# Digest emiten IDX · 31 Agustus–2 September 2026

**Covered:** 2026-08-31 → 2026-09-02
**Saved windows:** 1 (2026-08-31 → 2026-09-02)
**Companies:** 8

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## ADHI

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-02

**Announcements:** 1

### Overview

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menyampaikan laporan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) dengan HMETD yang efektif pada 7 Oktober 2022, per 30 Juni 2026. Dana bersih yang direalisasikan sebesar Rp2.651.498.209.681, dengan realisasi penggunaan dana Rp2.272.805.000.000 (86%) untuk setoran modal ke anak usaha dan investasi pengolahan limbah/jalan tol. Sisa dana Rp378.693.209.681 (14%) ditempatkan pada rekening giro di empat bank BUMN. Laporan ini merupakan pemenuhan kewajiban POJK No. 30/POJK.04/2015 dan disampaikan kepada OJK dengan tembusan ke Bursa Efek Indonesia.

### Material changes

- PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menerbitkan laporan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (right issue) dengan kode emisi ADHI-R, tanggal efektif 07 Oktober 2022.
- Dana bersih hasil penawaran umum yang direalisasikan sebesar Rp2.651.498.209.681 (IDR).
- Sisa dana hasil penawaran umum per tanggal laporan sebesar Rp378.693.209.681 (IDR).
- Realisasi penggunaan dana untuk setoran modal kepada PT Jasamarga Jogja Solo dalam rangka membiayai pembangunan proyek Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo sebesar Rp1.683.608.000.000 (74% dari realisasi dana bersih).
- Realisasi penggunaan dana untuk setoran modal kepada PT Jasamarga Jogja Bawen dalam rangka membiayai pembangunan Proyek Tol Yogyakarta-Bawen sebesar Rp532.188.000.000 (23% dari realisasi dana bersih).
- Realisasi penggunaan dana untuk setoran modal kepada PT Jalintim Adhi Abipraya sebesar Rp54.319.000.000 (2% dari realisasi dana bersih).
- Realisasi penggunaan dana untuk investasi di bidang pengolahan limbah dan jalan tol sebesar Rp2.690.000.000 (1% dari realisasi dana bersih).
- Sisa dana ditempatkan pada rekening bank pihak ketiga: Bank BNI (Rp13.106.609.349, bunga 2%), Bank BRI (Rp211.366.665.765, bunga 4%), Bank Mandiri (Rp106.948.648.108, bunga 4%), dan Bank BTN (Rp59.286.063.082, bunga 1%), semuanya on demand.
- Biaya penawaran umum sebesar Rp14.219.571.969, dan hasil penawaran umum kotor Rp2.665.717.781.650.
- Laporan disampaikan sebagai pemenuhan kewajiban POJK Nomor 30/POJK.04/2015, ditandatangani oleh Direktur Keuangan dan Direksi, tanggal 6 Agustus 2026, dengan tembusan kepada Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia.

### Key financial figures

- **Hasil Penawaran Umum Kotor:** 2.665.717.781.650 (30 Juni 2026)
- **Biaya Penawaran Umum:** 14.219.571.969 (30 Juni 2026)
- **Hasil Penawaran Umum Bersih (Realisasi):** 2.651.498.209.681 (30 Juni 2026)
- **Realisasi Setoran Modal ke PT Jasamarga Jogja Solo:** 1.683.608.000.000 (30 Juni 2026)
- **Realisasi Setoran Modal ke PT Jasamarga Jogja Bawen:** 532.188.000.000 (30 Juni 2026)
- **Realisasi Setoran Modal ke PT Jalintim Adhi Abipraya:** 54.319.000.000 (30 Juni 2026)
- **Realisasi Investasi Pengolahan Limbah dan Jalan Tol:** 2.690.000.000 (30 Juni 2026)
- **Rencana Setoran Modal ke PT Jasamarga Jogja Solo:** 2.004.999.942.400 (Prospektus)
- **Rencana Setoran Modal ke PT Jasamarga Jogja Bawen:** 535.000.000.000 (Prospektus)
- **Rencana Setoran Modal ke PT Jalintim Adhi Abipraya:** 70.000.000.000 (Prospektus)
- **Rencana Investasi Pengolahan Limbah dan Jalan Tol:** 41.498.267.281 (Prospektus)
- **Sisa Dana di Bank BNI:** 13.106.609.349 (30 Juni 2026)
- **Sisa Dana di Bank BRI:** 211.366.665.765 (30 Juni 2026)
- **Sisa Dana di Bank Mandiri:** 106.948.648.108 (30 Juni 2026)
- **Sisa Dana di Bank BTN:** 59.286.063.082 (30 Juni 2026)
- **Total Saldo Bank:** 390.708.000.000 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan Bunga/Jasa Giro (neto):** 12.015.000.000 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- right_issue

### Expansion projects

- Pembangunan proyek Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo
- Pembangunan Proyek Tol Yogyakarta-Bawen
- Investasi di bidang pengolahan limbah dan jalan tol

### Listing / regulatory

- Pemenuhan kewajiban pelaporan POJK Nomor 30/POJK.04/2015
- Laporan disampaikan ke OJK dan tembusan ke Bursa Efek Indonesia

### Analytical scenarios

- **Tingkat realisasi penggunaan dana** [derived_calculation, high]: Realisasi setoran modal ke PT Jasamarga Jogja Solo sebesar Rp1.683.608.000.000 dibandingkan rencana Rp2.004.999.942.400, mencapai 83,98% dari rencana. Realisasi ke PT Jasamarga Jogja Bawen Rp532.188.000.000 dari rencana Rp535.000.000.000, mencapai 99,47%. Realisasi ke PT Jalintim Adhi Abipraya Rp54.319.000.000 dari rencana Rp70.000.000.000, mencapai 77,60%. Realisasi investasi pengolahan limbah dan jalan tol Rp2.690.000.000 dari rencana Rp41.498.267.281, hanya 6,48%.
  - Basis: Angka realisasi dan rencana dari dokumen
  - Assumptions: Persentase dihitung sebagai realisasi dibagi rencana dikali 100%.
- **Total realisasi penggunaan dana** [derived_calculation, high]: Total realisasi penggunaan dana adalah Rp1.683.608.000.000 + Rp532.188.000.000 + Rp54.319.000.000 + Rp2.690.000.000 = Rp2.272.805.000.000. Angka ini sesuai dengan 'Realisasi Penggunaan Dana' yang tercantum pada halaman pertama dokumen.
  - Basis: Angka realisasi per item dari dokumen
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana.
- **Sisa dana yang belum digunakan** [derived_calculation, high]: Sisa dana yang belum digunakan adalah Rp2.651.498.209.681 - Rp2.272.805.000.000 = Rp378.693.209.681. Angka ini sesuai dengan 'Sisa Dana' yang dilaporkan.
  - Basis: Dana bersih realisasi dan total realisasi penggunaan
  - Assumptions: Pengurangan sederhana.
- **Kemungkinan perubahan rencana investasi** [analyst_hypothesis, low]: Realisasi investasi di bidang pengolahan limbah dan jalan tol hanya 6,48% dari rencana, sementara sisa dana masih besar. Hal ini dapat mengindikasikan penundaan atau perubahan skala investasi, namun belum ada konfirmasi resmi dari emiten.
  - Basis: Perbandingan rencana dan realisasi investasi
  - Assumptions: Belum ada informasi tambahan dari emiten.
  - Caveats: Hipotesis ini belum dikonfirmasi oleh emiten.

### Risks / uncertainties

- Realisasi investasi di bidang pengolahan limbah dan jalan tol jauh di bawah rencana (6,48%), berpotensi menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan proyek.
- Sisa dana yang cukup besar (Rp378,69 miliar) ditempatkan pada instrumen likuid, menunjukkan dana belum digunakan secara optimal untuk ekspansi.
- Realisasi penggunaan dana belum 100% dan sisa dana masih signifikan (14%)
- Tidak ada rincian per proyek investasi, sehingga alokasi dana tidak dapat diverifikasi
- Target waktu penggunaan dana 18 Desember 2026 mungkin tidak tercapai jika realisasi tetap lambat

### Items to monitor

- Keterlambatan realisasi penggunaan dana dapat menimbulkan pertanyaan tentang komitmen manajemen terhadap rencana ekspansi.
- Sisa dana yang besar di bank menunjukkan likuiditas yang kuat namun potensi pengembalian yang rendah.
- Kepatuhan terhadap POJK 30/POJK.04/2015 menunjukkan tata kelola yang baik.

---

## BINO

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-02

**Announcements:** 1

### Overview

PT Perma Plasindo Tbk (BINO) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kewajiban pengalihan kembali saham oleh pengendali sesuai POJK 9/POJK.04/2018 dan rencana pemenuhan free float. Perusahaan menyatakan jumlah saham yang wajib dialihkan adalah 5,68% atau 129.237.955 lembar saham berdasarkan laporan BAE per Juli 2026, dengan batas akhir 31 Agustus 2026. Kepemilikan saham publik telah meningkat dari 2,37% menjadi 6,67%, namun masih terdapat kekurangan 13,43% untuk mencapai ambang batas 20%. Pengendali berencana mengajukan penundaan batas waktu ke OJK dan menyusun roadmap bertahap (Fase I: 0,33%, Fase II: 2%, Fase III: 6%) dengan total target refloat 8,33% untuk mencapai public float 15%. Laporan berkala akan disampaikan mulai 30 September 2026. Dokumen utama hanya berisi pengantar, substansi terdapat pada lampiran yang tersedia.

