# Digest emiten IDX · 11 September 2026

**Covered:** 2026-09-11 → 2026-09-11
**Saved windows:** 1 (2026-09-11 → 2026-09-11)
**Companies:** 52

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## ABDA

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) mengumumkan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris melalui surat S-141/LCC/IX/2026 tanggal 11 September 2026. Perubahan ini merupakan tindak lanjut dari RUPSLB yang diselenggarakan pada 7 September 2026, yang menyetujui pengunduran diri Direktur Julien Pierre Combaret efektif 17 September 2026 dan perubahan susunan pengurus. Susunan Direksi baru: Vincent C. Soegianto (Direktur Utama), Liani Chandra, Iwan Kurniawan, dan Danang Budi Raharjo. Susunan Dewan Komisaris baru: Abhishek Bhatia (Komisaris Utama), Kevin Soedyatmiko (Komisaris), serta Francisco Noriega Malave dan Nathaniel O.L. Mangunsong (Komisaris Independen). RUPSLB dihadiri 560.327.345 saham (90,2579% dari total saham dengan hak suara sah) dan keputusan diambil secara musyawarah mufakat. Tidak ada informasi keuangan, aksi korporasi lain, atau perubahan struktur modal dalam dokumen.

### Material changes

- RUPSLB ABDA diselenggarakan pada 7 September 2026 di Plaza Asia Lantai 28, Jakarta Selatan, mulai pukul 10.17 WIB dan ditutup pukul 10.22 WIB.
- Rapat dihadiri 560.327.345 saham dengan hak suara sah, setara 90,2579% dari seluruh saham dengan hak suara sah yang dikeluarkan Perseroan.
- Agenda tunggal RUPSLB: pengunduran diri Direktur Julien Pierre Combaret dan perubahan susunan Direksi.
- Disetujui pengunduran diri Julien Pierre Combaret sebagai Direktur, efektif 17 September 2026, dengan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) sepanjang tindakan tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan.
- Susunan Direksi baru: Direktur Utama Vincent C. Soegianto; Direktur Liani Chandra, Iwan Kurniawan, Danang Budi Raharjo.
- Susunan Dewan Komisaris baru: Komisaris Utama Abhishek Bhatia; Komisaris Kevin Soedyatmiko; Komisaris Independen Francisco Noriega Malave dan Nathaniel O.L. Mangunsong.
- Keputusan RUPSLB diambil secara musyawarah untuk mufakat dengan suara bulat; tidak ada pemegang saham yang mengajukan pertanyaan atau pendapat.
- Direksi diberi kuasa untuk menyatakan kembali keputusan RUPSLB dalam akta notaris dan memberitahukan kepada instansi berwenang sesuai peraturan perundang-undangan.
- Salinan akta RUPSLB (Nomor 12 tanggal 7 September 2026) masih dalam proses penyelesaian di kantor notaris.
- Komisaris Independen Francisco Noriega Malave hadir melalui video conference.
- Notaris yang membuat akta: Kumala Tjahjani Widodo, SH., MH., M.Kn., Jakarta.
- Tidak ada agenda lain selain perubahan pengurus; tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, saham bonus, atau transaksi aset yang disebutkan.

### Key financial figures

- **Jumlah saham hadir dalam RUPSLB:** 560.327.345 (2026-09-07)
- **Persentase kehadiran RUPSLB:** 90,2579% (2026-09-07)

### Management / control changes

- Julien Pierre Combaret mengundurkan diri sebagai Direktur, efektif 17 September 2026.
- Susunan Direksi baru: Vincent C. Soegianto (Direktur Utama), Liani Chandra, Iwan Kurniawan, Danang Budi Raharjo (Direktur).
- Susunan Dewan Komisaris baru: Abhishek Bhatia (Komisaris Utama), Kevin Soedyatmiko (Komisaris), Francisco Noriega Malave dan Nathaniel O.L. Mangunsong (Komisaris Independen).

### Analytical scenarios

- **Total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan kehadiran 560.327.345 saham yang mewakili 90,2579%, total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 620.800.000 saham (560.327.345 / 0,902579).
  - Basis: 560.327.345 / 0,902579 = 620.800.000 (pembulatan)
  - Assumptions: Persentase kehadiran dihitung terhadap total saham dengan hak suara sah yang beredar.
  - Caveats: Pembulatan; angka pasti tidak dinyatakan dalam dokumen.
- **Alasan pengunduran diri** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Julien Pierre Combaret mungkin terkait dengan perubahan strategi atau kepemilikan, namun tidak ada alasan spesifik yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan pengunduran diri dalam dokumen.
  - Assumptions: Perubahan pengurus sering kali terkait dengan arah bisnis atau pemegang saham.
  - Caveats: Hanya spekulasi; tidak ada bukti dari sumber.

### Risks / uncertainties

- Nama pengurus sebelumnya untuk Francisco Noriega Malave tidak jelas (tertulis 'X'), berpotensi menimbulkan ambiguitas.
- Tidak ada informasi mengenai alasan perubahan pengurus atau dampaknya terhadap operasional.
- Akta RUPSLB belum selesai; perubahan pengurus belum final secara administratif.
- Tidak ada rincian perubahan kepemilikan atau struktur modal.

---

## ACES

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang diselenggarakan secara virtual pada 10 September 2026. Laporan ini bersifat administratif dan merujuk pada surat rencana No. 045/IR-FIN/AHI/9/26 tanggal 07 September 2026. Dalam paparan, manajemen mengumumkan kinerja semester I 2026 dengan pertumbuhan penjualan bersih 6,3%, laba operasional 32%, dan laba bersih 33%. Jaringan toko per semester I 2026 terdiri dari 274 toko AZKO, 20 toko NEKA, dan 79 toko Toys Kingdom. Target pembukaan toko NEKA tahun 2026 adalah 40-50 toko. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, perubahan struktur modal, atau transaksi aset yang diumumkan. Dokumen tidak memuat data keuangan absolut, rincian capex, atau informasi pendanaan.

### Material changes

- Public Expose Live 2026 diselenggarakan secara virtual pada Kamis, 10 September 2026, pukul 14.00-15.00 WIB, dalam rangka 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.
- Laporan hasil Public Expose disampaikan melalui surat No. 046/IR-FIN/AHI/9/26 tanggal 11 September 2026, merujuk pada rencana penyelenggaraan No. 045/IR-FIN/AHI/9/26 tanggal 07 September 2026.
- Jumlah peserta Public Expose yang hadir adalah 74 orang (tidak termasuk manajemen dan karyawan); Press Conference dihadiri 6 perwakilan media.
- Perwakilan Perseroan: Gregory S. Widjaja (Director) dan Billy Utama (Head of Investor Relations).
- Kinerja semester I 2026: penjualan bersih tumbuh 6,3%, laba operasional tumbuh 32%, laba bersih tumbuh 33%.
- Same-store-sales-growth (SSSG) positif sesuai target manajemen sebesar 2,2%.
- Jaringan toko hingga semester I 2026: 274 toko AZKO, 20 toko NEKA, dan 79 toko Toys Kingdom.
- Target pembukaan toko NEKA tahun 2026: 40-50 toko.
- Rebranding AZKO selesai tahun lalu; brand index oleh pihak ketiga menunjukkan brand awareness setara brand sebelumnya dalam 1 tahun.
- NEKA diluncurkan September tahun lalu, fokus pada produk basic, toko lebih kecil, area sub-urban dan kota lapis 2-3, capex per toko lebih rendah.
- Ekspansi AZKO ke kota-kota lapis ketiga di luar Pulau Jawa terus diakselerasi; tidak ada kesulitan berarti dalam mendapatkan lokasi.
- Bencana alam tidak mengganggu operasional AZKO secara keseluruhan; ada peningkatan kebutuhan produk seperti air purifier.
- Perseroan memperkuat portofolio produk lokal melalui kemitraan dengan lebih dari 300 UKM di seluruh Indonesia.
- Manajemen melihat prospek pertumbuhan positif hingga akhir tahun, dengan kuartal ke-4 sebagai kuartal terkuat.
- Perseroan menyikapi masuknya kembali ACE Hardware dengan fokus pada kualitas, harga, layanan purnajual, dan jaringan toko luas.
- Laporan ditandatangani secara elektronik oleh Billy Utama Suria, Head of Corporate Secretary & Investor Relation.
- Alamat perusahaan: Gedung Kawan Lama, Jl. Puri Kencana No. 1, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta.
- Laporan disampaikan untuk memenuhi ketentuan BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tentang Peraturan No. I-E.

### Key financial figures

- **Pertumbuhan penjualan bersih semester I 2026:** 6.3% (H1 2026 vs H1 2025 (implied))
- **Pertumbuhan laba operasional semester I 2026:** 32% (H1 2026 vs H1 2025 (implied))
- **Pertumbuhan laba bersih semester I 2026:** 33% (H1 2026 vs H1 2025 (implied))
- **Target SSSG:** 2.2% (2026)
- **Jumlah toko AZKO:** 274 (H1 2026)
- **Jumlah toko NEKA:** 20 (H1 2026)
- **Jumlah toko Toys Kingdom:** 79 (H1 2026)
- **Target pembukaan toko NEKA:** 40-50 toko (2026)
- **Jumlah UKM mitra:** 300+ (per laporan)

### Expansion projects

- Target pembukaan 40-50 toko NEKA pada tahun 2026.
- Ekspansi AZKO ke kota-kota lapis ketiga di luar Pulau Jawa.
- Ekspansi NEKA ke seluruh wilayah Indonesia, saat ini di Jawa dan Sumatera.
- Capex per toko NEKA lebih rendah dibanding AZKO.

### Listing / regulatory

- Public Expose diselenggarakan dalam rangka 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.
- Laporan disampaikan untuk memenuhi ketentuan BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tentang Peraturan No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Total jaringan toko** [derived_calculation, high]: Total toko gabungan AZKO, NEKA, dan Toys Kingdom = 274 + 20 + 79 = 373 toko.
  - Basis: Jumlah toko AZKO: 274; Jumlah toko NEKA: 20; Jumlah toko Toys Kingdom: 79
  - Assumptions: Semua angka adalah posisi akhir semester I 2026.
  - Caveats: Tidak ada informasi apakah total tersebut termasuk semua format toko.
- **Rata-rata pembukaan toko NEKA per bulan** [derived_calculation, medium]: Dengan target 40-50 toko per tahun, rata-rata pembukaan sekitar 3,3-4,2 toko per bulan.
  - Basis: Target 40-50 toko per tahun.
  - Assumptions: Pembukaan merata sepanjang tahun.
  - Caveats: Pembukaan bisa tidak merata.
- **Pertumbuhan laba vs penjualan** [analyst_hypothesis, medium]: Pertumbuhan laba operasional (32%) dan laba bersih (33%) jauh lebih tinggi dari pertumbuhan penjualan (6,3%), mengindikasikan perbaikan margin atau efisiensi biaya.
  - Basis: Pertumbuhan penjualan: 6,3%; Pertumbuhan laba operasional: 32%; Pertumbuhan laba bersih: 33%
  - Assumptions: Angka pertumbuhan tersebut dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
  - Caveats: Penyebab pasti belum diungkapkan manajemen.
- **Dampak masuknya ACE Hardware** [analyst_hypothesis, low]: Masuknya kembali ACE Hardware dapat meningkatkan persaingan, namun AZKO memiliki keunggulan jaringan luas dan pengalaman.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang persaingan dan fokus pada kualitas, harga, layanan purnajual.
  - Assumptions: ACE Hardware akan bersaing langsung di segmen yang sama.
  - Caveats: Belum ada data dampak kuantitatif.
- **Potensi pasar toko** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen melihat potensi besar di kota-kota yang belum terjangkau, namun tidak memberikan angka potensi total toko.
  - Basis: Jawaban manajemen tentang store potential.
  - Assumptions: Ekspansi akan terus berlanjut.
  - Caveats: Tidak ada angka pasti.
- **Kinerja kuartal ke-4** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen menyatakan kuartal ke-4 biasanya terkuat, didorong permintaan natal dan travel, sehingga kinerja tahunan bisa lebih baik dari semester I.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang prospek positif dan kuartal ke-4 terkuat.
  - Assumptions: Pola musiman tetap berlaku.
  - Caveats: Tergantung kondisi ekonomi dan daya beli.
- **Dampak kebijakan ekspor-impor** [analyst_hypothesis, low]: Kebijakan ekspor-impor dapat mempengaruhi biaya impor dan ketersediaan produk, namun manajemen menekankan kepatuhan dan penguatan produk lokal.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang kepatuhan dan kemitraan UKM.
  - Assumptions: Kebijakan dapat berubah.
  - Caveats: Tidak ada angka dampak.
- **Kelengkapan laporan** [analyst_hypothesis, low]: Laporan ini hanya berisi pengumuman administratif tanpa materi paparan. Kemungkinan materi Public Expose disampaikan dalam lampiran terpisah yang tidak disertakan dalam dokumen ini.
  - Basis: Dokumen hanya memuat surat pengantar dan lampiran yang disebutkan; Tidak ada slide presentasi atau data keuangan dalam dokumen
  - Assumptions: Lampiran 'ACES - Laporan Hasil Pubex 2026.pdf' mungkin berisi detail materi
  - Caveats: Dokumen yang dianalisis hanya bagian 1/1, mungkin ada bagian lain yang tidak tersedia
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, medium]: Penyampaian laporan hasil Public Expose sesuai dengan ketentuan bursa, namun tanpa rincian materi, investor tidak dapat mengevaluasi kinerja atau rencana perusahaan.
  - Basis: Surat resmi dengan nomor dan tanggal; Jumlah peserta tercantum
  - Assumptions: Perusahaan mematuhi kewajiban pelaporan
  - Caveats: Tidak ada bukti kepatuhan substantif

### Risks / uncertainties

- Daya beli masyarakat yang masih menjadi faktor risiko.
- Persaingan industri yang semakin ketat, termasuk masuknya kembali ACE Hardware.
- Bencana alam yang dapat mengganggu operasional.
- Kebijakan ekspor-impor yang dapat berubah.
- Risiko eksekusi ekspansi toko baru.

### Items to monitor

- Kinerja semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan laba yang lebih tinggi dari pertumbuhan penjualan, yang dapat menjadi perhatian investor terkait efisiensi operasional.
- Target ekspansi 40-50 toko NEKA pada 2026 menunjukkan rencana pertumbuhan jaringan yang agresif.
- Manajemen menyatakan prospek positif hingga akhir tahun dengan kuartal ke-4 sebagai kuartal terkuat.
- Tidak ada informasi mengenai pendanaan ekspansi, sehingga investor perlu memantau pengumuman selanjutnya terkait sumber dana.

---

## ACST

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Acset Indonusa Tbk (ACST) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia No. S-11516/BEI.PP3/09-2026 (tanggal 9 September 2026) perihal permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapan yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan Kadek Ratih Paramita Absari pada 11 September 2026, Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai/harga efek atau keputusan investasi (sesuai POJK 31/2015 dan Peraturan I-E), tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu (POJK 4/2024), tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material lain yang belum diungkap, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus yang diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025 (dokumen lampiran menyebut Kep-00087/BEI/01-2025).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu 3 (tiga) bulan mendatang, termasuk yang berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup Perseroan selain yang sudah diungkapkan.
- Berdasarkan informasi dari pemegang saham utama, saat ini pemegang saham utama tidak memiliki rencana atas perubahan kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat tanggapan bernomor 045/AI-HO/CRSL/IX/26, ditandatangani oleh Corporate Secretary Kadek Ratih Paramita Absari pada 11 September 2026.
- Surat Bursa yang ditanggapi bernomor S-11516/BEI.PP3/09-2026 tanggal 9 September 2026, ditujukan kepada Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, Ibu Lidia M. Panjaitan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan Bursa atas volatilitas transaksi efek (surat S-11516/BEI.PP3/09-2026 tanggal 9 September 2026).
- Perseroan menegaskan tidak ada rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak memiliki informasi material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, sesuai POJK 31/2015.
  - Basis: Jawaban poin 1: 'Perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material...'
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Pada saat ini, Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu 3 (tiga) bulan mendatang...'
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Berdasarkan konfirmasi kepada pemegang saham utama, tidak ada rencana perubahan kepemilikan saham.
  - Basis: Jawaban poin 6: '...pemegang saham utama tidak memiliki rencana atas perubahan kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun Perseroan menyangkal adanya informasi material, volatilitas transaksi yang memicu permintaan Bursa mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, bukan dari informasi internal Perseroan.
  - Basis: Surat Bursa meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek, namun tidak ada rincian penyebab dalam dokumen.
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada saham ACST sebelum tanggal surat.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.
- **Kepatuhan keterbukaan** [analyst_hypothesis, medium]: Jawaban seragam 'tidak ada' untuk semua pertanyaan menunjukkan kepatuhan formal terhadap permintaan Bursa, namun tidak memberikan informasi tambahan yang dapat diverifikasi.
  - Basis: Seluruh jawaban poin 1-6 menyatakan tidak ada informasi atau rencana.
  - Caveats: Pernyataan manajemen tidak diuji independen.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat Bursa tidak tercantum pada dokumen utama (tertulis 'null'), namun lampiran menyebut tanggal 9 September 2026; ketepatan waktu tanggapan tidak dapat diverifikasi secara penuh.
- Pernyataan 'tidak ada informasi material' bersifat subjektif dan dapat berubah jika kondisi berubah.
- Tidak ada rincian mengenai penyebab volatilitas transaksi yang diminta Bursa.
- Pernyataan tidak adanya rencana aksi korporasi hanya berlaku untuk 3 bulan ke depan, sehingga perubahan dapat terjadi setelah periode tersebut.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan dalam tanggapan ini.
- Pernyataan tidak adanya rencana aksi korporasi dan perubahan kepemilikan oleh pemegang saham utama dapat menjadi dasar bagi investor untuk menilai tidak adanya katalis korporasi dalam jangka pendek.
- Volatilitas harga saham yang memicu permintaan Bursa tidak dijelaskan penyebabnya oleh Perseroan.

---

## AGII

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) melaporkan hasil pemeringkatan tahunan atas 14 efek utang (obligasi dan sukuk ijarah) yang diterbitkan oleh Fitch Ratings Indonesia pada 10 September 2026. Seluruh efek memperoleh peringkat A(idn) dengan outlook STABLE, berlaku untuk periode 10 September 2026 hingga 10 September 2027. Total pokok efek yang diperingkat sekitar Rp1,7415 triliun, dengan jatuh tempo terdekat 10 Oktober 2026 dan terjauh 5 April 2029. Pengumuman ini merupakan laporan berkala pemeringkatan, bukan aksi korporasi baru, dan tidak memuat informasi mengenai ekspansi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat A(idn) dengan outlook STABLE untuk seluruh 14 efek utang PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) pada 10 September 2026.
- Periode rating berlaku dari 10 September 2026 hingga 10 September 2027.
- Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap I Tahun 2020 Seri C: pokok Rp1.000.000.000.000, jatuh tempo 14 Agustus 2027.
- Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap III Tahun 2021 Seri C: pokok Rp78.000.000.000, jatuh tempo 6 Juli 2028.
- Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap IV Tahun 2021 Seri B: pokok Rp46.300.000.000, jatuh tempo 22 Desember 2026.
- Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap IV Tahun 2021 Seri C: pokok Rp59.000.000.000, jatuh tempo 22 Desember 2028.
- Obligasi Berkelanjutan III Samator Indo Gas Tahap I Tahun 2023 Seri A: pokok Rp41.000.000.000, jatuh tempo 10 Oktober 2026.
- Obligasi Berkelanjutan III Samator Indo Gas Tahap I Tahun 2023 Seri B: pokok Rp29.000.000.000, jatuh tempo 10 Oktober 2028.
- Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap III Tahun 2021 Seri C: pokok Rp124.000.000.000, jatuh tempo 6 Juli 2028.
- Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap IV Tahun 2021 Seri B: pokok Rp17.000.000.000, jatuh tempo 22 Desember 2026.
- Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap V Tahun 2022 Seri B: pokok Rp123.700.000.000, jatuh tempo 5 April 2027.
- Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap V Tahun 2022 Seri C: pokok Rp153.500.000.000, jatuh tempo 5 April 2029.
- Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Samator Indo Gas Tahap I Tahun 2023 Seri A: pokok Rp35.500.000.000, jatuh tempo 10 Oktober 2026.
- Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Samator Indo Gas Tahap I Tahun 2023 Seri B: pokok Rp34.500.000.000, jatuh tempo 10 Oktober 2028.
- Laporan disampaikan untuk memenuhi Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E dan POJK No.49/POJK.04/2020.
- Hasil pemeringkatan dipublikasikan di situs Fitch (www.fitchratings.com) pada 10 September 2026.

### Key financial figures

- **Pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap I 2020 Seri C:** 1000000000000 (2026-09-10)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap III 2021 Seri C:** 78000000000 (2026-09-10)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV 2021 Seri B:** 46300000000 (2026-09-10)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV 2021 Seri C:** 59000000000 (2026-09-10)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap I 2023 Seri A:** 41000000000 (2026-09-10)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap I 2023 Seri B:** 29000000000 (2026-09-10)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap III 2021 Seri C:** 124000000000 (2026-09-10)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap IV 2021 Seri B:** 17000000000 (2026-09-10)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap V 2022 Seri B:** 123700000000 (2026-09-10)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap V 2022 Seri C:** 153500000000 (2026-09-10)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap I 2023 Seri A:** 35500000000 (2026-09-10)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap I 2023 Seri B:** 34500000000 (2026-09-10)

### Listing / regulatory

- Pemeringkatan tahunan oleh Fitch Ratings Indonesia dengan hasil A(idn) dan outlook STABLE untuk seluruh efek utang.
- Pemenuhan ketentuan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Pemenuhan POJK No.49/POJK.04/2020 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.

### Analytical scenarios

- **Peringkat efek** [explicit_fact, high]: Seluruh 14 efek utang AGII memperoleh peringkat A(idn) dengan outlook STABLE dari Fitch Ratings Indonesia.
  - Basis: Tabel pada halaman 1-4 dokumen utama; Surat peringkat Fitch No. 172/DIR/RATLTR/IX/2026
- **Total pokok efek** [derived_calculation, high]: Total pokok seluruh efek yang diperingkat adalah Rp1.741.500.000.000 (Rp1,7415 triliun).
  - Basis: Penjumlahan seluruh nilai pokok pada tabel: 1.000.000.000.000 + 78.000.000.000 + 46.300.000.000 + 59.000.000.000 + 41.000.000.000 + 29.000.000.000 + 124.000.000.000 + 17.000.000.000 + 123.700.000.000 + 153.500.000.000 + 35.500.000.000 + 34.500.000.000
  - Assumptions: Semua angka pokok dalam Rupiah dan dijumlahkan langsung.
- **Jumlah efek per jenis** [derived_calculation, high]: Terdapat 6 obligasi dan 6 sukuk ijarah yang diperingkat, total 12 efek.
  - Basis: Menghitung baris pada tabel: 6 obligasi dan 6 sukuk.
- **Implikasi peringkat** [analyst_hypothesis, low]: Peringkat A(idn) dengan outlook STABLE mengindikasikan kemampuan membayar kewajiban yang kuat, namun tidak ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi keuangan atau prospek bisnis.
  - Basis: Peringkat A(idn) dan outlook STABLE pada dokumen.
  - Assumptions: Interpretasi umum peringkat kredit.
  - Caveats: Tidak ada analisis fundamental dari dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai kondisi keuangan atau faktor risiko lain selain peringkat yang diberikan.
- Peringkat dapat berubah sewaktu-waktu karena perubahan informasi atau kondisi lain yang dianggap cukup oleh Fitch.
- Peringkat untuk tahap berikutnya dari program berkelanjutan tidak dijamin akan sama dengan peringkat program.
- Peringkat bukan rekomendasi investasi dan tidak menjamin keakuratan informasi yang diberikan emiten.

### Items to monitor

- Peringkat A(idn) dengan outlook STABLE dapat menjadi indikator bagi investor obligasi/sukuk mengenai risiko kredit emiten, namun bukan rekomendasi investasi.
- Jatuh tempo efek yang berdekatan (Oktober 2026, Desember 2026) dapat menjadi perhatian terkait likuiditas emiten, meskipun tidak ada informasi tambahan dari dokumen.

---

## AKRA

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

Pengumuman ini adalah laporan hasil Public Expose Tahunan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang diselenggarakan pada 8 September 2026. Dokumen utama hanya berisi surat pengantar, sedangkan lampiran berisi ringkasan materi public expose. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan. Fokus utama adalah kinerja H1 2026, strategi bisnis, dan panduan capex.

### Material changes

- Public Expose Live 2026 diselenggarakan pada 8 September 2026 pukul 09:00-10:00 WIB secara virtual (Zoom), dihadiri lebih dari 100 peserta dan 20 jurnalis.
- Public Expose Live 2026 dianggap sebagai pengganti Public Expose Tahunan 2026.
- Pembicara: Haryanto Adikoesoemo (Presiden Direktur), Ignatius Teguh Prayoga (Head of Investor Relations), Arum Pawestri Handayani (Corporate Secretary).
- Kinerja H1 2026: penjualan lahan JIIPE sekitar 58 hektare; pendapatan listrik dan utilitas tumbuh 37%; pendapatan petroleum tumbuh 39%; pendapatan bahan kimia tumbuh 26%; laba bruto trading & distribution meningkat 8%.
- ROA dan ROE H1 2026 masing-masing 22% dan 7%.
- Capex 2026 sekitar Rp1 triliun, realisasi H1 2026 sebesar Rp546 miliar.
- Kebijakan dividen: minimal 30% dari laba bersih jika laba bersih melebihi Rp50 miliar, tergantung kebutuhan dana dan persetujuan RUPS.
- Strategi: memperkuat bisnis inti, melanjutkan monetisasi JIIPE, mengembangkan sumber pertumbuhan baru (utilitas industri, infrastruktur LNG, energi surya, BBM ritel, avtur).
- Manajemen menyatakan kesiapan mendukung mandat B50 dengan infrastruktur dan kemitraan yang ada.
- Manajemen menyatakan ketahanan terhadap risiko geopolitik melalui formula pass-through pricing dan rantai pasok terintegrasi.

### Key financial figures

- **penjualan_lahan_jiipe:** 58 hektare (H1 2026)
- **pertumbuhan_pendapatan_listrik_utilitas:** 37% (H1 2026)
- **pertumbuhan_pendapatan_petroleum:** 39% (H1 2026)
- **pertumbuhan_pendapatan_bahan_kimia:** 26% (H1 2026)
- **pertumbuhan_laba_bruto_trading_distribution:** 8% (H1 2026)
- **roa:** 22% (H1 2026)
- **roe:** 7% (H1 2026)
- **capex_rencana_2026:** Rp1 triliun (2026)
- **capex_realisasi_h1_2026:** Rp546 miliar (H1 2026)
- **ambang_laba_bersih_kebijakan_dividen:** Rp50 miliar (berlaku)

### Expansion projects

- Capex 2026 sekitar Rp1 triliun, realisasi Rp546 miliar di H1 2026, diarahkan untuk pemeliharaan infrastruktur distribusi dan mendukung pertumbuhan JIIPE (infrastruktur dan utilitas).
- Pengembangan sumber pertumbuhan baru: infrastruktur LNG, energi surya, BBM ritel, dan avtur, dilakukan bertahap berdasarkan permintaan dan ekonomi proyek.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Live 2026 sebagai pengganti Public Expose Tahunan 2026, memenuhi kewajiban keterbukaan informasi kepada publik.

### Analytical scenarios

- **Tingkat realisasi capex H1 2026** [derived_calculation, medium]: Realisasi capex H1 2026 sebesar Rp546 miliar terhadap rencana tahunan Rp1 triliun menunjukkan realisasi sekitar 54,6% dari rencana tahunan.
  - Basis: Capex rencana 2026: Rp1 triliun; Capex realisasi H1 2026: Rp546 miliar
  - Assumptions: Rencana capex tahunan tidak berubah; Realisasi H1 mewakili proporsi tahunan
  - Caveats: Realisasi capex dapat tidak merata sepanjang tahun; Manajemen dapat menyesuaikan rencana berdasarkan kondisi pasar
- **Monetisasi JIIPE** [analyst_hypothesis, medium]: Penjualan lahan 58 hektare dan pertumbuhan pendapatan utilitas 37% menunjukkan JIIPE mulai menghasilkan pendapatan operasional, namun keberlanjutan bergantung pada daya tarik penyewa dan penyelesaian infrastruktur.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa JIIPE memasuki fase monetisasi; Data penjualan lahan dan pertumbuhan pendapatan utilitas
  - Assumptions: Penjualan lahan akan berlanjut dengan kecepatan serupa; Aktivitas penyewa terus meningkat
  - Caveats: Tidak ada panduan ke depan untuk volume penjualan lahan; Pertumbuhan pendapatan utilitas mungkin tidak linier
- **Kesiapan mandat B50** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen mengklaim siap mendukung mandat B50 dengan infrastruktur dan kemitraan yang ada, namun tidak ada detail investasi atau kapasitas spesifik, sehingga kesiapan aktual belum terverifikasi.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang dukungan B50; Infrastruktur dan kemitraan yang ada
  - Assumptions: Infrastruktur saat ini memadai; Kemitraan dengan pemasok utama stabil
  - Caveats: Tidak ada detail kuantitatif kapasitas atau investasi; Timeline implementasi B50 tidak disebutkan
- **Risiko geopolitik** [analyst_hypothesis, medium]: Formula pass-through pricing dan rantai pasok terintegrasi dapat mengurangi volatilitas harga komoditas, namun perusahaan tetap terekspos gangguan pasokan dan biaya logistik, terutama di wilayah seperti Selat Hormuz.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang formula pass-through; Deskripsi rantai pasok terintegrasi
  - Assumptions: Mekanisme pass-through berjalan efektif; Rantai pasok tetap tangguh
  - Caveats: Pass-through mungkin tidak menutup semua kenaikan biaya; Peristiwa geopolitik dapat mengganggu pasokan meskipun ada persiapan
- **Keberlanjutan dividen** [analyst_hypothesis, medium]: Kebijakan dividen minimal 30% dari laba bersih (jika di atas Rp50 miliar) dipertahankan, tetapi pembayaran aktual bergantung pada arus kas dan kebutuhan investasi yang dapat bervariasi.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang kebijakan dividen; Komitmen terhadap imbal hasil pemegang saham
  - Assumptions: Laba bersih tetap di atas ambang batas; Arus kas mendukung pembayaran dividen
  - Caveats: Dividen dapat disesuaikan berdasarkan kondisi; Tidak ada jumlah dividen spesifik yang diumumkan
- **Keberlanjutan pertumbuhan pendapatan** [analyst_hypothesis, medium]: Pertumbuhan pendapatan H1 2026 yang kuat (petroleum 39%, kimia 26%) mungkin tidak berkelanjutan jika harga komoditas normalisasi atau permintaan melemah, meskipun manajemen mengharapkan pertumbuhan volume berlanjut.
  - Basis: Angka pertumbuhan pendapatan H1 2026; Prospek manajemen untuk H2 2026
  - Assumptions: Pertumbuhan volume berlanjut; Harga komoditas tetap mendukung
  - Caveats: Pertumbuhan pendapatan mungkin didorong harga, bukan volume; Kondisi pasar dapat berubah

### Risks / uncertainties

- Dinamika geopolitik, termasuk gangguan di Selat Hormuz, yang mempengaruhi pasokan dan harga
- Volatilitas harga energi dan komoditas
- Perubahan rantai pasok global
- Kondisi politik dan ekonomi
- Risiko eksekusi dalam pengembangan JIIPE dan inisiatif pertumbuhan baru
- Dampak potensial mandat B50 terhadap infrastruktur dan operasional

### Items to monitor

- Kinerja H1 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang kuat di segmen petroleum dan kimia, serta monetisasi JIIPE mulai terlihat dari penjualan lahan dan pertumbuhan utilitas.
- Capex 2026 sekitar Rp1 triliun dengan realisasi Rp546 miliar di H1 2026 menunjukkan komitmen investasi yang signifikan, terutama untuk infrastruktur dan utilitas JIIPE.
- Kebijakan dividen minimal 30% dari laba bersih (jika di atas Rp50 miliar) memberikan indikasi komitmen terhadap imbal hasil pemegang saham, namun pembayaran aktual bergantung pada kondisi keuangan.
- Pengembangan sumber pertumbuhan baru (LNG, energi surya, BBM ritel, avtur) dapat menjadi katalis jangka panjang, tetapi belum ada detail investasi atau timeline.
- Kesiapan terhadap mandat B50 dapat menjadi peluang, tetapi belum ada detail kapasitas atau investasi spesifik.

---

## ANTM

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

ANTAM mengumumkan kinerja keuangan Semester I 2026 dengan laba bersih Rp6,91 triliun dan pendapatan Rp62,71 triliun. Pengumuman ini merupakan rilis hasil kinerja yang menekankan penguatan fundamental dan hilirisasi. Tidak ada aksi korporasi spesifik seperti rights issue, stock split, atau perubahan pengurus yang disebutkan. Proyek hilirisasi yang disebutkan (Logam Mulia Gresik, SGA Mempawah, CGA) merupakan bagian dari strategi jangka panjang, namun detail pendanaan dan nilai investasi tidak diungkapkan.

### Material changes

- ANTAM membukukan laba bersih Rp6,91 triliun pada Semester I 2026.
- ANTAM membukukan pendapatan Rp62,71 triliun pada Semester I 2026.
- Volume penjualan emas sekitar 18,1 ton dengan pendapatan dari bisnis emas sekitar Rp50,39 triliun pada Semester I 2026.
- Produksi bijih nikel sekitar 7,78 juta wmt dan volume penjualan sekitar 6,77 juta wmt pada Semester I 2026, seluruhnya untuk pasar domestik.
- ANTAM mengembangkan fasilitas manufaktur Logam Mulia di Gresik dengan proyeksi kapasitas sekitar 30 ton per tahun, saat ini tahap prakonstruksi.
- ANTAM memiliki kepemilikan 40% pada fasilitas Smelter Grade Alumina (SGA) Mempawah dengan kapasitas terpasang 1 juta ton per tahun.
- ANTAM memiliki fasilitas Chemical Grade Alumina (CGA) melalui PT Indonesia Chemical Alumina dengan kapasitas terpasang 300 ribu ton per tahun.
- Total aset ANTAM sebesar Rp61,27 triliun, total ekuitas Rp38,53 triliun, dan kas dan setara kas Rp9,23 triliun pada Semester I 2026.

### Key financial figures

- **pendapatan:** Rp62,71 triliun (Semester I 2026)
- **laba_bersih:** Rp6,91 triliun (Semester I 2026)
- **volume_penjualan_emas:** 18,1 ton (Semester I 2026)
- **pendapatan_bisnis_emas:** Rp50,39 triliun (Semester I 2026)
- **produksi_bijih_nikel:** 7,78 juta wmt (Semester I 2026)
- **volume_penjualan_bijih_nikel:** 6,77 juta wmt (Semester I 2026)
- **total_aset:** Rp61,27 triliun (Semester I 2026)
- **total_ekuitas:** Rp38,53 triliun (Semester I 2026)
- **kas_dan_setara_kas:** Rp9,23 triliun (Semester I 2026)
- **kapasitas_fasilitas_logam_mulia_gresik:** 30 ton per tahun (proyeksi)
- **kapasitas_terpasang_sga_mempawah:** 1 juta ton per tahun (saat ini)
- **kapasitas_terpasang_cga:** 300 ribu ton per tahun (saat ini)

### Expansion projects

- Fasilitas manufaktur Logam Mulia Gresik: kapasitas proyeksi 30 ton per tahun, tahap prakonstruksi
- Hilirisasi nikel: mencakup RKEF, HPAL, material baterai, sel baterai
- Integrasi bauksit-alumina: tambang Tayan, CGA, dan kepemilikan 40% SGA Mempawah

### Analytical scenarios

- **Kontribusi pendapatan emas terhadap total pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan emas sekitar Rp50,39 triliun dibagi total pendapatan Rp62,71 triliun menghasilkan sekitar 80,4% kontribusi terhadap pendapatan total.
  - Basis: Pendapatan emas: Rp50,39 triliun; Total pendapatan: Rp62,71 triliun
  - Assumptions: Angka pendapatan emas dan total pendapatan diambil dari laporan yang sama.
- **Rasio laba bersih terhadap pendapatan** [derived_calculation, high]: Laba bersih Rp6,91 triliun dibagi pendapatan Rp62,71 triliun menghasilkan margin laba bersih sekitar 11,0%.
  - Basis: Laba bersih: Rp6,91 triliun; Pendapatan: Rp62,71 triliun
  - Assumptions: Angka laba bersih dan pendapatan diambil dari laporan yang sama.
- **Rasio utang terhadap ekuitas (implisit)** [derived_calculation, medium]: Dari total aset Rp61,27 triliun dan ekuitas Rp38,53 triliun, liabilitas dihitung sekitar Rp22,74 triliun (aset - ekuitas). Rasio liabilitas terhadap ekuitas sekitar 0,59.
  - Basis: Total aset: Rp61,27 triliun; Total ekuitas: Rp38,53 triliun
  - Assumptions: Total liabilitas dihitung sebagai selisih aset dan ekuitas, tanpa komponen lain.
  - Caveats: Perhitungan ini mengabaikan kemungkinan kepentingan non-pengendali yang mungkin termasuk dalam ekuitas.
- **Dampak hilirisasi terhadap kinerja** [analyst_hypothesis, low]: Pengembangan hilirisasi nikel dan bauksit dapat meningkatkan nilai tambah dan diversifikasi pendapatan di masa depan, namun belum ada angka kuantitatif yang diberikan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang pengembangan hilirisasi
  - Assumptions: Hilirisasi akan berjalan sesuai rencana dan menghasilkan pendapatan tambahan.
  - Caveats: Belum ada proyeksi keuangan atau jadwal penyelesaian proyek.
- **Potensi pendanaan ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Dengan kas Rp9,23 triliun dan ekuitas kuat, ANTAM memiliki kapasitas untuk mendanai ekspansi hilirisasi, tetapi proyek RKEF/HPAL membutuhkan investasi besar yang mungkin memerlukan pendanaan tambahan.
  - Basis: Kas dan setara kas Rp9,23 triliun; Total ekuitas Rp38,53 triliun
  - Assumptions: Proyek hilirisasi membutuhkan belanja modal signifikan
  - Caveats: Tidak ada rincian belanja modal atau sumber pendanaan

### Risks / uncertainties

- Fasilitas Logam Mulia Gresik masih tahap prakonstruksi, sehingga realisasi kapasitas dan jadwal belum pasti.
- Tidak ada informasi mengenai pendanaan proyek hilirisasi atau nilai investasi.
- Tidak ada rincian mengenai perubahan pengurus atau aksi korporasi lain.
- Ketergantungan pada komoditas emas (sekitar 80% dari penjualan) meningkatkan risiko volatilitas harga.
- Kepemilikan 40% di SGA Mempawah memberikan pengaruh terbatas.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan yang kuat dengan laba bersih Rp6,91 triliun dan pendapatan Rp62,71 triliun dapat menjadi indikator fundamental yang positif.
- Proyek hilirisasi yang sedang berjalan dapat menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang, namun belum ada kepastian jadwal dan pendanaan.
- Tidak ada aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham atau mempengaruhi struktur modal.

---

## ARTO

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Jago Tbk. (ARTO) menyampaikan Laporan Informasi atau Fakta Material terkait penyelenggaraan Public Expose Live 2026 pada 10 September 2026. Pengumuman ini bersifat informatif dan tidak mengandung aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Lampiran siaran pers memuat kinerja keuangan semester I-2026: kredit Rp26,6 triliun (naik 24% YoY), DPK Rp27,6 triliun (naik 23% YoY), total aset Rp41,4 triliun, laba bersih Rp189 miliar, NPL gross 0,8%, dan CAR 28,4%.

### Material changes

- PT Bank Jago Tbk. (ARTO) menerbitkan Laporan Informasi atau Fakta Material nomor S571/JAGO-COMP/IX/2026, perihal Siaran Pers, tanggal kejadian 10 September 2026, dilaporkan 11 September 2026.
- Siaran pers berjudul 'Bank Jago Tegaskan Komitmen Tumbuh Berkelanjutan' terkait Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan pada 10 September 2026.
- Emiten menyatakan tidak ada kejadian, informasi, atau fakta material yang berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Kinerja keuangan semester I-2026 (per 30 Juni 2026): penyaluran kredit Rp26,6 triliun (naik 24% YoY dari Rp21,4 triliun), DPK Rp27,6 triliun (naik 23% YoY dari Rp22,4 triliun), total aset Rp41,4 triliun, laba bersih Rp189 miliar, NPL gross 0,8%, CAR 28,4%.
- Jumlah nasabah mencapai 20,1 juta pada akhir Juni 2026, termasuk 14,7 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago.
- Kolaborasi dengan ekosistem GoTo, Bibit-Stockbit, dan BFI Finance disebut sebagai pendorong pertumbuhan.
- Fitur baru diluncurkan: Rapor Kredit pada Aplikasi Jago dan dashboard investasi terintegrasi dengan KSEI.
- Keterbukaan informasi disampaikan untuk memenuhi POJK 45/2024, POJK 31/2015, dan POJK 18/2025.
- Laporan ditandatangani oleh Tjit Siat Fun selaku Corporate Secretary/Direktur Kepatuhan.

### Key financial figures

- **Penyaluran kredit:** 26.6 (Semester I-2026 (akhir Juni 2026))
- **Penyaluran kredit (pembanding):** 21.4 (Semester I-2025 (akhir Juni 2025))
- **Pertumbuhan kredit YoY:** 24% (Juni 2026 vs Juni 2025)
- **Dana pihak ketiga (DPK):** 27.6 (Semester I-2026 (akhir Juni 2026))
- **DPK (pembanding):** 22.4 (Semester I-2025 (akhir Juni 2025))
- **Pertumbuhan DPK YoY:** 23% (Juni 2026 vs Juni 2025)
- **Total aset:** 41.4 (Akhir Juni 2026)
- **Laba bersih:** 189 (Semester I-2026)
- **NPL gross:** 0.8% (Akhir Juni 2026)
- **CAR:** 28.4% (Akhir Juni 2026)
- **Jumlah nasabah:** 20.1 (Akhir Juni 2026)
- **Nasabah funding Aplikasi Jago:** 14.7 (Akhir Juni 2026)

### Expansion projects

- Pengembangan fitur Rapor Kredit pada Aplikasi Jago.
- Peluncuran dashboard investasi terintegrasi dengan KSEI.
- Pengembangan penyaluran kredit langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan bertanggung jawab.

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi disampaikan untuk memenuhi POJK 45/2024, POJK 31/2015, dan POJK 18/2025.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan kredit** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan kredit 24% dihitung dari (26,6 - 21,4) / 21,4 = 24,3%, dibulatkan menjadi 24%.
  - Basis: Kredit Juni 2026: Rp26,6 triliun; Kredit Juni 2025: Rp21,4 triliun
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang dibulatkan dari sumber.
- **Pertumbuhan DPK** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan DPK 23% dihitung dari (27,6 - 22,4) / 22,4 = 23,2%, dibulatkan menjadi 23%.
  - Basis: DPK Juni 2026: Rp27,6 triliun; DPK Juni 2025: Rp22,4 triliun
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan angka yang dibulatkan dari sumber.
- **Dampak kolaborasi terhadap pertumbuhan** [analyst_hypothesis, medium]: Kolaborasi dengan ekosistem seperti GoTo dan BFI Finance kemungkinan menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit dan DPK, namun tidak ada data kuantitatif yang memisahkan kontribusi masing-masing mitra.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa kolaborasi mendorong pertumbuhan nasabah dan kredit.
  - Assumptions: Kolaborasi disebut sebagai motor utama bisnis pembiayaan.
  - Caveats: Tidak ada angka spesifik yang mendukung hipotesis ini.
- **Kualitas aset** [analyst_hypothesis, medium]: NPL gross 0,8% yang rendah menunjukkan kualitas kredit yang baik, tetapi rasio ini tidak mencakup NPL net atau restrukturisasi yang mungkin ada.
  - Basis: NPL gross 0,8% disebutkan dalam dokumen.
  - Assumptions: NPL gross adalah indikator kualitas aset yang relevan.
  - Caveats: Tidak ada data NPL net atau rincian kredit bermasalah.
- **Ketergantungan pada kredit melalui mitra** [analyst_hypothesis, low]: Pernyataan bahwa penyaluran kredit melalui mitra (seperti BFI Finance) menjadi mesin utama bisnis pembiayaan mengindikasikan ketergantungan pada kemitraan, namun tidak ada rincian proporsi kredit mitra terhadap total kredit.
  - Basis: Kutipan: 'Lending through these partners remains the main engine of Bank Jago's financing business.'
  - Assumptions: Tidak ada data kuantitatif proporsi kredit mitra.
  - Caveats: Belum ada angka pasti mengenai kontribusi kredit mitra.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif atau detail aksi korporasi dalam dokumen utama; analisis lebih lanjut memerlukan lampiran siaran pers yang tidak disertakan.
- Klaim 'tidak ada dampak material' adalah pernyataan manajemen dan belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya tanpa verifikasi independen.
- Tidak ada rincian laporan keuangan lengkap seperti pendapatan, laba usaha, arus kas, atau ekuitas.
- Tidak ada informasi tentang jumlah saham beredar, harga saham, atau kapitalisasi pasar.
- Tidak ada informasi mengenai proporsi kredit yang disalurkan melalui mitra dibandingkan kredit langsung.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan yang kuat (pertumbuhan kredit dan DPK) dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap saham ARTO, tetapi tidak ada panduan atau proyeksi yang diberikan.
- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang diumumkan, sehingga pengumuman ini bersifat informatif.

