# Digest emiten IDX · 26–27 Agustus 2026

**Covered:** 2026-08-26 → 2026-08-27
**Saved windows:** 1 (2026-08-26 → 2026-08-27)
**Companies:** 88

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## ACES

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 26–27 Agustus 2026, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menerbitkan dua pengumuman terkait rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan (Public Expose Live 2026). Pengumuman pertama (20260827163634-043/IR-FIN/AHI/8/26_id-id) berisi pemberitahuan rencana acara, dan pengumuman kedua (20260827170647-043a/IR-FIN/AHI/8/26_id-id) merupakan koreksi atas surat pertama dengan nomor yang sama. Kedua pengumuman tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, perubahan struktur modal, perubahan pengurus, atau transaksi aset. Acara dijadwalkan pada 10 September 2026 secara virtual, dengan agenda laporan kinerja Semester I 2026 serta prospek dan strategi usaha. Pentingnya secara korporasi terletak pada pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi sesuai Peraturan BEI No. I-E, serta menjadi sarana komunikasi manajemen dengan investor, meskipun belum ada informasi material baru yang diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Live 2026 sebagai pemenuhan ketentuan Peraturan BEI No. I-E (Surat Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025) tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Analytical scenarios

- **Rencana Public Expose Tahunan** [explicit_fact, high]: ACES mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Live 2026 pada 10 September 2026 pukul 14.00-15.00 WIB secara virtual melalui website idx.co.id. Agenda meliputi Laporan Kinerja Semester I 2026 dan Prospek dan Strategi Usaha. Pembicara: Gregory Sugyono Widajaja (Direktur) dan Billy Utama Suria (Head of Investor Relations). Materi disampaikan selambat-lambatnya 7 September 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260827163634-043/IR-FIN/AHI/8/26_id-id; Pengumuman 20260827170647-043a/IR-FIN/AHI/8/26_id-id
- **Koreksi pengumuman** [explicit_fact, high]: Pengumuman kedua merupakan koreksi atas surat sebelumnya dengan nomor 043/IR-FIN/AHI/8/26 tanggal 27 Agustus 2026. Koreksi memperjelas bahwa acara adalah Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026 dan menambahkan identitas pengirim dokumen (Billy Utama Suria, Head of Corporate Secretary & Investor Relation). Tidak ada perubahan pada jadwal, agenda, atau pembicara.
  - Basis: Pengumuman 20260827170647-043a/IR-FIN/AHI/8/26_id-id
- **Jarak waktu antara pengumuman dan acara** [derived_calculation, medium]: Jarak waktu antara tanggal pengumuman (27 Agustus 2026) dan pelaksanaan acara (10 September 2026) adalah 14 hari kalender. Jarak antara batas akhir penyampaian materi (7 September 2026) dan acara adalah 3 hari kalender, sesuai dengan ketentuan '3 hari bursa sebelum acara' yang disebutkan dalam pengumuman.
  - Basis: Pengumuman 20260827163634-043/IR-FIN/AHI/8/26_id-id; Pengumuman 20260827170647-043a/IR-FIN/AHI/8/26_id-id
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan tanggal kalender, bukan hari bursa.
  - Caveats: Perhitungan ini hanya ilustrasi; ketentuan resmi menggunakan 'hari bursa' yang mungkin berbeda dari hari kalender.
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose Tahunan ini kemungkinan ditujukan untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia dan memberikan kesempatan kepada investor untuk bertanya langsung mengenai kinerja dan strategi perusahaan. Namun, dokumen ini hanya berisi pemberitahuan rencana acara, bukan materi presentasi, sehingga belum ada data kinerja atau strategi yang dapat dianalisis.
  - Basis: Agenda yang diumumkan mencakup laporan kinerja dan prospek usaha, yang merupakan topik umum dalam Public Expose.
  - Assumptions: Perusahaan beroperasi normal dan tidak dalam kondisi suspensi atau masalah kepatuhan yang menghalangi penyelenggaraan acara.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dalam dokumen yang mengonfirmasi tujuan spesifik selain yang tercantum dalam agenda.
- **Kinerja keuangan Semester I 2026** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose ini akan menjadi sarana bagi manajemen untuk mengumumkan kinerja Semester I 2026, namun tidak ada angka spesifik yang diungkapkan dalam pengumuman ini. Belum ada data keuangan yang tersedia untuk dianalisis.
  - Basis: Agenda acara mencakup Laporan Kinerja Semester I Tahun 2026.
  - Assumptions: Manajemen akan menyajikan data keuangan dan operasional dalam materi presentasi.
  - Caveats: Belum ada data keuangan yang tersedia dalam dokumen ini.
- **Prospek dan strategi usaha** [analyst_hypothesis, low]: Bagian agenda 'Prospek dan Strategi Usaha' mengindikasikan bahwa manajemen akan memberikan panduan atau arah strategis ke depan, namun detailnya belum diungkapkan. Belum ada informasi spesifik mengenai rencana ekspansi, target pertumbuhan, atau inisiatif strategis lainnya.
  - Basis: Agenda acara mencakup Prospek dan Strategi Usaha.
  - Assumptions: Manajemen akan membahas rencana ekspansi, target pertumbuhan, atau inisiatif strategis lainnya.
  - Caveats: Tidak ada informasi spesifik dalam dokumen ini.

### Items to monitor

- Materi Public Expose yang akan disampaikan pada 7 September 2026, yang mungkin memuat data kinerja Semester I 2026 dan prospek usaha.
- Pelaksanaan Public Expose Live 2026 pada 10 September 2026, yang dapat menjadi sumber informasi tambahan bagi investor.
- Laporan keuangan berkala atau pengumuman lain yang mungkin diterbitkan setelah Public Expose untuk mengonfirmasi kinerja dan strategi.

---

## ADHI

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 26–27 Agustus 2026, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat administratif dan kepatuhan: (1) rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026 yang dijadwalkan pada 9 September 2026, dan (2) penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) 2026 yang telah dimuat pada 24 Agustus 2026 di tiga kanal. Kedua pengumuman tidak memuat data keuangan, angka material, agenda RUPSLB, atau aksi korporasi spesifik. Pentingnya secara korporasi terletak pada pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi dan komunikasi dengan pemangku kepentingan, serta sinyal adanya agenda luar biasa yang belum diungkapkan.

### Corporate actions

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 (jadwal 9 September 2026) - bersifat administratif, bukan aksi korporasi.
- Penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB 2026 - administratif, agenda tidak diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sesuai Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi (Surat Keputusan BEI Nomor KEP-00087/BEI/12-2025).
- Pemenuhan kewajiban penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB kepada OJK dan BEI sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Jadwal Public Expose Tahunan** [explicit_fact, high]: ADHI akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026 pada Rabu, 9 September 2026, pukul 16.00-17.00 WIB, secara live melalui website idx.co.id. Agenda meliputi laporan kinerja Semester I 2026, prospek dan strategi usaha, serta lain-lain.
  - Basis: Pengumuman 20260826135650-347/SP-VIII/2026_id-id
- **Publikasi iklan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Iklan pengumuman RUPSLB 2026 telah dimuat pada 24 Agustus 2026 di tiga media: website eASY.KSEI, website Bursa Efek Indonesia, dan website Perseroan. Bukti iklan disampaikan kepada OJK dan BEI pada 26 Agustus 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260826171821-350/SP-VIII/2026_id-id
- **Jarak waktu antara publikasi iklan dan penyampaian bukti** [derived_calculation, high]: Iklan RUPSLB dimuat pada 24 Agustus 2026 dan bukti iklan disampaikan pada 26 Agustus 2026, sehingga terdapat selisih 2 hari kalender antara publikasi dan penyampaian bukti.
  - Basis: Pengumuman 20260826171821-350/SP-VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Kedua tanggal dihitung sebagai hari kalender.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai batas waktu regulasi yang berlaku.
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memberikan informasi kinerja dan prospek usaha kepada investor dan pemegang saham. Agenda yang diumumkan mencakup laporan kinerja Semester I 2026 dan prospek strategi usaha, yang mengindikasikan fokus pada transparansi dan komunikasi dengan pemangku kepentingan.
  - Basis: Agenda yang tercantum dalam pengumuman 20260826135650-347/SP-VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Public Expose adalah forum komunikasi rutin antara emiten dan investor.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai isi presentasi atau materi yang akan disampaikan.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, perubahan pengurus, aksi korporasi, atau transaksi material, namun dokumen ini tidak menyebutkan agenda spesifik.
  - Basis: Pengumuman 20260826171821-350/SP-VIII/2026_id-id
  - Assumptions: RUPSLB biasanya untuk agenda luar biasa.
  - Caveats: Agenda tidak diungkapkan dalam dokumen; perlu merujuk pada pengumuman RUPSLB resmi.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga tidak dapat dipastikan aksi korporasi yang akan dibahas.
- Tanggal pelaksanaan RUPSLB tidak disebutkan.
- Tanggal pada situs BEI terbaca '2 Agus 2026' yang tidak konsisten dengan tanggal surat (26 Agustus 2026); perlu verifikasi apakah tanggal tersebut adalah tanggal publikasi atau tanggal lain.
- Tidak ada informasi keuangan, kinerja, prospek, strategi, atau angka material dalam kedua pengumuman.

### Items to monitor

- Materi presentasi Public Expose Tahunan pada 9 September 2026, terutama laporan kinerja Semester I 2026 dan prospek strategi usaha.
- Pengumuman resmi RUPSLB yang memuat agenda, tanggal pelaksanaan, dan materi terkait.
- Verifikasi tanggal pada situs BEI terkait pemberitahuan rencana RUPSLB (terbaca '2 Agus 2026').

---

## AEGS

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk. (AEGS) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham AEGS. Dalam tanggapannya, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak memiliki informasi material yang belum diungkapkan, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana mengubah kepemilikan saham. Perseroan juga menyatakan saham pendiri tidak berubah jumlahnya dan pergerakan harga saham merupakan transaksi pasar bebas yang tidak berafiliasi dengan perseroan. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan bursa, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material lainnya.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal (jawaban atas pertanyaan 1 dan 2).
- Perseroan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024 (jawaban atas pertanyaan 3).
- Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa, paling tidak dalam 3 bulan mendatang (jawaban atas pertanyaan 4).
- Perseroan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting (material) yang belum diungkapkan kepada publik (jawaban atas pertanyaan 5).
- Pemegang saham utama perseroan belum memiliki rencana untuk mengubah kepemilikan sahamnya (jawaban atas pertanyaan 6).
- Saham-saham pendiri tidak mengalami perubahan jumlah, sehingga pergerakan harga saham AEGS merupakan transaksi jual beli saham di pasar bebas yang tidak berafiliasi dengan perseroan (klaim emiten).

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal atau kepemilikan yang diungkapkan; emiten menyatakan saham pendiri tidak berubah jumlahnya (klaim emiten).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI melalui surat nomor S-10967/BEI.PP3/08-2026 (tanggal surat tidak tercantum dalam dokumen).
- Tanggapan emiten atas permintaan penjelasan bursa terkait volatilitas transaksi saham AEGS.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.
  - Basis: Jawaban pertanyaan 4: 'Perseroan saat ini belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi.'
- **Tidak ada informasi material yang belum diungkapkan** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian material yang belum diungkapkan kepada publik.
  - Basis: Jawaban pertanyaan 5: 'Perseroan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting (material) yang belum diungkapkan kepada publik.'
- **Pemegang saham utama tidak berencana mengubah kepemilikan** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama belum memiliki rencana untuk mengubah kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban pertanyaan 6: 'Pemegang saham utama Perseroan belum memiliki rencana untuk mengubah kepemilikan sahamnya.'
- **Saham pendiri tidak berubah** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan saham-saham pendiri tidak mengalami perubahan jumlah, sehingga pergerakan harga saham AEGS merupakan transaksi pasar bebas yang tidak berafiliasi dengan perseroan.
  - Basis: Informasi lainnya: 'Saham-saham pendiri kami tidak mengalami perubahan jumlahnya, sehingga semua pergerakan harga saham AEGS yang terjadi merupakan transaksi jual beli saham market / pasar bebas yang tidak berafiliasi dengan kami.'
- **Volatilitas saham AEGS** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi saham AEGS yang menjadi dasar permintaan penjelasan BEI mungkin disebabkan oleh aktivitas pasar bebas, namun penyebab pastinya tidak dapat dipastikan dari dokumen ini.
  - Basis: Perseroan menyatakan tidak mengetahui informasi material dan mengaitkan pergerakan harga dengan transaksi pasar bebas.
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan yang tersedia untuk mengidentifikasi penyebab volatilitas.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data transaksi atau analisis pasar.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat permintaan BEI tidak tercantum dalam dokumen (tertulis 'null'), sehingga ketidakjelasan tanggal dapat mempengaruhi verifikasi kronologi.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak serta-merta menegaskan tidak adanya fakta material; hanya menyatakan ketidaktahuan emiten.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; emiten menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi.

---

## AIMS

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) mengumumkan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025. Rapat akan diselenggarakan pada 17 September 2026 pukul 10.00 WIB secara hybrid di The Tribrata Darmawangsa Jakarta dan melalui eASY.KSEI. Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam DPS pada 24 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Agenda rapat meliputi pengesahan laporan tahunan dan keuangan, penetapan laba rugi, remunerasi pengurus, dan penunjukan akuntan publik. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau transaksi aset yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- RUPST dijadwalkan pada Kamis, 17 September 2026, pukul 10.00 WIB, di Chora 1 & 2, Level 2 The Tribrata, Darmawangsa Jakarta, dan melalui video conference eASY.KSEI.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir adalah 24 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB.
- Batas akhir penyerahan surat kuasa kepada BAE PT Sinartama Gunita adalah 16 September 2026, pukul 16.00 WIB.
- Agenda RUPST: (1) Persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan tahun buku 2025, serta pemberian acquit et de charge kepada Direksi dan Dewan Komisaris; (2) Penetapan laba rugi tahun buku 2025; (3) Penetapan gaji dan tunjangan Direksi dan Dewan Komisaris; (4) Penunjukan Akuntan Publik untuk tahun buku 2026.
- Pemanggilan RUPST dilakukan sesuai POJK No. 15/2020, khususnya Pasal 52 ayat (1), dan penunjukan akuntan publik mengacu pada POJK No. 9 Tahun 2025.
- Surat pemberitahuan penyelenggaraan RUPS No. 002/-PRUPS-AIMS/VIII/2026 tanggal 11 Agustus 2026.

### Corporate actions

- RUPST untuk tahun buku 2025, dengan agenda rutin tahunan (pengesahan laporan, penetapan laba, remunerasi, dan auditor). Tidak ada aksi korporasi lain seperti dividen, rights issue, atau saham bonus yang diumumkan.

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPST dilakukan sesuai POJK No. 15/2020, khususnya Pasal 52 ayat (1).
- Penunjukan Akuntan Publik untuk tahun buku 2026 mengacu pada POJK No. 9 Tahun 2025.

### Analytical scenarios

- **Potensi pembagian dividen** [analyst_hypothesis, low]: Agenda 'Penetapan laba rugi' dan 'Persetujuan Penggunaan Laba Bersih' (pada pengumuman utama) dapat mengindikasikan potensi pembagian dividen atau alokasi laba ditahan, namun dokumen tidak memberikan rincian jumlah atau kebijakan dividen.
  - Basis: Agenda No. 2: Penetapan laba rugi tahun buku 2025; Agenda No. 3 (pengumuman utama): Persetujuan Penggunaan Laba Bersih
  - Assumptions: Penggunaan laba bersih dapat mencakup dividen atau laba ditahan
  - Caveats: Tidak ada angka atau usulan dividen dalam dokumen
- **Laporan realisasi penggunaan dana** [analyst_hypothesis, low]: Adanya agenda 'Persetujuan Laporan Realisasi Penggunaan Dana' menunjukkan bahwa emiten memiliki dana dari penawaran umum atau aksi korporasi lain yang realisasinya perlu dilaporkan dan disetujui RUPS. Namun, dokumen tidak menyebutkan jenis dana atau jumlahnya.
  - Basis: Agenda No. 3 (pengumuman utama): Persetujuan Laporan Realisasi Penggunaan Dana
  - Assumptions: Dana berasal dari penawaran umum atau aksi korporasi sebelumnya
  - Caveats: Tidak ada rincian sumber dana atau nilai dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai laba bersih, dividen, atau realisasi penggunaan dana dalam dokumen ini.
- Agenda RUPS tidak mencantumkan rincian lebih lanjut mengenai penggunaan laba bersih atau laporan realisasi dana, sehingga keputusan yang akan diambil belum dapat diprediksi.
- Dokumen tidak menyebutkan adanya perubahan pengurus, pengendali, atau aksi korporasi lain seperti rights issue, merger, atau akuisisi.
- Tidak ada informasi mengenai calon akuntan publik yang akan ditunjuk.
- Tidak ada informasi mengenai usulan remunerasi spesifik untuk Direksi dan Dewan Komisaris.

### Items to monitor

- Pemegang saham perlu memperhatikan tanggal DPS (24 Agustus 2026) untuk hak hadir dalam RUPST.
- Keputusan RUPST terkait penggunaan laba bersih dapat mempengaruhi kebijakan dividen, namun belum ada indikasi jumlah.
- Penunjukan akuntan publik baru untuk tahun buku 2026 dapat mempengaruhi kualitas audit, namun belum ada nama calon.

---

## AMAR

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) menyampaikan bukti iklan Pemberitahuan RUPSLB yang diiklankan di website Bursa Efek Indonesia dan website perusahaan pada 24 Agustus 2026. RUPSLB dijadwalkan pada September 2026, namun agenda dan tanggal pasti tidak diungkapkan dalam dokumen. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat informasi keuangan atau aksi korporasi spesifik.

### Material changes

- Penyampaian bukti iklan Pemberitahuan RUPSLB oleh PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) melalui surat nomor 63/SRT-CS/VIII/2026.
- Iklan Pemberitahuan RUPSLB diterbitkan pada media: Website Bursa Efek Indonesia & Website PT Bank Amar Indonesia Tbk, dengan tanggal penerbitan 24 Agustus 2026.
- Pengumuman RUPSLB dijadwalkan pada September 2026 (bulan, tanpa tanggal spesifik).
- Corporate Secretary yang menandatangani: Elsa Enda Dwita Purba.
- Tanggal dan waktu penyampaian dokumen: 26-08-2026 13:46.

### Listing / regulatory

- Pemenuhan kewajiban penyampaian bukti iklan pengumuman RUPSLB kepada BEI.

### Analytical scenarios

- **Pengumuman RUPSLB** [explicit_fact, high]: Emiten menyampaikan bukti iklan Pemberitahuan RUPSLB yang diiklankan di website BEI dan website perusahaan pada 24 Agustus 2026, dengan RUPSLB dijadwalkan September 2026.
  - Basis: Surat nomor 63/SRT-CS/VIII/2026; Tanggal penerbitan iklan: 24 Agustus 2026; Jadwal RUPSLB: September 2026
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya digunakan untuk aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penggabungan, atau transaksi material. Namun, tanpa agenda resmi, tidak dapat dipastikan substansinya.
  - Basis: Jadwal RUPSLB September 2026
  - Assumptions: RUPSLB umumnya membahas hal-hal luar biasa yang memerlukan persetujuan RUPS
  - Caveats: Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen ini; informasi hanya berasal dari judul 'Pemberitahuan RUPSLB'.

### Risks / uncertainties

- Tanggal pasti RUPSLB tidak disebutkan, hanya bulan September 2026.
- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen ini.

---

## ANTM

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan digelar pada Kamis, 10 September 2026, pukul 16.00 WIB, secara virtual melalui 'Public Expose Live 2026' di website IDX. Agenda meliputi paparan kinerja Semester I 2026 dan konferensi pers. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat data keuangan atau aksi korporasi.

### Material changes

- PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose akan diselenggarakan pada hari Kamis, 10 September 2026, pukul 16:00 WIB sampai selesai.
- Acara akan diselenggarakan secara virtual melalui 'Public Expose Live 2026' yang tercantum pada website www.idx.co.id.
- Agenda Public Expose meliputi: 1) Paparan Kinerja Semester I Tahun 2026; 2) Press Conference.
- Pembicara adalah perwakilan manajemen Perusahaan.
- Pengumuman ditandatangani oleh Wisnu Danandi Haryanto selaku Corporate Secretary Division Head.
- Pengumuman dikirim melalui sistem pelaporan elektronik pada 27 Agustus 2026 pukul 15:26.
- Surat pemberitahuan rencana Public Expose tertanggal 26 Agustus 2026 dengan nomor 5103/692/DCS/2026.
- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 merupakan kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan Nomor I-E (Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025).

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, sebagai kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan Nomor I-E (Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025).

### Analytical scenarios

- **Ketersediaan data kinerja** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini hanya berisi pengumuman jadwal Public Expose, tanpa data kinerja atau angka keuangan. Informasi kinerja Semester I 2026 akan dipaparkan pada acara tersebut, namun belum tersedia dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda Public Expose mencakup 'Paparan Kinerja Semester I Tahun 2026'
  - Assumptions: Paparan kinerja akan berisi data keuangan dan operasional ANTM untuk periode Semester I 2026.
  - Caveats: Tidak ada angka atau rincian kinerja yang disebutkan dalam dokumen ini.

---

## ARKO

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) melalui anak usahanya, PT Endorshine Energi Matahari (EEM), menandatangani Perjanjian Sewa Operasional (Operational Lease Agreement) untuk penjualan listrik tenaga surya dengan tiga perusahaan pada 25 Agustus 2026. Total kapasitas PLTS yang dikontrak adalah 34 MWp dan total kapasitas BESS 28,3 MWh. Perjanjian ini merupakan langkah strategis diversifikasi ke segmen PLTS dan dinyatakan berdampak positif oleh emiten. Nilai kontrak, durasi, dan syarat-syarat material tidak diungkapkan.

### Material changes

- PT Endorshine Energi Matahari (EEM), anak usaha Perseroan, menandatangani Perjanjian Sewa Operasional untuk jual beli listrik tenaga surya pada 25 Agustus 2026 dengan tiga perusahaan.
- Perjanjian dengan PT Batamindo Investment Cakrawala: kapasitas PLTS 11,5 MWp dan BESS 11,4 MWh.
- Perjanjian dengan PT Bintan Inti Industrial Estate: kapasitas PLTS 12,5 MWp dan BESS 5,6 MWh.
- Perjanjian dengan PT Bintan Resort Cakrawala: kapasitas PLTS 10 MWp dan BESS 11,3 MWh.
- Salinan perjanjian diterima Perseroan pada 26 Agustus 2026.
- Manajemen menyatakan perjanjian ini berdampak positif terhadap kegiatan operasional, keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.

### Expansion projects

- Proyek PLTS dengan BESS di tiga lokasi: Batamindo (11,5 MWp + 11,4 MWh), Bintan Inti (12,5 MWp + 5,6 MWh), Bintan Resort (10 MWp + 11,3 MWh). Total kapasitas PLTS 34 MWp dan BESS 28,3 MWh. Nilai investasi dan sumber dana tidak diungkapkan.

### Analytical scenarios

- **Total kapasitas PLTS dan BESS** [derived_calculation, high]: Total kapasitas PLTS dari ketiga perjanjian adalah 34 MWp (11,5 + 12,5 + 10). Total kapasitas BESS adalah 28,3 MWh (11,4 + 5,6 + 11,3).
  - Basis: Kapasitas PLTS: 11,5 MWp, 12,5 MWp, 10 MWp; Kapasitas BESS: 11,4 MWh, 5,6 MWh, 11,3 MWh
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana dari angka kapasitas yang tertera pada dokumen.
- **Dampak pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Perjanjian ini berpotensi menambah pendapatan berulang dari penjualan listrik, namun nilai kontrak tidak diungkapkan sehingga dampak kuantitatif belum dapat diestimasi.
  - Basis: Pernyataan emiten tentang dampak positif terhadap operasional dan keuangan.
  - Assumptions: Perjanjian sewa operasional menghasilkan pendapatan bagi EEM.
  - Caveats: Tidak ada informasi nilai kontrak, durasi, atau tarif.

### Risks / uncertainties

- Nilai kontrak, durasi, dan syarat-syarat perjanjian tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Dokumen tidak menyebutkan status persetujuan regulator atau izin yang diperlukan.
- Kapasitas proyek dan BESS bersifat indikatif; realisasi dapat berbeda.

### Items to monitor

- Perjanjian ini dapat memperluas portofolio pendapatan ARKO ke segmen PLTS, namun tanpa nilai kontrak, dampak finansial belum dapat diukur.
- Keberhasilan proyek bergantung pada penyelesaian konstruksi dan operasional PLTS.

---

## ARTA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

Arthavest Tbk (ARTA) menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode 6 bulan yang berakhir 30 Juni 2026, yang ditelaah secara terbatas oleh KAP Hendrawinata Hanny Erwin Sumargo dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian dan satu Hal Audit Utama. Total aset turun dari Rp268,12 miliar menjadi Rp252,34 miliar, kas dan setara kas turun drastis dari Rp54,49 miliar menjadi Rp8,64 miliar, sementara aset keuangan FVOCI naik dari Rp13,73 miliar menjadi Rp47,45 miliar. Rugi bersih membesar menjadi Rp9,92 miliar (dari Rp5,34 miliar). Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus yang tercantum dalam laporan.

### Material changes

- Laporan keuangan interim 6 bulan berakhir 30 Juni 2026, ditelaah terbatas oleh KAP Hendrawinata Hanny Erwin Sumargo, opini Wajar Tanpa Modifikasian, 1 Hal Audit Utama, tanggal 14 Agustus 2026.
- Total aset Rp252.343.115.210 (30 Juni 2026) vs Rp268.117.838.702 (31 Desember 2025); total liabilitas Rp6.426.754.183 vs Rp9.038.735.849; total ekuitas Rp245.916.361.027 vs Rp259.079.102.853.
- Kas dan setara kas turun dari Rp54.494.996.422 menjadi Rp8.637.989.452; aset keuangan FVOCI naik dari Rp13.730.220.000 menjadi Rp47.450.040.000.
- Rugi bersih periode berjalan Rp9.921.416.391 (30 Juni 2026) vs Rp5.344.884.713 (30 Juni 2025); rugi komprehensif Rp13.162.741.826 vs Rp3.342.019.161.
- Arus kas operasi negatif Rp7.128.987.904 (2026) vs Rp7.316.307.255 (2025); arus kas investasi negatif Rp38.739.353.522 (termasuk penempatan FVOCI Rp36.985.138.500).
- Pembayaran dividen dari aktivitas pendanaan Rp5.342.617.000 (2026); distribusi dividen kas tercatat Rp12.506.876.900; pembentukan cadangan umum Rp50.000.000.
- Penjualan dan pendapatan usaha Rp26.412.239.708 (2026) vs Rp28.408.637.566 (2025); laba bruto Rp17.869.801.558 vs Rp19.795.837.711.
- Aset tetap nilai buku Rp184.213.762.124 (30 Juni 2026) vs Rp190.761.719.468 (31 Desember 2025); penambahan aset tetap Rp1.770.581.022; aset dalam penyelesaian Rp2.025.468.575 (tidak berubah).
- Persediaan Rp1.383.819.234 (30 Juni 2026) vs Rp1.301.697.473 (31 Desember 2025), tanpa cadangan penurunan nilai.
- Beban pokok penjualan dan pendapatan Rp8.542.438.150 (2026) vs Rp8.612.799.855 (2025); jumlah biaya produksi Rp4.166.951.211 vs Rp3.699.426.636.
- Utang bank jangka pendek dan panjang diungkapkan dengan daftar kreditur (BCA, BRI, Mandiri, dll.) namun nilai saldo tidak tercantum.
- Emiten terdaftar di papan pengembangan BEI; kepatuhan terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.
- Saham biasa Rp89.334.835.000 dan tambahan modal disetor Rp1.116.892.763 tidak berubah; tidak ada penerbitan saham baru atau dividen selain yang tercatat.

### Key financial figures

- **Total aset:** 252343115210 (2026-06-30)
- **Total aset:** 268117838702 (2025-12-31)
- **Total liabilitas:** 6426754183 (2026-06-30)
- **Total liabilitas:** 9038735849 (2025-12-31)
- **Total ekuitas:** 245916361027 (2026-06-30)
- **Total ekuitas:** 259079102853 (2025-12-31)
- **Kas dan setara kas:** 8637989452 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 54494996422 (2025-12-31)
- **Aset keuangan FVOCI:** 47450040000 (2026-06-30)
- **Aset keuangan FVOCI:** 13730220000 (2025-12-31)
- **Rugi bersih:** -9921416391 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Rugi bersih:** -5344884713 (2025-01-01/2025-06-30)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 26412239708 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 28408637566 (2025-01-01/2025-06-30)
- **Laba bruto:** 17869801558 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Laba bruto:** 19795837711 (2025-01-01/2025-06-30)
- **Beban umum dan administrasi:** 28592413126 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Beban umum dan administrasi:** 26921489203 (2025-01-01/2025-06-30)
- **Laba (rugi) sebelum pajak:** -9951067169 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Laba (rugi) sebelum pajak:** -5404750008 (2025-01-01/2025-06-30)
- **Arus kas operasi:** -7128987904 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Arus kas investasi:** -38739353522 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Penempatan aset keuangan FVOCI:** -36985138500 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Pembayaran dividen:** -5342617000 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Aset tetap - nilai buku:** 184213762124 (2026-06-30)
- **Aset tetap - nilai buku:** 190761719468 (2025-12-31)
- **Beban pokok penjualan:** 8542438150 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Beban pokok penjualan:** 8612799855 (2025-01-01/2025-06-30)

### Corporate actions

- Pembentukan cadangan umum Rp50.000.000 (eksplisit).
- Distribusi dividen kas Rp12.506.876.900 (eksplisit).
- Pembayaran dividen dari aktivitas pendanaan Rp5.342.617.000 (eksplisit).

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap Rp1.754.215.022 (2026) vs Rp4.471.139.767 (2025).
- Penambahan aset tetap (nilai perolehan) Rp1.770.581.022; aset dalam penyelesaian Rp2.025.468.575 (tidak berubah).

### Capital structure

- Saham biasa Rp89.334.835.000 dan tambahan modal disetor Rp1.116.892.763 tidak berubah.
- Tidak ada penerbitan saham baru, dividen, atau transaksi saham treasuri pada periode berjalan (semua nol).

### Listing / regulatory

- Emiten terdaftar di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Analytical scenarios

- **Penurunan kas dan kenaikan FVOCI** [explicit_fact, high]: Kas turun dari Rp54,49 miliar menjadi Rp8,64 miliar; aset keuangan FVOCI naik dari Rp13,73 miliar menjadi Rp47,45 miliar.
  - Basis: Kas 31 Des 2025: Rp54.494.996.422; Kas 30 Jun 2026: Rp8.637.989.452; FVOCI 31 Des 2025: Rp13.730.220.000; FVOCI 30 Jun 2026: Rp47.450.040.000
- **Perubahan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset menurun Rp15,77 miliar dari Rp268,12 miliar menjadi Rp252,34 miliar.
  - Basis: Total aset 31 Des 2025: Rp268.117.838.702; Total aset 30 Jun 2026: Rp252.343.115.210
- **Penurunan ekuitas induk** [derived_calculation, high]: Ekuitas induk turun Rp8,55 miliar dari Rp152,87 miliar menjadi Rp144,32 miliar, sama dengan rugi komprehensif yang diatribusikan ke induk.
  - Basis: Ekuitas induk 31 Des 2025: Rp152.870.061.572; Ekuitas induk 30 Jun 2026: Rp144.320.284.070; Rugi komprehensif induk: Rp8.549.777.502
  - Assumptions: Tidak ada transaksi ekuitas lain
- **Penurunan kas vs arus kas** [derived_calculation, high]: Penurunan kas Rp45,86 miliar mendekati arus kas bersih negatif Rp45,87 miliar; selisih Rp11,33 juta sesuai efek kurs.
  - Basis: Kas awal: Rp54.494.996.422; Kas akhir: Rp8.637.989.452; Arus kas bersih: Rp45.868.341.426; Efek kurs: Rp11.334.456
- **Penggunaan kas untuk investasi FVOCI** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan kas yang signifikan bersamaan dengan kenaikan FVOCI dan penempatan FVOCI Rp36,99 miliar mengindikasikan penggunaan kas untuk investasi instrumen keuangan.
  - Basis: Penurunan kas Rp45,86 miliar; Penempatan FVOCI Rp36,99 miliar
  - Assumptions: Dana kas digunakan untuk membeli aset keuangan
  - Caveats: Detail transaksi tidak diungkapkan
- **Penyebab kerugian membesar** [analyst_hypothesis, medium]: Kerugian membesar didorong kenaikan beban umum dan administrasi serta penurunan pendapatan bunga.
  - Basis: Beban umum naik Rp1,67 miliar; Pendapatan bunga turun Rp0,57 miliar
  - Assumptions: Faktor lain konstan
  - Caveats: Tidak memperhitungkan beban/pendapatan lain

### Risks / uncertainties

- Penurunan kas signifikan (dari Rp54,49 miliar menjadi Rp8,64 miliar) berisiko terhadap likuiditas jangka pendek.
- Arus kas operasi negatif dua periode berturut-turut menunjukkan tekanan pada kemampuan menghasilkan kas.
- Selisih antara dividen diumumkan (Rp12,51 miliar) dan dibayar tunai (Rp5,34 miliar) belum dijelaskan.
- Rincian Hal Audit Utama tidak diungkapkan.
- Nilai saldo utang bank jangka pendek/panjang tidak tercantum, sehingga leverage dan jatuh tempo tidak dapat dinilai.

### Items to monitor

- Penurunan kas dan setara kas yang tajam (84%) berpotensi menimbulkan risiko likuiditas.
- Kerugian yang membesar dan penurunan pendapatan menunjukkan tekanan profitabilitas.
- Kenaikan aset keuangan FVOCI meningkatkan eksposur risiko pasar.

---

## ARTO

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025, yang akan dilaksanakan pada 10 September 2026 pukul 11.00-12.00 WIB secara virtual melalui Public Expose Live IDX. Agenda mencakup kinerja keuangan per Juni 2026 dan perkembangan bisnis perseroan. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau informasi bisnis lainnya.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025.
- Hari/tanggal: Kamis, 10 September 2026.
- Waktu: 11.00-12.00 WIB.
- Tempat: Public Expose Live 2026, https://www.idx.co.id/id/investor/public-expose-live/.
- Agenda: 1. Kinerja Keuangan Juni 2026; 2. Perkembangan Bisnis Perseroan.
- Narasumber: Supranoto Prajogo (Direktur Finance & Operations) dan Theodore Siregar (Investor Relations & Market Intelligence).
- Dasar penyampaian: Ketentuan III.3 Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi (Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00087/BEI/12-2025).
- Penandatangan: Tjit Siat Fun, Direktur Kepatuhan/Corporate Secretary.
- Nomor surat: S.526/JAGO-COMP/VIII/2026, tanggal 27 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sebagai pemenuhan kewajiban informasi kepada BEI sesuai Peraturan No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan ini kemungkinan merupakan bagian dari kewajiban keterbukaan informasi bagi emiten, namun tidak ada indikasi aksi korporasi tertentu karena agenda hanya mencakup kinerja keuangan dan perkembangan bisnis.
  - Basis: Agenda yang diumumkan hanya mencakup kinerja keuangan dan perkembangan bisnis.
  - Assumptions: Tidak ada agenda tambahan yang diumumkan.
  - Caveats: Informasi terbatas pada pengumuman; agenda rinci belum tersedia.
- **Ketersediaan data keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini hanya mengumumkan rencana acara, sehingga data keuangan dan bisnis akan disajikan pada saat Public Expose berlangsung. Informasi tersebut belum dapat dianalisis dari dokumen ini.
  - Basis: Agenda Public Expose mencakup kinerja keuangan Juni 2026 dan perkembangan bisnis, namun tidak ada angka yang disertakan dalam pengumuman.
  - Assumptions: Data keuangan dan bisnis akan dipublikasikan pada atau setelah tanggal 10 September 2026.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai isi materi Public Expose.

---

## ASII

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Astra International Tbk (ASII) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan secara virtual pada Kamis, 10 September 2026, pukul 10.00-11.00 WIB, melalui platform Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia. Agenda utama adalah pemaparan kinerja Perseroan untuk Semester I Tahun 2026. Manajemen yang akan mewakili terdiri dari Presiden Direktur dan sejumlah Direktur, termasuk Corporate Secretary. Pengumuman ini merupakan pemberitahuan awal, bukan koreksi, pembatalan, atau lanjutan.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Hari/tanggal: Kamis, 10 September 2026.
- Waktu: 10.00-11.00 WIB.
- Tempat: Public Expose Live 2026 yang tercantum pada website idx.co.id (virtual).
- Agenda: Pemaparan Kinerja Perseroan Semester I Tahun 2026.
- Manajemen yang mewakili: Rudy (Presiden Direktur), Gidion Hasan (Direktur), Santosa (Direktur), FXL Kesuma (Direktur), Hsu Hai Yeh (Direktur), Siswadi (Direktur), Djap Tet Fa (Direktur), Gita Tiffani Boer (Direktur, merangkap Corporate Secretary), Thomas Junaidi Alim. W (Direktur).
- Dasar penyampaian: Peraturan No. I-E, Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00066/BEI/09-2022 tanggal 30 September 2022.
- Surat bernomor 001/IR/VIII/2026, tanggal 27 Agustus 2026, ditandatangani oleh Corporate Secretary Gita Tiffany Boer.
- Tembusan: Ketua Otoritas Jasa Keuangan dan Departemen Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik - Otoritas Jasa Keuangan.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose 2026 sebagai kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan No. I-E BEI.

### Analytical scenarios

- **Durasi acara** [derived_calculation, high]: Durasi Public Expose dihitung dari jadwal yang tertera: 10.00-11.00 WIB, sehingga durasi acara adalah 1 jam.
  - Basis: Waktu mulai 10.00 WIB dan waktu selesai 11.00 WIB pada tanggal 10 September 2026.
  - Assumptions: Acara berlangsung sesuai jadwal yang diumumkan tanpa perubahan.
  - Caveats: Durasi dapat berubah jika ada penyesuaian dari penyelenggara.
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan merupakan sarana emiten untuk memaparkan kinerja keuangan dan operasional secara langsung kepada publik, khususnya investor dan analis. Agenda yang disebutkan hanya pemaparan kinerja Semester I 2026, namun biasanya juga mencakup sesi tanya jawab.
  - Assumptions: Berdasarkan praktik umum penyelenggaraan Public Expose di Bursa Efek Indonesia.
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit dalam dokumen mengenai sesi tanya jawab atau materi tambahan.

### Items to monitor

- Public Expose merupakan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan informasi langsung mengenai kinerja Semester I 2026 dari manajemen.
- Tidak ada informasi keuangan atau target yang disampaikan dalam pengumuman ini; materi presentasi akan tersedia pada saat acara.

---

## ASRI

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mengumumkan perubahan Ketua Unit Internal Audit, dari Yehuda Vinton Junus kepada Dhea Christianti (dalam lampiran disebut Dhea Christianti Yehuda), efektif 26 Agustus 2026. Perubahan ini disetujui oleh Dewan Komisaris dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi Nomor 01/ASRI/SK DIREKSI/KEPALA AUDIT/2026, mengacu pada Peraturan OJK Nomor 56/POJK.04/2015. Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan atau dampak finansial.

### Material changes

- Perubahan Ketua Unit Internal Audit: nama lama Yehuda Vinton Junus, nama baru Dhea Christianti (dalam lampiran disebut Dhea Christianti Yehuda), efektif 26 Agustus 2026.
- Pengumuman disampaikan oleh Corporate Secretary Tony Rudiyanto pada 26 Agustus 2026 pukul 16:25, dengan nomor surat 64/HO-ASR/VIII/26.
- Dewan Komisaris memberikan persetujuan pengangkatan Dhea Christianti Yehuda sebagai Kepala Audit Internal menggantikan Vinton Junus, efektif 26 Agustus 2026.
- Surat Keputusan Direksi Nomor 01/ASRI/SK DIREKSI/KEPALA AUDIT/2026 mengangkat Dhea Christianti Yehuda sebagai Kepala Audit Internal, berdasarkan persetujuan Dewan Komisaris Nomor ASRI/SP DEKOM/AUDIT INTERNAL/2026 tanggal 26 Agustus 2026.
- Pengangkatan mengacu pada Peraturan OJK Nomor 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.

### Management / control changes

- Perubahan Ketua Unit Internal Audit dari Yehuda Vinton Junus menjadi Dhea Christianti (dalam lampiran disebut Dhea Christianti Yehuda), efektif 26 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Internal Audit** [explicit_fact, high]: ASRI mengumumkan perubahan Ketua Unit Internal Audit, dari Yehuda Vinton Junus menjadi Dhea Christianti (dalam lampiran disebut Dhea Christianti Yehuda), efektif 26 Agustus 2026.
  - Basis: Nama Ketua Unit Internal Audit Baru: Dhea Christianti; Nama Ketua Unit Internal Audit Lama: Yehuda Vinton Junus; Efektif pada 26 Agustus 2026
- **Persetujuan Dewan Komisaris** [explicit_fact, high]: Dewan Komisaris menyetujui pengangkatan Dhea Christianti Yehuda sebagai Kepala Audit Internal menggantikan Vinton Junus, efektif 26 Agustus 2026.
  - Basis: Surat persetujuan Dewan Komisaris menyatakan pengangkatan Dhea Christianti Yehuda untuk menggantikan Vinton Junus dari tanggung jawab dan jabatannya sebagai Kepala Audit Internal, efektif sejak 26 Agustus 2026.
- **Dasar regulasi** [explicit_fact, high]: Pengangkatan Kepala Audit Internal mengacu pada Peraturan OJK Nomor 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.
  - Basis: Pasal 1 SK Direksi
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan alasan perubahan Ketua Internal Audit. Kemungkinan alasan seperti rotasi, pengunduran diri, atau penugasan lain tidak dapat dikonfirmasi dari sumber ini.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam dokumen
  - Assumptions: Perubahan mungkin terkait dengan kebijakan internal perusahaan
  - Caveats: Hanya spekulasi; tidak ada bukti dari dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan atau dampak terhadap operasional perusahaan.
- Dokumen tidak menyebutkan apakah perubahan ini memerlukan persetujuan pemegang saham atau otoritas lain.
- Tidak ada informasi mengenai kualifikasi atau pengalaman pengganti.
- Tidak ada informasi mengenai masa jabatan atau periode penugasan Kepala Audit Internal yang baru.

---

## AVIA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Avia Avian Tbk (AVIA) menerbitkan siaran pers pada 26 Agustus 2026 mengenai publikasi Avian Brands Sustainability Strategy (ABSS) – Progress Report 2026, yang memberikan pembaruan kinerja keberlanjutan hingga Mei 2026. Laporan ini dibangun di atas empat pilar utama: Product, Environment, People & Community, dan Governance, serta mendukung pencapaian SDGs. Siaran pers juga memuat profil perusahaan, termasuk pangsa pasar ~26%, kontribusi segmen arsitektur ~80% dan barang dagangan ~20%, fasilitas manufaktur di Sidoarjo dan Serang, serta Avian Innovation Center seluas 5.000 meter persegi. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- Emiten: PT Avia Avian Tbk, kode AVIA, bidang usaha industri dan perdagangan cat dan tinta cetak, pernis, lak, perekat/lem, mortar atau beton siap.
- Tanggal kejadian: 26 Agustus 2026.
- Jenis informasi: Siaran Pers.
- Uraian: Siaran pers berjudul 'Avian Brands Rilis Sustainability Strategy Progress Report 2026, Perkuat Keberlanjutan sebagai Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang'.
- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha: dinyatakan '-' (tidak ada dampak).
- Pengirim: Kurnia Hadi Sinanto, Direktur.
- Nomor surat: 089/AA/CORSEC/VIII/2026.
- Lampiran: 1 (satu) file PDF siaran pers.
- Publikasi Avian Brands Sustainability Strategy (ABSS) – Progress Report 2026, dengan pembaruan kinerja hingga Mei 2026.
- ABSS dibangun di atas empat pilar utama: Product, Environment, People & Community, dan Governance.
- ABSS Progress Report 2026 disusun mengacu pada prinsip pelaporan: akurasi, keseimbangan, kejelasan, keterbandingan, kelengkapan, keandalan, dan ketepatan waktu.
- ABSS Progress Report 2026 perlu dibaca bersama Annual Report 2025, Sustainability Report 2025, dan Climate Risk Report 2025.
- Pernyataan Direktur Utama Wijono Tanoko mengenai komitmen keberlanjutan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
- Profil perusahaan: didirikan 1978, tercatat di BEI pada 8 Desember 2021 dengan kode AVIA, pabrik cat dekoratif terbesar dan pemimpin pasar di Indonesia berdasarkan survei Frost & Sullivan.
- AVIA menguasai ~26% pangsa pasar di industri cat dan pelapis dekoratif di Indonesia.
- Fasilitas manufaktur di Sidoarjo dan Serang, dengan integrasi vertikal untuk memproduksi bahan baku secara internal.
- Penjualan terbagi menjadi solusi arsitektur (~80%) dan barang dagangan (~20%).
- Sejak 2020, memiliki Avian Innovation Center (AIC) seluas 5.000 meter persegi.
- Sertifikasi ISO yang diperoleh: ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, ISO 50001:2018, dan ISO 27001:2022.

### Analytical scenarios

- **Pengumuman siaran pers** [explicit_fact, high]: Emiten menyampaikan laporan informasi material berupa siaran pers tentang Sustainability Strategy Progress Report 2026, tanpa menyebutkan dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Uraian informasi material menyebut judul siaran pers; Dampak dinyatakan '-'
- **Pangsa pasar dan segmen penjualan** [explicit_fact, high]: Emiten mengklaim pangsa pasar ~26% di industri cat dekoratif, dengan kontribusi segmen arsitektur ~80% dan barang dagangan ~20% dari penjualan.
  - Basis: Dokumen menyebut 'AVIA menguasai ~26% pangsa pasar' dan 'solusi arsitektur berkontribusi ~80% penjualan dan segmen barang dagangan ~20%'
  - Caveats: Angka pangsa pasar dan kontribusi segmen merupakan klaim emiten, bukan angka audited.
- **Sertifikasi ISO** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan telah memperoleh dan menerapkan lima sertifikasi ISO, menunjukkan kepatuhan terhadap standar internasional di bidang mutu, lingkungan, K3, energi, dan keamanan informasi.
  - Basis: Dokumen mencantumkan ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, ISO 50001:2018, dan ISO 27001:2022
- **Tidak ada aksi korporasi material** [analyst_hypothesis, medium]: Siaran pers ini hanya berisi informasi keberlanjutan dan profil perusahaan, tanpa pengumuman aksi korporasi seperti rights issue, akuisisi, atau perubahan struktur modal. Kemungkinan besar tidak ada dampak langsung terhadap harga saham dari informasi ini.
  - Basis: Tidak ada penyebutan aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau transaksi material dalam dokumen
  - Assumptions: Dokumen ini adalah satu-satunya sumber informasi yang dianalisis
  - Caveats: Kemungkinan ada informasi lain di luar dokumen ini yang tidak dianalisis.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus dalam laporan ini.
- Dampak material dinyatakan tidak ada, namun isi siaran pers tidak dilampirkan secara lengkap dalam dokumen ini.
- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang diidentifikasi dalam dokumen ini.

### Items to monitor

- Klaim pangsa pasar ~26% di industri cat dekoratif Indonesia
- Kontribusi segmen arsitektur ~80% dan barang dagangan ~20% terhadap penjualan

---

## BAUT

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) mengumumkan transaksi material dan afiliasi berupa penerimaan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dari NA Fasteners Pte. Ltd. (NAF), pemegang saham pengendali (54,16%), senilai US$2.500.000 atau setara Rp44.787.500.000. Pinjaman bersifat tanpa bunga, tanpa jaminan, berjangka 4 tahun dan dapat diperpanjang, serta dapat dilunasi lebih awal tanpa penalti. Transaksi dicatat pada 24 Agustus 2026 dan dinyatakan tidak memerlukan persetujuan RUPS karena nilainya di bawah 50% ekuitas. Penilai independen KJPP Felix Sutandar dan Rekan memberikan pendapat wajar. Dana digunakan untuk mendukung modal kerja anak usaha PT Rantai Jaringan Sukses (RJS) dan ekspansi usaha.