### Material changes

- Jumlah saham yang wajib dialihkan kembali kepada masyarakat oleh pengendali adalah 5,68% atau 129.237.955 lembar saham berdasarkan laporan BAE per Juli 2026.
- Batas akhir pemenuhan kewajiban pengalihan kembali saham adalah sebelum tanggal 31 Agustus 2026.
- Kepemilikan saham publik meningkat dari 2,37% menjadi 6,67% melalui aksi korporasi dan penyesuaian struktural.
- Masih terdapat kekurangan 13,43% untuk memenuhi ambang batas kepemilikan saham publik sebesar 20%.
- Pengendali berencana mengajukan surat permohonan penundaan batas waktu pengalihan kembali saham kepada OJK.
- Roadmap Pengalihan Kembali Kepemilikan Saham Publik secara Bertahap telah disusun dengan target total refloat 8,33% untuk mencapai public float 15%.
- Laporan berkala kepada OJK akan mulai disampaikan untuk periode 30 September 2026, paling lambat 10 hari pada bulan berikutnya melalui IDX Form E019.
- Kendala yang dihadapi: keterbatasan penyerapan pasar dan likuiditas sistemik, serta ketidaksesuaian harga pasar dengan harga MTO.
- Perseroan belum memiliki informasi material lainnya terkait pengalihan saham dan pemenuhan free float.

### Key financial figures

- **Jumlah saham wajib dialihkan:** 129.237.955 (Juli 2026)
- **Persentase saham wajib dialihkan:** 5,68% (Juli 2026)
- **Kepemilikan saham publik awal:** 2,37% (Sebelum aksi korporasi)
- **Kepemilikan saham publik saat ini:** 6,67% (Saat tanggapan)
- **Kekurangan kepemilikan saham publik:** 13,43% (Saat tanggapan)
- **Target refloat Fase I:** 0,33% (Mar 2026 - Jun 2027)
- **Target refloat Fase II:** 2% (Jul 2027 - Mar 2028)
- **Target refloat Fase III:** 6% (Apr 2028 - Sep 2028)
- **Total target refloat:** 8,33% (Keseluruhan roadmap)
- **Target public float setelah roadmap:** 15,00% (Setelah Fase III)

### Corporate actions

- Rencana pengalihan ekuitas oleh pengendali untuk memenuhi persyaratan kepemilikan saham
- Rencana penerbitan HMETD (right issue) sebagai opsi
- Rencana private placement sebagai opsi
- Rencana penjualan saham secara blok (block sale) sebagai opsi
- Roadmap pengalihan kembali kepemilikan saham publik secara bertahap

### Capital structure

- Kepemilikan saham publik meningkat dari 2,37% menjadi 6,67%
- Kekurangan 13,43% untuk mencapai ambang batas 20%
- Target refloat bertahap: 0,33% + 2% + 6% = 8,33%
- Target public float setelah roadmap: 15,00%

### Listing / regulatory

- Kewajiban pengalihan kembali saham sesuai POJK No. 9/POJK.04/2018
- Batas akhir 31 Agustus 2026
- Rencana pengajuan penundaan batas waktu ke OJK
- Kewajiban laporan berkala mulai 30 September 2026
- Pemenuhan free float sesuai Peraturan Bursa No. I-A

### Analytical scenarios

- **Kewajiban pengalihan saham** [explicit_fact, high]: Jumlah saham yang wajib dialihkan adalah 5,68% atau 129.237.955 lembar saham berdasarkan laporan BAE per Juli 2026.
  - Basis: Laporan BAE per Juli 2026
- **Total target refloat** [derived_calculation, high]: Total target refloat 8,33% dihitung dari penjumlahan target Fase I (0,33%), Fase II (2%), dan Fase III (6%).
  - Basis: Target Fase I: 0,33%; Target Fase II: 2%; Target Fase III: 6%
  - Assumptions: Angka target pada tabel roadmap adalah akurat
  - Caveats: Angka 2% dan 6% pada dokumen ditulis dalam kurung siku, mungkin merupakan placeholder
- **Kekurangan kepemilikan saham publik** [derived_calculation, high]: Kekurangan 13,43% dihitung dari selisih antara ambang batas 20% dan kepemilikan publik saat ini 6,67%.
  - Basis: Ambang batas 20%; Kepemilikan publik saat ini 6,67%
  - Assumptions: Angka 6,67% adalah kepemilikan publik terkini
- **Kemungkinan sanksi atau delisting** [analyst_hypothesis, medium]: Karena batas waktu 31 Agustus 2026 telah lewat dan kewajiban belum dipenuhi, terdapat risiko sanksi dari BEI atau OJK, termasuk kemungkinan delisting jika free float tidak terpenuhi.
  - Basis: Batas waktu 31 Agustus 2026; Kekurangan 13,43%
  - Assumptions: Peraturan BEI No. I-A tentang free float berlaku
  - Caveats: Belum ada konfirmasi sanksi spesifik dari regulator
- **Kelayakan roadmap** [analyst_hypothesis, medium]: Roadmap dengan target refloat 8,33% untuk mencapai public float 15% mungkin tidak cukup untuk memenuhi ambang batas 20%, sehingga diperlukan tambahan aksi korporasi atau perubahan strategi.
  - Basis: Target public float 15%; Ambang batas 20%
  - Assumptions: Target public float 15% adalah target akhir roadmap
  - Caveats: Roadmap mungkin hanya sebagian dari rencana keseluruhan
- **Koordinasi dengan OJK** [explicit_fact, high]: Pengendali masih dalam proses menyusun draft permohonan penundaan batas waktu pengalihan saham dan akan segera mengajukan ke OJK.
  - Basis: Pernyataan dalam tanggapan

### Risks / uncertainties

- Kegagalan memenuhi kewajiban pengalihan saham tepat waktu
- Potensi sanksi dari BEI atau OJK
- Risiko delisting jika free float tidak terpenuhi
- Ketidakpastian persetujuan OJK atas permohonan penundaan
- Kondisi pasar yang tidak mendukung penyerapan saham
- Harga pasar di bawah harga MTO

### Items to monitor

- Kewajiban pengalihan saham oleh pengendali
- Pemenuhan free float
- Rencana aksi korporasi (right issue, private placement, block sale)

---

## CASH

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-02

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 31 Agustus–2 September 2026, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menerbitkan dua pengumuman penting: (1) koreksi Laporan Keuangan Tahunan (LKT) 2025 yang menunjukkan restatement material—ekuitas berbalik negatif, rugi bersih membengkak, dan liabilitas melonjak; (2) pemberitahuan RUPSLB yang akan meminta persetujuan perubahan kegiatan usaha, perubahan penggunaan dana rights issue, dan perubahan susunan manajemen. Kedua pengumuman saling terkait: koreksi LKT mengungkapkan kondisi keuangan yang memburuk (ekuitas negatif), sementara RUPSLB merupakan langkah korporasi untuk merestrukturisasi penggunaan dana hasil rights issue (PMHMETD I) dan memperluas kegiatan usaha. Pentingnya secara korporasi adalah adanya upaya perbaikan struktur modal melalui pelunasan utang pihak berelasi dan diversifikasi usaha, namun disertai risiko kepatuhan dan kelangsungan usaha yang belum terkonfirmasi.

### Material changes

- Restatement LKT 2025: ekuitas berbalik dari positif Rp54,93 miliar menjadi negatif Rp449,52 juta.
- Rugi bersih 2025 membengkak menjadi Rp56,64 miliar dari rugi Rp23,71 miliar pada 2024.
- Pendapatan 2025 turun 20,4% menjadi Rp110,19 miliar.
- Uang muka pelanggan jangka pendek melonjak dari Rp1,62 miliar menjadi Rp52,67 miliar.
- Utang pihak berelasi jangka panjang meningkat dari Rp52,88 miliar menjadi Rp91,48 miliar, termasuk pinjaman BAU Rp71 miliar.
- Rencana perubahan penggunaan dana PMHMETD I: 60,33% untuk pelunasan utang BAU, 25,02% modal kerja, 14,66% capex.
- Rencana perubahan kegiatan usaha: penyesuaian 6 KBLI dan penambahan 3 KBLI baru.
- Pengunduran diri Direktur Oktavianus efektif setelah RUPSLB.

