# Digest emiten IDX · 27–28 Agustus 2026

**Covered:** 2026-08-27 → 2026-08-28
**Saved windows:** 1 (2026-08-27 → 2026-08-28)
**Companies:** 15

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## AGAR

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 1

### Overview

PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-10979/BEI.PP1/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026 terkait keterbukaan informasi tentang pengambilalihan. Dalam tanggapannya, AGAR menyatakan bahwa proses uji tuntas oleh calon pengendali Suprajitno Sutomo masih berlangsung dan target waktu belum ditentukan. Perusahaan juga menyatakan tidak mengetahui perkembangan rencana pembelian tambahan 60 juta saham. Terkait kinerja keuangan, AGAR melaporkan penjualan naik 59,5% YoY, laba Rp1,02 miliar (berbalik dari rugi Rp4,07 miliar), namun arus kas operasi turun 57,3% menjadi Rp11,65 miliar. Konsentrasi penjualan kepada Greenwich Technology Development Ltd. mencapai 75,9% dari total penjualan. Tidak ada fakta material lain yang belum diungkapkan.

### Material changes

- BEI mengirim surat permintaan penjelasan No. S-10979/BEI.PP1/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026 terkait keterbukaan informasi tentang pengambilalihan.
- AGAR menyampaikan tanggapan melalui surat No. 013/ASM/VIII/2026 tanggal 27 Agustus 2026, ditandatangani Direktur Utama Indra Widyadharma.
- Rencana pengambilalihan oleh Suprajitno Sutomo masih dalam proses uji tuntas; target waktu belum ditentukan.
- Perusahaan tidak mengetahui perkembangan rencana pembelian tambahan saham sekurang-kurangnya 60 juta saham dari pemegang saham lain.
- Penjualan per 30 Juni 2026 meningkat 59,5% YoY, didorong kenaikan purchase order pelanggan akibat kebutuhan bahan baku rumput laut dan lonjakan permintaan global.
- Laba per 30 Juni 2026 sebesar Rp1,02 miliar, berbalik dari rugi Rp4,07 miliar per 30 Juni 2025.
- Penjualan kepada Greenwich Technology Development Ltd. mencapai Rp107,73 miliar atau sekitar 75,9% dari total penjualan per 30 Juni 2026; piutang kepada pelanggan yang sama Rp34,30 miliar.
- Arus kas operasi turun 57,3% dari Rp27,26 miliar menjadi Rp11,65 miliar per 30 Juni 2026.
- Pembayaran kepada pemasok meningkat dari Rp61,86 miliar menjadi Rp114,63 miliar.
- Perusahaan menyatakan tidak ada informasi atau fakta material lainnya yang belum diungkapkan.
- Proses penjajakan dan negosiasi rencana transaksi masih berlangsung; para pihak masih membahas dokumen dan ketentuan pokok.
- Dokumen lampiran 1 mencantumkan daftar gudang (warehouse) di Sidoarjo, Maros, dan Makassar, namun tidak ada pernyataan eksplisit bahwa gudang-gudang tersebut adalah objek pengambilalihan.

### Key financial figures

- **penjualan:** Rp107,73 miliar (30 Juni 2026 (kepada Greenwich Technology Development Ltd.))
- **penjualan:** 59,5% YoY (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **laba_bersih:** Rp1,02 miliar (30 Juni 2026)
- **rugi_bersih:** Rp4,07 miliar (30 Juni 2025)
- **piutang_usaha:** Rp34,30 miliar (30 Juni 2026 (kepada Greenwich Technology Development Ltd.))
- **arus_kas_operasi:** Rp11,65 miliar (30 Juni 2026)
- **arus_kas_operasi:** Rp27,26 miliar (30 Juni 2025)
- **pembayaran_kepada_pemasok:** Rp114,63 miliar (30 Juni 2026)
- **pembayaran_kepada_pemasok:** Rp61,86 miliar (30 Juni 2025)

### Corporate actions

- Rencana pengambilalihan (akuisisi) oleh Suprajitno Sutomo - masih dalam uji tuntas, target waktu belum ditentukan.

### Management / control changes

- Rencana pengambilalihan oleh Suprajitno Sutomo - proses uji tuntas masih berlangsung, target waktu belum ditentukan.

### Capital structure

- Rencana pembelian tambahan saham sekurang-kurangnya 60 juta saham dari pemegang saham lainnya - perkembangan tidak diketahui perusahaan.

### Listing / regulatory

- Tanggapan atas surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia No. S-10979/BEI.PP1/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Perubahan pembayaran pemasok** [derived_calculation, high]: Pembayaran kepada pemasok meningkat sebesar Rp52,77 miliar (dari Rp61,86 miliar menjadi Rp114,63 miliar), atau sekitar 85,3%.
  - Basis: Rp114,63 miliar - Rp61,86 miliar = Rp52,77 miliar; (Rp52,77 / Rp61,86) * 100 = 85,3%
- **Penurunan arus kas operasi** [derived_calculation, high]: Penurunan arus kas operasi sebesar Rp15,61 miliar (dari Rp27,26 miliar menjadi Rp11,65 miliar), atau sekitar 57,3%.
  - Basis: Rp27,26 miliar - Rp11,65 miliar = Rp15,61 miliar; (Rp15,61 / Rp27,26) * 100 = 57,3%
- **Keberlanjutan laba** [analyst_hypothesis, low]: Laba yang dilaporkan mungkin belum tentu berkelanjutan karena tingginya konsentrasi penjualan kepada satu pelanggan (75,9%) dan penurunan arus kas operasi yang signifikan, meskipun perusahaan mengklaim perbaikan operasional.
  - Basis: Konsentrasi penjualan 75,9% kepada Greenwich; Arus kas operasi turun 57,3%
  - Caveats: Perusahaan menyatakan laba mencerminkan perbaikan operasional, tetapi tidak ada rincian faktor non-recurring.; Konsentrasi pelanggan dan penurunan arus kas dapat menjadi indikator risiko.
- **Isi tanggapan** [analyst_hypothesis, low]: Lampiran 'S Tanggapan S-10979_BEI.PP1_08-2026_No 1-6.pdf' kemungkinan berisi jawaban rinci atas enam poin pertanyaan dari BEI, namun isi tidak tersedia dalam dokumen ini.
  - Basis: Nama lampiran: S Tanggapan S-10979_BEI.PP1_08-2026_No 1-6.pdf
  - Assumptions: Nomor 1-6 pada nama lampiran merujuk pada enam poin pertanyaan dari BEI.
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi eksplisit mengenai jumlah pertanyaan atau isi jawaban.
- **Keterkaitan pengambilalihan dengan lokasi gudang** [analyst_hypothesis, low]: Lokasi gudang yang tercantum mungkin terkait dengan aset yang menjadi bagian dari transaksi pengambilalihan, namun tidak ada informasi eksplisit yang menghubungkan keduanya.
  - Basis: Dokumen menyebutkan pengambilalihan dan mencantumkan daftar gudang
  - Assumptions: Asumsi bahwa daftar gudang disertakan karena relevan dengan transaksi
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit bahwa gudang-gudang tersebut adalah objek pengambilalihan.

### Risks / uncertainties

- Target waktu pengambilalihan belum ditentukan dan bergantung pada hasil uji tuntas dan negosiasi.
- Perusahaan tidak mengetahui perkembangan rencana pembelian tambahan saham 60 juta saham.
- Konsentrasi penjualan yang tinggi kepada satu pelanggan (75,9%) menimbulkan risiko ketergantungan.
- Penurunan arus kas operasi yang signifikan (57,3%) meskipun laba positif.
- Proses negosiasi transaksi masih berlangsung dan belum ada kepastian.

### Items to monitor

- Perubahan pengendalian potensial melalui pengambilalihan oleh Suprajitno Sutomo, meskipun masih dalam tahap uji tuntas.
- Kinerja keuangan yang membaik (laba positif) namun dengan arus kas operasi yang menurun tajam.
- Konsentrasi penjualan yang sangat tinggi kepada satu pelanggan (Greenwich Technology Development Ltd.) dapat menjadi perhatian investor.
- Ketidakpastian mengenai rencana pembelian tambahan saham 60 juta saham.

---

## ARCI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 1

### Overview

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menyampaikan laporan keuangan interim auditan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian dari KAP Purwanto Susanti dan Surja. Kinerja keuangan menunjukkan peningkatan signifikan: pendapatan usaha naik dari USD 192,43 juta menjadi USD 322,29 juta, dan laba bersih naik dari USD 34,81 juta menjadi USD 81,47 juta. Terdapat distribusi dividen kas sebesar USD 30,00 juta dan pembentukan cadangan umum sebesar USD 0,20 juta. Tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, private placement, saham bonus, stock split, buyback, merger, akuisisi, atau divestasi yang teridentifikasi. Belanja modal utama meliputi perolehan aset tetap, aset eksplorasi, dan properti pertambangan dengan total USD 58,77 juta. Fasilitas kredit Bank Mandiri diperpanjang hingga 8 Maret 2027.

### Material changes

- Laporan keuangan interim auditan untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026, opini Wajar Tanpa Modifikasian oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja.
- Total aset per 30 Juni 2026: USD 1.074.611.806, meningkat dari USD 1.026.763.377 per 31 Desember 2025.
- Total liabilitas per 30 Juni 2026: USD 660.973.156, menurun dari USD 663.835.665 per 31 Desember 2025.
- Total ekuitas per 30 Juni 2026: USD 413.638.650, meningkat dari USD 362.927.712 per 31 Desember 2025.
- Penjualan dan pendapatan usaha per 30 Juni 2026: USD 322.288.365, meningkat dari USD 192.431.600 per 30 Juni 2025.
- Jumlah laba (rugi) per 30 Juni 2026: USD 81.469.865, meningkat dari USD 34.808.651 per 30 Juni 2025.
- Distribusi dividen kas sebesar USD 30.000.000 pada periode berjalan.
- Pembentukan cadangan umum sebesar USD 200.000 pada periode berjalan.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi: USD 92.133.771; investasi: -USD 58.765.115; pendanaan: -USD 34.621.927.
- Kas dan setara kas akhir: USD 22.920.611 (31 Des 2025: USD 24.882.783).
- Pembayaran perolehan aset tetap: USD 15.199.075; aset eksplorasi dan evaluasi: USD 4.498.126; properti pertambangan: USD 39.067.914.
- Utang bank jangka panjang neto per 30 Juni 2026: USD 425.550.803.
- Utang bank jangka pendek dalam mata uang asing per 30 Juni 2026: USD 49.041.039.
- Fasilitas kredit dari Bank Mandiri: modal kerja AS$50 juta, non-cash loan AS$10 juta, treasury line AS$278,6 juta, diperpanjang sampai 8 Maret 2027.
- Emiten tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sektor Basic Materials, subindustri Gold.
- Saham biasa tidak berubah: 20.590.605 (dalam ribuan) per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
- Kepentingan non-pengendali meningkat dari USD 737.391 menjadi USD 1.852.273 (dalam ribuan).