---

## ASBI

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) mengumumkan pengunduran diri Hastanto Sri Margi Widodo dari jabatan Presiden Direktur merangkap Direktur Teknik, efektif 30 September 2026, bersamaan dengan rencana RUPSLB. Pengunduran diri karena alasan kesehatan dan akan diusulkan persetujuannya dalam mata acara pertama RUPSLB. Perusahaan menyatakan tidak ada dampak negatif signifikan terhadap operasional, hukum, keuangan, atau going concern. Ini adalah pengumuman awal terkait perubahan manajemen.

### Material changes

- Pada 9 September 2026, ASBI menerima surat pengunduran diri Hastanto Sri Margi Widodo dari jabatan Presiden Direktur merangkap Direktur Teknik.
- Pengunduran diri efektif per 30 September 2026, bersamaan dengan rencana pelaksanaan RUPSLB.
- Alasan pengunduran diri adalah kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih.
- Pengunduran diri akan diusulkan persetujuannya dalam mata acara pertama RUPSLB yang direncanakan pada 30 September 2026.
- Perusahaan menyatakan pengunduran diri tidak berdampak negatif signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Tata kelola dan kepemimpinan operasional tetap berjalan normal di bawah koordinasi jajaran Direksi yang ada.
- Laporan diajukan oleh Hastanto Sri Margi Widodo selaku Presiden Direktur pada 11 September 2026 pukul 11:16.
- Nomor surat: 007/SK/KI-CORSEC/IX/2026, dengan 1 lampiran berupa KI-Pengunduran Diri Anggota Direksi.pdf.
- Tanggal kejadian tercatat 10 September 2026, meskipun surat diterima 9 September 2026.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Hastanto Sri Margi Widodo dari jabatan Presiden Direktur merangkap Direktur Teknik, efektif 30 September 2026, menunggu persetujuan RUPSLB.

### Listing / regulatory

- Rencana RUPSLB pada 30 September 2026 (belum dikonfirmasi agenda).
- Keterbukaan informasi disampaikan untuk memenuhi POJK No. 31/POJK.04/2015 dan Peraturan BEI Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri direksi** [explicit_fact, high]: Hastanto Sri Margi Widodo mengundurkan diri dari jabatan Presiden Direktur merangkap Direktur Teknik, efektif 30 September 2026.
  - Basis: Surat pengunduran diri diterima 9 September 2026; Efektif 30 September 2026
- **Alasan pengunduran diri** [explicit_fact, high]: Pengunduran diri karena kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih.
  - Basis: Pernyataan dalam surat pengunduran diri
- **Dampak operasional** [explicit_fact, high]: Perusahaan menyatakan tidak ada dampak negatif signifikan terhadap operasional, hukum, keuangan, atau going concern.
  - Basis: Pernyataan resmi dalam laporan
  - Caveats: Klaim emiten, belum diverifikasi independen
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB yang direncanakan pada 30 September 2026 kemungkinan akan membahas pengangkatan direksi baru atau perubahan susunan pengurus, namun agenda belum diumumkan.
  - Basis: Pengunduran diri efektif bersamaan dengan RUPSLB
  - Assumptions: RUPSLB diadakan untuk menindaklanjuti pengunduran diri
  - Caveats: Agenda RUPSLB tidak disebutkan dalam dokumen
- **Kesinambungan kepemimpinan** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri direksi utama dapat menimbulkan ketidakpastian sementara, namun perusahaan menyatakan operasional tetap normal di bawah koordinasi direksi yang ada.
  - Basis: Pernyataan emiten tentang koordinasi jajaran direksi
  - Assumptions: Direksi yang tersisa mampu menjalankan fungsi
  - Caveats: Belum ada informasi pengganti definitif

### Risks / uncertainties

- Kekosongan jabatan Presiden Direktur setelah 30 September 2026 sampai pengangkatan pengganti
- Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga kepastian pengganti belum diketahui
- Persetujuan RUPSLB atas pengunduran diri belum diperoleh
- Kesiapan pengganti Presiden Direktur belum diumumkan

---

## ASSA

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengumumkan transaksi afiliasi berupa sewa tanah seluas 5.175 m² dari Bapak Prodjo Djajanto (saudara kandung Presiden Direktur) oleh entitas anak langsung PT Adi Sarana Transportasi (ASTA), dengan nilai transaksi Rp1.999.999.980 untuk jangka waktu 3 tahun. Transaksi dilakukan untuk memperluas jaringan layanan ASTA. Emiten menyatakan tidak ada benturan kepentingan sehingga tidak memerlukan persetujuan pemegang saham independen. Ini adalah pengumuman awal, bukan koreksi atau pembatalan.

### Material changes

- Tanggal transaksi: 9 September 2026.
- Objek transaksi: sewa tanah seluas 5.175 m².
- Nilai transaksi: Rp1.999.999.980 (termasuk PPN, dipotong PPh sesuai ketentuan).
- Jangka waktu sewa: 3 tahun.
- Pihak transaksi: Bapak Prodjo Djajanto (pihak afiliasi) dan PT Adi Sarana Transportasi (ASTA, entitas anak langsung dengan kepemilikan 99,99%).
- Hubungan afiliasi: Bapak Prodjo Djajanto adalah saudara kandung dari Presiden Direktur ASSA, Bapak Drs. Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati.
- Kesamaan manajemen: 5 orang menjabat di ASSA dan ASTA (Erida, Prodjo Sunarjanto, Tjoeng Suyanto, Jany Candra, Jerry Fandy Tunjungan).
- Alasan transaksi: untuk memperluas jaringan layanan ASTA.
- Emiten menyatakan transaksi tidak memiliki benturan kepentingan sehingga tidak memerlukan persetujuan pemegang saham independen.
- Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris menyatakan informasi tidak menyesatkan.

### Key financial figures

- **Nilai transaksi:** 1.999.999.980 (2026-09-09 s.d. 2029-09-08 (3 tahun))
- **Luas tanah:** 5.175 m²
- **Kepemilikan saham di ASTA:** 99,99%

### Corporate actions

- Transaksi afiliasi berupa sewa tanah antara ASTA dan Bapak Prodjo Djajanto.

### Expansion projects

- Perluasan jaringan layanan ASTA melalui sewa tanah.

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi sesuai POJK 42/2020.

### Analytical scenarios

- **Transaksi afiliasi** [explicit_fact, high]: Transaksi sewa tanah antara ASTA dan Bapak Prodjo Djajanto merupakan transaksi afiliasi karena hubungan keluarga (saudara kandung Presiden Direktur) dan kesamaan manajemen.
  - Basis: Hubungan saudara kandung dengan Presiden Direktur; Kesamaan anggota manajemen
- **Nilai sewa per tahun** [derived_calculation, medium]: Nilai sewa per tahun sekitar Rp666.666.660 (Rp1.999.999.980 / 3 tahun).
  - Basis: Nilai transaksi Rp1.999.999.980; Jangka waktu 3 tahun
  - Assumptions: Pembayaran sewa dibagi rata per tahun
  - Caveats: Tidak ada rincian jadwal pembayaran
- **Nilai sewa per meter persegi** [derived_calculation, medium]: Jika luas tanah 5.175 m², nilai sewa per m² sekitar Rp386.473 (Rp1.999.999.980 / 5.175).
  - Basis: Nilai transaksi Rp1.999.999.980; Luas tanah 5.175 m²
  - Assumptions: Luas tanah dalam meter persegi
  - Caveats: Satuan luas tidak eksplisit dalam dokumen pertama, tetapi dokumen kedua menyebut m²
- **Materialitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Nilai transaksi sekitar Rp2 miliar kemungkinan tidak material terhadap aset atau pendapatan ASSA, namun perlu dibandingkan dengan laporan keuangan untuk memastikan.
  - Basis: Nilai transaksi Rp1.999.999.980
  - Assumptions: Skala aset ASSA relatif besar
  - Caveats: Tidak ada data keuangan pembanding dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada rincian jadwal pembayaran sewa.
- Tidak ada informasi tentang lokasi spesifik tanah.
- Tidak ada data keuangan pembanding untuk menilai materialitas.
- Derajat hubungan keluarga tidak dijelaskan secara rinci (hanya disebut saudara kandung).

### Items to monitor

- Transaksi afiliasi ini menunjukkan perluasan jaringan layanan ASTA, yang dapat berdampak pada operasional anak usaha.
- Nilai transaksi relatif kecil, sehingga dampak finansial langsung terhadap ASSA kemungkinan terbatas.
- Tidak ada perubahan struktur modal atau pengendalian yang diumumkan.

---

## ATIC

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) sebagai koreksi atas laporan sebelumnya (No. 0037/LO-CS/ATI/IX/2026). Laporan ini menyajikan data kepemilikan saham per 31 Agustus 2026, mencakup pemegang saham pengendali, afiliasi, direksi, komisaris, treasury stock, dan free float. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan; data kepemilikan utama dan jumlah saham beredar tampak konsisten antara bulan berjalan dan bulan sebelumnya.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk periode 31 Agustus 2026, disampaikan sebagai koreksi atas laporan sebelumnya dengan nomor 0037/LO-CS/ATI/IX/2026.
- Jumlah saham beredar (total shares outstanding) tercatat 2.894.201.693 saham, sama dengan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham pengendali (Controller) tercatat 863.645.841 saham (29,841%) pada bulan ini, sama dengan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham afiliasi pengendali (Affiliate of Controller) tercatat 664.387.148 saham (22,956%) pada bulan ini, sama dengan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris tercatat 91.845.461 saham (3,1734%) untuk Direksi, 58.222.318 saham (2,0117%) untuk Komisaris, 1.285.500 saham (0,0444%) untuk Afiliasi Direksi, dan 211.600 saham (0,0073%) untuk Afiliasi Komisaris, masing-masing sama dengan bulan sebelumnya.
- Treasury stock tercatat 0 saham pada bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Free float tercatat 19,67% pada bulan ini, meningkat dari 14,46% pada bulan sebelumnya.
- Pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih: PT Inti Global Resources (27,4162%), PT Anabatic Technologies (5,61%), dan satu entitas lain dengan kepemilikan 5,61% (nama tidak terbaca pada ekstraksi).
- Pemegang saham dengan kepemilikan kurang dari 5%: tercatat 162.383.761 saham (5,61%) untuk kategori 'Warkat' dan 793.478.741 saham (27,4162%) untuk kategori 'Scripless'.
- Jumlah pemegang saham (investor) tercatat 2.381 pada bulan ini, meningkat dari 2.370 pada bulan sebelumnya.
- Laporan ditandatangani oleh Camelia Bong, Corporate Secretary PT Anabatic Technologies Tbk, pada 11 September 2026.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan Direksi atau Komisaris yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan; data kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris tidak berubah antara bulan berjalan dan bulan sebelumnya.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar yang teridentifikasi; total saham beredar tetap 2.894.201.693 saham.
- Tidak ada perubahan treasury stock yang teridentifikasi; treasury stock tetap 0 saham.

### Listing / regulatory

- Laporan ini merupakan koreksi atas LBRE sebelumnya, namun tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan koreksi pada evidence yang diberikan.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan free float** [analyst_hypothesis, medium]: Free float meningkat dari 14,46% menjadi 19,67% pada bulan berjalan, meskipun jumlah saham beredar dan kepemilikan pengendali/afiliasi tidak berubah. Hal ini dapat disebabkan oleh perubahan klasifikasi kepemilikan saham oleh KSEI, misalnya perubahan status pemegang saham dari kategori pengendali/afiliasi menjadi publik, atau perubahan komposisi kepemilikan di bawah 5% yang tidak dirinci dalam laporan.
  - Basis: Free float bulan ini 19,67% vs bulan sebelumnya 14,46%; Jumlah saham beredar tetap 2.894.201.693 saham; Kepemilikan pengendali dan afiliasi tidak berubah
  - Assumptions: Perubahan free float tidak disebabkan oleh perubahan jumlah saham beredar atau kepemilikan pengendali/afiliasi.; Klasifikasi investor oleh KSEI dapat berubah antar periode.
  - Caveats: Penyebab pasti peningkatan free float tidak dijelaskan dalam evidence yang diberikan.; Data klasifikasi investor dari KSEI dapat mengandung perbedaan interpretasi.
- **Alasan koreksi laporan** [analyst_hypothesis, low]: Laporan ini merupakan koreksi atas LBRE sebelumnya (No. 0037/LO-CS/ATI/IX/2026), namun tidak ada penjelasan spesifik mengenai apa yang dikoreksi. Kemungkinan koreksi terkait dengan data klasifikasi investor atau free float, mengingat ada perubahan free float yang signifikan.
  - Basis: Judul laporan menyebutkan '(KOREKSI)'; Nomor laporan berbeda dari laporan sebelumnya; Free float berubah signifikan
  - Assumptions: Koreksi dilakukan untuk memperbaiki data yang salah pada laporan sebelumnya.
  - Caveats: Tidak ada rincian koreksi yang tersedia pada evidence yang diberikan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan. Laporan ini bersifat rutin dan tidak menunjukkan perubahan signifikan pada struktur kepemilikan atau modal.

### Items to monitor

- Peningkatan free float dari 14,46% menjadi 19,67% dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar, namun hal ini tidak dijelaskan lebih lanjut oleh emiten.
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar atau kepemilikan pengendali yang teridentifikasi, sehingga tidak ada dampak langsung terhadap struktur modal.

---

## BCIC

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) menyampaikan koreksi atas Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk posisi 31 Agustus 2026. Laporan ini mencakup komposisi pemegang saham, kepemilikan direksi dan komisaris, serta rincian free float. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada struktur kepemilikan saham, pengendali, atau manajemen berdasarkan evidence yang diberikan.

### Material changes

- Emiten: PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC).
- Jenis pengumuman: Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) dengan status KOREKSI, nomor 034/CSD/JTRUST/IX/2026, tanggal 11 September 2026.
- Posisi laporan: 31 Agustus 2026.
- Total saham beredar: 18.109.922.009 saham (klaim emiten).
- Komposisi pemegang saham (posisi 31 Agustus 2026):
- - JTrust, Co., Ltd. (Tokyo, Jepang): 12.025.097.496 saham (66,4%) - pemegang saham pengendali.
- - JTrust Asia Pte. Ltd. (Singapura): 3.381.207.875 saham (18,67%) - afiliasi pengendali.
- - Masyarakat (<5%): 2.703.616.638 saham (14,93%).
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris (posisi 31 Agustus 2026):
- - Ritsuo Fukadai (Direktur Utama): 157.900 saham (0,009%).
- - Felix Istyono Hartadi Tiono (Direktur): 1.619.500 saham (0,0089%).
- - Helmi Arief Hidayat (Direktur): 3.314.100 saham (0,0183%).
- - Total kepemilikan Direksi dan Komisaris: 5.091.500 saham (0,0281%).
- Treasury stock: 0 saham (tidak ada).
- Free float: 2.703.616.638 saham (14,93%) - berdasarkan laporan komposisi pemegang saham.
- Laporan ini merupakan koreksi dari pengumuman sebelumnya nomor 033/CSD/JTRUST/IX/2026.
- Laporan disusun oleh Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita, dengan surat nomor 67/SG-CA/LB-BCIC/IX/2026 tanggal 3 September 2026.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali atau susunan direksi/komisaris yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Komposisi pemegang saham pengendali (JTrust, Co., Ltd. dan JTrust Asia Pte. Ltd.) tetap sama dengan periode sebelumnya (66,4% dan 18,67%).

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Treasury stock tercatat 0 saham, tidak ada indikasi pembelian kembali saham.

### Listing / regulatory

- Pengumuman ini adalah koreksi atas LBRE sebelumnya, namun tidak ada indikasi pelanggaran atau sanksi yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Koreksi laporan** [analyst_hypothesis, low]: Koreksi LBRE mungkin disebabkan oleh perbaikan data atau format, namun tidak ada penjelasan spesifik dalam evidence mengenai alasan koreksi.
  - Basis: Judul pengumuman menyebut 'KOREKSI' dan merujuk pada nomor pengumuman sebelumnya (033/CSD/JTRUST/IX/2026).
  - Assumptions: Koreksi tidak mengubah angka material yang terlihat pada laporan posisi 31 Agustus 2026.
  - Caveats: Tidak ada detail perbedaan antara laporan awal dan koreksi pada evidence yang diberikan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Konsentrasi kepemilikan oleh pengendali (66,4%) dapat menjadi perhatian bagi investor, namun ini bukan perubahan baru.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan atau manajemen yang teridentifikasi.
- Free float sebesar 14,93% masih di bawah ketentuan minimal 20% untuk perusahaan tercatat, namun ini bukan perubahan baru dan tidak diungkapkan sebagai pelanggaran.

---

## BLOG

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang dilaksanakan pada 8 September 2026. Manajemen mengungkapkan strategi transisi ke kendaraan listrik (EV) melalui pilot project, kondisi keuangan sehat dengan DER di bawah 1, target laba bersih 2026 tumbuh di atas 10% dengan margin dua digit, serta alokasi CAPEX 2026 sebesar Rp500 miliar dengan realisasi hingga Agustus 2026 sekitar Rp200 miliar yang diperkirakan tidak mencapai target karena keterlambatan pembangunan gudang. Tidak ada rencana rights issue, dan dividen akan diputuskan setelah tutup buku 2026. Dokumen utama hanya berisi pengantar dan lampiran; materi paparan terdapat pada lampiran yang dianalisis.

### Material changes

- Public Expose Tahunan dilaksanakan pada 8 September 2026 pukul 11.00-11.55 WIB, dihadiri 77 peserta (tidak termasuk manajemen dan karyawan).
- Manajemen yang hadir: Maickel Tilon (Direktur Utama), Gerry Ardian ST, dan Antonia Indrawati Prasetyo Widodo sebagai perwakilan manajemen.
- Dana hasil IPO telah terealisasi seluruhnya sesuai peruntukannya per Juni 2026.
- Rasio Debt to Equity Ratio (DER) berada di bawah 1, sehingga masih ada ruang pendanaan dari perbankan.
- CAPEX 2026 dialokasikan sekitar Rp500 miliar, realisasi hingga Agustus 2026 sekitar Rp200 miliar.
- Realisasi CAPEX hingga akhir tahun diperkirakan tidak mencapai target Rp500 miliar karena keterlambatan pembangunan gudang.
- Target laba bersih 2026 tumbuh di atas 10% dibandingkan tahun 2025, dengan target net profit margin dua digit.
- Fokus ekspansi ke Indonesia Timur untuk layanan cold chain dan penyimpanan barang bersuhu dingin.
- Perseroan berencana mengintegrasikan Transportation Management System (TMS), Warehouse Management System (WMS), dan Human Resources System (HRS).
- Pembangunan Training Center (TC) di Tangerang untuk pengembangan SDM.
- Belum ada rencana rights issue; keputusan dividen akan mempertimbangkan kinerja keuangan hingga akhir tahun buku 2026.
- Pada tahun 2026, Perseroan membagikan dividen sebesar 50% dari laba bersih tahun buku 2025.
- Kenaikan harga BBM diantisipasi melalui penyesuaian tarif dengan mekanisme negosiasi kontrak jangka panjang dan efisiensi internal.
- Perseroan berencana melakukan pilot project kendaraan EV untuk menguji efektivitas sebelum penerapan skala luas.

### Key financial figures

- **CAPEX alokasi 2026:** 500 (2026 (alokasi awal))
- **Realisasi CAPEX hingga Agustus 2026:** 200 (Januari-Agustus 2026)
- **Target pertumbuhan laba bersih 2026:** >10% (2026 vs 2025)
- **Target net profit margin:** dua digit (2026)
- **Dividen tahun buku 2025:** 50% dari laba bersih (dibagikan tahun 2026)
- **Rasio DER:** <1 (per Juni 2026)
- **Jumlah peserta Public Expose:** 77 (8 September 2026)

### Corporate actions

- Tidak ada rencana rights issue
- Dividen akan diputuskan setelah tutup buku 2026
- Pilot project kendaraan EV
- Pembangunan gudang baru
- Pembangunan Training Center di Tangerang

### Expansion projects

- CAPEX 2026 dialokasikan Rp500 miliar, realisasi hingga Agustus 2026 Rp200 miliar
- Pembelian unit truk untuk memperkuat armada
- Pembangunan gudang untuk meningkatkan kapasitas logistik
- Ekspansi jaringan ke Indonesia Timur untuk cold chain

### Capital structure

- Dana IPO telah habis terpakai per Juni 2026
- DER di bawah 1
- Pendanaan CAPEX dari free cash flow dan pendanaan eksternal

### Listing / regulatory

- Public Expose 2026 diselenggarakan oleh BEI
- Laporan hasil Public Expose disampaikan kepada BEI

### Analytical scenarios

- **Realisasi CAPEX akhir tahun** [derived_calculation, low]: Realisasi CAPEX hingga Agustus 2026 sekitar Rp200 miliar dari alokasi Rp500 miliar. Manajemen menyatakan realisasi akhir tahun tidak akan mencapai target. Jika diasumsikan realisasi bulanan rata-rata Rp25 miliar (Rp200 miliar / 8 bulan), maka proyeksi akhir tahun sekitar Rp300 miliar (Rp200 miliar + 4 bulan x Rp25 miliar), atau 60% dari target. Namun angka ini hanya estimasi kasar.
  - Basis: Realisasi CAPEX hingga Agustus 2026 sebesar Rp200 miliar; Alokasi CAPEX 2026 sebesar Rp500 miliar; Pernyataan manajemen bahwa realisasi tidak akan mencapai target
  - Assumptions: Realisasi bulanan rata-rata Rp25 miliar berlanjut hingga Desember 2026; Tidak ada percepatan belanja modal di akhir tahun
  - Caveats: Angka realisasi akhir tahun belum diumumkan; Keterlambatan pembangunan gudang tidak dirinci lebih lanjut
- **Dampak kenaikan BBM** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyatakan kenaikan BBM berdampak pada seluruh industri, namun BLOG memiliki kontrak jangka panjang yang memungkinkan penyesuaian tarif. Ini menunjukkan potensi margin terjaga, tetapi efektivitasnya belum terukur.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang ruang negosiasi tarif; Adanya kontrak jangka panjang dengan pelanggan
  - Assumptions: Penyesuaian tarif dapat mengkompensasi kenaikan biaya BBM; Efisiensi internal berjalan sesuai rencana
  - Caveats: Tidak ada angka kenaikan BBM atau dampak kuantitatif; Kemampuan negosiasi bergantung pada kontrak spesifik
- **Transisi ke EV** [analyst_hypothesis, low]: Pilot project EV menunjukkan pendekatan hati-hati, namun belum ada detail skala, biaya, atau timeline. Ini bisa menjadi risiko ketertinggalan jika transisi pasar lebih cepat.
  - Basis: Rencana pilot project EV; Kekhawatiran terhadap nilai jual EV dan infrastruktur charging
  - Assumptions: Pilot project akan berjalan dalam waktu dekat; Hasil pilot akan menentukan skala implementasi
  - Caveats: Tidak ada tanggal atau anggaran pilot project; Belum ada keputusan investasi besar terkait EV

### Risks / uncertainties

- Keterlambatan pembangunan gudang dapat menghambat ekspansi
- Kenaikan harga BBM dan UMP dapat menekan margin
- Transisi ICE ke EV memerlukan adaptasi dan investasi
- Ketergantungan pada pendanaan eksternal untuk CAPEX
- Keputusan dividen belum pasti hingga akhir tahun

### Items to monitor

- Permintaan cold chain dan penyimpanan barang bersuhu dingin meningkat
- Indonesia Timur memiliki potensi permintaan tinggi namun infrastruktur terbatas

---

## DOID

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) melaporkan bahwa anak usahanya, Asiamet Resources Limited (Asiamet), yang 44,15% sahamnya dimiliki DOID, telah menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikannya di Indokal Limited kepada Norin Mining (Hong Kong) Limited pada 9 September 2026. Indokal adalah anak usaha Asiamet yang memiliki 100% Proyek Kalimantan Surya Kencana (KSK). Setelah transaksi, Direksi Asiamet menyetujui dividen khusus sebesar US$93 juta untuk pemegang saham, termasuk DOID, dengan waktu pembagian belum ditentukan. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- DOID memiliki 44,15% saham di Asiamet Resources Limited (Asiamet).
- Pada 9 September 2026, Asiamet mengumumkan penyelesaian penjualan seluruh kepemilikannya di Indokal Limited kepada Norin Mining (Hong Kong) Limited.
- Indokal Limited adalah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Asiamet dan memiliki 100% atas proyek Kalimantan Surya Kencana (Proyek KSK).
- Setelah penyelesaian transaksi, Direksi Asiamet menyetujui pembagian dividen khusus sejumlah US$93 juta kepada para pemegang saham Asiamet, termasuk Perseroan.
- Waktu pembagian dividen khusus akan ditentukan oleh Asiamet.
- Emiten menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.
- Laporan disampaikan untuk memenuhi OJK No 31/POJK.04/2015 dan Peraturan BEI No I-E (Kep-00087/BEI/12-2025).

### Key financial figures

- **Persentase kepemilikan DOID di Asiamet:** 44.15 (per 9 September 2026 (tanggal kejadian))
- **Nilai dividen khusus yang disetujui Direksi Asiamet:** US$93 juta (setelah penyelesaian transaksi (9 September 2026))

### Corporate actions

- Divestasi: Asiamet menjual seluruh kepemilikan di Indokal Limited (pemilik Proyek KSK) kepada Norin Mining (Hong Kong) Limited.
- Dividen khusus: Asiamet menyetujui dividen khusus US$93 juta kepada pemegang saham, termasuk DOID.

### Capital structure

- Kepemilikan DOID di Asiamet: 44,15%.

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan untuk memenuhi OJK No 31/POJK.04/2015 dan Peraturan BEI No I-E (Kep-00087/BEI/12-2025).

### Analytical scenarios

- **Potensi dividen untuk DOID** [derived_calculation, medium]: Jika dividen khusus US$93 juta dibagikan secara proporsional, bagian DOID (44,15%) sekitar US$41,06 juta (93 juta x 44,15%).
  - Basis: Kepemilikan 44,15% dan nilai dividen US$93 juta.
  - Assumptions: Dividen dibagikan proporsional sesuai kepemilikan saham.
  - Caveats: Waktu dan mekanisme pembagian belum ditentukan; jumlah aktual dapat berbeda.
- **Dampak pada pendapatan DOID** [analyst_hypothesis, low]: Dividen khusus dapat memberikan tambahan kas bagi DOID, tetapi dampaknya terhadap pendapatan atau laba belum dapat dipastikan karena waktu dan pengakuan akuntansi belum jelas.
  - Basis: Adanya dividen khusus yang disetujui.
  - Assumptions: Dividen akan diterima DOID.
  - Caveats: Belum ada rincian pengakuan pendapatan atau arus kas.

### Risks / uncertainties

- Waktu pembagian dividen khusus belum ditentukan oleh Asiamet.
- Jumlah dividen yang akan diterima DOID belum diumumkan secara spesifik.
- Dampak transaksi terhadap nilai investasi DOID di Asiamet belum diungkapkan.

### Items to monitor

- Transaksi divestasi oleh Asiamet dapat mempengaruhi nilai aset dan prospek bisnis Asiamet, yang berdampak pada nilai investasi DOID.

---

## ERAL

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAL) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026. Laporan ini bersifat rutin dan tidak menunjukkan adanya aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau perubahan kepemilikan yang material. Struktur kepemilikan tetap terkonsentrasi: satu pemegang saham (PT Erajaya Swasembada Tbk) menguasai 80% saham, dan 20% sisanya dimiliki oleh 7.627 pemegang saham. Free float dilaporkan 19,82%, di atas batas minimum IDX. Tidak ada saham treasuri. Jumlah pemegang rekening sedikit meningkat dari 7.621 menjadi 7.624.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) PT ERAL per 31 Agustus 2026, nomor surat 042/ERAL/CS/IX/2026, diterbitkan 11 September 2026.
- Total saham tercatat/disetor: 5.187.500.000 lembar, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Pemegang saham pengendali PT Erajaya Swasembada Tbk memiliki 4.149.990.000 saham (80%) secara langsung dan 1.035.580.000 saham (19,963%) secara tidak langsung.
- Free float dilaporkan 19,82% atau 1.027.910.000 saham, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Tidak ada saham treasuri yang dilaporkan.
- Tidak ada perubahan kepemilikan oleh Direksi dan Dewan Komisaris yang tercatat.
- Tidak ada perubahan komposisi pemegang saham yang material selama periode pelaporan.
- Jumlah pemegang rekening: 7.624 (Agustus 2026) vs 7.621 (Juli 2026), naik 3 pemegang.
- Pemegang saham dengan kepemilikan >= 5% hanya satu pihak: PT Erajaya Swasembada Tbk (80,00%).
- Pemodal nasional menguasai 99,451% saham (5.159.003.200 lembar); pemodal asing 0,549% (28.496.800 lembar).
- Perusahaan Terbatas domestik menguasai 80,678% saham (4.185.186.400 lembar).
- Modal dasar disetor: 16.600.000.000 saham; modal ditempatkan/disetor: 5.187.500.000 saham.
- Jumlah pemegang saham <5%: 7.627 pihak, memenuhi syarat minimal 300 pihak; persentase kepemilikan <5%: 20%, di bawah ambang 40% untuk penurunan tarif pajak (PP No. 30 Tahun 2020).
- Laporan disusun oleh Biro Administrasi Efek PT Raya Saham Registra.
- Laporan disampaikan sesuai Ketentuan III.1.4 Peraturan Nomor I-E (Kep-00015/BEI/01-2021).

### Capital structure

- Kepemilikan pengendali langsung 80% (4.149.990.000 saham) dan tidak langsung 19,963% (1.035.580.000 saham).
- Free float 19,82% (1.027.910.000 saham).
- Tidak ada saham treasuri.
- Total saham tercatat 5.187.500.000 lembar, tidak berubah.
- Pemegang saham >=5%: 1 pihak (PT Erajaya Swasembada Tbk, 80%).
- Pemegang saham <5%: 7.627 pihak, total 1.037.510.000 saham (20%).

### Listing / regulatory

- Penyampaian LBRE sebagai pemenuhan kewajiban informasi kepada BEI dan OJK sesuai Ketentuan III.1.4 Peraturan Nomor I-E.
- Free float 19,82% di atas batas minimum 7,5% sesuai Peraturan Bursa V.2.

### Analytical scenarios

- **Total kepemilikan pengendali** [derived_calculation, high]: Total kepemilikan pengendali = 80% + 19,963% = 99,963%.
  - Basis: Kepemilikan langsung 80%; Kepemilikan tidak langsung 19,963%
- **Sisa saham non-pengendali** [derived_calculation, high]: Sisa saham non-pengendali = 100% - 99,963% = 0,037%.
  - Basis: Total kepemilikan pengendali 99,963%
- **Konsistensi free float** [derived_calculation, high]: Free float 19,82% setara dengan 1.027.910.000 saham, konsisten dengan total saham 5.187.500.000 (1.027.910.000 / 5.187.500.000 = 19,82%).
  - Basis: Free float 19,82%; Total saham 5.187.500.000
- **Jumlah saham PT Sinar Eka Selaras** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan persentase 80% dari total saham 4.149.990.000 (lampiran 2), jumlah saham yang dimiliki sekitar 3.319.992.000 lembar.
  - Basis: Persentase kepemilikan 80%; Total saham 4.149.990.000
  - Assumptions: Persentase kepemilikan dihitung dari total saham disetor.
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen.
- **Jumlah saham pihak lain (20%)** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan persentase 20% dari total saham 4.149.990.000 (lampiran 2), jumlah saham pihak lain sekitar 829.998.000 lembar.
  - Basis: Persentase kepemilikan 20%; Total saham 4.149.990.000
  - Assumptions: Persentase kepemilikan dihitung dari total saham disetor.
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen.
- **Kepatuhan syarat penurunan tarif pajak** [derived_calculation, high]: Jumlah pemegang saham <5% (7.627) memenuhi syarat minimal 300 pihak, tetapi persentase kepemilikan <5% (20%) tidak memenuhi syarat 40% untuk penurunan tarif pajak sesuai PP No. 30 Tahun 2020.
  - Basis: Jumlah pemegang saham <5%: 7.627; Persentase kepemilikan <5%: 20%
- **Struktur kepemilikan terkonsentrasi** [analyst_hypothesis, medium]: Kepemilikan pengendali yang hampir 100% menunjukkan potensi likuiditas rendah, namun free float 19,82% masih di atas batas minimum 7,5% sesuai aturan IDX.
  - Basis: Kepemilikan pengendali 99,963%; Free float 19,82%
  - Caveats: Free float dihitung sesuai Peraturan Bursa V.2, termasuk saham yang dibatasi (lock-up) dan diblokir aparat penegak hukum.
- **Potensi risiko kepatuhan pajak** [analyst_hypothesis, medium]: Karena persentase kepemilikan <5% hanya 20%, ERAL mungkin tidak memenuhi syarat untuk penurunan tarif pajak, yang dapat mempengaruhi beban pajak.
  - Basis: Persentase kepemilikan <5% di bawah ambang 40%
  - Assumptions: Syarat penurunan tarif pajak berlaku untuk ERAL
  - Caveats: Keputusan akhir ada pada otoritas pajak.

### Risks / uncertainties

- Rincian klasifikasi investor per kategori tidak tersedia dalam dokumen utama.
- Tidak ada informasi mengenai transaksi saham oleh direksi atau komisaris pada periode ini.
- Nama pihak pemegang saham 20% tidak diidentifikasi secara eksplisit dalam lampiran 2.
- Laporan belum memperhitungkan kepemilikan pemegang saham utama dan pengendali sesuai PMK No. 123/PMK.03/2020.
- Tidak ada data pembanding (bulan sebelumnya) untuk analisis perubahan komposisi kepemilikan pada lampiran 3.

### Items to monitor

- Struktur kepemilikan yang sangat terkonsentrasi (pengendali 99,963%) dapat mempengaruhi likuiditas perdagangan saham ERAL.
- Free float 19,82% masih di atas batas minimum IDX, sehingga tidak ada risiko suspensi terkait free float.
- Jumlah pemegang saham <5% yang tidak memenuhi ambang 40% dapat berdampak pada tarif pajak yang berlaku.

---

## GRIA

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 11 September 2026, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) merilis dua pengumuman terkait perubahan pengurus: pengumuman awal (ID: 20260911141833-0841/IPC-COR/IX/2026_id-id) dan koreksi (ID: 20260911143626-0841B/IPC-COR/IX/2026_id-id). Perubahan ini merupakan hasil RUPST 30 Juni 2026 yang telah dicatat Kementerian Hukum RI pada 29 Juli 2026. Susunan Direksi baru: Khufran Hakim Noor (Direktur Utama), Hugofeber Parluhutan (Direktur Keuangan), dan Bambang Eko Prabowo (Direktur Operasional). Irwansyah Hakim Noor dan Moch Dody Supriyadi diberhentikan dengan hormat, dan jabatan Direktur Pemasaran dihapus. Komisaris tidak berubah. Tidak ada aksi korporasi lain seperti rights issue, saham bonus, merger, atau akuisisi. Kinerja keuangan 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba, serta perbaikan arus kas operasi. Pentingnya perubahan ini terletak pada restrukturisasi manajemen yang dapat mempengaruhi arah strategis dan operasional perusahaan, meskipun alasan spesifik tidak diungkapkan.

### Material changes

- Perubahan susunan Direksi: pemberhentian Irwansyah Hakim Noor dan Moch Dody Supriyadi, pengangkatan Bambang Eko Prabowo sebagai Direktur Operasional.
- Penghapusan jabatan Direktur Pemasaran; fungsi pemasaran dialihkan di bawah koordinasi Direktur Utama.
- Tidak ada pembagian dividen untuk tahun buku 2025.
- Pengesahan laporan keuangan 2025 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian.
- Pemberian kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk KAP dan menetapkan remunerasi untuk tahun buku 2026.

### Key financial figures

- **Pendapatan:** Rp69.056.000.000 (2025)
- **Pendapatan (pembanding):** Rp65.018.000.000 (2024)
- **Laba kotor:** Rp22.120.000.000 (2025)
- **Laba kotor (pembanding):** Rp19.570.000.000 (2024)
- **Laba tahun berjalan:** Rp7.650.000.000 (2025)
- **Laba tahun berjalan (pembanding):** Rp5.786.000.000 (2024)
- **Total aset:** Rp463.925.000.000 (31-12-2025)
- **Total aset (pembanding):** Rp469.158.000.000 (31-12-2024)
- **Jumlah liabilitas:** Rp65.843.000.000 (31-12-2025)
- **Jumlah liabilitas (pembanding):** Rp78.856.000.000 (31-12-2024)
- **Ekuitas:** Rp398.082.000.000 (31-12-2025)
- **Ekuitas (pembanding):** Rp390.302.000.000 (31-12-2024)
- **Arus kas dari aktivitas operasi:** Rp23.441.000.000 (2025)
- **Arus kas dari aktivitas operasi (pembanding):** -Rp9.217.000.000 (2024)
- **Arus kas digunakan untuk aktivitas investasi:** Rp1.851.000.000 (2025)
- **Arus kas digunakan untuk aktivitas pendanaan:** Rp10.268.000.000 (2025)
- **Saldo kas dan setara kas:** Rp18.203.000.000 (31-12-2025)
- **Saldo kas dan setara kas (pembanding):** Rp6.881.000.000 (31-12-2024)

### Corporate actions

- Perubahan susunan Direksi dan Komisaris (hasil RUPST 30 Juni 2026).
- Tidak ada pembagian dividen untuk tahun buku 2025.
- Penunjukan KAP untuk audit tahun buku 2026 oleh Dewan Komisaris.
- Penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026 oleh Dewan Komisaris.

### Management / control changes

- Bambang Eko Prabowo diangkat sebagai Direktur Operasional, efektif 30 Juni 2026.
- Irwansyah Hakim Noor diberhentikan dengan hormat sebagai Direktur Pemasaran, efektif 30 Juni 2026.
- Moch Dody Supriyadi diberhentikan dengan hormat sebagai Direktur Operasional, efektif 30 Juni 2026.
- Jabatan Direktur Pemasaran dihapus; fungsi pemasaran dialihkan di bawah koordinasi Direktur Utama.
- Khufran Hakim Noor tetap menjabat sebagai Direktur Utama.
- Hugofeber Parluhutan tetap menjabat sebagai Direktur Keuangan.
- Arvan Rivaldy R Siregar tetap menjabat sebagai Komisaris Utama.
- Gunawan Wisaksono tetap menjabat sebagai Komisaris Independen.

### Capital structure

- Total saham beredar: 7.375.720.674 lembar, nilai nominal Rp20 per saham.
- Kepemilikan Khufran Hakim Noor 3.486.806.674 saham (47,27%), Arvan Rivaldy R Siregar 1.756.650.000 saham (23,82%).
- Tidak ada perubahan struktur modal atau penerbitan saham baru yang disebutkan.

### Listing / regulatory

- Kementerian Hukum RI menerima dan mencatat pemberitahuan perubahan Direksi dan Komisaris pada 29 Juli 2026, terdaftar dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0182409.AH.01.11.TAHUN 2026.
- Rapat diselenggarakan sesuai POJK No. 15/2020 dan Anggaran Dasar Perseroan.
- Laporan keuangan 2025 diaudit dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian.
- Tidak ada suspensi atau pelanggaran free float yang disebutkan.

### Analytical scenarios

- **Kinerja keuangan** [explicit_fact, high]: Pendapatan meningkat 6,21% dari Rp65,018 miliar menjadi Rp69,056 miliar; laba tahun berjalan naik 32,21% dari Rp5,786 miliar menjadi Rp7,650 miliar.
  - Basis: Angka dari laporan keuangan yang disajikan dalam RUPS
- **Pertumbuhan ekuitas** [derived_calculation, medium]: Ekuitas naik Rp7,780 miliar (dari Rp390,302 miliar ke Rp398,082 miliar), konsisten dengan laba tahun berjalan Rp7,650 miliar, menunjukkan hampir seluruh laba ditahan.
  - Basis: Selisih ekuitas 2025-2024; Laba tahun berjalan 2025
  - Assumptions: Tidak ada transaksi ekuitas lain selain laba
  - Caveats: Perbedaan kecil mungkin dari komponen laba komprehensif lain
- **Kepemilikan saham utama** [derived_calculation, high]: Kepemilikan Khufran Hakim Noor (3.486.806.674 saham) setara 47,27% dari total saham, dan Arvan Rivaldy R Siregar (1.756.650.000 saham) setara 23,82%, sehingga keduanya menguasai mayoritas.
  - Basis: Jumlah saham masing-masing dibagi total saham 7.375.720.674
  - Assumptions: Tidak ada perubahan kepemilikan setelah RUPS
- **Likuiditas** [explicit_fact, high]: Arus kas operasi positif Rp23,441 miliar di 2025, meningkat signifikan dari negatif Rp9,217 miliar di 2024, menunjukkan perbaikan kemampuan menghasilkan kas.
  - Basis: Laporan arus kas yang disajikan
- **Dividen** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025, meskipun laba positif, sesuai kebijakan dividen maksimal 30%.
  - Basis: Keputusan RUPS
- **Alasan restrukturisasi** [analyst_hypothesis, medium]: Restrukturisasi Direktur Pemasaran dan pengangkatan Direktur Operasional baru kemungkinan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengambilan keputusan, serta menyelaraskan struktur organisasi dengan kebutuhan usaha.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen tentang tujuan restrukturisasi
  - Caveats: Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai dampak operasional atau keuangan.
- **Implikasi tata kelola** [analyst_hypothesis, low]: Penghapusan jabatan Direktur Pemasaran dan pelimpahan fungsi pemasaran kepada Direktur Utama dapat meningkatkan beban kerja Direktur Utama, namun hal ini belum dikonfirmasi.
  - Basis: Struktur Direksi baru
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang pembagian tugas lebih lanjut.
- **Hasil voting RUPS** [explicit_fact, high]: Seluruh agenda RUPS disetujui dengan suara setuju 5.988.029.074 saham atau 100% dari total saham yang hadir, tanpa suara tidak setuju atau abstain.

### Risks / uncertainties

- Alasan perubahan pengurus tidak dijelaskan secara eksplisit.
- Bagian yang dikoreksi dari pengumuman sebelumnya tidak disebutkan.
- Status independensi pengurus tidak jelas; kolom independen diisi 'Tidak ada' atau 'X' tanpa penjelasan.
- Proses penunjukan KAP untuk tahun buku 2026 masih perlu difinalisasi oleh Dewan Komisaris.
- Tidak ada informasi mengenai rencana ekspansi atau capex di masa depan.
- Tidak ada informasi dampak keuangan dari perubahan struktur organisasi.
- KTP Bambang Eko Prabowo tercatat berlaku sampai 15-07-2017, namun dinyatakan berlaku seumur hidup berdasarkan peraturan perundang-undangan.

### Items to monitor

- Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2026 oleh Dewan Komisaris.
- Keputusan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026.
- Implementasi fungsi pemasaran di bawah koordinasi Direktur Utama.
- Kinerja keuangan kuartal berikutnya untuk menilai dampak restrukturisasi.
- Klarifikasi lebih lanjut mengenai bagian yang dikoreksi dari pengumuman awal.

---

## GRPH

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (No. S-11451/BEI.PP1/09-2026) terkait kenaikan beban gaji, piutang usaha, koreksi beban umum, aset dalam penyelesaian, dan utang usaha. Manajemen menjelaskan kenaikan beban gaji 68,13% (Rp756,08 juta) lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan 6,73% karena perubahan kebijakan pembayaran THR dan bonus menjadi di awal Juni. Piutang usaha pihak ketiga naik 511,81% menjadi Rp1,23 miliar, terutama dari PT Djarum (Rp526,51 juta) dan BPS Kudus (Rp500,18 juta). Terdapat koreksi CALK 22 dengan menambahkan Biaya Lain-lain Rp227,38 juta. Aset dalam penyelesaian Rp6,53 miliar terkait renovasi ballroom dan fasilitas hotel, ditargetkan selesai pertengahan 2027. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan.

### Material changes

- GRPH menerima surat Permintaan Penjelasan Bursa Nomor S-11451/BEI.PP1/09-2026 dan menanggapinya melalui surat Nomor 042/GPP/DIR/SPb/IX/2026 tanggal 11 September 2026.
- Kenaikan beban Gaji dan Tunjangan sebesar Rp756,08 juta atau 68,13%, dari Rp1,10 miliar per 30 Juni 2025 menjadi Rp1,86 miliar per 30 Juni 2026.
- Pertumbuhan Pendapatan Usaha hanya 6,73% pada periode yang sama (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025).
- Jumlah karyawan menurun dari 70 orang pada 31 Desember 2025 menjadi 65 orang pada 30 Juni 2026.
- Perubahan kebijakan pembagian THR dan Bonus: semula THR dibayar H-7 Idul Fitri dan bonus pada September-Oktober, menjadi seluruhnya dibayar awal Juni mulai tahun 2026.
- Piutang Usaha dari Pihak Ketiga meningkat dari Rp202,19 juta menjadi Rp1,23 miliar (kenaikan Rp1,03 miliar atau 511,81%) per 30 Juni 2026.
- Piutang kepada PT Djarum sebesar Rp526,51 juta (piutang kamar Rp374.564.986 dan sewa ruang Rp182.100.000) dengan pelunasan 2 minggu setelah event.
- Piutang kepada BPS Kudus sebesar Rp500,18 juta (piutang kamar Rp465.960.000 dan sewa ruang Rp1.470.000) dengan pelunasan 1 bulan setelah event.
- Koreksi CALK 22 Beban Umum dan Administrasi periode 30 Juni 2025 dengan memasukkan Biaya Lain-lain Rp227,38 juta, sehingga total menjadi Rp5,67 miliar.
- Aset dalam penyelesaian per 30 Juni 2026 sebesar Rp6,53 miliar, dengan penambahan Rp292,87 juta dan pengurangan Rp758,57 juta sepanjang 2026.
- Aset dalam penyelesaian terkait renovasi dan peremajaan ballroom (Majesty Palace) serta fasilitas dan kamar hotel, ditargetkan selesai pertengahan 2027.
- Utang usaha jatuh tempo 1-30 hari per 30 Juni 2026 sebesar Rp121,33 juta, merupakan kewajiban operasional kepada pemasok/vendor.
- Tidak terdapat sengketa material atau legal exposure terkait utang usaha jatuh tempo tersebut.
- Manajemen menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Direktur Utama Edwin Leonardo pada 11 September 2026.

