# Digest emiten IDX · 31 Agustus–1 September 2026

**Covered:** 2026-08-31 → 2026-09-01
**Saved windows:** 1 (2026-08-31 → 2026-09-01)
**Companies:** 95

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## AGRO

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Oktober 2026. Pengumuman ini merupakan pemberitahuan awal yang belum memuat agenda spesifik. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) ditetapkan pada 14 September 2026, dan pemanggilan rapat dijadwalkan pada 15 September 2026. Dokumen merujuk pada surat sebelumnya No. B.342/DIR.01.02/CSC/08/2026 dan dasar regulasi POJK 14/2025 serta POJK 15/POJK.04/2020. Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi spesifik, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 14:00, di Menara BRILiaN Lantai 19, Jl. Gatot Subroto No.177A, Menteng Dalam, Tebet.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir ditetapkan pada 14 September 2026 pukul 17.00 WIB.
- Pemanggilan Rapat akan diumumkan melalui situs KSEI, IDX, dan bankraya.co.id pada 15 September 2026.
- Pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 saham atau pengendali dapat mengusulkan mata acara, diterima paling lambat 8 September 2026.
- Pemberian kuasa melalui eASY.KSEI tersedia hingga 6 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB.
- Pengumuman ini merujuk pada surat sebelumnya No. B.342/DIR.01.02/CSC/08/2026.
- Dokumen pengumuman bernomor B.355/DIR.02/CSC/08/2026, ditandatangani oleh Ajeng Putri Hapsari (Kepala Divisi).
- Lampiran 1 (surat pengumuman) bernomor B.6rt/DIR.02/CSC/08/2026 tanggal 5 Agustus 2026, ditandatangani oleh Suri ertiwi (Direktur).
- Rapat dilaksanakan sesuai POJK 15/POJK.04/2020, POJK 14/2025, dan Peraturan KSEI XI-B.
- Agenda RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen.

### Corporate actions

- RUPSLB diumumkan tanpa agenda spesifik; tujuan rapat belum diketahui.

### Listing / regulatory

- Pengumuman RUPSLB disampaikan sesuai POJK 14/2025 dan POJK 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Potensi aksi korporasi dalam RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penerbitan saham baru, transaksi material, atau perubahan pengurus. Namun, karena agenda tidak diungkapkan, tidak ada indikasi spesifik.
  - Basis: Penyelenggaraan RUPSLB diumumkan tanpa agenda spesifik.
  - Assumptions: RUPSLB akan membahas hal-hal yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar RUPS tahunan.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi agenda resmi dari emiten; hipotesis ini hanya berdasarkan praktik umum.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan, sehingga aksi korporasi yang akan diputuskan tidak dapat diprediksi.
- Tidak ada informasi mengenai dampak keuangan atau perubahan struktur modal yang mungkin terjadi.

---

## AGRS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) mengumumkan pengunduran diri Oh In Taek sebagai Direktur Utama, efektif setelah surat diterima pada 31 Agustus 2026. Perusahaan menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha. Rencana RUPS untuk penggantian akan diumumkan kemudian. Identitas pengundur diri dan detail dampak hanya tersedia di lampiran, yang tidak lengkap pada dokumen utama.

### Material changes

- Oh In Taek mengundurkan diri sebagai Direktur Utama PT Bank IBK Indonesia Tbk, surat diterima pada 31 Agustus 2026.
- Perusahaan menyatakan tidak ada dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha (klaim emiten).
- Rencana penyelenggaraan RUPS terkait pengunduran diri akan diinformasikan kemudian.
- Laporan disampaikan berdasarkan POJK 31/POJK.04/2015 dan POJK 33/POJK.04/2014.
- Laporan ditandatangani oleh Andreas Mikhael Sumual dan Alexander Frans Rori, keduanya berkapasitas Direktur.
- Tembusan laporan ditujukan kepada OJK, Bursa Efek Indonesia, dan KSEI.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Oh In Taek sebagai Direktur Utama PT Bank IBK Indonesia Tbk, surat diterima pada 31 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Kewajiban keterbukaan informasi sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Kepatuhan terhadap POJK 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri Direktur Utama** [explicit_fact, high]: Oh In Taek mengundurkan diri sebagai Direktur Utama PT Bank IBK Indonesia Tbk, surat diterima pada 31 Agustus 2026.
  - Basis: Surat No. 045/DIR/VIII/26, halaman 1 lampiran
- **Klaim dampak** [explicit_fact, high]: Perusahaan menyatakan pengunduran diri tidak berdampak terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Bagian 4 laporan lampiran
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim manajemen, belum diverifikasi secara independen.
- **Kesinambungan kepemimpinan** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Direktur Utama dapat menimbulkan ketidakpastian sementara dalam kepemimpinan, namun perusahaan menyatakan tidak ada dampak material.
  - Basis: Pengunduran diri dan klaim tidak berdampak
  - Assumptions: Belum ada pengganti yang diumumkan
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai pengganti atau jadwal RUPS.

### Risks / uncertainties

- Belum ada informasi mengenai pengganti Direktur Utama.
- Jadwal RUPS terkait pengunduran diri belum diumumkan.
- Identitas pengundur diri tidak diungkap pada dokumen utama, hanya di lampiran.

---

## AISA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia No. S-11063/BEI.PPI/08-2026 tanggal 27 Agustus 2026. Tanggapan mencakup penjelasan atas berbagai pos laporan keuangan interim 30 Juni 2026, strategi pasca kuasi reorganisasi, akuisisi ESTCL, koreksi nilai fasilitas sindikasi, serta rasio keuangan. Dokumen utama hanya berisi pengantar, sedangkan substansi tanggapan berada pada lampiran. Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan; pengumuman ini bersifat penjelasan/klarifikasi atas pertanyaan Bursa.

### Material changes

- AISA menerima Surat Permintaan Penjelasan Bursa Efek Indonesia No. S-11063/BEI.PPI/08-2026 tertanggal 27 Agustus 2026.
- AISA menyampaikan tanggapan melalui surat nomor 042/FFS/CORSEC/VIII/2026, ditandatangani oleh Corporate Secretary Ivan Gunawan, dan diumumkan pada 31 Agustus 2026 pukul 22:21.
- Lampiran tanggapan berjudul 'Tanggapan Surat IDX tgl 27 Agu 2026 (Point 2-end).pdf'.
- Kuasi reorganisasi telah disetujui Kemenkumham; strategi pasca-reorganisasi fokus pada pertumbuhan penjualan, efisiensi biaya, dan pengelolaan modal kerja.
- Akuisisi 100% ESTCL oleh PT Balaraja Bisco Paloma (BBP) sebesar Rp98 juta, nilai aset neto negatif Rp1.962 miliar, efektif 2 Juni 2026.
- Nilai fasilitas sindikasi yang benar adalah Rp1.615,5 miliar (versi Inggris Rp1.615,0 miliar salah).
- Kas dan setara kas naik 16,87% dari Rp133.365 juta (31 Des 2025) menjadi Rp155.863 juta (30 Jun 2026); deposito berjangka sekitar Rp120,6 miliar, mayoritas USD, tenor <3 bulan, bunga 3,5%-3,8%.
- Piutang usaha neto naik 17,90% dari Rp319.255 juta menjadi Rp376.406 juta; penyisihan piutang pihak ketiga Rp122,9 miliar dari piutang bruto Rp206,0 miliar.
- Persediaan naik 48,87% dari Rp113.553 juta menjadi Rp169.045 juta; persediaan dijaminkan ke bank sebesar Rp99 miliar.
- Aset dalam penyelesaian meningkat dari Rp50,1 miliar menjadi Rp73,2 miliar; seluruhnya ditargetkan selesai 2026; tidak ada keterlambatan atau cost overrun.
- Utang usaha naik 28,77% dari Rp174.396 juta menjadi Rp241.352 juta; kenaikan sejalan dengan kenaikan persediaan.
- Beban akrual dan provisi naik 21,70% dari Rp248.554 juta menjadi sekitar Rp302.478 juta; akrual iklan dan promosi Rp251,9 miliar.
- Utang bank naik 8,03% dari Rp208.626 juta menjadi Rp225.387 juta; kenaikan utang jangka panjang dari penarikan pinjaman sindikasi.
- Tambahan modal disetor turun Rp2.060 juta dari transaksi restrukturisasi ESTCL.
- Penjualan neto naik 10,43% dari Rp951.700 juta menjadi Rp1.050.936 juta; diskon, rabat, retur naik sekitar 27,7%.
- Penjualan ke PT FKS Pangan Nusantara mencapai 71,79% dari penjualan neto; kontribusi pihak ketiga naik dari 26% (2025) menjadi 28% (2026).
- Beban pokok penjualan naik 14,29% dari Rp588.235 juta menjadi Rp672.275 juta; kenaikan terutama dari harga corn starch dan plastik.
- Beban usaha neto naik 9,11% dari Rp297.708 juta menjadi Rp324.821 juta; jasa logistik baru Rp3.417 miliar dengan PT Karya Nusa Logistika.
- Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya Rp83.963 miliar dikategorikan 'maturity not determined'; termasuk utang masa lalu Rp33 miliar yang masih dikaji.
- Saldo kewajiban PKPU PTP Rp14.077 juta jatuh tempo Desember 2026; pendanaan dari kas dan arus kas operasional.
- GPM turun dari 38,19% (Jun 2025) menjadi 36,03% (Jun 2026) karena kenaikan harga bahan baku; NPM turun dari 4,55% menjadi 3,99%.
- Current ratio 0,95x (Jun 2026), membaik dari 0,81x (Des 2025) tetapi di bawah 1x.
- Tidak ada kas atau deposito yang dibatasi penggunaannya atau dijaminkan selain yang diungkapkan.
- Saldo rugi fiskal 2022 (Rp32,9 miliar) habis terpakai untuk kompensasi laba fiskal 2025; laba fiskal 2026 Rp12,3 miliar dikompensasi dengan rugi fiskal 2023 Rp85,9 miliar.
- Tidak ada indikasi impairment atas aset tetap, merek dagang, atau goodwill.
- Provisi perpajakan: Entitas Induk Rp4 miliar, Entitas Anak Rp6,3 miliar.
- Akrual jasa profesional: konsultan pajak Rp5 miliar, audit Rp2 miliar, corporate action Rp1 miliar, penunjang Rp1 miliar.
- Management fee ke PT FKS Management Service Rp5.036 miliar, dalam rentang wajar.
- Jasa profesional naik dari Rp2.481 miliar menjadi Rp6.616 miliar, sebagian besar one-off terkait corporate action.
- Utang usaha pihak berelasi per 30 Jun 2026: PT Bungasari Flour Mills Indonesia Rp35.382 juta, PT Tereos FKS Indonesia Rp18.756 juta, total pihak berelasi Rp59.647 juta.
- Utang usaha pihak ketiga per 30 Jun 2026: total Rp181.705 juta, dengan rincian belum jatuh tempo Rp168.204 juta, 1-30 hari Rp8.937 juta, >90 hari Rp4.564 juta.
- Covenant: gearing ratio maks 1,5x (DBS) dan 2,5x (CIMB); EBITDA/beban bunga min 1,5x (DBS) dan 1,25x (CIMB); adjusted current ratio min 1x (CIMB).
- Tidak ada risiko ketidakpatuhan terhadap homologasi; saldo homologasi Rp14.077 juta jatuh tempo Desember 2026.
- Penjualan volume naik 2.978 ton; harga cooking naik 5%-10% sejak minggu kedua April 2026; product mix snacking naik dari 55% ke 56%, cooking turun dari 41% ke 40%, export stabil 4%.
- Nilai Rp1.121 miliar adalah saldo persediaan ESTCL saat akuisisi, bukan persediaan awal tahun.
- Peningkatan diskon untuk penetrasi pasar yang lebih luas, belum meningkatkan penjualan secara langsung.
- Kenaikan freight cost karena porsi pengiriman keluar Jawa dan tarif lebih tinggi.
- Perseroan memonitor kepatuhan entitas lain melalui koordinasi dengan Entitas Induk Tidak Langsung.
- Tagihan pajak penghasilan naik 45,31% dari Rp17.340 juta menjadi Rp25.196 juta; utang pajak naik 84,43% dari Rp10.185 juta menjadi Rp18.784 juta.
- Tagihan pajak penghasilan Rp25,2 miliar diyakini dapat diakui; penambahan dari estimasi kelebihan pembayaran cicilan Pajak Badan.
- Aset tak berwujud turun 0,23% dari Rp234.654 juta (Des 2024) menjadi Rp234.120 juta (Jun 2026); merek dagang sekitar Rp227,7 miliar.
- Aset tetap neto naik 1,36% dari Rp1.064.465 juta menjadi Rp1.078.916 juta.
- Rasio keuangan: GPM 36,03%, NPM 3,99%, ROA 1,85%, ROE 3,53%, Current Ratio 0,95, DER 0,91, DAR 0,48 per 30 Jun 2026.
- Penurunan GPM dan NPM disebabkan kenaikan harga bahan baku dan bahan kemas akibat kondisi geopolitik.
- Perseroan melakukan penyesuaian harga jual parsial pada April-Mei 2026.
- Strategi perbaikan margin: efisiensi operasi, optimasi supply chain, monitoring piutang dan persediaan.
- Tidak ada perubahan kinerja bisnis produk yang menjadi indikator impairment atas merek dagang atau goodwill.
- Penyisihan piutang berdasarkan PSAK 109, telah diaudit untuk periode 31 Des 2025.
- Penyisihan persediaan berdasarkan penelaahan berkala kondisi fisik dan nilai realisasi neto.
- Proses kajian keuangan dan hukum untuk piutang yang disisihkan masih berlangsung.
- Perseroan akan mengevaluasi kembali penyajian liabilitas keuangan jangka pendek lainnya di CALK 32.
- Tidak ada proyek yang mengalami keterlambatan atau cost overrun.
- Aset utilisasi rendah dapat digunakan untuk berproduksi; utilisasi akan meningkat seiring permintaan pasar.
- Surplus revaluasi dipindahkan sesuai PSAK 216; angka Rp2.637 miliar adalah dampak pajak tangguhan, tidak terkait mutasi aset tetap.
- Rekonsiliasi OCI sudah diungkapkan di CALK 21.
- Kenaikan utang usaha 28,8% sejalan dengan kenaikan persediaan, bukan faktor likuiditas.
- Pembayaran akrual iklan dan promosi tergantung tagihan dan klaim aktual.
- Provisi pajak berdasarkan exposure maksimal sengketa pajak.
- Dana pinjaman sindikasi untuk penambahan/pemeliharaan aset produktif dan pengembangan bisnis.
- Perseroan berkoordinasi dengan pihak berelasi untuk memonitor cross-default.
- Koreksi nilai fasilitas sindikasi akan ditindaklanjuti.
- Akuisisi ESTCL menggunakan PSAK 338.
- Transaksi restrukturisasi ESTCL efektif 2 Juni 2026.
- Nilai aset neto ESTCL negatif Rp1.962 miliar.
- Harga beli ESTCL Rp98 juta.
- Total dampak ke tambahan modal disetor Rp2.060 miliar.
- Tidak ada kas dibatasi atau dijaminkan.
- Deposito USD tenor <3 bulan, bunga 3,5%-3,8%.
- Strategi penempatan deposito berdasarkan potensi kebutuhan masa depan.
- Eksposur kurs diminimalkan dengan kas cukup.
- Piutang pihak berelasi histori pembayaran baik.
- Monitoring outstanding piutang dilakukan.
- Persediaan optimal untuk produksi berkelanjutan.
- Allowance for obsolescence/NRV memadai.
- Nilai persediaan dijaminkan Rp99 miliar.
- Proses hukum dana KPK masih berlangsung.
- Belum ada keputusan akhir atas dana KPK.
- Impairment assessment belum dilakukan karena belum ada basis.
- Piutang lain-lain masih dikaji.
- Status pajak dijelaskan di CALK 9f dan 15.
- Tagihan pajak berumur >1 tahun karena proses pemeriksaan.
- Rekonsiliasi rugi fiskal dijelaskan.
- Adverse outcome dipertimbangkan dalam provisi.
- Aset dalam penyelesaian untuk renovasi dan mesin.
- Persentase penyelesaian di CALK 11.
- Tidak ada indikasi impairment aset tetap.
- Merek dagang tidak ada indikasi impairment.
- Utang usaha detail umur diberikan.
- Kenaikan utang usaha karena persediaan.
- Beban akrual iklan dan promosi nature FMCG.
- Jasa profesional rincian diberikan.
- Provisi perpajakan rincian diberikan.
- Utang bank jangka panjang naik signifikan.
- Covenant dijelaskan.
- Cross-default dipantau.
- Nilai sindikasi dikoreksi.
- Tambahan modal disetor turun karena restrukturisasi.
- OCI turun karena transfer surplus revaluasi.
- Penjualan naik 10,43%.
- Diskon naik 27,7%.
- Konsentrasi pelanggan 71,79%.
- Volume naik 2.978 ton.
- Harga cooking naik 5-10%.
- Product mix snacking naik.
- Beban pokok naik 14,29%.
- Kenaikan beban pokok dari corn starch dan plastik.
- Beginning inventory acquisition impact Rp1.121 miliar.
- Beban usaha naik 9,11%.
- Beban promosi dan pengangkutan naik.
- Jasa logistik baru Rp3.417 miliar.
- Jasa profesional naik.
- Management fee Rp5.036 miliar.
- Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya Rp83.963 miliar.
- PKPU PTP Rp14.077 juta.
- Pendanaan PKPU dari kas dan operasional.
- Tidak ada risiko ketidakpatuhan homologasi.
- Rasio keuangan disajikan.
- GPM turun karena geopolitik.
- NPM turun karena GPM.
- Current ratio di bawah 1x.
- Strategi likuiditas dijelaskan.
- Strategi margin dijelaskan.

### Key financial figures

- **Kas dan setara kas:** 133365 (31 Des 2025)
- **Kas dan setara kas:** 155863 (30 Jun 2026)
- **Deposito berjangka:** 120600 (30 Jun 2026)
- **Piutang usaha neto:** 319255 (31 Des 2025)
- **Piutang usaha neto:** 376406 (30 Jun 2026)
- **Penyisihan piutang pihak ketiga:** 122900 (30 Jun 2026)
- **Piutang bruto pihak ketiga:** 206000 (30 Jun 2026)
- **Persediaan:** 113553 (31 Des 2025)
- **Persediaan:** 169045 (30 Jun 2026)
- **Penyisihan persediaan:** 3300 (30 Jun 2026)
- **Persediaan dijaminkan:** 99000 (30 Jun 2026)
- **Aset keuangan lainnya:** 153491 (31 Des 2025)
- **Aset keuangan lainnya:** 2435 (31 Des 2024)
- **Tagihan pajak penghasilan:** 17340 (31 Des 2025)
- **Tagihan pajak penghasilan:** 25196 (30 Jun 2026)
- **Utang pajak:** 10185 (31 Des 2025)
- **Utang pajak:** 18784 (30 Jun 2026)
- **Aset tetap neto:** 1064465 (31 Des 2025)
- **Aset tetap neto:** 1078916 (30 Jun 2026)
- **Aset dalam penyelesaian:** 50100 (31 Des 2025)
- **Aset dalam penyelesaian:** 73200 (30 Jun 2026)
- **Surplus revaluasi dipindahkan:** 12837000 (2026)
- **Pengaruh pajak tangguhan atas surplus revaluasi:** 2637000 (2026)
- **Aset tak berwujud:** 234654 (31 Des 2024)
- **Aset tak berwujud:** 234120 (30 Jun 2026)
- **Merek dagang:** 227700 (30 Jun 2026)
- **Utang usaha:** 174396 (31 Des 2025)
- **Utang usaha:** 241352 (30 Jun 2026)
- **Utang usaha pihak berelasi:** 59647 (30 Jun 2026)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 181705 (30 Jun 2026)
- **Beban akrual dan provisi:** 248554 (31 Des 2025)
- **Beban akrual dan provisi:** 302478 (30 Jun 2026)
- **Akrual iklan dan promosi:** 251900 (30 Jun 2026)
- **Utang bank:** 208626 (31 Des 2025)
- **Utang bank:** 225387 (30 Jun 2026)
- **Utang bank jangka panjang:** 167600 (30 Jun 2026)
- **Fasilitas sindikasi:** 1615500 (2026)
- **Tambahan modal disetor neto:** 1515597 (31 Des 2025)
- **Tambahan modal disetor neto:** 1513537 (30 Jun 2026)
- **Penurunan tambahan modal disetor:** 2060 (30 Jun 2026)
- **Nilai aset neto ESTCL:** -1962 (2 Jun 2026)
- **Harga akuisisi ESTCL:** 98 (2 Jun 2026)
- **OCI:** 455497 (31 Des 2025)
- **OCI:** 445297 (30 Jun 2026)
- **Penjualan neto:** 951700 (30 Jun 2025)
- **Penjualan neto:** 1050936 (30 Jun 2026)
- **Penjualan neto 2025:** 1920620 (31 Des 2025)
- **Penjualan neto 2024:** 1920620 (31 Des 2024)
- **Beban pokok penjualan:** 588235 (30 Jun 2025)
- **Beban pokok penjualan:** 672275 (30 Jun 2026)
- **Beban pokok penjualan 2025:** 1195110 (31 Des 2025)
- **Beban pokok penjualan 2024:** 1212923 (31 Des 2024)
- **Beban usaha neto:** 297708 (30 Jun 2025)
- **Beban usaha neto:** 324821 (30 Jun 2026)
- **Beban usaha neto 2025:** 631312 (31 Des 2025)
- **Beban usaha neto 2024:** 573458 (31 Des 2024)
- **Jasa logistik baru:** 3417 (30 Jun 2026)
- **Jasa profesional:** 2481 (30 Jun 2025)
- **Jasa profesional:** 6616 (30 Jun 2026)
- **Management fee:** 5036 (30 Jun 2026)
- **Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya:** 83963 (30 Jun 2026)
- **Utang masa lalu sebelum manajemen baru:** 33000 (31 Des 2025)
- **Kewajiban PKPU PTP:** 14077 (30 Jun 2026)
- **Rugi fiskal 2022:** 32900 (2022)
- **Laba fiskal 2025:** 32900 (2025)
- **Laba fiskal 2026:** 12300 (2026)
- **Rugi fiskal 2023:** 85900 (2023)
- **Provisi pajak Entitas Induk:** 4000 (30 Jun 2026)
- **Provisi pajak Entitas Anak:** 6300 (30 Jun 2026)
- **Akrual jasa konsultan pajak:** 5000 (30 Jun 2026)
- **Akrual jasa audit:** 2000 (30 Jun 2026)
- **Akrual jasa corporate action:** 1000 (30 Jun 2026)
- **Akrual jasa penunjang:** 1000 (30 Jun 2026)
- **GPM:** 36.03% (30 Jun 2026)
- **GPM:** 38.19% (30 Jun 2025)
- **NPM:** 3.99% (30 Jun 2026)
- **NPM:** 4.55% (30 Jun 2025)
- **ROA:** 1.85% (30 Jun 2026)
- **ROE:** 3.53% (30 Jun 2026)
- **Current Ratio:** 0.95 (30 Jun 2026)
- **DER:** 0.91 (30 Jun 2026)
- **DAR:** 0.48 (30 Jun 2026)
- **Kontribusi penjualan pihak ketiga:** 28% (2026)
- **Kontribusi penjualan pihak ketiga:** 26% (2025)
- **Volume penjualan:** 2978 ton (30 Jun 2026)
- **Kenaikan harga cooking:** 5%-10% (Apr 2026)
- **Product mix snacking:** 56% (2026)
- **Product mix cooking:** 40% (2026)
- **Product mix export:** 4% (2026)
- **Utang usaha pihak berelasi - Bungasari:** 35382 (30 Jun 2026)
- **Utang usaha pihak berelasi - Tereos:** 18756 (30 Jun 2026)
- **Utang usaha pihak ketiga - belum jatuh tempo:** 168204 (30 Jun 2026)
- **Utang usaha pihak ketiga - 1-30 hari:** 8937 (30 Jun 2026)
- **Utang usaha pihak ketiga - >90 hari:** 4564 (30 Jun 2026)

### Corporate actions

- Akuisisi 100% ESTCL oleh BBP sebesar Rp98 juta, nilai aset neto negatif Rp1.962 miliar, efektif 2 Juni 2026.
- Kuasi reorganisasi telah disetujui Kemenkumham.
- Penarikan pinjaman sindikasi.
- Koreksi nilai fasilitas sindikasi dari Rp1.615,0 miliar menjadi Rp1.615,5 miliar.

### Expansion projects

- Aset dalam penyelesaian Rp73,2 miliar untuk renovasi bangunan dan mesin lini produksi, ditargetkan selesai 2026.
- Dana pinjaman sindikasi untuk penambahan/pemeliharaan aset produktif dan pengembangan bisnis.

### Capital structure

- Tambahan modal disetor turun Rp2.060 juta dari transaksi restrukturisasi ESTCL.
- Akuisisi 100% ESTCL oleh BBP sebesar Rp98 juta, nilai aset neto negatif Rp1.962 miliar.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia No. S-11063/BEI.PPI/08-2026 tertanggal 27 Agustus 2026.
- Kuasi reorganisasi disetujui Kemenkumham.

### Analytical scenarios

- **Dampak akuisisi ESTCL terhadap tambahan modal disetor** [derived_calculation, high]: Dampak ke tambahan modal disetor = harga akuisisi Rp98 juta - nilai aset neto negatif Rp1.962 miliar = Rp2.060 miliar (pengurang).
  - Basis: Harga akuisisi ESTCL Rp98 juta; Nilai aset neto ESTCL negatif Rp1.962 miliar
  - Assumptions: Kombinasi kedua nilai sesuai PSAK 338
- **Perubahan kas dan setara kas** [derived_calculation, high]: Kenaikan kas = (Rp155.863 juta - Rp133.365 juta) / Rp133.365 juta = 16,87%.
  - Basis: Kas 31 Des 2025 Rp133.365 juta; Kas 30 Jun 2026 Rp155.863 juta
- **Perubahan piutang usaha neto** [derived_calculation, high]: Kenaikan piutang = (Rp376.406 juta - Rp319.255 juta) / Rp319.255 juta = 17,90%.
  - Basis: Piutang 31 Des 2025 Rp319.255 juta; Piutang 30 Jun 2026 Rp376.406 juta
- **Perubahan persediaan** [derived_calculation, high]: Kenaikan persediaan = (Rp169.045 juta - Rp113.553 juta) / Rp113.553 juta = 48,87%.
  - Basis: Persediaan 31 Des 2025 Rp113.553 juta; Persediaan 30 Jun 2026 Rp169.045 juta
- **Perubahan utang usaha** [derived_calculation, high]: Kenaikan utang usaha = (Rp241.352 juta - Rp174.396 juta) / Rp174.396 juta = 28,77%.
  - Basis: Utang usaha 31 Des 2025 Rp174.396 juta; Utang usaha 30 Jun 2026 Rp241.352 juta
- **Perubahan beban akrual dan provisi** [derived_calculation, high]: Kenaikan beban akrual = (Rp302.478 juta - Rp248.554 juta) / Rp248.554 juta = 21,70%.
  - Basis: Beban akrual 31 Des 2025 Rp248.554 juta; Beban akrual 30 Jun 2026 Rp302.478 juta
- **Perubahan utang bank** [derived_calculation, high]: Kenaikan utang bank = (Rp225.387 juta - Rp208.626 juta) / Rp208.626 juta = 8,03%.
  - Basis: Utang bank 31 Des 2025 Rp208.626 juta; Utang bank 30 Jun 2026 Rp225.387 juta
- **Perubahan penjualan neto** [derived_calculation, high]: Kenaikan penjualan = (Rp1.050.936 juta - Rp951.700 juta) / Rp951.700 juta = 10,43%.
  - Basis: Penjualan 30 Jun 2025 Rp951.700 juta; Penjualan 30 Jun 2026 Rp1.050.936 juta
- **Perubahan beban pokok penjualan** [derived_calculation, high]: Kenaikan BPP = (Rp672.275 juta - Rp588.235 juta) / Rp588.235 juta = 14,29%.
  - Basis: BPP 30 Jun 2025 Rp588.235 juta; BPP 30 Jun 2026 Rp672.275 juta
- **Perubahan beban usaha neto** [derived_calculation, high]: Kenaikan beban usaha = (Rp324.821 juta - Rp297.708 juta) / Rp297.708 juta = 9,11%.
  - Basis: Beban usaha 30 Jun 2025 Rp297.708 juta; Beban usaha 30 Jun 2026 Rp324.821 juta
- **Perubahan tagihan pajak penghasilan** [derived_calculation, high]: Kenaikan tagihan pajak = (Rp25.196 juta - Rp17.340 juta) / Rp17.340 juta = 45,31%.
  - Basis: Tagihan pajak 31 Des 2025 Rp17.340 juta; Tagihan pajak 30 Jun 2026 Rp25.196 juta
- **Perubahan utang pajak** [derived_calculation, high]: Kenaikan utang pajak = (Rp18.784 juta - Rp10.185 juta) / Rp10.185 juta = 84,43%.
  - Basis: Utang pajak 31 Des 2025 Rp10.185 juta; Utang pajak 30 Jun 2026 Rp18.784 juta
- **Perubahan aset tetap neto** [derived_calculation, high]: Kenaikan aset tetap = (Rp1.078.916 juta - Rp1.064.465 juta) / Rp1.064.465 juta = 1,36%.
  - Basis: Aset tetap 31 Des 2025 Rp1.064.465 juta; Aset tetap 30 Jun 2026 Rp1.078.916 juta
- **Perubahan aset tak berwujud** [derived_calculation, high]: Penurunan aset tak berwujud = (Rp234.120 juta - Rp234.654 juta) / Rp234.654 juta = -0,23%.
  - Basis: Aset tak berwujud 31 Des 2024 Rp234.654 juta; Aset tak berwujud 30 Jun 2026 Rp234.120 juta
- **Risiko konsentrasi pelanggan** [analyst_hypothesis, low]: Konsentrasi penjualan ke PT FKS Pangan Nusantara sebesar 71,79% dapat menimbulkan risiko jika hubungan komersial terganggu, meskipun kontribusi pihak ketiga meningkat dari 26% menjadi 28%.
  - Basis: Angka konsentrasi 71,79%; Kontribusi pihak ketiga 26% (2025) dan 28% (2026)
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan tentang kontrak jangka panjang atau alternatif pelanggan
  - Caveats: Hanya berdasarkan angka konsentrasi, bukan analisis risiko formal
- **Potensi kebutuhan pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Current ratio di bawah 1x (0,95x) dan adanya kewajiban PKPU yang jatuh tempo Desember 2026 dapat mengindikasikan kebutuhan likuiditas, namun perseroan menyatakan strategi likuiditas melalui optimalisasi modal kerja, negosiasi tenor supplier, dan efisiensi biaya. Tidak ada indikasi rencana rights issue atau penerbitan saham baru dalam dokumen.
  - Basis: Current ratio 0,95x per 30 Jun 2026; Kewajiban PKPU Rp14.077 juta jatuh tempo Desember 2026; Strategi likuiditas yang diungkapkan
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan mengenai rencana pendanaan ekuitas
  - Caveats: Hipotesis ini hanya berdasarkan indikator likuiditas, bukan konfirmasi rencana pendanaan

### Risks / uncertainties

- Proses hukum dana Rp150 miliar di KPK belum selesai, belum ada keputusan akhir
- Impairment assessment atas dana KPK belum dilakukan
- Konsentrasi penjualan ke pihak berelasi 71,79%
- Current ratio di bawah 1x
- Kenaikan harga bahan baku dan bahan kemas
- Sengketa pajak yang masih berjalan
- Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya dengan maturity not determined
- Cross-default dengan borrower terkait

### Items to monitor

- Kinerja operasional semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan penjualan 10,43% namun margin menurun (GPM 36,03%, NPM 3,99%) akibat kenaikan biaya bahan baku.
- Likuiditas jangka pendek masih di bawah 1x (current ratio 0,95x) meskipun membaik dari 0,81x.
- Konsentrasi penjualan ke pihak berelasi (71,79%) menjadi perhatian, meskipun kontribusi pihak ketiga meningkat.
- Akuisisi ESTCL dan restrukturisasi mempengaruhi struktur ekuitas (tambahan modal disetor turun Rp2.060 juta).
- Kewajiban PKPU Rp14.077 juta jatuh tempo Desember 2026 perlu dipantau.
- Proses hukum dana Rp150 miliar di KPK masih berlangsung tanpa kepastian waktu penyelesaian.

---

## AKKU

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode ini, AKKU merilis dua pengumuman terkait opini audit yang berbeda: (1) opini Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer) untuk Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 dari KAP Ruslim & Ruslim, dan (2) opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) untuk laporan keuangan konsolidasian periode 30 Juni 2026 dari KAP Irfan Waluyo & Rekan. Kedua pengumuman menegaskan bahwa saham AKKU masih dalam status suspensi oleh Bursa Efek Indonesia. Secara korporasi, hal ini penting karena menunjukkan masalah berkelanjutan dalam kualitas pelaporan keuangan dan kepatuhan, yang dapat mempengaruhi kepercayaan investor dan akses pendanaan, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak operasional, hukum, atau keuangan.

### Material changes

- Opini audit Laporan Keuangan 2025: Disclaimer (Tidak Menyatakan Pendapat) dari KAP Ruslim & Ruslim.
- Opini audit laporan keuangan konsolidasian 30 Juni 2026: Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari KAP Irfan Waluyo & Rekan.
- Suspensi oleh Bursa Efek Indonesia masih berlangsung.

### Key financial figures

- **Rugi periode enam bulan (konsolidasian):** Rp2.551.182.601 (30 Juni 2026)
- **Akumulasi kerugian (konsolidasian):** Rp304.408.446.343 (30 Juni 2026)

### Listing / regulatory

- Suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (masih berlangsung).

### Analytical scenarios

- **Opini Disclaimer 2025** [explicit_fact, high]: Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 memperoleh opini Tidak Menyatakan Pendapat dari KAP Ruslim & Ruslim.
- **Opini WDP 30 Juni 2026** [explicit_fact, high]: Laporan keuangan konsolidasian periode 30 Juni 2026 memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian dari KAP Irfan Waluyo & Rekan karena auditor belum memperoleh bukti cukup atas piutang non-usaha dan uang muka.
- **Suspensi** [explicit_fact, high]: Perseroan terkena suspensi oleh Bursa karena dua tahun buku berturut-turut menerima opini disclaimer, dan masih disuspensi.
- **Going concern** [explicit_fact, high]: Rugi periode dan akumulasi rugi menimbulkan ketidakpastian dan keraguan atas kemampuan grup untuk melangsungkan usahanya.
- **Rasio akumulasi rugi terhadap rugi periode** [derived_calculation, medium]: Akumulasi rugi per 30 Juni 2026 (Rp304.408.446.343) setara dengan sekitar 119,3 kali rugi periode enam bulan (Rp2.551.182.601). Rumus: 304.408.446.343 / 2.551.182.601 ≈ 119,3.
  - Basis: 20260831160547-008/AKKU-KI/VIII/2026_id-id
  - Assumptions: Angka akumulasi rugi dan rugi periode diambil langsung dari pengumuman.
  - Caveats: Perhitungan ini hanya menunjukkan besaran relatif, bukan indikator kinerja atau valuasi.
- **Risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Suspensi dan opini disclaimer berturut-turut dapat meningkatkan risiko kelangsungan usaha, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak.
  - Caveats: Belum dikonfirmasi oleh data tambahan.
- **Kelemahan pengendalian internal** [analyst_hypothesis, low]: Keterbatasan SDM dan dokumen tercecer mungkin mengindikasikan kelemahan pengendalian internal yang lebih luas.
  - Caveats: Belum dikonfirmasi oleh data tambahan.

### Risks / uncertainties

- Opini disclaimer dan WDP dapat mempengaruhi kepercayaan investor dan kreditor.
- Suspensi oleh Bursa dapat membatasi likuiditas saham.
- Keterbatasan dokumen pendukung dapat menghambat proses audit di masa depan.
- Ketidakpastian going concern dapat berdampak pada kemampuan memperoleh pendanaan.

### Items to monitor

- Langkah perbaikan yang akan diambil untuk mengatasi opini disclaimer dan WDP.
- Jadwal pemulihan suspensi oleh Bursa.
- Rincian pos piutang non-usaha dan uang muka yang memerlukan penyesuaian.
- Perkembangan proyek apartemen yang disebutkan sebagai penyebab efisiensi karyawan.
- Data keuangan tambahan seperti pendapatan, aset, liabilitas, dan ekuitas.

---

## AMAR

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) mengumumkan perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR) melalui surat No. 65/SRT-CS/IX/2026 tanggal 1 September 2026. Perubahan tersebut adalah penambahan Ibu Yosephin Ayu Inggarsatiti sebagai anggota KNR, yang menjabat sebagai pejabat eksekutif di bawah Direksi yang membidangi sumber daya manusia (People Function Head), efektif mulai 24 Agustus 2026 hingga 29 Mei 2029. Ketua KNR tetap Bapak Zainal Abidin Hasni (Komisaris Independen) dan anggota Ibu Ratna Heimawaty Zain (Komisaris Independen), keduanya dengan periode 29 Mei 2024 hingga 29 Mei 2029. Tidak ada perubahan lain yang disebutkan.

### Material changes

- PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) mengumumkan perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR) melalui surat No. 65/SRT-CS/IX/2026 tanggal 1 September 2026.
- Perubahan KNR mencakup penambahan Ibu Yosephin Ayu Inggarsatiti sebagai anggota KNR.
- Ibu Yosephin Ayu Inggarsatiti menjabat sebagai pejabat eksekutif di bawah Direksi yang membidangi sumber daya manusia (People Function Head).
- Periode jabatan Ibu Yosephin Ayu Inggarsatiti sebagai anggota KNR adalah 24 Agustus 2026 hingga 29 Mei 2029.
- Ketua KNR tetap dijabat oleh Bapak Zainal Abidin Hasni, yang merupakan Komisaris Independen.
- Periode jabatan Bapak Zainal Abidin Hasni sebagai Ketua KNR adalah 29 Mei 2024 hingga 29 Mei 2029.
- Anggota KNR Ibu Ratna Heimawaty Zain, Komisaris Independen, tetap menjabat dengan periode 29 Mei 2024 hingga 29 Mei 2029.
- Pengangkatan Yosephin Ayu Inggarsatiti disahkan melalui Surat Keputusan Direksi No. 049/SK-DIR/SDM/VIII/2026 tanggal 24 Agustus 2026.
- Perubahan ini disampaikan dalam rangka memenuhi POJK No. 31/POJK.04/2015 (diubah dengan POJK No. 45 Tahun 2024) dan POJK No. 34/POJK.04/2014.
- Surat keterbukaan informasi bernomor 64/SRT-CS/IX/2026, tanggal 1 September 2026, ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan.
- Surat ditandatangani oleh Elsa Enda Dwita Purba selaku Sekretaris Perusahaan.
- Tembusan surat ditujukan kepada Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan basah.
- Tidak ada perubahan lain pada susunan KNR selain penambahan anggota baru.

### Management / control changes

- Penambahan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi: Yosephin Ayu Inggarsatiti, efektif 24 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Penyampaian keterbukaan informasi kepada OJK sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015 dan POJK No. 34/POJK.04/2014.

### Analytical scenarios

- **Perubahan komite** [explicit_fact, high]: Dokumen mengumumkan perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi dengan menambah satu anggota baru, Yosephin Ayu Inggarsatiti, yang berasal dari internal perusahaan (pejabat eksekutif HR).
  - Basis: Perihal surat: 'Perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi'; Tabel menyebutkan Yosephin Ayu Inggarsatiti sebagai anggota dengan keterangan 'Pihak yang menduduki jabatan manajerial di bawah Direksi yang membidangi sumber daya manusia'
- **Periode jabatan** [explicit_fact, high]: Seluruh anggota KNR memiliki periode jabatan yang berakhir pada 29 Mei 2029, dengan anggota baru mulai menjabat 24 Agustus 2026.
  - Basis: Tabel mencantumkan periode '29-May-24 - 29-May-29' untuk ketua dan anggota lama; Tabel mencantumkan periode '24-Aug-26 - 29-May-29' untuk anggota baru
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan anggota KNR dari internal HR kemungkinan untuk memperkuat fungsi remunerasi dan nominasi terkait sumber daya manusia, namun alasan resmi tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Latar belakang anggota baru adalah pejabat eksekutif HR
  - Assumptions: Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas komite dalam aspek SDM
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan perubahan

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang diidentifikasi dalam dokumen.

---

## APEX

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 31 Agustus 2026, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mengumumkan rencana Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) melalui konversi utang menjadi saham (debt-to-equity swap) dengan Kreditor Sindikasi Luar Negeri (HSBC Bank PLC dan HSBC Ltd). Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 7 Oktober 2026. Aksi korporasi ini bertujuan memperbaiki posisi keuangan dengan mengurangi liabilitas, namun tidak memberikan penerimaan kas. Pemegang saham lama akan mengalami dilusi 5,79%, dan struktur modal akan berubah dengan masuknya HSBC sebagai pemegang saham baru. Tidak ada perubahan pengendali; PT Aserra Capital tetap menjadi pengendali.

### Material changes

- Rencana PMTHMETD melalui konversi utang menjadi saham
- Perubahan klasifikasi saham menjadi Seri A dan Seri B
- Perubahan struktur modal dan kepemilikan
- Restrukturisasi utang dengan kreditor sindikasi
- Dilusi pemegang saham lama sebesar 5,79%

### Key financial figures

- **Jumlah saham baru diterbitkan:** 218.090.317 (Rencana PMTHMETD)
- **Nilai nominal per saham Seri B:** Rp325 (Rencana PMTHMETD)
- **Harga pelaksanaan per saham:** Rp325 (Rencana PMTHMETD)
- **Nilai transaksi (USD):** USD4.108.948 (Rencana Transaksi)
- **Nilai transaksi (Rp):** Rp70.879.353.025 (Rencana Transaksi)
- **Kurs disepakati:** Rp17.250 per USD1 (Rencana Transaksi)
- **Total aset (konsolidasian):** USD262.453.995 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas (konsolidasian):** USD193.420.238 (31 Desember 2025)
- **Total ekuitas (konsolidasian):** USD69.033.757 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas:** USD26.915.826 (31 Desember 2025)
- **Pinjaman dan beban akrual kepada kreditor sindikasi:** USD36.091.617 (31 Desember 2025)
- **Pinjaman kepada kreditor sindikasi (jangka panjang):** USD18.801.060 (31 Desember 2025)
- **Beban akrual (jangka panjang):** USD14.840.557 (31 Desember 2025)
- **Kewajiban kepada kreditor sindikasi setelah restrukturisasi:** USD8.673.826 (Setelah kesepakatan)
- **Utang HSBC LTD yang dikonversi:** USD2.934.963 (CSIA)
- **Utang HSBC PLC yang dikonversi:** USD1.173.985 (CSIA)
- **Saham baru untuk HSBC LTD:** 155.778.802 (Rencana PMTHMETD)
- **Saham baru untuk HSBC PLC:** 62.311.515 (Rencana PMTHMETD)
- **Modal dasar sebelum PMTHMETD:** 6.000.000.000 saham (Sebelum PMTHMETD)
- **Modal ditempatkan dan disetor sebelum PMTHMETD:** 3.546.466.661 saham (Sebelum PMTHMETD)
- **Modal ditempatkan dan disetor setelah PMTHMETD:** 3.764.556.978 saham (Setelah PMTHMETD)
- **Total nilai nominal modal ditempatkan setelah PMTHMETD:** Rp1.844.112.683.525 (Setelah PMTHMETD)
- **Kepemilikan saham oleh Komisaris Eka Dharmajanto Kasih:** 28.551.560 saham (0,81%) (31 Juli 2026)
- **Dilusi pemegang saham lama:** 5,79% (Setelah PMTHMETD)

### Corporate actions

- PMTHMETD (private placement) untuk konversi utang menjadi saham
- Perubahan klasifikasi saham menjadi Seri A dan Seri B
- Perubahan struktur modal dan kepemilikan
- Restrukturisasi utang dengan kreditor
- Potensi dilusi pemegang saham lama

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali; PT Aserra Capital tetap menjadi pengendali.
- Susunan Dewan Komisaris: Komisaris Utama Irawan Sastrotanojo, Komisaris Eka Dharmajanto Kasih, Komisaris Independen Robinson P Simbolon.
- Susunan Direksi: Direktur Utama Zainal Abidinsyah Siregar, Direktur & Direktur Independen Donald Kent Wood, Direktur Jeanne Watulo.

### Capital structure

- Penerbitan 218.090.317 saham Seri B baru (62.311.515 untuk HSBC Bank PLC dan 155.778.802 untuk HSBC Limited).
- Modal dasar berubah dari 6.000.000.000 saham menjadi 6.076.331.612 saham (proforma).
- Modal ditempatkan dan disetor penuh bertambah dari 3.546.466.661 saham menjadi 3.764.556.978 saham (proforma).
- Persentase kepemilikan PT Aserra Capital turun dari 53,51% menjadi 50,41%.
- Persentase kepemilikan publik (Masyarakat) turun dari 39,45% menjadi 37,17%.
- HSBC PLC akan memegang 1,66% dan HSBC LTD akan memegang 4,14% setelah PMTHMETD.

### Listing / regulatory

- PMTHMETD dikecualikan dari HMETD berdasarkan Pasal 3 huruf a POJK No.14/2019.
- Rencana Transaksi bukan transaksi material (nilai <20% ekuitas) berdasarkan POJK No.17/2020.
- Bukan transaksi afiliasi/benturan kepentingan berdasarkan POJK No.42/2020.
- Persetujuan RUPSLB diperlukan sesuai Pasal 8A ayat (1) POJK No.14/2019.

### Analytical scenarios

- **Nilai transaksi dalam Rupiah** [derived_calculation, high]: USD4.108.948 x Rp17.250 = Rp70.879.353.025, sesuai dengan nilai yang disebutkan.
  - Basis: USD4.108.948; kurs Rp17.250
- **Jumlah saham baru untuk HSBC LTD** [derived_calculation, high]: USD2.934.963 x Rp17.250 / Rp325 = 155.778.802 saham (pembulatan).
  - Basis: USD2.934.963; kurs Rp17.250; harga Rp325
- **Jumlah saham baru untuk HSBC PLC** [derived_calculation, high]: USD1.173.985 x Rp17.250 / Rp325 = 62.311.515 saham (pembulatan).
  - Basis: USD1.173.985; kurs Rp17.250; harga Rp325
- **Total saham baru** [derived_calculation, high]: 155.778.802 + 62.311.515 = 218.090.317 saham, sesuai dengan jumlah yang diumumkan.
  - Basis: 155.778.802; 62.311.515
- **Persentase saham baru terhadap modal setelah PMTHMETD** [derived_calculation, high]: 218.090.317 / 3.764.556.978 = 5,79% (sesuai klaim).
  - Basis: 218.090.317; 3.764.556.978
- **Proporsi saham untuk masing-masing kreditor** [derived_calculation, high]: 155.778.802 / 218.090.317 = 71,4% untuk HSBC LTD; 62.311.515 / 218.090.317 = 28,6% untuk HSBC PLC.
  - Basis: Jumlah saham untuk HSBC LTD; Jumlah saham untuk HSBC PLC
- **Pengurangan liabilitas kepada kreditor sindikasi** [derived_calculation, medium]: Liabilitas kepada Kreditor Sindikasi Luar Negeri akan turun dari USD36.091.617 menjadi USD8.673.826, penurunan sebesar USD27.417.791, yang mencakup USD4.108.948 yang dikonversi menjadi ekuitas dan restrukturisasi lainnya.
  - Basis: USD36.091.617 liabilitas awal; USD8.673.826 liabilitas akhir
  - Assumptions: Angka sesuai dengan yang dinyatakan dalam dokumen.
  - Caveats: Penurunan mencakup ketentuan restrukturisasi lain yang tidak dirinci.
- **Kelayakan harga pelaksanaan** [analyst_hypothesis, low]: Harga pelaksanaan Rp325 kemungkinan jauh di atas harga pasar, sehingga jumlah saham yang diterbitkan lebih sedikit dan dilusi lebih rendah, namun hal ini belum dikonfirmasi.
  - Basis: Pernyataan emiten bahwa harga pelaksanaan jauh di atas rata-rata harga 25 hari bursa
  - Assumptions: Harga pasar saat ini lebih rendah dari Rp325
  - Caveats: Tidak ada data harga pasar dalam dokumen
- **Dampak terhadap likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan saham baru dapat meningkatkan jumlah saham beredar, berpotensi mempengaruhi likuiditas perdagangan, namun dampaknya belum dapat dipastikan.
  - Basis: Penerbitan 218 juta saham baru
  - Assumptions: Saham baru dicatatkan dan diperdagangkan
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai pencatatan saham baru
- **Risiko gagal RUPSLB** [analyst_hypothesis, medium]: Jika kuorum RUPSLB tidak tercapai, RUPSLB kedua dapat diadakan dengan kuorum lebih rendah, namun keputusan tetap memerlukan persetujuan mayoritas.
  - Basis: Ketentuan kuorum dalam dokumen
  - Assumptions: Pemegang saham hadir sesuai ketentuan
  - Caveats: Tidak ada indikasi tingkat kehadiran
- **Financial distress** [analyst_hypothesis, medium]: Ketidakmampuan perusahaan memenuhi kewajiban utang pada jatuh tempo, sebagaimana diakui kreditor, menunjukkan potensi kesulitan keuangan. Restrukturisasi dan konversi utang menjadi saham mungkin merupakan bagian dari strategi pemulihan yang lebih luas.
  - Basis: Perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban, kreditor setuju menerima saham.
  - Assumptions: Kondisi keuangan perusahaan mungkin lemah.
  - Caveats: Ini adalah inferensi dari fakta yang diungkapkan; perusahaan mungkin memiliki alasan lain.
- **Dampak pada free float** [analyst_hypothesis, medium]: Kepemilikan publik (Masyarakat) turun dari 39,45% menjadi 37,17%, sehingga free float berkurang secara proporsional, tetapi tetap di atas 7,5% yang umum disyaratkan.
  - Basis: Persentase kepemilikan Masyarakat sebelum dan sesudah.
  - Assumptions: Tidak ada perubahan kepemilikan publik lain.
  - Caveats: Persentase free float dihitung dari total saham beredar, bukan dari modal dasar.

### Risks / uncertainties

- Persetujuan RUPSLB belum diperoleh; jika tidak disetujui, PMTHMETD batal.
- Harga pelaksanaan Rp325 mungkin lebih tinggi dari harga pasar, tetapi dapat mempengaruhi persepsi investor.
- Dilusi 5,79% bagi pemegang saham lama.
- Ketergantungan pada kesepakatan dengan kreditor; jika tidak terpenuhi, kewajiban tetap ada.
- Perubahan struktur modal dapat mempengaruhi likuiditas saham.
- Jumlah utang yang dikonversi tidak diungkapkan secara eksplisit dalam dokumen utama.
- Perubahan modal dasar (penurunan jumlah saham) dapat memerlukan persetujuan pemegang saham dan otoritas terkait.

### Items to monitor

- Persetujuan RUPSLB pada 7 Oktober 2026
- Penerbitan saham baru selambat-lambatnya 31 Oktober 2026
- Pencatatan saham baru di BEI
- Perubahan struktur modal dan kepemilikan setelah PMTHMETD
- Kepatuhan terhadap POJK No.14/2019 dan regulasi terkait
- Perkembangan restrukturisasi utang dengan kreditor

---

## ASBI

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

ASBI melaporkan perkembangan kedua dugaan tindak pidana penggelapan uang dan investasi. Perusahaan mengungkap dugaan penggelapan dana sistematis oleh divisi HR melalui pembayaran gaji bulanan sekitar Rp400 juta selama minimal 2,5 tahun. Laporan polisi diajukan pada 31 Agustus 2026 (LP/3454/VIII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA) terhadap terlapor JCM, HCP, dan SAA, serta dilaporkan ke OJK melalui APOLO. Perusahaan melaporkan posisi keuangan per 31 Juli 2026 dengan RBC 140,77%, Rasio Kecukupan Investasi 178,76%, Rasio Likuiditas 101,78%, rasio pemenuhan SBN 3,28%, dan ekuitas Rp403 miliar (unaudited, PSAK 117). Proforma New RBC 209% (Available Capital Rp371,8 miliar vs Required Capital Rp177,9 miliar). Perusahaan mempercepat pelepasan aset properti Surabaya dan Jakarta dengan dukungan pemegang saham pengendali, dan merencanakan RUPSLB pada 30 September 2026 untuk penggantian pengurus dan persetujuan pelepasan aset.

### Material changes

- Perusahaan mengungkap dugaan kejahatan kolektif struktural oleh divisi Human Resources di bawah kendali pelaku kasus utama, berupa penggelapan dana sistematis melalui pembayaran gaji bulanan sekitar Rp400 juta per bulan selama minimal 2,5 tahun.
- Perusahaan melaporkan dugaan tindak pidana Penggelapan Dalam Jabatan dan TPPU ke kepolisian pada 31 Agustus 2026 dengan nomor LP/3454/VIII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA, dengan terlapor JCM, HCP, dan SAA.
- Perusahaan melaporkan tindakan fraud tersebut kepada OJK melalui sistem APOLO pada saat bersamaan dengan laporan polisi.
- Perusahaan melaporkan kembali posisi kesehatan keuangan per 31 Juli 2026 kepada OJK melalui surat nomor 192/SK/PDIR-HW/VIII/2026 tanggal 20 Agustus 2026.
- Hasil perhitungan ulang setelah pembebanan aset investasi yang digelapkan: RBC 140,77%, Rasio Kecukupan Investasi 178,76%, Rasio Likuiditas 101,78%, dan rasio pemenuhan SBN 3,28%.
- Ekuitas perusahaan per 31 Juli 2026 sebesar Rp403 miliar (unaudited, PSAK 117), dan proforma New RBC 209% dengan Available Capital Rp371,8 miliar dan Required Capital Rp177,9 miliar.
- Perusahaan mempercepat pelepasan aset properti di Surabaya dan Jakarta, dengan masuknya suntikan dana talangan dari pemegang saham pengendali untuk mengatasi cash-flow mismatch.
- Perusahaan merencanakan RUPSLB pada 30 September 2026 dengan agenda utama penggantian pengurus dan persetujuan pelepasan aset.
- Laporan ini merupakan perkembangan kedua dari laporan sebelumnya No.018/SK/KI-CORSEC/VIII/2026 tanggal 11 Agustus 2026.
- Perusahaan menyatakan fundamental kesehatan keuangan per 31 Juli 2026 dalam kondisi baik setelah pembebanan dana dan investasi yang digelapkan.
- Perusahaan menyatakan kondisi likuiditas ketat mulai teratasi dengan pemenuhan komitmen dukungan pemegang saham pengendali.
- Perusahaan menyatakan langkah-langkah persiapan RUPSLB telah dilakukan sesuai UU PT tentang pembebastugasan direksi di luar RUPS.

### Key financial figures

- **Penggelapan dana per bulan:** 400 juta (per bulan selama minimal 2,5 tahun)
- **RBC Ratio:** 140.77% (31 Juli 2026)
- **Rasio Kecukupan Investasi:** 178.76% (31 Juli 2026)
- **Rasio Likuiditas (Current Ratio):** 101.78% (31 Juli 2026)
- **Rasio pemenuhan SBN:** 3.28% (31 Juli 2026)
- **Ekuitas:** Rp403 miliar (31 Juli 2026, unaudited, PSAK 117)
- **Available Capital (New RBC proforma):** Rp371.8 miliar (31 Juli 2026)
- **Required Capital (New RBC proforma):** Rp177.9 miliar (31 Juli 2026)
- **New RBC Ratio (proforma):** 209% (31 Juli 2026)

### Corporate actions

- Pelepasan aset properti di Surabaya dan Jakarta (dipercepat)
- RUPSLB pada 30 September 2026 untuk penggantian pengurus dan persetujuan pelepasan aset
- Suntikan dana talangan dari pemegang saham pengendali

### Management / control changes

- Rencana penggantian pengurus melalui RUPSLB pada 30 September 2026

### Listing / regulatory

- Pelaporan ke OJK melalui APOLO
- Pelaporan posisi kesehatan keuangan ke OJK

### Analytical scenarios

- **Penggelapan dana** [explicit_fact, high]: Perusahaan menyatakan dugaan penggelapan dana melalui pembayaran gaji bulanan sekitar Rp400 juta per bulan selama minimal 2,5 tahun.
  - Basis: Teks dokumen halaman 2
- **Total perkiraan penggelapan** [derived_calculation, medium]: Jika penggelapan berlangsung 2,5 tahun (30 bulan) dengan Rp400 juta per bulan, total perkiraan mencapai Rp12 miliar (30 x Rp400 juta).
  - Basis: Angka Rp400 juta per bulan dan durasi minimal 2,5 tahun
  - Assumptions: Durasi tepat 30 bulan
  - Caveats: Angka ini adalah estimasi, bukan angka eksplisit dari dokumen
- **Rasio keuangan** [explicit_fact, high]: RBC 140,77%, Rasio Kecukupan Investasi 178,76%, Rasio Likuiditas 101,78%, rasio SBN 3,28% setelah pembebanan aset investasi yang digelapkan.
  - Basis: Teks dokumen halaman 3
- **Ekuitas** [explicit_fact, high]: Ekuitas per 31 Juli 2026 sebesar Rp403 miliar, unaudited, PSAK 117.
  - Basis: Teks dokumen halaman 3
- **New RBC proforma** [derived_calculation, high]: New RBC Ratio 209% dihitung dari Available Capital Rp371,8 miliar dibagi Required Capital Rp177,9 miliar (371,8/177,9 = 2,09).
  - Basis: Angka Available Capital dan Required Capital
  - Assumptions: Perhitungan sesuai rumus RBC
- **Dampak pada kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun perusahaan menyatakan fundamental baik, pengungkapan penggelapan dan likuiditas ketat dapat mempengaruhi kepercayaan pemangku kepentingan dan memerlukan pengawasan lebih lanjut.
  - Basis: Pernyataan tentang cash-flow mismatch dan langkah pemulihan
  - Assumptions: Kepercayaan pasar dan regulator dapat terpengaruh
  - Caveats: Belum ada data pasar atau reaksi regulator
- **Potensi dampak hukum** [analyst_hypothesis, low]: Pelaporan ke polisi dan OJK dapat mengarah pada proses hukum yang mempengaruhi operasional dan reputasi perusahaan, namun belum ada keputusan hukum.
  - Basis: Laporan polisi dan APOLO
  - Assumptions: Proses hukum berlanjut
  - Caveats: Hasil proses hukum belum diketahui
- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan 30 September 2026 dengan agenda penggantian pengurus dan persetujuan pelepasan aset.
  - Basis: Teks dokumen halaman 3

### Risks / uncertainties

- Proses hukum yang sedang berjalan dapat berubah dan mempengaruhi hasil akhir.
- Jumlah total penggelapan masih estimasi, belum final.
- Kemampuan pemulihan likuiditas bergantung pada komitmen pemegang saham pengendali dan pelepasan aset.
- Persetujuan RUPSLB belum pasti, dapat mempengaruhi rencana penggantian pengurus dan pelepasan aset.
- Kepatuhan terhadap regulasi OJK dan ketentuan lain masih harus dipantau.

### Items to monitor

- Pengungkapan dugaan penggelapan dana dan proses hukum dapat mempengaruhi kepercayaan investor dan pemegang polis.
- Rencana RUPSLB untuk penggantian pengurus dan pelepasan aset dapat mengubah struktur manajemen dan strategi perusahaan.
- Suntikan dana talangan dari pemegang saham pengendali menunjukkan dukungan finansial, namun nilai dan syaratnya belum diungkapkan.

---

## AYLS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Arkayana Lestari Grup Tbk (AYLS, sebelumnya PT Agro Yasa Lestari Tbk) menyampaikan koreksi laporan keuangan interim (single entity) untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, ditelaah secara terbatas (limited review), dalam mata uang IDR, sesuai PSAK. Perusahaan tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sektor Basic Materials, subindustri Construction Materials. Total aset turun dari Rp34,49 miliar (31 Des 2025) menjadi Rp33,22 miliar (30 Jun 2026), terutama karena rugi bersih Rp2,07 miliar. Kas dan setara kas turun signifikan dari Rp1,07 miliar menjadi Rp407,47 juta (neraca) / Rp397,75 juta (arus kas), akibat arus kas operasi negatif Rp1,33 miliar yang hanya sebagian ditutup penerimaan utang pihak berelasi Rp653,40 juta. Piutang usaha bersih pihak ketiga Rp26,67 miliar (kotor Rp46,52 miliar, penyisihan Rp19,85 miliar), dengan piutang jatuh tempo >720 hari Rp25,21 miliar. Persediaan nihil setelah cadangan penurunan nilai dihapuskan dari Rp1,36 miliar menjadi 0. Pendapatan dari produk (pipa) Rp620 juta (2025: aspal Rp559,46 juta), beban pokok Rp525,36 juta, beban umum dan administrasi Rp2,62 miliar, rugi per saham dasar Rp2,42. Liabilitas jangka panjang baru muncul Rp152,43 juta (kewajiban imbalan pasca kerja). Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau transaksi ekuitas yang diungkapkan. Catatan utang bank jangka pendek/panjang menyebut banyak kreditur dan mata uang asing, namun angka nominal tidak tersedia pada bagian yang diekstrak.

### Material changes

- PT Arkayana Lestari Grup Tbk (sebelumnya PT Agro Yasa Lestari Tbk) menyampaikan koreksi laporan keuangan interim untuk periode 6 bulan berakhir 30/06/2026 melalui surat nomor 0005/LO-AYL/VIII/2026; laporan merupakan entitas tunggal, ditelaah secara terbatas, dan patuh terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017.
- Perusahaan tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia; sektor Basic Materials, subindustri Construction Materials.
- Total aset per 30 Juni 2026 Rp33.216.759.068, menurun dari Rp34.489.614.866 per 31 Desember 2025; total liabilitas jangka pendek Rp949.475.231 (2025: Rp1.165.361).
- Kas dan setara kas per 30 Juni 2026 Rp407.465.692 (neraca) / Rp397.753.418 (arus kas), menurun dari Rp1.070.608.981 per 31 Desember 2025.
- Piutang usaha bersih pihak ketiga Rp26.670.346.904 per 30 Juni 2026 (kotor Rp46.522.566.025, penyisihan Rp19.852.219.121); piutang jatuh tempo >720 hari Rp25.205.288.240.
- Persediaan nihil per 30 Juni 2026; cadangan penurunan nilai persediaan dihapuskan dari Rp1.356.943.792 menjadi 0.
- Pendapatan dari produk (pipa) Rp620.000.000 per 30 Juni 2026, meningkat dari pendapatan aspal Rp559.459.459 per 30 Juni 2025; penjualan 2026 ke pihak ketiga, 2025 ke pihak berelasi.
- Rugi bersih periode 30 Juni 2026 Rp2.068.735.625 (2025: Rp1.083.434.968); rugi per saham dasar Rp2,42 (2025: Rp1,27).
- Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp32.267.283.837 per 30 Juni 2026, menurun dari Rp34.336.019.462 per 30 Juni 2025; saldo laba defisit Rp16.691.780.860.
- Liabilitas jangka panjang per 30 Juni 2026 Rp152.430.043 (kewajiban imbalan pasca kerja), sebelumnya nihil; total liabilitas Rp949.475.231.
- Arus kas operasi negatif Rp1.326.258.712, arus kas pendanaan positif Rp653.403.149 (utang pihak berelasi), penurunan kas bersih Rp672.855.563; tidak ada arus kas investasi.
- Tidak ada aksi korporasi (rights issue, saham bonus, dividen, merger, akuisisi, divestasi), ekspansi, perubahan pengurus/pengendali, atau transaksi ekuitas lain yang diungkapkan pada periode berjalan.
- Catatan utang bank jangka pendek dan panjang menyebut banyak kreditur (Bank Central Asia, BRI, Mandiri, BSI, BNI, dan lainnya) serta mata uang IDR, AUD, CAD, CNY, EUR, HKD, GBP, JPY, SGD, THB, USD, namun angka nominal tidak tersedia pada bagian yang diekstrak.

### Key financial figures

- **Total aset:** 33,216,759,068 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** 34,489,614,866 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas (neraca):** 407,465,692 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas (neraca):** 1,070,608,981 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas (arus kas):** 397,753,418 (30 Juni 2026)
- **Piutang usaha bersih pihak ketiga:** 26,670,346,904 (30 Juni 2026)
- **Piutang usaha kotor pihak ketiga:** 46,522,566,025 (30 Juni 2026)
- **Penyisihan penurunan nilai piutang:** 19,852,219,121 (30 Juni 2026)
- **Piutang jatuh tempo >720 hari:** 25,205,288,240 (30 Juni 2026)
- **Persediaan:** 0 (30 Juni 2026)
- **Cadangan penurunan nilai persediaan (saldo awal):** 1,356,943,792 (31 Desember 2025)
- **Pendapatan dari produk (pipa):** 620,000,000 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan dari produk (aspal):** 559,459,459 (30 Juni 2025)
- **Beban pokok penjualan:** 525,360,000 (30 Juni 2026)
- **Beban umum dan administrasi:** 2,623,782,592 (30 Juni 2026)
- **Rugi bersih:** 2,068,735,625 (30 Juni 2026)
- **Rugi per saham dasar:** 2.42 (30 Juni 2026)
- **Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk:** 32,267,283,837 (30 Juni 2026)
- **Saldo laba (defisit):** 16,691,780,860 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 949,475,231 (30 Juni 2026)
- **Liabilitas jangka panjang:** 152,430,043 (30 Juni 2026)
- **Arus kas operasi:** -1,326,258,712 (30 Juni 2026)
- **Penerimaan utang pihak berelasi:** 653,403,149 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap - nilai buku:** 1,662,000,000 (30 Juni 2026)

### Listing / regulatory

- Tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017.
- Laporan keuangan ditelaah secara terbatas (limited review), bukan diaudit penuh.

### Analytical scenarios

- **Penurunan kas dan setara kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas turun sekitar 61,9% (dari Rp1.070.608.981 menjadi Rp407.465.692) antara 31 Desember 2025 dan 30 Juni 2026; penurunan bersih kas menurut arus kas Rp672.855.563.
  - Basis: Nilai kas per 31 Des 2025: Rp1.070.608.981; Nilai kas per 30 Jun 2026: Rp407.465.692; Penurunan bersih kas (arus kas): Rp672.855.563
- **Penurunan ekuitas dan rugi bersih** [derived_calculation, high]: Ekuitas turun Rp2.068.735.625 (dari Rp34.336.019.462 menjadi Rp32.267.283.837), hampir sama dengan rugi bersih periode berjalan Rp2.068.735.625, menunjukkan penurunan ekuitas terutama disebabkan rugi bersih.
  - Basis: Ekuitas awal 2026: Rp34.336.019.462; Ekuitas akhir 2026: Rp32.267.283.837; Rugi bersih 2026: Rp2.068.735.625
  - Assumptions: Tidak ada transaksi ekuitas lain yang signifikan.
- **Rasio penyisihan piutang** [derived_calculation, high]: Rasio penyisihan terhadap piutang kotor meningkat dari 39,6% (31 Des 2025) menjadi 42,7% (30 Jun 2026), menunjukkan peningkatan estimasi risiko kredit.
  - Basis: Penyisihan 2026: Rp19.852.219.121; Piutang kotor 2026: Rp46.522.566.025; Penyisihan 2025: Rp18.278.115.830; Piutang kotor 2025: Rp46.184.016.025
- **Marjin laba bruto** [derived_calculation, high]: Marjin laba bruto sekitar 15,3% pada 30 Juni 2026 (Rp94,64 juta / Rp620 juta), sedikit menurun dari 15,5% pada 30 Juni 2025 (Rp86,96 juta / Rp559,46 juta).
  - Basis: Laba bruto 2026: Rp94.640.000; Penjualan 2026: Rp620.000.000; Laba bruto 2025: Rp86.959.459; Penjualan 2025: Rp559.459.459
- **Penyebab kerugian membesar** [analyst_hypothesis, medium]: Kerugian bersih yang membesar diduga terutama disebabkan beban umum dan administrasi yang jauh lebih tinggi (Rp2,62 miliar vs Rp1,34 miliar), sementara pendapatan lain meningkat signifikan (Rp152,88 juta vs Rp23 ribu); tanpa rincian beban, penyebab pastinya belum dapat dipastikan.
  - Basis: Beban umum dan administrasi 2026: Rp2.623.782.592; Beban umum dan administrasi 2025: Rp1.338.469.330; Pendapatan lainnya 2026: Rp152.879.853; Pendapatan lainnya 2025: Rp23.209
  - Assumptions: Beban umum dan administrasi merupakan komponen utama di luar beban pokok.
  - Caveats: Rincian beban tidak tersedia pada bagian ini.
- **Kualitas piutang dan risiko kolektibilitas** [analyst_hypothesis, medium]: Piutang jatuh tempo >720 hari (Rp25,21 miliar) hampir sama dengan piutang bersih (Rp26,67 miliar), mengindikasikan sebagian besar piutang telah berumur sangat tua; manajemen menyatakan penyisihan memadai, tetapi risiko kolektibilitas tetap tinggi.
  - Basis: Piutang jatuh tempo >720 hari: Rp25.205.288.240; Piutang bersih: Rp26.670.346.904
  - Assumptions: Piutang >720 hari belum tertagih dan berisiko.
  - Caveats: Manajemen menyatakan penyisihan memadai, tetapi tidak ada rincian kolektibilitas.
- **Ketergantungan pada pendanaan pihak berelasi** [analyst_hypothesis, medium]: Penerimaan utang pihak berelasi Rp653,4 juta hampir menutupi defisit operasi Rp1,33 miliar, mengindikasikan potensi ketergantungan pada pendanaan internal; perlu konfirmasi dari laporan posisi keuangan.
  - Basis: Arus kas operasi negatif Rp1.326.258.712; Penerimaan utang pihak berelasi Rp653.403.149
  - Assumptions: Tidak ada arus kas investasi yang signifikan.
  - Caveats: Hanya berdasarkan laporan arus kas, tanpa data neraca.
- **Eksposur nilai tukar dan struktur utang bank** [analyst_hypothesis, low]: Catatan utang bank menyebut banyak kreditur dan mata uang asing (AUD, USD, dll), menunjukkan potensi eksposur nilai tukar dan diversifikasi sumber pendanaan, namun tanpa angka nominal materialitasnya tidak dapat dinilai.
  - Basis: Daftar kreditur dan mata uang pada catatan utang bank
  - Assumptions: Utang dalam mata uang asing dapat menimbulkan risiko fluktuasi kurs.
  - Caveats: Angka utang tidak tersedia pada bagian yang diekstrak.

### Risks / uncertainties

- Penurunan kas yang signifikan dan arus kas operasi negatif dapat mempengaruhi likuiditas jangka pendek.
- Piutang jatuh tempo >720 hari yang besar (Rp25,21 miliar) mengindikasikan risiko kolektibilitas tinggi.
- Rugi bersih yang membesar dan defisit saldo laba yang semakin dalam dapat membatasi kemampuan dividen dan menekan profitabilitas.
- Peningkatan utang pajak yang tajam (dari Rp105.942 menjadi Rp12.622.482) dapat mengindikasikan kewajiban pajak yang belum diselesaikan.
- Laporan keuangan hanya ditelaah secara terbatas, bukan diaudit penuh, sehingga tingkat keyakinan lebih rendah.
- Angka nominal utang bank tidak tersedia pada bagian yang diekstrak, sehingga materialitas dan risiko likuiditas tidak dapat dinilai.
- Perubahan basis penjualan dari pihak berelasi (2025) ke pihak ketiga (2026) dapat mempengaruhi stabilitas pendapatan.

### Items to monitor

- Penurunan kas yang signifikan dan arus kas operasi negatif dapat mempengaruhi likuiditas jangka pendek.
- Piutang jatuh tempo >720 hari yang besar (Rp25,21 miliar) mengindikasikan risiko kolektibilitas tinggi.
- Rugi bersih yang membesar dan defisit saldo laba yang semakin dalam dapat membatasi kemampuan dividen dan menekan profitabilitas.
- Peningkatan utang pajak yang tajam (dari Rp105.942 menjadi Rp12.622.482) dapat mengindikasikan kewajiban pajak yang belum diselesaikan.
- Laporan keuangan hanya ditelaah secara terbatas, bukan diaudit penuh, sehingga tingkat keyakinan lebih rendah.
- Angka nominal utang bank tidak tersedia pada bagian yang diekstrak, sehingga materialitas dan risiko likuiditas tidak dapat dinilai.
- Perubahan basis penjualan dari pihak berelasi (2025) ke pihak ketiga (2026) dapat mempengaruhi stabilitas pendapatan.

---

## BACH

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menyampaikan koreksi atas Laporan Keuangan Interim konsolidasian untuk periode 6 bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Laporan ditelaah secara terbatas oleh KAP Tjahjadi Tamara dengan opini 'Wajar'. Total aset meningkat signifikan dari Rp1,23 triliun menjadi Rp1,93 triliun, didorong oleh kenaikan aset lancar (piutang, persediaan) dan aset tetap. Pendapatan usaha naik 22,2% menjadi Rp897,42 miliar, laba bersih naik 25,3% menjadi Rp77,69 miliar. Arus kas operasi negatif Rp84,16 miliar, investasi negatif Rp217,15 miliar, pendanaan positif Rp301,76 miliar. Dividen kas dibayar Rp50,02 miliar. Terdapat indikasi pelepasan entitas anak dan pembentukan cadangan umum Rp34,69 miliar. Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue atau saham bonus.

### Material changes

- PT Bach Multi Global Tbk menyampaikan koreksi atas Laporan Keuangan Interim untuk periode 6 bulan yang berakhir 30 Juni 2026; laporan konsolidasian ditelaah terbatas oleh KAP Tjahjadi Tamara dengan opini 'Wajar'.
- Total aset konsolidasian per 30 Juni 2026 adalah Rp1.929.123.400.818, meningkat dari Rp1.232.630.823.230 per 31 Desember 2025.
- Utang bank jangka pendek per 30 Juni 2026 adalah Rp581.901.459.674, meningkat dari Rp264.293.996.625 per 31 Desember 2025; bank lokal lainnya menyumbang Rp517.268.722.019.
- Pendapatan usaha total per 30 Juni 2026 sebesar Rp897.415.808.671, meningkat dari Rp734.175.799.666 per 30 Juni 2025; pendapatan penyewaan genset melonjak dari Rp9,79 miliar menjadi Rp163,90 miliar.
- Laba bersih periode 30 Juni 2026 sebesar Rp77.687.549.716, meningkat dari Rp62.021.573.913 pada periode 30 Juni 2025; laba per saham dasar Rp22 (sebelumnya Rp18).
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi negatif Rp84.162.305.497, investasi negatif Rp217.152.046.309, pendanaan positif Rp301.760.289.426; kas akhir periode Rp12.439.799.949.
- Dividen kas dibayarkan sebesar Rp50.019.000.745 (termasuk bagian non-pengendali Rp19.000.745) pada periode berjalan; tidak ada penerbitan saham baru atau dividen saham.
- Pembentukan cadangan umum sebesar Rp34.694.300.000 mengurangi saldo laba belum ditentukan; pelepasan entitas anak mengurangi ekuitas Rp869.015.518.
- Aset tetap bruto per 30 Juni 2026 sebesar Rp724.942.285.655, meningkat dari Rp510.220.301.005; aset dalam penyelesaian naik dari Rp48,85 miliar menjadi Rp219,40 miliar.
- Piutang usaha bruto per 30 Juni 2026 sebesar Rp436.187.356.279 (penyisihan Rp27,11 miliar), meningkat dari Rp262.443.711.999 per 31 Desember 2025.
- Persediaan bruto per 30 Juni 2026 sebesar Rp425.485.393.581, meningkat dari Rp231.749.005.743 per 31 Desember 2025; cadangan penurunan nilai tetap Rp2,42 miliar.
- Utang usaha pihak ketiga per 30 Juni 2026 sebesar Rp481.215.922.830, meningkat dari Rp211.786.940.974 per 31 Desember 2025; utang bank jangka panjang bersih Rp96,17 miliar.
- Pendapatan dari pihak berelasi sebesar Rp299.124.321.836 (33,3% dari total); PT Profesional Telekomunikasi Indonesia sebagai pelanggan terbesar Rp180.892.048.094.
- Beban penyusutan dan amortisasi melonjak dari Rp5.810.570.976 menjadi Rp42.737.009.022; beban bunga dan keuangan naik dari Rp6.634.895.563 menjadi Rp19.320.480.917.
- Kepentingan non-pengendali turun drastis dari Rp76.012.898 menjadi Rp3.145, dengan perubahan atas pelepasan entitas anak sebesar Rp869.015.518.

### Key financial figures

- **Total aset:** 1,929,123,400,818 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** 1,232,630,823,230 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas:** 1,316,118,450,418 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 696,676,897,249 (31 Desember 2025)
- **Total ekuitas:** 613,004,950,400 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 535,953,925,981 (31 Desember 2025)
- **Pendapatan usaha:** 897,415,808,671 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Pendapatan usaha:** 734,175,799,666 (1 Januari - 30 Juni 2025)
- **Laba bruto:** 196,006,219,624 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Laba bruto:** 129,255,348,866 (1 Januari - 30 Juni 2025)
- **Laba bersih:** 77,687,549,716 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Laba bersih:** 62,021,573,913 (1 Januari - 30 Juni 2025)
- **Laba per saham dasar:** 22 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Laba per saham dasar:** 18 (1 Januari - 30 Juni 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -84,162,305,497 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -217,152,046,309 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 301,760,289,426 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas akhir periode:** 12,439,799,949 (30 Juni 2026)
- **Dividen kas dibayarkan:** 50,019,000,745 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Pembayaran untuk perolehan aset tetap:** 215,620,467,054 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Aset tetap bruto:** 724,942,285,655 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap bruto:** 510,220,301,005 (31 Desember 2025)
- **Aset dalam penyelesaian:** 219,400,000,000 (30 Juni 2026)
- **Aset dalam penyelesaian:** 48,850,000,000 (31 Desember 2025)
- **Piutang usaha bruto:** 436,187,356,279 (30 Juni 2026)
- **Persediaan bruto:** 425,485,393,581 (30 Juni 2026)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 481,215,922,830 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 581,901,459,674 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 264,293,996,625 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka panjang:** 64,763,888,890 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang:** 80,466,269,842 (31 Desember 2025)
- **Pendapatan dari pihak berelasi:** 299,124,321,836 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Pendapatan dari PT Profesional Telekomunikasi Indonesia:** 180,892,048,094 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Pendapatan penyewaan genset:** 163,896,515,048 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Beban penyusutan dan amortisasi:** 42,737,009,022 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Beban penyusutan dan amortisasi:** 5,810,570,976 (1 Januari - 30 Juni 2025)
- **Beban bunga dan keuangan:** 19,320,480,917 (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Beban bunga dan keuangan:** 6,634,895,563 (1 Januari - 30 Juni 2025)

### Corporate actions

- Pembayaran dividen kas sebesar Rp50.019.000.745 (termasuk bagian non-pengendali Rp19.000.745) pada periode berjalan.
- Pelepasan entitas anak tercermin dalam perubahan kepentingan non-pengendali dan arus kas investasi.
- Tidak ada rights issue, saham bonus, private placement, atau penerbitan saham baru yang tercatat.

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar Rp215.620.467.054, terutama mesin dan peralatan serta aset dalam penyelesaian.
- Aset dalam penyelesaian meningkat dari Rp48,85 miliar menjadi Rp219,40 miliar, mengindikasikan proyek ekspansi berjalan.
- Pembayaran untuk perolehan aset takberwujud Rp180 juta dan aset non-keuangan lainnya Rp1,08 miliar.

### Capital structure

- Saham biasa per 30 Juni 2026 sebesar Rp173.471.500.000, tidak berubah dari periode sebelumnya.
- Tambahan modal disetor menurun dari Rp95.779.323.254 menjadi Rp95.222.305.376.
- Kepentingan non-pengendali turun drastis dari Rp76.012.898 menjadi Rp3.145, mengindikasikan perubahan struktur kepemilikan anak usaha.
- Pembentukan cadangan umum sebesar Rp34.694.300.000 mengurangi saldo laba belum ditentukan.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset meningkat sebesar Rp696,49 miliar (dari Rp1.232,63 miliar menjadi Rp1.929,12 miliar) antara 31 Desember 2025 dan 30 Juni 2026, atau sekitar 56,5%.
  - Basis: Total aset 30 Juni 2026: Rp1.929.123.400.818; Total aset 31 Desember 2025: Rp1.232.630.823.230
  - Assumptions: Perhitungan selisih dan persentase menggunakan angka yang tersedia.
- **Peningkatan utang bank jangka pendek** [derived_calculation, high]: Utang bank jangka pendek meningkat sebesar Rp317,61 miliar (dari Rp264,29 miliar menjadi Rp581,90 miliar) antara 31 Desember 2025 dan 30 Juni 2026, atau sekitar 120,2%.
  - Basis: Utang bank jangka pendek 30 Juni 2026: Rp581.901.459.674; Utang bank jangka pendek 31 Desember 2025: Rp264.293.996.625
  - Assumptions: Perhitungan selisih dan persentase menggunakan angka yang tersedia.
- **Pertumbuhan laba** [derived_calculation, high]: Laba bersih naik dari Rp62,02 miliar menjadi Rp77,69 miliar, kenaikan sekitar 25,3%. Laba bruto naik dari Rp129,26 miliar menjadi Rp196,01 miliar, kenaikan sekitar 51,6%, menunjukkan perbaikan margin.
  - Basis: Laba bersih 30 Juni 2026: Rp77.687.549.716; Laba bersih 30 Juni 2025: Rp62.021.573.913; Laba bruto 30 Juni 2026: Rp196.006.219.624; Laba bruto 30 Juni 2025: Rp129.255.348.866
  - Assumptions: Persentase dihitung dari selisih dibagi nilai periode sebelumnya.
  - Caveats: Pertumbuhan laba bruto lebih tinggi dari laba bersih karena beban lain meningkat.
- **Belanja modal (capex)** [derived_calculation, medium]: Total capex berwujud dan tidak berwujud sekitar Rp216,88 miliar (aset tetap Rp215,62 miliar + aset takberwujud Rp0,18 miliar + aset non-keuangan Rp1,08 miliar), menunjukkan investasi signifikan.
  - Basis: Angka perolehan aset tetap; aset takberwujud; aset non-keuangan
  - Assumptions: Semua pembayaran untuk perolehan aset dianggap capex
  - Caveats: Tidak termasuk aset lain yang mungkin dikapitalisasi
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas per 30 Juni 2026 sekitar 2,15 (Rp1.316,12 miliar / Rp613,00 miliar), meningkat dari sekitar 1,30 (Rp696,68 miliar / Rp535,95 miliar) pada periode sebelumnya.
  - Basis: Total liabilitas dan total ekuitas dari neraca
  - Assumptions: Menggunakan angka dalam triliun Rupiah.
- **Lonjakan beban penyusutan dan bunga** [derived_calculation, high]: Beban penyusutan dan amortisasi meningkat sekitar 635% dari Rp5,81 miliar menjadi Rp42,74 miliar; beban bunga dan keuangan naik sekitar 191% dari Rp6,63 miliar menjadi Rp19,32 miliar.
  - Basis: Angka beban penyusutan dan beban bunga dari laporan laba rugi
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka absolut dalam miliar Rupiah.
- **Indikasi ekspansi operasional** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan signifikan pada aset lancar (piutang, persediaan) dan aset tetap, serta utang bank, mengindikasikan kemungkinan ekspansi operasional atau peningkatan kapasitas, namun belum ada konfirmasi resmi dari emiten.
  - Basis: Kenaikan aset tetap dari Rp453,90 miliar menjadi Rp628,04 miliar; Kenaikan utang bank jangka pendek dari Rp264,29 miliar menjadi Rp581,90 miliar
  - Assumptions: Kenaikan aset tetap dan utang bank mencerminkan investasi atau pembiayaan ekspansi.
  - Caveats: Belum ada pengumuman resmi mengenai ekspansi atau capex.; Kenaikan aset tetap bisa juga berasal dari revaluasi atau akuisisi.
- **Potensi risiko likuiditas** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan utang bank jangka pendek yang signifikan dapat meningkatkan risiko likuiditas, terutama jika tidak diimbangi dengan arus kas operasi yang memadai, namun data arus kas belum tersedia.
  - Basis: Utang bank jangka pendek naik dari Rp264,29 miliar menjadi Rp581,90 miliar; Kas dan setara kas hanya naik dari Rp11,97 miliar menjadi Rp12,44 miliar
  - Assumptions: Kenaikan utang jangka pendek tidak diimbangi dengan kenaikan kas yang proporsional.
  - Caveats: Data arus kas operasi tidak tersedia dalam bagian ini.; Kenaikan utang mungkin didukung oleh aset lancar yang meningkat.
- **Pendanaan ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Arus kas pendanaan positif Rp301,76 miliar terutama dari pinjaman bank bersih Rp301,91 miliar, kemungkinan digunakan untuk mendanai capex dan dividen.
  - Basis: Penerimaan pinjaman bank Rp813,99 miliar; Pembayaran pinjaman bank Rp512,09 miliar; capex Rp216,88 miliar; dividen Rp50 miliar
  - Assumptions: Pinjaman bank digunakan untuk operasi dan investasi
  - Caveats: Tidak ada rincian penggunaan dana secara eksplisit
- **Konsentrasi pendapatan pihak berelasi** [analyst_hypothesis, medium]: Pendapatan dari pihak berelasi mencapai sekitar 33,3% dari total pendapatan per 30 Juni 2026 (299.124.321.836 / 897.415.808.671), menunjukkan ketergantungan signifikan pada transaksi berelasi.
  - Basis: Angka pendapatan pihak berelasi dan total pada halaman 45-49
  - Assumptions: Semua pendapatan pihak berelasi tercatat dalam angka tersebut
  - Caveats: Transaksi berelasi mungkin memiliki syarat yang berbeda dari pihak ketiga.
- **Pelepasan entitas anak** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan drastis kepentingan non-pengendali dan perubahan atas pelepasan entitas anak mengindikasikan divestasi atau akuisisi sisa saham anak usaha, namun detail transaksi tidak tersedia.
  - Basis: Kepentingan non-pengendali turun dari Rp76 juta menjadi Rp3.145; Perubahan NCI atas pelepasan entitas anak Rp869 juta
  - Assumptions: Perubahan signifikan mungkin terkait transaksi korporasi.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dari dokumen lain.
- **Konsentrasi pendapatan pada pelanggan utama** [analyst_hypothesis, medium]: PT Profesional Telekomunikasi Indonesia menyumbang sekitar 20,2% dari total pendapatan (Rp180,89 miliar dari Rp897,42 miliar), menunjukkan konsentrasi pendapatan yang signifikan dan berisiko jika hubungan komersial berubah.
  - Basis: Pendapatan dari PT Profesional Telekomunikasi Indonesia; Total pendapatan
  - Assumptions: Konsentrasi dihitung sebagai pendapatan dari pihak dibagi total pendapatan.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai kontrak atau jangka waktu hubungan.
- **Ekspansi kapasitas operasional** [analyst_hypothesis, medium]: Kenaikan signifikan aset tetap (42,1%) dan reklasifikasi aset dalam penyelesaian ke aset tetap mengindikasikan ekspansi kapasitas, kemungkinan untuk mendukung pertumbuhan pendapatan jasa, namun sumber pendanaan tidak diungkapkan.
  - Basis: Aset tetap bruto naik dari Rp510,22 miliar menjadi Rp724,94 miliar; Reklasifikasi aset dalam penyelesaian keluar Rp219,40 miliar
  - Assumptions: Reklasifikasi menunjukkan penyelesaian proyek.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang sumber dana atau tujuan investasi secara eksplisit.

