# Digest emiten IDX · 27–31 Agustus 2026

**Covered:** 2026-08-27 → 2026-08-31
**Saved windows:** 1 (2026-08-27 → 2026-08-31)
**Companies:** 67

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## AADI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menyampaikan laporan keuangan interim konsolidasian untuk periode enam bulan berakhir 30 Juni 2026, yang ditelaah secara terbatas oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto Rekan. Laporan menunjukkan peningkatan pendapatan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta kenaikan signifikan pada utang bank jangka panjang. Terdapat aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sebesar 735,716 ribu USD dan penurunan investasi pada ventura bersama, mengindikasikan potensi divestasi atau restrukturisasi, namun belum ada konfirmasi resmi. Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau kegiatan usaha yang dilaporkan.

### Material changes

- Laporan keuangan interim konsolidasian untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026, ditelaah secara terbatas oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto Rekan, dengan opini tidak ada hal yang menyebabkan laporan tidak disajikan secara wajar.
- Mata uang pelaporan USD, pembulatan ribuan; periode pembanding 1 Januari 2025 sampai 30 Juni 2025.
- Jumlah aset: 6,321,478 ribu USD (30 Juni 2026) vs 5,706,276 ribu USD (31 Desember 2025).
- Penjualan dan pendapatan usaha: 2,546,596 (dalam juta) untuk 6M 2026 vs 2,399,555 (dalam juta) untuk 6M 2025.
- Laba bersih periode berjalan: 524,432 (dalam juta) untuk 6M 2026 vs 481,280 (dalam juta) untuk 6M 2025.
- Laba per saham dasar: 0.06084 (6M 2026) vs 0.05505 (6M 2025).
- Aset tidak lancar atau kelompok lepasan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sebesar 735,716 ribu USD pada 30 Juni 2026 (tidak ada pada 31 Desember 2025).
- Investasi pada ventura bersama menurun dari 763,108 ribu USD (31 Desember 2025) menjadi 26,480 ribu USD (30 Juni 2026).
- Utang bank jangka panjang bruto meningkat dari 383,215 (31 Desember 2025) menjadi 689,142 (30 Juni 2026), terutama dari pinjaman sindikasi.
- Dividen kas didistribusikan sebesar 225,017 (termasuk bagian non-pengendali 25.017) selama periode berjalan; pembayaran dividen dari aktivitas pendanaan sebesar 228,717 (dalam juta) pada 30 Juni 2026.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi: 449,870 (dalam juta) dan arus kas bersih dari aktivitas investasi: -138,504 (dalam juta) pada 30 Juni 2026.
- Penerimaan utang pihak berelasi sebesar 340,000 (dalam juta) dan pembayaran utang pihak berelasi sebesar 113,810 (dalam juta) pada periode berjalan.
- Fasilitas KPI (perjanjian 12 Mei 2023) untuk proyek pembangkit listrik di Kalimantan Utara; saldo 30 Juni 2026: AS$603,600 dan Rp952,100,000,000.
- Perjanjian Kredit ATB (25 Mei 2023) untuk proyek SPAM Brayan Kota Medan kapasitas 500 liter/detik; saldo 30 Juni 2026: Rp122,700,428,651.
- Perjanjian Pinjaman ATM (26 Februari 2024) untuk proyek IPA kapasitas 270 liter/detik di Bekasi dan proyek Penurunan Air Tak Berekening di Bandung; saldo 30 Juni 2026: Rp81,420,932,569.
- Beberapa fasilitas pinjaman mengalami perubahan suku bunga dari JIBOR ke IndONIA dengan tanggal efektif berbeda (KPI 1 Januari 2026, ATB 24 Februari 2026, ATM 24 Desember 2025, AI 1 Januari 2026).
- Fasilitas sindikasi PCS/SCM/LSA berakhir 26 Juli 2026 dan tidak diperpanjang.
- Aset dalam pembangunan: 129,594 ribu USD (30 Juni 2026) vs 716,244 ribu USD (31 Desember 2025); reklasifikasi keluar 765,772.
- Pendapatan dari TNB Fuel Services Sdn. Bhd. (pelanggan >10%): AS$450,094 ribu (6M 2026) vs AS$429,185 ribu (6M 2025).
- Perusahaan patuh terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017.
- Kurs tengah BI 30 Juni 2026: Rupiah 10.000 = 0,56 Dolar AS; 1 SGD = 0,77 USD; 1 AUD = 0,69 USD; 1 EUR = 1,14 USD; 100 Yen = 0,62 USD; 1 Yuan = 0,15 USD.

### Key financial figures

- **Jumlah aset:** 6,321,478 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Jumlah aset:** 5,706,276 (31 Desember 2025 (ribu USD))
- **Kas dan setara kas:** 1,199,128 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Kas dan setara kas:** 925,445 (31 Desember 2025 (ribu USD))
- **Aset tetap - nilai buku:** 1,425,596 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Aset tetap - nilai buku:** 1,303,529 (31 Desember 2025 (ribu USD))
- **Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual:** 735,716 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Investasi pada ventura bersama:** 26,480 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Investasi pada ventura bersama:** 763,108 (31 Desember 2025 (ribu USD))
- **Total liabilitas:** 2,102,406 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Total liabilitas:** 1,739,195 (31 Desember 2025 (ribu USD))
- **Total ekuitas:** 4,219,072 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Total ekuitas:** 3,967,081 (31 Desember 2025 (ribu USD))
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 2,546,596 (6M 2026 (juta))
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 2,399,555 (6M 2025 (juta))
- **Beban pokok penjualan:** 1,763,894 (6M 2026 (juta))
- **Beban pokok penjualan:** 1,704,032 (6M 2025 (juta))
- **Laba bruto:** 782,702 (6M 2026 (juta))
- **Laba bruto:** 695,523 (6M 2025 (juta))
- **Laba sebelum pajak:** 664,664 (6M 2026 (juta))
- **Laba sebelum pajak:** 595,592 (6M 2025 (juta))
- **Beban pajak:** -140,232 (6M 2026 (juta))
- **Beban pajak:** -114,312 (6M 2025 (juta))
- **Laba bersih periode berjalan:** 524,432 (6M 2026 (juta))
- **Laba bersih periode berjalan:** 481,280 (6M 2025 (juta))
- **Laba komprehensif total:** 503,877 (6M 2026 (juta))
- **Laba komprehensif total:** 426,061 (6M 2025 (juta))
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 449,870 (6M 2026 (juta))
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -138,504 (6M 2026 (juta))
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** -492,594 (6M 2026 (juta))
- **Penerimaan pinjaman bank:** 326,694 (6M 2026 (juta))
- **Penerimaan utang pihak berelasi:** 340,000 (6M 2026 (juta))
- **Pembayaran utang pihak berelasi:** -113,810 (6M 2026 (juta))
- **Pembayaran dividen dari aktivitas pendanaan:** -228,717 (6M 2026 (juta))
- **Pembayaran dividen dari aktivitas pendanaan:** -80,233 (6M 2025 (juta))
- **Utang bank jangka panjang bruto:** 689,142 (30 Juni 2026 (juta))
- **Utang bank jangka panjang bruto:** 383,215 (31 Desember 2025 (juta))
- **Aset dalam pembangunan:** 129,594 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Aset dalam pembangunan:** 716,244 (31 Desember 2025 (ribu USD))
- **Persediaan:** 170,670 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Persediaan:** 85,458 (31 Desember 2025 (ribu USD))
- **Utang usaha pihak ketiga:** 233,403 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Utang usaha pihak berelasi:** 355,860 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Saldo laba belum ditentukan:** 1,022,329 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Saldo laba belum ditentukan:** 758,564 (31 Desember 2025 (ribu USD))
- **Saldo laba ditentukan:** 65,000 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Saldo laba ditentukan:** 55,000 (31 Desember 2025 (ribu USD))
- **Kepentingan non-pengendali:** 346,171 (30 Juni 2026 (ribu USD))
- **Kepentingan non-pengendali:** 316,078 (31 Desember 2025 (ribu USD))

### Corporate actions

- Distribusi dividen kas: 200,000 ke entitas induk dan 25,017 ke kepentingan non-pengendali (periode berjalan).
- Aset tidak lancar atau kelompok lepasan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sebesar 735,716 ribu USD pada 30 Juni 2026, mengindikasikan potensi divestasi atau pelepasan aset.
- Penurunan signifikan investasi pada ventura bersama dari 763,108 ribu USD menjadi 26,480 ribu USD antara 31 Desember 2025 dan 30 Juni 2026, mengindikasikan kemungkinan pelepasan atau perubahan klasifikasi investasi.

### Expansion projects

- Fasilitas KPI digunakan untuk proyek pembangkit listrik di kawasan industri PT Kalimantan Industrial Park Indonesia di Kalimantan Utara.
- Perjanjian Kredit ATB digunakan untuk proyek SPAM Brayan Kota Medan kapasitas 500 liter per detik.
- Perjanjian Pinjaman ATM digunakan untuk proyek Instalasi Pengolahan Air kapasitas 270 liter per detik di Kabupaten Bekasi dan proyek Penurunan Air Tak Berekening di Bandung.
- Aset dalam pembangunan per 30 Juni 2026 sebesar 129,594 ribu USD, mencakup bangunan, pembangkit listrik, infrastruktur, jalan, jembatan, dengan estimasi penyelesaian hingga Desember 2028.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar 124,999 (dalam juta) pada 30 Juni 2026, menunjukkan belanja modal.

### Capital structure

- Saham biasa: 2,519,582 (tidak berubah dari periode sebelumnya).
- Tambahan modal disetor: (96,511) (tidak berubah).
- Setoran modal dari kepentingan non-pengendali sebesar 5,791 (dalam juta) pada 30 Juni 2026.
- Pembentukan cadangan umum sebesar 10,000 (dalam juta) dari saldo laba tidak ditentukan penggunaannya.

### Listing / regulatory

- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.
- Laporan keuangan disusun berdasarkan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih periode berjalan meningkat sebesar 43,152 (524,432 - 481,280) atau sekitar 8,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  - Basis: 524,432; 481,280
  - Assumptions: Angka dalam juta USD.
- **Kenaikan utang bank jangka panjang** [derived_calculation, high]: Utang bank jangka panjang bruto naik dari 383,215 (31 Desember 2025) menjadi 689,142 (30 Juni 2026), meningkat 305,927 atau sekitar 79,8%, terutama dari pinjaman sindikasi.
  - Basis: 383,215; 689,142
- **Penurunan investasi pada ventura bersama** [derived_calculation, medium]: Investasi pada ventura bersama menurun dari 763,108 ribu USD (31 Desember 2025) menjadi 26,480 ribu USD (30 Juni 2026), selisih penurunan sebesar 736,628 ribu USD.
  - Basis: 763,108; 26,480
  - Assumptions: Penurunan tersebut bukan karena perubahan klasifikasi ke pos lain yang tidak tercatat.
  - Caveats: Perubahan mungkin disebabkan oleh reklasifikasi ke aset dimiliki untuk dijual atau pelepasan.
- **Rasio lancar** [derived_calculation, high]: Rasio lancar = 3,012,733 / 1,161,929 = 2,59 (30 Jun 2026) vs 1,95 (31 Des 2025).
  - Basis: Aset lancar dan liabilitas jangka pendek
  - Assumptions: Menggunakan total aset lancar dan liabilitas jangka pendek.
- **Margin laba bruto** [derived_calculation, high]: Margin laba bruto = 782,702 / 2,546,596 = 30,7% (6M 2026) vs 29,0% (6M 2025).
  - Basis: Laba bruto dan pendapatan
- **Potensi divestasi atau restrukturisasi** [analyst_hypothesis, low]: Adanya aset dimiliki untuk dijual dan penurunan investasi ventura bersama mengindikasikan potensi divestasi atau restrukturisasi portofolio, namun belum ada konfirmasi resmi.
  - Basis: 735,716; 26,480; 763,108
  - Assumptions: Manajemen mungkin sedang melakukan penjualan aset atau keluar dari ventura tertentu.
  - Caveats: Belum ada pengumuman resmi; perubahan bisa karena faktor lain.
- **Peningkatan utang bank terkait ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan signifikan utang bank jangka panjang, terutama pinjaman sindikasi, dapat mengindikasikan pendanaan untuk ekspansi atau kebutuhan modal kerja, namun tidak ada informasi eksplisit mengenai tujuan penggunaan dana.
  - Basis: 383,215; 689,142
  - Assumptions: Kenaikan utang bank mungkin terkait dengan aktivitas pendanaan untuk ekspansi atau operasional.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan tujuan pinjaman dalam bagian ini.

### Risks / uncertainties

- Penurunan signifikan investasi pada ventura bersama tanpa penjelasan dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai strategi investasi.
- Adanya aset dimiliki untuk dijual menunjukkan potensi pelepasan aset yang dapat mempengaruhi operasi atau pendapatan di masa depan.
- Fasilitas AIS jatuh tempo pada 19 Oktober 2026, perlu dipantau apakah akan diperpanjang atau dilunasi.
- Pinjaman Sindikasi PCS, SCM, LSA telah berakhir dan tidak diperpanjang, namun tidak ada dampak material karena saldo nihil.
- Perubahan suku bunga dari JIBOR ke IndONIA dapat mempengaruhi beban bunga di masa depan.
- Kenaikan persediaan yang signifikan (hampir dua kali lipat) dapat menimbulkan risiko penurunan nilai atau kelebihan stok.
- Konsentrasi pendapatan pada satu pelanggan (TNB Fuel Services) sekitar 17,7% dari total pendapatan.

### Items to monitor

- Pendapatan dari TNB Fuel Services Sdn. Bhd. sebesar AS$450,094 ribu (periode 2026) merupakan sekitar 17.7% dari total pendapatan, menunjukkan ketergantungan pada pelanggan utama.
- Aset dalam pembangunan yang signifikan menunjukkan ekspansi berkelanjutan dalam infrastruktur dan pembangkit listrik.
- Pembayaran dividen tunai menunjukkan distribusi laba kepada pemegang saham.
- Arus kas investasi negatif menunjukkan investasi dalam aset produktif.

---

## ADHI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 27–31 Agustus 2026, ADHI mengumumkan penurunan peringkat utang oleh PEFINDO menjadi idCCC/CreditWatch dengan implikasi negatif, efektif 24 Agustus 2026, akibat gagal bayar kupon obligasi yang jatuh tempo 24 Agustus 2026. Emiten juga menerbitkan panggilan RUPO ke-2 untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022, dijadwalkan 11 September 2026, dengan agenda perubahan jatuh tempo, perubahan tingkat bunga, dan pengesampingan pelanggaran pembayaran bunga ke-17. Ini menandakan tekanan likuiditas dan potensi restrukturisasi utang, yang penting bagi pemegang obligasi dan pemegang saham karena mempengaruhi risiko kredit dan struktur modal.

### Material changes

- Penurunan peringkat obligasi dan perusahaan oleh PEFINDO menjadi idCCC/CreditWatch negatif.
- Gagal bayar kupon obligasi yang jatuh tempo 24 Agustus 2026.
- Panggilan RUPO untuk restrukturisasi obligasi.

### Key financial figures

- **Pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B:** Rp667.500.000 (per 24 Agustus 2026)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri C:** Rp1.796.300.000 (per 24 Agustus 2026)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024:** Rp102.715.000 (per 24 Agustus 2026)
- **Total pokok obligasi yang diperingkat:** Rp2.566.515.000.000 (per 24 Agustus 2026)

### Corporate actions

- RUPO ke-2 untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022, dijadwalkan 11 September 2026, dengan agenda perubahan jatuh tempo, perubahan tingkat bunga, dan pengesampingan pelanggaran pembayaran bunga ke-17.

### Capital structure

- Perubahan jatuh tempo obligasi dan tingkat bunga (agenda RUPO, menunggu persetujuan pemegang obligasi).

### Listing / regulatory

- Penurunan peringkat efek oleh PEFINDO menjadi idCCC/CreditWatch negatif.
- CreditWatch dengan implikasi negatif.
- Kewajiban pembayaran kupon tidak dipenuhi pada tanggal jatuh tempo.
- Penyampaian bukti iklan panggilan RUPO kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Penurunan peringkat obligasi** [explicit_fact, high]: PEFINDO menurunkan peringkat obligasi ADHI dari idB menjadi idCCC untuk periode 24 Agustus 2026 sampai 24 November 2026.
  - Basis: Surat PEFINDO RC-1110/PEF-DIR/VIII/2026
- **Penurunan peringkat perusahaan** [explicit_fact, high]: PEFINDO menurunkan peringkat ADHI dari idB/CreditWatch menjadi idCCC/CreditWatch dengan implikasi negatif untuk periode yang sama.
  - Basis: Surat PEFINDO RC-1111/PEF-DIR/VIII/2026
- **Penyebab penurunan peringkat** [explicit_fact, high]: Penurunan peringkat disebabkan belum diperolehnya persetujuan RUPO atas penyesuaian jadwal pembayaran kupon, sehingga kewajiban kupon pada 24 Agustus 2026 belum dipenuhi.
  - Basis: Laporan ADHI kepada OJK
- **Nilai obligasi yang diperingkat** [explicit_fact, high]: Obligasi yang diperingkat memiliki nilai pokok Rp2.566.515.000.000.
  - Basis: Surat PEFINDO RC-1110/PEF-DIR/VIII/2026
- **Jadwal RUPO** [explicit_fact, high]: RUPO dijadwalkan pada 11 September 2026 untuk membahas penyelesaian kewajiban kupon.
  - Basis: Laporan ADHI kepada OJK; Panggilan RUPO
- **Agenda RUPO** [explicit_fact, high]: RUPO akan membahas perubahan jatuh tempo, perubahan tingkat bunga, dan pengesampingan pelanggaran pembayaran bunga ke-17.
  - Basis: Panggilan RUPO; Bukti iklan
- **Kuorum RUPO** [explicit_fact, high]: Kuorum kehadiran RUPO adalah minimal 3/4 dari jumlah obligasi yang belum dilunasi, dan keputusan sah jika disetujui minimal 3/4 dari yang hadir.
  - Basis: Panggilan RUPO; Bukti iklan
- **Total pokok obligasi yang terdampak** [derived_calculation, high]: Total pokok obligasi yang terdampak adalah Rp2.566.515.000.000 (Rp667.500.000 + Rp1.796.300.000 + Rp102.715.000).
  - Basis: Angka pokok pada tabel: 667.500.000, 1.796.300.000, 102.715.000.
  - Assumptions: Semua angka dalam Rupiah.
- **Risiko gagal bayar lebih lanjut** [analyst_hypothesis, medium]: Kegagalan memenuhi kewajiban kupon dan ketidakpastian penyelesaian dalam periode remedial 14 hari dapat meningkatkan risiko gagal bayar lebih lanjut jika RUPO tidak mencapai kesepakatan.
  - Basis: Pernyataan PEFINDO tentang ketidakpastian penyelesaian kewajiban
  - Assumptions: RUPO 11 September 2026 mungkin tidak menghasilkan persetujuan
  - Caveats: Belum ada informasi hasil RUPO
- **Indikasi kesulitan keuangan** [analyst_hypothesis, medium]: Adanya agenda pengesampingan pelanggaran pembayaran bunga ke-17 dan perubahan jatuh tempo serta tingkat bunga mengindikasikan potensi kesulitan keuangan atau restrukturisasi utang, namun detail penyebab dan kondisi keuangan tidak tersedia dalam dokumen.
  - Basis: Agenda RUPO mencakup pengesampingan pelanggaran atas tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran Bunga ke-17 dan perubahan jatuh tempo obligasi.
  - Assumptions: Pengesampingan pelanggaran dan perubahan jatuh tempo biasanya dilakukan saat emiten mengalami kesulitan membayar.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi dari emiten mengenai penyebab atau kondisi keuangan.

### Risks / uncertainties

- Risiko gagal bayar kupon obligasi
- Ketidakpastian penyelesaian kewajiban dalam periode remedial 14 hari
- Potensi penurunan peringkat lebih lanjut jika tidak ada perbaikan
- Ketergantungan pada hasil RUPO 11 September 2026
- Risiko gagal kuorum RUPO jika kehadiran pemegang obligasi kurang dari 3/4
- Ketidakpastian hasil RUPO terkait perubahan jatuh tempo dan tingkat bunga

### Items to monitor

- Hasil RUPO pada 11 September 2026
- Keputusan perubahan jatuh tempo dan tingkat bunga obligasi
- Pembayaran kupon yang gagal dan jadwal baru
- Perkembangan peringkat kredit dan CreditWatch
- Laporan keuangan berikutnya untuk menilai likuiditas
- Kepatuhan terhadap syarat-syarat perwaliamanatan

---

## ADMR

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

ADMR menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, yang ditelaah secara terbatas oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dengan kesimpulan wajar. Kinerja keuangan menunjukkan peningkatan signifikan: pendapatan usaha naik dari USD 443,943 ribu menjadi USD 583,878 ribu, laba periode berjalan naik dari USD 138,888 ribu menjadi USD 162,565 ribu. Total aset meningkat dari USD 2,891,276 ribu menjadi USD 4,132,489 ribu, terutama didorong oleh kenaikan aset tetap dan persediaan, termasuk persediaan aluminium baru. Pendanaan ekspansi berasal dari peningkatan utang bank, liabilitas sewa baru kepada PT Kaltara Power Indonesia, dan penerbitan saham entitas anak kepada kepentingan non-pengendali. Arus kas operasi negatif USD 173,665 ribu pada 2026, namun manajemen menyatakan tidak ada risiko likuiditas signifikan. Perusahaan juga membayar dividen tunai USD 120,000 ribu. Pengumuman ini merupakan penyampaian laporan keuangan berkala, bukan pengumuman awal aksi korporasi tertentu.

### Material changes

- Pendapatan usaha 30 Juni 2026: USD 583,878 ribu; 30 Juni 2025: USD 443,943 ribu.
- Laba periode berjalan 2026: USD 162,565 ribu; 2025: USD 138,888 ribu.
- Total aset 30 Juni 2026: USD 4,132,489 ribu; 31 Des 2025: USD 2,891,276 ribu.
- Total liabilitas 30 Juni 2026: USD 2,344,985 ribu; 31 Des 2025: USD 1,173,865 ribu.
- Total ekuitas 30 Juni 2026: USD 1,787,504 ribu; 31 Des 2025: USD 1,717,411 ribu.
- Kas dan setara kas 30 Juni 2026: USD 491,549 ribu; 31 Des 2025: USD 369,087 ribu.
- Utang bank jangka pendek: USD 214,671 ribu; jangka panjang: USD 943,113 ribu (30 Juni 2026).
- Dividen tunai dibayarkan USD 120,000 ribu pada periode 30 Juni 2026 dan 2025.
- Penerbitan saham entitas anak kepada NCI: USD 899 ribu (2026) dan USD 31,111 ribu (2025).
- Perubahan nama dari PT Adaro Minerals Indonesia Tbk menjadi PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 2 tanggal 2 Juni 2025, disetujui Menteri Hukum.
- Pengendali: PT Adaro Strategic Investments (ASI) bersama Garibaldi Thohir, memiliki 55,63% saham AlamTri yang memiliki 85,45% saham Perusahaan.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi 30 Juni 2026: negatif USD 173,665 ribu; 2025: positif USD 130,332 ribu.
- Penerimaan utang bank 2026: USD 453,274 ribu.
- Pembayaran atas penambahan aset tetap 2026: USD 23,894 ribu; 2025: USD 278,970 ribu.
- Penambahan aset hak-guna 2026: USD 664,438 ribu.
- Aset tetap 30 Juni 2026: USD 2,505,311 ribu; 31 Des 2025: USD 1,805,603 ribu.
- Aset dalam pembangunan: USD 1,262,249 ribu (30 Juni 2026).
- Liabilitas sewa 30 Juni 2026: USD 691,590 ribu, terutama dari PT Kaltara Power Indonesia (USD 690,652 ribu); 31 Des 2025: USD 1,521 ribu.
- Persediaan 30 Juni 2026: USD 478,184 ribu, termasuk persediaan aluminium USD 319,919 ribu dan bahan baku aluminium USD 33,759 ribu; 31 Des 2025: USD 89,261 ribu.
- Fasilitas pinjaman KAI untuk proyek smelter aluminium di KIPI, Kalimantan Utara: komitmen AS$981,400 (Tranche A) dan Rp1.547.900.000.000 (Tranche B), jatuh tempo 8 tahun.
- Fasilitas OCBC AS$150,000 ditarik AS$100,000.
- Perjanjian sewa tanah/bangunan, sewa peralatan, dan operasi/pemeliharaan antara KAI dengan KPI/KPS ditandatangani 30 Juni 2026, berlaku 7 tahun.
- PP 24/2026 efektif 1 Juni 2026: setelah 31 Desember 2026 ekspor batubara hanya dapat dilakukan oleh BUMN Ekspor; dampak belum dapat ditentukan.
- Laporan keuangan diotorisasi 26 Agustus 2026 oleh Direksi.
- Beban bunga dan keuangan melonjak dari USD 614 ribu menjadi USD 27,117 ribu.
- Pendapatan dari Adaro International Singapore Pte. Ltd (pihak berelasi) USD 208,654 ribu dan PT Kinxiang New Energy USD 77,413 ribu, total USD 286,067 ribu (sekitar 49% dari pendapatan).

### Key financial figures

- **pendapatan_usaha:** 583878 (2026-01-01_2026-06-30)
- **pendapatan_usaha:** 443943 (2025-01-01_2025-06-30)
- **laba_bersih_periode_berjalan:** 162565 (2026-01-01_2026-06-30)
- **laba_bersih_periode_berjalan:** 138888 (2025-01-01_2025-06-30)
- **total_aset:** 4132489 (2026-06-30)
- **total_aset:** 2891276 (2025-12-31)
- **total_liabilitas:** 2344985 (2026-06-30)
- **total_liabilitas:** 1173865 (2025-12-31)
- **total_ekuitas:** 1787504 (2026-06-30)
- **total_ekuitas:** 1717411 (2025-12-31)
- **kas_dan_setara_kas:** 491549 (2026-06-30)
- **kas_dan_setara_kas:** 369087 (2025-12-31)
- **utang_bank_jangka_pendek:** 214671 (2026-06-30)
- **utang_bank_jangka_panjang:** 943113 (2026-06-30)
- **dividen_tunai:** 120000 (2026-01-01_2026-06-30)
- **penerbitan_saham_entitas_anak_kepada_nci:** 899 (2026-01-01_2026-06-30)
- **laba_per_saham_dasar_dilusian:** 0.0043 (2026-01-01_2026-06-30)
- **aset_tetap:** 2505311 (2026-06-30)
- **aset_tetap:** 1805603 (2025-12-31)
- **persediaan:** 478184 (2026-06-30)
- **persediaan:** 89261 (2025-12-31)
- **liabilitas_sewa:** 691590 (2026-06-30)
- **liabilitas_sewa:** 1521 (2025-12-31)
- **arus_kas_bersih_aktivitas_operasi:** -173665 (2026-01-01_2026-06-30)
- **arus_kas_bersih_aktivitas_operasi:** 130332 (2025-01-01_2025-06-30)
- **penerimaan_pinjaman_bank:** 453274 (2026-01-01_2026-06-30)
- **beban_bunga_dan_keuangan:** 27117 (2026-01-01_2026-06-30)
- **beban_bunga_dan_keuangan:** 614 (2025-01-01_2025-06-30)
- **aset_dalam_pembangunan:** 1262249 (2026-06-30)
- **aset_dalam_pembangunan:** 491260 (2025-12-31)

### Corporate actions

- Pembayaran dividen tunai USD 120,000 ribu pada periode 30 Juni 2026 dan 2025.
- Penerbitan saham entitas anak kepada kepentingan non-pengendali sebesar USD 899 ribu pada 2026.
- Peningkatan modal disetor pada entitas anak (ABI, AIA, KAI) melalui penerbitan saham baru, menunjukkan injeksi modal untuk pengembangan usaha.
- Perubahan nama perusahaan dari PT Adaro Minerals Indonesia Tbk menjadi PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk, efektif 2 Juni 2025.

### Expansion projects

- Proyek smelter aluminium KAI di KIPI, Kalimantan Utara, didanai fasilitas pinjaman sindikasi dan perjanjian sewa/operasi dengan KPI/KPS.
- Fasilitas pinjaman KAI: komitmen AS$981,400 (Tranche A) dan Rp1.547.900.000.000 (Tranche B), jatuh tempo 8 tahun.
- Perjanjian sewa tanah/bangunan, sewa peralatan, dan operasi/pemeliharaan antara KAI dengan KPI/KPS ditandatangani 30 Juni 2026, berlaku 7 tahun.
- Aset dalam pembangunan (CIP) per 30 Juni 2026: USD 1,262,249 ribu, mencakup bangunan/pabrik/infrastruktur (USD 1,015,262 ribu), mesin/peralatan/kendaraan (USD 240,113 ribu), jalan dan jembatan (USD 6,336 ribu), dan peralatan kantor (USD 538 ribu).
- Penambahan aset hak-guna selama 6 bulan 2026: USD 664,438 ribu, terutama untuk tanah/bangunan/infrastruktur (USD 298,830 ribu) dan mesin/peralatan/kendaraan (USD 365,608 ribu).
- Komitmen belanja modal yang telah diperjanjikan namun belum diakui sebagai kewajiban: USD 55,402 ribu per 30 Juni 2026 (turun dari USD 100,734 ribu per 31 Desember 2025).

### Management / control changes

- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris disetujui dalam Akta No. 2 tanggal 2 Juni 2025, namun rincian perubahan tidak dijelaskan.
- Pengendali Perusahaan adalah PT Adaro Strategic Investments (ASI) bersama Garibaldi Thohir, dengan kepemilikan tidak langsung melalui AlamTri (85,45%).

### Capital structure

- Modal saham ditempatkan dan disetor penuh: 40,882,331,500 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.
- AlamTri memiliki 85,45% saham Perusahaan secara langsung (34,933,166,100 saham per 30 Juni 2026).
- Kepemilikan Wito Krisnahadi: 69,000 saham (0,00%); pemegang saham lainnya: 5,949,096,400 saham (14,55%).
- Tambahan modal disetor negatif: USD 183,042 ribu (defisit), terutama dari selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali.
- Kepentingan non-pengendali per 30 Juni 2026: USD 154,627 ribu (KAI USD 154,262 ribu, Others USD 365 ribu).
- Penerbitan saham entitas anak kepada NCI: USD 899 ribu pada 2026.

### Listing / regulatory

- Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 3 Januari 2022 setelah IPO 6,607,081,500 saham (16,16%).
- PP 24/2026 efektif 1 Juni 2026: setelah 31 Desember 2026 ekspor batubara hanya dapat dilakukan oleh BUMN Ekspor, dengan pengecualian yang dapat diajukan.
- PP 21/2026 efektif 1 Juni 2026: mewajibkan penempatan DHE SDA dari sektor pertambangan dalam persentase tertentu ke sistem keuangan domestik.
- Kepmen 344/2025: kewajiban penggantian jaminan reklamasi non-deposito menjadi deposito berjangka setelah masa berlaku berakhir.
- PMK 136/2024 tentang Pajak Minimum Global berlaku sejak 1 Januari 2025; Grup menerapkan pengecualian.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan usaha tumbuh 31,5% dari USD 443,943 ribu menjadi USD 583,878 ribu.
  - Basis: (583.878 - 443.943) / 443.943
  - Assumptions: Angka dalam ribuan USD.
- **Peningkatan utang bank** [derived_calculation, high]: Total utang bank meningkat dari USD 713,023 ribu (31 Des 2025) menjadi USD 1,157,784 ribu (30 Jun 2026), selisih USD 444,761 ribu.
  - Basis: Utang bank jangka pendek dan panjang
  - Assumptions: Total utang bank adalah penjumlahan jangka pendek dan panjang.
- **Peningkatan aset tetap** [derived_calculation, high]: Aset tetap meningkat sebesar USD 699,708 ribu dari USD 1,805,603 ribu (31 Des 2025) menjadi USD 2,505,311 ribu (30 Jun 2026).
  - Basis: Nilai buku neto aset tetap
- **Peningkatan liabilitas sewa** [derived_calculation, high]: Liabilitas sewa meningkat dari USD 1,521 ribu menjadi USD 691,590 ribu, hampir seluruhnya dari KPI (USD 690,652 ribu).
  - Basis: Catatan liabilitas sewa
- **Kontribusi pendapatan pihak utama** [derived_calculation, high]: Pendapatan dari dua pelanggan utama mencapai USD 286,067 ribu atau sekitar 49% dari total pendapatan.
  - Basis: 286.067 / 583.878
- **Ekspansi bisnis aluminium** [analyst_hypothesis, medium]: Munculnya persediaan aluminium (USD 319,919 ribu), kontrak forward aluminium (60,675 MT), dan perjanjian sewa/operasi dengan KPI/KPS mengindikasikan ekspansi signifikan di sektor aluminium, namun detail proyek belum diungkapkan.
  - Basis: Persediaan aluminium; Kontrak forward; Perjanjian sewa
  - Assumptions: Peningkatan persediaan dan perjanjian terkait proyek smelter aluminium.
  - Caveats: Belum ada pengumuman resmi ekspansi.
- **Tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Arus kas operasi negatif dan pembayaran dividen besar dapat meningkatkan ketergantungan pada pinjaman bank.
  - Basis: Arus kas operasi -173.665, dividen 120.000, penerimaan pinjaman 453.274.
  - Assumptions: Manajemen menggunakan pinjaman untuk menutup defisit.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit tujuan pinjaman.

### Risks / uncertainties

- Arus kas operasi negatif pada 2026 dapat menimbulkan risiko likuiditas jika tidak diimbangi pendanaan yang memadai.
- Peningkatan utang bank dan liabilitas sewa yang signifikan meningkatkan leverage dan risiko suku bunga.
- PP 24/2026: dampak terhadap kontrak ekspor batubara yang berlaku melebihi 31 Desember 2026 belum dapat ditentukan.
- Rugi pajak dari beberapa entitas tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan karena ketidakpastian pemanfaatan sebelum kadaluwarsa.
- Utang royalti kepada Pemerintah (USD 33,270 ribu) masih dapat diaudit oleh Direktorat Mineral dan Batubara.
- Pinjaman PSM memiliki cadangan KKE penuh, menunjukkan potensi kerugian.
- Konsentrasi pendapatan pada dua pelanggan utama (sekitar 49%) meningkatkan risiko ketergantungan.
- Aset dalam penyelesaian yang besar (1.262.249) menimbulkan risiko penyelesaian proyek.
- Dampak PSAK 118 dan Amandemen PSAK 221 efektif 2027 belum dapat diestimasi.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan yang kuat dengan peningkatan pendapatan dan laba.
- Peningkatan utang bank dan aset tetap mengindikasikan aktivitas ekspansi yang dapat mempengaruhi valuasi.
- Pembayaran dividen tunai menunjukkan komitmen imbal hasil kepada pemegang saham.
- Perubahan nama perusahaan dapat mempengaruhi persepsi pasar.
- Pembiayaan proyek smelter aluminium di Kalimantan Utara menunjukkan ekspansi kapasitas produksi aluminium.

---

## ADRO

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 27–31 Agustus 2026, ADRO (Alamtri Resources Indonesia Tbk) menyampaikan laporan keuangan interim 6M 2026 yang ditelaah terbatas, diikuti dengan koreksi atas laporan tersebut. Secara korporasi, perubahan utama adalah: (1) peningkatan signifikan total aset, aset tetap, dan aset dalam penyelesaian, (2) kenaikan liabilitas jangka panjang terutama utang bank dan liabilitas sewa pembiayaan, (3) penurunan saham biasa dan tambahan modal disetor serta penghapusan saldo saham treasuri, dan (4) arus kas operasi negatif. Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau kegiatan usaha yang dilaporkan. Pentingnya terletak pada indikasi pendanaan ekspansi besar (proyek smelter aluminium KAI) dan perubahan struktur modal yang memengaruhi ekuitas dan leverage.

### Material changes

- Total aset meningkat dari USD 6,816,993 ribu (31 Des 2025) menjadi USD 7,804,882 ribu (30 Jun 2026).
- Aset tetap meningkat dari USD 2,360,892 ribu menjadi USD 2,984,332 ribu.
- Aset dalam penyelesaian per 30 Jun 2026: USD 1,265,822 ribu.
- Liabilitas jangka panjang meningkat dari USD 952,156 ribu menjadi USD 1,767,389 ribu.
- Utang bank jangka panjang meningkat dari USD 704,367 ribu menjadi USD 956,155 ribu.
- Liabilitas sewa pembiayaan jangka panjang meningkat dari USD 56,570 ribu menjadi USD 638,256 ribu.
- Saham biasa menurun dari 315,103 juta menjadi 308,786 juta.
- Saham treasuri menurun dari USD 66,781 ribu menjadi 0.
- Tambahan modal disetor menurun dari USD 738,435 ribu menjadi USD 677,971 ribu.
- Arus kas operasi 6M 2026 negatif USD 42,917 ribu (6M 2025: positif USD 333,162 ribu).

### Key financial figures

- **total_assets:** 7,804,882 (2026-06-30)
- **total_assets:** 6,816,993 (2025-12-31)
- **total_liabilities:** 2,677,475 (2026-06-30)
- **total_liabilities:** 1,813,040 (2025-12-31)
- **total_equity:** 5,127,407 (2026-06-30)
- **total_equity:** 5,003,953 (2025-12-31)
- **revenue:** 999,242 (2026-06-30)
- **revenue:** 857,690 (2025-06-30)
- **net_income:** 329,195 (2026-06-30)
- **net_income:** 194,938 (2025-06-30)
- **cash_and_cash_equivalents:** 978,223 (2026-06-30)
- **cash_and_cash_equivalents:** 1,044,123 (2025-12-31)
- **inventories:** 505,126 (2026-06-30)
- **inventories:** 115,978 (2025-12-31)
- **property_plant_equipment:** 2,984,332 (2026-06-30)
- **property_plant_equipment:** 2,360,892 (2025-12-31)
- **long_term_bank_loans:** 956,155 (2026-06-30)
- **long_term_bank_loans:** 704,367 (2025-12-31)
- **finance_lease_liabilities_non_current:** 638,256 (2026-06-30)
- **finance_lease_liabilities_non_current:** 56,570 (2025-12-31)
- **net_cash_flow_from_operating_activities:** -42,917 (2026-06-30)
- **net_cash_flow_from_operating_activities:** 333,162 (2025-06-30)
- **capital_expenditure:** 33,385 (2026-06-30)
- **capital_expenditure:** 358,083 (2025-06-30)
- **earnings_per_share:** 0.01074 (2026-06-30)
- **earnings_per_share:** 0.00587 (2025-06-30)

### Corporate actions

- Distribusi dividen kas total USD 223,266 ribu selama 6M 2026 (entitas induk USD 197,500 ribu, NCI USD 25,766 ribu).
- Pembayaran dividen kas dari aktivitas pendanaan sebesar USD 468,662 ribu (6M 2026).
- Pembelian kepentingan non-pengendali pada entitas anak sebesar USD 20,349 ribu (6M 2026).
- Penandatanganan fasilitas pinjaman baru tahun 2026: KAI-OCBC (4 Juni 2026, AS$150,000, ditarik AS$100,000), SIS-UOB (12 Maret 2026, AS$50,000), SIS-BRI (31 Maret 2026, AS$25,000), MSW-Bank Permata (7 Agustus 2026, Rp300 miliar + Rp200 miliar).
- Penurunan saham treasuri menjadi nol dan penurunan saham biasa serta tambahan modal disetor.

### Expansion projects

- Proyek smelter aluminium KAI di kawasan industri KIPI, Kalimantan Utara, didanai melalui Fasilitas Pinjaman KAI (komitmen AS$981,400 Tranche A dan Rp1,547,900,000,000 Tranche B; saldo per 30 Jun 2026: AS$981,400 dan Rp1,547,900,000,000).
- Aset dalam penyelesaian per 30 Jun 2026: USD 1,265,822 ribu, dengan estimasi selesai Juli 2026 - Desember 2028.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap 6M 2026: USD 33,385 ribu, turun signifikan dari USD 358,083 ribu pada 6M 2025.
- Penambahan aset tetap 6M 2026: USD 753,681 ribu, terutama aset hak guna USD 664,745 ribu dan aset dalam penyelesaian USD 79,843 ribu.

### Capital structure

- Saham biasa per 30 Jun 2026: 308,786 juta (31 Des 2025: 315,103 juta).
- Saham treasuri per 30 Jun 2026: 0 (31 Des 2025: USD 66,781 ribu).
- Tambahan modal disetor per 30 Jun 2026: USD 677,971 ribu (31 Des 2025: USD 738,435 ribu).
- Kepentingan non-pengendali per 30 Jun 2026: USD 518,405 ribu (31 Des 2025: USD 518,530 ribu).
- Ekuitas yang diatribusikan ke pemilik entitas induk: USD 4,609,002 ribu (30 Jun 2026) vs USD 4,485,423 ribu (31 Des 2025).

### Listing / regulatory

- Kepatuhan terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017: Ya.
- Kepatuhan terhadap independensi akuntan (POJK No. 13/POJK.03/2017): Ya.
- Laporan keuangan disusun berdasarkan Peraturan No. VIII.G.7.
- Penerapan amandemen standar akuntansi efektif 1 Januari 2026 tidak berdampak material; PSAK 118 dan Amandemen PSAK 221 efektif 1 Januari 2027.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan liabilitas jangka panjang** [explicit_fact, high]: Liabilitas jangka panjang meningkat dari USD 952,156 ribu menjadi USD 1,767,389 ribu, terutama didorong kenaikan utang bank dan liabilitas sewa pembiayaan.
  - Basis: Angka liabilitas jangka panjang pada laporan posisi keuangan.
- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih meningkat sekitar 68.9% dari USD 194,938 ribu menjadi USD 329,195 ribu.
  - Basis: Laba bersih 6M 2026: 329,195; 6M 2025: 194,938
  - Assumptions: Perhitungan selisih dan persentase sederhana.
- **Peningkatan utang bank kotor** [derived_calculation, high]: Utang bank kotor meningkat dari USD 752,970 ribu menjadi USD 1,194,288 ribu, selisih USD 441,318 ribu.
  - Basis: Angka utang bank kotor pada catatan utang bank.
  - Assumptions: Perhitungan selisih sederhana.
- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan meningkat dari USD 857,690 ribu menjadi USD 999,242 ribu, pertumbuhan 16.5%.
  - Basis: Pendapatan 6M 2026: 999,242; 6M 2025: 857,690
  - Assumptions: Angka dalam ribuan USD
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas = 2,677,475 / 5,127,407 = 0.52 (30 Jun 2026) vs 1,813,040 / 5,003,953 = 0.36 (31 Des 2025).
  - Basis: Total liabilitas dan total ekuitas
  - Assumptions: Angka dalam ribuan USD
- **Peningkatan persediaan** [derived_calculation, high]: Persediaan meningkat dari USD 115,978 ribu menjadi USD 505,126 ribu, kenaikan USD 389,148 ribu atau 335.5%.
  - Basis: Persediaan 30 Jun 2026: 505,126; 31 Des 2025: 115,978
  - Assumptions: Angka dalam ribuan USD
- **Kenaikan total utang bank** [derived_calculation, high]: Total utang bank (jangka pendek + jangka panjang) meningkat dari USD 745,043 ribu menjadi USD 1,183,462 ribu, kenaikan USD 438,419 ribu.
  - Basis: Current maturities 227,307 + long-term 956,155 = 1,183,462 (2026); Current maturities 40,676 + long-term 704,367 = 745,043 (2025)
  - Assumptions: Angka dalam ribuan USD
- **Kenaikan total liabilitas sewa pembiayaan** [derived_calculation, high]: Total liabilitas sewa pembiayaan meningkat dari USD 76,221 ribu menjadi USD 755,926 ribu, kenaikan USD 679,705 ribu.
  - Basis: Jangka pendek 117,670 + jangka panjang 638,256 = 755,926 (2026); Jangka pendek 19,651 + jangka panjang 56,570 = 76,221 (2025)
  - Assumptions: Angka dalam ribuan USD
- **Kemungkinan pendanaan ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan utang bank dan sewa pembiayaan dapat mengindikasikan pendanaan untuk ekspansi, terutama proyek smelter aluminium KAI, namun tidak ada pernyataan eksplisit mengenai penggunaan dana.
  - Basis: Kenaikan utang bank dan liabilitas sewa pembiayaan.
  - Assumptions: Peningkatan utang jangka panjang sering terkait dengan pendanaan investasi.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan manajemen dalam bagian ini.
- **Potensi transaksi saham treasuri** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan saldo saham treasuri menjadi nol dan penurunan saham biasa mengindikasikan kemungkinan penjualan kembali atau pembatalan saham treasuri, namun detail transaksi tidak diungkapkan.
  - Basis: Perubahan saldo saham treasuri, saham biasa, dan tambahan modal disetor.
  - Assumptions: Transaksi saham treasuri mempengaruhi komponen ekuitas.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan eksplisit mengenai penyebab perubahan.
- **Peningkatan liabilitas sewa pembiayaan** [analyst_hypothesis, medium]: Kenaikan liabilitas sewa pembiayaan jangka panjang dari USD 56,570 ribu menjadi USD 638,256 ribu (11.3 kali) menunjukkan ekspansi aset melalui sewa pembiayaan, mungkin untuk mendukung operasional atau ekspansi.
  - Basis: Liabilitas sewa pembiayaan jangka panjang: 638,256 (2026) vs 56,570 (2025)
  - Assumptions: Kenaikan mencerminkan perjanjian sewa baru
  - Caveats: Detail aset yang disewa tidak diungkapkan

### Risks / uncertainties

- Peningkatan signifikan liabilitas jangka panjang, terutama sewa pembiayaan (dari USD 56,570 ribu menjadi USD 638,256 ribu), dapat meningkatkan beban bunga dan risiko likuiditas.
- Arus kas operasi negatif pada 6M 2026 (USD 42,917 ribu) dapat mengindikasikan tekanan likuiditas operasional.
- Konsentrasi pendapatan pada pihak berelasi (Adaro Indonesia dan Adaro International) mencapai 57.9% dari total pendapatan.
- Fasilitas pinjaman SIS bersifat revolving uncommitted, sehingga kreditur tidak memiliki komitmen untuk menyediakan dana.
- Perubahan suku bunga Tranche B KAI dari JIBOR ke IndONIA dapat mempengaruhi biaya bunga di masa depan.
- Fluktuasi nilai tukar mata uang asing tercermin dalam kerugian selisih kurs (USD 10,527 ribu).
- Penerapan standar akuntansi baru PSAK 118 dan Amandemen PSAK 221 efektif 1 Januari 2027 akan menyebabkan penyajian ulang laporan keuangan 2026.
- Risiko suku bunga: pinjaman menggunakan suku bunga mengambang (SOFR, IndONIA, JIBOR).

### Items to monitor

- Alasan koreksi laporan keuangan interim 6M 2026 (dokumen 'ADRO_Penjelasan atas Perubahan.pdf' tidak tersedia dalam ringkasan).
- Rincian transaksi saham treasuri dan penyebab penurunan saham biasa serta tambahan modal disetor.
- Detail penggunaan dana dari fasilitas pinjaman baru (KAI-OCBC, SIS-UOB, SIS-BRI, MSW-Bank Permata).
- Perkembangan proyek smelter aluminium KAI dan milestone penyelesaian (estimasi Juli 2026 - Desember 2028).
- Kepatuhan terhadap persyaratan perjanjian pinjaman dan rasio keuangan pada periode berikutnya.
- Dampak penerapan PSAK 118 dan Amandemen PSAK 221 pada laporan keuangan 2027.
- Perubahan struktur modal lebih lanjut, termasuk potensi penerbitan saham baru atau pembelian kembali saham.

---

## AGAR

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode ini, PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait keterbukaan informasi rencana pengambilalihan. Emiten menyampaikan tanggapan awal pada 27 Agustus 2026 dan kemudian mengoreksinya pada 28 Agustus 2026. Isi substantif kedua pengumuman sama: rencana pengambilalihan oleh Suprajitno Sutomo masih dalam tahap uji tuntas dan negosiasi tanpa target waktu pasti, serta emiten tidak mengetahui perkembangan rencana pembelian tambahan 60 juta saham. Selain itu, emiten melaporkan kinerja keuangan per 30 Juni 2026 dengan penjualan naik 59,5% YoY, laba Rp1,02 miliar (berbalik dari rugi), namun arus kas operasi turun 57,3% dan konsentrasi penjualan kepada satu pelanggan mencapai 75,9%. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi perubahan pengendalian yang masih belum pasti, serta sinyal risiko operasional dari penurunan arus kas dan ketergantungan pelanggan.

### Material changes

- Rencana pengambilalihan oleh Suprajitno Sutomo masih dalam proses uji tuntas dan negosiasi; target waktu belum ditentukan.
- Perusahaan tidak mengetahui perkembangan rencana pembelian tambahan saham sekurang-kurangnya 60 juta saham dari pemegang saham lain.
- Kinerja keuangan per 30 Juni 2026: penjualan naik 59,5% YoY, laba Rp1,02 miliar (berbalik dari rugi Rp4,07 miliar), arus kas operasi turun 57,3% menjadi Rp11,65 miliar.
- Konsentrasi penjualan kepada Greenwich Technology Development Ltd. mencapai Rp107,73 miliar atau 75,9% dari total penjualan; piutang terkait Rp34,30 miliar.
- Pembayaran kepada pemasok meningkat dari Rp61,86 miliar menjadi Rp114,63 miliar.
- Tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.

### Key financial figures

- **penjualan:** Rp107,73 miliar (30 Juni 2026 (kepada Greenwich Technology Development Ltd.))
- **penjualan:** 59,5% YoY (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **laba_bersih:** Rp1,02 miliar (30 Juni 2026)
- **rugi_bersih:** Rp4,07 miliar (30 Juni 2025)
- **piutang_usaha:** Rp34,30 miliar (30 Juni 2026 (kepada Greenwich Technology Development Ltd.))
- **arus_kas_operasi:** Rp11,65 miliar (30 Juni 2026)
- **arus_kas_operasi:** Rp27,26 miliar (30 Juni 2025)
- **pembayaran_kepada_pemasok:** Rp114,63 miliar (30 Juni 2026)
- **pembayaran_kepada_pemasok:** Rp61,86 miliar (30 Juni 2025)

### Corporate actions

- Rencana pengambilalihan (akuisisi) oleh Suprajitno Sutomo - masih dalam uji tuntas dan negosiasi, target waktu belum ditentukan.

### Management / control changes

- Rencana pengambilalihan oleh Suprajitno Sutomo berpotensi mengubah pengendali; masih dalam proses uji tuntas dan negosiasi.

### Capital structure

- Rencana pembelian tambahan saham sekurang-kurangnya 60 juta saham dari pemegang saham lainnya; perkembangan tidak diketahui perusahaan.

### Listing / regulatory

- Tanggapan atas surat permintaan penjelasan BEI No. S-10979/BEI.PP1/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026.
- Koreksi atas surat tanggapan No. 013/ASM/VIII/2026 tanggal 27 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Rencana pengambilalihan** [explicit_fact, high]: Rencana pengambilalihan oleh Suprajitno Sutomo masih dalam proses uji tuntas dan negosiasi; target waktu belum ditentukan.
  - Basis: Pernyataan emiten dalam pengumuman
- **Rencana pembelian saham tambahan** [explicit_fact, high]: Perusahaan tidak mengetahui perkembangan rencana pembelian tambahan saham sekurang-kurangnya 60 juta saham dari pemegang saham lain.
  - Basis: Pernyataan emiten dalam pengumuman
- **Kinerja keuangan** [explicit_fact, high]: Penjualan naik 59,5% YoY, laba Rp1,02 miliar (berbalik dari rugi Rp4,07 miliar), arus kas operasi turun 57,3% menjadi Rp11,65 miliar.
  - Basis: Angka keuangan yang dilaporkan emiten
- **Konsentrasi pelanggan** [explicit_fact, high]: Penjualan kepada Greenwich Technology Development Ltd. mencapai Rp107,73 miliar atau 75,9% dari total penjualan; piutang terkait Rp34,30 miliar.
  - Basis: Angka keuangan yang dilaporkan emiten
- **Perubahan pembayaran pemasok** [derived_calculation, high]: Pembayaran kepada pemasok meningkat sebesar Rp52,77 miliar (dari Rp61,86 miliar menjadi Rp114,63 miliar), atau sekitar 85,3%.
  - Basis: Rp114,63 miliar - Rp61,86 miliar = Rp52,77 miliar; (Rp52,77 / Rp61,86) * 100 = 85,3%
- **Penurunan arus kas operasi** [derived_calculation, high]: Penurunan arus kas operasi sebesar Rp15,61 miliar (dari Rp27,26 miliar menjadi Rp11,65 miliar), atau sekitar 57,3%.
  - Basis: Rp27,26 miliar - Rp11,65 miliar = Rp15,61 miliar; (Rp15,61 / Rp27,26) * 100 = 57,3%
- **Estimasi total penjualan per 30 Juni 2026** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan penjualan kepada Greenwich Rp107,73 miliar yang mewakili 75,9% dari total penjualan, estimasi total penjualan adalah Rp107,73 miliar / 0,759 ≈ Rp141,94 miliar.
  - Basis: Penjualan kepada Greenwich Rp107,73 miliar; Persentase 75,9%
  - Assumptions: Persentase 75,9% dihitung dari total penjualan yang sama
  - Caveats: Pembulatan angka; total penjualan tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen.
- **Keberlanjutan laba** [analyst_hypothesis, low]: Laba yang dilaporkan mungkin belum tentu berkelanjutan karena tingginya konsentrasi penjualan kepada satu pelanggan (75,9%) dan penurunan arus kas operasi yang signifikan, meskipun perusahaan mengklaim perbaikan operasional.
  - Basis: Konsentrasi penjualan 75,9% kepada Greenwich; Arus kas operasi turun 57,3%
  - Assumptions: Konsentrasi pelanggan dapat meningkatkan risiko pendapatan
  - Caveats: Perusahaan menyatakan laba mencerminkan perbaikan operasional, tetapi tidak ada rincian faktor non-recurring.; Konsentrasi pelanggan dan penurunan arus kas dapat menjadi indikator risiko.
- **Keterkaitan pengambilalihan dengan lokasi gudang** [analyst_hypothesis, low]: Lokasi gudang yang tercantum mungkin terkait dengan aset yang menjadi bagian dari transaksi pengambilalihan, namun tidak ada informasi eksplisit yang menghubungkan keduanya.
  - Basis: Dokumen menyebutkan pengambilalihan dan mencantumkan daftar gudang
  - Assumptions: Asumsi bahwa daftar gudang disertakan karena relevan dengan transaksi
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit bahwa gudang-gudang tersebut adalah objek pengambilalihan.

### Risks / uncertainties

- Target waktu pengambilalihan belum ditentukan dan bergantung pada hasil uji tuntas dan negosiasi.
- Perusahaan tidak mengetahui perkembangan rencana pembelian tambahan saham 60 juta saham.
- Konsentrasi penjualan yang tinggi kepada satu pelanggan (75,9%) menimbulkan risiko ketergantungan.
- Penurunan arus kas operasi yang signifikan (57,3%) meskipun laba positif.
- Proses negosiasi transaksi masih berlangsung dan belum ada kepastian.

### Items to monitor

- Perkembangan hasil uji tuntas dan negosiasi pengambilalihan oleh Suprajitno Sutomo.
- Status rencana pembelian tambahan saham 60 juta saham.
- Kinerja keuangan kuartal berikutnya, terutama arus kas operasi dan konsentrasi pelanggan.
- Keterbukaan informasi material selanjutnya terkait transaksi pengambilalihan.

---

## AGII

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) mengumumkan penghentian penghimpunan dana dari sisa plafon Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahun 2023. Keputusan ini diambil oleh Direksi pada 28 Agustus 2026. Target dana PUB adalah Rp1.250.000.000.000, dengan dana yang telah dihimpun sebesar Rp70.000.000.000 dari Tahap I Seri A dan Seri B, sehingga sisa plafon yang tidak dihimpun adalah Rp1.180.000.000.000. Alasan penghentian adalah rencana pemanfaatan fasilitas pinjaman sindikasi yang tersedia untuk ekspansi bisnis dan menjaga likuiditas. Emiten menyatakan dampak dari penghentian ini adalah tidak ada.

### Material changes

- Pada 28 Agustus 2026, Direksi PT Samator Indo Gas Tbk memutuskan untuk tidak melanjutkan penghimpunan dana dari sisa plafon PUB Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Samator Indo Gas Tahun 2023.
- Target dana dari PUB Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahun 2023 adalah sebesar Rp1.250.000.000.000.
- Dana yang telah dihimpun sampai saat ini adalah sebesar Rp70.000.000.000 dari Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2023 Seri A dan Seri B.
- Sisa plafon yang belum dihimpun adalah sebesar Rp1.180.000.000.000 dengan masa berlaku sampai dengan 28 September 2025.
- Keputusan penghentian dilakukan dengan pertimbangan rencana pemanfaatan fasilitas pinjaman sindikasi yang masih tersedia untuk ekspansi bisnis dan menjaga kecukupan likuiditas.
- Dampak informasi terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan 'Tidak ada' oleh emiten.

### Key financial figures

- **Target dana PUB Sukuk Ijarah Berkelanjutan III:** 1.250.000.000.000 (2023-2026 (masa berlaku sampai 28 September 2025))
- **Dana yang telah dihimpun dari Sukuk Tahap I Seri A dan Seri B:** 70.000.000.000 (sampai dengan 28 Agustus 2026)
- **Sisa plafon yang belum dihimpun:** 1.180.000.000.000 (sampai dengan 28 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Penghentian Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahun 2023

### Expansion projects

- Rencana pemanfaatan fasilitas pinjaman sindikasi untuk ekspansi bisnis dan menjaga kecukupan likuiditas (tidak ada nilai atau detail lebih lanjut)

### Capital structure

- Sisa plafon PUB yang tidak dihimpun sebesar Rp1.180.000.000.000

### Listing / regulatory

- Penghentian PUB Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahun 2023

### Analytical scenarios

- **Penghentian PUB** [explicit_fact, high]: Direksi memutuskan untuk tidak melanjutkan penghimpunan dana dari sisa plafon PUB Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahun 2023.
  - Basis: Pada tanggal 28 Agustus 2026, Direksi Perseroan telah memutuskan untuk tidak melanjutkan penghimpunan dana dari sisa plafon PUB Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Samator Indo Gas Tahun 2023.
- **Sisa plafon yang tidak dihimpun** [derived_calculation, high]: Sisa plafon dihitung sebagai target dana dikurangi dana yang telah dihimpun: Rp1.250.000.000.000 - Rp70.000.000.000 = Rp1.180.000.000.000.
  - Basis: Target dana dari PUB Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Samator Indo Gas Tahun 2023 adalah sebesar Rp1.250.000.000.000.; Perseroan telah menghimpun dana sebesar Rp70.000.000.000 dari Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2023 Seri A dan Seri B.; Sisa plafon yang belum dihimpun adalah sebesar Rp1.180.000.000.000.
  - Assumptions: Angka sisa plafon yang dinyatakan emiten konsisten dengan perhitungan sederhana.
- **Alasan penghentian dan dampak** [analyst_hypothesis, low]: Penghentian PUB kemungkinan mengurangi fleksibilitas pendanaan jangka panjang, namun emiten menyatakan dampak tidak ada dan akan menggunakan pinjaman sindikasi. Hal ini dapat mengindikasikan pergeseran struktur pendanaan dari pasar modal ke perbankan.
  - Basis: Keputusan ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa pada tahun ini Perseroan berencana untuk memanfaatkan fasilitas pinjaman sindikasi yang masih tersedia.; Dampak kejadian dinyatakan tidak ada.
  - Assumptions: Pinjaman sindikasi yang dimaksud adalah fasilitas yang sudah ada dan tersedia.; Tidak ada informasi tambahan mengenai syarat atau jumlah pinjaman sindikasi.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data kuantitatif mengenai fasilitas sindikasi.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian yang dinyatakan secara eksplisit; emiten menyatakan dampak tidak ada.
- Ketergantungan pada fasilitas pinjaman sindikasi untuk ekspansi dan likuiditas, namun rincian fasilitas tidak diungkapkan.

### Items to monitor

- Penghentian PUB Sukuk Ijarah dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap rencana pendanaan emiten, namun tidak ada dampak yang dinyatakan.

---

## ALKA

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menerbitkan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11047/BEI.PP1/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026. Dalam tanggapannya, ALKA menjelaskan penurunan penjualan neto per 30 Juni 2026 dari Rp79,45 miliar menjadi Rp49,07 miliar, peningkatan beban umum dan administrasi dari Rp2,95 miliar menjadi Rp10,66 miliar, serta peningkatan beban penjualan yang terutama disebabkan biaya perjalanan dinas. Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi di tahun 2026 dan tidak memiliki rencana lain selain yang telah disampaikan kepada publik. Dokumen utama hanya merujuk pada lampiran tanpa substansi; lampiran berisi penjelasan rinci.

### Material changes

- ALKA menerbitkan surat tanggapan atas permintaan penjelasan BEI No. S-11047/BEI.PP1/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026.
- Penjualan neto per 30 Juni 2026 turun dari Rp79,45 miliar menjadi Rp49,07 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Beban umum dan administrasi per 30 Juni 2026 meningkat dari Rp2,95 miliar menjadi Rp10,66 miliar dibandingkan periode sebelumnya.
- Peningkatan beban penjualan periode berjalan terutama disebabkan oleh peningkatan biaya perjalanan dinas karyawan.
- Sampai dengan tanggal surat (28 Agustus 2026), Perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi yang akan dilakukan di tahun 2026.
- Perseroan tidak memiliki rencana selain aksi korporasi yang telah disampaikan kepada publik.
- Surat ditandatangani oleh Sucipto Tanro, Presiden Direktur, pada 28 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **penjualan_neto:** Rp49,07 miliar (per 30 Juni 2026 (periode berjalan))
- **penjualan_neto:** Rp79,45 miliar (periode yang sama tahun sebelumnya (diasumsikan per 30 Juni 2025))
- **beban_umum_dan_administrasi:** Rp10,66 miliar (per 30 Juni 2026 (periode berjalan))
- **beban_umum_dan_administrasi:** Rp2,95 miliar (periode sebelumnya (diasumsikan per 30 Juni 2025))

### Listing / regulatory

- BEI melakukan pemantauan terhadap ALKA dan mengirimkan permintaan penjelasan No. S-11047/BEI.PP1/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026.
- ALKA merespons dengan surat tanggapan No. 2742/AI/STdr/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026, menjelaskan penurunan penjualan dan peningkatan beban, serta menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi di tahun 2026.

### Analytical scenarios

- **Penurunan penjualan neto** [derived_calculation, high]: Penurunan penjualan neto secara absolut adalah Rp79,45 miliar - Rp49,07 miliar = Rp30,38 miliar. Secara persentase, penurunan adalah (30,38 / 79,45) * 100% = 38,24%.
  - Basis: Angka penjualan neto periode sebelumnya (Rp79,45 miliar) dan periode berjalan (Rp49,07 miliar) dari dokumen lampiran.
  - Assumptions: Periode pembanding adalah periode yang sama tahun sebelumnya (per 30 Juni 2025).
  - Caveats: Perhitungan hanya menggunakan angka yang tersedia; periode pembanding tidak dinyatakan eksplisit.
- **Peningkatan beban umum dan administrasi** [derived_calculation, high]: Peningkatan beban umum dan administrasi secara absolut adalah Rp10,66 miliar - Rp2,95 miliar = Rp7,71 miliar. Secara persentase, peningkatan adalah (7,71 / 2,95) * 100% = 261,36%.
  - Basis: Angka beban umum dan administrasi periode sebelumnya (Rp2,95 miliar) dan periode berjalan (Rp10,66 miliar) dari dokumen lampiran.
  - Assumptions: Periode pembanding adalah periode yang sama tahun sebelumnya (per 30 Juni 2025).
  - Caveats: Perhitungan hanya menggunakan angka yang tersedia; periode pembanding tidak dinyatakan eksplisit.
- **Penyebab penurunan penjualan** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan penjualan neto yang signifikan (38,24%) dapat mengindikasikan penurunan permintaan pasar atau hilangnya kontrak utama, namun penyebab spesifik tidak dijelaskan secara rinci dalam dokumen.
  - Basis: Dokumen menyebut penurunan volume penjualan sebagai penyebab utama, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
  - Assumptions: Penurunan volume penjualan mungkin terkait dengan kondisi pasar atau persaingan.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data kuantitatif tambahan dalam dokumen.
- **Peningkatan beban penjualan** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan beban penjualan yang didorong oleh biaya perjalanan dinas menunjukkan upaya agresif untuk meningkatkan penjualan, tetapi efektivitasnya belum terlihat dari penurunan penjualan yang terjadi.
  - Basis: Dokumen menyebut peningkatan biaya perjalanan dinas untuk intensifikasi pemasaran.
  - Assumptions: Upaya pemasaran mungkin belum berdampak pada penjualan pada periode berjalan.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif tentang beban penjualan atau hasil pemasaran.

### Risks / uncertainties

- Penurunan penjualan yang signifikan dapat berdampak pada profitabilitas dan arus kas Perseroan.
- Peningkatan beban umum dan administrasi yang tidak berkorelasi dengan penjualan dapat menekan margin laba.
- Tidak adanya rencana aksi korporasi atau rencana lain yang diumumkan dapat membatasi prospek pertumbuhan di tahun 2026.

### Items to monitor

- Penurunan penjualan neto sebesar 38,24% dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap kinerja operasional ALKA.
- Peningkatan beban umum dan administrasi yang signifikan (261,36%) dapat menekan profitabilitas.
- Tidak adanya rencana aksi korporasi menunjukkan tidak ada potensi perubahan struktur modal atau ekspansi dalam waktu dekat.

---

## AMIN

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk. (AMIN) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode enam bulan berakhir 31 Juli 2026. Total aset tercatat Rp335,61 miliar, total liabilitas Rp131,17 miliar, dan total ekuitas Rp204,43 miliar. Pendapatan usaha turun 25,95% menjadi Rp133,72 miliar, namun laba bersih naik 56,2% menjadi Rp18,33 miliar. Dividen kas Rp10,8 miliar dibayar 8 Juli 2026. Belanja aset tetap meningkat signifikan menjadi Rp12,21 miliar, terutama untuk mesin dan peralatan. Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan.