### Key financial figures

- **Total aset:** 1.074.611.806 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** 1.026.763.377 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas:** 660.973.156 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 663.835.665 (31 Desember 2025)
- **Total ekuitas:** 413.638.650 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 362.927.712 (31 Desember 2025)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 322.288.365 (6M 2026)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 192.431.600 (6M 2025)
- **Beban pokok penjualan dan pendapatan:** -176.279.103 (6M 2026)
- **Jumlah laba bruto:** 146.009.262 (6M 2026)
- **Jumlah laba (rugi) sebelum pajak penghasilan:** 129.407.426 (6M 2026)
- **Jumlah laba (rugi):** 81.469.865 (6M 2026)
- **Jumlah laba (rugi):** 34.808.651 (6M 2025)
- **Laba per saham dasar:** 0.0032 (6M 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 92.133.771 (6M 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -58.765.115 (6M 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** -34.621.927 (6M 2026)
- **Kas dan setara kas akhir:** 22.920.611 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas akhir:** 24.882.783 (31 Desember 2025)
- **Pembayaran perolehan aset tetap:** 15.199.075 (6M 2026)
- **Pembayaran perolehan aset eksplorasi dan evaluasi:** 4.498.126 (6M 2026)
- **Pembayaran perolehan properti pertambangan:** 39.067.914 (6M 2026)
- **Utang bank jangka panjang neto:** 425.550.803 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek dalam mata uang asing:** 49.041.039 (30 Juni 2026)
- **Persediaan bersih:** 183.670.371 (30 Juni 2026)
- **Nilai buku aset tetap:** 144.535.001 (30 Juni 2026)
- **Aset dalam penyelesaian:** 45.357.481 (30 Juni 2026)
- **Aset dalam penyelesaian:** 37.658.512 (31 Desember 2025)

### Corporate actions

- Distribusi dividen kas sebesar USD 30.000.000 pada periode berjalan.
- Pembentukan cadangan umum sebesar USD 200.000 pada periode berjalan.

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar USD 15.199.075 (6M 2026).
- Pembayaran untuk perolehan aset eksplorasi dan evaluasi sebesar USD 4.498.126 (6M 2026).
- Pembayaran untuk perolehan properti pertambangan sebesar USD 39.067.914 (6M 2026).
- Penambahan aset dalam penyelesaian sebesar USD 13.217.614 (6M 2026).

### Capital structure

- Saham biasa tidak berubah: 20.590.605 (dalam ribuan) per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
- Tambahan modal disetor: USD 113.564.722 (30 Juni 2026) vs USD 113.564.724 (31 Desember 2025).
- Kepentingan non-pengendali meningkat dari USD 737.391 menjadi USD 1.852.273 (dalam ribuan).
- Tidak ada penerbitan saham baru atau transaksi treasuri.

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sektor Basic Materials, subindustri Gold.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan usaha naik 67,5% dari USD 192.431.600 menjadi USD 322.288.365.
  - Basis: (322.288.365 - 192.431.600) / 192.431.600
  - Assumptions: Angka dalam USD
- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih naik 134,1% dari USD 34.808.651 menjadi USD 81.469.865.
  - Basis: (81.469.865 - 34.808.651) / 34.808.651
  - Assumptions: Angka dalam USD
- **Marjin laba bruto** [derived_calculation, high]: Marjin laba bruto untuk periode 30 Juni 2026 adalah 45,3% (146.009.262 / 322.288.365), sedangkan untuk periode 30 Juni 2025 adalah 40,4% (77.739.326 / 192.431.600).
  - Basis: 146.009.262 / 322.288.365; 77.739.326 / 192.431.600
  - Assumptions: Angka dalam USD
- **Rasio utang terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas per 30 Juni 2026 adalah 1,60 (660.973.156 / 413.638.650), dan per 31 Desember 2025 adalah 1,83 (663.835.665 / 362.927.712).
  - Basis: 660.973.156 / 413.638.650; 663.835.665 / 362.927.712
  - Assumptions: Angka dalam USD
- **Total pengeluaran investasi utama** [derived_calculation, medium]: Total pengeluaran aset tetap, eksplorasi, dan properti pertambangan = USD 58.765.115, sama dengan arus kas investasi bersih.
  - Basis: 15.199.075 + 4.498.126 + 39.067.914
  - Assumptions: Tidak ada arus masuk investasi lain
  - Caveats: Baris lain mungkin kosong
- **Konsentrasi pelanggan** [derived_calculation, high]: Empat pelanggan teratas menyumbang 78,3% dari pendapatan pihak ketiga.
  - Basis: 86.273.344 + 79.153.574 + 54.673.085 + 32.390.606 = 252.490.609; 252.490.609 / 322.288.365
  - Assumptions: Angka penjualan adalah bagian dari total pendapatan
- **Ekspansi kapasitas** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan aset dalam penyelesaian dan properti pertambangan mengindikasikan proyek ekspansi atau pengembangan tambang, namun detail tidak diungkapkan.
  - Basis: Aset dalam penyelesaian naik dari USD 37.658.512 menjadi USD 45.357.481; properti pertambangan naik USD 35.560.940
  - Assumptions: Kenaikan mencerminkan pengeluaran eksplorasi/pengembangan
  - Caveats: Penyebab tidak dijelaskan; bisa reklasifikasi atau penilaian
- **Peningkatan laba dan dividen** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan laba yang signifikan mungkin menjadi dasar pembagian dividen kas sebesar USD 30.000.000, namun tidak ada pernyataan eksplisit mengenai hubungan tersebut.
  - Basis: Laba bersih naik menjadi USD 81.469.865; Dividen kas USD 30.000.000
  - Assumptions: Manajemen memutuskan membagikan dividen dari laba berjalan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Konsentrasi pelanggan tinggi (78,3% dari empat pelanggan) dapat menimbulkan risiko jika salah satu pelanggan berhenti membeli.
- Arus kas investasi negatif besar (-USD 58.765.115) menunjukkan pengeluaran modal signifikan tanpa detail proyek atau sumber dana.
- Utang bank jangka panjang dalam USD menimbulkan risiko nilai tukar.
- Aset tetap dan persediaan digunakan sebagai jaminan pinjaman, berisiko jika gagal bayar.
- Kurs konversi yang tinggi (17.856 per USD) dapat mempengaruhi nilai dalam rupiah.
- Pembelian yang melebihi 10% pendapatan konsolidasian menunjukkan konsentrasi pemasok, namun identitas pemasok tidak diungkapkan.

### Items to monitor

- Peningkatan pendapatan dan laba bersih yang signifikan dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap kinerja emiten.
- Distribusi dividen kas menunjukkan komitmen untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
- Belanja modal yang besar dapat mengindikasikan ekspansi, namun sumber dana tidak dijelaskan.
- Perpanjangan fasilitas kredit Bank Mandiri menunjukkan dukungan pendanaan dari bank.

---

## ASLI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 27-28 Agustus 2026, PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI) mengumumkan dua perubahan personel kunci dalam fungsi kepatuhan dan tata kelola: penggantian Ketua Unit Internal Audit dan Corporate Secretary. Kedua perubahan efektif pada 26 Agustus 2026 dan dilaporkan pada 27 Agustus 2026. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Perubahan ini penting secara korporasi karena menandai pembaruan manajemen di dua posisi yang bertanggung jawab atas kepatuhan regulasi dan komunikasi dengan otoritas pasar modal, meskipun tidak ada indikasi perubahan strategi atau struktur modal.

### Material changes

- Penggantian Ketua Unit Internal Audit dari Fitriati Sri Handayani menjadi Agus Priyatna, efektif 26 Agustus 2026.
- Penggantian Corporate Secretary dari Yudra Saputra menjadi Vayolla Naurah Shyfa, efektif 26 Agustus 2026.

### Management / control changes

- Ketua Unit Internal Audit: Fitriati Sri Handayani digantikan oleh Agus Priyatna, efektif 26 Agustus 2026.
- Corporate Secretary: Yudra Saputra digantikan oleh Vayolla Naurah Shyfa, efektif 26 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Pemenuhan ketentuan POJK No. 56/POJK.04/2015 tentang Unit Audit Internal.
- Pemenuhan ketentuan POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan.
- Pemenuhan kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan BEI Nomor 1-E.

### Analytical scenarios

- **Pengangkatan Ketua Internal Audit** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan Agus Priyatna diangkat sebagai Ketua Internal Audit, efektif 26 Agustus 2026, untuk memenuhi POJK No. 56/POJK.04/2015.
  - Basis: Jenis Informasi atau Fakta Material: Pengangkatan Bapak Agus Priyatna sebagai Ketua Internal Audit; Efektif pada tanggal 26 Agustus 2026
- **Dampak pengangkatan Internal Audit** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak dari pengangkatan ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik: Tidak Ada
- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Vayolla Naurah Shyfa ditunjuk sebagai Corporate Secretary baru menggantikan Yudra Saputra, efektif 26 Agustus 2026.
  - Basis: Nama Vayolla Naurah Shyfa tercantum sebagai 'Baru' dan Yudra Saputra sebagai 'Lama' pada bagian 'Jenis'; Efektif pada 26 Agustus 2026
- **Dampak perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan bahwa perubahan Sekretaris Perusahaan tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Bagian 4 dokumen lampiran 1: 'Tidak Ada'
- **Dampak perubahan Internal Audit** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Ketua Internal Audit dapat berdampak pada proses pengawasan internal, namun tidak ada informasi lebih lanjut mengenai alasan atau dampak spesifik.
  - Basis: Perubahan Ketua Unit Internal Audit
  - Assumptions: Perubahan ini mungkin terkait dengan rotasi atau pengunduran diri, tetapi tidak disebutkan dalam dokumen.
  - Caveats: Tidak ada alasan atau detail tambahan yang diberikan dalam dokumen.
- **Kontinuitas fungsi corporate secretary** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan corporate secretary kemungkinan merupakan rotasi atau penggantian personel internal, namun tidak ada informasi mengenai alasan atau dampak lebih lanjut.
  - Basis: Pengumuman hanya menyebutkan perubahan nama tanpa alasan
  - Assumptions: Perubahan ini tidak terkait dengan masalah kepatuhan atau perubahan pengendali
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dalam dokumen untuk mengonfirmasi alasan atau dampak
- **Inkonsistensi tanggal SK BEI** [analyst_hypothesis, low]: Terdapat inkonsistensi pada referensi SK Direksi BEI: nomor keputusan menyebut tahun 2021 (Kep-00015/BEI/01-2021) tetapi tanggal yang tertulis adalah 29 Januari 2023. Ini mungkin kesalahan ketik atau nomor keputusan yang salah, namun tidak mempengaruhi substansi pengangkatan.
  - Basis: Dokumen lampiran 2: 'Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00015/BEI/01-2021 tanggal 29 Januari 2023'
  - Assumptions: Nomor keputusan dan tanggal seharusnya konsisten; salah satu di antaranya mungkin salah ketik.
  - Caveats: Tidak ada informasi lain untuk memverifikasi kebenaran nomor atau tanggal SK BEI tersebut.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan Ketua Internal Audit.
- Tidak ada rincian mengenai kualifikasi atau latar belakang pengganti.
- Tidak ada informasi apakah posisi Kepala Internal Audit sebelumnya kosong atau diisi oleh pihak lain.
- Inkonsistensi tanggal pada referensi SK Direksi BEI (nomor 2021 vs tanggal 2023) dapat menimbulkan kebingungan administratif, namun tidak berdampak pada keabsahan pengangkatan.
- Tidak ada informasi mengenai latar belakang atau kualifikasi Vayolla Naurah Shyfa sebagai Sekretaris Perusahaan.

### Items to monitor

- Alasan pemberhentian Yudra Saputra sebagai Corporate Secretary.
- Kualifikasi dan latar belakang Agus Priyatna sebagai Ketua Internal Audit.
- Kualifikasi dan latar belakang Vayolla Naurah Shyfa sebagai Corporate Secretary.
- Klarifikasi inkonsistensi nomor vs tanggal SK Direksi BEI (Kep-00015/BEI/01-2021 vs 29 Januari 2023).
- Potensi pengumuman lanjutan terkait perubahan manajemen atau tata kelola.

---

## ASMI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 1

### Overview

PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek untuk posisi 31 Juli 2026. Laporan menunjukkan komposisi pemegang saham yang stabil: pemegang saham pengendali (PT Indomitra Prima Sejati) memiliki 90.215.000 saham (1,01%), PT Asuransi Jiwa Kresna memiliki 2.684.208.800 saham (29,96%), dan sisanya 6.274.171.660 saham (70,04%) dimiliki oleh pemegang saham dengan kepemilikan kurang dari 5%. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada struktur kepemilikan, kepemilikan direksi/komisaris, atau jumlah saham beredar dibandingkan bulan sebelumnya.