### Risks / uncertainties

- Arus kas operasi negatif Rp84,16 miliar dapat mengindikasikan masalah likuiditas operasional.
- Ketergantungan pada pinjaman bank untuk mendanai dividen dan capex.
- Peningkatan piutang usaha yang signifikan (66,2%) dapat meningkatkan risiko kredit macet.
- Ketidakselarasan angka utang usaha jatuh tempo (Rp486,44 miliar) dengan total utang usaha pihak ketiga (Rp481,22 miliar) mengindikasikan perbedaan definisi atau komponen yang tidak diungkap.
- Kenaikan signifikan utang bank jangka pendek (120%) dan rasio liabilitas terhadap ekuitas yang meningkat (dari 1,30 menjadi 2,15) dapat meningkatkan risiko refinancing dan sensitivitas suku bunga.
- Konsentrasi pendapatan pada PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (sekitar 20% dari total) dan penurunan drastis pendapatan dari PT Twink Indonesia (dari Rp97,39 miliar menjadi Rp0,87 miliar) dapat mempengaruhi pendapatan masa depan.
- Lonjakan beban penyusutan dan amortisasi (635%) serta beban bunga (191%) yang tidak biasa dapat mempengaruhi profitabilitas di masa mendatang.
- Penurunan kepentingan non-pengendali yang drastis dan indikasi pelepasan entitas anak memerlukan klarifikasi lebih lanjut.
- Tidak tersedianya informasi ekuitas pada bagian neraca awal dan rincian wesel bayar/obligasi membatasi analisis struktur modal dan likuiditas.

### Items to monitor

- Peningkatan aset dan pendapatan yang signifikan menunjukkan pertumbuhan operasional, namun leverage yang meningkat dan arus kas operasi negatif perlu diperhatikan.
- Pembayaran dividen kas Rp50,02 miliar menunjukkan komitmen kepada pemegang saham, tetapi didanai dari pinjaman bank.
- Konsentrasi pendapatan pada pihak berelasi dan pelanggan utama dapat menjadi risiko jika hubungan komersial berubah.
- Indikasi pelepasan entitas anak dan perubahan struktur kepemilikan anak usaha perlu dipantau lebih lanjut.

---

## BBCA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan perubahan susunan Direksi pada anak usahanya, PT Bank Digital BCA, efektif 1 September 2026. Perubahan ini merupakan pengangkatan Aditya Wahyu Windarwo sebagai Direktur Bisnis, berdasarkan RUPSLB 13 Mei 2026 dan persetujuan OJK No. KEPR-140/D.03/2026 tanggal 5 Agustus 2026. BCA menyatakan bahwa perubahan ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, kinerja, atau kelangsungan usaha BCA. Tidak ada perubahan pada Dewan Komisaris PT Bank Digital BCA.

### Material changes

- PT Bank Digital BCA, perusahaan terkendali BCA, mengadakan RUPSLB pada 13 Mei 2026 yang memutuskan pengangkatan Aditya Wahyu Windarwo sebagai Direktur.
- OJK menerbitkan Keputusan No. KEPR-140/D.03/2026 pada 5 Agustus 2026 tentang hasil penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) untuk Aditya Wahyu Windarwo sebagai Direktur Bisnis PT Bank Digital BCA.
- Perubahan susunan Direksi PT Bank Digital BCA efektif sejak 1 September 2026.
- Susunan Direksi PT Bank Digital BCA per 1 September 2026: Lanny Budiati (Presiden Direktur), Nico Lukman (Direktur), Nugroho Budiman (Direktur Kepatuhan), dan Aditya Wahyu Windarwo (Direktur).
- Susunan Dewan Komisaris PT Bank Digital BCA per 1 September 2026: Grace Putri Aju Dewijany (Presiden Komisaris), Ina Suwandi (Komisaris Independen), dan Daniel Gunawan (Komisaris Independen).
- BCA mengendalikan PT Bank Digital BCA dan mengonsolidasikan laporan keuangannya.
- BCA menyatakan bahwa informasi atau fakta material ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi dan kinerja keuangan, atau kelangsungan usaha BCA (klaim emiten).
- Laporan disampaikan untuk memenuhi POJK No. 31/POJK.04/2015 sebagaimana diubah dengan POJK No. 45 Tahun 2024, serta Peraturan BEI No. I-E.

### Management / control changes

- Pengangkatan Aditya Wahyu Windarwo sebagai Direktur Bisnis PT Bank Digital BCA, efektif 1 September 2026, menggantikan posisi yang sebelumnya tidak disebutkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Persetujuan OJK No. KEPR-140/D.03/2026 tanggal 5 Agustus 2026 untuk pengangkatan Aditya Wahyu Windarwo sebagai Direktur Bisnis PT Bank Digital BCA.

### Analytical scenarios

- **Perubahan susunan Direksi PT Bank Digital BCA** [explicit_fact, high]: Berdasarkan dokumen, susunan Direksi PT Bank Digital BCA berubah dengan masuknya Aditya Wahyu Windarwo sebagai Direktur, efektif 1 September 2026. Perubahan ini berdasarkan RUPSLB 13 Mei 2026 dan persetujuan OJK.
  - Basis: RUPSLB 13 Mei 2026; Keputusan OJK No. KEPR-140/D.03/2026 tanggal 5 Agustus 2026; Susunan Direksi per 1 September 2026
- **Klaim dampak tidak material** [explicit_fact, high]: BCA menyatakan bahwa perubahan ini tidak berdampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, kinerja, atau kelangsungan usaha BCA. Ini adalah pernyataan emiten, bukan penilaian independen.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen: 'tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi dan kinerja keuangan, atau kelangsungan usaha BCA'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim emiten, bukan kesimpulan analis.
- **Potensi fokus pada bisnis digital** [analyst_hypothesis, low]: Pengangkatan Direktur Bisnis baru di PT Bank Digital BCA dapat mengindikasikan penguatan fokus pada pengembangan bisnis perbankan digital, namun belum ada informasi lebih lanjut mengenai strategi spesifik atau target bisnis.
  - Basis: Jabatan 'Direktur Bisnis' yang baru diangkat; Perubahan direksi di anak usaha yang bergerak di bidang digital banking
  - Assumptions: Perubahan direksi sering kali terkait dengan arah strategis perusahaan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai tujuan strategis dari pengangkatan ini.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang diidentifikasi oleh BCA terkait perubahan ini.
- Ketidakpastian mengenai dampak strategis jangka panjang dari perubahan direksi di anak usaha digital.

### Items to monitor

- Perubahan pengurus pada anak usaha BCA dapat mempengaruhi strategi bisnis digital BCA, namun dampaknya belum dapat dipastikan.
- Klaim emiten bahwa perubahan ini tidak material menunjukkan bahwa dampak terhadap kinerja keuangan BCA diperkirakan kecil.

---

## BBRI

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

BBRI menyampaikan laporan keuangan interim auditan untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026. Laporan diaudit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja. Total aset tercatat Rp2.352,38 triliun, liabilitas Rp2.023,71 triliun, dan ekuitas Rp328,67 triliun. Laba bersih periode berjalan Rp31,18 triliun, naik 17,5% dari Rp26,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Terdapat distribusi dividen saham sebesar Rp31,47 triliun (entitas induk) dan penerbitan saham biasa dengan nilai nominal Rp15,21 miliar serta tambahan modal disetor Rp445 miliar. Arus kas operasi positif Rp75,81 triliun. Tidak ada aksi korporasi besar seperti rights issue, private placement, atau merger yang tercatat dalam dokumen.

### Material changes

- Laporan keuangan interim auditan BBRI untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026, opini Wajar Tanpa Modifikasian dari KAP Purwanto Susanti dan Surja, ditandatangani partner Rindra Sulindro pada 31 Agustus 2026.
- Total aset Rp2.352.380.589 juta (30 Jun 2026), naik dari Rp2.135.371.105 juta (31 Des 2025); total liabilitas Rp2.023.705.711 juta, naik dari Rp1.804.429.671 juta.
- Pinjaman diberikan bruto Rp1.580.422.630 juta (pihak ketiga Rp1.392.571.269 juta, pihak berelasi Rp187.851.361 juta) dengan cadangan kerugian penurunan nilai Rp82.384.707 juta.
- Simpanan nasabah total Rp1.580.681.886 juta (giro, tabungan, deposito pihak ketiga dan berelasi).
- Laba bersih periode berjalan Rp31.182.586 juta, naik dari Rp26.533.147 juta; laba yang diatribusikan ke entitas induk Rp30.865.402 juta.
- Distribusi dividen saham Rp31.470.160 juta (entitas induk) dan penerbitan saham biasa dengan nilai nominal Rp15.210 juta serta tambahan modal disetor Rp445.000 juta.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp75.808.167 juta, investasi -Rp8.451.696 juta, pendanaan -Rp1.575.647 juta; kas akhir Rp197.014.323 juta.
- Ekuitas akhir periode Rp328.674.878 juta (30 Jun 2026), turun dari Rp330.941.434 juta (30 Jun 2025).
- Aset tetap (nilai perolehan) Rp63.294.240 juta, naik dari Rp62.393.770 juta; penambahan Rp7.543.592 juta, pengurangan Rp2.518.510 juta.
- Aset dalam penyelesaian Rp3.873.975 juta (30 Jun 2026), naik dari Rp3.379.351 juta (31 Des 2025).
- Anak usaha utama: PT Pegadaian (99,99%, aset Rp185.805.748 juta), PT PNM (99,99%, aset Rp57.354.059 juta), PT BRI Life (51%, aset Rp27.777.019 juta), PT BRI Insurance (90%, aset Rp8.609.044 juta), PT Bank Raya (86,85%, aset Rp13.040.220 juta).
- Pemegang saham pengendali adalah Pemerintah Indonesia; efek BBRI (saham dan obligasi) tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia.
- Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) meningkat tajam dari Rp27.932.749 juta menjadi Rp95.791.406 juta.
- Penerimaan pinjaman yang diterima Rp62.561.305 juta dan penerbitan obligasi Rp9.883.594 juta pada periode berjalan.
- Pembayaran dividen tunai dari aktivitas pendanaan Rp52.248.379 juta.

### Key financial figures

- **Total aset:** 2.352.380.589 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** 2.135.371.105 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas:** 2.023.705.711 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 1.804.429.671 (31 Desember 2025)
- **Total ekuitas:** 328.674.878 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 330.941.434 (30 Juni 2025)
- **Pinjaman diberikan bruto:** 1.580.422.630 (30 Juni 2026)
- **Cadangan kerugian penurunan nilai pinjaman:** 82.384.707 (30 Juni 2026)
- **Simpanan nasabah:** 1.580.681.886 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan bunga:** 107.923.454 (1 Jan - 30 Jun 2026)
- **Beban bunga:** -27.393.012 (1 Jan - 30 Jun 2026)
- **Laba operasional:** 40.179.716 (1 Jan - 30 Jun 2026)
- **Laba sebelum pajak:** 40.001.209 (1 Jan - 30 Jun 2026)
- **Beban pajak:** -8.818.623 (1 Jan - 30 Jun 2026)
- **Laba bersih:** 31.182.586 (1 Jan - 30 Jun 2026)
- **Laba bersih:** 26.533.147 (1 Jan - 30 Jun 2025)
- **Laba komprehensif:** 29.530.941 (1 Jan - 30 Jun 2026)
- **Laba per saham dasar:** 0,000205 (1 Jan - 30 Jun 2026)
- **Arus kas operasi bersih:** 75.808.167 (1 Jan - 30 Jun 2026)
- **Arus kas investasi bersih:** -8.451.696 (1 Jan - 30 Jun 2026)
- **Arus kas pendanaan bersih:** -1.575.647 (1 Jan - 30 Jun 2026)
- **Kas dan setara kas akhir:** 197.014.323 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap (nilai perolehan):** 63.294.240 (30 Juni 2026)
- **Aset dalam penyelesaian:** 3.873.975 (30 Juni 2026)
- **Saham treasuri:** 4.018.270 (30 Juni 2026)
- **Saham treasuri:** 4.463.270 (31 Desember 2025)
- **Tambahan modal disetor:** 75.930.985 (30 Juni 2026)
- **Tambahan modal disetor:** 75.946.195 (31 Desember 2025)
- **Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali:** 95.791.406 (30 Juni 2026)
- **Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali:** 27.932.749 (31 Desember 2025)

### Corporate actions

- Distribusi dividen saham sebesar Rp31.470.160 juta (entitas induk) pada periode berjalan, yang mengindikasikan kapitalisasi saldo laba.
- Penerbitan saham biasa dengan nilai nominal Rp15.210 juta dan tambahan modal disetor Rp445.000 juta, kemungkinan terkait pelaksanaan opsi saham atau kompensasi berbasis saham.
- Penerimaan dari penerbitan obligasi Rp9.883.594 juta dan pembayaran utang obligasi Rp8.670.902 juta.
- Penerimaan pinjaman yang diterima Rp62.561.305 juta dan pembayaran pinjaman Rp12.956.260 juta.
- Pembayaran dividen tunai dari aktivitas pendanaan Rp52.248.379 juta.

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap bruto Rp7.543.592 juta, termasuk tanah Rp647.870 juta, bangunan Rp625.014 juta, mesin dan peralatan Rp260.381 juta.
- Aset dalam penyelesaian meningkat Rp494.624 juta menjadi Rp3.873.975 juta, dengan reklasifikasi keluar Rp533.019 juta.
- Pengurangan aset tetap Rp2.518.510 juta, termasuk bangunan Rp933.428 juta dan mesin Rp91.241 juta.
- Reklasifikasi aset tetap: bangunan Rp315.196 juta, mesin Rp140.852 juta.

### Capital structure

- Saham biasa tercatat Rp7.577.950 juta, tidak berubah dari periode sebelumnya.
- Saham treasuri menurun dari Rp4.463.270 juta menjadi Rp4.018.270 juta.
- Tambahan modal disetor menurun dari Rp75.946.195 juta menjadi Rp75.930.985 juta.
- Opsi saham menurun dari Rp575.039 juta menjadi Rp450.711 juta.
- Komponen ekuitas lainnya berubah dari Rp2.890.385 juta menjadi -Rp253.586 juta.
- Distribusi dividen saham Rp31.639.741 ribu (total) pada periode berjalan.
- Penerbitan saham biasa Rp305.462 ribu pada periode berjalan.
- Penyesuaian penerapan awal standar akuntansi baru -Rp463.218 ribu pada saldo laba.

### Listing / regulatory

- Laporan keuangan diaudit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian, memenuhi POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017.
- Efek BBRI (saham dan obligasi) tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset naik sekitar 10,16% dari Rp2.135,37 triliun (31 Des 2025) menjadi Rp2.352,38 triliun (30 Jun 2026).
  - Basis: Total aset 30 Jun 2026: 2.352.380.589; Total aset 31 Des 2025: 2.135.371.105
  - Assumptions: Angka dalam jutaan IDR
  - Caveats: Perhitungan sederhana dari laporan posisi keuangan.
- **Rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR)** [derived_calculation, medium]: LDR sekitar 99,98% (pinjaman bruto Rp1.580.422.630 juta / simpanan Rp1.580.681.886 juta).
  - Basis: Pinjaman bruto: 1.392.571.269 + 187.851.361 = 1.580.422.630; Simpanan: 230.938.431 + 218.627.339 + 616.515.573 + 2.584.399 + 307.653.401 + 204.362.743 = 1.580.681.886
  - Assumptions: Menggunakan angka bruto pinjaman, tidak memperhitungkan cadangan kerugian.; Simpanan hanya dari giro, tabungan, deposito.
  - Caveats: LDR biasanya dihitung dengan pinjaman neto, tetapi di sini menggunakan bruto karena data neto tidak tersedia.
- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih naik 17,5% dari Rp26,53 triliun menjadi Rp31,18 triliun.
  - Basis: Laba bersih 30 Jun 2026: 31.182.586; Laba bersih 30 Jun 2025: 26.533.147
  - Assumptions: Perhitungan sederhana tanpa penyesuaian.
- **Perubahan ekuitas** [derived_calculation, high]: Ekuitas turun Rp2,27 triliun dari Rp330,94 triliun menjadi Rp328,67 triliun, terutama karena dividen saham.
  - Basis: Ekuitas 30 Jun 2026: 328.674.878; Ekuitas 30 Jun 2025: 330.941.434
  - Assumptions: Perhitungan sederhana.
- **Perubahan nilai tercatat aset tetap** [derived_calculation, high]: Nilai tercatat aset tetap naik Rp2.600.548 juta dari Rp30.751.063 juta (31 Des 2025) menjadi Rp33.351.611 juta (30 Jun 2026).
  - Basis: Nilai tercatat 30 Jun 2026: 33.351.611; Nilai tercatat 31 Des 2025: 30.751.063
- **Rasio ekuitas terhadap aset** [derived_calculation, medium]: Rasio ekuitas terhadap total aset adalah 13,97% (328.674.878 / 2.352.380.589), menurun dari 15,50%.
  - Basis: Ekuitas CurrentYear: 328.674.878; Aset CurrentYear: 2.352.380.589
  - Caveats: Bukan rasio kecukupan modal regulasi.
- **Kontribusi laba entitas induk** [derived_calculation, high]: Laba yang diatribusikan ke entitas induk mencakup sekitar 99% dari total laba bersih (30.865.402 / 31.182.586).
  - Basis: Laba entitas induk: 30.865.402; Total laba: 31.182.586
- **Arus kas operasi vs dividen** [derived_calculation, high]: Arus kas operasi bersih (Rp75.808.167 ribu) lebih besar dari pembayaran dividen (Rp52.248.379 ribu), rasio sekitar 1,45x.
  - Basis: Arus kas operasi: 75.808.167; Dividen: 52.248.379
- **Tujuan penerbitan saham** [analyst_hypothesis, low]: Penerbitan saham biasa mungkin terkait dengan program kompensasi berbasis saham atau konversi instrumen, namun tidak ada rincian lebih lanjut.
  - Basis: Adanya penerbitan saham biasa tanpa penjelasan tambahan.
  - Assumptions: Penerbitan saham biasa umumnya untuk kepentingan korporasi.
  - Caveats: Tidak ada informasi tujuan spesifik dalam bagian ini.
- **Perbedaan angka dividen** [analyst_hypothesis, low]: Perbedaan antara dividen di laporan perubahan ekuitas (Rp31,4 triliun) dan dividen dibayar di arus kas (Rp52,2 triliun) mungkin karena dividen interim atau dividen tahun sebelumnya yang dibayar pada periode berjalan.
  - Basis: Distribusi dividen kas di laporan perubahan ekuitas: 31.396.876; Dividen dibayar di arus kas: 52.248.379
  - Assumptions: Kedua angka tersebut mungkin mencakup periode yang berbeda atau jenis dividen yang berbeda.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan dalam bagian dokumen ini.
- **Investasi aset tetap** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan aset tetap yang signifikan (Rp7.543.592 juta) mungkin terkait dengan ekspansi bisnis, namun tidak ada informasi spesifik untuk mengonfirmasi tujuan atau sumber dana.
  - Basis: Penambahan aset tetap sebesar 7.543.592 juta
  - Caveats: Tidak ada rincian proyek atau tujuan investasi dalam bagian ini.
- **Penurunan saham treasuri** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan saham treasuri dapat mengindikasikan penjualan kembali ke pasar atau penggunaan untuk kompensasi manajemen, namun tidak ada detail transaksi.
  - Basis: Saham treasuri CurrentYear: 4.018.270; Saham treasuri PriorYear: 4.463.270
  - Assumptions: Penurunan berasal dari transaksi saham treasuri.
  - Caveats: Tidak ada detail transaksi dalam dokumen.
- **Ekspansi aset tetap** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan aset dalam penyelesaian yang signifikan mengindikasikan proyek ekspansi atau pembangunan aset tetap baru, namun detail proyek tidak diungkapkan.
  - Basis: Kenaikan aset dalam penyelesaian: Rp494.624 juta
  - Assumptions: Manajemen sedang melakukan investasi pada aset tetap.
  - Caveats: Tidak ada informasi spesifik mengenai proyek atau sumber dana.
- **Penerapan standar akuntansi baru** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian negatif Rp463.218 ribu pada awal periode berjalan akibat penerapan standar akuntansi baru mungkin terkait perubahan pengukuran instrumen keuangan atau sewa.
  - Basis: Penyesuaian: -463.218
  - Assumptions: Standar akuntansi baru yang dimaksud tidak dijelaskan.
  - Caveats: Perlu merujuk catatan atas laporan keuangan.

### Risks / uncertainties

- Perbedaan angka dividen antara laporan perubahan ekuitas (Rp31,4 triliun) dan arus kas (Rp52,2 triliun) menimbulkan ketidakjelasan yang perlu diklarifikasi.
- Perubahan signifikan pada pos-pos seperti efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (dari Rp24.452 juta menjadi Rp6.690.911 juta) dan liabilitas derivatif (dari Rp1.101.753 juta menjadi Rp8.570.471 juta) memerlukan analisis lebih lanjut.
- Penerbitan saham dengan biaya emisi yang lebih tinggi dari nilai nominal dapat mengindikasikan biaya yang signifikan.
- Peningkatan efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) dari Rp27.932.749 ribu menjadi Rp95.791.406 ribu menunjukkan peningkatan pendanaan jangka pendek yang perlu dipantau.
- Pendapatan komprehensif lain negatif pada periode berjalan (-Rp1.651.645 ribu) dapat mengindikasikan kerugian yang belum direalisasi dari instrumen keuangan atau selisih kurs.
- Dividen saham yang melebihi laba periode berjalan dapat mengurangi saldo laba ditahan secara signifikan.
- Perubahan signifikan pada komponen ekuitas lainnya dari positif ke negatif memerlukan klarifikasi.
- Ketidaklengkapan data numerik pada beberapa bagian (aset hak guna, pinjaman syariah, obligasi, sukuk) dapat menghambat analisis kuantitatif.

### Items to monitor

- Kinerja laba bersih yang tumbuh 17,5% dapat menjadi perhatian investor.
- Distribusi dividen saham yang melebihi laba periode berjalan dapat memengaruhi struktur modal.
- Peningkatan pendanaan jangka pendek melalui repo perlu dipantau.
- Penurunan saham treasuri dapat memengaruhi jumlah saham beredar.

---

## BGTG

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Ganesha Tbk. (BGTG) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan tidak ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan saham. Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary Robert Halim pada 1 September 2026.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat S-11170/BEI.PP2/09-2026 tanggal 1 September 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek sesuai Ketentuan III.2.1 Peraturan I-E Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Perseroan menyatakan tidak terdapat rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat ditandatangani oleh Robert Halim selaku Corporate Secretary pada 1 September 2026 pukul 13:45.
- Surat bernomor 053/CRP/IX/2026 dengan lampiran 0.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik, tanpa tanda tangan basah.
- Alamat perseroan: Wisma Hayam Wuruk Lt. 1-2, Jln. Hayam Wuruk No. 8, Jakarta Pusat 10120.
- Kontak: Telepon +6221-29109900, Fax +6221-29109992, www.bankganesha.co.id.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek
- Tidak ada rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 surat
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 surat
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak terdapat rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6 surat
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, namun tidak ada informasi spesifik yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan volatilitas transaksi
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada saham BGTG
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, medium]: Jawaban seragam 'tidak mengetahui' menunjukkan upaya kepatuhan formal terhadap permintaan BEI, namun tidak memberikan informasi tambahan yang dapat diverifikasi.
  - Basis: Seluruh jawaban poin 1-6
  - Caveats: Tidak ada bukti independen tentang kebenaran pernyataan

### Risks / uncertainties

- Volatilitas transaksi efek yang menjadi perhatian BEI belum dijelaskan penyebabnya.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak memberikan kepastian tentang tidak adanya informasi material di masa mendatang.
- Tidak ada informasi tentang aktivitas pemegang saham tertentu yang mungkin mempengaruhi harga saham.

### Items to monitor

- Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan
- Tidak ada informasi material yang belum diungkapkan
- Tidak ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan saham

---

## BKDP

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) menyampaikan Laporan Keuangan Triwulan II Konsolidasi per 30 Juni 2026 yang telah ditelaah secara terbatas (limited review) oleh KAP Andi Ruswandi Wisnu Rekan. Laporan ini merupakan pengumuman awal atas penyampaian laporan keuangan berkala, bukan koreksi atau pembatalan. Secara finansial, BKDP mencatat rugi bersih yang diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp18,98 miliar untuk periode 1 Januari–30 Juni 2026, lebih dalam dibandingkan rugi Rp16,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset turun menjadi Rp728,85 miliar, total liabilitas naik menjadi Rp438,87 miliar, dan ekuitas turun menjadi Rp289,98 miliar. Kas dan setara kas menurun menjadi Rp2,66 miliar. Tidak ada aksi korporasi eksplisit seperti rights issue, merger, atau perubahan pengurus dalam laporan ini. Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus BEI.

### Material changes

- PT Bukit Darmo Property Tbk menyampaikan Laporan Keuangan Triwulan II Konsolidasi per 30 Juni 2026 kepada OJK melalui surat bernomor 29/BDP/CORSEC/VIII/2026 tanggal 31 Agustus 2026.
- Laporan keuangan telah ditelaah secara terbatas (limited review) oleh KAP Andi Ruswandi Wisnu Rekan, dengan partner penandatangan Arum Meliana.
- Total aset per 30 Juni 2026 sebesar Rp728.849.435.529, turun dari Rp733.911.618.316 pada akhir 2025.
- Total liabilitas per 30 Juni 2026 sebesar Rp438.869.507.123, naik dari Rp424.947.022.060 pada akhir 2025.
- Total ekuitas per 30 Juni 2026 sebesar Rp289.979.928.406, turun dari Rp308.964.596.256 pada akhir 2025.
- Rugi bersih yang diatribusikan ke entitas induk periode berjalan sebesar Rp18.984.667.850, lebih dalam dari rugi Rp16.577.563.216 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Kas dan setara kas per 30 Juni 2026 sebesar Rp2.663.473.473, turun dari Rp3.334.096.569 pada akhir 2025.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi periode berjalan positif Rp1.314.671.757, sementara periode sebelumnya negatif Rp9.945.925.733.
- Arus kas bersih dari aktivitas investasi periode berjalan negatif Rp1.985.294.853, termasuk pembayaran perolehan properti investasi Rp1.829.878.053.
- Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan periode berjalan positif Rp9.037.665.267, dengan penerimaan kas lainnya Rp971.483.108.
- Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus (watchlist) Bursa Efek Indonesia.
- Surat pernyataan direksi tentang tanggung jawab atas laporan keuangan ditandatangani oleh Hendro Sumampow (Direktur Utama) dan Brasada Chandra (Direktur) pada 31 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **Total aset:** 728.849.435.529 (2026-06-30)
- **Total aset:** 733.911.618.316 (2025-12-31)
- **Total liabilitas:** 438.869.507.123 (2026-06-30)
- **Total liabilitas:** 424.947.022.060 (2025-12-31)
- **Total ekuitas:** 289.979.928.406 (2026-06-30)
- **Total ekuitas:** 308.964.596.256 (2025-12-31)
- **Kas dan setara kas:** 2.663.473.473 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 3.334.096.569 (2025-12-31)
- **Piutang usaha pihak ketiga:** 215.969.654 (2026-06-30)
- **Piutang usaha pihak ketiga:** 9.648.569 (2025-12-31)
- **Aset real estat lancar:** 48.707.758.177 (2026-06-30)
- **Aset real estat tidak lancar:** 223.451.306.407 (2026-06-30)
- **Properti investasi:** 176.821.860.605 (2026-06-30)
- **Properti investasi:** 186.305.823.682 (2025-12-31)
- **Utang pihak berelasi jangka panjang:** 301.793.482.307 (2026-06-30)
- **Pendapatan diterima dimuka jangka panjang:** 76.600.341.650 (2026-06-30)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 18.203.681.260 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Beban pokok penjualan dan pendapatan:** 24.043.984.153 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Rugi sebelum pajak penghasilan:** -17.509.564.942 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Rugi bersih yang diatribusikan ke entitas induk:** -18.984.667.850 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 1.314.671.757 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -1.985.294.853 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 9.037.665.267 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Saham biasa:** 799.802.225.200 (2026-06-30)

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan properti investasi sebesar Rp1.829.878.053 pada periode berjalan, menunjukkan investasi pada properti investasi.
- Penambahan aset tetap selama periode berjalan hanya Rp4.545.000 (mesin dan peralatan Rp870.000, perabot kantor Rp3.675.000), tidak signifikan untuk ekspansi.

### Capital structure

- Saham biasa per 30 Juni 2026 sebesar Rp799.802.225.200, tidak berubah dari akhir 2025.
- Tambahan modal disetor per 30 Juni 2026 sebesar Rp79.313.728.149, tidak berubah dari akhir 2025.
- Saham treasuri per 30 Juni 2026 sebesar Rp48.403.000.000, tidak berubah dari akhir 2025.
- Tidak ada transaksi dividen, penerbitan saham, atau perubahan kepentingan non-pengendali pada periode berjalan.

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus (watchlist) Bursa Efek Indonesia.
- Entitas menyatakan kepatuhan terhadap POJK 75/2017 dan POJK 13/2017.

### Analytical scenarios

- **Penurunan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset turun sekitar Rp5,06 miliar (0,69%) dari Rp733,91 miliar menjadi Rp728,85 miliar.
  - Basis: Total aset 2026-06-30: 728.849.435.529; Total aset 2025-12-31: 733.911.618.316
- **Kenaikan total liabilitas** [derived_calculation, high]: Total liabilitas naik sekitar Rp13,92 miliar (3,28%) dari Rp424,95 miliar menjadi Rp438,87 miliar.
  - Basis: Total liabilitas 2026-06-30: 438.869.507.123; Total liabilitas 2025-12-31: 424.947.022.060
- **Penurunan ekuitas** [derived_calculation, high]: Total ekuitas turun sekitar Rp18,98 miliar (6,14%) dari Rp308,96 miliar menjadi Rp289,98 miliar, konsisten dengan rugi bersih periode berjalan.
  - Basis: Total ekuitas 2026-06-30: 289.979.928.406; Total ekuitas 2025-12-31: 308.964.596.256
- **Perubahan laba bruto** [derived_calculation, high]: Laba bruto memburuk dari rugi Rp2,85 miliar menjadi rugi Rp5,84 miliar, penurunan sekitar Rp2,99 miliar, dengan rasio beban pokok terhadap pendapatan naik dari 115,9% menjadi 132,1%.
  - Basis: Laba bruto 2026: -5.840.302.893; Laba bruto 2025: -2.853.784.339
- **Kenaikan piutang usaha pihak ketiga** [derived_calculation, medium]: Piutang usaha pihak ketiga naik dari Rp9,65 juta menjadi Rp215,97 juta, kenaikan sekitar 22,4 kali lipat, mengindikasikan potensi peningkatan penjualan kredit.
  - Basis: Piutang usaha pihak ketiga 2026-06-30: 215.969.654; Piutang usaha pihak ketiga 2025-12-31: 9.648.569
  - Caveats: Perlu konfirmasi dari laporan laba rugi untuk melihat apakah penjualan meningkat.
- **Perubahan arus kas operasi** [derived_calculation, high]: Arus kas operasi berubah dari negatif Rp9,95 miliar (2025) menjadi positif Rp1,31 miliar (2026), terutama karena peningkatan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp7,61 miliar.
  - Basis: Arus kas operasi 2026: 1.314.671.757; Arus kas operasi 2025: -9.945.925.733
- **Potensi tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan kas dan kenaikan liabilitas jangka pendek dapat mengindikasikan tekanan likuiditas, namun perlu analisis arus kas lebih lanjut.
  - Basis: Kas turun dari 3,33 miliar menjadi 2,66 miliar; Liabilitas jangka pendek naik dari 57,72 miliar menjadi 56,69 miliar
  - Assumptions: Tidak ada informasi arus kas di bagian ini.
  - Caveats: Hanya berdasarkan posisi keuangan, tanpa laporan arus kas.
- **Sumber arus kas pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Arus kas pendanaan positif Rp9,04 miliar dengan hanya satu pos yang tercantum (penerimaan kas lainnya Rp971,48 juta) mengindikasikan adanya penerimaan pendanaan signifikan yang tidak dirinci, bisa dari pinjaman atau transaksi lain.
  - Basis: Jumlah arus kas pendanaan: 9.037.665.267; Penerimaan kas lainnya: 971.483.108
  - Assumptions: Penerimaan kas lainnya mungkin merupakan bagian dari total arus kas pendanaan.
  - Caveats: Tidak ada rincian pos lain pada aktivitas pendanaan.

### Risks / uncertainties

- Saldo laba negatif yang memburuk menunjukkan akumulasi kerugian.
- Penurunan kas dan setara kas dapat mempengaruhi likuiditas jangka pendek.
- Kenaikan liabilitas jangka panjang dapat meningkatkan beban bunga di masa depan.
- Tercatat di papan Pemantauan Khusus dapat mengindikasikan masalah kepatuhan atau kondisi keuangan yang perlu dipantau.
- Laporan hanya ditelaah terbatas, bukan diaudit penuh, sehingga tingkat keyakinan lebih rendah.
- Banyak bagian catatan atas laporan keuangan (utang bank, wesel bayar, piutang) tidak memuat angka, membatasi analisis struktur utang dan risiko kredit.

### Items to monitor

- Rugi bersih yang melebar dan ekuitas yang menurun dapat menjadi perhatian investor terkait profitabilitas dan kesehatan keuangan.
- Posisi kas yang rendah dan liabilitas yang meningkat dapat menimbulkan kekhawatiran likuiditas.
- Status papan Pemantauan Khusus dapat mempengaruhi persepsi risiko dan likuiditas saham.
- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang dapat menjadi katalis positif dalam laporan ini.

---

## BMAS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 4

### Overview

Pada periode 31 Agustus–1 September 2026, PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) mengumumkan dimulainya operasi penuh sebagai bank komersial di Indonesia, disertai target portofolio pinjaman lebih dari Rp40 triliun pada 2030 dan peningkatan peringkat kredit Fitch dari AA(idn) menjadi AA+(idn). Pada hari yang sama, emiten menyampaikan ringkasan risalah RUPSLB 27 Agustus 2026 yang menyetujui PMHMETD IV (rights issue) maksimal 2.875.000.000 saham baru dan perubahan KBLI, serta bukti iklan hasil RUPSLB. Keesokan harinya, BMAS menyampaikan laporan keuangan interim auditan per 30 Juni 2026 dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian, menunjukkan total aset Rp26,60 triliun, laba bersih turun tajam menjadi Rp6,39 miliar, dan pinjaman pihak berelasi melonjak menjadi Rp5,81 triliun. Secara korporasi, periode ini menandai transisi identitas dari Bank Maspion menjadi Bank Kasikorn Indonesia, ekspansi agresif dengan dukungan induk KASIKORNBANK PCL, serta rencana penguatan modal melalui rights issue yang akan dieksekusi setelah RUPSLB.

### Material changes

- Mulai beroperasi penuh sebagai bank komersial di Indonesia pada 31 Agustus 2026.
- Target portofolio pinjaman lebih dari Rp40 triliun pada 2030.
- Peringkat kredit Fitch naik dari AA(idn) menjadi AA+(idn) dengan prospek stabil.
- RUPSLB menyetujui PMHMETD IV maksimal 2.875.000.000 saham baru.
- Perubahan KBLI dari 2020-64121 menjadi 2025-64121.
- Peningkatan signifikan pinjaman pihak berelasi menjadi Rp5,81 triliun.
- Penurunan laba bersih dari Rp25,03 miliar menjadi Rp6,39 miliar.

### Key financial figures

- **Total aset:** Rp26,60 triliun (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** Rp20,10 triliun (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** Rp6,50 triliun (30 Juni 2026)
- **Pinjaman bruto:** Rp19,25 triliun (30 Juni 2026)
- **CKPN pinjaman:** Rp330,73 miliar (30 Juni 2026)
- **Pinjaman pihak berelasi:** Rp5,81 triliun (30 Juni 2026)
- **Laba bersih:** Rp6,39 miliar (30 Juni 2026)
- **Laba per saham dasar:** Rp0,35 (30 Juni 2026)
- **Arus kas operasi:** -Rp3,05 triliun (30 Juni 2026)
- **Arus kas pendanaan:** Rp5,39 triliun (30 Juni 2026)
- **NPF gross:** 2,31% (30 Juni 2026)
- **Target portofolio pinjaman:** > Rp40 triliun (2030)
- **Peringkat Fitch:** AA+(idn) (17 Juli 2026)

### Corporate actions

- PMHMETD IV (rights issue) disetujui RUPSLB, maksimal 2.875.000.000 saham baru.
- Perubahan KBLI kegiatan usaha dari 2020-64121 menjadi 2025-64121.
- Mulai beroperasi penuh sebagai bank komersial di Indonesia.

### Expansion projects

- Target portofolio pinjaman lebih dari Rp40 triliun pada 2030.
- Strategi memanfaatkan jaringan lintas batas KBank di Thailand, Tiongkok, Vietnam, dan pasar utama lainnya.
- Aset dalam penyelesaian Rp2,89 miliar (perabot dan peralatan kantor), diperkirakan selesai kurang dari 1 tahun.

### Management / control changes

- Kasemsri Charoensiddhi menjabat sebagai Direktur Utama.
- Chat Luangarpa menjabat sebagai Komisaris Utama.
- Moses Ronald Supardi hadir sebagai Direktur Bisnis secara elektronik, efektif setelah Fit and Proper Test.

### Capital structure

- PMHMETD IV disetujui, maksimal 2.875.000.000 saham baru dari portepel.
- Nilai nominal saham baru Rp100 per saham.
- Rasio HMETD belum ditentukan; akan ditetapkan Direksi.
- Total saham saat ini 18.102.662.304 saham.
- Cadangan umum dan legal reserves meningkat Rp3.000.000.

### Listing / regulatory

- Peringkat kredit Fitch naik menjadi AA+(idn) dengan prospek stabil.
- Perubahan KBLI memerlukan penyesuaian Anggaran Dasar.
- Efektivitas Direktur Bisnis baru menunggu persetujuan Fit and Proper Test.
- Laporan keuangan memenuhi POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017.

### Analytical scenarios

- **Peringkat kredit** [explicit_fact, high]: Fitch Ratings Indonesia menaikkan peringkat KBank Indonesia menjadi AA+(idn) dengan prospek stabil pada 17 Juli 2026.
  - Basis: Pernyataan langsung dalam dokumen
- **Target pinjaman** [explicit_fact, high]: Target portofolio pinjaman lebih dari Rp40 triliun pada 2030 dinyatakan oleh Direktur Utama.
  - Basis: Kutipan langsung dalam dokumen
- **Opini audit** [explicit_fact, high]: Laporan keuangan interim auditan memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian.
  - Basis: Pernyataan dalam laporan keuangan
- **Hal audit utama** [explicit_fact, high]: Satu hal audit utama diidentifikasi terkait cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atas kredit yang diberikan.
  - Basis: Pernyataan dalam laporan keuangan
- **Dilusi potensial dari PMHMETD IV** [derived_calculation, medium]: Jika seluruh 2.875.000.000 saham baru diterbitkan, jumlah saham beredar akan meningkat dari 18.102.662.304 menjadi 20.977.662.304 saham. Dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya sekitar 13,7% (2.875.000.000 / 20.977.662.304).
  - Basis: Jumlah saham baru maksimum: 2.875.000.000; Total saham saat ini: 18.102.662.304
  - Assumptions: Seluruh saham baru diterbitkan; Tidak ada perubahan lain pada jumlah saham
  - Caveats: Rasio HMETD final belum ditentukan; jumlah saham baru aktual dapat berbeda.
- **Nilai nominal total saham baru** [derived_calculation, high]: Nilai nominal total saham baru maksimum adalah 2.875.000.000 × Rp100 = Rp287.500.000.000.
  - Basis: Jumlah saham baru: 2.875.000.000; Nilai nominal: Rp100
  - Assumptions: Seluruh saham baru diterbitkan
  - Caveats: Belum termasuk agio saham.
- **Pertumbuhan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset meningkat sekitar 18,65% dari Rp22,42 triliun pada 31 Desember 2025 menjadi Rp26,60 triliun pada 30 Juni 2026.
  - Basis: Total aset 30 Juni 2026: Rp26.597.869.276 ribu; Total aset 31 Desember 2025: Rp22.416.231.615 ribu
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia pada dokumen.
- **Pertumbuhan pinjaman bruto** [derived_calculation, high]: Pinjaman yang diberikan bruto meningkat sekitar 11,75% dari Rp17,34 triliun pada 31 Desember 2025 menjadi Rp19,25 triliun pada 30 Juni 2026.
  - Basis: Pinjaman bruto 30 Juni 2026: Rp19.249.601.808 ribu; Pinjaman bruto 31 Desember 2025: Rp17.343.331.860 ribu
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia pada dokumen.
- **Rasio CKPN terhadap pinjaman bruto** [derived_calculation, high]: Rasio CKPN terhadap pinjaman bruto adalah sekitar 1,72% pada 30 Juni 2026, sedikit menurun dari 1,86% pada 31 Desember 2025.
  - Basis: CKPN 30 Juni 2026: Rp330.731.421 ribu; Pinjaman bruto 30 Juni 2026: Rp19.249.601.808 ribu; CKPN 31 Desember 2025: Rp322.830.303 ribu; Pinjaman bruto 31 Desember 2025: Rp17.343.331.860 ribu
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia pada dokumen.
- **Penurunan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih turun dari Rp25.032.860 menjadi Rp6.388.812, penurunan sebesar Rp18.644.048 atau sekitar 74,5%.
  - Basis: Total profit (loss) 30 June 2026: 6.388.812; Total profit (loss) 30 June 2025: 25.032.860
  - Assumptions: Perhitungan selisih menggunakan angka yang tersedia.
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas per 30 Juni 2026 adalah sekitar 3,09 (20.097.043.682 / 6.500.825.594), meningkat dari 2,45 (15.914.270.375 / 6.501.961.240) per 30 Juni 2025. Ini menunjukkan peningkatan leverage.
  - Basis: Total liabilities 30 June 2026: 20.097.043.682; Total equity 30 June 2026: 6.500.825.594; Total liabilities 30 June 2025: 15.914.270.375; Total equity 30 June 2025: 6.501.961.240
  - Assumptions: Rasio dihitung dengan membagi total liabilitas dengan total ekuitas.
- **Tujuan PMHMETD IV** [analyst_hypothesis, low]: PMHMETD IV kemungkinan bertujuan untuk memperkuat permodalan bank, mendukung ekspansi bisnis, atau memenuhi ketentuan modal minimum. Namun, tujuan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Persetujuan PMHMETD IV dengan jumlah saham besar
  - Assumptions: Kebutuhan modal bank atau ekspansi
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai penggunaan dana.
- **Efektivitas Direktur Bisnis baru** [analyst_hypothesis, medium]: Moses Ronald Supardi hadir secara elektronik tetapi efektivitasnya menunggu Fit and Proper Test, sehingga keputusan yang melibatkan direktur bisnis mungkin belum final sampai persetujuan OJK.
  - Basis: Catatan kaki pada daftar hadir
  - Assumptions: Persetujuan FPT diperlukan untuk menjabat
  - Caveats: Status efektivitas tidak dijelaskan lebih lanjut.
- **Dampak operasional** [analyst_hypothesis, low]: Mulai beroperasi penuh dapat meningkatkan kapasitas pinjaman dan pendapatan, tetapi belum ada angka kuantitatif yang mendukung.
  - Basis: Pengumuman operasi penuh; Target pinjaman
  - Assumptions: Ekspansi akan meningkatkan aktivitas bisnis
  - Caveats: Tidak ada laporan keuangan atau proyeksi kuantitatif lain dalam dokumen
- **Peningkatan aset dan pinjaman** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan signifikan pada efek-efek yang diperdagangkan dan pinjaman menunjukkan ekspansi bisnis, namun penyebab pastinya tidak dijelaskan dalam bagian ini.
  - Basis: Efek-efek yang diperdagangkan naik dari Rp2,49 triliun menjadi Rp4,57 triliun; Pinjaman bruto naik sekitar Rp1,91 triliun
  - Assumptions: Peningkatan tersebut mungkin terkait dengan strategi pertumbuhan atau kondisi pasar.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab perubahan tersebut.

### Risks / uncertainties

- Target pinjaman Rp40 triliun pada 2030 bersifat aspirasional dan belum ada rincian strategi atau pendanaan.
- Rasio HMETD dan jadwal pelaksanaan belum ditentukan; dapat mempengaruhi harga saham.
- Efektivitas Direktur Bisnis baru masih menunggu Fit and Proper Test.
- Tujuan penggunaan dana PMHMETD IV tidak diungkapkan.
- CKPN atas kredit merupakan hal audit utama karena kompleksitas estimasi.
- Arus kas operasi negatif Rp3,05 triliun dapat menimbulkan risiko likuiditas.
- Peningkatan pinjaman pihak berelasi dapat meningkatkan risiko konsentrasi pendanaan.
- Penurunan laba bersih yang tajam dapat mempengaruhi kemampuan membayar dividen.
- Peningkatan tagihan derivatif dari Rp5,01 miliar menjadi Rp151,94 miliar dapat meningkatkan risiko pasar.

### Items to monitor

- Rasio HMETD, harga pelaksanaan, dan jadwal PMHMETD IV.
- Tujuan penggunaan dana PMHMETD IV.
- Status Fit and Proper Test untuk Moses Ronald Supardi.
- Tanggal efektif perubahan KBLI.
- Perkembangan penarikan fasilitas bilateral Kasikornbank USD285 juta.
- Perkembangan target portofolio pinjaman Rp40 triliun.
- Perubahan nama perusahaan dan dampak operasionalnya.

---

## BNBA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) melaporkan informasi material terkait perkembangan perkara hukum yang melibatkan anggota Direksi, Bapak Edwin Suryahusada. Pada 29 Agustus 2026, perseroan menerima informasi bahwa pihak berwenang telah menggunakan kewenangan upaya paksa (enforcement powers) terkait masalah hukum tersebut. Laporan ini merupakan tindak lanjut dari keterbukaan informasi tanggal 25 Juni 2026. Perseroan menyatakan menghormati proses hukum dengan asas praduga tak bersalah, mengupayakan operasional tetap berjalan, dan belum dapat memastikan dampak material terhadap arus kas atau kelangsungan usaha. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- Pada 29 Agustus 2026, perseroan memperoleh informasi bahwa pihak berwenang telah menggunakan kewenangan upaya paksa (enforcement powers) terkait masalah hukum yang melibatkan anggota Direksi, termasuk Bapak Edwin Suryahusada.
- Laporan ini merupakan tindak lanjut dari Keterbukaan Informasi Perseroan tanggal 25 Juni 2026 mengenai permasalahan hukum terkait anggota Direksi.
- Proses hukum masih berlangsung dan belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
- Perseroan menyatakan menghormati proses hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence).
- Perseroan mengupayakan operasional, kegiatan usaha, dan layanan kepada nasabah tetap berjalan sebagaimana mestinya.
- Perseroan belum dapat memastikan dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Sampai saat ini, sepengetahuan perseroan belum terdapat dampak material yang mengganggu arus kas atau kelangsungan usaha.
- Laporan ini ditandatangani oleh Lyvinia Sari selaku Corporate Secretary pada 31 Agustus 2026 pukul 23:53.
- Laporan ini memiliki nomor surat 024/BNBA/VIII/2026 dan dilampiri dua dokumen: Laporan Informasi atau Fakta Material (OJK) dan Keterbukaan Informasi (2026.08.31).
- Laporan disampaikan untuk memenuhi POJK No. 31/POJK.04/2015, POJK No. 45 Tahun 2024, dan Peraturan Bursa No. I-E (Kep-00087/BEI/12-2025).

### Management / control changes

- Perkara hukum melibatkan Bapak Edwin Suryahusada, anggota Direksi perseroan. Tidak ada perubahan jabatan atau susunan pengurus yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Listing / regulatory

- Laporan ini disampaikan untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015, POJK No. 45 Tahun 2024, dan Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.

### Analytical scenarios

- **Perkara hukum** [explicit_fact, high]: Pihak berwenang telah menggunakan kewenangan upaya paksa pada 29 Agustus 2026 terkait masalah hukum yang melibatkan anggota Direksi, Bapak Edwin Suryahusada.
  - Basis: Uraian informasi material pada dokumen utama dan lampiran; Tanggal kejadian tercantum 29 Agustus 2026
- **Dampak operasional** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum dapat memastikan dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha, namun sepengetahuan perseroan belum ada dampak material yang mengganggu arus kas atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan dalam uraian informasi material: 'Perseroan belum dapat memastikan dampak kejadian...'; Pernyataan: 'belum terdapat dampak material yang mengganggu arus kas atau kelangsungan usaha Perseroan'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim manajemen, bukan hasil audit.
- **Potensi dampak lanjutan** [analyst_hypothesis, low]: Penggunaan upaya paksa (misalnya penangkapan atau penahanan) terhadap anggota direksi dapat mempengaruhi pengambilan keputusan atau reputasi perseroan, namun dampak finansial belum dapat diukur dari laporan ini.
  - Basis: Fakta upaya paksa pada 29 Agustus 2026; Proses hukum masih berlangsung dan belum ada putusan inkracht
  - Assumptions: Upaya paksa dapat berupa penangkapan atau penahanan.; Perkara hukum dapat berlanjut ke putusan yang berdampak.
  - Caveats: Belum ada indikasi dampak spesifik dari perseroan.; Jenis upaya paksa dan status hukum tidak dijelaskan secara rinci.
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, medium]: Laporan ini disusun untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi, namun tidak ada indikasi pelanggaran regulasi oleh perseroan.
  - Basis: Referensi regulasi pada dokumen lampiran
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan tentang sanksi atau pengawasan.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian dampak perkara hukum terhadap operasional dan keuangan perseroan.
- Proses hukum yang masih berlangsung dapat berubah sewaktu-waktu.
- Belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
- Jenis upaya paksa yang digunakan tidak dijelaskan secara spesifik.
- Identitas pihak berwenang tidak disebutkan.
- Status hukum Bapak Edwin Suryahusada belum jelas.

### Items to monitor

- Perkara hukum yang melibatkan anggota Direksi dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap tata kelola dan reputasi perseroan.
- Ketidakpastian dampak hukum dan operasional dapat mempengaruhi penilaian risiko oleh investor.
- Tidak ada informasi keuangan kuantitatif yang dapat digunakan untuk menilai dampak finansial.

---

## BNII

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 31 Agustus–1 September 2026, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mengumumkan dua aksi korporasi yang saling terkait dalam rangka pembentukan Konglomerasi Keuangan Maybank Group. Pertama, pada 31 Agustus 2026, BNII menandatangani Akta Jual Beli dengan Etiqa International Holdings Sdn Bhd untuk mengakuisisi 51% saham PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (PT AEII) senilai Rp21,59 miliar, dengan sumber dana dari realokasi aset likuid/HQLA. Kedua, pada 1 September 2026, BNII mengumumkan penyelesaian pengambilalihan saham PT Maybank Sekuritas Indonesia (PT MSI) dan PT Maybank Asset Management (PT MAM), yang telah efektif berdasarkan akta notaris 4 Agustus 2026 dan penerimaan Menteri Hukum RI. Kedua aksi ini memperkuat posisi BNII sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional dan memperluas kendali atas entitas asuransi, sekuritas, dan manajemen aset dalam grup Maybank, sejalan dengan kepatuhan terhadap POJK No. 30 Tahun 2024.

### Material changes

- BNII menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi 51% saham PT AEII, yang akan menjadikannya pemegang saham pengendali.
- BNII menyelesaikan pengambilalihan saham PT MSI dan PT MAM, memperluas kendali di sektor sekuritas dan manajemen aset.
- BNII menegaskan perannya sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional dalam Konglomerasi Keuangan Maybank Group.

### Key financial figures

- **Nilai transaksi akuisisi 51% saham PT AEII:** Rp21.590.541.434 (31 Agustus 2026)
- **Jumlah saham kelas A PT AEII yang dibeli:** 191.250.000 saham (31 Agustus 2026)
- **Jumlah saham kelas B PT AEII yang dibeli:** 790.138.247 saham (31 Agustus 2026)
- **Persentase kepemilikan BNII di PT AEII setelah transaksi:** 51% (Setelah penyelesaian)
- **Jumlah saham PT MSI yang dialihkan dari Maybank IBG Holdings Limited:** 36.367.000 saham (4 Agustus 2026)
- **Jumlah saham baru PT MSI yang diambil bagian oleh BNII:** 219.660.000 saham (4 Agustus 2026)
- **Jumlah saham PT MAM yang dialihkan dari Maybank Asset Management Sdn Bhd:** 36.000 saham (4 Agustus 2026)
- **Jumlah saham PT MAM yang dialihkan dari Koperasi Jasa Mitra Anugrah Makmur:** 720 saham (4 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Akuisisi 51% saham PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (PT AEII) dari Etiqa International Holdings Sdn Bhd.
- Pengambilalihan saham PT Maybank Sekuritas Indonesia (PT MSI) melalui pengalihan saham dan penerbitan saham baru.
- Pengambilalihan saham PT Maybank Asset Management (PT MAM) melalui pengalihan saham dari dua pemegang saham.

### Management / control changes

- BNII akan menjadi Pemegang Saham Pengendali PT AEII setelah penyelesaian transaksi.
- BNII berperan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional dalam Konglomerasi Keuangan Maybank Group.

### Capital structure

- Pembelian 191.250.000 saham kelas A dan 790.138.247 saham kelas B PT AEII, total 981.388.247 saham (51% kepemilikan).
- Pengalihan 36.367.000 saham PT MSI dari Maybank IBG Holdings Limited kepada BNII.
- Penerbitan 219.660.000 saham baru PT MSI yang diambil bagian oleh BNII.
- Pengalihan 36.000 saham PT MAM dari Maybank Asset Management Sdn Bhd kepada BNII.
- Pengalihan 720 saham PT MAM dari Koperasi Jasa Mitra Anugrah Makmur kepada BNII.

### Listing / regulatory

- Persetujuan OJK atas rencana penyertaan modal melalui Surat S-114/PB.33/2026 tanggal 18 Mei 2026.
- Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-414/PD.02/2026 tanggal 13 Agustus 2026 mengenai penilaian kemampuan dan kepatutan BNII sebagai calon pengendali PT AEII.
- Penerimaan pemberitahuan perubahan data PT MSI oleh Menteri Hukum RI (AHU-AH.01.09-0391014) tanggal 18 Agustus 2026.
- Penerimaan pemberitahuan perubahan data PT MAM oleh Menteri Hukum RI (AHU-AH.01.09-0391949) tanggal 19 Agustus 2026.
- Pengumuman di surat kabar Neraca untuk memenuhi Pasal 133 UU 40/2007.

### Analytical scenarios

- **Nilai transaksi akuisisi PT AEII** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi dinyatakan sebesar Rp21.590.541.434,00.
  - Basis: Dokumen menyebutkan nilai transaksi secara eksplisit.
- **Persentase kepemilikan BNII di PT AEII** [explicit_fact, high]: BNII akan memiliki 51% saham PT AEII setelah penyelesaian transaksi.
  - Basis: Dokumen menyatakan kepemilikan 51% secara eksplisit.
- **Penyelesaian pengambilalihan PT MSI dan PT MAM** [explicit_fact, high]: Pengambilalihan saham PT MSI dan PT MAM telah selesai berdasarkan akta notaris dan penerimaan Menteri Hukum RI.
  - Basis: Akta No. 17 dan No. 14 tanggal 4 Agustus 2026; Surat penerimaan pemberitahuan tanggal 18 dan 19 Agustus 2026
- **Klaim tidak ada dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan bahwa informasi ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan pada bagian dampak
  - Caveats: Klaim emiten, bukan penilaian independen.
- **Total saham PT AEII yang dibeli** [derived_calculation, high]: Total saham yang dibeli adalah 981.388.247 saham (191.250.000 + 790.138.247).
  - Basis: Jumlah saham kelas A: 191.250.000; Jumlah saham kelas B: 790.138.247
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana dari dua angka yang diberikan.
- **Harga per saham PT AEII** [derived_calculation, medium]: Harga per saham sekitar Rp22,00 (Rp21.590.541.434 / 981.388.247 saham).
  - Basis: Nilai transaksi Rp21.590.541.434; Total saham 981.388.247
  - Assumptions: Nilai transaksi dibagi total saham yang dibeli; tidak ada biaya tambahan.
  - Caveats: Pembulatan; harga aktual mungkin berbeda karena struktur kelas saham.
- **Total saham PT MSI yang diperoleh BNII** [derived_calculation, high]: Total saham PT MSI yang diperoleh BNII adalah 256.027.000 saham (36.367.000 + 219.660.000).
  - Basis: 36.367.000 saham dialihkan; 219.660.000 saham baru diambil bagian
  - Assumptions: Kedua transaksi menambah kepemilikan BNII di PT MSI.
- **Total saham PT MAM yang diperoleh BNII** [derived_calculation, high]: Total saham PT MAM yang diperoleh BNII adalah 36.720 saham (36.000 + 720).
  - Basis: 36.000 saham dari Maybank Asset Management Sdn Bhd; 720 saham dari Koperasi Jasa Mitra Anugrah Makmur
  - Assumptions: Kedua pengalihan menambah kepemilikan BNII di PT MAM.
- **Dampak akuisisi PT AEII terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: Akuisisi ini dapat meningkatkan aset investasi BNII dan mengubah komposisi portofolio, namun dampak terhadap ekuitas tidak dijelaskan.
  - Basis: Sumber dana dari realokasi HQLA.
  - Assumptions: Realokasi aset tidak mengubah total aset secara signifikan.
  - Caveats: Dampak keuangan tidak diungkapkan dalam dokumen.
- **Dampak kepemilikan di PT MSI dan PT MAM** [analyst_hypothesis, low]: Setelah akuisisi, BNII kemungkinan menjadi pengendali mayoritas atau pemegang saham pengendali di PT MSI dan PT MAM, namun persentase kepemilikan akhir tidak diungkapkan.
  - Basis: Jumlah saham yang dialihkan dan diterbitkan
  - Assumptions: Tidak ada pemegang saham lain yang memiliki saham lebih besar.
  - Caveats: Persentase kepemilikan tidak disebutkan dalam dokumen.
- **Motivasi akuisisi PT MSI dan PT MAM** [analyst_hypothesis, low]: Akuisisi ini mungkin bertujuan untuk memperkuat integrasi bisnis sekuritas dan manajemen aset dalam grup Maybank, namun tujuan strategis tidak dijelaskan.
  - Basis: Pengambilalihan saham anak usaha di bidang sekuritas dan manajemen aset
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain yang bertentangan.
  - Caveats: Tujuan eksplisit tidak diungkapkan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai kewajiban kontinjensi atau risiko transaksi akuisisi PT AEII.
- Dampak keuangan terhadap laporan keuangan BNII belum diungkapkan.
- Potensi dampak terhadap likuiditas karena realokasi aset HQLA untuk akuisisi PT AEII.
- Persentase kepemilikan akhir BNII di PT MSI dan PT MAM tidak diungkapkan.
- Nilai transaksi akuisisi PT MSI dan PT MAM tidak disebutkan.
- Tujuan strategis akuisisi PT MSI dan PT MAM tidak dijelaskan.

### Items to monitor

- Penyelesaian transaksi akuisisi 51% saham PT AEII dan dampaknya terhadap laporan keuangan konsolidasi BNII.
- Persentase kepemilikan akhir BNII di PT MSI dan PT MAM setelah pengambilalihan.
- Nilai transaksi dan rincian aset/liabilitas PT AEII, PT MSI, dan PT MAM.
- Perubahan struktur modal atau penerbitan saham baru di tingkat BNII sebagai dampak dari aksi korporasi ini.
- Kepatuhan berkelanjutan terhadap POJK No. 30 Tahun 2024 dan persetujuan OJK terkait konglomerasi keuangan.

---

## BRMS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek pada periode 20-27 Agustus 2026. Dalam tanggapannya, manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, dan tidak ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan saham. Dokumen ini merupakan pengumuman lanjutan atas permintaan penjelasan BEI, bukan pengumuman awal aksi korporasi.

### Material changes

- BEI mengirim surat permintaan penjelasan No. S-11129/BEI.PP1/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek BRMS.
- Harga saham BRMS ditutup menurun secara kumulatif sebesar Rp140 atau 22,40% dari harga penutupan Rp625 pada 19 Agustus 2026 menjadi Rp765 pada periode 20-27 Agustus 2026.
- Rata-rata volume transaksi saham pada periode 20-27 Agustus 2026 adalah 505.218.400 saham dengan frekuensi 31.635 kali, dibandingkan 229.188.800 saham dengan frekuensi 14.894 kali pada 18 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang mempengaruhi pencatatan saham di Bursa, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Perseroan telah menanyakan kepada pemegang saham utama dan tidak ada rencana terkait kepemilikan sahamnya; tidak ada perubahan kepemilikan saham oleh pemegang saham utama.
- Surat ditandatangani oleh Muhammad Sulthon selaku Direktur dan Corporate Secretary pada tanggal 31 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **Harga penutupan saham pada 19 Agustus 2026:** Rp625 (19 Agustus 2026)
- **Harga penutupan saham pada periode 20-27 Agustus 2026:** Rp765 (20-27 Agustus 2026)
- **Penurunan harga saham secara kumulatif:** Rp140 (20-27 Agustus 2026)
- **Persentase penurunan harga saham:** 22,40% (20-27 Agustus 2026)
- **Rata-rata volume transaksi saham pada periode 20-27 Agustus 2026:** 505.218.400 saham (20-27 Agustus 2026)
- **Frekuensi transaksi pada periode 20-27 Agustus 2026:** 31.635 kali (20-27 Agustus 2026)
- **Volume transaksi saham pada 18 Agustus 2026:** 229.188.800 saham (18 Agustus 2026)
- **Frekuensi transaksi pada 18 Agustus 2026:** 14.894 kali (18 Agustus 2026)

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI No. S-11129/BEI.PP1/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek BRMS.
- Kewajiban penyampaian informasi sesuai peraturan bursa (POJK 31/POJK.04/2015, Peraturan Nomor I-E, POJK 4/2024).

### Analytical scenarios

- **Perubahan volume transaksi** [derived_calculation, medium]: Volume transaksi rata-rata meningkat sebesar 276.029.600 saham (505.218.400 - 229.188.800) atau sekitar 120,4% dari volume sebelumnya.
  - Basis: Angka volume transaksi pada 18 Agustus 2026 (229.188.800 saham) dan rata-rata volume periode 20-27 Agustus 2026 (505.218.400 saham) dari lampiran surat.
  - Assumptions: Perbandingan langsung antara volume rata-rata periode 20-27 Agustus dengan volume pada 18 Agustus.
  - Caveats: Perbandingan tidak memperhitungkan perbedaan jumlah hari bursa.
- **Perubahan frekuensi transaksi** [derived_calculation, medium]: Frekuensi transaksi meningkat sebesar 16.741 kali (31.635 - 14.894) atau sekitar 112,4% dari frekuensi sebelumnya.
  - Basis: Angka frekuensi transaksi pada 18 Agustus 2026 (14.894 kali) dan rata-rata frekuensi periode 20-27 Agustus 2026 (31.635 kali) dari lampiran surat.
  - Assumptions: Perbandingan langsung antara frekuensi rata-rata periode 20-27 Agustus dengan frekuensi pada 18 Agustus.
  - Caveats: Perbandingan tidak memperhitungkan perbedaan jumlah hari bursa.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas harga dan peningkatan aktivitas transaksi mungkin disebabkan oleh faktor pasar atau spekulasi, namun tidak ada informasi material yang diungkapkan oleh Perseroan.
  - Basis: Pernyataan Perseroan bahwa tidak ada informasi material yang diketahuinya.
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain yang tersedia.
  - Caveats: Hipotesis tidak didukung oleh data tambahan.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian penyebab volatilitas transaksi efek BRMS.
- Potensi risiko kepatuhan jika terdapat informasi material yang tidak diungkapkan (meskipun manajemen menyatakan tidak ada).
- Volatilitas harga saham yang signifikan dapat menarik perhatian regulator dan memicu penyelidikan lebih lanjut.

### Items to monitor

- Tidak ada aksi korporasi yang direncanakan dalam 3 bulan mendatang menurut pernyataan manajemen.
- Tidak ada informasi material yang diungkapkan terkait volatilitas harga saham.
- Peningkatan volume dan frekuensi transaksi menunjukkan aktivitas pasar yang tinggi, namun tanpa penjelasan fundamental.

---

## BWPT

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

BWPT menerbitkan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (surat S-10797/BEI.PP1/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026) terkait penelaahan laporan keuangan per 31 Desember 2025 dan 31 Maret 2026. Tanggapan substantif terdapat pada lampiran yang memuat rincian piutang usaha, penurunan CKPN, investasi SUJP Danantara Rp500 miliar, konsentrasi pelanggan, dan status TBM Papua. Dokumen utama hanya berisi surat pengantar tanpa substansi.

### Material changes

- BWPT menerbitkan surat tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa dengan nomor 068/BWPT/Corsec/IX/2026 pada 1 September 2026.
- Surat ditandatangani oleh Rizka Dewi Sulistyorini selaku Corporate Secretary BWPT.
- Bursa mengirim surat S-10797/BEI.PP1/08-2026 tanggal 18 Agustus 2026 perihal penelaahan laporan keuangan per 31 Desember 2025 dan 31 Maret 2026.
- Piutang usaha jatuh tempo <30 hari per 31 Desember 2025: Rp35,667 juta, dengan pelanggan terbesar PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk Rp19,237 juta.
- Piutang usaha jatuh tempo >90 hari per 31 Desember 2025: Rp8,048 juta, dengan pelanggan terbesar PT Perkebunan Nusantara II (Persero) Rp5,048 juta.
- CKPN piutang menurun dari Rp8,377 juta (2024) menjadi Rp7,401 juta (2025) karena evaluasi risiko kredit dengan pendekatan ECL (PSAK 109).
- Perusahaan membeli SUJP Danantara: Seri A Rp250 miliar (kupon 2%, jatuh tempo 22 Oktober 2030) dan Seri B Rp250 miliar (kupon 2%, jatuh tempo 21 Oktober 2032), total Rp500 miliar.
- Sumber dana investasi SUJP adalah kas internal yang dinilai tidak diperlukan untuk operasional jangka pendek.
- Current ratio per 31 Desember 2025 sekitar 0,67 kali, modal kerja neto negatif, namun manajemen menilai kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek tetap terjaga.
- EBITDA tahun 2025 sekitar Rp1,67 triliun.
- Terdapat Day 1 Difference sebesar Rp103,27 miliar atas transaksi SUJP, ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode bunga efektif.
- Penjualan ke PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk dan PT Sari Dumai Sejati masing-masing berkontribusi sekitar 42% dan 28% terhadap pendapatan 2025.
- TBM seluas 271 hektar di Papua belum dilanjutkan pengembangannya; belum mencapai tahap menghasilkan.
- Piutang plasma ditagih melalui mekanisme auto-deduction dari hasil penjualan TBS dalam skema closed-loop.
- Perusahaan memiliki kontrak penjualan dengan dua pelanggan utama (PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk dan PT Sari Dumai Sejati).

### Key financial figures

- **Piutang usaha jatuh tempo <30 hari:** 35,667 (31 Desember 2025)
- **Piutang usaha jatuh tempo >90 hari:** 8,048 (31 Desember 2025)
- **CKPN piutang tahun 2024:** 8,377 (2024)
- **CKPN piutang tahun 2025:** 7,401 (2025)
- **Nilai nominal SUJP Seri A:** 250,000 (20 Oktober 2025)
- **Nilai nominal SUJP Seri B:** 250,000 (20 Oktober 2025)
- **Total nilai nominal SUJP:** 500,000 (20 Oktober 2025)
- **Kupon SUJP:** 2% per tahun (20 Oktober 2025)
- **Jatuh tempo SUJP Seri A:** 22 Oktober 2030 (20 Oktober 2025)
- **Jatuh tempo SUJP Seri B:** 21 Oktober 2032 (20 Oktober 2025)
- **Current ratio:** 0.67 kali (31 Desember 2025)
- **EBITDA:** 1,670,000 (2025)
- **Day 1 Difference:** 103,270 (20 Oktober 2025)
- **Kontribusi penjualan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk:** 42% (2025)
- **Kontribusi penjualan PT Sari Dumai Sejati:** 28% (2025)
- **Luas TBM di Papua:** 271 hektar (31 Desember 2025 dan 31 Maret 2026)

### Expansion projects

- Investasi plasma melalui program kemitraan, termasuk Plasma Mandiri
- Pengembangan TBM di Papua (271 ha) belum dilanjutkan

### Listing / regulatory

- Tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa

### Analytical scenarios

- **Total piutang jatuh tempo** [derived_calculation, high]: Total piutang jatuh tempo <30 hari dan >90 hari adalah Rp35,667 juta + Rp8,048 juta = Rp43,715 juta.
  - Basis: Angka dari rincian piutang
  - Assumptions: Hanya dua kategori yang dijumlahkan
- **Selisih Day 1 Difference** [derived_calculation, medium]: Day 1 Difference Rp103,27 miliar dibandingkan total nominal Rp500 miliar, sekitar 20,65% dari nilai nominal.
  - Basis: Angka Day 1 Difference dan total nominal
  - Assumptions: Perhitungan persentase sederhana
  - Caveats: Nilai wajar tidak diungkapkan
- **Dampak konsentrasi pelanggan** [analyst_hypothesis, low]: Konsentrasi penjualan 42% dan 28% dapat menimbulkan risiko pendapatan jika salah satu pelanggan berhenti, meskipun manajemen menyatakan dampak tidak signifikan.
  - Basis: Kontribusi penjualan dari dokumen
  - Assumptions: Perilaku pelanggan dapat berubah
  - Caveats: Manajemen menyatakan tidak ada dampak signifikan
- **Likuiditas dan investasi** [analyst_hypothesis, low]: Investasi Rp500 miliar pada instrumen jangka panjang dengan current ratio 0,67 dapat membatasi likuiditas jangka pendek, tetapi EBITDA tinggi dapat mendukung.
  - Basis: Current ratio, EBITDA, nilai investasi
  - Assumptions: Arus kas operasional stabil
  - Caveats: Manajemen menilai kapasitas memadai

### Risks / uncertainties

- Konsentrasi penjualan pada dua pelanggan utama (42% dan 28%)
- Current ratio di bawah 1 dan modal kerja neto negatif
- TBM 271 ha di Papua belum menghasilkan
- Day 1 Difference yang signifikan pada investasi SUJP

### Items to monitor

- Konsentrasi pelanggan dapat mempengaruhi stabilitas pendapatan
- Likuiditas jangka pendek yang rendah dapat mempengaruhi kemampuan operasional
- Investasi besar pada instrumen jangka panjang dapat mengurangi fleksibilitas kas

---

## CASH

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menyampaikan koreksi atas Laporan Keuangan Tahunan (LKT) audited untuk tahun buku 2025. Koreksi ini mencakup penyajian ulang (restatement) laporan keuangan, dengan perubahan material pada aset, liabilitas, dan ekuitas. Laporan keuangan koreksi diaudit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan Rekan. Secara finansial, perusahaan mencatat rugi bersih yang membengkak menjadi Rp56,64 miliar (dari rugi Rp23,71 miliar pada 2024), pendapatan turun 20,4% menjadi Rp110,19 miliar, dan ekuitas berbalik menjadi negatif Rp449,52 juta. Terdapat pinjaman signifikan dari PT Bara Alam Utama (BAU) sebesar Rp71 miliar dan kenaikan tajam uang muka pelanggan. Tidak ada aksi korporasi ekuitas seperti rights issue atau saham bonus yang tercatat.

### Material changes

- Pengumuman ini merupakan koreksi atas penyampaian Laporan Keuangan Tahunan (LKT) 2025, dengan nomor pengumuman 355/SK/CSC-CWI/VIII/2026, diumumkan pada 31 Agustus 2026.
- Laporan keuangan koreksi diaudit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan Rekan, dengan tanggal laporan audit 29 Juni 2026.
- Total aset per 31 Desember 2025 sebesar Rp209,15 miliar, meningkat dari Rp167,43 miliar pada 2024.
- Total liabilitas per 31 Desember 2025 sebesar Rp209,60 miliar, meningkat dari Rp112,50 miliar pada 2024.
- Total ekuitas per 31 Desember 2025 negatif Rp449,52 juta, berbalik dari positif Rp54,93 miliar pada 2024.
- Rugi bersih tahun berjalan 2025 sebesar Rp56,64 miliar, memburuk dari rugi Rp23,71 miliar pada 2024.
- Pendapatan usaha 2025 sebesar Rp110,19 miliar, turun dari Rp138,34 miliar pada 2024 (penurunan sekitar 20,4%).
- Kas dan setara kas per 31 Desember 2025 sebesar Rp71,90 miliar, meningkat dari Rp17,03 miliar pada 2024.
- Uang muka pelanggan jangka pendek pihak ketiga melonjak dari Rp1,62 miliar menjadi Rp52,67 miliar.
- Utang pihak berelasi jangka panjang meningkat dari Rp52,88 miliar menjadi Rp91,48 miliar, termasuk pinjaman dari PT Bara Alam Utama (BAU) total Rp71 miliar.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi 2025 positif Rp29,82 miliar; arus kas investasi negatif Rp4,50 miliar; arus kas pendanaan negatif Rp25,31 miliar (menurut XLSX) atau positif Rp29,62 miliar (menurut PDF).
- Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, dividen saham, private placement, atau perubahan struktur modal yang tercatat dalam laporan ini.
- Perusahaan tercatat di papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia, sektor Technology, subsektor Software & IT Services.
- Konsentrasi piutang dari PT Len Railway Systems sebesar Rp12,39 miliar, sekitar 44,3% dari total piutang bruto.
- Terdapat fasilitas kredit dari Bank Maybank Indonesia Tbk untuk anak usaha PT Softorb Technology Indonesia, diperpanjang terakhir 25 Juli 2025, dan fasilitas dari PT BPR XEN untuk entitas induk.

### Key financial figures

- **total_assets:** 209147783582 (2025-12-31)
- **total_assets:** 167434814385 (2024-12-31)
- **total_liabilities:** 209597305852 (2025-12-31)
- **total_liabilities:** 112500626991 (2024-12-31)
- **total_equity:** -449522270 (2025-12-31)
- **total_equity:** 54934187394 (2024-12-31)
- **cash_and_cash_equivalents:** 71898664833 (2025-12-31)
- **cash_and_cash_equivalents:** 17032722637 (2024-12-31)
- **revenue:** 110185952915 (2025-01-01_2025-12-31)
- **revenue:** 138343800644 (2024-01-01_2024-12-31)
- **net_loss:** -56644699639 (2025-01-01_2025-12-31)
- **net_loss:** -23709834248 (2024-01-01_2024-12-31)
- **current_advances_from_customers_third_parties:** 52671029239 (2025-12-31)
- **current_advances_from_customers_third_parties:** 1616121786 (2024-12-31)
- **non_current_due_to_related_parties:** 91475000000 (2025-12-31)
- **non_current_due_to_related_parties:** 52875000000 (2024-12-31)
- **net_cash_flows_from_operating_activities:** 29816338352 (2025-01-01_2025-12-31)
- **net_cash_flows_from_investing_activities:** -4498979297 (2025-01-01_2025-12-31)
- **net_cash_flows_from_financing_activities:** -25310000000 (2025-01-01_2025-12-31)
- **short_term_bank_loans:** 7799716043 (2025-12-31)
- **short_term_bank_loans:** 8562377506 (2024-12-31)

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar Rp2.923.346.458 pada 2025, meningkat dari Rp1.669.470.341 pada 2024.
- Pembayaran untuk perolehan aset takberwujud sebesar Rp1.721.912.815 pada 2025, menurun dari Rp4.992.973.592 pada 2024.
- Penambahan aset tetap bruto tahun 2025 sebesar Rp3.611.632.337, termasuk perabot dan peralatan kantor Rp2.716.615.314.

### Capital structure

- Saham biasa per 31 Desember 2025 sebesar Rp17.173.506.204, tidak berubah dari 2024.
- Tambahan modal disetor per 31 Desember 2025 sebesar Rp136.972.486.930, tidak berubah.
- Ekuitas yang diatribusikan ke pemilik entitas induk negatif Rp12.484.809.169 per 31 Desember 2025, dari positif Rp45.897.191.895 per 31 Desember 2024.
- Kepentingan non-pengendali per 31 Desember 2025 sebesar Rp12.035.286.899, meningkat dari Rp9.036.995.499.
- Cadangan revaluasi meningkat dari Rp108.444.000 menjadi Rp266.616.000.

### Listing / regulatory

- Perusahaan tercatat di papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia, sektor Technology, subsektor Software & IT Services.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan kas dan setara kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas naik sebesar Rp54,87 miliar (dari Rp17,03 miliar menjadi Rp71,90 miliar) antara 2024 dan 2025.
  - Basis: Kas 2025: 71.898.664.833; Kas 2024: 17.032.722.637
- **Peningkatan liabilitas jangka pendek** [derived_calculation, high]: Liabilitas jangka pendek meningkat sebesar Rp60,19 miliar (dari Rp56,44 miliar menjadi Rp116,63 miliar), terutama didorong oleh uang muka pelanggan dan beban akrual.
  - Basis: Liabilitas jangka pendek 2025: 116.633.884.702; Liabilitas jangka pendek 2024: 56.442.516.546
- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan total turun dari Rp138,34 miliar menjadi Rp110,19 miliar, penurunan sebesar Rp28,16 miliar atau sekitar 20,35%.
  - Basis: Pendapatan 2025: 110.185.952.915; Pendapatan 2024: 138.343.800.644
- **Rasio lancar** [derived_calculation, high]: Rasio lancar (aset lancar/liabilitas jangka pendek) pada 2025 adalah sekitar 1,01, sedikit di atas 1, menunjukkan likuiditas jangka pendek yang cukup, namun menurun dari rasio 0,95 pada 2024.
  - Basis: Aset lancar 2025: 117.835.529.928; Liabilitas jangka pendek 2025: 116.633.884.702; Rasio = 117.835.529.928 / 116.633.884.702 = 1.0103; Aset lancar 2024: 53.704.910.681; Liabilitas jangka pendek 2024: 56.442.516.546; Rasio = 53.704.910.681 / 56.442.516.546 = 0.9515
- **Konsentrasi piutang** [derived_calculation, high]: PT Len Railway Systems menyumbang 44,3% dari total piutang bruto (Rp12.388.266.817 / Rp27.944.908.187), menunjukkan konsentrasi risiko pelanggan yang signifikan.
  - Basis: Piutang PT Len Railway Systems: 12.388.266.817; Total piutang bruto: 27.944.908.187
- **Sumber peningkatan kas** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan kas yang signifikan mungkin berasal dari penerimaan uang muka pelanggan dan/atau pinjaman pihak berelasi, tetapi tidak ada informasi eksplisit mengenai penerbitan saham atau utang baru.
  - Basis: Kas naik Rp54,87 miliar; Uang muka pelanggan naik Rp51,05 miliar; Utang pihak berelasi jangka panjang naik Rp38,60 miliar
  - Assumptions: Peningkatan kas mungkin terkait dengan kenaikan liabilitas
  - Caveats: Perlu analisis laporan arus kas untuk konfirmasi
- **Potensi risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Ekuitas negatif dan rugi berkelanjutan dapat mengindikasikan tekanan likuiditas atau risiko kepatuhan terhadap aturan pencatatan, namun belum ada informasi resmi mengenai going concern atau suspensi.
  - Basis: Ekuitas negatif Rp449,52 juta dan rugi bersih Rp56,64 miliar pada 2025.
  - Assumptions: Analisis berdasarkan data keuangan saja; tidak ada informasi manajemen.
  - Caveats: Hipotesis ini belum dikonfirmasi oleh emiten; perlu melihat laporan auditor dan pengungkapan manajemen.
- **Kenaikan uang muka pelanggan** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan signifikan uang muka pelanggan jangka pendek (dari Rp1,62 miliar menjadi Rp52,67 miliar) dapat mengindikasikan peningkatan penjualan atau kontrak baru, namun perlu konfirmasi dari laporan laba rugi atau catatan atas laporan keuangan.
  - Basis: Uang muka pelanggan 2025: 52.671.029.239; Uang muka pelanggan 2024: 1.616.121.786
  - Assumptions: Kenaikan uang muka pelanggan sering terkait dengan aktivitas penjualan.
  - Caveats: Belum ada data pendapatan atau kontrak pada bagian ini.

### Risks / uncertainties

- Ekuitas negatif dapat memicu pelanggaran ketentuan pencatatan atau memerlukan tindakan korporasi untuk memperbaiki struktur modal.
- Peningkatan signifikan pada uang muka pelanggan dan beban akrual dapat menimbulkan risiko likuiditas jika tidak dikelola dengan baik.
- Ketergantungan pada utang pihak berelasi jangka panjang yang meningkat dapat mempengaruhi fleksibilitas keuangan.
- Konsentrasi piutang pada satu pelanggan (PT Len Railway Systems) melebihi 40% dari total piutang.
- Utang usaha dalam USD meningkat signifikan dari Rp0,95 miliar menjadi Rp2,84 miliar, meningkatkan eksposur nilai tukar.
- Nilai pertanggungan asuransi persediaan lebih rendah dari nilai persediaan kotor, berpotensi underinsurance.
- Terdapat inkonsistensi data arus kas pendanaan antara PDF (positif Rp29,62 miliar) dan XLSX (negatif Rp25,31 miliar), serta inkonsistensi utang bank jangka pendek antara bagian 15 dan 17 (Bank Maybank vs Bank Mayapada).

### Items to monitor

- Ekuitas negatif dan rugi bersih yang membengkak dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap kelangsungan usaha.
- Kenaikan signifikan uang muka pelanggan dan pinjaman pihak berelasi menunjukkan perubahan struktur pendanaan yang perlu dipantau.
- Konsentrasi piutang pada satu pelanggan dapat menjadi perhatian terkait risiko kredit.
- Tidak ada aksi korporasi ekuitas yang direncanakan atau diumumkan dalam laporan ini.

---

## CITA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) menyelenggarakan RUPSLB pada 28 Agustus 2026 dengan agenda tunggal persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025. Rapat dihadiri 3.648.843.454 saham (92,13% dari total 3.950.361.250 saham berhak suara) dan seluruh suara menyetujui. Perubahan dinyatakan administratif dan bukan perubahan kegiatan usaha. Tidak ada perubahan susunan Direksi/Dewan Komisaris, aksi korporasi lain, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- RUPSLB CITA diselenggarakan pada 28 Agustus 2026 pukul 14.17-14.25 WIB di Le Meridien Hotel Jakarta.
- Agenda tunggal: persetujuan penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha agar sesuai KBLI 2025.
- Penyesuaian dinyatakan administratif dan tidak dikategorikan sebagai perubahan kegiatan usaha berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020.
- Rapat dihadiri pemegang saham mewakili 3.648.843.454 saham atau 92,13% dari total 3.950.361.250 saham berhak suara.
- Keputusan diambil dengan musyawarah mufakat; seluruh suara hadir (3.648.843.454) menyetujui, 0% tidak setuju, 0% abstain.
- Tidak ada pemegang saham yang mengajukan pertanyaan atau pendapat terkait mata acara.
- Direksi diberi wewenang dan kuasa dengan hak substitusi untuk menuangkan keputusan dalam akta notaris dan mengurus persetujuan/pemberitahuan ke instansi berwenang.
- Akta perubahan Anggaran Dasar masih dalam proses penyelesaian di kantor notaris per 31 Agustus 2026.
- Susunan Direksi tidak berubah: Harry Kesuma Tanoto (Direktur Utama, periode ke-3), Robby Irfan Rafianto (Direktur, periode ke-4), Yusak Lumba Pardede (Direktur, periode ke-4).
- Susunan Dewan Komisaris tidak berubah: Andi Ibrahim Saleh (Komisaris Utama, periode ke-3), Darjoto Setyawan (Komisaris, periode ke-3, independen), Pascal Steven Jean (Komisaris, periode ke-2).
- Periode jabatan seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris berakhir 30 Juni 2031.
- Tidak ada agenda lain seperti saham bonus, rights issue, private placement, buyback, stock split, merger, akuisisi, atau transaksi aset.

### Corporate actions

- perubahan_anggaran_dasar

### Listing / regulatory

- Penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar untuk KBLI 2025, memerlukan persetujuan/pemberitahuan ke instansi berwenang

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri 3.648.843.454 saham atau 92,13% dari total 3.950.361.250 saham berhak suara.
  - Basis: Angka kuorum dan persentase dinyatakan langsung dalam dokumen.
- **Hasil RUPSLB** [explicit_fact, high]: Seluruh pemegang saham yang hadir (100%) menyetujui agenda perubahan Anggaran Dasar.
  - Basis: Tabel hasil RUPSLB menunjukkan 100% setuju, 0% tidak setuju, 0% abstain.
- **Sifat perubahan** [explicit_fact, high]: Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar dinyatakan administratif dan bukan perubahan kegiatan usaha.
  - Basis: Pernyataan dalam hasil keputusan RUPSLB.
- **Persentase kehadiran RUPS** [derived_calculation, high]: Kehadiran 3.648.843.454 saham dari total 3.950.361.250 saham = 92,13%.
  - Basis: 3.648.843.454 / 3.950.361.250 = 0.9213
  - Assumptions: Total saham yang dikeluarkan adalah 3.950.361.250 saham dengan hak suara.
- **Dampak perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, medium]: Penyesuaian KBLI 2025 kemungkinan tidak berdampak pada kegiatan usaha operasional, tetapi hanya pembaruan kode klasifikasi untuk kepatuhan administrasi.
  - Basis: Pernyataan emiten bahwa penyesuaian bersifat administratif dan bukan perubahan kegiatan usaha.
  - Assumptions: Tidak ada perubahan substansial pada lini bisnis.
  - Caveats: Belum ada detail KBLI baru yang diadopsi.
- **Stabilitas manajemen** [analyst_hypothesis, medium]: Tidak ada perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada RUPSLB ini, menunjukkan stabilitas manajemen.
  - Basis: Susunan pengurus yang tercantum identik dengan periode sebelumnya (periode ke-3 dan ke-4).
  - Assumptions: Tidak ada pengangkatan/pemberhentian lain di luar RUPSLB.
  - Caveats: Dokumen hanya mencakup agenda RUPSLB; perubahan lain mungkin terjadi di RUPS tahunan.

### Risks / uncertainties

- Akta perubahan Anggaran Dasar masih dalam proses penyelesaian, sehingga finalisasi belum tuntas.
- Tidak ada informasi mengenai jadwal atau persetujuan dari instansi berwenang.

### Items to monitor

- Perubahan Anggaran Dasar bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha, sehingga dampak operasional diperkirakan minimal.
- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang dapat mempengaruhi harga saham.

---

## CNMA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) merespons permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat No. 64/CNMA-IDX/IX/2026 tanggal 1 September 2026. Surat ini merupakan tanggapan atas surat BEI No. S-11132/BEI.PP2/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026. Isi tanggapan tidak tersedia dalam dokumen yang dianalisis karena lampiran yang memuat substansi tidak disertakan. Tidak ada informasi substantif mengenai aksi korporasi, keuangan, atau perubahan lainnya.

### Material changes

- CNMA menerima permintaan penjelasan dari BEI melalui Surat No. S-11132/BEI.PP2/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026.
- CNMA mengirimkan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI dengan nomor surat 64/CNMA-IDX/IX/2026 pada tanggal 1 September 2026 pukul 20:13.
- Surat ditandatangani oleh Indah Tri Wahyuni, Head of Corporate Legal CNMA.
- Lampiran surat berisi dokumen 'CNMA - Tanggapan Surat BEI - 28 Aug 2026.pdf' yang memuat isi tanggapan, namun tidak disertakan dalam dokumen yang dianalisis.
- Dokumen ini dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan basah.
- CNMA menyatakan bertanggung jawab penuh atas informasi dalam dokumen ini.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI dan tanggapan dari emiten

### Analytical scenarios

- **Permintaan penjelasan bursa** [explicit_fact, high]: BEI mengirimkan surat permintaan penjelasan kepada CNMA pada 28 Agustus 2026, dan CNMA merespons pada 1 September 2026.
  - Basis: Surat BEI No. S-11132/BEI.PP2/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026; Tanggal dan waktu pengiriman 01-09-2026 20:13
- **Isi tanggapan tidak tersedia** [explicit_fact, high]: Dokumen ini hanya berisi sampul surat dan lampiran merujuk pada file terpisah yang tidak disertakan, sehingga isi tanggapan tidak dapat dianalisis.
  - Basis: Lampiran 1. CNMA - Tanggapan Surat BEI - 28 Aug 2026.pdf
  - Caveats: Isi tanggapan berada di lampiran yang tidak tersedia dalam dokumen ini.
- **Kemungkinan isu yang diminta penjelasan** [analyst_hypothesis, low]: Permintaan penjelasan dari BEI mungkin terkait dengan keterbukaan informasi, aksi korporasi, atau hal lain yang memerlukan klarifikasi, namun tidak ada indikasi spesifik dari dokumen ini.
  - Basis: Surat BEI No. S-11132/BEI.PP2/08-2026
  - Assumptions: Permintaan penjelasan biasanya terkait kepatuhan atau informasi material.
  - Caveats: Tidak ada bukti dari dokumen ini mengenai topik spesifik.

