# Digest emiten IDX · 2–5 September 2026

**Covered:** 2026-09-02 → 2026-09-05
**Saved windows:** 1 (2026-09-02 → 2026-09-05)
**Companies:** 97

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## ABMM

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, PT ABM Investama Tbk (ABMM) mengumumkan dua aksi korporasi utama: (1) pencatatan perdana saham (IPO) di Papan Utama Bursa Efek Indonesia pada 3 September 2026, dengan total 100.000.000 saham, harga penawaran Rp2.870 per saham, dan free float 90%; (2) pencatatan saham bonus sebanyak 1.000.000 saham dengan nilai nominal Rp3.000 per saham, efektif 4 September 2026, yang meningkatkan jumlah saham tercatat menjadi 101.000.000. Aksi ini menandai akses ABMM ke pasar modal dan perubahan struktur modal yang signifikan, meskipun terdapat ketidakjelasan terkait kode ISIN, lampiran perpindahan papan, dan istilah 'Konversi' yang tidak dirinci.

### Material changes

- Pencatatan perdana saham di Papan Utama BEI pada 3 September 2026
- Penerbitan saham bonus 1.000.000 saham pada 4 September 2026
- Peningkatan jumlah saham tercatat dari 100.000.000 menjadi 101.000.000

### Key financial figures

- **harga_penawaran:** 2870 (2026-09-03)
- **nilai_nominal:** 10 (2026-09-03)
- **jumlah_saham_tercatat:** 100000000 (2026-09-03)
- **saham_pendiri:** 10000000 (2026-09-03)
- **penawaran_umum:** 90000000 (2026-09-03)
- **free_float:** 90000000 (2026-09-03)
- **jumlah_saham_bonus:** 1000000 (2026-09-04)
- **nilai_nominal_saham_bonus:** 3000 (2026-09-04)
- **jumlah_saham_tercatat_setelah_bonus:** 101000000 (2026-09-04)

### Corporate actions

- Initial Public Offering (IPO) - pencatatan perdana saham di Papan Utama
- Pencatatan saham bonus sebanyak 1.000.000 saham

### Capital structure

- Jumlah saham tercatat awal: 100.000.000 lembar
- Saham pendiri: 10.000.000 lembar (10%)
- Penawaran umum: 90.000.000 lembar (90%)
- Free float: 90.000.000 lembar (90%)
- Penerbitan saham bonus 1.000.000 lembar, meningkatkan jumlah saham tercatat menjadi 101.000.000

### Listing / regulatory

- Persetujuan pencatatan efek oleh Bursa Efek Indonesia
- Pencatatan perdana di Papan Utama
- Pencatatan saham bonus di Bursa Efek Indonesia

### Analytical scenarios

- **Persetujuan pencatatan perdana** [explicit_fact, high]: BEI menyetujui pencatatan perdana saham ABMM di Papan Utama dengan total 100.000.000 saham, harga penawaran Rp2.870 per saham, dan free float 90%.
  - Basis: Pengumuman 20260905133207-TEST/B004/ABMM/20260905_id-id
- **Pencatatan saham bonus** [explicit_fact, high]: BEI mencatatkan saham bonus ABMM sebanyak 1.000.000 saham dengan nilai nominal Rp3.000 per saham, efektif 4 September 2026, meningkatkan jumlah saham tercatat dari 100.000.000 menjadi 101.000.000.
  - Basis: Pengumuman 20260905133633-TEST/B003/ABMM/20260905_id-id
- **Persentase free float** [derived_calculation, high]: Free float 90.000.000 lembar dibagi total saham tercatat 100.000.000 lembar = 90%.
  - Basis: free_float=90000000; total_saham=100000000
  - Assumptions: Total saham tercatat sama dengan jumlah saham yang beredar
- **Nilai penawaran umum** [derived_calculation, high]: Nilai penawaran umum = 90.000.000 lembar x Rp2.870 = Rp258.300.000.000 (Rp258,3 miliar).
  - Basis: penawaran_umum=90000000; harga_penawaran=2870
  - Assumptions: Semua saham yang ditawarkan terjual pada harga penawaran
- **Nilai nominal total saham tercatat** [derived_calculation, high]: Total nilai nominal = 100.000.000 lembar x Rp10 = Rp1.000.000.000 (Rp1 miliar).
  - Basis: total_saham=100000000; nilai_nominal=10
- **Rasio saham bonus** [derived_calculation, medium]: Rasio saham bonus adalah 1 saham baru untuk setiap 100 saham lama (1.000.000 / 100.000.000 = 1%).
  - Basis: Jumlah saham bonus 1.000.000; Jumlah saham tercatat sebelumnya 100.000.000
  - Assumptions: Saham bonus diberikan kepada pemegang saham yang tercatat pada tanggal pencatatan.
  - Caveats: Rasio tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen.
- **Kode ISIN placeholder** [analyst_hypothesis, medium]: Kode ISIN 'ISIN000000' tampak sebagai placeholder, bukan kode ISIN resmi. Ini mungkin kesalahan administratif atau data sementara yang belum diperbarui.
  - Basis: ISIN_code=ISIN000000
  - Assumptions: Kode ISIN resmi biasanya terdiri dari 12 karakter alfanumerik, bukan 'ISIN000000'
  - Caveats: Kemungkinan kode ISIN memang demikian, tetapi tidak umum
- **Lampiran perpindahan papan** [analyst_hypothesis, low]: Lampiran berjudul 'Pengumuman-Perpindahan-Papan-Revisi-26-Mei-2026' mungkin berisi informasi tentang perpindahan papan pencatatan, tetapi isinya tidak tersedia. Ini bisa relevan untuk memahami riwayat pencatatan ABMM.
  - Basis: lampiran=Pengumuman-Perpindahan-Papan-Revisi-26-Mei-2026 - Copy.pdf
  - Assumptions: Lampiran tersebut berkaitan dengan perpindahan papan pencatatan
  - Caveats: Isi lampiran tidak dianalisis karena tidak disertakan
- **Konversi yang disebutkan** [analyst_hypothesis, low]: Perihal pengumuman menyebut 'Konversi', tetapi tidak ada rincian. Kemungkinan terkait instrumen lain seperti obligasi atau waran, namun tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Perihal: 'Pencatatan Saham Tambahan dan Konversi'
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Kode ISIN 'ISIN000000' tidak valid sebagai ISIN standar, berpotensi kesalahan data.
- Lampiran tentang perpindahan papan tidak tersedia, sehingga informasi tambahan tidak dapat diverifikasi.
- Dokumen menggunakan nomor referensi 'TEST/B004/ABMM/20260905' yang mengindikasikan ini mungkin dokumen uji, bukan pengumuman resmi final.
- Tidak ada rincian mengenai konversi yang disebutkan dalam perihal pengumuman.
- Tidak ada informasi mengenai dampak saham bonus terhadap harga saham atau struktur modal lainnya.

### Items to monitor

- Penggunaan dana IPO (tidak diungkapkan)
- Rincian konversi yang disebutkan dalam pengumuman saham bonus
- Kode ISIN resmi ABMM
- Isi lampiran perpindahan papan pencatatan
- Laporan keuangan atau proyeksi keuangan ABMM

---

## ADCP

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) melaporkan bahwa Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menolak permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Burda Contraco terhadap Perseroan. Putusan dijatuhkan pada 28 Agustus 2026, dan informasi diperoleh melalui SIPP/e-Court karena ADCP belum menerima salinan resmi. Emiten menyatakan tidak ada dampak signifikan terhadap kinerja keuangan, operasional, hukum, atau kelangsungan usaha, serta tidak terjadi default atas obligasi, sukuk, atau fasilitas kredit. Laporan ini merupakan pengumuman lanjutan atas perkembangan perkara PKPU.

### Material changes

- Permohonan PKPU diajukan oleh PT Burda Contraco terhadap ADCP, terdaftar dengan Register Perkara Nomor 237/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jak.Pst di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
- Pemohon PKPU mendalilkan bahwa ADCP memiliki utang yang belum diselesaikan terkait Pekerjaan Jembatan Akses Tahap 2 dan Pekerjaan Jasa Pelaksana Rumah di Proyek Adhi City Sentul.
- Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menjatuhkan amar putusan pada 28 Agustus 2026 yang menolak permohonan PKPU dari Pemohon.
- Pemohon PKPU dihukum membayar biaya perkara sejumlah Rp2.312.000.
- ADCP belum menerima salinan resmi putusan dari Pengadilan Niaga; informasi diperoleh melalui SIPP/e-Court.
- Perseroan menyatakan tidak terdapat dampak signifikan terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan operasional akibat putusan penolakan PKPU.
- Perseroan menyatakan tidak terjadi kondisi default atas perjanjian pembiayaan seperti Obligasi, Sukuk, maupun fasilitas kredit lainnya.
- Surat panggilan sidang (Relaas) Nomor 4928/PAN.03/W10.U1/HK2.5/8/2028 tertanggal 3 Agustus 2026 diterima ADCP pada 6 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **Biaya perkara yang dibebankan kepada pemohon PKPU:** 2.312.000 (2026-08-28)

### Listing / regulatory

- Permohonan PKPU ditolak oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 28 Agustus 2026.
- Laporan disampaikan dalam rangka memenuhi POJK 45/2024 dan POJK 31/2015.

### Analytical scenarios

- **Putusan PKPU** [explicit_fact, high]: Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak permohonan PKPU yang diajukan PT Burda Contraco terhadap ADCP.
  - Basis: Amar putusan pada 28 Agustus 2026 yang dipublikasikan melalui SIPP
- **Klaim utang** [explicit_fact, high]: Pemohon PKPU mendalilkan ADCP memiliki utang yang belum diselesaikan terkait pekerjaan di Proyek Adhi City Sentul.
  - Basis: Uraian informasi pada bagian 2.A
- **Dampak operasional** [explicit_fact, high]: ADCP menyatakan tidak ada dampak signifikan terhadap kinerja keuangan dan operasional, serta tidak terjadi default.
  - Basis: Pernyataan pada bagian 3
  - Caveats: Klaim emiten, belum diverifikasi secara independen
- **Kepastian hukum** [analyst_hypothesis, low]: Putusan penolakan PKPU dapat memberikan kepastian hukum sementara bagi ADCP, namun karena belum ada salinan resmi, masih ada potensi upaya hukum lanjutan dari pemohon.
  - Basis: Belum menerima salinan resmi putusan
  - Assumptions: Pemohon dapat mengajukan upaya hukum jika tersedia
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai upaya hukum lanjutan dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- ADCP belum menerima salinan resmi putusan PKPU, sehingga informasi masih berdasarkan e-Court/SIPP.
- Terdapat potensi upaya hukum lanjutan dari pemohon PKPU meskipun tidak disebutkan dalam dokumen.
- Klaim tidak adanya default dan dampak signifikan merupakan pernyataan manajemen yang belum diverifikasi.
- Nilai utang yang diklaim oleh pemohon tidak disebutkan dalam dokumen.
- Status upaya hukum lanjutan setelah putusan tidak diinformasikan.
- Detail pekerjaan dan kontrak terkait klaim tidak dijelaskan.

### Items to monitor

- Hasil putusan PKPU dapat mempengaruhi persepsi risiko kredit dan litigasi ADCP.
- Pernyataan tidak adanya default dan dampak signifikan perlu dipantau terhadap perkembangan selanjutnya.
- Potensi upaya hukum lanjutan dari pemohon PKPU dapat menjadi katalis negatif.

---

## ADRO

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

ADRO menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan media inilah.com tanggal 31 Agustus 2026 tentang penggeledahan oleh KPK. Perseroan menyatakan tidak bertanggung jawab atas pemberitaan sepihak, dan menegaskan tidak ada dampak operasional/keuangan, tidak ada risiko, serta tidak ada fakta material yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan harga saham. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau transaksi aset dalam pengumuman ini.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan melalui surat S-11210/BEI.PP1/09-2026 tanggal 01 September 2026 perihal pemberitaan media massa.
- Pemberitaan media inilah.com tanggal 31 Agustus 2026 berjudul 'Usai Periksa Eks Petinggi Adaro, KPK Geledah 8 Rumah dan Kantor di Kalsel'.
- ADRO menyatakan tidak bertanggung jawab atas pemberitaan yang dibuat sepihak tanpa konfirmasi atau verifikasi resmi kepada perseroan.
- ADRO menyatakan tidak terdapat dampak operasional maupun keuangan terhadap perseroan sehubungan dengan pemberitaan tersebut.
- ADRO menyatakan tidak terdapat risiko operasional maupun keuangan terhadap perseroan sehubungan dengan pemberitaan tersebut.
- ADRO menyatakan tidak ada fakta/informasi material/kejadian penting yang dapat berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup perseroan dan harga saham.
- Surat tanggapan bernomor ALAM/077/IX-26/corsec, ditandatangani oleh Corporate Secretary Maharani Cindy Opssedha.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI terkait pemberitaan media massa.

### Analytical scenarios

- **Klaim tidak ada dampak** [explicit_fact, high]: ADRO secara eksplisit menyatakan tidak ada dampak operasional maupun keuangan atas pemberitaan tersebut.
  - Basis: Pernyataan langsung pada bagian 1a: 'tidak terdapat dampak operasional maupun keuangan terhadap Perseroan'.
- **Klaim tidak ada risiko** [explicit_fact, high]: ADRO menyatakan tidak ada risiko operasional maupun keuangan terkait pemberitaan.
  - Basis: Pernyataan langsung pada bagian 1b: 'tidak terdapat risiko operasional maupun keuangan terhadap Perseroan'.
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: ADRO menyatakan tidak ada fakta material atau kejadian penting yang mempengaruhi going concern dan harga saham.
  - Basis: Pernyataan langsung pada bagian 2: 'tidak ada fakta/informasi material/kejadian penting'.
- **Potensi risiko reputasi** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun ADRO mengklaim tidak ada dampak, pemberitaan tentang penggeledahan KPK dapat menimbulkan risiko reputasi atau sentimen pasar yang belum tercermin dalam pernyataan resmi.
  - Basis: Pemberitaan media tentang penggeledahan oleh KPK.
  - Assumptions: Pemberitaan tersebut dapat mempengaruhi persepsi investor.
  - Caveats: Tidak ada bukti dampak nyata; hanya potensi.
- **Klarifikasi terbatas** [analyst_hypothesis, medium]: ADRO tidak membantah atau mengkonfirmasi substansi pemberitaan, hanya menyatakan tidak bertanggung jawab atas pemberitaan sepihak. Ini bisa berarti perseroan belum memiliki informasi cukup atau memilih tidak berkomentar.
  - Basis: Pernyataan 'tidak bertanggung jawab atas pemberitaan-pemberitaan yang dibuat secara sepihak'.
  - Assumptions: Tidak ada konfirmasi resmi dari ADRO mengenai kebenaran berita.
  - Caveats: Interpretasi dari pernyataan yang ada.

### Risks / uncertainties

- Pemberitaan media tentang penggeledahan KPK dapat menimbulkan ketidakpastian hukum atau reputasi meskipun ADRO menyatakan tidak ada dampak.
- Pernyataan ADRO tidak memberikan detail mengenai substansi pemberitaan, sehingga kebenaran berita tidak terverifikasi.

### Items to monitor

- Pernyataan ADRO bahwa tidak ada dampak material dapat mempengaruhi sentimen pasar, namun tidak ada indikasi arah harga.
- Pemberitaan tentang penggeledahan KPK dapat menimbulkan kekhawatiran investor meskipun ADRO membantah dampaknya.

---

## AGAR

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) menyampaikan koreksi atas pengumuman penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG tahun 2025. Koreksi ini bersifat administratif (perubahan nomor surat dari 015/ASM/IV/2026 menjadi 011/ASM/IX/2026) dan tidak mengubah substansi laporan. Laporan Tahunan 2025 menunjukkan penurunan kinerja signifikan: penjualan bersih turun 30,3% menjadi Rp234,57 miliar, laba bersih turun 38,9% menjadi Rp2,04 miliar, dan volume ekspor turun 34,5% menjadi 14.080 ton. Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, stock split, atau merger. Perusahaan mendirikan dua entitas anak di Kenya pada 2025 namun setoran modal belum dilakukan. Rencana ekspansi mencakup hilirisasi produk SRC dan penambahan lima negara tujuan ekspor baru.

### Material changes

- AGAR menyampaikan koreksi atas surat nomor 015/ASM/IV/2026 tanggal 30 April 2026, dengan nomor surat baru 011/ASM/IX/2026, perihal penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG tahun 2025.
- Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG tahun 2025 disampaikan untuk periode 1 Januari 2025 sampai 31 Desember 2025, dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
- Perseroan tidak akan/telah melakukan panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) untuk laporan ini.
- Perseroan tidak tercatat di bursa lain.
- Penjualan bersih 2025 sebesar Rp234.569.706.036, turun 30,3% dari Rp336.667.143.228 pada 2024.
- Volume produksi/ekspor 2025 sebesar 14.080 ton, turun 34,5% dari 21.504 ton pada 2024.
- Laba bersih 2025 sebesar Rp2.036.260.665, turun 38,9% dari Rp3.333.563.411 pada 2024.
- Total aset per 31 Desember 2025 sebesar Rp205.243.078.526, turun 3% dari Rp211.705.322.413 pada 2024.
- Total liabilitas per 31 Desember 2025 sebesar Rp93.227.780.951, turun 8,1% dari Rp101.474.188.187 pada 2024.
- Total ekuitas per 31 Desember 2025 sebesar Rp112.015.297.575, naik 1,62% dari Rp110.231.134.226 pada 2024.
- Pada 2025, AGAR mendirikan dua entitas anak di Kenya: Indadi Foods Co., Ltd. (100%, KES 1.000.000) dan Seaweed Food Kenya Ltd. (100%, KES 1.000.000), namun setoran modal belum dilakukan.
- Rencana hilirisasi: produksi Semi Refined Carrageenan (SRC) untuk meningkatkan nilai tambah.
- Rencana ekspansi pasar ke Asia Selatan dan Afrika Utara, target penambahan lima negara tujuan ekspor baru.
- Target 2026: pertumbuhan penjualan 15-20% dan peningkatan laba bersih sekitar 25%.
- Tidak ada perubahan pengurus atau organisasi selama tahun pelaporan 2025.
- Komposisi pemegang saham: PT Indo Kreasi Pratama 45%, PT Sinar Terang Asia Raya 30%, masyarakat 25%.
- Laporan keuangan 2025 diaudit oleh KAP Supoyo, Sutjahjo, Subyantara dan Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian.
- Total emisi GRK Scope 1 adalah 9,03 tCO2e, Scope 2 adalah 133.021 tCO2e, dan Scope 3 adalah 2.899,19 tCO2e.
- Perusahaan memiliki komitmen net zero emission dengan target tahun 2062 (dipublikasikan), namun deskripsi menyebutkan target 2061.
- Perusahaan tidak memiliki kebijakan perlakuan adil terhadap pemegang saham dan tidak memiliki kebijakan pencegahan konflik kepentingan untuk direksi/komisaris.
- Perusahaan tidak melakukan assurance atau validasi pihak ketiga atas laporan keberlanjutan.

### Key financial figures

- **Penjualan bersih:** 234.569.706.036 (2025)
- **Penjualan bersih:** 336.667.143.228 (2024)
- **Laba kotor:** 21.357.444.087 (2025)
- **Laba kotor:** 30.810.950.110 (2024)
- **Laba bersih:** 2.036.260.665 (2025)
- **Laba bersih:** 3.333.563.411 (2024)
- **Total aset:** 205.243.078.526 (2025)
- **Total aset:** 211.705.322.413 (2024)
- **Total liabilitas:** 93.227.780.951 (2025)
- **Total liabilitas:** 101.474.188.187 (2024)
- **Total ekuitas:** 112.015.297.575 (2025)
- **Total ekuitas:** 110.231.134.226 (2024)
- **Volume produksi/ekspor:** 14080 (2025)
- **Volume produksi/ekspor:** 21504 (2024)
- **Kas dan setara kas:** 9.947.555.043 (2025)
- **Kas dan setara kas:** 13.932.129.780 (2024)
- **Arus kas operasi:** 13.428.455.339 (2025)
- **Arus kas operasi:** -6.569.268.825 (2024)
- **Arus kas investasi:** -346.751.590 (2025)
- **Arus kas investasi:** -6.871.062.376 (2024)
- **Arus kas pendanaan:** -17.066.278.486 (2025)
- **Arus kas pendanaan:** 18.689.305.820 (2024)
- **Laba per saham:** 1,78 (2025)
- **Laba per saham:** 3,27 (2024)
- **Persediaan:** 83.897.636.850 (2025)
- **Persediaan:** 33.575.367.360 (2024)
- **Piutang usaha:** 32.387.645.138 (2025)
- **Piutang usaha:** 80.155.506.365 (2024)
- **Utang bank:** 15.177.125.979 (2025)
- **Utang bank:** 18.881.320.951 (2024)
- **Utang pembiayaan:** 43.882.336.638 (2025)
- **Utang pembiayaan:** 65.041.259.598 (2024)
- **Total Emisi Langsung (Scope 1):** 9.03 (2025)
- **Total Emisi Tidak Langsung (Scope 2):** 133021 (2025)
- **Total Emisi Tidak Langsung (Scope 3):** 2899.19 (2025)
- **Total Emisi GRK (Scope 1 and 2):** 2899.19 (2025)
- **Total Emisi GRK (Scope 1, 2 and 3):** 135929.22 (2025)
- **Total konsumsi energi:** 20616 (2025)
- **Total konsumsi air:** 13.55 (2025)
- **Target pengurangan emisi GRK:** 40778.76 (2046)
- **Jumlah pegawai laki-laki:** 10 (2025)
- **Jumlah pegawai perempuan:** 7 (2025)
- **Rata-rata jam pelatihan per pegawai:** 4 (2025)
- **Jumlah pegawai yang ikut pelatihan:** 2 (2025)
- **Persentase pegawai yang ikut pelatihan:** 15 (2025)
- **Jumlah kecelakaan kerja:** 0 (2025)
- **Jumlah pelanggaran HAM:** 0 (2025)
- **Jumlah rapat dewan:** 25 (2025)
- **Persentase kehadiran direksi dalam rapat dewan:** 100 (2025)
- **Persentase kehadiran komisaris dalam rapat dewan:** 100 (2025)

### Corporate actions

- Pendirian dua entitas anak di Kenya (Indadi Foods Co., Ltd. dan Seaweed Food Kenya Ltd.) pada 2025, namun setoran modal belum dilakukan.
- Rencana hilirisasi dengan produksi Semi Refined Carrageenan (SRC) oleh entitas anak PT Giwang Citra Laut.
- Rencana diversifikasi produk turunan rumput laut untuk industri pangan, kosmetik, dan farmasi.
- Rencana ekspansi pasar ke Asia Selatan dan Afrika Utara.
- RUPSLB 2024 menyetujui penjaminan aset lebih dari 50% kekayaan bersih untuk fasilitas pinjaman.
- RUPSLB 2024 menyetujui penambahan bidang usaha KBLI 46329 dan 46339.

### Expansion projects

- Rencana pendirian pabrik untuk menghasilkan barang jadi dari rumput laut (bahan makanan, obat-obatan, pupuk, hidrokoloid).
- Rencana pengembangan produk turunan rumput laut (ekstrak untuk pangan, kosmetik, farmasi).
- Rencana ekspansi pasar ke Asia Selatan dan Afrika Utara.
- Rencana upgrade teknologi untuk memantau hasil panen dan mengumpulkan big data industri rumput laut.
- Rencana kemitraan dengan koperasi pesisir di Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku.
- Pembiayaan aset gudang di Maros seluas 17.000 m2 melalui fasilitas Kredit Investasi Ekspor LPEI sebesar Rp11 miliar.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang dilaporkan selama tahun pelaporan 2025.
- Susunan pengurus per 2025: Komisaris Utama Francis Dayne Haryono, Komisaris Independen Thelly Rope, Direktur Utama Indra Widyadharma, Direktur Agnes Kristina.
- Perubahan pengurus terakhir berdasarkan Akta No.21 tanggal 28 Juni 2024; Bayu Aji digantikan Francis D Haryono sebagai Komisaris Utama.

### Capital structure

- Modal dasar: 3.000.000.000 lembar saham, ditempatkan dan disetor penuh 1.000.000.000 lembar (25%).
- Jumlah saham beredar: 1.000.000.000 lembar; tidak ada perubahan selama 2024-2025.
- Komposisi pemegang saham: PT Indo Kreasi Pratama 45%, PT Sinar Terang Asia Raya 30%, Masyarakat 25%.
- Tambahan modal disetor per 31 Desember 2025 sebesar Rp3,01 miliar.
- Struktur modal 2025: liabilitas jangka pendek 41%, liabilitas jangka panjang 5%, ekuitas 54%.

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan tahunan dan keberlanjutan kepada BEI dan OJK untuk tahun 2025.
- Laporan keuangan 2025 diaudit dengan opini wajar tanpa pengecualian.
- Saham tercatat di BEI sejak 2 Desember 2019.
- Tidak ada suspensi atau delisting yang dilaporkan.
- Perseroan memiliki sertifikasi HACCP, Phytosanitary, SKP, Sistem Resi Gudang (BAPPEBTI), dan klasifikasi gudang B.

### Analytical scenarios

- **Penurunan penjualan** [derived_calculation, high]: Penjualan 2025 turun 30,3% dari 2024. Perhitungan: (234.569.706.036 - 336.667.143.228) / 336.667.143.228 = -30,3%.
  - Basis: Angka penjualan bersih 2025 dan 2024 dari laporan.
  - Assumptions: Menggunakan angka penjualan bersih dalam Rupiah.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan tentang faktor penyebab.
- **Penurunan volume produksi/ekspor** [derived_calculation, high]: Volume produksi/ekspor 2025 turun 34,5% dari 2024. Perhitungan: (14.080 - 21.504) / 21.504 = -34,5%.
  - Basis: Angka volume produksi/ekspor 2025 dan 2024 dari laporan.
  - Assumptions: Menggunakan angka volume dalam ton.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan tentang faktor penyebab.
- **Penurunan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih 2025 turun 38,9% dari 2024. Perhitungan: (2.036.260.665 - 3.333.563.411) / 3.333.563.411 = -38,9%.
  - Basis: Angka laba bersih 2025 dan 2024 dari laporan.
  - Assumptions: Menggunakan angka laba bersih dalam Rupiah.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan tentang faktor penyebab.
- **Penurunan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset 2025 turun 3,05% dari 2024. Perhitungan: (205.243.078.526 - 211.705.322.413) / 211.705.322.413 = -3,05%.
  - Basis: Angka total aset 2025 dan 2024 dari laporan.
  - Assumptions: Menggunakan angka total aset dalam Rupiah.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan tentang faktor penyebab.
- **Penurunan total liabilitas** [derived_calculation, high]: Total liabilitas 2025 turun 8,1% dari 2024. Perhitungan: (93.227.780.951 - 101.474.188.187) / 101.474.188.187 = -8,1%.
  - Basis: Angka total liabilitas 2025 dan 2024 dari laporan.
  - Assumptions: Menggunakan angka total liabilitas dalam Rupiah.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan tentang faktor penyebab.
- **Kenaikan ekuitas** [derived_calculation, high]: Ekuitas 2025 naik 1,62% dari 2024. Perhitungan: (112.015.297.575 - 110.231.134.226) / 110.231.134.226 = 1,62%.
  - Basis: Angka total ekuitas 2025 dan 2024 dari laporan.
  - Assumptions: Menggunakan angka total ekuitas dalam Rupiah.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan tentang faktor penyebab.
- **Konsentrasi pelanggan** [derived_calculation, high]: Penjualan ke Greenwich Technology Development, Ltd. mencapai sekitar 87% dari total penjualan 2025 (Rp204,15 miliar / Rp234,57 miliar).
  - Basis: Penjualan ke Greenwich Technology Development; Total penjualan 2025
  - Assumptions: Perhitungan sederhana
  - Caveats: Konsentrasi dapat berubah; perlu konfirmasi manajemen
- **Peningkatan persediaan** [derived_calculation, high]: Persediaan naik 149,9% dari Rp33,58 miliar menjadi Rp83,90 miliar, dihitung dari (83,90-33,58)/33,58.
  - Basis: Angka persediaan 2025 dan 2024
  - Assumptions: Perhitungan sederhana
- **Realisasi produksi vs target** [derived_calculation, high]: Realisasi produksi 2025 hanya 59,5% dari target (14.080 ton vs 23.650 ton).
  - Basis: Target produksi 2025: 23.650 ton; Realisasi produksi 2025: 14.080 ton
- **Total Emisi GRK** [derived_calculation, high]: Total emisi Scope 1 dan 2 yang dilaporkan (2.899,19 tCO2e) tidak konsisten dengan penjumlahan Scope 1 (9,03) dan Scope 2 (133.021) yang seharusnya 133.030,03 tCO2e. Demikian pula total Scope 1,2,3 (135.929,22) tidak sama dengan penjumlahan 133.030,03 + 2.899,19 = 135.929,22, yang justru cocok. Ini menunjukkan kemungkinan kesalahan penulisan pada baris 'Total Emisi GRK (Scope 1 and 2)'.
  - Basis: Scope 1: 9,03; Scope 2: 133.021; Total Scope 1&2: 2.899,19; Total Scope 1,2,3: 135.929,22
  - Assumptions: Angka yang benar untuk total Scope 1&2 seharusnya 133.030,03 tCO2e.
  - Caveats: Kesalahan penulisan mungkin terjadi pada dokumen.
- **Dampak penurunan volume terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan volume produksi/ekspor (34,5%) lebih besar daripada penurunan penjualan (30,3%), menunjukkan kemungkinan adanya perubahan harga jual atau bauran produk.
  - Basis: Angka volume produksi/ekspor dan penjualan 2025 dan 2024.
  - Assumptions: Menggunakan angka volume dan penjualan dari laporan.
  - Caveats: Perbedaan persentase mungkin disebabkan oleh faktor lain seperti harga atau produk.
- **Rencana hilirisasi dan dampaknya** [analyst_hypothesis, low]: Rencana produksi SRC dan diversifikasi produk hilir dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatan, tetapi belum ada detail investasi atau jadwal.
  - Basis: Pernyataan dalam laporan tentang rencana hilirisasi dan diversifikasi.
  - Assumptions: Rencana tersebut akan dieksekusi sesuai dengan yang dijelaskan.
  - Caveats: Belum ada angka investasi atau timeline yang jelas.
- **Risiko pendanaan anak usaha** [analyst_hypothesis, medium]: Pendirian anak usaha di Kenya tanpa setoran modal dapat menimbulkan risiko operasional atau pendanaan di masa depan.
  - Basis: Profil entitas anak, halaman 25
  - Assumptions: Belum ada setoran dana untuk Indadi Foods Kenya Ltd dan Seaweed Food Kenya Ltd
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai rencana pendanaan atau dampak material
- **Ketidaksesuaian data SDM** [analyst_hypothesis, low]: Terdapat inkonsistensi antara jumlah karyawan tetap (12 orang) dan tabel SDM (total 17 orang), yang dapat mengindikasikan kesalahan pelaporan atau perbedaan definisi.
  - Basis: Halaman 24 dan 25
  - Assumptions: Angka 12 mungkin hanya karyawan tetap di kantor pusat, sedangkan 17 termasuk entitas anak atau kontrak
  - Caveats: Perlu klarifikasi dari manajemen
- **Risiko likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun arus kas operasi positif, penurunan kas dan peningkatan persediaan yang signifikan dapat menekan likuiditas jangka pendek.
  - Basis: Kas turun dari Rp13,93 miliar menjadi Rp9,95 miliar; Persediaan naik 149,9%
  - Assumptions: Persediaan yang tinggi membutuhkan modal kerja
  - Caveats: Manajemen menyatakan persediaan akan terjual seluruhnya
- **Risiko kepemilikan tanah** [analyst_hypothesis, low]: Tanah senilai Rp4,2 miliar masih atas nama pihak ketiga dapat menimbulkan risiko hukum dan operasional jika tidak segera dibaliknama.
  - Basis: Tanah atas nama pihak ketiga dengan harga perolehan Rp4.203.002.000
  - Assumptions: Pihak ketiga mungkin tidak kooperatif atau ada sengketa
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai upaya penyelesaian
- **Kepatuhan ESG** [analyst_hypothesis, low]: Ketidakhadiran kebijakan perlakuan adil terhadap pemegang saham dan pencegahan konflik kepentingan dapat mengindikasikan kelemahan dalam tata kelola perusahaan, yang mungkin berdampak pada penilaian ESG oleh investor.
  - Basis: G-08 dan G-09 menunjukkan 'Tidak'
  - Assumptions: Investor mempertimbangkan aspek tata kelola dalam keputusan investasi.
  - Caveats: Belum tentu berdampak langsung pada harga saham.
- **Target pertumbuhan 2026** [analyst_hypothesis, low]: Target pertumbuhan penjualan 15-20% dan laba bersih 25% untuk 2026 tampak optimis mengingat penurunan kinerja 2025, namun dapat didukung oleh ekspansi pasar dan hilirisasi.
  - Basis: Pernyataan target di laporan dewan komisaris dan direksi.
  - Assumptions: Kondisi pasar membaik dan strategi berjalan sesuai rencana.
  - Caveats: Target belum dikonfirmasi dengan data pasar atau kontrak.
- **Ekspansi ke Kenya** [analyst_hypothesis, low]: Pendirian dua entitas anak di Kenya tanpa setoran modal dapat mengindikasikan rencana ekspansi pasar yang masih tahap awal, namun belum ada komitmen dana.
  - Basis: Pendirian entitas anak di Kenya dan catatan belum ada setoran dana.
  - Assumptions: Belum ada informasi lebih lanjut mengenai rencana operasional.
  - Caveats: Hanya berdasarkan catatan atas laporan keuangan; tidak ada proyeksi manajemen.

### Risks / uncertainties

- Penurunan penjualan 30,3% dan laba bersih 38,9% pada 2025.
- Kenaikan persediaan 151% menjadi Rp83,85 miliar tanpa kepastian penjualan.
- Konsentrasi penjualan ke satu pelanggan utama (Greenwich Technology Development, Ltd.) melebihi 87% dari total penjualan 2025.
- Fluktuasi harga rumput laut internasional (USD 450-1.450 per ton) dengan tren penurunan.
- Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS meningkatkan biaya operasional.
- Belum adanya setoran modal untuk anak usaha di Kenya dan PT Akua Kultur Sejahtera Mina.
- Inkonsistensi target net zero (2061 vs 2062) dan total emisi Scope 1&2.
- Tidak ada kebijakan perlakuan adil pemegang saham dan pencegahan konflik kepentingan.
- Tidak ada manajemen pengendalian iklim.
- Tidak ada assurance pihak ketiga atas laporan keberlanjutan.
- Banyak metrik ESG tanpa halaman rujukan dapat menimbulkan risiko kepatuhan terhadap regulasi pelaporan keberlanjutan.
- Beban bunga bank yang tinggi relatif terhadap laba sebelum pajak (132%).
- Kasus hukum 2024 yang belum selesai (seperti Amasse) dapat berdampak pada keuangan atau reputasi.
- Jatuh tempo fasilitas dalam waktu dekat (Mei-Agustus 2026) memerlukan perpanjangan atau refinancing.

### Items to monitor

- Penurunan kinerja keuangan yang signifikan pada 2025 dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap prospek jangka pendek.
- Rencana hilirisasi dan ekspansi pasar dapat menjadi katalis positif jika dieksekusi dengan baik.
- Konsentrasi pelanggan yang tinggi (87% dari penjualan) merupakan risiko yang perlu dipantau.
- Ketidakpastian pendanaan untuk anak usaha baru di Kenya dan rencana ekspansi lainnya.
- Kelemahan tata kelola (tidak ada kebijakan perlakuan adil pemegang saham dan pencegahan konflik kepentingan) dapat mempengaruhi penilaian ESG.

---

## AGRO

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menyampaikan bukti iklan Pemberitahuan RUPSLB Tahun 2026 kepada OJK dan publik. Iklan dimuat pada 31 Agustus 2026 di situs web Perseroan, IDX, dan KSEI. Dokumen ini hanya merupakan bukti iklan, bukan undangan atau risalah RUPSLB, sehingga agenda, tanggal pelaksanaan, dan aksi korporasi yang akan dibahas tidak diungkapkan. Tidak ada angka keuangan, perubahan pengurus, struktur modal, atau transaksi aset yang tercantum.

### Material changes

- PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menyampaikan bukti iklan Pemberitahuan RUPSLB Tahun 2026 kepada OJK.
- Iklan Pemberitahuan RUPSLB dimuat pada 31 Agustus 2026 di situs web Perseroan, IDX, dan KSEI.
- Surat bernomor B.38/CSC/CPA/09/2026, tertanggal September 2026 (tanggal hari tidak terbaca), ditandatangani oleh Corporate Secretary Ajeng Putri Hapsari.
- Rujukan peraturan: POJK No. 14 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan RUPS, RUPO, dan RUPS Secara Elektronik (20 Juni 2025) dan POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka (20 April 2020).
- Tembusan surat ditujukan kepada OJK (Direktorat Pengawasan Bank Pemerintah), Bursa Efek Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Subsidiary Management Group), dan Dewan Komisaris Bank Raya.
- Alamat kantor pusat: Menara BRILIoN, Jl. Gatot Subroto No. 177A, Jakarta Selatan.
- Dokumen ini adalah bukti iklan, bukan undangan atau risalah RUPSLB; tidak ada agenda, tanggal pelaksanaan, atau keputusan yang diumumkan.

### Corporate actions

- rupslb

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan pengumuman RUPSLB kepada OJK dan publik sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Publikasi iklan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Iklan Pemberitahuan RUPSLB telah diterbitkan pada 31 Agustus 2026 di Web Perseroan, IDX, dan KSEI.
  - Basis: Tabel informasi media cetak pada halaman 1 dan 2 dokumen utama; Lampiran 2 berisi tautan pengumuman di tiga situs web
- **Keterlibatan pemegang saham pengendali** [explicit_fact, medium]: Tembusan surat kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Subsidiary Management Group) mengindikasikan bahwa BRI adalah pemegang saham pengendali atau pihak terafiliasi, namun status ini tidak dinyatakan eksplisit.
  - Basis: Tembusan kepada 'Subsidiary Management Group (SBM) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk'
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai hubungan kepemilikan.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya digelar untuk keputusan luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, penggantian pengurus, atau aksi korporasi besar, namun agenda spesifik tidak diungkap dalam dokumen ini.
  - Basis: Istilah RUPSLB pada dokumen
  - Assumptions: RUPSLB umumnya membahas hal-hal luar biasa
  - Caveats: Agenda tidak tercantum dalam dokumen; perlu merujuk pada pengumuman RUPSLB resmi.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen ini, sehingga tidak dapat dipastikan aksi korporasi yang akan dibahas.
- Tanggal pelaksanaan RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen ini.
- Tanggal hari pada surat tidak terbaca (tertulis '/ September 2026').
- Dokumen ini hanya bukti iklan, bukan pengumuman resmi RUPSLB; detail mungkin tersedia di dokumen lain.

---

## AIMS

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026. Acara dijadwalkan pada 17 September 2026 pukul 11:00 WIB di Chora 1 & 2, Level 2 The Tribrata, Darmawangsa Jakarta, dan melalui video conference eASY.KSEI. Agenda meliputi kinerja keuangan, rencana bisnis, dan analisis manajemen atas pergerakan harga saham. Pengumuman ini bersifat prosedural dan tidak memuat data keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- AIMS akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2026.
- Acara dijadwalkan pada Kamis, 17 September 2026, pukul 11:00 WIB hingga selesai.
- Lokasi: Chora 1 & 2, Level 2 The Tribrata, Darmawangsa Jakarta, Jl. Darmawangsa III No.2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan melalui video conference eASY.KSEI.
- Agenda: 1) kinerja keuangan dan kondisi bisnis; 2) rencana bisnis ke depan; 3) analisis manajemen terkait pergerakan harga saham.
- Dasar penyelenggaraan: Peraturan Pencatatan Nomor I-E, Butir V tentang kewajiban Public Expose.
- Pengumuman ditandatangani oleh Anton Hidayat selaku Corporate Secretary.
- Surat pemberitahuan bernomor 001/SPR.PUBEX-AIMS/IX/2026, tanggal 03 September 2026, ditujukan kepada Direksi PT Bursa Efek Indonesia.
- Public Expose direncanakan dihadiri oleh jajaran Komisaris dan Direksi Perseroan.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai kewajiban berdasarkan Peraturan Pencatatan Nomor I-E, Butir V.

### Analytical scenarios

- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan biasanya digunakan untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi dan memberikan kesempatan kepada pemegang saham serta investor untuk bertanya langsung kepada manajemen. Agenda yang mencakup analisis pergerakan harga saham menunjukkan perhatian terhadap fluktuasi harga, namun tidak ada indikasi arah atau target.
  - Basis: Agenda resmi yang diumumkan; Praktik umum Public Expose di BEI
  - Assumptions: Praktik umum Public Expose di BEI
  - Caveats: Tidak ada data pendukung lain dalam dokumen
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, medium]: Pengumuman ini kemungkinan merupakan bagian dari kepatuhan terhadap peraturan BEI mengenai penyelenggaraan Public Expose tahunan, yang mewajibkan emiten untuk mengumumkan rencana acara terlebih dahulu. Tidak ada indikasi pelanggaran atau sanksi.
  - Basis: Format pengumuman yang sesuai dengan template BEI; Peraturan Pencatatan Nomor I-E, Butir V
  - Assumptions: Peraturan BEI yang berlaku
  - Caveats: Tidak ada referensi peraturan spesifik dalam dokumen

---

## AKPI

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, AKPI menerbitkan dua pengumuman: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Agustus 2026 yang bersifat rutin dan tidak menunjukkan perubahan material pada struktur kepemilikan, dan (2) koreksi atas penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG tahun 2025 (nomor 015/LD/OL/IV/2026R1) yang memuat data keuangan, ekspansi kapasitas, perubahan pengurus, serta penjualan saham di entitas asosiasi STENTA setelah periode pelaporan. Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan dalam periode ini; koreksi tersebut hanya memperbarui dokumen pelaporan tahunan. Pentingnya secara korporasi terletak pada konfirmasi ekspansi kapasitas (Metalizing 5 dan CPP), perubahan susunan direksi dan komisaris, serta divestasi parsial di STENTA yang mempengaruhi struktur kepemilikan dan potensi likuiditas.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan atau jumlah saham beredar per 31 Agustus 2026 (LBRE).
- Koreksi pengumuman Laporan Tahunan & ESG 2025; tidak ada perubahan substansial pada data keuangan atau aksi korporasi yang diumumkan dalam periode ini.
- Perubahan persentase free float dari 17,44% menjadi 17,87% (LBRE) karena perubahan jumlah saham lock-up, bukan perubahan jumlah saham free float.

### Key financial figures

- **Penjualan Neto 2025:** Rp2.938,71 miliar (2025-01-01 s.d. 2025-12-31)
- **Penjualan Neto 2024:** Rp3.025,04 miliar (2024-01-01 s.d. 2024-12-31)
- **Laba Tahun Berjalan 2025:** Rp12,66 miliar (2025-01-01 s.d. 2025-12-31)
- **Laba Tahun Berjalan 2024:** Rp10,61 miliar (2024-01-01 s.d. 2024-12-31)
- **Total Aset 2025:** Rp3.637,14 miliar (2025-01-01 s.d. 2025-12-31)
- **Total Liabilitas 2025:** Rp1.860,26 miliar (2025-01-01 s.d. 2025-12-31)
- **Ekuitas Neto 2025:** Rp1.776,88 miliar (2025-01-01 s.d. 2025-12-31)
- **Pinjaman Bank Jangka Pendek 2025:** Rp786,85 miliar (2025-01-01 s.d. 2025-12-31)
- **Pinjaman Jangka Panjang Neto 2025:** Rp553,80 miliar (2025-01-01 s.d. 2025-12-31)
- **Aset Dalam Penyelesaian (CIP) 2025:** Rp278,24 miliar (2025-01-01 s.d. 2025-12-31)
- **Perolehan Aset Tetap 2025:** Rp284,37 miliar (2025-01-01 s.d. 2025-12-31)
- **Dividen Tunai (disetujui RUPS 11 Juni 2025):** Rp5.020.433.600 (Rp8,20/saham) (2025-06-11)
- **Penerimaan Penjualan Saham STENTA:** RM27.140.041 (setara Rp114,92 miliar) (2026-02-09)

### Corporate actions

- Pembagian dividen tunai Rp5.020.433.600 (Rp8,20/saham, 47,22% laba bersih 2024) disetujui RUPS 11 Juni 2025; dana cadangan Rp1 miliar.
- Penjualan 10,25% saham di STENTA (21.153.578 saham) dengan harga RM1,28 per saham; pembayaran penuh RM27.140.041 diterima 9 Februari 2026; kepemilikan turun dari 22,75% menjadi 12,50%.
- Tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, saham bonus, private placement, buyback, stock split, merger, atau akuisisi yang disebutkan.

### Expansion projects

- Proyek Metalizing 5 dan CPP: groundbreaking 17 Februari 2025; pengembangan line produksi baru.
- Penambahan lini produksi CPP kapasitas ±7.200 ton/tahun; konstruksi masih berlangsung.
- Aset dalam penyelesaian (CIP) Rp278,24 miliar per 31 Desember 2025; target selesai 2026.
- Perolehan aset tetap 2025 sebesar Rp284,37 miliar; pembayaran uang muka aset tetap Rp62,65 miliar.
- Fasilitas pinjaman jangka panjang baru dari Bank Mega (TL-3/4/5) dan CIMB Niaga (Tranche A/B/C) untuk mesin CPP, metalizing, slitter, dan upgrade mesin.

### Management / control changes

- Dendi Wiraputra diangkat sebagai Direktur menggantikan Folmer Adolf Hutapea (efektif 11 Juni 2025).
- Folmer Adolf Hutapea diangkat sebagai Komisaris Independen menggantikan Johan Paulus Yoranouw (efektif 17 Desember 2025).
- Folmer Adolf Hutapea menjabat sebagai Ketua Komite Audit sejak Desember 2025.

### Capital structure

- Jumlah saham beredar 612.248.000 saham, nilai nominal Rp500 per saham.
- Komposisi pemegang saham per 31 Desember 2025: PT Tiara Intimahkota 36,11%, PT Prismatama Nugraha 27,28%, PT Nawa Panduta 15,05%, lainnya 17,29%.
- Kepemilikan di STENTA turun dari 22,75% menjadi 12,50% setelah penjualan saham.
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar antara 2024 dan 2025.

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan tahunan dan ESG sebagai kewajiban pelaporan emiten.
- Perseroan tidak tercatat di bursa lain.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang disebutkan.
- Tidak ada sanksi administratif dari otoritas pasar modal pada tahun 2025.
- Grup tidak masuk dalam lingkup Pilar 2 berdasarkan PMK 136/2024 untuk tahun 2025.

### Analytical scenarios

- **Emisi GRK** [explicit_fact, high]: Total emisi Scope 1 dan 2 sebesar 127.871,29 tCO2e, dengan Scope 2 mendominasi (87,5% dari total).
  - Basis: Total Scope 1: 15.947,98 tCO2e; Total Scope 2: 111.923,31 tCO2e
- **Proporsi emisi Scope 2** [derived_calculation, high]: Proporsi emisi Scope 2 terhadap total Scope 1+2 adalah 87,5% (111.923,31 / 127.871,29).
  - Basis: Total Scope 2: 111.923,31 tCO2e; Total Scope 1+2: 127.871,29 tCO2e
  - Assumptions: Menggunakan angka total yang dilaporkan.
- **Inkonsistensi data** [explicit_fact, medium]: Terdapat inkonsistensi pada total emisi Scope 2: pada halaman 2 tertulis 15.947,98405 (sama dengan Scope 1), sedangkan pada halaman 11 tertulis 111.923,3076. Angka yang benar kemungkinan 111.923,3076 karena total Scope 1+2 adalah 127.871,29165.
  - Basis: Halaman 2: Total Emisi Tidak Langsung (Scope 2) = 15.947,98405; Halaman 11: Total Indirect Emissions (Scope 2) = 111.923,3076; Total Scope 1+2 = 127.871,29165
  - Assumptions: Angka 111.923,3076 lebih konsisten dengan total.
  - Caveats: Kemungkinan salah ketik pada salah satu halaman.
- **Komitmen pengurangan emisi** [explicit_fact, high]: Perseroan menargetkan pengurangan emisi sebesar 52,809 tCO2e (0,04%) pada tahun 2027, namun tidak memiliki komitmen net zero emission.
  - Basis: Target pengurangan emisi: 52,809 tCO2e; Persentase: 0,03999999910593033%; Tahun target: 2027
- **Turnover pegawai** [derived_calculation, high]: Tingkat turnover pegawai adalah 29,13% (293 resign dari total 1.006 pegawai).
  - Basis: Jumlah pegawai resign: 293; Total pegawai: 1.006 (922+84)
  - Assumptions: Total pegawai dihitung dari penjumlahan laki-laki dan perempuan.
- **Kehadiran rapat dewan** [explicit_fact, high]: Rapat dewan direksi dan komisaris masing-masing 4 kali, dengan tingkat kehadiran direksi 100% dan komisaris 67%.
  - Basis: Jumlah rapat direksi: 4; Kehadiran direksi: 100%; Jumlah rapat komisaris: 4; Kehadiran komisaris: 67%
- **Koreksi pengumuman** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi pengumuman mungkin dilakukan untuk memperbaiki kesalahan data atau informasi pada pengumuman awal, namun tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan koreksi.
  - Basis: Nomor surat baru 015/LD/OL/IV/2026R1; Perihal 'KOREKSI'
  - Assumptions: Koreksi dilakukan karena ada perubahan atau perbaikan data.
  - Caveats: Alasan koreksi tidak dijelaskan dalam dokumen.
- **Kerangka pelaporan** [explicit_fact, high]: Laporan keberlanjutan mengacu pada GRI, tanpa menggunakan kerangka TCFD, CDP, IFRS S1, IFRS S2, atau SASB.
  - Basis: Tabel keselarasan: GRI ditandai X, lainnya tidak.
- **Kinerja keuangan** [derived_calculation, high]: Penjualan neto 2025 turun 2,85% dari 2024, tetapi laba tahun berjalan naik 19,3%.
  - Basis: Penjualan neto 2025: Rp2.938,71 miliar; 2024: Rp3.025,04 miliar; Laba tahun berjalan 2025: Rp12,66 miliar; 2024: Rp10,61 miliar
- **Rasio lancar** [derived_calculation, high]: Rasio lancar 2025 = 1.290,00 / 1.125,12 = 1,15, sesuai laporan.
  - Basis: Aset lancar 2025: Rp1.290,00 miliar; Liabilitas jangka pendek 2025: Rp1.125,12 miliar
- **Rasio utang terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio utang terhadap ekuitas 2025 = 1.860,26 / 1.776,88 = 104,69%, sesuai laporan.
  - Basis: Total liabilitas 2025: Rp1.860,26 miliar; Ekuitas neto 2025: Rp1.776,88 miliar
- **Kenaikan pinjaman jangka panjang** [derived_calculation, high]: Pinjaman jangka panjang neto naik dari Rp382,70 miliar (2024) menjadi Rp553,80 miliar (2025), kenaikan sekitar 44,7%.
  - Basis: Pinjaman jangka panjang neto 2025: Rp553.802.514 ribu; Pinjaman jangka panjang neto 2024: Rp382.699.702 ribu
- **Kenaikan pengeluaran modal** [derived_calculation, high]: Pengeluaran modal 2025 meningkat sekitar 497% dibandingkan 2024 (dari Rp47,63 miliar menjadi Rp284,37 miliar).
  - Basis: Pengeluaran modal 2025: Rp284.366.408 ribu; Pengeluaran modal 2024: Rp47.625.218 ribu
- **Dampak proyek Metalizing 5 dan CPP** [analyst_hypothesis, low]: Proyek Metalizing 5 dan CPP berpotensi meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi, tetapi dampak finansial belum terukur dari bagian ini.
  - Basis: Groundbreaking proyek pada 17 Februari 2025
  - Assumptions: Proyek selesai sesuai jadwal dan menghasilkan kapasitas tambahan
  - Caveats: Tidak ada informasi nilai investasi, jadwal penyelesaian, atau kapasitas tambahan di bagian ini
- **Dampak penjualan saham asosiasi** [analyst_hypothesis, low]: Penjualan saham STENTA dapat menghasilkan keuntungan atau kerugian yang mempengaruhi laba 2026, namun detail transaksi tidak diungkap.
  - Basis: Perubahan kepemilikan dari 22,75% menjadi 12,50%
  - Assumptions: Nilai transaksi dan laba/rugi belum diketahui
  - Caveats: Tidak ada angka transaksi dalam dokumen
- **Risiko nilai tukar** [analyst_hypothesis, medium]: Kenaikan liabilitas dan beban lain-lain dipengaruhi selisih kurs, menunjukkan eksposur signifikan terhadap fluktuasi mata uang asing.
  - Basis: Penyebab kenaikan liabilitas dan beban lain-lain
  - Assumptions: Eksposur mata uang asing material
  - Caveats: Tidak ada rincian posisi mata uang asing

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi angka total emisi Scope 2 antara halaman 2 dan 11.
- Tidak ada komitmen net zero emission, hanya target pengurangan emisi kecil (0,04%).
- Tidak ada assurance pihak ketiga untuk laporan keberlanjutan.
- Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap USD dan EUR mempengaruhi liabilitas dan beban.
- Tekanan inflasi dan ketidakpastian geopolitik, termasuk eskalasi militer di Timur Tengah.
- Potensi gangguan rantai pasok dan fluktuasi harga bahan baku.
- Leverage tinggi dengan total pinjaman melebihi total aset.
- Proyek ekspansi masih berlangsung; risiko keterlambatan atau pembengkakan biaya tidak diungkapkan.
- Dampak PSAK 118 belum diidentifikasi secara penuh oleh Grup.

### Items to monitor

- Penyelesaian proyek Metalizing 5 dan CPP serta kapasitas tambahan yang dihasilkan.
- Nilai investasi dan sumber dana proyek ekspansi (tidak diungkapkan).
- Jadwal penyelesaian proyek dan milestone berikutnya.
- Dampak penjualan saham STENTA terhadap laba 2026 dan struktur kepemilikan.
- Perubahan jumlah saham lock-up yang mempengaruhi free float.
- Kepatuhan terhadap target pengurangan emisi 2027.
- Perkembangan leverage dan kemampuan membayar pinjaman jangka panjang.

---

## APII

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Arita Prima Indonesia Tbk. (APII) mengumumkan perubahan susunan Komite Audit yang efektif sejak 3 Agustus 2026. Ketua Komite Audit baru adalah Lunardi Widjaja, menggantikan Bernadetha Melinda Kirana Putri yang diberhentikan dengan hormat setelah menjabat 6 periode. Anggota Komite Audit baru adalah Agustinus Nicko Ariwibowo dan Dion Situmorang. Perubahan ini didasarkan pada Keputusan Dewan Komisaris No. 46/DK/APII/2026 tanggal 3 Agustus 2026 dan ditandatangani oleh Komisaris Utama Lim Cheah Chooi. Tidak ada informasi mengenai alasan spesifik perubahan, latar belakang anggota baru, atau dampak finansial.

### Material changes

- Perubahan susunan Komite Audit efektif 3 Agustus 2026.
- Ketua Komite Audit baru: Lunardi Widjaja, menggantikan Bernadetha Melinda Kirana Putri.
- Anggota Komite Audit baru: Agustinus Nicko Ariwibowo dan Dion Situmorang.
- Bernadetha Melinda Kirana Putri diberhentikan dengan hormat setelah menjabat 6 periode.
- Keputusan Dewan Komisaris No. 46/DK/APII/2026 tanggal 3 Agustus 2026 menjadi dasar perubahan.
- Pengumuman ditandatangani oleh Direktur Harianto pada 4 September 2026.
- Lampiran pengumuman: SK Dewan Komisaris tentang perubahan Ketua Komite Audit.

### Management / control changes

- Perubahan susunan Komite Audit, bukan perubahan direksi atau dewan komisaris.
- Ketua Komite Audit lama: Bernadetha Melinda Kirana Putri (menjabat 6 periode).
- Ketua Komite Audit baru: Lunardi Widjaja.
- Anggota Komite Audit baru: Agustinus Nicko Ariwibowo dan Dion Situmorang.
- Keputusan Dewan Komisaris No. 46/DK/APII/2026 tanggal 3 Agustus 2026, ditandatangani oleh Komisaris Utama Lim Cheah Chooi.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Komite Audit** [explicit_fact, high]: Susunan Komite Audit berubah efektif 3 Agustus 2026, dengan ketua baru Lunardi Widjaja dan anggota baru Agustinus Nicko Ariwibowo serta Dion Situmorang.
  - Basis: Tabel pada halaman 1 dan 2 pengumuman; Keputusan Dewan Komisaris No. 46/DK/APII/2026
- **Masa jabatan ketua lama** [explicit_fact, high]: Bernadetha Melinda Kirana Putri telah menjabat sebagai Ketua Komite Audit selama 6 periode sebelum diganti.
  - Basis: menimbang poin 3 SK Dewan Komisaris: 'jabatan Ketua Komite Audit yang telah diemban oleh Ibu Bernadetha Melinda Kirana Putri selama 6 (Enam) periode'
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan komite audit mungkin terkait rotasi atau penyegaran pengurus, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam pengumuman; SK Dewan Komisaris menyebut 'diperlukan penyesuaian susunan Komite Audit'
  - Assumptions: Perubahan dilakukan untuk kepatuhan atau penyegaran internal
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai alasan pemberhentian

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan spesifik perubahan komite audit.
- Tidak ada rincian latar belakang atau independensi anggota baru.
- Tidak dijelaskan apakah perubahan ini memerlukan persetujuan pemegang saham atau otoritas.

---

## ARTO

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Jago Tbk. (ARTO) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang. Namun, pada November dan Desember 2026, Perseroan akan mengumumkan jadwal pelaksanaan Program MESOP 2023-2028 dan MESOP 2025-2030 yang berpotensi berdampak pada pencatatan saham. Pemegang saham pengendali dan utama mengonfirmasi tidak ada rencana perubahan kepemilikan. Surat ditandatangani oleh Tjit Siat Fun, Corporate Secretary/Direktur Kepatuhan, pada 2 September 2026.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024; pemegang saham pengendali mengonfirmasi tidak ada rencana transaksi atau penyesuaian kepemilikan.
- Perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.
- Pada November dan Desember 2026, Perseroan akan mengumumkan jadwal pelaksanaan Program MESOP 2023-2028 dan Program MESOP 2025-2030 yang berpotensi berdampak pada pencatatan saham.
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama mengonfirmasi tidak ada rencana perubahan kepemilikan saham di Perseroan.
- Surat ditandatangani oleh Tjit Siat Fun, Corporate Secretary/Direktur Kepatuhan, pada 2 September 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI nomor S-11203/BEI.PP3/09-2026 tanggal 1 September 2026 terkait volatilitas transaksi efek.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.
- Program MESOP 2023-2028 dan MESOP 2025-2030 berpotensi berdampak pada pencatatan saham; jadwal pelaksanaan akan diumumkan pada November dan Desember 2026.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Pernyataan langsung dalam dokumen
- **Program MESOP** [explicit_fact, high]: Perseroan akan mengumumkan jadwal pelaksanaan Program MESOP 2023-2028 dan MESOP 2025-2030 pada November dan Desember 2026, yang berpotensi berdampak pada pencatatan saham.
  - Basis: Pernyataan langsung dalam dokumen
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi mungkin terkait dengan ekspektasi pasar terhadap program MESOP atau faktor lain yang tidak diungkapkan, namun tidak ada konfirmasi.
  - Basis: Permintaan penjelasan BEI tentang volatilitas
  - Assumptions: Volatilitas mungkin dipicu oleh sentimen pasar
  - Caveats: Tidak ada data pendukung

### Risks / uncertainties

- Potensi dampak pencatatan saham dari Program MESOP yang belum dijadwalkan
- Ketidakpastian terkait volatilitas transaksi yang menjadi dasar permintaan BEI

---

## ASBI

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, ASBI merilis dua pengumuman penting: (1) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi saham pada 1 September 2026, dan (2) pembebastugasan sementara Direktur Keuangan dan Layanan terkait dugaan tindak pidana. Perubahan utama adalah adanya ketidakpastian tata kelola dan kepatuhan, yang dapat mempengaruhi persepsi risiko investor. Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang diumumkan.

### Material changes

- Pembebastugasan sementara Direktur Keuangan dan Layanan, Jenry Cardo Manurung, efektif 8 September 2026.
- Tidak ada rencana aksi korporasi yang diumumkan dalam 3 bulan mendatang.
- Tidak ada perubahan struktur modal, pengendali, atau kegiatan usaha yang diumumkan.

### Key financial figures

- **volume_transaksi_hari_volatil:** 3.015.900 (2026-09-01)
- **frekuensi_transaksi_hari_volatil:** 1.966 (2026-09-01)
- **volume_transaksi_hari_sebelumnya:** 1.700 (2026-08-31)
- **frekuensi_transaksi_hari_sebelumnya:** 12 (2026-08-31)
- **harga_penutupan_hari_volatil:** Rp396 (2026-09-01)
- **harga_penutupan_hari_sebelumnya:** Rp422 (2026-08-31)
- **perubahan_harga_absolut:** Rp-26 (2026-09-01)
- **perubahan_harga_persen:** -6,16% (2026-09-01)

### Management / control changes

- Pembebastugasan sementara Jenry Cardo Manurung dari jabatan Direktur Keuangan dan Layanan, efektif 8 September 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek ASBI (surat S-11172/BEI.PP2/09-2026).
- ASBI menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.
- Konfirmasi dari pemegang saham mayoritas (SU, NBU, WKB) bahwa tidak ada rencana atau transaksi yang mempengaruhi harga saham.
- Pembebastugasan sementara direktur terkait dugaan tindak pidana, dengan dasar hukum Pasal 106 UU No. 40 Tahun 2007.

### Analytical scenarios

- **Volatilitas transaksi saham** [explicit_fact, high]: Pada 1 September 2026, volume transaksi saham ASBI meningkat menjadi 3.015.900 saham dengan frekuensi 1.966 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya (31 Agustus 2026) sebanyak 1.700 saham dengan frekuensi 12 kali. Harga saham ditutup menurun sebesar Rp26 atau -6,16% dari Rp422 menjadi Rp396.
  - Basis: Pengumuman 20260903173024-260/SK/PDIR-HW/IX/2026_id-id
- **Pembebastugasan sementara direktur** [explicit_fact, high]: Jenry Cardo Manurung dibebastugaskan sementara dari jabatan Direktur Keuangan dan Layanan, efektif 8 September 2026, berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 024/S.Kep/P.Kom-Rw/VIII/2026 tanggal 26 Agustus 2026, terkait dugaan tindak pidana penggelapan uang dan investasi yang dilaporkan ke Bareskrim Polri (LP/B/386/VIII/2026) dan dugaan penggelapan dalam jabatan dan TPPU ke Polres Metro Jakarta Selatan (LP/3454/VIII/2026).
  - Basis: Pengumuman 20260904160829-006/SK/KI-CORSEC/IX/2026_id-id
- **Rasio peningkatan volume transaksi** [derived_calculation, high]: Volume transaksi pada 1 September 2026 meningkat sekitar 1.773 kali lipat dibandingkan hari bursa sebelumnya (3.015.900 / 1.700).
  - Basis: Volume hari volatil 3.015.900 saham; Volume hari sebelumnya 1.700 saham
  - Assumptions: Perhitungan sederhana tanpa mempertimbangkan faktor lain
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menjelaskan penyebab volatilitas harga saham ASBI; kemungkinan volatilitas terjadi karena faktor pasar atau informasi yang belum teridentifikasi.
  - Basis: Tidak ada penjelasan mengenai penyebab volatilitas dalam dokumen
  - Assumptions: Volatilitas yang diminta penjelasan oleh BEI terjadi pada periode sekitar September 2026
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen
- **Potensi keterlibatan pemegang saham utama** [analyst_hypothesis, low]: ASBI menyebutkan akan menanyakan rencana pemegang saham utama, namun tidak memberikan hasil konfirmasi; hal ini bisa mengindikasikan belum ada informasi final dari pemegang saham utama.
  - Basis: Poin 6 dokumen yang meminta Corporate Secretary menanyakan kepada pemegang saham utama
  - Assumptions: Pemegang saham utama mungkin memiliki rencana yang belum diungkapkan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit mengenai rencana pemegang saham utama
- **Dampak operasional pembebastugasan** [analyst_hypothesis, low]: Pembebastugasan Direktur Keuangan dan Layanan berpotensi mengganggu pengelolaan keuangan dan layanan perusahaan, namun dampak kuantitatif tidak diungkapkan.
  - Basis: Jabatan yang dibebastugaskan adalah Direktur Keuangan dan Layanan
  - Assumptions: Perusahaan mungkin memiliki pengganti sementara atau pembagian tugas
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang pengganti atau dampak operasional spesifik
- **Risiko kepatuhan** [analyst_hypothesis, low]: Kasus hukum yang melibatkan direksi dapat meningkatkan risiko reputasi dan kepatuhan, namun belum ada sanksi atau keputusan pengadilan.
  - Basis: Laporan polisi yang masih berstatus dugaan
  - Assumptions: Proses hukum masih berjalan
  - Caveats: Belum ada putusan pengadilan

### Risks / uncertainties

- Hasil konfirmasi dari pemegang saham mayoritas belum diterima, sehingga potensi transaksi belum dapat dipastikan.
- Penyebab volatilitas harga saham ASBI tidak dijelaskan.
- Volatilitas saham dapat berlanjut jika penyebab tidak teridentifikasi.
- Kepatuhan terhadap regulasi keterbukaan informasi perlu dipantau.
- Dampak operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan secara kuantitatif.
- Belum ada informasi mengenai pengganti sementara Direktur Keuangan dan Layanan.
- Proses hukum masih berjalan dan belum ada keputusan pengadilan.
- Potensi gangguan pada fungsi keuangan dan layanan selama masa pembebastugasan.

### Items to monitor

- Hasil konfirmasi dari pemegang saham mayoritas (SU, NBU, WKB) dan potensi transaksi.
- Perkembangan proses hukum terkait dugaan tindak pidana yang melibatkan direktur.
- Pengumuman pengganti sementara Direktur Keuangan dan Layanan.
- Perkembangan harga dan volume transaksi saham ASBI.
- Kepatuhan terhadap regulasi keterbukaan informasi dan potensi sanksi.

---

## BAIK

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) menerbitkan tiga pengumuman yang seluruhnya bersifat prosedural dan terkait dengan status suspensi sahamnya. Emiten mengumumkan rencana Public Expose Insidentil (3 September), menyampaikan materi acara tersebut (4 September), dan menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026 (4 September). Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus/pengendali, atau perubahan struktur modal yang diumumkan. Isu utama yang menonjol adalah free float yang sangat rendah (0,98%), jauh di bawah ketentuan minimum IDX sebesar 5%, yang berpotensi menimbulkan risiko kepatuhan dan berdampak pada likuiditas serta status pencatatan saham BAIK.

### Material changes

- Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus/pengendali, atau perubahan struktur modal yang diumumkan dalam periode ini.
- Suspensi saham BAIK oleh BEI sejak 24 Agustus 2026 (Pengumuman Nomor Peng-SPT-00152/BEI.WAS/08-2026) menjadi latar belakang Public Expose Insidentil.
- Free float tercatat 0,98%, jauh di bawah ketentuan minimum IDX sebesar 5%, berpotensi menimbulkan risiko kepatuhan.
- Struktur kepemilikan sangat terkonsentrasi: pengendali PT Anak Baik Sejahtera 78,84% dan afiliasi 20,18%, total 99,02%.
- Perubahan kecil pada saham treasuri (dari 3.420.000 menjadi 3.320.000 saham) dan lock-up (dari 7.880.000 menjadi 7.780.000 saham) tanpa penjelasan rinci.

### Key financial figures

- **Jumlah Saham Tercatat:** 1.127.497.572 (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Jumlah Saham Beredar (dokumen lampiran):** 900.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Saham Pengendali:** 888.900.000 (Agustus 2026)
- **Saham Afiliasi Pengendali:** 227.497.572 (Agustus 2026)
- **Saham Treasuri:** 3.320.000 (Agustus 2026)
- **Saham Lock-up:** 7.780.000 (Agustus 2026)
- **Persentase Saham Pengendali:** 78,84% (Agustus 2026)
- **Persentase Saham Afiliasi:** 20,18% (Agustus 2026)
- **Persentase Saham Treasuri:** 0,29% (Agustus 2026)
- **Persentase Saham Lock-up:** 0,69% (Agustus 2026)
- **Free Float:** 0,98% (Agustus 2026)
- **Nilai nominal saham:** Rp. 50,- per saham (31 Agustus 2026)
- **Total nilai nominal saham beredar:** Rp. 45.000.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Nilai nominal kepemilikan PT Anak Baik Sejahtera:** Rp. 44.445.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Nilai nominal kepemilikan Nanang Suherman:** Rp. 389.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Nilai nominal kepemilikan Yeni Isnawati:** Rp. 260.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Jumlah saham waran yang dieksekusi:** 0 (31 Agustus 2026)
- **Jumlah saham yang ditarik (withdrawal):** 0 (31 Agustus 2026)

### Capital structure

- Struktur kepemilikan stabil: pengendali 78,84%, afiliasi 20,18%, total 99,02%.
- Free float hanya 0,98%, di bawah ketentuan IDX minimal 5%.
- Terdapat saham treasuri dan lock-up yang jumlahnya sedikit berubah.

### Listing / regulatory

- Penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham BAIK oleh Bursa Efek Indonesia sejak 24 Agustus 2026, berdasarkan Pengumuman Nomor Peng-SPT-00152/BEI.WAS/08-2026.
- Penyelenggaraan Public Expose Insidentil sebagai tindak lanjut atas suspensi dan untuk memenuhi ketentuan keterbukaan informasi.
- Free float di bawah ketentuan IDX, berpotensi risiko kepatuhan.

### Analytical scenarios

- **Stabilitas jumlah saham** [explicit_fact, high]: Jumlah saham tercatat tidak berubah antara bulan ini dan sebelumnya, menunjukkan tidak ada penerbitan saham baru atau pembelian kembali yang signifikan.
  - Basis: Jumlah saham bulan ini: 1.127.497.572; Jumlah saham bulan sebelumnya: 1.127.497.572
- **Kepemilikan saham oleh pihak terkait** [explicit_fact, high]: Pengendali dan afiliasinya memiliki 99,02% saham, menunjukkan konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi.
  - Basis: Saham pengendali 78,84%; Saham afiliasi 20,18%
- **Free float** [derived_calculation, high]: Free float dihitung sebagai 100% - 78,84% - 20,18% - 0,69% - 0,29% = 0,98%. Ini menunjukkan bahwa hanya 0,98% saham yang bebas diperdagangkan, jauh di bawah ketentuan IDX minimal 5%.
  - Basis: Persentase pengendali 78,84%; Persentase afiliasi 20,18%; Persentase lock-up 0,69%; Persentase treasuri 0,29%
  - Assumptions: Semua saham selain pengendali, afiliasi, lock-up, dan treasuri dianggap free float.
- **Perubahan saham treasuri** [derived_calculation, medium]: Saham treasuri berkurang dari 3.420.000 menjadi 3.320.000, selisih 100.000 saham, yang mungkin menunjukkan penjualan kembali atau penggunaan saham treasuri.
  - Basis: Saham treasuri bulan ini: 3.320.000; Saham treasuri bulan sebelumnya: 3.420.000
  - Assumptions: Perubahan tersebut bukan karena kesalahan pelaporan.
  - Caveats: Tidak ada keterangan rinci mengenai transaksi.
- **Perubahan saham lock-up** [derived_calculation, medium]: Saham lock-up berkurang dari 7.880.000 menjadi 7.780.000, selisih 100.000 saham, yang mungkin terkait dengan berakhirnya periode lock-up.
  - Basis: Saham lock-up bulan ini: 7.780.000; Saham lock-up bulan sebelumnya: 7.880.000
  - Assumptions: Perubahan tersebut bukan karena kesalahan pelaporan.
  - Caveats: Tidak ada keterangan rinci mengenai transaksi.
- **Pemicu suspensi saham BAIK** [analyst_hypothesis, low]: Suspensi saham BAIK oleh Bursa Efek Indonesia kemungkinan dipicu oleh isu kepatuhan atau kondisi keuangan yang memerlukan klarifikasi, namun tidak ada detail dalam dokumen.
  - Basis: Pengumuman suspensi oleh Bursa (Nomor Peng-SPT-00152/BEI.WAS/08-2026); Penyelenggaraan Public Expose insidentil sebagai tindak lanjut
  - Assumptions: Suspensi biasanya dilakukan Bursa jika ada indikasi pelanggaran atau kondisi yang memerlukan penjelasan
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai alasan suspensi dalam dokumen
- **Isi materi Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Materi Public Expose kemungkinan akan mencakup penjelasan kinerja keuangan Triwulan II 2026, penyebab suspensi, dan rencana perbaikan, namun belum dapat dipastikan.
  - Basis: Agenda resmi: penjelasan kinerja Triwulan II Tahun Buku 2026; Konteks suspensi
  - Assumptions: Emiten akan memberikan informasi yang relevan dengan kondisi suspensi
  - Caveats: Materi belum tersedia pada saat dokumen ini diterbitkan
- **Risiko delisting** [analyst_hypothesis, medium]: Free float yang rendah (0,98%) dapat menyebabkan sanksi atau delisting oleh Bursa Efek Indonesia jika tidak segera diperbaiki, meskipun belum ada pengumuman resmi.
  - Basis: Free float 0,98%; Ketentuan IDX V.2 tentang free float minimal 5%
  - Assumptions: IDX akan menegakkan aturan free float.
  - Caveats: Belum ada pernyataan resmi dari emiten atau IDX mengenai tindakan lanjutan.
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan saham treasuri dan lock-up dapat menjadi indikasi persiapan aksi korporasi, seperti rights issue atau penjualan saham, tetapi belum ada konfirmasi.
  - Basis: Perubahan kecil pada saham treasuri dan lock-up
  - Assumptions: Manajemen mungkin melakukan aksi untuk meningkatkan free float.
  - Caveats: Tidak ada pengumuman resmi.

### Risks / uncertainties

- Free float di bawah ketentuan IDX dapat berakibat sanksi atau delisting.
- Konsentrasi kepemilikan tinggi dapat mempengaruhi likuiditas saham.
- Perubahan kecil pada saham treasuri dan lock-up tanpa penjelasan rinci.
- Suspensi perdagangan saham dapat berdampak pada likuiditas dan persepsi pasar terhadap BAIK.
- Keterbatasan informasi dalam dokumen tidak memungkinkan penilaian risiko lebih lanjut.

### Items to monitor

- Hasil Public Expose Insidentil pada 7 September 2026, terutama penjelasan kinerja Triwulan II 2026 dan alasan suspensi.
- Keputusan BEI terkait kelanjutan suspensi dan status pencatatan saham BAIK.
- Langkah emiten untuk memperbaiki free float agar memenuhi ketentuan IDX minimal 5%.
- Perubahan lebih lanjut pada saham treasuri dan lock-up.
- Pengumuman aksi korporasi potensial seperti rights issue atau penjualan saham.

---

## BAPI

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BAPI) per akhir Agustus 2026. Tidak teridentifikasi perubahan material pada struktur pemegang saham, kepemilikan pengendali, direksi/komisaris, treasury stock, atau free float berdasarkan evidence yang diberikan. Jumlah saham tercatat dan kepemilikan pengendali tidak berubah dibanding bulan sebelumnya.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk posisi akhir Agustus 2026, diumumkan pada 4 September 2026.
- Jumlah saham tercatat (total shares) pada bulan ini dan bulan sebelumnya adalah 5.591.980.103 saham.
- Kepemilikan saham oleh pengendali (PT Bhakti Agung Propertindo Tbk) tercatat 2.377.762.103 saham (42,52%) baik pada bulan ini maupun bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris tercatat 2.250.675.350 saham (40,25%) dan 963.542,65 saham (17,23%)? Angka ini tidak konsisten dan dianggap tidak valid; tidak ada perubahan yang teridentifikasi.
- Tidak ada perubahan jumlah saham treasury stock (0 saham) pada bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Tidak ada perubahan jumlah saham free float (0 saham) yang teridentifikasi pada evidence.
- Tidak ada perubahan susunan Direksi dan Komisaris yang teridentifikasi pada evidence.
- Tidak ada perubahan pemegang saham pengendali (PT Bhakti Agung Propertindo Tbk) yang teridentifikasi pada evidence.
- Tidak ada perubahan kepemilikan saham oleh pihak Afiliasi atau Pengendali yang teridentifikasi pada evidence.

### Key financial figures

- **Jumlah saham tercatat:** 5.591.980.103 (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Kepemilikan pengendali (PT Bhakti Agung Propertindo Tbk):** 2.377.762.103 saham (42,52%) (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Kepemilikan Direksi:** 2.250.675.350 saham (40,25%) (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Kepemilikan Komisaris:** 963.542,65 saham (17,23%) (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Treasury stock:** 0 saham (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Free float:** 0 saham (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))

### Analytical scenarios

- **Konsistensi data kepemilikan** [analyst_hypothesis, low]: Angka kepemilikan Direksi dan Komisaris yang terbaca (2.250.675.350 saham dan 963.542,65 saham) tidak konsisten dengan total saham dan persentase yang tertera (40,25% dan 17,23%). Kemungkinan terjadi kesalahan ekstraksi atau format dokumen. Tidak ada indikasi perubahan material.
  - Basis: Angka pada dokumen mentah tidak konsisten antara jumlah saham dan persentase.; Tidak ada perubahan antara bulan ini dan sebelumnya pada semua angka yang terbaca.
  - Assumptions: Angka yang terbaca mungkin terpotong atau salah urutan akibat ekstraksi teks dari PDF.
  - Caveats: Perlu verifikasi langsung ke dokumen asli untuk memastikan angka yang benar.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari evidence yang diberikan.
- Terdapat ketidakjelasan pada angka kepemilikan Direksi dan Komisaris yang terbaca, namun tidak mempengaruhi kesimpulan tidak adanya perubahan material.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham, pengendali, atau free float yang teridentifikasi pada laporan ini.
- Investor tidak perlu berekspektasi terhadap perubahan tata kelola atau struktur modal berdasarkan laporan ini.

---

## BBHI

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia melalui satu Anggota Bursa Efek, dengan dana maksimal Rp300 miliar yang bersumber dari saldo laba ditahan. Periode buyback diperkirakan berlangsung dari 3 September 2026 hingga 2 Desember 2026. Pelaksanaan mengacu pada POJK 29/2023, POJK 13/2023, dan Surat OJK No. S-10/D.04/2026, sehingga tidak memerlukan persetujuan RUPS. Saham yang dibeli akan disimpan sebagai saham treasury. Manajemen menyatakan keyakinan bahwa buyback tidak akan berdampak negatif material terhadap kegiatan usaha, likuiditas, atau pertumbuhan usaha, dengan proforma penurunan aset dan ekuitas masing-masing Rp300 miliar, penurunan CAR sekitar 2,77% dari 66,35% menjadi 63,58%, dan EPS proforma turun dari Rp21,51 menjadi Rp21,33 per 30 Juni 2026.

### Material changes

- PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia.
- Buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia melalui satu Anggota Bursa Efek.
- Perkiraan periode buyback adalah 3 September 2026 hingga 2 Desember 2026.
- Dana maksimal untuk buyback adalah Rp300.000.000.000 (tiga ratus miliar Rupiah), bersumber dari saldo laba ditahan.
- Pelaksanaan buyback mengacu pada POJK No. 29 Tahun 2023, POJK No. 13 Tahun 2023, dan Surat OJK No. S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026.
- Sesuai Pasal 7 POJK 13/2023 dan Surat OJK No. S-10/D.04/2026, buyback dapat dilakukan tanpa persetujuan terlebih dahulu dari RUPS.
- Saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai saham treasury sesuai POJK 29/2023.
- Manajemen menyatakan keyakinan bahwa buyback tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha, likuiditas, atau pertumbuhan usaha.
- Manajemen menyatakan bahwa Perseroan memiliki modal kerja dan dana kas yang cukup untuk membiayai seluruh kegiatan usaha, pengembangan usaha, operasional, dan pembelian kembali saham.
- Pemberitahuan rencana buyback kepada OJK dan BEI dilakukan pada 2 September 2026.
- Harga pembelian kembali saham akan ditentukan oleh Manajemen dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
- Manajemen menyatakan alasan buyback adalah untuk menjaga stabilitas harga saham agar lebih mencerminkan kinerja, menjaga keharmonisan kondisi pasar dan fundamental, serta menjaga kepercayaan pemangku kepentingan.

### Key financial figures

- **Dana buyback maksimal:** 300.000.000.000 (Rencana buyback)
- **Total Aset (sebelum buyback):** 15.571.418 (30 Juni 2026 (proforma, sebelum buyback))
- **Total Aset (setelah buyback):** 15.271.418 (30 Juni 2026 (proforma, setelah buyback))
- **Ekuitas (sebelum buyback):** 7.340.269 (30 Juni 2026 (proforma, sebelum buyback))
- **Ekuitas (setelah buyback):** 7.040.269 (30 Juni 2026 (proforma, setelah buyback))
- **Laba Sebelum Pajak (sebelum buyback):** 300.019 (30 Juni 2026 (proforma, sebelum buyback))
- **Laba Sebelum Pajak (setelah buyback):** 292.319 (30 Juni 2026 (proforma, setelah buyback))
- **Laba Bersih (sebelum buyback):** 233.674 (30 Juni 2026 (proforma, sebelum buyback))
- **Laba Bersih (setelah buyback):** 227.668 (30 Juni 2026 (proforma, setelah buyback))
- **EPS (sebelum buyback):** 21,51 (30 Juni 2026 (proforma, sebelum buyback))
- **EPS (setelah buyback):** 21,33 (30 Juni 2026 (proforma, setelah buyback))
- **ROA (sebelum buyback):** 4,00% (30 Juni 2026 (proforma, sebelum buyback))
- **ROA (setelah buyback):** 3,98% (30 Juni 2026 (proforma, setelah buyback))
- **ROE (sebelum buyback):** 6,31% (30 Juni 2026 (proforma, sebelum buyback))
- **ROE (setelah buyback):** 6,41% (30 Juni 2026 (proforma, setelah buyback))
- **CAR (sebelum buyback):** 66,35% (30 Juni 2026 (proforma, sebelum buyback))
- **CAR (setelah buyback):** 63,58% (30 Juni 2026 (proforma, setelah buyback))
- **Penurunan CAR:** 2,77% (30 Juni 2026 (proforma))
- **Dampak pada Laba Sebelum Pajak (biaya transaksi):** 7.700 (30 Juni 2026 (proforma, dampak))
- **Dampak pada Laba Bersih (biaya transaksi):** 6.006 (30 Juni 2026 (proforma, dampak))
- **Persentase dana buyback terhadap total aset:** 1,93% (Klaim manajemen)

### Corporate actions

- Pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan

### Capital structure

- Rencana buyback maksimal Rp300 miliar
- Saham yang dibeli akan menjadi saham treasury
- Proforma penurunan ekuitas sebesar Rp300 miliar

### Listing / regulatory

- Pemberitahuan kepada OJK dan BEI pada 2 September 2026
- Pelaksanaan buyback sesuai POJK 13/2023, POJK 29/2023, dan Surat OJK No. S-10/D.04/2026
- Buyback dilakukan tanpa persetujuan RUPS berdasarkan Pasal 7 POJK 13/2023

### Analytical scenarios

- **Rencana buyback** [explicit_fact, high]: BBHI mengumumkan rencana pembelian kembali saham yang akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia melalui satu Anggota Bursa Efek.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'Pembelian kembali saham Perseroan akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia dan dilakukan melalui satu Anggota Bursa Efek'
- **Periode buyback** [explicit_fact, high]: Perkiraan jadwal periode buyback adalah 3 September 2026 hingga 2 Desember 2026.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'perkiraan jadwal periode buyback 3 September 2026 - 2 Desember 2026'
- **Dasar regulasi** [explicit_fact, high]: Buyback dilakukan berdasarkan POJK 29/2023, POJK 13/2023, dan Surat OJK No. S-10/D.04/2026.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.29 Tahun 2023 ... POJK 13/2023 ... Surat OJK No.S-10/D.04/2026'
- **Pengecualian persetujuan RUPS** [explicit_fact, high]: Buyback dapat dilaksanakan tanpa persetujuan RUPS berdasarkan Pasal 7 POJK 13/2023 dan Surat OJK No. S-10/D.04/2026.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material: 'Perseroan dapat melaksanakan Pembelian Kembali Saham tanpa memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari RUPS'
- **Dampak buyback** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan keyakinan bahwa buyback tidak akan berdampak negatif material terhadap kegiatan usaha, likuiditas, atau pertumbuhan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian: 'pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha, likuiditas maupun pertumbuhan usaha'
  - Caveats: Ini adalah pernyataan keyakinan manajemen, bukan jaminan.
- **Kecukupan dana** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan memiliki modal kerja dan dana kas yang cukup untuk membiayai seluruh kegiatan usaha dan buyback.
  - Basis: Dampak kejadian: 'Perseroan pada saat ini memiliki modal kerja dan dana kas yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha ... serta pembelian kembali saham'
  - Caveats: Tidak ada angka spesifik mengenai jumlah dana atau kas yang tersedia.
- **Dampak proforma pada aset dan ekuitas** [derived_calculation, high]: Proforma menunjukkan penurunan total aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp300.000 juta, sesuai dengan dana buyback maksimal.
  - Basis: Total aset sebelum Rp15.571.418 juta, setelah Rp15.271.418 juta; ekuitas sebelum Rp7.340.269 juta, setelah Rp7.040.269 juta
  - Assumptions: Seluruh dana buyback digunakan
- **Penurunan CAR** [derived_calculation, medium]: Penurunan CAR sekitar 2,77% dari 66,35% menjadi 63,58% dihitung berdasarkan asumsi proforma per 30 Juni 2026.
  - Basis: Dokumen halaman 4
  - Assumptions: Asumsi proforma per 30 Juni 2026
  - Caveats: Angka CAR tidak dijelaskan secara rinci dalam dokumen
- **Dampak biaya transaksi terhadap laba** [derived_calculation, medium]: Biaya transaksi diperhitungkan sebesar Rp7.700 juta pada laba sebelum pajak dan Rp6.006 juta pada laba bersih, yang setara dengan pajak sekitar 22%.
  - Basis: Laba sebelum pajak dampak Rp7.700 juta, laba bersih dampak Rp6.006 juta
  - Assumptions: Tarif pajak efektif sekitar 22%
  - Caveats: Tarif pajak tidak dinyatakan eksplisit
- **Fase buyback** [analyst_hypothesis, low]: Nama lampiran 'BBHI Share BuyBack Phase III' mengindikasikan bahwa ini adalah fase ketiga dari program buyback yang mungkin telah dilakukan sebelumnya, namun dokumen tidak menyebutkan fase sebelumnya.
  - Basis: Lampiran: 'BBHI Share BuyBack Phase III - Fakta Material.pdf'
  - Assumptions: Fase III menunjukkan adanya fase I dan II sebelumnya.
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit tentang buyback sebelumnya dalam dokumen.
- **Tujuan buyback** [analyst_hypothesis, low]: Buyback dilakukan dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan, kemungkinan untuk menjaga stabilitas harga saham, namun tujuan spesifik tidak diungkapkan.
  - Basis: Perihal: 'Rencana pembelian kembali saham Perseroan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan'
  - Assumptions: Tujuan umum buyback dalam kondisi pasar berfluktuasi adalah stabilisasi harga.
  - Caveats: Tujuan eksplisit tidak dinyatakan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak diungkapkan.
- Nilai atau anggaran buyback tidak diungkapkan.
- Sumber dana spesifik tidak dirinci, hanya disebut 'modal kerja dan dana kas'.
- Dampak terhadap struktur modal atau kepemilikan tidak dijelaskan.
- Ketidakpastian terkait hasil buyback di pasar.
- Harga pembelian kembali tidak ditentukan, hanya 'harga yang dianggap baik dan wajar' oleh Manajemen.
- Identitas Anggota Bursa Efek yang akan digunakan belum diungkapkan.
- Dampak terhadap CAR dihitung berdasarkan asumsi proforma per 30 Juni 2026, bukan angka aktual.
- Biaya transaksi diperkirakan, tetapi rincian biaya tidak dijelaskan.
- Dampak terhadap jumlah saham beredar dan free float tidak dijelaskan.

### Items to monitor

- Buyback dapat mempengaruhi struktur modal dan jumlah saham beredar, namun dampaknya belum dapat dipastikan karena jumlah saham tidak diungkapkan.
- Proforma menunjukkan penurunan CAR dan EPS, yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap kesehatan keuangan.
- Buyback dilakukan tanpa persetujuan RUPS, menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi OJK.
- Manajemen menyatakan dampak tidak material, namun investor perlu memantau realisasi buyback dan dampaknya terhadap harga saham.

---

## BCIC

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, BCIC menerbitkan dua pengumuman yang tidak terkait langsung satu sama lain. Pertama, pada 3 September 2026, BCIC menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait surat pengaduan PT Delapan Cahaya Timur (DCT) mengenai fasilitas kredit yang diberikan pada 2016. BCIC menegaskan bahwa seluruh hak tagih dan jaminan telah dialihkan kepada PT JTrust Investments Indonesia (JTII) pada 30 September 2019, sehingga BCIC tidak lagi memiliki hak tagih atau kewenangan atas agunan. Kedua, pada hari yang sama, BCIC menerbitkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Agustus 2026, yang menunjukkan struktur kepemilikan yang stabil tanpa perubahan material. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus yang diumumkan dalam periode ini.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham, kepemilikan pengendali, direksi/komisaris, treasury stock, atau free float per 31 Agustus 2026.
- BCIC menegaskan tidak lagi memiliki hak tagih atau kewenangan atas agunan terkait DCT sejak 30 September 2019.

### Key financial figures

- **Plafon Kredit Rekening Koran (KRK):** Rp40.000.000.000 (2016-04-25)
- **Plafon Kredit Angsuran Berjangka (KAB):** Rp10.000.000.000 (2016-04-25)
- **Jangka waktu KRK:** 12 bulan (2016-04-25)
- **Jangka waktu KAB:** 60 bulan (2016-04-25)
- **Total saham beredar:** 18.109.922.009 saham (2026-08-31)
- **Kepemilikan JTrust Co., Ltd.:** 66,4% (12.025.097.496 saham) (2026-08-31)
- **Kepemilikan JTrust Asia Pte. Ltd.:** 18,67% (3.381.207.875 saham) (2026-08-31)
- **Kepemilikan direksi dan komisaris:** 5.091.500 saham (0,0281%) (2026-08-31)
- **Treasury stock:** 0 saham (2026-08-31)
- **Free float:** 13,6% (2.452.144.222 saham) (2026-08-31)

### Listing / regulatory

- BEI meminta penjelasan melalui surat No. 5-11209/BEI.PP3/09-2026 tanggal 1 September 2026 terkait pengaduan DCT.
- BCIC menanggapi permintaan penjelasan bursa pada 3 September 2026, dengan substansi tanggapan pada Lampiran 1.
- Tidak ada indikasi suspensi, delisting, atau pelanggaran free float dalam dokumen.

### Analytical scenarios

- **Pengalihan hak tagih dan jaminan kepada JTII** [explicit_fact, high]: BCIC mengalihkan seluruh hak tagih dan jaminan kebendaan terkait kewajiban DCT kepada PT JTrust Investments Indonesia (JTII) pada 30 September 2019 melalui Akta Perjanjian Pengalihan Piutang No. 95 sampai 101.
  - Basis: Pengumuman 20260903134639-02.02/S.Dir-ARMD/JTRUST/IX/2026_id-id
- **Fasilitas kredit yang diberikan kepada DCT** [explicit_fact, high]: BCIC memberikan fasilitas Kredit Rekening Koran (KRK) dengan plafon Rp40.000.000.000 dan jangka waktu 12 bulan, serta Kredit Angsuran Berjangka (KAB) dengan plafon Rp10.000.000.000 dan jangka waktu 60 bulan, keduanya pada 25 April 2016.
  - Basis: Pengumuman 20260903134639-02.02/S.Dir-ARMD/JTRUST/IX/2026_id-id
- **Struktur pemegang saham per 31 Agustus 2026** [explicit_fact, high]: Total saham beredar 18.109.922.009 saham, dengan JTrust Co., Ltd. memiliki 66,4% (12.025.097.496 saham) dan JTrust Asia Pte. Ltd. memiliki 18,67% (3.381.207.875 saham). Treasury stock 0 saham, free float sekitar 13,6% (2.452.144.222 saham).
  - Basis: Pengumuman 20260903151140-033/CSD/JTRUST/IX/2026_id-id
- **Total plafon kredit yang diberikan kepada DCT** [derived_calculation, high]: Total plafon kredit adalah Rp40 miliar (KRK) + Rp10 miliar (KAB) = Rp50 miliar.
  - Basis: Plafon KRK Rp40.000.000.000; Plafon KAB Rp10.000.000.000
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana
- **Total kepemilikan pengendali** [derived_calculation, high]: Total kepemilikan JTrust Co., Ltd. dan JTrust Asia Pte. Ltd. adalah 66,4% + 18,67% = 85,07% dari total saham beredar.
  - Basis: Kepemilikan JTrust Co., Ltd. 66,4%; Kepemilikan JTrust Asia Pte. Ltd. 18,67%
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana
- **Dampak pengalihan piutang terhadap posisi keuangan BCIC** [analyst_hypothesis, low]: Pengalihan piutang kepada JTII pada 2019 kemungkinan telah mengurangi aset piutang BCIC, namun tidak ada angka atau rincian dampak yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Pengalihan seluruh hak tagih dan jaminan kepada JTII pada 30 September 2019
  - Assumptions: Pengalihan piutang dicatat sebagai pengurangan aset dalam laporan keuangan
  - Caveats: Tidak ada rincian nilai pengalihan atau dampak keuangan yang diungkapkan
- **Potensi sengketa hukum dengan DCT** [analyst_hypothesis, low]: Pengaduan DCT dapat berujung pada sengketa hukum atau negosiasi restrukturisasi, namun belum ada konfirmasi mengenai perkembangan atau keputusan.
  - Basis: Klaim DCT tentang aset jaminan dan hutang; Permohonan restrukturisasi kredit oleh DCT
  - Assumptions: Sengketa dapat berlanjut ke pengadilan atau negosiasi
  - Caveats: Belum ada informasi perkembangan atau keputusan
- **Stabilitas struktur pemegang saham** [analyst_hypothesis, medium]: Berdasarkan data yang tersedia, tidak ada perubahan signifikan pada komposisi pemegang saham besar atau pengendali antara bulan sebelumnya dan bulan berjalan. Namun, karena data pembanding tidak lengkap, tidak dapat dipastikan apakah ada perubahan kecil yang tidak teridentifikasi.
  - Basis: Data kepemilikan JTrust Co., Ltd. dan JTrust Asia Pte. Ltd. konsisten antara halaman 2 dan 11 dokumen utama.; Tidak ada perubahan treasury stock (0 saham) dan free float yang terlihat stabil (13,65% vs 13,56%).
  - Assumptions: Angka yang terbaca pada dokumen dianggap akurat dan mewakili posisi akhir bulan Agustus 2026.
  - Caveats: Data pembanding (bulan sebelumnya) tidak lengkap dan beberapa angka tidak terbaca jelas pada dokumen.; Perubahan kecil pada kepemilikan mungkin tidak terdeteksi karena keterbatasan ekstraksi teks.

### Risks / uncertainties

- Substansi tanggapan BCIC pada Lampiran 1 tidak disertakan dalam dokumen utama, sehingga detail jawaban atas 12 poin pertanyaan BEI tidak dapat diverifikasi.
- Nilai pengalihan piutang kepada JTII tidak diungkapkan, sehingga dampak keuangan bagi BCIC tidak dapat diukur.
- Potensi sengketa hukum dengan DCT terkait aset jaminan dan pengakuan hutang.
- Permohonan restrukturisasi kredit DCT dapat mempengaruhi kualitas aset dan kinerja keuangan BCIC, meskipun BCIC menyatakan tidak lagi memiliki hak tagih.
- Klaim DCT tentang penilaian aset yang tidak wajar dapat mempengaruhi reputasi atau harga pasar aset terkait.
- Free float sekitar 13,6% berada di bawah ambang batas 40% yang disyaratkan untuk penurunan tarif pajak penghasilan (sesuai PP No. 55 Tahun 2022), namun ini bukan merupakan risiko kepatuhan bursa yang baru.

### Items to monitor

- Substansi tanggapan BCIC atas 12 poin pertanyaan BEI (Lampiran 1) untuk memahami detail jawaban.
- Nilai pengalihan piutang kepada JTII dan dampaknya terhadap laporan keuangan BCIC.
- Perkembangan sengketa hukum atau negosiasi restrukturisasi antara BCIC/DCT.
- Perubahan struktur pemegang saham pada laporan bulanan berikutnya untuk memantau stabilitas kepemilikan.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float dan peraturan terkait.