### Material changes

- Nilai transaksi: US$2.500.000 atau setara Rp44.787.500.000
- Persentase nilai transaksi terhadap ekuitas: 26% (berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025)
- Tanggal transaksi: 24 Agustus 2026
- Objek transaksi: penerimaan fasilitas pinjaman pemegang saham dari NA Fasteners Pte. Ltd. (NAF)
- NAF adalah pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 54,16%
- Pinjaman bersifat tanpa bunga, tanpa jaminan, berjangka 4 tahun dan dapat diperpanjang, dapat dilunasi lebih awal tanpa penalti
- Transaksi tidak dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai
- Penilai independen: KJPP Felix Sutandar dan Rekan, pendapat wajar
- Pengumuman disampaikan oleh Direktur Simon Hendiawan pada 26 Agustus 2026
- Transaksi dikategorikan sebagai transaksi material dan afiliasi, bukan benturan kepentingan
- Tidak memerlukan persetujuan RUPS karena nilai transaksi tidak melebihi 50% ekuitas

### Key financial figures

- **Nilai transaksi (USD):** 2.500.000 (2026-08-24)
- **Nilai transaksi (IDR):** 44.787.500.000 (2026-08-24)
- **Ekuitas (audited):** 171.768.030.147 (2025-12-31)
- **Total aset (audited):** 229.416.199.960 (2025-12-31)
- **Total liabilitas (audited):** 57.648.169.813 (2025-12-31)
- **Kas dan bank (audited):** 347.414.303 (2025-12-31)
- **Kas dan bank (proforma):** 42.302.414.303 (2025-12-31)
- **Total aset (proforma):** 271.371.199.960 (2025-12-31)
- **Total liabilitas (proforma):** 99.603.169.813 (2025-12-31)
- **Utang pihak berelasi jangka panjang (audited):** 0 (2025-12-31)
- **Utang pihak berelasi jangka panjang (proforma):** 41.955.000.000 (2025-12-31)
- **Kurs BI Middle Rate:** 16.782 (2025-12-31)
- **Jumlah saham beredar:** 4.800.182.969 (2026-08-26)
- **Penjualan 2025:** 136.329.182.359 (2025)
- **Laba bersih 2025:** -11.851.961.674 (2025)
- **Proyeksi penjualan dengan transaksi 2026:** 208.506.718.000 (2026)
- **Proyeksi penjualan tanpa transaksi 2026:** 156.192.065.000 (2026)
- **Proyeksi laba bersih dengan transaksi 2026:** 22.142.417.000 (2026)
- **Proyeksi laba bersih tanpa transaksi 2026:** 230.170.000 (2026)
- **Proyeksi laba bersih dengan transaksi 2030:** 11.747.776.000 (2030)
- **Proyeksi laba bersih tanpa transaksi 2030:** 6.696.255.000 (2030)

### Corporate actions

- Penerimaan pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dari pemegang saham pengendali NAF senilai US$2.500.000
- Transaksi material dan afiliasi tanpa persetujuan RUPS

### Expansion projects

- Pengadaan inventori dalam skala besar
- Pengembangan infrastruktur ritel
- Peningkatan kapasitas distribusi
- Pembukaan toko baru oleh anak usaha RJS

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan dalam dokumen ini

### Capital structure

- Penerimaan pinjaman pemegang saham dari NAF, pemegang saham pengendali, senilai Rp44.787.500.000
- Tidak ada perubahan struktur modal (pinjaman, bukan penerbitan saham)

### Listing / regulatory

- Transaksi material tanpa persetujuan RUPS
- Transaksi tidak dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai
- Transaksi tunduk pada POJK 17/2020 dan POJK 42/2020

### Analytical scenarios

- **Nilai transaksi** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi material adalah Rp44.787.500.000, sebagaimana dinyatakan dalam dokumen.
  - Basis: Nilai Transaksi Material : 44.787.500.000
- **Persentase terhadap ekuitas** [explicit_fact, high]: Persentase nilai transaksi terhadap ekuitas adalah 26%, berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025.
  - Basis: Persentase nilai transaksi terhadap ekuitas : 26 %; Periode Laporan Keuangan yang menjadi acuan 31 Desember 2025
- **Estimasi ekuitas** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan nilai transaksi Rp44.787.500.000 dan persentase 26%, estimasi ekuitas per 31 Desember 2025 adalah sekitar Rp172.259.615.385 (dihitung sebagai 44.787.500.000 / 0.26).
  - Basis: Nilai transaksi: 44.787.500.000; Persentase: 26%
  - Assumptions: Persentase dihitung dari nilai transaksi dibagi ekuitas, tanpa penyesuaian lain.
  - Caveats: Angka ekuitas tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen; pembulatan dapat menyebabkan perbedaan.
- **Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Nilai transaksi dalam Rupiah (Rp44.787.500.000) dibagi ekuitas (Rp171.768.030.147) menghasilkan sekitar 26,07%, yang berada di antara 20% dan 50%, konsisten dengan pernyataan emiten bahwa transaksi tidak memerlukan persetujuan RUPS.
  - Basis: Nilai transaksi Rp44.787.500.000; Ekuitas Rp171.768.030.147
  - Assumptions: Menggunakan nilai transaksi dalam Rupiah yang setara dengan US$2.500.000 pada kurs Rp16.782/USD
- **Dampak pinjaman terhadap kas** [derived_calculation, high]: Kas dan bank meningkat dari Rp347.414.303 menjadi Rp42.302.414.303, selisih Rp41.955.000.000 sesuai pinjaman.
  - Basis: Tabel 14: Kas dan Bank audit dan proforma
- **Perbedaan penjualan dengan dan tanpa transaksi** [derived_calculation, high]: Perbedaan penjualan 2026: 208.506.718 - 156.192.065 = 52.314.653 ribu (dibulatkan 52.314.654 ribu sesuai tabel).
  - Basis: Tabel 24: Proyeksi Penjualan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
  - Assumptions: Angka dalam ribuan Rp
  - Caveats: Pembulatan pada angka sumber
- **Tujuan pinjaman** [analyst_hypothesis, low]: Pinjaman pemegang saham tanpa bunga dan tanpa jaminan kemungkinan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja atau ekspansi perseroan, namun tujuan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Pinjaman bersifat tanpa bunga, tanpa jaminan, berjangka 4 tahun
  - Assumptions: Pinjaman dari pemegang saham pengendali sering digunakan untuk pendanaan internal.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai penggunaan dana.
- **Dampak terhadap likuiditas** [analyst_hypothesis, medium]: Pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan dapat meningkatkan likuiditas jangka pendek, namun risiko percepatan jatuh tempo dapat menekan likuiditas jika terjadi kondisi tertentu.
  - Basis: Pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan; Risiko percepatan jatuh tempo
  - Assumptions: Kondisi percepatan jatuh tempo tidak dijelaskan secara rinci
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dampak kuantitatif terhadap likuiditas
- **Keberlanjutan usaha** [analyst_hypothesis, medium]: Proyeksi dengan transaksi menunjukkan laba bersih positif mulai 2026, sedangkan tanpa transaksi laba bersih jauh lebih rendah, mengindikasikan pinjaman penting untuk pemulihan.
  - Basis: Tabel 17 dan 21: Proyeksi laba bersih dengan dan tanpa transaksi
  - Assumptions: Proyeksi manajemen akurat
  - Caveats: Proyeksi bersifat estimasi dan belum tentu tercapai

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai penggunaan dana pinjaman secara spesifik.
- Tidak ada informasi mengenai jadwal pembayaran atau amortisasi pinjaman.
- Tidak ada informasi mengenai dampak transaksi terhadap struktur modal atau kepemilikan saham.
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan RUPS atau alasan transaksi tanpa persetujuan RUPS.
- Risiko likuiditas jika pinjaman harus dilunasi lebih awal karena kondisi tertentu (target kinerja tidak terpenuhi, wanprestasi, Exit Notice oleh Investor).
- Ketergantungan pada pendanaan dari pemegang saham utama.
- Ketidakpastian dampak transaksi terhadap kinerja keuangan karena proyeksi bersifat asumsi manajemen.
- Nilai tukar: konversi aktual pada tanggal penyelesaian dapat berbeda dari kurs yang digunakan dalam proforma.

### Items to monitor

- Transaksi ini merupakan transaksi material dan afiliasi yang wajib diungkapkan kepada publik.
- Pinjaman dari pemegang saham utama dapat mempengaruhi struktur permodalan dan likuiditas Perseroan.
- Penggunaan dana untuk ekspansi dapat mempengaruhi prospek pertumbuhan Perseroan.

---

## BBCA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada 9 September 2026 pukul 16:00 secara live melalui website idx.co.id. Agenda meliputi presentasi perusahaan dan konferensi pers. Direksi yang hadir adalah Vera Eve Lim selaku Managing Director dan CFO. Pengumuman ini ditandatangani oleh Corporate Secretary Rudy Budiardjo dan dilaporkan pada 26 Agustus 2026. Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Hari/tanggal acara: 09 September 2026.
- Tempat: Public Expose Live 2026 yang tercantum pada website idx.co.id.
- Waktu: 16:00.
- Agenda: 1. Presentasi Perusahaan; 2. Konferensi Pers.
- Direksi yang hadir: Vera Eve Lim - Managing Director, CFO.
- Pengumuman dikeluarkan oleh PT Bank Central Asia Tbk. dengan nomor surat 008/CSG-IVR/2026.
- Pengirim: Rudy Budiardjo, Corporate Secretary.
- Tanggal dan waktu pengiriman: 26-08-2026 17:35.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik dan merupakan dokumen resmi.

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memberikan informasi terkini kepada investor dan pemangku kepentingan mengenai kinerja, strategi, dan prospek perusahaan. Namun, karena dokumen ini hanya berisi pengumuman rencana acara, tidak ada informasi spesifik yang dapat dianalisis lebih lanjut.
  - Assumptions: Public Expose Tahunan adalah forum komunikasi rutin antara manajemen dan investor.
  - Caveats: Tidak ada data keuangan atau strategi yang diungkapkan dalam dokumen ini.

---

## BBNI

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan (Public Expose Live 2026) untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan secara virtual pada Rabu, 9 September 2026, pukul 14.00-15.00 WIB melalui platform Pubex Live 2026 di website idx.co.id. Agenda acara meliputi: (1) Laporan Kinerja Kuartal II Tahun 2026, dan (2) Prospek dan Strategi Perseroan. Pembicara yang mewakili perseroan adalah Hussein Paolo Kartadjoemena (Direktur Finance & Strategy) dan Yohan Setio (Head of Investor Relations). Materi Public Expose akan disampaikan selambat-lambatnya 3 hari bursa sebelum acara, yaitu tanggal 4 September 2026. Pengumuman ini merupakan pemenuhan Ketentuan III.3.1 Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi. Dokumen ini hanya berisi jadwal dan agenda, tanpa data keuangan atau kinerja.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan (Public Expose Live 2026) untuk tahun buku 2026.
- Hari/tanggal: Rabu, 9 September 2026.
- Waktu: 14.00-15.00 WIB.
- Tempat: Public Expose Live 2026 yang tercantum pada website idx.co.id (virtual).
- Agenda: 1. Laporan Kinerja Kuartal II Tahun 2026; 2. Prospek dan Strategi Perseroan.
- Pembicara: Hussein Paolo Kartadjoemena (Direktur Finance & Strategy) dan Yohan Setio (Head of Investor Relations).
- Materi Public Expose Live 2026 akan disampaikan selambat-lambatnya 3 hari bursa sebelum acara, yaitu tanggal 4 September 2026.
- Pengumuman ini merupakan pemenuhan Ketentuan III.3.1 Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Pengirim: Okki Rushartomo Budiprabowo, Corporate Secretary.
- Tanggal dan waktu pengumuman: 26-08-2026 14:00.
- Lampiran: BBNI_Informasi Public Expose 2026.pdf.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Live 2026 sebagai pemenuhan Ketentuan III.3.1 Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Analytical scenarios

- **Ketersediaan data kinerja** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini hanya mengumumkan jadwal dan agenda Public Expose. Data kinerja kuartal II 2026 dan prospek strategi akan disajikan pada saat acara berlangsung atau dalam materi yang disampaikan tanggal 4 September 2026, sehingga belum dapat dianalisis dari dokumen ini.
  - Basis: Agenda Public Expose mencakup laporan kinerja kuartal II 2026 dan prospek strategi, namun tidak ada angka atau rincian yang disertakan dalam pengumuman.
  - Assumptions: Informasi kinerja dan strategi akan dipublikasikan pada atau setelah tanggal 4 September 2026 (batas penyampaian materi).
  - Caveats: Hipotesis ini berdasarkan pada struktur agenda dan tidak didukung oleh data eksplisit dalam dokumen.

### Items to monitor

- Public Expose ini akan menjadi ajang bagi manajemen untuk menyampaikan laporan kinerja kuartal II 2026 dan prospek strategi, yang dapat mempengaruhi ekspektasi investor terhadap kinerja BBNI.
- Materi yang disampaikan pada tanggal 4 September 2026 dapat memuat informasi keuangan atau target yang relevan untuk analisis fundamental.

---

## BBRM

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) mengumumkan pembatalan perjanjian pendahuluan pembangunan 1 unit kapal Platform Supply Vessel (PSV) berkapasitas 3.500 MT dengan JiangXi New Jiangzhou Shipbuilding Heavy Industry Co., Ltd., China. Perjanjian awal ditandatangani pada 29 April 2026, namun dibatalkan secara mutual efektif sejak 27 Agustus 2026 karena conditions precedent tidak terpenuhi, termasuk belum diterbitkannya Corporate Guarantee dan belum dibayarnya cicilan pertama. Harga kapal yang disepakati adalah USD22.000.000 dengan deposit 20% sebesar USD4.400.000 yang belum dibayar. Emiten menyatakan pembatalan tidak berdampak signifikan pada operasional, keuangan, hukum, maupun kelangsungan usaha, dan tidak ada kewajiban pengembalian dana atau kerugian material.

### Material changes

- Pembatalan perjanjian pendahuluan pembangunan 1 unit kapal Platform Supply Vessel (PSV) berkapasitas 3.500 MT dengan JiangXi New Jiangzhou Shipbuilding Heavy Industry Co., Ltd., China.
- Perjanjian awal ditandatangani pada 29 April 2026; pembatalan efektif sejak 27 Agustus 2026.
- Harga kapal yang disepakati: USD22.000.000.
- Deposit 20% sebesar USD4.400.000 diwajibkan setelah corporate guarantee diterima, namun belum dibayarkan.
- Conditions precedent tidak terpenuhi: Corporate Guarantee belum diterbitkan dan cicilan pertama belum dibayar.
- Belum ada pembayaran cicilan atau pengeluaran investasi atas kapal tersebut.
- Pembatalan dilakukan berdasarkan kesepakatan para pihak dan ketentuan kontrak karena conditions precedent tidak terpenuhi dalam 90 hari setelah penandatanganan.
- Emiten menyatakan pembatalan tidak berdampak signifikan pada operasional, keuangan, hukum, dan kelangsungan usaha.

### Key financial figures

- **Harga kapal yang disepakati:** 22000000 (per 29 April 2026 (perjanjian awal) dan 27 Agustus 2026 (pembatalan))
- **Deposit 20% yang diwajibkan:** 4400000 (per 29 April 2026 (perjanjian awal) dan 27 Agustus 2026 (pembatalan))

### Corporate actions

- Pembatalan perjanjian pembangunan kapal PSV - tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan

### Expansion projects

- Rencana pengembangan armada melalui pembangunan 1 unit kapal PSV 3.500 MT dibatalkan; tidak ada realisasi capex karena belum ada pembayaran.

### Listing / regulatory

- Laporan ini disampaikan untuk memenuhi POJK 31/2015 dan Peraturan BEI No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Pembatalan perjanjian** [explicit_fact, high]: Perjanjian pembangunan kapal PSV dibatalkan secara mutual pada 27 Agustus 2026, efektif sejak tanggal tersebut.
  - Basis: Teks dokumen: 'mutually agreed to terminate and cancel the Shipbuilding Agreement' dan 'The cancellation became effective as of August 27, 2026.'
- **Alasan pembatalan** [explicit_fact, high]: Conditions precedent tidak terpenuhi, yaitu Corporate Guarantee belum diterbitkan dan cicilan pertama belum dibayar.
  - Basis: Dampak Aspek Hukum: 'persyaratan pendahuluan (conditions precedent) untuk berlakunya kontrak belum terpenuhi, termasuk belum diterbitkannya Corporate Guarantee dan belum dilakukannya pembayaran cicilan pertama.'
- **Dampak keuangan** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak keuangan signifikan karena belum ada pembayaran cicilan atau pengeluaran investasi.
  - Basis: Dampak Aspek Keuangan: 'Pembatalan rencana pembelian kapal tidak menimbulkan dampak keuangan yang signifikan terhadap Perusahaan. Sehubungan dengan belum adanya pembayaran cicilan atau pengeluaran investasi atas kapal tersebut, pembatalan transaksi tidak mengakibatkan kewajiban pengembalian dana maupun kerugian material.'
- **Dampak operasional dan kelangsungan usaha** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan pembatalan tidak berdampak signifikan pada operasional dan kelangsungan usaha karena kapal belum dioperasikan dan belum menjadi bagian dari armada.
  - Basis: Dampak Aspek Operasional: 'Pembatalan rencana pembelian kapal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional perusahaan saat ini, karena kapal yang direncanakan untuk dibeli belum dioperasikan dan belum menjadi bagian dari armada Perusahaan.'; Dampak Kelangsungan Usaha: 'Pembatalan transaksi pembelian kapal tidak menimbulkan dampak material terhadap kelangsungan usaha Perusahaan.'
- **Deposit yang diwajibkan** [derived_calculation, high]: Deposit 20% dari harga kapal USD22.000.000 adalah USD4.400.000.
  - Basis: Harga kapal USD22.000.000 dan persentase deposit 20%.
  - Assumptions: Perhitungan: 20% x 22.000.000 = 4.400.000.
- **Batas waktu pemenuhan conditions precedent** [derived_calculation, medium]: Batas 90 hari setelah penandatanganan (29 April 2026) jatuh pada 28 Juli 2026. Karena kondisi tidak terpenuhi, kontrak menjadi batal.
  - Basis: Tanggal penandatanganan 29 April 2026; Ketentuan 90 hari dalam kontrak
  - Assumptions: Perhitungan 90 hari kalender dari tanggal penandatanganan.
  - Caveats: Perhitungan tidak memperhitungkan hari libur atau ketentuan perhitungan yang mungkin berbeda dalam kontrak.
- **Dampak terhadap strategi armada** [analyst_hypothesis, low]: Pembatalan ini dapat menunda atau mengubah rencana pengembangan armada BBRM, namun emiten menyatakan tidak berdampak material pada operasional.
  - Basis: Dokumen menyebutkan pembelian kapal adalah bagian dari rencana pengembangan armada, namun tidak ada dampak signifikan pada operasional.
  - Assumptions: Belum ada informasi tentang rencana penggantian kapal atau dampak jangka panjang.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data kuantitatif tambahan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang diidentifikasi oleh emiten terkait pembatalan ini.
- Tidak ada informasi mengenai sanksi atau denda yang mungkin timbul dari pembatalan kontrak.
- Ketidakpastian mengenai rencana pengembangan armada di masa depan tidak diungkapkan.

### Items to monitor

- Pembatalan transaksi pengadaan kapal dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap rencana ekspansi BBRM, meskipun emiten menyatakan dampaknya tidak signifikan.

---

## BBSI

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) mengumumkan pemanggilan RUPSLB Kedua yang akan diselenggarakan pada 3 September 2026 pukul 10.00-12.00 WIB di Jakarta Design Center, Ruang Orchid 3, Jl. Gatot Subroto No.53, Jakarta Pusat. RUPSLB ini merupakan pemanggilan ulang karena RUPSLB pertama pada 20 Agustus 2026 tidak mencapai kuorum. Agenda meliputi: (1) persetujuan perubahan susunan pengurus (pengangkatan dua komisaris baru dan pengunduran diri satu komisaris), (2) persetujuan perubahan remunerasi pengurus untuk Tahun Buku 2026, dan (3) persetujuan perubahan Anggaran Dasar (meliputi Pasal 3, 14, 15, 16, dan 17). Recording date adalah 24 Agustus 2026. Surat pemanggilan bernomor 014/DIR/KROM/OJK/VIII/2026 tanggal 26 Agustus 2026, ditandatangani oleh Presiden Direktur (inisial DHN A) dan Corporate Secretary Senior Manager Antik Rosalia Indah. Tidak ada angka keuangan atau nilai transaksi yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- RUPSLB Kedua akan diselenggarakan pada Kamis, 3 September 2026, pukul 10.00-12.00 WIB, di Jakarta Design Center (JDC) Ruang Orchid 3, Jl. Gatot Subroto No.53, Jakarta Pusat.
- RUPSLB pertama pada 20 Agustus 2026 tidak mencapai kuorum, sehingga diadakan RUPSLB Kedua sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020.
- Mata acara 1: Persetujuan pengangkatan Bapak Waldy Gutama dan Ibu Paulina J. Rietkamp, SE. MM sebagai anggota Komisaris, efektif setelah fit and proper test OJK dan persetujuan RUPS.
- Mata acara 1: Persetujuan pengunduran diri Bapak Markus Sugiono sebagai Komisaris.
- Mata acara 2: Usulan perubahan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2026.
- Mata acara 3: Perubahan Anggaran Dasar, meliputi Pasal 3 (KBLI), Pasal 14 ayat (10), Pasal 15 ayat (1) dan penambahan ayat (8), Pasal 16 ayat (15), Pasal 17 ayat (1) dan ayat (9).
- Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 24 Agustus 2026 pada penutupan jam perdagangan BEI.
- Rapat akan diselenggarakan secara fisik dan elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI.
- Pemegang saham dapat memberikan kuasa secara elektronik (e-Proxy) melalui eASY.KSEI atau secara non-elektronik dengan format surat kuasa dari situs web Perseroan.
- Pemegang saham yang hadir fisik wajib menyerahkan KTUR asli dan fotokopi KTP, serta mendaftar sebelum pukul 10.00 WIB.
- Pemanggilan ini diumumkan melalui situs web Perseroan, BEI, dan KSEI, dan merupakan undangan resmi.
- Materi rapat tersedia di situs web Perseroan sejak tanggal pemanggilan hingga pelaksanaan RUPS.
- Perseroan berhak membatasi jumlah pemegang saham yang hadir fisik; pemegang saham yang tidak dapat masuk ruangan dapat hadir elektronik atau memberikan kuasa kepada perwakilan BAE.
- Jika ada situasi darurat, RUPS dapat dilakukan secara elektronik tanpa kehadiran fisik pemegang saham.
- Pemanggilan ini ditandatangani oleh Direksi Perseroan pada 26 Agustus 2026.

### Corporate actions

- Perubahan susunan pengurus (pengangkatan dan pengunduran diri komisaris)
- Perubahan remunerasi pengurus
- Perubahan Anggaran Dasar

### Management / control changes

- Pengangkatan Bapak Waldy Gutama sebagai anggota Komisaris, efektif setelah fit and proper test OJK dan persetujuan RUPS.
- Pengangkatan Ibu Paulina J. Rietkamp, SE. MM sebagai anggota Komisaris, efektif setelah fit and proper test OJK dan persetujuan RUPS.
- Pengunduran diri Bapak Markus Sugiono sebagai Komisaris, menunggu persetujuan RUPS.

### Listing / regulatory

- RUPSLB Pertama tidak mencapai kuorum, sehingga diadakan RUPSLB Kedua sesuai POJK 15/2020.
- Perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI dengan Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025.
- Perubahan Anggaran Dasar terkait ketentuan pengunduran diri Direksi dan Komisaris (pemberitahuan 90 hari kalender).
- Perubahan Anggaran Dasar terkait partisipasi rapat Direksi melalui telekonferensi/videokonferensi.
- Perubahan Anggaran Dasar terkait komposisi Dewan Komisaris dan wewenang Direksi.

### Analytical scenarios

- **Pemanggilan RUPSLB kedua** [explicit_fact, high]: Dokumen ini adalah pemanggilan RUPSLB kedua karena RUPS pertama tidak kuorum, sesuai pernyataan 'RUPS Sebelumnya Tidak Kuorum' dan rujukan surat sebelumnya.
  - Basis: Perihal surat: 'Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa' dan 'RUPS Sebelumnya Tidak Kuorum'; Menunjuk surat No. 027/DIR/KROM/OJK/VII/2026 tanggal 29 Juli 2026 tentang hasil RUPS yang diadakan 20 Agustus 2026
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda RUPSLB terdiri dari tiga item: perubahan susunan pengurus, perubahan remunerasi pengurus, dan perubahan anggaran dasar. Detail perubahan tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Daftar agenda pada halaman 1 dan 3
- **Kemungkinan perubahan pengurus dan anggaran dasar** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan pengurus dan anggaran dasar mungkin terkait dengan penyesuaian strategi bisnis atau kepatuhan regulasi, namun tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda RUPSLB mencakup perubahan pengurus dan anggaran dasar
  - Assumptions: Perubahan tersebut mungkin signifikan bagi arah perusahaan
  - Caveats: Tidak ada detail agenda atau materi RUPS yang tersedia
- **Alasan Pengunduran diri Komisaris** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Markus Sugiono mungkin terkait dengan perubahan arah bisnis atau alasan pribadi, tetapi tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan pengunduran diri tanpa alasan
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan
  - Caveats: Alasan pengunduran diri tidak diungkapkan dalam dokumen
- **Dampak Perubahan Remunerasi** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan remunerasi pengurus dapat mempengaruhi beban operasional, tetapi tidak ada angka yang diberikan.
  - Basis: Mata acara 2: usulan perubahan remunerasi
  - Assumptions: Perubahan remunerasi akan disetujui
  - Caveats: Tidak ada rincian nominal remunerasi

### Risks / uncertainties

- RUPSLB Kedua dapat kembali gagal kuorum jika tidak ada perubahan signifikan dalam partisipasi pemegang saham.
- Pengangkatan komisaris baru bergantung pada persetujuan fit and proper test OJK, yang dapat mempengaruhi efektivitas pengangkatan.
- Perubahan Anggaran Dasar dapat menghadapi kendala regulasi atau penolakan pemegang saham.
- Pembatasan kapasitas ruangan dapat menghambat partisipasi fisik, meskipun ada opsi elektronik.
- Kebijakan pemerintah atau otoritas dapat melarang pelaksanaan RUPS atau kehadiran fisik, di luar kendali Perseroan.

### Items to monitor

- Perubahan susunan pengurus dapat mempengaruhi arah strategis dan tata kelola perusahaan.
- Perubahan remunerasi pengurus dapat berdampak pada beban operasional, meskipun nominal tidak diungkapkan.
- Perubahan Anggaran Dasar dapat mempengaruhi hak pemegang saham dan fleksibilitas operasional perusahaan.

---

## BBTN

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 26–27 Agustus 2026, BBTN menerbitkan dua pengumuman yang bersifat prosedural dan kepatuhan, tanpa aksi korporasi material atau perubahan struktur modal. Pertama, rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026 yang akan dilaksanakan pada 10 September 2026, sebagai pemenuhan Peraturan Nomor I-E. Kedua, pembayaran kupon ke-17 Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTN Tahap II Tahun 2022 Seri B dengan nilai nominal Rp400 miliar, tingkat bunga 6%, bunga gross Rp6 miliar, pajak Rp283,5 juta, dan bunga netto Rp5,7165 miliar, dibayarkan melalui KSEI pada 24 Agustus 2026. Tidak ada informasi keuangan, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material yang diumumkan dalam periode ini. Pengumuman bersifat prosedural (Public Expose) dan kepatuhan pembayaran kupon obligasi.
- Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, perubahan pengurus/pengendali, ekspansi, atau perubahan status pencatatan.

### Key financial figures

- **Nilai nominal obligasi tercatat:** Rp400.000.000.000,00 (recording date 18 Agustus 2026)
- **Bunga gross:** Rp6.000.000.000,00 (pembayaran 24 Agustus 2026)
- **Pajak bunga:** Rp283.500.000,00 (pembayaran 24 Agustus 2026)
- **Bunga netto:** Rp5.716.500.000,00 (pembayaran 24 Agustus 2026)
- **Tingkat bunga/bagi hasil/ijarah:** 6% (kupon ke-17)

### Corporate actions

- Pembayaran kupon/bunga ke-17 Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTN Tahap II Tahun 2022 Seri B.

### Capital structure

- Pembayaran kupon ke-17 atas Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTN Tahap II Tahun 2022 Seri B dengan nilai nominal Rp400 miliar. Tidak ada perubahan struktur modal.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai pemenuhan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Pelaporan pembayaran bunga untuk memenuhi POJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material.

### Analytical scenarios

- **Pembayaran kupon obligasi** [explicit_fact, high]: BBTN mengumumkan pembayaran kupon ke-17 atas Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTN Tahap II Tahun 2022 Seri B dengan tingkat bunga/bagi hasil/ijarah 6% dan nilai nominal Rp400 miliar. Bunga gross Rp6 miliar, pajak Rp283,5 juta, dan bunga netto Rp5,7165 miliar. Pembayaran melalui KSEI pada 24 Agustus 2026, recording date 18 Agustus 2026.
  - Basis: Tingkat bunga/bagi hasil/ijarah: 6%; Nilai nominal obligasi tercatat: Rp400.000.000.000,00; Bunga gross: Rp6.000.000.000,00; Pajak bunga: Rp283.500.000,00; Bunga netto: Rp5.716.500.000,00; Tanggal pembayaran: 24 Agustus 2026; Recording date: 18 Agustus 2026
- **Tingkat bunga efektif** [derived_calculation, high]: Tingkat bunga 6% per tahun dihitung dari bunga gross Rp6 miliar dibagi nilai nominal Rp400 miliar (6.000.000.000 / 400.000.000.000 = 0,015 untuk periode 3 bulan, atau 6% per tahun).
  - Basis: Bunga gross: Rp6.000.000.000,00; Nilai nominal obligasi: Rp400.000.000.000,00
  - Assumptions: Pembayaran bunga dilakukan untuk periode 3 bulan (kupon ke-17 dari obligasi tahunan).
  - Caveats: Perhitungan ini hanya mengkonfirmasi tingkat bunga yang dinyatakan, bukan menghitung yield.
- **Perkiraan jumlah pembayaran kupon** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan nilai nominal Rp400 miliar dan tingkat kupon 6%, perkiraan pembayaran kupon per tahun adalah Rp24 miliar (400.000.000.000 × 6%). Untuk periode 3 bulan, perkiraan pembayaran adalah Rp6 miliar (400.000.000.000 × 6% × 3/12), sesuai dengan bunga gross yang diumumkan.
  - Basis: Nilai nominal: Rp400.000.000.000,00; Tingkat kupon: 6%; Bunga gross: Rp6.000.000.000,00
  - Assumptions: Kupon dihitung sebagai persentase sederhana dari nilai nominal untuk satu periode kupon.; Periode kupon adalah 3 bulan.
  - Caveats: Periode kupon tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen; perhitungan ini hanya estimasi.
- **Perbedaan jumlah pemegang obligasi** [analyst_hypothesis, low]: Perbedaan antara 122 dan 22 mungkin disebabkan oleh perbedaan definisi: 122 mungkin jumlah sub-rekening efek, sedangkan 22 mungkin jumlah pemegang rekening KSEI yang menerima pembayaran.
  - Basis: Laporan KSEI menyebut pembayaran dilakukan ke 'sub-sub rekening dari pemegang rekening KSEI'.
  - Assumptions: KSEI mencatat jumlah pemegang rekening, sedangkan BBTN mencatat jumlah sub-rekening.
  - Caveats: Ini hanya hipotesis; tidak ada penjelasan resmi dalam dokumen.
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan umumnya digunakan untuk memaparkan kinerja keuangan dan operasional perusahaan kepada publik dan investor. Namun, karena dokumen ini hanya berisi pengumuman rencana, tidak ada informasi kinerja yang dapat dianalisis.
  - Basis: Agenda Public Expose mencakup presentasi kinerja perseroan dan press conference
  - Assumptions: Public Expose Tahunan umumnya membahas kinerja tahunan perusahaan
  - Caveats: Informasi kinerja tidak tersedia dalam dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Terdapat inkonsistensi jumlah pemegang obligasi antara laporan BBTN (122) dan KSEI (22).
- Dokumen tidak menyebutkan tanggal jatuh tempo obligasi atau jadwal pembayaran bunga berikutnya.
- Periode kupon yang dibayarkan (misalnya 3 bulan) tidak disebutkan secara eksplisit.
- Tidak ada informasi keuangan, kinerja, target, capex, pendanaan, atau risiko dalam pengumuman Public Expose.

### Items to monitor

- Materi presentasi Public Expose Tahunan pada 10 September 2026 untuk informasi kinerja dan strategi.
- Klarifikasi perbedaan jumlah pemegang obligasi (122 vs 22) antara BBTN dan KSEI.
- Jadwal pembayaran kupon berikutnya dan tanggal jatuh tempo obligasi.
- Pengumuman lain terkait obligasi atau struktur modal BBTN.

---

## BEER

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Oktober 2026. Pengumuman ini merupakan pemberitahuan awal, tanpa agenda spesifik. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) ditetapkan 9 September 2026, dan pemanggilan RUPS dijadwalkan 10 September 2026. Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) akan menyelenggarakan RUPSLB pada Jumat, 2 Oktober 2026, pukul 10:00 WIB, di Jakarta Selatan.
- Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 9 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Pemanggilan RUPS akan diumumkan pada 10 September 2026 melalui website KSEI, aplikasi eASY.KSEI, website BEI, dan website Perseroan.
- Usulan mata acara RUPS oleh pemegang saham harus disampaikan paling lambat 3 September 2026.
- Fasilitas eASY.KSEI untuk kehadiran dan pemberian kuasa tersedia sejak pemanggilan sampai 1 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB.
- Pengumuman ini merujuk pada surat No. 078/JJM/CORPSECT/VIII/2026 dan disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan M. Dwi Hapsoro.
- Pemberitahuan pengumuman RUPSLB disampaikan kepada OJK dan BEI sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020, ditandatangani Direktur Utama Carlo Brix Tewu.

### Corporate actions

- Rencana RUPSLB diumumkan, namun agenda rapat tidak disebutkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka dan POJK No. 14 tahun 2025 tentang RUPS elektronik.

### Analytical scenarios

- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: Perusahaan mengumumkan rencana RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 2 Oktober 2026, dengan DPS pada 9 September 2026. Agenda rapat tidak diungkapkan dalam pengumuman ini.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa' dan jadwal RUPSLB.; Tidak ada agenda yang tercantum pada halaman yang tersedia.
  - Caveats: Dokumen ini hanya pengumuman rencana; agenda dan materi RUPSLB akan diumumkan kemudian.
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya digunakan untuk keputusan luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi, atau perubahan pengurus. Namun, tanpa agenda yang jelas, tidak dapat dipastikan jenis aksi korporasi yang akan dibahas.
  - Basis: Istilah 'Luar Biasa' pada RUPSLB mengindikasikan agenda di luar RUPS tahunan.; Tidak ada agenda spesifik dalam dokumen.
  - Assumptions: RUPSLB akan membahas agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh fakta eksplisit dari dokumen; agenda dapat berupa hal lain yang tidak terkait aksi korporasi.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga ketidakpastian mengenai materi keputusan yang akan diambil.
- Dokumen tidak menyebutkan mekanisme penyampaian pertanyaan atau kehadiran secara daring, yang dapat mempengaruhi partisipasi pemegang saham.

### Items to monitor

- Pemegang saham perlu memantau pengumuman selanjutnya untuk mengetahui agenda RUPSLB yang akan menentukan arah aksi korporasi atau perubahan signifikan.
- Keputusan RUPSLB berpotensi mempengaruhi struktur modal, pengurus, atau kegiatan usaha, namun belum dapat dipastikan tanpa agenda.

---

## BJTM

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada 9 September 2026 pukul 11.00 secara virtual melalui Public Expose Live di website idx.co.id, dengan agenda pemaparan kinerja perseroan. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau perubahan signifikan lainnya.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Hari/tanggal: 9 September 2026.
- Waktu: 11.00.
- Tempat: Public Expose Live 2026 yang tercantum pada website idx.co.id.
- Agenda: Pemaparan Kinerja Perseroan.
- Pengumuman dikirim oleh Corporate Secretary Fenty Rischana K pada 26-08-2026 09:12.
- Nomor surat: 065/435/CSE/CMAI/Srt.
- Lampiran: RENCANA PUBEX LIVE BJTM 26.pdf.
- Surat ditujukan kepada PT Bursa Efek Indonesia.
- Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary, Y Widya Ariya, AVP Manajemen Investor.
- Terdapat pernyataan larangan suap dan gratifikasi bagi pengurus dan pegawai.
- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi.
- Pemenuhan ketentuan Perubahan Peraturan Bursa Nomor I-E tanggal 12 Desember 2025 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi.
- Pemenuhan ketentuan Perubahan Peraturan Bursa Nomor I-E tanggal 12 Desember 2025 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memaparkan kinerja keuangan dan operasional tahun berjalan serta prospek ke depan. Namun, dokumen ini hanya mengumumkan rencana acara, tanpa data kinerja atau panduan manajemen.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dalam dokumen ini selain pengumuman acara.

---

## BPII

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek pada 20 Agustus 2026. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu, tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Dokumen ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material lainnya.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-10947/BEI.PP2/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026.
- Pada 20 Agustus 2026, volume saham BPII tercatat 622.500 saham dengan frekuensi 519 kali, meningkat dari hari bursa sebelumnya 139.900 saham dengan frekuensi 188 kali.
- Harga saham BPII ditutup naik Rp12 atau 2,41% dari Rp498 menjadi Rp510 pada 20 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi, termasuk rencana yang berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa, dalam kurun waktu 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Corporate Secretary telah melakukan konfirmasi kepada pemegang saham utama dan menyatakan bahwa pemegang saham utama tidak memiliki rencana apapun terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat ditandatangani oleh Bernadeta Dwi Novernia selaku Corporate Secretary, dengan nomor surat 030/BPI/CR/VIII/2026, tanggal 27 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI terkait volatilitas transaksi efek (surat S-10947/BEI.PP2/08-2026).

### Analytical scenarios

- **Persentase kenaikan volume saham** [derived_calculation, high]: Volume saham meningkat dari 139.900 menjadi 622.500, atau naik sebesar 482.600 saham. Persentase kenaikan = (622.500 - 139.900) / 139.900 * 100% = 344,96%.
  - Basis: Angka volume dari dokumen: 139.900 dan 622.500.
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan volume hari bursa sebelumnya sebagai basis.
- **Persentase kenaikan frekuensi saham** [derived_calculation, high]: Frekuensi transaksi meningkat dari 188 menjadi 519 kali, atau naik sebesar 331 kali. Persentase kenaikan = (519 - 188) / 188 * 100% = 176,06%.
  - Basis: Angka frekuensi dari dokumen: 188 dan 519.
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan frekuensi hari bursa sebelumnya sebagai basis.
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi, dokumen ini tidak menyebutkan penyebab atau faktor spesifik yang memicu volatilitas. Kemungkinan volatilitas disebabkan oleh faktor pasar atau sentimen eksternal yang tidak diungkapkan, namun hal ini belum terkonfirmasi.
  - Basis: Surat permintaan BEI menyebutkan 'volatilitas transaksi efek'; Jawaban Perseroan tidak menyebutkan penyebab
  - Assumptions: Volatilitas mungkin terjadi karena faktor eksternal atau sentimen pasar
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak menjamin tidak adanya informasi yang belum diungkapkan.
- Konfirmasi pemegang saham utama hanya berdasarkan pernyataan, tidak ada bukti pendukung.

### Items to monitor

- Peningkatan volume dan harga saham BPII pada 20 Agustus 2026.

---

## BVIC

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

Bank Victoria International Tbk (BVIC) mengumumkan pembayaran kupon ke-14 Obligasi Berkelanjutan III Bank Victoria Tahap I Tahun 2023 Seri B sebesar Rp5.125.000.000 dengan tingkat bunga/bagi hasil 10,25% per tahun. Pembayaran dijadwalkan pada 9 September 2026. Pengumuman ini merupakan informasi rutin terkait kewajiban pembayaran kupon obligasi, bukan aksi korporasi baru, ekspansi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- Pembayaran kupon ke-14 Obligasi Berkelanjutan III Bank Victoria Tahap I Tahun 2023 Seri B
- Tingkat bunga/bagi hasil 10,25% per tahun
- Nilai kupon yang dibayarkan sebesar Rp5.125.000.000
- Tanggal pembayaran kupon: 9 September 2026
- Mata uang: IDR
- Pengumuman ditandatangani oleh Corporate Secretary Caprie Ardira Azhar pada 27 Agustus 2026

### Key financial figures

- **nilai_kupon:** 5.125.000.000 (2026-09-09)
- **tingkat_bunga:** 10,25% (2026-09-09)

### Corporate actions

- Pembayaran kupon obligasi

### Analytical scenarios

- **Perkiraan nilai pokok obligasi** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan tingkat bunga 10,25% per tahun dan nilai kupon Rp5.125.000.000, perkiraan nilai pokok obligasi adalah sekitar Rp50.000.000.000 (Rp5.125.000.000 / 10,25%).
  - Basis: Nilai kupon: Rp5.125.000.000; Tingkat bunga: 10,25%
  - Assumptions: Kupon dibayarkan tahunan (sesuai tingkat bunga tahunan); Tidak ada amortisasi atau faktor lain yang mempengaruhi nilai pokok
  - Caveats: Nilai pokok tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen; Jika kupon dibayarkan semesteran, nilai pokok akan berbeda

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai nilai pokok obligasi secara eksplisit
- Frekuensi pembayaran kupon (tahunan/semesteran) tidak dinyatakan secara jelas
- Dokumen tidak menyebutkan tanggal jatuh tempo obligasi

---

## CARS

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) perihal volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkapkan, dan berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 31 Juli 2026, belum ada pihak yang masuk kategori pemegang saham utama atau pengendali. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material lainnya.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1. Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Sampai dengan tanggal surat dan 3 bulan mendatang, Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi, termasuk yang berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa.
- Perseroan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Berdasarkan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Juli 2026, belum ada pihak yang masuk kategori pemegang saham utama maupun pemegang saham pengendali.

### Capital structure

- Berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 31 Juli 2026, tidak ada pihak yang memenuhi definisi pemegang saham utama atau pemegang saham pengendali.

### Listing / regulatory

- BEI mengirim surat permintaan penjelasan nomor S-10964/BEI.PP1/08-2026 perihal volatilitas transaksi efek.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material yang mempengaruhi harga efek sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berakibat pada pencatatan saham, hingga 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Sampai dengan tanggal surat ini dan sampai 3 (tiga) bulan mendatang, Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi...'
- **Tidak ada pemegang saham utama/pengendali** [explicit_fact, high]: Berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 31 Juli 2026, tidak ada pihak yang masuk kategori pemegang saham utama atau pengendali.
  - Basis: Jawaban poin 6: '...dari Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Juli 2026... belum ada pihak yang masuk ke dalam kategori tersebut.'
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan penyebab volatilitas transaksi yang menjadi dasar permintaan penjelasan BEI. Kemungkinan volatilitas dipicu oleh faktor eksternal atau sentimen pasar yang tidak diungkapkan, namun hal ini belum terkonfirmasi.
  - Basis: Surat BEI S-10964/BEI.PP1/08-2026 meminta penjelasan atas volatilitas transaksi, namun isi dokumen tidak menyebutkan penyebabnya.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang dimaksud BEI mungkin terkait pergerakan harga atau volume saham CARS.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume yang tersedia dalam dokumen untuk analisis lebih lanjut.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai penyebab volatilitas transaksi yang diminta BEI.
- Tidak ada rincian mengenai aktivitas pemegang saham tertentu yang mungkin menjadi perhatian BEI.
- Tidak ada informasi mengenai rencana pemegang saham utama/pengendali karena tidak ada pihak yang masuk kategori tersebut.

### Items to monitor

- Pergerakan harga saham dan aktivitas transaksi yang menjadi perhatian BEI, namun Perseroan tidak mengungkapkan penyebab spesifik.

---

## CENT

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Tidak ada angka keuangan atau aksi korporasi spesifik yang diungkapkan.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-11042/BEI.PP2/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/2015.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi sesuai Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024.
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, setidaknya dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting material lainnya yang belum diungkapkan kepada publik.
- Corporate Secretary telah mengonfirmasi pemegang saham utama; pemegang saham utama tidak memiliki rencana apa pun terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek (Surat No. S-11042/BEI.PP2/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik menurut POJK 31/2015 maupun Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada dokumen
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, setidaknya dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada dokumen
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 3 dan 6 pada dokumen
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan penyebab volatilitas transaksi yang diminta BEI. Kemungkinan volatilitas terjadi karena faktor pasar atau spekulasi, namun tidak ada informasi yang mendukung.
  - Basis: Tidak ada penjelasan mengenai penyebab volatilitas dalam dokumen
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang dimaksud BEI mungkin terjadi pada periode sebelum surat BEI
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi material yang diungkapkan, namun volatilitas transaksi yang diminta BEI dapat mengindikasikan adanya pergerakan harga yang tidak biasa.
- Pernyataan 'tidak memiliki rencana' bersifat subjektif dan dapat berubah sewaktu-waktu.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material yang diungkapkan, sehingga investor tidak memiliki dasar baru untuk menilai prospek perusahaan.
- Volatilitas transaksi yang menjadi perhatian BEI dapat menjadi sinyal risiko pasar, namun penyebabnya tidak dijelaskan.

---

## CMRY

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 4

### Overview

Pada periode 26–27 Agustus 2026, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mengumumkan pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp100 per saham dengan total nilai Rp793.468.300.000. Keputusan diambil melalui Surat Keputusan Sirkuler Direksi dan Dewan Komisaris pada 26 Agustus 2026, dengan jadwal pembayaran 18 September 2026. Terdapat dua pengumuman koreksi pada 27 Agustus 2026 yang mengoreksi surat sebelumnya, namun isi koreksi tidak dijelaskan secara eksplisit. Aksi korporasi ini penting karena merupakan distribusi laba kepada pemegang saham dan memengaruhi jadwal perdagangan (cum/ex dividen) serta arus kas investor. Emiten menyatakan dividen ini tidak berdampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- Pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp100 per saham.
- Total nilai dividen interim sebesar Rp793.468.300.000.
- Keputusan berdasarkan Surat Keputusan Sirkuler Direksi dan Dewan Komisaris tanggal 26 Agustus 2026.
- Jadwal pembayaran dividen pada 18 September 2026.
- Cum dividen pasar reguler/negosiasi pada 3 September 2026, ex dividen pada 4 September 2026.
- Cum dividen pasar tunai pada 7 September 2026, ex dividen pada 8 September 2026.
- Recording date pada 7 September 2026 pukul 16:00 WIB.
- Batas penyerahan NPWP atau dokumen P3B ke KSEI/BAE pada 10 September 2026 pukul 16:00 WIB.
- Perlakuan pajak: tidak dipotong PPh untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri dengan syarat diinvestasikan di Indonesia, dan untuk Wajib Pajak Badan dalam negeri; WPLN dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20% jika tidak memenuhi persyaratan P3B.

### Key financial figures

- **total_dividen_interim:** 793468300000 (tahun buku 2026)
- **dividen_per_saham:** 100 (tahun buku 2026)
- **laba_bersih_diatribusikan_ke_entitas_induk:** 1171624000000 (30 Juni 2026)
- **saldo_laba_ditahan_tidak_dibatasi:** 3339927000000 (30 Juni 2026)
- **total_ekuitas:** 7162913000000 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp100 per saham, total Rp793.468.300.000.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal yang diumumkan. Jumlah saham beredar tidak dinyatakan eksplisit, tetapi dapat dihitung dari total dividen dibagi dividen per saham.

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi sesuai POJK No.31/POJK.04/2015 jo. POJK No.45 Tahun 2024
- Kep-00077/BEI/09-2021 tentang perubahan ketentuan pelaksanaan pembagian dividen

### Analytical scenarios

- **Pembagian dividen interim** [explicit_fact, high]: CMRY mengumumkan pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp100 per saham dengan total nilai Rp793.468.300.000, berdasarkan keputusan Direksi yang disetujui Dewan Komisaris pada 26 Agustus 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260826171849-046/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260826172102-046a/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260827113733-047/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260827134537-047a/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id
- **Jadwal dividen** [explicit_fact, high]: Jadwal dividen: cum dividen pasar reguler/negosiasi 3 September 2026, ex dividen 4 September 2026; cum dividen pasar tunai 7 September 2026, ex dividen 8 September 2026; recording date 7 September 2026 pukul 16:00; pembayaran 18 September 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260826171849-046/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260826172102-046a/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260827113733-047/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260827134537-047a/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id
- **Data keuangan pendukung** [explicit_fact, high]: Data keuangan per 30 Juni 2026: laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk Rp1.171.624.000.000, saldo laba ditahan tidak dibatasi Rp3.339.927.000.000, total ekuitas Rp7.162.913.000.000.
  - Basis: Pengumuman 20260826172102-046a/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id; Pengumuman 20260827134537-047a/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id
  - Caveats: Pengumuman 20260827113733-047/CORSEC/EKS/VIII/2026_id-id menyebutkan laba bersih entitas induk Rp7.162.913.000.000, yang kemungkinan salah ketik karena sama dengan total ekuitas.
- **Estimasi jumlah saham beredar** [derived_calculation, high]: Berdasarkan total dividen interim Rp793.468.300.000 dan dividen per saham Rp100, jumlah saham yang berhak atas dividen diperkirakan 7.934.683.000 saham (793.468.300.000 / 100).
  - Basis: Total dividen interim Rp793.468.300.000; Dividen per saham Rp100
  - Assumptions: Seluruh saham berhak atas dividen yang sama
  - Caveats: Jumlah saham beredar tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; perhitungan hanya estimasi dari angka dividen.
- **Rasio pembayaran dividen terhadap laba** [derived_calculation, high]: Rasio dividen terhadap laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk per 30 Juni 2026 adalah sekitar 67,7% (793.468.300.000 / 1.171.624.000.000).
  - Basis: Total dividen Rp793.468.300.000; Laba bersih per 30 Juni 2026 Rp1.171.624.000.000
  - Assumptions: Laba bersih per 30 Juni 2026 digunakan sebagai dasar perhitungan
  - Caveats: Rasio ini hanya indikatif dan tidak mencerminkan kebijakan dividen penuh
- **Isi koreksi jadwal dividen** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen koreksi pada 27 Agustus 2026 mengoreksi surat sebelumnya, namun isi koreksi tidak dijelaskan. Kemungkinan koreksi bersifat administratif atau penyesuaian jadwal, tetapi tidak dapat dipastikan tanpa membandingkan dengan pengumuman awal.
  - Basis: Perihal surat menyebutkan 'KOREKSI' dan mengoreksi surat nomor 046a/CORSEC/EKS/VIII/2026 dan 047/CORSEC/EKS/VIII/2026
  - Assumptions: Koreksi bersifat administratif atau penyesuaian jadwal
  - Caveats: Tidak ada detail perubahan yang tersedia
- **Dampak terhadap harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Pembagian dividen interim dapat mempengaruhi harga saham di sekitar tanggal ex dividen, namun arah dan besaran dampak tidak dapat diprediksi tanpa data pasar.
  - Basis: Pengumuman dividen interim; Jadwal cum dan ex dividen
  - Assumptions: Pasar bereaksi terhadap pengumuman dividen
  - Caveats: Tidak ada data harga saham atau volume perdagangan dalam dokumen; analisis ini hanya spekulatif.

### Risks / uncertainties

- Rincian dividen (nilai, jadwal, dampak) tidak diungkapkan dalam dokumen utama; lampiran yang relevan tidak tersedia pada dokumen utama.
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap kondisi keuangan atau kelangsungan usaha.
- Ketidakpastian pajak: Wajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri harus memenuhi syarat investasi di Indonesia untuk bebas PPh; jika tidak, PPh terutang disetor sendiri.
- WPLN yang tidak memenuhi persyaratan P3B akan dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%.
- Jumlah saham beredar tidak dinyatakan eksplisit, sehingga total dividen tidak dapat diverifikasi secara independen.
- Sumber dana dividen tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Isi koreksi dari pengumuman sebelumnya tidak dijelaskan.
- Pembayaran dividen melalui cek untuk saham di luar penitipan kolektif KSEI dapat menimbulkan risiko keterlambatan atau kesalahan alamat.

### Items to monitor

- Isi koreksi jadwal dividen yang tidak dijelaskan dalam pengumuman koreksi.
- Jumlah saham beredar yang tidak dinyatakan eksplisit.
- Sumber dana dividen yang tidak dijelaskan.
- Dampak dividen terhadap harga saham dan volume perdagangan di sekitar tanggal cum/ex dividen.
- Kepatuhan terhadap persyaratan pajak untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri dan WPLN.

---

## COAL

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026. Laporan menunjukkan perubahan jumlah saham beredar dari 6.290.180.900 menjadi 6.291.543.700 saham, dengan penambahan 1.362.800 saham. Tidak ada perubahan pada pemegang saham pengendali (Sujaka Lays, 8,68%) atau kepemilikan Direksi dan Komisaris (Arie Rinaldi, 6,00%). Free float menurun dari 79,32% menjadi 79,32% (tidak berubah), namun jumlah saham free float meningkat dari 4.997.391.400 menjadi 4.998.754.200 saham. Tidak ada indikasi perubahan material dalam struktur kepemilikan atau kontrol.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026, diumumkan pada 26 Agustus 2026.
- Jumlah saham beredar (total saham ditempatkan dan disetor penuh) meningkat dari 6.290.180.900 saham (bulan sebelumnya) menjadi 6.291.543.700 saham (bulan ini), penambahan 1.362.800 saham.
- Pemegang saham pengendali: Sujaka Lays, 542.789.500 saham (8,68%), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris: Arie Rinaldi (Komisaris Utama) 375.000.000 saham (6,00%), tidak berubah; anggota lainnya (Alycius Hendry, Donny Janson Manua, Yogi Adrian) memiliki 0 saham.
- Free float: 4.998.754.200 saham (79,32%) pada bulan ini, meningkat dari 4.997.391.400 saham (79,32%) pada bulan sebelumnya.
- Treasury stock: 0 saham pada bulan ini dan sebelumnya.
- Tidak ada perubahan pada pemegang saham yang mencapai 5% atau lebih selain Sujaka Lays dan Arie Rinaldi.
- Laporan dari Biro Administrasi Efek (PT Adimitra Jasa Korpora) menyebutkan komposisi pemegang saham per 31 Juli 2026, termasuk total saham 6.250.000.000 (dalam tabel lampiran) dan 6.291.543.700 (dalam laporan utama).

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pada pemegang saham pengendali (Sujaka Lays, 8,68%) atau anggota Direksi dan Komisaris yang teridentifikasi dalam laporan ini.

### Capital structure

- Jumlah saham beredar meningkat dari 6.290.180.900 menjadi 6.291.543.700 saham (penambahan 1.362.800 saham) antara bulan sebelumnya dan 31 Juli 2026. Penyebab penambahan tidak dijelaskan dalam laporan.