### Material changes

- Laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode enam bulan berakhir 31 Juli 2026, disusun sesuai PSAK dan Peraturan OJK No. VIII.G.7.
- Total aset Rp335.605.730.570, total liabilitas Rp131.172.365.187, total ekuitas Rp204.433.365.383 per 31 Juli 2026.
- Pendapatan usaha Rp133.720.842.719 (periode berjalan) vs Rp180.592.200.347 (periode sebelumnya), turun 25,95%.
- Laba bruto Rp30.478.547.912; laba bersih Rp18.330.406.424 (periode berjalan) vs Rp11.732.735.913 (periode sebelumnya), naik 56,2%.
- Dividen kas Rp10.800.000.000 dibayar 8 Juli 2026 sesuai RUPST 5 Juni 2026; dividen periode sebelumnya Rp8.640.000.000.
- Arus kas bersih operasi Rp11.044.732.610 (turun dari Rp35.298.975.618); arus kas investasi negatif Rp12.209.421.758; arus kas pendanaan negatif Rp1.941.252.843.
- Pembayaran perolehan aset tetap Rp12.209.421.758 (naik dari Rp921.732.666); penambahan aset tetap bruto Rp13.637.443.155, terutama mesin dan peralatan Rp13.507.259.793.
- Penerimaan pinjaman bank Rp9.261.417.483; utang bank jangka panjang dari Bank Permata Tbk Rp10.166.405.081.
- Pendapatan ekspor turun dari Rp45.434.597.342 menjadi Rp9.522.391.464; pendapatan domestik Rp124.198.451.255.
- Persediaan naik dari Rp52.499.623.110 menjadi Rp83.057.662.456; uang muka pelanggan naik dari Rp55.560.592.494 menjadi Rp72.057.630.455.
- Piutang usaha neto Rp85.198.493.812 dengan penyisihan penurunan nilai Rp4.720.271.179; piutang jatuh tempo 181-360 hari naik menjadi Rp21.461.147.162.
- Papan perdagangan: Pengembangan; kepatuhan terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.
- Tidak ada aksi korporasi (rights issue, saham bonus, merger), perubahan pengurus/pengendali, ekspansi proyek, atau suspensi yang diungkapkan.

### Key financial figures

- **Total aset:** 335605730570 (31 Juli 2026)
- **Total liabilitas:** 131172365187 (31 Juli 2026)
- **Total ekuitas:** 204433365383 (31 Juli 2026)
- **Pendapatan usaha:** 133720842719 (31 Juli 2026)
- **Pendapatan usaha:** 180592200347 (31 Juli 2025)
- **Laba bruto:** 30478547912 (31 Juli 2026)
- **Laba bersih:** 18330406424 (31 Juli 2026)
- **Laba bersih:** 11732735913 (31 Juli 2025)
- **Laba per saham dasar:** 16.97 (31 Juli 2026)
- **Kas dan setara kas akhir:** 33361221315 (31 Juli 2026)
- **Arus kas operasi bersih:** 11044732610 (31 Juli 2026)
- **Arus kas operasi bersih:** 35298975618 (31 Juli 2025)
- **Arus kas investasi bersih:** -12209421758 (31 Juli 2026)
- **Arus kas pendanaan bersih:** -1941252843 (31 Juli 2026)
- **Pembayaran dividen tunai:** 10800000000 (31 Juli 2026)
- **Pembayaran dividen tunai:** 8640000000 (31 Juli 2025)
- **Pembayaran perolehan aset tetap:** 12209421758 (31 Juli 2026)
- **Pembayaran perolehan aset tetap:** 921732666 (31 Juli 2025)
- **Penambahan aset tetap bruto:** 13637443155 (31 Juli 2026)
- **Penambahan mesin dan peralatan:** 13507259793 (31 Juli 2026)
- **Penerimaan pinjaman bank:** 9261417483 (31 Juli 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 3025467690 (31 Juli 2026)
- **Utang bank jangka panjang:** 7140937391 (31 Juli 2026)
- **Utang bank jangka panjang (Bank Permata):** 10166405081 (31 Juli 2026)
- **Persediaan:** 83057662456 (31 Juli 2026)
- **Persediaan:** 52499623110 (31 Januari 2026)
- **Uang muka pelanggan:** 72057630455 (31 Juli 2026)
- **Piutang usaha neto:** 85198493812 (31 Juli 2026)
- **Penyisihan penurunan nilai piutang:** 4720271179 (31 Juli 2026)
- **Beban pokok penjualan:** 103242294807 (31 Juli 2026)
- **Beban pokok penjualan:** 150697889328 (31 Juli 2025)
- **Pendapatan ekspor:** 9522391464 (31 Juli 2026)
- **Pendapatan ekspor:** 45434597342 (31 Juli 2025)
- **Pendapatan domestik:** 124198451255 (31 Juli 2026)
- **Aset tetap neto:** 106806519956 (31 Juli 2026)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 27054975853 (31 Juli 2026)

### Corporate actions

- Pembayaran dividen kas Rp10.800.000.000 pada 8 Juli 2026, sesuai keputusan RUPST 5 Juni 2026.
- Penerimaan pinjaman bank baru Rp9.261.417.483 pada periode berjalan.
- Pembayaran perolehan aset tetap Rp12.209.421.758, meningkat signifikan dari Rp921.732.666 pada periode sebelumnya.

### Expansion projects

- Pembayaran perolehan aset tetap Rp12.209.421.758 (periode berjalan) vs Rp921.732.666 (periode sebelumnya).
- Penambahan aset tetap bruto Rp13.637.443.155, terutama mesin dan peralatan Rp13.507.259.793.
- Tidak ada rincian proyek, lokasi, fase, jadwal, atau sumber dana yang diungkapkan.

### Capital structure

- Modal saham biasa Rp108.000.000.000, tidak berubah.
- Tambahan modal disetor Rp7.166.500.000, tidak berubah.
- Komponen ekuitas lainnya Rp3.403.066.783 (31 Juli 2026).
- Saldo laba belum ditentukan penggunaannya Rp92.669.932.166 (31 Juli 2026) vs Rp85.139.525.742 (31 Januari 2026).

### Listing / regulatory

- Papan perdagangan: Pengembangan.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017: Ya.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 13/POJK.03/2017: Ya.
- Laporan keuangan disusun sesuai Peraturan OJK No. VIII.G.7 tanggal 29 Juni 2012.

### Analytical scenarios

- **Rasio lancar** [derived_calculation, high]: Rasio lancar = aset lancar / liabilitas jangka pendek = Rp223.459.526.037 / Rp106.738.230.001 = 2,09.
  - Basis: Jumlah aset lancar dan liabilitas jangka pendek per 31 Juli 2026
  - Assumptions: Semua aset lancar dapat direalisasikan dalam satu tahun
- **Rasio utang terhadap ekuitas (DER)** [derived_calculation, high]: DER = total liabilitas / total ekuitas = Rp131.172.365.187 / Rp204.433.365.383 = 0,64.
  - Basis: Total liabilitas dan total ekuitas per 31 Juli 2026
- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan laba bersih = (Rp18.330.406.424 - Rp11.732.735.913) / Rp11.732.735.913 = 56,2%.
  - Basis: Laba bersih periode berjalan dan periode sebelumnya
- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Penurunan pendapatan = (Rp180.592.200.347 - Rp133.720.842.719) / Rp180.592.200.347 = 25,95%.
  - Basis: Pendapatan usaha periode berjalan dan periode sebelumnya
- **Ekspansi kapasitas operasi** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan belanja aset tetap yang signifikan, terutama mesin dan peralatan Rp13,5 miliar, dapat mengindikasikan ekspansi kapasitas operasi, namun rincian proyek tidak tersedia.
  - Basis: Pembayaran perolehan aset tetap Rp12.209.421.758; Penambahan mesin dan peralatan Rp13.507.259.793
  - Assumptions: Belanja aset tetap mencerminkan investasi untuk meningkatkan kapasitas
  - Caveats: Belanja aset tetap bisa untuk penggantian atau pemeliharaan, bukan ekspansi

### Risks / uncertainties

- Laporan keuangan tidak diaudit, angka dapat berubah setelah audit.
- Penurunan pendapatan signifikan (25,95%), terutama ekspor yang turun tajam dari Rp45,43 miliar menjadi Rp9,52 miliar.
- Peningkatan piutang jatuh tempo 181-360 hari dari Rp6,03 miliar menjadi Rp21,46 miliar, meningkatkan risiko kredit.
- Penurunan arus kas operasi dari Rp35,30 miliar menjadi Rp11,04 miliar meskipun laba meningkat.
- Eksposur utang usaha dalam mata uang asing (EUR, USD, CNY) menimbulkan risiko nilai tukar.
- Ketidakjelasan rekonsiliasi kas: kas awal + kenaikan bersih + efek kurs tidak sama dengan kas akhir, selisih Rp6,21 miliar mungkin karena item yang tidak diungkapkan.

### Items to monitor

- Peningkatan belanja aset tetap yang signifikan dapat menjadi indikator investasi, namun rincian proyek tidak tersedia.
- Penurunan pendapatan ekspor yang tajam dapat mempengaruhi prospek pendapatan.
- Peningkatan persediaan dan piutang jatuh tempo dapat mempengaruhi likuiditas dan risiko kredit.

---

## ANTM

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 27–31 Agustus 2026, ANTM menerbitkan tiga pengumuman yang saling terkait: (1) rencana Public Expose Tahunan 2026 (jadwal 10 September 2026), (2) penyampaian Laporan Keuangan Interim 1H2026 yang telah direviu, dan (3) rilis kinerja 1H2026 yang menyoroti fundamental yang membaik. Secara korporasi, perubahan utama adalah penguatan kinerja keuangan (laba periode berjalan naik 34% menjadi Rp6,91 triliun, EBITDA naik 35% menjadi Rp9,62 triliun) yang disertai peningkatan signifikan pada liabilitas (total liabilitas naik 42,7% menjadi Rp22,74 triliun) dan munculnya pinjaman sindikasi baru USD 250 juta. Arus kas operasi tercatat negatif (-Rp751,86 miliar), sementara utang dividen melonjak dari nol menjadi Rp4,90 triliun. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan. Pentingnya bagi investor adalah sinyal perbaikan profitabilitas di tengah meningkatnya leverage dan kebutuhan pendanaan eksternal, serta potensi pembayaran dividen yang belum dikonfirmasi.

### Material changes

- Kinerja keuangan 1H2026 membaik: laba periode berjalan naik 34% menjadi Rp6,91 triliun, EBITDA naik 35% menjadi Rp9,62 triliun, penjualan bersih naik 6% menjadi Rp62,71 triliun.
- Total liabilitas meningkat 42,7% dari Rp15,93 triliun (31 Des 2025) menjadi Rp22,74 triliun (30 Jun 2026).
- Muncul pinjaman sindikasi baru sebesar USD 250 juta (per 30 Jun 2026), naik dari USD 175 juta (31 Des 2025), jatuh tempo 1 Agustus 2030.
- Utang dividen melonjak dari Rp0 menjadi Rp4,90 triliun per 30 Juni 2026.
- Arus kas operasi berubah dari positif Rp2,28 triliun (6M2025) menjadi negatif -Rp751,86 miliar (6M2026).
- Persediaan lancar meningkat signifikan dari Rp7,73 triliun menjadi Rp14,69 triliun.
- Ekuitas yang diatribusikan ke entitas induk naik dari Rp18,30 triliun menjadi Rp19,57 triliun.

### Key financial figures

- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 62.714.280 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 59.019.725 (6M2025 (PriorYearDuration))
- **Jumlah laba (rugi) sebelum pajak penghasilan:** 9.002.580 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Jumlah laba (rugi) sebelum pajak penghasilan:** 6.533.024 (6M2025 (PriorYearDuration))
- **Laba (rugi) yang dapat diatribusikan ke entitas induk:** 6.388.586 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Laba (rugi) yang dapat diatribusikan ke entitas induk:** 4.696.370 (6M2025 (PriorYearDuration))
- **Jumlah aset:** 61.272.871 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Jumlah aset:** 52.530.405 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Jumlah liabilitas:** 22.741.351 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Jumlah liabilitas:** 15.930.519 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Jumlah ekuitas:** 38.531.520 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Jumlah ekuitas:** 36.599.886 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Utang dividen:** 4.901.547 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Utang dividen:** 0 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Persediaan lancar:** 14.694.146 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Persediaan lancar:** 7.731.354 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Liabilitas jangka panjang atas utang bank:** 4.444.040 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Liabilitas jangka panjang atas utang bank:** 2.920.244 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -751.862 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 2.275.231 (6M2025 (PriorYearDuration))
- **Distribusi dividen kas:** 5.610.625 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Kas dan setara kas:** 9.226.074 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Kas dan setara kas:** 8.433.610 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Laba (rugi) per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan:** 265,85 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Laba periode berjalan:** Rp6,91 triliun (1H26)
- **Laba periode berjalan (pembanding):** Rp5,14 triliun (1H25)
- **EBITDA:** Rp9,62 triliun (1H26)
- **EBITDA (pembanding):** Rp7,11 triliun (1H25)
- **Penjualan bersih:** Rp62,71 triliun (1H26)
- **Penjualan bersih (pembanding):** Rp59,02 triliun (1H25)
- **Penjualan emas:** Rp50,39 triliun (1H26)
- **Penjualan emas (pembanding):** Rp49,68 triliun (1H25)
- **Penjualan segmen nikel:** Rp10,41 triliun (1H26)
- **Penjualan segmen nikel (pembanding):** Rp7,87 triliun (1H25)
- **Penjualan segmen bauksit dan alumina:** Rp1,88 triliun (1H26)
- **Penjualan segmen bauksit dan alumina (pembanding):** Rp1,46 triliun (1H25)
- **Produksi bijih nikel:** 7,78 juta wmt (1H26)
- **Penjualan bijih nikel:** 6,77 juta wmt (1H26)
- **Produksi feronikel:** 7.788 TNi (1H26)
- **Penjualan feronikel:** 7.605 TNi (1H26)
- **Penjualan feronikel (pembanding):** 5.763 TNi (1H25)
- **Produksi bauksit:** 1,28 juta wmt (1H26)
- **Penjualan bauksit:** 1,26 juta wmt (1H26)
- **Penjualan bauksit (pembanding):** 1,01 juta wmt (1H25)
- **Produksi chemical grade alumina (CGA):** 100.257 ton (1H26)
- **Produksi CGA (pembanding):** 89.385 ton (1H25)
- **Penjualan alumina:** 100.437 ton (1H26)
- **Penjualan alumina (pembanding):** 91.109 ton (1H25)

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap selama periode berjalan sebesar 237.757 (dalam jutaan Rupiah).
- Aset dalam penyelesaian meningkat dari 5.436.698 menjadi 5.543.947 (dalam jutaan Rupiah) selama periode berjalan.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar 210.462, aset eksplorasi dan evaluasi 69.224, properti pertambangan 4.755, dan aset takberwujud 19.535 (dalam jutaan Rupiah) pada periode berjalan.

### Capital structure

- Saham biasa dan tambahan modal disetor tidak berubah sepanjang periode berjalan (masing-masing 2.403.076 dan 9.696.068 dalam jutaan Rupiah).
- Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat dari 18.300.460 menjadi 19.568.700 (dalam jutaan Rupiah).
- Kepentingan non-pengendali menurun dari 1.301.679 menjadi 1.261.509 (dalam jutaan Rupiah).

### Listing / regulatory

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, sebagai kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan Nomor I-E (Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025).
- Penyampaian laporan keuangan interim sesuai dengan POJK No. 14/POJK.04/2022 dan Peraturan Nomor I-E Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Kinerja keuangan 1H2026** [explicit_fact, high]: ANTM melaporkan laba periode berjalan Rp6,91 triliun (naik 34% dari Rp5,14 triliun), EBITDA Rp9,62 triliun (naik 35%), dan penjualan bersih Rp62,71 triliun (naik 6%).
  - Basis: Laporan informasi material 1H26; Laporan keuangan interim 1H2026
- **Pinjaman sindikasi baru** [explicit_fact, high]: Pinjaman sindikasi tercatat sebesar USD 250.000.000 per 30 Juni 2026, meningkat dari USD 175.000.000 per 31 Desember 2025, dengan jatuh tempo 1 Agustus 2030 dan bunga 3M Term SOFR + margin.
  - Basis: Laporan keuangan interim 1H2026
- **Arus kas operasi negatif** [explicit_fact, high]: Arus kas bersih dari aktivitas operasi 6M2026 sebesar -751.862 (dalam jutaan Rupiah), menurun dari 2.275.231 pada 6M2025.
  - Basis: Laporan keuangan interim 1H2026
- **Pertumbuhan laba sebelum pajak** [derived_calculation, high]: Laba sebelum pajak tumbuh sekitar 37,8% dari periode sebelumnya (9.002.580 / 6.533.024 - 1).
  - Basis: Jumlah laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 9.002.580 (6M2026) vs 6.533.024 (6M2025)
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka laba sebelum pajak yang tersedia.
- **Pertumbuhan liabilitas dan ekuitas** [derived_calculation, high]: Total liabilitas meningkat sekitar 42,7% dari 15.930.519 menjadi 22.741.351, sementara total ekuitas meningkat sekitar 5,3% dari 36.599.886 menjadi 38.531.520.
  - Basis: Jumlah liabilitas 22.741.351 (30 Juni 2026) vs 15.930.519 (31 Desember 2025); Jumlah ekuitas 38.531.520 (30 Juni 2026) vs 36.599.886 (31 Desember 2025)
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka total liabilitas dan total ekuitas yang tersedia.
- **Perubahan ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk** [derived_calculation, high]: Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk meningkat sebesar 1.268.240 (19.568.700 - 18.300.460). Kenaikan ini berasal dari laba periode berjalan 6.388.586, pendapatan komprehensif lainnya -74.162, dan distribusi dividen kas -5.046.184. Total: 6.388.586 - 74.162 - 5.046.184 = 1.268.240.
  - Basis: Posisi ekuitas awal: 18.300.460; Posisi ekuitas akhir: 19.568.700; Laba: 6.388.586; OCI: -74.162; Dividen: 5.046.184
  - Assumptions: Tidak ada transaksi lain yang mempengaruhi ekuitas selain yang tercantum pada laporan perubahan ekuitas.
- **Kemungkinan aksi korporasi terkait dividen** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan utang dividen yang signifikan dari 0 menjadi 4.901.547 mengindikasikan adanya dividen yang diumumkan tetapi belum dibayarkan, yang mungkin terkait dengan aksi korporasi pembagian dividen.
  - Basis: Utang dividen 4.901.547 (30 Juni 2026) vs 0 (31 Desember 2025)
  - Assumptions: Utang dividen muncul karena adanya dividen yang diumumkan tetapi belum dibayar.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai tanggal pengumuman atau pembayaran dividen.
- **Kebutuhan pendanaan eksternal** [analyst_hypothesis, low]: Arus kas operasi negatif dan penerimaan pinjaman bank yang besar (15.236.092) mungkin mengindikasikan kebutuhan pendanaan eksternal untuk membiayai operasi dan investasi.
  - Basis: Arus kas operasi -751.862; Penerimaan pinjaman bank 15.236.092
  - Assumptions: Penerimaan pinjaman digunakan untuk membiayai operasi dan investasi.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang tujuan penggunaan pinjaman.
- **Ketersediaan data kinerja** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini hanya berisi pengumuman jadwal Public Expose, tanpa data kinerja atau angka keuangan. Informasi kinerja Semester I 2026 akan dipaparkan pada acara tersebut, namun belum tersedia dalam dokumen ini.
  - Basis: Agenda Public Expose mencakup 'Paparan Kinerja Semester I Tahun 2026'
  - Assumptions: Paparan kinerja akan berisi data keuangan dan operasional ANTM untuk periode Semester I 2026.
  - Caveats: Tidak ada angka atau rincian kinerja yang disebutkan dalam dokumen ini.
- **Potensi pendanaan atau investasi di masa depan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini tidak menyebutkan aksi korporasi spesifik, namun fokus pada penguatan arus kas dan likuiditas serta dukungan proyek strategis dapat mengindikasikan potensi pendanaan atau investasi di masa depan, namun belum ada konfirmasi.
  - Basis: Pernyataan tentang likuiditas untuk mendukung eksekusi proyek strategis
  - Assumptions: Tidak ada informasi eksplisit mengenai aksi korporasi
  - Caveats: Hanya spekulasi berdasarkan pernyataan umum manajemen

### Risks / uncertainties

- Arus kas operasi negatif pada periode berjalan dapat menimbulkan risiko likuiditas jika berlanjut.
- Peningkatan utang dividen yang signifikan dapat mempengaruhi likuiditas jangka pendek.
- Peningkatan utang bank jangka panjang meningkatkan leverage perusahaan.
- Peningkatan persediaan yang signifikan dapat menimbulkan risiko penurunan nilai persediaan jika tidak terjual.
- Ketergantungan pendapatan yang tinggi pada komoditas emas (hampir 80% dari total pendapatan) dapat menjadi risiko jika harga emas turun atau terjadi gangguan produksi.

### Items to monitor

- Pelaksanaan Public Expose Tahunan pada 10 September 2026, yang akan memaparkan kinerja Semester I 2026 secara rinci.
- Kepastian pembayaran dividen terkait utang dividen Rp4,90 triliun, termasuk jadwal dan mekanisme pembayaran.
- Perkembangan penggunaan pinjaman sindikasi USD 250 juta dan dampaknya terhadap leverage dan biaya bunga.
- Perkembangan arus kas operasi, apakah tetap negatif atau membaik pada semester kedua 2026.
- Perkembangan proyek ekspansi yang tercermin dari aset dalam penyelesaian dan belanja modal.
- Perubahan harga emas dan nikel yang dapat mempengaruhi pendapatan dan profitabilitas.

---

## AREA

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor S-11046/BEI.PP1/08-2026 terkait volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, AREA menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (3 bulan), tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini bersifat klarifikasi/penjelasan, bukan pengumuman awal aksi korporasi, koreksi, atau pembatalan.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal (POJK 31/POJK.04/2015).
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal (Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu (POJK 4 Tahun 2024).
- Perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.

### Listing / regulatory

- Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek AREA melalui surat S-11046/BEI.PP1/08-2026.
- AREA menanggapi permintaan penjelasan BEI dengan menyatakan tidak ada informasi material dan tidak ada rencana aksi korporasi.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek perusahaan.
  - Basis: Pernyataan pada poin 1 dan 2 surat tanggapan
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Pernyataan pada poin 4 surat tanggapan
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
  - Basis: Pernyataan pada poin 3 surat tanggapan
- **Pemegang saham utama belum ada rencana** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Pernyataan pada poin 6 surat tanggapan
- **Klarifikasi volatilitas tanpa penyebab spesifik** [analyst_hypothesis, low]: Surat ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa terkait volatilitas transaksi efek, namun tidak menyebutkan penyebab spesifik volatilitas. Kemungkinan volatilitas disebabkan oleh faktor pasar atau spekulasi, tetapi tidak ada informasi yang mendukung penyebab tertentu.
  - Basis: Perihal surat: 'Tanggapan Untuk Permintaan Penjelasan Atas Volatilitas Transaksi Efek'
  - Assumptions: Volatilitas transaksi efek AREA terjadi dan Bursa meminta klarifikasi.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif atau penyebab spesifik yang disebutkan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif yang dapat diverifikasi dalam dokumen ini.
- Dokumen ini hanya berisi pernyataan manajemen tanpa data pendukung tambahan.
- Ketidakpastian terkait penyebab volatilitas transaksi efek AREA yang diminta penjelasan oleh Bursa, karena tidak ada informasi spesifik yang diungkapkan.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' dari Perseroan tidak menutup kemungkinan adanya informasi yang belum terungkap atau perubahan kondisi di masa mendatang.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; investor mungkin perlu memantau perkembangan lebih lanjut terkait volatilitas saham AREA.
- Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan; investor mungkin perlu memperhatikan potensi perubahan kebijakan atau kondisi pasar.

---

## ARTI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) menyampaikan Laporan Tahunan dan Keberlanjutan serta data ESG untuk tahun buku 2025. Laporan keuangan 2025 menunjukkan pendapatan Rp18,399 miliar (turun 50,4% dari Rp37,082 miliar pada 2024), rugi bersih Rp4,435 miliar (meningkat 0,20% dari rugi Rp4,426 miliar pada 2024), dan ekuitas negatif Rp204,714 miliar. Saham ARTI disuspensi sejak Juli 2024 hingga Desember 2025. Auditor memberikan opini Wajar dengan Pengecualian dan menyatakan ketidakpastian material atas kelangsungan usaha. Rencana strategis 2026 mencakup rights issue konversi hutang, akuisisi perusahaan afiliasi, revaluasi aset, dan kerjasama dengan calon investor, namun belum dieksekusi. Tidak ada aksi korporasi yang dieksekusi pada tahun 2025.

### Material changes

- Penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG untuk periode 1 Januari 2025 – 31 Desember 2025.
- Laporan keuangan 2025 diaudit oleh KAP Irfan Waluyo & Rekan dengan opini Wajar dengan Pengecualian, berdasarkan Laporan No. 00231/2.1455/AU.1/02/1946-1/1/VI/2026 tanggal 8 Juni 2026.
- Pendapatan tahun 2025 sebesar Rp18,399 miliar, turun 50,4% dari Rp37,082 miliar pada 2024.
- Rugi bersih tahun 2025 sebesar Rp4,435 miliar, meningkat 0,20% dari rugi tahun 2024 sebesar Rp4,426 miliar.
- Jumlah aset per 31 Desember 2025 sebesar Rp529,963 miliar, liabilitas Rp734,677 miliar, dan ekuitas negatif Rp204,714 miliar.
- Saham ARTI disuspensi sejak Juli 2024 hingga Desember 2025.
- RUPST pertama pada 29 Desember 2025 tidak mencapai kuorum (kehadiran 33,145%), sehingga diadakan RUPST kedua pada 19 Januari 2026 yang memenuhi kuorum (kehadiran 34,835%).
- Tidak ada perubahan komposisi Direksi dan Dewan Komisaris pada tahun 2025.
- Pemegang saham utama/pengendali adalah PT. Ratu Prabu dengan kepemilikan 33,058% (2.591.776.837 saham); pemilik manfaat akhir adalah Burhanuddin Bur Maras.
- Modal dasar Perseroan adalah 23.728.000.000 lembar saham, modal ditempatkan dan disetor penuh 7.840.000.000 lembar saham.
- Sepanjang tahun 2025, Perseroan dikenakan sanksi administrasi berupa teguran dan denda dari OJK dan Bursa Efek Indonesia, serta penghentian sementara perdagangan saham.
- Tidak ada investasi, ekspansi, dan akuisisi material yang dilakukan Perseroan selama tahun 2025.
- Rencana strategis 2026: Right Issue konversi hutang pemegang saham menjadi saham, akuisisi perusahaan afiliasi, revaluasi aset tetap, dan kerjasama dengan calon investor (belum dieksekusi).
- PT Lekom Maras berada dalam proses PKPU dengan kewajiban homologasi yang belum diselesaikan; tanah Sentul dijaminkan ke DJP dan sedang dalam proses lelang.
- Auditor menyatakan ketidakpastian material atas kelangsungan usaha terkait risiko hukum dari pengakhiran perjanjian homologasi.
- Perseroan belum pernah membayar dividen sejak pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 30 April 2003.
- Tidak ada komitmen net zero emission atau pengurangan emisi GRK; seluruh emisi GRK (Scope 1, 2, dan 3) dilaporkan nol.
- Total konsumsi energi langsung: 19,625 kWh; konsumsi air: 0 m3; limbah: 0 ton.
- Jumlah pegawai: 46 orang (35 laki-laki, 11 perempuan).
- Kebijakan yang tidak dimiliki: HAM, pekerja anak/paksa, pemisahan Chairman/CEO, pelatihan dewan, kode etik/anti-korupsi, perlakuan adil pemegang saham, pencegahan konflik kepentingan.
- Kehadiran rapat dewan: direksi 83% (10 rapat), komisaris 100% (6 rapat).

### Key financial figures

- **Pendapatan:** 18.399 (2025)
- **Pendapatan:** 37.082 (2024)
- **Rugi bersih:** -4.435 (2025)
- **Rugi bersih:** -4.426 (2024)
- **Jumlah Aset:** 529.963 (2025)
- **Jumlah Liabilitas:** 734.677 (2025)
- **Jumlah Ekuitas:** -204.714 (2025)
- **Kas dan setara kas:** 122.963.321 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas:** 464.548.275 (31 Desember 2024)
- **Aset tetap (net):** 27.053.312.743 (31 Desember 2025)
- **Properti investasi:** 460.649.742.155 (31 Desember 2025)
- **Utang lain-lain pihak berelasi:** 601.808.365.390 (31 Desember 2025)
- **Akumulasi defisit:** 1.988.957.373.507 (31 Desember 2025)
- **Rugi bersih per saham dasar:** -0,57 (2025)
- **Rugi bersih per saham dasar:** -0,56 (2024)
- **Rasio Jumlah Liabilitas/Jumlah Aset:** 138,63% (2025)
- **Rasio Jumlah Liabilitas/Jumlah Ekuitas:** -358,88% (2025)
- **Rasio Aset Lancar/Jumlah Liabilitas Jangka Pendek:** 0,07% (2025)
- **Beban umum dan administrasi:** 11.433.274.600 (2025)
- **Beban pokok pendapatan:** 13.515.696.848 (2025)
- **Pendapatan lain-lain:** 2.148.727.536 (2025)
- **Kompensasi manajemen kunci:** 360.000.000 (2025)
- **Rugi usaha:** -6.550 (2025)
- **Laba usaha:** 1.385 (2024)
- **Biaya CSR:** 37.000.000 (2025)
- **Biaya CSR:** 25.000.000 (2024)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi yang dieksekusi pada tahun 2025.
- Rencana rights issue konversi hutang pemegang saham menjadi saham (belum dieksekusi, rencana 2026).
- Rencana akuisisi perusahaan afiliasi yang sudah beroperasi (belum dieksekusi, rencana 2026).

### Expansion projects

- Perolehan aset tetap sebesar Rp630.030.000 pada tahun 2025, sumber dana dari kas internal.
- Proyek pembangunan Gedung Apartment 'Ratu Prabu Tiga' terhenti sejak 2017.
- Rencana optimalisasi 6 unit HWU milik PT Lekom Maras; saat ini hanya 2 unit beroperasi, masing-masing mampu menghasilkan pendapatan US$3.000.000 per tahun.
- MoU dengan Henan Suda Electric Vehicle Technology Co. Ltd untuk proyek pabrik mobil listrik dengan nilai kontrak US$16.500.000 (2020).

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan komposisi Direksi dan Dewan Komisaris pada tahun 2025.
- Pengangkatan Glenn Boyd Lapian sebagai Direktur berdasarkan Akta No. 8 tanggal 12 Desember 2024, disahkan 19 Desember 2024.

### Capital structure

- Modal dasar: 23.728.000.000 lembar saham.
- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 7.840.000.000 lembar saham (Seri A 1.568.000.000, Seri B 6.272.000.000) dengan nilai nominal total Rp1.411.200.000.000.
- Komposisi pemegang saham per 31 Desember 2025: PT Ratu Prabu 33,058%, Dana Pensiun Bukit Asam 9,375%, Masyarakat 57,567%.
- Pemilik manfaat akhir: Burhanuddin Bur Maras.
- Kepemilikan saham Dewan Komisaris: Pradnando Ronoamiseno 120.463.000 saham (1,54%).
- Kepemilikan saham Direksi: B. Bur Maras 22.732.600 saham (0,29%).

### Listing / regulatory

- Suspensi saham ARTI sejak Juli 2024 hingga Desember 2025.
- Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia sejak 2003.
- Sanksi administrasi berupa teguran dan denda dari OJK dan Bursa, serta penghentian sementara perdagangan saham pada tahun 2025.
- Perkara hukum No. 1002/Pdt.G/2025/PN Jkt.Sel: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan tidak berwenang mengadili perkara.

### Analytical scenarios

- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan bersih tahun 2025 turun sekitar 50,4% dibandingkan tahun 2024 (dari Rp37.082 juta menjadi Rp18.399 juta).
  - Basis: Angka penjualan bersih 2025: Rp18.399 juta; Angka penjualan bersih 2024: Rp37.082 juta; Perhitungan: (18.399 - 37.082) / 37.082 = -50,4%
  - Assumptions: Angka dalam jutaan rupiah.
- **Rasio liabilitas terhadap aset** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap aset tahun 2025 adalah 138,63%, menunjukkan liabilitas melebihi aset.
  - Basis: Jumlah liabilitas 2025: Rp734.676 juta; Jumlah aset 2025: Rp529.963 juta; Perhitungan: 734.676 / 529.963 = 138,63%
  - Assumptions: Angka dalam jutaan rupiah.
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas per 31 Desember 2025 adalah 734.677 / (204.714) = -3,59, menunjukkan ekuitas negatif yang signifikan.
  - Basis: Kewajiban 2025: Rp734,677 miliar; Ekuitas 2025: (Rp204,714) miliar
  - Assumptions: Menggunakan angka kewajiban dan ekuitas yang tercantum dalam laporan.
  - Caveats: Rasio negatif mengindikasikan posisi keuangan yang lemah.
- **Persentase pegawai perempuan** [derived_calculation, high]: Persentase pegawai perempuan adalah 23,91% dari total pegawai.
  - Basis: Total pegawai perempuan = 11; Total pegawai = 46; Perhitungan: 11 / 46 * 100% = 23,91%
  - Assumptions: Total pegawai adalah 46 (35 + 11).
- **Risiko keberlanjutan usaha** [analyst_hypothesis, medium]: Rugi bersih yang berkelanjutan dan ekuitas negatif dapat menimbulkan risiko terhadap kelangsungan usaha, namun manajemen menyatakan strategi bertahan dan efisiensi.
  - Basis: Rugi bersih tahun 2025: Rp4.435 miliar; Ekuitas negatif: Rp204.714 juta; Pernyataan Dewan Komisaris tentang efisiensi ketat
  - Assumptions: Rugi dan ekuitas negatif dapat mengindikasikan risiko going concern.
  - Caveats: Belum ada pernyataan resmi mengenai going concern dari auditor.
- **Rencana rights issue** [analyst_hypothesis, low]: Rencana rights issue konversi hutang menjadi saham dapat menjadi langkah untuk memperbaiki struktur modal yang negatif, namun belum ada detail jumlah, harga, atau timeline.
  - Basis: Ekuitas negatif Rp204.713 miliar; Rencana rights issue konversi hutang
  - Assumptions: Rights issue dapat meningkatkan ekuitas dan mengurangi liabilitas
  - Caveats: Belum ada detail rencana, persetujuan RUPS, atau pernyataan pendaftaran
- **Implikasi tata kelola** [analyst_hypothesis, low]: Tidak adanya kebijakan kode etik/anti-korupsi dan pencegahan konflik kepentingan dapat menjadi perhatian bagi investor yang fokus pada aspek tata kelola, namun belum tentu berdampak langsung pada kinerja operasional.
  - Basis: G-07: Tidak; G-08: Tidak; G-09: Tidak
  - Assumptions: Kebijakan tata kelola yang kuat umumnya dianggap penting oleh investor.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai praktik tata kelola aktual di luar kebijakan tertulis.

### Risks / uncertainties

- Suspensi saham berkepanjangan dapat mempengaruhi likuiditas dan kepercayaan investor.
- Rugi bersih berkelanjutan dan ekuitas negatif dapat mengancam kelangsungan usaha.
- Opini audit Wajar dengan Pengecualian menunjukkan adanya pengecualian yang perlu diperhatikan.
- Ketergantungan pada entitas anak PT Lekom Maras untuk pendapatan.
- Risiko hukum terkait pengakhiran perjanjian homologasi restrukturisasi utang.
- Proses lelang tanah Sentul oleh DJP dapat mengakibatkan hilangnya aset dan dampak pajak.
- Tidak ada komitmen pengurangan emisi atau net zero, yang dapat menjadi risiko reputasi di masa depan.
- Tidak adanya kebijakan kode etik/anti-korupsi dan pencegahan konflik kepentingan dapat meningkatkan risiko kepatuhan.
- Tidak ada assurance pihak ketiga atas laporan ESG, sehingga validitas data tidak diverifikasi secara independen.

### Items to monitor

- Suspensi saham ARTI sejak Juli 2024 hingga Desember 2025.
- Opini audit Wajar dengan Pengecualian untuk laporan keuangan 2025.
- Rugi bersih Rp4,435 miliar pada 2025.
- RUPS Tahunan pertama tidak kuorum, RUPS kedua diadakan.
- Penghentian sementara perdagangan saham oleh Bursa Efek Indonesia pada tahun 2025.

---

## ASLI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 27-31 Agustus 2026, PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) menerbitkan tiga pengumuman yang seluruhnya bersifat administratif dan kepatuhan, tanpa aksi korporasi atau perubahan fundamental. Pertama, pada 27 Agustus 2026, emiten mengumumkan dua perubahan personel kunci: penggantian Ketua Unit Internal Audit dari Fitriati Sri Handayani menjadi Agus Priyatna, dan penggantian Corporate Secretary dari Yudra Saputra menjadi Vayolla Naurah Shyfa, keduanya efektif 26 Agustus 2026. Kedua, pada 28 Agustus 2026, emiten merespons permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi saham yang terjadi pada 18 Agustus 2026, dengan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan tidak ada rencana perubahan kepemilikan oleh pemegang saham utama/pengendali. Pentingnya secara korporasi: perubahan personel menunjukkan penyesuaian tata kelola internal, sementara tanggapan volatilitas menegaskan posisi emiten bahwa lonjakan harga dan volume tidak didasari fakta material yang belum diungkapkan. Tidak ada pengumuman koreksi, pembatalan, atau kelanjutan dari pengumuman sebelumnya dalam periode ini.

### Material changes

- Perubahan Ketua Unit Internal Audit: dari Fitriati Sri Handayani menjadi Agus Priyatna, efektif 26 Agustus 2026.
- Perubahan Corporate Secretary: dari Yudra Saputra menjadi Vayolla Naurah Shyfa, efektif 26 Agustus 2026.
- Tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi saham pada 18 Agustus 2026; emiten menyatakan tidak ada informasi material dan tidak ada rencana aksi korporasi.

### Management / control changes

- Penggantian Ketua Unit Internal Audit: Fitriati Sri Handayani digantikan oleh Agus Priyatna, efektif 26 Agustus 2026, berdasarkan SK Direksi No. 003/ASRI-DIR/SK/VIII/2026 dan POJK No. 56/POJK.04/2015.
- Penggantian Corporate Secretary: Yudra Saputra digantikan oleh Vayolla Naurah Shyfa, efektif 26 Agustus 2026, berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2014.

### Listing / regulatory

- Pemenuhan ketentuan POJK No. 56/POJK.04/2015 tentang Unit Audit Internal (pengangkatan Ketua Internal Audit).
- Pemenuhan kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan BEI Nomor 1-E (pengumuman perubahan personel).
- Pemenuhan ketentuan POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan.
- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek ASLI pada 18 Agustus 2026 (surat No. S-10847/BEI.PP1/08-2026 tanggal 20 Agustus 2026) dan tanggapan emiten pada 28 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Pengangkatan Ketua Internal Audit** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan Agus Priyatna diangkat sebagai Ketua Internal Audit, efektif 26 Agustus 2026, untuk memenuhi POJK No. 56/POJK.04/2015.
  - Basis: Jenis Informasi atau Fakta Material: Pengangkatan Bapak Agus Priyatna sebagai Ketua Internal Audit; Efektif pada tanggal 26 Agustus 2026
- **Dampak pengangkatan Ketua Internal Audit** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak dari pengangkatan ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik: Tidak Ada
- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Vayolla Naurah Shyfa ditunjuk sebagai Corporate Secretary baru menggantikan Yudra Saputra, efektif 26 Agustus 2026.
  - Basis: Nama Vayolla Naurah Shyfa tercantum sebagai 'Baru' dan Yudra Saputra sebagai 'Lama' pada bagian 'Jenis'; Efektif pada 26 Agustus 2026
- **Dampak perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan bahwa perubahan Sekretaris Perusahaan tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Bagian 4 dokumen lampiran 1: 'Tidak Ada'
- **Tidak ada informasi material terkait volatilitas** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga saham atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan tidak ada rencana perubahan kepemilikan oleh pemegang saham utama dan pengendali.
  - Basis: Pernyataan emiten pada halaman 2-4 dokumen lampiran; Surat BEI No. S-10847/BEI.PP1/08-2026
- **Rasio peningkatan volume transaksi** [derived_calculation, high]: Volume transaksi saham ASLI pada 18 Agustus 2026 meningkat sekitar 5,43 kali lipat dibandingkan hari bursa sebelumnya.
  - Basis: Volume transaksi 139.438.800 saham dan 25.657.900 saham dari halaman 1 dokumen lampiran.
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan pembagian sederhana: 139.438.800 / 25.657.900 = 5,43.
- **Rasio peningkatan frekuensi transaksi** [derived_calculation, high]: Frekuensi transaksi saham ASLI pada 18 Agustus 2026 meningkat sekitar 4,20 kali lipat dibandingkan hari bursa sebelumnya.
  - Basis: Frekuensi transaksi 12.052 kali dan 2.868 kali dari halaman 1 dokumen lampiran.
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan pembagian sederhana: 12.052 / 2.868 = 4,20.
- **Dampak perubahan personel terhadap pengawasan internal** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Ketua Internal Audit dapat berdampak pada proses pengawasan internal, namun tidak ada informasi lebih lanjut mengenai alasan atau dampak spesifik.
  - Basis: Perubahan Ketua Unit Internal Audit
  - Assumptions: Perubahan ini mungkin terkait dengan rotasi atau pengunduran diri, tetapi tidak disebutkan dalam dokumen.
  - Caveats: Tidak ada alasan atau detail tambahan yang diberikan dalam dokumen.
- **Kontinuitas fungsi corporate secretary** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan corporate secretary kemungkinan merupakan rotasi atau penggantian personel internal, namun tidak ada informasi mengenai alasan atau dampak lebih lanjut.
  - Basis: Pengumuman hanya menyebutkan perubahan nama tanpa alasan
  - Assumptions: Perubahan ini tidak terkait dengan masalah kepatuhan atau perubahan pengendali
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dalam dokumen untuk mengonfirmasi alasan atau dampak
- **Inkonsistensi tanggal SK BEI** [analyst_hypothesis, low]: Terdapat inkonsistensi pada referensi SK Direksi BEI: nomor keputusan menyebut tahun 2021 (Kep-00015/BEI/01-2021) tetapi tanggal yang tertulis adalah 29 Januari 2023. Ini mungkin kesalahan ketik atau nomor keputusan yang salah, namun tidak mempengaruhi substansi pengangkatan.
  - Basis: Dokumen lampiran 2: 'Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00015/BEI/01-2021 tanggal 29 Januari 2023'
  - Assumptions: Nomor keputusan dan tanggal seharusnya konsisten; salah satu di antaranya mungkin salah ketik.
  - Caveats: Tidak ada informasi lain untuk memverifikasi kebenaran nomor atau tanggal SK BEI tersebut.
- **Pemicu volatilitas saham ASLI** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun emiten menyatakan tidak mengetahui informasi material, lonjakan volume dan harga yang signifikan dapat mengindikasikan adanya aktivitas pasar yang tidak tercermin dalam keterbukaan informasi emiten, seperti spekulasi atau aksi investor tertentu.
  - Basis: Data peningkatan volume dan harga pada halaman 1 dokumen lampiran.; Pernyataan emiten tidak mengetahui informasi material pada halaman 2-4.
  - Assumptions: Volatilitas yang signifikan sering kali dipicu oleh faktor eksternal atau perilaku investor.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh bukti langsung dari dokumen.; Emiten secara eksplisit menyangkal adanya informasi material.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan Ketua Internal Audit.
- Tidak ada rincian mengenai kualifikasi atau latar belakang pengganti Ketua Internal Audit.
- Tidak ada informasi apakah posisi Kepala Internal Audit sebelumnya kosong atau diisi oleh pihak lain.
- Inkonsistensi tanggal pada referensi SK Direksi BEI (nomor 2021 vs tanggal 2023) dapat menimbulkan kebingungan administratif, namun tidak berdampak pada keabsahan pengangkatan.
- Tidak ada informasi mengenai latar belakang atau kualifikasi Vayolla Naurah Shyfa sebagai Sekretaris Perusahaan.
- Pernyataan perseroan bersifat negatif (tidak mengetahui) dan tidak memberikan bukti pendukung; risiko kepatuhan jika ada informasi yang tidak diungkapkan.
- Tidak ada rincian tentang aktivitas pemegang saham tertentu yang mungkin terjadi namun tidak dilaporkan.
- Potensi pertanyaan lanjutan dari BEI jika volatilitas berlanjut atau ditemukan indikasi pelanggaran keterbukaan informasi.

### Items to monitor

- Kualifikasi dan pengalaman Agus Priyatna sebagai Ketua Internal Audit.
- Kualifikasi dan pengalaman Vayolla Naurah Shyfa sebagai Corporate Secretary.
- Alasan pemberhentian Fitriati Sri Handayani dan Yudra Saputra.
- Perkembangan harga dan volume saham ASLI setelah 18 Agustus 2026, serta potensi pertanyaan lanjutan dari BEI.
- Klarifikasi inkonsistensi tanggal pada SK Direksi BEI (Kep-00015/BEI/01-2021 vs 29 Januari 2023).
- Setiap pengumuman aksi korporasi atau perubahan kepemilikan yang mungkin muncul setelah periode ini.

---

## ATAP

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, yang ditelaah secara terbatas oleh KAP Rama Wendra dengan opini 'Wajar dalam semua hal'. Laporan ini merupakan pengumuman awal atas laporan keuangan interim. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, perubahan pengurus/pengendali, atau transaksi aset material yang diungkapkan. Perusahaan mencatat penjualan Rp10,13 miliar dan rugi bersih Rp256,1 juta. Terjadi pelunasan utang bank jangka pendek dan peningkatan utang pihak berelasi.

### Material changes

- Laporan keuangan interim untuk periode 6 bulan berakhir 30/06/2026, ditelaah secara terbatas oleh KAP Rama Wendra, opini 'Wajar dalam semua hal', tanggal laporan 2026-08-27.
- Total aset per 30 Juni 2026: Rp106.661.622.436; total liabilitas: Rp29.119.247.638; total ekuitas: Rp77.542.374.798.
- Penjualan dan pendapatan usaha per 30 Juni 2026: Rp10.126.971.164 (30 Juni 2025: Rp9.476.622.020); laba bruto: Rp3.673.023.778 (30 Juni 2025: Rp3.319.913.999).
- Rugi bersih yang diatribusikan ke entitas induk per 30 Juni 2026: Rp256.106.125 (30 Juni 2025: rugi Rp1.854.414.991).
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi per 30 Juni 2026: negatif Rp620.214.570 (30 Juni 2025: positif Rp1.189.206.528).
- Utang bank jangka pendek per 30 Juni 2026: Rp0 (31 Des 2025: Rp12.650.000.000); utang bank jangka panjang: Rp9.262.500.000 (31 Des 2025: Rp11.104.400.000), seluruhnya dari Bank Tabungan Negara.
- Utang pihak berelasi jangka pendek per 30 Juni 2026: Rp14.935.500.000 (tidak ada pembanding).
- Fasilitas kredit Bank Negara Indonesia lunas pada 29 Januari 2026, sesuai Surat Keterangan Lunas No. CMB2/7/248 tanggal 3 Februari 2026.
- Aset real estat lancar per 30 Juni 2026: Rp67.524.790.592 (31 Des 2025: Rp67.440.827.497), terdiri dari tanah, bangunan dalam konstruksi, dan bangunan siap jual.
- Aset dalam penyelesaian per 30 Juni 2026: Rp198.878.000, termasuk pembangunan lapangan futsal (ditangguhkan) dan 10 unit kios UMKM.
- Pembayaran kepada kontraktor per 30 Juni 2026: Rp3.436.484.101 (30 Juni 2025: Rp1.061.809.351).
- Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, perubahan pengurus/pengendali, atau transaksi aset material yang diungkapkan.

### Key financial figures

- **Kas dan setara kas:** 6.855.482.659 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas:** 7.058.841.879 (31 Desember 2025)
- **Piutang usaha bersih:** 7.134.558.587 (30 Juni 2026)
- **Piutang usaha bersih:** 5.265.187.571 (31 Desember 2025)
- **Aset real estat lancar:** 67.524.790.592 (30 Juni 2026)
- **Aset real estat lancar:** 67.440.827.497 (31 Desember 2025)
- **Jumlah aset:** 106.661.622.436 (30 Juni 2026)
- **Jumlah aset:** 104.284.899.266 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka pendek:** 0 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 12.650.000.000 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka panjang:** 9.262.500.000 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang:** 11.104.400.000 (31 Desember 2025)
- **Utang pihak berelasi jangka pendek:** 14.935.500.000 (30 Juni 2026)
- **Jumlah liabilitas:** 29.119.247.638 (30 Juni 2026)
- **Jumlah ekuitas:** 77.542.374.798 (30 Juni 2026)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 10.126.971.164 (30 Juni 2026)
- **Beban pokok penjualan:** 6.453.947.386 (30 Juni 2026)
- **Laba bruto:** 3.673.023.778 (30 Juni 2026)
- **Rugi bersih:** -256.106.125 (30 Juni 2026)
- **Arus kas operasi:** -620.214.570 (30 Juni 2026)
- **Pembayaran kepada kontraktor:** -3.436.484.101 (30 Juni 2026)
- **Pembayaran pinjaman bank:** -14.491.900.000 (30 Juni 2026)
- **Penerimaan utang pihak berelasi:** 14.935.500.000 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap - nilai tercatat:** 4.715.913.927 (30 Juni 2026)

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap sebesar Rp26.744.650 pada 30 Juni 2026, termasuk peralatan kantor Rp4.866.650 dan aset dalam penyelesaian Rp21.878.000.
- Aset dalam penyelesaian per 30 Juni 2026: Rp198.878.000, terdiri dari pembangunan lapangan futsal (ditangguhkan) dan 10 unit kios UMKM.

### Capital structure

- Saham biasa per 30 Juni 2026: Rp50.000.000.000 (tidak berubah dari 31 Desember 2025).
- Tambahan modal disetor per 30 Juni 2026: Rp12.227.500.000 (tidak berubah).
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar atau transaksi dengan pemilik ekuitas.

### Listing / regulatory

- Jenis papan perdagangan: Pengembangan / Development.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017: Ya.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 13/POJK.03/2017: Ya.

### Analytical scenarios

- **Pelunasan utang bank jangka pendek** [explicit_fact, high]: Utang bank jangka pendek kepada Bank Negara Indonesia turun dari Rp12,65 miliar pada 31 Desember 2025 menjadi Rp0 pada 30 Juni 2026, konsisten dengan pelunasan pada 29 Januari 2026.
  - Basis: Nilai utang per 31 Des 2025: Rp12.650.000.000; Nilai utang per 30 Juni 2026: Rp0; Surat keterangan lunas tanggal 3 Februari 2026
- **Penurunan total utang bank** [derived_calculation, high]: Total utang bank (jangka pendek + jangka panjang) menurun dari Rp23,754 miliar pada 31 Desember 2025 menjadi Rp9,2625 miliar pada 30 Juni 2026, penurunan sekitar 61%.
  - Basis: Total 31 Des 2025: Rp23.754.400.000; Total 30 Juni 2026: Rp9.262.500.000; Penurunan: Rp14.491.900.000
  - Assumptions: Utang bank jangka pendek dan panjang adalah satu-satunya komponen utang bank.
- **Peningkatan pembayaran kontraktor** [derived_calculation, medium]: Pembayaran kepada kontraktor meningkat sekitar 224% dari Rp1,06 miliar menjadi Rp3,44 miliar, yang mungkin mengindikasikan peningkatan aktivitas konstruksi.
  - Basis: Pembayaran kontraktor 30 Juni 2025: Rp1.061.809.351; Pembayaran kontraktor 30 Juni 2026: Rp3.436.484.101
  - Assumptions: Perbandingan langsung antara dua periode.
  - Caveats: Peningkatan pembayaran kontraktor tidak selalu berarti ekspansi; bisa juga pembayaran atas proyek yang sudah berjalan.
- **Potensi pendanaan dari pihak berelasi** [analyst_hypothesis, low]: Penerimaan utang pihak berelasi yang signifikan (Rp14,9 miliar) mungkin digunakan untuk membayar pinjaman bank, namun tidak ada informasi eksplisit mengenai tujuan penggunaan dana.
  - Basis: Penerimaan utang pihak berelasi Rp14.935.500.000; Pembayaran pinjaman bank Rp14.491.900.000
  - Assumptions: Kedua transaksi terjadi dalam periode yang sama
  - Caveats: Tidak ada pernyataan manajemen mengenai tujuan penggunaan dana

### Risks / uncertainties

- Arus kas operasi negatif pada semester I 2026 dapat menimbulkan risiko likuiditas jika berlanjut.
- Peningkatan utang pihak berelasi yang signifikan tanpa informasi tujuan penggunaan dana.
- Penurunan aset takberwujud yang signifikan tanpa penjelasan.
- Pembangunan lapangan futsal ditangguhkan sementara karena pandemi Covid-19.

### Items to monitor

- Perusahaan mencatat rugi bersih yang lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun arus kas operasi negatif.
- Terjadi pergeseran struktur pendanaan dari utang bank ke utang pihak berelasi.
- Peningkatan pembayaran kontraktor dapat mengindikasikan aktivitas konstruksi yang lebih tinggi.

---

## BACH

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, ditelaah secara terbatas oleh KAP Tjahjadi Tamara dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian. Total aset meningkat signifikan menjadi Rp1,93 triliun, didorong oleh kenaikan aset tetap, persediaan, dan piutang. Pendapatan usaha naik 22,2% menjadi Rp897,42 miliar, laba bersih naik 25,3% menjadi Rp77,69 miliar. Arus kas operasi negatif Rp84,16 miliar, arus kas investasi negatif Rp217,15 miliar (termasuk belanja aset tetap Rp215,62 miliar), dan arus kas pendanaan positif Rp301,76 miliar. Terdapat pembayaran dividen kas Rp50 miliar dan pembentukan cadangan umum Rp34,69 miliar. Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan pengurus, atau status pencatatan yang disebutkan.

### Material changes

- Laporan keuangan interim untuk periode 6 bulan yang berakhir 30 Juni 2026, ditelaah secara terbatas oleh KAP Tjahjadi Tamara, partner audit Riani, opini Wajar Tanpa Modifikasian.
- Total aset per 30 Juni 2026: Rp1.929.123.400.818; per 31 Desember 2025: Rp1.232.630.823.230.
- Total liabilitas per 30 Juni 2026: Rp1.316.118.450.418; per 31 Desember 2025: Rp696.676.897.249.
- Total ekuitas per 30 Juni 2026: Rp613.004.950.400; per 31 Desember 2025: Rp535.953.925.981.
- Pendapatan usaha semester I 2026: Rp897.415.808.671; semester I 2025: Rp734.175.799.666.
- Laba bersih semester I 2026: Rp77.687.549.716; semester I 2025: Rp62.021.573.913.
- Arus kas operasi semester I 2026: -Rp84.162.305.497; arus kas investasi: -Rp217.152.046.309; arus kas pendanaan: Rp301.760.289.426.
- Kas dan setara kas akhir periode per 30 Juni 2026: Rp12.439.799.949; per 31 Desember 2025: Rp11.971.028.627.
- Utang bank jangka pendek per 30 Juni 2026: Rp581.901.459.674; per 31 Desember 2025: Rp264.293.996.625.
- Pembayaran dividen kas semester I 2026: Rp50.000.000.000.
- Pembentukan cadangan umum semester I 2026: Rp34.694.300.000.
- Penambahan aset tetap semester I 2026: Rp215.620.467.054; aset dalam penyelesaian per 30 Juni 2026: Rp44.075.775.992.
- Kepentingan non-pengendali per 30 Juni 2026: Rp3.145; per 31 Desember 2025: Rp76.012.898.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017: Ya; POJK 13/POJK.03/2017: Ya.

### Key financial figures

- **total_assets:** 1.929.123.400.818 (2026-06-30)
- **total_assets:** 1.232.630.823.230 (2025-12-31)
- **total_liabilities:** 1.316.118.450.418 (2026-06-30)
- **total_liabilities:** 696.676.897.249 (2025-12-31)
- **total_equity:** 613.004.950.400 (2026-06-30)
- **total_equity:** 535.953.925.981 (2025-12-31)
- **revenue:** 897.415.808.671 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **revenue:** 734.175.799.666 (2025-01-01_to_2025-06-30)
- **net_income:** 77.687.549.716 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **net_income:** 62.021.573.913 (2025-01-01_to_2025-06-30)
- **cash_and_cash_equivalents:** 12.439.799.949 (2026-06-30)
- **cash_and_cash_equivalents:** 11.971.028.627 (2025-12-31)
- **short_term_bank_loans:** 581.901.459.674 (2026-06-30)
- **short_term_bank_loans:** 264.293.996.625 (2025-12-31)
- **long_term_bank_loans_net_current_maturities:** 64.763.888.890 (2026-06-30)
- **long_term_bank_loans_net_current_maturities:** 80.466.269.842 (2025-12-31)
- **trade_receivables_net:** 409.080.051.100 (2026-06-30)
- **trade_receivables_net:** 238.642.338.304 (2025-12-31)
- **inventories_net:** 423.062.684.790 (2026-06-30)
- **inventories_net:** 229.326.296.952 (2025-12-31)
- **property_plant_equipment_net:** 628.036.926.402 (2026-06-30)
- **property_plant_equipment_net:** 453.904.999.326 (2025-12-31)
- **net_cash_flow_from_operating_activities:** -84.162.305.497 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **net_cash_flow_from_investing_activities:** -217.152.046.309 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **net_cash_flow_from_financing_activities:** 301.760.289.426 (2026-01-01_to_2026-06-30)

### Corporate actions

- Pembayaran dividen kas sebesar Rp50.000.000.000 kepada pemegang saham dan Rp19.000.745 kepada kepentingan non-pengendali, total Rp50.019.000.745.
- Pembentukan cadangan umum sebesar Rp34.694.300.000 dari saldo laba.
- Pelepasan entitas anak yang mempengaruhi kepentingan non-pengendali, dengan perubahan ekuitas total Rp869.015.518.

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap sebesar Rp215.620.467.054 selama semester I 2026.
- Aset dalam penyelesaian per 30 Juni 2026: Rp44.075.775.992, dengan reklasifikasi keluar Rp219.402.841.664.
- Pembayaran untuk perolehan aset takberwujud Rp180.000.000 dan aset non-keuangan lainnya Rp1.075.251.194.

### Capital structure

- Saham biasa tidak berubah: Rp173.471.500.000.
- Tambahan modal disetor menurun dari Rp95.779.323.254 menjadi Rp95.222.305.376, penurunan sebesar Rp557.017.878.
- Kepentingan non-pengendali menurun drastis dari Rp76.012.898 menjadi Rp3.145, penurunan sebesar Rp76.009.753.

### Listing / regulatory

- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017: Ya
- Kepatuhan terhadap POJK 13/POJK.03/2017: Ya

### Analytical scenarios

- **Total aset** [explicit_fact, high]: Total aset per 30 Juni 2026 adalah Rp1.929.123.400.818, meningkat dari Rp1.232.630.823.230 per 31 Desember 2025.
  - Basis: Angka total aset pada laporan posisi keuangan
- **Liabilitas jangka pendek** [explicit_fact, high]: Total liabilitas jangka pendek per 30 Juni 2026 adalah Rp1.228.837.732.090, meningkat dari Rp595.184.402.062 per 31 Desember 2025.
  - Basis: Angka total liabilitas jangka pendek pada laporan posisi keuangan
- **Pertumbuhan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset meningkat sekitar 56,5% dari Rp1.232.630.823.230 menjadi Rp1.929.123.400.818, dengan selisih Rp696.492.577.588.
  - Basis: Total aset 31 Desember 2025: Rp1.232.630.823.230; Total aset 30 Juni 2026: Rp1.929.123.400.818
  - Assumptions: Perhitungan selisih dan persentase menggunakan angka yang tersedia.
- **Pertumbuhan liabilitas jangka pendek** [derived_calculation, high]: Liabilitas jangka pendek meningkat sekitar 106,5% dari Rp595.184.402.062 menjadi Rp1.228.837.732.090, dengan selisih Rp633.653.330.028.
  - Basis: Total liabilitas jangka pendek 31 Desember 2025: Rp595.184.402.062; Total liabilitas jangka pendek 30 Juni 2026: Rp1.228.837.732.090
  - Assumptions: Perhitungan selisih dan persentase menggunakan angka yang tersedia.
- **Peningkatan laba** [derived_calculation, high]: Laba sebelum pajak meningkat sebesar 23.758.448.593 (93.056.017.978 - 69.297.569.385), atau sekitar 34,3% dari laba sebelumnya.
  - Basis: 93.056.017.978; 69.297.569.385
  - Assumptions: Perhitungan sederhana selisih.
- **Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih** [derived_calculation, high]: Pendapatan naik 22,2% dan laba bersih naik 25,3% dibandingkan semester I 2025.
  - Basis: Pendapatan: 897.415.808.671 vs 734.175.799.666; Laba bersih: 77.687.549.716 vs 62.021.573.913
- **Peningkatan utang bank jangka pendek** [derived_calculation, high]: Utang bank jangka pendek naik Rp317,61 miliar atau sekitar 120,2% dari akhir tahun sebelumnya.
  - Basis: Utang bank jangka pendek 2026-06-30: Rp581.901.459.674; Utang bank jangka pendek 2025-12-31: Rp264.293.996.625
- **Rasio liabilitas terhadap aset** [derived_calculation, high]: Rasio total liabilitas terhadap total aset per 30 Juni 2026 sekitar 68,2% (1.316.118.450.418 / 1.929.123.400.818).
  - Basis: Total liabilitas: Rp1.316.118.450.418; Total aset: Rp1.929.123.400.818
- **Peningkatan utang bank** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan signifikan pada utang bank jangka pendek dan total aset mungkin mengindikasikan ekspansi atau kebutuhan modal kerja, tetapi tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen.
  - Basis: Utang bank jangka pendek naik dari Rp264.293.996.625 menjadi Rp581.901.459.674; Total aset naik signifikan
  - Assumptions: Kenaikan utang bank mungkin terkait dengan pendanaan operasional atau investasi.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan manajemen dalam bagian ini.
- **Ekspansi kapasitas operasional** [analyst_hypothesis, medium]: Kenaikan signifikan aset tetap, persediaan, dan utang bank jangka pendek mengindikasikan ekspansi kapasitas, namun belum dikonfirmasi oleh catatan manajemen.
  - Basis: Penambahan aset tetap Rp215,62 miliar; Persediaan naik dari Rp229,33 miliar menjadi Rp423,06 miliar; Utang bank jangka pendek naik 120,2%
  - Assumptions: Kenaikan aset dan persediaan mencerminkan aktivitas ekspansi.
  - Caveats: Data hanya dari neraca dan arus kas; tidak ada informasi pendapatan/laba untuk konfirmasi tujuan.
- **Penurunan kepentingan non-pengendali** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan drastis kepentingan non-pengendali dari Rp76 juta menjadi Rp3 ribu mengindikasikan pelepasan entitas anak atau perubahan struktur kepemilikan, namun detail transaksi tidak tersedia.
  - Basis: Kepentingan non-pengendali 2026-06-30: Rp3.145; Kepentingan non-pengendali 2025-12-31: Rp76.012.898
  - Assumptions: Perubahan terkait pelepasan entitas anak yang dicatat pada laporan perubahan ekuitas.
  - Caveats: Detail transaksi pelepasan tidak diungkapkan.

### Risks / uncertainties

- Peningkatan liabilitas jangka pendek yang signifikan dapat menimbulkan risiko likuiditas, tetapi tidak ada analisis manajemen.
- Arus kas operasi negatif sebesar Rp84,16 miliar pada 2026, sementara arus kas pendanaan positif besar, menunjukkan ketergantungan pada pendanaan eksternal.
- Peningkatan penyisihan piutang usaha dari 23.801.373.695 (31 Des 2025) menjadi 27.107.305.179 (30 Jun 2026) menunjukkan potensi risiko kredit.
- Persediaan meningkat tajam dari 229.326.296.952 (31 Des 2025) menjadi 423.062.684.790 (30 Jun 2026), yang dapat menimbulkan risiko penurunan nilai atau kelebihan stok.
- Biaya penerbitan utang bank yang belum diamortisasi tidak tercantum nilainya, sehingga utang bank bersih tidak dapat dihitung secara akurat.
- Nilai per kreditur untuk utang bank jangka panjang tidak tersedia, sehingga tidak dapat dilakukan analisis konsentrasi kreditur.
- Konsentrasi pendapatan dari pihak-pihak tertentu masih signifikan (26,2% dari total pendapatan).
- Penurunan drastis pendapatan dari PT Twink Indonesia (dari Rp97,4 miliar menjadi Rp0,87 miliar) dapat mengindikasikan hilangnya pelanggan utama.

### Items to monitor

- Kenaikan signifikan total aset dan utang bank jangka pendek dapat mempengaruhi persepsi risiko kredit dan likuiditas.
- Arus kas operasi negatif dan ketergantungan pada pendanaan eksternal dapat menjadi perhatian investor.
- Pembayaran dividen kas Rp50 miliar menunjukkan komitmen terhadap pemegang saham, namun perlu diimbangi dengan kebutuhan pendanaan.
- Pelepasan entitas anak dan penurunan kepentingan non-pengendali dapat mengubah struktur bisnis dan prospek pertumbuhan.

---

## BBSI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) menyampaikan bukti iklan panggilan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) kepada OJK, IDX, dan KSEI. Iklan dipublikasikan pada 26 Agustus 2026 melalui website emiten, IDX, dan KSEI. RUPSLB dijadwalkan pada 3 September 2026 pukul 10.00–12.00 WIB di Jakarta Design Center, Ruang Orchid 3. Dokumen tidak menyebutkan agenda RUPSLB, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas tidak dapat diidentifikasi dari pengumuman ini.

