora Tenaga Matahari (ATM), telah mendirikan perusahaan baru dengan nama PT Endorshine Energi Matahari (PT EEM)'; Akta Pendirian Nomor 59 tanggal 20 Agustus 2026; SK No. AHU-0067768.AH.01.01.TAHUN 2026 tanggal 21 Agustus 2026
- **Kepemilikan tidak langsung ARKO pada PT EEM** [explicit_fact, high]: ARKO memiliki kepemilikan tidak langsung sebesar 99% atas PT EEM melalui ATM.
  - Basis: Dampak kejadian: 'Perseroan secara tidak langsung memiliki kepemilikan saham kepada PT EEM sebesar 99%'
- **Penyelesaian akuisisi EES** [explicit_fact, high]: Anak usaha ARKO, ATM dan AJ, telah menyelesaikan akuisisi 100% saham EES, dengan kepemilikan masing-masing 99,99% dan 0,01%.
  - Basis: Dokumen menyatakan ATM dan AJ telah menjadi pemegang saham EES dengan kepemilikan 99,99% dan 0,01%.
- **Efektivitas transaksi akuisisi EES** [explicit_fact, high]: Transaksi akuisisi EES efektif setelah penerimaan SP Menkum oleh Perseroan pada 24 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen menyatakan dengan dikeluarkannya SP Menkum, pelaksanaan Transaksi telah efektif dilaksanakan.
- **Klasifikasi transaksi akuisisi EES** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan transaksi akuisisi EES bukan merupakan Transaksi Material dan/atau Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Transaksi tersebut bukan merupakan Transaksi Material dan/atau Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan'.
  - Caveats: Ini adalah klaim emiten, bukan verifikasi independen.
- **Dampak yang dinyatakan emiten** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan pendirian PT EEM dan akuisisi EES membawa dampak positif bagi kegiatan operasional, keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.
  - Basis: Dampak kejadian pendirian PT EEM: 'Pendirian anak usaha ini membawa dampak yang positif bagi kegiatan operasional, keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan'; Dampak transaksi akuisisi EES: 'Transaksi ini membawa dampak yang positif bagi kegiatan operasional, keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.'
  - Caveats: Ini adalah klaim emiten, bukan penilaian independen.
- **Kepemilikan tidak langsung ARKO pada PT EEM** [derived_calculation, medium]: Kepemilikan tidak langsung ARKO pada PT EEM dihitung sebagai 99% (kepemilikan langsung ATM pada PT EEM) dikalikan dengan kepemilikan ARKO pada ATM yang dinyatakan 'lebih dari 99%'. Dengan asumsi kepemilikan ARKO pada ATM adalah 99%, maka kepemilikan tidak langsung = 99% x 99% = 98,01%. Namun, dokumen menyatakan kepemilikan tidak langsung ARKO adalah 99%, yang mungkin mengindikasikan pembulatan atau kepemilikan ARKO pada ATM mendekati 100%.
  - Basis: Kepemilikan ATM pada PT EEM: 99,96%; Kepemilikan ARKO pada ATM: lebih dari 99%; Klaim emiten: kepemilikan tidak langsung 99%
  - Assumptions: Kepemilikan ARKO pada ATM diasumsikan 99% untuk perhitungan
  - Caveats: Angka 99% pada dokumen mungkin merupakan pembulatan atau hasil dari kepemilikan ARKO pada ATM yang lebih tinggi dari 99%.
- **Potensi ekspansi bisnis energi surya** [analyst_hypothesis, low]: Pendirian PT EEM dengan nama 'Energi Matahari' mengindikasikan potensi ekspansi ARKO ke bisnis pembangkit listrik tenaga surya, namun belum ada rincian proyek atau investasi yang diungkapkan.
  - Basis: Nama perusahaan baru 'PT Endorshine Energi Matahari'; Bidang usaha ARKO saat ini adalah pembangkit listrik tenaga air
  - Assumptions: Nama perusahaan mencerminkan fokus bisnis pada energi matahari.
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai rencana bisnis atau investasi PT EEM.
- **Motif strategis akuisisi EES** [analyst_hypothesis, low]: Akuisisi EES oleh anak usaha ARKO yang bergerak di bidang energi terbarukan (ATM dan AJ) kemungkinan bertujuan untuk memperluas kapasitas atau portofolio pembangkit listrik tenaga air/surya, namun detail bisnis EES tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Bidang usaha ARKO adalah pembangkitan listrik dari energi baru terbarukan; ATM dan AJ adalah anak usaha yang relevan.
  - Assumptions: EES bergerak di sektor energi terbarukan atau terkait.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang kegiatan usaha EES, nilai transaksi, atau aset yang diakuisisi.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai nilai investasi, pendanaan, atau dampak finansial dari pendirian PT EEM.
- Nilai transaksi akuisisi EES tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Kegiatan usaha PT EEM dan EES tidak dijelaskan secara eksplisit.
- Sumber dana akuisisi EES tidak diungkapkan.
- Kepemilikan tidak langsung 99% pada PT EEM menyisakan 1% yang tidak dijelaskan kepemilikannya.
- Identitas pemegang saham 1% sisanya pada PT EEM tidak diungkapkan.
- Klaim emiten bahwa akuisisi EES bukan transaksi material/afiliasi belum diverifikasi secara independen.