### Analytical scenarios

- **Penyebab penambahan saham beredar** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan 1.362.800 saham beredar dapat berasal dari pelaksanaan opsi, waran, atau konversi efek, namun tidak ada rincian dalam laporan. Ini hanya hipotesis, bukan fakta.
  - Basis: Jumlah saham beredar meningkat dari 6.290.180.900 menjadi 6.291.543.700 saham.
  - Assumptions: Penambahan saham beredar biasanya terjadi melalui penerbitan saham baru.
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai penyebab penambahan saham.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari laporan ini. Perubahan jumlah saham beredar tanpa penjelasan dapat menjadi perhatian, tetapi tidak ada indikasi dampak negatif.

### Items to monitor

- Perubahan jumlah saham beredar dapat mempengaruhi perhitungan laba per saham (EPS) dan struktur modal, namun dampaknya tidak dijelaskan.

---

## COIN

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-10929/BEI.PP3/08-2026 perihal permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, tidak mengetahui informasi material lain yang belum diungkapkan, dan belum memiliki informasi rencana pemegang saham utama. Sebagai konteks, emiten menyebutkan kenaikan harga aset kripto (Bitcoin naik sekitar 24%, Indeks CFX10 naik sekitar 30%) dan partisipasinya dalam Coinfest Asia 2026 di Bali. Dokumen utama hanya berisi pernyataan 'Terlampir' untuk setiap pertanyaan BEI, sedangkan substansi jawaban berada pada lampiran terpisah.

### Material changes

- Tidak ada informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal (klaim emiten).
- Tidak ada informasi aktivitas pemegang saham tertentu (klaim emiten).
- Tidak ada rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang mempengaruhi pencatatan saham, setidaknya dalam 3 bulan mendatang (klaim emiten).
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan (klaim emiten).
- Belum ada informasi rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya (klaim emiten).
- Kenaikan harga aset kripto: Bitcoin naik sekitar 24% dari US$62.864 menjadi US$78.185 pada periode 17-26 Agustus 2026 (cut off 12:00 WIB).
- Indeks CFX10 menguat sekitar 30% dari 715 menjadi 933 pada periode yang sama.
- Partisipasi COIN dalam Coinfest Asia 2026 di Bali pada 20-21 Agustus 2026, diumumkan melalui siaran pers 24 Agustus 2026.
- Anak usaha COIN, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), menggelar CFX Seaside Mixer dan CFX Cryptalk Vol 2.0.

### Listing / regulatory

- Surat BEI No. S-10929/BEI.PP3/08-2026 tentang permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek
- Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material
- Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025
- Peraturan OJK No. 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka

### Analytical scenarios

- **Perhitungan kenaikan harga Bitcoin** [derived_calculation, high]: Kenaikan harga Bitcoin dari US$62.864 ke US$78.185 adalah (78.185 - 62.864) / 62.864 = 24,37%, mendekati klaim sekitar 24%.
  - Basis: Angka harga Bitcoin awal dan akhir dari dokumen
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan harga awal US$62.864 dan harga akhir US$78.185
- **Perhitungan kenaikan Indeks CFX10** [derived_calculation, high]: Kenaikan Indeks CFX10 dari 715 ke 933 adalah (933 - 715) / 715 = 30,49%, mendekati klaim sekitar 30%.
  - Basis: Angka indeks awal dan akhir dari dokumen
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan posisi awal 715 dan posisi akhir 933
- **Pemicu volatilitas saham COIN** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan harga aset kripto dan partisipasi dalam Coinfest Asia 2026 mungkin menjadi faktor yang mendorong volatilitas saham COIN, meskipun emiten tidak menyatakan adanya informasi material.
  - Basis: Dokumen menyebutkan perkembangan tersebut sebagai konteks pada periode yang sama dengan volatilitas
  - Assumptions: Kenaikan harga aset kripto dan partisipasi acara dapat mempengaruhi sentimen pasar terhadap saham COIN
  - Caveats: Ini adalah hipotesis analis; emiten tidak mengonfirmasi hubungan kausal langsung.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi material yang diungkapkan, namun volatilitas saham tetap terjadi; penyebab pasti tidak dijelaskan.
- Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan, tetapi ada kemungkinan perubahan di masa depan.
- Informasi rencana pemegang saham utama belum tersedia.
- Tanggal surat BEI tidak terbaca (tertulis 'null'), hanya dapat diperkirakan bulan Agustus 2026.
- Jabatan pengirim tidak tercantum.
- Substansi jawaban tidak tersedia dalam dokumen utama, hanya di lampiran.

### Items to monitor

- Kenaikan harga aset kripto (Bitcoin dan Indeks CFX10) dapat mempengaruhi sentimen pasar terhadap saham COIN, namun emiten tidak menyatakan adanya informasi material.
- Partisipasi dalam Coinfest Asia 2026 dan kegiatan anak usaha (CFX dan ICC) dapat menjadi perhatian investor, namun tidak ada dampak finansial yang diungkapkan.
- Tidak adanya rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang dapat menjadi sinyal stabilitas, namun investor tetap perlu memantau perkembangan selanjutnya.

---

## EDGE

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indointernet Tbk (EDGE) melaporkan perkembangan pelaksanaan Voluntary Tender Offer (VTO) oleh Digital Edge (Hong Kong) Ltd (DEHK). DEHK memperpanjang masa VTO Periode III selama 30 hari, dari 24 Agustus hingga 22 September 2026, diumumkan pada 19 Agustus 2026. Hasil sementara VTO Periode II (25 Juli – 23 Agustus 2026) menunjukkan partisipasi sangat rendah: hanya 245 dari 654 pemegang saham publik yang berpartisipasi, dengan total 360.600 saham dari 152.479.800 saham publik (sekitar 0,24%). Pelaksanaan VTO Periode II dijadwalkan pada 4 September 2026. Emiten menyatakan tidak ada dampak negatif material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- DEHK telah memperpanjang masa VTO Periode III selama 30 hari, dimulai sejak 24 Agustus sampai dengan 22 September 2026.
- Perpanjangan masa VTO diumumkan pada 19 Agustus 2026 melalui surat kabar Harian Terbit dan Link Bisnis, serta situs web Perseroan dan BEI.
- Hasil sementara VTO Periode II (25 Juli – 23 Agustus 2026): 654 pemegang saham publik dengan total 152.479.800 saham; 245 pemegang saham berpartisipasi dengan total 360.600 saham; 409 pemegang saham belum berpartisipasi dengan total 152.119.200 saham.
- Pelaksanaan VTO Periode II akan dilakukan oleh DEHK pada tanggal 4 September 2026.
- VTO Periode I (25 Juni – 24 Juli 2026) telah selesai pada 5 Agustus 2026 dan diumumkan pada 6 Agustus 2026 melalui web BEI.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak negatif material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Corporate actions

- Voluntary Tender Offer (VTO) oleh DEHK atas saham-saham PT Indointernet Tbk
- Perpanjangan masa VTO Periode III

### Capital structure

- Jumlah pemegang saham publik pada VTO Periode II: 654 SID dengan total 152.479.800 saham
- Jumlah pemegang saham yang berpartisipasi penuh pada VTO Periode II: 245 SID dengan total 360.600 saham
- Jumlah pemegang saham yang belum berpartisipasi pada VTO Periode II: 409 SID dengan total 152.119.200 saham
- Jumlah pemegang saham publik pada VTO Periode I: 1.573 SID dengan total 159.598.500 saham
- Jumlah pemegang saham yang berpartisipasi penuh pada VTO Periode I: 919 SID dengan total 7.118.700 saham
- Jumlah pemegang saham yang belum berpartisipasi pada VTO Periode I: 654 SID dengan total 152.479.800 saham

### Listing / regulatory

- Perpanjangan masa VTO sesuai Pasal 17 ayat (2) jo. Pasal 22 POJK No. 54/POJK.04/2015 tentang Penawaran Tender Sukarela
- Keterbukaan informasi sesuai Pasal III.3.2.5 Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-N tentang Delisting dan Relisting

### Analytical scenarios

- **Tingkat partisipasi VTO Periode II** [derived_calculation, high]: Tingkat partisipasi pemegang saham publik pada VTO Periode II adalah sekitar 0,24% dari total saham publik (360.600 / 152.479.800 x 100%).
  - Basis: Jumlah saham yang berpartisipasi: 360.600; Jumlah saham publik: 152.479.800
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia pada tabel VTO Periode II
- **Sisa saham publik setelah VTO Periode II** [derived_calculation, high]: Setelah VTO Periode II, sisa saham publik yang belum berpartisipasi adalah 152.119.200 saham, yang sama dengan jumlah yang tercantum pada tabel.
  - Basis: Jumlah saham publik: 152.479.800; Jumlah saham berpartisipasi: 360.600; Selisih: 152.479.800 - 360.600 = 152.119.200
  - Assumptions: Tidak ada perubahan lain dalam kepemilikan saham publik selama periode tersebut
- **Potensi delisting** [analyst_hypothesis, low]: Rendahnya partisipasi pada VTO Periode II (0,24%) menunjukkan bahwa mayoritas pemegang saham publik belum menjual sahamnya, sehingga DEHK mungkin perlu mengevaluasi strategi untuk mencapai ambang batas kepemilikan yang disyaratkan untuk delisting.
  - Basis: Tingkat partisipasi yang dihitung dari data VTO Periode II; Perpanjangan masa VTO Tahap III
  - Assumptions: DEHK bertujuan untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya melalui VTO; Ambang batas kepemilikan untuk delisting belum tercapai
  - Caveats: Ini adalah spekulasi analitis; tidak ada pernyataan resmi mengenai target kepemilikan atau rencana delisting dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Hasil sementara VTO Periode II menunjukkan partisipasi yang sangat rendah, yang dapat mempengaruhi kemampuan DEHK untuk mencapai tujuan pengambilalihan.
- Perpanjangan masa VTO Tahap III memberikan waktu tambahan, tetapi tidak ada jaminan partisipasi akan meningkat.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak negatif material, namun pernyataan ini merupakan klaim manajemen dan belum tentu mencerminkan risiko yang tidak teridentifikasi.

### Items to monitor

- Perpanjangan VTO dan rendahnya partisipasi dapat mempengaruhi struktur kepemilikan saham EDGE, namun dampak spesifik belum dapat ditentukan tanpa data hasil VTO yang lebih lengkap.
- Tidak ada informasi mengenai harga penawaran VTO, jumlah saham yang ditargetkan, atau dampak terhadap struktur modal setelah VTO selesai.

---

## ELSA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Elnusa Tbk (ELSA) melaporkan keberhasilan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Elnusa bertindak sebagai kontraktor pengeboran menggunakan Rig EMR-001. Pengeboran dimulai 4 Juni 2026, selesai dalam 45 hari, dan uji produksi pada 19 Agustus 2026. Initial production tercatat 5,36 MMSCFD gas dan 406 BOPD minyak, melampaui target awal 2,1 MMSCFD gas dan 175 BOPD minyak. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Pengumuman ini merupakan laporan informasi material, bukan aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- Keberhasilan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
- Elnusa bertindak sebagai drilling contractor menggunakan Rig EMR-001.
- Pengeboran dimulai pada 4 Juni 2026 dan selesai dalam 45 hari.
- Uji produksi dilakukan pada 19 Agustus 2026.
- Initial production tercatat 5,36 MMSCFD gas dan 406 BOPD minyak, dibandingkan target awal 2,1 MMSCFD gas dan 175 BOPD minyak.
- Capaian produksi setara sekitar 255% dari target gas dan 232% dari target minyak.
- Rig EMR-001 membukukan 75.600 safe man hours sejak tajak sumur.
- Sumur menghasilkan produksi dari layer F083A, I089A, dan I072A.
- Kedalaman akhir pengeboran berarah mencapai 11.685 ftMD.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Analytical scenarios

- **Persentase pencapaian produksi gas** [derived_calculation, high]: Initial production gas 5,36 MMSCFD dibandingkan target 2,1 MMSCFD menghasilkan rasio 5,36/2,1 = 2,552, atau sekitar 255% dari target.
  - Basis: Initial production gas: 5,36 MMSCFD; Target awal gas: 2,1 MMSCFD
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan rasio sederhana antara produksi aktual dan target.
- **Persentase pencapaian produksi minyak** [derived_calculation, high]: Initial production minyak 406 BOPD dibandingkan target 175 BOPD menghasilkan rasio 406/175 = 2,32, atau sekitar 232% dari target.
  - Basis: Initial production minyak: 406 BOPD; Target awal minyak: 175 BOPD
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan rasio sederhana antara produksi aktual dan target.
- **Durasi pengeboran** [derived_calculation, medium]: Pengeboran dimulai 4 Juni 2026 dan selesai 19 Agustus 2026, dengan durasi 76 hari kalender. Namun dokumen menyatakan selesai dalam 45 hari, yang mungkin merujuk pada hari kerja efektif atau periode tertentu.
  - Basis: Tanggal mulai 4 Juni 2026 dan tanggal selesai 19 Agustus 2026.; Klaim emiten: 'completed in 45 days'.
  - Assumptions: Perhitungan hari kalender dari 4 Juni hingga 19 Agustus 2026 menghasilkan 76 hari; perbedaan dengan klaim 45 hari mungkin karena definisi hari kerja atau fase tertentu.
  - Caveats: Klaim 45 hari tidak dijelaskan secara rinci dalam dokumen.
- **Dampak terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Keberhasilan pengeboran ini dapat memperkuat reputasi Elnusa dan berpotensi meningkatkan pendapatan dari jasa drilling di masa depan, namun tidak ada angka pendapatan atau kontrak yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang penguatan rekam jejak dan competitive advantage.
  - Assumptions: Keberhasilan operasi dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan membuka peluang kontrak baru.
  - Caveats: Tidak ada informasi kuantitatif mengenai nilai kontrak atau dampak finansial.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang diidentifikasi dalam dokumen; emiten menyatakan tidak ada dampak material.

### Items to monitor

- Keberhasilan pengeboran ini dapat memperkuat reputasi Elnusa sebagai kontraktor pengeboran dan berpotensi meningkatkan pendapatan dari jasa drilling di masa depan, namun tidak ada angka pendapatan atau kontrak yang diungkapkan dalam dokumen.

---

## ERTX

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) mengumumkan penandatanganan Perjanjian Perubahan dan Penegasan Kembali Terhadap Perjanjian Kredit dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada 27 Agustus 2026. Perjanjian ini mempertahankan fasilitas kredit yang ada (Omnibus Trade Finance maksimum US$5.000.000 dan PSE yang diubah dari US$2.000.000 menjadi IDR 35.000.000.000), serta menambah fasilitas Omnibus Trade Finance sebesar US$5.000.000 dengan jangka waktu hingga 18 Oktober 2026 dan diperpanjang tahunan. Suku bunga USD 5,5% p.a. dan IDR 7,25% p.a. Jaminan meliputi aset PT Citra Abadi Sejati, jaminan pribadi Bp. Maniwanen, dan corporate guarantee PT Ungaran Sari Garments. Emiten menyatakan dampak positif berupa pengurangan beban keuangan dan peningkatan kelangsungan usaha. Lampiran rincian tambahan limit tidak tersedia dalam dokumen yang dianalisis.

### Material changes

- Penandatanganan Perjanjian Perubahan dan Penegasan Kembali Terhadap Perjanjian Kredit antara PT Eratex Djaja Tbk dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada 27 Agustus 2026.
- Fasilitas kredit yang ada dipertahankan dan diperpanjang tahunan: (a) Omnibus Trade Finance maksimum US$5.000.000; (b) Pre-Settlement Exposure (PSE) berubah dari maksimum US$2.000.000 menjadi IDR 35.000.000.000.
- Fasilitas tambahan Omnibus Trade Finance sebesar US$5.000.000 dengan jangka waktu sampai dengan 18 Oktober 2026 dan diperpanjang tahunan.
- Suku bunga pinjaman: USD 5,5% p.a.; IDR 7,25% p.a.
- Jaminan: tanah dan bangunan di Jl Raya Kedung Halang Km 52 No.263, Kel.Cipangi, Kec.Bogor Utara, Kota Bogor atas nama PT Citra Abadi Sejati; sarana pelengkap dan mesin-mesin milik PT Citra Abadi Sejati di lokasi yang sama; tanah dan bangunan di Jl. Raya Jonggol Km 2.5, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor atas nama PT Citra Abadi Sejati; sarana pelengkap dan mesin-mesin milik PT Citra Abadi Sejati di lokasi tersebut; jaminan pribadi dari Bp. Maniwanen; corporate guarantee dari PT Ungaran Sari Garments.
- Negative covenants: Perseroan dilarang antara lain menjual/mengalihkan aset (kecuali untuk usaha sehari-hari), menjaminkan aset kepada pihak lain (kecuali BANK), mengadakan perjanjian hutang berbunga atau investasi material di luar usaha utama, menjamin pihak ketiga, mengubah sifat usaha, mengubah anggaran dasar/susunan pengurus/pemegang saham/nilai saham (kecuali perusahaan terbuka), mengumumkan dan membagikan dividen (kecuali perusahaan terbuka), melakukan merger/konsolidasi/akuisisi/spin-off, pembubaran/likuidasi, membayar hutang kepada pemegang saham/group, mengajukan pembiayaan kembali (double financing), menambah fasilitas di bank/lembaga keuangan lain ≥ USD10.000.000, membuat investasi material di luar lini bisnis, mengalihkan kewajiban, dan memberikan gratifikasi kepada karyawan bank.
- Dampak yang dinyatakan emiten: mengurangi beban keuangan Perseroan dan meningkatkan kelangsungan serta pengembangan usaha Perseroan.

### Key financial figures

- **Fasilitas Omnibus Trade Finance (maksimum pinjaman):** 5.000.000 (27 Agustus 2026 (perjanjian perubahan) / fasilitas yang ada tetap, diperpanjang tahunan; fasilitas tambahan hingga 18 Oktober 2026, diperpanjang tahunan)
- **Fasilitas Pre-Settlement Exposure (PSE) - maksimum pinjaman sebelumnya:** 2.000.000 (sebelum perubahan)
- **Fasilitas Pre-Settlement Exposure (PSE) - maksimum pinjaman baru:** 35.000.000.000 (setelah perubahan)
- **Fasilitas tambahan Omnibus Trade Finance:** 5.000.000 (hingga 18 Oktober 2026, diperpanjang tahunan)
- **Suku bunga pinjaman USD:** 5.5% p.a. (berlaku)
- **Suku bunga pinjaman IDR:** 7.25% p.a. (berlaku)

### Analytical scenarios

- **Total fasilitas Omnibus Trade Finance setelah penambahan** [derived_calculation, medium]: Total fasilitas Omnibus Trade Finance setelah penambahan adalah US$10.000.000 (US$5.000.000 fasilitas yang ada + US$5.000.000 fasilitas tambahan). Ini adalah perhitungan sederhana dari angka yang tersedia.
  - Basis: Fasilitas yang ada: US$5.000.000; Fasilitas tambahan: US$5.000.000
  - Assumptions: Fasilitas tambahan bersifat kumulatif dengan fasilitas yang ada.
  - Caveats: Dokumen tidak secara eksplisit menyatakan total gabungan; hanya menyebutkan fasilitas yang ada dan tambahan.
- **Dampak terhadap beban keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Emiten mengklaim bahwa penandatanganan perjanjian ini akan mengurangi beban keuangan Perseroan. Namun, tidak ada rincian kuantitatif mengenai penghematan biaya atau perubahan suku bunga yang mendukung klaim tersebut. Perubahan PSE dari USD ke IDR mungkin bertujuan untuk mengurangi eksposur valuta asing atau menyesuaikan dengan kebutuhan modal kerja, tetapi ini belum dikonfirmasi.
  - Basis: Dokumen menyatakan dampak 'mengurangi beban keuangan Perseroan'.
  - Assumptions: Perubahan struktur fasilitas dapat mempengaruhi biaya bunga atau biaya transaksi.
  - Caveats: Tidak ada data keuangan atau proyeksi yang diberikan untuk mendukung klaim pengurangan beban.
- **Potensi pembatasan fleksibilitas operasional** [analyst_hypothesis, low]: Negative covenants yang luas, seperti larangan mengubah susunan pengurus, pemegang saham, atau nilai saham (kecuali untuk perusahaan terbuka), serta larangan membagikan dividen (kecuali untuk perusahaan terbuka), dapat membatasi fleksibilitas Perseroan dalam mengambil keputusan korporasi tertentu. Namun, karena Perseroan adalah perusahaan terbuka, beberapa larangan mungkin tidak berlaku secara ketat. Ini perlu dipantau.
  - Basis: Dokumen mencantumkan negative covenants yang melarang perubahan anggaran dasar, susunan pengurus, pemegang saham, nilai saham, dan pembagian dividen, dengan pengecualian untuk perusahaan terbuka.
  - Assumptions: Perseroan adalah perusahaan terbuka (Tbk), sehingga pengecualian berlaku.
  - Caveats: Interpretasi hukum atas pengecualian ini memerlukan analisis lebih lanjut.

### Risks / uncertainties

- Rincian tambahan limit fasilitas perbankan tidak tersedia karena lampiran tidak disertakan.
- Identitas bank pemberi fasilitas tidak disebutkan secara eksplisit dalam dokumen (hanya nama file lampiran menyebut 'Danamon').
- Tidak ada informasi mengenai nilai total fasilitas gabungan setelah penambahan.
- Tidak ada rincian mengenai jadwal pembayaran atau jatuh tempo fasilitas yang ada.
- Tidak ada informasi mengenai tujuan penggunaan dana dari fasilitas tambahan.
- Tidak ada informasi mengenai dampak kuantitatif terhadap laporan keuangan.

### Items to monitor

- Perubahan fasilitas PSE dari USD ke IDR dapat mengurangi eksposur valuta asing, namun dampaknya belum terukur.
- Negative covenants dapat membatasi fleksibilitas korporasi, termasuk pembagian dividen dan perubahan struktur modal, meskipun ada pengecualian untuk perusahaan terbuka.
- Klaim emiten tentang pengurangan beban keuangan perlu diverifikasi dengan laporan keuangan berikutnya.

---

## EURO

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 26-27 Agustus 2026, PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) mengumumkan tiga hal utama: (1) perubahan susunan Komite Audit efektif 26 Agustus 2026, (2) pemanggilan RUPSLB untuk 18 September 2026 dengan agenda persetujuan PMHMETD (rights issue), perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, serta perubahan Anggaran Dasar untuk menambah kegiatan usaha sebagai holding company, dan (3) perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi efektif 27 Agustus 2026. Perubahan komite merupakan bagian dari tata kelola rutin, sementara pemanggilan RUPSLB menandakan rencana aksi korporasi signifikan yang belum dirinci. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi perubahan struktur modal (rights issue) dan perubahan kegiatan usaha menjadi holding company, yang dapat mengubah profil bisnis dan kepemilikan saham, meskipun detail transaksi belum diungkapkan.

### Material changes

- Perubahan susunan Komite Audit: Ketua baru Darren Nathaniel Tandra menggantikan Andi Kurniawan Josdaan, efektif 26 Agustus 2026.
- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi: Ketua baru Darren Nathaniel Tandra, anggota Sumadi Rusli dan Vini Febriani, efektif 27 Agustus 2026.
- Pemanggilan RUPSLB dengan agenda persetujuan PMHMETD (rights issue), perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, serta perubahan Anggaran Dasar untuk menambah kegiatan usaha holding company.

### Corporate actions

- PMHMETD (rights issue) - rencana penambahan modal dengan HMETD, tujuan untuk modal kerja dan peningkatan kapasitas usaha. Detail jumlah saham, harga, rasio, dan nilai belum diungkapkan. Akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB 18 September 2026.

### Expansion projects

- Perubahan Anggaran Dasar untuk menambah kegiatan usaha sebagai Aktivitas Perusahaan Holding (Holding Company). Tidak ada detail proyek ekspansi, capex, kapasitas, pendanaan, fase, atau milestone.

### Management / control changes

- Perubahan susunan Komite Audit: Ketua baru Darren Nathaniel Tandra menggantikan Andi Kurniawan Josdaan; anggota Tasman Frensius A. dan Ike Eriyanti tetap menjabat.
- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi: Ketua baru Darren Nathaniel Tandra, Anggota Sumadi Rusli dan Vini Febriani, menggantikan Andi Kurniawan Josdaan, Juliet Widjaja, dan Suryati.
- Agenda RUPSLB mencakup pengangkatan kembali/perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, namun detail perubahan belum diungkapkan.

### Capital structure

- Rencana PMHMETD (rights issue) akan dibahas dalam RUPSLB, namun detail jumlah saham, rasio, harga, atau nilai belum diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Pengangkatan Komite Audit dilakukan untuk memenuhi POJK No. 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
- Pemanggilan RUPSLB mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.
- Penyampaian perubahan susunan komite kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Komite Audit** [explicit_fact, high]: Berdasarkan pengumuman, terjadi pergantian Ketua Komite Audit dari Andi Kurniawan Josdaan menjadi Darren Nathaniel Tandra, efektif 26 Agustus 2026. Anggota lainnya tidak berubah.
  - Basis: Tabel perubahan komite audit pada halaman 1 dan 2 dokumen utama; Surat No. 003/FM-EGF/VIII/2026
- **Periode jabatan Komite Audit** [explicit_fact, high]: Ketua baru menjabat periode ke-1, sedangkan anggota Tasman Frensius A. dan Ike Eriyanti menjabat periode ke-2.
  - Basis: Kolom 'Periode' pada tabel
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 18 September 2026 pukul 13.30 WIB, dengan recording date 26 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen menyatakan Hari/Tanggal/Waktu: 18 September 2026, Waktu: 13.30 WIB; Tanggal DPS: 26 Agustus 2026
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda RUPSLB mencakup persetujuan PMHMETD, perubahan susunan Dewan Komisaris, perubahan susunan Direksi, dan perubahan Anggaran Dasar.
  - Basis: Dokumen mencantumkan empat agenda: PMHMETD, Dewan Komisaris, Direksi, dan Anggaran Dasar
- **Tujuan PMHMETD** [explicit_fact, high]: PMHMETD direncanakan untuk mendukung kegiatan usaha, dengan perkiraan penggunaan dana untuk modal kerja dan peningkatan kapasitas usaha.
  - Basis: Penjelasan mata acara 1 pada halaman 1 dokumen lampiran
- **Perubahan kegiatan usaha** [explicit_fact, high]: Perubahan Anggaran Dasar untuk menambah kegiatan usaha sebagai Aktivitas Perusahaan Holding (Holding Company).
  - Basis: Penjelasan mata acara 4 pada halaman 1 dokumen lampiran
- **Perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi untuk periode 27 Agustus 2026 hingga 27 Agustus 2029, dengan tiga anggota baru.
  - Basis: Surat nomor 004/FM-EGF/VIII/2026; Tabel susunan komite pada halaman 1
- **Keterangan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi** [explicit_fact, high]: Ketua komite adalah Komisaris Independen, anggota adalah Komisaris, dan anggota lainnya adalah pejabat eksekutif di bawah Direksi yang membidangi SDM.
  - Basis: Kolom Keterangan pada tabel susunan komite
- **Durasi masa jabatan Komite Nominasi dan Remunerasi** [derived_calculation, high]: Masa jabatan komite baru adalah 3 tahun, dihitung dari 27 Agustus 2026 hingga 27 Agustus 2029.
  - Basis: Tanggal mulai dan akhir periode jabatan pada pengumuman
  - Assumptions: Perhitungan durasi berdasarkan tanggal yang tercantum
- **Alasan perubahan Komite Audit** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan ketua komite audit mungkin terkait dengan rotasi atau kebijakan tata kelola perusahaan, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam pengumuman
  - Assumptions: Perubahan tersebut merupakan bagian dari siklus tata kelola normal
  - Caveats: Alasan sebenarnya tidak diketahui dari dokumen ini
- **Potensi rights issue** [analyst_hypothesis, low]: PMHMETD yang akan dimintakan persetujuan RUPSLB mengindikasikan rencana penerbitan saham baru dengan HMETD, yang berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya. Namun, detail jumlah saham, harga, dan rasio belum diungkapkan.
  - Basis: Agenda RUPSLB mencantumkan 'Persetujuan Rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD)'
  - Assumptions: PMHMETD umumnya berarti penerbitan saham baru yang ditawarkan kepada pemegang saham existing
  - Caveats: Detail transaksi belum diumumkan; keputusan RUPSLB belum tentu menyetujui rencana tersebut
- **Arah strategis menjadi holding company** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan kegiatan usaha sebagai holding company mengindikasikan potensi restrukturisasi atau ekspansi melalui anak usaha, namun belum ada detail lebih lanjut.
  - Basis: Perubahan AD untuk menambah kegiatan usaha holding company
  - Assumptions: Asumsi bahwa perubahan ini bertujuan untuk mengakomodasi struktur holding
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai anak usaha atau rencana spesifik
- **Kepatuhan regulasi Komite Nominasi dan Remunerasi** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan komite ini kemungkinan dilakukan untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai komite nominasi dan remunerasi, namun tidak ada rincian kepatuhan yang disebutkan.
  - Basis: Pengumuman perubahan komite; Peraturan OJK yang relevan (tidak disebutkan dalam dokumen)
  - Assumptions: Emiten berupaya memenuhi regulasi yang berlaku
  - Caveats: Tidak ada referensi eksplisit ke peraturan OJK dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Detail PMHMETD (jumlah saham, harga, rasio, nilai emisi, agio, dan jadwal) belum diungkapkan dalam dokumen ini.
- Perubahan susunan pengurus dan Anggaran Dasar belum dirinci (siapa yang diganti/diangkat, pasal yang diubah).
- Dokumen ini hanya pemanggilan RUPSLB; keputusan belum diambil dan dapat berubah.
- Pemerintah atau otoritas berwenang dapat mengeluarkan kebijakan larangan pelaksanaan rapat atau larangan hadir langsung, yang di luar tanggung jawab perseroan.
- Tidak ada informasi mengenai alasan spesifik pergantian ketua Komite Audit.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan komite terhadap operasional atau tata kelola perusahaan.

### Items to monitor

- Detail PMHMETD: jumlah saham baru, harga pelaksanaan, rasio, nilai emisi, agio, dan jadwal.
- Rincian perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi (nama, jabatan, penggantian).
- Rincian perubahan Anggaran Dasar (pasal yang diubah, tujuan).
- Hasil RUPSLB pada 18 September 2026.
- Keputusan OJK terkait PMHMETD dan perubahan Anggaran Dasar.
- Perkembangan kegiatan usaha holding company dan potensi anak usaha.

---

## EXCL

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 26–27 Agustus 2026, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mengumumkan dua perubahan pada jajaran manajemen dan pengawasan: (1) pergantian Corporate Secretary dari Susan Masniari Togatorop menjadi Cut Fika Lutfi, efektif 26 Agustus 2026; dan (2) pengunduran diri Vivek Sood sebagai Komisaris, efektif setelah persetujuan RUPS terdekat. Kedua pengumuman bersifat administratif/tata kelola dan tidak menyebutkan angka keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal. Emiten menyatakan pengunduran diri komisaris tidak berdampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Tidak ada pengumuman lain terkait ekspansi, pendanaan, atau status pencatatan pada periode ini.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Susan Masniari Togatorop menjadi Cut Fika Lutfi, efektif 26 Agustus 2026.
- Pengunduran diri Vivek Sood sebagai Komisaris, efektif setelah persetujuan RUPS terdekat.

### Management / control changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Susan Masniari Togatorop menjadi Cut Fika Lutfi, efektif 26 Agustus 2026.
- Pengunduran diri Vivek Sood sebagai Komisaris, efektif setelah persetujuan RUPS terdekat.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Berdasarkan pengumuman, Corporate Secretary berubah dari Susan Masniari Togatorop menjadi Cut Fika Lutfi, efektif 26 Agustus 2026. Alamat, telepon, fax, dan HP tidak berubah; email berubah dari susanm@xlsmart.co.id menjadi CUTF@XLSMART.CO.ID.
  - Basis: Jenis Baru: Cut Fika Lutfi; Jenis Lama: Susan Masniari Togatorop; Efektif pada 26 Agustus 2026; E-mail Baru: CUTF@XLSMART.CO.ID; E-mail Lama: susanm@xlsmart.co.id
- **Pengunduran diri Komisaris** [explicit_fact, high]: Pada 26 Agustus 2026, Perseroan menerima surat pengunduran diri Vivek Sood sebagai Komisaris. Pengunduran diri efektif setelah persetujuan RUPS terdekat. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Surat pengunduran diri diterima pada 26 Agustus 2026; Efektif setelah persetujuan RUPS terdekat; Klaim emiten: tidak ada dampak material
  - Caveats: Klaim emiten, belum diverifikasi
- **Potensi perubahan tata kelola atau arah bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri komisaris dapat menjadi sinyal perubahan tata kelola atau strategi, namun tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen.
  - Basis: Pengunduran diri komisaris
  - Assumptions: Pengunduran diri komisaris dapat mempengaruhi arah perusahaan
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi dari emiten

### Risks / uncertainties

- Efektivitas pengunduran diri Vivek Sood masih menunggu persetujuan RUPS terdekat.
- Tidak ada informasi mengenai alasan pengunduran diri atau calon pengganti komisaris.
- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan Corporate Secretary atau jabatan lain Cut Fika Lutfi.

### Items to monitor

- Jadwal dan hasil RUPS terdekat terkait persetujuan pengunduran diri Vivek Sood.
- Pengumuman calon pengganti Komisaris, jika ada.
- Potensi perubahan susunan pengurus atau pengendali setelah RUPS.
- Kepatuhan terhadap peraturan pencatatan terkait kewajiban pengisian jabatan komisaris.

---

## GGRM

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada 10 September 2026 pukul 09:00 WIB secara virtual melalui platform 'Public Expose Live 2026' di website IDX. Agenda utama adalah presentasi kinerja perusahaan untuk periode Januari-Juni 2026. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal dan tidak memuat informasi keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktural.

### Material changes

- PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada hari Kamis, 10 September 2026, pukul 09:00 WIB.
- Acara akan diselenggarakan secara virtual melalui 'Public Expose Live 2026' yang diakses melalui website www.idx.co.id.
- Agenda Public Expose adalah presentasi kinerja perusahaan untuk periode Januari-Juni 2026.
- Pengumuman ini dikeluarkan oleh Corporate Secretary, Heru Budiman, pada tanggal 27 Agustus 2026 pukul 13:08.
- Dokumen ini merupakan dokumen resmi yang dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik IDX dan tidak memerlukan tanda tangan basah.
- Alamat perusahaan: Jl. Semampir II/1 Kediri 64121 dan Jl. Jend. A. Yani No. 75-79 Jakarta 10510.
- Kontak perusahaan: Telepon (0354) 682091-97, (021) 29557000; Fax (0354) 681555, (021) 29557009.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi kepada publik dan pemegang saham.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose ini kemungkinan merupakan bagian dari kewajiban keterbukaan informasi bagi emiten yang tercatat di IDX, untuk memberikan update kinerja kepada investor dan publik. Namun, tidak ada informasi tambahan yang dapat diverifikasi dari dokumen ini.
  - Basis: Agenda yang disebutkan adalah presentasi kinerja Januari-Juni 2026, yang merupakan praktik umum untuk laporan tengah tahun.
  - Assumptions: Perusahaan mematuhi regulasi IDX mengenai keterbukaan informasi.
  - Caveats: Dokumen ini hanya berisi pengumuman rencana, bukan materi presentasi atau laporan kinerja.

---

## HAIS

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 26-27 Agustus 2026, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat administratif dan operasional, tanpa aksi korporasi material. Pertama, HAIS mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang akan dilaksanakan secara virtual pada 9 September 2026. Kedua, HAIS menyampaikan siaran pers mengenai implementasi bertahap bahan bakar B50 pada armada kapal tunda (tugboat) mulai Agustus 2026, dengan target perluasan hingga 24 kapal, serta pemanfaatan panel surya pada lima armada. Kedua pengumuman tidak memuat informasi keuangan, perubahan struktur modal, perubahan pengurus/pengendali, atau aksi korporasi lain. Pentingnya secara korporasi terletak pada pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi (Public Expose) dan sinyal komitmen keberlanjutan energi, meskipun dampak finansialnya belum dapat diukur.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material yang diumumkan; kedua pengumuman bersifat administratif dan operasional.
- Implementasi B50 pada 4 kapal tunda dan rencana perluasan hingga 24 kapal tugboat (klaim emiten).
- Pemanfaatan panel surya pada lima armada sebagai sumber energi alternatif.

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi yang diumumkan dalam periode ini.

### Expansion projects

- Penggunaan B50 pada 4 kapal tunda (TB Hasnur 18, TB Hasnur 21, TB Hasnur 23, TB Hasnur 01) mulai Agustus 2026, dengan rencana perluasan hingga 24 kapal tugboat.
- Pemanfaatan panel surya pada lima armada sebagai sumber energi alternatif untuk kebutuhan listrik kapal saat bersandar.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai pemenuhan kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan BEI Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Jadwal Public Expose Tahunan** [explicit_fact, high]: HAIS akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026 pada Rabu, 9 September 2026, pukul 09:30 WIB, secara virtual melalui Zoom Meeting. Materi paparan akan disampaikan selambat-lambatnya 3 hari bursa sebelum acara, yaitu Jumat, 4 September 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260826155449-304/HIS-JKT/CORSEC-UM06/VIII/2026_id-id
- **Implementasi B50 pada 4 kapal** [explicit_fact, high]: HAIS mulai mengimplementasikan penggunaan bahan bakar B50 pada empat kapal tunda: TB Hasnur 18, TB Hasnur 21, TB Hasnur 23, dan TB Hasnur 01, mulai Agustus 2026 secara bertahap.
  - Basis: Pengumuman 20260826155606-295/HIS-JKT/CORSEC-UM06/VIII/2026_id-id
- **Rencana perluasan B50 hingga 24 kapal** [explicit_fact, high]: Penerapan B50 akan diperluas hingga mencakup 24 kapal tugboat milik HIS.
  - Basis: Pengumuman 20260826155606-295/HIS-JKT/CORSEC-UM06/VIII/2026_id-id
- **Pemanfaatan panel surya** [explicit_fact, high]: HIS memanfaatkan panel surya pada lima armada sebagai sumber energi alternatif untuk kebutuhan listrik kapal saat bersandar.
  - Basis: Pengumuman 20260826155606-295/HIS-JKT/CORSEC-UM06/VIII/2026_id-id
- **Pernyataan tidak ada dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha terkait implementasi B50.
  - Basis: Pengumuman 20260826155606-295/HIS-JKT/CORSEC-UM06/VIII/2026_id-id
- **Jumlah kapal yang akan menyusul menggunakan B50** [derived_calculation, medium]: Jumlah kapal yang akan menyusul menggunakan B50 adalah 20 kapal, dengan asumsi 4 kapal yang sudah menggunakan B50 termasuk dalam target 24 kapal. Rumus: 24 - 4 = 20.
  - Basis: Pengumuman 20260826155606-295/HIS-JKT/CORSEC-UM06/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Semua 24 kapal tugboat yang dimaksud adalah bagian dari armada yang ada, dan 4 kapal yang sudah menggunakan B50 termasuk dalam 24 kapal tersebut.
  - Caveats: Tidak dijelaskan secara eksplisit apakah 4 kapal yang sudah menggunakan B50 termasuk dalam target 24 kapal, namun secara logis kemungkinan besar demikian.
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan umumnya digunakan untuk menyampaikan kinerja keuangan, strategi, dan prospek usaha kepada investor dan pemangku kepentingan. Namun, dokumen ini hanya berisi pemberitahuan jadwal dan tidak memuat materi paparan, sehingga isi paparan belum dapat dianalisis.
  - Basis: Pengumuman 20260826155449-304/HIS-JKT/CORSEC-UM06/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Materi paparan akan disampaikan pada 4 September 2026 dan dapat berisi informasi material.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dari materi paparan yang akan disampaikan pada 4 September 2026.
- **Potensi dampak biaya operasional** [analyst_hypothesis, low]: Penggunaan B50 pada empat kapal tunda dapat mempengaruhi biaya operasional, namun emiten menyatakan tidak ada dampak material. Belum ada informasi kuantitatif mengenai perubahan biaya atau efisiensi.
  - Basis: Pengumuman 20260826155606-295/HIS-JKT/CORSEC-UM06/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Bahan bakar B50 mungkin memiliki harga atau karakteristik berbeda dari bahan bakar konvensional
  - Caveats: Tidak ada data biaya atau volume yang tersedia dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai biaya, volume, atau dampak finansial dari penggunaan B50.
- Tidak ada rincian jadwal atau fase implementasi B50 pada kapal lain.
- Tidak ada informasi mengenai ketersediaan pasokan B50 secara berkelanjutan.
- Perluasan penggunaan B50 hingga 24 kapal tugboat masih bergantung pada kesiapan pasokan dan kebutuhan operasional masing-masing kapal, sehingga jadwal dan cakupan penuh belum pasti.
- Dokumen Public Expose tidak memuat informasi keuangan, kinerja, atau prospek usaha, sehingga tidak dapat diidentifikasi risiko operasional, keuangan, atau pasar dari isi dokumen ini.

### Items to monitor

- Materi Public Expose yang akan disampaikan pada 4 September 2026, untuk informasi kinerja, strategi, dan prospek usaha.
- Pelaksanaan Public Expose pada 9 September 2026 untuk pernyataan manajemen.
- Perkembangan implementasi B50 pada kapal-kapal lain hingga mencapai 24 kapal tugboat.
- Potensi dampak biaya operasional dan efisiensi energi dari penggunaan B50 dan panel surya.
- Ketersediaan pasokan B50 secara berkelanjutan.

---

## HDFA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) mengumumkan perubahan Corporate Secretary dari Hanindya Aryoputro menjadi Setiawan Nurtjahja, efektif 26 Agustus 2026. Perubahan ini dilaporkan kepada OJK melalui surat bernomor 161/LCS/OJK/VIII/2026 tanggal 27 Agustus 2026, dengan dasar POJK No. 35/POJK.04/2014 dan POJK No. 48/2024. Penugasan Setiawan Nurtjahja didasarkan pada Surat Keputusan No. 065/HCD-RBF/SK/VIII/2026. Alamat, telepon, dan email perusahaan tidak berubah; hanya nomor HP yang berubah dari [nomor HP disamarkan] menjadi 02150503333. Tidak ada informasi mengenai alasan pergantian atau dampak operasional/keuangan.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary efektif 26 Agustus 2026
- Corporate Secretary baru: Setiawan Nurtjahja
- Corporate Secretary lama: Hanindya Aryoputro
- Penugasan Setiawan Nurtjahja berdasarkan Surat Keputusan No. 065/HCD-RBF/SK/VIII/2026
- Laporan disampaikan kepada OJK melalui surat nomor 161/LCS/OJK/VIII/2026 tanggal 27 Agustus 2026
- Dasar regulasi: POJK No. 35/POJK.04/2014 dan POJK No. 48/2024
- Alamat perusahaan tidak berubah: Jl. TB Simatupang No. 2 Rt.001/Rw.005, Kel. Cilandak Timur, Kec. Pasar Minggu, Jakarta 12560
- Telepon dan email perusahaan tidak berubah: 02150503333 dan corsec@radanafinance.co.id
- Nomor HP berubah dari [nomor HP disamarkan] menjadi 02150503333

### Management / control changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Hanindya Aryoputro menjadi Setiawan Nurtjahja, efektif 26 Agustus 2026

### Listing / regulatory

- Laporan perubahan Sekretaris Perusahaan disampaikan kepada OJK sesuai POJK No. 35/POJK.04/2014

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Dokumen mengumumkan perubahan Corporate Secretary efektif 26 Agustus 2026, dengan Setiawan Nurtjahja menggantikan Hanindya Aryoputro.
  - Basis: Tabel 'Jenis Baru Lama' pada halaman 1 dan 2; Surat nomor 161/LCS/OJK/VIII/2026
- **Kontak perusahaan tidak berubah** [explicit_fact, high]: Alamat, telepon, dan email perusahaan tetap sama; hanya nomor HP yang berubah dari [nomor HP disamarkan] menjadi 02150503333.
  - Basis: Tabel perbandingan pada halaman 1 dan 2
- **Kesinambungan operasional** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Corporate Secretary kemungkinan tidak berdampak langsung pada operasional atau kinerja keuangan, karena hanya pergantian pejabat dan kontak perusahaan tetap.
  - Basis: Tidak ada informasi lain selain perubahan nama dan nomor HP
  - Assumptions: Perubahan pejabat tidak mengubah kebijakan atau strategi perusahaan
  - Caveats: Belum ada konfirmasi alasan perubahan atau dampak lebih lanjut

### Risks / uncertainties

- Alasan pergantian Corporate Secretary tidak diungkapkan
- Masa penugasan Corporate Secretary tidak memiliki batas waktu tertentu, hanya sampai keputusan berikutnya
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan terhadap operasional atau keuangan perusahaan

---

## HEXA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 26-27 Agustus 2026, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menerbitkan dua pengumuman terkait penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pengumuman pertama (26 Agustus 2026 pukul 08:14) adalah pemanggilan resmi RUPS yang memuat agenda lengkap, termasuk perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan KBLI 2025 (agenda RUPSLB) dan perubahan/pengangkatan kembali direksi dan/atau dewan komisaris (agenda RUPST). Pengumuman kedua (26 Agustus 2026 pukul 17:36) adalah penyampaian bukti iklan panggilan RUPS yang mengonfirmasi jadwal pelaksanaan RUPS pada 17 September 2026 pukul 10.20-11.20 WIB. Tidak ada angka keuangan, transaksi material, atau proyek ekspansi yang diungkapkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi perubahan anggaran dasar (meskipun emiten menyatakan administratif) dan potensi perubahan susunan pengurus, yang dapat memengaruhi tata kelola dan deskripsi kegiatan usaha.

### Material changes

- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha untuk penyesuaian dengan KBLI 2025 (agenda RUPSLB).
- Perubahan dan/atau pengangkatan kembali susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris (agenda RUPST).

### Corporate actions

- Perubahan Anggaran Dasar Pasal 3 tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha untuk penyesuaian dengan KBLI 2025 (agenda RUPSLB).
- Perubahan dan/atau pengangkatan kembali susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris (agenda RUPST).

### Management / control changes

- Agenda RUPST nomor 5: perubahan dan/atau pengangkatan kembali susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan. Tidak ada rincian nama atau posisi yang disebutkan.

### Listing / regulatory

- Penyampaian pemanggilan RUPS kepada OJK dengan nomor surat 040/HEXA/9034/VIII/2026.
- Pemanggilan dilakukan sesuai POJK No.15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14 Tahun 2025.
- Penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar dengan KBLI 2025, sesuai ketentuan Pemerintah; tidak termasuk perubahan kegiatan usaha menurut POJK No. 17/POJK.04/2020.
- Penyampaian bukti iklan panggilan RUPS kepada IDX sebagai kepatuhan terhadap ketentuan pencatatan.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPS** [explicit_fact, high]: RUPST dan RUPSLB dijadwalkan pada 17 September 2026 pukul 10.00 WIB (pemanggilan) dan 10.20-11.20 WIB (bukti iklan), dengan recording date 24 Agustus 2026. Ini adalah fakta eksplisit dari dokumen.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: 17 September 2026, Waktu: 10.00 (pemanggilan); Hari/Tanggal/Waktu: 17 September 2026, Waktu: 10.20-11.20 (bukti iklan); Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir: 24 Agustus 2026
- **Agenda perubahan anggaran dasar** [explicit_fact, high]: RUPSLB akan membahas persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha untuk penyesuaian dengan KBLI 2025. Emiten menyatakan perubahan ini bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha maupun arah bisnis.
  - Basis: Agenda RUPSLB No. 1: Persetujuan atas perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar ... penyesuaian dengan KBLI 2025; Penyesuaian ini bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha maupun arah bisnis Perseroan
- **Publikasi iklan RUPS** [explicit_fact, high]: Iklan panggilan RUPST dan RUPSLB diiklankan pada 26 Agustus 2026 di tiga media: website Perseroan, website IDX, dan website KSEI via aplikasi eASY.KSEI.
  - Basis: Tabel informasi media cetak pada halaman 1 dan 2 dokumen bukti iklan
- **Rentang pemanggilan RUPS** [derived_calculation, high]: Rentang pemanggilan RUPS dihitung dari tanggal awal (24 Agustus 2026) hingga tanggal akhir (26 Agustus 2026), menghasilkan durasi 3 hari kalender. Ini adalah perhitungan turunan dari tanggal yang disebutkan.
  - Basis: Rentang pemanggilan: 24/08/2026 - 26/08/2026
  - Assumptions: Rentang dihitung inklusif dari tanggal awal hingga akhir
- **Potensi perubahan pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Agenda RUPST nomor 5 tentang perubahan dan/atau pengangkatan kembali susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris mengindikasikan potensi perubahan komposisi pengurus, namun tidak ada rincian siapa yang akan diganti atau diangkat.
  - Basis: Agenda RUPST No. 5: Perubahan dan/atau Pengangkatan Kembali Susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan
  - Caveats: Tidak ada nama atau posisi yang disebutkan dalam dokumen.
- **Potensi perubahan kegiatan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025 dapat mengindikasikan perubahan atau perluasan kegiatan usaha, namun emiten secara eksplisit menyatakan perubahan ini bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha maupun arah bisnis. Detail spesifik belum diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda RUPSLB No. 1 tentang perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar; Pernyataan emiten bahwa penyesuaian bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha
  - Assumptions: Perubahan KBLI dapat berdampak pada deskripsi kegiatan usaha di Anggaran Dasar.
  - Caveats: Tidak ada rincian perubahan spesifik yang disediakan dalam dokumen ini.; Pernyataan emiten tentang sifat administratif perlu diverifikasi dengan dokumen perubahan anggaran dasar yang akan dipublikasikan setelah RUPS.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai rincian perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar, termasuk apakah akan ada perubahan kegiatan usaha yang signifikan.
- Tidak ada informasi mengenai calon perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
- Tidak ada informasi mengenai penggunaan laba yang akan ditetapkan dalam RUPS.
- Tidak ada informasi mengenai transaksi material, ekspansi, atau perubahan struktur modal.
- Agenda RUPST dan RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen bukti iklan, sehingga belum dapat dinilai dampaknya terhadap operasional atau struktur modal.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB terkait perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar dan dampaknya terhadap deskripsi kegiatan usaha.
- Hasil RUPST terkait perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
- Keputusan penggunaan laba (termasuk kemungkinan dividen) yang akan diumumkan setelah RUPS.
- Publikasi dokumen perubahan anggaran dasar setelah RUPS untuk verifikasi sifat administratif.
- Pengumuman hasil RUPS dan kepatuhan terhadap ketentuan POJK.

---

## HRUM

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Harum Energy Tbk (HRUM) mengumumkan pemanggilan RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 18 September 2026. Agenda utama meliputi persetujuan perubahan susunan Direksi dan perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3, 24, dan 27). Perubahan Pasal 3 bertujuan menyesuaikan kegiatan usaha dengan KBLI 2025 dan menghapus bidang usaha yang tidak aktif. RUPSLB akan dilakukan secara fisik dan elektronik melalui eASY.KSEI. Tidak ada rincian nama calon Direksi atau substansi perubahan AD yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada 18 September 2026 pukul 10.00 WIB di Deutsche Bank Building, Lt. 1, Jln. Imam Bonjol No. 80, Jakarta Pusat.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir adalah 26 Agustus 2026 pukul 16.15 WIB atau terdaftar di sub-rekening KSEI pada penutupan perdagangan 26 Agustus 2026.
- Agenda RUPSLB: (1) Persetujuan pengangkatan kembali/perubahan susunan Direksi; (2) Persetujuan perubahan Anggaran Dasar.
- Perubahan Anggaran Dasar mencakup Pasal 3 (penyesuaian KBLI 2025 dan penghapusan bidang usaha tidak aktif), Pasal 24 (rapat Direksi melalui media elektronik), dan Pasal 27 (rapat Dewan Komisaris melalui media elektronik).
- Batas akhir konfirmasi elektronik melalui eASY.KSEI: 17 September 2026 pukul 12.00 WIB.
- Batas akhir penyerahan kuasa konvensional: 11 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Panggilan ini merujuk pada pemberitahuan sebelumnya No. 053/HE/VIII/2026 tanggal 12 Agustus 2026.