---

## BIKE

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material yang mempengaruhi harga efek, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkapkan. Namun, emiten mengungkapkan rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (3 bulan), meliputi RUPS dengan agenda perubahan kedudukan/alamat, penyesuaian jumlah pemegang saham per 31 Agustus 2026, penambahan KBLI/kegiatan usaha, dan persetujuan transaksi afiliasi penambahan modal Rp1 triliun dari PT Penajam Makmur Jaya. Selain itu, emiten berencana mengakuisisi dua anak usaha baru: PT Karya Bersinar Indonesia (kontrak senilai Rp3,8 triliun) dan PT Fahreza Duta Perkasa (izin sedimentasi pasir laut senilai Rp23 triliun). Pemegang saham utama berkomitmen tidak menjual sahamnya selama 10 tahun ke depan.

### Material changes

- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan yang dapat mempengaruhi harga efek sesuai Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024.
- Emiten berencana melaksanakan RUPS dengan agenda: perubahan kedudukan dan alamat Perseroan, penyesuaian jumlah pemegang saham per 31 Agustus 2026, persetujuan penambahan KBLI/kegiatan usaha, dan persetujuan transaksi afiliasi penambahan modal Rp1 triliun dari PT Penajam Makmur Jaya.
- Emiten berencana mengakuisisi PT Karya Bersinar Indonesia sebagai anak usaha baru, yang telah mendapatkan kontrak senilai Rp3,8 triliun.
- Emiten berencana mengakuisisi PT Fahreza Duta Perkasa sebagai anak usaha baru, yang telah mendapatkan izin sedimentasi pasir laut senilai Rp23 triliun.
- Emiten menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan.
- Pemegang saham utama berkomitmen tidak akan menjual kepemilikan sahamnya selama 10 tahun ke depan.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Winston Mulyadi selaku Direktur, tanggal 03-09-2026.
- Permintaan penjelasan dari BEI dengan nomor S-11175/BEI.PP3/09-2026, tanggal tidak tercantum (null).
- Surat tanggapan bernomor 2026/251/IX/BIKE/EK, tanpa lampiran.
- Emiten beralamat di Jl. Alam Sutera Boulevard Kav. 12A, Pakulon, Serpong Utara.

### Key financial figures

- **Nilai penambahan modal dari PT Penajam Makmur Jaya:** 1 triliun (rencana RUPS (waktu dekat, <3 bulan))
- **Nilai kontrak PT Karya Bersinar Indonesia:** 3,8 triliun (tidak disebutkan)
- **Nilai izin sedimentasi pasir laut PT Fahreza Duta Perkasa:** 23 triliun (tidak disebutkan)

### Corporate actions

- Rencana RUPS dengan agenda perubahan kedudukan/alamat, penyesuaian jumlah pemegang saham, penambahan KBLI, dan persetujuan transaksi afiliasi
- Rencana penambahan modal Rp1 triliun dari PT Penajam Makmur Jaya (transaksi afiliasi)
- Rencana akuisisi dua perusahaan sebagai anak usaha baru
- Komitmen pemegang saham utama untuk tidak menjual saham selama 10 tahun

### Expansion projects

- Akuisisi PT Karya Bersinar Indonesia (kontrak senilai Rp3,8 triliun)
- Akuisisi PT Fahreza Duta Perkasa (izin sedimentasi pasir laut senilai Rp23 triliun)

### Management / control changes

- Perubahan kedudukan dan alamat Perseroan (agenda RUPS)
- Penambahan KBLI/kegiatan usaha (agenda RUPS)

### Capital structure

- Penambahan modal Rp1 triliun dari PT Penajam Makmur Jaya (rencana)
- Penyesuaian jumlah pemegang saham per 31 Agustus 2026 (rencana)
- Komitmen pemegang saham utama tidak menjual saham selama 10 tahun

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi (surat S-11175/BEI.PP3/09-2026)
- Rencana aksi korporasi yang dapat mempengaruhi pencatatan saham (dalam 3 bulan)

### Analytical scenarios

- **Rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk RUPS dan akuisisi anak usaha.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan memiliki rencana untuk aksi korporasi yaitu...'
- **Tidak ada fakta material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak mengetahui fakta material yang mempengaruhi harga efek, namun mengungkapkan rencana aksi korporasi yang material.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, 3, 5
- **Total nilai kontrak dan izin anak usaha** [derived_calculation, high]: Total nilai kontrak PT Karya Bersinar Indonesia dan izin PT Fahreza Duta Perkasa adalah Rp26,8 triliun (3,8 + 23).
  - Basis: Nilai kontrak 3,8 triliun; Nilai izin 23 triliun
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana
  - Caveats: Nilai tersebut bukan pendapatan atau laba, melainkan nilai kontrak/izin.
- **Potensi dampak pada harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Rencana akuisisi dengan nilai kontrak besar (Rp3,8 triliun dan Rp23 triliun) dan penambahan modal Rp1 triliun dapat menjadi katalis positif bagi harga saham, namun belum dikonfirmasi.
  - Basis: Nilai kontrak dan izin yang diungkapkan
  - Assumptions: Akuisisi akan selesai dan memberikan nilai tambah
  - Caveats: Belum ada detail transaksi, due diligence, atau persetujuan pemegang saham.
- **Risiko transaksi afiliasi** [analyst_hypothesis, medium]: Penambahan modal dari PT Penajam Makmur Jaya merupakan transaksi afiliasi, berpotensi menimbulkan benturan kepentingan dan memerlukan persetujuan pemegang saham independen.
  - Basis: Agenda RUPS: 'Persetujuan Transaksi & Afiliasi Penambahan Modal 1 Triliun dari PT Penajam Makmur Jaya'
  - Assumptions: PT Penajam Makmur Jaya adalah afiliasi
  - Caveats: Hubungan afiliasi tidak dijelaskan secara rinci.
- **Kepatuhan POJK 4/2024** [analyst_hypothesis, low]: Emiten menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, namun komitmen pemegang saham utama untuk tidak menjual saham selama 10 tahun mungkin perlu dilaporkan sesuai POJK 4/2024.
  - Basis: Jawaban poin 3 dan 6
  - Assumptions: Komitmen tersebut merupakan perubahan kepemilikan atau aktivitas yang dilaporkan
  - Caveats: Tidak ada detail pelaporan.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum (null), sehingga ketepatan waktu tanggapan tidak dapat diverifikasi.
- Rencana akuisisi dan penambahan modal masih bersifat rencana, belum ada detail transaksi, nilai pasti, atau jadwal.
- Nilai kontrak dan izin anak usaha belum tentu mencerminkan pendapatan atau laba aktual.
- Transaksi afiliasi berpotensi menimbulkan benturan kepentingan.
- Tidak ada informasi mengenai sumber dana penambahan modal atau akuisisi.

### Items to monitor

- Volatilitas transaksi efek BIKE menjadi pemicu permintaan penjelasan BEI.
- Rencana aksi korporasi dapat mempengaruhi harga saham dan keputusan investasi.

---

## BINA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT BINA Tbk (BINA) menerbitkan dua pengumuman yang saling terkait: (1) Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per akhir Februari 2026 yang menunjukkan perubahan kepemilikan Direksi (Emil) dan afiliasi pengendali (Farhan), penurunan saham tresuri, serta kenaikan saham free float dan saham tercatat; dan (2) pengumuman Bursa tentang pencatatan saham tambahan hasil konversi waran Seri 1 (BINA-W) sebanyak 4.321 waran, dengan total saham setelah konversi 321.442 saham dan tanggal pencatatan 29 Agustus 2026. Kedua pengumuman mengindikasikan aktivitas perubahan struktur modal dan kepemilikan, meskipun terdapat inkonsistensi angka pada pengumuman konversi yang memerlukan klarifikasi. Tidak ada aksi korporasi lain yang material, proyek ekspansi, atau perubahan pengendali yang teridentifikasi.

### Material changes

- Kepemilikan Direksi (Emil) meningkat dari 3.000.000 saham (45%) menjadi 5.000.000 saham (50%)
- Kepemilikan afiliasi pengendali (Farhan) menurun dari 3.500.000 saham (15%) menjadi 2.000.000 saham (10%)
- Saham tresuri menurun dari 1.000.000 saham (10%) menjadi 500.000 saham (5%)
- Saham free float meningkat dari 800.000 saham menjadi 1.200.000 saham (persentase tetap 40,00%)
- Saham tercatat di Bursa meningkat dari 2.000.000 saham menjadi 3.000.000 saham
- Saham tidak tercatat menurun dari 9.000.000 saham (81,82%) menjadi 8.000.000 saham (72,73%)
- Jumlah pemegang saham (SID) meningkat dari 400 menjadi 450
- Konversi 4.321 waran Seri 1 (BINA-W) menjadi saham biasa, dengan total saham setelah konversi 321.442 saham

### Key financial figures

- **total_saham_setelah_konversi:** 321.442 (2026-08-29)
- **jumlah_waran_dikonversi:** 4.321 (2026-08-29)
- **sisa_waran_sebelum_konversi:** 100.000 (2026-08-29)
- **sisa_waran_setelah_konversi:** 95.679 (2026-08-29)
- **jumlah_saham_tercatat_sebelumnya:** 100.000 (sebelum_2026-08-29)
- **jumlah_saham_tercatat_setelah_konversi:** 100.000 (2026-08-29)

### Corporate actions

- Konversi waran Seri 1 (BINA-W) menjadi saham biasa

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali yang teridentifikasi; Emil tetap tercatat sebagai pengendali pada bulan sebelumnya dan bulan ini.
- Kepemilikan saham Direksi (Emil) meningkat dari 3.000.000 saham (45%) menjadi 5.000.000 saham (50%).
- Kepemilikan saham Farhan (afiliasi pengendali) menurun dari 3.500.000 saham (15%) menjadi 2.000.000 saham (10%).

### Capital structure

- Perubahan jumlah saham tresuri: dari 1.000.000 saham (10%) menjadi 500.000 saham (5%).
- Perubahan jumlah saham free float: dari 800.000 saham menjadi 1.200.000 saham, persentase tetap 40,00%.
- Perubahan jumlah saham tercatat di Bursa: dari 2.000.000 saham menjadi 3.000.000 saham.
- Perubahan jumlah saham tidak tercatat: dari 9.000.000 saham (81,82%) menjadi 8.000.000 saham (72,73%).
- Konversi 4.321 waran Seri 1 (BINA-W) menjadi saham biasa, dengan total saham setelah konversi 321.442 saham.
- Sisa waran setelah konversi: 95.679 waran.

### Listing / regulatory

- Pencatatan saham tambahan di Bursa Efek Indonesia
- Emiten tercatat di Papan Pengembangan

### Analytical scenarios

- **Konversi waran** [explicit_fact, high]: Berdasarkan pengumuman, 4.321 waran Seri 1 dikonversi menjadi saham, dengan total saham setelah konversi 321.442.
  - Basis: Jumlah waran dikonversi: 4.321; Total saham setelah konversi: 321.442
- **Sisa waran setelah konversi** [derived_calculation, high]: Sisa waran setelah konversi dihitung dari sisa waran sebelum konversi dikurangi waran yang dikonversi: 100.000 - 4.321 = 95.679.
  - Basis: Sisa waran sebelum konversi: 100.000; Waran dikonversi: 4.321
  - Assumptions: Angka sisa waran sebelum konversi adalah 100.000.
- **Inkonsistensi jumlah saham** [analyst_hypothesis, medium]: Terdapat inkonsistensi antara total saham setelah konversi (321.442) dan jumlah saham tercatat setelah konversi (100.000). Kemungkinan angka 100.000 adalah salah ketik atau merujuk pada jumlah saham sebelum konversi yang tidak diperbarui.
  - Basis: Total saham setelah konversi: 321.442; Jumlah saham tercatat setelah konversi: 100.000
  - Assumptions: Angka 100.000 mungkin salah ketik atau tidak diperbarui.
  - Caveats: Perlu klarifikasi dari emiten atau Bursa.
- **Rasio konversi waran** [analyst_hypothesis, low]: Jika total saham setelah konversi 321.442 dan saham sebelumnya 100.000, maka saham baru dari konversi sekitar 221.442. Dengan 4.321 waran dikonversi, rasio konversi sekitar 51,25 saham per waran, tetapi ini tidak dinyatakan eksplisit.
  - Basis: Total saham setelah konversi: 321.442; Saham sebelumnya: 100.000; Waran dikonversi: 4.321
  - Assumptions: Saham sebelumnya adalah 100.000.; Tidak ada aksi korporasi lain yang mempengaruhi jumlah saham.
  - Caveats: Rasio konversi tidak dinyatakan dalam dokumen.
- **Perubahan komposisi kepemilikan** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan kepemilikan Emil (Direksi) dan penurunan kepemilikan Farhan (afiliasi pengendali) dapat mengindikasikan transfer saham antara pihak-pihak tersebut, namun tidak ada bukti transaksi spesifik dalam laporan.
  - Basis: Kepemilikan Emil naik 2.000.000 saham, kepemilikan Farhan turun 1.500.000 saham, dan saham tresuri turun 500.000 saham.
  - Assumptions: Perubahan kepemilikan mungkin terkait dengan transaksi pasar atau transfer antar pihak, tetapi tidak diungkapkan dalam laporan.
  - Caveats: Laporan tidak menyediakan rincian transaksi atau penyebab perubahan kepemilikan.

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi antara total saham setelah konversi (321.442) dan jumlah saham tercatat setelah konversi (100.000) dapat menimbulkan kebingungan dan perlu klarifikasi.
- Rasio konversi waran tidak diungkapkan secara eksplisit.
- Perubahan kepemilikan saham oleh Direksi dan afiliasi pengendali dapat mempengaruhi persepsi pasar, namun tidak ada indikasi pelanggaran peraturan.

### Items to monitor

- Klarifikasi dari emiten atau Bursa mengenai inkonsistensi jumlah saham setelah konversi (321.442 vs 100.000).
- Rincian transaksi atau penyebab perubahan kepemilikan Emil dan Farhan.
- Perkembangan konversi waran Seri 1 (BINA-W) selanjutnya dan dampaknya terhadap struktur modal.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float dan pencatatan di Papan Pengembangan.

---

## BIPP

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 4

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, BIPP merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD/private placement), menerbitkan koreksi atas tanggapan tersebut, dan memanggil RUPSLB untuk 25 September 2026 guna menyetujui PMTHMETD, perubahan Anggaran Dasar terkait peningkatan modal, serta penyesuaian kegiatan usaha sesuai KBLI 2025. Emiten belum mengungkapkan estimasi proceeds, identitas calon strategic investor, jumlah saham baru final, harga pelaksanaan, atau nilai transaksi. Negosiasi dengan calon investor (termasuk pihak berelasi dan pemegang saham pengendali) masih berlangsung. Perkiraan jumlah saham tercatat setelah PMTHMETD adalah 5.531.536.313 saham (dari 5.028.669.376 saham sebelum), mengindikasikan potensi penerbitan sekitar 502,87 juta saham baru. Free float setelah PMTHMETD belum dapat ditentukan, sehingga kepatuhan terhadap ketentuan free float Bursa masih belum terkonfirmasi. Aksi ini berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham existing.

### Material changes

- Rencana PMTHMETD (private placement) yang akan dibahas dalam RUPSLB 25 September 2026.
- Perubahan Anggaran Dasar terkait peningkatan modal melalui PMTHMETD.
- Penyesuaian Pasal 3 AD tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha sesuai KBLI 2025 (tidak mengubah substansi kegiatan usaha utama).
- Perkiraan jumlah saham tercatat meningkat dari 5.028.669.376 menjadi 5.531.536.313 saham setelah PMTHMETD.

### Key financial figures

- **Jumlah saham tercatat di Bursa per akhir bulan sebelum PMTHMETD:** 5.028.669.376 saham (Sebelum PMTHMETD)
- **Jumlah saham tercatat di Bursa per akhir bulan setelah PMTHMETD (perkiraan):** 5.531.536.313 saham (Setelah PMTHMETD (proyeksi))
- **Jumlah saham free float sebelum PMTHMETD:** 906.688.726 saham (Sebelum PMTHMETD)
- **Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh seluruh pemegang saham kurang dari 5%:** 1.333.872.256 saham (Sebelum PMTHMETD)
- **Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh Direksi dan Dewan Komisaris kurang dari 5%:** 112.042.000 saham (Sebelum PMTHMETD)
- **Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh Pengendali kurang dari 5%:** 0 saham (Sebelum PMTHMETD)
- **Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh Afiliasi dari Pengendali kurang dari 5%:** 312.183.030 saham (Sebelum PMTHMETD)
- **Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh Perusahaan Modal Ventura dan Private Equity kurang dari 5%:** 4.000 saham (Sebelum PMTHMETD)
- **Jumlah saham non-warkat yang berada dalam status sita atau blokir kurang dari 5%:** 2.954.500 saham (Sebelum PMTHMETD)
- **Jumlah saham dengan penerima manfaat investor publik yang disetujui Bursa untuk Free Float:** 0 saham (Sebelum PMTHMETD)
- **Jumlah saham treasuri non-warkat kurang dari 5%:** 0 saham (Sebelum PMTHMETD)
- **Jumlah saham yang harus dibatasi pengalihan kepemilikannya (lock up) kurang dari 5%:** 0 saham (Sebelum PMTHMETD)

### Corporate actions

- Rencana Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) / private placement - negosiasi masih berlangsung, belum ada estimasi proceeds.

### Expansion projects

- Pengembangan usaha properti: membangun, merenovasi, dan mengembangkan portofolio properti.
- Penggunaan dana untuk belanja modal (capital expenditure) dan pengeluaran operasional (operational expenditure).

### Capital structure

- Rencana PMTHMETD (private placement) dengan jumlah saham baru diperkirakan 502.866.937 saham (derived calculation).
- Penyesuaian Anggaran Dasar sesuai KBLI 2025 tanpa perubahan substansi kegiatan usaha.

### Listing / regulatory

- Pemenuhan free float sesuai Ketentuan V.1.1 Peraturan Bursa No. I-A belum dapat ditentukan setelah PMTHMETD.
- PMTHMETD harus dilaksanakan maksimal 2 tahun sejak RUPSLB sesuai POJK.
- Pemanggilan RUPSLB untuk 25 September 2026.

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB memiliki tiga agenda: persetujuan PMTHMETD, perubahan AD terkait peningkatan modal, dan penyesuaian Pasal 3 AD sesuai KBLI 2025.
  - Basis: Dokumen pemanggilan RUPSLB halaman 1 dan 3 mencantumkan agenda 1, 2, dan 3 secara eksplisit.
- **Jadwal RUPS** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 25 September 2026 pukul 15:00 WIB, dengan recording date 2 September 2026.
  - Basis: Dokumen pemanggilan RUPSLB halaman 1 dan 3 menyebutkan hari/tanggal/waktu dan recording date.
- **Penggunaan dana PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Dana PMTHMETD akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, memenuhi kebutuhan pendanaan dan modal kerja, serta mendukung ekspansi termasuk capex/opex.
  - Basis: Penjelasan mata acara pertama pada lampiran 2 pemanggilan RUPSLB.
- **Jumlah saham baru dari PMTHMETD** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan jumlah saham tercatat sebelum dan setelah PMTHMETD, selisihnya adalah 502.866.937 saham (5.531.536.313 - 5.028.669.376). Ini mengindikasikan potensi penerbitan saham baru sekitar 502,87 juta saham, namun angka ini adalah perkiraan dari tabel yang diisi Perseroan.
  - Basis: Jumlah saham tercatat sebelum PMTHMETD: 5.028.669.376; Jumlah saham tercatat setelah PMTHMETD: 5.531.536.313
  - Assumptions: Selisih tersebut seluruhnya berasal dari penerbitan saham baru PMTHMETD.
  - Caveats: Angka setelah PMTHMETD mungkin belum final dan dapat berubah.
- **Persentase free float sebelum PMTHMETD** [derived_calculation, medium]: Persentase free float sebelum PMTHMETD adalah sekitar 18.03% (906.688.726 / 5.028.669.376 * 100).
  - Basis: Jumlah saham free float: 906.688.726; Jumlah saham tercatat: 5.028.669.376
  - Assumptions: Rumus free float = (free float / total saham tercatat) * 100%.
  - Caveats: Angka free float mungkin belum memperhitungkan semua komponen sesuai ketentuan.
- **Dampak PMTHMETD terhadap free float** [analyst_hypothesis, low]: Jika PMTHMETD diterbitkan kepada investor yang tidak termasuk kategori free float, persentase free float bisa menurun, berpotensi melanggar ketentuan Bursa. Namun, karena perhitungan belum dapat ditentukan, risiko ini belum terkonfirmasi.
  - Basis: Free float setelah PMTHMETD belum dapat ditentukan.
  - Assumptions: Penerbitan saham baru dapat mengubah komposisi pemegang saham.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai siapa investor dan bagaimana dampaknya terhadap free float.
- **Keterlibatan pemegang saham pengendali** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun struktur permodalan setelah PMTHMETD menunjukkan pengendali tidak berpartisipasi, tanggapan menyebutkan negosiasi masih berlangsung dengan pemegang saham pengendali. Ini mengindikasikan kemungkinan perubahan partisipasi di masa depan.
  - Basis: Tabel free float menunjukkan kepemilikan pengendali 0 setelah PMTHMETD.; Tanggapan nomor 4.b menyebutkan negosiasi dengan pemegang saham pengendali.
  - Assumptions: Angka 0 pada tabel mungkin belum final.
  - Caveats: Tabel mungkin hanya perkiraan awal.
- **Dampak dilusi** [analyst_hypothesis, low]: PMTHMETD berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak ikut serta, namun besaran dilusi tidak dapat dihitung tanpa data jumlah saham baru.
  - Basis: PMTHMETD adalah penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.
  - Assumptions: Akan ada penerbitan saham baru.
  - Caveats: Jumlah saham baru dan harga pelaksanaan tidak diungkapkan.
- **Perubahan kegiatan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian kegiatan usaha sesuai KBLI 2025 mungkin hanya bersifat administratif untuk menyesuaikan klasifikasi, atau bisa juga mencerminkan perubahan arah bisnis.
  - Basis: Agenda ketiga menyebutkan penyesuaian Pasal 3 AD agar sesuai KBLI 2025.
  - Assumptions: KBLI 2025 adalah klasifikasi baku terbaru.
  - Caveats: Tidak ada rincian perubahan kegiatan usaha.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian identitas dan partisipasi strategic investor.
- Estimasi proceeds belum tersedia.
- Perhitungan free float setelah PMTHMETD belum dapat ditentukan, berpotensi risiko kepatuhan.
- Negosiasi yang masih berlangsung dapat mempengaruhi timeline dan struktur transaksi.
- Jumlah saham baru, harga pelaksanaan, dan nilai transaksi PMTHMETD belum diungkapkan.
- Persetujuan pemegang saham belum diperoleh; RUPSLB masih akan dilaksanakan.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 25 September 2026 dan persetujuan pemegang saham.
- Identitas calon strategic investor dan pemilik manfaatnya.
- Estimasi proceeds dan realisasi penggunaan dana PMTHMETD.
- Jumlah saham baru final, harga pelaksanaan, dan nilai transaksi PMTHMETD.
- Perhitungan free float setelah PMTHMETD dan kepatuhan terhadap ketentuan Bursa.
- Detail perubahan Pasal 3 AD terkait KBLI 2025.
- Timeline pelaksanaan PMTHMETD (maksimal 2 tahun sejak RUPSLB).

---

## BJTM

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 4

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, BJTM menerbitkan empat pengumuman yang seluruhnya bersifat administratif dan rutin: satu penyampaian materi Public Expose Tahunan dan tiga laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Agustus 2026. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus/pengendali yang diumumkan. Yang berubah secara substantif adalah penyediaan informasi kinerja keuangan dan strategi melalui materi Public Expose, yang menunjukkan pertumbuhan kuat pada basis konsolidasi (aset +37,16% YoY, laba bersih +53,49% YoY per Juni 2026) namun kontraksi pada basis bank only (aset -6,62%, DPK -10,65% YoY per Juli 2026). Pentingnya secara korporasi terletak pada sinyal divergensi antara kinerja induk dan konsolidasi, tekanan kualitas aset (NPL 4,24%), serta penegasan strategi transformasi 5 pilar dan sinergi KUB. Laporan registrasi pemegang efek menegaskan tidak ada perubahan kepemilikan, dengan Pemda Provinsi Jawa Timur tetap mengendalikan 51,127%.

### Key financial figures

- **Aset (Konsolidasi):** 162057 (1H26 (Juni 2026, YoY +37,16%))
- **DPK (Konsolidasi):** 120425 (1H26 (Juni 2026, YoY +31,47%))
- **KYD (Konsolidasi):** 111288 (1H26 (Juni 2026, YoY +41,68%))
- **Ekuitas (Konsolidasi):** 13063 (1H26 (Juni 2026, YoY +3,94%))
- **Laba Bersih (Konsolidasi):** 1245 (1H26 (Juni 2026, YoY +53,49%))
- **Pendapatan Bunga Bersih (Konsolidasi):** 4661 (1H26 (Juni 2026, YoY +39,59%))
- **Laba Operasional Sebelum Provisi (Konsolidasi):** 2329 (1H26 (Juni 2026, YoY +23,45%))
- **Aset (Bank Only):** 98094 (7M26 (Juli 2026, YoY -6,62%))
- **DPK (Bank Only):** 72967 (7M26 (Juli 2026, YoY -10,65%))
- **KYD (Bank Only):** 66461 (7M26 (Juli 2026, YoY -2,68%))
- **Laba Bersih (Bank Only):** 802 (7M26 (Juli 2026, YoY +1,76%))
- **Pendapatan Bunga Bersih (Bank Only):** 3392 (7M26 (Juli 2026, YoY -0,82%))
- **NPL (Bank Only):** 4.24% (7M26 (Juli 2026))
- **Coverage Ratio (Bank Only):** 94.34% (7M26 (Juli 2026))
- **Credit Cost (Bank Only):** 2.12% (7M26 (Juli 2026))
- **CAR (Bank Only):** 24.29% (7M26 (Juli 2026))
- **LDR (Bank Only):** 90.92% (7M26 (Juli 2026))
- **CASA (Bank Only):** 63.85% (7M26 (Juli 2026))
- **ROA (Bank Only):** 1.75% (7M26 (Juli 2026))
- **ROE (Bank Only):** 11.19% (7M26 (Juli 2026))
- **NIM (Bank Only):** 5.93% (7M26 (Juli 2026))
- **BOPO (Bank Only):** 82.15% (7M26 (Juli 2026))
- **Kredit Konsumer (Bank Only):** 36332 (7M26 (Juli 2026, YoY +0,85%))
- **Kredit Non-Konsumer (Bank Only):** 30129 (7M26 (Juli 2026, YoY -6,63%))
- **Total Saham Beredar:** 15015498082 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Pengendali (Pemda Provinsi Jawa Timur):** 51.127% (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Direksi dan Komisaris:** 0.0933310% (31 Agustus 2026)
- **Free Float:** 20.63% (31 Agustus 2026)
- **Treasury Stock:** 0 (31 Agustus 2026)

### Analytical scenarios

- **Kinerja keuangan konsolidasi vs bank only** [explicit_fact, high]: Data konsolidasi 1H26 menunjukkan pertumbuhan kuat (aset +37,16%, laba bersih +53,49% YoY), sementara data bank only 7M26 menunjukkan kontraksi (aset -6,62%, DPK -10,65% YoY). Ini adalah fakta eksplisit dari materi Public Expose.
  - Basis: Data konsolidasi 1H26: aset Rp162.057 miliar, laba bersih Rp1.245 miliar; Data bank only 7M26: aset Rp98.094 miliar, DPK Rp72.967 miliar
  - Caveats: Periode pelaporan berbeda (1H26 vs 7M26)
- **Perbedaan pertumbuhan kredit konsolidasi vs bank only** [derived_calculation, low]: Kredit konsolidasi (KYD) tumbuh 41,68% YoY pada 1H26, sementara kredit bank only turun 2,68% YoY pada 7M26. Perbedaan ini dapat mengindikasikan bahwa pertumbuhan kredit didorong oleh anak usaha, atau terdapat perbedaan definisi KYD dan periode pelaporan.
  - Basis: Data konsolidasi 1H26: KYD Rp111.288 miliar (+41,68% YoY); Data bank only 7M26: KYD Rp66.461 miliar (-2,68% YoY)
  - Assumptions: KYD konsolidasi mencakup seluruh entitas, sedangkan bank only hanya induk.; Periode pelaporan berbeda (1H26 vs 7M26) sehingga tidak dapat dibandingkan langsung.
  - Caveats: Periode pelaporan berbeda (1H26 vs 7M26).; Definisi KYD mungkin berbeda antara konsolidasi dan bank only.
- **Tren kualitas aset bank only** [derived_calculation, medium]: NPL bank only meningkat dari 3,88% (FY25) menjadi 4,24% (7M26), sementara coverage ratio menurun dari 102,12% (FY25) menjadi 94,34% (7M26). Credit cost menurun dari 2,55% (FY25) menjadi 2,12% (7M26), yang mungkin menunjukkan pengendalian biaya provisi.
  - Basis: Data rasio triwulanan menunjukkan tren NPL naik dan coverage ratio turun.; Credit cost menurun pada periode yang sama.
  - Assumptions: Penurunan credit cost mencerminkan pengendalian biaya provisi.
  - Caveats: Data hanya mencakup bank only, bukan konsolidasi.; Tidak ada rincian segmen NPL.
- **Penurunan aset dan DPK bank only** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan aset dan DPK bank only pada 7M26 (masing-masing -6,62% dan -10,65% YoY) dapat mengindikasikan normalisasi setelah pertumbuhan tinggi di 2025, atau dampak dari strategi pengelolaan likuiditas yang lebih selektif. Namun, data konsolidasi menunjukkan pertumbuhan kuat, sehingga perlu analisis lebih lanjut mengenai kontribusi anak usaha.
  - Basis: Data bank only 7M26 menunjukkan penurunan aset dan DPK.; Data konsolidasi 1H26 menunjukkan pertumbuhan aset dan DPK yang signifikan.
  - Assumptions: Perbedaan antara bank only dan konsolidasi mencerminkan kontribusi anak usaha.
  - Caveats: Periode pelaporan berbeda (7M26 vs 1H26) dan tidak dapat dibandingkan langsung.; Tidak ada rincian anak usaha dalam dokumen.
- **Dampak suku bunga terhadap NIM** [analyst_hypothesis, low]: NIM bank only relatif stabil di sekitar 5,9-6,0% pada 2026, meskipun BI Rate turun dari 6,00% (FY24) menjadi 5,50% (7M26). Hal ini dapat mengindikasikan kemampuan bank dalam mengelola biaya dana, atau pergeseran komposisi aset.
  - Basis: Data BI Rate menunjukkan penurunan dari 6,00% menjadi 5,50%.; NIM bank only 7M26 sebesar 5,93%.
  - Assumptions: Penurunan BI Rate mempengaruhi suku bunga kredit dan deposito.
  - Caveats: Data NIM hanya bank only, tidak konsolidasi.; Tidak ada rincian suku bunga produk.
- **Strategi digital untuk pertumbuhan DPK** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyatakan fokus pada penghimpunan DPK di luar captive market melalui e-channel dan ekosistem digital. Pertumbuhan pengguna Jconnect Mobile (+13,34% YoY) dan QRIS (+17,09% YoY) dapat mendukung strategi ini, namun nilai transaksi QRIS turun -0,74% YoY, menunjukkan adopsi mungkin belum sepenuhnya monetisasi.
  - Basis: Pernyataan manajemen pada slide penutup.; Data digital menunjukkan pertumbuhan pengguna tetapi penurunan nilai transaksi QRIS.
  - Assumptions: Pertumbuhan pengguna digital akan meningkatkan DPK.
  - Caveats: Tidak ada data konversi pengguna menjadi DPK.
- **Sinergi KUB dan kontribusi anak usaha** [analyst_hypothesis, low]: Kinerja KUB menunjukkan variasi antar anggota, dengan beberapa memiliki ROA di atas 4% dan NIM di atas 8%, sementara yang lain di bawah 1%. Sinergi yang disebutkan (internasional banking, custody, digital payment) dapat meningkatkan kontribusi anak usaha, tetapi belum terlihat dampaknya pada laba konsolidasi.
  - Basis: Data KUB menunjukkan rentang ROA 0,41%-4,00% dan NIM 3,19%-8,09%.; Slide sinergi KUB menyebutkan beberapa kerjasama.
  - Assumptions: Sinergi KUB akan meningkatkan kinerja anak usaha.
  - Caveats: Tidak ada data kontribusi anak usaha terhadap laba konsolidasi.
- **Keberlanjutan dan biaya lingkungan** [analyst_hypothesis, low]: Biaya lingkungan hidup meningkat signifikan dari Rp317 juta (2024) menjadi Rp590 juta (2025), sejalan dengan portofolio berkelanjutan yang mencapai 18% dari total kredit FY25. Hal ini dapat mencerminkan komitmen ESG, namun dampaknya terhadap profitabilitas belum terukur.
  - Basis: Data biaya lingkungan hidup 2023-2025.; Portofolio berkelanjutan FY25 sebesar 18%.
  - Assumptions: Peningkatan biaya lingkungan sejalan dengan ekspansi portofolio berkelanjutan.
  - Caveats: Tidak ada target kuantitatif keberlanjutan.
- **Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur** [analyst_hypothesis, low]: Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 1H26 mencapai 5,04%, lebih tinggi dari nasional (5,12%? data tidak konsisten). Hal ini dapat mendukung permintaan kredit dan kualitas aset, namun ketidakpastian global dan pengetatan likuiditas domestik menjadi risiko.
  - Basis: Data pertumbuhan ekonomi Jawa Timur 1H26 sebesar 5,04%.; Data pertumbuhan ekonomi Indonesia 1H26 sebesar 5,12% (dari grafik).
  - Assumptions: Pertumbuhan ekonomi daerah berkorelasi dengan kinerja bank.
  - Caveats: Data grafik tidak terbaca jelas, angka mungkin tidak akurat.
- **Free float** [derived_calculation, medium]: Free float dihitung dari total saham beredar dikurangi saham pengendali (Pemda Provinsi Jawa Timur) dan saham treasury. Total saham beredar 15.015.498.082, saham pengendali 7.676.913.648, treasury 0, sehingga free float = 7.338.584.434 saham atau 48,873%. Namun laporan menyatakan free float 20,63%, yang mungkin menggunakan definisi berbeda (misalnya hanya saham yang benar-benar bebas dari pembatasan).
  - Basis: Total saham beredar: 15.015.498.082; Saham pengendali: 7.676.913.648; Treasury stock: 0; Free float per laporan: 20,63%
  - Assumptions: Free float dihitung sebagai (total saham - saham pengendali - treasury) / total saham; Definisi free float mungkin berbeda dari perhitungan sederhana
  - Caveats: Angka free float 20,63% adalah klaim emiten, bukan hasil perhitungan kami; Perhitungan sederhana menghasilkan 48,873%, perbedaan menunjukkan definisi yang berbeda

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian ekonomi global, termasuk ketegangan geopolitik dan tekanan inflasi global.
- Pengetatan likuiditas domestik dan pelemahan daya beli masyarakat.
- Peningkatan NPL bank only menjadi 4,24% pada 7M26.
- Penurunan DPK bank only sebesar 10,65% YoY pada 7M26.
- Penurunan kredit non-konsumer bank only sebesar 6,63% YoY pada 7M26.
- Risiko eksekusi transformasi digital dan sinergi KUB.
- Perbedaan definisi free float antara perhitungan sederhana dan angka yang dilaporkan dapat menimbulkan kebingungan bagi investor.

### Items to monitor

- Kontribusi anak usaha terhadap pertumbuhan konsolidasi, terutama pada kredit dan DPK.
- Perkembangan NPL dan coverage ratio pada kuartal berikutnya.
- Realisasi strategi transformasi 5 pilar dan sinergi KUB.
- Perubahan free float atau struktur kepemilikan pada laporan bulanan berikutnya.
- Data digital: konversi pengguna Jconnect Mobile dan QRIS menjadi DPK.
- Target kuantitatif pendapatan, laba, atau pertumbuhan kredit/DPK yang mungkin diumumkan di masa depan.

---

## BKSL

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sentul City Tbk (BKSL) menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek untuk periode Agustus 2026. Laporan menunjukkan tidak ada perubahan pada kepemilikan saham pemegang saham utama (≥5%), kepemilikan direksi/komisaris, maupun jumlah saham beredar. Terjadi penambahan 1.262 pemegang saham scripless, dari 86.370 menjadi 87.632, sehingga total pemegang saham naik dari 87.308 menjadi 88.570. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada struktur permodalan atau pengendalian berdasarkan evidence yang diberikan.

### Material changes

- Periode laporan: Agustus 2026.
- Pemegang saham dengan kepemilikan ≥5%: PT Sakti Generasi Perdana (65,27%, 109.462.099.825 saham) dan Stella Isabella Djohan (6,70%, 11.235.277.812 saham). Tidak ada perubahan jumlah saham maupun persentase dibanding bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris: seluruh 16 anggota direksi dan komisaris tercatat memiliki 0 saham, baik bulan sebelumnya maupun bulan ini.
- Kepemilikan saham di bawah 5%: Masyarakat Warkat (scrip) 1.069.229.687 saham (0,64%) dan Masyarakat Non-Warkat (scripless) 45.942.295.381 saham (27,39%). Tidak ada perubahan jumlah saham.
- Jumlah pemegang saham scripless meningkat dari 86.370 menjadi 87.632 (tambah 1.262). Jumlah pemegang saham scrip tetap 938. Total pemegang saham meningkat dari 87.308 menjadi 88.570.
- Tidak ada perubahan pada jumlah saham beredar (total 167.708.902.705 saham) dan tidak ada treasury stock (0 saham).
- Laporan ditandatangani oleh Supriyana, Corporate Secretary, pada 4 September 2026.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan direksi atau komisaris yang teridentifikasi pada laporan ini.
- Tidak ada perubahan kepemilikan saham oleh direksi atau komisaris; seluruhnya tetap 0 saham.
- Tidak ada perubahan pada pemegang saham pengendali (PT Sakti Generasi Perdana) maupun pemegang saham utama lainnya.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (167.708.902.705 saham) dan tidak ada treasury stock (0 saham).
- Tidak ada perubahan pada kepemilikan saham pemegang saham ≥5% maupun kepemilikan di bawah 5%.
- Tidak ada aksi korporasi yang memengaruhi struktur modal yang teridentifikasi.

### Listing / regulatory

- Laporan bulanan registrasi pemegang efek disampaikan sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia.
- Tidak ada indikasi suspensi atau perubahan status pencatatan.

### Analytical scenarios

- **Perubahan jumlah pemegang saham** [derived_calculation, high]: Jumlah pemegang saham scripless bertambah 1.262 (87.632 - 86.370), sedangkan scrip tetap 938. Total pemegang saham bertambah 1.262 (88.570 - 87.308).
  - Basis: Angka jumlah pemegang saham scripless bulan sebelumnya 86.370 dan bulan ini 87.632.; Angka total pemegang saham bulan sebelumnya 87.308 dan bulan ini 88.570.
  - Assumptions: Perubahan hanya pada jumlah pemegang saham, bukan pada jumlah saham yang dimiliki.
- **Penyebab penambahan pemegang saham scripless** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan 1.262 pemegang saham scripless tanpa perubahan jumlah saham dapat disebabkan oleh pemecahan kepemilikan atau perpindahan investor antar kategori, namun tidak ada bukti yang mendukung penyebab spesifik.
  - Basis: Tidak ada perubahan jumlah saham pada semua kategori kepemilikan.
  - Assumptions: Perubahan jumlah pemegang saham tidak selalu berkaitan dengan perubahan struktur modal.
  - Caveats: Penyebab tidak dapat dipastikan dari laporan ini.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari laporan ini.
- Penambahan jumlah pemegang saham scripless tanpa perubahan jumlah saham dapat mengindikasikan perubahan komposisi investor, namun dampaknya tidak dapat dinilai dari laporan ini.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan atau permodalan yang teridentifikasi.
- Penambahan jumlah pemegang saham scripless dapat meningkatkan likuiditas perdagangan, namun tidak ada bukti yang mendukung dampak signifikan.

---

## BKSW

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

Bursa Efek Indonesia mengumumkan pencatatan saham tambahan berupa saham bonus dan konversi untuk Bank QNB Indonesia Tbk. (BKSW) pada Papan Pencatatan Pengembangan. Jumlah saham bonus yang dicatat adalah 1.289.301 lembar dengan nilai nominal Rp918.273 per lembar. Tanggal pencatatan saham bonus adalah 5 September 2026. Sebelum pencatatan, jumlah saham tercatat perseroan adalah 398.849.512 lembar, dan setelah pencatatan menjadi 400.138.813 lembar. Pengumuman ini dirujuk dengan nomor surat TEST-B010-05092026-1 dan diterbitkan secara elektronik oleh Bursa Efek Indonesia.

### Material changes

- Bursa Efek Indonesia mengumumkan pencatatan saham tambahan dan konversi untuk Bank QNB Indonesia Tbk. (BKSW) di Papan Pencatatan Pengembangan.
- Jumlah saham bonus yang dicatat adalah 1.289.301 lembar.
- Nilai nominal saham bonus adalah Rp918.273 per lembar.
- Tanggal pencatatan saham bonus adalah 5 September 2026.
- Jumlah saham tercatat perseroan sebelum pencatatan adalah 398.849.512 lembar.
- Jumlah saham tercatat perseroan setelah pencatatan menjadi 400.138.813 lembar.
- Pengumuman ini dirujuk dengan nomor surat TEST-B010-05092026-1.
- Dokumen ini diterbitkan secara elektronik oleh PT. Bursa Efek Indonesia dan tidak memerlukan tanda tangan.
- Papan pencatatan yang digunakan adalah Papan Pengembangan.
- Dokumen ini berisi pengumuman resmi Bursa Efek Indonesia, bukan laporan keuangan atau dokumen transaksi.

### Key financial figures

- **Jumlah Saham Bonus:** 1.289.301 lembar
- **Nilai Nominal Saham:** Rp918.273 per lembar
- **Jumlah Saham Tercatat Sebelumnya:** 398.849.512 lembar
- **Jumlah Saham Tercatat Setelah Pencatatan:** 400.138.813 lembar

### Corporate actions

- Pencatatan saham tambahan berupa saham bonus dan konversi

### Capital structure

- Pencatatan saham bonus sebanyak 1.289.301 lembar dengan nilai nominal Rp918.273 per lembar
- Jumlah saham tercatat meningkat dari 398.849.512 lembar menjadi 400.138.813 lembar

### Listing / regulatory

- Pencatatan saham tambahan di Papan Pengembangan
- Pengumuman Bursa dengan nomor surat TEST-B010-05092026-1

### Analytical scenarios

- **Selisih jumlah saham tercatat** [derived_calculation, high]: Selisih antara jumlah saham tercatat setelah dan sebelum pencatatan adalah 400.138.813 - 398.849.512 = 1.289.301 lembar, yang sama dengan jumlah saham bonus yang diumumkan. Ini menunjukkan bahwa saham bonus yang dicatat adalah satu-satunya penambah jumlah saham.
  - Basis: Jumlah saham tercatat sebelum (398.849.512) dan setelah (400.138.813) dari dokumen.
  - Assumptions: Tidak ada aksi korporasi lain yang mempengaruhi jumlah saham pada periode yang sama.
- **Rasio saham bonus** [analyst_hypothesis, low]: Rasio saham bonus dapat dihitung sebagai 1.289.301 / 398.849.512 ≈ 0.00323, atau sekitar 0.323%. Ini adalah rasio yang sangat kecil, kemungkinan berasal dari konversi obligasi atau waran, tetapi tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen.
  - Basis: Jumlah saham bonus (1.289.301) dan jumlah saham sebelum (398.849.512).
  - Assumptions: Saham bonus berasal dari konversi instrumen lain, namun tidak dikonfirmasi.
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan sumber saham bonus atau rasio pasti.

### Risks / uncertainties

- Dokumen tidak menjelaskan sumber dana atau tujuan dari saham bonus.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan pengendali atau pengurus.
- Tidak ada rincian mengenai konversi yang disebutkan dalam judul.
- Dokumen ini adalah pengumuman resmi, tetapi nomor surat menggunakan 'TEST' yang mungkin mengindikasikan dokumen uji coba.

### Items to monitor

- Pencatatan saham bonus dapat mempengaruhi jumlah saham beredar dan struktur modal emiten.
- Pencatatan saham tambahan di Papan Pengembangan menunjukkan status pencatatan emiten.

---

## BNBA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) mengumumkan adanya perkara hukum yang masih berlangsung terhadap dua anggota Direksi, yaitu Wikan Aryono S. dan Hendrik Atmaja. Informasi ini diterima perusahaan pada 1 September 2026. Perusahaan menyatakan operasional tetap normal, menghormati asas praduga tak bersalah, dan belum dapat memastikan dampak material terhadap keuangan atau kelangsungan usaha. Tidak ada rincian substansi perkara, pihak lawan, atau nilai yang terlibat. Pengumuman ini merupakan keterbukaan informasi awal atas perkara hukum, bukan koreksi atau pembatalan.

### Material changes

- Pada 1 September 2026, BNBA menerima informasi adanya perkara hukum yang melibatkan dua anggota Direksi: Wikan Aryono S. dan Hendrik Atmaja.
- Perkara hukum masih berlangsung dan belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
- Perusahaan menyatakan operasional, kegiatan usaha, dan layanan kepada nasabah tetap berjalan sebagaimana mestinya.
- Perusahaan menghormati proses hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
- Perusahaan belum dapat memastikan dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Berdasarkan pengetahuan perusahaan saat ini, belum terdapat dampak material yang mengganggu arus kas atau kelangsungan usaha.
- Laporan disampaikan oleh Corporate Secretary Lyvinia Sari pada 2 September 2026 pukul 22:33.
- Keterbukaan informasi ini dibuat berdasarkan POJK No. 31/POJK.04/2015, POJK No. 45 Tahun 2024, dan Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.

### Listing / regulatory

- Pengumuman ini merupakan pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi material sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015, POJK No. 45 Tahun 2024, dan Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.

### Analytical scenarios

- **Perkara hukum terhadap direksi** [explicit_fact, high]: Perusahaan melaporkan adanya perkara hukum yang melibatkan dua anggota Direksi, Wikan Aryono S. dan Hendrik Atmaja, yang masih berlangsung.
  - Basis: Uraian informasi material pada halaman 1 dan 3 dokumen
- **Dampak belum dapat dipastikan** [explicit_fact, high]: Perusahaan menyatakan belum dapat memastikan dampak perkara hukum terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan pada bagian dampak kejadian
- **Operasional tetap berjalan** [explicit_fact, high]: Perusahaan menegaskan operasional dan layanan nasabah tetap berjalan normal.
  - Basis: Pernyataan pada uraian informasi material
  - Caveats: Klaim emiten, belum diverifikasi secara independen.
- **Potensi dampak reputasi** [analyst_hypothesis, low]: Perkara hukum yang melibatkan direksi dapat menimbulkan risiko reputasi bagi perusahaan, meskipun belum ada dampak material yang diakui.
  - Basis: Adanya perkara hukum yang melibatkan direksi
  - Assumptions: Perkara hukum dapat menarik perhatian publik dan regulator
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai substansi perkara atau potensi dampak finansial

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian dampak perkara hukum terhadap kondisi keuangan dan kelangsungan usaha
- Proses hukum yang masih berlangsung dapat berubah sewaktu-waktu
- Potensi risiko reputasi bagi perusahaan

### Items to monitor

- Perkara hukum yang melibatkan direksi dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap tata kelola perusahaan.
- Ketidakpastian dampak finansial dapat menjadi perhatian investor, meskipun perusahaan menyatakan belum ada dampak material.
- Perkembangan proses hukum perlu dipantau karena dapat mempengaruhi posisi direksi atau operasional di masa depan.

---

## BRMS

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

BRMS menyampaikan koreksi atas pengumuman penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG tahun buku 2025. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak mengandung aksi korporasi baru. Dokumen utama adalah Laporan Keberlanjutan dan Laporan Tahunan 2025 yang memuat kinerja keuangan kuat (pendapatan USD 249,35 juta, laba bersih USD 50,09 juta) serta rencana ekspansi signifikan (peningkatan kapasitas CIL-1 dan tambang bawah tanah Poboya) yang didanai fasilitas pinjaman sindikasi USD 625 juta.

### Material changes

- BRMS menyampaikan koreksi atas pengumuman penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG tahun 2025 melalui surat nomor 107/BRM-Corsec/IX/2026 tanggal 3 September 2026.
- Panggilan RUPS Tahunan dilakukan pada 8 April 2026.
- Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG tahun 2025 mencakup periode 1 Januari 2025 sampai 31 Desember 2025.
- Pendapatan konsolidasian 2025 sebesar USD 249.354.352, naik dari USD 162.344.778 pada 2024.
- Laba bersih 2025 sebesar USD 50.086.328, naik dari USD 25.126.645 pada 2024.
- Produksi emas 2025 sebesar 71.886 troy oz, naik 11% dari 64.983 troy oz pada 2024.
- Fasilitas pinjaman sindikasi USD 625 juta ditandatangani November 2025 untuk mendanai ekspansi.
- Ekspansi kapasitas pabrik CIL-1 dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari, target selesai Q4 2026.
- Konstruksi tambang bawah tanah Poboya dimulai Mei 2025, target operasi penuh 2027.
- Tidak ada aksi korporasi (rights issue, saham bonus, stock split, buyback) yang dilakukan sepanjang 2025.
- BRMS tidak mengalami suspensi perdagangan saham maupun delisting dari BEI pada tahun buku 2025.
- Total emisi GRK 2025 sebesar 72.799 ton CO2e (2024: 64.736 ton CO2e).
- Perusahaan belum menetapkan target net zero emission maupun target pengurangan emisi GRK jangka pendek.
- Total pegawai per 31 Desember 2025: 960 pegawai (836 laki-laki, 124 perempuan).
- Dana CSR yang dialokasikan sepanjang 2025 sebesar USD 898.103 (tabel) atau USD 898.904 (narasi).
- Verifikasi pihak ketiga atas laporan keberlanjutan dilakukan oleh Moores Rowland Indonesia.
- Laporan keuangan diaudit dengan opini wajar tanpa pengecualian oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia).

### Key financial figures

- **Pendapatan:** 249354352 (2025-12-31)
- **Pendapatan:** 162344778 (2024-12-31)
- **Laba usaha:** 93182174 (2025-12-31)
- **Laba usaha:** 42801215 (2024-12-31)
- **Laba bersih:** 50086328 (2025-12-31)
- **Laba bersih:** 25126645 (2024-12-31)
- **Total aset:** 1310548105 (2025-12-31)
- **Total aset:** 1154868810 (2024-12-31)
- **Total liabilitas:** 266010135 (2025-12-31)
- **Total liabilitas:** 160402196 (2024-12-31)
- **Total ekuitas:** 1044537970 (2025-12-31)
- **Total ekuitas:** 994466614 (2024-12-31)
- **Aset lancar:** 266086731 (2025-12-31)
- **Aset tidak lancar:** 1044461374 (2025-12-31)
- **Liabilitas jangka pendek:** 87414353 (2025-12-31)
- **Liabilitas jangka panjang:** 178595782 (2025-12-31)
- **Laba per saham (per 1000 saham):** 0.35 (2025-12-31)
- **Laba per saham (per 1000 saham):** 0.17 (2024-12-31)
- **Harga jual rata-rata emas per troy oz:** 3371 (2025-12-31)
- **Harga jual rata-rata emas per troy oz:** 2442 (2024-12-31)
- **Produksi emas (troy oz):** 71886 (2025-12-31)
- **Produksi emas (troy oz):** 64983 (2024-12-31)
- **Total emisi GRK (tCO2e):** 72799 (2025-12-31)
- **Total emisi GRK (tCO2e):** 64736 (2024-12-31)
- **Konsumsi energi (GJ):** 694415.32 (2025-12-31)
- **Intensitas energi (GJ/kg emas):** 310.56 (2025-12-31)
- **Biaya lingkungan (USD):** 437632.82 (2025-12-31)
- **Biaya lingkungan (USD):** 285034.95 (2024-12-31)
- **Nilai ekonomi didistribusikan (USD):** 215643628 (2025-12-31)
- **Nilai ekonomi didistribusikan (USD):** 150952162 (2024-12-31)
- **Alokasi dana PPM (USD):** 898103 (2025-12-31)
- **Total emisi GRK Scope 1 (tCO2e):** 39094.71 (2025-12-31)
- **Total emisi GRK Scope 2 (tCO2e):** 32650.73 (2025-12-31)
- **Total emisi GRK Scope 3 (tCO2e):** 458.32 (2025-12-31)
- **Total emisi GRK Scope 1+2 (tCO2e):** 71745.44 (2025-12-31)
- **Total emisi GRK Scope 1+2+3 (tCO2e):** 72203.76 (2025-12-31)
- **Total konsumsi energi langsung (kWh/J):** 59305700.09 (2025-12-31)
- **Total konsumsi air (m3):** 547738.27 (2025-12-31)
- **Total limbah yang dihasilkan (ton):** 1543079.37 (2025-12-31)
- **Jumlah pegawai laki-laki:** 836 (2025-12-31)
- **Jumlah pegawai perempuan:** 124 (2025-12-31)
- **Jumlah pegawai resign/PHK:** 61 (2025-12-31)
- **Jumlah pegawai baru/pengganti:** 153 (2025-12-31)
- **Rata-rata jam pelatihan per pegawai:** 10.8 (2025-12-31)
- **Jumlah kecelakaan kerja:** 2 (2025-12-31)
- **Jumlah kehadiran direksi ke rapat dewan:** 43 (2025-12-31)
- **Jumlah kehadiran komisaris ke rapat dewan:** 7 (2025-12-31)
- **Jumlah komisaris:** 5 (2025-12-31)
- **Jumlah direksi:** 8 (2025-12-31)
- **Jumlah komisaris independen:** 2 (2025-12-31)

### Expansion projects

- Peningkatan kapasitas pabrik CIL-1 dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari, target selesai Q4 2026, didanai dari fasilitas pinjaman sindikasi USD 625 juta.
- Konstruksi tambang bawah tanah Poboya, dimulai Mei 2025, target operasi penuh 2027, dengan target ekstraksi sekitar 2,8 juta ons emas dan 6 juta ons perak, didanai dari fasilitas pinjaman sindikasi USD 625 juta.
- Eksplorasi pemboran untuk sumber daya tembaga Gorontalo dan emas Aceh/Banten, didanai USD 200 juta dari fasilitas pinjaman sindikasi.
- Pengembangan Dry Tailing Management Facility (DTMF) dengan realisasi biaya USD 5,22 juta pada 2025.
- Pembangunan Tailing Storage Facility (TSF) di APL oleh GM (belum ada nilai/jadwal).

### Management / control changes

- Komposisi Dewan Komisaris per 31 Desember 2025: 5 anggota (1 Komisaris Utama, 2 Komisaris, 2 Komisaris Independen), ditetapkan melalui RUPS Tahunan 30 April 2025, Akta No. 177.

### Capital structure

- Jumlah saham beredar per Triwulan 4 2025: 141.784.040.338 saham.
- Kronologi penerbitan saham: IPO 2010, private placement I 2017, private placement II 2020, rights issue I 2021, rights issue II 2021-2022.
- Kapitalisasi pasar Rp49,06 triliun per 31 Desember 2025.
- Pada 5 Maret 2026, uang muka investasi kepada DPM sebesar USD 20.531.000 dikonversi menjadi saham.
- Hingga 31 Desember 2025, BRMS belum menerbitkan obligasi, sukuk, maupun obligasi konversi.

### Listing / regulatory

- BRMS tidak mengalami suspensi perdagangan saham maupun delisting dari BEI pada tahun buku 2025.
- Pencatatan efek lainnya: MSCI Global Standard Index (Nov 2025), FTSE Global Equity Index (Agu 2023), VanEck Gold Miner ETF (Sep 2025), IDX80, KOMPAS100, MNC36, ISSI, JII, JII70 (Nov 2025).
- Laporan mengacu pada POJK 51/POJK.03/2017, SEOJK 16/SEOJK.04/2021, dan GRI 2021.
- Audit terhadap International Finance Corporation Performance Standards (IFC PS) dilakukan pada 2025.
- Penghentian sementara operasional CPM selama 5 hari setelah insiden fatalitas.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan naik sekitar 53,6% dari USD 162,34 juta menjadi USD 249,35 juta.
  - Basis: (249.354.352 - 162.344.778) / 162.344.778 * 100%
  - Assumptions: Angka pendapatan dari tabel ikhtisar.
- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih naik sekitar 99,3% dari USD 25,13 juta menjadi USD 50,09 juta.
  - Basis: (50.086.328 - 25.126.645) / 25.126.645 * 100%
  - Assumptions: Angka laba bersih dari tabel ikhtisar.
- **Pertumbuhan laba usaha** [derived_calculation, high]: Laba usaha naik sekitar 117,7% dari USD 42,80 juta menjadi USD 93,18 juta.
  - Basis: (93.182.174 - 42.801.215) / 42.801.215 * 100%
  - Assumptions: Angka laba usaha dari tabel ikhtisar.
- **Pertumbuhan produksi emas** [derived_calculation, medium]: Produksi emas naik sekitar 10,6% dari 2.021 kg menjadi 2.236 kg, namun laporan menyebut kenaikan 11% dalam troy oz (dari 64.983 menjadi 71.886).
  - Basis: (2.236 - 2.021) / 2.021 * 100%; (71.886 - 64.983) / 64.983 * 100%
  - Assumptions: Angka produksi dari tabel ikhtisar.
  - Caveats: Perbedaan mungkin karena pembulatan atau basis berbeda.
- **Kenaikan emisi GRK** [derived_calculation, high]: Total emisi GRK naik 12,45% dari 64.736 menjadi 72.799 ton CO2e.
  - Basis: (72.799 - 64.736) / 64.736 * 100%
  - Assumptions: Angka 2024 sebagai pembanding.
  - Caveats: Data 2024 mungkin restated.
- **Kenaikan biaya lingkungan** [derived_calculation, high]: Biaya lingkungan naik sekitar 53,5% dari USD 285.034,95 menjadi USD 437.632,82.
  - Basis: (437.632,82 - 285.034,95) / 285.034,95 * 100%
  - Assumptions: Angka dari tabel biaya lingkungan.
- **Rasio liabilitas terhadap aset** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap aset tahun 2025 adalah 20,3% (USD 266,01 juta / USD 1.310,55 juta).
  - Basis: Total liabilitas 2025: USD 266,01 juta; Total aset 2025: USD 1.310,55 juta
  - Assumptions: Angka diambil dari laporan posisi keuangan.
- **Rasio lancar** [derived_calculation, high]: Rasio lancar tahun 2025 adalah 304,4% (USD 266,09 juta / USD 87,41 juta).
  - Basis: Aset lancar 2025: USD 266,09 juta; Liabilitas jangka pendek 2025: USD 87,41 juta
  - Assumptions: Angka diambil dari laporan posisi keuangan.
- **Persentase pegawai perempuan** [derived_calculation, high]: Persentase pegawai perempuan = (124/960)*100% = 12,92%.
  - Basis: Angka dari tabel S-01.
  - Assumptions: Total pegawai 960.
- **Dampak pinjaman sindikasi terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, medium]: Pinjaman sindikasi USD 625 juta kemungkinan akan meningkatkan leverage perusahaan secara signifikan, tercermin dari kenaikan liabilitas jangka panjang dari USD 14,3 juta (2024) menjadi USD 178,6 juta (2025).
  - Basis: Liabilitas jangka panjang 2024: USD 14,3 juta; Liabilitas jangka panjang 2025: USD 178,6 juta; Fasilitas pinjaman sindikasi USD 625 juta
  - Assumptions: Kenaikan liabilitas jangka panjang sebagian besar berasal dari penarikan pinjaman sindikasi.
  - Caveats: Belum ada rincian penarikan pinjaman secara bertahap.
- **Potensi aksi korporasi terkait ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Ekspansi kapasitas pabrik dan pengembangan tambang bawah tanah membutuhkan pendanaan besar, sehingga potensi rights issue atau penerbitan saham baru untuk mendanai proyek-proyek tersebut belum dapat dikesampingkan.
  - Basis: Target ekspansi pabrik CIL-1 (2026); Target operasi tambang bawah tanah (2027); Fasilitas pinjaman sindikasi USD 625 juta
  - Assumptions: Kebutuhan pendanaan ekspansi tidak sepenuhnya ditutupi oleh pinjaman.
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit mengenai rencana rights issue.; Perusahaan menyatakan tidak ada aksi korporasi sepanjang 2025.
- **Perbedaan angka alokasi PPM** [analyst_hypothesis, low]: Terdapat perbedaan angka alokasi PPM antara tabel (USD 898.103) dan narasi (USD 898.904), mungkin karena pembulatan atau sumber data berbeda.
  - Basis: Tabel ikhtisar: USD 898.103; Narasi sambutan: USD 898.904
  - Assumptions: Kedua angka merujuk pada periode yang sama (2025).
  - Caveats: Perbedaan kecil mungkin tidak material.
- **Penyebab kenaikan emisi** [analyst_hypothesis, medium]: Kenaikan emisi GRK 2025 kemungkinan didorong peningkatan aktivitas CPM dan GM serta perluasan cakupan inventarisasi sumber emisi baru.
  - Basis: Peningkatan produksi bijih CPM dari 1.486.996 ke 1.612.938 dmt
  - Assumptions: Peningkatan produksi berkorelasi dengan emisi.
  - Caveats: Tidak ada rincian kuantitatif kontribusi masing-masing faktor.
- **Target net zero 2030** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun perusahaan menyatakan belum menetapkan target net zero, dokumen menyebutkan tahun 2030 sebagai target yang dipublikasikan, yang mungkin mengindikasikan adanya aspirasi internal atau kebingungan dalam pengisian.
  - Basis: Pernyataan 'belum menetapkan target' dan 'tahun 2030' pada E-06.
  - Assumptions: Angka 2030 mungkin merupakan target yang dipertimbangkan.
  - Caveats: Tidak ada komitmen formal yang dijelaskan.

### Risks / uncertainties

- Perusahaan belum menetapkan target net zero emission atau target pengurangan emisi, sehingga risiko kepatuhan terhadap regulasi iklim di masa depan belum terukur.
- Kenaikan tarif royalti dari 10% menjadi 16% efektif April 2025 meningkatkan beban operasional.
- Risiko eksekusi proyek ekspansi dan tambang bawah tanah yang tertunda.
- Ketergantungan pada harga emas yang fluktuatif.
- Tantangan perizinan di PT Linge Mineral Resources (Aceh) dan cuaca ekstrem di Gorontalo menghambat ekspansi.
- Bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera berdampak pada wilayah operasi LMR dan DPM.
- Perbedaan angka alokasi PPM antara tabel dan narasi.
- LMR masih dalam masa suspensi dan penyusunan dokumen lingkungan.
- Terdapat 1 fatalitas di unit CPM pada 2025; operasional dihentikan sementara 5 hari oleh inspektur tambang ESDM.
- Biaya non-recurring terkait penghapusan peralatan lama dan proyek eksplorasi masa lampau pada Semester I-2025.
- Aktivitas pushback di area River Reef pada Q2-Q4 2025 yang dapat mempengaruhi produksi.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan yang kuat dengan pertumbuhan pendapatan, laba usaha, dan laba bersih.
- Ekspansi kapasitas pabrik CIL pertama dan pengembangan tambang bawah tanah.
- Fasilitas pinjaman sindikasi USD 625 juta untuk mendanai ekspansi.
- Pencatatan di MSCI Global Standard Index, FTSE Global Equity Index, VanEck Gold Miner ETF, IDX80, KOMPAS100, MNC36, ISSI, JII, JII70.

---

## BTPN

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) mengumumkan pembayaran bunga ke-4 Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2025 Seri A dan Seri B pada 2 September 2026. Total bunga yang dibayarkan sebesar Rp12,48 miliar. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Pengumuman ini merupakan keterbukaan informasi rutin atas pemenuhan kewajiban pembayaran bunga obligasi.

### Material changes

- Emiten: PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN), bidang usaha perbankan.
- Jenis informasi: Keterbukaan Informasi Pembayaran Bunga Obligasi.
- Obligasi: Obligasi Berkelanjutan V Bank SMBC Indonesia dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2025 Seri A dan Seri B.
- Pembayaran bunga ke-4 dilakukan pada tanggal 2 September 2026.
- Seri A: pokok Rp670.650.000.000,00; tingkat bunga tetap 6,1% per tahun; bunga tahap ke-4 Rp10.227.412.500,00; jatuh tempo 2 September 2028.
- Seri B: pokok Rp145.400.000.000,00; tingkat bunga tetap 6,2% per tahun; bunga tahap ke-4 Rp2.253.700.000,00; jatuh tempo 2 September 2030.
- Total pembayaran bunga: Rp12.481.112.500,00.
- Wali amanat: PT Bank Mega Tbk.
- Peringkat obligasi: AAA (idn) dari PEFINDO, tanggal pemeringkatan 6 Maret 2026.
- Dampak dinyatakan emiten: tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Pengirim: Eneng Yulie Andriani, Corporate Secretary, tanggal 2 September 2026 pukul 19:41 WIB.
- Nomor surat: S.077/CCS/IX/2026.
- Alamat: Menara SMBC, CBD Mega Kuningan Lantai 29, Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung.

### Key financial figures

- **pokok_obligasi_seri_A:** Rp670.650.000.000,00 (2026-09-02)
- **tingkat_bunga_seri_A:** 6,1% per tahun (2026-09-02)
- **bunga_tahap_ke_4_seri_A:** Rp10.227.412.500,00 (2026-09-02)
- **pokok_obligasi_seri_B:** Rp145.400.000.000,00 (2026-09-02)
- **tingkat_bunga_seri_B:** 6,2% per tahun (2026-09-02)
- **bunga_tahap_ke_4_seri_B:** Rp2.253.700.000,00 (2026-09-02)
- **total_pembayaran_bunga:** Rp12.481.112.500,00 (2026-09-02)

### Corporate actions

- Pembayaran bunga obligasi (kupon) ke-4 untuk Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2025 Seri A dan Seri B.

### Capital structure

- Pembayaran bunga obligasi merupakan kewajiban rutin yang tidak mengubah struktur modal secara langsung; pokok obligasi yang beredar tetap Rp816,05 miliar (Seri A + Seri B).

### Analytical scenarios

- **Total pembayaran bunga** [derived_calculation, high]: Total pembayaran bunga dihitung sebagai penjumlahan bunga Seri A dan Seri B: Rp10.227.412.500,00 + Rp2.253.700.000,00 = Rp12.481.112.500,00.
  - Basis: Bunga Seri A Rp10.227.412.500,00; Bunga Seri B Rp2.253.700.000,00
  - Assumptions: Tidak ada biaya atau potongan lain
- **Total pokok obligasi yang beredar** [derived_calculation, high]: Total pokok obligasi yang beredar untuk Tahap III adalah Rp670.650.000.000,00 + Rp145.400.000.000,00 = Rp816.050.000.000,00.
  - Basis: Pokok Seri A Rp670.650.000.000,00; Pokok Seri B Rp145.400.000.000,00
  - Assumptions: Tidak ada pelunasan sebagian
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, low]: Pembayaran bunga ini merupakan pemenuhan kewajiban emiten terkait obligasi, yang mungkin berdampak pada reputasi dan kepatuhan, namun tidak ada indikasi dampak langsung pada harga saham.
  - Basis: Keterbukaan informasi pembayaran bunga
  - Assumptions: Pembayaran dilakukan tepat waktu
  - Caveats: Tidak ada data pasar atau reaksi harga

### Risks / uncertainties

- Rincian pembayaran bunga (jumlah, tingkat bunga, dll) tidak tersedia dalam dokumen utama, hanya merujuk pada lampiran.
- Tidak ada informasi mengenai kepatuhan atau persetujuan terkait obligasi.
- Tidak ada informasi mengenai penggunaan dana hasil obligasi.
- Tidak ada rincian lebih lanjut tentang struktur obligasi secara keseluruhan.

### Items to monitor

- Pembayaran bunga obligasi merupakan kewajiban rutin emiten; tidak ada indikasi dampak material terhadap operasional atau keuangan.
- Peringkat obligasi AAA (idn) dari PEFINDO menunjukkan kualitas kredit yang kuat, namun ini bukan rekomendasi investasi.

---

## BTPS

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 4

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, BTPS mengumumkan rangkaian aksi korporasi yang saling terkait: (1) penyampaian materi Public Expose Tahunan 2026 (2 September, direvisi 4 September), dan (2) rencana pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp1 triliun yang akan dimintakan persetujuan RUPSLB pada 13 Oktober 2026. Buyback ini merupakan aksi korporasi utama yang berpotensi mengubah struktur modal dan likuiditas saham, sementara Public Expose memberikan konteks kinerja keuangan 1H 2026 yang menjadi dasar proforma dampak buyback. Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau transaksi aset material yang diumumkan.

### Material changes

- Rencana pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp1 triliun (termasuk biaya) atau maksimal 10% dari modal ditempatkan, menunggu persetujuan RUPSLB 13 Oktober 2026.
- Periode pelaksanaan buyback direncanakan 12 bulan mulai 14 Oktober 2026, didanai dari ekuitas.
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau transaksi aset material yang diumumkan.

### Key financial figures

- **Total Aset:** 23.302 (Juni 2026 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Total Aset:** 21.659 (Juni 2025 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Pembiayaan Bruto:** 11.032 (Juni 2026 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Pembiayaan Bruto:** 10.145 (Juni 2025 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Total Dana Pihak Ketiga:** 12.180 (Juni 2026 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Total Dana Pihak Ketiga:** 11.461 (Juni 2025 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Laba Setelah Pajak (NPAT):** 655 (1H 2026 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Laba Setelah Pajak (NPAT):** 644 (1H 2025 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Pendapatan Margin Bersih:** 2.310 (1H 2026 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Pendapatan Margin Bersih:** 2.359 (1H 2025 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Beban Operasional dan Bonus Wadiah:** 1.212 (1H 2026 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Beban Operasional dan Bonus Wadiah:** 1.149 (1H 2025 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Beban Kerugian Pembiayaan Bersih:** 266 (1H 2026 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Beban Kerugian Pembiayaan Bersih:** 392 (1H 2025 (konsolidasi, IDR miliar))
- **NPF (Non Performing Financing):** 2,74% (Juni 2026)
- **NPF Net:** 0,0% (Juni 2026)
- **CAR (Capital Adequacy Ratio):** 58,7% (1H 2026)
- **ROA:** 7,2% (1H 2026)
- **ROE:** 13,5% (1H 2026)
- **Cost to Income:** 52% (1H 2026)
- **Net Financing Loss:** 5,1% (1H 2026)
- **Loan Provision Coverage (NPF + Restru):** 202% (1H 2026)
- **Aset Likuid (Kas, GWM, Investasi Likuid Bersih):** 11.948 (Juni 2026 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Ekuitas:** 10.258 (Juni 2026 (konsolidasi, IDR miliar))
- **Write-off (bulanan):** 33 (Juni 2026 (IDR miliar))
- **Perkiraan biaya pembelian kembali saham:** 1.000.000.000.000 (2026-09-04 (pengumuman))
- **Total aset sebelum pembelian kembali:** 23.301.720 (30 Juni 2026 (tidak diaudit))
- **Dampak pembelian kembali terhadap total aset:** -1.000.000 (30 Juni 2026 (proforma))
- **Total aset setelah pembelian kembali:** 22.301.720 (30 Juni 2026 (proforma))
- **Laba tahun berjalan sebelum pembelian kembali:** 655.488 (30 Juni 2026 (tidak diaudit))
- **Dampak pembelian kembali terhadap laba tahun berjalan:** -5.328 (30 Juni 2026 (proforma))
- **Laba tahun berjalan setelah pembelian kembali:** 650.160 (30 Juni 2026 (proforma))
- **Ekuitas sebelum pembelian kembali:** 10.258.399 (30 Juni 2026 (tidak diaudit))
- **Dampak pembelian kembali terhadap ekuitas:** -1.000.000 (30 Juni 2026 (proforma))
- **Ekuitas setelah pembelian kembali:** 9.258.399 (30 Juni 2026 (proforma))
- **Laba per saham dasar sebelum pembelian kembali:** 85.09 (30 Juni 2026 (tidak diaudit))
- **Dampak pembelian kembali terhadap laba per saham dasar:** 10.45 (30 Juni 2026 (proforma))
- **Laba per saham dasar setelah pembelian kembali:** 94.54 (30 Juni 2026 (proforma))

### Corporate actions

- Rencana pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp1 triliun (termasuk biaya) atau maksimal 10% dari modal ditempatkan, menunggu persetujuan RUPSLB 13 Oktober 2026.
- Periode pelaksanaan buyback direncanakan 12 bulan mulai 14 Oktober 2026, didanai dari ekuitas.

### Expansion projects

- Perluasan model Individual Financing NTB dari 10 area menjadi 60 lokasi di seluruh Indonesia, selesai Juli 2026.
- Skala nasional wealth management dimulai semester kedua 2026, termasuk pengembangan produk Sukuk, Bancassurance, dan CWLD.
- Tidak ada angka capex atau kapasitas yang diungkapkan.

### Capital structure

- Komposisi pemegang saham: 70% dimiliki PT Bank SMBC Indonesia Tbk, sisanya publik.
- Rencana buyback saham hingga Rp1 triliun (maks 10% saham) menunggu persetujuan RUPSLB 13 Oktober 2026, didanai dari ekuitas.
- Tidak ada penerbitan saham baru.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Paparan Publik Tahunan 2026 sebagai kewajiban informasi kepada publik dan regulator.
- BTPS tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 8 Mei 2018.
- Berstatus KBMI 2 (Bank dengan Modal Inti di atas Rp6 triliun) sejak Oktober 2021.
- Peringkat AAA idn dari Fitch Ratings, outlook Stable, dikonfirmasi Februari 2026.
- Rencana buyback berdasarkan POJK No. 29/2023.

### Analytical scenarios

- **Rencana buyback** [explicit_fact, high]: BTPS mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp1 triliun (termasuk biaya) atau maksimal 10% dari modal ditempatkan, akan dimintakan persetujuan RUPSLB pada 13 Oktober 2026, dengan periode pelaksanaan 12 bulan mulai 14 Oktober 2026, didanai dari ekuitas.
  - Basis: Pengumuman 4 September 2026 (S.341/DIR/CSGC/IX/2026.); Pengumuman 4 September 2026 (S.342/DIR/CSGC/IX/2026)
- **Kinerja keuangan 1H 2026** [explicit_fact, high]: Laba bersih 1H 2026 Rp655 miliar (+2% YoY), total aset Rp23.302 miliar (+8% YoY), pembiayaan bruto Rp11.032 miliar (+9% YoY), NPF 2,74%, CAR 58,7%.
  - Basis: Pengumuman 2 September 2026 (S.340/DIR/CSGC/IX/2026); Pengumuman 4 September 2026 (S.342/DIR/CSGC/IX/2026)
- **Pertumbuhan Laba** [derived_calculation, high]: NPAT 1H 2026 tumbuh 1,7% YoY (Rp655 miliar vs Rp644 miliar). Pertumbuhan ini didorong oleh penurunan beban kerugian pembiayaan bersih (turun 32% YoY) dan kenaikan pendapatan operasional lainnya, meskipun pendapatan margin bersih turun 2%.
  - Basis: NPAT 1H 2026: Rp655 miliar; NPAT 1H 2025: Rp644 miliar; Pendapatan margin bersih 1H 2026: Rp2.310 miliar vs 1H 2025: Rp2.359 miliar; Beban kerugian pembiayaan bersih 1H 2026: Rp266 miliar vs 1H 2025: Rp392 miliar
  - Assumptions: Perhitungan pertumbuhan menggunakan rumus (655-644)/644*100% = 1,7%.; Penurunan beban kerugian pembiayaan dihitung (266-392)/392*100% = -32,1%.
  - Caveats: Angka diambil dari tabel laporan laba rugi konsolidasi yang disajikan.
- **Efisiensi Biaya** [derived_calculation, high]: Beban operasional dan bonus wadiah naik 5,5% YoY (Rp1.212 miliar vs Rp1.149 miliar), sementara pendapatan operasional (exclude recovery) turun 2% YoY, menyebabkan Cost to Income naik dari 48% (1H 2025) menjadi 52% (1H 2026). Ini menunjukkan tekanan efisiensi.
  - Basis: Beban operasional 1H 2026: Rp1.212 miliar; Beban operasional 1H 2025: Rp1.149 miliar; Pendapatan operasional 1H 2026: Rp2.315 miliar; Pendapatan operasional 1H 2025: Rp2.362 miliar
  - Assumptions: Perhitungan pertumbuhan beban: (1212-1149)/1149*100% = 5,5%.; Cost to income dihitung dari beban/pendapatan operasional.
  - Caveats: Angka diambil dari tabel laporan laba rugi konsolidasi.
- **Kualitas Aset** [derived_calculation, high]: NPF turun signifikan dari 3,97% (Des 2024) menjadi 2,74% (Juni 2026), dan NPF net 0,0%. Write-off (WO) menurun dari rata-rata bulanan Rp125 miliar (Des 2023) menjadi Rp33 miliar (Juni 2026). Ini menunjukkan perbaikan kualitas portofolio.
  - Basis: NPF Des 2024: 3,97%; NPF Juni 2026: 2,74%; WO Des 2023: Rp125 miliar (rata-rata bulanan); WO Juni 2026: Rp33 miliar
  - Assumptions: Penurunan NPF dihitung dari selisih persentase.; WO disajikan dalam rata-rata bulanan untuk 2026.
  - Caveats: Data diambil dari grafik tren pada slide 7.
- **Likuiditas** [derived_calculation, high]: Aset likuid (kas, GWM, investasi likuid bersih) mencapai Rp11.948 miliar pada Juni 2026, hampir setara dengan total DPK Rp12.180 miliar, menunjukkan posisi likuiditas sangat kuat. FDR bank only Mei 2026: 89,5%.
  - Basis: Aset likuid Juni 2026: Rp11.948 miliar; Total DPK Juni 2026: Rp12.180 miliar; FDR Mei 2026: 89,5%
  - Assumptions: Rasio aset likuid terhadap DPK dihitung 11948/12180 = 98,1%.
  - Caveats: Aset likuid dan DPK dari laporan posisi keuangan konsolidasi.
- **Pendapatan Non-Bunga** [derived_calculation, medium]: Pendapatan operasional (exclude recovery) 1H 2026 sebesar Rp2.315 miliar, lebih tinggi dari pendapatan margin bersih Rp2.310 miliar, menunjukkan kontribusi pendapatan non-bunga (termasuk fee-based income) sekitar Rp5 miliar. Ini masih kecil, tetapi ekspansi wealth management dapat meningkatkannya.
  - Basis: Pendapatan operasional 1H 2026: Rp2.315 miliar; Pendapatan margin bersih 1H 2026: Rp2.310 miliar
  - Assumptions: Pendapatan non-bunga dihitung sebagai selisih: 2315-2310 = Rp5 miliar.
  - Caveats: Pendapatan operasional exclude recovery mungkin termasuk item lain.
- **Restrukturisasi** [derived_calculation, medium]: Outstanding restrukturisasi turun drastis dari Rp688 miliar (Des 2023) menjadi Rp77 miliar (Juni 2026) menurut lampiran 3, penurunan 88,8%. Lampiran 2 menyebutkan angka Rp171 miliar untuk Juni 2026. Ini menunjukkan disiplin dalam restrukturisasi, hanya untuk bencana alam.
  - Basis: Restrukturisasi Des 2023: Rp688 miliar; Restrukturisasi Juni 2026: Rp77 miliar (lampiran 3) atau Rp171 miliar (lampiran 2)
  - Assumptions: Penurunan dihitung (77-688)/688*100% = -88,8% untuk lampiran 3.
  - Caveats: Terdapat perbedaan angka restrukturisasi Juni 2026 antara lampiran 2 (Rp171 miliar) dan lampiran 3 (Rp77 miliar).
- **Pertumbuhan Pembiayaan** [derived_calculation, high]: Pembiayaan bruto tumbuh 8,7% YoY (Rp11.032 miliar vs Rp10.145 miliar), sementara DPK tumbuh 6,3% YoY. Pertumbuhan pembiayaan lebih cepat dari DPK, menunjukkan peningkatan intermediasi.
  - Basis: Pembiayaan bruto Juni 2026: Rp11.032 miliar; Pembiayaan bruto Juni 2025: Rp10.145 miliar; DPK Juni 2026: Rp12.180 miliar; DPK Juni 2025: Rp11.461 miliar
  - Assumptions: Pertumbuhan pembiayaan: (11032-10145)/10145*100% = 8,7%.; Pertumbuhan DPK: (12180-11461)/11461*100% = 6,3%.
  - Caveats: Angka dari laporan posisi keuangan konsolidasi.
- **Dampak buyback terhadap EPS** [derived_calculation, high]: Proforma menunjukkan EPS naik dari Rp85,09 menjadi Rp94,54 setelah buyback. Kenaikan ini terjadi karena pengurangan jumlah saham beredar lebih besar daripada penurunan laba bersih. Dampak positif EPS sebesar Rp10,45 per saham.
  - Basis: Laba tahun berjalan turun dari Rp655.488 juta menjadi Rp650.160 juta (penurunan 0,8%).; EPS naik dari Rp85,09 menjadi Rp94,54 (kenaikan 11,1%).; Jumlah saham beredar berkurang karena buyback.
  - Assumptions: Proforma menggunakan biaya buyback Rp1 triliun.; Dampak terhadap laba sebesar Rp5.328 juta (mungkin biaya bunga atau opportunity cost).
  - Caveats: Proforma tidak diaudit.; Harga pembelian aktual dapat berbeda.
- **Persentase buyback terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Biaya buyback Rp1 triliun setara dengan sekitar 9,75% dari ekuitas sebelum buyback (Rp10.258.399 juta). Ini menunjukkan penggunaan kas yang signifikan namun masih dalam batas wajar.
  - Basis: Biaya buyback: Rp1.000.000 juta.; Ekuitas sebelum buyback: Rp10.258.399 juta.
  - Assumptions: Biaya buyback sama dengan pengurangan ekuitas.
  - Caveats: Nilai ekuitas dapat berubah.
- **Dampak Ekspansi Wealth Management** [analyst_hypothesis, low]: Ekspansi wealth management (Sukuk, Bancassurance, CWLD) berpotensi meningkatkan fee-based income secara signifikan, namun saat ini kontribusinya masih kecil (AUM total sekitar Rp22,1 miliar). Diperlukan waktu untuk melihat dampak material.
  - Basis: AUM Sukuk: Rp16,9 miliar; AUM Bancassurance: Rp1,5 miliar; AUM CWLD: Rp3,7 miliar
  - Assumptions: Total AUM dihitung 16,9+1,5+3,7 = Rp22,1 miliar.; Kontribusi terhadap pendapatan masih kecil dibanding total pendapatan operasional.
  - Caveats: Belum ada data pendapatan fee-based income secara terpisah.; Ekspansi masih dalam tahap awal.
- **Motivasi buyback** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyatakan buyback untuk meningkatkan likuiditas dan mencerminkan nilai fundamental. Ini mungkin mengindikasikan bahwa harga saham dianggap undervalued oleh manajemen.
  - Basis: Pernyataan manajemen pada bagian C: 'meningkatkan likuiditas perdagangan saham' dan 'mencerminkan nilai fundamental'.
  - Assumptions: Manajemen memiliki informasi internal tentang nilai wajar.
  - Caveats: Tidak ada target harga atau valuasi yang diberikan.
- **Risiko eksekusi ekspansi** [analyst_hypothesis, medium]: Ekspansi group financing ke 60 lokasi (dari 10 area) membutuhkan investasi dan manajemen risiko yang matang. Kegagalan eksekusi dapat meningkatkan biaya operasional dan NPF.
  - Basis: Target ekspansi 60 lokasi; Kenaikan Cost to Income
  - Assumptions: Ekspansi membutuhkan tambahan SDM, infrastruktur, dan modal kerja.
  - Caveats: Manajemen belum memberikan rincian biaya ekspansi.

### Risks / uncertainties

- Persetujuan RUPSLB belum diperoleh; rencana dapat berubah atau batal.
- Harga pembelian aktual dapat berbeda dari perkiraan biaya.
- Dampak terhadap likuiditas dan harga saham tidak dapat dipastikan.
- Perubahan kondisi pasar dapat mempengaruhi pelaksanaan buyback.
- Biaya aktual dapat melebihi perkiraan jika harga saham naik.
- Ketidakjelasan angka ekuitas setelah buyback yang tidak konsisten dengan perhitungan sederhana.
- Tekanan pada margin pendapatan (net margin income turun 2% YoY) dapat berlanjut.
- Kenaikan cost-to-income (48% ke 52%) mengindikasikan inefisiensi operasional.
- Write-off bulanan masih tinggi (Rp33 miliar) meskipun NPF rendah.
- Ekspansi wealth management dan NBFI bergantung pada kondisi pasar dan regulasi.
- Guidance pertumbuhan laba mid-double digit mungkin tidak tercapai jika tren 1H26 berlanjut.
- Konsentrasi geografis di Jawa (58,8% portofolio) dapat menjadi risiko jika terjadi bencana alam.
- Risiko eksekusi ekspansi Soft Collateral ke 60 lokasi: kegagalan mencapai target dapat mempengaruhi pertumbuhan pembiayaan.
- Risiko kredit: meskipun NPF membaik, risiko pembiayaan baru (vintage) tetap ada, terutama pada segmen ultra mikro.
- Risiko likuiditas: ketergantungan pada DPK dan pasar surat berharga syariah yang terbatas.
- Risiko suku bunga: perubahan suku bunga acuan dapat mempengaruhi margin.
- Risiko regulasi: perubahan kebijakan OJK terkait restrukturisasi atau produk syariah.
- Risiko operasional: ketergantungan pada model komunitas dan kehadiran tatap muka.
- Risiko persaingan: persaingan dari bank konvensional dan BUS lain.
- Risiko makro: kondisi ekonomi Indonesia mempengaruhi daya beli nasabah.

### Items to monitor

- Agenda resmi RUPSLB (pemanggilan 21 September 2026).
- Detail rencana buyback: jumlah saham, harga, sumber dana spesifik.
- Hasil RUPSLB 13 Oktober 2026 dan pengumuman ringkasan risalah 15 Oktober 2026.
- Pelaksanaan buyback mulai 14 Oktober 2026.
- Kinerja keuangan semester kedua 2026 untuk mengevaluasi guidance NPAT mid-double digit.
- Perkembangan ekspansi wealth management dan NBFI.
- Perkembangan ekspansi group financing ke 60 lokasi.
- Perubahan regulasi terkait buyback dan produk syariah.

---

## BUKA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11196/BEI.PP2/09-2026 perihal permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai/harga efek atau keputusan investasi, baik berdasarkan POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan I-E Kep-00087/BEI/12-2025. Terkait aktivitas pemegang saham tertentu, Perseroan merujuk pada laporan yang telah disampaikan dan menyatakan pemegang saham utama berkomitmen mematuhi peraturan. Mengenai rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, Perseroan tidak menyebutkan rencana spesifik, hanya menyatakan akan memenuhi kewajiban keterbukaan informasi jika ada perkembangan material. Perseroan juga menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan. Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary Victor Putra Lesmana pada 2 September 2026.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek BUKA melalui surat No. S-11196/BEI.PP2/09-2026 tanggal 2 September 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1 Peraturan I-E Kep-00087/BEI/12-2025.
- Terkait aktivitas pemegang saham tertentu (POJK 4/2024), Perseroan merujuk pada informasi/laporan yang telah disampaikan sesuai ketentuan berlaku.
- Perseroan tidak menyatakan secara eksplisit ada atau tidaknya rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang; hanya menyatakan akan memenuhi keterbukaan informasi jika ada perkembangan material.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan yang mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup Perseroan.
- Pemegang saham utama berkomitmen mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia.
- Surat tanggapan bernomor 1054/BL/CORSEC/SURAT/IX/2026, ditandatangani oleh Corporate Secretary Victor Putra Lesmana pada 2 September 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan volatilitas transaksi oleh BEI melalui surat No. S-11196/BEI.PP2/09-2026.
- Kewajiban keterbukaan informasi sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Kewajiban keterbukaan informasi sesuai Peraturan I-E Kep-00087/BEI/12-2025.
- Kewajiban laporan kepemilikan saham sesuai POJK 4/2024.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada fakta material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 dalam dokumen
- **Rencana korporasi tidak diungkapkan** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak menyatakan ada atau tidaknya rencana korporasi dalam 3 bulan; hanya menyatakan akan memenuhi keterbukaan informasi jika ada perkembangan.
  - Basis: Jawaban poin 4 dalam dokumen
- **Volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, medium]: Permintaan penjelasan dari BEI mengindikasikan adanya pergerakan harga atau volume transaksi yang tidak biasa, namun penyebabnya tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Surat BEI S-11196/BEI.PP2/09-2026
  - Assumptions: Volatilitas transaksi dianggap sebagai pemicu permintaan penjelasan
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume dalam dokumen
- **Kepatuhan keterbukaan informasi** [analyst_hypothesis, medium]: Pernyataan Perseroan bahwa akan memenuhi keterbukaan informasi jika ada perkembangan material dapat diartikan sebagai tidak adanya rencana korporasi yang pasti saat ini, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya rencana yang belum diumumkan.
  - Basis: Jawaban poin 4
  - Assumptions: Bahasa 'apabila terdapat perkembangan lebih lanjut' menunjukkan ketidakpastian
  - Caveats: Interpretasi subjektif
- **Potensi transaksi pemegang saham mayoritas** [analyst_hypothesis, low]: Permintaan konfirmasi kepada pemegang saham mayoritas mengindikasikan adanya kekhawatiran potensi transaksi oleh pemegang saham utama yang dapat mempengaruhi harga saham, namun belum ada konfirmasi transaksi spesifik.
  - Basis: Kalimat: 'Kami mohon hal tersebut dikonfirmasikan juga kepada pemegang saham mayoritas untuk antisipasi kemungkinan adanya transaksi tertentu yang akan dilakukan pemegang saham mayoritas'
  - Assumptions: Pemegang saham mayoritas mungkin memiliki rencana transaksi yang belum diungkapkan.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai jenis atau waktu transaksi.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas transaksi efek yang menjadi dasar permintaan BEI.
- Tidak ada rincian rencana korporasi yang mungkin sedang dipertimbangkan oleh Perseroan atau pemegang saham mayoritas.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak menutup kemungkinan adanya informasi yang belum diungkapkan oleh pihak lain.

### Items to monitor

- Permintaan penjelasan volatilitas oleh BEI dapat mengindikasikan adanya pergerakan harga atau volume saham yang tidak biasa, namun penyebabnya tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Tidak ada rencana aksi korporasi spesifik yang diungkapkan dalam 3 bulan ke depan, namun pernyataan 'akan memenuhi keterbukaan informasi jika ada perkembangan' menyisakan ketidakpastian.
- Konfirmasi kepada pemegang saham mayoritas mengindikasikan potensi transaksi yang belum diungkapkan, namun belum ada kepastian.

---

## BULL

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menyampaikan laporan keuangan interim auditan untuk periode 1 Januari–30 Juni 2026. Laporan disajikan dalam USD, dengan opini auditor Wajar Dengan Pengecualian (qualified) dan paragraf penekanan tentang ketidakpastian material kelangsungan usaha. Kinerja keuangan menunjukkan peningkatan signifikan: pendapatan usaha naik dari US$69,95 juta menjadi US$128,73 juta, laba bersih naik dari US$8,10 juta menjadi US$58,41 juta. Total aset naik dari US$369,01 juta menjadi US$461,34 juta, terutama didorong penambahan aset tetap kapal (US$55,74 juta) dan investasi pada entitas asosiasi (US$51,86 juta). Utang bank jangka panjang meningkat dari US$51,94 juta menjadi US$108,41 juta. Perusahaan tercatat di papan Pengembangan BEI. Tidak ada aksi korporasi eksplisit seperti rights issue, saham bonus, atau merger dalam pengumuman ini.

### Material changes

- Opini auditor: Wajar Dengan Pengecualian (qualified), dengan paragraf penekanan tentang ketidakpastian material kelangsungan usaha karena liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar sebesar US$6.751.026 dan piutang belum diselesaikan US$7.968.000 kepada 5 kreditur.
- Pendapatan usaha periode berjalan sebesar US$128.725.706, naik dari US$69.951.147 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Laba bersih periode berjalan sebesar US$58.412.062, naik dari US$8.104.143.
- Total aset per 30 Juni 2026 sebesar US$461.338.663, naik dari US$369.007.328 pada akhir 2025.
- Aset tetap naik dari US$197.853.677 menjadi US$243.408.160, dengan penambahan kapal sebesar US$55.742.782.
- Investasi pada entitas asosiasi baru tercatat sebesar US$51.855.806 per 30 Juni 2026 (tidak ada saldo pada periode pembanding).
- Utang bank jangka panjang (neto jatuh tempo) meningkat dari US$51.944.841 menjadi US$108.410.289; utang bank jangka pendek menurun dari US$24.405.585 menjadi US$13.640.921.
- Saldo laba belum ditentukan penggunaannya membaik dari defisit US$217.923.482 menjadi defisit US$158.163.265.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$32.333.605; arus kas investasi -US$32.205.234; arus kas pendanaan US$13.555.817.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar US$19.155.659 dan pembayaran uang muka pembelian aset tetap sebesar US$12.431.094 pada periode berjalan.
- Fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK) dari Bank Pan Indonesia Tbk sebesar Rp35.000.000.000 diperpanjang jatuh temponya menjadi 16 Oktober 2026 (disetujui 23 September 2025).
- Nilai wajar kapal ditentukan berdasarkan revaluasi per 31 Desember 2025, didukung laporan penilai independen KJPP Totok Wasito Rekan tanggal 25 Maret 2026, dengan hirarki nilai wajar level 2.
- Covenant utang bank jangka panjang: time interest earned minimal 2x, current ratio minimal 100%, DER maks 2x, debt service coverage minimal 1,1x, dan rasio jaminan minimal 125%.
- Pendapatan dari pihak ketiga utama periode berjalan: Galleon Tanker FZE (US$54.292.079), Solisar Freight and Transport FZE (US$24.423.772), Megawave Logistics FZE (US$23.238.637).
- Perusahaan tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia; laporan keuangan memenuhi POJK 75/2017.

### Key financial figures

- **Pendapatan usaha:** 128725706 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Pendapatan usaha:** 69951147 (2025-01-01/2025-06-30)
- **Laba bruto:** 66051766 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Laba bruto:** 19240542 (2025-01-01/2025-06-30)
- **Laba bersih:** 58412062 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Laba bersih:** 8104143 (2025-01-01/2025-06-30)
- **Total aset:** 461338663 (2026-06-30)
- **Total aset:** 369007328 (2025-12-31)
- **Aset tetap:** 243408160 (2026-06-30)
- **Aset tetap:** 197853677 (2025-12-31)
- **Investasi pada entitas asosiasi:** 51855806 (2026-06-30)
- **Utang bank jangka panjang:** 108410289 (2026-06-30)
- **Utang bank jangka panjang:** 51944841 (2025-12-31)
- **Utang bank jangka pendek:** 13640921 (2026-06-30)
- **Utang bank jangka pendek:** 24405585 (2025-12-31)
- **Saldo laba belum ditentukan penggunaannya:** -158163265 (2026-06-30)
- **Saldo laba belum ditentukan penggunaannya:** -217923482 (2025-12-31)
- **Jumlah ekuitas:** 261852477 (2026-06-30)
- **Jumlah ekuitas:** 203268138 (2025-12-31)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 32333605 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas investasi:** -32205234 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 13555817 (2026-01-01/2026-06-30)
- **Kas dan setara kas akhir periode:** 18849632 (2026-06-30)
- **Kas dan setara kas akhir periode:** 3797784 (2025-12-31)

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap kapal sebesar US$55.742.782 pada semester I 2026, menunjukkan ekspansi armada.
- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar US$19.155.659 dan uang muka pembelian aset tetap sebesar US$12.431.094 pada periode berjalan.

### Capital structure

- Saham biasa dan tambahan modal disetor tidak berubah antara periode (masing-masing US$291.391.630 dan US$94.635.778).
- Ekuitas akhir periode berjalan sebesar US$261.852.477, dengan komponen saham biasa US$291.391.630, tambahan modal disetor US$94.635.778, dan saldo laba -US$158.163.265.
- Terdapat transaksi ekuitas lainnya negatif sebesar -US$1.198.900 pada periode berjalan, yang tidak dijelaskan rinci.

### Listing / regulatory

- Perusahaan tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan memenuhi POJK 75/2017 dan independensi auditor sesuai POJK 13/2017.