### Material changes

- BBSI menyampaikan bukti iklan panggilan RUPSLB kepada OJK, IDX, dan KSEI pada 28 Agustus 2026.
- Iklan panggilan RUPSLB dipublikasikan pada 26 Agustus 2026 melalui website emiten, website IDX, dan KSEI.
- RUPSLB dijadwalkan pada Kamis, 3 September 2026, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di Jakarta Design Center (JDC) Ruang Orchid 3, Jl. Gatot Subroto No.53, Jakarta Pusat.
- Surat pengantar ditandatangani oleh Presiden Direktur Anton Hermawan pada 28 Agustus 2026.
- Penyampaian ini merujuk pada Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2020 dan Peraturan Nomor I-E (Surat Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025).

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan panggilan RUPSLB kepada OJK, IDX, dan KSEI sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi sesuai POJK 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya digunakan untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, perubahan pengurus, aksi korporasi, atau transaksi material. Namun, tanpa informasi agenda, tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan panggilan RUPSLB tanpa agenda.
  - Assumptions: RUPSLB diadakan untuk agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar RUPS tahunan.
  - Caveats: Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen ini; diperlukan sumber lain untuk konfirmasi.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen, sehingga potensi dampak terhadap struktur modal atau arah bisnis tidak dapat dinilai.
- Tanggal pelaksanaan RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen utama, hanya pada lampiran.

### Items to monitor

- Investor perlu memantau pengumuman selanjutnya terkait agenda RUPSLB untuk memahami potensi aksi korporasi atau perubahan yang akan dibahas.

---

## BFIN

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mengumumkan pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2024 Seri B senilai IDR 200.000.000.000 dengan tingkat bunga/bagi hasil/i'arah 6,80%, jatuh tempo 25 September 2026. Emiten menyatakan telah menyediakan dana pelunasan dari dana internal yang ditempatkan pada rekening giro dan deposito di beberapa bank, dan manajemen yakin melunasi kewajiban tepat waktu. Pengumuman ini merupakan informasi awal pelunasan efek, bukan koreksi, pembatalan, atau lanjutan.

### Material changes

- Pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri B dengan nilai nominal IDR 200.000.000.000.
- Tingkat bunga/bagi hasil/i'arah obligasi sebesar 6,80%.
- Jatuh tempo pelunasan pokok obligasi pada 25 September 2026.
- Emiten menyatakan telah menyediakan dana pelunasan pokok dan kupon bunga dari dana internal yang ditempatkan pada rekening giro dan deposito di beberapa bank.
- Manajemen Perseroan berkeyakinan akan melunasi kewajiban kepada pemegang obligasi tepat pada waktunya.

### Key financial figures

- **Nilai nominal obligasi:** 200,000,000,000 (2024-09-25/2026-09-25 (tidak dinyatakan eksplisit; hanya tanggal jatuh tempo 25 September 2026 dan nama seri Tahun 2024))
- **Tingkat bunga/bagi hasil/i'arah:** 6.80% (tidak dinyatakan)

### Corporate actions

- Pelunasan pokok obligasi

### Analytical scenarios

- **Perkiraan pembayaran kupon tahunan** [derived_calculation, medium]: Jika tingkat bunga 6,80% per tahun dan nilai nominal IDR 200 miliar, maka perkiraan kupon tahunan adalah IDR 13,6 miliar (200.000.000.000 x 6,80%). Namun, periode kupon tidak dinyatakan, sehingga angka ini hanya estimasi untuk satu tahun penuh.
  - Basis: Nilai nominal IDR 200.000.000.000; Tingkat bunga 6,80%
  - Assumptions: Tingkat bunga 6,80% adalah per tahun; Perhitungan kupon tahunan sederhana tanpa memperhitungkan frekuensi pembayaran
  - Caveats: Periode kupon tidak disebutkan; pembayaran bisa dilakukan semesteran atau kuartalan
- **Dampak terhadap arus kas** [analyst_hypothesis, low]: Pelunasan pokok sebesar IDR 200 miliar akan mengurangi kas emiten pada tanggal jatuh tempo, namun tidak ada informasi mengenai sumber dana atau dampak likuiditas.
  - Basis: Nilai nominal IDR 200.000.000.000
  - Assumptions: Dana pelunasan berasal dari kas internal atau refinancing
  - Caveats: Tidak ada data arus kas atau sumber dana dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai sumber dana pelunasan
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap struktur modal atau likuiditas
- Jumlah dana pelunasan tidak disebutkan secara spesifik dalam dokumen
- Rincian penempatan dana (nama bank, jenis rekening, jumlah per bank) tidak diungkapkan
- Tidak ada informasi mengenai sumber dana alternatif jika dana internal tidak mencukupi

### Items to monitor

- Pelunasan pokok obligasi senilai IDR 200 miliar dapat mempengaruhi posisi kas emiten pada September 2026, namun dampak terhadap likuiditas tidak dapat dinilai tanpa data arus kas.
- Kemampuan emiten melunasi obligasi tepat waktu dapat mempengaruhi persepsi risiko kredit, meskipun manajemen menyatakan keyakinan melunasi kewajiban.

---

## BNBR

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan Konsolidasian per 30 Juni 2026 yang ditelaah secara terbatas (limited review) oleh KAP Y. Santosa dan Rekan. Laporan keuangan menunjukkan pendapatan dari jasa meningkat signifikan menjadi Rp2,59 triliun (dari Rp1,78 triliun), namun perusahaan mencatat rugi bersih Rp216,90 miliar (dari laba Rp61,88 miliar) akibat lonjakan beban bunga dan keuangan menjadi Rp548,32 miliar. Total aset Rp24,29 triliun, didominasi hak konsesi jalan tol Rp14,94 triliun, dengan total liabilitas Rp19,76 triliun. Arus kas operasi negatif Rp62,09 miliar. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau transaksi aset material yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- Penyampaian Laporan Keuangan Tengah Tahunan Konsolidasian per 30 Juni 2026 dengan penelaahan terbatas (limited review) kepada OJK, sesuai POJK 14/POJK.04/2022.
- Pendapatan dari jasa periode 6M2026: Rp2.592.031 juta (Rp2,59 triliun), naik dari Rp1.777.338 juta (Rp1,78 triliun) pada 6M2025.
- Rugi bersih periode 6M2026: Rp216.896 juta (Rp216,90 miliar), berbalik dari laba bersih Rp61.884 juta (Rp61,88 miliar) pada 6M2025.
- Beban bunga dan keuangan periode 6M2026: Rp548.319 juta (Rp548,32 miliar), naik tajam dari Rp47.830 juta (Rp47,83 miliar) pada 6M2025.
- Total aset per 30 Juni 2026: Rp24.288.970 juta (Rp24,29 triliun), naik dari Rp23.567.563 juta (Rp23,57 triliun) per 31 Desember 2025.
- Total liabilitas per 30 Juni 2026: Rp19.756.993 juta (Rp19,76 triliun), naik dari Rp18.895.899 juta (Rp18,90 triliun) per 31 Desember 2025.
- Total ekuitas per 30 Juni 2026: Rp4.531.977 juta (Rp4,53 triliun), turun dari Rp4.671.664 juta (Rp4,67 triliun) per 31 Desember 2025.
- Aset hak konsesi jalan tol per 30 Juni 2026: Rp14.937.611 juta (Rp14,94 triliun), sedikit turun dari Rp14.998.392 juta (Rp15,00 triliun) per 31 Desember 2025.
- Utang bank jangka panjang (net of current maturities) per 30 Juni 2026: Rp14.753.269 juta (Rp14,75 triliun), naik dari Rp14.557.479 juta (Rp14,56 triliun) per 31 Desember 2025.
- Utang bank jangka pendek per 30 Juni 2026: Rp1.934.250 juta (Rp1,93 triliun), naik dari Rp1.836.563 juta (Rp1,84 triliun) per 31 Desember 2025.
- Kas dan setara kas per 30 Juni 2026: Rp203.147 juta (Rp203,15 miliar), turun dari Rp236.650 juta (Rp236,65 miliar) per 31 Desember 2025.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi 6M2026: -Rp62.093 juta (negatif Rp62,09 miliar), berbalik dari positif Rp273.532 juta (Rp273,53 miliar) pada 6M2025.
- Arus kas bersih dari aktivitas investasi 6M2026: -Rp321.304 juta (negatif Rp321,30 miliar), dibanding -Rp372.531 juta (negatif Rp372,53 miliar) pada 6M2025.
- Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan 6M2026: +Rp349.894 juta (positif Rp349,89 miliar), dibanding +Rp19.132 juta (positif Rp19,13 miliar) pada 6M2025.
- Distribusi dividen saham sebesar Rp5.000 juta (Rp5 miliar) pada periode berjalan.
- Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan entitas anak sebesar -Rp69.898 juta (negatif Rp69,90 miliar) pada periode berjalan.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap: Rp124.639 juta (Rp124,64 miliar) pada 6M2026.
- Pembayaran untuk perolehan hak penguasaan jalan tol: Rp52.317 juta (Rp52,32 miliar) pada 6M2026.
- Pembayaran untuk perolehan aset non-keuangan lainnya: Rp146.903 juta (Rp146,90 miliar) pada 6M2026.
- Papan pencatatan: Pengembangan (Development).
- Tidak ada pemegang saham pengendali (No Controlling Shareholder).
- Laporan ditelaah terbatas oleh KAP Y. Santosa dan Rekan, tanggal 2026-08-28.

### Key financial figures

- **Pendapatan dari jasa:** 2.592.031 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Pendapatan dari jasa:** 1.777.338 (6M2025 (PriorYearDuration))
- **Rugi bersih:** -216.896 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Laba bersih:** 61.884 (6M2025 (PriorYearDuration))
- **Beban bunga dan keuangan:** 548.319 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Beban bunga dan keuangan:** 47.830 (6M2025 (PriorYearDuration))
- **Total aset:** 24.288.970 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Total aset:** 23.567.563 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Total liabilitas:** 19.756.993 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Total liabilitas:** 18.895.899 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Total ekuitas:** 4.531.977 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Total ekuitas:** 4.671.664 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Aset hak konsesi jalan tol:** 14.937.611 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Aset hak konsesi jalan tol:** 14.998.392 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Utang bank jangka panjang (net of current maturities):** 14.753.269 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Utang bank jangka panjang (net of current maturities):** 14.557.479 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Utang bank jangka pendek:** 1.934.250 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Utang bank jangka pendek:** 1.836.563 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Kas dan setara kas:** 203.147 (30 Juni 2026 (CurrentYearInstant))
- **Kas dan setara kas:** 236.650 (31 Desember 2025 (PriorEndYearInstant))
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -62.093 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 273.532 (6M2025 (PriorYearDuration))
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -321.304 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -372.531 (6M2025 (PriorYearDuration))
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 349.894 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 19.132 (6M2025 (PriorYearDuration))
- **Distribusi dividen saham:** 5.000 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan entitas anak:** -69.898 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Pembayaran untuk perolehan aset tetap:** 124.639 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Pembayaran untuk perolehan hak penguasaan jalan tol:** 52.317 (6M2026 (CurrentYearDuration))
- **Pembayaran untuk perolehan aset non-keuangan lainnya:** 146.903 (6M2026 (CurrentYearDuration))

### Corporate actions

- Distribusi dividen saham sebesar Rp5.000 juta (Rp5 miliar) pada periode berjalan (6M2026).

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar Rp124.639 juta (Rp124,64 miliar) pada 6M2026.
- Pembayaran untuk perolehan hak penguasaan jalan tol sebesar Rp52.317 juta (Rp52,32 miliar) pada 6M2026.
- Pembayaran untuk perolehan aset non-keuangan lainnya sebesar Rp146.903 juta (Rp146,90 miliar) pada 6M2026.

### Capital structure

- Distribusi dividen saham sebesar Rp5.000 juta (Rp5 miliar) pada periode berjalan.
- Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan entitas anak sebesar -Rp69.898 juta (negatif Rp69,90 miliar) pada periode berjalan.
- Saham biasa: Rp4.764.178 juta (tidak berubah).
- Tambahan modal disetor: -Rp1.750.758 juta (tidak berubah).
- Saldo laba belum ditentukan penggunaannya: Rp821.442 juta (awal) menjadi Rp596.631 juta (akhir).
- Tidak ada pemegang saham pengendali (No Controlling Shareholder).

### Listing / regulatory

- Papan pencatatan: Pengembangan (Development).
- Jenis laporan: Ditelaah secara Terbatas (Limited Review).
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017: Ya.
- Kepatuhan terhadap POJK 13/POJK.03/2017: Ya.
- Pemenuhan kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala sesuai POJK 14/POJK.04/2022.

### Analytical scenarios

- **Rasio utang bank terhadap total aset** [derived_calculation, high]: Total utang bank (jangka pendek + jangka panjang) terhadap total aset adalah sekitar 68,7% ((Rp1.934.250 juta + Rp14.753.269 juta) / Rp24.288.970 juta). Ini menunjukkan leverage yang tinggi.
  - Basis: Utang bank jangka pendek: Rp1.934.250 juta; Utang bank jangka panjang: Rp14.753.269 juta; Total aset: Rp24.288.970 juta
  - Assumptions: Angka dalam ribuan IDR
- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan dari jasa meningkat dari Rp1.777.338 juta (6M2025) menjadi Rp2.592.031 juta (6M2026). Pertumbuhan = (2.592.031 - 1.777.338) / 1.777.338 = 45,8%.
  - Basis: Pendapatan dari jasa 6M2026: Rp2.592.031 juta; Pendapatan dari jasa 6M2025: Rp1.777.338 juta
  - Assumptions: Angka dalam ribuan IDR
- **Perubahan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih turun dari Rp61.884 juta menjadi -Rp216.896 juta, selisih -Rp278.780 juta. Penurunan terutama didorong oleh kenaikan beban bunga dan keuangan sebesar Rp500.489 juta (dari Rp47.830 juta menjadi Rp548.319 juta).
  - Basis: Laba bersih 6M2026: -Rp216.896 juta; Laba bersih 6M2025: Rp61.884 juta; Beban bunga dan keuangan 6M2026: Rp548.319 juta; Beban bunga dan keuangan 6M2025: Rp47.830 juta
  - Assumptions: Angka dalam ribuan IDR
- **Potensi tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Kas dan setara kas menurun dari Rp236.650 juta menjadi Rp203.147 juta, sementara liabilitas jangka pendek meningkat dari Rp3.596.001 juta menjadi Rp4.330.634 juta. Arus kas operasi negatif Rp62.093 juta pada 6M2026. Ini bisa mengindikasikan tekanan likuiditas, namun perlu analisis lebih lanjut terhadap kemampuan membayar dan akses pendanaan.
  - Basis: Kas dan setara kas 30 Juni 2026: Rp203.147 juta; Kas dan setara kas 31 Desember 2025: Rp236.650 juta; Jumlah liabilitas jangka pendek 30 Juni 2026: Rp4.330.634 juta; Jumlah liabilitas jangka pendek 31 Desember 2025: Rp3.596.001 juta; Arus kas operasi 6M2026: -Rp62.093 juta
  - Assumptions: Angka dalam ribuan IDR
  - Caveats: Belum mempertimbangkan arus kas investasi dan pendanaan yang tersedia.; Tidak ada informasi tentang fasilitas kredit yang belum digunakan atau rencana pendanaan.
- **Potensi kebutuhan pendanaan untuk ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Terdapat pembayaran untuk perolehan aset tetap, hak penguasaan jalan tol, dan aset non-keuangan lainnya dengan total sekitar Rp323,86 miliar pada 6M2026. Dengan arus kas operasi negatif, perusahaan mungkin memerlukan pendanaan eksternal untuk mendanai belanja modal tersebut. Namun, tidak ada indikasi eksplisit mengenai rencana rights issue atau penerbitan utang baru.
  - Basis: Pembayaran untuk perolehan aset tetap: Rp124.639 juta; Pembayaran untuk perolehan hak penguasaan jalan tol: Rp52.317 juta; Pembayaran untuk perolehan aset non-keuangan lainnya: Rp146.903 juta; Arus kas operasi 6M2026: -Rp62.093 juta
  - Assumptions: Total belanja modal dihitung dari penjumlahan ketiga pos pembayaran tersebut.; Kebutuhan pendanaan diasumsikan jika belanja modal tidak dapat ditutup dari kas internal.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang sumber dana belanja modal.; Perusahaan memiliki arus kas pendanaan positif Rp349.894 juta pada 6M2026, yang mungkin sudah mencakup pembiayaan belanja modal.; Tidak ada pengumuman resmi mengenai rencana rights issue atau penerbitan obligasi.

### Risks / uncertainties

- Rugi bersih yang signifikan dapat mempengaruhi kemampuan membayar dividen atau memenuhi kewajiban.
- Kenaikan beban bunga yang tajam dapat mengindikasikan tekanan likuiditas atau biaya pendanaan yang lebih tinggi.
- Arus kas operasi negatif pada periode berjalan dapat menimbulkan risiko likuiditas jika tidak diimbangi dengan pendanaan yang memadai.
- Konsentrasi utang yang tinggi pada pinjaman sindikasi dapat menimbulkan risiko refinancing jika kondisi pasar memburuk atau jika persyaratan kredit tidak terpenuhi.
- Terdapat selisih yang tidak dapat dijelaskan antara perubahan ekuitas yang dihitung dari komponen yang tersedia dengan perubahan aktual posisi ekuitas, baik untuk total ekuitas maupun ekuitas entitas induk.
- Tidak ada informasi tentang aksi korporasi, perubahan pengurus, atau transaksi aset material.

### Items to monitor

- Pendapatan dari jasa meningkat signifikan (45,8%) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan bisnis.
- Rugi bersih dan arus kas operasi negatif dapat menjadi perhatian bagi investor terkait profitabilitas dan likuiditas.
- Lonjakan beban bunga dan keuangan dapat mengindikasikan peningkatan leverage atau biaya pendanaan yang lebih tinggi.
- Terdapat penambahan aset tetap dan hak penguasaan jalan tol yang dapat mengindikasikan ekspansi infrastruktur.

---

## BSSR

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 (tidak diaudit, direviu terbatas oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan). Kinerja keuangan meningkat signifikan: penjualan naik 10,6% menjadi USD 361,07 juta dan laba periode berjalan naik 26,9% menjadi USD 63,01 juta. Perusahaan membagikan dividen tunai besar (final 2025 sebesar USD 70 juta, dibayar 8 Juli 2026) dan melunasi seluruh pinjaman bank pada Januari 2026. Terjadi perubahan susunan pengurus efektif 15 Juni 2026. Tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, saham bonus, stock split, merger, akuisisi, atau divestasi yang diungkapkan.

### Material changes

- Laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, tidak diaudit, direviu oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan (laporan No. PHHARP-AL/202/FP/MF/2026, 26 Agustus 2026); kesimpulan: tidak ada hal yang menyebabkan keyakinan laporan tidak wajar.
- Modal dasar 9.000.000.000 saham (nilai nominal Rp100/saham); modal ditempatkan dan disetor 2.616.500.000 saham; seluruh saham tercatat di BEI.
- RUPST 15 Juni 2026 menyetujui dividen final 2025 sebesar USD 70.000.000, dibayar 8 Juli 2026; dividen interim 2025 (USD 35 juta dan USD 20 juta) dan dividen final 2024 (USD 20 juta) juga dibagikan; AGM membagikan dividen dari laba 2025 total USD 106 juta.
- Pinjaman bank jangka pendek (ICICI USD 1.070.054, CIMB USD 218.267) dilunasi pada Januari 2026; saldo pinjaman bank menjadi nihil per 30 Juni 2026.
- Perubahan pengurus efektif 15 Juni 2026: Anjali Pandey, Seok Chul Sohn, Rajesh Daga, Dongho Lee menggantikan J.V. Patil, Jeong Woo Yoo, Kamlesh Kumar, Sangwon Lee.
- PP No. 21/2026 (efektif 1 Juni 2026) mewajibkan penempatan 100% DHE SDA di rekening khusus minimal 12 bulan; bank yang dibatasi penggunaannya naik menjadi USD 53.770.215.
- Cadangan batubara Grup per 30 Juni 2026: 24,924 juta metrik ton (produksi H1 2026: 7,384 juta ton); PKP2B AGM berlaku sampai 2029, IUP-OP Perusahaan sampai 22 Mei 2027.
- Goodwill USD 20.102.790 dari akuisisi AGM; tidak ada indikasi penurunan nilai.
- Perjanjian pemasaran dengan BMSS diperpanjang hingga 31 Desember 2027; perjanjian jual beli batubara dengan PT Cikarang Listrindo berlaku hingga 19 April 2027.
- Perjanjian kredit CIMB diamandemen 25 Februari 2026, perpanjangan jangka waktu hingga 30 November 2026 masih dalam proses.
- Kewajiban DMO 25% dari realisasi produksi tahun berjalan (Kepmen ESDM No. 399.K/MB.01/MEM.B/2023); harga batubara domestik USD 90/MT untuk industri tertentu.
- Peristiwa setelah periode pelaporan: pada 8 Juli 2026, Perusahaan membayar seluruh utang dividen sebesar USD 70.000.000.
- Tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, saham bonus, stock split, merger, akuisisi, atau divestasi yang diungkapkan.

### Key financial figures

- **Penjualan:** 361066680 (6M 2026 (unaudited))
- **Penjualan:** 326383564 (6M 2025 (unaudited))
- **Laba periode berjalan:** 63014936 (6M 2026 (unaudited))
- **Laba periode berjalan:** 49674509 (6M 2025 (unaudited))
- **Laba per saham dasar:** 0,0241 (6M 2026 (unaudited))
- **Jumlah aset:** 432540737 (30 Juni 2026 (unaudited))
- **Jumlah aset:** 370221012 (31 Desember 2025)
- **Jumlah liabilitas:** 166186989 (30 Juni 2026 (unaudited))
- **Jumlah liabilitas:** 97194931 (31 Desember 2025)
- **Jumlah ekuitas:** 266353748 (30 Juni 2026 (unaudited))
- **Jumlah ekuitas:** 273026081 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas:** 105465062 (30 Juni 2026 (unaudited))
- **Kas dan setara kas:** 44249952 (31 Desember 2025)
- **Bank yang dibatasi penggunaannya:** 53770215 (30 Juni 2026 (unaudited))
- **Utang dividen:** 67781751 (30 Juni 2026 (unaudited))
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 111597738 (H1 2026)
- **Arus kas bersih untuk aktivitas investasi:** -26935776 (H1 2026)
- **Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan:** -21288510 (H1 2026)
- **Dividen dibayar (Perusahaan):** 70000000 (H1 2026)
- **Penerimaan dividen (entitas induk saja):** 19999937 (H1 2026)
- **Cadangan batubara Grup:** 24,924 juta metrik ton (30 Juni 2026)
- **Produksi batubara Grup:** 7,384 juta metrik ton (H1 2026)
- **Properti pertambangan (jumlah tercatat):** 28680997 (30 Juni 2026 (unaudited))
- **Aset tetap (jumlah tercatat):** 55462175 (30 Juni 2026 (unaudited))
- **Goodwill:** 20102790 (30 Juni 2026)
- **Beban pajak penghasilan total:** 18081907 (H1 2026)
- **Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian:** 81096843 (H1 2026)
- **Rasio utang terhadap modal (gearing ratio):** 0,22 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Pembagian dividen tunai: dividen final 2025 sebesar USD 70.000.000 disetujui RUPST 15 Juni 2026 dan dibayar 8 Juli 2026; dividen interim 2025 sebesar USD 35 juta dan USD 20 juta; dividen final 2024 sebesar USD 20 juta; AGM membagikan dividen dari laba 2025 total USD 106 juta.
- Pelunasan seluruh pinjaman bank jangka pendek dan panjang pada Januari 2026 (ICICI Bank Limited pada 16 Januari 2026, PT Bank CIMB Niaga Tbk pada 7 Januari 2026).
- Perubahan susunan pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi) efektif 15 Juni 2026.
- Perpanjangan jangka waktu pinjaman bank CIMB masih dalam proses (amandemen 25 Februari 2026).

### Expansion projects

- Perolehan aset tetap H1 2026: USD 1.065.968 (konsolidasian); penambahan aset tetap entitas induk saja USD 91.647.
- Kenaikan aset eksplorasi dan evaluasi H1 2026: USD 2.364.461 (direklasifikasi ke properti pertambangan).
- Aset tetap dalam pembangunan per 30 Juni 2026: USD 1.112.175 (bangunan dan prasarana 90-99%, jalan dan jembatan 45-94%).
- Tidak ada komitmen belanja modal per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.

### Management / control changes

- Efektif 15 Juni 2026: Anjali Pandey menggantikan J.V. Patil sebagai Komisaris; Seok Chul Sohn menggantikan Jeong Woo Yoo sebagai Komisaris; Rajesh Daga menggantikan Kamlesh Kumar sebagai Wakil Direktur Utama; Dongho Lee menggantikan Sangwon Lee sebagai Direktur.
- Entitas induk utama: PT Wahana Sentosa Cemerlang; pemilik manfaat utama: Ghan Djoe Hiang.

### Capital structure

- Modal dasar: 9.000.000.000 saham (Rp100/saham); modal ditempatkan dan disetor: 2.616.500.000 saham.
- Tambahan modal disetor: USD 48.431.262 (tidak berubah).
- Komposisi pemegang saham per 30 Juni 2026: PT Wahana Sentosa Cemerlang 50,00117%, Tata Power International Pte. Ltd. 26,00000%, GS Energy Corporation 9,74000%, PT GS Global Resources 5,00000%, publik 9,25883%.
- Tidak ada perubahan struktur modal atau kepemilikan selama periode berjalan.

### Listing / regulatory

- Seluruh 2.616.500.000 saham Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia.
- PP No. 21/2026 (efektif 1 Juni 2026) menggantikan PP No. 8/2025, mewajibkan penempatan 100% DHE SDA di rekening khusus minimal 12 bulan.
- Kewajiban DMO 25% dari realisasi produksi tahun berjalan (Kepmen ESDM No. 399.K/MB.01/MEM.B/2023).
- Permen ESDM No. 7/2020 mewajibkan persetujuan KESDM/Gubernur untuk perubahan saham dan Direksi/Komisaris.
- Tidak ada informasi suspensi atau pemenuhan free float.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan penjualan dan laba** [derived_calculation, high]: Penjualan 6M 2026 naik 10,6% (dari USD 326,38 juta menjadi USD 361,07 juta); laba periode berjalan naik 26,9% (dari USD 49,67 juta menjadi USD 63,01 juta).
  - Basis: Penjualan 6M 2026: USD 361.066.680; Penjualan 6M 2025: USD 326.383.564; Laba 6M 2026: USD 63.014.936; Laba 6M 2025: USD 49.674.509
  - Assumptions: Perhitungan: (361.066.680-326.383.564)/326.383.564 = 10,63%; (63.014.936-49.674.509)/49.674.509 = 26,86%.
- **Rasio pembayaran dividen** [derived_calculation, high]: Dividen final 2025 sebesar USD 70 juta terhadap laba 6M 2026 (attributable to parent) USD 63,01 juta menghasilkan rasio sekitar 111%, menunjukkan pembayaran dividen melebihi laba periode berjalan.
  - Basis: Dividen final 2025: USD 70.000.000; Laba attributable 6M 2026: USD 63.014.791
  - Assumptions: Menggunakan laba attributable to parent.
  - Caveats: Dividen mungkin berasal dari saldo laba ditahan, bukan hanya laba periode berjalan.
- **Penurunan cadangan batubara** [derived_calculation, medium]: Cadangan batubara Grup menurun dari 32,308 juta ton (31 Des 2025) menjadi 24,924 juta ton (30 Jun 2026), selisih 7,384 juta ton sama dengan produksi periode berjalan, mengindikasikan tidak ada penambahan cadangan baru.
  - Basis: Cadangan 31 Des 2025: 32,308 juta ton; Cadangan 30 Jun 2026: 24,924 juta ton; Produksi H1 2026: 7,384 juta ton
  - Assumptions: Tidak ada penambahan cadangan dari eksplorasi atau revisi.
  - Caveats: Angka cadangan tidak diaudit dan dapat berubah.
- **Kontribusi penjualan luar negeri** [derived_calculation, high]: Penjualan luar negeri berkontribusi 82,1% dari total penjualan neto pada 6M 2026, meningkat dari 70,2% pada 6M 2025, menunjukkan ketergantungan yang lebih tinggi pada pasar ekspor.
  - Basis: Penjualan luar negeri 6M 2026: USD 296.492.484; Total penjualan 6M 2026: USD 361.066.680; Penjualan luar negeri 6M 2025: USD 229.017.878; Total penjualan 6M 2025: USD 326.383.564
  - Assumptions: Perhitungan: 296.492.484/361.066.680 = 82,1%; 229.017.878/326.383.564 = 70,2%.
- **Rasio utang terhadap ekuitas (DER)** [derived_calculation, high]: DER periode berjalan = 166.186.989 / 266.353.748 = 0,62; periode sebelumnya = 97.194.931 / 273.026.081 = 0,36; menunjukkan peningkatan leverage.
  - Basis: Total liabilitas dan total ekuitas dari laporan posisi keuangan
  - Assumptions: Semua angka dalam satuan yang sama
- **Margin laba bersih** [derived_calculation, high]: Margin laba bersih periode berjalan = 63.014.936 / 361.066.680 = 17,45%; periode sebelumnya = 49.674.509 / 326.383.564 = 15,22%; terjadi peningkatan.
  - Basis: Laba bersih dan penjualan dari laporan laba rugi
  - Assumptions: Semua angka dalam satuan yang sama
- **Sumber dana dividen** [analyst_hypothesis, medium]: Pembayaran dividen besar (USD 70 juta) kemungkinan didanai dari kas operasi yang kuat (USD 111,6 juta) dan penerimaan dividen dari anak perusahaan (USD 20 juta), namun sumber dana tidak diungkapkan secara eksplisit.
  - Basis: Arus kas operasi H1 2026: USD 111.597.738; Penerimaan dividen (entitas induk saja): USD 19.999.937
  - Assumptions: Dividen dibayar tunai dari kas yang tersedia.
  - Caveats: Tidak ada rincian sumber dana dalam laporan.
- **Dampak DHE SDA terhadap likuiditas** [analyst_hypothesis, medium]: Kenaikan bank yang dibatasi penggunaannya (dari USD 35,47 juta menjadi USD 53,77 juta) kemungkinan besar disebabkan oleh penempatan DHE SDA sesuai PP No. 21/2026, yang dapat membatasi fleksibilitas kas jangka pendek.
  - Basis: Bank yang dibatasi penggunaannya 30 Jun 2026: USD 53.770.215; Bank yang dibatasi penggunaannya 31 Des 2025: USD 35.470.645
  - Assumptions: Kenaikan terutama berasal dari DHE SDA.
  - Caveats: Tidak ada rincian jumlah DHE SDA secara terpisah.

### Risks / uncertainties

- Ketidaksesuaian antara dividen yang diumumkan (USD 70 juta) dan pembayaran dividen di arus kas konsolidasian (USD 20 juta) pada periode yang sama; perlu klarifikasi.
- Perpanjangan jangka waktu pinjaman bank CIMB masih dalam proses dan belum final.
- Kewajiban penempatan DHE SDA 100% selama 12 bulan dapat membatasi likuiditas operasional.
- Perubahan tarif royalti dan formula HBA (PP No. 19/2025, PP No. 18/2025) dapat mempengaruhi biaya dan pendapatan.
- Kewajiban DMO dan penggunaan angkutan laut/asuransi nasional dapat mempengaruhi biaya operasional.
- Piutang lain-lain memiliki porsi signifikan yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari; cadangan kerugian meningkat.
- Penurunan cadangan batubara tanpa penambahan baru dapat membatasi umur tambang.
- Perubahan pengurus yang signifikan dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan.

### Items to monitor

- Pembayaran dividen tunai yang besar (USD 70 juta) menunjukkan komitmen pengembalian nilai kepada pemegang saham.
- Pelunasan seluruh pinjaman bank menunjukkan pengurangan leverage dan potensi peningkatan fleksibilitas keuangan.
- Peningkatan laba yang signifikan, meskipun sebagian dari pendapatan non-operasional, dapat menjadi sentimen positif bagi pasar.
- Kontribusi penjualan luar negeri yang dominan (82,1%) menunjukkan ketergantungan pada pasar ekspor.

---

## CASH

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menyampaikan Laporan Keuangan Interim (Limited Review) untuk periode 30 Juni 2026. Laporan menunjukkan kerugian bersih yang memburuk menjadi Rp37,78 miliar (dari rugi Rp14,17 miliar pada semester yang sama 2025), defisiensi modal yang melebar menjadi Rp37,61 miliar, dan arus kas operasi negatif Rp63,42 miliar. Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif OJK untuk PMHMETD I (rights issue) pada 30 Juni 2026, dan setelah periode pelaporan telah menerbitkan saham baru hasil PUT I (total saham menjadi 2.427.802.216 lembar). Terdapat perubahan status perusahaan dari PMA menjadi PMDN, pengunduran diri seorang direktur, serta rencana ekspansi merchant ke 8 provinsi di luar Jawa. Laporan keuangan direviu dengan kesimpulan wajar tanpa pengecualian.

### Material changes

- Laporan keuangan interim konsolidasian untuk periode 1 Januari - 30 Juni 2026, direviu oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan kesimpulan wajar tanpa pengecualian.
- Pendapatan periode berjalan Rp84.683.181.379, meningkat dari Rp58.530.698.028 pada periode yang sama 2025.
- Rugi bersih periode berjalan Rp37.780.991.364, memburuk dari rugi Rp14.168.502.207 pada periode yang sama 2025.
- Defisiensi modal per 30 Juni 2026 sebesar Rp37.610.819.310, memburuk dari defisiensi Rp449.522.270 per 31 Desember 2025.
- Kas dan setara kas turun drastis dari Rp71.898.664.833 (31 Des 2025) menjadi Rp24.208.201.065 (30 Jun 2026).
- Piutang usaha pihak ketiga naik dari Rp25.071.607.197 menjadi Rp44.786.571.515.
- Utang lain-lain jangka panjang naik dari Rp91.475.000.000 menjadi Rp116.375.000.000.
- Pinjaman pihak berelasi dari PT Bara Alam Utama meningkat dari Rp106.998.868.393 menjadi Rp139.773.865.771.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi negatif Rp63.420.727.012, memburuk dari negatif Rp11.755.067.992 pada periode yang sama 2025.
- PMHMETD I (rights issue) efektif per 30 Juni 2026, menawarkan maksimum 996.676.699 saham baru (41,05% dari modal setelah PMHMETD I).
- Setelah periode pelaporan, Akta No. 5 tanggal 3 Agustus 2026 mencatat penambahan saham hasil PUT I menjadi 2.427.802.216 saham, disetujui Menteri Hukum dan HAM pada 12 Agustus 2026.
- Perubahan status perusahaan dari PMA menjadi PMDN, disetujui Menteri Hukum dan HAM pada 26 Maret 2026.
- Pengunduran diri Bapak Oktavianus sebagai Direktur, efektif mengikuti keputusan RUPSLB 2026 (surat No. 312/SK/CSC-CWI/VII/2026 tanggal 3 Agustus 2026).
- Rencana ekspansi merchant ke 8 provinsi di luar Pulau Jawa, fokus pada sektor F&B, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
- Perjanjian sewa ruang dengan PT Putragaya Wahana untuk 5 tahun, efektif 1 Agustus 2026 sampai 31 Juli 2031.

### Key financial figures

- **Total Aset:** 192.874.674.385 (30 Juni 2026)
- **Total Aset:** 209.147.783.582 (31 Desember 2025)
- **Kas dan Setara Kas:** 24.208.201.065 (30 Juni 2026)
- **Kas dan Setara Kas:** 71.898.664.833 (31 Desember 2025)
- **Piutang Usaha - Neto:** 44.786.571.515 (30 Juni 2026)
- **Piutang Usaha - Neto:** 25.071.607.197 (31 Desember 2025)
- **Persediaan:** 9.392.093.914 (30 Juni 2026)
- **Persediaan:** 16.809.128.613 (31 Desember 2025)
- **Jumlah Liabilitas:** 230.485.493.695 (30 Juni 2026)
- **Jumlah Liabilitas:** 209.597.305.852 (31 Desember 2025)
- **Jumlah Defisiensi Modal:** -37.610.819.310 (30 Juni 2026)
- **Jumlah Defisiensi Modal:** -449.522.270 (31 Desember 2025)
- **Pendapatan:** 84.683.181.379 (30 Juni 2026 (6 bulan))
- **Pendapatan:** 58.530.698.028 (30 Juni 2025 (6 bulan))
- **Rugi Tahun Berjalan:** -37.780.991.364 (30 Juni 2026 (6 bulan))
- **Rugi Tahun Berjalan:** -14.168.502.207 (30 Juni 2025 (6 bulan))
- **Laba (Rugi) per Saham Dasar:** -27,47 (30 Juni 2026 (6 bulan))
- **Laba (Rugi) per Saham Dasar:** -11,00 (30 Juni 2025 (6 bulan))
- **Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi:** -63.420.727.012 (30 Juni 2026 (6 bulan))
- **Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi:** -11.755.067.992 (30 Juni 2025 (6 bulan))
- **Utang Bank Jangka Pendek:** 7.916.933.516 (30 Juni 2026)
- **Utang Bank Jangka Pendek:** 7.799.716.043 (31 Desember 2025)
- **Utang Lain-lain (Jangka Panjang):** 116.375.000.000 (30 Juni 2026)
- **Utang Lain-lain (Jangka Panjang):** 91.475.000.000 (31 Desember 2025)
- **Pinjaman Pihak Berelasi (PT Bara Alam Utama):** 139.773.865.771 (30 Juni 2026)
- **Pinjaman Pihak Berelasi (PT Bara Alam Utama):** 106.998.868.393 (31 Desember 2025)
- **Penambahan Aset Tetap:** 11.522.929.045 (30 Juni 2026 (6 bulan))
- **Nilai Tercatat Aset Tetap:** 21.333.019.639 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- PMHMETD I (rights issue) efektif per 30 Juni 2026, menawarkan maksimum 996.676.699 saham baru (41,05% dari modal setelah PMHMETD I).
- Penambahan saham hasil PUT I berdasarkan Akta No. 5 tanggal 3 Agustus 2026, disetujui Menteri Hukum dan HAM pada 12 Agustus 2026.
- Perubahan status perusahaan dari PMA menjadi PMDN, disetujui Menteri Hukum dan HAM pada 26 Maret 2026.

### Expansion projects

- Perolehan aset tetap periode 30 Juni 2026 sebesar Rp1.800.021.802 (2025: Rp3.083.043.551).
- Perolehan aset takberwujud periode 30 Juni 2026 sebesar Rp1.167.446.201 (2025: Rp1.974.507.346).
- Penambahan aset hak-guna bangunan sebesar Rp9.722.907.243 pada periode 30 Juni 2026.
- Rencana ekspansi merchant ke 8 provinsi di luar Pulau Jawa, fokus pada sektor F&B, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
- Perjanjian sewa ruang dengan PT Putragaya Wahana untuk 5 tahun, efektif 1 Agustus 2026 sampai 31 Juli 2031.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Bapak Oktavianus sebagai Direktur, efektif mengikuti keputusan RUPSLB 2026 (surat No. 312/SK/CSC-CWI/VII/2026 tanggal 3 Agustus 2026).
- Kepala unit audit internal berubah dari Karlina Arum Kusumasari menjadi Panggana Panjaitan, efektif 5 November 2024.
- Sekretaris Perusahaan dijabat oleh Thriyani Rahmania sejak 16 Oktober 2025, menggantikan Albertus Yoga Sesotya.

### Capital structure

- Modal dasar: 4.712.017.608 saham dengan nilai nominal Rp12 per saham.
- Modal ditempatkan dan disetor penuh per 30 Juni 2026: 1.431.125.517 saham (Rp17.173.506.204).
- Setelah PUT I, total saham menjadi 2.427.802.216 saham dengan nilai Rp29.133.626.592.
- Kepemilikan publik per 30 Juni 2026: 18,42% (263.635.370 saham), turun dari 42,48% per 31 Desember 2025.
- Defisit per 30 Juni 2026: Rp209.692.264.888.

### Listing / regulatory

- Pernyataan efektif OJK untuk PMHMETD I diterima pada 30 Juni 2026 (surat No. S-85/D.04/2026).
- Persetujuan Menteri Hukum dan HAM atas perubahan anggaran dasar terkait penambahan saham setelah PUT I (SK No. AHU-AH.01.03.-0230206 tanggal 12 Agustus 2026).
- Laporan keuangan diterbitkan kembali (reissued) dan terdapat reklasifikasi pada laporan posisi keuangan.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan rugi tahun berjalan** [derived_calculation, high]: Rugi tahun berjalan periode 30 Juni 2026 sebesar Rp37.780.991.364, meningkat 166,6% dibandingkan rugi periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp14.168.502.207. Perhitungan: (37.780.991.364 - 14.168.502.207) / 14.168.502.207 = 1,666.
  - Basis: Rugi tahun berjalan 30 Juni 2026: Rp37.780.991.364; Rugi tahun berjalan 30 Juni 2025: Rp14.168.502.207
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia pada laporan laba rugi.
- **Peningkatan defisiensi modal** [derived_calculation, high]: Defisiensi modal per 30 Juni 2026 sebesar Rp37.610.819.310, memburuk dari defisiensi Rp449.522.270 per 31 Desember 2025. Selisihnya adalah Rp37.161.297.040, yang sama dengan jumlah rugi komprehensif tahun berjalan.
  - Basis: Defisiensi modal 30 Juni 2026: Rp37.610.819.310; Defisiensi modal 31 Desember 2025: Rp449.522.270; Jumlah rugi komprehensif 30 Juni 2026: Rp37.161.297.040
  - Assumptions: Tidak ada transaksi ekuitas lain yang signifikan selain rugi komprehensif.
- **Kenaikan utang lain-lain jangka panjang** [derived_calculation, high]: Utang lain-lain jangka panjang meningkat dari Rp91.475.000.000 per 31 Desember 2025 menjadi Rp116.375.000.000 per 30 Juni 2026, atau naik sebesar Rp24.900.000.000 (27,2%).
  - Basis: Utang lain-lain jangka panjang 30 Juni 2026: Rp116.375.000.000; Utang lain-lain jangka panjang 31 Desember 2025: Rp91.475.000.000
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia pada laporan posisi keuangan.
- **Dilusi kepemilikan publik** [derived_calculation, medium]: Jika PMHMETD I diterbitkan maksimum 996.676.699 saham baru, total saham beredar menjadi sekitar 2.427.802.216 saham. Kepemilikan publik saat ini 263.635.370 saham akan terdilusi menjadi sekitar 10,86% (263.635.370 / 2.427.802.216).
  - Basis: Jumlah saham baru maksimum 996.676.699; Total saham saat ini 1.431.125.517; Kepemilikan publik 263.635.370 saham
  - Assumptions: Semua saham baru diterbitkan; Tidak ada perubahan kepemilikan lain
  - Caveats: Angka pasti tergantung pada realisasi penerbitan saham dan partisipasi pemegang saham.
- **Potensi risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Defisiensi modal yang memburuk dan rugi yang meningkat dapat mengindikasikan risiko kelangsungan usaha, namun laporan reviu tidak menyebutkan adanya modifikasi atau paragraf penekanan tentang hal ini. Manajemen menyusun rencana ekspansi dan efisiensi untuk mengatasi kondisi tersebut.
  - Basis: Defisiensi modal negatif Rp37.610.819.310; Rugi tahun berjalan Rp37.780.991.364; Rencana manajemen di Catatan 39
  - Assumptions: Defisiensi modal yang memburuk dapat menjadi indikator risiko, tetapi tidak ada pernyataan eksplisit dari auditor.
  - Caveats: Laporan reviu tidak menyebutkan adanya masalah kelangsungan usaha, sehingga hipotesis ini belum terkonfirmasi.

### Risks / uncertainties

- Defisiensi modal yang memburuk secara signifikan.
- Rugi tahun berjalan yang meningkat tajam.
- Kenaikan utang lain-lain jangka panjang yang signifikan.
- Penurunan kas dan setara kas yang drastis.
- Ketergantungan pendanaan pada pihak berelasi (PT Bara Alam Utama) yang mencapai 60,64% dari total liabilitas.
- Risiko kredit terkait piutang, dengan cadangan penurunan nilai yang meningkat.
- Risiko likuiditas terkait kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang.
- Ketidakpastian keberhasilan rencana manajemen untuk mengatasi defisiensi modal dan rugi berjalan.

### Items to monitor

- Laporan keuangan interim ini merupakan informasi yang relevan bagi pemegang saham dan investor untuk menilai kinerja keuangan perusahaan.

---

## CHIP

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 27-31 Agustus 2026, PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) menerbitkan dua pengumuman koreksi atas penyampaian Laporan Tahunan, Keberlanjutan, dan ESG Tahun Buku 2025. Kedua koreksi bersifat administratif terkait lampiran surat asli No. 019/CHIP-CORSEC/IV/2026 tanggal 28 April 2026. Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan struktur modal, perubahan pengurus/pengendali, atau ekspansi yang diumumkan dalam periode ini. Namun, dokumen yang dilampirkan mengungkapkan penurunan kinerja keuangan signifikan tahun 2025: penjualan turun 30,61% menjadi Rp136,85 miliar dan laba tahun berjalan turun 43,05% menjadi Rp4,62 miliar. Perusahaan juga mengungkapkan ekspansi pasar ke Afrika (Zambia) dan segmen baru Warehouse Management System, serta proyeksi 2026 yang optimis (penjualan Rp271,99 miliar, laba Rp32,71 miliar). Pentingnya secara korporasi: koreksi ini menegaskan kepatuhan pelaporan, namun isi koreksi tidak dijelaskan, sehingga investor perlu memantau apakah ada perubahan substantif pada laporan.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material baru yang diumumkan dalam periode ini; kedua pengumuman adalah koreksi administratif atas laporan tahunan 2025.
- Kinerja keuangan 2025 memburuk: penjualan turun 30,61% dan laba tahun berjalan turun 43,05% dibandingkan 2024.
- Ekspansi pasar ke Afrika (Zambia Telecommunications) dan segmen baru Warehouse Management System mulai berkontribusi pada 2025.
- Proyeksi 2026 yang optimis: penjualan Rp271,99 miliar dan laba Rp32,71 miliar, hampir dua kali lipat realisasi 2025.

### Key financial figures

- **Penjualan:** 136.849.260.166 (2025)
- **Penjualan:** 197.222.283.012 (2024)
- **Laba Tahun Berjalan:** 4.624.003.393 (2025)
- **Laba Tahun Berjalan:** 8.119.250.516 (2024)
- **Jumlah Aset:** 115.410.086.322 (2025)
- **Jumlah Aset:** 119.397.434.852 (2024)
- **Jumlah Liabilitas:** 46.944.374.554 (2025)
- **Jumlah Ekuitas:** 68.465.711.768 (2025)
- **Kas dan Bank:** 11.567.536.745 (2025)
- **Arus Kas Operasi:** 1.237.936.838 (2025)
- **Laba per Saham:** 5,74 (2025)
- **Laba per Saham:** 10,07 (2024)
- **Aset Tetap (Nilai Buku):** 32.518.622.256 (2025)
- **Utang Lain-lain Pihak Berelasi:** 20.106.804.640 (2025)
- **Utang Lembaga Keuangan Non-Bank:** 12.729.600.936 (2025)
- **Dividen Tunai (tahun buku 2024):** 1.623.850.103 (2025)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan dalam periode ini.
- Dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp1.623.850.103 (Rp2,01/saham) disetujui RUPS 16 Juni 2025 (dilaporkan dalam pengumuman koreksi).
- Perjanjian pinjaman sale and leaseback dengan PT KDB Tifa Finance Tbk untuk mesin Trimatt Cardline 7000 senilai Rp5.123.041.481 (15 September 2025).
- Perjanjian pinjaman sale and leaseback dengan PT Clemont Finance Indonesia untuk mesin FB 350 Flexo Printing Press senilai Rp7.400.000.000 (18 Juli 2024).

### Expansion projects

- Perolehan aset tetap 2025 sebesar Rp3.372.653.250, menurun 80,29% dari Rp17.115.554.721 pada 2024.
- Perjanjian sewa kantor baru di RPX Center Lantai 1 (224,75 m2, 5 tahun mulai 1 September 2025) dengan PT Sentra Bhanuadi.
- Ekspor ke Afrika (Zambia Telecommunications) mulai berkontribusi pada 2025, dengan penjualan Rp22,70 miliar.
- Segmen baru Warehouse Management System (WMS) mulai berkontribusi pada 2025.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan komposisi Dewan Komisaris dan Direksi sepanjang 2025.
- Pengendali akhir: Andrew Seliang dan Calvin Seliang melalui PT Karya Permata Berkat Jaya (59,61%).

### Capital structure

- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 806.000.000 saham, nilai nominal Rp10/saham, total Rp8.060.000.000.
- Tambahan modal disetor: Rp27.433.660.806.
- Kepemilikan PT Karya Permata Berkat Jaya: 59,61% (pengendali); tidak berubah sepanjang 2025.
- Kepemilikan publik: 24,80%.

### Listing / regulatory

- Tercatat di BEI sejak 8 Februari 2023 dengan kode CHIP.
- Tidak ada sanksi bursa atau suspensi sepanjang 2025.
- Izin Botasupal dari BIN untuk percetakan dokumen sekuriti, smart card, dan hologram sekuriti berlaku 5 Desember 2025 - 4 Desember 2026.
- Laporan keuangan 2025 diaudit dengan opini wajar tanpa pengecualian oleh KAP Maurice Ganda Nainggolan & Rekan.
- Masa berlaku sertifikat ISO 9001 berakhir pada 13 Desember 2025; belum ada informasi perpanjangan.

### Analytical scenarios

- **Penurunan penjualan** [explicit_fact, high]: Penjualan 2025 sebesar Rp136.849.260.166, turun 30,61% dari Rp197.222.283.012 pada 2024.
  - Basis: Angka penjualan yang dilaporkan dalam pengumuman.
- **Penurunan laba tahun berjalan** [explicit_fact, high]: Laba tahun berjalan 2025 sebesar Rp4.624.003.393, turun 43,05% dari Rp8.119.250.516 pada 2024.
  - Basis: Angka laba yang dilaporkan dalam pengumuman.
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas 2025 sebesar 0,69x.
  - Basis: 46.944.374.554 / 68.465.711.768 = 0,69x
  - Assumptions: Menggunakan angka liabilitas dan ekuitas yang dilaporkan.
- **Penurunan arus kas operasi** [derived_calculation, high]: Arus kas operasi 2025 turun 82,03% dari Rp6.889.209.442 menjadi Rp1.237.936.838.
  - Basis: (1.237.936.838 - 6.889.209.442) / 6.889.209.442 = -82,03%
  - Assumptions: Menggunakan angka arus kas operasi yang dilaporkan.
- **Penyebab penurunan penjualan** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan penjualan mungkin disebabkan oleh penurunan segmen Operating System & SIM card dan hilangnya kontribusi PT Global Interaksi Gemilang, namun belum dikonfirmasi manajemen.
  - Basis: Segmen OS & SIM card turun dari Rp155,85 miliar menjadi Rp74,45 miliar; PT Global Interaksi Gemilang tidak lagi menjadi pelanggan pada 2025
  - Assumptions: Perubahan kontribusi pelanggan mencerminkan perubahan permintaan.
  - Caveats: Belum ada penjelasan resmi dari manajemen.
- **Ekspansi internasional** [analyst_hypothesis, medium]: Munculnya penjualan ke Zambia Telecommunications menunjukkan ekspansi pasar ke Afrika, namun kontribusinya belum dijelaskan secara rinci.
  - Basis: Penjualan ke Zambia Telecommunications Company Limited sebesar Rp22,70 miliar pada 2025.
  - Assumptions: Penjualan tersebut merupakan hasil upaya ekspansi internasional.
  - Caveats: Tidak ada rincian kontrak atau strategi ekspansi.
- **Sifat koreksi** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi kemungkinan bersifat administratif atau perbaikan lampiran, namun detail substantif tidak diungkapkan dalam surat ini.
  - Basis: Surat hanya menyebut 'koreksi ... terkait dengan penyampaian lampiran surat' tanpa menjelaskan isi koreksi.
  - Assumptions: Koreksi tidak mengubah substansi laporan keuangan atau aksi korporasi, karena tidak ada angka atau transaksi yang disebutkan.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai jenis koreksi; bisa saja terkait data keuangan atau non-keuangan.
- **Proyeksi 2026 yang agresif** [analyst_hypothesis, low]: Proyeksi 2026 menunjukkan penjualan hampir dua kali lipat dari realisasi 2025 dan laba yang jauh lebih tinggi, tampak sangat optimis dan mungkin bergantung pada pemulihan pasar atau kontrak baru yang belum pasti.
  - Basis: Tabel proyeksi 2026 dan realisasi 2025
  - Assumptions: Proyeksi disusun oleh manajemen dan mungkin mencerminkan target internal
  - Caveats: Proyeksi bukan fakta historis dan dapat berubah

### Risks / uncertainties

- Penurunan penjualan dan laba yang signifikan pada 2025, terutama segmen Operating System & SIM card.
- Arus kas operasi menurun tajam 82,03% menjadi Rp1,24 miliar; kas dan bank turun 35,10%.
- Utang pihak berelasi yang material (42,83% dari total liabilitas) dapat menjadi risiko jika pihak berelasi menarik pendanaan.
- Belum ada kebijakan insider trading, hak kreditur, dan pelatihan anti-korupsi pada 2025.
- Proyeksi 2026 yang sangat optimis (penjualan Rp271,99 miliar) tanpa dasar yang jelas.
- Perjanjian sewa mesin dengan CV Emcy Maha Tirta telah berakhir (30 September 2024) namun aset hak-guna masih tercatat.
- Tidak ada kebijakan formal pelatihan dewan direksi dan komisaris.
- Tidak ada assurance/validasi pihak ketiga untuk laporan keberlanjutan.
- Tidak ada manajemen yang mengawasi pengendalian iklim.
- Kebijakan formal terkait pelecehan seksual dan HAM masih dalam tahap pengembangan.
- Masa berlaku sertifikat ISO 9001 telah berakhir pada 13 Desember 2025; belum ada informasi perpanjangan.
- Isi koreksi tidak dijelaskan, sehingga dampak terhadap laporan tahunan tidak dapat dinilai.

### Items to monitor

- Rincian isi koreksi atas laporan tahunan 2025 (apakah administratif atau substantif).
- Realisasi proyeksi 2026: penjualan Rp271,99 miliar dan laba Rp32,71 miliar.
- Perkembangan ekspansi ke Afrika (Zambia) dan segmen Warehouse Management System.
- Status perpanjangan sertifikat ISO 9001.
- Perkembangan utang pihak berelasi dan kemampuan membayar.
- Kebijakan insider trading dan hak kreditur yang belum ada.
- Status sewa kantor dan pabrik setelah berakhirnya kontrak.

---

## CRAB

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 3

### Overview

PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) menyampaikan tiga laporan keuangan dalam periode ini: Laporan Keuangan Tahunan audited per 31 Desember 2025 (disampaikan 29 Agustus 2026), serta dua laporan keuangan interim tidak diaudit per 31 Maret 2026 dan 30 Juni 2026 (keduanya disampaikan 30 Agustus 2026). Perubahan penting: (1) total aset naik dari Rp285,36 miliar (Des 2025) menjadi Rp367,79 miliar (Juni 2026), didorong kenaikan liabilitas dari Rp46,74 miliar menjadi Rp125,23 miliar; (2) laba bersih menurun tajam—tahunan 2025 turun dari Rp29,01 miliar menjadi Rp22,84 miliar, dan semester I 2026 turun 53,2% menjadi Rp3,94 miliar meski penjualan naik 8,0%; (3) saldo negatif utang bank jangka pendek (Rp20,31 miliar) pada Des 2025 berubah menjadi positif Rp11,16 miliar pada Juni 2026, memerlukan klarifikasi; (4) aktivitas ekspansi aset tetap dan aset dalam penyelesaian berlanjut, dengan penerimaan pinjaman bank signifikan (Rp52,18 miliar di Q1 2026). Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan. Emiten tercatat di papan Pengembangan BEI.

### Material changes

- Total aset naik dari Rp285,36 miliar (31 Des 2025) menjadi Rp367,79 miliar (30 Juni 2026), terutama didorong kenaikan liabilitas dari Rp46,74 miliar menjadi Rp125,23 miliar.
- Laba bersih tahunan 2025 turun dari Rp29,01 miliar menjadi Rp22,84 miliar meski penjualan naik dari Rp589,82 miliar menjadi Rp616,69 miliar.
- Laba bersih semester I 2026 turun 53,2% menjadi Rp3,94 miliar meski penjualan naik 8,0% menjadi Rp322,14 miliar.
- Saldo negatif utang bank jangka pendek Rp20,31 miliar per 31 Des 2025 berubah menjadi positif Rp11,16 miliar per 30 Juni 2026; memerlukan klarifikasi.
- Arus kas operasi tahunan 2025 turun signifikan dari Rp116,41 miliar menjadi Rp51,03 miliar.
- Penerimaan pinjaman bank Q1 2026 sebesar Rp52,18 miliar dan semester I 2026 sebesar Rp32,89 miliar, menunjukkan pendanaan eksternal signifikan.
- Belanja aset tetap meningkat: pembayaran perolehan aset tetap semester I 2026 Rp3,77 miliar (naik 76,6% dari Rp2,13 miliar).
- Tidak ada perubahan struktur modal: saham biasa Rp97,50 miliar dan tambahan modal disetor Rp38,89 miliar tidak berubah.
- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali; pemegang saham pengendali adalah National Corporation.
- Emiten tercatat di papan Pengembangan BEI; laporan keuangan interim tidak diaudit.

### Key financial figures

- **total_assets:** 285362070437 (2025-12-31)
- **total_assets:** 365010211768 (2026-03-31)
- **total_assets:** 367788630757 (2026-06-30)
- **total_liabilities:** 46743266698 (2025-12-31)
- **total_liabilities:** 125777317432 (2026-03-31)
- **total_liabilities:** 125228982276 (2026-06-30)
- **total_equity:** 238618803739 (2025-12-31)
- **total_equity:** 239232894336 (2026-03-31)
- **total_equity:** 242559648481 (2026-06-30)
- **sales_and_revenue:** 616689254283 (2025)
- **sales_and_revenue:** 104656460351 (2026-01-01 to 2026-03-31)
- **sales_and_revenue:** 322137888635 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **net_profit:** 22839400888 (2025)
- **net_profit:** 614090597 (2026-01-01 to 2026-03-31)
- **net_profit:** 3940844742 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **cash_and_cash_equivalents:** 43760622760 (2025-12-31)
- **cash_and_cash_equivalents:** 120224209860 (2026-03-31)
- **cash_and_cash_equivalents:** 128918339069 (2026-06-30)
- **short_term_bank_loans:** -20310141813 (2025-12-31)
- **short_term_bank_loans:** 30956213485 (2026-03-31)
- **short_term_bank_loans:** 11158273758 (2026-06-30)
- **net_cash_flow_from_operating_activities:** 51028538198 (2025)
- **net_cash_flow_from_operating_activities:** 58460794836 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **earnings_per_share_basic:** 11.71 (2025)

### Corporate actions

- Distribusi dividen kas sebesar Rp3.900.000.000 pada tahun 2025 (klaim emiten).
- Perpanjangan fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berdasarkan Surat Penawaran Pemberian Kredit No. CMB.CM5/HCD.204/SPPK/2025 tanggal 08 Juli 2025.

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap 2025: Rp5.259.042.518; semester I 2026: Rp3.767.150.697 (naik 76,6% dari Rp2.132.751.821).
- Penambahan aset tetap langsung 2025: Rp4.484.035.197; semester I 2026: bangunan Rp2.743.044.081, mesin Rp214.231.211, perabot Rp178.455.587, peralatan teknikal Rp631.419.816.
- Aset dalam penyelesaian (bangunan) per 31 Maret 2026: Rp3.747.619.288, dengan penambahan Rp3.252.948.622 pada 2025 dan Rp3.252.948.622 pada semester I 2026.
- Penambahan aset hak guna bangunan: Rp520.000.000 (2025) dan Rp129.000.000 (Q1 2026).

### Capital structure

- Saham biasa tercatat Rp97.500.000.000 dan tambahan modal disetor Rp38.888.140.398, tidak berubah antara 2024-2025 dan hingga 30 Juni 2026.
- Saldo laba belum ditentukan penggunaannya meningkat dari Rp64.175.609.481 (2024) menjadi Rp83.115.010.369 (2025) dan Rp87.055.855.111 (30 Juni 2026).
- Tidak ada penerbitan saham baru, dividen saham, atau transaksi treasury stock pada periode berjalan.
- Pemegang saham pengendali: National Corporation.

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan keuangan tahunan audited per 31 Desember 2025 kepada OJK dan BEI pada 29 Agustus 2026; opini Wajar Tanpa Modifikasian, tanggal laporan audit 28 Agustus 2026.
- Penyampaian laporan keuangan interim tidak diaudit per 31 Maret 2026 dan 30 Juni 2026 pada 30 Agustus 2026.
- Emiten tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/2017 dan POJK 13/2017 dinyatakan 'Ya' pada laporan interim.

### Analytical scenarios

- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER)** [derived_calculation, high]: DER per 31 Des 2025 = 46.743.266.698 / 238.618.803.739 = 0,196 (19,6%). Per 30 Juni 2026 = 125.228.982.276 / 242.559.648.481 = 0,516 (51,6%).
  - Basis: Total liabilitas 2025: Rp46.743.266.698; Total ekuitas 2025: Rp238.618.803.739; Total liabilitas Juni 2026: Rp125.228.982.276; Total ekuitas Juni 2026: Rp242.559.648.481
  - Assumptions: Menggunakan angka total liabilitas dan ekuitas dari neraca.
- **Margin laba bersih** [derived_calculation, high]: Margin laba bersih 2025 = 22.839.400.888 / 616.689.254.283 = 3,7%. Semester I 2026 = 3.940.844.742 / 322.137.888.635 = 1,2%.
  - Basis: Laba bersih 2025: Rp22.839.400.888; Penjualan 2025: Rp616.689.254.283; Laba bersih H1 2026: Rp3.940.844.742; Penjualan H1 2026: Rp322.137.888.635
  - Assumptions: Menggunakan laba bersih dari operasi yang dilanjutkan.
- **Pertumbuhan penjualan dan laba semester I 2026** [derived_calculation, high]: Penjualan H1 2026 naik 8,0% (dari Rp298,29 miliar menjadi Rp322,14 miliar), tetapi laba bersih turun 53,2% (dari Rp8,43 miliar menjadi Rp3,94 miliar).
  - Basis: Penjualan H1 2026: Rp322.137.888.635; Penjualan H1 2025: Rp298.292.549.827; Laba bersih H1 2026: Rp3.940.844.742; Laba bersih H1 2025: Rp8.427.978.590
- **Potensi keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahunan** [analyst_hypothesis, medium]: Laporan keuangan tahunan per 31 Desember 2025 disampaikan pada 29 Agustus 2026, lebih dari delapan bulan setelah akhir periode. Jika tenggat berlaku akhir Maret 2026, ini dapat menjadi pelanggaran regulasi dan berpotensi memicu sanksi atau suspensi. Namun, belum ada konfirmasi resmi.
  - Basis: Tanggal surat pengantar 29 Agustus 2026 dan periode laporan 31 Desember 2025.
  - Assumptions: Tenggat penyampaian laporan keuangan tahunan audited adalah akhir bulan ketiga setelah tahun buku (31 Maret 2026), sesuai praktik umum dan regulasi OJK.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai status keterlambatan atau sanksi dari OJK/BEI.
- **Pendanaan eksternal untuk ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Penerimaan pinjaman bank yang besar (Rp52,18 miliar di Q1 2026 dan Rp32,89 miliar di H1 2026) serta kenaikan belanja aset tetap mengindikasikan pendanaan utang untuk ekspansi, namun tujuan resmi tidak diungkapkan.
  - Basis: Penerimaan pinjaman bank Q1 2026: Rp52.183.963.305; Penerimaan pinjaman bank H1 2026: Rp32.894.594.080; Pembayaran aset tetap H1 2026: Rp3.767.150.697
  - Assumptions: Manajemen menggunakan utang untuk mendanai belanja modal atau modal kerja.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai tujuan pinjaman.
- **Ketergantungan pada piutang internasional** [analyst_hypothesis, medium]: Mayoritas piutang usaha berasal dari pihak internasional (99,3% dari total bruto per 31 Maret 2026), menunjukkan ketergantungan signifikan pada pasar ekspor.
  - Basis: Piutang internasional: Rp53.508.283.113; Total piutang bruto: Rp53.873.597.505
  - Assumptions: Persentase dihitung dari total bruto.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut tentang konsentrasi risiko.

### Risks / uncertainties

- Saldo negatif utang bank jangka pendek per 31 Des 2025 memerlukan klarifikasi; berubah menjadi positif pada 2026.
- Penurunan arus kas operasi tahunan 2025 yang signifikan (dari Rp116,41 miliar menjadi Rp51,03 miliar).
- Kenaikan liabilitas yang tajam (167,9% dari Des 2025 ke Juni 2026) dapat meningkatkan risiko likuiditas.
- Laporan keuangan interim tidak diaudit, angka dapat berubah setelah audit.
- Potensi keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahunan dapat berdampak pada kepatuhan regulasi dan status pencatatan.
- Konsentrasi pembelian dari satu pemasok (Bumble Bee Food LLC) dan ketergantungan pada piutang internasional.

### Items to monitor

- Klarifikasi saldo negatif utang bank jangka pendek per 31 Desember 2025.
- Status kepatuhan dan potensi sanksi terkait keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahunan.
- Tujuan penggunaan pinjaman bank dan dampaknya terhadap leverage.
- Perkembangan proyek aset dalam penyelesaian (bangunan) dan belanja modal.
- Perubahan laba bersih dan margin pada kuartal berikutnya.
- Kepatuhan terhadap papan Pengembangan dan persyaratan pencatatan.

---

## CYBR

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) menyampaikan laporan keuangan interim konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, yang ditelaah secara terbatas oleh KAP Morhan Dan Rekan. Total aset meningkat menjadi Rp485,42 miliar, sementara pendapatan usaha turun 12,7% menjadi Rp201,16 miliar. Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp33,97 miliar, ditopang oleh manfaat pajak penghasilan Rp28,93 miliar. Terdapat pelaksanaan waran yang menambah ekuitas sebesar Rp23,37 miliar, serta belanja modal signifikan terutama untuk uang muka pembelian aset tetap. Emiten tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.