### Corporate actions

- Perubahan susunan Direksi (pengangkatan kembali atau perubahan) - agenda RUPSLB
- Perubahan Anggaran Dasar - agenda RUPSLB

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB mencakup persetujuan pengangkatan kembali atau perubahan susunan Direksi, namun tidak ada rincian nama atau posisi yang diumumkan.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB sesuai dengan POJK No. 16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan RUPS Perusahaan Terbuka Secara Elektronik.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB akan membahas dua agenda: persetujuan pengangkatan kembali/perubahan susunan Direksi dan persetujuan perubahan Anggaran Dasar. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai siapa yang diangkat/diubah atau substansi perubahan AD.
  - Basis: Agenda RUPSLB pada dokumen: 'Persetujuan Pengangkatan Kembali / Perubahan Susunan Direksi' dan 'Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar'.
- **Tujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar** [explicit_fact, high]: Perubahan Pasal 3 bertujuan menyesuaikan bidang usaha dengan KBLI 2025 dan menghapus bidang usaha yang tidak aktif, untuk mempermudah pengelolaan administrasi dan perizinan.
  - Basis: Penjelasan Mata Acara 2(a) pada dokumen.
- **Potensi aksi korporasi terkait perubahan AD** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Anggaran Dasar sering kali terkait dengan rencana aksi korporasi seperti rights issue, private placement, atau perubahan kegiatan usaha, namun dokumen ini tidak menyebutkan detail. Oleh karena itu, ini hanya hipotesis tanpa konfirmasi.
  - Basis: Agenda RUPSLB mencakup perubahan AD, tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut.
  - Assumptions: Perubahan AD dapat mengindikasikan adanya rencana aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit mengenai substansi perubahan AD atau aksi korporasi terkait.
- **Potensi arah bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Penghapusan bidang usaha yang tidak aktif dari Anggaran Dasar dapat mengindikasikan fokus pada bidang usaha inti atau persiapan untuk diversifikasi, namun tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen ini.
  - Basis: Penjelasan Mata Acara 2(a) tentang penghapusan bidang usaha tidak aktif.
  - Assumptions: Perubahan KBLI mungkin terkait dengan strategi bisnis jangka panjang.
  - Caveats: Tidak ada rincian bidang usaha yang dihapus atau ditambahkan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan susunan Direksi dan perubahan Anggaran Dasar belum diungkapkan dalam panggilan ini, sehingga belum dapat dinilai dampaknya.
- Tidak ada informasi mengenai mekanisme atau syarat kuorum untuk RUPSLB.
- Identitas calon anggota Direksi yang akan diangkat tidak disebutkan dalam dokumen; CV tersedia di situs web Perseroan.
- Rincian bidang usaha yang akan dihapus atau diubah dalam Pasal 3 tidak dijelaskan dalam panggilan ini.
- Kapasitas streaming video terbatas (500 peserta) dan bersifat first-come first-served.

---

## INCO

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada 10 September 2026 pukul 11:00 WIB secara live melalui website idx.co.id. Agenda mencakup laporan kinerja Triwulan II 2026, proyek pertumbuhan, dan strategi usaha perseroan. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan, target, atau informasi operasional lainnya.

### Material changes

- Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose akan diselenggarakan pada hari Kamis, 10 September 2026, pukul 11:00 WIB.
- Acara akan diselenggarakan secara live melalui 'Public Expose Live 2026' yang tercantum pada website idx.co.id.
- Agenda Public Expose mencakup: 1) Laporan Kinerja Triwulan II Tahun 2026, 2) Proyek Pertumbuhan, 3) Strategi Usaha Perseroan.
- Pengumuman ditandatangani oleh Corporate Secretary, Ranty Astari Rachman, pada 27 Agustus 2026 pukul 15:15.
- Dokumen ini adalah dokumen resmi yang dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik IDX dan tidak memerlukan tanda tangan basah.

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose ini kemungkinan merupakan bagian dari kewajiban keterbukaan informasi bagi emiten, dengan agenda yang mencakup kinerja triwulan II 2026 dan proyek pertumbuhan. Namun, tidak ada detail spesifik yang dapat dianalisis lebih lanjut dari dokumen ini.
  - Basis: Agenda yang tercantum dalam pengumuman
  - Assumptions: Public Expose adalah forum rutin untuk menyampaikan informasi kepada pemegang saham dan publik.
  - Caveats: Dokumen ini hanya berisi pengumuman rencana, bukan materi presentasi atau laporan kinerja.

---

## INKP

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) mengumumkan pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2023 Seri B sebesar Rp1.609.865.000.000 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2023 Seri B sebesar Rp878.975.000.000 pada tanggal 26 Agustus 2026 melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Total pelunasan pokok mencapai Rp2.488.840.000.000. Wali Amanat untuk obligasi dan sukuk adalah PT Bank KB Indonesia Tbk. Dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan sebagai '-' (tidak dijelaskan).

### Material changes

- Pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan IV Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2023 Seri B sejumlah Rp1.609.865.000.000 pada tanggal 26 Agustus 2026.
- Pelunasan pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2023 Seri B sejumlah Rp878.975.000.000 pada tanggal 26 Agustus 2026.
- Pelunasan dilakukan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
- Wali Amanat untuk obligasi dan sukuk adalah PT Bank KB Indonesia Tbk.
- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan sebagai '-' (tidak dijelaskan).

### Key financial figures

- **Pokok obligasi yang dilunasi:** 1.609.865.000.000 (26 Agustus 2026)
- **Pokok sukuk mudharabah yang dilunasi:** 878.975.000.000 (26 Agustus 2026)
- **Total pokok yang dilunasi (obligasi + sukuk):** 2.488.840.000.000 (26 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Pelunasan utang (obligasi dan sukuk) - aksi korporasi berupa pengurangan liabilitas.

### Analytical scenarios

- **Pelunasan obligasi** [explicit_fact, high]: Perseroan melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2023 Seri B sebesar Rp1.609.865.000.000 pada 26 Agustus 2026 melalui KSEI.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan IV Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2023 Seri B (Obligasi) sejumlah Rp1.609.865.000.000'
- **Pelunasan sukuk** [explicit_fact, high]: Perseroan melunasi pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2023 Seri B sebesar Rp878.975.000.000 pada 26 Agustus 2026 melalui KSEI.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2023 Seri B (Sukuk Mudharabah) sejumlah Rp878.975.000.000'
- **Total pelunasan** [derived_calculation, high]: Total pokok yang dilunasi adalah Rp2.488.840.000.000, dihitung dari penjumlahan pokok obligasi (Rp1.609.865.000.000) dan pokok sukuk (Rp878.975.000.000).
  - Basis: Angka pokok obligasi dan sukuk dari uraian informasi material
  - Assumptions: Kedua angka dijumlahkan langsung tanpa penyesuaian
- **Dampak terhadap likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Pelunasan utang sebesar total Rp2,49 triliun berpotensi mengurangi kas perusahaan, namun dampak terhadap kondisi keuangan tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Nilai pelunasan yang signifikan dan pernyataan dampak yang kosong
  - Assumptions: Pembayaran dilakukan dari kas internal atau sumber dana lain yang tidak disebutkan
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai sumber dana atau dampak keuangan yang diungkapkan

### Risks / uncertainties

- Dampak pelunasan terhadap kondisi keuangan, operasional, hukum, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan (dinyatakan '-')
- Sumber dana pelunasan tidak diungkapkan
- Tidak ada informasi mengenai sisa utang obligasi/sukuk setelah pelunasan

### Items to monitor

- Pelunasan utang dapat mempengaruhi persepsi risiko kredit emiten, namun tidak ada indikasi langsung terhadap harga saham.

---

## ITMG

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

ITMG mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang akan dilaksanakan pada 9 September 2026 pukul 09:00 secara live melalui website idx.co.id. Agenda mencakup laporan kinerja kuartal I 2026, prospek dan strategi usaha, serta hal-hal lain. Pengumuman ditandatangani oleh Corporate Secretary Monika Ida Krisnamurti dan diumumkan pada 27 Agustus 2026. Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktural yang diungkapkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Hari/tanggal: 09 September 2026.
- Tempat: Public Expose Live 2026 yang tercantum pada website idx.co.id.
- Waktu: 09:00.
- Agenda: 1. Laporan Kinerja Kuartal I Tahun 2026; 2. Prospek dan Strategi Usaha; 3. Lain-lain.
- Pengirim: Monika Ida Krisnamurti, Corporate Secretary.
- Tanggal dan waktu pengumuman: 27-08-2026 09:16.
- Nomor surat: 2705/L/ITM/CorSec/8/2026.
- Lampiran: 0.

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang merupakan kewajiban keterbukaan informasi bagi emiten.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan merupakan sarana emiten untuk memberikan informasi kinerja dan prospek usaha kepada investor dan publik. Agenda yang mencakup laporan kinerja kuartal I 2026 dan prospek usaha menunjukkan fokus pada transparansi dan komunikasi strategi.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dalam dokumen selain agenda yang diumumkan.

---

## JARR

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) perihal volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai/harga efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan. Surat ditandatangani oleh Direktur Temmy Iskandar pada 27 Agustus 2026.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal (jawaban atas pertanyaan 1 dan 2 BEI).
- Perseroan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu (jawaban atas pertanyaan 3 BEI).
- Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang) (jawaban atas pertanyaan 4 BEI).
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik (jawaban atas pertanyaan 5 BEI).

### Listing / regulatory

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-11043/BEI.PP2/08-2026 (tanggal surat tidak tercantum dalam dokumen).
- JARR menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai/harga efek atau keputusan investasi, serta tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban Pertanyaan 1, 2, dan 5 pada dokumen.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban Pertanyaan 4 pada dokumen.
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4/2024.
  - Basis: Jawaban Pertanyaan 3 pada dokumen.
- **Klarifikasi volatilitas tanpa pengungkapan penyebab** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi, perseroan tidak menyebutkan penyebab spesifik atau faktor yang mendorong volatilitas tersebut. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa volatilitas dianggap tidak terkait dengan informasi internal perseroan, atau perseroan memilih untuk tidak mengungkapkan detail lebih lanjut.
  - Basis: Seluruh jawaban bersifat negatif dan tidak menyebutkan penyebab volatilitas.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi memang terjadi dan menjadi dasar permintaan BEI.
  - Caveats: Tidak ada data pasar atau rincian volatilitas dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum (null), sehingga ketepatan waktu tanggapan tidak dapat diverifikasi.
- Pernyataan perseroan bersifat negatif dan tidak memberikan penjelasan mengenai penyebab volatilitas transaksi yang diminta BEI.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau transaksi yang mendasarinya.

### Items to monitor

- Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi, yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap kepatuhan dan transparansi emiten.
- Pernyataan bahwa tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan dapat mengurangi spekulasi pasar mengenai potensi aksi korporasi.
- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan, sehingga dampak terhadap harga saham mungkin terbatas.

---

## JSMR

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 5

### Overview

Pada 27 Agustus 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menerbitkan lima pengumuman koreksi/tambahan data atas keterbukaan informasi transaksi afiliasi yang sebelumnya diumumkan pada 2 Juli dan 3 Agustus 2026. Koreksi ini menambahkan data penting yang sebelumnya tidak diungkapkan, terutama nilai transaksi dan rincian syarat untuk sejumlah shareholder loan (SHL) yang diberikan JSMR kepada anak usahanya, serta penerimaan fasilitas pembiayaan baru oleh anak usaha. Secara agregat, JSMR mengucurkan dukungan pendanaan internal sebesar Rp759,4 miliar kepada empat anak usaha (JJB, JMB, JMJ, JPB) melalui SHL, dan anak usaha JBT menerima fasilitas pembiayaan eksternal hingga Rp1,57 triliun untuk melunasi sebagian pinjaman pemegang saham. Transaksi-transaksi ini diklasifikasikan sebagai transaksi afiliasi sesuai POJK 42/2020, dinyatakan tidak mengandung benturan kepentingan, dan untuk SHL JJB dinyatakan bukan transaksi material (0,14% dari ekuitas). Pentingnya secara korporasi: koreksi ini menunjukkan perbaikan kepatuhan pelaporan JSMR, namun juga mengungkapkan adanya kebutuhan pendanaan signifikan di anak usaha yang dapat mempengaruhi arus kas dan profil utang konsolidasian JSMR.

### Material changes

- Pemberian shareholder loan oleh JSMR kepada anak usaha: JJB Rp89,6 miliar, JMB Rp330 miliar, JMJ Rp67 miliar, JPB Rp272,402 miliar, total Rp759,002 miliar (semua tanggal 30 Juni 2026).
- Penerimaan fasilitas pembiayaan Sustainability Linked Financing (SLF) oleh anak usaha JBT dari BSI maksimal Rp1.567,559 miliar (ditandatangani 30 Juli 2026).
- Koreksi/tambahan data atas pengumuman transaksi afiliasi sebelumnya, menunjukkan perbaikan kepatuhan pelaporan.
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau strategi yang diumumkan.

### Key financial figures

- **Nilai SHL JSMR kepada JJB:** 89.600.000.000 (30 Juni 2026)
- **Nilai SHL JSMR kepada JMB:** 330.000.000.000 (30 Juni 2026)
- **Nilai SHL JSMR kepada JMJ:** 67.000.000.000 (30 Juni 2026)
- **Nilai SHL JSMR kepada JPB:** 272.402.000.000 (30 Juni 2026)
- **Nilai fasilitas SLF JBT dari BSI:** 1.567.559.045.386 (30 Juli 2026)
- **Ekuitas JSMR:** 62.361.717.000.000 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas JSMR sebelum transaksi:** 8.750.913.000.000 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas JSMR setelah transaksi:** 8.661.313.000.000 (31 Desember 2025)
- **Piutang lain-lain JSMR sebelum transaksi:** 1.398.240.000.000 (31 Desember 2025)
- **Piutang lain-lain JSMR setelah transaksi:** 1.487.840.000.000 (31 Desember 2025)
- **Total aset JSMR:** 159.995.285.000.000 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas JSMR:** 97.633.568.000.000 (31 Desember 2025)
- **Suku bunga kredit sindikasi (dasar bunga SHL JJB):** 7.59% (per informasi manajemen)
- **Margin bunga SHL JJB:** 2% (per tahun)
- **Biaya provisi SHL JJB:** 0.25% (dari setiap pencairan)

### Corporate actions

- Pemberian shareholder loan (SHL) oleh JSMR kepada anak usaha: JJB (Rp89,6 miliar), JMB (Rp330 miliar), JMJ (Rp67 miliar), JPB (Rp272,402 miliar).
- Penerimaan fasilitas pembiayaan Sustainability Linked Financing (SLF) oleh anak usaha JBT dari BSI (maksimal Rp1.567,559 miliar).

### Capital structure

- Pemberian SHL oleh JSMR kepada anak usaha tidak mengubah struktur modal JSMR secara langsung, namun menambah piutang lain-lain dan mengurangi kas (proforma per 31 Desember 2025).
- Penerimaan fasilitas SLF oleh JBT berpotensi mengubah struktur pendanaan anak usaha, dari pinjaman pemegang saham menjadi pembiayaan eksternal.

### Listing / regulatory

- Koreksi atas pengumuman transaksi afiliasi sebelumnya: No. AB.HM.04.256.1, AB.HM.04.257, AB.HM.04.258, AB.HM.04.259 (tanggal 02 Juli 2026) dan No. AB.HM.02.295 (tanggal 03 Agustus 2026).
- Keterbukaan informasi transaksi afiliasi sesuai POJK No. 42/POJK.04/2020.
- Untuk SHL JJB, dinyatakan bukan transaksi material sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020 (nilai 0,14% dari ekuitas).
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan RUPS atau otoritas lain yang diperlukan.

### Analytical scenarios

- **Nilai SHL kepada JJB** [explicit_fact, high]: JSMR memberikan SHL kepada JJB senilai Rp89,6 miliar, dilaksanakan 30 Juni 2026. Transaksi dinyatakan wajar oleh KJPP, bukan material (0,14% ekuitas), tanpa benturan kepentingan.
  - Basis: Nilai transaksi Rp89.600.000.000; Tanggal transaksi 30 Juni 2026; Pendapat kewajaran KJPP; Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
- **Nilai SHL kepada JMB** [explicit_fact, high]: JSMR memberikan SHL kepada JMB senilai Rp330 miliar, dilaksanakan 30 Juni 2026. Rincian syarat pinjaman tidak diungkapkan.
  - Basis: Nilai transaksi 330.000.000.000; Tanggal transaksi 30 Juni 2026
- **Nilai SHL kepada JMJ** [explicit_fact, high]: JSMR memberikan SHL kepada JMJ senilai Rp67 miliar, dilaksanakan 30 Juni 2026. Rincian syarat pinjaman tidak diungkapkan.
  - Basis: Nilai transaksi 67.000.000.000; Tanggal transaksi 30 Juni 2026
- **Nilai SHL kepada JPB** [explicit_fact, high]: JSMR memberikan SHL kepada JPB senilai Rp272,402 miliar, dilaksanakan 30 Juni 2026. Rincian syarat pinjaman tidak diungkapkan.
  - Basis: Nilai transaksi 272.402.000.000; Tanggal transaksi 30 Juni 2026
- **Fasilitas SLF JBT dari BSI** [explicit_fact, high]: JBT menerima fasilitas pembiayaan SLF dari BSI maksimal Rp1.567,559 miliar, ditandatangani 30 Juli 2026. Dana digunakan untuk melunasi sebagian pokok/bunga pinjaman pemegang saham dengan JSMR. Transaksi dikategorikan afiliasi karena JBT dan BSI dikendalikan Pemerintah RI.
  - Basis: Nilai transaksi 1.567.559.045.386; Tanggal penandatanganan 30 Juli 2026; Tujuan penggunaan dana; Sifat hubungan afiliasi
- **Total SHL yang diberikan JSMR** [derived_calculation, high]: Total SHL yang diberikan JSMR kepada empat anak usaha (JJB, JMB, JMJ, JPB) adalah Rp89,6 miliar + Rp330 miliar + Rp67 miliar + Rp272,402 miliar = Rp759,002 miliar.
  - Basis: Nilai SHL JJB Rp89.600.000.000; Nilai SHL JMB Rp330.000.000.000; Nilai SHL JMJ Rp67.000.000.000; Nilai SHL JPB Rp272.402.000.000
  - Assumptions: Semua SHL dicatat sebagai piutang lain-lain.
  - Caveats: Angka agregat tidak diungkapkan secara eksplisit dalam dokumen.
- **Rasio nilai SHL JJB terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio nilai transaksi SHL JJB terhadap ekuitas adalah 0,14% (Rp89,6 miliar / Rp62.361,717 miliar).
  - Basis: Nilai transaksi Rp89.600.000.000; Ekuitas Rp62.361.717.000.000
  - Assumptions: Menggunakan angka ekuitas per 31 Desember 2025.
  - Caveats: Perhitungan berdasarkan angka yang tersedia di dokumen.
- **Suku bunga efektif SHL JJB** [derived_calculation, high]: Suku bunga SHL JJB adalah 9,59% per tahun, dihitung dari suku bunga kredit sindikasi 7,59% ditambah margin 2%.
  - Basis: Suku bunga kredit sindikasi 7,59%; Margin 2% per tahun
  - Assumptions: Margin ditambahkan langsung ke suku bunga kredit sindikasi.
  - Caveats: Angka suku bunga kredit sindikasi berasal dari informasi manajemen, bukan dari dokumen perjanjian kredit.
- **Proporsi kepemilikan BUMN pada BSI** [derived_calculation, high]: Total kepemilikan BUMN pada BSI (Bank Mandiri, BNI, BRI) adalah 51,47% + 23,46% + 15,38% = 90,31%.
  - Basis: Lampiran 1: 'Bank Mandiri 51,47%, BNI 23,46%, BRI 15,38%'
  - Assumptions: Angka yang tertera dianggap akurat dan lengkap.
- **Dampak terhadap arus kas JSMR** [analyst_hypothesis, medium]: Pemberian SHL akan mengurangi kas JSMR sebesar total Rp759,002 miliar, namun diimbangi dengan piutang lain-lain, sehingga total aset tidak berubah.
  - Basis: Proforma menunjukkan kas turun Rp89,6 miliar dan piutang lain-lain naik Rp89,6 miliar untuk SHL JJB.
  - Assumptions: Transaksi dicatat sebagai piutang, bukan sebagai pengurang ekuitas.
  - Caveats: Proforma disusun oleh manajemen dan belum tentu mencerminkan kondisi aktual setelah transaksi.
- **Tujuan shareholder loan** [analyst_hypothesis, medium]: Pemberian SHL kepada anak usaha kemungkinan bertujuan untuk mendanai kebutuhan operasional atau proyek, terutama pembayaran bunga dan pokok kredit investasi.
  - Basis: Obyek transaksi adalah pemberian shareholder loan; Tujuan pinjaman untuk JJB disebutkan untuk memenuhi kebutuhan arus kas
  - Assumptions: Shareholder loan umumnya digunakan untuk pendanaan internal
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi mengenai penggunaan dana secara detail untuk semua anak usaha.
- **Risiko kredit** [analyst_hypothesis, low]: Terdapat risiko gagal bayar dari anak usaha, namun karena mereka adalah anak usaha dengan dukungan pemegang saham, risiko mungkin terbatas.
  - Basis: JJB mengalami defisit cash flow dan membutuhkan dukungan dari pemegang saham.
  - Assumptions: Kemampuan anak usaha membayar tergantung pada arus kas masa depan.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang jaminan atau agunan.
- **Tujuan pembiayaan SLF JBT** [analyst_hypothesis, low]: Pembiayaan SLF kemungkinan digunakan untuk mengganti pinjaman pemegang saham dengan pembiayaan eksternal yang lebih murah atau untuk mendukung keberlanjutan, namun tujuan strategis tidak dijelaskan secara eksplisit.
  - Basis: Lampiran 1: 'Dana digunakan untuk melunasi sebagian pokok dan/atau bunga Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham dengan JSMR.'
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan tentang tujuan strategis.
  - Caveats: Hipotesis tidak didukung oleh pernyataan eksplisit dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- JJB mengalami defisit arus kas dan EBITDA belum mampu menutup bunga, sehingga terdapat risiko gagal bayar.
- Suku bunga setelah kredit sindikasi lunas belum ditentukan, menimbulkan ketidakpastian.
- Ketentuan pembayaran tergantung pada realisasi arus kas JJB dan persetujuan kreditur sindikasi.
- Biaya administrasi tidak disebutkan jumlahnya secara pasti.
- Tidak ada informasi mengenai jaminan atau agunan atas pinjaman.
- Tidak ada rincian penggunaan dana secara detail selain untuk bunga dan pokok kredit.
- Rincian syarat dan ketentuan SHL untuk JMB, JMJ, dan JPB tidak diungkapkan.
- Tidak ada rincian jadwal pembayaran, suku bunga, atau jaminan terkait fasilitas SLF JBT.
- Tidak ada informasi tentang dampak transaksi terhadap laporan keuangan JSMR secara rinci.
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan RUPS atau otoritas terkait yang diperlukan.

### Items to monitor

- Rincian syarat dan ketentuan SHL untuk JMB, JMJ, dan JPB (bunga, tenor, jaminan).
- Rincian jadwal pembayaran, suku bunga, dan indikator kinerja keberlanjutan (KPI) terkait fasilitas SLF JBT.
- Dampak transaksi terhadap laporan keuangan konsolidasian JSMR, terutama arus kas dan piutang lain-lain.
- Kemampuan anak usaha (JJB, JMB, JMJ, JPB) untuk membayar kembali SHL.
- Perkembangan proyek jalan tol yang dikelola anak usaha yang menerima SHL.
- Kepatuhan lanjutan JSMR terhadap POJK 42/2020 dan pengungkapan informasi material.

---

## KETR

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 26–27 Agustus 2026, PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) merilis dua pengumuman yang saling terkait namun berbeda fokus. Pertama, pada 26 Agustus 2026, KETR mengumumkan perpanjangan periode Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga oleh PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS) atas saham KETR dengan harga Rp523 per saham, dengan periode baru 27 Agustus–18 September 2026 dan pembayaran pada 28 September 2026. Hingga 21 Agustus 2026, belum ada penawaran penjualan saham yang diterima pada Periode Kedua. Kedua, pada 27 Agustus 2026, KETR menanggapi permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek, menyatakan tidak mengetahui fakta material lain selain yang telah diungkapkan, mengonfirmasi pelepasan gadai saham oleh PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara (FSMN) pada 17 Juli 2026, dan mengungkapkan rencana penerbitan Obligasi Tahap II tahun 2026. Secara korporasi, perubahan utama adalah perpanjangan tender sukarela yang dapat memengaruhi struktur kepemilikan dan pengendalian, serta pengungkapan rencana pendanaan utang baru. Kedua pengumuman tidak menyebutkan dampak material terhadap operasional atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- Perpanjangan periode Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga oleh IMBS atas saham KETR dengan harga Rp523 per saham.
- Pelepasan atau penghapusan pencatatan gadai saham oleh FSMN dari PT Indonesia Infrastructure Finance pada 17 Juli 2026.
- Rencana penerbitan Obligasi Tahap II tahun 2026 oleh KETR.

### Key financial figures

- **Harga Penawaran Tender Sukarela:** 523 (2026-07-09 (pengumuman awal) / 2026-08-24 (pengumuman perpanjangan))

### Corporate actions

- Perpanjangan periode Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga oleh IMBS atas saham KETR dengan harga Rp523 per saham.
- Rencana penerbitan Obligasi Tahap II tahun 2026 (belum dirinci).

### Management / control changes

- Tender sukarela oleh IMBS dapat mengakibatkan perubahan pengendalian pada KETR, namun belum ada konfirmasi hasil.

### Capital structure

- Harga tender sukarela Rp523 per saham.
- Jumlah saham yang ditargetkan tidak disebutkan.
- Belum ada penawaran penjualan saham yang diterima pada Periode Kedua.
- Pelepasan atau penghapusan pencatatan gadai saham oleh FSMN dari PT Indonesia Infrastructure Finance pada 17 Juli 2026.

### Listing / regulatory

- Pemberitahuan perpanjangan periode tender sukarela disampaikan kepada OJK dan BEI.
- Permintaan penjelasan dari BEI melalui surat nomor S-10928/BEI.PP3/08-2026 perihal volatilitas transaksi efek.
- Pengumuman likuidasi PT Sere Nauli Hotel memenuhi ketentuan Pasal 147 UU No.40/2007 tentang PT.

### Analytical scenarios

- **Perpanjangan periode tender sukarela** [explicit_fact, high]: Periode Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga diperpanjang menjadi 27 Agustus 2026 sampai 18 September 2026.
  - Basis: Periode Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga akan dimulai sejak 27 Agustus 2026 sampai dengan 18 September 2026
- **Harga tender sukarela** [explicit_fact, high]: Harga penawaran tender sukarela adalah Rp523 per lembar saham.
  - Basis: harga penawaran sebesar Rp523 (lima ratus dua puluh tiga Rupiah) untuk setiap lembar saham
- **Tidak ada penawaran pada Periode Kedua** [explicit_fact, high]: Hingga 21 Agustus 2026, belum terdapat penawaran penjualan saham yang diterima dalam Penawaran Tender Sukarela Periode Kedua.
  - Basis: Hingga tanggal 21 Agustus 2026, belum terdapat Penawaran Penjualan Saham yang telah diterima dari Pemegang Saham dalam Penawaran Tender Sukarela Periode Kedua.
- **Pembubaran dan likuidasi PT Sere Nauli Hotel** [explicit_fact, high]: PT Sere Nauli Hotel dibubarkan dan dilikuidasi efektif sejak 18 Agustus 2026, berdasarkan keputusan pemegang saham di luar RUPSLB tanggal 19 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'pembubaran dan likuidasi perseroan, terhitung sejak tanggal 18 Agustus 2026' dan 'Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Diluar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ... tanggal 19 Agustus 2026'.
- **Pembayaran tender periode ketiga** [explicit_fact, high]: Pembayaran kepada pemegang saham yang menawarkan sahamnya pada perpanjangan periode Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga akan dilakukan pada 28 September 2026.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Pembayaran kepada Pemegang Saham yang menawarkan sahamnya untuk dijual dalam perpanjangan periode Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga akan dilakukan pada tanggal 28 September 2026.'
- **Pelepasan gadai saham oleh FSMN** [explicit_fact, high]: PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara (FSMN) selaku pemegang saham telah melepaskan atau menghapuskan pencatatan atas gadai saham Perseroan pada tanggal 17 Juli 2026 dari PT Indonesia Infrastructure Finance.
  - Basis: Jawaban poin 3: 'Bahwa PT. Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara (FSMN) selaku pemegang saham, telah melepaskan atau menghapuskan pencatatan atas gadai saham Perseroan pada tanggal 17 Juli 2026 dari PT. Indonesia Infrastructure Finance.'
- **Rencana penerbitan obligasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi berupa Penerbitan Obligasi Tahap ke II tahun 2026.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan, pada saat ini, pada level Pengurus Perseroan, tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi yang berkaitan dengan pencatatan saham. Namun demikian Perseroan mempunyai rencana untuk melakukan tindakan korporasi berupa Penerbitan Obligasi Tahap ke II tahun 2026.'
- **Tidak ada informasi material lain** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal, selain yang telah diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, dan 5: 'Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.'
- **Tidak ada rencana pengendali/pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak memiliki informasi terkait rencana pengendali dan/atau pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Perseroan tidak memiliki informasi terkait rencana pengendali dan/atau pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
- **Durasi periode tender sukarela Periode Ketiga** [derived_calculation, high]: Periode Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga berlangsung selama 23 hari kalender, dihitung dari 27 Agustus 2026 hingga 18 September 2026 inklusif.
  - Basis: Periode Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga akan dimulai sejak 27 Agustus 2026 sampai dengan 18 September 2026
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan hari kalender, termasuk akhir pekan dan hari libur.
  - Caveats: Durasi hari kerja mungkin berbeda jika ada hari libur nasional yang tidak disebutkan.
- **Implikasi perpanjangan dan rendahnya partisipasi** [analyst_hypothesis, low]: Perpanjangan periode tender sukarela dan belum adanya penawaran pada periode kedua dapat mengindikasikan rendahnya minat pemegang saham untuk menjual saham pada harga Rp523, atau adanya kendala administratif.
  - Basis: Perpanjangan periode tender sukarela; belum terdapat penawaran penjualan saham pada Periode Kedua
  - Assumptions: Rendahnya partisipasi dapat disebabkan oleh harga yang dianggap kurang menarik atau faktor lain yang tidak diungkapkan.
  - Caveats: Belum ada data mengenai jumlah saham yang ditargetkan atau hasil periode pertama.
- **Keterkaitan PT Inti Mas Bangun Sejahtera dengan likuidasi** [analyst_hypothesis, low]: PT Inti Mas Bangun Sejahtera disebutkan di bagian bawah dokumen, kemungkinan sebagai pihak yang mengumumkan atau terkait dengan penawaran tender sukarela, namun peran pastinya tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Nama 'PT Inti Mas Bangun Sejahtera' tercantum di bawah 'Jakarta, 24 Agustus 2026' dan di atas 'Tim Likuidator'.
  - Assumptions: PT Inti Mas Bangun Sejahtera mungkin adalah pengumum atau pihak yang melakukan tender sukarela, tetapi tidak ada pernyataan eksplisit.
  - Caveats: Peran PT Inti Mas Bangun Sejahtera tidak dijelaskan dalam dokumen.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi efek KETR mungkin terkait dengan aktivitas pemegang saham FSMN yang melepaskan gadai saham, atau ekspektasi pasar terhadap rencana penerbitan obligasi Tahap II tahun 2026. Namun, tidak ada bukti langsung dalam dokumen yang mengaitkan volatilitas dengan faktor-faktor tersebut.
  - Basis: Dokumen ini adalah tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi, dan menyebutkan aktivitas FSMN serta rencana penerbitan obligasi.
  - Assumptions: Volatilitas dapat dipicu oleh aksi pemegang saham atau rencana korporasi yang diketahui pasar.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen untuk menguji korelasi.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian hasil tender sukarela karena belum ada penawaran yang diterima pada periode kedua.
- Potensi perubahan pengendalian KETR jika tender sukarela berhasil, namun belum ada konfirmasi.
- Proses likuidasi dan tender sukarela mungkin menghadapi kendala jika tidak ada pemegang saham yang berpartisipasi.
- Keberatan dari pihak yang berkepentingan dapat diajukan dalam 60 hari setelah pengumuman, yang dapat mempengaruhi proses likuidasi.
- Rencana penerbitan obligasi Tahap II tahun 2026 belum diungkapkan secara rinci, termasuk nilai, jadwal, dan persyaratan.
- Tidak ada informasi mengenai dampak pelepasan gadai saham oleh FSMN terhadap struktur kepemilikan atau harga saham.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material lain, namun volatilitas transaksi tetap terjadi, sehingga terdapat ketidakpastian mengenai penyebab volatilitas.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah saham yang digadaikan atau dilepaskan oleh FSMN.

### Items to monitor

- Hasil Penawaran Tender Sukarela Periode Ketiga (jumlah saham yang diterima, partisipasi pemegang saham).
- Pengumuman hasil tender sukarela setelah 18 September 2026 dan pembayaran pada 28 September 2026.
- Rincian rencana penerbitan Obligasi Tahap II tahun 2026 (nilai, jadwal, tenor, persyaratan).
- Perkembangan proses likuidasi PT Sere Nauli Hotel dan potensi dampaknya terhadap KETR.
- Perubahan struktur kepemilikan atau pengendalian KETR pasca tender sukarela.
- Perkembangan harga dan volume transaksi saham KETR untuk memantau volatilitas.

---

## KUAS

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material pada 21 Agustus 2026 yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (3 bulan), telah menyampaikan laporan aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024, tidak ada fakta material yang belum diungkapkan, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan bursa, bukan pengumuman aksi korporasi atau peristiwa material baru.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain pada tanggal 21 Agustus 2026 yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan atau keputusan investasi pemodal (klaim emiten).
- Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berakibat pada pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang (klaim emiten).
- Perseroan telah menyampaikan semua laporan atas aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024 (klaim emiten).
- Tidak ada fakta atau kejadian material yang belum diungkapkan ke publik (klaim emiten).
- Pemegang saham utama belum ada rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan (klaim emiten).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek (surat S-10966/BEI.PP3/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat (3 bulan).
  - Basis: Pernyataan pada poin 4: 'Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat.'
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui informasi atau fakta material pada 21 Agustus 2026 yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Pernyataan pada poin 1 dan 2: 'Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain pada tanggal 21 Agustus 2026...'
- **Kepatuhan pelaporan pemegang saham** [explicit_fact, high]: Perseroan mengklaim telah menyampaikan semua laporan aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024.
  - Basis: Pernyataan pada poin 3: 'Perseroan telah menyampaikan semua laporan atas aktivitas dari pemegang saham tertentu...'
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Pernyataan pada poin 6: 'Hingga saat ini, pemegang saham utama belum ada rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi, dokumen tidak menyebutkan penyebab atau faktor spesifik yang memicu volatilitas. Perseroan hanya menyatakan tidak mengetahui informasi material. Hal ini dapat mengindikasikan volatilitas disebabkan oleh faktor pasar atau spekulasi, namun belum terkonfirmasi.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan volatilitas, namun jawaban Perseroan tidak menyebutkan penyebab spesifik.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada periode sekitar 21 Agustus 2026.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen untuk analisis lebih lanjut.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI (S-10966/BEI.PP3/08-2026) tidak terbaca (null) pada dokumen pertama, namun dokumen lampiran menyebutkan tanggal 24 Agustus 2026.
- Pernyataan 'tidak ada rencana korporasi' hanya mencakup 3 bulan ke depan; rencana di luar periode tersebut tidak diungkapkan.
- Klaim kepatuhan pelaporan pemegang saham tidak diverifikasi dengan lampiran laporan.

### Items to monitor

- Tidak ada aksi korporasi atau peristiwa material baru yang diumumkan; investor perlu memantau perkembangan selanjutnya terkait volatilitas saham KUAS.

---

## LOPI

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 26-27 Agustus 2026, PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) menerbitkan tiga pengumuman koreksi atas Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk posisi 31 Maret, 30 April, dan 31 Mei 2026. Seluruh pengumuman bersifat rutin dan tidak mengungkapkan perubahan material pada struktur kepemilikan, pengendali, direksi/komisaris, atau struktur modal. Total saham beredar konsisten sebesar 1.100.011.289 saham, dan PT Sentra Amanah Ventura tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sekitar 67,13%. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus yang diumumkan. Pentingnya secara korporasi terbatas pada pemenuhan kewajiban pelaporan rutin dan koreksi data, tanpa dampak finansial langsung yang teridentifikasi.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan, pengendali, direksi/komisaris, atau struktur modal yang teridentifikasi pada ketiga pengumuman.
- Total saham beredar tetap 1.100.011.289 saham pada seluruh periode laporan (Maret, April, Mei 2026).
- PT Sentra Amanah Ventura tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 738.449.600 saham (67,13%) pada seluruh periode laporan.
- Tidak ada treasury stock yang dilaporkan (0 saham) pada seluruh periode laporan.
- Free float bervariasi kecil antar periode: 32,48% (Maret), 32,84% (April), 32,85% (Mei), tanpa perubahan material.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan direksi atau komisaris yang teridentifikasi pada periode laporan Maret, April, dan Mei 2026.
- Susunan pengurus per 31 Maret 2026: Afindi A Batubara (Komisaris Utama), Ferianto (Komisaris Independen), Wahyu Dwi Jatmiko (Direktur Utama), Budi Mulyana (Direktur Keuangan).
- Susunan pengurus per 30 April 2026: Arfindi A Batubara (Komisaris Utama), Ferranto (Komisaris Independen), Wahyu Dwi Jatmiko (Direktur Utama), Budi Mulyana (Direktur Keuangan).
- Susunan pengurus per 31 Mei 2026: Arfindi A Batubara (Komisaris Utama), Ferianto (Komisaris Independen), Wahyu Dwi Jatmiko (Direktur Utama), Budi Mulyana (Direktur Keuangan).
- Tidak ada perubahan pemegang saham pengendali; PT Sentra Amanah Ventura tetap pengendali dengan 67,13%.

### Capital structure

- Total saham ditempatkan dan disetor penuh: 1.100.011.289 saham (konsisten pada Maret, April, Mei 2026).
- Treasury stock: 0 saham pada seluruh periode laporan.
- Free float: Maret 2026: 361.561.689 saham (32,48%); April 2026: 32,84%; Mei 2026: 32,85%.
- Jumlah pemegang saham: Maret 2026: 2.820; bulan sebelumnya 2.702.
- Kepemilikan direksi/komisaris per 31 Maret 2026: Afindi A Batubara 301.500 saham (0,03%); Ferianto 0 saham; Wahyu Dwi Jatmiko 3.791.560 saham (0,34%); Budi Mulyana 180.000 saham (0,02%).
- Kepemilikan direksi/komisaris per 30 April 2026: Arfindi A Batubara 150.400 saham (0,01%); Ferranto 0 saham; Wahyu Dwi Jatmiko 60 saham (0,00%); Budi Mulyana 180.000 saham (0,02%).
- Kepemilikan direksi/komisaris per 31 Mei 2026: Arfindi A Batubara 0 saham; Ferianto 0 saham; Wahyu Dwi Jatmiko 60 saham; Budi Mulyana 180.000 saham (0,02%).

### Listing / regulatory

- Ketiga pengumuman merupakan koreksi atas laporan bulanan sebelumnya, menunjukkan perbaikan data atau informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia.
- Tidak ada indikasi pelanggaran ketentuan pencatatan, suspensi, atau persetujuan yang teridentifikasi dari evidence yang diberikan.

### Analytical scenarios

- **Perubahan free float Maret 2026** [derived_calculation, high]: Free float bulan ini = 361.561.689 saham (32,48%) vs bulan sebelumnya = 358.345.129 saham (32,54%). Selisih = 3.216.560 saham. Perubahan ini kemungkinan disebabkan oleh perubahan klasifikasi investor atau perpindahan kepemilikan, namun tidak material.
  - Basis: Laporan bulanan halaman 7 dan 15: free float bulan ini 361.561.689 saham (32,48%), bulan sebelumnya 358.345.129 saham (32,54%).
  - Assumptions: Angka free float diambil langsung dari laporan.
  - Caveats: Perubahan free float tidak dijelaskan secara eksplisit dalam laporan.
- **Alasan koreksi laporan** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi atas laporan bulanan mungkin dilakukan untuk memperbaiki kesalahan penyajian data, seperti klasifikasi investor atau jumlah saham, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam evidence yang tersedia.
  - Basis: Judul pengumuman menyebutkan '(KOREKSI)' dan merujuk pada nomor laporan sebelumnya.
  - Assumptions: Koreksi dilakukan karena adanya kesalahan pada laporan awal.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan koreksi dalam dokumen yang diekstraksi.
- **Perbedaan persentase kepemilikan PT Sentra Amanah Ventura pada Mei 2026** [analyst_hypothesis, low]: Laporan utama menunjukkan 67,13% sedangkan lampiran menunjukkan 67,73%. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh pembulatan atau perbedaan metode perhitungan, namun tidak dapat dipastikan dari evidence yang tersedia.
  - Basis: Laporan utama: 67,13%; Lampiran: 67,73%
  - Assumptions: Perbedaan mungkin karena pembulatan atau perbedaan metode perhitungan.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan eksplisit dalam dokumen mengenai perbedaan ini.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Laporan ini merupakan koreksi, sehingga terdapat risiko bahwa data sebelumnya tidak akurat, namun koreksi telah dilakukan.
- Ketidakpastian kecil terkait alasan koreksi laporan, karena tidak dijelaskan secara eksplisit dalam dokumen.

### Items to monitor

- Alasan spesifik koreksi LBRE untuk periode Maret, April, dan Mei 2026, jika diungkapkan pada pengumuman selanjutnya.
- Perubahan free float dan jumlah pemegang saham pada periode berikutnya untuk memastikan tidak ada tren material.
- Klarifikasi perbedaan persentase kepemilikan PT Sentra Amanah Ventura antara laporan utama dan lampiran pada Mei 2026.

---

## MBMA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 26-27 Agustus 2026, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan tiga aksi korporasi yang saling terkait dalam pengelolaan liabilitas: (1) pelunasan pokok dan bunga obligasi Tahap II Seri A yang jatuh tempo, (2) pelunasan pokok dan pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah Tahap II Seri A yang jatuh tempo, dan (3) penerbitan obligasi baru Tahap V sebagai bagian dari program PUB Obligasi Berkelanjutan I. Aksi-aksi ini menunjukkan strategi refinancing aktif: dana dari penerbitan obligasi baru digunakan untuk melunasi utang jatuh tempo, sementara pembayaran sukuk didanai dari kas internal. Pentingnya secara korporasi adalah pengelolaan profil jatuh tempo utang dan potensi pengurangan beban bunga melalui pembayaran dipercepat Fasilitas B.

### Material changes

- Penerbitan obligasi baru Tahap V dengan total pokok Rp2.336,893 miliar
- Pelunasan obligasi Tahap II Seri A (pokok Rp984,066 miliar + bunga Rp19,886 miliar)
- Pelunasan Sukuk Mudharabah Tahap II Seri A (pokok Rp651,680 miliar + bagi hasil Rp13,169 miliar)
- Pembayaran dipercepat sebagian pokok utang Fasilitas B (dari US$150,0 juta menjadi sekitar US$19,3 juta)
- Rencana buyback saham tahap kedua hingga 1.548.000.000 saham

### Key financial figures

- **Jumlah pokok obligasi Tahap V:** Rp2.336.893.000.000 (2026-08-27)
- **Dana hasil penawaran bersih (perkiraan):** Rp2.325.900.000.000 (US$130,7 juta) (2026-08-27)
- **Saldo pinjaman Fasilitas B per 11 Agustus 2026:** US$150,0 juta (Rp2.669,3 miliar) (2026-08-11)
- **Saldo kewajiban Fasilitas B setelah pembayaran dipercepat:** US$19,3 juta (2026-08-27)
- **Total pembayaran pelunasan obligasi Tahap II Seri A:** Rp1.003.952.340.311 (2026-08-27)
- **Total pembayaran pelunasan Sukuk Tahap II Seri A:** Rp664.849.366.667 (2026-08-27)
- **Laba periode berjalan Grup (3M 2026):** US$82,0 juta (2026-03-31)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh:** 107.995.419.900 saham (2026-07-31)
- **Saham treasuri:** 649.881.800 lembar (0,60%) (2026-07-31)

### Corporate actions

- Penerbitan obligasi baru (Tahap V) dengan total pokok Rp2.336,893 miliar
- Pembayaran dipercepat sebagian pokok utang Fasilitas B
- Pelunasan obligasi Tahap II Seri A (jatuh tempo)
- Pelunasan Sukuk Mudharabah Tahap II Seri A (jatuh tempo)
- Pembelian kembali saham (buyback) tahap kedua hingga 1.548.000.000 saham
- Potensi buyback obligasi setelah satu tahun sejak penjatahan
- Pencatatan obligasi di BEI

### Capital structure

- Modal dasar Rp43.000.000.000.000
- Modal ditempatkan dan disetor penuh 107.995.419.900 saham
- Saham treasuri 649.881.800 lembar (0,60%)
- Pemegang saham utama: PT Merdeka Energi Nusantara 50,04%, Huayong International 7,55%, PT Alam Permai 5,46%
- Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 35,42%
- Tidak ada perubahan struktur permodalan sejak penerbitan Tahap IV

### Listing / regulatory

- Peringkat obligasi idA dari PEFINDO
- Pencatatan obligasi di BEI pada 2 September 2026
- Tanggal Efektif OJK 30 Juni 2025
- Obligasi didaftarkan di KSEI dalam penitipan kolektif
- Keterbukaan informasi berdasarkan POJK 31/2015 dan Keputusan Direksi BEI

### Analytical scenarios

- **Pelunasan obligasi Tahap II Seri A** [explicit_fact, high]: MBMA melunasi pokok obligasi sebesar Rp984.066.000.000 dan bunga keempat sebesar Rp19.886.340.311 pada 27 Agustus 2026.
  - Basis: Pokok obligasi Rp984.066.000.000; Bunga keempat Rp19.886.340.311
- **Pelunasan Sukuk Mudharabah Tahap II Seri A** [explicit_fact, high]: MBMA melunasi pokok sukuk sebesar Rp651.680.000.000 dan pendapatan bagi hasil keempat sebesar Rp13.169.366.667 pada 27 Agustus 2026.
  - Basis: Pokok sukuk Rp651.680.000.000; Pendapatan bagi hasil Rp13.169.366.667
- **Total pembayaran pelunasan obligasi** [derived_calculation, high]: Total pembayaran adalah penjumlahan pokok dan bunga: Rp984.066.000.000 + Rp19.886.340.311 = Rp1.003.952.340.311.
  - Basis: Pokok obligasi Rp984.066.000.000; Bunga keempat Rp19.886.340.311
- **Total pembayaran pelunasan sukuk** [derived_calculation, high]: Total pembayaran adalah penjumlahan pokok dan pendapatan bagi hasil: Rp651.680.000.000 + Rp13.169.366.667 = Rp664.849.366.667.
  - Basis: Pokok sukuk Rp651.680.000.000; Pendapatan bagi hasil Rp13.169.366.667
- **Sisa dana PUB** [derived_calculation, medium]: Sisa target dana PUB setelah Tahap V adalah Rp16.000 miliar - Rp11.163,326 miliar - Rp2.336,893 miliar = Rp2.499,781 miliar.
  - Basis: Target dana PUB Rp16.000 miliar; Total obligasi diterbitkan sebelumnya Rp11.163,326 miliar; Pokok Tahap V Rp2.336,893 miliar
  - Assumptions: Belum ada penerbitan tahap lain setelah Tahap V
  - Caveats: Angka sisa dana bersifat indikatif, dapat berubah jika ada penerbitan tahap lain
- **Kurs konversi** [derived_calculation, high]: Kurs implisit dari saldo Fasilitas B: Rp2.669,3 miliar / US$150,0 juta = Rp17.795/US$, sesuai dengan kurs tengah BI yang disebutkan.
  - Basis: Saldo pinjaman US$150,0 juta; Saldo dalam Rupiah Rp2.669,3 miliar
- **Dampak buyback saham** [analyst_hypothesis, low]: Pembelian kembali saham hingga 1.548.000.000 saham dapat meningkatkan proporsi kepemilikan pemegang saham utama dan berpotensi menurunkan free float, namun belum ada konfirmasi jumlah aktual yang dibeli.
  - Basis: Rencana buyback kedua maksimal 1.548.000.000 saham; Saham treasuri saat ini 649.881.800 lembar
  - Assumptions: Buyback dilakukan sesuai rencana
  - Caveats: Jumlah aktual belum diumumkan
- **Sumber dana dan pengelolaan liabilitas** [analyst_hypothesis, low]: Penggunaan dana dari penerbitan obligasi baru (Tahap IV) untuk melunasi obligasi lama (Tahap II) menunjukkan strategi refinancing untuk mengelola liabilitas, namun detail penerbitan obligasi baru tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Sumber dana disebutkan berasal dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 dan kas internal.
  - Assumptions: Penerbitan obligasi baru mungkin memiliki ketentuan berbeda, tetapi tidak ada informasi lebih lanjut.
  - Caveats: Tidak ada rincian mengenai nilai, tenor, atau bunga obligasi baru.
- **Dampak terhadap likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Pembayaran sebesar Rp664,85 miliar dari kas internal dapat mengurangi kas perusahaan, namun dampak materialnya tidak diungkapkan secara kuantitatif.
  - Basis: Sumber dana dari kas internal; Total pembayaran Rp664.849.366.667
  - Assumptions: Kas internal yang digunakan adalah kas yang tersedia tanpa pinjaman baru
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai saldo kas atau dampak keuangan lainnya

### Risks / uncertainties

- Risiko utama: Perseroan adalah perusahaan holding yang bergantung pada dividen dari anak usaha
- Risiko likuiditas obligasi yang rendah karena tujuan investasi jangka panjang
- Ketidakpastian jumlah aktual buyback saham
- Potensi perubahan kondisi pasar yang mempengaruhi harga obligasi
- Ketergantungan pada penerbitan obligasi baru sebagai sumber dana dapat menimbulkan risiko refinancing

### Items to monitor

- Jumlah aktual pembelian kembali saham pada buyback kedua
- Rincian penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 (nilai, tenor, bunga)
- Dampak kuantitatif pelunasan terhadap laporan keuangan dan arus kas
- Perkembangan sisa dana PUB dan kemungkinan penerbitan tahap berikutnya
- Kepatuhan terhadap syarat pencatatan obligasi di BEI

---

## MBSS

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 26-27 Agustus 2026, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) menerbitkan tiga pengumuman terkait penyelenggaraan RUPSLB yang dijadwalkan pada 17 September 2026. Pengumuman pertama adalah pemanggilan RUPSLB dengan tiga agenda: perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, penegasan susunan pemegang saham pasca pengalihan saham dari PT Galley Adhika Arnawama kepada PT Wibowo Group Capital melalui crossing pada 31 Juli 2026, serta perubahan tempat kedudukan dan alamat kantor pusat. Pengumuman kedua adalah penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB. Pengumuman ketiga adalah koreksi atas pemanggilan RUPSLB, yang hanya mengubah batas akhir deklarasi kuasa/suara melalui eASY.KSEI menjadi 16 September 2026 pukul 12:00 WIB. Secara korporasi, agenda RUPSLB ini penting karena berpotensi mengubah komposisi manajemen, struktur kepemilikan, dan domisili perusahaan, meskipun rincian detail belum diungkapkan.