### Items to monitor

- Rincian kegiatan usaha PT EEM dan EES.
- Nilai investasi dan sumber dana untuk pendirian PT EEM dan akuisisi EES.
- Dampak kuantitatif terhadap laporan keuangan ARKO (konsolidasi).
- Identitas pemegang saham 1% sisanya pada PT EEM.
- Potensi proyek energi surya atau ekspansi kapasitas yang terkait dengan PT EEM.

---

## AVIA

**Window:** 2026-08-24 → 2026-08-25

**Announcements:** 1

### Overview

PT Avia Avian Tbk (AVIA) mengumumkan siaran pers mengenai pencapaian ESG Risk Rating dari Sustainalytics. Perusahaan mencatat skor 16,9 per 30 Juni 2026, kategori Low Risk, dan menempati peringkat #1 di antara peer dengan kapitalisasi pasar US$1,0–1,1 miliar. Skor ini membaik dari 21,3 pada 16 September 2025. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan.

### Material changes

- PT Avia Avian Tbk menerbitkan siaran pers berjudul 'Avian Brands Kokoh di Peringkat #1 dalam Sustainalytics ESG Risk Rating di antara Peer'.
- ESG Risk Rating AVIA per 30 Juni 2026 sebesar 16,9, kategori Low Risk, peringkat #1 di antara peer dengan kapitalisasi pasar US$1,0–1,1 miliar.
- Tren ESG Risk Rating: 21,3 pada 16 September 2025; 20,5 pada 30 September 2025; 17,3 pada 30 Oktober 2025; 16,9 pada 30 Juni 2026.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak dari kejadian tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- AVIA memiliki pangsa pasar ~26% di industri cat dan pelapis dekoratif Indonesia.
- Fasilitas manufaktur AVIA berlokasi di Sidoarjo dan Serang.
- Penjualan AVIA terdiri dari segmen solusi arsitektur (~80%) dan barang dagangan (~20%).
- Avian Innovation Center (AIC) seluas 5.000 meter persegi telah beroperasi sejak 2020.
- AVIA tercatat di BEI pada 8 Desember 2021 dengan kode saham AVIA.

### Analytical scenarios

- **Penurunan skor ESG Risk Rating** [derived_calculation, high]: Penurunan skor ESG Risk Rating dari September 2025 ke Juni 2026 adalah 4,4 poin, dihitung sebagai 21,3 - 16,9 = 4,4.
  - Basis: 21,3 - 16,9 = 4,4
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan skor pada 16 September 2025 dan 30 Juni 2026.
- **Dampak terhadap kinerja keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan ESG Risk Rating dapat mencerminkan penguatan tata kelola dan manajemen risiko yang berpotensi mendukung kinerja operasional jangka panjang, namun tidak ada data keuangan dalam dokumen ini untuk mengaitkan secara langsung.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa ESG terintegrasi dengan strategi bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang.
  - Assumptions: Hubungan antara ESG dan kinerja keuangan bersifat tidak langsung dan memerlukan data tambahan.
  - Caveats: Tidak ada angka keuangan dalam dokumen ini untuk mendukung hipotesis.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang diungkapkan dalam dokumen ini.