### Key financial figures

- **total_assets:** 209147783582 (2025-12-31)
- **total_liabilities:** 209597305852 (2025-12-31)
- **total_equity:** -449522270 (2025-12-31)
- **revenue:** 110185952915 (2025-01-01_2025-12-31)
- **net_loss:** -56644699639 (2025-01-01_2025-12-31)
- **cash_and_cash_equivalents:** 71898664833 (2025-12-31)
- **total_assets:** 192875000000 (2026-06-30)
- **total_liabilities:** 230485000000 (2026-06-30)
- **total_equity:** -37611000000 (2026-06-30)

### Corporate actions

- Perubahan kegiatan usaha (penyesuaian 6 KBLI dan penambahan 3 KBLI baru) - menunggu persetujuan RUPSLB 8 Oktober 2026.
- Perubahan penggunaan dana hasil PMHMETD I (rights issue) - menunggu persetujuan RUPSLB.
- Rencana pelunasan utang kepada PT Bara Alam Utama sebesar 60,33% dari dana rights issue.
- Pengunduran diri Direktur Oktavianus efektif setelah RUPSLB.

### Expansion projects

- Penambahan KBLI baru: 95101 (reparasi komputer/peralatan komunikasi), 66199 (aktivitas penunjang jasa keuangan lainnya), 77394 (penyewaan dan sewa guna usaha mesin/peralatan kantor).
- Biaya investasi untuk perubahan kegiatan usaha sebesar Rp34.518.304.021, akan dibiayai dari dana rights issue.
- Alokasi capex 14,66% dari dana PMHMETD I untuk aset tetap seperti Fortige Firewall, PDF Pro, ERP, Device for Payment Gateway, Acquiring Host, Server, dan UPS 8 KVA.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap 2025 sebesar Rp2.923.346.458 dan aset takberwujud Rp1.721.912.815.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Direktur Oktavianus berdasarkan Surat No. 312/SK/CSC-CWI/VII/2026 tanggal 3 Agustus 2026, efektif setelah RUPSLB 2026.

### Capital structure

- PMHMETD I (rights issue) telah dilaksanakan: 996.676.699 saham baru, harga pelaksanaan Rp238 per saham, efektif 30 Juni 2026, tercatat di BEI 23 Juli 2026.
- Modal dasar: 4.712.017.608 saham, nilai nominal Rp12 per saham.
- Modal ditempatkan dan disetor: 2.427.802.216 saham per 31 Juli 2026.
- Ekuitas negatif Rp37,611 miliar per 30 Juni 2026.
- Struktur kepemilikan per 31 Juli 2026: Andri Wijono Sutiono 38,87%, Hasim Sutiono 38,81%, Sandra Angelia 7,95%, publik 14,37%.

### Listing / regulatory

- Perusahaan tercatat di papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia, sektor Technology, subsektor Software & IT Services.
- PMHMETD I efektif berdasarkan Surat Pernyataan Efektif No. S-85/D.04/2026 tanggal 30 Juni 2026.
- Pencatatan saham PMHMETD I di BEI pada 23 Juli 2026.
- Rencana perubahan kegiatan usaha sesuai POJK 17/2020 dan POJK 40/2025, serta Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025 tentang KBLI.
- Kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Analytical scenarios

- **Koreksi LKT 2025** [explicit_fact, high]: LKT 2025 dikoreksi dengan restatement; opini Wajar Tanpa Modifikasian oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan Rekan, tanggal laporan audit 29 Juni 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260831202035-355/SK/CSC-CWI/VIII/2026_id-id
- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan 8 Oktober 2026, DPS 15 September 2026, pemanggilan 16 September 2026; agenda perubahan kegiatan usaha, perubahan penggunaan dana PMHMETD I, laporan realisasi dana, perubahan alamat, perubahan susunan manajemen.
  - Basis: Pengumuman 20260901231508-356/SK/CSC-CWI/IX/2026_id-id
- **Total dana bruto PMHMETD I** [derived_calculation, medium]: Total dana bruto yang dihimpun dari PMHMETD I sebelum biaya emisi adalah 996.676.699 saham x Rp238 = Rp237,21 miliar.
  - Basis: Jumlah saham baru: 996.676.699; Harga pelaksanaan: Rp238 per saham
  - Assumptions: Tidak ada diskon atau biaya emisi yang diperhitungkan
  - Caveats: Angka ini adalah perhitungan turunan, bukan angka yang dinyatakan langsung dalam dokumen
- **Nilai alokasi dana berdasarkan persentase baru** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan total dana bruto sekitar Rp237,21 miliar: (1) pelunasan utang 60,33% ≈ Rp143,1 miliar (mendekati angka Rp142,06 miliar yang disebutkan), (2) modal kerja 25,02% ≈ Rp59,35 miliar (mendekati Rp58,91 miliar), (3) capex 14,66% ≈ Rp34,77 miliar (mendekati Rp34,52 miliar).
  - Basis: Persentase alokasi baru: 60,33%, 25,02%, 14,66%; Total dana bruto dihitung dari saham dan harga
  - Assumptions: Total dana bruto sebelum biaya emisi adalah Rp237,21 miliar
  - Caveats: Perbedaan kecil mungkin karena biaya emisi atau pembulatan; Angka Rp142,06 miliar, Rp58,91 miliar, dan Rp34,52 miliar adalah klaim emiten
- **Rasio utang terhadap aset per 30 Juni 2026** [derived_calculation, high]: Rasio utang terhadap aset = total liabilitas / total aset = 230,485 / 192,875 = 119,50%.
  - Basis: Total liabilitas: Rp230,485 miliar; Total aset: Rp192,875 miliar
  - Assumptions: Menggunakan angka dalam jutaan Rupiah
- **Rasio utang terhadap ekuitas per 30 Juni 2026** [derived_calculation, high]: Rasio utang terhadap ekuitas = total liabilitas / total ekuitas = 230,485 / (-37,611) = -612,82%.
  - Basis: Total liabilitas: Rp230,485 miliar; Total ekuitas: -Rp37,611 miliar
  - Caveats: Rasio negatif karena ekuitas negatif
- **Peningkatan kas dan setara kas 2025** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas naik sebesar Rp54,87 miliar (dari Rp17,03 miliar menjadi Rp71,90 miliar) antara 2024 dan 2025.
  - Basis: Kas 2025: 71.898.664.833; Kas 2024: 17.032.722.637
- **Penurunan pendapatan 2025** [derived_calculation, high]: Pendapatan total turun dari Rp138,34 miliar menjadi Rp110,19 miliar, penurunan sebesar Rp28,16 miliar atau sekitar 20,35%.
  - Basis: Pendapatan 2025: 110.185.952.915; Pendapatan 2024: 138.343.800.644
- **Konsentrasi piutang** [derived_calculation, high]: PT Len Railway Systems menyumbang 44,3% dari total piutang bruto (Rp12.388.266.817 / Rp27.944.908.187), menunjukkan konsentrasi risiko pelanggan yang signifikan.
  - Basis: Piutang PT Len Railway Systems: 12.388.266.817; Total piutang bruto: 27.944.908.187
- **Risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Ekuitas negatif dan rasio utang terhadap aset >100% dapat menimbulkan risiko kelangsungan usaha dan kepatuhan bursa, namun manajemen berencana memperbaiki struktur modal melalui pelunasan utang dan ekspansi bisnis.
  - Basis: Ekuitas negatif per 30 Juni 2026; Rugi tahun berjalan berkelanjutan; Rencana perubahan penggunaan dana untuk pelunasan utang
  - Assumptions: Manajemen mampu melaksanakan rencana bisnis
  - Caveats: Belum ada pernyataan resmi mengenai going concern; Tidak ada informasi status pencatatan
- **Sumber peningkatan kas 2025** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan kas yang signifikan mungkin berasal dari penerimaan uang muka pelanggan dan/atau pinjaman pihak berelasi, tetapi tidak ada informasi eksplisit mengenai penerbitan saham atau utang baru.
  - Basis: Kas naik Rp54,87 miliar; Uang muka pelanggan naik Rp51,05 miliar; Utang pihak berelasi jangka panjang naik Rp38,60 miliar
  - Assumptions: Peningkatan kas mungkin terkait dengan kenaikan liabilitas
  - Caveats: Perlu analisis laporan arus kas untuk konfirmasi
- **Motivasi penambahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan KBLI 95101, 66199, dan 77394 kemungkinan untuk melegalkan aktivitas yang sudah berjalan (reparasi perangkat, sewa EDC) dan membuka peluang diversifikasi pendapatan.
  - Basis: Penjelasan pada bagian VI.B.1 dokumen lampiran
  - Assumptions: Aktivitas reparasi dan sewa sudah berjalan sebelum penambahan KBLI
  - Caveats: Tidak ada bukti eksplisit bahwa aktivitas tersebut sudah berjalan