### Key financial figures

- **Beban Gaji dan Tunjangan:** 1.860.000.000 (30 Juni 2026)
- **Beban Gaji dan Tunjangan:** 1.100.000.000 (30 Juni 2025)
- **Kenaikan Beban Gaji dan Tunjangan:** 756.080.000 (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **Pertumbuhan Pendapatan Usaha:** 6.73% (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **Piutang Usaha Pihak Ketiga:** 1.230.000.000 (30 Juni 2026)
- **Piutang Usaha Pihak Ketiga:** 202.190.000 (31 Desember 2025)
- **Kenaikan Piutang Usaha Pihak Ketiga:** 1.030.000.000 (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **Piutang PT Djarum:** 526.510.000 (30 Juni 2026)
- **Piutang BPS Kudus:** 500.180.000 (30 Juni 2026)
- **Piutang kamar PT Djarum:** 374.564.986 (Juni 2026)
- **Piutang sewa ruang PT Djarum:** 182.100.000 (Juni 2026)
- **Piutang kamar BPS:** 465.960.000 (Juni 2026)
- **Piutang sewa ruang BPS:** 1.470.000 (Juni 2026)
- **Selisih Beban Umum dan Administrasi:** 227.380.000 (30 Juni 2025)
- **Beban Umum dan Administrasi (setelah koreksi):** 5.670.140.238 (30 Juni 2025)
- **Aset dalam Penyelesaian:** 6.530.000.000 (30 Juni 2026)
- **Penambahan Aset dalam Penyelesaian:** 292.870.000 (Tahun 2026)
- **Pengurangan Aset dalam Penyelesaian:** 758.570.000 (Tahun 2026)
- **Utang Usaha Jatuh Tempo 1-30 hari:** 121.330.000 (30 Juni 2026)
- **Gaji dan Tunjangan (rincian CALK 22):** 2.516.709.791 (30 Juni 2025)
- **Penyusutan Aset Tetap (rincian CALK 22):** 1.181.781.312 (30 Juni 2025)
- **Biaya Lain-lain (rincian CALK 22):** 227.380.012 (30 Juni 2025)
- **Jumlah Beban Umum dan Administrasi (rincian):** 5.670.140.238 (30 Juni 2025)

### Expansion projects

- Aset dalam penyelesaian sebesar Rp6,53 miliar terkait renovasi dan peremajaan ballroom (Majesty Palace) serta fasilitas dan kamar hotel.
- Penambahan aset dalam penyelesaian sebesar Rp292,87 juta dan pengurangan Rp758,57 juta sepanjang 2026.
- Target penyelesaian peremajaan Ballroom Majesty Palace pada pertengahan tahun 2027.
- Renovasi dilakukan secara paralel dengan kegiatan operasional agar ruangan tetap dapat difungsikan.

### Listing / regulatory

- Terdapat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia dengan nomor S-11451/BEI.PP1/09-2026.
- Perseroan memberikan tanggapan atas permintaan penjelasan tersebut.
- Tidak ada informasi mengenai suspensi, pemenuhan free float, atau persetujuan regulasi lainnya.

### Analytical scenarios

- **Kenaikan beban gaji vs pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, medium]: Kenaikan beban gaji 68,13% jauh lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan 6,73%, menunjukkan tekanan pada margin laba operasional jika pendapatan tidak tumbuh sebanding.
  - Basis: Beban gaji naik dari Rp1,10 miliar menjadi Rp1,86 miliar (kenaikan Rp756,08 juta).; Pendapatan usaha tumbuh 6,73% pada periode yang sama.
  - Assumptions: Tidak ada perubahan signifikan pada komponen pendapatan lain.
  - Caveats: Angka pendapatan absolut tidak disediakan dalam dokumen.
- **Kenaikan piutang usaha** [derived_calculation, high]: Kenaikan piutang usaha sebesar Rp1,03 miliar (511,81%) hampir seluruhnya berasal dari piutang PT Djarum dan BPS Kudus yang totalnya Rp1,03 miliar (Rp526,51 juta + Rp500,18 juta).
  - Basis: Piutang usaha naik dari Rp202,19 juta menjadi Rp1,23 miliar.; Piutang PT Djarum Rp526,51 juta dan BPS Rp500,18 juta.
  - Assumptions: Tidak ada piutang lain yang signifikan.
- **Dampak perubahan kebijakan THR terhadap arus kas** [analyst_hypothesis, medium]: Pembayaran THR dan bonus di awal Juni dapat menyebabkan lonjakan beban pada kuartal II, namun secara akumulasi tahunan tetap seiring pertumbuhan pendapatan. Hal ini dapat memengaruhi arus kas operasional jangka pendek.
  - Basis: Perubahan kebijakan pembayaran THR dan bonus menjadi awal Juni.; Manajemen menyatakan akumulasi sampai akhir tahun tetap seiring pertumbuhan pendapatan.
  - Assumptions: Tidak ada perubahan signifikan pada jumlah karyawan atau struktur gaji.
  - Caveats: Belum ada data arus kas yang tersedia.
- **Risiko likuiditas dari piutang** [analyst_hypothesis, medium]: Piutang yang besar dari PT Djarum dan BPS dengan jangka waktu pelunasan 2 minggu hingga 1 bulan dapat menekan likuiditas jangka pendek, namun manajemen menyatakan telah ada kesepakatan dan SOP penagihan.
  - Basis: Piutang usaha naik signifikan menjadi Rp1,23 miliar.; Jangka waktu pelunasan 2 minggu untuk PT Djarum dan 1 bulan untuk BPS.
  - Assumptions: Pembayaran tepat waktu sesuai kesepakatan.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai realisasi pembayaran setelah tanggal laporan.
- **Potensi dampak renovasi terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Renovasi ballroom yang dilakukan paralel dengan operasional diharapkan tidak mengganggu pendapatan, namun dapat meningkatkan kapasitas atau kualitas layanan di masa depan.
  - Basis: Renovasi dilakukan paralel dengan kegiatan operasional.; Target selesai pertengahan 2027.
  - Assumptions: Renovasi selesai tepat waktu dan tidak ada kendala operasional.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai nilai investasi atau dampak pendapatan.

### Risks / uncertainties

- Kenaikan beban gaji yang lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan dapat menekan profitabilitas.
- Piutang usaha yang besar dan terkonsentrasi pada dua pihak (PT Djarum dan BPS) menimbulkan risiko konsentrasi kredit.
- Proyek renovasi ballroom dapat mengalami keterlambatan atau pembengkakan biaya.
- Koreksi CALK 22 menunjukkan adanya kelemahan dalam penyajian laporan keuangan sebelumnya.
- Utang usaha jatuh tempo meskipun tidak material, tetap perlu dipantau untuk menjaga hubungan dengan vendor.

### Items to monitor

- Kenaikan beban gaji yang signifikan dapat memengaruhi margin laba operasional.
- Konsentrasi piutang pada dua pihak dapat menjadi perhatian terkait risiko kredit.
- Proyek renovasi aset dalam penyelesaian dapat memengaruhi kapasitas operasional di masa depan.
- Koreksi laporan keuangan menunjukkan potensi kelemahan pengendalian internal.

---

## HAIS

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 3

### Overview

Pada 11 September 2026, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) menyampaikan tiga pengumuman yang saling terkait: (1) hasil RUPSLB yang menyetujui pengunduran diri Rahmad Pudjotomo sebagai Direktur dan menetapkan susunan Direksi baru, (2) ringkasan risalah RUPSLB yang merinci kuorum, hasil voting, dan susunan pengurus, serta (3) laporan hasil Public Expose Tahunan yang memuat target operasional 2026 dan progres proyek FLF. Perubahan utama adalah berkurangnya jumlah Direksi dari empat menjadi tiga orang tanpa pengangkatan pengganti, yang diklaim emiten tidak berdampak pada operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Secara korporasi, perubahan ini penting karena memengaruhi tata kelola dan komposisi pengurus, sementara Public Expose memberikan panduan operasional dan indikasi strategi diversifikasi di tengah dominasi kargo batubara (99%).

### Material changes

- Pengunduran diri Rahmad Pudjotomo sebagai Direktur, efektif sejak penutupan RUPSLB 9 September 2026.
- Susunan Direksi baru: Jayanti Sari (Direktur Utama), Rickie (Direktur), Laorentina Devi (Direktur).
- Jumlah Direksi berkurang dari empat menjadi tiga orang tanpa pengangkatan pengganti.
- Dewan Komisaris tidak berubah: Zainal Hadi HAS HB (Komisaris Utama), Iwanho (Komisaris), Hendra Iskandar Lubis (Komisaris Independen).
- Periode jabatan seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris: 10 Maret 2026 hingga 30 Juni 2029 (periode ke-2).

### Key financial figures

- **total_saham_ditempatkan_dan_disetor:** 2.626.250.000 saham (2026-09-09)
- **saham_hadir_dalam_rups:** 2.114.051.900 saham (2026-09-09)
- **persentase_kehadiran_rups:** 80,50% (2026-09-09)
- **saham_setuju:** 2.114.008.900 saham (2026-09-09)
- **persentase_suara_setuju_dari_hadir:** 99,998% (2026-09-09)
- **saham_abstain:** 43.000 saham (2026-09-09)
- **persentase_suara_abstain_dari_hadir:** 0,002% (2026-09-09)
- **target_volume_angkut_2026:** 7-8 juta MT (2026)
- **penyesuaian_pendapatan_2026:** 10-20% (2026)
- **kontribusi_fuel_terhadap_cost_of_revenue:** 40-60% (2026)
- **progres_konstruksi_flf_keseluruhan:** 82% (per September 2026)
- **progres_konstruksi_bangunan_flf:** 97-98% (per September 2026)
- **proporsi_kargo_batubara:** 99% (tidak dinyatakan)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi seperti saham bonus, rights issue, private placement, merger, akuisisi, atau transaksi aset yang diumumkan dalam periode ini.

### Expansion projects

- Proyek FLF (Floating Crane): progres konstruksi keseluruhan 82%, konstruksi bangunan 97-98%, target operasi Q1 2027. Tidak ada informasi kapasitas, nilai investasi, atau sumber pendanaan.
- Penambahan satu armada pada tahun 2026 (realisasi satu armada).

### Management / control changes

- Pengunduran diri Rahmad Pudjotomo sebagai Direktur, disetujui RUPSLB 9 September 2026, efektif sejak penutupan rapat.
- Penetapan susunan Direksi baru: Jayanti Sari (Direktur Utama), Rickie (Direktur), Laorentina Devi (Direktur).
- Tidak ada pengangkatan Direktur baru sebagai pengganti Rahmad Pudjotomo.
- Dewan Komisaris tidak berubah: Zainal Hadi HAS HB (Komisaris Utama), Iwanho (Komisaris), Hendra Iskandar Lubis (Komisaris Independen).
- Periode jabatan seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris: 10 Maret 2026 hingga 30 Juni 2029 (periode ke-2).

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal, penerbitan saham baru, atau perubahan rasio yang diumumkan.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan sebagai pemenuhan Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00066/BEI/09-2022 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Akta notaris No. 41 tanggal 9 September 2026 masih dalam proses penyelesaian di kantor notaris, sehingga keputusan RUPS belum final secara administratif.

### Analytical scenarios

- **Perubahan susunan Direksi** [explicit_fact, high]: RUPSLB menyetujui pengunduran diri Rahmad Pudjotomo dan menetapkan susunan Direksi baru. Susunan Direksi menjadi 3 orang, sama seperti sebelumnya (tidak ada penambahan/pengurangan jumlah).
  - Basis: RUPSLB menyetujui pengunduran diri Rahmad Pudjotomo; RUPSLB menetapkan susunan Direksi HIS yang baru
- **Dampak operasional** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian: Tidak Ada
- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri 2.114.051.900 saham atau 80,50% dari total saham dengan hak suara sah, memenuhi kuorum lebih dari 1/2 sesuai anggaran dasar.
  - Basis: Angka kehadiran dan persentase tertulis pada dokumen.
- **Persentase suara setuju terhadap total saham** [derived_calculation, high]: Suara setuju 2.114.008.900 dibagi total saham 2.626.250.000 = 80,49% (pembulatan).
  - Basis: Rumus: 2.114.008.900 / 2.626.250.000 = 0,8049
  - Assumptions: Pembulatan dua desimal.
  - Caveats: Dokumen hanya menyebut persentase terhadap yang hadir, bukan terhadap total saham.
- **Persentase abstain terhadap total saham** [derived_calculation, high]: Abstain 43.000 dibagi total saham 2.626.250.000 = 0,0016% (pembulatan).
  - Basis: Rumus: 43.000 / 2.626.250.000 = 0,0000164
  - Assumptions: Pembulatan empat desimal.
  - Caveats: Dokumen hanya menyebut persentase terhadap yang hadir.
- **Implikasi target volume dan penyesuaian pendapatan** [derived_calculation, low]: Target volume 7-8 juta MT dengan penyesuaian pendapatan 10-20% menunjukkan adanya penurunan tarif atau volume. Namun, tanpa data historis, tidak dapat dihitung tarif rata-rata atau dampak terhadap pendapatan absolut.
  - Basis: Target volume 7-8 juta MT (lampiran 1); Penyesuaian pendapatan 10-20% (lampiran 1)
  - Assumptions: Penyesuaian pendapatan mengindikasikan perubahan tarif atau volume dibandingkan periode sebelumnya.
  - Caveats: Data historis tidak tersedia dalam dokumen.
- **Kontinuitas kepemimpinan** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Rahmad Pudjotomo untuk fokus pada bisnis lain di Hasnur Group dapat memengaruhi arah strategis, tetapi tidak ada indikasi dampak negatif.
  - Basis: Pengunduran diri untuk mengembangkan bisnis lain di Hasnur Group
  - Assumptions: Perubahan direksi dapat memengaruhi strategi perusahaan
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang pengganti atau perubahan strategi
- **Dampak pengunduran diri terhadap tata kelola** [analyst_hypothesis, medium]: Pengunduran diri tanpa penggantian mengurangi jumlah Direksi menjadi tiga orang, namun masih memenuhi ketentuan minimal untuk perseroan terbuka.
  - Basis: Susunan Direksi baru hanya tiga orang.
  - Assumptions: Anggaran dasar dan peraturan OJK memperbolehkan tiga direktur.
  - Caveats: Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai alasan pengunduran diri atau rencana penggantian di masa depan.
- **Dampak kenaikan harga fuel** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan harga fuel disebut berdampak signifikan pada kuartal II 2026, namun manajemen tidak memberikan angka kuantitatif. Dampak terhadap margin tidak dapat dihitung tanpa data cost of revenue.
  - Basis: Fuel merupakan cost component terbesar (40-60% dari cost of revenue)
  - Assumptions: Kenaikan harga fuel mempengaruhi margin operasional.
  - Caveats: Tidak ada angka kuantitatif dampak fuel terhadap laba.
- **Risiko transisi energi** [analyst_hypothesis, low]: Dengan 99% kargo batubara, risiko kebijakan transisi energi atau pembatasan ekspor dapat mempengaruhi volume. Manajemen menyatakan optimis karena produksi batubara nasional masih besar, namun tidak ada rencana konkret diversifikasi.
  - Basis: 99% kargo adalah batubara
  - Assumptions: Kebijakan transisi energi dapat membatasi permintaan batubara.
  - Caveats: Tidak ada rincian diversifikasi usaha.
- **FLF dan utilisasi** [analyst_hypothesis, low]: FLF ditargetkan beroperasi Q1 2027, namun tidak ada informasi kapasitas atau dampak terhadap pendapatan. Utilisasi armada saat ini tidak diungkap.
  - Basis: Progres konstruksi FLF 82%; Target operasi Q1 2027
  - Assumptions: FLF akan menambah kapasitas angkut dan pendapatan.
  - Caveats: Kapasitas FLF tidak disebutkan.

### Risks / uncertainties

- Akta notaris No. 41 masih dalam proses penyelesaian, sehingga keputusan RUPS belum final secara administratif.
- Alasan pengunduran diri Rahmad Pudjotomo tidak dijelaskan secara rinci.
- Dampak pengurangan jumlah Direksi terhadap operasional atau kepatuhan belum diketahui.
- Tidak ada informasi mengenai rencana penggantian direktur di masa mendatang.
- Kenaikan harga fuel yang berdampak pada biaya operasional.
- Kebijakan transisi energi atau pembatasan ekspor batubara.
- Penyesuaian pendapatan 10-20% pada 2026.
- Ketergantungan pada batubara (99% kargo).

### Items to monitor

- Penyelesaian akta notaris No. 41 dan pengumuman final hasil RUPSLB.
- Rencana pengangkatan Direktur pengganti Rahmad Pudjotomo, jika ada.
- Realisasi target volume angkut 7-8 juta MT dan penyesuaian pendapatan 10-20% pada 2026.
- Progres konstruksi FLF menuju target operasi Q1 2027.
- Perkembangan harga fuel dan dampaknya terhadap margin operasional.
- Implementasi strategi diversifikasi dan muatan balik.
- Kinerja armada dan utilisasi kapal.
- Perubahan kebijakan terkait batubara atau transisi energi.

---

## HEAL

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan 2026 yang diselenggarakan secara webinar pada 8 September 2026. Manajemen memaparkan kinerja 1H26, strategi ekspansi, dan menjawab pertanyaan investor/media. Fokus utama: pembangunan dua rumah sakit baru (Badung, Bali dan Kepanjen, Malang), kinerja RS PIK 2 yang melampaui target dengan EBITDA positif, RS IKN yang masih EBITDA negatif namun ditargetkan positif akhir tahun, sisa capex sekitar Rp500 miliar untuk pengembangan RS existing (alat medis, renovasi), dampak terbatas pelemahan rupiah karena komitmen procurement setahun penuh dan pinjaman seluruhnya rupiah, serta kontribusi kerja sama dengan Astra dan Djarum sekitar 10% dari pendapatan.

### Material changes

- Public Expose Tahunan 2026 diselenggarakan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 11.00-12.00 WIB secara webinar (Zoom Meeting), dihadiri 68 peserta sesi Public Expose dan 58 peserta sesi Press Conference.
- Manajemen yang hadir: Direktur Utama Dr. Yulisar Khiat, Direktur Operasional & Komersial drg. Susi Setyawati, Direktur Keuangan Yustinus Immanuel Herawan, dan Sekretaris Korporasi ling Ichsan Hanafi.
- Manajemen menyatakan pembangunan dua rumah sakit baru tahun ini: di Badung, Bali dan Kepanjen, Kabupaten Malang, berdasarkan survei dan feasibility study, termasuk usulan dokter setempat.
- Kinerja Hermina PIK 2: pendapatan melampaui target dan EBITDA sudah positif; Hermina Nusantara di IKN masih mencatat EBITDA negatif karena keterbatasan volume layanan dan biaya, namun manajemen yakin akhir tahun 2026 EBITDA IKN bisa positif.
- Sisa alokasi capex tahun 2026 sekitar Rp500 miliar; fokus bukan pembangunan RS baru melainkan pengembangan RS existing: pembelian alat medis untuk center of excellence (misal Center of Oncology di Bekasi) dan renovasi untuk memisahkan flow pasien BPJS dan non-BPJS.
- Manajemen menyatakan dampak pelemahan rupiah terhadap biaya procurement relatif terbatas karena komitmen pengadaan untuk satu tahun penuh 2026; kenaikan biaya di luar komitmen diperkirakan tidak menaikkan COGS lebih dari sekitar 0,5%.
- Seluruh pinjaman Perseroan menggunakan mata uang rupiah, sehingga tidak ada eksposur langsung terhadap fluktuasi nilai tukar; biaya pinjaman diperkirakan stabil sepanjang tahun.
- Kontribusi kerja sama dengan Astra dan Djarum terhadap pendapatan sekitar 10%, berasal dari Medical Check-Up (MCU) dan kerja sama layanan kesehatan lainnya.
- Terkait kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, terjadi penambahan kasus ISPA namun belum signifikan baik rawat jalan maupun rawat inap; untuk erupsi Anak Krakatau, Hermina menyiapkan penanganan pasien sesak napas dan gangguan mata.
- Manajemen menyebut rata-rata kompetensi base rumah sakit Hermina saat ini di level 'Madya' dan berupaya mendukung peningkatan ke level 'Utama' atau 'Paripurna' sesuai PMK 6 Juni 2026.
- Manajemen menyatakan siap mendukung pemerintah dalam pemerataan akses layanan kesehatan, termasuk di daerah rawan bencana, jika diajak berkontribusi.
- Laporan dikirim ke BEI dengan nomor 479/DTR/MH/TX/2026 tanggal 11 September 2026, merujuk surat pemberitahuan nomor 450/DIR/MH/VII/2026 tanggal 24 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **Sisa alokasi capex tahun 2026:** Rp500 miliar (2026 sisa tahun (setelah 1H26))
- **Kontribusi kerja sama Astra dan Djarum terhadap pendapatan:** 10% (tidak disebutkan)
- **Dampak kenaikan biaya di luar komitmen procurement terhadap COGS:** 0.5% (2026)
- **Jumlah peserta Public Expose:** 68 (8 September 2026)
- **Jumlah peserta Press Conference:** 58 (8 September 2026)

### Corporate actions

- Pembangunan dua rumah sakit baru: Badung (Bali) dan Kepanjen (Kabupaten Malang) pada tahun 2026.
- Pengembangan rumah sakit existing: pembelian alat medis untuk center of excellence (misal Center of Oncology di Bekasi) dan renovasi untuk memisahkan flow pasien BPJS dan non-BPJS.
- Komitmen procurement satu tahun penuh 2026 untuk melindungi biaya dari fluktuasi nilai tukar.
- Seluruh pinjaman dalam mata uang rupiah, tidak ada eksposur langsung terhadap pelemahan rupiah.

### Expansion projects

- Pembangunan RS baru di Badung, Bali dan Kepanjen, Kabupaten Malang tahun 2026.
- Pembelian alat medis untuk melengkapi center of excellence, contoh di Bekasi untuk Center of Oncology.
- Renovasi RS existing untuk memisahkan alur pasien BPJS dan non-BPJS.

### Listing / regulatory

- Laporan hasil Public Expose disampaikan ke BEI dan OJK (tembusan).

### Analytical scenarios

- **Kinerja RS IKN** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen menargetkan EBITDA positif untuk RS IKN pada akhir 2026, namun saat ini masih negatif. Hal ini menunjukkan risiko eksekusi terhadap target tersebut, terutama jika volume layanan tidak meningkat sesuai proyeksi.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa IKN masih EBITDA negatif dan yakin akhir tahun bisa positif.
  - Assumptions: Pertumbuhan revenue IKN berlanjut dan biaya dapat dikendalikan.
  - Caveats: Target manajemen belum tentu tercapai; bergantung pada kondisi operasional dan pasar.
- **Dampak pelemahan rupiah** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen mengklaim dampak pelemahan rupiah terbatas karena komitmen procurement setahun penuh dan pinjaman rupiah. Namun, komponen biaya di luar komitmen (transportasi, kebijakan pemerintah) masih bisa menaikkan COGS hingga 0,5%.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang komitmen procurement dan estimasi kenaikan COGS.
  - Assumptions: Komitmen procurement benar-benar mengunci harga dan volume.; Fluktuasi rupiah tidak melebihi asumsi manajemen.
  - Caveats: Jika rupiah melemah lebih dalam, dampak bisa lebih besar dari estimasi.
- **Kontribusi Astra dan Djarum** [analyst_hypothesis, low]: Kontribusi 10% dari kerja sama dengan Astra dan Djarum menunjukkan ketergantungan moderat pada dua mitra korporat. Jika salah satu mitra mengurangi kerja sama, pendapatan bisa terpengaruh.
  - Basis: Jawaban manajemen atas pertanyaan Katadata.
  - Assumptions: Kontribusi tersebut bersifat berkelanjutan dan tidak fluktuatif.
  - Caveats: Tidak ada rincian kontrak atau durasi kerja sama.
- **Ekspansi geografis** [analyst_hypothesis, medium]: Pembukaan RS di Badung dan Kepanjen menunjukkan strategi ekspansi ke daerah dengan potensi tinggi dan dukungan dokter lokal. Namun, risiko eksekusi meliputi perizinan, persaingan, dan tingkat okupansi awal.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang feasibility study dan usulan dokter.
  - Assumptions: Feasibility study akurat dan permintaan layanan sesuai proyeksi.
  - Caveats: RS baru biasanya butuh waktu untuk mencapai utilisasi optimal.
- **Risiko bencana** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen mengakui peningkatan kasus ISPA akibat kebakaran hutan namun belum signifikan. Ini menunjukkan potensi peningkatan volume pasien di daerah terdampak, tetapi juga risiko operasional jika bencana meluas.
  - Basis: Jawaban manajemen atas pertanyaan anonymous.
  - Assumptions: Bencana tidak mengganggu operasional RS secara langsung.
  - Caveats: Dampak bisa berubah jika bencana memburuk.
- **Kompetensi base RS** [analyst_hypothesis, low]: Rata-rata kompetensi base RS Hermina di level 'Madya' menunjukkan ruang peningkatan untuk mencapai level 'Utama' atau 'Paripurna'. Ini bisa menjadi faktor daya saing dan kepatuhan terhadap regulasi PMK.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang kompetensi base.
  - Assumptions: Peningkatan kompetensi base memerlukan investasi tambahan.
  - Caveats: Tidak ada detail rencana atau biaya peningkatan kompetensi.

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi target EBITDA positif RS IKN pada akhir 2026.
- Risiko fluktuasi nilai tukar terhadap biaya di luar komitmen procurement.
- Risiko bencana alam (kebakaran hutan, erupsi) yang dapat mempengaruhi volume pasien dan operasional.
- Risiko regulasi terkait PMK 6 Juni 2026 tentang kompetensi base rumah sakit.
- Risiko ketergantungan pada mitra korporat (Astra, Djarum) untuk kontribusi pendapatan.
- Risiko persaingan di lokasi ekspansi baru (Badung, Kepanjen).

### Items to monitor

- Kinerja 1H26: pertumbuhan pendapatan, kenaikan EBITDA, kenaikan laba bersih setelah pajak (PAT) dan PATMI.
- Kenaikan jumlah kunjungan pasien rawat inap dan rawat jalan, baik segmen umum maupun JKN.
- Rasio perputaran modal kerja (piutang, persediaan, utang) dijelaskan.
- Rasio utang dan solvabilitas dalam level terjaga.
- Arus kas dan belanja modal untuk ekspansi.

---

## HRTA

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 11 September 2026, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyampaikan dua pengumuman prosedural terkait rencana RUPS Independen (RUPSI) dan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Kedua pengumuman hanya mengonfirmasi penyampaian bukti iklan yang telah tayang pada 9 September 2026, tanpa mengungkapkan detail agenda, jumlah saham, harga, nilai, atau jadwal. Pentingnya secara korporasi: adanya rencana PMTHMETD mengindikasikan potensi penerbitan saham baru yang dapat menyebabkan dilusi, dan RUPSI umumnya digunakan untuk agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham independen (misalnya transaksi afiliasi atau benturan kepentingan). Namun, karena detail tidak tersedia, dampak konkret belum dapat dinilai.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material yang diungkapkan dalam kedua pengumuman; keduanya bersifat prosedural dan hanya mengonfirmasi penyampaian bukti iklan.
- Rencana PMTHMETD diumumkan sebagai aksi korporasi potensial, namun detail belum tersedia.

### Corporate actions

- Rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) - status: rencana, detail belum diungkapkan.

### Capital structure

- Rencana PMTHMETD - potensi penerbitan saham baru tanpa HMETD, dapat menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan Pemberitahuan RUPSI kepada OJK dan BEI, sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 16/POJK.04/2020.
- Penyampaian bukti iklan keterbukaan informasi rencana PMTHMETD kepada OJK dan BEI, sesuai POJK No. 31/2015, POJK No. 14/2019, dan Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.

### Analytical scenarios

- **Penyampaian bukti iklan RUPSI** [explicit_fact, high]: HRTA menyampaikan bukti iklan Pemberitahuan RUPSI kepada OJK dan BEI melalui surat S-578/DIR-CORSEC/HRTA-OJK-IDX/IX/2026, dengan iklan tayang pada 9 September 2026 di website perusahaan, KSEI, dan BEI.
  - Basis: Surat bernomor S-578/DIR-CORSEC/HRTA-OJK-IDX/IX/2026; Tanggal penerbitan iklan 09 September 2026
- **Penyampaian bukti iklan PMTHMETD** [explicit_fact, high]: HRTA menyampaikan bukti iklan keterbukaan informasi rencana PMTHMETD kepada OJK dan BEI melalui surat S-579/DIR-CORSEC/HRTA-OJK-IDX/IX/2026, dengan iklan tayang pada 9 September 2026 di website perusahaan dan BEI.
  - Basis: Surat bernomor S-579/DIR-CORSEC/HRTA-OJK-IDX/IX/2026; Tanggal penerbitan iklan 09 September 2026
- **Pemenuhan regulasi** [explicit_fact, high]: Kedua pengumuman menyebutkan pemenuhan regulasi: RUPSI merujuk POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 16/POJK.04/2020; PMTHMETD merujuk POJK No. 31/2015, POJK No. 14/2019, dan Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
  - Basis: Surat S-570/DIR-CORSEC/HRTA-OJK-IDX/IX/2026; Surat S-577/DIR-CORSEC/HRTA-OJK-IDX/IX/2026
- **Potensi dilusi dari PMTHMETD** [derived_calculation, low]: PMTHMETD berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi. Besaran dilusi tidak dapat dihitung karena jumlah saham baru dan harga pelaksanaan tidak diungkapkan.
  - Basis: PMTHMETD adalah penerbitan saham baru tanpa HMETD
  - Assumptions: Akan ada penerbitan saham baru
  - Caveats: Jumlah saham baru dan harga pelaksanaan belum diungkapkan
- **Agenda RUPSI** [analyst_hypothesis, low]: RUPSI umumnya digunakan untuk agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham independen, seperti transaksi afiliasi atau benturan kepentingan. Namun, agenda spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Istilah 'RUPS Independen' digunakan dalam surat
  - Assumptions: RUPSI umumnya terkait dengan transaksi afiliasi atau benturan kepentingan
  - Caveats: Agenda RUPSI tidak disebutkan dalam dokumen ini
- **Tujuan PMTHMETD** [analyst_hypothesis, low]: PMTHMETD umumnya dilakukan untuk mempercepat pendanaan ekspansi atau memperkuat struktur modal, namun tujuan spesifik belum diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan 'Penambahan Modal tanpa HMETD' tanpa rincian tujuan
  - Assumptions: PMTHMETD biasanya terkait dengan kebutuhan pendanaan atau restrukturisasi
  - Caveats: Tujuan sebenarnya hanya dapat diketahui dari dokumen keterbukaan informasi lainnya

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai agenda RUPSI, sehingga potensi aksi korporasi yang akan disetujui tidak dapat diidentifikasi.
- Dokumen tidak menyebutkan tanggal pelaksanaan RUPSI, sehingga kepastian waktu belum tersedia.
- Rincian PMTHMETD (jumlah saham, harga, nilai) belum diungkapkan dalam dokumen ini.
- Persetujuan pemegang saham dan OJK untuk PMTHMETD belum diperoleh.
- Potensi dilusi bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi dalam PMTHMETD.

### Items to monitor

- Pengumuman resmi RUPSI: agenda, tanggal pelaksanaan, dan materi keputusan.
- Detail PMTHMETD: jumlah saham baru, harga pelaksanaan, nilai transaksi, tujuan penggunaan dana, dan jadwal.
- Persetujuan pemegang saham dan OJK terkait PMTHMETD.
- Perubahan struktur modal dan kepemilikan setelah PMTHMETD.
- Kepatuhan terhadap free float dan status pencatatan.

---

## INET

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode Kuartal II tahun fiskal 2026 (per 30 Juni 2026) melalui surat nomor 166/INET-OJK/IX/2026. Laporan telah diaudit dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian. Nilai ekuitas tercatat Rp3.808.927.328.480, pendapatan periode berjalan Rp926.453.327.140, dan pendapatan periode sebelumnya Rp45.002.355.760, sehingga selisih pendapatan adalah Rp881.450.971.380. Emiten beroperasi sebagai perusahaan holding, jasa jual kembali jasa telekomunikasi, dan ISP. Dokumen ini hanya berisi pengumuman penyampaian laporan keuangan; lampiran berupa file analitis, checklist OJK, SPD, dan laporan konsolidasi final tidak disertakan dalam teks.

### Material changes

- PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menyampaikan laporan keuangan interim untuk periode Kuartal II tahun fiskal 2026 (akhir Juni 2026) melalui surat nomor 166/INET-OJK/IX/2026.
- Laporan keuangan telah diaudit dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified).
- Nilai ekuitas yang dilaporkan adalah Rp3.808.927.328.480.
- Pendapatan periode berjalan (Q2 2026) tercatat Rp926.453.327.140.
- Pendapatan periode sebelumnya (Q2 2025) tercatat Rp45.002.355.760.
- Selisih pendapatan antara periode berjalan dan periode sebelumnya adalah Rp881.450.971.380.
- Bidang usaha emiten adalah aktivitas perusahaan holding, jasa jual kembali jasa telekomunikasi, Internet Service Provider (ISP), serta sebagai penyedia jasa terkait.
- Laporan keuangan disampaikan oleh Arki Rifazka selaku Senior Vice President Corporate Secretary.
- Dokumen ini dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan.
- Lampiran yang disebutkan meliputi Analitical Review INET Q2 2026.pdf, Ceklist OJK INET Q2 2026.pdf, SPD INET Q2 2026.pdf, dan Final Consolidated Report INET Q2 2026.pdf, namun isi lampiran tidak tersedia dalam dokumen ini.

### Key financial figures

- **Nilai Ekuitas:** 3.808.927.328.480 (Q2 2026 (per 30 Juni 2026, audited))
- **Pendapatan Periode Berjalan:** 926.453.327.140 (Q2 2026 (per 30 Juni 2026, audited))
- **Pendapatan Periode Sebelumnya:** 45.002.355.760 (Q2 2025 (per 30 Juni 2025, audited))
- **Selisih Pendapatan:** 881.450.971.380 (Perbandingan Q2 2026 vs Q2 2025)

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan Q2 2026 meningkat sebesar Rp881.450.971.380 dibandingkan Q2 2025, atau sekitar 1.958,7% (perhitungan: 881.450.971.380 / 45.002.355.760 x 100%).
  - Basis: Pendapatan periode berjalan: Rp926.453.327.140; Pendapatan periode sebelumnya: Rp45.002.355.760; Selisih: Rp881.450.971.380
  - Assumptions: Selisih pendapatan dihitung sebagai pendapatan periode berjalan dikurangi pendapatan periode sebelumnya.
  - Caveats: Angka pertumbuhan sangat besar dan perlu verifikasi dari laporan keuangan lengkap.
- **Penyebab lonjakan pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Lonjakan pendapatan yang signifikan mungkin disebabkan oleh akuisisi atau ekspansi usaha, namun tidak ada informasi dalam dokumen ini untuk mengonfirmasi penyebabnya.
  - Basis: Selisih pendapatan yang sangat besar antara Q2 2026 dan Q2 2025
  - Assumptions: Perubahan pendapatan dapat berasal dari pertumbuhan organik atau aksi korporasi.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung dalam dokumen ini; perlu analisis laporan keuangan lengkap.

### Risks / uncertainties

- Isi lampiran (Analitical Review, Ceklist OJK, SPD, Final Consolidated Report) tidak tersedia dalam dokumen ini, sehingga detail laporan keuangan tidak dapat diverifikasi.
- Lonjakan pendapatan yang sangat besar memerlukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan kewajaran dan penyebabnya.

### Items to monitor

- Pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap kinerja emiten, namun perlu verifikasi dari laporan keuangan lengkap.
- Opini audit Wajar Tanpa Pengecualian memberikan indikasi kewajaran laporan keuangan, namun detail belum tersedia.

---

## INRU

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11446/BEI.PP3/09-2026 tanggal 8 September 2026 terkait pemberitaan status tersangka korupsi transfer pricing. Emiten mengakui telah menerima Surat Penetapan Tersangka dari Kejaksaan Agung pada 9 September 2026, namun menyatakan belum mengidentifikasi dampak material terhadap kelangsungan usaha. Laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 masih dalam proses penyusunan dan limited review. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau perubahan pengurus yang diungkapkan.

### Material changes

- Emiten menerima Surat Penetapan Tersangka dari Kejaksaan Agung RI pada tanggal 9 September 2026 terkait dugaan korupsi transfer pricing.
- Pemberitaan media menyebutkan dugaan korupsi transfer pricing menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2 triliun (klaim media, bukan angka resmi emiten).
- Emiten menyatakan belum mengidentifikasi dampak material tambahan terhadap kelangsungan usaha terkait status hukum tersebut.
- Laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 masih dalam proses penyusunan dan penyelesaian Limited Review, sehingga belum disampaikan.
- Emiten belum memperoleh informasi terverifikasi mengenai adanya perkara yang telah diperiksa di pengadilan beserta nomor perkara.
- Emiten menyatakan akan melakukan penelaahan dan verifikasi terkait keterlibatan Direksi, Komisaris, karyawan, atau pihak terkait dalam perkara hukum.
- Emiten menyatakan akan mengambil langkah hukum yang diperlukan untuk melindungi kepentingan Perseroan.
- Emiten menyatakan belum mengidentifikasi informasi atau fakta kejadian material lainnya yang wajib diungkapkan kepada publik.
- Surat BEI No. S-11446/BEI.PP3/09-2026 tanggal 8 September 2026 diterima melalui SPE-IDXnet pada tanggal 9 September 2026.
- Emiten menyatakan senantiasa memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

### Key financial figures

- **kerugian negara (klaim media):** 2 triliun (tidak dinyatakan (pemberitaan media))

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI terkait pemberitaan status tersangka (Surat No. S-11446/BEI.PP3/09-2026 tanggal 8 September 2026).
- Belum menyampaikan Laporan Keuangan interim per 30 Juni 2026 yang ditelaah terbatas.

### Analytical scenarios

- **Status hukum** [explicit_fact, high]: Emiten mengakui telah menerima Surat Penetapan Tersangka dari Kejaksaan Agung pada 9 September 2026, namun tidak merinci isi atau pasal yang disangkakan.
  - Basis: Surat Penetapan Tersangka diterima tanggal 09 September 2026
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan belum mengidentifikasi dampak material tambahan terhadap kelangsungan usaha, namun tidak memberikan analisis kuantitatif atau rincian.
  - Basis: Pernyataan Emiten pada poin 3
- **Laporan keuangan** [explicit_fact, high]: Laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 belum disampaikan karena masih dalam proses penyusunan dan limited review.
  - Basis: Pernyataan Emiten pada poin 8
- **Potensi dampak lanjutan** [analyst_hypothesis, low]: Status tersangka dapat memicu kewajiban kontinjensi atau sanksi administratif perpajakan, namun Emiten belum mengungkapkan estimasi atau pencadangan.
  - Basis: Pemberitaan kerugian negara Rp 2 triliun; Pernyataan Emiten belum ada dampak material
  - Assumptions: Jika tuntutan terbukti, Emiten mungkin menghadapi kewajiban tambahan
  - Caveats: Belum ada putusan pengadilan atau rincian tuntutan
- **Keterlambatan laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Keterlambatan penyampaian laporan keuangan interim dapat berimplikasi pada sanksi atau suspensi, namun Emiten belum memberikan target waktu penyelesaian.
  - Basis: Laporan keuangan per 30 Juni 2026 belum disampaikan
  - Assumptions: BEI dapat mengenakan sanksi sesuai peraturan
  - Caveats: Tidak ada informasi target waktu dari Emiten

### Risks / uncertainties

- Status tersangka dapat berkembang menjadi tuntutan hukum dengan potensi kewajiban finansial.
- Keterlambatan penyampaian laporan keuangan interim dapat memicu sanksi bursa.
- Ketidakjelasan mengenai keterlibatan pihak internal dan upaya hukum yang akan diambil.

### Items to monitor

- Status hukum emiten dapat mempengaruhi persepsi risiko dan harga saham.
- Keterlambatan laporan keuangan dapat menjadi perhatian kepatuhan.
- Potensi kewajiban kontinjensi belum diungkapkan.

---

## IPAC

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 3

### Overview

Pada 11 September 2026, PT Era Graharealty Tbk (IPAC) mengumumkan rencana perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private) yang diikuti dengan penghapusan pencatatan saham dari Bursa Efek Indonesia (delisting). Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 20 Oktober 2026. Pemegang saham pengendali, APAC Investment 2 Pte. Ltd. (90,60% saham), akan melakukan Penawaran Tender Sukarela (VTO) untuk membeli saham publik dengan harga Rp250 per saham, lebih tinggi dari harga rata-rata tertinggi 90 hari sebesar Rp173. Jumlah saham publik yang akan dibeli maksimal 89.305.900 saham (9,402% dari total saham). Rencana ini merujuk pada POJK No. 45 Tahun 2024 dan Peraturan BEI No. I-N. Proses dijadwalkan selesai dengan delisting pada 18 Maret 2027. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal yang memuat rencana, jadwal, dan data keuangan konsolidasian FY2025. Selain itu, IPAC juga mengumumkan rencana penyelenggaraan RUPSLB dan menyampaikan bukti iklan pemberitahuan RUPSLB. Perubahan ini penting karena akan mengubah status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup, menghilangkan likuiditas saham di bursa, dan memberikan kesempatan bagi pemegang saham publik untuk menjual sahamnya dengan harga premium.

### Material changes

- Rencana perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private) dan penghapusan pencatatan saham dari Bursa Efek Indonesia (delisting).
- Rencana go private dan delisting akan diajukan untuk persetujuan dalam RUPSLB pada 20 Oktober 2026.
- APAC Investment 2 Pte. Ltd. (pemegang saham pengendali, 90,60% saham) akan melakukan Penawaran Tender Sukarela (VTO) untuk membeli saham publik.
- Harga penawaran VTO ditetapkan Rp250 per saham, lebih tinggi dari harga rata-rata tertinggi 90 hari sebesar Rp173.
- Jumlah saham publik yang akan dibeli maksimal 89.305.900 saham (9,402% dari total saham).
- Perseroan memiliki 16 anak perusahaan langsung, mayoritas 51% kepemilikan, bergerak di bidang broker properti.
- Pengendali terakhir (ultimate beneficial owner) APAC Investment 2 Pte. Ltd. adalah Morgan Stanley.
- Susunan pengurus: Komisaris Utama Susan Widjayawati, Direktur Utama Darmadi Darmawangsa.
- Perseroan tidak memiliki kewajiban persetujuan pihak ketiga untuk go private selain POJK 45/2024 dan Peraturan I-N.
- Rencana go private didasari perubahan strategi bisnis, efisiensi biaya, dan fleksibilitas operasional.
- Perseroan telah menyampaikan surat permohonan delisting ke BEI pada 7 September 2026.
- RUPSLB akan diselenggarakan secara fisik dan elektronik melalui eASY.KSEI.
- Rencana ini juga mencakup perubahan anggaran dasar dan nama perusahaan.
- RUPSLB mensyaratkan persetujuan pemegang saham independen dengan kuorum lebih dari 1/2 dan persetujuan lebih dari 1/2 suara.