### Risks / uncertainties

- Isi tanggapan tidak tersedia dalam dokumen ini, sehingga tidak dapat dinilai apakah ada risiko kepatuhan atau isu material.
- Permintaan penjelasan dari BEI dapat mengindikasikan potensi masalah kepatuhan atau keterbukaan informasi, namun belum dapat dikonfirmasi.

---

## CSMI

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI) menyampaikan laporan hasil Public Expose Insidentil yang bersifat sukarela (bukan permintaan Bursa atau OJK), diselenggarakan berdasarkan surat rencana No. 003/OL-CSM/DIR/VIII/2026 tanggal 27 Agustus 2026. Public Expose dihadiri 12 peserta (tidak termasuk manajemen dan karyawan). Dalam sesi tanya jawab, manajemen membahas strategi pemulihan kinerja di tengah tekanan ekonomi, pajak, dan kenaikan harga bahan baku ayam. Manajemen mengeksplorasi format penjualan alternatif (food truck, booth, drive thru) untuk menekan biaya sewa, menekankan disiplin biaya, efisiensi operasional, dan kemitraan strategis. Tidak ada angka keuangan, target pendapatan, atau aksi korporasi spesifik yang diungkapkan. Lampiran berisi QnA dan daftar hadir tidak tersedia dalam dokumen yang dianalisis.

### Material changes

- PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI) menyampaikan laporan hasil Public Expose Insidentil dengan nomor surat 004/OL-CSM/DIR/VIII/2026.
- Public Expose direncanakan melalui surat No. 003/OL-CSM/DIR/VIII/2026 tanggal 27 Agustus 2026.
- Latar belakang pelaksanaan Public Expose adalah sukarela, bukan permintaan Bursa Efek Indonesia atau OJK.
- Jumlah peserta yang hadir dalam Public Expose (tidak termasuk manajemen dan karyawan) adalah 12 orang.
- Laporan ditandatangani oleh Direktur Radino Miharjo dan disampaikan secara elektronik pada tanggal 31 Agustus 2026 pukul 14:17.
- Manajemen mempertimbangkan format penjualan alternatif seperti food truck, booth, dan drive thru untuk menekan biaya sewa dan memperluas eksposur NWS Chicken.
- Setiap format baru dievaluasi dari potensi penjualan, kebutuhan investasi, biaya sewa, operasional, logistik, perizinan, serta kemampuan menjaga kualitas produk dan pelayanan.
- Prinsip manajemen: setiap titik penjualan baru harus memiliki unit economics yang sehat dan kontribusi sebanding dengan biaya.
- Ekspansi ke depan tidak harus identik dengan pembukaan gerai konvensional berbiaya besar.
- Kenaikan harga bahan baku, termasuk ayam, dapat menekan biaya jika berlangsung lama; strategi pemulihan tidak hanya bergantung pada peningkatan penjualan tetapi juga disiplin biaya dan efisiensi operasional.
- Perseroan mengevaluasi strategi pengadaan, komposisi produk, efisiensi penggunaan bahan baku, dan kebijakan harga yang mempertimbangkan daya beli konsumen.
- Perseroan akan mengikuti ketentuan pajak yang berlaku dan memperhitungkan perubahan yang berdampak pada struktur biaya atau konsumsi masyarakat.
- Keyakinan terhadap NWS Chicken didasarkan pada pengalaman panjang di industri restoran cepat saji, khususnya ayam goreng, bukan asumsi cepat merebut pangsa pasar.
- Fokus saat ini adalah memastikan model bisnis terbukti terlebih dahulu, kemudian direplikasi secara bertahap.
- Manajemen terbuka terhadap kemitraan strategis untuk perluasan pasar, penguatan distribusi, operasional, atau kerja sama lain dengan risiko terukur.
- Dukungan permodalan dianggap penting hanya jika ditempatkan pada kegiatan dengan prospek dan pengembalian yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Pendekatan pemulihan: memperkuat fundamental, mengevaluasi model bisnis, kemudian ekspansi selektif.

### Expansion projects

- Eksplorasi format penjualan alternatif (food truck, booth, drive thru) sebagai bentuk ekspansi yang lebih ringan dari sisi investasi.
- Ekspansi ke depan tidak harus identik dengan gerai konvensional; setiap format baru dievaluasi dari kebutuhan investasi dan biaya sewa.
- Tahapan ekspansi ditentukan setelah evaluasi performa outlet yang sudah berjalan.
- Model bisnis harus terbukti terlebih dahulu sebelum direplikasi secara bertahap.

### Listing / regulatory

- Public Expose Insidentil bersifat sukarela, bukan diminta oleh Bursa atau OJK.

### Analytical scenarios

- **Dampak kenaikan harga ayam** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen mengakui kenaikan harga bahan baku dapat menekan biaya jika berlangsung lama, namun tidak memberikan angka kuantitatif. Ini mengindikasikan risiko margin yang signifikan, tetapi belum ada data untuk mengukur besarnya.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang tekanan biaya dari kenaikan harga bahan baku; Tidak ada angka biaya atau margin yang diungkapkan
  - Assumptions: Kenaikan harga ayam berpotensi berlanjut
  - Caveats: Tidak ada data keuangan untuk memvalidasi dampak; Manajemen tidak memberikan proyeksi
- **Strategi ekspansi fleksibel** [analyst_hypothesis, medium]: Pertimbangan format food truck/booth menunjukkan pergeseran dari model gerai konvensional ke format aset ringan, yang dapat mengurangi biaya sewa dan meningkatkan fleksibilitas, tetapi mungkin menghadapi tantangan perizinan dan logistik.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang format alternatif; Penekanan pada unit economics dan evaluasi menyeluruh
  - Assumptions: Format alternatif dapat diimplementasikan secara efektif
  - Caveats: Belum ada uji coba atau hasil konkret; Manajemen belum memberikan timeline
- **Kebutuhan pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyebut dukungan permodalan diperlukan jika tepat sasaran, mengindikasikan potensi kebutuhan modal untuk ekspansi, namun tidak ada angka atau struktur pendanaan yang diungkapkan.
  - Basis: Pernyataan tentang dukungan permodalan yang selektif; Fokus pada fundamental sebelum ekspansi
  - Assumptions: Ekspansi akan membutuhkan modal tambahan
  - Caveats: Tidak ada rencana pendanaan spesifik; Manajemen tidak menyebutkan jumlah atau sumber
- **Kompetisi pasar** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen mengakui persaingan ketat dari brand besar dan UMKM, tetapi tidak memberikan strategi diferensiasi spesifik selain pengalaman dan fleksibilitas, yang mungkin belum cukup untuk merebut pangsa pasar signifikan.
  - Basis: Pernyataan tentang industri yang sangat kompetitif; Fokus pada evaluasi outlet yang ada
  - Assumptions: Pengalaman panjang memberikan keunggulan kompetitif
  - Caveats: Tidak ada data pangsa pasar atau metrik kompetitif; Strategi belum teruji
- **Risiko eksekusi** [analyst_hypothesis, medium]: Kecepatan ekspansi dan strategi komersial akan disesuaikan jika tekanan eksternal meningkat, menunjukkan risiko eksekusi terkait kondisi ekonomi dan biaya, tetapi tanpa angka sensitivitas.
  - Basis: Pernyataan tentang penyesuaian strategi jika tekanan meningkat; Fokus pada fleksibilitas
  - Assumptions: Tekanan eksternal dapat berlanjut
  - Caveats: Tidak ada kuantifikasi risiko; Manajemen tidak memberikan skenario
- **Kemitraan strategis** [analyst_hypothesis, low]: Keterbukaan terhadap kemitraan strategis dapat menjadi katalis untuk perluasan pasar atau distribusi, tetapi tidak ada detail calon mitra atau bentuk kerja sama.
  - Basis: Pernyataan tentang keterbukaan kerja sama; Fokus pada nilai tambah
  - Assumptions: Kemitraan akan terwujud
  - Caveats: Tidak ada nama atau kesepakatan; Belum ada dampak finansial

### Risks / uncertainties

- Kenaikan harga bahan baku ayam yang berlangsung lama dapat menekan biaya operasional.
- Perubahan kebijakan pajak dapat berdampak pada struktur biaya dan konsumsi masyarakat.
- Kondisi ekonomi dan daya beli konsumen yang melemah dapat menghambat pemulihan kinerja.
- Persaingan ketat dari brand nasional, waralaba asing, dan UMKM lokal dengan harga kompetitif.
- Risiko eksekusi terkait kecepatan ekspansi dan strategi komersial jika tekanan eksternal meningkat.
- Ketidakpastian keberhasilan format penjualan baru (food truck, booth, drive thru) dalam hal perizinan, logistik, dan kualitas produk.

### Items to monitor

- Strategi pemulihan kinerja dan ekspansi format ringan (food truck, booth, drive thru) dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap prospek pertumbuhan.
- Tekanan biaya dari kenaikan harga bahan baku dan pajak dapat berdampak pada margin, namun tanpa angka kuantitatif.
- Keterbukaan terhadap kemitraan strategis dan dukungan permodalan selektif dapat menjadi sinyal potensi pendanaan atau kerja sama di masa depan.

---

## CTBN

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) mengumumkan pengunduran diri Ibu Susi Yulianti dari jabatan Direktur Perseroan. Surat pengunduran diri diterima pada 31 Agustus 2026. Berdasarkan dokumen lampiran, pengunduran diri efektif setelah persetujuan RUPS berikutnya yang direncanakan pada 15 Oktober 2026. Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha. Perusahaan wajib menyelenggarakan RUPS paling lambat 90 hari kalender sejak penerimaan surat sesuai POJK 33/2014.

### Material changes

- Pada 31 Agustus 2026, Perseroan menerima surat pengunduran diri Ibu Susi Yulianti dari jabatannya sebagai Direktur.
- Pengunduran diri diumumkan melalui Laporan Informasi atau Fakta Material Nomor 034/CT/LEGAL-CORSEC/VIII/2026.
- Berdasarkan lampiran, pengunduran diri efektif setelah persetujuan RUPS berikutnya; RUPS direncanakan pada 15 Oktober 2026.
- Perusahaan akan menyelenggarakan RUPS paling lambat 90 hari kalender sejak penerimaan surat, sesuai Pasal 8 ayat (3) POJK 33/2014.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Laporan ditandatangani oleh Corporate Secretary Fanny Astri Anggira pada 31 Agustus 2026 pukul 16:54.
- Pengumuman merujuk pada POJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atas Fakta Material dan Peraturan I-E (Kep-00066/BEI/09-2022 beserta perubahannya Kep-00087/BEI/12-2025).

### Management / control changes

- Pengunduran diri Susi Yulianti dari jabatan Direktur PT Citra Tubindo Tbk, efektif setelah persetujuan RUPS berikutnya (berdasarkan lampiran).

### Listing / regulatory

- Kewajiban menyelenggarakan RUPS dalam 90 hari kalender sejak penerimaan surat pengunduran diri sesuai POJK 33/2014.
- Keterbukaan informasi sesuai POJK 31/2015 dan Peraturan I-E.

### Analytical scenarios

- **Batas waktu penyelenggaraan RUPS** [derived_calculation, high]: Batas waktu RUPS adalah 90 hari kalender setelah 31 Agustus 2026, jatuh pada 29 November 2026.
  - Basis: Tanggal penerimaan surat: 31 Agustus 2026; Jangka waktu 90 hari kalender
  - Assumptions: Perhitungan dimulai dari hari berikutnya (1 September 2026).
- **Dampak pengunduran diri terhadap tata kelola** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material, pengunduran diri direksi dapat mempengaruhi tata kelola dan kepemimpinan sementara, namun belum ada indikasi dampak operasional atau keuangan.
  - Basis: Pernyataan emiten: 'Tidak ada' dampak terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Assumptions: Pengunduran diri tidak disertai konflik atau masalah lain yang diungkapkan.
  - Caveats: Informasi terbatas pada pengumuman; tidak ada detail lebih lanjut.

### Risks / uncertainties

- Belum ada informasi mengenai pengganti direktur yang mengundurkan diri.
- Efektivitas pengunduran diri bergantung pada persetujuan RUPS; jika tidak disetujui, status direktur dapat berlanjut.
- Kepatuhan terhadap tenggat RUPS 90 hari kalender perlu dipantau.

---

## DAYA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) mengumumkan perubahan susunan Komite Audit yang efektif per 1 September 2026. Perubahan ini mencakup penggantian Ketua dan dua anggota Komite Audit. Alissa Qotrunnada menggantikan Munawaroh Wahid sebagai Ketua (periode ke-2), Indra Yagi Oktoriansyah menggantikan Oktoriansyah sebagai Anggota (periode ke-1), dan Reza Afandy Bustaman menggantikan Retno Dwi Andani sebagai Anggota (periode ke-1). Pengangkatan Reza Afandy Bustaman didasarkan pada Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris Pengganti Rapat Dewan Komisaris tanggal 31 Agustus 2026 dan merujuk pada POJK 55/2015. Masa jabatan Reza Afandy Bustaman adalah tiga tahun, dari 1 September 2026 hingga 31 Agustus 2029. Pengumuman ditandatangani oleh Erwantho Siregar selaku Sekretaris Perusahaan.

### Material changes

- Perubahan susunan Komite Audit efektif 1 September 2026
- Alissa Qotrunnada diangkat sebagai Ketua Komite Audit menggantikan Munawaroh Wahid, periode ke-2
- Indra Yagi Oktoriansyah diangkat sebagai Anggota Komite Audit menggantikan Oktoriansyah, periode ke-1
- Reza Afandy Bustaman diangkat sebagai Anggota Komite Audit menggantikan Retno Dwi Andani, periode ke-1
- Pengangkatan Reza Afandy Bustaman berdasarkan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris Pengganti Rapat Dewan Komisaris tanggal 31 Agustus 2026
- Perubahan merujuk pada POJK Nomor 55/POJK.04/2015
- Masa jabatan Reza Afandy Bustaman tiga tahun, 1 September 2026 hingga 31 Agustus 2029
- Pengumuman bernomor 038/DID-CORSEC/VIII/2026, ditandatangani Erwantho Siregar selaku Sekretaris Perusahaan

### Management / control changes

- Ketua Komite Audit: Alissa Qotrunnada menggantikan Munawaroh Wahid, efektif 1 September 2026
- Anggota Komite Audit: Indra Yagi Oktoriansyah menggantikan Oktoriansyah, efektif 1 September 2026
- Anggota Komite Audit: Reza Afandy Bustaman menggantikan Retno Dwi Andani, efektif 1 September 2026

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi disampaikan untuk memenuhi ketentuan POJK Nomor 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit

### Analytical scenarios

- **Perubahan susunan Komite Audit** [explicit_fact, high]: Susunan Komite Audit berubah efektif 1 September 2026, dengan penggantian ketua dan dua anggota.
  - Basis: Tabel perubahan pada halaman 1 dan 2 dokumen utama; Surat keterbukaan informasi lampiran
- **Periode layanan anggota baru** [explicit_fact, high]: Ketua baru memiliki periode ke-2, sedangkan anggota baru (Indra Yagi dan Reza Afandy) memiliki periode ke-1.
  - Basis: Kolom 'Periode' pada tabel dokumen utama
- **Dasar hukum dan masa jabatan** [explicit_fact, high]: Pengangkatan Reza Afandy Bustaman didasarkan pada Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris tanggal 31 Agustus 2026, merujuk POJK 55/2015, dengan masa jabatan tiga tahun hingga 31 Agustus 2029.
  - Basis: Surat keterbukaan informasi lampiran, halaman 1-2
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan ini mungkin terkait dengan rotasi atau evaluasi berkala, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam pengumuman
  - Assumptions: Perubahan tersebut merupakan bagian dari tata kelola rutin
  - Caveats: Alasan resmi tidak tersedia

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan atau dampak terhadap operasional perusahaan
- Tidak ada informasi keuangan atau aksi korporasi lain

### Items to monitor

- Perubahan komite audit umumnya tidak berdampak langsung pada kinerja keuangan, namun dapat mempengaruhi persepsi tata kelola perusahaan.
- Kepatuhan terhadap POJK 55/2015 menunjukkan komitmen terhadap regulasi, namun tidak ada indikasi dampak operasional.

---

## DEWI

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) menyampaikan laporan keuangan interim (koreksi) untuk periode 1 Januari–30 Juni 2026. Laporan ini tidak diaudit, hanya direviu oleh KAP Jojo Sunarjo & Rekan dengan kesimpulan wajar tanpa pengecualian. Secara finansial, pendapatan naik 44,9% menjadi Rp37,10 miliar dan laba bersih naik 42,6% menjadi Rp2,65 miliar. Namun, terjadi peningkatan signifikan utang bank jangka pendek (dari Rp4,56 miliar menjadi Rp27,76 miliar), penurunan kas (dari Rp14,44 miliar menjadi Rp6,63 miliar), dan arus kas operasi negatif. Terdapat perubahan pengurus (Ferry Saputra dari Direktur menjadi Komisaris Utama) dan perubahan pengendalian (Aditiya Fajar Junus menjadi pengendali setelah pengalihan saham). Realisasi dana IPO untuk pembangunan RPA baru 1,69% dan broiler farm 67,24%. Tidak ada aksi korporasi ekuitas atau perubahan status pencatatan.

### Material changes

- Laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 tidak diaudit, direviu KAP Jojo Sunarjo & Rekan (No. 00021/3.0408/LRK/01/1180-1/1/VIII/2026), kesimpulan wajar tanpa pengecualian.
- Perubahan pengurus: Ferry Saputra mundur sebagai Direktur dan diangkat sebagai Komisaris Utama (RUPS Tahunan No. 13, 26 Juni 2026). Susunan pengurus: Komut Ferry Saputra, Komind Billy Sarikho, Dirut Aditiya Fajar Junus, Dir Henry Saputra.
- Pengalihan saham Alm. Greta Dewi Halim kepada Aditiya Fajar Junus (780 juta saham, nilai nominal Rp39 miliar), menjadikannya pemegang saham pengendali.
- Utang bank jangka pendek naik dari Rp4.555.621.279 (31 Des 2025) menjadi Rp27.763.206.145 (30 Jun 2026), terdiri dari CIMB Niaga (Pinjaman Tetap Rp9 miliar, PRK Rp8,32 miliar) dan Bank INA (Rp10,44 miliar).
- Fasilitas kredit baru Bank INA: plafon Rp10,5 miliar (perjanjian 29 Jan 2026, tambahan 2 Feb 2026), dijamin deposito berjangka Rp10,5 miliar; perpanjangan fasilitas CIMB Niaga hingga 27 Januari 2027.
- Pembelian aset tetap semester I 2026 Rp10.260.652.000 (tanah dan bangunan pabrik Cikarang Rp10,26 miliar, renovasi Rp456 juta, peralatan kantor Rp21 juta); aset tetap neto naik dari Rp42,14 miliar menjadi Rp52,67 miliar.
- Realisasi dana IPO: modal kerja Rp36,58 miliar (100%), tanah afiliasi Rp7,49 miliar (100%), tanah non-afiliasi Rp3,67 miliar (100%), pembangunan RPA Rp110 juta dari rencana Rp6,5 miliar (1,69%, terkendala perizinan), broiler farm Rp6,72 miliar dari rencana Rp9,99 miliar (67,24%).
- Aset dalam penyelesaian (tanah dan bangunan kandang) Rp19,40 miliar, estimasi selesai 2026, namun bangunan belum dibangun (baru pemadatan dan fondasi).
- Piutang usaha jatuh tempo >3 bulan meningkat dari Rp31,23 miliar menjadi Rp46,76 miliar; cadangan penurunan nilai piutang naik dari Rp1,58 miliar menjadi Rp1,87 miliar.
- Penjualan 6M 2026 Rp37,10 miliar (karkas Rp36,91 miliar, sosis Rp193 juta), naik 44,9% dari Rp25,61 miliar; laba tahun berjalan Rp2,65 miliar (2025: Rp1,86 miliar).
- Perubahan kepemilikan: Sujito Ngatiman naik dari 6,31% menjadi 7,51%, masyarakat turun dari 35,73% menjadi 34,53% (transaksi pasar sekunder).
- Perjanjian sewa tanah-bangunan dengan PT Dekoruma Niaga Sejahtera (pihak terkait) senilai Rp2,75 miliar per kontrak, jangka 10 tahun (2022-2032), deposit Rp50 juta, denda 0,1% per hari (maks 3%).
- Aset tetap dan persediaan tidak diasuransikan; properti investasi diasuransikan Rp4,20 miliar (Sompo Insurance).
- Penjualan aset: HGB Cintaasih (AJB No. 325/2024) dan tanah Cikarang (lelang 10 Maret 2025); nilai transaksi tidak diungkapkan.

### Key financial figures

- **Total aset:** 197.576.795.920 (2026-06-30)
- **Total aset:** 182.421.874.809 (2025-12-31)
- **Total liabilitas:** 31.919.975.817 (2026-06-30)
- **Total liabilitas:** 19.416.146.195 (2025-12-31)
- **Total ekuitas:** 165.656.820.103 (2026-06-30)
- **Total ekuitas:** 163.005.728.614 (2025-12-31)
- **Kas dan setara kas:** 6.627.034.080 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 14.442.135.031 (2025-12-31)
- **Utang bank jangka pendek:** 27.763.206.145 (2026-06-30)
- **Utang bank jangka pendek:** 4.555.621.279 (2025-12-31)
- **Utang bank jangka panjang:** 0 (2026-06-30)
- **Utang bank jangka panjang:** 10.622.916.655 (2025-12-31)
- **Aset tetap (neto):** 52.668.435.620 (2026-06-30)
- **Aset tetap (neto):** 42.141.232.094 (2025-12-31)
- **Aset dalam penyelesaian:** 19.395.538.283 (2026-06-30)
- **Piutang usaha neto:** 67.153.322.196 (2026-06-30)
- **Persediaan bersih:** 27.483.007.042 (2026-06-30)
- **Pendapatan produk:** 37.103.730.674 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Pendapatan produk:** 25.609.378.605 (2025-01-01 s.d 2025-06-30)
- **Beban pokok penjualan:** 30.405.017.687 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Laba bruto:** 6.698.712.987 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Laba usaha:** 3.890.155.893 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Laba bersih:** 2.651.091.489 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Laba bersih:** 1.859.009.619 (2025-01-01 s.d 2025-06-30)
- **Laba per saham dasar:** 1.326 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Laba per saham dasar:** 0.930 (2025-01-01 s.d 2025-06-30)
- **Arus kas operasi:** -3.661.325.560 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Arus kas investasi:** -16.738.443.596 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Arus kas pendanaan:** 12.584.668.205 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Deposito berjangka dibatasi:** 10.500.000.000 (2026-06-30)
- **Deposito berjangka dibatasi:** 4.500.000.000 (2025-12-31)
- **Piutang usaha bruto:** 69.023.787.531 (2026-06-30)
- **Cadangan kerugian penurunan nilai piutang:** 1.870.465.336 (2026-06-30)
- **Properti investasi neto:** 32.444.950.250 (2026-06-30)
- **Properti investasi neto:** 32.536.859.750 (2025-12-31)
- **Realisasi dana IPO - pembangunan RPA:** 110.000.000 (2026-06-30)
- **Realisasi dana IPO - broiler farm:** 6.715.736.225 (2026-06-30)
- **Tambahan modal disetor bersih:** 29.221.513.766 (2026-06-30)
- **Biaya emisi efek ekuitas:** 5.778.486.234 (2026-06-30)
- **Beban bunga pinjaman:** 1.007.439.648 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Uang pertanggungan asuransi properti investasi:** 4.203.250.000 (2026-06-30)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi ekuitas (penerbitan saham, dividen, tresuri) yang tercatat pada periode berjalan.

### Expansion projects

- Pembangunan fasilitas RPA di tanah afiliasi: rencana Rp6,5 miliar, realisasi Rp110 juta (1,69%), terkendala perizinan.
- Pembangunan broiler commercial farm: rencana Rp9,99 miliar, realisasi Rp6,72 miliar (67,24%).
- Aset dalam penyelesaian (tanah dan bangunan kandang) Rp19,40 miliar, estimasi selesai 2026, namun bangunan belum dibangun.
- Pembelian tanah dan bangunan pabrik Cikarang Rp10,26 miliar (tanah Rp7,27 miliar, bangunan Rp2,99 miliar).

### Management / control changes

- Ferry Saputra mundur dari Direktur dan diangkat sebagai Komisaris Utama (RUPS 26 Juni 2026).
- Aditiya Fajar Junus menjadi pemegang saham pengendali setelah pengalihan saham Alm. Greta Dewi Halim.

### Capital structure

- Modal dasar 5.200.000.000 saham, modal ditempatkan dan disetor penuh 2.000.000.000 saham, nilai nominal Rp50 per saham, total Rp100 miliar.
- Struktur kepemilikan 30 Juni 2026: Aditiya Fajar Junus 39,00%, Henry Saputra 13,23%, Sujito Ngatiman 7,51%, Ferry Saputra 5,08%, PT Global Landlord Indonesia 0,65%, masyarakat 34,53%.
- Tambahan modal disetor bersih Rp29,22 miliar (agio Rp35 miliar, biaya emisi Rp5,78 miliar).
- Cadangan umum Rp800 juta (30 Juni 2026), meningkat dari Rp600 juta (31 Des 2025).
- Saldo laba Rp35,69 miliar (30 Juni 2026), meningkat dari Rp33,04 miliar (31 Des 2025).

### Listing / regulatory

- Saham dicatatkan di BEI pada 18 Juli 2022 (IPO 700 juta saham, harga Rp100).
- Tidak ada suspensi atau pemenuhan free float yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan produk naik sekitar 44,9% dari Rp25,61 miliar menjadi Rp37,10 miliar.
  - Basis: Pendapatan 2026: 37.103.730.674; Pendapatan 2025: 25.609.378.605
- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih naik sekitar 42,6% dari Rp1,86 miliar menjadi Rp2,65 miliar.
  - Basis: Laba 2026: 2.651.091.489; Laba 2025: 1.859.009.619
- **Perubahan utang bank jangka pendek** [derived_calculation, high]: Utang bank jangka pendek meningkat Rp23.207.584.866 (dari 4.555.621.279 menjadi 27.763.206.145), lebih dari 5 kali lipat.
  - Basis: Utang bank jangka pendek 2026: 27.763.206.145; Utang bank jangka pendek 2025: 4.555.621.279
- **Perubahan kas dan setara kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas menurun Rp7.815.100.951 (dari 14.442.135.031 menjadi 6.627.034.080), atau sekitar 54,11%.
  - Basis: Kas 2026: 6.627.034.080; Kas 2025: 14.442.135.031
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas per 30 Juni 2026 sekitar 0,19 (31.919.975.817 / 165.656.820.103).
  - Basis: Total liabilitas: 31.919.975.817; Total ekuitas: 165.656.820.103
- **Realisasi pembangunan RPA** [derived_calculation, high]: Realisasi dana IPO untuk RPA baru 1,69% (Rp110 juta dari rencana Rp6,5 miliar), menunjukkan keterlambatan signifikan karena perizinan.
  - Basis: Rp110.000.000 / Rp6.500.000.000 * 100% = 1,69%
- **Realisasi pembangunan broiler farm** [derived_calculation, high]: Realisasi dana IPO untuk broiler farm mencapai 67,24% (Rp6,72 miliar dari rencana Rp9,99 miliar).
  - Basis: Rp6.715.736.225 / Rp9.987.974.532 * 100% = 67,24%
- **Kenaikan nilai perolehan aset tetap** [derived_calculation, medium]: Nilai perolehan aset tetap naik Rp10.527.203.526, namun penambahan tercatat hanya Rp2.112.400.700, sehingga terdapat selisih Rp8.414.802.826 yang tidak dijelaskan oleh baris penambahan, pengurangan, reklasifikasi, atau penjabaran.
  - Basis: Nilai perolehan 2026: 52.668.435.620; Nilai perolehan 2025: 42.141.232.094; Penambahan: 2.112.400.700
  - Assumptions: Selisih dihitung sebagai 52.668.435.620 - 42.141.232.094 - 2.112.400.700 = 8.414.802.826
  - Caveats: Data mungkin tidak lengkap; kolom lain seperti entitas anak baru atau revaluasi tidak diisi.
- **Pendanaan ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan utang bank jangka pendek dan penurunan kas dapat mengindikasikan penggunaan utang untuk mendanai belanja modal atau kebutuhan modal kerja, namun belum ada konfirmasi dari laporan arus kas atau catatan.
  - Basis: Utang bank jangka pendek naik signifikan; Aset tetap naik; Kas menurun
  - Assumptions: Kenaikan aset tetap berasal dari belanja modal yang didanai utang
  - Caveats: Belum ada laporan arus kas atau catatan atas laporan keuangan pada bagian ini.
- **Reklasifikasi utang jangka panjang** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan utang bank jangka panjang menjadi nihil dapat berarti pelunasan atau reklasifikasi ke jangka pendek, tetapi tidak ada rincian pada bagian ini.
  - Basis: Utang bank jangka panjang 2025-12-31: 10.622.916.655; Utang bank jangka panjang 2026-06-30: tidak tercantum
  - Assumptions: Utang jangka panjang yang jatuh tempo mungkin direklasifikasi ke jangka pendek
  - Caveats: Tidak ada catatan atau rincian liabilitas jangka panjang pada bagian ini.
- **Risiko penyelesaian aset dalam penyelesaian** [analyst_hypothesis, medium]: Aset dalam penyelesaian Rp19,40 miliar diperkirakan selesai 2026, tetapi bangunan kandang belum dibangun (baru fondasi), berisiko terlambat.
  - Basis: Dokumen: 'bangunan kandang belum dilakukan pembangunan'
  - Assumptions: Proses konstruksi yang belum dimulai dapat mempengaruhi jadwal
  - Caveats: Belum ada pernyataan resmi perubahan jadwal

### Risks / uncertainties

- Likuiditas: kas menurun signifikan sementara utang jangka pendek meningkat tajam, berpotensi menekan likuiditas.
- Struktur modal: ketergantungan pada utang bank jangka pendek meningkat, meningkatkan risiko refinancing.
- Arus kas operasi negatif selama dua periode berturut-turut menunjukkan potensi masalah likuiditas operasional.
- Kenaikan nilai perolehan aset tetap tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh penambahan yang tercatat; terdapat selisih Rp8,41 miliar yang sumbernya belum teridentifikasi.
- Proyek pembangunan kandang ayam belum dimulai konstruksi meskipun ditargetkan selesai 2026, berisiko mengalami keterlambatan.
- Periode pembanding (2025) adalah 12 bulan, sedangkan periode berjalan (2026) hanya 6 bulan, sehingga perbandingan langsung dapat menyesatkan.
- Laporan keuangan interim tidak diaudit, hanya direviu; informasi komparatif 30 Juni 2025 tidak diaudit/direviu.
- Piutang jatuh tempo >3 bulan meningkat signifikan (dari Rp31,23 miliar menjadi Rp46,76 miliar), berisiko kredit macet.
- Aset tetap dan persediaan tidak diasuransikan, meningkatkan risiko kerugian.
- Keterlambatan pembangunan RPA karena perizinan; aset dalam penyelesaian berisiko tidak selesai sesuai estimasi.
- Batasan perjanjian kredit (larangan transfer aset material, larangan memperoleh kredit dari bank lain) membatasi fleksibilitas operasional.
- Liabilitas imbalan pasca kerja tidak didanai dan belum ada perhitungan aktuaris independen untuk 30 Juni 2026.
- Perjanjian sewa dengan PT Dekoruma Niaga Sejahtera (pihak terkait) tanpa pengungkapan hubungan afiliasi eksplisit.

### Items to monitor

- Peningkatan utang bank jangka pendek yang signifikan dan penurunan kas dapat mempengaruhi persepsi risiko likuiditas.
- Perubahan pengendalian kepada Aditiya Fajar Junus dapat menjadi perhatian investor terkait arah strategi perusahaan.
- Realisasi dana IPO yang rendah untuk pembangunan RPA (1,69%) dapat mengindikasikan keterlambatan ekspansi.
- Kenaikan piutang jatuh tempo >3 bulan dapat meningkatkan risiko kredit macet.

---

## DMAS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) menerbitkan pemanggilan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 22 September 2026 pukul 14.00 WIB di Le Premier Hotel Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi. Agenda tunggal RUPSLB adalah perubahan susunan Direksi Perseroan. Recording date ditetapkan 28 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Pemegang saham dapat hadir secara fisik atau elektronik melalui eASY.KSEI. Batas akhir penerimaan surat kuasa konvensional adalah 21 September 2026 pukul 16.00 WIB, sedangkan e-Proxy melalui eASY.KSEI hingga 21 September 2026 pukul 12.00 WIB. Pemanggilan ini merupakan pengumuman awal dan tidak memuat rincian perubahan direksi, aksi korporasi lain, atau informasi keuangan.

### Material changes

- RUPSLB DMAS dijadwalkan pada Selasa, 22 September 2026, pukul 14.00 WIB, di Le Premier Hotel Kota Deltamas, Commercial Lot Sektor 1 No. 6, Cikarang Pusat, Bekasi.
- Agenda tunggal RUPSLB adalah perubahan susunan Direksi Perseroan.
- Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 28 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
- Rapat dapat dihadiri secara fisik atau elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI.
- Surat kuasa konvensional harus diterima oleh Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita selambat-lambatnya 21 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- E-Proxy melalui eASY.KSEI dapat dilakukan hingga 21 September 2026 pukul 12.00 WIB.
- Pemanggilan ini dianggap sebagai undangan resmi; tidak ada surat undangan tersendiri.
- Bahan-bahan Rapat tersedia di situs web Perseroan (www.deltamas.id), BEI (www.idx.co.id), dan eASY.KSEI sejak tanggal pemanggilan hingga Rapat ditutup.
- Pemegang saham diminta hadir 30 menit sebelum Rapat dimulai untuk tertib administrasi.
- Surat pemanggilan bernomor 045/DMAS/IR-CS/VIII/2026, merujuk pada surat pemberitahuan No. 041/DMAS/IR-CS/VIII/2026 tanggal 14 Agustus 2026.
- Surat ditandatangani oleh Tondy Suwanto, Direktur dan Corporate Secretary.
- Dokumen diunggah pada 31 Agustus 2026 pukul 16:21 WIB.

### Corporate actions

- Perubahan susunan Direksi Perseroan (agenda RUPSLB, rincian belum diumumkan)

### Management / control changes

- Perubahan susunan Direksi Perseroan diusulkan dalam RUPSLB, namun detail perubahan (siapa yang diganti, siapa yang diangkat, alasan) belum diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB disampaikan kepada OJK dan BEI sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda tunggal RUPSLB adalah perubahan susunan Direksi Perseroan, tanpa agenda lain seperti aksi korporasi atau perubahan anggaran dasar.
  - Basis: Tabel agenda RUPSLB hanya memuat satu baris: 'Perubahan Susunan Direksi Perseroan'.
- **Potensi perubahan pengendali** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan Direksi dapat mengindikasikan perubahan pengendali atau strategi, namun tidak ada informasi mengenai pengunduran diri, pengangkatan, atau pihak yang terlibat.
  - Basis: Agenda hanya menyebut 'Perubahan Susunan Direksi' tanpa rincian.
  - Assumptions: Perubahan direksi sering terkait dengan perubahan pengendali atau arah bisnis.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab atau calon direksi baru.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan susunan Direksi (siapa yang diganti, siapa yang diangkat, alasan) belum diumumkan; ketidakjelasan mengenai dampak terhadap operasional atau strategi perusahaan.
- Tidak ada informasi mengenai kuorum atau hasil RUPS; hasil baru diketahui setelah pelaksanaan.
- Potensi konflik kepentingan tidak dapat dinilai karena tidak ada rincian calon direksi.
- Risiko kepatuhan: Pemegang saham yang tidak memenuhi batas waktu kuasa atau tidak terdaftar pada recording date tidak dapat hadir atau memberikan suara.

### Items to monitor

- Perubahan susunan Direksi dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan, namun detail perubahan belum diungkapkan sehingga dampaknya belum dapat dinilai.
- Pemegang saham perlu memperhatikan batas waktu kuasa dan recording date untuk dapat berpartisipasi dalam RUPSLB.

---

## DOOH

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 31 Agustus–1 September 2026, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) menerbitkan dua pengumuman: (1) laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 yang ditelaah terbatas, dan (2) koreksi laporan penggunaan dana hasil IPO. Laporan keuangan menunjukkan perubahan signifikan: total aset naik 17,5% menjadi Rp406,51 miliar, kas dan setara kas naik 66% menjadi Rp227,13 miliar, laba bersih melonjak 854% menjadi Rp63,28 miliar terutama dari pendapatan keuangan Rp93,65 miliar, serta terjadi pelepasan entitas anak (penerimaan Rp35,6 miliar), pelaksanaan waran 13,28 juta lembar, dan munculnya utang bank jangka pendek baru Rp8,0 miliar (BNI). Koreksi laporan penggunaan dana IPO mengungkapkan sisa dana Rp41,77 miliar ditempatkan pada giro PT Bank DKI dengan bunga 0,25%, dan realisasi belanja modal 100% namun modal kerja baru 70,09% dari rencana. Secara korporasi, perubahan ini penting karena menunjukkan pergeseran strategi dari operasional (penurunan aset tetap, laba bruto turun) menuju pendapatan non-operasional, serta potensi ekspansi melalui uang muka aset tetap Rp78,29 miliar.

### Material changes

- Total aset naik dari Rp345,97 miliar (31 Des 2025) menjadi Rp406,51 miliar (30 Jun 2026).
- Kas dan setara kas naik dari Rp136,87 miliar menjadi Rp227,13 miliar.
- Aset tetap turun dari Rp62,07 miliar menjadi Rp17,21 miliar.
- Laba bersih naik dari Rp6,63 miliar menjadi Rp63,28 miliar (periode 6 bulan).
- Pendapatan keuangan melonjak dari Rp4,00 juta menjadi Rp93,65 miliar.
- Kepentingan non-pengendali turun drastis dari Rp7,32 miliar menjadi Rp4,88 juta.
- Muncul utang bank jangka pendek baru Rp8,0 miliar (BNI).
- Piutang usaha pihak ketiga turun dari Rp106,60 miliar menjadi Rp54,61 miliar.
- Utang usaha pihak ketiga naik dari Rp20,25 miliar menjadi Rp33,29 miliar.
- Realisasi penggunaan dana IPO per 31 Des 2025: total Rp110,85 miliar, sisa Rp41,77 miliar.

### Key financial figures

- **Total aset:** 406508978310 (2026-06-30)
- **Total aset:** 345968938505 (2025-12-31)
- **Kas dan setara kas:** 227127140537 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 136866452754 (2025-12-31)
- **Aset tetap (nilai buku):** 17209423460 (2026-06-30)
- **Aset tetap (nilai buku):** 62070777927 (2025-12-31)
- **Total liabilitas:** 96969360297 (2026-06-30)
- **Total ekuitas:** 309539618013 (2026-06-30)
- **Laba bersih:** 63279338372 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Laba bersih:** 6632529658 (2025-01-01 to 2025-06-30)
- **Pendapatan keuangan:** 93646574235 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Pendapatan keuangan:** 4002817 (2025-01-01 to 2025-06-30)
- **Laba bruto:** 10792414506 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Laba bruto:** 26841447625 (2025-01-01 to 2025-06-30)
- **Beban pokok penjualan:** 73476925289 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Beban pokok penjualan:** 46643828324 (2025-01-01 to 2025-06-30)
- **Arus kas operasi bersih:** 138936716926 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Arus kas investasi bersih:** -26185577982 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Arus kas pendanaan bersih:** -8584009985 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Penerimaan dari pelepasan entitas anak:** 35600000000 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Pembayaran uang muka pembelian aset tetap:** 78293577982 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Piutang usaha pihak ketiga:** 54610282865 (2026-06-30)
- **Piutang usaha pihak ketiga:** 106597644877 (2025-12-31)
- **Penyisihan penurunan nilai piutang usaha:** 6020295775 (2026-06-30)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 33288709838 (2026-06-30)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 20251427535 (2025-12-31)
- **Beban jasa:** 60849147199 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Kepentingan non-pengendali:** 4884396 (2026-06-30)
- **Kepentingan non-pengendali:** 7324847894 (2025-12-31)
- **Utang bank jangka pendek (BNI):** 8000000000 (2026-06-30)
- **Hasil Penawaran Umum Bruto:** 154750000000 (2023-04-28)
- **Biaya Penawaran Umum:** 2132700000 (2023-04-28)
- **Dana Bersih Penawaran Umum:** 152617300000 (2023-04-28)
- **Rencana Belanja Modal:** 12992000000 (rencana)
- **Rencana Modal Kerja:** 139625300000 (rencana)
- **Realisasi Belanja Modal:** 12992000000 (2025-12-31)
- **Realisasi Modal Kerja:** 97859643777 (2025-12-31)
- **Total Realisasi Penggunaan Dana:** 110851643777 (2025-12-31)
- **Sisa Dana:** 41765656223 (2025-12-31)
- **Tingkat Bunga Giro:** 0.25% (2025-12-31)
- **Jangka Waktu Penyimpanan:** 1 bulan (2025-12-31)
- **Jumlah Saham IPO:** 1547500000 (2023-04-28)
- **Nilai Nominal per Saham:** 10 (2023-04-28)
- **Harga Pelaksanaan per Saham:** 100 (2023-04-28)

### Corporate actions

- Pelepasan entitas anak: penerimaan Rp35.600.000.000 pada arus kas investasi; perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan entitas anak Rp2.888.347.686; arus kas keluar dekonsolidasi Rp13.906.441.176.
- Pelaksanaan waran 13.278.250 lembar dengan nilai Rp179.259.215; penerimaan dari penerbitan saham biasa Rp179.259.215.
- Setoran modal dari kepentingan non-pengendali Rp40.734.135.
- Koreksi laporan penggunaan dana hasil penawaran umum (IPO) - dokumen ini merupakan koreksi atas laporan sebelumnya nomor 008/CORSEC/EMS/LRPD/VII/2026 tanggal 16 Juli 2026.
- IPO selesai, dana hasil IPO sebagian belum digunakan dan ditempatkan pada giro PT Bank DKI.

### Expansion projects

- Pembayaran uang muka pembelian aset tetap Rp78.293.577.982 pada 30 Juni 2026, meningkat dari Rp10.798.818.473 pada 30 Juni 2025.
- Aset dalam penyelesaian per 30 Juni 2026 sebesar Rp14.721.777.533, seluruhnya dari kategori 'Lainnya'.
- Penambahan aset tetap periode berjalan Rp17.209.423.460; pengurangan aset tetap Rp34.669.972.184 tanpa rincian transaksi.
- Belanja modal direncanakan sebesar Rp12.992.000.000 dan terealisasi penuh per 31 Desember 2025, namun tidak ada rincian proyek atau aset yang diungkapkan.

### Capital structure

- Saham biasa Rp77.388.910.360 dan tambahan modal disetor Rp140.045.051.719 tidak berubah antara 2025 dan 2026.
- Kepentingan non-pengendali turun drastis dari Rp7.324.847.894 menjadi Rp4.884.396.
- Saldo laba belum ditentukan penggunaannya meningkat dari Rp23.961.289.624 menjadi Rp91.672.243.808.
- IPO dilakukan pada 28 April 2023 dengan menerbitkan 1.547.500.000 saham biasa, nilai nominal Rp10 per saham, harga pelaksanaan Rp100 per saham, total hasil Rp154.750.000.000.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan struktur modal setelah IPO.

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan ditelaah secara terbatas (limited review), bukan diaudit penuh.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.
- Laporan penggunaan dana hasil IPO disampaikan sebagai kewajiban keterbukaan informasi sesuai POJK 30/2015.
- Tidak ada suspensi atau pelanggaran free float yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Pelepasan entitas anak** [explicit_fact, high]: Penerimaan dari pelepasan entitas anak sebesar Rp35.600.000.000 pada arus kas investasi, dengan arus kas keluar dekonsolidasi Rp13.906.441.176.
  - Basis: Penerimaan dari pelepasan entitas anak: Rp35.600.000.000; Arus kas keluar dekonsolidasi: Rp13.906.441.176
- **Pelaksanaan waran** [explicit_fact, high]: Pelaksanaan waran 13.278.250 lembar dengan nilai Rp179.259.215; penerimaan dari penerbitan saham biasa Rp179.259.215.
  - Basis: Jumlah waran: 13.278.250 lembar; Nilai: Rp179.259.215
- **Utang bank jangka pendek baru** [explicit_fact, high]: Muncul utang bank jangka pendek baru Rp8.000.000.000 pada 30 Juni 2026 (Bank Negara Indonesia), tidak ada pada 31 Desember 2025.
  - Basis: Utang bank jangka pendek (BNI): Rp8.000.000.000
- **Koreksi laporan penggunaan dana IPO** [explicit_fact, high]: Koreksi atas laporan penggunaan dana IPO yang sebelumnya disampaikan 16 Juli 2026 (nomor 008/CORSEC/EMS/LRPD/VII/2026). Per 31 Desember 2025, dana bersih IPO Rp152.617.300.000, realisasi Rp110.851.643.777, sisa Rp41.765.656.223 di giro PT Bank DKI (bunga 0,25%, tenor 1 bulan).
  - Basis: Dana bersih IPO: Rp152.617.300.000; Total realisasi: Rp110.851.643.777; Sisa dana: Rp41.765.656.223
- **Kenaikan kas dan setara kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas meningkat Rp90.260.687.783 (dari Rp136.866.452.754 menjadi Rp227.127.140.537) antara 31 Desember 2025 dan 30 Juni 2026.
  - Basis: Kas per 30 Juni 2026: Rp227.127.140.537; Kas per 31 Desember 2025: Rp136.866.452.754
  - Assumptions: Perhitungan selisih sederhana.
- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih naik dari Rp6,63 miliar menjadi Rp63,28 miliar, peningkatan sekitar 854% year-on-year, terutama didorong pendapatan keuangan yang melonjak dari Rp4 ribu menjadi Rp93,65 miliar.
  - Basis: Laba bersih 2026: Rp63.279.338.372; Laba bersih 2025: Rp6.632.529.658; Pendapatan keuangan 2026: Rp93.646.574.235
  - Assumptions: Perhitungan pertumbuhan (2026-2025)/2025.
- **Penurunan laba bruto** [derived_calculation, high]: Laba bruto turun dari Rp26,84 miliar menjadi Rp10,79 miliar (sekitar -60% year-on-year) karena beban pokok naik lebih tinggi (dari Rp46,64 miliar menjadi Rp73,48 miliar).
  - Basis: Laba bruto 2026: Rp10.792.414.506; Laba bruto 2025: Rp26.841.447.625; Beban pokok 2026: Rp73.476.925.289
  - Assumptions: Perhitungan penurunan (2026-2025)/2025.
- **Penurunan kepentingan non-pengendali** [derived_calculation, high]: Kepentingan non-pengendali turun dari Rp7,32 miliar menjadi Rp4,88 juta (hampir 100%), mengindikasikan perubahan signifikan pada struktur kepemilikan anak usaha.
  - Basis: NCI 2026: Rp4.884.396; NCI 2025: Rp7.324.847.894
  - Assumptions: Penurunan dihitung sebagai selisih absolut.
  - Caveats: Penyebab penurunan tidak dijelaskan dalam dokumen.
- **Kenaikan beban pokok penjualan** [derived_calculation, medium]: Beban pokok penjualan naik Rp26,83 miliar (dari Rp46,64 miliar menjadi Rp73,48 miliar) atau sekitar 57,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, didorong beban jasa naik Rp23,89 miliar.
  - Basis: Beban pokok 2026: Rp73.476.925.289; Beban pokok 2025: Rp46.643.828.324; Beban jasa 2026: Rp60.849.147.199
  - Assumptions: Perbandingan langsung antar periode yang sama.
  - Caveats: Tidak ada rincian lebih lanjut tentang komponen beban jasa.
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER) pada 2026 adalah sekitar 0,31 (96.969.360.297 / 309.539.618.013), menurun dari 0,39 pada 2025.
  - Basis: Total liabilitas dan ekuitas dari neraca.
- **Pertumbuhan utang usaha** [derived_calculation, high]: Utang usaha pihak ketiga naik dari Rp20.251.427.535 menjadi Rp33.288.709.838, atau meningkat sekitar 64,4%.
  - Basis: Angka utang usaha pihak ketiga pada CurrentYearInstant dan PriorEndYearInstant.
  - Assumptions: Perhitungan pertumbuhan menggunakan angka yang tersedia.
- **Persentase realisasi dana terhadap hasil bersih** [derived_calculation, high]: Total realisasi Rp110.851.643.777 dibagi hasil bersih Rp152.617.300.000 = 72,63%. Artinya, sekitar 72,63% dana telah digunakan, sisanya 27,37% belum digunakan.
  - Basis: Total realisasi: Rp110.851.643.777; Hasil bersih: Rp152.617.300.000
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan hasil bersih setelah biaya penawaran.
- **Persentase realisasi modal kerja terhadap rencana** [derived_calculation, high]: Realisasi modal kerja Rp97.859.643.777 dibandingkan rencana Rp139.625.300.000 = 70,09%. Belanja modal terealisasi 100%.
  - Basis: Realisasi modal kerja: Rp97.859.643.777; Rencana modal kerja: Rp139.625.300.000
  - Assumptions: Belanja modal realisasi sama dengan rencana.
- **Selisih realisasi modal kerja** [derived_calculation, high]: Realisasi modal kerja Rp97.859.643.777 lebih rendah dari rencana Rp139.625.300.000, selisih Rp41.765.656.223, yang sama dengan sisa dana yang ditempatkan di giro.
  - Basis: Rencana modal kerja: 139,625,300,000; Realisasi modal kerja: 97,859,643,777; Sisa dana: 41,765,656,223
  - Assumptions: Selisih dihitung sebagai rencana dikurangi realisasi.
- **Sumber pendapatan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Pendapatan keuangan yang sangat besar (Rp93,65 miliar) mungkin berasal dari penjualan aset atau investasi, tetapi tidak ada rincian dalam dokumen; ini bisa menjadi sinyal transaksi non-operasional signifikan.
  - Basis: Pendapatan keuangan 2026: Rp93.646.574.235
  - Assumptions: Tidak ada rincian pendapatan keuangan dalam dokumen.
  - Caveats: Hanya hipotesis, perlu data tambahan.
- **Ekspansi aset tetap** [analyst_hypothesis, medium]: Pembayaran uang muka aset tetap yang besar (Rp78,29 miliar) dan aset dalam penyelesaian (Rp14,72 miliar) mengindikasikan ekspansi atau investasi signifikan dalam aset tetap, mungkin untuk meningkatkan kapasitas operasional.
  - Basis: Pembayaran uang muka aset tetap 2026: Rp78.293.577.982; Aset dalam penyelesaian: Rp14.721.777.533
  - Assumptions: Uang muka tersebut untuk pengadaan aset tetap baru.
  - Caveats: Tidak ada rincian jenis aset atau tujuan spesifik.
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan kas signifikan, penurunan aset tetap, dan perubahan besar pada kepentingan non-pengendali mungkin mengindikasikan persiapan ekspansi, divestasi, atau pelunasan utang, namun belum ada konfirmasi dari dokumen.
  - Basis: Kenaikan kas Rp90,26 miliar; Penurunan aset tetap Rp44,86 miliar; Penurunan NCI drastis
  - Assumptions: Perubahan posisi keuangan mencerminkan strategi manajemen.
  - Caveats: Hipotesis tidak didukung oleh pernyataan eksplisit.
- **Koreksi laporan** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi laporan penggunaan dana mungkin disebabkan oleh perubahan realisasi penggunaan dana, namun tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan koreksi.
  - Basis: Dokumen menyatakan koreksi atas surat sebelumnya
  - Assumptions: Koreksi dilakukan karena ada perubahan angka realisasi
  - Caveats: Alasan koreksi tidak diungkapkan secara eksplisit
- **Dana menganggur** [analyst_hypothesis, low]: Sisa dana yang ditempatkan pada giro dengan bunga rendah mengindikasikan dana belum digunakan secara optimal untuk kegiatan usaha.
  - Basis: Sisa dana Rp41.765.656.223 ditempatkan pada giro dengan bunga 0.25%
  - Assumptions: Penempatan giro dianggap kurang produktif
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang rencana penggunaan sisa dana
- **Inkonsistensi tanggal laporan** [analyst_hypothesis, low]: Laporan menyebut periode per 31 Desember 2025 tetapi tanggal laporan 01 September 2025. Kemungkinan salah ketik atau laporan dibuat lebih awal dari periode yang dilaporkan.
  - Basis: Tanggal laporan: 01 September 2025; Periode laporan: 31 Desember 2025
  - Assumptions: Tanggal laporan seharusnya setelah periode pelaporan.
  - Caveats: Bisa jadi kesalahan pengetikan atau format.

### Risks / uncertainties

- Penurunan aset tetap yang signifikan tanpa penjelasan rinci dapat menimbulkan pertanyaan mengenai kelangsungan operasional.
- Utang bank jangka pendek baru muncul Rp8,00 miliar pada 30 Juni 2026, menunjukkan tambahan pinjaman yang perlu dipantau.
- Ketergantungan pada pendapatan keuangan yang tidak berkelanjutan dapat mempengaruhi laba masa depan.
- Kenaikan beban pokok penjualan yang signifikan dapat menekan margin jika tidak diimbangi pendapatan.
- Penurunan kepentingan non-pengendali yang drastis tanpa penjelasan dapat menimbulkan pertanyaan tentang tata kelola.
- Rincian nilai utang bank jangka panjang per kreditur tidak tersedia, sehingga analisis konsentrasi kreditur tidak dapat dilakukan.
- Banyak catatan (wesel bayar, utang obligasi, sukuk, utang bank jangka panjang) tidak memiliki nilai numerik pada bagian yang diekstrak, sehingga profil liabilitas tidak lengkap.
- Sisa dana yang belum digunakan dapat menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi penggunaan dana IPO.
- Koreksi laporan penggunaan dana dapat menarik perhatian regulator atau investor.
- Tidak ada rincian lebih lanjut tentang belanja modal yang dilakukan.
- Inkonsistensi tanggal laporan (01 September 2025 vs periode 31 Desember 2025) dapat menimbulkan keraguan atas keakuratan laporan.

### Items to monitor

- Rincian pendapatan keuangan Rp93,65 miliar dan sumbernya.
- Penjelasan penurunan kepentingan non-pengendali dari Rp7,32 miliar menjadi Rp4,88 juta.
- Rincian pengurangan aset tetap Rp34,67 miliar.
- Rincian utang bank jangka pendek BNI Rp8,0 miliar dan syaratnya.
- Rincian belanja modal dari dana IPO dan rencana penggunaan sisa dana Rp41,77 miliar.
- Alasan koreksi laporan penggunaan dana IPO.
- Perkembangan aset dalam penyelesaian Rp14,72 miliar dan uang muka aset tetap Rp78,29 miliar.
- Profil liabilitas jangka panjang (wesel bayar, obligasi, sukuk) yang tidak tercantum.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float dan papan pencatatan.

---

## EURO

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11064/BEI.PP1/08-2026 terkait rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Perseroan berencana menerbitkan maksimal 2.000.000.000 saham baru (78,47% dari saham beredar) untuk modal kerja dan peningkatan kapasitas usaha. Struktur, rasio, harga, dan penggunaan dana masih dalam finalisasi. Pengendali akan menerima HMETD proporsional dan diyakini mendukung. Jika pemegang saham tidak menggunakan haknya, dilusi maksimal 43,97%. Kebutuhan modal kerja 12 bulan Rp15-20 miliar, 24 bulan Rp25-30 miliar (indikatif). Tidak ada informasi material lain yang belum diungkap.

### Material changes

- Perseroan berencana menerbitkan saham baru maksimal 2.000.000.000 saham (78,47% dari saham beredar) melalui PMHMETD.
- Tujuan PMHMETD adalah mendukung modal kerja dan peningkatan kapasitas usaha.
- Jumlah maksimum saham baru akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB.
- Pemegang saham pengendali akan menerima HMETD secara proporsional dan diyakini mendukung aksi korporasi.
- Struktur PMHMETD, rasio, harga pelaksanaan, dan penggunaan dana masih dalam finalisasi.
- Informasi lengkap PMHMETD akan disampaikan saat pernyataan pendaftaran ke OJK.
- Jika pemegang saham tidak melaksanakan HMETD, dilusi maksimal 43,97%.
- Kebutuhan modal kerja 12 bulan ke depan diperkirakan Rp15-20 miliar, 24 bulan Rp25-30 miliar (indikatif).
- Rencana pengembangan bisnis meliputi peningkatan kapasitas produksi, pembaharuan mesin, efisiensi, pengembangan basis pelanggan, dan lini produk baru.
- Tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan yang mempengaruhi kelangsungan usaha atau harga saham.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Direktur Utama Marianti Hidayat.
- Tanggapan ini merujuk pada surat BEI No. S-11064/BEI.PP1/08-2026.

### Key financial figures

- **Jumlah saham baru maksimum:** 2.000.000.000 (rencana PMHMETD (belum final))
- **Persentase saham baru terhadap saham beredar:** 78,47% (rencana PMHMETD)
- **Dilusi maksimal jika tidak menggunakan HMETD:** 43,97% (rencana PMHMETD)
- **Modal kerja positif per 31 Desember 2025:** Rp23,03 miliar (31 Desember 2025)
- **Modal kerja positif per 30 Juni 2026:** Rp10,60 miliar (30 Juni 2026)
- **Kebutuhan modal kerja 12 bulan:** Rp15-20 miliar (12 bulan ke depan (indikatif))
- **Kebutuhan modal kerja 24 bulan kumulatif:** Rp25-30 miliar (24 bulan ke depan (indikatif))

### Corporate actions

- PMHMETD (rights issue) dengan jumlah saham baru maksimal 2 miliar saham

### Expansion projects

- Peningkatan kapasitas produksi
- Pembaharuan mesin, peralatan, dan fasilitas produksi
- Pengembangan basis pelanggan dan kerja sama baru
- Pengembangan lini jasa/produk baru

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan
- Pemegang saham pengendali akan menerima HMETD proporsional

### Capital structure

- Jumlah saham baru maksimal 2 miliar saham (78,47% dari saham beredar)
- Rasio PMHMETD belum final
- Dilusi maksimal 43,97% jika tidak menggunakan hak
- Pembeli siaga belum ditentukan

### Listing / regulatory

- Surat BEI No. S-11064/BEI.PP1/08-2026
- Rencana penyampaian pernyataan pendaftaran ke OJK

### Analytical scenarios

- **Jumlah saham beredar saat ini** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham baru 2 miliar dan persentase 78,47%, jumlah saham beredar saat ini diperkirakan sekitar 2,55 miliar saham (2.000.000.000 / 0,7847).
  - Basis: Jawaban poin 1a
  - Assumptions: Persentase 78,47% dihitung terhadap jumlah saham beredar saat ini.
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen.
- **Potensi dilusi dan pengendalian** [analyst_hypothesis, low]: Dengan dilusi maksimal 43,97%, jika pengendali tidak ikut serta, kepemilikan pengendali dapat turun signifikan, berpotensi mengubah pengendalian. Namun, Perseroan menyatakan pengendali akan menerima HMETD proporsional dan diyakini mendukung.
  - Basis: Jawaban poin 1b, 1c, 1f
  - Assumptions: Pengendali tidak menggunakan seluruh haknya.
  - Caveats: Struktur final belum ditentukan.
- **Kebutuhan dana PMHMETD** [analyst_hypothesis, low]: Kebutuhan modal kerja 12-24 bulan (Rp15-30 miliar) lebih rendah dari potensi dana yang dihimpun jika semua saham baru diterbitkan (2 miliar saham dikali harga pelaksanaan yang belum ditentukan). Ini menunjukkan mungkin ada penggunaan dana lain atau harga pelaksanaan rendah.
  - Basis: Jawaban poin 1k, 1a
  - Assumptions: Harga pelaksanaan belum diketahui.
  - Caveats: Struktur final belum final.

### Risks / uncertainties

- Struktur PMHMETD, rasio, harga, dan penggunaan dana belum final
- Pembeli siaga belum ditentukan
- Potensi dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan hak
- Potensi perubahan pengendalian belum dapat dipastikan
- Kebutuhan modal kerja bersifat indikatif dan dapat berubah

### Items to monitor

- Rencana PMHMETD dapat mempengaruhi harga saham
- Tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan

---

## EXCL

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 1 September 2026, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mengumumkan pembayaran kupon ke-16 untuk Obligasi Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2022 (Seri B, C, D) dan pembayaran Ijarah Fee ke-16 untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan III XL Axiata Tahap I Tahun 2022 (Seri B, C, D). Total pembayaran kupon obligasi adalah IDR 15.392.675.625, sedangkan total Ijarah Fee adalah IDR 16.576.344.750. Kedua pembayaran mencakup tambahan cicilan bunga/fee sebesar 0,34% per tahun secara pro rata, yang disebabkan oleh penurunan peringkat oleh Fitch Rating Indonesia. Tambahan ini disetujui melalui RUPO tanggal 14 April 2025 untuk obligasi dan Rapat Umum Pemegang Sukuk tanggal 3 Maret 2025 untuk sukuk. Pentingnya secara korporasi: pembayaran ini menunjukkan komitmen emiten dalam memenuhi kewajiban utang, namun juga mengindikasikan peningkatan biaya pendanaan akibat penurunan peringkat, yang dapat mempengaruhi arus kas dan profitabilitas di masa depan.

### Material changes

- Pembayaran kupon obligasi dan ijarah fee rutin
- Penambahan cicilan bunga/fee sebesar 0,34% per tahun akibat penurunan peringkat oleh Fitch Rating Indonesia

### Key financial figures

- **Nilai nominal kupon Seri B:** 7.969.394.250 (2026-09-01)
- **Nilai nominal kupon Seri C:** 3.665.049.000 (2026-09-01)
- **Nilai nominal kupon Seri D:** 3.758.232.375 (2026-09-01)
- **Total nilai nominal kupon ketiga seri:** 15.392.675.625 (2026-09-01)
- **Tingkat bunga Seri B:** 7,74% (2026-09-01)
- **Tingkat bunga Seri C:** 8,24% (2026-09-01)
- **Tingkat bunga Seri D:** 8,59% (2026-09-01)
- **Tambahan bunga per tahun:** 0,34% (2026-09-01)
- **Pokok obligasi Seri B:** Rp411.855.000.000 (2022)
- **Pokok obligasi Seri C:** Rp177.915.000.000 (2022)
- **Pokok obligasi Seri D:** Rp175.005.000.000 (2022)
- **Pokok sukuk ijarah Seri B:** Rp421.300.000.000 (2022)
- **Pokok sukuk ijarah Seri C:** Rp135.135.000.000 (2022)
- **Pokok sukuk ijarah Seri D:** Rp262.650.000.000 (2022)
- **Gabungan bunga obligasi Seri B:** Rp7.969.394.250 (2022)
- **Gabungan bunga obligasi Seri C:** Rp3.665.049.000 (2022)
- **Gabungan bunga obligasi Seri D:** Rp3.758.232.375 (2022)
- **Gabungan imbalan sukuk ijarah Seri B:** Rp8.152.155.000 (2022)
- **Gabungan imbalan sukuk ijarah Seri C:** Rp2.783.781.000 (2022)
- **Gabungan imbalan sukuk ijarah Seri D:** Rp5.640.408.750 (2022)
- **Nilai nominal Ijarah Fee Seri B:** 8.152.155.000 (2026-09-01)
- **Nilai nominal Ijarah Fee Seri C:** 2.783.781.000 (2026-09-01)
- **Nilai nominal Ijarah Fee Seri D:** 5.640.408.750 (2026-09-01)
- **Total nilai nominal Ijarah Fee ketiga seri:** 16.576.344.750 (2026-09-01)
- **Tingkat Ijarah Fee Seri B:** 7.74% (2026-09-01)
- **Tingkat Ijarah Fee Seri C:** 8.24% (2026-09-01)
- **Tingkat Ijarah Fee Seri D:** 8.59% (2026-09-01)
- **Penambahan cicilan fee per tahun:** 0.34% (2025-03-03)

### Corporate actions

- Pembayaran kupon obligasi
- Pembayaran ijarah fee

### Listing / regulatory

- Penurunan peringkat oleh Fitch Rating Indonesia

### Analytical scenarios

- **Pembayaran kupon obligasi** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan pembayaran kupon ke-16 untuk tiga seri obligasi berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2022.
  - Basis: Tabel informasi kupon pada halaman 1
- **Pembayaran Ijarah Fee** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan pembayaran Ijarah Fee ke-16 untuk tiga seri sukuk ijarah berkelanjutan III XL Axiata Tahap I Tahun 2022.
  - Basis: Tabel informasi ijarah fee pada halaman 1
- **Tambahan bunga/fee 0,34%** [explicit_fact, high]: Terdapat tambahan cicilan bunga/fee sebesar 0,34% per tahun yang dihitung secara pro rata, disebabkan oleh penurunan peringkat oleh Fitch Rating Indonesia.
  - Basis: Informasi tambahan bunga pada halaman 1; Informasi penambahan cicilan fee pada halaman 1
- **Dasar keputusan RUPO dan RUPS** [explicit_fact, high]: Keputusan RUPO tanggal 14 April 2025 menjadi dasar penerapan tambahan bunga obligasi, dan keputusan Rapat Umum Pemegang Sukuk tanggal 3 Maret 2025 menjadi dasar penambahan cicilan fee sukuk.
  - Basis: Keputusan RUPO tanggal 14 April 2025; Keputusan Rapat Umum Pemegang Sukuk tanggal 3 Maret 2025
- **Total pembayaran kupon obligasi** [derived_calculation, high]: Total nilai nominal kupon yang dibayarkan adalah IDR 7.969.394.250 + IDR 3.665.049.000 + IDR 3.758.232.375 = IDR 15.392.675.625.
  - Basis: Angka nilai nominal dari tabel
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana
- **Total pembayaran Ijarah Fee** [derived_calculation, high]: Total nilai nominal Ijarah Fee yang dibayarkan adalah IDR 8.152.155.000 + IDR 2.783.781.000 + IDR 5.640.408.750 = IDR 16.576.344.750.
  - Basis: Angka nilai nominal dari tabel
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana
- **Total pokok seluruh efek** [derived_calculation, high]: Total pokok seluruh efek adalah Rp1.583.860.000.000, dihitung dari penjumlahan pokok obligasi (Rp411,855 miliar + Rp177,915 miliar + Rp175,005 miliar) dan pokok sukuk (Rp421,3 miliar + Rp135,135 miliar + Rp262,65 miliar).
  - Basis: Penjumlahan nilai pokok pada tabel lampiran
  - Assumptions: Semua nilai pokok dalam Rupiah
- **Total gabungan bunga/imbalan** [derived_calculation, high]: Total gabungan bunga/imbalan adalah Rp31.969.020.375, dihitung dari penjumlahan gabungan bunga obligasi (Rp7,969 miliar + Rp3,665 miliar + Rp3,758 miliar) dan gabungan imbalan sukuk (Rp8,152 miliar + Rp2,784 miliar + Rp5,640 miliar).
  - Basis: Penjumlahan nilai gabungan bunga/imbalan pada tabel lampiran
  - Assumptions: Semua nilai dalam Rupiah
- **Dampak tambahan bunga/fee** [analyst_hypothesis, low]: Tambahan bunga/fee 0,34% per tahun dapat meningkatkan beban bunga emiten secara proporsional, namun dampak materialitasnya tidak dapat dihitung tanpa data pokok obligasi/sukuk yang beredar dan periode pro rata.
  - Basis: Informasi tambahan bunga pada halaman 1; Informasi penambahan cicilan fee pada halaman 1
  - Assumptions: Tambahan bunga/fee berlaku untuk seluruh seri; Periode pro rata dihitung sejak keputusan RUPO/RUPS
  - Caveats: Perhitungan detail tidak tersedia dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Perhitungan detail tambahan bunga/fee tidak disertakan dalam dokumen, hanya merujuk pada lampiran.
- Dampak penurunan peringkat terhadap biaya pendanaan tidak dijelaskan secara kuantitatif.
- Tidak ada tanggal pembayaran yang tercantum dalam lampiran, sehingga ketepatan waktu tidak dapat diverifikasi.
- Tidak ada informasi mengenai status kelanjutan pembayaran atau potensi gagal bayar.
- Tidak ada informasi jumlah pokok obligasi/sukuk yang beredar untuk setiap seri.
- Terdapat inkonsistensi penulisan tingkat bunga pada Seri C dan D (misalnya '8248' dan '859%') yang dapat menimbulkan ambiguitas, meskipun angka bunga dalam Rupiah tersedia.

### Items to monitor

- Rincian perhitungan tambahan bunga/fee 0,34% per tahun
- Jumlah pokok obligasi dan sukuk yang beredar
- Dampak penurunan peringkat terhadap biaya pendanaan di masa depan
- Kepatuhan terhadap ketentuan RUPO dan RUPS
- Potensi pembayaran kupon/ijarah fee berikutnya

---

## GEMA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) mengumumkan berita duka atas wafatnya Komisaris Independen, Bapak Bambang Permantoro, pada 29 Agustus 2026. Perusahaan menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus lain yang disebutkan.

### Material changes

- Wafatnya Komisaris Independen Bapak Bambang Permantoro pada tanggal 29 Agustus 2026.
- Perusahaan menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas dedikasi almarhum selama menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris.
- Laporan Informasi atau Fakta Material disampaikan oleh Corporate Secretary Ferlina Sutandi pada 31 Agustus 2026.
- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan dengan tanda '-' (tidak ada dampak).
- Bidang usaha emiten adalah Perdagangan Umum.
- Alamat emiten: SOUTH78, JL BOULEVARD GADING SERPONG BLOK O no 7 & 8, MEDANG.
- Nomor surat: S-049/S-CORSEC/GEMA/VIII/2026.
- Lampiran: S-049 KI ATAS WAFATNYA PAK BAMBANG.pdf.

### Management / control changes

- Wafatnya Komisaris Independen Bambang Permantoro pada 29 Agustus 2026; tidak ada informasi mengenai penggantian atau perubahan pengurus lain.

### Listing / regulatory

- Penyampaian keterbukaan informasi material berdasarkan POJK No. 33/POJK.04/2014, POJK No. 31/POJK.04/2015, dan Peraturan Bursa No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Kejadian material** [explicit_fact, high]: Wafatnya Komisaris Independen pada 29 Agustus 2026 dilaporkan sebagai informasi material.
  - Basis: Tertulis pada dokumen: 'Bapak Bambang Permantoro selaku Komisaris Independen telah berpulang pada hari Sabtu, tanggal 29 Agustus 2026.'
- **Dampak operasional** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Kolom 'Dampak kejadian...' diisi dengan tanda '-'.
- **Kebutuhan penggantian komisaris** [analyst_hypothesis, low]: Wafatnya komisaris independen dapat memicu kebutuhan penggantian untuk memenuhi ketentuan jumlah komisaris independen, namun belum ada informasi resmi.
  - Basis: Peristiwa wafatnya komisaris independen.
  - Assumptions: Perusahaan publik di Indonesia wajib memiliki minimal 30% komisaris independen.
  - Caveats: Belum ada pengumuman resmi mengenai rencana penggantian.

### Risks / uncertainties

- Belum ada informasi mengenai penggantian Komisaris Independen yang wafat.
- Tidak ada rincian dampak lebih lanjut selain pernyataan '-' pada dokumen.

---

## GIAA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 14:00 WIB, secara daring melalui sistem eASY.KSEI. Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada 15 September 2026 pukul 16.00 WIB atau pada sub-rekening efek KSEI pada penutupan perdagangan di BEI tanggal yang sama. Panggilan Rapat akan diumumkan pada 16 September 2026. Agenda RUPSLB belum diumumkan dalam dokumen ini. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal rencana RUPSLB, merujuk pada surat sebelumnya No. GARUDA/JKTDZ/20623/2026.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 14:00 WIB, secara daring melalui eASY.KSEI.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir ditetapkan pada 15 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Panggilan Rapat akan diumumkan pada 16 September 2026 melalui situs web Perseroan, BEI, dan eASY.KSEI.
- Pemegang Saham Seri A Dwiwarna atau pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 (5%) dari seluruh saham dengan hak suara sah dapat mengusulkan mata acara Rapat.
- Usulan mata acara harus disampaikan tertulis kepada Direksi paling lambat 9 September 2026.
- Rapat diselenggarakan sesuai POJK 15/2020 dan Anggaran Dasar Perseroan.
- Pengumuman ini merujuk pada surat sebelumnya No. GARUDA/JKTDZ/20623/2026.
- Dokumen ditandatangani oleh Andreas Tumpal H. Hutapea selaku Corporate Secretary Group Head.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan, namun agenda belum diumumkan; potensi aksi korporasi belum dapat diidentifikasi.

### Capital structure

- Pemegang Saham Seri A Dwiwarna memiliki hak khusus untuk mengusulkan mata acara Rapat.
- Pemegang saham lain dapat mengusulkan mata acara jika mewakili minimal 1/20 (5%) dari total saham dengan hak suara sah.

### Listing / regulatory

- Rapat diselenggarakan sesuai POJK 15/2020 dan Anggaran Dasar Perseroan.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 8 Oktober 2026, dengan recording date 15 September 2026 dan panggilan Rapat pada 16 September 2026.
  - Basis: Tanggal 8 Oktober 2026 disebutkan sebagai tanggal Rapat.; Tanggal 15 September 2026 disebutkan sebagai recording date.; Tanggal 16 September 2026 disebutkan sebagai tanggal panggilan Rapat.
- **Hak usulan mata acara** [explicit_fact, high]: Pemegang saham Seri A Dwiwarna atau pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 saham dengan hak suara sah dapat mengusulkan mata acara Rapat, dengan batas waktu 9 September 2026.
  - Basis: Pasal 16 POJK 15/2020 dan Pasal 21 ayat (6) Anggaran Dasar disebutkan.; Batas waktu 9 September 2026 disebutkan.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga aksi korporasi yang mungkin dibahas tidak dapat diprediksi. Namun, RUPSLB sering digunakan untuk persetujuan transaksi material atau perubahan struktur modal.
  - Basis: Dokumen hanya mengumumkan jadwal dan tata cara, tanpa agenda.
  - Assumptions: RUPSLB umumnya untuk agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar RUPS tahunan.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi agenda; hipotesis hanya berdasarkan praktik umum.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga ketidakpastian mengenai keputusan yang akan diambil.
- Lokasi RUPSLB masih bersifat rencana ('bila sudah dapat diumumkan dan sesuai iklan').
- Pemegang saham yang ingin mengusulkan mata acara harus memenuhi persyaratan dan batas waktu yang ketat.

---

## GTRA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) menyampaikan laporan keuangan interim (limited review) untuk periode 1 Januari–30 Juni 2026. Pendapatan naik 50,8% menjadi Rp416,31 miliar dan laba bersih naik 86,8% menjadi Rp54,70 miliar. Total aset naik 40% menjadi Rp1,74 triliun, terutama dari penambahan aset tetap kendaraan bermotor Rp494,08 miliar. Ekspansi armada didanai melalui peningkatan utang pembiayaan konsumen (naik 111,4% menjadi Rp593,36 miliar) dan pinjaman bank jangka panjang (naik 56,9% menjadi Rp306,90 miliar). Terdapat perubahan susunan Direksi efektif 23 Juni 2026 dengan penambahan Mohammad Rifki Abdul Aziz sebagai Direktur. Setelah periode pelaporan, BCA menyetujui fasilitas kredit investasi Rp130 miliar untuk 100 unit truk Hino FL 260. Tidak ada aksi korporasi ekuitas (rights issue, saham bonus, buyback) pada periode berjalan.

### Material changes

- Laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode 30 Juni 2026 tidak diaudit, direviu oleh KAP Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan dengan kesimpulan wajar, ditandatangani 28 Agustus 2026.
- Total aset per 30 Juni 2026 Rp1.740.079.004.309, naik dari Rp1.242.804.936.571 per 31 Desember 2025.
- Pendapatan usaha 6M 2026 Rp416.305.253.678, naik 50,8% dari Rp276.031.872.177 pada 6M 2025.
- Laba bersih 6M 2026 Rp54.699.679.248, naik 86,8% dari Rp29.290.892.280 pada 6M 2025.
- Penambahan aset tetap periode 2026 Rp498.120.438.013, terutama kendaraan bermotor Rp494.082.111.556 (99,2% dari total penambahan).
- Utang pembiayaan konsumen total per 30 Juni 2026 Rp593.357.390.705, naik 111,4% dari Rp280.664.181.625 per 31 Desember 2025.
- Pinjaman bank jangka panjang per 30 Juni 2026 Rp306.896.860.068, naik 56,9% dari Rp195.542.281.443 per 31 Desember 2025.
- Fasilitas kredit baru Bank Shinhan Rp200 miliar ditandatangani 24 April 2026 untuk pembelian truk, bunga 7,5%, tenor 84 bulan.
- Perubahan susunan Direksi efektif 23 Juni 2026 (Akta No. 147): penambahan Mohammad Rifki Abdul Aziz sebagai Direktur; susunan per 30 Juni 2026: Direktur Utama Ronny Senjaya, Direktur Pittoyo Adi Kriswanto, Ryan Pratama Kusuma, Mohammad Rifki Abdul Aziz.
- Setelah periode pelaporan, 8 Juli 2026 BCA menyetujui fasilitas kredit investasi Rp130 miliar, bunga 7,5%, tenor 6 tahun, untuk 100 unit truk Hino FL 260.
- Rasio utang terhadap modal per 30 Juni 2026 2,60x, naik dari 1,84x per 31 Desember 2025.
- Konsentrasi pendapatan pada dua pelanggan utama: PT Nusantara Ekspres Kilat Rp169.190.811.328 dan PT Inbisco Niagatama Semesta Rp90.185.562.756, total sekitar 62,3% dari pendapatan.
- Pembelian dari pihak berelasi (PT Gama Putra Sukses Prima) Rp111.092.836.784, setara 43,89% dari beban pokok pendapatan.
- Tidak ada penerbitan saham, dividen, atau transaksi tresuri pada periode berjalan.
- RUPST 23 Juni 2026 menetapkan pencadangan laba umum Rp5 miliar; saldo laba ditentukan menjadi Rp25 miliar.

### Key financial figures

- **Total aset:** 1.740.079.004.309 (2026-06-30)
- **Total aset:** 1.242.804.936.571 (2025-12-31)
- **Total liabilitas:** 1.298.825.565.646 (2026-06-30)
- **Total liabilitas:** 856.251.177.156 (2025-12-31)
- **Total ekuitas:** 441.253.438.663 (2026-06-30)
- **Ekuitas yang diatribusikan ke pemilik entitas induk:** 440.787.896.768 (2026-06-30)
- **Kepentingan non-pengendali:** 465.541.895 (2026-06-30)
- **Pendapatan usaha:** 416.305.253.678 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Pendapatan usaha:** 276.031.872.177 (2025-01-01 s.d 2025-06-30)
- **Laba bersih:** 54.699.679.248 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Laba bersih:** 29.290.892.280 (2025-01-01 s.d 2025-06-30)
- **Laba per saham dasar:** 28.76 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Laba per saham dasar:** 15.46 (2025-01-01 s.d 2025-06-30)
- **Aset tetap neto:** 1.381.723.521.203 (2026-06-30)
- **Aset tetap neto:** 956.115.578.312 (2025-12-31)
- **Aset tetap bruto:** 1.490.959.223.290 (2026-06-30)
- **Penambahan aset tetap:** 498.120.438.013 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 29.716.666.451 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 19.695.706.377 (2025-12-31)
- **Piutang usaha neto:** 220.267.193.276 (2026-06-30)
- **Piutang usaha neto:** 192.027.963.737 (2025-12-31)
- **Utang pembiayaan konsumen (total):** 593.357.390.705 (2026-06-30)
- **Utang pembiayaan konsumen (total):** 280.664.181.625 (2025-12-31)
- **Pinjaman bank jangka panjang:** 306.896.860.068 (2026-06-30)
- **Pinjaman bank jangka panjang:** 195.542.281.443 (2025-12-31)
- **Utang bank jangka panjang (kotor):** 534.635.905.029 (2026-06-30)
- **Utang bank jangka pendek:** 17.729.771.107 (2026-06-30)
- **Pembiayaan musyarakah:** 227.739.044.961 (2026-06-30)
- **Pembiayaan musyarakah:** 233.972.663.217 (2025-12-31)
- **Arus kas operasi:** 36.280.251.489 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Arus kas investasi:** 44.361.523.165 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Arus kas pendanaan:** -70.620.814.580 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Penerimaan penjualan aset tetap:** 47.156.485.967 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Pembayaran perolehan aset tetap:** 9.699.708.013 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Beban bunga dan keuangan:** 43.147.969.911 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Beban keuangan:** 32.744.043.117 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Beban keuangan:** 22.954.864.741 (2025-01-01 s.d 2025-06-30)
- **Pembayaran utang pembiayaan konsumen:** 45.227.520.920 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Pembayaran pinjaman bank:** 25.393.293.660 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Pendapatan dari PT Nusantara Ekspres Kilat:** 169.190.811.328 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)
- **Pendapatan dari PT Inbisco Niagatama Semesta:** 90.185.562.756 (2026-01-01 s.d 2026-06-30)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi ekuitas (penerbitan saham, dividen, saham bonus, stock split, buyback) pada periode berjalan.
- Perubahan susunan Direksi efektif 23 Juni 2026 (penambahan Mohammad Rifki Abdul Aziz sebagai Direktur).
- RUPST 23 Juni 2026 menetapkan pencadangan laba umum Rp5 miliar dari saldo laba.

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap periode 2026 sebesar Rp498,12 miliar, terutama kendaraan bermotor Rp494,08 miliar.
- Fasilitas kredit Bank Shinhan Rp200 miliar (24 April 2026) untuk pembelian truk, bunga 7,5%, tenor 84 bulan.
- Fasilitas Bank Saqu Rp27,945 miliar (18 September 2025) untuk 23 unit truk.
- Fasilitas Bank Victoria term loan Rp70 miliar (25 Juni 2025) untuk refinancing 179 kendaraan dan pembelian baru.
- Fasilitas kredit investasi BCA Rp130 miliar (8 Juli 2026, setelah periode pelaporan) untuk 100 unit truk Hino FL 260, bunga 7,5%, tenor 6 tahun.
- Aset dalam penyelesaian (bangunan) dengan estimasi selesai September 2026.
- Pembangunan pool Deltamas fase 1 dan 2 di Sukamahi, Cikarang Pusat, Kab. Bekasi, dibiayai Maybank (PB1-PB4).

### Management / control changes

- Perubahan susunan Direksi efektif 23 Juni 2026 (Akta No. 147): penambahan Mohammad Rifki Abdul Aziz sebagai Direktur. Susunan per 30 Juni 2026: Direktur Utama Ronny Senjaya, Direktur Pittoyo Adi Kriswanto, Ryan Pratama Kusuma, Mohammad Rifki Abdul Aziz.
- Tidak ada perubahan Dewan Komisaris atau pengendali akhir yang diungkapkan. Ronny Senjaya tetap pengendali akhir.

### Capital structure

- Modal saham ditempatkan dan disetor 1.894.375.000 saham, nilai nominal Rp100, total Rp189.437.500.000.
- Tambahan modal disetor Rp15.161.644.523 (agio saham IPO Rp18.943.750.000 dikurangi biaya emisi Rp3.782.105.477).
- Struktur pemegang saham: PT Adika Eka Putra 35%, PT Trimulti Adinata Perkasa 35%, Ardi Supriyadi 5%, Ronny Senjaya 5%, masyarakat 20%.
- Saldo laba ditentukan penggunaannya naik dari Rp20 miliar menjadi Rp25 miliar karena alokasi cadangan umum Rp5 miliar.
- Kepentingan nonpengendali meningkat dari Rp254.473.504 menjadi Rp465.541.895.

### Listing / regulatory

- Laporan keuangan interim tidak diaudit, hanya direviu oleh KAP Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan dengan kesimpulan wajar.
- Tidak ada suspensi, delisting, atau pelanggaran free float yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan pendapatan dan laba** [derived_calculation, high]: Pendapatan naik 50,8% dan laba bersih naik 86,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan laba yang lebih cepat dari pendapatan.
  - Basis: Pendapatan 6M 2026: Rp416.305.253.678; Pendapatan 6M 2025: Rp276.031.872.177; Laba bersih 6M 2026: Rp54.699.679.248; Laba bersih 6M 2025: Rp29.290.892.280
  - Assumptions: Perhitungan langsung dari angka laporan laba rugi.
- **Peningkatan leverage** [derived_calculation, high]: Rasio utang terhadap modal naik dari 1,84x menjadi 2,60x, dan pinjaman berbunga naik dari Rp710,18 miliar menjadi Rp1.145,72 miliar, menunjukkan peningkatan leverage signifikan.
  - Basis: Rasio utang terhadap modal per 30 Juni 2026: 2,60; Rasio utang terhadap modal per 31 Desember 2025: 1,84; Pinjaman berbunga per 30 Juni 2026: Rp1.145.723.066.841
  - Assumptions: Rasio dihitung sebagai pinjaman berbunga dibagi total ekuitas.
- **Konsentrasi pendapatan pelanggan** [derived_calculation, high]: Dua pelanggan utama (PT Nusantara Ekspres Kilat dan PT Inbisco Niagatama Semesta) menyumbang sekitar 62,3% dari total pendapatan (Rp259,38 miliar dari Rp416,31 miliar), menunjukkan risiko konsentrasi.
  - Basis: Pendapatan dari NEK: Rp169.190.811.328; Pendapatan dari Inbisco: Rp90.185.562.756; Total pendapatan: Rp416.305.253.678
  - Assumptions: Perhitungan proporsi sederhana.
- **Peningkatan utang pembiayaan konsumen** [derived_calculation, high]: Utang pembiayaan konsumen naik 111,4% dari Rp280,66 miliar menjadi Rp593,36 miliar, mengindikasikan ekspansi pembiayaan aset kendaraan.
  - Basis: Utang pembiayaan konsumen 30 Juni 2026: Rp593.357.390.705; Utang pembiayaan konsumen 31 Desember 2025: Rp280.664.181.625
  - Assumptions: Perhitungan selisih dan persentase.
- **Ketergantungan pada pihak berelasi** [derived_calculation, high]: Pembelian dari pihak berelasi (PT Gama Putra Sukses Prima) mencapai 43,89% dari beban pokok pendapatan, menunjukkan ketergantungan signifikan pada transaksi berelasi.
  - Basis: Pembelian pihak berelasi: Rp111.092.836.784; Total beban pokok pendapatan: Rp253.093.993.171
  - Assumptions: Persentase yang dilaporkan akurat.
- **Ekspansi armada kendaraan** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan signifikan pada utang pembiayaan konsumen, pinjaman bank, dan penambahan aset tetap kendaraan mengindikasikan ekspansi armada, sejalan dengan pertumbuhan pendapatan jasa angkutan.
  - Basis: Penambahan aset tetap kendaraan Rp494,08 miliar; Kenaikan utang pembiayaan konsumen Rp312,69 miliar; Fasilitas BCA untuk 100 truk Hino FL 260
  - Assumptions: Penambahan aset terkait dengan kendaraan operasional.
  - Caveats: Tidak ada rincian lebih lanjut tentang jenis aset atau kontrak pendukung.
- **Risiko likuiditas jangka pendek** [analyst_hypothesis, medium]: Liabilitas keuangan jatuh tempo ≤1 tahun (Rp222,66 miliar) jauh melebihi kas dan setara kas (Rp29,72 miliar), menunjukkan potensi tekanan likuiditas jika arus kas operasi tidak mencukupi.
  - Basis: Kas dan setara kas: Rp29.716.666.451; Liabilitas jangka pendek: Rp222.660.662.764
  - Assumptions: Membandingkan kas dengan liabilitas jangka pendek.
  - Caveats: Arus kas operasi tidak diungkapkan di bagian ini.
- **Pembatasan dividen dan fleksibilitas** [analyst_hypothesis, medium]: Klausul pembatasan dividen maksimal 50% laba bersih pada perjanjian Bank Saqu dan negative covenants pada perjanjian lain dapat membatasi distribusi dividen dan aksi korporasi di masa depan.
  - Basis: Perjanjian kredit Saqu: 'Membagikan deviden diatas 50% dari pendapatan bersih' tanpa persetujuan; Negative covenants pada perjanjian Shinhan, Victoria, Amar
  - Assumptions: Klausul ini berlaku selama fasilitas kredit berjalan.
  - Caveats: Tidak ada indikasi pelanggaran atau rencana dividen saat ini.