### Risks / uncertainties

- Ekuitas negatif dapat memicu pelanggaran ketentuan pencatatan atau memerlukan tindakan korporasi untuk memperbaiki struktur modal.
- Peningkatan signifikan pada uang muka pelanggan dan beban akrual dapat menimbulkan risiko likuiditas jika tidak dikelola dengan baik.
- Ketergantungan pada utang pihak berelasi jangka panjang yang meningkat dapat mempengaruhi fleksibilitas keuangan.
- Konsentrasi piutang pada satu pelanggan (PT Len Railway Systems) melebihi 40% dari total piutang.
- Utang usaha dalam USD meningkat signifikan dari Rp0,95 miliar menjadi Rp2,84 miliar, meningkatkan eksposur nilai tukar.
- Nilai pertanggungan asuransi persediaan lebih rendah dari nilai persediaan kotor, berpotensi underinsurance.
- Terdapat inkonsistensi data arus kas pendanaan antara PDF (positif Rp29,62 miliar) dan XLSX (negatif Rp25,31 miliar), serta inkonsistensi utang bank jangka pendek antara bagian 15 dan 17 (Bank Maybank vs Bank Mayapada).
- Rencana perubahan kegiatan usaha dan penggunaan dana masih memerlukan persetujuan RUPSLB.
- Proyeksi laba bersih negatif hingga 2029 menunjukkan risiko kerugian operasional pada tahun-tahun awal.
- Proyeksi pendapatan dan BEP dalam studi kelayakan bersifat asumsi dan mungkin tidak tercapai.
- Perubahan alokasi dana dapat mempengaruhi likuiditas operasional.
- Risiko kepatuhan terkait KBLI baru dan perubahan regulasi.
- Ketergantungan pada pelunasan utang kepada pihak berelasi (PT Bara Alam Utama).
- Dampak finansial dari perubahan kegiatan usaha belum diungkapkan secara kuantitatif.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB 8 Oktober 2026 dan persetujuan pemegang saham atas agenda.
- Realisasi penggunaan dana PMHMETD I dan perubahan alokasi setelah persetujuan.
- Perkembangan ekuitas dan struktur modal setelah pelunasan utang BAU.
- Status kepatuhan free float dan papan pencatatan.
- Klarifikasi inkonsistensi arus kas pendanaan dan utang bank jangka pendek antara PDF dan XLSX.
- Rincian perubahan susunan manajemen selain pengunduran diri Direktur Oktavianus.
- Progres ekspansi ke KBLI baru dan dampaknya terhadap pendapatan.
- Kepatuhan terhadap ketentuan bursa terkait ekuitas negatif.

---

## CBRE

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-02

**Announcements:** 1

### Overview

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) mengumumkan rencana Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) melalui prospektus ringkas. Rencana ini merupakan pengumuman awal yang disertai penyampaian Pernyataan Pendaftaran kepada OJK. Berdasarkan prospektus ringkas, CBRE akan menerbitkan maksimal 11.798.975.345 saham baru (72,22% dari modal ditempatkan setelah PMHMETD I) dengan harga pelaksanaan Rp108 per saham, rasio 100:260, dan total dana maksimal Rp1.274.289.337.260. Sebagian penyetoran dilakukan melalui konversi utang sebesar Rp858.595.500.000 (USD48,5 juta) oleh GNM, SIS, Yafin, dan HSIL. Pemegang saham utama OIH (61,13%) dan RCI (9,30%) tidak melaksanakan haknya dan mengalihkan HMETD kepada pihak lain. Dana bersih digunakan untuk modal kerja. Jadwal pelaksanaan: efektif 23 Oktober 2026, cum-right 2-4 November 2026, ex-right 3-5 November 2026, recording date 4 November 2026, perdagangan HMETD 6-12 November 2026, penyerahan saham 10-16 November 2026. Kondisi keuangan memburuk dengan ekuitas negatif Rp35,13 miliar dan rugi neto Rp82,04 miliar pada periode 4 bulan 2026.

### Material changes

- CBRE mengumumkan rencana PMHMETD I melalui prospektus ringkas, dengan menerbitkan maksimal 11.798.975.345 saham baru (72,22% dari modal ditempatkan setelah PMHMETD I).
- Nilai nominal Rp25 per saham, harga pelaksanaan Rp108 per saham, rasio HMETD 100:260 (setiap 100 saham lama berhak atas 260 HMETD, 1 HMETD untuk membeli 1 saham baru).
- Total dana yang diterima dari PMHMETD I maksimal Rp1.274.289.337.260.
- Pemegang saham OIH (61,13%) dan RCI (9,30%) tidak melaksanakan HMETD dan mengalihkan sebagian kepada GNM, SIS, Yafin, dan HSIL.
- GNM menerima dan melaksanakan 3.278.333.300 HMETD dengan penyetoran melalui konversi hak tagih Rp354.060.000.000 (USD20 juta).
- SIS menerima dan melaksanakan 2.048.958.300 HMETD dengan penyetoran melalui konversi hak tagih Rp221.287.500.000 (USD12,5 juta).
- Yafin menerima dan melaksanakan 1.803.083.300 HMETD dengan penyetoran melalui konversi hak tagih Rp194.733.000.000 (USD11 juta).
- HSIL menerima dan melaksanakan 819.583.300 HMETD dengan penyetoran melalui konversi hak tagih Rp88.515.000.000 (USD5 juta).
- Konversi utang total Rp858.595.500.000 (USD48,5 juta) berdasarkan perjanjian pinjaman 31 Oktober 2025 dan cessie 8 Juli 2026.
- Dana bersih setelah konversi utang dan biaya digunakan untuk modal kerja.
- Jadwal: RUPSLB 18 Desember 2025, efektif 23 Oktober 2026, cum-right 2-4 November 2026, ex-right 3-5 November 2026, recording date 4 November 2026, perdagangan HMETD 6-12 November 2026, penyerahan saham 10-16 November 2026.
- Dilusi maksimum bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD adalah 72,22%.
- Struktur permodalan proforma setelah PMHMETD I (skenario masyarakat melaksanakan): OIH 16,98%, RCI 2,58%, GNM 20,07%, SIS 12,54%, Yafin 11,04%, HSIL 5,02%, Andry Hakim 5,57%, Masyarakat 26,20%.
- Struktur permodalan proforma setelah PMHMETD I (skenario masyarakat tidak melaksanakan): OIH 22,21%, RCI 3,38%, GNM 26,25%, SIS 16,41%, Yafin 14,44%, HSIL 6,56%, Andry Hakim 2,02%, Masyarakat 8,72%.
- Keterbukaan informasi disampaikan sebagai pemenuhan POJK No. 32/POJK.04/2015 dan Pernyataan Pendaftaran disampaikan kepada OJK bersamaan dengan keterbukaan ini.
- Laporan informasi material ditandatangani oleh Direktur Utama Suminto Husin Giman; surat keterbukaan ditandatangani oleh Direktur dan Corporate Secretary Amanda Octania.

### Key financial figures

- **Jumlah saham baru ditawarkan:** 11.798.975.345 (PMHMETD I)
- **Nilai nominal per saham:** Rp25 (PMHMETD I)
- **Harga pelaksanaan per saham:** Rp108 (PMHMETD I)
- **Total dana diterima:** Rp1.274.289.337.260 (PMHMETD I)
- **Konversi utang GNM:** Rp354.060.000.000 (2026)
- **Konversi utang SIS:** Rp221.287.500.000 (2026)
- **Konversi utang Yafin:** Rp194.733.000.000 (2026)
- **Konversi utang HSIL:** Rp88.515.000.000 (2026)
- **Total konversi utang:** Rp858.595.500.000 (2026)
- **Total konversi utang dalam USD:** USD48.500.000 (2026)
- **Kurs USD/IDR:** Rp17.703 (2026)
- **Modal dasar:** 20.000.000.000 saham (sebelum PMHMETD I)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum PMHMETD I:** 4.538.067.441 saham (sebelum PMHMETD I)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I (skenario masyarakat melaksanakan):** 16.337.042.786 saham (setelah PMHMETD I)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I (skenario masyarakat tidak melaksanakan):** 12.488.025.641 saham (setelah PMHMETD I)
- **Jumlah saham portepel sebelum PMHMETD I:** 15.461.932.559 saham (sebelum PMHMETD I)
- **Jumlah saham portepel setelah PMHMETD I (skenario masyarakat melaksanakan):** 3.662.957.214 saham (setelah PMHMETD I)
- **Jumlah saham portepel setelah PMHMETD I (skenario masyarakat tidak melaksanakan):** 7.511.974.359 saham (setelah PMHMETD I)
- **Kepemilikan OIH sebelum PMHMETD I:** 61,13% (sebelum PMHMETD I)
- **Kepemilikan RCI sebelum PMHMETD I:** 9,30% (sebelum PMHMETD I)
- **Kepemilikan Andry Hakim sebelum PMHMETD I:** 5,57% (sebelum PMHMETD I)
- **Kepemilikan masyarakat sebelum PMHMETD I:** 24,00% (sebelum PMHMETD I)
- **Harga saham tertinggi bulan Juli 2026:** Rp820 (Juli 2026)
- **Harga saham terendah bulan Juli 2026:** Rp545 (Juli 2026)
- **Ekuitas negatif:** Rp35,13 miliar (30 April 2026)
- **Rugi neto:** Rp82,04 miliar (periode 4 bulan 2026)

### Corporate actions

- rights_issue
- debt_conversion

### Management / control changes

- Pengalihan HMETD dari OIH dan RCI kepada GNM, SIS, Yafin, dan HSIL akan mengubah struktur kepemilikan, berpotensi mengubah pengendali.

### Capital structure

- Modal dasar 20 miliar saham, modal ditempatkan sebelum PMHMETD I 4.538.067.441 saham.
- Setelah PMHMETD I (skenario masyarakat melaksanakan) modal ditempatkan menjadi 16.337.042.786 saham.
- Setelah PMHMETD I (skenario masyarakat tidak melaksanakan) modal ditempatkan menjadi 12.488.025.641 saham.
- Dilusi maksimum 72,22% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD.