### Analytical scenarios

- **Kenaikan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset naik sebesar US$92.331.335 (dari US$369.007.328 menjadi US$461.338.663), atau sekitar 25,0%. Kenaikan terutama didorong oleh aset tetap (+US$45.554.483) dan investasi pada entitas asosiasi (+US$51.855.806).
  - Basis: Total aset 2026-06-30: 461.338.663; Total aset 2025-12-31: 369.007.328; Aset tetap 2026-06-30: 243.408.160; Aset tetap 2025-12-31: 197.853.677; Investasi asosiasi 2026-06-30: 51.855.806
  - Assumptions: Angka dalam ribuan unit mata uang; Perhitungan selisih sederhana
- **Pertumbuhan pendapatan dan laba** [derived_calculation, high]: Pendapatan usaha naik sekitar 84% dari US$69,95 juta menjadi US$128,73 juta; laba bersih naik sekitar 620% dari US$8,10 juta menjadi US$58,41 juta.
  - Basis: Pendapatan 2026: 128.725.706; Pendapatan 2025: 69.951.147; Laba bersih 2026: 58.412.062; Laba bersih 2025: 8.104.143
  - Assumptions: Periode pembanding adalah 6 bulan yang sama
- **Kenaikan utang bank jangka panjang** [derived_calculation, high]: Utang bank jangka panjang meningkat dari US$51.944.841 menjadi US$108.410.289, selisih +US$56.465.448, mengindikasikan penambahan pinjaman bank signifikan.
  - Basis: Utang bank jangka panjang 2026-06-30: 108.410.289; Utang bank jangka panjang 2025-12-31: 51.944.841
  - Assumptions: Angka dalam ribuan unit mata uang
  - Caveats: Tidak ada informasi tujuan pinjaman
- **Perbaikan saldo laba** [derived_calculation, medium]: Saldo laba membaik dari defisit US$217.923.482 menjadi defisit US$158.163.265, selisih +US$59.760.217, mengindikasikan laba bersih positif selama periode berjalan.
  - Basis: Saldo laba 2026-06-30: -158.163.265; Saldo laba 2025-12-31: -217.923.482
  - Assumptions: Tidak ada dividen atau transaksi lain yang mempengaruhi saldo laba
  - Caveats: Perubahan saldo laba bisa dipengaruhi dividen, koreksi, atau transfer
- **Belanja modal** [derived_calculation, high]: Total pengeluaran untuk aset tetap pada periode berjalan adalah US$31.586.753, terdiri dari pembayaran untuk perolehan aset tetap (US$19.155.659) dan uang muka pembelian aset tetap (US$12.431.094).
  - Basis: Pembayaran untuk perolehan aset tetap: 19.155.659; Pembayaran uang muka pembelian aset tetap: 12.431.094
  - Assumptions: Kedua pos tersebut dianggap sebagai bagian dari belanja modal aset tetap
  - Caveats: Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai jenis aset tetap atau proyek spesifik
- **Sumber pendanaan ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Penerimaan pinjaman bank sebesar US$72.101.403 kemungkinan digunakan untuk mendanai belanja modal dan kebutuhan modal kerja, mengingat arus kas investasi negatif dan peningkatan operasi.
  - Basis: Penerimaan pinjaman bank: 72.101.403; Arus kas investasi: -32.205.234; Pembayaran aset tetap dan uang muka: 31.586.753
  - Assumptions: Pinjaman bank digunakan untuk mendanai aktivitas investasi dan operasional
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit tentang tujuan pinjaman
- **Risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Ketidakpastian material yang disebutkan auditor dapat mempengaruhi kemampuan Grup memenuhi covenant, namun belum ada bukti pelanggaran covenant.
  - Basis: Opini qualified; Liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar
  - Caveats: Belum ada bukti pelanggaran covenant
- **Konsentrasi pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Konsentrasi pendapatan pada satu pihak ketiga (Galleon Tanker FZE) dapat menimbulkan risiko ketergantungan pelanggan, namun belum ada informasi mengenai kontrak atau jangka waktu.
  - Basis: Pendapatan dari Galleon Tanker FZE mencapai 42% dari total pihak ketiga
  - Assumptions: Pendapatan tersebut berasal dari pelanggan tunggal
  - Caveats: Tidak ada informasi apakah Galleon Tanker FZE adalah pelanggan tunggal atau agregasi beberapa kontrak

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian material kelangsungan usaha karena liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar dan piutang belum diselesaikan.
- Covenant utang bank yang ketat dapat membatasi fleksibilitas keuangan.
- Opini qualified menunjukkan adanya pengecualian dalam laporan keuangan.
- Kenaikan utang bank jangka panjang yang signifikan meningkatkan leverage, risiko likuiditas dan solvabilitas perlu dipantau.
- Saldo laba masih defisit, menunjukkan akumulasi kerugian meskipun membaik.
- Investasi pada entitas asosiasi baru tercatat, risiko kinerja investasi belum diketahui.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan yang membaik (pendapatan dan laba naik signifikan) dapat menjadi perhatian investor.
- Opini qualified dan ketidakpastian kelangsungan usaha merupakan sinyal risiko yang perlu dicermati.
- Ekspansi armada dan peningkatan utang bank menunjukkan aktivitas pertumbuhan yang perlu dipantau.
- Konsentrasi pendapatan pada beberapa pelanggan utama dapat menjadi risiko bisnis.

---

## BYAN

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026, disampaikan ke OJK pada 3 September 2026. Laporan ini bersifat rutin dan tidak mengindikasikan adanya aksi korporasi, perubahan struktur modal, perubahan pengurus, atau transaksi material. Struktur kepemilikan pengendali dan afiliasi relatif stabil; terdapat selisih kecil 70 lembar pada kepemilikan Dato' Low Tuck Kwong yang tidak dijelaskan. Free float dilaporkan 21,29% (klaim emiten), tidak berubah dari bulan sebelumnya. Jumlah pemegang rekening efek meningkat signifikan dari 3.593 menjadi 4.939 (tambah 1.346). Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek BYAN per 31 Agustus 2026, diterbitkan 3 September 2026, sesuai Peraturan OJK 410/BR-OJK/IX/2026.
- Tidak ada aksi korporasi seperti saham bonus, rights issue, private placement, konversi, buyback, stock split, merger, akuisisi, atau divestasi yang dilaporkan dalam dokumen.
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau arah bisnis yang dilaporkan.
- Saham treasury tercatat 0 lembar pada bulan ini dan sebelumnya.
- Total saham non-warkat (scripless) tercatat 33.333.335.000 lembar, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Saham warkat (scrip) tercatat 2.500 lembar, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Free float berdasarkan laporan adalah 21,29% (klaim emiten), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Kepemilikan pengendali Dato' Low Tuck Kwong: 13.416.921.800 lembar (40,251%) bulan ini, sebelumnya 13.416.921.870 lembar (40,251%) - selisih 70 lembar.
- Kepemilikan afiliasi pengendali Elaine Low: 1.087.150.000 lembar (3,261%) bulan ini dan sebelumnya.
- Kepemilikan afiliasi pengendali Jenny Quantero: 994.975.000 lembar (2,985%) bulan ini dan sebelumnya.
- Kepemilikan pengendali lain Sumber Daya PTSuryadana: 7.333.833.700 lembar (22,002%) bulan ini dan sebelumnya.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang dilaporkan.
- Klasifikasi investor berdasarkan data KSEI: total saham 22.032.621.740 lembar diklasifikasikan, sisanya 11.300.713.260 lembar tidak diklasifikasikan.
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris: total 2.960.960 lembar (0,009% dari total saham).
- Kepemilikan saham oleh karyawan: 149.870.095 lembar (0,45% dari total saham).
- Kepemilikan saham oleh afiliasi: 40.248 lembar (0,0001% dari total saham).
- Kepemilikan saham oleh pemegang saham dengan kepemilikan kurang dari 5%: 7.095.707.130 lembar (21,287% dari total saham).
- Kepemilikan saham oleh pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih: 26.237.628.370 lembar (78,713% dari total saham).

### Key financial figures

- **total_saham_non_warkat:** 33,333,335,000 (Agustus 2026 dan sebelumnya)
- **total_saham_warkat:** 2,500 (Agustus 2026 dan sebelumnya)
- **total_saham_treasury:** 0 (Agustus 2026 dan sebelumnya)
- **free_float_persen:** 21.29% (Agustus 2026 dan sebelumnya)
- **kepemilikan_pengendali_low_tuck_kwong:** 13,416,921,800 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_pengendali_low_tuck_kwong_sebelumnya:** 13,416,921,870 (Juli 2026)
- **kepemilikan_afiliasi_elaine_low:** 1,087,150,000 (Agustus 2026 dan sebelumnya)
- **kepemilikan_afiliasi_jenny_quantero:** 994,975,000 (Agustus 2026 dan sebelumnya)
- **kepemilikan_pengendali_sumber_daya_ptsuryadana:** 7,333,833,700 (Agustus 2026 dan sebelumnya)
- **kepemilikan_saham_direksi_dan_komisaris:** 2,960,960 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_karyawan:** 149,870,095 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_afiliasi:** 40,248 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_pemegang_kurang_5_persen:** 7,095,707,130 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_pemegang_5_persen_atau_lebih:** 26,237,628,370 (Agustus 2026)
- **total_saham_diklasifikasikan_ksei:** 22,032,621,740 (Agustus 2026)
- **total_saham_tidak_diklasifikasikan:** 11,300,713,260 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_oleh_bank:** 6,149,004,000 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_oleh_perusahaan_asuransi:** 2,666,666,800 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_oleh_dana_pensiun:** 1,333,336,400 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_oleh_reksa_dana:** 3,540,034 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_oleh_individual:** 26,100 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_oleh_yayasan:** 130,275 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_oleh_organisasi:** 2,600 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_oleh_perusahaan_efek:** 110,098 (Agustus 2026)
- **kepemilikan_saham_oleh_brokerage:** 48,150 (Agustus 2026)

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar; total saham non-warkat tetap 33.333.335.000 lembar.
- Kepemilikan pengendali Dato' Low Tuck Kwong turun 70 lembar dari 13.416.921.870 menjadi 13.416.921.800 lembar, namun persentase tetap 40,251%.
- Free float 21,29% tidak berubah, masih di atas ketentuan BEI 7,5%.
- Saham treasury nihil, tidak ada pembelian kembali saham.

### Listing / regulatory

- Laporan disusun sesuai Peraturan OJK 410/BR-OJK/IX/2026.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan.

### Analytical scenarios

- **Free float** [explicit_fact, high]: Free float dilaporkan 21,29% pada bulan ini dan sebelumnya, berdasarkan data KSEI.
  - Basis: Angka 21,29% pada halaman 8 dan 18
- **Total saham beredar** [derived_calculation, high]: Total saham beredar = saham non-warkat + saham warkat = 33.333.335.000 + 2.500 = 33.333.337.500 lembar.
  - Basis: Angka 33.333.335.000 (non-warkat) dan 2.500 (warkat) pada halaman 4 dan 14
  - Assumptions: Tidak ada saham lain selain yang disebutkan.
- **Kepemilikan pengendali dan afiliasi** [derived_calculation, medium]: Total kepemilikan pengendali dan afiliasi = 13.416.921.800 + 1.087.150.000 + 994.975.000 + 7.333.833.700 = 22.832.880.500 lembar, sekitar 68,5% dari total saham.
  - Basis: Angka kepemilikan pada halaman 2-3
  - Assumptions: Semua pihak tersebut adalah pengendali atau afiliasi.
  - Caveats: Mungkin ada afiliasi lain yang tidak tercantum.
- **Selisih kepemilikan pengendali** [derived_calculation, medium]: Selisih 70 lembar antara bulan ini dan sebelumnya pada kepemilikan Dato' Low Tuck Kwong, kemungkinan karena pembulatan atau transaksi kecil.
  - Basis: 13.416.921.870 - 13.416.921.800 = 70
  - Assumptions: Angka sebelumnya dan bulan ini akurat.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan transaksi.
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, medium]: Free float 21,29% masih di atas ketentuan BEI 7,5%, sehingga tidak ada risiko delisting karena free float.
  - Basis: Angka free float 21,29%
  - Assumptions: Ketentuan BEI yang berlaku adalah 7,5%.
  - Caveats: Peraturan dapat berubah.
- **Tidak ada aksi korporasi** [analyst_hypothesis, high]: Tidak ada indikasi aksi korporasi karena tidak ada perubahan jumlah saham beredar atau treasury.
  - Basis: Tidak ada perubahan angka saham

### Risks / uncertainties

- Ketidakjelasan angka kepemilikan pengendali: selisih 70 lembar tanpa penjelasan.
- Klasifikasi investor berdasarkan KSEI mungkin tidak lengkap; 11,3 miliar saham tidak diklasifikasikan.
- Dokumen asli tidak dapat diverifikasi karena format teks tidak beraturan.

---

## CASH

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk. (CASH) menyampaikan bukti iklan Pemberitahuan RUPSLB Tahun 2026 kepada OJK melalui surat bernomor 358/SK/CSC-CWI/IX/2026 tertanggal 2 September 2026. RUPSLB telah diselenggarakan pada 1 September 2026, dan pengumumannya dimuat di tiga media: situs web Perseroan, situs BEI, dan eASY.KSEI. Dokumen ini hanya merupakan bukti iklan, tidak memuat agenda, hasil, atau keputusan RUPSLB. Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi spesifik, perubahan pengurus, atau transaksi aset yang diungkapkan.

### Material changes

- PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk. (CASH) menyampaikan bukti iklan Pemberitahuan RUPSLB Tahun 2026 kepada OJK melalui surat bernomor 358/SK/CSC-CWI/IX/2026 tertanggal 2 September 2026.
- RUPSLB CASH telah diselenggarakan pada tanggal 1 September 2026.
- Pengumuman RUPSLB dimuat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di tiga media: situs web Perseroan (cms.cashup.id), situs PT Bursa Efek Indonesia (idx.co.id), dan situs eASY.KSEI (web.ksei.co.id).
- Surat ditandatangani oleh Willy Chandry selaku Presiden Direktur CASH dan dikirim secara elektronik pada 2 September 2026 pukul 20:43.
- Tembusan surat ditujukan kepada Direksi Bursa Efek Indonesia, Direksi KSEI, dan PT Sinartama Gunita (BAE).
- Penyampaian bukti iklan ini dilakukan dalam rangka memenuhi POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.
- Dokumen ini merupakan bukti iklan pengumuman RUPSLB, bukan risalah rapat; agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Lampiran surat berjumlah 2 (dua) lampiran, namun isi lampiran tidak disertakan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan Pemberitahuan RUPSLB kepada OJK sebagai pemenuhan POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.

### Analytical scenarios

- **Pengumuman RUPSLB** [explicit_fact, high]: Dokumen ini adalah bukti iklan Pemberitahuan RUPSLB yang diiklankan pada 1 September 2026 di tiga media resmi.
  - Basis: Teks dokumen menyebut 'Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan RUPS' dan lampiran 'Pengumuman RUPSLB CASH 2026'.
- **Kepatuhan regulasi** [explicit_fact, high]: Penyampaian bukti iklan ini dilakukan dalam rangka memenuhi POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.
  - Basis: Surat menyebutkan 'dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.04/2020'.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Karena dokumen ini hanya bukti iklan, agenda RUPSLB tidak diungkapkan. RUPSLB umumnya digunakan untuk aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penggabungan, atau transaksi material, namun hal ini belum dapat dikonfirmasi.
  - Basis: Dokumen hanya memuat bukti pengumuman, tanpa agenda.
  - Assumptions: RUPSLB sering digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Tidak ada informasi agenda dalam dokumen; hipotesis ini hanya berdasarkan praktik umum.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan, sehingga potensi aksi korporasi belum dapat dinilai.
- Tidak ada informasi tentang tanggal pelaksanaan RUPSLB.
- Hasil atau keputusan RUPSLB tidak tersedia.
- Isi lampiran (2 lampiran) tidak disertakan.

---

## CBUT

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) menerbitkan dua pengumuman: (1) koreksi atas laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba signifikan namun disertai lonjakan utang bank jangka pendek, piutang usaha, dan arus kas operasi negatif; dan (2) laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Agustus 2026 yang mengungkapkan peningkatan free float dari 13,12% menjadi 19,62% tanpa perubahan jumlah saham beredar atau kepemilikan pengendali. Secara korporasi, perubahan paling penting adalah kenaikan free float yang menandakan pergeseran struktur pemegang saham, serta profil keuangan yang menunjukkan ekspansi aset dan pendanaan utang jangka pendek yang agresif.

### Material changes

- Peningkatan free float dari 13,12% menjadi 19,62% (dari 421.826.500 menjadi 613.036.720 saham) per 31 Agustus 2026, tanpa perubahan jumlah saham beredar atau kepemilikan pengendali.
- Kenaikan signifikan utang bank jangka pendek dari Rp1.218,49 miliar menjadi Rp2.724,21 miliar per 30 Juni 2026.
- Peningkatan piutang usaha kotor dari Rp198,56 miliar menjadi Rp1.087,09 miliar per 30 Juni 2026.
- Arus kas operasi negatif Rp1.221,63 miliar per 30 Juni 2026, memburuk dari -Rp244,18 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Peningkatan aset dalam penyelesaian dari Rp342,45 miliar menjadi Rp450,24 miliar per 30 Juni 2026.

### Key financial figures

- **Jumlah aset:** 5.906.368 (30 Juni 2026)
- **Jumlah aset:** 4.117.814 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka pendek:** 2.724.212 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 1.218.493 (31 Desember 2025)
- **Jumlah liabilitas jangka pendek:** 3.962.254 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 4.597.014 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 3.007.199 (30 Juni 2025)
- **Total ekuitas:** 1.309.354 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 1.110.615 (30 Juni 2025)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 9.268.893 (30 Juni 2026)
- **Penjualan dan pendapatan usaha:** 6.660.496 (30 Juni 2025)
- **Laba bruto:** 2.032.107 (30 Juni 2026)
- **Laba bruto:** 935.459 (30 Juni 2025)
- **Laba bersih periode berjalan:** 169.662 (30 Juni 2026)
- **Laba bersih periode berjalan:** 42.206 (30 Juni 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -1.221.628 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -244.180 (30 Juni 2025)
- **Penerimaan pinjaman bank:** 1.335.852 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas akhir periode:** 231.071 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap bruto:** 1.174.603 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap bruto:** 1.009.864 (31 Desember 2025)
- **Aset dalam penyelesaian bruto:** 450.242 (30 Juni 2026)
- **Piutang usaha kotor:** 1.087.086 (30 Juni 2026)
- **Piutang usaha kotor:** 198.556 (31 Desember 2025)
- **Utang usaha pihak berelasi:** 823.282 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang bruto:** 620.000 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang bruto:** 680.000 (31 Desember 2025)
- **Saldo Pinjaman Kredit Modal Kerja (USD):** 103.000.000 (30 Juni 2026)
- **Saldo Kredit Agunan Tunai:** 887.714 (30 Juni 2026)

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap Rp100,29 miliar, terutama bangunan dalam penyelesaian Rp96,54 miliar; aset dalam penyelesaian naik dari Rp342,45 miliar menjadi Rp450,24 miliar.
- Pembayaran uang muka aset tetap Rp36,87 miliar dan perolehan aset tetap Rp34,38 miliar pada arus kas investasi.
- Penambahan aset hak guna Rp10,93 miliar.

### Capital structure

- Jumlah saham beredar tetap 3.125.000.000 saham, tidak ada penerbitan atau pembelian kembali saham yang teridentifikasi.
- Treasury stock tetap 0 saham.
- Free float meningkat dari 13,12% menjadi 19,62% (dari 421.826.500 menjadi 613.036.720 saham), mengindikasikan perubahan struktur pemegang saham, meskipun rincian transaksi tidak diungkapkan.
- Saham biasa tidak berubah: Rp312.500 juta; tambahan modal disetor tidak berubah: Rp351.930 juta.
- Tidak ada penerbitan saham baru atau instrumen konversi selama periode berjalan.
- Biaya emisi efek ekuitas dikurangkan langsung dari hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang tambahan modal disetor.

### Listing / regulatory

- Laporan keuangan interim disampaikan sebagai koreksi, namun detail koreksi tidak dijelaskan.
- Entitas tercatat di Papan Utama.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih naik dari Rp42,21 miliar menjadi Rp169,66 miliar, meningkat sekitar 302%.
  - Basis: Laba bersih 30 Juni 2026: Rp169.662 juta; Laba bersih 30 Juni 2025: Rp42.206 juta
- **Peningkatan utang bank jangka pendek** [derived_calculation, medium]: Utang bank jangka pendek naik Rp1.505,72 miliar (dari Rp1.218,49 miliar menjadi Rp2.724,21 miliar), atau sekitar 123,6%.
  - Basis: Selisih nilai 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
  - Assumptions: Tidak ada pelunasan yang mengurangi saldo
  - Caveats: Perubahan bisa dipengaruhi oleh penarikan dan pembayaran selama periode
- **Kontribusi pelanggan utama** [derived_calculation, high]: Pendapatan dari Olam Global Agri dan Eco Commodity total Rp6.337,93 miliar, sekitar 68,4% dari total pendapatan.
  - Basis: Pendapatan Olam: Rp3.891,42 miliar; Pendapatan Eco: Rp2.446,52 miliar; Total pendapatan: Rp9.268,89 miliar
- **Arus kas operasi negatif** [derived_calculation, high]: Arus kas operasi -Rp1.221,63 miliar, terdiri dari kas dari operasi -Rp376,76 miliar, bunga diterima Rp2,14 miliar, bunga dibayar -Rp197,25 miliar, pajak -Rp15,32 miliar, dan kas lainnya -Rp617,26 miliar.
  - Basis: Komponen arus kas operasi pada laporan arus kas
  - Assumptions: Semua angka dijumlahkan sesuai urutan laporan
- **Proporsi aset dalam penyelesaian** [derived_calculation, high]: Aset dalam penyelesaian Rp450,24 miliar merupakan sekitar 38,3% dari total aset tetap bruto Rp1.174,60 miliar.
  - Basis: Aset dalam penyelesaian: Rp450.242 juta; Total aset tetap bruto: Rp1.174.603 juta
  - Assumptions: Menggunakan nilai bruto
- **Penyebab peningkatan free float** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan free float dari 13,12% menjadi 19,62% dapat disebabkan oleh penjualan saham oleh pemegang saham pengendali atau pihak terkait, atau oleh perubahan klasifikasi kepemilikan. Namun, laporan ini tidak menyediakan rincian transaksi atau identitas pihak yang terlibat, sehingga penyebab pastinya tidak dapat dikonfirmasi.
  - Basis: Perubahan jumlah free float yang signifikan antara bulan sebelumnya dan bulan ini.; Tidak ada perubahan jumlah saham beredar atau treasury stock.
  - Assumptions: Perubahan free float terjadi karena adanya perpindahan kepemilikan dari pihak yang tidak termasuk free float ke pihak yang termasuk free float.
  - Caveats: Laporan tidak mengungkapkan rincian transaksi atau pihak yang terlibat.; Perubahan free float dapat juga disebabkan oleh faktor lain seperti perubahan klasifikasi investor oleh KSEI.
- **Penyebab peningkatan utang jangka pendek** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan utang jangka pendek mungkin terkait dengan penarikan fasilitas Kredit Agunan Tunai baru dan/atau peningkatan saldo KMK, namun tidak ada rincian lengkap penyebabnya.
  - Basis: Fasilitas baru Kredit Agunan Tunai Rp8.995,40 miliar dengan saldo Rp887,71 miliar; Saldo KMK USD 103 juta lebih tinggi dari fasilitas USD 72,5 juta
  - Assumptions: Kenaikan berasal dari kombinasi fasilitas yang ada
  - Caveats: Tidak ada rincian lengkap per kreditur untuk semua bank
- **Konsentrasi risiko pelanggan** [analyst_hypothesis, medium]: Konsentrasi pendapatan yang tinggi pada dua pelanggan utama (Olam dan Eco) dapat meningkatkan risiko jika terjadi perubahan hubungan dagang.
  - Basis: Pendapatan dari dua pelanggan melebihi 10% total pendapatan
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain tentang diversifikasi pelanggan
  - Caveats: Hipotesis tidak didukung data tambahan dalam bagian ini
- **Potensi pendanaan ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan signifikan dana dibatasi penggunaannya dan utang bank jangka pendek mungkin mengindikasikan persiapan pendanaan untuk ekspansi atau investasi, namun belum ada konfirmasi.
  - Basis: Dana dibatasi penggunaannya naik dari 0 menjadi Rp866,97 miliar; Utang bank jangka pendek naik signifikan
  - Assumptions: Dana tersebut dialokasikan untuk tujuan tertentu
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit tentang penggunaan dana

### Risks / uncertainties

- Kenaikan utang bank jangka pendek yang signifikan (123,6%) dapat meningkatkan risiko likuiditas.
- Arus kas operasi negatif yang signifikan dapat mengindikasikan masalah likuiditas atau efisiensi operasional.
- Peningkatan piutang usaha yang besar (447%) berpotensi menimbulkan risiko kredit macet; penyisihan piutang tetap Rp0,50 miliar.
- Konsentrasi pendapatan pada dua pelanggan utama (Olam dan Eco) menimbulkan risiko ketergantungan.
- Saldo Pinjaman Kredit Modal Kerja (USD 103 juta) melebihi fasilitas yang diungkapkan (USD 72,5 juta), menimbulkan ketidakjelasan.
- Penurunan nilai pertanggungan asuransi aset tetap dari Rp750,60 miliar menjadi Rp588,52 miliar meskipun nilai aset bruto meningkat, berpotensi underinsurance.
- Peningkatan free float yang signifikan dapat meningkatkan volatilitas harga saham karena bertambahnya jumlah saham yang diperdagangkan di publik.
- Perubahan struktur pemegang saham yang tidak dijelaskan secara rinci dapat menimbulkan ketidakpastian bagi investor mengenai arah kepemilikan perusahaan.

### Items to monitor

- Detail koreksi laporan keuangan interim yang tidak dijelaskan dalam pengumuman.
- Rincian transaksi yang menyebabkan peningkatan free float dari 13,12% menjadi 19,62%.
- Perkembangan saldo Pinjaman Kredit Modal Kerja BRI yang melebihi fasilitas yang diungkapkan.
- Penggunaan dana dibatasi penggunaannya yang naik menjadi Rp866,97 miliar.
- Progres aset dalam penyelesaian dan potensi ekspansi kapasitas.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float minimum Bursa Efek Indonesia.

---

## CGAS

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

Laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 menunjukkan tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada struktur pemegang saham, kepemilikan direksi/komisaris, treasury stock, atau free float dibandingkan periode sebelumnya. Seluruh angka kepemilikan saham dan persentase pada laporan ini identik dengan data bulan sebelumnya. Tidak ada transaksi atau aksi korporasi lain yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- Laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026 (periode laporan) untuk PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS).
- Pemegang saham pengendali: PT Petro Asia Energy, alamat Jl. Raya Kalimalang No. 126, Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memiliki 572.570.000 saham atau 32,32%.
- Kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris per 31 Juli 2026: Drs. Asat Said Ali (Komisaris Utama) 0 saham (0,00%); Raditya Muhas Juvirawan (Komisaris) 0 saham (0,00%); Leo Herlambang (Komisaris Independen) 0 saham (0,00%); Andika Purwonugroho (Direktur Utama) 2.000.000 saham (0,11%); Agung Wibawa (Direktur) 358.000 saham (0,02%); Mohamad Isa Safardi (Direksi) 700.000 saham (0,04%); Andika Andianto (Direktur) 0 saham (0,00%).
- Kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris pada bulan sebelumnya (periode Juni 2026) identik: Andika Purwonugroho 2.000.000 saham (0,11%), Agung Wibawa 358.000 saham (0,02%), Mohamad Isa Safardi 700.000 saham (0,04%), dan lainnya 0 saham.
- Kepemilikan saham oleh pemegang saham pengendali dan afiliasinya pada bulan ini dan sebelumnya: PT Petro Asia Energy 572.570.000 saham (32,32%); PT Mulia Dharma Jaya 379.750.000 saham (21,44%); PT Maritim Asia 161.200.000 saham (9,1%); PT Citra Baru 126.480.000 saham (7,14%); PT Aktiva Nyata 358.000 saham (0,02%); dan afiliasi pengendali lainnya 0 saham (0%).
- Total saham tercatat: 1.771.499.039 saham (100%).
- Kepemilikan saham <5% (scripless): 528.441.039 saham (29,83%) pada bulan ini dan sebelumnya.
- Kepemilikan saham <5% (warkat): 0 saham (0%) pada bulan ini dan sebelumnya.
- Treasury stock: 0 saham (0%) pada bulan ini dan sebelumnya.
- Free float: 528.383.339 saham (29,83%) pada bulan ini dan sebelumnya.
- Jumlah pemegang saham (scripless): 3.058.000 pada bulan ini dan sebelumnya.
- Jumlah pemegang saham (warkat): 0 pada bulan ini dan sebelumnya.
- Klasifikasi investor berdasarkan data KSEI: jumlah saham yang diklasifikasikan adalah 523.286.439 saham, dengan rincian: 2.011.700 saham (bank), 7.700 saham (reksa dana), 700.000 saham (dana pensiun), 3.024.200 saham (asuransi), 2.468.900 saham (perusahaan efek), dan 100 saham (institusi lainnya).
- Tidak ada perubahan jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham pengendali, direksi, atau komisaris antara bulan Juni dan Juli 2026.
- Tidak ada perubahan jumlah treasury stock atau free float antara bulan Juni dan Juli 2026.
- Laporan ditandatangani oleh Plt. Corporate Secretary, Muhammad Rizal Syach Indriyan, pada 05-09-2026.
- Dokumen lampiran berisi laporan pemegang saham pengendali dan kepemilikan direksi/komisaris per Juli 2026, dengan data yang konsisten dengan laporan utama.

### Key financial figures

- **Total saham beredar:** 1.771.499.039 (Juli 2026 dan Juni 2026)
- **Kepemilikan saham pengendali (PT Petro Asia Energy):** 572.570.000 (Juli 2026 dan Juni 2026)
- **Kepemilikan saham pengendali (PT Mulia Dharma Jaya):** 379.750.000 (Juli 2026 dan Juni 2026)
- **Kepemilikan saham pengendali (PT Maritim Asia):** 161.200.000 (Juli 2026 dan Juni 2026)
- **Kepemilikan saham pengendali (PT Citra Baru):** 126.480.000 (Juli 2026 dan Juni 2026)
- **Kepemilikan saham pengendali (PT Aktiva Nyata):** 358.000 (Juli 2026 dan Juni 2026)
- **Kepemilikan saham direksi/komisaris (Andika Purwonugroho):** 2.000.000 (Juli 2026 dan Juni 2026)
- **Kepemilikan saham direksi/komisaris (Agung Wibawa):** 358.000 (Juli 2026 dan Juni 2026)
- **Kepemilikan saham direksi/komisaris (Mohamad Isa Safardi):** 700.000 (Juli 2026 dan Juni 2026)
- **Free float:** 528.383.339 (Juli 2026 dan Juni 2026)
- **Treasury stock:** 0 (Juli 2026 dan Juni 2026)
- **Jumlah pemegang saham (scripless):** 3.058.000 (Juli 2026 dan Juni 2026)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan direksi atau komisaris yang teridentifikasi pada laporan ini. Daftar direksi dan komisaris yang tercantum sama dengan periode sebelumnya.
- Tidak ada perubahan pemegang saham pengendali yang teridentifikasi. PT Petro Asia Energy tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 32,32%.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar, treasury stock, atau free float yang teridentifikasi antara bulan Juni dan Juli 2026.

### Analytical scenarios

- **Stabilitas struktur kepemilikan** [analyst_hypothesis, medium]: Berdasarkan data yang tersedia, tidak ada perubahan pada struktur kepemilikan saham pengendali, direksi, komisaris, treasury stock, atau free float antara Juni dan Juli 2026. Hal ini menunjukkan tidak ada aktivitas perubahan signifikan pada periode tersebut, namun perlu diverifikasi dengan laporan bulanan berikutnya untuk memastikan tren.
  - Basis: Data kepemilikan saham pada laporan bulan Juni dan Juli 2026 identik untuk semua kategori yang dilaporkan.
  - Assumptions: Data bulan Juni 2026 dianggap sebagai periode sebelumnya yang valid berdasarkan laporan.
  - Caveats: Laporan ini hanya mencakup data per 31 Juli 2026; perubahan yang terjadi setelah tanggal tersebut tidak tercakup.; Klasifikasi investor berdasarkan data KSEI mungkin tidak mencakup seluruh pemegang saham, karena hanya 523.286.439 saham yang diklasifikasikan dari total 1.771.499.039 saham.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari laporan ini. Namun, perlu dicatat bahwa laporan ini hanya mencakup data kepemilikan saham dan tidak memberikan informasi tentang kinerja keuangan atau operasional perusahaan.

### Items to monitor

- Laporan ini menunjukkan stabilitas struktur kepemilikan saham, yang dapat menjadi indikasi tidak adanya perubahan signifikan dalam pengendalian perusahaan pada periode tersebut.
- Tidak ada perubahan treasury stock atau free float yang dapat mempengaruhi likuiditas saham di pasar.
- Investor mungkin memantau laporan bulanan berikutnya untuk melihat apakah ada perubahan kepemilikan yang signifikan.

---

## CNMA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT CNMA (CNMA) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026 melalui Biro Administrasi Efek PT Surya Datindo Entrycom. Laporan ini bersifat rutin dan tidak mengungkapkan adanya aksi korporasi, perubahan struktur modal, perubahan pengurus, atau transaksi material. Struktur kepemilikan tetap didominasi oleh PT Bumipersada Harkatjaya (55,072%), PT Pratama Nusantara Sejahtera (22,959%), dan Salween Investment Pte. Ltd. (13,768%). Jumlah saham beredar tercatat 83.345.000.000 lembar, dengan free float 8,1206% (6.767.643.591 saham) dan saham treasuri 65.075.711 lembar. Tidak ada perubahan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

### Material changes

- Laporan bulanan registrasi pemegang efek PT CNMA per 31 Agustus 2026, No. 67/CNMA-IDX/IX/2026, disusun oleh Biro Administrasi Efek PT Surya Datindo Entrycom.
- Tidak ada aksi korporasi seperti saham bonus, rights issue, private placement, atau perubahan struktur modal yang dilaporkan dalam dokumen.
- Pemegang saham pengendali: PT Bumipersada Harkatjaya memiliki 45.900.000.000 saham (55,072%) baik bulan ini maupun sebelumnya.
- Salween Investment Pte. Ltd. memiliki 11.475.000.000 saham (13,768%) baik bulan ini maupun sebelumnya.
- PT Pratama Nusantara Sejahtera memiliki 19.135.200.000 saham (22,959%) baik bulan ini maupun sebelumnya.
- Jumlah saham beredar tercatat 83.345.000.000 lembar, tidak berubah dari bulan sebelumnya (83.344.999.991 lembar, selisih 9 lembar karena pembulatan).
- Free float berdasarkan Peraturan Bursa V.2 adalah 8,1206% (6.767.643.591 saham), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Tidak ada perubahan kepemilikan saham oleh Direksi, Komisaris, atau afiliasi pengendali yang dilaporkan.
- Tidak ada saham treasuri yang dilaporkan (0 saham) pada dokumen utama, namun lampiran free float menyebutkan saham treasuri 65.075.711 saham (0,078%).
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang disebutkan.
- Laporan menyatakan informasi yang disajikan benar dan lengkap, ditandatangani oleh Tri Wahyuni Indah selaku Head of Corporate Legal.
- Dokumen mencakup klasifikasi investor berdasarkan data KSEI, termasuk jumlah rekening dan saham untuk berbagai kategori investor.

### Key financial figures

- **Jumlah saham beredar:** 83345000000 (Agustus 2026 (bulan ini))
- **Jumlah saham beredar:** 83344999991 (Juli 2026 (bulan sebelumnya))
- **Kepemilikan PT Bumipersada Harkatjaya:** 45900000000 (Agustus 2026)
- **Kepemilikan Salween Investment Pte. Ltd.:** 11475000000 (Agustus 2026)
- **Kepemilikan PT Pratama Nusantara Sejahtera:** 19135200000 (Agustus 2026)
- **Free float (saham):** 6767643591 (Agustus 2026)
- **Free float (persentase):** 8.1206 (Agustus 2026)
- **Saham treasuri:** 0 (Agustus 2026 (dokumen utama))
- **Saham treasuri:** 65075711 (Agustus 2026 (lampiran free float))
- **Jumlah saham dibeli kembali (buyback):** 2080698 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham dibeli kembali (buyback) sebelumnya:** 2080689 (Juli 2026)
- **Jumlah rekening investor (KSEI):** 902743566 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham investor individu:** 2080698 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham investor institusi:** 10777046 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham investor asing:** 6834800000 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham investor lokal:** 65075711 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham kategori lain:** 20329740967 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham kategori lain (lanjutan):** 2791074881 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham kategori lain (lanjutan):** 2333679804 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham kategori lain (lanjutan):** 176172132 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham kategori lain (lanjutan):** 123384588 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham kategori lain (lanjutan):** 57300758 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham kategori lain (lanjutan):** 3688301 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham kategori lain (lanjutan):** 10184700 (Agustus 2026)
- **Jumlah saham kategori lain (lanjutan):** 3460200 (Agustus 2026)

### Capital structure

- Kepemilikan pengendali tidak berubah: PT Bumipersada Harkatjaya 55,072%, Salween Investment 13,768%, PT Pratama Nusantara Sejahtera 22,959%.
- Free float 8,1206% (6.767.643.591 saham), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Tidak ada saham treasuri pada dokumen utama, namun lampiran free float menyebutkan saham treasuri 65.075.711 saham (0,078%).
- Jumlah saham beredar 83.345.000.000 lembar, tidak berubah signifikan.

### Listing / regulatory

- Laporan disusun sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-V tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Free float dihitung berdasarkan Peraturan Bursa V.2.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan pengendali** [explicit_fact, high]: PT Bumipersada Harkatjaya memiliki 55,072% saham, menjadikannya pengendali utama.
  - Basis: Angka kepemilikan dan persentase tercantum pada halaman 2 dan 10 dokumen utama.
- **Selisih jumlah saham beredar** [derived_calculation, medium]: Selisih jumlah saham beredar bulan ini vs sebelumnya adalah 9 lembar (83.345.000.000 - 83.344.999.991), kemungkinan karena pembulatan.
  - Basis: Angka jumlah saham beredar pada halaman 2 dan 10 dokumen utama.
  - Assumptions: Pembulatan dalam pelaporan.
  - Caveats: Perbedaan kecil mungkin bukan perubahan aktual.
- **Tidak ada aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Tidak ada aksi korporasi yang dilaporkan, namun dokumen ini hanya laporan bulanan, sehingga aksi korporasi mungkin terjadi di luar periode ini.
  - Basis: Tidak ada penyebutan aksi korporasi dalam dokumen.
  - Assumptions: Laporan bulanan hanya mencakup perubahan kepemilikan.
  - Caveats: Aksi korporasi dapat diumumkan secara terpisah.
- **Free float** [explicit_fact, high]: Free float 8,1206% berada di bawah ketentuan minimum 7,5% untuk papan utama, namun tidak ada sanksi yang disebutkan.
  - Basis: Angka free float pada halaman 2 dan 10 dokumen utama.
  - Caveats: Kepatuhan free float tidak dinilai dalam dokumen.
- **Klasifikasi investor** [explicit_fact, high]: Laporan memuat klasifikasi investor berdasarkan data KSEI, termasuk jumlah rekening dan saham untuk berbagai kategori.
  - Basis: Halaman 3-5 dan 11-13 dokumen utama.
- **Kepemilikan manfaat** [analyst_hypothesis, low]: Terdapat daftar pemilik manfaat (beneficial owner) dengan nama seperti Suherman, Cisca, Arif, Suryo, Melia, Benny, Widjaja, namun tidak jelas apakah mereka pengendali.
  - Basis: Halaman 7 dan 15 dokumen utama.
  - Assumptions: Nama-nama tersebut adalah individu pemilik manfaat.
  - Caveats: Tidak ada rincian kepemilikan per individu.
- **Persentase saham publik terhadap total saham disetor** [derived_calculation, high]: Saham publik (11.475.000.000) dibagi total saham disetor (85.000.000.000) menghasilkan 13,5%. Ini melebihi ketentuan free float minimal 7,5% (berdasarkan PMK 3000).
  - Basis: 11.475.000.000 / 85.000.000.000 = 0,135
  - Assumptions: Saham publik dianggap sebagai saham free float
- **Persentase saham treasury terhadap total saham disetor** [derived_calculation, high]: Saham treasury (65.075.711) dibagi total saham disetor (85.000.000.000) menghasilkan sekitar 0,077%. Ini menunjukkan proporsi saham treasury yang sangat kecil.
  - Basis: 65.075.711 / 85.000.000.000 = 0,00077
- **Tren peningkatan jumlah pemegang saham publik** [analyst_hypothesis, low]: Jumlah pemegang saham publik meningkat dari 19.188 (Januari) menjadi 23.192 (Agustus), menunjukkan adanya penambahan investor ritel. Namun, tidak ada informasi mengenai penyebabnya.
  - Basis: Data jumlah pemegang saham publik per bulan
  - Assumptions: Peningkatan jumlah pemegang saham publik mencerminkan minat investor ritel
  - Caveats: Penyebab tidak dijelaskan dalam dokumen
- **Persentase free float terhadap total saham** [derived_calculation, high]: Persentase free float dihitung dari 6,767,643,591 / 83,345,000,000 = 8,12% (dibulatkan). Angka ini sesuai dengan yang dilaporkan.
  - Basis: Jumlah free float 6,767,643,591 saham; Total saham 83,345,000,000 saham
  - Assumptions: Pembulatan dua desimal
- **Selisih antara saham scripless pemegang <5% dan free float** [derived_calculation, high]: Selisih antara saham scripless yang dimiliki pemegang <5% (6,834,800,000) dan free float (6,767,643,591) adalah 67,156,409 saham. Selisih ini mungkin mencakup saham yang dimiliki direksi/komisaris (2,080,698) dan treasury (65,075,711), total 67,156,409, yang cocok.
  - Basis: 6,834,800,000 - 6,767,643,591 = 67,156,409; 2,080,698 + 65,075,711 = 67,156,409
  - Assumptions: Tidak ada kategori lain yang mengurangi free float
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Dengan free float 8,120%, emiten mungkin perlu memenuhi ketentuan minimum free float BEI (misalnya 7,5% untuk kapitalisasi besar, atau 10% untuk lainnya). Namun, karena tidak ada informasi kapitalisasi pasar, kepatuhan tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Free float 8,120%
  - Assumptions: Ketentuan BEI yang berlaku
  - Caveats: Tidak ada data kapitalisasi pasar atau ketentuan spesifik yang dirujuk
- **Definisi free float** [explicit_fact, high]: Definisi free float berdasarkan peraturan baru BEI hanya mencakup saham scripless, bukan warkat, dan tidak termasuk saham yang dimiliki pengendali, afiliasi, direksi, komisaris, treasury, atau yang dibatasi pengalihannya.
  - Basis: Keterangan pada dokumen

### Risks / uncertainties

- Free float 8,1206% berada di bawah ketentuan minimum 7,5% untuk papan utama, namun tidak ada sanksi yang disebutkan.
- Tidak ada aksi korporasi yang dilaporkan, namun dokumen ini hanya laporan bulanan, sehingga aksi korporasi mungkin terjadi di luar periode ini.
- Terdapat daftar pemilik manfaat (beneficial owner) dengan nama seperti Suherman, Cisca, Arif, Suryo, Melia, Benny, Widjaja, namun tidak jelas apakah mereka pengendali.
- Perhitungan free float belum memperhitungkan saham afiliasi pengendali dan portofolio investasi yang disetujui bursa, sehingga free float aktual bisa lebih rendah.
- Tidak ada informasi tentang pemenuhan ketentuan free float minimum BEI.

### Items to monitor

- Laporan bulanan ini bersifat rutin dan tidak mengindikasikan adanya perubahan fundamental atau aksi korporasi yang dapat mempengaruhi harga saham secara langsung.
- Free float yang relatif rendah (8,12%) dapat membatasi likuiditas perdagangan saham CNMA.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan kepemilikan pengendali atau manajemen yang dapat mempengaruhi arah strategi perusahaan.

---

## CRAB

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 5

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) merilis lima pengumuman yang secara kolektif menandai periode transisi tata kelola dan kepatuhan. Pertama, Direktur Utama Gindra Tardy mengajukan pengunduran diri efektif 2 September 2026, yang akan diputuskan dalam RUPS wajib paling lambat 90 hari setelah tanggal kejadian. Kedua, perusahaan menyampaikan Laporan Tahunan 2025 yang mengungkapkan penurunan laba bersih 21,28% menjadi Rp22,84 miliar, dividen tunai Rp2 per saham, serta kasus dugaan penarikan dana tidak sah dari fasilitas KMK Revolving Bank Mandiri senilai Rp124,4 miliar yang masih dalam proses hukum. Ketiga, perusahaan menerbitkan pemanggilan RUPST dan RUPSLB pada 25 September 2026, dengan agenda perubahan susunan Direksi dan Komisaris serta penyesuaian kegiatan usaha ke KBLI 2025. Keempat, bukti iklan panggilan RUPS disampaikan. Secara korporasi, perubahan ini penting karena menandai potensi pergantian kepemimpinan, penyesuaian klasifikasi usaha, dan pengungkapan risiko hukum material yang dapat mempengaruhi persepsi pemangku kepentingan.

### Material changes

- Pengunduran diri Direktur Utama Gindra Tardy, efektif 2 September 2026, menunggu keputusan RUPS.
- Rencana perubahan susunan Direksi dan Komisaris dalam agenda RUPST 25 September 2026.
- Rencana perubahan maksud, tujuan, dan kegiatan usaha untuk penyesuaian KBLI 2020 ke KBLI 2025 dalam agenda RUPSLB.
- Pengungkapan kasus dugaan penarikan dana tidak sah dari fasilitas KMK Revolving Bank Mandiri senilai Rp124,4 miliar yang masih dalam proses hukum.
- Penurunan laba bersih 2025 sebesar 21,28% menjadi Rp22,84 miliar.

### Key financial figures

- **Penjualan Bersih 2025:** Rp616.689.254.283 (2025)
- **Penjualan Bersih 2024:** Rp589.819.644.023 (2024)
- **Laba Bersih 2025:** Rp22.839.400.888 (2025)
- **Laba Bersih 2024:** Rp29.014.434.707 (2024)
- **Jumlah Aset 2025:** Rp285.362.070.437 (2025)
- **Jumlah Liabilitas 2025:** Rp46.743.266.698 (2025)
- **Jumlah Ekuitas 2025:** Rp238.618.803.739 (2025)
- **Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 2025:** Rp51.028.538.198 (2025)
- **Laba per Saham Dasar 2025:** Rp11,71 (2025)
- **Dividen Tunai per Saham:** Rp2 (2025)

### Corporate actions

- Pengunduran diri anggota Direksi (Direktur Utama) - efektif 2 September 2026, menunggu keputusan RUPS.
- Dividen tunai Rp2 per saham (total ±Rp3,9 miliar) disetujui RUPS 25 Juni 2025, dibayar paling lambat 25 Juli 2025.
- Rencana perubahan susunan Direksi dan Komisaris (agenda RUPST No. 5, 25 September 2026).
- Rencana perubahan maksud, tujuan, dan kegiatan usaha (agenda RUPSLB No. 1, penyesuaian KBLI 2025).

### Expansion projects

- Investasi barang modal 2025 total Rp5,48 miliar, termasuk aset dalam pembangunan Rp3,25 miliar (gedung, penyelesaian 80-90%, estimasi selesai 2026).
- Rencana pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi alternatif (belum ada nilai/jadwal).
- Kajian awal pemanfaatan teknologi pengolahan limbah cair sebagai sumber energi alternatif (belum ada nilai/jadwal).

### Management / control changes

- Pengunduran diri Gindra Tardy dari jabatan Direktur Utama, efektif 2 September 2026, menunggu keputusan RUPS.
- Rencana penyesuaian komposisi Direksi dan Dewan Komisaris pada 2026 (agenda RUPST 25 September 2026).
- Perubahan Ketua Unit Audit Internal dari Sutrisno ke Henny efektif 18 November 2025.

### Capital structure

- Modal dasar Rp300 miliar (6 miliar saham), modal ditempatkan dan disetor Rp97,5 miliar (1,95 miliar saham).
- Kepemilikan pengendali: Gindra Tardy 26,04% (atau 26,40% dalam laporan ESG), Bintarna Tardy 22,36%, Budi Satria Tardy 16,88%.
- Kepemilikan publik 15,20% per Desember 2025.
- Tambahan modal disetor Rp38,89 miliar, tidak berubah dari 2024.
- Tidak ada penerbitan saham baru, rights issue, atau saham bonus pada 2025.

### Listing / regulatory

- Status UMA oleh BEI pada Mei 2025; klarifikasi resmi menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkap.
- Kewajiban penyelenggaraan RUPS dalam 90 hari setelah tanggal kejadian pengunduran diri (batas akhir 1 Desember 2026).
- Pemanggilan RUPST dan RUPSLB pada 25 September 2026, dengan agenda perubahan KBLI dan perubahan pengurus.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum (agenda RUPST No. 6).
- Tidak ada suspensi atau delisting yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri Direktur Utama** [explicit_fact, high]: Gindra Tardy mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Utama pada 2 September 2026.
  - Basis: Surat permohonan pengunduran diri diterima pada tanggal 2 September 2026.
- **Dampak pengunduran diri** [explicit_fact, high]: Perusahaan menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen: 'Tidak terdapat dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.'
  - Caveats: Klaim emiten, belum diverifikasi
- **Batas waktu RUPS** [derived_calculation, high]: RUPS harus diselenggarakan paling lambat 90 hari setelah 2 September 2026, yaitu jatuh pada 1 Desember 2026 (dengan asumsi tidak ada penundaan).
  - Basis: Tanggal kejadian: 2 September 2026; Kewajiban: 'paling lambat 90 hari setelah Tanggal Kejadian'
  - Assumptions: Perhitungan 90 hari kalender dari tanggal 2 September 2026.
- **Penurunan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih turun 21,28% dari Rp29,01 miliar menjadi Rp22,84 miliar, sesuai rasio yang dilaporkan.
  - Basis: Laba bersih 2024: Rp29.014.434.707; Laba bersih 2025: Rp22.839.400.888; Perhitungan: (22.839.400.888 - 29.014.434.707) / 29.014.434.707 = -21,28%
- **Porsi pendapatan luar negeri** [derived_calculation, high]: Pendapatan luar negeri mencapai 98,8% dari total penjualan bersih 2025.
  - Basis: Pendapatan luar negeri: Rp609.143.293.763; Total penjualan: Rp616.689.254.283; Perhitungan: 609.143.293.763 / 616.689.254.283 = 98,8%
- **Dividen payout ratio** [derived_calculation, high]: Dividen tunai Rp3,9 miliar mewakili 13,44% dari laba bersih 2024, sesuai keputusan RUPS.
  - Basis: Dividen: Rp3.900.000.000; Laba bersih 2024: Rp29.014.434.707; Perhitungan: 3.900.000.000 / 29.014.434.707 = 13,44%
- **Penurunan liabilitas** [derived_calculation, high]: Total liabilitas turun 38,75% dari Rp76,31 miliar menjadi Rp46,74 miliar, dihitung dari (46.743.266.698 - 76.312.954.310) / 76.312.954.310.
  - Basis: Angka liabilitas 2025 dan 2024
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan data yang tersedia
- **Realisasi penjualan 2025** [derived_calculation, high]: Realisasi penjualan bersih 2025 sebesar Rp616,69 miliar terhadap target Rp631,11 miliar, mencapai 97,72%.
  - Basis: 616689254283 / 631107019104 * 100 = 97.72%
- **Realisasi laba operasi 2025** [derived_calculation, high]: Realisasi laba operasi 2025 sebesar Rp29,68 miliar terhadap target Rp46,21 miliar, mencapai 64,24%.
  - Basis: 29684729864 / 46208353803 * 100 = 64.24%
- **Total emisi GRK** [derived_calculation, high]: Total emisi Scope 1+2 dihitung dari penjumlahan: 1.568,79 + 6.595,11 = 8.163,9 tCO2e.
  - Basis: Scope 1: 1.568,79 tCO2e; Scope 2: 6.595,11 tCO2e
- **Kesinambungan kepemimpinan** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Direktur Utama dapat menimbulkan ketidakpastian sementara dalam kepemimpinan, namun perusahaan menyatakan tidak ada dampak material; risiko operasional mungkin rendah jika ada pengganti yang ditunjuk.
  - Basis: Pengunduran diri Direktur Utama; Pernyataan tidak ada dampak material
  - Assumptions: Perusahaan akan menunjuk pengganti dalam RUPS.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai calon pengganti atau jadwal RUPS.
- **Penyebab UMA** [analyst_hypothesis, medium]: UMA pada Mei 2025 mungkin dipicu oleh publikasi laporan keuangan kuartal I 2025 yang menunjukkan peningkatan laba, menarik perhatian investor.
  - Basis: Perusahaan menyatakan pergerakan saham seiring perhatian investor terhadap kinerja keuangan; Publikasi laporan keuangan kuartal I 2025 disebut sebagai faktor
  - Assumptions: Tidak ada informasi material lain yang belum diungkap
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi dari BEI atau pihak lain
- **Dampak kasus fraud** [analyst_hypothesis, medium]: Kasus fraud dengan nilai Rp124,4 miliar dan dugaan kelalaian bank dapat mempengaruhi likuiditas dan reputasi, namun pemulihan dana Rp28,7 miliar pada Juni 2026 mengurangi risiko.
  - Basis: Pengeluaran kas terkait fraud Rp28,7 miliar; Penarikan dana KMK Revolving Rp124,4 miliar; Pemulihan dana Juni 2026
  - Assumptions: Pemulihan dana tidak mempengaruhi operasional secara material
  - Caveats: Proses hukum dan pengaduan ke OJK masih berlangsung; hasil akhir belum pasti
- **Potensi ekspansi kapasitas** [analyst_hypothesis, low]: Perolehan aset dalam pembangunan Rp3,25 miliar pada 2025 dapat mengindikasikan persiapan ekspansi kapasitas produksi atau fasilitas baru, meskipun tidak ada pengumuman resmi.
  - Basis: Aset dalam pembangunan Rp3,25 miliar pada 2025, tidak ada pada 2024
  - Assumptions: Investasi tersebut untuk perluasan pabrik atau lini produk baru
  - Caveats: Tidak ada rincian proyek atau tujuan strategis yang diungkapkan
- **Dampak kasus Bank Mandiri** [analyst_hypothesis, low]: Jika Perusahaan tidak berhasil memenangkan gugatan atau penghapusan pencatatan, maka Perusahaan mungkin harus mengakui liabilitas sebesar Rp124,4 miliar, yang dapat berdampak material pada laporan keuangan.
  - Basis: Catatan 32: Perusahaan tidak mengakui utang, bank tetap mengakui saldo; gugatan diajukan
  - Assumptions: Asumsi bahwa hasil hukum belum pasti dan dapat berubah
  - Caveats: Ini adalah skenario potensial, bukan kepastian; hasil hukum tidak dapat diprediksi
- **Implikasi perubahan KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025 dapat mempengaruhi klasifikasi industri emiten, namun tidak serta merta mengubah operasional atau pendapatan.
  - Basis: Agenda RUPSLB No. 1
  - Assumptions: Perubahan hanya administratif dan kepatuhan.
  - Caveats: Dampak operasional belum dapat dinilai tanpa detail perubahan.

### Risks / uncertainties

- Keputusan RUPS mengenai pengunduran diri belum diumumkan; jika RUPS tidak menyetujui, status jabatan dapat berlanjut.
- Potensi kekosongan jabatan Direktur Utama jika RUPS tidak segera menunjuk pengganti.
- Kepatuhan terhadap tenggat RUPS 90 hari.
- Kasus dugaan penarikan dana tidak sah KMK Revolving Rp124,4 miliar dengan proses hukum berlangsung; bank tetap mengakui saldo pinjaman.
- Ketergantungan tinggi pada pasar ekspor (98,8% pendapatan) dan konsentrasi pelanggan Bumble Bee Foods LLC.
- Penurunan laba bersih, laba bruto, dan arus kas operasi pada 2025.
- Rencana penyesuaian Direksi 2026 belum dijelaskan secara rinci.
- Kapasitas terpakai rendah (46-62%) menunjukkan utilisasi belum optimal.
- Laporan keberlanjutan belum diverifikasi independen.
- Target pengurangan emisi 0% pada 2030 tidak menunjukkan komitmen kuantitatif yang jelas.

### Items to monitor

- Hasil RUPST dan RUPSLB pada 25 September 2026, terutama keputusan perubahan susunan Direksi dan Komisaris.
- Keputusan RUPS mengenai pengunduran diri Gindra Tardy dan penunjukan pengganti.
- Perkembangan proses hukum kasus KMK Bank Mandiri (gugatan PN Medan No. 879/Pdt.G/2026/PN Mdn).
- Realisasi penggunaan dana penawaran umum (agenda RUPST No. 6).
- Keputusan penggunaan laba bersih 2025 (potensi dividen).
- Rincian perubahan kegiatan usaha (KBLI 2025) dan dampaknya terhadap perizinan.
- Penyelesaian aset dalam pembangunan (gedung) yang diestimasi selesai 2026.
- Kepatuhan terhadap tenggat RUPS 90 hari (batas akhir 1 Desember 2026).

---

## CSIS

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) menyampaikan koreksi atas laporan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan HMETD (rights issue) yang efektif 11 Desember 2025. Dana bersih yang diperoleh sebesar Rp196,73 miliar, namun realisasi penggunaan dana baru mencapai Rp10,49 miliar (5,33%) untuk infrastruktur KIC, sementara pos lainnya belum direalisasikan. Sisa dana Rp186,24 miliar ditempatkan di rekening giro dengan bunga rendah. Terdapat waran CSIS-W Seri I yang belum dikonversi. Laporan ini merupakan koreksi atas laporan sebelumnya dan disampaikan untuk memenuhi POJK 40/2025.

### Material changes

- Emiten: PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) menyampaikan koreksi atas laporan penggunaan dana hasil penawaran umum nomor 060/DIRUT-CSIS/EKS/VII/2026 tanggal 15 Juli 2026.
- Penawaran umum berupa rights issue dengan kode efek CSIS-R, tanggal efektif 29 Desember 2025 (dokumen lampiran menyebut 11 Desember 2025).
- Jumlah dana hasil penawaran umum (bruto) sebesar Rp198.664.000.000.
- Biaya penawaran umum total sebesar Rp1.932.968.726, terdiri dari biaya profesi penunjang pasar modal Rp825.573.840, biaya lembaga penunjang pasar modal Rp133.312.500, dan biaya lain-lain Rp974.082.385.
- Dana bersih hasil penawaran umum sebesar Rp196.731.031.274.
- Realisasi penggunaan dana hanya untuk infrastruktur KIC sebesar Rp10.493.693.000 (5,33% dari dana bersih), sementara rencana lainnya (infrastruktur Panenjoan, pembangunan gudang KIS, pembebasan lahan, operasional kantor) belum direalisasikan (0%).
- Sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp186.237.338.274, ditempatkan di IBK Bank Indonesia dengan tingkat bunga 0,1% dan 3% tanpa jangka waktu.
- Terdapat konversi waran CSIS-W Seri I yang diterbitkan 29 Juni 2026, dengan total efek diterbitkan 52.279.938.256 dan nilai konversi 26.767.328.256, namun belum ada efek yang dikonversi (sisa dana dari konversi masih utuh).
- Laporan ini ditandatangani oleh Direktur Utama Tjoea Aubintoro pada 4 September 2026.
- Lampiran laporan mencakup Penyampaian LRPD Juni 2026 Revisi.pdf, Lampiran 1 Revisi.pdf, dan Lampiran 2 Revisi.pdf.

### Key financial figures

- **Dana hasil penawaran umum (bruto):** 198.664.000.000 (29 Desember 2025)
- **Biaya penawaran umum:** 1.932.968.726 (29 Desember 2025)
- **Dana bersih hasil penawaran umum:** 196.731.031.274 (29 Desember 2025)
- **Realisasi penggunaan dana - Infrastruktur KIC:** 10.493.693.000 (29 Desember 2025)
- **Realisasi penggunaan dana - Infrastruktur Panenjoan:** 0 (29 Desember 2025)
- **Realisasi penggunaan dana - Pembangunan Gudang KIS:** 0 (29 Desember 2025)
- **Realisasi penggunaan dana - Pembebasan Lahan:** 0 (29 Desember 2025)
- **Realisasi penggunaan dana - Operasional Kantor:** 0 (29 Desember 2025)
- **Sisa dana hasil penawaran umum:** 186.237.338.274 (29 Desember 2025)
- **Penempatan sisa dana di IBK Bank Indonesia (bunga 0,1%):** 184.204.725.987 (29 Desember 2025)
- **Penempatan sisa dana di IBK Bank Indonesia (bunga 3%):** 2.032.612.287 (29 Desember 2025)
- **Rencana penggunaan dana - Infrastruktur KIC:** 93.000.000.000 (29 Desember 2025)
- **Rencana penggunaan dana - Infrastruktur Panenjoan:** 10.000.000.000 (29 Desember 2025)
- **Rencana penggunaan dana - Pembangunan Gudang KIS:** 7.000.000.000 (29 Desember 2025)
- **Rencana penggunaan dana - Pembebasan Lahan:** 83.695.120.000 (29 Desember 2025)
- **Rencana penggunaan dana - Operasional Kantor:** 3.035.911.274 (29 Desember 2025)
- **Biaya profesi penunjang pasar modal:** 825.573.840 (29 Desember 2025)
- **Biaya lembaga penunjang pasar modal:** 133.312.500 (29 Desember 2025)
- **Biaya lain-lain yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya emisi:** 974.082.385 (29 Desember 2025)
- **Total efek yang diterbitkan dari konversi waran CSIS-W:** 52.279.938.256 (29 Juni 2026)
- **Nilai konversi waran CSIS-W:** 26.767.328.256 (29 Juni 2026)
- **Efek yang belum dikonversi dari waran CSIS-W:** 52.279.938.256 (29 Juni 2026)
- **Sisa dana dari konversi waran CSIS-W:** 26.767.328.256 (29 Juni 2026)

### Corporate actions

- Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan HMETD (rights issue) yang efektif 11 Desember 2025, menghasilkan dana bersih Rp196.731.031.274.
- Penerbitan waran CSIS-W Seri I pada 29 Juni 2026, dengan total efek diterbitkan 52.279.938.256 dan nilai konversi 26.767.328.256, namun belum ada konversi.
- Laporan ini merupakan koreksi atas laporan penggunaan dana sebelumnya (nomor 060/DIRUT-CSIS/EKS/VII/2026 tanggal 15 Juli 2026).

### Expansion projects

- Infrastruktur KIC: rencana Rp93.000.000.000, realisasi Rp10.493.693.000 (5,33% dari dana bersih).
- Infrastruktur Panenjoan: rencana Rp10.000.000.000, realisasi Rp0.
- Pembangunan gudang KIS: rencana Rp7.000.000.000, realisasi Rp0.
- Pembebasan lahan: rencana Rp83.695.120.000, realisasi Rp0.
- Operasional kantor: rencana Rp3.035.911.274, realisasi Rp0.

### Capital structure

- Rights issue CSIS-R menghasilkan dana bersih Rp196.731.031.274, namun jumlah saham baru tidak disebutkan.
- Waran CSIS-W Seri I diterbitkan dengan total efek 52.279.938.256, nilai konversi 26.767.328.256, namun belum ada konversi.

### Listing / regulatory

- Laporan ini merupakan koreksi atas laporan sebelumnya, menunjukkan adanya perbaikan informasi.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang dilaporkan.

### Analytical scenarios

- **Persentase realisasi dana** [derived_calculation, high]: Realisasi penggunaan dana untuk infrastruktur KIC sebesar Rp10.493.693.000 dibagi dana bersih Rp196.731.031.274 menghasilkan 5,33%, sesuai dengan persentase yang dilaporkan.
  - Basis: Rp10.493.693.000 / Rp196.731.031.274 = 0,0533
  - Assumptions: Menggunakan dana bersih sebagai basis perhitungan.
- **Total biaya emisi** [derived_calculation, high]: Total biaya emisi dihitung dari penjumlahan biaya profesi penunjang pasar modal (Rp825.573.840), biaya lembaga penunjang pasar modal (Rp133.312.500), dan biaya lain-lain (Rp974.082.385) menghasilkan Rp1.932.968.725, mendekati angka yang dilaporkan Rp1.932.968.726 (selisih 1 rupiah karena pembulatan).
  - Basis: 825.573.840 + 133.312.500 + 974.082.385 = 1.932.968.725
  - Assumptions: Biaya lain-lain termasuk semua biaya yang diatribusikan.
  - Caveats: Selisih 1 rupiah mungkin karena pembulatan.
- **Keterlambatan realisasi** [analyst_hypothesis, medium]: Realisasi dana yang sangat rendah (hanya 5,33%) dan sisa dana yang besar ditempatkan di bank menunjukkan bahwa proyek ekspansi mungkin tertunda atau menghadapi kendala, namun belum ada konfirmasi resmi.
  - Basis: Realisasi hanya untuk infrastruktur KIC, lainnya 0.
  - Assumptions: Manajemen belum memberikan penjelasan tambahan.
  - Caveats: Perlu informasi lebih lanjut dari emiten.
- **Potensi konversi waran** [analyst_hypothesis, medium]: Waran CSIS-W Seri I belum dikonversi, sehingga potensi penerbitan saham baru belum terjadi; hal ini dapat mempengaruhi struktur modal di masa depan jika waran dieksekusi.
  - Basis: Efek yang belum dikonversi sama dengan total efek diterbitkan.
  - Assumptions: Waran dapat dikonversi sesuai ketentuan.
  - Caveats: Tidak ada jadwal konversi yang diungkapkan.

### Risks / uncertainties

- Realisasi penggunaan dana yang rendah dapat menimbulkan pertanyaan dari pemegang saham mengenai komitmen manajemen terhadap rencana ekspansi.
- Penempatan sisa dana di bank dengan bunga rendah (0,1% dan 3%) mungkin tidak optimal untuk nilai pemegang saham.
- Ketidakpastian konversi waran dapat mempengaruhi jumlah saham beredar di masa depan.

### Items to monitor

- Laporan ini menunjukkan bahwa emiten belum merealisasikan sebagian besar rencana penggunaan dana rights issue, yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap eksekusi strategi perusahaan.

---

## DIVA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor S-11167/BEI.PP2/09-2026 tanggal 1 September 2026. Tanggapan disampaikan melalui surat nomor 130/EXT-CORP/DIVA/IX/2026 tanggal 3 September 2026, ditandatangani oleh Corporate Secretary Septi Suryani. Dalam lampiran, DIVA menjawab 13 pertanyaan BEI terkait laporan keuangan per 30 Juni 2026. Poin utama: eksposur aset kepada pihak berelasi mencapai Rp389,123 juta (51,96% dari total aset Rp748,860 juta), liabilitas naik 126,9% menjadi Rp76,79 miliar terutama dari utang bank jangka pendek Rp40,59 miliar, pendapatan turun 19,9% menjadi Rp1,41 triliun, dan perseroan membukukan rugi neto Rp31,97 miliar (vs laba Rp22,38 miliar tahun lalu). Manajemen menyatakan tidak ada rencana rights issue atau aksi korporasi, tidak ada rencana konversi obligasi QMB Rp68 miliar, dan tidak ada perkara hukum material. Dokumen utama hanya memuat halaman sampul; seluruh substansi berasal dari lampiran.

### Material changes

- DIVA menerima surat permintaan penjelasan dari BEI nomor S-11167/BEI.PP2/09-2026 tanggal 1 September 2026.
- DIVA menanggapi dengan surat nomor 130/EXT-CORP/DIVA/IX/2026 tanggal 3 September 2026, ditujukan kepada Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI.
- Surat ditandatangani oleh Septi Suryani selaku Corporate Secretary.
- Eksposur aset kepada pihak berelasi per 30 Juni 2026 sebesar Rp389.123 juta atau 51,96% dari total aset konsolidasian Rp748.860 juta.
- Total liabilitas meningkat Rp42,94 miliar (126,9%) menjadi Rp76,79 miliar, terutama dari kenaikan utang bank jangka pendek Rp38,12 miliar menjadi Rp40,59 miliar.
- Fasilitas kredit baru dari PT Berkah Karunia Kreasi Rp23,02 miliar dan peningkatan fasilitas PT Berkah Trijaya Indonesia menjadi Rp17,56 miliar; total plafon Rp63,3 miliar.
- Perseroan mengganti fasilitas Bank Permata (bunga 9,75%, dilunasi November 2025) dengan BCA (bunga 8,25%).
- Persediaan meningkat Rp19,95 miliar (14,7%) menjadi Rp154,08 miliar, dengan persediaan produk digital Rp142,53 miliar.
- Nilai investasi lainnya menurun Rp37,02 miliar menjadi Rp62,24 miliar akibat rugi investasi yang belum terealisasi atas investasi saham (TFAS, MCAS, NFCX, DMMX).
- Pendapatan menurun Rp349,36 miliar (19,9%) menjadi Rp1,41 triliun; pendapatan pihak berelasi turun dari Rp341,64 miliar menjadi Rp111,06 miliar (proporsi 19,5% menjadi 7,9%).
- Perseroan membukukan rugi neto Rp31,97 miliar per 30 Juni 2026, dibanding laba neto Rp22,38 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Arus kas operasi per 30 Juni 2026 membukukan pengeluaran neto Rp11,88 miliar, dibanding penerimaan neto Rp26,49 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Perseroan memiliki obligasi konversi Rp68 miliar dengan PT Qerja Manfaat Bangsa, jatuh tempo 31 Desember 2026; manajemen menyatakan tidak ada indikasi penurunan nilai dan belum ada rencana konversi.
- Tidak terdapat perkara hukum, sengketa, potensi kewajiban kontinjensi, atau kejadian hukum material yang belum diungkapkan.
- Perseroan belum memiliki rencana penguatan permodalan atau aksi korporasi; berupaya menjual saham treasuri.
- Tidak terdapat fakta material yang belum diungkapkan yang dapat mempengaruhi fluktuasi perdagangan saham.

### Key financial figures

- **Total aset konsolidasian:** Rp748.860 juta (30 Juni 2026)
- **Eksposur aset pihak berelasi:** Rp389.123 juta (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** Rp76,79 miliar (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** Rp40.592 juta (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** Rp2.470 juta (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka pendek:** Rp72.299 juta (31 Desember 2024)
- **Fasilitas kredit PT Berkah Karunia Kreasi:** Rp23,02 miliar (30 Juni 2026)
- **Fasilitas kredit PT Berkah Trijaya Indonesia:** Rp17,56 miliar (30 Juni 2026)
- **Total plafon utang bank jangka pendek:** Rp63,3 miliar (30 Juni 2026)
- **Persediaan:** Rp154,08 miliar (30 Juni 2026)
- **Persediaan produk digital:** Rp142,53 miliar (30 Juni 2026)
- **Pembelian persediaan (6 bulan):** Rp1.321.053 juta (1 Januari - 30 Juni 2026)
- **Pembelian persediaan (12 bulan):** Rp2.771.465 juta (Tahun 2025)
- **Inventory Turnover:** 13,51 kali (30 Juni 2026)
- **Investasi lainnya:** Rp62,24 miliar (30 Juni 2026)
- **Pendapatan:** Rp1,41 triliun (30 Juni 2026)
- **Pendapatan dari pihak berelasi:** Rp111,06 miliar (6M26)
- **Pendapatan dari pihak berelasi:** Rp341,64 miliar (6M25)
- **Rugi neto tahun berjalan:** Rp31,97 miliar (30 Juni 2026)
- **Laba neto tahun berjalan:** Rp22,38 miliar (30 Juni 2025)
- **Arus kas operasi:** -Rp11,88 miliar (30 Juni 2026)
- **Arus kas operasi:** Rp26,49 miliar (30 Juni 2025)
- **Kas dan setara kas:** Rp38.420 juta (30 Juni 2026)
- **Ekuitas:** Rp672.066 juta (30 Juni 2026)
- **Defisit laba ditahan yang belum dicadangkan:** -Rp58,89 miliar (30 Juni 2026)
- **Beban bunga:** Rp1.382 juta (6M26)
- **Obligasi konversi QMB:** Rp68 miliar (30 Juni 2026)
- **Rasio lancar:** 8,36x (30 Juni 2026)
- **Rasio cepat:** 6,13x (30 Juni 2026)
- **Debt to equity ratio:** 0,11x (30 Juni 2026)
- **EBITDA-to-interest:** 10,8x (30 Juni 2026)
- **Cash ratio:** 0,56x (30 Juni 2026)
- **Cash cycle:** 80,81 hari (30 Juni 2026)
- **Gross NPL ratio:** 4,6% (Januari 2026)
- **Gross NPL ratio:** 4,0% (Januari 2025)

### Capital structure

- Ekuitas per 30 Juni 2026: Rp672.066 juta
- Defisit laba ditahan yang belum dicadangkan: -Rp58,89 miliar
- Rasio pinjaman terhadap ekuitas: 0,11x (30 Juni 2026), 0,05x (31 Desember 2025)
- Rasio total liabilitas terhadap ekuitas di bawah 0,2x
- Gearing ratio: -0,05x (31 Des 2025), 0,01x (30 Jun 2026)

### Listing / regulatory

- Menanggapi surat BEI S-11167/BEI.PP2/09-2026
- Tidak ada transaksi mencapai ambang 20% ekuitas (POJK 17/POJK.04/2020)
- Tidak ada perkara hukum material yang belum diungkapkan

### Analytical scenarios

- **Estimasi pembelian FY2026** [derived_calculation, medium]: Pembelian 6M26 sebesar Rp1.321.053 juta disetahunkan menjadi Rp2.642.106 juta, turun 4,7% dari Rp2.771.465 juta (2025).
  - Basis: Rp1.321.053 juta x 2 = Rp2.642.106 juta; (Rp2.771.465 - Rp2.642.106) / Rp2.771.465 = 4,7%
  - Assumptions: Pembelian semester II 2026 sama dengan semester I
  - Caveats: Asumsi linearitas pembelian
- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan turun Rp349,36 miliar atau 19,9% menjadi Rp1,41 triliun.
  - Basis: Rp1,41 triliun + Rp349,36 miliar = Rp1,76 triliun (pendapatan 6M25)
- **Penurunan pendapatan pihak berelasi** [derived_calculation, high]: Pendapatan pihak berelasi turun dari Rp341,64 miliar menjadi Rp111,06 miliar, penurunan Rp230,58 miliar atau 67,5%.
  - Basis: Rp341,64 - Rp111,06 = Rp230,58 miliar; Rp230,58 / Rp341,64 = 67,5%
- **Rasio lancar non-bank** [derived_calculation, medium]: Cash ratio 0,56x dihitung terhadap seluruh liabilitas jangka pendek; jika tidak termasuk utang bank Rp40.593 juta, rasio kas menjadi 1,35x.
  - Basis: Klaim manajemen
  - Caveats: Perhitungan tidak dirinci
- **Keberlanjutan penurunan pendapatan pihak berelasi** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan pendapatan pihak berelasi berpotensi berlanjut karena MCAS, NFCX, DMMX mengalami penurunan kinerja penjualan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang laporan keuangan MCAS, NFCX, DMMX
  - Assumptions: Kinerja penjualan afiliasi terus menurun
  - Caveats: Belum ada data kuantitatif penjualan afiliasi
- **Dampak penurunan investasi** [analyst_hypothesis, high]: Penurunan nilai investasi bersifat non-kas, berdampak pada accounting profit, bukan cash profit.
  - Basis: Pernyataan manajemen
- **Kemampuan bayar utang** [analyst_hypothesis, medium]: Rasio EBITDA-to-interest 10,8x dan rasio lancar 8,4x menunjukkan kemampuan bayar yang baik, namun utang bank bersifat revolving dan bergantung pada perputaran persediaan.
  - Basis: Rasio yang dilaporkan manajemen
  - Assumptions: Perputaran persediaan tetap lancar
  - Caveats: Risiko jika penjualan terus menurun

### Risks / uncertainties

- Penurunan pendapatan dan rugi neto dapat berlanjut jika kondisi makro tidak membaik
- Ketergantungan pada pihak berelasi meskipun proporsinya menurun
- Potensi penurunan pembelian oleh afiliasi (MCAS, NFCX, DMMX)
- Arus kas operasi negatif memerlukan sumber dana eksternal
- Obligasi konversi QMB jatuh tempo akhir 2026, belum ada rencana konversi
- Penurunan nilai investasi dapat terus terjadi jika harga pasar saham turun

### Items to monitor

- Penurunan pendapatan dan rugi neto dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap kinerja keuangan DIVA.
- Kenaikan liabilitas dan utang bank jangka pendek dapat meningkatkan risiko likuiditas, meskipun rasio lancar masih tinggi.
- Eksposur pihak berelasi yang tinggi (51,96% dari total aset) dapat menjadi perhatian terkait tata kelola dan risiko konsentrasi.
- Tidak adanya rencana aksi korporasi atau rights issue dapat mengurangi spekulasi pasar, namun juga membatasi opsi pendanaan.
- Obligasi konversi QMB yang jatuh tempo akhir 2026 tanpa rencana konversi dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai sumber pelunasan.

---

## DKFT

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mengumumkan jadwal pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp30 per saham, dengan total nilai maksimal Rp169.147.398.000. Keputusan ini didasarkan pada Surat Keputusan Direksi No. 245/KEP-DIR/IX/2026 tanggal 1 September 2026 dan persetujuan Dewan Komisaris No. 246/KEP-DEKOM/IX/2026 tanggal 2 September 2026. Jadwal dividen mencakup cum dividen pasar reguler/negosiasi pada 11 September 2026, ex dividen pada 14 September 2026, cum dividen pasar tunai pada 15 September 2026, ex dividen pasar tunai pada 16 September 2026, recording date pada 15 September 2026, dan pembayaran pada 21 September 2026. Data keuangan pendukung per 30 Juni 2026: laba bersih diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp406.244.325.704, saldo laba ditahan belum ditentukan penggunaannya Rp517.840.784.004, dan total ekuitas Rp1.532.176.828.912.

### Material changes

- PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mengumumkan pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp30 per saham.
- Total nilai dividen interim setinggi-tingginya sebesar Rp169.147.398.000.
- Keputusan Direksi No. 245/KEP-DIR/IX/2026 tanggal 1 September 2026 menjadi dasar pembagian dividen interim.
- Persetujuan Dewan Komisaris No. 246/KEP-DEKOM/IX/2026 tanggal 2 September 2026.
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 11 September 2026.
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 14 September 2026.
- Cum dividen di pasar tunai: 15 September 2026.
- Ex dividen di pasar tunai: 16 September 2026.
- Recording date (Daftar Pemegang Saham yang berhak atas dividen): 15 September 2026 pukul 16:00.
- Pembayaran dividen: 21 September 2026.
- Data keuangan per 30 Juni 2026: laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp406.244.325.704.
- Data keuangan per 30 Juni 2026: saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya Rp517.840.784.004.
- Data keuangan per 30 Juni 2026: total ekuitas Rp1.532.176.828.912.

### Key financial figures

- **Dividen per saham:** 30 (tahun buku 2026 (interim))
- **Total nilai dividen interim (maksimal):** 169147398000 (tahun buku 2026 (interim))
- **Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk:** 406244325704 (30 Juni 2026)
- **Laba bersih yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali:** -3216178137 (30 Juni 2026)
- **Saldo laba ditahan yang telah ditentukan penggunaannya:** 12000000000 (30 Juni 2026)
- **Saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya:** 517840784004 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** 1532176828912 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Pembagian dividen tunai interim

### Analytical scenarios

- **Jumlah saham yang berhak atas dividen** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan total nilai dividen maksimal Rp169.147.398.000 dan dividen per saham Rp30, jumlah saham yang berhak atas dividen diperkirakan sekitar 5.638.246.600 lembar (169.147.398.000 / 30).
  - Basis: Total nilai dividen maksimal Rp169.147.398.000; Dividen per saham Rp30
  - Assumptions: Semua dividen dibayarkan dalam bentuk tunai dengan nilai per saham yang sama.; Tidak ada pembulatan atau skema lain yang memengaruhi jumlah saham.
  - Caveats: Jumlah saham aktual tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; perhitungan hanya estimasi.; Jumlah saham aktual dapat berbeda jika ada saham treasuri atau pembulatan.
- **Rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih** [derived_calculation, high]: Rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk adalah sekitar 41,6% (169.147.398.000 / 406.244.325.704).
  - Basis: Total nilai dividen maksimal Rp169.147.398.000; Laba bersih pemilik entitas induk per 30 Juni 2026 Rp406.244.325.704
  - Assumptions: Laba bersih yang digunakan adalah laba per 30 Juni 2026 sebagai dasar pembagian dividen.
  - Caveats: Rasio ini hanya menggunakan laba periode berjalan, bukan laba tahun penuh.
- **Dividen terhadap saldo laba ditahan** [derived_calculation, high]: Dividen interim sebesar Rp169.147.398.000 setara dengan sekitar 32,7% dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya (169.147.398.000 / 517.840.784.004).
  - Basis: Total nilai dividen maksimal Rp169.147.398.000; Saldo laba ditahan belum ditentukan penggunaannya Rp517.840.784.004
  - Assumptions: Saldo laba ditahan yang digunakan adalah yang belum ditentukan penggunaannya.
  - Caveats: Tidak ada informasi apakah seluruh saldo laba ditahan dapat digunakan untuk dividen.
- **Dividen terhadap total ekuitas** [derived_calculation, high]: Dividen interim sebesar Rp169.147.398.000 setara dengan sekitar 11,0% dari total ekuitas (169.147.398.000 / 1.532.176.828.912).
  - Basis: Total nilai dividen maksimal Rp169.147.398.000; Total ekuitas per 30 Juni 2026 Rp1.532.176.828.912
  - Assumptions: Total ekuitas yang digunakan adalah per 30 Juni 2026.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang perubahan ekuitas setelah 30 Juni 2026.
- **Kemungkinan dampak terhadap harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Pembagian dividen interim dapat mempengaruhi harga saham di sekitar tanggal ex-dividen, namun arah dan besarnya tidak dapat diprediksi tanpa data pasar.
  - Basis: Jadwal cum dan ex dividen diumumkan
  - Assumptions: Pasar akan bereaksi terhadap informasi dividen.
  - Caveats: Analisis ini spekulatif dan tidak berdasarkan data pasar.

### Risks / uncertainties

- Jumlah saham beredar yang menjadi dasar dividen per saham tidak disebutkan eksplisit.
- Total dividen bersifat 'setinggi-tingginya', sehingga jumlah aktual dapat lebih rendah dari Rp169.147.398.000.
- Tidak ada informasi mengenai dampak dividen terhadap struktur modal atau likuiditas perusahaan.
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan pemegang saham dalam RUPS untuk dividen interim.
- Tidak ada data keuangan pembanding periode sebelumnya untuk menilai tren kinerja.

### Items to monitor

- Pembagian dividen tunai interim menunjukkan komitmen emiten untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
- Jadwal cum dividen dan ex dividen penting bagi investor yang ingin memperoleh hak dividen.
- Rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih sekitar 41,6% dapat menjadi indikasi kebijakan dividen emiten.

---

## DOOH

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 3

### Overview

PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mengumumkan transformasi strategis menjadi holding company ekosistem AI dengan lima pilar (AI Data Centre, High Speed Internet, Fiber Optic, Submarine Cable, Green Energy/PLTS) pasca masuknya pengendali baru PT Sinergi Internasional Investama (SII). Rencana ekspansi mencakup organik, non-organik, dan aksi korporasi, termasuk rights issue yang masih dipertimbangkan. Secara paralel, DOOH menanggapi permintaan penjelasan BEI dengan mengakui koreksi klasifikasi arus kas atas penjualan aset tetap (modem) sebesar Rp16,52 miliar. Perubahan arah usaha dan potensi rights issue menjadi penting karena dapat mengubah struktur modal, kepemilikan, dan profil risiko perusahaan secara signifikan.

### Material changes

- Pengendali baru: PT Sinergi Internasional Investama (SII) menjadi pivot point pengembangan Perseroan.
- Transformasi menjadi holding company ekosistem AI dengan lima pilar: AI Data Centre, High Speed Internet, Fiber Optic, Submarine Cable, Green Energy/PLTS.
- Rencana ekspansi melalui organik, non-organik, dan aksi korporasi, termasuk rights issue yang masih dipertimbangkan.
- Koreksi klasifikasi arus kas atas penjualan aset tetap (modem) sebesar Rp16,52 miliar dari operasi ke investasi.
- Pelepasan entitas anak PT Konsultan Strategi Penjualan (KSP) pada Maret 2026.

### Key financial figures

- **Total Aset:** 406508 (1H 2026 (interim, tidak diaudit, juta Rupiah))
- **Total Ekuitas:** 309534 (1H 2026 (interim, tidak diaudit, juta Rupiah))
- **Pendapatan:** 84269 (1H 2026 (interim, tidak diaudit, juta Rupiah))
- **Laba Periode Berjalan:** 63988 (1H 2026 (interim, tidak diaudit, juta Rupiah))
- **Penerimaan kas dari penjualan aset tetap (modem):** 16520000000 (Periode tiga bulan berakhir 31 Maret 2026)
- **Keuntungan penjualan aset tetap:** 2065000000 (Periode tiga bulan berakhir 31 Maret 2026)
- **Beban bunga (amortisasi diskonto) pinjaman PIS:** 657798671 (Tahun 2025)
- **Keuntungan hari ke-1 (selisih nilai nominal dan nilai wajar pinjaman PIS):** 2809757979 (Pengakuan awal pinjaman)
- **Penurunan piutang usaha yang bersifat kas:** 57724277633 (31 Desember 2025 - 31 Maret 2026)
- **Penurunan pendapatan diterima di muka:** 1451784867 (31 Desember 2025 - 31 Maret 2026)

### Corporate actions

- Pengendali baru SII masuk, menjadi pivot point pengembangan Perseroan.
- Transformasi menjadi holding company untuk ekosistem AI.
- Rencana ekspansi organik: pengembangan usaha dan aset yang dimiliki serta sinergi komersial dengan ekosistem Grup SII.
- Rencana ekspansi non-organik: penyertaan dan/atau akuisisi pada perusahaan yang sejalan dengan lima pilar Visi & Misi.
- Rencana rights issue untuk pendanaan (masih dipertimbangkan, belum final).
- Rencana akuisisi perusahaan yang sudah menjalankan bisnis lima pilar.
- Akuisisi PT Era Media Maju (EMM) pada 2023 (historis).

### Expansion projects

- Lima pilar ekosistem AI: AI Data Centre, High Speed Internet, Fiber Optic, Submarine Cable, Green Energy/PLTS.
- Tidak ada angka capex spesifik yang diungkapkan dalam dokumen.
- Potensi pasar data centre Indonesia: nilai pasar USD 1,83 miliar (2026) menjadi USD 3,48 miliar (2031), CAGR 13,7%.
- Pasar AI data centre global: USD 146 miliar (2025) menjadi USD 983 miliar (2034), CAGR ~23,7%.
- Program PLTS 100 GW senilai ±USD 73 miliar (Rp 1.140 triliun).
- Kebutuhan investasi transmisi: ±48.000 km sirkuit dan 108.000 MVA gardu baru.

### Management / control changes

- Pengendali baru: PT Sinergi Internasional Investama (SII).
- Direksi baru pada 2024 (disebutkan dalam timeline transformasi).

### Capital structure

- Pinjaman dari PT Prambanan Investasi Sukses (PIS) selaku pemegang saham, dengan tambahan fasilitas yang diukur pada nilai wajar sesuai PSAK 109.
- Pinjaman tidak berbunga kontraktual, dengan kewajiban pokok dibayar penuh (bullet payment) paling lambat 31 Desember 2027.
- Potensi rights issue yang dapat mendilusi pemegang saham publik (belum final).

### Listing / regulatory

- IPO di BEI dengan kode DOOH pada 2023.
- Public Expose Insidentil atas permintaan BEI (menurut pengumuman pertama) atau sukarela (menurut pengumuman kedua).
- Permintaan penjelasan dari BEI No. S-11250/BEI.PP3/09-2026 tanggal 3 September 2026.
- Koreksi laporan keuangan yang disesuaikan dan disampaikan kepada BEI.

### Analytical scenarios

- **Transformasi menjadi holding company ekosistem AI** [explicit_fact, high]: DOOH akan menjadi holding company yang membangun ekosistem AI melalui lima pilar: AI Data Centre, High Speed Internet, Fiber Optic, Submarine Cable, dan Green Energy/PLTS, pasca masuknya pengendali baru SII.
  - Basis: Pengumuman Public Expose Insidentil 3 September 2026; Laporan Hasil Public Expose 4 September 2026
- **Rencana rights issue** [explicit_fact, high]: Manajemen sedang mempertimbangkan opsi aksi korporasi untuk pendanaan, termasuk rights issue, namun masih dalam diskusi dan belum final.
  - Basis: Laporan Hasil Public Expose 4 September 2026
- **Koreksi klasifikasi arus kas** [explicit_fact, high]: DOOH mengakui kesalahan klasifikasi arus kas atas penerimaan dari penjualan aset tetap (modem) sebesar Rp16,52 miliar, yang seharusnya disajikan sebagai arus kas investasi, bukan operasi, dan telah dikoreksi.
  - Basis: Penjelasan atas Permintaan Penjelasan Bursa 5 September 2026
- **Pertumbuhan laba vs pendapatan** [derived_calculation, medium]: Laba periode berjalan 1H 2026 sebesar Rp63,988 miliar, meningkat drastis dari Rp6,632 miliar pada 1H 2025 (kenaikan ~865%). Pendapatan naik dari Rp73,485 miliar menjadi Rp84,269 miliar (kenaikan ~14,7%). Kenaikan laba tidak proporsional dengan kenaikan pendapatan, mengindikasikan faktor lain seperti pendapatan non-operasional atau penurunan beban.
  - Basis: Laba periode berjalan 1H 2026: Rp63,988 juta; Laba periode berjalan 1H 2025: Rp6,632 juta; Pendapatan 1H 2026: Rp84,269 juta; Pendapatan 1H 2025: Rp73,485 juta
  - Assumptions: Kenaikan laba tidak proporsional dengan kenaikan pendapatan, mengindikasikan faktor lain seperti pendapatan non-operasional atau penurunan beban.
  - Caveats: Data tidak diaudit dan hanya ringkasan; rincian laporan keuangan tidak tersedia dalam dokumen.
- **Rekonsiliasi pos arus kas operasi lainnya** [derived_calculation, high]: Jumlah pos 'Pembayaran (penerimaan) kas untuk aktivitas operasi lainnya' sebesar Rp8,739 miliar (negatif) dihitung dari penjumlahan komponen: 721.467.793 + 2.647.954.155 - 8.990.992.462 + 4.777.333.816 - 5.261.905.625 - 2.632.926.560 = -8.739.068.883 (pembulatan).
  - Basis: Angka komponen pada tabel poin 2
  - Assumptions: Semua angka dalam Rupiah penuh
- **Penurunan piutang usaha kas** [derived_calculation, high]: Penurunan piutang usaha yang bersifat kas dihitung sebagai movement piutang neto (Rp61,695 miliar) dikurangi bagian nonkas (Rp3,971 miliar) = Rp57,724 miliar, sesuai dengan angka yang dilaporkan.
  - Basis: Movement piutang usaha neto Rp61.695.478.243; Bagian nonkas Rp3.971.200.610
  - Assumptions: Tidak ada komponen lain yang mempengaruhi
- **Penurunan pendapatan diterima di muka** [derived_calculation, high]: Penurunan pendapatan diterima di muka dihitung dari selisih saldo per 31 Desember 2025 (Rp1,455 miliar) dan per 31 Maret 2026 (Rp4,2 juta) = Rp1,451 miliar.
  - Basis: Saldo per 31 Desember 2025: Rp1.455.984.867; Saldo per 31 Maret 2026: Rp4.200.000
- **Risiko eksekusi transformasi** [analyst_hypothesis, medium]: Transformasi dari media owner ke holding company ekosistem AI melibatkan ekspansi ke sektor padat modal (data centre, kabel laut, PLTS) yang membutuhkan pendanaan besar. Tanpa angka capex atau sumber pendanaan yang jelas, terdapat risiko eksekusi yang signifikan. Keberhasilan bergantung pada kemampuan Perseroan mendapatkan pendanaan dan mitra strategis.
  - Basis: Visi baru mencakup lima pilar infrastruktur besar; Tidak ada angka capex atau pendanaan dalam dokumen
  - Assumptions: Ekspansi non-organik memerlukan akuisisi yang mahal.
  - Caveats: Manajemen belum memberikan rincian rencana pendanaan.
- **Potensi dilusi atau utang baru** [analyst_hypothesis, low]: Aksi korporasi pendukung ekspansi dapat mencakup penerbitan saham baru atau utang, yang berpotensi mendilusi pemegang saham atau meningkatkan leverage. Namun, tidak ada informasi spesifik mengenai struktur modal atau rencana pendanaan.
  - Basis: Rencana aksi korporasi disebutkan tetapi tidak dirinci
  - Assumptions: Ekspansi besar biasanya memerlukan pendanaan eksternal.
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi dari manajemen.
- **Sensitivitas terhadap komoditas dan FX** [analyst_hypothesis, low]: Proyek infrastruktur seperti data centre dan PLTS memiliki sensitivitas terhadap harga komoditas (misalnya nikel untuk baterai, silikon untuk panel surya) dan nilai tukar USD karena banyak biaya dalam dolar. Dokumen tidak menyebutkan eksposur spesifik.
  - Basis: Biaya konstruksi DC dalam USD; Investasi PLTS dalam USD
  - Assumptions: Fluktuasi USD/IDR dapat mempengaruhi biaya dan pendapatan.
  - Caveats: Tidak ada pengungkapan manajemen tentang lindung nilai.
- **Kompetisi dan konsentrasi pasar** [analyst_hypothesis, medium]: Pasar data centre Indonesia didominasi oleh hyperscaler global dan pemain besar; DOOH sebagai pendatang baru mungkin menghadapi hambatan masuk yang tinggi. Namun, potensi pertumbuhan pasar yang besar (CAGR 13,7%) memberikan ruang.
  - Basis: Hyperscaler Microsoft, AWS, Google Cloud telah aktif; Kapasitas DC terkonsentrasi 57% di Jakarta
  - Assumptions: DOOH perlu diferensiasi atau kemitraan untuk bersaing.
  - Caveats: Tidak ada analisis kompetitif dari manajemen.
- **Ketergantungan pada kebijakan pemerintah** [analyst_hypothesis, medium]: Proyek PLTS dan konektivitas sangat bergantung pada kebijakan pemerintah (RUPTL, target bauran EBT, program 100 GW). Perubahan kebijakan dapat mempengaruhi kelayakan proyek.
  - Basis: Program PLTS 100 GW diluncurkan pemerintah; Target bauran EBT ditetapkan pemerintah
  - Assumptions: Kebijakan dapat berubah seiring pergantian pemerintahan.
  - Caveats: Manajemen tidak menyebutkan risiko ini secara eksplisit.
- **Dampak koreksi arus kas terhadap laba** [analyst_hypothesis, medium]: Koreksi klasifikasi arus kas tidak mengubah laba bersih, tetapi dapat mempengaruhi arus kas operasi dan investasi. Namun, dampak terhadap metrik seperti EBITDA atau penilaian likuiditas tidak dapat dihitung tanpa laporan arus kas lengkap.
  - Basis: Penerimaan kas Rp16,52 miliar dipindahkan dari operasi ke investasi
  - Assumptions: Koreksi hanya pada penyajian, bukan pada pengakuan pendapatan atau laba
  - Caveats: Tidak ada laporan arus kas lengkap dalam dokumen ini
- **Sifat pinjaman PIS** [analyst_hypothesis, medium]: Pinjaman dari PIS dengan bunga di bawah pasar dan amortisasi diskonto menunjukkan adanya unsur subsidi dari pemegang saham. Hal ini dapat mempengaruhi persepsi struktur modal dan biaya pendanaan, tetapi tidak ada informasi mengenai jumlah pokok pinjaman atau jadwal amortisasi.
  - Basis: Beban bunga Rp657,79 juta adalah amortisasi diskonto; Keuntungan hari ke-1 Rp2,81 miliar; Jatuh tempo 31 Desember 2027
  - Assumptions: Pinjaman masih outstanding per 31 Maret 2026
  - Caveats: Jumlah pokok pinjaman tidak diungkapkan
- **Dampak pelepasan KSP** [analyst_hypothesis, low]: Pelepasan entitas anak KSP pada Maret 2026 kemungkinan mempengaruhi arus kas dan posisi keuangan secara signifikan, namun dampak penuh belum diungkapkan secara rinci.
  - Basis: Penyebutan pelepasan KSP pada poin 2 dan 4a.
  - Assumptions: Pelepasan KSP mungkin melibatkan penghentian konsolidasi dan penyesuaian nonkas.
  - Caveats: Tidak ada angka atau detail transaksi pelepasan KSP yang diberikan.

### Risks / uncertainties

- Rencana ekspansi belum memiliki rincian pendanaan dan timeline.
- Aksi korporasi akan diumumkan kemudian, sehingga belum ada kepastian.
- Proyek infrastruktur padat modal dengan risiko eksekusi tinggi.
- Ketergantungan pada kebijakan pemerintah (PLTS, RUPTL).
- Persaingan ketat di pasar data centre dari hyperscaler global.
- Fluktuasi nilai tukar USD dan harga komoditas.
- Laporan keuangan interim tidak diaudit.
- Materi presentasi bukan merupakan janji atau proyeksi.
- Koreksi laporan keuangan yang dilakukan dapat menimbulkan risiko restatement dan perhatian regulator.
- Pelepasan entitas anak KSP pada Maret 2026 dapat berdampak pada operasi dan arus kas di masa depan.
- Pinjaman PIS dengan jatuh tempo 31 Desember 2027 memerlukan pembayaran penuh, yang dapat menjadi risiko likuiditas.
- Ketidakpastian terkait dampak pelepasan entitas anak KSP terhadap laporan keuangan secara keseluruhan.
- Risiko kepatuhan terhadap regulasi BEI dan PSAK jika koreksi tidak disajikan secara tepat.
- Ketidakjelasan mengenai skema pembayaran pinjaman PIS jika terjadi percepatan pembayaran.
- Potensi inkonsistensi lain dalam laporan keuangan yang belum teridentifikasi.