### Material changes

- Laporan bulanan registrasi pemegang efek untuk posisi 31 Juli 2026, disampaikan oleh PT Adimitra Jasa Korpora selaku Biro Administrasi Efek.
- Jumlah saham beredar (total saham) adalah 8.958.380.460 saham, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Pemegang saham pengendali: PT Indomitra Prima Sejati memiliki 90.215.000 saham (1,01%) per 31 Juli 2026.
- Pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih: PT Asuransi Jiwa Kresna memiliki 2.684.208.800 saham (29,96%) per 31 Juli 2026.
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris: seluruh anggota Direksi dan Komisaris memiliki 0 saham (0,00%) per 31 Juli 2026.
- Tidak ada treasury stock yang dilaporkan (0 saham).
- Free float berdasarkan laporan adalah 70,04% (6.274.171.660 saham), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar, kepemilikan pengendali, atau kepemilikan 5% lebih yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pada susunan Direksi atau Komisaris yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Kepemilikan saham oleh seluruh Direksi dan Komisaris adalah 0 saham (0,00%) per 31 Juli 2026, tidak ada perubahan yang teridentifikasi.

### Capital structure

- Jumlah saham beredar tetap 8.958.380.460 saham, tidak ada perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.
- Tidak ada treasury stock yang dilaporkan (0 saham).
- Tidak ada perubahan pada komposisi pemegang saham pengendali atau pemegang saham 5% lebih yang teridentifikasi.

### Analytical scenarios

- **Stabilitas struktur kepemilikan** [analyst_hypothesis, low]: Berdasarkan data yang tersedia, tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan saham ASMI antara bulan Juni dan Juli 2026. Namun, karena laporan ini hanya mencakup posisi akhir bulan dan tidak memberikan rincian transaksi harian, tidak dapat dipastikan apakah ada pergerakan kepemilikan di bawah 5% yang terjadi selama bulan tersebut.
  - Basis: Jumlah saham beredar dan persentase kepemilikan utama tidak berubah antara bulan Juni dan Juli 2026.
  - Assumptions: Data yang disajikan dalam laporan bulanan dianggap akurat dan sesuai dengan catatan BAE.
  - Caveats: Laporan bulanan tidak mencakup transaksi harian atau perubahan kepemilikan di bawah 5% yang mungkin terjadi.; Klasifikasi investor dan data KSEI mungkin memiliki keterbatasan verifikasi.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari evidence yang diberikan.
- Laporan bulanan ini bersifat rutin dan tidak menunjukkan perubahan signifikan pada struktur kepemilikan atau tata kelola.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada struktur kepemilikan atau jumlah saham beredar, sehingga dampak langsung terhadap valuasi atau likuiditas saham diperkirakan rendah.
- Stabilitas kepemilikan pengendali dan tidak adanya treasury stock dapat dianggap sebagai indikasi tidak adanya aksi korporasi yang memengaruhi struktur modal dalam periode tersebut.

---

## AVIA

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 1

### Overview

PT Avia Avian Tbk (AVIA) mengumumkan perubahan susunan anggota Komite Good Corporate Governance (GCG) yang berlaku efektif sejak 17 Agustus 2026 hingga 16 Agustus 2029, menggantikan masa jabatan komite sebelumnya yang berakhir pada 16 Agustus 2026. Susunan baru terdiri dari Lukas Rusli sebagai Ketua, serta Eko Hajar Prakoeswo dan Beelinda Yapri sebagai anggota. Perubahan ini dilaporkan sebagai informasi material, namun emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset yang teridentifikasi.

### Material changes

- Masa jabatan anggota Komite GCG sebelumnya berakhir pada 16 Agustus 2026.
- Susunan anggota Komite GCG yang baru: Ketua Lukas Rusli, Anggota Eko Hajar Prakoeswo, Anggota Beelinda Yapri.
- Susunan baru berlaku sejak 17 Agustus 2026 sampai dengan 16 Agustus 2029, kecuali diberhentikan lebih awal oleh Dewan Komisaris.
- Perubahan susunan anggota Komite GCG dilaporkan sebagai informasi material.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Keterbukaan informasi disampaikan berdasarkan POJK No. 31/POJK.04/2015, POJK No. 45 Tahun 2024, Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-E, dan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris No. 009/AA/SK/KOM/VIII/2026 tanggal 27 Agustus 2026.

### Management / control changes

- Perubahan susunan anggota Komite Good Corporate Governance (GCG) - Ketua: Lukas Rusli, Anggota: Eko Hajar Prakoeswo, Anggota: Beelinda Yapri, berlaku 17 Agustus 2026 - 16 Agustus 2029.

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi disampaikan berdasarkan POJK No. 31/POJK.04/2015, POJK No. 45 Tahun 2024, dan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Perubahan susunan Komite GCG** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan perubahan susunan anggota Komite GCG dengan komposisi baru: Ketua Lukas Rusli, Anggota Eko Hajar Prakoeswo, dan Anggota Beelinda Yapri. Masa jabatan sebelumnya berakhir 16 Agustus 2026, dan susunan baru berlaku 17 Agustus 2026 hingga 16 Agustus 2029.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material poin 1, 2, dan 3 pada halaman 1 dokumen.
- **Dampak perubahan komite** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan bahwa perubahan susunan Komite GCG tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Bagian 'Dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik' diisi dengan tanda '-'.
- **Alasan perubahan komite** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan Komite GCG kemungkinan merupakan bagian dari rotasi atau pembaruan kepengurusan internal untuk memenuhi praktik tata kelola yang baik, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Masa jabatan komite sebelumnya berakhir dan diganti dengan susunan baru.
  - Assumptions: Perubahan ini merupakan langkah rutin dalam siklus tata kelola perusahaan.
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai alasan atau latar belakang perubahan.

### Risks / uncertainties

- Masa jabatan anggota Komite GCG dapat berakhir lebih awal jika diberhentikan oleh Dewan Komisaris, namun kondisi atau alasan pemberhentian dini tidak dijelaskan dalam dokumen.

---

## AWAN

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 1

### Overview

PT Era Digital Media Tbk (AWAN) mengumumkan pendirian anak usaha PT Era Global Data yang telah disahkan sebagai badan hukum pada 27 Agustus 2026. Anak usaha bergerak di bidang pengolahan data, infrastruktur komputasi, hosting, keamanan siber, konsultasi komputer, real estat nonhunian, dan perdagangan besar komputer. Modal dasar anak usaha Rp1 miliar, modal ditempatkan dan disetor Rp250 juta. Perseroan memiliki 99,6% saham anak usaha, sisanya 0,4% dimiliki oleh Shaanee P Harjani. Emiten menyatakan pendirian ini diharapkan memperluas jangkauan pasar dan memperkuat kinerja Perseroan. Rincian nilai investasi, sumber dana, dan dampak kuantitatif tidak diungkapkan.

### Material changes

- Pendirian anak usaha PT Era Global Data pada 27 Agustus 2026
- Pengesahan badan hukum oleh Menteri Hukum dan HAM RI melalui SK No. AHU-0069160.AH.01.01. TAHUN 2026
- Akta Pendirian No. 274 tanggal 27 Agustus 2026 oleh Notaris Gufi Laura Patricia, S.H., M.KN.
- Modal dasar anak usaha Rp1.000.000.000 terbagi atas 1.000 saham
- Modal ditempatkan dan disetor anak usaha Rp250.000.000 terbagi atas 250 saham
- Kepemilikan Perseroan 99,6% (249 saham) senilai Rp249.000.000
- Kepemilikan Shaanee P Harjani 0,4% (1 saham) senilai Rp1.000.000
- Susunan pengurus anak usaha: Komisaris Stephanie Angelina Rosa Abraham, Direktur Utama Shaanee P Harjani
- Pelaporan berdasarkan POJK 31/2015 dan Peraturan I-E

### Key financial figures

- **modal_dasar_anak_usaha:** Rp1.000.000.000 (2026-08-27)
- **modal_ditempatkan_dan_disetor_anak_usaha:** Rp250.000.000 (2026-08-27)
- **nilai_nominal_saham_perseroan_di_anak_usaha:** Rp249.000.000 (2026-08-27)
- **nilai_nominal_saham_shaanee_p_harjani_di_anak_usaha:** Rp1.000.000 (2026-08-27)

### Corporate actions

- Pendirian anak usaha PT Era Global Data

### Expansion projects

- Pendirian anak usaha PT Era Global Data dengan bidang usaha pengolahan data, infrastruktur komputasi, hosting, keamanan siber, konsultasi komputer, real estat nonhunian, dan perdagangan besar komputer

### Management / control changes

- Susunan pengurus anak usaha: Komisaris Stephanie Angelina Rosa Abraham, Direktur Utama Shaanee P Harjani

### Capital structure

- Modal dasar anak usaha Rp1.000.000.000 terbagi atas 1.000 saham
- Modal ditempatkan dan disetor anak usaha Rp250.000.000 terbagi atas 250 saham
- Perseroan memiliki 249 saham (99,6%) senilai Rp249.000.000
- Shaanee P Harjani memiliki 1 saham (0,4%) senilai Rp1.000.000

### Listing / regulatory

- Pelaporan berdasarkan POJK 31/2015 dan Peraturan I-E

### Analytical scenarios

- **Pendirian anak usaha** [explicit_fact, high]: PT Era Digital Media Tbk mendirikan anak usaha PT Era Global Data yang disahkan pada 27 Agustus 2026.
  - Basis: Uraian informasi material menyebutkan pengesahan badan hukum dan akta pendirian
- **Kepemilikan saham anak usaha** [explicit_fact, high]: Perseroan memiliki 99,6% saham anak usaha, Shaanee P Harjani memiliki 0,4%.
  - Basis: Pemegang saham: Perseroan 99,6% (249 lembar), Shaanee P Harjani 0,4% (1 lembar)
- **Persentase kepemilikan berdasarkan jumlah saham** [derived_calculation, high]: Kepemilikan Perseroan 249/250 = 99,6%, Shaanee P Harjani 1/250 = 0,4%.
  - Basis: Modal ditempatkan 250 saham, Perseroan 249 saham, Shaanee 1 saham
  - Assumptions: Tidak ada saham lain selain yang disebutkan
- **Dampak strategis pendirian anak usaha** [analyst_hypothesis, low]: Pendirian anak usaha di bidang pengolahan data dan infrastruktur komputasi dapat menjadi langkah diversifikasi bisnis Perseroan, namun dampak finansial belum dapat diukur.
  - Basis: Bidang usaha anak usaha berbeda dari bidang usaha utama Perseroan yang fokus pada konten dan mobile game
  - Assumptions: Manajemen bermaksud memperluas lini bisnis
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai nilai investasi, pendapatan, atau proyeksi keuangan

### Risks / uncertainties

- Rincian anak usaha tidak diungkapkan dalam dokumen utama
- Dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan
- Tidak ada informasi mengenai nilai investasi atau sumber dana untuk pendirian anak usaha
- Tidak ada informasi mengenai dampak kuantitatif terhadap kinerja keuangan Perseroan
- Tidak ada informasi mengenai rencana operasional atau target pendapatan anak usaha

### Items to monitor

- Pendirian anak usaha dapat memperluas jangkauan pasar dan memperkuat kinerja Perseroan (klaim emiten)

---

## BEBS

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 1

### Overview

PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan media. Perseroan menyatakan operasional tetap berjalan, namun utilisasi pabrik rendah (13,58%) dan laporan keuangan belum disampaikan sejak Triwulan III 2024. Data keuangan internal menunjukkan penurunan pendapatan dan laba bruto pada 2025, tetapi laba bersih meningkat. Tidak ada aksi korporasi yang direncanakan dalam 3 bulan ke depan.