### Listing / regulatory

- Pencatatan saham baru hasil HMETD di BEI dijadwalkan 10-16 November 2026.
- HMETD dicatatkan di BEI dan dapat diperdagangkan 6-12 November 2026.
- Perseroan wajib menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana secara berkala sesuai POJK No. 40/2025.

### Analytical scenarios

- **Total HMETD yang dialihkan dan dilaksanakan** [derived_calculation, high]: Total HMETD yang diterima GNM, SIS, Yafin, dan HSIL adalah 3.278.333.300 + 2.048.958.300 + 1.803.083.300 + 819.583.300 = 7.949.958.200 HMETD, yang setara dengan 7.949.958.200 saham baru. Ini kurang dari total saham baru yang ditawarkan (11.798.975.345), sehingga sisa saham akan dialokasikan ke pemegang saham lain yang memesan tambahan.
  - Basis: Angka HMETD dari masing-masing pihak pada dokumen.
  - Assumptions: Semua HMETD yang dialihkan dilaksanakan.
- **Total nilai konversi utang** [derived_calculation, high]: Total konversi utang dari GNM, SIS, Yafin, dan HSIL adalah Rp354.060.000.000 + Rp221.287.500.000 + Rp194.733.000.000 + Rp88.515.000.000 = Rp858.595.500.000, sesuai dengan angka yang dinyatakan dalam dokumen.
  - Basis: Angka konversi utang per pihak.
- **Jumlah saham yang diterbitkan melalui konversi utang** [derived_calculation, medium]: Jumlah saham yang diterbitkan melalui konversi utang dapat dihitung dengan membagi nilai konversi dengan harga pelaksanaan Rp108. Total saham = Rp858.595.500.000 / Rp108 = 7.949.958.333 saham (pembulatan). Ini mendekati total HMETD yang dilaksanakan oleh para kreditur (7.949.958.200), selisih karena pembulatan.
  - Basis: Nilai konversi total dan harga pelaksanaan.
  - Assumptions: Seluruh konversi utang dilakukan pada harga pelaksanaan Rp108.
  - Caveats: Pembulatan dapat menyebabkan perbedaan kecil.
- **Potensi perubahan pengendali** [analyst_hypothesis, low]: Setelah PMHMETD I, jika masyarakat melaksanakan seluruh haknya, OIH tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan 16,98%, namun tidak lagi mayoritas. GNM akan memiliki 20,07%, yang lebih besar dari OIH. Ini dapat mengindikasikan potensi perubahan pengendali, tetapi belum dikonfirmasi.
  - Basis: Proforma kepemilikan setelah PMHMETD I.
  - Assumptions: Skenario masyarakat melaksanakan seluruh HMETD.
  - Caveats: Pengendali tidak didefinisikan secara eksplisit; perubahan pengendali memerlukan analisis lebih lanjut.
- **Tujuan penggunaan dana** [analyst_hypothesis, low]: Dana bersih digunakan untuk modal kerja, yang mungkin terkait dengan ekspansi bisnis pelayaran dan offshore, namun tidak ada rincian spesifik mengenai proyek atau capex.
  - Basis: Pernyataan penggunaan dana untuk modal kerja.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut tentang rencana ekspansi.

### Risks / uncertainties

- Detail PMHMETD I (jumlah saham, harga, rasio, jadwal) belum diungkap dalam laporan informasi material utama, namun tersedia di prospektus ringkas.
- Dampak aksi korporasi terhadap kondisi keuangan dan kelangsungan usaha tidak dijelaskan dalam laporan informasi material.
- Risiko fluktuasi permintaan jasa pelayaran dan offshore.
- Risiko likuiditas saham yang mungkin rendah.
- Ketidakpastian jumlah HMETD yang akan dilaksanakan oleh pemegang saham lain.
- Potensi perubahan pengendali.

### Items to monitor

- PMHMETD I merupakan aksi korporasi yang signifikan dengan potensi dilusi 72,22% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya.
- Konversi utang menjadi ekuitas akan memperbaiki struktur permodalan.
- Perubahan struktur kepemilikan dapat mempengaruhi pengendalian perusahaan.

---

## CHEK

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-02

**Announcements:** 1

### Overview

PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11102/BEI.PP1/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026. Tanggapan mencakup 18 pertanyaan terkait perubahan posisi keuangan dan operasional, termasuk penjualan investasi reksa dana, pelunasan piutang pihak berelasi, peningkatan persediaan, utang bank baru, penurunan laba, arus kas operasi negatif, dan pembelian saham treasuri. Dokumen ini merupakan pengumuman lanjutan atas permintaan penjelasan Bursa, bukan pengumuman awal aksi korporasi. Isi jawaban substantif disampaikan melalui lampiran, namun rincian lengkap tidak tersedia dalam ringkasan.

### Material changes

- CHEK menerima permintaan penjelasan dari BEI No. S-11102/BEI.PP1/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026.
- Tanggapan disampaikan melalui surat No. 134/DIR/DB/IX/2026 tanggal 1 September 2026, ditujukan kepada OJK dan BEI.
- Permintaan penjelasan merujuk pada proyeksi keuangan, laporan keuangan per 31 Desember 2025 dan 30 Juni 2026, laporan penggunaan dana hasil penawaran umum, dan laporan bulanan registrasi pemegang efek.
- Jawaban untuk pertanyaan nomor 1 disampaikan melalui form E074 (Non Publish), sedangkan pertanyaan lainnya melalui form E023 (Publish).
- Batas waktu penyampaian tanggapan adalah 2 hari bursa setelah permintaan diterima, sesuai ketentuan II.9 Peraturan Nomor I-E.
- Investasi pada Reksa Dana Syariah Manulife Asia Pasifik Dollar AS dijual pada 18 September 2025, saldo menjadi nol per 31 Desember 2025.
- Piutang pihak berelasi PT Etana Biotechnologies Indonesia dilunasi pada 22 Januari, 12 Maret, dan 14 Maret 2025.
- Persediaan meningkat 129,36% menjadi Rp116,48 miliar per 31 Desember 2025 untuk buffer dan proyek tender pemerintah.
- Aset hak guna meningkat 306,83% menjadi Rp501,45 juta per 30 Juni 2026 karena adendum sewa dan tambahan gudang Bizpark Cakung.
- Utang bank baru ke PT Bank Pan Indonesia Tbk sebesar Rp18,08 miliar per 31 Desember 2025 dan ke PT Bank UOB Indonesia Tbk sebesar Rp10 miliar per 30 Juni 2026 untuk modal kerja.
- Pendapatan naik 30,05% menjadi Rp201,30 miliar per 31 Desember 2025, tetapi laba tahun berjalan turun 7,59% menjadi Rp14,02 miliar.
- Arus kas dari aktivitas operasi negatif Rp43,15 miliar per 31 Desember 2025.
- Pembelian saham treasuri sebesar Rp11,99 miliar pada semester I 2026 menggunakan kas internal.
- Perjanjian dengan PT Inodia dan PT Fujifilm Indonesia tidak diperpanjang setelah masa berlakunya habis.
- Penerimaan tambahan modal disetor Rp17,25 miliar dan agio saham Rp93,14 miliar pada tahun 2025.
- Perjanjian distribusi baru dengan PT DHH Trading Indonesia mulai 1 Januari 2026.
- Perjanjian sewa gudang baru dengan Devi Annisa Wijaya mulai 15 Maret 2026.
- Perjanjian jasa pengendali hama dengan Rentokil mulai 26 Mei 2026.
- Perjanjian kerjasama service kendaraan dengan PT Tunas Mobilindo mulai Februari 2026.

### Key financial figures

- **Pendapatan:** 154.790.000.000 (31 Desember 2024)
- **Pendapatan:** 201.300.000.000 (31 Desember 2025)
- **Laba tahun berjalan:** 15.170.000.000 (31 Desember 2024)
- **Laba tahun berjalan:** 14.020.000.000 (31 Desember 2025)
- **Persediaan:** 50.800.000.000 (31 Desember 2024)
- **Persediaan:** 116.480.000.000 (31 Desember 2025)
- **Aset hak guna:** 123.250.000 (31 Desember 2025)
- **Aset hak guna:** 501.450.000 (30 Juni 2026)
- **Utang bank Pan Indonesia:** 18.080.000.000 (31 Desember 2025)
- **Utang bank UOB Indonesia:** 10.000.000.000 (30 Juni 2026)
- **Arus kas dari aktivitas operasi:** -43.150.000.000 (31 Desember 2025)
- **Pembelian saham treasuri:** 11.990.000.000 (Semester I 2026)
- **Penerimaan tambahan modal disetor:** 17.250.000.000 (Tahun 2025)
- **Penerimaan agio saham:** 93.140.000.000 (Tahun 2025)

### Corporate actions

- Pembelian kembali saham (buyback) sebesar Rp11,99 miliar pada semester I 2026 menggunakan kas internal.
- Penambahan utang bank untuk modal kerja: Rp18,08 miliar ke PT Bank Pan Indonesia Tbk (per 31 Desember 2025) dan Rp10 miliar ke PT Bank UOB Indonesia Tbk (per 30 Juni 2026).