### Items to monitor

- Peringkat ESG Risk Rating yang membaik dapat meningkatkan persepsi investor terhadap manajemen risiko perusahaan, namun tidak ada dampak langsung terhadap harga saham yang dapat dipastikan.

---

## JPFA

**Window:** 2026-08-24 → 2026-08-25

**Announcements:** 1

### Overview

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mengumumkan wafatnya Komisaris Utama (Presiden Komisaris), Bapak H. Syamsir Siregar, pada 25 Agustus 2026. Perusahaan menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Jumlah anggota Dewan Komisaris saat ini masih memenuhi ketentuan yang berlaku, dan perubahan susunan Dewan Komisaris akan dilakukan pada RUPS terdekat. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal atas peristiwa tersebut.

### Material changes

- Komisaris Utama (Presiden Komisaris) PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Bapak H. Syamsir Siregar, meninggal dunia pada 25 Agustus 2026.
- Perusahaan menyatakan tidak ada dampak dari kejadian ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Jumlah anggota Dewan Komisaris saat ini masih memenuhi peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku serta anggaran dasar Perseroan.
- Perubahan susunan Dewan Komisaris akan dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat.

### Management / control changes

- Wafatnya Komisaris Utama (Presiden Komisaris) Bapak H. Syamsir Siregar pada 25 Agustus 2026.
- Rencana perubahan susunan Dewan Komisaris pada RUPS terdekat; calon pengganti belum diumumkan.

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi disampaikan sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015, Peraturan I-E, dan Anggaran Dasar Perseroan.

### Analytical scenarios

- **Wafatnya Komisaris Utama** [explicit_fact, high]: Bapak H. Syamsir Siregar meninggal dunia pada 25 Agustus 2026 saat menjabat sebagai Komisaris Utama JPFA.
  - Basis: Lampiran 1: 'Bapak H. Syamsir Siregar yang menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan meninggal dunia pada hari ini Selasa, 25 Agustus 2026.'
- **Dampak yang dinyatakan** [explicit_fact, high]: Perusahaan menyatakan tidak ada dampak dari kejadian ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dokumen utama: bagian 'Dampak kejadian...' diisi dengan tanda '-'.
- **Kepatuhan jumlah Dewan Komisaris** [explicit_fact, high]: Jumlah anggota Dewan Komisaris saat ini masih memenuhi peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku serta anggaran dasar Perseroan.
  - Basis: Lampiran 1: 'Saat ini jumlah anggota Dewan Komisaris Perseroan masih memenuhi peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku serta anggaran dasar Perseroan.'
- **Potensi perubahan susunan Dewan Komisaris** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan Dewan Komisaris akan dilakukan pada RUPS terdekat, namun belum ada informasi mengenai calon pengganti atau jadwal RUPS.
  - Basis: Lampiran 1: 'Perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan akan dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan terdekat.'
  - Assumptions: Perubahan susunan dewan akan mencakup pengangkatan Komisaris Utama baru.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai calon pengganti atau waktu RUPS.

### Risks / uncertainties

- Nama Presiden Komisaris yang wafat tidak disebutkan dalam dokumen utama, tetapi disebutkan dalam lampiran sebagai H. Syamsir Siregar.
- Jadwal RUPS terdekat untuk perubahan susunan Dewan Komisaris belum diumumkan.
- Calon pengganti Komisaris Utama belum diumumkan.
- Lampiran yang disebutkan (Disc-Demise of President Commissioner 20260825.pdf) tidak disertakan dalam teks yang dianalisis, sehingga detail tambahan tidak dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Perubahan susunan Dewan Komisaris pada RUPS terdekat dapat mempengaruhi tata kelola perusahaan, namun belum ada informasi mengenai calon pengganti atau dampak operasional.
- Tidak ada dampak keuangan yang dinyatakan oleh perusahaan.