### Material changes

- Laporan keuangan interim konsolidasian untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026, ditelaah secara terbatas oleh KAP Morhan Dan Rekan, tanggal laporan 28 Agustus 2026.
- Total aset per 30 Juni 2026: Rp485.422.600.182, meningkat dari Rp416.497.625.574 per 31 Desember 2025.
- Penjualan dan pendapatan usaha periode 30 Juni 2026: Rp201.164.952.522, menurun dari Rp230.445.208.938 pada periode 30 Juni 2025.
- Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk periode 30 Juni 2026: Rp33.966.854.195, menurun dari Rp36.745.063.580 pada periode 30 Juni 2025.
- Manfaat pajak penghasilan periode 30 Juni 2026: Rp28.925.990.306, berbalik dari beban pajak Rp5.061.280.179 pada periode 30 Juni 2025.
- Pelaksanaan waran pada periode berjalan menambah saham biasa Rp1.460.816.975 dan tambahan modal disetor Rp21.912.254.625 (total Rp23.373.071.600).
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi 30 Juni 2026: Rp13.402.536.278, berbalik dari negatif Rp11.987.547.758 pada periode 30 Juni 2025.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap Rp6.889.809.485, aset takberwujud Rp11.465.566.106, dan uang muka pembelian aset tetap Rp14.508.202.565 pada 2026.
- Pihak dengan pendapatan >10% pada 30 Juni 2026: Serum Institute Of India Pvt Ltd (Rp83.603.080.340) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Rp22.476.478.011).
- Utang usaha pihak ketiga per 30 Juni 2026: Rp21.415.542.223, meningkat dari Rp5.927.465.333 per 31 Desember 2025.
- Piutang usaha dijaminkan sebagai jaminan pinjaman dari PT Bank Raya Indonesia Tbk; utang bank jangka pendek Rp10.000.000.000.
- Emiten tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia, sektor Technology, subsektor Software & IT Services; pemegang saham pengendali adalah Foreign Corporation.
- Anak usaha: ITSEC Services Asia Pte. Ltd (Singapura, 100%), ITSEC Australia Pty. Ltd (100%), PT ITSEC Cyber Academy (99%), ITSEC Cyber Solutions Africa Ltd (Mauritius, 100%).

### Key financial figures

- **Total aset:** 485,422,600,182 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** 416,497,625,574 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas:** 173,002,836,835 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 160,265,481,436 (31 Desember 2025)
- **Total ekuitas:** 312,419,763,347 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 256,232,144,138 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas:** 21,164,538,718 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas:** 17,860,518,669 (31 Desember 2025)
- **Piutang usaha neto:** 67,733,474,975 (30 Juni 2026)
- **Aset takberwujud selain goodwill:** 36,018,459,308 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap (nilai buku):** 21,614,622,404 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap (nilai buku):** 17,562,770,890 (31 Desember 2025)
- **Uang muka tidak lancar pembelian aset tetap:** 14,518,392,565 (30 Juni 2026)
- **Uang muka tidak lancar pembelian aset tetap:** 10,190,000 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka pendek:** 10,000,000,000 (30 Juni 2026)
- **Utang pajak:** 30,712,713,329 (30 Juni 2026)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 21,415,542,223 (30 Juni 2026)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 5,927,465,333 (31 Desember 2025)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 201,164,952,522 (6M 2026)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 230,445,208,938 (6M 2025)
- **Beban pokok penjualan dan pendapatan:** 129,572,481,561 (6M 2026)
- **Jumlah laba bruto:** 71,592,470,961 (6M 2026)
- **Jumlah laba bruto:** 120,077,700,622 (6M 2025)
- **Jumlah laba sebelum pajak penghasilan:** 5,420,636,663 (6M 2026)
- **Jumlah laba sebelum pajak penghasilan:** 41,806,196,578 (6M 2025)
- **Pendapatan (beban) pajak:** 28,925,990,306 (6M 2026)
- **Jumlah laba (rugi):** 34,346,626,969 (6M 2026)
- **Jumlah laba (rugi):** 36,744,916,399 (6M 2025)
- **Laba per saham dasar:** 5.06 (6M 2026)
- **Laba per saham dilusian:** 4.98 (6M 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 13,402,536,278 (6M 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -11,987,547,758 (6M 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -32,863,578,156 (6M 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 22,653,970,068 (6M 2026)
- **Pendapatan dari jasa:** 170,776,541,892 (6M 2026)
- **Pendapatan dari produk:** 30,388,410,630 (6M 2026)
- **Persediaan:** 166,149,319 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Pelaksanaan waran pada periode berjalan menambah saham biasa Rp1.460.816.975 dan tambahan modal disetor Rp21.912.254.625 (total Rp23.373.071.600).
- Penerimaan dari penerbitan saham biasa pada arus kas pendanaan: Rp23.373.071.600 (2026) dan Rp76.235.736.000 (2025).
- Setoran modal dari kepentingan non-pengendali sebesar Rp110.000.000.
- Tidak ada dividen kas atau dividen saham yang dibagikan pada periode berjalan.

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap Rp6.889.809.485, aset takberwujud Rp11.465.566.106, dan uang muka pembelian aset tetap Rp14.508.202.565 pada 2026.
- Uang muka tidak lancar atas pembelian aset tetap meningkat dari Rp10.190.000 menjadi Rp14.518.392.565.
- Aset dalam penyelesaian per 30 Juni 2026: Rp476.707.400 (bangunan dalam penyelesaian).
- Reklasifikasi aset dalam penyelesaian ke bangunan sebesar Rp1.733.538.988.

### Capital structure

- Pelaksanaan waran menambah modal saham dan tambahan modal disetor.
- Saham biasa per 30 Juni 2026: Rp168.372.257.575; tambahan modal disetor: Rp103.793.766.811.
- Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya meningkat dari Rp2.880.685.495 menjadi Rp36.847.539.690.
- Tidak ada saham treasuri atau saham preferen yang tercatat.
- Pemegang saham pengendali: Foreign Corporation (perusahaan asing).

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan ditelaah secara terbatas, bukan diaudit penuh.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.
- Laporan keuangan disusun sesuai Peraturan No. VIII.G.7.

### Analytical scenarios

- **Margin bruto** [derived_calculation, high]: Margin bruto untuk periode 30 Juni 2026 adalah sekitar 35,6% (Rp71,59 miliar / Rp201,16 miliar), turun dari sekitar 52,1% pada periode 30 Juni 2025 (Rp120,08 miliar / Rp230,45 miliar).
  - Basis: Rumus: laba bruto / pendapatan usaha.; Angka dari laporan laba rugi.
  - Assumptions: Menggunakan angka yang dilaporkan.
- **Kenaikan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset meningkat sebesar Rp68.924.974.608 (Rp485.422.600.182 - Rp416.497.625.574) atau sekitar 16,55% dari posisi akhir tahun 2025.
  - Basis: Jumlah aset 30 Juni 2026: Rp485.422.600.182; Jumlah aset 31 Desember 2025: Rp416.497.625.574
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia pada laporan posisi keuangan.
- **Kenaikan utang usaha** [derived_calculation, high]: Utang usaha naik signifikan sebesar Rp15.488.076.890 (Rp21.415.542.223 - Rp5.927.465.333) atau sekitar 261,3% dari posisi 31 Desember 2025, terutama disebabkan oleh utang kepada NEXTGEN Distribution Pty Ltd sebesar Rp8,05 miliar.
  - Basis: Utang usaha 30 Juni 2026: Rp21.415.542.223; Utang usaha 31 Desember 2025: Rp5.927.465.333; Utang kepada NEXTGEN Distribution Pty Ltd: Rp8.050.721.067
  - Assumptions: Kenaikan dihitung sebagai selisih sederhana.
- **Rasio arus kas operasi terhadap belanja modal** [derived_calculation, high]: Arus kas operasi positif Rp13,40 miliar, sementara belanja modal (uang muka aset tetap + aset tetap + aset takberwujud) mencapai Rp32,86 miliar. Rasio sekitar 0,41, menunjukkan arus kas operasi tidak cukup membiayai belanja modal.
  - Basis: Arus kas operasi: Rp13.402.536.278; Belanja modal: Rp14.508.202.565 + Rp6.889.809.485 + Rp11.465.566.106 = Rp32.863.578.156
  - Assumptions: Belanja modal didefinisikan sebagai pembayaran untuk uang muka aset tetap, aset tetap, dan aset takberwujud.
  - Caveats: Belanja modal mungkin termasuk item lain yang tidak tercantum.
- **Sumber pendanaan ekspansi** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan belanja modal yang signifikan (terutama uang muka aset tetap) mungkin didanai oleh pelaksanaan waran yang menghasilkan kas masuk Rp23,37 miliar, karena arus kas operasi tidak mencukupi. Namun, arus kas pendanaan tidak menunjukkan penerimaan bersih dari pinjaman (penerimaan dan pembayaran pinjaman bank sama-sama Rp5 miliar), sehingga waran menjadi sumber utama.
  - Basis: Arus kas operasi: Rp13,40 miliar; Arus kas investasi: -Rp32,86 miliar; Pelaksanaan waran: Rp23,37 miliar; Pinjaman bank: penerimaan Rp5 miliar, pembayaran Rp5 miliar
  - Assumptions: Kas dari waran digunakan untuk belanja modal.
  - Caveats: Tidak ada rincian penggunaan dana waran secara eksplisit.
- **Perubahan fokus bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan pendapatan produk yang signifikan (dari Rp90,71 miliar menjadi Rp30,39 miliar) sementara pendapatan jasa meningkat (dari Rp139,73 miliar menjadi Rp170,78 miliar) mungkin mengindikasikan pergeseran strategi bisnis dari penjualan produk ke layanan jasa, namun hal ini belum dikonfirmasi oleh manajemen.
  - Basis: Pendapatan produk 2025: Rp90.714.784.729; Pendapatan produk 2026: Rp30.388.410.630; Pendapatan jasa 2025: Rp139.730.424.209; Pendapatan jasa 2026: Rp170.776.541.892
  - Assumptions: Perubahan komposisi pendapatan mencerminkan perubahan arah bisnis.
  - Caveats: Perubahan bisa disebabkan oleh faktor musiman, kontrak tertentu, atau perubahan klasifikasi pendapatan.
- **Potensi ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Pembayaran uang muka pembelian aset tetap yang signifikan (Rp14,5 miliar) mengindikasikan adanya rencana ekspansi aset tetap, namun detail proyek belum diungkapkan dalam bagian ini.
  - Basis: Pembayaran uang muka pembelian aset tetap
  - Assumptions: Uang muka tersebut terkait dengan pengadaan aset tetap di masa depan
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai proyek spesifik atau jadwal

### Risks / uncertainties

- Laporan keuangan hanya ditelaah secara terbatas, bukan diaudit penuh, sehingga tingkat keyakinan lebih rendah.
- Penurunan pendapatan dan laba bruto yang signifikan dapat mengindikasikan tekanan pada bisnis inti.
- Ketergantungan pada manfaat pajak untuk mencapai laba bersih positif.
- Konsentrasi pendapatan pada dua pelanggan utama (Serum Institute Of India Pvt Ltd dan PT Bank Rakyat Indonesia) dapat menimbulkan risiko jika salah satu pelanggan mengurangi pesanan.
- Kenaikan utang usaha yang signifikan (261%) dapat menekan likuiditas jika tidak diimbangi dengan arus kas masuk yang memadai.
- Piutang usaha dijaminkan sebagai jaminan pinjaman dari PT Bank Raya Indonesia Tbk, yang dapat membatasi fleksibilitas aset.
- Arus kas operasi positif tetapi belanja modal lebih besar, sehingga ketergantungan pada pendanaan eksternal atau waran.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan interim menunjukkan penurunan pendapatan dan laba, namun laba bersih tetap positif berkat manfaat pajak.
- Pelaksanaan waran menambah ekuitas dan kas masuk, yang dapat mendukung belanja modal.
- Belanja modal signifikan terutama untuk uang muka aset tetap mengindikasikan rencana ekspansi, namun detail proyek belum diungkapkan.
- Konsentrasi pendapatan pada pelanggan utama dan kenaikan utang usaha menjadi perhatian bagi keberlanjutan arus kas.

---

## DOSS

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak ada informasi material yang belum diungkapkan, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan tidak ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya. Surat ditandatangani oleh Eddy Yulianto selaku Direktur.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-11600/BEI.PP3/11-2024 (tanggal surat tidak tercantum).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material sesuai Peraturan Nomor I-E butir III.2.1 dan IV.2.1 Kep-00015/BEI/01-2021.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 11/POJK.04/2017.
- Perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang).
- Berdasarkan konfirmasi ke pemegang saham utama, belum ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat ditandatangani oleh Eddy Yulianto, Direktur PT Global Sukses Digital Tbk.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi (surat S-11600/BEI.PP3/11-2024).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik berdasarkan POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada dokumen.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 5 pada dokumen.
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Setelah konfirmasi melalui Corporate Secretary, pemegang saham utama menyatakan belum ada rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada dokumen.
- **Volatilitas transaksi tanpa penyebab teridentifikasi** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun BEI meminta penjelasan atas volatilitas, Perseroan tidak menyebutkan penyebab spesifik. Hal ini dapat mengindikasikan volatilitas disebabkan faktor eksternal atau aktivitas pasar yang tidak terkait dengan informasi internal Perseroan.
  - Basis: Permintaan BEI dan jawaban Perseroan yang menyatakan tidak ada informasi material.
  - Assumptions: Volatilitas yang dimaksud BEI adalah pergerakan harga saham yang signifikan.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum (null), sehingga tidak dapat dipastikan tenggat waktu respons.
- Tidak ada rincian mengenai penyebab volatilitas transaksi yang diminta BEI.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak serta-merta menegaskan tidak adanya fakta material; hanya menyatakan ketidaktahuan manajemen.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material yang diungkapkan dalam dokumen ini.

---

## DPUM

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) mengumumkan tindak lanjut atas rencana penundaan Penawaran Tender Wajib (PTW) oleh pengendali baru, PT Rama Indonesia. Penundaan dilakukan karena kebutuhan pendanaan mendesak pasca kebakaran pabrik pada Juni 2026. Jadwal baru PTW diumumkan: periode penawaran 24 September - 23 Oktober 2026, penyelesaian 9 November 2026. Emiten menyatakan tidak ada dampak negatif material langsung. Pengumuman ini merupakan lanjutan dari pengumuman sebelumnya (surat No. S/027/RI-FIN/VII/2026 tanggal 30 Juli 2026).

### Material changes

- PT Rama Indonesia, pengendali baru DPUM, menyampaikan surat No. S/038/RI-FIN-VIII-2026 tanggal 28 Agustus 2026 perihal tindak lanjut penundaan Penawaran Tender Wajib.
- Penundaan dilakukan karena penyesuaian prioritas penggunaan dana yang sebelumnya dialokasikan untuk tender offer, akibat kebutuhan pendanaan mendesak pasca kebakaran pabrik pada Juni 2026.
- Rencana jadwal baru Penawaran Tender Wajib: awal periode 24 September 2026, akhir periode 23 Oktober 2026, penyelesaian transaksi dan pembayaran 9 November 2026.
- Rama Indonesia menegaskan komitmen untuk tetap melaksanakan Penawaran Tender Wajib sesuai POJK 9/2018.
- Emiten menyatakan penyesuaian jadwal tidak menimbulkan dampak negatif material langsung terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Kebakaran fasilitas pabrik Perseroan terjadi pada bulan Juni 2026.
- Surat sebelumnya: No. S/027/RI-FIN/VII/2026 tanggal 30 Juli 2026 tentang pemberitahuan penundaan, dan pertemuan daring dengan OJK pada 12 Agustus 2026.
- PT Rama Indonesia memberikan kuasa kepada DPUM untuk mengumumkan keterbukaan informasi kepada pemegang saham dan masyarakat melalui Sarana Pelaporan Elektronik Terintegrasi Emiten dan Perusahaan Publik.

### Corporate actions

- Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer) oleh PT Rama Indonesia atas saham DPUM - ditunda, jadwal baru diumumkan

### Management / control changes

- PT Rama Indonesia disebut sebagai pengendali baru Perseroan (tidak ada detail transaksi atau tanggal akuisisi dalam dokumen ini)

### Listing / regulatory

- Penawaran Tender Wajib wajib dilaksanakan oleh pengendali baru sesuai POJK 9/2018; jadwal dapat berubah dengan persetujuan/arahan OJK

### Analytical scenarios

- **Durasi periode penawaran PTW** [derived_calculation, high]: Periode penawaran PTW berlangsung dari 24 September 2026 hingga 23 Oktober 2026, yaitu sekitar 30 hari kalender.
  - Basis: Tanggal awal dan akhir periode penawaran yang diumumkan
  - Assumptions: Perhitungan berdasarkan kalender hari, bukan hari bursa
- **Risiko kepatuhan dan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Penundaan tender wajib dapat menimbulkan risiko kepatuhan terhadap peraturan OJK, namun emiten menyatakan komitmen tetap dilaksanakan. Kebutuhan dana mendesak pasca kebakaran dapat mempengaruhi likuiditas Perseroan, namun tidak ada angka yang tersedia untuk mengukur dampak.
  - Basis: Penundaan tender wajib; Kebutuhan pendanaan mendesak untuk pemulihan pasca kebakaran
  - Assumptions: Asumsi bahwa penundaan dapat memicu pengawasan OJK dan bahwa kebutuhan dana darurat dapat membebani kas
  - Caveats: Tidak ada data keuangan atau detail dana yang tersedia dalam dokumen
- **Dampak penundaan PTW terhadap pemegang saham publik** [analyst_hypothesis, medium]: Penundaan PTW dapat menunda kepastian waktu bagi pemegang saham publik untuk menjual sahamnya kepada Rama Indonesia, namun tidak mengubah kewajiban PTW itu sendiri.
  - Basis: Dokumen bagian II: 'pelaksanaannya belum dapat direalisasikan sesuai dengan jadwal yang sebelumnya direncanakan'; Dokumen bagian III: 'bukan merupakan pembatalan Penawaran Tender Wajib'
  - Assumptions: Pemegang saham publik menantikan PTW sebagai sarana likuiditas.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai harga PTW atau jumlah saham yang akan dibeli.
- **Kesiapan dana PTW** [analyst_hypothesis, medium]: Kesiapan dana PTW bergantung pada perkembangan pemulihan pasca kebakaran; jika kebutuhan pemulihan membengkak, jadwal PTW berpotensi mundur lagi.
  - Basis: Dokumen bagian II: 'Penyesuaian prioritas penggunaan dana tersebut berdampak pada kesiapan dana untuk pelaksanaan Penawaran Tender Wajib'
  - Assumptions: Biaya pemulihan dapat berubah dan memengaruhi alokasi dana.
  - Caveats: Tidak ada angka biaya pemulihan atau jumlah dana yang dialihkan.

### Risks / uncertainties

- Jadwal Penawaran Tender Wajib dapat berubah tergantung proses, persetujuan, dan arahan OJK
- Dampak kebakaran pabrik terhadap operasional dan keuangan belum diungkapkan secara kuantitatif
- Kebutuhan pendanaan mendesak untuk pemulihan dapat mempengaruhi prioritas penggunaan dana
- Belum ada informasi harga PTW, jumlah saham yang akan dibeli, dan mekanisme detail
- Insiden kebakaran pabrik dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan secara berkelanjutan

### Items to monitor

- Penawaran Tender Wajib oleh pengendali baru merupakan aksi korporasi yang berdampak pada struktur kepemilikan saham DPUM
- Insiden kebakaran pabrik dapat mempengaruhi kapasitas produksi dan kinerja operasional
- Penundaan PTW dapat menunda kepastian waktu bagi pemegang saham publik untuk menjual sahamnya

---

## ELIT

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 27-31 Agustus 2026, PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) mengumumkan tiga hal utama: (1) hasil RUPSLB yang menyetujui perubahan susunan pengurus dan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyelarasan dengan KBLI 2025; (2) rincian perubahan pengurus; dan (3) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi. Perubahan pengurus mencakup pengangkatan komisaris baru dan direktur baru, serta perubahan jabatan. Perubahan anggaran dasar memperluas kegiatan usaha ke bidang teknologi informasi, AI, IoT, keamanan siber, dan identitas digital. Pentingnya secara korporasi adalah potensi perubahan arah strategis dan tata kelola, meskipun detail implementasi belum diungkapkan.

### Material changes

- Pengangkatan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Komisaris (efektif 26 Agustus 2026, masa jabatan 5 tahun).
- Pengangkatan Meidyah Indreswari sebagai Komisaris Independen (efektif 26 Agustus 2026, masa jabatan 5 tahun).
- Perubahan jabatan Frans Sulandra menjadi Wakil Direktur Utama.
- Pengangkatan Audy Satria Wardhana sebagai Direktur.
- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyelarasan dengan KBLI 2025, termasuk perluasan kegiatan usaha ke bidang teknologi informasi, AI, IoT, keamanan siber, dan identitas digital.

### Corporate actions

- Perubahan susunan pengurus (komisaris dan direksi).
- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3) untuk penyesuaian KBLI 2025.

### Management / control changes

- Sandiaga Salahuddin Uno diangkat sebagai Komisaris, efektif 26 Agustus 2026, masa jabatan 5 tahun.
- Meidyah Indreswari diangkat sebagai Komisaris Independen, efektif 26 Agustus 2026, masa jabatan 5 tahun.
- Frans Sulandra berubah jabatan menjadi Wakil Direktur Utama.
- Audy Satria Wardhana diangkat sebagai Direktur.
- Susunan Dewan Komisaris baru: Roestiandi Tsamanov (Komisaris Utama), Sandiaga Salahuddin Uno (Komisaris), Thomas Irawan Tjahjono (Komisaris), Peter Djatmiko (Komisaris Independen), Meidyah Indreswari (Komisaris Independen).
- Susunan Direksi baru: Kresna Adiprawira (Direktur Utama), Frans Sulandra (Wakil Direktur Utama), Audy Satria Wardhana (Direktur), Ery Setyo Wibowo (Direktur), Indra Dwiputra (Direktur), Erwin Damar Prasetyo (Direktur).

### Capital structure

- Jumlah saham dengan hak suara sah yang hadir dalam RUPSLB: 1.440.085.212 saham (71,2927% dari total 2.031.643.057 saham tanpa treasury).

### Listing / regulatory

- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyelarasan dengan KBLI 2025, memerlukan persetujuan dari pihak berwenang (implisit).
- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek ELIT pada 21 Agustus 2026, melalui surat nomor S-10961/BEI.PP1/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 1.440.085.212 saham atau 71,2927% dari total 2.031.643.057 saham (tanpa saham treasury), sehingga kuorum terpenuhi.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 1.440.085.212 saham atau 71,2927% dari total 2.031.643.057 saham (tanpa saham treasury)'.
- **Pengangkatan komisaris baru** [explicit_fact, high]: Sandiaga Salahuddin Uno dan Meidyah Indreswari diangkat sebagai komisaris dengan masa jabatan 5 tahun, efektif 26 Agustus 2026, berakhir pada RUPS Tahunan kelima tahun 2031.
  - Basis: Hasil keputusan Agenda 1 menyatakan pengangkatan tersebut.
- **Perubahan Anggaran Dasar** [explicit_fact, high]: Pemegang saham menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyelarasan dengan KBLI 2025, termasuk perluasan kegiatan usaha ke bidang teknologi informasi, AI, IoT, keamanan siber, dan identitas digital.
  - Basis: Hasil keputusan Agenda 2.; Daftar KBLI baru pada kegiatan usaha utama dan penunjang.
- **Total saham beredar (implied)** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham hadir 1.440.085.212 yang mewakili 71,2927%, total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 2.020.039.000 saham (1.440.085.212 / 0,712927). Namun dokumen menyatakan total saham 2.031.643.057 (tanpa treasury). Perbedaan mungkin karena pembulatan atau dasar perhitungan yang berbeda.
  - Basis: Rumus: total saham = saham hadir / persentase kuorum.; Angka: 1.440.085.212 / 0,712927 ≈ 2.020.039.000.; Dokumen menyatakan total saham 2.031.643.057.
  - Assumptions: Persentase 71,2927% dianggap akurat dan dibulatkan.; Perhitungan langsung tanpa penyesuaian treasury.
  - Caveats: Pembulatan desimal dapat menyebabkan sedikit perbedaan.; Dokumen menyatakan 71,2927%, mungkin menggunakan dasar berbeda.
- **Persentase suara setuju Agenda 1** [derived_calculation, high]: Suara setuju 1.440.082.412 dari total suara sah 1.440.694.912 (setuju + abstain + tidak setuju) menghasilkan persentase 99,9575% dari suara yang dikeluarkan.
  - Basis: Angka suara pada tabel hasil pemungutan suara
  - Assumptions: Total suara sah dihitung sebagai jumlah setuju, abstain, dan tidak setuju
- **Persentase suara setuju Agenda 2** [derived_calculation, high]: Suara setuju 1.440.085.212 dari total suara sah 1.440.085.212 menghasilkan 100% suara setuju.
  - Basis: Angka suara pada tabel hasil pemungutan suara
  - Assumptions: Total suara sah dihitung sebagai jumlah setuju, abstain, dan tidak setuju
- **Dampak perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk KBLI 2025 mungkin bertujuan untuk memperluas atau menyesuaikan bidang usaha agar sesuai dengan klasifikasi terbaru, namun detail perubahan tidak diungkapkan.
  - Basis: Agenda 2 menyebutkan 'penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar dalam rangka penyelarasan dengan KBLI 2025'.
  - Assumptions: Perubahan tersebut mungkin melibatkan penambahan atau modifikasi kegiatan usaha.
  - Caveats: Tidak ada rincian perubahan yang diberikan dalam dokumen.
- **Arah strategis perusahaan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan kegiatan usaha yang luas di bidang teknologi informasi, AI, IoT, dan keamanan siber mengindikasikan potensi repositioning atau diversifikasi bisnis perusahaan ke arah teknologi digital, namun belum ada detail rencana operasional atau investasi.
  - Basis: Daftar KBLI baru yang mencakup AI, IoT, keamanan siber, identitas digital
  - Assumptions: Perubahan anggaran dasar mencerminkan niat strategis manajemen
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai implementasi, pendanaan, atau target pasar
- **Alasan penambahan komisaris** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan dua komisaris baru, terutama tokoh publik, dapat memperkuat tata kelola atau membuka peluang strategis, namun dampak operasional belum dapat dinilai.
  - Basis: Pengangkatan Sandiaga Salahuddin Uno dan Meidyah Indreswari
  - Assumptions: Perubahan pengurus dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai latar belakang atau mandat spesifik dari komisaris baru
- **Pemicu volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun Perseroan tidak menyebutkan penyebab volatilitas, permintaan penjelasan dari BEI mengindikasikan adanya pergerakan harga atau volume transaksi yang tidak biasa pada 21 Agustus 2026. Tanpa data pasar, penyebab spesifik tidak dapat diidentifikasi.
  - Basis: Surat BEI S-10961/BEI.PP1/08-2026 tentang permintaan penjelasan volatilitas transaksi.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang dimaksud BEI adalah pergerakan harga atau volume yang signifikan.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar tidak diungkapkan dalam ringkasan, sehingga dampak terhadap kegiatan usaha tidak dapat dinilai.
- Persetujuan dari instansi berwenang untuk perubahan anggaran dasar belum dikonfirmasi dalam dokumen.
- Perbedaan angka persentase kuorum antara perhitungan langsung dan yang dinyatakan dokumen (70,88% vs 71,2927%).
- Belum ada detail mengenai dampak perubahan kegiatan usaha terhadap operasional dan keuangan.
- Tidak ada informasi mengenai rencana pendanaan atau investasi terkait perluasan usaha.
- Salinan akta RUPSLB masih dalam proses penyelesaian, sehingga detail final mungkin menyusul.
- Tidak ada informasi mengenai alasan spesifik perubahan pengurus atau potensi konflik kepentingan.
- Pernyataan 'tidak ada rencana' bersifat subjektif dan dapat berubah sewaktu-waktu.

### Items to monitor

- Persetujuan OJK atau instansi terkait untuk perubahan anggaran dasar.
- Salinan akta RUPSLB yang masih dalam proses penyelesaian.
- Implementasi kegiatan usaha baru sesuai KBLI 2025.
- Rencana pendanaan atau investasi terkait perluasan usaha.
- Perkembangan harga dan volume saham ELIT setelah pengumuman.

---

## FAST

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mengumumkan pengunduran diri Bapak Dalimin Juwono dari jabatannya sebagai Direktur I. Surat pengunduran diri diterima oleh Perseroan pada tanggal 27 Agustus 2026. Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menindaklanjuti pengunduran diri tersebut, dengan jadwal yang akan diumumkan kemudian. Emiten menyatakan bahwa peristiwa ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal dan tidak memuat informasi mengenai alasan pengunduran diri, pengganti, atau perubahan susunan direksi lainnya.

### Material changes

- Bapak Dalimin Juwono mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur I PT Fast Food Indonesia Tbk.
- Surat pengunduran diri diterima oleh Perseroan pada tanggal 27 Agustus 2026.
- Perseroan akan segera menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menindaklanjuti pengunduran diri tersebut; jadwal akan diumumkan kemudian.
- Emiten menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Bapak Dalimin Juwono dari jabatan Direktur I, efektif menunggu keputusan RUPSLB.

### Listing / regulatory

- Pelaporan informasi material sesuai POJK 33/2014 dan POJK 31/2015.

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri Direktur I** [explicit_fact, high]: Bapak Dalimin Juwono mengundurkan diri sebagai Direktur I, surat diterima Perseroan pada 27 Agustus 2026.
  - Basis: Surat pengunduran diri diterima Perseroan pada tanggal 27 Agustus 2026; Jabatan: Direktur I
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan emiten: 'Saat ini, tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.'
  - Caveats: Klaim emiten, belum diverifikasi secara independen.
- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: Perseroan akan segera menyelenggarakan RUPSLB terkait pengunduran diri tersebut, dengan waktu yang akan disampaikan lebih lanjut.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'Perseroan akan segera menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang waktunya akan disampaikan lebih lanjut.'
- **Potensi perubahan susunan direksi** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Direktur I dapat menyebabkan perubahan susunan direksi setelah RUPSLB, namun belum ada informasi mengenai pengganti atau perubahan lainnya.
  - Basis: Pengunduran diri diterima dan RUPSLB direncanakan.
  - Assumptions: RUPSLB akan menyetujui pengunduran diri dan menetapkan pengganti atau perubahan susunan direksi.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai agenda RUPSLB atau calon pengganti.

### Risks / uncertainties

- Jadwal RUPSLB belum ditentukan, sehingga kepastian pengganti Direktur I belum diketahui.
- Meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material, pengunduran diri Direktur I dapat menimbulkan risiko transisi kepemimpinan.
- Alasan pengunduran diri tidak disebutkan dalam dokumen.

---

## FUTR

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) melaporkan perubahan struktur kepemilikan pada pemegang saham pengendalinya, PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara), yang terjadi pada 5 Mei 2026. Perubahan ini mengakibatkan berkurangnya jumlah Ultimate Beneficial Owner (UBO) dari dua menjadi satu, namun tidak mengubah pengendali Perseroan. Kepemilikan Ardhantara atas FUTR tetap 45,00% (2.985.998.000 saham). Emiten menyatakan perubahan ini tidak berdampak material terhadap operasional, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- Pada tanggal 5 Mei 2026, terjadi perubahan komposisi pemegang saham PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara), pemegang saham pengendali FUTR dengan kepemilikan 2.985.998.000 saham (45,00%).
- Perubahan tersebut dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham PT Aurora Dhana Nusantara Nomor 13 tanggal 5 Mei 2026, serta Akta Jual Beli Saham Nomor 14, 15, dan 16, seluruhnya tanggal 5 Mei 2026, di hadapan Notaris Bambang Ariawan, S.H., di Kota Bogor.
- Perubahan data Ardhantara telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan Nomor AHU-AH.01.09-0315122 tanggal 9 Juni 2026.
- Komposisi pemegang saham Ardhantara sebelum transaksi: PT Raka Energi Mandiri 35,00%, PT Bina Wisesa Perkasa 35,00%, PT Amartya Inti Investama 30,00%.
- Komposisi pemegang saham Ardhantara sesudah transaksi: PT Amartya Inti Investama 99,65%, Anggara Suryawan 0,35%.
- Sebelum transaksi terdapat 2 UBO: Geremy Gandhi Mansukhani melalui PT Raka Energi Mandiri dan Dana Wijaya melalui PT Amartya Inti Investama.
- Setelah transaksi, Geremy Gandhi Mansukhani tidak lagi memiliki pengendalian tidak langsung atas FUTR; Dana Wijaya tetap menjadi UBO dan tetap memiliki pengendalian tidak langsung.
- Jumlah UBO berubah dari 2 menjadi 1, namun tidak terdapat perubahan Pengendali Perseroan dan tidak ada Pengendali baru.
- Kepemilikan Ardhantara atas FUTR tidak berubah: tetap 2.985.998.000 saham atau 45,00%.
- Emiten menyatakan tidak ada perubahan kebijakan Perseroan, susunan Direksi, dan Dewan Komisaris sejak perubahan komposisi pemegang saham Ardhantara pada Mei 2026.
- Emiten menyatakan perubahan tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.

### Management / control changes

- Perubahan komposisi pemegang saham Ardhantara: PT Raka Energi Mandiri dan PT Bina Wisesa Perkasa keluar, PT Amartya Inti Investama meningkat menjadi 99,65%, dan Anggara Suryawan masuk dengan 0,35%.
- Geremy Gandhi Mansukhani kehilangan pengendalian tidak langsung atas FUTR; Dana Wijaya tetap menjadi UBO tunggal.
- Tidak ada perubahan pengendali FUTR dan tidak ada pengendali baru.

### Capital structure

- Kepemilikan Ardhantara atas FUTR: 2.985.998.000 saham (45,00%) - tidak berubah.
- Komposisi pemegang saham Ardhantara sebelum transaksi: PT Raka Energi Mandiri 35,00%, PT Bina Wisesa Perkasa 35,00%, PT Amartya Inti Investama 30,00%.
- Komposisi pemegang saham Ardhantara sesudah transaksi: PT Amartya Inti Investama 99,65%, Anggara Suryawan 0,35%.

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan untuk memenuhi Peraturan OJK Nomor 31/POJK.04/2015 (diubah dengan POJK 45 Tahun 2024) dan Peraturan BEI Nomor I-E.
- Perubahan data Ardhantara dicatat oleh Menteri Hukum RI (Surat Nomor AHU-AH.01.09-0315122 tanggal 9 Juni 2026).

### Analytical scenarios

- **Total saham FUTR** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan kepemilikan Ardhantara sebesar 45,00% yang setara dengan 2.985.998.000 saham, total saham FUTR diperkirakan sekitar 6.635.551.111 saham (2.985.998.000 / 0,45).
  - Basis: Angka kepemilikan: 2.985.998.000 saham = 45,00% dari total saham.
  - Assumptions: Persentase kepemilikan dihitung dari total saham yang beredar tanpa memperhitungkan saham treasuri atau faktor lain.
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; hanya perkiraan berdasarkan proporsi yang diberikan.
- **Jumlah saham FUTR yang terdampak melalui pengalihan saham Ardhantara** [derived_calculation, medium]: PT Raka Energi Mandiri dan PT Bina Wisesa Perkasa masing-masing melepaskan 35% saham Ardhantara, total 70%. Jika kepemilikan Ardhantara atas FUTR adalah 2.985.998.000 saham, maka secara proporsional saham FUTR yang terdampak melalui pengalihan ini adalah 70% x 2.985.998.000 = 2.090.198.600 saham. Namun, ini adalah perhitungan tidak langsung karena pengalihan terjadi di tingkat Ardhantara, bukan langsung di FUTR.
  - Basis: Kepemilikan Ardhantara atas FUTR: 2.985.998.000 saham (45,00%).; Persentase saham Ardhantara yang dialihkan: 35% + 35% = 70%.
  - Assumptions: Pengalihan saham Ardhantara proporsional terhadap kepemilikan Ardhantara di FUTR.
  - Caveats: Angka ini adalah proksi tidak langsung; tidak ada rincian jumlah saham Ardhantara yang dialihkan dalam dokumen.
- **Perubahan kepemilikan efektif Dana Wijaya atas FUTR** [derived_calculation, medium]: Sebelum transaksi, Dana Wijaya memiliki 30% saham Ardhantara, sehingga kepemilikan efektif tidak langsung atas FUTR adalah 30% x 45% = 13,50%. Setelah transaksi, Dana Wijaya memiliki 99,65% saham Ardhantara, sehingga kepemilikan efektif menjadi 99,65% x 45% = 44,8425%.
  - Basis: Kepemilikan Ardhantara atas FUTR: 45,00%.; Kepemilikan Dana Wijaya di Ardhantara: 30% sebelum, 99,65% sesudah.
  - Assumptions: Kepemilikan Dana Wijaya di Ardhantara mencerminkan kepemilikan efektif langsung.
  - Caveats: Perhitungan ini mengabaikan potensi struktur kepemilikan berlapis lainnya.
- **Motivasi perubahan struktur kepemilikan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan ini tampaknya bertujuan untuk menyederhanakan struktur kepemilikan Ardhantara dengan mengurangi jumlah UBO dari dua menjadi satu, yang dapat meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan atau memenuhi persyaratan tata kelola tertentu. Namun, motivasi spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Jumlah UBO berubah dari 2 menjadi 1.; Tidak ada perubahan pengendali FUTR.
  - Assumptions: Perubahan struktur kepemilikan dilakukan untuk tujuan penyederhanaan atau kepatuhan.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai motivasi; ini hanya spekulasi analitis.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang diidentifikasi oleh emiten; perubahan dianggap tidak berdampak material.
- Potensi risiko tata kelola jika perubahan struktur kepemilikan menimbulkan konflik kepentingan di masa depan, meskipun tidak disebutkan dalam dokumen.

### Items to monitor

- Perubahan struktur pengendalian tidak langsung dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap tata kelola perusahaan.
- Tidak ada dampak langsung pada operasional atau keuangan yang dilaporkan.

---

## GOTO

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengumumkan pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatan Wakil Direktur Utama, efektif setelah persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026, dengan alasan pribadi/keluarga. Emiten menyatakan tidak ada dampak merugikan terhadap operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha. Tidak ada informasi mengenai pengganti atau dampak kuantitatif.

### Material changes

- Pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo sebagai Wakil Direktur Utama
- Alasan pengunduran diri: pribadi/keluarga
- RUPSLB untuk persetujuan pengunduran diri dijadwalkan pada 14 Oktober 2026
- Emiten menyatakan tidak ada dampak merugikan terhadap operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha

### Management / control changes

- Pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatan Wakil Direktur Utama

### Listing / regulatory

- Rencana RUPSLB sesuai POJK 33/2014 dan POJK 15/2020

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri direksi** [explicit_fact, high]: Catherine Hindra Sutjahyo mengundurkan diri dari jabatan Wakil Direktur Utama per 28 Agustus 2026, dengan alasan pribadi/keluarga.
  - Basis: Surat pengunduran diri diterima pada 28 Agustus 2026; Alasan pribadi/keluarga
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB untuk persetujuan pengunduran diri direksi dijadwalkan pada 14 Oktober 2026.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen bahwa RUPSLB akan dilaksanakan pada 14 Oktober 2026
- **Dampak operasional** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan kejadian ini tidak berdampak merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha.
  - Basis: Klaim emiten dalam dokumen
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim manajemen, belum diverifikasi secara independen
- **Potensi perubahan struktur manajemen** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Wakil Direktur Utama dapat memicu perubahan komposisi Direksi, namun belum ada informasi mengenai pengganti atau perubahan lainnya.
  - Basis: Pengunduran diri anggota Direksi
  - Assumptions: Perusahaan akan menunjuk pengganti atau melakukan penyesuaian struktur
  - Caveats: Belum ada pengumuman resmi mengenai pengganti atau perubahan struktur

### Risks / uncertainties

- Belum ada kepastian mengenai pengganti Wakil Direktur Utama
- Proses persetujuan RUPSLB masih harus dilalui

---

## GTBO

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) mengumumkan perubahan alamat kantor sebagai informasi material. Terdapat dua dokumen yang saling melengkapi: dokumen utama (Laporan Informasi dan Fakta Material) menyebutkan alamat baru di Menara Hijau Building, Lantai 5, Suite 501A, Jl. MT Haryono Kav.33, Jakarta 12770, sedangkan lampiran surat menyebutkan alamat baru di Gedung Permata Kuningan Lantai 8, Jalan Kuningan Mulia Kav. 9C, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12980, dengan telepon 021 3970 6552, efektif 1 September 2026. Terdapat inkonsistensi alamat antara kedua dokumen. Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Perubahan ini bersifat administratif dan tidak terkait dengan aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus, atau struktur modal.

### Material changes

- Perubahan alamat kantor sebagai informasi material.
- Dokumen utama (Laporan Informasi dan Fakta Material) menyebutkan alamat baru: Menara Hijau Building, Lantai 5, Suite 501A, Jl. MT Haryono Kav.33, Jakarta 12770.
- Lampiran surat No. 028/GTB-JKT/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026 menyebutkan alamat baru: Gedung Permata Kuningan Lantai 8, Jalan Kuningan Mulia Kav. 9C, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12980, telepon 021 3970 6552.
- Perubahan alamat berlaku efektif sejak 1 September 2026 (berdasarkan lampiran).
- Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Laporan ditandatangani oleh Direktur Octavianus Wenas (dokumen utama) dan Sekretaris Perusahaan Rinaldi (lampiran surat).
- Surat ditujukan kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia.

### Listing / regulatory

- Perubahan alamat kantor yang dilaporkan sebagai informasi material kepada OJK dan BEI.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Analytical scenarios

- **Perubahan alamat kantor** [explicit_fact, high]: Emiten melaporkan perubahan alamat kantor sebagai informasi material. Alamat baru tercantum pada dua dokumen dengan perbedaan: dokumen utama menyebut Menara Hijau Building, Lantai 5, Suite 501A, Jl. MT Haryono Kav.33, Jakarta 12770; lampiran surat menyebut Gedung Permata Kuningan Lantai 8, Jalan Kuningan Mulia Kav. 9C, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12980. Tanggal efektif 1 September 2026 tercantum pada lampiran.
  - Basis: Uraian informasi material pada dokumen utama; Alamat pada kop surat dokumen utama; Alamat pada lampiran surat; Tanggal efektif pada lampiran
  - Caveats: Terdapat inkonsistensi alamat antara dokumen utama dan lampiran; alamat yang benar perlu dikonfirmasi.
- **Dampak perubahan alamat** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak dari perubahan alamat terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan pada dokumen utama: 'Dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik: tidak ada'
- **Sifat administratif perubahan alamat** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan alamat kantor umumnya bersifat administratif dan tidak secara langsung mempengaruhi operasional atau kinerja keuangan emiten, namun dapat berdampak pada korespondensi resmi dan kepatuhan administratif.
  - Basis: Perubahan alamat kantor; Pernyataan emiten bahwa tidak ada dampak material
  - Assumptions: Perubahan alamat tidak terkait dengan perubahan kegiatan usaha, pengurus, atau struktur perusahaan.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai alasan perubahan alamat.

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi alamat antara dokumen utama dan lampiran: dokumen utama menyebut Menara Hijau Building, sedangkan lampiran menyebut Gedung Permata Kuningan. Alamat yang benar perlu dikonfirmasi.
- Alasan perubahan alamat tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Alamat lama tidak disebutkan, sehingga tidak dapat diverifikasi perubahan spesifik.

---

## HATM

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 27–31 Agustus 2026, PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mengumumkan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) melalui Penempatan Terbatas (Private Placement). Rencana ini mencakup penerbitan 640.000.000 saham baru (7,37% dari modal ditempatkan) dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham, ditujukan kepada PT Multi Sarana Nasional (MSN), pihak terafiliasi. Aksi korporasi telah disetujui RUPSLB pada 21 Agustus 2026. Dana hasil direncanakan untuk belanja modal (armada kapal) atau pembayaran pinjaman bank. Tidak ada perubahan pengendali atau susunan pengurus. Aksi ini penting karena akan mengubah struktur modal, meningkatkan kepemilikan MSN, dan mendilusi pemegang saham lain hingga 6,87%.

### Material changes

- Rencana penerbitan 640.000.000 saham baru (7,37% dari modal ditempatkan) melalui PMTHMETD.
- Harga pelaksanaan Rp500 per saham, setara 90,50% dari rata-rata harga penutupan 25 hari bursa.
- Target penerbitan: PT Multi Sarana Nasional (MSN), pihak terafiliasi.
- Dana hasil direncanakan untuk belanja modal (armada kapal) atau pembayaran pinjaman bank.
- Kepemilikan MSN akan meningkat dari 20,11% menjadi 25,59%.
- Kepemilikan publik akan menurun dari 13,29% menjadi 12,38%.
- Modal ditempatkan akan meningkat dari 8,68 miliar menjadi 9,32 miliar saham.
- Tidak ada perubahan pengendali (PT Habco Primatama tetap pengendali) atau susunan pengurus.

### Key financial figures

- **Jumlah saham baru diterbitkan:** 640.000.000 saham (Rencana 2026)
- **Persentase saham baru terhadap modal ditempatkan:** 7,37% (Rencana 2026)
- **Harga pelaksanaan per saham:** Rp500 (Rencana 2026)
- **Nilai nominal per saham:** Rp50 (Rencana 2026)
- **Total modal ditempatkan sebelum PMTHMETD:** 8.680.000.000 saham (31 Juli 2026)
- **Total modal ditempatkan setelah PMTHMETD:** 9.320.000.000 saham (Proyeksi)
- **Aset lancar sebelum PMTHMETD:** Rp503.003.087.727 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Aset lancar setelah PMTHMETD:** Rp823.003.087.727 (Proyeksi)
- **Jumlah aset sebelum PMTHMETD:** Rp1.888.065.109.742 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Jumlah aset setelah PMTHMETD:** Rp2.208.065.109.742 (Proyeksi)
- **Jumlah liabilitas sebelum PMTHMETD:** Rp278.431.957.152 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Jumlah liabilitas setelah PMTHMETD:** Rp278.431.957.152 (Proyeksi)
- **Jumlah ekuitas sebelum PMTHMETD:** Rp1.609.633.152.590 (31 Maret 2026 (tidak diaudit))
- **Jumlah ekuitas setelah PMTHMETD:** Rp1.929.633.152.590 (Proyeksi)
- **Dana hasil PMTHMETD (neto) yang ditambahkan ke aset lancar:** Rp320.000.000.000 (Proyeksi)
- **Modal dasar:** 22.400.000.000 saham (31 Juli 2026)
- **Portepel sebelum PMTHMETD:** 13.720.000.000 saham (31 Juli 2026)
- **Portepel setelah PMTHMETD:** 13.080.000.000 saham (Proyeksi)
- **Kepemilikan PT Habco Primatama sebelum PMTHMETD:** 66,3445% (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan PT Habco Primatama setelah PMTHMETD:** 61,7887% (Proyeksi)
- **Kepemilikan PT Multi Sarana Nasional sebelum PMTHMETD:** 20,1084% (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan PT Multi Sarana Nasional setelah PMTHMETD:** 25,5945% (Proyeksi)
- **Kepemilikan masyarakat sebelum PMTHMETD:** 13,2890% (31 Juli 2026)
- **Kepemilikan masyarakat setelah PMTHMETD:** 12,3764% (Proyeksi)

### Corporate actions

- PMTHMETD (private placement) - rencana penambahan modal tanpa HMETD

### Expansion projects

- Belanja modal berupa penambahan aset armada kapal
- Pembayaran pinjaman bank sebagai alternatif penggunaan dana

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali; susunan Direksi dan Dewan Komisaris tetap berdasarkan Akta No. 12 tanggal 9 Juni 2026.

### Capital structure

- Modal dasar: 22.400.000.000 saham, nilai nominal Rp50 per saham
- Modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum PMTHMETD: 8.680.000.000 saham
- Modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMTHMETD: 9.320.000.000 saham
- Jumlah saham baru: 640.000.000 saham (7,37% dari modal ditempatkan)
- Harga pelaksanaan: Rp500 per saham (90,50% dari rata-rata harga penutupan 25 hari bursa)
- Dilusi maksimal bagi pemegang saham: 6,87%
- Struktur pemegang saham sebelum PMTHMETD: PT Habco Primatama 66,3445%, PT Multi Sarana Nasional 20,1084%, Benny 0,0981%, Cosmas Kiardi 0,0981%, Hasanul Arifin Hasibuan 0,0619%, Masyarakat 13,2890%
- Struktur pemegang saham setelah PMTHMETD: PT Habco Primatama 61,7887%, PT Multi Sarana Nasional 25,5945%, Benny 0,0913%, Cosmas Kiardi 0,0913%, Hasanul Arifin Hasibuan 0,0577%, Masyarakat 12,3764%
- Portepel sebelum: 13.720.000.000 saham; setelah: 13.080.000.000 saham

### Listing / regulatory

- PMTHMETD berdasarkan POJK No. 14/2019
- Persetujuan RUPSLB sesuai Pasal 8A ayat 2 POJK 14/2019
- Pengecualian transaksi afiliasi berdasarkan Pasal 44B POJK 14/2019
- Permohonan pencatatan saham tambahan ke BEI
- Kewajiban laporan hasil pelaksanaan

### Analytical scenarios

- **Rencana PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan rencana PMTHMETD dengan menerbitkan 640.000.000 saham baru, mewakili 7,37% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham.
  - Basis: Uraian informasi material pada halaman 1 dan 3 dokumen.
- **Tujuan dan penggunaan dana** [explicit_fact, high]: Tujuan aksi korporasi adalah memperbaiki posisi keuangan. Dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk belanja modal (menambah armada kapal) atau pembayaran pinjaman bank.
  - Basis: Alasan dan tujuan: 'Selain untuk Memperbaiki posisi keuangan'; Penggunaan dana: 'belanja modal yaitu menambah aset berupa armada kapal, atau pembayaran pinjaman bank'
- **Perkiraan dana yang dihimpun** [derived_calculation, medium]: Jika seluruh 640.000.000 saham diterbitkan pada harga Rp500, maka dana yang dihimpun diperkirakan sebesar Rp320.000.000.000 (640.000.000 × Rp500).
  - Basis: Jumlah saham: 640.000.000; Harga pelaksanaan: Rp500
  - Assumptions: Seluruh saham yang direncanakan akan diterbitkan dan dibeli.
  - Caveats: Nilai ini adalah perkiraan berdasarkan angka yang diumumkan; belum ada konfirmasi jumlah dana aktual yang akan diterima.
- **Persentase saham baru terhadap modal ditempatkan** [derived_calculation, high]: 640.000.000 / 8.680.000.000 = 7,37% (sesuai dokumen).
  - Basis: 640.000.000 saham baru; 8.680.000.000 saham sebelum
- **Dilusi kepemilikan** [derived_calculation, high]: Dilusi maksimal dihitung dari 640.000.000 / (8.680.000.000 + 640.000.000) = 6,87% (sesuai dokumen).
  - Basis: 640.000.000 saham baru; 8.680.000.000 saham lama
- **Proyeksi peningkatan aset lancar** [derived_calculation, high]: Aset lancar meningkat dari Rp503.003.087.727 menjadi Rp823.003.087.727, selisih Rp320.000.000.000 sesuai dana PMTHMETD.
  - Basis: Aset lancar sebelum; Aset lancar setelah
- **Potensi konflik kepentingan** [analyst_hypothesis, medium]: PMTHMETD dilakukan kepada pihak terafiliasi (MSN) yang memiliki direksi dan komisaris yang sama dengan Perseroan, sehingga terdapat potensi benturan kepentingan meskipun dikecualikan dari aturan transaksi afiliasi.
  - Basis: MSN adalah pihak terafiliasi; Direksi dan komisaris MSN juga menjabat di Perseroan
  - Assumptions: Kesamaan pengurus dapat menimbulkan konflik
  - Caveats: Pengecualian berdasarkan Pasal 44B POJK 14/2019
- **Ketepatan waktu pelaksanaan** [analyst_hypothesis, low]: Jadwal pelaksanaan yang sangat cepat (kurang dari satu minggu antara pengumuman dan pelaksanaan) mungkin mengindikasikan persiapan yang matang, namun juga dapat menimbulkan risiko jika ada kendala teknis.
  - Basis: Pengumuman 28 Agustus 2026; Pelaksanaan 4 September 2026
  - Assumptions: Tidak ada hambatan operasional
  - Caveats: Hanya berdasarkan jadwal yang diumumkan

### Risks / uncertainties

- Dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak ikut serta (maksimal 6,87%)
- Penggunaan dana untuk belanja modal atau pembayaran pinjaman bank belum final
- PMTHMETD merupakan transaksi afiliasi, meskipun dikecualikan dari aturan transaksi afiliasi
- Jadwal pelaksanaan yang ketat
- Laporan keuangan yang digunakan untuk proyeksi tidak diaudit

### Items to monitor

- Hasil pelaksanaan PMTHMETD pada 4 September 2026 dan laporan hasil pelaksanaan pada 6 September 2026
- Pencatatan saham baru di BEI pada 7 September 2026
- Alokasi penggunaan dana (belanja modal vs pembayaran pinjaman bank) yang belum ditentukan
- Perubahan struktur kepemilikan setelah PMTHMETD
- Kepatuhan terhadap POJK No. 14/2019 dan persetujuan OJK/BEI

---

## HELI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 27–31 Agustus 2026, PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) menyampaikan dua pengumuman terkait laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Pengumuman utama (ID: 20260829001936) memuat laporan keuangan yang ditelaah secara terbatas oleh KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra dengan kesimpulan wajar, namun mengungkapkan ketidakpastian material atas kelangsungan usaha (going concern), pelanggaran kovenan rasio lancar pada utang bank BNI yang belum mendapat waiver, restrukturisasi utang anjak piutang BNI Multifinance, perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, serta perubahan struktur kepemilikan saham. Pengumuman kedua (ID: 20260829002045) bersifat administratif, yaitu penyampaian bukti iklan laporan keuangan yang dipublikasikan di website perseroan pada 28 Agustus 2026. Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, stock split, merger, atau akuisisi pada periode berjalan. Pentingnya pengumuman ini terletak pada sinyal risiko likuiditas dan kepatuhan yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap kelangsungan operasional emiten.

### Material changes

- Ketidakpastian material atas kelangsungan usaha (going concern) diungkapkan manajemen.
- Pelanggaran kovenan rasio lancar minimum 1,0 kali pada utang bank BNI; waiver belum diperoleh.
- Restrukturisasi utang anjak piutang kepada PT BNI Multifinance (24 September 2024 dan 26 Februari 2026).
- Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi per 30 Juni 2026.
- Perubahan struktur kepemilikan saham, termasuk munculnya PT Alta International 16,00% dan penurunan PT Avia Nusantara Khatulistiwa dari 27,62% menjadi 7,74%.
- Penurunan kas dan bank dari Rp19.549.257.966 (31 Des 2025) menjadi Rp7.369.887.779 (30 Jun 2026).

### Key financial figures

- **Jumlah aset:** 191.286.270.595 (30 Juni 2026)
- **Jumlah liabilitas:** 99.551.756.124 (30 Juni 2026)
- **Jumlah ekuitas:** 91.734.514.471 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan bersih:** 62.376.682.265 (30 Juni 2026)
- **Laba periode berjalan:** 2.521.612.628 (30 Juni 2026)
- **Kas dan bank:** 7.369.887.779 (30 Juni 2026)
- **Utang bank:** 33.750.000.000 (30 Juni 2026)
- **Utang anjak piutang:** 5.721.882.897 (30 Juni 2026)
- **Utang pembiayaan lainnya - Rotortrade:** 38.590.521.816 (30 Juni 2026)
- **Laba per saham dasar:** 3,00 (30 Juni 2026)
- **Rasio utang bersih terhadap ekuitas:** 100,48% (30 Juni 2026)

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap selama enam bulan berakhir 30 Juni 2026 sebesar Rp8.431.373.893, terutama perlengkapan helikopter Rp8.316.569.979.
- Perjanjian perolehan drone dengan PT Iter Aero Industri (IAI) diamendemen 16 Desember 2024 menjadi 5 unit dengan harga Rp7.500.000.000; drone belum diterima sampai 30 Juni 2026.
- Uang muka pembelian aset tetap bersih per 30 Juni 2026 sebesar Rp4.615.309.300; penambahan aset tetap melalui uang muka sebesar Rp5.134.549.146 (aktivitas non-kas).

### Management / control changes

- Komisaris Independen berubah dari Andre Franklin Sahelangi menjadi Mohammad Raylan.
- Komisaris baru: Paulinus Edward Hartanto Suhendro.
- Direktur baru: Andre Franklin Sahelangi dan Yoel Alex Santoso.

### Capital structure

- Modal dasar 2.200.000.000 saham; modal ditempatkan dan disetor penuh 832.862.387 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.
- Struktur kepemilikan saham 30 Juni 2026: PT Startel Communication 30,24%, PT Komala Tri Varia 20,50%, PT Alta International 16,00%, UOB Kay Hian Pte. Ltd. 10,18%, PT Avia Nusantara Khatulistiwa 7,74%, masyarakat 15,34%.
- Kepemilikan Direktur Utama Edwin Wijaya meningkat dari 189.300 saham (0,02%) pada 31 Des 2025 menjadi 724.000 saham (0,09%) pada 30 Jun 2026.
- Tambahan modal disetor Rp4.313.543.600; kepentingan non-pengendali Rp617.886.370 per 30 Juni 2026.

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sektor Transportation & Logistic, industri Airlines.
- Penyampaian bukti iklan laporan keuangan konsolidasi 30 Juni 2026 (limited review) sebagai pemenuhan kewajiban pelaporan.

### Analytical scenarios

- **Pelanggaran kovenan rasio lancar** [explicit_fact, high]: Grup tidak memenuhi rasio lancar minimum 1,0 kali yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman dengan BNI dan belum memperoleh waiver hingga tanggal penerbitan laporan keuangan.
  - Basis: Catatan 13 dan Catatan 34
- **Going concern** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan adanya kondisi yang menunjukkan ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan tentang kemampuan Grup untuk melanjutkan usaha, namun laporan tetap disusun dengan basis going concern.
  - Basis: Catatan 4 dan Catatan 34
- **Rasio utang terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas pada 30 Juni 2026 adalah sekitar 1,09 (Rp99.551.756.124 / Rp91.734.514.471).
  - Basis: Laporan posisi keuangan konsolidasian interim
- **Konsentrasi pendapatan** [derived_calculation, high]: Dua pelanggan utama, PT Arara Abadi dan PT Satria Perkasa Agung, menyumbang 90,79% dari total pendapatan bersih pada 30 Juni 2026.
  - Basis: (28.751.298.901 + 27.879.525.691) / 62.376.682.265 * 100 = 90,79%
- **Penurunan kas dan bank** [derived_calculation, high]: Kas dan bank menurun dari Rp19.549.257.966 pada 31 Desember 2025 menjadi Rp7.369.887.779 pada 30 Juni 2026, penurunan sebesar Rp12.179.370.187.
  - Basis: Saldo kas dan bank per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
- **Perubahan pemegang saham** [analyst_hypothesis, low]: Munculnya PT Alta International sebagai pemegang saham 16,00% dan penurunan kepemilikan PT Avia Nusantara Khatulistiwa dari 27,62% menjadi 7,74% menunjukkan kemungkinan transaksi pengalihan saham, namun detail transaksi tidak diungkapkan.
  - Basis: Tabel struktur kepemilikan saham
  - Assumptions: Perubahan kepemilikan terjadi melalui transaksi di luar pasar atau di pasar sekunder.
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit mengenai transaksi pengalihan saham.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian material atas kelangsungan usaha (going concern) yang diungkapkan manajemen.
- Pelanggaran kovenan rasio lancar pada utang bank BNI dan belum adanya waiver.
- Konsentrasi pendapatan yang sangat tinggi pada dua pelanggan utama (90,79% dari total pendapatan).
- Ketergantungan signifikan pada satu pemasok (Aerotech Supports Pte. Ltd.) untuk suku cadang.
- Risiko nilai tukar EUR/IDR pada utang pembiayaan lainnya kepada Rotortrade.
- Laporan keuangan untuk periode 30 Juni 2025 tidak diaudit dan tidak direviu.

### Items to monitor

- Status waiver dari BNI terkait pelanggaran kovenan rasio lancar.
- Jatuh tempo fasilitas kredit modal kerja BNI pada 1 September 2026.
- Jatuh tempo pinjaman kepada CIA pada 31 Desember 2026.
- Jatuh tempo pinjaman kepada DPS dan IAI pada 15 Desember 2026.
- Penerimaan drone dari PT Iter Aero Industri (IAI).
- Perkembangan restrukturisasi utang anjak piutang BNI Multifinance.
- Perubahan lebih lanjut dalam struktur kepemilikan saham.

---

## HRUM

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 27–31 Agustus 2026, PT Harum Energy Tbk (HRUM) menerbitkan dua pengumuman terkait penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 18 September 2026. Pengumuman pertama (27 Agustus) adalah pemanggilan RUPSLB, dan pengumuman kedua (28 Agustus) adalah penyampaian bukti iklan panggilan tersebut. Agenda RUPSLB mencakup dua mata acara: (1) persetujuan pengangkatan kembali/perubahan susunan Direksi, dan (2) persetujuan perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3, 24, dan 27). Perubahan Pasal 3 bertujuan menyesuaikan kegiatan usaha dengan KBLI 2025 dan menghapus bidang usaha yang tidak aktif; Pasal 24 dan 27 menambahkan ketentuan rapat melalui media elektronik dan pengambilan keputusan tanpa rapat. Tidak ada rincian nama calon Direksi, substansi perubahan AD, atau data keuangan yang diungkapkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi perubahan susunan manajemen dan penyesuaian kegiatan usaha yang dapat memengaruhi arah strategis dan perizinan perusahaan, meskipun detail belum tersedia.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan 18 September 2026 dengan agenda perubahan susunan Direksi dan perubahan Anggaran Dasar.
- Perubahan Pasal 3 AD untuk menyesuaikan kegiatan usaha dengan KBLI 2025 dan menghapus bidang usaha tidak aktif.
- Perubahan Pasal 24 dan 27 AD untuk menambahkan ketentuan rapat melalui media elektronik dan pengambilan keputusan tanpa rapat.

### Corporate actions

- RUPSLB untuk persetujuan pengangkatan kembali/perubahan susunan Direksi (agenda, belum ada detail nama).
- RUPSLB untuk persetujuan perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3, 24, 27).

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB mencakup persetujuan pengangkatan kembali atau perubahan susunan Direksi; nama calon tidak diungkapkan dalam pengumuman.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB sesuai POJK No. 16/POJK.04/2020 tentang RUPS Perusahaan Terbuka Secara Elektronik.
- Penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025 (Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025).

### Analytical scenarios

- **Jadwal dan agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 18 September 2026 pukul 10.00 WIB di Deutsche Bank Building, Jakarta Pusat, dengan dua agenda: perubahan susunan Direksi dan perubahan Anggaran Dasar.
  - Basis: Teks panggilan pada pengumuman 20260827162811-055/HE/VIII/2026_id-id dan 20260828082332-056/HE/VIII/2026_id-id.
- **Tujuan perubahan Pasal 3 AD** [explicit_fact, high]: Perubahan Pasal 3 bertujuan menyesuaikan bidang usaha dengan KBLI 2025 dan menghapus bidang usaha yang tidak aktif.
  - Basis: Penjelasan Mata Acara 2(a) pada pengumuman 20260827162811-055/HE/VIII/2026_id-id dan 20260828082332-056/HE/VIII/2026_id-id.
- **Batas waktu konfirmasi dan kuasa** [explicit_fact, high]: Konfirmasi kehadiran dan e-voting melalui eASY.KSEI paling lambat 17 September 2026 pukul 12.00 WIB; kuasa konvensional paling lambat 11 September 2026 pukul 16.00 WIB.
  - Basis: Poin 5(c) dan 7(c) pada pengumuman 20260828082332-056/HE/VIII/2026_id-id.
- **Jumlah hari antara pengumuman dan RUPSLB** [derived_calculation, high]: RUPSLB dijadwalkan 18 September 2026, pengumuman pertama 27 Agustus 2026. Selisih hari = 22 hari (dari 27 Agustus hingga 18 September).
  - Basis: Tanggal pengumuman dan jadwal RUPSLB pada pengumuman 20260827162811-055/HE/VIII/2026_id-id.
  - Assumptions: Perhitungan hari kalender sederhana.
  - Caveats: Tidak ada implikasi regulasi yang dihitung.
- **Potensi aksi korporasi terkait perubahan AD** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Anggaran Dasar sering kali terkait dengan rencana aksi korporasi seperti rights issue, private placement, atau perubahan kegiatan usaha, namun dokumen tidak menyebutkan detail.
  - Basis: Agenda RUPSLB mencakup perubahan AD pada pengumuman 20260827162811-055/HE/VIII/2026_id-id.
  - Assumptions: Perubahan AD dapat mengindikasikan adanya rencana aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit mengenai substansi perubahan AD atau aksi korporasi terkait.
- **Potensi arah bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Penghapusan bidang usaha yang tidak aktif dari AD dapat mengindikasikan fokus pada bidang usaha inti atau persiapan diversifikasi, namun tidak ada informasi lebih lanjut.
  - Basis: Penjelasan Mata Acara 2(a) tentang penghapusan bidang usaha tidak aktif pada pengumuman 20260827162811-055/HE/VIII/2026_id-id.
  - Assumptions: Perubahan KBLI mungkin terkait dengan strategi bisnis jangka panjang.
  - Caveats: Tidak ada rincian bidang usaha yang dihapus atau ditambahkan.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan susunan Direksi (nama, jabatan) belum diungkapkan.
- Substansi perubahan Anggaran Dasar (bidang usaha yang dihapus/ditambahkan) tidak dijelaskan.
- Tidak ada informasi mengenai kuorum atau mekanisme voting RUPSLB.
- Keterlambatan registrasi elektronik dapat menyebabkan pemegang saham tidak dihitung dalam kuorum.
- Kapasitas streaming video terbatas (500 peserta) dan bersifat first-come first-served.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB 18 September 2026: keputusan perubahan Direksi dan AD.
- Nama calon anggota Direksi baru dan CV-nya (dirujuk ke website Perseroan).
- Rincian bidang usaha yang dihapus/ditambahkan dalam Pasal 3 AD.
- Potensi aksi korporasi lanjutan (rights issue, private placement, dll.) yang mungkin memerlukan persetujuan pemegang saham.
- Perubahan perizinan atau fokus operasional akibat penyesuaian KBLI 2025.