### Material changes

- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris (agenda RUPSLB, detail belum diungkapkan).
- Penegasan susunan pemegang saham pasca pengalihan saham dari PT Galley Adhika Arnawama kepada PT Wibowo Group Capital melalui crossing pada 31 Juli 2026.
- Perubahan tempat kedudukan dan alamat kantor pusat (detail lokasi baru belum diungkapkan).

### Corporate actions

- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris (agenda RUPSLB).
- Penegasan susunan pemegang saham pasca pengalihan saham (agenda RUPSLB).
- Perubahan tempat kedudukan dan alamat kantor pusat (agenda RUPSLB).

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB mencakup perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, namun rincian nama, jabatan, dan efektivitas belum diungkapkan.
- Pengalihan saham dari PT Galley Adhika Arnawama kepada PT Wibowo Group Capital melalui crossing pada 31 Juli 2026, yang akan ditegaskan susunan pemegang sahamnya.

### Capital structure

- Pengalihan saham dari PT Galley Adhika Arnawama kepada PT Wibowo Group Capital melalui crossing di Pasar Negosiasi BEI pada 31 Juli 2026; jumlah saham tidak disebutkan.
- Penegasan susunan pemegang saham setelah transaksi tersebut.

### Listing / regulatory

- RUPSLB diselenggarakan sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14 tahun 2025.
- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris memerlukan persetujuan RUPS sesuai POJK No. 33/POJK.04/2014.

### Analytical scenarios

- **Pemanggilan RUPSLB** [explicit_fact, high]: MBSS menerbitkan pemanggilan RUPSLB dengan nomor surat 040/MBSS-Corsec/VIII/2026 tanggal 26 Agustus 2026, merujuk pada pemberitahuan sebelumnya No. 035/MBSS-Corsec/VIII/2026 tanggal 11 Agustus 2026.
  - Basis: Surat pemanggilan No. 040/MBSS-Corsec/VIII/2026; Surat pemberitahuan No. 035/MBSS-Corsec/VIII/2026
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB memiliki tiga agenda: perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, penegasan susunan pemegang saham pasca pengalihan saham, dan perubahan domisili/alamat kantor pusat.
  - Basis: Daftar agenda pada dokumen pemanggilan
- **Transaksi pengalihan saham** [explicit_fact, high]: Terjadi pengalihan saham dari PT Galley Adhika Arnawama kepada PT Wibowo Group Capital melalui crossing di Pasar Negosiasi BEI pada 31 Juli 2026. Jumlah saham dan nilai transaksi tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Halaman 2 dokumen pemanggilan: 'transaksi pengalihan saham dari PT Galley Adhika Arnawama kepada PT Wibowo Group Capital melalui mekanisme Crossing pada Pasar Negosiasi Bursa Efek Indonesia pada tanggal 31 Juli 2026.'
- **Koreksi batas deklarasi kuasa** [explicit_fact, high]: Koreksi pemanggilan RUPSLB mengubah batas akhir deklarasi kuasa/suara melalui eASY.KSEI menjadi 16 September 2026 pukul 12:00 WIB, dari sebelumnya 22 Juni 2026 (kemungkinan salah ketik pada pengumuman awal).
  - Basis: Dokumen koreksi nomor 040A/MBSS-Corsec/VIII/2026
- **Jarak waktu antara pemanggilan dan RUPS** [derived_calculation, high]: Pemanggilan diterbitkan 26 Agustus 2026, RUPS dilaksanakan 17 September 2026, sehingga terdapat 22 hari kalender antara pemanggilan dan pelaksanaan RUPS.
  - Basis: Tanggal pemanggilan 26 Agustus 2026 dan tanggal RUPS 17 September 2026.
  - Assumptions: Perhitungan hari kalender sederhana.
- **Potensi perubahan pengendali** [analyst_hypothesis, low]: Pengalihan saham dari PT Galley Adhika Arnawama kepada PT Wibowo Group Capital dapat mengindikasikan perubahan pemegang saham pengendali, namun tidak ada informasi mengenai persentase kepemilikan atau status pengendali dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda penegasan susunan pemegang saham setelah transaksi pengalihan saham
  - Assumptions: Pengalihan saham dalam jumlah signifikan dapat mengubah struktur pengendalian, tetapi belum ada bukti kuantitatif.
  - Caveats: Tidak ada angka kepemilikan atau pernyataan pengendali dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Detail perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris belum diungkapkan, sehingga arah perubahan manajemen tidak dapat dinilai.
- Penegasan susunan pemegang saham dapat mengindikasikan perubahan kepemilikan, tetapi rincian belum tersedia.
- Perubahan tempat kedudukan dan alamat kantor pusat dapat berdampak pada operasional, namun detail lokasi baru belum diungkapkan.
- Tidak ada informasi keuangan atau dampak material dari agenda RUPSLB.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 17 September 2026, termasuk keputusan perubahan pengurus dan penegasan susunan pemegang saham.
- Pengumuman lanjutan mengenai rincian perubahan Direksi dan Dewan Komisaris.
- Informasi jumlah saham yang dialihkan dan dampaknya terhadap struktur kepemilikan.
- Alamat kantor pusat baru dan potensi dampak operasional.

---

## MCOR

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) mengumumkan koreksi atas pemanggilan RUPSLB. Koreksi ini mengubah recording date pemegang saham yang berhak hadir menjadi 21 Agustus 2026, sementara jadwal RUPSLB tetap pada 15 September 2026 pukul 15:00 WIB secara hybrid. Agenda tunggal RUPSLB adalah perubahan susunan pengurus. Detail perubahan pengurus belum diungkapkan.

### Material changes

- Koreksi recording date menjadi 21 Agustus 2026
- RUPSLB tetap dijadwalkan 15 September 2026 pukul 15:00 WIB
- Agenda tunggal RUPSLB: perubahan susunan pengurus

### Corporate actions

- RUPSLB dengan agenda perubahan susunan pengurus

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB: perubahan susunan pengurus (detail belum diumumkan)

### Listing / regulatory

- Koreksi recording date untuk RUPSLB

### Analytical scenarios

- **Koreksi recording date** [explicit_fact, high]: Emiten mengoreksi surat sebelumnya No. 221/CCBI/CSEC-OJK/VIII/2026 tanggal 24 Agustus 2026, sehingga recording date pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB menjadi 21 Agustus 2026.
  - Basis: Surat No. 221/CCBI/CSEC-OJK/VIII/2026 tanggal 26 Agustus 2026; Mengoreksi surat No. 221/CCBI/CSEC-OJK/VIII/2026 tanggal 24 Agustus 2026; Recording date: 21 Agustus 2026
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 15 September 2026 pukul 15:00 WIB, secara hybrid (online via eASY.KSEI dan offline dengan pembatasan jumlah kehadiran) di Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 15, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86, Jakarta Pusat.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: 15 September 2026, 15:00; Lokasi: Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 15; Mekanisme hybrid
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda tunggal RUPSLB adalah perubahan susunan pengurus.
  - Basis: Agenda No. 1: Perubahan Susunan Pengurus
- **Potensi perubahan pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan pengurus dapat mencakup perubahan direksi dan/atau dewan komisaris, namun detailnya belum diumumkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda RUPSLB: Perubahan Susunan Pengurus
  - Assumptions: Perubahan pengurus umumnya mencakup direksi dan/atau komisaris
  - Caveats: Belum ada rincian nama atau posisi yang berubah

### Risks / uncertainties

- Detail perubahan susunan pengurus belum diumumkan
- Tidak ada informasi mengenai dampak finansial atau strategis dari perubahan pengurus

### Items to monitor

- Perubahan susunan pengurus dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan, namun detail belum tersedia.

---

## MDLA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025. Acara akan diselenggarakan pada 8 September 2026 pukul 15.00-16.00 WIB melalui platform Public Expose Live 2026 di website IDX. Agenda meliputi profil perseroan dan update kinerja perseroan. Surat bernomor 047/VIII/DIR/MP/2026-E ditandatangani oleh Direktur Edbert Orotodan. Dokumen ini hanya berisi pemberitahuan rencana acara, tanpa data keuangan atau kinerja.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025.
- Hari/tanggal acara: Selasa, 8 September 2026.
- Waktu: 15.00-16.00 WIB.
- Tempat: Public Expose Live 2026 (platform online, tercantum di website www.idx.co.id).
- Agenda: 1. Profil Perseroan; 2. Update Kinerja Perseroan.
- Manajemen yang direncanakan hadir: Direksi, Investor Relations Director, dan Corporate Secretary Perseroan.
- Materi Paparan Publik akan tersedia di laman Perseroan selambat-lambatnya pada tanggal 2 September 2026.
- Surat bernomor 047/VIII/DIR/MP/2026-E, tertanggal 24 Agustus 2026, ditujukan kepada Direksi PT Bursa Efek Indonesia.
- Pengirim: Edbert Orotodan, Direktur PT Medela Potentia Tbk.
- Alamat perusahaan: Jl. RS. Fatmawati Kav. 33, Cilandak Barat, Telepon 02174864210, Fax 02174863880, website www.medela-potentia.com.
- Alamat korespondensi: Titan Center Lantai 7, Jl. Boulevard Bintaro Blok B7/81 No. 5, Tangerang Selatan 15424, Indonesia.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai pemenuhan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi (Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta Nomor Kep-306/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004).

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan umumnya digunakan untuk memberikan informasi kinerja keuangan dan operasional kepada investor dan publik. Namun, dokumen ini hanya mengumumkan rencana acara, bukan materi presentasi, sehingga belum ada data kinerja yang dapat dianalisis.
  - Caveats: Belum ada materi presentasi atau laporan kinerja yang disertakan dalam dokumen ini.

---

## MDLN

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) mengumumkan bahwa usulan scheme of arrangement (Scheme) telah disetujui oleh mayoritas pemegang Notes, namun masih memerlukan persetujuan Pengadilan Tinggi Singapura. Jadwal sidang akan ditentukan oleh pengadilan. Jika disetujui, Scheme akan mengikat seluruh pemegang Notes. Perseroan menyatakan belum ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha, namun berpendapat Scheme akan berdampak positif jika berhasil dilaksanakan. Pengumuman ini dibuat untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai peraturan OJK dan bukan merupakan penawaran umum, penawaran terbatas, atau penempatan pribadi di Indonesia. Tidak ada rincian skema, nilai utang, atau dampak keuangan kuantitatif yang diungkapkan.

### Material changes

- Usulan scheme of arrangement (Scheme) telah disetujui oleh mayoritas pemegang Notes.
- Scheme masih tunduk pada persetujuan Pengadilan Tinggi Singapura.
- Jadwal sidang atas permohonan persetujuan pengadilan akan ditentukan oleh Pengadilan Tinggi Singapura.
- Jika Scheme disetujui pengadilan, Scheme akan mengikat seluruh pemegang Notes.
- Pelaksanaan Scheme akan mematuhi ketentuan yang berlaku.
- Perseroan berpendapat belum ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha, kecuali sebagaimana diungkapkan.
- Perseroan berpendapat Scheme akan berdampak positif apabila dapat dilaksanakan.
- Pengumuman ini bukan merupakan penawaran umum, penawaran terbatas, atau private placement di Indonesia.
- Pengumuman ini dibuat untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai peraturan OJK.
- Dokumen merujuk pada POJK No. 30/POJK.04/2019 tentang Penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk Tanpa Penawaran Umum.

### Corporate actions

- restrukturisasi_utang

### Listing / regulatory

- Persetujuan Pengadilan Tinggi Singapura diperlukan untuk Scheme
- Pengumuman ini dibuat untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai peraturan OJK.
- Pengumuman ini menegaskan bahwa tidak ada penawaran umum, penawaran terbatas, atau penempatan pribadi dalam rangkaian skema yang dimaksud.
- Merujuk pada POJK No. 30/POJK.04/2019 tentang Penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk Tanpa Penawaran Umum.

### Analytical scenarios

- **Persetujuan mayoritas pemegang Notes** [explicit_fact, high]: Usulan scheme of arrangement telah disetujui oleh mayoritas pemegang Notes, namun masih memerlukan persetujuan Pengadilan Tinggi Singapura.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'usulan scheme of arrangement (Scheme) telah disetujui oleh mayoritas pemegang Notes'; Dokumen menyatakan 'masih tunduk pada persetujuan dari Pengadilan Tinggi Singapura'
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha, namun berpendapat Scheme akan berdampak positif jika berhasil dilaksanakan.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'belum ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha'; Dokumen menyatakan 'Perseroan berpendapat Scheme tersebut akan berdampak positif apabila dapat dilaksanakan'
- **Tujuan pengumuman** [explicit_fact, high]: Dokumen ini secara eksplisit menyatakan bahwa pengumuman ini dibuat semata-mata untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi berdasarkan peraturan OJK, dan bukan merupakan penawaran umum, penawaran terbatas, atau penempatan pribadi.
  - Basis: This announcement regarding the Scheme is solely for the disclosure obligation under OJK regulation, and is not intended to, and does not constitute a public offering, limited offering or private placement in Indonesia
- **Referensi peraturan** [explicit_fact, high]: Dokumen ini merujuk pada POJK No. 30/POJK.04/2019 tentang Penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk Tanpa Penawaran Umum, yang mengindikasikan bahwa skema yang dimaksud terkait dengan penerbitan efek bersifat utang atau sukuk tanpa penawaran umum.
  - Basis: including but not limited to the Financial Services Authority Regulation No. 30/POJK.04/2019 on the Issuance of Debt-Linked Securities and/or Sukuk Without a Public Offering
- **Potensi restrukturisasi utang** [analyst_hypothesis, medium]: Adanya scheme of arrangement yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Singapura mengindikasikan upaya restrukturisasi utang yang melibatkan pemegang Notes, namun detail skema dan nilai utang tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Dokumen menyebut 'scheme of arrangement' dan 'pemegang Notes'
  - Assumptions: Scheme of arrangement umumnya digunakan untuk restrukturisasi utang
  - Caveats: Detail skema, nilai utang, dan pihak-pihak yang terlibat tidak diungkapkan dalam dokumen
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun tidak ada rincian spesifik, referensi pada 'Scheme' dan peraturan tentang penerbitan efek bersifat utang/sukuk tanpa penawaran umum mengindikasikan bahwa MDLN mungkin sedang mempertimbangkan atau melakukan penerbitan efek bersifat utang atau sukuk secara terbatas (tanpa penawaran umum). Namun, detail seperti jumlah, nilai, dan pihak terkait tidak diungkapkan dalam bagian dokumen ini.
  - Basis: This announcement regarding the Scheme is solely for the disclosure obligation under OJK regulation; including but not limited to the Financial Services Authority Regulation No. 30/POJK.04/2019 on the Issuance of Debt-Linked Securities and/or Sukuk Without a Public Offering
  - Assumptions: Istilah 'Scheme' merujuk pada rencana penerbitan efek bersifat utang atau sukuk.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut dalam bagian dokumen ini untuk mengonfirmasi hipotesis tersebut.

### Risks / uncertainties

- Scheme masih memerlukan persetujuan Pengadilan Tinggi Singapura, yang jadwal sidangnya belum ditentukan.
- Jika pengadilan tidak menyetujui, Scheme tidak akan mengikat pemegang Notes.
- Dampak material dari Scheme belum dapat dipastikan sampai ada persetujuan pengadilan.
- Tidak ada rincian mengenai skema (Scheme) yang dimaksud, termasuk nilai, jangka waktu, atau pihak terkait.
- Tidak ada informasi keuangan atau aksi korporasi lain yang diungkapkan dalam bagian dokumen ini.

### Items to monitor

- Perkembangan persetujuan pengadilan atas Scheme dapat mempengaruhi kondisi keuangan dan kelangsungan usaha MDLN.
- Hasil restrukturisasi utang dapat berdampak pada struktur modal dan likuiditas perusahaan.
- Kepastian hukum Scheme akan menentukan kewajiban pembayaran kepada pemegang Notes.

---

## MEDC

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada 9 September 2026 pukul 10:00 secara live melalui website idx.co.id. Agenda meliputi laporan kinerja kuartal I 2026, prospek dan strategi usaha, serta hal-hal lain. Dokumen ini tidak memuat data keuangan, target, atau informasi operasional lainnya.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Hari/tanggal: 09 September 2026.
- Tempat: Public Expose Live 2026 yang tercantum pada website idx.co.id.
- Waktu: 10:00.
- Agenda: 1. Laporan Kinerja Kuartal I Tahun 2026; 2. Prospek dan Strategi Usaha; 3. Lain-lain.
- Pengumuman ditandatangani oleh Corporate Secretary, Siendy K. Wisandana.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik pada 26-08-2026 10:48.

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose ini kemungkinan merupakan kewajiban tahunan bagi emiten untuk memberikan paparan kinerja dan prospek usaha kepada publik, namun dokumen ini hanya mengumumkan rencana, bukan materi paparan.
  - Basis: Agenda yang tercantum: Laporan Kinerja Kuartal I 2026, Prospek dan Strategi Usaha, dan Lain-lain.
  - Assumptions: Public Expose Tahunan biasanya diadakan untuk memenuhi ketentuan bursa.
  - Caveats: Tidak ada detail lebih lanjut dalam dokumen ini.

---

## MEJA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengumumkan tindak lanjut hasil RUPSLB 21 Agustus 2026 yang menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp100 miliar menjadi Rp208.646.840.000. Perseroan berencana mengubah kegiatan usaha menjadi holding company, melaksanakan rights issue (PMHMETD) sebagai bagian dari struktur akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (TCP), dan mengakuisisi TCP. Target pelaksanaan pada Kuartal IV 2026. Kisaran harga rights issue diindikasikan Rp450-Rp550 per saham (belum final). Rencana masih dalam tahap persiapan dan belum berdampak material.

### Material changes

- RUPSLB 21 Agustus 2026 menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp100.000.000.000 menjadi Rp208.646.840.000.
- Perseroan berencana mengubah kegiatan usaha menjadi perusahaan induk (holding company).
- Perseroan berencana melaksanakan rights issue (PMHMETD) sebagai bagian dari struktur transaksi akuisisi TCP.
- Perseroan berencana mengakuisisi PT Trimata Coal Perkasa (TCP).
- Target pelaksanaan perubahan kegiatan usaha, persetujuan akuisisi TCP, dan rights issue adalah Kuartal IV 2026.
- Kisaran harga pelaksanaan rights issue diindikasikan Rp450-Rp550 per saham (indikasi awal, bukan final).
- Rencana menggunakan Laporan Keuangan Auditan periode 30 Juni 2026 sebagai dokumen pendukung.
- Rencana masih dalam tahap persiapan dan belum menimbulkan dampak material langsung.

### Key financial figures

- **Modal Dasar sebelum peningkatan:** 100.000.000.000 (sebelum 21 Agustus 2026)
- **Modal Dasar setelah peningkatan:** 208.646.840.000 (setelah 21 Agustus 2026)
- **Kisaran harga rights issue:** 450-550 per saham (indikasi awal)

### Corporate actions

- Peningkatan modal dasar
- Perubahan kegiatan usaha menjadi holding company
- Rights issue (PMHMETD)
- Akuisisi TCP

### Capital structure

- Peningkatan modal dasar dari Rp100.000.000.000 menjadi Rp208.646.840.000 (kenaikan Rp108.646.840.000 atau 108,65%)

### Listing / regulatory

- Persetujuan RUPSLB untuk peningkatan modal dasar
- Rencana rights issue memerlukan persetujuan pemegang saham dan regulator
- Rencana akuisisi TCP memerlukan penilaian independen dan persetujuan regulator

### Analytical scenarios

- **Kenaikan modal dasar** [derived_calculation, high]: Kenaikan modal dasar sebesar Rp108.646.840.000, dihitung dari Rp208.646.840.000 - Rp100.000.000.000. Persentase kenaikan sekitar 108,65% dari modal dasar awal.
  - Basis: Angka modal dasar sebelum dan sesudah dari dokumen
  - Assumptions: Perhitungan sederhana menggunakan angka yang tersedia
- **Dampak rights issue terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: Rights issue dengan kisaran harga Rp450-Rp550 per saham berpotensi meningkatkan modal ditempatkan dan disetor, namun jumlah saham baru dan rasio belum diungkapkan. Dampak dilusi belum dapat dihitung.
  - Basis: Dokumen menyebutkan indikasi harga rights issue dan rencana rights issue
  - Assumptions: Rights issue akan menambah jumlah saham beredar
  - Caveats: Jumlah saham baru, rasio, dan harga final belum ditentukan
- **Motivasi akuisisi TCP** [analyst_hypothesis, low]: Akuisisi TCP kemungkinan bertujuan untuk diversifikasi ke sektor pertambangan atau energi, sejalan dengan transformasi menjadi holding company, namun detail bisnis TCP tidak diungkapkan.
  - Basis: Dokumen menyebutkan rencana akuisisi TCP sebagai bagian dari pengembangan portofolio usaha
  - Assumptions: TCP bergerak di sektor yang berbeda dari bisnis saat ini (desain interior dan konstruksi)
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang bidang usaha TCP

### Risks / uncertainties

- Harga pelaksanaan rights issue masih indikasi dan dapat berubah
- Rencana aksi korporasi masih memerlukan persetujuan pemegang saham dan regulator
- Proses valuasi, due diligence, dan dokumentasi transaksi belum selesai
- Rencana dapat berubah atau batal jika persyaratan tidak terpenuhi

### Items to monitor

- Perubahan struktur modal melalui peningkatan modal dasar dan rencana rights issue dapat mempengaruhi kepemilikan saham dan berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya.
- Rencana akuisisi TCP dan perubahan kegiatan usaha menjadi holding company dapat mengubah profil bisnis dan pendapatan Perseroan di masa depan.
- Kisaran harga rights issue yang diindikasikan Rp450-Rp550 per saham dapat menjadi acuan awal bagi investor, namun masih dapat berubah.

---

## MIKA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang akan dilaksanakan pada 10 September 2026 pukul 15.00-16.00 WIB secara live melalui website idx.co.id. Agenda acara meliputi laporan kinerja kuartal II 2026, prospek dan strategi usaha, serta hal-hal lain. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan atau rincian kinerja; informasi tersebut akan disampaikan pada saat acara berlangsung.

### Material changes

- PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) berencana menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026, pukul 15.00-16.00 WIB.
- Public Expose akan diselenggarakan secara live dan tercantum pada website idx.co.id.
- Agenda Public Expose: 1) Laporan Kinerja Kuartal II Tahun 2026; 2) Prospek dan Strategi Usaha; 3) Lain-lain.
- Surat bernomor Ref. No.: 83/MIKA-VIII/2026, tertanggal 27 Agustus 2026, ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan.
- Surat ditandatangani oleh Joyce V. Handajani, Direktur dan Corporate Secretary.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai kewajiban Perusahaan Tercatat sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Ketersediaan data kinerja** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini hanya pengumuman jadwal, sehingga data kinerja kuartal II 2026 dan prospek usaha akan disajikan pada saat public expose. Belum ada informasi yang dapat dianalisis lebih lanjut.
  - Basis: Agenda public expose mencakup laporan kinerja kuartal II 2026 dan prospek usaha, namun dokumen tidak memuat angka atau rincian.
  - Assumptions: Informasi kinerja akan tersedia setelah acara berlangsung.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung dalam dokumen ini.

---

## MKNT

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menyampaikan perubahan dan/atau tambahan informasi atas rencana Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) yang akan dibahas dalam RUPSLB pada 14 September 2026. Rencana ini mencakup penerbitan 1.024.490.000.000 saham baru seri B (nominal Rp1/saham) melalui konversi utang kepada HBEH dan MCP serta injeksi tunai dari MCP dan investor independen. Tujuan utama adalah perbaikan posisi keuangan karena ekuitas negatif dan modal kerja negatif. Selain itu, MKNT akan memperluas kegiatan usaha menjadi perusahaan holding dengan anak usaha CBS (manufaktur baja) dan RUM (budidaya tambak udang). HBEH akan menjadi pengendali baru, nama perusahaan berubah menjadi PT Remitra Global International Tbk, dan saham berada di Papan Pemantauan Khusus. Rincian harga pelaksanaan dan penggunaan dana belum diungkapkan.

### Material changes

- MKNT berencana melakukan PMTHMETD dengan menerbitkan 1.024.490.000.000 saham baru seri B nominal Rp1/saham, terdiri dari konversi utang 822.925.100.000 saham, injeksi tunai MCP 1.564.900.000 saham, dan injeksi tunai investor independen 200.000.000.000 saham.
- Konversi utang: HBEH sebesar Rp668.000.000.000 menjadi 668.000.000.000 saham; MCP sebesar Rp154.925.100.000 menjadi 154.925.100.000 saham.
- Injeksi tunai investor independen sebesar Rp200.000.000.000 (masing-masing Rp50 miliar oleh Suripto, John Veter Firdaus, Antony Lesmana; Rp25 miliar oleh Daniel Tejakusuma dan Rossa Linna).
- Injeksi tunai MCP sebesar Rp1.564.900.000 untuk pelunasan pembelian saham RUM.
- MKNT mengakuisisi 99,99% saham CBS (49.999.999 saham) dengan harga Rp668.006.058.612 dan 99,99% saham RUM (152.990 saham) dengan harga Rp156.490.000.000 pada 29 Mei 2026.
- Nilai pasar CBS Rp646.256.432.000 dan RUM Rp151.279.000.000 berdasarkan laporan penilaian KJPP; selisih harga transaksi 3,37% (CBS) dan 3,45% (RUM).
- MKNT saat ini tidak menjalankan kegiatan usaha operasional; akan menjadi perusahaan holding dengan anak usaha CBS (manufaktur baja) dan RUM (budidaya tambak udang).
- Kondisi keuangan per 31 Maret 2026: ekuitas negatif Rp9.136.553.684, modal kerja bersih negatif Rp831.921.829.064, liabilitas 101,11% dari aset.
- RUPSLB untuk persetujuan PMTHMETD direncanakan pada 14 September 2026.
- HBEH akan menjadi pengendali baru dengan kepemilikan 668.000.000.000 saham seri B pasca PMTHMETD; perubahan pengendalian tidak tunduk pada kewajiban tender wajib (POJK No. 9/2018).
- Perubahan nama menjadi PT Remitra Global International Tbk dan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
- Saham Perseroan saat ini berada di Papan Pemantauan Khusus; harga pelaksanaan ditetapkan berdasarkan pengecualian SK BEI No. 122/2026.
- Utang HBEH dan MCP akan jatuh tempo pada 31 Agustus 2026; Perseroan tidak memiliki kemampuan untuk melunasinya tanpa PMTHMETD.
- Studi kelayakan oleh KJPP Sih Wiryadi & Rekan (No. FS.07.26.002, 28 Juli 2026) menyimpulkan rencana layak secara indikatif dan bersyarat; skenario downside dan severe menghasilkan NPV negatif.
- Tidak ada program kepemilikan saham yang berjalan dan tidak ada perkara material yang melibatkan Perseroan.

### Key financial figures

- **Total saham baru diterbitkan:** 1.024.490.000.000 (Rencana PMTHMETD)
- **Saham baru dari konversi utang:** 822.925.100.000 (Rencana PMTHMETD)
- **Saham baru dari injeksi tunai MCP:** 1.564.900.000 (Rencana PMTHMETD)
- **Saham baru dari injeksi tunai investor independen:** 200.000.000.000 (Rencana PMTHMETD)
- **Utang HBEH yang dikonversi:** Rp668.000.000.000 (Per 31 Maret 2026)
- **Utang MCP yang dikonversi:** Rp154.925.100.000 (Per 31 Maret 2026)
- **Injeksi tunai investor independen:** Rp200.000.000.000 (Rencana PMTHMETD)
- **Injeksi tunai MCP:** Rp1.564.900.000 (Rencana PMTHMETD)
- **Harga pembelian saham CBS:** Rp668.006.058.612 (29 Mei 2026)
- **Harga pembelian saham RUM:** Rp156.490.000.000 (29 Mei 2026)
- **Nilai pasar CBS:** Rp646.256.432.000 (Laporan penilaian 29 Mei 2026)
- **Nilai pasar RUM:** Rp151.279.000.000 (Laporan penilaian 29 Mei 2026)
- **Aset lancar:** Rp2.486.670.003 (31 Maret 2026)
- **Liabilitas jangka pendek:** Rp834.408.499.067 (31 Maret 2026)
- **Modal kerja bersih:** -Rp831.921.829.064 (31 Maret 2026)
- **Total liabilitas:** Rp835.229.098.929 (31 Maret 2026)
- **Total aset:** Rp826.092.545.245 (31 Maret 2026)
- **Ekuitas:** -Rp9.136.553.684 (31 Maret 2026)
- **Rasio liabilitas terhadap aset:** 101,11% (31 Maret 2026)
- **Modal ditempatkan dan disetor saat ini:** 5.500.000.000 saham (30 Juni 2026)
- **Nilai nominal saham saat ini:** Rp20 per saham (30 Juni 2026)
- **Jumlah saham dalam portepel:** 14.500.000.000 saham (30 Juni 2026)
- **Kepemilikan PT Monjess Investama:** 22,63% (30 Juni 2026)
- **Kepemilikan masyarakat:** 66,11% (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) - perubahan dan/atau tambahan informasi
- Perluasan kegiatan usaha menjadi perusahaan holding
- Studi kelayakan atas perluasan kegiatan usaha

### Expansion projects

- Perluasan kegiatan usaha melalui anak usaha CBS (manufaktur baja) dan RUM (budidaya tambak udang)
- Studi kelayakan menyatakan layak secara indikatif dan bersyarat
- Tidak ada rincian capex spesifik dalam dokumen ini

### Management / control changes

- Susunan direksi dan komisaris saat ini: Direktur Utama Jefri Junaedi, Direktur Samuel Eben Heizer T; Komisaris Utama Irwan Raharja, Komisaris Muhamad Zidane Alfarizi
- Pengendali saat ini PT Monjess Investama (22,63%)
- Setelah PMTHMETD, pengendali dapat berubah karena penerbitan saham baru dalam jumlah besar

### Capital structure

- Modal saat ini: 5.500.000.000 saham, nilai nominal Rp20/saham
- Penerbitan saham baru seri B nominal Rp1/saham
- Total saham baru 1.024.490.000.000 saham (99,46% dari modal saat ini)
- Dampak dilusi signifikan bagi pemegang saham lama
- Tidak ada treasury stock

### Listing / regulatory

- PMTHMETD berdasarkan POJK No. 14/2019, pengecualian HMETD untuk perbaikan posisi keuangan
- Perluasan kegiatan usaha berdasarkan POJK No. 17/2020
- Studi kelayakan sesuai POJK No. 35/2020
- SK BEI No. 122/2026 tentang harga pelaksanaan pencatatan saham tambahan
- Persetujuan RUPSLB diperlukan

### Analytical scenarios

- **Kondisi keuangan negatif** [explicit_fact, high]: Perseroan memiliki ekuitas negatif dan modal kerja negatif per 31 Maret 2026, memenuhi syarat PMTHMETD untuk perbaikan posisi keuangan.
  - Basis: Ekuitas -Rp9.136.553.684; Modal kerja bersih -Rp831.921.829.064
- **Dilusi pemegang saham** [derived_calculation, high]: Penerbitan 1.024.490.000.000 saham baru terhadap 5.500.000.000 saham lama akan menyebabkan dilusi sangat besar; kepemilikan pengendali saat ini (22,63%) akan turun drastis.
  - Basis: Total saham baru / total saham setelah penerbitan = 1.024.490.000.000 / (5.500.000.000 + 1.024.490.000.000) ≈ 99,46%
  - Assumptions: Tidak ada penerbitan saham lain
- **Perubahan pengendalian** [analyst_hypothesis, medium]: Setelah PMTHMETD, pengendali baru kemungkinan akan muncul dari kreditur atau investor independen, namun belum dikonfirmasi.
  - Basis: Penerbitan saham baru sangat besar; Kepemilikan pengendali saat ini hanya 22,63%
  - Assumptions: Semua saham baru diterbitkan dan tidak ada pembatalan
  - Caveats: Belum ada pernyataan resmi mengenai pengendali baru
- **Kelayakan studi** [explicit_fact, high]: Studi kelayakan menyimpulkan rencana layak secara indikatif dan bersyarat, dengan NPV negatif pada skenario downside dan severe.
  - Basis: Kesimpulan studi kelayakan

### Risks / uncertainties

- Risiko kegagalan RUPSLB
- Risiko tidak terpenuhinya asumsi studi kelayakan (utilisasi, margin, produktivitas)
- Risiko perubahan pengendalian
- Risiko dilusi signifikan bagi pemegang saham lama
- Risiko ketidakpastian harga pelaksanaan saham
- Risiko kondisi keuangan yang memburuk sebelum PMTHMETD selesai

### Items to monitor

- PMTHMETD dapat mempengaruhi harga saham secara signifikan
- Perubahan kegiatan usaha menjadi holding dapat menarik investor baru
- Konversi utang menjadi saham dapat memperbaiki struktur modal

---

## MUTU

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 26-27 Agustus 2026, PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) mengumumkan hasil RUPSLB yang diselenggarakan 24 Agustus 2026 dan perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi. RUPSLB menyetujui perubahan Anggaran Dasar (penambahan jabatan Wakil Presiden Direktur dan pengaturan penggantian sementara Presiden Direktur) serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Perubahan ini penting secara korporasi karena memperbarui struktur tata kelola dan kepemimpinan perusahaan, termasuk penunjukan tokoh publik Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Presiden Komisaris. Perubahan komite menyusul perubahan pengurus dan efektif 26 Agustus 2026. Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan struktur modal, atau proyek ekspansi yang diumumkan.

### Material changes

- Perubahan Anggaran Dasar: penambahan jabatan Wakil Presiden Direktur (Pasal 11 ayat (2)) dan pengaturan penggantian sementara Presiden Direktur oleh Wakil Presiden Direktur atau Direksi lain (Pasal 12 ayat (7)).
- Perubahan susunan Direksi: Arifin Lambaga (Presiden Direktur), Roestiandi Tsamanov (Wakil Presiden Direktur, jabatan baru), Sumarna, Irham Budiman, Herliana Dewi (Direktur).
- Perubahan susunan Dewan Komisaris: Sandiaga Salahuddin Uno (Presiden Komisaris, baru), Mohamad Indra Permana (Komisaris, sebelumnya Presiden Komisaris), Gati Wibawaningsih (Komisaris Independen, diangkat kembali).
- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi efektif 26 Agustus 2026.

### Corporate actions

- Perubahan Anggaran Dasar (penambahan jabatan Wakil Presiden Direktur)
- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi

### Management / control changes

- Sandiaga Salahuddin Uno diangkat sebagai Presiden Komisaris (baru)
- Mohamad Indra Permana diangkat sebagai Komisaris (baru, sebelumnya Presiden Komisaris)
- Roestiandi Tsamanov diangkat sebagai Wakil Presiden Direktur (jabatan baru)
- Gati Wibawaningsih diangkat kembali sebagai Komisaris Independen
- Arifin Lambaga diangkat kembali sebagai Presiden Direktur
- Sumarna, Irham Budiman, Herliana Dewi diangkat kembali sebagai Direktur
- Komite Nominasi dan Remunerasi: Gati Wibawaningsih (Ketua), Sandiaga Salahuddin Uno (Anggota), Mohamad Indra Permana (Anggota)

### Capital structure

- Total saham yang dikeluarkan: 3.452.228.885 saham.
- Saham hadir dalam RUPSLB: 2.560.899.601 saham (74,18%).
- PT Sentra Mutu Handal memiliki 990.000.000 saham.
- PT Baruna Bina Utama memiliki 880.000.000 saham.
- PT Afda Ekselensi Lintas Dunia memiliki 230.000.000 saham.
- Masyarakat memiliki 460.899.601 saham.

### Listing / regulatory

- Penyampaian ringkasan risalah RUPSLB kepada OJK dan BEI sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020.
- Perubahan Anggaran Dasar akan dilaporkan ke Menteri Hukum RI.
- Rapat dinyatakan sah dan memenuhi kuorum sesuai POJK 15/2020.
- Perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi memenuhi POJK 34/2014.

### Analytical scenarios

- **Hasil RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB 24 Agustus 2026 menyetujui perubahan AD dan perubahan susunan Direksi/Dewan Komisaris dengan kuorum 74,18% dan persetujuan 100% suara hadir.
  - Basis: Pengumuman 20260827145230-7582.84/EXT-MUTU/VIII/2026_id-id
- **Perubahan komite** [explicit_fact, high]: Komite Nominasi dan Remunerasi berubah efektif 26 Agustus 2026 dengan susunan baru.
  - Basis: Pengumuman 20260827155304-7297.1/EXT-MUTU/VIII/2026_id-id
- **Persentase kepemilikan pemegang saham utama** [derived_calculation, medium]: PT Sentra Mutu Handal: 990.000.000 / 3.452.228.885 = 28,68%. PT Baruna Bina Utama: 880.000.000 / 3.452.228.885 = 25,49%. PT Afda Ekselensi Lintas Dunia: 230.000.000 / 3.452.228.885 = 6,66%. Masyarakat: 460.899.601 / 3.452.228.885 = 13,35%.
  - Basis: Pengumuman 20260827145230-7582.84/EXT-MUTU/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Tidak ada pemegang saham lain selain yang disebutkan.
  - Caveats: Perhitungan berdasarkan data yang tersedia; mungkin ada pemegang saham lain yang tidak disebutkan.
- **Total saham yang diwakili pemegang saham utama** [derived_calculation, high]: Total saham yang disebutkan: 990.000.000 + 880.000.000 + 230.000.000 + 460.899.601 = 2.560.899.601 saham, sesuai dengan jumlah saham hadir.
  - Basis: Pengumuman 20260827145230-7582.84/EXT-MUTU/VIII/2026_id-id
- **Motivasi perubahan AD** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan jabatan Wakil Presiden Direktur dan perubahan Pasal 12 ayat (7) kemungkinan bertujuan memperkuat tata kelola dan kesinambungan kepemimpinan, terutama jika Presiden Direktur berhalangan.
  - Basis: Pengumuman 20260827145230-7582.84/EXT-MUTU/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Perubahan ini merupakan langkah penguatan struktur organisasi.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai motivasi dalam dokumen.
- **Alasan perubahan komite** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan komite mungkin dilakukan untuk memenuhi ketentuan POJK 34/2014 atau sebagai bagian dari penyegaran organisasi, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Pengumuman 20260827155304-7297.1/EXT-MUTU/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Perubahan komite didorong oleh kebutuhan kepatuhan atau penyegaran.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan penggantian anggota.

### Risks / uncertainties

- Perubahan Anggaran Dasar masih memerlukan persetujuan Menteri Hukum RI; efektivitas perubahan AD bergantung pada proses tersebut.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan pengurus terhadap strategi bisnis atau kinerja keuangan.
- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan komite atau apakah perubahan ini terkait dengan perubahan pengurus atau pengendali lainnya.
- Dokumen tidak menyebutkan apakah komite sebelumnya telah dibubarkan atau hanya diganti susunannya.
- Tidak ada rincian mengenai kualifikasi atau latar belakang anggota baru.

### Items to monitor

- Persetujuan Menteri Hukum RI atas perubahan Anggaran Dasar.
- Kinerja keuangan dan strategi bisnis setelah perubahan pengurus.
- Keputusan atau pengumuman lebih lanjut terkait tata kelola.
- Perubahan kepemilikan saham atau struktur modal di masa mendatang.

---

## NAYZ

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 26-27 Agustus 2026, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) mengumumkan tiga hal utama: (1) rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 2 Oktober 2026 dengan agenda yang belum diungkapkan, (2) penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB, dan (3) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek. Yang paling material secara korporasi adalah konfirmasi bahwa telah terjadi perubahan pengendalian pada 20 Agustus 2026, di mana Saiko Consultancy Pte. Ltd. menjadi Pengendali Baru, dan akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib. RUPSLB yang direncanakan kemungkinan terkait dengan agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham, namun agenda spesifik belum diungkapkan. Perubahan pengendalian dan rencana tender wajib merupakan peristiwa penting yang dapat memengaruhi struktur kepemilikan dan nilai investasi, meskipun detail harga, jumlah saham, dan jadwal belum tersedia.

### Material changes

- Perubahan pengendalian: Saiko Consultancy Pte. Ltd. menjadi Pengendali Baru (diumumkan 20 Agustus 2026).
- Rencana Penawaran Tender Wajib oleh Saiko Consultancy Pte. Ltd. sebagai kewajiban pengendali baru.
- Rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 2 Oktober 2026, agenda belum diungkapkan.

### Corporate actions

- Rencana RUPSLB diumumkan, namun agenda tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Penawaran Tender Wajib oleh Saiko Consultancy Pte. Ltd. sebagai pengendali baru (rencana, wajib). Detail harga, jumlah saham, dan jadwal belum diungkapkan.

### Management / control changes

- Perubahan pengendalian: Saiko Consultancy Pte. Ltd. menjadi Pengendali Baru (diumumkan 20 Agustus 2026).

### Capital structure

- Jumlah saham tercatat: 255.001.472 lembar (per tanggal pencatatan 9 September 2025).
- Saiko Consultancy Pte. Ltd. sebagai Pengendali Baru akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib (kewajiban). Detail jumlah saham dan harga tidak diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek (surat No. S-10960/BEI.PP3/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026).
- Rapat akan diselenggarakan sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan RUPS secara elektronik.

### Analytical scenarios

- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan rencana RUPSLB dengan jadwal dan DPS yang jelas, namun agenda rapat tidak disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: Surat No. 069/01/DIR/HBS/VIII/2026; Jadwal RUPSLB 02 Oktober 2026; DPS 09 September 2026
- **Perubahan pengendalian** [explicit_fact, high]: Perseroan telah menyampaikan informasi perubahan pengendalian pada 20 Agustus 2026, dan ini merupakan satu-satunya fakta material yang diakui.
  - Basis: Surat No. 065/01/DIR/HBS/VIII/2026 tanggal 20 Agustus 2026
- **Penawaran Tender Wajib** [explicit_fact, high]: Saiko Consultancy Pte. Ltd. sebagai Pengendali Baru akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib, dan tidak ada rencana korporasi lain dalam 3 bulan ke depan.
  - Basis: Jawaban poin 4 dan 6 dalam dokumen
- **Tidak ada informasi material lain** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta material lain yang belum diungkapkan, dan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, 3, dan 5 dalam dokumen
- **Perkiraan tanggal RUPSLB** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan nama file lampiran '002.01 - Bukti Pengumuman RUPSLB NAYZ (02OKT).pdf', RUPSLB diperkirakan akan diselenggarakan pada 02 Oktober 2026. Ini adalah interpretasi dari kode '02OKT' yang diasumsikan berarti 02 Oktober.
  - Basis: Nama file lampiran: '002.01 - Bukti Pengumuman RUPSLB NAYZ (02OKT).pdf'
  - Assumptions: '02OKT' merujuk pada tanggal 02 Oktober 2026.
  - Caveats: Tanggal ini tidak dinyatakan eksplisit dalam isi dokumen; hanya muncul pada nama file lampiran.
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya diselenggarakan untuk aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti rights issue, private placement, merger, akuisisi, atau perubahan anggaran dasar. Namun, tanpa agenda yang diumumkan, hal ini hanya spekulasi.
  - Basis: Jenis rapat: RUPSLB
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk aksi korporasi luar biasa
  - Caveats: Agenda rapat tidak diungkapkan dalam dokumen ini; informasi lebih lanjut diperlukan.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan penjelasan BEI kemungkinan terkait dengan perubahan pengendalian yang diumumkan pada 20 Agustus 2026, namun tidak ada bukti langsung dalam dokumen ini.
  - Basis: Kronologi: perubahan pengendalian diumumkan 20 Agustus 2026, permintaan penjelasan BEI diajukan setelahnya (surat S-10960/BEI.PP3/08-2026)
  - Assumptions: Permintaan penjelasan BEI terkait dengan volatilitas yang terjadi setelah pengumuman perubahan pengendalian.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen ini untuk mengonfirmasi hubungan kausal.

### Risks / uncertainties

- Lokasi RUPSLB belum ditentukan, yang dapat memengaruhi akses pemegang saham.
- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam pengumuman ini, sehingga pemegang saham belum dapat menilai dampak potensial.
- Detail Penawaran Tender Wajib (harga, jumlah saham, jadwal) belum diungkapkan dalam dokumen ini.
- Terdapat inkonsistensi tanggal: tanggal pencatatan (9 September 2025) lebih awal dari tanggal pemanggilan (10 September 2026) dan pelaksanaan (2 Oktober 2026), yang tidak lazim; perlu verifikasi.
- Waktu pelaksanaan tidak menyebutkan zona waktu.
- Lampiran EGMS Announcement_240826.pdf tidak disertakan dalam dokumen yang dianalisis, sehingga informasi tambahan tidak dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPSLB pada 10 September 2026 untuk mengetahui agenda rapat.
- Detail Penawaran Tender Wajib: harga, jumlah saham, dan jadwal.
- Pengumuman lokasi RUPSLB.
- Perkembangan perubahan pengendalian dan dampaknya terhadap operasional atau strategi bisnis.

---

## NICE

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) mengumumkan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang ditetapkan dalam RUPS Luar Biasa pada 26 Agustus 2026, efektif sejak penutupan RUPS hingga penutupan RUPS Tahunan 2028. Perubahan ini dilaporkan berdasarkan POJK No. 31/POJK.04/2015. Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Detail susunan lama tidak tersedia, sehingga identifikasi anggota yang diganti tidak dapat dilakukan.

### Material changes

- Perubahan anggota Direksi Perseroan
- Perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan

### Management / control changes

- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris efektif sejak 26 Agustus 2026

### Listing / regulatory

- Pelaporan berdasarkan POJK No. 31/POJK.04.2015

### Analytical scenarios

- **Perubahan susunan Direksi** [explicit_fact, high]: RUPS Luar Biasa pada 26 Agustus 2026 menetapkan susunan Direksi baru yang terdiri dari 8 anggota: Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, dan 6 Direktur.
  - Basis: Susunan Direksi tercantum pada halaman 2 dokumen lampiran
- **Perubahan susunan Dewan Komisaris** [explicit_fact, high]: Susunan Dewan Komisaris baru terdiri dari 3 anggota: Komisaris Utama, 1 Komisaris Independen, dan 1 Komisaris.
  - Basis: Susunan Dewan Komisaris tercantum pada halaman 3 dokumen lampiran
- **Dampak perubahan** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak dari perubahan ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Poin 4 pada halaman 3: 'Tidak ada'
- **Potensi arah strategis** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan direksi yang melibatkan banyak nama baru (kemungkinan besar warga negara asing) dapat mengindikasikan perubahan arah strategis atau penguatan manajemen, namun tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen.
  - Basis: Nama-nama direksi baru yang tercantum
  - Assumptions: Nama-nama tersebut adalah orang yang berbeda dari sebelumnya (tidak ada data pembanding)
  - Caveats: Tidak ada perbandingan dengan susunan lama, sehingga tidak dapat dipastikan siapa yang baru atau lama

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan direksi tidak tersedia, sehingga tidak dapat dipastikan apakah perubahan tersebut memenuhi ketentuan OJK atau memerlukan persetujuan RUPS.
- Dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dapat dievaluasi karena lampiran tidak disertakan.
- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan direksi atau apakah ada persetujuan regulator yang diperlukan selain pelaporan.
- Tanggal pasti RUPS Tahunan 2028 tidak disebutkan, sehingga masa jabatan tidak dapat dipastikan secara presisi.

---

## NZIA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) menyampaikan koreksi atas pengumuman penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG tahun 2025. Koreksi ini bersifat administratif atas pengumuman sebelumnya (No. 109/DIR-NZIA/IV/2026 tanggal 30 April 2026). Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan struktur modal, atau transaksi aset yang diungkapkan. Kinerja keuangan 2025 memburuk: pendapatan turun 15,8% menjadi Rp53,59 miliar, rugi neto meningkat 63,7% menjadi Rp13,58 miliar, dan kas menurun 70% menjadi Rp3,61 miliar. Perubahan pengurus terjadi melalui RUPSLB 9 Mei 2025, namun susunan pengurus per 31 Desember 2025 identik dengan 2024. Tidak ada suspensi atau delisting.

### Material changes

- Koreksi atas pengumuman No. 109/DIR-NZIA/IV/2026 tanggal 30 April 2026, dengan nomor surat 283/DIR-NZIA/VIII/2026.
- Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG tahun 2025 untuk periode 1 Januari 2025 sampai 31 Desember 2025 disampaikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
- Panggilan RUPST dilakukan pada tanggal 30 April 2026.
- Informasi telah dimuat di situs web perusahaan www.nusantara-almazia.com pada tanggal 30 April 2026.
- Laporan keuangan konsolidasian 2025 diaudit KAP Anwar & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian; diotorisasi terbit 27 Maret 2026.
- Pendapatan 2025 Rp53.588.920.000, turun dari Rp63.656.114.694 pada 2024; rugi neto tahun berjalan 2025 Rp13.584.109.280, meningkat dari rugi Rp8.296.016.610.
- Total aset 31 Des 2025 Rp561.570.244.060, total liabilitas Rp79.380.493.732, total ekuitas Rp482.189.750.328.
- Kas dan setara kas 31 Des 2025 Rp3.610.105.142, turun dari Rp12.047.928.171; penurunan bersih kas 2025 Rp8.437.823.029.
- Modal saham ditempatkan dan disetor penuh 2.197.540.705 lembar, nilai nominal Rp200, total Rp439.508.141.000; komposisi pemegang saham: Richard Rachmadi Wiriahardja 44,50%, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk 34,49%, Michella Ristiadewi 0,01%, masyarakat 21,00%.
- Entitas anak PT Serena Inti Sejati (SIS), kepemilikan 68%, total aset sebelum eliminasi Rp112.808.010.972 (2025); kepentingan nonpengendali Rp20.265.756.799.
- Utang bank konsolidasian 31 Des 2025 Rp39.219.552.899 (bagian jangka pendek Rp3.300.000.000, jangka panjang Rp35.919.552.899); fasilitas BNI plafon Rp25 miliar, BTN Perusahaan plafon Rp80 miliar, BTN SIS plafon Rp75 miliar.
- Fasilitas BTN Perusahaan untuk pembangunan 621 unit rumah di Desa Bengle, Karawang; fasilitas BTN SIS untuk 2.000 unit rumah di Desa Lemahmulya, Karawang.
- Penambahan aset tetap 2025 Rp5.035.062.152 (terutama prasarana dan infrastruktur Rp5.008.905.852); tanah belum dikembangkan Rp361.972.149.228; uang muka pembelian tanah jangka panjang Rp13.062.285.435.
- Penyisihan penurunan nilai persediaan dibentuk pertama kali 2025 sebesar Rp2.585.944.167; persediaan neto Rp158.022.395.777.
- Perubahan Anggaran Dasar terakhir Akta Notaris No. 22 tanggal 9 Mei 2025 tentang susunan Dewan Komisaris dan Direksi, dicatat Kemenkumham 26 Mei 2025; susunan pengurus 2025 identik dengan 2024.
- Kejadian setelah tanggal pelaporan: SIS memperoleh pinjaman tanpa bunga dari PT Manggala Citra Abadi plafon Rp6.000.000.000, diperpanjang 24 bulan dari 21 Januari 2026 sampai 21 Januari 2028.
- Tidak ada aksi korporasi (stock split, reverse stock, dividen saham, saham bonus, rights issue, private placement, atau buyback) pada 2025; tidak ada suspensi/delisting 2024-2025.
- Realisasi penjualan 2025: 264 unit FLPP (target 300), 30 unit Saung Kebun (target 50), 2 unit apartemen Poris 88 (target 10).
- RUPSLB 9 Mei 2025 memberhentikan seluruh Direksi dan Dewan Komisaris lama dan mengangkat Direksi baru: Novrizal Setyawan (Dirut), Nur Anisa Nusuqi, Caesarika Dwi Sekar Palupi; Dewan Komisaris baru: Ventje Rahardjo Soedigno (Komut), Michella Ristiadewi, Selamat (Komisaris Independen).
- Perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024 dan 2025.
- Tidak ada transaksi material (investasi, ekspansi, divestasi, merger, akuisisi, restrukturisasi) pada 2025.
- Tidak ada sanksi administratif pada 2025; seluruh kewajiban pelaporan dipenuhi.
- Total emisi GRK Scope 1: 3,671 tCO2e; Scope 2: 25,63 tCO2e; Scope 3: 0,04626 tCO2e; Total emisi (Scope 1 dan 2): 29,301 tCO2e; Total emisi (Scope 1, 2, dan 3): 29,34726 tCO2e.
- Komitmen net zero emission: Ya, target tahun 2050; komitmen pengurangan emisi GRK: Ya, target 1% (tCO2e) pada tahun 2050.
- Total pegawai: 17 orang, terdiri dari 13 laki-laki (76,47%) dan 4 perempuan (23,53%).
- Dewan Komisaris: 3 kursi, 2 laki-laki, 1 perempuan, 1 independen; Direksi: 3 kursi, 1 laki-laki, 2 perempuan, 0 independen.
- Tidak ada assurance/validasi pihak ketiga untuk laporan keberlanjutan.