---

## VISI

**Window:** 2026-08-24 → 2026-08-25

**Announcements:** 4

### Overview

Pada periode 24–25 Agustus 2026, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) mengumumkan serangkaian aksi korporasi besar yang saling terkait: (1) rencana RUPSLB dan RUPS Independen pada 30 September 2026; (2) rencana Penambahan Modal Tanpa HMETD (private placement) maksimum 307,5 juta saham baru (10% modal ditempatkan); (3) rencana perubahan kegiatan usaha dari perdagangan besar menjadi perusahaan induk (holding company) serta pengambilalihan PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC) senilai Rp286 miliar (159,63% ekuitas per 31 Desember 2025); dan (4) rencana right issue (PMHMETD I) untuk mendanai investasi. Aksi ini menandai transformasi strategis VISI ke sektor kesehatan, namun masih bersifat rencana yang memerlukan persetujuan RUPSLB/RUPS Independen dan belum ada kepastian harga, jumlah saham right issue, maupun calon pembeli private placement.

### Material changes

- Perubahan kegiatan usaha utama dari perdagangan besar (KBLI 46900) menjadi perusahaan induk (KBLI 64210) sesuai POJK 17/2020.
- Pengambilalihan PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC) senilai Rp286 miliar, memberikan kendali 72,91% kepada VISI.
- Rencana penerbitan saham baru maksimum 307.500.000 saham (10% modal ditempatkan) melalui private placement.
- Rencana right issue (PMHMETD I) untuk mendanai investasi, rincian belum diungkapkan.
- Konversi utang HMBC sebesar Rp33,447 miliar menjadi saham baru HMBC.
- Perubahan arah bisnis ke sektor kesehatan (healthcare) sebagai holding company.

### Key financial figures

- **Nilai transaksi pengambilalihan HMBC:** 286.000.000.000 (2026-08-20)
- **Ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025:** 179.162.173.961 (2025-12-31)
- **Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas:** 159,63% (per 31 Desember 2025)
- **Nilai pasar 100% ekuitas HMBC:** 110.063.000.000 (2026-04-30)
- **Nilai pasar per saham HMBC:** 1.898.234 (2026-04-30)
- **Total aset HMBC:** 365.319.474.301 (2026-04-30)
- **Total liabilitas HMBC:** 335.058.396.262 (2026-04-30)
- **Total ekuitas HMBC:** 30.261.078.039 (2026-04-30)
- **Pendapatan HMBC:** 75.460.125.717 (periode berakhir 2026-04-30)
- **Laba bersih periode berjalan HMBC:** -12.344.513.561 (periode berakhir 2026-04-30)
- **Total nilai utang yang dikonversi:** 33.447.000.000 (hingga 31 Desember 2025)
- **Nilai penerbitan saham baru HMBC:** 255.000.000.000 (perjanjian 20 Agustus 2026)
- **Nilai pengambilalihan saham dari HMUG:** 31.000.000.000 (perjanjian 20 Agustus 2026)
- **Kebutuhan modal kerja Mei-Des 2026:** 27.276.000.000 (Mei-Desember 2026)
- **Proyeksi pendapatan 2026:** 247.923.000.000 (Mei-Des 2026)
- **Proyeksi pendapatan 2031:** 712.083.000.000 (Jan-Des 2031)
- **Proyeksi laba bersih 2026:** 13.407.000.000 (Mei-Des 2026)
- **Proyeksi laba bersih 2031:** 115.979.000.000 (Jan-Des 2031)
- **NPV:** 544.684.000.000 (proyeksi 2026-2031)
- **IRR:** 36.31% (proyeksi 2026-2031)
- **Profitability Index:** 3.19 (proyeksi 2026-2031)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh:** 3.075.000.000 (30 Juni 2026)
- **Modal dasar:** 9.840.000.000 (30 Juni 2026)
- **Jumlah saham baru PMTHMETD:** 307.500.000 (Rencana)