### Items to monitor

- Pengumuman rincian aksi korporasi (termasuk rights issue) melalui keterbukaan informasi.
- Angka capex, sumber pendanaan, dan timeline ekspansi.
- Detail transaksi pelepasan entitas anak KSP (nilai, pihak, alasan).
- Jumlah pokok pinjaman PIS dan jadwal amortisasi.
- Laporan keuangan yang telah dikoreksi dan diaudit.
- Perkembangan regulasi terkait program PLTS 100 GW dan RUPTL.
- Kinerja keuangan kuartal berikutnya untuk melihat dampak transformasi.

---

## DYAN

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, DYAN menerbitkan dua pengumuman berjudul 'Penjelasan atas Volatilitas Transaksi' pada 2 September 2026, keduanya merespons surat BEI No. S-11197/BEI.PP2/09-2026 tertanggal 1 September 2026. Pengumuman pertama (ID 20260902171252) berisi tanggapan substantif: emiten menyatakan tidak ada fakta material yang belum diungkapkan, mengakui pembelian saham oleh pemegang saham >5% PT Mondial Investama Indonesia pada 31 Agustus 2026, melaporkan perubahan kepemilikan melalui AKSES KSEI pada 2 September 2026, dan menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang. Pengumuman kedua (ID 20260902171318) gagal dimuat, sehingga tidak memberikan informasi tambahan. Pentingnya secara korporasi: pengumuman ini menegaskan kepatuhan terhadap regulasi bursa dan mengklarifikasi tidak adanya informasi material baru, namun pembelian saham oleh pemegang saham besar dapat memengaruhi persepsi pasar dan struktur kepemilikan, meskipun rincian kuantitatif tidak diungkapkan.

### Material changes

- Tidak ada informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga saham yang belum diungkapkan kepada OJK, IDX, dan publik (sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025).
- PT Mondial Investama Indonesia, pemegang saham di atas 5%, melakukan pembelian saham DYAN pada 31 Agustus 2026; jumlah saham dan nilai transaksi tidak diungkapkan.
- DYAN melaporkan perubahan kepemilikan saham melalui AKSES KSEI pada 2 September 2026.
- DYAN menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang).

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi yang diumumkan atau direncanakan dalam periode ini. Emiten secara eksplisit menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan. PT Mondial Investama Indonesia disebut sebagai pemegang saham di atas 5%, tetapi tidak ada informasi mengenai perubahan status pengendali.

### Capital structure

- PT Mondial Investama Indonesia, pemegang saham di atas 5%, melakukan pembelian saham DYAN pada 31 Agustus 2026. Jumlah saham, harga, dan dampak terhadap struktur kepemilikan tidak diungkapkan.

### Listing / regulatory

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat No. S-11197/BEI.PP2/09-2026 tertanggal 1 September 2026.
- DYAN melaporkan perubahan kepemilikan saham melalui AKSES KSEI pada 2 September 2026.
- DYAN menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan BEI I-E.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada fakta material baru** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan, baik menurut POJK 31/2015 maupun Peraturan BEI I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 dalam pengumuman 20260902171252
- **Pembelian saham oleh pemegang saham >5%** [explicit_fact, high]: PT Mondial Investama Indonesia, pemegang saham di atas 5%, membeli saham DYAN pada 31 Agustus 2026, dan emiten baru mengetahuinya pada 2 September 2026.
  - Basis: Jawaban poin 3 dalam pengumuman 20260902171252
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 dalam pengumuman 20260902171252
- **Dampak kepemilikan tidak dapat dihitung** [derived_calculation, high]: Tidak ada perhitungan turunan yang dapat dibuat karena jumlah saham yang dibeli oleh PT Mondial Investama Indonesia tidak diungkapkan. Tanpa data jumlah saham, tidak mungkin menghitung perubahan persentase kepemilikan atau free float.
  - Basis: Pengumuman 20260902171252 tidak menyediakan angka kuantitatif
  - Caveats: Data tidak tersedia
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang diminta penjelasan oleh BEI mungkin terkait dengan pembelian saham oleh PT Mondial Investama Indonesia, namun tidak ada konfirmasi langsung mengenai korelasi atau penyebabnya.
  - Basis: Permintaan penjelasan volatilitas dan pengakuan emiten tentang pembelian saham oleh pemegang saham >5%
  - Assumptions: Pembelian saham oleh pemegang saham besar dapat mempengaruhi harga saham
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi yang disajikan

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai jumlah saham yang dibeli, harga, atau dampak terhadap struktur kepemilikan.
- Tanggal surat BEI S-11197/BEI.PP2/09-2026 tertulis 'null' dalam dokumen, sehingga tidak dapat diverifikasi.
- Tidak ada rincian mengenai penyebab volatilitas transaksi yang diminta penjelasan.
- Pengumuman kedua (ID 20260902171318) gagal dimuat, sehingga tidak ada konten yang dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Jumlah saham yang dibeli oleh PT Mondial Investama Indonesia dan perubahan persentase kepemilikan setelah pelaporan AKSES KSEI.
- Perkembangan harga dan volume transaksi saham DYAN untuk memahami volatilitas yang diminta penjelasan oleh BEI.
- Kemungkinan pengumuman lanjutan dari BEI atau OJK terkait kepatuhan atau sanksi.
- Setiap pengumuman aksi korporasi atau perubahan struktur modal dalam 3 bulan ke depan, meskipun emiten menyatakan tidak ada rencana.

---

## EDGE

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indointernet Tbk (EDGE) mengumumkan transaksi material berupa perolehan fasilitas kredit oleh anak usahanya, PT Digital Gayana Ekaprana (DGE), senilai USD 530,2 juta dari 11 lembaga keuangan untuk pengembangan proyek data center DGE. Transaksi ini dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai dan tidak memerlukan persetujuan RUPS karena merupakan pinjaman langsung dari institusi keuangan. Jaminan diberikan oleh DGE, EDGE, dan PT Ekagrata Data Gemilang (EDG). Nilai transaksi setara 515% dari ekuitas berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2025. Transaksi terjadi pada 2 September 2026 dan diumumkan pada 3 September 2026.

### Material changes

- PT Indointernet Tbk (EDGE) mengumumkan transaksi material berupa perolehan fasilitas kredit oleh PT Digital Gayana Ekaprana (DGE), perusahaan terkendali, senilai USD 530.200.000 dari 11 lembaga keuangan.
- Fasilitas kredit digunakan untuk pengembangan proyek data center DGE.
- Jaminan atas fasilitas kredit diberikan oleh DGE, PT Indointernet Tbk, dan PT Ekagrata Data Gemilang (perusahaan terkendali).
- Transaksi dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai karena termasuk pinjaman langsung dari bank/perusahaan pembiayaan.
- Nilai transaksi setara 515% dari ekuitas berdasarkan laporan keuangan periode 31 Desember 2025.
- Tanggal transaksi adalah 2 September 2026.
- Pengumuman diterbitkan di situs web perseroan pada 3 September 2026.
- Pihak-pihak terkait: PT Indointernet Tbk (Perseroan), PT Digital Gayana Ekaprana (Perusahaan Terkendali), PT Ekagrata Data Gemilang (Perusahaan Terkendali).
- Surat bernomor 046/Indonet-Corsec/Srt/VIII/2026, ditandatangani oleh Corporate Secretary Jennifer Tiurland.
- Transaksi ini tidak memerlukan persetujuan RUPS, sesuai perihal pengumuman.
- Tidak ada informasi mengenai jumlah saham baru, rights issue, atau perubahan struktur modal lainnya.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan pengurus, pengendali, atau kegiatan usaha.

### Key financial figures

- **Nilai komitmen fasilitas kredit:** 530200000 (2026-09-02)
- **Total ekuitas Perseroan:** 1829546178628 (2025-12-31)
- **Persentase nilai transaksi terhadap ekuitas:** 515% (2025-12-31)

### Corporate actions

- Perolehan fasilitas kredit oleh anak usaha untuk pengembangan proyek data center

### Expansion projects

- Pengembangan proyek data center DGE

### Capital structure

- Jaminan saham Perseroan dan EDG pada DGE

### Listing / regulatory

- Pengecualian dari kewajiban penggunaan penilai
- Transaksi tidak memerlukan persetujuan RUPS karena pinjaman langsung dari institusi keuangan

### Analytical scenarios

- **Nilai transaksi** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi material adalah USD 530,2 juta, sebagaimana dinyatakan dalam pengumuman.
  - Basis: Nilai Transaksi Material: 530.200.000
- **Persentase terhadap ekuitas** [explicit_fact, high]: Persentase nilai transaksi terhadap ekuitas adalah 515%, berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2025.
  - Basis: Persentase nilai transaksi terhadap ekuitas: 515%
- **Estimasi ekuitas** [derived_calculation, medium]: Dengan nilai transaksi USD 530,2 juta dan persentase 515%, ekuitas per 31 Desember 2025 diperkirakan sekitar USD 102,95 juta (530,2 / 5,15).
  - Basis: Nilai transaksi USD 530.200.000; Persentase 515%
  - Assumptions: Persentase dihitung dari nilai transaksi dibagi ekuitas
  - Caveats: Angka ekuitas tidak dinyatakan langsung dalam dokumen; perhitungan hanya estimasi.
- **Dampak terhadap leverage** [analyst_hypothesis, medium]: Fasilitas kredit sebesar USD 530,2 juta untuk proyek data center berpotensi meningkatkan leverage keuangan DGE dan EDGE secara signifikan, mengingat nilai transaksi jauh melebihi ekuitas.
  - Basis: Nilai transaksi 515% dari ekuitas
  - Assumptions: Fasilitas kredit akan menjadi liabilitas pada laporan keuangan
  - Caveats: Belum ada laporan keuangan setelah transaksi; dampak aktual belum diketahui.
- **Tujuan strategis** [analyst_hypothesis, low]: Pengembangan data center DGE menunjukkan ekspansi bisnis di bidang infrastruktur digital, sejalan dengan tren industri.
  - Basis: Pengembangan proyek data center DGE
  - Assumptions: Ekspansi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan data center
  - Caveats: Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai kapasitas, lokasi, atau jadwal proyek.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai rincian lembaga keuangan pemberi pinjaman, jangka waktu, suku bunga, atau persyaratan lainnya.
- Tidak ada informasi mengenai dampak transaksi terhadap laporan keuangan atau arus kas.
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan RUPS atau mekanisme tata kelola lainnya.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan struktur modal atau kepemilikan.

### Items to monitor

- Peningkatan leverage keuangan DGE dan EDGE
- Ekspansi bisnis data center
- Kewajiban pembayaran bunga dan pokok oleh DGE

---

## ELSA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, PT Elnusa Tbk (ELSA) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat administratif dan informatif, tanpa aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus. Pengumuman pertama (20260902164831-L9.013C-2026.163_id-id) adalah penyampaian materi Public Expose Tahunan yang akan digelar virtual pada 7 September 2026, memuat kinerja 1H26 (pendapatan Rp11,40 triliun, laba bersih Rp435 miliar, kontrak carry forward Rp18,8 triliun) serta proyek ekspansi seperti EPC TBBM Palaran dan TLPG Kolaka. Pengumuman kedua (20260904085013-L9.013C-2026.164_id-id) melaporkan perolehan dua proyek Survei Seismik 3D non-captive di Sumatera Selatan seluas ±150 km², kelanjutan dari proyek sebelumnya, dengan total kumulatif ±515 km², serta investasi pada 25.000 STRYDE Range+ nodes. Kedua pengumuman tidak menyebutkan nilai kontrak atau nilai investasi, dan manajemen menyatakan tidak ada dampak material. Pentingnya secara korporasi terletak pada visibilitas pendapatan dari kontrak carry forward dan ekspansi non-captive yang memperkuat daya saing, meskipun tanpa angka finansial yang dapat diverifikasi.

### Material changes

- Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, perubahan pengendali, perubahan struktur modal, atau transaksi aset material yang diumumkan dalam periode ini.
- Perolehan dua proyek Survei Seismik 3D non-captive di Sumatera Selatan (pengumuman 20260904085013-L9.013C-2026.164_id-id).
- Penyampaian materi Public Expose Tahunan yang memuat kinerja 1H26 dan proyek ekspansi (pengumuman 20260902164831-L9.013C-2026.163_id-id).

### Key financial figures

- **Pendapatan 1H26:** 11.40 (1H26)
- **EBITDA 1H26:** 761 (1H26)
- **Laba bersih 1H26:** 435 (1H26)
- **Aset 1H26:** 11.47 (1H26)
- **Kas 1H26:** 2.88 (1H26)
- **Ekuitas 1H26:** 5.43 (1H26)
- **Arus kas dari operasi 1H26:** 862 (1H26)
- **Margin laba bersih 1H26:** 5.73 (1H26)
- **Kontrak carry forward 1H26:** 18.8 (1H26)
- **Capex 1H26:** 209 (1H26)
- **Capex 2026F:** 602 (2026F)
- **Dividen per saham 2025:** 27.60 (2025)
- **DPR 2025:** 45 (2025)
- **Pendapatan Integrated Upstream 1H26:** 2.06 (1H26)
- **Laba bersih Integrated Upstream 1H26:** 99 (1H26)
- **Pendapatan Oil & Gas Support Services 1H26:** 0.61 (1H26)
- **Laba bersih Oil & Gas Support Services 1H26:** 41.8 (1H26)
- **Pendapatan Energy Distribution & Logistics 1H26:** 4.92 (1H26)
- **Laba bersih Energy Distribution & Logistics 1H26:** 293 (1H26)
- **Total area proyek seismik baru:** 150 (2026-09-03)
- **Total area proyek seismik sebelumnya:** 365 (Sebelum pengumuman)
- **Total area kumulatif:** 515 (Kumulatif)
- **Jumlah node STRYDE Range+:** 25000 (Investasi strategis)

### Expansion projects

- Proyek EPC TBBM Palaran: kapasitas 37.500 KL (12 tangki), jetty 7.500 DWT, progress konstruksi Juni ~3%, target selesai Februari 2028.
- Proyek TLPG Kolaka: BOT 10 tahun, kapasitas 2x1.500 MT, site area 9.129 m², progress Juni ~15%, target selesai Desember 2027.
- Proyek CEOR Rama: polymer flooding, mulai beroperasi Juni 2026, target selesai Juni 2029.
- Capex 2026F Rp602 miliar, realisasi 1H26 Rp209 miliar (35%), terutama untuk STPS Navigation, Coiled Tubing Unit, Fuel Tank Vehicles, TLPG Kolaka, dan renovasi Graha Elnusa.
- Ekspansi internasional: proyek OCTG Pipeline Supply di Algeria (2025) dan Offshore Seismic Support di Thailand (2025).
- Dua proyek Survei Seismik 3D non-captive di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, total area sekitar 150 km², target selesai awal 2027.
- Investasi strategis pada 25.000 STRYDE Range+ nodes (nilai investasi tidak diungkapkan).

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan sesuai Keputusan Direksi BEI No. Kep-00066/BEI/00-2022.

### Analytical scenarios

- **Kinerja keuangan 1H26** [explicit_fact, high]: Pendapatan Rp11,40 triliun, EBITDA Rp761 miliar, laba bersih Rp435 miliar, aset Rp11,47 triliun, kas Rp2,88 triliun, ekuitas Rp5,43 triliun.
  - Basis: Angka eksplisit dari pengumuman Public Expose
- **Perolehan proyek seismik non-captive** [explicit_fact, high]: Dua proyek Survei Seismik 3D non-captive di Sumatera Selatan, total area ±150 km², kelanjutan dari proyek sebelumnya seluas 365 km², total kumulatif ±515 km².
  - Basis: Angka eksplisit dari pengumuman proyek
- **Pertumbuhan laba vs pendapatan** [derived_calculation, medium]: Laba bersih tumbuh 29,2% YoY sementara pendapatan hanya 8,9%, mengindikasikan perbaikan margin operasional atau efisiensi biaya.
  - Basis: Laba bersih 1H26 Rp435 miliar vs 1H25 Rp337 miliar (implisit); Pendapatan 1H26 Rp11,40 triliun vs 1H25 Rp10,47 triliun (implisit)
  - Assumptions: Angka 1H25 dihitung dari pertumbuhan YoY yang dilaporkan
  - Caveats: Perhitungan implisit, bukan angka eksplisit dari dokumen
- **Kontribusi segmen** [derived_calculation, high]: Energy Distribution & Logistics menyumbang sekitar 65% pendapatan, Integrated Upstream sekitar 27%, dan Support Services sekitar 8%.
  - Basis: Pendapatan segmen: EDL Rp4,92 triliun, IU Rp2,06 triliun, SS Rp0,61 triliun; Total pendapatan Rp11,40 triliun
  - Assumptions: Pendapatan segmen dijumlahkan dan dibagi total
  - Caveats: Angka segmen mungkin tidak termasuk eliminasi antar segmen
- **Rasio kas terhadap pendapatan** [derived_calculation, medium]: Kas Rp2,88 triliun setara sekitar 25% dari pendapatan tahunan (diasumsikan dua kali lipat 1H26), menunjukkan likuiditas kuat.
  - Basis: Kas 1H26 Rp2,88 triliun; Pendapatan 1H26 Rp11,40 triliun
  - Assumptions: Pendapatan tahunan diasumsikan dua kali lipat 1H26
  - Caveats: Pendapatan tahunan belum tentu dua kali lipat karena musiman
- **Capex vs EBITDA** [derived_calculation, medium]: Capex 1H26 Rp209 miliar lebih rendah dari EBITDA Rp761 miliar, menunjukkan kemampuan mendanai investasi dari operasi.
  - Basis: Capex 1H26 Rp209 miliar; EBITDA 1H26 Rp761 miliar
  - Assumptions: EBITDA sebagai proksi arus kas operasi
  - Caveats: Capex bisa meningkat di 2H26
- **Kontrak baru vs pendapatan** [derived_calculation, medium]: Kontrak baru 1H26 Rp11,6 triliun (1,6+1,0+9,0) melebihi pendapatan 1H26 Rp11,4 triliun, menunjukkan momentum komersial kuat.
  - Basis: Kontrak baru per segmen; Pendapatan 1H26
  - Assumptions: Angka kontrak baru dijumlahkan
  - Caveats: Kontrak baru mungkin termasuk nilai multi-tahun
- **Dividen per saham** [derived_calculation, high]: Dividen per saham naik dari Rp25,90 (2024) ke Rp27,60 (2025), dengan DPR naik dari 40% ke 45%.
  - Basis: Data dividen per saham; DPR 2024 dan 2025
  - Assumptions: Tidak ada asumsi tambahan
  - Caveats: Tidak ada
- **Proyeksi pendapatan** [derived_calculation, low]: Dengan carry forward Rp18,8 triliun, pendapatan 2026 berpotensi melebihi Rp20 triliun jika semua kontrak dieksekusi.
  - Basis: Carry forward 1H26 Rp18,8 triliun; Pendapatan 1H26 Rp11,4 triliun
  - Assumptions: Kontrak carry forward akan diakui sebagai pendapatan di 2026-2027
  - Caveats: Tidak semua carry forward menjadi pendapatan tahun berjalan; Tidak ada guidance resmi
- **Total area kumulatif** [derived_calculation, high]: Total area kumulatif 515 km² dihitung dari 150 km² (proyek baru) + 365 km² (proyek sebelumnya). Angka ini konsisten dengan klaim emiten.
  - Basis: 150 + 365 = 515
  - Assumptions: Angka 150 dan 365 adalah angka yang disebutkan dalam dokumen.
  - Caveats: Tidak ada pembulatan atau faktor lain yang dipertimbangkan.
- **Dampak terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Proyek non-captive ini berpotensi meningkatkan pendapatan geoscience, namun nilai kontrak tidak diungkapkan, sehingga dampak finansial tidak dapat diestimasi.
  - Basis: Dokumen menyebutkan proyek non-captive sebagai strategi pertumbuhan.
  - Assumptions: Kontrak non-captive memberikan kontribusi pendapatan.
  - Caveats: Nilai kontrak, margin, dan durasi tidak diketahui.
- **Tidak ada dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan langsung dalam dokumen.
- **Keberlanjutan proyek** [analyst_hypothesis, low]: Keberlanjutan proyek dari pelanggan yang sama menunjukkan potensi hubungan jangka panjang, tetapi tidak ada jaminan kontrak berikutnya.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 'keberlanjutan proyek dari pelanggan yang sama'.
  - Assumptions: Pelanggan yang sama akan memberikan kontrak lanjutan.
  - Caveats: Tidak ada komitmen tertulis.

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi proyek EPC (Palaran, Kolaka) terkait keterlambatan dan biaya.
- Risiko harga komoditas dan fluktuasi nilai tukar yang dapat mempengaruhi pendapatan dan biaya.
- Risiko suku bunga terhadap biaya pendanaan.
- Risiko operasional terkait HSSE dan kepatuhan regulasi.
- Risiko persaingan di pasar energi domestik dan internasional.
- Risiko ketergantungan pada Pertamina Group sebagai pemegang saham utama dan pelanggan.
- Nilai kontrak proyek seismik tidak diungkapkan, sehingga materialitas finansial tidak dapat dinilai.
- Identitas pelanggan non-captive tidak disebutkan.
- Target penyelesaian awal 2027 dapat berubah karena kondisi lapangan.
- Investasi teknologi (25.000 node) tidak disertai nilai investasi atau sumber dana.

### Items to monitor

- Pelaksanaan Public Expose Tahunan pada 7 September 2026 dan potensi guidance manajemen.
- Nilai kontrak dan identitas pelanggan proyek seismik non-captive di Sumatera Selatan.
- Nilai investasi dan sumber dana untuk 25.000 STRYDE Range+ nodes.
- Progress konstruksi proyek EPC TBBM Palaran dan TLPG Kolaka.
- Realisasi capex 2026 terhadap target Rp602 miliar.
- Keputusan dividen final 2026 dan kebijakan DPR.
- Perkembangan kontrak carry forward Rp18,8 triliun menjadi pendapatan.
- Potensi perubahan struktur modal atau aksi korporasi yang tidak diumumkan dalam periode ini.

---

## ERAA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) merilis dua pengumuman terkait program pembelian kembali saham (buyback). Pengumuman pertama (2 September 2026) melaporkan hasil buyback yang telah selesai, dengan tambahan 236.270.400 saham senilai Rp99,86 miliar, sehingga total saham treasuri menjadi 601.587.822 lembar. Pengumuman kedua (3 September 2026) mengumumkan rencana buyback baru dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan, dengan nilai maksimum Rp500 miliar dan maksimum 797.500.000 saham (5% modal disetor), periode 4 September–4 Desember 2026, didanai kas internal dan dilaksanakan oleh PT Ciptadana Sekuritas Asia. Secara korporasi, rangkaian ini menunjukkan komitmen manajemen untuk mengelola struktur modal dan memberikan sinyal keyakinan terhadap valuasi, meskipun tujuan eksplisit buyback tidak dinyatakan. Proforma keuangan menunjukkan penurunan aset dan ekuitas masing-masing Rp500 miliar tanpa dampak pada laba bersih dan EPS, namun proforma tidak memperhitungkan pengurangan jumlah saham beredar.

### Material changes

- Saham treasuri bertambah dari 365.317.422 lembar (per 27 April 2026) menjadi 601.587.822 lembar per 2 September 2026, setelah buyback tahap sebelumnya.
- Rencana buyback baru dengan nilai maksimum Rp500 miliar dan maksimum 797.500.000 saham (5% modal disetor), periode 4 September–4 Desember 2026.
- Proforma keuangan menunjukkan penurunan aset dan ekuitas masing-masing Rp500 miliar, tanpa perubahan laba bersih dan EPS.
- Penunjukan PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai pelaksana buyback.

### Key financial figures

- **Nilai maksimum buyback:** Rp500.000.000.000 (2026-09-03)
- **Jumlah saham maksimum dibeli kembali:** 797.500.000 saham (2026-09-03)
- **Total aset sebelum buyback (proforma):** Rp28.856.532.135.000 (2025-12-31)
- **Total aset setelah buyback (proforma):** Rp28.356.532.135.000 (2025-12-31)
- **Ekuitas sebelum buyback (proforma):** Rp10.177.297.005.000 (2025-12-31)
- **Ekuitas setelah buyback (proforma):** Rp9.677.297.005.000 (2025-12-31)
- **Laba bersih (proforma, tidak berubah):** Rp1.195.971.727.000 (2025-12-31)
- **EPS (proforma, tidak berubah):** Rp75,68 (2025-12-31)
- **Jumlah saham dibeli kembali (hasil per 2 September 2026):** 236.270.400 saham (2026-09-02)
- **Total nilai pembelian kembali (hasil per 2 September 2026):** Rp99.858.096.000 (2026-09-02)
- **Harga rata-rata pembelian kembali (hasil per 2 September 2026):** Rp422,64 per saham (2026-09-02)
- **Total saham treasuri (hasil per 2 September 2026):** 601.587.822 lembar (2026-09-02)

### Corporate actions

- Pembelian kembali saham (buyback) selesai dilaksanakan per 2 September 2026.
- Rencana pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan, periode 4 September–4 Desember 2026.

### Capital structure

- Saham treasuri bertambah menjadi 601.587.822 lembar per 2 September 2026.
- Rencana buyback maksimum 797.500.000 saham (5% dari modal disetor).
- Riwayat buyback: 22 Jan–27 Apr 2026: 224.554.300 saham; 29 Mei–2 Sep 2026: 236.270.400 saham; 20 Mei–22 Agu 2022: 71.695.900 saham; 7 Sep–9 Des 2022: 43.278.700 saham; 26–31 Mar 2020: 10.305.500 saham (total harian).
- Penyesuaian stock split 1:5 pada 5 April 2021: 51.540.500 saham.
- Pengurangan dari MESOP Tahap I 2025: 25.751.978 saham.
- Akumulasi buyback setelah stock split dan MESOP: 140.763.122 saham per 10 November 2025.

### Listing / regulatory

- Pelaporan kepada OJK dan BEI sesuai POJK No. 13/2023 dan SEOJK No. 10/D.04/2026 (pengumuman 2 September 2026).
- Dasar regulasi rencana buyback: POJK No. 13 Tahun 2023 dan SEOJK No. S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026.
- Periode buyback: 4 September 2026 – 4 Desember 2026.
- Larangan transaksi saham oleh pihak terkait (komisaris, direktur, pegawai, pemegang saham utama, dan pihak dengan informasi orang dalam) selama periode buyback.

### Analytical scenarios

- **Hasil buyback per 2 September 2026** [explicit_fact, high]: Sebanyak 236.270.400 saham dibeli kembali dengan total nilai Rp99.858.096.000, harga rata-rata Rp422,64 per saham, sehingga total saham treasuri menjadi 601.587.822 lembar.
  - Basis: Angka eksplisit pada pengumuman 20260902183107-112/ERAA/CS/IX/2026_id-id
- **Rencana buyback baru** [explicit_fact, high]: Rencana buyback dengan nilai maksimum Rp500 miliar dan maksimum 797.500.000 saham (5% modal disetor), periode 4 September–4 Desember 2026, sumber dana kas internal, pelaksana PT Ciptadana Sekuritas Asia.
  - Basis: Pengumuman 20260903102935-113/ERAA/CS/IX/2026_id-id
- **Proforma keuangan** [explicit_fact, high]: Proforma per 31 Desember 2025 menunjukkan penurunan aset dari Rp28.856.532.135 ribu menjadi Rp28.356.532.135 ribu dan ekuitas dari Rp10.177.297.005 ribu menjadi Rp9.677.297.005 ribu, tanpa perubahan laba bersih dan EPS.
  - Basis: Pengumuman 20260903102935-113/ERAA/CS/IX/2026_id-id
- **Rasio pembelian terhadap total treasuri** [derived_calculation, medium]: Pembelian 236.270.400 saham merupakan sekitar 39,27% dari total saham treasuri akhir (236.270.400 / 601.587.822).
  - Basis: 236.270.400 / 601.587.822
  - Assumptions: Total saham treasuri akhir adalah 601.587.822 lembar
  - Caveats: Perhitungan hanya berdasarkan angka yang tersedia
- **Penurunan aset dan ekuitas** [derived_calculation, high]: Proforma menunjukkan penurunan aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp500 miliar, sesuai dengan nilai buyback maksimum.
  - Basis: Tabel proforma pada pengumuman 20260903102935-113/ERAA/CS/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Menggunakan seluruh anggaran buyback
- **Sisa biaya buyback** [derived_calculation, low]: Sisa biaya buyback tidak dapat dihitung karena tidak ada informasi mengenai anggaran awal.
  - Caveats: Data anggaran awal tidak tersedia
- **Tujuan buyback** [analyst_hypothesis, medium]: Buyback dilakukan dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan, kemungkinan untuk menjaga stabilitas harga saham.
  - Basis: Rujukan POJK No. 13/2023 pada pengumuman 20260903102935-113/ERAA/CS/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Kondisi pasar berfluktuasi signifikan
  - Caveats: Tujuan eksplisit tidak dinyatakan dalam dokumen
- **Dampak terhadap jumlah saham beredar** [analyst_hypothesis, low]: Buyback berpotensi mengurangi jumlah saham beredar, yang dapat meningkatkan EPS di masa mendatang, namun proforma tidak memperhitungkan hal ini.
  - Basis: Proforma EPS tidak berubah pada pengumuman 20260903102935-113/ERAA/CS/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Buyback dieksekusi penuh
  - Caveats: Belum ada informasi jumlah saham beredar saat ini

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai anggaran awal buyback, sehingga sisa biaya tidak dapat diverifikasi.
- Rincian transaksi harian tidak lengkap pada halaman 6 (beberapa baris tanpa harga/nilai).
- Dokumen utama tidak memuat detail kuantitatif; lampiran yang dirujuk tidak disertakan dalam dokumen utama.
- Proforma tidak memperhitungkan perubahan jumlah saham beredar akibat buyback, sehingga EPS aktual dapat berbeda.
- Biaya transaksi buyback tidak diungkapkan secara terpisah; hanya termasuk dalam nilai maksimum.
- Ketidakpastian harga pembelian saham karena mengikuti kondisi pasar.
- Potensi dampak minimal terhadap kondisi keuangan meskipun dinyatakan tidak material.

### Items to monitor

- Jumlah saham beredar saat ini untuk menghitung persentase pasti terhadap modal disetor.
- Realisasi buyback harian dan akumulasi selama periode 4 September–4 Desember 2026.
- Penggunaan anggaran buyback dan sisa biaya.
- Dampak buyback terhadap laba per saham (EPS) aktual setelah pengurangan saham beredar.
- Kepatuhan terhadap larangan transaksi oleh pihak terkait.
- Perubahan struktur kepemilikan atau free float akibat buyback.

---

## FITT

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT Fortune Resources Investment Tbk (FITT) menerbitkan dua pengumuman yang saling terkait secara administratif dan strategis. Pertama, pada 2 September 2026, emiten mengumumkan perubahan alamat kantor, kontak, dan NPWP yang efektif 4 Agustus 2026, dari Majalengka ke Noble House, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Kedua, pada 4 September 2026, emiten merespons permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek, di mana manajemen mengakui adanya rencana transaksi material yang telah disetujui RUPSLB 26 Juni 2026: pengambilalihan saham PT Venturi Tambang Perkasa, divestasi entitas anak perhotelan, dan perubahan kegiatan usaha utama. Kedua pengumuman ini penting karena menandakan transformasi korporasi yang signifikan—dari perhotelan ke sumber daya alam—serta pemindahan basis operasional ke pusat bisnis Jakarta, meskipun detail nilai transaksi dan dampak finansial belum diungkapkan.

### Material changes

- Perubahan alamat kantor dari Majalengka ke Noble House, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, efektif 4 Agustus 2026.
- Perubahan kontak: telepon, faksimili, email, website, dan NPWP.
- Rencana pengambilalihan saham PT Venturi Tambang Perkasa (nilai tidak diungkapkan).
- Rencana divestasi entitas anak di bidang perhotelan (nilai tidak diungkapkan).
- Rencana perubahan kegiatan usaha utama (rincian tidak dijelaskan).

### Corporate actions

- Pengambilalihan saham PT Venturi Tambang Perkasa (rencana, disetujui RUPSLB 26 Juni 2026, nilai tidak diungkapkan).
- Divestasi entitas anak di bidang perhotelan (rencana, disetujui RUPSLB 26 Juni 2026, nilai tidak diungkapkan).
- Perubahan kegiatan usaha utama (rencana, disetujui RUPSLB 26 Juni 2026, rincian tidak dijelaskan).

### Management / control changes

- Perubahan kegiatan usaha utama Perseroan (disetujui RUPSLB 26 Juni 2026, sedang dalam implementasi).
- Perubahan nama dan anggaran dasar (dalam penyelesaian administratif).

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek (Surat No. S-11333/BEI.PP1/09-2026 tanggal 3 September 2026).
- Perseroan menyatakan tidak ada rencana korporasi yang mempengaruhi pencatatan saham di luar yang telah diumumkan.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024.

### Analytical scenarios

- **Perubahan alamat** [explicit_fact, high]: Emiten secara resmi mengumumkan perubahan alamat kantor dari Majalengka ke Jakarta Selatan, efektif 4 Agustus 2026.
  - Basis: Tabel perubahan alamat pada halaman 1 dan 3 dokumen
- **Perubahan kontak** [explicit_fact, high]: Nomor telepon, faksimili, email, dan website seluruhnya berubah, mengindikasikan pemutakhiran sarana komunikasi resmi.
  - Basis: Kolom 'Baru' dan 'Lama' pada tabel
- **Perubahan NPWP** [explicit_fact, high]: NPWP berubah dari 03.346.647.5-077.000 menjadi 0033 4664 7507 7000, yang mungkin terkait dengan perubahan alamat atau administrasi perpajakan.
  - Basis: Baris NPWP pada tabel
- **Rencana transaksi material** [explicit_fact, high]: Perseroan mengakui adanya rencana transaksi material yang telah diumumkan: pengambilalihan saham PT Venturi Tambang Perkasa, divestasi entitas anak perhotelan, dan perubahan kegiatan usaha utama, semuanya disetujui RUPSLB 26 Juni 2026.
  - Basis: Surat tanggapan kepada BEI
- **Tidak ada rencana korporasi lain** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum mengambil keputusan atas rencana tindakan korporasi lain, termasuk yang berakibat terhadap pencatatan saham, dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang).
  - Basis: Surat tanggapan kepada BEI
- **Periode antara RUPSLB dan pengumuman** [derived_calculation, high]: Jarak waktu antara persetujuan RUPSLB (26 Juni 2026) dan pengumuman tanggapan BEI (4 September 2026) adalah 70 hari kalender.
  - Basis: Tanggal RUPSLB dan tanggal surat tanggapan
  - Assumptions: Kedua tanggal dihitung sebagai hari kalender
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai progres implementasi dalam periode tersebut
- **Motivasi perubahan alamat** [analyst_hypothesis, low]: Perpindahan alamat ke kawasan bisnis Mega Kuningan Jakarta dapat mengindikasikan upaya meningkatkan citra korporat atau mendekatkan operasional ke pusat bisnis, namun tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan.
  - Basis: Alamat baru di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan
  - Assumptions: Lokasi baru dipilih untuk alasan strategis
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi dari emiten
- **Pemicu volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi efek yang memicu permintaan BEI mungkin terkait dengan sentimen pasar terhadap rencana transaksi material yang telah diumumkan, seperti pengambilalihan tambang dan divestasi perhotelan, meskipun Perseroan tidak menyebutkan penyebab spesifik.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan volatilitas; Perseroan mengakui adanya rencana transaksi material yang telah diumumkan
  - Assumptions: Pasar merespons informasi yang telah diumumkan
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen; Tidak ada pernyataan resmi mengenai penyebab volatilitas
- **Transformasi bisnis signifikan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan kegiatan usaha utama, pengambilalihan tambang, dan divestasi perhotelan mengindikasikan transformasi bisnis yang signifikan dari perhotelan ke sumber daya alam, namun detail lebih lanjut belum diungkapkan.
  - Basis: Rencana transaksi material yang disebutkan
  - Assumptions: Pengambilalihan tambang menjadi kegiatan usaha utama baru
  - Caveats: Belum ada keterbukaan informasi detail mengenai kegiatan usaha baru

### Risks / uncertainties

- Penyelesaian aspek administratif perubahan nama, anggaran dasar, dan klasifikasi bidang usaha masih berlangsung.
- Rencana transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama belum selesai diimplementasikan.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai nilai transaksi, jumlah saham, atau dampak finansial.
- Penyebab spesifik volatilitas transaksi efek tidak dijelaskan oleh Perseroan.
- Perubahan NPWP dapat menimbulkan ketidaknyamanan sementara dalam administrasi perpajakan.

### Items to monitor

- Nilai transaksi pengambilalihan PT Venturi Tambang Perkasa.
- Nilai divestasi entitas anak perhotelan.
- Rincian perubahan kegiatan usaha utama dan klasifikasi bidang usaha baru.
- Progres implementasi perubahan nama dan anggaran dasar.
- Perkembangan harga dan volume saham FITT pasca-pengumuman.
- Keputusan BEI terkait volatilitas transaksi.

---

## GRPM

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) melaporkan perpanjangan jangka waktu Term Sheet terkait rencana pengambilalihan (akuisisi) Perseroan. Perpanjangan disepakati oleh calon pengendali baru, PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk, dan Agus Susanto (penjual) hingga 31 Desember 2026. Alasan perpanjangan adalah proses negosiasi yang masih berlangsung. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha. Laporan ini merupakan tindak lanjut dari laporan sebelumnya No. 1-151/GRPM-CORP/II/2026 tanggal 13 Februari 2026.

### Material changes

- Pada 2 September 2026, terjadi perpanjangan jangka waktu Term Sheet terkait rencana pengambilalihan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM).
- Perpanjangan disepakati oleh calon pengendali baru, PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk, dan Agus Susanto selaku penjual.
- Jangka waktu Term Sheet diperpanjang hingga 31 Desember 2026.
- Perpanjangan dilakukan karena proses pembahasan dan negosiasi terkait rencana transaksi masih berlangsung.
- Laporan ini merupakan tindak lanjut dari Laporan Informasi atau Fakta Material No. 1-151/GRPM-CORP/II/2026 tanggal 13 Februari 2026.
- Emiten menyatakan bahwa informasi ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha.
- Rencana pengambilalihan Perseroan masih dalam tahap negosiasi dan belum final.
- Laporan ditujukan kepada OJK dan BEI sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Laporan ditandatangani oleh Agus Susanto selaku Direktur Utama.
- Bidang usaha GRPM adalah perdagangan barang konsumen primer, sub sektor makanan dan minuman.
- Tanggal kejadian yang dilaporkan adalah 2 September 2026, sedangkan laporan dibuat 3 September 2026.

### Corporate actions

- Perpanjangan Term Sheet terkait rencana pengambilalihan (akuisisi) Perseroan

### Management / control changes

- Rencana pengambilalihan Perseroan oleh calon pengendali baru (belum final, masih dalam negosiasi)

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi material sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015

### Analytical scenarios

- **Perpanjangan Term Sheet** [explicit_fact, high]: Para pihak sepakat memperpanjang jangka waktu Term Sheet hingga 31 Desember 2026.
  - Basis: Uraian informasi material: 'sepakat secara bersama-sama untuk memperpanjang jangka waktu Term Sheet sampai dengan tanggal 31 Desember 2026'
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha.
  - Basis: Bagian dampak: 'tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan atau kelangsungan usaha'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim emiten, bukan penilaian independen.
- **Status negosiasi** [analyst_hypothesis, medium]: Perpanjangan menunjukkan bahwa negosiasi belum selesai dan kemungkinan masih ada ketidakpastian mengenai penyelesaian transaksi.
  - Basis: Alasan perpanjangan: 'proses pembahasan dan negosiasi ... masih berlangsung'
  - Assumptions: Perpanjangan waktu mengindikasikan kompleksitas atau hambatan dalam negosiasi.
  - Caveats: Belum ada informasi lebih lanjut mengenai substansi negosiasi atau kemajuan transaksi.
- **Potensi perubahan pengendali** [analyst_hypothesis, medium]: Jika transaksi selesai, akan terjadi perubahan pengendali dari penjual (Agus Susanto) ke calon pengendali baru.
  - Basis: Rencana pengambilalihan Perseroan dan perpanjangan Term Sheet.
  - Assumptions: Transaksi akan dieksekusi setelah negosiasi selesai.
  - Caveats: Belum ada kepastian penyelesaian transaksi; masih dalam tahap negosiasi.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian penyelesaian transaksi pengambilalihan karena negosiasi masih berlangsung.
- Risiko bahwa transaksi tidak selesai dalam jangka waktu yang diperpanjang.
- Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai struktur transaksi, nilai, atau dampak finansial.

### Items to monitor

- Perpanjangan Term Sheet menunjukkan komitmen para pihak untuk melanjutkan negosiasi, namun belum ada kepastian transaksi.
- Jika transaksi selesai, akan terjadi perubahan pengendali yang dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material, namun investor perlu memantau perkembangan negosiasi.

---

## GTBO

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) menyampaikan Laporan Tahunan 2025 kepada Bursa Efek Indonesia dan OJK. Laporan tersebut mengungkapkan kinerja keuangan yang memburuk signifikan: penjualan turun 63,26% menjadi US$10,01 juta, rugi tahun berjalan US$7,84 juta, dan rugi komprehensif US$8,01 juta. Perusahaan tidak memproduksi batu bara sepanjang tahun 2025, hanya menjual 443.358 MT dari persediaan. Terjadi perubahan direksi: Octavianus Wenas digantikan oleh Yanry Musa, efektif 18 Desember 2025. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal yang diumumkan. Perusahaan menyatakan kerugian menyebabkan tidak dapat membayar dividen.

### Material changes

- GTBO menyampaikan Laporan Tahunan 2025 kepada Bursa Efek Indonesia dan OJK, dengan periode tahun buku 2 Januari 2025 sampai 31 Desember 2025.
- Penjualan tahun 2025 sebesar US$10.011.092, turun 63,26% dari US$27.251.542 pada 2024.
- Rugi bruto tahun 2025 sebesar US$5.209.438, berbalik dari laba bruto US$6.745.941 pada 2024.
- Rugi tahun berjalan 2025 sebesar US$7.840.751, memburuk dari rugi US$3.213.677 pada 2024.
- Rugi komprehensif tahun berjalan 2025 sebesar US$8.013.916, dibandingkan rugi US$3.241.977 pada 2024.
- Total aset per 31 Desember 2025 sebesar US$49.325.368, turun 11,52% dari US$55.746.234 pada 2024.
- Perusahaan tidak memproduksi batu bara sepanjang tahun 2025; penjualan 443.358 MT berasal dari persediaan, dengan 8 pengapalan (4 ekspor, 4 domestik).
- Perubahan susunan Direksi: Octavianus Wenas digantikan oleh Yanry Musa sebagai Direktur, efektif sejak RUPSLB 18 Desember 2025.
- Tidak ada perubahan susunan Dewan Komisaris pada tahun 2025.
- Struktur pemegang saham: Green River Pte Ltd 33,39%, SCB SG S/A Bank J. Safra Sarasin Ltd 26,21%, masyarakat 32,78%, dan SCB SG S/A Bank J. Safra Sarasin Ltd – Clients A/C 7,62%.
- Anak perusahaan GTB International FZE (100% kepemilikan) belum beroperasi hingga saat ini.
- Perusahaan menyatakan kerugian tahun 2025 kemungkinan besar mengakibatkan tidak dapat membagikan dividen.
- DMO tahun 2025 diperkirakan sebesar US$663.549.
- Modal dasar Rp10.000.000.000.000 dan modal ditempatkan/disetor Rp250.000.000.000.
- Jumlah saham beredar 2.500.000.000 lembar (2.500.000 ribu).
- Surat penyampaian laporan tahunan ditandatangani oleh Direktur Octavianus Wenas pada 2 September 2026 (dokumen utama) dan oleh Corporate Secretary Rinaldi pada surat bernomor 029/GTB-JKT/IX/2026 (lampiran).
- Informasi penyampaian laporan telah dimuat di situs web www.gtb.co.id pada tanggal 3 September 2026.

### Key financial figures

- **Penjualan:** 10.011.092 (2025)
- **Penjualan:** 27.251.542 (2024)
- **Laba Kotor:** -5.209.438 (2025)
- **Laba Kotor:** 6.745.941 (2024)
- **Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan:** -7.840.751 (2025)
- **Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan:** -2.982.805 (2024)
- **Laba (Rugi) Tahun Berjalan:** -7.840.751 (2025)
- **Laba (Rugi) Tahun Berjalan:** -3.213.677 (2024)
- **Laba (Rugi) Komprehensif:** -8.013.916 (2025)
- **Laba (Rugi) Komprehensif:** -3.241.977 (2024)
- **Jumlah Saham Beredar (ribuan):** 2.500.000 (2025)
- **Laba (Rugi) Bersih per Saham:** -0,003 (2025)
- **Aset Lancar:** 8.647.242 (2025)
- **Aset Tidak Lancar:** 40.678.126 (2025)
- **Total Aset:** 49.325.368 (2025)
- **Liabilitas Jangka Pendek:** 4.884.811 (2025)
- **Liabilitas Jangka Panjang:** 2.601.189 (2025)
- **Total Liabilitas:** 7.486.000 (2025)
- **Ekuitas – Bersih:** 41.839.369 (2025)
- **Saldo Laba (Rugi):** 10.586.021 (2025)
- **Volume Produksi (MT):** 0 (2025)
- **Volume Penjualan (MT):** 443.358 (2025)
- **DMO (estimasi):** 663.549 (2025)

### Expansion projects

- Belanja modal tahun 2026 akan tergantung pada permintaan dan kapasitas peralatan yang ada untuk mendukung target produksi 2026. Tidak ada nilai proyek ekspansi atau investasi spesifik yang diungkapkan.

### Management / control changes

- Perubahan Direksi: Octavianus Wenas digantikan oleh Yanry Musa sebagai Direktur, efektif sejak RUPSLB 18 Desember 2025.
- Tidak ada perubahan susunan Dewan Komisaris pada tahun 2025.
- Tidak ada perubahan pengendali atau pemegang saham utama yang disebutkan.

### Capital structure

- Modal dasar Rp10.000.000.000.000, modal ditempatkan dan disetor penuh Rp250.000.000.000.
- Jumlah saham beredar 2.500.000.000 lembar (2.500.000 ribu).
- Struktur pemegang saham: Green River Pte Ltd 33,39%, SCB SG S/A Bank J. Safra Sarasin Ltd 26,21%, masyarakat 32,78%, dan SCB SG S/A Bank J. Safra Sarasin Ltd – Clients A/C 7,62%.
- Anak perusahaan GTB International FZE dimiliki 100% oleh GTBO, modal disetor 25.000 Dirham (setara US$8.800 atau Rp83.898.240).

### Listing / regulatory

- Penyampaian Laporan Tahunan 2025 sebagai kewajiban pelaporan kepada Bursa Efek Indonesia dan OJK.
- Tidak ada informasi suspensi, sanksi, atau pelanggaran free float.

### Analytical scenarios

- **Margin laba kotor 2025** [derived_calculation, high]: Margin laba kotor 2025 = -52,04% (rugi bruto / penjualan).
  - Basis: Rugi bruto US$5.209.438 / penjualan US$10.011.092
- **Penurunan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset turun US$6.420.865 atau 11,52% dari US$55.746.234 menjadi US$49.325.368.
  - Basis: Total aset 2025 dan 2024
- **Penyebab kerugian** [analyst_hypothesis, medium]: Kerugian besar kemungkinan disebabkan oleh tidak adanya produksi dan penjualan dari persediaan dengan harga rendah, namun rincian biaya tidak diungkapkan.
  - Basis: Tidak ada produksi, penjualan hanya dari persediaan, dan rugi bruto
  - Assumptions: Biaya produksi tetap atau biaya persediaan tinggi
  - Caveats: Tidak ada rincian biaya operasional
- **Dampak perubahan direksi** [analyst_hypothesis, low]: Penggantian direktur mungkin bertujuan untuk memperbaiki kinerja operasional, tetapi tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan.
  - Basis: Perubahan direksi diumumkan
  - Assumptions: Perubahan dilakukan untuk meningkatkan kinerja
  - Caveats: Tidak ada penjelasan dari manajemen

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik mempengaruhi permintaan dan harga batu bara.
- Perusahaan tidak memproduksi batu bara di 2025, hanya menjual persediaan.
- Kerugian tahun berjalan menyebabkan ketidakmampuan membayar dividen.
- DMO menjadi beban karena penjualan domestik terbatas.
- Belanja modal 2026 bergantung pada kondisi pasar dan kapasitas peralatan.
- Tidak ada informasi mengenai rencana produksi 2026 yang spesifik.

### Items to monitor

- Penurunan penjualan dan kerugian yang memburuk dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap kinerja operasional GTBO.
- Perubahan direksi dapat menjadi sinyal perubahan strategi atau upaya perbaikan kinerja.
- Tidak ada pembagian dividen yang direncanakan, yang dapat mempengaruhi ekspektasi pendapatan investor.
- Ketidakpastian produksi dan belanja modal 2026 dapat mempengaruhi prospek pertumbuhan perusahaan.

---

## HAIS

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) menyampaikan materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat No. 322/HIS-JKT/CORSEC-UM06/IX/2026 tanggal 4 September 2026. Public Expose dijadwalkan pada 9 September 2026 pukul 09:30 WIB secara virtual. Materi paparan (lampiran) memuat kinerja keuangan 6B26: pendapatan Rp372,3 miliar (turun 14,4% YoY), laba bersih Rp18,8 miliar (turun 44,8% YoY), EBITDA Rp96,3 miliar (turun 11,0% YoY), total aset Rp1,58 triliun, liabilitas Rp748,0 miliar, ekuitas Rp831,5 miliar. Perusahaan mengungkapkan proyek Floating Loading Facility (FLF) melalui anak usaha PT Hasnur Multi Sinergi dengan investasi Rp420-500 miliar, progress 75,25% per Juni 2026, target operasi Q1 2027. Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan pengurus, atau perubahan status pencatatan yang diumumkan.

### Material changes

- PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) menyampaikan materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat No. 322/HIS-JKT/CORSEC-UM06/IX/2026 tanggal 4 September 2026.
- Public Expose Tahunan akan diselenggarakan pada Rabu, 9 September 2026, pukul 09:30 WIB, secara virtual melalui Zoom Meeting (link https://bit.ly/PubexHIS2026, Meeting ID 1885 7593 6748, Passcode [disamarkan]).
- Penyampaian materi ini merujuk pada pemberitahuan rencana Public Expose melalui surat No. 304/HIS-JKT/CORSEC-UM06/VIII/2026 tanggal 26 Agustus 2026.
- Penyampaian materi memenuhi ketentuan butir III.3.3.2 Surat Keputusan Direksi BEI No. Kep-00066/BEI/09-2022 tanggal 30 September 2022.
- Surat ditandatangani oleh Rengga Temenggung selaku Sekretaris Perusahaan.
- Kinerja 6B26: pendapatan Rp372.345 juta (turun 14,4% YoY), laba bersih Rp18.810 juta (turun 44,8% YoY), EBITDA Rp96.321 juta (turun 11,0% YoY).
- EBITDA margin 6B26 sebesar 25,9% (naik 1,0 pp YoY); EBITDA margin 2Q26 sebesar 26,0%.
- Volume kargo 6B26 turun 14,3% YoY; utilisasi kapal milik HIS 61%; transhipment 71%; kontribusi group 74%; batu bara 99% dari total kargo.
- Posisi keuangan per Juni 2026: total aset Rp1.579.537 juta, liabilitas Rp747.992 juta, ekuitas Rp831.545 juta.
- Kas dan bank turun dari Rp122.845 juta (2025) menjadi Rp84.315 juta (Jun-26); pinjaman berbunga naik dari Rp519.521 juta (2025) menjadi Rp551.407 juta (Jun-26).
- Proyek Floating Loading Facility (FLF) PT Hasnur Multi Sinergi: kapasitas 30.000 MT/hari, investasi Rp420-500 miliar, progress konstruksi 75,25% per Juni 2026, target commencement of operation Q1 2027.
- PT Hasnur Multi Sinergi adalah perusahaan patungan: PT Hasnur Resources Terminal 55%, PT Multi Guna Maritim 45%.
- Susunan pengurus per Juni 2026: Komisaris Utama Zainal Hadi, Komisaris HAS HB Iwanho, Komisaris Independen Hendra Iskandar Lubis; Direktur Utama Jayanti Sari, Direktur Rahmad Pudjotomo, Direktur Laorentina Devi, Direktur Rickie.
- Perusahaan mengoperasikan 24 set tugboat & barge (12 tongkang 300 ft ±7.500 MT, 10 tongkang 330 ft ±10.000 MT, 1 tongkang 270 ft ±6.000 MT, 1 tongkang CPO 500 kl) dengan 200+ kru.
- Anak usaha PT Hasnur Resources Terminal mengoperasikan dua pelabuhan di Sungai Puting (Kalimantan Selatan) dan Sungai Pendang (Kalimantan Tengah), kapasitas stockpile 260.000 MT, luas area 12,3 Ha.
- Kru TB Hasnur 26 mengevakuasi 71 korban KMP Mutiara Sentosa 2 pada 2-3 Agustus 2026.
- Perusahaan meraih penghargaan Top CSR Awards 2026, PRIA 2026, dan SWA Corporate Secretary Champion 2026.

### Key financial figures

- **Pendapatan 6B26:** 372.345 (6B26 (semester I 2026))
- **Pendapatan 6B25:** 434.860 (6B25 (semester I 2025))
- **Pendapatan 2Q26:** 209.445 (2Q26)
- **Pendapatan 1Q26:** 162.900 (1Q26)
- **Pendapatan 2Q25:** 199.499 (2Q25)
- **Beban pokok 6B26:** 300.689 (6B26)
- **Beban pokok 6B25:** 338.402 (6B25)
- **Laba bruto 6B26:** 71.657 (6B26)
- **Laba bruto 6B25:** 96.459 (6B25)
- **Beban G&A 6B26:** 33.363 (6B26)
- **Beban G&A 6B25:** 44.124 (6B25)
- **Laba operasional 6B26:** 38.293 (6B26)
- **Laba operasional 6B25:** 52.334 (6B25)
- **Laba bersih 6B26:** 18.810 (6B26)
- **Laba bersih 6B25:** 34.095 (6B25)
- **EBITDA 6B26:** 96.321 (6B26)
- **EBITDA 6B25:** 108.275 (6B25)
- **EBITDA 2Q26:** 54.365 (2Q26)
- **EBITDA 2Q25:** 54.095 (2Q25)
- **Kas dan bank:** 84.315 (Jun-26)
- **Kas dan bank:** 122.845 (2025)
- **Pinjaman berbunga:** 551.407 (Jun-26)
- **Pinjaman berbunga:** 519.521 (2025)
- **Total aset:** 1.579.537 (Jun-26)
- **Total liabilitas:** 747.992 (Jun-26)
- **Total ekuitas:** 831.545 (Jun-26)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi seperti dividen, saham bonus, rights issue, atau penggabungan usaha yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Expansion projects

- Proyek Floating Loading Facility (FLF) PT Hasnur Multi Sinergi: kapasitas 30.000 MT/hari, investasi Rp420-500 miliar, progress konstruksi 75,25% per Juni 2026, target commencement of operation Q1 2027.
- Fokus pengembangan usaha pada penambahan armada kapal (disebutkan sebagai strategi, tanpa rincian jumlah atau nilai).

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan pengurus atau pengendali yang diumumkan. Susunan pengurus per Juni 2026: Komisaris Utama Zainal Hadi, Komisaris HAS HB Iwanho, Komisaris Independen Hendra Iskandar Lubis; Direktur Utama Jayanti Sari, Direktur Rahmad Pudjotomo, Direktur Laorentina Devi, Direktur Rickie.

### Capital structure

- PT Hasnur Multi Sinergi (perusahaan patungan): PT Hasnur Resources Terminal 55%, PT Multi Guna Maritim 45%.

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan sesuai ketentuan BEI No. Kep-00066/BEI/09-2022.
- Tidak ada informasi suspensi, delisting, atau perubahan status pencatatan dalam dokumen.

### Analytical scenarios

- **Penurunan laba bersih lebih dalam dari pendapatan** [derived_calculation, high]: Laba bersih 6B26 turun 44,8% YoY, lebih besar daripada penurunan pendapatan 14,4%, menunjukkan tekanan pada margin bersih. Margin bersih turun dari 7,8% (6B25) menjadi 5,1% (6B26).
  - Basis: Pendapatan 6B26 Rp372.345 juta vs 6B25 Rp434.860 juta; Laba bersih 6B26 Rp18.810 juta vs 6B25 Rp34.095 juta
  - Assumptions: Tidak ada item non-operasional signifikan yang disebutkan
- **EBITDA margin membaik meski pendapatan turun** [derived_calculation, high]: EBITDA margin 6B26 naik 1,0 pp menjadi 25,9%, menunjukkan efisiensi biaya operasional. Namun, EBITDA absolut turun 11,0%.
  - Basis: EBITDA 6B26 Rp96.321 juta vs 6B25 Rp108.275 juta; Margin EBITDA 6B26 25,9% vs 6B25 24,9%
  - Assumptions: Perhitungan margin berdasarkan pendapatan
- **Likuiditas menurun, utang meningkat** [derived_calculation, medium]: Kas dan bank turun 31,4% dari Rp122,8 miliar menjadi Rp84,3 miliar, sementara pinjaman berbunga naik 6,1% menjadi Rp551,4 miliar. Ini menunjukkan kebutuhan pendanaan untuk proyek FLF.
  - Basis: Kas dan bank 2025 Rp122.845 juta, Jun-26 Rp84.315 juta; Pinjaman berbunga 2025 Rp519.521 juta, Jun-26 Rp551.407 juta
  - Assumptions: Kenaikan pinjaman terkait pendanaan proyek FLF
  - Caveats: Tidak ada rincian penggunaan pinjaman dalam dokumen
- **Volume kargo turun lebih besar dari pendapatan** [derived_calculation, medium]: Volume kargo turun 14,3% pada 6B26, sementara pendapatan turun 14,4%, hampir sejalan. Ini menunjukkan tarif relatif stabil.
  - Basis: Penyesuaian volume kargo 14,3% (slide 8); Pendapatan 6B26 turun 14,4% YoY
  - Assumptions: Tidak ada perubahan signifikan dalam bauran kargo
  - Caveats: Angka volume tidak diberikan dalam satuan ton
- **Kontribusi group masih dominan** [derived_calculation, medium]: Kontribusi group 74% pada 6B26, turun dari 99% pada periode sebelumnya (dari grafik), menunjukkan diversifikasi pelanggan berjalan.
  - Basis: Slide 8: Kontribusi group 74%; Slide 8: Grafik menunjukkan penurunan dari 99%
  - Assumptions: Angka 99% adalah kontribusi group pada periode sebelumnya (mungkin 6B25)
  - Caveats: Angka 99% tidak eksplisit dalam teks, hanya pada grafik
- **Utilisasi kapal HIS 61%** [derived_calculation, medium]: Utilisasi kapal milik HIS 61% pada 6B26, menunjukkan masih ada ruang peningkatan. Transhipment 71% menunjukkan mayoritas layanan melalui floating facility.
  - Basis: Slide 8: 61% menggunakan kapal milik HIS; Slide 8: 71% transhipment
  - Assumptions: Utilisasi dihitung dari kapasitas tersedia
  - Caveats: Definisi utilisasi tidak dijelaskan
- **Proyek FLF membutuhkan pendanaan besar** [derived_calculation, medium]: Investasi FLF Rp420-500 miliar, sementara kas per Juni 2026 hanya Rp84,3 miliar. Kesenjangan pendanaan kemungkinan ditutup melalui pinjaman atau pendanaan lain.
  - Basis: Investasi FLF Rp420-500 miliar; Kas dan bank Jun-26 Rp84.315 juta
  - Assumptions: Belum ada pendanaan ekuitas baru yang diumumkan
  - Caveats: Tidak ada rincian struktur pendanaan proyek
- **Penurunan aset lain dan liabilitas sewa** [derived_calculation, low]: Aset lain turun dari Rp127,6 miliar menjadi Rp109,3 miliar, liabilitas sewa turun dari Rp24,2 miliar menjadi Rp16,6 miliar, menunjukkan pembayaran kewajiban sewa.
  - Basis: Aset lain 2025 Rp127.554 juta, Jun-26 Rp109.298 juta; Liabilitas sewa 2025 Rp24.210 juta, Jun-26 Rp16.635 juta
  - Assumptions: Penurunan aset lain mungkin terkait amortisasi atau pelepasan
  - Caveats: Tidak ada rincian komponen aset lain

### Risks / uncertainties

- Dinamika pasar sektor pelayaran dan logistik yang menyebabkan penyesuaian volume kargo
- Ketergantungan pada pelanggan group (74% kontribusi)
- Risiko eksekusi proyek FLF (konstruksi, instalasi, commissioning)
- Kebutuhan pendanaan untuk investasi FLF
- Fluktuasi harga komoditas batu bara (99% kargo)
- Risiko operasional terkait keselamatan pelayaran

### Items to monitor

- Kinerja keuangan 6B26 menunjukkan penurunan pendapatan dan laba bersih yang signifikan, yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap prospek jangka pendek.
- Proyek FLF dengan investasi besar (Rp420-500 miliar) dan target operasi Q1 2027 merupakan katalis potensial untuk pertumbuhan pendapatan di masa depan, namun juga membawa risiko eksekusi dan pendanaan.
- Penurunan kas dan peningkatan pinjaman berbunga menunjukkan kebutuhan likuiditas yang meningkat, yang perlu dipantau terkait kemampuan perusahaan mendanai proyek dan kewajiban jangka pendek.

---

## HDFA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) menyampaikan materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat No. 164/LCS/BEI/IX/2026 tanggal 3 September 2026. Pengumuman ini bersifat administratif dan merujuk pada rencana Public Expose yang diumumkan sebelumnya (No. 159/LCD/BEI/VIII/2026 tanggal 24 Agustus 2026). Materi Public Expose yang dilampirkan memuat kinerja 1H 2026 dan target FY 2026, namun tidak mengumumkan aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal. Tidak ada informasi keuangan baru yang material di luar data yang telah dipublikasikan sebelumnya.

### Material changes

- PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) menyampaikan materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat No. 164/LCS/BEI/IX/2026 tanggal 3 September 2026.
- Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary Hanindya Aryoputro (dokumen utama) dan Direktur Utama (lampiran 1).
- Penyampaian materi ini merujuk pada rencana Public Expose yang diumumkan melalui surat No. 159/LCD/BEI/VIII/2026 tanggal 24 Agustus 2026.
- Materi Public Expose 2026 akan diselenggarakan pada 8 September 2026 di Jakarta.
- Kinerja 1H 2026: pembiayaan baru Rp1.642 miliar (turun 4% YoY), piutang pembiayaan Rp2.599 miliar (naik 12% dari Des-25), NPF-Net 2,62% (membaik 68 bps dari 3,30% di 2025), laba bersih Rp1,53 miliar (turun 91% dari Rp16 miliar di 1H 2025), total aset Rp2.993 miliar, liabilitas Rp2.500 miliar, ekuitas Rp493 miliar.
- Target FY 2026: pembiayaan baru Rp4.146 miliar, piutang pembiayaan Rp3.197 miliar, NPF-Net 2,60%, pendapatan Rp445 miliar, beban Rp515 miliar, laba bersih Rp2 miliar, aset Rp3.627 miliar, liabilitas Rp2.898 miliar, ekuitas Rp799 miliar.
- Komposisi pemegang saham per 2026: Rubicon Investments Holding Pte Ltd 55,2%, PT Tiara Marga Trakindo 37,2%, publik 7,6%.
- Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Key financial figures

- **Pembiayaan Baru:** 1.642 (1H 2026 (aktual, dalam miliar Rp))
- **Pertumbuhan Pembiayaan Baru YoY:** -4% (1H 2026 vs 1H 2025)
- **Piutang Pembiayaan:** 2.599 (Jun-26 (aktual, dalam miliar Rp))
- **Pertumbuhan Piutang Pembiayaan:** +12% (Jun-26 vs Des-25)
- **NPF-Net:** 2,62% (Jun-26 (aktual))
- **Pendapatan:** 200 (1H 2026 (aktual, dalam miliar Rp))
- **Beban Operasional:** 199 (1H 2026 (aktual, dalam miliar Rp))
- **Laba Bersih:** 1,53 (1H 2026 (aktual, dalam miliar Rp))
- **Total Aset:** 2.993 (1H 2026 (aktual, dalam miliar Rp))
- **Total Liabilitas:** 2.500 (1H 2026 (aktual, dalam miliar Rp))
- **Total Ekuitas:** 493 (1H 2026 (aktual, dalam miliar Rp))
- **Target Pembiayaan Baru FY 2026:** 4.146 (FY 2026 (target/proyeksi, dalam miliar Rp))
- **Target Piutang Pembiayaan FY 2026:** 3.197 (FY 2026 (target/proyeksi, dalam miliar Rp))
- **Target NPF-Net FY 2026:** 2,60% (FY 2026 (target/proyeksi))
- **Target Pendapatan FY 2026:** 445 (FY 2026 (target/proyeksi, dalam miliar Rp))
- **Target Beban FY 2026:** 515 (FY 2026 (target/proyeksi, dalam miliar Rp))
- **Target Laba Bersih FY 2026:** 2 (FY 2026 (target/proyeksi, dalam miliar Rp))
- **Target Total Aset FY 2026:** 3.627 (FY 2026 (target/proyeksi, dalam miliar Rp))
- **Target Total Liabilitas FY 2026:** 2.898 (FY 2026 (target/proyeksi, dalam miliar Rp))
- **Target Total Ekuitas FY 2026:** 799 (FY 2026 (target/proyeksi, dalam miliar Rp))

### Capital structure

- Komposisi pemegang saham per 2026: Rubicon Investments Holding Pte Ltd 55,2%, PT Tiara Marga Trakindo 37,2%, publik 7,6%.
- Pada 2021, RUPSLB menyetujui PMTHMETD maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor; 445.473.000 saham baru diterbitkan pada 26 November 2021.

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia sebagai kewajiban informasi.
- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Realisasi 1H 2026 terhadap target FY 2026** [derived_calculation, medium]: Realisasi 1H 2026 dibandingkan target FY 2026: pembiayaan baru tercapai 39,6% (1.642/4.146), piutang pembiayaan 81,3% (2.599/3.197), pendapatan 44,9% (200/445), laba bersih 76,5% (1,53/2). Target FY 2026 adalah proyeksi manajemen, bukan komitmen.
  - Basis: Angka realisasi 1H 2026 dan target FY 2026 dari materi Public Expose (lampiran 2).
  - Assumptions: Target FY 2026 adalah proyeksi manajemen, bukan komitmen.
  - Caveats: Angka 1H 2025 tidak eksplisit, hanya tren persentase.
- **Rasio liabilitas terhadap aset** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap aset per 1H 2026 adalah 2.500/2.993 = 83,5%, menunjukkan leverage yang tinggi.
  - Basis: Total liabilitas Rp2.500 miliar dan total aset Rp2.993 miliar dari slide 16.
- **Penurunan laba bersih** [derived_calculation, medium]: Laba bersih 1H 2026 Rp1,53 miliar turun 91% dari Rp16 miliar di 1H 2025. Penurunan ini terjadi meskipun pendapatan naik 8% (dari Rp387 miliar ke Rp200 miliar? Perlu verifikasi karena angka 1H 2025 tidak eksplisit). Beban operasional naik signifikan, dari Rp255 miliar (1H 2025) menjadi Rp199 miliar? Angka 1H 2025 tidak eksplisit, hanya tren +33%.
  - Basis: Laba bersih 1H 2026 Rp1,53 miliar vs 1H 2025 Rp16 miliar (dari slide 15); Pendapatan 1H 2026 Rp200 miliar, beban Rp199 miliar (slide 14)
  - Assumptions: Angka 1H 2025 dihitung dari tren yang ditampilkan, tetapi tidak eksplisit.
  - Caveats: Angka 1H 2025 tidak eksplisit dalam dokumen, hanya tren persentase.
- **Komposisi produk** [derived_calculation, high]: Komposisi pembiayaan baru dan piutang menunjukkan Factoring mendominasi (54,88%), diikuti ABF (34,15%) dan FMU (10,98%). Ini menunjukkan fokus pada pembiayaan berbasis aset dan modal kerja.
  - Basis: Slide 13
  - Assumptions: Komposisi yang sama digunakan untuk pembiayaan baru dan piutang.
- **Perubahan NPF-Net** [derived_calculation, high]: NPF-Net membaik dari 3,30% (2025) menjadi 2,62% (Jun-26), penurunan 68 bps. Ini menunjukkan perbaikan kualitas aset.
  - Basis: Slide 13
- **Pertumbuhan aset dan liabilitas** [derived_calculation, medium]: Total aset naik 6% dari Rp2,82 triliun (2025) menjadi Rp2,99 triliun (1H26), sementara liabilitas naik 11% dari Rp2,62 triliun menjadi Rp2,50 triliun? Perlu verifikasi karena angka 2025 tidak eksplisit. Ekuitas turun 7% dari Rp573 miliar (2025) menjadi Rp493 miliar.
  - Basis: Slide 16
  - Assumptions: Angka 2025 diambil dari tren yang ditampilkan.
  - Caveats: Angka 2025 tidak eksplisit, hanya tren.
- **Pendapatan per produk** [derived_calculation, medium]: Pendapatan per produk FY 2025: Factoring Rp2,29 triliun, ABF Rp1,96 triliun, FMU Rp0,78 triliun. Total Rp5,03 triliun. Untuk 1H 2026: Factoring Rp0,9 triliun, ABF Rp0,56 triliun, FMU Rp0,18 triliun. Total Rp1,64 triliun.
  - Basis: Slide 13
  - Assumptions: Angka pendapatan per produk adalah pembiayaan baru, bukan pendapatan riil.
  - Caveats: Label 'pendapatan' mungkin keliru, seharusnya pembiayaan baru.
- **Target pertumbuhan FY 2026** [derived_calculation, medium]: Target FY 2026 menunjukkan pertumbuhan signifikan: pembiayaan baru naik 42% dari 2025 (2.871 menjadi 4.146), piutang naik 35% (2.970 menjadi 3.197), pendapatan naik 33% (386 menjadi 515), laba bersih naik 25% (2 menjadi 2? Perlu verifikasi).
  - Basis: Slide 13-16
  - Assumptions: Angka 2025 diambil dari tren.
  - Caveats: Target FY 2026 adalah proyeksi, bukan komitmen.

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi strategi 2026, termasuk pencapaian target pertumbuhan yang agresif.
- Risiko kualitas aset (NPF) meskipun membaik, tetap perlu dijaga.
- Risiko leverage yang tinggi (rasio liabilitas terhadap aset 83,5%).
- Risiko ketergantungan pada sektor komoditas (batubara, CPO, nikel) yang tercermin dalam data makro.
- Risiko fluktuasi suku bunga dan nilai tukar yang tidak disebutkan secara eksplisit.

### Items to monitor

- Kinerja 1H 2026 menunjukkan penurunan laba bersih yang signifikan (91% YoY), meskipun pendapatan dan piutang tumbuh.
- Target FY 2026 yang agresif (pembiayaan baru Rp4.146 miliar) memerlukan eksekusi yang kuat pada 2H 2026.
- Komposisi pemegang saham dengan publik hanya 7,6% dapat mempengaruhi likuiditas saham.
- Leverage yang tinggi (83,5%) dapat meningkatkan sensitivitas terhadap perubahan suku bunga.

---

## HEXA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat prosedural dan rutin, tanpa aksi korporasi material. Pertama, pada 2 September 2026, emiten mengumumkan rencana Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025, yang akan diselenggarakan secara virtual pada 17 September 2026. Kedua, pada 4 September 2026, emiten menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026, yang menunjukkan tidak ada perubahan pada jumlah saham beredar (840.000.000 saham), struktur pemegang saham utama, kepemilikan direksi/komisaris, atau free float. Satu-satunya perubahan adalah peningkatan jumlah pemegang saham dari 16.087 menjadi 16.716, terutama dari penambahan pemegang saham scripless. Tidak ada pengumuman terkait aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus/pengendali, atau perubahan struktur modal. Kedua pengumuman ini tidak memuat data keuangan atau informasi material lainnya.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material dalam struktur kepemilikan saham utama, kepemilikan direksi/komisaris, atau jumlah saham beredar.
- Jumlah pemegang saham meningkat dari 16.087 menjadi 16.716 (bertambah 629), terutama dari penambahan pemegang saham scripless (dari 16.062 menjadi 16.693).
- Tidak ada perubahan pada pemegang saham pengendali atau susunan direksi/komisaris.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai pemenuhan Peraturan BEI No. I-E dan Surat Edaran BEI No. SE-0003/BEI/05-2020.

### Analytical scenarios

- **Rencana Public Expose Tahunan** [explicit_fact, high]: HEXA mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025, akan diselenggarakan secara virtual melalui Microsoft Teams pada 17 September 2026 pukul 14.00-15.00 WIB. Pendaftaran wajib melalui email dengan batas akhir 16 September 2026 pukul 12.00 WIB. Acara dihadiri minimal satu orang Direksi.
  - Basis: Pengumuman 20260902170036-044/HEXA/9034/IX/2026_id-id
- **Struktur kepemilikan saham per 31 Agustus 2026** [explicit_fact, high]: Jumlah saham beredar tetap 840.000.000 saham. Pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih: Hitachi Construction Machinery Co., Ltd (408.180.000 saham, 48,59%), Itochu Corporation (210.400.000 saham, 25,05%), dan Hitachi Construction Machinery Asia and Pasific Pte Ltd (42.620.000 saham, 5,07%). Total 661.200.000 saham (78,71%). Kepemilikan direksi/komisaris seluruhnya 0 saham. Kepemilikan masyarakat (di bawah 5%) tetap 178.800.000 saham (21,29%).
  - Basis: Pengumuman 20260904153703-043/HEXA/9034/IX/2026_id-id
- **Perubahan jumlah pemegang saham** [derived_calculation, high]: Jumlah pemegang saham meningkat dari 16.087 menjadi 16.716, bertambah 629 pemegang saham. Rincian: scrip berkurang 2 (dari 25 menjadi 23), scripless bertambah 631 (dari 16.062 menjadi 16.693). Perhitungan: 16.716 - 16.087 = 629; 16.693 - 16.062 = 631; 23 - 25 = -2.
  - Basis: Pengumuman 20260904153703-043/HEXA/9034/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Angka yang digunakan adalah angka yang tercantum dalam laporan bulanan.
  - Caveats: Perhitungan didasarkan pada data yang diekstraksi dari laporan; kemungkinan kesalahan pembacaan kecil.
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Tahunan biasanya bertujuan untuk memaparkan kinerja keuangan dan operasional tahun buku 2025 kepada investor dan pemangku kepentingan. Namun, dokumen tidak menyediakan data kinerja, sehingga tidak ada informasi yang dapat dianalisis lebih lanjut.
  - Basis: Agenda resmi menyebut 'Paparan Kinerja Perseroan tahun buku 2025'
  - Assumptions: Public Expose umumnya menyajikan laporan kinerja tahunan
  - Caveats: Tidak ada data pendukung dalam dokumen
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, low]: Penyelenggaraan Public Expose ini merupakan langkah kepatuhan terhadap regulasi BEI, namun tidak ada indikasi pelanggaran atau sanksi.
  - Basis: Surat menyebut dasar peraturan BEI No. I-E dan SE-0003/BEI/05-2020
  - Assumptions: Tidak ada isu kepatuhan lain yang disebutkan
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan tentang status kepatuhan

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari laporan bulanan registrasi pemegang efek; tidak ada perubahan struktur kepemilikan atau indikasi perubahan pengendalian.
- Tidak ada informasi tentang aksi korporasi, capex, atau perubahan struktur modal dalam pengumuman.

### Items to monitor

- Materi Public Expose yang akan disampaikan paling lambat 3 hari bursa sebelum penyelenggaraan (sekitar 14 September 2026), yang mungkin memuat data kinerja tahun buku 2025.
- Pelaksanaan Public Expose pada 17 September 2026 dan potensi pengumuman terkait kinerja atau strategi.
- Perubahan jumlah pemegang saham scripless yang meningkat signifikan (631) - pantau apakah tren ini berlanjut pada laporan bulanan berikutnya.
- Kemungkinan pengumuman lain terkait aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang tidak muncul dalam periode ini.

---

## HKMU

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026. Laporan menunjukkan tidak ada perubahan jumlah saham beredar, komposisi kepemilikan, atau struktur pemegang saham dibandingkan bulan sebelumnya. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Material changes

- Jumlah saham beredar per 31 Agustus 2026: 3.221.750.000 saham, sama dengan bulan sebelumnya.
- Seluruh saham (100%) tercatat dalam bentuk scripless (non-warkat); tidak ada saham warkat.
- Tidak ada saham treasuri yang dilaporkan (0 saham).
- Kepemilikan saham oleh publik (free float) tercatat 0% dari total saham, dengan jumlah saham free float 0.
- Tidak ada perubahan jumlah saham, persentase kepemilikan, atau struktur pemegang saham antara bulan berjalan dan bulan sebelumnya.
- Laporan ditandatangani oleh Girindra Wirawan Pratama, Corporate Secretary PT HK Metals Utama Tbk, pada 3 September 2026.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan; jumlah saham beredar tetap 3.221.750.000 saham.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan; laporan bersifat rutin dan tidak menunjukkan perubahan signifikan pada struktur pemegang saham.

---

## IDPR

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) menerbitkan dua pengumuman terkait Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Agustus 2026. Pengumuman pertama (20260902120907-91/DIR-IDPR/IX/2026) disampaikan pada 2 September, diikuti koreksi administratif pada 3 September (20260903085719-91a/DIR-IDPR/IX/2026). Tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan, modal, atau aksi korporasi. Struktur kepemilikan tetap terkonsentrasi: satu pemegang saham (pengendali) memiliki 86,263% saham, direksi/komisaris 2,776%, dan free float 9,26%. Jumlah pemegang saham tercatat di KSEI tidak berubah (2.748 pihak). Pentingnya secara korporasi terletak pada kepatuhan terhadap aturan bursa terkait free float dan potensi insentif pajak, meskipun tidak ada perubahan fundamental.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan, modal, atau aksi korporasi selama periode ini.
- Koreksi administratif atas laporan bulanan, dengan perubahan nomor surat dari 91 menjadi 91a, tanpa perubahan data material.

### Key financial figures

- **modal_dasar:** 6.800.000.000 (Agustus 2026)
- **modal_disetor:** 2.003.000.000 (Agustus 2026)
- **saham_treasuri:** 0 (Agustus 2026)
- **jumlah_pemegang_saham_ksei:** 2.748 (31 Agustus 2026)
- **jumlah_pemegang_saham_lebih_atau_sama_5_persen:** 1 (Agustus 2026)
- **jumlah_saham_kepemilikan_lebih_atau_sama_5_persen:** 1.727.847.606 (Agustus 2026)
- **persentase_kepemilikan_lebih_atau_sama_5_persen:** 86.26% (Agustus 2026)
- **jumlah_pemegang_saham_kurang_5_persen:** 2.651 (Agustus 2026)
- **jumlah_saham_kepemilikan_kurang_5_persen:** 275.152.394 (Agustus 2026)
- **persentase_kepemilikan_kurang_5_persen:** 13.74% (Agustus 2026)
- **free_float:** 9.26% (Agustus 2026)
- **kepemilikan_direksi_komisaris:** 2.776% (31 Agustus 2026)

### Capital structure

- Modal dasar 6,8 miliar saham, modal disetor 2,003 miliar saham, tidak ada saham treasuri.
- Konsentrasi kepemilikan tinggi: satu pemegang saham (pengendali) menguasai 86,263%.
- Kepemilikan publik (<5%) hanya 13,74%, di bawah syarat 40% untuk penurunan tarif pajak.
- Free float 9,26% (185.476.400 lembar) berdasarkan laporan.
- Tidak ada perubahan struktur kepemilikan sepanjang Januari–Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Laporan bulanan disampaikan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia.
- Laporan ini terkait syarat penurunan tarif PPh sesuai PP 30/2020 dan PP 29/2020.
- Syarat 183 hari kalender dalam 1 tahun pajak belum diverifikasi dari laporan ini.
- Laporan ini adalah koreksi atas laporan bulanan sebelumnya, nomor surat 91/DIR-IDPR/IX/2026 dan 91a/DIR-IDPR/IX/2026.
- Catatan: kepemilikan pemegang saham utama/pengendali belum diperhitungkan sesuai PMK 123/PMK.03/2020.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan** [explicit_fact, high]: Kepemilikan pengendali sebesar 86,263% dan free float 9,26% menunjukkan konsentrasi kepemilikan yang tinggi, namun tidak ada perubahan dari bulan sebelumnya.
  - Basis: Angka kepemilikan pengendali dan free float pada halaman 2 dan 6.
- **Total saham non-pengendali** [derived_calculation, high]: Total saham non-pengendali (di luar pengendali) adalah 275.152.394 lembar (2.003.000.000 - 1.727.847.606), yang mencakup direksi/komisaris, free float, dan lainnya.
  - Basis: Total saham 2.003.000.000 dan saham pengendali 1.727.847.606.
  - Assumptions: Saham non-pengendali dihitung sebagai selisih total saham dengan saham pengendali.
- **Jumlah saham free float** [derived_calculation, high]: Jumlah saham free float diperkirakan sekitar 185.476.400 lembar (9,26% dari 2.003.000.000), sesuai dengan angka yang tertera pada halaman 6.
  - Basis: Persentase free float 9,26% dan total saham 2.003.000.000.
  - Assumptions: Free float dihitung sebagai persentase dari total saham.
- **Persentase kepemilikan <5%** [derived_calculation, high]: Persentase kepemilikan <5% dihitung dari 275.152.394 / 2.003.000.000 = 13,74%, sesuai angka laporan. Ini jauh di bawah syarat 40% untuk penurunan tarif pajak.
  - Basis: 275.152.394 saham; 2.003.000.000 saham
- **Jumlah pemegang saham <5%** [derived_calculation, high]: Jumlah pemegang saham <5% adalah 2.651 pihak, melebihi syarat minimum 300 pihak. Namun, syarat persentase tidak terpenuhi.
  - Basis: 2.651 pemegang saham; syarat 300 pihak
- **Koreksi laporan** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi atas laporan bulanan sebelumnya mungkin terkait dengan perbaikan data klasifikasi investor atau rincian kepemilikan, namun tidak ada detail spesifik yang diungkapkan.
  - Basis: Dokumen menyebut 'KOREKSI' pada halaman 1 dan 9.
  - Assumptions: Koreksi bersifat administratif atau penyempurnaan data.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan koreksi.
- **Implikasi pajak** [analyst_hypothesis, medium]: Karena persentase kepemilikan <5% hanya 13,74%, IDPR kemungkinan tidak memenuhi syarat penurunan tarif pajak penghasilan sesuai PP 30/2020, kecuali ada faktor lain yang tidak tercantum.
  - Basis: persentase 13,74%; syarat 40%
  - Assumptions: Tidak ada pengecualian lain yang berlaku
  - Caveats: Laporan belum memperhitungkan kepemilikan pemegang saham utama/pengendali

### Risks / uncertainties

- Free float 9,26% perlu dipantau kepatuhannya terhadap aturan BEI.
- Konsentrasi kepemilikan sangat tinggi (86,26% pada satu pemegang saham) dapat mempengaruhi likuiditas perdagangan.
- Kepatuhan terhadap syarat free float 40% tidak terpenuhi berdasarkan data ini, berpotensi mempengaruhi insentif pajak.
- Laporan belum memperhitungkan kepemilikan pemegang saham utama/pengendali, sehingga data bisa berubah.
- Angka jumlah pemegang saham 51.303.509 pada dokumen utama tampak tidak wajar, perlu verifikasi.

### Items to monitor

- Verifikasi pemenuhan syarat 183 hari kalender dalam 1 tahun pajak untuk penurunan tarif PPh.
- Pemantauan kepatuhan free float terhadap aturan BEI (minimum 7,5% dan jumlah pemegang saham).
- Identitas pemegang saham pengendali (86,263%) dan potensi perubahan kepemilikan.
- Alasan koreksi laporan bulanan dan akurasi data sebelumnya.
- Perubahan jumlah pemegang saham KSEI (2.748) pada bulan berikutnya.

---

## IMJS

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) menerbitkan dua pengumuman: (1) laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Agustus 2026 yang menunjukkan struktur kepemilikan stabil tanpa perubahan material, dan (2) pendirian anak perusahaan baru PT Indomobil Global Ventura (IGV) sebagai instrumen investasi strategis untuk mendukung ekosistem bisnis Salim Group. Tidak ada perubahan signifikan pada pengendali, direksi, struktur modal, atau free float. Pendirian IGV menandai langkah ekspansi korporasi yang berpotensi memperkuat posisi IMJS sebagai holding, meskipun nilai investasi dan sumber dana tidak diungkapkan.

### Material changes

- Pendirian anak perusahaan baru PT Indomobil Global Ventura (IGV) dengan kepemilikan IMJS 99,998%.
- Tidak ada perubahan pada struktur kepemilikan, pengendali, direksi, atau free float IMJS.

### Key financial figures

- **Total saham beredar IMJS:** 10.849.262.500 saham (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan pengendali (PT Indomobil Sukses Internasional Tbk):** 91,97% (9.978.217.076 saham) (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan afiliasi pengendali:** 8,03% (871.037.924 saham) (31 Agustus 2026)
- **Free float:** 8,03% (871.037.924 saham) (31 Agustus 2026)
- **Treasury stock:** 0 saham (31 Agustus 2026)
- **Jumlah pemegang efek:** 12.326 (31 Agustus 2026)
- **Komposisi pemilik efek - Pemodal Nasional:** 99,758% (10.822.957.614 saham) (31 Agustus 2026)
- **Komposisi pemilik efek - Pemodal Asing:** 0,242% (26.304.886 saham) (31 Agustus 2026)
- **Jumlah saham IGV dimiliki IMJS:** 49.999 lembar (99,998%) (31 Agustus 2026)
- **Jumlah saham IGV dimiliki PT IMG Sejahtera Langgeng:** 1 lembar (0,002%) (31 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Pendirian anak perusahaan baru PT Indomobil Global Ventura (IGV) sebagai instrumen investasi strategis.

### Expansion projects

- Pendirian IGV untuk memperluas ekosistem bisnis Salim Group, dengan fokus pada pembiayaan rantai pasok.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pada direksi atau komisaris yang teridentifikasi.
- Tidak ada perubahan pada pemegang saham pengendali (PT Indomobil Sukses Internasional Tbk).

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar IMJS (tetap 10.849.262.500 saham).
- Tidak ada perubahan treasury stock (tetap 0 saham).
- Tidak ada perubahan free float (tetap 8,03%).
- Komposisi kepemilikan IGV: IMJS 49.999 lembar (99,998%) dan PT IMG Sejahtera Langgeng 1 lembar (0,002%).

### Listing / regulatory

- Pengesahan pendirian IGV oleh Menteri Hukum RI melalui Keputusan No. AHU-0069832.AH.01.01.Tahun 2026 tanggal 31 Agustus 2026.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan IMJS stabil** [explicit_fact, high]: Laporan bulanan menunjukkan tidak ada perubahan material pada kepemilikan pengendali, afiliasi, free float, atau jumlah saham beredar.
  - Basis: Laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Agustus 2026
- **Pendirian IGV** [explicit_fact, high]: IMJS mendirikan anak perusahaan baru IGV dengan kepemilikan 99,998% (49.999 lembar) dan PT IMG Sejahtera Langgeng 0,002% (1 lembar).
  - Basis: Pengumuman pendirian anak perusahaan baru
- **Total saham IGV** [derived_calculation, high]: Total saham IGV adalah 50.000 lembar, dihitung dari penjumlahan saham IMJS (49.999) dan PT IMG Sejahtera Langgeng (1).
  - Basis: Jumlah saham IMJS: 49.999; Jumlah saham PT IMG Sejahtera Langgeng: 1
  - Assumptions: Tidak ada saham lain selain yang disebutkan dalam dokumen.
- **Persentase kepemilikan IMJS di IGV** [derived_calculation, high]: Kepemilikan IMJS di IGV adalah 99,998%, dihitung dari 49.999 / 50.000 x 100%.
  - Basis: Jumlah saham IMJS: 49.999; Total saham IGV: 50.000
  - Assumptions: Total saham IGV adalah 50.000 lembar.
- **Perhitungan free float** [derived_calculation, low]: Free float dihitung sebagai 100% - kepemilikan pengendali (91,97%) - kepemilikan afiliasi pengendali (8,03%) = 0%. Namun, laporan menyatakan free float 8,03% (871.037.924 saham). Ini menunjukkan bahwa definisi free float yang digunakan mungkin berbeda, atau terdapat inkonsistensi dalam penyajian. Angka 8,03% yang sama dengan kepemilikan afiliasi pengendali menunjukkan kemungkinan bahwa free float dihitung sebagai saham yang tidak dimiliki oleh pengendali dan afiliasinya, tetapi definisi ini tidak jelas dari bukti yang ada.
  - Basis: Laporan menyatakan kepemilikan pengendali 91,97% dan afiliasi pengendali 8,03%.; Laporan menyatakan free float 8,03%.
  - Assumptions: Definisi free float mengikuti Peraturan Bursa V.2, tetapi perhitungannya tidak dijelaskan secara rinci.
  - Caveats: Angka free float yang sama dengan kepemilikan afiliasi pengendali mungkin merupakan kebetulan atau kesalahan penyajian.; Perhitungan ini hanya berdasarkan angka yang tersedia, bukan interpretasi resmi.
- **Potensi pendanaan rantai pasok** [analyst_hypothesis, medium]: IGV diharapkan mendanai Perusahaan Pasangan Usaha dalam rantai pasok holding, yang dapat meningkatkan integrasi vertikal dan efisiensi operasional IMJS.
  - Basis: Pernyataan emiten bahwa IGV diharapkan mampu mendanai Perusahaan Pasangan Usaha dalam rantai pasok holding.
  - Assumptions: Pendanaan akan diberikan kepada entitas dalam grup Salim Group.
  - Caveats: Belum ada rincian nilai atau mekanisme pendanaan yang diungkapkan.
- **Potensi transaksi afiliasi** [analyst_hypothesis, low]: Pendanaan oleh IGV kepada Perusahaan Pasangan Usaha dalam rantai pasok holding berpotensi menimbulkan transaksi afiliasi di masa depan, yang memerlukan kepatuhan terhadap peraturan terkait.
  - Basis: Kegiatan usaha IGV melibatkan pembiayaan kepada pasangan usaha; Keterkaitan dengan grup usaha Salim
  - Assumptions: Transaksi akan terjadi antara IGV dan pihak terkait
  - Caveats: Belum ada transaksi spesifik yang diumumkan.

### Risks / uncertainties

- Nilai modal dasar dan modal disetor IGV tidak diungkapkan.
- Sumber dana untuk penyertaan IMJS di IGV tidak disebutkan.
- Rincian kegiatan usaha IGV lebih lanjut tidak dijelaskan.
- Dampak kuantitatif terhadap laporan keuangan IMJS tidak disediakan.
- Definisi free float dan perhitungannya tidak dijelaskan secara rinci dalam bukti.

### Items to monitor

- Nilai investasi, modal dasar, dan modal disetor IGV.
- Sumber dana pendirian IGV.
- Rincian kegiatan usaha IGV dan potensi transaksi afiliasi.
- Dampak pendirian IGV terhadap laporan keuangan IMJS.
- Perubahan struktur kepemilikan atau free float di bulan-bulan berikutnya.

---

## INCF

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) menyampaikan Laporan Keuangan Tahunan untuk tahun buku 2025 melalui IDX. Laporan diaudit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian dan satu Hal Audit Utama oleh KAP Suganda Akna Suhri Rekan. Kinerja keuangan menurun signifikan: pendapatan turun 29,9% menjadi Rp128,97 miliar, laba bruto turun menjadi Rp26,82 miliar, dan perusahaan membukukan rugi bersih Rp251,03 juta (sebelumnya laba Rp1,32 miliar). Total aset turun menjadi Rp411,80 miliar, kas menurun menjadi Rp3,54 miliar, sementara utang bank jangka pendek naik menjadi Rp219,99 miliar. Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan dalam laporan.

### Material changes

- PT Indo Komoditi Korpora Tbk menyampaikan laporan keuangan tahunan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025, diaudit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian dan satu Hal Audit Utama.
- Perusahaan tercatat di papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia.
- Total aset per 31 Desember 2025 adalah Rp411.800.594.934, menurun dari Rp437.702.018.879 pada 2024.
- Kas dan setara kas per 31 Desember 2025 adalah Rp3.540.174.471, menurun dari Rp6.309.414.990 pada 2024.
- Pendapatan usaha tahun 2025 sebesar Rp128.971.931.600, turun dari Rp183.904.880.000 pada 2024.
- Rugi bersih tahun 2025 sebesar Rp251.027.879, berbalik dari laba Rp1.316.173.164 pada 2024.
- Utang bank jangka pendek per 31 Desember 2025 adalah Rp219.998.598.347, meningkat dari Rp216.635.848.002 pada 2024.
- Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun atas utang bank per 31 Desember 2025 adalah Rp33.346.485.690, menurun dari Rp52.716.435.185 pada 2024.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi tahun 2025 sebesar Rp13.237.958.631, turun dari Rp13.814.493.405 pada 2024.
- Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan tahun 2025 negatif Rp16.007.199.150, membaik dari negatif Rp16.300.246.455 pada 2024.
- Penerimaan pinjaman bank tahun 2025 sebesar Rp45.651.154.347, naik dari Rp3.391.814.855 pada 2024; pembayaran pinjaman bank tahun 2025 sebesar Rp61.658.353.497, naik dari Rp17.097.222.222 pada 2024.
- Persediaan dijadikan sebagai jaminan atas pinjaman yang dimiliki Grup dari PT Bank Central Asia Tbk (Catatan 12).
- Utang bank jangka panjang kotor per 31 Desember 2025 sebesar Rp33.346.485.690, seluruhnya dalam mata uang IDR, dari Bank Central Asia Tbk.
- Nilai buku aset tetap per 31 Desember 2025 adalah Rp113.439.280.016, turun dari Rp115.067.957.847 pada 2024.
- Persediaan neto per 31 Desember 2025 adalah Rp84.133.375.360, naik dari Rp80.782.960.056 pada 2024.
- Total liabilitas per 31 Desember 2025 sebesar Rp262.120.982.902, turun dari Rp289.073.984.230 pada 2024.
- Total ekuitas per 31 Desember 2025 sebesar Rp149.679.612.032, naik dari Rp148.628.034.649 pada 2024.
- Saham biasa dan tambahan modal disetor tidak berubah: masing-masing Rp168.367.416.900 dan Rp21.887.036.000.
- Saldo laba belum ditentukan penggunaannya menjadi defisit Rp41.771.559.642 pada 2025, membaik dari defisit Rp42.808.450.400 pada 2024.
- Laba per saham dasar tahun 2025 adalah rugi Rp0,18, berbalik dari laba Rp0,92 pada 2024.
- Berdasarkan akta No. 57 tanggal 9 November 2017, anak perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk.
- Manajemen Perusahaan menyatakan tidak ada situasi atau keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap.

### Key financial figures

- **Total Aset:** 411800594934 (2025-12-31)
- **Total Aset:** 437702018879 (2024-12-31)
- **Kas dan Setara Kas:** 3540174471 (2025-12-31)
- **Kas dan Setara Kas:** 6309414990 (2024-12-31)
- **Pendapatan Usaha:** 128971931600 (2025-01-01/2025-12-31)
- **Pendapatan Usaha:** 183904880000 (2024-01-01/2024-12-31)
- **Laba Bruto:** 26824695334 (2025-01-01/2025-12-31)
- **Laba Bruto:** 33986480872 (2024-01-01/2024-12-31)
- **Rugi Bersih:** -251027879 (2025-01-01/2025-12-31)
- **Laba Bersih:** 1316173164 (2024-01-01/2024-12-31)
- **Utang Bank Jangka Pendek:** 219998598347 (2025-12-31)
- **Utang Bank Jangka Pendek:** 216635848002 (2024-12-31)
- **Liabilitas Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu Tahun atas Utang Bank:** 33346485690 (2025-12-31)
- **Liabilitas Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu Tahun atas Utang Bank:** 52716435185 (2024-12-31)
- **Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi:** 13237958631 (2025-01-01/2025-12-31)
- **Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi:** 13814493405 (2024-01-01/2024-12-31)
- **Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan:** -16007199150 (2025-01-01/2025-12-31)
- **Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan:** -16300246455 (2024-01-01/2024-12-31)
- **Penerimaan Pinjaman Bank:** 45651154347 (2025-01-01/2025-12-31)
- **Pembayaran Pinjaman Bank:** -61658353497 (2025-01-01/2025-12-31)
- **Nilai Buku Aset Tetap:** 113439280016 (2025-12-31)
- **Nilai Buku Aset Tetap:** 115067957847 (2024-12-31)
- **Persediaan Neto:** 84133375360 (2025-12-31)
- **Persediaan Neto:** 80782960056 (2024-12-31)
- **Total Liabilitas:** 262120982902 (2025-12-31)
- **Total Liabilitas:** 289073984230 (2024-12-31)
- **Total Ekuitas:** 149679612032 (2025-12-31)
- **Total Ekuitas:** 148628034649 (2024-12-31)
- **Beban Bunga dan Keuangan:** 22686467840 (2025-01-01/2025-12-31)
- **Beban Bunga dan Keuangan:** 24776435146 (2024-01-01/2024-12-31)
- **Penerimaan dari Pelanggan:** 153663161792 (2025-01-01/2025-12-31)
- **Pembayaran kepada Pemasok:** -117699299767 (2025-01-01/2025-12-31)
- **Utang Bank Jangka Panjang Kotor:** 33346485690 (2025-12-31)
- **Utang Bank Jangka Panjang Kotor:** 52716435185 (2024-12-31)
- **Piutang Usaha Pihak Ketiga:** 72418009040 (2025-12-31)
- **Piutang Usaha Pihak Ketiga:** 97154648965 (2024-12-31)
- **Beban Pokok Penjualan:** 102147236266 (2025-01-01/2025-12-31)
- **Beban Pokok Penjualan:** 149918399128 (2024-01-01/2024-12-31)

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap tahun 2025 sebesar Rp1.628.677.831, terutama pada bangunan dan mesin, tanpa pengurangan atau reklasifikasi.