### Risks / uncertainties

- Konsentrasi pendapatan pada dua pelanggan utama (PT Nusantara Ekspres Kilat dan PT Inbisco Niagatama Semesta) yang menyumbang lebih dari 60% pendapatan.
- Konsentrasi piutang pada PT Nusantara Ekspres Kilat sekitar 43,6% dari piutang pihak ketiga.
- Peningkatan leverage (rasio liabilitas terhadap ekuitas naik dari 2,21 menjadi 2,94; rasio utang terhadap modal naik dari 1,84x menjadi 2,60x).
- Kenaikan suku bunga dari beberapa kreditur pada 2026 (Victoria, Panin Dubai Syariah) dapat meningkatkan beban bunga.
- Fasilitas kredit jangka pendek jatuh tempo September dan Desember 2026, menimbulkan risiko refinancing.
- Laporan keuangan adalah limited review, sehingga angka belum diaudit penuh.
- Negative covenants pada perjanjian kredit dapat membatasi fleksibilitas operasional dan aksi korporasi.
- Perjanjian dengan GOPL berakhir 30 Juni 2026 dan perpanjangan belum pasti; perjanjian dengan Softex berlaku sampai diakhiri salah satu pihak.

### Items to monitor

- Pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan (masing-masing naik 50,8% dan 86,8%) dapat menjadi perhatian investor.
- Peningkatan leverage dan ekspansi armada yang agresif dapat mempengaruhi profil risiko perusahaan.
- Konsentrasi pelanggan dan ketergantungan pada pihak berelasi merupakan risiko yang perlu dipantau.
- Perubahan susunan Direksi dan fasilitas kredit baru setelah periode pelaporan dapat mempengaruhi prospek perusahaan.

---

## HEXA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menyampaikan koreksi atas pengumuman bukti iklan panggilan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa. Pengumuman awal bernomor 040a/HEXA/9034/VIII/2026 tanggal 26 Agustus 2026, dan koreksi ini bernomor 040c/HEXA/9034/VIII/2026 tanggal 31 Agustus 2026. Iklan pemanggilan RUPS telah dimuat di website Perseroan, website IDX, dan aplikasi eASY.KSEI pada 26 Agustus 2026, serta koreksi pemanggilan dimuat di website Perseroan dan IDX pada 30 Agustus 2026. RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa dijadwalkan pada 17 September 2026 pukul 10.20 WIB, dengan Biro Administrasi Efek PT Raya Saham Registra. Dokumen tidak memuat agenda RUPS, materi, atau informasi keuangan. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus yang diungkapkan.

### Material changes

- PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menyampaikan bukti iklan panggilan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa melalui surat nomor 040c/HEXA/9034/VIII/2026 tanggal 31 Agustus 2026.
- Pengumuman ini merupakan koreksi atas surat sebelumnya nomor 040a/HEXA/9034/VIII/2026 tanggal 26 Agustus 2026.
- Pemanggilan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa diiklankan di website Perseroan, website IDX, dan aplikasi eASY.KSEI pada 26 Agustus 2026.
- Koreksi pemanggilan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa diiklankan di website Perseroan dan website IDX pada 30 Agustus 2026.
- RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa dijadwalkan pada 17 September 2026 pukul 10.20 WIB.
- Biro Administrasi Efek yang ditunjuk adalah PT Raya Saham Registra.
- Dokumen ditandatangani oleh Listiana A. Kurniawati selaku Corporate Secretary pada 31-08-2026 15:51.

### Corporate actions

- Penyelenggaraan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa dijadwalkan pada 17 September 2026 pukul 10.20 WIB. Agenda RUPS tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan panggilan RUPS sebagai bagian dari kepatuhan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Koreksi pengumuman** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan bahwa surat ini adalah koreksi atas pengumuman sebelumnya, namun nomor surat yang dikoreksi (040a) berbeda dengan nomor surat yang disebutkan dalam teks koreksi (040c), menimbulkan ketidakjelasan administratif.
  - Basis: Surat nomor 040c/HEXA/9034/VIII/2026; Mengoreksi surat nomor 040a/HEXA/9034/VIII/2026
  - Caveats: Perbedaan nomor surat mungkin hanya kesalahan ketik atau penomoran internal.
- **Media publikasi** [explicit_fact, high]: Pemanggilan RUPS diumumkan melalui tiga media pada 26 Agustus 2026 (website Perseroan, IDX, dan KSEI) dan koreksi diumumkan melalui dua media pada 30 Agustus 2026 (website Perseroan dan IDX).
  - Basis: Tabel media cetak dan tanggal penerbitan
- **Agenda RUPS** [analyst_hypothesis, low]: Karena dokumen ini hanya bukti iklan, agenda RUPS tidak disebutkan. Namun, adanya RUPS Luar Biasa mengindikasikan adanya aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penggantian pengurus, atau transaksi material.
  - Basis: Penyebutan RUPS Luar Biasa
  - Assumptions: RUPS Luar Biasa biasanya untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Agenda spesifik tidak tersedia dalam dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Ketidakjelasan nomor surat yang dikoreksi (040a vs 040c) dapat menimbulkan kebingungan administratif.
- Tidak ada rincian agenda RUPS, sehingga investor tidak dapat menilai dampak potensial dari keputusan yang akan diambil.
- Alamat korespondensi BAE tidak terbaca lengkap pada dokumen.

### Items to monitor

- Keputusan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa dapat berdampak pada arah strategis perusahaan, namun agenda tidak diungkapkan sehingga relevansi pasar belum dapat dinilai.

---

## HUMI

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 14:30–15:30 WIB, bertempat di Mangkuluhur City Tower One, Meeting Room Lantai 26, Jl. Gatot Subroto Kav. II No. 3, Jakarta Selatan. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir ditetapkan pada 15 September 2026 pukul 16.00 WIB, dan pemanggilan Rapat dijadwalkan pada 16 September 2026. Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan perubahan pengurus perseroan, namun rincian perubahan (individu, jabatan, efektivitas) belum diumumkan. Kuorum minimum yang diumumkan adalah 9.031.335.797 saham dari total 18.063.771.579 saham tercatat (rasio ±50%). Pengumuman ini merupakan pengumuman awal (pemberitahuan rencana RUPSLB), bukan koreksi, pembatalan, atau lanjutan dari agenda spesifik.

### Material changes

- RUPSLB akan diselenggarakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 14:30–15:30 WIB.
- Lokasi RUPSLB: Mangkuluhur City Tower One, Meeting Room Lantai 26, Jl. Gatot Subroto Kav. II No. 3, Jakarta Selatan.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir: 15 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Pemanggilan Rapat beserta mata acara akan diumumkan pada Rabu, 16 September 2026 melalui website perusahaan, Bursa, dan eASY.KSEI.
- Agenda tunggal RUPSLB: persetujuan perubahan pengurus perseroan.
- Kuorum minimum yang diumumkan untuk RUPSLB: 9.031.335.797 saham.
- Jumlah saham tercatat emiten: 18.063.771.579 saham.
- Pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 (satu per dua puluh) dari seluruh saham dengan hak suara sah dapat mengajukan usulan mata acara, sesuai Pasal 21 ayat 7 Anggaran Dasar dan Pasal 16 POJK No. 15/POJK.04/2020.
- Usulan mata acara harus diterima Direksi paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Tanggal Pemanggilan Rapat.
- Kuasa elektronik (e-Proxy) tersedia melalui eASY.KSEI sejak tanggal pemanggilan hingga 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal penyelenggaraan Rapat.
- Pengumuman ini merujuk pada surat sebelumnya No. 607a/DU-HUMI/VIII/2026.
- Pengumuman ditandatangani oleh Arya M. Pradana selaku Corporate Secretary; surat pengumuman juga ditandatangani oleh Direktur Utama I Gusti Ngurah Askkara Wanadiputra.
- Notaris yang ditunjuk: Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn.
- Penyelenggara RUPSLB adalah emiten (issuer).
- Rapat mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.
- Tembusan pengumuman ditujukan kepada Direktur Utama BEI, Direktur Utama KSEI, Biro Administrasi Efek PT EDI Indonesia, Notaris Christina Dwi Utami, dan Dewan Komisaris Perseroan.

### Key financial figures

- **jumlah_saham_tercatat:** 18.063.771.579 (2026-08-28)
- **kuorum_minimum_rupslb:** 9.031.335.797 (2026-08-28)

### Corporate actions

- RUPSLB dengan agenda persetujuan perubahan pengurus perseroan (detail belum diumumkan).

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB adalah persetujuan perubahan pengurus perseroan; rincian perubahan (individu, jabatan, efektivitas) belum diumumkan.

### Listing / regulatory

- Pengumuman RUPSLB merupakan kewajiban keterbukaan informasi sesuai regulasi bursa.
- Rapat mengacu pada POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.

### Analytical scenarios

- **rasio_kuorum_terhadap_saham_tercatat** [derived_calculation, high]: Kuorum minimum 9.031.335.797 saham dibandingkan jumlah saham tercatat 18.063.771.579 saham menghasilkan rasio sekitar 50% (9.031.335.797 / 18.063.771.579 = 0,5).
  - Basis: 9.031.335.797; 18.063.771.579
  - Assumptions: Angka kuorum dan jumlah saham tercatat diambil langsung dari dokumen.
  - Caveats: Perhitungan hanya berdasarkan dua angka yang tersedia; tidak ada informasi tambahan tentang aturan kuorum yang berlaku.
- **agenda_rupslb** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB dengan agenda tunggal persetujuan perubahan pengurus biasanya digunakan untuk meresmikan pergantian direksi atau komisaris. Namun, tanpa rincian agenda yang diumumkan, tidak dapat dipastikan individu atau jabatan yang berubah.
  - Basis: Agenda tunggal RUPSLB: persetujuan perubahan pengurus perseroan.
  - Assumptions: Perubahan pengurus mengacu pada susunan direksi dan/atau komisaris.
  - Caveats: Rincian perubahan pengurus belum diumumkan; informasi baru akan tersedia pada pemanggilan Rapat tanggal 16 September 2026.

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan pengurus (individu, jabatan, efektivitas) belum diumumkan.
- Agenda RUPSLB baru akan diumumkan pada pemanggilan Rapat tanggal 16 September 2026.
- Kuorum minimum yang diumumkan mungkin belum final; dapat berubah sesuai ketentuan yang berlaku.
- Lampiran yang disebutkan (pengumuman RUPSLB, pengumuman KSEI, dll.) tidak disertakan dalam dokumen utama, sehingga detail tambahan tidak dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Perubahan pengurus dapat mempengaruhi arah strategi dan operasional perusahaan, namun dampaknya belum dapat dinilai karena rincian belum diumumkan.
- Pemegang saham perlu memantau pemanggilan Rapat pada 16 September 2026 untuk mendapatkan agenda lengkap dan rincian perubahan pengurus.

---

## IKPM

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Ikapharmindo Putramas Tbk (IKPM) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11177/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 1 September 2026 terkait volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material lain yang belum diungkap, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini bersifat tanggapan atas permintaan Bursa, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan fundamental.

### Material changes

- IKPM menerima surat BEI No. S-11177/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 1 September 2026 perihal permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan II.2.1 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana yang berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Setelah Corporate Secretary menanyakan kepada pemegang saham utama, pemegang saham utama menyatakan tidak ada rencana terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat tanggapan bernomor 48/DIR/IX/26 tanggal 1 September 2026, ditandatangani oleh Direktur Ayi Saepudin dan Corporate Secretary, ditujukan kepada Kadiv Penilaian Perusahaan 3 BEI, Ibu Lidia M. Panjaitan.

### Listing / regulatory

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek IKPM melalui surat No. S-11177/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 1 September 2026.
- IKPM menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: IKPM secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik menurut POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan Nomor I-E.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 1 dan 2 dokumen
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: IKPM menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 2 dokumen
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: IKPM menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 2 dokumen
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama, setelah ditanyai Corporate Secretary, menyatakan tidak ada rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 3 dokumen
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan Bursa mungkin disebabkan oleh faktor pasar atau spekulasi, namun tidak ada informasi material yang diungkapkan.
  - Basis: Surat permintaan Bursa No. S-11177/BEI.PP3/09-2026
  - Assumptions: Volatilitas terjadi sebelum tanggal surat
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian terkait penyebab volatilitas transaksi efek IKPM yang diminta penjelasannya oleh BEI.
- Risiko kepatuhan jika pernyataan IKPM tidak sesuai dengan kondisi aktual, meskipun tidak ada indikasi pelanggaran dalam dokumen.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material yang diungkapkan; pernyataan manajemen tidak menyebutkan faktor fundamental.
- Volatilitas transaksi yang memicu permintaan Bursa mungkin disebabkan oleh faktor pasar atau spekulasi, namun tidak ada informasi material yang diungkapkan.

---

## INCI

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 31 Agustus–1 September 2026, PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) menyampaikan dua pengumuman terkait Laporan Keuangan Interim per 30 Juni 2026. Pengumuman pertama (31 Agustus 2026) adalah penyampaian laporan keuangan interim yang telah ditelaah secara terbatas oleh KAP Arman Eddy Ferdinand dan Rekan dengan hasil 'Kesimpulan Reviu Tanpa Modifikasian'. Laporan ini menunjukkan kinerja keuangan yang meningkat signifikan: pendapatan usaha naik sekitar 39,1% menjadi Rp235,20 miliar dan laba bersih naik sekitar 225,1% menjadi Rp27,79 miliar. Pengumuman kedua (1 September 2026) adalah bukti iklan informasi laporan keuangan interim yang dimuat di website perusahaan dan IDX. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau transaksi aset material dalam kedua pengumuman. Pentingnya secara korporasi adalah peningkatan kinerja keuangan yang substansial dan pemenuhan kewajiban publikasi informasi keuangan.

### Material changes

- Pendapatan usaha naik dari Rp169,12 miliar menjadi Rp235,20 miliar (naik ~39,1%).
- Laba bersih naik dari Rp8,55 miliar menjadi Rp27,79 miliar (naik ~225,1%).
- Total aset naik dari Rp559,13 miliar menjadi Rp603,56 miliar.
- Kas dan setara kas turun dari Rp172,84 miliar menjadi Rp149,04 miliar.
- Total liabilitas jangka pendek naik dari Rp71,48 miliar menjadi Rp89,40 miliar.
- Total ekuitas naik dari Rp478,46 miliar menjadi Rp503,58 miliar.
- Persediaan kotor naik dari Rp43,53 miliar menjadi Rp62,10 miliar.
- Arus kas operasi membaik dari negatif Rp5,69 miliar menjadi positif Rp1,45 miliar.
- Arus kas investasi negatif Rp21,49 miliar, terutama dari penempatan obligasi/sukuk Rp21,62 miliar.
- Arus kas pendanaan positif Rp20,24 miliar.
- Distribusi dividen kas Rp4,15 miliar pada periode berjalan.

### Key financial figures

- **Pendapatan usaha:** Rp235.195.052.400 (1 Jan–30 Jun 2026)
- **Pendapatan usaha:** Rp169.117.837.979 (1 Jan–30 Jun 2025)
- **Laba bersih:** Rp27.789.961.986 (1 Jan–30 Jun 2026)
- **Laba bersih:** Rp8.549.249.400 (1 Jan–30 Jun 2025)
- **Total aset:** Rp603.559.944.766 (30 Jun 2026)
- **Total aset:** Rp559.125.838.568 (31 Des 2025)
- **Kas dan setara kas:** Rp149.038.388.737 (30 Jun 2026)
- **Kas dan setara kas:** Rp172.842.354.467 (31 Des 2025)
- **Total liabilitas jangka pendek:** Rp89.400.723.687 (30 Jun 2026)
- **Total liabilitas jangka pendek:** Rp71.475.249.919 (31 Des 2025)
- **Total ekuitas:** Rp503.578.064.882 (30 Jun 2026)
- **Total ekuitas:** Rp478.460.731.657 (31 Des 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** Rp1.452.515.471 (1 Jan–30 Jun 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -Rp5.690.208.149 (1 Jan–30 Jun 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -Rp21.491.680.346 (1 Jan–30 Jun 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** Rp20.240.000.000 (1 Jan–30 Jun 2026)
- **Penempatan obligasi/sukuk:** -Rp21.624.703.329 (1 Jan–30 Jun 2026)
- **Aset tetap bruto:** Rp332.397.435.990 (30 Jun 2026)
- **Penambahan aset tetap:** Rp1.620.708.226 (1 Jan–30 Jun 2026)
- **Piutang usaha kotor:** Rp132.066.363.133 (30 Jun 2026)
- **Penyisihan penurunan nilai piutang usaha:** Rp22.825.239.210 (30 Jun 2026)
- **Persediaan kotor:** Rp62.098.201.887 (30 Jun 2026)
- **Persediaan kotor:** Rp43.533.414.135 (31 Des 2025)
- **Distribusi dividen kas:** Rp4.153.132.340 (1 Jan–30 Jun 2026)

### Corporate actions

- Distribusi dividen kas sebesar Rp4.153.132.340 pada periode berjalan (1 Jan–30 Jun 2026).

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap periode berjalan sebesar Rp1.620.708.226, terutama pada kendaraan bermotor (Rp1.582.545.163) dan lainnya (Rp38.163.063).

### Capital structure

- Saham biasa akhir periode berjalan sebesar Rp103.828.308.500.
- Tambahan modal disetor akhir periode berjalan sebesar Rp3.328.036.410.
- Cadangan perubahan nilai wajar aset keuangan FVOCI akhir periode berjalan sebesar Rp121.854.641.
- Cadangan lainnya akhir periode berjalan sebesar Rp2.226.417.430.

### Listing / regulatory

- Tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan ditelaah secara terbatas, hasil review tanpa modifikasian.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/2017 dan POJK 13/2017 dinyatakan 'Ya'.
- Penyampaian bukti iklan Laporan Keuangan Interim Juni 2026 kepada Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Penyampaian Laporan Keuangan Interim** [explicit_fact, high]: INCI menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 30 Juni 2026 yang telah ditelaah secara terbatas oleh KAP Arman Eddy Ferdinand dan Rekan dengan hasil 'Kesimpulan Reviu Tanpa Modifikasian'.
  - Basis: Pengumuman 20260831235326-1.001/ACC-JKT/DIR/VIII/2026_id-id
- **Bukti Iklan Laporan Keuangan** [explicit_fact, high]: INCI menyampaikan bukti iklan Informasi Laporan Keuangan Interim yang dimuat di website perusahaan pada 1 September 2026 dan di website IDX pada 31 Agustus 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260901113611-1.110/IWI-JKT/E/IX/2026_id-id
- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan usaha naik sekitar 39,1% dari periode sebelumnya (235.195.052.400 / 169.117.837.979 - 1).
  - Basis: Pendapatan CurrentYearDuration: 235.195.052.400; Pendapatan PriorYearDuration: 169.117.837.979
- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih naik sekitar 225,1% dari periode sebelumnya (27.789.961.986 / 8.549.249.400 - 1).
  - Basis: Laba bersih CurrentYearDuration: 27.789.961.986; Laba bersih PriorYearDuration: 8.549.249.400
- **Margin laba bersih** [derived_calculation, high]: Margin laba bersih naik dari sekitar 5,1% menjadi sekitar 11,8% (laba bersih / pendapatan).
  - Basis: Laba bersih CurrentYearDuration: 27.789.961.986; Pendapatan CurrentYearDuration: 235.195.052.400; Laba bersih PriorYearDuration: 8.549.249.400; Pendapatan PriorYearDuration: 169.117.837.979
- **Pertumbuhan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset naik sekitar 7,9% dari periode sebelumnya (603.559.944.766 / 559.125.838.568 - 1).
  - Basis: Total aset CurrentYearInstant: 603.559.944.766; Total aset PriorEndYearInstant: 559.125.838.568
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas naik dari sekitar 0,17 menjadi sekitar 0,20 (total liabilitas / total ekuitas).
  - Basis: Total liabilitas CurrentYearInstant: 99.981.879.884; Total ekuitas CurrentYearInstant: 503.578.064.882; Total liabilitas PriorEndYearInstant: 80.665.106.911; Total ekuitas PriorEndYearInstant: 478.460.731.657
- **Rasio penyisihan piutang** [derived_calculation, high]: Penyisihan penurunan nilai piutang sebesar Rp22,83 miliar terhadap piutang kotor Rp132,07 miliar menghasilkan rasio penyisihan sekitar 17,3%.
  - Basis: Piutang kotor: Rp132.066.363.133; Penyisihan: Rp22.825.239.210
  - Assumptions: Rasio dihitung sebagai penyisihan dibagi piutang kotor.
- **Proporsi piutang jatuh tempo >90 hari** [derived_calculation, high]: Piutang jatuh tempo >90 hari sebesar Rp44,96 miliar merupakan sekitar 34% dari total piutang kotor, mengindikasikan risiko kredit yang signifikan.
  - Basis: Piutang >90 hari: Rp44.956.149.755; Total piutang kotor: Rp132.066.363.133
  - Assumptions: Perbandingan langsung antara dua angka tersebut.
- **Peningkatan pendapatan lainnya** [analyst_hypothesis, low]: Pendapatan lainnya melonjak dari Rp189,83 juta menjadi Rp9,95 miliar, yang mungkin berasal dari pendapatan non-operasional yang signifikan, namun sumbernya tidak dijelaskan dalam bagian ini.
  - Basis: Pendapatan lainnya CurrentYearDuration: 9.953.574.167; Pendapatan lainnya PriorYearDuration: 189.826.424
  - Assumptions: Pendapatan lainnya dianggap non-operasional.
  - Caveats: Tidak ada rincian pendapatan lainnya dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Peningkatan signifikan pada pendapatan lainnya (dari Rp189,83 juta menjadi Rp9,95 miliar) tanpa rincian sumbernya.
- Kenaikan liabilitas jangka pendek yang signifikan (25%) dapat meningkatkan risiko likuiditas, meskipun kas masih cukup besar.
- Penurunan kas dan setara kas sekitar 13,77% perlu dipantau, terutama jika berlanjut.
- Arus kas investasi negatif besar Rp21,49 miliar terutama dari penempatan obligasi/sukuk, berisiko likuiditas.
- Konsentrasi piutang pada pihak berelasi (PT Wijaya Triutama Plywood) dan beberapa pelanggan besar dapat meningkatkan risiko gagal bayar.
- Peningkatan piutang jatuh tempo >90 hari menunjukkan potensi penurunan kualitas piutang.

### Items to monitor

- Rincian pendapatan lainnya yang tidak dijelaskan dalam laporan.
- Perkembangan piutang jatuh tempo >90 hari dan kualitas piutang.
- Perubahan kas dan setara kas serta arus kas operasi pada periode berikutnya.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float dan kewajiban lainnya.
- Perubahan struktur modal atau penerbitan saham baru.

---

## INET

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia No. S-11122/BEI.PP2/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material yang belum diungkapkan, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak ada kejadian material lain. Namun, emiten mengungkapkan rencana aksi korporasi berupa penerbitan Obligasi Berkelanjutan I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I pada tahun 2026. Pemegang saham pengendali PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) menyatakan investasinya jangka panjang dan tidak berencana mengurangi kepemilikan. Surat ditandatangani oleh Arki Rifazka, SVP Corporate Secretary, pada 1 September 2026.

### Material changes

- Emiten menerima surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia No. S-11122/BEI.PP2/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026 perihal volatilitas transaksi efek.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal, sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E (Kep-00087/BEI/12-2025).
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 11/2017 (meskipun pertanyaan bursa merujuk pada POJK 4/2024).
- Emiten memiliki rencana aksi korporasi berupa penerbitan Obligasi Berkelanjutan I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I pada tahun 2026.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup perusahaan yang belum diungkapkan.
- Pemegang saham pengendali PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) menyatakan investasinya pada saham INET bersifat jangka panjang dan tidak berencana mengurangi kepemilikan.
- Surat ditandatangani oleh Arki Rifazka, Senior Vice President Corporate Secretary, pada 1 September 2026 pukul 19:29.

### Corporate actions

- Rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I pada tahun 2026 (nilai, jadwal, dan persyaratan tidak diungkapkan).

### Capital structure

- Pernyataan pemegang saham pengendali AKUN bahwa investasi bersifat jangka panjang dan tidak ada rencana pengurangan kepemilikan (persentase kepemilikan tidak disebutkan).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan Bursa terkait volatilitas transaksi (surat S-11122/BEI.PP2/08-2026).

### Analytical scenarios

- **Rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan memiliki rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I pada tahun 2026, namun tidak ada rincian nilai, jadwal, atau persyaratan.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'rencana Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I pada tahun 2026 ini'
- **Tidak ada fakta material** [explicit_fact, medium]: Emiten menyatakan tidak mengetahui fakta material yang belum diungkapkan, namun ini adalah pernyataan manajemen dan tidak dapat diverifikasi independen.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2
  - Caveats: Pernyataan bersifat subjektif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
- **Komitmen pemegang saham pengendali** [explicit_fact, high]: AKUN menyatakan tidak akan mengurangi kepemilikan, yang dapat menjadi sinyal stabilitas, tetapi tidak ada angka kepemilikan yang diberikan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'AKUN tidak berencana untuk mengurangi kepemilikannya pada Perseroan'
- **Ketidaksesuaian referensi regulasi** [explicit_fact, high]: Pertanyaan bursa merujuk pada POJK 4/2024, namun jawaban perseroan merujuk pada POJK 11/2017, yang mungkin menunjukkan kekeliruan atau perbedaan interpretasi.
  - Basis: Pertanyaan poin 3 menyebut POJK 4/2024, jawaban menyebut POJK 11/2017
  - Caveats: Tidak ada penjelasan lebih lanjut.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan Bursa mungkin terkait dengan pengumuman rencana penerbitan obligasi/sukuk, namun tidak ada bukti langsung dalam dokumen.
  - Assumptions: Rencana penerbitan obligasi/sukuk dapat menjadi katalis pergerakan harga.
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung; penyebab volatilitas tidak dijelaskan dalam dokumen.
- **Potensi kebutuhan pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Rencana penerbitan obligasi dan sukuk ijarah menunjukkan potensi kebutuhan pendanaan baru, namun detail jumlah, jadwal, dan tujuan belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 4
  - Assumptions: Rencana tersebut akan dieksekusi dalam waktu dekat.
  - Caveats: Belum ada detail lebih lanjut; rencana dapat berubah.

### Risks / uncertainties

- Rencana penerbitan obligasi/sukuk belum memiliki detail nilai, jadwal, atau persetujuan, sehingga masih berpotensi berubah.
- Pernyataan tidak adanya fakta material bersifat subjektif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
- Tidak ada informasi mengenai penyebab volatilitas transaksi yang diminta Bursa.
- Ketidaksesuaian referensi regulasi pada jawaban poin 3 (POJK 11/2017 vs POJK 4/2024) dapat menimbulkan ambiguitas.

### Items to monitor

- Rencana penerbitan obligasi dan sukuk ijarah dapat mempengaruhi struktur modal dan leverage emiten, namun detail belum tersedia.
- Pernyataan pemegang saham pengendali untuk tidak mengurangi kepemilikan dapat menjadi sinyal stabilitas kepemilikan.

---

## INKP

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menyampaikan perbaikan dan/atau tambahan informasi atas Informasi Tambahan Ringkas terkait tiga program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) efek utang yang telah diselesaikan pada 31 Agustus 2026: Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III (Rp2 triliun), Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap III (Rp1,5 triliun), dan Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II (USD13,76 juta). Seluruh efek dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Dokumen ini merupakan pengumuman lanjutan (perbaikan/penambahan informasi) dan tidak memuat rincian isi perbaikan.

### Material changes

- INKP menyelesaikan penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III pada 31 Agustus 2026 dengan total pokok Rp2.000.000.000.000, terdiri dari Seri A Rp1.714.470.000.000 (bunga 10,00%, tenor 3 tahun) dan Seri B Rp285.530.000.000 (bunga 10,50%, tenor 5 tahun).
- INKP menyelesaikan penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap III pada 31 Agustus 2026 dengan total dana Rp1.500.000.000.000, terdiri dari Seri A Rp766.865.000.000 (nisbah 45,71%, indikasi bagi hasil 10,00%, tenor 3 tahun) dan Seri B Rp733.135.000.000 (nisbah 48,00%, indikasi bagi hasil 10,50%, tenor 5 tahun).
- INKP menyelesaikan penerbitan Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II pada 31 Agustus 2026 dengan total pokok USD13.760.500, terdiri dari Seri A USD10.962.500 (bunga 6,75%, tenor 3 tahun) dan Seri B USD2.798.000 (bunga 7,25%, tenor 5 tahun).
- Pembayaran bunga/bagi hasil pertama untuk semua instrumen dilakukan pada 3 Desember 2026; jatuh tempo Seri A pada 3 September 2029 dan Seri B pada 3 September 2031.
- Seluruh obligasi dan sukuk yang diterbitkan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
- Wali amanat untuk seluruh penerbitan adalah PT Bank KB Indonesia Tbk.
- Penjamin pelaksana emisi untuk Obligasi dan Sukuk Mudharabah: PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT KB Valbury Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
- Penjamin pelaksana emisi untuk Obligasi USD: PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT KB Valbury Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha (klaim emiten).
- Penyampaian ini merujuk pada POJK No. 36/POJK.04/2014 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.

### Key financial figures

- **Pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III - Total:** 2000000000000 (2026-08-31)
- **Pokok Obligasi Seri A:** 1714470000000 (2026-08-31)
- **Pokok Obligasi Seri B:** 285530000000 (2026-08-31)
- **Tingkat bunga Obligasi Seri A:** 10.00% (2026-08-31)
- **Tingkat bunga Obligasi Seri B:** 10.50% (2026-08-31)
- **Dana Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap III - Total:** 1500000000000 (2026-08-31)
- **Dana Sukuk Mudharabah Seri A:** 766865000000 (2026-08-31)
- **Dana Sukuk Mudharabah Seri B:** 733135000000 (2026-08-31)
- **Nisbah Pemegang Sukuk Mudharabah Seri A:** 45.71% (2026-08-31)
- **Nisbah Pemegang Sukuk Mudharabah Seri B:** 48.00% (2026-08-31)
- **Indikasi bagi hasil Sukuk Mudharabah Seri A:** 10.00% (2026-08-31)
- **Indikasi bagi hasil Sukuk Mudharabah Seri B:** 10.50% (2026-08-31)
- **Pokok Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II - Total:** 13760500 (2026-08-31)
- **Pokok Obligasi USD Seri A:** 10962500 (2026-08-31)
- **Pokok Obligasi USD Seri B:** 2798000 (2026-08-31)
- **Tingkat bunga Obligasi USD Seri A:** 6.75% (2026-08-31)
- **Tingkat bunga Obligasi USD Seri B:** 7.25% (2026-08-31)

### Corporate actions

- Penerbitan utang: Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap III, dan Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II

### Capital structure

- Penerbitan utang baru: total Rp3,5 triliun (obligasi Rp2 triliun + sukuk Rp1,5 triliun) dan USD13,76 juta, yang akan menambah liabilitas emiten.

### Listing / regulatory

- Pencatatan seluruh efek utang yang diterbitkan pada Bursa Efek Indonesia
- Penyampaian perbaikan dan/atau tambahan informasi atas Informasi Tambahan Ringkas sesuai POJK No. 36/POJK.04/2014

### Analytical scenarios

- **Total penerbitan dalam Rupiah** [derived_calculation, high]: Total penerbitan dalam Rupiah adalah Rp3.500.000.000.000 (Rp2 triliun + Rp1,5 triliun), belum termasuk obligasi USD.
  - Basis: Rp2.000.000.000.000 + Rp1.500.000.000.000 = Rp3.500.000.000.000
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana
- **Proporsi Seri A dan Seri B pada Obligasi** [derived_calculation, high]: Seri A mendominasi penerbitan obligasi dengan porsi 85,72% dari total pokok, sedangkan Seri B hanya 14,28%.
  - Basis: Rp1.714.470.000.000 / Rp2.000.000.000.000 = 0,857235; Rp285.530.000.000 / Rp2.000.000.000.000 = 0,142765
- **Proporsi Seri A dan Seri B pada Sukuk** [derived_calculation, high]: Seri A dan Seri B pada sukuk hampir seimbang, masing-masing sekitar 51,12% dan 48,88% dari total dana.
  - Basis: Rp766.865.000.000 / Rp1.500.000.000.000 = 0,511243; Rp733.135.000.000 / Rp1.500.000.000.000 = 0,488757
- **Proporsi Seri A dan Seri B pada Obligasi USD** [derived_calculation, high]: Seri A mendominasi obligasi USD dengan porsi 79,66% dari total pokok, Seri B 20,34%.
  - Basis: USD10.962.500 / USD13.760.500 = 0,7966; USD2.798.000 / USD13.760.500 = 0,2034
- **Tujuan penerbitan** [analyst_hypothesis, low]: Penerbitan utang dalam jumlah besar dan beragam instrumen (obligasi, sukuk, obligasi USD) kemungkinan ditujukan untuk refinancing utang yang akan jatuh tempo atau mendanai belanja modal, namun tidak ada informasi eksplisit dalam dokumen.
  - Basis: Tidak ada penggunaan dana yang diungkapkan
  - Assumptions: Praktik umum emiten melakukan refinancing
  - Caveats: Hanya hipotesis, perlu konfirmasi dari laporan lain

### Risks / uncertainties

- Isi perbaikan atau tambahan informasi tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga substansi perubahan tidak dapat diverifikasi.
- Lampiran yang disebutkan (079 IKPP-DIR-Penyampaian Perubahan.pdf dan Lampiran 079 IKPP-DIR.pdf) tidak disertakan dalam dokumen utama.
- Tidak ada informasi mengenai penggunaan dana hasil emisi secara spesifik.
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap struktur modal atau kepemilikan saham.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan pengurus atau pengendali.
- Tidak ada informasi mengenai ekspansi atau belanja modal yang akan didanai.

### Items to monitor

- Penerbitan utang baru sebesar Rp3,5 triliun dan USD13,76 juta akan menambah leverage INKP, yang dapat mempengaruhi profil risiko kredit dan biaya bunga di masa depan.
- Pembayaran bunga/bagi hasil triwulanan mulai 3 Desember 2026 akan menjadi beban kas rutin bagi emiten.
- Pencatatan efek di BEI meningkatkan likuiditas instrumen utang INKP di pasar sekunder.

---

## INTP

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengumumkan efektifnya pengangkatan Jose Maria Magrina Vadillo sebagai Wakil Direktur Utama sejak 1 September 2026, berdasarkan keputusan RUPS Tahunan 21 Mei 2026. Masa jabatan berlaku hingga penutupan RUPS Tahunan tahun buku 2028 (tahun 2029). Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Pengumuman ini merupakan lanjutan dari hasil RUPS Tahunan yang juga mencakup dividen tunai, penarikan saham tresuri, dan perubahan pengurus lainnya.

### Material changes

- Jose Maria Magrina Vadillo efektif menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sejak 1 September 2026.
- Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada 21 Mei 2026 dan diumumkan pada 22 Mei 2026.
- Masa jabatan Wakil Direktur Utama berlaku sampai dengan penutupan RUPS Tahunan tahun buku 2028 yang akan diselenggarakan pada tahun 2029.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak dari kejadian ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Dokumen ditandatangani oleh Corporate Secretary, Dani Handajani, dan dikirim melalui sistem pelaporan elektronik pada 1 September 2026 pukul 15:59.
- Lampiran dokumen mencakup keterbukaan informasi masa jabatan Wakil Direktur Utama dan ringkasan risalah RUPS 21 Mei 2026.
- Bidang usaha emiten adalah industri semen.
- Alamat emiten: Wisma Indocement lantai 13, Jalan Jenderal Sudirman kav. 70-71, Jakarta 12910.

### Corporate actions

- Pengangkatan Jose Maria Magrina Vadillo sebagai Wakil Direktur Utama, efektif 1 September 2026.

### Management / control changes

- Pengangkatan Jose Maria Magrina Vadillo sebagai Wakil Direktur Utama, efektif 1 September 2026.
- Hasan Imer mengundurkan diri sebagai Direktur, digantikan Benny Setiawan Santoso (berdasarkan lampiran 2).
- Roberto Callieri ditunjuk kembali sebagai Komisaris Utama (berdasarkan lampiran 2).

### Capital structure

- Penarikan kembali 84.529.400 saham tresuri melalui pengurangan modal ditempatkan dan disetor, dari Rp1.757.801.399.500 menjadi Rp1.715.536.699.500 (berdasarkan lampiran 2).
- Persetujuan pembelian kembali saham (buyback) sesuai Keterbukaan Informasi 14 April 2026 (berdasarkan lampiran 2).

### Analytical scenarios

- **Penurunan jumlah saham beredar** [derived_calculation, high]: Jumlah saham beredar turun 84.529.400 saham (3.515.602.799 - 3.431.073.399), sesuai dengan penarikan kembali saham tresuri.
  - Basis: 3.515.602.799; 3.431.073.399
  - Assumptions: Angka dari dokumen
- **Rasio pembayaran dividen** [derived_calculation, high]: Rasio dividen terhadap laba bersih = 1.536.782.925.132 / 2.248.782.018.202 = 68.3%.
  - Basis: 1.536.782.925.132; 2.248.782.018.202
  - Assumptions: Menggunakan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk
- **Perubahan modal** [derived_calculation, high]: Penurunan modal sebesar Rp42.264.700.000 (Rp1.757.801.399.500 - Rp1.715.536.699.500), setara 84.529.400 saham x Rp500.
  - Basis: 1.757.801.399.500; 1.715.536.699.500; 84.529.400; 500
  - Assumptions: Nilai nominal per saham Rp500
- **Tujuan buyback baru** [analyst_hypothesis, low]: Buyback baru mungkin untuk manajemen modal atau dukungan harga saham, namun tidak ada tujuan eksplisit dalam dokumen.
  - Basis: Persetujuan buyback sesuai Keterbukaan Informasi 14 April 2026
  - Assumptions: Tujuan tidak diungkapkan dalam bagian ini
  - Caveats: Perlu merujuk keterbukaan informasi tanggal 14 April 2026
- **Dampak penarikan saham terhadap free float** [analyst_hypothesis, low]: Penarikan saham tresuri dapat meningkatkan free float secara relatif karena mengurangi jumlah saham beredar, tetapi tidak ada data free float eksplisit.
  - Basis: Pengurangan saham beredar
  - Assumptions: Free float dihitung dari saham beredar
  - Caveats: Tidak ada angka free float dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai syarat atau kondisi yang belum terpenuhi terkait pengangkatan ini.
- Dokumen tidak memuat rincian lebih lanjut tentang latar belakang atau kualifikasi Wakil Direktur Utama yang baru.
- Buyback baru dapat mempengaruhi likuiditas saham.
- Perubahan pengurus dapat mempengaruhi arah strategis.
- Dividen tunai dapat mempengaruhi kas perusahaan.
- Pemegang saham yang tidak memenuhi batas waktu penyerahan SKD akan dikenakan pemotongan pajak 20% atas dividen.

### Items to monitor

- Perubahan pengurus dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan.
- Penarikan saham tresuri dan buyback baru dapat mempengaruhi struktur modal dan likuiditas saham.
- Dividen tunai Rp468 per saham dengan total Rp1.536.782.925.132 menunjukkan komitmen terhadap pemegang saham.

---

## IPCM

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 31 Agustus–1 September 2026, IPCM menerbitkan dua pengumuman terkait RUPSLB: (1) koreksi jadwal pelaksanaan RUPSLB dari pengumuman sebelumnya, dan (2) pemanggilan RUPSLB yang memuat agenda resmi. Perubahan utama adalah penyesuaian jam pelaksanaan RUPSLB menjadi pukul 16:00 WIB pada 23 September 2026, sementara tanggal DPS tetap 31 Agustus 2026. Pentingnya secara korporasi terletak pada agenda RUPSLB yang mencakup perubahan Anggaran Dasar (standardisasi oleh induk usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero)), penetapan remunerasi pengurus, dan perubahan susunan pengurus—langkah yang dapat memengaruhi tata kelola dan arah strategis perusahaan, meskipun rincian materi belum diungkapkan.

### Material changes

- Koreksi jadwal RUPSLB: jam pelaksanaan diubah menjadi pukul 16:00 WIB (dari pengumuman sebelumnya).
- Agenda RUPSLB mencakup perubahan Anggaran Dasar (standardisasi oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero)), penetapan remunerasi pengurus, dan perubahan susunan pengurus.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan pada 23 September 2026; agenda mencakup perubahan Anggaran Dasar, remunerasi pengurus, dan perubahan susunan pengurus.
- Perubahan Anggaran Dasar dalam rangka standardisasi oleh induk usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
- Perubahan susunan pengurus (Direksi dan/atau Dewan Komisaris) akan diputuskan dalam RUPSLB.

### Management / control changes

- Perubahan susunan pengurus Perseroan akan diputuskan dalam RUPSLB (agenda ketiga). Rincian nama dan posisi belum diungkapkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- RUPSLB diselenggarakan sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan RUPS secara Elektronik.
- Perubahan susunan pengurus sesuai Pasal 16 ayat 10 dan 13 Anggaran Dasar juncto POJK 33/POJK.04/2014.

### Analytical scenarios

- **Koreksi jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: Dokumen koreksi hanya mengubah jam pelaksanaan RUPSLB menjadi pukul 16:00 WIB; tanggal DPS dan lokasi tetap.
  - Basis: Surat No. SK.03/1/9/2/KGC/SPR/JAI-26 tanggal 01-09-2026
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 23 September 2026 pukul 16:00 WIB, dengan pemanggilan 1 September 2026 dan recording date 31 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen koreksi dan pemanggilan RUPSLB
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB memiliki tiga agenda: perubahan AD (standardisasi), remunerasi pengurus, dan perubahan susunan pengurus.
  - Basis: Dokumen pemanggilan RUPSLB, halaman 1-2
- **Usulan mata acara** [explicit_fact, high]: Pemegang saham dapat mengajukan usul mata acara hingga 25 Agustus 2026, sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan POJK.
  - Basis: Dokumen koreksi
- **Tidak ada perhitungan turunan** [derived_calculation, high]: Tidak ada angka keuangan atau data kuantitatif lain yang memungkinkan perhitungan turunan.
- **Standardisasi Anggaran Dasar** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan AD untuk standardisasi oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) kemungkinan bertujuan menyelaraskan AD IPCM dengan kebijakan induk usaha, namun detail perubahan belum diungkapkan.
  - Basis: Dokumen pemanggilan RUPSLB, mata acara 1
  - Assumptions: Standardisasi AD oleh induk usaha biasanya untuk kepatuhan dan keseragaman.
  - Caveats: Tidak ada detail perubahan AD dalam dokumen ini.
- **Perubahan Pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan pengurus dapat mencakup pengangkatan atau pemberhentian anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris, namun nama dan posisi belum diumumkan.
  - Basis: Dokumen pemanggilan RUPSLB, mata acara 3
  - Assumptions: Perubahan pengurus umumnya diumumkan setelah RUPS.
  - Caveats: Tidak ada rincian calon pengurus.

### Risks / uncertainties

- Detail perubahan Anggaran Dasar belum diungkapkan; hanya disebut standardisasi oleh induk usaha.
- Rincian perubahan susunan pengurus (nama, posisi) belum diumumkan.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan AD terhadap struktur modal atau kegiatan usaha.
- Kelayakan kuorum RUPS belum dapat dipastikan; dokumen tidak menyebutkan kuorum yang diperlukan.
- Tidak ada angka keuangan atau data struktur modal.

### Items to monitor

- Pengumuman hasil RUPSLB pada 23 September 2026, termasuk rincian perubahan AD dan susunan pengurus baru.
- Materi perubahan Anggaran Dasar yang akan tersedia di situs web www.ipcmarine.co.id.
- Keputusan remunerasi pengurus untuk tahun buku 2026 dan remunerasi kinerja 2025.
- Potensi dampak perubahan AD terhadap kegiatan usaha atau struktur modal.

---

## ISAT

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indosat Tbk (ISAT) menerbitkan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 29 September 2026 pukul 14.00 WIB secara elektronik melalui eASY.KSEI. Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan atas perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan. Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat pada 28 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Dokumen ini merupakan pengumuman awal pemanggilan RUPSLB, bukan koreksi atau pembatalan. Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi lain, ekspansi, pendanaan, perubahan struktur modal, atau transaksi aset.

### Material changes

- RUPSLB akan diselenggarakan pada Selasa, 29 September 2026, pukul 14.00 WIB, secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI, bertempat di Gedung Indosat Ooredoo Hutchison, Jalan Medan Merdeka Barat No. 21, Jakarta 10110.
- Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan atas perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan, sesuai Pasal 20 ayat 2 Anggaran Dasar dan Pasal 111 UU No. 40 Tahun 2007.
- Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan atau Daftar Rekening Efek di KSEI pada Jumat, 28 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB.
- Batas akhir e-Proxy dan deklarasi kehadiran elektronik adalah Senin, 28 September 2026, pukul 12.00 WIB.
- Kuasa konvensional dapat diberikan kepada pihak independen yang ditunjuk Perseroan, yaitu perwakilan BAE (PT Electronic Data Interchange Indonesia), atau pihak lain; formulir kuasa harus disampaikan ke BAE paling lambat Kamis, 24 September 2026, pukul 16.00 WIB.
- Tayangan RUPSLB melalui Zoom webinar memiliki kapasitas hingga 500 peserta, dengan kehadiran berdasarkan first-come-first-serve.
- Anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan pegawai Perseroan tidak diperkenankan bertindak sebagai kuasa pemegang saham.
- Surat pemanggilan bernomor 185/AY0-AYD0/LGL/26, merujuk pada surat pemberitahuan sebelumnya No. 177/AY0-AYD0/LGL/26 tanggal 16 Agustus 2026.
- Dokumen diumumkan pada 31 Agustus 2026 pukul 17.17 oleh Corporate Secretary Reski Damayanti.
- Materi RUPSLB, tata tertib, dan dokumen terkait tersedia sejak tanggal pemanggilan; daftar riwayat hidup calon anggota Direksi/Dewan Komisaris akan tersedia paling lambat saat RUPSLB diselenggarakan.

### Corporate actions

- Perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris (agenda RUPSLB)

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB adalah persetujuan atas perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan. Identitas calon anggota belum diumumkan; akan tersedia paling lambat saat RUPSLB diselenggarakan.

### Listing / regulatory

- RUPSLB mengacu pada POJK 15/2020, POJK 14/2025, Peraturan KSEI XI-A dan XI-B.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan atas perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan, tanpa agenda lain.
  - Basis: Teks dokumen: 'Persetujuan atas perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan.'
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 29 September 2026 pukul 14.00 WIB, dengan recording date 28 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
  - Basis: Teks dokumen: 'Hari/Tanggal: Selasa, 29 September 2026, Waktu: 14.00 WIB' dan 'Daftar Pemegang Saham ... pada hari Jumat, tanggal 28 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB'.
- **Potensi perubahan pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris dapat mengindikasikan pergantian atau penambahan anggota pengurus, namun detail belum diungkap.
  - Basis: Agenda RUPSLB menyebutkan perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris
  - Assumptions: Perubahan tersebut mungkin melibatkan penggantian atau penambahan anggota
  - Caveats: Belum ada informasi spesifik mengenai nama atau posisi yang berubah
- **Dampak pada arah bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan pengurus dapat berdampak pada arah strategis perusahaan, tetapi belum ada indikasi konkret.
  - Basis: Agenda perubahan pengurus
  - Assumptions: Perubahan pengurus dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai arah bisnis

### Risks / uncertainties

- Detail perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris belum diungkapkan dalam dokumen ini.
- Tidak ada informasi mengenai alasan atau latar belakang perubahan pengurus.
- Dokumen tidak menyebutkan apakah perubahan tersebut efektif setelah RUPSLB atau memerlukan persetujuan lain.
- Keterlambatan atau kegagalan registrasi elektronik menyebabkan pemegang saham tidak dihitung dalam kuorum kehadiran.
- Kapasitas tempat fisik terbatas dan dibatasi dengan metode first-in first-served.
- Jika RUPSLB fisik tidak dapat diselenggarakan, akan dialihkan menjadi elektronik tanpa kehadiran pemegang saham.

### Items to monitor

- Perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris dapat mempengaruhi tata kelola dan arah strategis perusahaan, namun dampaknya belum dapat dipastikan tanpa informasi calon pengurus.

---

## JARR

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11056/BEI.PP2/08-2026 tanggal 27 Agustus 2026. Tanggapan ini merupakan lanjutan dari proses klarifikasi bursa terkait somasi, laporan kepolisian, dan klaim kepemilikan CPO oleh Duta Palma Group. JARR menyatakan tidak mengetahui somasi sebelum 23 April 2025, pertama kali mengetahui keberatan Duta Palma Group melalui Somasi Pertama tertanggal 16 Mei 2026, dan tidak mengetahui laporan kepolisian yang ditujukan kepada PT Agrinas Palma Nusantara. JARR juga mendefinisikan penyelesaian transaksi CPO dan menyatakan tidak ada fakta material lain yang belum diungkapkan. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau data keuangan yang diungkapkan dalam pengumuman ini.

### Material changes

- JARR menerima surat permintaan penjelasan dari BEI No. S-11056/BEI.PP2/08-2026 tanggal 27 Agustus 2026.
- JARR menyampaikan tanggapan melalui surat No. 087/EXT-CORSEC/JARR/VIII/2026 tanggal 31 Agustus 2026, ditandatangani oleh Direktur Utama Indra Irawan.
- Law Office Razhari & Co menyampaikan somasi tanggal 11 April 2025 kepada Direktur Utama PT Jhonlin Agro Mandiri, diterima 16 April 2025.
- JARR menyatakan tidak mengetahui keberadaan somasi sebelum tanggal 23 April 2025.
- JARR pertama kali mengetahui keberatan Duta Palma Group secara resmi melalui Somasi Pertama tertanggal 16 Mei 2026 yang ditujukan kepada Direksi, diterima secara fisik setelah tanggal penerbitan.
- Laporan kepolisian terkait objek transaksi tidak ditujukan kepada JARR melainkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero); JARR mengetahuinya secara tidak langsung melalui Surat Undangan Klarifikasi Kepolisian tanggal 17 Juni 2025.
- Direksi JARR tidak hadir pada undangan klarifikasi kepolisian karena ada agenda resmi lain yang tidak dapat ditinggalkan.
- JARR mendefinisikan 'seluruh proses pembayaran dan penerimaan CPO selesai' sebagai penyelesaian seluruh rangkaian transaksi termasuk penerimaan, administrasi, dan pembayaran, dan menyatakan tahapan transaksi (penerimaan barang, penerbitan invoice, pembayaran sebagian, pelunasan) telah selesai sesuai kesepakatan para pihak.
- JARR menyatakan tidak terdapat informasi atau fakta material lainnya yang berdampak langsung terhadap operasional, kondisi keuangan, kelangsungan usaha, atau harga efek hingga tanggal surat tanggapan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia No. S-11056/BEI.PP2/08-2026 terkait somasi, laporan kepolisian, dan klaim kepemilikan CPO oleh Duta Palma Group; status: ditanggapi oleh JARR pada 31 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Potensi risiko hukum dan operasional** [analyst_hypothesis, low]: Adanya somasi, laporan kepolisian, dan klaim kepemilikan CPO oleh Duta Palma Group dapat menimbulkan risiko hukum dan operasional bagi JARR, meskipun JARR menyatakan tidak ada fakta material lain yang berdampak langsung.
  - Basis: Somasi dan laporan kepolisian disebutkan dalam dokumen tanggapan.
  - Assumptions: Klaim tersebut dapat berdampak pada operasional atau keuangan JARR di masa mendatang.
  - Caveats: JARR secara eksplisit menyatakan tidak ada dampak material langsung hingga tanggal tanggapan.; Tidak ada informasi kuantitatif mengenai nilai transaksi CPO atau potensi kerugian.

### Risks / uncertainties

- Somasi dan klaim kepemilikan CPO oleh Duta Palma Group dapat menimbulkan ketidakpastian hukum.
- Laporan kepolisian terkait objek transaksi, meskipun tidak ditujukan kepada JARR, dapat memerlukan keterangan sebagai saksi.
- Ketidakhadiran Direksi pada undangan klarifikasi kepolisian dapat menimbulkan pertanyaan lebih lanjut.
- Rincian substansi sengketa antara Agrinas dan Duta Palma Group tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Items to monitor

- Klaim kepemilikan CPO oleh Duta Palma Group dapat mempengaruhi persepsi risiko hukum JARR.
- Ketidakjelasan substansi sengketa dapat menimbulkan ketidakpastian bagi investor.

---

## JECX

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) menyampaikan laporan keuangan interim konsolidasian untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026, yang ditelaah secara terbatas oleh KAP Yonathan Dan Rekan. Total aset meningkat dari Rp1.451.329 juta menjadi Rp1.535.237 juta, namun laba bersih turun dari Rp31.840 juta menjadi Rp20.939 juta. Terjadi peningkatan signifikan utang bank jangka pendek dari Rp6.750 juta menjadi Rp196.270 juta, serta distribusi dividen kas sebesar Rp128.680 juta. Tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, merger, atau akuisisi yang diungkapkan.

### Material changes

- Laporan keuangan interim untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026 disampaikan dengan nomor surat 3/JECX/VIII/2026, ditelaah secara terbatas (limited review) oleh KAP Yonathan Dan Rekan, partner Jimmy Cakranegara.
- Total aset meningkat dari Rp1.451.329 juta (31 Des 2025) menjadi Rp1.535.237 juta (30 Jun 2026).
- Total liabilitas per 30 Juni 2026 sebesar Rp828.233 juta, naik dari Rp640.334 juta per 31 Desember 2025.
- Total ekuitas per 30 Juni 2026 sebesar Rp707.004 juta, turun dari Rp810.995 juta per 31 Desember 2025.
- Laba bersih periode berjalan turun dari Rp31.840 juta menjadi Rp20.939 juta; laba yang diatribusikan ke entitas induk turun dari Rp30.316 juta menjadi Rp18.866 juta.
- Utang bank jangka pendek melonjak dari Rp6.750 juta (31 Des 2025) menjadi Rp196.270 juta (30 Jun 2026), dengan nilai Rp192.000 juta dari 'Bank lokal lainnya'.
- Bagian lancar utang bank jangka panjang menurun dari Rp260.654 juta (31 Des 2025) menjadi Rp47.988 juta (30 Jun 2026).
- Dividen kas dibagikan sebesar Rp115.000 juta kepada pemilik entitas induk dan Rp13.680 juta kepada kepentingan non-pengendali.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi turun tajam dari Rp89.701 juta (2025) menjadi Rp6.642 juta (2026).
- Penerimaan pinjaman bank sebesar Rp217.850 juta pada 2026 (tanpa komparatif 2025).
- Aset dalam penyelesaian meningkat dari Rp49.012 juta menjadi Rp77.697 juta, terutama bangunan, dengan penambahan Rp30.196 juta.
- Perusahaan memiliki 15 anak usaha, mayoritas di bidang klinik/rumah sakit mata, dengan kepemilikan 20% hingga 99,99%.
- Dua anak usaha belum beroperasi: PT Dadaha Klinik Mata Mukti Husada (Kediri, mulai 2024, kepemilikan 20%) dan PT Nitra Klinik Mata Sanata Bali (Bali, mulai 2024, kepemilikan 99,99%).
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'; papan perdagangan Utama/Main.

### Key financial figures

- **Jumlah aset:** 1.535.237 (30 Juni 2026)
- **Jumlah aset:** 1.451.329 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas:** 828.233 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 640.334 (31 Desember 2025)
- **Total ekuitas:** 707.004 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 810.995 (31 Desember 2025)
- **Pendapatan:** 459.384 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan:** 444.230 (30 Juni 2025)
- **Beban pokok penjualan:** 177.542 (30 Juni 2026)
- **Beban pokok penjualan:** 167.216 (30 Juni 2025)
- **Laba bersih periode berjalan:** 20.939 (30 Juni 2026)
- **Laba bersih periode berjalan:** 31.840 (30 Juni 2025)
- **Laba per saham dasar:** 6,44 (30 Juni 2026)
- **Laba per saham dasar:** 10,38 (30 Juni 2025)
- **Kas dan setara kas:** 284.679 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas:** 244.132 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka pendek:** 196.270 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 6.750 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka panjang:** 239.912 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang:** 260.654 (31 Desember 2025)
- **Aset tetap bruto:** 1.750.097 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap bruto:** 1.693.614 (1 Januari 2026)
- **Aset dalam penyelesaian:** 77.697 (30 Juni 2026)
- **Aset dalam penyelesaian:** 49.012 (1 Januari 2026)
- **Dividen kas:** 128.680 (30 Juni 2026)
- **Penerimaan pinjaman bank:** 217.850 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 6.642 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 89.701 (30 Juni 2025)

### Corporate actions

- Distribusi dividen kas sebesar Rp128.680 juta (Rp115.000 juta untuk pemilik entitas induk dan Rp13.680 juta untuk kepentingan non-pengendali) pada periode berjalan.
- Transaksi saham treasuri: saldo berkurang dari (63) menjadi 0, dengan kenaikan ekuitas sebesar Rp75 juta.
- Penerimaan pinjaman bank baru sebesar Rp217.850 juta pada periode berjalan.
- Setoran modal dari kepentingan non-pengendali sebesar Rp3.675 juta.

### Expansion projects

- Aset dalam penyelesaian meningkat dari Rp49.012 juta menjadi Rp77.697 juta, terutama bangunan, dengan penambahan Rp30.196 juta dan reklasifikasi keluar Rp1.511 juta.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar Rp38.783 juta (2026) dan uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp15.761 juta (2026).
- Penambahan aset tetap bruto sebesar Rp56.579 juta selama periode berjalan, terutama pada mesin dan peralatan (Rp23.706 juta) dan aset dalam penyelesaian bangunan (Rp30.196 juta).

### Capital structure

- Saham biasa tetap 46.846 juta pada 30 Juni 2026 dan 2025.
- Tambahan modal disetor naik dari Rp366.650 juta menjadi Rp366.662 juta.
- Saham treasuri berkurang dari (63) menjadi 0, dengan kenaikan ekuitas sebesar Rp75 juta.
- Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menurun dari Rp666.639 juta menjadi Rp570.580 juta.
- Kepentingan non-pengendali menurun dari Rp144.356 juta menjadi Rp136.424 juta.

### Listing / regulatory

- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.
- Jenis papan perdagangan: Utama / Main.
- Entitas tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia, sektor Healthcare, subsektor Healthcare Providers.
- Laporan keuangan ditelaah secara terbatas (limited review), bukan diaudit penuh, sesuai ketentuan OJK untuk laporan keuangan interim.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan utang bank jangka pendek** [derived_calculation, high]: Utang bank jangka pendek naik sebesar Rp189.520 juta (dari Rp6.750 juta menjadi Rp196.270 juta) antara 31 Des 2025 dan 30 Jun 2026.
  - Basis: Angka utang bank jangka pendek pada laporan posisi keuangan: 196.270 (30 Jun 2026) dan 6.750 (31 Des 2025).
  - Assumptions: Perubahan tersebut murni dari aktivitas pendanaan, tanpa memperhitungkan reklasifikasi atau penghapusan.
- **Penurunan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih turun sebesar Rp10.901 juta (dari Rp31.840 juta menjadi Rp20.939 juta), penurunan sekitar 34,2%.
  - Basis: 31.840 - 20.939 = 10.901; 10.901 / 31.840 = 34,2%
- **Penurunan arus kas operasi** [derived_calculation, high]: Arus kas bersih dari aktivitas operasi turun dari Rp89.701 juta (2025) menjadi Rp6.642 juta (2026), penurunan sebesar Rp83.059 juta.
  - Basis: Angka arus kas operasi 2026 dan 2025 dari laporan arus kas.
- **Pertumbuhan aset dalam penyelesaian** [derived_calculation, high]: Aset dalam penyelesaian meningkat dari Rp49.012 juta menjadi Rp77.697 juta, kenaikan sebesar Rp28.685 juta atau sekitar 58,5%.
  - Basis: Angka aset dalam penyelesaian dari laporan: 49.012 (periode sebelumnya) dan 77.697 (30 Juni 2026).
- **Margin laba bersih** [derived_calculation, high]: Margin laba bersih periode berjalan adalah 4,6% (20.939 / 459.384), menurun dari 7,2% (31.840 / 444.230) pada periode sebelumnya.
  - Basis: Laba bersih 20.939, penjualan 459.384; Laba bersih 31.840, penjualan 444.230
  - Assumptions: Margin dihitung sebagai laba bersih dibagi penjualan
- **Potensi pendanaan ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan utang bank jangka pendek yang besar mungkin terkait dengan pendanaan ekspansi atau modal kerja, terutama untuk anak usaha yang belum beroperasi. Namun, tidak ada bukti langsung.
  - Basis: Adanya dua anak usaha belum beroperasi dengan aset signifikan (PT Dadaha Rp15.153 juta, PT Nitra Sanata Bali Rp133.209 juta).
  - Assumptions: Manajemen mungkin memerlukan dana untuk menyelesaikan pembangunan atau operasional anak usaha baru.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh pernyataan eksplisit dalam dokumen.
- **Risiko likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun kas meningkat, lonjakan utang bank jangka pendek dapat meningkatkan risiko likuiditas jika tidak diimbangi dengan arus kas operasi yang memadai. Namun, data arus kas menunjukkan penurunan signifikan.
  - Basis: Kas dan setara kas Rp284.679 juta, utang bank jangka pendek Rp196.270 juta, arus kas operasi Rp6.642 juta.
  - Assumptions: Rasio kas terhadap utang jangka pendek mungkin menjadi perhatian, tetapi analisis lebih lanjut memerlukan data liabilitas total.
  - Caveats: Tidak ada laporan arus kas lengkap dalam bagian ini.
- **Aktivitas buyback** [analyst_hypothesis, low]: Munculnya saham treasuri sebesar 63 pada periode berjalan mengindikasikan kemungkinan perusahaan melakukan pembelian kembali saham. Namun, tidak ada informasi mengenai jumlah saham yang dibeli, harga, atau tujuan buyback.
  - Basis: Saham treasuri periode berjalan 63, sebelumnya tidak ada
  - Assumptions: Nilai saham treasuri dalam jutaan Rupiah
  - Caveats: Tidak ada pengungkapan eksplisit mengenai buyback; Nilai 63 mungkin merupakan nilai buku, bukan nilai pasar
- **Potensi ekspansi kapasitas** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan aset dalam penyelesaian bangunan dan penambahan mesin dapat mengindikasikan ekspansi kapasitas produksi atau pengembangan fasilitas baru, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai tujuan strategis.
  - Basis: Penambahan aset dalam penyelesaian bangunan: 30.196; Penambahan mesin dan peralatan: 23.706
  - Assumptions: Manajemen mungkin sedang melakukan investasi untuk pertumbuhan
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit mengenai tujuan ekspansi, nilai proyek total, atau sumber pendanaan.

### Risks / uncertainties

- Dua anak usaha belum beroperasi, sehingga potensi pendapatan dari investasi tersebut belum terealisasi.
- Peningkatan utang bank jangka pendek yang signifikan dapat meningkatkan beban bunga dan risiko refinancing.
- Penurunan signifikan arus kas operasi dari Rp89.701 juta menjadi Rp6.642 juta dapat mengindikasikan tekanan likuiditas atau perubahan modal kerja.
- Penerimaan pinjaman bank yang besar (Rp217.850 juta) tanpa komparatif menimbulkan ketidakpastian tentang struktur utang dan kemampuan membayar.
- Tidak ada informasi mengenai opini auditor, sehingga kualitas laporan keuangan belum dapat dinilai.
- Nilai aset hak guna yang tidak konsisten (31.935 vs 76.074) menimbulkan ketidakjelasan tentang klasifikasi dan pengukuran.
- Kenaikan liabilitas jangka panjang yang tajam (dari Rp92.932 juta menjadi Rp284.406 juta) meningkatkan risiko solvabilitas.
- Penurunan ekuitas yang signifikan akibat dividen kas besar dapat mempengaruhi likuiditas dan kemampuan ekspansi.
- Laporan keuangan hanya ditelaah secara terbatas, bukan diaudit penuh, sehingga tingkat keyakinan lebih rendah.

### Items to monitor

- Perubahan signifikan pada utang bank dapat mempengaruhi leverage dan profil risiko emiten.
- Kenaikan utang dividen menunjukkan adanya kewajiban pembayaran dividen yang dapat mempengaruhi arus kas.
- Penurunan laba bersih dan margin dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap kinerja emiten.

---

## KEEN

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 31 Agustus - 1 September 2026, PT Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN) mengumumkan perubahan susunan dua komite penting di bawah Dewan Komisaris: Komite Audit dan Komite Nominasi dan Remunerasi. Perubahan ini bersifat administratif dan tata kelola, tidak melibatkan aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset. Komite Audit mengalami pergantian ketua dari Idrus Munandar menjadi Freenyan Liwang, dengan anggota lain tetap. Komite Nominasi dan Remunerasi dirombak total dengan susunan baru yang seluruhnya berasal dari jajaran Dewan Komisaris. Perubahan ini penting karena menunjukkan penyesuaian tata kelola perusahaan untuk memenuhi regulasi OJK, namun tidak berdampak langsung pada operasional atau keuangan.

### Material changes

- Perubahan Ketua Komite Audit dari Idrus Munandar menjadi Freenyan Liwang, efektif 1 September 2026.
- Perubahan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi: seluruh anggota lama diberhentikan dan diganti dengan susunan baru, efektif 1 September 2026.

### Management / control changes

- Komite Audit: Freenyan Liwang diangkat sebagai Ketua menggantikan Idrus Munandar; H. Budi Ruseno dan Tommy Arianto tetap sebagai anggota.
- Komite Nominasi dan Remunerasi: Ketua baru Sim Idrus Munandar (Komisaris Independen); anggota Albert Maknawi, Jeanny Maknawi Joe, Seki Hitoshi (semuanya Komisaris).

### Listing / regulatory

- Kepatuhan terhadap POJK No. 55/POJK.04/2015 tentang Komite Audit.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Ketua Komite Audit** [explicit_fact, high]: Freenyan Liwang ditunjuk sebagai Ketua Komite Audit menggantikan Idrus Munandar, efektif 1 September 2026.
  - Basis: Tabel perubahan pada pengumuman awal dan koreksi menyebutkan 'KETUA' dengan 'Baru: Freenyan Liwang' dan 'Lama: Idrus Munandar'.
- **Keanggotaan Komite Audit** [explicit_fact, high]: H. Budi Ruseno dan Tommy Arianto tetap sebagai anggota Komite Audit, dengan periode 'Lainnya' dan 'Ke-2'.
  - Basis: Tabel perubahan mencantumkan keduanya sebagai 'ANGGOTA' dengan 'Baru' dan 'Lama' yang sama.
- **Perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi** [explicit_fact, high]: Seluruh anggota komite lama diberhentikan dan diganti dengan susunan baru: Ketua Sim Idrus Munandar (Komisaris Independen), anggota Albert Maknawi, Jeanny Maknawi Joe, Seki Hitoshi (semuanya Komisaris), untuk periode 1 September 2026 - 31 Agustus 2028.
  - Basis: Tabel susunan komite pada pengumuman menyebutkan periode dan komposisi baru.
- **Dasar hukum perubahan** [explicit_fact, high]: Perubahan Komite Audit mengacu pada POJK No. 55/POJK.04/2015 dan Piagam Komite Audit tanggal 30 September 2025; perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi mengacu pada POJK No. 34/POJK.04/2014 dan pedoman internal tanggal 21 Juli 2021.
  - Basis: Bagian 'Mengingat' pada masing-masing pengumuman.
- **Koreksi pengumuman** [explicit_fact, high]: Pengumuman koreksi atas surat No. 33/KEL-Corsec/IX/2026 tanggal 1 September 2026, menegaskan perubahan Komite Audit dan menambahkan detail SK Dewan Komisaris No. 31/SK-KOM/Leg/KEL/VIII/2026.
  - Basis: Kalimat pembuka koreksi: 'Mengoreksi surat kami nomor : 33/KEL-Corsec/IX/2026 tanggal 01 September 2026'.
- **Masa jabatan komite** [derived_calculation, high]: Masa jabatan Komite Audit dan Komite Nominasi dan Remunerasi berakhir pada 31 Agustus 2028, memberikan durasi sekitar 2 tahun dari efektif 1 September 2026.
  - Basis: Tanggal akhir masa jabatan pada pengumuman koreksi dan pengumuman komite nominasi.
  - Assumptions: Durasi dihitung dari tanggal efektif hingga tanggal akhir masa jabatan.
- **Alasan perubahan komite** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan ketua Komite Audit dan perombakan Komite Nominasi dan Remunerasi kemungkinan dilakukan untuk penyegaran atau rotasi internal, namun alasan spesifik tidak diungkapkan.
  - Basis: Dokumen hanya menyatakan 'perubahan' tanpa penjelasan alasan; SK menyebut 'untuk menjamin independensi dan kinerja'.
  - Assumptions: Perubahan merupakan keputusan internal perusahaan untuk kepatuhan atau penyegaran.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai latar belakang perubahan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan Ketua Komite Audit.
- Periode 'Lainnya' untuk H. Budi Ruseno tidak dijelaskan secara rinci.
- Tidak ada rincian mengenai independensi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi selain ketua.

### Items to monitor

- Pengumuman selanjutnya mengenai alasan atau detail perubahan komite.
- Kepatuhan berkelanjutan terhadap POJK terkait komite.
- Potensi perubahan lain dalam tata kelola atau manajemen.

---

## KMDS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk. (KMDS) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11123/BEI.PP2/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK No. 4 Tahun 2024, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, tidak ada informasi material lain yang belum diungkap, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana atas kepemilikan sahamnya. Surat tanggapan bernomor 039/KMDS/CORSEC/VIII/2026 ditandatangani oleh Dewi Irianty Wijaya selaku Direktur Keuangan pada 31 Agustus 2026. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktural yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek Perseroan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga efek Perusahaan Tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan II.2.1 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
- Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa dalam 3 bulan mendatang.
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat memengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama belum memiliki rencana atas kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat tanggapan bernomor 039/KMDS/CORSEC/VIII/2026, ditandatangani oleh Dewi Irianty Wijaya selaku Direktur Keuangan, dan diunggah pada 31-08-2026 20:47.
- Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan melalui surat nomor S-11123/BEI.PP2/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat No. S-11123/BEI.PP2/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015 dan Peraturan BEI I-E.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.

### Analytical scenarios

- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan penyebab volatilitas transaksi efek yang diminta penjelasan oleh BEI. Kemungkinan volatilitas dipicu oleh faktor eksternal atau sentimen pasar yang tidak terkait dengan informasi material dari emiten.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan volatilitas, namun jawaban emiten hanya menyatakan tidak ada informasi material.
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada saham KMDS sebelum tanggal surat tanggapan (31 Agustus 2026).
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen untuk memverifikasi penyebab volatilitas.
- **Kepatuhan formal** [analyst_hypothesis, medium]: Jawaban emiten bersifat standar dan tidak memberikan informasi tambahan; kemungkinan hanya untuk memenuhi permintaan Bursa tanpa adanya peristiwa material yang mendasarinya.
  - Basis: Semua jawaban menyatakan 'tidak mengetahui' atau 'tidak ada'.
  - Assumptions: Tidak ada indikasi pelanggaran atau peristiwa material yang disembunyikan.
  - Caveats: Pernyataan emiten belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya; perlu verifikasi lebih lanjut.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat permintaan Bursa tercantum pada lampiran (28 Agustus 2026), namun pada dokumen utama tidak tercantum; ketidakpastian tenggat waktu respons.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak menjamin tidak adanya fakta material yang sebenarnya; risiko kepatuhan jika ada informasi yang tidak diungkap.
- Penyebab spesifik volatilitas transaksi efek tidak dijelaskan dalam dokumen.

---

## LUCK

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) mengumumkan pemanggilan RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 23 September 2026 pukul 10.00 WIB secara hybrid di Graha Mas Fatmawati, Jakarta Selatan. RUPSLB memiliki dua agenda: (1) persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI dari 2017 ke 2025, dan (2) penegasan komposisi pemegang saham terkait status PMDN, di mana kepemilikan Serial System Internasional Pte Ltd (investor) akan dialihkan ke masyarakat. Recording date ditetapkan 31 Agustus 2026. Tidak ada rincian jumlah saham, nilai transaksi, atau mekanisme pengalihan yang diungkapkan.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada Rabu, 23 September 2026, pukul 10.00 WIB, di Graha Mas Fatmawati Blok A No.27-29, Jl. RS. Fatmawati No.71, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
- Recording date (DPS) yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah 31 Agustus 2026.
- Agenda pertama RUPSLB adalah persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk menyesuaikan kegiatan usaha dengan KBLI 2025 (sebelumnya KBLI 2017).
- Agenda kedua RUPSLB adalah penegasan komposisi pemegang saham; karena status PMDN, kepemilikan Serial System Internasional Pte Ltd (investor) akan dialihkan ke masyarakat.
- Pemanggilan ini merujuk pada surat Perseroan No. 02/SMI/FA/VIII/2026 tanggal 14 Agustus 2026.
- Corporate Secretary yang menandatangani pemanggilan adalah Christine Herawati.
- Dokumen diumumkan melalui sistem pelaporan elektronik BEI pada 1 September 2026 pukul 16:35.
- Batas akhir deklarasi kehadiran elektronik, e-proxy, dan suara elektronik adalah 12.00 WIB pada 22 September 2026 (satu hari kerja sebelum Rapat).
- Bahan mata acara tersedia di kantor Perseroan sejak 1 September 2026 hingga Rapat.
- Pemegang saham yang tidak memberikan suara hingga voting berakhir dianggap abstain.
- Tayangan RUPS via Zoom memiliki kapasitas 500 peserta, first come first serve.
- Direksi Perseroan menandatangani pemanggilan pada 1 September 2026.

### Corporate actions

- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3) untuk penyesuaian KBLI dari 2017 ke 2025
- Penegasan komposisi pemegang saham terkait status PMDN, dengan pengalihan kepemilikan Serial System Internasional Pte Ltd ke masyarakat

### Capital structure

- Pengalihan kepemilikan saham Serial System Internasional Pte Ltd (investor) ke masyarakat karena status PMDN; rincian jumlah saham dan nilai tidak diungkapkan.
- Penegasan komposisi pemegang saham sebagai agenda RUPSLB; rincian komposisi tidak diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Penyesuaian KBLI dengan peraturan terbaru (KBLI 2025)
- Kepatuhan terhadap ketentuan PMDN

### Analytical scenarios

- **Jarak waktu antara pengumuman dan RUPS** [derived_calculation, medium]: Jarak antara pengumuman (1 September 2026) dan RUPS (23 September 2026) adalah 22 hari kalender, memenuhi ketentuan umum BEI minimal 21 hari untuk pemanggilan RUPS.
  - Basis: Pengumuman: 1 September 2026; RUPS: 23 September 2026
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan hari kalender
  - Caveats: Ketentuan pasti tidak disebutkan dalam dokumen
- **Potensi aksi korporasi terkait perubahan AD dan penegasan komposisi** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan AD dan penegasan komposisi pemegang saham sering kali mendahului aksi korporasi seperti rights issue, private placement, atau perubahan pengendali. Namun, tidak ada rincian dalam dokumen ini untuk mengonfirmasi.
  - Basis: Agenda perubahan AD dan penegasan komposisi pemegang saham
  - Assumptions: Perubahan AD dapat terkait dengan perubahan modal dasar atau saham baru; Penegasan komposisi dapat terkait dengan perubahan pengendali
  - Caveats: Belum ada informasi resmi mengenai aksi korporasi spesifik; Hipotesis ini hanya berdasarkan agenda umum
- **Dampak pengalihan saham ke masyarakat** [analyst_hypothesis, low]: Pengalihan saham Serial System Internasional Pte Ltd ke masyarakat dapat meningkatkan free float dan berpotensi memengaruhi likuiditas saham, tetapi rincian jumlah dan harga belum diungkap.
  - Basis: Teks dokumen lampiran halaman 1
  - Assumptions: Pengalihan dilakukan melalui mekanisme pasar atau transaksi tertentu
  - Caveats: Belum ada detail transaksi; hanya pernyataan rencana
- **Alasan perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan KBLI mungkin untuk menyelaraskan kegiatan usaha dengan regulasi terbaru, tetapi tidak ada indikasi perubahan arah bisnis.
  - Basis: Teks dokumen lampiran halaman 1
  - Assumptions: KBLI 2025 memiliki klasifikasi berbeda dari 2017
  - Caveats: Tidak ada detail kegiatan usaha baru

### Risks / uncertainties

- Substansi perubahan Anggaran Dasar tidak dijelaskan secara rinci, sehingga tidak dapat dinilai dampaknya terhadap struktur modal atau kegiatan usaha.
- Rincian komposisi pemegang saham yang akan ditegaskan tidak diungkapkan, sehingga potensi perubahan pengendali tidak dapat dipastikan.
- Jumlah saham yang akan dialihkan dari Serial System Internasional Pte Ltd tidak diungkapkan.
- Mekanisme pengalihan (transaksi pasar, hibah, atau lainnya) tidak dijelaskan.
- Nilai transaksi atau dampak finansial dari pengalihan tidak diungkapkan.
- Perubahan kegiatan usaha spesifik akibat KBLI 2025 tidak dijelaskan.
- Persetujuan regulator atau pemegang saham untuk pengalihan belum dikonfirmasi.

### Items to monitor

- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3) untuk penyesuaian KBLI dapat memengaruhi klasifikasi kegiatan usaha perseroan.
- Pengalihan kepemilikan saham dari investor asing ke masyarakat dapat mengubah struktur pemegang saham dan berpotensi memengaruhi free float.
- Penegasan komposisi pemegang saham terkait status PMDN dapat berdampak pada kepatuhan regulasi.

---

## LUCY

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) mengumumkan perubahan Ketua Unit Internal Audit dari Dadi Hikmatulah menjadi Siti Karimah, efektif 1 September 2026. Perubahan ini didasarkan pada Surat Keputusan Direktur Utama Nomor SK-DIR-008/LDLT/LUCY/VIII/2026 tanggal 31 Agustus 2026. Pengumuman disampaikan kepada OJK dan BEI pada 31 Agustus 2026, merujuk pada POJK 56/POJK.04/2015, Peraturan No. 1-E, dan Peraturan No. I-A. Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset.

### Material changes

- Perubahan Ketua Unit Internal Audit dari Dadi Hikmatulah menjadi Siti Karimah, efektif 1 September 2026.
- Dasar perubahan: Surat Keputusan Direktur Utama Nomor SK-DIR-008/LDLT/LUCY/VIII/2026 tanggal 31 Agustus 2026.
- Pengumuman disampaikan kepada OJK dan BEI pada 31 Agustus 2026.
- Rujukan regulasi: POJK No. 56/POJK.04/2015, Peraturan No. 1-E, dan Peraturan No. I-A.
- Pengumuman ditandatangani oleh Hermansyah selaku Direktur Utama.
- Alamat perusahaan: Lot 14, Fairgrounds Building, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, SCBD, Jakarta 12190.

### Management / control changes

- Perubahan Ketua Unit Internal Audit dari Dadi Hikmatulah menjadi Siti Karimah, efektif 1 September 2026.

### Listing / regulatory

- Penyampaian informasi perubahan Internal Audit kepada OJK dan BEI, merujuk pada POJK 56/POJK.04/2015, Peraturan No. 1-E, dan Peraturan No. I-A.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Internal Audit** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan perubahan Ketua Unit Internal Audit dari Dadi Hikmatulah menjadi Siti Karimah, efektif 1 September 2026.
  - Basis: Nama Ketua Unit Internal Audit Baru: Siti Karimah; Nama Ketua Unit Internal Audit Lama: Dadi Hikmatulah
- **Tanggal efektif** [explicit_fact, high]: Perubahan efektif pada 01 September 2026.
  - Basis: efektif pada 01 September 2026
- **Dasar hukum** [explicit_fact, high]: Pengumuman merujuk pada POJK 56/POJK.04/2015, Peraturan No. 1-E, dan Peraturan No. I-A.
  - Basis: Paragraf 2 surat
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Alasan perubahan tidak disebutkan; kemungkinan rotasi, pengunduran diri, atau penugasan lain, namun tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Tidak ada alasan yang dijelaskan dalam dokumen
  - Assumptions: Perubahan mungkin karena alasan internal perusahaan
  - Caveats: Tidak ada informasi pendukung

### Risks / uncertainties

- Alasan perubahan Internal Audit tidak dijelaskan.
- Tidak ada informasi tentang kualifikasi, latar belakang, atau independensi Siti Karimah.
- Tidak ada rincian dampak terhadap operasional atau kepatuhan.

---

## MEDS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) menyampaikan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11057/BEI.PP3/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026 terkait laporan keuangan 31 Maret 2026 dan 30 Juni 2026. Manajemen menjelaskan koreksi laporan keuangan 31 Maret 2026 untuk mereklasifikasi pendapatan jasa machining ke pendapatan utama, penurunan kas menjadi Rp252,69 juta, peningkatan piutang lebih dari 4 kali lipat, utang bank jangka pendek Rp5,32 miliar, penjualan bersih semester I 2026 Rp11,53 miliar, penjualan saham oleh pengendali Jemmy Kurniawan sebanyak 289.687.500 saham tanpa mengubah status pengendalian, serta realisasi pendapatan KBLI 25999 sebesar 34,93% dari proyeksi. Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan; pengumuman ini bersifat penjelasan lanjutan atas permintaan bursa.

### Material changes

- MEDS menyampaikan tanggapan atas surat BEI No. S-11057/BEI.PP3/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026 terkait laporan keuangan 31 Maret 2026 dan 30 Juni 2026.
- Koreksi laporan keuangan 31 Maret 2026 dilakukan untuk mereklasifikasi pendapatan jasa machining dari pendapatan lain-lain ke pendapatan utama, dengan HPP dialokasikan proporsional.
- Saldo kas dan bank per 30 Juni 2026 sebesar Rp252,69 juta, menurun dari Rp779,02 juta per 31 Desember 2025.
- Piutang usaha per 30 Juni 2026 meningkat lebih dari 4 kali lipat dibandingkan 31 Desember 2025, dengan rata-rata periode penagihan 60 hari.
- Utang bank jangka pendek per 30 Juni 2026 sebesar Rp5.317.074.939, terdiri dari BPRKS Rp3.979.393.335 (jatuh tempo 5 Juni 2027) dan BCA Rp1.337.681.604 (jatuh tempo 2 Desember 2026).
- Selisih Rp20 pada total utang bank disebabkan kesalahan ketik pada CALK 12; saldo benar ke BPR Karyajatnika Sadaya Rp3.979.393.335.
- Penjualan bersih semester I 2026 sebesar Rp11.534.099.926, naik signifikan karena distributor baru dan pendapatan jasa machining.
- Pengendali Jemmy Kurniawan menjual total 289.687.500 saham dalam 41 transaksi selama 2025-2026; penjualan bersifat pribadi dan tidak mengubah status pengendalian.
- KBLI 25999 (Industri Barang Logam Lainnya) disetujui RUPSLB 22 Juni 2026, telah beroperasi dan menghasilkan pendapatan Rp1.686.265.122 per 30 Juni 2026.
- Realisasi pendapatan KBLI 25999 mencapai 34,93% dari proyeksi studi kelayakan Rp4.827.500.000; keterlambatan material dari pemberi kerja menjadi penyebab tidak tercapainya proyeksi.
- Tidak ada pengakuan beban/manfaat pajak penghasilan interim karena perhitungan berdasarkan tahun buku penuh; akumulasi laba masih rugi.
- Akumulasi kerugian per 30 Juni 2026 sebesar Rp12.498.575.279.
- Uang muka kepada PT Presisi Manufaktur Indonesia akan direalisasikan menjadi aset tetap mesin setelah angsuran dilunasi, dengan sisa pembayaran Rp3.500.000.000 untuk 10 unit mesin TPM-C400K.
- Perusahaan menjual 1 unit mobil Innova pada tahun 2026 karena kondisi rusak dan biaya perbaikan besar.
- Asuransi persediaan diperpanjang dengan PT China Taiping Insurance Indonesia pada Juli 2026.
- KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 belum direalisasikan secara operasional karena kondisi pasar tidak mendukung dan biaya investasi tinggi.
- Terdapat kesalahan penyajian: CALK 17 tidak seharusnya disajikan karena saldo nihil, CALK 25 tidak ada karena kesalahan penomoran, dan selisih Rp1 pada saldo laba karena pembulatan.

### Key financial figures

- **Saldo kas dan bank:** 252.690.000 (30 Juni 2026)
- **Saldo kas dan bank:** 779.020.000 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka pendek:** 5.317.074.939 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek - BPRKS (Kredit Berjangka):** 2.000.000.000 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek - BPRKS (Kredit Fleksibel):** 1.979.393.335 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek - BCA (Kredit Investasi):** 1.337.681.604 (30 Juni 2026)
- **Penambahan utang bank:** 100.000.000 (Semester I 2026)
- **Pembayaran pokok utang bank:** 1.294.636.252 (Semester I 2026)
- **Pembayaran utang bank (neto):** 1.194.636.252 (Semester I 2026)
- **Total penjualan neto semester I 2026:** 11.534.099.926 (Januari-Juni 2026)
- **Pendapatan KBLI 22299 (masker):** 9.491.878.743 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan KBLI 25999 (barang logam lainnya):** 1.686.265.122 (30 Juni 2026)
- **Proyeksi pendapatan KBLI 25999 dalam studi kelayakan:** 4.827.500.000 (s/d 30 Juni 2026)
- **Realisasi pendapatan KBLI 25999 sebagai persentase proyeksi:** 34.93% (30 Juni 2026)
- **Akumulasi kerugian:** 12.498.575.279 (30 Juni 2026)
- **Saldo laba (defisit) - Laporan Posisi Keuangan:** -13.201.539.579 (30 Juni 2026)
- **Saldo laba (defisit) - Laporan Perubahan Ekuitas:** -13.201.539.580 (30 Juni 2026)
- **Sisa pembayaran mesin TPM-C400K kepada PT Presisi Manufaktur Indonesia:** 3.500.000.000 (per 30 Juni 2026)
- **Pendapatan diterima di muka:** 1.219.110.810 (30 Juni 2026)
- **Beban akrual:** 90.020.474 (30 Juni 2026)
- **PPN dibayar di muka:** 60.894.535 (31 Desember 2025)
- **Uang muka PPh 23:** 16.683.260 (30 Juni 2026)
- **Total saham dijual oleh Jemmy Kurniawan:** 289.687.500 (2025-2026)
- **Pendapatan jasa machining (reklasifikasi):** 662.033.000 (31 Maret 2026)

### Corporate actions

- Koreksi laporan keuangan 31 Maret 2026
- Reklasifikasi pendapatan jasa machining
- Penjualan aset tetap (1 unit mobil Innova)
- Pembelian mesin baru (10 unit TPM-C400K)
- Perpanjangan asuransi persediaan
- Penjualan saham oleh pengendali Jemmy Kurniawan (total 289.687.500 saham)
- Penambahan KBLI 25999 disetujui RUPSLB 22 Juni 2026
- Penambahan KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 disetujui RUPSLB 9 Agustus 2024, namun belum direalisasikan

### Expansion projects

- Pembelian 10 unit mesin baru TPM-C400K dari PT Presisi Manufaktur Indonesia, dengan sisa pembayaran Rp3.500.000.000, digunakan untuk jasa machining produk berbahan metal.
- KBLI 25999 telah beroperasi dan menghasilkan pendapatan; realisasi 34,93% dari proyeksi studi kelayakan.
- KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 belum direalisasikan karena biaya investasi tinggi dan kondisi pasar tidak mendukung.