### Material changes

- Kegiatan operasional Perseroan tetap berlangsung secara berkelanjutan, tidak ada penghentian kegiatan operasional secara sebagian maupun seluruhnya.
- Terdapat 14 proyek existing dengan status progres penyelesaian 80%-100% dan nilai kontrak bervariasi.
- Terdapat 8 proyek pipeline yang masih dalam tahap penjajakan, negosiasi, dan/atau proses pengadaan, belum ada perjanjian mengikat.
- Utilisasi pabrik rata-rata 13,58% dengan produksi rata-rata 2.444 m³/bulan dari kapasitas maksimal 18.000 m³/bulan.
- Perseroan belum menyampaikan laporan keuangan sejak Laporan Keuangan Interim Triwulan III Tahun 2024.
- Perseroan sedang melakukan proses penyelesaian laporan keuangan, termasuk restatement, dan menargetkan penyampaian laporan keuangan tertunda mulai Kuartal I 2027.
- Data keuangan internal (management accounts) menunjukkan pendapatan 2025 sebesar Rp27,98 miliar, menurun dari Rp43,51 miliar pada 2024.
- Laba bersih 2025 sebesar Rp4,54 miliar, meningkat dari Rp2,83 miliar pada 2024.
- Tidak ada aksi korporasi yang telah diputuskan atau ditetapkan oleh organ Perseroan dalam 3 bulan ke depan.
- Tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan kepada publik.

### Key financial figures

- **Revenue:** 43.514.281.567 (2024)
- **Revenue:** 27.983.491.076 (2025)
- **Gross Profit:** 20.984.416.627 (2024)
- **Gross Profit:** 8.412.567.265 (2025)
- **EBITDA:** 14.394.896.342 (2024)
- **EBITDA:** 2.301.782.055 (2025)
- **Net Profit / (Loss):** 2.837.986.426 (2024)
- **Net Profit / (Loss):** 4.540.231.869 (2025)
- **Cash & Cash Equivalent:** 5.331.682.884 (2024)
- **Cash & Cash Equivalent:** 4.489.964.997 (2025)
- **Current Liabilities:** 56.050.820.634 (2024)
- **Current Liabilities:** 58.398.768.869 (2025)

### Listing / regulatory

- Perseroan belum menyampaikan laporan keuangan sejak Triwulan III 2024, dan sedang dalam proses penyelesaian laporan keuangan termasuk restatement.
- Perseroan menargetkan penyampaian laporan keuangan tertunda mulai Kuartal I 2027.

### Analytical scenarios

- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan 2025 turun sekitar 35,7% dibanding 2024, dihitung dari (27.983.491.076 - 43.514.281.567) / 43.514.281.567.
  - Basis: Revenue 2024: 43.514.281.567; Revenue 2025: 27.983.491.076
- **Peningkatan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih 2025 meningkat sekitar 60% dibanding 2024, dihitung dari (4.540.231.869 - 2.837.986.426) / 2.837.986.426.
  - Basis: Net Profit 2024: 2.837.986.426; Net Profit 2025: 4.540.231.869
- **Risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Rendahnya utilisasi pabrik dan penundaan laporan keuangan dapat mengindikasikan risiko kelangsungan usaha, namun manajemen menyatakan tidak ada penghentian operasional.
  - Basis: Utilisasi rata-rata 13,58%; Belum menyampaikan laporan keuangan sejak Triwulan III 2024
  - Caveats: Manajemen menyatakan operasional tetap berjalan; Tidak ada informasi material yang belum diungkapkan

### Risks / uncertainties

- Utilisasi pabrik rendah (13,58%) menunjukkan kapasitas produksi belum optimal.
- Keterlambatan penyampaian laporan keuangan sejak Triwulan III 2024 dan rencana restatement menimbulkan ketidakpastian mengenai akurasi data keuangan.
- Proyek pipeline belum memiliki perjanjian mengikat, sehingga realisasi pendapatan belum pasti.
- Liabilitas jangka pendek meningkat dari Rp56,05 miliar menjadi Rp58,40 miliar, sementara kas menurun.
- Target penyampaian laporan keuangan pada Kuartal I 2027 masih estimasi dan dapat berubah.

### Items to monitor

- Keterlambatan penyampaian laporan keuangan dan utilisasi rendah dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap kelangsungan usaha.
- Tidak ada aksi korporasi yang direncanakan dalam 3 bulan ke depan, sehingga tidak ada katalis korporasi jangka pendek.

---

## BWPT

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 1

### Overview

BWPT menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan media massa yang mengaitkan investasi pada saham Perseroan dengan FELDA dan FIC Properties Sdn. Bhd. (FICP). Perseroan menyatakan bahwa FICP tercatat sebagai pemegang saham, bukan FELDA, dan tidak memiliki hubungan korporasi atau kontraktual dengan FELDA. Perseroan bukan pihak dalam transaksi atau perjanjian yang mendasari pemberitaan, termasuk perjanjian put option. Tidak ada perubahan kepemilikan saham FICP, tidak ada kewajiban, komitmen, jaminan, undertaking, eksposur, sengketa, atau dampak material terhadap laporan keuangan, operasional, kondisi keuangan, likuiditas, struktur permodalan, maupun kelangsungan usaha. Kinerja operasional dan keuangan tetap normal dengan pertumbuhan double digit year-on-year. Dokumen utama (surat tanggapan) tidak menyertakan lampiran, sehingga klarifikasi substantif hanya tersedia pada lampiran terpisah.

### Material changes

- FICP tercatat sebagai pemegang saham Perseroan; FELDA tidak tercatat sebagai pemegang saham.
- Tidak terdapat perubahan kepemilikan saham FICP pada Perseroan sampai dengan tanggal surat (27 Agustus 2026).
- Perseroan tidak memiliki hubungan korporasi maupun kontraktual dengan FELDA sehubungan dengan kepemilikan saham Perseroan.
- Perseroan bukan merupakan pihak dalam transaksi atau perjanjian yang mendasari pemberitaan, termasuk perjanjian put option.
- Tidak terdapat kewajiban, komitmen, jaminan, undertaking, maupun eksposur lain yang menjadi tanggung jawab Perseroan berdasarkan perjanjian transaksi tersebut.
- Tidak terdapat sengketa, gugatan, arbitrase, proses hukum, atau korespondensi resmi yang melibatkan Perseroan sehubungan dengan transaksi investasi FICP/FELDA.
- Tidak terdapat dampak terhadap laporan keuangan Perseroan, termasuk kewajiban kontinjensi, aset kontinjensi, provisi, atau pengungkapan lainnya.
- Permasalahan yang diberitakan tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, likuiditas, struktur permodalan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
- Kinerja operasional dan keuangan Perseroan tetap terjaga dengan baik serta terus menunjukkan pertumbuhan double digit secara year-on-year.
- Terdapat 2 (dua) perwakilan FICP yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan.
- Pemerintah Malaysia memperkirakan potensi kerugian FELDA dapat mencapai sekitar RM2,5 miliar (berdasarkan pemberitaan, bukan pernyataan Perseroan).
- Perseroan tidak memiliki kewajiban maupun eksposur atas potensi kerugian FELDA sebesar RM2,5 miliar.
- Perseroan tidak menerima informasi dari FICP mengenai perkembangan material terkait permasalahan tersebut yang berdampak langsung terhadap operasional atau keuangan Perseroan.

### Key financial figures

- **potensi_kerugian_felda:** RM2,5 miliar (tidak_disebutkan_dalam_dokumen_berdasarkan_pemberitaan_media_massa)

### Management / control changes

- Terdapat 2 (dua) perwakilan FICP yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan (pernyataan Perseroan, tanpa nama atau tanggal pengangkatan).

### Capital structure

- FICP tercatat sebagai pemegang saham Perseroan.
- FELDA tidak tercatat sebagai pemegang saham Perseroan.
- Kepemilikan saham FICP pada Perseroan tetap sama dan tidak terdapat perubahan kepemilikan saham.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI melalui surat nomor S-11036/BEI.PP1/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026.
- Perseroan menyampaikan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia No. S-11036/BEI.PP1/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Pemegang saham** [explicit_fact, high]: FICP tercatat sebagai pemegang saham Perseroan, sedangkan FELDA tidak tercatat sebagai pemegang saham.
  - Basis: Pihak yang tercatat sebagai pemegang saham Perseroan adalah FICP.; FELDA tidak tercatat sebagai pemegang saham Perseroan.
- **Perubahan kepemilikan** [explicit_fact, high]: Tidak terdapat perubahan kepemilikan saham FICP pada Perseroan sampai dengan tanggal surat.
  - Basis: Sampai dengan tanggal penyampaian penjelasan ini, kepemilikan saham FICP pada Perseroan tetap sama dan tidak terdapat perubahan kepemilikan saham.; Sampai dengan tanggal surat ini, tidak terdapat perubahan kepemilikan saham FICP pada Perseroan dan jumlah kepemilikannya tetap sama.
- **Hubungan dengan FELDA** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak memiliki hubungan korporasi maupun kontraktual dengan FELDA sehubungan dengan kepemilikan saham Perseroan.
  - Basis: Perseroan tidak memiliki hubungan korporasi maupun hubungan kontraktual dengan FELDA sehubungan dengan kepemilikan saham Perseroan.; FELDA bukan pemegang saham Perseroan dan Perseroan tidak memiliki hubungan kontraktual dengan FELDA terkait transaksi dimaksud.
- **Keterlibatan dalam transaksi** [explicit_fact, high]: Perseroan bukan merupakan pihak dalam transaksi atau perjanjian yang mendasari pemberitaan, termasuk perjanjian put option.
  - Basis: Perseroan bukan merupakan pihak dalam transaksi maupun perjanjian yang mendasarinya.; Perseroan bukan merupakan pihak dalam perjanjian yang mengatur hak put option.
- **Kewajiban dan eksposur** [explicit_fact, high]: Tidak terdapat kewajiban, komitmen, jaminan, undertaking, maupun eksposur lain yang menjadi tanggung jawab Perseroan berdasarkan perjanjian transaksi tersebut.
  - Basis: Berdasarkan catatan dan informasi yang dimiliki Perseroan, tidak terdapat kewajiban, komitmen, jaminan, undertaking, maupun eksposur lain berdasarkan perjanjian tersebut yang menjadi tanggung jawab Perseroan.
- **Sengketa dan proses hukum** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak menjadi pihak dalam sengketa, gugatan, arbitrase, maupun proses hukum sehubungan dengan transaksi investasi yang dimaksud.
  - Basis: Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak menjadi pihak dalam sengketa, gugatan, arbitrase, maupun proses hukum sehubungan dengan transaksi investasi yang dimaksud dalam pemberitaan.
- **Dampak laporan keuangan** [explicit_fact, high]: Tidak terdapat dampak terhadap laporan keuangan Perseroan, termasuk kewajiban kontinjensi, aset kontinjensi, provisi, maupun pengungkapan lainnya.
  - Basis: Berdasarkan catatan dan informasi yang dimiliki Perseroan sampai dengan tanggal surat ini, tidak terdapat dampak terhadap laporan keuangan Perseroan yang timbul dari permasalahan dimaksud.
- **Dampak operasional dan keuangan** [explicit_fact, high]: Permasalahan yang diberitakan tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, likuiditas, struktur permodalan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
  - Basis: Permasalahan yang diberitakan tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, likuiditas, struktur permodalan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
- **Kinerja Perseroan** [explicit_fact, high]: Kinerja operasional dan keuangan Perseroan tetap terjaga dengan baik serta terus menunjukkan pertumbuhan double digit secara year-on-year.
  - Basis: Kinerja operasional dan keuangan Perseroan tetap terjaga dengan baik serta terus menunjukkan pertumbuhan double digit secara year-on-year.
- **Perwakilan FICP di Dewan Komisaris** [explicit_fact, high]: Terdapat 2 (dua) perwakilan FICP yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan.
  - Basis: Hal tersebut antara lain tercermin dari adanya 2 (dua) perwakilan FICP yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan.
- **Potensi kerugian FELDA** [explicit_fact, high]: Pemerintah Malaysia memperkirakan potensi kerugian FELDA dapat mencapai sekitar RM2,5 miliar (berdasarkan pemberitaan, bukan pernyataan Perseroan).
  - Basis: Berdasarkan pemberitaan bahwa Pemerintah Malaysia memperkirakan potensi kerugian FELDA dapat mencapai sekitar RM2,5 miliar.
  - Caveats: Angka RM2,5 miliar berasal dari pemberitaan media massa, bukan dari laporan keuangan atau pernyataan resmi Perseroan.
- **Eksposur atas potensi kerugian FELDA** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak memiliki kewajiban maupun eksposur, baik secara langsung maupun tidak langsung, atas potensi kerugian FELDA sebesar RM2,5 miliar.
  - Basis: Perseroan tidak memiliki kewajiban maupun eksposur, baik secara langsung maupun tidak langsung, atas potensi kerugian FELDA sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan.
- **Informasi material lainnya** [explicit_fact, high]: Tidak terdapat informasi atau fakta material lainnya terkait permasalahan tersebut yang belum diungkapkan dan berdampak material terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
  - Basis: Sampai dengan tanggal surat ini, berdasarkan informasi yang dimiliki Perseroan, tidak terdapat informasi atau fakta material lainnya terkait permasalahan tersebut yang belum diungkapkan dan berdampak material terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
- **Keterbatasan informasi** [analyst_hypothesis, medium]: Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi mengenai transaksi antara FICP/FELDA dengan pihak penjual saham, termasuk put option, karena bukan merupakan pihak dalam perjanjian. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa transaksi tersebut terjadi di tingkat pemegang saham dan tidak melibatkan Perseroan secara langsung.
  - Basis: Perseroan tidak memiliki informasi mengenai kronologi maupun struktur transaksi yang dimaksud dalam pemberitaan, mengingat Perseroan bukan merupakan pihak dalam transaksi maupun perjanjian yang mendasarinya.; Perseroan bukan merupakan pihak dalam perjanjian yang mengatur hak put option.
  - Assumptions: Transaksi yang diberitakan terjadi di antara pemegang saham atau pihak eksternal, bukan di tingkat Perseroan.
  - Caveats: Hipotesis ini didasarkan pada pernyataan Perseroan bahwa mereka bukan pihak dalam transaksi, namun tidak ada bukti independen yang mengonfirmasi struktur transaksi sebenarnya.