### Key financial figures

- **Pendapatan:** 53.588.920.000 (2025)
- **Pendapatan:** 63.656.114.694 (2024)
- **Beban pokok penjualan:** 36.018.977.895 (2025)
- **Beban pokok penjualan:** 40.366.234.182 (2024)
- **Laba bruto:** 17.569.942.105 (2025)
- **Laba bruto:** 23.289.880.512 (2024)
- **Rugi usaha:** 9.508.161.471 (2025)
- **Rugi usaha:** 4.110.410.946 (2024)
- **Rugi neto tahun berjalan:** 13.584.109.280 (2025)
- **Rugi neto tahun berjalan:** 8.296.016.610 (2024)
- **Rugi neto diatribusikan ke pemilik entitas induk:** 13.689.367.100 (2025)
- **Rugi neto diatribusikan ke pemilik entitas induk:** 8.941.744.184 (2024)
- **Total aset:** 561.570.244.060 (2025)
- **Total aset:** 583.870.000.000 (2024)
- **Total liabilitas:** 79.380.493.732 (2025)
- **Total liabilitas:** 88.230.000.000 (2024)
- **Total ekuitas:** 482.189.750.328 (2025)
- **Total ekuitas:** 495.640.000.000 (2024)
- **Kas dan setara kas:** 3.610.105.142 (2025)
- **Kas dan setara kas:** 12.047.928.171 (2024)
- **Arus kas operasi:** 11.988.478.124 (2025)
- **Arus kas investasi:** -10.809.107.902 (2025)
- **Arus kas pendanaan:** -9.617.193.251 (2025)
- **Utang bank:** 39.219.552.899 (2025)
- **Utang bank:** 46.878.417.907 (2024)
- **Utang pihak berelasi:** 10.574.004.956 (2025)
- **Utang subordinasi:** 6.853.455.000 (2025)
- **Rugi per saham dasar/dilusi:** -6,23 (2025)
- **Rugi per saham dasar/dilusi:** -4,07 (2024)
- **Jumlah saham beredar:** 2.197.540.705 (2025)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh:** 439.508.141.000 (2025)
- **Total aset entitas anak (PT Serena Inti Sejati):** 112.808.010.972 (31 Desember 2025)
- **Realisasi investasi FLPP:** 27.456.500.059 (2025)
- **Investasi CSR:** 99.305.000 (2025)
- **Penggunaan listrik:** 32.444 kWh (2025)
- **Penggunaan air:** 7.955 m³ (2025)

### Expansion projects

- Pengembangan TOD Benteng Betawi (Tangerang, 14 hektare) - tahap persiapan, PBG Use diperoleh 29 Januari 2024.
- Perumahan Serasi Indah (Karawang, 60 hektar) - pengembangan rumah FLPP, telah dimulai.
- Riviera Waterpark - beroperasi sejak Agustus 2024, lahan ±2.000 m2.
- Rencana pembangunan masjid di Saung Kebun dan fasilitas pendidikan di Serasi Indah.
- Fasilitas BTN Perusahaan untuk pembangunan 621 unit rumah di Desa Bengle, Karawang; fasilitas BTN SIS untuk 2.000 unit rumah di Desa Lemahmulya, Karawang.

### Management / control changes

- RUPSLB 9 Mei 2025: seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris diganti; Selamat menggantikan Mawar sebagai Komisaris Independen.
- Masa jabatan Direksi dan Dewan Komisaris baru adalah 5 tahun sejak penutupan RUPSLB 9 Mei 2025.
- Susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit pada 31 Desember 2025 sama dengan 31 Desember 2024.

### Capital structure

- Modal dasar: Rp1.368.800.000.000 (6.844.000.000 saham, nominal Rp200).
- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 2.197.540.705 saham (Rp439.508.141.000).
- Kepemilikan saham >5%: Richard R Wiriahardja 44,50%, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk 34,49%.
- Tambahan modal disetor negatif Rp2.150.695.664; saldo laba belum ditentukan penggunaannya Rp22.423.194.419; kepentingan nonpengendali Rp20.265.756.799.
- IPO 2019: 461.538.000 saham baru, 21,003% dari modal disetor; Waran Seri I 605.999.394 waran, harga pelaksanaan Rp680, masa berlaku 23 Maret 2020 - 23 September 2020.
- Exercise Waran Seri I: 2.705 saham (periode 23 Maret - 23 September 2020).

### Listing / regulatory

- Surat Pernyataan Efektif OJK No. S-135/D.04/2019 tanggal 16 September 2019 untuk IPO.
- Tidak ada suspensi atau delisting saham pada 2024-2025.
- Tidak ada sanksi administratif pada 2025; seluruh kewajiban pelaporan dipenuhi.
- Laporan Keberlanjutan disusun sesuai POJK No. 51/POJK.03/2017.

### Analytical scenarios

- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan turun dari Rp63.656.114.694 menjadi Rp53.588.920.000, penurunan sekitar 15,8%.
  - Basis: Pendapatan 2024 dan 2025 dari laporan laba rugi.
  - Assumptions: Tidak ada penyesuaian atau restatement.
- **Peningkatan rugi neto** [derived_calculation, high]: Rugi neto tahun berjalan meningkat dari Rp8.296.016.610 menjadi Rp13.584.109.280, kenaikan sekitar 63,7%.
  - Basis: Rugi neto 2024 dan 2025 dari laporan laba rugi.
  - Assumptions: Tidak ada penyesuaian.
- **Penurunan kas dan setara kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas turun dari Rp12.047.928.171 menjadi Rp3.610.105.142, penurunan sekitar 70,0%.
  - Basis: Kas dan setara kas 2024 dan 2025.
  - Assumptions: Tidak ada pembatasan penggunaan kas.
- **Penurunan utang bank** [derived_calculation, high]: Utang bank turun dari Rp46.878.417.907 menjadi Rp39.219.552.899, penurunan sekitar 16,3%.
  - Basis: Utang bank 2024 dan 2025.
  - Assumptions: Tidak ada penarikan baru atau reklasifikasi yang tidak tercatat.
- **Kontribusi emisi Scope 3** [derived_calculation, high]: Emisi Scope 3 (0,04626 tCO2e) berkontribusi sekitar 0,158% dari total emisi Scope 1, 2, dan 3 (29,34726 tCO2e). Perhitungan: 0,04626 / 29,34726 * 100 = 0,1576%.
  - Basis: Angka total emisi Scope 3 dan total emisi Scope 1,2,3 diambil dari dokumen.
  - Assumptions: Perhitungan proporsi sederhana.
- **Proporsi pegawai perempuan** [derived_calculation, high]: Jumlah pegawai perempuan adalah 4 dari total 17 pegawai, sehingga proporsinya sekitar 23,53%. Perhitungan: 4 / 17 * 100 = 23,53%.
  - Basis: Total pegawai 17 (13 laki-laki + 4 perempuan) dan persentase 23,53% untuk perempuan tercantum pada halaman 4.
  - Assumptions: Total pegawai adalah 17 orang.
- **Potensi tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan kas yang signifikan selama dua tahun berturut-turut dan peningkatan rugi neto dapat mengindikasikan tekanan likuiditas, meskipun arus kas operasi positif dan utang bank menurun.
  - Basis: Kas dan setara kas 2024 dan 2025, rugi neto, arus kas operasi.
  - Assumptions: Penurunan kas disebabkan oleh investasi tanah dan pembayaran utang.
  - Caveats: Hanya berdasarkan laporan arus kas; faktor lain mungkin mempengaruhi.
- **Potensi dampak FLPP terhadap margin** [analyst_hypothesis, medium]: Karena harga jual rumah FLPP tidak naik sejak 2023 sementara biaya material meningkat, margin usaha proyek FLPP berpotensi tertekan jika tidak ada efisiensi atau penyesuaian harga.
  - Basis: Harga rumah FLPP belum naik sejak 2023; harga material terus naik
  - Assumptions: Tidak ada perubahan signifikan dalam biaya lain atau volume penjualan
  - Caveats: Ini adalah hipotesis analitis; laporan tidak menyebutkan angka margin atau dampak kuantitatif.
- **Kesiapan pengelolaan emisi** [analyst_hypothesis, medium]: Emiten menyatakan komitmen net zero 2050 namun masih dalam tahap awal penjajakan kebijakan dan tidak memiliki manajemen pengendalian iklim. Hal ini menunjukkan kesiapan yang rendah dalam pengelolaan emisi.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 3-4: 'masih dalam tahap awal penjajakan dan perumusan kebijakan' dan jawaban 'Tidak' untuk manajemen pengendalian iklim.
  - Caveats: Penilaian subjektif berdasarkan informasi yang tersedia.

### Risks / uncertainties

- Rugi usaha dan rugi neto yang meningkat dapat mengindikasikan tekanan pada profitabilitas.
- Penurunan kas dan setara kas yang signifikan selama dua tahun berturut-turut dapat menimbulkan risiko likuiditas.
- Pembatasan perbankan yang melarang merger, akuisisi, perubahan pengurus, dan perubahan kegiatan usaha tanpa persetujuan bank dapat membatasi fleksibilitas aksi korporasi.
- Utang subordinasi SIS tidak dapat dilunasi sebelum fasilitas BTN diselesaikan.
- Pembentukan penyisihan penurunan nilai persediaan yang signifikan pada 2025 menunjukkan potensi penurunan nilai aset real estat.
- Daya beli masyarakat yang lesu dan ketidakpastian ekonomi global.
- Kesulitan perizinan lahan baru dan kelangkaan material bangunan.
- Harga rumah FLPP belum naik sejak 2023 sementara harga material terus naik.
- Rendahnya minat konsumen terhadap apartemen.
- Penjualan tidak mencapai target yang ditetapkan.
- Unit Audit Internal belum memiliki kualifikasi atau sertifikasi sebagai profesi audit internal.
- Peningkatan signifikan konsumsi listrik kantor dari 1.496 kWh menjadi 32.444 kWh tanpa penjelasan.
- Penurunan penjualan unit pada beberapa proyek (CKM City menjadi 0 unit, Serasi Indah turun).
- Risiko berkurangnya lahan/lokasi yang dimiliki akibat penjualan.
- Ketidakpastian perdagangan global, tekanan nilai tukar Rupiah, dan tingkat suku bunga domestik.
- Data pengurangan limbah tidak tersedia (NA).

### Items to monitor

- Kinerja keuangan 2025 memburuk dengan pendapatan turun 15,8% dan rugi neto meningkat 63,7%.
- Kas dan setara kas turun signifikan 70% menjadi Rp3,61 miliar, berpotensi menimbulkan risiko likuiditas.
- Realisasi penjualan unit di bawah target pada semua segmen (FLPP, Saung Kebun, apartemen).
- Tidak ada aksi korporasi atau transaksi material yang diumumkan pada 2025.
- Perubahan pengurus melalui RUPSLB 9 Mei 2025, namun susunan pengurus per 31 Desember 2025 identik dengan 2024.
- Tidak ada suspensi atau delisting pada 2024-2025.
- Komitmen net zero emission 2050 namun kesiapan pengelolaan emisi masih rendah.

---

## PART

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama PT Cipta Investama Lancar (52,48%) tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan.

### Material changes

- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi (klaim emiten).
- Emiten menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang (klaim emiten).
- Pemegang saham utama PT Cipta Investama Lancar memiliki 52,48% saham PART dan menyatakan tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya (hasil konfirmasi).

### Capital structure

- PT Cipta Investama Lancar memiliki 52,48% saham PART (fakta eksplisit).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI nomor S-11044/BEI.PP2/08-2026 (tanggal surat tidak terbaca/null).
- Emiten menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang (klaim emiten).

### Analytical scenarios

- **Klaim tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada dokumen.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada dokumen.
- **Pemegang saham utama tidak punya rencana** [explicit_fact, high]: Corporate Secretary telah menanyakan kepada pemegang saham utama PT Cipta Investama Lancar (52,48%) dan memperoleh jawaban tidak ada rencana terkait kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada dokumen.
- **Volatilitas transaksi tanpa penyebab jelas** [analyst_hypothesis, low]: Karena emiten menyatakan tidak mengetahui penyebab volatilitas, kemungkinan pergerakan harga disebabkan oleh faktor eksternal atau aktivitas pasar yang tidak terkait dengan informasi internal emiten.
  - Basis: Seluruh jawaban emiten menyatakan tidak ada informasi material atau rencana.
  - Assumptions: Volatilitas yang diminta penjelasan memang terjadi.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI S-11044/BEI.PP2/08-2026 tidak terbaca (null), sehingga tidak dapat diverifikasi tenggat waktu.
- Klaim emiten tidak didukung bukti independen; hanya pernyataan manajemen.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; pergerakan harga saham mungkin dipengaruhi faktor eksternal atau aktivitas pasar.
- Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, sehingga potensi perubahan struktur modal atau pendanaan tidak teridentifikasi.

---

## PBSA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menerbitkan pemanggilan RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 18 September 2026. RUPSLB akan membahas dua agenda: persetujuan stock split dengan rasio 1:2 (nilai nominal dari Rp50 menjadi Rp25 per saham) dan persetujuan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar terkait modal. Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat pada 26 Agustus 2026. Stock split dan perubahan AD masih bersifat potensial karena menunggu persetujuan RUPSLB.

### Material changes

- RUPSLB akan diselenggarakan pada Jumat, 18 September 2026, pukul 10:00 WIB, di Shanghai Meeting Room, Merlynn Park Hotel Jakarta, Jl. KH. Hasyim Ashari No. 29-31, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat 10130.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah 26 Agustus 2026.
- Agenda 1 RUPSLB: Persetujuan Pemecahan Nilai Nominal Saham (Stock Split) dengan rasio 1:2, nilai nominal saham dari Rp50 menjadi Rp25 per saham.
- Agenda 2 RUPSLB: Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar, khususnya penyesuaian Pasal 4 ayat (1) dan (2) mengenai modal, yang dinyatakan murni bersifat administratif pasca stock split.
- Pemanggilan RUPSLB merujuk pada surat perseroan No. 075/PBS-CSL/VIII/2026 tanggal 12 Agustus 2026.
- Pengumuman penyelenggaraan RUPS telah disampaikan pada 12 Agustus 2026 melalui eASY.KSEI, situs BEI, dan situs Perseroan.
- Pemanggilan RUPS ditandatangani oleh Direksi pada 27 Agustus 2026.
- Biro Administrasi Efek: PT Sinartama Gunita, alamat Menara Tekno Lt. 7, Jl. H. Fachrudin No. 19, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10250.

### Corporate actions

- stock_split
- articles_of_association_amendment

### Capital structure

- Rencana stock split dengan rasio 1:2, nilai nominal saham dari Rp50 menjadi Rp25 per saham, menunggu persetujuan RUPSLB.
- Perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar terkait modal sebagai konsekuensi administratif stock split.

### Analytical scenarios

- **Jumlah saham setelah stock split** [derived_calculation, high]: Dengan rasio 1:2, jumlah saham beredar akan menjadi dua kali lipat dari jumlah sebelum split. Namun, jumlah absolut tidak dapat dihitung karena data jumlah saham saat ini tidak tersedia dalam dokumen.
  - Basis: Rasio stock split 1:2
  - Assumptions: Rasio 1:2 berarti setiap 1 saham lama menjadi 2 saham baru.
  - Caveats: Jumlah saham absolut tidak diketahui dari dokumen ini.
- **Dampak likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Stock split diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan dan membuat harga saham lebih terjangkau, namun dampak aktualnya bergantung pada kondisi pasar dan respons investor.
  - Basis: Tujuan yang dinyatakan dalam dokumen: 'meningkatkan likuiditas perdagangan saham'
  - Assumptions: Harga saham akan turun proporsional setelah split.
  - Caveats: Dampak pasar tidak dapat diprediksi dari dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Persetujuan RUPS belum diperoleh; stock split dan perubahan AD masih bersifat potensial.
- Detail rasio stock split dan jumlah saham baru tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Isi perubahan anggaran dasar belum dijelaskan secara rinci.
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap struktur modal atau kepemilikan.

### Items to monitor

- Stock split dapat meningkatkan jumlah saham beredar dan menurunkan harga nominal per saham, berpotensi mempengaruhi likuiditas perdagangan.
- Perubahan anggaran dasar terkait modal dapat mempengaruhi struktur permodalan perseroan.

---

## PGAS

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada Rabu, 9 September 2026, pukul 15.00–16.00 WIB, secara live melalui website idx.co.id. Agenda meliputi laporan kinerja kuartal II 2026 dan update proyek strategis. Pengumuman ini bersifat prosedural dan tidak memuat data keuangan, angka, atau detail proyek.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Hari/tanggal: Rabu, 9 September 2026.
- Waktu: 15.00–16.00 WIB (pukul 15:16 pada pengumuman).
- Tempat: Public Expose Live 2026, tercantum pada website idx.co.id.
- Agenda: 1) Laporan Kinerja Kuartal II Tahun 2026; 2) Update Proyek Strategis.
- Pemateri: Manajemen Perseroan.
- Pengirim: Fajriyah Usman, Corporate Secretary.
- Tanggal surat: 26 Agustus 2026.
- Nomor surat: 050500.S/KU.06.01/COS/2026.
- Penerima: Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Up. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2.
- Tembusan: Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal – Otoritas Jasa Keuangan.
- Lampiran: 1. 050500 Rencana Public Expose Kuartal II 2026.pdf.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi kepada bursa.

### Analytical scenarios

- **Agenda Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Agenda 'Laporan Kinerja Kuartal II 2026' dan 'Update Proyek Strategis' mengindikasikan bahwa manajemen akan menyampaikan informasi kinerja keuangan dan operasional kuartal II 2026 serta perkembangan proyek strategis. Namun, dokumen ini tidak memuat angka atau detail spesifik.
  - Basis: Agenda yang tercantum dalam pengumuman dan surat pemberitahuan.
  - Assumptions: Manajemen akan menyajikan data kinerja dan proyek pada acara tersebut.
  - Caveats: Informasi belum tersedia dalam dokumen ini; hanya pengumuman jadwal dan agenda.

### Risks / uncertainties

- Dokumen tidak memuat informasi keuangan, proyek, atau risiko; hanya pemberitahuan acara.

---

## PICO

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan bahwa informasi material telah disampaikan dalam Keterbukaan Informasi pada 21 Agustus 2026, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan belum ada rencana pengendali/pemegang saham utama terkait kepemilikan saham. Dokumen ini tidak merinci isi informasi material tersebut.

### Material changes

- Perseroan mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal, dan telah disampaikan dalam Keterbukaan Informasi pada tanggal 21 Agustus 2026.
- Perseroan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berakibat terhadap pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Belum ada rencana pengendali dan/atau pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI melalui surat nomor S-11038/BEI.PP3/08-2026 mengenai volatilitas transaksi efek.
- Tanggapan PICO atas permintaan penjelasan Bursa terkait volatilitas transaksi, disampaikan pada 27 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Keterbukaan informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan telah menyampaikan informasi material pada 21 Agustus 2026, namun dokumen ini tidak merinci isi informasi tersebut.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2: 'informasi atau fakta material ... telah disampaikan dalam Keterbukaan Informasi pada tangga 21 Agustus 2026'
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat ... (paling tidak dalam 3 bulan mendatang)'
- **Tidak ada rencana pengendali** [explicit_fact, high]: Pengendali dan/atau pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Belum ada rencana pengendali dan/atau pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan'
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan penjelasan Bursa kemungkinan terkait dengan informasi material yang diumumkan pada 21 Agustus 2026, namun isi dan dampaknya tidak dijelaskan dalam dokumen ini.
  - Basis: Adanya permintaan penjelasan Bursa tentang volatilitas transaksi dan jawaban Perseroan yang merujuk pada keterbukaan informasi tanggal 21 Agustus 2026
  - Assumptions: Informasi material yang dimaksud pada 21 Agustus 2026 menjadi pemicu volatilitas.
  - Caveats: Tidak ada rincian mengenai jenis atau dampak informasi material tersebut.

### Risks / uncertainties

- Isi informasi material yang diumumkan pada 21 Agustus 2026 tidak dijelaskan dalam dokumen ini, sehingga dampaknya terhadap harga saham tidak dapat dinilai.
- Tanggal surat permintaan penjelasan Bursa (S-11038/BEI.PP3/08-2026) tertulis 'null' pada dokumen, sehingga ketidakjelasan tanggal surat dapat menjadi catatan.

### Items to monitor

- Klarifikasi bahwa tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang dapat mengurangi spekulasi pasar.
- Ketidakjelasan isi informasi material yang diumumkan pada 21 Agustus 2026 dapat menimbulkan ketidakpastian bagi investor.

---

## PIPA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 26–27 Agustus 2026, PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) menerbitkan dua pengumuman: (1) informasi lanjutan mengenai rencana akuisisi perusahaan target di bidang pengolahan gas alam, yang masih dalam tahap negosiasi skema akuisisi dan menargetkan konsolidasi laporan keuangan target pada tahun buku 2027, dengan proyeksi peningkatan laba bersih signifikan dan perbaikan rasio PER/PBV; dan (2) perubahan administratif alamat, kontak, website, email, dan NPWP yang efektif per 26 Agustus 2026. Pengumuman akuisisi penting karena berpotensi mengubah skala bisnis dan struktur keuangan PIPA, meskipun belum final dan bergantung pada persetujuan pihak ketiga. Perubahan administratif bersifat non-material dan tidak terkait aksi korporasi.

### Material changes

- Rencana akuisisi perusahaan target di bidang pengolahan gas alam masih dalam negosiasi skema akuisisi.
- Target konsolidasi laporan keuangan perusahaan target ke dalam laporan keuangan PIPA adalah tahun buku 2027, dengan syarat seluruh proses transaksi termasuk persetujuan kreditur target berjalan lancar.
- Berdasarkan proyeksi keuangan perusahaan target, laba bersih PIPA diproyeksikan meningkat signifikan setelah konsolidasi.
- Emiten mengharapkan perbaikan rasio PER dan PBV saham PIPA setelah konsolidasi.
- Perubahan alamat, nomor telepon, fax, email, website, dan NPWP efektif 26 Agustus 2026.

### Corporate actions

- Akuisisi perusahaan target di bidang pengolahan gas alam (dalam negosiasi, belum final).

### Expansion projects

- Akuisisi perusahaan target di bidang pengolahan gas alam untuk memperkuat ekspansi bisnis ke sektor energi dan pengolahan gas alam.

### Listing / regulatory

- Pemberitahuan perubahan data perusahaan disampaikan kepada OJK dan BEI sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Status negosiasi akuisisi** [explicit_fact, high]: Negosiasi skema akuisisi perusahaan target di bidang pengolahan gas alam masih berlangsung hingga tanggal laporan.
  - Basis: Pernyataan pada bagian a: 'negosiasi mengenai skema akuisisi Perusahaan Target ... masih terus berproses'
- **Proyeksi konsolidasi FY2027** [explicit_fact, high]: Laporan keuangan perusahaan target diperkirakan mulai dikonsolidasi pada tahun buku 2027, dengan syarat seluruh proses transaksi termasuk persetujuan kreditur target berjalan lancar.
  - Basis: Pernyataan pada bagian b: 'diperkirakan Laporan Keuangan Perusahaan Target dapat mulai dikonsolidasi ... pada tahun buku 2027'
  - Caveats: Bersifat proyeksi dan bergantung pada kelancaran proses transaksi.
- **Proyeksi peningkatan laba bersih** [explicit_fact, high]: Berdasarkan proyeksi keuangan perusahaan target, laba bersih PIPA diproyeksikan meningkat signifikan setelah konsolidasi, yang diharapkan memperbaiki rasio PER dan PBV.
  - Basis: Pernyataan pada bagian c: 'diproyeksikan Laba Bersih Perseroan akan mengalami peningkatan yang signifikan'
  - Caveats: Bersifat forward-looking dan belum ada angka kuantitatif.
- **Perubahan identitas perusahaan** [explicit_fact, high]: Emiten mengubah alamat, kontak, website, email, dan NPWP secara bersamaan, efektif 26 Agustus 2026. Perubahan ini mencerminkan rebranding atau relokasi operasional.
  - Basis: Tabel perbandingan data baru/lama pada halaman 1-2 dokumen lampiran
- **Perubahan NPWP** [derived_calculation, medium]: NPWP baru 0315277251402000 dan NPWP lama 31.527.725.1-402.000 adalah representasi yang sama; format baru menghilangkan titik dan strip, namun angka dasarnya identik (31.527.725.1-402.000).
  - Basis: Data NPWP baru dan lama pada pengumuman perubahan administratif
  - Assumptions: Format NPWP baru mengikuti standar 15 digit tanpa pemisah.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit bahwa NPWP berubah; hanya format yang berbeda.
- **Dampak terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: Akuisisi perusahaan target di bidang pengolahan gas alam berpotensi memerlukan pendanaan atau penerbitan saham baru, namun dokumen tidak menyebutkan skema pendanaan atau perubahan struktur modal.
  - Basis: Tidak ada informasi mengenai skema transaksi atau pendanaan dalam dokumen.
  - Assumptions: Akuisisi biasanya memerlukan sumber dana atau penerbitan saham.
  - Caveats: Hanya hipotesis; tidak ada konfirmasi dari emiten.
- **Potensi perubahan identitas merek** [analyst_hypothesis, medium]: Perubahan website dari www.multimakmurlemindo.com ke www.oxalaenergy.com dan email dari corsec@mml.co.id ke corsec@oxala.id mengindikasikan pergeseran identitas korporasi dari 'Multi Makmur Lemindo' menjadi 'Oxala Energy', yang mungkin terkait dengan fokus bisnis energi.
  - Basis: Perubahan website dan email pada tabel
  - Assumptions: Nama domain dan email mencerminkan identitas merek perusahaan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit tentang perubahan nama atau kegiatan usaha dalam dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Negosiasi akuisisi belum selesai dan dapat berubah.
- Konsolidasi FY2027 bergantung pada persetujuan kreditur perusahaan target dan proses transaksi lainnya.
- Proyeksi peningkatan laba bersih dan perbaikan rasio bersifat forward-looking dan tidak dijamin.
- Informasi bukan rekomendasi jual/beli.
- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari perubahan administratif ini.
- Perubahan NPWP mungkin memerlukan pembaruan data di berbagai pihak terkait.

### Items to monitor

- Penyelesaian negosiasi skema akuisisi dan pengumuman nilai transaksi.
- Persetujuan kreditur perusahaan target dan pihak ketiga lainnya.
- Kepastian jadwal konsolidasi laporan keuangan target (FY2027).
- Rincian proyeksi keuangan perusahaan target (angka kuantitatif).
- Potensi perubahan struktur modal atau pendanaan terkait akuisisi.
- Perubahan nama perusahaan atau kegiatan usaha yang mungkin menyusul perubahan identitas merek.

---

## PJHB

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan, tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan, tidak ada rencana aksi korporasi material dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama/pengendali tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan saham dalam waktu dekat. Pengumuman ini bersifat klarifikasi/penjelasan atas volatilitas, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material lainnya.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-11045/BEI.PP1/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015 yang belum diungkapkan.
- Perseroan menyatakan tidak terdapat informasi atau fakta material lain yang belum disampaikan kepada publik sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Keputusan Direksi BEI Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan sesuai POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan tidak terdapat rencana tindakan korporasi material dalam waktu dekat (3 bulan ke depan) yang dapat mempengaruhi pencatatan saham, kecuali yang telah diungkapkan sebelumnya.
- Perseroan tidak memiliki informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang material yang dapat mempengaruhi harga saham atau kelangsungan usaha selain yang telah disampaikan.
- Berdasarkan konfirmasi, pemegang saham utama dan pengendali menyatakan tidak memiliki rencana tertentu terkait perubahan kepemilikan saham dalam waktu dekat.
- Surat ditandatangani oleh Go Sioe Bie selaku Direktur Utama, tanggal 27 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek (surat S-11045/BEI.PP1/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material baru** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik, baik menurut POJK No. 31/POJK.04/2015 maupun ketentuan BEI III.2.1.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 dalam surat
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak ada rencana tindakan korporasi material dalam 3 bulan ke depan yang dapat mempengaruhi pencatatan saham, kecuali yang telah diungkapkan sebelumnya.
  - Basis: Jawaban poin 4 dalam surat
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan sesuai POJK No. 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3 dalam surat
- **Tidak ada rencana perubahan kepemilikan oleh pengendali** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama dan pengendali, setelah dikonfirmasi, menyatakan tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan saham dalam waktu dekat.
  - Basis: Jawaban poin 6 dalam surat
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Surat ini tidak menyebutkan penyebab volatilitas transaksi yang diminta penjelasan oleh BEI. Volatilitas mungkin disebabkan oleh faktor pasar atau sentimen yang tidak terkait dengan informasi material dari emiten, namun hal ini belum dikonfirmasi.
  - Basis: Tidak ada penjelasan mengenai penyebab volatilitas dalam dokumen
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada saham PJHB
  - Caveats: Pernyataan ini hanya hipotesis; penyebab volatilitas tidak diungkapkan dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya dalam dokumen.
- Pernyataan 'tidak ada rencana aksi korporasi' hanya mencakup 3 bulan ke depan, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya rencana setelah periode tersebut.

---

## PLAN

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026. Laporan menunjukkan komposisi pemegang saham pengendali, kepemilikan direksi dan komisaris, serta rekapitulasi bulanan. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan; struktur kepemilikan pengendali dan jumlah saham beredar tercatat sama dengan bulan-bulan sebelumnya dalam rekapitulasi.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek untuk posisi akhir Juli 2026, disampaikan melalui Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora.
- Pemegang saham pengendali: PT Wahana Tata Bangun, beralamat Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D No. 3, Kelapa Gading - Jakarta Utara, No. Ledger 000001, memiliki 599.462.500 saham atau 66,85%.
- Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh per 31 Juli 2026: 896.709.596 saham.
- Treasury stock per 31 Juli 2026: 0 saham (0%).
- Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan >5%: 1 pihak (PT Wahana Tata Bangun).
- Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan ≤5%: 4.808 pihak, total 297.247.096 saham (33,15%).
- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan; tidak ada perubahan jumlah saham beredar, treasury stock, atau pemegang saham pengendali dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dalam rekapitulasi.
- Laporan mencakup kepemilikan direksi dan komisaris: nama yang terbaca adalah Antonyo Hartono Tanujaya (Komisaris Independen) dan Emilia Marlina Kiuk (Direktur), namun jumlah saham yang dimiliki tidak terbaca pada evidence.
- Laporan juga mencakup klasifikasi investor berdasarkan data KSEI, termasuk jumlah investor dan saham untuk berbagai kategori, namun angka rinci tidak terbaca secara utuh.

### Key financial figures

- **Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh:** 896.709.596 (2026-07-31)
- **Jumlah saham pengendali (PT Wahana Tata Bangun):** 599.462.500 (2026-07-31)
- **Persentase kepemilikan pengendali:** 66,85% (2026-07-31)
- **Jumlah saham publik (≤5%):** 297.247.096 (2026-07-31)
- **Persentase kepemilikan publik (≤5%):** 33,15% (2026-07-31)
- **Treasury stock:** 0 (2026-07-31)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali yang teridentifikasi pada evidence; PT Wahana Tata Bangun tetap sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 66,85%.
- Tidak ada perubahan direksi atau komisaris yang teridentifikasi pada evidence; nama yang terbaca adalah Antonyo Hartono Tanujaya (Komisaris Independen) dan Emilia Marlina Kiuk (Direktur), namun tidak ada informasi perubahan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal yang teridentifikasi pada evidence; jumlah saham beredar dan treasury stock tidak berubah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dalam rekapitulasi.

### Analytical scenarios

- **Persentase kepemilikan publik** [derived_calculation, medium]: Persentase kepemilikan publik dihitung sebagai 100% - 66,85% = 33,15%, sesuai dengan angka yang tertera pada laporan (297.247.096 saham / 896.709.596 saham = 33,15%).
  - Basis: Jumlah saham beredar: 896.709.596; Kepemilikan pengendali: 599.462.500 (66,85%); Kepemilikan publik: 297.247.096 (33,15%)
  - Assumptions: Angka 33,15% dianggap sebagai free float karena tidak ada indikasi pembatasan lain pada evidence.
  - Caveats: Perhitungan ini hanya berdasarkan angka yang tersedia pada evidence; tidak ada informasi tambahan mengenai pembatasan atau lock-up.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Keakuratan klasifikasi investor bergantung pada data KSEI dan proses verifikasi, sebagaimana dinyatakan dalam laporan.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence; struktur kepemilikan pengendali dan jumlah saham beredar tetap stabil.
- Investor dapat memantau laporan bulanan berikutnya untuk mendeteksi perubahan kepemilikan atau struktur modal.

---

## PNBN

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2026 dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2026. Seluruh dana bersih telah direalisasikan 100% sesuai rencana prospektus, dengan sisa dana nihil. Laporan ini merupakan laporan lanjutan/kepatuhan atas penggunaan dana hasil penawaran umum.

### Material changes

- Emiten: PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).
- Jenis penawaran: Obligasi Berkelanjutan V Bank Panin Tahap I Tahun 2026 dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Bank Panin Tahap I Tahun 2026.
- Tanggal efektif: 18 Juni 2026 untuk kedua emisi.
- Jumlah penawaran obligasi berkelanjutan V: IDR 500.000.000.000.
- Biaya emisi obligasi berkelanjutan V: IDR 6.495.000.000.
- Hasil bersih obligasi berkelanjutan V: IDR 493.505.000.000.
- Realisasi penggunaan dana obligasi berkelanjutan V: 100% untuk modal kerja terutama pemberian kredit kepada pihak ketiga, sebesar IDR 493.505.000.000.
- Sisa dana obligasi berkelanjutan V: IDR 0.
- Jumlah penawaran obligasi subordinasi: IDR 50.000.000.000.
- Biaya emisi obligasi subordinasi: IDR 815.000.000.
- Hasil bersih obligasi subordinasi: IDR 49.185.000.000.
- Realisasi penggunaan dana obligasi subordinasi: 100% untuk modal kerja dan modal pelengkap (tier 2) dalam ekspansi kredit, sebesar IDR 49.185.000.000.
- Sisa dana obligasi subordinasi: IDR 0.
- Rincian biaya emisi obligasi berkelanjutan V: underwriting fee IDR 500.000.000 (0,1%), management fee IDR 1.500.000.000 (0,3%), selling fee IDR 500.000.000 (0,1%), profesi penunjang pasar modal IDR 2.922.000.000 (0,5844%), lembaga penunjang pasar modal IDR 500.000.000 (0,1%), financial advisory fee IDR 0 (0%), biaya lain-lain IDR 573.000.000 (0,1146%).
- Rincian biaya emisi obligasi subordinasi: underwriting fee IDR 50.000.000 (0,1%), management fee IDR 150.000.000 (0,3%), selling fee IDR 50.000.000 (0,1%), profesi penunjang pasar modal IDR 342.000.000 (0,684%), lembaga penunjang pasar modal IDR 140.000.000 (0,28%), financial advisory fee IDR 0 (0%), biaya lain-lain IDR 83.000.000 (0,166%).
- Penempatan sisa dana: tidak ada (IDR 0) untuk kedua emisi.
- Penandatangan laporan: Jasman Ginting Munthe, Corporate Secretary.
- Tanggal laporan: 27-08-2026.
- Laporan ditujukan kepada OJK per 31 Juli 2026, disampaikan 27 Agustus 2026.
- Dasar regulasi: POJK No. 40 Tahun 2025.

### Key financial figures

- **Jumlah Penawaran Obligasi Berkelanjutan V:** 500.000.000.000 (2026-06-18)
- **Biaya Emisi Obligasi Berkelanjutan V:** 6.495.000.000 (2026-06-18)
- **Hasil Bersih Obligasi Berkelanjutan V:** 493.505.000.000 (2026-06-18)
- **Realisasi Penggunaan Dana Obligasi Berkelanjutan V:** 493.505.000.000 (2026-07-31)
- **Sisa Dana Obligasi Berkelanjutan V:** 0 (2026-07-31)
- **Jumlah Penawaran Obligasi Subordinasi:** 50.000.000.000 (2026-06-18)
- **Biaya Emisi Obligasi Subordinasi:** 815.000.000 (2026-06-18)
- **Hasil Bersih Obligasi Subordinasi:** 49.185.000.000 (2026-06-18)
- **Realisasi Penggunaan Dana Obligasi Subordinasi:** 49.185.000.000 (2026-07-31)
- **Sisa Dana Obligasi Subordinasi:** 0 (2026-07-31)

### Corporate actions

- Penawaran umum obligasi berkelanjutan V tahap I
- Penawaran umum obligasi subordinasi berkelanjutan V tahap I

### Expansion projects

- Penggunaan dana obligasi berkelanjutan V untuk modal kerja terutama pemberian kredit kepada pihak ketiga.
- Penggunaan dana obligasi subordinasi untuk modal kerja dan modal pelengkap (tier 2) dalam ekspansi kredit.

### Capital structure

- Penerbitan obligasi subordinasi sebagai modal pelengkap (tier 2) dalam ekspansi kredit.

### Listing / regulatory

- Laporan penggunaan dana hasil penawaran umum disampaikan kepada OJK dengan nomor surat 154/DIR/OJK/26.

### Analytical scenarios

- **Realisasi penggunaan dana** [explicit_fact, high]: Dana hasil penawaran umum obligasi berkelanjutan V dan obligasi subordinasi telah digunakan seluruhnya sesuai rencana prospektus, dengan sisa dana nihil.
  - Basis: Hasil bersih obligasi berkelanjutan V IDR 493.505.000.000 dan realisasi penggunaan dana IDR 493.505.000.000 (100%).; Hasil bersih obligasi subordinasi IDR 49.185.000.000 dan realisasi penggunaan dana IDR 49.185.000.000 (100%).
- **Total biaya emisi** [derived_calculation, high]: Total biaya emisi untuk kedua penawaran adalah IDR 7.310.000.000 (6.495.000.000 + 815.000.000).
  - Basis: Biaya emisi obligasi berkelanjutan V: IDR 6.495.000.000.; Biaya emisi obligasi subordinasi: IDR 815.000.000.
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana dari angka yang tersedia.
- **Total hasil bersih** [derived_calculation, high]: Total hasil bersih dari kedua penawaran adalah IDR 542.690.000.000 (493.505.000.000 + 49.185.000.000).
  - Basis: Hasil bersih obligasi berkelanjutan V: IDR 493.505.000.000.; Hasil bersih obligasi subordinasi: IDR 49.185.000.000.
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana dari angka yang tersedia.
- **Persentase biaya emisi terhadap jumlah penawaran** [derived_calculation, high]: Biaya emisi obligasi berkelanjutan V adalah 1,299% dari jumlah penawaran (6.495.000.000 / 500.000.000.000). Biaya emisi obligasi subordinasi adalah 1,63% dari jumlah penawaran (815.000.000 / 50.000.000.000).
  - Basis: Jumlah penawaran obligasi berkelanjutan V: IDR 500.000.000.000.; Biaya emisi obligasi berkelanjutan V: IDR 6.495.000.000.; Jumlah penawaran obligasi subordinasi: IDR 50.000.000.000.; Biaya emisi obligasi subordinasi: IDR 815.000.000.
  - Assumptions: Perhitungan proporsi sederhana.
- **Tujuan strategis penerbitan obligasi** [analyst_hypothesis, low]: Penerbitan obligasi subordinasi untuk modal pelengkap (tier 2) mengindikasikan upaya memperkuat permodalan bank dalam rangka ekspansi kredit, yang mungkin sejalan dengan regulasi permodalan perbankan.
  - Basis: Penggunaan dana obligasi subordinasi: modal kerja dan modal pelengkap (tier 2) dalam ekspansi kredit.
  - Assumptions: Asumsi bahwa penguatan modal tier 2 merupakan bagian dari strategi pemenuhan ketentuan permodalan dan mendukung pertumbuhan kredit.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai target ekspansi kredit atau kebutuhan modal spesifik.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari laporan ini; seluruh dana telah digunakan sesuai rencana.

### Items to monitor

- Laporan ini menunjukkan kepatuhan emiten dalam penggunaan dana hasil penawaran umum, yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap tata kelola perusahaan.
- Penggunaan dana untuk modal kerja dan ekspansi kredit dapat mendukung pertumbuhan bisnis bank, namun dampaknya terhadap kinerja keuangan tidak dijelaskan dalam laporan ini.

---

## PNSE

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek yang terjadi pada 21 Agustus 2026. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak mengetahui informasi material lain yang belum diungkapkan selain yang telah diumumkan pada 16 Agustus 2026. Namun, Perseroan mengungkapkan rencana melakukan pengikatan tahap II dari jual beli tanah milik entitas anak PT Bali Realtindo Benoa (99,99% kepemilikan) sebagai pelaksanaan RUPSLB tanggal 30 Juni 2026. Perseroan juga menyatakan belum menerima informasi dari pemegang saham utama terkait rencana kepemilikan sahamnya. Dokumen ini tidak memuat angka keuangan atau detail transaksi.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek Perusahaan Tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat (paling tidak dalam 3 bulan mendatang), yaitu rencana melakukan pengikatan tahap II dari Jual Beli Tanah milik Entitas Anak PT Bali Realtindo Benoa, yang sahamnya dimiliki 99,99%, sebagai pelaksanaan hasil RUPSLB tanggal 30 Juni 2026.
- Perseroan tidak mengetahui informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik, selain yang telah diumumkan melalui Keterbukaan Informasi terakhir tanggal 16 Agustus 2026.
- Sampai dengan saat ini Perseroan belum menerima informasi terkait Pemegang Saham Utama dalam hal kepemilikannya.

### Corporate actions

- Rencana pengikatan tahap II dari jual beli tanah milik PT Bali Realtindo Benoa (entitas anak, 99,99% kepemilikan) sebagai pelaksanaan RUPSLB 30 Juni 2026.

### Capital structure

- Kepemilikan saham PT Bali Realtindo Benoa oleh Perseroan sebesar 99,99%.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI melalui surat nomor S-10959/BEI.PP2/08-2026 terkait volatilitas transaksi efek pada 21 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, yaitu pengikatan tahap II jual beli tanah milik PT Bali Realtindo Benoa, entitas anak dengan kepemilikan 99,99%, sebagai pelaksanaan RUPSLB 30 Juni 2026.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada dokumen: 'Perseroan memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat... Yaitu rencana melakukan pengikatan tahap II dari Jual Beli Tanah milik Entitas Anak ("PT Bali Realtindo Benoa"), yang sahamnya dimiliki 99,99%, sebagai pelaksanaan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2026.'
- **Tidak ada informasi material lain** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak mengetahui informasi material lain yang belum diungkapkan selain yang telah diumumkan pada 16 Agustus 2026.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, 3, dan 5 pada dokumen.
- **Belum ada informasi dari pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Perseroan belum menerima informasi dari pemegang saham utama terkait rencana kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada dokumen: 'Sampai dengan saat ini Perseroan belum menerima informasi terkait Pemegang Saham Utama dalam hal Kepemilikannya.'
- **Perubahan aktivitas transaksi** [derived_calculation, high]: Kenaikan volume transaksi dari 93.900 saham menjadi 459.000 saham adalah peningkatan sebesar 365.100 saham atau sekitar 388,8% (perhitungan: (459.000 - 93.900) / 93.900 * 100%). Kenaikan frekuensi dari 74 kali menjadi 296 kali adalah peningkatan 222 kali atau sekitar 300%.
  - Basis: Volume transaksi 21 Agustus 2026: 459.000 saham; Volume transaksi hari sebelumnya: 93.900 saham; Frekuensi 21 Agustus 2026: 296 kali; Frekuensi hari sebelumnya: 74 kali
  - Assumptions: Perhitungan persentase menggunakan basis hari sebelumnya.
- **Perubahan harga penutupan** [derived_calculation, high]: Kenaikan harga penutupan sebesar Rp10 dari Rp500 menjadi Rp510 setara dengan kenaikan 2% (perhitungan: (510 - 500) / 500 * 100%).
  - Basis: Harga penutupan 21 Agustus 2026: Rp510; Harga penutupan sebelumnya: Rp500
- **Potensi dampak rencana korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Rencana pengikatan tahap II jual beli tanah oleh entitas anak dapat menjadi bagian dari transaksi material atau aksi korporasi yang berdampak pada aset dan arus kas, namun detail nilai, pihak lawan, dan jadwal tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Adanya rencana pengikatan tahap II jual beli tanah yang disebutkan dalam jawaban poin 4.
  - Assumptions: Pengikatan tahap II merupakan kelanjutan dari transaksi yang telah direncanakan sebelumnya.
  - Caveats: Tidak ada angka nilai transaksi, pihak lawan, atau jadwal yang tersedia.
- **Rencana korporasi dan volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Rencana pengikatan tahap II jual beli tanah oleh entitas anak (PT Bali Realtindo Benoa) yang diungkapkan dalam tanggapan ini berpotensi menjadi informasi yang mempengaruhi harga saham, meskipun Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material lain. Namun, hubungan antara rencana ini dengan volatilitas pada 21 Agustus 2026 tidak dapat dipastikan dari dokumen ini.
  - Basis: Perseroan mengungkapkan rencana korporasi pengikatan tahap II jual beli tanah entitas anak.; Volatilitas terjadi pada 21 Agustus 2026.
  - Assumptions: Rencana korporasi tersebut mungkin telah diketahui atau diperkirakan oleh pasar sebelum pengumuman resmi.
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung bahwa volatilitas disebabkan oleh rencana tersebut.; Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material lain.

### Risks / uncertainties

- Rencana pengikatan tahap II jual beli tanah belum dijelaskan secara rinci, termasuk nilai, pihak lawan, dan jadwal.
- Tidak ada informasi mengenai tanggal surat BEI S-10959/BEI.PP2/08-2026 (tertulis 'null').
- Belum ada informasi dari pemegang saham utama terkait rencana kepemilikan sahamnya.

### Items to monitor

- Kenaikan volume dan frekuensi transaksi saham pada 21 Agustus 2026.
- Kenaikan harga penutupan saham sebesar Rp10 (2%) pada 21 Agustus 2026.
- Rencana korporasi pengikatan tahap II jual beli tanah oleh entitas anak.

---

## PTPP

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengumumkan hasil pemeringkatan ulang oleh PEFINDO atas tujuh efek utang (obligasi dan sukuk mudharabah) dengan rating idBB dan idBB(sy), outlook 'Others', periode 26 Agustus 2026 s.d. 26 November 2026. Lampiran laporan PEFINDO mengungkapkan penurunan peringkat dari idBBB+ menjadi idBB dengan CreditWatch Negatif, seiring rencana PTPP untuk mengadakan RUPO/RUPSu pada 1 September 2026 guna meminta persetujuan restrukturisasi kupon dan jatuh tempo obligasi/sukuk yang masih beredar. Peringkat diturunkan karena tekanan likuiditas akut dan profil kredit yang melemah. PTPP masih membayar kupon obligasi dan sukuk pada 22 Juli 2026, namun kupon terdekat jatuh tempo 28 September 2026. Data keuangan adjusted menunjukkan penurunan signifikan pada Desember 2025 (rugi bersih IDR 9.923,1 miliar) dan leverage tinggi per Juni 2026 (adjusted debt/EBITDA 19,0x).

### Material changes

- PEFINDO menurunkan peringkat PTPP (General Obligation) dari idBBB+ menjadi idBB dengan CreditWatch dengan Implikasi Negatif, berlaku 26 Agustus 2026.
- Peringkat Obligasi Berkelanjutan III dan IV diturunkan menjadi idBB, dan Sukuk Mudharabah I menjadi idBB(sy).
- PTPP berencana mengadakan RUPO dan RUPSu pada 1 September 2026 untuk meminta persetujuan restrukturisasi kupon dan jatuh tempo obligasi/sukuk yang masih beredar.
- Pembayaran kupon terdekat jatuh tempo pada 28 September 2026.
- PTPP membayar kupon Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Seri B sebesar Rp7.837.187.500 dan Sukuk Mudharabah I Tahap II Seri B sebesar Rp5.909.375.000 pada 22 Juli 2026.
- Kepemilikan saham per 30 September 2025: BP BUMN 0,51%, PT Danantara Asset Management 50,49%, Kopkar 0,03%, publik 48,74%.
- Total pokok efek yang diperingkat adalah Rp2.524.599.000.000.
- Periode rating 26 Agustus 2026 s.d. 26 November 2026.

### Key financial figures

- **total_adjusted_assets:** 42999.6 (Jun-2026 (unaudited))
- **total_adjusted_assets:** 42623.4 (Dec-2025 (audited))
- **total_adjusted_assets:** 56312.7 (Dec-2024 (audited))
- **total_adjusted_assets:** 56248.0 (Dec-2023 (audited))
- **total_adjusted_debt:** 24748.3 (Jun-2026 (unaudited))
- **total_adjusted_debt:** 21726.8 (Dec-2025 (audited))
- **total_adjusted_debt:** 21948.2 (Dec-2024 (audited))
- **total_adjusted_debt:** 19708.6 (Dec-2023 (audited))
- **total_adjusted_equity:** 4013.5 (Jun-2026 (unaudited))
- **total_adjusted_equity:** 3944.4 (Dec-2025 (audited))
- **total_adjusted_equity:** 14977.9 (Dec-2024 (audited))
- **total_adjusted_equity:** 14866.4 (Dec-2023 (audited))
- **total_sales:** 5957.8 (Jun-2026 (unaudited))
- **total_sales:** 16270.8 (Dec-2025 (audited))
- **total_sales:** 21061.0 (Dec-2024 (audited))
- **total_sales:** 19141.1 (Dec-2023 (audited))
- **ebitda:** 651.5 (Jun-2026 (unaudited))
- **ebitda:** 1177.8 (Dec-2025 (audited))
- **ebitda:** 3842.2 (Dec-2024 (audited))
- **ebitda:** 2913.7 (Dec-2023 (audited))
- **net_income_after_mi:** 193.5 (Jun-2026 (unaudited))
- **net_income_after_mi:** -9923.1 (Dec-2025 (audited))
- **net_income_after_mi:** 415.7 (Dec-2024 (audited))
- **net_income_after_mi:** 481.4 (Dec-2023 (audited))
- **ebitda_margin:** 10.9 (Jun-2026 (unaudited))
- **ebitda_margin:** 7.2 (Dec-2025 (audited))
- **ebitda_margin:** 18.2 (Dec-2024 (audited))
- **ebitda_margin:** 15.2 (Dec-2023 (audited))
- **adjusted_debt_to_ebitda:** 19.0 (Jun-2026 (annualized))
- **adjusted_debt_to_ebitda:** 18.4 (Dec-2025)
- **adjusted_debt_to_ebitda:** 5.7 (Dec-2024)
- **adjusted_debt_to_ebitda:** 6.8 (Dec-2023)
- **adjusted_debt_to_equity:** 6.2 (Jun-2026)
- **adjusted_debt_to_equity:** 5.5 (Dec-2025)
- **adjusted_debt_to_equity:** 1.5 (Dec-2024)
- **adjusted_debt_to_equity:** 1.3 (Dec-2023)
- **ffo_to_adjusted_debt:** -4.8 (Jun-2026 (annualized))
- **ffo_to_adjusted_debt:** -7.6 (Dec-2025)
- **ffo_to_adjusted_debt:** 5.3 (Dec-2024)
- **ffo_to_adjusted_debt:** 5.6 (Dec-2023)
- **ebitda_to_ifcci:** 0.6 (Jun-2026)
- **ebitda_to_ifcci:** 0.6 (Dec-2025)
- **ebitda_to_ifcci:** 1.9 (Dec-2024)
- **ebitda_to_ifcci:** 2.2 (Dec-2023)
- **usd_exchange_rate:** 17856 (Jun-2026)
- **usd_exchange_rate:** 16782 (Dec-2025)
- **usd_exchange_rate:** 16162 (Dec-2024)
- **usd_exchange_rate:** 15416 (Dec-2023)
- **total_pokok_efek_diperingkat:** 2524599000000 (26 Agustus 2026)
- **pembayaran_kupon_obligasi_berkelanjutan_III_tahap_II_seri_B:** 7837187500 (22 Juli 2026)
- **pembayaran_kupon_sukuk_mudharabah_berkelanjutan_I_tahap_II_seri_B:** 5909375000 (22 Juli 2026)

### Corporate actions

- Rencana restrukturisasi kupon dan jatuh tempo obligasi/sukuk melalui RUPO/RUPSu

### Capital structure

- Kepemilikan saham per 30 September 2025: BP BUMN 0,51%, PT Danantara Asset Management 50,49%, Kopkar 0,03%, publik 48,74%.