---

## IATA

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 27-31 Agustus 2026, PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) menyampaikan tiga pengumuman terkait penyelenggaraan dan hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Wakalah (RUPSU) untuk efek utang yang diterbitkan oleh MNC Energy Investments (Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023). Kedua rapat menyetujui waiver/pengesampingan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan terkait Pemegang Saham Utama dan kewajiban penyerahan dokumen perubahan Anggaran Dasar/pemegang saham utama. Tidak ada aksi korporasi lain, ekspansi, atau perubahan pengurus yang diumumkan. Pentingnya secara korporasi: persetujuan waiver ini dapat mempengaruhi perlindungan pemegang efek utang dan mengindikasikan potensi perubahan struktur kepemilikan atau Anggaran Dasar, namun detail transaksi tidak diungkapkan.

### Material changes

- Persetujuan waiver/pengesampingan ketentuan Pasal 7.3 huruf c Perjanjian Perwaliamanatan terkait Pemegang Saham Utama Perseroan (disetujui dalam RUPO dan RUPSU).
- Persetujuan waiver/pengesampingan ketentuan Pasal 7.3 huruf k angka (iii) terkait kewajiban menyerahkan akta/dokumen keputusan RUPS atas perubahan Anggaran Dasar dan/atau perubahan pemegang saham utama (disetujui dalam RUPO dan RUPSU).
- Pemberian kuasa kepada Wali Amanat (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk) untuk bersama Emiten membuat/menandatangani perubahan Perjanjian Perwaliamanatan di hadapan notaris.

### Key financial figures

- **Pokok obligasi belum dilunasi:** Rp250.000.000.000 (2026-08-27)
- **Nilai obligasi hadir RUPO:** Rp232.395.000.000 (2026-08-27)
- **Persentase kehadiran RUPO:** 92.96% (2026-08-27)
- **Suara setuju RUPO:** Rp232.395.000.000 (2026-08-27)
- **Pokok sukuk wakalah belum dilunasi:** Rp150.000.000.000 (2026-08-27)
- **Nilai sukuk hadir RUPSU:** Rp107.505.000.000 (2026-08-27)
- **Persentase kehadiran RUPSU:** 71.67% (2026-08-27)
- **Suara setuju RUPSU:** Rp90.765.000.000 (2026-08-27)
- **Suara tidak setuju RUPSU:** Rp16.740.000.000 (2026-08-27)

### Corporate actions

- RUPO Obligasi Berkelanjutan I MNC Energy Investments Tahap I Tahun 2023
- RUPSU Sukuk Wakalah Berkelanjutan I MNC Energy Investments Tahap I Tahun 2023
- Persetujuan waiver/pengesampingan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan terkait Pemegang Saham Utama dan kewajiban penyerahan dokumen perubahan Anggaran Dasar/pemegang saham utama

### Capital structure

- Pokok obligasi belum dilunasi Rp250 miliar, tidak ada obligasi dimiliki emiten/afiliasi.
- Pokok sukuk wakalah belum dilunasi Rp150 miliar, tidak ada sukuk dimiliki emiten/afiliasi.
- Waiver terkait Pemegang Saham Utama disetujui, mengindikasikan potensi perubahan pengendali.

### Listing / regulatory

- Persetujuan waiver sesuai POJK No. 20/POJK.04/2020.
- Penyampaian bukti iklan ke OJK/BEI sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPO** [explicit_fact, high]: RUPO dihadiri pemegang obligasi senilai Rp232,395 miliar, yang merupakan 92,96% dari pokok Rp250 miliar. Kuorum kehadiran sesuai Pasal 22 huruf g angka 1.a) butir 1 POJK 20/POJK.04/2020 terpenuhi.
  - Basis: Nilai hadir Rp232.395.000.000; Pokok Rp250.000.000.000; Persentase 92,96%
- **Kuorum RUPSU** [explicit_fact, high]: RUPSU dihadiri pemegang sukuk senilai Rp107,505 miliar, yang merupakan 71,67% dari pokok Rp150 miliar. Kuorum kehadiran sesuai Pasal 22 huruf g angka 1.a) butir 1 POJK 20/POJK.04/2020 terpenuhi.
  - Basis: Nilai hadir Rp107.505.000.000; Pokok Rp150.000.000.000; Persentase 71,67%
- **Persentase suara setuju RUPO** [derived_calculation, high]: Suara setuju RUPO sebesar Rp232,395 miliar dari total hadir Rp232,395 miliar, menghasilkan persentase 100%.
  - Basis: Rp232.395.000.000 / Rp232.395.000.000
- **Persentase suara setuju RUPSU** [derived_calculation, high]: Suara setuju RUPSU sebesar Rp90,765 miliar dari total hadir Rp107,505 miliar, menghasilkan persentase 84,43%.
  - Basis: Rp90.765.000.000 / Rp107.505.000.000
  - Assumptions: Total suara hadir sama dengan nilai sukuk hadir.
- **Persentase suara tidak setuju RUPSU** [derived_calculation, high]: Suara tidak setuju RUPSU sebesar Rp16,740 miliar dari total hadir Rp107,505 miliar, menghasilkan persentase 15,57%.
  - Basis: Rp16.740.000.000 / Rp107.505.000.000
  - Assumptions: Total suara hadir sama dengan nilai sukuk hadir.
- **Potensi perubahan pengendali** [analyst_hypothesis, low]: Waiver terkait Pemegang Saham Utama dan kewajiban penyerahan dokumen perubahan pemegang saham utama mengindikasikan adanya potensi perubahan pengendali atau struktur pemegang saham utama, namun detail transaksi tidak diungkap.
  - Basis: Agenda waiver Pasal 7.3 huruf c dan huruf k angka (iii)
  - Assumptions: Waiver diminta karena ada rencana perubahan pemegang saham utama.
  - Caveats: Tidak ada informasi spesifik tentang pihak atau nilai transaksi.
- **Keterkaitan dengan emiten** [analyst_hypothesis, low]: RUPO/RUPSU tersebut berkaitan dengan obligasi dan sukuk yang diterbitkan oleh MNC Energy Investments, yang mungkin merupakan entitas anak atau afiliasi dari PT Karya Pacific Energy Tbk, namun dokumen tidak menjelaskan hubungan tersebut.
  - Basis: Nama 'MNC Energy Investments' dalam perihal surat
  - Assumptions: MNC Energy Investments adalah entitas yang terkait dengan emiten
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit tentang hubungan antara emiten dan MNC Energy Investments

### Risks / uncertainties

- Isi keputusan RUPO/RUPSU tidak diungkapkan dalam dokumen pertama, sehingga dampak material terhadap emiten tidak dapat dinilai.
- Hubungan antara PT Karya Pacific Energy Tbk dan MNC Energy Investments tidak dijelaskan, menimbulkan ketidakjelasan mengenai relevansi aksi korporasi terhadap emiten.
- Perubahan pemegang saham utama dapat terjadi tanpa kewajiban penyerahan dokumen tertentu, meningkatkan risiko tata kelola.
- Ketergantungan pada waiver dapat mengurangi perlindungan pemegang obligasi/sukuk.
- Tidak ada informasi mengenai alasan spesifik permohonan waiver atau dampak perubahan perjanjian terhadap pemegang sukuk/obligasi.
- Tidak ada rincian mengenai perubahan substansi Pasal 7.3 huruf c dan k angka (iii) yang disetujui.

### Items to monitor

- Rincian perubahan Perjanjian Perwaliamanatan yang akan ditandatangani oleh Wali Amanat.
- Pengumuman lebih lanjut mengenai perubahan pemegang saham utama atau Anggaran Dasar yang mendasari permohonan waiver.
- Dampak finansial dari waiver terhadap emiten dan pemegang efek utang.
- Klarifikasi hubungan antara PT Karya Pacific Energy Tbk dan MNC Energy Investments.

---

## JARR

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 27-31 Agustus 2026, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menerbitkan tiga pengumuman yang saling terkait: (1) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi, (2) pemanggilan RUPSLB, dan (3) koreksi atas pemanggilan RUPSLB tersebut. Tidak ada perubahan fundamental yang diumumkan; seluruh pengumuman bersifat administratif dan kepatuhan. Emiten secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang mempengaruhi harga efek, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan. RUPSLB dijadwalkan pada 21 September 2026 dengan agenda tunggal persetujuan penyesuaian KBLI Tahun 2025, yang ditegaskan tanpa perubahan bidang usaha. Pentingnya secara korporasi terletak pada kepatuhan terhadap regulasi (POJK 4/2024, KBLI 2025) dan ketepatan waktu penyelenggaraan RUPS, namun tidak ada dampak operasional atau finansial yang teridentifikasi.

### Corporate actions

- RUPSLB dengan agenda tunggal persetujuan penyesuaian KBLI Tahun 2025, tanpa perubahan bidang usaha (dijadwalkan 21 September 2026).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi (surat S-11043/BEI.PP2/08-2026).
- Pemanggilan RUPSLB untuk penyesuaian KBLI 2025 sebagai langkah kepatuhan regulasi.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: JARR menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai/harga efek atau keputusan investasi, serta tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban Pertanyaan 1, 2, dan 5 pada pengumuman 20260827115331-085/EXT-CORSEC/JARR/VIII/2026_id-id.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: JARR menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam 3 bulan ke depan, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.
  - Basis: Jawaban Pertanyaan 4 pada pengumuman 20260827115331-085/EXT-CORSEC/JARR/VIII/2026_id-id.
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB memiliki agenda tunggal persetujuan penyesuaian KBLI Tahun 2025, tanpa penambahan atau perubahan bidang usaha.
  - Basis: Mata acara pada pengumuman 20260828124426-086/EXT-CORSEC/JARR/VIII/2026_id-id dan 20260828132954-086A/EXT-CORSEC/JARR/VIII/2026_id-id.
- **Jadwal dan mekanisme RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan 21 September 2026, recording date 27 Agustus 2026, batas deklarasi 20 September 2026 pukul 12.00 WIB, diselenggarakan secara elektronik melalui eASY.KSEI.
  - Basis: Pengumuman 20260828124426-086/EXT-CORSEC/JARR/VIII/2026_id-id dan 20260828132954-086A/EXT-CORSEC/JARR/VIII/2026_id-id.
  - Caveats: Terdapat inkonsistensi waktu pelaksanaan antara dokumen utama (11:00 WIB) dan lampiran (10.00 WIB).
- **Jarak waktu antara recording date dan RUPSLB** [derived_calculation, high]: Jarak antara recording date (27 Agustus 2026) dan pelaksanaan RUPSLB (21 September 2026) adalah 25 hari kalender.
  - Basis: Tanggal DPS dan tanggal RUPSLB pada pengumuman 20260828124426-086/EXT-CORSEC/JARR/VIII/2026_id-id.
  - Assumptions: Perhitungan hari kalender sederhana.
- **Penyebab volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun BEI meminta penjelasan atas volatilitas, JARR tidak menyebutkan penyebab spesifik. Hal ini dapat mengindikasikan volatilitas tidak terkait informasi internal, atau emiten memilih tidak mengungkapkan detail.
  - Basis: Seluruh jawaban bersifat negatif pada pengumuman 20260827115331-085/EXT-CORSEC/JARR/VIII/2026_id-id.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi memang terjadi dan menjadi dasar permintaan BEI.
  - Caveats: Tidak ada data pasar atau rincian volatilitas dalam dokumen.
- **Tujuan penyesuaian KBLI** [analyst_hypothesis, medium]: Penyesuaian KBLI 2025 kemungkinan merupakan langkah administratif untuk menyelaraskan klasifikasi usaha dengan regulasi terbaru, tanpa mengubah substansi operasional.
  - Basis: Penjelasan resmi pada pengumuman 20260828124426-086/EXT-CORSEC/JARR/VIII/2026_id-id dan 20260828132954-086A/EXT-CORSEC/JARR/VIII/2026_id-id.
  - Assumptions: KBLI 2025 adalah regulasi yang mewajibkan penyesuaian klasifikasi.
  - Caveats: Detail KBLI lama atau baru tidak diungkapkan.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum, sehingga ketepatan waktu tanggapan tidak dapat diverifikasi.
- Tidak ada rincian volatilitas transaksi yang diminta BEI.
- Detail penyesuaian KBLI 2025 tidak diungkapkan.
- Inkonsistensi waktu pelaksanaan RUPSLB antara dokumen utama (11:00 WIB) dan lampiran (10.00 WIB).
- Tidak ada informasi keuangan, struktur modal, atau kepemilikan saham.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 21 September 2026 terkait penyesuaian KBLI.
- Pengungkapan detail KBLI baru setelah RUPSLB.
- Perkembangan harga saham dan volatilitas transaksi setelah pengumuman.
- Klarifikasi waktu pelaksanaan RUPSLB (10.00 vs 11:00 WIB).

---

## KLBF

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada 11 September 2026 pukul 09:00 secara live melalui website idx.co.id, dengan agenda presentasi kinerja perusahaan dan konferensi pers. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktural lainnya.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Tanggal pelaksanaan: 11 September 2026.
- Waktu: 09:00.
- Tempat: Public Expose Live 2026 yang tercantum pada website idx.co.id.
- Agenda: 1. Presentasi/Pemaparan Kinerja Perseroan; 2. Press Conference.
- Pengumuman ditandatangani oleh Corporate Secretary Maria Teresa Fabiola.
- Tanggal pengumuman: 28-08-2026 16:19.
- Nomor surat: 062/CSEC-KF/VIII-2026.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi kepada publik.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan umumnya digunakan untuk memaparkan kinerja keuangan dan operasional perusahaan kepada investor dan publik. Namun, dokumen ini hanya mengumumkan rencana acara, tanpa data kinerja.
  - Basis: Agenda acara mencakup presentasi kinerja perusahaan dan konferensi pers.
  - Assumptions: Public Expose akan menyajikan informasi kinerja tahun buku 2026 (kemungkinan interim atau proyeksi).
  - Caveats: Tidak ada data keuangan atau operasional yang disajikan dalam dokumen ini.

---

## KOKA

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) mengumumkan perubahan Corporate Secretary yang efektif pada 28 Agustus 2026. Ameera Najma Salsabila menggantikan Muhammad Fikri Adzkiya sebagai Corporate Secretary. Pengumuman ditandatangani oleh Direktur Utama Gao Jing dan disampaikan melalui sistem pelaporan elektronik. Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, atau perubahan struktur modal dalam pengumuman ini.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary efektif pada 28 Agustus 2026.
- Corporate Secretary baru: Ameera Najma Salsabila, dengan nomor telepon/HP [nomor HP disamarkan] dan email corporatesecretary@koka.co.id.
- Corporate Secretary lama: Muhammad Fikri Adzkiya, dengan nomor telepon +62 21 292 91028, HP [nomor HP disamarkan], dan email corporatesecretary@koka.co.id.
- Pengumuman dikirim oleh Gao Jing, Direktur Utama PT Koka Indonesia Tbk., pada 28-08-2026 16:54.
- Penunjukan Ameera Najma Salsabila sebagai Corporate Secretary berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor 06.001/BOD/KOKA-IND/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026.
- Perubahan Sekretaris Perusahaan dari Muhammad Fikri Adzkiya kepada Ameera Najma Salsabila, efektif sejak 28 Agustus 2026, sebagaimana disampaikan dalam surat Nomor 07.004/BOD/KOKA-IND/VIII/2026 kepada OJK.
- Penunjukan Corporate Secretary mengacu pada POJK Nomor 35/POJK.04/2014 dan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A.
- Corporate Secretary yang baru berwenang berkoordinasi dengan BEI, OJK, KSEI, dan instansi terkait pasar modal.

### Management / control changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Muhammad Fikri Adzkiya menjadi Ameera Najma Salsabila, efektif 28 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Penunjukan Corporate Secretary dilakukan sesuai POJK Nomor 35/POJK.04/2014 dan Peraturan BEI Nomor I-A.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan perubahan Corporate Secretary efektif pada 28 Agustus 2026, dengan nama baru Ameera Najma Salsabila menggantikan Muhammad Fikri Adzkiya.
  - Basis: Perubahan Corporate Secretary efektif pada 28 Agustus 2026; Nama baru: Ameera Najma Salsabila; nama lama: Muhammad Fikri Adzkiya
- **Pengirim pengumuman** [explicit_fact, high]: Pengumuman dikirim oleh Gao Jing, Direktur Utama PT Koka Indonesia Tbk., pada 28-08-2026 16:54.
  - Basis: Nama Pengirim: Gao Jing; Jabatan: Direktur Utama; Tanggal dan Waktu: 28-08-2026 16:54
- **Inkonsistensi nama Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Terdapat perbedaan penulisan nama pada SK Direksi ('Ameera Najma Salsabila') dan pada surat ke OJK ('Ameera Najma Salsabila' dan 'Ameera Najma Salsabila'). Ini dapat menimbulkan ambiguitas identitas resmi.
  - Basis: SK Nomor 06.001/BOD/KOKA-IND/VIII/2026 menulis 'Ameera Najma Salsabila'.; Surat Nomor 07.004/BOD/KOKA-IND/VIII/2026 menulis 'Ameera Najma Salsabila' dan 'Ameera Najma Salsabila'.
- **Alasan perubahan Corporate Secretary** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan alasan perubahan Corporate Secretary; kemungkinan karena rotasi, pengunduran diri, atau kebutuhan organisasi, namun belum dikonfirmasi.
  - Basis: Tidak ada alasan yang dinyatakan dalam dokumen
  - Assumptions: Perubahan tersebut mungkin merupakan bagian dari manajemen internal
  - Caveats: Alasan tidak diungkapkan dalam dokumen
- **Dampak terhadap operasional** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Sekretaris Perusahaan kemungkinan tidak berdampak langsung pada operasional atau keuangan, tetapi dapat mempengaruhi koordinasi dengan regulator. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut.
  - Basis: Perubahan hanya pada posisi Sekretaris Perusahaan, tanpa perubahan pengurus lain atau aksi korporasi.
  - Assumptions: Perubahan ini bersifat administratif dan tidak terkait dengan perubahan strategi bisnis.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dari emiten mengenai alasan perubahan atau dampak lebih lanjut.

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi penulisan nama Corporate Secretary pada dokumen dapat menimbulkan kebingungan administratif.
- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan Sekretaris Perusahaan atau potensi dampak terhadap kepatuhan.

---

## KOTA

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 27-31 Agustus 2026, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mengumumkan tiga hal utama: (1) rencana RUPSLB pada 6 Oktober 2026, (2) rencana aksi korporasi besar berupa PMHMETD I (rights issue) untuk mendanai akuisisi 99,99% saham dua perusahaan properti, dan (3) penyampaian laporan keuangan interim auditan per 30 Juni 2026. Aksi korporasi ini merupakan langkah ekspansi signifikan yang akan mengubah struktur modal dan skala usaha, memerlukan persetujuan pemegang saham dan OJK, serta berpotensi mempengaruhi harga saham dan kepemilikan.

### Material changes

- Rencana PMHMETD I: penerbitan maksimal 100 miliar saham baru Seri B, nominal Rp25/saham, target penerimaan Rp4,95 triliun.
- Rencana akuisisi 99,99% saham ADI (Rp1,2 triliun) dan MGP (Rp3,2 triliun) dari PT Michel Energi.
- Perubahan penggunaan dana IPO: pengembalian Rp94,44 miliar untuk akuisisi lahan.
- Peningkatan modal dasar dan modal disetor ADI dan MGP (sebagai bagian dari akuisisi).
- Kinerja keuangan membaik: pendapatan naik 287,6%, laba bersih positif Rp16,04 miliar (sebelumnya rugi).

### Key financial figures

- **Total Aset:** 1.914.696.780.332 (2026-06-30)
- **Total Liabilitas:** 661.109.828.836 (2026-06-30)
- **Total Ekuitas:** 1.253.586.951.496 (2026-06-30)
- **Pendapatan Usaha:** 67.295.037.035 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **Laba Bersih:** 16.043.906.276 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **Kas dan Setara Kas:** 7.741.249.196 (2026-06-30)
- **Utang Bank Jangka Panjang:** 426.747.000.000 (2026-06-30)
- **Jumlah Saham Beredar:** 10.546.185.701 (2026-07)

### Corporate actions

- Rights issue (PMHMETD I) - rencana
- Akuisisi (pengambilalihan) - rencana
- Perubahan penggunaan dana IPO/PUPS - rencana
- Peningkatan modal dasar dan modal disetor ADI dan MGP

### Expansion projects

- Akuisisi ADI: lahan ±23 ha di Surabaya, pengembangan mixed-use, industri ringan, properti premium.
- Akuisisi MGP: lahan ±548 ha di Maja, pengembangan kota mandiri, kawasan industri dan logistik.
- Total land bank ±571 ha sebagai investasi jangka panjang.
- Aset dalam penyelesaian meningkat dari Rp18,99 miliar menjadi Rp27,17 miliar (penambahan Rp8,18 miliar).

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali akibat PMHMETD I; pengendali tetap DMSI.
- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris terakhir berdasarkan Akta No. 81/2025 (19 Juni 2025).

### Capital structure

- PMHMETD I: maks. 100 miliar saham baru Seri B, nominal Rp25/saham, maks. 90,46% dari modal ditempatkan setelah PMHMETD I.
- Struktur pemegang saham Juli 2026: DMSI 48,10%, Mohamad Prapanca 0,00%, Masyarakat 51,90%.
- Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh: 10.546.185.701 saham (Juli 2026).
- Modal dasar Perseroan: 32.820.000.000 saham (Juli 2026).

### Listing / regulatory

- Transaksi material sesuai POJK 17/2020, wajib persetujuan RUPS.
- PMHMETD I sesuai POJK 32/2015, perlu pernyataan efektif OJK.
- Perubahan penggunaan dana IPO sesuai POJK 40/2025.
- Bukan transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan sesuai POJK 42/2020.
- Laporan keuangan interim auditan disampaikan ke BEI, opini Wajar Tanpa Modifikasian, kepatuhan POJK 75/2017 dan POJK 13/2017.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 6 Oktober 2026, dengan pemanggilan pada 14 September 2026 dan recording date pada 11 September 2026.
  - Basis: Hari, tanggal: Selasa, 6 Oktober 2026; Pemanggilan RUPSLB akan diumumkan pada hari Senin, 14 September 2026; Pemegang saham yang berhak hadir tercatat pada Jumat, 11 September 2026
- **Rencana PMHMETD I** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I), yang merupakan aksi korporasi rights issue.
  - Basis: Perihal surat: 'Keterbukaan informasi sehubungan dengan rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I) PT DMS Propertindo Tbk'
- **Nilai transaksi akuisisi** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi akuisisi ADI Rp1,2 triliun dan MGP Rp3,2 triliun, total Rp4,4 triliun, dari PT Michel Energi.
  - Basis: Nilai transaksi ADI: Rp1.200.000.000.000; Nilai transaksi MGP: Rp3.200.000.000.000
- **Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Nilai transaksi ADI Rp1,2 triliun / ekuitas Perseroan Rp1,253 triliun = 95,73%. Nilai transaksi MGP Rp3,2 triliun / ekuitas = 255,27%. Keduanya >50%, sehingga transaksi material.
  - Basis: Nilai transaksi ADI dan MGP dari dokumen; Ekuitas Perseroan per 30 Juni 2026 dari dokumen
- **Diskon dari nilai pasar** [derived_calculation, high]: Nilai transaksi ADI (Rp1,2T) lebih rendah 4,26% dari nilai pasar 100% ekuitas (Rp1,253T). Nilai transaksi MGP (Rp3,2T) lebih rendah 1,38% dari nilai pasar (Rp3,245T).
  - Basis: Nilai transaksi ADI Rp1.200.000.000.000; Nilai pasar ADI Rp1.253.417.646.000; Nilai transaksi MGP Rp3.200.000.000.000; Nilai pasar MGP Rp3.244.935.521.000
  - Assumptions: Perhitungan diskon menggunakan nilai pasar 100% ekuitas sebagai pembanding.
- **Sisa dana PMHMETD setelah akuisisi dan biaya emisi** [derived_calculation, medium]: Sisa dana setelah akuisisi dan biaya emisi adalah Rp4.950.000.000.000 - Rp4.400.000.000.000 - Rp66.825.000.000 = Rp483.175.000.000.
  - Basis: Target penerimaan PMHMETD, biaya emisi, dan total akuisisi dari dokumen
  - Assumptions: Biaya emisi dibayar dari dana PMHMETD; Akuisisi dibayar penuh dari dana PMHMETD
  - Caveats: Tidak ada rincian penggunaan sisa dana selain untuk akuisisi dan biaya emisi
- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan usaha periode 30 Juni 2026 sebesar Rp67,30 miliar dibandingkan Rp17,36 miliar pada periode yang sama tahun 2025, meningkat sekitar 287,6%.
  - Basis: Penjualan dan pendapatan usaha 2026: Rp67.295.037.035; Penjualan dan pendapatan usaha 2025: Rp17.362.750.367
  - Assumptions: Tidak ada penyesuaian atas klasifikasi atau agregasi.
  - Caveats: Pertumbuhan pendapatan yang signifikan perlu ditelaah lebih lanjut dari catatan atas laporan keuangan.
- **Perubahan kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas turun dari Rp69,53 miliar pada 31 Desember 2025 menjadi Rp7,74 miliar pada 30 Juni 2026, penurunan sekitar 88,9%.
  - Basis: Kas dan setara kas 30 Juni 2026: Rp7.741.249.196; Kas dan setara kas 31 Desember 2025: Rp69.526.973.991
  - Assumptions: Tidak ada perubahan kebijakan akuntansi yang mempengaruhi saldo kas.
  - Caveats: Penyebab penurunan kas tidak dijelaskan dalam bagian ini.
- **Kebutuhan dana akuisisi vs kas Perseroan** [analyst_hypothesis, medium]: Kas Perseroan per 30 Juni 2026 hanya Rp7,74 miliar, sementara kebutuhan akuisisi Rp4,4 triliun. PMHMETD I menjadi sumber dana utama; tanpa PMHMETD I, transaksi tidak dapat direalisasikan.
  - Basis: Kas dan setara kas Perseroan per 30 Juni 2026; Nilai transaksi akuisisi
  - Assumptions: Tidak ada sumber dana lain yang disebutkan
  - Caveats: Mungkin ada pendanaan lain di luar dokumen ini.
- **Risiko eksekusi transaksi** [analyst_hypothesis, medium]: Transaksi bergantung pada efektifnya PMHMETD I dan pemenuhan persyaratan pendahuluan, termasuk persetujuan RUPS dan OJK. Jika PMHMETD I tidak efektif atau dana tidak cukup, transaksi batal.
  - Basis: Persyaratan pendahuluan dalam perjanjian jual beli saham
  - Caveats: Belum ada kepastian jadwal RUPS dan efektifnya PMHMETD I.
- **Tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan kas yang signifikan dari Rp69,53 miliar menjadi Rp7,74 miliar, bersama dengan pembayaran pinjaman yang besar, dapat mengindikasikan tekanan likuiditas atau penggunaan kas untuk membayar utang.
  - Basis: Kas awal: Rp69.526.973.991; Kas akhir: Rp7.741.249.196; Pembayaran pinjaman bank: Rp44.941.308.789; Pembayaran pinjaman lainnya: Rp72.799.728.914
  - Assumptions: Penurunan kas terutama disebabkan oleh pembayaran utang.
  - Caveats: Arus kas operasi tidak tersedia, sehingga penyebab pasti penurunan tidak dapat dipastikan.

### Risks / uncertainties

- PMHMETD I memerlukan persetujuan RUPSLB dan pernyataan efektif OJK; jangka waktu maksimal 12 bulan sejak RUPSLB.
- Transaksi pengambilalihan bersifat material dan memerlukan persetujuan RUPS.
- Perubahan penggunaan dana IPO harus sesuai POJK 40/2025.
- Ketergantungan pada pemenuhan persyaratan pendahuluan dalam perjanjian jual beli saham.
- Dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak menggunakan HMETD.
- Ketidakpastian realisasi proyeksi keuangan yang digunakan dalam penilaian.
- Penurunan kas yang signifikan dapat menimbulkan risiko likuiditas.
- Terdapat satu Hal Audit Utama yang belum dijelaskan isinya.
- Saldo laba masih defisit, menunjukkan akumulasi kerugian meskipun membaik.

### Items to monitor

- Agenda RUPSLB pada 6 Oktober 2026.
- Pemanggilan RUPSLB pada 14 September 2026.
- Persetujuan RUPSLB dan pernyataan efektif OJK untuk PMHMETD I.
- Harga pelaksanaan dan rasio HMETD (belum diumumkan).
- Rincian penggunaan sisa dana PMHMETD I (setelah Rp4,4 triliun).
- Nilai penilaian aset ADI dan MGP.
- Rincian perubahan penggunaan dana IPO.
- Isi Hal Audit Utama pada laporan keuangan.
- Perkembangan proyek aset dalam penyelesaian.
- Kepatuhan terhadap persyaratan pencatatan BEI.

---

## MAYA

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 27–31 Agustus 2026, PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) menerbitkan dua pengumuman terkait penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 24 September 2026. Pengumuman pertama (28 Agustus 2026 pukul 10:30 WIB) adalah pemanggilan RUPSLB dengan agenda tunggal persetujuan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Pengumuman kedua (28 Agustus 2026 pukul 15:19 WIB) adalah penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB yang mengonfirmasi jadwal, agenda, dan mekanisme yang sama. Tidak ada rincian mengenai nama, jabatan, atau tanggal efektif perubahan pengurus yang diungkapkan dalam kedua dokumen. Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi lain, perubahan struktur modal, atau proyek ekspansi. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi perubahan tata kelola dan arah strategis yang belum teridentifikasi, sehingga pemegang saham perlu memantau pengumuman lanjutan.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada 24 September 2026 pukul 14.00 WIB secara hybrid (fisik dan elektronik via eASY.KSEI).
- Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
- Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir ditetapkan pada 27 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
- Batas waktu deklarasi kehadiran/kuasa/suara melalui eASY.KSEI adalah 23 September 2026 pukul 12.00 WIB.
- Voting elektronik maksimal 5 menit per agenda; tidak memberikan suara dianggap abstain.
- Tayangan RUPS via Zoom memiliki kapasitas 500 peserta, first come first serve.

### Corporate actions

- RUPSLB dengan agenda perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris (belum ada rincian).

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB adalah persetujuan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Rincian perubahan (nama, jabatan, tanggal efektif) belum diungkapkan dalam pemanggilan ini.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB kepada OJK dan BEI.

### Analytical scenarios

- **Pemanggilan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Emiten menerbitkan pemanggilan RUPSLB dengan agenda tunggal persetujuan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
  - Basis: Surat bernomor 329/DIR/VIII/2026 perihal Pemanggilan RUPSLB; Agenda nomor 1: Persetujuan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan
- **Jadwal dan DPS** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 24 September 2026 pukul 14.00 WIB, dengan DPS pada 27 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: 24 September 2026, 14.00 WIB; Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS): 27 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB
- **Publikasi pemanggilan** [explicit_fact, high]: Pemanggilan diumumkan pada 28 Agustus 2026 melalui website BEI, website Perseroan, dan website KSEI.
  - Basis: Surat pengantar: 'Iklan Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di laman situs PT Bursa Efek Indonesia, laman situs Perseroan, dan laman situs PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2026'
- **Batas waktu deklarasi eASY.KSEI** [explicit_fact, high]: Batas waktu deklarasi kehadiran, kuasa, dan suara melalui eASY.KSEI adalah 12.00 WIB satu hari kerja sebelum RUPS.
  - Basis: Catatan butir 9: 'Batas waktu untuk memberikan deklarasi kehadiran atau kuasa dan suara dalam aplikasi eASY.KSEI adalah pukul 12.00 WIB pada 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal Rapat.'
- **Mekanisme voting elektronik** [explicit_fact, high]: Voting elektronik berlangsung maksimal 5 menit; pemegang saham yang tidak memberikan suara dianggap abstain.
  - Basis: Catatan butir 11c: '...menghitung mundur maksimum selama 5 (lima) menit...', '...maka akan dianggap memberikan suara Abstain atas mata acara Rapat.'
- **Kapasitas tayangan RUPS** [explicit_fact, high]: Tayangan RUPS melalui webinar Zoom memiliki kapasitas hingga 500 peserta, dengan akses first come first serve.
  - Basis: Catatan butir 11d: 'Tayangan RUPS memiliki kapasitas hingga 500 peserta, di mana kehadiran setiap peserta akan ditentukan berdasarkan first come first serve basis.'
- **Potensi perubahan pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan Direksi dan Komisaris kemungkinan melibatkan penggantian atau penambahan anggota, namun detail belum tersedia.
  - Basis: Agenda RUPSLB hanya menyebutkan 'perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris' tanpa rincian
  - Assumptions: Perubahan tersebut dapat berupa penggantian, pengangkatan, atau pemberhentian anggota
  - Caveats: Belum ada informasi resmi mengenai nama atau posisi yang berubah
- **Potensi aksi korporasi lain** [analyst_hypothesis, medium]: Tidak ada indikasi aksi korporasi lain seperti rights issue, saham bonus, atau akuisisi dalam dokumen ini; agenda hanya perubahan pengurus.
  - Basis: Dokumen hanya memuat agenda perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
  - Assumptions: Tidak ada agenda tambahan yang disembunyikan.
  - Caveats: Kemungkinan agenda lain dapat muncul dalam bahan RUPS yang tersedia di kantor Perseroan.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris (nama, jabatan, tanggal efektif) belum diungkapkan dalam pemanggilan ini.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan terhadap operasional atau strategi bisnis.
- Kehadiran elektronik hanya untuk pemegang saham individu lokal; pemegang saham institusi atau asing harus hadir fisik atau melalui kuasa.
- Keterlambatan registrasi elektronik menyebabkan tidak dihitung dalam kuorum.
- Tayangan RUPS via Zoom memiliki kapasitas terbatas (500 peserta) dan tidak menjamin kehadiran sah jika tidak registrasi di eASY.KSEI.

### Items to monitor

- Pengumuman lanjutan mengenai rincian perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris (nama, jabatan, tanggal efektif).
- Hasil RUPSLB pada 24 September 2026.
- Potensi perubahan strategi atau tata kelola setelah perubahan pengurus.
- Ketersediaan bahan RUPS di kantor Perseroan (Mayapada Tower 1).

---

## MBAP

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, yang direviu oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian. Kinerja keuangan membaik: pendapatan naik 11,2% menjadi USD 93,65 juta dan laba bersih naik 116,3% menjadi USD 4,85 juta. Terdapat beberapa aksi korporasi yang diungkapkan: konversi pinjaman MMSR menjadi saham, akuisisi tambahan 20% saham MMSR, penjualan saham MPBS, konversi utang MMM, perubahan Dewan Komisaris, serta peristiwa setelah tanggal neraca berupa akuisisi 27,5% saham MMSR oleh MME sehingga Grup memiliki 100% SR. Terdapat pelanggaran covenant utang bank oleh MBP yang belum mendapat waiver, sehingga disajikan sebagai liabilitas lancar. Proyek wood pellet dalam penyelesaian 97% dengan target selesai 2026.

### Material changes

- Laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, tidak diaudit, direviu oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian; laporan auditor independen No. R/0017.ARC/RHP/2026 tanggal 27 Agustus 2026.
- Total aset per 30 Juni 2026: USD 261.567.984, naik dari USD 252.183.350 per 31 Desember 2025.
- Total liabilitas per 30 Juni 2026: USD 74.037.017, naik dari USD 67.983.167; total ekuitas USD 187.530.967, naik dari USD 184.200.183.
- Pendapatan usaha 6M 2026: USD 93.650.013, naik dari USD 84.224.747 pada 6M 2025; laba bersih USD 4.849.544, naik dari USD 2.242.312.
- Kas dan setara kas akhir periode: USD 113.435.211, naik dari USD 104.373.246; arus kas operasi USD 13.776.779, investasi -USD 7.945.329, pendanaan USD 3.904.222.
- Utang bank jangka panjang (OCBC NISP) per 30 Juni 2026: USD 34.105.216, naik dari USD 28.048.891; penarikan Term Loan 1 sebesar USD 6.056.325.
- Utang bank jangka pendek (Bank CIMB Niaga) per 30 Juni 2026: USD 4.491.150, turun dari USD 5.342.045; MBP tidak memenuhi covenant Juni 2026 dan belum mendapat pengecualian, sehingga disajikan sebagai liabilitas lancar.
- Peristiwa setelah periode pelaporan: pada 29 Juli 2026, MME mengakuisisi 27,5% saham MMSR dari Masdar, sehingga Grup memiliki 100% dan mengendalikan SR (sebelumnya MMSR); perubahan nama dan anggaran dasar disetujui Menteri Hukum RI pada 12 Agustus 2026.
- Pendapatan utama dari penjualan batu bara sebesar USD 81.036.934 (klaim emiten); pendapatan ekspor USD 63.614.696, domestik USD 30.035.317.
- Pembayaran dividen kas dari aktivitas pendanaan: USD 2.770.530 (periode berjalan).
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap: USD 8.077.147 (periode berjalan), turun dari USD 22.870.594.
- Investasi pada ventura bersama naik dari USD 4.893.489 menjadi USD 11.713.024; bagian atas rugi ventura bersama naik dari USD 85.237 menjadi USD 819.164.
- Aset tetap bruto per 30 Juni 2026: USD 134.115.958, naik dari USD 130.445.040; aset dalam penyelesaian naik dari USD 31.877.161 menjadi USD 38.015.359.
- Tidak ada perubahan jumlah saham biasa (10.743.672) atau tambahan modal disetor (15.415.593) antara kedua periode.
- Laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan: USD 0,004 (periode berjalan) vs USD 0,002 (periode sebelumnya).
- Konversi pinjaman MMSR kepada Perusahaan sebesar Rp128.185 juta (USD 7.638.698) menjadi 128.185 lembar saham baru MMSR pada 12 Januari 2026, meningkatkan kepemilikan dari 52,5% menjadi 72,5%.
- Akuisisi tambahan 20% saham MMSR dengan imbalan dialihkan USD 7.638.699, nilai tercatat aset bersih diperoleh USD 1.862.203, menghasilkan goodwill USD 5.776.496; komposisi pemegang saham MMSR per 30 Juni 2026: Perusahaan 72,5%, Masdar Indonesia Solar Holdings RSC Limited 27,5%.
- Penjualan saham MPBS oleh Perusahaan dan BDMS kepada MHL dan MME selesai pada 29 April 2026; konversi sebagian utang MMM kepada BDMS menjadi setoran modal Rp123.000.000.000 disetujui 15 April 2026.
- Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Komite Audit per 30 Juni 2026: Deden Ramdhan sebagai Komisaris baru, Dini Rosdini sebagai anggota Komite Audit baru; perubahan anggaran dasar melalui Akta No. 18 tanggal 20 Mei 2026.
- Proyek wood pellet dalam penyelesaian: nilai perolehan USD 33.029.962 per 30 Juni 2026, estimasi penyelesaian 97%, target selesai 2026; biaya pinjaman dikapitalisasi USD 861.253 (6M 2026).
- Kewajiban DHE SDA sesuai PP No. 21/2026 telah dipenuhi dengan penempatan pada rekening khusus dan deposito berjangka di bank BUMN; jaminan pascatambang dan reklamasi Perusahaan USD 4.925.983 per 30 Juni 2026.
- Tidak ada dividen yang diumumkan pada periode 6M 2026; dividen kas USD 2.770.530 dibayarkan pada 19 Juni 2025 berdasarkan RUPST 27 Mei 2025.

### Key financial figures

- **Total aset:** 261,567,984 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** 252,183,350 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas:** 74,037,017 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 67,983,167 (31 Desember 2025)
- **Total ekuitas:** 187,530,967 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 184,200,183 (31 Desember 2025)
- **Pendapatan usaha:** 93,650,013 (6M 2026)
- **Pendapatan usaha:** 84,224,747 (6M 2025)
- **Beban pokok pendapatan:** 71,665,647 (6M 2026)
- **Laba bruto:** 21,984,366 (6M 2026)
- **Laba usaha:** 9,863,721 (6M 2026)
- **Laba sebelum pajak:** 7,406,752 (6M 2026)
- **Beban pajak penghasilan:** 2,557,208 (6M 2026)
- **Laba bersih:** 4,849,544 (6M 2026)
- **Laba bersih:** 2,242,312 (6M 2025)
- **Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk:** 4,828,531 (6M 2026)
- **Kas dan setara kas:** 113,435,211 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas:** 104,373,246 (31 Desember 2025)
- **Arus kas operasi:** 13,776,779 (6M 2026)
- **Arus kas investasi:** -7,945,329 (6M 2026)
- **Arus kas pendanaan:** 3,904,222 (6M 2026)
- **Utang bank jangka panjang (OCBC NISP):** 34,105,216 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang (OCBC NISP):** 28,048,891 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka pendek (CIMB Niaga):** 4,491,150 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek (CIMB Niaga):** 5,342,045 (30 Juni 2025)
- **Investasi pada ventura bersama:** 11,713,024 (30 Juni 2026)
- **Investasi pada ventura bersama:** 4,893,489 (31 Desember 2025)
- **Aset tetap bruto:** 134,115,958 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap bruto:** 130,445,040 (31 Desember 2025)
- **Pembayaran dividen kas:** 2,770,530 (6M 2026)
- **Modal saham:** 10,743,672 (30 Juni 2026)
- **Tambahan modal disetor:** 15,415,593 (30 Juni 2026)
- **Saldo laba belum ditentukan penggunaannya:** 160,647,164 (30 Juni 2026)
- **Laba per saham dasar/dilusian:** 0.004 (6M 2026)
- **Goodwill dari akuisisi:** 5,776,496 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas pendanaan:** 39,994,275 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Konversi pinjaman MMSR menjadi saham baru (12 Januari 2026), kepemilikan naik dari 52,5% menjadi 72,5%.
- Akuisisi tambahan 20% saham MMSR dengan goodwill USD 5.776.496.
- Penjualan saham MPBS oleh Perusahaan dan BDMS kepada MHL dan MME (selesai 29 April 2026).
- Konversi utang MMM kepada BDMS menjadi setoran modal Rp123.000.000.000 (15 April 2026).
- Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Komite Audit per 30 Juni 2026.
- Peristiwa setelah tanggal neraca: akuisisi 27,5% saham MMSR oleh MME (29 Juli 2026), Grup memiliki 100% SR.

### Expansion projects

- Proyek wood pellet: nilai perolehan USD 33.029.962 per 30 Juni 2026, estimasi penyelesaian 97%, target selesai 2026.
- Penambahan aset tetap 6M 2026: USD 8.077.147 (arus kas) dan USD 9.802.554 (total, termasuk sewa pembiayaan).
- Biaya pinjaman dikapitalisasi 6M 2026: USD 861.253.
- Fasilitas pinjaman MHL (Term Loan 1 USD 47.243.330, Term Loan 2 USD 1.733.580, Term Loan 3 USD 768.420) dijamin dengan pabrik wood pellet dan tanah; penarikan 6M 2026 USD 6.056.325.
- Penempatan dana escrow untuk penyambungan listrik MHL: Rp24.339.797.586 (USD 1.359.841) per 30 Juni 2026.

### Management / control changes

- Deden Ramdhan menjadi Komisaris per 30 Juni 2026.
- Dini Rosdini menjadi anggota Komite Audit per 30 Juni 2026.
- Perubahan anggaran dasar terkait Dewan Komisaris melalui Akta No. 18 tanggal 20 Mei 2026.
- Perubahan kepemilikan MMSR: Perusahaan naik dari 52,5% menjadi 72,5%, Masdar turun dari 47,5% menjadi 27,5% (per 30 Juni 2026).
- Setelah 29 Juli 2026: MME mengakuisisi 27,5% saham MMSR, Grup memiliki 100% SR dan pengendalian tunggal.

### Capital structure

- Modal dasar: 3.900.000.000 saham, nilai nominal Rp100 per saham.
- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 1.227.271.952 saham, setara USD 10.743.672; tidak berubah selama periode.
- Tambahan modal disetor: USD 15.415.593 (agio saham USD 12.081.104, selisih restrukturisasi USD 3.151.281, aset pengampunan pajak USD 183.208).
- Selisih akuisisi kepentingan nonpengendali: USD 237.206.
- Struktur pemegang saham per 30 Juni 2026: PT Wahana Sentosa Cemerlang 60%, PT Wahana Batubara Indonesia 30%, publik 9,67%, manajemen sisanya.
- MMSR menerbitkan 128.185 saham baru, seluruhnya diambil Perusahaan; kepemilikan menjadi 72,5%.

### Listing / regulatory

- MBP tidak memenuhi financial covenants untuk periode Juni 2026; waiver belum diperoleh, utang bank disajikan sebagai liabilitas lancar.
- Kepatuhan terhadap PP No. 21/2026 tentang DHE SDA (mulai berlaku 1 Juni 2026).
- Perpanjangan izin terminal khusus hingga 1 Agustus 2028 (PB-UMKU No. 812031106136900040002).
- Perpanjangan terminal khusus sementara melalui Keputusan Menteri Perhubungan No. A420/AL.308/DJP (10 Maret 2026).
- Persetujuan Menteri Hukum RI No. AHU-0073850.AH.01.02.TAHUN 2026 tanggal 12 Agustus 2026 untuk perubahan MMSR.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan pendapatan dan laba** [derived_calculation, high]: Pendapatan naik sekitar 11,2% (dari USD 84.224.747 menjadi USD 93.650.013); laba bersih naik sekitar 116,3% (dari USD 2.242.312 menjadi USD 4.849.544). Margin laba bersih periode berjalan sekitar 5,2%.
  - Basis: Angka pendapatan dan laba bersih dari laporan laba rugi
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia
- **Margin laba bruto** [derived_calculation, high]: Margin laba bruto 6M 2026 sekitar 23,5% (USD 21.984.366 / USD 93.650.013), naik dari sekitar 11,2% pada 6M 2025 (USD 9.454.821 / USD 84.224.747).
  - Basis: Angka pendapatan dan laba bruto
  - Assumptions: Perhitungan langsung dari angka yang tersedia
- **Rasio utang terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas per 30 Juni 2026 sekitar 0,39 (USD 74.037.017 / USD 187.530.967).
  - Basis: Angka total liabilitas dan ekuitas
- **Kenaikan utang bank jangka panjang** [derived_calculation, medium]: Utang bank jangka panjang (OCBC NISP) meningkat sebesar USD 6.056.325, sama dengan penarikan Term Loan 1 selama periode berjalan, mengindikasikan penambahan utang terutama dari penarikan tersebut.
  - Basis: Saldo utang bank 34.105.216 vs 28.048.891; Penarikan Term Loan 1 6.056.325
  - Assumptions: Tidak ada pembayaran pokok atau penarikan lain yang signifikan
  - Caveats: Pembayaran pokok atau transaksi lain tidak diungkapkan
- **Rasio pembayaran dividen terhadap laba** [derived_calculation, medium]: Dividen kas USD 2.770.530 dibanding laba periode berjalan USD 2.448.859 (dari laporan perubahan ekuitas) menghasilkan rasio sekitar 113,1%, menunjukkan dividen melebihi laba periode berjalan.
  - Basis: Angka dividen dan laba dari laporan perubahan ekuitas
  - Assumptions: Dividen dibayarkan dari laba atau saldo laba ditahan
  - Caveats: Dividen dapat berasal dari saldo laba ditahan
- **Dampak akuisisi SR terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Akuisisi SR (perusahaan solar) dapat menambah pendapatan dari segmen energi terbarukan di masa depan, namun belum ada angka proyeksi atau kontribusi yang diungkapkan.
  - Basis: Perubahan nama menjadi PT Mitra Solar Radians dan pengendalian penuh oleh Grup
  - Assumptions: SR bergerak di bidang solar
  - Caveats: Tidak ada informasi kuantitatif mengenai pendapatan atau aset SR
- **Penyebab peningkatan aset tetap** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan aset tetap pada mesin, alat berat, dan CIP mengindikasikan ekspansi kapasitas produksi atau pembangunan infrastruktur, namun detail proyek tidak diungkapkan.
  - Basis: Catatan manajemen: peningkatan fixed asset disebabkan oleh peningkatan aset mesin, alat berat, CIP
  - Assumptions: Peningkatan mencerminkan investasi strategis
  - Caveats: Tidak ada rincian proyek, lokasi, atau nilai investasi spesifik
- **Dampak pelanggaran covenant MBP** [analyst_hypothesis, medium]: Jika waiver tidak diperoleh, MBP mungkin menghadapi percepatan pembayaran utang, yang dapat meningkatkan tekanan likuiditas jangka pendek.
  - Basis: MBP tidak memenuhi covenant dan belum ada waiver
  - Assumptions: Kreditur dapat menuntut pembayaran segera
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai langkah kreditur

### Risks / uncertainties

- MBP belum memperoleh waiver atas pelanggaran covenant, sehingga utang bank disajikan sebagai liabilitas lancar dan berisiko percepatan pembayaran.
- Rugi selisih kurs neto USD 2.816.123 untuk 6M 2026 dapat mempengaruhi kinerja keuangan.
- Bagian rugi dari ventura bersama MMSR sebesar USD 819.164 untuk 6M 2026 menunjukkan kinerja negatif.
- Konsentrasi pendapatan pada sejumlah kecil pelanggan (67,39% dari total pendapatan 6M 2026) meningkatkan risiko jika salah satu pelanggan utama mengurangi pembelian.
- Kewajiban DHE SDA yang lebih ketat (100% untuk nonmigas) dapat mempengaruhi fleksibilitas kas.
- Laporan keuangan interim tidak diaudit, hanya direviu, sehingga tingkat keyakinan lebih rendah dibandingkan audit.

### Items to monitor

- Akuisisi 27,5% saham SR oleh MME merupakan aksi korporasi yang dapat mempengaruhi struktur kepemilikan dan konsolidasi laporan keuangan.
- Perubahan nama entitas anak menjadi PT Mitra Solar Radians mengindikasikan fokus pada energi surya, namun belum ada rincian investasi.
- Pelanggaran covenant utang bank oleh MBP dapat mempengaruhi likuiditas dan potensi percepatan pembayaran.
- Proyek wood pellet yang hampir selesai (97%) dapat menjadi sumber pendapatan baru di masa depan.

---

## MITI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mitra Investindo Tbk (MITI) menyampaikan laporan keuangan interim konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, tidak diaudit namun telah direview terbatas oleh auditor independen tanpa pengecualian. Laporan menunjukkan penurunan pendapatan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, peningkatan aset eksplorasi dan evaluasi, serta adanya penerbitan saham baru melalui konversi uang muka setoran modal, pembentukan cadangan umum, distribusi dividen kas, dan penerimaan pinjaman bank baru. Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan pengurus, atau perubahan pengendali yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- Laporan keuangan interim untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026 tidak diaudit, dengan review terbatas oleh auditor; hasil review menyatakan tidak terdapat hal yang menyebabkan keyakinan bahwa laporan tidak disajikan secara wajar.
- Penerbitan saham biasa sebesar Rp10.489.555.000 (nilai nominal) dan tambahan modal disetor Rp49.317.719.536 melalui konversi uang muka setoran modal Rp59.807.274.536.
- Pembentukan cadangan umum sebesar Rp2.500.000.000 dan distribusi dividen kas sebesar Rp1.538.403.846 pada periode berjalan.
- Penerimaan pinjaman bank sebesar Rp10.000.000.000 dan pinjaman lainnya sebesar Rp7.096.299.000 pada periode berjalan.
- Fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan batas maksimum Rp10.000.000.000, bunga 10% per tahun, jatuh tempo diperpanjang hingga 27 Maret 2027.
- Utang bank jangka pendek meningkat dari Rp0 (31 Des 2025) menjadi Rp10.000.000.000 (30 Juni 2026).
- Aset eksplorasi dan evaluasi meningkat dari Rp5.397.486.191 (31 Des 2025) menjadi Rp9.099.608.125 (30 Juni 2026).
- Pendapatan dari dua pelanggan utama (PT Marina Logistics Sejahtera dan PT Posco Indonesia Jakarta Processing Center) mencapai Rp24.708.932.061 atau sekitar 23,7% dari total pendapatan.
- Emiten tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia; kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Key financial figures

- **Jumlah aset:** 584,222,113,611 (30 Juni 2026)
- **Jumlah aset:** 570,803,818,471 (31 Desember 2025)
- **Jumlah liabilitas:** 66,894,690,317 (30 Juni 2026)
- **Jumlah liabilitas:** 57,797,973,143 (30 Juni 2025)
- **Jumlah ekuitas:** 517,327,423,294 (30 Juni 2026)
- **Jumlah ekuitas:** 513,005,845,328 (30 Juni 2025)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 104,234,346,639 (30 Juni 2026)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 120,000,720,286 (30 Juni 2025)
- **Jumlah laba bruto:** 32,062,556,197 (30 Juni 2026)
- **Jumlah laba bruto:** 32,784,402,974 (30 Juni 2025)
- **Jumlah laba sebelum pajak penghasilan:** 7,889,555,829 (30 Juni 2026)
- **Jumlah laba sebelum pajak penghasilan:** 11,265,304,341 (30 Juni 2025)
- **Laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk:** 3,913,938,885 (30 Juni 2026)
- **Laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk:** 5,054,848,339 (30 Juni 2025)
- **Laba per saham dasar:** 1.04 (30 Juni 2026)
- **Laba per saham dasar:** 1.43 (30 Juni 2025)
- **Kas dan setara kas:** 239,195,403,081 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas:** 238,662,516,864 (31 Desember 2025)
- **Piutang usaha neto:** 59,176,498,273 (30 Juni 2026)
- **Piutang usaha neto:** 48,987,546,749 (31 Desember 2025)
- **Aset tetap (nilai tercatat):** 122,535,855,813 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap (nilai tercatat):** 127,578,495,390 (31 Desember 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -10,433,851,397 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 16,956,075,536 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Penerbitan saham biasa sebesar Rp10.489.555.000 (nilai nominal) dan tambahan modal disetor Rp49.317.719.536 melalui konversi uang muka setoran modal Rp59.807.274.536.
- Pembentukan cadangan umum sebesar Rp2.500.000.000.
- Distribusi dividen kas sebesar Rp1.538.403.846.

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar Rp1.385.729.090 pada periode 30 Juni 2026.
- Pembayaran untuk perolehan aset eksplorasi dan evaluasi sebesar Rp3.702.121.934 pada periode 30 Juni 2026.
- Penerimaan dari penjualan aset tetap sebesar Rp506.000.000 pada periode 30 Juni 2026.

### Capital structure

- Penerbitan saham biasa: nilai nominal Rp10.489.555.000, tambahan modal disetor Rp49.317.719.536, konversi uang muka setoran modal Rp59.807.274.536.
- Saldo saham biasa akhir periode: Rp241.526.330.150 (awal: Rp231.036.775.150).
- Saldo tambahan modal disetor akhir periode: Rp156.254.946.859 (awal: Rp106.937.227.323).
- Saldo uang muka setoran modal akhir periode: 0 (awal: Rp59.807.274.536).

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Analytical scenarios

- **Perubahan jumlah aset** [derived_calculation, high]: Jumlah aset meningkat sebesar Rp13,42 miliar dari Rp570,80 miliar menjadi Rp584,22 miliar, atau sekitar 2,35%.
  - Basis: Jumlah aset per 31 Desember 2025: Rp570,803,818,471; Jumlah aset per 30 Juni 2026: Rp584,222,113,611
- **Penurunan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk turun sebesar Rp1.140.909.454, dari Rp5.054.848.339 menjadi Rp3.913.938.885, atau sekitar 22,6%.
  - Basis: 5.054.848.339 - 3.913.938.885 = 1.140.909.454; 1.140.909.454 / 5.054.848.339 = 0,2257
- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan usaha turun sebesar Rp15.766.373.647, dari Rp120.000.720.286 menjadi Rp104.234.346.639, atau sekitar 13,1%.
  - Basis: 120.000.720.286 - 104.234.346.639 = 15.766.373.647; 15.766.373.647 / 120.000.720.286 = 0,1314
- **Potensi pendanaan untuk ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan utang bank jangka pendek dan aset eksplorasi dapat mengindikasikan pendanaan untuk ekspansi atau pengembangan usaha, namun belum ada konfirmasi resmi.
  - Basis: Utang bank jangka pendek naik dari 0 menjadi Rp10 miliar.; Aset eksplorasi dan evaluasi naik sekitar Rp3,70 miliar.
  - Assumptions: Kenaikan utang bank terkait dengan aktivitas eksplorasi.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan manajemen mengenai tujuan pinjaman.

### Risks / uncertainties

- Arus kas operasi negatif sebesar Rp10.433.851.397 pada periode berjalan, menunjukkan potensi tekanan likuiditas operasional.
- Ketergantungan pada pinjaman untuk mendanai operasi dan investasi dapat meningkatkan leverage keuangan.
- Kenaikan liabilitas jangka panjang yang signifikan (53,8%) dapat meningkatkan risiko likuiditas atau leverage, meskipun rincian komponen tidak diungkapkan.
- Konsentrasi pendapatan pada dua pelanggan utama (PT Marina Logistics Sejahtera dan PT Posco Indonesia Jakarta Processing Center) yang melebihi 10% total pendapatan.
- Beberapa anak perusahaan belum beroperasi, yang dapat mempengaruhi prospek konsolidasi.

### Items to monitor

- Penurunan pendapatan dan laba bersih yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap kinerja emiten.
- Penerbitan saham baru melalui konversi uang muka setoran modal menunjukkan perubahan struktur modal yang dapat mempengaruhi kepemilikan saham.
- Peningkatan utang bank jangka pendek dan aset eksplorasi dapat mengindikasikan aktivitas ekspansi yang memerlukan pendanaan tambahan.
- Arus kas operasi negatif dapat menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan emiten dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

---

## MTFN

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026 (tidak diaudit) kepada OJK dan BEI. Laporan ini merupakan pengumuman awal penyampaian laporan keuangan berkala, bukan koreksi atau pembatalan. Secara finansial, MTFN mencatat rugi bersih Rp12,50 miliar pada semester I 2026, memburuk dari laba Rp928,37 juta pada periode yang sama 2025. Total aset tercatat Rp386,59 miliar, total liabilitas Rp951,49 miliar, dan ekuitas negatif Rp564,91 miliar. Perusahaan tercatat di papan Pemantauan Khusus (Watchlist). Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau transaksi aset material yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- Penyampaian Laporan Keuangan Konsolidasian PT Capitalinc Investment Tbk dan entitas anak untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, tidak diaudit, melalui surat Ref. No. 065/CI/Dir/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026.
- Laporan keuangan disampaikan dalam bentuk XBRL melalui SPE-IDX.Net.
- Surat penyampaian ditandatangani oleh Rijal Fadjar Bamahry (Direktur Utama) dan Khaerudi (Direktur).
- Surat pernyataan direksi tentang tanggung jawab atas laporan keuangan ditandatangani pada 27 Agustus 2026 oleh Rizal Fadjar Bamahry (Direktur Utama) dan Khaerudin (Direktur).
- Perusahaan tercatat di papan Pemantauan Khusus (Watchlist).
- Seluruh aset tetap tidak diasuransikan.
- Pemasok utama Kangean Energy Indonesia, Ltd menyumbang 78% dari total pembelian semester I 2026.
- Utang usaha ke PT Lapindo Brantas per 30 Juni 2026: Rp427.092.107.213.

### Key financial figures

- **Total aset:** 386586897460 (2026-06-30)
- **Total liabilitas:** 951494375358 (2026-06-30)
- **Total ekuitas:** -564907477898 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 6011376588 (2026-06-30)
- **Piutang usaha pihak ketiga (neto):** 21376596226 (2026-06-30)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 433992502507 (2026-06-30)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 300611848954 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Jumlah laba (rugi):** -12498545001 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Jumlah laba rugi komprehensif:** -26183857096 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -7684046733 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -1219516237 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 4651396649 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Pendapatan dari produk Gas:** 265264147665 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Pendapatan dari produk CNG:** 35347701289 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Aset tetap (nilai buku):** 13265147473 (2026-06-30)
- **Aset dalam penyelesaian:** 8674368713 (2026-06-30)
- **Piutang usaha kotor:** 53395350466 (2026-06-30)
- **Penyisihan penurunan nilai piutang:** 32018754240 (2026-06-30)
- **Piutang usaha >90 hari:** 47565885898 (2026-06-30)
- **Utang usaha ke PT Lapindo Brantas:** 427092107213 (2026-06-30)
- **Pembayaran untuk perolehan aset tetap:** 1219516237 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Penerimaan pinjaman lainnya:** 4651396649 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap semester I 2026: Rp1.219.516.237, meningkat signifikan dari Rp26.790.781 pada periode pembanding.
- Aset dalam penyelesaian per 30 Juni 2026: Rp8.674.368.713, mengindikasikan proyek konstruksi atau pengembangan aset tetap yang belum selesai.
- Penambahan aset tetap dari entitas anak baru: Rp320.626.787 pada semester I 2026.

### Capital structure

- Saham biasa per 30 Juni 2026: Rp4.919.937.154.200 (tidak berubah dari 31 Desember 2025).
- Tambahan modal disetor: -Rp72.429.129.361 (tidak berubah).
- Komponen ekuitas lainnya: -Rp27.882.278.787 (per 30 Juni 2026), memburuk dari -Rp14.340.600.089 (per 31 Desember 2025).
- Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya: -Rp5.374.903.724.384 (per 30 Juni 2026).

### Listing / regulatory

- Jenis papan perdagangan tempat entitas tercatat: Pemantauan Khusus / Watchlist.

### Analytical scenarios

- **Rasio liabilitas terhadap aset** [derived_calculation, high]: Rasio total liabilitas terhadap total aset per 30 Juni 2026 adalah 951.494.375.358 / 386.586.897.460 = 2,46. Ini menunjukkan liabilitas jauh lebih besar daripada aset, mengindikasikan solvabilitas negatif.
  - Basis: Total liabilitas per 30 Juni 2026: Rp951.494.375.358; Total aset per 30 Juni 2026: Rp386.586.897.460
- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan meningkat sebesar Rp40.225.420.474 dari Rp260.386.428.480 (2025) menjadi Rp300.611.848.954 (2026), atau tumbuh sekitar 15,4%.
  - Basis: Pendapatan 2026: Rp300.611.848.954; Pendapatan 2025: Rp260.386.428.480
  - Assumptions: Pertumbuhan dihitung sebagai (Pendapatan 2026 - Pendapatan 2025) / Pendapatan 2025.
- **Kualitas piutang** [derived_calculation, high]: Porsi piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari sangat besar, mencapai sekitar 89% dari total piutang kotor (47.565.885.898 / 53.395.350.466). Rasio penyisihan terhadap piutang kotor meningkat dari sekitar 49% (31 Desember 2025) menjadi sekitar 60% (30 Juni 2026).
  - Basis: Piutang >90 hari: 47.565.885.898; Total piutang kotor: 53.395.350.466; Penyisihan per 30 Juni 2026: 32.018.754.240; Penyisihan per 31 Desember 2025: 30.092.895.030
  - Assumptions: Angka yang digunakan adalah angka yang tercantum pada dokumen.
- **Potensi risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, medium]: Ekuitas negatif yang besar dan rasio liabilitas terhadap aset yang tinggi (2,46) dapat mengindikasikan risiko kelangsungan usaha (going concern) yang signifikan. Namun, hal ini perlu diverifikasi dengan laporan arus kas, laba rugi, dan catatan manajemen.
  - Basis: Total ekuitas negatif per 30 Juni 2026: -Rp564.907.477.898; Rasio liabilitas terhadap aset: 2,46
  - Assumptions: Ekuitas negatif dan rasio utang yang tinggi sering dikaitkan dengan risiko keuangan.
  - Caveats: Belum ada informasi tentang rencana manajemen, dukungan pemegang saham, atau perjanjian kredit yang mungkin memitigasi risiko ini.

### Risks / uncertainties

- Ekuitas negatif yang signifikan (defisiensi modal) dapat memicu pelanggaran perjanjian utang atau persyaratan pencatatan.
- Arus kas operasi negatif dan penurunan kas yang signifikan (dari Rp9,69 miliar menjadi Rp6,01 miliar) dapat menimbulkan risiko likuiditas.
- Konsentrasi pendapatan pada sejumlah kecil pelanggan (empat pelanggan menyumbang 62% pendapatan) dan konsentrasi pemasok (Kangean Energy Indonesia, Ltd 78% pembelian).
- Tingginya proporsi piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari (sekitar 89% dari piutang kotor) dan peningkatan penyisihan penurunan nilai.
- Seluruh aset tetap tidak diasuransikan, meningkatkan risiko kerugian finansial jika terjadi bencana atau kerusakan.
- Status pencatatan di papan Pemantauan Khusus (Watchlist) dapat mengindikasikan risiko kepatuhan atau kinerja yang perlu dipantau.
- Laporan keuangan tidak diaudit, sehingga angka-angka di dalamnya belum diverifikasi oleh auditor independen.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan memburuk: rugi bersih Rp12,50 miliar pada semester I 2026, berbanding terbalik dengan laba Rp928,37 juta pada periode yang sama 2025.
- Ekuitas negatif yang signifikan dan rasio liabilitas terhadap aset yang tinggi (2,46) dapat mengindikasikan risiko kelangsungan usaha.
- Arus kas operasi negatif dan penurunan kas yang signifikan dapat menimbulkan risiko likuiditas.
- Konsentrasi pendapatan pada sejumlah kecil pelanggan dan pemasok utama dapat meningkatkan risiko bisnis.
- Status pencatatan di papan Pemantauan Khusus (Watchlist) dapat mengindikasikan risiko kepatuhan atau kinerja yang perlu dipantau.

---

## MTSM

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

PT Metro Realty Tbk (MTSM) menyampaikan koreksi atas Laporan Keuangan Interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 (unaudited). Perubahan utama mencakup penurunan total aset dan liabilitas, peningkatan ekuitas, penurunan kas yang signifikan, serta perbaikan kinerja dari rugi menjadi laba bersih. Terdapat perpindahan klasifikasi aset dari 'dimiliki untuk dijual' menjadi 'properti investasi' tanpa penjelasan rinci. Arus kas operasi negatif pada dua periode berturut-turut. Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus (Watchlist). Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang teridentifikasi.