### Risks / uncertainties

- Klarifikasi BWPT tidak tersedia dalam dokumen utama karena lampiran tidak disertakan, sehingga kebenaran pemberitaan tidak dapat diverifikasi dari dokumen utama.
- Pemberitaan tentang kerugian Felda Malaysia sebesar Rp10,9 triliun berpotensi mempengaruhi persepsi pasar terhadap BWPT, namun dampaknya belum dapat dinilai tanpa klarifikasi.
- Perseroan tidak dapat mengonfirmasi atau memberikan penjelasan atas informasi atau isu yang bersumber dari, berkaitan dengan, atau merupakan urusan internal FELDA.
- Perseroan tidak memiliki informasi mengenai kronologi, struktur transaksi, ketentuan perjanjian, maupun hak dan kewajiban pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi antara FICP/FELDA dan pihak penjual saham.
- Perseroan tidak memiliki informasi mengenai hak put option, termasuk dasar perjanjian, para pihak, nilai transaksi, jangka waktu, persyaratan, maupun status pelaksanaannya.
- Tidak terdapat informasi mengenai perkembangan material sejak pelaksanaan put option pada tahun 2022 yang diterima Perseroan dari FICP.
- Potensi kerugian FELDA sebesar RM2,5 miliar yang diberitakan tidak menjadi kewajiban atau tanggung jawab Perseroan, namun ketidakpastian mengenai penyelesaian permasalahan antara FICP/FELDA dan pihak penjual saham tetap ada.

### Items to monitor

- Pemberitaan media massa mengaitkan investasi pada saham Perseroan dengan FELDA dan FICP.
- Pemerintah Malaysia memperkirakan potensi kerugian FELDA dapat mencapai sekitar RM2,5 miliar.
- Terdapat isu mengenai hak put option yang diberikan dalam rangka transaksi, dengan status pelaksanaan sejak 11 Mei 2022.

---

## CBDK

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mengumumkan bahwa Danantara Indonesia memilih Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di PIK2, Tangerang, Banten sebagai lokasi penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 pada 27-30 Agustus 2026. NICE adalah aset utama CBDK yang telah beroperasi sejak Agustus 2025. Pameran ini menampilkan lebih dari 120.000 unit hunian dari lebih dari 130 pengembang swasta dan BUMN. Pengumuman ini merupakan laporan informasi material, bukan pengumuman awal aksi korporasi, melainkan informasi kegiatan operasional. Tidak ada angka keuangan baru yang diungkapkan dalam pengumuman ini, namun lampiran siaran pers memuat informasi tambahan tentang bank tanah CBDK, penggunaan dana IPO, penyertaan modal, program buyback, dan profil PANI sebagai entitas induk.

### Material changes

- Danantara Indonesia menyelenggarakan Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK2, Tangerang, Banten, pada 27-30 Agustus 2026.
- NICE adalah aset utama CBDK yang telah beroperasi sejak Agustus 2025.
- Pameran menampilkan lebih dari 120.000 unit hunian (rumah tapak dan apartemen) dari lebih dari 130 pengembang swasta dan BUMN.
- Pembiayaan perumahan melalui Himbara dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan tenor hingga 40 tahun, uang muka mulai 1%, dan suku bunga mulai 2,75%.
- CBDK memiliki bank tanah konsolidasian seluas kurang lebih 676 hektar di PIK2, Tangerang, Banten, per 30 Juni 2026.
- NICE berdiri di atas area seluas 19 hektar dengan bangunan ±300.000 m² dan kapasitas hingga 104.000 pengunjung.
- CBDK melakukan dua kali penyertaan modal pada PT Mega Andalan Sukses (MAS) dan PT Cahaya Gemilang Indah Cemerlang (CGIC) total Rp807 miliar sepanjang tahun 2025.
- CBDK melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) melalui BEI pada 20 Mei 2026 hingga 19 Agustus 2026, dengan alokasi dana maksimal Rp250 miliar dari kas internal; hingga 19 Agustus 2026 telah membeli 17.096.300 saham.
- Dana IPO CBDK pada 13 Januari 2025 sebesar Rp2,3 triliun digunakan untuk penyertaan ekuitas di PT Industri Pameran Nusantara (PT IPN) untuk membiayai pembangunan gedung MICE (NICE).
- PANI, entitas induk CBDK, memiliki 87,27% saham CBDK setelah pembelian 41,4% saham dari PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya pada akhir Desember 2025.
- PANI melaksanakan PMTHMETD IV pada 23 Juni 2026 dengan 72.476.000 saham baru pada harga Rp6.875 per saham, dicatatkan 24 Juni 2026, dana untuk penyertaan modal ke PT Panorama Eka Tunggal dan PT Karunia Utama Selaras.
- Per 30 Juni 2026, PANI mengelola bank tanah seluas 1.809 hektar.
- CBDK didirikan tahun 2000, mulai beroperasi komersial 2020, diakuisisi PANI tahun 2022.
- Produk CBDK: SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Manhattan Residence, Menara Syariah, Rumah Milenial, Bizpark PIK2, Ruko Little Siam, Rukan Petak Sembilan, SOHO The Bund.
- Presiden Komisaris CBDK: Richard Halim Kusuma.
- Pihak yang hadir pada pembukaan: Rosan Roeslani, Maruarar Sirait, Pratikno, Yusril Ihza Mahendra, Dony Oskaria, Pandu Patria Sjahrir, Muliaman D. Hadad, Andra Soni, H. Fahmi Hakim.
- Pameran mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintahan Prabowo Subianto.

### Key financial figures

- **total_land_bank:** 676 (2026-06-30)
- **capital_injections_to_subsidiaries:** 807000000000 (2025)
- **buyback_allocation:** 250000000000 (2026-05-20_to_2026-08-19)
- **buyback_shares_repurchased:** 17096300 (2026-08-19)
- **ipo_proceeds:** 2300000000000 (2025-01-13)
- **nice_building_area:** 300000 (2026-08-27)
- **nice_capacity:** 104000 (2026-08-27)
- **nice_land_area:** 19 (2026-08-27)
- **pami_ownership_percentage:** 87.27 (2025-12-31)
- **pami_land_bank:** 1809 (2026-06-30)

### Corporate actions

- buyback
- capital_injection
- ipo_proceeds_usage
- rights_issue_parent

### Expansion projects

- NICE sebagai aset utama CBDK telah beroperasi sejak Agustus 2025, dengan luas area 19 hektar, bangunan ±300.000 m², kapasitas 104.000 pengunjung.
- Dana IPO CBDK Rp2,3 triliun digunakan untuk penyertaan ekuitas di PT IPN untuk membiayai pembangunan gedung MICE (NICE).
- PANI menggunakan dana PMTHMETD III untuk pembelian 41,4% saham CBDK dan belanja modal entitas anak (Cahaya Inti Sentosa, Karunia Utama Selaras, Panorama Eka Tunggal).
- PANI menggunakan dana PMTHMETD IV untuk penyertaan modal ke PT Panorama Eka Tunggal dan PT Karunia Utama Selaras.

### Capital structure

- PANI memiliki 87,27% saham CBDK setelah pembelian 41,4% saham dari PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya pada akhir Desember 2025.
- CBDK melakukan buyback 17.096.300 saham dengan alokasi dana maksimal Rp250 miliar dari kas internal.
- PANI melaksanakan PMTHMETD IV dengan 72.476.000 saham baru pada harga Rp6.875 per saham, dicatatkan 24 Juni 2026.
- PANI melaksanakan PMTHMETD III pada September 2025 dengan 20.906.000 saham pada harga Rp14.350 per saham.
- PANI melaksanakan PMHMETD III pada akhir Desember 2025 dengan 1.212.524.098 saham baru.