### Capital structure

- Saham biasa: Rp168.367.416.900 (tidak berubah antara 2025 dan 2024)
- Tambahan modal disetor: Rp21.887.036.000 (tidak berubah)
- Saldo laba belum ditentukan penggunaannya: -Rp41.771.559.642 (2025) vs -Rp42.808.450.400 (2024)
- Kepentingan non-pengendali: Rp1.196.718.774 (2025) vs Rp1.182.032.149 (2024)

### Listing / regulatory

- Perusahaan tercatat di papan Pemantauan Khusus (Watchlist) Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Penurunan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset menurun dari Rp437,70 miliar menjadi Rp411,80 miliar, penurunan sekitar Rp25,90 miliar atau 5,9%.
  - Basis: Angka total aset pada laporan posisi keuangan.
- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan turun sebesar Rp54,93 miliar (183,90 - 128,97) atau sekitar 29,9% dari tahun sebelumnya.
  - Basis: Pendapatan 2025: Rp128.971.931.600; Pendapatan 2024: Rp183.904.880.000
- **Rugi bersih** [derived_calculation, high]: Perusahaan membukukan rugi bersih Rp251,03 juta, berbalik dari laba Rp1,32 miliar pada 2024, penurunan laba sebesar Rp1,57 miliar.
  - Basis: Rugi 2025: Rp251.027.879; Laba 2024: Rp1.316.173.164
- **Penurunan utang bank jangka panjang** [derived_calculation, high]: Utang bank jangka panjang kotor turun sebesar Rp19.369.949.495 (52.716.435.185 - 33.346.485.690) dari 2024 ke 2025, atau sekitar 36,7% dari saldo 2024.
  - Basis: Angka dari laporan: 52,716,435,185 (2024) dan 33,346,485,690 (2025)
  - Assumptions: Perhitungan sederhana selisih dan persentase.
- **Kenaikan utang bank jangka pendek** [derived_calculation, high]: Utang bank jangka pendek dari Bank Central Asia naik sebesar Rp3.362.750.345 (219.998.598.347 - 216.635.848.002) dari 2024 ke 2025, atau sekitar 1,55%.
  - Basis: Angka dari laporan: 216,635,848,002 (2024) dan 219,998,598,347 (2025)
  - Assumptions: Perhitungan sederhana selisih dan persentase.
- **Penurunan kas bersih** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas turun sebesar Rp2,77 miliar dari Rp6,31 miliar menjadi Rp3,54 miliar, konsisten dengan arus kas operasi positif yang tidak cukup untuk menutup arus kas pendanaan negatif.
  - Basis: Kas akhir 2025: 3,540,174,471; 2024: 6,309,414,990; Arus kas operasi: 13,237,958,631; Arus kas pendanaan: -16,007,199,150
  - Assumptions: Tidak ada arus kas investasi yang dirinci pada bagian ini.
  - Caveats: Perhitungan penurunan kas: 3,540,174,471 - 6,309,414,990 = -2,769,240,519.
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, medium]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas tahun berjalan sekitar 1,75x (Rp262,12 miliar / Rp149,68 miliar), sedikit menurun dari tahun sebelumnya sekitar 1,94x (Rp289,07 miliar / Rp148,63 miliar).
  - Basis: Total liabilities 2025: 262120982902; Total equity 2025: 149679612032; Total liabilities 2024: 289073984230; Total equity 2024: 148628034649
  - Assumptions: Rasio dihitung dari angka total, bukan komponen spesifik.
- **Potensi tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan kas yang signifikan dan pembayaran pinjaman bank yang lebih besar dari penerimaan dapat mengindikasikan tekanan likuiditas atau strategi deleveraging.
  - Basis: Penerimaan pinjaman bank 2025: 45,651,154,347; Pembayaran pinjaman bank 2025: 61,658,353,497; Kas akhir 2025: 3,540,174,471
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan mengenai fasilitas kredit atau rencana pendanaan.
  - Caveats: Hipotesis ini belum dikonfirmasi oleh manajemen; bisa jadi bagian dari strategi restrukturisasi utang.
- **Konsentrasi risiko kredit** [analyst_hypothesis, medium]: Seluruh utang bank jangka panjang dan jangka pendek yang diungkapkan berasal dari Bank Central Asia Tbk, menunjukkan konsentrasi pendanaan pada satu kreditur.
  - Basis: Hanya Bank Central Asia yang memiliki nilai saldo pada tabel.
  - Assumptions: Tidak ada fasilitas dari bank lain yang material.
  - Caveats: Bagian ini mungkin tidak menampilkan seluruh fasilitas karena keterbatasan ekstraksi.
- **Dampak beban bunga terhadap profitabilitas** [analyst_hypothesis, medium]: Beban bunga dan keuangan yang tinggi (Rp22,69 miliar) hampir menyamai laba bruto (Rp26,82 miliar), sehingga menekan laba sebelum pajak menjadi rugi. Ini mengindikasikan beban utang yang signifikan.
  - Basis: Interest and finance costs 2025: 22686467840; Gross profit 2025: 26824695334
  - Assumptions: Beban bunga terkait dengan pinjaman yang ada.
  - Caveats: Tidak ada rincian komposisi utang.
- **Potensi restrukturisasi utang** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan signifikan pada liabilitas jangka panjang jatuh tempo satu tahun (dari Rp52,72 miliar menjadi Rp33,35 miliar) dan penurunan kas dapat mengindikasikan pelunasan utang atau refinancing, namun belum ada konfirmasi dari dokumen.
  - Basis: Penurunan liabilitas jangka panjang jatuh tempo satu tahun; Penurunan kas dan setara kas
  - Assumptions: Perubahan tersebut mungkin terkait dengan pembayaran atau refinancing utang.
  - Caveats: Tidak ada informasi eksplisit tentang tujuan perubahan.

### Risks / uncertainties

- Perusahaan berada di papan Pemantauan Khusus, yang dapat mengindikasikan masalah kepatuhan atau kinerja.
- Penurunan kas dan peningkatan utang jangka pendek dapat menimbulkan risiko likuiditas.
- Terdapat satu Hal Audit Utama yang perlu diperhatikan.
- Rugi bersih tahun 2025 dapat mempengaruhi kemampuan membayar dividen atau mempertahankan kepatuhan kovenan utang.
- Penurunan pendapatan yang signifikan tanpa penjelasan dapat menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan usaha.
- Persediaan dijadikan jaminan pinjaman, berisiko jika terjadi gagal bayar.
- Tidak ada informasi mengenai suku bunga, jatuh tempo, atau jenis bunga untuk utang bank jangka panjang, sehingga risiko tingkat bunga tidak dapat dinilai.
- Konsentrasi pendanaan pada satu bank (Bank Central Asia) dapat meningkatkan risiko jika terjadi perubahan kebijakan kredit.

### Items to monitor

- Penurunan pendapatan dan rugi bersih dapat mempengaruhi sentimen investor terhadap prospek perusahaan.
- Status papan Pemantauan Khusus dapat menarik perhatian regulator dan investor terkait kepatuhan.
- Konsentrasi utang pada satu bank dan penurunan kas dapat menjadi perhatian bagi kreditur dan investor.

---

## INDY

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indika Energy Tbk (INDY) mengumumkan hasil dan rencana pengalihan saham treasuri hasil buyback tahun 2020. Perusahaan memiliki 7.500.000 saham treasuri yang belum dapat dialihkan selama Periode Pengalihan Juli 2026 (11 Mei - 5 Juli 2026) karena harga rata-rata 90 hari selalu lebih tinggi dari harga penutupan harian, sehingga harga jual minimum sesuai POJK 30/2017 tidak terpenuhi. Rencana pengalihan dilanjutkan dengan penjualan di BEI atau luar BEI mulai 18 September 2026. Proforma menunjukkan jika seluruh saham treasuri dialihkan ke publik, jumlah saham beredar menjadi 5.210.192.000 saham dan kepemilikan publik naik dari 28,60% menjadi 28,70%. Perusahaan menyatakan dampak tidak material terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- Perseroan memiliki 7.500.000 saham treasuri hasil pembelian kembali pada 2, 3, dan 6 Juli 2020.
- Selama Periode Pengalihan Juli 2026 (11 Mei - 5 Juli 2026), Perseroan belum dapat mengalihkan seluruh saham treasuri karena harga rata-rata 90 hari sebelum penjualan selalu lebih tinggi daripada harga penutupan harian 1 hari sebelum penjualan, sehingga harga jual minimum tidak terpenuhi.
- Rencana pengalihan saham treasuri dilanjutkan dengan metode penjualan di BEI maupun di luar BEI sesuai POJK 30/2017.
- Harga penjualan tidak akan lebih rendah dari harga tertinggi antara harga penutupan harian 1 hari sebelum penjualan atau harga rata-rata 90 hari terakhir, sesuai POJK 30/2017.
- Penjualan akan dimulai 14 hari setelah keterbukaan informasi, yaitu 18 September 2026, dan dilanjutkan selama sisa jangka waktu pengalihan setelah memperhitungkan akumulasi Periode Relaksasi.
- Perseroan akan menunjuk perusahaan sekuritas yang terdaftar sebagai Anggota Bursa untuk melaksanakan transaksi penjualan saham treasuri.
- Pelaksanaan pelepasan saham treasuri dinyatakan tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.
- Keterbukaan informasi ini merujuk pada keterbukaan tanggal 8 April 2020 (rencana buyback), 2, 3, 6 Juli 2020 (pelaksanaan buyback), dan 27 April 2026 (rencana pengalihan saham treasuri).

### Key financial figures

- **Jumlah saham treasuri:** 7.500.000 (per 4 September 2026)
- **Saham dibeli kembali 2 Juli 2020:** 2.300.000 (2 Juli 2020)
- **Saham dibeli kembali 3 Juli 2020:** 2.400.000 (3 Juli 2020)
- **Saham dibeli kembali 6 Juli 2020:** 2.800.000 (6 Juli 2020)
- **Modal dasar:** 17.000.000.000 (sebelum dan setelah pengalihan)
- **Jumlah saham beredar sebelum pengalihan:** 5.202.692.000 (sebelum pengalihan)
- **Jumlah saham beredar setelah pengalihan (proforma):** 5.210.192.000 (setelah pengalihan)
- **Kepemilikan PT Indika Inti Investindo sebelum pengalihan:** 1.968.882.699 saham (37,84%) (sebelum pengalihan)
- **Kepemilikan PT Indika Inti Investindo setelah pengalihan (proforma):** 1.968.882.699 saham (37,79%) (setelah pengalihan)
- **Kepemilikan PT Teladan Resources sebelum pengalihan:** 1.463.155.591 saham (28,12%) (sebelum pengalihan)
- **Kepemilikan PT Teladan Resources setelah pengalihan (proforma):** 1.463.155.591 saham (28,08%) (setelah pengalihan)
- **Kepemilikan Pandri Prabono-Moelyo sebelum pengalihan:** 265.406.200 saham (5,10%) (sebelum pengalihan)
- **Kepemilikan Pandri Prabono-Moelyo setelah pengalihan (proforma):** 265.406.200 saham (5,09%) (setelah pengalihan)
- **Kepemilikan Direksi & Dewan Komisaris sebelum pengalihan:** 17.547.280 saham (0,34%) (sebelum pengalihan)
- **Kepemilikan Direksi & Dewan Komisaris setelah pengalihan (proforma):** 17.547.280 saham (0,34%) (setelah pengalihan)
- **Kepemilikan PT Indika Mitra Holdiko sebelum pengalihan:** 10 saham (0,00%) (sebelum pengalihan)
- **Kepemilikan PT Indika Mitra Holdiko setelah pengalihan (proforma):** 10 saham (0,00%) (setelah pengalihan)
- **Kepemilikan Masyarakat sebelum pengalihan:** 1.487.700.220 saham (28,60%) (sebelum pengalihan)
- **Kepemilikan Masyarakat setelah pengalihan (proforma):** 1.495.200.220 saham (28,70%) (setelah pengalihan)
- **Jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh:** 5.210.192.000 (sebelum dan setelah pengalihan)

### Corporate actions

- Pengalihan saham treasuri (penjualan kembali saham hasil buyback)

### Capital structure

- Pengalihan saham treasuri akan menambah jumlah saham beredar dan mengurangi saham treasuri
- Proforma kepemilikan publik naik dari 28,60% menjadi 28,70%

### Listing / regulatory

- Kepatuhan terhadap POJK 30/2017
- Periode Relaksasi diperhitungkan untuk perpanjangan jangka waktu pengalihan
- Harga jual minimum sesuai POJK 30/2017

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan saham treasuri** [explicit_fact, high]: Perseroan memiliki 7.500.000 saham treasuri hasil buyback Juli 2020.
  - Basis: Angka total 7.500.000 saham tercantum pada dokumen.
- **Total saham buyback** [derived_calculation, high]: Total saham yang dibeli kembali adalah 2.300.000 + 2.400.000 + 2.800.000 = 7.500.000 saham.
  - Basis: Angka per tanggal pada dokumen.
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana.
- **Perubahan jumlah saham beredar** [derived_calculation, high]: Jumlah saham beredar setelah pengalihan seluruh saham treasuri menjadi 5.210.192.000 saham, meningkat 7.500.000 saham dari sebelumnya 5.202.692.000 saham.
  - Basis: Jumlah saham beredar sebelum pengalihan: 5.202.692.000; Jumlah saham treasuri: 7.500.000; Jumlah saham beredar setelah pengalihan: 5.210.192.000
  - Assumptions: Seluruh saham treasuri dialihkan ke Masyarakat
- **Perubahan kepemilikan publik** [derived_calculation, high]: Kepemilikan publik proforma naik dari 28,60% menjadi 28,70% setelah pengalihan seluruh saham treasuri, dengan tambahan 7.500.000 saham.
  - Basis: Kepemilikan publik sebelum: 1.487.700.220 saham (28,60%); Kepemilikan publik setelah: 1.495.200.220 saham (28,70%)
  - Assumptions: Seluruh saham treasuri dialihkan ke Masyarakat
- **Penyebab belum selesainya pengalihan** [analyst_hypothesis, medium]: Kegagalan pengalihan pada periode Juli 2026 kemungkinan disebabkan oleh kondisi pasar di mana harga rata-rata 90 hari lebih tinggi dari harga penutupan harian, sehingga harga jual minimum tidak tercapai.
  - Basis: Dokumen menyatakan harga rata-rata 90 hari selalu lebih tinggi dari harga penutupan harian.
  - Assumptions: Interpretasi bahwa kondisi tersebut menghambat penjualan.
  - Caveats: Tidak ada data harga spesifik yang diberikan.
- **Dampak terhadap free float** [analyst_hypothesis, low]: Pengalihan saham treasuri ke publik dapat meningkatkan free float, namun dampaknya terhadap pemenuhan ketentuan BEI belum dapat dipastikan karena tidak ada informasi mengenai jumlah saham yang dikecualikan dari free float.
  - Basis: Kepemilikan publik proforma naik menjadi 28,70%; Tidak ada informasi tentang free float saat ini
  - Assumptions: Saham treasuri yang dialihkan ke publik dihitung sebagai free float
  - Caveats: Perhitungan free float BEI mungkin memiliki ketentuan khusus yang tidak tercantum dalam dokumen
- **Risiko keterlambatan pengalihan** [analyst_hypothesis, medium]: Jika kondisi harga tidak memungkinkan penjualan, Perseroan mungkin kembali gagal memenuhi kewajiban pengalihan, sehingga berpotensi terkena sanksi atau perlu perpanjangan lebih lanjut.
  - Basis: Kegagalan pada Periode Pengalihan Juli 2026; Perpanjangan jangka waktu dimungkinkan dengan memperhitungkan Periode Relaksasi
  - Assumptions: Kondisi harga saham tidak berubah signifikan
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang sanksi spesifik atau kebijakan OJK selanjutnya

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian jangka waktu pengalihan karena harga jual minimum belum terpenuhi.
- Potensi perpanjangan jangka waktu pengalihan dengan memperhitungkan Periode Relaksasi.
- Tidak ada kepastian bahwa seluruh saham treasuri akan dialihkan.

### Items to monitor

- Pengalihan saham treasuri dapat mempengaruhi jumlah saham beredar dan kepemilikan publik.
- Kegagalan pengalihan dapat berdampak pada kepatuhan terhadap POJK 30/2017.

---

## INKP

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menerbitkan tiga pengumuman rutin yang tidak mengindikasikan perubahan fundamental atau aksi korporasi baru. Pertama, Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026 menunjukkan struktur kepemilikan yang stabil: PT APP Purinusa Ekapersada tetap menguasai 58,31% saham, tanpa treasury stock, dan free float sekitar 41,69% (klaim emiten). Kedua dan ketiga, dua laporan hasil pemeringkatan tahunan dari PT Kredit Rating Indonesia (KRI) dan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat efek utang yang stabil (irAA/irAAsy dari KRI; idA+/idA+(sy) dari PEFINDO) untuk periode 1 Desember 2025 hingga 1 Desember 2026. Pengumuman ini juga mengonfirmasi rencana penerbitan efek utang baru melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB): Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III (maks. Rp2 triliun), Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap III (maks. Rp1,5 triliun), dan Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II (maks. USD25 juta). Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau struktur modal yang dilaporkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada penegasan kelangsungan program pendanaan utang dan stabilitas peringkat kredit, yang dapat memengaruhi biaya pendanaan di masa depan, meskipun tidak ada dampak langsung terhadap harga saham.

### Key financial figures

- **Total saham diterbitkan dan disetor penuh:** 5.470.982.941 (2026-08-31)
- **Saham treasury:** 0 (2026-08-31)
- **Free float (klaim emiten):** 41,69% (2026-08-31)
- **Jumlah pemegang saham:** 20.302 (2026-08-31)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III Seri A:** Rp1.714.470.000.000 (2026)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III Seri B:** Rp285.530.000.000 (2026)
- **Pokok Sukuk Mudharabah V Tahap III Seri A:** Rp766.865.000.000 (2026)
- **Pokok Sukuk Mudharabah V Tahap III Seri B:** Rp733.135.000.000 (2026)
- **Pokok Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II Seri A:** USD10.962.500 (2026)
- **Pokok Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II Seri B:** USD2.798.000 (2026)
- **Nilai program Obligasi Berkelanjutan VI:** Rp10.000.000.000.000 (2026)
- **Nilai penerbitan Tahap III Obligasi Berkelanjutan VI:** Rp2.000.000.000.000 (2026)
- **Nilai program Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V:** Rp10.000.000.000.000 (2026)
- **Nilai penerbitan Tahap III Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V:** Rp1.500.000.000.000 (2026)
- **Nilai program Obligasi USD Berkelanjutan III:** USD100.000.000 (2026)
- **Nilai penerbitan Tahap II Obligasi USD Berkelanjutan III:** USD25.000.000 (2026)
- **Nilai Obligasi USD Berkelanjutan I Tahun 2023:** USD300.000.000 (2023)

### Corporate actions

- Rencana penerbitan efek utang melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) – aksi pendanaan, dengan nilai maksimum masing-masing Rp2 triliun, Rp1,5 triliun, dan USD25 juta, bagian dari plafon PUB yang lebih besar. (Sumber: 20260904153051-060/CRP/IK/IX/2026_id-id)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali: PT APP Purinusa Ekapersada tetap pemegang saham pengendali dengan 58,3103%.
- Tidak ada perubahan susunan direksi/komisaris yang teridentifikasi; daftar direksi/komisaris per 31 Agustus 2026 disajikan, dengan kepemilikan saham hanya oleh Presiden Direktur Hendra Jaya Kosasih (226.800 saham, 0,0041%).

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar atau treasury stock yang teridentifikasi; total saham tetap 5.470.982.941 saham.
- Rencana penerbitan efek utang baru (obligasi dan sukuk) yang akan menambah struktur modal INKP, dengan nilai maksimum masing-masing Rp2 triliun, Rp1,5 triliun, dan USD25 juta.

### Listing / regulatory

- Pemeringkatan tahunan efek utang dengan peringkat irAA dan irAAsy, outlook stabil, periode 1 Desember 2025 hingga 1 Desember 2026.
- Penyampaian Sertifikat KRI tentang Surat Keterangan Peringkat untuk tiga instrumen utang kepada OJK dan BEI.
- Surat keterangan peringkat sebelumnya No. RTG-002/KRI-DIR/VII/2026 tanggal 29 Juli 2026 dinyatakan tidak berlaku lagi.
- Peringkat efek utang dari PEFINDO – persyaratan untuk penerbitan obligasi/sukuk di pasar modal.
- Penerbitan efek utang melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) – memerlukan persetujuan dan peringkat.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan per 31 Agustus 2026** [explicit_fact, high]: PT APP Purinusa Ekapersada memiliki 3.190.144.498 saham (58,3103%); masyarakat KSEI 2.200.509.391 saham (40,2215%); masyarakat non-KSEI 80.329.052 saham (1,4683%); treasury stock 0; total saham 5.470.982.941.
  - Basis: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026
- **Peringkat efek utang dari KRI** [explicit_fact, high]: KRI memberikan peringkat irAA untuk obligasi Rupiah dan USD, serta irAAsy untuk sukuk, dengan outlook stabil, periode 1 Desember 2025 hingga 1 Desember 2026.
  - Basis: Laporan Hasil Pemeringkatan Tahunan KRI
- **Peringkat efek utang dari PEFINDO** [explicit_fact, high]: PEFINDO memberikan peringkat idA+ untuk obligasi Rupiah dan USD, serta idA+(sy) untuk sukuk, dengan outlook stabil, berlaku 12 Desember 2025 hingga 1 Desember 2026.
  - Basis: Laporan Hasil Pemeringkatan Tahunan PEFINDO
- **Persentase free float** [derived_calculation, high]: Free float dihitung dari total saham dikurangi saham pengendali (3.190.144.498) dan saham treasury (0), dibagi total saham: (5.470.982.941 - 3.190.144.498) / 5.470.982.941 = 41,69%. Angka ini sesuai dengan klaim emiten.
  - Basis: Total saham: 5.470.982.941; Saham pengendali: 3.190.144.498; Treasury stock: 0
  - Assumptions: Tidak ada saham lain yang dikecualikan dari free float selain saham pengendali dan treasury.
  - Caveats: Perhitungan ini hanya berdasarkan data yang tersedia; definisi free float menurut peraturan Bursa mungkin memiliki pengecualian lain.
- **Total pokok obligasi Rupiah** [derived_calculation, high]: Total pokok obligasi Rupiah (Seri A + Seri B) = Rp1.714.470.000.000 + Rp285.530.000.000 = Rp2.000.000.000.000.
  - Basis: Rp1.714.470.000.000; Rp285.530.000.000
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana dari angka yang tertera.
- **Total pokok sukuk Rupiah** [derived_calculation, high]: Total pokok sukuk Rupiah (Seri A + Seri B) = Rp766.865.000.000 + Rp733.135.000.000 = Rp1.500.000.000.000.
  - Basis: Rp766.865.000.000; Rp733.135.000.000
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana dari angka yang tertera.
- **Total pokok obligasi USD** [derived_calculation, high]: Total pokok obligasi USD (Seri A + Seri B) = USD10.962.500 + USD2.798.000 = USD13.760.500.
  - Basis: USD10.962.500; USD2.798.000
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana dari angka yang tertera.
- **Total seluruh pokok efek** [derived_calculation, high]: Total seluruh pokok efek (Rupiah + USD) = Rp2.000.000.000.000 + Rp1.500.000.000.000 + USD13.760.500 = Rp3.500.000.000.000 + USD13.760.500.
  - Basis: Rp2.000.000.000.000; Rp1.500.000.000.000; USD13.760.500
  - Assumptions: Penjumlahan dari hasil perhitungan sebelumnya.
- **Proporsi penerbitan terhadap program** [derived_calculation, high]: Penerbitan obligasi Rupiah Tahap III sebesar Rp2 triliun adalah 20% dari program Rp10 triliun. Sukuk Tahap III Rp1,5 triliun adalah 15% dari program Rp10 triliun. Obligasi USD Tahap II USD25 juta adalah 25% dari program USD100 juta.
  - Basis: Rp2.000.000.000.000; Rp10.000.000.000.000; Rp1.500.000.000.000; USD25.000.000; USD100.000.000
  - Assumptions: Perhitungan proporsi sederhana.
- **Tujuan penerbitan** [analyst_hypothesis, low]: Penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan ini kemungkinan ditujukan untuk mendanai kebutuhan modal kerja atau refinancing, namun tidak ada informasi eksplisit dalam dokumen.
  - Basis: Adanya efek utang berkelanjutan
  - Assumptions: Pola umum penerbitan utang korporasi.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi dari emiten mengenai penggunaan dana.
- **Kemungkinan penerbitan lanjutan** [analyst_hypothesis, low]: Rencana penerbitan tahap III (obligasi/sukuk) dan tahap II (USD) menunjukkan bahwa INKP masih memiliki ruang untuk menerbitkan sisa plafon PUB, yang mungkin digunakan untuk pendanaan ekspansi atau refinancing.
  - Basis: Plafon PUB yang belum digunakan
  - Assumptions: Tidak ada perubahan rencana
  - Caveats: Belum ada konfirmasi penggunaan dana

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai penggunaan dana, jaminan, atau syarat-syarat lain dari efek yang diterbitkan.
- Dokumen tidak menyebutkan adanya perubahan peringkat atau outlook dari periode sebelumnya, sehingga tidak dapat dipastikan apakah peringkat ini meningkat, menurun, atau tetap.
- Tidak ada informasi tentang jadwal penerbitan atau tanggal efektif.
- Tidak ada informasi tentang dampak terhadap struktur modal atau kepemilikan.
- Peringkat dapat berubah di masa depan karena peristiwa yang belum diantisipasi.
- Penerbitan efek utang dapat dibatalkan, ditunda, atau diubah oleh emiten.
- PEFINDO tidak melakukan audit independen atas data yang diberikan emiten.
- Tidak ada rincian jadwal penerbitan efek utang.
- Tidak ada informasi mengenai struktur biaya atau imbal hasil.
- Tidak ada data keuangan kuantitatif seperti pendapatan atau laba.

### Items to monitor

- Penggunaan dana hasil penerbitan efek utang (belum diungkapkan).
- Jadwal penerbitan efek utang baru (belum diungkapkan).
- Perubahan peringkat di masa depan (belum ada data pembanding).
- Potensi penerbitan sisa plafon PUB (belum dikonfirmasi).
- Perubahan struktur kepemilikan atau free float (laporan bulanan berikutnya).

---

## IPCC

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mengumumkan perubahan susunan pengurus (Direksi dan Komisaris) yang disetujui dalam RUPSLB pada 3 September 2026. Perubahan ini mencakup pengunduran diri Sugeng Mulyadi sebagai Direktur Utama (efektif 25 Juni 2026) dan pengangkatan Wing Megantoro sebagai Direktur Utama, Donny Yuniarto sebagai Direktur Operasi dan Teknik, serta Bagus Dwipoyono sebagai Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko. Posisi Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis dinyatakan lowong. Emiten menyatakan tidak ada dampak material dari perubahan ini. Tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, saham bonus, atau transaksi aset dalam agenda. Perubahan ini penting karena mengubah komposisi manajemen puncak, yang dapat mempengaruhi arah strategis dan operasional, meskipun emiten mengklaim tidak ada dampak material.

### Material changes

- Pengunduran diri Sugeng Mulyadi sebagai Direktur Utama merangkap Plt. Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis, efektif 25 Juni 2026, dengan acquit et de charge.
- Pengangkatan Wing Megantoro sebagai Direktur Utama, efektif sejak penutupan RUPSLB (3 September 2026).
- Pengangkatan Donny Yuniarto sebagai Direktur Operasi dan Teknik, efektif sejak penutupan RUPSLB.
- Pengangkatan Bagus Dwipoyono sebagai Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko, efektif sejak penutupan RUPSLB.
- Posisi Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis dinyatakan lowong.
- Perubahan komisaris: M. Said Bakhri tetap Komisaris Utama (efektif 17 Juni 2025), Herry Ardianto dan Tri Hidayat diangkat sebagai Komisaris (tidak independen, efektif 17 Juni 2025 dan 17 Juni 2026).

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, saham bonus, atau transaksi aset dalam agenda RUPSLB.

### Management / control changes

- Sugeng Mulyadi mengundurkan diri sebagai Direktur Utama merangkap Plt. Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis, efektif 25 Juni 2026.
- Wing Megantoro diangkat sebagai Direktur Utama, efektif sejak penutupan RUPSLB, untuk sisa masa jabatan Direksi.
- Donny Yuniarto diangkat sebagai Direktur Operasi dan Teknik, efektif sejak penutupan RUPSLB, untuk sisa masa jabatan Direksi.
- Bagus Dwipoyono diangkat sebagai Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko, efektif sejak penutupan RUPSLB, untuk sisa masa jabatan Direksi.
- Posisi Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis dinyatakan lowong; tugas dan wewenangnya dapat dilaksanakan oleh salah satu Direksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Rapat Direksi.
- M. Said Bakhri tetap sebagai Komisaris Utama (efektif 17 Juni 2025).
- Herry Ardianto diangkat sebagai Komisaris (tidak independen, efektif 17 Juni 2025).
- Tri Hidayat diangkat sebagai Komisaris (tidak independen, efektif 17 Juni 2026).

### Listing / regulatory

- Pemberitahuan rencana RUPS kepada OJK melalui Surat No. SK.03/21/7/1/SKPR/SKPR/IKT-26 tanggal 21 Juli 2026.
- Pengumuman RUPS melalui eASY.KSEI, BEI, dan website Perseroan pada 28 Juli 2026.
- Pemanggilan RUPS melalui eASY.KSEI, BEI, dan website Perseroan pada 12 Agustus 2026.
- Keputusan RUPS sesuai dengan POJK 15/2020 Pasal 47 tentang perlakuan suara abstain.
- Laporan informasi material disampaikan kepada OJK sesuai POJK 31/POJK.04/2015, POJK 45 Tahun 2024, dan POJK 33/POJK.04/2014.

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri 1.455.001.020 saham atau 80,01612% dari total saham ditempatkan dan disetor (1.818.384.820 saham), memenuhi kuorum.
  - Basis: Angka kehadiran dan persentase disebutkan dalam dokumen.
- **Hasil voting** [explicit_fact, high]: Agenda disetujui dengan 1.429.366.820 suara setuju (99,67685% dari yang hadir), 25.354.700 tidak setuju (1,74259%), dan 279.500 abstain (0,01537%). Setelah abstain mengikuti mayoritas sesuai POJK 15/2020, total setuju menjadi 1.429.646.320 saham atau 98,25741% dari total suara yang dikeluarkan.
  - Basis: Angka voting tercantum dalam dokumen.
- **Perubahan direksi** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan tiga perubahan direksi efektif 3 September 2026 melalui RUPSLB.
  - Basis: Tabel direksi pada halaman 1 dan 3
- **Perubahan komisaris** [explicit_fact, high]: Dokumen menyatakan pengangkatan komisaris dengan tanggal efektif berbeda (17 Juni 2025 dan 17 Juni 2026).
  - Basis: Tabel komisaris pada halaman 1 dan 3
- **Independensi komisaris** [explicit_fact, high]: Herry Ardianto dan Tri Hidayat ditandai 'X' pada kolom independen, menunjukkan mereka tidak independen.
  - Basis: Kolom 'Independen' pada tabel komisaris
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak terdapat dampak kejadian yang bersifat material dari perubahan pengurus.
  - Basis: Pernyataan pada butir 4: 'Tidak terdapat dampak kejadian yang bersifat material'
- **Total saham dengan hak suara** [derived_calculation, medium]: Total saham ditempatkan dan disetor adalah 1.818.384.820 saham, dihitung dari 1.455.001.020 / 0,8001612.
  - Basis: Rumus: total saham = saham hadir / persentase kehadiran.
  - Assumptions: Persentase kehadiran 80,01612% akurat.
  - Caveats: Pembulatan dapat menyebabkan selisih kecil.
- **Total suara sah** [derived_calculation, high]: Total suara sah yang dihitung dari setuju + tidak setuju + abstain = 1.429.366.820 + 25.354.700 + 279.500 = 1.455.001.020, sama dengan jumlah saham hadir.
  - Basis: Penjumlahan angka voting dari dokumen.
  - Assumptions: Angka voting akurat.
- **Kosongnya posisi Direktur Komersial** [analyst_hypothesis, low]: Posisi Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis yang lowong dapat berdampak pada kesinambungan fungsi komersial, namun tugasnya dapat dilimpahkan ke direksi lain.
  - Basis: Dokumen menyatakan posisi lowong dan pelimpahan tugas dimungkinkan.
  - Assumptions: Pelimpahan tugas akan segera ditetapkan oleh Rapat Direksi.
  - Caveats: Belum ada keputusan Rapat Direksi yang dipublikasikan.
- **Dampak perubahan pengurus terhadap strategi** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Direksi, terutama di posisi Direktur Utama, dapat membawa perubahan arah strategis, namun belum ada pernyataan resmi mengenai hal ini.
  - Basis: Perubahan susunan Direksi.
  - Assumptions: Arah strategis dapat berubah.
  - Caveats: Tidak ada informasi strategis dalam dokumen.
- **Kesinambungan kepemimpinan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan direksi menunjukkan rotasi internal, dengan Wing Megantoro dan Bagus Dwipoyono bertukar posisi, yang mungkin bertujuan menjaga kontinuitas manajemen.
  - Basis: Nama-nama yang sama muncul sebagai pengganti dan digantikan
  - Assumptions: Rotasi internal dianggap sebagai strategi suksesi
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan perubahan
- **Posisi lowong** [analyst_hypothesis, low]: Posisi Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis yang lowong dapat mengindikasikan proses rekrutmen atau penunjukan sedang berlangsung, namun belum ada informasi resmi mengenai hal tersebut.
  - Basis: Susunan direksi mencantumkan 'Lowong' untuk posisi tersebut
  - Assumptions: Lowong berarti posisi belum terisi dan akan diisi kemudian
  - Caveats: Tidak ada keterangan resmi mengenai alasan atau rencana pengisian posisi

### Risks / uncertainties

- Posisi Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis lowong, memerlukan penunjukan sementara atau pengisian.
- Pengunduran diri Sugeng Mulyadi efektif 25 Juni 2026, namun RUPSLB baru diselenggarakan 3 September 2026, ada jeda waktu transisi kepemimpinan.
- Alasan pengunduran diri Sugeng Mulyadi tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Tanggal efektif komisaris berbeda-beda (17 Juni 2025 dan 17 Juni 2026) tanpa penjelasan lebih lanjut.
- Tidak ada rincian mengenai dampak perubahan terhadap strategi atau operasional perusahaan.

### Items to monitor

- Keputusan Rapat Direksi mengenai penunjukan direksi yang melaksanakan tugas Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis.
- Pengisian posisi Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis.
- Perubahan arah strategis atau operasional setelah pergantian Direktur Utama.
- Kepatuhan terhadap POJK 15/2020 dan peraturan terkait perubahan pengurus.

---

## KAEF

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

Bursa Efek Indonesia mengumumkan perubahan klasifikasi industri untuk PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang tercatat di Papan Pengembangan. Perubahan mencakup sektor, sub sektor, industri, dan sub industri dari klasifikasi barang baku/kimia menjadi properti & real estat, efektif 5 September 2026. Tidak ada informasi lain seperti aksi korporasi, laporan keuangan, atau perubahan pengurus dalam pengumuman ini. Lampiran tidak dapat diekstrak.

### Material changes

- Bursa Efek Indonesia mengumumkan perubahan klasifikasi industri untuk emiten KAEF (Kimia Farma Tbk).
- Sektor berubah dari 'Barang Baku' menjadi 'Properti & Real Estat'.
- Sub sektor berubah dari 'Barang Baku' menjadi 'Properti & Real Estat'.
- Industri berubah dari 'Barang Kimia' menjadi 'Pengelola dan Pengembang Real Estat'.
- Sub industri berubah dari 'Barang Kimia Dasar' menjadi 'Jasa Real Estat'.
- Perubahan klasifikasi mulai efektif pada tanggal 05 September 2026.
- Emiten KAEF tercatat di Papan Pencatatan Pengembangan.
- Nomor surat pengumuman: TEST-KAEF-B010-05092026-1.

### Listing / regulatory

- Perubahan klasifikasi industri oleh Bursa Efek Indonesia
- Emiten tercatat di Papan Pengembangan

### Analytical scenarios

- **Tidak ada perhitungan turunan yang dapat dibuat** [derived_calculation, high]: Tidak ada angka keuangan atau data kuantitatif lain dalam pengumuman yang memungkinkan perhitungan turunan.
- **Implikasi perubahan klasifikasi** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan klasifikasi industri dapat mempengaruhi persepsi investor dan komposisi indeks sektoral, namun tidak secara langsung mengubah fundamental bisnis emiten.
  - Basis: Perubahan klasifikasi industri oleh bursa umumnya berdampak pada pengelompokan sektor.
  - Assumptions: Asumsi bahwa perubahan klasifikasi tidak disertai perubahan kegiatan usaha.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai alasan perubahan atau dampak operasional.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan klasifikasi industri.
- Tidak ada detail dampak perubahan klasifikasi terhadap operasional atau keuangan emiten.
- Lampiran pengumuman tidak dapat diekstrak, sehingga tidak tersedia informasi tambahan yang mungkin disampaikan.

### Items to monitor

- Perubahan klasifikasi industri dapat mempengaruhi pengelompokan sektor dan komposisi indeks, yang berpotensi mempengaruhi persepsi investor.
- Tidak ada indikasi dampak langsung terhadap fundamental atau harga saham.

---

## KOTA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) menyampaikan Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG untuk tahun buku 5-7 September 2026. Pengumuman ini bersifat penyampaian laporan berkala, bukan aksi korporasi. Dokumen utama berisi data ESG (emisi GRK, ketenagakerjaan, tata kelola) dan jadwal RUPS Tahunan. Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, ekspansi, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus. Satu lampiran PDF tidak dapat diekstrak isinya, sehingga menjadi keterbatasan analisis.

### Material changes

- Emiten menyampaikan Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG untuk tahun buku 5-7 September 2026.
- Panggilan RUPS Tahunan dijadwalkan pada 6 September 2026.
- Laporan Tahunan dipublikasikan di situs web pada 7 September 2026.
- Emiten tidak tercatat di bursa lain.
- Laporan emisi GRK konsolidasi mencakup anak perusahaan, dengan satu anak perusahaan (Lorem Indonesia) tidak diikutsertakan.
- Total emisi GRK Scope 1 sebesar 529.371 tCO2e.
- Total emisi GRK Scope 2 sebesar 3.751 tCO2e.
- Total emisi GRK Scope 3 sebesar 10.436.789 tCO2e.
- Total emisi GRK Scope 1 dan 2 sebesar 533.122 tCO2e.
- Total emisi GRK Scope 1, 2, dan 3 sebesar 10.969.911 tCO2e.
- Emiten memiliki komitmen net zero emission pada tahun 2061.
- Emiten memiliki target pengurangan emisi GRK sebesar 12% (198.273 tCO2e) dengan tahun target 2061.
- Jumlah pegawai: 855 laki-laki dan 221 perempuan.
- Jumlah pelanggaran HAM dalam tahun pelaporan: 912.873.
- Frekuensi kecelakaan kerja: 378.
- Pelaporan keberlanjutan selaras dengan kerangka GRI dan divalidasi pihak ketiga.

### Key financial figures

- **Total Emisi Langsung (Scope 1):** 529.371 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Total Emisi Tidak Langsung (Scope 2):** 3.751 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Total Emisi Tidak Langsung (Scope 3):** 10.436.789 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Total Emisi GRK (Scope 1 dan 2):** 533.122 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Total Emisi GRK (Scope 1, 2 dan 3):** 10.969.911 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Intensitas Emisi GRK (Scope 1 dan 2 per total pendapatan):** 198.273 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Total konsumsi energi langsung:** 19.783 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Total konsumsi energi tidak langsung:** 192.873 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Total konsumsi energi:** 212.656 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Total konsumsi air:** 123.978 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Total limbah yang dihasilkan:** 192.783 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Target pengurangan emisi GRK:** 198.273 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Jumlah pegawai laki-laki:** 855 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Jumlah pegawai perempuan:** 221 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Jumlah pegawai resign/pemutusan hubungan kerja:** 2 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Jumlah pegawai baru/pengganti:** 123 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Jumlah pegawai perusahaan yang dipegang kontraktor/konsultan:** 7.894 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Rata-rata jam pelatihan per pegawai:** 8.172 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Jumlah pegawai yang ikut serta dalam pelatihan:** 71.236 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Frekuensi kecelakaan kerja:** 378 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Jumlah pelanggaran HAM:** 912.873 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Jumlah komisaris laki-laki:** 26 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Jumlah komisaris perempuan:** 76 (Tahun buku 5-7 September 2026)
- **Jumlah direksi laki-laki:** 73 (Tahun buku 5-7 September 2026)

### Listing / regulatory

- Penyampaian Laporan Tahunan & Keberlanjutan dan ESG untuk tahun buku 5-7 September 2026.
- Panggilan RUPS Tahunan dijadwalkan pada 6 September 2026.
- Publikasi laporan tahunan di situs web pada 7 September 2026.

### Analytical scenarios

- **Proporsi emisi Scope 3** [derived_calculation, high]: Proporsi Scope 3 terhadap total emisi (Scope 1+2+3) dihitung: 10.436.789 / 10.969.911 = 95,1%.
  - Basis: Total Scope 3: 10.436.789 tCO2e; Total Scope 1+2+3: 10.969.911 tCO2e
  - Assumptions: Perhitungan proporsi menggunakan pembagian sederhana.
- **Total pegawai** [derived_calculation, high]: Total pegawai berdasarkan S-01 adalah 1.076 (855 laki-laki + 221 perempuan).
  - Basis: Jumlah pegawai laki-laki: 855; Jumlah pegawai perempuan: 221
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana.
- **Konsistensi data** [analyst_hypothesis, low]: Terdapat inkonsistensi antara jumlah pegawai pada S-01 (1.076) dengan S-02 yang menunjukkan total pegawai per kelompok umur yang jauh lebih besar (misal, 6.153 untuk usia 18-25), mengindikasikan kemungkinan kesalahan input atau definisi yang berbeda.
  - Basis: S-01 total pegawai: 855 laki-laki, 221 perempuan; S-02 total pegawai kelompok umur 18-25: 6.153
  - Assumptions: Kedua bagian seharusnya menggambarkan populasi pegawai yang sama.
  - Caveats: Definisi 'pegawai' mungkin berbeda antara S-01 dan S-02.
- **Kewajaran angka pelanggaran HAM** [analyst_hypothesis, low]: Jumlah pelanggaran HAM sebesar 912.873 dalam satu tahun pelaporan sangat tinggi dan tidak wajar untuk ukuran perusahaan, kemungkinan terdapat kesalahan input atau definisi yang tidak standar.
  - Basis: Angka 912.873 pada S-07
  - Assumptions: Angka tersebut mewakili jumlah insiden, bukan jumlah korban atau kasus hukum.
  - Caveats: Perlu klarifikasi dari emiten.
- **Tidak ada aksi korporasi** [analyst_hypothesis, high]: Dokumen ini hanya berisi laporan ESG dan tidak menyebutkan aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal, sehingga tidak ada sinyal aksi korporasi yang dapat diekstrak.
  - Basis: Isi dokumen seluruhnya tentang ESG.
  - Caveats: Aksi korporasi mungkin dilaporkan dalam dokumen terpisah.

### Risks / uncertainties

- Data ESG yang tidak wajar (misal, pelanggaran HAM 912.873, kecelakaan kerja 378) dapat mengindikasikan kesalahan pelaporan atau definisi yang tidak konsisten.
- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal dalam dokumen ini.
- Laporan tahun buku hanya 3 hari (5-7 September 2026), tidak lazim untuk periode tahunan.
- Lampiran PDF tidak dapat diekstrak isinya, sehingga berpotensi menghilangkan informasi material.

### Items to monitor

- Penyampaian laporan tahunan dan ESG merupakan kewajiban regulasi; tidak ada dampak langsung terhadap harga saham yang dapat disimpulkan.
- Data ESG yang tidak wajar dapat memicu pertanyaan dari regulator atau investor, namun belum tentu berdampak material.
- Jadwal RUPS Tahunan dapat menjadi perhatian investor terkait agenda dan keputusan yang akan diambil.

---

## KPIG

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) mengumumkan perubahan Corporate Secretary (Sekretaris Perusahaan) dari Alex Wardhana menjadi M. Budi Rustanto, efektif 31 Agustus 2026. Pengumuman bernomor 057/CS/MNCTOURISM/IX/2026 disampaikan kepada OJK dan BEI sebagai pemenuhan POJK 35/POJK.04/2014. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset dalam pengumuman ini.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Alex Wardhana menjadi M. Budi Rustanto, efektif 31 Agustus 2026.
- Alamat, telepon, dan fax Corporate Secretary tidak berubah; email berubah dari corporatesecretary.mncland@mncgroup.com menjadi corsec.mnctourism@mncgroup.com.
- Pengumuman bernomor 057/CS/MNCTOURISM/IX/2026, dikirim oleh Direksi pada 2 September 2026 pukul 18:36.
- Surat ditujukan kepada OJK (up. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon) dengan tembusan kepada Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 PT Bursa Efek Indonesia.
- Dasar pengumuman: Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
- Surat ditandatangani oleh dua direktur: Ridawaty dan Edi Yanto.

### Management / control changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Alex Wardhana menjadi M. Budi Rustanto, efektif 31 Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Pemberitahuan perubahan Sekretaris Perusahaan disampaikan kepada OJK dan BEI sebagai pemenuhan POJK 35/POJK.04/2014.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Berdasarkan dokumen, terjadi pergantian Corporate Secretary dari Alex Wardhana menjadi M. Budi Rustanto, efektif 31 Agustus 2026.
  - Basis: Tabel perbandingan nama lama dan baru pada halaman 1 dan 2.
- **Kontak tidak berubah** [explicit_fact, high]: Alamat, telepon, dan fax Corporate Secretary tidak berubah; hanya email yang berubah.
  - Basis: Kolom alamat, telepon, fax sama untuk lama dan baru; email berbeda.
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Corporate Secretary mungkin terkait dengan rotasi internal atau penyesuaian organisasi, namun tidak ada alasan yang dinyatakan dalam dokumen.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan perubahan dalam pengumuman.
  - Assumptions: Perubahan tersebut merupakan keputusan manajemen.
  - Caveats: Alasan sebenarnya tidak diketahui.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian yang dinyatakan dalam dokumen.

---

## KRYA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, KRYA (PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak ada rencana perubahan kepemilikan oleh pemegang saham utama. Namun, emiten mengakui sedang mempelajari dan mempertimbangkan kemungkinan aksi korporasi, meskipun belum ada keputusan final. Pentingnya secara korporasi: pernyataan ini mengindikasikan potensi perubahan struktur modal atau transaksi material di masa depan, namun belum ada kepastian; volatilitas saham menjadi perhatian regulator.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material yang diumumkan; emiten menyatakan tidak ada fakta material baru.
- Emiten mengakui sedang mempelajari kemungkinan aksi korporasi, namun belum ada keputusan final.

### Corporate actions

- Emiten menyatakan sedang mempelajari dan mempertimbangkan kemungkinan aksi korporasi, namun belum ada keputusan final. Tidak ada detail jenis, nilai, atau jadwal.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI No. S-11178/BEI.PP3/09-2026 tanggal 1 September 2026 terkait volatilitas transaksi efek KRYA.
- Tanggapan emiten disampaikan pada 3 September 2026.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada fakta material** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi sampai dengan 3 September 2026, sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015 dan Peraturan I-E BEI.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 surat tanggapan
- **Potensi aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Emiten mengakui sedang mempelajari dan mempertimbangkan kemungkinan aksi korporasi, namun belum ada keputusan final.
  - Basis: Jawaban poin 4 surat tanggapan
  - Caveats: Tidak ada detail jenis aksi korporasi, nilai, atau jadwal.
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Berdasarkan keterangan pemegang saham utama, tidak terdapat rencana perubahan kepemilikan saham di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6 surat tanggapan
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu terkait kepemilikan, perubahan kepemilikan, atau penjaminan saham, sesuai POJK No. 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3 surat tanggapan
- **Kemungkinan aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Pernyataan sedang mempelajari aksi korporasi dapat mengindikasikan potensi aksi seperti rights issue, private placement, atau aksi lain yang mempengaruhi struktur modal, namun belum ada konfirmasi.
  - Basis: Jawaban poin 4 surat tanggapan
  - Assumptions: Aksi korporasi yang dimaksud dapat berupa penerbitan saham baru atau transaksi material.
  - Caveats: Tidak ada informasi spesifik mengenai jenis aksi korporasi.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi efek KRYA yang memicu permintaan BEI mungkin terkait dengan ekspektasi pasar terhadap aksi korporasi yang sedang dipertimbangkan, namun tidak ada konfirmasi.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan atas volatilitas; KRYA menyatakan sedang mempertimbangkan aksi korporasi.
  - Assumptions: Volatilitas mungkin didorong oleh spekulasi pasar.
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung yang menghubungkan volatilitas dengan aksi korporasi.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian terkait aksi korporasi yang sedang dipertimbangkan, karena belum ada keputusan final dan tidak ada detail.
- Volatilitas transaksi efek yang menjadi dasar permintaan penjelasan Bursa, namun emiten tidak menyebutkan penyebabnya.

### Items to monitor

- Pengumuman lebih lanjut mengenai aksi korporasi yang sedang dipertimbangkan, termasuk jenis, nilai, dan jadwal.
- Perkembangan volatilitas harga saham KRYA dan potensi tindakan lanjutan dari BEI.
- Perubahan kepemilikan saham oleh pemegang saham utama, meskipun saat ini tidak ada rencana.
- Kepatuhan terhadap ketentuan keterbukaan informasi, terutama jika ada fakta material baru.

---

## LABA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Green Power Group Tbk (LABA) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Dalam surat tanggapan bernomor 053/GPG-OJK/IX/2026 yang ditandatangani Direktur Utama Chen Xiaoxiao, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai/harga efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024, tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkap, dan berdasarkan konfirmasi pemegang saham utama, belum ada rencana terkait kepemilikan saham. Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek LABA melalui surat S-11174/BEI.PP2/09-2026 (tanggal surat tidak terbaca).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal (POJK 31/POJK.04/2015).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal (Peraturan I-E, Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK 4/2024.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang).
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup.
- Berdasarkan konfirmasi kepada pemegang saham utama, belum terdapat rencana lebih lanjut terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat ditandatangani oleh Chen Xiaoxiao selaku Direktur Utama, tanggal 2 September 2026 pukul 17:21.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek (surat S-11174/BEI.PP2/09-2026).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tinfakan korporasi dalam waktu dekat.'
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui informasi material yang mempengaruhi nilai/harga efek atau keputusan investasi, serta tidak ada informasi material lain yang belum diungkap.
  - Basis: Jawaban poin 1, 2, dan 5.
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024.
  - Basis: Jawaban poin 3.
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Berdasarkan konfirmasi, pemegang saham utama belum memiliki rencana lebih lanjut terkait kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI mungkin disebabkan oleh aktivitas pasar tanpa katalis fundamental yang diungkapkan, atau oleh faktor eksternal yang tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Adanya permintaan penjelasan BEI dan jawaban yang menyangkal adanya informasi material.
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada periode sebelum surat BEI.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak terbaca (null), sehingga ketepatan waktu respons tidak dapat diverifikasi.
- Identitas pemegang saham utama tidak diungkapkan.
- Tidak ada rincian mengenai penyebab volatilitas atau aktivitas perdagangan.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; pergerakan harga saham tidak dijelaskan oleh faktor fundamental dari perseroan.
- Tidak ada rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, sehingga potensi aksi korporasi jangka pendek rendah menurut pernyataan manajemen.
- Pemegang saham utama belum memiliki rencana perubahan kepemilikan, mengurangi risiko perubahan struktur kepemilikan dalam waktu dekat.

---

## MDIY

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mengumumkan pencapaian pembukaan toko ke-1.400 di Indonesia, bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional. Perusahaan menegaskan ekspansi 2026 tetap sesuai target, dengan target minimal 270 toko baru dan realisasi 177 toko baru hingga Agustus 2026. Jaringan menjangkau 445 dari 514 kota/kabupaten di 37 dari 38 provinsi, termasuk area tier 3. Emiten menyatakan tidak ada dampak negatif terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Pengumuman ini merupakan siaran pers yang bersifat informatif, bukan aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham.

### Material changes

- MDIY resmi membuka toko ke-1.400 di Indonesia pada 3 September 2026, bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional.
- Target ekspansi 2026: minimal 270 toko baru.
- Hingga Agustus 2026, telah dibuka 177 toko baru.
- Jaringan menjangkau 445 dari 514 kota/kabupaten di 37 dari 38 provinsi.
- Pada Juli-Agustus 2026, 27 toko baru dibuka di luar Pulau Jawa.
- Dari total jaringan, 80% merupakan toko standalone, sisanya mall-based.
- Ekspansi mencakup area tier 3 seperti Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Buton Tengah.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak negatif dari informasi ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Key financial figures

- **target_pembukaan_toko_baru_2026:** 270 (2026)
- **jumlah_toko_baru_dibuka_hingga_agustus_2026:** 177 (Jan-Agu 2026)
- **jumlah_toko_baru_dibuka_luar_jawa_juli_agustus_2026:** 27 (Jul-Agu 2026)
- **total_toko_per_3_september_2026:** 1400 (3 Sep 2026)
- **persentase_toko_standalone:** 80% (per 3 Sep 2026)
- **jumlah_kota_kabupaten_terjangkau:** 445 (per Agu 2026)
- **total_kota_kabupaten_indonesia:** 514 (per Agu 2026)
- **jumlah_provinsi_terjangkau:** 37 (per Agu 2026)
- **total_provinsi_indonesia:** 38 (per Agu 2026)
- **diskon_maksimum_program_kurasi:** 52% (Sep 2026)
- **jumlah_produk_kurasi:** 800 (Sep 2026)
- **jumlah_produk_per_toko:** 18000 (per 3 Sep 2026)

### Expansion projects

- Pembukaan toko baru sebagai bagian dari ekspansi 2026 dengan target minimal 270 toko baru.
- Hingga Agustus 2026, 177 toko baru telah dibuka, termasuk 27 toko di luar Jawa pada Juli-Agustus 2026.
- Ekspansi menjangkau area tier 3 seperti Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Buton Tengah.

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi disampaikan berdasarkan POJK 31/2015, POJK 45/2024, dan Peraturan BEI I-E.

### Analytical scenarios

- **Progres target ekspansi 2026** [derived_calculation, high]: Realisasi 177 toko baru hingga Agustus 2026 dibandingkan target minimal 270 toko baru berarti progres sekitar 65,6% (177/270). Sisa target yang harus dicapai adalah 93 toko (270 - 177) untuk periode September-Desember 2026.
  - Basis: Target 270 toko baru (dokumen); Jumlah toko baru dibuka 177 (dokumen)
  - Assumptions: Target tahunan adalah 270 toko; Perhitungan progres menggunakan data kumulatif hingga Agustus
  - Caveats: Perhitungan hanya berdasarkan angka yang tersedia; tidak ada informasi tentang distribusi pembukaan per bulan
- **Proporsi toko baru di luar Jawa** [derived_calculation, high]: Dari 177 toko baru yang dibuka hingga Agustus 2026, 27 toko berada di luar Jawa, sehingga proporsinya sekitar 15,3% (27/177 * 100%).
  - Basis: Jumlah toko baru di luar Jawa: 27 (dokumen); Total toko baru: 177 (dokumen)
  - Assumptions: Semua 27 toko di luar Jawa termasuk dalam total 177 toko baru.
  - Caveats: Perhitungan proporsi hanya untuk periode Juli-Agustus, bukan keseluruhan tahun.
- **Dampak ekspansi terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Pembukaan toko baru yang agresif berpotensi meningkatkan pendapatan, tetapi tidak ada data keuangan dalam dokumen untuk mengukur dampak kuantitatif. Beberapa toko baru disebut mencatatkan penjualan di atas target awal, namun tanpa angka spesifik.
  - Basis: Pernyataan bahwa beberapa toko baru mencatatkan penjualan di atas target awal (dokumen)
  - Assumptions: Pertumbuhan pendapatan tidak selalu linear dengan jumlah toko karena faktor lain seperti biaya operasional.
  - Caveats: Tidak ada angka pendapatan atau laba yang disajikan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai pendanaan ekspansi atau dampak terhadap arus kas.
- Tidak ada rincian biaya pembukaan toko baru.
- Tidak ada data keuangan kuartalan atau tahunan yang disajikan.

### Items to monitor

- Pembukaan toko ke-1.400 menegaskan posisi MDIY sebagai peritel perlengkapan rumah tangga terbesar di Indonesia.
- Ekspansi mencakup area tier 3, menunjukkan penetrasi pasar yang lebih luas.

---

## MGLV

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 4

### Overview

PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV, dahulu PT Panca Anugrah Wisesa Tbk) sedang menjalani transformasi korporasi besar-besaran: mengubah kegiatan usaha dari perdagangan besar peralatan rumah tangga menjadi penyedia infrastruktur komputasi/data center (KBLI 63102, 64210, 70209). Rencana ini akan dibawa ke RUPS Luar Biasa dan RUPS Independen pada 7 September 2026. Agenda mencakup perubahan anggaran dasar, PMHMETD I hingga 285.732.512 saham baru, divestasi 13 anak perusahaan, pengalihan aset-liabilitas, pengambilalihan saham NAC dan NGC dari NDC, serta penerimaan pinjaman pemegang saham Rp4 triliun dari NDC. Seluruh transaksi dikategorikan sebagai transaksi material dan afiliasi. Proforma menunjukkan lonjakan aset dari Rp181,4 miliar menjadi Rp8,27 triliun. Rencana ini masih memerlukan persetujuan RUPS dan efektifnya pernyataan pendaftaran ke OJK.

### Material changes

- Perubahan kegiatan usaha dari perdagangan besar peralatan rumah tangga menjadi penyedia infrastruktur komputasi, hosting, perusahaan induk, dan konsultasi manajemen (KBLI 63102, 64210, 70209).
- Perubahan nama perusahaan dari PT Panca Anugrah Wisesa Tbk menjadi PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk.
- Rencana PMHMETD I hingga 285.732.512 saham baru (nilai nominal Rp20).
- Rencana divestasi 13 anak perusahaan dan pengalihan aset-liabilitas kepada pihak ketiga.
- Rencana pengambilalihan saham NAC dan NGC dari NDC serta piutang NDC terhadap NAC dan NGC.
- Rencana penerimaan pinjaman pemegang saham Rp4 triliun dari NDC.
- Perubahan susunan Dewan Komisaris (agenda RUPSLB).

### Key financial figures

- **Jumlah Aset (30 April 2026):** 181.412.886.581 (30 April 2026)
- **Jumlah Aset (31 Desember 2025):** 187.913.019.699 (31 Desember 2025)
- **Jumlah Aset (31 Desember 2024):** 268.081.066.174 (31 Desember 2024)
- **Jumlah Liabilitas (30 April 2026):** 62.424.540.577 (30 April 2026)
- **Jumlah Ekuitas (30 April 2026):** 118.988.346.004 (30 April 2026)
- **Pendapatan Bersih (4M 2026):** 24.122.429.354 (4M 2026)
- **Laba (Rugi) Periode Berjalan (4M 2026):** -9.350.545.928 (4M 2026)
- **NPV Proyek:** 3.795.746 (Rp Juta) (Proyeksi)
- **IRR Proyek:** 13,41% (Proyeksi)
- **Payback Period:** 8 tahun 9 bulan (Proyeksi)
- **Profitability Index:** 1,25 (Proyeksi)
- **Jumlah Aset Proforma Setelah Transaksi:** 8.268.743.381.117 (Proforma 30 April 2026)
- **Jumlah Liabilitas Proforma Setelah Transaksi:** 5.847.675.282.548 (Proforma 30 April 2026)
- **Jumlah Ekuitas Proforma Setelah Transaksi:** 2.421.068.098.569 (Proforma 30 April 2026)
- **Pinjaman Pemegang Saham dari NDC:** 4.000.000.000.000 (Proforma 30 April 2026)
- **Dana Bersih PMHMETD I:** 2.352.150.038.784 (Proforma 30 April 2026)
- **Pendapatan NAC (sejak pendirian s.d. 30 Juni 2026):** 48.172.803.306 (s.d. 30 Juni 2026)
- **Laba Bersih NAC (sejak pendirian s.d. 30 Juni 2026):** 9.494.192.343 (s.d. 30 Juni 2026)
- **Kapasitas Terpasang NAC:** 6 MW (saat ini)
- **Kapasitas Rencana NAC:** 42 MW (rencana)
- **Kapasitas Rencana NGC:** 60 MW (rencana)
- **Jumlah Saham Baru PMHMETD I:** 285.732.512 (rencana)
- **Nilai Nominal Saham:** Rp20 (per saham)
- **Asumsi Harga Pelaksanaan PMHMETD I:** Rp8.400 (proforma)
- **Dana Hasil PMHMETD I (jika semua HMETD dilaksanakan):** 2.400.153.100.800 (proforma)
- **Total Aset Setelah PMHMETD I:** 2.533.562.925.365 (proforma)
- **Total Ekuitas Setelah PMHMETD I:** 2.471.138.384.788 (proforma)
- **Jumlah Saham Beredar Setelah PMHMETD I:** 2.190.615.923 (proforma)
- **Dilusi Maksimum:** 13,04% (PMHMETD I)

### Corporate actions

- Perubahan kegiatan usaha
- Rights issue (PMHMETD I)
- Divestasi 13 anak perusahaan
- Pengalihan aset dan liabilitas
- Akuisisi NAC dan NGC
- Pinjaman pemegang saham dari NDC
- Transaksi afiliasi
- Perubahan susunan Dewan Komisaris

### Expansion projects

- Pengembangan data center NAC di Jababeka, Cikarang, dari 6 MW menjadi 42 MW.
- Pembangunan data center NGC di KITB Batang, Jawa Tengah, kapasitas 60 MW.
- Capex proyeksi 2026: Rp7.077.360 juta; 2027: Rp6.284.730 juta.
- Pendanaan 70% pinjaman bank dan 30% ekuitas (termasuk PMHMETD I dan pinjaman pemegang saham).
- Masa sewa lahan NGC 75 tahun, proyeksi arus kas hingga 2101.

### Management / control changes

- Perubahan nama menjadi PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk.
- Susunan direksi: Ahmad Zulfikar (Dirut), Putra Harianto Bate'e, Afin, Ma Da.
- Dewan komisaris: Suriyanto (Komut), Ridwan Hasan (Komisaris Independen), Glenn T Sugita.
- NDC sebagai pengendali dengan 74,06% saham.
- Pemilik manfaat: Glenn T Sugita, Suriyanto, dan Sugito Walujo (kelompok terorganisasi).

### Capital structure

- Modal dasar: 6.000.000.000 saham, nilai nominal Rp20.
- Modal ditempatkan: 1.904.883.411 saham.
- NDC: 1.410.713.200 saham (74,06%).
- Masyarakat: 494.170.211 saham (25,94%).
- Saham portepel: 4.095.116.589.
- Rencana PMHMETD I: maksimal 285.732.512 saham baru.
- Dilusi maksimum 13,04% bagi yang tidak melaksanakan HMETD.

### Listing / regulatory

- Persetujuan RUPSLB diperlukan untuk perubahan kegiatan usaha.
- NIB OSS RBA telah diperbaharui untuk KBLI baru.
- Sertifikat standar untuk KBLI 63102 telah dimiliki.
- Pernyataan pendaftaran ke OJK akan disampaikan setelah RUPS dan harus efektif sebelum pelaksanaan PMHMETD I.
- Jangka waktu antara persetujuan RUPS dan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.
- Free float akan dipastikan memenuhi ketentuan BEI.
- Pelaporan pemilik manfaat ke Menkum.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPS** [explicit_fact, high]: RUPSLB dan RUPS Independen dijadwalkan pada 7 September 2026 pukul 14:00, dengan recording date 11 Agustus 2026.
  - Basis: Dokumen pemanggilan RUPS menyatakan hari/tanggal/waktu dan recording date.
- **Agenda perubahan kegiatan usaha** [explicit_fact, high]: Agenda RUPS Independen mencakup perubahan Pasal 3 anggaran dasar terkait maksud dan tujuan serta kegiatan usaha, dengan studi kelayakan, untuk memenuhi POJK 17/2020.
  - Basis: Agenda nomor 1 RUPS Independen.
- **Rencana PMHMETD I** [explicit_fact, high]: Perseroan berencana menerbitkan maksimal 285.732.512 saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham melalui PMHMETD I sesuai POJK 32/2015.
  - Basis: Agenda nomor 2 RUPS Independen dan keterbukaan informasi PMHMETD I.
- **Transaksi material dan afiliasi** [explicit_fact, high]: Rencana penjualan anak perusahaan, pengalihan aset-liabilitas, pengambilalihan saham NAC dan NGC, serta pinjaman pemegang saham dari NDC dikategorikan sebagai transaksi material dan afiliasi.
  - Basis: Agenda nomor 3, 4, dan 5 RUPS Independen.
- **Kelayakan proyek** [explicit_fact, high]: Studi kelayakan oleh KJPP FDI&R menyimpulkan proyek layak dengan NPV positif Rp3.795.746 juta, IRR 13,41% > discount rate 9,99%, PI 1,25 > 1.
  - Basis: Laporan Studi Kelayakan No. 00163/2.0176-00/BS/05/0453/1/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026.
  - Assumptions: Proyeksi arus kas incremental hingga 2101.
- **Pendapatan NAC** [explicit_fact, high]: NAC membukukan pendapatan Rp48,17 miliar dan laba bersih Rp9,49 miliar sejak pendirian hingga 30 Juni 2026, menunjukkan kegiatan usaha baru telah menghasilkan pendapatan.
  - Basis: Laporan keuangan NAC.
- **Dampak terhadap rasio keuangan** [explicit_fact, high]: Rasio liabilitas terhadap aset menurun dari 0,3441 menjadi 0,0246, dan rasio liabilitas terhadap ekuitas menurun dari 0,5246 menjadi 0,0253 setelah PMHMETD I.
  - Basis: Halaman 8 dokumen PMHMETD I.
- **Dilusi maksimum** [explicit_fact, high]: Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD dapat terdilusi maksimal 13,04%.
  - Basis: Halaman 7 dokumen PMHMETD I.
- **Peningkatan aset proforma** [derived_calculation, high]: Aset proforma meningkat sebesar Rp8.087.330.494.536 dari Rp181.412.886.581 menjadi Rp8.268.743.381.117.
  - Basis: Angka proforma dan sebelum transaksi.
  - Assumptions: Semua transaksi diasumsikan terjadi.
- **Dana hasil PMHMETD I** [derived_calculation, high]: Dana hasil PMHMETD I dihitung dari 285.732.512 saham x Rp8.400 = Rp2.400.153.100.800.
  - Basis: Jumlah saham baru (285.732.512) dan asumsi harga pelaksanaan (Rp8.400).
  - Assumptions: Semua saham baru diambil oleh pemegang saham.
  - Caveats: Harga pelaksanaan masih asumsi, belum final.
- **Peningkatan ekuitas** [derived_calculation, high]: Peningkatan ekuitas setelah PMHMETD I adalah Rp2.471.138.384.788 - Rp118.988.346.004 = Rp2.352.150.038.784.
  - Basis: Total ekuitas sebelum dan setelah PMHMETD I.
  - Assumptions: Menggunakan proforma dengan asumsi harga pelaksanaan Rp8.400.
- **Peningkatan modal kerja bersih** [derived_calculation, high]: Modal kerja bersih meningkat dari Rp101,46 miliar menjadi Rp5.082,95 miliar, selisih sekitar Rp4.981,50 miliar, konsisten dengan tambahan kas dari pinjaman dan PMHMETD.
  - Basis: modal_kerja_bersih_sebelum; modal_kerja_bersih_sesudah
  - Assumptions: Perhitungan selisih sederhana.
- **Perubahan rasio liabilitas** [derived_calculation, medium]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas meningkat dari 0,52 menjadi 2,42, mencerminkan tambahan liabilitas dari pinjaman pemegang saham Rp4 triliun yang belum digunakan.
  - Basis: liabilitas_terhadap_ekuitas_sebelum; liabilitas_terhadap_ekuitas_sesudah; pinjaman_pemegang_saham
  - Assumptions: Pinjaman dicatat sebagai liabilitas.
  - Caveats: Angka pasti liabilitas tidak diungkap.
- **Potensi perubahan arah bisnis** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan kegiatan usaha dan transaksi material yang melibatkan anak perusahaan serta pinjaman pemegang saham mengindikasikan potensi restrukturisasi atau perubahan fokus bisnis, namun detail belum diungkap.
  - Basis: Agenda perubahan kegiatan usaha dan transaksi material.
  - Assumptions: Perubahan kegiatan usaha mungkin terkait dengan pengembangan bisnis AI atau infrastruktur digital, namun tidak ada konfirmasi.
  - Caveats: Belum ada rincian rencana bisnis atau nilai transaksi.
- **Kebutuhan pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Rencana PMHMETD dan pinjaman pemegang saham menunjukkan potensi kebutuhan pendanaan untuk mendanai transaksi atau ekspansi, namun tidak ada angka pasti.
  - Basis: Agenda PMHMETD dan pinjaman pemegang saham.
  - Assumptions: PMHMETD mungkin digunakan untuk mendanai akuisisi atau operasional.
  - Caveats: Tidak ada informasi jumlah dana atau penggunaan.
- **Risiko over supply data center** [analyst_hypothesis, low]: Proyeksi menunjukkan over supply pada 2026-2028, namun manajemen mengklaim adanya perjanjian sewa dengan pihak ketiga untuk menyerap kapasitas.
  - Basis: Grafik supply-demand.
  - Assumptions: Perjanjian sewa terwujud.
  - Caveats: Belum ada detail perjanjian.
- **Dampak perubahan kegiatan usaha terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, medium]: Pada 30 April 2026, dampak pendapatan nihil karena pendapatan lama dihapus melalui divestasi dan NAC/NGC belum membukukan pendapatan.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen.
  - Assumptions: Divestasi dan akuisisi selesai.
  - Caveats: Belum ada pendapatan dari usaha baru.
- **Potensi konflik kepentingan** [analyst_hypothesis, low]: Pengambilalihan piutang dari NDC ke NAC dan NGC dapat menimbulkan potensi konflik kepentingan karena NDC adalah pengendali.
  - Basis: NDC sebagai pengendali dan rencana pengambilalihan piutang.
  - Assumptions: Transaksi antar pihak terkait.
  - Caveats: Belum ada detail transaksi atau penilaian independen.
- **Klarifikasi kelompok terorganisasi** [analyst_hypothesis, medium]: Klarifikasi bahwa Glenn T Sugita, Suriyanto, dan Sugito Walujo merupakan kelompok terorganisasi dapat mempengaruhi penilaian pengendalian dan kepatuhan terhadap POJK 9/2018.
  - Basis: Halaman 5 dokumen PMHMETD I.
  - Assumptions: Pengendalian melalui NDC.
  - Caveats: Klarifikasi hanya berdasarkan pemahaman Perseroan.

### Risks / uncertainties

- Rencana transaksi material dan perubahan kegiatan usaha belum disetujui RUPS; dapat berubah atau batal.
- Tidak ada rincian nilai transaksi, sehingga materialitas tidak dapat diverifikasi.
- Transaksi afiliasi memerlukan persetujuan pemegang saham independen sesuai POJK 42/2020.
- Potensi dilusi dari PMHMETD belum dapat dihitung tanpa rincian jumlah saham.
- Over supply data center pada 2026-2028.
- Ketergantungan pada pinjaman pemegang saham dan PMHMETD I.
- Kelayakan proyek bergantung pada asumsi proyeksi jangka panjang.
- Belum ada HKI terdaftar untuk NAC/NGC.
- Kapasitas terpasang masih jauh dari rencana penuh, sehingga pendapatan aktual belum mencerminkan potensi penuh.
- Pencairan pinjaman pemegang saham Rp4 triliun diasumsikan penuh pada tanggal proforma, tetapi realisasi belum pasti.
- Persetujuan RUPSLB dan RUPS Independen belum diperoleh; kuorum dan keputusan masih harus dipenuhi.
- Transaksi pengambilalihan dan penjualan anak perusahaan masih memerlukan persetujuan dan dapat menghadapi kendala regulasi.
- Harga pelaksanaan PMHMETD I belum ditetapkan.
- Pernyataan pendaftaran ke OJK belum efektif.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB dan RUPS Independen pada 7 September 2026.
- Nilai transaksi akuisisi NAC dan NGC.
- Nilai transaksi penjualan anak perusahaan dan pengalihan aset-liabilitas.
- Harga pelaksanaan final PMHMETD I.
- Jadwal pelaksanaan PMHMETD I.
- Efektifnya pernyataan pendaftaran ke OJK.
- Detail perjanjian sewa dengan pihak ketiga untuk menyerap over supply.
- Rincian 13 anak perusahaan yang akan didivestasi.
- Rincian penggunaan dana PMHMETD I.
- Klarifikasi kelompok terorganisasi dan dampaknya terhadap pengendalian.

---

## MKNT

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 4

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menerbitkan empat pengumuman yang seluruhnya bersifat pelaporan dan kepatuhan, tanpa aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus. Pada 3 September, emiten menanggapi permintaan penjelasan Bursa (ID 157/MKNT-BEI/IX/2026), namun isi dokumen tidak dapat diekstraksi sehingga substansinya tidak diketahui. Pada 4 September, MKNT menyampaikan laporan keuangan audited Kuartal II 2026 (ID 158/MKNT-OJK/IX/2026) yang menunjukkan pendapatan Rp75,88 miliar dan ekuitas negatif Rp13,66 miliar. Pada 5 September, emiten menerbitkan dua koreksi: pertama, koreksi atas penyampaian laporan keuangan Kuartal II 2026 (ID 15A/MKNT-OJK/IX/2026) tanpa penjelasan alasan koreksi; kedua, koreksi atas laporan keuangan konsolidasian audited Kuartal I 2026 (ID 156/MKNT-OJK/IX/2026) yang mengungkapkan ekuitas negatif Rp9,14 miliar, rugi bersih Rp1,79 miliar, dan tidak ada penjualan pada dua periode. Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus BEI. Secara korporasi, hal yang berubah adalah penyampaian dan koreksi laporan keuangan yang menyoroti kondisi keuangan lemah (ekuitas negatif, rugi berkelanjutan, kas menipis) dan risiko kepatuhan, meskipun tidak ada aksi korporasi baru.

### Material changes

- Penyampaian laporan keuangan audited Kuartal II 2026 (4 September) dan koreksinya (5 September) tanpa penjelasan alasan koreksi.
- Koreksi laporan keuangan konsolidasian audited Kuartal I 2026 (5 September) yang mengungkapkan ekuitas negatif Rp9,14 miliar dan tidak ada penjualan pada dua periode.
- Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus BEI (disebutkan dalam pengumuman 156).
- Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan selama periode.

### Key financial figures

- **Pendapatan periode berjalan (Kuartal II 2026):** 75.881.920.838 (Kuartal II 2026 (30 Juni 2026))
- **Pendapatan periode sebelumnya (pembanding):** 1.145.773.874 (Kuartal II 2025 (pembanding))
- **Ekuitas (Kuartal II 2026):** -13.655.018.948 (30 Juni 2026)
- **Total aset (Kuartal I 2026):** 826.092.545.245 (31 Maret 2026)
- **Total liabilitas (Kuartal I 2026):** 835.229.098.929 (31 Maret 2026)
- **Ekuitas (Kuartal I 2026):** -9.136.553.684 (31 Maret 2026)
- **Rugi bersih (Kuartal I 2026):** -1.788.329.955 (1 Januari - 31 Maret 2026)
- **Rugi bersih (Kuartal I 2025):** -551.991.585 (1 Januari - 31 Maret 2025)
- **Kas dan setara kas (Kuartal I 2026):** 1.130.003 (31 Maret 2026)
- **Kas dan setara kas (akhir 2025):** 4.349.732 (31 Desember 2025)
- **Uang muka tidak lancar atas investasi:** 822.925.100.000 (31 Maret 2026)
- **Utang lainnya pihak ketiga:** 828.893.648.800 (31 Maret 2026)
- **Kurs yang digunakan:** 17.781 (30 Juni 2026)

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap sebesar Rp4.728.687 pada Kuartal I 2026, tanpa rincian jenis aset atau tujuan strategis. Ini bukan proyek ekspansi yang diumumkan; hanya perubahan kecil pada aset tetap.

### Capital structure

- Modal saham biasa Rp110.000.000.000 dan tambahan modal disetor Rp32.993.656.000, tidak berubah antara 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
- Tidak ada penerbitan saham baru, dividen, atau transaksi treasury stock pada periode berjalan.

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia (disebutkan dalam pengumuman 156).
- Penyampaian laporan keuangan audited Kuartal I 2026 dan Kuartal II 2026 kepada OJK dan BEI sebagai pemenuhan kewajiban pelaporan.
- Pengumuman 157 merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa, namun isi tidak dapat diekstraksi.

### Analytical scenarios

- **Pendapatan Kuartal II 2026** [explicit_fact, high]: Pendapatan periode berjalan (Kuartal II 2026) tercatat Rp75.881.920.838, naik signifikan dari periode sebelumnya Rp1.145.773.874. Angka ini dinyatakan dalam laporan keuangan audited dan dipertahankan dalam koreksi.
  - Basis: Pengumuman 158/MKNT-OJK/IX/2026; Pengumuman 15A/MKNT-OJK/IX/2026
- **Ekuitas negatif** [explicit_fact, high]: Ekuitas tercatat negatif Rp13.655.018.948 pada 30 Juni 2026 (Kuartal II) dan negatif Rp9.136.553.684 pada 31 Maret 2026 (Kuartal I). Kedua angka dinyatakan dalam laporan keuangan audited.
  - Basis: Pengumuman 158/MKNT-OJK/IX/2026; Pengumuman 15A/MKNT-OJK/IX/2026; Pengumuman 156/MKNT-OJK/IX/2026
- **Tidak ada penjualan pada Kuartal I 2026 dan Kuartal I 2025** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada penjualan pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025, sesuai laporan keuangan konsolidasian audited Kuartal I 2026.
  - Basis: Pengumuman 156/MKNT-OJK/IX/2026
- **Pertumbuhan pendapatan Kuartal II 2026** [derived_calculation, medium]: Pendapatan naik sebesar Rp74.736.146.964 (75.881.920.838 - 1.145.773.874). Pertumbuhan relatif sekitar 6523% (74.736.146.964 / 1.145.773.874 * 100).
  - Basis: Pengumuman 158/MKNT-OJK/IX/2026; Pengumuman 15A/MKNT-OJK/IX/2026
  - Assumptions: Periode pembanding adalah Kuartal II 2025 (periode yang sama tahun sebelumnya).
  - Caveats: Periode pembanding tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; asumsi berdasarkan konteks laporan keuangan.
- **Penurunan kas Kuartal I 2026** [derived_calculation, high]: Kas turun dari Rp4.349.732 (31 Desember 2025) menjadi Rp1.130.003 (31 Maret 2026), penurunan sebesar Rp3.219.729 atau sekitar 74%.
  - Basis: Pengumuman 156/MKNT-OJK/IX/2026
  - Assumptions: Tidak ada efek kurs atau perubahan lainnya yang dicantumkan.
- **Perubahan rugi bersih Kuartal I 2026** [derived_calculation, high]: Rugi bersih meningkat dari Rp551.991.585 (Kuartal I 2025) menjadi Rp1.788.329.955 (Kuartal I 2026), kenaikan sebesar Rp1.236.338.370 atau sekitar 224%.
  - Basis: Pengumuman 156/MKNT-OJK/IX/2026
  - Assumptions: Perhitungan selisih sederhana.
- **Ekuitas negatif Kuartal I 2026** [derived_calculation, high]: Total aset (Rp826.092.545.245) lebih kecil dari total liabilitas (Rp835.229.098.929), menghasilkan ekuitas negatif Rp9.136.553.684.
  - Basis: Pengumuman 156/MKNT-OJK/IX/2026
  - Assumptions: Ekuitas = aset - liabilitas.
- **Alasan koreksi laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi atas penyampaian laporan keuangan Kuartal II 2026 (ID 15A) dan Kuartal I 2026 (ID 156) mungkin terkait perbaikan angka, penyajian, atau kesalahan administratif, namun alasan tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Pengumuman 15A/MKNT-OJK/IX/2026; Pengumuman 156/MKNT-OJK/IX/2026
  - Assumptions: Koreksi dilakukan untuk memperbaiki kesalahan atau penyajian.
  - Caveats: Tidak ada bukti pendukung; hanya spekulasi.
- **Risiko going concern** [analyst_hypothesis, low]: Ekuitas negatif yang memburuk, rugi berkelanjutan, kas menipis, dan tidak ada penjualan pada dua periode dapat menimbulkan risiko kelangsungan usaha, namun belum ada pernyataan manajemen mengenai hal ini.
  - Basis: Pengumuman 156/MKNT-OJK/IX/2026; Pengumuman 158/MKNT-OJK/IX/2026
  - Assumptions: Tren kerugian berlanjut dan tidak ada perbaikan signifikan.
  - Caveats: Hipotesis tidak didukung oleh pernyataan eksplisit dari emiten; analisis lebih lanjut diperlukan.
- **Dominasi uang muka investasi** [analyst_hypothesis, low]: Uang muka tidak lancar atas investasi sebesar Rp822,93 miliar mendominasi aset, kemungkinan terkait komitmen investasi jangka panjang, namun tidak ada rincian lebih lanjut.
  - Basis: Pengumuman 156/MKNT-OJK/IX/2026
  - Assumptions: Nilai tersebut mewakili komitmen investasi yang signifikan.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan dari emiten mengenai sifat atau tujuan investasi.

### Risks / uncertainties

- Ekuitas negatif yang memburuk (Rp13,66 miliar pada Kuartal II 2026 dan Rp9,14 miliar pada Kuartal I 2026) dapat memicu pertanyaan mengenai kelangsungan usaha dan kepatuhan terhadap ketentuan pencatatan bursa.
- Alasan koreksi laporan keuangan tidak dijelaskan, sehingga terdapat ketidakpastian mengenai substansi perubahan.
- Penurunan kas yang tajam dan arus kas operasi negatif dapat mempengaruhi kemampuan operasional jangka pendek.
- Ketergantungan pada utang lainnya pihak ketiga yang besar (Rp828,89 miliar) meningkatkan risiko refinancing.
- Tidak ada penjualan pada dua periode berturut-turut (Kuartal I 2026 dan Kuartal I 2025), menunjukkan potensi risiko keberlangsungan usaha jika tidak ada sumber pendapatan lain.
- Isi pengumuman 157 (tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa) tidak dapat diekstraksi, sehingga risiko regulasi terkait tidak dapat dinilai.
- Banyak catatan (wesel bayar, utang bank, sukuk) tidak memiliki nilai numerik, sehingga materialitas tidak dapat dinilai.

### Items to monitor

- Alasan dan substansi koreksi laporan keuangan Kuartal II 2026 (ID 15A) dan Kuartal I 2026 (ID 156).
- Isi pengumuman 157/MKNT-BEI/IX/2026 (tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa) setelah dokumen berhasil diekstraksi.
- Kemampuan emiten untuk memulihkan ekuitas positif dan kelangsungan usaha.
- Rencana manajemen untuk mengatasi defisit atau meningkatkan modal.
- Status pencatatan di papan Pemantauan Khusus dan potensi sanksi atau delisting.
- Perkembangan uang muka investasi sebesar Rp822,93 miliar dan utang lainnya pihak ketiga.
- Kualitas dan keberlanjutan pendapatan Kuartal II 2026 yang melonjak signifikan.

---

## MPXL

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) menyampaikan materi Public Expose Tahunan melalui surat nomor 001/Speng/MPXL-SEC/IX/2026 tanggal 2 September 2026. Surat ini merupakan pengantar administratif yang merujuk pada rencana Public Expose yang diumumkan sebelumnya (surat nomor 002/SPeng/MPXL-SEC/VIII/2026 tanggal 21 Agustus 2026). Materi Public Expose yang dilampirkan (file 'Public Expose MPXL 2026.pdf') memuat paparan kinerja keuangan Q2 2026 yang membaik signifikan dibanding Q2 2025: pendapatan naik 28,81% menjadi Rp73,121 miliar, laba bersih berbalik dari rugi Rp3,508 miliar menjadi laba Rp4,114 miliar, dan EBITDA naik 102,13% menjadi Rp16,445 miliar. Neraca menunjukkan kas meningkat 57,43% menjadi Rp13,183 miliar, total aset turun 3,08%, liabilitas turun 8,68%, dan ekuitas naik 4,64%. Strategi 2026 bersifat kualitatif: efisiensi rute, kemitraan sparepart, ekspansi komoditas non-semen (CPO, alumina, FABA), serta kerja sama dengan PLTU Jawa-Bali dan PT Samudera Banten Logistik untuk mendukung INALUM. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus/pengendali, perubahan struktur modal, atau transaksi aset material yang diumumkan. Tidak ada panduan kuantitatif, target pendapatan, atau angka capex yang diungkapkan.

### Material changes

- PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) menyampaikan materi Public Expose Tahunan melalui surat nomor 001/Speng/MPXL-SEC/IX/2026 tanggal 2 September 2026.
- Surat penyampaian materi Public Expose ditandatangani oleh James S. Chandra selaku Direktur.
- Materi Public Expose dilampirkan dalam file 'Public Expose MPXL 2026.pdf'.
- Surat merujuk pada rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan yang diumumkan melalui surat nomor 002/SPeng/MPXL-SEC/VIII/2026 tanggal 21 Agustus 2026.
- Public Expose Tahunan dilaksanakan pada 7 September 2026.
- MPXL berdiri 17 Maret 2017 dan listing di IDX pada 9 Mei 2023.
- Bidang usaha: pengangkutan dan perdagangan semen, kapur, slag, batu, CPO, dan clinker.
- Struktur kepemilikan anak usaha: 99,9% di PT Tambang Raya Sejahtera, 99,8% di PT MPX Indo Gemilang, 99,5% di PT MPX Maritim Nusantara.
- Kinerja Q2 2026: pendapatan Rp73,121 juta, laba bruto Rp15,086 juta, laba bersih Rp4,114 juta, laba per saham dasar Rp2,06, GPM 20,63%, NPM 5,63%, EBITDA Rp16,445 juta, margin EBITDA 22,49%.
- Kinerja Q2 2025: pendapatan Rp56,768 juta, laba bruto Rp7,677 juta, rugi bersih Rp3,508 juta, rugi per saham Rp1,75, GPM 13,52%, NPM -6,18%, EBITDA Rp8,136 juta, margin EBITDA 14,33%.
- Neraca Q2 2026: kas dan bank Rp13,183 juta, total aset Rp204,768 juta, total liabilitas Rp111,879 juta, total ekuitas Rp92,889 juta, ROA 2,01%, ROE 4,43%, DER 1,20.
- Neraca FY 2025: kas dan bank Rp8,374 juta, total aset Rp211,281 juta, total liabilitas Rp122,511 juta, total ekuitas Rp88,770 juta, ROA -1,68%, ROE -3,99%, DER 1,38.
- Komoditas yang diangkut: semen curah, steel slag, alumina powder, fly ash, bottom ash, batu split, CPO, kapur curah, batu kapur, batu bara, clinker, crushed stone.
- Komoditas yang dijual: batu split curah, semen, fly ash, crushed stone.
- Strategi 2026: maksimalisasi efektivitas dan efisiensi rute; kemitraan strategis dengan distributor sparepart dan ban; perluasan kajian pengelolaan dan distribusi material industri di luar semen curah; penguatan kerja sama dengan PLTU Jawa-Bali untuk layanan FABA; penambahan portofolio transportasi CPO; pengembangan layanan alumina powder untuk INALUM melalui kerja sama dengan PT Samudera Banten Logistik; kerja sama dengan distributor semen curah untuk proyek infrastruktur.
- Alamat kantor pusat: Gold Coast Office Tower Liberty Lantai 19 K-L, Jl. Pantai Indah Kapuk Barat No. 1, Penjaringan, Jakarta Utara; kantor representatif di Bandar Lampung; bengkel/garasi di Serang, Cibinong, dan Samarinda.
- Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, dividen, stock split, atau perubahan pengendali yang diumumkan dalam dokumen.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan struktur modal, penerbitan saham baru, atau instrumen utang.
- Tidak ada transaksi material aset, akuisisi, atau divestasi yang disebutkan.
- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diungkapkan.
- Tidak ada status pencatatan atau suspensi yang disebutkan.
- Tidak ada risiko kepatuhan yang diungkapkan.

### Key financial figures

- **Pendapatan:** 56768 (Q2 2025 (dalam jutaan Rupiah))
- **Pendapatan:** 73121 (Q2 2026 (dalam jutaan Rupiah))
- **Laba Bruto:** 7677 (Q2 2025 (dalam jutaan Rupiah))
- **Laba Bruto:** 15086 (Q2 2026 (dalam jutaan Rupiah))
- **Laba (Rugi) Bersih:** -3508 (Q2 2025 (dalam jutaan Rupiah))
- **Laba (Rugi) Bersih:** 4114 (Q2 2026 (dalam jutaan Rupiah))
- **Laba (Rugi) per Saham Dasar:** -1.75 (Q2 2025 (satuan penuh))
- **Laba (Rugi) per Saham Dasar:** 2.06 (Q2 2026 (satuan penuh))
- **Margin Laba Bruto (GPM):** 13.52% (Q2 2025)
- **Margin Laba Bruto (GPM):** 20.63% (Q2 2026)
- **Margin Laba (Rugi) Neto (NPM):** -6.18% (Q2 2025)
- **Margin Laba (Rugi) Neto (NPM):** 5.63% (Q2 2026)
- **EBITDA:** 8136 (Q2 2025 (dalam jutaan Rupiah))
- **EBITDA:** 16445 (Q2 2026 (dalam jutaan Rupiah))
- **Margin EBITDA:** 14.33% (Q2 2025)
- **Margin EBITDA:** 22.49% (Q2 2026)
- **Kas dan Bank:** 8374 (Desember 2025 (dalam jutaan Rupiah))
- **Kas dan Bank:** 13183 (Q2 2026 (dalam jutaan Rupiah))
- **Total Aset:** 211281 (Desember 2025 (dalam jutaan Rupiah))
- **Total Aset:** 204768 (Q2 2026 (dalam jutaan Rupiah))
- **Total Liabilitas:** 122511 (Desember 2025 (dalam jutaan Rupiah))
- **Total Liabilitas:** 111879 (Q2 2026 (dalam jutaan Rupiah))
- **Total Ekuitas:** 88770 (Desember 2025 (dalam jutaan Rupiah))
- **Total Ekuitas:** 92889 (Q2 2026 (dalam jutaan Rupiah))

### Expansion projects

- Ekspansi bisnis 2026 bersifat kualitatif: efisiensi rute, kemitraan sparepart, perluasan komoditas non-semen, penguatan FABA dengan PLTU, penambahan transportasi CPO, pengembangan alumina powder untuk INALUM, dan kerja sama distributor semen.
- Tidak ada angka capex, kapasitas, utilisasi, atau commissioning yang diungkapkan.
- Tidak ada milestone atau timeline spesifik untuk inisiatif tersebut.

### Capital structure

- Struktur kepemilikan anak usaha: 99,9% di PT Tambang Raya Sejahtera, 99,8% di PT MPX Indo Gemilang, 99,5% di PT MPX Maritim Nusantara.
- Tidak ada rincian pemegang saham pengendali atau perubahan struktur modal.

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan kepada otoritas bursa (IDX) melalui sistem pelaporan elektronik.
- Tidak ada perubahan status pencatatan, suspensi, atau delisting yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan Q2 2026 naik 28,81% dari Q2 2025 (73.121/56.768 - 1).
  - Basis: Angka pendapatan Q2 2025 dan Q2 2026 dari slide kinerja keuangan.
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka dalam jutaan Rupiah.
- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih berbalik dari rugi Rp3,508 juta menjadi laba Rp4,114 juta, peningkatan 217,25% (dari basis negatif).
  - Basis: Angka laba bersih Q2 2025 dan Q2 2026.
  - Assumptions: Perhitungan persentase mengikuti slide (217,25%).
- **Pertumbuhan EBITDA** [derived_calculation, high]: EBITDA naik 102,13% dari Rp8.136 juta menjadi Rp16.445 juta.
  - Basis: Angka EBITDA Q2 2025 dan Q2 2026.
  - Assumptions: Perhitungan persentase mengikuti slide.
- **Perubahan kas** [derived_calculation, high]: Kas dan bank naik 57,43% dari Rp8.374 juta menjadi Rp13.183 juta.
  - Basis: Angka kas FY2025 dan Q2 2026.
  - Assumptions: Perhitungan persentase mengikuti slide.
- **Perubahan leverage** [derived_calculation, high]: DER turun dari 1,38 menjadi 1,20, penurunan 13,05%.
  - Basis: Angka DER FY2025 dan Q2 2026.
  - Assumptions: Perhitungan persentase mengikuti slide.
- **Peningkatan profitabilitas** [analyst_hypothesis, low]: Perbaikan margin dan laba bersih mengindikasikan efisiensi operasional atau perubahan bauran komoditas, namun tanpa rincian biaya atau volume, penyebab pastinya tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Kenaikan GPM dari 13,52% ke 20,63% dan NPM dari -6,18% ke 5,63%.
  - Assumptions: Asumsi bahwa tidak ada perubahan kebijakan akuntansi signifikan.
  - Caveats: Tidak ada data biaya, volume, atau harga jual per komoditas.
- **Dampak ekspansi komoditas** [analyst_hypothesis, low]: Inisiatif pengembangan CPO, alumina, dan FABA berpotensi mendiversifikasi pendapatan, tetapi belum ada angka kontribusi atau target.
  - Basis: Slide pengembangan bisnis 2026 menyebutkan penambahan komoditas.
  - Assumptions: Asumsi bahwa inisiatif tersebut akan terealisasi sesuai rencana.
  - Caveats: Tidak ada angka pendapatan, volume, atau timeline.
- **Risiko eksekusi** [analyst_hypothesis, low]: Ketergantungan pada kemitraan (PLTU, Samudera Banten Logistik, distributor) dan regulasi dapat mempengaruhi realisasi strategi, namun tidak ada rincian risiko yang diungkapkan.
  - Basis: Strategi 2026 menyebutkan kerja sama dengan pihak eksternal.
  - Assumptions: Asumsi bahwa kemitraan memerlukan persetujuan dan koordinasi.
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai status kemitraan atau kontrak.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada pengungkapan risiko eksekusi, sensitivitas komoditas, nilai tukar, atau suku bunga dalam dokumen.
- Tidak ada informasi mengenai covenant utang atau kebutuhan modal.
- Tidak ada data backlog atau order book.

### Items to monitor

- Perbaikan kinerja keuangan Q2 2026 yang signifikan (pendapatan naik 28,81%, laba bersih berbalik positif, EBITDA naik 102,13%) dapat menjadi perhatian investor.
- Strategi ekspansi komoditas non-semen (CPO, alumina, FABA) dan kemitraan strategis berpotensi mendiversifikasi pendapatan, namun belum ada angka kuantitatif.
- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang diumumkan, sehingga tidak ada dampak langsung terhadap struktur kepemilikan.

---

## MTDL

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

MTDL mengumumkan laporan informasi material terkait penguatan bisnis berbasis AI dan akselerasi adopsi agentic AI di Indonesia. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak menyebutkan aksi korporasi, nilai investasi, atau perubahan struktur modal. Lampiran siaran pers menyebutkan pertumbuhan bisnis Data & AI sebesar 52% YoY dan Hybrid AI sebesar 171% YoY pada 1H26, serta kontribusi segmen AI terhadap total revenue unit Solusi dan Konsultasi Digital masih di bawah 10%. Dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan NA oleh emiten.