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap kendaraan mobil melalui pembiayaan konsumen.
- Tambahan sewa gudang di kawasan Bizpark Cakung selama 2 tahun.
- Adendum perubahan harga sewa dan perpanjangan masa sewa bangunan sampai 31 Desember 2026.

### Capital structure

- Penerimaan tambahan modal disetor Rp17,25 miliar pada tahun 2025.
- Penerimaan agio saham Rp93,14 miliar pada tahun 2025.
- Pembelian saham treasuri Rp11,99 miliar pada semester I 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11102/BEI.PP1/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026 terkait kepatuhan penyampaian informasi.
- Tanggapan disampaikan melalui surat No. 134/DIR/DB/IX/2026 tanggal 1 September 2026, dengan batas waktu 2 hari bursa sesuai ketentuan II.9 Peraturan Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan persediaan** [derived_calculation, high]: Persediaan naik 129,36% dari Rp50,8 miliar menjadi Rp116,48 miliar, selisih Rp65,68 miliar.
  - Basis: Rp116,48 miliar - Rp50,8 miliar = Rp65,68 miliar
  - Assumptions: Angka dalam miliar
- **Peningkatan aset hak guna** [derived_calculation, high]: Aset hak guna naik 306,83% dari Rp123,25 juta menjadi Rp501,45 juta, selisih Rp378,2 juta.
  - Basis: Rp501,45 juta - Rp123,25 juta = Rp378,2 juta
  - Assumptions: Angka dalam juta
- **Penurunan laba** [derived_calculation, high]: Laba tahun berjalan turun 7,59% dari Rp15,17 miliar menjadi Rp14,02 miliar, selisih Rp1,15 miliar.
  - Basis: Rp15,17 miliar - Rp14,02 miliar = Rp1,15 miliar
  - Assumptions: Angka dalam miliar
- **Arus kas operasi negatif** [derived_calculation, medium]: Arus kas operasi negatif Rp43,15 miliar, sementara arus kas pendanaan positif Rp121,43 miliar, menunjukkan ketergantungan pada pendanaan eksternal.
  - Basis: Angka arus kas operasi dan pendanaan
  - Caveats: Tidak ada rincian arus kas investasi
- **Buyback saham** [analyst_hypothesis, low]: Buyback saham treasuri Rp11,99 miliar dapat menjadi upaya menstabilkan harga saham di tengah fluktuasi, tetapi belum ada rencana tindak lanjut.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang kondisi perdagangan fluktuatif
  - Assumptions: Buyback dilakukan untuk mendukung harga saham
  - Caveats: Tujuan strategis belum diungkapkan secara rinci
- **Peningkatan persediaan** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan persediaan untuk proyek tender pemerintah dapat meningkatkan risiko persediaan tidak terjual jika tender gagal.
  - Basis: Manajemen menyebut alokasi untuk proyek tender pemerintah
  - Assumptions: Tender dapat gagal
  - Caveats: Manajemen menyatakan tidak ada indikasi penurunan nilai

### Risks / uncertainties

- Arus kas operasi negatif dapat berlanjut dan membutuhkan pendanaan tambahan.
- Peningkatan persediaan berisiko usang atau penurunan nilai jika tidak terjual.
- Buyback saham treasuri belum memiliki rencana tindak lanjut.
- Ketergantungan pada utang bank untuk modal kerja.
- Perjanjian distribusi yang berakhir tidak diperpanjang dapat mengurangi pendapatan.
- Rincian jawaban atas permintaan penjelasan Bursa tidak tersedia dalam dokumen ini, sehingga substansi isu kepatuhan belum dapat dinilai.
- Terdapat potensi risiko sanksi atau pengawasan lebih lanjut dari Bursa jika penjelasan tidak memadai atau terlambat disampaikan.

### Items to monitor

- Penurunan laba tahun berjalan meskipun pendapatan meningkat, menunjukkan tekanan pada margin.
- Arus kas operasi negatif yang signifikan dapat mempengaruhi likuiditas dan kebutuhan pendanaan.
- Pembelian saham treasuri dapat mempengaruhi struktur modal dan likuiditas saham.
- Utang bank baru untuk modal kerja menunjukkan kebutuhan pendanaan eksternal.
- Peningkatan persediaan untuk proyek tender pemerintah dapat mempengaruhi kebutuhan modal kerja.

---

## PGAS

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-02

**Announcements:** 5

### Overview

Selama periode 31 Agustus–2 September 2026, PGAS mengumumkan lima peristiwa yang saling terkait: (1) rencana keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Konsolidasian per 30 Juni 2026 (reviu) karena masih menelaah Putusan Arbitrase LCIA No. 246358 dengan Gunvor Singapore Pte. Ltd.; (2) penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Mont D'Or Oil Tungkal Limited untuk pasokan gas dari WK Tungkal, Jambi; (3) pembatalan partisipasi pada Public Expose Live 2026 yang dijadwalkan 9 September 2026; (4) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI yang mengungkapkan isi putusan arbitrase parsial; dan (5) perubahan Ketua Komite Audit. Peristiwa yang paling material secara korporasi adalah keterlambatan pelaporan keuangan yang dipicu oleh putusan arbitrase yang memerintahkan PGAS membayar kompensasi kepada Gunvor, meskipun nilai kompensasi tidak diungkapkan. Penandatanganan PJBG merupakan aksi komersial strategis untuk memperkuat pasokan gas domestik, namun tanpa detail nilai kontrak. Perubahan Komite Audit bersifat administratif dan tidak berdampak pada operasional.

### Material changes

- Keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Konsolidasian per 30 Juni 2026 (reviu) melampaui batas waktu POJK 14/POJK.04/2022 (31 Agustus 2026).
- Putusan Arbitrase LCIA No. 246358 (parsial) menolak deklarasi Force Majeure PGN dan memerintahkan PGAS membayar kompensasi kepada Gunvor Singapore Pte. Ltd. atas klaim LNG kargo 4-8 tahun 2024 dan kargo 1-4 tahun 2025; nilai kompensasi tidak diungkapkan.
- Pembatalan partisipasi pada Public Expose Live 2026 yang dijadwalkan 9 September 2026.
- Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Mont D'Or Oil Tungkal Limited untuk pasokan gas dari WK Tungkal, Jambi, volume 5,45 BBTUD periode 2026-2034, ramp down hingga 2040.
- Perubahan Ketua Komite Audit dari Conny Lolyta Rumondor menjadi Tony S. B. Hoesodo, efektif 1 September 2026.

### Key financial figures

- **volume_pasokan_gas:** 5,45 (2026-2034, ramping down hingga 2040)

### Corporate actions

- Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Mont D'Or Oil Tungkal Limited (MontD'Or) untuk pasokan gas dari WK Tungkal, Jambi.
- Pembatalan partisipasi pada Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan BEI, dijadwalkan 9 September 2026.

### Expansion projects

- Integrasi pasokan gas dari WK Tungkal ke infrastruktur PGN yang ada di Pulau Sumatera.

### Management / control changes

- Perubahan Ketua Komite Audit dari Conny Lolyta Rumondor menjadi Tony S. B. Hoesodo (Tony Setia Boedi Hoesodo), efektif 1 September 2026, berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris Nomor Kep-13/D-KOM/2026.

### Listing / regulatory

- Keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Konsolidasian per 30 Juni 2026 (reviu) melampaui batas waktu POJK 14/POJK.04/2022 (31 Agustus 2026).
- Penyampaian Laporan Keuangan dilakukan berdasarkan Peraturan Bursa No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (S-11118/BEI.PP2/08-2026) dan tanggapan PGAS.
- Pembatalan partisipasi pada Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan BEI.
- Penyampaian perubahan susunan Komite Audit kepada OJK dan BEI sebagai pemenuhan POJK 55/POJK.04/2015.