### Analytical scenarios

- **Pemilihan NICE sebagai lokasi pameran** [explicit_fact, high]: Danantara Indonesia memilih NICE sebagai lokasi Danantara Housing Expo 2026, yang merupakan pengakuan terhadap aset CBDK.
  - Basis: Danantara Indonesia menyelenggarakan Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK2, Tangerang, Banten, pada 27-30 Agustus 2026.
- **Skala pameran** [explicit_fact, high]: Pameran menampilkan lebih dari 120.000 unit hunian dari lebih dari 130 pengembang, menunjukkan skala besar yang dapat meningkatkan visibilitas NICE.
  - Basis: menghadirkan lebih dari 120.000 unit hunian yang mencakup rumah tapak dan apartemen dengan lebih dari 130 pengembang swasta maupun BUMN.
- **Status operasional NICE** [explicit_fact, high]: NICE telah beroperasi sejak Agustus 2025, sehingga pada saat pameran berlangsung (Agustus 2026) telah beroperasi sekitar satu tahun.
  - Basis: NICE sebagai aset utama CBDK yang telah beroperasi sejak Agustus 2025.
- **Buyback CBDK** [explicit_fact, high]: CBDK melaksanakan pembelian kembali saham pada periode 20 Mei 2026 hingga 19 Agustus 2026 dengan alokasi dana maksimal Rp250 miliar dari kas internal, dan telah membeli 17.096.300 saham hingga 19 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen menyatakan periode buyback, alokasi dana, dan jumlah saham yang dibeli.
- **Rata-rata harga buyback** [derived_calculation, low]: Jika seluruh alokasi Rp250 miliar digunakan, rata-rata harga per saham sekitar Rp14.624 (Rp250 miliar / 17.096.300 saham). Namun, alokasi maksimal mungkin tidak seluruhnya terpakai, sehingga angka ini hanya estimasi.
  - Basis: Alokasi dana maksimal Rp250 miliar; Jumlah saham dibeli 17.096.300
  - Assumptions: Seluruh alokasi dana digunakan untuk pembelian saham.
  - Caveats: Harga aktual dapat berbeda jika alokasi tidak terpakai penuh.
- **Penggunaan dana IPO CBDK** [explicit_fact, high]: Dana IPO CBDK sebesar Rp2,3 triliun digunakan untuk penyertaan ekuitas di PT IPN untuk membiayai pembangunan gedung MICE (NICE).
  - Basis: Dokumen menyatakan dana IPO digunakan untuk penyertaan di PT IPN.
- **Kepemilikan PANI di CBDK** [explicit_fact, high]: PANI memiliki 87,27% saham CBDK setelah pembelian 41,4% saham dari PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya.
  - Basis: Dokumen menyatakan PANI menggenggam 87,27% saham CBDK.
- **Dampak ekonomi terhadap CBDK** [analyst_hypothesis, low]: Penyelenggaraan pameran di NICE berpotensi meningkatkan pendapatan dari sewa venue dan jasa terkait, namun dampak kuantitatif tidak dapat diestimasi tanpa data keuangan.
  - Basis: NICE adalah aset utama CBDK; pameran menampilkan lebih dari 120.000 unit hunian dan 130 pengembang
  - Assumptions: Pameran menghasilkan pendapatan bagi CBDK melalui sewa atau jasa
  - Caveats: Tidak ada angka pendapatan atau kontrak yang diungkapkan dalam dokumen
- **Dampak terhadap harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Pengumuman ini dapat menjadi sentimen positif bagi saham CBDK karena menunjukkan pemanfaatan aset utama, namun arah harga saham tidak dapat diprediksi.
  - Basis: NICE dipilih sebagai lokasi pameran bergengsi
  - Assumptions: Pasar merespons positif berita ini
  - Caveats: Harga saham dipengaruhi banyak faktor di luar peristiwa ini
- **Dampak buyback terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: Buyback saham dapat mengurangi jumlah saham beredar dan meningkatkan kepemilikan relatif pemegang saham lain, namun dampak pasti terhadap struktur modal tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Dokumen menyebutkan buyback sebagai strategi pengelolaan struktur permodalan.
  - Assumptions: Buyback dilakukan tanpa mengurangi modal dasar.
  - Caveats: Dampak aktual tergantung pada jumlah saham yang dibeli dan apakah saham tersebut akan ditarik dari peredaran.

### Risks / uncertainties

- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan secara rinci; hanya disebut 'sebagaimana terlampir' dan lampiran tidak tersedia dalam dokumen.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai nilai transaksi, pendapatan, atau biaya terkait penyelenggaraan pameran.
- Pernyataan prediktif dalam siaran pers mengandung risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan hasil berbeda, termasuk kondisi ekonomi, pasar, regulasi, fluktuasi nilai tukar, suku bunga, biaya konstruksi, dan persaingan.
- Tidak ada informasi mengenai pemenuhan free float atau suspensi.

### Items to monitor

- Pemilihan NICE sebagai lokasi Danantara Housing Expo 2026 dapat meningkatkan pemanfaatan aset utama CBDK.
- Pameran ini berpotensi memperkuat ekosistem hunian dan properti nasional, yang relevan dengan bisnis CBDK di bidang real estat.
- Buyback saham mencerminkan keyakinan manajemen bahwa harga saham belum merefleksikan fundamental.

---

## DILD

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 1

### Overview

Intiland Development Tbk (DILD) mengumumkan bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Bank Mayapada Internasional Tbk terhadap PT Taman Harapan Indah (THI), entitas anak Perseroan. Putusan dengan nomor perkara 204/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jkt.Pst. diterima Perseroan pada 27 Agustus 2026. Biaya perkara dibebankan kepada Pemohon PKPU sebesar Rp6.376.000. Perseroan menyatakan putusan ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha, dan meyakini THI mampu menyelesaikan kewajibannya kepada semua kreditur, termasuk Bank Mayapada. Pengumuman ini merupakan keterbukaan informasi lanjutan atas peristiwa hukum, bukan aksi korporasi baru.

### Material changes

- Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak permohonan PKPU yang diajukan oleh PT Bank Mayapada Internasional Tbk terhadap PT Taman Harapan Indah (THI), entitas anak Perseroan.
- Nomor perkara: 204/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jkt.Pst.
- Tanggal kejadian (peristiwa): 21 Agustus 2026.
- Salinan putusan diterima Perseroan pada 27 Agustus 2026.
- Biaya perkara dibebankan kepada Pemohon PKPU sejumlah Rp6.376.000,00.
- Perseroan menyatakan putusan tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.
- Perseroan meyakini THI mampu menyelesaikan seluruh kewajiban atau utang kepada semua kreditur (termasuk Bank Mayapada) secara konstruktif.

### Key financial figures

- **Biaya perkara yang dibebankan kepada Pemohon PKPU:** Rp6.376.000,00 (sampai saat ini (per 27 Agustus 2026, saat putusan diterima))

### Listing / regulatory

- Putusan pengadilan menolak permohonan PKPU terhadap entitas anak, yang merupakan peristiwa hukum yang dapat mempengaruhi status kepatuhan atau kelangsungan usaha, namun Perseroan menyatakan tidak berdampak.
- Keterbukaan informasi ini disampaikan berdasarkan POJK No. 45 Tahun 2024 dan POJK No. 31/POJK.04/2025.

### Analytical scenarios

- **Putusan pengadilan menolak PKPU** [explicit_fact, high]: Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak permohonan PKPU yang diajukan oleh PT Bank Mayapada Internasional Tbk terhadap PT Taman Harapan Indah (THI), entitas anak DILD, berdasarkan salinan putusan yang diterima Perseroan pada 27 Agustus 2026.
  - Basis: Nomor perkara 204/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jkt.Pst.; Putusan menolak permohonan PKPU
- **Biaya perkara** [explicit_fact, high]: Biaya perkara dibebankan kepada Pemohon PKPU sebesar Rp6.376.000,00.
  - Basis: Angka Rp6.376.000,00 disebutkan dalam putusan
- **Klaim dampak oleh Perseroan** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan putusan tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha, dan meyakini THI mampu menyelesaikan kewajiban kepada kreditur termasuk Bank Mayapada.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen: 'tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha'; Pernyataan 'Perseroan meyakini THI mampu menyelesaikan dengan baik dan konstruktif seluruh kewajiban atau utang kepada semua kreditur (termasuk Bank Mayapada)'
  - Caveats: Ini adalah klaim manajemen, bukan fakta independen.
- **Implikasi terhadap kewajiban THI** [analyst_hypothesis, low]: Penolakan PKPU dapat berarti THI harus menyelesaikan kewajiban tanpa moratorium, namun Perseroan menyatakan tidak ada dampak material. Belum ada informasi tentang jumlah utang atau jadwal pembayaran.
  - Basis: Putusan menolak PKPU; Pernyataan Perseroan tentang kemampuan THI menyelesaikan kewajiban
  - Assumptions: Penolakan PKPU berarti tidak ada penundaan kewajiban yang diberikan oleh pengadilan.
  - Caveats: Tidak ada rincian jumlah utang atau kondisi keuangan THI dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian mengenai kemampuan THI untuk menyelesaikan kewajiban kepada kreditur, meskipun Perseroan menyatakan yakin.
- Tidak ada informasi tentang jumlah utang THI atau jadwal pembayaran.
- Identitas Pemohon PKPU tidak disebutkan dalam dokumen utama, namun lampiran menyebutkan PT Bank Mayapada Internasional Tbk sebagai pemohon.
- Tidak ada informasi tentang langkah lanjutan yang akan diambil THI atau Bank Mayapada setelah putusan.

### Items to monitor

- Putusan penolakan PKPU dapat mengurangi ketidakpastian hukum bagi THI, namun kewajiban utang THI kepada kreditur tetap ada.
- Pernyataan Perseroan bahwa tidak ada dampak material perlu dipantau, terutama jika ada perkembangan litigasi atau restrukturisasi lebih lanjut.

---

## DOID

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 1

### Overview

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan, tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan, tidak ada rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (3 bulan), dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini bersifat klarifikasi atas volatilitas transaksi dan tidak mengungkapkan informasi material baru.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lainnya yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal, selain yang telah dipublikasikan.
- Seluruh informasi material yang memenuhi ketentuan POJK 31/POJK.04/2015 telah diumumkan kepada publik.
- Tidak terdapat informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek yang belum disampaikan kepada publik.
- Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang perlu disampaikan berdasarkan POJK 4 Tahun 2024.
- Perseroan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang), kecuali yang telah diungkapkan atau disetujui RUPS.
- Pemegang saham utama tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk melakukan tindakan terkait kepemilikan sahamnya.
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan yang dapat mempengaruhi harga efek atau kelangsungan usaha.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-10963/BEI.PP1/08-2026 yang diterima pada 24 Agustus 2026.
- Kepatuhan terhadap POJK 31/POJK.04/2015 dan POJK 4/2024.
- Tidak ada rencana aksi korporasi yang mempengaruhi pencatatan saham dalam 3 bulan.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material baru** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik.
  - Basis: Jawaban angka 1 dan 2 pada surat.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat (3 bulan), kecuali yang telah diungkapkan/disetujui RUPS.
  - Basis: Jawaban angka 4 pada surat.
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan.
  - Basis: Jawaban angka 3 pada surat.
- **Klarifikasi volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Surat ini merupakan tanggapan rutin atas permintaan BEI terkait volatilitas transaksi; tidak ada indikasi aksi korporasi atau informasi material baru, namun pergerakan harga saham yang memicu pertanyaan BEI tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Perihal surat 'Penjelasan atas Volatilitas Transaksi' dan jawaban manajemen.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang dimaksud BEI mungkin terkait pergerakan harga saham DOID, namun detail tidak tersedia.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum pada dokumen pertama, namun dokumen kedua menyebutkan 24 Agustus 2026.
- Pernyataan manajemen bersifat subjektif dan hanya berdasarkan pengetahuan Perseroan pada tanggal surat; kondisi dapat berubah.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; pernyataan manajemen dapat mempengaruhi sentimen pasar sebagai sinyal tidak adanya aksi korporasi.

---

## DOOH

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 1

### Overview

PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Insidentil pada 4 September 2026 secara online (Zoom), atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan referensi surat Peng-SPT-00142/BEI.WAS/08-2026. Agenda meliputi kondisi bisnis terkini dan kinerja keuangan, rencana bisnis ke depan, serta analisis manajemen terkait pergerakan harga saham. Dokumen ini hanya berisi pengumuman jadwal dan agenda, tanpa data keuangan atau bisnis terperinci.