### Material changes

- MTDL menyampaikan Laporan Informasi atau Fakta Material dengan nomor surat 038/ME/CorpSec/IX/2026.
- Perihal laporan: 'Perkuat bisnis berbasis AI, MTDL tingkatkan akselerasi adopsi agentic AI di Indonesia'.
- Tanggal kejadian informasi material: 04 September 2026.
- Laporan diumumkan pada 05 September 2026 pukul 16:23.
- Jenis informasi material: penguatan bisnis berbasis AI dan akselerasi adopsi agentic AI di Indonesia.
- Dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan NA (tidak berlaku).
- Laporan ditandatangani oleh Randy Kartadinata selaku Corporate Secretary.
- Lampiran berjudul 'MTDL Tingkatkan Akselerasi Adopsi Agentic AI.pdf'.
- Bidang usaha MTDL: Computer and Services.
- Bisnis Data & AI tumbuh 52% YoY pada 1H26.
- Bisnis Hybrid AI (Hybrid IT & Infrastructure) tumbuh 171% YoY pada 1H26.
- MTDL memiliki 100+ use cases AI, sebagian telah mengadopsi Agentic AI.
- MTDL memiliki dua model Agentic AI: Knowgen.AI dan Megarock.
- Knowgen.AI ditargetkan untuk perusahaan kecil dan menengah (SMEs).
- Megarock memiliki lima solusi unggulan: Megabots.AI, Megadocs, Megaque, Megacast, dan Megafactory.
- MTDL menggelar Metrodata Solution Day (MSD) 2026 yang menekankan fleksibilitas pemilihan model AI.
- MTDL memiliki 8 pilar solusi: Cloud Services, Data & AI, Hybrid IT & Infrastructure, Cybersecurity, Business Application, Digital Business Platform, Consulting & Advisory Services, dan Managed Services.
- Kontribusi segmen AI terhadap total revenue unit Solusi dan Konsultasi Digital masih di bawah 10%.
- Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, menyatakan AI berpotensi menjadi growth engine dalam 3-5 tahun.
- MTDL tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 1990 dengan kode MTDL.

### Key financial figures

- **Pertumbuhan bisnis Data & AI:** 52% (1H26 YoY)
- **Pertumbuhan bisnis Hybrid AI (Hybrid IT & Infrastructure):** 171% (1H26 YoY)
- **Kontribusi segmen AI terhadap total revenue unit Solusi dan Konsultasi Digital:** <10% (tidak disebutkan)
- **Jumlah use cases AI:** 100+ (saat ini)

### Analytical scenarios

- **Pengumuman informasi material** [explicit_fact, high]: MTDL mengumumkan laporan informasi material terkait penguatan bisnis AI dan akselerasi adopsi agentic AI di Indonesia, dengan tanggal kejadian 4 September 2026.
  - Basis: Perihal surat: 'Perkuat bisnis berbasis AI, MTDL tingkatkan akselerasi adopsi agentic AI di Indonesia'; Tanggal kejadian: 04 September 2026
- **Dampak dinyatakan NA** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha adalah NA (tidak berlaku).
  - Basis: Kolom 'Dampak kejadian...' diisi 'NA'
- **Pertumbuhan bisnis AI** [explicit_fact, high]: Bisnis Data & AI tumbuh 52% YoY dan Hybrid AI tumbuh 171% YoY pada 1H26.
  - Basis: Angka pertumbuhan disebutkan langsung dalam siaran pers.
- **Kontribusi segmen AI** [explicit_fact, high]: Kontribusi segmen AI terhadap total revenue unit Solusi dan Konsultasi Digital masih di bawah 10%.
  - Basis: Pernyataan Presiden Direktur dalam siaran pers.
- **Perbandingan pertumbuhan** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan Hybrid AI (171%) lebih dari tiga kali lipat pertumbuhan Data & AI (52%).
  - Basis: Angka pertumbuhan 52% dan 171% dari siaran pers.
  - Assumptions: Kedua angka menggunakan basis yang sama (YoY).
- **Potensi pengumuman lanjutan** [analyst_hypothesis, low]: Pengumuman ini mungkin merupakan sinyal awal dari inisiatif strategis terkait AI, namun rincian seperti nilai investasi, kemitraan, atau dampak finansial belum diungkapkan. Diperlukan informasi tambahan untuk menilai materialitas.
  - Basis: Perihal menyebut 'perkuat bisnis berbasis AI' dan 'akselerasi adopsi agentic AI'; Tidak ada rincian dalam dokumen
  - Assumptions: MTDL mungkin akan merilis pengumuman lebih rinci di kemudian hari
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai rencana atau nilai investasi
- **Potensi AI sebagai growth engine** [analyst_hypothesis, low]: Jika pertumbuhan 52% dan 171% berlanjut, segmen AI dapat menjadi kontributor signifikan terhadap pendapatan MTDL dalam 3-5 tahun.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang potensi AI sebagai growth engine.
  - Assumptions: Pertumbuhan berkelanjutan dan adopsi AI meningkat.
  - Caveats: Belum ada proyeksi kuantitatif dari MTDL.

### Risks / uncertainties

- Ketidakjelasan: Dampak dinyatakan NA, tetapi perihal menyebut 'perkuat bisnis' yang berpotensi memerlukan investasi; tidak ada rincian.
- Syarat belum terpenuhi: Tidak ada informasi mengenai persetujuan atau syarat yang harus dipenuhi untuk inisiatif AI.
- Kontribusi segmen AI masih di bawah 10% dari total revenue unit Solusi dan Konsultasi Digital.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai nilai investasi atau pendapatan absolut dari segmen AI.
- Tidak ada rincian jadwal atau target adopsi Agentic AI secara spesifik.

### Items to monitor

- Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak menyebutkan aksi korporasi atau perubahan struktur modal, sehingga dampak langsung terhadap harga saham diperkirakan terbatas.
- Pertumbuhan bisnis AI yang tinggi (52% dan 171% YoY) dapat menjadi sentimen positif bagi investor yang fokus pada transformasi digital, namun kontribusi segmen AI masih di bawah 10% dari total revenue unit Solusi dan Konsultasi Digital.
- Tidak ada informasi mengenai belanja modal atau kebutuhan pendanaan baru, sehingga tidak ada indikasi rights issue atau penerbitan saham baru.

---

## NELY

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, NELY menerbitkan dua pengumuman: (1) tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi saham, dan (2) laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Agustus 2026. Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan pengurus, atau proyek ekspansi yang diumumkan. Hal yang berubah adalah: (a) NELY secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui penyebab volatilitas dan tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan; (b) struktur kepemilikan per 31 Agustus 2026 menunjukkan pengendali PT Haskojaya Abadi memegang 83,834% saham, free float 8,118% (190.762.300 saham), dan tidak ada saham treasury. Penting secara korporasi karena free float yang dilaporkan mendekati batas minimum BEI (8,14%) dan terdapat inkonsistensi angka kepemilikan Dwi Putri Nelly yang perlu klarifikasi.

### Material changes

- Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan.
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau strategi.
- Tidak ada perubahan struktur modal, saham baru, atau saham treasury.
- Struktur kepemilikan per 31 Agustus 2026: pengendali PT Haskojaya Abadi 83,834%, free float 8,118%.
- NELY menyatakan tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan mendatang.

### Key financial figures

- **total_saham_ditempatkan_dan_disetor_penuh:** 2.350.000.000 (31 Agustus 2026)
- **kepemilikan_pengendali_pt_haskojaya_abadi:** 1.970.091.600 (31 Agustus 2026)
- **kepemilikan_pengendali_persen:** 83,834 (31 Agustus 2026)
- **free_float_saham:** 190.762.300 (31 Agustus 2026)
- **free_float_persen:** 8,118 (31 Agustus 2026)
- **saham_treasury:** 0 (31 Agustus 2026)
- **total_saham_pemilik_asing:** 196.617.800 (31 Agustus 2026)
- **total_saham_pemilik_nasional:** 2.152.369.700 (31 Agustus 2026)
- **jumlah_pemegang_saham:** 4.076 (31 Agustus 2026)
- **syarat_saham_publik_minimal:** 191.399.600 (2026)
- **syarat_saham_publik_persen:** 8,14 (2026)
- **modal_dasar:** 8.000.000.000 (2026)

### Capital structure

- Kepemilikan pengendali PT Haskojaya Abadi sebesar 83,834% (1.970.091.600 saham).
- Free float 8,118% (190.762.300 saham), dengan catatan belum memperhitungkan afiliasi pengendali dan portofolio investasi.
- Tidak ada saham treasury.
- Komposisi pemegang saham asing 8,36671% dan nasional 91,59019%.
- Total saham warkat 637.300 saham dan scripless 2.349.362.700 saham.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi (surat S-11205/BEI.PP3/09-2026 tanggal 1 September 2026).
- Tanggapan NELY nomor 096/PNDP-CS/IX/2026 tanggal 3 September 2026.
- Laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Agustus 2026.
- Pemenuhan syarat saham publik minimal 8,14% (191.399.600 saham) per Agustus 2026.
- Definisi free float berdasarkan Keputusan Direksi BEI No. KEP-00045/BEI/03-2026.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada fakta material** [explicit_fact, high]: NELY menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik menurut POJK 31/2015 maupun Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada surat tanggapan
- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: NELY menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada surat tanggapan
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: NELY menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4/2024.
  - Basis: Jawaban poin 3 pada surat tanggapan
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama tidak memiliki rencana apapun terkait kepemilikan saham selain hal yang umum dilakukan.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada surat tanggapan
- **Total saham non-pengendali** [derived_calculation, high]: Total saham non-pengendali = 2.350.000.000 - 1.970.091.600 = 379.908.400 saham (16,166%).
  - Basis: Total saham 2.350.000.000 dan kepemilikan pengendali 1.970.091.600.
  - Assumptions: Tidak ada pemegang lain yang tergolong pengendali.
- **Selisih free float dengan syarat publik** [derived_calculation, high]: Free float 190.762.300 saham lebih rendah 637.300 saham dari syarat publik 191.399.600 saham (8,14%).
  - Basis: Free float 190.762.300 dan syarat 191.399.600.
- **Perubahan kepemilikan Dwi Putri Nelly** [derived_calculation, medium]: Kepemilikan Dwi Putri Nelly turun 468.000 saham, dari 190.762.300 menjadi 190.294.300 (penurunan 0,245%).
  - Basis: 190.762.300 - 190.294.300 = 468.000
  - Assumptions: Angka sebelumnya dan sekarang sesuai tabel pada dokumen pertama.
  - Caveats: Dokumen tidak konsisten pada angka, perlu verifikasi.
- **Volatilitas transaksi tanpa penyebab teridentifikasi** [analyst_hypothesis, low]: Karena NELY tidak menyebutkan penyebab volatilitas, kemungkinan volatilitas disebabkan oleh faktor pasar atau spekulasi, namun tidak ada bukti dalam dokumen.
  - Basis: Surat hanya berisi jawaban 'tidak mengetahui' tanpa penjelasan tambahan
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada saham NELY
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen
- **Potensi risiko free float** [analyst_hypothesis, low]: Free float 8,118% mendekati batas minimum BEI (biasanya 7,5%), namun masih di atas. Namun, karena belum memperhitungkan afiliasi pengendali, free float efektif bisa lebih rendah.
  - Basis: Free float 8,118% dan catatan belum memperhitungkan afiliasi.
  - Assumptions: BEI menetapkan batas minimum free float 7,5% (tidak disebutkan dalam dokumen).
  - Caveats: Batas minimum tidak disebutkan dalam dokumen.
- **Tujuan penjualan saham** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan kepemilikan Dwi Putri Nelly mungkin terkait dengan penjualan saham di pasar, namun tidak ada informasi tujuan.
  - Basis: Perubahan kepemilikan tercatat pada dokumen pertama.
  - Assumptions: Penurunan karena transaksi jual.
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi transaksi.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian penyebab volatilitas transaksi saham NELY karena perseroan tidak menyebutkan faktor pemicu.
- Risiko kepatuhan jika pernyataan 'tidak mengetahui' tidak akurat atau ada informasi material yang tidak diungkapkan.
- Free float yang dilaporkan belum memperhitungkan afiliasi pengendali dan portofolio investasi, sehingga bisa lebih rendah dari 8,118%.
- Inkonsistensi angka kepemilikan Dwi Putri Nelly pada dokumen (190.762.300 vs 190.294.300) perlu klarifikasi.
- Tidak ada informasi mengenai rencana aksi korporasi atau perubahan struktur modal.

### Items to monitor

- Perkembangan harga dan volume transaksi saham NELY untuk memahami volatilitas.
- Klarifikasi angka kepemilikan Dwi Putri Nelly dari NELY atau BEI.
- Perubahan free float efektif jika afiliasi pengendali dan portofolio investasi diperhitungkan.
- Pengumuman selanjutnya terkait rencana korporasi atau perubahan kepemilikan.
- Kepatuhan terhadap syarat saham publik minimal 8,14% pada periode berikutnya.

---

## NISP

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mengumumkan penyelesaian pengambilalihan PT Great Eastern Life Indonesia (GELI) dari The Great Eastern Life Assurance Company Limited (GEL). Transaksi ini merupakan kelanjutan dari Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) tanggal 8 Juni 2026, dengan nilai transaksi Rp201,98 miliar. Setelah penyelesaian, NISP memiliki 20,00% saham GELI (termasuk 1 lembar saham preferen) yang memberikan hak pengendalian. Aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Grup di Indonesia, dengan NISP sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK). Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Pengumuman kedua adalah penyampaian bukti iklan pengumuman pengambilalihan saham GELI yang dimuat di media cetak Kontan pada 3 September 2026, tanpa detail transaksi tambahan. Pentingnya aksi ini terletak pada perubahan struktur kepemilikan dan pengendalian atas GELI, serta implikasi konsolidasi laporan keuangan dan tata kelola NISP sebagai PIKK.

### Material changes

- NISP menyelesaikan pengambilalihan 20,00% saham GELI (termasuk 1 lembar saham preferen) dari GEL, dengan nilai transaksi Rp201,98 miliar.
- NISP memperoleh hak pengendalian atas GELI setelah penyelesaian.
- Perubahan jenis saham GELI menjadi saham preferen yang dimiliki NISP.
- Pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Grup di Indonesia, dengan NISP sebagai PIKK dan GELI sebagai anggota.
- Perubahan data dan anggaran dasar GELI dicatat di Kementerian Hukum RI (Surat No. AHU-AH.01.09-0397564, AHU-AH.01.03-0249141, AHU-AH.01.03-0250661).

### Key financial figures

- **Total nilai transaksi pengambilalihan GELI:** 201.98 (2026-09-02)
- **Persentase kepemilikan saham GELI oleh NISP setelah penyelesaian:** 20.00% (2026-09-02)
- **Jumlah saham preferen yang dimiliki NISP di GELI:** 1 lembar (2026-09-02)

### Corporate actions

- Pengambilalihan (akuisisi) saham GELI oleh NISP dari GEL
- Perubahan jenis saham GELI menjadi saham preferen yang dimiliki NISP
- Pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Grup di Indonesia

### Management / control changes

- NISP memperoleh hak pengendalian atas GELI setelah memiliki 20,00% saham (termasuk 1 lembar saham preferen).

### Capital structure

- NISP memiliki 20,00% saham GELI setelah penyelesaian, termasuk 1 lembar saham preferen.
- Perubahan jenis saham GELI menjadi saham preferen yang dimiliki NISP.

### Listing / regulatory

- Penerimaan pemberitahuan perubahan data dan anggaran dasar GELI oleh Kementerian Hukum RI (Surat No. AHU-AH.01.09-0397564, AHU-AH.01.03-0249141, AHU-AH.01.03-0250661).
- Laporan disampaikan sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015 dan POJK No. 45/2024.
- Penyampaian bukti iklan pengumuman pengambilalihan saham GELI kepada Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Penyelesaian pengambilalihan GELI** [explicit_fact, high]: NISP menyelesaikan pengambilalihan GELI dari GEL dengan nilai transaksi Rp201,98 miliar, dan setelah penyelesaian memiliki 20,00% saham GELI termasuk 1 lembar saham preferen yang memberikan hak pengendalian.
  - Basis: Total nilai transaksi pengambilalihan GELI adalah Rp201,98 miliar.; Setelah penyelesaian, NISP secara langsung memiliki 20,00% saham GELI, termasuk 1 lembar saham preferen, yang memberikan hak pengendalian.
- **Pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Grup** [explicit_fact, high]: Pengambilalihan dilakukan dalam rangka pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Grup di Indonesia, dengan NISP sebagai PIKK dan GELI sebagai anggota.
  - Basis: Pengambilalihan atas GELI oleh Perseroan dilakukan dalam rangka pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Grup di Indonesia.
- **Penyampaian bukti iklan** [explicit_fact, high]: NISP menyampaikan bukti iklan pengumuman pengambilalihan saham GELI yang dimuat di media cetak Kontan pada 3 September 2026.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Penyampaian Bukti Iklan Pengumuman Pengambilalihan Saham pada PT Great Eastern Life Indonesia' dan 'Kontan 03 September 2026'.
- **Implikasi kepemilikan minoritas dengan pengendalian** [derived_calculation, medium]: NISP memiliki 20,00% saham GELI, yang secara umum merupakan kepemilikan minoritas, namun laporan menyatakan bahwa kepemilikan ini memberikan hak pengendalian. Ini mengindikasikan adanya pengaturan khusus (misalnya saham preferen) yang memberikan kendali.
  - Basis: Perseroan secara langsung memiliki 20,00% saham GELI (termasuk 1 lembar saham preferen) yang memberi hak pengendalian bagi Perseroan terhadap GELI.
  - Assumptions: Hak pengendalian diperoleh melalui saham preferen atau perjanjian lain yang tidak dirinci.
  - Caveats: Struktur spesifik hak pengendalian tidak dijelaskan dalam dokumen.
- **Tujuan strategis** [analyst_hypothesis, medium]: Pengambilalihan GELI kemungkinan bertujuan untuk memperkuat lini bisnis asuransi jiwa dalam grup OCBC di Indonesia, sejalan dengan pembentukan konglomerasi keuangan.
  - Basis: Pengambilalihan atas GELI oleh Perseroan dilakukan dalam rangka pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Grup di Indonesia.
  - Assumptions: GELI bergerak di bidang asuransi jiwa (berdasarkan nama).
  - Caveats: Tujuan strategis tidak dinyatakan secara eksplisit selain pembentukan konglomerasi.
- **Dampak keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material, akuisisi senilai Rp201,98 miliar berpotensi mempengaruhi posisi kas dan struktur modal Perseroan, namun tidak ada angka keuangan lain yang tersedia untuk analisis lebih lanjut.
  - Basis: Nilai transaksi Rp201,98 miliar dan pernyataan emiten tentang tidak ada dampak material.
  - Assumptions: Pembayaran transaksi mempengaruhi kas atau liabilitas Perseroan.
  - Caveats: Tidak ada laporan keuangan atau rincian sumber dana dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Struktur hak pengendalian atas GELI tidak dijelaskan secara rinci; hanya disebutkan kepemilikan 20,00% termasuk 1 saham preferen.
- Tidak ada informasi tentang sumber dana transaksi, valuasi GELI, atau kinerja keuangan GELI.
- Tidak ada rincian mengenai kewajiban atau liabilitas yang mungkin timbul dari pengambilalihan.
- Tidak ada informasi mengenai nilai transaksi, mekanisme pembayaran, atau persetujuan regulasi yang diperlukan untuk pengambilalihan saham GELI dalam dokumen bukti iklan.

### Items to monitor

- Laporan keuangan NISP berikutnya untuk melihat dampak konsolidasi GELI.
- Pengungkapan sumber dana transaksi dan mekanisme pembayaran.
- Rincian struktur hak pengendalian atas GELI.
- Kinerja keuangan GELI dan valuasi transaksi.
- Persetujuan atau ketentuan regulasi tambahan terkait pembentukan konglomerasi keuangan.

---

## PANS

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

Pengumuman ini adalah Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) Panin Sekuritas Tbk (PANS) per akhir April 2026. Dokumen utama menyajikan data kepemilikan saham, free float, dan struktur pemegang saham, namun terdapat inkonsistensi signifikan antara total saham pada tabel agregat (200 saham) dan total saham scripless berdasarkan KSEI (562.353.400 saham). Lampiran hanya berisi kata 'Pengujian' tanpa informasi substantif. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, ekspansi, atau peristiwa regulasi yang dilaporkan. Data yang disajikan kemungkinan merupakan data uji (test) karena nomor pengumuman mengandung 'TEST'.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per akhir April 2026, disampaikan oleh Panin Sekuritas Tbk (PANS).
- Biro Administrasi Efek: PT. Sinartama Gunito.
- Total saham tercatat di Bursa per akhir bulan: 200 saham (bulan sebelumnya 200).
- Jumlah saham free float: 40 saham (bulan sebelumnya 40), persentase free float 20,00% (tetap).
- Jumlah saham tresuri: 8 saham (bulan sebelumnya 0).
- Jumlah pemegang saham dengan SID: 10 (bulan sebelumnya 0, perubahan +10).
- Pemilik manfaat (pengendali tingkat individu) PM1 memiliki 15% saham, dengan pemegang saham langsung perseroan.
- Tidak ada perubahan jumlah saham tercatat, free float, atau struktur kepemilikan pengendali dibanding bulan sebelumnya.
- Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, stock split, merger, akuisisi, atau transaksi aset yang dilaporkan.
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau arah bisnis yang dilaporkan.
- Tidak ada suspensi atau pelanggaran regulasi yang dilaporkan.
- Dokumen berisi disclaimer bahwa informasi telah lengkap dan benar, serta perhitungan free float sesuai Peraturan I-A dan I-V.

### Key financial figures

- **Total saham tercatat di Bursa:** 200 saham (April 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Jumlah saham free float:** 40 saham (April 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Persentase saham free float:** 20,00% (April 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Jumlah saham tresuri:** 8 saham (April 2026 (bulan ini))
- **Jumlah saham tresuri (bulan sebelumnya):** 0 saham (Maret 2026)
- **Jumlah pemegang saham dengan SID:** 10 (April 2026)
- **Jumlah pemegang saham dengan SID (bulan sebelumnya):** 0 (Maret 2026)
- **Kepemilikan saham oleh Direksi dan Dewan Komisaris:** 50 saham (April 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Kepemilikan saham oleh Afiliasi pengendali:** 1 saham (April 2026)
- **Kepemilikan saham oleh Pengendali:** 1 saham (April 2026)
- **Kepemilikan saham oleh Karyawan:** tidak tersedia (April 2026)
- **Total saham scripless berdasarkan KSEI:** 562.353.400 saham (April 2026)
- **Saham Bank:** 51.200.000 saham (April 2026)
- **Saham Private Equity:** 216.000.000 saham (April 2026)
- **Saham Mutual Funds:** 51.000 saham (April 2026)
- **Saham Securities Company:** 1.100 saham (April 2026)
- **Saham Corporate:** 32.900 saham (April 2026)
- **Saham Individual:** 1.372.300 saham (April 2026)
- **Kepemilikan pemilik manfaat PM1:** 15% (April 2026)
- **Jumlah saham tidak tercatat:** tidak tersedia (April 2026)
- **Jumlah saham tidak tercatat (bulan sebelumnya):** tidak tersedia (Maret 2026)
- **Persentase saham tidak tercatat:** -100.00% (April 2026)
- **Persentase saham tidak tercatat (bulan sebelumnya):** -163.16% (Maret 2026)
- **Total saham dalam tabel agregat:** 100 saham (April 2026)

### Capital structure

- Total saham tercatat 200, free float 40 (20%).
- Saham tresuri 8 saham.
- Kepemilikan Direksi dan Dewan Komisaris 50 saham.
- Kepemilikan pengendali 1 saham, afiliasi pengendali 1 saham.
- Pemilik manfaat PM1 memiliki 15% saham.
- Tidak ada perubahan signifikan dibanding bulan sebelumnya.

### Listing / regulatory

- Perhitungan free float sesuai Peraturan I-A dan I-V.
- Tidak ada suspensi atau pelanggaran yang dilaporkan.

### Analytical scenarios

- **Free float** [explicit_fact, high]: Jumlah saham free float 40 saham, persentase 20% dari total saham tercatat 200 saham.
  - Basis: Angka pada tabel Free Float Stock Information.
- **Total saham KSEI** [derived_calculation, high]: Total saham scripless berdasarkan KSEI dihitung dengan menjumlahkan seluruh kategori investor: 51.200.000 + 216.000.000 + 51.000 + 1.100 + 32.900 + 1.372.300 + 653.000 + 395.100 + 25.776.760 + 9.912.824 + 20.285.050 + 156.300 + 236.517.066 = 562.353.400 saham.
  - Basis: Angka pada tabel 'Number of Scripless Shares based on Investor Type and Classification from KSEI'.
  - Assumptions: Semua kategori investor dijumlahkan.
  - Caveats: Angka ini tidak konsisten dengan total saham tercatat 200 saham.
- **Inkonsistensi data** [analyst_hypothesis, medium]: Terdapat perbedaan signifikan antara total saham pada tabel agregat (100 saham) dan total saham KSEI (562.353.400 saham). Kemungkinan dokumen ini adalah contoh uji (test) dengan data dummy, atau terdapat kesalahan input.
  - Basis: Perbandingan total saham pada tabel agregat dan tabel KSEI.
  - Assumptions: Dokumen mungkin berisi data uji.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi mengenai perbedaan ini.
- **Perubahan saham tresuri** [derived_calculation, high]: Saham tresuri meningkat dari 0 menjadi 8 saham, perubahan +8 saham.
  - Basis: Angka pada tabel agregat: Saham Tresuri bulan sebelumnya 0, bulan ini 8.
- **Perubahan pemegang SID** [derived_calculation, high]: Jumlah pemegang saham dengan SID meningkat dari 0 menjadi 10, perubahan +10.
  - Basis: Angka pada tabel 'Jumlah Pemegang Saham Nasabah Pemilik SID'.
- **Kepemilikan pengendali** [explicit_fact, high]: Pemilik manfaat PM1 memiliki 15% saham, dan merupakan pemegang saham langsung perseroan.
  - Basis: Tabel Pemilik Manfaat.
- **Tidak ada aksi korporasi** [analyst_hypothesis, medium]: Berdasarkan isi LBRE, tidak ada indikasi aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, atau perubahan struktur modal. Namun, karena data tidak konsisten, kemungkinan dokumen ini bukan laporan operasional yang sebenarnya.
  - Basis: Tidak ada bagian yang menyebutkan aksi korporasi.
  - Assumptions: LBRE biasanya hanya mencakup data kepemilikan.
  - Caveats: Dokumen mungkin tidak lengkap.
- **Tanggung jawab emiten** [explicit_fact, high]: Direksi menyatakan bertanggung jawab penuh atas informasi dalam LBRE, dan perhitungan free float telah sesuai peraturan.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 1 dan 6.

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi data antara total saham pada tabel agregat (100) dan total saham KSEI (562.353.400).
- Angka free float 20% mungkin tidak mencerminkan kondisi sebenarnya jika data tidak akurat.
- Tidak ada informasi mengenai kepemilikan saham pengendali >=5% secara eksplisit.
- Dokumen berpotensi merupakan data uji (test) karena nomor surat mengandung 'TEST'.

---

## PGJO

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bahtera Bumi Raya Tbk (d/h PT Tourindo Guide Indonesia Tbk) menyampaikan kembali Laporan Keuangan Interim Konsolidasian untuk periode 30 Juni 2026. Penyampaian kembali ini merupakan koreksi administratif pada informasi umum XBRL, tanpa mengubah data atau penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan menunjukkan perubahan besar: pendapatan melonjak dari Rp314,74 juta menjadi Rp144,71 miliar, laba bersih Rp4,69 miliar (sebelumnya rugi Rp1,93 miliar), total aset naik dari Rp30,40 miliar menjadi Rp150,22 miliar, dan ekuitas berbalik dari defisit Rp2,00 miliar menjadi positif Rp2,75 miliar. Perubahan ini didorong oleh pergeseran bisnis dari travel ke jasa angkut/logistik, akuisisi pengendali baru (PT Batu Investasi Indonesia, 82,30%), pendirian anak usaha baru, dan ekspansi aset tetap (tugboat, tongkang, kendaraan). Auditor memberikan opini wajar tanpa pengecualian dengan KAM terkait asumsi kelangsungan usaha, mengingat defisit Rp48,05 miliar. Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus.

### Material changes

- Penyampaian kembali Laporan Keuangan Interim Konsolidasian per 30 Juni 2026 karena penyempurnaan administratif pada informasi umum XBRL, tanpa mengubah data atau penyajian.
- Perubahan nama menjadi PT Bahtera Bumi Raya Tbk (d/h PT Tourindo Guide Indonesia Tbk) dan kegiatan usaha menjadi aktivitas holding, disetujui melalui Akta No. 11 tanggal 24 Desember 2025 dan Menteri Hukum pada 7 Januari 2026.
- PT Batu Investasi Indonesia mengakuisisi 61,96% saham (493.088.500 saham) pada 31 Juli 2025, kemudian menyelesaikan Penawaran Tender Wajib pada 3 Desember 2025 (161.899.350 saham) sehingga kepemilikan menjadi 82,30%.
- Pendapatan bersih melonjak dari Rp314,74 juta menjadi Rp144,71 miliar, terutama dari jasa angkut Rp144,35 miliar (99,75% dari total).
- Laba bersih periode berjalan Rp4,69 miliar (sebelumnya rugi Rp1,93 miliar), dengan laba per saham dasar Rp5,89 (sebelumnya rugi Rp2,43).
- Total aset naik dari Rp30,40 miliar menjadi Rp150,22 miliar, dengan kas dan bank Rp53,74 miliar, piutang usaha Rp43,88 miliar, dan uang muka pembelian aset tetap Rp32,41 miliar.
- Defisit berkurang dari Rp52,79 miliar menjadi Rp48,05 miliar, dan ekuitas berubah dari defisit Rp2,00 miliar menjadi positif Rp2,75 miliar.
- Pada 23 April 2026, Perusahaan menjual 99,995% saham PTS kepada Steffen (50,000%) dan Hevy Yafanny (49,995%), menghasilkan laba penjualan Rp3.452.290.865.
- Pendirian anak usaha baru PT Bahtera Energi Persada (BEP) pada 8 Juni 2026 dengan kepemilikan 99,996% (Rp249.990.000).
- Peningkatan modal pada anak usaha: MMM (modal dasar Rp8 miliar, disetor Rp5,1 miliar), SSS (modal dasar Rp2,5 miliar, disetor Rp2,5 miliar), dan PPT (modal dasar Rp10 miliar, disetor belum disebutkan).
- Uang muka pembelian aset tetap Rp32,41 miliar, terdiri dari pembayaran SSS kepada PT Merah Putih Shipyard Rp32 miliar untuk tugboat dan tongkang, serta PPT kepada PT Hadji Kalla Rp410,7 juta untuk kendaraan.
- Setelah periode pelaporan (22 Juli 2026), SSS menerima 1 unit Tugboat Sentosa 24001 (Rp21 miliar) dan 1 unit Tongkang Sentosa 3301 (Rp41 miliar) dari PT Merah Putih Shipyard.
- Setelah periode pelaporan, Perusahaan mencairkan fasilitas pinjaman dari PT Batu Investasi Indonesia total Rp38,75 miliar (1 Juli s.d. 10 Agustus 2026).
- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 306.250.000 saham Seri A dan 489.609.095 saham Seri B, total Rp48.980.454.750, tidak berubah sejak 31 Desember 2025.
- Susunan pengurus per 30 Juni 2026: Komisaris Utama Xie Wang, Komisaris Independen Supandi Widi Siswanto, Direktur Utama Yang Wenhao, Direktur Willius Wijaya.
- Rencana manajemen: fokus pada tiga pilar (pelayaran, pertambangan, perdagangan komoditas), target volume angkutan 2026 sebesar 3,5 juta ton (pertumbuhan hingga 40% pada 2030), target produksi pertambangan 2026 sebesar 1 juta ton (pertumbuhan hingga 50% pada 2030).

### Key financial figures

- **Pendapatan bersih:** 144708237179 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Pendapatan bersih:** 314738628 (6 bulan berakhir 30 Juni 2025 (tidak diaudit))
- **Beban pokok pendapatan:** 135878392459 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Laba kotor:** 8829844720 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Laba usaha:** 2556741223 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Laba sebelum pajak:** 6067862893 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Beban pajak penghasilan bersih:** 1376549466 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Laba bersih periode berjalan:** 4691313427 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk:** 4691432652 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Jumlah laba komprehensif:** 4739904807 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Total aset:** 150224329022 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** 30397356013 (31 Desember 2025)
- **Kas dan bank:** 53737760089 (30 Juni 2026)
- **Kas dan bank:** 115030816 (31 Desember 2025)
- **Piutang usaha pihak ketiga - net:** 43883809460 (30 Juni 2026)
- **Piutang usaha pihak ketiga - net:** 24803406326 (31 Desember 2025)
- **Aset kontrak pihak ketiga:** 10323829501 (30 Juni 2026)
- **Uang muka pembelian aset tetap:** 32410699544 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap - net:** 7901085811 (30 Juni 2026)
- **Aset tetap - net:** 34236231 (31 Desember 2025)
- **Total liabilitas:** 147472070909 (30 Juni 2026)
- **Total liabilitas:** 32397869768 (31 Desember 2025)
- **Utang lain-lain jangka panjang pihak berelasi:** 88108734357 (30 Juni 2026)
- **Utang usaha pihak ketiga:** 43839645889 (30 Juni 2026)
- **Defisit:** -48049859836 (30 Juni 2026)
- **Defisit:** -52789883868 (31 Desember 2025)
- **Total ekuitas:** 2752258113 (30 Juni 2026)
- **Total ekuitas:** -2000513755 (31 Desember 2025)
- **Modal saham ditempatkan dan disetor penuh:** 48980454750 (30 Juni 2026)
- **Laba per saham dasar:** 5.89 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Rugi per saham dasar:** -2.43 (6 bulan berakhir 30 Juni 2025)
- **Pokok pinjaman dari PT Batu Investasi Indonesia:** 360000000000 (15 November 2025)
- **Nilai kini liabilitas sewa:** 4181397323 (30 Juni 2026)
- **Beban akrual:** 10175961040 (30 Juni 2026)
- **Utang pajak:** 536730774 (30 Juni 2026)
- **Rugi fiskal periode berjalan:** 3509737459 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Akumulasi rugi fiskal:** 38471484495 (30 Juni 2026)
- **Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi:** -36467250296 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan:** 87006285266 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Penerimaan utang lain-lain:** 87489000000 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Kas neto dari pelepasan entitas anak:** 206045072 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026)
- **Laba penjualan entitas anak (PTS):** 3452290865 (23 April 2026)
- **Imbalan diterima dari penjualan PTS:** 139993000 (23 April 2026)
- **Aset bersih PTS:** -3325154926 (23 April 2026)
- **Kurs konversi USD ke Rupiah:** 17856 (30 Juni 2026)
- **Kurs konversi USD ke Rupiah:** 16782 (31 Desember 2025)
- **Eksposur maksimum risiko kredit:** 107945459050 (30 Juni 2026)
- **Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi:** 146324183609 (30 Juni 2026)
- **Jumlah rata-rata karyawan Grup:** 74 (30 Juni 2026)
- **Jumlah rata-rata karyawan Grup:** 10 (31 Desember 2025)

### Corporate actions

- Penjualan 99,995% saham PTS kepada pihak ketiga (Steffen dan Hevy Yafanny) pada 23 April 2026, menghasilkan laba Rp3,45 miliar.
- Pendirian anak usaha baru PT Bahtera Energi Persada (BEP) pada 8 Juni 2026 dengan kepemilikan 99,996%.
- Peningkatan modal pada anak usaha MMM, SSS, dan PPT.
- Penerbitan saham biasa dengan nominal Rp1.170.000.000 dan agio Rp889.200.000, total Rp2.059.200.000 (tahun berjalan).

### Expansion projects

- Uang muka pembelian aset tetap Rp32,41 miliar per 30 Juni 2026, terdiri dari pembayaran SSS kepada PT Merah Putih Shipyard Rp32 miliar (tugboat dan tongkang) dan PPT kepada PT Hadji Kalla Rp410,7 juta (kendaraan).
- Setelah periode pelaporan (22 Juli 2026), SSS menerima 1 unit Tugboat Sentosa 24001 (Rp21 miliar) dan 1 unit Tongkang Sentosa 3301 (Rp41 miliar) dari PT Merah Putih Shipyard.
- Peningkatan modal SSS menjadi Rp65 miliar (10 Juni 2026) untuk ekspansi angkutan laut; target volume angkutan 2026 sebesar 3,5 juta ton.
- Peningkatan modal PPT (modal dasar menjadi Rp200 miliar, ditempatkan/disetor menjadi Rp50 miliar) untuk ekspansi pertambangan; target produksi 2026 sebesar 1 juta ton.
- Pendirian BEP untuk investasi dan pengelolaan usaha; perubahan kegiatan usaha NBR dan NNR disetujui Menteri Hukum pada 30 Juli 2026.

### Management / control changes

- PT Batu Investasi Indonesia menjadi pengendali baru dengan kepemilikan 82,30% setelah tender wajib (3 Desember 2025).
- Perubahan nama dan kegiatan usaha Perusahaan menjadi holding (efektif 7 Januari 2026).
- Susunan pengurus per 30 Juni 2026: Komisaris Utama Xie Wang, Komisaris Independen Supandi Widi Siswanto, Direktur Utama Yang Wenhao, Direktur Willius Wijaya.
- Kepala Unit Audit Internal digantikan dari Ren Huan menjadi Harmoko Hadijarwoto efektif 8 Juli 2026.

### Capital structure

- Modal dasar: 306.250.000 saham Seri A (nominal Rp80) dan 1.470.000.000 saham Seri B (nominal Rp50).
- Modal ditempatkan dan disetor penuh: 306.250.000 saham Seri A dan 489.609.095 saham Seri B, total Rp48.980.454.750, tidak berubah sejak 31 Desember 2025.
- Total saham beredar 795.859.095 saham per 30 Juni 2026, seluruhnya tercatat di BEI.
- Kepemilikan publik: 17,70% (140.871.245 saham Seri B).
- PMTHMETD MESOP IV dan V menambah 23.400.000 saham Seri B (nominal Rp50, harga Rp88) pada 2025.
- Tambahan modal disetor Rp1.821.600.000, tidak berubah.

### Listing / regulatory

- Seluruh saham Perusahaan (795.859.095 saham) tercatat di Bursa Efek Indonesia per 30 Juni 2026.
- Penawaran Tender Wajib sesuai POJK No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
- Persetujuan Menteri Hukum untuk perubahan anggaran dasar, pendirian anak usaha, dan peningkatan modal anak usaha.
- Pernyataan efektif IPO dari OJK pada 27 Desember 2019; pencatatan seluruh saham di BEI pada 8 Januari 2020.
- Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus (watchlist).

### Analytical scenarios

- **Peningkatan pendapatan** [explicit_fact, high]: Pendapatan bersih naik dari Rp314,74 juta menjadi Rp144,71 miliar, peningkatan sekitar 459x lipat, menunjukkan perubahan skala usaha yang sangat besar.
  - Basis: Pendapatan bersih 30 Juni 2026: Rp144.708.237.179; Pendapatan bersih 30 Juni 2025: Rp314.738.628
  - Caveats: Perbandingan tidak apple-to-apple karena perubahan model bisnis dari travel ke logistik.
- **Margin laba kotor** [derived_calculation, medium]: Margin laba kotor periode berjalan sekitar 6,1% (Rp8,83 miliar / Rp144,71 miliar), menunjukkan profitabilitas tipis.
  - Basis: Laba kotor: Rp8.829.844.720; Pendapatan bersih: Rp144.708.237.179
  - Assumptions: Margin dihitung sebagai laba kotor dibagi pendapatan.
- **Konsentrasi pelanggan** [derived_calculation, high]: Tiga pelanggan terbesar (PT Nadesico Nickel Industry, PT Zhongtsing New Energy, PT Hangking Makmur Nickelsmelt) menyumbang 83,59% dari total pendapatan, menunjukkan risiko konsentrasi yang sangat tinggi.
  - Basis: Total pendapatan tiga pelanggan: Rp120.947.599.431; Total pendapatan bersih: Rp144.708.237.179
  - Assumptions: Persentase dihitung dari total pendapatan bersih.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang jangka waktu kontrak atau keberlanjutan hubungan.
- **Rasio utang pihak berelasi terhadap total aset** [derived_calculation, high]: Utang lain-lain jangka panjang kepada PT Batu Investasi Indonesia sebesar Rp88,11 miliar mewakili 59,75% dari total aset, berdasarkan klaim emiten.
  - Basis: Utang lain-lain jangka panjang: Rp88.108.734.357; Persentase 59,75%
- **Beban pajak efektif** [derived_calculation, medium]: Beban pajak penghasilan bersih Rp1,38 miliar dibandingkan laba sebelum pajak Rp6,07 miliar menghasilkan tarif pajak efektif sekitar 22,7%.
  - Basis: Beban pajak penghasilan bersih: Rp1.376.549.466; Laba sebelum pajak: Rp6.067.862.893
  - Assumptions: Perhitungan hanya menggunakan angka yang tersedia.
  - Caveats: Tarif pajak efektif dapat dipengaruhi oleh pajak final dan perbedaan tetap.
- **Sumber pendanaan ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Utang lain-lain jangka panjang pihak berelasi Rp88,11 miliar dan kas Rp53,74 miliar mengindikasikan pendanaan ekspansi melalui pinjaman pihak berelasi, namun detail perjanjian belum diungkap.
  - Basis: Utang lain-lain jangka panjang pihak berelasi: Rp88.108.734.357; Kas dan bank: Rp53.737.760.089
  - Assumptions: Utang tersebut terkait pendanaan ekspansi aset tetap.
  - Caveats: Belum ada informasi sumber dana resmi.
- **Risiko going concern** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun pendapatan tinggi, margin bruto tipis (6,1%) dan beban umum meningkat tajam; kepentingan nonpengendali sangat kecil (Rp57.335), menunjukkan entitas anak baru mungkin belum berkontribusi signifikan. Perlu analisis arus kas untuk menilai kelangsungan usaha.
  - Basis: Margin bruto 6,1%; Beban umum naik dari Rp1,96 miliar menjadi Rp6,27 miliar; Kepentingan nonpengendali hanya Rp57.335
  - Assumptions: Data yang tersedia terbatas.
  - Caveats: Tidak ada laporan arus kas dalam bagian ini.
- **Pelepasan PTS** [analyst_hypothesis, medium]: PTS tidak lagi tercantum dalam daftar entitas anak per 30 Juni 2026, dan terdapat kas neto dari pelepasan entitas anak Rp206 juta, sehingga kemungkinan PTS telah dilepas pada periode berjalan.
  - Basis: PTS tidak ada di daftar entitas anak 30 Juni 2026; Kas neto dari pelepasan entitas anak 206.045.072
  - Assumptions: Pelepasan tersebut terkait dengan PTS.
  - Caveats: Entitas anak yang dilepas tidak diidentifikasi secara eksplisit.

### Risks / uncertainties

- Defisit Rp48,05 miliar mengindikasikan tekanan keuangan yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha.
- Konsentrasi pendapatan pada tiga pelanggan (83,59%) meningkatkan risiko jika salah satu pelanggan berhenti.
- Konsentrasi pemasok pada dua pemasok (37,23%) dapat mengganggu operasional jika terjadi masalah.
- Ketergantungan pada utang pihak berelasi jangka panjang yang besar (Rp88,11 miliar) tanpa rincian perjanjian.
- Angka pembanding 30 Juni 2025 tidak diaudit, sehingga dapat mengandung kesalahan yang tidak terdeteksi.
- Pencairan pinjaman dari BII sebesar Rp38,75 miliar setelah periode pelaporan meningkatkan leverage keuangan.
- Target pertumbuhan tinggi (volume angkutan 3,5 juta ton, produksi 1 juta ton) belum didukung oleh kontrak atau pendanaan yang jelas.
- Pendirian anak usaha pertambangan dan perdagangan masih dalam proses perizinan, sehingga belum beroperasi.

### Items to monitor

- Perubahan pengendali dan tender wajib dapat mempengaruhi harga saham.
- Pergeseran bisnis ke jasa angkut dapat mengubah profil risiko perusahaan.
- Konsentrasi pelanggan dan pemasok dapat menjadi perhatian investor.
- Ekspansi melalui anak usaha di sektor logistik dan pertambangan menunjukkan diversifikasi.

---

## PJAA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Agustus 2026. Laporan menunjukkan komposisi pemegang saham yang stabil dengan dua pemegang saham pengendali: Pemerintah Daerah DKI Jakarta (72,00%) dan PT Pembangunan Jaya (18,01%). Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada struktur kepemilikan, jumlah saham beredar, atau kepemilikan direksi dan komisaris dibandingkan periode sebelumnya. Free float tercatat 7,96% pada bulan ini, sedikit meningkat dari 7,88% pada bulan sebelumnya. Tidak ada transaksi treasury stock atau perubahan susunan pengurus yang dilaporkan.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026, disampaikan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) pada 4 September 2026.
- Total saham beredar (ditempatkan dan disetor penuh) tercatat 1.599.999.998 saham, terdiri dari 1.439.999.998 saham (90,00%) dalam bentuk warkat dan 160.000.000 saham (10,00%) dalam penitipan kolektif PT KSEI.
- Pemegang saham pengendali: Pemerintah Daerah DKI Jakarta memiliki 1.151.999.999 saham (72,00%) dan PT Pembangunan Jaya memiliki 288.099.999 saham (18,01%). Total kepemilikan pengendali 1.440.099.998 saham (90,01%).
- Free float berdasarkan laporan bulan ini adalah 7,96% (127.399.715 saham), meningkat dari 7,88% (126.079.315 saham) pada bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris: hanya Cahyo Satriyo Prakoso (Direktur) yang memiliki 25.000 saham (0,00%); seluruh anggota Direksi dan Komisaris lainnya tidak memiliki saham.
- Tidak ada saham treasuri yang dilaporkan (0 saham).
- Tidak ada perubahan susunan Direksi atau Komisaris yang dilaporkan dalam laporan ini.
- Laporan ditandatangani oleh Corporate Secretary, Praptono Agung, pada 4 September 2026.

### Key financial figures

- **Total saham beredar:** 1.599.999.998 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Pemerintah Daerah DKI Jakarta:** 1.151.999.999 saham (72,00%) (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan PT Pembangunan Jaya:** 288.099.999 saham (18,01%) (31 Agustus 2026)
- **Free float:** 127.399.715 saham (7,96%) (31 Agustus 2026)
- **Free float bulan sebelumnya:** 126.079.315 saham (7,88%) (31 Juli 2026)
- **Saham treasuri:** 0 saham (31 Agustus 2026)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan Direksi atau Komisaris yang teridentifikasi pada laporan ini; daftar pengurus tetap sama dengan periode sebelumnya.
- Struktur pengendali tidak berubah: Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan PT Pembangunan Jaya tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan persentase yang sama.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (tetap 1.599.999.998 saham) antara 31 Juli 2026 dan 31 Agustus 2026.
- Tidak ada saham treasuri yang dilaporkan pada periode ini.
- Free float mengalami peningkatan kecil dari 7,88% menjadi 7,96%, namun tidak ada perubahan material pada struktur modal.

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan sesuai dengan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A dan I-V mengenai kewajiban pelaporan bulanan registrasi pemegang efek.
- Tidak ada indikasi suspensi, delisting, atau pelanggaran pencatatan yang teridentifikasi dari laporan ini.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan free float** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan free float dari 7,88% menjadi 7,96% (kenaikan sekitar 1,32 juta saham) dapat disebabkan oleh perubahan klasifikasi investor atau perpindahan kepemilikan antara kategori pemegang saham, namun tidak ada rincian transaksi yang tersedia dalam laporan ini.
  - Basis: Perubahan jumlah saham free float antara bulan Juli dan Agustus 2026; Tidak ada transaksi saham treasuri atau perubahan total saham beredar
  - Assumptions: Perubahan free float berasal dari pergeseran klasifikasi kepemilikan, bukan dari penerbitan saham baru atau pembelian kembali saham.
  - Caveats: Laporan tidak menyediakan rincian transaksi atau penyebab perubahan free float.; Perubahan ini tidak material dan tidak mempengaruhi struktur pengendalian.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari laporan ini; struktur kepemilikan tetap stabil dan tidak ada perubahan signifikan pada komposisi pemegang saham.
- Free float masih relatif rendah (7,96%), yang dapat membatasi likuiditas perdagangan saham, namun ini bukan perubahan baru dari periode sebelumnya.

### Items to monitor

- Bagi investor, laporan ini mengonfirmasi tidak adanya perubahan material pada struktur kepemilikan atau pengendalian PJAA per 31 Agustus 2026.
- Stabilitas kepemilikan pengendali (90,01%) dan free float yang rendah dapat menjadi pertimbangan dalam menilai likuiditas saham, namun tidak ada indikasi aksi korporasi baru.

---

## PMUI

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) melaporkan perpanjangan jangka waktu Term Sheet terkait rencana pengambilalihan (akuisisi) Perseroan. Perpanjangan disepakati oleh calon pengendali baru (PT Tunas Binatama Lestari sebagai Pembeli), PMUI (Penjual 1), dan Agus Susanto (Penjual 2) hingga 31 Desember 2026. Alasan perpanjangan adalah proses pembahasan dan negosiasi masih berlangsung. Emiten menyatakan informasi ini tidak berdampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Laporan ini menindaklanjuti laporan sebelumnya No. 1-020/PMUI-CORP/II/2026 tanggal 13 Februari 2026.

### Material changes

- Perpanjangan jangka waktu Term Sheet terkait rencana pengambilalihan Perseroan hingga 31 Desember 2026.
- Perpanjangan disepakati oleh calon pengendali baru (PT Tunas Binatama Lestari sebagai Pembeli), PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (Penjual 1), dan Agus Susanto (Penjual 2).
- Term Sheet awal tertanggal 12 Februari 2026 memuat rencana transaksi: (i) pengambilalihan saham oleh Pembeli, (ii) pembelian kembali aset dan bisnis oleh Para Penjual, (iii) injeksi aset dan bisnis oleh Pembeli.
- Alasan perpanjangan adalah proses pembahasan dan negosiasi atas rencana transaksi masih berlangsung.
- Apabila sampai 31 Desember 2026 rencana transaksi belum terlaksana, Term Sheet akan berakhir dengan sendirinya.
- Emiten menyatakan informasi ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha.
- Laporan ini menindaklanjuti Laporan Informasi atau Fakta Material No. 1-020/PMUI-CORP/II/2026 tanggal 13 Februari 2026.
- Laporan ditandatangani oleh Direktur Ari Purwandini dan disampaikan pada 3 September 2026.
- Tanggal kejadian informasi adalah 2 September 2026.
- Laporan ditujukan kepada OJK dan BEI sebagai pemenuhan POJK No. 31/POJK.04/2015.

### Corporate actions

- Rencana pengambilalihan saham oleh Pembeli (PT Tunas Binatama Lestari) - masih dalam tahap negosiasi, belum final.
- Rencana pembelian kembali aset dan bisnis oleh Para Penjual (PMUI dan Agus Susanto) - masih dalam tahap negosiasi, belum final.
- Rencana injeksi aset dan bisnis oleh Pembeli - masih dalam tahap negosiasi, belum final.

### Management / control changes

- Rencana pengambilalihan oleh calon pengendali baru (PT Tunas Binatama Lestari) masih berlangsung, dengan perpanjangan Term Sheet hingga 31 Desember 2026. Identitas calon pengendali baru diungkapkan dalam Addendum Term Sheet sebagai PT Tunas Binatama Lestari.

### Listing / regulatory

- Pemenuhan POJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi Material.

### Analytical scenarios

- **Perpanjangan Term Sheet** [explicit_fact, high]: Term Sheet terkait rencana pengambilalihan diperpanjang hingga 31 Desember 2026, disepakati oleh calon pengendali baru (PT Tunas Binatama Lestari), PMUI, dan penjual Agus Susanto.
  - Basis: Uraian informasi pada halaman 1 dokumen utama dan Addendum Term Sheet
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan bahwa informasi ini tidak berdampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 1 dokumen utama
- **Rencana transaksi** [explicit_fact, high]: Term Sheet memuat tiga rencana transaksi: pengambilalihan saham oleh Pembeli, pembelian kembali aset dan bisnis oleh Para Penjual, dan injeksi aset dan bisnis oleh Pembeli.
  - Basis: Poin 1 Term Sheet dalam Addendum
- **Status negosiasi** [analyst_hypothesis, medium]: Perpanjangan Term Sheet mengindikasikan bahwa negosiasi masih berlangsung dan belum ada kesepakatan final mengenai transaksi pengambilalihan.
  - Basis: Alasan perpanjangan disebutkan karena proses pembahasan dan negosiasi masih berlangsung
  - Assumptions: Perpanjangan waktu menunjukkan belum selesainya negosiasi
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai substansi negosiasi atau hambatan yang dihadapi
- **Potensi perubahan pengendali** [analyst_hypothesis, low]: Jika transaksi pengambilalihan selesai, akan terjadi perubahan pengendali PMUI, namun hal ini belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap negosiasi.
  - Basis: Rencana pengambilalihan oleh calon pengendali baru disebutkan dalam dokumen
  - Assumptions: Transaksi akan selesai dan memenuhi syarat
  - Caveats: Belum ada kepastian penyelesaian transaksi; perpanjangan Term Sheet menunjukkan proses belum selesai

### Risks / uncertainties

- Proses negosiasi dan pembahasan transaksi pengambilalihan masih berlangsung, sehingga penyelesaian transaksi belum pasti.
- Jika transaksi tidak terlaksana sampai 31 Desember 2026, Term Sheet berakhir dengan sendirinya.
- Tidak ada informasi mengenai nilai transaksi, struktur, atau syarat-syarat lain dalam Term Sheet.
- Identitas calon pengendali baru diungkapkan dalam Addendum sebagai PT Tunas Binatama Lestari, namun tidak ada detail lebih lanjut mengenai pihak tersebut.

### Items to monitor

- Perpanjangan Term Sheet menunjukkan proses pengambilalihan masih berlangsung, namun belum ada kepastian penyelesaian transaksi.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material, namun investor perlu memantau perkembangan negosiasi hingga batas waktu 31 Desember 2026.
- Jika transaksi selesai, potensi perubahan pengendali dapat mempengaruhi arah strategi perusahaan.

---

## PNBN

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek untuk periode Agustus 2026. Laporan menunjukkan tidak ada perubahan pada struktur pemegang saham utama, kepemilikan direksi/komisaris, saham treasuri, maupun free float. Jumlah pemegang saham scripless turun 20 menjadi 8.942, sementara pemegang saham warkat tetap 788. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek untuk periode Agustus 2026, No. 068/CSE/EXT/26, diumumkan pada 4 September 2026.
- Pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih: PT Panin Financial Tbk memiliki 11.089.071.285 saham (46,04%) baik bulan sebelumnya maupun bulan ini, tanpa perubahan. Votraint No.1103 Pty Ltd memiliki 9.349.793.152 saham (38,82%) baik bulan sebelumnya maupun bulan ini, tanpa perubahan. Total kedua pemegang saham tersebut adalah 20.438.864.437 saham (84,85%).
- Kepemilikan saham oleh seluruh direksi dan komisaris (15 orang) adalah 0 saham (0,00%) pada bulan sebelumnya dan bulan ini, tanpa perubahan.
- Kepemilikan saham di bawah 5%: Masyarakat warkat (scrip) 202.537.299 saham (0,84%), masyarakat non-warkat (scripless) 3.430.471.362 saham (14,24%), dan saham treasuri 15.772.900 saham (0,07%), semuanya tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Jumlah pemegang saham: scrip 788 (tetap), scripless turun dari 8.962 menjadi 8.942 (penurunan 20), total turun dari 9.750 menjadi 9.730.
- Total saham yang tercatat adalah 24.087.645.998 saham (100%), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Laporan mencakup klasifikasi investor berdasarkan data KSEI, termasuk jumlah saham untuk berbagai tipe investor seperti bank, perusahaan efek, dana pensiun, asuransi, dan lainnya.
- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Laporan ditandatangani oleh Jasman Ginting Munthe, Corporate Secretary, pada 4 September 2026.

### Key financial figures

- **Jumlah Saham Beredar:** 24.087.645.998 (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Kepemilikan PT Panin Financial Tbk:** 11.089.071.285 saham (46,04%) (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Kepemilikan Votraint No.1103 Pty Ltd:** 9.349.793.152 saham (38,82%) (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Saham Treasuri:** 15.772.900 saham (0,07%) (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Jumlah Pemegang Saham Scripless:** 8.942 (bulan ini), 8.962 (bulan sebelumnya) (Agustus 2026)
- **Jumlah Pemegang Saham Scrip:** 788 (bulan ini dan sebelumnya) (Agustus 2026)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pada susunan direksi atau komisaris yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan. Seluruh 15 anggota direksi dan komisaris tercatat memiliki 0 saham, tanpa perubahan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan pada struktur modal atau jumlah saham beredar yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan. Total saham tetap 24.087.645.998 saham.

### Listing / regulatory

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek disampaikan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia, namun tidak ada indikasi pelanggaran atau sanksi yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Analytical scenarios

- **Penurunan jumlah pemegang saham scripless** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan jumlah pemegang saham scripless dari 8.962 menjadi 8.942 (20 pemegang) tanpa perubahan jumlah saham menunjukkan kemungkinan konsolidasi kepemilikan atau penggabungan rekening, namun hal ini tidak dikonfirmasi oleh evidence.
  - Basis: Jumlah pemegang saham scripless turun 20, sementara jumlah saham scripless tidak berubah (3.430.471.362 saham).
  - Assumptions: Penurunan jumlah pemegang saham tidak disertai perubahan jumlah saham, sehingga mungkin terjadi penggabungan rekening atau perubahan klasifikasi investor.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan resmi dari emiten mengenai penyebab penurunan jumlah pemegang saham scripless.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan. Laporan menunjukkan tidak ada perubahan pada struktur kepemilikan, saham treasuri, atau free float.

### Items to monitor

- Bagi investor, laporan ini menunjukkan stabilitas struktur kepemilikan saham PNBN pada periode Agustus 2026, dengan tidak ada perubahan pada pemegang saham utama, kepemilikan direksi/komisaris, atau saham treasuri. Penurunan jumlah pemegang saham scripless sebesar 20 mungkin menarik untuk dipantau, namun tidak berdampak pada jumlah saham beredar.

---

## POLA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

POLA menyampaikan dua pengumuman koreksi laporan keuangan interim (per 30 September 2025 dan 31 Maret 2026) sebagai tindak lanjut surat BEI No. S-10825/BEI.PP3/08-2026 tanggal 19 Agustus 2026. Koreksi utama: pemisahan penyajian aset tetap (tanah dan bangunan) yang menaikkan aset tetap dan ekuitas, serta perubahan penyajian pemulihan/pembentukan CKPN dari pendapatan usaha lainnya menjadi pos beban yang menurunkan pendapatan. Dampak bersih: laba sebelum pajak 9M2025 naik Rp1,24 miliar, ekuitas naik Rp11,43 miliar, dan pendapatan turun Rp17,67 miliar. POLA berada dalam Status Pengawasan Intensif OJK (Peringkat Komposit 4) dan tercatat di papan Pemantauan Khusus BEI. Tidak ada aksi korporasi baru, ekspansi, atau perubahan pengurus dalam periode ini.

### Material changes

- Koreksi penyajian aset tetap (pemisahan tanah dan bangunan) yang menaikkan aset tetap dan ekuitas masing-masing Rp11,43 miliar per 30 September 2025.
- Perubahan penyajian pemulihan/pembentukan CKPN dari pendapatan usaha lainnya menjadi pos beban, menurunkan pendapatan 9M2025 sebesar Rp17,67 miliar dan 3M2026 sebesar Rp2,48 miliar.
- Laba sebelum pajak 9M2025 naik Rp1,24 miliar menjadi Rp8,01 miliar akibat penurunan beban umum & administrasi.
- Laba bersih 9M2025 berbalik menjadi laba Rp7,23 miliar dari rugi Rp9,59 miliar pada 9M2024.
- Kas dan setara kas naik signifikan dari Rp21,21 miliar (31 Des 2024) menjadi Rp64,52 miliar (30 Sep 2025) dan Rp76,25 miliar (31 Mar 2026).
- Piutang murabahah dan ijarah pihak ketiga turun drastis, sementara pembiayaan musyarakah naik dan muncul piutang pembiayaan konsumen pihak berelasi Rp20,61 miliar.
- POLA ditetapkan dalam Status Pengawasan Intensif OJK (Peringkat Komposit 4) sejak 17 Oktober 2025.
- Saham POLA tercatat di papan Pemantauan Khusus BEI; laporan keuangan tidak diaudit.
- Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, private placement, buyback, stock split, merger, akuisisi, atau divestasi pada periode berjalan.
- Modal ditempatkan dan disetor penuh 3.351.075.600 saham, tidak berubah dari 31 Desember 2024.
- Waran Seri I yang dilaksanakan hingga 30 September 2025 sebanyak 6.475.600 waran (0,81% dari total 800 juta waran).
- Kasus hukum: penyitaan gedung kantor oleh Kejaksaan (kasasi di Mahkamah Agung) dan gugatan wanprestasi oleh debitur pada 5 Februari 2026.

### Key financial figures

- **Laba (rugi) bersih:** 7.226.478.859 (9M2025)
- **Laba (rugi) bersih:** -9.588.070.582 (9M2024)
- **Total aset:** 232.732.981.351 (2025-09-30)
- **Total aset:** 230.376.106.005 (2026-03-31)
- **Total liabilitas:** 7.493.310.922 (2025-09-30)
- **Total liabilitas:** 7.812.107.557 (2026-03-31)
- **Total ekuitas:** 225.239.670.429 (2025-09-30)
- **Total ekuitas:** 222.563.998.448 (2026-03-31)
- **Kas dan setara kas:** 64.520.801.888 (2025-09-30)
- **Kas dan setara kas:** 76.247.354.477 (2026-03-31)
- **Jumlah pendapatan (setelah koreksi):** 19.887.863.428 (9M2025)
- **Jumlah pendapatan (sebelum koreksi):** 37.558.250.775 (9M2025)
- **Laba sebelum pajak (setelah koreksi):** 8.010.351.201 (9M2025)
- **Laba sebelum pajak (sebelum koreksi):** 6.771.081.201 (9M2025)
- **Aset tetap bersih (setelah koreksi):** 42.899.687.140 (2025-09-30)
- **Aset tetap bersih (sebelum koreksi):** 31.470.863.807 (2025-09-30)
- **Saldo defisit (setelah koreksi):** -150.827.514.411 (2025-09-30)
- **Saldo defisit (sebelum koreksi):** -162.256.337.744 (2025-09-30)
- **Laba tahun berjalan:** 864.294.731 (3M2026)
- **Laba tahun berjalan:** 2.033.674.329 (3M2025)
- **Pendapatan dari pembiayaan syariah:** 1.265.835.689 (3M2026)
- **Pendapatan dari pembiayaan syariah:** 3.252.353.495 (3M2025)
- **Arus kas operasi:** 44.701.291.187 (9M2025)
- **NPF Net:** 0.63% (2026-03-31)

### Management / control changes

- Perubahan susunan Dewan Komisaris: Sunu Widyatmoko sebagai Komisaris Utama dan Junina Jabja sebagai Komisaris Independen, keduanya masih menunggu persetujuan OJK (disebutkan dalam laporan keuangan, bukan bagian dari pengumuman koreksi).

### Capital structure

- Modal ditempatkan dan disetor penuh 3.351.075.600 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham, tidak berubah dari 31 Desember 2024.
- Waran Seri I yang dilaksanakan hingga 30 September 2025 sebanyak 6.475.600 waran (0,81% dari total 800 juta waran).
- Kepemilikan saham per 31 Maret 2026: PT Pool Advista Indonesia Tbk 76,34%, PT Asabri 7,67%, publik 15,99%, Freddy Gunawan 1 lembar.
- Tidak ada perubahan modal dasar, tambahan modal disetor, atau instrumen konversi lainnya yang dilaporkan.

### Listing / regulatory

- Perusahaan tercatat di papan Pemantauan Khusus BEI.
- OJK menetapkan Status Pengawasan Intensif sejak 17 Oktober 2025 (Surat No. S-440/PL/11/2025) karena Peringkat Komposit 4 posisi 30 September 2025, berlaku 1 tahun.
- Koreksi laporan keuangan disampaikan sebagai tindak lanjut surat BEI No. S-10825/BEI.PP3/08-2026 tanggal 19 Agustus 2026.
- Laporan keuangan tidak diaudit.

### Analytical scenarios

- **Koreksi penyajian laporan keuangan** [explicit_fact, high]: POLA menyampaikan koreksi atas penyajian laporan keuangan interim per 30 September 2025 dan 31 Maret 2026 sebagai tindak lanjut surat BEI No. S-10825/BEI.PP3/08-2026 tanggal 19 Agustus 2026. Koreksi mencakup pemisahan aset tetap (tanah dan bangunan) dan perubahan penyajian CKPN.
  - Basis: Surat BEI No. S-10825/BEI.PP3/08-2026; Pengumuman koreksi
- **Dampak koreksi terhadap laba sebelum pajak September 2025** [derived_calculation, high]: Laba sebelum pajak naik sebesar Rp1.239.270.000, dari Rp6.771.081.201 menjadi Rp8.010.351.201, karena penurunan beban umum & administrasi sebesar Rp1.239.270.000 akibat perubahan depresiasi.
  - Basis: Laba sebelum pajak sebelum: 6.771.081.201; Laba sebelum pajak setelah: 8.010.351.201; Beban umum & administrasi sebelum: 13.645.092.595; Beban umum & administrasi setelah: 12.405.822.595
  - Assumptions: Perubahan laba hanya dipengaruhi oleh perubahan beban umum & administrasi.
- **Dampak koreksi terhadap jumlah aset dan ekuitas September 2025** [derived_calculation, high]: Jumlah aset dan ekuitas meningkat masing-masing sebesar Rp11.428.823.333, sejalan dengan kenaikan aset tetap bersih.
  - Basis: Jumlah aset sebelum: 221.304.158.018; Jumlah aset setelah: 232.732.981.351; Jumlah ekuitas sebelum: 213.810.847.096; Jumlah ekuitas setelah: 225.239.670.429
  - Assumptions: Kenaikan aset dan ekuitas identik dengan kenaikan aset tetap.
- **Dampak koreksi terhadap pendapatan September 2025** [derived_calculation, high]: Jumlah pendapatan turun sebesar Rp17.670.387.347, dari Rp37.558.250.775 menjadi Rp19.887.863.428, karena penghapusan pos Pemulihan CKPN dari pendapatan.
  - Basis: Jumlah pendapatan sebelum: 37.558.250.775; Jumlah pendapatan setelah: 19.887.863.428; Pemulihan CKPN: 17.670.387.347
  - Assumptions: Penurunan pendapatan seluruhnya berasal dari penghapusan Pemulihan CKPN.
- **Perubahan kas dan setara kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas meningkat sekitar Rp43,31 miliar dari Rp21,21 miliar menjadi Rp64,52 miliar, konsisten dengan arus kas operasi positif Rp44,70 miliar pada 9M2025.
  - Basis: Kas 2025-09-30: 64.520.801.888; Kas 2024-12-31: 21.213.790.028; Arus kas operasi 9M2025: 44.701.291.187
- **Perubahan komposisi portofolio** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan tajam piutang murabahah dan ijarah serta kenaikan pembiayaan musyarakah dan munculnya piutang pihak berelasi mengindikasikan pergeseran strategi bisnis.
  - Basis: Data posisi keuangan 2025-09-30 vs 2024-12-31
  - Assumptions: Perubahan mencerminkan keputusan manajemen, bukan kesalahan pelaporan.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan manajemen dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Status Pengawasan Intensif oleh OJK dengan Peringkat Komposit 4 menunjukkan kondisi keuangan yang perlu perhatian.
- Penurunan signifikan piutang murabahah dan ijarah dapat mengindikasikan penurunan volume pembiayaan atau perubahan strategi.
- Munculnya piutang pembiayaan konsumen pihak berelasi yang besar (Rp20,61 miliar) menimbulkan risiko konsentrasi dan potensi benturan kepentingan.
- Saldo laba negatif yang besar (defisit Rp150,83 miliar) menunjukkan akumulasi kerugian historis.
- Laporan keuangan tidak diaudit, sehingga angka belum diverifikasi auditor.
- Kasus hukum sita gedung dan gugatan wanprestasi dapat mempengaruhi operasional dan reputasi.

### Items to monitor

- Keputusan kasasi Mahkamah Agung terkait penyitaan gedung kantor.
- Persetujuan OJK atas perubahan susunan Dewan Komisaris.
- Realisasi pembiayaan baru dan perkembangan portofolio pembiayaan syariah.
- Dampak koreksi terhadap laporan keuangan tahunan 2025 dan 2026.
- Perkembangan status Pengawasan Intensif dan papan Pemantauan Khusus.
- Eksekusi waran Seri I yang belum dilaksanakan.

---

## POLY

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, POLY menerbitkan dua pengumuman dengan nomor surat yang sama (066/APF-CS/IX/2026) berjudul 'Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek' per 31 Agustus 2026. Pengumuman pertama (20260904141800) memuat data lengkap dengan beberapa inkonsistensi internal, sedangkan pengumuman kedua (20260904141924) gagal memuat seluruh dokumen dan tidak memberikan informasi tambahan. Secara korporasi, tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau perubahan pengendali yang dilaporkan. Namun, terdapat inkonsistensi angka total saham (2.313.113.365 vs 12.357.255.040 vs 2.495.753.347) dan free float (28,49% vs 31,515% vs 99,9992%) antar lampiran yang memerlukan klarifikasi. Laporan juga menyebutkan bahwa syarat kepemilikan saham publik minimal 40% tidak terpenuhi (31,90%), meskipun tidak ada sanksi atau suspensi yang disebutkan. Hal ini penting karena dapat memengaruhi persepsi kualitas pelaporan dan kepatuhan regulasi.

### Material changes

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar, kepemilikan pengendali, atau aksi korporasi yang memengaruhi struktur modal pada periode ini.
- Kepemilikan pengendali Pacific Fibers Investments T/A 1 B.V. sebesar 62,418% tidak berubah.
- Kepemilikan direksi dan komisaris sebesar 0,0540181% tidak berubah.
- Saham tresuri dilaporkan 0 lembar (lampiran 2 dan 4), namun dokumen utama menyebut 1.249.500 lembar (0,05%) - inkonsisten.
- Free float dilaporkan bervariasi: 28,49% (dokumen utama), 31,515% (lampiran 4, berdasarkan definisi baru BEI), dan 99,9992% (lampiran 1).

### Key financial figures

- **total_saham_tercatat:** 2.313.113.365 (2026-08-31)
- **total_saham_disetor:** 12.357.255.040 (2026-08-31)
- **saham_tresuri:** 0 (2026-08-31)
- **saham_tresuri_dokumen_utama:** 1.249.500 (2026-08-31)
- **kepemilikan_pengendali:** 1.443.805.382 (2026-08-31)
- **kepemilikan_pengendali_persen:** 62.418 (2026-08-31)
- **kepemilikan_direksi_komisaris:** 1.249.500 (2026-08-31)
- **kepemilikan_direksi_komisaris_persen:** 0.0540181 (2026-08-31)
- **free_float:** 728.987.796 (2026-08-31)
- **free_float_persen:** 31.515 (2026-08-31)
- **free_float_dokumen_utama:** 711.314.796 (2026-08-31)
- **free_float_persen_dokumen_utama:** 28.49 (2026-08-31)
- **jumlah_pemegang_saham:** 6.216 (2026-08-31)
- **jumlah_pemegang_saham_lampiran2:** 6.214 (2026-08-31)
- **jumlah_pemegang_saham_sid:** 5.836 (2026-08-31)

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar, kepemilikan pengendali, atau aksi korporasi yang memengaruhi struktur modal pada periode ini.
- Kepemilikan pengendali Pacific Fibers Investments T/A 1 B.V. sebesar 62,418% tidak berubah.
- Kepemilikan direksi dan komisaris sebesar 0,0540181% tidak berubah.
- Saham tresuri dilaporkan 0 lembar (lampiran 2 dan 4), namun dokumen utama menyebut 1.249.500 lembar (0,05%).

### Listing / regulatory

- Free float berdasarkan definisi baru BEI (KEP-00045/BEI/03-2026) adalah 31,515% (728.987.796 lembar), hanya memperhitungkan saham scripless.
- Laporan free float belum memperhitungkan saham afiliasi pengendali dan portofolio investasi yang disetujui bursa (kolom kosong).
- Lampiran 2 menyatakan syarat jumlah pemegang saham minimal 300 pihak terpenuhi (6.214), namun syarat kepemilikan saham publik minimal 40% tidak terpenuhi (31,90%).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Laporan bulanan menyatakan tidak ada perubahan jumlah saham beredar, kepemilikan pengendali, atau aksi korporasi yang memengaruhi struktur modal pada periode ini.
  - Basis: Tidak ada perubahan jumlah saham atau kepemilikan pengendali
  - Caveats: Laporan ini hanya mencakup periode bulanan; aksi korporasi di luar periode tidak tercakup.
- **Konsistensi total saham** [derived_calculation, medium]: Total saham 2.313.113.365 lembar konsisten dengan penjumlahan kategori kepemilikan pada dokumen utama: 1.443.805.382 (pengendali) + 131.394.719 (direksi/komisaris) + 730.237.296 (>=5%) + 182.639.982 (<5%) + 1.249.500 (tresuri) = 2.495.753.347 lembar, bukan 2.313.113.365. Terdapat selisih 182.639.982 lembar, kemungkinan karena definisi kategori yang berbeda.
  - Basis: 1.443.805.382 + 131.394.719 + 730.237.296 + 182.639.982 + 1.249.500 = 2.495.753.347; Total saham pada lampiran 1: 2.313.113.365
  - Assumptions: Angka pada dokumen utama dan lampiran 1 menggunakan definisi yang berbeda.
  - Caveats: Inkonsistensi angka antar dokumen perlu klarifikasi dari emiten.
- **Persentase free float** [derived_calculation, high]: Free float 728.987.796 / 2.313.113.365 = 31,515%, sesuai lampiran 4. Free float dokumen utama 711.314.796 / 2.495.753.347 = 28,49%, sesuai dokumen utama.
  - Basis: 728.987.796 / 2.313.113.365 = 31,515%; 711.314.796 / 2.495.753.347 = 28,49%
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, medium]: Free float 31,515% (berdasarkan definisi baru) berada di atas ambang batas minimum 7,5% yang umumnya disyaratkan BEI, sehingga POLY kemungkinan memenuhi ketentuan free float. Namun lampiran 2 menyebut saham publik 31,90% di bawah 40%, yang mungkin merujuk pada ketentuan lain.
  - Basis: Free float 31,515% (lampiran 4); Saham publik 31,90% (lampiran 2)
  - Assumptions: Ambang batas free float IDX adalah 7,5% untuk papan utama.
  - Caveats: Ambang batas tidak disebutkan dalam dokumen; asumsi berdasarkan regulasi umum.; Definisi free float baru (KEP-00045/BEI/03-2026) hanya menghitung saham scripless.
- **Tidak ada aksi korporasi** [analyst_hypothesis, medium]: Tidak ada perubahan jumlah saham atau kepemilikan pengendali, mengindikasikan tidak ada aksi korporasi yang memengaruhi struktur modal pada periode ini.
  - Basis: Jumlah saham dan kepemilikan tidak berubah
  - Caveats: Laporan ini hanya mencakup periode bulanan; aksi korporasi di luar periode tidak tercakup.

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi angka total saham antara dokumen utama (2.495.753.347) dan lampiran 1/4 (2.313.113.365) serta lampiran 2 (12.357.255.040) memerlukan klarifikasi.
- Definisi free float baru (KEP-00045/BEI/03-2026) hanya menghitung saham scripless, sehingga free float aktual bisa berbeda jika ada saham warkat atau afiliasi pengendali.
- Lampiran 2 menyebut syarat kepemilikan saham publik minimal 40% tidak terpenuhi (31,90%), namun tidak ada sanksi atau suspensi yang disebutkan.

### Items to monitor

- Klarifikasi emiten mengenai inkonsistensi total saham dan free float antar lampiran.
- Pemenuhan syarat kepemilikan saham publik minimal 40% dan potensi sanksi atau suspensi dari BEI.
- Perubahan definisi free float berdasarkan KEP-00045/BEI/03-2026 dan dampaknya terhadap kepatuhan.
- Pengumuman selanjutnya yang mungkin memuat koreksi atau data tambahan.

---

## PORT

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pelabuhan Nusantara Handal Tbk (PORT) menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026. Laporan ini bersifat rutin dan tidak mengindikasikan adanya aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal. Struktur kepemilikan saham pengendali (China Merchants Port-Integ International Development Company Limited) tercatat stabil di 51,00% (1.435.110.412 saham). Free float dilaporkan sebesar 19,41% (546.235.200 saham), dengan total saham beredar 2.813.941.985 lembar. Tidak ada perubahan signifikan pada komposisi pemegang saham dibandingkan periode sebelumnya.

### Material changes

- Laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Agustus 2026, disusun oleh Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom.
- Pemegang saham pengendali: China Merchants Port-Integ International Development Company Limited (Hong Kong) dengan kepemilikan 1.435.110.412 saham atau 51,00% dari total saham.
- Tidak ada perubahan jumlah saham yang dimiliki oleh direksi, komisaris, atau afiliasi pada periode ini.
- Pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih: PT Episenta Utama Prima (679.587.615 saham, 24,2%), PT Permata (153.008.758 saham, 5,4%), dan treasury stock (546.235.200 saham, 19,4%).
- Total saham beredar: 2.813.941.985 lembar, tidak berubah sejak Januari 2026.
- Free float: 546.235.200 saham atau 19,41% dari total saham.
- Jumlah pemegang saham tercatat: 897 (886 dalam perdagangan, 11 tidak dalam perdagangan).
- Tidak ada saham treasury (0 saham) dan tidak ada saham warkat (0 saham).
- Laporan free float mengacu pada Keputusan Direksi BEI No. KEP-00045/BEI/03-2026 tanggal 31 Maret 2026.
- Laporan ditandatangani secara elektronik oleh Andika Manaon, Corporate Secretary, pada 04-09-2026.

### Key financial figures

- **Total saham beredar:** 2.813.941.985 (31 Agustus 2026)
- **Saham pengendali:** 1.435.110.412 (31 Agustus 2026)
- **Persentase saham pengendali:** 51,00% (31 Agustus 2026)
- **Saham PT Episenta Utama Prima:** 679.587.615 (31 Agustus 2026)
- **Persentase saham PT Episenta Utama Prima:** 24,2% (31 Agustus 2026)
- **Saham PT Permata:** 153.008.758 (31 Agustus 2026)
- **Persentase saham PT Permata:** 5,4% (31 Agustus 2026)
- **Treasury stock:** 546.235.200 (31 Agustus 2026)
- **Persentase treasury stock:** 19,4% (31 Agustus 2026)
- **Free float (saham):** 546.235.200 (31 Agustus 2026)
- **Free float (persentase):** 19,41% (31 Agustus 2026)
- **Saham non-warkat:** 545.745.400 (31 Agustus 2026)
- **Saham warkat:** 0 (31 Agustus 2026)
- **Saham yang dibatasi pengalihannya (lock-up):** 1.435.110.412 (31 Agustus 2026)
- **Modal dasar:** 8.000.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Jumlah pemegang saham publik:** 1.075 (31 Agustus 2026)
- **Jumlah pemegang saham <5%:** 1.037 (31 Agustus 2026)
- **Jumlah pemegang saham >=5%:** 2 (31 Agustus 2026)
- **Jumlah pemegang saham pemilik SID:** 896 (31 Agustus 2026)

### Capital structure

- Kepemilikan pengendali stabil di 51,00% (1.435.110.412 saham).
- Treasury stock 19,4% (546.235.200 saham) tidak berubah.
- Free float 19,41% (546.235.200 saham) tidak berubah.
- Total saham beredar 2.813.941.985 lembar, tidak berubah sejak Januari 2026.

### Listing / regulatory

- Laporan free float per 31 Agustus 2026 disusun berdasarkan Keputusan Direksi BEI No. KEP-00045/BEI/03-2026.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan** [explicit_fact, high]: Pemegang saham pengendali memiliki 51,00% saham, treasury stock 19,4%, dan dua pemegang saham utama lainnya masing-masing 24,2% dan 5,4%, sehingga total kepemilikan terkonsentrasi.
  - Basis: Angka kepemilikan dari laporan
- **Total kepemilikan terkonsentrasi** [derived_calculation, high]: Total kepemilikan pengendali, treasury, dan dua pemegang saham utama = 51,00% + 19,4% + 24,2% + 5,4% = 100%, menunjukkan seluruh saham tercatat dimiliki oleh pihak-pihak tersebut.
  - Basis: Persentase kepemilikan dari laporan
  - Assumptions: Tidak ada pemegang saham lain yang signifikan
- **Free float** [derived_calculation, medium]: Free float dihitung sebagai total saham beredar dikurangi saham pihak pengendali: 2.813.941.985 - 546.235.200 = 2.267.706.785 lembar, atau sekitar 80,59% dari total saham. Namun, laporan free float resmi menyatakan 546.235.200 saham (19,41%), yang menunjukkan definisi free float yang berbeda (hanya saham publik di bawah 5%).
  - Basis: Total saham beredar: 2.813.941.985; Saham pihak pengendali: 546.235.200
  - Assumptions: Definisi free float sesuai laporan resmi
  - Caveats: Terdapat perbedaan definisi free float antara perhitungan sederhana dan laporan resmi
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Free float 19,41% berada di atas ambang batas umum 7,5% yang disyaratkan Bursa Efek Indonesia untuk papan utama, namun kepatuhan spesifik perlu diverifikasi.
  - Basis: Persentase free float dari laporan
  - Assumptions: Ambang batas free float IDX adalah 7,5%
  - Caveats: Peraturan free float dapat berbeda untuk papan pencatatan tertentu
- **Tidak ada perubahan** [explicit_fact, high]: Tidak ada perubahan jumlah saham yang dimiliki oleh direksi, komisaris, pengendali, atau pemegang saham utama antara bulan ini dan sebelumnya.
  - Basis: Perbandingan angka bulan ini dan sebelumnya
- **Stabilitas kepemilikan** [analyst_hypothesis, medium]: Struktur kepemilikan yang tidak berubah selama periode laporan menunjukkan tidak ada aktivitas perdagangan signifikan oleh pihak-pihak terkait, namun hal ini tidak mengindikasikan arah harga saham.
  - Basis: Data kepemilikan yang identik
  - Caveats: Perubahan dapat terjadi di luar periode laporan

### Risks / uncertainties

- Free float 19,41% berpotensi di bawah ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia, namun tidak ada konfirmasi sanksi.
- Konsentrasi kepemilikan tinggi (100% oleh pengendali, treasury, dan dua pemegang saham) dapat mempengaruhi likuiditas saham.
- Free float belum memperhitungkan saham afiliasi pengendali dan portofolio investasi yang disetujui bursa, sehingga angka final dapat berubah.

### Items to monitor

- Struktur kepemilikan yang stabil dan free float yang relatif rendah dapat mempengaruhi likuiditas saham di pasar.
- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan signifikan yang dapat mempengaruhi valuasi saham dalam jangka pendek.

---

## PPRE

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT PP Presisi Tbk (PPRE) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Agustus 2026 melalui Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom. Laporan ini bersifat informatif dan tidak mengumumkan aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus/pengendali, atau transaksi aset. Data menunjukkan jumlah saham beredar tetap 10.224.271.000 lembar, kepemilikan pengendali (PT PP (Persero) Tbk) sebesar 76,99%, dan free float 22,99% (berdasarkan definisi baru BEI). Tidak ada perubahan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

### Material changes

- PT PP Presisi Tbk (PPRE) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Agustus 2026, dengan nomor surat 067/EXT/CS/OJK-IDX/PPRE/IX/2026.
- Laporan disusun dan disampaikan oleh Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom.
- Jumlah saham tercatat (total shares) adalah 10.224.271.000 lembar saham, tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh Pengendali (PT PP (Persero) Tbk) adalah 76,99% (7.871.480.000 lembar), tidak berubah.
- Kepemilikan saham oleh Afiliasi Pengendali adalah 0,0053% (545.600 lembar), tidak berubah.
- Free float berdasarkan Peraturan Bursa V.2 adalah 22,9897% (2.350.674.900 lembar), tidak berubah.
- Terdapat kepemilikan saham treasuri sebesar 0,015% (1.570.000 lembar) pada laporan utama, namun lampiran free float melaporkan 0 saham treasury.
- Terdapat saham warkat (scrip) sebesar 546.100 lembar dan saham non-warkat (scripless) sebesar 10.223.724.900 lembar.
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris yang tercantum (Rizki Yovi, Hendra Dianugrah, Subiyanto) adalah 0 saham.
- Pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih: PT PP (Persero) Tbk memiliki 77% saham secara langsung.
- Laporan mencakup klasifikasi investor berdasarkan data KSEI, termasuk jumlah saham untuk berbagai kategori seperti Bank, Funds, Individual, dan lainnya.
- Dokumen ini tidak mengumumkan aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, stock split, merger, akuisisi, atau perubahan struktur modal lainnya.

### Key financial figures

- **Jumlah Saham Tercatat:** 10.224.271.000 (Agustus 2026 dan sebelumnya)
- **Kepemilikan Pengendali:** 7.871.480.000 (Agustus 2026 dan sebelumnya)
- **Kepemilikan Afiliasi Pengendali:** 545.600 (Agustus 2026 dan sebelumnya)
- **Free Float:** 2.350.674.900 (Agustus 2026 dan sebelumnya)
- **Saham Treasuri:** 1.570.000 (Agustus 2026 (laporan utama))
- **Saham Warkat:** 546.100 (Agustus 2026)
- **Saham Non-Warkat:** 10.223.724.900 (Agustus 2026)
- **Kepemilikan PT PP (Persero) Tbk:** 7.871.480.000 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Bank:** 607.624.957 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Funds:** 475.739.598 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Individual:** 1.280.866.871 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Insurance:** 156.259.866 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Securities Company:** 241.011.300 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Pension Funds:** 32.719.246 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Foundation:** 11.328.663 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Mutual Funds:** 41.344.912 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Others:** 23.600.000 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Employee:** 11.059.951 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Government:** 23.014.300 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Private Company:** 7.180.148 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Cooperative:** 6.441.300 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Limited Partnership:** 9.507.200 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Others (Non-KSEI):** 15.729.800 (Agustus 2026)
- **Klasifikasi Investor - Scripless:** 10.223.724.900 (Agustus 2026)
- **Total Saham Disetor:** 10.224.271.000 (Januari–Agustus 2026)
- **Saham Dicatatkan:** 7.871.480.000 (Januari–Agustus 2026)
- **Saham Treasury (lampiran 1):** 108.058.700 (Agustus 2026)
- **Kepemilikan Publik:** 23,01% (Agustus 2026)
- **Jumlah Pemegang Saham Publik:** 21.273 (Agustus 2026)
- **Jumlah Pemegang Saham Publik (Juli 2026):** 22.113 (Juli 2026)
- **Jumlah Pemegang Saham Publik (Mei 2026):** 23.187 (Mei 2026)
- **Kepemilikan Komisaris dan Direksi:** 546.100 (Agustus 2026)
- **Persentase Kepemilikan Komisaris dan Direksi:** 0,0053412% (Agustus 2026)
- **Kepemilikan Pengendali (lampiran 2):** 7.871.480.000 (Agustus 2026)
- **Persentase Kepemilikan Pengendali (lampiran 2):** 76,988% (Agustus 2026)
- **Saham Domestik:** 10.196.964.488 (Agustus 2026)
- **Saham Asing:** 27.306.512 (Agustus 2026)
- **Jumlah Pemegang Saham:** 21.274 (Agustus 2026)
- **Jumlah Pemegang Saham Domestik:** 21.259 (Agustus 2026)
- **Jumlah Pemegang Saham Asing:** 15 (Agustus 2026)
- **Total Saham Warkat (lampiran 4):** 7.873.050.000 (Agustus 2026)
- **Total Saham Scripless (lampiran 4):** 2.351.221.000 (Agustus 2026)
- **Jumlah Saham Free Float (lampiran 4):** 2.350.674.900 (Agustus 2026)
- **Persentase Free Float (lampiran 4):** 22,991% (Agustus 2026)
- **Saham Masyarakat Warkat:** 1.570.000 (Agustus 2026)
- **Saham Masyarakat Non-Warkat Scripless:** 2.350.674.900 (Agustus 2026)
- **Saham Treasury (lampiran 4):** 0 (Agustus 2026)
- **Saham Scripless Direksi dan Komisaris <5%:** 546.100 (Agustus 2026)
- **Jumlah Pemegang Saham Pemilik SID:** 21.272 (Agustus 2026)

### Capital structure

- Jumlah saham beredar tetap 10.224.271.000 lembar, tidak ada perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan pengendali (PT PP (Persero) Tbk) sebesar 76,99% tidak berubah.
- Free float 22,9897% tidak berubah, memenuhi ketentuan minimal free float Bursa Efek Indonesia.
- Tidak ada perubahan jumlah saham treasuri (1.570.000 lembar) pada laporan utama.
- Tidak ada perubahan kepemilikan afiliasi pengendali (545.600 lembar).
- Lampiran 1 melaporkan saham treasury sebesar 108.058.700 lembar, berbeda dengan laporan utama yang menyebut 1.570.000 lembar.
- Lampiran 4 melaporkan tidak ada saham treasury (0 lembar).

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia, termasuk Peraturan Bursa V.2 tentang Free Float.
- Lampiran 4 mengacu pada Keputusan Direksi BEI No. KEP-00045/BEI/03-2026 tanggal 31 Maret 2026 tentang perubahan Peraturan I-A mengenai definisi free float.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan Pengendali** [explicit_fact, high]: PT PP (Persero) Tbk memiliki 7.871.480.000 lembar saham atau 76,99% dari total saham beredar, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
  - Basis: Angka kepemilikan dan persentase tercantum pada halaman 2 dan 10 dokumen utama.
- **Free Float** [explicit_fact, high]: Free float sebesar 2.350.674.900 lembar (22,9897%) tidak berubah, menunjukkan tidak ada perubahan signifikan dalam kepemilikan publik.
  - Basis: Angka free float dan persentase tercantum pada halaman 6 dan 14 dokumen utama.
- **Saham Non-Warkat** [derived_calculation, high]: Saham non-warkat dihitung sebagai total saham dikurangi saham warkat: 10.224.271.000 - 546.100 = 10.223.724.900 lembar.
  - Basis: Total saham 10.224.271.000 dan saham warkat 546.100 tercantum pada halaman 6 dan 14.
  - Assumptions: Saham warkat adalah 546.100 lembar.
- **Persentase Saham Non-Warkat** [derived_calculation, high]: Persentase saham non-warkat dihitung sebagai (10.223.724.900 / 10.224.271.000) * 100 = 99,9947%.
  - Basis: Angka saham non-warkat dan total saham dari perhitungan sebelumnya.
  - Assumptions: Total saham adalah 10.224.271.000.
- **Perubahan jumlah pemegang saham publik** [derived_calculation, high]: Jumlah pemegang saham publik turun dari 22.113 (Juli 2026) menjadi 21.273 (Agustus 2026), penurunan sebesar 840 pemegang. Ini menunjukkan konsolidasi kepemilikan, namun tidak ada informasi penyebabnya.
  - Basis: 22.113 - 21.273 = 840
  - Assumptions: Angka yang digunakan adalah jumlah pemegang saham publik per akhir bulan.
- **Saham publik di luar treasury** [derived_calculation, medium]: Saham publik (free float) diperkirakan sekitar 2.352.791.000 saham, dihitung dari 23,01% x 10.224.271.000. Namun, angka ini tidak eksplisit dalam dokumen.
  - Basis: 23,01% x 10.224.271.000 = 2.352.791.000 (pembulatan)
  - Assumptions: Persentase kepemilikan publik dihitung terhadap total saham disetor.; Angka 2.352.791.000 muncul dalam dokumen sebagai 'JUMLAH SAHAM PIHAK' yang mungkin merujuk pada saham publik.
  - Caveats: Angka 2.352.791.000 tidak secara eksplisit diberi label sebagai saham publik dalam dokumen.
- **Total saham beredar (estimasi)** [derived_calculation, medium]: Total saham beredar diestimasi sekitar 10.225.000.000 saham, dihitung dari kepemilikan pengendali (7.871.480.000 / 0,76988).
  - Basis: Kepemilikan pengendali 7.871.480.000 saham dan 76,988%.
  - Assumptions: Persentase kepemilikan pengendali dihitung terhadap total saham beredar yang sama dengan dasar perhitungan persentase.
  - Caveats: Pembulatan persentase dapat mempengaruhi hasil.
- **Proporsi kepemilikan komisaris dan direksi** [derived_calculation, high]: Kepemilikan komisaris dan direksi (546.100 saham) setara dengan 0,00534% dari total saham beredar, sangat kecil dibandingkan pengendali.
  - Basis: 546.100 saham dan 0,0053412%.
- **Total saham domestik dan asing** [derived_calculation, high]: Total saham domestik dan asing dihitung dari penjumlahan kategori: domestik 10.196.964.488 + asing 27.306.512 = 10.224.271.000, sesuai total.
  - Basis: Angka pada halaman 2 lampiran 3: domestik 10.196.964.488, asing 27.306.512
  - Assumptions: Penjumlahan langsung dari angka yang tersedia
- **Persentase kategori 'Lainnya'** [derived_calculation, high]: Persentase kategori 'Lainnya' dihitung: 7.916.885.557 / 10.224.271.000 * 100 = 77,43%, sesuai dengan angka yang dilaporkan.
  - Basis: Angka pada halaman 2 lampiran 3: saham 'Lainnya' 7.916.885.557, total 10.224.271.000
  - Assumptions: Pembagian langsung
- **Proporsi free float terhadap total saham** [derived_calculation, high]: Persentase free float dihitung sebagai 2.350.674.900 / 10.224.271.000 = 22,991%, sesuai dengan angka yang dilaporkan.
  - Basis: Jumlah free float dan total saham dari laporan lampiran 4.
  - Assumptions: Total saham yang digunakan adalah modal ditempatkan dan disetor penuh.
- **Sisa saham non-free float** [derived_calculation, medium]: Sisa saham yang tidak termasuk free float adalah 10.224.271.000 - 2.350.674.900 = 7.873.596.100 saham, yang mencakup saham warkat, saham pengendali, direksi, dan lainnya.
  - Basis: Total saham dan free float dari laporan lampiran 4.
  - Assumptions: Tidak ada saham treasury dan tidak ada penyesuaian lain.
  - Caveats: Belum memperhitungkan afiliasi pengendali dan portofolio investasi yang tidak diisi.
- **Tidak Ada Aksi Korporasi** [analyst_hypothesis, medium]: Tidak adanya perubahan jumlah saham beredar dan struktur kepemilikan menunjukkan tidak ada aksi korporasi yang memengaruhi struktur modal pada periode ini.
  - Basis: Jumlah saham beredar dan kepemilikan pengendali tidak berubah antara bulan ini dan sebelumnya.
  - Assumptions: Laporan ini akurat dan lengkap.
  - Caveats: Aksi korporasi yang tidak memengaruhi jumlah saham (misalnya akuisisi aset) mungkin tidak tercermin dalam laporan ini.
- **Kepatuhan Free Float** [analyst_hypothesis, medium]: Free float 22,9897% berada di atas batas minimum 7,5% yang umumnya disyaratkan Bursa Efek Indonesia, menunjukkan kepatuhan terhadap aturan pencatatan.
  - Basis: Free float 22,9897% tercantum pada halaman 6 dan 14.
  - Assumptions: Batas minimum free float yang berlaku adalah 7,5%.
  - Caveats: Batas minimum dapat bervariasi tergantung papan pencatatan dan ketentuan spesifik.
- **Penurunan jumlah pemegang saham publik** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan jumlah pemegang saham publik dari 23.187 (Mei) menjadi 21.273 (Agustus) dapat mengindikasikan akumulasi saham oleh investor besar atau aksi korporasi yang belum diumumkan, namun tidak ada bukti dalam dokumen.
  - Basis: Data jumlah pemegang saham publik per bulan
  - Assumptions: Perubahan jumlah pemegang saham mencerminkan aktivitas pasar.
  - Caveats: Tidak ada informasi transaksi atau aksi korporasi dalam dokumen.
- **Struktur kepemilikan terkonsentrasi** [analyst_hypothesis, low]: Kategori 'Lainnya' yang mendominasi mungkin mencakup pemegang saham pengendali atau publik, tetapi tidak dapat diidentifikasi dari laporan ini.
  - Basis: Kategori 'Lainnya' memiliki 77,43% saham
  - Assumptions: Kategori 'Lainnya' mungkin termasuk pemegang saham non-institusi
  - Caveats: Definisi kategori tidak dijelaskan dalam dokumen
- **Potensi pemenuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Dengan free float 22,991%, perusahaan berada di atas ambang minimum 20% yang umumnya disyaratkan BEI, namun masih di bawah 25% yang mungkin disyaratkan untuk beberapa indeks.
  - Basis: Persentase free float yang dilaporkan.
  - Assumptions: Ambang minimum free float BEI adalah 20% untuk perusahaan tercatat.
  - Caveats: Kebijakan BEI dapat berbeda; tidak ada informasi indeks spesifik.
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Karena free float hanya dihitung dari saham scripless, perusahaan mungkin perlu mengonversi lebih banyak saham warkat menjadi scripless untuk meningkatkan free float atau memenuhi persyaratan tertentu.
  - Basis: Definisi free float dalam peraturan BEI yang disebutkan.
  - Assumptions: Perusahaan ingin meningkatkan free float.
  - Caveats: Tidak ada indikasi rencana konversi.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari laporan ini.
- Data klasifikasi investor bergantung pada akurasi data KSEI dan proses verifikasi.
- Terdapat inkonsistensi angka saham treasury antara laporan utama (1.570.000 lembar), lampiran 1 (108.058.700 lembar), dan lampiran 4 (0 lembar).
- Nama pengendali pada lampiran 2 tidak lengkap: 'T.B. Silalahi Simatupang'.
- Data afiliasi pengendali dan portofolio investasi pada lampiran 4 tidak diisi, sehingga free float aktual bisa berbeda.
- Tidak ada informasi mengenai penyebab penurunan jumlah pemegang saham publik.
- Dokumen tidak menyebutkan rincian PMK yang menjadi dasar kepatuhan free float.