### Listing / regulatory

- Penurunan peringkat oleh PEFINDO menjadi idBB dengan CreditWatch Negatif (dari idBBB+), berlaku 26 Agustus 2026.
- Peringkat Obligasi Berkelanjutan III dan IV diturunkan menjadi idBB, dan Sukuk Mudharabah I menjadi idBB(sy).
- RUPO dan RUPSu dijadwalkan 1 September 2026 untuk restrukturisasi kupon dan jatuh tempo.

### Analytical scenarios

- **Penurunan peringkat** [explicit_fact, high]: PEFINDO menurunkan peringkat PTPP dari idBBB+ menjadi idBB dengan CreditWatch Negatif per 26 Agustus 2026, berlaku untuk obligasi dan sukuk.
  - Basis: Laporan PEFINDO menyatakan penurunan peringkat GO, SR Bond III, SR Bond IV, dan Sukuk I.
- **Rencana restrukturisasi** [explicit_fact, high]: PTPP berencana mengadakan RUPO/RUPSu pada 1 September 2026 untuk meminta persetujuan restrukturisasi kupon dan jatuh tempo obligasi/sukuk yang masih beredar.
  - Basis: Lampiran 2 menyebutkan jadwal RUPO/RUPSu 1 September 2026.
- **Total pokok efek** [derived_calculation, high]: Total pokok efek yang diperingkat adalah Rp2.524.599.000.000, dihitung dari penjumlahan pokok tujuh efek.
  - Basis: 650.000.000.000 + 404.500.000.000 + 503.725.000.000 + 434.620.000.000 + 100.000.000.000 + 305.000.000.000 + 126.754.000.000 = 2.524.599.000.000
  - Assumptions: Semua angka pokok dalam Rupiah dan dijumlahkan langsung.
- **Perubahan utang adjusted** [derived_calculation, high]: Total adjusted debt meningkat dari IDR 21.726,8 miliar (Des-2025) menjadi IDR 24.748,3 miliar (Jun-2026), kenaikan sekitar 13,9%.
  - Basis: Perhitungan: (24748.3 - 21726.8) / 21726.8 * 100 = 13.9%.
  - Assumptions: Angka dari tabel Financial Highlights.
- **Perubahan ekuitas adjusted** [derived_calculation, high]: Total adjusted equity meningkat dari IDR 3.944,4 miliar (Des-2025) menjadi IDR 4.013,5 miliar (Jun-2026), kenaikan sekitar 1,75%.
  - Basis: Perhitungan: (4013.5 - 3944.4) / 3944.4 * 100 = 1.75%.
  - Assumptions: Angka dari tabel Financial Highlights.
- **Total pembayaran kupon** [derived_calculation, high]: Total pembayaran kupon pada 22 Juli 2026 adalah Rp13.746.562.500 (Rp7.837.187.500 + Rp5.909.375.000).
  - Basis: Penjumlahan dua angka pembayaran kupon yang tercantum.
  - Assumptions: Kedua pembayaran dilakukan pada tanggal yang sama.
- **Dampak RUPO terhadap peringkat** [analyst_hypothesis, medium]: Jika RUPO disetujui, PEFINDO dapat menurunkan peringkat lebih lanjut karena dianggap sebagai distressed debt restructuring; jika gagal, risiko gagal bayar meningkat.
  - Basis: Pernyataan PEFINDO tentang kemungkinan penurunan peringkat.
  - Assumptions: Berdasarkan metodologi PEFINDO.
  - Caveats: Keputusan RUPO belum terjadi.
- **Tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, medium]: Tekanan likuiditas PTPP kemungkinan memburuk karena akses pendanaan terbatas dan tantangan refinancing, tercermin dari penurunan peringkat dan rencana restrukturisasi.
  - Basis: Pernyataan PEFINDO tentang keterbatasan akses pendanaan dan tantangan refinancing.
  - Caveats: Tidak ada angka likuiditas spesifik dalam laporan.

### Risks / uncertainties

- Risiko gagal bayar kupon pada 28 September 2026 jika RUPO tidak disetujui atau tidak ada dana.
- Risiko penurunan peringkat lebih lanjut jika restrukturisasi dianggap sebagai distressed debt restructuring.
- Ketidakpastian hasil RUPO/RUPSu pada 1 September 2026.
- Risiko likuiditas material dan fleksibilitas keuangan lemah.
- Paparan terhadap segmen properti hunian vertikal dan lingkungan bisnis yang volatil.
- Outlook 'Others' tidak memberikan arah perubahan rating, sehingga ketidakpastian arah rating tetap ada.

### Items to monitor

- Penurunan peringkat dapat mempengaruhi persepsi risiko investor terhadap obligasi PTPP.
- Rencana restrukturisasi utang dapat berdampak pada harga obligasi dan sukuk.

---

## PYFA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 26-27 Agustus 2026, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) merilis dua pengumuman: (1) Laporan Hasil Public Expose Tahunan yang bersifat administratif, dan (2) Penjelasan atas Volatilitas Transaksi sebagai tanggapan atas permintaan BEI. Tidak ada perubahan fundamental yang diumumkan; kedua dokumen menegaskan status rencana korporasi yang belum definitif. Hal terpenting: rencana rights issue (PMHMETD II) ditunda namun tidak dibatalkan, dengan batas waktu pernyataan efektif OJK sekitar 12 bulan sejak RUPS 22 April 2026 (estimasi hingga 22 April 2027). Kapasitas produksi meningkat 100% menjadi 160 juta ampul setelah peresmian Line 3 (Juni 2026), namun kontribusi pendapatan belum dapat dihitung karena masih dalam proses perizinan BPOM. Fasilitas NSW di Australia beroperasi sejak Q4 2025 dengan utilisasi sekitar 50%. Tidak ada data keuangan kuantitatif (pendapatan, laba, neraca) yang disajikan.

### Material changes

- Kapasitas produksi meningkat 100% dari 80 juta menjadi 160 juta ampul setelah peresmian Line 3 (Juni 2026).
- Rencana rights issue (PMHMETD II) ditunda, bukan dibatalkan; batas waktu pernyataan efektif OJK sekitar 12 bulan sejak RUPS 22 April 2026.
- Fasilitas NSW di Australia mulai beroperasi Q4 2025 dengan utilisasi sekitar 50%.
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau strategi yang diumumkan.

### Key financial figures

- **Kapasitas produksi Line 1 dan Line 2:** 80 juta ampul (sebelum Line 3 beroperasi)
- **Kapasitas produksi Line 3:** 80 juta ampul (per Juni 2026)
- **Total kapasitas produksi setelah Line 3:** 160 juta ampul (per Juni 2026)
- **Utilisasi Line 3:** sekitar 80% (per Q2 2026 (perkiraan))
- **Utilisasi fasilitas NSW:** sekitar 50% (per Q2 2026)

### Corporate actions

- Rencana rights issue (PMHMETD II) ditunda, bukan dibatalkan; batas waktu pernyataan efektif OJK sekitar 12 bulan sejak RUPS 22 April 2026.
- Waran Seri I: masa pelaksanaan konversi masih berlangsung (25 Oktober 2024 - 24 April 2029), berpotensi menambah jumlah saham beredar.

### Expansion projects

- Line 3: kapasitas 80 juta ampul, 100% terpasang, diresmikan Juni 2026 oleh Kepala BPOM.
- Line 4 dan Line 5: telah dibangun secara fisik, menunggu pemasangan mesin.
- Fasilitas NSW: konsolidasi empat fasilitas, kapasitas dua kali lipat, mulai beroperasi Q4 2025.

### Capital structure

- Rencana rights issue (PMHMETD II) ditunda, bukan dibatalkan; batas waktu pernyataan efektif OJK sekitar 12 bulan sejak RUPS 22 April 2026.
- Konversi Waran Seri I dapat menambah jumlah saham beredar (periode 25 Oktober 2024 - 24 April 2029).

### Listing / regulatory

- Public Expose Tahunan dilaksanakan untuk memenuhi Lampiran III.3.3.4 SK Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025 tentang Peraturan No. I-E.
- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi (surat S-10926/BEI.PP3/08-2026).
- Kewajiban memperoleh pernyataan efektif OJK untuk PMHMETD II paling lambat 12 bulan sejak RUPS 22 April 2026.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak ada informasi atau fakta material pada periode yang ditanyakan yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2: 'tidak ada informasi atau fakta material pada Periode Yang Ditanyakan'
- **Masa konversi Waran Seri I** [explicit_fact, high]: Masa pelaksanaan konversi Waran Seri I berlangsung dari 25 Oktober 2024 sampai 24 April 2029, dan konversi dapat menambah jumlah saham beredar.
  - Basis: Pernyataan: 'masih merupakan masa pelaksanaan konversi Waran Seri I, yang berlaku mulai tanggal 25 Oktober 2024 sampai dengan 24 April 2029'
- **Rencana PMHMETD II** [explicit_fact, high]: Perseroan masih mempertimbangkan untuk melanjutkan PMHMETD II, dengan batas waktu memperoleh pernyataan efektif OJK paling lama 12 bulan sejak RUPS 22 April 2026.
  - Basis: Pernyataan: 'masih mempertimbangkan untuk melanjutkan rencana pelaksanaan PMHMETD II' dan 'waktu untuk memperoleh Pernyataan Pendaftaran efektif dari OJK paling lama 12 bulan sejak tanggal RUPS ... 22 April 2026'
- **Rencana pemegang saham pengendali** [explicit_fact, high]: Pemegang saham pengendali Rejuve Global Investment Pte. Ltd. belum memiliki rencana definitif terkait kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Pernyataan: 'pemegang saham tersebut belum memiliki rencana yang bersifat definitif terkait kepemilikan sahamnya'
- **Peningkatan kapasitas produksi** [derived_calculation, high]: Total kapasitas setelah Line 3 = 80 juta + 80 juta = 160 juta ampul, meningkat 100% dari sebelumnya.
  - Basis: Kapasitas Line 1 dan Line 2: 80 juta ampul; Kapasitas Line 3: 80 juta ampul
  - Assumptions: Angka kapasitas yang diberikan adalah dalam ampul.
- **Batas waktu pernyataan efektif PMHMETD II** [derived_calculation, medium]: Batas waktu pernyataan efektif OJK untuk PMHMETD II adalah 22 April 2027 (12 bulan setelah RUPS 22 April 2026).
  - Basis: Tanggal RUPS 22 April 2026 dan ketentuan 12 bulan
  - Assumptions: Perhitungan kalender 12 bulan dari tanggal RUPS
  - Caveats: Tanggal pasti pernyataan efektif belum diumumkan; perhitungan hanya estimasi batas waktu.
- **Potensi pendapatan dari Line 3** [analyst_hypothesis, low]: Dengan utilisasi 80% dan kapasitas 80 juta ampul, Line 3 berpotensi memproduksi sekitar 64 juta ampul per tahun, namun kontribusi pendapatan belum dapat dihitung karena masih menunggu perizinan BPOM.
  - Basis: Utilisasi Line 3 diperkirakan 80%; Kapasitas Line 3 80 juta ampul
  - Assumptions: Utilisasi 80% berarti produksi 64 juta ampul (80 juta * 80%).; Belum ada informasi harga jual per ampul.
  - Caveats: Kontribusi pendapatan belum dapat dihitung karena masih dalam proses perizinan BPOM.; Harga jual per ampul tidak diketahui.
- **Target utilisasi fasilitas NSW** [analyst_hypothesis, low]: Utilisasi NSW saat ini 50% dan manajemen menyatakan masih memperoleh proyek baru, sehingga target utilisasi dalam 1-2 tahun ke depan mungkin meningkat, namun tidak ada angka target spesifik yang diberikan.
  - Basis: Utilisasi NSW saat ini sekitar 50%; Manajemen menyatakan terus memperoleh proyek baru
  - Assumptions: Proyek baru akan meningkatkan utilisasi.
  - Caveats: Tidak ada target utilisasi eksplisit yang disebutkan dalam dokumen.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang ditanyakan BEI mungkin terkait dengan ekspektasi pasar atas konversi Waran Seri I atau kelanjutan PMHMETD II, meskipun Perseroan tidak menyebutkan pemicu spesifik.
  - Basis: Adanya permintaan penjelasan BEI tentang volatilitas dan pengungkapan rencana korporasi yang belum definitif
  - Assumptions: Volatilitas dapat dipengaruhi oleh sentimen pasar terhadap aksi korporasi yang sedang berjalan atau direncanakan
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen; hipotesis tidak didukung data kuantitatif.

### Risks / uncertainties

- Rencana rights issue ditunda dan bergantung pada kondisi pasar modal dan makro ekonomi.
- Kontribusi Line 3 belum dapat dihitung karena masih dalam proses perizinan BPOM.
- Utilisasi fasilitas NSW masih 50% dan perlu ditingkatkan melalui proyek baru.
- Konversi Waran Seri I dapat menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak mengonversi waran.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai jumlah waran yang beredar atau potensi dilusi.

### Items to monitor

- Perkembangan perizinan BPOM untuk Line 3 (inspeksi dan audit) dan dampaknya terhadap kontribusi pendapatan.
- Keputusan final mengenai kelanjutan PMHMETD II dan perolehan pernyataan efektif OJK (batas waktu estimasi 22 April 2027).
- Jumlah waran Seri I yang beredar dan potensi dilusi.
- Perkembangan proyek baru untuk meningkatkan utilisasi fasilitas NSW.
- Pemasangan mesin untuk Line 4 dan Line 5 serta timeline operasionalnya.
- Kepatuhan terhadap ketentuan BEI terkait volatilitas transaksi dan kemungkinan pengumuman lanjutan.

---

## RATU

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Public Expose akan dilaksanakan pada 10 September 2026 pukul 14.00 WIB secara daring melalui Public Expose Live 2026. Agenda meliputi laporan kinerja kuartal II 2026, rencana bisnis perseroan, dan fakta material lainnya. Materi Public Expose akan disampaikan pada 7 September 2026. Pengumuman ini merupakan pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi sesuai Peraturan I-E butir V.4.1 dan V.4.2. Tidak ada data keuangan, angka kinerja, atau rencana bisnis rinci yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026, pukul 14.00 WIB hingga selesai.
- Lokasi: Public Expose Live 2026 (daring).
- Agenda Public Expose: 1) Laporan Kinerja Kuartal II Tahun 2026, 2) Rencana Bisnis Perseroan, 3) Fakta Material Lainnya.
- Materi Public Expose akan disampaikan pada hari Senin, 7 September 2026.
- Pengumuman disampaikan oleh Corporate Secretary & Legal, Supriyanti Priandini, pada 27 Agustus 2026.
- Dasar pemenuhan: Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004 tentang Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi (Peraturan I-E), butir V.4.1 dan V.4.2.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi.
- Pemenuhan kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan I-E butir V.4.1 dan V.4.2.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose ini kemungkinan merupakan kewajiban tahunan bagi emiten untuk memberikan informasi kepada publik, namun dokumen ini tidak memberikan detail kinerja atau rencana bisnis.
  - Basis: Agenda yang disebutkan: laporan kinerja kuartal II 2026, rencana bisnis, dan fakta material lainnya.
  - Assumptions: Public Expose tahunan biasanya merupakan forum untuk menyampaikan informasi kepada investor dan publik.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung dalam dokumen ini untuk memverifikasi isi agenda.
- **Kinerja Kuartal II 2026** [analyst_hypothesis, low]: Agenda Public Expose mencakup laporan kinerja kuartal II 2026, namun dokumen ini tidak memuat angka kinerja. Kinerja tersebut akan diungkapkan pada saat Public Expose.
  - Caveats: Belum ada data kinerja yang tersedia dalam dokumen ini.
- **Rencana Bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Agenda mencakup rencana bisnis Perseroan, namun tidak ada detail rencana bisnis yang diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Caveats: Detail rencana bisnis akan disampaikan pada materi Public Expose tanggal 7 September 2026.

---

## RICY

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

Pengumuman ini adalah penyampaian materi Public Expose Tahunan PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) untuk tahun buku 2025. Dokumen utama dan lampiran 1 hanya berupa surat pengantar administratif, sedangkan lampiran 2 berisi materi paparan yang mengungkapkan kinerja keuangan 2025 yang memburuk, proses restrukturisasi utang melalui PKPU dan homologasi, serta strategi pemulihan 2026. Tidak ada aksi korporasi baru, ekspansi, atau perubahan pengurus yang diumumkan.

### Material changes

- Perseroan menerima permohonan PKPU dari kreditur pada 5 Maret 2025, dan homologasi telah berkekuatan hukum tetap pada 10 Desember 2025.
- Restrukturisasi meliputi penjadwalan ulang kewajiban, penyesuaian struktur pembayaran, dan skema pembayaran disesuaikan dengan kemampuan arus kas.
- Kinerja 2025 dipengaruhi proses PKPU sepanjang tahun, ketidakpastian operasional, penyesuaian volume penjualan, beban keuangan sebelum restrukturisasi, dan biaya terkait restrukturisasi.
- Dampak positif restrukturisasi belum tercermin penuh karena homologasi baru efektif Desember 2025.
- Posisi pasca homologasi: struktur utang lebih terjadwal, beban bunga lebih terkendali, arus kas dikelola lebih disiplin.
- Outlook 2026: tahun awal pemulihan, fokus pada stabilitas operasional, perbaikan EBITDA, dan pengurangan tekanan kerugian.
- Strategi 2026: normalisasi operasional (peningkatan utilisasi, pemulihan relasi pelanggan utama), perbaikan profitabilitas (fokus produk margin lebih baik, efisiensi biaya), penguatan penjualan (reaktivasi pelanggan existing, penambahan pelanggan baru selektif), dan disiplin keuangan (pelaksanaan kewajiban homologasi, pengelolaan kas konservatif).
- Prioritas eksekusi 2026: peningkatan utilisasi dibanding 2025, pengurangan idle capacity, optimalisasi margin, pengendalian biaya produksi, fokus pelanggan existing, ekspansi selektif, pelaksanaan kewajiban homologasi, dan pengelolaan arus kas terukur.
- Perseroan adalah produsen pakaian dalam pria terkemuka di Indonesia dengan merek GT Man, Ricky, dan Ricsony, serta memiliki fasilitas terintegrasi di Bogor, Tangerang, dan Bandung.
- Jumlah karyawan 2,706 orang, pasar utama domestik dan ekspor.
- Produk mencakup GT Man (No.1 men's underwear), GT Ladies, GT Kid (No.1 kid's underwear), Homewear, dan GTEE.
- Risiko yang diidentifikasi: penurunan permintaan, persaingan produk impor, fluktuasi bahan baku; mitigasi: diversifikasi produk/pelanggan, fokus kualitas/efisiensi, pengendalian biaya dan pengelolaan persediaan.

### Key financial figures

- **Penjualan Bersih:** 565,585 (2025)
- **Penjualan Bersih:** 885,525 (2024)
- **Penjualan Bersih:** 868,483 (2023)
- **Laba Kotor:** 75,349 (2025)
- **Laba Kotor:** 177,661 (2024)
- **Laba Kotor:** 187,138 (2023)
- **Rugi Sebelum Pajak:** -365,238 (2025)
- **Rugi Sebelum Pajak:** -118,280 (2024)
- **Rugi Sebelum Pajak:** -74,589 (2023)
- **Rugi Bersih Tahun Berjalan:** -366,434 (2025)
- **Rugi Bersih Tahun Berjalan:** -116,479 (2024)
- **Rugi Bersih Tahun Berjalan:** -75,477 (2023)
- **EBITDA:** -257,544 (2025)
- **EBITDA:** -16,050 (2024)
- **EBITDA:** 44,641 (2023)
- **Total Aset:** 1,831,680 (2025)
- **Total Aset:** 1,479,209 (2024)
- **Total Aset:** 1,547,052 (2023)
- **Ekuitas (Defisiensi Modal):** 269,795 (2025)
- **Ekuitas (Defisiensi Modal):** -86,617 (2024)
- **Ekuitas (Defisiensi Modal):** 30,926 (2023)
- **Modal Kerja Bersih:** 681,587 (2025)
- **Modal Kerja Bersih:** -198,537 (2024)
- **Modal Kerja Bersih:** 187,786 (2023)

### Corporate actions

- Restrukturisasi utang melalui PKPU dan homologasi
- Penjadwalan ulang kewajiban
- Penyesuaian struktur pembayaran

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025

### Analytical scenarios

- **Penurunan penjualan** [derived_calculation, high]: Penjualan bersih 2025 turun sekitar 36.1% dari 2024 (565,585 / 885,525 - 1).
  - Basis: Penjualan Bersih 2025: 565,585; Penjualan Bersih 2024: 885,525
  - Assumptions: Angka dalam jutaan Rupiah
  - Caveats: Perhitungan sederhana dari angka yang dilaporkan
- **Rugi bersih melebar** [derived_calculation, high]: Rugi bersih 2025 meningkat sekitar 214.6% dari 2024 (366,434 / 116,479 - 1).
  - Basis: Rugi Bersih 2025: 366,434; Rugi Bersih 2024: 116,479
  - Assumptions: Angka dalam jutaan Rupiah
  - Caveats: Perhitungan sederhana dari angka yang dilaporkan
- **Margin kotor menurun** [derived_calculation, high]: Margin kotor 2025 sekitar 13.3% (75,349 / 565,585), turun dari 20.1% pada 2024 (177,661 / 885,525).
  - Basis: Laba Kotor 2025: 75,349; Penjualan Bersih 2025: 565,585; Laba Kotor 2024: 177,661; Penjualan Bersih 2024: 885,525
  - Assumptions: Angka dalam jutaan Rupiah
  - Caveats: Perhitungan sederhana dari angka yang dilaporkan
- **Pemulihan bertahap** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen menargetkan perbaikan EBITDA dan pengurangan kerugian pada 2026, namun kecepatan pemulihan bergantung pada kondisi pasar dan disiplin keuangan. Tanpa panduan kuantitatif, pemulihan diperkirakan bertahap dan mungkin memakan waktu lebih dari satu tahun.
  - Basis: Outlook 2026: tahun awal pemulihan, fokus perbaikan EBITDA; Strategi 2026: normalisasi operasional, perbaikan profitabilitas
  - Assumptions: Pemulihan ekonomi dan pasar tetap kondusif; Efektivitas restrukturisasi berjalan sesuai rencana
  - Caveats: Tidak ada target kuantitatif yang diberikan; Risiko eksekusi dan kondisi pasar dapat mempengaruhi

### Risks / uncertainties

- Penurunan permintaan
- Persaingan produk impor
- Fluktuasi bahan baku
- Ketidakpastian operasional dan penyesuaian volume penjualan
- Beban keuangan sebelum restrukturisasi
- Biaya terkait restrukturisasi

### Items to monitor

- Kinerja keuangan 2025 memburuk dengan penurunan penjualan dan pelebaran rugi bersih.
- Restrukturisasi utang melalui PKPU dan homologasi telah selesai, namun dampak positifnya belum tercermin penuh.
- Strategi pemulihan 2026 difokuskan pada normalisasi operasional dan disiplin keuangan.
- Tidak ada informasi mengenai ekspansi, capex, atau perubahan struktur modal yang diumumkan.

---

## SDMU

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-10955/BEI.PP2/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu terkait perubahan kepemilikan atau penjaminan saham, tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang), dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan kepada publik. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material lainnya.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-10955/BEI.PP2/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal (POJK 31/POJK.04/2015).
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek (Peraturan I-E, Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu terkait perubahan kepemilikan saham atau aktivitas menjaminkan saham (POJK 4 Tahun 2024).
- Perseroan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat yang berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Tidak ada informasi penting lainnya yang material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup Perseroan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek
- Rujukan regulasi: POJK 31/POJK.04/2015, Peraturan I-E Kep-00087/BEI/12-2025, POJK 4 Tahun 2024

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik berdasarkan POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada surat
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat yang akan berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa, setidaknya dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada surat
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu terkait perubahan kepemilikan saham sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3 pada surat
- **Kemungkinan penyebab volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun perseroan tidak menyebutkan penyebab volatilitas, volatilitas transaksi yang terjadi mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau sentimen pasar yang tidak terkait dengan informasi material dari perseroan. Namun, ini hanya spekulasi karena tidak ada data pendukung.
  - Basis: Permintaan penjelasan BEI tentang volatilitas transaksi
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada saham SDMU
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya
- Pernyataan perseroan bersifat negatif (tidak mengetahui) dan tidak memberikan penjelasan substantif mengenai penyebab volatilitas

### Items to monitor

- Pengumuman ini tidak menyebutkan aksi korporasi atau perubahan fundamental, sehingga relevansi langsung bagi investor terbatas pada kepatuhan regulasi dan ketidakpastian penyebab volatilitas.

---

## SMMA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek pada 21 Agustus 2026. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (3 bulan), dan telah menanyakan hal tersebut kepada pemegang saham utama. Tidak ada angka keuangan atau aksi korporasi yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek SMMA melalui surat nomor S-10957/BEI.PP2/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026.
- Pada 21 Agustus 2026, aktivitas transaksi saham SMMA meningkat menjadi 71.500 saham dengan frekuensi 143 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya 900 saham dengan frekuensi 6 kali.
- Harga penutupan saham SMMA naik Rp75 (0,37%) dari Rp20.125 menjadi Rp20.200 pada 21 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E (Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang) yang berdampak pada pencatatan saham.
- Perseroan menyatakan telah menanyakan hal tersebut kepada pemegang saham utama.
- Surat ditandatangani oleh Felix selaku Corporate Secretary dan dilaporkan secara elektronik pada 27 Agustus 2026 pukul 11:40.

### Listing / regulatory

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek SMMA melalui surat nomor S-10957/BEI.PP2/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026.
- SMMA menanggapi permintaan penjelasan BEI melalui surat nomor 146A/SMMA/VIII/2026 tanggal 27 Agustus 2026.
- SMMA menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.

### Analytical scenarios

- **Persentase kenaikan harga saham** [derived_calculation, high]: Kenaikan harga Rp75 dari harga penutupan sebelumnya Rp20.125 menghasilkan persentase kenaikan 0,37% (Rp75 / Rp20.125 * 100%).
  - Basis: Kenaikan harga Rp75; Harga penutupan sebelumnya Rp20.125
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan penyebab spesifik volatilitas transaksi. Peningkatan volume dan frekuensi transaksi yang signifikan (dari 900 saham menjadi 71.500 saham) dapat mengindikasikan adanya minat pasar atau aktivitas tertentu, namun emiten menyatakan tidak ada informasi material dan tidak ada rencana korporasi.
  - Basis: Peningkatan volume transaksi dari 900 saham menjadi 71.500 saham; Pernyataan emiten tidak mengetahui informasi material
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada periode sebelum 24 Agustus 2026.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data kuantitatif atau kualitatif tambahan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif atau kualitatif yang menjelaskan penyebab volatilitas transaksi.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak menjamin tidak adanya informasi material yang belum diungkapkan; risiko kepatuhan terkait keterbukaan informasi tetap ada.
- Tidak ada rincian mengenai pemegang saham utama yang ditanya.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi keuangan atau aksi korporasi yang diungkapkan dalam dokumen ini.
- Pernyataan emiten bahwa tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang dapat menjadi pertimbangan bagi investor.

---

## SMSM

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mengumumkan penerimaan dividen dari entitas anak, PT Panata Jaya Mandiri, sebesar Rp34.125.000.000. Dividen tersebut merupakan dividen interim kedua untuk tahun buku 2026. Peristiwa terjadi pada 27 Agustus 2026. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau keberlangsungan usaha. Pengumuman ini bersifat awal dan tidak melibatkan aksi korporasi lain.

### Material changes

- Penerimaan dividen dari entitas anak PT Panata Jaya Mandiri sebesar Rp34.125.000.000.
- Dividen tersebut merupakan dividen interim kedua untuk tahun buku 2026.
- Tanggal kejadian: 27 Agustus 2026.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau keberlangsungan usaha.

### Key financial figures

- **Pendapatan dividen dari entitas anak:** 34.125.000.000 (Tahun buku 2026 (dividen interim kedua))

### Corporate actions

- Penerimaan dividen dari entitas anak

### Analytical scenarios

- **Penerimaan dividen** [explicit_fact, high]: SMSM menerima dividen interim kedua tahun buku 2026 dari PT Panata Jaya Mandiri sebesar Rp34.125.000.000.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'Pendapatan Dividen dari Entitas anak, yaitu PT Panata Jaya Mandiri sebesar Rp34.125.000.000,-'; Tabel pada lampiran: 'PT Panata Jaya Mandiri Rp34.125.000.000,- (Dividen Interim Kedua Tahun Buku 2026)'
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau keberlangsungan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian: 'Tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau keberlangsungan usaha Perseroan.'
- **Materialitas dividen relatif** [derived_calculation, high]: Tanpa data keuangan agregat emiten (misalnya laba bersih atau pendapatan), tidak dapat dihitung rasio materialitas dividen terhadap kinerja keuangan. Angka dividen hanya dapat dinyatakan secara absolut.
  - Basis: Nilai dividen Rp34.125.000.000; Tidak ada angka keuangan lain dalam dokumen
  - Caveats: Perhitungan rasio tidak mungkin dilakukan karena data pembanding tidak tersedia.
- **Potensi dampak terhadap arus kas** [analyst_hypothesis, low]: Penerimaan dividen sebesar Rp34,125 miliar berpotensi meningkatkan kas atau laba ditahan emiten, namun dampak pastinya terhadap laporan keuangan tidak dapat dipastikan tanpa laporan keuangan periode berjalan.
  - Basis: Nilai dividen yang diterima; Pernyataan emiten bahwa tidak ada dampak material
  - Assumptions: Dividen dicatat sebagai pendapatan atau pengurang investasi sesuai standar akuntansi yang berlaku.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data keuangan lain dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi tambahan mengenai sifat dividen (tunai atau non-tunai), jadwal pembayaran, atau dampak pajak.
- Dokumen tidak menyertakan laporan keuangan atau data pembanding untuk menilai materialitas relatif.
- Tidak ada informasi mengenai persentase kepemilikan SMSM di PT Panata Jaya Mandiri, sehingga tidak dapat dihitung proporsi dividen terhadap kepemilikan.
- Tidak ada rincian apakah dividen ini bersifat rutin atau luar biasa, dan tidak ada informasi mengenai dampak terhadap arus kas atau laba bersih secara kuantitatif.

### Items to monitor

- Penerimaan dividen dari entitas anak dapat menjadi indikator kesehatan arus kas anak usaha dan kontribusi terhadap pendapatan emiten.
- Meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material, investor dapat memantau laporan keuangan berikutnya untuk melihat realisasi pendapatan dividen dan dampaknya terhadap laba bersih.

---

## SUNI

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) mengumumkan peningkatan modal disetor pada entitas anak, PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM), sebesar Rp59.976.000.000 (59.976.000 lembar saham) berdasarkan Akta Keputusan Pemegang Saham No. 06 tanggal 27 Agustus 2026. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena RTM adalah anak perusahaan dengan kepemilikan 99,96% dan adanya hubungan pengendali yang sama. Emiten menyatakan transaksi ini bukan transaksi material karena nilai transaksi hanya 6,95% dari ekuitas (Rp863.130.748.264 per 31 Desember 2025), sehingga dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai dan persetujuan RUPS berdasarkan POJK 17/2020. Dana setoran modal akan digunakan untuk belanja modal pembangunan pabrik baru (RTM 2) dan/atau penambahan modal kerja. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal dan tidak ada indikasi koreksi atau pembatalan.

### Material changes

- Peningkatan modal disetor pada PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM), entitas anak, sebesar 59.976.000 lembar saham atau Rp59.976.000.000.
- Transaksi dilakukan berdasarkan Akta Keputusan Pemegang Saham No. 06 tanggal 27 Agustus 2026.
- RTM adalah anak perusahaan yang dikendalikan langsung dengan kepemilikan 99,96%.
- Soe To Tie Lin adalah pemegang saham pengendali Perseroan, Komisaris Utama Perseroan, dan juga Komisaris Utama RTM serta pemegang saham pengendali RTM secara tidak langsung melalui Perseroan.
- Dana setoran modal akan digunakan untuk belanja modal pembangunan pabrik baru (RTM 2) dan/atau penambahan modal kerja.
- Transaksi merupakan transaksi afiliasi sesuai POJK 42/2020, tetapi tidak wajib prosedur Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1) berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf f.
- Emiten menyatakan transaksi bukan transaksi material karena nilai transaksi 6,95% dari ekuitas, dan tidak wajib menggunakan Penilai serta persetujuan RUPS berdasarkan Pasal 11 ayat (1) huruf d POJK 17/2020.
- Emiten menyatakan transaksi akan meningkatkan kapasitas produksi RTM dan memungkinkan perluasan pasar serta penambahan lini produk baru.

### Key financial figures

- **Nilai transaksi:** 59.976.000.000 (2026-08-27)
- **Jumlah saham baru:** 59.976.000 (2026-08-27)
- **Ekuitas Perseroan:** 863.130.748.264 (2025-12-31)
- **Persentase nilai transaksi terhadap ekuitas:** 6,95% (2025-12-31)

### Corporate actions

- Peningkatan modal disetor pada entitas anak

### Expansion projects

- Pembangunan pabrik baru (RTM 2) oleh RTM
- Penambahan modal kerja RTM
- Tujuan strategis: mengantisipasi tambahan permintaan pelanggan, memperluas pasar, dan menambah lini produk baru

### Capital structure

- Kepemilikan SUNI di RTM: 99,96%
- Jumlah saham baru diterbitkan RTM: 59.976.000 lembar
- Nilai setoran modal: Rp59.976.000.000

### Listing / regulatory

- Transaksi afiliasi sesuai POJK 42/2020, pengecualian prosedur Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1) berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf f
- Bukan transaksi material sesuai POJK 17/2020, pengecualian kewajiban Penilai dan persetujuan RUPS berdasarkan Pasal 11 ayat (1) huruf d

### Analytical scenarios

- **Nilai transaksi** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi peningkatan modal disetor adalah Rp59.976.000.000.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'sebesar Rp 59.976.000.000'
- **Persentase kepemilikan** [explicit_fact, high]: Perseroan memiliki 99,96% saham RTM.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'kepemilikan saham sebesar 99,96%'
- **Harga per saham** [derived_calculation, medium]: Harga per saham setoran modal adalah Rp1.000 per lembar (Rp59.976.000.000 / 59.976.000 lembar).
  - Basis: Nilai transaksi Rp59.976.000.000; Jumlah saham 59.976.000 lembar
  - Assumptions: Setoran modal dilakukan secara tunai dengan nilai nominal per saham Rp1.000
  - Caveats: Harga per saham tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; asumsi nilai nominal wajar.
- **Rasio transaksi terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas adalah 6,95% (Rp59.976.000.000 / Rp863.130.748.264).
  - Basis: Nilai transaksi Rp59.976.000.000; Ekuitas Rp863.130.748.264
  - Caveats: Angka rasio dinyatakan dalam dokumen, perhitungan hanya konfirmasi.
- **Dampak terhadap laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Setoran modal ini akan meningkatkan aset (kas) dan ekuitas pada entitas anak, namun tidak langsung mempengaruhi laba; dampak terhadap laba baru terlihat setelah pabrik baru beroperasi.
  - Basis: Dana digunakan untuk belanja modal dan modal kerja; Emiten menyatakan harapan peningkatan penjualan dan laba ke depan
  - Assumptions: Pabrik baru akan selesai dan beroperasi sesuai rencana
  - Caveats: Tidak ada proyeksi kuantitatif atau jadwal operasional dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai jadwal pembangunan pabrik RTM 2 atau target penyelesaian.
- Tidak ada rincian penggunaan dana antara belanja modal dan modal kerja.
- Tidak ada informasi mengenai dampak transaksi terhadap laporan keuangan secara kuantitatif.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan kapasitas produksi secara spesifik.
- Media pengumuman tidak disebutkan (tanggal penerbitan dan nama media kosong).

### Items to monitor

- Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi dan bukan transaksi material menurut emiten.
- Tidak ada kewajiban persetujuan RUPS atau penggunaan penilai berdasarkan pengecualian POJK.

---

## SUPR

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) melaporkan perkembangan pelaksanaan Penawaran Tender Sukarela (VTO) oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) atas saham-saham Perseroan. Masa VTO diperpanjang 30 hari, dari 25 Agustus 2026 hingga 23 September 2026, diumumkan pada 21 Agustus 2026. Hasil sementara VTO periode 24 Juli – 24 Agustus 2026: 621 pemegang saham publik dengan total 980.044 saham; 57 pemegang saham berpartisipasi dengan 220.054 saham; 567 pemegang saham belum berpartisipasi dengan 759.990 saham. Emiten menyatakan tidak ada dampak negatif material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- Terdapat Penawaran Tender Sukarela (Voluntary Tender Offer) oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atas saham-saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk.
- Masa VTO diperpanjang 30 hari, dari 25 Agustus 2026 hingga 23 September 2026, diumumkan pada 21 Agustus 2026 melalui surat kabar Kontan dan Neraca serta situs web Protelindo, Perseroan, dan BEI.
- Hasil sementara VTO periode 24 Juli – 24 Agustus 2026: 621 pemegang saham publik dengan total 980.044 saham; 57 pemegang saham berpartisipasi dengan 220.054 saham; 567 pemegang saham belum berpartisipasi dengan 759.990 saham.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak negatif material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha akibat perpanjangan dan hasil sementara VTO.

### Corporate actions

- Penawaran Tender Sukarela (Voluntary Tender Offer) oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atas saham-saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk

### Capital structure

- Hasil sementara VTO periode 24 Juli – 24 Agustus 2026: 621 pemegang saham publik dengan total 980.044 saham; 57 pemegang saham berpartisipasi dengan 220.054 saham; 567 pemegang saham belum berpartisipasi dengan 759.990 saham.

### Listing / regulatory

- Perpanjangan masa VTO sesuai Pasal 17 ayat (2) jo. Pasal 22 POJK No. 54/POJK.04/2015
- Keterbukaan informasi sesuai Peraturan BEI No. I-N tentang Delisting dan Relisting

### Analytical scenarios

- **Tingkat partisipasi VTO** [derived_calculation, medium]: Tingkat partisipasi VTO dihitung sebagai jumlah saham yang dipartisipasikan dibagi total saham publik: 220.054 / 980.044 = 22,45%. Ini menunjukkan sekitar 22,45% saham publik telah dipartisipasikan dalam VTO.
  - Basis: Jumlah saham berpartisipasi: 220.054; Total saham publik: 980.044
  - Assumptions: Semua saham yang dipartisipasikan berasal dari pemegang saham publik yang tercatat dalam total saham publik.
  - Caveats: Angka partisipasi mungkin termasuk pemegang saham yang sahamnya belum dipartisipasikan secara penuh, sehingga tingkat partisipasi aktual bisa berbeda.
- **Potensi delisting** [analyst_hypothesis, low]: Perpanjangan VTO dan pelaporan perkembangan menunjukkan bahwa Protelindo mungkin berupaya meningkatkan kepemilikan saham untuk mencapai ambang batas yang memungkinkan delisting SUPR dari BEI, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai rencana delisting.
  - Basis: Dokumen merujuk pada Peraturan BEI No. I-N tentang Delisting dan Relisting; VTO adalah mekanisme untuk mengakuisisi saham publik
  - Assumptions: VTO dilakukan dalam rangka memenuhi ketentuan delisting
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit tentang rencana delisting dalam dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Hasil sementara VTO menunjukkan 567 pemegang saham belum berpartisipasi, sehingga masih ada ketidakpastian mengenai tingkat partisipasi akhir dan dampaknya terhadap kepemilikan saham publik.
- Perpanjangan masa VTO dapat mempengaruhi likuiditas saham di pasar.
- Potensi delisting jika Protelindo mencapai ambang batas kepemilikan tertentu, namun belum dikonfirmasi.

### Items to monitor

- Perpanjangan masa VTO dan hasil sementara menunjukkan adanya upaya Protelindo untuk meningkatkan kepemilikan saham, yang dapat mempengaruhi struktur kepemilikan dan likuiditas saham SUPR di pasar.
- Jika Protelindo mencapai ambang batas kepemilikan tertentu, terdapat potensi delisting SUPR dari BEI, meskipun belum ada konfirmasi resmi.

---

## SWID

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) mengumumkan penguatan bisnis hospitality dan MICE di Yogyakarta melalui pembukaan hotel bintang lima The Royal Alana Yogyakarta (219 kamar) dan groundbreaking ballroom baru di INNSiDE by Meliá Yogyakarta, keduanya pada 27 Agustus 2026. Manajemen memperkirakan pendapatan gabungan The Alana Yogyakarta dan The Royal Alana dapat meningkat hingga 50% dari pendapatan eksisting (klaim manajemen, tanpa basis angka). Nilai investasi, sumber dana, kapasitas ballroom, dan jadwal penyelesaian tidak diungkapkan. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal (initial disclosure) berupa laporan informasi material dan siaran pers, tanpa rincian keuangan atau aksi korporasi formal.

### Material changes

- Pembukaan The Royal Alana Yogyakarta, hotel bintang lima milik Perseroan, pada 27 Agustus 2026, dengan 219 kamar.
- Groundbreaking pembangunan ballroom INNSiDE by Meliá Yogyakarta pada 27 Agustus 2026.
- The Alana Yogyakarta memiliki fasilitas MICE dengan kapasitas hingga 3.000 pax dan 264 kamar.
- Manajemen memperkirakan revenue gabungan The Alana Yogyakarta dan The Royal Alana dapat meningkat hingga 50% dari revenue existing (klaim manajemen, bukan angka aktual).

### Key financial figures

- **revenue_growth_estimate:** 50% (tidak disebutkan (proyeksi setelah pembukaan The Royal Alana dan ballroom INNSiDE by Meliá, basis revenue existing The Alana Yogyakarta dan The Royal Alana, namun angka absolut revenue existing tidak diungkapkan dalam dokumen ini))

### Expansion projects

- Pembangunan ballroom INNSiDE by Meliá Yogyakarta - nilai proyek, sumber investasi, kapasitas, lokasi detail, fase, jadwal, dan tujuan strategis tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Analytical scenarios

- **Total kamar gabungan** [derived_calculation, high]: Total kamar gabungan The Alana Yogyakarta dan The Royal Alana Yogyakarta adalah 483 kamar (264 + 219).
  - Basis: The Alana Yogyakarta memiliki 264 kamar.; The Royal Alana Yogyakarta menawarkan 219 kamar.
  - Assumptions: Angka kamar bersifat aditif.
- **Dampak terhadap pendapatan berulang** [analyst_hypothesis, low]: Pembukaan hotel baru dan perluasan ballroom berpotensi meningkatkan pendapatan berulang SWID melalui peningkatan okupansi, tarif kamar, dan penyelenggaraan acara MICE, namun besaran dampak belum dapat diukur tanpa data pendapatan eksisting dan proyeksi arus kas.
  - Basis: Kedua pengembangan diharapkan memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pendapatan SWID melalui peningkatan aktivitas operasional hotel dan penyelenggaraan acara MICE.; Peningkatan aktivitas MICE diharapkan mendorong okupansi hotel, tarif kamar rata-rata, dan pendapatan.
  - Assumptions: Permintaan MICE dan akomodasi di Yogyakarta tetap tumbuh.; Tidak ada gangguan operasional signifikan.
  - Caveats: Tidak ada angka pendapatan eksisting atau proyeksi kuantitatif selain estimasi 50% yang bersifat klaim manajemen.

### Risks / uncertainties

- Nilai investasi, sumber dana, dan jadwal penyelesaian pembangunan ballroom INNSiDE by Meliá tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Estimasi pertumbuhan revenue 50% bersifat proyeksi manajemen dan belum didukung data keuangan terperinci.
- Dampak aktual terhadap kinerja keuangan belum dapat dipastikan.
- Uraian informasi material dan dampak dalam laporan resmi dinyatakan kosong ('-'), sehingga ketidakjelasan materi pengumuman.

### Items to monitor

- Pembukaan hotel baru dan perluasan fasilitas MICE dapat meningkatkan kapasitas operasional dan pendapatan berulang SWID, namun tanpa rincian investasi dan proyeksi keuangan, dampak terhadap laba dan arus kas belum dapat diukur.
- Klaim manajemen tentang peningkatan pendapatan hingga 50% perlu diverifikasi dengan laporan keuangan berikutnya.

---

## TBIG

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 26–27 Agustus 2026, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) merilis tiga pengumuman terkait RUPS Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan 24 Agustus 2026. Pengumuman pertama (5055) memuat ringkasan risalah RUPSLB, pengumuman kedua (5071) menyampaikan bukti iklan hasil RUPSLB, dan pengumuman ketiga (5071a) merupakan koreksi administratif atas pengumuman kedua. Substansi utama: RUPSLB menyetujui dua agenda—(1) perubahan kegiatan usaha anak usaha PT Tower Bersama dengan penambahan Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (Network Access Point, KBLI 61107) untuk memenuhi POJK 17/POJK.04/2020, dan (2) perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan KBLI 2025. Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, struktur modal, atau nilai transaksi yang diungkapkan. Penting secara korporasi karena perubahan kegiatan usaha anak usaha dapat membuka peluang ekspansi ke layanan konektivitas internet, meskipun detail finansial belum tersedia.

### Material changes

- Perubahan kegiatan usaha anak usaha PT Tower Bersama: penambahan Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (Network Access Point), KBLI 61107, untuk memenuhi POJK 17/POJK.04/2020.
- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar: penyesuaian maksud, tujuan, dan kegiatan usaha dengan KBLI 2025.

### Corporate actions

- Perubahan kegiatan usaha anak usaha PT Tower Bersama: penambahan Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (Network Access Point), KBLI 61107, untuk memenuhi POJK 17/POJK.04/2020.
- Perubahan Anggaran Dasar Pasal 3: penyesuaian maksud, tujuan, dan kegiatan usaha dengan KBLI 2025.

### Capital structure

- Total saham ditempatkan dan disetor penuh per 30 Juli 2026: 22.656.999.445 saham (termasuk saham treasuri).
- Total saham dengan hak suara sah: 22.550.614.345 saham.
- Saham hadir dalam RUPS: 20.887.926.767 saham (92,63%).

### Listing / regulatory

- Perubahan kegiatan usaha anak usaha untuk memenuhi Pasal 32 juncto Pasal 22 ayat (1) butir a POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
- Perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian dengan KBLI 2025.
- Penyampaian bukti iklan hasil RUPSLB sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Hasil RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB 24 Agustus 2026 menyetujui dua agenda: perubahan kegiatan usaha anak usaha (Network Access Point) dan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar.
  - Basis: Agenda 1 dan 2 dalam ringkasan risalah
- **Koreksi pengumuman** [explicit_fact, high]: Pengumuman 5071a adalah koreksi administratif atas pengumuman 5071, menegaskan publikasi iklan di tiga media pada 27 Agustus 2026.
  - Basis: Nomor surat 5071a dan perihal 'KOREKSI'
- **Estimasi total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan kuorum 92,63% yang mewakili 20.887.926.767 saham, total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 22.550.614.345 saham (20.887.926.767 / 0,9263).
  - Basis: Rumus: total saham = jumlah saham hadir / persentase kuorum.; Angka kuorum dan persentase dari dokumen.
  - Assumptions: Persentase kuorum dihitung terhadap total saham dengan hak suara sah.
  - Caveats: Pembulatan; angka total saham dengan hak suara sah dinyatakan eksplisit dalam dokumen (22.550.614.345 saham).
- **Selisih saham ditempatkan dan saham berhak suara** [derived_calculation, medium]: Selisih antara saham ditempatkan (22.656.999.445) dan saham dengan hak suara sah (22.550.614.345) adalah 106.385.100 saham, yang kemungkinan merupakan saham treasuri yang tidak memiliki hak suara.
  - Basis: 22.656.999.445 - 22.550.614.345 = 106.385.100
  - Assumptions: Saham treasuri tidak memiliki hak suara.
  - Caveats: Tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen bahwa selisih tersebut adalah saham treasuri.
- **Persentase kehadiran RUPS** [derived_calculation, high]: Persentase kehadiran dihitung dari saham hadir dibagi total saham dengan hak suara sah: 20.887.926.767 / 22.550.614.345 = 92,63% (sesuai dengan yang dilaporkan).
  - Basis: Saham hadir: 20.887.926.767; Saham dengan hak suara sah: 22.550.614.345
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan data yang tersedia.
- **Persentase suara setuju Agenda 1** [derived_calculation, high]: Persentase suara setuju Agenda 1 dihitung dari suara setuju dibagi total saham hadir: 20.831.403.067 / 20.887.926.767 = 99,73% (sesuai laporan).
  - Basis: Suara setuju: 20.831.403.067; Saham hadir: 20.887.926.767
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan data yang tersedia.
- **Persentase suara setuju Agenda 2** [derived_calculation, high]: Persentase suara setuju Agenda 2 dihitung dari suara setuju dibagi total saham hadir: 20.720.001.567 / 20.887.926.767 = 99,19% (sesuai laporan).
  - Basis: Suara setuju: 20.720.001.567; Saham hadir: 20.887.926.767
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan data yang tersedia.
- **Motivasi perubahan kegiatan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan kegiatan usaha Network Access Point pada anak usaha PT Tower Bersama dapat mengindikasikan ekspansi ke layanan konektivitas internet atau infrastruktur digital, namun detail nilai investasi, kapasitas, dan jadwal belum diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda 1 menyebutkan penambahan kegiatan usaha Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (Network Access Point).
  - Assumptions: Perubahan kegiatan usaha dapat berdampak pada operasional atau pendapatan di masa depan.
  - Caveats: Tidak ada informasi kuantitatif atau jadwal dalam dokumen.
- **Potensi transaksi material** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan kegiatan usaha anak usaha yang disebutkan untuk memenuhi POJK 17/POJK.04/2020 mengindikasikan bahwa transaksi terkait mungkin bersifat material, namun nilai dan detail transaksi tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Penyebutan 'memenuhi ketentuan Pasal 32 juncto Pasal 22 ayat (1) butir a Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha'.
  - Assumptions: Perubahan kegiatan usaha ini terkait dengan transaksi material yang memerlukan persetujuan RUPS.
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan nilai transaksi, pihak lawan, atau rincian lainnya.

