# Digest emiten IDX · 4–6 September 2026

**Covered:** 2026-09-04 → 2026-09-06
**Saved windows:** 1 (2026-09-04 → 2026-09-06)
**Companies:** 1

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## HATM

**Window:** 2026-09-04 → 2026-09-06

**Announcements:** 1

### Overview

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) melaporkan hasil pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) yang telah selesai pada 4 September 2026. Perusahaan menerbitkan 640.000.000 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham, disetor oleh PT Multi Sarana Nasional. Total dana bruto yang diterima adalah Rp320.000.000.000 (perhitungan turunan). Dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal armada kapal atau pembayaran pinjaman bank. Struktur modal meningkat dari 8,68 miliar saham menjadi 9,32 miliar saham, dengan kepemilikan PT Multi Sarana Nasional naik dari 20,11% menjadi 25,59%. Tidak ada perubahan pengendali.

### Material changes

- PMTHMETD dilaksanakan pada 4 September 2026, berdasarkan RUPSLB No. 17 tanggal 21 Agustus 2026 dan persetujuan BEI No. S-11229/BEI.PP3/09-2026 tanggal 2 September 2026.
- Jumlah saham baru diterbitkan: 640.000.000 saham dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan Rp500 per saham.
- Pihak yang melakukan penyetoran: PT Multi Sarana Nasional.
- Sebelum PMTHMETD, modal ditempatkan dan disetor penuh berjumlah 8.680.000.000 saham (Rp434.000.000.000); setelah PMTHMETD menjadi 9.320.000.000 saham (Rp466.000.000.000).
- Kepemilikan PT Multi Sarana Nasional meningkat dari 1.745.409.861 saham (20,1084%) menjadi 2.385.409.861 saham (25,59%).
- Kepemilikan PT Habco Primatama tetap 5.758.706.000 saham, namun persentasenya turun dari 66,3445% menjadi 61,79%.
- Kepemilikan masyarakat tetap 1.153.484.139 saham, persentase turun dari 13,2890% menjadi 12,38%.
- Pelaksanaan PMTHMETD tidak menyebabkan perubahan pemegang saham pengendali; terjadi dilusi kepemilikan saham maksimal 6,87%.
- Dana hasil PMTHMETD setelah dikurangi biaya akan digunakan untuk belanja modal berupa penambahan armada kapal atau pembayaran pinjaman bank.
- Modal dasar tetap 22.400.000.000 saham (Rp1.120.000.000.000); portepel berkurang dari 13.720.000.000 saham menjadi 13.080.000.000 saham.
- Laporan disampaikan oleh Direktur Utama Andrew Kam pada 6 September 2026.
- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang dilaporkan dalam dokumen ini.

### Key financial figures

- **Jumlah saham baru diterbitkan:** 640.000.000 (2026-09-04)
- **Nilai nominal per saham:** Rp50 (2026-09-04)
- **Harga pelaksanaan per saham:** Rp500 (2026-09-04)
- **Total dana bruto PMTHMETD:** Rp320.000.000.000 (2026-09-04)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum PMTHMETD:** 8.680.000.000 saham (sebelum 2026-09-04)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMTHMETD:** 9.320.000.000 saham (setelah 2026-09-04)
- **Nilai nominal modal ditempatkan sebelum PMTHMETD:** Rp434.000.000.000 (sebelum 2026-09-04)
- **Nilai nominal modal ditempatkan setelah PMTHMETD:** Rp466.000.000.000 (setelah 2026-09-04)
- **Kepemilikan PT Multi Sarana Nasional sebelum PMTHMETD:** 1.745.409.861 saham (20,1084%) (sebelum 2026-09-04)
- **Kepemilikan PT Multi Sarana Nasional setelah PMTHMETD:** 2.385.409.861 saham (25,59%) (setelah 2026-09-04)
- **Kepemilikan PT Habco Primatama sebelum PMTHMETD:** 5.758.706.000 saham (66,3445%) (sebelum 2026-09-04)
- **Kepemilikan PT Habco Primatama setelah PMTHMETD:** 5.758.706.000 saham (61,79%) (setelah 2026-09-04)
- **Kepemilikan masyarakat sebelum PMTHMETD:** 1.153.484.139 saham (13,2890%) (sebelum 2026-09-04)
- **Kepemilikan masyarakat setelah PMTHMETD:** 1.153.484.139 saham (12,38%) (setelah 2026-09-04)
- **Modal dasar:** 22.400.000.000 saham (tetap)
- **Nilai nominal modal dasar:** Rp1.120.000.000.000 (tetap)
- **Portepel sebelum PMTHMETD:** 13.720.000.000 saham (sebelum 2026-09-04)
- **Portepel setelah PMTHMETD:** 13.080.000.000 saham (setelah 2026-09-04)
- **Dilusi maksimum kepemilikan saham:** 6,87% (setelah 2026-09-04)

### Corporate actions

- Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) selesai dilaksanakan

### Expansion projects

- Penggunaan dana untuk belanja modal berupa penambahan armada kapal atau pembayaran pinjaman bank; nilai spesifik proyek tidak diungkapkan.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali; pengendali tetap tidak berubah.

### Capital structure

- Penerbitan 640 juta saham baru tanpa HMETD
- Kepemilikan PT Multi Sarana Nasional meningkat menjadi 25,59%
- Dilusi kepemilikan maksimal 6,87%
- Portepel berkurang menjadi 13,08 miliar saham

### Listing / regulatory

- Persetujuan BEI No. S-11229/BEI.PP3/09-2026
- Laporan ke OJK sesuai POJK No. 14/POJK.04/2019

### Analytical scenarios

- **Total dana bruto PMTHMETD** [derived_calculation, high]: 640.000.000 saham × Rp500 = Rp320.000.000.000. Ini adalah dana bruto sebelum biaya.
  - Basis: Jumlah saham baru: 640.000.000; Harga pelaksanaan: Rp500
  - Assumptions: Tidak ada biaya yang diperhitungkan
- **Dilusi kepemilikan PT Habco Primatama** [derived_calculation, medium]: Persentase turun dari 66,3445% menjadi 61,79%, selisih 4,5545 poin persentase. Dilusi maksimum 6,87% mungkin merujuk pada penurunan relatif atau rata-rata.
  - Basis: Kepemilikan sebelum: 66,3445%; Kepemilikan setelah: 61,79%
  - Assumptions: Dilusi dihitung sebagai selisih absolut
  - Caveats: Angka 6,87% tidak dijelaskan secara rinci dalam dokumen
- **Tujuan penggunaan dana** [analyst_hypothesis, low]: Dana digunakan untuk belanja modal armada kapal atau pembayaran pinjaman bank, menunjukkan fokus pada ekspansi aset atau penguatan struktur modal.
  - Basis: Pernyataan penggunaan dana pada bagian IV
  - Assumptions: Tidak ada rincian lebih lanjut
  - Caveats: Tidak ada alokasi spesifik

### Risks / uncertainties

- Rincian biaya PMTHMETD tidak diungkapkan
- Alokasi dana antara belanja modal dan pembayaran pinjaman tidak dirinci
- Dilusi 6,87% tidak dijelaskan metodologinya

### Items to monitor

- Penerbitan saham baru tanpa HMETD dapat mempengaruhi harga saham karena dilusi
- Penggunaan dana untuk belanja modal dapat berdampak pada kinerja operasional