### Items to monitor

- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang diumumkan, sehingga tidak ada dampak langsung terhadap harga saham dari pengumuman ini.
- Free float yang stabil di atas 20% menunjukkan likuiditas saham yang memadai.
- Penurunan jumlah pemegang saham publik dapat menjadi indikasi konsolidasi kepemilikan, namun belum tentu berdampak material.
- Inkonsistensi data saham treasury antar lampiran perlu dipantau untuk memastikan akurasi pelaporan.

---

## PTBA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat bernomor B/803/111000/KS.03/IX/2026 tanggal 2 September 2026. Pengumuman ini bersifat administratif (penyampaian materi) dan merujuk pada rencana Public Expose yang diumumkan sebelumnya. Materi Public Expose yang dilampirkan memuat informasi keuangan dan operasional 1H2026 serta pembaruan strategi, termasuk proyek ekspansi transportasi dan hilirisasi. Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan dalam dokumen ini; seluruh informasi bersifat informatif.

### Material changes

- PTBA menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 melalui surat bernomor B/803/111000/KS.03/IX/2026 tanggal 2 September 2026.
- Penyampaian ini merujuk pada rencana Public Expose Tahunan yang diumumkan melalui surat No. B/749/111000/KS.03/VIII/2026 tanggal 21 Agustus 2026.
- Public Expose Tahunan 2026 akan digabung dengan Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia.
- Penyampaian dilakukan sesuai Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025 tentang Peraturan Nomor I-E.
- Surat ditandatangani oleh Eko Prayitno selaku Corporate Secretary Division Head.
- Materi Public Expose memuat hasil 1H2026: produksi batubara 19,45 juta ton (turun 10% YoY), penjualan 18,15 juta ton (turun 6% YoY), pendapatan Rp22,03 triliun (naik 8% YoY), laba bersih Rp2,65 triliun (naik 218% YoY), EBITDA Rp4,27 triliun (naik 94% YoY).
- Proyek rel kereta Tanjung Enim-Keramasan mencapai progress 93,45% per akhir Juli 2026, kapasitas 20 juta ton/tahun, target COD 2H2026.
- Kapasitas pelabuhan akan ditingkatkan: Tarahan dari 27,5 MT menjadi 28,0 MT, dan Kertapati dari 8,0 MT menjadi 15,3 MT.
- Proyek hilirisasi: Coal to DME/Methanol (kapasitas 6,9 MTPA, target COD Q4 2030), Coal to SNG (9,78 MTPA, target COD Q1 2032), Potassium Humate (fase I 173 ton/tahun COD 2026, fase II 10.000 ton/tahun COD 2028).
- Merger PT BEI ke PT BEST efektif pada 30 Juni 2026.
- PTBA menjadi bagian Danantara sejak 22 Maret 2025, dan nama/status berubah menjadi PT Bukit Asam (Persero) Tbk pada 13 Februari 2026.
- Struktur pemegang saham: MIND ID 65,93%, publik domestik 21,59%, publik asing 12,34%, treasury 0,05%.

### Key financial figures

- **Pendapatan:** 22.03 (1H2026)
- **Pendapatan:** 20.45 (1H2025)
- **Laba bersih:** 2.65 (1H2026)
- **Laba bersih:** 0.83 (1H2025)
- **EBITDA:** 4.27 (1H2026)
- **EBITDA:** 2.20 (1H2025)
- **Biaya kas per ton:** 1.03 (1H2026)
- **Biaya kas per ton:** 0.87 (1H2025)
- **Total biaya per ton:** 53.34 (1H2026)
- **Total biaya per ton:** 55.19 (1H2025)
- **Produksi batubara:** 19.45 (1H2026)
- **Produksi batubara:** 21.73 (1H2025)
- **Penjualan batubara:** 18.15 (1H2026)
- **Penjualan batubara:** 19.27 (1H2025)
- **Volume transportasi:** 21.10 (1H2026)
- **Volume transportasi:** 21.62 (1H2025)
- **Stripping ratio:** 5.26 (1H2026)
- **Stripping ratio:** 6.17 (1H2025)
- **Stripping ratio guidance:** 5.63 (FY2026)
- **ASP:** 0.88 (1H2026)
- **ASP:** 0.93 (1H2025)
- **Sumber daya batubara:** 5.71 (31 Des 2025)
- **Cadangan batubara:** 2.88 (31 Des 2025)
- **Kapasitas PLTS terpasang:** 1.02 (1H2026)
- **Kapasitas pembangkit listrik:** 1.6 (1H2026)

### Corporate actions

- Merger PT BEI ke PT BEST efektif 30 Juni 2026
- Perubahan nama dan status PTBA menjadi PT Bukit Asam (Persero) Tbk pada 13 Februari 2026

### Expansion projects

- Proyek rel kereta Tanjung Enim-Keramasan: kapasitas 20 juta ton/tahun, progress 93,45% per akhir Juli 2026, target COD 2H2026
- Peningkatan kapasitas pelabuhan Tarahan dari 27,5 MT menjadi 28,0 MT
- Peningkatan kapasitas pelabuhan Kertapati dari 8,0 MT menjadi 15,3 MT
- Proyek Coal to DME/Methanol: kapasitas 6,9 MTPA, target COD Q4 2030
- Proyek Coal to SNG: kapasitas 9,78 MTPA, target COD Q1 2032
- Proyek Potassium Humate: fase I 173 ton/tahun COD 2026, fase II 10.000 ton/tahun COD 2028
- Pengembangan PLTS: total 1,02 MWp terpasang, potensi 200 MWp di lahan pasca-tambang

### Management / control changes

- Dewan Komisaris: Dewi Hanggraini (Komisaris Independen), Dalu Agung Darmawanida (Komisaris), Ida Bagus Putu Dunia (Presiden Komisaris Independen), Zaelani (Komisaris), Lana Saria (Komisaris), Ferial Martifauzi (Komisaris)
- Dewan Direksi: Una Lindasari (Finance & Risk Management Director), Ilham Yacob (Operations & Production Director), Bambang Ismawan (Presiden Direktur), Turino Yulianto (Downstream & Products Diversification Director), Hennita Sitepu (HR & Company Transformation Director), Moch. Rifqy Hari Muji (Commercial & Supply Chain Director)

### Capital structure

- Struktur pemegang saham: MIND ID 65,93%, publik domestik 21,59%, publik asing 12,34%, treasury 0,05%

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia sesuai Peraturan I-E
- PTBA terdaftar di BEI sejak 2002
- PTBA menjadi bagian Danantara sejak 22 Maret 2025
- Perubahan nama dan status PTBA pada 13 Februari 2026

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, medium]: Laba bersih 1H2026 naik 218% YoY, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan (8%), mengindikasikan perbaikan margin yang signifikan, kemungkinan dari penurunan biaya per ton dan efisiensi operasional.
  - Basis: Pendapatan 1H2026 Rp22,03T vs 1H2025 Rp20,45T; Laba bersih 1H2026 Rp2,65T vs 1H2025 Rp0,83T
  - Assumptions: Tidak ada item non-operasional yang mempengaruhi laba bersih secara material
  - Caveats: Perhitungan sederhana, perlu analisis laporan keuangan lebih detail
- **Margin EBITDA** [derived_calculation, medium]: Margin EBITDA 1H2026 sekitar 19,4% (Rp4,27T/Rp22,03T), naik dari 10,8% (Rp2,20T/Rp20,45T) di 1H2025, menunjukkan peningkatan profitabilitas operasional.
  - Basis: EBITDA 1H2026 Rp4,27T; Pendapatan 1H2026 Rp22,03T
  - Assumptions: EBITDA dan pendapatan dalam periode yang sama
  - Caveats: Margin dihitung dari angka yang dibulatkan
- **Penurunan biaya per ton** [derived_calculation, low]: Total biaya per ton turun dari 55,19 USD (1H2025) menjadi 53,34 USD (1H2026), penurunan sekitar 3,4%, sementara biaya kas per ton naik dari Rp0,87 juta menjadi Rp1,03 juta (kenaikan 18,4% dalam Rupiah), namun dalam USD mungkin berbeda karena kurs.
  - Basis: Total biaya per ton 1H2025: 55,19 USD; Total biaya per ton 1H2026: 53,34 USD; Biaya kas per ton 1H2025: Rp0,87 juta; Biaya kas per ton 1H2026: Rp1,03 juta
  - Assumptions: Kurs Rupiah terhadap USD tidak disediakan, sehingga perbandingan tidak langsung
  - Caveats: Perbedaan mata uang dan komponen biaya
- **Efisiensi stripping ratio** [derived_calculation, medium]: Stripping ratio 1H2026 (5,26x) lebih rendah dari guidance (5,63x) dan 1H2025 (6,17x), menunjukkan efisiensi penambangan yang lebih baik, yang dapat menurunkan biaya produksi per ton.
  - Basis: Stripping ratio 1H2025: 6,17x; Stripping ratio 1H2026: 5,26x; Guidance FY2026: 5,63x
  - Assumptions: Stripping ratio yang lebih rendah mengindikasikan lebih sedikit overburden yang dipindahkan per ton batubara
  - Caveats: Efisiensi dapat dipengaruhi oleh kualitas lapisan batubara
- **Pertumbuhan volume transportasi** [derived_calculation, low]: Transportasi 1H2026 turun 2% YoY (21,10 vs 21,62 juta ton), tetapi penjualan turun 6%, menunjukkan adanya penumpukan persediaan atau perbedaan waktu pencatatan.
  - Basis: Transportasi 1H2025: 21,62 juta ton; Transportasi 1H2026: 21,10 juta ton; Penjualan 1H2025: 19,27 juta ton; Penjualan 1H2026: 18,15 juta ton
  - Assumptions: Transportasi mencakup batubara yang dikirim, penjualan yang diakui
  - Caveats: Perbedaan definisi dan waktu pengakuan
- **Pangsa pasar ekspor** [derived_calculation, medium]: Ekspor mencapai 49% dari total penjualan, dengan tujuan utama Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan lainnya termasuk Pakistan sebagai pasar baru, menunjukkan diversifikasi geografis.
  - Basis: Sales portion: Dom 51%, Export 49%; Top five destinations: Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, Others
  - Assumptions: Data sales portion berdasarkan volume atau nilai
  - Caveats: Tidak ada angka pasti per negara
- **Proyeksi kapasitas PLTS** [derived_calculation, low]: Total PLTS terpasang 1,02 MWp, dengan proyek potensial hingga 200 MWp di lahan pasca-tambang, menunjukkan ekspansi signifikan di energi terbarukan.
  - Basis: Total PLTS terpasang: 1,02 MWp; Potensi post-mining: up to 200 MWp
  - Assumptions: Proyek potensial akan direalisasikan
  - Caveats: Belum ada komitmen final
- **Dampak harga batubara** [derived_calculation, medium]: Kenaikan indeks harga batubara (NCI +25%, ICI-3 +15% YoY) mendorong ASP naik 5% YoY, tetapi ASP dalam USD turun dari 56,59 menjadi 59,69? (perlu klarifikasi satuan), menunjukkan sensitivitas terhadap kurs.
  - Basis: ASP 1H2025: 56,59 USD/ton; ASP 1H2026: 59,69 USD/ton; NCI +25% YoY; ICI-3 +15% YoY
  - Assumptions: ASP dalam USD per ton
  - Caveats: Angka ASP dalam USD tidak konsisten dengan tabel

### Risks / uncertainties

- Curah hujan tinggi yang mempengaruhi produksi di 1Q26
- Gangguan transportasi sementara akibat cuaca
- Fluktuasi harga batubara internasional (ICI, NCI)
- Risiko eksekusi proyek hilirisasi (DME, SNG) yang membutuhkan investasi besar
- Ketergantungan pada mitra strategis (Pertamina, PGN, dll)
- Perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah

### Items to monitor

- Kinerja keuangan 1H2026 menunjukkan peningkatan laba bersih yang signifikan (218% YoY), yang dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap profitabilitas PTBA.
- Proyek ekspansi transportasi dan hilirisasi menunjukkan komitmen jangka panjang, namun membutuhkan investasi besar dan memiliki risiko eksekusi.
- Perubahan struktur kepemilikan (Danantara) dan merger entitas anak dapat mempengaruhi tata kelola dan strategi perusahaan.

---

## PTPP

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 12

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PTPP mengumumkan hasil RUPO dan RUPSU untuk lima emisi utang (Obligasi Berkelanjutan III Tahap I 2021 Seri B, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I 2021 Seri B, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I 2024, Obligasi Berkelanjutan III Tahap II 2022 Seri B, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II 2022 Seri B, Obligasi Berkelanjutan III Tahap III 2023, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III 2023). Secara umum, pemegang obligasi/sukuk menolak usulan restrukturisasi jangka panjang (perpanjangan tenor 15 tahun dan penurunan kupon/bagi hasil menjadi 3,5%), namun pada beberapa emisi menyetujui penundaan pembayaran bunga/bagi hasil hingga 2027 tanpa denda. Terdapat satu koreksi atas pengumuman RUPSU Sukuk Tahap I 2021 Seri B. Selain itu, PTPP merespons klarifikasi BEI terkait pemberitaan rencana merger dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, yang masih dalam tahap kajian dengan target indikatif akhir Desember 2026. Laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Agustus 2026 menunjukkan struktur kepemilikan stabil, dengan Danantara Asset Management 50,49%, Negara RI 0,51%, dan free float 47,15%.

### Material changes

- Penolakan restrukturisasi utang oleh pemegang obligasi/sukuk pada mayoritas emisi, sehingga kewajiban sesuai perjanjian awal tetap berlaku.
- Persetujuan penundaan pembayaran bunga/bagi hasil hingga 2027 tanpa denda pada Obligasi IV 2024 dan Sukuk Tahap I 2021 Seri B (usulan 3).
- Rencana merger dengan ADHI masih dalam kajian, target indikatif akhir Desember 2026.
- Struktur kepemilikan stabil; tidak ada perubahan saham beredar.

### Key financial figures

- **Total sukuk outstanding (Tahap I 2021 Seri B):** Rp100.000.000.000 (2026-09-01)
- **Total obligasi outstanding (Obligasi IV 2024):** Rp424.620.000.000 (2026-09-01)
- **Total obligasi outstanding (Obligasi III Tahap I 2021 Seri B):** Rp645.000.000.000 (2026-09-01)
- **Total obligasi outstanding (Obligasi III Tahap II 2022 Seri B):** Rp404.500.000.000 (2026-09-02)
- **Total sukuk outstanding (Tahap II 2022 Seri B):** Rp295.000.000.000 (2026-09-02)
- **Total obligasi outstanding (Obligasi III Tahap III 2023):** Rp503.725.000.000 (2026-09-02)
- **Total sukuk outstanding (Tahap III 2023):** Rp108.754.000.000 (2026-09-02)
- **Saham beredar:** 6.199.897.354 (2026-08-31)
- **Kepemilikan Danantara Asset Management:** 3.130.328.358 (50,49%) (2026-08-31)
- **Kepemilikan Negara RI (pengendali):** 31.619.478 (0,51%) (2026-08-31)
- **Free float:** 2.923.351.721 (47,15%) (2026-08-31)

### Corporate actions

- Restrukturisasi utang obligasi/sukuk (perpanjangan tenor, penurunan kupon/bagi hasil, penundaan pembayaran) - ditolak pada mayoritas emisi.
- Penundaan pembayaran bunga/bagi hasil hingga 2027 tanpa denda - disetujui pada Obligasi IV 2024 dan Sukuk Tahap I 2021 Seri B (usulan 3).
- Pemberian kuasa kepada Wali Amanat dan pembebasan tuntutan - disetujui pada beberapa emisi namun tidak berlaku jika usulan inti gagal.
- Rencana penggabungan usaha dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk - masih dalam kajian, belum ada keputusan final.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (6.199.897.354) per 31 Agustus 2026.
- Kepemilikan Danantara Asset Management 50,49%, Negara RI 0,51%, free float 47,15%.
- Tidak ada saham tresuri atau lock-up.
- Tidak ada rights issue, saham bonus, atau stock split pada Agustus 2026.

### Listing / regulatory

- Penyampaian ringkasan risalah RUPO/RUPSU ke OJK sesuai POJK 20/POJK.04/2020.
- Permintaan klarifikasi BEI (surat S-11255/BEI.PP3/09-2026) terkait pemberitaan merger dengan ADHI.
- Pemenuhan ketentuan free float BEI (minimal 40%): free float 47,15%.

### Analytical scenarios

- **Penolakan restrukturisasi pada RUPO/RUPSu** [explicit_fact, high]: Pemegang obligasi/sukuk menolak usulan perpanjangan tenor 15 tahun dan penurunan kupon/bagi hasil menjadi 3,5% pada mayoritas emisi.
  - Basis: Hasil voting RUPO/RUPSu pada pengumuman 2-4 September 2026
- **Persetujuan penundaan bunga pada Obligasi IV 2024** [explicit_fact, high]: Pemegang Obligasi IV 2024 menyetujui usulan 3 (penundaan pembayaran bunga hingga 2027 tanpa denda) dengan 100% suara setuju.
  - Basis: Hasil voting RUPO Obligasi IV 2024
- **Rencana merger dengan ADHI masih kajian** [explicit_fact, high]: PTPP menyatakan rencana penggabungan usaha dengan ADHI masih dalam tahap kajian dan evaluasi, belum ada keputusan final.
  - Basis: Surat tanggapan klarifikasi BEI
- **Persentase kehadiran RUPO/RUPSu** [derived_calculation, high]: Persentase kehadiran dihitung dari nilai hadir dibagi total outstanding.
  - Basis: Angka kehadiran dan total outstanding pada pengumuman
  - Assumptions: Total outstanding adalah dasar perhitungan
- **Persentase suara setuju/tidak setuju** [derived_calculation, high]: Persentase suara dihitung dari nilai suara dibagi total suara hadir.
  - Basis: Angka suara pada tabel hasil voting
  - Assumptions: Total suara hadir adalah dasar perhitungan
- **Dampak penolakan restrukturisasi terhadap likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Penolakan restrukturisasi dapat meningkatkan tekanan likuiditas jangka pendek karena kewajiban bunga/bagi hasil tetap sesuai ketentuan awal.
  - Basis: Penolakan usulan restrukturisasi pada mayoritas emisi
  - Assumptions: Tidak ada alternatif lain yang disepakati
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai langkah lanjutan PTPP
- **Keterkaitan merger dengan restrukturisasi** [analyst_hypothesis, medium]: Penyelesaian restrukturisasi menjadi prasyarat untuk melanjutkan merger dengan ADHI, sehingga timeline merger bergantung pada progres restrukturisasi.
  - Basis: Surat tanggapan klarifikasi BEI
  - Assumptions: Restrukturisasi belum selesai pada tanggal surat
  - Caveats: Tidak ada detail mengenai progres restrukturisasi

### Risks / uncertainties

- Penolakan restrukturisasi dapat menyebabkan ketidakpastian kemampuan emiten memenuhi kewajiban bunga/bagi hasil sesuai jadwal awal.
- Rencana merger dengan ADHI masih dalam kajian, target indikatif akhir Desember 2026 dapat berubah.
- Terdapat inkonsistensi teks pada lampiran RUPSU Sukuk Tahap I 2021 Seri B (kesalahan penulisan angka).
- RUPO Obligasi III Tahap I 2021 Seri B dinyatakan tidak memenuhi kuorum keputusan meskipun mayoritas setuju, menimbulkan ketidakjelasan.

### Items to monitor

- Langkah lanjutan PTPP setelah penolakan restrukturisasi pada berbagai emisi.
- Progres restrukturisasi dan dampaknya terhadap timeline merger dengan ADHI.
- Keputusan final mengenai skema dan entitas surviving merger dengan ADHI.
- Pemenuhan kewajiban pembayaran bunga/bagi hasil sesuai ketentuan awal.
- Perubahan struktur kepemilikan atau free float pada laporan bulanan berikutnya.

---

## RATU

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 9

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengumumkan rangkaian pengungkapan terkait rencana Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) atau private placement. Rencana ini mencakup penerbitan maksimal 271.505.380 saham baru (10% dari modal ditempatkan dan disetor) dengan nilai nominal Rp10 per saham. Tujuan penggunaan dana adalah untuk memperkuat struktur permodalan, mendanai modal kerja, dan pengembangan usaha, termasuk potensi akuisisi aset/saham atau pemberian pinjaman. RUPSLB untuk persetujuan dijadwalkan pada 8 September 2026. Proforma menunjukkan dana hasil sekitar Rp1,63 triliun (USD90,82 juta) dengan asumsi harga pelaksanaan Rp6.000/saham, dan dilusi maksimum 9,09% bagi pemegang saham lama. Pengendali tetap Hapsoro melalui PT Rukun Raharja Tbk. Pentingnya aksi ini terletak pada perubahan struktur modal, potensi dilusi, dan rencana ekspansi yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan.

### Material changes

- Rencana PMTHMETD: penerbitan maksimal 271.505.380 saham baru (10% dari modal disetor) dengan nilai nominal Rp10 per saham.
- Perubahan Anggaran Dasar Pasal 4 ayat (2) terkait modal ditempatkan dan disetor.
- Tidak ada perubahan pengendalian; pengendali tetap Hapsoro melalui PT Rukun Raharja Tbk.
- Proforma keuangan: aset naik 39,181% dan ekuitas naik 139,685% setelah PMTHMETD.
- Dilusi maksimum 9,09% bagi pemegang saham lama.

### Key financial figures

- **Modal dasar:** 10.000.000.000 saham (31 Juli 2026)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh:** 2.715.053.800 saham (31 Juli 2026)
- **Nilai nominal per saham:** Rp10 (31 Juli 2026)
- **Jumlah saham baru PMTHMETD:** 271.505.380 saham (Rencana)
- **Jumlah saham beredar setelah PMTHMETD:** 2.986.559.180 saham (Proforma)
- **Harga saham saat ini:** Rp5.025 (Agustus 2026)
- **Asumsi harga pelaksanaan:** Rp6.000 (Asumsi)
- **TERP (harga teoretis setelah PMTHMETD):** Rp5.114 (Proforma)
- **Dana hasil PMTHMETD:** Rp1.629.032.280.000 (Proforma)
- **Dana hasil PMTHMETD (USD):** USD90.819.662 (Proforma)
- **Kurs USD/IDR:** 17.937 (5 Agustus 2026)
- **Aset sebelum PMTHMETD:** USD231.798.019 (30 Juni 2026)
- **Aset setelah PMTHMETD:** USD322.617.681 (Proforma)
- **Liabilitas sebelum PMTHMETD:** USD166.780.402 (30 Juni 2026)
- **Ekuitas sebelum PMTHMETD:** USD65.017.617 (30 Juni 2026)
- **Ekuitas setelah PMTHMETD:** USD155.837.279 (Proforma)
- **EBITDA:** USD21.284.270 (30 Juni 2026)
- **Total utang:** USD157.261.591 (30 Juni 2026)
- **Utang berbunga + beban bunga:** USD19.727.232 (30 Juni 2026)
- **Laba bersih:** USD15.544.015 (30 Juni 2026)
- **DER sebelum PMTHMETD:** 2.419x (30 Juni 2026)
- **DER setelah PMTHMETD:** 1.009x (Proforma)
- **Nilai buku per saham sebelum PMTHMETD:** Rp430 (30 Juni 2026)
- **Nilai buku per saham setelah PMTHMETD:** Rp936 (Proforma)
- **Laba per saham sebelum PMTHMETD:** Rp103 (30 Juni 2026)
- **Laba per saham setelah PMTHMETD:** Rp93 (Proforma)

### Corporate actions

- PMTHMETD (Penambahan Modal Tanpa HMETD) - rencana penerbitan saham baru maksimal 271.505.380 saham (10% dari modal disetor) dengan nilai nominal Rp10 per saham.
- Perubahan Anggaran Dasar - perubahan Pasal 4 ayat (2) terkait modal ditempatkan dan disetor, akan dimintakan persetujuan RUPSLB.

### Expansion projects

- Penggunaan dana PMTHMETD untuk modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk pembelian aset, saham, atau pinjaman ke perusahaan yang selaras. Tidak ada nilai proyek spesifik atau lokasi ekspansi yang diungkapkan.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendalian setelah PMTHMETD; pengendali tetap Hapsoro melalui PT Rukun Raharja Tbk.
- Susunan pengurus saat ini: Presiden Direktur Sumantri, Direktur Alexandra Sinta Wahjudewanti, Direktur Adrian Hartadi; Komisaris Utama Orias Petrus Moedak, Komisaris Merly, Komisaris Independen Taufik Ahmad.

### Capital structure

- Sebelum PMTHMETD: PT Rukun Raharja Tbk 68,677%, PT Rukun Prima Sarana 0,004%, Alexandra Sinta 0,002%, Adrian Hartadi 0,000%, Masyarakat 31,317%.
- Setelah PMTHMETD (proforma): PT Rukun Raharja Tbk 62,434%, PT Rukun Prima Sarana 0,003%, Alexandra Sinta 0,002%, Adrian Hartadi 0,000%, Masyarakat 28,470%, Investor PMTHMETD 9,091%.
- Saham portepel sebelum PMTHMETD: 7.284.946.200 saham; setelah: 7.013.440.820 saham.
- Dilusi maksimum 9,09% bagi pemegang saham lama.

### Listing / regulatory

- PMTHMETD tunduk pada POJK No. 14/2019, Peraturan No. I-A, dan peraturan lainnya.
- Perseroan akan mengumumkan pelaksanaan PMTHMETD paling lambat 5 hari kerja sebelum pelaksanaan melalui situs BEI dan situs web Perseroan.
- RUPSLB memerlukan persetujuan pemegang saham independen dengan kuorum lebih dari 1/2.
- Tidak ada suspensi atau pelanggaran free float yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Rencana PMTHMETD** [explicit_fact, high]: Perseroan akan menerbitkan maksimal 271.505.380 saham baru, setara 10% dari modal disetor saat ini.
  - Basis: Dokumen halaman 6-7
- **Dilusi maksimum** [derived_calculation, high]: Dilusi dihitung sebagai saham baru dibagi total saham setelah PMTHMETD: 271.505.380 / 2.986.559.180 = 9,09%.
  - Basis: 271.505.380; 2.986.559.180
  - Assumptions: Menggunakan asumsi penerbitan maksimum
- **Dana hasil PMTHMETD** [derived_calculation, high]: Dana dihitung dari 271.505.380 saham x Rp6.000 = Rp1.629.032.280.000, setara USD90.819.662 dengan kurs 17.937.
  - Basis: 271.505.380; Rp6.000; 17.937
  - Assumptions: Harga pelaksanaan diasumsikan Rp6.000
  - Caveats: Harga aktual dapat berbeda
- **Perubahan aset dan ekuitas** [derived_calculation, high]: Aset naik 39,181% dan ekuitas naik 139,685% setelah PMTHMETD, sesuai proforma.
  - Basis: 231.798.019; 90.819.662; 65.017.617
  - Assumptions: Dana hasil PMTHMETD masuk sebagai kas
- **Perubahan DER** [derived_calculation, high]: DER turun dari 2,419x menjadi 1,009x karena ekuitas meningkat dari penambahan dana PMTHMETD, sementara liabilitas tetap. Penurunan sekitar 58,28%.
  - Basis: 2,419; 1,009
  - Assumptions: Liabilitas tidak berubah setelah PMTHMETD.
- **Potensi penggunaan dana** [analyst_hypothesis, low]: Dana PMTHMETD dapat digunakan untuk akuisisi atau investasi di perusahaan minyak dan gas, sejalan dengan kegiatan usaha.
  - Basis: Tujuan PMTHMETD
  - Assumptions: Manajemen akan memanfaatkan fleksibilitas
  - Caveats: Belum ada target spesifik
- **Dampak pada likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan jumlah saham beredar diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan, namun dampak aktual bergantung pada minat investor.
  - Basis: Pernyataan emiten
  - Assumptions: Ada permintaan pasar
  - Caveats: Tidak ada jaminan likuiditas meningkat
- **Kesalahan penulisan nilai nominal dan harga pelaksanaan pada dokumen utama** [analyst_hypothesis, medium]: Pada dokumen utama (pengumuman), nilai nominal dan harga pelaksanaan tercatat IDR 0 per saham, namun pada lampiran dinyatakan nilai nominal Rp10 per saham dan harga pelaksanaan minimal 90% dari rata-rata harga 25 hari bursa. Angka 0 pada dokumen utama kemungkinan merupakan kesalahan penulisan atau placeholder.
  - Basis: Nilai nominal IDR 0 per saham pada dokumen utama; Nilai nominal Rp10 per saham pada lampiran; Harga pelaksanaan minimal 90% pada lampiran
  - Assumptions: Angka 0 tidak realistis untuk nilai nominal dan harga pelaksanaan
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi dari emiten

### Risks / uncertainties

- Harga pelaksanaan aktual dapat berbeda dari asumsi Rp6.000.
- Belum ada calon investor yang mengikat, sehingga dana aktual bisa lebih rendah.
- Penggunaan dana dapat memicu transaksi afiliasi atau material yang memerlukan kepatuhan tambahan.
- PMTHMETD memerlukan persetujuan pemegang saham independen pada RUPSLB.
- Nilai nominal dan harga pelaksanaan yang tercatat IDR 0 pada dokumen utama berpotensi salah tulis dan memerlukan klarifikasi.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB pada 8 September 2026 terkait persetujuan PMTHMETD.
- Harga pelaksanaan final PMTHMETD.
- Identitas calon investor dan hubungan afiliasi.
- Rincian penggunaan dana hasil PMTHMETD.
- Klarifikasi nilai nominal dan harga pelaksanaan yang tercatat IDR 0 pada dokumen utama.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float dan pencatatan.

---

## RICY

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 4

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) menyampaikan empat pengumuman yang bersifat rutin dan administratif, tanpa aksi korporasi baru yang material. Peristiwa utama adalah penyelenggaraan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa pada 2 September 2026, yang menghasilkan perubahan susunan Dewan Komisaris (pengunduran diri Viktor Richard Franziskus) dan persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk menyesuaikan kegiatan usaha dengan KBLI 2025. Selain itu, emiten menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek (Agustus 2026) yang menunjukkan struktur kepemilikan stabil, serta laporan hasil Public Expose Tahunan beserta koreksinya. Tidak ada perubahan struktur modal, ekspansi, pendanaan, atau transaksi aset yang diungkapkan. Pentingnya secara korporasi terletak pada perubahan tata kelola (komisaris) dan potensi penyesuaian arah kegiatan usaha, meskipun detail perubahan KBLI belum diungkap.

### Material changes

- Perubahan susunan Dewan Komisaris: pengunduran diri Viktor Richard Franziskus efektif sejak penutupan RUPS; susunan baru: Komisaris Utama Della Putri Gunawan, Komisaris Independen Subandi Sihman, berlaku sampai RUPS Tahunan 2029.
- Persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk menyesuaikan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dengan KBLI 2025 (sesuai Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025).

### Key financial figures

- **Total saham beredar:** 641.717.510 lembar (Agustus 2026)
- **Kepemilikan pengendali dan afiliasi:** 46,28% (296.959.910 lembar) (Agustus 2026)
- **Kepemilikan Denzin International Limited:** 13,10% (84.095.500 lembar) (Agustus 2026)
- **Kepemilikan PT Ricky Utama Raya:** 15,46% (99.192.100 lembar) (Agustus 2026)
- **Kepemilikan Spanola Holdings Ltd.:** 19,48% (125.000.000 lembar) (Agustus 2026)
- **Total kepemilikan >=5%:** 48,04% (308.287.600 lembar) (Agustus 2026)
- **Total kepemilikan <5%:** 51,96% (333.429.910 lembar) (Agustus 2026)
- **Jumlah pemegang saham <5%:** 2.728 pihak (Agustus 2026)
- **Saham tresuri (dokumen utama):** 1.622.000 lembar (Agustus 2026)
- **Saham tresuri (lampiran 2):** 0 lembar (Agustus 2026)
- **Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris:** Rp2.869.801.626 (sebelum pajak) (sampai akhir 2026)
- **Jumlah saham hadir RUPS Tahunan:** 390.666.700 saham (60,8783%) (2026-09-02)
- **Jumlah saham hadir RUPS Luar Biasa:** 450.781.200 saham (70,2460%) (2026-09-02)
- **Jumlah hari memenuhi syarat (PP 30/2020):** 243 hari (sampai Agustus 2026)

### Corporate actions

- Perubahan susunan Dewan Komisaris (pengunduran diri Viktor Richard Franziskus).
- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3) terkait penyesuaian KBLI 2025.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Viktor Richard Franziskus sebagai Komisaris, efektif sejak penutupan RUPS.
- Susunan Dewan Komisaris baru: Komisaris Utama Della Putri Gunawan, Komisaris Independen Subandi Sihman, berlaku sampai RUPS Tahunan 2029.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar atau persentase kepemilikan dibandingkan bulan sebelumnya.
- Saham tresuri dilaporkan 1.622.000 lembar pada dokumen utama, tetapi 0 pada lampiran 2; inkonsistensi ini perlu diklarifikasi.
- Kepemilikan pengendali dan afiliasi tercatat 46,28% (296.959.910 lembar).
- Tiga pemegang saham >=5% menguasai total 48,04% saham.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025 sebagai kewajiban keterbukaan informasi kepada IDX.
- Penyampaian laporan hasil Public Expose melalui sistem pelaporan elektronik IDX pada 4 September 2026.
- Koreksi atas laporan Public Expose sebelumnya (surat nomor 0049/RPG/CDR/IX/2026).
- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI sesuai Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025.
- Laporan bulanan registrasi pemegang efek disusun sesuai kewajiban pelaporan bulanan IDX.
- Free float dihitung berdasarkan ketentuan IDX (V.2 dan I-A).
- Laporan merujuk pada PP No. 30 Tahun 2020 dan PMK No.123/PMK.03/2020 terkait syarat penurunan tarif pajak penghasilan.

### Analytical scenarios

- **Struktur kepemilikan stabil** [explicit_fact, high]: Total saham beredar 641.717.510 lembar, tidak berubah dari bulan sebelumnya. Kepemilikan pengendali dan afiliasi 46,28% (296.959.910 lembar). Tiga pemegang saham >=5% (Denzin International Limited 13,10%, PT Ricky Utama Raya 15,46%, Spanola Holdings Ltd. 19,48%) menguasai total 48,04%.
  - Basis: Laporan bulanan registrasi pemegang efek Agustus 2026
- **Perubahan Dewan Komisaris** [explicit_fact, high]: RUPS Tahunan menerima pengunduran diri Viktor Richard Franziskus sebagai Komisaris; susunan baru: Komisaris Utama Della Putri Gunawan, Komisaris Independen Subandi Sihman, berlaku sampai RUPS Tahunan 2029.
  - Basis: Ringkasan Risalah RUPS Tahunan dan Luar Biasa
- **Perubahan Anggaran Dasar terkait KBLI** [explicit_fact, high]: RUPS Luar Biasa menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk menyesuaikan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dengan KBLI 2025 sesuai Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025.
  - Basis: Ringkasan Risalah RUPS Tahunan dan Luar Biasa
- **Free float** [derived_calculation, medium]: Free float dihitung sebagai saham yang tidak dimiliki oleh pengendali/afiliasi dan pemegang saham >=5%, dikurangi saham tresuri. Berdasarkan data: free float = 100% - 46,28% - (19,48% + 15,46% + 13,1% + 5,43%) = 0,25% dari total saham, atau sekitar 1.622.000 lembar (0,25% x 641.717.510).
  - Basis: Persentase kepemilikan yang tercantum pada dokumen utama.; Saham tresuri 1.622.000 lembar.
  - Assumptions: Saham tresuri tidak dihitung dalam free float.; Tidak ada pemegang saham lain yang memenuhi kriteria pengendali.
  - Caveats: Perhitungan ini mengasumsikan semua pemegang saham di bawah 5% adalah publik, yang mungkin tidak akurat.; Lampiran 2 melaporkan treasury stock 0, sehingga free float bisa berbeda jika menggunakan data tersebut.
- **Total saham beredar dari RUPS** [derived_calculation, medium]: Total saham beredar diperkirakan sekitar 641,7 juta saham (390.666.700 / 0,608783).
  - Basis: Jumlah saham hadir RUPS Tahunan dan persentase kehadiran
  - Assumptions: Persentase kehadiran dihitung terhadap total saham dengan hak suara yang sama.
  - Caveats: Pembulatan angka, total saham beredar tidak dinyatakan eksplisit.
- **Selisih kehadiran RUPS** [derived_calculation, high]: Kehadiran RUPS Luar Biasa lebih tinggi 60.114.500 saham dibanding RUPS Tahunan (450.781.200 - 390.666.700).
  - Basis: Jumlah saham hadir pada kedua RUPS
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Jika free float hanya 0,25%, emiten mungkin tidak memenuhi ketentuan minimum free float IDX (misalnya 7,5% untuk papan utama). Namun, ini perlu diverifikasi dengan peraturan yang berlaku dan data yang konsisten.
  - Basis: Perhitungan free float di atas.
  - Assumptions: Ketentuan IDX mengharuskan free float minimum tertentu.
  - Caveats: Angka free float mungkin berbeda jika ada pemegang saham yang diklasifikasikan sebagai pengendali tidak langsung.; Inkonsistensi data saham tresuri antar dokumen mempengaruhi perhitungan.
- **Perubahan kegiatan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar mengindikasikan potensi penyesuaian atau perluasan kegiatan usaha sesuai KBLI terbaru, namun detail perubahan belum diungkap.
  - Basis: Agenda RUPS Luar Biasa
  - Assumptions: Perubahan KBLI dapat mempengaruhi arah bisnis.
  - Caveats: Tidak ada rincian kegiatan usaha baru dalam dokumen.
- **Kelengkapan dokumen Public Expose** [analyst_hypothesis, medium]: Dokumen yang tersedia hanya berisi pengantar dan lampiran administratif tanpa materi paparan. Kemungkinan materi paparan disampaikan dalam lampiran terpisah yang tidak tersedia di sini.
  - Basis: Lampiran berjudul 'Hasil Paparan Publik RICY 2 September.pdf' disebutkan tetapi tidak disertakan dalam dokumen.; Dokumen hanya memuat surat pemberitahuan, daftar hadir, dan jadwal acara.
  - Assumptions: Lampiran berisi materi paparan yang lebih rinci.
  - Caveats: Tidak dapat diverifikasi dari dokumen ini.
- **Revisi laporan paparan publik** [analyst_hypothesis, low]: Surat ini merupakan revisi dari laporan paparan publik sebelumnya, namun tidak ada penjelasan mengenai alasan revisi. Kemungkinan revisi bersifat administratif atau perbaikan data, tetapi tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Perihal surat menyebut 'Laporan Paparan Publik Tahunan ... (Revisi)'.
  - Assumptions: Revisi dilakukan untuk memperbaiki kesalahan atau menambah informasi.
  - Caveats: Tidak ada rincian perubahan yang disertakan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi data saham tresuri antara dokumen utama (1.622.000) dan lampiran 2 (0) memerlukan klarifikasi.
- Keakuratan klasifikasi investor bergantung pada data KSEI dan proses verifikasi.
- Perhitungan free float memerlukan interpretasi peraturan yang tepat.
- Laporan belum memperhitungkan kepemilikan pemegang saham utama dan pengendali sesuai PMK No.123/PMK.03/2020.
- Perubahan kegiatan usaha sesuai KBLI baru dapat memerlukan penyesuaian operasional dan perizinan.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan susunan komisaris terhadap strategi perusahaan.
- Keterlambatan RUPST untuk tahun buku 2025.
- Ketidaklengkapan dokumen Public Expose: materi paparan tidak tersedia, sehingga analisis lebih lanjut tidak dapat dilakukan.
- Koreksi laporan tanpa penjelasan rinci dapat menimbulkan ketidakpastian kecil bagi investor.

### Items to monitor

- Klarifikasi inkonsistensi data saham tresuri (1.622.000 vs 0 lembar).
- Rincian perubahan kegiatan usaha sesuai KBLI 2025 dan dampaknya terhadap operasional.
- Materi paparan Public Expose yang tidak tersedia.
- Alasan revisi laporan Public Expose.
- Kepatuhan free float terhadap ketentuan IDX.
- Perkembangan tata kelola setelah perubahan susunan Dewan Komisaris.

---

## SBMA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026. Laporan ini bersifat rutin dan tidak mengindikasikan adanya aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, pendanaan, atau perubahan pengurus. Struktur kepemilikan mayoritas tetap dipegang oleh PT Surya Biru Titilea Investama (62,91%). Terdapat perubahan kecil pada kepemilikan saham Verawati (naik 2.000.000 saham) dan peningkatan jumlah pemegang saham (naik 34). Free float stabil di 21,99%.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) per 31 Agustus 2026, nomor surat 142/CS-SBMA/SK/IX/2026, disampaikan kepada BEI dan OJK.
- Total saham disetor/tercatat: 929.926.282 saham, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh PT Surya Biru Titilea Investama (pengendali): 585.000.000 saham (62,91%), tidak berubah.
- Kepemilikan saham oleh Tiffany Wei: 65.000.000 saham (6,99%), tidak berubah.
- Kepemilikan saham oleh Verawati: 48.759.000 saham (5,03%) pada Agustus 2026, naik dari 46.759.000 saham (5,03%) pada Juli 2026 (penambahan 2.000.000 saham).
- Kepemilikan saham oleh Komisaris Effendi: 2.900.000 saham (0,31%), tidak berubah.
- Kepemilikan saham oleh Direktur Utama Rini Dwiyanti: 25.795.700 saham (2,77%), tidak berubah.
- Jumlah saham treasury: 0.
- Free float: 204.471.582 saham (21,99%), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Jumlah pemegang saham: 3.623 pada Agustus 2026, naik dari 3.589 pada Juli 2026 (kenaikan 34).
- Jumlah saham non-warkat yang dimiliki pemegang saham <5%: 283.167.282 pada Agustus 2026, naik dari 233.167.282 pada Juli 2026 (kenaikan 50.000.000 saham).
- Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, perubahan pengurus, atau perubahan pengendali yang dilaporkan.
- Laporan disusun oleh Biro Administrasi Efek PT Bima Registra dan ditandatangani oleh Corporate Secretary (Andika Arum Sari pada 01-Sep-26; Francisca Puspalinda pada 05-Sep-26).

### Key financial figures

- **Total saham disetor/tercatat:** 929.926.282 (31 Agustus 2026)
- **Free float (jumlah saham):** 204.471.582 (31 Agustus 2026)
- **Free float (persentase):** 21,99% (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan PT Surya Biru Titilea Investama:** 585.000.000 saham (62,91%) (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Tiffany Wei:** 65.000.000 saham (6,99%) (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Verawati:** 48.759.000 saham (5,03%) (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Effendi (Komisaris):** 2.900.000 saham (0,31%) (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Rini Dwiyanti (Direktur Utama):** 25.795.700 saham (2,77%) (31 Agustus 2026)
- **Jumlah saham treasury:** 0 (31 Agustus 2026)
- **Jumlah pemegang saham:** 3.623 (31 Agustus 2026)
- **Jumlah saham non-warkat dimiliki pemegang saham <5%:** 283.167.282 (31 Agustus 2026)
- **Jumlah saham non-warkat dimiliki Direksi dan Komisaris <5%:** 2.595.100 (31 Agustus 2026)

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal; total saham disetor tetap 929.926.282 saham.
- Kepemilikan Verawati meningkat 2.000.000 saham dari 46.759.000 menjadi 48.759.000 saham, namun persentase tetap 5,03%.
- Jumlah saham non-warkat yang dimiliki pemegang saham <5% meningkat 50.000.000 saham dari 233.167.282 menjadi 283.167.282.
- Jumlah pemegang saham meningkat 34 dari 3.589 menjadi 3.623.

### Listing / regulatory

- Laporan bulanan disampaikan berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00052/BEI/04-2026.
- Free float 21,99% dihitung berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A dan V.2.

### Analytical scenarios

- **Penambahan saham Verawati** [derived_calculation, high]: Verawati menambah kepemilikan sahamnya sebesar 2.000.000 saham dari Juli ke Agustus 2026 (46.759.000 menjadi 48.759.000). Persentase kepemilikan tetap 5,03% karena total saham beredar juga berubah.
  - Basis: Jumlah saham Verawati Juli 2026: 46.759.000; Jumlah saham Verawati Agustus 2026: 48.759.000
- **Kenaikan saham non-warkat <5%** [derived_calculation, high]: Jumlah saham non-warkat yang dimiliki pemegang saham <5% meningkat sebesar 50.000.000 saham, dari 233.167.282 menjadi 283.167.282.
  - Basis: 283.167.282 - 233.167.282 = 50.000.000
- **Perubahan jumlah pemegang saham** [derived_calculation, high]: Jumlah pemegang saham bertambah 34, dari 3.589 menjadi 3.623.
  - Basis: 3.623 - 3.589 = 34
- **Kemungkinan transaksi saham oleh Verawati** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan 2.000.000 saham oleh Verawati mungkin berasal dari pembelian di pasar sekunder, namun tidak ada informasi sumber dana atau transaksi spesifik.
  - Basis: Perubahan jumlah saham Verawati
  - Assumptions: Transaksi terjadi di pasar sekunder
  - Caveats: Tidak ada detail transaksi dalam dokumen
- **Kenaikan saham non-warkat <5%** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan 50.000.000 saham pada kategori non-warkat <5% mungkin terkait dengan konversi warkat atau perpindahan kepemilikan, tetapi tidak ada penjelasan.
  - Basis: Perubahan jumlah saham non-warkat
  - Assumptions: Perubahan bukan dari aksi korporasi
  - Caveats: Tidak ada rincian transaksi

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi atau perubahan signifikan lainnya.
- Perubahan kepemilikan Verawati dan kenaikan saham non-warkat <5% tidak dijelaskan secara rinci.
- Dokumen tidak memuat laporan keuangan, sehingga tidak ada data pendapatan atau laba.
- Informasi afiliasi pengendali dan pemilik manfaat tidak dipublikasikan secara lengkap.

### Items to monitor

- Perubahan kepemilikan Verawati dan kenaikan jumlah pemegang saham dapat menjadi indikator aktivitas pasar sekunder, namun tidak ada dampak langsung terhadap fundamental perusahaan.
- Free float yang stabil di 21,99% menunjukkan tidak ada perubahan signifikan dalam likuiditas saham.

---

## SGER

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia No. S-11180/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 1 September 2026 perihal permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkap, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Surat ditandatangani oleh Welly Thomas (President Director) pada dokumen utama dan Michael Harold H (Corporate Secretary) pada lampiran, keduanya bernomor 356/SGE/IX/2026 tertanggal 2 September 2026.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
- Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Perseroan tidak memiliki informasi penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek perseroan serta kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat tanggapan bernomor 356/SGE/IX/2026 tertanggal 2 September 2026 ditujukan kepada Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI.
- Permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia bernomor S-11180/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 1 September 2026.

### Listing / regulatory

- Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek melalui surat No. S-11180/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 1 September 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material yang mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal.
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada fakta material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 dalam dokumen
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 dalam dokumen
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6 dalam dokumen
- **Volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Permintaan penjelasan bursa mengindikasikan adanya volatilitas transaksi efek SGER, namun perseroan tidak menyebutkan penyebab atau informasi spesifik terkait volatilitas tersebut.
  - Basis: Perihal surat: 'Penjelasan atas Volatilitas Transaksi'
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang dimaksud bursa mungkin terkait pergerakan harga atau volume perdagangan saham SGER.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume yang tersedia dalam dokumen.
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, low]: Jawaban seragam 'tidak mengetahui' untuk semua pertanyaan dapat mengindikasikan upaya perseroan untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi tanpa mengakui adanya fakta material, namun hal ini tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Pola jawaban yang konsisten pada semua poin pertanyaan
  - Assumptions: Perseroan telah melakukan due diligence internal sebelum menjawab.
  - Caveats: Tidak ada bukti tambahan mengenai proses internal perseroan.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat permintaan penjelasan bursa tidak tercantum pada dokumen utama (tertulis 'null'), namun lampiran menyebutkan tanggal 1 September 2026.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas transaksi atau faktor penyebabnya.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak serta-merta menutup kemungkinan adanya fakta material yang belum diungkap.
- Tidak ada informasi mengenai aktivitas pemegang saham tertentu yang mungkin menjadi pemicu volatilitas.

### Items to monitor

- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang diumumkan; investor tidak dapat mengharapkan informasi baru dari pengumuman ini.
- Volatilitas transaksi yang menjadi dasar permintaan bursa tidak dijelaskan penyebabnya oleh perseroan, sehingga investor perlu memantau perkembangan pasar dan pengumuman selanjutnya.
- Pernyataan 'tidak ada rencana aksi korporasi' bersifat sementara (3 bulan) dan dapat berubah sewaktu-waktu.

---

## SLIS

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan pada 9 Oktober 2026, serta menyampaikan bukti iklan pemberitahuan RUPSLB. Agenda rapat tidak diungkapkan, sehingga arah aksi korporasi belum dapat dipastikan. Pentingnya secara korporasi terletak pada potensi agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham, yang dapat berdampak pada struktur modal, pengurus, atau kegiatan usaha, namun belum ada konfirmasi resmi.

### Material changes

- Rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 9 Oktober 2026 (agenda belum diungkapkan).
- Publikasi pemberitahuan RUPSLB di tiga media pada 2 September 2026.

### Corporate actions

- RUPSLB direncanakan pada 9 Oktober 2026; agenda tidak diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPS secara elektronik sesuai POJK 16/POJK.04/2020.
- Pemanggilan RUPS sesuai POJK 15/POJK.04/2020.
- Penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPSLB kepada IDX sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: SLIS mengumumkan rencana RUPSLB pada 9 Oktober 2026, dengan DPS pada 16 September 2026 dan pemanggilan pada 17 September 2026.
  - Basis: Dokumen menyebutkan hari/tanggal/waktu: Jumat, 09 Oktober 2026, 14:00; Tanggal DPS: 16 September 2026 pukul 16:00 WIB; Pemanggilan RUPS: 17 September 2026
- **Syarat usulan mata acara** [explicit_fact, high]: Pemegang saham dapat mengusulkan mata acara jika memiliki minimal 1/20 saham dengan hak suara dan usulan diterima Direksi paling lambat 10 September 2026.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 1/20 bagian saham; Batas penerimaan usulan 7 hari kalender sebelum pemanggilan, yaitu 10 September 2026
- **Publikasi pemberitahuan RUPSLB** [explicit_fact, high]: Pemberitahuan RUPSLB diiklankan pada 2 September 2026 di tiga media: website perseroan, SPE IDX, dan Easy kSEI.
  - Basis: Tabel media cetak dan tanggal penerbitan pada halaman 1 dokumen bukti iklan
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Karena pengumuman tidak menyebutkan agenda spesifik, kemungkinan RUPSLB akan membahas aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, pengangkatan direksi/komisaris, atau transaksi material.
  - Basis: RUPSLB biasanya untuk agenda luar biasa seperti perubahan anggaran dasar, penggantian pengurus, atau aksi korporasi; Tidak ada agenda yang diumumkan dalam dokumen
  - Assumptions: RUPSLB umumnya untuk hal-hal yang memerlukan persetujuan RUPS di luar agenda tahunan
  - Caveats: Belum ada konfirmasi agenda resmi dari Perseroan
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, medium]: Penyelenggaraan RUPS secara elektronik dan pemanggilan sesuai POJK menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi OJK, namun tidak ada indikasi pelanggaran atau sanksi.
  - Basis: Dokumen menyebutkan kepatuhan terhadap POJK 16/POJK.04/2020 dan POJK 15/POJK.04/2020
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai status kepatuhan

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan, sehingga ketidakpastian mengenai tujuan rapat.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan pengurus, pengendali, atau aksi korporasi spesifik.
- Tidak ada informasi mengenai dampak keuangan atau operasional dari agenda RUPS.

### Items to monitor

- Pemanggilan RUPS pada 17 September 2026 untuk agenda spesifik.
- Batas akhir usulan mata acara oleh pemegang saham pada 10 September 2026.
- Hasil RUPSLB pada 9 Oktober 2026.

---

## SMCB

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) menerbitkan pemanggilan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 25 September 2026 pukul 14.00 WIB di Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta Selatan, dan melalui video conference. RUPSLB memiliki tiga agenda: (1) persetujuan penyusunan kembali Pasal 3 Anggaran Dasar tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha untuk penyesuaian KBLI 2025 sesuai PP No. 28 Tahun 2025; (2) persetujuan pendelegasian kewenangan persetujuan perubahan/penyesuaian RJPP 2026-2030 dan RKAP 2026 kepada Dewan Komisaris; (3) persetujuan perubahan pengurus Perseroan. Recording date ditetapkan pada 2 September 2026. Tidak ada agenda terkait aksi korporasi finansial seperti rights issue, saham bonus, dividen, atau transaksi aset. Detail perubahan pengurus tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- RUPSLB akan diselenggarakan pada 25 September 2026 pukul 14.00 WIB di Hotel RA Suites Simatupang, Pandawa 1-2, Jl TB Simatupang No. 30, Jakarta Selatan, dan melalui video conference.
- Recording date (DPS) untuk RUPSLB ditetapkan pada 2 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Agenda pertama RUPSLB adalah persetujuan penyusunan kembali Pasal 3 Anggaran Dasar tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha sebagai pemenuhan layanan perizinan Online Single Submission sesuai PP No. 28 Tahun 2025 dan penyesuaian KBLI 2025.
- Agenda kedua RUPSLB adalah persetujuan pendelegasian kewenangan persetujuan perubahan atau penyesuaian RJPP 2026-2030 dan RKAP 2026 kepada Dewan Komisaris, dengan persetujuan terlebih dahulu dari Pemegang Saham Mayoritas.
- Agenda ketiga RUPSLB adalah persetujuan perubahan pengurus Perseroan.
- Surat pemanggilan bernomor 262/LGRC/SBI/IX/2026, tanggal 3 September 2026, ditandatangani oleh Andika Lukmana selaku Legal & Compliance Group Head/Sekretaris Perusahaan.
- Pemanggilan ini merujuk pada surat Perseroan No. 241/LGRC/SBI/VIII/2026 tanggal 19 Agustus 2026 tentang pemberitahuan penyelenggaraan RUPS.
- Batas akhir penyampaian surat kuasa fisik adalah 22 September 2026 pukul 10.00 WIB.
- Batas akhir deklarasi kehadiran elektronik dan e-proxy adalah 12.00 WIB pada 1 hari kerja sebelum tanggal Rapat (perkiraan 24 September 2026).
- Kuorum untuk agenda 1 adalah lebih dari 2/3 saham dengan hak suara sah; kuorum untuk agenda 2-3 adalah lebih dari 1/2 saham dengan hak suara sah.
- Susunan pengurus saat ini: Komisaris Utama Fadlansyah Lubis, Komisaris Independen Agnes Marcellina Tjhin dan Husnedi, Komisaris Prasetyo Suharto dan Shinji Fukami; Direktur Utama Rizki Kresno Edhie Hambali, Direktur Asruddin, Edi Sarwono, dan Yasuhide Abe.
- Perubahan Pasal 3 ayat 2 mencakup penyesuaian sejumlah kode KBLI, contoh: 49432 menjadi 49232 (angkutan bermotor barang khusus), 50132 menjadi 52227 (angkutan perairan pelabuhan), 52101 menjadi 52109 (pergudangan), 23957 menjadi 23955 (mortar/beton siap pakai), 46633 menjadi 46733 (perdagangan besar bahan konstruksi).
- Beberapa deskripsi dan kode KBLI tetap tidak berubah, seperti industri semen (23941), penggalian batu kapur (08102), dan perdagangan besar atas dasar balas jasa (46100).
- Tidak ada agenda terkait aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, dividen, atau transaksi aset dalam RUPSLB ini.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan struktur modal, kepemilikan, atau free float dalam dokumen ini.

### Corporate actions

- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3) untuk penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025
- Pendelegasian kewenangan persetujuan RJPP dan RKAP kepada Dewan Komisaris
- Perubahan pengurus Perseroan

### Management / control changes

- Agenda RUPSLB mencakup persetujuan perubahan pengurus Perseroan, namun detail perubahan (siapa, posisi, tanggal efektif) tidak diungkapkan dalam dokumen ini.

### Listing / regulatory

- Penyesuaian kegiatan usaha dengan KBLI 2025 sebagai pemenuhan layanan perizinan Online Single Submission sesuai PP No. 28 Tahun 2025
- RUPS diselenggarakan sesuai POJK No. 15/2020 dan POJK No. 14/2025 tentang RUPS elektronik

### Analytical scenarios

- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB memiliki tiga agenda: perubahan anggaran dasar, delegasi kewenangan RJPP/RKAP, dan perubahan pengurus. Tidak ada agenda terkait aksi korporasi finansial.
  - Basis: Dokumen halaman 1-3 mencantumkan tiga agenda RUPSLB.
- **Perubahan Anggaran Dasar** [explicit_fact, high]: Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar bertujuan menyesuaikan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dengan KBLI 2025, sebagai pemenuhan perizinan OSS.
  - Basis: Agenda 1 pada dokumen menyebutkan penyusunan kembali Pasal 3 dan penyesuaian KBLI 2025.
- **Delegasi Kewenangan** [explicit_fact, high]: Persetujuan pendelegasian kewenangan perubahan/penyesuaian RJPP 2026-2030 dan RKAP 2026 kepada Dewan Komisaris menunjukkan adanya pelimpahan wewenang dari RUPS.
  - Basis: Agenda 2 pada dokumen.
- **Perubahan Pengurus** [explicit_fact, high]: Agenda perubahan pengurus Perseroan akan dibahas dalam RUPSLB, namun detail perubahan (siapa, posisi, tanggal efektif) tidak diungkapkan dalam dokumen pemanggilan.
  - Basis: Agenda 3 pada dokumen.
  - Caveats: Detail perubahan pengurus tidak tersedia dalam dokumen ini.
- **Jumlah pengurus saat ini** [derived_calculation, high]: Jumlah pengurus saat ini adalah 9 orang (5 komisaris dan 4 direksi).
  - Basis: Susunan pengurus halaman 11 lampiran 5
  - Assumptions: Menghitung entri yang terdaftar
- **Jarak waktu antara recording date dan RUPS** [derived_calculation, high]: Jarak antara tanggal pencatatan (2 September 2026) dan RUPS (25 September 2026) adalah 23 hari kalender.
  - Basis: Tanggal 2 September 2026 dan 25 September 2026
  - Assumptions: Perhitungan hari kalender
- **Potensi Dampak Perubahan Kegiatan Usaha** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian KBLI 2025 mungkin berdampak pada klasifikasi usaha dan perizinan, namun tidak ada informasi kuantitatif atau strategis yang dapat dianalisis lebih lanjut.
  - Basis: Agenda 1 menyebutkan penyesuaian KBLI 2025.
  - Assumptions: Perubahan KBLI dapat mempengaruhi operasional atau perizinan.
  - Caveats: Tidak ada detail dampak operasional atau finansial.
- **Kemungkinan Perubahan Pengurus** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan pengurus mungkin terkait dengan penyesuaian organisasi atau strategi, namun tidak ada informasi spesifik.
  - Basis: Agenda 3.
  - Assumptions: Perubahan pengurus dapat mencakup direksi atau komisaris.
  - Caveats: Tidak ada detail dalam dokumen.
- **Pendelegasian RJPP/RKAP** [analyst_hypothesis, medium]: Pendelegasian kewenangan persetujuan RJPP dan RKAP kepada Dewan Komisaris dapat mempercepat proses persetujuan rencana perusahaan, namun tetap memerlukan persetujuan pemegang saham mayoritas.
  - Basis: Mata acara kedua menyebut pendelegasian dengan persetujuan Pemegang Saham Mayoritas.
  - Assumptions: Pendelegasian ini untuk efisiensi pengambilan keputusan.
  - Caveats: Tidak ada detail RJPP/RKAP yang dibahas.

### Risks / uncertainties

- Detail perubahan pengurus tidak diungkapkan dalam dokumen pemanggilan.
- Dampak perubahan anggaran dasar terhadap kegiatan usaha belum dijelaskan secara kuantitatif.
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan atau kondisi yang harus dipenuhi untuk agenda RUPSLB.
- Pendelegasian RJPP/RKAP kepada Dewan Komisaris dapat mengurangi keterlibatan RUPS dalam persetujuan rencana perusahaan, meskipun tetap memerlukan persetujuan pemegang saham mayoritas.
- Keterbatasan tempat fisik dapat membatasi jumlah pemegang saham yang hadir, namun kehadiran elektronik tetap diakui.
- Kegagalan registrasi elektronik menyebabkan tidak dihitung kuorum.

### Items to monitor

- Perubahan anggaran dasar dan penyesuaian KBLI dapat mempengaruhi klasifikasi kegiatan usaha dan perizinan, namun dampak operasional tidak dijelaskan.
- Perubahan pengurus dapat mempengaruhi arah strategi perusahaan, namun detail belum tersedia.
- Pendelegasian kewenangan RJPP/RKAP kepada Dewan Komisaris dapat mempercepat pengambilan keputusan terkait rencana perusahaan.

---

## SMDR

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menyampaikan koreksi atas Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Obligasi/Sukuk Samudera Indonesia Tahap III Tahun 2026. Koreksi ini merupakan tindak lanjut atas surat hasil penelaahan OJK. Terdapat dua dokumen yang saling melengkapi: dokumen utama berisi laporan penggunaan dana untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 dengan dana bersih Rp694,23 miliar, sementara lampiran berisi laporan realisasi penggunaan dana untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 dengan total dana Rp2 triliun. Kedua laporan menunjukkan realisasi penggunaan dana per 30 Juni 2026, dengan rincian berbeda sesuai program sukuk masing-masing.

### Material changes

- SMDR menyampaikan koreksi atas laporan penggunaan dana hasil penawaran umum nomor SR.26.07.034/CS/SI tanggal 15 Juli 2026, sebagai tanggapan atas surat hasil penelaahan OJK.
- Penawaran umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Obligasi/Sukuk Samudera Indonesia Tahap III Tahun 2026 efektif pada 13 Mei 2026.
- Jumlah dana yang diperoleh dari penawaran umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 adalah Rp700.000.000.000, dengan biaya emisi Rp5.769.885.667, sehingga dana bersih yang diterima emiten adalah Rp694.230.114.333.
- Seluruh dana bersih sebesar Rp694.230.114.333 ditempatkan pada Rekening Giro Rupiah di Bank Indonesia a.n. PT Samudera Indonesia Tbk dengan tingkat bunga 4,25% per tahun.
- Rencana penggunaan dana Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026: Level 1 untuk pembangunan 1 unit kapal container dan biaya pra-operasi peluncuran kapal sebesar Rp238.051.506.205 (34,29% dari dana bersih); Level 2 untuk pembiayaan kepada PT Samudera Pekapalan Indonesia untuk pembangunan 2 unit kapal chemical tanker sebesar Rp456.178.608.128 (65,71% dari dana bersih).
- Realisasi penggunaan dana Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 per 30 Juni 2026 adalah 0% untuk kedua level, sehingga seluruh dana bersih masih tersisa.
- Biaya emisi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 terdiri dari: underwriting fee Rp350.000.000, management fee Rp3.500.000.000, selling fee Rp350.000.000, profesi penunjang pasar modal Rp415.219.000, lembaga penunjang pasar modal Rp647.000.000, financial advisory fee Rp40.000.000, dan biaya lain-lain Rp467.666.667.
- Lampiran dokumen menyampaikan koreksi Laporan Realisasi Penggunaan Dana Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 per 30 Juni 2026, merujuk pada POJK 40/2025 dan Surat Hasil Penelaahan OJK S-1529/PM.221/2026.
- Total dana hasil penawaran umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 adalah Rp2.000.000.000.000.
- Realisasi penggunaan dana Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 per 30 Juni 2026: pelunasan utang Rp1.250.000.000.000, modal kerja Rp125.000.000.000, belanja modal Rp250.000.000.000, dan sisa dana belum digunakan Rp375.000.000.000.
- Dokumen utama ditandatangani secara elektronik oleh Corporate Secretary Idaman Putri Erwin pada 3 September 2026; lampiran ditandatangani oleh Farida Helianti Sastre, Direktur Kepatuhan dan Direktur Keuangan, di Jakarta pada 2 September 2026.

### Key financial figures

- **Jumlah dana diperoleh dari penawaran umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 700000000000 (13 Mei 2026 (efektif))
- **Biaya emisi total Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 5769885667 (13 Mei 2026)
- **Dana bersih penawaran umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 694230114333 (13 Mei 2026)
- **Sisa dana (penempatan rekening giro) Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 694230114333 (30 Juni 2026)
- **Rencana penggunaan Level 1 (kapal container) Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 238051506205 (Prospektus)
- **Rencana penggunaan Level 2 (chemical tanker) Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 456178608128 (Prospektus)
- **Realisasi penggunaan Level 1 Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 0 (30 Juni 2026)
- **Realisasi penggunaan Level 2 Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 0 (30 Juni 2026)
- **Underwriting fee Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 350000000 (13 Mei 2026)
- **Management fee Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 3500000000 (13 Mei 2026)
- **Selling fee Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 350000000 (13 Mei 2026)
- **Biaya profesi penunjang pasar modal Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 415219000 (13 Mei 2026)
- **Biaya lembaga penunjang pasar modal Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 647000000 (13 Mei 2026)
- **Financial advisory fee Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 40000000 (13 Mei 2026)
- **Biaya lain-lain yang dapat diatribusikan langsung Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 467666667 (13 Mei 2026)
- **Tingkat bunga penempatan dana Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026:** 4.25% (30 Juni 2026)
- **Total dana diterima Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025:** 2000000000000 (2025-2026)
- **Realisasi pelunasan utang Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025:** 1250000000000 (per 30 Juni 2026)
- **Realisasi modal kerja Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025:** 125000000000 (per 30 Juni 2026)
- **Realisasi belanja modal Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025:** 250000000000 (per 30 Juni 2026)
- **Sisa dana belum digunakan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025:** 375000000000 (per 30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Penawaran umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Obligasi/Sukuk Samudera Indonesia Tahap III Tahun 2026 - efektif 13 Mei 2026, dana bersih Rp694.230.114.333, realisasi penggunaan 0% per 30 Juni 2026.
- Penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 - total dana Rp2.000.000.000.000, realisasi sebagian untuk pelunasan utang, modal kerja, dan belanja modal.

### Expansion projects

- Pembangunan 1 unit kapal container - rencana, nilai Rp238.051.506.205, belum direalisasikan per 30 Juni 2026.
- Pembangunan 2 unit kapal chemical tanker melalui PT Samudera Pekapalan Indonesia - rencana, nilai Rp456.178.608.128, belum direalisasikan per 30 Juni 2026.
- Belanja modal Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 - realisasi Rp250.000.000.000 per 30 Juni 2026.

### Listing / regulatory

- Koreksi laporan penggunaan dana hasil penawaran umum sebagai tindak lanjut surat hasil penelaahan OJK.
- Laporan realisasi penggunaan dana Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 merujuk pada POJK 40/2025 dan Surat OJK S-1529/PM.221/2026.

### Analytical scenarios

- **Persentase rencana penggunaan dana Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026** [derived_calculation, high]: Persentase rencana penggunaan dana Level 1 adalah 34,29% dan Level 2 adalah 65,71% dari dana bersih, sesuai dengan angka yang tercantum dalam dokumen.
  - Basis: Level 1: Rp238.051.506.205 / Rp694.230.114.333 = 34,29%; Level 2: Rp456.178.608.128 / Rp694.230.114.333 = 65,71%
- **Total biaya emisi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026** [derived_calculation, high]: Total biaya emisi dihitung dari penjumlahan komponen biaya: Rp350.000.000 + Rp3.500.000.000 + Rp350.000.000 + Rp415.219.000 + Rp647.000.000 + Rp40.000.000 + Rp467.666.667 = Rp5.769.885.667.
  - Basis: Komponen biaya yang tercantum pada halaman 3 dan 7 dokumen utama
- **Sisa dana Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025** [derived_calculation, medium]: Sisa dana dihitung sebagai total dana dikurangi realisasi pelunasan utang, modal kerja, dan belanja modal: Rp2.000.000.000.000 - Rp1.250.000.000.000 - Rp125.000.000.000 - Rp250.000.000.000 = Rp375.000.000.000.
  - Basis: Total dana Rp2.000.000.000.000; Realisasi pelunasan utang Rp1.250.000.000.000; Realisasi modal kerja Rp125.000.000.000; Realisasi belanja modal Rp250.000.000.000
  - Assumptions: Angka realisasi diambil dari dokumen lampiran
  - Caveats: Angka realisasi mungkin belum mencakup seluruh pos penggunaan dana
- **Keterlambatan realisasi penggunaan dana Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026** [analyst_hypothesis, medium]: Realisasi penggunaan dana 0% per 30 Juni 2026 menunjukkan bahwa proyek pembangunan kapal belum dimulai atau masih dalam tahap persiapan, meskipun penawaran efektif pada Mei 2026.
  - Basis: Realisasi penggunaan dana tercatat 0% untuk kedua level
  - Assumptions: Proyek pembangunan kapal mungkin masih dalam tahap perencanaan atau pengadaan
  - Caveats: Belum ada informasi resmi mengenai penyebab keterlambatan
- **Potensi dampak penempatan dana di rekening giro** [analyst_hypothesis, low]: Dana yang belum digunakan ditempatkan di rekening giro dengan bunga 4,25% per tahun, yang dapat menghasilkan pendapatan bunga bagi emiten, namun tidak signifikan dibandingkan dengan biaya emisi.
  - Basis: Sisa dana Rp694.230.114.333 ditempatkan di rekening giro dengan bunga 4,25%
  - Assumptions: Bunga dihitung berdasarkan saldo rata-rata
  - Caveats: Perhitungan pendapatan bunga tidak disediakan dalam dokumen
- **Tujuan koreksi laporan** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi laporan kemungkinan dilakukan untuk menyesuaikan angka realisasi atau klasifikasi penggunaan dana sesuai hasil penelaahan OJK.
  - Basis: Adanya surat OJK S-1529/PM.221/2026
  - Assumptions: Koreksi terkait substansi laporan
  - Caveats: Tidak ada rincian koreksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Realisasi penggunaan dana 0% untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 menunjukkan risiko keterlambatan proyek pembangunan kapal.
- Dana menganggur di rekening giro dengan bunga rendah, berpotensi menurunkan efisiensi penggunaan dana.
- Koreksi laporan menunjukkan adanya perbaikan data, namun tidak ada penjelasan mengenai perbedaan dengan laporan sebelumnya.
- Sisa dana Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 belum digunakan seluruhnya, berpotensi terkena kewajiban pelaporan atau sanksi jika tidak sesuai ketentuan.

### Items to monitor

- Koreksi laporan penggunaan dana menunjukkan adanya perhatian regulator terhadap kepatuhan penggunaan dana hasil penawaran umum.
- Realisasi penggunaan dana yang rendah dapat memengaruhi persepsi investor terhadap eksekusi rencana ekspansi emiten.
- Penempatan dana di rekening giro dengan bunga 4,25% memberikan pendapatan bunga yang relatif kecil dibandingkan biaya emisi.

---

## SMGR

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

Pengumuman ini adalah penyampaian materi Public Expose Tahunan SMGR kepada Bursa Efek Indonesia, bersifat administratif dan lanjutan dari rencana yang diumumkan sebelumnya. Materi Public Expose (lampiran 2) memuat informasi kinerja 1H-2026, strategi transformasi, dan target keberlanjutan. Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan struktur modal, atau transaksi aset yang diumumkan dalam dokumen ini. Kinerja keuangan 1H-2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan 13,1% YoY dan laba bersih yang melonjak 445,9% YoY, namun margin EBITDA sedikit menurun. Struktur kepemilikan didominasi Danantara (51%).

### Material changes

- SMGR menyampaikan materi Public Expose Tahunan melalui surat bernomor 012103/KS.08/SPT/50056838/2000/09.2026 tanggal 3 September 2026, ditandatangani Corporate Secretary Vita Mahreyni.
- Penyampaian ini merujuk pada rencana Public Expose yang diumumkan melalui surat No 009420/KS.08/SUP/50056838/2000/08.2026 tanggal 21 Agustus 2026.
- Public Expose Live dijadwalkan pada Selasa, 8 September 2025 (tertulis di dokumen; kemungkinan salah ketik, seharusnya 2026), pukul 14.00-14.45 WIB, disiarkan melalui website IDX.
- Materi Public Expose disampaikan dalam dua lampiran: surat pengantar dan materi presentasi.
- Kapasitas produksi semen SMGR sebesar 56,5 juta ton per tahun, dengan pangsa pasar domestik 46,9% per Desember 2025 dan 46,2% pada 1H-2026.
- Volume penjualan domestik 1H-2026 tumbuh 9,7% YoY menjadi 14,18 juta ton; segmen kantong tumbuh 13,7% YoY, segmen curah tumbuh 5,6% YoY.
- Pendapatan 1H-2026 meningkat 13,1% YoY menjadi Rp17.650 miliar; pendapatan segmen semen tumbuh 14,6%, non-semen tumbuh 1,6%.
- Laba bersih 1H-2026 melonjak 445,9% YoY menjadi Rp1.876 miliar.
- EBITDA 1H-2026 tumbuh 2,6% YoY menjadi Rp2.154 miliar dengan margin 12,2%.
- Utang berbunga per 1H-2026 sebesar Rp11.381 miliar, meningkat dari Rp10.397 miliar pada 2025.
- Arus kas operasi 1H-2026 sebesar Rp4.244 miliar.
- Rasio lancar 1,25x, rasio utang terhadap ekuitas 0,26x, rasio utang terhadap EBITDA 1,77x, EBITDA terhadap beban bunga 6,70x pada 1H-2026.
- Komposisi pemegang saham per Desember 2025: 51% Danantara Indonesia, 19% Publik Indonesia, 30% Publik Asing.
- Peringkat kredit SMGR ditegaskan idAAA/Stable oleh PEFINDO pada 2026 untuk perusahaan dan Obligasi Berkelanjutan II.
- Target keberlanjutan: penurunan intensitas CO2 Lingkup 1 sebesar 21% pada 2030 (vs 2010), Lingkup 2 sebesar 27% pada 2030 (vs 2019), dan TSR 25% pada 2030.
- SMGR melakukan strategic streamlining pada 2026 untuk optimalisasi struktur Grup, dan pada 2025 bergabung dengan Danantara Indonesia melalui transaksi inbreng.
- Pada 2022, SMGR mengintegrasikan PT Semen Baturaja Tbk melalui rights issue; pada 2019 mengakuisisi PT Holcim Indonesia Tbk (kini PT Solusi Bangun Indonesia Tbk).
- SMGR meluncurkan kembali Semen Kujang dan menjadi Official Cement Partner PERSIB Bandung pada 2026.

### Key financial figures

- **Kapasitas produksi semen:** 56.5 juta ton/tahun (2026 (saat ini))
- **Pangsa pasar domestik:** 46.9% (Des 2025)
- **Pangsa pasar domestik:** 46.2% (1H-2026)
- **Volume penjualan domestik:** 14.18 juta ton (1H-2026)
- **Volume penjualan kantong:** 10.39 juta ton (1H-2026)
- **Volume penjualan curah:** 3.79 juta ton (1H-2026)
- **Permintaan semen domestik:** 30.72 juta ton (1H-2026)
- **Pendapatan:** Rp17.650 miliar (1H-2026)
- **Pendapatan:** Rp15.609 miliar (1H-2025)
- **EBITDA:** Rp2.154 miliar (1H-2026)
- **EBITDA:** Rp2.100 miliar (1H-2025)
- **Margin EBITDA:** 12.2% (1H-2026)
- **Laba bersih:** Rp1.876 miliar (1H-2026)
- **Laba bersih:** Rp343 miliar (1H-2025)
- **Utang berbunga:** Rp11.381 miliar (1H-2026)
- **Utang berbunga:** Rp10.397 miliar (2025)
- **Arus kas operasi:** Rp4.244 miliar (1H-2026)
- **Rasio lancar:** 1.25x (1H-2026)
- **Rasio utang terhadap ekuitas:** 0.26x (1H-2026)
- **Rasio utang terhadap EBITDA:** 1.77x (1H-2026)
- **EBITDA terhadap beban bunga:** 6.70x (1H-2026)

### Expansion projects

- Inisiatif peningkatan fasilitas pre-processing dan feeding AFR untuk dekarbonisasi (tidak ada angka capex eksplisit).
- Pengembangan RDF di sekitar fasilitas dengan kerja sama berbagai pihak (tidak ada angka capex eksplisit).

### Management / control changes

- Bergabung dengan Danantara Indonesia pada 2025 melalui inbreng (perubahan pengendalian, bukan perubahan pengurus).

### Capital structure

- Komposisi pemegang saham per Desember 2025: 51% Danantara Indonesia, 19% Publik Indonesia, 30% Publik Asing.

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia sebagai kewajiban keterbukaan informasi.
- Peringkat kredit idAAA/Stable dari PEFINDO untuk perusahaan dan Obligasi Berkelanjutan II (2026).

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan laba bersih** [derived_calculation, high]: Laba bersih 1H-2026 sebesar Rp1.876 miliar dibandingkan Rp343 miliar pada 1H-2025 (dihitung dari Rp1.876/(1+445,9%)), menunjukkan peningkatan signifikan yang mungkin didorong oleh perbaikan margin dan pendapatan.
  - Basis: Angka laba bersih 1H-2026 dan pertumbuhan 445,9% dari dokumen.
  - Assumptions: Nilai 1H-2025 dihitung ulang dari persentase pertumbuhan.
- **Margin EBITDA** [derived_calculation, high]: Margin EBITDA 1H-2026 adalah 12,2% (Rp2.154/Rp17.650), turun dari 13,5% pada 1H-2025 (Rp2.100/Rp15.609), mengindikasikan tekanan biaya meskipun pendapatan tumbuh.
  - Basis: Angka EBITDA dan pendapatan dari dokumen.
  - Assumptions: Margin dihitung sebagai EBITDA dibagi pendapatan.
- **Pertumbuhan volume kantong vs curah** [derived_calculation, high]: Pada 1H-2026, volume kantong tumbuh 13,7% YoY, jauh lebih tinggi dari curah yang hanya 5,6%, menunjukkan fokus pada ritel dan transformasi kanal penjualan.
  - Basis: Angka pertumbuhan volume dari dokumen.
- **Rasio utang terhadap EBITDA** [derived_calculation, high]: Rasio utang terhadap EBITDA 1H-2026 sebesar 1,77x, menurun dari 2,42x pada 2025, menunjukkan perbaikan leverage yang signifikan.
  - Basis: Angka rasio dari dokumen.
- **Pangsa pasar vs kapasitas** [derived_calculation, medium]: Pangsa pasar domestik 46,9% (FY-2025) lebih tinggi dari pangsa kapasitas 44,1%, menunjukkan utilisasi yang lebih baik dibandingkan pesaing.
  - Basis: Angka pangsa pasar dan kapasitas dari dokumen.
  - Caveats: Pangsa kapasitas mungkin tidak mencerminkan utilisasi aktual.
- **Pertumbuhan pendapatan vs volume** [derived_calculation, medium]: Pendapatan tumbuh 13,1% YoY sementara volume domestik tumbuh 9,7%, mengindikasikan perbaikan harga jual atau bauran produk yang lebih baik.
  - Basis: Angka pertumbuhan pendapatan dan volume dari dokumen.
  - Assumptions: Pendapatan terutama dari volume domestik.
  - Caveats: Pendapatan juga mencakup non-semen dan ekspor.
- **Proyeksi permintaan 2026** [derived_calculation, medium]: Proyeksi pertumbuhan permintaan semen domestik 2026 sebesar 4,4% setelah kontraksi 2025 (-2,9%), menunjukkan pemulihan yang didorong oleh proyek strategis dan ritel.
  - Basis: Angka proyeksi dari dokumen.
  - Caveats: Proyeksi dapat berubah tergantung kondisi ekonomi.
- **Target TSR** [derived_calculation, medium]: TSR meningkat dari 3% pada 2019 menjadi 7% pada 1H-2026, dengan target 25% pada 2030, menunjukkan percepatan penggunaan bahan bakar alternatif.
  - Basis: Angka TSR dari grafik dokumen.
  - Caveats: Angka TSR 1H-2026 adalah 7% berdasarkan grafik.
- **Kesalahan tanggal pada dokumen** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen menyebutkan tanggal acara 'Selasa, 8 September 2025', namun konteks surat adalah Public Expose 2026 dan surat tertanggal 2026. Kemungkinan besar ini adalah salah ketik dan seharusnya 8 September 2026.
  - Basis: Surat tertanggal 3 September 2026; Perihal surat adalah 'Penyampaian Materi Public Expose 2026'; Surat sebelumnya tertanggal 21 Agustus 2026
  - Assumptions: Tanggal acara yang benar adalah 8 September 2026, bukan 2025, karena konsistensi dengan tahun surat dan perihal.
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi eksplisit dari dokumen lain; hanya inferensi dari konteks.

### Risks / uncertainties

- Tekanan biaya yang berlanjut dapat mempengaruhi margin EBITDA.
- Fluktuasi permintaan semen domestik akibat kondisi makroekonomi.
- Risiko eksekusi transformasi dan streamlining.
- Sensitivitas terhadap harga komoditas dan energi.
- Perubahan suku bunga acuan yang dapat mempengaruhi biaya pendanaan.
- Persaingan pasar yang ketat dengan pemain utama.
- Risiko administratif: kesalahan penulisan tanggal pada dokumen resmi dapat menimbulkan kebingungan bagi pemangku kepentingan.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan 1H-2026 yang kuat (pendapatan +13,1%, laba bersih +445,9%) dapat menjadi sentimen positif bagi investor.
- Perbaikan leverage (rasio utang/EBITDA turun ke 1,77x) menunjukkan kesehatan keuangan yang membaik.
- Integrasi ke Danantara dan strategic streamlining dapat mempengaruhi struktur kepemilikan dan strategi jangka panjang.
- Target keberlanjutan dan inisiatif dekarbonisasi dapat menarik investor yang fokus pada ESG.
- Peringkat kredit idAAA/Stable memberikan keyakinan atas kemampuan membayar utang.

---

## SMMT

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek yang terjadi pada 3 September 2026. Dalam surat tanggapan bernomor 036/SMMT-CS/2026 tanggal 4 September 2026, emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana transaksi atas kepemilikannya. Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary Susanti Nilam pada dokumen utama dan oleh Direktur Yuliana pada lampiran. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan.

### Material changes

- BEI mengirim surat permintaan penjelasan No. S-11350/BEI.PP1/09-2026 tanggal 4 September 2026 perihal volatilitas transaksi efek pada 3 September 2026.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 31/POJK.04/2015.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-E, butir III.2.1 dan IV.2.1, Lampiran Keputusan Direksi BEI Kep-00015/BEI/01-2021.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui dan tidak menerima informasi mengenai aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4 Tahun 2024.
- Emiten menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Emiten menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup perusahaan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Setelah ditanyakan kepada pemegang saham utama, disampaikan bahwa pemegang saham utama saat ini tidak memiliki rencana transaksi tertentu atas kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat tanggapan bernomor 036/SMMT-CS/2026 tanggal 4 September 2026, ditandatangani oleh Corporate Secretary Susanti Nilam pada dokumen utama dan oleh Direktur Yuliana pada lampiran.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek pada 3 September 2026, dijawab emiten pada 4 September 2026.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik menurut POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 dalam surat
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang mempengaruhi pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 dalam surat
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Emiten tidak mengetahui dan tidak menerima informasi aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3 dalam surat
- **Tidak ada rencana transaksi pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Setelah ditanyakan, pemegang saham utama menyatakan tidak memiliki rencana transaksi tertentu atas kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6 dalam surat
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi, emiten tidak memberikan penjelasan mengenai penyebab volatilitas atau faktor yang mendorong pergerakan harga. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa emiten tidak memiliki informasi spesifik atau memilih untuk tidak mengungkapkan.
  - Basis: Surat hanya berisi jawaban 'tidak mengetahui' tanpa penjelasan tambahan
  - Assumptions: Volatilitas yang dimaksud BEI adalah pergerakan harga saham yang signifikan
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Ketidakjelasan penyebab volatilitas transaksi yang diminta penjelasan oleh BEI.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' dapat menimbulkan pertanyaan lanjutan dari regulator jika volatilitas berlanjut.
- Pernyataan tidak adanya rencana korporasi hanya mencakup 3 bulan ke depan, sehingga perubahan rencana di luar periode tersebut tidak tercakup.

---

## SMSM

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat bernomor 0280/SS/IX/26 tanggal 3 September 2026. Pengumuman ini bersifat administratif dan merupakan lanjutan dari rencana Public Expose yang diumumkan sebelumnya (surat No. 0275/SS/VIII/26 tanggal 21 Agustus 2026). Materi Public Expose yang disampaikan mencakup kinerja semester I 2026: penjualan bersih Rp2,65 triliun (+3,65% YoY), laba bersih Rp551 miliar (+3,81% YoY), realisasi capex Rp97 miliar (65% dari anggaran Rp150 miliar), serta pembagian dividen tunai interim dan final. Tidak terdapat aksi korporasi, perubahan struktur modal, perubahan pengurus/pengendali, atau transaksi aset material dalam pengumuman ini.

### Material changes

- PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 melalui surat bernomor 0280/SS/IX/26 tanggal 3 September 2026, ditandatangani oleh Wakil Direktur Utama Ang Andri Pribadi.
- Surat ini merujuk pada rencana Public Expose yang diumumkan sebelumnya melalui surat No. 0275/SS/VIII/26 tanggal 21 Agustus 2026.
- Materi Public Expose disampaikan dalam rangka PUBEX LIVE 2026 yang diselenggarakan BEI bekerja sama dengan KPEI dan KSEI, didukung OJK, pada 9 September 2026.
- Penjualan bersih konsolidasian 1H 2026 sebesar Rp2,65 triliun, meningkat 3,65% dibandingkan 1H 2025 (Rp2,556 triliun).
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 1H 2026 sebesar Rp551 miliar, meningkat 3,81% dibandingkan 1H 2025 (Rp531 miliar).
- Margin laba bruto, laba usaha, dan laba bersih masing-masing tercatat 37%, 28%, dan 21% pada 1H 2026.
- Realisasi belanja modal (capex) hingga 1H 2026 mencapai Rp97 miliar, setara 65% dari anggaran Rp150 miliar untuk tahun 2026.
- Dividen tunai yang diumumkan hingga Agustus 2026: Interim 1 FY2026 Rp25/saham (dibayar 26 Mei 2026), Final FY2025 Rp40/saham (dibayar 2 Juli 2026), dan Interim 2 FY2026 Rp40/saham (dibayar 27 Agustus 2026).
- Penjualan domestik 1H 2026 sebesar Rp1.005 miliar (naik 11,49% YoY), penjualan luar negeri Rp1.644 miliar (turun 0,62% YoY).
- Segmen filter mencatat penjualan Rp1.871 miliar (turun 1,88%), radiator Rp306 miliar (naik 3,05%), karoseri Rp92 miliar (naik 20,18%), distribusi Rp913 miliar (naik 13,55%), lain-lain Rp108 miliar (naik 10,90%), eliminasi Rp641 miliar.
- Kapasitas produksi: filter 115,20 juta pcs/tahun dan radiator 1,95 juta pcs/tahun.
- Struktur kepemilikan per 31 Agustus 2026: PT Adrindo Intiperkasa 50,54% (2.910.392.136 saham), total saham beredar 5.758.675.440 lembar.
- Manajemen meyakini prospek usaha 2026 mendukung pertumbuhan penjualan dan laba bersih single-digit, dengan profitabilitas sejalan dengan 2025.
- Dividen telah dibayarkan meningkat 21 tahun berturut-turut; total dividen sejak 1996 mencapai Rp6,70 triliun.
- Skor tata kelola IICD 2025: 100,17 poin (Leadership in CG), naik dari 98,29 pada 2024.

### Key financial figures

- **Penjualan Bersih (Net Sales):** 2.649 (1H 2026 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026, dalam miliar IDR))
- **Penjualan Bersih (Net Sales):** 2.556 (1H 2025 (dalam miliar IDR))
- **Laba Bruto (Gross Profit):** 971 (1H 2026 (dalam miliar IDR))
- **Laba Bruto (Gross Profit):** 912 (1H 2025 (dalam miliar IDR))
- **Laba Usaha (Income from Operation):** 734 (1H 2026 (dalam miliar IDR))
- **Laba Usaha (Income from Operation):** 698 (1H 2025 (dalam miliar IDR))
- **Laba Periode Berjalan yang diatribusikan kepada Pemilik entitas induk:** 551 (1H 2026 (dalam miliar IDR))
- **Laba Periode Berjalan yang diatribusikan kepada Pemilik entitas induk:** 531 (1H 2025 (dalam miliar IDR))
- **Laba Periode Berjalan yang diatribusikan kepada Kepentingan non-pengendali:** 51 (1H 2026 (dalam miliar IDR))
- **Laba Periode Berjalan yang diatribusikan kepada Kepentingan non-pengendali:** 43 (1H 2025 (dalam miliar IDR))
- **EPS:** 96 (1H 2026 (dalam IDR))
- **EPS:** 92 (1H 2025 (dalam IDR))
- **Total Aset:** 5.717 (30 Juni 2026 (dalam miliar IDR))
- **Total Aset:** 5.051 (30 Juni 2025 (dalam miliar IDR))
- **Total Liabilitas:** 1.189 (30 Juni 2026 (dalam miliar IDR))
- **Total Liabilitas:** 919 (30 Juni 2025 (dalam miliar IDR))
- **Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk:** 4.009 (30 Juni 2026 (dalam miliar IDR))
- **Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk:** 3.651 (30 Juni 2025 (dalam miliar IDR))
- **Margin Laba Bruto:** 37% (1H 2026)
- **Margin Laba Usaha:** 28% (1H 2026)
- **Margin Laba Bersih:** 21% (1H 2026)
- **ROA:** 11% (1H 2026)
- **ROE:** 12% (1H 2026)
- **Rasio Liabilitas terhadap Total Aset:** 21% (30 Juni 2026)
- **Rasio Liabilitas terhadap Total Ekuitas:** 26% (30 Juni 2026)
- **Rasio Lancar:** 439% (30 Juni 2026)
- **Realisasi Capex:** Rp97 miliar (1H 2026)
- **Anggaran Capex:** Rp150 miliar (Tahun 2026)
- **Penjualan Domestik:** 1.005 (1H 2026 (dalam miliar IDR))
- **Penjualan Domestik:** 902 (1H 2025 (dalam miliar IDR))
- **Penjualan Luar Negeri:** 1.644 (1H 2026 (dalam miliar IDR))
- **Penjualan Luar Negeri:** 1.654 (1H 2025 (dalam miliar IDR))
- **Penjualan Segmen Filter:** 1.871 (1H 2026 (dalam miliar IDR))
- **Penjualan Segmen Radiator:** 306 (1H 2026 (dalam miliar IDR))
- **Penjualan Segmen Karoseri:** 92 (1H 2026 (dalam miliar IDR))
- **Penjualan Segmen Distribusi:** 913 (1H 2026 (dalam miliar IDR))
- **Penjualan Segmen Lain-lain:** 108 (1H 2026 (dalam miliar IDR))
- **Eliminasi:** 641 (1H 2026 (dalam miliar IDR))
- **Dividen per Saham FY2025:** 806,21 (FY 2025 (dalam IDR))
- **Dividen per Saham FY2024:** 777,42 (FY 2024 (dalam IDR))
- **Penjualan Bersih FY2025:** 5.339 (FY 2025 (dalam miliar IDR))

### Corporate actions

- Pembagian dividen tunai: Interim 1 FY2026 Rp25/saham (dibayar 26 Mei 2026), Final FY2025 Rp40/saham (dibayar 2 Juli 2026), dan Interim 2 FY2026 Rp40/saham (dibayar 27 Agustus 2026).
- Kebijakan dividen: 35% untuk laba bersih sampai Rp10 miliar, 40% untuk Rp10-30 miliar, 45% untuk di atas Rp30 miliar.
- Dividen telah dibayarkan meningkat 21 tahun berturut-turut; total dividen sejak 1996 mencapai Rp6,70 triliun; dividen dibayar triwulanan sejak 2015 (46 kali).

### Expansion projects

- Realisasi capex 1H 2026 sebesar Rp97 miliar, setara 65% dari anggaran Rp150 miliar untuk tahun 2026. Tidak ada rincian proyek atau alokasi capex yang diungkapkan.

### Capital structure

- Total saham beredar: 5.758.675.440 lembar dengan nilai nominal Rp143.966.886.000.
- PT Adrindo Intiperkasa memiliki 2.910.392.136 saham (50,54%) per 31 Agustus 2026.
- Kepemilikan institusi asing 25,74%, institusi lokal 54,99%, individual asing 0,10%, individual lokal 19,17%.
- Jumlah investor: 16.525 (98,38% lokal individu).

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan 2026 sesuai Peraturan BEI No. I-E, Lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025, butir III.3.3.2.
- Perpanjangan status Authorized Economic Operator (AEO) untuk PT Panata Jaya Mandiri dari DJBC Kemenkeu pada 29 Juni 2026.
- Tidak ada suspensi, delisting, atau sanksi yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan margin laba bersih** [derived_calculation, high]: Margin laba bersih 1H 2026 sekitar 20,80% (551/2649) dibandingkan 1H 2025 sekitar 20,77% (531/2556), menunjukkan sedikit peningkatan.
  - Basis: Angka penjualan dan laba bersih dari dokumen
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka dalam miliar IDR
- **Pertumbuhan laba bruto** [derived_calculation, high]: Laba bruto tumbuh 6,44% (dari 912 menjadi 971), lebih tinggi dari pertumbuhan penjualan, mengindikasikan perbaikan margin bruto dari 35,68% menjadi 36,65%.
  - Basis: Angka laba bruto dan penjualan dari dokumen
  - Assumptions: Perhitungan margin menggunakan angka dalam miliar IDR
- **Kontribusi segmen filter** [derived_calculation, high]: Segmen filter menyumbang sekitar 70,6% dari total penjualan (1871/2649), namun mengalami penurunan 1,88%, sementara segmen distribusi tumbuh 13,55% dan karoseri tumbuh 20,18%.
  - Basis: Angka penjualan per segmen dari dokumen
  - Assumptions: Kontribusi dihitung dari penjualan sebelum eliminasi
- **Porsi penjualan luar negeri** [derived_calculation, high]: Penjualan luar negeri masih mendominasi dengan porsi 62,1% dari total (1644/2649), meskipun turun tipis 0,62%, sementara domestik tumbuh 11,49%.
  - Basis: Angka penjualan per pasar dari dokumen
  - Assumptions: Porsi dihitung dari total penjualan
- **Realisasi capex** [derived_calculation, medium]: Realisasi capex Rp97 miliar dari anggaran Rp150 miliar menunjukkan tingkat penyerapan 65% pada semester I, yang mungkin mengindikasikan percepatan belanja modal atau proyek yang berjalan.
  - Basis: Angka realisasi dan anggaran capex dari dokumen
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan tentang jenis capex
  - Caveats: Tidak ada rincian proyek atau alokasi capex
- **Total dividen per saham** [derived_calculation, low]: Total dividen tunai yang diumumkan hingga Agustus 2026 adalah Rp105 per saham (25+40+40), yang jika dibandingkan dengan laba bersih per saham dapat mengindikasikan rasio pembayaran dividen, namun EPS tidak tersedia.
  - Basis: Angka dividen per saham dari dokumen
  - Assumptions: Tidak ada data EPS
  - Caveats: EPS tidak diungkapkan
- **Pertumbuhan penjualan kuartal kedua** [derived_calculation, high]: Penjualan 1H 2026 IDR 2.649 miliar, kuartal pertama IDR 1.232 miliar, sehingga kuartal kedua sekitar IDR 1.417 miliar (kenaikan 15% QoQ).
  - Basis: Net Sales 1H 2026: 2.649; Net Sales Q1 2026: 1.232
  - Assumptions: Angka Q1 dan 1H dari slide yang sama
  - Caveats: Tidak ada angka kuartal kedua yang eksplisit, hanya selisih
- **Pertumbuhan laba kuartal kedua** [derived_calculation, high]: Laba 1H 2026 IDR 551 miliar, Q1 IDR 248 miliar, sehingga laba Q2 sekitar IDR 303 miliar (naik 22% QoQ).
  - Basis: Profit 1H 2026: 551; Profit Q1 2026: 248
  - Assumptions: Angka Q1 dan 1H dari slide yang sama
  - Caveats: Tidak ada angka kuartal kedua yang eksplisit
- **Penurunan ekspor ke Australia** [derived_calculation, high]: Penjualan ke Australia turun 29,05% YoY (dari IDR 280 miliar menjadi IDR 199 miliar), penurunan terbesar di antara wilayah.
  - Basis: Sales Australia 1H 2026: 199; Sales Australia 1H 2025: 280
  - Assumptions: Angka dari tabel sales by geographical
  - Caveats: Tidak ada penjelasan penyebab
- **Rasio utang terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Total debt/equity naik dari 22% menjadi 26% (1H 2026 vs 1H 2025), menunjukkan peningkatan leverage, tetapi masih rendah.
  - Basis: Total Debt/Total Equity 1H 2026: 26%; Total Debt/Total Equity 1H 2025: 22%
  - Assumptions: Angka dari rasio keuangan
  - Caveats: Tidak ada rincian komposisi utang
- **Kontribusi paruh kedua** [derived_calculation, medium]: Secara historis, penjualan paruh kedua lebih tinggi (sekitar 54-55% dari total), sehingga potensi pendapatan FY 2026 bisa lebih tinggi dari 1H.
  - Basis: Data historis 2018-2025: second half contribution 54,73% (FY25)
  - Assumptions: Pola musiman yang sama berlanjut
  - Caveats: Tidak ada panduan manajemen
- **Pertumbuhan laba non-pengendali** [derived_calculation, high]: Laba untuk kepentingan non-pengendali naik 18,69% YoY (dari IDR 43 miliar menjadi IDR 51 miliar), lebih tinggi dari pertumbuhan laba induk.
  - Basis: NCI profit 1H 2026: 51; NCI profit 1H 2025: 43
  - Assumptions: Angka dari laporan keuangan
  - Caveats: Tidak ada penjelasan penyebab
- **Pertumbuhan aset lancar** [derived_calculation, high]: Aset lancar naik 17,81% YoY (dari IDR 3.662 miliar menjadi IDR 4.315 miliar), lebih tinggi dari pertumbuhan aset total (13,17%), menunjukkan peningkatan likuiditas.
  - Basis: Current Assets 1H 2026: 4.315; Current Assets 1H 2025: 3.662
  - Assumptions: Angka dari laporan keuangan
  - Caveats: Tidak ada rincian komponen
- **Rasio dividen terhadap laba 2026** [derived_calculation, medium]: Dividen yang dibayarkan selama 2026 (final FY2025 Rp230 miliar + interim 1 Rp144 miliar + interim 2 Rp230 miliar) total Rp604 miliar, terhadap laba 1H 2026 Rp551 miliar, rasio sekitar 110%.
  - Basis: Angka dividen dan laba dari slide dividen dan kinerja
  - Assumptions: Dividen interim 2 diumumkan dibayar pada 27 Agustus 2026, dianggap sebagai pembayaran tahun 2026
  - Caveats: Rasio ini tidak mencerminkan kebijakan dividen tahunan penuh karena laba 1H belum final
- **Pertumbuhan penjualan filter** [derived_calculation, medium]: Penjualan filter turun 1,88% YoY, dari Rp1.907 miliar menjadi Rp1.871 miliar, meskipun total penjualan naik 3,65%.
  - Basis: Data penjualan per produk
  - Assumptions: Penurunan mungkin disebabkan oleh harga atau volume
  - Caveats: Penyebab tidak dijelaskan
- **Peningkatan liabilitas jangka pendek** [derived_calculation, medium]: Liabilitas jangka pendek naik 48,13% YoY, dari Rp663 miliar menjadi Rp983 miliar, sementara aset lancar naik 17,81%, menyebabkan rasio lancar turun dari 552% menjadi 439%.
  - Basis: Data ikhtisar keuangan komparatif
  - Assumptions: Kenaikan liabilitas mungkin terkait dengan utang usaha atau akrual
  - Caveats: Komposisi liabilitas tidak dirinci
- **Prospek pertumbuhan** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen menargetkan pertumbuhan single-digit untuk penjualan dan laba bersih 2026, yang mungkin mencerminkan ekspektasi pertumbuhan moderat di tengah ketidakpastian global.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang prospek 2026
  - Assumptions: Target didasarkan pada kondisi pasar saat ini
  - Caveats: Target bukan jaminan, dapat berubah

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian geopolitik global, dinamika perdagangan internasional, dan volatilitas rantai pasok.
- Fluktuasi nilai tukar mata uang asing, perubahan suku bunga, dan fluktuasi harga komoditas.
- Penurunan ekspor ke Australia sebesar 29,05% dapat mengindikasikan risiko konsentrasi pasar.
- Kenaikan liabilitas jangka pendek yang signifikan (48,13%) dapat mempengaruhi likuiditas.
- Ketergantungan pada sektor aftermarket (85% pendapatan) dapat terpengaruh oleh kondisi ekonomi.