### Material changes

- Total aset turun dari Rp45.695.971.904 (31 Des 2025) menjadi Rp42.330.128.010 (30 Juni 2026).
- Total liabilitas turun dari Rp17.505.831.308 (31 Des 2025) menjadi Rp13.471.560.260 (30 Juni 2026).
- Total ekuitas naik dari Rp28.190.140.596 (31 Des 2025) menjadi Rp28.858.567.750 (30 Juni 2026).
- Kas dan setara kas turun dari Rp6.048.892.532 (31 Des 2025) menjadi Rp2.071.907.772 (30 Juni 2026).
- Muncul properti investasi sebesar Rp10.478.992.439 pada 30 Juni 2026, sementara aset dimiliki untuk dijual sebesar Rp10.803.420.161 pada 31 Des 2025 hilang.
- Laba bersih periode berjalan Rp668.427.154, berbalik dari rugi Rp641.280.235 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Arus kas operasi negatif Rp2.352.334.086 pada 30 Juni 2026, lebih dalam dari negatif Rp1.950.141.830 pada 30 Juni 2025.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap meningkat signifikan dari Rp48.035.001 menjadi Rp519.568.675.
- Saldo laba (defisit) membaik dari -Rp32.897.589.985 menjadi -Rp32.229.831.258.

### Key financial figures

- **Jumlah aset:** 42,330,128,010 (30 Juni 2026)
- **Jumlah aset:** 45,695,971,904 (31 Desember 2025)
- **Jumlah liabilitas:** 13,471,560,260 (30 Juni 2026)
- **Jumlah liabilitas:** 17,505,831,308 (31 Desember 2025)
- **Jumlah ekuitas:** 28,858,567,750 (30 Juni 2026)
- **Jumlah ekuitas:** 28,190,140,596 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas:** 2,071,907,772 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas:** 6,048,892,532 (31 Desember 2025)
- **Properti investasi:** 10,478,992,439 (30 Juni 2026)
- **Aset dimiliki untuk dijual:** 10,803,420,161 (31 Desember 2025)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 15,293,820,471 (30 Juni 2026)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 15,218,504,351 (30 Juni 2025)
- **Jumlah laba bruto:** 4,724,952,969 (30 Juni 2026)
- **Jumlah laba bruto:** 3,685,490,647 (30 Juni 2025)
- **Jumlah laba (rugi) sebelum pajak penghasilan:** 1,332,149,692 (30 Juni 2026)
- **Jumlah laba (rugi) sebelum pajak penghasilan:** 334,282,004 (30 Juni 2025)
- **Jumlah laba (rugi):** 668,427,154 (30 Juni 2026)
- **Jumlah laba (rugi):** -641,280,235 (30 Juni 2025)
- **Laba (rugi) per saham dasar:** 2.87 (30 Juni 2026)
- **Laba (rugi) per saham dasar:** -2.75 (30 Juni 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -2,352,334,086 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -1,950,141,830 (30 Juni 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -1,624,650,675 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -48,035,001 (30 Juni 2025)
- **Pembayaran untuk perolehan aset tetap:** 519,568,675 (30 Juni 2026)
- **Pembayaran untuk perolehan aset tetap:** 48,035,001 (30 Juni 2025)
- **Saham biasa:** 58,212,000,000 (30 Juni 2026)
- **Tambahan modal disetor:** 2,868,000,000 (30 Juni 2026)
- **Saldo laba (defisit):** -32,229,831,258 (30 Juni 2026)
- **Saldo laba (defisit):** -32,897,589,985 (31 Desember 2025)

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar Rp519.568.675 pada 30 Juni 2026, meningkat signifikan dibanding Rp48.035.001 pada periode sebelumnya. Rincian proyek, lokasi, dan sumber dana tidak tersedia.
- Pencairan aset keuangan biaya perolehan diamortisasi sebesar Rp1.105.082.000 pada 30 Juni 2026.

### Capital structure

- Saham biasa dan tambahan modal disetor tidak berubah antara 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
- Saldo laba (defisit) membaik dari -32,897,589,985 menjadi -32,229,831,258.

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus (Watchlist).
- Laporan keuangan tidak diaudit.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Analytical scenarios

- **Perbaikan laba** [explicit_fact, high]: Emiten mencatat laba bersih Rp668,43 juta pada semester I 2026, berbalik dari rugi Rp641,28 juta pada semester I 2025. Laba sebelum pajak naik dari Rp334,28 juta menjadi Rp1,33 miliar.
  - Basis: Laba bersih 30 Juni 2026: Rp668.427.154; Laba bersih 30 Juni 2025: -Rp641.280.235; Laba sebelum pajak 30 Juni 2026: Rp1.332.149.692; Laba sebelum pajak 30 Juni 2025: Rp334.282.004
- **Arus kas operasi negatif** [explicit_fact, high]: Arus kas bersih dari aktivitas operasi negatif Rp2,35 miliar pada semester I 2026, lebih dalam dari negatif Rp1,95 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penerimaan dari pelanggan turun, sementara pembayaran kepada pemasok dan gaji naik.
  - Basis: Arus kas operasi 30 Juni 2026: -Rp2.352.334.086; Arus kas operasi 30 Juni 2025: -Rp1.950.141.830; Penerimaan pelanggan 2026: Rp12.911.630.696 vs 2025: Rp15.144.524.854; Pembayaran pemasok 2026: Rp13.054.670.099 vs 2025: Rp12.732.788.300; Pembayaran gaji 2026: Rp2.022.963.381 vs 2025: Rp1.512.570.800
- **Perubahan kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas turun sebesar Rp3.976.984.760 dari 31 Desember 2025 ke 30 Juni 2026.
  - Basis: Kas 30 Juni 2026: 2,071,907,772; Kas 31 Desember 2025: 6,048,892,532
  - Assumptions: Angka yang digunakan adalah angka yang tertera pada laporan posisi keuangan.
  - Caveats: Perhitungan sederhana berdasarkan data yang tersedia.
- **Perubahan aset tidak lancar** [derived_calculation, high]: Aset tidak lancar meningkat sebesar Rp10.452.021.140 dari 31 Desember 2025 ke 30 Juni 2026.
  - Basis: Aset tidak lancar 30 Juni 2026: 31,058,508,775; Aset tidak lancar 31 Desember 2025: 20,606,487,635
  - Assumptions: Angka yang digunakan adalah angka yang tertera pada laporan posisi keuangan.
  - Caveats: Perhitungan sederhana berdasarkan data yang tersedia.
- **Perubahan liabilitas** [derived_calculation, high]: Total liabilitas menurun sebesar Rp4.034.271.048 dari 31 Desember 2025 ke 30 Juni 2026.
  - Basis: Total liabilitas 30 Juni 2026: 13,471,560,260; Total liabilitas 31 Desember 2025: 17,505,831,308
  - Assumptions: Angka yang digunakan adalah angka yang tertera pada laporan posisi keuangan.
  - Caveats: Perhitungan sederhana berdasarkan data yang tersedia.
- **Perubahan ekuitas** [derived_calculation, high]: Peningkatan ekuitas dari awal ke akhir periode 30 Juni 2026 adalah Rp668.427.154, sama dengan laba bersih yang dilaporkan.
  - Basis: Posisi ekuitas awal periode 2026: 28,190,140,596; Posisi ekuitas akhir periode 2026: 28,858,567,750; Jumlah laba (rugi) 2026: 668,427,154
  - Assumptions: Tidak ada transaksi ekuitas lain yang mempengaruhi ekuitas selain laba bersih.
  - Caveats: Berdasarkan data yang tersedia.
- **Margin laba bruto** [derived_calculation, high]: Margin laba bruto periode berjalan sekitar 30,9% (Rp4.724.952.969 / Rp15.293.820.471), naik dari sekitar 24,2% pada periode sebelumnya (Rp3.685.490.647 / Rp15.218.504.351).
  - Basis: Laba bruto dan pendapatan usaha dari laporan laba rugi.
  - Assumptions: Margin dihitung sebagai laba bruto dibagi pendapatan usaha.
- **Peningkatan belanja aset tetap** [derived_calculation, high]: Pembayaran untuk perolehan aset tetap tahun berjalan Rp519.568.675, meningkat sekitar 10,8 kali lipat dibanding tahun sebelumnya Rp48.035.001.
  - Basis: Pembayaran untuk perolehan aset tetap tahun berjalan dan tahun sebelumnya.
- **Beban depresiasi periode berjalan** [derived_calculation, high]: Beban depresiasi selama periode berjalan (6 bulan) diperkirakan sebesar Rp546.539.973, selisih akumulasi depresiasi antara 31 Desember 2025 dan 30 Juni 2026.
  - Basis: Akumulasi depresiasi per 2025-12-31: 36.255.595.407; Akumulasi depresiasi per 2026-06-30: 36.802.135.380
  - Assumptions: Tidak ada pengurangan aset tetap yang mempengaruhi akumulasi depresiasi.
- **Peningkatan aset tidak lancar** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan signifikan aset tidak lancar (sekitar Rp10,45 miliar) mungkin terkait dengan reklasifikasi aset dari lancar ke tidak lancar, seperti aset real estat yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, atau investasi baru.
  - Basis: Aset tidak lancar meningkat dari 20,606,487,635 menjadi 31,058,508,775.; Aset tidak lancar atau kelompok lepasan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sebesar 10,803,420,161 pada 30 Juni 2026.
  - Assumptions: Peningkatan aset tidak lancar sebagian besar berasal dari reklasifikasi aset lancar.
  - Caveats: Belum ada penjelasan rinci dalam dokumen ini mengenai penyebab peningkatan tersebut.
- **Arus kas negatif** [analyst_hypothesis, medium]: Arus kas operasi negatif pada 2026 dan 2025 menunjukkan bahwa operasi perusahaan belum menghasilkan kas positif, yang mungkin memerlukan pendanaan eksternal atau penggunaan kas yang ada.
  - Basis: Arus kas bersih dari aktivitas operasi 2026: (2,352,334,086); Arus kas bersih dari aktivitas operasi 2025: (1,950,141,830)
  - Assumptions: Arus kas negatif berkelanjutan dapat menjadi perhatian likuiditas.
  - Caveats: Hanya berdasarkan data arus kas operasi; perlu melihat posisi kas dan pendanaan lain.
- **Kemungkinan pengalihan aset dari dimiliki untuk dijual menjadi properti investasi** [analyst_hypothesis, medium]: Aset dimiliki untuk dijual sebesar Rp10.803.420.161 pada periode sebelumnya hilang, sementara properti investasi muncul sebesar Rp10.478.992.439. Ini mengindikasikan kemungkinan aset yang sama dipindahkan klasifikasinya, namun tidak ada penjelasan resmi.
  - Basis: Aset dimiliki untuk dijual pada periode sebelumnya Rp10.803.420.161, kosong pada periode berjalan.; Properti investasi pada periode berjalan Rp10.478.992.439, kosong pada periode sebelumnya.
  - Assumptions: Asumsi bahwa aset yang sama dipindahkan klasifikasinya, karena angka yang mendekati.
  - Caveats: Tidak ada narasi atau catatan yang menjelaskan transaksi atau reklasifikasi.; Perbedaan angka sekitar Rp324.427.722 mungkin karena komponen lain.
- **Potensi tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Arus kas operasi negatif dan tidak ada aktivitas pendanaan yang tercatat dapat mengindikasikan potensi tekanan likuiditas, namun hal ini belum dapat dikonfirmasi karena tidak ada informasi mengenai saldo kas atau fasilitas kredit yang tersedia.
  - Basis: Arus kas operasi negatif; Tidak ada arus kas pendanaan
  - Assumptions: Tidak ada sumber pendanaan lain yang tidak tercatat
  - Caveats: Data hanya dari laporan arus kas, tidak ada neraca atau catatan atas laporan keuangan

### Risks / uncertainties

- Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus (Watchlist), yang mengindikasikan adanya perhatian khusus dari bursa.
- Laporan keuangan tidak diaudit, sehingga angka-angka belum diverifikasi oleh auditor independen.
- Arus kas operasi negatif pada dua periode berturut-turut dapat mengindikasikan risiko likuiditas.
- Nilai utang bank jangka panjang dan pendek tidak tercantum, sehingga tidak dapat dinilai tingkat leverage atau risiko likuiditas.
- Penurunan kas dan setara kas yang signifikan dapat menimbulkan risiko likuiditas, namun tidak ada informasi mengenai kemampuan membayar kewajiban jangka pendek.
- Perubahan klasifikasi aset dari dimiliki untuk dijual menjadi properti investasi tanpa penjelasan dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai niat manajemen dan penilaian aset.
- Saldo laba negatif yang besar (defisit) menunjukkan akumulasi kerugian, meskipun membaik sedikit.
- Angka aset tetap per 31 Desember 2025 (Rp1,09 miliar) tidak konsisten dengan angka per 30 Juni 2026 (Rp35,16 miliar) pada bagian 4, memerlukan klarifikasi.

### Items to monitor

- Rincian dan tujuan reklasifikasi aset dari 'dimiliki untuk dijual' menjadi 'properti investasi'.
- Sumber dana dan rincian belanja aset tetap Rp519.568.675.
- Nilai nominal, suku bunga, dan jatuh tempo utang bank jangka pendek dan panjang.
- Kemampuan emiten untuk memperbaiki arus kas operasi yang negatif.
- Status papan Pemantauan Khusus dan potensi sanksi atau delisting.
- Klarifikasi inkonsistensi angka aset tetap antara 31 Desember 2025 dan 30 Juni 2026.
- Rincian anak perusahaan dan transaksi pihak berelasi.

---

## MUTU

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 27-31 Agustus 2026, MUTU mengumumkan hasil RUPSLB yang diselenggarakan 24 Agustus 2026, mencakup perubahan Anggaran Dasar (penambahan jabatan Wakil Presiden Direktur) dan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Perubahan ini penting karena memperbarui struktur kepemimpinan dan tata kelola perusahaan, termasuk penunjukan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Presiden Komisaris dan Roestiandi Tsamanov sebagai Wakil Presiden Direktur. Selain itu, susunan Komite Nominasi dan Remunerasi juga diubah efektif 26 Agustus 2026. Tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, buyback, atau transaksi aset yang diumumkan.

### Material changes

- Perubahan Anggaran Dasar: penambahan jabatan Wakil Presiden Direktur (Pasal 11 ayat 2) dan pengaturan penggantian sementara Presiden Direktur (Pasal 12 ayat 7).
- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, efektif sejak penutupan RUPSLB 24 Agustus 2026.
- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi, efektif 26 Agustus 2026.

### Corporate actions

- Perubahan Anggaran Dasar (penambahan jabatan Wakil Presiden Direktur)
- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi

### Management / control changes

- Sandiaga Salahuddin Uno diangkat sebagai Presiden Komisaris (baru)
- Mohamad Indra Permana diangkat sebagai Komisaris (baru, sebelumnya Presiden Komisaris)
- Roestiandi Tsamanov diangkat sebagai Wakil Presiden Direktur (jabatan baru)
- Gati Wibawaningsih diangkat kembali sebagai Komisaris Independen
- Arifin Lambaga diangkat kembali sebagai Presiden Direktur
- Sumarna, Irham Budiman, Herliana Dewi diangkat kembali sebagai Direktur
- Komite Nominasi dan Remunerasi: Gati Wibawaningsih (Ketua), Sandiaga Salahuddin Uno (Anggota), Mohamad Indra Permana (Anggota)

### Capital structure

- Total saham yang dikeluarkan: 3.452.228.885 saham.
- Saham hadir dalam RUPSLB: 2.560.899.601 saham (74,18%).
- PT Sentra Mutu Handal memiliki 990.000.000 saham.
- PT Baruna Bina Utama memiliki 880.000.000 saham.
- PT Afda Ekselensi Lintas Dunia memiliki 230.000.000 saham.
- Masyarakat memiliki 460.899.601 saham.

### Listing / regulatory

- Penyampaian ringkasan risalah RUPSLB kepada OJK dan BEI sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020.
- Perubahan Anggaran Dasar akan dilaporkan ke Menteri Hukum RI.
- Pemenuhan ketentuan POJK 34/2014 untuk Komite Nominasi dan Remunerasi.
- Penyampaian bukti iklan ringkasan risalah RUPSLB kepada OJK dan BEI.

### Analytical scenarios

- **Perubahan susunan pengurus** [explicit_fact, high]: RUPSLB 24 Agustus 2026 menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, dengan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Presiden Komisaris, Roestiandi Tsamanov sebagai Wakil Presiden Direktur, dan lainnya.
  - Basis: Ringkasan risalah RUPSLB
- **Perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi** [explicit_fact, high]: Susunan komite baru efektif 26 Agustus 2026, dengan Gati Wibawaningsih sebagai Ketua, Sandiaga Salahuddin Uno dan Mohamad Indra Permana sebagai Anggota.
  - Basis: Pengumuman perubahan komite
- **Persentase kepemilikan pemegang saham utama** [derived_calculation, medium]: PT Sentra Mutu Handal: 990.000.000 / 3.452.228.885 = 28,68%. PT Baruna Bina Utama: 880.000.000 / 3.452.228.885 = 25,49%. PT Afda Ekselensi Lintas Dunia: 230.000.000 / 3.452.228.885 = 6,66%. Masyarakat: 460.899.601 / 3.452.228.885 = 13,35%.
  - Basis: Jumlah saham masing-masing pihak dan total saham dari ringkasan risalah RUPSLB
  - Assumptions: Tidak ada pemegang saham lain selain yang disebutkan.
  - Caveats: Mungkin ada pemegang saham lain yang tidak disebutkan.
- **Total saham yang diwakili pemegang saham utama** [derived_calculation, high]: Total saham yang disebutkan: 990.000.000 + 880.000.000 + 230.000.000 + 460.899.601 = 2.560.899.601 saham, sesuai dengan jumlah saham hadir.
  - Basis: Jumlah saham masing-masing pihak dan jumlah saham hadir dari ringkasan risalah RUPSLB
- **Motivasi perubahan AD** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan jabatan Wakil Presiden Direktur dan perubahan Pasal 12 ayat (7) kemungkinan bertujuan memperkuat tata kelola dan kesinambungan kepemimpinan, terutama jika Presiden Direktur berhalangan.
  - Basis: Perubahan AD menambahkan posisi Wakil Presiden Direktur dan mengatur penggantian sementara Presiden Direktur.
  - Assumptions: Perubahan ini merupakan langkah penguatan struktur organisasi.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai motivasi dalam dokumen.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen bukti iklan tidak menyebutkan agenda spesifik, tetapi karena RUPSLB, kemungkinan agenda terkait aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar atau penggantian pengurus. Belum ada konfirmasi.
  - Basis: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa, tetapi tidak ada rincian dalam dokumen.
  - Assumptions: Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data eksplisit; hanya berdasarkan praktik umum.

### Risks / uncertainties

- Perubahan Anggaran Dasar masih memerlukan persetujuan Menteri Hukum RI; efektivitas perubahan AD bergantung pada proses tersebut.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan pengurus terhadap strategi bisnis atau kinerja keuangan.
- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan komite atau apakah perubahan ini terkait dengan perubahan pengurus atau pengendali lainnya.
- Agenda dan keputusan RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen bukti iklan.

### Items to monitor

- Persetujuan Menteri Hukum RI atas perubahan Anggaran Dasar.
- Keputusan RUPSLB yang mungkin diumumkan lebih lanjut.
- Dampak perubahan pengurus terhadap strategi bisnis dan kinerja keuangan.
- Perubahan susunan komite lain atau tata kelola.

---

## MYOH

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

Samindo Resources Tbk (MYOH) menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, yang ditelaah secara terbatas dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto Rekan. Laporan ini menunjukkan penurunan total aset, liabilitas, dan ekuitas dibandingkan posisi 31 Desember 2025, serta penurunan laba bersih meskipun pendapatan meningkat. Terdapat beberapa perubahan signifikan dalam struktur aset dan liabilitas, termasuk munculnya properti investasi dan utang bank baru, serta pendirian dua anak perusahaan baru. Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, atau merger yang diumumkan dalam laporan ini.

### Material changes

- Laporan keuangan interim untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026 disampaikan dengan surat SRT/CORSEC/2026/08/069, ditelaah secara terbatas dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto Rekan.
- Mata uang pelaporan USD dengan kurs konversi 17,899.00 IDR/USD; emiten tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Total aset konsolidasian per 30 Juni 2026 adalah USD 216,496,469; kas dan setara kas USD 66,593,467; aset tetap USD 40,453,310.
- Dua anak perusahaan baru didirikan pada 2026: PT Sentra Terra Indonesia (aset 15,083,002) dan PT Samudra Tara Indonesia (aset 1,117,453), keduanya berkedudukan di Jakarta Selatan.
- Laba bersih periode berjalan turun dari 8,776,704 (2025) menjadi 8,035,132 (2026); laba diatribusikan ke entitas induk 7,981,121.
- Dividen kas dibagikan sebesar 8,008,914 kepada pemilik entitas induk dan 15,250 kepada kepentingan non-pengendali.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi 14,903,487 (2026) turun dari 22,914,749 (2025); arus kas investasi -4,336,781; arus kas pendanaan -11,253,315.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap 6,601,525 dan properti investasi 13,474,339 pada semester pertama 2026.
- Pendapatan dari pihak yang melebihi 10% total pendapatan: 70,549,296 (30 Juni 2026) dan 62,996,920 (30 Juni 2025).
- Utang bank jangka panjang (kotor dan bersih) per 30 Juni 2026 adalah 2,239,015, dengan bagian lancar 790,252 dan bagian jangka panjang 1,448,763.
- Nilai perolehan aset tetap per 30 Juni 2026: Rp225,571,641 ribu; aset hak guna Rp7,712,922 ribu; aset dalam penyelesaian Rp2,820,584 ribu.
- Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, stock split, merger, akuisisi, atau perubahan pengurus yang disebutkan.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Key financial figures

- **Jumlah aset:** 216,496,469 (30 June 2026)
- **Jumlah aset:** 225,848,507 (31 December 2025)
- **Kas dan setara kas:** 66,593,467 (30 June 2026)
- **Kas dan setara kas:** 69,553,329 (31 December 2025)
- **Aset tetap:** 40,453,310 (30 June 2026)
- **Aset tetap:** 42,826,138 (31 December 2025)
- **Jumlah liabilitas:** 38,970,005 (30 June 2026)
- **Jumlah liabilitas:** 44,419,183 (30 June 2025)
- **Jumlah ekuitas:** 177,526,464 (30 June 2026)
- **Jumlah ekuitas:** 181,429,324 (30 June 2025)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 83,992,405 (30 June 2026)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 79,571,630 (30 June 2025)
- **Jumlah laba (rugi):** 8,035,132 (30 June 2026)
- **Jumlah laba (rugi):** 8,776,704 (30 June 2025)
- **Laba (rugi) yang dapat diatribusikan ke entitas induk:** 7,981,121 (30 June 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 14,903,487 (30 June 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 22,914,749 (30 June 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -4,336,781 (30 June 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** -11,253,315 (30 June 2026)
- **Pendapatan dari pihak >10%:** 70,549,296 (30 June 2026)
- **Utang bank jangka panjang (kotor):** 2,239,015 (30 June 2026)
- **Nilai perolehan aset tetap:** 225,571,641 (30 June 2026)
- **Nilai perolehan aset hak guna:** 7,712,922 (30 June 2026)
- **Nilai perolehan aset dalam penyelesaian:** 2,820,584 (30 June 2026)

### Corporate actions

- Pembayaran dividen kas: total 8,019,631 (periode 30 Juni 2026), dengan 8,008,920 untuk pemilik entitas induk dan 10,711 untuk kepentingan non-pengendali.
- Penerimaan dari pelepasan entitas anak sebesar 2 (satuan tidak jelas) pada arus kas investasi, mengindikasikan adanya pelepasan entitas anak, namun nilainya tidak material.
- Pembayaran untuk perolehan kepentingan non-pengendali sebesar 15,250, menunjukkan transaksi perubahan kepemilikan pada entitas anak.
- Tidak ada aktivitas penerbitan saham baru, rights issue, private placement, saham bonus, atau stock split pada periode berjalan.

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar 6,601,525 (30 Juni 2026) menunjukkan belanja modal pada aset tetap.
- Pembayaran untuk perolehan properti investasi sebesar 13,474,339 (30 Juni 2026) menunjukkan investasi pada properti.
- Pembayaran untuk perolehan aset takberwujud sebesar 185,000 (30 Juni 2026).
- Penambahan aset tetap sebesar Rp8,069,248 ribu (nilai perolehan) selama periode berjalan, termasuk penambahan aset dalam penyelesaian Rp6,916,917 ribu.
- Reklasifikasi aset dalam penyelesaian ke aset tetap sebesar Rp5,281,332 ribu, menunjukkan penyelesaian proyek konstruksi.

### Capital structure

- Saham biasa: 48,352,110 (tidak berubah dari awal periode)
- Tambahan modal disetor: 12,618,152 (tidak berubah dari awal periode)
- Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya: 137,416,905 (turun dari 137,444,698)
- Cadangan selisih kurs penjabaran: (34,580,928) (turun dari (30,919,010))

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan ditelaah secara terbatas, opini Wajar Tanpa Modifikasian.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Analytical scenarios

- **Penurunan total aset** [explicit_fact, high]: Total aset turun dari USD 225,848,507 (31 Des 2025) menjadi USD 216,496,469 (30 Jun 2026).
- **Anak perusahaan baru** [explicit_fact, high]: Dua anak perusahaan baru didirikan pada 2026: PT Sentra Terra Indonesia dan PT Samudra Tara Indonesia, keduanya berkedudukan di Jakarta Selatan.
- **Penurunan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih turun dari 8,776,704 menjadi 8,035,132, penurunan sebesar 741,572 atau sekitar 8.45%.
  - Basis: 8,776,704 - 8,035,132 = 741,572; 741,572 / 8,776,704 ≈ 8.45%
- **Margin laba bersih** [derived_calculation, high]: Margin laba bersih periode berjalan adalah sekitar 9.57% (8,035,132 / 83,992,405).
  - Basis: 8,035,132 / 83,992,405 ≈ 0.0957
- **Penyebab penurunan laba** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan laba bersih kemungkinan disebabkan oleh kerugian selisih kurs yang lebih besar (3,397,203 vs 90,010) dan kenaikan beban pajak, meskipun pendapatan naik.
  - Basis: Kerugian selisih kurs naik signifikan; Beban pajak naik dari 2,304,192 menjadi 2,911,113
  - Assumptions: Faktor lain dianggap konstan
  - Caveats: Analisis ini tidak mempertimbangkan komponen lain seperti pendapatan komprehensif atau item non-operasional lainnya
- **Risiko konsentrasi pelanggan** [analyst_hypothesis, medium]: Konsentrasi pendapatan yang sangat tinggi pada satu pihak (sekitar 84%) dapat menimbulkan risiko ketergantungan yang signifikan, namun tidak ada informasi mengenai kontrak atau keberlanjutan hubungan.
  - Basis: Pendapatan pihak >10%: 70,549,296; Total pendapatan: 83,992,405
  - Assumptions: Pihak 1 pada bagian >10% adalah pelanggan yang sama dengan pihak ketiga 1.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang kontrak atau diversifikasi pelanggan.

### Risks / uncertainties

- Kerugian selisih kurs yang signifikan (3,397,203) dapat mempengaruhi profitabilitas di masa depan.
- Cadangan selisih kurs penjabaran negatif yang membesar menunjukkan eksposur fluktuasi mata uang asing.
- Arus kas operasi menurun dari 22,914,749 (2025) menjadi 14,903,487 (2026), penurunan sekitar 35%, yang mungkin mempengaruhi likuiditas.
- Konsentrasi pendapatan pada satu pelanggan (pihak 1) yang melebihi 10% total pendapatan, mencapai sekitar 84%, dapat menimbulkan risiko ketergantungan pendapatan.
- Piutang usaha yang telah jatuh tempo mencapai sekitar 39% dari total piutang, menunjukkan potensi risiko keterlambatan pembayaran.
- Banyak bagian pengungkapan yang kosong, seperti sukuk, utang usaha, dan rincian pihak berelasi, sehingga informasi tidak lengkap.

### Items to monitor

- Penurunan laba bersih dan arus kas operasi dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap profitabilitas dan likuiditas.
- Kemunculan utang bank baru dan properti investasi menunjukkan perubahan struktur modal dan ekspansi aset yang perlu dipantau.
- Pendirian dua anak perusahaan baru dapat menjadi sinyal diversifikasi atau ekspansi usaha.
- Konsentrasi pendapatan pada satu pelanggan utama merupakan risiko yang perlu diperhatikan investor.

---

## NAIK

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan tidak ada rencana pemegang saham utama untuk mengubah kepemilikan sahamnya.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-11039/BEI.PP3/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal (POJK 31/POJK.04/2015).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga Efek (Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu (POJK 4 Tahun 2024).
- Perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan.
- Berdasarkan informasi dari pemegang saham utama, tidak terdapat rencana untuk mengubah kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat ditandatangani oleh Yana Maryanah, Direktur Keuangan & Corporate Secretary, pada 28 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek (surat S-11039/BEI.PP3/08-2026)

### Analytical scenarios

- **Tidak ada aksi korporasi direncanakan** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat...'
- **Tidak ada informasi material baru** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau harga saham, serta tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, dan 5: 'Perseroan tidak mengetahui...' dan 'tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material...'
- **Tidak ada rencana perubahan kepemilikan oleh pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Berdasarkan informasi dari pemegang saham utama, tidak terdapat rencana untuk mengubah kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Berdasarkan informasi dari pemegang saham, tidak terdapat rencana pemegang saham utama untuk mengubah kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
- **Volatilitas transaksi tanpa penyebab yang jelas** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi, Perseroan tidak menyebutkan penyebab spesifik. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa volatilitas mungkin disebabkan oleh faktor pasar atau aktivitas perdagangan yang tidak terkait dengan informasi material dari emiten.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek, namun jawaban Perseroan tidak menyebutkan penyebab spesifik.
  - Assumptions: Volatilitas yang dimaksud BEI mungkin terjadi pada periode sekitar tanggal surat.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen untuk analisis lebih lanjut.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya; jawaban bersifat negatif (tidak ada informasi material).
- Pernyataan 'tidak mengetahui' dapat berarti belum ada konfirmasi lebih lanjut atau informasi belum tersedia.

---

## NICE

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 27–31 Agustus 2026, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) mengumumkan dua hal terkait RUPSLB 26 Agustus 2026: (1) perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, dan (2) perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025. Perubahan ini penting karena mengubah komposisi manajemen puncak dan dasar kegiatan usaha, meskipun emiten menyatakan tidak berdampak material pada operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha. RUPS dihadiri 89,67% saham, menunjukkan dukungan pemegang saham yang kuat.

### Material changes

- Perubahan susunan Direksi: pemberhentian 3 direktur lama (KOOKHYUN CHAE, SEUNGYEON LEE, NIWAT BOONYAD) dan pengangkatan 3 direktur baru (JEONGWOO LEE, SUHAN KIM, KASIDIS NIAMSIRI).
- Perubahan susunan Dewan Komisaris: Komisaris Utama Sang Moo Lee, Komisaris Independen Pintarso Adijanto, Komisaris Stevano Rizki Adranacus.
- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025, bukan perubahan kegiatan usaha (POJK 17/2020).

### Corporate actions

- Perubahan susunan Direksi (pemberhentian dan pengangkatan)
- Perubahan Anggaran Dasar Pasal 3 (penyesuaian KBLI 2025)

### Management / control changes

- Pemberhentian tiga direktur: KOOKHYUN CHAE, SEUNGYEON LEE, NIWAT BOONYAD
- Pengangkatan tiga direktur baru: JEONGWOO LEE, SUHAN KIM, KASIDIS NIAMSIRI
- Susunan Direksi baru: Direktur Utama Chang Pyo Hong, Wakil Direktur Utama Jungchul Shin, Direktur Jeongwoo Lee, Choi Min, Suhan Kim, Yeon Ho Choi, Soomin Lee, Kasidis Niamsiri
- Susunan Dewan Komisaris: Komisaris Utama Sang Moo Lee, Komisaris Independen Pintarso Adijanto, Komisaris Stevano Rizki Adranacus

### Listing / regulatory

- Pelaporan berdasarkan POJK No. 31/POJK.04.2015
- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025, bukan perubahan kegiatan usaha (POJK 17/2020)

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPS** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri 5.453.544.900 saham atau 89,67% dari total saham dengan hak suara sah, memenuhi kuorum.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 5.453.544.900 saham atau 89,67%'
- **Total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham hadir 5.453.544.900 dan persentase 89,67%, total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 6.081.000.000 saham (5.453.544.900 / 0,8967).
  - Basis: 5.453.544.900 / 0,8967 = 6.081.000.000 (pembulatan)
  - Assumptions: Persentase 89,67% dihitung dari total saham dengan hak suara sah yang sama dengan total saham beredar.
  - Caveats: Pembulatan dapat menyebabkan selisih kecil; total saham tidak dinyatakan eksplisit.
- **Hasil voting Agenda 1** [explicit_fact, high]: Agenda 1 disetujui dengan 99,999% suara setuju, 0% tidak setuju, dan 0,001% abstain (200 suara).
  - Basis: Tabel voting Agenda 1: Setuju 99,999%, Tidak Setuju 0%, Abstain 0,001% (200 suara)
- **Hasil voting Agenda 2** [explicit_fact, high]: Agenda 2 disetujui dengan 100% suara setuju, 0% tidak setuju, 0% abstain.
  - Basis: Tabel voting Agenda 2: Setuju 100%, Tidak Setuju 0%, Abstain 0%
- **Perubahan susunan Direksi** [explicit_fact, high]: RUPSLB menetapkan susunan Direksi baru: Direktur Utama Chang Pyo Hong, Wakil Direktur Utama Jungchul Shin, Direktur Jeongwoo Lee, Choi Min, Suhan Kim, Yeon Ho Choi, Soomin Lee, Kasidis Niamsiri.
  - Basis: Susunan Direksi tercantum pada halaman 2 dokumen lampiran
- **Perubahan susunan Dewan Komisaris** [explicit_fact, high]: Susunan Dewan Komisaris baru: Komisaris Utama Sang Moo Lee, Komisaris Independen Pintarso Adijanto, Komisaris Stevano Rizki Adranacus.
  - Basis: Susunan Dewan Komisaris tercantum pada halaman 3 dokumen lampiran
- **Dampak perubahan** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak dari perubahan ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Poin 4 pada halaman 3: 'Tidak ada'
- **Potensi arah strategis** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan direksi yang melibatkan banyak nama baru (kemungkinan besar warga negara asing) dapat mengindikasikan perubahan arah strategis atau penguatan manajemen, namun tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen.
  - Basis: Nama-nama direksi baru yang tercantum
  - Assumptions: Nama-nama tersebut adalah orang yang berbeda dari sebelumnya (tidak ada data pembanding)
  - Caveats: Tidak ada perbandingan dengan susunan lama, sehingga tidak dapat dipastikan siapa yang baru atau lama
- **Alasan perubahan direksi** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan direksi yang cepat (beberapa direktur baru diangkat) mungkin terkait dengan strategi perusahaan atau kepatuhan terhadap regulasi, namun tidak ada alasan eksplisit yang diberikan dalam dokumen.
  - Basis: Tiga direktur diberhentikan dan tiga direktur baru diangkat dalam RUPSLB yang sama
  - Assumptions: Perubahan tersebut mungkin didorong oleh kebutuhan bisnis atau kepatuhan, tetapi tidak dijelaskan.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai alasan pemberhentian atau pengangkatan.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan direksi tidak tersedia, sehingga tidak dapat dipastikan apakah perubahan tersebut memenuhi ketentuan OJK atau memerlukan persetujuan RUPS.
- Dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dapat dievaluasi karena lampiran tidak disertakan.
- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan direksi atau apakah ada persetujuan regulator yang diperlukan selain pelaporan.
- Tanggal pasti RUPS Tahunan 2028 tidak disebutkan, sehingga masa jabatan tidak dapat dipastikan secara presisi.
- Perubahan Anggaran Dasar Pasal 3 masih memerlukan persetujuan instansi berwenang.
- Tidak ada rincian kegiatan usaha baru setelah penyesuaian KBLI 2025.
- Inkonsistensi pada hasil pemungutan suara mata acara pertama: jumlah suara setuju yang dilaporkan sama dengan total saham hadir, meskipun ada suara tidak setuju dan abstain.

### Items to monitor

- Persetujuan instansi berwenang atas perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar
- Rincian kegiatan usaha baru setelah penyesuaian KBLI 2025
- Tanggal pasti RUPST 2028 untuk konfirmasi akhir masa jabatan
- Klarifikasi inkonsistensi hasil voting Agenda 1
- Perkembangan strategi atau operasional pasca perubahan direksi

---

## NZIA

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 27-31 Agustus 2026, NZIA menerbitkan dua pengumuman: (1) koreksi administratif atas penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG 2025, dan (2) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek. Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan struktur modal, atau transaksi aset yang diungkapkan. Kinerja keuangan 2025 memburuk: pendapatan turun 15,8% menjadi Rp53,59 miliar, rugi neto meningkat 63,7% menjadi Rp13,58 miliar, dan kas menurun 70% menjadi Rp3,61 miliar. Perubahan pengurus terjadi melalui RUPSLB 9 Mei 2025, namun susunan pengurus per 31 Desember 2025 identik dengan 2024. Tidak ada suspensi atau delisting.

### Material changes

- Koreksi administratif atas pengumuman penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG 2025 (No. 109/DIR-NZIA/IV/2026 tanggal 30 April 2026).
- Kinerja keuangan 2025 memburuk: pendapatan turun 15,8% menjadi Rp53,59 miliar, rugi neto meningkat 63,7% menjadi Rp13,58 miliar, kas turun 70% menjadi Rp3,61 miliar.
- Perubahan pengurus melalui RUPSLB 9 Mei 2025, namun susunan pengurus per 31 Desember 2025 identik dengan 2024.
- Tidak ada aksi korporasi (stock split, reverse stock, dividen saham, saham bonus, rights issue, private placement, atau buyback) pada 2025.
- Tidak ada suspensi atau delisting pada 2024-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui penyebab volatilitas transaksi efek dan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang.

### Key financial figures

- **Pendapatan:** 53.588.920.000 (2025)
- **Pendapatan:** 63.656.114.694 (2024)
- **Rugi neto tahun berjalan:** 13.584.109.280 (2025)
- **Rugi neto tahun berjalan:** 8.296.016.610 (2024)
- **Total aset:** 561.570.244.060 (2025)
- **Total liabilitas:** 79.380.493.732 (2025)
- **Total ekuitas:** 482.189.750.328 (2025)
- **Kas dan setara kas:** 3.610.105.142 (2025)
- **Kas dan setara kas:** 12.047.928.171 (2024)
- **Arus kas operasi:** 11.988.478.124 (2025)
- **Arus kas investasi:** -10.809.107.902 (2025)
- **Arus kas pendanaan:** -9.617.193.251 (2025)
- **Utang bank:** 39.219.552.899 (2025)
- **Utang bank:** 46.878.417.907 (2024)
- **Rugi per saham dasar/dilusi:** -6,23 (2025)
- **Jumlah saham beredar:** 2.197.540.705 (2025)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh:** 439.508.141.000 (2025)
- **Total aset entitas anak (PT Serena Inti Sejati):** 112.808.010.972 (31 Desember 2025)
- **Realisasi investasi FLPP:** 27.456.500.059 (2025)
- **Investasi CSR:** 99.305.000 (2025)
- **Penggunaan listrik:** 32.444 kWh (2025)
- **Penggunaan air:** 7.955 m³ (2025)

### Expansion projects

- Pengembangan TOD Benteng Betawi (Tangerang, 14 hektare) - tahap persiapan, PBG Use diperoleh 29 Januari 2024.
- Perumahan Serasi Indah (Karawang, 60 hektar) - pengembangan rumah FLPP, telah dimulai.
- Riviera Waterpark - beroperasi sejak Agustus 2024, lahan ±2.000 m2.
- Rencana pembangunan masjid di Saung Kebun dan fasilitas pendidikan di Serasi Indah.
- Fasilitas BTN Perusahaan untuk pembangunan 621 unit rumah di Desa Bengle, Karawang; fasilitas BTN SIS untuk 2.000 unit rumah di Desa Lemahmulya, Karawang.

### Management / control changes

- RUPSLB 9 Mei 2025: seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris diganti; Selamat menggantikan Mawar sebagai Komisaris Independen.
- Masa jabatan Direksi dan Dewan Komisaris baru adalah 5 tahun sejak penutupan RUPSLB 9 Mei 2025.
- Susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit pada 31 Desember 2025 sama dengan 31 Desember 2024.

### Capital structure

- Modal dasar: Rp1.368.800.000.000 (6.844.000.000 saham, nominal Rp200).
- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 2.197.540.705 saham (Rp439.508.141.000).
- Kepemilikan saham >5%: Richard R Wiriahardja 44,50%, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk 34,49%.
- Tambahan modal disetor negatif Rp2.150.695.664; saldo laba belum ditentukan penggunaannya Rp22.423.194.419; kepentingan nonpengendali Rp20.265.756.799.
- IPO 2019: 461.538.000 saham baru, 21,003% dari modal disetor; Waran Seri I 605.999.394 waran, harga pelaksanaan Rp680, masa berlaku 23 Maret 2020 - 23 September 2020.
- Exercise Waran Seri I: 2.705 saham (periode 23 Maret - 23 September 2020).

### Listing / regulatory

- Surat Pernyataan Efektif OJK No. S-135/D.04/2019 tanggal 16 September 2019 untuk IPO.
- Tidak ada suspensi atau delisting saham pada 2024-2025.
- Tidak ada sanksi administratif pada 2025; seluruh kewajiban pelaporan dipenuhi.
- Laporan Keberlanjutan disusun sesuai POJK No. 51/POJK.03/2017.
- Volatilitas transaksi efek NZIA menjadi dasar permintaan penjelasan BEI (surat BEI nomor S-11093/BEI.PP1/08-2026).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui penyebab volatilitas dan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham.

### Analytical scenarios

- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan turun dari Rp63.656.114.694 menjadi Rp53.588.920.000, penurunan sekitar 15,8%.
  - Basis: Pendapatan 2024 dan 2025 dari laporan laba rugi.
  - Assumptions: Tidak ada penyesuaian atau restatement.
- **Peningkatan rugi neto** [derived_calculation, high]: Rugi neto tahun berjalan meningkat dari Rp8.296.016.610 menjadi Rp13.584.109.280, kenaikan sekitar 63,7%.
  - Basis: Rugi neto 2024 dan 2025 dari laporan laba rugi.
  - Assumptions: Tidak ada penyesuaian.
- **Penurunan kas dan setara kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas turun dari Rp12.047.928.171 menjadi Rp3.610.105.142, penurunan sekitar 70,0%.
  - Basis: Kas dan setara kas 2024 dan 2025.
  - Assumptions: Tidak ada pembatasan penggunaan kas.
- **Penurunan utang bank** [derived_calculation, high]: Utang bank turun dari Rp46.878.417.907 menjadi Rp39.219.552.899, penurunan sekitar 16,3%.
  - Basis: Utang bank 2024 dan 2025.
  - Assumptions: Tidak ada penarikan baru atau reklasifikasi yang tidak tercatat.
- **Kontribusi emisi Scope 3** [derived_calculation, high]: Emisi Scope 3 (0,04626 tCO2e) berkontribusi sekitar 0,158% dari total emisi Scope 1, 2, dan 3 (29,34726 tCO2e). Perhitungan: 0,04626 / 29,34726 * 100 = 0,1576%.
  - Basis: Angka total emisi Scope 3 dan total emisi Scope 1,2,3 diambil dari dokumen.
  - Assumptions: Perhitungan proporsi sederhana.
- **Proporsi pegawai perempuan** [derived_calculation, high]: Jumlah pegawai perempuan adalah 4 dari total 17 pegawai, sehingga proporsinya sekitar 23,53%. Perhitungan: 4 / 17 * 100 = 23,53%.
  - Basis: Total pegawai 17 (13 laki-laki + 4 perempuan) dan persentase 23,53% untuk perempuan tercantum pada halaman 4.
  - Assumptions: Total pegawai adalah 17 orang.
- **Potensi tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan kas yang signifikan selama dua tahun berturut-turut dan peningkatan rugi neto dapat mengindikasikan tekanan likuiditas, meskipun arus kas operasi positif dan utang bank menurun.
  - Basis: Kas dan setara kas 2024 dan 2025, rugi neto, arus kas operasi.
  - Assumptions: Penurunan kas disebabkan oleh investasi tanah dan pembayaran utang.
  - Caveats: Hanya berdasarkan laporan arus kas; faktor lain mungkin mempengaruhi.
- **Potensi dampak FLPP terhadap margin** [analyst_hypothesis, medium]: Karena harga jual rumah FLPP tidak naik sejak 2023 sementara biaya material meningkat, margin usaha proyek FLPP berpotensi tertekan jika tidak ada efisiensi atau penyesuaian harga.
  - Basis: Harga rumah FLPP belum naik sejak 2023; harga material terus naik
  - Assumptions: Tidak ada perubahan signifikan dalam biaya lain atau volume penjualan
  - Caveats: Ini adalah hipotesis analitis; laporan tidak menyebutkan angka margin atau dampak kuantitatif.
- **Kesiapan pengelolaan emisi** [analyst_hypothesis, medium]: Emiten menyatakan komitmen net zero 2050 namun masih dalam tahap awal penjajakan kebijakan dan tidak memiliki manajemen pengendalian iklim. Hal ini menunjukkan kesiapan yang rendah dalam pengelolaan emisi.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 3-4: 'masih dalam tahap awal penjajakan dan perumusan kebijakan' dan jawaban 'Tidak' untuk manajemen pengendalian iklim.
  - Caveats: Penilaian subjektif berdasarkan informasi yang tersedia.

### Risks / uncertainties

- Rugi usaha dan rugi neto yang meningkat dapat mengindikasikan tekanan pada profitabilitas.
- Penurunan kas dan setara kas yang signifikan selama dua tahun berturut-turut dapat menimbulkan risiko likuiditas.
- Pembatasan perbankan yang melarang merger, akuisisi, perubahan pengurus, dan perubahan kegiatan usaha tanpa persetujuan bank dapat membatasi fleksibilitas aksi korporasi.
- Utang subordinasi SIS tidak dapat dilunasi sebelum fasilitas BTN diselesaikan.
- Pembentukan penyisihan penurunan nilai persediaan yang signifikan pada 2025 menunjukkan potensi penurunan nilai aset real estat.
- Daya beli masyarakat yang lesu dan ketidakpastian ekonomi global.
- Kesulitan perizinan lahan baru dan kelangkaan material bangunan.
- Harga rumah FLPP belum naik sejak 2023 sementara harga material terus naik.
- Rendahnya minat konsumen terhadap apartemen.
- Penjualan tidak mencapai target yang ditetapkan.
- Unit Audit Internal belum memiliki kualifikasi atau sertifikasi sebagai profesi audit internal.
- Peningkatan signifikan konsumsi listrik kantor dari 1.496 kWh menjadi 32.444 kWh tanpa penjelasan.
- Penurunan penjualan unit pada beberapa proyek (CKM City menjadi 0 unit, Serasi Indah turun).
- Risiko berkurangnya lahan/lokasi yang dimiliki akibat penjualan.
- Ketidakpastian perdagangan global, tekanan nilai tukar Rupiah, dan tingkat suku bunga domestik.
- Data pengurangan limbah tidak tersedia (NA).

### Items to monitor

- Realisasi penjualan unit FLPP, Saung Kebun, dan apartemen Poris 88 pada 2026.
- Perkembangan proyek TOD Benteng Betawi dan Serasi Indah.
- Kepatuhan terhadap pembatasan perbankan terkait aksi korporasi.
- Perubahan susunan pengurus atau pemegang saham utama.
- Perkembangan volatilitas transaksi efek NZIA dan potensi permintaan penjelasan lanjutan dari BEI.
- Realisasi komitmen net zero emission 2050 dan pengurangan emisi 1%.

---

## OILS

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) menyampaikan Laporan Keuangan Interim (tidak diaudit) untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Kinerja keuangan menunjukkan peningkatan signifikan: pendapatan naik dari Rp468,49 triliun menjadi Rp732,34 triliun (yoy), laba bersih naik dari Rp3,14 triliun menjadi Rp21,48 triliun. Total aset meningkat dari Rp259,38 triliun menjadi Rp319,97 triliun. Munculnya kepentingan non-pengendali sebesar Rp5,35 triliun dan setoran modal non-pengendali Rp4,21 triliun mengindikasikan adanya entitas anak baru (PT Indosena Perkasa Refineries, 51%, mulai operasi 2026; PT Indo Kelapa Perkasa, 53%, belum beroperasi). Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan pengurus, atau status pencatatan yang diungkapkan. Laporan direviu KAP Maurice Ganda Nainggolan & Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian.

### Material changes

- Pendapatan 1H2026: Rp732.338.908.117, naik dari Rp468.490.178.487 pada 1H2025.
- Laba bersih 1H2026: Rp21.478.866.206, naik dari Rp3.139.097.323 pada 1H2025.
- Total aset per 30 Juni 2026: Rp319.971.987.033, naik dari Rp259.380.608.868 per 31 Desember 2025.
- Total liabilitas per 30 Juni 2026: Rp196.688.845.973, naik dari Rp161.043.277.841.
- Total ekuitas per 30 Juni 2026: Rp123.283.141.060, naik dari Rp98.337.331.027.
- Kepentingan non-pengendali per 30 Juni 2026: Rp5.352.575.806, sebelumnya nihil.
- Setoran modal dari kepentingan non-pengendali periode berjalan: Rp4.208.326.080.
- Arus kas operasi bersih 1H2026: Rp18.680.579.118.
- Arus kas investasi bersih 1H2026: -Rp12.058.762.184 (termasuk pembayaran aset tetap Rp8.379.762.392 dan uang muka investasi Rp2.152.035.808).
- Arus kas pendanaan bersih 1H2026: -Rp1.446.886.567.
- Utang bank jangka pendek per 30 Juni 2026: Rp100.532.718.467 (BCA Rp75.851.625.008, Bank Maspion Rp24.681.093.459).
- Utang bank jangka panjang per 30 Juni 2026: Rp15.685.445.464 (BCA).
- Pendapatan dari SENA MILLS REFINERIES PVT LTD melebihi 10% total pendapatan: Rp121.109.929.068.
- Aset tetap nilai buku per 30 Juni 2026: Rp52.591.969.940, dengan penambahan Rp7.557.470.180 dan entitas anak baru Rp5.411.115.762.
- Entitas anak baru: PT Indosena Perkasa Refineries (kepemilikan 51%, mulai operasi komersial 2026, total aset sebelum eliminasi Rp14.495.684.961) dan PT Indo Kelapa Perkasa (kepemilikan 53%, belum beroperasi, total aset sebelum eliminasi Rp8.386.055.371).
- Komposisi pemegang saham per 30 Juni 2026: PT Mandalindo Putra Perkasa 47,85%, Sulastri 7,09%, Johan Widakdo Liem 3,82%, Yonathan Widakdo Sutanto 3,82%, Albert Widakdo Sutanto 0,55%, publik 36,87%.
- Modal saham ditempatkan dan disetor penuh: 454.056.563 saham, nilai nominal Rp100, total Rp45.405.656.300.
- Tambahan modal disetor: Rp23.612.993.860.
- Saldo laba ditentukan penggunaannya: Rp2.600.000.000 (5,73% modal disetor).
- Saldo laba belum ditentukan penggunaannya: Rp46.431.961.319.
- Fasilitas penurunan tarif PPh Badan 3% (PP No. 40/2023) dengan surat keterangan No. 001/BIMA/OILS/I/2026.
- Laporan keuangan tidak diaudit, direviu KAP Maurice Ganda Nainggolan & Rekan, opini wajar tanpa pengecualian.
- IPO 150.000.000 saham efektif 27 Agustus 2021, tercatat 6 September 2021; saham pendiri 304.000.000 saham tercatat 6 September 2021.
- Perusahaan tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sektor Consumer Non-Cyclicals, subindustri Plantations & Crops.

### Key financial figures

- **Pendapatan:** 732338908117 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Pendapatan:** 468490178487 (2025-01-01 to 2025-06-30)
- **Laba bersih:** 21478866206 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Laba bersih:** 3139097323 (2025-01-01 to 2025-06-30)
- **Total aset:** 319971987033 (2026-06-30)
- **Total aset:** 259380608868 (2025-12-31)
- **Total liabilitas:** 196688845973 (2026-06-30)
- **Total ekuitas:** 123283141060 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 14447039546 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 9272109179 (2025-12-31)
- **Piutang usaha bersih pihak ketiga:** 67145354950 (2026-06-30)
- **Persediaan:** 152397584937 (2026-06-30)
- **Utang bank jangka pendek:** 100532718467 (2026-06-30)
- **Utang bank jangka pendek:** 99198751754 (2025-12-31)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 61738726970 (2026-06-30)
- **Arus kas operasi bersih:** 18680579118 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Arus kas investasi bersih:** -12058762184 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Arus kas pendanaan bersih:** -1446886567 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Aset tetap - nilai buku:** 52591969940 (2026-06-30)
- **Aset tetap - penambahan:** 7557470180 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Aset tetap - entitas anak baru:** 5411115762 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Laba per saham dasar:** 47.30 (2026-01-01 to 2026-06-30)

### Corporate actions

- Pendirian entitas anak baru: PT Indosena Perkasa Refineries (51%) dan PT Indo Kelapa Perkasa (53%) pada 1H2026, ditandai dengan munculnya kepentingan non-pengendali dan setoran modal non-pengendali.
- Tidak ada indikasi dividen, rights issue, stock split, buyback, merger, atau akuisisi dalam laporan.

### Expansion projects

- Perolehan aset tetap 1H2026: Rp8.379.762.392.
- Penambahan aset tetap dari entitas anak baru: Rp5.411.115.762.
- Pembayaran uang muka investasi: Rp2.152.035.808.
- Aset dalam konstruksi (bangunan dan mesin) nilai tercatat Rp1.340.268.670, persentase penyelesaian 10%-85%, estimasi selesai 31 Agustus-30 September 2026.
- Reklasifikasi aset dalam penyelesaian ke aset tetap: Rp2.488.891.210.

### Management / control changes

- Susunan pengurus per 30 Juni 2026: Komisaris Utama Sulastri, Komisaris Independen Azizah, Direktur Utama Johan Widakdo Liem, Direktur Albert Widakdo Sutanto, Direktur Yonathan Widakdo Sutanto.
- Pengendali terakhir: Ny. Sulastri (kelompok usaha Mandalindo Putra Perkasa).

### Capital structure

- Modal saham ditempatkan dan disetor penuh: 454.056.563 saham, nilai nominal Rp100, total Rp45.405.656.300.
- Tambahan modal disetor: Rp23.612.993.860 (termasuk agio IPO Rp25.500.000.000 dan agio waran seri 1 Rp12.443.860).
- Kepentingan non-pengendali muncul pada periode berjalan sebesar Rp5.352.575.806.
- Setoran modal dari kepentingan non-pengendali: Rp4.208.326.080.
- Komposisi pemegang saham per 30 Juni 2026: PT Mandalindo Putra Perkasa 47,85%, Sulastri 7,09%, Johan Widakdo Liem 3,82%, Yonathan Widakdo Sutanto 3,82%, Albert Widakdo Sutanto 0,55%, publik 36,87%.

### Listing / regulatory

- Perusahaan tercatat di BEI sejak 6 September 2021.
- Laporan keuangan tidak diaudit, direviu KAP dengan opini wajar tanpa pengecualian.
- Fasilitas penurunan tarif PPh Badan 3% berdasarkan PP No. 40/2023, surat keterangan No. 001/BIMA/OILS/I/2026.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/2017 dan POJK 13/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan total aset** [explicit_fact, high]: Total aset meningkat dari Rp259,38 triliun menjadi Rp319,97 triliun, kenaikan sekitar Rp60,59 triliun.
  - Basis: Total aset CurrentYearInstant: 319971987033; Total aset PriorEndYearInstant: 259380608868
- **Peningkatan laba bersih** [explicit_fact, high]: Laba bersih meningkat signifikan dari Rp3,14 triliun menjadi Rp21,48 triliun.
  - Basis: Laba bersih CurrentYearDuration: 21478866206; Laba bersih PriorYearDuration: 3139097324
- **Rasio laba bruto terhadap penjualan** [derived_calculation, high]: Rasio laba bruto terhadap penjualan untuk periode berjalan adalah 53.420.365.950 / 732.338.908.117 = 7,29%. Untuk periode pembanding: 18.911.135.847 / 468.490.178.487 = 4,04%. Terjadi peningkatan margin bruto.
  - Basis: Laba bruto CurrentYearDuration: 53420365950; Penjualan CurrentYearDuration: 732338908117; Laba bruto PriorYearDuration: 18911135847; Penjualan PriorYearDuration: 468490178487
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia tanpa penyesuaian.
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas per 30 Juni 2026 adalah 196.688.845.973 / 123.283.141.060 = 1,60. Per 31 Desember 2025: 161.043.277.841 / 98.337.331.027 = 1,64. Rasio sedikit menurun.
  - Basis: Total liabilitas CurrentYearInstant: 196688845973; Total ekuitas CurrentYearInstant: 123283141060; Total liabilitas PriorEndYearInstant: 161043277841; Total ekuitas PriorEndYearInstant: 98337331027
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia tanpa penyesuaian.
- **Kemungkinan akuisisi atau pendirian anak usaha baru** [analyst_hypothesis, medium]: Munculnya kepentingan non-pengendali sebesar Rp5,35 triliun dan setoran modal dari non-pengendali Rp4,21 triliun mengindikasikan adanya entitas anak baru dengan pemegang saham non-pengendali. Hal ini dapat terkait dengan akuisisi atau pendirian anak usaha baru, namun tidak ada rincian transaksi.
  - Basis: Kepentingan non-pengendali CurrentYearInstant: 5352575806; Setoran modal dari kepentingan non-pengendali: 4208326080
  - Assumptions: Asumsi bahwa perubahan kepentingan non-pengendali mencerminkan perubahan struktur entitas anak.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai transaksi atau pihak terkait.
- **Potensi masalah likuiditas** [analyst_hypothesis, medium]: Liabilitas jangka pendek meningkat tajam, terutama utang bank jangka pendek dan utang usaha, sementara kas hanya meningkat moderat. Hal ini dapat mengindikasikan tekanan likuiditas atau ketergantungan pada pendanaan jangka pendek.
  - Basis: Utang bank jangka pendek naik dari 99.198.751.754 menjadi 100.532.718.467; Utang usaha pihak ketiga naik dari 35.978.184.939 menjadi 61.738.726.970; Kas dan setara kas hanya naik dari 9.272.109.179 menjadi 14.447.039.546
  - Assumptions: Kenaikan liabilitas jangka pendek tidak diimbangi dengan kenaikan kas yang proporsional.
  - Caveats: Analisis likuiditas yang lebih akurat memerlukan perhitungan rasio lancar dan arus kas.
- **Ekspansi kapasitas produksi** [analyst_hypothesis, medium]: Konstruksi aset tetap signifikan dengan estimasi selesai September 2026 dapat mengindikasikan ekspansi kapasitas produksi.
  - Basis: Nilai tercatat aset dalam konstruksi Rp1.340.268.670; Estimasi selesai 31 Agustus-30 September 2026
  - Assumptions: Manajemen berencana menggunakan aset untuk operasional
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit tujuan ekspansi
- **Potensi peningkatan modal** [analyst_hypothesis, low]: Setoran modal yang belum direalisasikan dan utang non-bunga tanpa jadwal pembayaran tetap mengindikasikan potensi rights issue atau private placement.
  - Basis: Catatan 15: setoran investasi modal saham belum sepenuhnya direalisasikan
  - Assumptions: Setoran modal mengarah pada penerbitan saham baru
  - Caveats: Tidak ada informasi jumlah saham, harga, atau timeline

### Risks / uncertainties

- Laporan keuangan tidak diaudit, angka dapat berubah setelah audit.
- Peningkatan utang bank jangka pendek dan total liabilitas keuangan meningkatkan risiko likuiditas.
- Eksposur mata uang asing meningkat tajam (terutama piutang USD), meningkatkan risiko nilai tukar.
- Utang bank dengan suku bunga mengambang dapat meningkatkan beban bunga jika suku bunga naik.
- Kewajiban meminta persetujuan BCA untuk tambahan utang > Rp1 miliar dan pemberitahuan dividen membatasi fleksibilitas pendanaan.
- PT Indo Kelapa Perkasa belum beroperasi; dampak standar akuntansi baru masih dipertimbangkan.
- Kenaikan signifikan pada piutang usaha dan utang usaha dapat mengindikasikan perubahan dalam siklus operasi atau risiko kredit.
- Penurunan investasi pada ventura bersama dari Rp6,43 miliar menjadi Rp1,33 miliar mungkin menandakan divestasi atau penurunan nilai, namun detail tidak tersedia.
- Peningkatan utang pajak dan beban akrual yang tajam dapat menimbulkan pertanyaan tentang kepatuhan atau akrual yang belum dijelaskan.
- Terdapat transaksi ekuitas lainnya yang mengurangi ekuitas entitas induk sebesar Rp719.905.508 tanpa penjelasan.
- Tidak ada informasi mengenai suku bunga, jadwal pembayaran, atau jatuh tempo utang bank jangka panjang.
- Rincian pendapatan domestik dan ekspor tidak tersedia, sehingga tidak dapat dilakukan analisis segmentasi.

### Items to monitor

- Peningkatan pendapatan dan laba signifikan dapat menjadi perhatian investor.
- Munculnya kepentingan non-pengendali dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap struktur perusahaan.

---

## OLIV

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 27–31 Agustus 2026, OLIV (PT Olympindo Internasional Tbk, kini PT Atlas Nexus Group Tbk) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode enam bulan berakhir 30 Juni 2026, dengan satu pengumuman koreksi. Perubahan utama: pendapatan naik signifikan menjadi Rp11,38 miliar (H1 2025: Rp4,77 miliar), namun rugi bersih membengkak menjadi Rp3,12 miliar (H1 2025: rugi Rp3,06 miliar). Kas meningkat drastis dari Rp1,29 juta menjadi Rp2,29 miliar, sementara total aset turun menjadi Rp34,70 miliar. Perubahan nama perusahaan menjadi PT Atlas Nexus Group Tbk efektif 9 Juli 2026, dan terdapat perubahan susunan direksi/komisaris serta indikasi perubahan pengendali. Laporan keuangan tidak diaudit dan terdapat ketidakpatuhan terhadap independensi akuntan (POJK 13/2017).

### Material changes

- Perubahan nama perusahaan dari PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk menjadi PT Atlas Nexus Group Tbk, efektif 9 Juli 2026.
- Pendapatan usaha H1 2026: Rp11.375.999.205 (H1 2025: Rp4.774.394.330).
- Rugi bersih H1 2026: Rp3.122.691.743 (H1 2025: rugi Rp3.059.278.372).
- Kas dan setara kas 30 Jun 2026: Rp2.286.936.010 (31 Des 2025: Rp1.290.878).
- Total aset 30 Jun 2026: Rp34.702.035.405 (31 Des 2025: Rp40.846.146.970).
- Total liabilitas 30 Jun 2026: Rp732.114.443 (31 Des 2025: Rp3.743.674.266).
- Total ekuitas 30 Jun 2026: Rp33.969.920.962 (31 Des 2025: Rp37.102.472.704).
- Arus kas operasi H1 2026: Rp7.184.645.132 (H1 2025: -Rp236.820.517).
- Arus kas investasi H1 2026: -Rp1.160.000.000 (pembayaran piutang kepada pemegang saham).
- Arus kas pendanaan H1 2026: -Rp3.739.000.000 (termasuk pembayaran utang pemegang saham Rp4.000.000.000).
- Perubahan susunan Direksi dan Komisaris per 30 Juni 2026: Komisaris Utama Melvin Julian, Komisaris Qiu Shaohua, Komisaris Independen Christiandi Djaya Suryana; Direktur Utama Alvien Febryan, Direktur Wang Xiaoxuan, Direktur Jayden Lee.
- Pihak pengendali dan pemilik manfaat akhir adalah PT Olive Power Invest.
- Reklasifikasi keluar seluruh aset tetap pada H1 2025 (nilai perolehan Rp14.191.426.974); tidak ada aset tetap per 30 Juni 2026.
- Ketidakpatuhan terhadap independensi akuntan (POJK 13/2017).

### Key financial figures

- **Pendapatan usaha:** 11.375.999.205 (H1 2026)
- **Pendapatan usaha:** 4.774.394.330 (H1 2025)
- **Rugi bersih:** -3.122.691.743 (H1 2026)
- **Rugi bersih:** -3.059.278.372 (H1 2025)
- **Kas dan setara kas:** 2.286.936.010 (30 Jun 2026)
- **Kas dan setara kas:** 1.290.878 (31 Des 2025)
- **Total aset:** 34.702.035.405 (30 Jun 2026)
- **Total aset:** 40.846.146.970 (31 Des 2025)
- **Total liabilitas:** 732.114.443 (30 Jun 2026)
- **Total liabilitas:** 3.743.674.266 (31 Des 2025)
- **Total ekuitas:** 33.969.920.962 (30 Jun 2026)
- **Total ekuitas:** 37.102.472.704 (31 Des 2025)
- **Persediaan:** 23.470.132.767 (30 Jun 2026)
- **Persediaan:** 36.113.897.256 (31 Des 2025)
- **Arus kas operasi:** 7.184.645.132 (H1 2026)
- **Arus kas operasi:** -236.820.517 (H1 2025)
- **Arus kas investasi:** -1.160.000.000 (H1 2026)
- **Arus kas pendanaan:** -3.739.000.000 (H1 2026)
- **Laba (rugi) per saham dasar:** -1.64 (H1 2026)
- **Laba (rugi) per saham dasar:** -0.16 (H1 2025)

### Corporate actions

- Perubahan nama perusahaan menjadi PT Atlas Nexus Group Tbk, efektif 9 Juli 2026.
- Reklasifikasi keluar seluruh aset tetap pada H1 2025 (nilai perolehan Rp14.191.426.974).
- Pengalihan hak atas saham pada entitas anak ASP dan AKP (27 Februari 2026).
- Pengalihan hak atas tanah seluas 444 m² di Komp. Pergudangan Bizpoint, Blok Dubai No. 12, Cikupa, Tangerang kepada pihak lain per 30 Juni 2026.