### Material changes

- PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) akan menyelenggarakan Public Expose Insidentil pada 4 September 2026, pukul 15:00 WIB, secara online melalui Zoom.
- Public Expose ini diminta oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan referensi surat Peng-SPT-00142/BEI.WAS/08-2026.
- Agenda Public Expose: 1) Kondisi Bisnis Terkini dan Kinerja Keuangan; 2) Rencana Bisnis Perseroan di masa yang akan datang; 3) Analisa Manajemen Terkait dengan Pergerakkan Harga Saham Perseroan.
- Pengumuman ditandatangani oleh Direktur Utama, Vicktor Aritonang, dan dikirim pada 27 Agustus 2026 pukul 21:01.
- Alamat perusahaan: Ruko Fatmawati Mas Blok B5 Kav 205 Jl. RS Fatmawati No 20, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Telepon: (021)7654937, Fax: (021)7654938, website: https://www.sspace.id.
- Dokumen ini dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan manual.
- Lampiran: DOOH _ PENYAMPAIAN PUBEX INSINDENTIL.pdf
- Dasar penyelenggaraan: Ketentuan butir V.4.1 Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep 306/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004 tentang Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi; Surat Edaran Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor SE-00003/BEI/05/2020 tanggal 29 Mei 2020 tentang tata cara pelaksanaan Public Expose secara elektronik; surat elektronik Bursa Efek Indonesia kepada Perseroan tertanggal 6 Agustus 2026.
- Media elektronik: Zoom, URL: https://us06web.zoom.us/j/82678336401?pwd=[disamarkan], Meeting ID: 826 7833 6401, Passcode: [disamarkan].
- Pihak manajemen yang hadir: Anggota Direksi PT Era Media Sejahtera Tbk.
- Materi Public Expose akan disampaikan selambat-lambatnya pada hari Kamis, 3 September 2026.

### Listing / regulatory

- Public Expose Insidentil diminta oleh BEI dengan surat referensi Peng-SPT-00142/BEI.WAS/08-2026.
- Penyelenggaraan Public Expose Insidentil sebagai kewajiban penyampaian informasi kepada Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose Insidentil yang diminta oleh BEI biasanya terkait dengan kondisi yang memerlukan klarifikasi atau penjelasan kepada publik, seperti pergerakan harga saham yang signifikan atau isu kepatuhan. Agenda nomor 3 (analisis manajemen terkait pergerakan harga saham) mengindikasikan bahwa BEI mungkin meminta penjelasan atas volatilitas harga saham DOOH.
  - Basis: Agenda Public Expose mencakup analisis manajemen terkait pergerakan harga saham; Permintaan BEI sebagai latar belakang pelaksanaan
  - Assumptions: BEI meminta public expose karena adanya pergerakan harga saham yang tidak biasa atau isu lain yang memerlukan penjelasan
  - Caveats: Tidak ada informasi spesifik tentang alasan permintaan BEI dalam dokumen ini

---

## EMAS

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 27–28 Agustus 2026, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menerbitkan dua pengumuman yang saling terkait: (1) penyampaian laporan keuangan interim 6M 2026 yang ditelaah terbatas tanpa pengecualian, dan (2) keterbukaan informasi atas pengumuman serupa di Bursa Efek Hong Kong (SEHK). Perubahan korporasi utama adalah transformasi finansial signifikan: total aset naik dari USD 740,64 juta menjadi USD 964,33 juta, pendapatan melonjak dari USD 83,79 ribu menjadi USD 30,86 juta, dan muncul utang bank jangka pendek USD 149,01 juta serta fasilitas sindikasi baru AS$150 juta yang ditarik penuh. Struktur modal berubah dengan penurunan saham biasa dan saham treasuri masing-masing 13.741.835 lembar, mengindikasikan transaksi saham treasuri yang tidak dirinci. Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, merger, atau akuisisi yang diumumkan. Pentingnya secara korporasi: emiten menunjukkan pergeseran dari fase pengembangan ke fase operasional dengan pendapatan mulai mengalir, namun dibarengi peningkatan leverage jangka pendek dan risiko likuiditas.

### Material changes

- Total aset meningkat dari USD 740.638.208 (31 Des 2025) menjadi USD 964.329.526 (30 Jun 2026).
- Total liabilitas meningkat dari USD 359.700.290 menjadi USD 602.762.902.
- Pendapatan melonjak dari USD 83.786 (6M 2025) menjadi USD 30.857.390 (6M 2026).
- Rugi bersih entitas induk membaik dari USD 16.050.363 menjadi USD 14.877.375.
- Muncul utang bank jangka pendek USD 149.010.935 (30 Jun 2026), sebelumnya 0.
- Fasilitas sindikasi bergulir AS$150 juta ditandatangani 10 April 2026, ditarik penuh.
- Saham biasa turun dari 152.891.444 menjadi 139.149.609; saham treasuri turun dari 13.741.835 menjadi 0.
- Aset tetap meningkat dari USD 317.194.992 menjadi USD 465.474.732.

### Key financial figures

- **Total aset:** 964329526 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** 740638208 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas:** 602762902 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 359700290 (31 Desember 2025)
- **Total ekuitas:** 361566624 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 380937918 (31 Desember 2025)
- **Pendapatan:** 30857390 (6M 2026)
- **Pendapatan:** 83786 (6M 2025)
- **Rugi bersih entitas induk:** -14877375 (6M 2026)
- **Rugi bersih entitas induk:** -16050363 (6M 2025)
- **Kas dan setara kas:** 62141582 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas:** 45308297 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka pendek:** 149010935 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 0 (31 Desember 2025)
- **Liabilitas jangka panjang atas utang bank:** 246136053 (30 Juni 2026)
- **Liabilitas jangka panjang atas utang bank:** 260403819 (31 Desember 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -25582501 (6M 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -86632664 (6M 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 127925282 (6M 2026)
- **Aset tetap (nilai buku):** 465474732 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap (nilai buku):** 317194992 (31 Desember 2025)
- **Persediaan:** 55780895 (30 Juni 2026)
- **Persediaan:** 10515055 (31 Desember 2025)
- **Saham treasuri:** 0 (30 Juni 2026)
- **Saham treasuri:** 13741835 (30 Juni 2025)
- **Saham biasa:** 139149609 (30 Juni 2026)
- **Saham biasa:** 152891444 (30 Juni 2025)
- **Penambahan aset tetap:** 160980494 (6M 2026)
- **Pembayaran untuk perolehan aset tetap:** 83960460 (6M 2026)
- **Penerimaan pinjaman bank:** 215000000 (6M 2026)
- **Pembayaran pinjaman bank:** 80000000 (6M 2026)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, dividen saham, merger, atau akuisisi yang diumumkan dalam laporan keuangan ini.
- Penurunan saham treasuri dari 13.741.835 menjadi 0 mengindikasikan kemungkinan transaksi saham treasuri (penjualan kembali atau pembatalan), namun detail tidak diungkapkan.

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap sebesar USD 160.980.494 selama 6M 2026, termasuk aset dalam penyelesaian dengan penambahan USD 114.986.576 dan reklasifikasi keluar USD 163.992.943, menunjukkan penyelesaian proyek konstruksi.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap USD 83.960.460 (6M 2026) vs USD 58.819.549 (6M 2025).
- Fasilitas AS$150 juta ditujukan untuk pembiayaan belanja modal, pembiayaan intra-grup, dan modal kerja.

### Capital structure

- Saham biasa per 30 Juni 2026 sebesar 139.149.609, menurun dari 152.891.444 pada periode sebelumnya.
- Saham treasuri per 30 Juni 2026 tercatat 0, menurun dari 13.741.835.
- Tambahan modal disetor tetap sebesar 302.462.644 pada kedua periode.
- Cadangan selisih kurs penjabaran berubah dari 732.219 menjadi -3.761.453.
- Saldo laba belum ditentukan penggunaannya memburuk dari -61.499.283 menjadi -76.376.658.

### Listing / regulatory

- Jenis papan perdagangan: Pengembangan / Development.
- Kepatuhan terhadap OJK No. 75/POJK.04/2017: Ya.
- Kepatuhan terhadap independensi akuntan sesuai POJK No. 13/POJK.03/2017: Ya.
- Keterbukaan informasi kepada BEI atas pengumuman di SEHK, sesuai ketentuan III.2.8 Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00087/BEI/12-2025 (sebagian dicabut oleh Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00052/BEI/04-2026).

### Analytical scenarios

- **Peningkatan total aset dan liabilitas jangka pendek** [explicit_fact, high]: Total aset meningkat dari USD 740.638.208 menjadi USD 964.329.526; total liabilitas jangka pendek meningkat dari USD 67.849.732 menjadi USD 304.765.633.
  - Basis: Laporan posisi keuangan konsolidasian
- **Munculnya utang bank jangka pendek** [explicit_fact, high]: Utang bank jangka pendek tercatat USD 149.010.935 pada 30 Juni 2026, sementara pada 31 Desember 2025 tidak ada (0).
  - Basis: Laporan posisi keuangan
- **Pengumuman SEHK** [explicit_fact, high]: Perseroan mengumumkan laporan penelaahan atas informasi keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, disusun sesuai IFRS.
  - Basis: Pada tanggal 27 Agustus 2026, Perseroan telah melakukan pengumuman pada SEHK terkait dengan laporan penelaahan atas informasi keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, yang disusun sesuai dengan IFRS.
- **Peningkatan aset tetap** [derived_calculation, medium]: Aset tetap meningkat sebesar USD 148.279.740 (dari USD 317.194.992 menjadi USD 465.474.732) antara 31 Desember 2025 dan 30 Juni 2026.
  - Basis: Nilai aset tetap pada laporan posisi keuangan
  - Assumptions: Tidak ada reklasifikasi atau penurunan nilai yang mempengaruhi angka tersebut
  - Caveats: Peningkatan ini mungkin mencerminkan belanja modal atau akuisisi, tetapi tidak ada rincian.
- **Perubahan ekuitas** [derived_calculation, medium]: Total ekuitas menurun sebesar 19.371.294 (dari 380.937.918 menjadi 361.566.624) antara 30 Juni 2025 dan 30 Juni 2026, sama dengan total laba rugi komprehensif periode berjalan.
  - Basis: Total ekuitas 30 Juni 2026: 361.566.624; Total ekuitas 30 Juni 2025: 380.937.918; Total comprehensive income: -19.371.294
  - Assumptions: Tidak ada transaksi ekuitas lain yang signifikan selain yang tercantum.
  - Caveats: Laporan perubahan ekuitas menunjukkan transaksi saham treasuri, namun dampaknya tidak dijelaskan rinci.
- **Peningkatan pendapatan signifikan** [derived_calculation, medium]: Pendapatan meningkat dari USD 83.786 menjadi USD 30.857.390, kenaikan sekitar 367 kali lipat, mengindikasikan perubahan fundamental operasi.
  - Basis: Pendapatan CurrentYear: 30.857.390; Pendapatan PriorYear: 83.786
  - Assumptions: Angka untuk periode yang sama (6 bulan).
  - Caveats: Penyebab pasti tidak dapat dipastikan.
- **Kemungkinan pendanaan ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan signifikan pada utang bank jangka pendek dan aset tetap mengindikasikan adanya aktivitas ekspansi atau investasi yang didanai melalui pinjaman bank.
  - Basis: Munculnya utang bank jangka pendek USD 149 juta dan peningkatan aset tetap USD 148 juta
  - Assumptions: Dana pinjaman digunakan untuk membiayai aset tetap atau proyek
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit tentang tujuan pinjaman atau penggunaan dana.
- **Kemungkinan aksi korporasi terkait saham treasuri** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan saldo saham treasuri menjadi nol dapat mengindikasikan penjualan kembali saham treasuri ke pasar atau penghapusan, yang dapat memengaruhi jumlah saham beredar dan struktur modal.
  - Basis: Saldo saham treasuri berubah dari 13.741.835 menjadi 0
  - Assumptions: Perubahan tersebut bukan akibat kesalahan pencatatan.
  - Caveats: Tidak ada catatan penjelas yang merinci transaksi saham treasuri.
- **Keterkaitan dengan laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Pengumuman ini kemungkinan merupakan kewajiban keterbukaan informasi karena EMAS juga tercatat di Bursa Efek Hong Kong, sehingga pengumuman di SEHK perlu dilaporkan ke BEI. Namun, tidak ada rincian angka keuangan atau aksi korporasi dalam dokumen ini.
  - Basis: Perseroan menyampaikan informasi bahwa pada tanggal 27 Agustus 2026 telah melakukan pengumuman pada SEHK terkait laporan keuangan interim.; Surat ditujukan kepada BEI sebagai bentuk keterbukaan informasi.
  - Assumptions: EMAS memiliki pencatatan ganda di BEI dan SEHK.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit mengenai pencatatan ganda dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Peningkatan signifikan liabilitas jangka pendek, terutama utang bank, dapat meningkatkan risiko likuiditas.
- Arus kas operasi negatif sebesar USD 25.582.501, lebih besar dari periode sebelumnya yang negatif USD 15.532.573, menunjukkan tekanan pada kemampuan menghasilkan kas dari operasi.
- Fasilitas AS$150 juta memiliki jatuh tempo pendek (12 bulan) dengan opsi perpanjangan, sehingga terdapat risiko refinancing.
- Fasilitas AS$350 juta memiliki kovenan rasio utang/EBITDA yang harus dipatuhi; pelanggaran dapat menyebabkan percepatan pembayaran.
- Konsentrasi pendapatan pada satu pelanggan pihak ketiga (PT Aneka Tambang Tbk) dapat menimbulkan risiko ketergantungan.
- Defisit saldo laba yang membesar menunjukkan akumulasi kerugian.