### Management / control changes

- Jemmy Kurniawan tetap menjadi pengendali setelah penjualan saham; tidak ada rencana perubahan pengendalian.

### Capital structure

- Jemmy Kurniawan menjual 289.687.500 saham dalam 41 transaksi; penjualan tidak mengubah struktur pengendalian.

### Listing / regulatory

- Saham tercatat di Bursa sejak 10 Agustus 2022.
- Perseroan membukukan defisit sejak periode 30 Juni 2024 hingga 30 Juni 2026.
- Tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Penurunan kas** [derived_calculation, high]: Penurunan kas dan bank sebesar Rp526,33 juta (Rp779,02 juta - Rp252,69 juta).
  - Basis: Angka saldo kas per 31 Desember 2025 dan 30 Juni 2026
  - Assumptions: Tidak ada arus kas lain yang mempengaruhi saldo
- **Rekonsiliasi utang bank** [derived_calculation, high]: Saldo akhir utang bank dihitung: 6.511.711.191 + 100.000.000 - 1.294.636.252 = 5.317.074.939, sesuai dengan laporan posisi keuangan.
  - Basis: Saldo awal 6.511.711.191; Penambahan 100.000.000; Pembayaran 1.294.636.252
  - Assumptions: Tidak ada perubahan nonkas
- **Realisasi pendapatan KBLI 25999** [derived_calculation, high]: Realisasi pendapatan KBLI 25999 sebesar Rp1.686.265.122 dibanding proyeksi Rp4.827.500.000 menghasilkan 34,93%.
  - Basis: Angka pendapatan dan proyeksi yang dinyatakan
- **Korelasi penjualan saham dan utang** [analyst_hypothesis, medium]: Penjualan saham oleh pengendali kemungkinan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Perseroan, mendukung operasional, meskipun tidak ada rincian jumlah pinjaman.
  - Basis: Pernyataan bahwa transaksi saling berhubungan dan dukungan pendanaan berupa pinjaman
  - Assumptions: Dana dari penjualan saham dialirkan sebagai pinjaman ke Perseroan
  - Caveats: Jumlah pinjaman tidak diungkapkan
- **Kepatuhan pajak penghasilan interim** [analyst_hypothesis, medium]: Tidak diakuinya beban/manfaat pajak penghasilan pada laporan interim berpotensi tidak sesuai dengan PSAK 234 paragraf 28, namun perusahaan berencana menyelaraskan kebijakan dan menyertakan pendapat akuntan publik pada periode berikutnya.
  - Basis: Perusahaan tidak mengakui pajak penghasilan interim; PSAK 234 mensyaratkan estimasi tarif tahunan
  - Assumptions: Perusahaan akan memperbaiki kepatuhan di periode mendatang
  - Caveats: Belum ada konfirmasi final dari akuntan publik
- **Risiko going concern** [analyst_hypothesis, low]: Akumulasi kerugian Rp12,49 miliar mengindikasikan tekanan finansial, namun strategi seperti penambahan distributor dan efisiensi biaya dapat mendukung keberlangsungan usaha.
  - Basis: Akumulasi kerugian per 30 Juni 2026 Rp12.498.575.279
  - Assumptions: Strategi yang dijalankan efektif
  - Caveats: Tidak ada proyeksi laba atau arus kas masa depan

### Risks / uncertainties

- Saldo kas dan bank rendah (Rp252,69 juta) dapat menimbulkan risiko likuiditas jangka pendek.
- Piutang dari PT Buana Inti Prima Usaha tidak berubah dan berisiko tidak tertagih.
- Utang bank BCA jatuh tempo 2 Desember 2026, memerlukan sumber dana pelunasan.
- Kepatuhan terhadap PSAK 234 terkait pengakuan pajak penghasilan interim masih belum selaras; perusahaan berencana memperbaiki.
- Akumulasi kerugian yang besar (Rp12,49 miliar) menimbulkan risiko kelangsungan usaha, meskipun ada strategi mitigasi.
- Terdapat beberapa kesalahan penyajian laporan keuangan (CALK 17, CALK 25, selisih saldo laba) yang menunjukkan kelemahan pengendalian internal.
- Ketergantungan pada pinjaman pemegang saham (Jemmy Kurniawan) tanpa bunga, yang mungkin tidak berkelanjutan.
- Peningkatan utang bank jangka pendek yang signifikan (dari Rp3,89 miliar menjadi Rp5,32 miliar) meningkatkan risiko likuiditas.
- Keterlambatan material dari pemberi kerja menghambat realisasi pendapatan KBLI 25999.
- Fluktuasi nilai tukar USD meningkatkan biaya bahan baku.
- KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 belum direalisasikan karena kondisi pasar dan biaya investasi tinggi.
- Defisit saldo laba berkelanjutan dapat mempengaruhi kemampuan dividen di masa depan.

### Items to monitor

- Penjualan saham oleh pengendali dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap kepemilikan.
- Defisit saldo laba menunjukkan tekanan profitabilitas.
- Penambahan KBLI 25999 memberikan diversifikasi pendapatan.

---

## MGLV

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) mengumumkan penundaan RUPSLB dan RUPS Independen yang semula dijadwalkan pada 3 September 2026 menjadi 7 September 2026, karena masih adanya tambahan permintaan penjelasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Agenda RUPSLB mencakup persetujuan perubahan kegiatan usaha utama, PMHMETD, dan tiga agenda transaksi material di atas 50%. Agenda RUPS Independen mencakup persetujuan pengambilalihan saham PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC) dari PT Nextier Datamate Center (NDC) beserta piutang NDC terhadap NAC dan NGC, serta penerimaan pinjaman pemegang saham dari NDC. Transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi material (POJK 17/2020) dan transaksi afiliasi (POJK 42/2020). Detail nilai transaksi, jumlah saham, dan harga pelaksanaan PMHMETD tidak diungkapkan.

### Material changes

- RUPSLB dan RUPS Independen yang semula dijadwalkan pada Kamis, 3 September 2026, ditunda menjadi Senin, 7 September 2026, pukul 14.00 WIB di Function Hall Pacific Century Place Lantai B1 Room B & C, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Senayan, Jakarta Selatan.
- Penundaan RUPS disebabkan masih adanya tambahan permintaan penjelasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- Agenda RUPSLB mencakup persetujuan rencana perubahan dan/atau penambahan kegiatan usaha utama (transaksi material).
- Agenda RUPSLB mencakup persetujuan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD).
- Agenda RUPSLB mencakup tiga agenda persetujuan rencana transaksi material di atas 50% (transaksi material).
- Agenda RUPS Independen mencakup persetujuan rencana pengambilalihan saham PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC) dari pemegang saham Perseroan, yaitu PT Nextier Datamate Center (NDC), serta piutang NDC terhadap NAC dan NGC.
- Agenda RUPS Independen mencakup persetujuan rencana penerimaan pinjaman pemegang saham dari PT Nextier Datamate Center (NDC).
- Transaksi dalam agenda RUPS Independen dikategorikan sebagai transaksi material sesuai POJK 17/2020 dan transaksi afiliasi sesuai POJK 42/2020.
- Pemanggilan RUPS sebelumnya diumumkan pada 12 Agustus 2026 melalui situs web Bursa Efek Indonesia, eASY.KSEI, dan situs web Perseroan.
- Nama perusahaan telah berubah dari PT Panca Anugrah Wisesa Tbk menjadi PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk.

### Corporate actions

- Penundaan RUPSLB dan RUPS Independen
- Rencana perubahan kegiatan usaha utama
- Rencana PMHMETD
- Rencana transaksi material di atas 50% (tiga agenda)
- Rencana pengambilalihan saham NAC dan NGC dari NDC
- Rencana penerimaan pinjaman pemegang saham dari NDC

### Capital structure

- Rencana PMHMETD (penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu) - detail tidak diungkapkan

### Listing / regulatory

- Transaksi material sesuai POJK 17/2020
- Transaksi afiliasi sesuai POJK 42/2020
- Penundaan RUPS karena permintaan klarifikasi tambahan dari OJK

### Analytical scenarios

- **Penundaan RUPS** [explicit_fact, high]: RUPSLB dan RUPS Independen ditunda dari 3 September 2026 menjadi 7 September 2026 karena masih adanya tambahan permintaan penjelasan dari OJK.
  - Basis: Surat No. 006/NexAI/Corsec/IX/2026 tanggal 1 September 2026; Lampiran pengumuman penundaan RUPS
- **Agenda transaksi material** [explicit_fact, high]: Terdapat tiga agenda transaksi material di atas 50% dalam RUPSLB, namun detail transaksi tidak diungkapkan dalam pengumuman.
  - Basis: Agenda RUPSLB nomor 3, 6, dan 7
- **Pengambilalihan dan pinjaman** [explicit_fact, high]: RUPS Independen akan membahas pengambilalihan saham NAC dan NGC dari NDC serta piutang NDC terhadap NAC dan NGC, dan penerimaan pinjaman pemegang saham dari NDC.
  - Basis: Agenda RUPS Independen nomor 1 dan 2
- **Jeda waktu penundaan** [derived_calculation, high]: Penundaan RUPS selama 4 hari kalender (dari 3 September 2026 ke 7 September 2026).
  - Basis: Tanggal 3 September 2026 dan 7 September 2026 dari dokumen
  - Assumptions: Perhitungan hari kalender sederhana
- **Potensi transaksi afiliasi** [analyst_hypothesis, medium]: Pengambilalihan saham dari NDC, yang merupakan pemegang saham, menunjukkan transaksi afiliasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham independen.
  - Basis: NDC disebut sebagai pemegang saham Perseroan; Transaksi dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai POJK 42/2020
  - Assumptions: NDC adalah pemegang saham pengendali atau memiliki hubungan afiliasi
  - Caveats: Tidak ada rincian kepemilikan atau hubungan afiliasi dalam dokumen
- **Alasan penundaan** [analyst_hypothesis, low]: Penundaan RUPS mungkin disebabkan oleh kebutuhan untuk melengkapi dokumen atau persetujuan terkait transaksi material dan afiliasi.
  - Basis: Pengumuman penundaan tanpa alasan eksplisit
  - Assumptions: Alasan penundaan terkait dengan kompleksitas agenda
  - Caveats: Alasan resmi tidak diungkapkan dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Penundaan RUPS dapat menunda realisasi rencana transaksi material dan PMHMETD.
- Rincian transaksi material di atas 50% tidak diungkapkan, sehingga materialitas dan dampaknya belum dapat dinilai.
- Persetujuan pemegang saham independen diperlukan untuk transaksi afiliasi, namun belum ada jadwal baru.
- Tidak ada informasi mengenai nilai transaksi, jumlah saham baru, atau harga pelaksanaan PMHMETD.
- Permintaan klarifikasi tambahan dari OJK dapat mengindikasikan adanya isu kepatuhan yang belum terselesaikan.

### Items to monitor

- Penundaan RUPS dapat menunda keputusan korporasi yang membutuhkan persetujuan pemegang saham.
- Permintaan klarifikasi tambahan dari OJK dapat mengindikasikan adanya isu kepatuhan yang belum terselesaikan.

---

## MPPA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

MPPA mengumumkan siaran pers perayaan ulang tahun ke-22 Hypermart dengan kampanye HAPPYVERSARY – Let's Double the Happy! yang berlangsung 22 Agustus hingga 30 September 2026. Kampanye mencakup tiga pilar: Happy Saving (diskon hingga 50%, Buy 2 Get 2, voucher cashback BCA hingga Rp120.000), Happy Rewards (pengembangan HiCard App), dan Happy Shopping (program PROMISE PASTI dan Self Check-Out Machine). Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, pendanaan, atau perubahan pengurus yang disebutkan.

### Material changes

- MPPA menerbitkan siaran pers bertajuk '22 Tahun Hypermart' pada 31 Agustus 2026.
- Kampanye HAPPYVERSARY – Let's Double the Happy! berlangsung dari 22 Agustus hingga 30 September 2026.
- Tiga pilar kampanye: Happy Saving, Happy Rewards, Happy Shopping.
- Promo Happy Saving mencakup diskon hingga 50%, Buy 2 Get 2, harga spesial, dan voucher cashback hingga Rp120.000 untuk member melalui kerjasama dengan BCA.
- HiCard App dikembangkan dengan fitur digital stamp gamification, saving tracker, personalized promotion, dan akses langsung ke Hypermart Online dengan perolehan ZU Point.
- PROMISE PASTI adalah program jaminan harga untuk Promo Mingguan Seru; jika produk habis, pelanggan tetap mendapat harga promo dan produk diberikan maksimal 14 hari kerja.
- Hypermart meluncurkan layanan Self Check-Out Machine untuk transaksi mandiri yang lebih cepat.
- Hendri Tadjuni, CEO Supermarket Business, menyatakan fokus pada relevansi, harga kompetitif, pengalaman mudah, dan manfaat loyalty.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak dari peristiwa ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Laporan ditandatangani oleh Detryanti Putri selaku Corporate Secretary.
- Laporan disampaikan secara elektronik pada 31-08-2026 17:17.
- Bidang usaha MPPA adalah perdagangan umum, ritel, kafe restoran.

### Key financial figures

- **diskon maksimum:** 50% (22 Agustus - 30 September 2026)
- **voucher cashback BCA:** Rp120.000 (22 Agustus - 30 September 2026)
- **jangka waktu pengiriman produk PROMISE PASTI:** 14 hari kerja (tidak dinyatakan)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi yang disebutkan dalam dokumen.

### Expansion projects

- Tidak ada proyek ekspansi atau capex yang disebutkan dalam dokumen.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang disebutkan dalam dokumen.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal atau kepemilikan yang disebutkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Tidak ada perubahan status pencatatan, suspensi, atau regulasi yang disebutkan dalam dokumen.

### Analytical scenarios

- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan tidak ada dampak dari siaran pers ulang tahun Hypermart terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 1 dan 3 dokumen: 'Dampak kejadian... Tidak ada'.
- **Sifat peristiwa** [analyst_hypothesis, medium]: Siaran pers ulang tahun ke-22 Hypermart kemungkinan bersifat seremonial dan tidak terkait dengan aktivitas bisnis material, namun detail isi siaran pers tidak tersedia dalam dokumen ini.
  - Basis: Judul siaran pers '22 Tahun Hypermart' dan pernyataan tidak ada dampak.
  - Assumptions: Lampiran siaran pers tidak disertakan dalam teks yang dianalisis.
  - Caveats: Isi siaran pers tidak dapat diverifikasi dari dokumen ini.
- **Dampak pada kinerja** [analyst_hypothesis, low]: Kampanye ini berpotensi meningkatkan loyalitas pelanggan dan frekuensi belanja, namun dampak kuantitatifnya tidak dapat diukur tanpa data penjualan.
  - Basis: Teks siaran pers menyebutkan tujuan kampanye untuk meningkatkan value bagi pelanggan.
  - Assumptions: Kampanye akan menarik minat belanja.
  - Caveats: Tidak ada data penjualan atau proyeksi.

### Risks / uncertainties

- Isi siaran pers tidak tersedia dalam dokumen, sehingga tidak dapat dipastikan apakah ada informasi tambahan yang relevan.
- Dokumen tidak menyebutkan tanggal pasti rilis siaran pers (tertulis '[tanggal]'), sehingga ketepatan waktu pengumuman tidak dapat diverifikasi.
- Tidak ada informasi keuangan atau proyeksi; pernyataan berwawasan ke depan dalam dokumen mengandung risiko dan ketidakpastian yang diakui oleh MPPA.
- Kampanye promo dapat menghadapi risiko operasional seperti kehabisan stok, meskipun PROMISE PASTI dirancang untuk mengatasinya.

### Items to monitor

- Kampanye ulang tahun Hypermart dapat mempengaruhi persepsi merek dan loyalitas pelanggan, namun tidak ada dampak finansial yang diungkapkan.
- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang dapat mempengaruhi harga saham secara langsung.

---

## MUTU

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek pada 26 Agustus 2026. Emiten menyatakan tidak ada informasi atau fakta material tambahan yang wajib diungkapkan, tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana atas kepemilikannya. Tidak ada angka keuangan atau rincian transaksi yang disebutkan.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek MUTU yang terjadi pada 26 Agustus 2026 melalui surat No. S-11103/BEI.PP3/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026.
- Emiten menyatakan seluruh informasi material telah disampaikan melalui situs web BEI dan situs web Perseroan, dan tidak ada tambahan informasi material yang wajib diungkapkan berdasarkan POJK 31/POJK.04/2015.
- Emiten menyatakan tidak ada informasi atau fakta material yang berdampak pada nilai efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1 dan IV.2.1 Peraturan Bursa Nomor I-E.
- Emiten menyatakan tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
- Emiten menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berakibat pada pencatatan saham, setidaknya dalam 3 bulan mendatang.
- Emiten menyatakan tidak ada informasi, fakta, atau kejadian material lain yang berpotensi mempengaruhi harga efek dan keberlangsungan usaha yang belum diumumkan ke publik.
- Berdasarkan konfirmasi dari pemegang saham utama, hingga saat ini pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya pada Perseroan.
- Surat ditandatangani oleh Sumarna (Direktur SDM dan Keuangan) pada dokumen utama dan Affan Nurachman (Head of Corporate Secretary) pada lampiran, dengan nomor surat 3228.84/EXT-MUTU/VIII/2026 tanggal 31 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek pada 26 Agustus 2026
- Kepatuhan terhadap POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Bursa Nomor I-E

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, termasuk yang mempengaruhi pencatatan saham.
  - Basis: Pernyataan pada poin 4: 'belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat... setidaknya dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan mendatang'
- **Tidak ada informasi material tambahan** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada informasi atau fakta material tambahan yang wajib diungkapkan, dan tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu yang diketahui.
  - Basis: Pernyataan pada poin 1, 2, 3, dan 5
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Surat tidak menyebutkan penyebab spesifik volatilitas harga pada 26 Agustus 2026; kemungkinan volatilitas dipicu oleh faktor pasar atau sentimen eksternal, namun belum terkonfirmasi.
  - Basis: Tidak ada penjelasan mengenai penyebab volatilitas dalam dokumen
  - Assumptions: Volatilitas mungkin tidak terkait dengan informasi material dari emiten
  - Caveats: Hanya berdasarkan ketiadaan informasi dalam dokumen; bisa jadi ada faktor lain yang tidak diungkap

### Risks / uncertainties

- Tidak ada penjelasan mengenai penyebab volatilitas harga pada 26 Agustus 2026
- Pernyataan 'tidak ada rencana korporasi' hanya berlaku hingga 3 bulan ke depan, sehingga rencana setelah periode tersebut tidak tercakup

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; investor mungkin perlu memantau perkembangan selanjutnya terkait volatilitas harga saham MUTU.

---

## NFCX

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material yang belum diungkapkan yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi. Emiten mengakui adanya aktivitas pembelian saham oleh pemegang saham >5%, PT 1 Inti Dot Com, pada 2 Juni 2026. Terkait rencana korporasi, emiten telah memperoleh persetujuan RUPSLB pada 18 Juni 2025 untuk PMTHMETD, namun belum menetapkan pelaksanaannya dalam 3 bulan mendatang. Tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek NFCX melalui surat S-11125/BEI.PP2/08-2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi/fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal yang belum diungkapkan, sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi/fakta material yang mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi yang belum diungkapkan, sesuai Peraturan Nomor I-E Kep-00087/BEI/12-2025.
- PT 1 Inti Dot Com, pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari 5%, membeli saham NFCX pada 2 Juni 2026.
- Pembelian saham oleh PT 1 Inti Dot Com dilaporkan secara elektronik pada 4 Juni 2026.
- Perseroan telah memperoleh persetujuan pemegang saham atas rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) berdasarkan keputusan RUPSLB tanggal 18 Juni 2025.
- Sampai dengan tanggal tanggapan, Perseroan belum menetapkan pelaksanaan PMTHMETD dalam 3 (tiga) bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup yang belum diungkapkan.

### Corporate actions

- PMTHMETD (rencana, belum dieksekusi)

### Capital structure

- PT 1 Inti Dot Com memiliki kepemilikan >5% saham NFCX
- Rencana PMTHMETD telah disetujui RUPSLB 18 Juni 2025

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi (surat S-11125/BEI.PP2/08-2026)
- Kewajiban keterbukaan informasi sesuai ketentuan berlaku

### Analytical scenarios

- **Tidak ada fakta material baru** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material yang belum diungkapkan yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Pernyataan pada poin 1 dan 2 dokumen
- **Aktivitas pemegang saham** [explicit_fact, high]: PT 1 Inti Dot Com, pemegang saham >5%, membeli saham NFCX pada 2 Juni 2026 dan dilaporkan elektronik 4 Juni 2026.
  - Basis: Poin 3 dokumen
- **Rencana PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Perseroan telah memperoleh persetujuan RUPSLB untuk PMTHMETD pada 18 Juni 2025, namun belum menetapkan pelaksanaannya dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Poin 4 dokumen
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: PMTHMETD yang telah disetujui dapat menjadi aksi korporasi di masa depan, namun belum ada kepastian waktu dan nilai.
  - Basis: Poin 4 dokumen
  - Assumptions: PMTHMETD akan dieksekusi setelah keputusan manajemen
  - Caveats: Belum ada pengumuman resmi pelaksanaan
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi mungkin terkait dengan pembelian saham oleh PT 1 Inti Dot Com, namun tidak ada konfirmasi langsung.
  - Basis: Poin 3 dokumen
  - Assumptions: Pembelian saham oleh pemegang saham besar dapat mempengaruhi harga
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian waktu dan nilai pelaksanaan PMTHMETD
- Potensi dampak volatilitas harga saham yang belum dijelaskan
- Tanggal surat BEI tidak tercantum (null)

### Items to monitor

- Volatilitas transaksi efek yang menjadi perhatian BEI
- Ketidakpastian jadwal pelaksanaan PMTHMETD
- Potensi dampak pembelian saham oleh pemegang saham terhadap harga

---

## NICE

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 31 Agustus–1 September 2026, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat administratif dan responsif terhadap regulator. Pertama, pada 1 September 2026 pukul 17:33, NICE menyampaikan bukti iklan Ringkasan Risalah RUPSLB yang dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 dan diiklankan pada 28 Agustus 2026. Kedua, pada 1 September 2026 pukul 17:55, NICE menanggapi permintaan penjelasan BEI (surat S-11126/BEI.PP2/08-2026) terkait volatilitas transaksi saham yang terjadi pada 27 Agustus 2026, ketika volume melonjak menjadi 59.766.400 saham (9.918 kali) dan harga naik 14,12% dari Rp340 menjadi Rp388. Emiten menyatakan telah menyampaikan Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026 (Limited Review) pada 24 Agustus 2026, tidak mengetahui informasi material lain, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham mayoritas PT Energy Battery Indonesia (EBI) berkomitmen mempertahankan kepemilikannya. Kedua pengumuman tidak memuat agenda, keputusan, atau hasil RUPSLB, maupun angka keuangan, sehingga tidak ada aksi korporasi substantif yang dapat diekstraksi.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material yang diumumkan dalam periode ini. Pengumuman bersifat administratif (bukti iklan RUPSLB) dan respons terhadap permintaan penjelasan BEI.
- Emiten menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan (klaim emiten).
- Pemegang saham mayoritas PT Energy Battery Indonesia (EBI) menyatakan akan mempertahankan kepemilikannya (klaim emiten).

### Key financial figures

- **volume_transaksi_sebelumnya:** 16.680.600 (26 Agustus 2026)
- **frekuensi_transaksi_sebelumnya:** 1.960 (26 Agustus 2026)
- **volume_transaksi_saat_ini:** 59.766.400 (27 Agustus 2026)
- **frekuensi_transaksi_saat_ini:** 9.918 (27 Agustus 2026)
- **harga_penutupan_sebelumnya:** Rp340 (26 Agustus 2026)
- **harga_penutupan_saat_ini:** Rp388 (27 Agustus 2026)
- **perubahan_harga:** Rp48 (27 Agustus 2026)
- **persentase_perubahan_harga:** 14,12% (27 Agustus 2026)

### Capital structure

- Pemegang saham mayoritas PT Energy Battery Indonesia (EBI) menyatakan akan mempertahankan kepemilikan sahamnya di NICE (klaim emiten).

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan Ringkasan Risalah RUPSLB sebagai pemenuhan kewajiban pelaporan kepada IDX.
- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek NICE melalui surat S-11126/BEI.PP2/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026.
- Perseroan telah menyampaikan Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026 (Limited Review) ke OJK dan BEI pada 24 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Publikasi iklan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Iklan Ringkasan Risalah RUPSLB diterbitkan pada 28 Agustus 2026, dua hari setelah pelaksanaan RUPSLB tanggal 26 Agustus 2026.
  - Basis: Tanggal RUPSLB 26 Agustus 2026; Tanggal penerbitan iklan 28 Agustus 2026
- **Pihak penandatangan** [explicit_fact, high]: Surat penyampaian bukti iklan ditandatangani oleh Yeon Ho Choi sebagai Direktur NICE.
  - Basis: Nama pengirim: Yeon Ho Choi; Jabatan: Direktur
- **Peningkatan volume transaksi** [derived_calculation, high]: Volume transaksi meningkat dari 16.680.600 menjadi 59.766.400 saham, atau naik sekitar 258% (59.766.400 / 16.680.600 - 1).
  - Basis: Angka volume transaksi dari dokumen.
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia.
- **Peningkatan frekuensi transaksi** [derived_calculation, high]: Frekuensi transaksi meningkat dari 1.960 menjadi 9.918 kali, atau naik sekitar 406% (9.918 / 1.960 - 1).
  - Basis: Angka frekuensi transaksi dari dokumen.
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya digunakan untuk keputusan yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar agenda tahunan, seperti perubahan anggaran dasar, pengangkatan/pemberhentian pengurus, atau aksi korporasi tertentu. Namun, tanpa risalah, agenda spesifik tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Jenis RUPSLB; Tidak ada detail agenda dalam dokumen
  - Assumptions: RUPSLB umumnya untuk hal-hal luar biasa
  - Caveats: Hipotesis tidak didukung oleh isi dokumen
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas mungkin dipicu oleh publikasi laporan keuangan interim yang baru disampaikan, namun tidak ada konfirmasi langsung dari emiten.
  - Basis: Laporan keuangan interim disampaikan 3 hari sebelum lonjakan.
  - Assumptions: Korelasi waktu antara penyampaian laporan dan pergerakan harga.
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung bahwa laporan keuangan menyebabkan lonjakan.

### Risks / uncertainties

- Dokumen bukti iklan tidak memuat agenda, keputusan, atau hasil RUPSLB, sehingga tidak ada informasi substantif mengenai aksi korporasi atau perubahan lain.
- Tidak ada rincian mengenai mekanisme pemungutan suara atau kuorum RUPSLB.
- Volatilitas harga saham yang signifikan dapat menarik perhatian regulator dan memicu pengawasan lebih lanjut.
- Ketidakpastian penyebab lonjakan volume dan harga karena emiten tidak menyebutkan faktor spesifik.
- Pernyataan tidak ada rencana korporasi hanya bersifat sementara dan dapat berubah.

### Items to monitor

- Risalah RUPSLB 26 Agustus 2026: agenda, keputusan, kuorum, dan mekanisme voting.
- Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026 (Limited Review): angka keuangan, kinerja, dan catatan material.
- Perkembangan harga dan volume saham NICE pasca 27 Agustus 2026 untuk memantau volatilitas berkelanjutan.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 4 Tahun 2024 terkait aktivitas pemegang saham tertentu.
- Potensi pengawasan lanjutan oleh BEI atau OJK atas volatilitas transaksi.

---

## NISP

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank OCBC NISP Tbk mengumumkan transaksi afiliasi berupa penyediaan jasa teknologi informasi kepada PT OCBC Sekuritas Indonesia (PTOS), perusahaan terkendali Bank dengan kepemilikan lebih dari 99%. Nilai transaksi Rp3.631.600.000 (belum termasuk PPN), tanggal transaksi 31 Agustus 2026. Laporan disampaikan untuk memenuhi POJK No.42/POJK.04.2020. Tidak ada rincian objek jasa, pertimbangan, atau dampak transaksi.

### Material changes

- Tanggal transaksi: 31 Agustus 2026
- Obyek transaksi: Penyediaan Jasa Teknologi Informasi kepada pihak afiliasi
- Nilai transaksi: Rp3.631.600.000 (belum termasuk PPN)
- Pihak transaksi: PT Bank OCBC NISP Tbk dan PT OCBC Sekuritas Indonesia (PTOS)
- Sifat hubungan afiliasi: PTOS adalah Perusahaan Terkendali Bank dengan kepemilikan saham Bank lebih dari 99% dari modal disetor
- Nomor surat: 148/ITDV-IT-MF/ME/VIII/2026
- Laporan disampaikan untuk memenuhi POJK No.42/POJK.04.2020
- Penandatangan laporan: Komang Artha Yasa, Technology Head

### Key financial figures

- **Nilai transaksi:** 3.631.600.000 (31 Agustus 2026)

### Capital structure

- PTOS adalah Perusahaan Terkendali Bank dengan kepemilikan saham Bank lebih dari 99% dari modal disetor

### Listing / regulatory

- Laporan transaksi afiliasi disampaikan untuk memenuhi POJK No.42/POJK.04.2020

### Analytical scenarios

- **Transaksi afiliasi** [explicit_fact, high]: Bank melakukan transaksi penyediaan jasa teknologi informasi kepada PTOS, perusahaan terkendali dengan kepemilikan lebih dari 99%.
  - Basis: Nilai transaksi Rp3.631.600.000; Kepemilikan >99%
- **Kepemilikan saham** [derived_calculation, high]: Kepemilikan Bank atas PTOS lebih dari 99%, sehingga transaksi termasuk transaksi afiliasi.
  - Basis: Pernyataan 'sahamnya dimiliki Bank lebih dari 99%'
  - Assumptions: Persentase dihitung dari modal disetor PTOS
- **Sifat transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Transaksi penyediaan jasa TI mungkin merupakan layanan berkelanjutan, namun tidak ada informasi mengenai durasi atau kontrak.
  - Basis: Obyek transaksi 'penyediaan jasa teknologi informasi'
  - Assumptions: Jasa TI biasanya bersifat berulang
  - Caveats: Tidak ada detail kontrak atau periode layanan

### Risks / uncertainties

- Rincian objek jasa TI tidak dijelaskan
- Pertimbangan dan alasan transaksi tidak dijelaskan
- Dampak transaksi terhadap keuangan tidak dijelaskan
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan pemegang saham atau pihak independen

### Items to monitor

- Transaksi afiliasi ini menunjukkan hubungan keuangan antara Bank dan anak usahanya, namun nilainya relatif kecil dibandingkan skala operasi Bank.
- Kepatuhan terhadap POJK No.42/POJK.04.2020 menunjukkan tata kelola yang baik, namun tidak ada indikasi dampak material terhadap kinerja keuangan.

---

## OBMD

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode enam bulan berakhir 30 Juni 2026. Kinerja keuangan menurun signifikan: penjualan bersih turun 45,9% menjadi Rp45,12 miliar, laba bersih turun 84,8% menjadi Rp3,26 miliar, dan arus kas operasi negatif Rp19,35 miliar. Kas dan setara kas turun menjadi Rp100,76 miliar. Struktur modal tidak berubah; tidak ada aksi korporasi baru. Terdapat inkonsistensi opini audit antara dua dokumen: XLSX menyebut opini 'Tidak Wajar' (Adverse), sedangkan PDF laporan keuangan menyebut opini wajar tanpa pengecualian. Perusahaan memiliki fasilitas kredit BCA dan BNI, serta konsentrasi penjualan ke pelanggan utama mencapai 76%.

### Material changes

- Laporan keuangan interim OBMD per 30 Juni 2026 disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada 31 Agustus 2026.
- Penjualan bersih 6M2026: Rp45.117.826.640, turun dari Rp83.436.535.643 pada 6M2025.
- Laba bersih 6M2026: Rp3.255.162.706, turun dari Rp21.360.326.311 pada 6M2025.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi 6M2026: negatif Rp19.353.504.310, berbalik dari positif Rp26.064.983.874 pada 6M2025.
- Kas dan setara kas per 30 Juni 2026: Rp100.758.276.241, turun dari Rp121.040.268.284 per 31 Desember 2025.
- Total aset per 30 Juni 2026: Rp226.562.464.632, turun dari Rp228.725.112.858 per 31 Desember 2025.
- Total liabilitas per 30 Juni 2026: Rp14.771.986.625, turun dari Rp20.189.797.558 per 31 Desember 2025.
- Total ekuitas per 30 Juni 2026: Rp211.790.478.007, naik dari Rp208.535.315.300 per 31 Desember 2025.
- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 805.992.931 saham, nilai nominal Rp50, total Rp40.299.646.550; tidak berubah dari periode pembanding.
- Tambahan modal disetor: Rp32.432.099.483, tidak berubah dari periode pembanding.
- Pembentukan cadangan umum sebesar Rp651.032.541 pada periode berjalan.
- Penambahan aset tetap bruto Rp2.532.640.392 dan aset hak guna Rp2.196.280.258 selama periode berjalan.
- Utang bank jangka panjang (neto jatuh tempo satu tahun) per 30 Juni 2026: Rp1.328.013.123; total utang bank bruto Rp1.637.753.309.
- Fasilitas kredit BCA (SPPK 16 Agustus 2023, plafon Rp2,5 miliar, bunga 6,12% p.a., tenor 84 bulan) dan BNI (29 Januari 2024, plafon Rp6,5 miliar, bunga 9,75% p.a., tenor 12 bulan).
- Konsentrasi penjualan ke pelanggan utama: Baroid Indonesia 30%, Oil and Natural Gas Corporation LTD 22%, Matra Unikatama 12%, M-I Indonesia 12% (total 76%).
- Pendapatan dari pihak >10%: Baroid Indonesia Rp13.504.005.000, M/s. Oil and Natural Gas Corporation LTD. Rp10.015.111.680, M-I Indonesia Rp5.292.600.000, Matra Unikatama Rp5.268.000.000, lainnya Rp11.038.109.960.
- Laba per saham dasar 6M2026: Rp4,04, turun dari Rp26,50 pada 6M2025.
- Rasio utang berbeban bunga terhadap ekuitas per 30 Juni 2026: 0,01x.
- Kepemilikan publik 31,76% (255.992.931 saham) per 30 Juni 2026.
- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali; susunan Dewan Komisaris dan Direksi per 30 Juni 2026 identik dengan 2025.
- Tidak ada aksi korporasi baru pada periode berjalan; hanya riwayat IPO dan pelaksanaan waran yang telah selesai.
- Riwayat IPO: 182.000.000 saham baru (Rp180/saham) dan 91.000.000 Waran Seri I (rasio 2:1, harga pelaksanaan Rp180, periode 8 Sep-7 Des 2022); saham tercatat di BEI 8 Desember 2021.
- Pelaksanaan waran Seri I menambah 73.992.931 saham (total Rp3.699.646.550) dan agio saham Rp9.677.299.483.
- Emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia pada papan Pengembangan, sektor Basic Materials, subindustri Specialty Chemicals.
- Tanggal surat pernyataan direksi dan laporan audit: 28 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **revenue:** 45117826640 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **revenue:** 83436535643 (2025-01-01_to_2025-06-30)
- **net_income:** 3255162706 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **net_income:** 21360326311 (2025-01-01_to_2025-06-30)
- **operating_cash_flow:** -19353504310 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **cash_and_cash_equivalents:** 100758276241 (2026-06-30)
- **cash_and_cash_equivalents:** 121040268284 (2025-12-31)
- **total_assets:** 226562464632 (2026-06-30)
- **total_assets:** 228725112858 (2025-12-31)
- **total_liabilities:** 14771986625 (2026-06-30)
- **total_equity:** 211790478007 (2026-06-30)
- **trade_receivables_net:** 29181415803 (2026-06-30)
- **inventories:** 7081554262 (2026-06-30)
- **property_plant_equipment_net:** 28999576435 (2026-06-30)
- **long_term_bank_loans_net_current_maturities:** 1328013123 (2026-06-30)
- **current_maturities_of_bank_loans:** 309740186 (2026-06-30)
- **trade_payables_third_parties:** 322230629 (2026-06-30)
- **taxes_payable:** 4717104354 (2026-06-30)
- **prepaid_expenses_current:** 46960959096 (2026-06-30)
- **other_income_expenses:** -9102431026 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **cost_of_goods_sold:** 1705496672 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **gross_profit:** 43412329968 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **earnings_per_share_basic:** 4.04 (2026-01-01_to_2026-06-30)
- **earnings_per_share_basic:** 26.50 (2025-01-01_to_2025-06-30)
- **interest_bearing_debt_to_equity_ratio:** 0.01 (2026-06-30)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi baru pada periode berjalan; hanya riwayat IPO dan pelaksanaan waran yang telah selesai.

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap bruto Rp2.532.640.392 selama periode berjalan, terutama pada bangunan (Rp2.004.351.352) dan kendaraan bermotor (Rp500.000.000 untuk aset hak guna).
- Penambahan aset hak guna Rp2.196.280.258 selama periode berjalan, menunjukkan ekspansi melalui sewa.

### Capital structure

- Struktur modal tidak berubah: saham biasa tetap Rp40.299.646.550 dan tambahan modal disetor tetap Rp32.432.099.483 antara periode berjalan dan pembanding.
- Pembentukan cadangan umum sebesar Rp651.032.541 pada periode berjalan, mengurangi saldo laba belum ditentukan dan menambah saldo laba ditentukan.
- Tidak ada transaksi dividen saham, penerbitan saham biasa/preferen, biaya emisi efek, atau transaksi saham treasuri pada periode berjalan maupun sebelumnya.
- Pemegang saham pengendali adalah individu WNI.
- Tidak ada kepentingan non-pengendali; seluruh ekuitas diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia pada papan Pengembangan, sektor Basic Materials, subindustri Specialty Chemicals.
- Laporan keuangan diaudit dengan opini 'Tidak Wajar' (Adverse) menurut XLSX, mengindikasikan potensi masalah material dalam penyajian laporan keuangan.
- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi pada periode berjalan.

### Analytical scenarios

- **Penurunan penjualan** [derived_calculation, high]: Penjualan turun dari Rp83,44 miliar menjadi Rp45,12 miliar, penurunan sekitar 45,9%.
  - Basis: Penjualan 6M2026: 45.117.826.640; Penjualan 6M2025: 83.436.535.643
- **Penurunan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih turun dari Rp21,36 miliar menjadi Rp3,26 miliar, penurunan sekitar 84,8%, lebih besar dari penurunan penjualan, menunjukkan penurunan margin.
  - Basis: Laba bersih 6M2026: 3.255.162.706; Laba bersih 6M2025: 21.360.326.311
- **Perubahan kas dan arus kas operasi** [derived_calculation, high]: Kas turun Rp20,28 miliar (-16,75%) dan arus kas operasi negatif Rp19,35 miliar, mengindikasikan tekanan likuiditas.
  - Basis: Kas 2026-06-30: 100.758.276.241; Kas 2025-12-31: 121.040.268.284; Arus kas operasi: -19.353.504.310
- **Kenaikan beban lainnya** [derived_calculation, high]: Beban lainnya meningkat dari Rp0,90 miliar menjadi Rp9,10 miliar, kenaikan sekitar 914%, berkontribusi pada penurunan laba.
  - Basis: Beban lainnya 6M2026: -9.102.431.026; Beban lainnya 6M2025: -897.760.903
- **Konsentrasi pendapatan** [derived_calculation, high]: M/s. Oil and Natural Gas Corporation LTD. menyumbang sekitar 22,2% dari total pendapatan periode berjalan (10.015.111.680 / 45.117.826.640), turun dari 33,4% pada periode sebelumnya.
  - Basis: Pendapatan ONGC 6M2026: 10.015.111.680; Total pendapatan 6M2026: 45.117.826.640
- **Penurunan penjualan ekspor** [derived_calculation, high]: Penjualan ekspor turun drastis sekitar 74,5% dari Rp39,35 miliar menjadi Rp10,02 miliar.
  - Basis: Angka penjualan ekspor 6M 2025 dan 6M 2026
- **Rugi usaha vs laba bersih** [derived_calculation, high]: Rugi usaha Rp4,59 miliar, tetapi laba bersih positif Rp3,26 miliar karena pendapatan lain-lain bersih Rp9,10 miliar dan beban pajak neto Rp1,41 miliar.
  - Basis: Laporan laba rugi
- **Penurunan eksposur risiko kredit** [derived_calculation, high]: Eksposur risiko kredit maksimum turun sekitar 20,2% dari Rp162,90 miliar menjadi Rp129,94 miliar.
  - Basis: Tabel eksposur risiko kredit
- **Penyebab penurunan pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan pendapatan yang signifikan mungkin disebabkan oleh penurunan volume penjualan, perubahan harga, atau kehilangan kontrak, namun tidak ada penjelasan manajemen dalam bagian ini.
  - Basis: Angka pendapatan yang menurun tajam
  - Assumptions: Hipotesis berdasarkan tren angka
  - Caveats: Tidak ada penjelasan manajemen
- **Dampak opini audit adverse** [analyst_hypothesis, medium]: Opini 'Tidak Wajar' dapat mengindikasikan salah saji material atau ketidakpatuhan terhadap standar akuntansi, yang berdampak pada keandalan laporan keuangan.
  - Basis: Jenis opini auditor pada sheet 1000000
  - Assumptions: Opini adverse umumnya menunjukkan masalah signifikan
  - Caveats: Belum ada detail penyebab opini adverse
- **Kenaikan beban dibayar dimuka** [analyst_hypothesis, low]: Beban dibayar dimuka naik dari Rp24,17 miliar menjadi Rp46,96 miliar (+94,3%), dapat menandakan pembayaran di muka untuk operasional atau proyek, namun tanpa rincian tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Beban dibayar dimuka 2026-06-30: 46.960.959.096; Beban dibayar dimuka 2025-12-31: 24.171.307.415
  - Assumptions: Kenaikan mungkin terkait pembayaran kontrak atau sewa
  - Caveats: Tidak ada catatan atas laporan keuangan pada bagian ini
- **Risiko konsentrasi pelanggan** [analyst_hypothesis, medium]: Konsentrasi penjualan ke lima pelanggan utama mencapai 76% dari total penjualan, yang dapat meningkatkan risiko pendapatan jika salah satu pelanggan mengurangi pesanan.
  - Basis: Penjualan ke pelanggan utama: 76% dari total
  - Caveats: Belum ada indikasi kehilangan pelanggan
- **Potensi kepatuhan permodalan** [analyst_hypothesis, low]: Rasio utang yang sangat rendah (0,01x) menunjukkan ruang leverage yang besar, namun tidak ada informasi mengenai rencana pendanaan atau ekspansi.
  - Basis: Rasio utang berbeban bunga terhadap ekuitas
  - Assumptions: Rasio rendah mengindikasikan kapasitas pinjaman yang belum dimanfaatkan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan manajemen tentang rencana pendanaan

### Risks / uncertainties

- Opini audit 'Tidak Wajar' (Adverse) menunjukkan risiko tinggi terkait keandalan laporan keuangan.
- Penurunan pendapatan dan laba yang signifikan dapat mengindikasikan risiko operasional atau pasar.
- Arus kas operasi negatif Rp19,35 miliar dan penurunan kas dapat menimbulkan risiko likuiditas jika berlanjut.
- Kenaikan beban lainnya yang tajam dapat menjadi sinyal biaya tidak terduga atau penurunan nilai aset.
- Konsentrasi pendapatan pada sejumlah pelanggan utama meningkatkan risiko ketergantungan.
- Nilai wesel bayar dan utang obligasi tidak diungkapkan, sehingga materialitas liabilitas tersebut tidak dapat dinilai.
- Fluktuasi nilai tukar mata uang asing dapat mempengaruhi aset dan liabilitas moneter.
- Tidak ada informasi tentang prospek atau kontrak yang akan datang.

### Items to monitor

- Penurunan penjualan dan laba yang signifikan dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap kinerja OBMD.
- Arus kas operasi negatif dan penurunan kas dapat menimbulkan kekhawatiran likuiditas.
- Opini audit yang berbeda antara dokumen XLSX dan PDF dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai keandalan laporan keuangan.
- Konsentrasi pelanggan yang tinggi dapat menjadi perhatian investor terkait risiko pendapatan.

---

## OILS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 31 Agustus–1 September 2026, PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) menerbitkan dua pengumuman terkait penyelenggaraan RUPSLB. Pengumuman pertama (31 Agustus 2026) adalah pemanggilan RUPSLB dengan agenda tunggal persetujuan perubahan dan/atau penambahan kegiatan usaha utama yang dikategorikan sebagai transaksi material, yang menurut lampiran merupakan penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar terhadap KBLI 2025 dan tidak mengubah kegiatan usaha serta tidak tunduk pada POJK 17/2020. Pengumuman kedua (1 September 2026) adalah penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB yang dimuat di web Perseroan, IDX, dan KSEI. RUPSLB dijadwalkan pada 22 September 2026. Tidak ada rincian nilai transaksi, pihak lawan, atau dampak keuangan yang diungkapkan, sehingga materialitas dan dampak korporasi belum dapat dinilai.

### Material changes

- Rencana perubahan dan/atau penambahan kegiatan usaha utama (transaksi material) - agenda RUPSLB
- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025

### Corporate actions

- Perubahan dan/atau penambahan kegiatan usaha utama (transaksi material) - agenda RUPSLB
- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3) untuk penyesuaian KBLI 2025

### Listing / regulatory

- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar memerlukan persetujuan RUPS
- Penyesuaian KBLI 2025
- Klaim emiten: perubahan tidak tunduk pada POJK 17/2020

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB memiliki satu agenda, yaitu persetujuan perubahan dan/atau penambahan kegiatan usaha utama yang dikategorikan sebagai transaksi material. Berdasarkan lampiran, agenda tersebut adalah perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI 2025, yang menurut emiten tidak mengubah kegiatan usaha.
  - Basis: Agenda RUPSLB pada dokumen utama; Lampiran pemanggilan RUPSLB
- **Kepatuhan POJK 17/2020** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan perubahan Pasal 3 tidak tunduk pada POJK 17/2020 karena tidak mengubah kegiatan usaha.
  - Basis: Tertulis pada lampiran: 'perubahan Pasal 3 tersebut tidak tunduk kepada POJK 17/2020'
  - Caveats: Ini adalah klaim emiten, bukan keputusan regulator.
- **Publikasi iklan pemanggilan RUPS** [explicit_fact, high]: Iklan pemanggilan RUPS telah dimuat di tiga media: web Perseroan (1 September 2026), web IDX (31 Agustus 2026), dan web KSEI (31 Agustus 2026).
  - Basis: Tabel pada halaman 1 dan 2 dokumen utama
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: Lampiran bukti iklan menyatakan RUPSLB ke-2 tahun 2026 dijadwalkan pada 22 September 2026.
  - Basis: Lampiran 1: 'Bukti iklan pemanggilan RUPS LB 22 September 2026.pdf'
- **Dampak operasional** [analyst_hypothesis, medium]: Penyesuaian KBLI 2025 kemungkinan hanya bersifat administratif untuk menyelaraskan klasifikasi baku, tanpa mengubah lini bisnis.
  - Basis: Dokumen menyebut 'penyesuaian KBLI 2025' dan 'tidak merubah kegiatan usaha'
  - Assumptions: KBLI 2025 adalah pembaruan klasifikasi baku yang berlaku umum.
  - Caveats: Belum ada detail perubahan KBLI yang diusulkan.
- **Risiko regulasi** [analyst_hypothesis, low]: Jika perubahan KBLI ternyata mengubah kegiatan usaha, maka dapat memerlukan persetujuan POJK 17/2020, namun emiten menyatakan tidak demikian.
  - Basis: Dokumen menyatakan tidak tunduk POJK 17/2020
  - Assumptions: POJK 17/2020 mengatur perubahan kegiatan usaha.
  - Caveats: Hanya hipotesis; keputusan akhir ada di regulator.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB umumnya digelar untuk keputusan yang memerlukan persetujuan pemegang saham di luar agenda tahunan, seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi, atau perubahan pengurus. Namun, tanpa agenda yang tercantum, tidak dapat dipastikan substansinya.
  - Basis: RUPSLB 2 2026
  - Assumptions: RUPSLB umumnya digunakan untuk hal-hal luar biasa
  - Caveats: Agenda tidak disebutkan dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Rincian perubahan kegiatan usaha utama tidak diungkapkan, sehingga dampak materialitas belum dapat dinilai.
- Tidak ada informasi mengenai nilai transaksi, sumber dana, atau dampak terhadap struktur modal.
- Kejelasan detail perubahan KBLI yang diusulkan belum tersedia.
- Klaim emiten tentang tidak tunduknya perubahan pada POJK 17/2020 belum diverifikasi regulator.
- Agenda RUPS dan tanggal pelaksanaan tidak diungkapkan dalam dokumen utama (pengumuman kedua).

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 22 September 2026, termasuk persetujuan perubahan Pasal 3 AD dan detail KBLI yang diusulkan.
- Pengumuman lanjutan mengenai nilai transaksi, pihak lawan, dan dampak keuangan jika ada.
- Keputusan atau klarifikasi regulator terkait kepatuhan POJK 17/2020.
- Perubahan struktur modal, kepemilikan, atau free float jika ada setelah RUPSLB.

---

## PANI

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) mengumumkan perubahan administratif berupa alamat, nomor fax, NPWP, dan NPKP, efektif 26 Agustus 2026. Alamat baru masih di gedung yang sama (Office Tower Agung Sedayu Group, Lantai 8 & 10, Unit G, Jalan Marina Raya, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara 14470), dengan perbaikan penulisan dari 'Jakarta Utama' menjadi 'Jakarta Utara'. Nomor fax berubah dari 0 menjadi (62-21) 39734111. NPWP berubah dari 02.155.064.5-451.000 menjadi 0021.5506.4545.1000, dan NPKP berubah dari S-91PKP/WPJ.08/KP.08 menjadi S-593/PKP/KPP.210703/2023. Telepon, email, dan website tidak berubah. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal dalam pengumuman ini.

### Material changes

- Perubahan alamat efektif 26 Agustus 2026.
- Alamat baru: Office Tower Agung Sedayu Group, Lantai 8 & 10, Unit G, Jalan Marina Raya, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara 14470, Indonesia.
- Alamat lama: Office Tower Agung Sedayu Group, Lantai 8 & 10 Unit G, Jalan Marina Raya, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utama 14470, Indonesia.
- Nomor fax berubah dari 0 menjadi (62-21) 39734111.
- NPWP berubah dari 02.155.064.5-451.000 menjadi 0021.5506.4545.1000.
- NPKP berubah dari S-91PKP/WPJ.08/KP.08 menjadi S-593/PKP/KPP.210703/2023.
- Nomor telepon tidak berubah: (62-21) 39734100.
- Alamat email tidak berubah: corporate.secretary@agungsedayu.com.
- Website tidak berubah: www.pantaiindahkapukdua.com.
- Surat bernomor 148/PIK2-PANI/SPE/CORSEC/VIII/2026, dikirim oleh Christy Grassela selaku Corporate Secretary pada 31-08-2026 17:04.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan.

### Listing / regulatory

- Perubahan alamat dan data perusahaan (fax, NPWP, NPKP) diumumkan sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi kepada publik.

### Analytical scenarios

- **Perubahan alamat** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan perubahan alamat efektif 26 Agustus 2026, dengan alamat baru di lantai 8 & 10 Unit G, sementara alamat lama juga di lantai 8 & 10 Unit G, hanya ada perbedaan kecil pada penulisan 'Jakarta Utara' vs 'Jakarta Utama'.
  - Basis: Alamat baru: Jakarta Utara 14470; Alamat lama: Jakarta Utama 14470
- **Perubahan NPWP dan NPKP** [explicit_fact, high]: NPWP berubah dari 02.155.064.5-451.000 menjadi 0021.5506.4545.1000, dan NPKP berubah dari S-91PKP/WPJ.08/KP.08 menjadi S-593/PKP/KPP.210703/2023.
  - Basis: NPWP baru: 0021.5506.4545.1000; NPWP lama: 02.155.064.5-451.000; NPKP baru: S-593/PKP/KPP.210703/2023; NPKP lama: S-91PKP/WPJ.08/KP.08
- **Perubahan fax** [explicit_fact, high]: Nomor fax berubah dari 0 menjadi (62-21) 39734111, menunjukkan penambahan fasilitas fax.
  - Basis: Fax baru: (62-21) 39734111; Fax lama: 0
- **Tidak ada aksi korporasi** [analyst_hypothesis, medium]: Dokumen ini hanya berisi perubahan administratif (alamat, fax, NPWP, NPKP) dan tidak memuat aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus. Kemungkinan tidak ada dampak langsung terhadap operasional atau struktur modal.
  - Basis: Isi dokumen hanya perubahan alamat dan data perusahaan
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain yang tersembunyi di luar dokumen
  - Caveats: Analisis ini berdasarkan isi dokumen yang tersedia; perubahan lain mungkin diumumkan secara terpisah.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari dokumen ini.

---

## PEHA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Phapros Tbk (PEHA) menyampaikan bukti iklan Laporan Keuangan Interim Kuartal II 2026 yang diiklankan pada 30 Agustus 2026 di situs web perseroan (www.phapros.co.id) dan situs web Bursa Efek Indonesia (www.idx.com). Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat rincian laporan keuangan atau aksi korporasi. Dokumen ditandatangani oleh Corporate Secretary Zahmilia Akbar pada 1 September 2026.

### Material changes

- PT Phapros Tbk (PEHA) menyampaikan bukti iklan Laporan Keuangan Interim Kuartal II 2026.
- Iklan Laporan Keuangan Interim Kuartal II 2026 diterbitkan pada 30 Agustus 2026.
- Media publikasi iklan: situs web perseroan www.phapros.co.id.
- Media publikasi iklan: situs web PT Bursa Efek Indonesia www.idx.com.
- Surat penyampaian bernomor 006/LP000/01/IX/2026.
- Dokumen ditandatangani oleh Zahmilia Akbar selaku Corporate Secretary.
- Dokumen disampaikan pada 1 September 2026 pukul 18:48.
- Terdapat 2 lampiran: Bukti_Iklan_Penyampaian_LK_Interim_Kuartal_II.pdf dan Iklan LK Interim Kuartal II 2026.pdf.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan Laporan Keuangan Interim Kuartal II 2026 merupakan pemenuhan kewajiban pelaporan emiten terkait publikasi laporan keuangan interim.

### Analytical scenarios

- **Publikasi Laporan Keuangan Interim** [explicit_fact, high]: Dokumen ini adalah bukti iklan untuk Laporan Keuangan Interim Kuartal II 2026, yang diiklankan pada 30 Agustus 2026 di dua media resmi.
  - Basis: Tertulis pada dokumen: 'Laporan Keuangan Interim Kuartal II 2026' dengan tanggal penerbitan 30 Agustus 2026 di situs web perseroan dan Bursa Efek Indonesia.
- **Kewajiban Pelaporan** [explicit_fact, high]: Penyampaian bukti iklan ini merupakan pemenuhan kewajiban pelaporan emiten terkait publikasi laporan keuangan interim.
  - Basis: Perihal surat: 'Penyampaian Bukti Iklan Informasi Laporan Keuangan Interim'.
- **Tidak Ada Aksi Korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini tidak menyebutkan aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal; kemungkinan hanya pengumuman rutin.
  - Basis: Tidak ada informasi selain bukti iklan dan lampiran.
  - Assumptions: Lampiran tidak memuat informasi tambahan yang relevan.
  - Caveats: Lampiran tidak dianalisis karena tidak tersedia dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Lampiran iklan tidak disertakan dalam dokumen, sehingga isi laporan keuangan tidak dapat diverifikasi.
- Tidak ada informasi mengenai isi laporan keuangan, seperti pendapatan atau laba.

---

## PGAS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 31 Agustus–1 September 2026, PGAS mengumumkan tiga hal: (1) rencana keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Kuartal II 2026 (per 30 Juni 2026, reviu) karena masih menelaah Putusan Arbitrase LCIA No. 246358 dengan Gunvor Singapore Pte. Ltd.; (2) penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Mont D'Or Oil Tungkal Limited untuk pasokan gas dari WK Tungkal, Jambi; dan (3) pembatalan partisipasi pada Public Expose Live 2026 yang dijadwalkan 9 September 2026, dengan alasan yang sama (penelaahan arbitrase). Secara korporasi, perubahan utama adalah: (a) risiko kepatuhan pelaporan keuangan yang terlambat dari batas POJK 14/POJK.04/2022 (31 Agustus 2026) dan pembatalan PUBEX, keduanya berakar pada ketidakpastian dampak arbitrase; dan (b) aksi komersial strategis berupa penguatan pasokan gas domestik melalui PJBG WK Tungkal. Tidak ada angka keuangan, nilai kontrak, atau dampak kuantitatif arbitrase yang diungkapkan.

### Material changes

- Keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Konsolidasian per 30 Juni 2026 (reviu) melampaui batas waktu POJK 14/POJK.04/2022 (31 Agustus 2026).
- Pembatalan partisipasi pada Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan BEI (9 September 2026).
- Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Mont D'Or Oil Tungkal Limited untuk pasokan gas dari WK Tungkal, Jambi.

### Key financial figures

- **volume_pasokan_gas:** 5,45 (2026-2034, ramping down hingga 2040)

### Corporate actions

- Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Mont D'Or Oil Tungkal Limited (MontD'Or) untuk pasokan gas dari WK Tungkal, Jambi.

### Expansion projects

- Integrasi pasokan gas dari WK Tungkal ke infrastruktur PGN yang ada di Pulau Sumatera.

### Listing / regulatory

- Keterlambatan penyampaian laporan keuangan per 30 Juni 2026 (reviu) melampaui batas waktu POJK 14/POJK.04/2022 (31 Agustus 2026).
- Pembatalan partisipasi pada Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan BEI.
- Penyampaian Laporan Keuangan dilakukan berdasarkan Peraturan Bursa No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Analytical scenarios

- **Rencana penyampaian laporan keuangan** [explicit_fact, high]: PGAS secara eksplisit menyatakan akan menyampaikan Laporan Keuangan Kuartal II 2026 yang ditelaah secara terbatas oleh Akuntan Publik.
  - Basis: Perihal surat: 'Rencana Penyampaian Laporan Keuangan Kuartal II 2026 yang Ditelaah secara terbatas'
- **Keterlambatan laporan keuangan** [explicit_fact, high]: PGAS menyatakan akan menyampaikan laporan keuangan per 30 Juni 2026 (reviu) setelah proses reviu KAP selesai, dan diperkirakan melebihi batas waktu 31 Agustus 2026.
  - Basis: Surat No. 051700.S/KU.06.01/COS/2026
- **Penyebab keterlambatan** [explicit_fact, high]: Keterlambatan disebabkan oleh penelaahan menyeluruh atas Putusan Arbitrase No. 246358 dan dampaknya terhadap laporan keuangan.
  - Basis: Surat No. 051700.S/KU.06.01/COS/2026
- **Penandatanganan PJBG WK Tungkal** [explicit_fact, high]: PGAS menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Mont D'Or Oil Tungkal Limited untuk pasokan gas dari WK Tungkal, Jambi, dengan volume 5,45 BBTUD untuk periode 2026-2034, kemudian ramp down hingga 2040.
  - Basis: Siaran Pers 1 September 2026
- **Pembatalan Public Expose Live 2026** [explicit_fact, high]: PGAS membatalkan partisipasi pada Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan BEI, dijadwalkan 9 September 2026, karena masih menelaah Putusan Arbitrase dengan Gunvor Singapore Pte. Ltd.
  - Basis: Surat No. 053300.S/KU.06.01/COS/2026
- **Estimasi durasi pasokan PJBG** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan periode pasokan 2026-2034 dan ramp down hingga 2040, durasi pasokan diperkirakan sekitar 14 tahun (2026-2040).
  - Basis: Volume pasokan 5,45 BBTUD untuk periode 2026-2034; Ramp down bertahap hingga 2040
  - Assumptions: Periode 2026-2034 dihitung sebagai 9 tahun penuh; Ramp down dari 2034 hingga 2040 dihitung sebagai 6 tahun
  - Caveats: Jadwal ramp down spesifik tidak dijelaskan dalam dokumen; Durasi sebenarnya dapat berbeda tergantung pada ketentuan kontrak
- **Dampak arbitrase terhadap laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Putusan arbitrase berpotensi mempengaruhi laporan keuangan, namun belum ada angka atau estimasi yang diungkapkan.
  - Basis: Surat No. 051700.S/KU.06.01/COS/2026
  - Assumptions: Dampak arbitrase dapat bersifat material, tetapi belum dikonfirmasi.
  - Caveats: Tidak ada informasi kuantitatif dalam dokumen.
- **Potensi dampak finansial PJBG** [analyst_hypothesis, low]: Perjanjian ini berpotensi meningkatkan pendapatan PGN dari penjualan gas, namun tanpa nilai kontrak atau harga gas, dampak finansial tidak dapat diestimasi secara kuantitatif.
  - Basis: Volume pasokan 5,45 BBTUD untuk periode 2026-2034; Pernyataan PGN tentang kepastian offtake gas
  - Assumptions: Volume pasokan yang signifikan dapat memberikan kontribusi pendapatan; Harga gas diasumsikan mengikuti mekanisme pasar atau regulasi
  - Caveats: Nilai kontrak dan harga gas tidak diungkapkan; Dampak finansial dapat dipengaruhi oleh biaya produksi, transportasi, dan faktor lainnya
- **Risiko kepatuhan** [analyst_hypothesis, low]: Keterlambatan penyampaian laporan keuangan dapat memicu sanksi atau pengawasan tambahan dari BEI/OJK, namun tidak ada indikasi sanksi dalam dokumen.
  - Basis: Perkiraan emiten bahwa laporan keuangan tidak dapat disampaikan sesuai tata waktu
  - Assumptions: Peraturan BEI/OJK mengharuskan penyampaian laporan keuangan tepat waktu
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai sanksi

### Risks / uncertainties

- Keterlambatan penyampaian laporan keuangan dapat menimbulkan sanksi atau pertanyaan dari regulator.
- Dampak Putusan Arbitrase No. 246358 terhadap laporan keuangan belum diketahui secara kuantitatif.
- Tidak ada informasi mengenai tanggal pasti penyampaian laporan keuangan atau hasil limited review.
- Nilai kontrak, harga gas, dan syarat-syarat komersial PJBG tidak diungkapkan.
- Jadwal ramp down spesifik PJBG tidak dijelaskan.
- Klaim emiten bahwa dampak PJBG 'tidak ada' mungkin tidak konsisten dengan sifat material yang dilaporkan.

### Items to monitor

- Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian per 30 Juni 2026 (reviu) dan tanggal penyampaiannya.
- Hasil reviu KAP terkait dampak Putusan Arbitrase No. 246358.
- Substansi dan nilai Putusan Arbitrase LCIA No. 246358 dengan Gunvor Singapore Pte. Ltd.
- Jadwal dan pelaksanaan Public Expose Tahunan mandiri setelah LK interim diterbitkan.
- Detail komersial PJBG WK Tungkal (nilai kontrak, harga gas, jadwal ramp down).
- Potensi sanksi atau pengawasan tambahan dari BEI/OJK terkait keterlambatan pelaporan.

---

## PGJO

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bahtera Bumi Raya Tbk (d/h PT Tourindo Guide Indonesia Tbk) menyampaikan Laporan Keuangan Interim Konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, diaudit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian oleh KAP Mirawati Sensi Idris. Laporan ini menunjukkan perubahan fundamental: perubahan nama dan kegiatan usaha menjadi holding, pendirian anak usaha baru di bidang energi, peningkatan modal anak usaha di bidang pelayaran dan pertambangan, pelepasan anak usaha pariwisata, serta perubahan pengendali melalui pengambilalihan oleh PT Batu Investasi Indonesia. Secara finansial, total aset melonjak 394,20% menjadi Rp150,22 miliar, pendapatan usaha naik dari Rp314,74 juta menjadi Rp144,71 miliar, dan laba bersih berbalik dari rugi Rp1,93 miliar menjadi laba Rp4,69 miliar. Namun, struktur permodalan sangat leveraged dengan rasio liabilitas terhadap aset 98,2% dan defisit Rp48,05 miliar, yang menjadi perhatian auditor terkait kelangsungan usaha.

### Material changes

- PT Bahtera Bumi Raya Tbk (d/h PT Tourindo Guide Indonesia Tbk) menerbitkan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, diaudit oleh KAP Mirawati Sensi Idris dengan opini wajar tanpa modifikasian.
- Pada 30 Juni 2026, Grup mencatat defisit sebesar Rp48.049.859.836; auditor mengidentifikasi asumsi kelangsungan usaha sebagai hal audit utama, namun manajemen menyatakan yakin mampu memenuhi kewajiban setidaknya 12 bulan ke depan.
- Perusahaan mengubah maksud dan tujuan serta kegiatan usaha menjadi aktivitas holding, disetujui Menteri Hukum melalui Surat No. AHU-0000522.AH.01.02.TAHUN 2026 tanggal 7 Januari 2026, diumumkan dalam Berita Negara No. 10 tanggal 3 Februari 2026.
- Pada 8 Juni 2026, Perusahaan mendirikan anak usaha baru PT Bahana Energi Persada (BEP) dengan kepemilikan 99,996% (Rp249.990.000), disetujui Menteri Hukum pada 10 Juni 2026.
- Pada 10 Juni 2026, PT Samudera Sejahtera Shipping (SSS) meningkatkan modal dasar dari Rp100.000.000 menjadi Rp150.000.000.000 dan modal ditempatkan/disetor menjadi Rp65.000.000.000, seluruhnya disetor Perusahaan sehingga kepemilikan menjadi 99,999%.
- Pada 4 Mei 2026, PT Panca Pertiwi Tambang (PPT) meningkatkan modal dasar dari Rp100.000.000 menjadi Rp10.000.000.000; setelah periode pelaporan (22 Juli 2026) modal dasar ditingkatkan lagi menjadi Rp200.000.000.000 dan modal ditempatkan/disetor menjadi Rp50.000.000.000.
- Pada 23 April 2026, Perusahaan menjual 99,995% saham PT Pigijo Travelindo Sakti (PTS) kepada Steffen (50,000%) dan Hevy Yafanny (49,995%), menghasilkan laba penjualan entitas anak sebesar Rp3.452.290.865.
- Pada 31 Juli 2025, PT Batu Investasi Indonesia mengambil alih 493.088.500 saham (61,96%) dari pihak tertentu; setelah Penawaran Tender Wajib selesai 3 Desember 2025, kepemilikan menjadi 82,30%.
- Perusahaan memiliki fasilitas pinjaman dari PT Batu Investasi Indonesia sebesar Rp360.000.000.000, bunga tetap 7% per tahun, jangka waktu 8 tahun, berdasarkan perjanjian 15 November 2025; liabilitas kepada pihak berelasi per 30 Juni 2026 mencapai Rp88.127.179.357 (59,76% dari total aset).
- Uang muka pembelian aset tetap per 30 Juni 2026 sebesar Rp32.410.699.544, terdiri dari pembayaran SSS kepada PT Merah Putih Shipyard Rp32.000.000.000 (Shipbuilding Agreement No. 009/MPS-SSS/I/2026 untuk Tugboat dan No. 010/MPS-SSS/I/2026 untuk Barge) dan PPT kepada PT Hadji Kalla Rp410.699.544 (Kontrak Pembelian No. 001/PPT-HK/IV/2026 untuk kendaraan).
- Setelah periode pelaporan, SSS menerima 1 unit Tugboat Sentosa 24001 senilai Rp21.000.000.000 dan 1 unit Tongkang Sentosa 3301 senilai Rp41.000.000.000 dari PT Merah Putih Shipyard pada 22 Juli 2026.
- Setelah tanggal pelaporan, Perusahaan mencairkan fasilitas pinjaman dari BII total Rp38.750.000.000 dengan rincian: Rp150.000.000 (1 Juli 2026), Rp5.100.000.000 (8 Juli 2026), Rp16.500.000.000 (14 Juli 2026), Rp17.000.000.000 (10 Agustus 2026).
- Susunan pengurus per 30 Juni 2026: Komisaris Utama Xie Wang, Komisaris Independen Supandi Widi Siswanto, Direktur Utama Yang Wenhao, Direktur Willius Wijaya; Komite Audit per 2 Februari 2026: Ketua Supandi Widi Siswanto, Anggota Suriati dan Fajar Adiwibowo.
- Seluruh saham Perusahaan sejumlah 795.859.095 saham tercatat di BEI per 30 Juni 2026; kepemilikan publik 17,70%.
- Laporan keuangan interim diotorisasi untuk terbit pada 31 Agustus 2026 oleh Direksi.

### Key financial figures

- **Jumlah aset:** 150224329022 (2026-06-30)
- **Jumlah aset:** 30397356013 (2025-12-31)
- **Jumlah liabilitas:** 147472070909 (2026-06-30)
- **Jumlah liabilitas:** 32397869768 (2025-12-31)
- **Jumlah ekuitas:** 2752258113 (2026-06-30)
- **Jumlah ekuitas:** -2000513755 (2025-12-31)
- **Defisit:** -48049859836 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 53737760089 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 115030816 (2025-12-31)
- **Piutang usaha pihak ketiga (neto):** 43883809460 (2026-06-30)
- **Piutang usaha pihak ketiga (neto):** 24803406326 (2025-12-31)
- **Uang muka tidak lancar atas pembelian aset tetap:** 32410699544 (2026-06-30)
- **Aset tetap (nilai tercatat):** 7901085811 (2026-06-30)
- **Aset tetap (nilai tercatat):** 34236231 (2025-12-31)
- **Utang pihak berelasi jangka panjang:** 88108734357 (2026-06-30)
- **Jumlah liabilitas jangka pendek:** 56440394102 (2026-06-30)
- **Jumlah liabilitas jangka pendek:** 31330261205 (2025-12-31)
- **Pendapatan usaha:** 144708237179 (2026-06-30)
- **Pendapatan usaha:** 314738628 (2025-06-30)
- **Laba bruto:** 8829844720 (2026-06-30)
- **Laba usaha:** 2556741223 (2026-06-30)
- **Laba sebelum pajak konsolidasian:** 6067862893 (2026-06-30)
- **Beban pajak - bersih:** 1376549466 (2026-06-30)
- **Laba bersih periode berjalan:** 4691313427 (2026-06-30)
- **Laba bersih periode berjalan:** -1930071694 (2025-06-30)
- **Laba per saham dasar:** 5.89 (2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 3083694303 (2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -36467250296 (2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 87006285266 (2026-06-30)
- **Modal saham ditempatkan dan disetor penuh:** 48980454750 (2026-06-30)
- **Tambahan modal disetor:** 1821600000 (2026-06-30)

### Corporate actions

- Perubahan nama entitas dari PT Tourindo Guide Indonesia Tbk menjadi PT Bahtera Bumi Raya Tbk
- Perubahan kegiatan usaha menjadi aktivitas holding
- Pendirian anak usaha baru PT Bahana Energi Persada (BEP) - ekspansi ke investasi dan pengelolaan usaha
- Peningkatan modal pada anak usaha (SSS, PPT, MMM) - menandakan ekspansi operasi
- Pelepasan 99,995% saham PTS kepada pihak ketiga - divestasi
- Pengambilalihan saham pengendali oleh PT Batu Investasi Indonesia dan Penawaran Tender Wajib
- PMTHMETD melalui MESOP IV dan V: penambahan 23.400.000 saham seri B, nilai nominal Rp1.170.000.000, tambahan modal disetor Rp889.200.000
- Penerimaan utang lain-lain besar - potensi pendanaan ekspansi
- Pembelian aset tetap (kapal) oleh anak usaha SSS
- Pencairan fasilitas pinjaman dari BII

### Expansion projects

- Uang muka pembelian aset tetap Rp32,41 miliar pada 2026, menunjukkan ekspansi aset tetap signifikan.
- Perolehan aset tetap Rp3,85 miliar pada 2026.
- Peningkatan modal SSS menjadi Rp65 miliar - ekspansi angkutan laut.
- Pendirian BEP - investasi dan pengelolaan usaha.
- PT Samudra Sejahtera Shipping direncanakan akuisisi aset kapal dan mulai beroperasi pertengahan 2026.
- Anak perusahaan pertambangan sedang dalam proses pengajuan Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP).
- Anak perusahaan perdagangan telah mengajukan perizinan usaha perdagangan.

### Management / control changes

- Perubahan nama entitas dari PT Tourindo Guide Indonesia Tbk menjadi PT Bahtera Bumi Raya Tbk
- Perubahan kegiatan usaha menjadi holding - perubahan arah bisnis
- Peningkatan kepemilikan pada SSS menjadi 99,999% - perubahan pengendalian
- Pelepasan PTS - perubahan struktur entitas anak
- Perubahan pengendali: PT Batu Investasi Indonesia menjadi pengendali baru setelah pengambilalihan saham pada 31 Juli 2025 dan Penawaran Tender Wajib selesai 3 Desember 2025
- Susunan pengurus per 30 Juni 2026: Komisaris Utama Xie Wang, Komisaris Independen Supandi Widi Siswanto, Direktur Utama Yang Wenhao, Direktur Willius Wijaya
- Komite Audit per 2 Februari 2026: Ketua Supandi Widi Siswanto, Anggota Suriati dan Fajar Adiwibowo
- Natalia menjabat Sekretaris Perusahaan sejak 29 September 2025
- Ren Huan menjabat Kepala Unit Audit Internal sejak 20 November 2025; digantikan Harmoko Hadijarwoto efektif 8 Juli 2026

### Capital structure

- Modal dasar: 306.250.000 saham Seri A nominal Rp80 dan 1.470.000.000 saham Seri B nominal Rp50
- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 306.250.000 saham Seri A dan 489.609.095 saham Seri B, total 795.859.095 saham per 30 Juni 2026
- Tambahan modal disetor sebesar Rp1.821.600.000 dari berbagai program MESOP
- Kepemilikan PT Batu Investasi Indonesia: 82,30% (gabungan Seri A dan B), masyarakat 17,70%
- PMTHMETD 2024: 7.200.000 saham Seri B, nominal Rp50, harga Rp76
- PMTHMETD 2025: 23.400.000 saham Seri B, nominal Rp50, harga Rp88
- Kepemilikan pada anak usaha mayoritas 99,99% atau lebih

### Listing / regulatory

- Seluruh saham Perusahaan sejumlah 795.859.095 saham tercatat di BEI per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
- Persetujuan OJK untuk PMTHMETD (2024, 2025)
- Persetujuan Menteri Hukum untuk perubahan anggaran dasar dan pendirian anak usaha
- Pengambilalihan saham diumumkan ke publik melalui BEI dan surat kabar Investor Daily
- Penawaran Tender Wajib sesuai POJK No. 9/POJK.04/2018
- Penyampaian laporan keuangan interim konsolidasian untuk memenuhi POJK No.14/POJK.04/2022
- Pemenuhan kewajiban penyampaian informasi perubahan aset dan liabilitas lebih dari 20% sesuai Peraturan BEI No. I-E butir III.1.1.4
- Entitas tercatat di papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia

### Analytical scenarios

- **Peningkatan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset meningkat dari Rp30.397.356.013 menjadi Rp150.224.329.022, kenaikan sekitar 394%.
  - Basis: Jumlah aset per 31 Desember 2025 dan 30 Juni 2026
  - Assumptions: Perhitungan persentase menggunakan angka yang tersedia
- **Rasio liabilitas terhadap aset** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap aset per 30 Juni 2026 sekitar 98,2% (147.472.070.909 / 150.224.329.022).
  - Basis: Jumlah liabilitas dan jumlah aset per 30 Juni 2026
  - Assumptions: Perhitungan sederhana
- **Kontribusi segmen** [derived_calculation, high]: Segmen jasa angkut menyumbang 99,75% dari pendapatan konsolidasian (144.347.689.231 / 144.708.237.179).
  - Basis: Pendapatan segmen jasa angkut 144.347.689.231; Pendapatan konsolidasian 144.708.237.179
  - Assumptions: Menggunakan angka pendapatan bersih segmen
- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan konsolidasian meningkat dari Rp314,74 juta (2025) menjadi Rp144,71 miliar (2026), pertumbuhan sekitar 459x lipat.
  - Basis: Pendapatan 2025: 314.738.628; Pendapatan 2026: 144.708.237.179
  - Assumptions: Perbandingan langsung antar periode
  - Caveats: Perubahan signifikan mungkin karena akuisisi atau ekspansi segmen angkut
- **Marjin laba bruto** [derived_calculation, high]: Marjin laba bruto periode berjalan sekitar 6,1% (Rp8,83 miliar / Rp144,71 miliar). Periode sebelumnya sekitar 8,1% (Rp25,38 juta / Rp314,74 juta).
  - Basis: Laba bruto: Rp8.829.844.720; Pendapatan usaha: Rp144.708.237.179
- **Konsentrasi piutang** [derived_calculation, medium]: Dua pelanggan terbesar (PT Nadesico Nickel Industry dan PT Zhongtsing New Energy) mencakup sekitar 59% dari total piutang bruto, menunjukkan konsentrasi risiko kredit yang signifikan.
  - Basis: Piutang Nadesico: Rp14.113.354.503; Piutang Zhongtsing: Rp12.370.465.758; Total piutang bruto: Rp43.883.809.460
  - Assumptions: Persentase dihitung dari total bruto.
  - Caveats: Konsentrasi dapat berubah; tidak ada informasi tentang jaminan atau asuransi.
- **Sumber pendanaan ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Penerimaan pinjaman lainnya sebesar Rp87.489.000.000 kemungkinan digunakan untuk mendanai pembayaran uang muka aset tetap dan perolehan aset tetap, mengingat arus kas operasi positif hanya Rp3.083.694.303.
  - Basis: Penerimaan pinjaman lainnya: Rp87.489.000.000; Pembayaran uang muka aset tetap: Rp32.410.699.544; Pembayaran perolehan aset tetap: Rp3.850.505.680
  - Assumptions: Pinjaman tersebut digunakan untuk belanja modal.
  - Caveats: Tidak ada informasi penggunaan dana secara eksplisit.
- **Pelepasan entitas anak** [analyst_hypothesis, low]: Adanya perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan entitas anak sebesar -Rp12.857.061 (total) mengindikasikan bahwa emiten mungkin telah melepas atau menjual sebagian kepemilikan pada entitas anak, namun tidak ada detail transaksi.
  - Basis: Perubahan NCI atas pelepasan entitas anak: -Rp12.690.806 (Other equity interests), -Rp166.255 (NCI)
  - Assumptions: Pelepasan tersebut merupakan transaksi nyata yang memengaruhi ekuitas.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai transaksi pelepasan.
- **Kemungkinan aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan liabilitas jangka panjang yang sangat besar dan perubahan ekuitas dari negatif ke positif dapat mengindikasikan adanya restrukturisasi utang atau injeksi modal, namun tidak ada bukti langsung.
  - Basis: Kenaikan liabilitas jangka panjang sebesar Rp89,96 miliar.; Perubahan ekuitas dari -Rp2,00 miliar menjadi Rp2,75 miliar.
  - Assumptions: Perubahan signifikan pada struktur modal sering terkait dengan aksi korporasi.
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit tentang aksi korporasi.

### Risks / uncertainties

- Defisit sebesar Rp48.049.859.836 dapat menimbulkan keraguan signifikan atas kelangsungan usaha.
- Angka pembanding 30 Juni 2025 tidak diaudit atau direviu, sehingga tidak ada asurans atas angka tersebut.
- Ketergantungan pada utang pihak berelasi jangka panjang yang besar (Rp88,13 miliar atau 59,76% dari total aset).
- Konsentrasi pendapatan pada tiga pelanggan (83,59%) meningkatkan risiko jika salah satu pelanggan berhenti.
- Konsentrasi pemasok pada dua pemasok (37,23%) dapat mempengaruhi kelangsungan pasokan.
- Target volume angkutan dan produksi pertambangan bersifat proyeksi dan belum pasti tercapai.
- Proses perizinan IUJP dan izin usaha perdagangan masih berjalan, belum ada kepastian.
- Pelepasan PTS menghasilkan arus kas keluar neto, menunjukkan beban kas keluar.
- Tujuan penggunaan dana pinjaman BII tidak diungkapkan.
- Dampak penerapan PSAK 118 dan 119 masih dievaluasi.
- Rasio liabilitas terhadap aset yang tinggi (97,97% berdasarkan angka segmen) mengindikasikan leverage signifikan.
- Perubahan kegiatan usaha anak usaha dapat menimbulkan risiko operasional baru.

### Items to monitor

- Ekspansi ke sektor maritim dan pertambangan dapat mempengaruhi valuasi.
- Perubahan menjadi holding company dapat menarik investor yang mencari konglomerasi.
- Pelepasan PTS mengurangi eksposur ke sektor pariwisata.

---

## PIPA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor S-11088/BEI.PP3/08-2026 tertanggal 27 Agustus 2026. Dalam tanggapan yang disampaikan pada 31 Agustus 2026, Perseroan mengungkapkan rencana akuisisi perusahaan pengolahan gas alam yang bersifat non-afiliasi dengan PT Morris Capital Indonesia (Pemegang Saham Pengendali). Nilai transaksi dan tingkat materialitas belum ditentukan dan akan dihitung setelah CSPA difinalisasi. Usaha PVC akan dipertahankan penuh, sementara akuisisi gas alam merupakan strategi diversifikasi. Uji tuntas masih awal, proyeksi keuangan belum final, dan timeline indikatif hingga closing pada Kuartal IV 2026/I 2027. Perseroan berkomitmen mematuhi POJK 17/2020 dan POJK 42/2020, termasuk studi kelayakan dan RUPSLB jika diperlukan.

### Material changes

- BEI mengirimkan surat permintaan penjelasan Nomor S-11088/BEI.PP3/08-2026 tertanggal 27 Agustus 2026 kepada PIPA.
- PIPA menanggapi melalui surat Nomor 049/Oxala-Corsec/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026, ditandatangani Haerul Maelani selaku Corporate Secretary.
- Perseroan sedang merencanakan akuisisi perusahaan target yang bergerak di bidang pengolahan gas alam.
- Perkiraan total nilai transaksi dan tingkat materialitas masih dalam tahap pembahasan, akan dihitung setelah CSPA difinalisasi dan ditandatangani.
- Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perusahaan Target dengan Perseroan, Direksi, Dewan Komisaris, atau Pemegang Saham Pengendali (PT Morris Capital Indonesia).
- Kegiatan usaha manufaktur dan distribusi material PVC akan tetap dipertahankan secara penuh pasca-akuisisi.
- Akuisisi ke sektor gas alam merupakan strategi diversifikasi untuk menambah pilar pendapatan baru.
- Perusahaan Target memiliki izin sektoral energi dan migas yang lengkap dan sah, serta tim manajemen dan tenaga ahli teknis yang akan dipertahankan.
- Proses uji tuntas (due diligence) aspek hukum, keuangan, operasional, dan perpajakan masih dalam tahap pembahasan awal.
- Timeline indikatif: penyelesaian uji tuntas dan negosiasi CSPA pada Kuartal III 2026; penandatanganan CSPA final pada Kuartal III/IV 2026; pengumuman keterbukaan informasi pada Kuartal IV 2026/I 2027; pemanggilan dan pelaksanaan RUPSLB (jika diperlukan) pada Kuartal IV 2026/I 2027 dan Kuartal I 2027; penyelesaian transaksi (closing) pada Kuartal IV 2026/I 2027.
- Perseroan telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) untuk menjaga kerahasiaan informasi dan mencegah insider trading.
- Tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan.
- Perseroan akan menyusun Studi Kelayakan dari Penilai Independen dan meminta persetujuan RUPSLB jika akuisisi mengakibatkan perubahan kegiatan usaha utama.
- Perseroan dan Perusahaan Target telah mengidentifikasi covenants terkait perubahan pengendali pada perjanjian kredit Perusahaan Target; komunikasi awal dengan kreditur sedang berjalan.

### Key financial figures

- **perkiraan_total_nilai_transaksi:** belum ditentukan (2026-08-31)
- **tingkat_materialitas:** belum dihitung (2026-08-31)
- **kontribusi_pendapatan_sektor_gas_alam:** mayoritas (persentase belum final) (tiga tahun pertama pasca-akuisisi)

### Corporate actions

- akuisisi
- perubahan_kegiatan_usaha
- diversifikasi

### Expansion projects

- Ekspansi ke sektor pengolahan gas alam melalui akuisisi perusahaan target yang sudah beroperasi.
- Kapasitas pengolahan gas alam disebutkan beroperasi dengan kapasitas optimal, namun angka spesifik tidak diungkapkan.
- Lokasi aset tidak disebutkan secara spesifik.
- Sumber investasi tidak dijelaskan.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan dalam dokumen ini.
- Pasca-akuisisi, manajemen dan tenaga ahli teknis eksisting Perusahaan Target akan dipertahankan.

### Capital structure

- Tidak ada informasi mengenai perubahan struktur modal, penerbitan saham baru, atau dilusi.

### Listing / regulatory

- Perseroan merespons permintaan penjelasan BEI Nomor S-11088/BEI.PP3/08-2026.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
- Potensi kewajiban menyusun Studi Kelayakan dari Penilai Independen dan persetujuan RUPSLB.

### Analytical scenarios

- **Nilai transaksi belum ditentukan** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan perkiraan total nilai transaksi masih dalam tahap pembahasan dan akan dihitung setelah CSPA difinalisasi.
  - Basis: Jawaban poin 1: 'Perkiraan total nilai transaksi saat ini masih dalam tahap pembahasan'
- **Transaksi non-afiliasi** [explicit_fact, high]: Perseroan mengonfirmasi tidak ada hubungan afiliasi antara Perusahaan Target dengan Perseroan, Direksi, Dewan Komisaris, atau Pemegang Saham Pengendali.
  - Basis: Jawaban poin 2: 'tidak terdapat hubungan afiliasi'
- **Usaha PVC dipertahankan** [explicit_fact, high]: Kegiatan usaha manufaktur dan distribusi PVC akan tetap dipertahankan secara penuh pasca-akuisisi.
  - Basis: Jawaban poin 5: 'masih akan tetap dipertahankan secara penuh'
- **Uji tuntas masih awal** [explicit_fact, high]: Proses uji tuntas komprehensif masih dalam tahap pembahasan awal, hasil sementara menjadi acuan draft CSPA.
  - Basis: Jawaban poin 10: 'masih dalam tahap pembahasan awal'
- **Potensi perubahan kegiatan usaha utama** [analyst_hypothesis, medium]: Akuisisi perusahaan gas alam berpotensi mengubah kegiatan usaha utama Perseroan, mengingat perbedaan bidang usaha yang signifikan, sehingga dapat memicu kewajiban studi kelayakan dan RUPSLB.
  - Basis: Jawaban poin 3: 'sedang mengkaji implikasi akuisisi'
  - Assumptions: Jika pendapatan dari gas alam menjadi mayoritas, maka kegiatan usaha utama berubah.
  - Caveats: Belum ada keputusan resmi dari Perseroan.
- **Kontribusi pendapatan gas alam** [analyst_hypothesis, medium]: Perseroan memproyeksikan sektor gas alam akan memberikan kontribusi mayoritas terhadap pendapatan konsolidasi dalam tiga tahun pertama, namun persentase pasti belum final.
  - Basis: Jawaban poin 8: 'estimasi kontribusi mayoritas'
  - Assumptions: Proyeksi berdasarkan kapasitas optimal dan kontrak pasokan stabil.
  - Caveats: Angka pasti belum diungkapkan.
- **Risiko pembatalan transaksi** [analyst_hypothesis, medium]: Jika transaksi batal, Perseroan akan tetap fokus pada usaha PVC dan menjajaki kemitraan strategis lain, menunjukkan rencana cadangan.
  - Basis: Jawaban poin 12: 'akan tetap menjalankan kegiatan usaha utama'
  - Assumptions: Tidak ada dampak material lain yang disebutkan.
  - Caveats: Tidak ada detail lebih lanjut.
- **Kerahasiaan informasi** [explicit_fact, high]: Perseroan telah menandatangani NDA dan membatasi akses informasi untuk mencegah insider trading.
  - Basis: Jawaban poin 13: 'telah menandatangani Non-Disclosure Agreement'

### Risks / uncertainties

- Nilai transaksi dan materialitas belum ditentukan.
- Proyeksi keuangan belum final dan masih akan dihitung oleh Penilai Independen.
- Uji tuntas masih dalam tahap awal.
- Persetujuan kreditur Perusahaan Target belum diperoleh.
- Timeline dapat berubah karena kondisi eksternal.
- Potensi perubahan kegiatan usaha utama yang memerlukan persetujuan RUPSLB.