### Management / control changes

- Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi per 30 Juni 2026: Komisaris Utama dari An Shaohong menjadi Melvin Julian; Direktur Utama dari Wang Xiaoxuan menjadi Alvien Febryan; Direktur baru Jayden Lee; Direktur Chen Chunming, Chen Chaoying, Habibi Simorangkir digantikan.
- Komisaris Independen berubah dari Sandra Perkasa menjadi Christiandi Djaya Suryana.
- Pihak pengendali tetap PT Olive Power Invest (67,91% per 30 Juni 2026 menurut POJK 4/2024).
- Penunjukan Sekretaris Perusahaan baru (Stevany Putri) dan pembentukan komite audit baru.

### Capital structure

- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 1.900.073.314 saham, nilai nominal Rp10 per saham, total Rp19.000.733.140.
- Agio saham: Rp32.514.047.435; agio waran: Rp8.064.540.
- Saldo laba tidak ditentukan penggunaannya: -Rp17.582.755.864; kepentingan non-pengendali: Rp9.691.710.
- Tidak ada perubahan saham biasa atau tambahan modal disetor selama periode berjalan.
- Transaksi ekuitas lainnya sebesar -Rp9.859.999 pada periode berjalan, rincian tidak diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Tercatat di papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia, sektor Consumer Cyclicals, subsektor Household Goods.
- Laporan keuangan tidak diaudit (unaudited).
- Ketidakpatuhan terhadap independensi akuntan (POJK 13/2017).
- Penyampaian Laporan Keuangan Tengah Tahun 2026 kepada OJK sesuai POJK No. 14/POJK.04/2022.

### Analytical scenarios

- **Rasio lancar** [derived_calculation, high]: Rasio lancar per 30 Juni 2026 sekitar 41,1 (aset lancar Rp30.098.122.094 / liabilitas jangka pendek Rp732.114.443). Periode pembanding 31 Des 2025 sekitar 9,7 (aset lancar Rp36.242.233.659 / liabilitas jangka pendek Rp3.743.674.266).
  - Basis: Aset lancar dan liabilitas jangka pendek dari laporan posisi keuangan
  - Assumptions: Rasio lancar = aset lancar / liabilitas jangka pendek
- **Penurunan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset turun Rp6.144.111.565 (dari Rp40.846.146.970 menjadi Rp34.702.035.405), terutama karena penurunan persediaan dan reklasifikasi aset tetap.
  - Basis: Jumlah aset 31 Des 2025 dan 30 Jun 2026
  - Assumptions: Tidak ada transaksi lain yang mempengaruhi total aset
- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan naik sebesar Rp6.601.604.875 atau sekitar 138,3% dibanding periode sebelumnya.
  - Basis: 11.375.999.205 - 4.774.394.330 = 6.601.604.875; (6.601.604.875 / 4.774.394.330) * 100% = 138,3%
  - Assumptions: Perhitungan sederhana
- **Perubahan kas dan setara kas** [derived_calculation, high]: Kas naik sebesar Rp2.285.645.132 dari Rp1.290.878 menjadi Rp2.286.936.010.
  - Basis: 2.286.936.010 - 1.290.878 = 2.285.645.132
- **Penurunan persediaan** [derived_calculation, high]: Persediaan turun sebesar Rp12.643.764.489 dari Rp36.113.897.256 menjadi Rp23.470.132.767.
  - Basis: 36.113.897.256 - 23.470.132.767 = 12.643.764.489
- **Penurunan utang pemegang saham** [derived_calculation, medium]: Utang pemegang saham turun dari Rp3.500.000.000 menjadi Rp180.182.437, penurunan Rp3.319.817.563.
  - Basis: Utang pemegang saham 31 Des 2025 Rp3.500.000.000; Utang pemegang saham 30 Jun 2026 Rp180.182.437
  - Assumptions: Tidak ada transaksi lain yang mempengaruhi saldo
  - Caveats: Perubahan bisa dipengaruhi transaksi lain yang tidak dirinci
- **Potensi perbaikan likuiditas atau aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan kas yang signifikan dan penurunan liabilitas jangka pendek dapat mengindikasikan perbaikan likuiditas atau adanya aksi korporasi seperti penerbitan saham atau penjualan aset. Namun, tanpa laporan arus kas atau catatan atas laporan keuangan, penyebab pastinya belum dapat dikonfirmasi.
  - Basis: Kas naik dari Rp1,29 juta menjadi Rp2,29 miliar; Liabilitas jangka pendek turun dari Rp3,74 miliar menjadi Rp0,73 miliar
  - Assumptions: Peningkatan kas dan penurunan liabilitas secara bersamaan dapat mengindikasikan sumber dana baru atau pelunasan utang
  - Caveats: Perlu analisis lebih lanjut pada laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan
- **Potensi masalah kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Rugi bersih berkelanjutan, defisit saldo laba yang membesar, dan tidak adanya aset tetap dapat mengindikasikan tekanan pada kelangsungan usaha, meskipun arus kas operasi positif.
  - Basis: Rugi usaha 2026: -Rp3.121.461.718; Defisit saldo laba: -Rp17.582.755.864; Arus kas operasi: Rp7.184.645.132
  - Assumptions: Tren kerugian berlanjut
  - Caveats: Arus kas operasi positif dapat menopang operasi; tidak ada pernyataan manajemen tentang going concern
- **Perubahan pengendali** [analyst_hypothesis, medium]: Perubahan nama yang dirancang oleh pengendali baru mengindikasikan adanya perubahan pengendali, namun identitas pengendali baru tidak diungkapkan.
  - Basis: Informasi umum menyebutkan 'dirancang oleh Pengendali baru'
  - Assumptions: Perubahan nama mengindikasikan perubahan pengendali
  - Caveats: Identitas pengendali baru tidak disebutkan
- **Potensi pendanaan ekuitas** [analyst_hypothesis, low]: Kebijakan manajemen permodalan menyebutkan Grup dapat menerbitkan saham baru atau mencari pendanaan melalui pinjaman. Dengan ekuitas yang menurun dan utang bank nihil, ada kemungkinan rights issue atau penerbitan saham baru di masa depan.
  - Basis: Pernyataan kebijakan manajemen permodalan; Penurunan ekuitas dan tidak adanya utang bank
  - Assumptions: Kebutuhan pendanaan tidak dijelaskan secara eksplisit
  - Caveats: Tidak ada indikasi konkret aksi korporasi; hanya berdasarkan kebijakan umum

### Risks / uncertainties

- Rugi bersih berkelanjutan dan defisit saldo laba yang membesar.
- Ketidakpatuhan terhadap independensi akuntan (POJK 13/2017).
- Laporan keuangan tidak diaudit, sehingga angka belum diverifikasi.
- Inkonsistensi antara rincian piutang (pihak ketiga + pihak berelasi = Rp3.864.801.988) dengan total yang dilaporkan (Rp2.704.801.988).
- Belum dilakukan penilaian aktuaria atas liabilitas imbalan kerja untuk periode berjalan.
- Perjanjian sewa bangunan berakhir pada 4 Juli 2026; belum ada informasi mengenai perpanjangan.
- Seluruh piutang pihak ketiga telah jatuh tempo, berisiko gagal bayar.
- Tidak ada angka utang bank yang terisi, sehingga struktur utang bank tidak dapat dinilai.
- Transaksi dengan pemegang saham yang signifikan.
- Entitas anak belum beroperasi, kontribusi pendapatan belum ada.
- Perjanjian sewa gudang dengan pihak pengendali sebelumnya berakhir Juli 2026, tidak ada informasi perpanjangan.
- Perubahan pengurus yang cepat dapat menimbulkan ketidakpastian arah strategi.

### Items to monitor

- Identitas pengendali baru dan perubahan kepemilikan saham.
- Rincian transaksi aset tetap (reklasifikasi) dan pengalihan hak atas tanah.
- Perpanjangan perjanjian sewa bangunan dan gudang.
- Status kepatuhan terhadap independensi akuntan dan potensi sanksi regulasi.
- Perkembangan operasional entitas anak ASP dan AKP.
- Kemungkinan aksi korporasi pendanaan ekuitas (rights issue) atau pinjaman.
- Hasil audit laporan keuangan tahunan 2026.

---

## OPMS

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode 6 bulan yang berakhir 30 Juni 2026, yang ditelaah secara terbatas oleh KAP Morhan Dan Rekan. Laporan ini merupakan pengumuman awal atas laporan keuangan interim, bukan koreksi atau pembatalan. Perusahaan mencatat total aset Rp77,23 miliar, total liabilitas Rp1,30 miliar, dan ekuitas Rp75,93 miliar per 30 Juni 2026. Rugi bersih periode berjalan sebesar Rp2,91 miliar, membaik dari rugi Rp3,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Arus kas operasi negatif Rp2,08 miliar, namun kas akhir meningkat menjadi Rp16,43 miliar didukung oleh penerimaan dari penjualan saham tresuri sebesar Rp6,15 miliar. Tidak ada aksi korporasi besar seperti rights issue, saham bonus, atau merger yang diumumkan dalam laporan ini. Perusahaan tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.

### Material changes

- Laporan keuangan interim OPMS untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026, ditelaah secara terbatas oleh KAP Morhan Dan Rekan, tanggal 28 Agustus 2026.
- Total aset per 30 Juni 2026: Rp77.232.945.575, meningkat dari Rp74.170.070.000 per 31 Desember 2025.
- Total liabilitas per 30 Juni 2026: Rp1.299.421.426, menurun dari Rp1.453.443.448 per 31 Desember 2025.
- Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk per 30 Juni 2026: Rp75.933.524.149, meningkat dari Rp72.716.626.552 per 30 Juni 2025.
- Rugi bersih periode 6M 2026: Rp2.907.709.809, membaik dari rugi Rp3.293.866.090 pada 6M 2025.
- Pendapatan dari pihak ketiga 6M 2026: Rp2.561.166.504, meningkat dari Rp2.439.602.103 pada 6M 2025.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi negatif Rp2.078.215.650, investasi positif Rp427.351.450, pendanaan positif Rp6.046.788.222.
- Penerimaan dari penjualan saham tresuri Rp6.146.788.222 pada periode 6M 2026.
- Anak usaha PT Optima Metals & Prima Minerals Metal Sinergi Tbk, kepemilikan 100%, total aset Rp75.376.610.735, mulai beroperasi komersial 2025.
- Susunan pemegang saham per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024: PT Asian Perkasa Indosteel 59,79%; Sukianto Widjaja 0,21%; Masyarakat 40%.
- Rencana pembelian kembali saham (treasury stock) diumumkan tahun 2020 dengan harga maksimal Rp110 per saham; status realisasi tidak diungkapkan.
- Pendapatan dari PT Tritama Jaya Bersama Rp1.901.128.510 (sekitar 74,2% dari pendapatan pihak ketiga).
- Persediaan tidak diasuransikan; manajemen menyatakan tidak ada penyisihan penurunan nilai persediaan dan piutang usaha.
- Perusahaan tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia, patuh terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017.

### Key financial figures

- **total_assets:** 77,232,945,575 (2026-06-30)
- **total_assets:** 74,170,070,000 (2025-12-31)
- **total_liabilities:** 1,299,421,426 (2026-06-30)
- **total_liabilities:** 1,453,443,448 (2025-12-31)
- **total_equity:** 75,933,524,149 (2026-06-30)
- **total_equity:** 72,716,626,552 (2025-06-30)
- **revenue:** 2,561,166,504 (6M 2026)
- **revenue:** 2,439,602,103 (6M 2025)
- **net_loss:** -2,907,709,809 (6M 2026)
- **net_loss:** -3,293,866,090 (6M 2025)
- **cash_and_cash_equivalents:** 16,431,575,959 (2026-06-30)
- **cash_and_cash_equivalents:** 12,035,651,937 (2025-12-31)
- **net_cash_flow_from_operating_activities:** -2,078,215,650 (6M 2026)
- **net_cash_flow_from_investing_activities:** 427,351,450 (6M 2026)
- **net_cash_flow_from_financing_activities:** 6,046,788,222 (6M 2026)
- **proceeds_from_sale_of_treasury_shares:** 6,146,788,222 (6M 2026)
- **cost_of_sales:** 3,321,310,312 (6M 2026)
- **cost_of_sales:** 3,431,255,994 (6M 2025)
- **gross_profit:** -760,143,808 (6M 2026)
- **gross_profit:** -991,653,891 (6M 2025)
- **basic_earnings_per_share:** -3.56 (6M 2026)
- **basic_earnings_per_share:** -4.11 (6M 2025)
- **current_inventories:** 1,042,753,963 (2026-06-30)
- **current_inventories:** 504,084,772 (2025-12-31)
- **trade_payables_third_parties:** 444,963,635 (2026-06-30)
- **trade_payables_third_parties:** 386,462,454 (2025-12-31)
- **property_plant_and_equipment_net:** 50,003,184,761 (2026-06-30)
- **property_plant_and_equipment_net:** 51,288,735,183 (2025-12-31)

### Corporate actions

- Penjualan saham tresuri senilai Rp6.146.788.222 pada periode berjalan, meningkatkan ekuitas dan jumlah saham beredar. Rincian transaksi tidak diungkapkan.
- Rencana pembelian kembali saham (treasury stock) diumumkan tahun 2020 dengan harga maksimal Rp110 per saham; status realisasi tidak diungkapkan.

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap periode berjalan Rp594.099.000 (perabot kantor Rp66.099.000, kendaraan bermotor Rp528.000.000).
- Pembayaran uang muka pembelian aset tetap Rp29.000.000.
- Pengurangan aset tetap: mesin dan peralatan Rp600.000.000 (nilai perolehan), akumulasi penyusutan Rp150.000.000.

### Capital structure

- Saham biasa tidak berubah: 100.000.000.000 lembar.
- Tambahan modal disetor meningkat dari Rp10.350.060.117 menjadi Rp12.634.562.416.
- Saham treasuri menurun dari (Rp21.729.240.519) menjadi (Rp17.866.954.596).
- Kepemilikan anak usaha 100% oleh OPMS.

### Listing / regulatory

- Tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Patuh terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017.
- Laporan keuangan ditelaah secara terbatas, bukan diaudit penuh.

### Analytical scenarios

- **Kinerja keuangan** [explicit_fact, high]: Rugi bersih membaik dari Rp3,29 miliar menjadi Rp2,91 miliar, namun saldo laba negatif membengkak dari (Rp16,21 miliar) menjadi (Rp19,12 miliar).
  - Basis: Jumlah laba (rugi) periode 30 Juni 2026: (2.907.709.809); Jumlah laba (rugi) periode 30 Juni 2025: (3.293.866.090)
- **Pertumbuhan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset meningkat Rp3.062.875.575 atau sekitar 4,13% dibanding akhir tahun sebelumnya.
  - Basis: Total aset 2026-06-30: 77.232.945.575; Total aset 2025-12-31: 74.170.070.000
  - Assumptions: Rumus: (nilai akhir - nilai awal) / nilai awal * 100%
- **Pertumbuhan kas dan setara kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas meningkat Rp4.395.924.022 atau sekitar 36,52%.
  - Basis: Kas 2026-06-30: 16.431.575.959; Kas 2025-12-31: 12.035.651.937
  - Assumptions: Rumus: (nilai akhir - nilai awal) / nilai awal * 100%
- **Perubahan arus kas operasi** [derived_calculation, high]: Arus kas operasi berbalik dari positif Rp3.127.746.811 menjadi negatif Rp2.078.215.650, penurunan Rp5.205.962.461.
  - Basis: Arus kas operasi 6M 2026: -2.078.215.650; Arus kas operasi 6M 2025: 3.127.746.811
- **Kenaikan piutang usaha** [derived_calculation, high]: Piutang usaha meningkat dari Rp8.567.267 menjadi Rp47.847.526, kenaikan sekitar 458,5%.
  - Basis: Piutang 2026-06-30: 47.847.526; Piutang 2025-12-31: 8.567.267
  - Assumptions: Rumus: (nilai akhir - nilai awal) / nilai awal * 100%
- **Transaksi saham tresuri** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan ekuitas melalui transaksi saham tresuri mengindikasikan kemungkinan penerbitan saham dari portofolio tresuri atau transaksi terkait, namun detail tidak diungkapkan.
  - Basis: Baris 'Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi saham tresuri' sebesar 6.146.788.222
  - Assumptions: Transaksi tresuri dapat melibatkan penjualan kembali saham tresuri
  - Caveats: Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai sifat transaksi
- **Ketergantungan pada satu pelanggan** [analyst_hypothesis, medium]: PT Tritama Jaya Bersama menyumbang sekitar 74,2% pendapatan pihak ketiga, menunjukkan risiko konsentrasi pelanggan yang tinggi.
  - Basis: Pendapatan PT Tritama Jaya Bersama: Rp1.901.128.510; Total pendapatan pihak ketiga: Rp2.561.166.504
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai kontrak atau alternatif pelanggan
- **Tujuan penjualan saham tresuri** [analyst_hypothesis, low]: Penjualan saham tresuri menghasilkan kas signifikan, kemungkinan untuk mendukung likuiditas atau mendanai operasional, namun tujuan spesifik tidak diungkapkan.
  - Basis: Penerimaan penjualan saham tresuri: 6.146.788.222
  - Assumptions: Penjualan dilakukan untuk memperoleh kas
  - Caveats: Tidak ada informasi penggunaan dana

### Risks / uncertainties

- Laporan keuangan ditelaah secara terbatas, bukan diaudit penuh; opini auditor tidak diungkapkan.
- Rugi bersih berkelanjutan dan saldo laba negatif membengkak, berisiko terhadap kelangsungan usaha.
- Arus kas operasi negatif Rp2,08 miliar, meskipun kas akhir meningkat karena pendanaan.
- Ketergantungan pendapatan pada satu pelanggan utama (PT Tritama Jaya Bersama) dan konsentrasi pemasok (PT Sekar Laut Tbk 43%, PT Emina Cheese Indonesia 38%).
- Persediaan tidak diasuransikan; piutang usaha meningkat signifikan tanpa penyisihan penurunan nilai.
- Nilai utang bank jangka panjang dan jangka pendek tidak tercantum pada bagian tertentu, menghambat analisis leverage.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan masih merugi, dapat mempengaruhi persepsi investor.
- Perubahan struktur modal (penjualan saham tresuri) dapat menjadi sinyal aktivitas.

---

## PART

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 27–31 Agustus 2026, PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) menerbitkan dua pengumuman yang saling terkait. Pertama, pada 27 Agustus 2026, PART merespons permintaan penjelasan BEI (S-11044/BEI.PP2/08-2026) terkait volatilitas transaksi efek, dengan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama PT Cipta Investama Lancar (52,48%) tidak memiliki rencana atas kepemilikannya. Kedua, pada 28 Agustus 2026, PART mengumumkan informasi material berupa diversifikasi usaha ke bidang non-komponen otomotif (pabrikasi mesin pertanian dan peralatan rumah tangga) yang dimulai semester II 2025, disertai proyeksi keuangan 2026 (pendapatan tumbuh 11,9%, laba bersih naik 46,18%, EPS Rp15,49). Urutan ini menunjukkan bahwa pengumuman diversifikasi muncul sehari setelah klarifikasi volatilitas, sehingga secara korporasi penting karena mengungkapkan arah strategis baru yang dapat menjelaskan pergerakan pasar, meskipun emiten sebelumnya menyatakan tidak ada informasi material. Tidak ada aksi korporasi lain (rights issue, merger, perubahan struktur modal) yang diungkapkan.

### Material changes

- Diversifikasi usaha ke bidang non-komponen otomotif (pabrikasi mesin pertanian dan peralatan rumah tangga), dimulai semester II 2025.
- Proyeksi keuangan 2026: pendapatan Rp413,62 miliar, laba bersih Rp44,16 miliar, EPS Rp15,49.
- Klaim emiten: diversifikasi berdampak positif pada indikator saham (PER dan PBV).

### Key financial figures

- **pendapatan:** 413.620 (Proyeksi 2026 (31 Des 2026))
- **pendapatan:** 369.588 (2025)
- **laba_bersih:** 44.157 (Proyeksi 2026)
- **laba_bersih:** 30.207 (2025)
- **laba_per_saham:** 15,49 (Proyeksi 2026)
- **total_aset:** 424.344 (Proyeksi 2026)
- **total_kewajiban:** 189.798 (Proyeksi 2026)
- **ekuitas:** 234.546 (Proyeksi 2026)

### Corporate actions

- Diversifikasi usaha ke bidang non-komponen otomotif (pabrikasi mesin pertanian dan peralatan rumah tangga) - telah dimulai, bukan aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham.

### Expansion projects

- Ekspansi ke bisnis non-otomotif: pabrikasi mesin pertanian dan peralatan rumah tangga, dimulai semester II 2025. Tidak ada nilai proyek, sumber investasi, kapasitas, lokasi, fase, atau jadwal rinci yang disebutkan.

### Capital structure

- PT Cipta Investama Lancar memiliki 52,48% saham PART (fakta eksplisit).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI nomor S-11044/BEI.PP2/08-2026 (tanggal surat tidak terbaca/null).
- Emiten menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang (klaim emiten).
- Penyampaian laporan informasi material sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Analytical scenarios

- **Klaim tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada dokumen.
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada dokumen.
- **Pemegang saham utama tidak punya rencana** [explicit_fact, high]: Corporate Secretary telah menanyakan kepada pemegang saham utama PT Cipta Investama Lancar (52,48%) dan memperoleh jawaban tidak ada rencana terkait kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada dokumen.
- **Diversifikasi usaha** [explicit_fact, high]: PART mulai memperluas portofolio usaha ke pabrikasi mesin dan peralatan non-otomotif pada semester II 2025, dengan fokus pada mesin pertanian dan peralatan rumah tangga.
  - Basis: Memasuki semester II 2025, PART mulai memperluas portofolio usahanya melalui pabrikasi berbagai jenis mesin dan peralatan non-otomotif; Saat ini di segmen bisnis non otomatif, PART memproduksi berbagai jenis mesin terkait kebutuhan pertanian dan peralatan rumah tangga
- **Proyeksi pertumbuhan pendapatan dan laba** [explicit_fact, high]: PART memproyeksikan pertumbuhan pendapatan 2026 sebesar 11,9% dibandingkan 2025, dan kenaikan laba bersih 46,18% dibandingkan 2025, dengan laba per saham Rp15,49.
  - Basis: PART memproyeksikan pertumbuhan pendapatan hanya sebesar 11,914 dibandingkan 2025; kenaikan Laba Bersih tahun 2026 sebesar 46,18% dibandingkan 2025; Laba Bersih Per Lembar Saham tahun per 31 Desember 2026 diproyeksikan menjadi 15,49,- per lembar
  - Caveats: Angka 11,914 kemungkinan typo, seharusnya 11,9%
- **Pertumbuhan pendapatan proyeksi 2026 vs 2025** [derived_calculation, high]: Berdasarkan tabel, pendapatan proyeksi 2026 sebesar Rp413.620 juta dan pendapatan 2025 sebesar Rp369.588 juta, sehingga pertumbuhan = (413.620 - 369.588) / 369.588 = 11,91%.
  - Basis: Pendapatan Proyeksi 2026: 413.620; Pendapatan 2025: 369.588
  - Assumptions: Angka dalam Rp juta
- **Pertumbuhan laba bersih proyeksi 2026 vs 2025** [derived_calculation, high]: Berdasarkan tabel, laba bersih proyeksi 2026 sebesar Rp44.157 juta dan laba bersih 2025 sebesar Rp30.207 juta, sehingga pertumbuhan = (44.157 - 30.207) / 30.207 = 46,18%.
  - Basis: Laba Bersih Proyeksi 2026: 44.157; Laba Bersih 2025: 30.207
  - Assumptions: Angka dalam Rp juta
- **Pertumbuhan laba bersih Juni 2026 vs Juni 2024** [derived_calculation, high]: Laba bersih Juni 2026 sebesar Rp9.107 juta, sedangkan Juni 2024 sebesar Rp3.568 juta, sehingga pertumbuhan = (9.107 - 3.568) / 3.568 = 155,2%.
  - Basis: Laba Bersih Juni 2026: 9.107; Laba Bersih Juni 2024: 3.568
  - Assumptions: Angka dalam Rp juta
- **Pertumbuhan laba bersih proyeksi 2026 vs Juni 2026** [derived_calculation, high]: Laba bersih proyeksi 2026 sebesar Rp44.157 juta, sedangkan Juni 2026 sebesar Rp9.107 juta, sehingga kenaikan = (44.157 - 9.107) / 9.107 = 384,9%.
  - Basis: Laba Bersih Proyeksi 2026: 44.157; Laba Bersih Juni 2026: 9.107
  - Assumptions: Angka dalam Rp juta
- **Volatilitas transaksi tanpa penyebab jelas** [analyst_hypothesis, low]: Karena emiten menyatakan tidak mengetahui penyebab volatilitas, kemungkinan pergerakan harga disebabkan oleh faktor eksternal atau aktivitas pasar yang tidak terkait dengan informasi internal emiten.
  - Basis: Seluruh jawaban emiten menyatakan tidak ada informasi material atau rencana.
  - Assumptions: Volatilitas yang diminta penjelasan memang terjadi.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.
- **Pemicu kenaikan laba bersih** [analyst_hypothesis, medium]: Kenaikan laba bersih yang signifikan (46,18% dari 2025) kemungkinan besar didorong oleh kontribusi segmen non-otomotif yang mulai berproduksi, namun belum ada rincian pendapatan per segmen.
  - Basis: Diversifikasi usaha disebut sebagai penopang laba; Proyeksi laba bersih naik 46,18%
  - Assumptions: Kontribusi segmen non-otomotif signifikan terhadap laba
  - Caveats: Belum ada laporan keuangan terpisah per segmen
- **Dampak terhadap indikator saham** [analyst_hypothesis, low]: Klaim emiten bahwa diversifikasi akan memperbaiki indikator saham (PER dan PBV) belum dapat diverifikasi tanpa data harga saham dan jumlah saham beredar.
  - Basis: Dampak positif berupa membaiknya Indikator Saham PART (Dalam PER dan PVB) di pasar Modal
  - Assumptions: Data pasar tersedia
  - Caveats: Klaim emiten, bukan fakta terkonfirmasi

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI S-11044/BEI.PP2/08-2026 tidak terbaca (null), sehingga tidak dapat diverifikasi tenggat waktu.
- Klaim emiten tidak didukung bukti independen; hanya pernyataan manajemen.
- Proyeksi keuangan bersifat forward-looking dan dapat berubah tanpa pemberitahuan.
- Tidak ada rincian pendapatan per segmen (otomotif vs non-otomotif) sehingga kontribusi diversifikasi belum terukur.
- Angka pertumbuhan pendapatan 11,914 pada narasi kemungkinan typo (seharusnya 11,9%).
- Klaim dampak positif terhadap indikator saham (PER dan PBV) belum didukung data pasar.
- Tidak ada informasi mengenai nilai investasi, sumber dana, atau kapasitas produksi untuk diversifikasi.

### Items to monitor

- Realisasi proyeksi keuangan 2026 (pendapatan Rp413,62 miliar, laba bersih Rp44,16 miliar, EPS Rp15,49) pada laporan keuangan akhir tahun.
- Rincian pendapatan per segmen (otomotif vs non-otomotif) untuk mengukur kontribusi diversifikasi.
- Nilai investasi, sumber dana, kapasitas produksi, dan lokasi pabrik untuk ekspansi non-otomotif.
- Perkembangan harga dan volume saham PART pasca pengumuman diversifikasi.
- Kepatuhan terhadap Peraturan I-E dan POJK 31/POJK.04/2015 terkait keterbukaan informasi.
- Potensi aksi korporasi lain yang mungkin muncul setelah periode 3 bulan klarifikasi.

---

## PNGO

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT AEP Pinago Plantations Tbk (PNGO) melaporkan hasil Penawaran Tender Wajib (MTO) yang dilakukan oleh pengendali baru, PT AEP Nusantara Holdings (AEPNH), atas saham PNGO. MTO menawarkan maksimal 13.585.100 saham (1,74% modal disetor) dengan periode penawaran 16 Juli 2026 hingga 14 Agustus 2026 dan penyelesaian pada 21 Agustus 2026. Sebanyak 20 pihak berpartisipasi, dan AEPNH membayar 9.484.700 saham (1,21% modal disetor). Setelah MTO, kepemilikan AEPNH meningkat dari 98,26% menjadi 99,48%, sementara kepemilikan publik turun dari 1,74% menjadi 0,52%. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- Pengendali baru PT AEP Nusantara Holdings (AEPNH) melakukan Penawaran Tender Wajib (MTO) atas saham PNGO.
- Jumlah saham yang ditawarkan dalam MTO maksimal 13.585.100 saham atau 1,74% dari modal disetor penuh.
- Periode penawaran MTO berlangsung dari 16 Juli 2026 sampai dengan 14 Agustus 2026.
- Tanggal penyelesaian transaksi MTO adalah 21 Agustus 2026.
- Pemegang saham yang mengikuti MTO dan diselesaikan transaksinya oleh AEPNH berjumlah 20 pihak.
- Jumlah saham yang dibayar oleh AEPNH dalam MTO adalah 9.484.700 saham atau 1,21% dari modal disetor.
- Komposisi pemegang saham sebelum MTO: AEPNH 767.664.900 saham (98,26%), Masyarakat di bawah 5% 13.585.100 saham (1,74%).
- Komposisi pemegang saham setelah MTO: AEPNH 777.149.600 saham (99,48%), Masyarakat di bawah 5% 4.100.400 saham (0,52%).
- Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Modal dasar: 2.500.000.000 saham, nilai nominal Rp80,00 per saham, total Rp200.000.000.000.
- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 781.250.000 saham, total Rp62.500.000.000.
- Saham dalam portepel: 1.718.750.000 saham, total Rp137.500.000.000.

### Key financial figures

- **modal_dasar_jumlah_saham:** 2500000000
- **modal_dasar_nilai_nominal_per_saham:** 80
- **modal_dasar_total_nilai_nominal:** 200000000000
- **modal_ditempatkan_disetor_penuh_jumlah_saham:** 781250000
- **modal_ditempatkan_disetor_penuh_total_nilai_nominal:** 62500000000
- **saham_dalam_portepel_jumlah_saham:** 1718750000
- **saham_dalam_portepel_total_nilai_nominal:** 137500000000
- **kepemilikan_pengendali_baru_sebelum_jumlah_saham:** 767664900 (2026-07-16)
- **kepemilikan_pengendali_baru_sebelum_persen:** 98.26 (2026-07-16)
- **kepemilikan_publik_sebelum_jumlah_saham:** 13585100 (2026-07-16)
- **kepemilikan_publik_sebelum_persen:** 1.74 (2026-07-16)
- **kepemilikan_pengendali_baru_sesudah_jumlah_saham:** 777149600 (2026-08-24)
- **kepemilikan_pengendali_baru_sesudah_persen:** 99.48 (2026-08-24)
- **kepemilikan_publik_sesudah_jumlah_saham:** 4100400 (2026-08-24)
- **kepemilikan_publik_sesudah_persen:** 0.52 (2026-08-24)
- **jumlah_saham_dibeli:** 9484700
- **jumlah_pemegang_saham_menjual:** 20

### Corporate actions

- Penawaran Tender Wajib (MTO) oleh pengendali baru

### Management / control changes

- Pengendali baru Perseroan adalah PT AEP Nusantara Holdings (AEPNH) yang melakukan MTO.

### Capital structure

- Jumlah saham yang dibayar AEPNH dalam MTO: 9.484.700 saham (1,21% modal disetor).
- Komposisi sebelum MTO: AEPNH 767.664.900 saham (98,26%), Masyarakat <5% 13.585.100 saham (1,74%).
- Komposisi setelah MTO: AEPNH 777.149.600 saham (99,48%), Masyarakat <5% 4.100.400 saham (0,52%).

### Analytical scenarios

- **Hasil MTO** [explicit_fact, high]: AEPNH membayar 9.484.700 saham dari maksimal 13.585.100 saham yang ditawarkan, sehingga tidak semua saham yang ditawarkan dibeli.
  - Basis: Jumlah saham yang dibayar: 9.484.700 saham; Jumlah saham maksimal yang ditawarkan: 13.585.100 saham
- **Persentase partisipasi MTO** [derived_calculation, high]: Dari maksimal 13.585.100 saham yang ditawarkan, hanya 9.484.700 saham yang dibayar, sehingga tingkat partisipasi adalah sekitar 69,82% dari total yang ditawarkan.
  - Basis: 9.484.700 / 13.585.100 = 0.6982
  - Assumptions: Angka yang digunakan adalah angka yang tercantum dalam dokumen.
- **Perubahan kepemilikan AEPNH** [derived_calculation, high]: Kepemilikan AEPNH meningkat sebesar 9.484.700 saham (dari 767.664.900 menjadi 777.149.600), sesuai dengan jumlah saham yang dibayar dalam MTO.
  - Basis: 777.149.600 - 767.664.900 = 9.484.700
- **Perubahan kepemilikan masyarakat** [derived_calculation, high]: Kepemilikan masyarakat di bawah 5% menurun sebesar 9.484.700 saham (dari 13.585.100 menjadi 4.100.400), konsisten dengan jumlah saham yang dibeli AEPNH.
  - Basis: 13.585.100 - 4.100.400 = 9.484.700
- **Potensi risiko free float** [analyst_hypothesis, low]: Setelah MTO, kepemilikan publik turun menjadi 0,52%, yang sangat rendah dan mungkin berisiko terhadap pemenuhan ketentuan free float Bursa Efek Indonesia, meskipun emiten tidak menyebutkan adanya dampak.
  - Basis: Kepemilikan masyarakat setelah MTO: 0,52%
  - Assumptions: Ketentuan free float BEI mensyaratkan minimal 7,5% saham publik untuk perusahaan tercatat.
  - Caveats: Emiten menyatakan tidak ada dampak material, tetapi tidak menyebutkan kepatuhan free float.

### Risks / uncertainties

- Tidak semua saham yang ditawarkan dalam MTO dibeli (hanya 9.484.700 dari 13.585.100 saham).
- Kepemilikan publik menjadi sangat rendah (0,52%), berpotensi menimbulkan risiko kepatuhan terhadap aturan free float.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut mengenai kepatuhan regulasi.

### Items to monitor

- Perubahan struktur kepemilikan yang signifikan dapat mempengaruhi likuiditas perdagangan saham.
- Risiko kepatuhan free float dapat berdampak pada status pencatatan saham di bursa.

---

## PRDA

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) melaporkan pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, berdasarkan POJK No. 13 Tahun 2023. Selama periode 20-28 Agustus 2026, perusahaan membeli total 3.300.000 saham dengan harga rata-rata Rp2.474 hingga Rp2.591 per saham. Sisa biaya pembelian kembali menurun dari Rp148.479.715.003 menjadi Rp141.556.154.904. Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- Emiten melaporkan pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) sebagai informasi material.
- Rencana pembelian kembali saham diumumkan pada 19 Agustus 2026 melalui Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham.
- Pembelian kembali saham dilakukan berdasarkan POJK No. 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan.
- Transaksi pembelian kembali saham dilakukan pada tanggal 20, 21, 24, 26, 27, dan 28 Agustus 2026.
- Jumlah saham yang dibeli kembali: 595.900 saham (20 Agustus), 187.900 saham (21 Agustus), 136.200 saham (24 Agustus), 388.200 saham (26 Agustus), 660.100 saham (27 Agustus), dan 1.331.700 saham (28 Agustus).
- Harga rata-rata pembelian kembali per saham: Rp2.548 (20 Agustus), Rp2.552 (21 Agustus), Rp2.482 (24 Agustus), Rp2.474 (26 Agustus), Rp2.553 (27 Agustus), dan Rp2.591 (28 Agustus).
- Persentase saham yang dibeli kembali terhadap jumlah saham tercatat di BEI: 0,06% (20 Agustus), 0,02% (21 Agustus), 0,01% (24 Agustus), 0,04% (26 Agustus), 0,07% (27 Agustus), dan 0,14% (28 Agustus).
- Sisa biaya pembelian kembali saham: Rp148.479.715.003 (20 Agustus), Rp147.999.539.039 (21 Agustus), Rp147.661.023.658 (24 Agustus), Rp146.699.101.575 (26 Agustus), Rp145.011.749.883 (27 Agustus), dan Rp141.556.154.904 (28 Agustus).
- Laporan ditandatangani oleh Corporate Secretary, Marina Eka Amalia.
- Dampak dinyatakan oleh emiten: tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Key financial figures

### Corporate actions

- Pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan

### Capital structure

- Jumlah saham yang dibeli kembali per tanggal transaksi: 595.900, 187.900, 136.200, 388.200, 660.100, dan 1.331.700 saham.
- Persentase saham yang dibeli kembali terhadap jumlah saham tercatat di BEI per tanggal transaksi: 0,06%, 0,02%, 0,01%, 0,04%, 0,07%, dan 0,14%.

### Listing / regulatory

- Pelaporan hasil pembelian kembali saham kepada OJK dan BEI sesuai POJK No. 13 Tahun 2023.

### Analytical scenarios

- **Pelaksanaan buyback** [explicit_fact, high]: Perusahaan melaksanakan pembelian kembali saham pada enam hari bursa berturut-turut dengan total 3.300.000 saham, berdasarkan laporan per 28 Agustus 2026.
  - Basis: Jumlah saham dibeli: 595.900 + 187.900 + 136.200 + 388.200 + 660.100 + 1.331.700 = 3.300.000 saham
- **Total saham dibeli kembali** [derived_calculation, high]: Total saham yang dibeli kembali selama periode 20-28 Agustus 2026 adalah 3.300.000 saham.
  - Basis: 595.900 + 187.900 + 136.200 + 388.200 + 660.100 + 1.331.700 = 3.300.000
- **Total biaya pembelian kembali** [derived_calculation, medium]: Total biaya yang dikeluarkan untuk pembelian kembali saham adalah sekitar Rp6.923.560.099, dihitung dari selisih sisa biaya awal dan akhir.
  - Basis: Rp148.479.715.003 - Rp141.556.154.904 = Rp6.923.560.099
  - Assumptions: Sisa biaya awal adalah biaya yang tersedia sebelum transaksi pertama, dan sisa biaya akhir adalah setelah transaksi terakhir.
  - Caveats: Nilai ini adalah perkiraan karena sisa biaya mungkin dipengaruhi oleh biaya transaksi lain.
- **Tujuan buyback** [analyst_hypothesis, medium]: Pembelian kembali saham kemungkinan dilakukan untuk mendukung stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi, sesuai dengan POJK No. 13 Tahun 2023.
  - Basis: Rujukan pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan dalam laporan.
  - Caveats: Tujuan spesifik tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai dampak buyback terhadap struktur modal atau kepemilikan saham.
- Tidak ada informasi mengenai apakah buyback akan dilanjutkan setelah 28 Agustus 2026.
- Tidak ada informasi mengenai sumber dana untuk buyback.
- Pernyataan 'tidak ada dampak' bersifat klaim emiten dan belum diverifikasi.

### Items to monitor

- Buyback dapat mempengaruhi jumlah saham beredar dan berpotensi mempengaruhi harga saham di pasar.
- Pengurangan jumlah saham beredar dapat meningkatkan laba per saham (EPS) jika laba bersih tetap.
- Buyback menunjukkan keyakinan manajemen terhadap nilai intrinsik perusahaan, namun tujuan spesifik tidak dinyatakan.

---

## PTRO

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bernama PetroDigitAll, berupa pelatihan literasi komputer dan digital untuk sekitar 140 peserta di enam provinsi. Program ini telah berjalan sejak awal 2026. Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus/pengendali, transaksi aset, atau status pencatatan dalam dokumen. Dampak material terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan 'terlampir' namun tidak dirinci dalam dokumen yang tersedia.

### Material changes

- PTRO mengumumkan program PetroDigitAll untuk mendorong literasi digital masyarakat.
- Program PetroDigitAll adalah pelatihan literasi komputer dan teknologi digital untuk sekitar 140 peserta.
- Program menjangkau enam provinsi: Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua Tengah.
- Program telah berjalan sejak awal tahun 2026.
- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan 'terlampir' namun tidak ada rincian dalam dokumen.
- PTRO dikendalikan oleh PT Kreasi Jasa Persada yang dimiliki sepenuhnya oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.
- PTRO didukung oleh entitas anak, di antaranya Hafar, HBS, dan Scan-Bilt.
- Pada tahun 1990, PTRO menjadi perusahaan rekayasa dan konstruksi Indonesia pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

### Corporate actions

- Pengumuman program TJSL PetroDigitAll (pelatihan literasi digital) - bukan aksi korporasi yang memengaruhi struktur modal atau keuangan.

### Analytical scenarios

- **Pengumuman program** [explicit_fact, high]: PTRO mengumumkan program PetroDigitAll untuk literasi digital masyarakat.
  - Basis: Perihal laporan: 'Petrosea Dorong Literasi Digital Masyarakat Melalui Program PetroDigitAll'
- **Dampak tidak dirinci** [explicit_fact, high]: Dampak kejadian terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan 'terlampir' tetapi tidak ada lampiran yang memuat rincian.
  - Basis: Bagian 'Dampak kejadian...' diisi 'terlampir'
- **Program TJSL PetroDigitAll** [explicit_fact, high]: PTRO menjalankan program pelatihan literasi digital untuk sekitar 140 peserta di enam provinsi (Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Tengah).
  - Basis: Dokumen halaman 1: 'memberikan pelatihan literasi komputer dan teknologi digital kepada sekitar 140 peserta'; Dokumen halaman 1: 'Program ini menjangkau enam provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Papua Tengah'
- **Struktur pengendalian** [explicit_fact, high]: PTRO dikendalikan oleh PT Kreasi Jasa Persada yang dimiliki sepenuhnya oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'Petrosea dikendalikan oleh PT Kreasi Jasa Persada yang dimiliki sepenuhnya oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk'
- **Entitas anak** [explicit_fact, high]: PTRO didukung oleh entitas anak Hafar, HBS, dan Scan-Bilt.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'didukung oleh entitas anak, diantaranya Hafar, HBS dan Scan-Bilt'
- **Sejarah pencatatan** [explicit_fact, high]: Pada tahun 1990, PTRO menjadi perusahaan rekayasa dan konstruksi Indonesia pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'Pada tahun 1990, Petrosea menjadi perusahaan rekayasa dan konstruksi Indonesia pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia'
- **Sifat informasi material** [analyst_hypothesis, low]: Program literasi digital kemungkinan bersifat CSR dan tidak berdampak material secara finansial, namun belum ada konfirmasi.
  - Basis: Perihal program literasi digital masyarakat
  - Assumptions: Program PetroDigitAll adalah inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan
  - Caveats: Tidak ada rincian dampak atau nilai program dalam dokumen
- **Dampak program terhadap reputasi** [analyst_hypothesis, low]: Program PetroDigitAll dapat meningkatkan reputasi PTRO di mata pemangku kepentingan, namun tidak ada indikasi dampak finansial langsung.
  - Basis: Dokumen halaman 1: 'komitmen Perusahaan dalam memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat'
  - Assumptions: Program TJSL umumnya berdampak pada reputasi perusahaan.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif mengenai dampak program terhadap kinerja keuangan atau operasional.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian dampak material yang dijelaskan dalam dokumen.
- Lampiran yang disebutkan tidak tersedia dalam dokumen yang dianalisis.
- Tidak ada informasi mengenai nilai investasi program, sumber dana, atau dampak finansial lainnya.
- Tidak ada rincian jadwal pelatihan atau lokasi spesifik di setiap provinsi.

### Items to monitor

- Pengumuman ini tidak mengandung informasi keuangan atau operasional yang material bagi investor.
- Program TJSL dapat memengaruhi reputasi perusahaan secara tidak langsung, namun tidak ada indikasi dampak finansial langsung.

---

## RATU

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 27–31 Agustus 2026, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengeluarkan dua pengumuman yang saling terkait: (1) rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026, dan (2) tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai rencana Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Peristiwa korporasi utama adalah rencana PMTHMETD yang dapat menerbitkan hingga 271.505.380 saham baru (10% dari modal ditempatkan), dengan harga pelaksanaan minimal 90% dari rata-rata harga saham 25 hari bursa. Rincian penggunaan dana belum dapat ditentukan karena belum ada calon investor yang mengikat. RUPSLB dijadwalkan pada 8 September 2026, dan estimasi pelaksanaan pada semester II 2027. Public Expose Tahunan dijadwalkan pada 10 September 2026, dengan materi disampaikan pada 7 September 2026. Kedua pengumuman ini penting karena menunjukkan kepatuhan keterbukaan informasi dan potensi perubahan struktur modal serta dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang ada.

### Material changes

- Rencana PMTHMETD dengan penerbitan maksimal 271.505.380 saham baru (10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh).
- Harga pelaksanaan minimal 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham baru.
- Rincian penggunaan dana belum dapat ditentukan karena belum ada calon investor yang mengikat, harga pelaksanaan belum terbentuk, dan jangka waktu pelaksanaan hingga 2 tahun sejak RUPSLB.
- RUPSLB dijadwalkan pada 8 September 2026 untuk persetujuan pemegang saham independen.
- Estimasi waktu pelaksanaan PMTHMETD adalah semester II 2027.
- PT Rukun Raharja Tbk selaku pemegang saham pengendali (68,677%) tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan dalam jangka pendek.
- Secara proforma, kepemilikan PT Rukun Raharja Tbk akan terdilusi menjadi 62,434% dan Masyarakat menjadi 28,470%.
- Perseroan berkomitmen menjaga rasio DER maksimum 4x.
- Dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk pembelian aset, pembelian saham, pemberian pinjaman, dan/atau transaksi lain yang sesuai.
- Tidak ada jasa profesional yang akan dibiayai dari dana PMTHMETD.
- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Key financial figures

- **ROE:** 23,91% (30 Juni 2026 (proforma sebelum PMTHMETD))
- **ROE:** 9,97% (30 Juni 2026 (proforma setelah PMTHMETD))
- **EPS:** Rp103 (30 Juni 2026 (proforma sebelum PMTHMETD))
- **EPS:** Rp93 (30 Juni 2026 (proforma setelah PMTHMETD))
- **DER:** 2,419x (30 Juni 2026 (proforma sebelum PMTHMETD))
- **DER:** 1,009x (30 Juni 2026 (proforma setelah PMTHMETD))
- **Current Ratio:** 2,385x (30 Juni 2026 (proforma sebelum PMTHMETD))
- **Current Ratio:** 5,304x (30 Juni 2026 (proforma setelah PMTHMETD))
- **Ekuitas:** USD65.017.617 (30 Juni 2026 (proforma sebelum PMTHMETD))
- **Ekuitas:** USD155.837.279 (30 Juni 2026 (proforma setelah PMTHMETD))
- **Laba bersih:** USD15.544.015 (30 Juni 2026 (asumsi tetap))
- **Total utang:** USD157.261.591 (30 Juni 2026 (asumsi tetap))
- **Jumlah saham beredar:** 2.715.053.800 (Sebelum PMTHMETD)
- **Jumlah saham beredar:** 2.986.559.180 (Setelah PMTHMETD)
- **Nilai dana PMTHMETD (ilustrasi):** Rp1.629.032.280.000 (Proforma)
- **Nilai dana PMTHMETD (ilustrasi):** USD90.819.662 (Proforma)
- **Harga pelaksanaan (asumsi):** Rp6.000 per saham (Ilustrasi)
- **Kurs:** Rp17.937 per USD (Ilustrasi)
- **Kepemilikan PT Rukun Raharja Tbk:** 68,677% (Saat ini)
- **Kepemilikan PT Rukun Raharja Tbk:** 62,434% (Proforma setelah PMTHMETD)
- **Kepemilikan Masyarakat:** 28,470% (Proforma setelah PMTHMETD)

### Corporate actions

- PMTHMETD (rights issue tanpa HMETD) direncanakan dengan penerbitan maksimal 271.505.380 saham baru (10% dari modal ditempatkan).
- Dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk pembelian aset, pembelian saham, pemberian pinjaman, dan/atau transaksi lain.
- Tidak ada calon investor yang mengikat saat ini; identitas dan nilai investasi belum dapat diungkapkan.
- Rencana perubahan komposisi kepemilikan akibat dilusi: PT Rukun Raharja Tbk dari 68,677% menjadi 62,434%, Masyarakat menjadi 28,470%.
- Tidak ada rencana perubahan kepemilikan oleh pemegang saham pengendali dalam jangka pendek.

### Expansion projects

- Pengembangan kegiatan usaha Perseroan dan grup melalui pembelian aset, pembelian saham, pemberian pinjaman, dan/atau bentuk transaksi lain di industri yang selaras, terkait, dan/atau menunjang kegiatan usaha.
- Rincian nilai, persentase, dan timeline penggunaan dana belum dapat ditentukan karena belum ada calon investor yang mengikat dan harga pelaksanaan belum terbentuk.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan dalam dokumen ini.
- PT Rukun Raharja Tbk tetap sebagai pengendali setelah PMTHMETD (proforma 62,434%).

### Capital structure

- Penerbitan maksimal 271.505.380 saham baru (10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh).
- Dilusi maksimum 9,09% bagi pemegang saham yang ada.
- Jumlah saham beredar proforma meningkat dari 2.715.053.800 menjadi 2.986.559.180 saham.
- Kepemilikan PT Rukun Raharja Tbk proforma menjadi 62,434% dan Masyarakat 28,470%.

### Listing / regulatory

- Perseroan menanggapi Surat Bursa tanggal 27 Agustus 2026.
- RUPSLB dijadwalkan 8 September 2026 untuk persetujuan pemegang saham independen.
- Pelaksanaan PMTHMETD tunduk pada POJK No. 14/2019 dan Peraturan Bursa No. I-A.
- Perseroan akan mengumumkan rencana pelaksanaan PMTHMETD paling lambat 5 hari kerja sebelum pelaksanaan.
- Permohonan pencatatan saham baru diajukan paling lambat 6 hari bursa sebelum tanggal pencatatan.
- Laporan penerbitan saham disampaikan kepada Bursa selambat-lambatnya 1 hari bursa sebelum pencatatan, paling lambat pukul 12.00 WIB.
- Hasil pelaksanaan PMTHMETD akan dilaporkan kepada OJK dan diumumkan sesuai Pasal 43B POJK No. 14/2019 dan SE-00009/BEI/12-2020.
- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi.
- Pemenuhan kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan I-E butir V.4.1 dan V.4.2.

### Analytical scenarios

- **Rencana PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Perseroan berencana menerbitkan maksimal 271.505.380 saham baru (10% dari modal ditempatkan) melalui PMTHMETD, dengan harga pelaksanaan minimal 90% dari rata-rata harga saham 25 hari bursa.
  - Basis: Dokumen halaman 4-5: 'Jumlah Saham Baru dibatasi sebanyak-banyaknya 271.505.380 saham atau paling banyak 10% dari modal ditempatkan'; Dokumen halaman 4: 'paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa'
- **Penggunaan dana belum dapat dirinci** [explicit_fact, high]: Rincian nilai, persentase, dan timeline penggunaan dana PMTHMETD belum dapat ditentukan karena belum ada calon investor yang mengikat, harga pelaksanaan belum terbentuk, dan jangka waktu pelaksanaan hingga 2 tahun.
  - Basis: Dokumen halaman 1-2: 'nilai, persentase, dan timeline untuk masing-masing komponen penggunaan dana belum dapat ditentukan'
- **Dilusi kepemilikan** [derived_calculation, high]: Dilusi maksimum 9,09% dihitung dari 271.505.380 saham baru dibagi total saham setelah penerbitan (2.986.559.180), yaitu 271.505.380 / 2.986.559.180 = 9,09%.
  - Basis: Jumlah saham baru: 271.505.380; Jumlah saham setelah penerbitan: 2.986.559.180
  - Assumptions: Seluruh saham baru diterbitkan
- **Perubahan ekuitas proforma** [derived_calculation, high]: Ekuitas proforma setelah PMTHMETD sebesar USD155.837.279 dihitung dari ekuitas sebelum (USD65.017.617) ditambah dana PMTHMETD (USD90.819.662).
  - Basis: Ekuitas sebelum: USD65.017.617; Dana PMTHMETD: USD90.819.662
  - Assumptions: Tidak ada perubahan liabilitas dan laba bersih
- **Perubahan DER proforma** [derived_calculation, high]: DER proforma setelah PMTHMETD sebesar 1,009x dihitung dari total utang tetap (USD157.261.591) dibagi ekuitas setelah (USD155.837.279), yaitu 157.261.591 / 155.837.279 = 1,009x.
  - Basis: Total utang: USD157.261.591; Ekuitas setelah: USD155.837.279
  - Assumptions: Total utang tidak berubah
- **Potensi dampak terhadap likuiditas saham** [analyst_hypothesis, low]: Penerbitan saham baru dapat meningkatkan jumlah saham beredar dan berpotensi mempengaruhi likuiditas perdagangan, namun dampak pastinya belum dapat dipastikan karena calon investor belum ditentukan.
  - Basis: Jumlah saham beredar meningkat dari 2.715.053.800 menjadi 2.986.559.180
  - Assumptions: Seluruh saham baru diterbitkan dan dicatatkan
  - Caveats: Dampak likuiditas bergantung pada minat investor dan kondisi pasar
- **Kemungkinan penundaan pelaksanaan** [analyst_hypothesis, medium]: Dengan jangka waktu pelaksanaan 2 tahun, Perseroan memiliki fleksibilitas untuk menunda pelaksanaan jika kondisi pasar tidak mendukung, yang dapat mempengaruhi timeline realisasi dana.
  - Basis: Dokumen halaman 4: 'Perseroan dapat menunda pelaksanaan dan/atau menyesuaikan jumlah Saham Baru yang diterbitkan'
  - Assumptions: Kondisi pasar dapat berubah secara signifikan
  - Caveats: Keputusan penundaan bergantung pada evaluasi manajemen dan kondisi pasar
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Public Expose ini kemungkinan merupakan kewajiban tahunan bagi emiten untuk memberikan informasi kepada publik, namun dokumen ini tidak memberikan detail kinerja atau rencana bisnis.
  - Basis: Agenda yang disebutkan: laporan kinerja kuartal II 2026, rencana bisnis, dan fakta material lainnya.
  - Assumptions: Public Expose tahunan biasanya merupakan forum untuk menyampaikan informasi kepada investor dan publik.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung dalam dokumen ini untuk memverifikasi isi agenda.
- **Kinerja Kuartal II 2026** [analyst_hypothesis, low]: Agenda Public Expose mencakup laporan kinerja kuartal II 2026, namun dokumen ini tidak memuat angka kinerja. Kinerja tersebut akan diungkapkan pada saat Public Expose.
  - Caveats: Belum ada data kinerja yang tersedia dalam dokumen ini.
- **Rencana Bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Agenda mencakup rencana bisnis Perseroan, namun tidak ada detail rencana bisnis yang diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Caveats: Detail rencana bisnis akan disampaikan pada materi Public Expose tanggal 7 September 2026.

### Risks / uncertainties

- Belum ada calon investor yang mengikat, sehingga jumlah dana yang diterima tidak pasti.
- Harga pelaksanaan belum ditentukan dan dapat lebih rendah dari asumsi Rp6.000, yang akan mengurangi nilai dana.
- Rincian penggunaan dana belum dapat ditentukan, sehingga alokasi dana belum jelas.
- Penurunan ROE dan EPS proforma bersifat sementara, namun dapat berlanjut jika dana tidak segera diinvestasikan secara produktif.
- Potensi dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang ada.
- Ketidakpastian waktu pelaksanaan karena dapat dilakukan hingga 2 tahun sejak RUPSLB.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 8 September 2026 terkait persetujuan PMTHMETD.
- Materi Public Expose pada 7 September 2026 dan pelaksanaan pada 10 September 2026, terutama laporan kinerja kuartal II 2026 dan rencana bisnis.
- Identitas dan nilai investasi calon investor PMTHMETD.
- Harga pelaksanaan definitif PMTHMETD.
- Rincian penggunaan dana PMTHMETD (nilai, persentase, timeline).
- Tanggal pelaksanaan definitif PMTHMETD.
- Perubahan kepemilikan saham setelah PMTHMETD.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 14/2019 dan Peraturan Bursa No. I-A.

---

## RICY

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 27–31 Agustus 2026, PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) menyampaikan materi Public Expose Tahunan FY2025 melalui dua pengumuman: pengumuman awal (0044) dan koreksi (0045). Keduanya mengungkapkan penyelesaian restrukturisasi utang melalui homologasi PKPU, transformasi posisi keuangan (ekuitas dari defisit menjadi positif, current ratio naik signifikan), serta kinerja 2025 yang memburuk (penjualan turun ~36%, rugi bersih melebar). Tidak ada aksi korporasi baru, ekspansi, atau perubahan pengurus yang diumumkan. Pentingnya secara korporasi: penyelesaian restrukturisasi mengurangi ketidakpastian hukum dan operasional, namun risiko likuiditas dan leverage tetap tinggi.

### Material changes

- Restrukturisasi utang selesai melalui homologasi PKPU pada 15 Desember 2025 (pengumuman 0045).
- Ekuitas berubah dari defisit Rp86,6 miliar menjadi positif Rp269,8 miliar (pengumuman 0045).
- Current ratio naik dari 0,87x menjadi 3,62x (pengumuman 0045).
- Modal kerja berbalik dari defisit Rp199 miliar menjadi surplus Rp682 miliar (pengumuman 0045).
- Surplus revaluasi aset tetap Rp727 miliar menjadi pendukung utama ekuitas positif (pengumuman 0045).
- Utang jangka pendek dialihkan menjadi jangka panjang terjadwal (pengumuman 0045).

### Key financial figures

- **Penjualan Bersih:** 565,6 (2025)
- **Penjualan Bersih:** 885,5 (2024)
- **Penjualan Bersih:** 868,5 (2023)
- **Laba Kotor:** 75,3 (2025)
- **Laba Kotor:** 177,7 (2024)
- **Laba Kotor:** 187,1 (2023)
- **Gross Margin:** 13,3% (2025)
- **Gross Margin:** 20,1% (2024)
- **Gross Margin:** 21,5% (2023)
- **EBITDA:** -257,5 (2025)
- **EBITDA:** -16,1 (2024)
- **EBITDA:** 41,1 (2023)
- **Rugi Bersih:** -366,4 (2025)
- **Rugi Bersih:** -116,5 (2024)
- **Rugi Bersih:** -75,5 (2023)
- **EPS:** -564 (2025)
- **EPS:** -173 (2024)
- **EPS:** -116 (2023)
- **Current Ratio:** 3,62x (2025)
- **Current Ratio:** 0,87x (2024)
- **Quick Ratio:** 1,11x (2025)
- **Quick Ratio:** 0,34x (2024)
- **Cash Ratio:** 0,07x (2025)
- **Cash Ratio:** 0,01x (2024)
- **Debt to Equity:** 5,79x (2025)
- **Debt to Equity:** -18,07x (2024)
- **Debt / Asset:** 0,85 (2025)
- **Debt / Asset:** 1,05 (2024)
- **Modal Kerja:** -199 (Sebelum homologasi)
- **Modal Kerja:** 682 (Setelah homologasi)
- **Ekuitas:** -86,6 (Sebelum homologasi)
- **Ekuitas:** 269,8 (Setelah homologasi)
- **Aset Tidak Lancar:** 185 (Sebelum homologasi)
- **Aset Tidak Lancar:** 890+ (Setelah homologasi)
- **Surplus Revaluasi Aset Tetap:** 727 (31 Des 2025)

### Corporate actions

- Restrukturisasi utang melalui PKPU dan homologasi (selesai 15 Desember 2025).
- Penjadwalan ulang kewajiban dan penyesuaian struktur pembayaran.
- Perubahan struktur modal: utang jangka pendek dialihkan menjadi jangka panjang.
- Revaluasi aset tetap menghasilkan surplus revaluasi Rp727 miliar.
- Ekuitas berubah dari defisit menjadi positif.

### Capital structure

- Ekuitas berubah dari defisit Rp86,6 miliar menjadi positif Rp269,8 miliar.
- Surplus revaluasi aset tetap Rp727 miliar menjadi pendukung utama ekuitas positif.
- Utang jangka pendek dialihkan menjadi jangka panjang terjadwal.

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan FY2025 (pengumuman 0044 dan koreksi 0045).
- PKPU selesai, homologasi berkekuatan hukum tetap.
- Tercatat di BEI sejak 1998.

### Analytical scenarios

- **Restrukturisasi selesai** [explicit_fact, high]: Homologasi PKPU berkekuatan hukum tetap pada 15 Desember 2025.
  - Basis: Pernyataan manajemen dalam materi Public Expose
- **Transformasi ekuitas** [explicit_fact, high]: Ekuitas berubah dari defisit Rp86,6 miliar menjadi positif Rp269,8 miliar.
  - Basis: Angka ekuitas sebelum dan sesudah homologasi
- **Target 2026** [explicit_fact, high]: Manajemen menargetkan stabilisasi pendapatan H1 2026, pertumbuhan H2 2026, perbaikan EBITDA, peningkatan utilisasi, dan kepatuhan homologasi 100%.
  - Basis: Pernyataan manajemen dalam materi Public Expose
- **Penurunan penjualan** [derived_calculation, high]: Penjualan bersih 2025 turun sekitar 36,1% dari 2024: (565,6 - 885,5) / 885,5 = -36,1%.
  - Basis: Penjualan Bersih 2025: 565,6; Penjualan Bersih 2024: 885,5
  - Assumptions: Angka dalam miliar Rupiah
  - Caveats: Pembulatan angka pada dokumen
- **Rugi bersih melebar** [derived_calculation, high]: Rugi bersih 2025 meningkat sekitar 214,6% dari 2024: (366,4 / 116,5 - 1) = 214,6%.
  - Basis: Rugi Bersih 2025: 366,4; Rugi Bersih 2024: 116,5
  - Assumptions: Angka dalam miliar Rupiah
  - Caveats: Pembulatan angka pada dokumen
- **Margin kotor menurun** [derived_calculation, high]: Gross margin 2025 sekitar 13,3% (75,3 / 565,6), turun dari 20,1% pada 2024 (177,7 / 885,5).
  - Basis: Laba Kotor 2025: 75,3; Penjualan Bersih 2025: 565,6; Laba Kotor 2024: 177,7; Penjualan Bersih 2024: 885,5
  - Assumptions: Angka dalam miliar Rupiah
  - Caveats: Pembulatan angka pada dokumen
- **Kenaikan current ratio** [derived_calculation, high]: Current ratio naik dari 0,87x menjadi 3,62x, kenaikan sekitar 4,16 kali lipat (3,62 / 0,87 = 4,16).
  - Basis: Current ratio sebelum dan sesudah homologasi
  - Assumptions: Perhitungan langsung dari angka yang diberikan
  - Caveats: Pembulatan
- **Perubahan modal kerja** [derived_calculation, high]: Modal kerja berubah dari defisit Rp199 miliar menjadi surplus Rp682 miliar, perubahan sebesar Rp881 miliar.
  - Basis: Modal kerja sebelum dan sesudah homologasi
  - Assumptions: Perhitungan selisih sederhana
  - Caveats: Angka dalam miliar Rupiah
- **Perubahan ekuitas** [derived_calculation, high]: Ekuitas berubah dari defisit Rp86,6 miliar menjadi positif Rp269,8 miliar, perubahan sebesar Rp356,4 miliar.
  - Basis: Ekuitas sebelum dan sesudah homologasi
  - Assumptions: Perhitungan selisih sederhana
  - Caveats: Angka dalam miliar Rupiah
- **Komposisi penjualan** [derived_calculation, medium]: Underwear 48%, fashionwear 34%, sehingga kain & lainnya = 18% (100% - 48% - 34%).
  - Basis: Persentase komposisi penjualan dari dokumen
  - Assumptions: Total komposisi 100%
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan persentase eksplisit untuk kain & lainnya
- **Kualitas ekuitas** [analyst_hypothesis, medium]: Ekuitas positif sebagian besar berasal dari surplus revaluasi aset tetap, sehingga kualitasnya bergantung pada realisasi nilai aset di masa depan; risiko jika nilai aset menurun.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa surplus revaluasi Rp727 miliar mendukung ekuitas
  - Assumptions: Revaluasi aset tetap dapat berubah sesuai kondisi pasar
  - Caveats: Manajemen sendiri menyatakan kualitas ekuitas bergantung pada realisasi nilai aset
- **Risiko likuiditas** [analyst_hypothesis, medium]: Cash ratio 0,07x sangat rendah, menunjukkan kas terbatas; manajemen fokus pada pengelolaan kas konservatif, namun risiko likuiditas jangka pendek tetap ada.
  - Basis: Cash ratio 2025 sebesar 0,07x
  - Assumptions: Rasio kas yang rendah mengindikasikan keterbatasan likuiditas
  - Caveats: Rasio kas hanya salah satu indikator; mungkin ada akses fasilitas lain
- **Pemulihan pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Target stabilisasi pendapatan H1 2026 dan pertumbuhan H2 2026 menunjukkan manajemen optimistis pemulihan bertahap, tetapi realisasi bergantung pada reaktivasi pelanggan dan kondisi pasar.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang target pendapatan 2026
  - Assumptions: Pemulihan ekonomi dan permintaan pasar mendukung
  - Caveats: Target belum tentu tercapai; risiko eksekusi

### Risks / uncertainties

- Pemulihan pendapatan lambat
- Persaingan produk impor
- Fluktuasi bahan baku
- Pelaksanaan kewajiban homologasi
- Cash ratio rendah (0,07x)
- Leverage tinggi (DER 5,79x)
- Kualitas ekuitas bergantung pada realisasi nilai aset
- Risiko eksekusi target 2026

### Items to monitor

- Realisasi target pendapatan H1 dan H2 2026
- Perbaikan EBITDA dan gross margin
- Kepatuhan terhadap jadwal homologasi (zero default)
- Perkembangan cash ratio dan likuiditas
- Realisasi surplus revaluasi aset tetap
- Perubahan komposisi penjualan per segmen
- Potensi aksi korporasi atau ekspansi di masa depan

---

## RMKO

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

RMKO menanggapi permintaan penjelasan BEI (No. S-11031/BEI.PP2/08-2026) terkait kenaikan signifikan pada beberapa akun laporan keuangan per 30 Juni 2026 dan realisasi proyeksi penawaran umum. Penjelasan mencakup rincian piutang, persediaan, pendapatan diterima dimuka, utang pihak berelasi, dan defisit saldo laba. Manajemen menyatakan going concern tetap tepat dan berencana melakukan PMHMETD I serta perbaikan operasional. Lampiran berisi perjanjian kerjasama antara PT Royaltama Mulia Kencana dan PT Royaltama Mulia Konstruksi untuk pekerjaan infrastruktur.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan terkait penelaahan laporan keuangan tengah tahunan 2026 dan realisasi proyeksi yang disampaikan saat proses penawaran umum.
- RMKO wajib menyampaikan penjelasan selambat-lambatnya 2 hari bursa setelah surat diterima, menggunakan SPE-IDXnet.
- Piutang usaha pihak ketiga per 30 Juni 2026 sebesar Rp41,38 miliar, meningkat 125,7% dari Rp18,34 miliar per 31 Desember 2025, terutama dari PT Sahala Bara Lestari (SBL) yang naik dari Rp17,59 miliar menjadi Rp39,25 miliar.
- Realisasi penerimaan piutang usaha sampai 28 Agustus 2026 sebesar Rp59,63 miliar atau 99,52% dari saldo piutang usaha per 30 Juni 2026 sebesar Rp59,92 miliar.
- Piutang lain-lain pihak ketiga per 30 Juni 2026 sebesar Rp4,64 miliar, meningkat dari Rp17,24 juta, terutama dari SKPLB PPh Badan tahun 2024 sebesar Rp4,62 miliar yang belum diterima sampai 28 Agustus 2026.
- Persediaan per 30 Juni 2026 sebesar Rp46,82 miliar, meningkat 24,5% dari Rp37,62 miliar, terutama suku cadang Rp43,73 miliar (93,38%).
- Pendapatan diterima dimuka per 30 Juni 2026 sebesar Rp176,78 miliar, meningkat 188,6% dari Rp61,26 miliar, terutama dari kontrak konstruksi dengan RMUK senilai Rp121,12 miliar dengan tingkat penyelesaian 69,70%.
- Utang usaha pihak berelasi per 30 Juni 2026 sebesar Rp117 miliar, meningkat 61,9% dari Rp72,29 miliar, terutama dari PT Rantai Mulia Kencana Rp82,15 miliar.
- Utang lain-lain pihak berelasi per 30 Juni 2026 sebesar Rp21,46 miliar, meningkat 65,8% dari Rp12,95 miliar, terutama dari PT Truba Bara Banyu Enim Rp17,21 miliar.
- Defisit saldo laba ditahan per 30 Juni 2026 sebesar Rp84,16 miliar, meningkat dari Rp36,78 miliar, terutama akibat rugi bersih periode berjalan Rp47,38 miliar.
- Beban pokok pendapatan semester I 2026 sebesar Rp219,95 miliar melebihi pendapatan Rp181,23 miliar, menghasilkan laba kotor negatif Rp38,73 miliar; segmen pertambangan dan jasa sewa mencatat rugi kotor masing-masing Rp26,92 miliar dan Rp40,76 miliar.
- Pendapatan jasa konstruksi semester I 2026 sebesar Rp71,86 miliar, berasal dari beberapa proyek dengan RMUK (Rp63,92 miliar) dan RMKE (Rp7,95 miliar), diakui dengan metode cost-to-cost.
- Rugi tahun 2025 sebesar Rp49,40 miliar, meningkat 164,5% dari tahun sebelumnya; manajemen menilai going concern tetap tepat dan berencana melakukan PMHMETD I serta perbaikan operasional.
- Perseroan telah mengajukan waiver kepada bank terkait covenant yang belum terpenuhi per 31 Desember 2025.
- Perjanjian Kerjasama No. 02.89/SPK/RMUK-ROKT/XI/2025 tanggal 10 November 2025 antara PT Royaltama Mulia Kencana dan PT Royaltama Mulia Konstruksi untuk pekerjaan pembangunan infrastruktur fasilitas penunjang, dengan jangka waktu 1 tahun sampai 9 November 2026.
- Lampiran I perjanjian memuat 13 item pekerjaan dengan total biaya jasa Rp286.091.007.485 (hasil penjumlahan, tidak dinyatakan eksplisit).