### Key financial figures

- **Jumlah Aset:** 55.156.846.439 (FY2025)
- **Jumlah Aset:** 48.477.411.779 (FY2024)
- **Jumlah Aset:** 44.556.390.018 (FY2023)
- **Jumlah Liabilitas:** 14.568.424.270 (FY2025)
- **Jumlah Liabilitas:** 10.834.539.028 (FY2024)
- **Jumlah Liabilitas:** 9.825.138.629 (FY2023)
- **Ekuitas:** 40.588.422.169 (FY2025)
- **Ekuitas:** 37.642.872.751 (FY2024)
- **Ekuitas:** 34.731.251.389 (FY2023)
- **Pendapatan:** 58.499.735.099 (FY2025)
- **Pendapatan:** 44.704.983.641 (FY2024)
- **Pendapatan:** 28.793.867.081 (FY2023)
- **Laba Bruto:** 30.633.239.300 (FY2025)
- **Laba Bruto:** 25.910.312.212 (FY2024)
- **Laba Bruto:** 21.158.361.572 (FY2023)
- **Laba Tahun Berjalan:** 1.481.768.925 (FY2025)
- **Laba Tahun Berjalan:** 461.920.384 (FY2024)
- **Laba Tahun Berjalan:** 2.852.895.634 (FY2023)
- **Laba Komprehensif Tahun Berjalan:** 1.268.694.765 (FY2025)
- **Laba Komprehensif Tahun Berjalan:** 1.436.095.924 (FY2024)
- **Laba Per Saham:** 1,56 (FY2025)
- **Laba Per Saham:** 0,49 (FY2024)
- **Laba Per Saham:** 3,35 (FY2023)
- **Aset Lancar:** 30.057.008.656 (FY2025)
- **Aset Tidak Lancar:** 25.099.837.783 (FY2025)
- **Liabilitas Jangka Pendek:** 5.724.889.477 (FY2025)
- **Liabilitas Jangka Panjang:** 8.843.534.793 (FY2025)
- **Current Ratio:** 5,25x (FY2025)
- **Debt to Equity Ratio:** 0,36x (FY2025)
- **Debt to Assets Ratio:** 0,26x (FY2025)
- **Gross Profit Margin:** 52,36% (FY2025)

### Corporate actions

- go_private
- delisting
- tender_offer
- perubahan_anggaran_dasar
- perubahan_nama_perusahaan

### Management / control changes

- Perubahan status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup
- Perubahan nama perseroan setelah go private

### Capital structure

- Modal dasar: 3.610.000.000 saham, nominal Rp10 per saham
- Modal ditempatkan dan disetor: 948.868.500 saham
- APAC Investment 2 Pte. Ltd. memiliki 860.562.600 saham (90,60%)
- Masyarakat memiliki 89.305.900 saham (9,40%)
- VTO akan membeli maksimal 89.305.900 saham publik

### Listing / regulatory

- Permohonan delisting ke BEI pada 7 September 2026
- Rencana delisting dan go private sesuai POJK 45/2024 dan Peraturan I-N
- Perkiraan pencabutan efektif Pernyataan Pendaftaran oleh OJK pada 26 Februari 2027
- Perkiraan pembatalan pencatatan oleh BEI pada 18 Maret 2027

### Analytical scenarios

- **Premium harga penawaran VTO** [derived_calculation, high]: Harga penawaran Rp250 per saham lebih tinggi dari harga rata-rata tertinggi 90 hari sebesar Rp173, dengan premium sekitar 44,5%.
  - Basis: Harga rata-rata tertinggi 90 hari: Rp173; Harga penawaran: Rp250; Premium = (250-173)/173 = 44,5%
  - Assumptions: Perhitungan premium menggunakan harga rata-rata tertinggi sebagai basis
  - Caveats: Premium dihitung dari harga rata-rata tertinggi, bukan harga pasar terakhir
- **Nilai total VTO** [derived_calculation, high]: Nilai maksimum VTO untuk 89.305.900 saham dengan harga Rp250 per saham adalah sekitar Rp22,33 miliar.
  - Basis: Jumlah saham publik: 89.305.900; Harga penawaran: Rp250; Total = 89.305.900 x 250 = 22.326.475.000
  - Assumptions: Semua saham publik dijual dalam VTO
  - Caveats: Nilai aktual tergantung partisipasi pemegang saham publik
- **Rasio kepemilikan** [derived_calculation, high]: Kepemilikan APAC Investment 2 Pte. Ltd. sebesar 90,60% dihitung dari 860.562.600 / 948.868.500.
  - Basis: Jumlah saham APAC: 860.562.600; Total saham: 948.868.500; Rasio = 860.562.600 / 948.868.500 = 90,60%
- **Rasio pembayaran tender offer** [derived_calculation, high]: Rasio tender offer terhadap total saham adalah 9,402% (89.305.900 / 948.868.500).
  - Basis: Jumlah saham tender offer: 89.305.900; Total saham: 948.868.500
- **Motivasi go private** [analyst_hypothesis, low]: Alasan go private (perubahan strategi, efisiensi, fleksibilitas) mungkin terkait dengan keinginan pengendali untuk melakukan restrukturisasi internal tanpa tekanan pasar.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang restrukturisasi kepemilikan saham dalam grup
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan tentang rencana spesifik
  - Caveats: Hipotesis berdasarkan pernyataan umum, bukan fakta terkonfirmasi
- **Dampak delisting terhadap likuiditas** [analyst_hypothesis, high]: Setelah delisting, saham tidak lagi diperdagangkan di bursa, sehingga likuiditas saham akan hilang.
  - Basis: Rencana delisting dari BEI
  - Assumptions: Pemegang saham yang tidak menjual akan tetap memiliki saham tetapi tidak dapat diperdagangkan di bursa
  - Caveats: Likuiditas tidak dijamin

### Risks / uncertainties

- Persetujuan RUPSLB belum diperoleh; kuorum dan persetujuan pemegang saham independen belum pasti.
- Proses go private dan delisting bergantung pada persetujuan OJK, BEI, dan KSEI.
- Harga penawaran VTO mungkin tidak menarik bagi semua pemegang saham publik.
- Risiko likuiditas setelah delisting bagi pemegang saham yang tidak menjual.
- Ketidakpastian jadwal karena tanggal-tanggal penting bersifat perkiraan.
- Detail mekanisme go private (harga, jadwal, syarat) belum diungkapkan dalam dokumen ini.
- Dampak terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dinyatakan sebagai '-' (tidak dijelaskan).

### Items to monitor

- Agenda RUPSLB yang akan diumumkan pada pemanggilan 28 September 2026
- Persetujuan RUPSLB pada 20 Oktober 2026
- Efektifnya pernyataan tender offer oleh OJK (perkiraan 17 Desember 2026)
- Periode tender offer (perkiraan 21 Desember 2026 - 19 Januari 2027)
- Pembayaran akhir tender offer (perkiraan 26 Januari 2027)
- Persetujuan Menteri Hukum untuk perubahan AD (perkiraan 2 Februari 2027)
- Pencabutan efektif pernyataan pendaftaran oleh OJK (perkiraan 26 Februari 2027)
- Delisting dan pembatalan kustodian KSEI (perkiraan 18 Maret 2027)

---

## KICI

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia No. S-11509/BEI.PP3/09-2026. Penjelasan mencakup perubahan posisi keuangan per 30 Juni 2026: aset naik 1,92% (Rp4,23 miliar), liabilitas naik 6,55% (Rp7,03 miliar), ekuitas turun 2,48% (Rp2,8 miliar) akibat rugi periode berjalan; pendapatan naik 18,11% (Rp6,82 miliar) dibanding 30 Juni 2025, tetapi laba bersih turun 50,89% (Rp2,9 miliar). Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus yang diungkapkan.

### Material changes

- KICI menerima surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia No. S-11509/BEI.PP3/09-2026.
- KICI menanggapi melalui surat No. 128/KIC-CS/IX/2026 tanggal 11 September 2026, ditandatangani Corporate Secretary Ing Hidayat K.
- Aset naik Rp4,23 miliar (1,92%) per 30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025, terutama karena kenaikan persediaan seiring kenaikan penjualan.
- Liabilitas naik Rp7,03 miliar (6,55%) per 30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025, terutama karena kenaikan utang bank, utang usaha, dan liabilitas imbalan pasca kerja akibat penurunan tingkat diskonto dari 6,68% (2025) menjadi 5,64% (2026).
- Ekuitas turun Rp2,8 miliar (2,48%) per 30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025, terutama karena rugi periode berjalan Rp2,8 miliar.
- Pendapatan naik Rp6,82 miliar (18,11%) per 30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025, didorong permintaan domestik dan ekspor, strategi harga selektif, dan ekspansi pasar non-Amerika (Jepang).
- Laba bersih turun Rp2,9 miliar (50,89%) per 30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025, karena beban pokok penjualan meningkat lebih kecil daripada penjualan, memberi ruang margin lebih longgar.
- Manajemen berharap peningkatan penjualan bertahan hingga akhir tahun sehingga dapat menghasilkan laba positif.
- Tidak ada informasi material lainnya yang disampaikan.

### Key financial figures

- **kenaikan aset:** 4.23 (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **kenaikan aset (persentase):** 1.92% (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **kenaikan liabilitas:** 7.03 (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **kenaikan liabilitas (persentase):** 6.55% (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **penurunan ekuitas:** 2.8 (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **penurunan ekuitas (persentase):** 2.48% (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **rugi periode berjalan:** 2.8 (30 Juni 2026)
- **peningkatan pendapatan:** 6.82 (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **peningkatan pendapatan (persentase):** 18.11% (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **penurunan laba bersih:** 2.9 (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **penurunan laba bersih (persentase):** 50.89% (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **tingkat diskonto liabilitas imbalan pasca kerja:** 6.68% (tahun 2025)
- **tingkat diskonto liabilitas imbalan pasca kerja:** 5.64% (tahun 2026)

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia No. S-11509/BEI.PP3/09-2026

### Analytical scenarios

- **Rasio rugi terhadap penurunan ekuitas** [derived_calculation, medium]: Rugi periode berjalan Rp2,8 miliar sama dengan penurunan ekuitas Rp2,8 miliar, menunjukkan rugi menjadi penyebab utama penurunan ekuitas.
  - Basis: Angka rugi periode berjalan dari dokumen; Angka penurunan ekuitas dari dokumen
  - Assumptions: Tidak ada komponen lain yang mempengaruhi ekuitas selain rugi (misalnya dividen, perubahan modal) karena tidak disebutkan.
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan komponen lain yang mempengaruhi ekuitas.
- **Perubahan tingkat diskonto** [derived_calculation, medium]: Tingkat diskonto turun dari 6,68% (2025) menjadi 5,64% (2026), penurunan sebesar 1,04 poin persentase, yang meningkatkan liabilitas imbalan pasca kerja.
  - Basis: Angka tingkat diskonto dari dokumen
  - Assumptions: Penurunan diskonto berdampak pada kenaikan liabilitas sesuai standar akuntansi.
  - Caveats: Dampak kuantitatif tidak diungkapkan dalam dokumen.
- **Kinerja laba akhir tahun** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen berharap laba positif akhir tahun, tetapi penurunan laba bersih 50,89% di semester pertama menunjukkan risiko bahwa target tersebut mungkin tidak tercapai jika tren biaya atau permintaan berubah.
  - Basis: Pernyataan harapan laba positif dari dokumen; Angka penurunan laba bersih dari dokumen
  - Assumptions: Kinerja semester kedua tidak dijamin sama dengan semester pertama.
  - Caveats: Tidak ada proyeksi atau panduan resmi dari manajemen.

### Risks / uncertainties

- Tekanan pasar global akibat perang di Timur Tengah dan kondisi global lainnya dapat mempengaruhi permintaan dan harga.
- Pasar Amerika sedang mengalami tekanan, sehingga ketergantungan pada pasar non-Amerika (Jepang) menjadi penting.
- Penurunan tingkat diskonto meningkatkan liabilitas imbalan pasca kerja, berpotensi membebani laba.
- Rugi periode berjalan Rp2,8 miliar dapat berlanjut jika peningkatan penjualan tidak bertahan.
- Kenaikan utang bank dan utang usaha meningkatkan risiko likuiditas atau leverage.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan semester pertama 2026 menunjukkan pendapatan tumbuh tetapi laba bersih turun signifikan, yang dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap profitabilitas.
- Kenaikan liabilitas dan rugi berjalan dapat menjadi perhatian terkait leverage dan likuiditas.
- Harapan manajemen akan laba positif akhir tahun belum didukung proyeksi resmi, sehingga ketidakpastian tetap ada.

---

## KING

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi material yang belum diungkapkan, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Dokumen utama dan lampiran memuat data aktivitas perdagangan dan harga saham pada 8 September 2026.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek KING melalui surat nomor S-11515/BEI.PP1/09-2026 (dokumen utama) dan S-04458/BEI.PP1/04-2026 (lampiran).
- Pada 8 September 2026, terjadi peningkatan aktivitas saham KING menjadi 5.950.900 saham dengan frekuensi 1.558 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya 598.600 saham dengan frekuensi 45 kali.
- Harga penutupan saham KING pada 8 September 2026 naik Rp28 atau 7,49% dari Rp374 menjadi Rp402.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal selain yang telah disampaikan dalam keterbukaan informasi.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan belum terdapat rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam beberapa bulan mendatang (paling tidak 3 bulan).
- Berdasarkan konfirmasi, pemegang saham utama dan pengendali belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Presiden Direktur Rudy Japarto.
- Surat bernomor HO/DIR/IX/2026/00261 dan diunggah pada 11 September 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek KING melalui surat nomor S-11515/BEI.PP1/09-2026 dan S-04458/BEI.PP1/04-2026.

### Analytical scenarios

- **Persentase kenaikan harga saham** [derived_calculation, high]: Kenaikan harga Rp28 dari harga penutupan sebelumnya Rp374 menghasilkan persentase kenaikan 7,49% (28/374*100).
  - Basis: Harga penutupan Rp374 dan Rp402 pada 8 September 2026
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan harga penutupan hari sebelumnya sebagai basis
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi mungkin dipicu oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, namun tidak ada informasi spesifik yang diungkapkan oleh perseroan.
  - Basis: Permintaan penjelasan BEI dan jawaban perseroan yang tidak menyebutkan penyebab
  - Assumptions: Volatilitas terjadi karena faktor di luar informasi material perusahaan
  - Caveats: Tidak ada data pendukung dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian terkait penyebab volatilitas transaksi efek KING karena perseroan tidak menyebutkan faktor pemicu.
- Potensi sanksi atau pengawasan lebih lanjut dari BEI jika ditemukan pelanggaran.

---

## LAPD

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 11 September 2026, PT Leyand International Tbk (LAPD) mengumumkan dua hal utama: (1) rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 20 Oktober 2026, dan (2) rencana aksi korporasi Penambahan Modal dengan HMETD II (PMHMETD II) yang akan dibahas dalam RUPSLB tersebut. PMHMETD II melibatkan penerbitan hingga 2 miliar saham Seri B baru (nilai nominal Rp25/saham), dengan pemegang saham pengendali JSI (51%) berkomitmen melaksanakan haknya melalui inbreng saham PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS) senilai Rp44,397 miliar. Transaksi ini dikategorikan sebagai Transaksi Material (44,63% dari total aset) dan Transaksi Afiliasi, namun dikecualikan dari kewajiban penilai dan persetujuan RUPS Independen karena Perseroan memiliki ekuitas negatif dan modal kerja bersih negatif. Aksi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan dan ekspansi ke jasa pertambangan, tanpa mengubah pengendali. RUPSLB dijadwalkan 20 Oktober 2026, dengan DPS 25 September 2026.

### Material changes

- Rencana penerbitan hingga 2.000.000.000 saham Seri B baru (nilai nominal Rp25/saham) melalui PMHMETD II.
- Rencana inbreng 59.995 saham BSS (99,99% modal BSS) senilai Rp44.397.000.000 oleh JSI sebagai pelaksanaan HMETD.
- Perubahan struktur modal: modal dasar meningkat dari 15 miliar saham menjadi 21 miliar saham; modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi Rp446.635.013.900.
- Ekspansi usaha ke bidang jasa pertambangan batubara melalui pengambilalihan BSS.
- Penggunaan dana untuk modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk dukungan operasional, pelaksanaan kontrak, pemeliharaan/penambahan alat.

### Key financial figures

- **Jumlah saham beredar sebelum PMHMETD II:** 3.966.350.139 (sebelum PMHMETD II)
- **Jumlah saham baru maksimum:** 2.000.000.000 (PMHMETD II)
- **Nilai nominal saham Seri A:** Rp100 (sebelum PMHMETD II)
- **Nilai nominal saham Seri B:** Rp25 (PMHMETD II)
- **Harga pelaksanaan indikatif:** Rp50 (PMHMETD II)
- **Nilai maksimum PMHMETD II:** Rp100.000.000.000 (PMHMETD II)
- **Total ekuitas:** -Rp2.646.076.643 (30 Juni 2026)
- **Modal kerja bersih:** -Rp26.448.145.462 (30 Juni 2026)
- **Total aset:** Rp99.473.892.225 (30 Juni 2026)
- **Nilai Rencana Inbreng:** Rp44.397.000.000 (30 Juni 2026)
- **Persentase nilai inbreng terhadap total aset:** 44,63% (30 Juni 2026)
- **Jumlah saham BSS yang diinbreng:** 59.995 (inbreng)
- **Persentase saham BSS yang diinbreng:** 99,99% (inbreng)
- **Jumlah saham JSI sebelum PMHMETD II:** 2.022.838.500 (sebelum PMHMETD II)
- **Jumlah saham masyarakat sebelum PMHMETD II:** 1.943.511.639 (sebelum PMHMETD II)
- **Jumlah saham JSI setelah PMHMETD II:** 3.042.838.464 (setelah PMHMETD II)
- **Jumlah saham masyarakat setelah PMHMETD II:** 2.923.511.675 (setelah PMHMETD II)
- **Jumlah saham beredar setelah PMHMETD II:** 5.966.350.139 (setelah PMHMETD II)
- **Modal dasar setelah PMHMETD II:** 21.000.000.000 saham (setelah PMHMETD II)
- **Modal dasar setelah PMHMETD II (nilai):** Rp1.650.000.000.000 (setelah PMHMETD II)
- **Modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II:** Rp446.635.013.900 (setelah PMHMETD II)
- **Modal dasar BSS:** 240.000 saham (BSS)
- **Modal ditempatkan dan disetor BSS:** 60.000 saham (BSS)
- **Nilai nominal saham BSS:** Rp1.000.000 (BSS)

### Corporate actions

- rights_issue
- inbreng
- acquisition

### Expansion projects

- Penggunaan dana untuk modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk dukungan operasional, pelaksanaan kontrak, pemeliharaan/penambahan alat.
- Ekspansi ke bidang jasa pertambangan batubara melalui pengambilalihan BSS.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali; JSI tetap sebagai pengendali dengan kepemilikan 51%.
- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan terakhir berdasarkan Akta No. 1179 tanggal 14 Januari 2026.

### Capital structure

- Penerbitan 2.000.000.000 saham Seri B baru dengan nilai nominal Rp25.
- JSI akan melaksanakan 1.019.999.964 HMETD melalui inbreng.
- Setelah PMHMETD II, JSI memiliki 51% dan masyarakat 49%.
- Modal dasar meningkat dari 15 miliar saham menjadi 21 miliar saham.

### Listing / regulatory

- PMHMETD II tunduk pada persetujuan RUPSLB dan efektifnya pernyataan pendaftaran OJK.
- Perseroan dikecualikan dari kewajiban penilai dan RUPS Independen untuk Rencana Inbreng.
- Saham baru akan dicatatkan di BEI.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 20 Oktober 2026, dengan DPS pada 25 September 2026, dan pengumuman pada 11 September 2026.
  - Basis: Tanggal pengumuman 11-09-2026; DPS 25 September 2026; RUPSLB 20 Oktober 2026
- **Mekanisme RUPS** [explicit_fact, high]: RUPS akan diselenggarakan secara elektronik melalui eASY.KSEI, sesuai POJK 14/2025.
  - Basis: Poin 4: 'Rapat akan diselenggarakan secara elektronik melalui fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI)'
- **Batas waktu usulan mata acara** [explicit_fact, high]: Usulan penambahan mata acara harus diterima paling lambat 21 September 2026, 7 hari sebelum pemanggilan.
  - Basis: Poin 3: 'paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum tanggal pemanggilan Rapat yaitu Senin, 21 September 2026'
- **Ketersediaan kuasa elektronik** [explicit_fact, high]: Kuasa elektronik melalui eASY.KSEI tersedia dari tanggal pemanggilan hingga 19 Oktober 2026.
  - Basis: Poin 5: 'tersedia sejak tanggal Pemanggilan Rapat sampai dengan 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal penyelenggaraan Rapat, yaitu pada Senin, 19 Oktober 2026'
- **Materialitas transaksi** [explicit_fact, high]: Nilai inbreng Rp44,397 miliar setara 44,63% dari total aset Rp99,474 miliar, sehingga dikategorikan Transaksi Material.
  - Basis: Nilai inbreng Rp44.397.000.000; Total aset Rp99.473.892.225
- **Pengecualian regulasi** [explicit_fact, high]: Perseroan dikecualikan dari kewajiban penilai dan RUPS Independen untuk Rencana Inbreng karena memiliki ekuitas negatif dan modal kerja bersih negatif.
  - Basis: Pasal 11 huruf f POJK 17/2020; Ekuitas negatif Rp2,646 miliar; Modal kerja bersih negatif Rp26,448 miliar
- **Jangka waktu efektif** [explicit_fact, high]: Pernyataan pendaftaran harus efektif dalam waktu tidak lebih dari 12 bulan setelah RUPSLB.
  - Basis: Pasal 8 ayat (3) POJK HMETD
- **Rasio HMETD** [derived_calculation, medium]: Rasio HMETD final belum ditentukan, namun berdasarkan jumlah saham beredar 3.966.350.139 dan saham baru 2.000.000.000, rasio indikatif sekitar 1:0,504 (setiap 1 saham lama berhak atas 0,504 saham baru).
  - Basis: Jumlah saham beredar 3.966.350.139; Jumlah saham baru 2.000.000.000
  - Assumptions: Semua saham lama mendapat hak yang sama
  - Caveats: Rasio final akan ditentukan kemudian
- **Dilusi kepemilikan JSI** [derived_calculation, medium]: Jika JSI tidak melaksanakan haknya, kepemilikannya akan terdilusi dari 51% menjadi sekitar 33,9% (2.022.838.500 / 5.966.350.139). Namun JSI akan melaksanakan haknya, sehingga tetap 51%.
  - Basis: Kepemilikan JSI sebelum 2.022.838.500 saham; Total saham setelah 5.966.350.139
  - Assumptions: JSI tidak melaksanakan hak (skenario hipotetis)
  - Caveats: JSI berkomitmen melaksanakan haknya
- **Nilai nominal total saham baru** [derived_calculation, high]: Nilai nominal total saham baru adalah Rp50 miliar (2.000.000.000 x Rp25).
  - Basis: Jumlah saham baru 2.000.000.000; Nilai nominal Rp25
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Agenda RUPSLB belum diumumkan; kemungkinan terkait aksi korporasi seperti perubahan anggaran dasar, pengangkatan pengurus, atau transaksi material, namun belum ada konfirmasi.
  - Basis: Agenda tidak disebutkan dalam pengumuman
  - Assumptions: RUPSLB biasanya untuk agenda luar biasa
  - Caveats: Belum ada informasi resmi agenda
- **Tujuan strategis** [analyst_hypothesis, medium]: Rencana inbreng BSS kemungkinan bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan memperluas usaha ke sektor pertambangan, namun dampak finansial aktual belum dapat diukur.
  - Basis: Perseroan memiliki ekuitas negatif; BSS bergerak di jasa pertambangan
  - Assumptions: Manajemen berharap perbaikan ekuitas dan diversifikasi usaha
  - Caveats: Dampak aktual tergantung harga final, biaya emisi, dan kinerja BSS
- **Potensi konflik kepentingan** [analyst_hypothesis, low]: Inbreng dari JSI dapat menimbulkan potensi konflik kepentingan, namun Perseroan menyatakan tidak ada benturan kepentingan yang merugikan.
  - Basis: JSI adalah pengendali; Transaksi afiliasi
  - Assumptions: Manajemen telah mempertimbangkan kewajaran
  - Caveats: Pernyataan manajemen belum diverifikasi independen

### Risks / uncertainties

- Harga pelaksanaan final belum ditetapkan.
- Rasio HMETD final belum ditentukan.
- Jumlah saham baru yang diterbitkan dapat kurang dari maksimum.
- Persetujuan RUPSLB dan efektifnya pernyataan pendaftaran OJK belum diperoleh.
- Nilai inbreng dapat berubah berdasarkan penilaian independen final.
- Dampak keuangan aktual tergantung pada berbagai faktor.
- Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga belum dapat dipastikan aksi korporasi yang akan dibahas.
- Lokasi RUPSLB masih bersifat sementara ('bila sudah dapat diumumkan dan sesuai iklan').
- Kelayakan pemegang saham untuk hadir bergantung pada pencatatan pada 25 September 2026; risiko jika ada perubahan kepemilikan setelah tanggal tersebut.
- Kemungkinan perubahan jadwal atau mekanisme jika ada kendala teknis pada eASY.KSEI.

### Items to monitor

- Pengumuman agenda RUPSLB dan pemanggilan rapat pada 28 September 2026.
- Keputusan RUPSLB pada 20 Oktober 2026 terkait persetujuan PMHMETD II.
- Efektifnya pernyataan pendaftaran PMHMETD II di OJK (maksimal 12 bulan setelah RUPSLB).
- Penetapan harga pelaksanaan final dan rasio HMETD final.
- Hasil penilaian independen final atas nilai inbreng BSS.
- Kinerja keuangan BSS dan kontribusinya terhadap LAPD.
- Perubahan kepemilikan saham setelah DPS 25 September 2026.

---

## LIFE

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE) menyelenggarakan Public Expose Insidentil pada 9 September 2026 dan melaporkan hasilnya ke Bursa Efek Indonesia pada 11 September 2026. Public expose bersifat sukarela, dihadiri 17 peserta. Dalam sesi tanya jawab, manajemen menyampaikan bahwa laba bersih tumbuh karena peningkatan profitabilitas produk, didorong seleksi risiko dan penetapan premi yang disiplin, tercermin dari CSM yang diakui meningkat dan kerugian kontrak baru yang lebih kecil. APE kanal Corporate tumbuh +15% YoY pada semester I-2026. Manajemen juga membahas penerapan IFRS 17, penggunaan AI pada klaim asuransi kesehatan, dan penentuan harga wajar obligasi unit link. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus, atau transaksi aset yang diumumkan.

### Material changes

- PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE) menyelenggarakan Public Expose Insidentil pada 9 September 2026, berdasarkan surat No. 57/MSL-CSEC/IX/2026.
- Laporan hasil public expose disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada 11 September 2026 melalui surat No. 58/MSL-CSEC/IX/2026.
- Public expose bersifat sukarela, bukan permintaan Bursa Efek Indonesia (IDX) atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- Jumlah peserta yang hadir adalah 17 orang, tidak termasuk manajemen dan karyawan perusahaan.
- Laporan hasil public expose disampaikan oleh Corporate Secretary Leony Samosir.
- Manajemen menyatakan laba bersih tumbuh karena profitabilitas produk meningkat, hasil seleksi risiko dan penetapan premi disiplin sejak awal penutupan.
- Contractual Service Margin (CSM) yang diakui atas jasa yang diberikan meningkat.
- Kerugian yang diakui di muka atas kontrak baru yang merugi lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Manajemen tetap yakin terhadap prospek perusahaan di tahun mendatang, namun tidak menyebutkan angka target pertumbuhan.
- IFRS 17 mengubah waktu pengakuan dan penyajian kinerja keuangan, tetapi tidak mengubah fundamental ekonomi bisnis.
- Pendapatan asuransi kini mencerminkan jasa asuransi yang diberikan selama periode berjalan, mengecualikan komponen investasi, dan estimasi laba masa depan diakui bertahap.
- AI diterapkan pada pengelolaan klaim asuransi kesehatan untuk mengumpulkan informasi klaim dan menganalisis berdasarkan ketentuan polis serta kondisi medis.
- AI membantu tim analis klaim mengambil keputusan lebih cepat, akurat, dan konsisten, serta mendeteksi potensi Fraud, Waste, dan Abuse.
- Penerapan AI dilakukan bertahap dan akurasinya akan meningkat seiring bertambahnya data dan pengalaman.
- Pada semester I 2026, pendapatan premi yang disetahunkan (APE) kanal Corporate MSIG Life tumbuh +15% YoY.
- Penentuan harga wajar obligasi dalam unit link mengikuti sumber harga referensi pasar seperti Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI).
- Pemilihan obligasi dan deposito mempertimbangkan profil dan outlook risiko, tingkat imbal hasil, serta ketentuan batasan investasi yang berlaku.

### Key financial figures

- **Jumlah peserta public expose:** 17 (2026-09-09)
- **Pertumbuhan APE kanal Corporate:** 15% (Semester I 2026 vs Semester I 2025 (YoY))

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan APE kanal Corporate** [derived_calculation, medium]: Pertumbuhan APE kanal Corporate sebesar +15% YoY pada semester I-2026 menunjukkan peningkatan volume penjualan pada kanal tersebut. Namun, tanpa angka absolut APE, kontribusi terhadap total pendapatan atau profitabilitas tidak dapat dihitung.
  - Basis: Pernyataan manajemen: 'Pada semester I 2026, pendapatan premi yang disetahunkan (APE) kanal Corporate MSIG Life tumbuh +15% YoY.'
  - Assumptions: Pertumbuhan APE mencerminkan peningkatan volume penjualan kanal Corporate.
  - Caveats: Tidak ada angka absolut APE atau konteks pasar yang diberikan.
- **Peningkatan laba bersih** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan CSM yang diakui dan penurunan kerugian kontrak baru menunjukkan perbaikan kualitas underwriting dan profitabilitas produk. Namun, tanpa angka absolut, materialitas dampaknya terhadap laba bersih tidak dapat diukur.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang CSM meningkat dan kerugian kontrak baru lebih kecil.
  - Assumptions: CSM dan kerugian kontrak baru adalah komponen laba IFRS 17.
  - Caveats: Tidak ada angka kuantitatif yang diberikan.
- **Penerapan AI pada klaim kesehatan** [analyst_hypothesis, low]: Penerapan AI pada klaim kesehatan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya klaim melalui deteksi fraud/waste/abuse. Namun, dampak finansialnya belum diungkapkan.
  - Basis: Pernyataan tentang AI membantu keputusan klaim lebih cepat dan akurat.
  - Assumptions: Efisiensi klaim berdampak pada biaya operasional.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif mengenai dampak finansial.
- **Penempatan investasi di Grup Sinar Mas** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen tidak membantah penempatan kas/deposito/obligasi di Grup Sinar Mas, hanya menjelaskan proses penentuan harga wajar dan pertimbangan investasi. Transparansi terkait transaksi afiliasi masih terbatas.
  - Basis: Pertanyaan analis tentang penempatan di Grup Sinar Mas dan jawaban manajemen.
  - Assumptions: Penempatan tersebut ada dan material.
  - Caveats: Tidak ada rincian nilai atau pihak yang diberikan.

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi terkait penerapan AI yang bertahap dan akurasi yang bergantung pada data.
- Risiko kepatuhan terkait batasan investasi dan penempatan pada entitas Grup Sinar Mas.
- Risiko pasar terkait perubahan harga obligasi yang mengikuti PHEI.
- Risiko operasional terkait seleksi risiko dan penetapan premi yang disiplin.

### Items to monitor

- Pernyataan manajemen tentang pertumbuhan laba bersih dan APE kanal Corporate dapat menjadi indikator kinerja operasional, namun tanpa angka absolut, investor perlu merujuk pada laporan keuangan resmi.
- Penerapan IFRS 17 mengubah penyajian laporan keuangan, sehingga perbandingan kinerja antar periode perlu memperhatikan perubahan ini.
- Penjelasan tentang penentuan harga wajar obligasi unit link dan pemilihan investasi memberikan gambaran tentang pengelolaan portofolio investasi.

---

## MDLA

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan 2026 yang diselenggarakan pada 8 September 2026. Laporan ini merupakan pengumuman lanjutan dari rencana Public Expose yang diumumkan sebelumnya. Dalam acara tersebut, manajemen mengungkapkan kinerja 1H26: pendapatan tumbuh 10,1%, laba kotor tumbuh 6,8%, dan margin kotor turun dari 9,6% menjadi 9,3%. Free float tercatat 16,89%, di atas minimum 15%. Tidak ada rencana rights issue. Strategi pertumbuhan mencakup penguatan distribusi, pengembangan produk medical device, ekspor ke Kamboja dan Timor-Leste, serta pengembangan bisnis digital. Dokumen utama (surat pengantar) tidak memuat materi presentasi, tetapi lampiran berisi ringkasan hasil Public Expose.

### Material changes

- Public Expose Tahunan 2026 diselenggarakan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 15.00-16.00 WIB, dihadiri 68 analis/investor/media.
- Manajemen yang hadir: Direktur Utama Juliwaty, Direktur Edbert Orotodan, Direktur Wimala Widjaja, dan Investor Relations Harris Lesmana.
- Perseroan belum memiliki rencana rights issue (PMHMETD) sampai saat ini.
- Free float saat ini 16,89%, telah memenuhi ketentuan minimum 15%.
- Pendapatan 1H26 tumbuh 10,1%, gross profit tumbuh 6,8%, gross margin turun dari 9,6% menjadi 9,3%.
- Penjualan produk medical device tumbuh sekitar 34% pada Semester I 2026, didukung peningkatan coverage 12% dan production output 8%.
- Perseroan telah melakukan ekspor ke Kamboja dan Timor-Leste, serta menjajaki pasar ASEAN dan Afrika.
- Rencana peluncuran sekitar 4-5 brand baru pada kategori wound care dan operating room solution.
- Perseroan mengembangkan bisnis internasional melalui Dynamic Argon Cambodia dan ekosistem digital B2C melalui GoApotik.
- Manajemen menyatakan perubahan gross margin dipengaruhi dinamika bisnis distribusi: product mix, kondisi pasar, kompetisi, dan strategi komersial.
- Strategi pertumbuhan mencakup penguatan distribusi, pengembangan own product medical device, ekspansi pasar internasional, dan pengembangan bisnis digital.
- Perseroan berfokus mempertahankan free float di atas ketentuan dan melakukan evaluasi berkala struktur kepemilikan.

### Key financial figures

- **Pertumbuhan pendapatan 1H26:** 10.1 (1H26 vs 1H25 (implied, tidak eksplisit di dokumen; hanya disebut 'tumbuh 10,1%'))
- **Pertumbuhan gross profit 1H26:** 6.8 (1H26 vs 1H25 (implied))
- **Gross margin 1H26:** 9.3 (1H26)
- **Gross margin 1H25 (pembanding):** 9.6 (1H25)
- **Free float:** 16.89 (per saat ini (8 September 2026))
- **Pertumbuhan penjualan medical device:** 34 (1H26)
- **Peningkatan coverage (medical device):** 12 (1H26)
- **Peningkatan production output (medical device):** 8 (1H26)
- **Jumlah brand baru yang direncanakan:** 4-5 (rencana ke depan)
- **Jumlah peserta Public Expose:** 68 (8 September 2026)

### Corporate actions

- Tidak ada rencana rights issue saat ini
- Free float 16,89% memenuhi ketentuan minimum 15%
- Rencana peluncuran 4-5 brand baru medical device
- Ekspansi pasar ekspor ke ASEAN dan Afrika
- Pengembangan bisnis digital B2C melalui GoApotik
- Penguatan bisnis internasional melalui Dynamic Argon Cambodia

### Expansion projects

- Pengembangan portofolio produk dan principal pada bisnis distribusi
- Perluasan coverage jaringan distribusi
- Pengembangan own product medical device dan kegiatan manufaktur
- Pengembangan pasar ekspor ke Kamboja, Timor-Leste, ASEAN, dan Afrika
- Pengembangan bisnis internasional melalui Dynamic Argon Cambodia
- Penguatan ekosistem digital B2C melalui GoApotik dan kolaborasi online platform

### Capital structure

- Free float 16,89%
- Tidak ada rencana rights issue

### Listing / regulatory

- Pemenuhan ketentuan free float minimum 15%
- Batas waktu pemenuhan free float 15% pada 31 Maret 2028 (disebut dalam pertanyaan, bukan jawaban manajemen)

### Analytical scenarios

- **Penurunan gross margin** [derived_calculation, high]: Gross margin turun dari 9,6% menjadi 9,3% (penurunan 0,3 poin persentase). Pendapatan tumbuh 10,1% sementara gross profit tumbuh 6,8%, menunjukkan bahwa pertumbuhan gross profit lebih lambat dari pendapatan, yang konsisten dengan penurunan margin.
  - Basis: Pertumbuhan pendapatan 10,1%; Pertumbuhan gross profit 6,8%; Gross margin 1H26: 9,3%; Gross margin 1H25: 9,6%
  - Assumptions: Angka pertumbuhan menggunakan basis yang sama (1H26 vs 1H25)
  - Caveats: Nilai absolut tidak diungkapkan, sehingga perhitungan hanya berdasarkan persentase
- **Penyebab penurunan gross margin** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan gross margin dari 9,6% ke 9,3% kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan product mix dan tekanan kompetisi di bisnis distribusi, namun manajemen tidak memberikan kuantifikasi rinci. Dampak terhadap profitabilitas mungkin terbatas karena pendapatan tumbuh lebih tinggi dari gross profit.
  - Basis: Jawaban manajemen menyebutkan faktor product mix, kondisi pasar, kompetisi, dan strategi komersial; Pertumbuhan pendapatan 10,1% vs gross profit 6,8%
  - Assumptions: Perubahan margin terutama berasal dari pergeseran komposisi penjualan antarproduk
  - Caveats: Manajemen tidak memberikan rincian kuantitatif; Data kuantitatif tidak tersedia
- **Kontribusi medical device terhadap margin** [analyst_hypothesis, low]: Pertumbuhan penjualan medical device sebesar 34% dengan peningkatan production output 8% menunjukkan bahwa segmen ini mungkin memiliki margin lebih tinggi daripada distribusi, sehingga dapat menjadi pendorong margin di masa depan. Namun, kontribusi terhadap margin keseluruhan belum dapat diukur tanpa data segmen.
  - Basis: Manajemen menyatakan medical device own product berpotensi memberikan kontribusi lebih baik terhadap kinerja; Pertumbuhan penjualan 34% di 1H26
  - Assumptions: Segmen medical device memiliki margin lebih tinggi daripada distribusi
  - Caveats: Tidak ada data margin per segmen; Pernyataan manajemen bersifat kualitatif
- **Risiko eksekusi ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Rencana peluncuran 4-5 brand baru dan ekspansi ke ASEAN dan Afrika membutuhkan investasi dan manajemen rantai pasok yang matang. Kegagalan dalam eksekusi dapat mempengaruhi profitabilitas jangka pendek.
  - Basis: Rencana peluncuran brand baru dan ekspansi pasar disebutkan dalam jawaban
  - Assumptions: Ekspansi memerlukan modal dan sumber daya tambahan
  - Caveats: Tidak ada rincian investasi atau timeline
- **Stabilitas free float** [analyst_hypothesis, medium]: Free float 16,89% hanya sedikit di atas minimum 15%, sehingga ada risiko penurunan di bawah ambang batas jika terjadi perubahan kepemilikan. Manajemen menyatakan akan memantau dan mengevaluasi secara berkala.
  - Basis: Free float 16,89%; Jawaban manajemen tentang pemantauan
  - Assumptions: Tidak ada aksi korporasi yang mengubah struktur kepemilikan
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang rencana tambahan saham publik

### Risks / uncertainties

- Perubahan product mix dan tingkat kompetisi dapat mempengaruhi gross margin
- Risiko eksekusi ekspansi pasar internasional (ASEAN, Afrika)
- Risiko penurunan free float di bawah 15% jika terjadi perubahan kepemilikan
- Ketergantungan pada principal dan strategi komersial
- Risiko kondisi pasar dan dinamika bisnis distribusi

### Items to monitor

- Pertumbuhan pendapatan 10,1% di 1H26
- Penurunan gross margin dari 9,6% menjadi 9,3%
- Pertumbuhan penjualan medical device 34%
- Free float 16,89%

---

## MEDC

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan 2026 yang diselenggarakan pada 9 September 2026. Dokumen utama hanya berisi halaman sampul, sedangkan lampiran berisi risalah paparan publik yang memuat kinerja operasional 1H26 (produksi migas 170,1 mboepd, penjualan listrik 2.323 GWh) dan kinerja keuangan 1Q26 (pendapatan US$668,3 juta, EBITDA US$351,1 juta, laba bersih US$67,4 juta). Manajemen mempertahankan panduan 2026: produksi 165-170 mboepd, penjualan listrik 4.550 GWh, dan capex US$430 juta. Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan; opsi monetisasi kepemilikan di Amman Mineral masih dikaji namun belum ada keputusan.

### Material changes

- Public Expose Tahunan 2026 diselenggarakan pada 9 September 2026 secara virtual dan langsung, dihadiri lebih dari 211 peserta (investor, analis, media).
- Direksi yang hadir: Amri Siahaan (Direktur & COO) dan Benny Setiawan (Direktur & CFO).
- Produksi minyak dan gas 1H26 mencapai 170,1 mboepd, naik 19% YoY; komposisi 72% gas dan 28% liquids.
- Penjualan listrik 1H26 mencapai 2.323 GWh, meningkat 16,5% YoY; energi terbarukan menyumbang sekitar 25% dari total penjualan listrik dan 26% dari kapasitas terpasang.
- Cadangan 2P sebesar 542 mmboe dan sumber daya kontinjensi sekitar 1,2 bnboe.
- Amman Mineral mencatat produksi 1Q26 sebesar 101 juta pon tembaga dan 136 ribu ons emas.
- Peringkat ESG MSCI meningkat menjadi AAA pada 23 Maret 2026, naik tiga tingkat dari BBB sejak 2021.
- Panduan 2026: produksi migas 165-170 mboepd, penjualan listrik 4.550 GWh, belanja modal US$430 juta (rincian: migas US$415 juta, listrik US$15 juta).
- Manajemen mempertahankan guidance produksi 2026 meskipun realisasi 1H26 di atas kisaran, dengan pertimbangan pemeliharaan dan profil produksi.
- Kepemilikan di Amman disebut bernilai sekitar US$2,6 miliar; tidak ada rencana penjualan saat ini, namun opsi monetisasi selalu dikaji.
- Bauran harga produksi: sekitar 55% terekspos harga pasar dan 45% dijual dengan harga gas tetap domestik; PSC cost recovery memberikan pemulihan penuh biaya.
- Fokus M&A di Asia Tenggara dan Timur Tengah; pertumbuhan organik di Natuna, Corridor, Senoro, dan Oman.
- Proyek migas utama: Corridor, Senoro Phase 2A/2B, Sakakemang, Oman Block 60, Oman KSF, Bualuang, Cendramas PSC.
- Kapasitas IPP terpasang 1.012 MW gross dan kapasitas O&M 2.160 MW.
- Laporan keuangan 1H26 sedang dalam proses audit; pemberitahuan telah disampaikan ke Bursa sesuai peraturan OJK.

### Key financial figures

- **Pendapatan 1Q26:** 668.3 (1Q26 (per 31 Maret 2026, belum diaudit, dirilis publikasi sebelumnya))
- **Pendapatan Minyak dan Gas 1Q26:** 616.5 (1Q26)
- **EBITDA 1Q26:** 351.1 (1Q26)
- **Laba bersih 1Q26:** 67.4 (1Q26)
- **Laba bersih 1Q25:** 17.6 (1Q25)
- **Kontribusi laba bersih Amman Mineral 1Q26:** 33.5 (1Q26)
- **Biaya kas per boe:** 9 (1Q26)
- **Leverage (rasio utang/EBITDA):** 1.7 (1Q26)
- **Produksi migas 1H26:** 170.1 (1H26)
- **Penjualan listrik 1H26:** 2323 (1H26)
- **Produksi tembaga Amman 1Q26:** 101 (1Q26)
- **Produksi emas Amman 1Q26:** 136 (1Q26)
- **Cadangan 2P:** 542 (per 1H26)
- **Sumber daya kontinjensi:** 1.2 (per 1H26)
- **Kapasitas IPP terpasang:** 1012 (per 1H26)
- **Kapasitas O&M:** 2160 (per 1H26)
- **Panduan produksi migas 2026:** 165-170 (FY2026)
- **Panduan penjualan listrik 2026:** 4550 (FY2026)
- **Panduan belanja modal 2026:** 430 (FY2026)
- **Panduan belanja modal migas 2026:** 415 (FY2026)
- **Panduan belanja modal listrik 2026:** 15 (FY2026)
- **Nilai kepemilikan di Amman (klaim manajemen):** 2.6 (per 9 September 2026)
- **Pertumbuhan pendapatan YoY 1Q26:** 19.2 (1Q26 vs 1Q25)
- **Pertumbuhan pendapatan QoQ 1Q26:** 4.7 (1Q26 vs 4Q25)
- **Pertumbuhan EBITDA YoY 1Q26:** 5.7 (1Q26 vs 1Q25)
- **Pertumbuhan EBITDA QoQ 1Q26:** 10.5 (1Q26 vs 4Q25)
- **Margin EBITDA 1Q26:** 52.5 (1Q26)
- **Pertumbuhan arus kas operasi YoY 1Q26:** 29.7 (1Q26 vs 1Q25)
- **Penurunan emisi GHG Scope 1&2 E&P:** 30 (dibandingkan baseline 2021)
- **Penurunan emisi metana:** 40 (dibandingkan baseline 2021)

### Expansion projects

- Panduan capex 2026: US$430 juta total, dengan rincian US$415 juta untuk Minyak & Gas dan US$15 juta untuk Ketenagalistrikan.
- Proyek migas utama: Corridor, Senoro Phase 2A/2B, Sakakemang, Oman Block 60, Oman KSF, Bualuang, Cendramas PSC.
- Peluang pertumbuhan di panas bumi, gas, surya, minihidro, serta jasa O&M.
- Pertumbuhan organik di Natuna, Corridor, Senoro, dan Oman untuk menambah cadangan jangka pendek-menengah.

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan hasil Public Expose Tahunan kepada otoritas (IDX) melalui sistem pelaporan elektronik.
- Laporan keuangan 1H26 sedang dalam proses audit; pemberitahuan telah disampaikan ke Bursa sesuai peraturan OJK.
- Batas penyampaian laporan keuangan audited paling lambat akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan.