### Corporate actions

- RUPSLB dan RUPS Independen dijadwalkan 30 September 2026 pukul 09:00 WIB secara elektronik melalui eASY.KSEI.
- Penambahan Modal Tanpa HMETD (private placement) maksimum 307.500.000 saham baru (10% modal ditempatkan), nominal Rp25/saham.
- Perubahan kegiatan usaha menjadi perusahaan induk (holding company) sesuai POJK 17/2020.
- Pengambilalihan HMBC melalui penerbitan 142.393 saham baru (65%) dan pembelian 17.325 saham dari PT Hasna Medika Utama Group (7,91%), total kepemilikan 72,91%.
- Konversi utang HMBC sebesar Rp33,447 miliar menjadi 18.692 saham baru HMBC.
- Rencana right issue (PMHMETD I) untuk mendanai investasi, rincian belum diungkapkan.

### Expansion projects

- Ekspansi ke sektor kesehatan melalui akuisisi HMBC yang mengoperasikan 2 rumah sakit jantung dan 11 klinik di Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Bali.
- Proyeksi capex 2026-2031: Rp278,879 miliar (2026), Rp89,491 miliar (2027), Rp71,913 miliar (2028), Rp57,386 miliar (2029), Rp91,638 miliar (2030), Rp94,808 miliar (2031).
- Pendanaan investasi dari PMHMETD I (right issue) dan modal sendiri; kebutuhan modal kerja Mei-Des 2026 Rp27,276 miliar.
- Fase: penandatanganan CSSA/CSPA 20 Agustus 2026, persetujuan RUPSLB 30 September 2026, target pelaksanaan Kuartal-4 2026 selambat-lambatnya 23 Oktober 2026.

### Management / control changes

- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris per 10 Juni 2026: Komisaris Utama Uriep Budhi Prasetyo, Komisaris dr. Kartika Maria Okky Simanjuntak, Direktur Utama David Dwiputra, Direktur Hendra Budianto.
- Perubahan kegiatan usaha menjadi perusahaan induk mengindikasikan perubahan arah bisnis.
- Pengambilalihan HMBC akan memberikan kendali 72,91% kepada VISI.

### Capital structure

- Penerbitan maksimum 307.500.000 saham baru (10% modal ditempatkan) melalui private placement.
- Dilusi maksimum 10% bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi.
- Proforma kepemilikan setelah PMTHMETD: PT Harmoni Semesta Investama 56,2182%, PT Atlas Raya Abadi 9,2364%, PT Trinugaraha Thohir Harmoni 7,2727%, David Dwiputra 0,0032%, Masyarakat 18,1787%, PMTHMETD 9,0909%.
- Struktur kepemilikan per 30 Juni 2026: PT Harmoni Semesta Investama 61,84%, PT Atlas Raya Abadi 10,16%, PT Trinugaraha Thohir Harmoni 8,00%, David Dwiputra 0,0035%, Masyarakat 19,9965%.
- Modal dasar 9.840.000.000 saham, modal ditempatkan 3.075.000.000 saham, saham portepel 6.765.000.000 saham per 30 Juni 2026.
- Proforma modal ditempatkan setelah PMTHMETD: 3.382.500.000 saham.