### Key financial figures

- **Piutang Usaha Pihak Ketiga:** 41.38 (30 Juni 2026)
- **Piutang Usaha Pihak Ketiga:** 18.34 (31 Desember 2025)
- **Piutang Usaha Pihak Ketiga - SBL:** 39.25 (30 Juni 2026)
- **Realisasi Penerimaan Piutang Usaha:** 59.63 (sampai 28 Agustus 2026)
- **Piutang Lain-lain Pihak Ketiga:** 4.64 (30 Juni 2026)
- **SKPLB PPh Badan 2024:** 4.62 (30 Juni 2026)
- **Persediaan:** 46.82 (30 Juni 2026)
- **Persediaan Suku Cadang:** 43.73 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan Diterima Dimuka:** 176.78 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan Diterima Dimuka - RMUK:** 121.12 (30 Juni 2026)
- **Utang Usaha Pihak Berelasi:** 117 (30 Juni 2026)
- **Utang Lain-lain Pihak Berelasi:** 21.46 (30 Juni 2026)
- **Beban yang Masih Harus Dibayar:** 16.37 (30 Juni 2026)
- **Defisit Saldo Laba Ditahan:** -84.16 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan:** 181.23 (Semester I 2026)
- **Beban Pokok Pendapatan:** 219.95 (Semester I 2026)
- **Laba Kotor:** -38.73 (Semester I 2026)
- **Rugi Bersih:** -47.38 (Semester I 2026)
- **Rugi Tahun 2025:** -49.40 (Tahun 2025)
- **Pendapatan Jasa Konstruksi:** 71.86 (Semester I 2026)
- **Pendapatan Jasa Konstruksi - RMUK:** 63.92 (Semester I 2026)
- **Pendapatan Jasa Konstruksi - RMKE:** 7.95 (Semester I 2026)
- **Ekuitas:** 130.81 (30 Juni 2026)
- **Laba Kotor Segmen Konstruksi:** 28.95 (Semester I 2026)
- **Biaya jasa CTRB STA Kecil Tebal 30 cm:** Rp 4.008.155.167 (per 10 November 2025)
- **Biaya jasa CTRB STA Kecil Tebal 20 cm:** Rp 117.757.223.850 (per 10 November 2025)
- **Biaya jasa CTRB STA Besar:** Rp 46.741.265.167 (per 10 November 2025)
- **Biaya jasa CTB 590M Tebal 30 cm:** Rp 2.150.718.150 (per 10 November 2025)
- **Biaya jasa Trial Nano Chemical (260M + 80M):** Rp 3.417.290.817 (per 10 November 2025)
- **Biaya jasa Repair Hauling Road:** Rp 45.430.000.000 (per 10 November 2025)
- **Biaya jasa Pekerjaan Penyiraman Jalan Hauling:** Rp 2.376.960.533 (per 10 November 2025)
- **Biaya jasa Jalan Hauling Trase DBU (3KM):** Rp 24.829.479.817 (per 10 November 2025)
- **Biaya jasa Jalan Hauling Trase BA:** Rp 29.763.561.017 (per 10 November 2025)
- **Biaya jasa Jembatan Pelindung Pipa Pertamina:** Rp 4.246.880.967 (per 10 November 2025)
- **Biaya jasa Pengadaan dan Perawatan Fasilitas Sekitar Area TLS:** Rp 749.300.000 (per 10 November 2025)
- **Biaya jasa Jembatan Timbangan STA 14300:** Rp 4.442.700.000 (per 10 November 2025)
- **Biaya jasa Perbaikan Jalan Simpang Kayuara:** Rp 177.472.000 (per 10 November 2025)

### Corporate actions

- PMHMETD I (Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) direncanakan untuk memperbaiki struktur permodalan dan modal kerja.

### Expansion projects

- Pekerjaan pembangunan infrastruktur fasilitas penunjang di lahan milik PT Royaltama Mulia Kencana, termasuk penyediaan material, berdasarkan Perjanjian No. 02.89/SPK/RMUK-ROKT/XI/2025 tanggal 10 November 2025.
- Item pekerjaan meliputi pembangunan jalan hauling, jembatan, dan fasilitas penunjang lainnya, dengan total biaya jasa Rp286.091.007.485 (hasil penjumlahan, tidak dinyatakan eksplisit).

### Capital structure

- Defisit saldo laba ditahan per 30 Juni 2026 sebesar Rp84,16 miliar, meningkat dari Rp36,78 miliar.
- Rencana PMHMETD I disebutkan sebagai langkah untuk memperbaiki struktur permodalan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI terkait laporan keuangan tengah tahunan 2026 dan realisasi proyeksi penawaran umum.
- Kewajiban penyampaian penjelasan sesuai ketentuan II.9 Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Surat dari BEI Nomor S-11031/BEI.PP2/08-2026 diterima pada 26 Agustus 2026, meminta penjelasan atas beberapa pos laporan keuangan.

### Analytical scenarios

- **Persentase penerimaan piutang SBL** [derived_calculation, high]: Penerimaan dari SBL sebesar Rp38,86 miliar terhadap saldo piutang SBL Rp39,25 miliar menghasilkan persentase sekitar 99,0%.
  - Basis: Rumus: (38,86 / 39,25) * 100 = 99,0%
- **Persentase penerimaan piutang usaha total** [derived_calculation, high]: Penerimaan piutang usaha sampai 28 Agustus 2026 sebesar Rp59,63 miliar terhadap saldo piutang usaha per 30 Juni 2026 sebesar Rp59,92 miliar menghasilkan persentase sekitar 99,52%.
  - Basis: Rumus: (59,63 / 59,92) * 100 = 99,52%
- **Rugi kotor segmen pertambangan** [derived_calculation, high]: Segmen pertambangan mencatat pendapatan Rp43,49 miliar dan beban pokok Rp70,41 miliar, menghasilkan rugi kotor Rp26,92 miliar.
  - Basis: Rumus: 43,49 - 70,41 = -26,92
- **Rugi kotor segmen jasa sewa** [derived_calculation, high]: Segmen jasa sewa mencatat pendapatan Rp65,87 miliar dan beban pokok Rp106,63 miliar, menghasilkan rugi kotor Rp40,76 miliar.
  - Basis: Rumus: 65,87 - 106,63 = -40,76
- **Total biaya jasa perjanjian kerjasama** [derived_calculation, high]: Total biaya jasa dari 13 item pekerjaan adalah Rp286.091.007.485.
  - Basis: Penjumlahan seluruh nilai pada Lampiran I: 4.008.155.167 + 117.757.223.850 + 46.741.265.167 + 2.150.718.150 + 3.417.290.817 + 45.430.000.000 + 2.376.960.533 + 24.829.479.817 + 29.763.561.017 + 4.246.880.967 + 749.300.000 + 4.442.700.000 + 177.472.000
  - Assumptions: Semua nilai dalam Rupiah dan dijumlahkan langsung.
  - Caveats: Total tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen; angka ini adalah hasil perhitungan analis.
- **Risiko likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan utang usaha dan utang lain-lain pihak berelasi yang signifikan, serta defisit saldo laba, dapat mengindikasikan tekanan likuiditas, namun manajemen menyatakan memiliki dukungan dari pemegang saham dan rencana PMHMETD I.
  - Basis: Angka utang usaha Rp117 miliar, utang lain-lain Rp21,46 miliar, defisit Rp84,16 miliar.
  - Assumptions: Asumsi bahwa peningkatan utang berelasi mencerminkan kebutuhan pendanaan operasional.
  - Caveats: Manajemen menyatakan tidak ada kesulitan keuangan dan memiliki dukungan.
- **Sifat transaksi afiliasi** [analyst_hypothesis, medium]: Kedua pihak memiliki alamat yang sama dan nama yang mirip, serta diwakili oleh individu dengan nama belakang yang sama (Vincent Saputra dan William Saputra), sehingga kemungkinan terdapat hubungan afiliasi atau pengendalian bersama.
  - Basis: Alamat kedua pihak sama: Wisma RMK 2nd Floor, Jl. Puri Kencana Blok M4 No. 1, Jakarta Barat.; Nama pihak: PT Royaltama Mulia Kencana dan PT Royaltama Mulia Konstruksi.; Perwakilan: Vincent Saputra dan William Saputra.
  - Assumptions: Kesamaan alamat dan nama mengindikasikan hubungan afiliasi.
  - Caveats: Hubungan afiliasi tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen.
- **Dampak terhadap laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Perjanjian ini dapat menimbulkan pendapatan bagi PT Royaltama Mulia Konstruksi dan beban bagi PT Royaltama Mulia Kencana, namun dampak terhadap laporan keuangan tidak dapat diukur tanpa informasi lebih lanjut.
  - Basis: Perjanjian kerjasama dengan nilai pekerjaan yang signifikan.
  - Assumptions: Pekerjaan akan dilaksanakan dan pembayaran dilakukan sesuai perjanjian.
  - Caveats: Dampak keuangan tidak dinyatakan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Rugi bersih yang berkelanjutan dan defisit saldo laba yang meningkat.
- Beban pokok pendapatan melebihi pendapatan pada segmen pertambangan dan jasa sewa.
- Covenant pinjaman yang belum terpenuhi per 31 Desember 2025, waiver telah diajukan.
- Ketergantungan pendapatan konstruksi pada pihak berelasi (RMUK dan RMKE).
- Piutang lain-lain dari SKPLB PPh Badan belum diterima sampai 28 Agustus 2026.
- Risiko kepatuhan terhadap tenggat penyampaian penjelasan (2 hari bursa).
- Potensi sanksi dari BEI atau OJK jika penjelasan tidak memadai atau tidak disampaikan.
- Ketidakpastian mengenai substansi permintaan penjelasan karena tidak diungkap dalam dokumen ini.
- Nilai total biaya jasa tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen.
- Lampiran I tidak memuat spesifikasi detail pekerjaan, jadwal, atau lokasi.
- Hubungan afiliasi antara kedua pihak tidak dinyatakan secara eksplisit.
- Perjanjian dapat diperpanjang dengan Addendum, namun syarat perpanjangan tidak dijelaskan lebih lanjut.
- Penyelesaian perselisihan melalui Pengadilan Negeri yang ditunjuk oleh Pihak Pertama, yang dapat menimbulkan ketidakpastian.
- Tidak ada informasi mengenai sumber dana pembayaran atau dampak terhadap arus kas.

### Items to monitor

- Pendapatan jasa konstruksi merupakan sumber pendapatan baru yang signifikan, berasal dari proyek dengan pihak berelasi.
- Rencana PMHMETD I dapat mempengaruhi struktur modal dan kepemilikan saham.
- Perjanjian kerjasama merupakan transaksi operasional yang dapat mempengaruhi pendapatan dan beban emiten.

---

## ROCK

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait laporan keuangan per 30 Juni 2026. Perusahaan menjelaskan kenaikan pendapatan usaha 3,14% menjadi Rp69,18 miliar, penurunan beban usaha, peningkatan penyisihan piutang, reklasifikasi aset, status proyek yang tertunda, penggunaan dana IPO, dan menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi dalam 1 tahun serta tidak ada perkara hukum material. Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan.

### Material changes

- Pendapatan usaha naik 3,14% dari Rp67,07 miliar (30 Juni 2025) menjadi Rp69,18 miliar (30 Juni 2026) karena kenaikan okupansi Noble House.
- Beban pokok pendapatan naik dari Rp32,07 miliar (30 Juni 2025) menjadi Rp34,11 miliar (30 Juni 2026).
- Beban usaha turun dari Rp17,46 miliar (30 Juni 2025) menjadi Rp12,75 miliar (30 Juni 2026).
- Piutang usaha turun 13,76% menjadi Rp11,01 miliar per 30 Juni 2026; penyisihan penurunan nilai piutang naik dari Rp134,94 juta (31 Des 2025) menjadi Rp754,94 juta (30 Juni 2026).
- Piutang jatuh tempo >120 hari naik dari Rp323,69 juta (31 Des 2025) menjadi Rp1,01 miliar (30 Juni 2026).
- Reklasifikasi Konstruksi Dalam Pekerjaan menjadi Properti Investasi Dalam Pengembangan sebesar Rp399,97 miliar per 31 Desember 2025.
- Tanah Dalam Pengembangan naik dari Rp46,66 miliar (2021) menjadi Rp49,33 miliar (30 Juni 2026) karena pembelian tanah baru.
- Utang deposit turun menjadi Rp29,53 miliar per 30 Juni 2026.
- Utang usaha naik dari Rp1,82 miliar (31 Des 2025) menjadi Rp2,10 miliar (30 Juni 2026); utang ke PLN Rp772,42 juta bersifat accrual.
- Arus kas operasi positif Rp24,98 miliar per 30 Juni 2026.
- Utang pajak Rp2,57 miliar per 30 Juni 2026, sebagian besar PPN, sudah dibayar di bulan berikutnya.
- Saldo laba defisit membaik dari -Rp99,2 miliar (31 Des 2025) menjadi -Rp83,87 miliar (30 Juni 2026).
- Dana IPO: Rp380 miliar diterima RPI, Rp280 miliar disetor ke PT AMI untuk proyek International Exchange House; pembangunan sipil (belowground) selesai.
- Proyek Azerai tidak didanai dana IPO, melainkan setoran modal dari induk PT RPI.
- Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 1 tahun mendatang (pernyataan manajemen).
- Tidak ada perkara hukum dari kreditur/supplier.
- Tingkat okupansi: 30 Juni 2026: 74,96%; 31 Des 2025: 74,66%; 31 Des 2024: 66,05%; 31 Des 2023: 62,38%; 31 Des 2022: 62,13%.
- Lima pelanggan terbesar per 30 Juni 2026: PT WEWORK SERVICES INTERNATIONAL (Rp6,58 miliar), PT MAY SUN YVAN (Rp5,83 miliar), PT TRI SAKTI PURWOSARI MAKMUR (Rp4,83 miliar), PT ITG POINTER RESOURCES INDONESIA (Rp2,95 miliar), PT KUEHNE NAGEL INDONESIA (Rp2,87 miliar).
- Status penagihan piutang per tanggal tanggapan: total outstanding Rp11,77 miliar; outstanding belum dibayar Rp798,96 juta (6,79%).
- Status pembayaran utang usaha per 31 Juli 2026: total Rp2,10 miliar; outstanding belum dibayar Rp163,06 juta (7,75%).

### Key financial figures

- **pendapatan_usaha:** Rp69,18 miliar (30 Juni 2026)
- **pendapatan_usaha:** Rp67,07 miliar (30 Juni 2025)
- **beban_pokok_pendapatan:** Rp34,11 miliar (30 Juni 2026)
- **beban_pokok_pendapatan:** Rp32,07 miliar (30 Juni 2025)
- **beban_usaha:** Rp12,75 miliar (30 Juni 2026)
- **beban_usaha:** Rp17,46 miliar (30 Juni 2025)
- **beban_jasa_profesional:** Rp1,27 miliar (30 Juni 2026)
- **piutang_usaha:** Rp11,01 miliar (30 Juni 2026)
- **penyisihan_penurunan_nilai_piutang:** Rp754,94 juta (30 Juni 2026)
- **penyisihan_penurunan_nilai_piutang:** Rp134,94 juta (31 Desember 2025)
- **piutang_jatuh_tempo_lebih_120_hari:** Rp1,01 miliar (30 Juni 2026)
- **piutang_jatuh_tempo_lebih_120_hari:** Rp323,69 juta (31 Desember 2025)
- **konstruksi_dalam_pekerjaan_direklasifikasi:** Rp399,97 miliar (31 Desember 2025)
- **tanah_dalam_pengembangan:** Rp46,66 miliar (2021)
- **tanah_dalam_pengembangan:** Rp49,33 miliar (30 Juni 2026)
- **utang_deposit:** Rp29,53 miliar (30 Juni 2026)
- **utang_usaha:** Rp1,82 miliar (31 Desember 2025)
- **utang_usaha:** Rp2,10 miliar (30 Juni 2026)
- **utang_usaha_kepada_pln:** Rp772,42 juta (30 Juni 2026)
- **arus_kas_operasi:** Rp24,98 miliar (30 Juni 2026)
- **utang_pajak:** Rp2,57 miliar (30 Juni 2026)
- **saldo_laba_defisit:** -Rp83,87 miliar (30 Juni 2026)
- **saldo_laba_defisit:** -Rp99,2 miliar (31 Desember 2025)
- **dana_penawaran_umum_diterima_rpi:** Rp380 miliar (historis)
- **penyertaan_modal_ke_pt_ami:** Rp280 miliar (historis)

### Expansion projects

- Proyek International Exchange House: dana IPO digunakan untuk persiapan pembangunan, kantor operasional marketing, dan pembangunan sipil (belowground work); pembangunan tersebut telah diselesaikan.
- Proyek Azerai: sumber dana dari setoran modal induk PT RPI, bukan dari dana IPO.
- Tanah Dalam Pengembangan: pembelian tanah baru, masih lahan kosong, belum ada timeline pengembangan.
- Tidak ada proyek baru yang diumumkan.

### Listing / regulatory

- Surat dari Bursa S-10892/BEI.PP2/08-2026 tentang Permintaan Penjelasan dan Pemberitahuan Site Visit.
- Perusahaan menjawab pertanyaan Bursa; tidak ada suspensi atau sanksi yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Perubahan piutang usaha** [derived_calculation, medium]: Penurunan piutang usaha sebesar 13,76% dari 31 Desember 2025 ke 30 Juni 2026. Dengan piutang per 30 Juni 2026 Rp11,01 miliar, piutang per 31 Desember 2025 diperkirakan sekitar Rp12,77 miliar (Rp11,01 miliar / (1 - 0,1376)).
  - Basis: Piutang usaha per 30 Juni 2026 Rp11,01 miliar; Penurunan 13,76% dibandingkan 31 Desember 2025
  - Assumptions: Penurunan dihitung dari saldo 31 Desember 2025 ke 30 Juni 2026.
  - Caveats: Angka 31 Desember 2025 tidak tersedia secara eksplisit.
- **Perubahan saldo laba** [derived_calculation, high]: Perbaikan saldo laba defisit sebesar Rp15,33 miliar dari -Rp99,2 miliar (31 Des 2025) menjadi -Rp83,87 miliar (30 Juni 2026).
  - Basis: Saldo laba defisit 31 Des 2025: -Rp99,2 miliar; Saldo laba defisit 30 Juni 2026: -Rp83,87 miliar
  - Assumptions: Perbaikan dihitung sebagai selisih absolut.
- **Kualitas piutang** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan penyisihan piutang dan piutang jatuh tempo >120 hari menunjukkan potensi risiko kredit, meskipun manajemen menyatakan yakin dapat tertagih.
  - Basis: Penyisihan naik dari Rp134,94 juta menjadi Rp754,94 juta; Piutang >120 hari naik dari Rp323,69 juta menjadi Rp1,01 miliar
  - Assumptions: Peningkatan penyisihan mencerminkan ekspektasi penurunan kolektibilitas.
  - Caveats: Manajemen menyatakan keyakinan tertagih, tetapi tidak ada bukti objektif.
- **Keberlanjutan proyek** [analyst_hypothesis, medium]: Proyek International Exchange House dan Azerai tertunda tanpa timeline, menunjukkan ketidakpastian dalam realisasi aset dan potensi dampak pada nilai perusahaan.
  - Basis: Tidak ada timeline penyelesaian; Manajemen masih melakukan kajian dan evaluasi
  - Assumptions: Penundaan berkepanjangan dapat mempengaruhi prospek pendapatan.
  - Caveats: Manajemen tidak menyebutkan kendala teknis, hanya kondisi ekonomi.

### Risks / uncertainties

- Proyek International Exchange House dan Azerai tertunda tanpa timeline penyelesaian; risiko nilai aset dan potensi pendapatan.
- Piutang jatuh tempo >120 hari meningkat signifikan; risiko kredit meskipun manajemen yakin tertagih.
- Saldo laba defisit masih besar; estimasi laba positif dalam 3 tahun belum pasti.
- Beban jasa profesional diperkirakan tetap tinggi di masa mendatang.
- Ketergantungan pada okupansi Noble House untuk pendapatan dan arus kas.
- Tanah Dalam Pengembangan masih lahan kosong tanpa rencana pengembangan jelas.

### Items to monitor

- Tidak ada aksi korporasi yang direncanakan dalam 1 tahun.
- Tidak ada perkara hukum material.
- Tidak ada informasi langsung tentang harga saham atau volume perdagangan.

---

## SAFE

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Steady Safe Tbk (SAFE) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek yang terjadi pada 24 Agustus 2026. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan), dan pemegang saham utama belum memiliki rencana atas kepemilikan sahamnya. Tidak ada angka keuangan atau rincian transaksi yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat nomor S-11041/BEI.PP2/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026.
- Pada 24 Agustus 2026, terjadi peningkatan aktivitas dan harga saham SAFE: volume perdagangan 6.351.000 saham dengan frekuensi 2.146 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya 94.800 saham dengan frekuensi 50 kali.
- Harga saham SAFE ditutup meningkat sebesar Rp98 atau 24,87% dari harga penutupan hari bursa sebelumnya Rp394 menjadi Rp492 pada 24 Agustus 2026.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00087/BEI/12-2025.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Emiten menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Emiten menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Emiten menyatakan bahwa sampai saat ini pemegang saham utama belum memiliki rencana atas kepemilikan sahamnya di Perseroan.

### Key financial figures

- **volume perdagangan saham (hari volatil):** 6.351.000 saham (24 Agustus 2026)
- **frekuensi perdagangan (hari volatil):** 2.146 kali (24 Agustus 2026)
- **volume perdagangan saham (hari sebelumnya):** 94.800 saham (hari bursa sebelumnya (sebelum 24 Agustus 2026))
- **frekuensi perdagangan (hari sebelumnya):** 50 kali (hari bursa sebelumnya (sebelum 24 Agustus 2026))
- **harga penutupan (hari volatil):** Rp492 (24 Agustus 2026)
- **harga penutupan (hari sebelumnya):** Rp394 (hari bursa sebelumnya (sebelum 24 Agustus 2026))

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI terkait volatilitas transaksi efek (surat nomor S-11041/BEI.PP2/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026).
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015 dan Peraturan BEI Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Persentase kenaikan harga saham** [derived_calculation, high]: Kenaikan harga saham sebesar Rp98 dari harga penutupan Rp394 menghasilkan persentase kenaikan 24,87% (Rp98 / Rp394 * 100%).
  - Basis: Kenaikan harga Rp98; Harga penutupan sebelumnya Rp394
  - Assumptions: Perhitungan persentase menggunakan harga penutupan sebelumnya sebagai basis
- **Rasio volume perdagangan** [derived_calculation, high]: Volume perdagangan pada 24 Agustus 2026 (6.351.000 saham) sekitar 67 kali lipat dibandingkan hari sebelumnya (94.800 saham).
  - Basis: Volume hari volatil 6.351.000 saham; Volume hari sebelumnya 94.800 saham
  - Assumptions: Perhitungan rasio menggunakan volume hari sebelumnya sebagai pembagi
- **Penyebab volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas harga dan volume yang signifikan mungkin disebabkan oleh aksi spekulasi pasar atau faktor eksternal yang tidak diungkapkan, namun emiten menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material.
  - Basis: Kenaikan harga 24,87%; Volume melonjak 67 kali lipat; Pernyataan emiten tidak mengetahui fakta material
  - Assumptions: Volatilitas dapat dipicu oleh faktor non-material atau rumor pasar
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung mengenai penyebab volatilitas; Pernyataan emiten hanya berdasarkan pengetahuannya

### Risks / uncertainties

- Volatilitas harga saham yang signifikan dapat menarik perhatian regulator dan berpotensi memicu pengawasan lebih lanjut.
- Ketidakpastian penyebab volatilitas karena emiten menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material.
- Risiko kepatuhan terkait kewajiban keterbukaan informasi jika di kemudian hari ditemukan fakta material yang belum diungkap.
- Pernyataan manajemen tentang tidak adanya rencana aksi korporasi dapat berubah sewaktu-waktu.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material yang diungkapkan dalam dokumen ini yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi.
- Peningkatan aktivitas dan harga saham SAFE pada 24 Agustus 2026.

---

## SAPX

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) mengumumkan perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi untuk periode 27 Agustus 2026 hingga 27 Agustus 2031. Susunan baru terdiri dari Gilarsi W Setijono (Ketua, Komisaris Independen), Nency Christanti (Anggota Dewan Komisaris), dan Nailul Azmi (pihak manajerial di bawah Direksi yang membidangi SDM). Pengangkatan Nailul Azmi sebagai anggota baru dilakukan melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 001/SK-KOM/VIII/2026 tanggal 27 Agustus 2026, efektif sejak tanggal yang sama. Perubahan ini disampaikan kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk memenuhi ketentuan Pasal 4 dan Pasal 5 POJK No. 34/POJK.04/2014. Pengumuman ditandatangani oleh Presiden Direktur Budiyanto Darmastono.

### Material changes

- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi untuk periode 27 Agustus 2026 - 27 Agustus 2031.
- Gilarsi W Setijono ditunjuk sebagai Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi, dengan keterangan sebagai Komisaris Independen.
- Nency Christanti ditunjuk sebagai anggota, dengan keterangan sebagai Anggota Dewan Komisaris.
- Nailul Azmi ditunjuk sebagai anggota, dengan keterangan sebagai pihak yang menduduki jabatan manajerial di bawah Direksi yang membidangi sumber daya manusia.
- Pengangkatan Nailul Azmi sebagai Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 001/SK-KOM/VIII/2026 tanggal 27 Agustus 2026, berlaku efektif sejak tanggal yang sama.
- Pemberitahuan kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk memenuhi ketentuan Pasal 4 dan Pasal 5 POJK No. 34/POJK.04/2014.
- Pengumuman ditandatangani oleh Presiden Direktur Budiyanto Darmastono.

### Management / control changes

- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi: Gilarsi W Setijono (Ketua, Komisaris Independen), Nency Christanti (Anggota, Anggota Dewan Komisaris), Nailul Azmi (Anggota, pihak manajerial di bawah Direksi yang membidangi SDM).

### Listing / regulatory

- Pemenuhan ketentuan Pasal 4 dan Pasal 5 POJK No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi** [explicit_fact, high]: Dokumen mengumumkan perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi untuk periode 27 Agustus 2026 hingga 27 Agustus 2031, dengan tiga anggota baru.
  - Basis: Perihal surat: 'Perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi'; Tabel susunan komite dengan periode 27-Aug-26 - 27-Aug-31
- **Peran anggota komite** [explicit_fact, high]: Gilarsi W Setijono adalah Komisaris Independen, Nency Christanti adalah Anggota Dewan Komisaris, dan Nailul Azmi adalah pihak manajerial di bawah Direksi yang membidangi SDM.
  - Basis: Kolom 'Keterangan' pada tabel susunan komite
- **Pengangkatan Nailul Azmi** [explicit_fact, high]: Nailul Azmi diangkat sebagai Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 001/SK-KOM/VIII/2026 tanggal 27 Agustus 2026, berlaku efektif sejak tanggal yang sama.
  - Basis: Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 001/SK-KOM/VIII/2026
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, medium]: Perubahan komite ini kemungkinan dilakukan untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai komite nominasi dan remunerasi, namun dokumen tidak menyebutkan dasar regulasi secara eksplisit.
  - Basis: Perihal surat menyebut 'Emiten atau Perusahaan Publik'; Penyebutan pemenuhan Pasal 4 dan 5 POJK No. 34/POJK.04/2014
  - Assumptions: Perubahan komite dilakukan dalam rangka kepatuhan terhadap peraturan OJK
  - Caveats: Tidak ada referensi langsung ke peraturan tertentu dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Dokumen tidak menyebutkan alasan perubahan komite atau apakah perubahan ini terkait dengan perubahan pengendali atau manajemen.
- Tidak ada informasi mengenai efektivitas pengangkatan atau apakah anggota komite telah memenuhi persyaratan independensi yang berlaku.
- Tidak ada informasi mengenai latar belakang atau pengalaman anggota komite.
- Tidak ada informasi mengenai apakah perubahan ini mempengaruhi kebijakan remunerasi atau nominasi perusahaan.
- Tidak ada rincian kualifikasi atau independensi anggota komite baru.

---

## SINI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 27–31 Agustus 2026, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menerbitkan dua pengumuman koreksi terkait penyampaian Laporan Keuangan interim per 31 Juli 2026. Pengumuman pertama (12/SP/VIII/2026) mengoreksi laporan yang disampaikan pada 21 Agustus 2026 (surat 09/SP/VIII/2026), dan pengumuman kedua (13/SP/VIII/2026) mengoreksi pengumuman pertama tersebut. Kedua pengumuman bersifat administratif dan tidak memuat angka keuangan atau rincian substansi koreksi; lampiran laporan keuangan tidak tersedia dalam analisis ini. Bidang usaha emiten dinyatakan sebagai penyedia penginapan dan perusahaan induk dari anak usaha di bidang perusahaan kayu. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau peristiwa regulasi material yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- Koreksi atas penyampaian laporan keuangan interim per 31 Juli 2026, menggantikan laporan sebelumnya (surat 09/SP/VIII/2026).
- Koreksi administratif atas surat 12/SP/VIII/2026.
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau strategi yang diungkapkan.

### Analytical scenarios

- **Koreksi laporan keuangan** [explicit_fact, high]: Pengumuman 12/SP/VIII/2026 mengoreksi laporan keuangan interim per 31 Juli 2026 yang disampaikan pada 21 Agustus 2026 (surat 09/SP/VIII/2026).
  - Basis: Perihal surat menyebut 'KOREKSI' dan merujuk pada surat 09/SP/VIII/2026.
- **Koreksi administratif** [explicit_fact, high]: Pengumuman 13/SP/VIII/2026 mengoreksi surat 12/SP/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026.
  - Basis: Surat nomor 13/SP/VIII/2026 menyatakan 'Mengoreksi surat kami nomor : 12/SP/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026'.
- **Bidang usaha** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan bidang usaha sebagai penyedia penginapan dan perusahaan induk dari anak usaha di bidang perusahaan kayu.
  - Basis: Bagian 'Bidang Usaha' pada dokumen 13/SP/VIII/2026.
- **Alasan koreksi laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi laporan keuangan dapat mengindikasikan adanya perbaikan angka, penyajian ulang, atau kesalahan sebelumnya, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Perihal surat menyebut 'KOREKSI'; Tidak ada penjelasan rinci tentang isi koreksi dalam dokumen
  - Assumptions: Koreksi dilakukan untuk memperbaiki kesalahan atau penyajian ulang
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai alasan koreksi

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif atau detail laporan keuangan dalam dokumen; angka keuangan hanya tersedia pada lampiran PDF yang tidak disertakan dalam analisis.
- Alasan koreksi laporan keuangan tidak dijelaskan secara eksplisit.
- Dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak diuraikan (hanya disebut 'Terlampir').

### Items to monitor

- Lampiran laporan keuangan interim per 31 Juli 2026 yang dikoreksi (lamp1.pdf dan lamp2.pdf) untuk memverifikasi angka dan substansi koreksi.
- Pengumuman lanjutan dari emiten yang menjelaskan alasan koreksi atau dampak material.
- Kepatuhan terhadap peraturan Bursa terkait penyampaian laporan keuangan dan koreksi.

---

## SMLE

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan secara virtual pada 11 September 2026 melalui platform IDX Public Expose Live 2026. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat data keuangan, kinerja, atau prospek bisnis. Dokumen ini merupakan pengumuman awal dan tidak terkait dengan aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau transaksi aset.

### Material changes

- PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada hari Jumat, 11 September 2026, pukul 09:10 waktu setempat (dokumen lampiran menyebutkan pukul 09.00-10.00 WIB).
- Acara akan diselenggarakan secara virtual melalui platform IDX Public Expose Live 2026, dengan pendaftaran peserta melalui https://pubexlive.idx.co.id/.
- Agenda acara meliputi paparan kinerja perseroan, prospek bisnis, dan konferensi pers.
- Materi Public Expose akan dipublikasikan melalui website IDX Public Expose Live 2026 dan website Perseroan www.ptsml.id selambat-lambatnya 3 hari sebelum pelaksanaan acara.
- Hasil Public Expose akan disampaikan kepada BEI paling lambat pada tanggal 16 September 2026.
- Pihak yang hadir adalah Direksi Utama dan manajemen Perseroan lainnya.
- Pemberitahuan ini ditandatangani oleh Arry Wahyu Riansyah selaku Corporate Secretary.
- Dokumen diterbitkan pada tanggal 28 Agustus 2026 pukul 16:09.
- Alamat perseroan: Business Park Kebon Jeruk Blok I 5-6, Telepon (021) 3006 7971, Fax (021) 30067993, website www.ptsml.id.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi kepada publik, merujuk pada Peraturan BEI No. I-E dan Surat Edaran BEI No. SE-00003/BEI/05-2020.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memaparkan kinerja keuangan tahun berjalan, prospek bisnis, dan menjawab pertanyaan investor. Namun, dokumen ini hanya mengumumkan rencana acara, tanpa memberikan data kinerja atau prospek.
  - Caveats: Tidak ada data keuangan atau prospek bisnis yang diungkapkan dalam dokumen ini.

---

## SQMI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode enam bulan berakhir 30 Juni 2026. Total aset tercatat Rp512,33 miliar, total liabilitas Rp422,31 miliar, dan total ekuitas Rp90,02 miliar. Emiten membukukan rugi bersih Rp20,67 miliar, membaik dari rugi Rp42,28 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan domestik turun 36,1% menjadi Rp591,05 juta. Arus kas operasi negatif Rp7,39 miliar, sebagian didanai penerimaan utang pihak berelasi Rp11,89 miliar. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan dalam laporan.

### Material changes

- Laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026.
- Total aset per 30 Juni 2026: Rp512.329.285.300 (31 Des 2025: Rp513.145.027.785).
- Total liabilitas per 30 Juni 2026: Rp422.308.661.709 (30 Juni 2025: Rp402.451.186.636).
- Total ekuitas per 30 Juni 2026: Rp90.020.623.591 (30 Juni 2025: Rp110.693.841.149).
- Rugi bersih yang diatribusikan ke entitas induk per 30 Juni 2026: Rp20.368.643.425 (2025: rugi Rp41.485.773.332).
- Rugi per saham dasar dan dilusian: Rp1,31 (2026), Rp2,62 (2025).
- Penjualan dan pendapatan usaha per 30 Juni 2026: Rp591.045.342 (2025: Rp925.582.073), dari produk Dore domestik.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi per 30 Juni 2026: negatif Rp7.386.604.054 (2025: negatif Rp2.174.212.224).
- Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan per 30 Juni 2026: positif Rp7.291.047.767 (2025: positif Rp2.158.226.825).
- Kas dan setara kas akhir per 30 Juni 2026: Rp1.858.340.266 (2025: Rp2.697.411.354).
- Penerimaan utang pihak berelasi periode berjalan: Rp11.886.650.922; pembayaran utang pihak berelasi: Rp2.645.603.155.
- Anak usaha: PT Wilton Pertambangan Wahana Emas (aset Rp511.035.782.679, kepemilikan 98,01%), PT Liektucha Ciemas (aset Rp2.830.672.750, kepemilikan 97,03%), PT Wilton Investment (aset Rp7.813.461.982, kepemilikan 99,0%), semua status operasional.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan independensi akuntan sesuai POJK 13/POJK.03/2017: Ya; papan perdagangan: Pengembangan.

### Key financial figures

- **Total Aset:** 512329285300 (2026-06-30)
- **Total Aset:** 513145027785 (2025-12-31)
- **Total Liabilitas:** 422308661709 (2026-06-30)
- **Total Ekuitas:** 90020623591 (2026-06-30)
- **Jumlah Laba (Rugi):** -20673217558 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Jumlah Laba (Rugi):** -42284327987 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30)
- **Laba (Rugi) per Saham Dasar:** -1.31 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Laba (Rugi) per Saham Dasar:** -2.62 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30)
- **Arus Kas Bersih Operasi:** -7386604054 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Arus Kas Bersih Operasi:** -2174212224 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30)
- **Penerimaan Utang Pihak Berelasi:** 11886650922 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Kas dan Setara Kas:** 1858340266 (2026-06-30)
- **Kas dan Setara Kas:** 1870974121 (2025-12-31)
- **Pendapatan Domestik:** 591045342 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Pendapatan Domestik:** 925582073 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30)
- **Aset Tetap - Nilai Buku:** 338790600563 (2026-06-30)
- **Penambahan Aset Tetap (Nilai Perolehan):** 274517541 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Saldo Laba Belum Ditentukan:** -561819703050 (2026-06-30)
- **Saldo Laba Belum Ditentukan:** -541451059625 (2025-12-31)
- **Kepentingan Non-Pengendali:** -7645167559 (2026-06-30)
- **Kepentingan Non-Pengendali:** -7340593426 (2025-12-31)
- **Utang Pihak Berelasi Jangka Pendek:** 162500597979 (2026-06-30)
- **Utang Pihak Berelasi Jangka Pendek:** 153199273016 (2025-12-31)
- **Persediaan Neto:** 4720949807 (2026-06-30)

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap (nilai perolehan) Rp274.517.541 dan penambahan aset hak guna bangunan Rp193.477.515 selama periode berjalan; rincian proyek/tujuan tidak diungkapkan.

### Capital structure

- Saham biasa per 30 Juni 2026: Rp3.884.397.857.250 (tidak berubah dari 2025).
- Tambahan modal disetor: negatif Rp3.726.391.683.050 (tidak berubah).
- Komponen ekuitas lainnya: Rp501.479.320.000 (tidak berubah).
- Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya: negatif Rp561.819.703.050 (2025: negatif Rp541.451.059.625).
- Tidak ada penerbitan saham baru, dividen, atau transaksi treasury stock pada periode berjalan.

### Listing / regulatory

- Jenis papan perdagangan: Pengembangan.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017: Ya.
- Kepatuhan terhadap independensi akuntan sesuai POJK 13/POJK.03/2017: Ya.

### Analytical scenarios

- **Perubahan rugi bersih** [derived_calculation, high]: Rugi bersih turun sebesar Rp21,61 miliar atau sekitar 51,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  - Basis: 42,284,327,987 - 20,673,217,558 = 21,611,110,429; 21,611,110,429 / 42,284,327,987 = 0.511
  - Assumptions: Angka rugi bersih yang digunakan adalah total profit (loss) dari continuing operations.
- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan turun dari Rp925,58 juta menjadi Rp591,05 juta, atau turun sekitar 36,1%.
  - Basis: 925,582,073 - 591,045,342 = 334,536,731; 334,536,731 / 925,582,073 = 0.361
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, medium]: Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas per 30 Juni 2026 adalah sekitar 4,69x, meningkat dari 3,64x pada 2025, menunjukkan leverage yang lebih tinggi.
  - Basis: 422,308,661,709 / 90,020,623,591 = 4.69; 402,451,186,636 / 110,693,841,149 = 3.64
  - Assumptions: Menggunakan total liabilitas dan total ekuitas yang dilaporkan.
  - Caveats: Rasio ini tidak memperhitungkan komposisi liabilitas jangka pendek vs jangka panjang.
- **Penyebab penurunan rugi** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan rugi bersih kemungkinan didorong oleh penurunan beban umum dan administrasi serta penurunan kerugian selisih kurs, meskipun pendapatan juga turun signifikan.
  - Basis: Beban umum dan administrasi turun dari Rp33,21 miliar menjadi Rp13,52 miliar; Kerugian selisih kurs turun dari Rp10,82 miliar menjadi Rp2,77 miliar
  - Assumptions: Perubahan beban dan pendapatan lain dianggap sebagai faktor utama.
  - Caveats: Analisis ini tidak mempertimbangkan faktor lain seperti perubahan pendapatan lainnya yang juga turun drastis.
- **Potensi tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan liabilitas jangka pendek yang signifikan (sekitar Rp16,18 miliar) sementara kas menurun tipis dapat mengindikasikan tekanan likuiditas atau peningkatan utang jangka pendek, namun hal ini belum dapat dikonfirmasi tanpa laporan arus kas dan laba rugi.
  - Basis: Liabilitas jangka pendek naik dari Rp360,58 miliar menjadi Rp376,76 miliar.; Kas dan setara kas turun dari Rp1,87 miliar menjadi Rp1,86 miliar.
  - Assumptions: Perubahan liabilitas jangka pendek mencerminkan tambahan utang atau kewajiban operasional.
  - Caveats: Laporan laba rugi dan arus kas tidak tersedia pada bagian ini.; Peningkatan liabilitas dapat berasal dari aktivitas operasional normal.

### Risks / uncertainties

- Laporan keuangan tidak diaudit, sehingga angka dapat berubah setelah audit.
- Arus kas operasi negatif yang signifikan pada 2026 (Rp7,39 miliar) dibandingkan 2025 (Rp2,17 miliar) menunjukkan peningkatan kebutuhan kas untuk operasi, yang dapat menjadi risiko likuiditas jika tidak diimbangi dengan pendanaan.
- Emiten mencatat saldo laba negatif yang semakin dalam, menunjukkan akumulasi kerugian.
- Kepentingan non-pengendali negatif, yang dapat mengindikasikan kewajiban lebih besar dari aset pada entitas anak tertentu.
- Pendapatan menurun tajam, berpotensi mempengaruhi kelangsungan usaha.
- Terdapat perbedaan antara posisi ekuitas agregat (Rp3.884.397.857.250) dan rincian (Rp3.726.391.683.050) yang belum dijelaskan.

### Items to monitor

- Penurunan rugi bersih yang signifikan dapat menjadi sinyal perbaikan kinerja, namun pendapatan yang menurun tajam dan arus kas operasi negatif tetap menjadi perhatian.
- Tingkat leverage yang tinggi (total liabilitas 4,69x ekuitas) dan ketergantungan pada pendanaan pihak berelasi dapat mempengaruhi profil risiko emiten.
- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang diumumkan, sehingga tidak ada dampak langsung terhadap jumlah saham beredar.

---

## SRTG

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 kepada Bursa Efek Indonesia. Laporan keuangan telah ditelaah secara terbatas oleh Akuntan Publik (KAP Siddharta Widjaja dan Rekan). Berdasarkan laporan keuangan, SRTG mencatat rugi bersih sebesar Rp3,87 miliar (dalam ribuan) pada periode berjalan, berbanding dengan laba bersih Rp103,21 juta (dalam ribuan) pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kerugian terutama disebabkan oleh kerugian perubahan nilai wajar efek yang memburuk menjadi -Rp4,84 miliar (dalam ribuan). Total aset menurun dari Rp62,51 miliar menjadi Rp57,54 miliar (dalam ribuan), terutama karena penurunan investasi pada entitas asosiasi. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan status pencatatan yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- SRTG menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026 kepada BEI, sesuai Peraturan No. I-E dan Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
- Laporan keuangan telah ditelaah secara terbatas oleh Akuntan Publik (KAP Siddharta Widjaja dan Rekan), dengan tanggal laporan review 27 Agustus 2026.
- Total aset periode berjalan: Rp57.540.414 ribu (periode sebelumnya: Rp62.510.842 ribu).
- Total liabilitas periode berjalan: Rp3.842.183 ribu (periode sebelumnya: Rp3.592.008 ribu).
- Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk periode berjalan: Rp53.668.087 ribu (periode sebelumnya: Rp58.890.518 ribu).
- Jumlah laba (rugi) periode berjalan: -Rp3.872.206 ribu (periode sebelumnya: Rp103.206 ribu).
- Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar efek periode berjalan: -Rp4.839.151 ribu (periode sebelumnya: -Rp1.821.941 ribu).
- Pendapatan dividen periode berjalan: Rp1.685.748 ribu (periode sebelumnya: Rp1.259.906 ribu).
- Distribusi dividen kas periode berjalan: Rp1.399.698 ribu (periode sebelumnya: Rp1.925 ribu).
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi: Rp2.352.660 ribu (2026), Rp1.365.899 ribu (2025).
- Arus kas bersih dari aktivitas investasi: -Rp25.752 ribu (2026).
- Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan: -Rp1.706.145 ribu (2026), termasuk pembayaran dividen Rp1.399.698 ribu.
- Kas dan setara kas akhir periode: Rp1.628.593 ribu (2026), Rp1.973.414 ribu (2025).
- Perusahaan memenuhi syarat sebagai entitas investasi kualifikasian sesuai PSAK 110, sehingga investasi pada entitas yang dikendalikan, asosiasi, dan ventura bersama diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
- Saham biasa tidak berubah: 271.297 ribu lembar (periode berjalan dan sebelumnya).
- Tambahan modal disetor tidak berubah: Rp5.184.710 ribu.
- Saham treasuri periode berjalan: Rp9.833 ribu (periode sebelumnya: Rp13.310 ribu).
- Cadangan pembayaran berbasis saham meningkat dari Rp36.373 ribu menjadi Rp41.988 ribu.
- Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya menurun dari Rp53.134.049 ribu menjadi Rp47.860.317 ribu.
- SRTG tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Key financial figures

- **Total Aset:** 57.540.414 (2026-06-30 (CurrentYearInstant))
- **Total Aset:** 62.510.842 (2025-12-31 (PriorEndYearInstant))
- **Total Liabilitas:** 3.842.183 (2026-06-30 (CurrentYearInstant))
- **Total Liabilitas:** 3.592.008 (2025-12-31 (PriorEndYearInstant))
- **Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk:** 53.668.087 (2026-06-30 (CurrentYearInstant))
- **Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk:** 58.890.518 (2025-12-31 (PriorEndYearInstant))
- **Investasi pada entitas asosiasi:** 54.470.540 (2026-06-30 (CurrentYearInstant))
- **Investasi pada entitas asosiasi:** 59.569.885 (2025-12-31 (PriorEndYearInstant))
- **Jumlah laba (rugi):** -3.872.206 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30 (CurrentYearDuration))
- **Jumlah laba (rugi):** 103.206 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30 (PriorYearDuration))
- **Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar efek:** -4.839.151 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30 (CurrentYearDuration))
- **Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar efek:** -1.821.941 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30 (PriorYearDuration))
- **Pendapatan dividen:** 1.685.748 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30 (CurrentYearDuration))
- **Pendapatan dividen:** 1.259.906 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30 (PriorYearDuration))
- **Distribusi dividen kas:** 1.399.698 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30 (CurrentYearDuration))
- **Distribusi dividen kas:** 1.925 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30 (PriorYearDuration))
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 2.352.660 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 1.365.899 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -25.752 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** -1.706.145 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** -928.048 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30)
- **Jumlah kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas:** 620.763 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Kas dan setara kas akhir periode:** 1.628.593 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas akhir periode:** 1.973.414 (2025-06-30)

### Capital structure

- Distribusi dividen kas sebesar Rp1.399.698 ribu pada periode berjalan (2026), dibandingkan Rp1.925 ribu pada periode sebelumnya.
- Saham biasa tidak berubah: 271.297 ribu lembar (periode berjalan dan sebelumnya).
- Tambahan modal disetor tidak berubah: Rp5.184.710 ribu.
- Saham treasuri periode berjalan: Rp9.833 ribu (periode sebelumnya: Rp13.310 ribu).
- Cadangan pembayaran berbasis saham meningkat dari Rp36.373 ribu menjadi Rp41.988 ribu.
- Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya menurun dari Rp53.134.049 ribu menjadi Rp47.860.317 ribu.

### Listing / regulatory

- SRTG tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Analytical scenarios

- **Penurunan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset menurun dari Rp62.510.842 ribu menjadi Rp57.540.414 ribu, penurunan sebesar Rp4.970.428 ribu.
  - Basis: Angka total aset pada neraca periode berjalan dan sebelumnya.
  - Assumptions: Satuan dalam ribuan Rupiah.
- **Penurunan saldo laba** [derived_calculation, high]: Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya menurun sebesar Rp5.273.732 ribu (Rp53.134.049 ribu - Rp47.860.317 ribu).
  - Basis: Angka saldo laba pada neraca periode berjalan dan sebelumnya.
  - Assumptions: Tidak ada dividen atau transfer yang diungkapkan di bagian ini.
  - Caveats: Penyebab penurunan tidak dapat diidentifikasi dari bagian ini.
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi** [derived_calculation, high]: Arus kas bersih dari aktivitas operasi tahun 2026 adalah Rp2.352.660 ribu, meningkat dari Rp1.365.899 ribu pada tahun 2025. Kenaikan sekitar Rp986.761 ribu.
  - Basis: Jumlah arus kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi: Rp2.352.660 ribu (2026) dan Rp1.365.899 ribu (2025).
  - Assumptions: Angka yang digunakan adalah angka yang tertera pada baris 74.
- **Penyebab kerugian bersih** [analyst_hypothesis, medium]: Kerugian bersih yang besar kemungkinan besar disebabkan oleh kerugian perubahan nilai wajar efek yang memburuk, meskipun pendapatan dividen yang tinggi memberikan sebagian kompensasi.
  - Basis: Kerugian perubahan nilai wajar efek: -Rp4.839.151 ribu; Pendapatan dividen: Rp1.685.748 ribu; Jumlah laba (rugi): -Rp3.872.206 ribu
  - Assumptions: Tidak ada item lain yang signifikan yang mempengaruhi laba bersih selain yang tercantum.
  - Caveats: Analisis ini tidak memperhitungkan potensi item lain yang tidak diungkapkan dalam bagian ini.

### Risks / uncertainties

- Kerugian bersih yang signifikan pada periode berjalan dapat mengindikasikan tekanan keuangan atau penurunan kinerja investasi.
- Kerugian perubahan nilai wajar efek yang besar dapat mengindikasikan eksposur terhadap volatilitas pasar.
- Penurunan saldo laba yang signifikan tanpa penjelasan dapat menimbulkan pertanyaan mengenai penyebabnya.
- Penurunan investasi pada entitas asosiasi yang besar perlu diklarifikasi apakah merupakan penurunan nilai atau transaksi lain.
- Laporan hanya direview terbatas, bukan diaudit, sehingga tingkat keyakinan lebih rendah dibandingkan audit penuh.

### Items to monitor

- Kerugian bersih yang signifikan pada periode berjalan dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap kinerja keuangan SRTG.
- Penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi dapat menjadi perhatian investor terkait portofolio investasi perusahaan.
- Distribusi dividen kas yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.

---

## TPIA

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan siaran pers bahwa Aster, bagian dari Chandra Asri Group, telah menyepakati untuk mengakuisisi saham dan menjadi pemegang saham di Changi Airport Fuel Hydrant Installation Pte. Ltd. (CAFHI), menandai ekspansi ke pasar bahan bakar penerbangan di Bandara Changi Singapura. Transaksi ini masih bergantung pada persetujuan yang diperlukan dan pemenuhan persyaratan penyelesaian yang lazim. Nilai transaksi, persentase kepemilikan, dan pihak penjual tidak diungkapkan. Akuisisi ini melengkapi pengembangan Aster di bidang sustainable aviation fuel (SAF) melalui kerja sama dengan Aether Fuels dan Keppel.

### Material changes

- Aster, bagian dari Chandra Asri Group, telah menyepakati untuk mengakuisisi saham dan menjadi pemegang saham di Changi Airport Fuel Hydrant Installation Pte. Ltd. (CAFHI).
- CAFHI adalah platform infrastruktur bahan bakar penerbangan yang mendukung operasional Bandara Changi Singapura.
- Transaksi masih bergantung pada persetujuan yang diperlukan serta pemenuhan persyaratan penyelesaian transaksi yang lazim berlaku.
- Aster bekerja sama dengan Aether Fuels untuk mengembangkan fasilitas SAF generasi berikutnya di Pulau Bukom.
- Aster bekerja sama dengan Keppel (melalui Infrastructure Division) untuk mengkaji pengembangan fasilitas SAF berskala komersial yang mengolah etanol menjadi bahan bakar penerbangan di Pulau Jurong.
- Aster memiliki fasilitas kilang dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel per hari.
- Aster memiliki fasilitas naphtha cracker berkapasitas 1,1 juta ton per tahun di Pulau Bukom.
- Aster memiliki aset kimia hilir dengan kapasitas sekitar 2,5 juta ton per tahun di Jurong Island.
- Aster berencana mengakuisisi Cycle & Carriage untuk memperkuat kehadirannya di rantai nilai mobilitas.
- Laporan informasi material ditandatangani oleh Erri Dewi Riani, General Manager of Legal & Corporate Secretary TPIA.

### Key financial figures

- **kapasitas kilang:** lebih dari 300.000 barel per hari (saat ini)
- **kapasitas naphtha cracker:** 1,1 juta ton per tahun (saat ini)
- **aset kimia hilir:** sekitar 2,5 juta ton per tahun (saat ini)

### Corporate actions

- Akuisisi saham CAFHI oleh Aster

### Expansion projects

- Ekspansi ke pasar bahan bakar penerbangan melalui akuisisi saham CAFHI
- Pengembangan fasilitas SAF generasi berikutnya di Pulau Bukom bersama Aether Fuels
- Kajian pengembangan fasilitas SAF berskala komersial di Pulau Jurong bersama Keppel

### Analytical scenarios

- **Pengumuman akuisisi** [explicit_fact, high]: TPIA mengumumkan siaran pers bahwa Aster akan mengakuisisi kepemilikan strategis di CAFHI, menandai ekspansi ke pasar bahan bakar penerbangan.
  - Basis: Perihal surat: 'Siaran Pers - Aster Akan Mengakuisisi Kepemilikan Strategis di CAFHI, Menandai Ekspansi ke Pasar Bahan Bakar Penerbangan'
- **Kondisi transaksi** [explicit_fact, high]: Transaksi masih bergantung pada persetujuan yang diperlukan serta pemenuhan persyaratan penyelesaian transaksi yang lazim berlaku, menunjukkan bahwa transaksi belum selesai.
  - Basis: Transaksi ini masih bergantung pada persetujuan yang diperlukan serta pemenuhan persyaratan penyelesaian transaksi yang lazim berlaku.
- **Kapasitas operasional Aster** [explicit_fact, high]: Aster memiliki fasilitas kilang dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel per hari, naphtha cracker 1,1 juta ton per tahun di Pulau Bukom, dan aset kimia hilir sekitar 2,5 juta ton per tahun di Jurong Island.
  - Basis: fasilitas kilang dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel per hari; fasilitas naphtha cracker berkapasitas 1,1 juta ton per tahun di Pulau Bukom; aset kimia hilir dengan kapasitas sekitar 2,5 juta ton per tahun di Jurong Island
- **Keterkaitan Aster dengan TPIA** [analyst_hypothesis, medium]: Aster kemungkinan merupakan entitas anak atau afiliasi TPIA, karena akuisisi oleh Aster disebut sebagai ekspansi TPIA ke pasar bahan bakar penerbangan.
  - Basis: Judul siaran pers menyebut 'Aster akan mengakuisisi' dan 'ekspansi ke pasar bahan bakar penerbangan' dalam konteks TPIA
  - Assumptions: Aster adalah bagian dari grup TPIA
  - Caveats: Hubungan hukum antara Aster dan TPIA tidak dijelaskan dalam dokumen
- **Dampak finansial** [analyst_hypothesis, low]: Akuisisi ini berpotensi mempengaruhi kondisi keuangan TPIA, namun nilai dan struktur transaksi tidak diungkapkan dalam laporan.
  - Basis: Laporan menyebut dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha, tetapi tidak dirinci
  - Assumptions: Akuisisi memiliki nilai material
  - Caveats: Tidak ada angka atau detail transaksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Detail transaksi akuisisi tidak diungkapkan dalam laporan, termasuk nilai, pihak penjual, struktur kepemilikan, dan sumber dana.
- Dampak terhadap kondisi keuangan dan operasional TPIA tidak dijelaskan secara kuantitatif.
- Status persetujuan regulasi atau syarat penyelesaian transaksi tidak disebutkan.
- Proyek SAF dengan Aether Fuels dan Keppel masih dalam tahap pengembangan/penilaian, belum pasti terealisasi.

### Items to monitor

- Akuisisi CAFHI oleh Aster dapat memperkuat posisi TPIA dalam rantai nilai bahan bakar penerbangan, namun dampak finansial terhadap TPIA tidak dapat diukur tanpa informasi lebih lanjut tentang nilai transaksi dan struktur kepemilikan.
- Ekspansi ke pasar bahan bakar penerbangan dan pengembangan SAF dapat menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang, tetapi masih bergantung pada penyelesaian transaksi dan realisasi proyek.

---

## VICI

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan), tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan pemegang saham utama PT Sukses Sejati Sejahtera tetap berkomitmen sebagai pengendali. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan bursa, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal (POJK 31/POJK.04/2015).
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga Efek Perusahaan Tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal (Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu (POJK 4 Tahun 2024).
- Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Berdasarkan konfirmasi dari pemegang saham utama, PT Sukses Sejati Sejahtera tetap menjaga komitmen sebagai pengendali di Perseroan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI melalui surat nomor S-11040/BEI.PP3/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026 perihal volatilitas transaksi efek.
- Rujukan regulasi: POJK 31/POJK.04/2015, Peraturan Nomor I-E Kep-00087/BEI/12-2025, POJK 4 Tahun 2024.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat (3 bulan).
  - Basis: Jawaban poin 4: 'tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat'
- **Komitmen pengendali** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama PT Sukses Sejati Sejahtera menyatakan tetap menjaga komitmen sebagai pengendali.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'PT. Sukses Sejati Sejahtera sebagai pemegang saham utama tetap menjaga komitmen sebagai pengendali di Perseroan'
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI mungkin disebabkan oleh aktivitas pasar tanpa informasi material baru dari emiten, namun penyebab pastinya tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek VICI; Perseroan menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan
  - Assumptions: Volatilitas terjadi karena faktor eksternal atau perilaku pasar, bukan karena pengumuman emiten.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen untuk analisis lebih lanjut.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI (S-11040/BEI.PP3/08-2026) tidak tercantum (null) pada dokumen utama, namun lampiran menyebutkan tanggal 26 Agustus 2026.
- Lampiran 'Penjelasan Volatilitas Efek VICI (240826).pdf' memiliki format tanggal ambigu (24 atau 26 Agustus 2026).
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas, harga, atau volume transaksi.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; pergerakan harga saham mungkin tidak didukung oleh fundamental atau pengumuman emiten.
- Pernyataan tidak adanya rencana aksi korporasi dalam 3 bulan dapat mengurangi spekulasi pasar, namun tidak menjamin tidak ada perubahan di masa depan.

---

## WGSH

**Window:** 2026-08-27 → 2026-08-31

**Announcements:** 1

### Overview

PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) mengumumkan bahwa perusahaan portofolionya, PT Ayo Kreasi Teknologi (AKSI), yang 20% sahamnya dimiliki WGSH, telah memenangkan proyek pengembangan Terminal Operating System (TOS) untuk fasilitas ekspor dan impor kendaraan di sebuah pelabuhan di Jawa Barat. Proyek ini merupakan komersialisasi perangkat lunak TOS milik AKSI dan diharapkan berdampak positif pada portofolio teknologi WGSH. Sebagian penerimaan AKSI dari proyek direncanakan untuk mempercepat pelunasan piutang WGSH terhadap AKSI. Nilai proyek, jadwal, dan syarat kontrak tidak diungkapkan.

### Material changes

- Salah satu perusahaan portofolio WGSH, PT Ayo Kreasi Teknologi (AKSI), telah memenangkan proyek pengembangan Terminal Operating System (TOS) untuk fasilitas ekspor dan impor kendaraan di sebuah pelabuhan di Jawa Barat.
- WGSH memiliki kepemilikan saham sebesar 20% di AKSI.
- Perangkat lunak TOS milik AKSI menjadi inti solusi proyek, dirancang untuk digitalisasi dan integrasi proses operasional terminal kendaraan, termasuk pengelolaan dan pelacakan kendaraan, aktivitas terminal, pelaporan operasional, pengelolaan dokumen, dan integrasi dengan sistem eksternal.
- Proyek ini merupakan bentuk komersialisasi hak cipta aktiva perangkat lunak yang dimiliki AKSI.
- AKSI memiliki kewajiban keuangan kepada WGSH; sebagian penerimaan AKSI dari proyek direncanakan untuk mempercepat pelunasan piutang WGSH terhadap AKSI.
- Tanggal kejadian: 27 Agustus 2026.
- Laporan disampaikan oleh Hendy Rusli, Direktur Utama, pada 28 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **Kepemilikan saham WGSH di AKSI:** 20% (per 27 Agustus 2026 (tanggal kejadian))

### Corporate actions

- Keterlibatan perusahaan portofolio dalam proyek pengembangan TOS (bukan aksi korporasi langsung pada WGSH)
- Potensi percepatan pelunasan piutang WGSH terhadap AKSI dari penerimaan proyek

### Expansion projects

- Proyek pengembangan TOS untuk fasilitas ekspor dan impor kendaraan di pelabuhan Jawa Barat; nilai proyek, sumber investasi, kapasitas, dan jadwal tidak diungkapkan.

### Capital structure

- WGSH memiliki 20% saham di AKSI (kepemilikan tidak langsung pada proyek)

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan saham WGSH di AKSI** [explicit_fact, high]: WGSH memiliki 20% saham di AKSI, yang memenangkan proyek TOS.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Perseroan memiliki kepemilikan saham sebesar 20%' pada AKSI.
- **Tujuan penggunaan penerimaan proyek** [explicit_fact, high]: Sebagian penerimaan AKSI dari proyek direncanakan untuk mempercepat pelunasan piutang WGSH terhadap AKSI.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'sebagian penerimaan yang diperoleh AKSI dari keterlibatannya dalam proyek ini direncanakan untuk digunakan dalam mempercepat pelunasan piutang Perseroan terhadap AKSI'.
- **Dampak finansial terhadap WGSH** [analyst_hypothesis, low]: Jika AKSI mempercepat pelunasan piutang, WGSH dapat menerima arus kas lebih cepat, namun jumlah dan waktu tidak dapat dipastikan dari dokumen.
  - Basis: Dokumen menyebutkan rencana percepatan pelunasan piutang, tetapi tidak ada angka atau jadwal.
  - Assumptions: Penerimaan proyek AKSI cukup untuk melunasi sebagian atau seluruh piutang.
  - Caveats: Tidak ada informasi kuantitatif mengenai nilai proyek, piutang, atau jadwal pelunasan.

### Risks / uncertainties

- Nilai proyek, jadwal, dan syarat kontrak tidak diungkapkan.
- Lokasi spesifik pelabuhan di Jawa Barat tidak disebutkan.
- Dampak finansial terhadap WGSH tidak dikuantifikasi.
- Ketergantungan pada AKSI untuk merealisasikan percepatan pelunasan piutang.

### Items to monitor

- Proyek ini dapat memperkuat rekam jejak WGSH di industri pelabuhan dan mendukung komersialisasi portofolio teknologi.
- Percepatan pelunasan piutang dari AKSI berpotensi meningkatkan arus kas WGSH, namun tanpa angka pasti dampaknya tidak dapat diukur.