### Risks / uncertainties

- Detail rencana perubahan kegiatan usaha (nilai investasi, kapasitas, lokasi, jadwal) tidak diungkapkan dalam ringkasan ini.
- Perubahan kegiatan usaha memerlukan persetujuan dan kepatuhan terhadap POJK No. 17/POJK.04/2020; kepatuhan penuh belum dapat diverifikasi dari dokumen ini.
- Tidak ada informasi mengenai nilai transaksi, sumber dana, atau dampak finansial dari perubahan kegiatan usaha.
- Status persetujuan perubahan Anggaran Dasar oleh instansi berwenang belum diinformasikan.
- Saat surat keterangan dibuat, salinan akta RUPS masih dalam proses penyelesaian di kantor notaris.

### Items to monitor

- Nilai investasi dan detail proyek terkait Network Access Point.
- Jadwal implementasi dan dampak operasional dari perubahan kegiatan usaha.
- Status persetujuan perubahan Anggaran Dasar oleh instansi berwenang.
- Kemungkinan pengumuman transaksi material terkait perubahan kegiatan usaha.

---

## TFCO

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor S-10965/BEI.PP1/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026 yang meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek pada periode 11-21 Agustus 2026. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkapkan, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan bursa, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-10965/BEI.PP1/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026, untuk periode 11-21 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal (sesuai POJK 31/POJK.04/2015).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi (sesuai Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu (sesuai POJK 4 Tahun 2024).
- Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Joy Matthew Pangemanan selaku Corporate Secretary dan Sugito Budiono selaku Presiden Direktur, tanggal 27-08-2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek (surat S-10965/BEI.PP1/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026) untuk periode 11-21 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik menurut POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada halaman 1 dan 3 dokumen.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada halaman 1 dan 3 dokumen.
- **Pemegang saham utama belum punya rencana** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada halaman 1 dan 3 dokumen.
- **Volatilitas transaksi tanpa penyebab teridentifikasi** [analyst_hypothesis, low]: Karena Perseroan menyatakan tidak mengetahui penyebab volatilitas dan tidak ada rencana korporasi, volatilitas transaksi yang terjadi kemungkinan disebabkan oleh faktor pasar atau aktivitas investor yang tidak terkait dengan informasi internal Perseroan.
  - Basis: Seluruh jawaban Perseroan yang menyatakan tidak ada informasi material, tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak ada rencana korporasi.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang diminta penjelasan oleh BEI memang terjadi pada saham TFCO.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data pasar atau informasi tambahan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum pada dokumen pertama (tertulis 'null'), namun dokumen kedua menyebutkan tanggal 24 Agustus 2026.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak serta-merta menutup kemungkinan adanya informasi yang belum diungkapkan; ini adalah pernyataan manajemen.
- Penyebab spesifik volatilitas harga saham tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Identitas pemegang saham utama tidak disebutkan.

---

## TINS

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada 10 September 2026 pukul 10.00-11.00 WIB secara daring melalui Public Expose Live 2026 di website idx.co.id. Agenda utama adalah pemaparan kinerja perseroan untuk Semester I-2026 dan agenda lain-lain. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan, operasional, atau aksi korporasi. Dasar penyelenggaraan adalah Keputusan BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025 tentang Perubahan Peraturan I-E.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Hari/tanggal: 10 September 2026.
- Waktu: 10.00-11.00 WIB.
- Tempat: Public Expose Live 2026 yang tercantum pada website idx.co.id.
- Agenda: 1. Kinerja Perseroan Periode Semester I-2026; 2. Lain-lain.
- Pembicara: Ruddy Nursalam (Division Head of Corporate Secretary) dan Anggota Direksi PT TIMAH (Persero) Tbk.
- Pengirim: Ruddy Nursalam, Corporate Secretary.
- Tanggal dan waktu pengiriman: 27-08-2026 14:23.
- Dasar penyelenggaraan: Keputusan PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00087/BEI/12-2025 tentang Perubahan Peraturan I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sebagai pemenuhan kewajiban penyampaian informasi berdasarkan Peraturan I-E (Kep-00087/BEI/12-2025).

### Analytical scenarios

- **Kinerja Semester I-2026** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose ini akan menjadi ajang bagi manajemen untuk memaparkan kinerja keuangan dan operasional semester pertama 2026. Namun, karena dokumen ini hanya pengumuman, tidak ada data kinerja yang dapat dianalisis.
  - Basis: Agenda resmi menyebutkan 'Kinerja Perseroan Periode Semester I-2026'.
  - Assumptions: Manajemen akan menyajikan data keuangan dan operasional pada saat acara.
  - Caveats: Tidak ada angka atau data spesifik dalam dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Dokumen ini tidak menyebutkan risiko spesifik, namun penyelenggaraan Public Expose dapat mengungkapkan risiko operasional, pasar, atau keuangan yang akan dibahas pada acara tersebut.

---

## TNCA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) menyampaikan bukti iklan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia. Pemanggilan diumumkan pada 24 Agustus 2026 melalui website Perseroan, website BEI, dan sistem e-ASY.KSEI. Dokumen tidak memuat agenda, tanggal pelaksanaan RUPSLB, atau informasi keuangan. Ini adalah pengumuman awal atas pemenuhan kewajiban penyampaian bukti iklan, bukan koreksi atau pembatalan.

### Material changes

- TNCA menyampaikan bukti iklan pemanggilan RUPSLB kepada OJK dan BEI.
- Pemanggilan RUPSLB diumumkan pada 24 Agustus 2026 melalui website Perseroan (https://ged.co.id/rapat-umum-pemegang-saham/), website BEI, dan sistem e-ASY.KSEI.
- Surat bernomor 051/GED-CORSEC/SD/VIII/2026, tertanggal 24 Agustus 2026, ditandatangani oleh Presiden Direktur TNCA.
- Dasar hukum: POJK No. 15/POJK.04/2020, POJK No. 16/POJK.04/2020, dan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. 1-E.
- Lampiran: 1 (satu) bukti iklan.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB kepada OJK dan BEI sebagai pemenuhan POJK No. 15/POJK.04/2020, POJK No. 16/POJK.04/2020, dan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. 1-E.

### Analytical scenarios

- **Penyampaian bukti iklan** [explicit_fact, high]: TNCA menyampaikan bukti iklan pemanggilan RUPSLB yang diumumkan pada 24 Agustus 2026 melalui tiga kanal: website Perseroan, website BEI, dan e-ASY.KSEI.
  - Basis: Perihal surat: 'Penyampaian Bukti Iklan Panggilan RUPS'; Surat: 'pemanggilan Rapat yang telah kami sampaikan melalui website Perseroan ... Website Bursa Efek Indonesia dan System e-ASY.KSEI pada tanggal 24 Agustus 2026'
- **Identitas pengirim** [explicit_fact, high]: Surat ditandatangani oleh Presiden Direktur TNCA, dengan nomor surat 051/GED-CORSEC/SD/VIII/2026. Dokumen pertama juga menyebut Corporate Secretary Felicia Fanny sebagai penandatangan.
  - Basis: Surat: 'Hormat Kami' mencantumkan 'Presiden Direktur'; Dokumen pertama: 'Felicia Fanny, Corporate Secretary'
  - Caveats: Terdapat perbedaan penandatangan antara dua dokumen; dokumen pertama menyebut Corporate Secretary, dokumen kedua menyebut Presiden Direktur.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB kemungkinan akan membahas agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, transaksi material, atau aksi korporasi lainnya. Namun, agenda tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan 'Panggilan RUPSLB' tanpa agenda spesifik
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham
  - Caveats: Tidak ada informasi agenda dalam dokumen; hipotesis hanya berdasarkan praktik umum

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas tidak dapat dipastikan.
- Tanggal pelaksanaan RUPSLB tidak disebutkan.
- Media cetak yang digunakan adalah situs web (www.ged.co.id), bukan media cetak fisik; kepatuhan terhadap ketentuan iklan media cetak perlu diverifikasi.
- Tidak ada informasi keuangan atau aksi korporasi spesifik.

---

## UFOE

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE) menyampaikan bukti iklan pameran elektronik UFORIA GRAND SHOPPING FESTIVAL 2026 yang berlangsung di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 25-30 Agustus 2026. Iklan terbit di tiga media online: Antara News, Berita Jatim (25 Agustus 2026), dan Tribun News (26 Agustus 2026). Dokumen bersifat administratif; tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal. Berita media yang dilampirkan memuat pernyataan Direktur Utama tentang kenaikan harga elektronik dan penjualan AC, namun tidak ada angka keuangan resmi.

### Material changes

- Penyampaian bukti iklan pameran elektronik UFORIA GRAND SHOPPING FESTIVAL 2026 kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia.
- Pameran berlangsung di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 25-30 Agustus 2026.
- Iklan terbit di media online: Antara News dan Berita Jatim pada 25 Agustus 2026, serta Tribun News pada 26 Agustus 2026.
- Surat penyampaian ditandatangani oleh Corporate Secretary Tedy Suronoto, S.H. pada 27 Agustus 2026.
- Berita media melaporkan pernyataan Direktur Utama Poedji Harixon tentang perkiraan kenaikan harga elektronik 10-15% di sektor prinsipal dan hingga 20% di pasar, serta penjualan AC meningkat sekitar 20% pada Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan pameran elektronik kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi (pengumuman administratif).

### Analytical scenarios

- **Penyelenggaraan pameran elektronik** [explicit_fact, high]: Emiten menyelenggarakan pameran elektronik UFORIA GRAND SHOPPING FESTIVAL 2026 di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 25-30 Agustus 2026.
  - Basis: Surat penyampaian bukti iklan: 'mengadakan UFORIA GRAND SHOPPING FESTIVAL 2026 mulai Tanggal 25 Agustus 2026 sampai dengan 30 Agustus 2026 pameran elektronik di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya'
- **Publikasi iklan di media** [explicit_fact, high]: Iklan pameran terbit di media online Antara News dan Berita Jatim pada 25 Agustus 2026 serta Tribun News pada 26 Agustus 2026.
  - Basis: Surat penyampaian: 'terbit di beberapa media online yaitu : Antara News dan Berita Jatim hari Selasa tanggal 25 Agustus 2026 dan Tribun News hari Rabu tanggal 26 Agustus 2026'
- **Perkiraan kenaikan harga elektronik** [explicit_fact, high]: Direktur Utama Poedji Harixon menyatakan perkiraan kenaikan harga barang elektronik 10-15% di sektor prinsipal dan hingga 20% di pasar dalam waktu dekat, dipicu pelemahan rupiah, kenaikan bahan baku, dan biaya pengiriman.
  - Basis: Berita AntaraJatim: 'di sektor prinsipal kenaikan terjadi sekitar 10-15 persen, sedangkan di pasar, harga barang elektronik kenaikannya bisa mencapai 20 persen'
  - Caveats: Pernyataan Direktur Utama dalam berita media, bukan keterbukaan resmi emiten.
- **Penjualan AC meningkat** [explicit_fact, high]: Penjualan AC di jaringan toko UFO Elektronika meningkat sekitar 20% pada Agustus 2026 karena musim kemarau, menurut pernyataan Direktur Utama.
  - Basis: Berita Surya.co.id: 'Peningkatan penjualan produk AC secara umum mencapai sekitar 20 persen.'
  - Caveats: Pernyataan Direktur Utama dalam berita media, bukan angka keuangan resmi.
- **Tujuan strategis pameran** [analyst_hypothesis, low]: Pameran elektronik ini kemungkinan merupakan kegiatan promosi untuk meningkatkan penjualan produk elektronik, namun tidak ada informasi kuantitatif atau target yang disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: Perihal surat menyebut 'mengadakan Pameran Elektronik'
  - Assumptions: Pameran elektronik umumnya bertujuan promosi dan peningkatan penjualan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi dari emiten mengenai tujuan strategis atau target penjualan
- **Dampak terhadap kinerja** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan penjualan AC dan diskon pemasangan dapat mendorong volume penjualan, tetapi diskon dapat menekan margin. Dampak bersih terhadap pendapatan dan laba tidak dapat dihitung tanpa data keuangan.
  - Basis: Peningkatan penjualan AC sekitar 20%; Diskon biaya pemasangan hingga 50%
  - Assumptions: Kenaikan volume penjualan AC tidak diimbangi penurunan harga jual produk; Diskon hanya pada biaya pemasangan, bukan harga produk
  - Caveats: Tidak ada data keuangan atau margin yang tersedia; Pernyataan bersifat kualitatif dari manajemen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai nilai investasi, biaya pameran, atau dampak finansial terhadap emiten.
- Perkiraan kenaikan harga elektronik 10-20% dan penjualan AC 20% berasal dari pernyataan Direktur Utama di media, bukan keterbukaan resmi emiten.
- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus.

### Items to monitor

- Pameran dan program promosi dapat mendorong penjualan jangka pendek, tetapi tanpa data kuantitatif dampaknya tidak dapat diukur.
- Perkiraan kenaikan harga elektronik dapat mempengaruhi permintaan konsumen dan biaya operasional emiten.

---

## UVCR

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, yang akan dilaksanakan pada 10 September 2026 secara virtual melalui IDX Public Expose Live 2026. Agenda mencakup update perseroan, informasi fitur dan pengembangan inovasi, serta kerjasama yang telah dilakukan. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktural.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Hari/tanggal: 10 September 2026.
- Tempat: IDX Public Expose Live 2026 dengan link https://pubexlive.idx.co.id/.
- Waktu: 15:00 (dokumen lampiran menyebutkan 15.00-16.00 WIB).
- Agenda: 1. Update Perseroan; 2. Informasi fitur, pengembangan inovasi; dan 3. Kerjasama yang telah dilakukan Perseroan.
- Pembicara: Hady Kuswanto (Direktur Utama) dan Riky Boy H. Permata (Direktur).
- Nama pengirim: Hady Kuswanto, jabatan Direktur Utama.
- Tanggal dan waktu pengiriman: 27-08-2026 15:01.
- Nomor surat: 047/SK/COE/TKP-REG/VIII/2026.
- Alamat perseroan: Jl. Tebet Barat IX, No.35BB, Tebet Barat, Jakarta Selatan 12810.
- Kontak: Telepon 021-22008385, website https://company.ultravoucher.co.id/.

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memberikan update kinerja dan strategi kepada investor. Namun, karena dokumen ini hanya pengumuman, tidak ada informasi kinerja yang dapat dianalisis.
  - Assumptions: Public Expose adalah forum komunikasi rutin antara emiten dan investor.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi agenda spesifik atau materi yang akan disampaikan.

---

## WEGE

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mengumumkan perolehan kontrak baru kumulatif per Agustus 2026 senilai Rp775 miliar, meningkat 568% year-on-year dari Rp116 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Mayoritas kontrak berasal dari pemerintah (83%) dan BUMN (17%), dengan tipologi proyek didominasi fasilitas publik (63%) dan residensial (37%). Selain itu, WEGE mengungkapkan rencana divestasi aset dengan estimasi nilai optimasi lebih dari Rp1 triliun, mencakup Fave Hotel Karawang, Menara MTH lantai 10 dan 15, de Braga Bandung, Graha Mantap, serta tanah di Lombok, Samarinda, dan lokasi lainnya. Posisi keuangan per Juni 2026 menunjukkan DER 0,98x dan rasio utang berbunga 0,07x, serta tidak ada utang obligasi maupun sukuk. Emiten menyatakan belum ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- Perolehan kontrak baru per Agustus 2026 senilai Rp775 miliar, naik 568% year-on-year dari Rp116 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Komposisi pemberi kerja kontrak baru: pemerintah 83%, BUMN 17%.
- Tipologi proyek: fasilitas publik 63%, residensial 37%.
- Rasio Debt to Equity (DER) per Juni 2026 sebesar 0,98x.
- Rasio utang berbunga per Juni 2026 sebesar 0,07x.
- Perseroan tidak memiliki utang obligasi maupun sukuk.
- Rencana divestasi aset senilai lebih dari Rp1 triliun, termasuk Fave Hotel Karawang, Menara MTH lantai 10 dan 15, de Braga Bandung, Graha Mantap, serta tanah di Lombok, Samarinda, dan lokasi lainnya.
- Daftar proyek yang didapatkan: Hunian Sementara (Huntara) Aceh Tamiang, Hunian ASN Aceh, Pasca Darurat Sumut, Pasca Darurat Sumbar, BRT Sumut (Mebidang), Sekolah Garuda Kaltara (JO), Office Keet SR Aceh, RSUD Rupit (JO), Modular Internal Huntara Aceh, RDBI Sumut, Huntara Tegal, Hunian Puskesmas Lokop Aceh, Huntara Tamiang 4 Danantara, Pembangunan Poliklinik Temanggung, dan Rumah Sakit di Kalimantan Selatan.

### Key financial figures

- **Nilai kontrak baru per Agustus 2026:** 775 miliar (Januari-Agustus 2026 (kumulatif per Agustus 2026))
- **Nilai kontrak baru per Agustus 2025 (pembanding):** 116 miliar (Januari-Agustus 2025 (kumulatif per Agustus 2025))
- **Rasio Debt to Equity (DER):** 0.98x (Juni 2026)
- **Rasio utang berbunga:** 0.07x (Juni 2026)
- **Nilai aset yang direncanakan untuk divestasi:** lebih dari Rp1 triliun (Tidak disebutkan (rencana))

### Corporate actions

- Divestasi aset senilai lebih dari Rp1 triliun (rencana, belum final)

### Expansion projects

- Perolehan kontrak baru senilai Rp775 miliar per Agustus 2026, dengan proyek-proyek di berbagai lokasi seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, dan lainnya. Sumber pendanaan tidak disebutkan secara eksplisit, namun disebutkan adanya ruang likuiditas untuk mendanai modal kerja dan menangkap peluang proyek strategis.

### Capital structure

- Rasio DER per Juni 2026 sebesar 0,98x.
- Rasio utang berbunga per Juni 2026 sebesar 0,07x.
- Tidak memiliki utang obligasi maupun sukuk.

### Analytical scenarios

- **Perolehan kontrak baru** [explicit_fact, high]: WEGE mencatatkan kontrak baru per Agustus 2026 senilai Rp775 miliar, naik 568% year-on-year dari Rp116 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
  - Basis: Nilai kontrak baru per Agustus 2026: Rp775 miliar; Nilai kontrak baru per Agustus 2025: Rp116 miliar; Kenaikan 568% year-on-year
- **Selisih nilai kontrak baru** [derived_calculation, high]: Selisih nilai kontrak baru antara Agustus 2026 dan Agustus 2025 adalah Rp659 miliar (Rp775 miliar - Rp116 miliar).
  - Basis: Nilai kontrak baru per Agustus 2026: Rp775 miliar; Nilai kontrak baru per Agustus 2025: Rp116 miliar
  - Assumptions: Kedua nilai menggunakan satuan yang sama (Rp miliar).
- **Proporsi kontrak dari pemerintah dan BUMN** [derived_calculation, medium]: Nilai kontrak dari pemerintah diperkirakan sekitar Rp643,25 miliar (83% dari Rp775 miliar) dan dari BUMN sekitar Rp131,75 miliar (17% dari Rp775 miliar).
  - Basis: Nilai kontrak baru per Agustus 2026: Rp775 miliar; Komposisi pemberi kerja: pemerintah 83%, BUMN 17%
  - Assumptions: Proporsi tersebut diterapkan langsung pada total nilai kontrak baru.
  - Caveats: Angka ini adalah estimasi berdasarkan proporsi yang dilaporkan; nilai pasti per pemberi kerja tidak diungkapkan.
- **Nilai kontrak berdasarkan tipologi proyek** [derived_calculation, medium]: Nilai kontrak dari segmen fasilitas publik diperkirakan sekitar Rp488,25 miliar (63% dari Rp775 miliar) dan dari residensial sekitar Rp286,75 miliar (37% dari Rp775 miliar).
  - Basis: Nilai kontrak baru per Agustus 2026: Rp775 miliar; Tipologi proyek: fasilitas publik 63%, residensial 37%
  - Assumptions: Proporsi tersebut diterapkan langsung pada total nilai kontrak baru.
  - Caveats: Angka ini adalah estimasi berdasarkan proporsi yang dilaporkan; nilai pasti per segmen tidak diungkapkan.
- **Dampak divestasi aset terhadap struktur keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Rencana divestasi aset senilai lebih dari Rp1 triliun berpotensi meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur permodalan, namun dampak pastinya belum dapat diukur karena nilai realisasi dan waktu divestasi belum diungkapkan.
  - Basis: Rencana divestasi aset senilai lebih dari Rp1 triliun; DER per Juni 2026 sebesar 0,98x
  - Assumptions: Divestasi akan menghasilkan kas masuk yang signifikan.
  - Caveats: Belum ada kepastian nilai realisasi, waktu, atau pembeli aset.
- **Pendorong kenaikan kontrak baru** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan kontrak baru yang signifikan (568%) kemungkinan didorong oleh proyek-proyek pemerintah dan BUMN, terutama di segmen fasilitas publik dan residensial, namun faktor-faktor lain seperti kebijakan pemerintah atau kondisi pasar tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Komposisi pemberi kerja: pemerintah 83%, BUMN 17%; Tipologi proyek: fasilitas publik 63%, residensial 37%
  - Assumptions: Kontrak baru terutama berasal dari sektor publik.
  - Caveats: Tidak ada analisis lebih lanjut mengenai penyebab kenaikan.

### Risks / uncertainties

- Rencana divestasi aset masih bersifat rencana dan belum ada kepastian nilai realisasi, waktu, atau pembeli.
- Dampak dari perolehan kontrak baru dan divestasi terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan 'belum ada' oleh emiten.
- Tidak ada informasi mengenai sumber pendanaan untuk proyek-proyek baru, meskipun disebutkan adanya ruang likuiditas.

### Items to monitor

- Perolehan kontrak baru senilai Rp775 miliar dapat mempengaruhi pendapatan dan prospek bisnis WEGE.
- Rencana divestasi aset senilai lebih dari Rp1 triliun dapat mempengaruhi struktur aset dan likuiditas.

---

## WIKA

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 8

### Overview

Pada periode 26-27 Agustus 2026, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengumumkan serangkaian aksi korporasi yang saling terkait, menandakan adanya upaya restrukturisasi kewajiban utang yang signifikan. Emiten menerbitkan panggilan untuk enam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) yang dijadwalkan pada 9, 10, dan 15 September 2026. Agenda utama seluruh rapat adalah persetujuan perubahan ketentuan perjanjian perwaliamanatan, mencakup perubahan jatuh tempo pokok obligasi/sukuk, penundaan atau perubahan jadwal pembayaran bunga/bagi hasil, serta pengesampingan pelanggaran atas keterlambatan pembayaran. Selain itu, WIKA juga mengumumkan perubahan susunan Komite Audit yang efektif 24 Agustus 2026. Secara korporasi, panggilan RUPO/RUPSU ini penting karena mengindikasikan potensi kesulitan likuiditas dan upaya negosiasi ulang kewajiban dengan pemegang efek utang, yang dapat berdampak pada struktur modal, profil risiko, dan persepsi pasar terhadap emiten.

### Material changes

- Perubahan susunan Komite Audit efektif 24 Agustus 2026: Adityawarman menjadi Ketua, Suwarta Wakil Ketua, Roy Yournalista dan Rita Rufaida tetap Anggota.
- Panggilan RUPO/RUPSU untuk enam emisi obligasi dan sukuk dengan agenda perubahan jatuh tempo pokok, penundaan/perubahan jadwal pembayaran bunga/bagi hasil, dan pengesampingan pelanggaran.

### Corporate actions

- RUPO untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 (9 September 2026)
- RUPSU untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 (9 September 2026)
- RUPO untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022 (10 September 2026)
- RUPSU untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022 (10 September 2026)
- RUPSU untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 (15 September 2026)
- RUPSU untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022 (15 September 2026)

### Management / control changes

- Perubahan susunan Komite Audit efektif 24 Agustus 2026: Adityawarman menjadi Ketua (menggantikan Suryo Hapsoro Tri Utomo), Suwarta menjadi Wakil Ketua merangkap Anggota, Roy Yournalista dan Rita Rufaida tetap sebagai Anggota.

### Capital structure

- Perubahan jatuh tempo pokok obligasi/sukuk (agenda RUPO/RUPSU)
- Penundaan dan/atau perubahan jadwal pembayaran bunga/bagi hasil (agenda RUPO/RUPSU)
- Pengesampingan pelanggaran atas tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran (agenda RUPO/RUPSU)

### Listing / regulatory

- Pelaporan perubahan susunan Komite Audit kepada OJK sesuai POJK No. 55/POJK.04/2015 dan Peraturan Bursa No. I-A
- Penyelenggaraan RUPO/RUPSU sesuai ketentuan perjanjian perwaliamanatan dan peraturan terkait

### Analytical scenarios

- **Penyelenggaraan RUPO/RUPSU** [explicit_fact, high]: WIKA akan menyelenggarakan RUPO/RUPSU untuk enam emisi obligasi dan sukuk pada 9, 10, dan 15 September 2026, dengan agenda perubahan ketentuan perjanjian perwaliamanatan.
  - Basis: Panggilan RUPO/RUPSU untuk masing-masing emisi; Bukti iklan panggilan RUPO/RUPSU
- **Agenda RUPO/RUPSU** [explicit_fact, high]: Agenda utama mencakup perubahan jatuh tempo pokok, penundaan/perubahan jadwal pembayaran bunga/bagi hasil, dan pengesampingan pelanggaran atas keterlambatan pembayaran.
  - Basis: Agenda 1-4 pada panggilan RUPO/RUPSU; Bukti iklan panggilan RUPO/RUPSU
- **Kuorum RUPO/RUPSU** [explicit_fact, high]: Kuorum kehadiran dan pengambilan keputusan adalah minimal 3/4 dari jumlah obligasi/sukuk yang belum dilunasi, dan keputusan sah jika disetujui minimal 3/4 dari yang hadir.
  - Basis: Catatan 3a pada panggilan RUPO/RUPSU; Bukti iklan panggilan RUPO/RUPSU
- **Hak suara obligasi/sukuk milik emiten/afiliasi** [explicit_fact, high]: Obligasi/sukuk yang dimiliki emiten atau afiliasinya tidak memiliki hak suara dan tidak dihitung dalam kuorum, kecuali afiliasi karena kepemilikan/penyertaan modal Pemerintah.
  - Basis: Catatan 3b pada panggilan RUPO/RUPSU; Bukti iklan panggilan RUPO/RUPSU
- **Perubahan Komite Audit** [explicit_fact, high]: Perubahan susunan Komite Audit efektif 24 Agustus 2026, dengan Adityawarman sebagai Ketua, Suwarta Wakil Ketua, Roy Yournalista dan Rita Rufaida tetap Anggota.
  - Basis: Pengumuman perubahan Komite Audit
- **Durasi masa jabatan Rita Rufaida** [derived_calculation, medium]: Masa jabatan Rita Rufaida adalah 1 tahun 11 bulan, setara 23 bulan, terhitung sejak 24 Agustus 2026, sehingga berakhir sekitar 24 Juli 2028.
  - Basis: Lampiran 1 pengumuman perubahan Komite Audit: 'masa jabatan selama 1 (satu) tahun 11 (sebelas) bulan terhitung sejak tanggal 24 Agustus 2026'
  - Assumptions: 1 tahun dianggap 12 bulan, sehingga total 23 bulan.
  - Caveats: Tanggal akhir hanya perkiraan, tidak dinyatakan eksplisit.
- **Perkiraan tanggal pencatatan KSEI untuk RUPO Tahap II 2022** [derived_calculation, medium]: Jika RUPO pada 10 September 2026 (Kamis), maka 3 hari kerja sebelumnya adalah 7 September 2026 (Senin), dengan asumsi tidak ada hari libur.
  - Basis: Catatan 2 pada panggilan RUPO: '3 hari kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO'; Tanggal RUPO 10 September 2026
  - Assumptions: Tidak ada hari libur nasional pada 8-9 September 2026
  - Caveats: Tanggal pastinya bergantung pada kalender kerja KSEI
- **Indikasi kesulitan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Permintaan perubahan jatuh tempo dan penundaan pembayaran bunga/bagi hasil mengindikasikan potensi kesulitan likuiditas atau upaya restrukturisasi utang, namun detail penyebab tidak diungkap.
  - Basis: Agenda RUPO/RUPSU yang mencakup perubahan jatuh tempo dan penundaan pembayaran
  - Assumptions: Perubahan ketentuan diminta oleh emiten untuk mengelola arus kas
  - Caveats: Tidak ada informasi keuangan atau penjelasan resmi mengenai alasan di balik permintaan perubahan
- **Alasan perubahan Komite Audit** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Ketua Komite Audit dan penambahan anggota baru kemungkinan merupakan bagian dari penyegaran atau rotasi internal untuk memenuhi ketentuan tata kelola, namun alasan spesifik tidak diungkapkan.
  - Basis: Perubahan susunan pengurus tanpa penjelasan alasan
  - Assumptions: Perubahan didorong oleh kebutuhan tata kelola atau kebijakan internal
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai alasan perubahan
- **Kepatuhan terhadap regulasi BUMN** [analyst_hypothesis, low]: Pengangkatan kembali Rita Rufaida kemungkinan dilakukan untuk memenuhi ketentuan Pasal 135 Permen BUMN PER-03/MBU/03/2023 tentang batas masa jabatan anggota Komite Audit, namun tidak ada informasi apakah masa jabatan sebelumnya telah mencapai batas maksimal.
  - Basis: Lampiran 1 pengumuman perubahan Komite Audit: 'berdasarkan Pasal 135 Peraturan Menteri BUMN ... masa jabatan anggota Komite Audit ... paling lama 3 tahun dan dapat diangkat kembali untuk paling lama 2 tahun'
  - Assumptions: Pengangkatan kembali ini mungkin merupakan perpanjangan dalam batas yang diizinkan.
  - Caveats: Tidak ada data riwayat masa jabatan Rita Rufaida sebelumnya.

### Risks / uncertainties

- Risiko tidak tercapainya kuorum RUPO/RUPSU (minimal 3/4 dari jumlah obligasi/sukuk yang belum dilunasi hadir)
- Risiko penolakan agenda oleh pemegang obligasi/sukuk
- Ketidakpastian dampak perubahan jatuh tempo dan penundaan pembayaran terhadap arus kas dan posisi keuangan WIKA
- Potensi gagal bayar jika perubahan tidak disetujui atau jika emiten tidak mampu memenuhi kewajiban baru
- Tidak ada informasi mengenai nilai pokok obligasi/sukuk yang beredar, jadwal pembayaran baru, atau alasan resmi perubahan
- Tidak ada informasi mengenai kualifikasi atau independensi anggota Komite Audit baru
- Tidak ada informasi tentang dampak finansial atau operasional dari perubahan Komite Audit

### Items to monitor

- Hasil RUPO/RUPSU pada 9, 10, dan 15 September 2026
- Detail perubahan jatuh tempo pokok dan jadwal pembayaran bunga/bagi hasil yang diusulkan
- Nilai pokok obligasi/sukuk yang beredar untuk masing-masing emisi
- Alasan resmi di balik permintaan perubahan ketentuan
- Keputusan Dewan Komisaris terkait perubahan Komite Audit dan kualifikasi anggota baru
- Perkembangan kondisi likuiditas dan kemampuan bayar WIKA

---

## WINS

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) mengumumkan pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) maksimal USD 12.000.000 kepada PT Bank Shinhan Indonesia untuk menjamin fasilitas kredit yang diterima entitas anaknya, PT Wintermar. Transaksi dilakukan pada 21 Agustus 2026 dalam rangka refinancing kapal milik PT Wintermar dan pemenuhan kebutuhan modal kerja. Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi ini dikecualikan dari kewajiban penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik. Emiten menyatakan transaksi tidak mengandung benturan kepentingan. Dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan dalam dokumen utama.

### Material changes

- Pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh WINS kepada PT Bank Shinhan Indonesia untuk menjamin fasilitas kredit yang diterima PT Wintermar.
- Nilai jaminan maksimal USD 12.000.000.
- Tanggal transaksi: 21 Agustus 2026.
- PT Wintermar adalah entitas anak dengan kepemilikan lebih dari 99% oleh WINS.
- Tujuan jaminan: refinancing kapal milik PT Wintermar dan pemenuhan kebutuhan modal kerja.
- Transaksi dikecualikan dari kewajiban penilaian berdasarkan Pasal 6 Ayat (1) huruf e POJK 42/2020.
- Emiten menyatakan transaksi tidak mengandung benturan kepentingan.

### Key financial figures

- **Nilai transaksi (jaminan perusahaan):** 12.000.000 (2026-08-21)

### Corporate actions

- Pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) untuk fasilitas kredit

### Capital structure

- PT Wintermar adalah entitas anak dengan kepemilikan lebih dari 99% oleh WINS

### Listing / regulatory

- Pengecualian dari kewajiban penilaian berdasarkan POJK 42/2020

### Analytical scenarios

- **Pemberian jaminan perusahaan** [explicit_fact, high]: WINS memberikan jaminan perusahaan maksimal USD 12.000.000 kepada PT Bank Shinhan Indonesia untuk menjamin fasilitas kredit PT Wintermar, entitas anak dengan kepemilikan lebih dari 99%.
  - Basis: Nilai transaksi maksimal USD 12.000.000; PT Wintermar merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan lebih dari 99%
- **Tujuan transaksi** [explicit_fact, high]: Jaminan diberikan untuk mendukung refinancing kapal milik PT Wintermar dan pemenuhan kebutuhan modal kerja.
  - Basis: Pemberian Jaminan Perusahaan oleh Perseroan dilakukan dalam rangka pembiayaan kembali (refinancing) kapal-kapal milik PT Wintermar serta pemenuhan kebutuhan modal kerja
- **Pengecualian penilaian** [explicit_fact, high]: Transaksi dikecualikan dari kewajiban penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik berdasarkan Pasal 6 Ayat (1) huruf e POJK 42/2020.
  - Basis: Berdasarkan Pasal 6 Ayat (1) huruf e POJK 42/2020, atas transaksi pemberian jaminan kepada Bank, tidak diperlukan prosedur serta tidak wajib menggunakan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik
- **Potensi kewajiban kontinjensi** [analyst_hypothesis, low]: Pemberian jaminan perusahaan dapat menimbulkan kewajiban kontinjensi bagi WINS jika PT Wintermar gagal memenuhi kewajiban fasilitas kreditnya. Dampak finansial bergantung pada kemampuan PT Wintermar membayar.
  - Basis: Nilai jaminan maksimal USD 12.000.000
  - Assumptions: Jaminan perusahaan umumnya menjadi kewajiban kontinjensi bagi pemberi jaminan jika pihak yang dijamin wanprestasi.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai kondisi keuangan PT Wintermar atau kemampuan membayar.

### Risks / uncertainties

- Rincian jaminan perusahaan (nilai, pihak yang dijamin, sifat jaminan, jangka waktu) tidak diungkapkan dalam dokumen utama.
- Lampiran yang memuat rincian tidak disertakan dalam dokumen yang dianalisis.
- Jabatan pengirim (Nely Layanto) tidak disebutkan secara eksplisit.
- Tidak ada informasi mengenai jadwal pembayaran, suku bunga, atau persyaratan lain dari fasilitas kredit.
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap laporan keuangan Perseroan.

### Items to monitor

- Pemberian jaminan perusahaan dapat meningkatkan eksposur kewajiban kontinjensi WINS, namun tanpa rincian lebih lanjut dampaknya tidak dapat dinilai.
- Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena PT Wintermar adalah entitas anak dengan kepemilikan lebih dari 99% dan terdapat kesamaan pengurus (2 direktur dan 1 komisaris).

---

## WIRG

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 1

### Overview

PT WIR ASIA Tbk (WIRG) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek pada periode 18-21 Agustus 2026. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan, telah memenuhi kewajiban keterbukaan informasi, dan belum memiliki keputusan final terkait aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang. Tidak ada rencana pemegang saham pengendali/utama yang belum diungkapkan. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI, bukan pengumuman aksi korporasi baru.

### Material changes

- Tidak ada informasi atau fakta material yang belum diungkapkan pada periode 18-21 Agustus 2026 (klaim emiten).
- Perseroan telah menyampaikan keterbukaan informasi atas perubahan anggaran dasar dan perubahan pengurus entitas anak melalui Surat No. 123/CORSEC/WIRG/VIII/2026 tanggal 7 Agustus 2026.
- Perseroan telah menyampaikan Laporan Bulanan Kegiatan Registrasi Efek periode 31 Juli 2026 melalui Surat No. 121/CORSEC/WIRG/VIII/2026 tanggal 7 Agustus 2026.
- Belum ada keputusan final terkait rencana korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.
- Tidak ada rencana pemegang saham pengendali/utama terkait kepemilikan saham yang belum diungkapkan.

### Management / control changes

- Perubahan anggaran dasar dan perubahan pengurus entitas anak disebutkan sebagai informasi material yang telah diungkapkan pada 7 Agustus 2026, namun detail perubahan tidak dijelaskan dalam dokumen ini.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek periode 18-21 Agustus 2026 (Surat No. S-10968/BEI.PP3/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026).
- Perseroan menyatakan telah memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai POJK 31/2015 dan POJK 45/2024.
- Perseroan menyatakan telah memenuhi kewajiban pelaporan kepemilikan saham sesuai POJK 4/2024 dan Peraturan BEI Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material baru** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan pada periode 18-21 Agustus 2026 yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Jawaban poin 1: 'Pada periode 18-21 Agustus 2026, Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik'
- **Belum ada keputusan final aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki keputusan final terkait aksi korporasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat yang berdampak pada pencatatan saham di BEI.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Sampai dengan saat ini, Perseroan belum memiliki keputusan final terkait tindakan korporasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat yang berdampak terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia'
- **Tidak ada rencana pemegang saham pengendali/utama** [explicit_fact, high]: Berdasarkan konfirmasi dari pemegang saham pengendali dan/atau utama, tidak ada rencana terkait kepemilikan saham yang belum diungkapkan kepada publik.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Berdasarkan konfirmasi yang telah diperoleh dari Pemegang Saham Pengendali dan/atau Utama, sampai dengan tanggal surat ini tidak terdapat rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik'
- **Kajian alternatif strategis** [analyst_hypothesis, low]: Pernyataan bahwa Perseroan terus mengkaji berbagai alternatif strategis dan peluang pengembangan usaha dapat mengindikasikan potensi aksi korporasi di masa depan, namun belum ada keputusan final.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan senantiasa melakukan kajian atas berbagai alternatif strategis dan peluang pengembangan usaha'
  - Assumptions: Kajian alternatif strategis dapat mengarah pada aksi korporasi tertentu.
  - Caveats: Tidak ada indikasi spesifik mengenai jenis aksi korporasi atau waktu pelaksanaan.

### Risks / uncertainties

- Volatilitas harga saham yang menjadi perhatian BEI pada periode 18-21 Agustus 2026.
- Potensi aksi korporasi di masa depan karena Perseroan sedang mengkaji alternatif strategis, meskipun belum ada keputusan final.
- Ketidakpastian terkait perubahan pengurus entitas anak yang disebutkan dalam surat sebelumnya, namun tidak dirinci dalam dokumen ini.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; pergerakan harga saham mungkin dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan.
- Volatilitas transaksi efek WIRG pada periode 18-21 Agustus 2026 menjadi dasar permintaan penjelasan BEI.

---

## YPAS

**Window:** 2026-08-26 → 2026-08-27

**Announcements:** 2

### Overview

YPAS mengumumkan rencana dan penyampaian materi Public Expose Insidentil yang diminta oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Public Expose akan digelar pada 28 Agustus 2026. Materi yang disampaikan mengungkapkan kinerja operasional dan keuangan semester I 2026: realisasi produksi dan pendapatan di bawah target, namun laba bersih melampaui target secara signifikan. Manajemen menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan, tidak ada rencana aksi korporasi, dan tidak ada rencana divestasi dari pemegang saham mayoritas. Pentingnya secara korporasi: transparansi kepada publik dan pasar, klarifikasi kinerja, serta penegasan tidak adanya aksi korporasi yang dapat mempengaruhi struktur modal atau kepemilikan.

### Material changes

- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau strategi yang diumumkan dalam periode ini.
- Manajemen menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi dan tidak ada rencana divestasi dari pemegang saham mayoritas.
- Strategi yang disebutkan: meningkatkan pasar lokal sektor pangan, meningkatkan ketersediaan bahan baku, menjaga produktivitas, peremajaan mesin produksi, efisiensi biaya, dan meningkatkan pangsa pasar ekspor.

### Key financial figures

- **Target Produksi:** 13.500 ton (Semester I 2026 (per Juni 2026))
- **Realisasi Produksi:** 6.252 ton (Semester I 2026 (per Juni 2026))
- **Target Pendapatan:** Rp380 miliar (Semester I 2026 (per Juni 2026))
- **Realisasi Pendapatan:** Rp196 miliar (Semester I 2026 (per Juni 2026))
- **Target Profitabilitas:** Rp5,5 miliar (Semester I 2026 (per Juni 2026))
- **Realisasi Profitabilitas:** Rp15,5 miliar (Semester I 2026 (per Juni 2026))
- **Penjualan Bersih:** Rp196.446 juta (Juni 2026)
- **Penjualan Bersih:** Rp171.934 juta (Juni 2025)
- **Laba Bruto:** Rp35.768 juta (Juni 2026)
- **Laba Bruto:** Rp10.083 juta (Juni 2025)
- **Laba (Rugi) Tahun Berjalan:** Rp15.550 juta (Juni 2026)
- **Laba (Rugi) Tahun Berjalan:** -Rp3.611 juta (Juni 2025)
- **Aset Lancar:** Rp202.004 juta (Juni 2026)
- **Aset Lancar:** Rp158.545 juta (Desember 2025)
- **Aset Tidak Lancar:** Rp97.225 juta (Juni 2026)
- **Aset Tidak Lancar:** Rp104.478 juta (Desember 2025)
- **Liabilitas Jangka Pendek:** Rp99.240 juta (Juni 2026)
- **Liabilitas Jangka Pendek:** Rp78.822 juta (Desember 2025)
- **Liabilitas Jangka Panjang:** Rp54.332 juta (Juni 2026)
- **Liabilitas Jangka Panjang:** Rp54.247 juta (Desember 2025)
- **Ekuitas:** Rp145.656 juta (Juni 2026)
- **Ekuitas:** Rp129.954 juta (Desember 2025)

### Expansion projects

- Peremajaan mesin produksi disebut sebagai strategi, namun tidak ada nilai capex, jadwal, atau detail spesifik.

### Capital structure

- Ekuitas Juni 2026 Rp145.656 juta, naik 12,1% dari Des 2025 Rp129.954 juta.

### Listing / regulatory

- Permintaan Public Expose oleh BEI dengan referensi surat Peng-SPT-00148/BEI.WAS/08-2026.
- Penyampaian materi Public Expose Insidentil kepada Bursa Efek Indonesia.
- Public Expose Insidentil direncanakan pada 28 Agustus 2026.
- Manajemen menyatakan tidak ada informasi material sesuai POJK yang belum diungkapkan.

### Analytical scenarios

- **Rencana Public Expose Insidentil** [explicit_fact, high]: YPAS mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Insidentil pada 28 Agustus 2026, atas permintaan BEI dengan referensi surat Peng-SPT-00148/BEI.WAS/08-2026.
  - Basis: Pengumuman 20260826135533-03.E/CS/08-2026_id-id
- **Kinerja produksi dan pendapatan di bawah target** [explicit_fact, high]: Realisasi produksi 6.252 ton dari target 13.500 ton (pencapaian 46%), realisasi pendapatan Rp196 miliar dari target Rp380 miliar (pencapaian 51,5%).
  - Basis: Materi Public Expose (20260827163337-04.E/CS/08-2026_id-id)
- **Laba bersih melampaui target** [explicit_fact, high]: Realisasi laba Rp15,5 miliar dari target Rp5,5 miliar (pencapaian 283%).
  - Basis: Materi Public Expose (20260827163337-04.E/CS/08-2026_id-id)
- **Tidak ada aksi korporasi atau divestasi** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi dan tidak ada rencana divestasi dari pemegang saham mayoritas.
  - Basis: Materi Public Expose (20260827163337-04.E/CS/08-2026_id-id)
- **Pencapaian produksi** [derived_calculation, high]: Realisasi produksi 6.252 ton dibanding target 13.500 ton = 46,3%, sesuai slide pencapaian 46%.
  - Basis: Target 13.500 ton; Realisasi 6.252 ton
  - Assumptions: Pencapaian dihitung sebagai realisasi/target
- **Pencapaian pendapatan** [derived_calculation, high]: Realisasi pendapatan Rp196 miliar dibanding target Rp380 miliar = 51,6%, sesuai slide pencapaian 51,5%.
  - Basis: Target Rp380 miliar; Realisasi Rp196 miliar
  - Assumptions: Pencapaian dihitung sebagai realisasi/target
- **Pencapaian profitabilitas** [derived_calculation, high]: Realisasi laba Rp15,5 miliar dibanding target Rp5,5 miliar = 281,8%, sesuai slide 283%.
  - Basis: Target Rp5,5 miliar; Realisasi Rp15,5 miliar
  - Assumptions: Pencapaian dihitung sebagai realisasi/target
- **Pertumbuhan penjualan bersih** [derived_calculation, high]: Penjualan bersih Juni 2026 Rp196.446 juta vs Juni 2025 Rp171.934 juta = kenaikan 14,3%, sesuai slide.
  - Basis: Penjualan bersih Juni 2026: Rp196.446 juta; Penjualan bersih Juni 2025: Rp171.934 juta
  - Assumptions: Pertumbuhan dihitung sebagai (2026-2025)/2025
- **Pertumbuhan laba bruto** [derived_calculation, high]: Laba bruto Juni 2026 Rp35.768 juta vs Juni 2025 Rp10.083 juta = kenaikan 254,7%, sesuai slide.
  - Basis: Laba bruto Juni 2026: Rp35.768 juta; Laba bruto Juni 2025: Rp10.083 juta
  - Assumptions: Pertumbuhan dihitung sebagai (2026-2025)/2025
- **Pertumbuhan laba tahun berjalan** [derived_calculation, high]: Laba tahun berjalan Juni 2026 Rp15.550 juta vs Juni 2025 rugi Rp3.611 juta = perubahan 530% (dari rugi ke laba).
  - Basis: Laba tahun berjalan Juni 2026: Rp15.550 juta; Laba tahun berjalan Juni 2025: -Rp3.611 juta
  - Assumptions: Perubahan dihitung sebagai (2026-2025)/abs(2025)
- **Pertumbuhan aset lancar** [derived_calculation, high]: Aset lancar Juni 2026 Rp202.004 juta vs Des 2025 Rp158.545 juta = kenaikan 27,4%, sesuai slide.
  - Basis: Aset lancar Juni 2026: Rp202.004 juta; Aset lancar Des 2025: Rp158.545 juta
  - Assumptions: Pertumbuhan dihitung sebagai (2026-2025)/2025
- **Pertumbuhan aset tidak lancar** [derived_calculation, high]: Aset tidak lancar Juni 2026 Rp97.225 juta vs Des 2025 Rp104.478 juta = penurunan 6,9%, sesuai slide.
  - Basis: Aset tidak lancar Juni 2026: Rp97.225 juta; Aset tidak lancar Des 2025: Rp104.478 juta
  - Assumptions: Pertumbuhan dihitung sebagai (2026-2025)/2025
- **Pertumbuhan liabilitas jangka pendek** [derived_calculation, high]: Liabilitas jangka pendek Juni 2026 Rp99.240 juta vs Des 2025 Rp78.822 juta = kenaikan 25,9%, sesuai slide.
  - Basis: Liabilitas jangka pendek Juni 2026: Rp99.240 juta; Liabilitas jangka pendek Des 2025: Rp78.822 juta
  - Assumptions: Pertumbuhan dihitung sebagai (2026-2025)/2025
- **Pertumbuhan liabilitas jangka panjang** [derived_calculation, high]: Liabilitas jangka panjang Juni 2026 Rp54.332 juta vs Des 2025 Rp54.247 juta = kenaikan 0,2%, sesuai slide.
  - Basis: Liabilitas jangka panjang Juni 2026: Rp54.332 juta; Liabilitas jangka panjang Des 2025: Rp54.247 juta
  - Assumptions: Pertumbuhan dihitung sebagai (2026-2025)/2025
- **Pertumbuhan ekuitas** [derived_calculation, high]: Ekuitas Juni 2026 Rp145.656 juta vs Des 2025 Rp129.954 juta = kenaikan 12,1%, sesuai slide.
  - Basis: Ekuitas Juni 2026: Rp145.656 juta; Ekuitas Des 2025: Rp129.954 juta
  - Assumptions: Pertumbuhan dihitung sebagai (2026-2025)/2025
- **Perubahan segmen usaha** [derived_calculation, high]: Karung plastik naik signifikan dari Rp62.413 juta menjadi Rp92.838 juta (+48,7%), kantong semen turun dari Rp79.235 juta menjadi Rp47.168 juta (-40,5%), roll sheet & sandwich naik dari Rp29.210 juta menjadi Rp52.509 juta (+79,8%), lain-lain naik dari Rp1.076 juta menjadi Rp3.932 juta.
  - Basis: Data segmen usaha Juni 2025 dan Juni 2026
  - Assumptions: Perubahan dihitung sebagai (2026-2025)/2025
- **Perubahan segmen geografis** [derived_calculation, high]: Penjualan lokal turun dari Rp154.939 juta menjadi Rp152.376 juta (-1,7%), ekspor naik dari Rp16.994 juta menjadi Rp44.070 juta (+159,3%).
  - Basis: Data segmen geografis Juni 2025 dan Juni 2026
  - Assumptions: Perubahan dihitung sebagai (2026-2025)/2025
- **Alasan permintaan Public Expose oleh BEI** [analyst_hypothesis, low]: BEI meminta Public Expose Insidentil, yang mungkin terkait dengan perkembangan kinerja atau operasional yang perlu diklarifikasi, namun tidak ada informasi spesifik dalam dokumen ini.
  - Basis: Pengumuman 20260826135533-03.E/CS/08-2026_id-id
  - Assumptions: Praktik umum bahwa permintaan BEI sering terkait dengan hal-hal yang memerlukan penjelasan kepada publik.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung dalam dokumen.
- **Kinerja di bawah target** [analyst_hypothesis, medium]: Realisasi produksi dan pendapatan jauh di bawah target (masing-masing 46% dan 51,5%), kemungkinan disebabkan oleh kondisi pasar yang melemah dan kenaikan bahan baku, namun laba bersih melampaui target, mengindikasikan perbaikan margin atau efisiensi biaya.
  - Basis: Target vs realisasi produksi dan pendapatan; Target vs realisasi laba; Slide kondisi saat ini
  - Assumptions: Hubungan antara kondisi pasar dan kinerja
  - Caveats: Tidak ada rincian biaya atau margin yang diberikan
- **Penyebab kenaikan harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyatakan tidak mengetahui penyebab kenaikan harga saham, namun kinerja laba yang membaik dan peningkatan ekspor mungkin menjadi faktor pendorong.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang harga saham; Kinerja laba dan ekspor
  - Assumptions: Korelasi antara kinerja fundamental dan harga saham
  - Caveats: Manajemen secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui penyebabnya

### Risks / uncertainties

- Kenaikan harga minyak dunia dan fluktuasi kurs USD meningkatkan harga bahan baku plastik.
- Ketersediaan bahan baku terbatas akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
- Permintaan kantong semen berkurang karena penurunan infrastruktur.
- Market lokal melemah di sektor pangan dan pertambangan pada akhir triwulan kedua.
- Harga jual terkoreksi signifikan mengikuti lonjakan bahan baku.

### Items to monitor

- Hasil Public Expose pada 28 Agustus 2026, termasuk klarifikasi lebih lanjut mengenai kinerja dan strategi.
- Perkembangan harga bahan baku plastik dan dampaknya terhadap margin.
- Ketersediaan bahan baku dan dampak geopolitik terhadap pasokan.
- Perkembangan permintaan kantong semen dan pasar lokal.
- Realisasi strategi peremajaan mesin produksi dan dampaknya terhadap kapasitas.
- Perkembangan pangsa pasar ekspor dan kontribusinya terhadap pendapatan.