### Analytical scenarios

- **Implied pendapatan non-migas 1Q26** [derived_calculation, medium]: Pendapatan migas US$616,5 juta dari total pendapatan US$668,3 juta, sehingga pendapatan non-migas (listrik dan lainnya) sekitar US$51,8 juta (668,3 - 616,5).
  - Basis: Pendapatan total 1Q26: US$668,3 juta; Pendapatan migas 1Q26: US$616,5 juta
  - Assumptions: Pendapatan non-migas dihitung sebagai selisih sederhana.
  - Caveats: Angka non-migas tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen.
- **Implied produksi 1H26 vs guidance** [derived_calculation, high]: Realisasi produksi 1H26 sebesar 170,1 mboepd berada di atas batas atas guidance tahunan 165-170 mboepd. Namun manajemen mempertahankan guidance karena target rata-rata tahunan.
  - Basis: Realisasi 1H26: 170,1 mboepd; Guidance 2026: 165-170 mboepd
  - Assumptions: Perbandingan langsung antara realisasi 1H26 dan guidance tahunan.
  - Caveats: Guidance adalah rata-rata tahun penuh, bukan target per semester.
- **Implied kontribusi Amman terhadap laba bersih** [derived_calculation, high]: Kontribusi laba bersih Amman sebesar US$33,5 juta terhadap laba bersih total US$67,4 juta, atau sekitar 49,7% dari laba bersih 1Q26.
  - Basis: Laba bersih 1Q26: US$67,4 juta; Kontribusi Amman: US$33,5 juta
  - Assumptions: Kontribusi Amman dihitung sebagai persentase dari laba bersih total.
  - Caveats: Angka kontribusi Amman adalah laba bersih bagian Medco, bukan pendapatan.
- **Potensi kenaikan guidance produksi** [analyst_hypothesis, low]: Realisasi 1H26 yang melampaui guidance dapat mendorong manajemen menaikkan guidance di kemudian hari, namun manajemen secara eksplisit menahan diri karena faktor musiman dan pemeliharaan.
  - Basis: Pernyataan manajemen mempertahankan guidance; Realisasi 1H26 di atas batas atas
  - Assumptions: Manajemen akan mengubah guidance jika tren produksi berlanjut.
  - Caveats: Manajemen belum memberikan indikasi perubahan guidance.
- **Potensi monetisasi Amman** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyatakan opsi monetisasi Amman selalu ada dan sedang dikaji, namun belum ada keputusan. Jika terjadi, dapat menjadi aksi korporasi material.
  - Basis: Pernyataan Benny Setiawan tentang opsi monetisasi; Nilai kepemilikan sekitar US$2,6 miliar
  - Assumptions: Kajian dapat menghasilkan keputusan penjualan di masa depan.
  - Caveats: Tidak ada kepastian waktu atau bentuk transaksi.
- **Dampak harga minyak terhadap kinerja 1H26** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen menyatakan harga minyak membaik di kuartal kedua, sehingga kinerja keuangan 1H26 berpotensi lebih baik dari 1Q26, namun belum ada angka resmi.
  - Basis: Pernyataan Benny Setiawan tentang harga minyak membaik; Produksi 1H26 lebih tinggi dari 1Q26
  - Assumptions: Kenaikan harga minyak dan volume produksi akan meningkatkan pendapatan.
  - Caveats: Belum ada laporan keuangan 1H26 yang dipublikasikan.
- **Sensitivitas terhadap harga minyak** [analyst_hypothesis, medium]: Dengan 55% produksi terekspos harga pasar, penurunan harga minyak dapat mempengaruhi pendapatan, namun PSC cost recovery dan 45% gas domestik memberikan mitigasi.
  - Basis: Bauran harga: 55% pasar, 45% gas tetap domestik; Skema cost recovery
  - Assumptions: Struktur kontrak tetap sama.
  - Caveats: Tidak ada angka sensitivitas kuantitatif yang diberikan.
- **Potensi pertumbuhan melalui M&A** [analyst_hypothesis, low]: Fokus M&A di Asia Tenggara dan Timur Tengah dapat menghasilkan akuisisi baru, namun tidak ada target spesifik yang diungkapkan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang peluang M&A; Fokus geografis yang disebutkan
  - Assumptions: Manajemen akan mengeksekusi M&A jika ada peluang yang sesuai.
  - Caveats: Tidak ada pipeline atau nilai transaksi yang disebutkan.

### Risks / uncertainties

- Volatilitas harga minyak dapat mempengaruhi pendapatan, meskipun ada mitigasi dari PSC cost recovery dan kontrak gas domestik.
- Jadwal pemeliharaan dan profil produksi alami dapat mempengaruhi pencapaian guidance tahunan.
- Proses audit laporan keuangan 1H26 masih berlangsung; angka final dapat berbeda.
- Keputusan monetisasi Amman belum final dan dapat berdampak pada struktur kepemilikan.
- Eksekusi proyek (Corridor, Senoro, Sakakemang, Oman) dapat mengalami keterlambatan atau overrun biaya.
- Perubahan regulasi atau kondisi pasar di negara tujuan M&A dapat mempengaruhi strategi ekspansi.

### Items to monitor

- Produksi migas 1H26 naik 19% YoY, menunjukkan pertumbuhan operasional.
- Penjualan listrik naik 16,5% YoY, didukung energi terbarukan.
- Peringkat ESG MSCI AAA dapat menurunkan biaya modal.
- Leverage 1,7x menunjukkan posisi keuangan yang sehat.
- Panduan 2026 memberikan visibilitas bagi investor.
- Potensi monetisasi Amman dapat menjadi katalis atau risiko.

---

## NICE

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia No. S-11334/BEI.PP2/09-2026 tanggal 3 September 2026 terkait Laporan Keuangan Interim 30 Juni 2026. Tanggapan disampaikan pada 11 September 2026 dan ditandatangani Direktur Yeon Ho Choi. Lampiran memuat penjelasan substantif: laba bersih semester I 2026 naik 80,80% menjadi Rp170,14 miliar, namun arus kas operasi negatif Rp106,48 miliar terutama akibat pembayaran denda administrasi kawasan hutan Rp185,93 miliar. Piutang usaha melonjak 258,08% menjadi Rp195,61 miliar tanpa cadangan kerugian kredit, persediaan naik 33,70% menjadi Rp111,07 miliar dan belum diasuransikan. Aset tetap naik 25,27% menjadi Rp415,03 miliar dengan aset dalam penyelesaian Rp108,18 miliar. Proyek belanja modal Rp660 miliar telah direalisasi Rp468 miliar, target selesai akhir 2027, didanai kas internal. Utang bank jangka pendek naik 170,39% menjadi Rp361,79 miliar. Seluruh penjualan bijih nikel dilakukan ke pihak berelasi PT Energy Metal Indonesia (EMI). Setelah periode pelaporan, Perseroan memperpanjang fasilitas Bank Shinhan hingga Juli 2027 dan menaikkan plafon Bank KEB Hana menjadi Rp100 miliar, dengan total penarikan Rp200 miliar. IPO tidak memberikan dana kepada Perseroan karena seluruh saham milik pemegang saham penjual.

### Material changes

- NICE menerima Surat Bursa Efek Indonesia No. S-11334/BEI.PP2/09-2026 tanggal 3 September 2026 perihal permintaan penjelasan atas Laporan Keuangan 30 Juni 2026.
- Tanggapan disampaikan melalui surat No. 140/AKP-Corsec/Rep/IX/2026 tanggal 11 September 2026, ditandatangani Direktur Yeon Ho Choi.
- Laba bersih periode berjalan semester I 2026 sebesar Rp170,14 miliar, naik 80,80% dari Rp94,10 miliar pada semester I 2025.
- Arus kas neto dari aktivitas operasi semester I 2026 negatif Rp106,48 miliar, dibandingkan positif Rp31,05 miliar pada semester I 2025.
- Pembayaran Denda Administrasi Kawasan Hutan sebesar Rp185,93 miliar berdasarkan SK Menteri Kehutanan RI No. 211 Tahun 2026 tanggal 2 Maret 2026.
- Piutang usaha meningkat 258,08% dari Rp54,63 miliar (31 Des 2025) menjadi Rp195,61 miliar (30 Jun 2026); piutang jatuh tempo <30 hari Rp126,74 miliar, 31-60 hari Rp22,46 miliar.
- Persediaan bijih nikel naik 33,70% dari Rp83,07 miliar menjadi Rp111,07 miliar; belum diasuransikan.
- Uang muka jasa pertambangan Rp33,70 miliar (31 Des 2025) menjadi nihil per 30 Juni 2026; diselesaikan dengan offset utang persediaan Rp18,44 miliar dan aset tetap HJS Rp15,26 miliar.
- Aset tetap naik 25,27% menjadi Rp415,03 miliar; penambahan aset dalam penyelesaian Rp98,56 miliar, saldo Rp108,18 miliar dengan tingkat penyelesaian 50%-98%.
- Perjanjian dengan PT Hillcon Jaya Sakti (HJS) diamandemen 1 Februari 2026 dan diakhiri 9 Maret 2026; belum ada kontraktor pengganti, kegiatan dilakukan mandiri.
- Nilai anggaran proyek bangunan, sarana prasarana tambang, dan peralatan tambang sebesar Rp660 miliar, realisasi sampai semester I 2026 Rp468 miliar, target penyelesaian akhir 2027.
- Utang bank jangka pendek meningkat dari Rp133,80 miliar (31 Des 2025) menjadi Rp361,79 miliar (30 Jun 2026), naik Rp227,99 miliar atau 170,39%, terutama untuk modal kerja.
- Pendapatan bersih semester I 2026 naik 111,32% menjadi Rp1,01 triliun dari Rp478,14 miliar, didorong volume penjualan nikel; seluruh penjualan bijih nikel ke PT Energy Metal Indonesia (EMI), pihak berelasi.
- Tarif royalti berubah dari 10% menjadi 14% efektif 26 April 2025.
- Realisasi penjualan bijih nikel kepada PT EMI sampai 30 Juni 2026 adalah 1.530.103 WMT dari target perjanjian 2.500.000 WMT (toleransi +/-10%).
- Setelah 30 Juni 2026, Perseroan memperpanjang fasilitas kredit PT Bank Shinhan Indonesia hingga Juli 2027 dan meningkatkan plafon PT Bank KEB Hana Indonesia dari Rp92,7 miliar menjadi Rp100 miliar.
- Seluruh saham dalam IPO adalah milik Pemegang Saham Penjual, sehingga Perseroan tidak menerima dana hasil IPO.
- Manajemen menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material yang belum diungkapkan.

### Key financial figures

- **Laba bersih periode berjalan:** 170.14 (Semester I 2026 (30 Juni 2026))
- **Laba bersih periode berjalan (pembanding):** 94.10 (Semester I 2025)
- **Arus kas neto dari aktivitas operasi:** -106.48 (Semester I 2026)
- **Arus kas neto dari aktivitas operasi (pembanding):** 31.05 (Semester I 2025)
- **Kas dan bank:** 17.43 (30 Juni 2026)
- **Denda Administrasi Kawasan Hutan:** 185.93 (Semester I 2026)
- **Aset lancar:** 351 (30 Juni 2026)
- **Liabilitas jangka pendek:** 546 (30 Juni 2026)
- **Rasio lancar:** 64.3% (30 Juni 2026)
- **Pinjaman jangka pendek:** 361 (30 Juni 2026)
- **Deposito yang dibatasi penggunaannya (jaminan reklamasi):** 55.09 (30 Juni 2026)
- **Provisi pascatambang dan reklamasi:** 48.56 (30 Juni 2026)
- **Piutang usaha:** 195.61 (30 Juni 2026)
- **Piutang usaha (pembanding):** 54.63 (31 Desember 2025)
- **Volume penjualan bijih nikel:** 1.5 juta MT (Semester I 2026)
- **Volume penjualan bijih nikel (pembanding):** 1.0 juta MT (Semester I 2025)
- **Piutang lain-lain pihak berelasi:** 25.79 (30 Juni 2026)
- **Persediaan bijih nikel:** 111.07 (30 Juni 2026)
- **Persediaan bijih nikel (pembanding):** 83.07 (31 Desember 2025)
- **Uang muka jasa pertambangan:** 0 (30 Juni 2026)
- **Uang muka jasa pertambangan (pembanding):** 33.70 (31 Desember 2025)
- **Nilai buku aset tetap:** 415.03 (30 Juni 2026)
- **Penambahan aset dalam penyelesaian:** 98.56 (Semester I 2026)
- **Aset dalam penyelesaian:** 108.18 (30 Juni 2026)
- **Anggaran belanja modal:** 660000000000 (sampai akhir 2027 (target penyelesaian))
- **Realisasi belanja modal:** 468000000000 (semester I 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 361790000000 (30 Juni 2026)
- **Utang bank jangka pendek:** 133800000000 (31 Desember 2025)
- **Pendapatan bersih:** 1010000000000 (semester I 2026)
- **Pendapatan bersih:** 478140000000 (semester I 2025)
- **Beban pokok pendapatan:** 735790000000 (semester I 2026)
- **Beban pokok pendapatan:** 345270000000 (semester I 2025)
- **Gross margin:** 27.18 (semester I 2026)
- **Gross margin:** 27.79 (semester I 2025)
- **Piutang usaha dari EMI:** 190370000000 (30 Juni 2026)
- **Volume produksi nikel:** 1526129 (semester I 2026 (MT))
- **Volume produksi nikel:** 1154975 (semester I 2025 (MT))
- **Volume penjualan nikel:** 1530103 (semester I 2026 (MT))
- **Volume penjualan nikel:** 1096559 (semester I 2025 (MT))
- **Harga jual rata-rata:** 643941.01 (semester I 2026 (Rp/WMT))
- **Harga jual rata-rata:** 452814.77 (semester I 2025 (Rp/WMT))
- **Kadar nikel rata-rata:** 1.42 (semester I 2026 (%))
- **Kadar nikel rata-rata:** 1.42 (semester I 2025 (%))
- **Komitmen pembelian EMI:** 2500000 (perjanjian penjualan (WMT))
- **Persentase penagihan piutang EMI:** 92 (akhir Juli 2026)
- **Biaya pajak (beban lain-lain):** 25230000000 (semester I 2026)
- **Utang pajak:** 35180000000 (30 Juni 2026)
- **Utang pajak:** 11470000000 (31 Desember 2025)
- **PPh Pasal 29:** 27910000000 (30 Juni 2026)
- **Jumlah penarikan fasilitas kredit setelah 30 Juni 2026:** 200000000000 (s/d 24 Agustus 2026)
- **Plafon fasilitas Bank KEB Hana setelah peningkatan:** 100000000000 (setelah 30 Juni 2026)

### Expansion projects

- Aset dalam penyelesaian Rp108,18 miliar dengan tingkat penyelesaian 50%-98%, estimasi selesai 2026.
- Proyek aset dalam penyelesaian: mess, bangunan penunjang, sarana prasarana tambang (penyimpanan solar, jembatan underpass, jalan tambang, penyimpanan bijih nikel), peralatan eksplorasi.
- Penambahan aset tetap semester I 2026 sebesar Rp98,56 miliar pada aset dalam penyelesaian.
- Proyek belanja modal untuk bangunan, sarana prasarana tambang, dan peralatan tambang dengan anggaran Rp660 miliar, realisasi Rp468 miliar, target selesai akhir 2027.
- Tujuan investasi: mendukung operasional pertambangan, khususnya transportasi dan penyimpanan bijih nikel, untuk efisiensi waktu dan biaya.
- Sumber dana: kas internal dari operasional.
- Lokasi proyek: Site Project Desa Lameruru, Kec. Langgikima, Kab. Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

### Capital structure

- Seluruh saham IPO milik Pemegang Saham Penjual, Perseroan tidak menerima dana hasil IPO.

### Listing / regulatory

- Surat BEI No. S-11334/BEI.PP2/09-2026 tanggal 3 September 2026 meminta penjelasan atas laporan keuangan.
- Denda administrasi kawasan hutan berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 211 Tahun 2026.
- Keputusan Menteri ESDM No. 344.K/MB.01/MEM.B/2025 sebagai dasar perhitungan jaminan reklamasi.
- Tidak ada pemeriksaan pajak, SKP, keberatan, banding, atau sengketa pajak yang masih berjalan per tanggal laporan.

### Analytical scenarios

- **Rasio lancar** [derived_calculation, high]: Rasio lancar dihitung dari aset lancar Rp351 miliar dibagi liabilitas jangka pendek Rp546 miliar, menghasilkan 64,3%.
  - Basis: Aset lancar Rp351 miliar; Liabilitas jangka pendek Rp546 miliar
  - Assumptions: Rumus rasio lancar = aset lancar / liabilitas jangka pendek
- **Peningkatan piutang usaha** [derived_calculation, high]: Piutang usaha naik Rp140,98 miliar dari Rp54,63 miliar menjadi Rp195,61 miliar, atau 258,08%.
  - Basis: Piutang usaha 31 Des 2025: Rp54,63 miliar; Piutang usaha 30 Jun 2026: Rp195,61 miliar
  - Assumptions: Perhitungan persentase: (195,61 - 54,63) / 54,63 * 100
- **Peningkatan persediaan** [derived_calculation, high]: Persediaan naik Rp28,00 miliar dari Rp83,07 miliar menjadi Rp111,07 miliar, atau 33,70%.
  - Basis: Persediaan 31 Des 2025: Rp83,07 miliar; Persediaan 30 Jun 2026: Rp111,07 miliar
  - Assumptions: Perhitungan persentase: (111,07 - 83,07) / 83,07 * 100
- **Penyelesaian uang muka HJS** [derived_calculation, high]: Uang muka Rp33,70 miliar diselesaikan dengan offset utang persediaan Rp18,44 miliar dan aset tetap Rp15,26 miliar, total Rp33,70 miliar.
  - Basis: Uang muka Rp33,70 miliar; Utang persediaan Rp18,44 miliar; Aset tetap Rp15,26 miliar
  - Assumptions: Total offset = 18,44 + 15,26 = 33,70 miliar
- **Total aset per 30 Juni 2026** [derived_calculation, high]: Piutang EMI Rp190,37 miliar setara 20,75% total aset, sehingga total aset diperkirakan Rp917,6 miliar (Rp190,37 miliar / 0,2075).
  - Basis: Piutang EMI Rp190,37 miliar; Persentase 20,75% dari total aset
  - Assumptions: Persentase 20,75% dihitung dari total aset per 30 Juni 2026
  - Caveats: Angka total aset tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen
- **Kenaikan volume produksi dan penjualan** [derived_calculation, high]: Volume produksi naik 32,1% (1.526.129 vs 1.154.975 MT), volume penjualan naik 39,5% (1.530.103 vs 1.096.559 MT).
  - Basis: Volume produksi 2026: 1.526.129 MT; Volume produksi 2025: 1.154.975 MT; Volume penjualan 2026: 1.530.103 MT; Volume penjualan 2025: 1.096.559 MT
- **Realisasi volume penjualan terhadap target** [derived_calculation, high]: Realisasi penjualan kepada EMI sampai 30 Juni 2026 adalah 1.530.103 WMT dari target 2.500.000 WMT, mencapai sekitar 61,2% dari target.
  - Basis: Angka realisasi 1.530.103 WMT dan target 2.500.000 WMT
  - Assumptions: Perhitungan proporsi: 1.530.103 / 2.500.000 = 0,612
- **Kualitas laba** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun manajemen menilai kualitas laba baik, arus kas operasi negatif dan ketergantungan pada pinjaman jangka pendek dapat mengindikasikan risiko likuiditas jangka pendek.
  - Basis: Arus kas operasi negatif Rp106,48 miliar; Pinjaman jangka pendek Rp361 miliar; Rasio lancar 64,3%
  - Assumptions: Arus kas negatif dapat mempengaruhi kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek
  - Caveats: Manajemen menyatakan likuiditas dapat dikelola dengan perpanjangan pinjaman
- **Kecukupan cadangan nikel** [analyst_hypothesis, low]: Cadangan nikel masih mengacu JORC 2023, yang mungkin sudah tidak mencerminkan kondisi terkini, namun manajemen belum memiliki laporan yang lebih baru.
  - Basis: Laporan JORC per 30 Juni 2023; Belum ada laporan JORC yang lebih mutakhir
  - Assumptions: Laporan yang lebih baru dapat mempengaruhi amortisasi properti pertambangan
  - Caveats: Tidak ada indikasi dampak kuantitatif
- **Dampak pengakhiran kontrak HJS** [analyst_hypothesis, low]: Pengakhiran kontrak HJS dan kegiatan mandiri dapat mempengaruhi biaya produksi dan efisiensi operasional, meskipun manajemen menyatakan tidak ada dampak signifikan.
  - Basis: Pengakhiran kontrak HJS pada 9 Maret 2026; Kegiatan penambangan dilakukan mandiri
  - Assumptions: Kegiatan mandiri dapat mengubah struktur biaya
  - Caveats: Manajemen menyatakan tidak ada dampak signifikan
- **Ketergantungan pada EMI** [analyst_hypothesis, medium]: Seluruh penjualan nikel ke EMI menciptakan risiko konsentrasi pelanggan, namun komitmen pembelian 2,5 juta WMT dan penagihan 92% piutang menunjukkan hubungan yang stabil, meskipun risiko tetap ada jika EMI gagal memenuhi komitmen.
  - Basis: Penjualan nikel 100% ke EMI; Komitmen pembelian 2,5 juta WMT; Penagihan 92% piutang
  - Assumptions: Komitmen EMI dapat diandalkan
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang kemampuan finansial EMI
- **Dampak kenaikan tarif royalti terhadap margin** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan tarif royalti sebesar 4 poin persentase berpotensi menurunkan gross margin secara signifikan jika tidak diimbangi oleh kenaikan harga jual atau efisiensi biaya.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa kenaikan tarif royalti menekan gross margin
  - Assumptions: Tidak ada kompensasi penuh dari harga jual atau efisiensi
  - Caveats: Belum ada angka kuantitatif dampak terhadap margin
- **Risiko likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Penarikan fasilitas kredit sebesar Rp200 miliar meningkatkan pendanaan utang jangka pendek, yang dapat meningkatkan risiko likuiditas jika arus kas tidak mencukupi.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa penggunaan fasilitas meningkatkan pendanaan utang jangka pendek
  - Assumptions: Arus kas operasional tidak cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendek
  - Caveats: Manajemen menyatakan pengelolaan dilakukan dengan mempertimbangkan arus kas

### Risks / uncertainties

- Likuiditas: rasio lancar 64,3% di bawah 100%, dengan pinjaman jangka pendek Rp361 miliar.
- Arus kas operasi negatif Rp106,48 miliar, dapat mempengaruhi kemampuan membayar kewajiban.
- Persediaan belum diasuransikan, risiko kehilangan/kerusakan.
- Cadangan nikel belum diperbarui sejak JORC 2023, dapat mempengaruhi amortisasi.
- Piutang usaha tinggi tanpa cadangan kerugian kredit, risiko kolektibilitas.
- Ketergantungan pada perpanjangan pinjaman untuk memenuhi likuiditas.
- Denda administrasi kawasan hutan Rp185,93 miliar menunjukkan risiko kepatuhan.
- Pengakhiran kontrak HJS tanpa pengganti, kegiatan mandiri mungkin kurang efisien.
- Konsentrasi penjualan kepada satu pelanggan (EMI) meningkatkan risiko jika terjadi penurunan permintaan atau gagal bayar.
- Kenaikan utang bank jangka pendek yang signifikan (170,39%) dapat meningkatkan risiko likuiditas jika arus kas operasional tidak mencukupi.
- Biaya pajak tambahan Rp25,23 miliar dari hasil audit dapat mengindikasikan risiko kepatuhan perpajakan di masa depan.
- Perubahan tarif royalti dari 10% menjadi 14% dapat menekan margin jika harga nikel turun.

### Items to monitor

- Pendapatan bersih naik 111,32% menjadi Rp1,01 triliun, menunjukkan pertumbuhan signifikan.
- Gross margin sedikit menurun dari 27,79% menjadi 27,18%, mengindikasikan tekanan biaya.
- Utang bank jangka pendek meningkat tajam, menunjukkan kebutuhan modal kerja yang tinggi.
- Seluruh penjualan nikel ke pihak berelasi EMI, yang dapat mempengaruhi persepsi independensi transaksi.

---

## PALM

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) mengumumkan perubahan pengurus melalui surat No. 113-L/PTPIB/DIR/IX/2026 tanggal 11 September 2026. Perubahan terjadi pada jajaran direksi: Gomos Benjamin diangkat sebagai Direktur efektif 17 Juni 2026, menggantikan Budianto Purwahjo Silitonga. Tidak ada perubahan pada jajaran komisaris. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal perubahan pengurus, bukan koreksi atau pembatalan.

### Material changes

- Gomos Benjamin diangkat sebagai Direktur pada 17 Juni 2026, menggantikan Budianto Purwahjo Silitonga, periode ke-1.
- Tri Boewono tetap menjabat sebagai Presiden Direktur sejak 22 Maret 2022, periode ke-3.
- Ellen Kartika tetap menjabat sebagai Direktur sejak 21 Juni 2023, periode ke-1.
- Hardi Wijaya Liong tetap menjabat sebagai Presiden Komisaris sejak 21 Juni 2023, periode ke-1.
- Johnson Chan tetap menjabat sebagai Komisaris sejak 22 Maret 2022, periode ke-3, ditandai independen.
- Drs. Kumari, Ak. tetap menjabat sebagai Komisaris sejak 22 Maret 2022, periode ke-1, ditandai independen.
- Perubahan pengurus hanya terjadi pada jajaran direksi; komisaris tidak berubah.
- Pengumuman disampaikan oleh Corporate Secretary Lim Na Lie.

### Management / control changes

- Direktur baru: Gomos Benjamin, efektif 17 Juni 2026, menggantikan Budianto Purwahjo Silitonga.
- Tidak ada perubahan pada jajaran komisaris.

### Analytical scenarios

- **Alasan perubahan direksi** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan direksi mungkin terkait dengan rotasi manajemen atau penyesuaian strategi, namun tidak ada alasan yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Tidak ada penjelasan lebih lanjut dalam dokumen
  - Assumptions: Perubahan direksi sering kali mencerminkan perubahan strategi atau kebutuhan manajemen
  - Caveats: Hipotesis tidak didukung oleh data dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan atau latar belakang perubahan direksi.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan pengurus terhadap operasional atau strategi perusahaan.
- Tanggal efektif perubahan direksi (17 Juni 2026) sudah lewat dari tanggal pengumuman (11 September 2026), namun tidak ada penjelasan mengenai keterlambatan.
- Tidak ada informasi mengenai apakah perubahan ini telah disetujui RUPS atau otoritas terkait.

---

## PKPK

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak menerima informasi aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak memiliki rencana korporasi lain selain yang telah diungkapkan. Rencana korporasi yang ada adalah pembelian saham PT Deli Pratama Angkutan Laut (DPAL) Tahap Kedua dari PT Deli Indonesia Raya (DIR) dan PT Karya Niaga Gemilang (KNG), yang sedang dalam persiapan dan akan diumumkan melalui keterbukaan informasi. Pemegang saham utama menyatakan belum ada rencana lain terkait kepemilikan sahamnya. Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary Fransiska Setiawan pada 11 September 2026.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek PKPK melalui surat nomor S-11430/BEI.PP3/09-2026 tanggal 9 September 2026.
- PKPK menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- PKPK menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Kep-00087/BEI/12-2025.
- PKPK tidak menerima informasi aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024.
- PKPK memiliki rencana transaksi pembelian saham PT Deli Pratama Angkutan Laut (DPAL) Tahap Kedua dari PT Deli Indonesia Raya (DIR) dan PT Karya Niaga Gemilang (KNG), sebagaimana diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi tanggal 26 Juni 2026.
- Pada saat surat ini, PKPK sedang mempersiapkan dan menyusun laporan serta dokumen untuk pelaksanaan transaksi pembelian saham DPAL Tahap Kedua.
- Rencana transaksi pembelian saham DPAL Tahap Kedua akan diumumkan melalui keterbukaan informasi sesuai peraturan yang berlaku.
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama menyatakan belum ada rencana lain terkait kepemilikan sahamnya di PKPK.
- Surat ditandatangani oleh Fransiska Setiawan selaku Corporate Secretary pada 11 September 2026.

### Corporate actions

- Akuisisi saham DPAL Tahap Kedua (rencana, dalam persiapan)

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi

### Analytical scenarios

- **Rencana akuisisi DPAL Tahap Kedua** [explicit_fact, high]: PKPK mengonfirmasi rencana pembelian saham DPAL Tahap Kedua dari DIR dan KNG, yang sebelumnya diungkapkan pada 26 Juni 2026. Ini adalah aksi korporasi yang sedang berjalan dan dapat mempengaruhi harga saham.
  - Basis: Jawaban nomor 4 pada surat
- **Tidak ada fakta material lain** [explicit_fact, high]: PKPK menyatakan tidak mengetahui fakta material lain yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, dan tidak ada informasi penting lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban nomor 1, 2, dan 5
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: PKPK tidak menerima informasi aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024, dan pemegang saham utama menyatakan belum ada rencana lain terkait kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban nomor 3 dan 6
- **Potensi dampak akuisisi terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: Pembelian saham DPAL Tahap Kedua berpotensi mengubah struktur kepemilikan PKPK di DPAL, namun detail nilai transaksi, jumlah saham, dan dampak finansial belum diungkapkan dalam dokumen ini.
  - Basis: Rencana pembelian saham DPAL dari DIR dan KNG
  - Assumptions: Transaksi akan menambah kepemilikan PKPK di DPAL
  - Caveats: Belum ada detail transaksi

### Risks / uncertainties

- Rencana akuisisi DPAL Tahap Kedua masih dalam persiapan; detail transaksi belum diumumkan.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai nilai transaksi, jumlah saham, atau dampak finansial.
- Volatilitas transaksi efek PKPK menjadi perhatian BEI, namun penyebabnya belum dijelaskan.

### Items to monitor

- Rencana akuisisi DPAL Tahap Kedua dapat mempengaruhi harga saham PKPK.

---

## PRDA

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) melaporkan pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan, per 11 September 2026. Pembelian dilakukan sejak 20 Agustus 2026 hingga 11 September 2026 (16 hari transaksi), dengan harga rata-rata harian Rp2.474–Rp2.816 per saham. Sisa biaya pembelian kembali menurun dari Rp148.479.715.003 menjadi Rp123.461.640.599. Emiten menyatakan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Detail kumulatif jumlah saham, total biaya, dan sumber dana tidak tersedia secara eksplisit; beberapa angka dihitung secara turunan dari data harian.

### Material changes

- PRDA melaksanakan pembelian kembali saham dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan, berdasarkan keterbukaan informasi tanggal 19 Agustus 2026 dan POJK No. 13 Tahun 2023.
- Laporan hasil pembelian kembali saham disampaikan per 11 September 2026 kepada OJK dan BEI.
- Pembelian kembali saham dilakukan pada periode 20 Agustus 2026 hingga 11 September 2026, dengan total 16 hari transaksi.
- Harga rata-rata pembelian kembali saham berkisar antara Rp2.474 hingga Rp2.816 per saham.
- Persentase saham yang dibeli kembali terhadap total saham tercatat di BEI per hari berkisar antara 0,01% hingga 0,28%.
- Sisa biaya pembelian kembali saham menurun dari Rp148.479.715.003 pada 20 Agustus 2026 menjadi Rp123.461.640.599 pada 11 September 2026.
- Laporan ini ditandatangani oleh Corporate Secretary Marina Eka Amalia.
- Emiten menyatakan dampak buyback terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha adalah 'Tidak ada'.
- Laporan ini merupakan pengumuman lanjutan dari rencana buyback yang diumumkan pada 19 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.548 (20 Agustus 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.552 (21 Agustus 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.482 (24 Agustus 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.474 (26 Agustus 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.553 (27 Agustus 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.591 (28 Agustus 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.602 (31 Agustus 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.652 (1 September 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.657 (2 September 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.700 (3 September 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.783 (4 September 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.795 (7 September 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.799 (8 September 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.816 (9 September 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.811 (10 September 2026)
- **Harga rata-rata pembelian kembali saham:** Rp2.811 (11 September 2026)
- **Sisa biaya pembelian kembali saham:** Rp148.479.715.003 (20 Agustus 2026)
- **Sisa biaya pembelian kembali saham:** Rp147.999.539.039 (21 Agustus 2026)
- **Sisa biaya pembelian kembali saham:** Rp147.661.023.658 (24 Agustus 2026)
- **Sisa biaya pembelian kembali saham:** Rp146.699.101.575 (26 Agustus 2026)
- **Sisa biaya pembelian kembali saham:** Rp145.011.749.883 (27 Agustus 2026)
- **Sisa biaya pembelian kembali saham:** Rp141.556.154.904 (28 Agustus 2026)
- **Sisa biaya pembelian kembali saham:** Rp140.761.529.806 (31 Agustus 2026)
- **Sisa biaya pembelian kembali saham:** Rp123.461.640.599 (11 September 2026)

### Corporate actions

- Pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan

### Capital structure

- Pembelian kembali saham berpotensi mengurangi jumlah saham beredar, namun dampak kumulatif tidak dapat dihitung karena total saham beredar tidak tersedia.

### Listing / regulatory

- Pelaporan kepada OJK dan BEI sesuai POJK No. 13 Tahun 2023

### Analytical scenarios

- **Total saham yang dibeli kembali** [derived_calculation, high]: Menjumlahkan seluruh saham yang dibeli per hari: 595.900 + 187.900 + 136.200 + 388.200 + 660.100 + 1.331.700 + 305.000 + 270.200 + 168.600 + 196.200 + 781.700 + 2.616.500 + 955.000 + 282.000 + 590.600 + 343.600 = 9.809.400 saham. Asumsi: semua angka pada tabel adalah jumlah saham yang dibeli pada hari tersebut.
  - Basis: Jumlah saham yang dibeli per hari pada tabel
  - Assumptions: Angka pada kolom 'Jumlah Saham Yang Dibeli Kembali' adalah akurat dan lengkap
- **Total biaya pembelian kembali saham** [derived_calculation, medium]: Menghitung total biaya yang dikeluarkan dari selisih sisa biaya awal dan akhir: Rp148.479.715.003 - Rp123.461.640.599 = Rp25.018.074.404. Asumsi: sisa biaya mencerminkan akumulasi biaya yang telah digunakan.
  - Basis: Sisa biaya pada 20 Agustus 2026 dan 11 September 2026
  - Assumptions: Tidak ada biaya lain yang mempengaruhi sisa biaya selain pembelian saham
  - Caveats: Sisa biaya mungkin termasuk biaya transaksi lain
- **Rata-rata harga pembelian per saham** [derived_calculation, medium]: Menghitung rata-rata tertimbang harga pembelian: total biaya (Rp25.018.074.404) dibagi total saham (9.809.400) = Rp2.550,5 per saham. Asumsi: biaya total hanya untuk pembelian saham.
  - Basis: Total biaya dan total saham yang dihitung
  - Assumptions: Biaya total proporsional dengan jumlah saham
  - Caveats: Harga rata-rata per hari bervariasi
- **Tujuan pembelian kembali** [analyst_hypothesis, medium]: Pembelian kembali dilakukan untuk mendukung stabilitas harga saham di pasar, sesuai dengan kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Namun, tidak ada pernyataan eksplisit mengenai target harga atau durasi.
  - Basis: Rujukan pada POJK No. 13 Tahun 2023
  - Assumptions: Tujuan utama adalah menjaga kinerja dan stabilitas pasar
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi dari manajemen
- **Potensi dampak pada struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: Pembelian kembali saham dapat mengurangi jumlah saham beredar dan meningkatkan kepemilikan relatif pemegang saham lain, namun dampaknya belum dapat dihitung tanpa data total saham beredar.
  - Basis: Jumlah saham yang dibeli kembali
  - Assumptions: Saham yang dibeli kembali akan ditarik atau disimpan sebagai treasury stock
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai rencana penggunaan saham yang dibeli

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai total saham beredar, sehingga tidak dapat menghitung persentase kumulatif pembelian kembali.
- Tidak ada informasi mengenai sumber dana pembelian kembali, apakah dari kas internal atau pinjaman.
- Tidak ada informasi mengenai rencana penggunaan saham yang dibeli kembali (apakah akan ditarik atau disimpan).
- Tidak ada informasi mengenai dampak pembelian kembali terhadap laba per saham atau struktur modal.

### Items to monitor

- Pembelian kembali saham dapat menjadi sinyal positif bagi investor karena menunjukkan manajemen percaya pada nilai intrinsik saham, namun dampaknya terhadap harga saham tidak dapat diprediksi.
- Pengurangan jumlah saham beredar berpotensi meningkatkan laba per saham (EPS) jika laba bersih tetap, namun hal ini belum dapat dihitung tanpa data total saham beredar.

---

## PTMR

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Master Print Tbk (PTMR) menanggapi surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor S-11442/BEI.PP2/09-2026 tertanggal 8 September 2026. Dalam tanggapan yang dikirim 11 September 2026, emiten mengakui sejumlah kesalahan penyajian pada Laporan Keuangan 30 Juni 2026 dan berencana merevisi laporan tersebut. Beberapa poin penting: kepemilikan di PT Global Putra Kusuma (GPK) seharusnya 99% bukan 99,99%; kas turun 42,88% menjadi Rp1,10 miliar; liabilitas jangka pendek Rp35,66 miliar; piutang lain-lain pihak berelasi neto Rp39,72 miliar; bunga pinjaman pihak berelasi diturunkan dari 12% menjadi 4,5% per tahun; fasilitas BCA GPK diperpanjang hingga 22 Juni 2027. Rencana pengambilalihan oleh Deep Source Pte. Ltd. belum closing dan menunggu arahan OJK; RUPS 19 Juni 2026 batal. Suspensi perdagangan saham masih berlangsung. Emiten juga mengakui belum memenuhi POJK 42 untuk transaksi afiliasi dan akan memperbaikinya di Q3 2026.

### Material changes

- PTMR menerima surat permintaan penjelasan dari BEI nomor S-11442/BEI.PP2/09-2026 tertanggal 8 September 2026.
- PTMR menanggapi dengan surat nomor 098/SP-MP/IX/2026 yang dikirim 11 September 2026, ditandatangani Direktur Edward Kusuma.
- Kepemilikan PTMR di GPK seharusnya 99%, bukan 99,99%; emiten akan merevisi laporan Q2 2026.
- Kas dan setara kas per 30 Juni 2026 sebesar Rp1,10 miliar, turun 42,88% dari 31 Desember 2025; faktor utama: penambahan piutang pinjaman pihak berelasi Rp3,81 miliar dan kenaikan pajak Rp1,2 miliar.
- Liabilitas jangka pendek per 30 Juni 2026 sebesar Rp35,66 miliar; arus kas operasi semester I 2026 Rp1,37 miliar.
- Piutang lain-lain neto pihak berelasi Rp39,722 miliar (Laporan Posisi Keuangan) vs Rp39,688 miliar (CALK 6); akan direvisi.
- Bunga pinjaman pihak berelasi diturunkan dari 12% per tahun menjadi 4,5% per tahun, jatuh tempo 30 Juni 2027.
- Persediaan neto naik 48,09% menjadi Rp17,62 miliar; pendapatan turun 8,10%.
- Realisasi pencadangan persediaan Rp3,435 miliar diakui sebagai penghasilan lain-lain; bersifat tidak berulang.
- Uang muka pembelian bruto Rp33,52 miliar dengan penyisihan Rp9,25 miliar; hanya dua pihak berelasi (PT Digital Koding Solusindo, PT Dwitunggal Kusuma Inti); masih negosiasi.
- Fasilitas rekening koran BCA GPK diperpanjang hingga 22 Juni 2027; saldo utang Rp1,64 miliar; tidak ada pelanggaran negative covenant.
- Utang usaha Rp25,83 miliar, termasuk Rp21,31 miliar kepada PT Mitra Pack Tbk (PTMP); pembelian barang impor oleh GPK.
- Rencana pengambilalihan oleh Deep Source Pte. Ltd. belum closing; pembayaran harga saham belum dilakukan; menunggu arahan OJK; RUPS 19 Juni 2026 batal.
- Suspensi perdagangan saham masih berlangsung; emiten memohon penjelasan BEI.
- Modal dasar Rp147,2 miliar (5,888 miliar saham); saham ditempatkan 1,907 miliar saham, disetor Rp47,675 miliar.
- Laba per saham yang benar menurut CALK 29: Rp3,26 (Juni 2026) dan Rp0,76 (Juni 2025).
- Beban imbalan kerja 2026 nihil; emiten akan merevisi CALK 19.
- Penambahan aset tetap Rp2,399 miliar vs arus kas keluar Rp675,06 juta; akan direvisi.
- Dana IPO Rp28,13 miliar digunakan untuk modal kerja; tidak digunakan untuk piutang dagang atau uang muka.
- Transaksi afiliasi belum memenuhi POJK 42; perbaikan akan dilakukan di Q3 2026.
- Tidak ada perubahan material atas pihak, struktur, nilai transaksi pengambilalihan; long-stop date belum diperpanjang.
- Akuisisi SLN, pengalihan bisnis ke PTMP, penjualan GPK masih menunggu arahan OJK.
- Surat OJK S-614/PM.221/2026 dan S-1003/PM.222/2026 tanggal 8 Juni 2026 menyatakan RUPS 19 Juni 2026 belum dapat dilaksanakan.
- Surat OJK S-194/PM.211/2026 tanggal 15 Juni 2026 juga menyatakan RUPS belum dapat dilaksanakan.
- Emiten belum mengetahui alasan suspensi perdagangan.
- Tidak ada kejadian material lain yang belum diungkapkan.

### Key financial figures

- **kas_dan_setara_kas:** 1.10 (30 Juni 2026)
- **penurunan_kas:** 42.88% (semester I 2026 vs 31 Des 2025)
- **liabilitas_jangka_pendek:** 35.66 (30 Juni 2026)
- **arus_kas_operasi:** 1.37 (semester I 2026)
- **penambahan_piutang_pihak_berelasi:** 3.81 (semester I 2026)
- **kenaikan_pembayaran_pajak:** 1.2 (semester I 2026)
- **piutang_usaha_bruto:** 19.71 (30 Juni 2026)
- **persentase_piutang_jatuh_tempo:** 57.37% (30 Juni 2026)
- **penyisihan_piutang_usaha:** 1.78 (30 Juni 2026)
- **piutang_lain_pihak_berelasi_neto:** 39.722 (30 Juni 2026)
- **piutang_lain_pihak_ketiga_neto:** 364.902 (30 Juni 2026)
- **piutang_lain_pihak_berelasi_bruto:** 44.508 (30 Juni 2026)
- **persediaan_neto:** 17.62 (30 Juni 2026)
- **kenaikan_persediaan:** 48.09% (semester I 2026 vs 31 Des 2025)
- **penurunan_pendapatan:** 8.10% (semester I 2026 vs 2025)
- **penyisihan_persediaan_calk7:** 2.674 (semester I 2026)
- **komponen_positif_penyisihan_persediaan:** 3.435 (semester I 2026)
- **uang_muka_pembelian_bruto:** 33.524 (30 Juni 2026)
- **penyisihan_uang_muka:** 9.249 (30 Juni 2026)
- **uang_muka_pihak_berelasi:** 8.500 (30 Juni 2026)
- **penambahan_aset_tetap:** 2.399 (tahun 2026)
- **arus_kas_perolehan_aset_tetap:** 675.06 (tahun 2026)
- **tanah_saldo_awal:** 0 (31 Des 2025)
- **tanah_saldo_akhir:** 2.642 (30 Juni 2026)
- **utang_bank_jangka_pendek:** 1.64 (30 Juni 2026)
- **plafon_fasilitas_bca:** 2.05 (GPK)
- **utang_usaha:** 25.83 (30 Juni 2026)
- **utang_kepada_ptmp:** 21.31 (30 Juni 2026)
- **utang_usaha_lebih_90_hari:** 9.36 (30 Juni 2026)
- **beban_imbalan_kerja:** 959.79 (2026 (CALK 19 tabel mutasi))
- **penghasilan_komprehensif_lain_imbalan_kerja:** 601.17 (2026)
- **saldo_akhir_liabilitas_imbalan_kerja:** 7.832 (30 Juni 2026)
- **modal_dasar:** 147.200 (per 30 Juni 2026)
- **saham_ditempatkan:** 1.907 (per 30 Juni 2026)
- **saham_disetor:** 47.675 (per 30 Juni 2026)
- **laba_per_saham_dasar:** 3.26 (semester I 2026)
- **laba_per_saham_dasar_lanjutan:** 0.76 (semester I 2025)
- **pendapatan:** 58.19 (semester I 2026)
- **laba_bruto:** 17.25 (semester I 2026)
- **laba_tahun_berjalan:** 6.28 (semester I 2026)
- **penghasilan_lain_neto:** 4.40 (semester I 2026)
- **penurunan_penjualan_psa:** 32% (semester I 2026 vs 2025)
- **dana_ipo:** 28.13 (realisasi)
- **selisih_uang_muka:** 524.487 (30 Juni 2026)
- **selisih_penyisihan_persediaan:** 760.626 (semester I 2026)

### Corporate actions

- Rencana pengambilalihan pengendalian oleh Deep Source Pte. Ltd. - belum closing, menunggu arahan OJK
- Rencana perubahan kegiatan usaha - menunggu arahan OJK
- Rencana akuisisi 49% saham PT Samudera Layar Nusantara - menunggu arahan OJK
- Rencana pengalihan bisnis bersih kepada PT Mitra Pack Tbk - menunggu arahan OJK
- Rencana penjualan saham GPK kepada PTMP - menunggu arahan OJK
- Perpanjangan fasilitas kredit BCA GPK hingga 22 Juni 2027

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap tahun 2026 sebesar Rp2,399 miliar, namun arus kas keluar hanya Rp675,06 juta; akan direvisi.
- Tidak ada rencana ekspansi baru yang diungkapkan dalam dokumen.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang efektif; rencana pengambilalihan oleh Deep Source masih berjalan.
- Direktur Utama: Ardi Kusuma (penandatangan surat).