### Listing / regulatory

- Transaksi material sesuai POJK 17/2020, memerlukan persetujuan RUPSLB.
- RUPS Independen sesuai POJK 15/2020 dan Pasal 23 ayat (9) Anggaran Dasar.
- Rapat dilaksanakan secara elektronik sesuai POJK 14/2025 melalui eASY.KSEI.
- PMTHMETD tunduk pada POJK 32/2015 jo. POJK 14/2019 dan Peraturan BEI No. I-A.
- Harga pelaksanaan private placement minimal 90% rata-rata harga penutupan 25 hari bursa sebelum permohonan pencatatan.
- Pengumuman pelaksanaan PMTHMETD paling lambat 5 hari kerja sebelum pelaksanaan.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen** [explicit_fact, high]: VISI akan mengadakan RUPSLB dan RUPS Independen pada 30 September 2026 pukul 09:00 WIB di Function Hall Gedung Artha Graha Lantai LG, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta, secara elektronik melalui eASY.KSEI.
  - Basis: Dokumen pengumuman RUPS halaman 1
- **Rencana PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Perseroan berencana menerbitkan maksimum 307.500.000 saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham, setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
  - Basis: Dokumen lampiran 1 halaman 7
- **Nilai transaksi dan materialitas** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi pengambilalihan HMBC Rp286 miliar, ekuitas Perseroan Rp179,16 miliar, rasio 159,63% (eksplisit dalam dokumen).
  - Basis: Nilai transaksi Rp286.000.000.000; Ekuitas Perseroan Rp179.162.173.961; Rasio 159,63%
- **Nilai nominal total saham baru PMTHMETD** [derived_calculation, high]: Nilai nominal total saham baru adalah 307.500.000 saham × Rp25 = Rp7.687.500.000.
  - Basis: Jumlah saham baru 307.500.000; Nilai nominal Rp25 per saham
  - Assumptions: Perhitungan sederhana
- **Proforma modal ditempatkan setelah PMTHMETD** [derived_calculation, high]: Proforma modal ditempatkan setelah PMTHMETD adalah 3.075.000.000 + 307.500.000 = 3.382.500.000 saham.
  - Basis: Modal ditempatkan sebelum 3.075.000.000; Saham baru 307.500.000
  - Assumptions: Asumsi seluruh saham baru diambil bagian
- **Dilusi maksimum** [derived_calculation, medium]: Dilusi maksimum bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi adalah 10%, sesuai dengan proporsi saham baru terhadap modal ditempatkan setelah penerbitan (307.500.000 / 3.382.500.000 = 9,09%).
  - Basis: Jumlah saham baru 307.500.000; Proforma modal ditempatkan 3.382.500.000
  - Assumptions: Dilusi dihitung berdasarkan proporsi saham baru terhadap total saham setelah penerbitan
  - Caveats: Dokumen menyatakan dilusi maksimum 10%, namun perhitungan proporsional menunjukkan 9,09% jika seluruh saham baru diterbitkan.
- **Agenda RUPS tidak diungkapkan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen pengumuman RUPS tidak menyebutkan agenda spesifik. RUPSLB dan RUPS Independen biasanya membahas aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, transaksi material, atau restrukturisasi, namun hal ini belum dapat dikonfirmasi.
  - Basis: Dokumen pengumuman RUPS halaman 1; Tidak ada agenda yang tercantum
  - Assumptions: Agenda akan diumumkan dalam pemanggilan rapat 8 September 2026.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didasarkan pada informasi eksplisit dalam dokumen; agenda rapat tidak tersedia.
- **Risiko eksekusi transaksi** [analyst_hypothesis, medium]: Transaksi bersifat bersyarat (CSSA dan CSPA) dan memerlukan persetujuan RUPSLB, sehingga terdapat risiko tidak terlaksana jika persetujuan tidak diperoleh atau syarat lain tidak terpenuhi.
  - Basis: Perjanjian bersifat conditional; Diperlukan persetujuan RUPSLB
  - Assumptions: Syarat-syarat belum tentu terpenuhi
  - Caveats: Tidak ada rincian syarat-syarat dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB dan RUPS Independen tidak diungkapkan dalam pengumuman awal.
- Calon pembeli saham baru private placement belum ditentukan.
- Harga pelaksanaan private placement dan right issue belum ditetapkan.
- Jumlah saham baru dan harga pelaksanaan right issue (PMHMETD I) tidak diungkapkan.
- HMBC mengalami rugi bersih pada periode berjalan (Rp12,34 miliar) dan pembanding (Rp22,80 miliar).
- Akta perubahan anggaran dasar No. 66/2023 dan No. 206/2024 belum diumumkan dalam BNRI, meskipun Perseroan menyatakan bukan pelanggaran.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPS pada 8 September 2026 yang diharapkan memuat agenda dan mata acara.
- Keputusan RUPSLB dan RUPS Independen pada 30 September 2026.
- Pengumuman harga pelaksanaan dan jumlah saham right issue (PMHMETD I).
- Identitas calon pembeli saham baru private placement.
- Rincian penggunaan dana hasil private placement dan right issue.
- Status pengumuman akta perubahan anggaran dasar di BNRI.