### Analytical scenarios

- **Rencana penyampaian laporan keuangan** [explicit_fact, high]: PGAS secara eksplisit menyatakan akan menyampaikan Laporan Keuangan Kuartal II 2026 yang ditelaah secara terbatas oleh Akuntan Publik.
  - Basis: Perihal surat: 'Rencana Penyampaian Laporan Keuangan Kuartal II 2026 yang Ditelaah secara terbatas'
- **Keterlambatan laporan keuangan** [explicit_fact, high]: PGAS menyatakan akan menyampaikan laporan keuangan per 30 Juni 2026 (reviu) setelah proses reviu KAP selesai, dan diperkirakan melebihi batas waktu 31 Agustus 2026.
  - Basis: Surat No. 051700.S/KU.06.01/COS/2026
- **Penyebab keterlambatan** [explicit_fact, high]: Keterlambatan disebabkan oleh penelaahan menyeluruh atas Putusan Arbitrase No. 246358 dan dampaknya terhadap laporan keuangan.
  - Basis: Surat No. 051700.S/KU.06.01/COS/2026
- **Isi putusan arbitrase** [explicit_fact, high]: Putusan parsial menolak deklarasi Force Majeure PGN tanggal 3 November 2023 dan memerintahkan PGAS membayar kompensasi kepada Gunvor atas klaim LNG kargo 4-8 tahun 2024 dan kargo 1-4 tahun 2025.
  - Basis: Dokumen lampiran pada pengumuman 20260901213054-053000.S/KU.06.01/COS/2026_id-id
- **Sisa klaim belum diputus** [explicit_fact, high]: Sisa klaim Gunvor untuk sebagian kargo periode tahun 2025 dan kargo 2026, 2027 belum diputuskan dalam partial award; LCIA mencadangkan yurisdiksi.
  - Basis: Dokumen lampiran pada pengumuman 20260901213054-053000.S/KU.06.01/COS/2026_id-id
- **Eksekusi putusan** [explicit_fact, high]: Gunvor harus mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk implementasi putusan.
  - Basis: Dokumen lampiran pada pengumuman 20260901213054-053000.S/KU.06.01/COS/2026_id-id
- **Dampak operasional arbitrase** [explicit_fact, high]: PGAS menyatakan dampak operasional putusan arbitrase tidak ada.
  - Basis: Dokumen lampiran pada pengumuman 20260901213054-053000.S/KU.06.01/COS/2026_id-id
- **Perubahan Ketua Komite Audit** [explicit_fact, high]: Tony S. B. Hoesodo menggantikan Conny Lolyta Rumondor sebagai Ketua Komite Audit, efektif 1 September 2026.
  - Basis: Tabel 'Jenis Baru Lama' pada halaman 1 dan 3; Perihal surat dan isi paragraf pertama
- **Kontinuitas anggota Komite Audit** [explicit_fact, high]: Empat anggota Komite Audit lainnya (Widjono Hardjanto, Widya Perwitasari, Handono Ishardyatmo, Erwin Miftah) tidak berubah, tetap menjabat pada periode ke-1.
  - Basis: Tabel 'Jenis Baru Lama' pada halaman 1 dan 3
- **Estimasi durasi pasokan PJBG** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan periode pasokan 2026-2034 dan ramp down hingga 2040, durasi pasokan diperkirakan sekitar 14 tahun (2026-2040).
  - Basis: Volume pasokan 5,45 BBTUD untuk periode 2026-2034; Ramp down bertahap hingga 2040
  - Assumptions: Periode 2026-2034 dihitung sebagai 9 tahun penuh; Ramp down dari 2034 hingga 2040 dihitung sebagai 6 tahun
  - Caveats: Jadwal ramp down spesifik tidak dijelaskan dalam dokumen; Durasi sebenarnya dapat berbeda tergantung pada ketentuan kontrak
- **Jumlah kargo LNG yang menjadi objek klaim** [derived_calculation, high]: Jumlah kargo LNG yang menjadi objek klaim pada putusan parsial adalah 9 kargo (kargo 4-8 tahun 2024 = 5 kargo, dan kargo 1-4 tahun 2025 = 4 kargo).
  - Basis: Dokumen lampiran menyebutkan klaim atas LNG kargo 4-8 tahun 2024 dan LNG kargo 1-4 tahun 2025.
  - Assumptions: Setiap sebutan 'kargo 4-8' berarti 5 kargo, dan 'kargo 1-4' berarti 4 kargo.
  - Caveats: Jumlah kargo dihitung dari rentang yang disebutkan, bukan angka eksplisit.
- **Dampak arbitrase terhadap laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Putusan arbitrase berpotensi mempengaruhi laporan keuangan, namun belum ada angka atau estimasi yang diungkapkan.
  - Basis: Surat No. 051700.S/KU.06.01/COS/2026
  - Assumptions: Dampak arbitrase dapat bersifat material, tetapi belum dikonfirmasi.
  - Caveats: Tidak ada informasi kuantitatif dalam dokumen.
- **Materialitas dampak keuangan arbitrase** [analyst_hypothesis, low]: Nilai kompensasi yang harus dibayar PGN tidak diungkapkan dalam dokumen, sehingga materialitas dampak keuangan belum dapat dinilai. Namun, karena melibatkan 9 kargo LNG, potensi dampak finansial bisa signifikan.
  - Basis: Dokumen halaman 1-2, tidak ada angka nilai kompensasi
  - Assumptions: Nilai kompensasi sebanding dengan nilai 9 kargo LNG yang disengketakan
  - Caveats: Nilai kompensasi tidak diungkapkan; hanya asumsi berdasarkan jumlah kargo
- **Upaya hukum lanjutan** [analyst_hypothesis, low]: PGAS sedang menelaah upaya hukum lebih lanjut, yang dapat mencakup pembatalan putusan atau banding, namun belum ada kepastian langkah yang akan diambil.
  - Basis: Dokumen halaman 2, butir 3
  - Assumptions: Upaya hukum yang dimaksud adalah pembatalan atau perlawanan terhadap putusan arbitrase
  - Caveats: PGAS tidak merinci jenis upaya hukum yang sedang dipertimbangkan
- **Potensi dampak finansial PJBG** [analyst_hypothesis, low]: Perjanjian ini berpotensi meningkatkan pendapatan PGN dari penjualan gas, namun tanpa nilai kontrak atau harga gas, dampak finansial tidak dapat diestimasi secara kuantitatif.
  - Basis: Volume pasokan 5,45 BBTUD untuk periode 2026-2034; Pernyataan PGN tentang kepastian offtake gas
  - Assumptions: Volume pasokan yang signifikan dapat memberikan kontribusi pendapatan; Harga gas diasumsikan mengikuti mekanisme pasar atau regulasi
  - Caveats: Nilai kontrak dan harga gas tidak diungkapkan; Dampak finansial dapat dipengaruhi oleh biaya produksi, transportasi, dan faktor lainnya
- **Risiko kepatuhan** [analyst_hypothesis, low]: Keterlambatan penyampaian laporan keuangan dapat memicu sanksi atau pengawasan tambahan dari BEI/OJK, namun tidak ada indikasi sanksi dalam dokumen.
  - Basis: Perkiraan emiten bahwa laporan keuangan tidak dapat disampaikan sesuai tata waktu
  - Assumptions: Peraturan BEI/OJK mengharuskan penyampaian laporan keuangan tepat waktu
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai sanksi
- **Alasan perubahan Komite Audit** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan ketua komite audit mungkin terkait dengan rotasi atau penunjukan baru, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam dokumen
  - Assumptions: Perubahan tersebut merupakan keputusan internal perusahaan
  - Caveats: Alasan tidak disebutkan secara eksplisit

### Risks / uncertainties

- Nilai kompensasi yang harus dibayar PGN tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Sisa klaim untuk kargo 2025 (sebagian), 2026, dan 2027 masih berpotensi diproses lebih lanjut oleh Gunvor.
- Proses eksekusi putusan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dapat menimbulkan kewajiban finansial tambahan.
- Dampak keuangan final belum dihitung dan akan direviu KAP, sehingga belum ada kepastian besaran.
- PGAS belum mengumumkan langkah hukum spesifik yang akan diambil.
- Keterlambatan penyampaian laporan keuangan dapat menimbulkan sanksi atau pertanyaan dari regulator.
- Nilai kontrak, harga gas, dan syarat-syarat komersial PJBG tidak diungkapkan.
- Jadwal ramp down spesifik PJBG tidak dijelaskan.
- Klaim emiten bahwa dampak PJBG 'tidak ada' mungkin tidak konsisten dengan sifat material yang dilaporkan.

### Items to monitor

- Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian per 30 Juni 2026 (reviu) dan dampak kuantitatif Putusan Arbitrase No. 246358.
- Nilai kompensasi yang harus dibayar PGAS kepada Gunvor Singapore Pte. Ltd.
- Perkembangan sisa klaim Gunvor untuk kargo 2025 (sebagian), 2026, dan 2027.
- Langkah hukum lanjutan yang akan diambil PGAS (pembatalan/banding) dan hasilnya.
- Proses eksekusi putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
- Jadwal dan pelaksanaan Public Expose Tahunan mandiri setelah laporan keuangan interim diterbitkan.
- Detail komersial PJBG dengan Mont D'Or Oil Tungkal Limited (nilai kontrak, harga gas, jadwal ramp down).
- Potensi sanksi dari BEI/OJK terkait keterlambatan penyampaian laporan keuangan.
- Perkembangan susunan Komite Audit dan kepatuhan terhadap POJK 55/POJK.04/2015.

---

## VKTR

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-02

**Announcements:** 1

### Overview

Pada 28 Agustus 2026, VKTR menandatangani indicative non-binding term sheet dengan PT Danantara Investment Management (DIM) sebagai investor dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebagai penanggung. Term sheet bersifat non-binding dan merupakan tahap awal penjajakan pendanaan hingga Rp2 triliun untuk mendukung ekspansi bisnis mobility-as-a-service (MaaS). Pendanaan akan memiliki hak opsi konversi dengan ketentuan definitif di kemudian hari. Dana direncanakan untuk pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik serta tujuan lain yang disepakati. Emiten menyatakan tidak ada dampak negatif material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha, dan berpotensi positif terhadap pertumbuhan pendapatan. Setelah dokumen definitif ditandatangani, VKTR akan mematuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020. Laporan disampaikan oleh Direktur/Corporate Secretary Indah Permatasari Saugi pada 1 September 2026.