### Items to monitor

- Rincian transaksi saham treasuri (penjualan kembali atau pembatalan) dan dampaknya terhadap jumlah saham beredar.
- Penggunaan dana fasilitas sindikasi AS$150 juta dan AS$350 juta secara spesifik.
- Perkembangan proyek ekspansi yang tercermin dalam aset dalam penyelesaian dan aset tetap.
- Kepatuhan terhadap kovenan rasio utang/EBITDA fasilitas AS$350 juta.
- Kemampuan refinancing fasilitas AS$150 juta yang jatuh tempo 10 April 2027.
- Konsentrasi pendapatan pada PT Aneka Tambang Tbk dan diversifikasi pelanggan.
- Perubahan struktur modal lebih lanjut, termasuk potensi penerbitan saham baru.

---

## EPAC

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 1

### Overview

PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. (EPAC) mengumumkan rencana penghentian operasional segmen usaha kemasan fleksibel milik Perseroan, yang dijadwalkan selambat-lambatnya Kamis, 31 Desember 2026. Setelah penghentian, usaha kemasan fleksibel hanya akan dijalankan oleh anak usaha PT Epac Flexibles Indonesia (EFI). Emiten menyatakan tidak terdapat dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Lampiran press release menyebutkan bahwa penghentian operasional anak usaha MES (yang memproduksi kemasan fleksibel konvensional) dilakukan karena membebani kinerja konsolidasi, dengan proforma kuartal II 2026 yang menunjukkan perbaikan dari rugi bersih sekitar Rp2,8 miliar menjadi laba bersih sekitar Rp1,7 miliar, EPS Rp0,51, dan PER 135,29x pada harga penutupan Rp69 per 30 Juni 2026.

### Material changes

- EPAC merencanakan penghentian operasional segmen usaha kemasan fleksibel milik Perseroan.
- Penghentian operasional dijadwalkan selambat-lambatnya Kamis, 31 Desember 2026.
- Setelah penghentian, usaha kemasan fleksibel hanya akan dijalankan oleh anak usaha PT Epac Flexibles Indonesia (EFI).
- Emiten menyatakan tidak terdapat dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Lampiran press release menyebutkan bahwa operasional MES (anak usaha yang memproduksi kemasan fleksibel konvensional) membebani kinerja konsolidasi EPAC.
- Proforma kuartal II 2026: jika MES tidak dioperasikan, rugi bersih sekitar Rp2,8 miliar menjadi laba bersih sekitar Rp1,7 miliar.
- Proforma EPS kuartal II 2026: Rp0,51.
- Harga penutupan EPAC pada 30 Juni 2026: Rp69.
- Proforma PER kuartal II 2026: 135,29x.
- EPAC berharap penghentian operasional MES akan meningkatkan hasil dan kinerja secara substansial di tahun-tahun selanjutnya.

### Key financial figures

- **rugi_bersih_aktual_konsolidasi_q2_2026:** sekitar Rp2,8 miliar (Q2 2026 (aktual, konsolidasi, klaim emiten))
- **laba_bersih_proforma_q2_2026:** sekitar Rp1,7 miliar (Q2 2026 (proforma jika MES tidak dioperasikan))
- **eps_proforma_q2_2026:** Rp0,51 (Q2 2026 (proforma))
- **harga_penutupan_30_juni_2026:** Rp69 (30 Juni 2026)
- **per_proforma_q2_2026:** 135,29x (Q2 2026 (proforma))

### Corporate actions

- Penghentian atau penutupan segmen usaha kemasan fleksibel milik Perseroan (rencana, belum dieksekusi).

### Analytical scenarios

- **Implied jumlah saham dari EPS proforma** [derived_calculation, low]: Dengan laba bersih proforma sekitar Rp1,7 miliar dan EPS Rp0,51, jumlah saham beredar tersirat sekitar 3,33 miliar saham (Rp1,7 miliar / Rp0,51).
  - Basis: Laba bersih proforma sekitar Rp1,7 miliar; EPS proforma Rp0,51
  - Assumptions: Laba bersih proforma Rp1,7 miliar dan EPS Rp0,51 adalah angka yang akurat dan konsisten; Tidak ada faktor lain yang mempengaruhi EPS seperti saham treasuri atau instrumen dilutif
  - Caveats: Perhitungan ini hanya estimasi berdasarkan dua angka yang dibulatkan; jumlah saham aktual mungkin berbeda.
- **Implied EPS dari PER proforma** [derived_calculation, medium]: Dengan harga penutupan Rp69 dan PER 135,29x, EPS tersirat sekitar Rp0,51 (Rp69 / 135,29).
  - Basis: Harga penutupan Rp69; PER proforma 135,29x
  - Assumptions: PER dihitung berdasarkan harga penutupan dan EPS proforma; tidak ada penyesuaian lain
  - Caveats: Pembulatan angka dapat menyebabkan perbedaan kecil.
- **Potensi dampak finansial dan operasional penghentian segmen usaha** [analyst_hypothesis, low]: Penghentian operasional segmen kemasan fleksibel dapat menghilangkan beban operasional yang membebani konsolidasi, sehingga berpotensi meningkatkan profitabilitas EPAC di tahun-tahun mendatang, namun juga akan menghilangkan pendapatan dari segmen tersebut. Dampak sebenarnya belum dapat dinilai tanpa data keuangan lebih lanjut.
  - Basis: Lampiran press release menyatakan operasional MES membebani kinerja konsolidasi; Proforma menunjukkan perbaikan laba bersih jika MES tidak dioperasikan
  - Assumptions: Penghentian operasional MES tidak menimbulkan biaya pemutusan hubungan kerja atau penurunan pendapatan yang signifikan yang tidak diperhitungkan dalam proforma
  - Caveats: Proforma hanya mencakup kuartal II 2026 dan tidak memperhitungkan biaya restrukturisasi atau dampak pasar; Emiten menyatakan tidak ada dampak signifikan, tetapi pernyataan ini belum diverifikasi dengan data keuangan

### Risks / uncertainties

- Rencana penghentian operasional masih bersifat rencana dan dapat berubah.
- Dampak finansial dari penghentian segmen usaha tidak diungkapkan secara kuantitatif dalam dokumen utama.
- Tidak ada informasi mengenai aset, liabilitas, atau karyawan yang terkait dengan segmen yang dihentikan.
- Tidak ada rincian biaya restrukturisasi, pemutusan hubungan kerja, atau penjualan aset terkait penghentian segmen usaha.
- Proforma keuangan bersifat ilustratif dan mungkin tidak mencerminkan hasil aktual setelah penghentian operasional.

### Items to monitor

- Penghentian operasional anak usaha dapat mempengaruhi pendapatan dan profitabilitas konsolidasi EPAC.
- Proforma menunjukkan potensi perbaikan laba bersih dan EPS, yang dapat mempengaruhi persepsi investor.

---

## PGAS

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-28

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode ini, PGAS merilis dua pengumuman terkait sengketa hukum: pengumuman awal (20260827204451-051300.S/KU.06.01/COS/2026_id-id) dan koreksi (20260827232753-051300.S/KU.06.01/COS/2026._id-id). Keduanya mengungkapkan bahwa PGAS menerima Putusan Arbitrase No. 246358 dari LCIA atas gugatan Gunvor Singapore Pte. Ltd. Putusan bersifat parsial dan mewajibkan PGAS membayar kompensasi kepada Gunvor, namun nilai kompensasi tidak diungkapkan. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi kewajiban finansial dan ketidakpastian hukum yang dapat mempengaruhi posisi keuangan dan sentimen investor.

### Material changes

- PGAS menerima Putusan Arbitrase No. 246358 dari LCIA pada 26 Agustus 2026, bersifat parsial, mewajibkan pembayaran kompensasi kepada Gunvor Singapore Pte. Ltd.
- Nilai kompensasi tidak diungkapkan dalam pengumuman.
- Putusan memerlukan eksekusi melalui pengadilan negeri di Indonesia.
- Manajemen PGAS sedang menelaah putusan dan akan menempuh upaya hukum lebih lanjut.

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan untuk memenuhi POJK No. 31/POJK.04/2015 jo. POJK No. 45 Tahun 2024 dan Peraturan BEI No. I-E (Kep-00087/BEI/12-2025).

### Analytical scenarios

- **Putusan arbitrase parsial** [explicit_fact, high]: PGAS menerima Putusan Arbitrase No. 246358 dari LCIA pada 26 Agustus 2026, yang bersifat parsial, dan diminta membayar kompensasi kepada Gunvor.
  - Basis: Nomor surat 051300.S/KU.06.01/COS/2026; Uraian informasi material: 'Perseroan diminta untuk membayar kompensasi kepada Gunvor'
- **Proses eksekusi** [explicit_fact, high]: Putusan Arbitrase memerlukan proses eksekusi melalui pengadilan negeri di Indonesia sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'Putusan Arbitrase tersebut memerlukan proses eksekusi melalui pengadilan negeri di Indonesia'
- **Dampak keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Jumlah kompensasi yang harus dibayar tidak diungkapkan, sehingga dampak keuangan terhadap PGAS belum dapat diestimasi. Putusan parsial dan proses eksekusi di pengadilan negeri dapat menimbulkan ketidakpastian.
  - Basis: Dokumen tidak menyebutkan nilai kompensasi; Dokumen halaman 2: 'Putusan Arbitrase yang masih bersifat parsial'
  - Assumptions: Nilai kompensasi akan mempengaruhi kondisi keuangan jika signifikan
  - Caveats: Belum ada angka material yang diungkapkan; Dampak aktual bergantung pada hasil penelaahan dan proses hukum lanjutan

### Risks / uncertainties

- Nilai kompensasi yang harus dibayar kepada Gunvor tidak diungkapkan dalam laporan.
- Putusan arbitrase bersifat parsial, sehingga masih ada ketidakpastian mengenai hasil akhir.
- Proses eksekusi melalui pengadilan negeri di Indonesia dapat memakan waktu dan hasilnya tidak pasti.
- Dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha belum dapat dinilai oleh Perseroan.

### Items to monitor

- Nilai kompensasi yang akan dibayar kepada Gunvor (jika diungkapkan).
- Perkembangan upaya hukum lanjutan yang ditempuh PGAS.
- Proses eksekusi putusan melalui pengadilan negeri di Indonesia.
- Bagian putusan yang belum diputus (karena bersifat parsial).
- Dampak keuangan terhadap laporan keuangan PGAS jika material.