### Items to monitor

- Rencana akuisisi dapat mempengaruhi harga saham dan persepsi pasar.
- Kontribusi pendapatan gas alam diproyeksikan mayoritas, yang dapat mengubah profil risiko Perseroan.

---

## POLI

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkap. Pemegang saham pengendali juga menyatakan tidak ada rencana tindakan korporasi. Dokumen ditandatangani oleh Direktur Utama Koentoro Setyadi, S.H. pada 31 Agustus 2026.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek POLI melalui surat No. S-11130/BEI.PP1/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan telah menyampaikan seluruh informasi, fakta material, dan kejadian penting sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek sesuai Peraturan Nomor I-E Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (minimal 3 bulan) yang berdampak pada pencatatan saham di Bursa.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting material yang belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham pengendali menyatakan tidak ada rencana melakukan tindakan korporasi terkait kepemilikan sahamnya.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Direktur Utama Koentoro Setyadi, S.H. pada 31 Agustus 2026.
- Surat bernomor 004/PHG-CS/OJK-IDX/VIII/2026, ditujukan kepada PT Bursa Efek Indonesia.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI terkait volatilitas transaksi efek
- Tidak ada indikasi suspensi atau pelanggaran free float dalam dokumen

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan atau aksi korporasi dalam waktu dekat'
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui informasi material yang mempengaruhi harga atau keputusan investasi.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2
- **Pemegang saham pengendali** [explicit_fact, high]: Pemegang saham pengendali menyatakan tidak ada rencana tindakan korporasi.
  - Basis: Jawaban poin 6
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi mungkin dipicu oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, bukan oleh informasi internal yang belum diungkap.
  - Basis: Tidak ada informasi material yang diungkapkan
  - Assumptions: Asumsi bahwa volatilitas tidak berasal dari aksi korporasi atau informasi internal
  - Caveats: Belum ada konfirmasi penyebab volatilitas

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat bursa tidak tercantum pada dokumen pertama (null), sehingga ketepatan waktu tanggapan tidak dapat diverifikasi.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak menjamin tidak adanya informasi yang belum diungkap; kepatuhan penuh masih perlu dipantau.
- Penyebab spesifik volatilitas transaksi efek tidak dijelaskan.
- Nama pemegang saham pengendali tidak disebutkan.

### Items to monitor

- Tidak ada aksi korporasi yang direncanakan dalam 3 bulan ke depan
- Tidak ada informasi material yang belum diungkap
- Pemegang saham pengendali tidak berencana melakukan tindakan korporasi

---

## POOL

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) mengumumkan perubahan jadwal RUPSLB dari 3 September 2026 menjadi 22 September 2026, pukul 14.00-15.30 WIB, di lokasi yang sama. Agenda RUPSLB tetap: (1) persetujuan penunjukan KAP untuk audit laporan keuangan 2023-2026, (2) persetujuan perubahan susunan pengurus. Recording date 28 Agustus 2026. Tidak ada agenda aksi korporasi lain.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan ulang dari 3 September 2026 menjadi 22 September 2026, pukul 14.00-15.30 WIB, di Aula Kantor PT Pool Advista Indonesia Tbk, Jl. Letjen Soepono Blok CC6 No. 9-10, Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan.
- Mata acara RUPSLB tetap sama: (1) persetujuan pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Independen guna mengaudit laporan keuangan tahun buku 2023, 2024, 2025, dan 2026, serta (2) persetujuan perubahan susunan pengurus Perseroan.
- Recording date (DPS) yang berhak hadir ditetapkan pada 28 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
- Surat pemanggilan perubahan jadwal bernomor 053/POOL/VIII/2028 tanggal 31 Agustus 2026, ditandatangani oleh Direktur Ferdiansyah Siregar.
- Pemberitahuan perubahan waktu RUPSLB dikirim ke OJK, Bursa Efek Indonesia, KSEI, BAE (PT Adimitra Jasa Korpora), dan Dewan Komisaris.
- Pengumuman RUPSLB dilakukan pada 28 Juli 2026 dan pemanggilan awal pada 12 Agustus 2026.
- Perseroan menghimbau penggunaan e-proxy/e-voting melalui eASY.KSEI.
- Tidak ada agenda terkait aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, atau transaksi aset dalam RUPSLB ini.

### Corporate actions

- Perubahan susunan pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi) akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB.

### Management / control changes

- RUPSLB akan membahas pengangkatan kembali/perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi.

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB merupakan kewajiban keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia.
- Ralat pemanggilan dan pemanggilan ulang RUPSLB dilakukan sesuai ketentuan POJK 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.

### Analytical scenarios

- **Perubahan jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan ulang dari 3 September 2026 menjadi 22 September 2026, dengan waktu dan tempat yang sama.
  - Basis: Surat No. 053/POOL/VIII/2028 tanggal 31-08-2026; Dokumen lampiran 1 dan 2
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: Agenda RUPSLB hanya mencakup penunjukan auditor dan perubahan pengurus, tanpa agenda aksi korporasi lain.
  - Basis: Daftar agenda pada dokumen utama dan lampiran 2
- **Keterlambatan pelaporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Penunjukan auditor untuk laporan keuangan 2023-2026 secara bersamaan mengindikasikan kemungkinan keterlambatan atau belum diselesaikannya audit untuk tahun-tahun tersebut, yang dapat berdampak pada kepatuhan bursa.
  - Basis: Agenda 1 mencakup audit untuk tahun buku 2023-2026
  - Assumptions: Audit untuk tahun-tahun sebelumnya belum selesai atau akan diaudit sekaligus
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai status audit atau sanksi
- **Alasan perubahan jadwal** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan jadwal RUPSLB mungkin terkait dengan kebutuhan penyesuaian internal atau persiapan administrasi, namun alasan spesifik tidak diungkapkan.
  - Basis: Dokumen menyebut 'adanya pertimbangan dan kebutuhan Perseroan untuk melakukan penyesuaian waktu pelaksanaan RUPSLB'
  - Assumptions: Alasan tidak dijelaskan secara rinci
  - Caveats: Hipotesis tidak didukung data tambahan

### Risks / uncertainties

- Detail perubahan susunan pengurus (nama, jabatan) tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Alasan perubahan jadwal RUPSLB tidak dijelaskan secara eksplisit.
- Status audit laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya tidak diinformasikan.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah saham, struktur modal, atau transaksi keuangan.

### Items to monitor

- Perubahan jadwal RUPSLB dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pemegang saham terkait waktu pelaksanaan.
- Agenda perubahan pengurus dapat mengindikasikan potensi pergantian manajemen, namun detail belum diungkapkan.
- Penunjukan auditor untuk beberapa tahun buku sekaligus dapat menimbulkan pertanyaan tentang kepatuhan pelaporan keuangan.

---

## PPRO

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT PP Properti Tbk. (PPRO) mengumumkan peresmian Halte Transjakarta di kawasan Grand Kamala Lagoon (GKL), Bekasi, pada 28 Agustus 2026. Peresmian ini bertujuan memperkuat konektivitas dan meningkatkan nilai kawasan. Tidak ada informasi mengenai nilai investasi, sumber dana, atau dampak finansial kuantitatif. Tidak ada perubahan struktur modal, pengurus, atau aksi korporasi lain. Laporan ini merupakan pengumuman awal dan bukan koreksi, pembatalan, atau lanjutan.

### Material changes

- PPRO meresmikan Halte Transjakarta di kawasan Grand Kamala Lagoon (GKL), Bekasi, pada 28 Agustus 2026.
- Peresmian dilakukan oleh Managing Director PPRO Daniel Moeis, General Manager GKL Rico Akbar, dan General Manager Lagoon Avenue Mall Bekasi Rika Rachmawati.
- GKL dilintasi layanan Transjakarta rute B25 (Bekasi–Dukuh Atas) dengan titik layanan di area Lagoon Avenue Mall, Grand Kamala Lagoon.
- Layanan Transjakarta beroperasi setiap hari pukul 05.00–22.00 WIB dengan waktu kedatangan bus sekitar 10–15 menit.
- Tarif layanan menggunakan tarif reguler bus subsidi Transjakarta sebesar Rp3.500.
- GKL berada sekitar 300 meter dari Gerbang Tol Bekasi Barat dan memiliki akses menuju Stasiun Bekasi dan Stasiun LRT Bekasi Barat.
- GKL terhubung dengan jaringan tol utama: Becakayu, Jakarta–Cikampek, dan JORR.
- Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya PPRO memperkuat nilai tambah kawasan melalui pengembangan berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan pasar.
- Laporan ditandatangani oleh VP Corporate Secretary, Dyah Novian Tri Hadini.

### Key financial figures

- **Tarif layanan Transjakarta:** Rp3.500 (per 28 Agustus 2026)
- **Jarak GKL dari Gerbang Tol Bekasi Barat:** 300 meter (per 28 Agustus 2026)

### Expansion projects

- Peresmian Halte Transjakarta di Grand Kamala Lagoon (GKL), Bekasi, pada 28 Agustus 2026. Tidak ada rincian nilai proyek, sumber dana, atau kapasitas yang diungkapkan.

### Analytical scenarios

- **Peresmian halte** [explicit_fact, high]: PPRO meresmikan Halte Transjakarta di Grand Kamala Lagoon pada 28 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen menyatakan tanggal kejadian 28 Agustus 2026 dan peresmian halte.
- **Tujuan peresmian** [explicit_fact, high]: Peresmian bertujuan memperkuat konektivitas dan meningkatkan nilai kawasan.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Perkuat Konektivitas dan Nilai Kawasan'.
- **Dampak finansial** [analyst_hypothesis, low]: Peresmian halte dapat meningkatkan nilai properti dan daya tarik kawasan Grand Kamala Lagoon, namun dampak finansial tidak diungkapkan.
  - Basis: Tidak ada angka finansial dalam dokumen.
  - Assumptions: Peresmian halte dapat berdampak positif pada nilai aset atau pendapatan, tetapi belum terkonfirmasi.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung; hanya spekulasi.

### Risks / uncertainties

- Dampak finansial dan operasional dari peresmian halte tidak dijelaskan dalam laporan.
- Tidak ada rincian nilai investasi atau sumber dana untuk pembangunan halte.

### Items to monitor

- Peresmian halte Transjakarta dapat meningkatkan aksesibilitas dan nilai kawasan Grand Kamala Lagoon, yang berpotensi mendukung kinerja operasional PPRO di masa mendatang, namun dampak finansial belum dapat diukur.

---

## PSAB

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 31 Agustus–1 September 2026, PSAB (J Resources Asia Pasifik Tbk) menyampaikan dua pengumuman terkait laporan keuangan interim untuk periode enam bulan berakhir 30 Juni 2026. Pengumuman pertama (ID 20260901000516) adalah ringkasan awal yang hanya menyebutkan pendapatan, ekuitas, dan kurs, tanpa rincian aksi korporasi. Pengumuman kedua (ID 20260901105034) merupakan laporan keuangan lengkap yang mengungkapkan sejumlah aksi korporasi signifikan yang terjadi pada semester I 2026: (1) pelepasan seluruh saham entitas anak ASA kepada PT Danusa Tambang Nusantara (efektif 11 Februari 2026) dengan harga Rp5,53 triliun (US$328,58 juta) dan keuntungan US$298,60 juta; (2) akuisisi seluruh saham JRBM dari PT Lebong Tandai (7 Mei 2026) sehingga kepemilikan menjadi 100%; (3) pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp2,78 triliun (Rp105 per saham); (4) restrukturisasi internal antar entitas anak; dan (5) perubahan komisaris independen. Kinerja keuangan menunjukkan laba bersih melonjak dari US$29,42 juta menjadi US$186,57 juta, terutama dari keuntungan non-rutin pelepasan entitas anak, sementara total aset turun dari US$821,57 juta menjadi US$636,87 juta dan liabilitas turun dari US$367,04 juta menjadi US$201,36 juta. Terjadi pelunasan utang bank besar-besaran dan peningkatan investasi pada Currency Linked Investments (CLI) menjadi US$195,36 juta. Konstruksi dalam penyelesaian (CIP) sebesar US$77,82 juta ditargetkan selesai 2028. Peristiwa setelah periode pelaporan mencakup penempatan CLI tambahan dan penandatanganan Revolving Credit Facility maksimum Rp672 miliar dengan QNB pada 18 Agustus 2026. Pentingnya secara korporasi: aksi-aksi ini mengubah struktur aset, leverage, dan kepemilikan, serta menunjukkan strategi divestasi dan restrukturisasi yang signifikan.

### Material changes

- Pelepasan seluruh saham entitas anak ASA kepada PT Danusa Tambang Nusantara (efektif 11 Februari 2026) dengan harga Rp5.532.563.290.422 (ekuivalen US$328.576.036), menghasilkan keuntungan US$298.596.382.
- Akuisisi seluruh saham JRBM dari PT Lebong Tandai pada 7 Mei 2026 dengan harga Rp86.824.000.000 (ekuivalen US$5.000.000), meningkatkan kepemilikan efektif Grup dari 79,99% menjadi 100%.
- Pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp2.778.300.000.000 (Rp105 per saham untuk 26.460.000.000 saham), disetujui RUPS Tahunan 3 Juni 2026 dan didistribusikan 30 Juni 2026.
- Restrukturisasi internal: pada 29 Juni 2026 JRN menjual seluruh saham JRBV kepada SAJ seharga US$17.500.000; pada 4 Juni 2026 JRN menjual seluruh saham SPP kepada SBA seharga US$1.000.000 (setara Rp17.805.000.000).
- Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi per 30 Juni 2026 berdasarkan Akta No. 11 tanggal 3 Juni 2026; Komisaris Independen berubah dari Budikwanto Kuesar menjadi Arief Budi Prasetyanto.
- Kerugian penurunan nilai aset tetap sebesar US$59.579.221 dan properti pertambangan sebesar US$25.016.861 pada H1 2026; penghapusan properti pertambangan Penjom sebesar US$102.923.626.
- Pinjaman bank jangka panjang neto turun drastis dari US$144.478.949 (31 Des 2025) menjadi US$18.749.371 (30 Jun 2026), dengan pelunasan fasilitas JTrust (total Rp650 miliar), Nobu (Rp638,75 miliar), DBS (Rp477 miliar), CTBC (Rp200 miliar), UOB (Rp100 miliar), dan pinjaman pihak berelasi BMW (Rp58,96 miliar dan US$41,15 juta).
- Investasi pada Currency Linked Investments (CLI) meningkat dari US$3,29 juta menjadi US$195,36 juta, dengan pokok US$239.448.197 (SGD 100.227.760 + SGD 31.172.906 + USD 39.838.873 + SGD 68.208.658) di DBS Bank Limited, Singapore; kerugian nilai wajar CLI sebesar US$6.735.959 pada H1 2026.
- Konstruksi dalam penyelesaian (CIP) per 30 Juni 2026 sebesar US$77.817.393 (58% dari nilai kontrak), ditargetkan selesai 2028.
- Produksi emas Grup semester I 2026: 47.324 oz (turun dari 48.071 oz di H1 2025); jumlah karyawan 718 (turun dari 794).
- Peristiwa setelah periode pelaporan: penempatan CLI tambahan oleh JRN pada Juli-Agustus 2026 (total pokok sekitar USD 118,76 juta dan SGD 100,99 juta) dan penandatanganan Revolving Credit Facility maksimum Rp672 miliar dengan QNB pada 18 Agustus 2026.
- Laporan keuangan diotorisasi 28 Agustus 2026; direksi menandatangani surat pernyataan (Edi Permadi, Sanjaya J) dan auditor (Maria Leckzinska, AP.0155) memberikan kesimpulan review tanpa pengecualian.

### Key financial figures

- **Pendapatan produk:** 160.637.348 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Pendapatan produk:** 140.297.268 (2025-01-01/2025-06-30)
- **Laba bersih:** 186.568.902 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Laba bersih:** 29.420.724 (2025-01-01/2025-06-30)
- **Total aset:** 636.866.484 (2026-06-30)
- **Total aset:** 821.569.579 (2025-12-31)
- **Total liabilitas:** 201.357.192 (2026-06-30)
- **Total liabilitas:** 367.040.629 (2025-12-31)
- **Total ekuitas:** 435.509.292 (2026-06-30)
- **Total ekuitas:** 454.528.950 (2025-12-31)
- **Kas dan setara kas:** 17.064.762 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 26.443.474 (2025-12-31)
- **Investasi (termasuk CLI):** 195.359.536 (2026-06-30)
- **Investasi (termasuk CLI):** 3.289.509 (2025-12-31)
- **Pinjaman bank jangka panjang (net):** 18.749.371 (2026-06-30)
- **Pinjaman bank jangka panjang (net):** 144.478.949 (2025-12-31)
- **Laba per saham dasar:** 0,0067 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Laba per saham dasar:** 0,0007 (2025-01-01/2025-06-30)

### Corporate actions

- Pelepasan entitas anak ASA (divestasi) - selesai 11 Februari 2026
- Akuisisi seluruh saham JRBM (peningkatan kepemilikan menjadi 100%) - 7 Mei 2026
- Pembagian dividen tunai tahun buku 2025 - disetujui 3 Juni 2026, dibagikan 30 Juni 2026
- Restrukturisasi internal antar entitas anak (JRBV ke SAJ, SPP ke SBA) - Juni 2026
- Perubahan susunan pengurus (komisaris independen baru) - efektif 3 Juni 2026

### Expansion projects

- Konstruksi dalam penyelesaian (CIP) sebesar US$77.817.393 (58% dari nilai kontrak), ditargetkan selesai 2028
- Penambahan aset tetap US$29,44 juta (terutama konstruksi dalam penyelesaian)
- Penambahan properti pertambangan US$2,85 juta dan aset eksplorasi US$4,67 juta

### Management / control changes

- Komisaris Independen berubah dari Budikwanto Kuesar menjadi Arief Budi Prasetyanto per 30 Juni 2026
- Susunan Direksi tetap: Edi Permadi (Dirut), Sanjaya J, Adi Maryono

### Capital structure

- Modal saham: 26.460.000.000 saham, nilai nominal Rp20, total US$58.830.001 (tidak berubah)
- Kepemilikan Jimmy Budiarto 92,50%, free float 7,50%
- Kepentingan nonpengendali turun dari US$115.174.720 (31 Des 2025) menjadi US$11.359 (30 Jun 2026)
- Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali: US$75.963.616 (31 Des 2025: US$2.124.832)

### Listing / regulatory

- Seluruh saham Perusahaan tercatat di BEI per 30 Juni 2026
- Menunggu persetujuan Kementerian ESDM atas perubahan susunan pemegang saham JRBM
- PP No. 8/2025 mewajibkan penempatan DHE 100% selama 12 bulan

### Analytical scenarios

- **Pelepasan entitas anak ASA** [explicit_fact, high]: PSAB melepas seluruh saham ASA kepada PT Danusa Tambang Nusantara dengan harga Rp5.532.563.290.422 (US$328.576.036) dan keuntungan US$298.596.382.
  - Basis: Pengumuman 20260901105034
- **Akuisisi JRBM** [explicit_fact, high]: PSAB mengakuisisi seluruh saham JRBM dari PT Lebong Tandai pada 7 Mei 2026, meningkatkan kepemilikan dari 79,99% menjadi 100%.
  - Basis: Pengumuman 20260901105034
- **Dividen tunai** [explicit_fact, high]: Dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp2.778.300.000.000 (Rp105 per saham) disetujui RUPS 3 Juni 2026 dan dibagikan 30 Juni 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260901105034
- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan naik dari US$140.297.268 menjadi US$160.637.348, tumbuh sekitar 14,5% (20.340.080 / 140.297.268).
  - Basis: Pendapatan periode sebelumnya: 140.297.268; Pendapatan periode berjalan: 160.637.348
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang dilaporkan.
  - Caveats: Angka dari laporan limited review.
- **Penurunan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset turun sebesar US$184.703.095 (821.569.579 - 636.866.484) atau sekitar 22,5%.
  - Basis: Total aset 2025-12-31: 821.569.579; Total aset 2026-06-30: 636.866.484
  - Assumptions: Angka dalam USD.
- **Penurunan kepentingan non-pengendali** [derived_calculation, medium]: Kepentingan non-pengendali turun dari US$115.174.720 menjadi US$11.359, penurunan hampir 100%.
  - Basis: NCI 2025: 115.174.720; NCI 2026: 11.359
  - Caveats: Detail transaksi tidak tersedia.
- **Laba bersih vs pendapatan** [derived_calculation, high]: Laba bersih 2026 (US$186.568.902) lebih tinggi dari pendapatan (US$160.637.348), didorong oleh keuntungan non-rutin pelepasan entitas anak sebesar US$298.596.382.
  - Basis: Pendapatan 2026: 160.637.348; Laba bersih 2026: 186.568.902; Keuntungan lainnya 2026: 298.596.382
- **Penurunan pinjaman bank jangka panjang** [derived_calculation, high]: Pinjaman bank jangka panjang neto turun dari US$144.478.949 menjadi US$18.749.371, penurunan sekitar US$125.729.578 (87%).
  - Basis: Pinjaman bank jangka panjang 31 Des 2025: 144.478.949; Pinjaman bank jangka panjang 30 Jun 2026: 18.749.371
  - Assumptions: Angka neto digunakan.
  - Caveats: Bisa juga reklasifikasi ke jangka pendek.
- **Kenaikan investasi CLI** [derived_calculation, high]: Investasi meningkat dari US$3.289.509 menjadi US$195.359.536, terutama karena penempatan CLI sebesar US$194.170.027.
  - Basis: Investasi 31 Des 2025: 3.289.509; Investasi 30 Jun 2026: 195.359.536
  - Assumptions: Kenaikan terutama dari CLI.
  - Caveats: Penyebab kenaikan tidak dijelaskan secara rinci.
- **Konsentrasi penjualan** [derived_calculation, high]: Penjualan ke PT Hartadinata Abadi (54%) dan PT Aneka Tambang (37%) mencapai 91% dari total penjualan.
  - Basis: Penjualan Hartadinata: 86.329.110; Penjualan Aneka Tambang: 59.534.012; Total penjualan: 160.637.348
  - Assumptions: Persentase dihitung dari total penjualan.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang keberlanjutan hubungan.
- **Potensi divestasi aset pertambangan** [analyst_hypothesis, medium]: Hilangnya aset dimiliki untuk dijual dan penurunan properti pertambangan yang signifikan mengindikasikan kemungkinan penyelesaian divestasi atau pelepasan aset pertambangan pada semester pertama 2026.
  - Basis: Aset dimiliki untuk dijual 2025-12-31: 234.361.932; Properti pertambangan turun 131.657.157
  - Assumptions: Asumsi bahwa aset dimiliki untuk dijual telah dijual atau dialihkan
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi transaksi; hanya inferensi dari perubahan saldo
- **Tujuan pelepasan entitas anak** [analyst_hypothesis, low]: Penerimaan dari pelepasan ASA (US$328,5 juta) kemungkinan digunakan untuk membayar dividen dan melunasi utang, namun tujuan pasti belum dikonfirmasi.
  - Basis: Penerimaan penjualan entitas anak: 328.502.572; Pembayaran dividen: 155.533.785; Pelunasan pinjaman bank jangka panjang: 127.056.054
  - Assumptions: Mengasumsikan dana dari pelepasan digunakan untuk pendanaan internal.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit mengenai penggunaan dana.
- **Risiko nilai tukar CLI** [analyst_hypothesis, medium]: Kerugian nilai wajar CLI sebesar US$6,74 juta mungkin terkait dengan pergerakan nilai tukar SGD/USD, karena CLI memiliki fitur penyelesaian dalam mata uang alternatif.
  - Basis: Deskripsi CLI dan kerugian yang diakui.
  - Assumptions: Pergerakan kurs mempengaruhi nilai wajar.
  - Caveats: Penyebab pasti kerugian tidak dijelaskan.

### Risks / uncertainties

- Konsentrasi pelanggan sangat tinggi: 91% dari pendapatan 6M 2026 berasal dari dua pelanggan (Hartadinata 54%, Antam 37%), dan 95% dari 6M 2025 dari satu pelanggan (Metalor), meningkatkan risiko kehilangan pendapatan jika hubungan berubah.
- Penurunan aset dan liabilitas yang signifikan tanpa penjelasan dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai kelangsungan usaha atau strategi perusahaan.
- Dividen kas melebihi laba berjalan (rasio 107,5%), berpotensi mengurangi saldo laba secara signifikan.
- Penurunan pendapatan ekspor yang sangat signifikan (89,5%) dapat mengindikasikan masalah operasional atau perubahan pasar.
- Terdapat batasan-batasan (covenants) dalam perjanjian kredit yang harus dipenuhi Grup, yang dapat membatasi fleksibilitas operasional.
- Peningkatan belanja modal yang signifikan dapat meningkatkan risiko likuiditas jika tidak diimbangi arus kas operasi.
- Kerugian penurunan nilai aset tetap dan properti pertambangan yang signifikan mengindikasikan potensi penurunan nilai aset operasional.
- Ketergantungan pada keuntungan non-rutin dari pelepasan entitas anak untuk mencapai laba positif.
- Perbedaan angka dividen entitas anak antara laporan perubahan ekuitas (US$45 juta) dan arus kas (US$15,21 juta) perlu verifikasi.
- Persetujuan Kementerian ESDM untuk perubahan pemegang saham JRBM belum diperoleh.
- Perkara hukum dengan nilai gugatan Rp3 miliar masih dalam proses Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung.
- Perubahan regulasi DHE (PP No. 8/2025) dapat mempengaruhi likuiditas dan kepatuhan.
- Penurunan kas dan setara kas dari US$26,44 juta menjadi US$17,06 juta perlu dipantau likuiditasnya.

### Items to monitor

- Persetujuan Kementerian ESDM atas perubahan susunan pemegang saham JRBM.
- Perkembangan perkara hukum dengan nilai gugatan Rp3 miliar di Mahkamah Agung.
- Kepatuhan terhadap PP No. 8/2025 terkait DHE.
- Perkembangan konstruksi dalam penyelesaian (CIP) dan penyelesaiannya pada 2028.
- Perkembangan investasi CLI dan dampaknya terhadap laba.
- Kinerja operasional inti tanpa keuntungan non-rutin.
- Konsentrasi pelanggan dan keberlanjutan hubungan dengan Hartadinata dan Antam.
- Kepatuhan terhadap covenants perjanjian kredit.
- Perubahan susunan pengurus atau pengendali selanjutnya.
- Ketersediaan laporan keuangan audited untuk verifikasi angka.

---

## PTBA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 31 Agustus–1 September 2026, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) merilis dua pengumuman terkait kinerja keuangan Semester I 2026. Pengumuman pertama (31 Agustus) adalah penyampaian Laporan Keuangan Interim yang ditelaah secara terbatas, dan pengumuman kedua (1 September) adalah siaran pers kinerja operasional. Secara korporasi, perubahan utama adalah: (1) laba bersih melonjak 214,7% (menurut laporan keuangan) atau 218% (menurut siaran pers) menjadi sekitar Rp2,64–2,65 triliun; (2) pendapatan usaha naik 7,7% menjadi Rp22,03 triliun; (3) struktur pendanaan bergeser dari utang jangka pendek ke jangka panjang, dengan total pinjaman bank turun 25%; (4) muncul utang dividen Rp1,30 triliun yang sebelumnya nihil; dan (5) aset dalam penyelesaian meningkat signifikan menjadi Rp5,32 triliun, mengindikasikan proyek ekspansi yang sedang berjalan. Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, buyback, stock split, merger, akuisisi, atau divestasi yang tercatat. Pentingnya pengumuman ini terletak pada pemulihan kinerja yang kuat dan indikasi dividen tunai, yang dapat memengaruhi persepsi investor terhadap prospek perusahaan.

### Material changes

- Laba bersih periode berjalan naik dari Rp839,90 miliar menjadi Rp2,64 triliun (menurut laporan keuangan) atau Rp2,65 triliun (menurut siaran pers), peningkatan sekitar 214,7% atau 218% YoY.
- Pendapatan usaha naik dari Rp20,45 triliun menjadi Rp22,03 triliun, kenaikan 7,7%.
- Total aset meningkat dari Rp43,92 triliun menjadi Rp48,10 triliun.
- Kas dan setara kas naik dari Rp4,52 triliun menjadi Rp6,88 triliun.
- Utang bank jangka pendek turun dari Rp1,95 triliun menjadi Rp55,46 miliar, sementara utang bank jangka panjang naik dari Rp1,28 triliun menjadi Rp2,36 triliun.
- Muncul utang dividen sebesar Rp1,30 triliun, sebelumnya nihil.
- Aset dalam penyelesaian meningkat dari Rp4,37 triliun menjadi Rp5,32 triliun, dengan penambahan Rp956,43 miliar.
- Piutang usaha yang telah jatuh tempo meningkat dari Rp888,91 miliar menjadi Rp1,81 triliun.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi naik dari Rp2,22 triliun menjadi Rp4,63 triliun.
- Pinjaman bank total turun dari Rp3,23 triliun menjadi Rp2,42 triliun (penurunan 25%).

### Key financial figures

- **Pendapatan usaha:** 22.027.901 (1H2026 (CurrentYearDuration))
- **Pendapatan usaha:** 20.452.391 (1H2025 (PriorYearDuration))
- **Laba bruto:** 4.247.161 (1H2026)
- **Laba bruto:** 2.246.895 (1H2025)
- **Laba bersih:** 2.643.357 (1H2026 (laporan keuangan))
- **Laba bersih:** 839.902 (1H2025 (laporan keuangan))
- **Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk:** 2.649.899 (1H2026 (siaran pers))
- **Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk:** 833.044 (1H2025 (siaran pers))
- **EBITDA:** 4.272.455 (1H2026)
- **EBITDA:** 2.197.510 (1H2025)
- **Total aset:** 48.102.422 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** 43.917.063 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas:** 22.763.845 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 21.300.262 (31 Desember 2025)
- **Total ekuitas:** 25.338.577 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 22.616.801 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas:** 6.875.929 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas:** 4.522.194 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka pendek:** 55.461 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 1.950.000 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka panjang:** 2.360.973 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang:** 1.277.425 (31 Desember 2025)
- **Utang dividen:** 1.304.818 (30 Juni 2026)
- **Investasi pada ventura bersama:** 10.713.447 (30 Juni 2026)
- **Investasi pada ventura bersama:** 9.621.580 (31 Desember 2025)
- **Aset tetap (net):** 11.538.725 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap (net):** 11.188.312 (31 Desember 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 4.625.730 (1H2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 2.223.879 (1H2025)
- **Laba per saham (EPS):** 230 (1H2026)
- **Laba per saham (EPS):** 72 (1H2025)
- **Pinjaman bank total:** 2.416.434 (30 Juni 2026)
- **Pinjaman bank total:** 3.227.525 (31 Desember 2025)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, buyback, stock split, merger, akuisisi, atau divestasi yang tercatat dalam laporan keuangan interim maupun siaran pers.
- Munculnya utang dividen Rp1,30 triliun mengindikasikan dividen tunai yang telah diumumkan namun belum dibayarkan (perlu konfirmasi lebih lanjut).

### Expansion projects

- Aset dalam penyelesaian meningkat dari Rp4.374.564 juta menjadi Rp5.323.158 juta, dengan penambahan Rp956.428 juta, mengindikasikan proyek konstruksi yang sedang berjalan.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap (capex) sebesar Rp1.147.044 juta pada periode berjalan, turun dari Rp1.530.639 juta tahun lalu (menurut laporan keuangan).
- Capex 1H2026 terealisasi Rp1,09 triliun, mencapai 30% dari target tahunan Rp3,64 triliun (menurut siaran pers).
- Mayoritas capex digunakan untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan.

### Capital structure

- Saham biasa tercatat 1.152.066 (dalam ribuan) baik pada periode berjalan maupun periode sebelumnya, tidak ada perubahan.
- Tambahan modal disetor tercatat 642.832 (dalam ribuan) pada kedua periode, tidak ada perubahan.
- Saham treasuri tercatat 12.521 (dalam ribuan) pada kedua periode, tidak ada perubahan.
- Saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya meningkat dari Rp13.730.400 juta menjadi Rp15.341.877 juta.
- Kepentingan non-pengendali menurun dari Rp133.087 juta menjadi Rp112.587 juta.
- Distribusi dividen kas sebesar Rp1.332.439 juta dan pembentukan cadangan umum Rp1.611.477 juta tercatat pada laporan perubahan ekuitas.

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan keuangan tengah tahunan 2026 sebagai pemenuhan kewajiban POJK No. 14/2022 dan Peraturan No. I-E.
- Tidak ada perubahan status pencatatan, suspensi, atau persetujuan regulasi yang tercatat.

### Analytical scenarios

- **Penyampaian laporan keuangan interim** [explicit_fact, high]: PTBA menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2026 yang ditelaah secara terbatas kepada OJK dan BEI, sesuai POJK No. 14/2022 dan Peraturan No. I-E.
  - Basis: Surat pengantar bernomor B/183/111000/KS.03/VIII/2026, tertanggal 3 Agustus 2026.
- **Kinerja keuangan 1H2026** [explicit_fact, high]: Laba bersih Rp2,65 triliun, EBITDA Rp4,27 triliun, pendapatan Rp22,03 triliun, dengan net profit margin 12% dan EBITDA margin 19%.
  - Basis: Siaran pers 1 September 2026.
- **Volume produksi dan penjualan** [explicit_fact, high]: Volume produksi 1H2026 tercatat 19.449.609 ton, turun 10% YoY; volume penjualan 21.099.817 ton, turun 2% YoY.
  - Basis: Siaran pers 1 September 2026.
- **Capex dan target** [explicit_fact, high]: Capex 1H2026 terealisasi Rp1,09 triliun, 30% dari target tahunan Rp3,64 triliun, mayoritas untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan.
  - Basis: Siaran pers 1 September 2026.
- **Utang dividen** [explicit_fact, high]: Muncul utang dividen sebesar Rp1.304.818 juta pada 30 Juni 2026, sebelumnya nihil.
  - Basis: Laporan keuangan interim 30 Juni 2026.
- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih naik dari 839.902 menjadi 2.643.357, peningkatan sebesar 1.803.455 atau sekitar 214,7% dibanding periode sebelumnya.
  - Basis: Angka laba bersih dari laporan keuangan: CurrentYearDuration 2.643.357, PriorYearDuration 839.902.
  - Assumptions: Angka dalam ribuan mata uang yang sama.
- **Pertumbuhan laba bersih (siaran pers)** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan laba bersih YoY: (2.649.899 - 833.044) / 833.044 = 218%.
  - Basis: Laba bersih 1H26 2.649.899 juta, 1H25 833.044 juta.
- **Peningkatan laba bruto** [derived_calculation, high]: Laba bruto naik dari 2.246.895 menjadi 4.247.161, peningkatan sebesar 2.000.266 atau sekitar 89,0%.
  - Basis: Angka laba bruto dari laporan keuangan: CurrentYearDuration 4.247.161, PriorYearDuration 2.246.895.
  - Assumptions: Angka dalam ribuan mata uang yang sama.
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER) pada periode berjalan adalah 22.763.845 / 25.338.577 = 0,90, sedangkan periode sebelumnya 21.300.262 / 22.616.801 = 0,94. Rasio menurun, menunjukkan perbaikan struktur modal.
  - Basis: Total liabilitas dan total ekuitas dari laporan keuangan.
  - Assumptions: Angka dalam ribuan mata uang yang sama.
- **Pertumbuhan arus kas operasi** [derived_calculation, high]: Arus kas operasi bersih naik dari Rp2.223.879 juta menjadi Rp4.625.730 juta, peningkatan sekitar 108%.
  - Basis: Angka arus kas operasi dari laporan arus kas.
  - Assumptions: Periode pembanding adalah tahun sebelumnya.
- **Peningkatan piutang jatuh tempo** [derived_calculation, high]: Piutang telah jatuh tempo meningkat dari Rp888.914 juta menjadi Rp1.806.602 juta, kenaikan sekitar 103,2%.
  - Basis: Angka piutang jatuh tempo dari laporan keuangan.
  - Assumptions: Kenaikan bukan karena perubahan klasifikasi.
- **Net profit margin** [derived_calculation, high]: Net profit margin dihitung dari laba bersih dibagi pendapatan: 2.649.899 / 22.027.901 = 12,03%.
  - Basis: Laba bersih 2.649.899 juta, pendapatan 22.027.901 juta.
  - Assumptions: Menggunakan laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk.
- **EBITDA margin** [derived_calculation, high]: EBITDA margin dihitung dari EBITDA dibagi pendapatan: 4.272.455 / 22.027.901 = 19,4%.
  - Basis: EBITDA 4.272.455 juta, pendapatan 22.027.901 juta.
- **Realisasi capex terhadap target** [derived_calculation, high]: Realisasi capex 1H26 sebesar Rp1,09 triliun terhadap target tahunan Rp3,64 triliun = 30%.
  - Basis: Capex terealisasi 1,09 triliun, target capex 3,64 triliun.
- **Penurunan pinjaman bank** [derived_calculation, high]: Pinjaman bank turun dari Rp3.227.525 juta menjadi Rp2.416.434 juta, penurunan 25%.
  - Basis: Pinjaman bank 31 Des 25: 3.227.525 juta, 30 Jun 26: 2.416.434 juta.
- **Kemungkinan aksi dividen** [analyst_hypothesis, medium]: Munculnya utang dividen yang signifikan mengindikasikan emiten telah mengumumkan dividen yang belum dibayarkan, yang dapat menjadi sinyal aksi korporasi dividen tunai.
  - Basis: Utang dividen CurrentYearInstant
  - Assumptions: Dividen diumumkan setelah periode pelaporan atau jatuh tempo pembayaran setelah tanggal neraca.
  - Caveats: Perlu konfirmasi dari pengumuman resmi emiten.
- **Perubahan struktur pendanaan** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan utang jangka pendek dan kenaikan utang jangka panjang menunjukkan pergeseran struktur pendanaan menuju jangka panjang, mungkin untuk mendanai ekspansi atau memperbaiki likuiditas.
  - Basis: Utang bank jangka pendek; Utang bank jangka panjang
  - Assumptions: Manajemen sengaja merestrukturisasi utang.
  - Caveats: Perlu analisis arus kas dan kebijakan manajemen.
- **Potensi ekspansi kapasitas** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan signifikan aset dalam penyelesaian mengindikasikan adanya proyek ekspansi atau pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan, namun detail proyek tidak diungkapkan.
  - Basis: Kenaikan aset dalam penyelesaian dari Rp4.374.564 juta menjadi Rp5.323.158 juta
  - Assumptions: Asumsi bahwa aset dalam penyelesaian terkait dengan proyek ekspansi atau pembangunan.
  - Caveats: Tidak ada informasi spesifik mengenai jenis proyek, lokasi, atau nilai kontrak.
- **Dampak konflik Selat Hormuz** [analyst_hypothesis, medium]: Kenaikan harga BBM akibat konflik Selat Hormuz dapat menekan margin jika tidak diimbangi efisiensi, namun PTBA berhasil menjaga biaya.
  - Basis: Harga BBM naik 34% YoY; Beban pokok turun 2% YoY
  - Assumptions: Efisiensi berhasil mengompensasi kenaikan biaya bahan bakar
  - Caveats: Tidak ada rincian biaya bahan bakar spesifik
- **Keberlanjutan kinerja** [analyst_hypothesis, low]: Pemulihan QoQ dan kenaikan ASP mungkin berlanjut jika harga batubara global tetap kuat, tetapi risiko geopolitik dan volume produksi yang turun dapat membatasi.
  - Basis: Produksi naik 94% QoQ; ASP naik 14% QoQ; Volume produksi turun 10% YoY
  - Assumptions: Kondisi pasar global tetap mendukung
  - Caveats: Tidak ada panduan resmi selain guidance FY26

### Risks / uncertainties

- Kenaikan beban akrual jangka pendek yang signifikan (dari Rp4,48 triliun menjadi Rp6,35 triliun) dapat mengindikasikan peningkatan kewajiban yang belum dibayar.
- Peningkatan piutang jatuh tempo yang signifikan dapat meningkatkan risiko kredit.
- Konsentrasi pendapatan pada PLN Grup dapat menjadi risiko jika terjadi perubahan hubungan bisnis.
- Penurunan pendapatan dari MIND ID Trading Pte. Ltd sebesar 28,6% dapat mempengaruhi pendapatan ekspor atau penjualan ke pihak berelasi.
- Penerimaan pinjaman bank yang meningkat tajam dapat meningkatkan leverage, meskipun pembayaran juga naik.
- Laporan keuangan hanya ditelaah secara terbatas, bukan diaudit penuh, sehingga tingkat keyakinan lebih rendah.
- Konflik Selat Hormuz meningkatkan harga BBM, berisiko pada biaya operasional.
- Volume produksi turun 10% YoY, dapat mempengaruhi pendapatan jika harga turun.
- Ketergantungan pada harga batubara global yang fluktuatif.

### Items to monitor

- Pengumuman resmi mengenai dividen tunai, termasuk jadwal dan besaran final.
- Rincian proyek aset dalam penyelesaian, termasuk jenis proyek, lokasi, nilai kontrak, dan timeline.
- Perkembangan realisasi capex terhadap target tahunan Rp3,64 triliun.
- Perubahan harga batubara global (Newcastle Index, ICI-3) dan dampaknya terhadap ASP.
- Perkembangan konflik Selat Hormuz dan dampaknya terhadap biaya bahan bakar.
- Kebijakan manajemen terkait struktur pendanaan jangka panjang.
- Kinerja volume produksi dan penjualan pada semester II 2026.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 14/2022 dan Peraturan No. I-E untuk laporan keuangan berikutnya.

---

## PTPP

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PTPP mengumumkan perolehan kontrak pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III senilai Rp970 miliar. Kontrak ditandatangani pada 5 Agustus 2026, berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan skema Design and Build, masa pelaksanaan 540 hari kalender, dan lingkup pekerjaan jalan sepanjang 52 km beserta struktur pendukung. Proyek dikerjakan melalui KSO dengan PTPP sebagai leader dan porsi 65%. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal perolehan kontrak, bukan koreksi atau pembatalan.

### Material changes

- PTPP meraih kontrak pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III senilai Rp970 miliar.
- Perjanjian kontrak ditandatangani pada 5 Agustus 2026.
- Proyek berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
- Pekerjaan dilaksanakan melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PTPP sebagai leader proyek dan porsi kepemilikan 65%.
- Skema proyek adalah Design and Build dengan masa pelaksanaan 540 hari kalender untuk pekerjaan konstruksi.
- Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan jalan hauling sepanjang 52 km beserta struktur pendukung seperti overpass, box culvert, dan box underpass.
- Proyek ditujukan untuk mendukung pengangkutan batu bara dari konsesi tambang menuju titik bongkar atau pelabuhan.
- PTPP merencanakan penerapan teknologi seperti drone, LiDAR, digitalisasi inspeksi QHSE, monitoring logistik berbasis barcode, Real-Time Working Progress, All-in-One Project Dashboard, BIM, AR, dan VR.
- Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyatakan proyek ini memperkuat portofolio infrastruktur dan mendukung konektivitas logistik di Sumatera Selatan.
- Tantangan proyek meliputi aspek perlintasan dan kondisi rute yang panjang serta berada di area terpencil.
- PTPP menerapkan HSE 10 Golden Steps Quality untuk standar keselamatan dan kualitas pekerjaan.
- PTPP mencatatkan sahamnya di BEI pada 9 Februari 2010 dengan kepemilikan publik 49%.

### Key financial figures

- **Nilai kontrak:** Rp970 miliar (2026-08-31)
- **Porsi kepemilikan PTPP dalam KSO:** 65% (2026-08-31)
- **Panjang jalan hauling:** 52 km (2026-08-31)
- **Masa pelaksanaan konstruksi:** 540 hari kalender (2026-08-31)
- **Kepemilikan publik PTPP:** 49% (2010-02-09)

### Expansion projects

- Kontrak pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III senilai Rp970 miliar, dengan masa pelaksanaan 540 hari kalender, lokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan lingkup jalan 52 km beserta struktur pendukung.

### Analytical scenarios

- **Perolehan kontrak** [explicit_fact, high]: PTPP mengumumkan perolehan kontrak pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III senilai Rp970 miliar, ditandatangani pada 5 Agustus 2026.
  - Basis: Nilai kontrak Rp970 miliar; Tanggal penandatanganan 5 Agustus 2026
- **Struktur KSO** [explicit_fact, high]: Proyek dikerjakan melalui KSO dengan PTPP sebagai leader proyek dan porsi kepemilikan 65%.
  - Basis: Porsi kepemilikan 65%
- **Nilai kontrak per km** [derived_calculation, medium]: Nilai kontrak per kilometer jalan hauling sekitar Rp18,65 miliar per km (Rp970 miliar / 52 km).
  - Basis: Nilai kontrak Rp970 miliar; Panjang jalan 52 km
  - Assumptions: Nilai kontrak seluruhnya untuk pembangunan jalan, tanpa alokasi terpisah untuk struktur pendukung.
  - Caveats: Perhitungan hanya indikatif, karena struktur pendukung mungkin memiliki biaya berbeda.
- **Dampak terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Kontrak ini berpotensi menambah pendapatan PTPP di masa mendatang, namun dampaknya belum dapat diukur tanpa informasi jadwal pengakuan pendapatan dan kontribusi KSO.
  - Basis: Nilai kontrak Rp970 miliar; Porsi 65%
  - Assumptions: Pendapatan diakui secara proporsional sesuai porsi kepemilikan.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai jadwal pengakuan pendapatan atau kontribusi terhadap laba.

### Risks / uncertainties

- Tantangan proyek meliputi aspek perlintasan dan kondisi rute yang panjang serta berada di area terpencil, membutuhkan sistem komunikasi dan keselamatan yang memadai.
- Belum ada informasi mengenai mitra KSO, sumber pendanaan, atau jadwal penyelesaian proyek secara rinci.

### Items to monitor

- Perolehan kontrak baru dapat memperkuat portofolio infrastruktur PTPP dan mendukung konektivitas logistik di Sumatera Selatan.
- Nilai kontrak Rp970 miliar berpotensi menambah pendapatan PTPP di masa mendatang, namun dampak pastinya belum dapat diukur tanpa informasi jadwal pengakuan pendapatan dan kontribusi KSO.

---

## RAFI

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk periode Juli 2026. Terdapat perubahan struktur pemegang saham: jumlah pemegang saham dengan kepemilikan >=5% bertambah dari 1 menjadi 2, dengan munculnya PT Globalasia Capital sebagai pemegang saham baru (24.988.667 saham, 0,8%). Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan <5% menurun dari 6.750 menjadi 6.745, dan total saham yang dimiliki kelompok ini turun dari 1.928.140.475 menjadi 1.832.408.275 saham. Persentase free float menurun dari 60,58% menjadi 57,52%. Tidak ada perubahan pada modal dasar, modal disetor, atau jumlah saham treasury stock.

### Material changes

- PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk periode Juli 2026, dengan nomor pengumuman 017/Corsec-OJK/SKB/VIII/2026, tanggal 1 September 2026.
- Modal dasar perusahaan adalah 8.720.000.000 saham, dan modal disetor penuh adalah 3.128.140.475 saham (tidak berubah dari bulan sebelumnya).
- Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan >=5% meningkat dari 1 menjadi 2 pada bulan Juli 2026.
- Pemegang saham dengan kepemilikan >=5% yang tercatat: PT Globalasia Capital (24.988.667 saham, 0,8%) dan Mujianto (8.066.667 saham, 0,26%). Keduanya memiliki kepemilikan di bawah 5%, namun diklasifikasikan dalam kelompok ini.
- Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan <5% menurun dari 6.750 menjadi 6.745, dan total saham yang dimiliki kelompok ini turun dari 1.928.140.475 menjadi 1.832.408.275 saham.
- Persentase free float menurun dari 60,58% menjadi 57,52% pada bulan Juli 2026.
- Treasury stock: tidak ada perubahan, tetap 0 saham.
- Tidak ada perubahan pada jumlah saham yang dibatasi pengalihannya (lock-up) atau saham yang diblokir; tetap 0 saham.
- Laporan ditandatangani oleh Eko Pujianto, Direktur Utama PT Sari Kreasi Boga Tbk.
- Biro Administrasi Efek: PT Adimitra Jasa Korpora.
- Laporan disampaikan berdasarkan Peraturan OJK No. 11/POJK.04/2017 tentang laporan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

### Key financial figures

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pada susunan direksi atau komisaris yang teridentifikasi dalam laporan ini. Nama Eko Pujianto tercatat sebagai Direktur Utama, dan Mujianto sebagai Komisaris (berdasarkan tabel kepemilikan saham).

### Capital structure

- Terdapat perubahan struktur pemegang saham: jumlah pemegang saham dengan kepemilikan >=5% bertambah dari 1 menjadi 2, dengan munculnya PT Globalasia Capital sebagai pemegang saham baru (24.988.667 saham, 0,8%).
- Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan <5% menurun dari 6.750 menjadi 6.745, dan total saham yang dimiliki kelompok ini turun dari 1.928.140.475 menjadi 1.832.408.275 saham.
- Persentase free float menurun dari 60,58% menjadi 57,52%.

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan sesuai dengan Peraturan OJK No. 11/POJK.04/2017 dan Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Efek.

### Analytical scenarios

- **penurunan_free_float** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan free float dari 60,58% menjadi 57,52% mengindikasikan adanya perpindahan kepemilikan saham dari pemegang saham publik (di bawah 5%) ke pemegang saham dengan kepemilikan >=5%, atau adanya pembelian saham oleh pihak terkait. Namun, penyebab pasti tidak dapat diidentifikasi dari laporan ini.
  - Basis: Jumlah saham yang dimiliki pemegang saham <5% turun dari 1.928.140.475 menjadi 1.832.408.275, sementara jumlah pemegang saham >=5% bertambah.
  - Assumptions: Perubahan free float dihitung berdasarkan data yang tersedia dalam laporan.
  - Caveats: Penyebab perubahan tidak dijelaskan dalam laporan; hanya data posisi akhir bulan yang tersedia.

### Risks / uncertainties

- Penurunan free float dapat mengurangi likuiditas perdagangan saham di pasar sekunder, namun dampaknya tidak dapat dipastikan dari laporan ini.
- Perubahan struktur pemegang saham dapat mempengaruhi persepsi investor, tetapi tidak ada indikasi risiko kepatuhan yang teridentifikasi.

### Items to monitor

- Perubahan struktur pemegang saham dan penurunan free float dapat menjadi perhatian investor karena berpotensi mempengaruhi likuiditas dan distribusi kepemilikan saham.
- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan material lainnya yang teridentifikasi dalam laporan ini.

---

## RAJA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara akan diselenggarakan pada 10 September 2026 pukul 16.00-17.00 WIB secara virtual melalui platform Pubex Live 2026. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat data keuangan, kinerja, atau strategi perusahaan. Informasi kinerja akan disampaikan pada saat acara berlangsung.

### Material changes

- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Acara dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026, pukul 16.00-17.00 WIB.
- Public Expose diselenggarakan secara live bersama PT Bursa Efek Indonesia dalam rangkaian acara Public Expose Live 2026 (Pubex Live 2026).
- Agenda acara adalah pemaparan kinerja Perseroan.
- Acara akan dihadiri oleh Direksi Perseroan.
- Penyelenggaraan merujuk pada Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-E, Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00015/BEI/01-2021 tanggal 1 Februari 2021.
- Pengumuman diterbitkan dengan nomor surat RR/CO/27.338/VIII/2026, tertanggal 27 Agustus 2026.
- Pengumuman ditandatangani oleh Yuni Pattinasarani selaku Corporate Secretary.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai pemenuhan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Ketersediaan informasi kinerja** [analyst_hypothesis, low]: Pengumuman ini hanya berisi jadwal dan agenda, sehingga tidak ada data kinerja yang dapat dianalisis. Informasi kinerja baru akan tersedia saat acara berlangsung atau melalui laporan keuangan.
  - Basis: Tidak ada angka keuangan atau panduan manajemen dalam dokumen
  - Assumptions: Dokumen ini adalah pengumuman administratif, bukan laporan kinerja
  - Caveats: Kemungkinan ada lampiran terpisah yang tidak disertakan dalam dokumen ini
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, medium]: Penyelenggaraan Public Expose Tahunan merupakan kewajiban bagi emiten untuk memenuhi ketentuan bursa, dan pengumuman ini menunjukkan kepatuhan administratif RAJA terhadap aturan tersebut.
  - Basis: Jadwal dan agenda sesuai dengan format pengumuman Public Expose pada umumnya
  - Assumptions: RAJA memenuhi ketentuan penyelenggaraan Public Expose tahunan
  - Caveats: Tidak ada detail kepatuhan lain yang dapat diverifikasi dari dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi risiko atau ketidakpastian yang diungkapkan dalam dokumen ini.

---

## SDRA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) mengumumkan perubahan susunan Komite Audit yang efektif pada 29 Agustus 2026. Perubahan ini meliputi pengangkatan Tippy Joesoef sebagai Ketua, Jacobus Sindu Adisuwono sebagai Anggota/Sekretaris, dan Indra Nugraha sebagai Anggota. Berdasarkan pengumuman utama, Jacobus Sindu Adisuwono menggantikan Agus Setiadjaja, sementara Tippy Joesoef dan Indra Nugraha tetap menjabat. Perubahan ini dilaporkan kepada OJK dan BEI dengan dasar hukum POJK No. 55/POJK.04/2015 dan POJK No. 45 Tahun 2024, serta Surat Keputusan Direksi No. 085/KEP.DIR/HC.I/VIII/2026. Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan, dampak finansial, atau aksi korporasi lain.

### Material changes

- Perubahan Komite Audit efektif pada 29 Agustus 2026.
- Tippy Joesoef diangkat sebagai Ketua Komite Audit (periode Ke-1).
- Jacobus Sindu Adisuwono diangkat sebagai Anggota/Sekretaris Komite Audit (periode Ke-1), menggantikan Agus Setiadjaja.
- Indra Nugraha diangkat sebagai Anggota Komite Audit (periode Lainnya).
- Pengumuman dikirim oleh Wiwit Sundari, Kepala Divisi Kepatuhan, pada 31 Agustus 2026 pukul 21:23.
- Dasar hukum: POJK No. 55/POJK.04/2015 dan POJK No. 45 Tahun 2024, serta Surat Keputusan Direksi No. 085/KEP.DIR/HC.I/VIII/2026.
- Tembusan disampaikan kepada BEI, KSEI, Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita, dan Departemen Pengawasan Bank Swasta-1 OJK.

### Management / control changes

- Perubahan anggota Komite Audit: Jacobus Sindu Adisuwono menggantikan Agus Setiadjaja; Tippy Joesoef tetap sebagai Ketua; Indra Nugraha tetap sebagai Anggota. Efektif 29 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Pelaporan perubahan Komite Audit kepada OJK dan BEI sesuai POJK No. 55/POJK.04/2015 dan POJK No. 45 Tahun 2024.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Komite Audit** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan perubahan Komite Audit efektif 29 Agustus 2026, dengan pengangkatan Tippy Joesoef sebagai Ketua, Jacobus Sindu Adisuwono sebagai Anggota/Sekretaris, dan Indra Nugraha sebagai Anggota. Pengumuman utama menyebut Jacobus menggantikan Agus Setiadjaja.
  - Basis: Tabel perubahan Komite Audit pada halaman 1 dan 2 pengumuman utama; Teks laporan: 'Perubahan Anggota Komite Audit Perusahaan yang efektif pada tanggal 29 Agustus 2026'
- **Dasar hukum** [explicit_fact, high]: Perubahan dilakukan merujuk pada POJK No. 55/POJK.04/2015 dan POJK No. 45 Tahun 2024, serta Surat Keputusan Direksi No. 085/KEP.DIR/HC.I/VIII/2026.
  - Basis: Teks laporan: 'Merujuk POJK No. 55/POJK.04/2015 ... dan POJK No. 45 Tahun 2024 ... Surat Keputusan Direksi No. 085/KEP.DIR/HC.I/VIII/2026'
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan anggota Komite Audit mungkin terkait dengan rotasi atau pengunduran diri anggota lama, namun tidak ada alasan yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam pengumuman
  - Assumptions: Perubahan tersebut merupakan bagian dari tata kelola rutin
  - Caveats: Hanya spekulasi; tidak ada data pendukung

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan atau dampak terhadap tata kelola perusahaan.
- Tidak ada rincian mengenai kualifikasi atau independensi anggota baru.
- Identitas anggota lama tidak disebutkan secara eksplisit dalam laporan, sehingga kesinambungan atau potensi konflik kepentingan tidak dapat diverifikasi.

---

## SILO

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 31 Agustus 2026, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menerbitkan dua pengumuman terkait penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 22 September 2026. Pengumuman pertama (ID 20260831195236-118) adalah pemanggilan RUPSLB yang memuat tiga agenda utama: (1) amendemen Anggaran Dasar (Pasal 3) untuk penyesuaian KBLI dan perluasan layanan kesehatan (bersifat administratif); (2) persetujuan rencana pengambilalihan saham perusahaan portofolio aset rumah sakit yang merupakan transaksi material dengan estimasi nilai Rp6,91 triliun (67,57% dari ekuitas per 31 Maret 2026); dan (3) persetujuan penjaminan aset >50% ekuitas terkait fasilitas pinjaman sindikasi hingga Rp14,5 triliun. Pengumuman kedua (ID 20260831211903-119) adalah penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB sebagai pemenuhan kewajiban POJK 15/2020 Pasal 52. Secara korporasi, agenda RUPSLB ini penting karena melibatkan transaksi material berskala besar yang memerlukan persetujuan pemegang saham, serta penjaminan aset yang meningkatkan risiko keuangan. Namun, detail target akuisisi, pihak lawan, dan mekanisme pendanaan tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- Rencana pengambilalihan saham perusahaan portofolio aset rumah sakit (transaksi material) dengan estimasi nilai Rp6,91 triliun, memerlukan persetujuan RUPS.
- Penjaminan aset >50% ekuitas terkait fasilitas pinjaman sindikasi hingga Rp14,5 triliun.
- Amendemen Anggaran Dasar Pasal 3 untuk penyesuaian KBLI dan perluasan layanan kesehatan (administratif).

### Key financial figures

- **Nilai transaksi tahap pertama:** Rp5.120.596.000.000 (2026-08-14)
- **Nilai transaksi tahap kedua:** Rp3.879.404.000.000 (2026-08-14)
- **Total nilai properti yang disetujui:** Rp9.000.000.000.000 (2026-08-14)
- **Penyesuaian nilai aset neto dan sisa komitmen belanja modal:** Rp2.091.396.000.000 (2026-08-14)
- **Estimasi total nilai Rencana Transaksi:** Rp6.908.604.000.000 (2026-08-14)
- **Ekuitas Perseroan per 31 Maret 2026:** Rp10,22 triliun (31 Maret 2026)
- **Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas:** 67,57% (31 Maret 2026)
- **Nilai fasilitas pinjaman sindikasi:** Rp14.500.000.000.000 (Perjanjian Fasilitas Sindikasi, diubah 31 Maret 2026)

### Corporate actions

- Akuisisi saham perusahaan portofolio aset rumah sakit (transaksi material)
- Penjaminan aset >50% ekuitas untuk pendanaan
- Amendemen Anggaran Dasar (administratif, penyesuaian KBLI dan perluasan layanan kesehatan)

### Expansion projects

- Perluasan layanan kesehatan mencakup fasilitas laboratorium, bank mata, bank darah, bank sperma, bank organ, bank jaringan, biobank, dan layanan pengobatan presisi
- Akuisisi aset rumah sakit dan fasilitas pendukung

### Listing / regulatory

- Transaksi material memerlukan persetujuan RUPS sesuai POJK 17/POJK.04/2020
- Penjaminan aset >50% ekuitas memerlukan persetujuan RUPS sesuai UU 40/2007
- Pendanaan dan penjaminan dikecualikan dari transaksi material berdasarkan Pasal 11 huruf (b) dan (c) POJK 17/2020
- Penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB sebagai pemenuhan kewajiban POJK 15/2020 Pasal 52

### Analytical scenarios

- **Pengumuman pemanggilan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Pemanggilan RUPSLB diumumkan pada 31 Agustus 2026 melalui tiga kanal: situs web Perseroan, situs web BEI, dan eASY.KSEI.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 1 dokumen ID 20260831211903-119
- **Kewajiban POJK 15/2020** [explicit_fact, high]: Penyampaian bukti iklan dilakukan untuk memenuhi Pasal 52 POJK 15/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.
  - Basis: Halaman 1 dokumen ID 20260831211903-119
- **Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Nilai transaksi Rp9,0 triliun dibagi ekuitas Rp10,22 triliun = 88,06%, tetapi dokumen menyatakan 67,57% menggunakan estimasi nilai Rp6,91 triliun. Perhitungan 67,57% konsisten dengan estimasi nilai transaksi setelah penyesuaian.
  - Basis: Nilai transaksi total Rp9.000.000.000.000; Estimasi nilai transaksi Rp6.908.604.000.000; Ekuitas Rp10,22 triliun
  - Assumptions: Rasio dihitung terhadap estimasi nilai transaksi, bukan nilai properti bruto
- **Selisih nilai transaksi dan estimasi** [derived_calculation, high]: Selisih antara nilai properti bruto Rp9,0 triliun dan estimasi nilai Rp6,91 triliun adalah Rp2,09 triliun, sesuai dengan penyesuaian yang disebutkan.
  - Basis: Nilai properti bruto Rp9.000.000.000.000; Estimasi nilai Rp6.908.604.000.000
  - Assumptions: Penyesuaian sebesar Rp2.091.396.000.000
- **Tujuan akuisisi** [analyst_hypothesis, low]: Akuisisi saham perusahaan portofolio aset rumah sakit kemungkinan untuk ekspansi jaringan rumah sakit, tetapi detail target dan strategi belum diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Mata acara 2 menyebutkan pengambilalihan saham perusahaan portofolio aset rumah sakit
  - Assumptions: Akuisisi bertujuan ekspansi, belum dikonfirmasi
  - Caveats: Tidak ada informasi target spesifik atau tujuan strategis dalam dokumen
- **Pendanaan transaksi** [analyst_hypothesis, medium]: Fasilitas sindikasi Rp14,5 triliun kemungkinan digunakan untuk mendanai akuisisi, tetapi tidak dijelaskan secara eksplisit dalam dokumen.
  - Basis: Mata acara 3 menghubungkan penjaminan dengan perolehan pendanaan untuk Transaksi Material
  - Assumptions: Fasilitas sindikasi terkait langsung dengan pendanaan akuisisi
  - Caveats: Dokumen tidak menyatakan secara eksplisit penggunaan fasilitas

### Risks / uncertainties

- Persetujuan RUPS belum diperoleh; keputusan akan diambil pada 22 September 2026
- Nilai transaksi final dapat berubah setelah penyesuaian aset neto dan belanja modal
- Ketergantungan pada pendanaan sindikasi untuk menyelesaikan transaksi
- Kepatuhan terhadap ketentuan OJK dan Anggaran Dasar masih harus dipenuhi
- Identitas spesifik perusahaan target akuisisi tidak diungkapkan dalam dokumen
- Rincian penggunaan fasilitas sindikasi tidak dijelaskan
- Jadwal penyelesaian transaksi tidak disebutkan
- Dampak dilusi atau perubahan struktur modal tidak diinformasikan

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 22 September 2026 terkait persetujuan transaksi material dan penjaminan aset
- Detail target akuisisi, pihak lawan, dan mekanisme pembayaran
- Penggunaan fasilitas sindikasi Rp14,5 triliun
- Perubahan struktur modal, kepemilikan, dan free float setelah transaksi
- Jadwal penyelesaian transaksi dan dampak operasional
- Kepatuhan terhadap POJK 17/2020 dan POJK 15/2020

---

## SIPD

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan, tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, operasional berjalan normal, dan pemegang saham utama/pengendali tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini bersifat tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material lainnya.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek SIPD melalui surat nomor S-11127/BEI.PP1/08-2026 yang diterima pada 28 Agustus 2026.
- SIPD menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015 yang belum diungkapkan.
- SIPD menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek sesuai Peraturan Nomor I-E Kep-00087/BEI/12-2025 yang belum diungkapkan.
- SIPD menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang belum dilaporkan sesuai POJK 4 Tahun 2024.
- SIPD tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam jangka waktu minimal 3 bulan mendatang, termasuk yang mempengaruhi pencatatan saham.
- Tidak ada informasi, fakta, atau kejadian penting material yang mempengaruhi going concern yang belum diungkapkan; operasional dan bisnis berjalan normal.
- Pemegang saham utama dan pengendali tidak memiliki rencana tertentu terkait kepemilikan saham yang dapat mempengaruhi harga efek atau pencatatan saham.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Natanael Yuyun Suryadi selaku Direktur dan Corporate Secretary.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek SIPD (surat S-11127/BEI.PP1/08-2026).
- SIPD menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi yang mempengaruhi pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: SIPD secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang belum diungkapkan, baik menurut POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 surat tanggapan
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: SIPD menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang mempengaruhi pencatatan saham.
  - Basis: Jawaban poin 4 surat tanggapan
- **Operasional normal** [explicit_fact, high]: SIPD menyatakan operasional dan bisnis berjalan normal, tidak ada kejadian material yang mempengaruhi going concern.
  - Basis: Jawaban poin 5 surat tanggapan
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Berdasarkan konfirmasi Corporate Secretary, pemegang saham utama dan pengendali tidak memiliki rencana terkait kepemilikan saham yang dapat mempengaruhi harga atau pencatatan.
  - Basis: Jawaban poin 6 surat tanggapan
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun SIPD tidak menyebutkan penyebab volatilitas, permintaan BEI mengindikasikan adanya pergerakan harga yang tidak biasa. Tanpa data harga, penyebab tidak dapat diidentifikasi.
  - Basis: Surat BEI S-11127/BEI.PP1/08-2026
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada periode sebelum surat
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum secara eksplisit, hanya nomor surat yang tersedia.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya.
- Pernyataan tidak adanya rencana aksi korporasi hanya berlaku untuk 3 bulan ke depan, bukan jangka panjang.
- Identitas spesifik pemegang saham utama dan pengendali tidak disebutkan.

### Items to monitor

- Pengumuman ini menegaskan tidak adanya informasi material baru yang dapat mempengaruhi harga saham SIPD.
- Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, sehingga investor tidak perlu mengantisipasi perubahan struktur modal atau kepemilikan dalam waktu dekat.
- Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI tidak dijelaskan penyebabnya oleh Perseroan, sehingga investor perlu berhati-hati dalam menafsirkan pergerakan harga.

---

## SMBR

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 31 Agustus–1 September 2026, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menerbitkan tiga pengumuman yang seluruhnya bersifat pelaporan dan koreksi, tanpa aksi korporasi baru. Pertama, koreksi atas Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026 yang menegaskan struktur kepemilikan: total saham beredar 9.932.534.336 saham, free float 16,6%, kepemilikan publik/Pemerintah RI 75,51%, dan saham tresuri 0,0002% (16.098 saham). Kedua dan ketiga, penyampaian Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Semester I 2026 (unaudited, direview terbatas) beserta koreksinya, yang mengungkapkan penurunan kinerja signifikan: pendapatan domestik turun 12,2% menjadi Rp960,12 miliar dan laba bersih turun 72,4% menjadi Rp21,21 miliar. Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, struktur modal, atau rencana ekspansi yang diumumkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada sinyal perlambatan operasional dan perbaikan leverage, meskipun tidak ada katalis korporasi baru.

### Material changes

- Tidak ada aksi korporasi baru (rights issue, saham bonus, private placement, buyback, stock split, merger, akuisisi, divestasi) pada periode berjalan.
- Distribusi dividen kas Rp34.384.979 ribu dan pembentukan cadangan umum Rp137.539.917 ribu tercatat dalam perubahan ekuitas periode berjalan.
- Penurunan kinerja keuangan: pendapatan domestik turun 12,2% dan laba bersih turun 72,4% YoY.
- Penurunan utang bank jangka panjang neto dari Rp405.793.202 ribu (31 Des 2025) menjadi Rp300.159.178 ribu (30 Jun 2026) pada pengumuman pertama, dan menjadi Rp70.159.178 ribu pada pengumuman koreksi.
- Struktur kepemilikan per 31 Agustus 2026: total saham 9.932.534.336, free float 16,6%, kepemilikan publik 75,51%, saham tresuri 0,0002% (16.098 saham).

### Key financial figures

- **Total aset:** 4.680.040.629 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** 4.772.580.731 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas:** 1.279.443.482 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 3.400.597.147 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan domestik:** 960.120.529 (Jan–Jun 2026)
- **Pendapatan domestik:** 1.093.609.671 (Jan–Jun 2025)
- **Laba bersih:** 21.208.770 (Jan–Jun 2026)
- **Laba bersih:** 76.933.684 (Jan–Jun 2025)
- **Arus kas operasi bersih:** 179.735.690 (Jan–Jun 2026)
- **Arus kas investasi bersih:** -28.181.591 (Jan–Jun 2026)
- **Arus kas pendanaan bersih:** -153.759.697 (Jan–Jun 2026)
- **Kas dan setara kas:** 58.705.680 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang (neto):** 70.159.178 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang (neto):** 185.793.202 (31 Desember 2025)
- **Aset tetap bruto:** 5.825.635.648 (30 Juni 2026)
- **Aset dalam penyelesaian:** 82.670.930 (30 Juni 2026)
- **Persediaan bersih:** 258.528.176 (30 Juni 2026)
- **Piutang usaha pihak berelasi:** 520.979.750 (30 Juni 2026)
- **Liabilitas jangka pendek:** 773.633.458 (30 Juni 2026)
- **Saham biasa:** 993.253.434 (30 Juni 2026)
- **Tambahan modal disetor:** 1.270.606.785 (30 Juni 2026)
- **Dividen kas dibagikan:** 34.384.979 (Jan–Jun 2026)
- **Pembentukan cadangan umum:** 137.539.917 (Jan–Jun 2026)

### Corporate actions

- Distribusi dividen kas sebesar Rp34.384.979 ribu (periode berjalan) dan Rp25.850.801 ribu (periode sebelumnya) - aksi korporasi rutin.
- Pembentukan cadangan umum sebesar Rp137.539.917 ribu (periode berjalan) - alokasi laba ditahan.
- Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, private placement, buyback, stock split, merger, akuisisi, atau divestasi yang tercatat pada periode ini.

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap bruto Rp8.282.613 ribu pada H1 2026, terutama mesin dan peralatan (Rp7.494.463 ribu), perabot kantor (Rp788.150 ribu), dan kendaraan hak guna (Rp1.695.089 ribu).
- Aset dalam penyelesaian meningkat Rp3.440.635 ribu (dari Rp79.230.295 ribu menjadi Rp82.670.930 ribu), dengan reklasifikasi keluar Rp2.750.299 ribu ke aset tetap.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap pada arus kas investasi Rp21.871.181 ribu (periode berjalan), meningkat dari Rp14.591.053 ribu (periode sebelumnya).

### Capital structure

- Total saham beredar per 31 Agustus 2026: 9.932.534.336 saham.
- Free float: 16,6% dari total saham.
- Kepemilikan publik: 75,51%.
- Saham tresuri: 0,0002% (16.098 saham).
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris: 0,0002% (16.098 saham).
- Saham biasa Rp993.253.434 ribu dan tambahan modal disetor Rp1.270.606.785 ribu tidak berubah antara 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, mengindikasikan tidak ada penerbitan saham baru.
- Kepentingan non-pengendali negatif Rp26.396 ribu (30 Juni 2026) dan Rp25.444 ribu (31 Desember 2025).

### Listing / regulatory

- Entitas tercatat di Bursa Efek Indonesia pada papan utama (Main Board).
- Laporan keuangan ditelaah secara terbatas sesuai POJK No. 75/POJK.04/2017.
- Penyampaian laporan keuangan interim sesuai dengan Kep-00087/BEI/12/2025 dan POJK 14/POJK.04/2022.
- Laporan bulanan registrasi pemegang efek disusun sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia.
- Laporan bulanan merupakan koreksi atas laporan bulan April 2026 (nomor 000306/KS.06.01/EKS/10000914/SMBR/04.2026).

### Analytical scenarios

- **Total saham beredar** [explicit_fact, high]: Total saham beredar per 31 Agustus 2026 adalah 9.932.534.336 saham.
  - Basis: Angka pada halaman 6 dan 14 dokumen laporan bulanan.
- **Free float** [explicit_fact, high]: Free float perusahaan adalah 16,6% dari total saham.
  - Basis: Angka pada halaman 6 dan 14 dokumen laporan bulanan.
- **Kepemilikan publik** [explicit_fact, high]: Kepemilikan saham oleh publik adalah 75,51%.
  - Basis: Angka pada halaman 2 dan 10 dokumen laporan bulanan.
- **Saham tresuri** [explicit_fact, high]: Saham tresuri adalah 0,0002% atau 16.098 saham.
  - Basis: Angka pada halaman 2 dan 10 dokumen laporan bulanan.
- **Kepemilikan Pemerintah RI** [explicit_fact, high]: Kepemilikan saham oleh Pemerintah RI (BUMN) adalah 75,51%.
  - Basis: Angka pada halaman 7 dan 15 dokumen laporan bulanan.
- **Penurunan pendapatan domestik** [explicit_fact, high]: Pendapatan domestik H1 2026 sebesar Rp960.120.529 ribu, turun dari Rp1.093.609.671 ribu pada H1 2025.
  - Basis: Laporan keuangan interim H1 2026.
- **Penurunan laba bersih** [explicit_fact, high]: Laba bersih H1 2026 sebesar Rp21.208.770 ribu, turun dari Rp76.933.684 ribu pada H1 2025.
  - Basis: Laporan keuangan interim H1 2026.
- **Utang bank jangka panjang neto** [explicit_fact, high]: Utang bank jangka panjang neto per 30 Juni 2026 sebesar Rp70.159.178 ribu, turun dari Rp185.793.202 ribu per 31 Desember 2025.
  - Basis: Laporan keuangan interim H1 2026 (koreksi).
- **Jumlah saham free float** [derived_calculation, high]: Jumlah saham free float dihitung sebagai 16,6% dari total saham: 9.932.534.336 * 16,6% = 1.648.449.936 saham.
  - Basis: Total saham 9.932.534.336 dan free float 16,6%.
  - Assumptions: Free float dihitung dari total saham beredar.
  - Caveats: Pembulatan desimal.
- **Jumlah saham non-free float** [derived_calculation, high]: Jumlah saham non-free float dihitung sebagai total saham dikurangi free float: 9.932.534.336 - 1.648.449.936 = 8.284.084.400 saham.
  - Basis: Total saham dan free float.
  - Assumptions: Free float sesuai angka laporan.
  - Caveats: Pembulatan.
- **Penurunan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih turun dari Rp76.933.684 ribu menjadi Rp21.208.770 ribu, penurunan sekitar 72,4% year-on-year. Pendapatan turun 12,2% sementara beban penjualan naik dari Rp105.012.380 ribu menjadi Rp123.622.762 ribu.
  - Basis: Laba bersih 2026: 21.208.770; Laba bersih 2025: 76.933.684; Pendapatan 2026: 960.120.529; Pendapatan 2025: 1.093.609.671
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka dalam ribuan rupiah.
- **Penurunan utang bank jangka panjang** [derived_calculation, high]: Utang bank jangka panjang neto turun dari Rp405.793.202 ribu menjadi Rp300.159.178 ribu, penurunan Rp105.634.024 ribu (26,0%). Bagian jatuh tempo satu tahun naik dari Rp220.000.000 ribu menjadi Rp230.000.000 ribu, menunjukkan mayoritas utang akan jatuh tempo dalam satu tahun.
  - Basis: Utang bank neto 2026: 300.159.178; Utang bank neto 2025: 405.793.202; Bagian lancar 2026: 230.000.000
  - Assumptions: Penurunan saldo dianggap sebagai pelunasan atau reklasifikasi.
  - Caveats: Penyebab pasti (pelunasan, refinancing, reklasifikasi) tidak dijelaskan dalam laporan.
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas adalah 1.279.443.482 / 3.400.597.147 = 0,376 pada 30 Juni 2026, menurun dari 0,398 pada 31 Desember 2025, menunjukkan leverage yang lebih rendah.
  - Basis: Total liabilitas 2026: 1.279.443.482; Total ekuitas 2026: 3.400.597.147
  - Assumptions: Menggunakan angka total liabilitas dan ekuitas yang tersedia.
  - Caveats: Rasio tidak memperhitungkan struktur utang berbunga vs non-bunga.
- **Margin laba bruto** [derived_calculation, high]: Margin laba bruto periode berjalan adalah 27,6% (265.006.450 / 960.120.529), turun dari 29,6% (323.515.811 / 1.093.609.671) pada periode sebelumnya.
  - Basis: Laba bruto 2026: 265.006.450; Pendapatan 2026: 960.120.529
  - Assumptions: Margin dihitung sebagai laba bruto dibagi pendapatan.
- **Kontribusi penjualan semen** [derived_calculation, high]: Penjualan semen menyumbang sekitar 98,6% dari total pendapatan domestik pada H1 2026 (Rp947.162.768 ribu / Rp960.120.529 ribu), menunjukkan ketergantungan tinggi pada produk semen.
  - Basis: Pendapatan semen H1 2026: Rp947.162.768 ribu; Pendapatan domestik H1 2026: Rp960.120.529 ribu
  - Assumptions: Angka dalam ribuan Rupiah
- **Potensi tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Kas dan setara kas hanya Rp58,71 miliar terhadap liabilitas jangka pendek Rp773,63 miliar (rasio kas 7,6%). Bagian lancar utang bank yang tinggi (Rp230 miliar) dapat menekan likuiditas, namun arus kas operasi yang kuat (Rp179,74 miliar) dapat menjadi penyangga.
  - Basis: Kas: 58.705.680; Liabilitas jangka pendek: 773.633.458; Arus kas operasi: 179.735.690
  - Assumptions: Rasio kas dihitung sebagai kas dibagi liabilitas jangka pendek.
  - Caveats: Likuiditas tidak hanya dinilai dari kas; perlu laporan arus kas lengkap dan akses pendanaan.
- **Penyebab penurunan pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan pendapatan terutama berasal dari penurunan penjualan semen (turun 12,3%), yang dapat mengindikasikan pelemahan permintaan domestik atau tekanan kompetitif. Namun, tanpa data volume atau harga, penyebab pasti tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Penjualan semen 2026: 947.162.768; Penjualan semen 2025: 1.079.783.403
  - Assumptions: Penurunan pendapatan mencerminkan volume atau harga jual yang lebih rendah.
  - Caveats: Tidak ada data volume penjualan atau harga dalam laporan.
- **Kualitas piutang** [analyst_hypothesis, low]: Rasio penyisihan piutang usaha pihak ketiga terhadap piutang kotor adalah 71,6% (295.844.794 / 413.277.558), mengindikasikan risiko kredit signifikan. Namun, tanpa rincian umur piutang, kualitas piutang tidak dapat dianalisis lebih lanjut.
  - Basis: Penyisihan piutang: 295.844.794; Piutang kotor pihak ketiga: 413.277.558
  - Assumptions: Rasio dihitung sebagai penyisihan dibagi piutang kotor.
  - Caveats: Tidak ada rincian umur piutang yang tersedia.
- **Penyebab penurunan laba** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan laba bersih yang signifikan kemungkinan disebabkan kombinasi penurunan pendapatan (12,2%) dan kenaikan beban penjualan (dari Rp105.012.380 ribu menjadi Rp123.622.762 ribu), meskipun beban bunga turun 39,0%.
  - Basis: Pendapatan turun 12,2%; Beban penjualan naik dari Rp105.012.380 ribu menjadi Rp123.622.762 ribu; Beban bunga turun dari Rp30.813.519 ribu menjadi Rp18.797.096 ribu
  - Assumptions: Tidak ada faktor luar biasa yang disebutkan
  - Caveats: Analisis hanya berdasarkan laporan laba rugi; faktor lain seperti pajak atau item non-operasional tidak dieksplorasi.
- **Potensi pembagian dividen** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp150.715.174 ribu (dari Rp171.924.896 ribu menjadi Rp21.209.722 ribu) dapat mengindikasikan pembagian dividen atau transfer ke cadangan, namun belum dikonfirmasi tanpa laporan perubahan ekuitas lengkap.
  - Basis: Saldo laba belum ditentukan turun dari Rp171.924.896 ribu menjadi Rp21.209.722 ribu; Dividen kas dibagikan Rp34.384.979 ribu
  - Assumptions: Tidak ada koreksi atau penyesuaian lain yang mempengaruhi saldo laba
  - Caveats: Perubahan bisa juga disebabkan rugi periode berjalan atau penyesuaian lainnya.
- **Investasi terbatas pada aset tetap** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan aset tetap yang relatif kecil (Rp8,28 miliar) dan pertumbuhan aset tetap bruto hanya 0,19% mungkin menunjukkan fase konsolidasi atau efisiensi belanja modal, namun belum ada informasi strategi ekspansi.
  - Basis: Penambahan aset tetap bruto H1 2026: Rp8.282.613 ribu; Aset tetap bruto naik dari Rp5.814.602.736 ribu menjadi Rp5.825.635.648 ribu
  - Assumptions: Penambahan aset tetap mencerminkan belanja modal
  - Caveats: Belanja modal dapat berbeda karena reklasifikasi atau aset dalam penyelesaian.

### Risks / uncertainties

- Penurunan pendapatan domestik yang signifikan (12,2%) dan laba bersih (72,4%) dapat mempengaruhi profitabilitas dan arus kas.
- Ketergantungan tinggi pada penjualan semen (98,6% dari pendapatan domestik) meningkatkan risiko konsentrasi produk; tidak ada pendapatan ekspor.
- Dividen kas melebihi laba berjalan (Rp34.384.979 ribu vs Rp21.208.770 ribu), berpotensi mengurangi saldo laba ditahan.
- Kepentingan non-pengendali negatif menunjukkan akumulasi kerugian pada entitas anak yang perlu dipantau.
- Bagian lancar utang bank yang tinggi (75,1% dari total utang bank kotor) dapat menimbulkan risiko refinancing atau likuiditas.
- Kenaikan utang usaha pihak berelasi yang tajam (183,7%) dapat menimbulkan risiko konsentrasi pemasok atau ketergantungan pada pihak berelasi.
- Rasio penyisihan piutang yang tinggi (71,6%) mengindikasikan risiko kredit signifikan pada piutang pihak ketiga.
- Terdapat selisih Rp24.072 ribu antara ekuitas akhir yang dihitung dari komponen yang tersedia dengan angka yang dilaporkan pada bagian 5/18, belum dapat dijelaskan.
- Nilai utang bank jangka pendek tidak tersedia pada bagian yang diekstrak, sehingga risiko likuiditas jangka pendek tidak dapat dinilai.

### Items to monitor

- Perkembangan volume dan harga jual semen untuk mengidentifikasi penyebab penurunan pendapatan.
- Rincian umur piutang usaha untuk menilai kualitas piutang dan risiko kredit.
- Struktur utang bank jangka pendek dan jadwal jatuh tempo untuk menilai risiko likuiditas.
- Kepatuhan terhadap POJK 13/POJK.03/2017 tentang independensi akuntan (belum diungkapkan).
- Rincian pihak dengan pendapatan lebih dari 10% (belum diungkapkan).
- Perkembangan aset dalam penyelesaian dan reklasifikasi ke aset tetap sebagai indikasi proyek konstruksi.
- Kinerja entitas anak dengan kepentingan non-pengendali negatif.
- Kebijakan dividen dan alokasi laba ditahan ke depan.

---

## SMCB

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, yang telah ditelaah secara terbatas (limited review) oleh KAP Liana Ramon Xenia & Rekan. Laporan ini merupakan pengumuman awal atas laporan keuangan interim, bukan koreksi atau pembatalan. Tidak terdapat aksi korporasi, perubahan struktur modal, perubahan pengurus, atau transaksi aset material yang diungkapkan dalam dokumen. Angka kunci: pendapatan usaha Rp5.502.337 juta, laba bersih Rp278.007 juta, total aset Rp20.420.307 juta, total liabilitas Rp7.251.164 juta, dan ekuitas Rp13.169.143 juta. Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia.

### Material changes

- Penyampaian Laporan Keuangan Konsolidasian Interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, dengan pembanding 31 Desember 2025 dan periode 6 bulan 2025.
- Laporan keuangan interim ditelaah secara terbatas (limited review) oleh KAP Liana Ramon Xenia & Rekan, bukan audit penuh.
- Pendapatan usaha 6M2026 sebesar Rp5.502.337 juta, naik dari Rp4.973.697 juta pada 6M2025.
- Laba bersih 6M2026 sebesar Rp278.007 juta, naik dari Rp266.527 juta pada 6M2025.
- Total aset per 30 Juni 2026 sebesar Rp20.420.307 juta, naik dari Rp20.379.501 juta pada 31 Desember 2025.
- Total liabilitas per 30 Juni 2026 sebesar Rp7.251.164 juta, dan total ekuitas sebesar Rp13.169.143 juta.
- Arus kas operasi bersih 6M2026 sebesar Rp1.046.310 juta, naik dari Rp332.409 juta pada 6M2025.
- Kas dan setara kas menurun dari Rp215.220 juta (31 Desember 2025) menjadi Rp177.258 juta (30 Juni 2026).
- Utang bank sindikasi SLL neto per 30 Juni 2026 sebesar Rp1.142.759 juta, turun dari Rp1.242.056 juta; bagian lancar Rp769.097 juta dan jangka panjang Rp373.662 juta; jatuh tempo 17 Desember 2027.
- Pembayaran pokok lebih awal sukarela sebesar Rp100.000 juta pada 16 Maret 2026 atas pinjaman sindikasi SLL.
- Aset dalam penyelesaian turun signifikan dari Rp1.785.891 juta menjadi Rp329.231 juta, dengan reklasifikasi ke aset tetap sebesar Rp1.556.135 juta.
- Penjualan ke PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (pihak berelasi) sebesar Rp4.530.815 juta, mewakili 82,34% dari total pendapatan (klaim emiten).
- Dividen kas dibagikan sebesar Rp329.370 juta pada periode berjalan dan Rp372.545 juta pada periode sebelumnya.
- Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia.
- Surat pengantar ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan Andika Lukmana pada 31 Agustus 2026.
- Surat pernyataan direksi dan laporan review bertanggal 28 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **Pendapatan usaha:** 5502337 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Pendapatan usaha (pembanding):** 4973697 (2025-01-01 to 2025-06-30)
- **Laba bersih:** 278007 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Laba bersih (pembanding):** 266527 (2025-01-01 to 2025-06-30)
- **Total aset:** 20420307 (2026-06-30)
- **Total aset (pembanding):** 20379501 (2025-12-31)
- **Total liabilitas:** 7251164 (2026-06-30)
- **Total ekuitas:** 13169143 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 177258 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas (pembanding):** 215220 (2025-12-31)
- **Arus kas operasi bersih:** 1046310 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Arus kas operasi bersih (pembanding):** 332409 (2025-01-01 to 2025-06-30)
- **Arus kas investasi bersih:** -198434 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Arus kas pendanaan bersih:** -885921 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Utang bank sindikasi neto:** 1142759 (2026-06-30)
- **Bagian lancar utang bank:** 769097 (2026-06-30)
- **Aset tetap neto:** 15029248 (2026-06-30)
- **Aset dalam penyelesaian:** 329231 (2026-06-30)
- **Aset hak guna neto:** 456467 (2026-06-30)
- **Piutang usaha pihak berelasi neto:** 2122050 (2026-06-30)
- **Persediaan:** 1097987 (2026-06-30)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 2326415 (2026-06-30)
- **Utang usaha pihak berelasi:** 873784 (2026-06-30)
- **Beban pokok penjualan:** 4298625 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Beban penjualan:** 619846 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Beban bunga dan keuangan:** 51708 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Dividen kas dibagikan:** 329370 (2026-01-01 to 2026-06-30)
- **Laba per saham dasar:** 31 (2026-01-01 to 2026-06-30)

### Corporate actions

- Pembayaran dividen kas sebesar Rp329.370 juta pada periode berjalan (6M2026) dan Rp372.545 juta pada periode sebelumnya (6M2025). Tidak ada informasi RUPS terkait.
- Pembayaran pokok lebih awal sukarela pinjaman sindikasi SLL sebesar Rp100.000 juta pada 16 Maret 2026.