### Capital structure

- Modal dasar Rp147,2 miliar (5,888 miliar saham).
- Saham ditempatkan dan disetor: 1,907 miliar saham, nilai Rp47,675 miliar.
- Kepemilikan GPK: 99% (bukan 99,99%).
- Tidak ada perubahan struktur modal lain yang diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Suspensi perdagangan saham masih berlangsung; emiten meminta penjelasan BEI.
- RUPS 19 Juni 2026 batal dilaksanakan berdasarkan surat OJK.
- Emiten belum memenuhi POJK 42 untuk transaksi afiliasi; akan diperbaiki di Q3 2026.
- Fasilitas BCA diperpanjang, tidak ada pelanggaran covenant.

### Analytical scenarios

- **Koreksi kepemilikan GPK** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan kepemilikan GPK seharusnya 99%, bukan 99,99%, dan akan merevisi laporan Q2 2026.
- **Penurunan kas** [explicit_fact, high]: Kas turun 42,88% menjadi Rp1,10 miliar; faktor utama penambahan piutang pihak berelasi Rp3,81 miliar dan pajak Rp1,2 miliar.
- **Selisih penyisihan persediaan** [derived_calculation, high]: Selisih antara CALK 7 (Rp2,674 miliar) dan CALK 26 (Rp3,435 miliar) adalah Rp760,626 juta, sesuai yang disebutkan.
  - Basis: CALK 7: Rp2,674 miliar; CALK 26: Rp3,435 miliar
  - Assumptions: Angka dalam miliar
- **Selisih uang muka** [derived_calculation, high]: Selisih antara saldo bruto Rp33,524 miliar dan Rp33,000 miliar adalah Rp524,487 juta, sesuai yang disebutkan.
  - Basis: Saldo bruto CALK 9: Rp33,524 miliar; Surat sebelumnya: Rp33,000 miliar
  - Assumptions: Angka dalam miliar
- **Risiko likuiditas** [analyst_hypothesis, medium]: Kas Rp1,10 miliar terhadap liabilitas jangka pendek Rp35,66 miliar menunjukkan potensi tekanan likuiditas, namun arus kas operasi positif Rp1,37 miliar dan fasilitas BCA diperpanjang.
  - Basis: Kas Rp1,10 miliar; Liabilitas jangka pendek Rp35,66 miliar; Arus kas operasi Rp1,37 miliar
  - Assumptions: Angka dalam miliar
  - Caveats: Tidak ada proyeksi arus kas lengkap
- **Keberlanjutan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Emiten mengandalkan penjualan aset tidak produktif, penguatan likuiditas, dan diversifikasi untuk menjaga kelangsungan usaha, namun belum ada detail konkret.
  - Basis: Jawaban 2.c
  - Caveats: Rencana masih bersifat umum
- **Laba tidak berulang** [explicit_fact, high]: Laba semester I 2026 dipengaruhi realisasi pencadangan persediaan Rp3,4 miliar dan belum adanya beban imbalan kerja, sehingga tidak berulang.
  - Basis: Jawaban 12.c
- **Ketidakpastian transaksi pengambilalihan** [explicit_fact, high]: Transaksi Deep Source belum closing, pembayaran belum dilakukan, dan menunggu arahan OJK; long-stop date belum diperpanjang.
  - Basis: Jawaban 16

### Risks / uncertainties

- Risiko likuiditas: kas rendah, liabilitas jangka pendek tinggi.
- Risiko kepatuhan: pelanggaran POJK 42, koreksi laporan keuangan.
- Risiko transaksi: pengambilalihan oleh Deep Source belum closing, tergantung OJK.
- Risiko operasional: ketergantungan pada PTMP untuk impor, piutang pihak berelasi material.
- Risiko suspensi: perdagangan saham masih disuspensi, alasan belum jelas.
- Risiko going concern: emiten mengandalkan rencana perbaikan, belum ada kepastian.

### Items to monitor

- Koreksi laporan keuangan Q2 2026 dapat mempengaruhi persepsi kualitas pelaporan.
- Suspensi perdagangan yang berkepanjangan membatasi likuiditas saham.
- Ketidakpastian penyelesaian pengambilalihan oleh Deep Source dapat mempengaruhi prospek pengendalian.
- Penurunan kas dan tingginya liabilitas jangka pendek menimbulkan risiko likuiditas.
- Perbaikan kepatuhan POJK 42 diharapkan meningkatkan tata kelola.

---

## PTPP

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 3

### Overview

Pada 11 September 2026, PTPP mengumumkan dua peristiwa material yang saling terkait: (1) penurunan peringkat efek utang oleh PEFINDO dari idBB menjadi idB dengan prospek negatif dan CreditWatch negatif, serta (2) penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) dengan empat bank BUMN untuk merestrukturisasi utang sekitar Rp18,2 triliun. Penurunan peringkat dipicu penolakan RUPO/RUPSu terhadap proposal restrukturisasi bunga dan jatuh tempo, sementara MRA merupakan implementasi restrukturisasi yang disetujui PT Danantara Aset Manajemen. Kedua peristiwa ini penting karena menunjukkan tekanan likuiditas dan upaya perbaikan struktur keuangan, dengan risiko kepatuhan dan ketidakpastian efektivitas MRA yang masih menunggu RUPS.

### Material changes

- Penurunan peringkat efek utang oleh PEFINDO dari idBB menjadi idB (obligasi) dan idB(sy) (sukuk) dengan prospek negatif dan CreditWatch negatif.
- Penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) dengan empat bank BUMN untuk merestrukturisasi utang sekitar Rp18,2 triliun.
- Penolakan RUPO/RUPSu terhadap proposal restrukturisasi bunga dan jatuh tempo, memicu penurunan peringkat.
- Persetujuan penundaan pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024 sampai 2027 tanpa denda.
- Pembayaran kupon obligasi dan sukuk pada 22 Juli 2026.

### Key financial figures

- **Total pokok efek utang yang diperingkat:** Rp2.524.599.000.000 (2026-09-09)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2021 Seri B:** Rp650.000.000.000 (2026-09-09)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2022 Seri B:** Rp404.500.000.000 (2026-09-09)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2023:** Rp503.725.000.000 (2026-09-09)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024:** Rp434.620.000.000 (2026-09-09)
- **Pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2021 Seri B:** Rp100.000.000.000 (2026-09-09)
- **Pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2022 Seri B:** Rp305.000.000.000 (2026-09-09)
- **Pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2023:** Rp126.754.000.000 (2026-09-09)
- **Nilai kupon Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2022 Seri B yang dibayar:** Rp7.837.187.500 (2026-07-22)
- **Nilai kupon Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2022 Seri B yang dibayar:** Rp5.909.375.000 (2026-07-22)
- **Total jumlah terutang dalam MRA (pokok dan bunga per Juli 2026):** Rp18,2 triliun (Juli 2026)
- **Nilai Tranche A (term loan):** Rp13.331.131.239.521 (per MRA)
- **Nilai Tranche B (term loan):** Rp4.047.581.065.044 (per MRA)
- **Bunga Tranche A:** 3,5% p.a. (1% tunai per 3 bulan, 2,5% ditangguhkan hingga 2041) (per MRA)
- **Bunga Tranche B:** 1% p.a. (dibayar per 3 bulan) (per MRA)
- **Bunga Utang Dikecualikan:** 3,5% p.a. (1% tunai per 3 bulan, 2,5% ditangguhkan sesuai jadwal termin proyek) (per MRA)
- **Tenor Tranche A:** 15 tahun sejak Tanggal Efektif (per MRA)
- **Tenor Tranche B:** 5 tahun sejak Tanggal Efektif (per MRA)
- **Tenor Tranche C:** 18 bulan sejak Tanggal Efektif (per MRA)
- **Kepemilikan saham Pemerintah RI dan PT Danantara Asset Management:** 51,00% (per laporan)

### Corporate actions

- Restrukturisasi utang melalui Master Restructuring Agreement (MRA) dengan empat bank BUMN.
- Potensi divestasi aset untuk membayar Tranche B (sumber pembayaran dari hasil divestasi).

### Capital structure

- Restrukturisasi utang dengan pembagian tranche A, B, C, dan utang dikecualikan.
- Kepemilikan saham Pemerintah RI dan PT Danantara Asset Management total 51,00% (tidak ada perubahan kepemilikan yang dilaporkan).
- Kepemilikan publik PTPP sebesar 49% (klaim emiten).
- Kepemilikan publik PPRO sebesar 35% (klaim emiten).
- Kepemilikan publik PPRE sebesar 23% (klaim emiten).

### Listing / regulatory

- Penerbitan hasil pemeringkatan efek oleh PEFINDO dengan nomor RC-1249/PEF-DIR/IX/2026.
- Periode rating 09 September 2026 hingga 09 Desember 2026.
- Outlook peringkat 'LAIN-LAIN' untuk semua efek.
- Penurunan peringkat oleh PEFINDO.
- CreditWatch dengan implikasi negatif.
- Kewajiban penyampaian fakta material.
- Transaksi afiliasi dikecualikan sesuai POJK 42/2020.
- Transaksi material dikecualikan sesuai POJK 17/2020.
- MRA efektif setelah RUPS dan pemenuhan persyaratan.

### Analytical scenarios

- **Penurunan peringkat oleh PEFINDO** [explicit_fact, high]: PEFINDO menurunkan peringkat PTPP dari idBB menjadi idB (obligasi) dan idB(sy) (sukuk) dengan prospek negatif, berlaku 9 September 2026 sampai 9 Desember 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260911084052-2868/EXT/PP/DK/2026_id-id
- **Penandatanganan MRA** [explicit_fact, high]: PTPP menandatangani MRA pada 10 September 2026 (laporan) dan 11 September 2026 (press release) dengan empat bank BUMN untuk merestrukturisasi utang sekitar Rp18,2 triliun.
  - Basis: Pengumuman 20260911093146-2865/EXT/PP/DK/2026_id-id; Pengumuman 20260911160732-239/EXT/PP/CORSEC/2026_id-id
- **Penolakan RUPO/RUPSu terhadap proposal restrukturisasi** [explicit_fact, high]: Penurunan peringkat dipicu penolakan RUPO dan RUPSu terhadap proposal restrukturisasi bunga/bagi hasil dan tanggal jatuh tempo obligasi dan sukuk yang masih beredar.
  - Basis: Pengumuman 20260911084052-2868/EXT/PP/DK/2026_id-id
- **Persetujuan penundaan pembayaran bunga** [explicit_fact, high]: RUPO tanggal 1 September 2026 menyetujui penundaan pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024 sampai jatuh tempo tahun 2027 tanpa denda atau penalti.
  - Basis: Pengumuman 20260911084052-2868/EXT/PP/DK/2026_id-id
- **Pembayaran kupon** [explicit_fact, high]: PTPP membayar kupon Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2022 Seri B sebesar Rp7.837.187.500 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2022 Seri B sebesar Rp5.909.375.000 pada 22 Juli 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260911084052-2868/EXT/PP/DK/2026_id-id
- **Total pokok efek utang yang diperingkat** [derived_calculation, high]: Total pokok dihitung dengan menjumlahkan seluruh pokok obligasi dan sukuk: 650.000.000.000 + 404.500.000.000 + 503.725.000.000 + 434.620.000.000 + 100.000.000.000 + 305.000.000.000 + 126.754.000.000 = 2.524.599.000.000.
  - Basis: Pengumuman 20260911084052-2868/EXT/PP/DK/2026_id-id
  - Assumptions: Semua angka pokok dalam Rupiah dan dijumlahkan langsung.
- **Total kupon yang dibayar** [derived_calculation, high]: Total kupon yang dibayar pada 22 Juli 2026 adalah Rp13.746.562.500 (Rp7.837.187.500 + Rp5.909.375.000).
  - Basis: Pengumuman 20260911084052-2868/EXT/PP/DK/2026_id-id
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana.
- **Total nilai Tranche A dan B** [derived_calculation, medium]: Penjumlahan Tranche A (Rp13,33 triliun) dan Tranche B (Rp4,05 triliun) menghasilkan sekitar Rp17,38 triliun, mendekati total utang Rp18,2 triliun. Sisanya kemungkinan merupakan Tranche C dan Utang Dikecualikan.
  - Basis: Pengumuman 20260911093146-2865/EXT/PP/DK/2026_id-id
  - Assumptions: Angka total utang adalah pembulatan dari penjumlahan semua komponen.
  - Caveats: Rekonsiliasi akhir dapat mengubah komposisi.
- **Implikasi outlook 'LAIN-LAIN'** [analyst_hypothesis, low]: Outlook 'LAIN-LAIN' tidak standar dan dapat mengindikasikan bahwa PEFINDO tidak memberikan arah peringkat tertentu, mungkin karena ketidakpastian atau kondisi khusus. Namun, tanpa penjelasan lebih lanjut, interpretasi ini bersifat spekulatif.
  - Basis: Pengumuman 20260911084052-2868/EXT/PP/DK/2026_id-id
  - Assumptions: Outlook 'LAIN-LAIN' bukan kategori standar seperti stabil/positif/negatif.
  - Caveats: Tidak ada definisi outlook 'LAIN-LAIN' dalam dokumen.
- **Pemicu pemeringkatan karena fakta material** [analyst_hypothesis, low]: Pemeringkatan dilakukan karena terdapat fakta material, tetapi dokumen tidak menyebutkan fakta tersebut. Fakta material bisa terkait dengan perubahan kondisi keuangan, struktur modal, atau bisnis, namun tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Pengumuman 20260911084052-2868/EXT/PP/DK/2026_id-id
  - Assumptions: Fakta material belum diungkapkan secara terpisah.
  - Caveats: Tidak ada rincian fakta material dalam dokumen.
- **Dampak penolakan restrukturisasi** [analyst_hypothesis, medium]: Penolakan restrukturisasi dapat meningkatkan tekanan likuiditas jangka pendek, terutama dengan jatuh tempo bunga 28 September 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260911084052-2868/EXT/PP/DK/2026_id-id
  - Assumptions: Kondisi pendanaan tidak membaik.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dampak kuantitatif.
- **Kemungkinan penurunan peringkat lebih lanjut** [analyst_hypothesis, medium]: CreditWatch negatif mengindikasikan potensi penurunan peringkat lebih lanjut jika kondisi keuangan memburuk.
  - Basis: Pengumuman 20260911084052-2868/EXT/PP/DK/2026_id-id
  - Assumptions: Perkembangan kondisi perusahaan tidak membaik.
  - Caveats: Keputusan PEFINDO belum diketahui.
- **Kebutuhan pendanaan** [analyst_hypothesis, medium]: PTPP mungkin menghadapi kesulitan refinancing utang jatuh tempo karena akses pendanaan yang menantang.
  - Basis: Pengumuman 20260911084052-2868/EXT/PP/DK/2026_id-id
  - Assumptions: Kondisi industri konstruksi tetap menantang.
  - Caveats: Tidak ada angka spesifik.
- **Sumber pembayaran Tranche B** [analyst_hypothesis, medium]: Pembayaran Tranche B bersumber dari hasil divestasi, menunjukkan potensi penjualan aset atau anak usaha untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.
  - Basis: Pengumuman 20260911093146-2865/EXT/PP/DK/2026_id-id
  - Assumptions: Divestasi akan dilakukan dalam waktu dekat.
  - Caveats: Belum ada rincian aset yang akan dilepas.
- **Dampak terhadap likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Restrukturisasi dengan tenor panjang dan bunga rendah dapat memperbaiki profil likuiditas jangka pendek, tetapi pembayaran balloon di 2041 menimbulkan risiko refinancing.
  - Basis: Pengumuman 20260911093146-2865/EXT/PP/DK/2026_id-id
  - Assumptions: Arus kas operasional tidak cukup untuk membayar pokok sebelum 2041.
  - Caveats: Belum ada proyeksi arus kas.
- **Dampak MRA terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: MRA kemungkinan melibatkan perubahan struktur kewajiban (misalnya perpanjangan tenor, penurunan bunga, atau konversi utang), namun detail tidak diungkap.
  - Basis: Pengumuman 20260911160732-239/EXT/PP/CORSEC/2026_id-id
  - Assumptions: Restrukturisasi utang biasanya melibatkan perubahan syarat kredit.
  - Caveats: Tidak ada rincian mekanisme atau nilai.
- **Keterlibatan Danantara** [analyst_hypothesis, low]: Persetujuan Danantara menunjukkan dukungan pemegang saham pengendali terhadap restrukturisasi, namun tidak ada informasi perubahan kepemilikan.
  - Basis: Pengumuman 20260911160732-239/EXT/PP/CORSEC/2026_id-id
  - Assumptions: Danantara sebagai pemegang saham pengendali.
  - Caveats: Tidak ada rincian kepemilikan atau perubahan.

### Risks / uncertainties

- Rincian fakta material yang memicu pemeringkatan tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Outlook 'LAIN-LAIN' tidak lazim dan dapat menimbulkan ketidakpastian interpretasi.
- Peringkat idB menunjukkan efek berisiko tinggi, namun dokumen tidak memberikan konteks lebih lanjut.
- Risiko gagal bayar bunga pada 28 September 2026 jika tidak ada kesepakatan.
- Risiko penurunan peringkat lebih lanjut akibat CreditWatch negatif.
- Risiko refinancing utang jatuh tempo di tengah akses pendanaan terbatas.
- Risiko likuiditas akibat paparan properti hunian vertikal.
- MRA belum efektif; masih menunggu RUPS dan pemenuhan persyaratan.
- Jumlah terutang akan direkonsiliasi dan dikristalisasi, sehingga angka final dapat berbeda.
- Pembayaran Tranche B bergantung pada hasil divestasi yang belum diumumkan.
- Pembayaran bunga ditangguhkan (2,5% Tranche A) hingga 2041 menambah beban masa depan.
- Risiko kepatuhan terhadap POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 karena transaksi afiliasi dan material.
- Rincian MRA tidak diungkapkan, sehingga ketidakpastian mengenai syarat dan dampak restrukturisasi.
- Lampiran yang berisi uraian dan dampak tidak tersedia dalam dokumen yang dianalisis.
- Tidak ada informasi mengenai persetujuan regulator atau kreditur yang mungkin diperlukan.
- Tidak ada rincian nilai kewajiban, tenor, atau mekanisme restrukturisasi.
- Tidak ada jadwal implementasi atau target keuangan.
- Tidak ada informasi mengenai dampak terhadap laporan keuangan.
- Tidak ada kepastian bahwa restrukturisasi akan berhasil memperbaiki likuiditas.

### Items to monitor

- Rincian fakta material yang memicu pemeringkatan.
- Definisi dan implikasi outlook 'LAIN-LAIN'.
- Hasil RUPS terkait efektivitas MRA.
- Rekonsiliasi akhir jumlah terutang dalam MRA.
- Rincian aset yang akan dilepas untuk pembayaran Tranche B.
- Jadwal jatuh tempo obligasi/sukuk secara rinci.
- Status pembayaran bunga setelah penundaan.
- Keputusan PEFINDO terkait CreditWatch negatif (maksimal 3 bulan).
- Dampak kuantitatif penolakan restrukturisasi terhadap arus kas.
- Perkembangan program transformasi bisnis dan keuangan PTPP.

---

## RANS

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11876/BEI.PP2/09-2026 tanggal 10 September 2026 terkait pemberitaan media massa TribunBanten.com tentang pemegang saham yang tidak dapat memasuki ruang RUPSLB di BSD Tangsel. Emiten mengklarifikasi bahwa 32 pemegang saham dengan total 131.300 saham tidak dapat masuk karena keterbatasan kapasitas fisik (dibatasi 5 orang berdasarkan urutan pendaftaran), bukan penolakan hak. RUPSLB diselenggarakan secara hybrid di RANS Office Building BSD pada 10 September 2026, dengan alternatif partisipasi elektronik melalui eASY.KSEI, e-Proxy, dan surat kuasa. Emiten menyatakan kejadian tidak berdampak pada kuorum, proses pengambilan keputusan, maupun hasil RUPSLB, dan tidak ada informasi material lain yang memengaruhi kelangsungan usaha atau harga saham. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset dalam pengumuman ini.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan melalui surat nomor S-11876/BEI.PP2/09-2026 tanggal 10 September 2026 perihal pemberitaan media massa.
- Pemberitaan media massa dari TribunBanten.com pada 10 September 2026 berjudul 'Pemegang Saham RANS Murka, Datang dari Jauh tapi Dilarang Ikut RUPSLB Tatap Muka di BSD Tangsel'.
- RUPSLB RANS diselenggarakan secara hybrid di RANS Office Building, BSD, pada 10 September 2026 mulai pukul 11.00 WIB.
- Sebanyak 32 pemegang saham dengan total kepemilikan 131.300 saham tidak dapat memasuki ruang RUPSLB karena keterbatasan kapasitas tempat.
- Kehadiran fisik dibatasi untuk 5 orang berdasarkan urutan pendaftaran (first come, first served) melalui Google Form, sebagaimana diumumkan dalam Surat Pemanggilan RUPSLB.
- Perseroan menyediakan mekanisme partisipasi elektronik melalui eASY.KSEI, e-Proxy, dan surat kuasa konvensional sebagai alternatif bagi pemegang saham yang tidak hadir fisik.
- Dasar pembatasan kehadiran fisik adalah POJK No. 15/POJK.04/2020, POJK No. 14 Tahun 2025, dan Tata Tertib Rapat yang dipublikasikan pada 26 Agustus 2026 dan 7 September 2026.
- Perseroan menyatakan pembatasan kehadiran fisik tidak didasarkan pada identitas, jumlah kepemilikan saham, atau preferensi tertentu, melainkan kapasitas tempat.
- Perseroan menyatakan kejadian tersebut tidak berdampak pada pemenuhan kuorum, proses pengambilan keputusan, pemungutan suara, maupun hasil RUPSLB.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi atau kejadian material lain yang memengaruhi kelangsungan usaha atau harga saham sehubungan dengan pemberitaan tersebut.
- Perseroan akan melakukan evaluasi dan perbaikan mekanisme RUPS, termasuk mencantumkan informasi mekanisme elektronik di eASY.KSEI dan koordinasi lebih terintegrasi dengan BAE dan penyelenggara RUPS.
- Tanggapan ini disampaikan untuk memenuhi ketentuan III.2.2 dan IV.2.2 Peraturan No. I-E.
- Surat tanggapan bernomor 045/CORSEC/REI/IX/2026, ditandatangani oleh Rumunggu Yokonapita selaku Finance Director, dikirim pada 11 September 2026 pukul 17:45 melalui sistem pelaporan elektronik.

### Key financial figures

- **jumlah_pemegang_saham_terdampak:** 32 (10 September 2026)
- **jumlah_saham_terdampak:** 131.300 (10 September 2026)
- **kapasitas_kehadiran_fisik:** 5 orang (10 September 2026)

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI No. S-11876/BEI.PP2/09-2026 tanggal 10 September 2026 terkait pemberitaan media massa.
- Klarifikasi kepatuhan terhadap POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14 Tahun 2025 dalam pelaksanaan RUPSLB.
- Pemenuhan ketentuan III.2.2 dan IV.2.2 Peraturan No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Klarifikasi RUPSLB** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan pemegang saham yang hadir fisik tidak dapat masuk ruang RUPSLB karena tidak melakukan konfirmasi kehadiran sesuai Surat Pemanggilan RUPSLB.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen: 'Para Pemegang Saham yang hadir secara fisik di lokasi penyelenggaraan RUPSLB tidak dapat memasuki ruang RUPSLB dikarenakan Para Pemegang Saham tersebut tidak melakukan mekanisme untuk konfirmasi kehadiran fisik sesuai dengan Surat Pemanggilan RUPSLB.'
- **Kapasitas fisik** [explicit_fact, high]: Kehadiran fisik dibatasi untuk 5 orang berdasarkan urutan pendaftaran (first come, first served).
  - Basis: Dokumen halaman 2: 'jumlah Pemegang Saham yang dapat hadir secara fisik sebanyak 5 (lima) orang berdasarkan urutan pendaftaran (first come, first served)'
- **Dampak RUPSLB** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan kejadian tidak berdampak pada kuorum, proses pengambilan keputusan, pemungutan suara, atau hasil RUPSLB.
  - Basis: Dokumen halaman 3: 'Kejadian tersebut tidak berdampak terhadap pemenuhan kuorum, proses pengambilan keputusan, pelaksanaan pemungutan suara, maupun hasil RUPSLB.'
- **Tidak ada informasi material lain** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada informasi atau kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham sehubungan dengan pemberitaan tersebut.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen: 'Tidak terdapat informasi atau kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham Perseroan sehubungan dengan pemberitaan dimaksud.'
- **Potensi dampak reputasi** [analyst_hypothesis, low]: Pemberitaan negatif tentang RUPSLB dapat memengaruhi persepsi investor terhadap tata kelola perusahaan, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material.
  - Basis: Pemberitaan media massa yang memicu permintaan penjelasan BEI
  - Assumptions: Pemberitaan negatif dapat memengaruhi sentimen pasar
  - Caveats: Tidak ada bukti dampak langsung pada harga saham atau operasional
- **Kepatuhan prosedural** [analyst_hypothesis, low]: Insiden penolakan masuk ruang RUPSLB mungkin menunjukkan adanya kelemahan dalam komunikasi prosedur kepada pemegang saham, meskipun emiten mengklaim telah mematuhi peraturan.
  - Basis: Klarifikasi emiten tentang mekanisme konfirmasi kehadiran
  - Assumptions: Pemegang saham yang hadir mungkin tidak memahami prosedur
  - Caveats: Tidak ada detail lebih lanjut tentang prosedur atau komunikasi
- **Potensi risiko kepatuhan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun Perseroan menyatakan tidak ada dampak, insiden ini dapat menarik perhatian regulator terkait kepatuhan terhadap POJK 15/2020 dan POJK 14/2025, terutama mengenai akses pemegang saham.
  - Basis: Dokumen menyebutkan dasar pembatasan adalah POJK 15/2020 dan POJK 14/2025, serta adanya 32 pemegang saham yang tidak dapat hadir fisik.
  - Assumptions: Regulator mungkin menilai apakah pembatasan kapasitas fisik telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  - Caveats: Belum ada indikasi sanksi atau tindakan lanjutan dari regulator.
- **Perbaikan mekanisme RUPS** [analyst_hypothesis, medium]: Langkah perbaikan yang diumumkan menunjukkan upaya Perseroan untuk meningkatkan transparansi dan aksesibilitas RUPS di masa depan, yang dapat mengurangi risiko kejadian serupa.
  - Basis: Dokumen halaman 3-4: 'Perseroan ke depan akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme pelaksanaan RUPS berikutnya' dan langkah-langkah perbaikan.
  - Assumptions: Perbaikan akan diimplementasikan pada RUPS berikutnya.
  - Caveats: Belum ada jadwal atau detail implementasi.

### Risks / uncertainties

- Potensi ketidakpuasan pemegang saham terkait prosedur RUPSLB
- Risiko reputasi akibat pemberitaan negatif
- Kemungkinan pertanyaan lanjutan dari regulator
- Potensi pengawasan regulator terhadap kepatuhan POJK 15/2020 dan POJK 14/2025 terkait akses pemegang saham
- Ketidakpastian implementasi langkah perbaikan pada RUPS mendatang

### Items to monitor

- Tidak ada informasi yang secara langsung mempengaruhi harga saham atau kelangsungan usaha.
- Insiden ini dapat memengaruhi persepsi investor terhadap tata kelola perusahaan, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material.

---

## RDTX

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026. Laporan menunjukkan tidak ada perubahan material dalam struktur kepemilikan saham, jumlah saham beredar, treasury stock, atau free float dibandingkan bulan sebelumnya. Kepemilikan pengendali dan afiliasinya tetap stabil, dengan total saham beredar 268.800.000 lembar dan free float 21,07%.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek untuk posisi 31 Agustus 2026, dengan nomor pengumuman 107/RV/IX/2026.
- Jumlah saham beredar: 268.800.000 lembar (tidak berubah dari bulan sebelumnya).
- Treasury stock: 0 lembar (tidak ada perubahan).
- Free float: 21,07% (tidak berubah dari bulan sebelumnya).
- Kepemilikan saham oleh pengendali dan afiliasinya: 42,51% (tidak berubah).
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris: 0,11% (tidak berubah).
- Tidak ada perubahan dalam jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham utama (di atas 5%) antara bulan ini dan bulan sebelumnya.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari laporan ini; struktur kepemilikan dan free float stabil.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material dalam struktur kepemilikan atau free float yang dapat mempengaruhi likuiditas atau pengendalian perusahaan.

---

## SCNP

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11747/BEI.PP1/09-2026 tanggal 10 September 2026 mengenai rencana pemenuhan ketentuan minimum free float. Emiten menjelaskan bahwa kendala utama adalah terkonsentrasinya saham publik akibat buyback April 2025, yang menghasilkan saham treasuri 192.334.900 lembar (7,69%). Pelepasan saham treasuri terkendala karena harga pasar (Rp148-155) di bawah harga perolehan (Rp156), sehingga tidak dapat dijual di bawah harga tersebut sesuai POJK No. 29/2023. Rencana pemenuhan adalah mengalihkan saham treasuri kepada investor non-afiliasi mulai September 2026, dengan koordinasi arranger. Emiten meminta fleksibilitas waktu dari Bursa dan berkomitmen menyelesaikan sebelum batas maksimal 3 tahun pasca-buyback.

### Material changes

- Emiten menerima surat BEI No. S-11747/BEI.PP1/09-2026 tanggal 10 September 2026 perihal permintaan penjelasan rencana pemenuhan minimum free float.
- Kendala utama belum terpenuhinya free float 15% adalah terkonsolidasinya saham publik akibat buyback April 2025.
- Perseroan memiliki saham treasuri sebanyak 192.334.900 lembar (7,69%).
- Berdasarkan Pasal 23 huruf c POJK No. 29 Tahun 2023, pengalihan saham hasil buyback tidak boleh lebih rendah dari harga rerata perolehan Rp156 per lembar.
- Harga pasar saham Perseroan berada di kisaran Rp148-155 per lembar, di bawah harga perolehan.
- Rencana pemenuhan free float adalah pengalihan saham treasuri kepada investor non-afiliasi, dimulai September 2026.
- Rencana pengalihan telah disetujui Dewan Komisaris pada Agustus 2026.
- Perseroan berkoordinasi dengan Perusahaan Efek sebagai arranger untuk proses pengalihan saham treasuri.
- Perseroan berkomitmen menyelesaikan proses sebelum batas waktu maksimal 3 tahun pasca-buyback.
- Perseroan akan mematuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai Pasal 35 POJK No. 29 Tahun 2023.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Direktur Utama Djamarwie pada 11 September 2026.
- Emiten meminta dukungan Bursa berupa fleksibilitas dan kelonggaran waktu untuk merampungkan proses.
- Pengalihan saham treasuri ditargetkan kepada investor dengan kepemilikan akhir di bawah 5% (tertulis '596' yang ambigu).

### Key financial figures

- **saham_treasuri:** 192.334.900 (September 2026 (saat tanggapan))
- **persentase_saham_treasuri:** 7,69% (September 2026)
- **harga_perolehan_buyback:** Rp156 (April 2025)
- **rentang_harga_pasar:** Rp148-155 (September 2026)

### Corporate actions

- Buyback saham (April 2025) - telah selesai
- Pengalihan saham treasuri (rencana, mulai September 2026)

### Capital structure

- Saham treasuri 192.334.900 lembar (7,69%)
- Rencana pengalihan saham treasuri kepada investor non-afiliasi dengan kepemilikan akhir di bawah 5% (tertulis '596' yang ambigu)
- Target pemenuhan free float minimum 15%

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI No. S-11747/BEI.PP1/09-2026
- Kewajiban minimum free float 15%
- POJK No. 29 Tahun 2023 Pasal 23 huruf c (batasan harga jual)
- POJK No. 29 Tahun 2023 Pasal 35 (keterbukaan informasi)

### Analytical scenarios

- **Kebutuhan saham free float** [derived_calculation, medium]: Dengan asumsi total saham beredar tidak berubah, untuk mencapai free float 15%, diperlukan tambahan saham free float sekitar 7,31% (15% - 7,69%). Namun, perlu data total saham beredar untuk menghitung jumlah lembar yang dibutuhkan.
  - Basis: Persentase saham treasuri 7,69%; Target free float 15%
  - Assumptions: Total saham beredar tetap; Saham treasuri saat ini tidak dihitung sebagai free float
  - Caveats: Perhitungan hanya indikatif, perlu data total saham beredar
- **Ambiguitas kepemilikan akhir** [analyst_hypothesis, low]: Teks 'kepemilikan akhir di bawah 596' kemungkinan merupakan salah ketik dan seharusnya '5%' (lima persen), karena batas kepemilikan untuk dianggap free float umumnya di bawah 5%. Namun, ini tidak dapat dipastikan dari dokumen.
  - Basis: Frasa 'di bawah 596' pada halaman 1
  - Assumptions: Angka 596 adalah kesalahan penulisan
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi resmi dari emiten
- **Risiko waktu pemenuhan** [analyst_hypothesis, medium]: Mengingat harga pasar di bawah harga perolehan, pengalihan saham treasuri di pasar reguler tidak dapat dilakukan tanpa melanggar POJK. Oleh karena itu, emiten perlu mencari investor non-afiliasi yang bersedia membeli di atas harga pasar, yang mungkin memakan waktu dan bergantung pada kondisi pasar.
  - Basis: Harga pasar Rp148-155 vs harga perolehan Rp156; Rencana pengalihan mulai September 2026
  - Assumptions: Tidak ada perubahan regulasi yang memungkinkan penjualan di bawah harga perolehan
  - Caveats: Kemungkinan negosiasi harga dengan investor

### Risks / uncertainties

- Harga pasar di bawah harga perolehan dapat menghambat pengalihan saham treasuri
- Ketergantungan pada daya serap investor non-afiliasi
- Ambiguitas pada target kepemilikan akhir ('596' vs 5%)
- Potensi sanksi jika tidak memenuhi free float dalam tenggat waktu

### Items to monitor

- Pemenuhan free float dapat mempengaruhi likuiditas saham dan status pencatatan
- Pengalihan saham treasuri dapat berdampak pada struktur kepemilikan
- Kepatuhan terhadap regulasi penting untuk menghindari sanksi

---

## SGER

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sumber Global Energy Tbk menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026. Laporan menunjukkan tidak ada perubahan jumlah saham beredar (15.586.909.438 saham) dan tidak ada perubahan kepemilikan saham pengendali, direksi, komisaris, maupun pemegang saham 5% atau lebih dibandingkan bulan sebelumnya. Tidak ada treasury stock. Free float sekitar 30,46% dari total saham beredar.

### Material changes

- Laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Agustus 2026, disampaikan oleh PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) melalui BAE PT Adimitra Jasa Korpora.
- Jumlah saham beredar (total saham ditempatkan dan disetor penuh) per 31 Agustus 2026: 15.586.909.438 saham, tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.
- Pemegang saham pengendali: PT Sumbermas Inti Energi memiliki 7.805.498.131 saham (50,08%).
- Pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih: PT Sumbermas Inti Energi (50,08%), Vivi Ramalyati Hutama (1.692.102.853 saham; 10,86%), dan Welly Thomas (1.341.269.756 saham; 8,61%).
- Kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris per 31 Agustus 2026: Harris Muliawan (Komisaris Utama) 752.476.309 saham (4,83%); Erwin Hardiyanto Tedjo (Komisaris Independen) 0 saham (0,40% - kemungkinan salah ketik, seharusnya 0,00%); Welly Thomas (Direktur Utama) 1.341.269.756 saham (8,61%); Venkateswaran Venkatraman (Direktur) 7.351.967 saham (0,05%); Raymond Ng Chi'Ching (Direktur) 0 saham (0,00%).
- Tidak ada treasury stock (0 saham) pada bulan berjalan dan bulan sebelumnya.
- Free float berdasarkan laporan BAE: 4.748.038.698 saham (30,46%) dari total saham beredar.
- Jumlah pemegang saham per 31 Agustus 2026: 12.198 (berdasarkan rekapitulasi kepemilikan saham).
- Laporan ditandatangani oleh Michael Harold selaku Corporate Secretary pada 10 September 2026.

### Key financial figures

- **total_saham_beredar:** 15.586.909.438 (31 Agustus 2026)
- **free_float:** 4.748.038.698 (31 Agustus 2026)
- **free_float_persen:** 30,46% (31 Agustus 2026)
- **treasury_stock:** 0 (31 Agustus 2026)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan susunan direksi atau komisaris yang teridentifikasi dari laporan ini.
- Tidak ada perubahan pemegang saham pengendali (PT Sumbermas Inti Energi tetap 50,08%).

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (15.586.909.438 saham) antara bulan sebelumnya dan bulan berjalan.
- Tidak ada treasury stock yang dilaporkan.

### Listing / regulatory

- Laporan disampaikan sesuai dengan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Tidak ada indikasi suspensi atau perubahan status pencatatan.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan gabungan pemegang saham >=5%** [derived_calculation, high]: Berdasarkan laporan, jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih adalah 10.838.870.740 saham (69,54%) dari total saham beredar. Ini dihitung dari penjumlahan 7.805.498.131 + 1.692.102.853 + 1.341.269.756 = 10.838.870.740 saham.
  - Basis: Laporan kepemilikan efek yang mencapai 5% atau lebih (Formulir X.H.1-1)
  - Assumptions: Angka-angka tersebut diambil langsung dari laporan BAE.
  - Caveats: Perhitungan ini hanya mencakup pemegang saham yang tercatat dalam laporan kepemilikan 5% atau lebih.
- **Kepemilikan direksi dan komisaris** [derived_calculation, medium]: Total kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris berdasarkan laporan adalah 2.101.108.032 saham (13,48%) dari total saham beredar. Ini dihitung dari penjumlahan 752.476.309 + 0 + 1.341.269.756 + 7.351.967 + 0 = 2.101.098.032 saham (pembulatan).
  - Basis: Laporan kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris
  - Assumptions: Angka-angka tersebut diambil langsung dari laporan BAE.
  - Caveats: Terdapat kemungkinan salah ketik pada persentase kepemilikan Erwin Hardiyanto Tedjo (tertulis 0,40% namun jumlah saham 0).

### Risks / uncertainties

- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada laporan ini. Namun, perlu dicatat bahwa laporan ini hanya mencakup data per 31 Agustus 2026 dan tidak memberikan informasi mengenai perubahan setelah tanggal tersebut.
- Terdapat inkonsistensi kecil pada persentase kepemilikan Erwin Hardiyanto Tedjo (tertulis 0,40% namun jumlah saham 0), yang mungkin merupakan kesalahan ketik dan tidak berdampak material.

### Items to monitor

- Laporan ini bersifat rutin dan tidak menunjukkan perubahan signifikan pada struktur kepemilikan atau modal perusahaan.
- Struktur kepemilikan tetap stabil dengan pengendali utama PT Sumbermas Inti Energi (50,08%) dan free float sekitar 30,46%.
- Tidak ada indikasi aksi korporasi atau perubahan material yang memerlukan perhatian khusus investor.

---

## SINI

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menyelenggarakan Public Expose Insidentil pada 11 September 2026 secara virtual, dihadiri 81 peserta. Manajemen mengonfirmasi bahwa dana rights issue telah digunakan sesuai prospektus untuk akuisisi PT KMS, pelunasan utang bank, dan pinjaman modal kerja ke anak usaha. Akuisisi KMS meningkatkan total cadangan batu bara menjadi sekitar 231 juta ton dan menambah diversifikasi geografis ke Kalimantan Timur. Pemegang saham pengendali sedang bernegosiasi dengan Grup PJK terkait rencana pengambilalihan; jika terlaksana, akan diikuti MTO sesuai POJK 9/2018. Belum ada rencana aksi korporasi lain yang diumumkan.

### Material changes

- Public Expose Insidentil dilaksanakan pada 11 September 2026 pukul 13.30-14.00 WIB via Zoom, dihadiri 81 peserta.
- Materi paparan telah disampaikan ke Bursa melalui idxnet pada 10 September 2026.
- Akuisisi KMS meningkatkan total cadangan batu bara menjadi sekitar 231 juta ton.
- Akuisisi KMS memperluas diversifikasi geografis aset ke Kalimantan Timur.
- Dana rights issue telah digunakan sesuai prospektus: pembayaran ke PTRO untuk pembelian KMS, pelunasan utang bank ke Bank Mandiri dan BNI, serta penyaluran pinjaman ke anak usaha PBP dan PKP sebagai modal kerja.
- Pemegang saham pengendali sedang bernegosiasi dengan Grup PJK terkait Rencana Pengambilalihan; jika terlaksana, Grup PJK akan melakukan MTO sesuai POJK No. 9/POJK.04/2018.
- Indikasi harga MTO adalah rata-rata harga tertinggi harian saham SINI selama 90 hari sebelum pengumuman negosiasi; harga final akan ditentukan kemudian.
- Manajemen menyatakan belum ada rencana aksi korporasi lain yang dapat diumumkan; akan diumumkan jika material.
- Pengembangan aset tambang dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, infrastruktur, kondisi pasar, dan perizinan.
- Public Expose Insidentil ini merupakan tindak lanjut dari Pengumuman Bursa Nomor Peng-SPT-00170/BEI.WAS/09-2026 tanggal 7 September 2026.

### Key financial figures

- **total_cadangan_batu_bara_setelah_akuisisi_kms:** 231 juta ton (2026-09-11)
- **jumlah_peserta_public_expose:** 81 orang (2026-09-11)
- **jumlah_pertanyaan:** 4 pertanyaan (2026-09-11)

### Corporate actions

- Akuisisi KMS telah selesai, meningkatkan cadangan dan diversifikasi geografis.
- Rencana pengambilalihan oleh Grup PJK sedang dinegosiasikan; MTO akan menyusul jika terlaksana.
- Tidak ada rencana aksi korporasi lain yang diumumkan saat ini.

### Expansion projects

- Pengembangan aset tambang batu bara anak usaha dilakukan bertahap.
- Fokus pada optimalisasi aset tambang yang ada.
- Tidak ada angka capex atau kapasitas spesifik yang disebutkan.

### Management / control changes

- Negosiasi pengambilalihan oleh Grup PJK sedang berlangsung dengan pemegang saham pengendali.
- Jika terlaksana, Grup PJK akan menjadi pengendali baru dan wajib MTO.

### Capital structure

- Dana rights issue telah digunakan sesuai prospektus.
- Pembayaran ke PTRO untuk pembelian KMS.
- Pembayaran utang bank ke Bank Mandiri dan BNI.
- Penyaluran pinjaman ke PBP dan PKP sebagai modal kerja.

### Listing / regulatory

- Public Expose Insidentil atas permintaan BEI.
- Pengumuman Bursa Nomor Peng-SPT-00170/BEI.WAS/09-2026 tanggal 7 September 2026.

### Analytical scenarios

- **dampak_akuisisi_kms** [derived_calculation, low]: Akuisisi KMS meningkatkan cadangan batu bara menjadi sekitar 231 juta ton, namun tanpa data produksi atau pendapatan, dampak finansial belum dapat dihitung.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang cadangan 231 juta ton dan diversifikasi geografis.
  - Assumptions: Manajemen tidak memberikan angka produksi atau pendapatan dari KMS.
  - Caveats: Belum ada laporan keuangan yang menunjukkan kontribusi KMS.
- **risiko_mto** [analyst_hypothesis, low]: Jika MTO terjadi, harga akan dihitung dari rata-rata harga tertinggi 90 hari sebelum pengumuman negosiasi; harga final belum ditentukan, sehingga ada ketidakpastian bagi pemegang saham.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang indikasi harga MTO.
  - Assumptions: Negosiasi akan selesai dan MTO dilaksanakan.
  - Caveats: Negosiasi masih berlangsung dan bisa batal.
- **penggunaan_dana_rights_issue** [analyst_hypothesis, low]: Dana rights issue telah digunakan sesuai prospektus, tetapi tidak ada rincian jumlah atau sisa dana; perlu verifikasi laporan keuangan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang penggunaan dana.
  - Assumptions: Manajemen akurat dalam pernyataannya.
  - Caveats: Tidak ada angka spesifik yang diberikan.
- **prospek_pertumbuhan** [analyst_hypothesis, low]: Fokus pada pengembangan aset tambang batu bara diharapkan meningkatkan produksi dan penjualan, tetapi tidak ada target kuantitatif atau timeline.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang strategi pengembangan.
  - Assumptions: Kondisi pasar dan perizinan mendukung.
  - Caveats: Tidak ada angka target.

### Risks / uncertainties

- Negosiasi pengambilalihan oleh Grup PJK belum final; dapat batal.
- Harga MTO final belum ditentukan.
- Pengembangan aset tambang bergantung pada kesiapan operasional, infrastruktur, kondisi pasar, dan perizinan.
- Tidak ada informasi tentang kondisi keuangan terkini atau risiko komoditas/FX/suku bunga.

### Items to monitor

- Akuisisi KMS meningkatkan cadangan batu bara menjadi ~231 juta ton.
- Diversifikasi geografis ke Kalimantan Timur.
- Potensi MTO oleh Grup PJK.