### Material changes

- Pada 28 Agustus 2026, VKTR menandatangani indicative non-binding term sheet dengan PT Danantara Investment Management (DIM) sebagai investor dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebagai penanggung.
- Term sheet bersifat non-binding dan hanya mencerminkan pembahasan awal para pihak, tunduk pada penandatanganan dokumen definitif.
- Rencana pendanaan indikatif maksimal Rp2.000.000.000.000 (dua triliun Rupiah) untuk mendukung pengembangan dan ekspansi bisnis mobility-as-a-service (MaaS).
- Rencana pendanaan akan memiliki hak opsi konversi, dengan ketentuan ditentukan kemudian dalam dokumentasi definitif.
- Dana direncanakan digunakan untuk pembiayaan pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik serta tujuan lain yang disepakati para pihak.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak negatif material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Penandatanganan term sheet diharapkan menjadi langkah strategis yang berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan VKTR dan entitas anak.
- Setelah dokumen definitif ditandatangani, VKTR akan mematuhi POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material.
- Term sheet ditandatangani oleh VKTR sebagai pihak yang direncanakan menerima pendanaan.
- DIM dan/atau afiliasinya bertindak sebagai investor, BNBR sebagai penanggung.
- Laporan disampaikan oleh Indah Permatasari Saugi, Director/Corporate Secretary, pada 1 September 2026 pukul 22:48.
- Tidak ada informasi lain yang disampaikan dalam laporan ini.

### Key financial figures

- **Jumlah pokok indikatif pendanaan:** 2.000.000.000.000 (28 Agustus 2026 (tanggal kejadian, indikasi awal dalam term sheet))

### Corporate actions

- Penandatanganan indicative non-binding term sheet untuk pendanaan hingga Rp2 triliun dengan opsi konversi

### Expansion projects

- Pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik - pembiayaan dari rencana pendanaan
- Pengembangan dan ekspansi bisnis mobility-as-a-service (MaaS)

### Capital structure

- Opsi konversi pada rencana pendanaan - berpotensi mengubah struktur modal jika dikonversi menjadi saham
- Jumlah saham baru, rasio konversi, agio, dilusi, free float tidak diungkapkan dalam dokumen

### Listing / regulatory

- Kepatuhan terhadap POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
- Kepatuhan terhadap POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha

### Analytical scenarios

- **Penandatanganan term sheet** [explicit_fact, high]: VKTR menandatangani indicative non-binding term sheet dengan DIM dan BNBR pada 28 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'Pada tanggal 28 Agustus 2026, Perseroan selaku pihak yang direncanakan menerima pendanaan telah menandatangani suatu indicative non-binding term sheet'
- **Nilai pendanaan** [explicit_fact, high]: Jumlah pokok indikatif pendanaan maksimal Rp2 triliun.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'jumlah pokok indikatif sebanyak-banyaknya Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun Rupiah)'
- **Sifat non-binding** [explicit_fact, high]: Term sheet bersifat non-binding dan hanya pembahasan awal, tunduk pada dokumen definitif.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'Term Sheet ini masih bersifat non-binding yang hanya mencerminkan pembahasan awal para pihak'
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak negatif material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'tidak berdampak negatif material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan/atau kelangsungan usaha'
- **Materialitas transaksi** [derived_calculation, medium]: Nilai pendanaan Rp2 triliun berpotensi melebihi ambang materialitas berdasarkan POJK 17/2020, namun perhitungan materialitas tidak dapat dilakukan tanpa data aset atau ekuitas VKTR.
  - Basis: Nilai pendanaan Rp2 triliun dari dokumen
  - Assumptions: Ambang materialitas POJK 17/2020 umumnya 20% dari ekuitas, tetapi data ekuitas tidak tersedia dalam dokumen ini.
  - Caveats: Perhitungan tidak dapat diverifikasi tanpa laporan keuangan.
- **Potensi dilusi** [analyst_hypothesis, low]: Jika opsi konversi dieksekusi, struktur modal VKTR dapat berubah dan berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham existing, namun detail konversi belum ditentukan.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'Rencana Pendanaan akan memiliki hak opsi konversi'
  - Assumptions: Konversi akan dilakukan dalam bentuk saham baru atau instrumen konversi.
  - Caveats: Ketentuan konversi belum diungkapkan; bisa juga berupa obligasi konversi atau instrumen lain.
- **Transaksi afiliasi** [analyst_hypothesis, low]: Karena BNBR adalah penanggung dan DIM adalah investor, transaksi ini berpotensi tergolong transaksi afiliasi atau benturan kepentingan, namun status afiliasi tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'akan mengikuti dan mematuhi ketentuan transaksi afiliasi dan/atau benturan kepentingan'
  - Assumptions: BNBR atau DIM mungkin memiliki hubungan afiliasi dengan VKTR.
  - Caveats: Dokumen tidak menyatakan hubungan afiliasi secara eksplisit.
- **Dampak pendanaan terhadap pertumbuhan** [analyst_hypothesis, low]: Pendanaan Rp2 triliun dapat mendukung ekspansi MaaS dan berpotensi meningkatkan pendapatan, namun dampak aktual belum dapat diukur.
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan'
  - Assumptions: Dana akan digunakan secara efektif untuk pengadaan bus/truk listrik.
  - Caveats: Belum ada proyeksi keuangan atau jaminan penggunaan dana.

### Risks / uncertainties

- Term sheet bersifat non-binding, sehingga pendanaan tidak pasti terealisasi
- Ketentuan konversi belum ditentukan, dapat mempengaruhi struktur modal
- Kepatuhan terhadap POJK 42/2020 dan 17/2020 baru akan dipenuhi setelah dokumen definitif
- Penggunaan dana untuk tujuan lain belum spesifik
- Potensi transaksi afiliasi atau benturan kepentingan belum diklarifikasi

### Items to monitor

- Potensi perubahan struktur modal jika opsi konversi dieksekusi
- Potensi transaksi afiliasi atau benturan kepentingan
- Potensi dampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan dari ekspansi MaaS

---

## WSKT

**Window:** 2026-08-31 → 2026-09-02

**Announcements:** 1

### Overview

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengumumkan perubahan Corporate Secretary yang efektif per 1 September 2026. Steven Subiantoro menggantikan Shastia Hadiarti yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Perusahaan. Perubahan ini didasarkan pada Keputusan Direksi Nomor 176/SK/WK/PEN/2026 tanggal 28 Agustus 2026 dan dilaporkan kepada OJK untuk memenuhi POJK No. 35/POJK.04/2014. Tidak ada perubahan pada alamat, telepon, faksimili, atau email perusahaan. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal atas perubahan manajemen, tanpa indikasi aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary efektif 1 September 2026.
- Steven Subiantoro ditunjuk sebagai Corporate Secretary yang baru.
- Shastia Hadiarti diberhentikan dari jabatan Plt. Sekretaris Perusahaan.
- Dasar penunjukan: Keputusan Direksi Nomor 176/SK/WK/PEN/2026 tanggal 28 Agustus 2026.
- Laporan disampaikan kepada OJK pada 1 September 2026 untuk memenuhi POJK No. 35/POJK.04/2014.
- Alamat, telepon, faksimili, HP, dan email perusahaan tidak berubah.
- Pengumuman ditandatangani oleh Shastia Hadiarti selaku Plt. Sekretaris Perusahaan.

### Management / control changes

- Corporate Secretary berubah dari Shastia Hadiarti (Plt.) menjadi Steven Subiantoro, efektif 1 September 2026.

### Listing / regulatory

- Pemenuhan ketentuan POJK Nomor 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan perubahan Corporate Secretary efektif 1 September 2026, dengan Steven Subiantoro menggantikan Shastia Hadiarti.
  - Basis: Tabel 'Jenis Baru Lama' pada halaman 1 dan 2 dokumen utama.; Laporan pergantian sekretaris perusahaan kepada OJK.
- **Kontinuitas kontak** [explicit_fact, high]: Alamat, telepon, faksimili, HP, dan email tidak berubah antara sebelum dan sesudah perubahan.
  - Basis: Perbandingan kolom 'Baru' dan 'Lama' pada tabel dokumen utama.
- **Dasar regulasi** [explicit_fact, high]: Laporan pergantian disampaikan untuk memenuhi POJK Nomor 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
  - Basis: Perihal surat laporan kepada OJK.
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan alasan perubahan Corporate Secretary; kemungkinan rotasi internal atau pengangkatan definitif, tetapi tidak ada informasi yang mengonfirmasi.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam dokumen.
  - Assumptions: Perubahan mungkin bagian dari manajemen internal.
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi dari sumber lain.

### Risks / uncertainties

- Alasan pemberhentian Shastia Hadiarti tidak dijelaskan.
- Kualifikasi atau latar belakang Steven Subiantoro tidak dijelaskan.
- Status efektif penunjukan (apakah sudah disetujui OJK atau berlaku sejak tanggal surat) tidak dijelaskan.