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap sebesar Rp191.791 juta, terutama bangunan Rp59.389 juta dan mesin Rp32.927 juta.
- Reklasifikasi aset dalam penyelesaian ke aset tetap sebesar Rp1.556.135 juta; aset dalam penyelesaian tersisa Rp329.231 juta dengan tingkat penyelesaian 2%-98%, sebagian besar ditargetkan selesai akhir 2026.
- Pembayaran perolehan aset non-keuangan lainnya sebesar Rp6.777 juta.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham biasa (4.509.691 saham) atau tambahan modal disetor (Rp5.014.275 juta) antara 31 Desember 2025 dan 30 Juni 2026.
- Tidak ada transaksi saham treasuri atau penerbitan saham baru yang tercatat.

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan interim ditelaah secara terbatas (limited review), bukan audit penuh.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan pendapatan dan margin laba bersih** [derived_calculation, high]: Pendapatan usaha naik 10,6% YoY, tetapi margin laba bersih turun dari 5,36% menjadi 5,05% karena beban penjualan naik 44,1%.
  - Basis: Pendapatan 6M2026: Rp5.502.337 juta vs 6M2025: Rp4.973.697 juta; Laba bersih 6M2026: Rp278.007 juta vs 6M2025: Rp266.527 juta; Beban penjualan 6M2026: Rp619.846 juta vs 6M2025: Rp430.204 juta
  - Assumptions: Angka dalam ribuan Rupiah
- **Penurunan utang bank** [derived_calculation, high]: Total utang bank (jangka pendek + jatuh tempo + jangka panjang) turun dari Rp1.642.056 juta menjadi Rp1.142.759 juta, penurunan Rp499.297 juta, konsisten dengan pembayaran pokok lebih awal.
  - Basis: Utang bank jangka pendek: Rp400.000 juta -> Rp0; Bagian jatuh tempo: Rp500.000 juta -> Rp769.097 juta; Bagian jangka panjang: Rp742.056 juta -> Rp373.662 juta
  - Assumptions: Angka dalam ribuan Rupiah
  - Caveats: Tidak ada informasi fasilitas baru atau refinancing
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas per 30 Juni 2026 adalah 0,55 (Rp7.251.164 juta / Rp13.169.143 juta), sedikit naik dari 0,54 pada akhir 2025.
  - Basis: Total liabilitas: Rp7.251.164 juta; Total ekuitas: Rp13.169.143 juta
- **Konsentrasi pendapatan pihak berelasi** [derived_calculation, high]: Penjualan ke PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencapai 82,34% dari total pendapatan, menunjukkan ketergantungan tinggi pada entitas induk.
  - Basis: Penjualan ke SIG: Rp4.530.815 juta; Total pendapatan: Rp5.502.337 juta
- **Porsi utang jangka pendek** [derived_calculation, high]: Bagian lancar utang bank Rp769.097 juta dari total utang bersih Rp1.142.759 juta (67,3%), menunjukkan mayoritas utang jatuh tempo dalam satu tahun.
  - Basis: Bagian lancar: Rp769.097 juta; Total utang bersih: Rp1.142.759 juta
- **Penyelesaian proyek ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan aset dalam penyelesaian dan reklasifikasi besar ke aset tetap mengindikasikan proyek konstruksi selesai dan mulai digunakan, berpotensi meningkatkan kapasitas atau efisiensi.
  - Basis: Reklasifikasi ke aset tetap: Rp1.556.135 juta; Aset dalam penyelesaian turun dari Rp1.785.891 juta menjadi Rp329.231 juta
  - Assumptions: Reklasifikasi mencerminkan penyelesaian proyek
  - Caveats: Tidak ada rincian proyek spesifik
- **Risiko refinancing** [analyst_hypothesis, low]: Bagian lancar utang bank yang besar (67,3%) dapat menimbulkan kebutuhan refinancing, namun riwayat pembayaran lebih awal menunjukkan likuiditas memadai.
  - Basis: Bagian lancar: Rp769.097 juta; Pembayaran lebih awal rutin
  - Assumptions: Tidak ada sumber dana lain yang diungkapkan
  - Caveats: Tidak mempertimbangkan arus kas operasi atau fasilitas lain
- **Kualitas piutang** [analyst_hypothesis, medium]: Penyisihan piutang pihak ketiga 59% dari bruto mengindikasikan risiko kredit tinggi pada pelanggan non-berelasi, meskipun rasio turun dari 61,2%.
  - Basis: Penyisihan piutang: Rp188.610 juta; Piutang bruto: Rp319.524 juta
  - Assumptions: Penyisihan mencerminkan risiko kredit
  - Caveats: Perubahan bisa karena kebijakan atau komposisi umur piutang

### Risks / uncertainties

- Konsentrasi pendapatan dan piutang pada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (82,34% pendapatan, 79,9% piutang berelasi).
- Bagian lancar utang bank yang besar (Rp769.097 juta) memerlukan pembayaran atau refinancing dalam waktu dekat.
- Emiten berada di papan Pemantauan Khusus, yang dapat mengindikasikan risiko likuiditas atau kepatuhan.
- Laporan keuangan interim belum diaudit, hanya ditelaah terbatas, sehingga angka dapat berubah.
- Ketergantungan pada pinjaman SLL dengan target penurunan emisi karbon; kegagalan dapat menaikkan margin bunga.
- Penyisihan piutang pihak ketiga yang tinggi (59%) menunjukkan risiko kredit signifikan.

### Items to monitor

- Peningkatan pendapatan dan laba bersih YoY menunjukkan kinerja operasional yang membaik.
- Penurunan utang bank dan pembayaran lebih awal menunjukkan pengelolaan liabilitas yang proaktif.
- Konsentrasi pendapatan pada pihak berelasi dapat menjadi perhatian terkait ketergantungan.
- Status papan Pemantauan Khusus dapat mempengaruhi persepsi risiko investor.

---

## SMGR

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim per 30 Juni 2026 (unaudited, ditelaah terbatas oleh KAP Liana Ramon Xenia & Rekan). Pendapatan semester I 2026 naik 13,07% menjadi Rp17,65 triliun, laba bersih naik signifikan menjadi Rp207,01 miliar. Total aset turun menjadi Rp74,62 triliun, liabilitas turun menjadi Rp25,24 triliun, ekuitas naik tipis menjadi Rp47,88 triliun. Terjadi pelunasan obligasi jangka pendek, penurunan pinjaman bank, dan pembayaran dividen. Terdapat perubahan pengendali (pengalihan saham ke PT Danantara Asset Management), perubahan Anggaran Dasar, likuidasi enam entitas anak, serta dua rencana penggabungan bersyarat yang belum efektif. Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue atau saham bonus.

### Material changes

- Laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026 tidak diaudit, ditelaah terbatas oleh KAP Liana Ramon Xenia & Rekan (Deloitte) dengan kesimpulan wajar tanpa pengecualian; data komparatif 30 Juni 2025 tidak ditelaah.
- Pendapatan usaha semester I 2026 sebesar Rp17.649.516 juta, naik 13,07% dari Rp15.609.016 juta pada semester I 2025.
- Laba periode berjalan semester I 2026 sebesar Rp207.014 juta, naik dari Rp37.924 juta pada semester I 2025; laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp228.256 juta.
- Total aset per 30 Juni 2026 sebesar Rp74.620.987 juta, turun dari Rp76.568.724 juta per 31 Desember 2025.
- Total liabilitas per 30 Juni 2026 sebesar Rp25.241.629 juta, turun dari Rp28.849.009 juta per 31 Desember 2025.
- Total ekuitas per 30 Juni 2026 sebesar Rp47.879.358 juta, naik dari Rp47.719.715 juta per 31 Desember 2025.
- Kas dan setara kas turun dari Rp4.644.221 juta menjadi Rp3.637.157 juta; arus kas operasi bersih positif Rp2.170.789 juta, arus kas pendanaan bersih negatif Rp2.678.621 juta.
- Utang obligasi jangka pendek menjadi nihil dari Rp713.793 juta; pembayaran utang obligasi Rp714.000 juta pada H1 2026.
- Total pinjaman turun dari Rp8.698.470 juta menjadi Rp6.567.182 juta; pinjaman bank jangka pendek turun dari Rp983.900 juta menjadi Rp630.490 juta.
- Dividen tunai tahun 2025 ditetapkan RUPST 8 Mei 2026 sebesar Rp190.848 juta untuk entitas induk dan Rp62.700 juta untuk kepentingan non-pengendali.
- Pengalihan 51,20% saham Seri B (3.457.023.004 lembar) dari Kementerian BUMN ke PT Danantara Asset Management (Persero) pada 22 Maret 2025; perjanjian pengalihan ditandatangani 5 Januari 2026.
- Pengalihan 34.570.229 saham Seri B dari PT Danantara Asset Management kepada Negara RI melalui BP BUMN, yang kemudian dikonversi menjadi Saham Seri A Dwiwarna; kepemilikan PT DAM turun dari 51,20% menjadi 50,69%.
- Perubahan Anggaran Dasar terkait komposisi Saham Seri A Dwiwarna berdasarkan Akta Notaris No. 23 tanggal 8 Mei 2026, disetujui Kemenkumham pada 4 Juni 2026.
- Grup melikuidasi enam entitas anak yang tidak aktif (ASI, ACA, CI, EMAS, SIIB, SBN) pada periode berjalan; manajemen menilai tidak berdampak material.
- Pada 21 Agustus 2026, ditandatangani dua Perjanjian Penggabungan Bersyarat: (1) SIB, SBB, RCI ke dalam VUB; (2) SKI, SII, BSA, BSAL, SEPATIM, SISI, SMI ke dalam SID; belum efektif, batas akhir pemenuhan syarat 30 September 2026.
- Program pembelian kembali saham (buyback) diumumkan 15 April 2025, periode pelaksanaan 16 April 2025 hingga 23 Mei 2026; hingga 30 Juni 2026 telah dibeli 15.996.000 saham dengan total biaya Rp40.039 juta.
- Suspensi perdagangan saham SBI diberlakukan BEI pada 31 Januari 2025 karena free float di bawah 7,5%; pada 31 Maret 2026, BEI menaikkan persyaratan free float menjadi 15%.
- Pembelian aset tetap (capex) sebesar Rp533.370 juta pada H1 2026, meningkat dari Rp327.671 juta pada H1 2025; pengeluaran modal konsolidasian semester I 2026 sebesar Rp631.700 juta.
- Komitmen pembelian barang modal per 30 Juni 2026 sebesar Rp1.410.078 juta, menurun dari Rp1.844.915 juta per 31 Desember 2025.
- Dana syirkah temporer menurun dari Rp1.700.000 juta menjadi Rp1.500.000 juta pada 30 Juni 2026.
- Investasi pada ventura bersama menurun dari Rp11.790 juta menjadi Rp2.920 juta pada 30 Juni 2026.

### Key financial figures

- **Pendapatan usaha:** 17649516 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Pendapatan usaha:** 15609016 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30)
- **Laba periode berjalan:** 207014 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Laba periode berjalan:** 37924 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30)
- **Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk:** 228256 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Total aset:** 74620987 (2026-06-30)
- **Total aset:** 76568724 (2025-12-31)
- **Total liabilitas:** 25241629 (2026-06-30)
- **Total liabilitas:** 28849009 (2025-12-31)
- **Total ekuitas:** 47879358 (2026-06-30)
- **Total ekuitas:** 47719715 (2025-12-31)
- **Kas dan setara kas:** 3637157 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas:** 4644221 (2025-12-31)
- **Arus kas operasi bersih:** 2170789 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Arus kas pendanaan bersih:** -2678621 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Utang obligasi jangka pendek:** 0 (2026-06-30)
- **Utang obligasi jangka pendek:** 713793 (2025-12-31)
- **Utang obligasi jangka panjang:** 586212 (2026-06-30)
- **Utang obligasi jangka panjang:** 585034 (2025-12-31)
- **Pinjaman bank jangka pendek:** 630490 (2026-06-30)
- **Pinjaman bank jangka pendek:** 983900 (2025-12-31)
- **Pinjaman bank jangka panjang (neto):** 4637655 (2026-06-30)
- **Pinjaman bank jangka panjang (neto):** 5591003 (2025-12-31)
- **Total pinjaman:** 6567182 (2026-06-30)
- **Total pinjaman:** 8698470 (2025-12-31)
- **Dana syirkah temporer:** 1500000 (2026-06-30)
- **Dana syirkah temporer:** 1700000 (2025-12-31)
- **Aset tetap (nilai buku bersih):** 53133687 (2026-06-30)
- **Goodwill:** 1359203 (2026-06-30)
- **Beban keuangan:** 335329 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Beban keuangan:** 425643 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30)
- **Pembayaran utang obligasi:** 714000 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Penerimaan pinjaman bank:** 476873 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Pembelian aset tetap (capex):** 533370 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Pembelian aset tetap (capex):** 327671 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30)
- **Pengeluaran modal konsolidasian:** 631700 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Komitmen pembelian barang modal:** 1410078 (2026-06-30)
- **Komitmen pembelian barang modal:** 1844915 (2025-12-31)
- **Dividen tunai - entitas induk:** 190848 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Dividen tunai - non-pengendali:** 62700 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Laba per saham dasar:** 0.0000034 (2026-01-01 s.d. 2026-06-30)
- **Laba per saham dasar:** 0.000006 (2025-01-01 s.d. 2025-06-30)

### Corporate actions

- Pembayaran dividen tunai tahun 2025 sebesar Rp190.848 juta untuk entitas induk dan Rp62.700 juta untuk kepentingan non-pengendali, ditetapkan RUPST 8 Mei 2026.
- Pelunasan obligasi jangka pendek (jatuh tempo <1 tahun) menjadi nihil dari Rp713.793 juta; pembayaran utang obligasi Rp714.000 juta pada H1 2026.
- Program pembelian kembali saham (buyback) yang diumumkan 15 April 2025, periode pelaksanaan 16 April 2025 hingga 23 Mei 2026; hingga 30 Juni 2026 telah dibeli 15.996.000 saham dengan total biaya Rp40.039 juta.
- Likuidasi enam entitas anak yang tidak aktif (ASI, ACA, CI, EMAS, SIIB, SBN) pada periode berjalan, dengan persetujuan pemegang saham dan Kemenkumham; manajemen menilai tidak berdampak material.
- Dua rencana penggabungan bersyarat ditandatangani 21 Agustus 2026: (1) SIB, SBB, RCI ke dalam VUB; (2) SKI, SII, BSA, BSAL, SEPATIM, SISI, SMI ke dalam SID; belum efektif, batas akhir pemenuhan syarat 30 September 2026.

### Expansion projects

- Pembelian aset tetap (capex) sebesar Rp533.370 juta pada H1 2026, meningkat dari Rp327.671 juta pada H1 2025.
- Pengeluaran modal konsolidasian semester I 2026 sebesar Rp631.700 juta, terutama di Indonesia (Rp631.612 juta) dan luar negeri (Rp88 juta).
- Komitmen pembelian barang modal per 30 Juni 2026 sebesar Rp1.410.078 juta, menurun dari Rp1.844.915 juta per 31 Desember 2025.
- Reklasifikasi keluar dari aset dalam pembangunan sebesar Rp1.867.860 juta pada semester I 2026, dengan estimasi penyelesaian 2026-2028.

### Management / control changes

- Pengalihan 51,20% saham Seri B (3.457.023.004 lembar) dari Kementerian BUMN ke PT Danantara Asset Management (Persero) pada 22 Maret 2025, yang mengubah pengendali Perseroan.
- Pengalihan 34.570.229 saham Seri B dari PT Danantara Asset Management kepada Negara RI melalui BP BUMN, yang kemudian dikonversi menjadi Saham Seri A Dwiwarna; kepemilikan PT DAM turun dari 51,20% menjadi 50,69%.
- Perubahan susunan pengurus terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 100 tanggal 23 Mei 2025; tidak ada perubahan pada periode berjalan.

### Capital structure

- Modal dasar: 1 saham Seri A Dwiwarna dan 19.999.999.999 saham Seri B.
- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 1 saham Seri A Dwiwarna dan 6.751.540.089 saham Seri B, nilai nominal Rp100 per saham.
- Kepemilikan saham per 30 Juni 2026: Negara RI 1 saham Seri A Dwiwarna (0,00%), BP BUMN 34.570.229 saham Seri A Dwiwarna (0,51%), PT DAM 3.422.452.775 saham Seri B (50,69%), dan masyarakat 3.293.747.484 saham Seri B (48,79%).
- Treasury stock sebesar Rp40.039 juta (nilai perolehan) pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
- Tambahan modal disetor Rp6.217.241 juta, tidak berubah.
- Selisih transaksi ekuitas dengan pihak non-pengendali Rp1.050.000 juta, tidak berubah.
- Ekuitas entitas induk naik dari Rp43.464.113 juta menjadi Rp43.682.650 juta; kepentingan non-pengendali turun dari Rp4.255.602 juta menjadi Rp4.196.708 juta.

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan keuangan berkala sesuai POJK 14/POJK.04/2022 dan Keputusan BEI No. Kep-00066/BEI/09-2022.
- Suspensi perdagangan saham SBI diberlakukan BEI pada 31 Januari 2025 karena free float di bawah 7,5%; jika suspensi berlangsung minimal 24 bulan, BEI dapat menghapus pencatatan saham SBI.
- Perubahan Peraturan BEI No. I-A pada 31 Maret 2026 menaikkan persyaratan free float menjadi 15%.
- Persetujuan Kemenkumham atas perubahan Anggaran Dasar - surat keputusan No. AHU-AH.01.03-0157385 TAHUN 2026 tanggal 4 Juni 2026.

### Analytical scenarios

- **Penurunan kas dan setara kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas turun sebesar Rp1.007.064 juta (dari Rp4.644.221 juta menjadi Rp3.637.157 juta), penurunan sekitar 21,7%. Penyebab utama tidak dijelaskan dalam bagian neraca, namun arus kas pendanaan negatif Rp2.678.621 juta dan arus kas investasi negatif Rp527.031 juta berkontribusi.
  - Basis: 4.644.221 - 3.637.157 = 1.007.064; 1.007.064 / 4.644.221 = 21,7%
  - Assumptions: Angka dalam jutaan Rupiah.
- **Peningkatan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba periode berjalan naik signifikan sebesar Rp169.090 juta (dari Rp37.924 juta menjadi Rp207.014 juta), atau sekitar 445,9%. Marjin laba bersih naik dari 0,24% menjadi 1,17%.
  - Basis: 207.014 - 37.924 = 169.090; 169.090 / 37.924 = 445,9%; 207.014 / 17.649.516 = 1,17%
  - Assumptions: Angka dalam jutaan Rupiah.
- **Penurunan total pinjaman** [derived_calculation, high]: Total pinjaman turun sebesar Rp2.131.288 juta (dari Rp8.698.470 juta menjadi Rp6.567.182 juta) dari 31 Desember 2025 ke 30 Juni 2026, terutama dari pelunasan obligasi (Rp712.615 juta) dan pinjaman bank jangka panjang (Rp953.348 juta).
  - Basis: 8.698.470 - 6.567.182 = 2.131.288; Angka utang obligasi dan pinjaman bank jangka panjang dari tabel mutasi
  - Assumptions: Perubahan saldo mencerminkan arus kas keluar bersih
- **Rasio utang terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Total liabilitas Rp25,24 triliun dibagi total ekuitas Rp47,88 triliun menghasilkan rasio sekitar 0,53. Ini menunjukkan struktur permodalan lebih banyak ekuitas daripada utang.
  - Basis: Total liabilitas 30 Juni 2026: Rp25.241.629 juta; Total ekuitas 30 Juni 2026: Rp47.879.358 juta
  - Assumptions: Menggunakan angka laporan posisi keuangan konsolidasian interim.
  - Caveats: Rasio hanya indikasi sederhana, tidak memperhitungkan dana syirkah temporer.
- **Potensi pelunasan obligasi tanpa refinancing signifikan** [analyst_hypothesis, medium]: Utang obligasi jangka pendek menjadi nol dari Rp713.793 juta, sementara utang obligasi jangka panjang hanya naik tipis (Rp585.034 juta menjadi Rp586.212 juta). Ini mengindikasikan emiten melunasi obligasi yang jatuh tempo tanpa penerbitan obligasi baru yang signifikan, atau ada refinancing yang belum terlihat.
  - Basis: Utang obligasi jangka pendek: 713.793 -> 0; Utang obligasi jangka panjang: 585.034 -> 586.212
  - Assumptions: Tidak ada bagian lain yang menunjukkan penerbitan obligasi baru.
  - Caveats: Perlu konfirmasi dari catatan atas laporan keuangan.
- **Risiko delisting SBI** [analyst_hypothesis, low]: Jika SBI tidak memenuhi free float 15% dalam waktu 24 bulan sejak suspensi, BEI dapat menghapus pencatatan saham SBI, yang dapat berdampak pada likuiditas dan valuasi.
  - Basis: Suspensi saham SBI sejak 31 Januari 2025; Perubahan regulasi free float menjadi 15%
  - Assumptions: SBI tidak dapat memenuhi free float dalam waktu yang ditentukan
  - Caveats: Belum ada kepastian mengenai pemenuhan free float
- **Dampak penggabungan bersyarat** [analyst_hypothesis, low]: Dua rencana penggabungan bersyarat yang ditandatangani pada 21 Agustus 2026 kemungkinan akan menyederhanakan struktur kepemilikan dan operasional Grup, namun dampak finansialnya belum dapat diestimasi karena belum efektif.
  - Basis: Perjanjian penggabungan SIB, SBB, RCI ke VUB; Perjanjian penggabungan SKI, SII, BSA, BSAL, SEPATIM, SISI, SMI ke SID
  - Assumptions: Penggabungan akan selesai sesuai syarat
  - Caveats: Belum ada angka atau nilai transaksi yang diungkapkan
- **Kenaikan goodwill** [analyst_hypothesis, low]: Goodwill naik sebesar Rp10.585 juta (dari Rp1.348.618 juta menjadi Rp1.359.203 juta), kenaikan sekitar 0,8%. Ini bisa mengindikasikan akuisisi atau penyesuaian nilai wajar, namun tidak ada detail transaksi.
  - Basis: 1.359.203 - 1.348.618 = 10.585
  - Assumptions: Kenaikan goodwill berasal dari akuisisi atau penyesuaian.
  - Caveats: Perlu informasi tambahan dari laporan arus kas atau catatan akuisisi.
- **Kualitas piutang** [analyst_hypothesis, low]: Rasio penyisihan piutang terhadap piutang kotor meningkat dari 21,11% menjadi 22,65%, dan proporsi piutang jatuh tempo >360 hari mencapai 52,17% dari total jatuh tempo. Ini dapat mengindikasikan penurunan kualitas piutang atau perubahan komposisi pelanggan.
  - Basis: Penyisihan/piutang kotor: 1.620.257/7.152.116 = 22,65%; Piutang >360 hari/total jatuh tempo: 1.290.123/2.472.952 = 52,17%
  - Assumptions: Tidak ada perubahan kebijakan penyisihan yang diungkapkan.
  - Caveats: Perlu data tambahan untuk konfirmasi.

### Risks / uncertainties

- Laporan keuangan interim tidak diaudit, hanya ditelaah terbatas, sehingga tingkat keyakinan lebih rendah dibandingkan audit.
- Data komparatif periode 2025 tidak ditelaah, sehingga perbandingan kinerja mungkin kurang andal.
- Risiko delisting saham SBI jika suspensi berlangsung lebih dari 24 bulan dan free float tidak terpenuhi.
- Ketidakpastian waktu dan mekanisme pemenuhan free float karena bergantung pada kajian PT Danantara Asset Management dan arahan pemegang saham pengendali.
- Dampak penerapan PSAK 118 dan amendemen terkait belum dapat diestimasi oleh manajemen.
- Rugi asosiasi yang tidak diakui meningkat, menunjukkan potensi kerugian lebih lanjut dari PT Karya Logistik Nusantara.
- Relokasi pabrik TLCC di Quang Ninh masih belum pasti karena belum ada tanggapan dari otoritas; dapat berdampak pada operasional dan nilai investasi.
- Implementasi pajak karbon masih menunggu peraturan pelaksanaan; dampak keuangan belum dapat diestimasi.
- Penurunan kas yang signifikan (21,7%) dapat mempengaruhi likuiditas; penyebabnya tidak dijelaskan secara rinci.
- Arus kas pendanaan negatif Rp2.678.621 juta, terutama dari pelunasan obligasi dan pinjaman lainnya, tanpa sumber dana yang jelas.
- Kenaikan goodwill tanpa detail transaksi menimbulkan ketidakpastian tentang aktivitas akuisisi.
- Rasio penyisihan piutang yang tinggi (22,65%) dan proporsi piutang >360 hari yang besar menunjukkan risiko kredit.
- Tanah seluas 1.460 hektar masih dalam proses sertifikasi, meskipun manajemen yakin tidak ada kesulitan.
- Risiko transisi suku bunga terkait IndONIA Compounded pada utang bank jangka panjang.
- Perbedaan antara kenaikan kas bersih yang dilaporkan (-1.034.863) dan perhitungan dari kas awal/akhir + efek kurs (-979.265) menunjukkan kemungkinan item yang tidak diungkapkan.
- Terdapat inkonsistensi pada baris 'Bank lokal lainnya' untuk SGD: nilai 0 pada 2026 dan 400.000 pada 2025, perlu verifikasi.

### Items to monitor

- Pendapatan dari pihak berelasi terhadap total pendapatan sekitar 5,7%, menunjukkan ketergantungan rendah pada pihak berelasi.
- Tidak ada penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari total pendapatan (klaim emiten).
- Pendapatan semen menyumbang sekitar 79,8% dari total pendapatan.

---

## SOHO

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 3

### Overview

Pada 31 Agustus 2026, PT Soho Global Health Tbk (SOHO) mengumumkan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang disetujui dalam RUPSLB pada tanggal yang sama. Perubahan ini mencakup pengunduran diri Piero Brambati sebagai Direktur, pemberhentian Ery Yunasri sebagai Presiden Direktur, serta pengangkatan Harry Salam sebagai Presiden Direktur dan Lucky Setiawan sebagai Direktur. Di sisi Dewan Komisaris, Harry Salam dan Eng Liang Tan diberhentikan, digantikan oleh Steven Hairul Tjhoea (Komisaris Independen) dan Ery Yunasri (Komisaris). Emiten menyatakan perubahan ini tidak berdampak material terhadap operasional, keuangan, atau kelangsungan usaha. Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan struktur modal, atau ekspansi dalam pengumuman ini.

### Material changes

- Pengunduran diri Piero Brambati sebagai Direktur, efektif 31 Agustus 2026.
- Pemberhentian Ery Yunasri sebagai Presiden Direktur, efektif 31 Agustus 2026.
- Pengangkatan Harry Salam sebagai Presiden Direktur, efektif 31 Agustus 2026, masa jabatan 5 tahun hingga 31 Agustus 2031.
- Pengangkatan Lucky Setiawan sebagai Direktur, efektif 31 Agustus 2026, masa jabatan 5 tahun hingga 31 Agustus 2031.
- Pemberhentian Harry Salam sebagai Komisaris Independen dan Eng Liang Tan sebagai Komisaris, efektif 31 Agustus 2026.
- Pengangkatan Steven Hairul Tjhoea sebagai Komisaris Independen dan Ery Yunasri sebagai Komisaris, efektif 31 Agustus 2026, masa jabatan 5 tahun hingga 31 Agustus 2031.

### Key financial figures

- **total_saham_dikeluarkan_dan_disetor_penuh:** 12.691.682.390 (31 Agustus 2026)
- **saham_hadir_dalam_rapat:** 10.333.340.910 (31 Agustus 2026)
- **persentase_kehadiran_rapat:** 81,41% (31 Agustus 2026)
- **suara_setuju_mata_acara_pertama:** 10.333.340.910 (31 Agustus 2026)
- **suara_setuju_mata_acara_kedua:** 10.333.340.910 (31 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris

### Management / control changes

- Piero Brambati mengundurkan diri sebagai Direktur, efektif 31 Agustus 2026.
- Ery Yunasri diberhentikan sebagai Presiden Direktur, efektif 31 Agustus 2026, kemudian diangkat sebagai Komisaris.
- Harry Salam diangkat sebagai Presiden Direktur, efektif 31 Agustus 2026, setelah diberhentikan dari Komisaris Independen.
- Lucky Setiawan diangkat sebagai Direktur, efektif 31 Agustus 2026.
- Eng Liang Tan diberhentikan sebagai Komisaris, efektif 31 Agustus 2026.
- Steven Hairul Tjhoea diangkat sebagai Komisaris Independen, efektif 31 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- RUPSLB diselenggarakan sesuai POJK No. 15/2020 dan Anggaran Dasar Perseroan.
- Ringkasan risalah diumumkan ke publik melalui website BEI dan website resmi Perseroan pada 31 Agustus 2026.
- Pemenuhan administratif kepada Kementerian Hukum RI akan dilakukan.
- Akta Berita Acara Rapat Nomor 273 tanggal 31 Agustus 2026 masih dalam proses penyelesaian oleh Notaris Jimmy Tanal.

### Analytical scenarios

- **Perubahan susunan Direksi** [explicit_fact, high]: RUPSLB menyetujui pengunduran diri Piero Brambati dan pemberhentian Ery Yunasri, serta mengangkat Harry Salam dan Lucky Setiawan.
  - Basis: Mata Acara Pertama RUPSLB
- **Perubahan susunan Dewan Komisaris** [explicit_fact, high]: Harry Salam dan Eng Liang Tan diberhentikan, Steven Hairul Tjhoea dan Ery Yunasri diangkat.
  - Basis: Mata Acara Kedua RUPSLB
- **Dampak perubahan** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan perubahan tidak berdampak material terhadap operasional, keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Bagian Dampak kejadian
  - Caveats: Klaim emiten, bukan penilaian independen
- **Persentase suara setuju** [derived_calculation, high]: Total suara setuju 10.333.340.910 dari total saham hadir yang sama, sehingga persentase suara setuju adalah 100% dari suara yang hadir.
  - Basis: Halaman 4: '10.333.340.910 (100%)'
  - Assumptions: Tidak ada suara abstain atau tidak setuju, sehingga semua suara hadir setuju.
- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: Kehadiran 10.333.340.910 saham dari total 12.691.682.390 saham, mewakili 81,41%, memenuhi ketentuan kuorum lebih dari 1/2.
  - Basis: Halaman 3: 'mewakili 10.333.340.910... atau mewakili 81,41%...'
- **Potensi konflik kepentingan** [analyst_hypothesis, low]: Harry Salam berpindah dari Komisaris Independen menjadi Presiden Direktur, dan Ery Yunasri dari Presiden Direktur menjadi Komisaris; ini dapat menimbulkan pertanyaan tentang independensi atau rotasi internal.
  - Basis: Perubahan posisi yang saling bertukar
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan tentang alasan atau proses
  - Caveats: Belum ada konfirmasi mengenai potensi konflik atau kepatuhan
- **Alasan perubahan pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan besar dalam jajaran direksi dan komisaris mungkin terkait dengan strategi regenerasi atau penataan manajemen, namun tidak ada alasan eksplisit yang disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan pengunduran diri dan pemberhentian tanpa penjelasan.
  - Assumptions: Perubahan tersebut merupakan bagian dari perencanaan suksesi atau arah strategis baru.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dari sumber lain.

### Risks / uncertainties

- Belum ada informasi mengenai alasan pengunduran diri Piero Brambati atau pemberhentian Ery Yunasri.
- Belum ada detail tentang proses transisi atau dampak operasional jangka pendek.
- Perubahan ini memerlukan pemenuhan administratif kepada Kementerian Hukum RI.
- Akta Berita Acara Rapat Nomor 273 tanggal 31 Agustus 2026 masih dalam proses penyelesaian, sehingga keputusan RUPSLB belum final secara notarial.

### Items to monitor

- Penyelesaian Akta Berita Acara Rapat Nomor 273 oleh Notaris Jimmy Tanal.
- Pemenuhan administratif kepada Kementerian Hukum RI.
- Pengumuman lebih lanjut mengenai alasan pengunduran diri atau pemberhentian pengurus.
- Potensi dampak perubahan pengurus terhadap strategi atau operasional perusahaan.

---

## SOLA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (No. S-11084/BEI.PP2/08-2026 tanggal 27 Agustus 2026) terkait penggunaan dana IPO untuk pengadaan mesin dan pembangunan pabrik aspal membrane di Tuban. Emiten melaporkan bahwa seluruh mesin telah dilunasi dan siap dikirim dari China (ETD 12 September 2026, tiba Oktober 2026), namun progress fisik pembangunan pabrik baru mencapai ±58% per 29 Agustus 2026, lebih rendah dari rencana. Realisasi dana IPO untuk pembangunan pabrik telah mencapai 100% (Rp3,51 miliar), dengan tambahan dana internal Rp1,72 miliar. Target operasional direvisi: operational readiness paling lambat 31 Maret 2027 dan produksi komersial Q2 2027. Realisasi produksi dari fasilitas baru masih nihil. Tidak ada perubahan jenis, spesifikasi, nilai mesin, maupun kapasitas desain.

### Material changes

- SOLA menerbitkan surat tanggapan No. 037/SOLA-INA/VIII/2026 tanggal 31 Agustus 2026 atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia No. S-11084/BEI.PP2/08-2026 tanggal 27 Agustus 2026.
- Surat ditandatangani oleh Direktur Utama Mochamad Bhadaiwi.
- Penggunaan dana IPO sebesar Rp10.267.393.500 kepada PT Xolabit Bitumen Industri (XBI) untuk pengadaan mesin; seluruh mesin telah dilunasi, selesai diproduksi, dan siap dikirim dari China.
- ETD pengiriman mesin ditargetkan 12 September 2026; kedatangan di lokasi XBI ditargetkan Mid October 2026.
- Penyesuaian jadwal pengiriman dilakukan untuk menyelaraskan dengan kesiapan fasilitas pabrik XBI; tidak mengubah jenis, jumlah, spesifikasi, nilai, maupun peruntukan mesin.
- Perseroan mendapat konfirmasi dari PT Chae Julang Perkasa terkait kesesuaian penyesuaian jadwal dengan Perjanjian No. KK.001/XBI-CJP/V/2023 tanggal 3 Mei 2023.
- Progress fisik pembangunan pabrik XBI mencapai ±58% per 29 Agustus 2026; kelompok pekerjaan atap, lantai, MEP, drainase, finishing masih 0%.
- Realisasi dana IPO untuk pembangunan pabrik mencapai 100% (Rp3.506.396.500) per 31 Juli 2026; total pengeluaran pembangunan Rp5.231.421.308, selisih Rp1.725.024.808 dari dana internal.
- Estimasi biaya penyelesaian sisa pembangunan hingga 100% sebesar Rp2.900.000.000, direncanakan dari internal.
- Target operational readiness fasilitas XBI paling lambat 31 Maret 2027; produksi komersial ditargetkan 1 April 2027 (Q2 2027).
- Permohonan PBG diajukan melalui SIMBG, status 'Menunggu Jadwal Konsultasi', target selesai paling lambat 30 November 2026.
- Realisasi produksi/distribusi dari fasilitas XBI masih nihil untuk semua produk (0%).
- Tidak ada perubahan target volume produksi dan distribusi, hanya pergeseran waktu pencapaian (shifting timeline).
- Dampak utama keterlambatan adalah pergeseran pengakuan pendapatan dari fasilitas XBI ke tahun 2027.

### Key financial figures

- **Penggunaan dana IPO untuk pengadaan mesin:** Rp10.267.393.500 (per prospektus)
- **Realisasi dana IPO untuk pembangunan pabrik:** Rp3.506.396.500 (per 31 Juli 2026)
- **Total pengeluaran pembangunan pabrik:** Rp5.231.421.308 (s.d. 31 Juli 2026)
- **Tambahan dana internal untuk pembangunan:** Rp1.725.024.808 (s.d. 31 Juli 2026)
- **Estimasi biaya penyelesaian sisa pembangunan:** Rp2.900.000.000 (estimasi terakhir)
- **Progress fisik pembangunan pabrik:** 58% (per 29 Agustus 2026)
- **Realisasi produksi Bitumen Membrane Waterproofing:** 0 roll (s.d. periode pelaporan terakhir)
- **Realisasi produksi Bitumen Painting:** 0 pail (s.d. periode pelaporan terakhir)
- **Realisasi produksi Bitumen Paint:** 0 tin (s.d. periode pelaporan terakhir)
- **Realisasi produksi Aspal Drum:** 0 drum (s.d. periode pelaporan terakhir)

### Expansion projects

- Pembangunan pabrik aspal membrane di Kabupaten Tuban, Jawa Timur
- Pengadaan mesin produksi (Membrane Production Line, Asphalt Modifying Unit, Cooling Unit, Thermal Oil Boiler, Asphalt Storage Tank, Water Storage Tank, Silo for Filler)

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia No. S-11084/BEI.PP2/08-2026 tanggal 27 Agustus 2026
- Permohonan PBG diajukan melalui SIMBG, status 'Menunggu Jadwal Konsultasi'
- Target penyelesaian perizinan paling lambat 30 November 2026

### Analytical scenarios

- **Selisih dana pembangunan** [derived_calculation, high]: Selisih antara total pengeluaran pembangunan (Rp5.231.421.308) dan alokasi dana IPO (Rp3.506.396.500) adalah Rp1.725.024.808, sesuai dengan yang dilaporkan.
  - Basis: Total pengeluaran pembangunan Rp5.231.421.308; Realisasi dana IPO Rp3.506.396.500
- **Persentase realisasi dana IPO** [derived_calculation, high]: Realisasi dana IPO untuk pembangunan pabrik mencapai 100% dari alokasi Rp3.506.396.500.
  - Basis: Realisasi dana IPO Rp3.506.396.500; Alokasi dana IPO untuk pembangunan pabrik
- **Dampak keterlambatan terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, medium]: Keterlambatan operasional fasilitas XBI berpotensi menunda pengakuan pendapatan dari fasilitas baru hingga Q2 2027, namun dampak kuantitatif belum dapat diestimasi.
  - Basis: Target produksi komersial Q2 2027; Realisasi produksi masih nihil
  - Assumptions: Pendapatan dari fasilitas baru hanya akan diakui setelah produksi komersial dimulai
  - Caveats: Tidak ada proyeksi pendapatan atau kuantitas produksi yang disediakan emiten
- **Kebutuhan dana tambahan** [analyst_hypothesis, low]: Estimasi biaya penyelesaian sisa pembangunan Rp2.900.000.000 yang akan dipenuhi dari internal menunjukkan potensi tekanan likuiditas, namun belum ada informasi mengenai sumber dana spesifik.
  - Basis: Estimasi biaya penyelesaian sisa pembangunan Rp2.900.000.000; Rencana pendanaan dari internal
  - Assumptions: Dana internal yang tersedia mungkin terbatas
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai posisi kas atau sumber dana internal spesifik

### Risks / uncertainties

- Keterlambatan pengiriman mesin dan pembangunan pabrik
- Target operasional yang direvisi
- Realisasi produksi masih nihil
- Ketergantungan pada dana internal untuk penyelesaian proyek
- Proses perizinan yang belum selesai

### Items to monitor

- Penundaan operasional fasilitas XBI dapat menunda pengakuan pendapatan dari fasilitas baru hingga Q2 2027, yang berpotensi mempengaruhi kinerja keuangan emiten pada tahun 2026.
- Realisasi produksi yang masih nihil dari fasilitas baru menunjukkan bahwa ekspansi belum memberikan kontribusi pendapatan.
- Kebutuhan dana internal tambahan untuk penyelesaian proyek dapat mempengaruhi likuiditas emiten.

---

## SONA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

SONA menerbitkan tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11100/BEI.PP2/08-2026 tanggal 27 Agustus 2026. Tanggapan ini merupakan lanjutan dari proses pengambilalihan oleh PT Pratama Citra Karunia (PCK) yang telah menyelesaikan Penawaran Tender Wajib (MTO) dengan kepemilikan 45,11%. Emiten menyatakan operasional tetap berjalan, bisnis duty free tidak material, tidak ada rencana perubahan kegiatan usaha, tidak ada kewajiban refloat, tidak ada rencana voluntary delisting, dan berencana meningkatkan free float untuk keluar dari papan pemantauan khusus. Tidak ada angka keuangan atau aksi korporasi baru yang diungkapkan.

### Material changes

- SONA menerima surat Permintaan Penjelasan dari BEI No. S-11100/BEI.PP2/08-2026 tanggal 27 Agustus 2026.
- SONA menerbitkan surat tanggapan No. 057/STTI-VIII/2026 pada 31 Agustus 2026, ditandatangani oleh Corporate Secretary (dokumen utama menyebut Budi Setiawan, lampiran menyebut Ir. Wong Bui).
- Pasca penyelesaian MTO oleh PT Pratama Citra Karunia (PCK), operasional SONA tetap berjalan seperti sebelumnya.
- Kegiatan usaha duty free dinyatakan tidak material; berakhirnya perjanjian dengan DFS tidak berdampak material (klaim emiten).
- Rencana bisnis 5 tahun fokus pada pengembangan dan ekspansi jaringan ritel; belum ada rencana perubahan kegiatan usaha.
- Pengendali baru (PCK) memiliki kepemilikan 45,11% setelah MTO, tidak melebihi 80%, sehingga tidak ada kewajiban refloat.
- Belum ada rencana voluntary delisting pasca MTO.
- Free float saat ini belum memenuhi ketentuan minimum 15%; SONA berencana meningkatkannya untuk keluar dari papan pemantauan khusus.
- Tidak ada kejadian material lain yang mempengaruhi kelangsungan hidup atau harga saham.
- Lampiran surat berisi penjelasan atas permintaan Bursa, namun isi lampiran tidak tersedia dalam dokumen yang dianalisis.

### Key financial figures

- **kepemilikan saham pengendali baru setelah MTO:** 45.11 (2026-08-10 (laporan MTO PCK No. 015/PCK-VIII/2026))

### Corporate actions

- Pengambilalihan oleh PT Pratama Citra Karunia (PCK) telah selesai, termasuk MTO (fakta dari lampiran).
- Tidak ada rencana voluntary delisting (fakta dari lampiran).
- Tidak ada kewajiban refloat saham oleh pengendali baru (fakta dari lampiran).

### Expansion projects

- Rencana ekspansi jaringan ritel dalam 5 tahun, tanpa detail nilai proyek, lokasi, atau jadwal (fakta dari lampiran).

### Management / control changes

- Pengendali baru: PT Pratama Citra Karunia (PCK) telah menyelesaikan MTO, kepemilikan 45,11% (fakta dari lampiran).

### Capital structure

- Kepemilikan pengendali baru setelah MTO sebesar 45,11%, tidak melebihi 80%, sehingga tidak ada kewajiban refloat (fakta dari lampiran).
- Free float belum memenuhi ketentuan minimum 15% (fakta dari lampiran).

### Listing / regulatory

- SONA masuk dalam papan pemantauan khusus (kriteria III.1.6) karena free float belum memenuhi 15% (fakta dari lampiran).
- Tidak ada kewajiban refloat berdasarkan Pasal 21 POJK 9/2018 (fakta dari lampiran).
- Tidak ada rencana voluntary delisting (fakta dari lampiran).

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan pengendali baru** [explicit_fact, high]: Setelah MTO, kepemilikan PT Pratama Citra Karunia adalah 45,11%, sehingga tidak melebihi 80% dan tidak ada kewajiban refloat.
  - Basis: Surat PCK No. 015/PCK-VIII/2026 tanggal 10 Agustus 2026, dikutip dalam tanggapan.
- **Dampak berakhirnya perjanjian DFS** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan bisnis duty free tidak material dan berakhirnya perjanjian dengan DFS tidak berdampak material.
  - Basis: Tanggapan poin 1.b.
  - Caveats: Klaim emiten, tidak ada angka pendukung.
- **Rencana bisnis 5 tahun** [explicit_fact, high]: Fokus pada ekspansi jaringan ritel, namun belum ada detail spesifik.
  - Basis: Tanggapan poin 2.a.
- **Free float** [explicit_fact, high]: Free float belum memenuhi 15%, dan Perseroan berencana meningkatkannya untuk keluar dari papan pemantauan khusus.
  - Basis: Tanggapan poin 5.
- **Potensi aksi korporasi untuk meningkatkan free float** [analyst_hypothesis, low]: Rencana peningkatan free float dapat dilakukan melalui penjualan saham oleh pengendali atau penerbitan saham baru, namun belum ada kepastian.
  - Basis: Tidak ada detail mekanisme dalam tanggapan.
  - Assumptions: Mekanisme umum untuk meningkatkan free float.
  - Caveats: Hanya hipotesis, belum dikonfirmasi.

### Risks / uncertainties

- Free float belum memenuhi ketentuan minimum 15% dan berisiko tetap berada di papan pemantauan khusus.
- Belum ada kepastian langkah konkret untuk memenuhi free float.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai kontribusi duty free atau dampak finansial lainnya.

### Items to monitor

- Kepemilikan pengendali baru 45,11% menunjukkan struktur kepemilikan yang terkonsentrasi, namun masih di bawah ambang 80%.
- Free float yang rendah dapat mempengaruhi likuiditas saham.

---

## SQMI

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) mengumumkan pengunduran diri Direktur Utama, Oktavia Budi Raharjo, yang diterima perusahaan pada 31 Agustus 2026. Pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 4 September 2026. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal atas perubahan susunan direksi, dan tidak terdapat informasi mengenai pengganti, alasan pengunduran diri, atau dampak terhadap operasional dan keuangan perusahaan.

### Material changes

- Perusahaan menerima surat pengunduran diri Oktavia Budi Raharjo sebagai Direktur Utama pada 31 Agustus 2026.
- Pengunduran diri akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 4 September 2026.
- Pengumuman disampaikan oleh Corporate Secretary Mohammad Noor Syahriel pada 31 Agustus 2026 pukul 22:25 WIB.
- Pengumuman merujuk pada Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
- Bidang usaha perusahaan adalah Metal and Mineral Mining.
- Alamat perusahaan: Komplek Harco Mangga Dua (Agung Sedayu), Block C No.5A, Jl. Mangga Dua Raya, Jakarta 10730, Indonesia.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Oktavia Budi Raharjo sebagai Direktur Utama, efektif setelah keputusan RUPST pada 4 September 2026.

### Listing / regulatory

- Pengumuman ini merupakan pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi sesuai POJK No. 33/POJK.04/2014.

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri Direktur Utama** [explicit_fact, high]: Perusahaan menerima surat pengunduran diri Oktavia Budi Raharjo sebagai Direktur Utama pada 31 Agustus 2026, dan akan diputuskan dalam RUPST pada 4 September 2026.
  - Basis: Surat pengunduran diri diterima pada 31 Agustus 2026.; RUPST dijadwalkan pada 4 September 2026.
- **Dampak pengunduran diri terhadap operasional dan strategi** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Direktur Utama dapat mempengaruhi kepemimpinan dan arah strategis perusahaan, namun dampak spesifik tidak diungkapkan dalam laporan.
  - Basis: Perubahan posisi kunci manajemen.
  - Assumptions: Perubahan direksi dapat berdampak pada operasional atau strategi.
  - Caveats: Dampak tidak dijelaskan oleh emiten.

### Risks / uncertainties

- Dampak pengunduran diri terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Keputusan RUPST atas pengunduran diri belum diambil; pengunduran diri belum efektif sampai disetujui.
- Tidak ada informasi mengenai pengganti Direktur Utama atau perubahan lain dalam jajaran direksi.
- Alasan pengunduran diri tidak diungkapkan.

---

## SSMS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menyampaikan laporan keuangan interim konsolidasian untuk periode enam bulan berakhir 30 Juni 2026 yang ditelaah secara terbatas (limited review) oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja. Laporan menunjukkan kenaikan signifikan pada pendapatan dan laba bersih, namun juga peningkatan utang bank jangka pendek yang hampir dua kali lipat dan arus kas operasi yang berbalik menjadi negatif. Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, atau merger yang disebutkan. Dividen kas dibagikan sebesar Rp1,10 triliun pada periode berjalan.

### Material changes

- Laporan keuangan interim untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026, nomor surat 037/Corsec-SSMS/VIII/2026, ditelaah secara terbatas oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja (partner Daniel, laporan 26 Agustus 2026; surat pernyataan direksi 28 Agustus 2026).
- Total aset per 30 Juni 2026 sebesar Rp15.028.439.205 ribu, naik dari Rp13.583.973.802 ribu per 31 Desember 2025.
- Utang bank jangka pendek per 30 Juni 2026 sebesar Rp3.425.432.900 ribu, naik dari Rp1.698.144.691 ribu per 31 Desember 2025.
- Kas dan setara kas per 30 Juni 2026 sebesar Rp673.551.902 ribu, turun dari Rp874.059.881 ribu per 31 Desember 2025.
- Laba bersih periode berjalan per 30 Juni 2026 sebesar Rp1.001.830.037 ribu, naik dari Rp707.853.881 ribu per 30 Juni 2025.
- Laba per saham dasar per 30 Juni 2026 sebesar 105,18, naik dari 74,32 per 30 Juni 2025.
- Distribusi dividen kas sebesar Rp800.000.000 ribu pada periode berjalan (30 Juni 2026).
- Pembentukan cadangan umum sebesar Rp360.696.736 ribu pada periode berjalan (30 Juni 2026).
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi per 30 Juni 2026 negatif Rp548.619.856 ribu, dibandingkan positif Rp612.319.709 ribu pada 30 Juni 2025.
- Arus kas bersih dari aktivitas investasi per 30 Juni 2026 positif Rp342.414.159 ribu, dibandingkan negatif Rp110.954.751 ribu pada 30 Juni 2025.
- Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan per 30 Juni 2026 positif Rp465.598 ribu, dibandingkan negatif Rp1.091.247.534 ribu pada 30 Juni 2025.
- Emiten memiliki 6 anak usaha, termasuk PT Citra Borneo Utama Tbk (78,2%) dan entitas Singapura; tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia.
- Pendapatan usaha 6M2026 sebesar Rp9.652.649.277 ribu, naik dari Rp7.071.443.540 ribu pada 6M2025.
- Utang bank jangka pendek didominasi BRI (Rp2.726.881.447 ribu, 79,6% dari total) dengan bunga 6,25%-6,5%, jatuh tempo Oktober 2026.
- Pinjaman sindikasi jangka panjang Rp4.642.379.250 ribu (bunga 8%, jatuh tempo Desember 2033).
- Belanja modal: aset tetap Rp161.762.603 ribu, aset takberwujud Rp4.229.455 ribu, perkebunan plasma Rp27.184.830 ribu (2026).
- Emiten menyatakan kepatuhan terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017.

### Key financial figures

- **Jumlah aset:** 15.028.439.205 (30 Juni 2026)
- **Jumlah aset:** 13.583.973.802 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka pendek:** 3.425.432.900 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 1.698.144.691 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas:** 673.551.902 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas:** 874.059.881 (31 Desember 2025)
- **Laba bersih periode berjalan:** 1.001.830.037 (30 Juni 2026)
- **Laba bersih periode berjalan:** 707.853.881 (30 Juni 2025)
- **Laba per saham dasar:** 105,18 (30 Juni 2026)
- **Laba per saham dasar:** 74,32 (30 Juni 2025)
- **Distribusi dividen kas:** 800.000.000 (30 Juni 2026)
- **Pembentukan cadangan umum:** 360.696.736 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -548.619.856 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 612.319.709 (30 Juni 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** 342.414.159 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -110.954.751 (30 Juni 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 465.598 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** -1.091.247.534 (30 Juni 2025)
- **Penerimaan pinjaman bank:** 1.557.421.535 (30 Juni 2026)
- **Pembayaran untuk perolehan aset tetap:** 161.762.603 (30 Juni 2026)
- **Pembayaran untuk perolehan aset tetap:** 41.620.844 (30 Juni 2025)
- **Pendapatan dari pihak ketiga:** 9.652.649.277 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan dari pihak ketiga:** 4.565.043.841 (30 Juni 2025)
- **Beban pokok penjualan dan pendapatan:** 5.875.259.636 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan usaha:** 9.652.649.277 (6M2026)
- **Pendapatan usaha:** 7.071.443.540 (6M2025)
- **Total liabilitas:** 12.130.891.619 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 2.897.547.586 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang (net current maturities):** 5.179.902.855 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang (net current maturities):** 5.449.503.968 (31 Desember 2025)
- **Piutang usaha pihak ketiga:** 978.428.408 (30 Juni 2026)
- **Piutang usaha pihak ketiga:** 113.412.231 (31 Desember 2025)
- **Persediaan:** 1.101.293.417 (30 Juni 2026)
- **Persediaan:** 926.163.809 (31 Desember 2025)
- **Aset tetap:** 4.034.647.863 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap:** 3.901.713.481 (31 Desember 2025)

### Corporate actions

- Pembagian dividen kas sebesar Rp800.000.000 ribu pada periode berjalan (30 Juni 2026).
- Pembentukan cadangan umum sebesar Rp360.696.736 ribu pada periode berjalan (30 Juni 2026).
- Tidak ada rights issue, saham bonus, stock split, merger, atau akuisisi yang disebutkan dalam laporan.

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar Rp161.762.603 ribu pada 30 Juni 2026, meningkat dari Rp41.620.844 ribu pada 2025.
- Pembayaran untuk perolehan aset takberwujud sebesar Rp4.229.455 ribu pada 2026, tidak ada pada 2025.
- Pembayaran untuk perolehan perkebunan plasma sebesar Rp27.184.830 ribu pada 2026, sementara 2025 menerima Rp13.417.939 ribu.
- Penambahan aset tetap selama periode berjalan sebesar Rp278.668.197 ribu, termasuk aset dalam penyelesaian sebesar Rp488.070.027 ribu.

### Capital structure

- Modal saham tetap 952.500.000 ribu dari awal hingga akhir periode, tidak ada penerbitan saham baru.
- Tambahan modal disetor -89.113.603 ribu tidak berubah.
- Komponen ekuitas lainnya berubah dari 609.411.860 ribu menjadi 602.331.964 ribu, penurunan 7.079.896 ribu.
- Saldo laba telah ditentukan penggunaannya berubah dari 1.858.474.778 ribu menjadi 2.228.008.453 ribu, kenaikan 369.533.675 ribu sesuai pembentukan cadangan umum.
- Kepentingan non-pengendali berubah dari 262.878.770 ribu menjadi 627.315.692 ribu, kenaikan 364.436.922 ribu.

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan ditelaah secara terbatas, bukan diaudit penuh.
- Emiten menyatakan kepatuhan terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017.

### Analytical scenarios

- **Kenaikan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset naik dari Rp13.583.973.802 ribu (31 Des 2025) menjadi Rp15.028.439.205 ribu (30 Jun 2026), meningkat sekitar Rp1.444.465.403 ribu atau 10,6%.
  - Basis: Jumlah aset 30 Jun 2026: 15.028.439.205; Jumlah aset 31 Des 2025: 13.583.973.802
  - Assumptions: Angka dalam ribuan Rupiah.
- **Kenaikan utang bank jangka pendek** [derived_calculation, high]: Utang bank jangka pendek meningkat dari Rp1.698.144.691 ribu menjadi Rp3.425.432.900 ribu, naik sekitar Rp1.727.288.209 ribu atau 101,7%.
  - Basis: Utang bank jangka pendek 30 Jun 2026: 3.425.432.900; Utang bank jangka pendek 31 Des 2025: 1.698.144.691
  - Assumptions: Angka dalam ribuan Rupiah.
- **Penurunan kas dan setara kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas turun dari Rp874.059.881 ribu menjadi Rp673.551.902 ribu, penurunan sekitar Rp200.507.979 ribu atau 22,9%.
  - Basis: Kas 30 Jun 2026: 673.551.902; Kas 31 Des 2025: 874.059.881
  - Assumptions: Angka dalam ribuan Rupiah.
- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih periode berjalan naik sebesar Rp293.976.156 ribu (dari Rp707.853.881 ribu menjadi Rp1.001.830.037 ribu), atau sekitar 41,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  - Basis: Laba bersih 30 Jun 2026: 1.001.830.037; Laba bersih 30 Jun 2025: 707.853.881
  - Assumptions: Angka dalam ribuan Rupiah.
- **Peningkatan belanja modal** [derived_calculation, high]: Pembayaran untuk perolehan aset tetap meningkat dari Rp41.620.844 ribu menjadi Rp161.762.603 ribu, kenaikan sebesar Rp120.141.759 ribu atau sekitar 288,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  - Basis: Pembayaran aset tetap 2026: 161.762.603; Pembayaran aset tetap 2025: 41.620.844
  - Assumptions: Angka dalam ribuan Rupiah.
- **Peningkatan dividen tunai** [derived_calculation, high]: Pembayaran dividen dari aktivitas pendanaan meningkat dari Rp452.163.012 ribu menjadi Rp1.098.342.796 ribu, kenaikan sebesar Rp646.179.784 ribu atau sekitar 142,9%.
  - Basis: Dividen 2026: 1.098.342.796; Dividen 2025: 452.163.012
  - Assumptions: Angka dalam ribuan Rupiah.
- **Kontribusi pelanggan utama** [derived_calculation, high]: Penjualan kepada Olam Global Agri Pte. Ltd dan Eco Commodity Pte. Ltd masing-masing mencapai 40,3% dan 25,3% dari total pendapatan pihak ketiga (Rp3.891.415.966 ribu / Rp9.652.649.277 ribu dan Rp2.446.515.394 ribu / Rp9.652.649.277 ribu).
  - Basis: Penjualan Olam: 3.891.415.966; Penjualan Eco: 2.446.515.394; Total pendapatan pihak ketiga: 9.652.649.277
  - Assumptions: Total pendapatan pihak ketiga sebagai basis.
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas per 2026 adalah sekitar 4,19x (12.130.891.619 / 2.897.547.586), meningkat dari 3,62x pada 2025 (10.642.512.002 / 2.941.461.800).
  - Basis: Angka total liabilitas dan total ekuitas dari neraca.
  - Assumptions: Perhitungan sederhana tanpa penyesuaian.
- **Konsentrasi utang pada BRI** [derived_calculation, high]: Utang kepada BRI per 30 Juni 2026 (Rp2.726.881.447 ribu) merupakan sekitar 79,6% dari total utang bank jangka pendek (Rp3.425.432.900 ribu).
  - Basis: Angka utang BRI dan total utang bank jangka pendek pada bagian 17/19.
  - Assumptions: Angka dalam IDR dan total adalah penjumlahan semua komponen.
- **Rasio pembayaran dividen** [derived_calculation, high]: Dividen kas entitas induk Rp800.000.000 ribu dibagi laba entitas induk Rp904.418.877 ribu = 88,45%. Ini menunjukkan hampir seluruh laba dibagikan sebagai dividen.
  - Basis: Angka dividen dan laba pada laporan perubahan ekuitas.
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang tersedia.
- **Potensi pendanaan ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan utang bank jangka pendek yang signifikan, penurunan kas, dan peningkatan belanja modal dapat mengindikasikan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi atau modal kerja, namun belum ada konfirmasi dari laporan.
  - Basis: Kenaikan utang bank jangka pendek; Penurunan kas; Peningkatan belanja modal
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain yang tersedia.
  - Caveats: Hipotesis tidak didukung oleh pernyataan eksplisit dalam dokumen.
- **Perubahan struktur pelanggan** [analyst_hypothesis, low]: Pendapatan dari pihak berelasi (Borneo Agri) hilang pada 6M2026, sementara pendapatan dari pihak ketiga meningkat signifikan. Ini mungkin menunjukkan perubahan strategi penjualan atau hubungan dengan pihak berelasi.
  - Basis: Pendapatan pihak berelasi 0 di 2026 vs 2,5 miliar di 2025
  - Assumptions: Tidak ada penjelasan dalam bagian ini.
  - Caveats: Perlu konfirmasi dari catatan lain.
- **Ekspansi aset** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan belanja modal untuk aset tetap (dari Rp41.620.844 ribu menjadi Rp161.762.603 ribu) dan adanya pembayaran aset takberwujud baru menunjukkan potensi ekspansi operasi, tetapi tidak ada rincian proyek atau tujuan strategis.
  - Basis: Pembayaran aset tetap; pembayaran aset takberwujud
  - Assumptions: Belanja modal mencerminkan ekspansi.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang proyek spesifik.

### Risks / uncertainties

- Kenaikan utang bank jangka pendek yang signifikan dapat meningkatkan risiko likuiditas, meskipun tidak ada pernyataan eksplisit mengenai hal ini.
- Penurunan kas dan setara kas mungkin mempengaruhi fleksibilitas keuangan jangka pendek.
- Arus kas operasi negatif dapat mengindikasikan tekanan likuiditas jangka pendek.
- Konsentrasi pendapatan pada dua pelanggan utama (Olam dan Eco) yang masing-masing melebihi 10% dari total pendapatan.
- Utang dalam USD (USD 103.000.000) menimbulkan risiko nilai tukar.
- Suku bunga mengambang (8,75%–15%) dapat meningkatkan beban bunga jika suku bunga pasar naik.
- Konsentrasi utang pada satu kreditur (BRI) menimbulkan risiko konsentrasi kredit.
- Saldo laba negatif Rp3.742.551.409 menunjukkan akumulasi defisit.
- Terdapat saldo dalam 'mata uang lainnya' yang besar (Rp1.945.166.792) tanpa rincian, menimbulkan ketidakjelasan mengenai eksposur valas.
- Jatuh tempo utang terkonsentrasi pada Oktober-Desember 2026, yang dapat menimbulkan tekanan refinancing.

### Items to monitor

- Laporan keuangan interim ditelaah secara terbatas, bukan audit penuh, sehingga tingkat keyakinan lebih rendah.
- Kenaikan laba bersih yang signifikan (41,5%) dan pendapatan (36,5%) menunjukkan kinerja operasional yang kuat.
- Peningkatan utang bank jangka pendek yang hampir dua kali lipat dan arus kas operasi negatif dapat menjadi perhatian bagi investor terkait likuiditas.
- Pembagian dividen kas yang besar (Rp1,10 triliun) menunjukkan komitmen terhadap pengembalian kepada pemegang saham.
- Konsentrasi pendapatan pada dua pelanggan utama (Olam dan Eco) dapat menjadi risiko jika hubungan komersial berubah.

---

## SUPA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menyampaikan revisi (koreksi) atas Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum per 30 Juni 2026. Laporan sebelumnya bernomor 055/DIR-KEP/SBI/VII/2026 tanggal 09 Juli 2026 dikoreksi dengan menambahkan informasi persentase deviasi. IPO SUPA efektif 17 Desember 2025 dengan hasil bruto Rp2.798.198.810.500, biaya emisi Rp67.434.352.774, dan hasil bersih Rp2.730.764.457.726. Rencana penggunaan dana: 70% modal kerja (Rp1.911.535.120.408) dan 30% belanja modal (Rp819.229.337.318). Realisasi per 30 Juni 2026: modal kerja 100% (Rp1.911.535.120.408) dan belanja modal hanya Rp100.000.000.000 (3,7% dari rencana). Sisa dana Rp719.229.337.318 ditempatkan pada FASBI dengan bunga 3,75% overnight. Target penggunaan dana hingga Desember 2030. Laporan ditandatangani Direktur Amalia Pratantara dan Direktur Melisa Hendrawati tanggal 31 Agustus 2026.

### Material changes

- PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menyampaikan revisi Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum per 30 Juni 2026, mengoreksi laporan sebelumnya nomor 055/DIR-KEP/SBI/VII/2026 tanggal 09 Juli 2026.
- IPO saham SUPA efektif pada 17 Desember 2025 dengan hasil bruto Rp2.798.198.810.500.
- Biaya emisi IPO sebesar Rp67.434.352.774, sehingga hasil bersih IPO menjadi Rp2.730.764.457.726.
- Rencana penggunaan dana menurut prospektus: 70% untuk modal kerja (Rp1.911.535.120.408) dan 30% untuk belanja modal (Rp819.229.337.318).
- Realisasi penggunaan dana untuk modal kerja mencapai Rp1.911.535.120.408 (100% dari rencana).
- Realisasi belanja modal hanya Rp100.000.000.000, atau sekitar 3,7% dari rencana Rp819.229.337.318.
- Sisa dana hasil IPO sebesar Rp719.229.337.318 ditempatkan pada Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI) dengan tingkat bunga 3,75% over night.
- Rincian biaya emisi: underwriting fee Rp2.238.559.048 (0,08%), management fee Rp27.981.988.105 (1%), selling fee Rp2.238.559.048 (0,08%), profesi penunjang Rp10.075.443.670 (0,36%), lembaga penunjang Rp110.000.000 (0,004%), financial advisory fee Rp0 (0%), biaya lain Rp24.789.802.902 (0,886%).
- Revisi laporan ini menambahkan informasi persentase deviasi penggunaan dana.
- Laporan ini merupakan revisi atas laporan realisasi penggunaan dana per 30 Juni 2026.
- Target waktu penggunaan dana adalah Desember 2030.
- Laporan ditandatangani oleh Direktur Amalia Pratantara dan Direktur Melisa Hendrawati, dengan tanggal 31 Agustus 2026.
- Laporan disusun sesuai OJK Regulation No. 40/2025 dan BEI Decree No. Kep-00066/BEI/09-2022.

### Key financial figures

- **Hasil bruto IPO:** 2.798.198.810.500 (17 Desember 2025)
- **Biaya emisi:** 67.434.352.774 (17 Desember 2025)
- **Hasil bersih IPO:** 2.730.764.457.726 (17 Desember 2025)
- **Rencana modal kerja:** 1.911.535.120.408 (Prospektus)
- **Rencana belanja modal:** 819.229.337.318 (Prospektus)
- **Realisasi modal kerja:** 1.911.535.120.408 (per 30 Juni 2026)
- **Realisasi belanja modal:** 100.000.000.000 (per 30 Juni 2026)
- **Total realisasi penggunaan dana:** 2.011.535.120.408 (per 30 Juni 2026)
- **Sisa dana:** 719.229.337.318 (per 30 Juni 2026)
- **Underwriting fee:** 2.238.559.048 (17 Desember 2025)
- **Management fee:** 27.981.988.105 (17 Desember 2025)
- **Selling fee:** 2.238.559.048 (17 Desember 2025)
- **Profesi penunjang pasar modal:** 10.075.443.670 (17 Desember 2025)
- **Lembaga penunjang pasar modal:** 110.000.000 (17 Desember 2025)
- **Financial advisory fee:** 0 (17 Desember 2025)
- **Biaya lain-lain:** 24.789.802.902 (17 Desember 2025)
- **Persentase biaya terhadap hasil IPO:** 2,192% (IPO)
- **Persentase realisasi terhadap hasil bersih:** 73,7% (per 30 Juni 2026)
- **Persentase sisa dana terhadap hasil bersih:** 26,3% (per 30 Juni 2026)
- **Tingkat bunga FASBI:** 3,75% over night (per 30 Juni 2026)

### Corporate actions

- IPO saham SUPA telah selesai, dengan hasil bersih Rp2.730.764.457.726.
- Realisasi belanja modal jauh di bawah rencana (3,7%), menunjukkan potensi deviasi signifikan.
- Sisa dana ditempatkan pada FASBI, mengindikasikan dana belum digunakan sesuai rencana.

### Expansion projects

- Rencana belanja modal sebesar Rp819.229.337.318 (30% dari hasil IPO), realisasi hanya Rp100.000.000.000.
- Tidak ada rincian proyek atau tujuan belanja modal dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Revisi laporan penggunaan dana menambahkan informasi persentase deviasi, menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi.
- Laporan disusun sesuai OJK Regulation No. 40/2025 dan BEI Decree No. Kep-00066/BEI/09-2022.

### Analytical scenarios

- **Deviasi belanja modal** [derived_calculation, high]: Realisasi belanja modal Rp100.000.000.000 dibandingkan rencana Rp819.229.337.318 menghasilkan deviasi sekitar 87,8% (1 - 100/819,23).
  - Basis: Angka realisasi dan rencana belanja modal dari dokumen.
  - Assumptions: Deviasi dihitung sebagai selisih rencana dikurangi realisasi dibagi rencana.
- **Persentase realisasi belanja modal** [derived_calculation, high]: Realisasi belanja modal Rp100.000.000.000 adalah 12,2% dari rencana Rp819.229.337.318 (100/819,23).
  - Basis: Angka realisasi dan rencana belanja modal dari dokumen.
  - Assumptions: Perhitungan sederhana.
- **Total biaya emisi** [derived_calculation, high]: Total biaya emisi yang dirinci adalah Rp2.238.559.048 + Rp27.981.988.105 + Rp2.238.559.048 + Rp10.075.443.670 + Rp110.000.000 + Rp0 + Rp24.789.802.902 = Rp67.434.352.773, sesuai dengan angka biaya emisi yang dilaporkan.
  - Basis: Rincian biaya emisi dari dokumen.
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana.
- **Persentase biaya emisi** [derived_calculation, medium]: Total biaya emisi Rp67.434.352.774 dibagi hasil bruto Rp2.798.198.810.500 = 2,41%, tetapi dokumen menyatakan 2,192%. Perbedaan mungkin karena pembulatan atau basis perhitungan yang berbeda.
  - Basis: Angka biaya dan hasil bruto dari Lampiran II
  - Assumptions: Perhitungan langsung dari angka yang tersedia
  - Caveats: Dokumen menyatakan 2,192%, mungkin menggunakan basis berbeda
- **Alasan deviasi belanja modal** [analyst_hypothesis, low]: Realisasi belanja modal yang sangat rendah (3,7%) mungkin disebabkan oleh penundaan proyek atau perubahan strategi, namun tidak ada penjelasan dalam dokumen.
  - Basis: Angka realisasi belanja modal yang jauh di bawah rencana.
  - Assumptions: Belanja modal mungkin terkait ekspansi yang ditunda.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dari emiten.
- **Penempatan sisa dana** [explicit_fact, high]: Sisa dana Rp719.229.337.318 ditempatkan pada FASBI dengan bunga 3,75% over night, menunjukkan dana belum digunakan untuk operasional atau investasi.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Deviasi signifikan pada realisasi belanja modal (hanya 3,7% dari rencana) dapat menarik perhatian regulator.
- Sisa dana yang besar ditempatkan pada instrumen likuiditas jangka pendek, menunjukkan potensi keterlambatan penggunaan dana.
- Revisi laporan penggunaan dana menunjukkan adanya koreksi, namun alasan revisi tidak dijelaskan dalam dokumen.

### Items to monitor

- Realisasi penggunaan dana IPO yang rendah dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap eksekusi rencana bisnis
- Penempatan sisa dana di FASBI menunjukkan likuiditas tinggi namun potensi pengembalian rendah

---

## TAMA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 31 Agustus–1 September 2026, PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026 (Q2 FY2026) beserta bukti iklannya. Perubahan paling material adalah: (1) pendapatan turun 58,4% menjadi Rp5,85 miliar; (2) ekuitas berbalik menjadi negatif Rp61,98 miliar dari sebelumnya positif Rp34,66 miliar; (3) seluruh utang bank (jangka pendek dan panjang) dilunasi menjadi nol, sementara muncul utang pemegang saham jangka panjang Rp140,00 miliar; (4) properti investasi turun Rp91,64 miliar; dan (5) rugi bersih memburuk menjadi Rp96,64 miliar. Perubahan struktur modal dan kinerja ini penting karena menandakan potensi restrukturisasi pendanaan dan risiko kelangsungan usaha yang serius, meskipun tidak ada aksi korporasi eksplisit seperti rights issue atau perubahan pengurus yang diumumkan.

### Material changes

- Pendapatan usaha turun dari Rp14.050.680.057 (30 Jun 2025) menjadi Rp5.849.546.538 (30 Jun 2026), penurunan 58,4%.
- Ekuitas berubah dari positif Rp34.660.559.495 (31 Des 2025) menjadi negatif Rp61.976.426.643 (30 Jun 2026).
- Utang bank jangka pendek dan jangka panjang menjadi nol (sebelumnya Rp35.571.531.712 dan Rp86.662.719.627).
- Muncul utang pemegang saham jangka panjang sebesar Rp140.003.722.934 pada 30 Jun 2026.
- Properti investasi turun dari Rp169.196.386.738 menjadi Rp77.555.650.000.
- Rugi bersih periode berjalan sebesar Rp96.636.070.851, memburuk dari rugi Rp4.355.891.566 pada 30 Jun 2025.
- Beban lainnya melonjak dari 0 menjadi Rp91.640.736.738.
- Kas dan setara kas turun menjadi Rp227.751.407 (30 Jun 2026) dari Rp328.184.430 (31 Des 2025).

### Key financial figures

- **Pendapatan usaha:** 5.849.546.538 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Pendapatan usaha:** 14.050.680.057 (6 bulan berakhir 30 Juni 2025)
- **Total aset:** 82.750.069.422 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** 174.852.396.812 (31 Desember 2025)
- **Properti investasi:** 77.555.650.000 (30 Juni 2026)
- **Properti investasi:** 169.196.386.738 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka pendek:** 0 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 35.571.531.712 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka panjang:** 0 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang:** 86.662.719.627 (31 Desember 2025)
- **Utang pemegang saham jangka panjang:** 140.003.722.934 (30 Juni 2026)
- **Jumlah ekuitas:** -61.976.426.643 (30 Juni 2026)
- **Jumlah ekuitas:** 34.660.559.495 (31 Desember 2025)
- **Rugi bersih:** -96.636.070.851 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Rugi bersih:** -4.355.891.566 (6 bulan berakhir 30 Juni 2025)
- **Beban lainnya:** 91.640.736.738 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Laba (rugi) per saham dasar:** -8.053 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -2.821.298.975 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 3.469.105.958 (6 bulan berakhir 30 Juni 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 2.852.005.591 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** -3.810.476.869 (6 bulan berakhir 30 Juni 2025)
- **Pembayaran pinjaman bank:** 137.151.717.343 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Pembayaran pinjaman bank:** 3.668.839.068 (6 bulan berakhir 30 Juni 2025)
- **Penerimaan utang pihak berelasi:** 140.003.722.934 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas akhir periode:** 227.751.407 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas akhir periode:** 328.184.430 (31 Desember 2025)
- **Aset tetap (nilai tercatat):** 2.130.860.009 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap (nilai tercatat):** 2.669.228.785 (31 Desember 2025)
- **Piutang usaha pihak ketiga:** 543.913.377 (30 Juni 2026)
- **Piutang usaha pihak ketiga:** 1.733.104.759 (31 Desember 2025)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 3.378.317.269 (30 Juni 2026)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 2.412.513.682 (31 Desember 2025)

### Capital structure

- Ekuitas berubah dari positif Rp34.660.559.495 menjadi negatif Rp61.976.426.643 pada 30 Juni 2026.
- Muncul utang pemegang saham jangka panjang sebesar Rp140.003.722.934 pada 30 Juni 2026, sementara tidak ada di 31 Desember 2025.
- Utang bank jangka pendek dan jangka panjang menjadi nol pada 30 Juni 2026, dari sebelumnya Rp35.571.531.712 dan Rp86.662.719.627.
- Saham biasa dan tambahan modal disetor tidak berubah: masing-masing Rp30.000.017.400 dan Rp35.519.795.804.

### Listing / regulatory

- Perusahaan tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan ditelaah secara terbatas, bukan diaudit penuh.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.
- Penyampaian bukti iklan Laporan Keuangan Interim Q2 sebagai pemenuhan kewajiban publikasi informasi keuangan.

### Analytical scenarios

- **Opini audit** [explicit_fact, high]: Opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified) diberikan atas laporan keuangan yang ditelaah secara terbatas, menunjukkan tidak ada salah saji material yang teridentifikasi dalam lingkup review.
  - Basis: Jenis laporan: Limited Review; Opini: Unqualified
- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan periode berjalan turun sebesar Rp8.201.133.519 dari periode sebelumnya, atau sekitar 58,4% (perhitungan: 8.201.133.519 / 14.050.680.057).
  - Basis: Pendapatan periode sebelumnya: Rp14.050.680.057; Pendapatan periode berjalan: Rp5.849.546.538; Selisih: Rp8.201.133.519
  - Assumptions: Angka pendapatan periode sebelumnya dianggap sebagai basis perhitungan.
- **Penurunan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset turun sebesar Rp92.102.327.390 (174.852.396.812 - 82.750.069.422), terutama dari penurunan properti investasi sebesar Rp91.640.736.738 (169.196.386.738 - 77.555.650.000).
  - Basis: Angka total aset dan properti investasi pada laporan posisi keuangan.
- **Perubahan ekuitas** [derived_calculation, high]: Ekuitas berubah dari +Rp34.660.559.495 menjadi -Rp61.976.426.643, selisih -Rp96.636.986.138. Saldo laba negatif meningkat sebesar Rp96.636.986.138 (-127.684.623.847 - (-31.047.637.709)).
  - Basis: Angka ekuitas dan saldo laba pada laporan.
- **Lonjakan beban lainnya** [derived_calculation, high]: Beban lainnya melonjak dari 0 menjadi Rp91,64 miliar, yang menjadi penyebab utama memburuknya rugi sebelum pajak. Selisihnya Rp91,64 miliar.
  - Basis: Angka beban lainnya pada laporan laba rugi.
  - Assumptions: Tidak ada penjelasan rinci tentang komposisi beban lainnya.
- **Lonjakan pembayaran pinjaman bank** [derived_calculation, high]: Pembayaran pinjaman bank meningkat dari Rp3,67 miliar (2025) menjadi Rp137,15 miliar (2026), kenaikan sekitar Rp133,48 miliar. Ini menunjukkan aktivitas pelunasan utang yang sangat besar pada tahun berjalan.
  - Basis: Pembayaran pinjaman bank 2026: 137.151.717.343; Pembayaran pinjaman bank 2025: 3.668.839.068
- **Risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, medium]: Ekuitas negatif sebesar Rp61,98 miliar mengindikasikan potensi masalah solvabilitas yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha, namun tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen ini.
  - Basis: Nilai ekuitas tercatat negatif Rp61.976.426.643
  - Assumptions: Ekuitas negatif mencerminkan akumulasi kerugian atau kewajiban yang melebihi aset.
  - Caveats: Tidak ada rincian aset, liabilitas, atau laba rugi dalam dokumen ini.
- **Restrukturisasi utang bank menjadi utang pemegang saham** [analyst_hypothesis, medium]: Utang bank jangka pendek dan panjang menjadi nol, sementara muncul utang pemegang saham jangka panjang Rp140 miliar. Ini mengindikasikan kemungkinan konversi utang bank menjadi utang pemegang saham atau pelunasan dengan dana pemegang saham.
  - Basis: Perubahan pos utang bank dan munculnya utang pemegang saham.
  - Assumptions: Tidak ada informasi eksplisit tentang sumber dana atau mekanisme transisi.
  - Caveats: Perlu konfirmasi dari catatan atas laporan keuangan.
- **Potensi penjualan properti investasi** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan properti investasi sebesar Rp91,64 miliar dapat mengindikasikan penjualan aset atau reklasifikasi, namun tidak ada detail transaksi dalam bagian ini.
  - Basis: Penurunan nilai properti investasi.
  - Assumptions: Tidak ada informasi transaksi aset.
  - Caveats: Bisa juga karena revaluasi atau impairment.
- **Penyebab beban lainnya** [analyst_hypothesis, low]: Beban lainnya yang sangat besar mungkin terkait dengan penurunan nilai aset, provisi, atau kerugian luar biasa, namun tidak ada rincian dalam bagian ini.
  - Basis: Beban lainnya Rp91,64 miliar pada periode berjalan
  - Assumptions: Beban tersebut bukan beban operasional normal.
  - Caveats: Perlu melihat catatan atas laporan keuangan untuk konfirmasi.

### Risks / uncertainties

- Ekuitas negatif dapat memicu delisting atau pengawasan khusus dari bursa.
- Penurunan pendapatan yang signifikan dapat mempengaruhi kelangsungan usaha.
- Ketergantungan pada utang pemegang saham menimbulkan risiko konsentrasi pendanaan.
- Tidak ada informasi mengenai rencana manajemen untuk mengatasi kerugian berjalan.
- Nilai buku alat berat nihil karena akumulasi depresiasi sama dengan nilai perolehan, menunjukkan aset telah habis disusutkan.
- Arus kas operasi negatif menunjukkan tekanan likuiditas.
- Lonjakan beban lainnya yang tidak dijelaskan dapat menimbulkan risiko terkait kualitas laba dan keberlanjutan operasi.

### Items to monitor

- Rincian catatan atas laporan keuangan untuk memahami komposisi 'beban lainnya' Rp91,64 miliar.
- Sifat dan syarat utang pemegang saham Rp140,00 miliar, termasuk tingkat bunga dan jatuh tempo.
- Mekanisme transisi dari utang bank ke utang pemegang saham (apakah konversi, pelunasan, atau novasi).
- Penyebab penurunan properti investasi (penjualan, revaluasi, atau impairment).
- Rencana manajemen untuk memperbaiki ekuitas negatif dan kelangsungan usaha.
- Potensi pengawasan khusus atau delisting oleh Bursa Efek Indonesia akibat ekuitas negatif.
- Perubahan pengurus, pengendali, atau strategi yang mungkin menyusul restrukturisasi.

---

## TCID

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mengumumkan perubahan pemegang saham langsung atas 267.330.074 saham (66,48% dari modal ditempatkan dan disetor) dari Mandom Corporation (Old MCJ) menjadi Kalon Midco Holdings Co., Ltd. (Kalon Midco) melalui restrukturisasi internal grup di Jepang. Restrukturisasi ini melibatkan absorption-type merger antara Old MCJ dan Kalon Holdings (Kalon HD), diikuti absorption-type company split antara Kalon HD dan Kalon Midco, efektif 1 September 2026. Setelah itu, Kalon Midco berganti nama menjadi Mandom Corporation (New MCJ), namun pencatatan nama baru menunggu dokumen resmi dari Japan Legal Affairs Bureau (sekitar November 2026). Emiten menyatakan tidak ada perubahan pengendalian, jumlah saham beredar, modal, atau free float, serta tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha.

### Material changes

- Perubahan pemegang langsung atas 267.330.074 saham (66,48% modal) dari Mandom Corporation (Old MCJ) menjadi Kalon Midco Holdings Co., Ltd. (Kalon Midco) efektif 1 September 2026.
- Absorption-Type Merger Agreement tanggal 24 Juli 2026 antara Old MCJ dan Kalon Holdings Co., Ltd. (Kalon HD) menyebabkan Old MCJ bubar dan Kalon HD menjadi penerima penggabungan.
- Absorption-Type Company Split Agreement tanggal 24 Juli 2026 antara Kalon HD dan Kalon Midco memindahkan saham dari Kalon HD ke Kalon Midco.
- Efektif 1 September 2026, Kalon Midco mengubah nama menjadi Mandom Corporation (New MCJ), tetapi pencatatan nama baru menunggu kutipan registrasi resmi dari Japan Legal Affairs Bureau (sekitar November 2026).
- Sebelum restrukturisasi, Old MCJ memegang 267.330.074 saham (66,48%); setelah merger, kepemilikan Old MCJ menjadi 0% dan Kalon HD menjadi 66,48%.
- Setelah company split, kepemilikan Kalon HD menjadi 0% dan Kalon Midco menjadi 66,48%.
- Tidak ada perubahan pengendalian akhir; pengendali tetap pihak yang sama sebelum dan sesudah.
- Tidak ada penerbitan saham baru oleh Perseroan dan tidak ada transaksi dengan pemegang saham publik.
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar, modal ditempatkan dan disetor, atau persentase saham publik.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha.
- Laporan ditandatangani oleh Hideki Nakamura, Wakil Direktur/Senior Executive Officer, dan ditujukan kepada OJK dan BEI.

### Key financial figures

- **Jumlah saham yang dipindahkan:** 267.330.074 (1 September 2026)
- **Persentase kepemilikan saham:** 66,48% (1 September 2026)
- **Kepemilikan Old MCJ sebelum restrukturisasi:** 66,48% (sebelum 1 September 2026)
- **Kepemilikan Old MCJ setelah merger:** 0% (1 September 2026)
- **Kepemilikan Kalon HD setelah merger:** 66,48% (1 September 2026)
- **Kepemilikan Kalon HD setelah company split:** 0% (1 September 2026)
- **Kepemilikan Kalon Midco setelah company split:** 66,48% (1 September 2026)

### Corporate actions

- Perubahan pemegang saham langsung akibat restrukturisasi internal grup

### Management / control changes

- Perubahan pemegang saham langsung dari Old MCJ menjadi Kalon Midco (New MCJ) untuk 267.330.074 saham (66,48%)
- Tidak ada perubahan pengendalian akhir

### Capital structure

- Jumlah saham beredar tidak berubah
- Modal ditempatkan dan disetor tidak berubah
- Persentase saham publik tidak berubah
- Tidak ada penerbitan saham baru

### Listing / regulatory

- Laporan informasi material disampaikan kepada OJK dan BEI
- Pencatatan nama pemegang saham akan diperbarui setelah dokumen resmi tersedia

### Analytical scenarios

- **Total modal ditempatkan dan disetor** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham yang berpindah (267.330.074) dan persentase 66,48%, total modal ditempatkan dan disetor diperkirakan sekitar 402.122.000 saham (267.330.074 / 0,6648).
  - Basis: 267.330.074 saham; 66,48%
  - Assumptions: Persentase dihitung dari total modal yang sama pada tanggal kejadian.
  - Caveats: Pembulatan angka, total sebenarnya mungkin berbeda.
- **Keterlambatan pencatatan nama** [analyst_hypothesis, medium]: Pencatatan nama 'Mandom Corporation' di daftar pemegang saham mungkin baru efektif setelah November 2026, sehingga selama periode interim nama 'Kalon Midco' masih digunakan.
  - Basis: Dokumen menyatakan kutipan registrasi resmi baru tersedia sekitar November 2026.
  - Assumptions: Pembaruan nama akan dilakukan setelah dokumen resmi diterima.
  - Caveats: Tidak ada kepastian tanggal pasti pembaruan.
- **Tujuan restrukturisasi** [analyst_hypothesis, low]: Restrukturisasi internal kemungkinan bertujuan untuk menyederhanakan struktur kepemilikan di grup Mandom, tetapi tujuan strategis tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Dokumen menyebut restrukturisasi internal tanpa detail tujuan.
  - Assumptions: Restrukturisasi dilakukan untuk efisiensi atau reorganisasi grup.
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai tujuan.

### Risks / uncertainties

- Pencatatan nama pemegang saham baru (Mandom Corporation) belum diperbarui sampai dokumen resmi tersedia, yang dapat menimbulkan ketidaksesuaian administratif sementara.
- Keterlambatan dokumen resmi dari Japan Legal Affairs Bureau dapat menunda pembaruan nama.

### Items to monitor

- Perubahan pemegang saham langsung tidak mengubah pengendalian akhir, jumlah saham beredar, atau free float, sehingga tidak berdampak langsung pada struktur kepemilikan publik.
- Pembaruan nama pemegang saham di daftar pemegang saham baru akan dilakukan sekitar November 2026, yang dapat memengaruhi administrasi saham.

---

## TMPO

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 31 Agustus–1 September 2026, TMPO mengumumkan rencana dan materi Public Expose Insidentil yang diminta oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengumuman pertama (31 Agustus) hanya mengonfirmasi jadwal acara, sementara pengumuman kedua (1 September) mengungkap materi paparan yang mencakup penjelasan suspensi saham 26–27 Agustus 2026, kinerja keuangan Semester I 2026 yang menurun, transformasi digital, pengembangan produk baru, dan outlook Semester II 2026. Pentingnya secara korporasi: ini adalah respons terhadap permintaan regulator atas pergerakan harga saham yang signifikan, sekaligus menjadi ajang klarifikasi strategi bisnis dan kondisi fundamental perusahaan di tengah tekanan pendapatan.