---

## SMGA

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026. Tidak teridentifikasi perubahan material pada struktur pemegang saham, kepemilikan pengendali, direksi/komisaris, treasury stock, atau free float berdasarkan evidence yang diberikan. Komposisi pemegang saham utama dan pengendali tetap sama dengan periode sebelumnya.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026, disampaikan melalui surat Nomor 144/SMGA/IX/2026 tanggal 9 September 2026.
- Total saham ditempatkan dan disetor penuh: 8.750.000.000 saham, dengan nilai nominal Rp20 per saham (total nilai nominal Rp175.000.000.000).
- Pemegang saham pengendali: PT Sumber Global Energy Tbk memiliki 6.300.000.000 saham (72,00%) dan Vivi Ramalyati Hutama memiliki 700.000.000 saham (8,00%).
- Kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris: seluruhnya 0 saham (0,00%), kecuali Raymond Ng Chi Ching (Direktur Utama) yang tercatat 0 saham namun persentase 4,00% pada lampiran (inkonsisten dengan jumlah saham).
- Tidak ada treasury stock (0 saham) pada periode berjalan dan sebelumnya.
- Free float: 20,00% (1.750.000.000 saham) berdasarkan perhitungan dari total saham dikurangi kepemilikan pengendali dan saham treasury.
- Jumlah pemegang saham tercatat: 12.200 pemegang (per 31 Agustus 2026), dibandingkan 11.861 pemegang pada periode sebelumnya (per 31 Juli 2026).
- Tidak ada perubahan pada jumlah saham pengendali, direksi/komisaris, atau treasury stock antara periode berjalan dan sebelumnya.

### Key financial figures

- **Total saham ditempatkan dan disetor penuh:** 8.750.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Nilai nominal per saham:** Rp20 (31 Agustus 2026)
- **Total nilai nominal saham:** Rp175.000.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan PT Sumber Global Energy Tbk:** 6.300.000.000 saham (72,00%) (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Vivi Ramalyati Hutama:** 700.000.000 saham (8,00%) (31 Agustus 2026)
- **Treasury stock:** 0 saham (31 Agustus 2026)
- **Free float:** 1.750.000.000 saham (20,00%) (31 Agustus 2026)
- **Jumlah pemegang saham:** 12.200 (31 Agustus 2026)
- **Jumlah pemegang saham periode sebelumnya:** 11.861 (31 Juli 2026)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pada susunan direksi dan komisaris yang teridentifikasi dari evidence.
- Tidak ada perubahan pada pemegang saham pengendali (PT Sumber Global Energy Tbk dan Vivi Ramalyati Hutama) antara periode berjalan dan sebelumnya.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar, treasury stock, atau free float yang teridentifikasi dari evidence.

### Listing / regulatory

- Laporan bulanan disampaikan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00052/BEI/04-2026 tentang Perubahan Ketentuan Laporan Bulanan Kegiatan Registrasi Kepemilikan Saham tanggal 1 April 2026.

### Analytical scenarios

- **Free float** [derived_calculation, high]: Free float dihitung sebagai total saham dikurangi kepemilikan pengendali (72% + 8% = 80%) dan treasury stock (0%), sehingga free float = 20% dari 8.750.000.000 = 1.750.000.000 saham.
  - Basis: Total saham: 8.750.000.000; Kepemilikan pengendali: 6.300.000.000 + 700.000.000 = 7.000.000.000 (80%); Treasury stock: 0; Free float = 8.750.000.000 - 7.000.000.000 = 1.750.000.000 (20%)
  - Assumptions: Kepemilikan pengendali dianggap tidak termasuk free float sesuai definisi IDX.
  - Caveats: Perhitungan berdasarkan data yang tersedia pada lampiran.
- **Inkonsistensi kepemilikan direktur** [analyst_hypothesis, low]: Pada lampiran laporan kepemilikan direksi dan komisaris, Raymond Ng Chi Ching tercatat memiliki 0 saham namun persentase 4,00%. Ini kemungkinan merupakan kesalahan penulisan atau kesalahan input pada dokumen, karena jumlah saham 0 tidak mungkin menghasilkan persentase 4,00%.
  - Basis: Lampiran halaman 4: 'Raymond Ng ChiChing Direktur Utama 0 4,00%'
  - Assumptions: Angka 4,00% mungkin salah ketik atau salah format.
  - Caveats: Tidak ada data lain yang mendukung kepemilikan 4% oleh direktur utama.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari evidence yang diberikan.
- Terdapat inkonsistensi kecil pada laporan kepemilikan direksi (jumlah saham 0 tetapi persentase 4,00% untuk Raymond Ng Chi Ching) yang perlu diklarifikasi, namun tidak berdampak material terhadap struktur modal.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham atau kepemilikan pengendali yang teridentifikasi.
- Jumlah pemegang saham meningkat dari 11.861 menjadi 12.200 (kenaikan sekitar 2,86%), yang dapat mencerminkan aktivitas perdagangan ritel, namun tidak mengubah komposisi kepemilikan utama.
- Free float tetap 20%, sesuai ketentuan IDX.

---

## SMMT

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 14:00 WIB, di Jakarta, secara elektronik melalui fasilitas eASY.KSEI. Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia tanggal 25 September 2026. Pemanggilan Rapat akan diumumkan pada 28 September 2026. Agenda RUPSLB belum diumumkan dalam dokumen ini, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat diidentifikasi. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal rencana RUPSLB.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 14:00, di Jakarta, secara elektronik melalui eASY.KSEI.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir adalah 25 September 2026 (penutupan perdagangan BEI).
- Pemanggilan Rapat akan diumumkan pada 28 September 2026 melalui situs BEI, KSEI/eASY.KSEI, dan situs web Perseroan.
- Usulan mata acara dari pemegang saham harus diterima paling lambat 7 hari sebelum pemanggilan, diajukan oleh pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 saham dengan hak suara sah.
- Rapat akan menggunakan jasa PT Adimitra Jasa Korpora sebagai Biro Administrasi Efek.
- Pengumuman ini diterbitkan pada 11 September 2026 dengan nomor surat 038/SMMT-CS/2026, merujuk pada surat sebelumnya nomor 035/SMMT-CS/2026.
- Corporate Secretary yang menandatangani pengumuman adalah Susanti Nilam.
- Agenda RUPSLB belum diumumkan dalam dokumen ini.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan, namun agenda belum diumumkan. Potensi aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham belum dapat diidentifikasi.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB mengacu pada Pasal 12 ayat (11) butir (a) Anggaran Dasar Perseroan dan Pasal 52 ayat (1) POJK No. 15/2020.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 20 Oktober 2026, dengan DPS pada 25 September 2026, dan pemanggilan pada 28 September 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Selasa, 20 Oktober 2026, 14:00; Tanggal DPS: 25 September 2026; Pemanggilan Rapat: 28 September 2026
- **Syarat usulan pemegang saham** [explicit_fact, high]: Usulan mata acara harus diterima paling lambat 7 hari sebelum pemanggilan, diajukan oleh pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 saham dengan hak suara sah.
  - Basis: Pasal 16 POJK No. 15/2020 dikutip dalam dokumen
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya digunakan untuk aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penggabungan, atau transaksi material. Namun, tanpa agenda, belum dapat dipastikan.
  - Basis: RUPSLB dijadwalkan
  - Assumptions: RUPSLB umumnya untuk keputusan luar biasa
  - Caveats: Agenda belum diumumkan

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB belum diumumkan, sehingga ketidakpastian mengenai aksi korporasi yang akan dibahas.
- Lokasi RUPSLB hanya disebutkan 'Jakarta' tanpa alamat detail.
- Tidak ada informasi mengenai kuorum atau mekanisme kehadiran.

---

## SOHO

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 11 September 2026, PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menerbitkan dua pengumuman dengan judul yang sama, yaitu 'Penjelasan atas Volatilitas Transaksi', sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Pengumuman pertama (ID: 20260911113309-580/SOHO-IDX/IX/2026_id-id) memuat tanggapan substantif, sementara pengumuman kedua (ID: 20260911113334-580/SOHO-IDX/IX/2026_id-id) hanya berisi metadata karena dokumen lampiran gagal dimuat. Secara korporasi, hal yang berubah adalah adanya pengakuan bahwa SOHO sedang mengevaluasi alternatif untuk memenuhi ketentuan free float, meskipun belum ada keputusan final. Ini penting karena dapat berdampak pada struktur modal dan kepemilikan di masa depan, serta menjadi fokus perhatian BEI terkait volatilitas saham.

### Material changes

- SOHO mengakui sedang mengevaluasi alternatif untuk memenuhi ketentuan free float, namun belum ada keputusan final mengenai bentuk, mekanisme, atau waktu pelaksanaan.
- Pemegang saham utama, Eng Liang Tan (melalui Tiberias 96 Pty Ltd dan Cascade Creek Pty Ltd) dan Medisia Investment Holdings Pte. Ltd., menyatakan tidak berencana mengubah atau menjual kepemilikan sahamnya dalam waktu dekat.

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi yang diumumkan secara final. SOHO hanya menyatakan sedang mengevaluasi alternatif untuk memenuhi ketentuan free float, namun belum ada keputusan final.

### Capital structure

- Evaluasi alternatif pemenuhan free float (belum final).
- Pemegang saham utama Eng Liang Tan (melalui Tiberias 96 Pty Ltd dan Cascade Creek Pty Ltd) dan Medisia Investment Holdings Pte. Ltd. menyatakan tidak berencana mengubah atau menjual kepemilikan saham dalam waktu dekat.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek SOHO melalui surat nomor S-11503/BEI.PP2/09-2026 tertanggal 9 September 2026.
- Evaluasi pemenuhan ketentuan free float oleh SOHO.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada fakta material** [explicit_fact, high]: SOHO secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Nomor I-E (Kep-00087/BEI/12-2025).
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 surat tanggapan
- **Evaluasi free float** [explicit_fact, high]: SOHO sedang mengevaluasi berbagai alternatif langkah untuk memenuhi ketentuan free float, namun belum ada keputusan final mengenai bentuk, mekanisme, atau waktu pelaksanaan.
  - Basis: Jawaban poin 4 surat tanggapan
- **Rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama Eng Liang Tan (melalui Tiberias 96 Pty Ltd dan Cascade Creek Pty Ltd) dan Medisia Investment Holdings Pte. Ltd. menyatakan tidak berencana mengubah atau menjual kepemilikan saham dalam waktu dekat.
  - Basis: Konfirmasi dari Eng Liang Tan dan Medisia Investment Holdings Pte. Ltd.
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi mungkin terkait dengan ekspektasi pasar terhadap aksi korporasi untuk memenuhi free float, namun tidak ada konfirmasi.
  - Basis: Adanya evaluasi free float dan permintaan penjelasan BEI
  - Assumptions: Pasar bereaksi terhadap potensi aksi korporasi
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Evaluasi free float dapat mengarah pada aksi korporasi seperti rights issue, private placement, atau saham bonus, namun belum ada keputusan.
  - Basis: Pernyataan Perseroan tentang evaluasi alternatif pemenuhan free float
  - Assumptions: Alternatif yang dievaluasi mungkin termasuk penerbitan saham baru atau transaksi lain yang mempengaruhi jumlah saham beredar
  - Caveats: Belum ada keputusan final, bentuk dan mekanisme belum ditentukan

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian bentuk, mekanisme, dan waktu pelaksanaan langkah pemenuhan free float.
- Potensi sanksi atau delisting jika free float tidak terpenuhi (tidak disebutkan secara eksplisit).
- Potensi volatilitas harga saham yang sedang diselidiki BEI.

### Items to monitor

- Pengumuman lanjutan dari SOHO atau BEI terkait hasil evaluasi free float.
- Perubahan jumlah saham beredar atau struktur kepemilikan.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float BEI.
- Perkembangan penyelidikan volatilitas transaksi oleh BEI.

---

## SUNI

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) menerbitkan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait Laporan Keuangan per 30 Juni 2026. Dokumen utama (surat pengantar) tidak memuat substansi, namun lampiran kedua berisi jawaban rinci atas 15 pertanyaan BEI. Penjelasan mencakup penurunan aset anak usaha PSM, kenaikan kas dan penempatan USD, penurunan penjualan dan laba, progres pembangunan pabrik RTM 2, serta realisasi dana IPO. Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan; pengumuman ini bersifat lanjutan/regulatory response.

### Material changes

- SUNI merespons permintaan penjelasan BEI terkait Laporan Keuangan per 30 Juni 2026 melalui surat bernomor 467/LTR00-COP/SP/IX/26 tertanggal 11 September 2026.
- Aset entitas anak PT Petro Synergy Manufacturing (PSM) turun 14,72% dari Rp44,61 miliar (31 Des 2025) menjadi Rp38,04 miliar (30 Jun 2026) karena kerugian operasional.
- Perseroan telah menambah setoran modal ke PSM sebesar Rp13,2 miliar pada 2025 dari total tambahan modal Rp22 miliar; PSM baru beroperasi komersial akhir 2025.
- Perseroan mempertimbangkan divestasi PSM jika potensi profitabilitas kurang memuaskan.
- Kas dan setara kas naik 38,49% menjadi Rp159,64 miliar; penempatan di Bank UOB Indonesia (USD) naik dari Rp33,20 juta menjadi Rp80,62 miliar karena suku bunga lebih tinggi dan ekspektasi penguatan USD.
- Pendapatan keuangan turun 56,98% menjadi Rp1,92 miliar karena pencairan deposito untuk pembangunan pabrik RTM 2.
- Piutang usaha naik 9,33% menjadi Rp100,76 miliar; realisasi penerimaan setelah 30 Juni 2026 sebesar Rp82 miliar (82% dari saldo).
- Persediaan turun 21,83% menjadi Rp183,03 miliar; suku cadang naik 79,14% untuk commissioning RTM 2.
- Aset tetap naik 14,74% menjadi Rp672,25 miliar; aset dalam penyelesaian (pabrik RTM 2) estimasi investasi total Rp504 miliar, mulai beroperasi Q4 2026 setelah sertifikat API.
- Biaya pinjaman dikapitalisasi akumulatif Rp25 miliar; kapitalisasi dihentikan setelah commissioning dan lisensi API.
- Utang usaha naik 155,04% menjadi Rp69,50 miliar, didominasi CNY Rp47,65 miliar (naik 232,90%) dan USD Rp9,68 miliar (naik 202,86%) untuk pembelian mesin RTM 2.
- Utang bank turun 9,04% menjadi Rp168,64 miliar; seluruh rasio keuangan yang dipersyaratkan kreditur terpenuhi (rasio lancar 323%, DER 34%, DSCR 377%, net worth Rp896 miliar, bank loan to EBITDA 180%).
- Penjualan turun 25,99% menjadi Rp324,29 miliar; laba turun 35,60%.
- Penjualan ke Irawady Petroleum Logistic, Pte., Ltd. naik 50,10% menjadi Rp79,85 miliar (24,62% dari total penjualan); tidak ada afiliasi.
- Penjualan ke PT Industri Pipa Indonesia Rp38,14 miliar (11,76% dari total penjualan) tanpa kontrak.
- Arus kas operasi naik 16,07% menjadi Rp122,15 miliar, ditopang penurunan pembayaran pemasok 67,47% menjadi Rp102,74 miliar.
- Seluruh dana IPO Rp180 miliar (bersih Rp176,04 miliar) telah direalisasikan; pembelian 39,96% saham RTM senilai Rp70,66 miliar, selisih transaksi dengan non-pengendali Rp4,33 miliar sebagai pengurang ekuitas.
- Pemeriksaan pajak sedang berlangsung untuk SUNI dan RTM tahun 2023; dampak diperkirakan tidak signifikan.
- Pabrik baru RTM akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 30.000 ton/tahun.
- Perseroan memenangkan tender casing senilai sekitar USD 3,2 juta.
- Kontrak dengan Pertamina: PHSS sisa Rp93,36 miliar, PEP Zona 7 sisa Rp11,71 miliar.
- Dividen tunai Rp25 miliar berdasarkan RUPST 22 Juni 2026 telah dibayar Juli 2026; tidak memerlukan persetujuan kreditur karena berasal dari operasional SUNI.
- RTM belum berencana membagikan dividen karena kebutuhan dana untuk pabrik baru dan modal kerja.
- Tidak ada rencana penambahan fasilitas kredit baru.
- Uang muka pembelian persediaan naik 141,60% menjadi Rp34,32 miliar; realisasi diharapkan September 2026.
- Uang muka konstruksi Rp4,64 miliar dan pembelian aset tetap Rp3,20 miliar untuk pabrik RTM 2 dan ERP, realisasi semester 2 2026.
- Beban pengolahan turun 91,60% karena penurunan penjualan casing; proses penguliran untuk TKDN.
- Beban usaha naik 12,58% menjadi Rp39,21 miliar karena gaji dan perbaikan/pemeliharaan.
- Pemasok utama berubah dari Join Power menjadi Chengde Jianlong Special Steel untuk kualitas dan harga lebih optimal.
- Eksposur CNY liability CNY 8,56 juta, USD asset USD 5,61 juta; tidak ada lindung nilai CNY karena stabil, posisi USD aset.
- Suku bunga pinjaman naik menjadi 8,85%, dampak tidak signifikan.
- Klaim pajak: PPN SUNI Rp5,90 miliar, PPh Badan SUNI Rp489,67 juta, PPh Badan PSM Rp5,86 juta; status belum ada SP2.
- Estimasi lebih bayar pajak total Rp11,38 miliar (PPh 28a SUNI Rp9,50 miliar + anak Rp1,89 miliar).
- Penurunan penjualan casing karena assessment produk lokal Artas; belum ada penjualan casing sampai Q2 2026.
- Konsentrasi pelanggan: 4 pelanggan menyumbang 91% penjualan; mitigasi dengan pasar luar negeri dan lini produk baru.
- Kapasitas produksi meningkat sekitar 30.000 ton/tahun setelah RTM beroperasi.
- Utang bank Rp168,64 miliar dengan suku bunga 8,75%-9,00%.
- Aset dalam penyelesaian Rp506,61 miliar; kas cukup karena pembangunan fisik selesai.
- Angsuran utang bank jangka pendek Rp34,06 miliar.
- Piutang lewat jatuh tempo >60 hari naik 609,19%; manajemen yakin tertagih, tidak tambah cadangan.
- ECL tidak dianalisis karena piutang tidak material.
- Persediaan diasuransikan Rp30 miliar; risiko rendah karena besi baja.
- Tidak ada perubahan termin pembayaran pemasok (60-90 hari).
- Pemasok material: Join Power Rp32,49 miliar, Taiyuan Rp10,97 miliar, Chengdu Best Diamond Rp9,49 miliar, Shanxi Rp5,13 miliar, Lixicon Rp1,54 miliar, Asia Bangun Pertama Rp1,14 miliar, lainnya Rp8,74 miliar.
- Pembelian saham RTM 39,96% senilai Rp70,66 miliar, selisih Rp4,33 miliar sebagai pengurang ekuitas; kepemilikan RTM menjadi 99,96%.
- Pabrik OCTG oleh KSO Artas dan Inerco fokus pada casing, tidak bersaing langsung dengan tubing SUNI.
- Perseroan sedang assessment produk casing Artas untuk tender K3S.
- Penerimaan pelanggan Rp313,22 miliar lebih rendah dari penjualan karena pembayaran setelah tanggal laporan.
- Tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.

### Key financial figures

- **total_aset_psm:** 38.04 (30 Jun 2026)
- **total_aset_psm_sebelumnya:** 44.61 (31 Des 2025)
- **penurunan_aset_psm_persen:** 14.72 (semester I 2026)
- **tambahan_setoran_modal_psm:** 13.2 (2025)
- **total_tambahan_modal:** 22 (2025)
- **kas_dan_setara_kas:** 159.64 (30 Jun 2026)
- **kas_dan_setara_kas_sebelumnya:** 115.28 (31 Des 2025)
- **kenaikan_kas_persen:** 38.49 (semester I 2026)
- **saldo_bank_uob_usd:** 80.62 (30 Jun 2026)
- **saldo_bank_uob_usd_sebelumnya:** 0.0332 (31 Des 2025)
- **saldo_bank_mandiri:** 45.54 (30 Jun 2026)
- **penurunan_bank_mandiri_persen:** 35.30 (semester I 2026)
- **deposito_berjangka:** 19.12 (30 Jun 2026)
- **penurunan_deposito_persen:** 20.47 (semester I 2026)
- **pendapatan_keuangan:** 1.92 (semester I 2026)
- **penurunan_pendapatan_keuangan_persen:** 56.98 (semester I 2026)
- **aset_dalam_penyelesaian:** 506.61 (30 Jun 2026)
- **utang_dividen:** 25.00 (30 Jun 2026)
- **angsuran_utang_bank_jangka_pendek:** 34.06 (12 bulan ke depan)
- **piutang_usaha:** 100.76 (30 Jun 2026)
- **piutang_usaha_sebelumnya:** 92.16 (31 Des 2025)
- **kenaikan_piutang_persen:** 9.33 (semester I 2026)
- **realisasi_piutang_setelah_tanggal_laporan:** 82 (setelah 30 Jun 2026)
- **persentase_realisasi_piutang:** 82 (setelah 30 Jun 2026)
- **persediaan:** 183.03 (30 Jun 2026)
- **persediaan_sebelumnya:** 234.13 (31 Des 2025)
- **penurunan_persediaan_persen:** 21.83 (semester I 2026)
- **kenaikan_suku_cadang_persen:** 79.14 (semester I 2026)
- **nilai_pertanggungan_asuransi_persediaan:** 30.00 (30 Jun 2026)
- **uang_muka_pembelian_persediaan:** 34.32 (30 Jun 2026)
- **uang_muka_pembelian_persediaan_sebelumnya:** 14.20 (31 Des 2025)
- **kenaikan_uang_muka_persen:** 141.60 (semester I 2026)
- **uang_muka_konstruksi:** 4.64 (30 Jun 2026)
- **uang_muka_pembelian_aset_tetap:** 3.20 (30 Jun 2026)
- **aset_tetap:** 672.25 (30 Jun 2026)
- **aset_tetap_sebelumnya:** 585.89 (31 Des 2025)
- **kenaikan_aset_tetap_persen:** 14.74 (semester I 2026)
- **estimasi_investasi_aset_dalam_penyelesaian:** 504 (30 Jun 2026)
- **biaya_pinjaman_dikapitalisasi_akumulatif:** 25 (30 Jun 2026)
- **beban_keuangan:** 37.47 (semester I 2026)
- **utang_bank:** 168.64 (30 Jun 2026)
- **penurunan_utang_bank_persen:** 9.04 (semester I 2026)
- **utang_usaha:** 69.50 (30 Jun 2026)
- **utang_usaha_sebelumnya:** 27.25 (31 Des 2025)
- **kenaikan_utang_usaha_persen:** 155.04 (semester I 2026)
- **utang_usaha_cny:** 47.65 (30 Jun 2026)
- **kenaikan_utang_cny_persen:** 232.90 (semester I 2026)
- **utang_usaha_usd:** 9.68 (30 Jun 2026)
- **kenaikan_utang_usd_persen:** 202.86 (semester I 2026)
- **penjualan:** 324.29 (semester I 2026)
- **penurunan_penjualan_persen:** 25.99 (semester I 2026)
- **penurunan_laba_persen:** 35.60 (semester I 2026)
- **penjualan_ke_irawady:** 79.85 (semester I 2026)
- **persentase_penjualan_irawady:** 24.62 (semester I 2026)
- **penjualan_ke_pt_industri_pipa_indonesia:** 38.14 (semester I 2026)
- **persentase_penjualan_pt_ipi:** 11.76 (semester I 2026)
- **beban_pokok_penjualan:** 213.23 (semester I 2026)
- **penurunan_beban_pokok_penjualan_persen:** 27.94 (semester I 2026)
- **kenaikan_beban_gaji_produksi_persen:** 4.03 (semester I 2026)
- **gross_profit_margin_sebelumnya:** 32.47 (semester I 2025)
- **gross_profit_margin:** 34.25 (semester I 2026)
- **beban_usaha:** 39.21 (semester I 2026)
- **kenaikan_beban_usaha_persen:** 12.58 (semester I 2026)
- **arus_kas_operasi:** 122.15 (semester I 2026)
- **kenaikan_arus_kas_operasi_persen:** 16.07 (semester I 2026)
- **penerimaan_dari_pelanggan:** 313.22 (semester I 2026)
- **penurunan_penerimaan_pelanggan_persen:** 35.75 (semester I 2026)
- **pembayaran_kepada_pemasok:** 102.74 (semester I 2026)
- **penurunan_pembayaran_pemasok_persen:** 67.47 (semester I 2026)
- **dana_ipo:** 180.00 (IPO)
- **hasil_bersih_ipo:** 176.04 (IPO)
- **biaya_penawaran_umum:** 3.96 (IPO)
- **pembelian_saham_rtm:** 70.66 (akuisisi)
- **nilai_tercatat_kepentingan_non_pengendali:** 66.33 (akuisisi)
- **selisih_transaksi_non_pengendali:** 4.33 (30 Jun 2026)
- **estimasi_lebih_bayar_pajak_total:** 11.38 (30 Jun 2026)
- **estimasi_pph_28a_suni:** 9.50 (30 Jun 2026)
- **estimasi_pph_28a_anak:** 1.89 (30 Jun 2026)
- **klaim_ppn_suni:** 5.90 (klaim pajak)
- **klaim_pph_badan_suni:** 0.489666 (tahun 2025)
- **klaim_pph_badan_psm:** 0.005856 (tahun 2025)
- **sisa_kontrak_phss:** 93.36 (30 Jun 2026)
- **sisa_kontrak_pep_zona_7:** 11.71 (30 Jun 2026)
- **nilai_tender_casing_baru:** 3.2 (USD)
- **kapasitas_tambahan_rtm:** 30000 (ton/tahun)
- **eksposur_cny:** 8556722 (30 Jun 2025)
- **eksposur_usd:** 5614945 (30 Jun 2025)
- **rasio_lancar:** 323 (30 Jun 2026)
- **debt_to_equity_ratio:** 34 (30 Jun 2026)
- **debt_service_coverage_ratio:** 377 (30 Jun 2026)
- **net_worth:** 896 (30 Jun 2026)
- **bank_loan_to_ebitda:** 180 (30 Jun 2026)
- **suku_bunga_deposito_sebelumnya:** 5.25-6.00 (31 Des 2025)
- **suku_bunga_deposito_saat_ini:** 2.00-5.50 (30 Jun 2026)
- **suku_bunga_utang_bank:** 8.75-9.00 (30 Jun 2026)
- **suku_bunga_pinjaman_baru:** 8.85 (30 Jun 2026)
- **penurunan_penjualan_grup_pertamina_persen:** 72.11 (semester I 2026)
- **kenaikan_penjualan_luar_negeri_persen:** 50.10 (semester I 2026)
- **penurunan_beban_pengolahan_persen:** 91.60 (semester I 2026)
- **kenaikan_beban_perbaikan_pemeliharaan:** signifikan (semester I 2026)
- **kenaikan_beban_transportasi:** signifikan (semester I 2026)
- **kenaikan_beban_gaji_tunjangan_produksi_persen:** 4.03 (semester I 2026)
- **kenaikan_beban_usaha_nilai:** 4.38 (semester I 2026)
- **penurunan_penjualan_nilai:** 113.89 (semester I 2026)
- **kenaikan_piutang_nilai:** 8.60 (semester I 2026)
- **kenaikan_utang_usaha_nilai:** 42.25 (semester I 2026)
- **kenaikan_uang_muka_nilai:** 20.11 (semester I 2026)
- **kenaikan_aset_tetap_nilai:** 86.36 (semester I 2026)
- **kenaikan_kas_nilai:** 44.37 (semester I 2026)
- **kenaikan_piutang_lewat_jatuh_tempo_persen:** 609.19 (semester I 2026)

### Corporate actions

- Pembelian saham RTM 39,96% senilai Rp70,66 miliar (kepemilikan menjadi 99,96%)
- Pembagian dividen tunai Rp25 miliar berdasarkan RUPST 22 Juni 2026, dibayar Juli 2026
- Potensi divestasi PSM jika profitabilitas kurang memuaskan

### Expansion projects

- Pabrik RTM 2: estimasi investasi Rp504 miliar, mulai operasi Q4 2026, kapasitas tambahan 30.000 ton/tahun, sumber dana kas internal
- Pemenangan tender casing senilai sekitar USD 3,2 juta
- Uang muka konstruksi Rp4,64 miliar dan pembelian aset tetap Rp3,20 miliar untuk pabrik RTM 2 dan ERP

### Capital structure

- Kepemilikan RTM menjadi 99,96% setelah pembelian 39,96% saham
- Selisih transaksi dengan non-pengendali Rp4,33 miliar sebagai pengurang ekuitas

### Listing / regulatory

- SUNI merespons permintaan penjelasan BEI terkait Laporan Keuangan per 30 Juni 2026
- Pemeriksaan pajak SUNI dan RTM tahun 2023 sedang berlangsung
- Sertifikasi API untuk RTM 2 masih dalam proses

### Analytical scenarios

- **Persentase realisasi piutang** [derived_calculation, high]: Realisasi piutang setelah 30 Juni 2026 sebesar Rp82 miliar dari saldo Rp100,76 miliar, sehingga persentase realisasi sekitar 81,4% (dibulatkan 82% sesuai klaim manajemen).
  - Basis: 82 / 100.76 * 100
  - Assumptions: Menggunakan angka saldo piutang per 30 Juni 2026
  - Caveats: Pembulatan
- **Penurunan penjualan casing** [derived_calculation, low]: Penurunan penjualan total Rp113,89 miliar; penurunan terutama pada casing, namun tidak ada rincian angka spesifik untuk casing.
  - Basis: 324.29 - 438.18 (estimasi penjualan sebelumnya)
  - Assumptions: Penjualan sebelumnya dihitung dari penurunan 25,99%
  - Caveats: Angka penjualan sebelumnya tidak tersedia eksplisit
- **Keberlanjutan arus kas operasi** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan arus kas operasi sebagian besar berasal dari penurunan pembayaran pemasok, bukan dari penerimaan pelanggan; manajemen yakin berkelanjutan karena kontinuitas penjualan produk utama.
  - Basis: Arus kas operasi naik 16,07% menjadi Rp122,15 miliar; Pembayaran pemasok turun 67,47% menjadi Rp102,74 miliar
  - Assumptions: Permintaan pasar tetap terjaga dan margin dapat dipertahankan
  - Caveats: Bergantung pada permintaan pasar dan kemampuan mempertahankan margin

### Risks / uncertainties

- Penurunan penjualan casing karena assessment produk lokal Artas
- Konsentrasi pelanggan: 4 pelanggan menyumbang 91% penjualan
- Ketergantungan pada sertifikasi API untuk operasi komersial RTM 2
- Potensi divestasi PSM jika profitabilitas kurang
- Pemeriksaan pajak yang sedang berlangsung

### Items to monitor

- Pembangunan pabrik RTM 2 meningkatkan kapasitas produksi 30.000 ton/tahun
- Pemenangan tender casing USD 3,2 juta
- Penurunan penjualan casing karena pergeseran ke pemasok domestik

---

## SWAT

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) menyampaikan Laporan Keuangan Tahunan untuk tahun buku 2025 melalui pengumuman IDX pada 11 September 2026. Laporan keuangan menunjukkan penurunan pendapatan usaha dari Rp176,49 miliar menjadi Rp65,23 miliar (turun sekitar 63%), rugi bersih membaik dari Rp142,67 miliar menjadi Rp48,83 miliar, total aset turun dari Rp481,50 miliar menjadi Rp394,64 miliar, dan ekuitas turun drastis dari Rp60,85 miliar menjadi Rp12,46 miliar. Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus dan memperoleh opini audit Wajar Dengan Pengecualian. Tidak ada aksi korporasi seperti dividen, penerbitan saham, atau merger yang tercatat. Terdapat penambahan aset tetap Rp28,08 miliar terutama pada bangunan dalam penyelesaian, serta utang bank jangka panjang kepada BNI sebesar Rp258,86 miliar.

### Material changes

- Pendapatan usaha tahun 2025 sebesar Rp65.227.184.134, turun dari Rp176.488.964.936 pada tahun 2024.
- Rugi bersih tahun 2025 sebesar Rp48.828.070.361, membaik dari rugi bersih Rp142.668.157.687 pada tahun 2024.
- Total aset per 31 Desember 2025 sebesar Rp394.644.598.510, turun dari Rp481.499.306.567 per 31 Desember 2024.
- Ekuitas total per 31 Desember 2025 sebesar Rp12.463.632.411, turun dari Rp60.852.639.404 per 31 Desember 2024.
- Defisit saldo laba membengkak dari -Rp285.242.207.023 menjadi -Rp334.020.695.086.
- Arus kas operasi positif Rp7.640.528.167, arus kas investasi positif Rp1.992.173.966, dan arus kas pendanaan negatif Rp15.708.010.181.
- Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus (Watchlist) Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan diaudit dengan opini Wajar Dengan Pengecualian oleh KAP Herman, Dody, Tanumihardja Rekan.
- Penambahan aset tetap Rp28.081.896.451, terutama bangunan dalam penyelesaian Rp27.929.458.387, dan reklasifikasi aset tetap Rp27.929.458.387.
- Utang bank jangka panjang kepada Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp258.861.546.491 (tahun berjalan) dan Rp269.373.997.868 (tahun sebelumnya).
- Tidak ada transaksi dividen, penerbitan saham, atau transaksi dengan pemilik yang tercatat pada laporan perubahan ekuitas tahun berjalan.
- Laporan keuangan disampaikan kepada OJK melalui surat bernomor 0003/FIN/SWAT/IX/2026 tertanggal 9 September 2026, dengan dasar POJK No. 14/POJK.04/2022 dan Keputusan Direksi BEI No. Kep-00066/BEI/09-2022.

### Key financial figures

- **Pendapatan usaha:** Rp65.227.184.134 (2025 (tahun berjalan))
- **Pendapatan usaha:** Rp176.488.964.936 (2024 (tahun sebelumnya))
- **Rugi bersih:** -Rp48.828.070.361 (2025 (tahun berjalan))
- **Rugi bersih:** -Rp142.668.157.687 (2024 (tahun sebelumnya))
- **Total aset:** Rp394.644.598.510 (31 Desember 2025)
- **Total aset:** Rp481.499.306.567 (31 Desember 2024)
- **Ekuitas total:** Rp12.463.632.411 (31 Desember 2025)
- **Ekuitas total:** Rp60.852.639.404 (31 Desember 2024)
- **Kas dan setara kas:** Rp2.373.435.764 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas:** Rp8.448.743.812 (31 Desember 2024)
- **Arus kas operasi:** Rp7.640.528.167 (2025)
- **Arus kas investasi:** Rp1.992.173.966 (2025)
- **Arus kas pendanaan:** -Rp15.708.010.181 (2025)
- **Aset tetap (net):** Rp276.787.298.996 (31 Desember 2025)
- **Aset tetap (net):** Rp305.895.122.675 (31 Desember 2024)
- **Persediaan bersih:** Rp44.775.663.189 (31 Desember 2025)
- **Persediaan bersih:** Rp65.756.930.895 (31 Desember 2024)
- **Utang bank jangka panjang - BNI:** Rp258.861.546.491 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka panjang - BNI:** Rp269.373.997.868 (31 Desember 2024)
- **Rugi per saham dasar:** -16,16 (2025)
- **Rugi per saham dasar:** -47,23 (2024)

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap Rp28.081.896.451 pada tahun 2025, terutama pada bangunan dalam penyelesaian Rp27.929.458.387, mengindikasikan adanya proyek konstruksi yang sedang berjalan.
- Reklasifikasi aset tetap Rp27.929.458.387 dari bangunan dalam penyelesaian menunjukkan penyelesaian konstruksi dan transfer ke aset siap pakai.
- Penambahan aset hak guna kendaraan bermotor Rp30.875.000, menunjukkan adanya perjanjian sewa baru.

### Capital structure

- Saham biasa tercatat Rp301.920.000.000 dan tambahan modal disetor Rp30.707.054.878, tidak berubah pada kedua periode.
- Ekuitas total turun dari Rp60.852.639.404 menjadi Rp12.463.632.411, penurunan sekitar 79,5%.
- Kepentingan non-pengendali menurun dari Rp129.578.993 menjadi Rp80.281.759 pada tahun berjalan.
- Pemegang saham pengendali adalah individu WNI, namun rincian kepemilikan tidak diungkapkan.

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus (Watchlist) Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan diaudit dengan opini Wajar Dengan Pengecualian (Qualified).
- Emiten menyatakan kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017.
- Penyampaian laporan keuangan tahunan 2025 kepada OJK sebagai pemenuhan kewajiban regulasi.

### Analytical scenarios

- **Penurunan ekuitas** [derived_calculation, high]: Ekuitas total turun dari Rp60.852.639.404 menjadi Rp12.463.632.411, selisih -Rp48.389.006.993 atau sekitar -79,5%.
  - Basis: Jumlah ekuitas per 31 Desember 2024: Rp60.852.639.404; Jumlah ekuitas per 31 Desember 2025: Rp12.463.632.411
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER) meningkat dari sekitar 6,91x menjadi 30,66x, menunjukkan leverage yang ekstrem.
  - Basis: Jumlah liabilitas: Rp382.180.966.099 (2025), Rp420.646.667.163 (2024); Jumlah ekuitas: Rp12.463.632.411 (2025), Rp60.852.639.404 (2024)
- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan usaha turun sekitar 63% dari tahun sebelumnya (65,23/176,49 - 1 = -63,04%).
  - Basis: Pendapatan usaha 2025: Rp65.227.184.134; Pendapatan usaha 2024: Rp176.488.964.936
- **Perubahan struktur utang bank** [derived_calculation, medium]: Utang bank jangka panjang turun Rp18.097.399.774, sementara bagian lancar naik Rp3.854.000.000, mengindikasikan realokasi klasifikasi utang atau pembayaran.
  - Basis: Utang bank jangka panjang 2025: Rp346.605.072.577; Utang bank jangka panjang 2024: Rp364.702.472.351; Bagian lancar 2025: Rp17.479.000.000; Bagian lancar 2024: Rp13.625.000.000
  - Assumptions: Angka dalam Rupiah penuh
  - Caveats: Perubahan bisa juga karena penarikan atau pelunasan utang baru
- **Rasio cadangan penurunan nilai persediaan** [derived_calculation, high]: Rasio cadangan penurunan nilai terhadap persediaan kotor meningkat dari 43,8% (2024) menjadi 54,4% (2025), mengindikasikan peningkatan ekspektasi penurunan nilai.
  - Basis: Cadangan 2025: Rp53.332.048.813 / Persediaan kotor 2025: Rp98.107.712.002 = 54,4%; Cadangan 2024: Rp51.211.350.124 / Persediaan kotor 2024: Rp116.968.281.019 = 43,8%
  - Assumptions: Angka dalam IDR
- **Potensi tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan kas yang tajam dan peningkatan utang bank jangka pendek dapat mengindikasikan tekanan likuiditas atau kebutuhan pendanaan jangka pendek, namun belum ada konfirmasi dari laporan arus kas.
  - Basis: Kas turun dari Rp8,45 miliar menjadi Rp2,37 miliar; Utang bank jangka pendek naik dari Rp13,63 miliar menjadi Rp17,48 miliar
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain yang membantah
  - Caveats: Perlu analisis laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan
- **Potensi risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Defisit saldo laba yang besar dan ekuitas yang menurun drastis dapat mengindikasikan tekanan keuangan yang signifikan, namun belum tentu mengarah pada pelanggaran regulasi pencatatan tanpa informasi tambahan.
  - Basis: Defisit saldo laba: -Rp334.020.695.086; Ekuitas total: Rp12.463.632.411
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang arus kas, pendapatan, atau laba rugi pada bagian ini.
- **Potensi ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan aset tetap yang signifikan pada bangunan dalam penyelesaian (Rp27,93 miliar) mengindikasikan adanya proyek ekspansi atau pembangunan infrastruktur, namun detail proyek tidak diungkapkan.
  - Basis: Penambahan aset tetap: Rp28.081.896.451; Bangunan dalam penyelesaian: Rp27.929.458.387
  - Assumptions: Angka penambahan tersebut mewakili investasi baru
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai lokasi, sumber dana, atau tujuan proyek

### Risks / uncertainties

- Defisit saldo laba yang besar dan meningkat dapat mengindikasikan risiko kelangsungan usaha.
- Rasio liabilitas terhadap ekuitas yang sangat tinggi (30,66x) menunjukkan leverage yang ekstrem.
- Opini audit Wajar Dengan Pengecualian dapat mengindikasikan adanya salah saji material atau keterbatasan lingkup audit.
- Pencatatan di papan Pemantauan Khusus dapat menarik perhatian regulator dan mempengaruhi persepsi pasar.
- Penurunan belanja modal yang signifikan dapat membatasi pertumbuhan operasional di masa depan.
- Konsentrasi pendapatan pada pihak-pihak tertentu dapat meningkatkan risiko bisnis.

### Items to monitor

- Penurunan pendapatan dan rugi bersih yang masih besar dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap kinerja emiten.
- Ekuitas yang menurun drastis dan leverage yang tinggi dapat meningkatkan risiko keuangan.
- Opini audit Wajar Dengan Pengecualian dan status papan Pemantauan Khusus dapat menjadi perhatian investor.
- Penambahan aset tetap pada bangunan dalam penyelesaian dapat menjadi indikasi ekspansi, namun detailnya belum jelas.

---

## TIRA

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Tira Austenite Tbk menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026. Tidak ada perubahan jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham pengendali (PT Widjajatunggal Sejahtera dan PT Martensite Unggul) dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah pemegang saham di bawah 5% meningkat dari 1.318 menjadi 1.513, dan total pemegang saham meningkat dari 1.320 menjadi 1.515. Tidak ada treasury stock. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada struktur kepemilikan saham berdasarkan evidence yang diberikan.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Agustus 2026 disampaikan oleh PT Tira Austenite Tbk (TIRA) dengan nomor pengumuman TA-LGL/021/CORP-SEC/IX/2026.
- Pemegang saham pengendali PT Widjajatunggal Sejahtera memiliki 282.426.340 saham (48,03%) pada bulan ini dan sebelumnya, tanpa perubahan.
- Pemegang saham pengendali PT Martensite Unggul memiliki 168.091.694 saham (28,58%) pada bulan ini dan sebelumnya, tanpa perubahan.
- Kepemilikan saham di bawah 5%: jumlah saham 137.481.966 (23,38%) baik bulan sebelumnya maupun bulan ini, tanpa perubahan jumlah saham.
- Jumlah pemegang saham di bawah 5% meningkat dari 1.318 (bulan sebelumnya) menjadi 1.513 (bulan ini).
- Jumlah pemegang saham selain pemegang saham pengendali dan utama: 137.481.966 saham (23,38%) baik bulan sebelumnya maupun bulan ini, tanpa perubahan jumlah saham.
- Jumlah pemegang saham selain pengendali dan utama meningkat dari 1.320 (bulan sebelumnya) menjadi 1.515 (bulan ini).
- Total pemegang saham meningkat dari 1.320 (bulan sebelumnya) menjadi 1.515 (bulan ini).
- Tidak ada treasury stock (0 saham) pada bulan ini dan sebelumnya.
- Informasi penerima manfaat akhir (ultimate beneficial ownership) dari kepemilikan saham adalah Shinta Widjaja.
- Biro Administrasi Efek yang menyampaikan laporan adalah PT Sinartama Gunita, dengan surat No. 40/SG-CA/LB-TIRA/IX/2026 tanggal 3 September 2026.
- Laporan dari BAE menunjukkan total saham ditempatkan dan disetor penuh sebesar 588.000.000 saham, dengan modal dasar 2.240.000.000 saham.
- Laporan BAE juga mencantumkan daftar pemegang saham dengan kepemilikan 5% sampai dengan kurang dari 5% (mungkin dimaksudkan 5% atau lebih, namun daftar menunjukkan kepemilikan di bawah 5%), termasuk Suryasentra Gemilang Sentosa (22.947.966 saham, 3,9027%), PT Penta Widjaja Investindo (21.605.000 saham, 3,6743%), Relevansi Aliansi Kapital (20.000.000 saham, 3,4014%), Njono Sampoerno (15.000.000 saham, 2,5510%), dan Oktrianto Bagus R (9.900.000 saham, 1,6837%).
- Laporan BAE juga menyebutkan kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris, namun angka yang terbaca menunjukkan 0,00% untuk semua anggota, dengan rincian nama yang tidak lengkap.
- Laporan BAE juga menyebutkan kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris, namun angka yang terbaca menunjukkan 0,00% untuk semua anggota, dengan rincian nama yang tidak lengkap.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pada pemegang saham pengendali (PT Widjajatunggal Sejahtera dan PT Martensite Unggul) berdasarkan evidence yang diberikan.
- Tidak ada perubahan pada kepemilikan saham oleh direksi/komisaris yang teridentifikasi; semua anggota direksi/komisaris yang tercantum memiliki 0,00% saham.
- Informasi penerima manfaat akhir (ultimate beneficial ownership) adalah Shinta Widjaja, tidak ada perubahan yang teridentifikasi.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (588.000.000 saham) antara bulan sebelumnya dan bulan ini.
- Tidak ada treasury stock (0 saham) pada bulan ini dan sebelumnya.
- Tidak ada perubahan pada kepemilikan saham pengendali atau pemegang saham di bawah 5% dalam hal jumlah saham.

### Listing / regulatory

- Laporan ini disampaikan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, serta Surat Keputusan Direksi BEI No. Kep-00045/BEI/03-2026 dan Kep-00052/BEI/04-2026.

### Analytical scenarios

- **Peningkatan jumlah pemegang saham** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan jumlah pemegang saham dari 1.320 menjadi 1.515 (naik 195) tanpa perubahan jumlah saham beredar menunjukkan adanya pecahan kepemilikan atau transfer saham antar investor, namun tidak ada perubahan agregat pada struktur kepemilikan besar.
  - Basis: Jumlah pemegang saham di bawah 5% meningkat dari 1.318 menjadi 1.513, sementara jumlah saham di bawah 5% tetap 137.481.966.; Total pemegang saham meningkat dari 1.320 menjadi 1.515.
  - Assumptions: Peningkatan jumlah pemegang saham tidak disertai perubahan jumlah saham beredar atau kepemilikan pengendali.
  - Caveats: Tidak ada rincian transaksi atau penyebab peningkatan jumlah pemegang saham dalam evidence yang diberikan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang teridentifikasi dari evidence yang diberikan; laporan menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada struktur kepemilikan saham.
- Peningkatan jumlah pemegang saham tanpa perubahan jumlah saham beredar dapat mengindikasikan aktivitas perdagangan yang lebih tinggi, namun tidak ada indikasi dampak material.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan saham yang teridentifikasi; investor mungkin tidak melihat dampak langsung dari laporan ini.
- Peningkatan jumlah pemegang saham dapat menunjukkan peningkatan likuiditas atau partisipasi pasar, namun tidak ada bukti yang cukup untuk menilai dampaknya.