### Items to monitor

- Kinerja 1H 2026 menunjukkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang moderat (masing-masing +3,65% dan +3,81% YoY).
- Realisasi capex 65% dari anggaran tahunan pada semester I menunjukkan percepatan belanja modal.
- Pembagian dividen tunai yang konsisten (interim dan final) dengan total Rp105 per saham hingga Agustus 2026.
- Penjualan domestik tumbuh signifikan (+11,49%) sementara ekspor sedikit menurun (-0,62%).
- Segmen distribusi dan karoseri tumbuh signifikan, sementara filter menurun.

---

## SOHO

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 5

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT Soho Global Health Tbk (SOHO) mengumumkan serangkaian perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada empat anak usahanya (PT Parit Padang Global, PT Soho Industri Pharmasi, PT Soho Global Medika, dan PT Universal Health Network) serta perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi di tingkat emiten. Perubahan ini mencerminkan rotasi manajemen terkoordinasi: Ery Yunasri dipindahkan dari posisi Presiden Direktur/Direktur Utama menjadi Komisaris/Presiden Komisaris di beberapa anak usaha, Harry Salam diangkat sebagai Presiden Direktur di seluruh anak usaha tersebut, dan Lucky Setiawan diangkat sebagai Direktur di tiga anak usaha. Emiten menyatakan seluruh perubahan tidak berdampak material terhadap operasional, keuangan, atau kelangsungan usaha. Pentingnya secara korporasi terletak pada keseragaman rotasi kepemimpinan di seluruh anak usaha yang dapat menandakan penataan organisasi atau suksesi terencana, meskipun alasan spesifik tidak diungkapkan.

### Material changes

- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada empat anak usaha: PT PPG, PT SIP, PT SGM, dan PT UHN.
- Rotasi Ery Yunasri dari posisi Presiden Direktur/Direktur Utama menjadi Komisaris/Presiden Komisaris di anak usaha.
- Pengangkatan Harry Salam sebagai Presiden Direktur di seluruh anak usaha yang diumumkan.
- Pengangkatan Lucky Setiawan sebagai Direktur di PT PPG, PT SIP, dan PT SGM.
- Pemberhentian Eng Liang Tan sebagai Komisaris di PT PPG, PT SGM, dan PT UHN.
- Perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi di tingkat emiten.

### Corporate actions

- Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris anak usaha (PT PPG, PT SIP, PT SGM, PT UHN) - aksi korporasi tata kelola
- Perubahan Komite Nominasi dan Remunerasi emiten

### Management / control changes

- PT PPG: Pengunduran diri Piero Brambati (Direktur, efektif 31 Agustus 2026), pemberhentian Ery Yunasri (Presiden Direktur), pengangkatan Harry Salam (Presiden Direktur) dan Lucky Setiawan (Direktur), pemberhentian Eng Liang Tan (Komisaris), pengangkatan Ery Yunasri (Komisaris).
- PT SIP: Pengunduran diri Piero Brambati (Direktur, efektif 31 Agustus 2026), pemberhentian Ery Yunasri (Presiden Direktur), pengangkatan Harry Salam (Presiden Direktur) dan Lucky Setiawan (Direktur), pengangkatan Ery Yunasri (Presiden Komisaris).
- PT SGM: Pemberhentian Ery Yunasri (Direktur) dan Eng Liang Tan (Komisaris), pengangkatan Harry Salam (Presiden Direktur), Lucky Setiawan (Direktur), dan Ery Yunasri (Komisaris).
- PT UHN: Pemberhentian Ery Yunasri (Direktur Utama) dan Eng Liang Tan (Komisaris), pengangkatan Harry Salam (Presiden Direktur) dan Ery Yunasri (Komisaris).
- Komite Nominasi dan Remunerasi: Pemberhentian Harry Salam (Ketua) dan Eng Liang Tan (Anggota), pengangkatan Steven Hairul Tjhoea (Ketua) dan Ery Yunasri (Anggota).

### Listing / regulatory

- Pelaporan informasi material ke OJK/BEI oleh SOHO untuk perubahan pengurus anak usaha.
- Pemenuhan formalitas hukum terkait perubahan pengurus anak usaha, termasuk pendaftaran ke Kementerian Hukum, BKPM, OSS, dan Kementerian Perdagangan.
- Penyesuaian Komite Nominasi dan Remunerasi untuk memenuhi POJK No. 34/POJK.04/2014.

### Analytical scenarios

- **Perubahan pengurus anak usaha** [explicit_fact, high]: Berdasarkan dokumen, terjadi perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada empat anak usaha SOHO (PT PPG, PT SIP, PT SGM, PT UHN) yang disetujui melalui Keputusan Sirkuler tanggal 2 September 2026.
  - Basis: Keputusan Sirkuler tanggal 2 September 2026; Susunan lengkap per 2 September 2026
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan perubahan ini tidak berdampak material terhadap operasional, keuangan, atau kelangsungan usaha anak usaha maupun SOHO.
  - Basis: Pernyataan dampak pada halaman 3 dan 7
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim emiten, bukan verifikasi independen.
- **Total saham PT Parit Padang Global** [derived_calculation, high]: Total saham yang diterbitkan = 258.999 + 625.000 + 1 = 884.000 saham.
  - Basis: 258.999 saham seri A (Soho); 625.000 saham seri B (Soho); 1 saham seri A (Universal Health Network)
  - Assumptions: Tidak ada saham lain selain yang disebutkan
- **Persentase kepemilikan Soho di PT PPG** [derived_calculation, high]: Kepemilikan Soho = (258.999 + 625.000) / 884.000 = 99,9999% (sesuai klaim).
  - Basis: Total saham 884.000; Kepemilikan Soho 883.999
- **Kepemilikan saham PT SIP** [derived_calculation, high]: Total saham PT SIP adalah 275 lembar (24 saham seri A + 250 saham seri B milik SOHO = 274 lembar; 1 saham seri A milik PT Parit Padang Global). PT Soho Global Health Tbk memiliki 99,64% dan PT Parit Padang Global memiliki 0,36%.
  - Basis: 24 saham seri A + 250 saham seri B = 274 saham; 1 saham seri A = 1 saham; Total = 275 saham
  - Assumptions: Tidak ada saham lain yang diterbitkan
- **Total saham PT Universal Health Network** [derived_calculation, medium]: Total saham yang diterbitkan PT Universal Health Network adalah 5.111 saham (3.999 + 1.111 + 1).
  - Basis: 3.999 Saham Seri A milik SOHO; 1.111 Saham Seri B milik SOHO; 1 Saham Seri A milik PT Soho Industri Pharmasi
  - Assumptions: Tidak ada saham lain selain yang disebutkan
  - Caveats: Perhitungan berdasarkan angka yang tertera pada dokumen.
- **Masa jabatan** [derived_calculation, high]: Masa jabatan 5 tahun dihitung dari 2 September 2026 hingga 1 September 2031, sesuai dengan tanggal yang tercantum.
  - Basis: Tanggal efektif 2 September 2026; Tanggal akhir 1 September 2031
  - Assumptions: Perhitungan berdasarkan kalender Gregorian
- **Rotasi manajemen** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan ini tampaknya merupakan rotasi internal, karena Ery Yunasri berpindah dari Presiden Direktur menjadi Komisaris, dan Harry Salam yang sebelumnya tidak disebutkan diangkat sebagai Presiden Direktur. Namun, tidak ada informasi tentang alasan atau latar belakang.
  - Basis: Piero Brambati mengundurkan diri; Ery Yunasri dipindahkan ke posisi Komisaris; Harry Salam diangkat sebagai Presiden Direktur
  - Assumptions: Perubahan ini mungkin bagian dari suksesi atau penataan organisasi.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi tentang alasan perubahan.
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan pengurus mungkin terkait dengan rotasi manajemen atau strategi regenerasi kepemimpinan di anak usaha, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Perubahan pengurus yang signifikan dalam satu waktu
  - Assumptions: Perubahan tersebut merupakan bagian dari kebijakan internal perusahaan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan perubahan
- **Potensi dampak pada operasional** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material, perubahan pengurus dapat mempengaruhi arah strategis atau kebijakan operasional anak usaha dalam jangka panjang.
  - Basis: Perubahan posisi kunci seperti Presiden Direktur
  - Assumptions: Manajemen baru mungkin memiliki prioritas berbeda
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung dari dokumen
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan komite ini mungkin dilakukan untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan mengenai komite nominasi dan remunerasi, namun tidak ada rincian alasan atau dasar hukum yang disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: Perihal pengumuman; Menimbang butir 2
  - Assumptions: Perubahan komite dilakukan dalam rangka kepatuhan terhadap regulasi pasar modal
  - Caveats: Tidak ada referensi eksplisit ke peraturan tertentu dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi tentang alasan pengunduran diri Piero Brambati atau pemberhentian Eng Liang Tan.
- Perubahan ini memerlukan pemenuhan administratif ke instansi pemerintah, yang dapat memakan waktu.
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan regulator atau OJK.
- Keputusan Sirkuler belum dinyatakan dalam akta notaris dan belum dilaporkan ke instansi terkait, sehingga masih memerlukan proses administrasi.
- Tidak ada informasi mengenai dampak operasional spesifik dari perubahan pengurus.
- Tidak ada rincian mengenai proses persetujuan atau status pendaftaran ke instansi pemerintah.

### Items to monitor

- Pendaftaran perubahan pengurus anak usaha ke Kementerian Hukum, BKPM, OSS, dan Kementerian Perdagangan.
- Persetujuan atau konfirmasi dari OJK terkait perubahan pengurus.
- Potensi perubahan arah strategis anak usaha di bawah kepemimpinan baru.
- Klarifikasi tanggal akhir masa jabatan Rishy S. Hedar di PT UHN (terdapat inkonsistensi: '13 April 2030' vs '31 April 2030' yang tidak valid).

---

## SUPA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menyampaikan koreksi atas penyampaian Laporan Tahunan 2025 melalui sistem pelaporan elektronik IDX. Koreksi ini mengacu pada surat sebelumnya nomor 025/DIR-KEP/SBI/IV/2026 tanggal 02 April 2026. Laporan Tahunan mencakup periode 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025, disusun dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Perseroan telah melakukan panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 02 April 2026, dan informasi tersebut telah dimuat di situs web perseroan pada tanggal yang sama. Perseroan tidak tercatat di bursa lain. Dokumen ini diunggah pada 04 September 2026 oleh Corporate Secretary. Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan dalam bagian dokumen ini.

### Material changes

- PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menyampaikan koreksi atas penyampaian Laporan Tahunan 2025 melalui surat nomor 025/DIR-KEP/SBI/IV/2026 tanggal 02 April 2026.
- Laporan Tahunan mencakup periode tahun buku 1 Januari 2025 sampai dengan 31 Desember 2025.
- Laporan Tahunan disusun dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
- Perseroan telah melakukan panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 02 April 2026.
- Informasi panggilan RUPST telah dimuat di situs web perseroan https://www.superbank.id/ pada tanggal 02 April 2026.
- Perseroan tidak tercatat di bursa efek lain.
- Dokumen diunggah pada 04 September 2026 pukul 10:47 oleh Corporate Secretary.
- Lampiran dokumen adalah 'Annual Report 2025 with Audited FS_rev09032026.pdf'.
- Dokumen ini merupakan dokumen resmi yang dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik IDX.
- Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau struktur modal dalam bagian dokumen ini.

### Listing / regulatory

- Penyampaian Laporan Tahunan 2025 sebagai koreksi
- Panggilan RUPST pada 02 April 2026

### Analytical scenarios

- **Koreksi laporan tahunan** [explicit_fact, high]: Dokumen ini adalah koreksi atas penyampaian laporan tahunan sebelumnya, yang menunjukkan adanya pembaruan atau perbaikan informasi yang disampaikan ke bursa.
  - Basis: Perihal surat: 'Penyampaian Laporan Tahunan (KOREKSI)'; Mengoreksi surat nomor 025/DIR-KEP/SBI/IV/2026
- **Kepatuhan pelaporan** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan telah melakukan panggilan RUPST dan mempublikasikannya di situs web, yang merupakan bagian dari kewajiban pelaporan emiten.
  - Basis: Panggilan RUPST tanggal 02 April 2026; Publikasi di situs web pada tanggal yang sama
- **Koreksi substansial** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi atas laporan tahunan mungkin mengindikasikan adanya perubahan atau perbaikan pada isi laporan, namun tidak ada detail yang tersedia dalam dokumen ini.
  - Basis: Adanya koreksi atas surat sebelumnya
  - Assumptions: Koreksi dapat mencakup perbaikan data atau informasi
  - Caveats: Tidak ada rincian koreksi yang diungkapkan

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi tentang risiko atau ketidakpastian yang diungkapkan dalam bagian dokumen ini.

---

## TAMA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) menyampaikan koreksi atas Laporan Keuangan Interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Laporan ini ditelaah secara terbatas oleh KAP Kanaka Puradiredja, Suhartono. Terjadi perubahan signifikan pada struktur keuangan: total aset turun dari Rp174,85 miliar menjadi Rp82,75 miliar, seluruh utang bank menjadi nol dan digantikan utang pemegang saham jangka panjang sebesar Rp140,00 miliar, serta ekuitas berubah menjadi negatif Rp61,98 miliar. Rugi bersih periode berjalan memburuk menjadi Rp96,64 miliar, terutama akibat beban lainnya sebesar Rp91,64 miliar. Tidak ada aksi korporasi eksplisit yang diungkapkan.

### Material changes

- TAMA menyampaikan koreksi atas Laporan Keuangan Interim periode 6 bulan berakhir 30 Juni 2026, nomor surat 069/lTS/VIII/2026, ditelaah terbatas oleh KAP Kanaka Puradiredja, Suhartono (partner T. Siddharta).
- Total aset per 30 Juni 2026 Rp82.750.069.422, turun dari Rp174.852.396.812 per 31 Desember 2025.
- Total liabilitas per 30 Juni 2026 Rp144.726.496.065, naik dari Rp140.191.837.317 per 31 Desember 2025.
- Ekuitas yang diatribusikan ke pemilik entitas induk per 30 Juni 2026 negatif Rp61.976.426.643, berubah dari positif Rp34.660.559.495 per 31 Desember 2025.
- Rugi bersih yang diatribusikan ke entitas induk periode 30 Juni 2026 Rp96.636.070.851, memburuk dari rugi Rp4.355.891.566 pada periode yang sama 2025.
- Beban lainnya periode 30 Juni 2026 Rp91.640.736.738, meningkat dari Rp0 pada periode 30 Juni 2025.
- Utang bank jangka pendek per 30 Juni 2026 Rp0, menurun dari Rp35.571.531.712 per 31 Desember 2025; utang bank jangka panjang juga Rp0, menurun dari Rp101.579.270.344.
- Utang pemegang saham jangka panjang per 30 Juni 2026 Rp140.003.722.934, tidak tercatat pada 31 Desember 2025.
- Pendapatan usaha periode 30 Juni 2026 Rp5.849.546.538, menurun dari Rp14.050.680.057 pada periode yang sama 2025.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi periode 30 Juni 2026 negatif Rp2.821.298.975, berbalik dari positif Rp3.469.105.958 pada periode 2025.
- Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan periode 30 Juni 2026 positif Rp2.852.005.591, dengan penerimaan utang pihak berelasi Rp140.003.722.934 dan pembayaran pinjaman bank Rp137.151.717.343.
- Kas dan setara kas akhir periode 30 Juni 2026 Rp227.751.407, menurun dari Rp328.184.430 pada periode 2025.
- Properti investasi per 30 Juni 2026 Rp77.555.650.000, turun dari Rp169.196.386.738 per 31 Desember 2025.
- Saham biasa per 30 Juni 2026 Rp30.000.017.400 (tidak berubah dari 31 Desember 2025); tambahan modal disetor Rp35.519.795.804 (tidak berubah).
- Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya per 30 Juni 2026 negatif Rp127.684.623.847, memburuk dari negatif Rp31.047.637.709.
- Penambahan aset tetap (langsung dimiliki) Rp538.368.776 selama semester I 2026 (perabot kantor Rp240.244.852, kendaraan Rp298.123.924).
- Emiten tercatat di papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sektor Infrastruktur, subindustri Heavy Constructions & Civil Engineering; pemegang saham pengendali National Corporation.
- Kerangka arus kas mencantumkan pos penerbitan obligasi konversi, saham tresuri, dan pelepasan kepentingan entitas anak, namun tanpa angka.

### Key financial figures

- **Jumlah aset:** 82,750,069,422 (30 Juni 2026)
- **Jumlah aset:** 174,852,396,812 (31 Desember 2025)
- **Jumlah liabilitas:** 144,726,496,065 (30 Juni 2026)
- **Jumlah liabilitas:** 140,191,837,317 (31 Desember 2025)
- **Jumlah ekuitas:** -61,976,426,643 (30 Juni 2026)
- **Jumlah ekuitas:** 34,660,559,495 (31 Desember 2025)
- **Pendapatan usaha:** 5,849,546,538 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan usaha:** 14,050,680,057 (30 Juni 2025)
- **Rugi bersih entitas induk:** -96,636,070,851 (30 Juni 2026)
- **Rugi bersih entitas induk:** -4,355,891,566 (30 Juni 2025)
- **Beban lainnya:** 91,640,736,738 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 0 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 35,571,531,712 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka panjang bruto:** 0 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka panjang bruto:** 101,579,270,344 (31 Desember 2025)
- **Utang pemegang saham jangka panjang:** 140,003,722,934 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** -2,821,298,975 (30 Juni 2026)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 3,469,105,958 (30 Juni 2025)
- **Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:** 2,852,005,591 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas akhir periode:** 227,751,407 (30 Juni 2026)
- **Kas dan setara kas akhir periode:** 328,184,430 (30 Juni 2025)
- **Properti investasi:** 77,555,650,000 (30 Juni 2026)
- **Properti investasi:** 169,196,386,738 (31 Desember 2025)
- **Nilai tercatat aset tetap:** 2,130,860,009 (30 Juni 2026)

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap (langsung dimiliki) sebesar Rp538.368.776 selama semester I 2026, terdiri dari perabot dan peralatan kantor (Rp240.244.852) dan kendaraan bermotor (Rp298.123.924).

### Capital structure

- Saham biasa per 30 Juni 2026 Rp30.000.017.400 (tidak berubah dari 31 Desember 2025); tambahan modal disetor Rp35.519.795.804 (tidak berubah).
- Ekuitas total per 30 Juni 2026 negatif Rp61.976.426.643, berubah dari positif Rp34.660.559.495.
- Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya per 30 Juni 2026 negatif Rp127.684.623.847, memburuk dari negatif Rp31.047.637.709.
- Utang pemegang saham jangka panjang Rp140.003.722.934 menjadi komponen liabilitas utama, menggantikan utang bank yang menjadi nol.

### Listing / regulatory

- Perusahaan tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan interim ini merupakan koreksi atas laporan sebelumnya.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 75/POJK.04/2017 dan POJK No. 13/POJK.03/2017 dinyatakan 'Ya'.

### Analytical scenarios

- **Penurunan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset turun dari Rp174,85 miliar menjadi Rp82,75 miliar, penurunan sebesar Rp92,10 miliar atau sekitar 52,7%.
  - Basis: 174,852,396,812 - 82,750,069,422 = 92,102,327,390; 92,102,327,390 / 174,852,396,812 = 0.527
- **Perubahan ekuitas** [derived_calculation, high]: Ekuitas berubah dari positif Rp34,66 miliar menjadi negatif Rp61,98 miliar, penurunan sebesar Rp96,64 miliar.
  - Basis: 34,660,559,495 - (-61,976,426,643) = 96,636,986,138
- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan usaha turun dari Rp14,05 miliar menjadi Rp5,85 miliar, penurunan sebesar Rp8,20 miliar atau sekitar 58,4%.
  - Basis: 14,050,680,057 - 5,849,546,538 = 8,201,133,519; 8,201,133,519 / 14,050,680,057 = 0.584
- **Arus kas operasi** [derived_calculation, high]: Arus kas operasi berbalik dari positif Rp3,47 miliar menjadi negatif Rp2,82 miliar, penurunan sebesar Rp6,29 miliar, terutama karena penurunan penerimaan kas dari pelanggan dan hilangnya penerimaan kas lainnya.
  - Basis: 3,469,105,958 - (-2,821,298,975) = 6,290,404,933
  - Assumptions: Perbandingan langsung antara dua periode.
- **Restrukturisasi utang** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan drastis utang bank (jangka pendek dan panjang) dan munculnya utang pemegang saham jangka panjang yang besar mengindikasikan kemungkinan restrukturisasi utang atau pengalihan utang, namun belum dikonfirmasi.
  - Basis: Utang bank jangka pendek turun dari Rp35,57 miliar menjadi Rp0; Utang bank jangka panjang turun dari Rp101,58 miliar menjadi Rp0; Utang pemegang saham jangka panjang naik dari Rp0 menjadi Rp140,00 miliar
  - Assumptions: Perubahan ini mungkin terkait dengan perjanjian restrukturisasi atau pengalihan utang.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan manajemen dalam dokumen.
- **Penurunan properti investasi** [analyst_hypothesis, low]: Properti investasi turun dari Rp169,20 miliar menjadi Rp77,56 miliar, penurunan sebesar Rp91,64 miliar. Ini mungkin menunjukkan penjualan aset atau reklasifikasi, tetapi tidak ada rincian transaksi.
  - Basis: 169,196,386,738 - 77,555,650,000 = 91,640,736,738
  - Assumptions: Penurunan ini mungkin terkait dengan divestasi atau perubahan nilai wajar.
  - Caveats: Tidak ada catatan atas laporan keuangan yang tersedia.
- **Konsentrasi pendapatan pada pihak berelasi** [analyst_hypothesis, medium]: Pendapatan dari pihak berelasi masih mendominasi, dengan Panin Dubai Syariah menyumbang sekitar 86% dari total pendapatan pihak berelasi pada 30 Juni 2026, menunjukkan ketergantungan tinggi pada satu pihak berelasi.
  - Basis: Pendapatan pihak berelasi 30 Juni 2026: Rp5.849.546.538; Pendapatan dari Panin Dubai Syariah: Rp5.051.795.316
  - Assumptions: Perhitungan persentase menggunakan angka yang tersedia.
  - Caveats: Tidak ada data pendapatan total untuk menghitung proporsi terhadap total pendapatan.
- **Keberlanjutan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Ekuitas negatif yang dalam dan arus kas operasi negatif dapat menimbulkan risiko kelangsungan usaha, namun tidak ada pernyataan manajemen mengenai hal ini.
  - Basis: Ekuitas akhir negatif Rp61,98 miliar dan arus kas operasi negatif Rp2,82 miliar.
  - Assumptions: Tidak ada pendanaan eksternal yang dijamin.
  - Caveats: Analisis ini di luar data yang tersedia.

### Risks / uncertainties

- Ekuitas negatif yang signifikan dapat mengindikasikan risiko kelangsungan usaha.
- Penurunan pendapatan yang tajam dapat mempengaruhi kemampuan operasional.
- Ketergantungan pada utang pemegang saham jangka panjang yang besar.
- Koreksi laporan keuangan menunjukkan potensi kesalahan penyajian sebelumnya.
- Rugi bersih yang memburuk secara signifikan dapat mempengaruhi kepatuhan terhadap persyaratan pencatatan.
- Arus kas operasi negatif dapat membatasi likuiditas untuk operasional dan kewajiban.

### Items to monitor

- Perubahan signifikan pada struktur modal dapat mempengaruhi persepsi investor.
- Ekuitas negatif dapat memicu aksi korporasi seperti rights issue atau restrukturisasi modal.
- Penurunan properti investasi yang signifikan tanpa penjelasan dapat menimbulkan pertanyaan regulator.

---

## TESTENAK

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, terdapat dua pengumuman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berkaitan dengan saham TESTENAK (nama emiten: 'Saham Baru Testing 29 Aug'). Pengumuman pertama (20260905162709-TEST-B006-05092026-8) menyatakan delisting saham TESTENAK efektif 5 September 2026 dengan penyebab 'Going Concern'. Pengumuman kedua (20260905181147-TEST-B004-05092026-1) menyatakan persetujuan pencatatan saham perdana (IPO) pada Papan Pengembangan dengan tanggal pencatatan dan perdagangan perdana 5 September 2026. Kedua pengumuman saling bertentangan secara substansial: satu menyatakan penghapusan pencatatan, yang lain menyatakan pencatatan baru pada tanggal yang sama. Tidak ada penjelasan resmi yang menghubungkan kedua peristiwa tersebut. Data keuangan dan lampiran tidak dapat diekstraksi (file PDF kosong), sehingga materialitas dan dampak tidak dapat diverifikasi.

### Material changes

- Delisting saham TESTENAK efektif 5 September 2026 dengan penyebab 'Going Concern' (pengumuman 20260905162709-TEST-B006-05092026-8).
- Pencatatan saham perdana (IPO) TESTENAK pada Papan Pengembangan dengan tanggal pencatatan dan perdagangan perdana 5 September 2026 (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).
- Kontradiksi antara delisting dan pencatatan baru pada tanggal yang sama; tidak ada penjelasan resmi yang menghubungkan kedua peristiwa.

### Key financial figures

- **harga_penawaran:** 531 (2026-09-05)
- **nilai_nominal:** 8420000 (2026-09-05)
- **saham_tercatat:** 3990000 (2026-09-05)
- **saham_pendiri:** 69000 (2026-09-05)
- **saham_penawaran_umum:** 332000 (2026-09-05)
- **free_float:** 0 (2026-09-05)
- **saham_lockup_esa:** 1000 (2026-09-05)
- **persentase_lockup_esa:** 100 (2026-09-05)
- **saham_lockup_bawah_harga_ipo:** 133 (2026-09-05)
- **saham_lockup_30_hari:** 913 (2026-09-05)

### Corporate actions

- Delisting saham TESTENAK efektif 5 September 2026 dengan penyebab 'Going Concern' (pengumuman 20260905162709-TEST-B006-05092026-8).
- Initial Public Offering (IPO) - pencatatan perdana saham pada Papan Pengembangan, tanggal pencatatan dan perdagangan perdana 5 September 2026 (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).

### Management / control changes

- Pengendali perseroan (testing field Masukkan nama TMK) berkomitmen tetap menjadi pengendali minimal 30 hari setelah Pernyataan Pendaftaran efektif (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).

### Capital structure

- Jumlah saham tercatat: 3.990.000 saham (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).
- Saham pendiri: 69.000 saham (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).
- Saham penawaran umum: 332.000 saham (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).
- Free float: 0 (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).
- Lock-up ESA: 1.000 saham (100%) mulai 5 September 2026 hingga 28 September 2026 (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).
- Lock-up saham di bawah harga IPO: 133 saham hingga 30 September 2026 (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).
- Lock-up 30 hari: 913 saham (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).

### Listing / regulatory

- Delisting saham TESTENAK efektif 5 September 2026 dengan penyebab 'Going Concern' (pengumuman 20260905162709-TEST-B006-05092026-8).
- Persetujuan pencatatan efek oleh Bursa Efek Indonesia (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).
- Pencatatan perdana pada Papan Pengembangan (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).
- Kewajiban lock-up berdasarkan POJK 25/POJK.04/2017 (pengumuman 20260905181147-TEST-B004-05092026-1).

### Analytical scenarios

- **Delisting** [explicit_fact, high]: Bursa mengumumkan delisting saham TESTENAK efektif 5 September 2026 dengan penyebab 'Going Concern'.
  - Basis: Tabel pada halaman 1 dan 2 mencantumkan kode TESTENAK, tanggal efektif 05 September 2026, dan penyebab 'Going Concern'.
- **Pencatatan perdana** [explicit_fact, high]: Bursa menyetujui pencatatan saham perdana dengan tanggal perdagangan 5 September 2026.
  - Basis: Nomor surat TEST-B004-05092026-1; Tanggal pencatatan dan perdagangan perdana 5 September 2026
- **Free float** [explicit_fact, high]: Free float dinyatakan 0, yang mungkin mengindikasikan bahwa saham yang beredar belum memenuhi ketentuan free float, namun hal ini perlu diverifikasi.
  - Basis: Free Float 0
- **Total saham lock-up ESA** [derived_calculation, high]: Total saham lock-up ESA adalah 1.000 saham, dengan persentase 100% dari saham ESA.
  - Basis: Jumlah saham yang dibatasi 1.000; Persentase 100
  - Assumptions: Persentase dihitung dari total saham ESA
- **Total saham lock-up bawah harga IPO** [derived_calculation, high]: Total saham yang terkunci karena harga perolehan di bawah harga IPO adalah 133 saham.
  - Basis: Jumlah Saham 133
- **Total saham lock-up 30 hari** [derived_calculation, high]: Total saham yang terkunci selama 30 hari adalah 913 saham.
  - Basis: Jumlah Saham 913
- **Penyebab delisting** [analyst_hypothesis, low]: Penyebab 'Going Concern' mengindikasikan kemungkinan emiten mengalami masalah kelangsungan usaha, namun dokumen tidak memberikan rincian kondisi keuangan atau proses yang mendahului.
  - Basis: Istilah 'Going Concern' pada kolom penyebab delisting.
  - Assumptions: Interpretasi umum istilah going concern dalam konteks delisting.
  - Caveats: Tidak ada data keuangan atau penjelasan resmi lain dalam dokumen.
- **Informasi lain tidak jelas** [analyst_hypothesis, low]: Angka '792' dan '385' pada bagian 'Informasi Lain' mungkin merupakan jumlah saham atau data lain, namun tidak ada konteks yang jelas.
  - Basis: sesuai berlaku melaporkan 792; data in information 385
  - Assumptions: Angka tersebut mungkin terkait dengan pelaporan atau informasi lain
  - Caveats: Tidak ada penjelasan lebih lanjut dalam dokumen
- **Nilai nominal tidak wajar** [analyst_hypothesis, low]: Nilai nominal 8.420.000 tampak tidak wajar untuk saham dengan harga penawaran 531, mungkin terjadi kesalahan penulisan atau satuan yang berbeda.
  - Basis: Nilai Nominal 8.420.000; Harga Penawaran 531
  - Assumptions: Nilai nominal seharusnya dalam satuan yang sama dengan harga penawaran
  - Caveats: Kemungkinan salah ketik atau perbedaan satuan
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Free float 0 dapat mengindikasikan bahwa emiten belum memenuhi ketentuan free float minimal, namun hal ini perlu dikonfirmasi dengan peraturan yang berlaku.
  - Basis: Free Float 0
  - Assumptions: Peraturan bursa mensyaratkan free float minimal
  - Caveats: Belum ada informasi tentang pemenuhan free float

### Risks / uncertainties

- Kontradiksi antara delisting dan pencatatan baru pada tanggal yang sama; tidak ada penjelasan resmi yang menghubungkan kedua peristiwa.
- Free float 0 dapat menimbulkan risiko likuiditas atau kepatuhan.
- Nilai nominal yang tidak wajar dapat mengindikasikan kesalahan data.
- Informasi lain yang tidak jelas (792, 385) dapat menimbulkan ketidakpastian.
- Lock-up period yang singkat (15 hari) untuk ESA mungkin tidak sesuai dengan praktik umum.
- Tidak ada informasi mengenai proses delisting sebelumnya, seperti suspensi atau peringatan tertulis.
- Tidak ada rincian mengenai kondisi keuangan emiten yang menyebabkan status going concern.

### Items to monitor

- Klarifikasi resmi dari BEI atau emiten mengenai kontradiksi antara delisting dan pencatatan baru.
- Rincian kondisi keuangan emiten yang menyebabkan status going concern.
- Pemenuhan ketentuan free float minimal setelah pencatatan.
- Kejelasan satuan harga penawaran dan nilai nominal.
- Interpretasi angka '792' dan '385' pada bagian 'Informasi Lain'.
- Kepatuhan terhadap kewajiban lock-up dan komitmen pengendali.

---

## TLKM

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, TLKM menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 dalam dua pengumuman: pengumuman awal pada 2 September dan koreksi pada 4 September. Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan; materi tersebut menguraikan kinerja 1H26, transformasi HoldCo, dan panduan 2026. Kinerja konsolidasi menunjukkan pendapatan Rp75,9 triliun (+3,9% YoY), EBITDA Rp37,5 triliun (margin 49,4%), dan laba bersih Rp10,4 triliun (+1,4% YoY). Transformasi InfraNexia Tahap-1 selesai Desember 2025 dengan nilai transaksi Rp35,8 triliun, Tahap-2 ditargetkan selesai 2H26. Divestasi AdMedika & TelkoMedika menghasilkan dana tunai sekitar Rp880 miliar dengan keuntungan sekitar Rp530 miliar. Panduan 2026: pertumbuhan pendapatan normalized 1-3%, margin EBITDA >50%, C2R 17-19%. Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi.

### Material changes

- Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan dalam pengumuman awal (2 September).
- Koreksi pada 4 September menambahkan informasi divestasi AdMedika & TelkoMedika, spin-off WINS ke TIF, dan pembentukan Telkom Enterprise.
- Transformasi HoldCo: pelaporan segmen baru (B2C, B2B Infra, B2B ICT, International, Others/Ancillary).
- InfraNexia Tahap-1 selesai Desember 2025 dengan nilai transaksi Rp35,8 triliun; Tahap-2 ditargetkan selesai 2H26.
- Divestasi AdMedika & TelkoMedika menghasilkan dana tunai sekitar Rp880 miliar dengan keuntungan sekitar Rp530 miliar sebelum pajak.
- Hasil lelang spektrum menambah 100 MHz, total spektrum menjadi 265 MHz (sebelumnya 165 MHz); biaya tahunan sekitar Rp1,0 triliun.

### Key financial figures

- **Pendapatan konsolidasi 1H26:** 75,9 (1H26 (vs 1H25: +3,9% YoY))
- **EBITDA konsolidasi 1H26:** 37,5 (1H26 (vs 1H25: +3,8% YoY))
- **Laba bersih konsolidasi 1H26:** 10,4 (1H26 (vs 1H25: +1,4% YoY))
- **Margin EBITDA konsolidasi 1H26:** 49,4% (1H26 (vs 1H25: -8 bps YoY))
- **Normalized net income konsolidasi 1H26:** 11,3 (1H26 (vs 1H25: +6,2% YoY))
- **Pendapatan Telkomsel 1H26:** 55,6 (1H26 (vs 1H25: +3,3% YoY))
- **EBITDA Telkomsel 1H26:** 26,1 (1H26 (vs 1H25: +8,6% YoY))
- **Laba bersih Telkomsel 1H26:** 10,6 (1H26 (vs 1H25: +8,3% YoY))
- **Capex 1H26:** 10,8 (1H26 (vs 1H25: +7,0% YoY))
- **C2R 1H26:** 14,2% (1H26)
- **OCF TTM 1H26:** 34,862 (TTM 1H26 (vs TTM 1H25: +7,0% YoY))
- **FCFF TTM 1H26:** 32,573 (TTM 1H26 (vs TTM 1H25: +7,0% YoY))
- **ARPU mobile Telkomsel 2Q26:** 46,0 (2Q26 (vs 2Q25: +11,6% YoY))
- **Pelanggan mobile 2Q26:** 153,5 (2Q26 (vs 2Q25: -3,1% YoY))
- **Nilai transaksi InfraNexia Tahap-1:** 35,8 (Desember 2025)
- **Dana tunai divestasi AdMedika & TelkoMedika:** 0,88 (1H26)
- **Keuntungan divestasi AdMedika & TelkoMedika:** 0,53 (1H26)
- **Total spektrum pasca lelang:** 265 (2026 (sebelumnya 165 MHz))
- **Biaya spektrum tahunan:** 1,0 (per tahun)
- **Kapasitas efektif data center 1H26:** 49,9 (1H26 (vs 1H25: +11% YoY))
- **Revenue data center TDE 1H26:** 0,867 (1H26 (vs 1Q26: +17% QoQ))

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan dalam pengumuman awal (2 September).
- Divestasi AdMedika & TelkoMedika (disebutkan dalam koreksi 4 September).
- Spin-off WINS ke TIF (disebutkan dalam koreksi 4 September).
- Pembentukan Telkom Enterprise untuk EBIS (disebutkan dalam koreksi 4 September).
- Transformasi OpCo ke HoldCo (disebutkan dalam koreksi 4 September).

### Expansion projects

- InfraNexia Tahap-2 (carve-out) sedang berlangsung, ditargetkan selesai 2H26.
- Data center Cikarang Tahap-2 mulai 2027.
- Data center Batam Tahap-1 total 18 MW di 2027.
- Ekspansi data center Singapura.
- Pembangunan DC Timor Leste 1 MW aktif 2H 2026.
- Lelang spektrum 100 MHz (total menjadi 265 MHz).

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan.
- Narasumber Public Expose: Dian Siswarini (Dirut), Budi Satria Dharma Syailendra (Direktur Keuangan & Manajemen Risiko), Veranita Yosephine (Direktur Wholesale & International Service), Daru Mulyawan (Direktur Enterprise & Business Service), Angelo Purba (Direktur Keuangan Telkomsel).

### Capital structure

- Kepemilikan saham per 30 Juni 2026: Danantara & BP BUMN 52,1%, Publik 47,9% (free float domestik 19,5%, asing 80,5%).

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia.
- Public Expose Live TLKM 2026 dijadwalkan 7 September 2026.
- Lelang spektrum 100 MHz (total menjadi 265 MHz).
- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Kinerja 1H26** [explicit_fact, high]: Pendapatan konsolidasi 1H26 Rp75,9 triliun (+3,9% YoY), EBITDA Rp37,5 triliun (margin 49,4%), laba bersih Rp10,4 triliun (+1,4% YoY).
  - Basis: Pendapatan konsolidasi 1H26 Rp75,9 triliun; EBITDA konsolidasi 1H26 Rp37,5 triliun; Laba bersih konsolidasi 1H26 Rp10,4 triliun
- **Divestasi AdMedika & TelkoMedika** [explicit_fact, high]: Divestasi AdMedika & TelkoMedika menghasilkan dana tunai sekitar Rp880 miliar dengan keuntungan sekitar Rp530 miliar sebelum pajak.
  - Basis: Dana tunai divestasi sekitar Rp880 miliar; Keuntungan divestasi sekitar Rp530 miliar
- **InfraNexia Tahap-1** [explicit_fact, high]: InfraNexia Tahap-1 selesai Desember 2025 dengan nilai transaksi Rp35,8 triliun, mencakup >50% aset fiber terpilih; Tahap-2 ditargetkan selesai 2H26.
  - Basis: Nilai transaksi Tahap-1 Rp35,8 triliun; Cakupan >50% aset fiber; Target selesai Tahap-2 2H26
- **Panduan 2026** [explicit_fact, high]: Panduan 2026: pertumbuhan pendapatan normalized 1-3%, margin EBITDA >50%, C2R 17-19%.
  - Basis: Panduan revenue normalized 1-3%; Panduan margin EBITDA >50%; Panduan C2R 17-19%
- **Pertumbuhan pendapatan 1H26** [derived_calculation, high]: Pendapatan konsolidasi 1H26 Rp75,9 triliun, naik 3,9% YoY dari Rp73,0 triliun (dihitung dari 75,9/1,039). Pertumbuhan didorong segmen B2C (+4,8% YoY) dan B2B Infra (+4,9% YoY), sementara B2B ICT dan International menurun.
  - Basis: Pendapatan konsolidasi 1H26 Rp75,9 triliun; Pertumbuhan YoY 3,9%; Segmen B2C +4,8%, B2B Infra +4,9%, B2B ICT -1,3%, International -1,5%
  - Assumptions: Angka 1H25 dihitung dari 75,9/1,039 = 73,0 triliun
  - Caveats: Pembulatan ke miliar terdekat
- **Margin EBITDA Telkomsel** [derived_calculation, high]: Margin EBITDA Telkomsel 1H26 46,9%, naik 230 bps YoY dari 44,6%. Peningkatan margin menunjukkan perbaikan efisiensi operasional dan monetisasi seluler.
  - Basis: EBITDA Telkomsel 1H26 Rp26,1 triliun; Pendapatan Telkomsel 1H26 Rp55,6 triliun; Margin 46,9%
  - Assumptions: Margin dihitung dari EBITDA/pendapatan
  - Caveats: Angka sebelum eliminasi
- **Capex-to-Revenue 1H26** [derived_calculation, medium]: C2R 1H26 14,2%, lebih rendah dari panduan 2026 (17-19%). Ini menunjukkan belanja modal 1H26 lebih rendah dari rata-rata tahunan, mungkin karena timing proyek.
  - Basis: Capex 1H26 Rp10,8 triliun; Pendapatan 1H26 Rp75,9 triliun; C2R 14,2%
  - Assumptions: C2R dihitung dari capex/revenue
  - Caveats: Panduan tahunan mungkin tidak linear per semester
- **ARPU vs pelanggan** [derived_calculation, medium]: ARPU mobile naik 11,6% YoY menjadi Rp46,0 ribu, sementara basis pelanggan turun 3,1% menjadi 153,5 juta. Ini menunjukkan strategi monetisasi mengorbankan volume demi nilai.
  - Basis: ARPU 2Q26 Rp46,0 ribu (+11,6% YoY); Pelanggan 2Q26 153,5 juta (-3,1% YoY)
  - Assumptions: Korelasi antara ARPU dan pelanggan
  - Caveats: Tidak ada data churn
- **Efisiensi spektrum** [derived_calculation, medium]: Revenue per MHz naik 5,6% YoY menjadi Rp259,6 miliar/MHz, BTS per MHz naik 7,3%, payload per MHz naik 0,7%. Ini menunjukkan utilisasi spektrum lebih efisien.
  - Basis: Revenue/MHz 259,6 (+5,6% YoY); BTS/MHz 1,82 (+7,3% YoY); Payload/MHz 69,8 (+0,7% YoY)
  - Assumptions: Perhitungan berdasarkan total spektrum 165 MHz
  - Caveats: Setelah lelang spektrum menjadi 265 MHz, metrik per MHz akan berubah
- **Kontribusi segmen** [derived_calculation, high]: B2C menyumbang 72% dari pendapatan konsolidasi (54.729/75.878), B2B Infra 6%, B2B ICT 10%, International 8%, Others 5%. B2B Infra tumbuh cepat (+19% gross) namun masih kecil.
  - Basis: Pendapatan konsolidasi per segmen 1H26; Total pendapatan 75.878 miliar
  - Assumptions: Pembagian sederhana
  - Caveats: Angka gross revenue berbeda dengan consolidated
- **Nilai InfraNexia** [derived_calculation, low]: Nilai transaksi Tahap-1 Rp35,8 triliun untuk >50% aset fiber. Jika Tahap-2 selesai, total nilai bisa mencapai sekitar Rp70 triliun (asumsi proporsional).
  - Basis: Nilai Tahap-1 Rp35,8 triliun; Cakupan >50% aset fiber
  - Assumptions: Proporsi nilai sebanding dengan aset
  - Caveats: Nilai Tahap-2 belum diungkapkan
- **Biaya spektrum** [derived_calculation, low]: Biaya spektrum tahunan sekitar Rp1,0 triliun untuk 165 MHz, berarti sekitar Rp6,1 miliar per MHz. Setelah lelang menjadi 265 MHz, biaya tahunan bisa naik menjadi sekitar Rp1,6 triliun (asumsi biaya per MHz sama).
  - Basis: Biaya spektrum Rp1,0 triliun per tahun; Total spektrum 165 MHz sebelum lelang; Total spektrum 265 MHz setelah lelang
  - Assumptions: Biaya per MHz konstan
  - Caveats: Biaya lelang bisa berbeda per pita frekuensi
- **Monetisasi InfraNexia** [analyst_hypothesis, medium]: InfraNexia Tahap-1 selesai dengan nilai Rp35,8 triliun, target revenue eksternal 25-30%. Jika berhasil, dapat menjadi sumber dividen tambahan signifikan, tetapi eksekusi Tahap-2 dan kemitraan strategis masih berisiko.
  - Basis: Nilai transaksi Tahap-1 Rp35,8 triliun; Target revenue eksternal 25-30%; Pernyataan manajemen tentang potensi dividen tambahan
  - Assumptions: Kemitraan strategis berhasil direalisasikan; Tidak ada hambatan regulasi atau operasional
  - Caveats: Belum ada detail kontrak atau mitra strategis; Target revenue eksternal belum dikonfirmasi secara spesifik
- **Dampak Penambahan Spektrum** [analyst_hypothesis, medium]: Penambahan 100 MHz spektrum menjadi 265 MHz dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan, tetapi biaya tahunan sekitar Rp1,0 triliun dapat menekan margin jika tidak diimbangi pertumbuhan revenue.
  - Basis: Total spektrum naik dari 165 MHz menjadi 265 MHz; Biaya tahunan spektrum sekitar Rp1,0 triliun; Revenue/MHz naik 5,6% YoY
  - Assumptions: Utilisasi spektrum baru optimal; Pertumbuhan revenue seluler berkelanjutan
  - Caveats: Biaya spektrum dapat berubah tergantung lelang; Efisiensi operasional belum dijamin
- **Transformasi HoldCo** [analyst_hypothesis, medium]: Transisi ke model HoldCo-OpCo dapat meningkatkan transparansi dan value creation, tetapi risiko eksekusi tinggi karena melibatkan spin-off dan perubahan pelaporan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang transformasi; Spin-off WINS dan EBIS; Pelaporan berbasis segmen baru
  - Assumptions: Manajemen mampu mengelola kompleksitas; Tidak ada gangguan operasional
  - Caveats: Belum ada detail timeline spin-off; Dampak keuangan belum diukur
- **Pertumbuhan Data Center** [analyst_hypothesis, medium]: Ekspansi data center di Cikarang dan Batam menunjukkan fokus pada bisnis digital, tetapi persaingan ketat dan kebutuhan modal besar dapat mempengaruhi ROI.
  - Basis: Kapasitas efektif 49,9 MW (+11% YoY); Cikarang Tahap-2 mulai 2027; Batam Tahap-1 18 MW di 2027
  - Assumptions: Permintaan data center terus tumbuh; Okupansi tetap tinggi
  - Caveats: Belum ada proyeksi pendapatan data center; Risiko kelebihan kapasitas
- **Penurunan Basis Pelanggan** [analyst_hypothesis, medium]: Basis pelanggan mobile turun 3,1% YoY, tetapi ARPU naik 11,6%, menunjukkan fokus pada monetisasi daripada pertumbuhan volume. Risiko kehilangan pangsa pasar jika tren berlanjut.
  - Basis: Basis pelanggan 153,5 juta (turun 3,1% YoY); ARPU naik 11,6% YoY; Payload turun 0,7% YoY
  - Assumptions: Strategi premium berhasil; Tidak ada kompetitor agresif
  - Caveats: Data hanya 1H26; Belum ada analisis pangsa pasar
- **Kinerja B2B ICT** [analyst_hypothesis, medium]: B2B ICT external revenue turun 1,3% YoY dan gross profit margin turun 729 bps, menunjukkan tekanan pada bisnis enterprise. Perlu perhatian pada strategi pemulihan.
  - Basis: External revenue B2B ICT Rp7,3 triliun (-1,3% YoY); Gross profit margin 7,7% (-729 bps YoY); Inter-segment revenue B2B ICT naik 21,7% YoY
  - Assumptions: Penurunan margin karena investasi atau persaingan; Inter-segment dapat mendukung profitabilitas
  - Caveats: Penyebab penurunan margin tidak dijelaskan; Data hanya 1H26
- **Risiko Eksekusi InfraNexia** [analyst_hypothesis, medium]: InfraNexia Tahap-2 ditargetkan selesai 2H26, tetapi pemindahan aset dan kontrak kompleks dapat mengalami penundaan, mempengaruhi target revenue eksternal.
  - Basis: Tahap-2 sedang berlangsung; Target selesai 2H26; Target revenue eksternal 25-30%
  - Assumptions: Tidak ada hambatan regulasi; Koordinasi antar entitas berjalan lancar
  - Caveats: Belum ada update progress; Risiko operasional
- **Dampak Panduan 2026** [analyst_hypothesis, medium]: Panduan pertumbuhan revenue normalized 1-3% lebih rendah dari pencapaian 1H26 (3,9%), menunjukkan manajemen konservatif atau antisipasi perlambatan. Margin EBITDA >50% menuntut efisiensi berkelanjutan.
  - Basis: Panduan revenue 1-3%; Pencapaian 1H26 3,9%; Panduan margin EBITDA >50%
  - Assumptions: Kondisi pasar tetap stabil; Efisiensi biaya berlanjut
  - Caveats: Panduan dapat berubah; Risiko makro

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi transformasi HoldCo dan spin-off
- Risiko regulasi terkait spektrum dan lelang
- Risiko fluktuasi nilai tukar dan suku bunga
- Risiko persaingan di pasar telekomunikasi
- Risiko keterlambatan proyek InfraNexia Tahap-2
- Risiko penurunan pendapatan B2B ICT dan International
- Tekanan pada margin B2B ICT
- Penurunan basis pelanggan mobile
- Biaya spektrum tambahan
- Persaingan di bisnis data center

### Items to monitor

- Penyelesaian InfraNexia Tahap-2 (target 2H26)
- Detail kemitraan strategis InfraNexia
- Progres spin-off WINS ke TIF dan pembentukan Telkom Enterprise
- Hasil lelang spektrum dan biaya tahunan
- Perkembangan data center Cikarang Tahap-2 dan Batam Tahap-1
- Kinerja B2B ICT dan International
- Perubahan basis pelanggan mobile dan ARPU
- Panduan 2026 dan realisasi kinerja semester kedua

---

## TMPO

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, TMPO merilis dua pengumuman terkait Public Expose Insidentil. Pengumuman pertama (20260902104413-045) adalah koreksi atas rencana Public Expose yang sebelumnya diumumkan pada 31 Agustus 2026, dengan jadwal ulang menjadi 2 September 2026 pukul 14:00 WIB. Pengumuman kedua (20260902215104-047) adalah laporan hasil pelaksanaan Public Expose yang disampaikan ke BEI pada 2 September 2026 pukul 21:51 WIB. Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus yang diungkapkan. Pentingnya secara korporasi terbatas pada pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi dan komunikasi dengan pemangku kepentingan, tanpa dampak material yang dapat diidentifikasi dari dokumen yang tersedia.

### Material changes

- Koreksi jadwal Public Expose dari rencana awal (surat 31 Agustus 2026) menjadi 2 September 2026 pukul 14:00 WIB.
- Pelaksanaan Public Expose Insidentil yang bersifat sukarela, bukan permintaan BEI/OJK, meskipun pengumuman rencana menyebut referensi surat BEI.

### Listing / regulatory

- Public Expose Insidentil direncanakan berdasarkan referensi surat BEI Peng-SPT-00155/BEI.WAS/08-2026 (pengumuman 20260902104413-045).
- Laporan hasil Public Expose disampaikan ke BEI pada 2 September 2026 pukul 21:51 WIB (pengumuman 20260902215104-047).
- Public Expose bersifat sukarela (voluntary), bukan permintaan Bursa atau OJK (pengumuman 20260902215104-047).

### Analytical scenarios

- **Koreksi rencana Public Expose** [explicit_fact, high]: TMPO mengumumkan koreksi atas surat rencana Public Expose sebelumnya (nomor 045/EXT-Corsec/E/TIM/VIII/26 tanggal 31 Agustus 2026), dengan jadwal baru 2 September 2026 pukul 14:00 WIB.
  - Basis: Pengumuman 20260902104413-045
- **Pelaksanaan Public Expose dan kehadiran** [explicit_fact, high]: Public Expose dilaksanakan pada 2 September 2026 pukul 14.00–14.20 WIB, dihadiri 12 peserta dari masyarakat, dengan Direksi Wahyu Dhyatmika dan Sebastian Kinaatmaja serta Corporate Secretary Jajang Jamaludin.
  - Basis: Pengumuman 20260902215104-047
- **Sifat sukarela Public Expose** [explicit_fact, high]: Laporan hasil menyatakan Public Expose bersifat sukarela, bukan permintaan Bursa atau OJK.
  - Basis: Pengumuman 20260902215104-047
- **Durasi Public Expose** [derived_calculation, medium]: Durasi acara dihitung dari jadwal yang tertera: 14.00–14.20 WIB, sehingga durasi sekitar 20 menit.
  - Basis: Pengumuman 20260902215104-047
  - Assumptions: Waktu mulai dan selesai sesuai yang tercantum dalam lampiran laporan hasil.
  - Caveats: Durasi aktual mungkin berbeda; hanya berdasarkan jadwal yang diumumkan.
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun laporan menyatakan acara bersifat sukarela, pengumuman rencana merujuk pada surat BEI. Kemungkinan BEI meminta klarifikasi atas kondisi tertentu, namun tidak ada bukti langsung dalam dokumen.
  - Basis: Referensi surat BEI Peng-SPT-00155/BEI.WAS/08-2026 pada pengumuman 20260902104413-045; Pernyataan sukarela pada pengumuman 20260902215104-047
  - Assumptions: BEI mungkin meminta penjelasan terkait perdagangan saham atau kepatuhan, tetapi tidak dikonfirmasi.
  - Caveats: Tidak ada detail alasan permintaan BEI; pernyataan sukarela dapat berarti acara tetap dilaksanakan atas inisiatif emiten.
- **Konten materi paparan** [analyst_hypothesis, low]: Materi paparan mencakup kinerja semester I 2026, transformasi digital, inisiatif bisnis, dan perkembangan harga saham, tetapi tanpa rincian angka. Kemungkinan lampiran 'HASIL PEI 2026.pdf' berisi data material, namun tidak tersedia.
  - Basis: Pengumuman 20260902215104-047
  - Assumptions: Lampiran yang disebutkan mungkin memuat informasi keuangan atau strategi yang tidak tercakup.
  - Caveats: Tidak ada bukti bahwa lampiran berisi data material; hanya asumsi berdasarkan struktur dokumen.

### Risks / uncertainties

- Ketidaklengkapan informasi: Lampiran 'HASIL PEI 2026.pdf' tidak disertakan dalam dokumen yang tersedia, sehingga materi presentasi tidak dapat dianalisis.
- Tidak ada data keuangan, target, atau strategi yang diungkapkan dalam dokumen.
- Terdapat perbedaan tanggal pelaksanaan antara surat pengantar (31 Agustus 2026) dan lampiran (2 September 2026); ketidaksesuaian ini tidak dapat dijelaskan dari sumber yang tersedia.
- Tidak ada informasi mengenai alasan permintaan BEI dalam pengumuman rencana, sehingga tujuan spesifik Public Expose tidak dapat dipastikan.

### Items to monitor

- Lampiran 'HASIL PEI 2026.pdf' yang disebutkan dalam laporan hasil, untuk mendapatkan rincian kinerja semester I 2026, transformasi digital, dan inisiatif bisnis.
- Pengumuman selanjutnya dari TMPO terkait kinerja keuangan, aksi korporasi, atau perubahan strategi yang mungkin dibahas dalam Public Expose.
- Perkembangan harga saham TMPO pasca Public Expose untuk menilai reaksi pasar, meskipun tidak ada rekomendasi transaksi.

---

## TOOL

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) posisi 31 Agustus 2026. Tidak teridentifikasi perubahan material pada struktur permodalan, kepemilikan pengendali, atau komposisi pemegang saham utama. Jumlah saham beredar dan treasury stock tidak berubah. Terdapat pergeseran kecil pada jumlah pemegang saham dan kepemilikan asing/nasional yang tidak material.

### Material changes

- Laporan bulanan posisi 31 Agustus 2026, disampaikan oleh PT Sinartama Gunita selaku Biro Administrasi Efek.
- Jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh: 2.050.020.320 saham (tidak berubah dari bulan-bulan sebelumnya).
- Treasury stock: 0 saham (tidak ada perubahan).
- Pemegang saham pengendali: Ronald Hartono Tan, dengan kepemilikan 72.000.000 saham (3,5122%).
- Pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih: PT Rohartindo Maju Perkasa, dengan 1.560.000.000 saham (76,0968%).
- Kepemilikan Direksi dan Komisaris: total 80.000.000 saham (3,9024%), terdiri dari Ronald Hartono Tan (Direktur Utama) 72.000.000 saham (3,5122%), Tan Ngo Moy (Komisaris Utama) 8.000.000 saham (0,3902%), Kukuh Komandoko (Komisaris Independen) 0 saham, Tanny Ratna Dewi (Direktur) 0 saham.
- Free float: 490.020.320 saham (23,90%) berdasarkan laporan bulanan.
- Jumlah pemegang saham: 11.592 (per 31 Agustus 2026), menurun dari 12.378 pada bulan sebelumnya.
- Kepemilikan asing: 990.800 saham (0,05%), kepemilikan nasional: 2.049.029.520 saham (99,95%).
- Tidak ada perubahan pada jumlah saham beredar, treasury stock, atau kepemilikan pengendali dibandingkan bulan sebelumnya.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali atau susunan direksi/komisaris yang teridentifikasi pada laporan ini.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal yang teridentifikasi; jumlah saham beredar dan treasury stock tetap sama.

### Listing / regulatory

- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi yang teridentifikasi.

### Analytical scenarios

- **Perhitungan free float** [derived_calculation, medium]: Free float dihitung sebagai saham beredar dikurangi saham yang dimiliki pengendali dan afiliasi. Dari laporan, saham pengendali (Ronald Hartono Tan) 72.000.000 dan PT Rohartindo Maju Perkasa 1.560.000.000, total 1.632.000.000. Sisa 418.020.320 saham. Namun laporan menyebut free float 490.020.320 saham (23,90%), yang menunjukkan definisi free float mungkin berbeda (misalnya tidak mengurangi saham pengendali yang <5%).
  - Basis: Laporan bulanan menyebut free float 490.020.320 saham (23,90%); Kepemilikan pengendali dan afiliasi: 1.632.000.000 saham
  - Assumptions: Definisi free float sesuai peraturan Bursa Efek Indonesia, yang mungkin tidak mengurangi saham pengendali jika kepemilikannya <5%.
  - Caveats: Perhitungan ini hanya ilustrasi; angka resmi free float adalah 490.020.320 saham.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari laporan ini. Perubahan kecil pada jumlah pemegang saham dan kepemilikan asing/nasional tidak dianggap material.

### Items to monitor

- Laporan ini bersifat rutin dan tidak menunjukkan perubahan material. Investor mungkin tidak perlu merespons secara khusus.

---

## TOWR

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, TOWR mengumumkan tiga hal: (1) perpanjangan kedua masa Penawaran Tender Sukarela (VTO) oleh anak usahanya, PT Iforte Solusi Infotek, atas saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBS) dengan harga tetap Rp5.400 per saham, periode 4 September–2 Oktober 2026; (2) penyampaian bukti iklan perpanjangan tersebut; dan (3) penyampaian materi Public Expose Tahunan 2026 yang akan digelar 8 September 2026. Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal TOWR yang diumumkan. Fokus utama adalah kelanjutan proses go private dan delisting IBS yang masih menunggu persetujuan OJK dan BEI, serta penyampaian kinerja 1H-2026 yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan diversifikasi bisnis.

### Material changes

- Perpanjangan kedua masa VTO atas saham IBS oleh Iforte, dengan periode baru 4 September–2 Oktober 2026.
- Penyampaian materi Public Expose Tahunan 2026 yang akan digelar 8 September 2026.
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau struktur modal TOWR yang diumumkan.

### Key financial figures

- **Harga penawaran VTO per saham:** 5400 (2026-09-02/2026-10-02)
- **Jumlah saham yang ditenderkan:** 480110 (sampai 2026-09-01)
- **Persentase saham publik yang ditenderkan:** 73.77 (sampai 2026-09-01)
- **Jumlah pemegang saham publik yang berpartisipasi:** 113 (sampai 2026-09-01)
- **Pendapatan 1H-2026:** 7206 (1H-2026)
- **EBITDA 1H-2026:** 6394 (1H-2026)
- **Laba bersih 1H-2026:** 1857 (1H-2026)
- **Jumlah menara:** 36892 (1H-2026)
- **Panjang fiber:** 182600 (1H-2026)
- **Contracted revenue:** 100741 (1H-2026)
- **Net debt:** 44100 (1H-2026)
- **Net debt/LQA EBITDA:** 3.94x (1H-2026)
- **Capex:** 2019 (1H-2026)

### Corporate actions

- Penawaran Tender Sukarela (VTO) oleh PT Iforte Solusi Infotek atas saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk
- Perpanjangan kedua masa VTO
- Rencana go private dan delisting IBS (masih menunggu persetujuan OJK dan BEI)

### Expansion projects

- Capex 1H-2026 Rp2.019 miliar untuk reinvestasi bisnis inti.
- Akuisisi Rp47 miliar pada 1H-2026.
- Ekspansi fiber: penambahan 8 kota fiber, 49 kota connectivity, 15 kota FTTH.
- Penambahan home pass 4,1% YoY.
- Penambahan menara 3,0% YoY.
- Investasi green energy melalui IFEN, transisi diesel ke lithium battery.
- Inisiatif ProtelindoSky untuk internet gratis di 61 kota.

### Management / control changes

- Perubahan status pengendalian PT Bach Multi Global pada awal 2026, memungkinkan konsolidasi pendapatan adjacent.
- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali TOWR yang disebutkan.

### Capital structure

- Jumlah saham yang ditenderkan: 480.110 saham (73,77% dari saham publik) per 1 September 2026.
- Pemegang saham publik yang tidak berpartisipasi akan menjadi pemegang saham perusahaan tertutup jika go private terlaksana.
- Net debt Rp44,1 triliun pada 1H-2026.
- Net debt/LQA EBITDA 3,94x.
- Rasio utang: 84,7% IDR, 15,3% non-IDR, dengan lindung nilai penuh.
- Suku bunga: 47,5% fixed, 52,5% floating.
- Biaya pendanaan rata-rata 5,55%.
- Rating kredit: S&P BBB-, Fitch Global BBB, Fitch Nasional AAA.
- Interest coverage 4,58x.

### Listing / regulatory

- Perpanjangan VTO sesuai POJK 54/2015.
- VTO sebagai perlindungan hak pemegang saham publik sesuai POJK 45/2024.
- Rencana go private dan delisting memerlukan persetujuan OJK dan BEI.
- Penyampaian materi Public Expose Tahunan 2026 sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi kepada BEI.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan TOWR.

### Analytical scenarios

- **Total nilai tender** [derived_calculation, medium]: Jika semua 480.110 saham yang ditenderkan dibayar pada harga Rp5.400, total nilai pembayaran adalah sekitar Rp2,59 miliar (480.110 × 5.400 = 2.592.594.000).
  - Basis: Perkalian jumlah saham (480.110) dengan harga penawaran (Rp5.400).
  - Assumptions: Semua saham yang ditenderkan memenuhi syarat dan dibayar penuh.
  - Caveats: Nilai ini hanya estimasi berdasarkan data partisipasi per 1 September 2026; jumlah final dapat berbeda.
- **Total saham publik** [derived_calculation, medium]: Total saham publik diperkirakan sekitar 650.800 saham (480.110 / 73,77%).
  - Basis: Partisipasi 480.110 saham = 73,77% dari saham publik.
  - Assumptions: Persentase dihitung terhadap total saham publik yang sama.
  - Caveats: Pembulatan persentase dapat menyebabkan sedikit perbedaan.
- **Pertumbuhan pendapatan non-menara** [derived_calculation, medium]: Dengan pendapatan menara turun 3,3% dan total pendapatan naik 12,7%, pendapatan non-menara tumbuh signifikan. Jika asumsi pendapatan menara 1H-2025 sekitar Rp5.000 miliar, maka pendapatan non-menara 1H-2026 sekitar Rp2.200 miliar, tumbuh >50% YoY.
  - Basis: Pendapatan total 1H-2026 Rp7.206 miliar, 1H-2025 Rp6.394 miliar.; Pertumbuhan menara -3,3% YoY.; Pertumbuhan total 12,7% YoY.
  - Assumptions: Pendapatan menara 1H-2025 diasumsikan sekitar Rp5.000 miliar berdasarkan proporsi historis.
  - Caveats: Angka pendapatan menara tidak diungkapkan secara eksplisit.
- **Kontrak pendapatan per menara** [derived_calculation, low]: Dengan contracted revenue Rp100,1 triliun dan 36.892 menara, rata-rata kontrak per menara sekitar Rp2,7 miliar, menunjukkan nilai kontrak jangka panjang yang tinggi.
  - Basis: Contracted revenue 1H-2026 Rp100.741 miliar.; Jumlah menara 36.892.
  - Assumptions: Semua kontrak terkait menara, meskipun ada non-tower.
  - Caveats: Kontrak non-menara juga termasuk, sehingga perhitungan kasar.
- **Capex per menara baru** [derived_calculation, low]: Dengan penambahan menara 645 unit (36.892-36.247) dan capex Rp2.019 miliar, capex per menara baru sekitar Rp3,1 miliar, tetapi capex juga untuk fiber dan lainnya.
  - Basis: Jumlah menara 2025: 36.247, 1H-2026: 36.892.; Capex 1H-2026 Rp2.019 miliar.
  - Assumptions: Semua capex untuk menara baru, padahal termasuk fiber dan lainnya.
  - Caveats: Capex termasuk fiber, maintenance, dan lainnya.
- **Pertumbuhan home paid** [derived_calculation, high]: Home paid tumbuh 77,8% YoY, menunjukkan adopsi FTTH yang cepat, tetapi penetrasi masih 20%, ruang besar.
  - Basis: Home paid 1H-2026 376.461, 1H-2025 211.680.; Penetrasi 20% vs 12%.
- **Kontrak pendapatan vs utang** [derived_calculation, medium]: Contracted revenue 2,2x loan balance 1H-2026, memberikan perlindungan downside yang kuat.
  - Basis: Contracted revenue Rp100,1 triliun.; Loan balance sekitar Rp45,5 triliun (dari 2,2x).
  - Assumptions: Loan balance dihitung dari contracted revenue / 2,2.
  - Caveats: Loan balance tidak diungkapkan langsung.
- **Efisiensi biaya pendanaan** [derived_calculation, high]: Biaya pendanaan 5,55% dengan rating investment grade, lebih rendah dari rata-rata industri, mendukung leverage.
  - Basis: Biaya pendanaan rata-rata 5,55%.; Rating BBB-/BBB.
- **Dampak repricing XLSmart** [derived_calculation, medium]: Repricing menara dengan XLSmart menurunkan pendapatan menara 3,3%, tetapi total contracted revenue meningkat karena reset kontrak, menunjukkan kompensasi jangka panjang.
  - Basis: Pendapatan menara -3,3% YoY.; Total contracted revenue naik dari Rp100,097 triliun (2025) ke Rp100,741 triliun (1H-2026).
  - Caveats: Detail kontrak tidak diungkapkan.
- **Utilisasi fiber** [derived_calculation, medium]: Utilisasi fiber 191% menunjukkan multi-use yang efektif, tetapi bisa berarti kepadatan tinggi atau risiko kelebihan beban.
  - Basis: Utilisasi fiber 191% pada 1H-2026.
  - Caveats: Definisi utilisasi tidak dijelaskan.
- **Kemungkinan go private** [analyst_hypothesis, low]: Dengan partisipasi 73,77% dari saham publik, Iforte mungkin mendekati ambang batas untuk go private, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada persetujuan OJK dan BEI serta pemenuhan syarat lainnya.
  - Basis: Dokumen menyebutkan rencana go private dan delisting, serta persentase partisipasi yang tinggi.
  - Assumptions: Ambang batas go private mungkin memerlukan persentase tertentu dari saham publik.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang ambang batas spesifik atau syarat lain dalam dokumen ini.
- **Motivasi perpanjangan** [analyst_hypothesis, low]: Perpanjangan kedua masa VTO mungkin disebabkan oleh rendahnya partisipasi pemegang saham atau kebutuhan untuk memenuhi ketentuan regulasi, namun tidak ada informasi pendukung dalam dokumen.
  - Basis: Hanya disebutkan perpanjangan kedua tanpa alasan eksplisit.
  - Assumptions: Perpanjangan biasanya dilakukan untuk memberi waktu lebih bagi pemegang saham atau memenuhi target minimum.
  - Caveats: Tidak ada data partisipasi atau target dalam dokumen.
- **Ketersediaan data** [analyst_hypothesis, medium]: Bagian dokumen ini hanya berisi surat pengantar, sehingga seluruh data keuangan dan operasional TOWR untuk 1H2026 berada di lampiran yang tidak disertakan. Analisis lebih lanjut memerlukan akses ke file lampiran.
  - Basis: Surat menyebutkan dua lampiran PDF, tetapi isi lampiran tidak ada dalam bagian dokumen ini.
  - Assumptions: Lampiran 'TOWR Public Expose 2026 Material 1H2026 (v3).pdf' berisi data keuangan dan operasional yang relevan.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak dapat diverifikasi dari bagian dokumen yang tersedia.
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, medium]: Penyampaian ini menunjukkan kepatuhan TOWR terhadap peraturan BEI terbaru, namun tidak memberikan informasi tentang kinerja atau strategi.
  - Basis: Referensi ke Peraturan I-E dan KEP-00087/BEI/12-2025
  - Assumptions: Peraturan tersebut mewajibkan public expose tahunan
  - Caveats: Isi peraturan tidak dirinci dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Kepastian go private dan delisting bergantung pada persetujuan OJK dan BEI serta pemenuhan syarat.
- Pemegang saham publik yang tidak berpartisipasi akan menjadi pemegang saham perusahaan tertutup jika go private terlaksana.
- Jumlah partisipasi final belum diketahui; data per 1 September 2026 mungkin berubah.
- Detail perpanjangan VTO: harga, jumlah saham, periode perpanjangan, dan alasan perpanjangan tidak diungkap dalam dokumen utama.
- Dampak terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha TOWR tidak dirinci.
- Risiko eksekusi ekspansi fiber dan FTTH, terutama penetrasi yang masih rendah.
- Sensitivitas terhadap suku bunga karena 52,5% utang floating.
- Risiko konsolidasi industri telekomunikasi, seperti merger XL-Smartfren, dapat memicu repricing kontrak.
- Risiko regulasi, seperti perubahan kebijakan neutral host.
- Risiko komoditas dan FX, meskipun non-IDR dilindung nilai penuh.
- Risiko persaingan dari pemain infrastruktur digital lain.
- Risiko permintaan bandwidth yang tidak sesuai proyeksi.
- Risiko eksekusi akuisisi dan integrasi, seperti Bach Multi Global.
- Risiko perubahan teknologi yang mengurangi kebutuhan menara.
- Risiko makroekonomi yang mempengaruhi belanja modal operator.
- Risiko kepatuhan ESG dan tuntutan keberlanjutan.
- Risiko bencana alam atau gangguan operasional pada aset.

### Items to monitor

- Persetujuan OJK dan BEI untuk rencana go private dan delisting IBS.
- Partisipasi pemegang saham publik pada periode perpanjangan kedua VTO (4 September–2 Oktober 2026).
- Pembayaran harga penawaran VTO paling lambat 14 Oktober 2026.
- Hasil Public Expose Tahunan 2026 pada 8 September 2026.
- Perkembangan konsolidasi PT Bach Multi Global dan dampaknya terhadap pendapatan adjacent.
- Perkembangan repricing kontrak dengan XLSmart dan dampaknya terhadap pendapatan menara.
- Perkembangan ekspansi fiber dan FTTH, termasuk penambahan kota dan home pass.
- Perkembangan leverage dan biaya pendanaan, termasuk perubahan rating kredit.

---

## UNTR

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 1

### Overview

United Tractors Tbk (UNTR) menyampaikan materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat bernomor 309/CORP/9981/IX/26 tanggal 02 September 2026. Surat ini merupakan pengumuman lanjutan dari rencana penyelenggaraan Public Expose yang diumumkan sebelumnya (Surat No. 291/CORP/9981/VIII/26 tanggal 21 Agustus 2026). Materi Public Expose disampaikan sebagai lampiran dalam file 'Materi Pubex Live 2026 - UNTR.pdf'. Dokumen ini hanya bersifat administratif dan tidak memuat rincian kinerja keuangan, strategi, atau panduan manajemen. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset yang diungkapkan dalam pengumuman ini.

### Material changes

- UNTR menyampaikan materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat bernomor 309/CORP/9981/IX/26.
- Surat penyampaian materi ditandatangani oleh Corporate Secretary Ari Setiyawan.
- Materi Public Expose disampaikan sebagai lampiran dalam file 'Materi Pubex Live 2026 - UNTR.pdf'.
- Penyampaian materi ini merujuk pada rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan yang diumumkan melalui Surat No. 291/CORP/9981/VIII/26 tanggal 21 Agustus 2026.
- Dokumen ini dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan.
- Alamat resmi perusahaan: Jl. Raya Bekasi km. 22, Cakung, Jakarta 13910.
- Dokumen ini tidak memuat informasi keuangan, target, atau panduan manajemen.
- Dokumen ini tidak memuat informasi tentang capex, kapasitas, atau ekspansi.

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia

### Analytical scenarios

- **Konten materi Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Materi Public Expose yang disampaikan kemungkinan besar berisi presentasi kinerja keuangan, strategi, dan panduan manajemen, namun dokumen ini tidak memuat rinciannya.
  - Basis: Surat pengantar ini hanya menyebutkan lampiran file 'Materi Pubex Live 2026 - UNTR.pdf' tanpa detail isi.
  - Assumptions: Materi Public Expose biasanya mencakup informasi kinerja dan prospek perusahaan.
  - Caveats: Informasi ini tidak dapat diverifikasi dari dokumen ini.

---

## VTNY

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 2–5 September 2026, PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) menerbitkan dua pengumuman yang saling terkait secara regulasi dan kinerja. Pertama, pada 3 September 2026, emiten menyampaikan penjelasan atas Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Keuangan Konsolidasian per 30 Juni 2026, yang disebabkan oleh tidak diauditnya laporan keuangan dua entitas anak (Venteny Pte. Ltd. Singapura dan Venteny G.K. Jepang). Kedua, pada hari yang sama, emiten menyampaikan materi Public Expose Tahunan yang memuat data kinerja 1H2026: pendapatan IDR 105,852 juta (+1.8% YoY), laba bersih IDR 5,483 juta (-25.3% YoY), total aset IDR 1,489 miliar, liabilitas IDR 1,070 miliar, dan ekuitas IDR 418 miliar. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, perubahan struktur modal, atau transaksi aset material yang diumumkan. Pentingnya secara korporasi: opini WDP menimbulkan risiko persepsi atas kualitas pelaporan keuangan, sementara materi Public Expose menunjukkan tekanan profitabilitas (margin laba bersih turun) meskipun pendapatan tumbuh tipis. Kedua pengumuman ini menjadi dasar bagi investor untuk menilai tata kelola dan kinerja operasional emiten menjelang Public Expose Live pada 8 September 2026.

### Material changes

- Opini audit berubah menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Keuangan Konsolidasian per 30 Juni 2026, karena laporan keuangan Venteny Pte. Ltd. (Singapura) dan Venteny G.K. (Jepang) tidak diaudit oleh auditor independen.
- Kinerja keuangan 1H2026 menunjukkan penurunan laba bersih 25.3% YoY (dari IDR 7,338 juta menjadi IDR 5,483 juta) meskipun pendapatan naik 1.8% YoY (dari IDR 104,012 juta menjadi IDR 105,852 juta).
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, struktur modal, atau aksi korporasi lain yang diumumkan dalam periode ini.

### Key financial figures

- **Pendapatan:** 105,852 juta IDR (1H2026 (30 Jun 2026))
- **Pendapatan:** 104,012 juta IDR (1H2025)
- **Laba Kotor:** 36,637 juta IDR (1H2026)
- **Laba Kotor:** 35,077 juta IDR (1H2025)
- **Laba Bersih:** 5,483 juta IDR (1H2026)
- **Laba Bersih:** 7,338 juta IDR (1H2025)
- **Total Aset:** 1,489 miliar IDR (1H2026 (30 Jun 2026))
- **Total Aset:** 1,295 miliar IDR (1H2025)
- **Total Liabilitas:** 1,070 miliar IDR (1H2026 (30 Jun 2026))
- **Total Liabilitas:** 1,359 miliar IDR (1H2025)
- **Total Ekuitas:** 418 miliar IDR (1H2026 (30 Jun 2026))
- **Total Ekuitas:** 424 miliar IDR (1H2025)
- **Pendapatan B2B:** 60.9 miliar IDR (1H2026)
- **Pendapatan B2B:** 56.3 miliar IDR (1H2025)
- **Pendapatan B2B2E:** 44.9 miliar IDR (1H2026)
- **Pendapatan B2B2E:** 47.7 miliar IDR (1H2025)
- **Pendapatan System Development:** 11.7 juta IDR (1H2026)
- **Pendapatan System Development:** 0 juta IDR (1H2025)

### Listing / regulatory

- Opini Wajar Dengan Pengecualian atas Laporan Keuangan per 30 Juni 2026
- Penyampaian materi Public Expose Tahunan sesuai Peraturan BEI No. I-E
- Perusahaan tercatat di IDX sejak 2022
- Memiliki lisensi P2P Lending dari OJK dan Payment Gateway License dari BI
- Peringkat korporat A- oleh KRI untuk periode 21 Maret 2025 - 1 April 2026
- Sertifikasi ISO 27001:2022

### Analytical scenarios

- **Opini audit** [explicit_fact, high]: Laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026 memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian karena laporan keuangan dua entitas anak tidak diaudit.
  - Basis: Pernyataan langsung dalam dokumen: 'Perseroan memperoleh Opini Wajar Dengan Pengecualian'
- **Entitas anak tidak diaudit** [explicit_fact, high]: Venteny Pte. Ltd. (Singapura) dan Venteny G.K. (Jepang) tidak diaudit oleh auditor independen, sehingga auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat.
  - Basis: Pernyataan langsung dalam dokumen: 'laporan keuangan Venteny Pte. Ltd. (Singapura) dan Venteny G.K. (Jepang) tidak diaudit oleh auditor independen'
- **Dampak operasional** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada pengaruh terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan langsung dalam dokumen: 'Tidak terdapat pengaruh terhadap kegiatan operasional Perseroan'
- **Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (Debt-to-Equity)** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan data 1H2026, rasio liabilitas terhadap ekuitas sekitar 2.56x (1,070 miliar / 418 miliar). Ini menunjukkan leverage yang cukup tinggi, namun perlu verifikasi dengan laporan keuangan resmi.
  - Basis: Total Liabilitas 1H2026: IDR 1,070 miliar; Total Ekuitas 1H2026: IDR 418 miliar
  - Assumptions: Angka dalam miliar IDR; Rumus: Liabilitas / Ekuitas
  - Caveats: Angka dari presentasi, bukan laporan keuangan audited; Komposisi liabilitas tidak dirinci
- **Margin Laba Bersih** [derived_calculation, high]: Margin laba bersih 1H2026 = 5,483 / 105,852 = 5.18%, turun dari 7.05% pada 1H2025 (7,338 / 104,012). Penurunan ini menunjukkan tekanan profitabilitas meskipun pendapatan naik.
  - Basis: Laba bersih 1H2026: IDR 5,483 juta; Pendapatan 1H2026: IDR 105,852 juta; Laba bersih 1H2025: IDR 7,338 juta; Pendapatan 1H2025: IDR 104,012 juta
  - Assumptions: Margin = Laba bersih / Pendapatan
  - Caveats: Angka dari presentasi
- **Porsi Pendapatan B2B vs B2B2E** [derived_calculation, high]: Pada 1H2026, B2B menyumbang sekitar 57.5% dari total pendapatan (60.9 miliar / 105,852 juta), B2B2E sekitar 42.4% (44.9 miliar / 105,852 juta), dan System Development sekitar 0.01% (11.7 juta / 105,852 juta). Ini menunjukkan B2B menjadi kontributor utama.
  - Basis: Pendapatan B2B 1H2026: IDR 60.9 miliar; Pendapatan B2B2E 1H2026: IDR 44.9 miliar; Pendapatan System Development 1H2026: IDR 11.7 juta; Total pendapatan 1H2026: IDR 105,852 juta
  - Assumptions: Konversi miliar ke juta: 1 miliar = 1,000 juta
  - Caveats: Angka dari presentasi
- **Risiko kualitas audit** [analyst_hypothesis, low]: Opini WDP dapat menimbulkan kekhawatiran investor mengenai kualitas pengendalian internal dan proses pelaporan keuangan, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak.
  - Basis: Opini WDP mengindikasikan keterbatasan bukti audit pada entitas anak
  - Assumptions: Pasar mungkin merespons negatif terhadap opini WDP
  - Caveats: Tidak ada data pasar atau reaksi harga yang tersedia dalam dokumen
- **Potensi perbaikan audit** [analyst_hypothesis, low]: Kedepannya, emiten mungkin perlu mengaudit laporan keuangan entitas anak untuk menghindari opini WDP berulang, namun tidak ada informasi mengenai rencana perbaikan.
  - Basis: Opini WDP disebabkan oleh tidak diauditnya entitas anak
  - Assumptions: Manajemen akan mengambil tindakan korektif
  - Caveats: Tidak ada pernyataan manajemen tentang langkah perbaikan dalam dokumen
- **Penurunan Laba Bersih** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan laba bersih 25.3% meskipun pendapatan naik 1.8% mengindikasikan kenaikan beban operasional atau biaya pendanaan. Tanpa rincian, ini hanya hipotesis.
  - Basis: Laba bersih turun dari IDR 7,338 juta ke IDR 5,483 juta; Pendapatan naik dari IDR 104,012 juta ke IDR 105,852 juta
  - Assumptions: Beban meningkat secara proporsional
  - Caveats: Tidak ada rincian beban dalam presentasi
- **Potensi Pendanaan Eksternal** [analyst_hypothesis, low]: Strategi 'forging alliances with strong funding partners' dan 'securing a reliable capital pool' dapat mengindikasikan rencana pendanaan utang atau kerjasama pembiayaan, namun tidak ada detail.
  - Basis: Slide 25: 'forging alliances with strong funding partners'; Slide 25: 'secure a reliable capital pool'
  - Assumptions: Manajemen mencari sumber pendanaan baru
  - Caveats: Tidak ada angka atau mekanisme spesifik

### Risks / uncertainties

- Opini WDP dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap kualitas laporan keuangan.
- Tidak ada informasi mengenai langkah perbaikan untuk mengaudit entitas anak di masa depan.
- Penurunan laba bersih 25.3% menunjukkan risiko profitabilitas.
- Penurunan pendapatan B2B2E 5.8% dapat mengindikasikan tantangan di segmen tersebut.
- Pernyataan berwawasan ke depan mengandung risiko dan ketidakpastian signifikan.
- Faktor risiko yang disebutkan: kondisi pasar, perubahan regulasi, fluktuasi ekonomi, dan risiko operasional.
- Tidak ada informasi tentang risiko komoditas, FX, atau suku bunga secara spesifik.
- Tidak ada covenant atau pembatasan keuangan yang diungkapkan.

### Items to monitor

- Hasil Public Expose Live pada 8 September 2026, termasuk panduan manajemen dan tanggapan atas opini WDP.
- Langkah perbaikan audit untuk entitas anak (Venteny Pte. Ltd. dan Venteny G.K.) pada periode berikutnya.
- Rincian beban operasional dan biaya pendanaan yang menyebabkan penurunan laba bersih.
- Perkembangan strategi pendanaan eksternal dan kemitraan funding partners.
- Kinerja segmen B2B2E yang mengalami penurunan pendapatan.
- Kepatuhan terhadap Peraturan BEI No. I-E dan persyaratan pencatatan lainnya.

---

## ZATA

**Window:** 2026-09-02 → 2026-09-05

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 2–5 September 2026, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) menyampaikan tiga pengumuman terkait Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). RUPST diselenggarakan pada 2 September 2026 dan menghasilkan keputusan penting: penggunaan 100% laba bersih 2025 sebesar Rp2.036.833.660 untuk mengurangi defisit (tanpa dividen), pemberian dispensasi atas keterlambatan RUPST, serta perubahan susunan pengurus. Terdapat inkonsistensi antara dokumen utama dan lampiran pengumuman perubahan pengurus mengenai arah pergantian Komisaris Independen. Selain itu, emiten menyampaikan bukti iklan hasil RUPSLB yang dipublikasikan pada 4 September 2026, namun tanpa rincian agenda atau keputusan. Tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, saham bonus, atau transaksi aset yang diumumkan.

### Material changes

- Penggunaan 100% laba bersih 2025 sebesar Rp2.036.833.660 untuk mengurangi defisit, tanpa pembagian dividen.
- Pemberian dispensasi atas keterlambatan penyelenggaraan RUPST untuk tahun buku 2025.
- Perubahan susunan pengurus: pengunduran diri Imron Rosyadi sebagai Komisaris Independen dan pengangkatan Slamet Pribadi sebagai penggantinya (menurut ringkasan risalah RUPST).
- Pengangkatan kembali mayoritas anggota direksi dan komisaris untuk periode 2026-2031.
- Penyampaian bukti iklan hasil RUPSLB yang dipublikasikan pada 4 September 2026.
- Inkonsistensi antara dokumen utama dan lampiran pengumuman perubahan pengurus mengenai arah pergantian Komisaris Independen.

### Key financial figures

- **laba_bersih_tahun_buku_2025:** 2.036.833.660 (FY2025)
- **persentase_laba_dialokasikan_ke_defisit:** 100% (FY2025)
- **total_saham_beredar:** 8.496.000.000 (2026-09-02)
- **total_saham_hadir_rups:** 6.506.519.922 (2026-09-02)
- **persentase_kehadiran_rups:** 76,58% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_setuju_agenda_1:** 6.505.919.722 (2026-09-02)
- **persentase_suara_setuju_agenda_1:** 99,99% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_tidak_setuju_agenda_1:** 600.100 (2026-09-02)
- **persentase_suara_tidak_setuju_agenda_1:** 0,01% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_abstain_agenda_1:** 100 (2026-09-02)
- **persentase_suara_abstain_agenda_1:** 0% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_setuju_agenda_2:** 6.505.919.722 (2026-09-02)
- **persentase_suara_setuju_agenda_2:** 99,99% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_tidak_setuju_agenda_2:** 600.100 (2026-09-02)
- **persentase_suara_tidak_setuju_agenda_2:** 0,01% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_abstain_agenda_2:** 100 (2026-09-02)
- **persentase_suara_abstain_agenda_2:** 0% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_setuju_agenda_3:** 6.505.919.722 (2026-09-02)
- **persentase_suara_setuju_agenda_3:** 99,99% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_tidak_setuju_agenda_3:** 600.100 (2026-09-02)
- **persentase_suara_tidak_setuju_agenda_3:** 0,01% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_abstain_agenda_3:** 100 (2026-09-02)
- **persentase_suara_abstain_agenda_3:** 0% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_setuju_agenda_4:** 6.505.816.722 (2026-09-02)
- **persentase_suara_setuju_agenda_4:** 99,99% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_tidak_setuju_agenda_4:** 600.100 (2026-09-02)
- **persentase_suara_tidak_setuju_agenda_4:** 0,01% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_abstain_agenda_4:** 103.100 (2026-09-02)
- **persentase_suara_abstain_agenda_4:** 0% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_setuju_agenda_5:** 6.505.919.722 (2026-09-02)
- **persentase_suara_setuju_agenda_5:** 99,99% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_tidak_setuju_agenda_5:** 600.100 (2026-09-02)
- **persentase_suara_tidak_setuju_agenda_5:** 0,01% (2026-09-02)
- **jumlah_suara_abstain_agenda_5:** 100 (2026-09-02)
- **persentase_suara_abstain_agenda_5:** 0% (2026-09-02)

### Corporate actions

- Tidak ada dividen tunai untuk tahun buku 2025
- Perubahan susunan pengurus (Direksi dan Dewan Komisaris)
- Pengangkatan Komisaris Independen baru

### Management / control changes

- Pengunduran diri Imron Rosyadi sebagai Komisaris Independen
- Pengangkatan Slamet Pribadi sebagai Komisaris Independen
- Pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi dan Komisaris lainnya untuk periode 2026-2031

### Capital structure

- Total saham beredar 8.496.000.000 lembar, kehadiran RUPS 76,58%.
- Tidak ada perubahan jumlah saham atau struktur modal yang diumumkan.

### Listing / regulatory

- Dispensasi keterlambatan RUPS Tahunan untuk tahun buku 2025
- Penyampaian bukti iklan hasil RUPSLB ke BEI sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi.
- Publikasi iklan hasil RUPSLB pada 4 September 2026 di tiga media resmi (website perseroan, BEI, dan KSEI).

### Analytical scenarios

- **Penggunaan laba** [explicit_fact, high]: Laba bersih 2025 sebesar Rp2.036.833.660 dialokasikan 100% untuk mengurangi defisit, sehingga tidak ada dividen.
  - Basis: Angka laba bersih dan alokasi 100% tercantum pada Agenda 2
- **Total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan kehadiran 6.506.519.922 saham yang mewakili 76,58%, total saham beredar diperkirakan sekitar 8.496.000.000 saham (6.506.519.922 / 0,7658).
  - Basis: Jumlah saham hadir dan persentase kehadiran
  - Assumptions: Persentase kehadiran dihitung dari total saham dengan hak suara yang sah
  - Caveats: Pembulatan angka; total saham beredar tidak dinyatakan eksplisit
- **Alasan pengunduran diri** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Komisaris Independen Imron Rosyadi mungkin terkait dengan kebutuhan regenerasi atau perubahan strategi tata kelola, namun tidak ada alasan spesifik yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Surat pengunduran diri tertanggal 5 Agustus 2026
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan dari sumber lain
  - Caveats: Hanya spekulasi; alasan tidak dijelaskan
- **Opini audit** [explicit_fact, high]: Laporan keuangan 2025 mendapat opini wajar tanpa pengecualian dari KAP Jojo Sunarjo dan Rekan.
  - Basis: Laporan Auditor Independen nomor 00176/3.0408/AU.1/05/1180-1/1/VI/2026
- **Perubahan pengurus** [explicit_fact, high]: Perubahan susunan pengurus hanya mengganti satu Komisaris Independen; posisi lainnya tetap.
  - Basis: Agenda 5: sebelum dan sesudah susunan pengurus
- **Selisih suara abstain agenda 4** [derived_calculation, medium]: Jumlah abstain pada agenda 4 adalah 103.100, lebih tinggi 103.000 dari agenda lain (100), menunjukkan perbedaan kecil dalam penghitungan suara.
  - Basis: Angka abstain pada tabel agenda 4 vs agenda lain
  - Assumptions: Angka pada tabel akurat
  - Caveats: Perbedaan mungkin karena kesalahan ketik atau pembulatan
- **Inkonsistensi arah perubahan Komisaris Independen** [explicit_fact, high]: Dokumen utama pengumuman perubahan pengurus menyatakan Imron Rosyadi menggantikan Slamet Pribadi, sedangkan lampiran menyatakan Slamet Pribadi menggantikan Imron Rosyadi. Kedua dokumen tidak konsisten.
  - Basis: Tabel perubahan pengurus pada dokumen utama; Bagian 'Semula' dan 'Menjadi' pada lampiran
  - Caveats: Perlu klarifikasi dari emiten untuk menentukan arah perubahan yang benar.
- **Kesinambungan manajemen** [analyst_hypothesis, low]: Pengangkatan kembali mayoritas pengurus menunjukkan kesinambungan manajemen, namun belum dapat disimpulkan adanya perubahan strategi atau arah bisnis.
  - Basis: Pengangkatan kembali Elidawati, Ronny Soleh Pahlevi, Indrasyah, Manudin Hasan, Henda Roshenda Noor
  - Assumptions: Pengangkatan kembali dianggap sebagai bentuk kesinambungan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit mengenai strategi atau arah bisnis.
- **Alasan perubahan Komisaris Independen** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen tidak menyebutkan alasan perubahan Komisaris Independen; kemungkinan karena pengunduran diri atau berakhirnya masa jabatan, namun belum dikonfirmasi.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam surat.
  - Assumptions: Perubahan pengurus biasanya karena pengunduran diri atau berakhirnya masa jabatan.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi dari emiten.
- **Publikasi hasil RUPSLB** [explicit_fact, high]: Dokumen ini mengonfirmasi bahwa hasil RUPSLB telah diiklankan pada 4 September 2026 di tiga media resmi, sesuai ketentuan keterbukaan informasi.
  - Basis: Tabel media cetak/website dengan tanggal 04 September 2026
- **Keterbatasan informasi** [explicit_fact, high]: Dokumen ini tidak memuat agenda, keputusan, atau rincian hasil RUPSLB; hanya bukti iklan.
  - Basis: Perihal surat 'Penyampaian Bukti Iklan Hasil RUPS' dan tidak ada bagian lain
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB sering digunakan untuk keputusan strategis seperti perubahan anggaran dasar, pengurus, atau aksi korporasi, namun tidak ada indikasi spesifik dari dokumen ini.
  - Basis: Jenis RUPSLB dan konteks umum
  - Assumptions: RUPSLB dapat membahas hal strategis
  - Caveats: Tidak ada bukti agenda atau hasil

### Risks / uncertainties

- Keterlambatan RUPS Tahunan untuk tahun buku 2025, meskipun telah diberikan dispensasi
- Saldo defisit yang masih ada, sehingga tidak ada dividen
- Perubahan pengurus yang mungkin mempengaruhi arah strategis perusahaan
- Inkonsistensi antara dokumen utama dan lampiran mengenai arah perubahan Komisaris Independen.
- Alasan penggantian Komisaris Independen tidak dijelaskan.
- Masa jabatan atau periode efektif pengurus baru tidak disebutkan.
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan atau penerimaan OJK.
- Tidak ada informasi mengenai agenda atau hasil RUPSLB, sehingga tidak dapat dinilai dampaknya terhadap operasional atau struktur modal.

### Items to monitor

- Klarifikasi dari emiten mengenai arah perubahan Komisaris Independen (Imron Rosyadi vs Slamet Pribadi).
- Rincian agenda dan keputusan RUPSLB yang diiklankan pada 4 September 2026.
- Persetujuan atau penerimaan OJK atas perubahan pengurus.
- Perkembangan saldo defisit dan potensi dividen di masa depan.
- Informasi lebih lanjut mengenai alasan pengunduran diri Imron Rosyadi.