### Material changes

- Suspensi saham TMPO oleh BEI pada 26–27 Agustus 2026 karena peningkatan harga kumulatif signifikan, kemudian dibuka kembali.
- Kinerja keuangan Semester I 2026: pendapatan usaha turun 3,96% menjadi Rp79,73 miliar, rugi bersih membaik 7,47% menjadi Rp6,58 miliar.
- Transformasi digital: implementasi login wall gratis mulai 1 Agustus 2026, target 100.000 pelanggan digital pada 2028.
- Pengembangan produk baru: Data Asset Management (via PT Info Media Digital), SBU Business and Political Intelligence, dan film Laut Bercerita.
- Outlook Semester II 2026: manajemen melihat peluang perbaikan berdasarkan pola historis belanja pemerintah, namun bukan kepastian.

### Key financial figures

- **Pendapatan Usaha:** Rp79,73 miliar (Semester I 2026)
- **Pendapatan Usaha:** Rp83,01 miliar (Semester I 2025)
- **Laba Kotor:** Rp27,69 miliar (Semester I 2026)
- **Laba Kotor:** Rp31,50 miliar (Semester I 2025)
- **Rugi Usaha:** Rp6,36 miliar (Semester I 2026)
- **Rugi Usaha:** Rp6,33 miliar (Semester I 2025)
- **Rugi Bersih:** Rp6,58 miliar (Semester I 2026)
- **Rugi Bersih:** Rp7,11 miliar (Semester I 2025)
- **Jumlah Pelanggan Digital:** 46.345 pelanggan (Akhir 2025)
- **Target Jumlah Pelanggan Digital:** 100.000 pelanggan (Pada atau sebelum 2028)
- **Target Conversion Rate Digital Subscription:** 25% (Tidak disebutkan)

### Expansion projects

- Pengembangan Data Asset Management melalui anak usaha PT Info Media Digital, dengan AI sebagai enabler.
- Pengembangan SBU Business and Political Intelligence, masih tahap pengembangan bertahap.
- Produksi film Laut Bercerita: penyuntingan selesai, rencana tayang di bioskop 29 Oktober 2026, kemudian di platform OTT.
- Implementasi login wall (gratis) untuk membangun basis registered users, mulai 1 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Public Expose Insidentil diminta oleh BEI berdasarkan surat Peng-SPT-00155/BEI.WAS/08-2026.
- Penghentian sementara perdagangan saham TMPO pada 26 Agustus 2026 karena peningkatan harga kumulatif signifikan.
- Pembukaan kembali perdagangan saham TMPO pada 27 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Suspensi saham** [explicit_fact, high]: BEI menghentikan sementara perdagangan saham TMPO pada 26 Agustus 2026 karena peningkatan harga kumulatif signifikan, dan membuka kembali pada 27 Agustus 2026.
  - Basis: Pengumuman Bursa Nomor Peng-SPT-00155/BEI.WAS/08-2026; Materi Public Expose
- **Kinerja keuangan** [explicit_fact, high]: Pendapatan usaha Semester I 2026 sebesar Rp79,73 miliar, turun 3,96% dari Rp83,01 miliar pada Semester I 2025. Rugi bersih Semester I 2026 sebesar Rp6,58 miliar, membaik 7,47% dari rugi bersih Rp7,11 miliar pada Semester I 2025.
  - Basis: Materi Public Expose
- **Transformasi digital** [explicit_fact, high]: Mulai 1 Agustus 2026, Tempo.co menerapkan login wall gratis untuk membangun basis registered users. Target conversion rate hingga 25% untuk digital subscription; jumlah pelanggan digital akhir 2025 sebanyak 46.345, target 100.000 pelanggan pada atau sebelum 2028.
  - Basis: Materi Public Expose
- **Produk baru** [explicit_fact, high]: Film Laut Bercerita selesai penyuntingan, direncanakan tayang di bioskop 29 Oktober 2026 dan kemudian di platform OTT. Data Asset Management dikembangkan melalui anak usaha PT Info Media Digital. SBU Business and Political Intelligence masih tahap pengembangan.
  - Basis: Materi Public Expose
- **Implied margin kotor** [derived_calculation, high]: Margin kotor Semester I 2026 sekitar 34,7% (Rp27,69 miliar / Rp79,73 miliar), turun dari sekitar 37,9% pada Semester I 2025 (Rp31,50 miliar / Rp83,01 miliar).
  - Basis: Angka laba kotor dan pendapatan dari materi Public Expose
  - Assumptions: Perhitungan sederhana tanpa penyesuaian
  - Caveats: Margin tidak dinyatakan eksplisit oleh manajemen
- **Pemicu suspensi saham** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan harga kumulatif signifikan mungkin terkait dengan sentimen positif terhadap transformasi digital dan inisiatif baru, namun manajemen tidak menyatakan faktor tunggal.
  - Basis: Pengumuman BEI menyebut peningkatan harga kumulatif; Manajemen menyebut kepercayaan publik dan agenda transformasi sebagai faktor persepsi positif
  - Assumptions: Harga saham dipengaruhi banyak faktor; Tidak ada konfirmasi penyebab spesifik
  - Caveats: Manajemen secara eksplisit tidak menyatakan penyebab tunggal; Data harga saham tidak tersedia dalam dokumen
- **Efisiensi biaya** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan rugi bersih meskipun pendapatan turun mengindikasikan pengendalian biaya operasional yang efektif, namun rincian biaya tidak diungkap.
  - Basis: Rugi bersih membaik 7,47%; Manajemen menyebut efisiensi operasional
  - Assumptions: Tidak ada perubahan pendapatan non-operasional signifikan
  - Caveats: Rincian biaya tidak tersedia
- **Risiko eksekusi transformasi** [analyst_hypothesis, medium]: Target 100.000 pelanggan digital pada 2028 membutuhkan pertumbuhan signifikan dari 46.345, dengan risiko eksekusi pada konversi dan retensi.
  - Basis: Target dan basis pelanggan saat ini; Strategi funnel disebutkan
  - Assumptions: Pertumbuhan linear atau eksponensial tidak dijelaskan
  - Caveats: Tidak ada rincian rencana pemasaran
- **Dampak belanja pemerintah** [analyst_hypothesis, medium]: Pola historis belanja pemerintah Semester II dapat mendukung pemulihan pendapatan, tetapi ketidakpastian kebijakan anggaran menjadi risiko.
  - Basis: Manajemen menyebut potensi peningkatan belanja pemerintah; Penurunan pendapatan iklan terkait belanja pemerintah
  - Assumptions: Pola historis berulang
  - Caveats: Manajemen menyatakan outlook bukan kepastian
- **Monetisasi IP** [analyst_hypothesis, low]: Film Laut Bercerita dapat menjadi sumber pendapatan baru melalui bioskop dan OTT, namun kontribusi finansial belum dapat diestimasi.
  - Basis: Rencana penayangan dan distribusi OTT; Strategi IP multi-platform
  - Assumptions: Penerimaan pasar positif
  - Caveats: Tidak ada proyeksi pendapatan film
- **Kebutuhan pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Tidak ada informasi mengenai kebutuhan modal atau pendanaan untuk inisiatif baru; risiko jika investasi memerlukan dana signifikan.
  - Basis: Tidak ada data capex atau pendanaan dalam dokumen
  - Assumptions: Inisiatif memerlukan investasi
  - Caveats: Tidak ada angka pendanaan
- **Sensitivitas ekonomi** [analyst_hypothesis, medium]: Pendapatan iklan dan pelatihan rentan terhadap siklus ekonomi dan anggaran, sementara subscription memberikan pendapatan berulang.
  - Basis: Penurunan pendapatan dari iklan, sirkulasi, pelatihan; Strategi reader revenue
  - Assumptions: Kondisi ekonomi mempengaruhi belanja iklan
  - Caveats: Tidak ada analisis sensitivitas kuantitatif

### Risks / uncertainties

- Realisasi pendapatan Semester II 2026 bergantung pada kondisi pasar, waktu pekerjaan, kebijakan anggaran, dan faktor eksternal.
- Target conversion rate dan pertumbuhan pelanggan digital tidak dijamin.
- Pengembangan DAM dan Business Intelligence masih tahap awal, potensi komersialisasi belum pasti.
- Kinerja film Laut Bercerita bergantung pada penerimaan pasar.
- Pergerakan harga saham dipengaruhi banyak faktor, tidak hanya fundamental.
- Penurunan pendapatan dari iklan, sirkulasi, dan pelatihan dapat berlanjut.

### Items to monitor

- Hasil Public Expose Insidentil pada 2 September 2026, termasuk materi paparan dan tanggapan manajemen.
- Perkembangan jumlah pelanggan digital dan conversion rate terhadap target 100.000 pelanggan pada 2028.
- Kemajuan pengembangan Data Asset Management dan SBU Business and Political Intelligence, termasuk potensi komersialisasi.
- Rilis film Laut Bercerita pada 29 Oktober 2026 dan dampaknya terhadap pendapatan.
- Kinerja keuangan Semester II 2026, terutama pendapatan iklan dan sirkulasi.
- Setiap pengumuman lanjutan terkait suspensi atau kepatuhan regulasi dari BEI.

---

## TNCA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) mengumumkan pengunduran diri Bapak Ari Widiatmoko sebagai Direktur Perseroan. Surat pengunduran diri diterima pada 31 Agustus 2026 dan akan ditindaklanjuti sesuai Anggaran Dasar dan peraturan yang berlaku. Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Belum ada informasi mengenai pengganti direktur.

### Material changes

- PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) menerima surat pengunduran diri Bapak Ari Widiatmoko selaku Direktur Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2026.
- Pengunduran diri tersebut akan ditindaklanjuti oleh Perseroan sesuai Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan yang berlaku.
- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan dengan tanda '-' (tidak ada dampak).
- Surat pengunduran diri ditandatangani secara sukarela tanpa intimidasi atau tekanan dari pihak manapun.
- Ari Widiatmoko menyatakan tidak memiliki dan tidak akan mengajukan klaim terhadap Perseroan, afiliasi, pemegang saham, direksi, komisaris, pegawai, atau pekerja.
- Laporan disampaikan oleh Corporate Secretary Felicia Fanny pada 31-08-2026 15:35.
- Bidang usaha TNCA adalah Jasa Penyelenggaraan Pos dan Giro, Perdagangan, dan Pengangkutan.
- Laporan ini merujuk pada POJK No. 33/POJK.04/2014, POJK No. 31/POJK.04/2015, dan Kep-306/BEJ/07-2004.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Bapak Ari Widiatmoko sebagai Direktur PT Trimuda Nuansa Citra Tbk, diterima pada 31 Agustus 2026. Jabatan yang ditinggalkan adalah Direktur. Belum ada informasi mengenai pengganti atau perubahan susunan direksi lainnya.

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi material sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015 dan peraturan terkait lainnya.

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri direktur** [explicit_fact, high]: TNCA mengumumkan pengunduran diri Direktur Ari Widiatmoko pada 31 Agustus 2026.
  - Basis: Surat pengunduran diri diterima tanggal 31 Agustus 2026
- **Dampak pengunduran diri** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan dampak pengunduran diri terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha adalah '-' (tidak ada).
  - Basis: Bagian 'Dampak kejadian...' diisi dengan tanda '-'
- **Keberlanjutan operasional** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri direktur dapat mempengaruhi tata kelola sementara, namun karena dampak dinyatakan tidak ada, kemungkinan operasional tetap berjalan normal.
  - Basis: Pernyataan dampak '-' dan tidak ada informasi lain
  - Assumptions: Tidak ada pengumuman lebih lanjut tentang pengganti
  - Caveats: Belum ada konfirmasi mengenai pengganti atau perubahan susunan direksi

### Risks / uncertainties

- Belum ada informasi mengenai pengganti Direktur yang mengundurkan diri.
- Proses tindak lanjut pengunduran diri masih sesuai peraturan yang berlaku.

---

## TOWR

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia No. S-11092/BEI.PP2/08-2026 tanggal 27 Agustus 2026 mengenai volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana tindakan korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang, dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan. Terkait aktivitas pemegang saham, hanya laporan kepemilikan saham Direksi dan Komisaris yang telah disampaikan melalui AKSes.KSEI dan dipublikasikan pada 28 Agustus 2026. Tidak ada angka keuangan atau rincian transaksi yang diungkapkan.

### Material changes

- Bursa Efek Indonesia mengirim surat No. S-11092/BEI.PP2/08-2026 tanggal 27 Agustus 2026 meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek TOWR.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek sesuai Peraturan I-E butir III.2.1 Kep-00087/BEI/12-2025.
- Direksi dan Komisaris telah menyampaikan laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham melalui AKSes.KSEI dan dipublikasikan di situs Bursa pada 28 Agustus 2026.
- Perseroan tidak mengetahui adanya transaksi pemegang saham lain selain laporan yang telah disampaikan, sesuai POJK 4 Tahun 2024.
- Perseroan tidak memiliki rencana tindakan korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Surat jawaban bernomor 126/CS-BEI/SMN/VIII/26 ditandatangani oleh Monalisa Irawan selaku Corporate Secretary pada 31 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan Bursa atas volatilitas transaksi efek (surat No. S-11092/BEI.PP2/08-2026 tanggal 27 Agustus 2026).
- Penyampaian laporan kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris melalui AKSes.KSEI, dipublikasikan di situs Bursa pada 28 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 surat
- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam 3 bulan mendatang yang berdampak pada pencatatan saham di Bursa.
  - Basis: Jawaban poin 4 surat
- **Laporan kepemilikan saham** [explicit_fact, high]: Direksi dan Komisaris telah menyampaikan laporan kepemilikan saham melalui AKSes.KSEI dan dipublikasikan di situs Bursa pada 28 Agustus 2026.
  - Basis: Jawaban poin 3 surat
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi efek yang menjadi dasar permintaan Bursa mungkin terkait dengan perubahan kepemilikan saham oleh Direksi/Komisaris yang dipublikasikan pada 28 Agustus 2026, namun tidak ada konfirmasi langsung mengenai penyebabnya.
  - Basis: Surat Bursa menyebut volatilitas transaksi efek; Laporan kepemilikan saham oleh Direksi/Komisaris dipublikasikan pada 28 Agustus 2026
  - Assumptions: Perubahan kepemilikan oleh orang dalam dapat mempengaruhi harga saham
  - Caveats: Tidak ada data transaksi spesifik yang diungkapkan

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya.
- Detail laporan kepemilikan saham (jumlah saham, harga, tanggal transaksi) tidak diungkapkan dalam surat.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak serta-merta meniadakan adanya informasi yang belum diungkapkan.

---

## TPIA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN), telah memperoleh Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI. Dengan izin ini, CPN membuka akses fasilitas pelabuhannya (tiga dermaga/jeti dan tank farm) untuk pengguna jasa eksternal, tidak lagi terbatas untuk kebutuhan internal Chandra Asri Group. Pengumuman ini merupakan siaran pers awal, tidak memuat rincian keuangan, nilai investasi, atau dampak operasional. Tidak ada perubahan pengurus, struktur modal, atau status pencatatan yang disebutkan.

### Material changes

- CPN, anak usaha TPIA, memperoleh Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI.
- Perizinan tersebut memungkinkan CPN membuka akses terminal bagi pengguna jasa eksternal, tidak hanya untuk kebutuhan operasional Chandra Asri Group.
- CPN mengoperasikan tiga dermaga/jeti: Dermaga A (Jetty A) kapasitas maksimum 80.000 DWT, Dermaga B (Jetty B) hingga 6.000 DWT, dan Dermaga C (Jetty C) hingga 10.000 DWT.
- CPN memiliki tank farm dengan 56 tangki, terdiri dari 25 tangki atmosferik untuk produk kimia cair dan 31 tangki bertekanan untuk produk gas cair.
- Kapasitas gabungan tank farm CPN adalah 501.606 m³.
- Produk yang dapat ditangani CPN meliputi naphtha, LPG, propylene, ethylene, py-gas, raffinate-1, butadiene, dan PFO.
- Lokasi CPN di Cilegon, Banten, memberikan akses strategis ke Selat Sunda dan rute pelayaran domestik, regional, serta internasional.
- Direktur CPN, Edi Riva'i, menyatakan bahwa pembukaan akses ini adalah langkah strategis untuk memperluas peran CPN dalam ekosistem logistik dan kepelabuhanan.
- CPN terbuka untuk menjajaki kerja sama dengan pengguna jasa dan mitra industri yang membutuhkan solusi logistik untuk produk cair dan bahan baku industri.
- Chandra Asri Group memiliki naphtha cracker di Cilegon dengan kapasitas produksi etilena 0,9 juta metrik ton per tahun.
- Chandra Asri Group memiliki kilang dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel per hari dan naphtha cracker kapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom.
- Chandra Asri Group memiliki sekitar 2,5 juta metrik ton aset kimia hilir di Pulau Jurong.
- Chandra Asri Group sedang mengembangkan fasilitas chlor-alkali dan etilena diklorida skala dunia di Cilegon.

### Key financial figures

- **kapasitas_dermaga_a:** 80000 (2026-09-01)
- **kapasitas_dermaga_b:** 6000 (2026-09-01)
- **kapasitas_dermaga_c:** 10000 (2026-09-01)
- **jumlah_tangki_tank_farm:** 56 (2026-09-01)
- **kapasitas_gabungan_tank_farm_m3:** 501606 (2026-09-01)
- **jumlah_tangki_atmosferik:** 25 (2026-09-01)
- **jumlah_tangki_bertekanan:** 31 (2026-09-01)
- **kapasitas_produksi_etilena_naphtha_cracker_cilegon:** 0.9 (2026-09-01)
- **kapasitas_kilang:** 300000 (2026-09-01)
- **kapasitas_naphtha_cracker_pulau_bukom:** 1.1 (2026-09-01)
- **aset_kimia_hilir_pulau_jurong:** 2.5 (2026-09-01)

### Corporate actions

- Perolehan Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum oleh anak usaha CPN, yang mengubah status fasilitas dari internal menjadi terminal umum yang melayani pihak eksternal.

### Expansion projects

- Pembukaan akses terminal umum CPN untuk pengguna jasa eksternal, didukung tiga dermaga dan tank farm. Tidak ada nilai proyek atau sumber investasi yang disebutkan.
- Pengembangan fasilitas chlor-alkali dan etilena diklorida skala dunia di Cilegon (disebutkan sebagai rencana pengembangan, tanpa rincian nilai atau jadwal).

### Listing / regulatory

- Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI.

### Analytical scenarios

- **Perizinan terminal umum** [explicit_fact, high]: CPN memperoleh izin pengoperasian terminal umum, yang secara eksplisit memungkinkan layanan kepada pihak eksternal.
  - Basis: Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum dari Kementerian Perhubungan
- **Kapasitas dermaga** [explicit_fact, high]: Dermaga A memiliki kapasitas maksimum 80.000 DWT, Dermaga B 6.000 DWT, dan Dermaga C 10.000 DWT.
  - Basis: Pernyataan dalam siaran pers
- **Kapasitas tank farm** [explicit_fact, high]: Tank farm CPN terdiri dari 56 tangki dengan kapasitas gabungan 501.606 m³, termasuk 25 tangki atmosferik dan 31 tangki bertekanan.
  - Basis: Angka kapasitas dan jumlah tangki dalam siaran pers
- **Total kapasitas dermaga** [derived_calculation, high]: Total kapasitas maksimum ketiga dermaga adalah 96.000 DWT (80.000 + 6.000 + 10.000).
  - Basis: Kapasitas masing-masing dermaga
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana kapasitas maksimum
  - Caveats: Kapasitas aktual dapat bervariasi tergantung jenis kapal dan kondisi operasional.
- **Proporsi tangki atmosferik vs bertekanan** [derived_calculation, medium]: Dari 56 tangki, 25 tangki atmosferik (44,6%) dan 31 tangki bertekanan (55,4%).
  - Basis: Jumlah tangki atmosferik dan bertekanan dibagi total tangki
  - Assumptions: Semua tangki tercakup dalam dua kategori tersebut
  - Caveats: Tidak ada informasi apakah ada tangki lain di luar kategori
- **Dampak pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Pembukaan terminal umum berpotensi menambah pendapatan CPN dari layanan eksternal, namun dampak finansial belum dapat diestimasi tanpa data tarif atau volume.
  - Basis: Perubahan status dari internal ke umum
  - Assumptions: Ada permintaan layanan eksternal
  - Caveats: Tidak ada proyeksi pendapatan atau volume yang diberikan.
- **Sinergi dengan ekspansi Chandra Asri Group** [analyst_hypothesis, low]: Pengembangan fasilitas chlor-alkali dan EDC di Cilegon dapat meningkatkan kebutuhan logistik yang mungkin dilayani CPN, menciptakan sinergi internal.
  - Basis: Dokumen menyebutkan pengembangan fasilitas tersebut dan CPN berlokasi di Cilegon
  - Assumptions: Fasilitas baru akan membutuhkan layanan pelabuhan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit tentang keterkaitan antara pengembangan dan CPN

### Risks / uncertainties

- Dampak keuangan dan operasional dari pembukaan terminal umum CPN belum dijelaskan dalam laporan.
- Rincian teknis terminal (lokasi, jadwal, sumber dana) tidak tersedia dalam dokumen.
- Tidak ada informasi mengenai nilai investasi atau dampak finansial dari pembukaan terminal umum.
- Tidak ada rincian tarif atau perjanjian kerja sama dengan pengguna jasa eksternal.
- Kepatuhan terhadap ketentuan operasional terminal umum belum diverifikasi.

### Items to monitor

- Perizinan ini dapat meningkatkan pemanfaatan aset CPN dan mendukung rantai pasok industri di Cilegon.
- Langkah ini sejalan dengan pilar Infrastruktur Terintegrasi Chandra Asri Group.
- Pembukaan akses terminal umum dapat meningkatkan daya saing logistik industri di Cilegon dan sekitarnya.

---

## TRIS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 1 September 2026, PT Trisula International Tbk (TRIS) mengumumkan pembagian dividen interim tunai untuk tahun buku 2026 sebesar Rp7.018.283.693 atau Rp2,27 per saham. Keputusan Direksi dan persetujuan Dewan Komisaris dilakukan pada 28 Agustus 2026. Pengumuman pertama (ID 20260901174644-01/IX/TI/2026_id-id) menyampaikan informasi utama dan menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Pengumuman kedua (ID 20260901175416-02/IX/TI/2026_id-id) merinci jadwal lengkap: cum dividen pasar reguler/negosiasi 9 September 2026, ex 10 September 2026; cum pasar tunai 11 September 2026, ex 14 September 2026; recording date 11 September 2026 pukul 16.00 WIB; pembayaran 23 September 2026. Data keuangan pendukung per 30 Juni 2026: laba bersih diatribusikan ke entitas induk Rp28.651.994.682, saldo laba ditahan tidak dibatasi Rp182.673.574.033, total ekuitas Rp857.052.454.572. Tidak ada efek ekuitas konversi. Aksi korporasi ini penting karena menunjukkan komitmen emiten memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan mencerminkan kinerja keuangan yang positif pada semester I-2026.

### Material changes

- Pembagian dividen interim tunai untuk tahun buku 2026 sebesar Rp7.018.283.693 atau Rp2,27 per saham.
- Keputusan Direksi dan persetujuan Dewan Komisaris pada 28 Agustus 2026.
- Jadwal dividen: cum dividen pasar reguler/negosiasi 9 September 2026, ex 10 September 2026; cum pasar tunai 11 September 2026, ex 14 September 2026; recording date 11 September 2026 pukul 16.00 WIB; pembayaran 23 September 2026.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Key financial figures

- **Dividen interim tunai total:** Rp7.018.283.693 (Tahun buku 2026 (interim, keputusan 28 Agustus 2026))
- **Dividen per saham:** Rp2,27 (Tahun buku 2026 (interim))
- **Laba bersih diatribusikan ke entitas induk:** Rp28.651.994.682 (30 Juni 2026)
- **Saldo laba ditahan tidak dibatasi:** Rp182.673.574.033 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** Rp857.052.454.572 (30 Juni 2026)
- **Laba bersih semester I-2026:** Rp57.900.000.000 (Semester I-2026)
- **Pertumbuhan laba bersih yoy:** 12,2% (Semester I-2026 vs Semester I-2025)
- **Nilai ekspor semester I-2026:** Rp530.500.000.000 (Semester I-2026)
- **Pertumbuhan ekspor yoy:** 20,3% (Semester I-2026 vs Semester I-2025)
- **Kontribusi ekspor terhadap total penjualan:** 60% (Semester I-2026)
- **Target pertumbuhan penjualan:** 6,5% (2026 (target))

### Corporate actions

- Dividen interim tunai

### Listing / regulatory

- Pemenuhan Peraturan I-E dan POJK 31/POJK.04/2015

### Analytical scenarios

- **Kelayakan dividen** [explicit_fact, high]: Dividen interim dibagikan berdasarkan laba bersih per 30 Juni 2026 sebesar Rp28.651.994.682, yang lebih besar dari total dividen Rp7.018.283.693, sehingga secara akuntansi memenuhi syarat pembagian dividen dari laba.
  - Basis: Laba bersih per 30 Juni 2026; Total dividen
- **Jumlah saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan total dividen Rp7.018.283.693 dan dividen per saham Rp2,27, jumlah saham beredar diperkirakan sekitar 3.091.754.930 lembar (Rp7.018.283.693 / Rp2,27).
  - Basis: Total dividen interim Rp7.018.283.693; Dividen per saham Rp2,27
  - Assumptions: Pembagian dividen seragam untuk semua saham; Tidak ada saham treasuri yang memengaruhi perhitungan
  - Caveats: Jumlah saham beredar tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; Pembulatan dapat menyebabkan selisih
- **Payout ratio dividen interim** [derived_calculation, high]: Rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih per 30 Juni 2026 adalah sekitar 24,5% (Rp7.018.283.693 / Rp28.651.994.682). Ini menunjukkan bahwa dividen interim menggunakan sebagian kecil dari laba bersih.
  - Basis: Total dividen: Rp7.018.283.693; Laba bersih per 30 Juni 2026: Rp28.651.994.682
  - Assumptions: Laba bersih yang digunakan adalah laba bersih diatribusikan ke entitas induk
- **Total penjualan semester I-2026** [derived_calculation, medium]: Dengan ekspor Rp530,5 miliar yang merupakan 60% dari total penjualan, total penjualan semester I-2026 diperkirakan sekitar Rp884,17 miliar (Rp530,5 miliar / 0,60).
  - Basis: Nilai ekspor Rp530,5 miliar; Kontribusi ekspor 60% terhadap total penjualan
  - Assumptions: Persentase ekspor 60% berlaku untuk total penjualan semester I-2026
  - Caveats: Angka total penjualan tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen
- **Kinerja laba bersih** [analyst_hypothesis, low]: Laba bersih semester I-2026 sebesar Rp57,9 miliar dengan pertumbuhan 12,2% menunjukkan momentum positif, namun perlu diverifikasi apakah target laba tahunan tercapai.
  - Basis: Laba bersih semester I-2026 Rp57,9 miliar; Pertumbuhan laba bersih 12,2% yoy
  - Assumptions: Tidak ada target laba tahunan yang diungkapkan
  - Caveats: Hanya data semester, target tahunan tidak tersedia

### Risks / uncertainties

- Jadwal pembayaran dividen dan tanggal cum/recording date tidak diinformasikan dalam dokumen utama, hanya tersedia di siaran pers
- Jumlah saham beredar tidak dinyatakan eksplisit
- Dampak dividen terhadap kondisi keuangan belum dirinci lebih lanjut
- Target pertumbuhan penjualan 6,5% belum tentu tercapai karena kondisi pasar tekstil dan garmen yang dinamis
- Ketergantungan pada pasar ekspor (60%) dapat terpengaruh oleh dinamika geopolitik global
- Pembayaran dividen kepada WPLN yang tidak memenuhi persyaratan P3B akan dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%.
- Pemegang saham WPDN badan hukum yang belum menyerahkan NPWP hingga batas waktu 11 September 2026 pukul 16.00 WIB dapat mengalami kendala dalam penerimaan dividen.
- Tidak ada informasi mengenai dampak dividen terhadap harga saham atau likuiditas.

### Items to monitor

- Jumlah saham beredar yang menjadi dasar perhitungan dividen per saham
- Kinerja keuangan semester II-2026 dan pencapaian target pertumbuhan penjualan 6,5%
- Perkembangan pasar ekspor dan dampaknya terhadap pendapatan
- Kepatuhan terhadap ketentuan pajak dividen, terutama untuk WPLN
- Kemungkinan pembagian dividen final setelah akhir tahun buku

---

## UNTD

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode enam bulan berakhir 30 Juni 2026 yang ditelaah secara terbatas oleh KAP Tjahjadi Tamara. Laporan menunjukkan kinerja yang memburuk signifikan: pendapatan naik 20,9% menjadi Rp216,62 miliar, tetapi beban pokok melonjak 68,8% sehingga laba bruto negatif Rp1,83 miliar dan rugi bersih Rp55,82 miliar (berbalik dari laba Rp0,79 miliar tahun sebelumnya). Total aset turun menjadi Rp1.143,75 miliar, ekuitas turun menjadi Rp505,89 miliar, dan saldo laba menjadi defisit Rp6,23 miliar. Arus kas operasi membaik menjadi positif Rp17,03 miliar, namun arus kas pendanaan negatif Rp29,56 miliar. Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, atau merger yang diungkapkan.

### Material changes

- Laporan keuangan interim untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026 disampaikan ke IDX dengan nomor surat 07/FA-TDI/IDX/VIII/2026, ditelaah secara terbatas oleh KAP Tjahjadi Tamara dengan opini review dan tanpa hal audit utama.
- Rugi bersih yang diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp55.817.071.253 untuk 30 Juni 2026, berbalik dari laba Rp790.966.331 pada 30 Juni 2025.
- Penjualan dan pendapatan usaha Rp216.615.482.241 (2026) dan Rp179.102.724.371 (2025); beban pokok penjualan dan pendapatan Rp218.441.317.972 (2026) dan Rp129.391.563.110 (2025), menghasilkan laba bruto negatif Rp1.825.835.731 (2026).
- Jumlah liabilitas Rp637.858.830.667 (2026) dan Rp660.915.258.128 (2025); jumlah ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp505.894.559.842 (2026) dan Rp561.554.661.334 (2025).
- Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya negatif Rp6.226.018.366 (2026) dan positif Rp49.434.083.126 (2025); laba (rugi) per saham dasar minus Rp8,37 (2026) dan Rp0,12 (2025).
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi positif Rp17.028.849.946 (2026), berbalik dari negatif Rp48.153.410.070 (2025); arus kas investasi negatif Rp6.689.578.357 (2026) dan negatif Rp13.796.416.053 (2025).
- Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan negatif Rp29.557.649.398 (2026), berbalik dari positif Rp60.932.756.507 (2025); pembayaran dividen tunai Rp8.333.333.500 pada 2026.
- Total utang bank jangka pendek Rp481.388.999.934 (30 Juni 2026) dan Rp486.674.925.314 (31 Desember 2025); utang bank jangka panjang (net) Rp74.717.514.083 (30 Juni 2026) dan Rp92.734.463.237 (31 Desember 2025).
- Utang bank jangka pendek kepada Bank Central Asia Tbk Rp463.888.999.934 (30 Juni 2026) dan Rp469.174.925.314 (31 Desember 2025); kepada Bank OCBC NISP Tbk Rp17.500.000.000 untuk kedua periode.
- Persediaan bersih Rp517.120.508.380 (30 Juni 2026) dan Rp561.084.809.078 (31 Desember 2025); cadangan penurunan nilai persediaan Rp9.879.760.505 (2026) dan Rp5.059.302.265 (2025).
- Aset tetap bruto Rp311.658.451.427 (30 Juni 2026) dan Rp304.573.808.142 (31 Desember 2025); penambahan aset tetap Rp7.084.643.285 selama periode berjalan.
- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi seperti saham bonus, rights issue, merger, akuisisi, atau perubahan pengurus/pengendali dalam laporan ini.
- Emiten tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia; kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Key financial figures

- **Jumlah aset:** 1.143.753.390.509 (30 Juni 2026)
- **Jumlah aset:** 1.222.469.919.462 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas:** 147.835.315.993 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas:** 167.180.334.738 (31 Desember 2025)
- **Jumlah liabilitas jangka pendek:** 587.841.129.610 (30 Juni 2026)
- **Jumlah liabilitas jangka panjang:** 50.017.701.057 (30 Juni 2026)
- **Jumlah ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk:** 505.894.559.842 (30 Juni 2026)
- **Jumlah ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk:** 561.554.661.334 (30 Juni 2025)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 216.615.482.241 (30 Juni 2026)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 179.102.724.371 (30 Juni 2025)
- **Beban pokok penjualan dan pendapatan:** -218.441.317.972 (30 Juni 2026)
- **Beban pokok penjualan dan pendapatan:** -129.391.563.110 (30 Juni 2025)
- **Jumlah laba bruto:** -1.825.835.731 (30 Juni 2026)
- **Jumlah laba (rugi) sebelum pajak penghasilan:** -56.944.480.798 (30 Juni 2026)
- **Jumlah laba (rugi) dari operasi yang dilanjutkan:** -55.817.071.253 (30 Juni 2026)
- **Jumlah laba (rugi) dari operasi yang dilanjutkan:** 790.966.331 (30 Juni 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 17.028.849.946 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -6.689.578.357 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** -29.557.649.398 (30 Juni 2026)
- **Pembayaran dividen dari aktivitas pendanaan:** -8.333.333.500 (30 Juni 2026)
- **Total utang bank jangka pendek:** 481.388.999.934 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang (net):** 74.717.514.083 (30 Juni 2026)
- **Persediaan bersih:** 517.120.508.380 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap bruto:** 311.658.451.427 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Pembayaran dividen tunai sebesar Rp8.333.333.500 pada 30 Juni 2026, menunjukkan distribusi laba kepada pemegang saham.
- Tidak ada indikasi aksi korporasi lain seperti rights issue, private placement, atau buyback pada bagian ini.

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar Rp6.689.578.357 pada 30 Juni 2026, menurun dari Rp13.796.416.053 pada 30 Juni 2025, menunjukkan pengurangan belanja modal.
- Penambahan aset tetap sebesar Rp7.084.643.285 selama periode 30 Juni 2026, namun rincian proyek atau sumber dana tidak diungkapkan.

### Capital structure

- Saham biasa: 166.666.667.500 lembar (nilai tercatat) pada 30 Juni 2026 dan 2025.
- Tambahan modal disetor: Rp342.953.910.708 pada 30 Juni 2026 dan 2025.
- Saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya: Rp2.500.000.000 pada 30 Juni 2026 dan 2025.
- Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya: minus Rp6.226.018.366 (2026) dan Rp49.434.083.126 (2025).
- Tidak ada perubahan ekuitas selain laba rugi dan pendapatan komprehensif lain pada periode 2026.

### Listing / regulatory

- Tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'

### Analytical scenarios

- **Penurunan kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas turun dari Rp167,18 miliar (31 Des 2025) menjadi Rp147,84 miliar (30 Jun 2026), penurunan sekitar Rp19,35 miliar.
  - Basis: 167,180,334,738 - 147,835,315,993 = 19,345,018,745
- **Penurunan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset turun dari Rp1.222,47 miliar menjadi Rp1.143,75 miliar, penurunan sekitar Rp78,72 miliar.
  - Basis: 1,222,469,919,462 - 1,143,753,390,509 = 78,716,528,953
- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan naik 20,9% dari Rp179,10 miliar menjadi Rp216,62 miliar, dihitung sebagai (216.615.482.241 - 179.102.724.371) / 179.102.724.371.
  - Basis: Angka penjualan dari laporan laba rugi
  - Assumptions: Tidak ada penyesuaian inflasi atau perubahan kebijakan
- **Peningkatan beban pokok** [derived_calculation, high]: Beban pokok naik 68,8% dari Rp129,39 miliar menjadi Rp218,44 miliar, dihitung sebagai (218.441.317.972 - 129.391.563.110) / 129.391.563.110.
  - Basis: Angka beban pokok dari laporan laba rugi
  - Assumptions: Tidak ada perubahan klasifikasi
- **Penurunan ekuitas** [derived_calculation, high]: Ekuitas turun 9,9% dari Rp561,55 miliar menjadi Rp505,89 miliar, dihitung sebagai (505.894.559.842 - 561.554.661.334) / 561.554.661.334.
  - Basis: Angka ekuitas dari laporan posisi keuangan
  - Assumptions: Tidak ada transaksi ekuitas lain
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas adalah 1,26x pada 2026 (637.858.830.667 / 505.894.559.842) dan 1,18x pada 2025 (660.915.258.128 / 561.554.661.334).
  - Basis: Angka total liabilitas dan ekuitas
  - Assumptions: Menggunakan nilai buku
- **Proporsi utang Bank Central Asia terhadap total** [derived_calculation, high]: Utang kepada Bank Central Asia sebesar Rp463.888.999.934 merupakan sekitar 96,36% dari total utang bank jangka pendek per 30 Juni 2026. Perhitungan: (463.888.999.934 / 481.388.999.934) * 100 = 96,36%.
  - Basis: Nilai utang Bank Central Asia; Total utang bank jangka pendek
  - Assumptions: Total utang bank jangka pendek adalah penjumlahan seluruh kreditur.
- **Penyebab rugi bersih** [analyst_hypothesis, medium]: Rugi bersih kemungkinan besar disebabkan oleh lonjakan beban pokok yang tidak diimbangi pendapatan, tetapi penyebab spesifik (kenaikan harga bahan baku, penurunan margin) belum dapat dipastikan dari data ini.
  - Basis: Laba bruto negatif; Beban pokok naik signifikan
  - Assumptions: Tidak ada faktor non-operasional lain yang dominan
  - Caveats: Perlu analisis lebih lanjut atas komponen beban pokok

### Risks / uncertainties

- Rugi bersih yang signifikan dapat mempengaruhi kemampuan mempertahankan kepatuhan keuangan.
- Saldo laba negatif dapat membatasi pembagian dividen di masa depan.
- Lonjakan beban pokok yang tidak terkendali dapat mengindikasikan masalah efisiensi operasional.
- Kenaikan cadangan penurunan nilai persediaan yang signifikan (95,3%) dapat mengindikasikan risiko penurunan nilai aset persediaan.
- Konsentrasi utang jangka pendek pada Bank Central Asia dapat menjadi risiko jika terjadi perubahan kebijakan kredit bank tersebut.
- Tidak ada informasi mengenai jatuh tempo, tingkat bunga, atau jenis bunga untuk utang bank, sehingga risiko suku bunga dan likuiditas tidak dapat dinilai.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan yang memburuk dengan rugi bersih Rp55,82 miliar dan saldo laba negatif dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap fundamental perusahaan.
- Kenaikan beban pokok yang tajam tanpa penjelasan dapat menimbulkan pertanyaan dari regulator atau investor.
- Ketergantungan pada pinjaman bank yang besar dapat meningkatkan risiko likuiditas jika arus kas operasi menurun.
- Penurunan belanja modal dapat mempengaruhi pertumbuhan jangka panjang jika tidak diimbangi dengan investasi lain.

---

## UNTR

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

UNTR menyampaikan laporan keuangan interim konsolidasian untuk periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026 sebagai koreksi atas pengumuman sebelumnya. Laporan ditelaah terbatas dan menunjukkan penurunan laba bersih yang sangat signifikan (91,1% menjadi Rp742,22 miliar) serta arus kas operasi yang melemah. Terjadi peningkatan utang bank jangka panjang (53,2%) dan pembayaran akuisisi entitas anak yang besar (Rp8,76 triliun). Tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, merger, atau perubahan pengurus yang diungkapkan.

### Material changes

- Laporan keuangan interim 1H2026 disampaikan sebagai koreksi (surat LUT/162/9960/VIII/2026), ditelaah terbatas, patuh POJK 75/2017 dan 13/2017.
- Laba bersih 1H2026 Rp742,22 miliar, turun 91,1% dari Rp8,37 triliun pada 1H2025; laba per saham dasar Rp271 vs Rp2.239.
- Total aset Rp179,06 triliun (31 Des 2025: Rp177,64 triliun); kas dan setara kas turun dari Rp26,57 triliun menjadi Rp18,65 triliun.
- Beban tangguhan atas biaya eksplorasi dan pengembangan melonjak dari Rp2,77 triliun menjadi Rp11,21 triliun; aset eksplorasi dan evaluasi naik dari Rp3,96 triliun menjadi Rp4,13 triliun.
- Klaim atas pengembalian pajak tidak lancar naik drastis dari Rp10,30 miliar menjadi Rp2,27 triliun.
- Investasi pada ventura bersama turun dari Rp1,68 triliun menjadi Rp141,61 miliar; investasi pada asosiasi naik dari Rp15,55 triliun menjadi Rp16,55 triliun.
- Arus kas operasi 1H2026 Rp2,38 triliun (1H2025: Rp11,36 triliun); arus kas investasi negatif Rp12,02 triliun termasuk pembayaran akuisisi entitas anak Rp8,76 triliun dan penerimaan pelepasan entitas anak Rp8,81 miliar.
- Utang bank jangka panjang bruto naik 53,2% menjadi Rp24,12 triliun (31 Des 2025: Rp15,74 triliun); utang bank jangka pendek naik 61,1% menjadi Rp902,42 miliar.
- Ekuitas pemilik induk turun dari Rp97,77 triliun menjadi Rp96,57 triliun; dividen tunai dibagikan Rp3,87 triliun (entitas induk) dan pembelian saham treasuri Rp2,22 triliun.
- Pendapatan 1H2026 Rp58,29 triliun, turun 14,9% dari Rp68,53 triliun; beban pokok penjualan turun 10,7% menjadi Rp47,78 triliun.
- Piutang usaha kotor pihak ketiga Rp20,24 triliun dengan penyisihan Rp1,20 triliun; persediaan bersih Rp16,30 triliun; utang usaha pihak ketiga Rp24,38 triliun.
- Grup menyatakan memenuhi batasan perjanjian pinjaman (rasio gearing, utang terhadap aset, utang terhadap ekuitas) per 30 Juni 2026.
- Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, stock split, merger, akuisisi (selain entitas anak), atau perubahan pengurus yang diungkapkan.

### Key financial figures

- **Total aset:** 179,058,512 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** 177,637,299 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas:** 77,307,497 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 74,500,976 (31 Desember 2025)
- **Total ekuitas:** 101,751,015 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 103,136,323 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas:** 18,653,672 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas:** 26,570,772 (31 Desember 2025)
- **Laba bersih periode berjalan:** 742,221 (30 Juni 2026)
- **Laba bersih periode berjalan:** 8,369,472 (30 Juni 2025)
- **Laba per saham dasar:** 271 (30 Juni 2026)
- **Laba per saham dasar:** 2,239 (30 Juni 2025)
- **Pendapatan:** 58,289,411 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan:** 68,525,286 (30 Juni 2025)
- **Beban pokok penjualan dan pendapatan:** 47,782,308 (30 Juni 2026)
- **Beban pokok penjualan dan pendapatan:** 53,519,464 (30 Juni 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 2,379,387 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 11,362,974 (30 Juni 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -12,018,885 (30 Juni 2026)
- **Pembayaran untuk akuisisi entitas anak:** 8,762,993 (30 Juni 2026)
- **Penerimaan dari pelepasan entitas anak:** 8,806 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang bruto:** 24,115,941 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang bruto:** 15,737,286 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka pendek:** 902,424 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Pembelian saham treasuri (buyback) sebesar Rp2,22 triliun selama 1H2026, meningkatkan saldo treasuri menjadi Rp7,12 triliun.
- Distribusi dividen tunai Rp3,87 triliun kepada pemilik entitas induk (total termasuk non-pengendali Rp4,16 triliun).
- Akuisisi entitas anak dengan pembayaran Rp8,76 triliun dan pelepasan entitas anak dengan penerimaan Rp8,81 miliar pada 1H2026.
- Tidak ada indikasi rights issue, saham bonus, stock split, merger, atau divestasi besar lainnya.

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap 1H2026 sebesar Rp3,18 triliun (1H2025: Rp6,38 triliun); aset dalam penyelesaian Rp9,72 triliun dengan persentase penyelesaian 15%-99%.
- Pembayaran untuk perolehan aset eksplorasi dan evaluasi Rp165,88 miliar dan properti pertambangan Rp89,11 miliar pada 1H2026.
- Lonjakan beban tangguhan eksplorasi (Rp8,44 triliun) dan kenaikan aset eksplorasi mengindikasikan aktivitas eksplorasi masif, namun detail proyek tidak diungkapkan.

### Capital structure

- Saham biasa tetap Rp932,53 miliar; tambahan modal disetor tetap Rp9,70 triliun; tidak ada penerbitan saham baru.
- Saham treasuri meningkat dari Rp4,90 triliun menjadi Rp7,12 triliun.
- Ekuitas yang diatribusikan ke pemilik induk turun dari Rp97,77 triliun menjadi Rp96,57 triliun; kepentingan non-pengendali turun dari Rp5,36 triliun menjadi Rp5,18 triliun.
- Perubahan kepentingan non-pengendali akibat akuisisi entitas anak sebesar Rp325,39 miliar dan akibat pelepasan entitas anak negatif Rp6,04 miliar.

### Listing / regulatory

- Laporan keuangan ditelaah terbatas, bukan diaudit penuh; kepatuhan terhadap POJK 75/2017 dan 13/2017 dinyatakan 'Ya'.
- Tidak ada informasi suspensi, delisting, atau pemenuhan free float.

### Analytical scenarios

- **Penurunan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih turun 91,1% dari Rp8,37 triliun menjadi Rp742,22 miliar, terutama didorong penurunan laba bruto 30% (dari Rp15,01 triliun menjadi Rp10,51 triliun) dan adanya kerugian lain-lain Rp2,75 triliun pada 2026 (2025: Rp0).
  - Basis: Laba bruto 2026: 10.507.103; 2025: 15.005.822; Kerugian lain-lain 2026: 2.752.810; 2025: 0
  - Assumptions: Angka dalam jutaan IDR.
- **Kenaikan utang bank jangka panjang** [derived_calculation, high]: Total utang bank jangka panjang bruto naik 53,2% dari Rp15,74 triliun menjadi Rp24,12 triliun; proporsi jatuh tempo dalam satu tahun mencapai 58,7% dari total, menunjukkan kebutuhan refinancing jangka pendek signifikan.
  - Basis: Rp24.115.941 - Rp15.737.286 = Rp8.378.655; Rp14.144.969 / Rp24.115.941 = 58,7%
  - Assumptions: Angka dalam jutaan IDR.
- **Penurunan arus kas operasi** [derived_calculation, medium]: Arus kas operasi turun 79,1% dari Rp11,36 triliun menjadi Rp2,38 triliun; rasio arus kas operasi terhadap belanja modal (pembayaran aset tetap) hanya 0,75, sehingga belanja modal memerlukan pendanaan eksternal.
  - Basis: Arus kas operasi 2025: 11.362.974; 2026: 2.379.387; Rasio = 2.379.387 / 3.176.749 = 0,75
  - Assumptions: Belanja modal diwakili pembayaran aset tetap.
  - Caveats: Belanja modal mungkin termasuk item lain.
- **Akuisisi entitas anak signifikan** [analyst_hypothesis, medium]: Pembayaran akuisisi entitas anak Rp8,76 triliun pada 1H2026, jauh lebih besar dari Rp500,76 miliar pada 1H2025, mengindikasikan ekspansi melalui akuisisi yang signifikan, namun target dan detail transaksi tidak diungkapkan.
  - Basis: Pembayaran akuisisi 2026: 8.762.993; 2025: 500.760
  - Assumptions: Perbedaan besar mencerminkan aktivitas akuisisi lebih besar.
  - Caveats: Tidak ada informasi target akuisisi atau nilai wajar aset.
- **Penyebab kerugian lain-lain** [analyst_hypothesis, low]: Kerugian lain-lain Rp2,75 triliun pada 1H2026 mungkin terkait penurunan nilai aset atau kerugian pelepasan, namun tidak ada rincian dalam laporan.
  - Basis: Terdapat pos 'Other gains (losses)' sebesar -2.752.810 pada 2026
  - Caveats: Tidak ada catatan penjelas.
- **Potensi restitusi pajak** [analyst_hypothesis, low]: Klaim atas pengembalian pajak tidak lancar melonjak dari Rp10,30 miliar menjadi Rp2,27 triliun, mungkin menunjukkan sengketa pajak atau restitusi yang diharapkan, namun tanpa penjelasan.
  - Basis: Klaim pajak tidak lancar 2026: 2.267.437; 2025: 10.303
  - Assumptions: Kenaikan dari perubahan estimasi atau pengajuan restitusi.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut.
- **Perubahan struktur investasi** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan investasi pada ventura bersama (dari Rp1,68 triliun menjadi Rp141,61 miliar) dan kenaikan pada asosiasi (dari Rp15,55 triliun menjadi Rp16,55 triliun) mungkin menunjukkan realokasi investasi, namun tanpa penjelasan.
  - Basis: Investasi ventura 2026: 141.609; 2025: 1.675.397; Investasi asosiasi 2026: 16.549.306; 2025: 15.548.165
  - Assumptions: Mungkin terjadi penjualan/pengurangan di ventura dan penambahan di asosiasi.
  - Caveats: Tidak ada detail transaksi.
- **Kenaikan utang jangka pendek** [derived_calculation, high]: Utang bank jangka pendek naik 61,1% dari Rp560,00 miliar menjadi Rp902,42 miliar; pembayaran pinjaman jangka pendek turun 29,2% menjadi Rp524,4 miliar.
  - Basis: Rp902.424 - Rp560.000 = Rp342.424; (Rp342.424 / Rp560.000) * 100% = 61,1%
  - Assumptions: Angka dalam jutaan IDR.

### Risks / uncertainties

- Penurunan laba bersih 91,1% dan arus kas operasi 79,1% dapat mempengaruhi kemampuan dividen dan likuiditas.
- Kenaikan utang bank jangka panjang 53,2% dan proporsi jatuh tempo satu tahun 58,7% meningkatkan risiko refinancing dan leverage.
- Lonjakan beban tangguhan eksplorasi (Rp8,44 triliun) dan klaim pajak tidak lancar (Rp2,27 triliun) menimbulkan risiko realisasi aset.
- Kerugian lain-lain Rp2,75 triliun tanpa penjelasan dapat mengindikasikan risiko penurunan nilai aset.
- Pembelian saham treasuri Rp2,22 triliun mengurangi kas dan fleksibilitas keuangan.
- Eksposur suku bunga variabel (IndONIA, JIBOR, Term-SOFR) pada mayoritas fasilitas pinjaman.

### Items to monitor

- Penurunan laba bersih yang tajam dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap kinerja UNTR.
- Kenaikan utang bank yang signifikan meningkatkan risiko likuiditas dan refinancing.
- Penurunan kas dan setara kas dapat membatasi fleksibilitas keuangan.
- Peningkatan klaim pajak tidak lancar yang besar dapat menimbulkan ketidakpastian realisasi.
- Perubahan signifikan pada investasi ventura bersama memerlukan klarifikasi lebih lanjut.
- Kerugian lainnya yang signifikan (-2.752.810) tanpa penjelasan dapat menimbulkan pertanyaan.

---

## WBSA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 31 Agustus 2026 hingga 1 September 2026, WBSA menyampaikan dua pengumuman laporan keuangan interim untuk periode 1H2026 (per 30 Juni 2026). Pengumuman pertama (ID 20260831190410-169) adalah penyampaian laporan keuangan konsolidasian interim yang ditelaah secara terbatas, memuat fakta material: pendapatan neto naik 42,6% menjadi Rp1,95 triliun, laba bersih turun 95,5% menjadi Rp1,02 miliar, penerbitan saham biasa senilai Rp292,68 miliar, transaksi dengan pemilik ekuitas mengurangi ekuitas Rp215 miliar, akuisisi entitas anak Rp224,37 miliar, dan munculnya utang bank jangka panjang Rp134,78 miliar. Pengumuman kedua (ID 20260831190620-170) adalah penyampaian laporan keuangan yang sama dengan ringkasan lebih sederhana, menegaskan opini Wajar Tanpa Pengecualian pada limited review dan pendapatan Rp1,95 triliun. Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan dalam periode ini; pengumuman bersifat rutin. Namun, laporan keuangan mengungkapkan perubahan struktur modal dan pendanaan yang signifikan, yang penting karena dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap likuiditas, leverage, dan strategi ekspansi perusahaan.

### Material changes

- Pendapatan neto 1H2026 naik 42,6% menjadi Rp1.948.668.952 ribu dari Rp1.366.180.924 ribu pada 1H2025.
- Laba bersih 1H2026 turun 95,5% menjadi Rp1.017.576 ribu dari Rp22.435.139 ribu pada 1H2025.
- Penerbitan saham biasa dengan nilai nominal Rp72.000.000 ribu dan tambahan modal disetor Rp220.681.969 ribu, total Rp292.681.969 ribu.
- Transaksi dengan pemilik ekuitas mengurangi ekuitas sebesar Rp215.000.000 ribu pada 1H2026.
- Akuisisi entitas anak dengan pembayaran Rp224.371.597 ribu pada 1H2026.
- Utang bank jangka panjang muncul dari 0 menjadi Rp134.784.023 ribu per 30 Juni 2026.
- Utang bank jangka pendek turun dari Rp146.967.286 ribu menjadi Rp20.959.981 ribu.
- Revaluasi aset tetap bruto sebesar Rp68.716.503 ribu pada 1H2026.
- Saham biasa meningkat dari Rp275.000.000 ribu menjadi Rp347.000.000 ribu.
- Tambahan modal disetor meningkat dari Rp1.136.244 ribu menjadi Rp176.049.373 ribu.
- Komponen ekuitas lainnya berubah dari 0 menjadi Rp187.065.155 ribu.

### Key financial figures

- **Total Aset:** 1.717.248.401 (2026-06-30)
- **Total Aset:** 1.601.613.967 (2025-12-31)
- **Total Liabilitas:** 1.099.394.693 (2026-06-30)
- **Total Ekuitas:** 617.853.708 (2026-06-30)
- **Pendapatan Neto:** 1.948.668.952 (2026-06-30)
- **Pendapatan Neto:** 1.366.180.924 (2025-06-30)
- **Laba Bruto:** 139.742.288 (2026-06-30)
- **Laba Bersih:** 1.017.576 (2026-06-30)
- **Laba Bersih:** 22.435.139 (2025-06-30)
- **Kas dan Setara Kas:** 231.037.349 (2026-06-30)
- **Kas dan Setara Kas:** 149.914.482 (2025-12-31)
- **Piutang Usaha Bersih:** 600.241.396 (2026-06-30)
- **Utang Bank Jangka Pendek:** 20.959.981 (2026-06-30)
- **Utang Bank Jangka Panjang:** 134.784.023 (2026-06-30)
- **Arus Kas Operasi:** 52.752.271 (2026-06-30)
- **Arus Kas Investasi:** -232.383.992 (2026-06-30)
- **Arus Kas Pendanaan:** 260.754.588 (2026-06-30)
- **Penerimaan Penerbitan Saham Biasa:** 302.400.000 (2026-06-30)
- **Pembayaran Akuisisi Entitas Anak:** 224.371.597 (2026-06-30)
- **Penerimaan Pinjaman Bank:** 102.020.000 (2026-06-30)
- **Pembayaran Pinjaman Bank:** 94.487.286 (2026-06-30)
- **Aset Tetap Bruto:** 448.611.120 (2026-06-30)
- **Revaluasi Aset Tetap:** 68.716.503 (2026-06-30)

### Corporate actions

- Penerbitan saham biasa dengan nilai nominal Rp72.000.000 ribu dan tambahan modal disetor Rp220.681.969 ribu, total Rp292.681.969 ribu, yang mengindikasikan rights issue atau private placement.
- Transaksi dengan pemilik ekuitas yang mengurangi ekuitas sebesar Rp215.000.000 ribu pada 1H2026, rincian tidak dijelaskan.
- Akuisisi entitas anak dengan pembayaran Rp224.371.597 ribu pada 1H2026, identitas entitas anak tidak disebutkan.

### Expansion projects

- Akuisisi entitas anak dengan pembayaran Rp224.371.597 ribu pada 1H2026.
- Penambahan aset tetap bruto Rp1.758.498 ribu pada 1H2026, terutama alat pengangkutan dan perabot kantor.
- Revaluasi aset tetap bruto Rp68.716.503 ribu pada 1H2026, terutama alat pengangkutan.
- Penambahan aset hak guna alat pengangkutan dari Rp5.720.615 ribu menjadi Rp18.758.555 ribu.

### Capital structure

- Saham biasa meningkat dari Rp275.000.000 ribu menjadi Rp347.000.000 ribu.
- Tambahan modal disetor meningkat dari Rp1.136.244 ribu menjadi Rp176.049.373 ribu.
- Komponen ekuitas lainnya berubah dari 0 menjadi Rp187.065.155 ribu.
- Penerbitan saham biasa: nilai nominal Rp72.000.000 ribu dan tambahan modal disetor Rp220.681.969 ribu, total Rp292.681.969 ribu.
- Transaksi dengan pemilik ekuitas mengurangi ekuitas sebesar Rp215.000.000 ribu.
- Kenaikan cadangan pembayaran berbasis saham sebesar Rp1.184.498 ribu menunjukkan program kompensasi berbasis saham.
- Pemegang saham pengendali adalah Foreign Corporation.

### Listing / regulatory

- Perusahaan tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan ditelaah secara terbatas (limited review) oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja.
- Perusahaan menyatakan kepatuhan terhadap POJK 14/POJK.04/2022, POJK 7/POJK.04/2018, dan Peraturan Bursa Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Pendapatan neto 1H2026** [explicit_fact, high]: Pendapatan neto 1H2026 sebesar Rp1.948.668.952 ribu, naik dari Rp1.366.180.924 ribu pada 1H2025.
  - Basis: Pendapatan 1H2026: 1.948.668.952; Pendapatan 1H2025: 1.366.180.924
- **Laba bersih 1H2026** [explicit_fact, high]: Laba bersih 1H2026 sebesar Rp1.017.576 ribu, turun dari Rp22.435.139 ribu pada 1H2025.
  - Basis: Laba bersih 1H2026: 1.017.576; Laba bersih 1H2025: 22.435.139
- **Penerbitan saham biasa** [explicit_fact, high]: Penerbitan saham biasa dengan nilai nominal Rp72.000.000 ribu dan tambahan modal disetor Rp220.681.969 ribu, total Rp292.681.969 ribu.
  - Basis: Nilai nominal: 72.000.000; Tambahan modal disetor: 220.681.969
- **Transaksi dengan pemilik ekuitas** [explicit_fact, high]: Transaksi dengan pemilik ekuitas mengurangi ekuitas sebesar Rp215.000.000 ribu pada 1H2026.
  - Basis: Transaksi pemilik: -215.000.000
  - Caveats: Rincian transaksi tidak dijelaskan
- **Akuisisi entitas anak** [explicit_fact, high]: Akuisisi entitas anak dengan pembayaran Rp224.371.597 ribu pada 1H2026.
  - Basis: Pembayaran akuisisi: 224.371.597
  - Caveats: Identitas entitas anak tidak disebutkan
- **Utang bank jangka panjang** [explicit_fact, high]: Utang bank jangka panjang per 30 Juni 2026 sebesar Rp134.784.023 ribu, sedangkan per 31 Desember 2025 tidak ada (0).
  - Basis: Utang jangka panjang 2026: 134.784.023; Utang jangka panjang 2025: 0
- **Revaluasi aset tetap** [explicit_fact, high]: Revaluasi aset tetap bruto sebesar Rp68.716.503 ribu pada 1H2026, terutama alat pengangkutan.
  - Basis: Revaluasi aset tetap: 68.716.503
- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan neto naik 42,6% dari Rp1.366.180.924 ribu menjadi Rp1.948.668.952 ribu.
  - Basis: Pendapatan 1H2026: 1.948.668.952; Pendapatan 1H2025: 1.366.180.924
- **Penurunan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih turun 95,5% dari Rp22.435.139 ribu menjadi Rp1.017.576 ribu.
  - Basis: Laba bersih 1H2026: 1.017.576; Laba bersih 1H2025: 22.435.139
- **Dampak bersih penerbitan saham** [derived_calculation, medium]: Penerbitan saham menambah ekuitas Rp292.681.969 ribu, tetapi transaksi dengan pemilik mengurangi Rp215.000.000 ribu, sehingga dampak bersih +Rp77.681.969 ribu.
  - Basis: Nilai nominal 72.000.000; Tambahan modal disetor 220.681.969; Transaksi pemilik -215.000.000
  - Assumptions: Angka transaksi pemilik mencakup seluruh dampak
  - Caveats: Rincian transaksi tidak dijelaskan
- **Restrukturisasi utang bank** [derived_calculation, medium]: Utang bank jangka pendek turun Rp126.007.305 ribu, sementara jangka panjang naik Rp134.784.023 ribu, mengindikasikan pergeseran dari jangka pendek ke jangka panjang.
  - Basis: Utang jangka pendek: 20.959.981 vs 146.967.286; Utang jangka panjang: 134.784.023 vs 0
  - Assumptions: Perubahan terkait refinancing
  - Caveats: Tidak ada penjelasan eksplisit
- **Sumber dana akuisisi** [analyst_hypothesis, low]: Akuisisi entitas anak Rp224.371.597 ribu kemungkinan didanai dari penerimaan pinjaman bank Rp102.020.000 ribu dan kas internal, namun belum dikonfirmasi.
  - Basis: Pembayaran akuisisi: 224.371.597; Penerimaan pinjaman bank: 102.020.000
  - Assumptions: Pinjaman digunakan untuk akuisisi
  - Caveats: Tidak ada alokasi dana eksplisit
- **Konsentrasi pemasok** [analyst_hypothesis, low]: Ketergantungan pada PT Satrindo Jaya Agropalma (29% beban pokok) dapat menjadi risiko operasional jika terjadi gangguan pasokan.
  - Basis: Beban pokok dari Satrindo: 524.441.481 ribu
  - Assumptions: Konsentrasi pemasok mempengaruhi margin
  - Caveats: Tidak ada informasi kontrak atau alternatif
- **Revaluasi aset tetap** [analyst_hypothesis, low]: Revaluasi aset tetap Rp68,7 miliar dapat meningkatkan ekuitas (surplus revaluasi) dan mempengaruhi beban depresiasi ke depan.
  - Basis: Revaluasi aset tetap: 68.716.503 ribu
  - Assumptions: Revaluasi sesuai PSAK
  - Caveats: Tidak ada rincian metode atau dampak
- **Penurunan belanja modal** [analyst_hypothesis, low]: Pembayaran aset tetap turun drastis dari Rp250.175.779 ribu menjadi Rp1.758.498 ribu, mengindikasikan fokus pada akuisisi daripada ekspansi organik.
  - Basis: Pembayaran aset tetap 1H2026: 1.758.498; Pembayaran aset tetap 1H2025: 250.175.779
  - Assumptions: Perubahan strategi investasi
  - Caveats: Belanja modal bisa berbeda karena proyek selesai

### Risks / uncertainties

- Penurunan laba bersih 95,5% dapat mempengaruhi persepsi pasar.
- Konsentrasi pemasok pada PT Satrindo Jaya Agropalma (29% beban pokok) berisiko gangguan pasokan.
- Piutang usaha dijadikan jaminan pinjaman bank, berisiko jika terjadi gagal bayar.
- Transaksi dengan pemilik ekuitas Rp215.000.000 ribu belum jelas rinciannya.
- Fasilitas kredit Bank Maybank bersifat uncommitted dengan jangka waktu pendek, berisiko refinancing.
- Nilai pertanggungan asuransi aset tetap (Rp78.011.686 ribu) lebih rendah dari nilai perolehan (Rp336.853.762 ribu), risiko underinsurance.

### Items to monitor

- Rincian transaksi dengan pemilik ekuitas Rp215.000.000 ribu.
- Identitas entitas anak yang diakuisisi dan dampaknya terhadap laporan keuangan.
- Perubahan struktur modal lebih lanjut, termasuk potensi rights issue atau private placement.
- Perkembangan utang bank jangka panjang dan fasilitas kredit.
- Dampak revaluasi aset tetap terhadap ekuitas dan depresiasi.
- Kinerja laba bersih pada periode berikutnya.

---

## WIFI

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mengumumkan perubahan jadwal RUPSLB yang semula dijadwalkan 11 September 2026, kemudian diubah ke 23 September 2026, dan kini diubah lagi menjadi 21 Oktober 2026. Rapat akan diselenggarakan secara elektronik melalui eASY.KSEI. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) ditetapkan pada 28 September 2026 pukul 16:00 WIB. Agenda RUPSLB belum diumumkan; akan disampaikan pada pemanggilan rapat tanggal 29 September 2026. Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau ekspansi dalam dokumen ini.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan ulang menjadi Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 14:00 WIB, di Novotel Jakarta Mangga Dua Square, Ballroom Wakatobi, Lantai 3.
- Rapat akan diselenggarakan secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI yang disediakan oleh KSEI.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir ditetapkan pada 28 September 2026 pukul 16:00 WIB.
- Pemanggilan rapat beserta mata acara akan diumumkan pada Selasa, 29 September 2026 melalui situs web Perseroan, Bursa Efek Indonesia, dan KSEI.
- Usulan mata acara rapat harus diterima Direksi paling lambat Senin, 21 September 2026 pukul 16:00 WIB, sesuai Pasal 16 POJK No. 15/2020.
- Pemberian kuasa elektronik (e-Proxy) melalui eASY.KSEI tersedia hingga Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 12:00 WIB.
- Kapasitas peserta yang hadir secara langsung terbatas; jika kapasitas penuh atau registrasi ditutup, pemegang saham dapat mengikuti secara elektronik.
- Pengumuman ini merujuk pada pengumuman sebelumnya tanggal 7 Agustus 2026 dan 20 Agustus 2026, serta surat No. 106/CORSEC/SSD/VIII/2026.
- Dasar hukum: POJK No. 15/2020 dan POJK No. 16/2020.
- Dokumen ditandatangani oleh Hendrik Tee selaku Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk pada 31 Agustus 2026.

### Corporate actions

- Perubahan jadwal RUPSLB (dari 11 September 2026 menjadi 23 September 2026, kemudian menjadi 21 Oktober 2026).

### Listing / regulatory

- Kepatuhan terhadap POJK No. 15/2020 dan POJK No. 16/2020 dalam penyelenggaraan RUPSLB.

### Analytical scenarios

- **Perubahan jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan ulang menjadi 21 Oktober 2026, setelah sebelumnya diubah dari 11 September 2026 menjadi 23 September 2026.
  - Basis: Pengumuman tanggal 31 Agustus 2026
- **Mekanisme rapat** [explicit_fact, high]: Rapat akan diselenggarakan secara elektronik melalui eASY.KSEI, dengan opsi hadir fisik terbatas.
  - Basis: Poin 1 dan 5c pengumuman
- **Tenggat waktu** [explicit_fact, high]: Terdapat beberapa tenggat penting: usulan mata acara 21 September 2026, recording date 28 September 2026, pemanggilan 29 September 2026, dan e-Proxy hingga 20 Oktober 2026.
  - Basis: Poin 2, 3, 4, 5b pengumuman
- **Alasan perubahan jadwal** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan jadwal berulang mungkin disebabkan oleh kebutuhan persiapan atau kondisi tertentu, namun tidak ada penjelasan resmi dalam dokumen.
  - Basis: Perubahan jadwal dari 11 September ke 23 September, lalu ke 21 Oktober 2026
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan mengenai alasan perubahan
  - Caveats: Hanya spekulasi; alasan resmi tidak diungkapkan
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Karena dokumen ini hanya pengumuman perubahan jadwal, agenda RUPSLB tidak diungkapkan. Kemungkinan agenda terkait aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, namun tidak ada informasi untuk memastikan.
  - Basis: Tidak ada agenda yang disebutkan dalam dokumen.
  - Assumptions: RUPSLB biasanya untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, aksi korporasi, atau perubahan pengurus.
  - Caveats: Hanya hipotesis tanpa dasar dari dokumen.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga keputusan yang akan diambil belum diketahui.
- Kapasitas hadir fisik terbatas, yang dapat membatasi partisipasi langsung.
- Perubahan jadwal berulang dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pemegang saham.
- Alamat lengkap lokasi tidak diberikan (hanya 'Jl. Gunung' tanpa nomor atau kelurahan).

### Items to monitor

- Pemegang saham perlu memperhatikan perubahan jadwal RUPSLB dan tenggat waktu terkait, seperti recording date dan batas e-Proxy.
- Agenda RUPSLB yang belum diumumkan dapat menjadi informasi penting yang perlu dipantau pada pemanggilan rapat tanggal 29 September 2026.

---

## WIKA

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 12

### Overview

Pada 1 September 2026, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengumumkan pembatalan seluruh Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Mudharabah (RUPSU) yang dijadwalkan pada 9–17 September 2026 untuk 10 instrumen obligasi dan sukuk berkelanjutan. Pembatalan ini diumumkan oleh Wali Amanat PT Bank Mega Tbk dengan alasan 'karena satu dan lain hal' tanpa rincian lebih lanjut. Secara bersamaan, WIKA juga menyampaikan pemberitahuan kelalaian (default) atas pembayaran Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022 Seri A, B, dan C yang jatuh tempo 3 Agustus 2026, yang tidak diperbaiki dalam batas waktu yang ditetapkan. Peristiwa ini penting secara korporasi karena menunjukkan tekanan likuiditas dan potensi risiko kepatuhan terhadap perjanjian perwaliamanatan, serta menimbulkan ketidakpastian bagi pemegang obligasi dan sukuk mengenai kelanjutan kewajiban dan rencana restrukturisasi.

### Material changes

- Pembatalan seluruh RUPO/RUPSU yang dijadwalkan 9-17 September 2026 untuk 10 instrumen obligasi dan sukuk berkelanjutan.
- Pemberitahuan kelalaian (default) atas pembayaran Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I 2022 Seri A, B, C yang jatuh tempo 3 Agustus 2026, tidak diperbaiki dalam batas waktu.
- Pembatalan pengumuman dan pemanggilan RUPO/RUPSU yang dimuat di Harian Terbit pada 12, 14, dan 26 Agustus 2026.

### Corporate actions

- Pembatalan RUPO untuk Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 (semula 10 September 2026).
- Pembatalan RUPSU untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 (semula 9 September 2026).
- Pembatalan RUPO untuk Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 (semula 9 September 2026).
- Pembatalan RUPSU untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 (semula 10 September 2026).
- Pembatalan RUPSU untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 (semula 15 September 2026).
- Pembatalan RUPSU untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022 (semula 15 September 2026).
- Pembatalan RUPO untuk Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 (semula 16 September 2026).
- Pembatalan RUPO untuk Obligasi Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022 (semula 16 September 2026).
- Pembatalan RUPO untuk Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021 (semula 17 September 2026).
- Pembatalan RUPSU untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021 (semula 17 September 2026).

### Listing / regulatory

- Pembatalan RUPO/RUPSU untuk 10 instrumen obligasi dan sukuk berkelanjutan.
- Pemberitahuan kelalaian (default) atas pembayaran Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I 2022 Seri A, B, C.
- Penyampaian bukti iklan pembatalan dan informasi kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Pembatalan RUPO/RUPSU** [explicit_fact, high]: WIKA secara resmi membatalkan seluruh RUPO/RUPSU yang dijadwalkan 9-17 September 2026 untuk 10 instrumen obligasi dan sukuk berkelanjutan. Pembatalan diumumkan oleh Wali Amanat PT Bank Mega Tbk dengan alasan 'karena satu dan lain hal' tanpa rincian lebih lanjut.
  - Basis: Pengumuman pembatalan pada halaman 2 dokumen lampiran; Pernyataan 'menjadi batal dilaksanakan' pada dokumen utama; Frasa 'karena satu dan lain hal' pada lampiran
- **Kelalaian pembayaran** [explicit_fact, high]: WIKA dinyatakan lalai membayar Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022 Seri A (Pendapatan Bagi Hasil Ke-14) serta Seri B dan C (Pendapatan Bagi Hasil Ke-15) yang jatuh tempo 3 Agustus 2026, dan kelalaian tidak diperbaiki dalam batas waktu yang ditetapkan Perjanjian Perwaliamanatan.
  - Basis: Pemberitahuan kelalaian pada halaman 2 dokumen lampiran; Pernyataan 'tidak diperbaiki dalam batas waktu yang ditetapkan'
- **Alasan pembatalan tidak diungkapkan** [explicit_fact, high]: Dokumen tidak mencantumkan alasan pembatalan RUPO/RUPSU secara spesifik; hanya disebutkan 'karena satu dan lain hal' pada lampiran wali amanat.
  - Basis: Field 'Alasan' kosong pada dokumen utama; Frasa 'karena satu dan lain hal' pada lampiran
- **Jumlah instrumen yang dibatalkan** [derived_calculation, high]: Berdasarkan pengumuman pembatalan, terdapat 10 instrumen obligasi dan sukuk yang RUPO/RUPSU-nya dibatalkan: 5 obligasi dan 5 sukuk. Perhitungan: 5 obligasi (Obligasi Berkelanjutan I Tahap I 2020, Obligasi Berkelanjutan I Tahap II 2021, Obligasi Berkelanjutan II Tahap I 2021, Obligasi Berkelanjutan II Tahap II 2022, Obligasi Berkelanjutan III Tahap I 2022) + 5 sukuk (Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I 2020, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II 2021, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I 2021, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II 2022, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I 2022).
  - Basis: Daftar 10 instrumen pada pengumuman pembatalan
  - Assumptions: Setiap instrumen memiliki satu RUPO/RUPSU yang dibatalkan
- **Dampak pembatalan RUPO/RUPSU terhadap restrukturisasi** [analyst_hypothesis, low]: Pembatalan seluruh RUPO/RUPSU secara massal dapat mengindikasikan adanya penundaan atau perubahan rencana restrukturisasi utang, namun belum ada konfirmasi resmi dari emiten.
  - Basis: Pembatalan massal tanpa alasan spesifik; Kelalaian pembayaran yang diumumkan bersamaan
  - Assumptions: RUPO/RUPSU biasanya digunakan untuk persetujuan perubahan perjanjian atau restrukturisasi
  - Caveats: Belum ada pernyataan resmi dari emiten mengenai alasan pembatalan; Tidak ada detail agenda RUPO/RUPSU yang dibatalkan
- **Risiko kelalaian lanjutan** [analyst_hypothesis, low]: Kelalaian pembayaran pendapatan bagi hasil dapat memicu percepatan kewajiban (cross default) pada emisi lain, namun belum ada indikasi resmi.
  - Basis: Pemberitahuan kelalaian untuk satu emisi; Pernyataan wali amanat akan melakukan tindakan sesuai perjanjian
  - Assumptions: Perjanjian perwaliamanatan memiliki klausul cross default
  - Caveats: Tidak ada detail perjanjian yang tersedia; Belum ada konfirmasi dari emiten atau wali amanat

### Risks / uncertainties

- Alasan pembatalan RUPO/RUPSU tidak dijelaskan, menimbulkan ketidakpastian mengenai kelanjutan kewajiban obligasi dan sukuk.
- Kelalaian pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk dapat memicu tindakan hukum atau percepatan kewajiban.
- Tidak ada informasi mengenai jadwal ulang RUPO/RUPSU atau langkah selanjutnya.
- Tidak ada rincian nilai pokok, tenor, imbal hasil, atau jumlah pendapatan bagi hasil yang gagal bayar.
- Potensi dampak terhadap reputasi dan akses pendanaan WIKA di pasar obligasi/sukuk.

### Items to monitor

- Pengumuman jadwal ulang RUPO/RUPSU atau agenda baru dari WIKA atau Wali Amanat.
- Tindakan lanjutan Wali Amanat PT Bank Mega Tbk terkait kelalaian pembayaran.
- Perkembangan restrukturisasi utang atau rencana aksi korporasi lain yang memerlukan persetujuan pemegang obligasi/sukuk.
- Informasi mengenai nilai pokok dan pendapatan bagi hasil yang gagal bayar.
- Status kepatuhan terhadap perjanjian perwaliamanatan dan potensi klausul cross default.

---

## WMPP

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 1 September 2026, WMPP mengumumkan perubahan Corporate Secretary dari Exist In Exist menjadi Mega Nurfitriyana, efektif pada tanggal yang sama. Pengumuman awal (ID 20260901143411) kemudian dikoreksi pada hari yang sama (ID 20260901163545) untuk memperbaiki nomor HP Corporate Secretary. Perubahan ini bersifat administratif dan kepatuhan, tidak melibatkan aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau ekspansi. Pentingnya secara korporasi terbatas pada pemenuhan kewajiban POJK No. 35/POJK.04/2014 dan kontinuitas fungsi sekretaris perusahaan.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Exist In Exist menjadi Mega Nurfitriyana, efektif 1 September 2026.
- Koreksi nomor HP Corporate Secretary dari [nomor HP disamarkan] menjadi [nomor HP disamarkan] (pengumuman koreksi).

### Management / control changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Exist In Exist menjadi Mega Nurfitriyana, efektif 1 September 2026.
- Pengangkatan Mega Nurfitriyana sebagai Sekretaris Perusahaan dengan masa tugas 5 tahun, berdasarkan SK Direksi No. A.008/Confidential/SK/PEOPLE DEPT-WMP/IX/2026, ditandatangani oleh Tumiyana selaku Direktur Utama.

### Listing / regulatory

- Pengangkatan Sekretaris Perusahaan dilakukan untuk memenuhi ketentuan POJK No. 35/POJK.04/2014.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan perubahan Corporate Secretary efektif 1 September 2026, dengan nama baru Mega Nurfitriyana dan nama lama Exist In Exist.
  - Basis: Tabel pada halaman 1 dan 2: kolom 'Baru' dan 'Lama'.
- **Kontak tidak berubah** [explicit_fact, high]: Alamat, telepon, dan email Corporate Secretary tidak berubah; hanya nomor HP yang berubah.
  - Basis: Perbandingan kolom 'Baru' dan 'Lama' pada tabel.
- **Koreksi administratif** [explicit_fact, high]: Pengumuman koreksi mengubah nomor HP Corporate Secretary dari [nomor HP disamarkan] menjadi [nomor HP disamarkan]; data lain tidak berubah.
  - Basis: Tabel perbandingan lama-baru pada pengumuman koreksi.
- **Masa tugas Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: SK Direksi No. A.008/Confidential/SK/PEOPLE DEPT-WMP/IX/2026 menetapkan pengangkatan Mega Nurfitriyana dengan masa tugas 5 tahun, efektif sejak 1 September 2026.
  - Basis: Lampiran pengumuman koreksi.
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Alasan perubahan Corporate Secretary tidak disebutkan dalam dokumen; kemungkinan karena rotasi atau pengunduran diri, tetapi tidak ada konfirmasi.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan perubahan tanpa alasan.
  - Assumptions: Perubahan tersebut mungkin bersifat administratif atau strategis.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dari sumber lain.
- **Alasan koreksi** [analyst_hypothesis, medium]: Koreksi mungkin dilakukan karena kesalahan administratif pada pengumuman sebelumnya, namun alasan spesifik tidak diungkapkan.
  - Basis: Perihal surat menyebut 'KOREKSI' dan mengoreksi surat sebelumnya.
  - Assumptions: Koreksi bersifat administratif, bukan perubahan substansial.
  - Caveats: Alasan resmi koreksi tidak dijelaskan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari perubahan Corporate Secretary ini.
- Alasan spesifik koreksi tidak dijelaskan.
- Tanggal SK pengangkatan tidak disebutkan dalam dokumen.
- Tidak ada informasi mengenai latar belakang atau kualifikasi spesifik Mega Nurfitriyana.

### Items to monitor

- Perubahan lebih lanjut pada fungsi sekretaris perusahaan atau struktur organisasi.
- Pengumuman terkait kepatuhan POJK No. 35/POJK.04/2014 lainnya.

---

## YPAS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-01

**Announcements:** 1

### Overview

YPAS menyelenggarakan Public Expose Insidentil pada 28 Agustus 2026 atas permintaan BEI (email 19 Agustus 2026). Manajemen membahas kinerja semester I 2026, penyebab lonjakan laba, rencana diversifikasi ke pangan, kebijakan harga, dan isu UMA. Tidak ada aksi korporasi atau perubahan pengurus/pengendali yang diumumkan. Pemegang saham pengendali berencana mengurangi kepemilikan pada 2029 untuk memenuhi free float 15%.

### Material changes

- Public Expose Insidentil diselenggarakan atas permintaan Bursa Efek Indonesia melalui email tanggal 19 Agustus 2026.
- Public Expose dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, pukul 10.00-10.28 WIB, melalui Zoom Meeting.
- Peserta online berjumlah 13 orang (wartawan, investor, publik), tidak termasuk manajemen dan karyawan.
- Manajemen menyatakan bahwa pada pertengahan Maret 2026 terjadi gejolak geopolitik Timur Tengah yang membatasi pasokan bahan baku dan membuat banyak pesaing membatasi penjualan.
- Perseroan mengambil langkah memanfaatkan momentum untuk memenuhi kebutuhan lokal dan ekspor, meskipun ada risiko, dan berdampak positif pada kinerja.
- Perseroan berencana masuk ke pasar pangan (beras, gula, tepung, pakan ternak) sebagai strategi mengikuti regulasi pemerintah, termasuk program MBG.
- Pemegang saham pengendali berencana melakukan pengurangan kepemilikan saham di tahun 2029 untuk memenuhi ketentuan free float minimal 15%.
- Untuk tahun 2026, belum ada rencana transaksi pemegang saham pengendali (penambahan atau pengurangan kepemilikan).
- Manajemen menyatakan peningkatan harga saham YPAS merupakan mekanisme pasar dan tidak mengetahui penyebabnya.
- Kebijakan harga jual untuk konsumen lokal dan ekspor sama, dipengaruhi kenaikan bahan baku dan standar permintaan konsumen.
- Target awal tahun disusun berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, namun gejolak politik Timur Tengah di awal triwulan kedua mendorong langkah cepat untuk mengambil momentum.

### Key financial figures

- **penjualan_bersih:** 14.3% (semester I 2026 vs semester I 2025 (implisit dari pertanyaan Daniel, tidak ada angka absolut dalam dokumen))
- **laba_bruto:** 254.7% (semester I 2026 vs semester I 2025 (implisit dari pertanyaan Daniel, tidak ada angka absolut dalam dokumen))
- **laba_tahun_berjalan:** 530% (semester I 2026 vs semester I 2025 (implisit dari pertanyaan Daniel, tidak ada angka absolut dalam dokumen))
- **ekspor:** ~159% (semester I 2026 vs semester I 2025 (implisit dari pertanyaan Daniel, tidak ada angka absolut dalam dokumen))
- **produktivitas_inti:** 46% dari target (semester I 2026 (disebut dalam pertanyaan Daniel, tidak ada angka absolut))
- **laba_tahun_berjalan_vs_target:** 283% di atas target (semester I 2026 (disebut dalam pertanyaan Daniel, tidak ada angka absolut))
- **liabilitas_jangka_pendek:** 25.9% (semester I 2026 vs semester I 2025 (implisit dari pertanyaan Daniel, tidak ada angka absolut))
- **aset_lancar:** mendekati kenaikan liabilitas jangka pendek (tidak ada angka spesifik) (semester I 2026 (disebut dalam pertanyaan Daniel))

### Capital structure

- Pemegang saham pengendali berencana mengurangi kepemilikan di 2029 untuk memenuhi free float minimal 15%.

### Listing / regulatory

- Permintaan Public Expose Insidentil oleh BEI pada 19 Agustus 2026.
- Adanya Unusual Market Activity (UMA) pada saham YPAS.

### Analytical scenarios

- **Perbaikan margin bruto** [derived_calculation, medium]: Kenaikan laba bruto 254,7% dan laba tahun berjalan 530% dengan penjualan hanya naik 14,3% mengindikasikan perbaikan margin yang sangat signifikan, kemungkinan dari harga jual yang lebih tinggi atau bauran produk yang lebih menguntungkan, didukung momentum geopolitik.
  - Basis: Pertanyaan Daniel menyebutkan angka pertumbuhan tersebut.; Manajemen mengaitkan kinerja dengan gejolak geopolitik Timur Tengah.
  - Assumptions: Margin bruto membaik karena harga jual naik lebih cepat daripada biaya bahan baku.; Ekspor yang naik ~159% mungkin memiliki margin lebih tinggi.
  - Caveats: Tidak ada rincian laporan keuangan dalam dokumen.; Angka pertumbuhan berasal dari pertanyaan peserta, bukan pernyataan manajemen.
- **Risiko diversifikasi pangan** [analyst_hypothesis, low]: Masuk ke pasar pangan (beras, gula, tepung, pakan ternak) merupakan diversifikasi yang berisiko karena di luar bisnis inti, namun sejalan dengan program pemerintah MBG yang dapat membuka pasar baru.
  - Basis: Pertanyaan Daniel menyebutkan produktivitas inti baru 46% dari target.; Manajemen menyatakan tetap menjadi strategi mengikuti regulasi pemerintah.
  - Assumptions: Diversifikasi membutuhkan investasi dan kapabilitas baru.; Program MBG memberikan permintaan yang stabil.
  - Caveats: Tidak ada detail rencana investasi atau target pendapatan dari segmen pangan.
- **Kenaikan liabilitas jangka pendek** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan liabilitas jangka pendek 25,9% mendekati kenaikan aset lancar menunjukkan pembiayaan modal kerja yang meningkat, mungkin untuk mendukung ekspansi penjualan dan pembelian bahan baku.
  - Basis: Pertanyaan Daniel menyebutkan kenaikan liabilitas jangka pendek dan aset lancar.
  - Assumptions: Peningkatan liabilitas digunakan untuk modal kerja, bukan investasi jangka panjang.
  - Caveats: Tidak ada rincian komposisi liabilitas.
- **Kebijakan harga ekspor vs lokal** [analyst_hypothesis, medium]: Kebijakan harga yang sama untuk ekspor dan lokal, dengan penyesuaian berdasarkan standar permintaan konsumen, dapat menyebabkan perbedaan margin antar segmen.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa kebijakan harga sama, dipengaruhi standar permintaan.
  - Assumptions: Konsumen dengan standar lebih tinggi bersedia membayar harga lebih tinggi.
  - Caveats: Tidak ada data perbandingan harga aktual.
- **UMA dan harga saham** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen tidak mengetahui penyebab UMA, menunjukkan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan dari sisi internal.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa peningkatan harga merupakan mekanisme pasar.
  - Assumptions: Tidak ada insider information yang mendorong kenaikan harga.
  - Caveats: UMA bisa dipicu oleh sentimen pasar atau spekulasi.
- **Target vs realisasi** [analyst_hypothesis, medium]: Realisasi pendapatan dan produktivitas di bawah target, tetapi laba 283% di atas target, menunjukkan target pendapatan mungkin terlalu optimis atau target laba terlalu konservatif, atau ada perubahan kondisi pasar yang tidak terduga.
  - Basis: Pertanyaan Daniel menyebutkan realisasi produktivitas dan pendapatan jauh di bawah target, laba 283% di atas target.
  - Assumptions: Target disusun berdasarkan kinerja historis tanpa memperhitungkan gejolak geopolitik.
  - Caveats: Tidak ada angka target spesifik.

### Risks / uncertainties

- Gejolak geopolitik Timur Tengah dapat mempengaruhi pasokan bahan baku dan harga.
- Risiko eksekusi diversifikasi ke pasar pangan di luar bisnis inti.
- Kenaikan liabilitas jangka pendek dapat meningkatkan risiko likuiditas jika tidak dikelola.
- Volatilitas harga saham dan UMA dapat menarik perhatian regulator.
- Kebijakan pemerintah terkait program MBG dapat berubah.

### Items to monitor

- Ekspor naik tajam (~159%) pada semester I 2026, menunjukkan peningkatan penetrasi pasar internasional.
- Perseroan berencana masuk ke pasar pangan (beras, gula, tepung, pakan ternak) yang merupakan segmen baru.
- Kebijakan harga jual dipengaruhi oleh standar permintaan konsumen, baik lokal maupun ekspor.