---

## TOWR

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

Pengumuman ini adalah laporan hasil Public Expose Tahunan 2026 PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang diselenggarakan pada 8 September 2026 secara virtual. Acara dihadiri 117 peserta (tidak termasuk manajemen/karyawan). Manajemen yang hadir adalah Direktur Indra Gunawan dan Direktur & Group Investor Relations Hartono Tanuwidjaja. Dalam sesi tanya jawab, manajemen menjelaskan tiga hal utama: (1) akuisisi BMG (mantan vendor pemeliharaan) untuk efisiensi biaya dan kontrol atas vendor kritis, (2) strategi menghadapi kenaikan suku bunga dengan menjaga covenant net debt-to-EBITDA dan mengelola mix bunga tetap/mengambang, serta (3) penguatan ekosistem infrastruktur digital melalui sembilan pilar bisnis menuju AI-ready node. Tidak ada angka keuangan, nilai transaksi, atau target kuantitatif yang diungkapkan dalam dokumen yang tersedia.

### Material changes

- Public Expose Tahunan 2026 diselenggarakan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 09.00-10.00 WIB, secara virtual melalui website https://pubexlive.idx.co.id/.
- Manajemen yang hadir: Direktur Indra Gunawan dan Direktur & Group Investor Relations Hartono Tanuwidjaja.
- Perseroan melakukan pengambilalihan BMG, yang sebelumnya merupakan salah satu vendor pemeliharaan aset menara telekomunikasi.
- Seluruh pekerjaan pemeliharaan aset dikonsolidasikan kepada BMG untuk efisiensi biaya melalui volume pekerjaan yang lebih besar.
- Alasan utama akuisisi BMG adalah meningkatnya ketergantungan Perseroan pada BMG sebagai penyedia jasa pemeliharaan aset, sehingga perlu memperoleh pengendalian.
- Perseroan menjaga covenant kreditur yang diukur antara lain dengan rasio net debt to EBITDA.
- Perseroan mengelola komposisi pinjaman dengan kombinasi optimal antara bunga tetap dan mengambang untuk mengelola beban bunga.
- Perseroan memiliki sembilan pilar bisnis yang mencakup menara, fiber optic, anak usaha energi terbarukan, dan anak usaha layanan.
- Perseroan memposisikan infrastruktur untuk menjadi AI-ready digital infrastructure node sejalan dengan perkembangan 5G dan AI.
- Public Expose diadakan berdasarkan Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 dan Surat Perseroan No. 122/CS-BEI/VIII/26 tanggal 24 Agustus 2026.
- Laporan Public Expose dikirim ke BEI pada 11 September 2026 dengan nomor surat 131/CS-BEI/SMN/IX/26.
- Daftar hadir peserta dan ringkasan Q&A dilampirkan sebagai Lampiran 1 dan Lampiran 2 surat.
- Pertanyaan diajukan oleh tiga peserta: Rizqia Lubis, Robert Siagian, dan Veronica Andini.

### Key financial figures

- **net debt to EBITDA ratio:** tidak disebutkan (saat ini (2026))
- **jumlah pilar bisnis:** 9 (saat ini)
- **waktu pelaksanaan Public Expose:** 09.00-10.00 WIB (8 September 2026)

### Corporate actions

- Akuisisi BMG (pengambilalihan) - selesai atau sedang berjalan, alasan: kontrol atas vendor pemeliharaan dan efisiensi biaya.

### Expansion projects

- Akuisisi BMG merupakan langkah ekspansi anorganik untuk mendukung bisnis inti menara dan fiber.

### Listing / regulatory

- Public Expose Tahunan 2026 diselenggarakan sesuai Peraturan BEI No. I-E.
- Laporan hasil Public Expose disampaikan ke BEI.

### Analytical scenarios

- **Akuisisi BMG** [analyst_hypothesis, medium]: Akuisisi BMG kemungkinan bertujuan untuk mengamankan rantai pasok pemeliharaan dan menekan biaya operasional jangka panjang, namun risiko integrasi dan ketergantungan pada satu vendor perlu dipantau.
  - Basis: Manajemen menyatakan konsolidasi pemeliharaan ke BMG untuk efisiensi biaya.; Ketergantungan meningkat menjadi alasan pengambilalihan.
  - Assumptions: BMG akan terus menjadi penyedia jasa pemeliharaan utama setelah akuisisi.
  - Caveats: Tidak ada detail nilai transaksi, struktur kepemilikan, atau target sinergi kuantitatif yang diungkapkan.
- **Strategi suku bunga** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen menekankan pengelolaan mix bunga tetap vs mengambang dan kepatuhan covenant, mengindikasikan risiko kenaikan suku bunga menjadi perhatian utama untuk menjaga rating investment grade.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang pentingnya biaya bunga dan pengelolaan komposisi pinjaman.
  - Assumptions: Sebagian besar utang Perseroan memiliki covenant net debt-to-EBITDA.
  - Caveats: Tidak ada angka rasio atau komposisi utang yang diungkapkan.
- **AI-ready infrastructure** [analyst_hypothesis, low]: Pernyataan tentang AI-ready digital infrastructure node menunjukkan arah strategis untuk memanfaatkan pertumbuhan 5G dan AI, namun belum ada detail investasi atau kapasitas spesifik.
  - Basis: Manajemen menyebutkan pengembangan infrastruktur untuk AI dan 5G.
  - Assumptions: Perseroan akan mengalokasikan capex untuk upgrade menara dan fiber guna mendukung AI.
  - Caveats: Tidak ada angka capex, timeline, atau target pendapatan yang diungkapkan.

### Risks / uncertainties

- Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan beban bunga dan mempengaruhi covenant.
- Ketergantungan pada BMG sebagai vendor pemeliharaan dapat menjadi risiko operasional jika integrasi tidak berjalan baik.
- Tidak ada risiko lain yang disebutkan secara eksplisit.

### Items to monitor

- Industri telekomunikasi dan infrastruktur digital, perkembangan 5G dan AI.

---

## TPIA

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 11 September 2026, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat informatif dan regulasi, tanpa aksi korporasi atau perubahan struktur modal. Pertama, TPIA mengumumkan peningkatan skor ESG dari S&P Global CSA 2026 menjadi 66 (naik dari 52 pada 2025), yang mencerminkan penguatan praktik ESG dan transparansi. Kedua, TPIA melaporkan hasil pemeringkatan tahunan PEFINDO atas seluruh obligasi berkelanjutan III, IV, dan V, dengan peringkat idAA- dan outlook POSITIVE untuk periode 3 September 2026 hingga 1 September 2027, serta peningkatan outlook peringkat perusahaan dari idAA-/Stable menjadi idAA-/Positive. Kedua pengumuman tidak memuat dampak finansial atau operasional langsung, namun pengumuman pemeringkatan menegaskan profil kredit yang solid dengan total pokok obligasi Rp14 triliun.

### Material changes

- Peningkatan skor ESG S&P Global CSA 2026 dari 52 menjadi 66 (klaim emiten).
- Peningkatan outlook peringkat perusahaan TPIA dari idAA-/Stable menjadi idAA-/Positive oleh PEFINDO.
- Seluruh obligasi berkelanjutan III, IV, dan V memperoleh peringkat idAA- dengan outlook POSITIVE untuk periode 3 September 2026 hingga 1 September 2027.

### Key financial figures

- **Skor S&P Global CSA 2026:** 66 (2026 (penilaian CSA 2026, diumumkan 10 September 2026))
- **Skor S&P Global CSA 2025:** 52 (2025)
- **Total pokok obligasi yang diperingkat:** Rp14.000.000.000.000 (Periode rating 3 September 2026 - 1 September 2027)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahun 2025 (maksimum):** Rp6.000.000.000.000 (Periode rating 3 September 2026 - 1 September 2027)
- **Pokok seluruh obligasi berkelanjutan III, IV, V yang beredar:** Rp13.997.120.000.000 (Periode rating 3 September 2026 - 1 September 2027)
- **Kapasitas produksi ethylene naphtha cracker Cilegon:** 0,9 juta metrik ton per tahun (Profil perusahaan (tidak bertanggal))
- **Kapasitas kilang Pulau Bukom:** >300.000 barel per hari (Profil perusahaan (tidak bertanggal))
- **Kapasitas naphtha cracker Pulau Bukom:** 1,1 juta metrik ton per tahun (Profil perusahaan (tidak bertanggal))
- **Aset kimia hilir Pulau Jurong:** ~2,5 juta metrik ton (Profil perusahaan (tidak bertanggal))
- **Jumlah SPBU ritel Esso:** ~60 (Profil perusahaan (tidak bertanggal))

### Expansion projects

- Pengembangan fasilitas chlor-alkali dan ethylene dichloride skala dunia di Cilegon (nilai dan jadwal tidak diungkapkan).

### Listing / regulatory

- Pemeringkatan tahunan oleh PEFINDO untuk seluruh obligasi TPIA dengan hasil idAA- dan outlook POSITIVE.
- Periode rating berlaku 3 September 2026 hingga 1 September 2027.
- Peringkat perusahaan TPIA dinaikkan outlook-nya dari idAA-/Stable menjadi idAA-/Positive.
- PEFINDO mengingatkan kewajiban emiten menyampaikan fakta material sesuai POJK 24/POJK/2021.
- Skor CSA digunakan untuk mendukung pengembangan indeks berbasis ESG di pasar modal Indonesia, berkolaborasi dengan IDX.

### Analytical scenarios

- **Peringkat dan outlook obligasi** [explicit_fact, high]: Seluruh obligasi TPIA yang tercantum memperoleh peringkat idAA- dengan outlook POSITIVE dari PEFINDO untuk periode 3 September 2026 hingga 1 September 2027.
  - Basis: Kolom 'Rating Agency', 'Rating', 'Outlook', dan 'Periode Rating' pada halaman 1-3 dokumen pemeringkatan.
- **Peningkatan outlook peringkat perusahaan** [explicit_fact, high]: Peringkat perusahaan TPIA dinaikkan outlook-nya dari idAA-/Stable menjadi idAA-/Positive oleh PEFINDO.
  - Basis: Pernyataan pada dokumen pemeringkatan: 'Peringkat perusahaan TPIA dinaikkan outlook-nya dari idAA-/Stable menjadi idAA-/Positive.'
- **Skor ESG S&P Global CSA** [explicit_fact, high]: Skor S&P Global CSA 2026 TPIA adalah 66, meningkat dari 52 pada 2025.
  - Basis: Lampiran siaran pers ESG (20260911_TPIA_Laporan Informasi dan Fakta Material_32147814_lamp1.pdf).
  - Caveats: Dokumen utama tidak memuat angka skor; hanya lampiran yang menyebutkan.
- **Kenaikan skor CSA** [derived_calculation, high]: Kenaikan skor CSA adalah 14 poin (66 - 52 = 14), atau sekitar 26,9% relatif terhadap skor 2025 (14/52 = 0,2692).
  - Basis: Skor 2026: 66, skor 2025: 52 (dari lampiran siaran pers ESG).
  - Assumptions: Perhitungan sederhana dari angka yang tersedia.
- **Total pokok obligasi yang diperingkat** [derived_calculation, high]: Menjumlahkan seluruh pokok obligasi yang tercantum pada halaman 1-3: 113,5 + 362,05 + 581,5 + 151,5 + 860 + 300 + 240 + 1.426,45 + 347 + 226,55 + 1.022,65 + 227,35 + 534,76 + 103,76 + 542,375 + 416,8 + 540,825 + 150 + 350 + 1.000 + 635,39 + 885,385 + 729,225 + 1.318,455 + 532,195 + 177,525 + 221,825 + 361,48 + 266,95 = 14.000,00 (dalam miliar Rupiah).
  - Basis: Angka pokok obligasi pada halaman 1-3 dokumen pemeringkatan.
  - Assumptions: Semua angka pokok dalam miliar Rupiah dan dijumlahkan langsung.
  - Caveats: Tidak ada pembobotan atau penyesuaian lain.
- **Potensi dampak reputasional dari skor ESG** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan skor ESG dapat meningkatkan reputasi perusahaan di mata investor dan pemangku kepentingan, namun dampak finansial langsung tidak dapat diukur dari dokumen ini.
  - Basis: Siaran pers tentang ESG.
  - Assumptions: Skor ESG yang lebih tinggi umumnya dipandang positif oleh investor.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif atau pernyataan resmi mengenai dampak finansial.
- **Dampak pada indeks ESG** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan skor CSA dapat meningkatkan peluang TPIA untuk masuk atau bertahan dalam indeks berbasis ESG di BEI, namun belum ada konfirmasi resmi.
  - Basis: S&P Global bekerja sama dengan BEI dalam penyediaan penilaian ESG untuk pengembangan indeks berbasis ESG.
  - Assumptions: Skor CSA menjadi salah satu kriteria dalam indeks ESG BEI.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai perubahan komposisi indeks.
- **Implikasi outlook positif PEFINDO** [analyst_hypothesis, low]: Outlook positif dari PEFINDO dapat mengindikasikan potensi peningkatan peringkat di masa mendatang, namun hal ini belum dikonfirmasi dan bergantung pada perkembangan kinerja keuangan dan kondisi pasar.
  - Basis: Outlook 'POSITIVE' pada seluruh obligasi.
  - Assumptions: Outlook positif umumnya mencerminkan ekspektasi perbaikan, tetapi tidak ada jaminan.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dari dokumen mengenai alasan outlook.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai skor ESG atau dampak finansial yang dapat diverifikasi.
- Dokumen tidak menyertakan rincian lampiran siaran pers yang mungkin memuat data tambahan.
- Tidak ada informasi mengenai dampak finansial dari peningkatan skor ESG terhadap kinerja keuangan.
- Klaim kapasitas aset bersifat profil dan tidak terkait dengan aksi korporasi saat ini.
- Tidak ada rincian biaya atau investasi terkait penerbitan laporan tematik.
- Nilai investasi dan jadwal pengembangan fasilitas chlor-alkali tidak diungkapkan.
- Tidak ada informasi mengenai alasan di balik peringkat atau outlook.
- Tidak ada rincian mengenai kinerja keuangan TPIA dalam dokumen pemeringkatan.
- Alasan spesifik perubahan outlook menjadi Positive tidak dijelaskan.
- Rincian komposisi nilai per seri obligasi tidak tersedia.
- Dokumen lampiran 2 tidak memuat hasil peringkat (rating) yang diberikan PEFINDO, sehingga tidak dapat diketahui kualitas kredit obligasi.
- Jatuh tempo obligasi dalam waktu dekat (September dan Oktober 2026) dapat menjadi perhatian likuiditas, namun tidak ada indikasi kesulitan dari dokumen.
- Peringkat dapat berubah di masa depan karena peristiwa yang belum diantisipasi.
- PEFINDO dapat menarik peringkat jika data tidak memadai atau emiten tidak memenuhi kewajiban.
- Kewajiban emiten menyampaikan fakta material dalam 2 hari kerja; keterlambatan dapat berdampak pada peringkat.
- Peringkat perusahaan tidak memperhitungkan struktur efek utang atau credit enhancement.

### Items to monitor

- Perkembangan proyek chlor-alkali dan ethylene dichloride di Cilegon (nilai investasi, jadwal, dan fase).
- Kepatuhan TPIA terhadap kewajiban pelaporan fakta material sesuai POJK 24/POJK/2021.
- Jatuh tempo obligasi terdekat: Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III 2023 Seri A (27 September 2026) dan Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV 2021 Seri A (29 Oktober 2026).
- Potensi perubahan peringkat atau outlook di masa mendatang oleh PEFINDO.
- Kemungkinan masuk atau bertahannya TPIA dalam indeks berbasis ESG di BEI.
- Rilis laporan keuangan berikutnya yang dapat mempengaruhi peringkat atau skor ESG.

---

## UVCR

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang dilaksanakan pada 10 September 2026 secara virtual. Manajemen melaporkan kinerja semester I 2026 dengan pendapatan Rp628 miliar (tumbuh 42,5% menurut klaim manajemen) dan laba bersih meningkat lebih dari 600% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Strategi utama adalah fokus pada segmen B2B, pengembangan produk UVGC (Universal Gift Card) yang dapat digunakan melalui EDC BCA, dan rencana ekspansi ke jaringan perbankan lain pada Q4 2026. Jumlah corporate customer meningkat dari sekitar 350-400 menjadi 700. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan.

### Material changes

- Public Expose Tahunan UVCR dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026 secara virtual (Zoom) dan disiarkan langsung di YouTube.
- Manajemen yang hadir: Hady Kuswanto (Direktur Utama) dan Riky Boy H. Permata (Direktur).
- Jumlah peserta: 53 orang di Zoom, 15 orang di YouTube live, 74 media/umum, dan 28 karyawan internal.
- Pendapatan semester I 2026 tumbuh 42,5% dibandingkan semester I 2025 (klaim manajemen).
- Laba bersih semester I 2026 meningkat lebih dari 600% dibandingkan semester I 2025 (klaim manajemen).
- Pendapatan semester I 2026 tercatat Rp628 miliar, meningkat dari Rp400 miliar pada semester I 2025 (klaim manajemen).
- Jumlah corporate customer meningkat dari sekitar 350-400 pada tahun sebelumnya menjadi 700 pada tahun 2026.
- UVGC (Universal Gift Card) dapat digunakan langsung melalui mesin EDC BCA, dengan rencana ekspansi ke jaringan perbankan lain pada Q4 2026.
- Strategi B2B menjadi fokus utama pertumbuhan, dengan memperdalam hubungan pelanggan eksisting dan menambah klien baru.
- Manajemen menyatakan keyakinan mempertahankan pendapatan, laba, dan laba bersih yang meningkat dibandingkan 2025 hingga akhir 2026.
- Pertumbuhan laba bersih didorong oleh efisiensi operasional dan strategi marketing, bukan hanya dari gross profit.
- UVGC diposisikan sebagai enabler penting dalam strategi B2B, tetapi bukan satu-satunya mesin pertumbuhan; kekuatan utama tetap pada ekosistem rewards dan loyalty end-to-end.

### Key financial figures

- **Pendapatan Semester I 2026:** 628 (H1 2026 (6 bulan berakhir 30 Juni 2026, klaim manajemen pada Public Expose 10 September 2026, belum diaudit final?))
- **Pendapatan Semester I 2025:** 400 (H1 2025 (6 bulan berakhir 30 Juni 2025, klaim manajemen pada Public Expose 10 September 2026))
- **Pertumbuhan Pendapatan YoY:** 42.5% (H1 2026 vs H1 2025)
- **Pertumbuhan Laba Bersih YoY:** >600% (H1 2026 vs H1 2025)
- **Jumlah Corporate Customer:** 700 (2026 (per September 2026, klaim manajemen))
- **Jumlah Corporate Customer Tahun Sebelumnya:** 350-400 (2025 (klaim manajemen))

### Expansion projects

- Ekspansi UVGC ke jaringan perbankan lain pada Q4 2026 (rencana, tanpa nilai capex).
- Perluasan jaringan merchant dan penguatan integrasi teknologi untuk mendukung implementasi klien (tanpa angka).

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan Public Expose ke BEI sebagai pemenuhan kewajiban informasi berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI No. Kep 00066/BEI/09-2022.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan pendapatan** [derived_calculation, medium]: Pendapatan H1 2026 sebesar Rp628 miliar dibandingkan Rp400 miliar pada H1 2025 menghasilkan pertumbuhan 57% (perhitungan: (628-400)/400*100), lebih tinggi dari klaim manajemen 42,5%. Perbedaan mungkin karena basis perhitungan yang berbeda atau pembulatan.
  - Basis: Angka pendapatan H1 2026 dan H1 2025 dari jawaban manajemen; Rumus pertumbuhan: (nilai akhir - nilai awal)/nilai awal * 100
  - Assumptions: Angka 628 dan 400 adalah dalam miliar Rupiah; Kedua angka adalah pendapatan untuk periode yang sama (6 bulan)
  - Caveats: Manajemen menyebut pertumbuhan 42,5% secara verbal, mungkin menggunakan angka yang lebih presisi dari yang disebutkan; Angka 628 dan 400 mungkin merupakan pembulatan
- **Pendorong laba bersih** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan laba bersih >600% kemungkinan besar didorong oleh kombinasi pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya operasional, seperti disebutkan manajemen. Namun, tanpa rincian laporan laba rugi, tidak dapat dipastikan apakah ada item non-operasional yang berkontribusi.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang efisiensi operasional; Pertumbuhan pendapatan yang signifikan
  - Assumptions: Laba bersih tumbuh sejalan dengan pendapatan dan efisiensi
  - Caveats: Tidak ada data laporan keuangan lengkap dalam dokumen; Kemungkinan ada pendapatan lain di luar operasional
- **Dampak UVGC** [analyst_hypothesis, low]: UVGC dengan akses EDC BCA dan ekspansi ke bank lain berpotensi meningkatkan utilisasi voucher dan memperluas acceptance point, yang dapat mendorong volume transaksi B2B. Namun, kontribusi kuantitatif belum diungkapkan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang manfaat UVGC; Rencana ekspansi ke bank lain
  - Assumptions: Integrasi dengan bank lain berjalan sesuai rencana
  - Caveats: Belum ada angka proyeksi kontribusi; Tergantung pada adopsi pasar
- **Keberlanjutan pertumbuhan** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyatakan keyakinan mempertahankan pertumbuhan hingga akhir 2026, tetapi tidak memberikan guidance kuantitatif. Risiko eksekusi termasuk kondisi ekonomi makro dan persaingan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang keyakinan; Tantangan ekonomi yang disebutkan
  - Assumptions: Kondisi ekonomi tidak memburuk secara signifikan
  - Caveats: Tidak ada target angka spesifik; Pernyataan bersifat kualitatif

### Risks / uncertainties

- Tantangan ekonomi yang dapat mempengaruhi permintaan solusi voucher dan loyalty.
- Risiko eksekusi ekspansi UVGC ke jaringan perbankan lain pada Q4 2026.
- Ketergantungan pada segmen B2B dan kemampuan menambah klien baru.
- Persaingan di industri reward dan loyalty platform.

### Items to monitor

- Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan pada H1 2026 dapat menjadi indikator kinerja positif bagi investor.
- Ekspansi UVGC ke jaringan perbankan lain berpotensi memperluas pasar dan meningkatkan volume transaksi.
- Fokus pada segmen B2B dengan peningkatan jumlah corporate customer dapat mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

---

## VICI

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 11 September 2026, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menerbitkan dua keterbukaan informasi material. Pertama, penandatanganan fasilitas kredit dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) senilai Rp270,65 miliar (24,78% dari ekuitas per 31 Desember 2025), yang mencakup KMK Rp200 miliar dan empat fasilitas kredit investasi untuk takeover fasilitas Bank BCA terkait pembelian tanah/bangunan dan interior di Puri Indah Financial Tower Lantai 10-12. Kedua, pengunduran diri Komisaris Vibhav Panandiker dan Komisaris Independen Van Schoote Christian Pierre B, efektif diterima 10 September 2026, dengan rencana RUPS untuk menindaklanjuti. Kedua peristiwa ini penting karena menunjukkan perubahan struktur pendanaan dan tata kelola, meskipun emiten menyatakan tidak ada dampak material.

### Material changes

- Penandatanganan fasilitas kredit baru dengan BNI senilai Rp270,65 miliar, menggantikan fasilitas dari Bank BCA.
- Pengunduran diri dua anggota dewan komisaris, termasuk satu komisaris independen.

### Key financial figures

- **Total fasilitas kredit:** Rp270.652.390.761 (2026-09-09)
- **Persentase dari ekuitas:** 24,78% (2025-12-31)
- **Fasilitas KMK R/C:** Rp200.000.000.000 (2026-09-09)
- **Fasilitas Kredit Investasi 1:** Rp30.097.177.134 (2026-09-09)
- **Fasilitas Kredit Investasi 2:** Rp1.094.905.278 (2026-09-09)
- **Fasilitas Kredit Investasi 3:** Rp6.158.954.167 (2026-09-09)
- **Fasilitas Kredit Investasi 4:** Rp33.301.354.182 (2026-09-09)

### Corporate actions

- Penerimaan fasilitas kredit dari BNI (penandatanganan perjanjian)
- Takeover fasilitas kredit dari Bank BCA

### Expansion projects

- Pembelian tanah/bangunan di Puri Indah Financial Tower Lantai 10-11 (melalui fasilitas investasi 1)
- Pembelian tanah/bangunan di Puri Indah Financial Tower Lantai 12 (melalui fasilitas investasi 4)
- Interior, mechanical electrical, furniture & workstation di Lantai 10-11 (melalui fasilitas investasi 2)
- Interior, mechanical electrical, furniture & workstation di Lantai 12 (melalui fasilitas investasi 3)

### Management / control changes

- Pengunduran diri Komisaris Vibhav Panandiker
- Pengunduran diri Komisaris Independen Van Schoote Christian Pierre B

### Listing / regulatory

- Pelaporan sebagai keterbukaan informasi pengecualian transaksi material
- Transaksi dikecualikan dari kewajiban penilai dan persetujuan RUPS sesuai POJK No. 17/2020
- Bukan transaksi afiliasi sesuai POJK No. 42/2020
- Kewajiban penyelenggaraan RUPS untuk menindaklanjuti pengunduran diri komisaris

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri komisaris** [explicit_fact, high]: Pada 10 September 2026, Perseroan menerima surat pengunduran diri dari Komisaris Vibhav Panandiker dan Komisaris Independen Van Schoote Christian Pierre B.
  - Basis: Surat pengunduran diri diterima pada 10 September 2026
- **Dampak pengunduran diri** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan emiten dalam dokumen
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim emiten, bukan penilaian independen.
- **Estimasi ekuitas VICI per 31 Desember 2025** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan persentase 24,78% dan nilai fasilitas Rp270.652.390.761, ekuitas VICI per 31 Desember 2025 diperkirakan sekitar Rp1.092.220.000.000 (Rp270.652.390.761 / 0,2478).
  - Basis: Nilai fasilitas Rp270.652.390.761; Persentase 24,78% dari ekuitas
  - Assumptions: Persentase dihitung dari ekuitas yang sama dengan nilai fasilitas
  - Caveats: Pembulatan mungkin terjadi; Ekuitas tidak diungkapkan secara langsung
- **Total fasilitas kredit investasi** [derived_calculation, high]: Total fasilitas kredit investasi adalah Rp70.652.390.761 (Rp30.097.177.134 + Rp1.094.905.278 + Rp6.158.954.167 + Rp33.301.354.182).
  - Basis: Penjumlahan keempat fasilitas investasi
- **Tujuan strategis pergantian fasilitas** [analyst_hypothesis, low]: Pergantian fasilitas dari Bank BCA ke Bank BNI mungkin bertujuan untuk mendapatkan suku bunga lebih kompetitif atau persyaratan yang lebih menguntungkan, namun tidak ada informasi rinci.
  - Basis: Pernyataan emiten tentang kesesuaian strategi bisnis dan peningkatan layanan
  - Assumptions: Perusahaan mencari efisiensi biaya
  - Caveats: Tidak ada data perbandingan suku bunga
- **Dampak keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Penerimaan fasilitas kredit dari Bank BNI berpotensi meningkatkan liabilitas dan kas VICI, namun tanpa nilai fasilitas tidak dapat dihitung dampaknya.
  - Basis: Fasilitas kredit dari Bank BNI
  - Assumptions: Fasilitas kredit akan ditarik dan dicatat sebagai liabilitas
  - Caveats: Nilai dan syarat fasilitas tidak diungkapkan
- **Potensi perubahan pengendalian** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri dua komisaris secara bersamaan dapat mengindikasikan perubahan dalam struktur pengendalian atau arah strategis, namun tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen.
  - Basis: Pengunduran diri dua komisaris pada tanggal yang sama
  - Assumptions: Pengunduran diri tersebut mungkin terkait dengan perubahan pemegang saham atau kebijakan
  - Caveats: Tidak ada bukti dalam dokumen yang mendukung hipotesis ini.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai suku bunga, biaya, atau jaminan yang terkait dengan fasilitas kredit
- Tidak ada rincian mengenai dampak terhadap arus kas atau likuiditas
- Tidak ada informasi mengenai jadwal pembayaran atau amortisasi
- Pernyataan 'tidak ada dampak' bersifat klaim emiten dan belum diverifikasi
- Belum ada informasi mengenai pengganti Komisaris dan Komisaris Independen yang mengundurkan diri
- Proses RUPS untuk pengesahan pengunduran diri belum dijadwalkan secara spesifik
- Alasan pengunduran diri tidak dijelaskan dalam dokumen

### Items to monitor

- Rincian suku bunga, biaya, dan jaminan fasilitas kredit BNI
- Jadwal dan hasil RUPS terkait pengunduran diri komisaris
- Calon pengganti komisaris dan komisaris independen
- Laporan keuangan berikutnya untuk memverifikasi ekuitas dan dampak fasilitas
- Perkembangan proyek Puri Indah Financial Tower

---

## WIKA

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melaporkan hasil pemeringkatan efek oleh PEFINDO per 8 September 2026. PEFINDO menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II Tahap I menjadi idD (dari idCCC) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I menjadi idD(sy) (dari idCCC(sy)) melalui pemantauan khusus. Penurunan peringkat ini dipicu oleh penangguhan pembayaran pokok dan kupon yang jatuh tempo pada 8 September 2026. WIKA menyatakan menerima peringkat tersebut dan akan berkomunikasi intensif dengan Wali Amanat dan pemegang obligasi/sukuk untuk mencapai kesepakatan penyelesaian kewajiban. Pengumuman ini merupakan lanjutan dari keterbukaan informasi sebelumnya (No. SE.01.00/A.CORSEC.00239/2026 tanggal 31 Juli 2026) mengenai penangguhan pembayaran.

### Material changes

- PEFINDO menetapkan rating idD untuk Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 Seri B dengan jumlah pokok Rp197.000.000.000.
- PEFINDO menetapkan rating idD untuk Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 Seri C dengan jumlah pokok Rp982.000.000.000.
- PEFINDO menetapkan rating idD(sy) untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 Seri B dengan jumlah pokok Rp91.500.000.000.
- PEFINDO menetapkan rating idD(sy) untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 Seri C dengan jumlah pokok Rp333.000.000.000.
- PEFINDO menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II Tahap I menjadi idD dari sebelumnya idCCC.
- PEFINDO menurunkan peringkat Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I menjadi idD(sy) dari sebelumnya idCCC(sy).
- Penurunan peringkat dilakukan melalui pemantauan khusus (special review) oleh PEFINDO.
- Penurunan peringkat menindaklanjuti penangguhan pembayaran jatuh tempo pokok serta kupon Obligasi dan Sukuk yang jatuh tempo pada 8 September 2026.
- WIKA telah menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik terkait penangguhan tersebut pada 31 Juli 2026 dengan nomor SE.01.00/A.CORSEC.00239/2026.
- WIKA menyatakan menerima peringkat yang diterbitkan PEFINDO.
- WIKA akan melakukan komunikasi intensif dengan Wali Amanat dan pemegang Obligasi/Sukuk untuk mencapai kesepakatan penyelesaian kewajiban.
- Periode rating untuk seluruh efek adalah 8 September 2026 hingga 1 Juli 2027.
- Surat hasil pemeringkatan bernomor RC-1234/PEF-DIR/IX/2026, diterbitkan 8 September 2026, diumumkan 9 September 2026, dan diterima emiten 11 September 2026.
- Laporan ini disampaikan untuk memenuhi POJK 49/2020 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.

### Key financial figures

- **Jumlah pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 Seri B:** 197000000000 (2026-09-08)
- **Jumlah pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 Seri C:** 982000000000 (2026-09-08)
- **Jumlah pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 Seri B:** 91500000000 (2026-09-08)
- **Jumlah pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 Seri C:** 333000000000 (2026-09-08)

### Listing / regulatory

- Pemeringkatan efek oleh PEFINDO
- Penurunan peringkat efek utang menjadi idD/idD(sy) mengindikasikan gagal bayar (default) atas kewajiban obligasi dan sukuk
- Pelaporan kepada OJK sesuai POJK 49/2020

### Analytical scenarios

- **Total pokok efek yang diperingkat** [derived_calculation, high]: Total pokok efek yang diperingkat adalah Rp1.603.500.000.000, dihitung dari penjumlahan Rp197 miliar + Rp982 miliar + Rp91,5 miliar + Rp333 miliar.
  - Basis: Angka pokok masing-masing efek pada tabel hasil pemeringkatan.
  - Assumptions: Semua angka pokok dalam Rupiah dan dijumlahkan langsung.
- **Implikasi rating terhadap akses pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Rating idD dapat mempengaruhi persepsi risiko kredit WIKA dan berpotensi memicu pembatasan akses pendanaan baru, namun dampak spesifik belum dapat dipastikan.
  - Basis: Rating idD menunjukkan status default menurut PEFINDO.
  - Assumptions: Rating mencerminkan kondisi kredit emiten.
  - Caveats: Dampak pasar tidak dijelaskan dalam dokumen.
- **Potensi restrukturisasi utang** [analyst_hypothesis, medium]: Komunikasi intensif dengan Wali Amanat dan pemegang obligasi/sukuk untuk mencapai kesepakatan penyelesaian kewajiban mengindikasikan potensi restrukturisasi utang atau negosiasi skema penyelesaian, namun detail belum diungkapkan.
  - Basis: Surat WIKA menyebutkan komunikasi intensif untuk mencapai kesepakatan penyelesaian kewajiban.
  - Assumptions: Belum ada rincian skema penyelesaian yang diumumkan.
  - Caveats: Ini adalah hipotesis analis; belum ada konfirmasi resmi mengenai bentuk penyelesaian.

### Risks / uncertainties

- Rating idD dan idD(sy) menunjukkan risiko kredit tinggi.
- Pemeringkatan karena fakta material dapat mengindikasikan peristiwa negatif yang belum diungkap.
- Risiko gagal bayar atas Obligasi dan Sukuk yang jatuh tempo 8 September 2026.
- Ketidakpastian hasil negosiasi dengan Wali Amanat dan pemegang obligasi/sukuk.
- Potensi dampak negatif pada reputasi dan akses pendanaan WIKA di masa depan.

### Items to monitor

- Penurunan peringkat menjadi idD/idD(sy) menunjukkan status gagal bayar atas kewajiban obligasi dan sukuk WIKA.
- Penangguhan pembayaran pokok dan kupon yang jatuh tempo pada 8 September 2026 merupakan peristiwa gagal bayar.
- Komunikasi intensif dengan Wali Amanat dan pemegang obligasi/sukuk mengindikasikan potensi restrukturisasi utang atau negosiasi penyelesaian kewajiban.

---

## WTON

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

Pengumuman ini adalah laporan hasil Public Expose Tahunan WTON yang diselenggarakan pada 9 September 2026. Dokumen utama hanya berisi laporan administratif, sedangkan lampiran 1 memuat materi paparan manajemen. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau transaksi aset yang diumumkan. Fokus utama adalah strategi pemulihan profitabilitas, target kontrak baru, dan komitmen dividen.

### Material changes

- Public Expose Live 2026 WTON diselenggarakan pada 9 September 2026 pukul 15.00-16.00 WIB secara virtual, dihadiri 110 peserta (tidak termasuk manajemen dan karyawan).
- Manajemen yang hadir: Kuntjara (Direktur Utama), Rija Judaswara (Direktur Pemasaran dan Pengembangan), Syailendra Ogan (Direktur Keuangan, HC dan Manajemen Risiko), Verly Widiantoro (Direktur Teknik dan Produksi), Ignatius Harry Sumartono (Corporate Secretary).
- Net profit margin kuartal II 2026 tercatat 0,07%.
- Target gross profit margin sekitar 6%.
- Realisasi kontrak baru per Juli 2026 mencapai Rp2,27 triliun.
- Target kontrak baru akhir tahun 2026 di kisaran Rp3,8-4 triliun.
- Sasaran proyek 2027: Giant Sea Wall, pengembangan gas di Maluku, hilirisasi Smelter Grade Alumina, dan kelanjutan proyek jalan tol di Jakarta.
- Komitmen dividen rutin 10-30% dari laba.
- Investasi menggunakan cash flow internal, tidak menggunakan dana pinjaman.
- Skor ESG WTON saat ini 71, masuk 13% top ranking global untuk Sektor Manufaktur Industri.
- Inovasi produk: Rumah WHome, beton next generation (siap pakai 5 hari), Geopolimer, AAC, dan fast screed (siap 8 jam).
- WTON memiliki 13 pabrik, dengan harapan produktivitas produksi tidak di bawah 50%.

### Key financial figures

- **Net profit margin:** 0.07 (Kuartal II 2026)
- **Target gross profit margin:** 6 (Tahun 2026)
- **Realisasi kontrak baru:** 2.27 (Per Juli 2026)
- **Sasaran proyek dalam penawaran/negosiasi:** 1.5 (Per Juli 2026)
- **Target kontrak baru akhir tahun:** 3.8-4.0 (Tahun 2026)
- **Fixed cost:** 3-4 (Tahun 2026)
- **Skor ESG:** 71 (Saat ini)
- **Jumlah pabrik:** 13 (Saat ini)
- **Dividen payout ratio:** 10-30 (Rutin)

### Expansion projects

- Inovasi produk baru (Rumah WHome, beton next generation, Geopolimer, AAC, fast screed) sebagai bagian pengembangan produk.
- Sasaran proyek 2027: Giant Sea Wall, pengembangan gas di Maluku, hilirisasi Smelter Grade Alumina, dan kelanjutan proyek jalan tol di Jakarta.

### Listing / regulatory

- Public Expose Live 2026 diselenggarakan sesuai ketentuan IDX.

### Analytical scenarios

- **Implied target kontrak baru semester II 2026** [derived_calculation, medium]: Dengan realisasi Rp2,27 triliun per Juli 2026 dan target akhir tahun Rp3,8-4 triliun, maka sisa target yang harus dicapai pada Agustus-Desember 2026 adalah sekitar Rp1,53-1,73 triliun. Ini menunjukkan perlunya percepatan penandatanganan kontrak di semester II.
  - Basis: Realisasi kontrak baru per Juli 2026: Rp2,27 triliun; Target akhir tahun: Rp3,8-4 triliun
  - Assumptions: Target akhir tahun adalah angka kumulatif kontrak baru.
  - Caveats: Angka sisa target adalah perhitungan turunan, bukan pernyataan manajemen.
- **Rasio target kontrak baru terhadap realisasi** [derived_calculation, medium]: Realisasi kontrak baru per Juli 2026 (Rp2,27 triliun) mencapai sekitar 56,75% dari target akhir tahun terendah (Rp3,8 triliun) dan 56,75% dari target tertinggi (Rp4 triliun). Ini menunjukkan pencapaian yang cukup baik di tengah kontraksi industri.
  - Basis: Realisasi per Juli 2026: Rp2,27 triliun; Target akhir tahun: Rp3,8-4 triliun
  - Assumptions: Target akhir tahun adalah angka kumulatif.
  - Caveats: Perhitungan turunan, bukan pernyataan manajemen.
- **Potensi dampak inovasi beton cepat terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Inovasi beton next generation yang siap pakai dalam 5 hari (vs 14-28 hari standar) berpotensi mempercepat penyelesaian proyek dan meningkatkan daya saing, namun dampaknya terhadap laba belum dapat diukur karena belum ada angka pendapatan spesifik.
  - Basis: Pernyataan Direktur Teknik dan Produksi tentang inovasi beton cepat.
  - Assumptions: Inovasi akan diterima pasar dan dapat diproduksi massal.
  - Caveats: Belum ada data kuantitatif dampak finansial.
- **Risiko eksekusi target kontrak baru** [analyst_hypothesis, medium]: Dengan sisa target sekitar Rp1,53-1,73 triliun di semester II 2026, terdapat risiko eksekusi jika proyek yang sedang dalam penawaran/negosiasi (Rp1,5 triliun) tidak seluruhnya terealisasi. Namun, manajemen menyatakan momentum positif.
  - Basis: Sasaran proyek dalam penawaran/negosiasi: Rp1,5 triliun; Target akhir tahun: Rp3,8-4 triliun
  - Assumptions: Semua proyek dalam penawaran/negosiasi akan menjadi kontrak.
  - Caveats: Tidak ada jaminan seluruh proyek akan direalisasikan.
- **Dampak kontraksi industri terhadap margin** [analyst_hypothesis, medium]: Net profit margin 0,07% yang sangat tipis mengindikasikan tekanan biaya tetap yang tinggi. Strategi mengambil proyek volume besar dengan margin tipis untuk mengisi utilisasi pabrik dapat mempertahankan pendapatan tetapi berisiko pada profitabilitas jika volume tidak mencukupi.
  - Basis: Pernyataan Direktur Utama tentang fixed cost tinggi dan kontraksi industri.
  - Assumptions: Kondisi industri konstruksi tetap kontraksi.
  - Caveats: Belum ada data utilisasi pabrik aktual.
- **Potensi pendanaan dari cash flow internal** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyatakan investasi tidak menggunakan dana pinjaman, melainkan kombinasi cash flow operasional dan investasi. Ini menunjukkan posisi kas yang cukup, namun dapat membatasi skala ekspansi jika cash flow tidak mencukupi.
  - Basis: Pernyataan Direktur Keuangan tentang kombinasi cash flow.
  - Assumptions: Cash flow operasional tetap positif.
  - Caveats: Tidak ada angka kas atau arus kas yang disebutkan.
- **Dampak ESG skor terhadap reputasi** [analyst_hypothesis, low]: Skor ESG 71 yang masuk top 13% global dapat meningkatkan daya tarik bagi investor yang fokus pada keberlanjutan, namun tidak secara langsung berdampak pada kinerja keuangan jangka pendek.
  - Basis: Pernyataan Direktur Utama tentang skor ESG.
  - Assumptions: Investor mempertimbangkan ESG dalam keputusan investasi.
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif dampak ESG terhadap harga saham.
- **Risiko persaingan dan margin** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen menyatakan sektor infrastruktur memiliki persaingan ketat dengan margin tipis, sementara sektor energi/railway memiliki margin lebih baik. Fokus pada proyek dengan margin baik dapat meningkatkan profitabilitas, tetapi volume mungkin lebih rendah.
  - Basis: Pernyataan Direktur Utama tentang margin sektor.
  - Assumptions: Sektor energi/railway tetap memiliki permintaan cukup.
  - Caveats: Tidak ada data margin per sektor.

### Risks / uncertainties

- Kontraksi industri konstruksi yang menekan volume penjualan dan margin.
- Fixed cost tinggi (3-4%) yang stabil dapat menekan bottom line jika volume tidak mencukupi.
- Persaingan ketat di sektor infrastruktur menyebabkan margin tipis.
- Risiko eksekusi target kontrak baru di semester II 2026.
- Ketergantungan pada proyek pemerintah (Giant Sea Wall, gas Maluku, hilirisasi SGA, jalan tol).
- Potensi risiko pembayaran piutang, meskipun manajemen melakukan assessment risiko.
- Teknologi beton mudah ditiru, meskipun inovasi terbaru diklaim belum dapat ditiru.
- Produktivitas pabrik di bawah 50% dapat menyebabkan inefisiensi.

### Items to monitor

- Target kontrak baru 2026: Rp3,8-4 triliun
- Realisasi kontrak baru per Juli 2026: Rp2,27 triliun
- Net profit margin kuartal II 2026: 0,07%
- Target gross profit margin: 6%
- Skor ESG: 71 (top 13% global)
- Sasaran proyek 2027: Giant Sea Wall, gas Maluku, hilirisasi SGA, jalan tol Jakarta

---

## YELO

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-11

**Announcements:** 1

### Overview

PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) menyampaikan bukti iklan pemanggilan RUPSLB Kedua kepada OJK melalui surat nomor 56/YLO-OJK/IX/2026 tanggal 11 September 2026. RUPSLB Kedua dijadwalkan pada 17 September 2026. Iklan telah dimuat di website Perseroan (passpod.com) dan BEI pada 9 September 2026, serta di website KSEI pada 10 September 2026. Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen. Pengumuman ini merupakan pengumuman lanjutan (bukti iklan) terkait penyelenggaraan RUPSLB.

### Material changes

- YELO menyampaikan bukti iklan pemanggilan RUPSLB Kedua kepada OJK melalui surat nomor 56/YLO-OJK/IX/2026 tanggal 11 September 2026.
- RUPSLB Kedua akan diselenggarakan pada tanggal 17 September 2026.
- Iklan pemanggilan RUPSLB dimuat di website Perseroan (passpod.com) dan website BEI pada 9 September 2026, serta di website KSEI pada 10 September 2026.
- Iklan disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
- Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary Rosi Diani.
- Tembusan surat ditujukan kepada BEI, KSEI, BAE Ficomindo Buana Registrar, dan Notaris Rini Yulianti.
- Penyampaian bukti iklan dilakukan dalam rangka memenuhi Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.

### Corporate actions

- Penyelenggaraan RUPSLB Kedua dijadwalkan pada 17 September 2026. Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Listing / regulatory

- Penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPSLB sebagai pemenuhan Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Penyampaian bukti iklan RUPSLB** [explicit_fact, high]: YELO menyampaikan bukti iklan pemanggilan RUPSLB Kedua kepada OJK, sesuai ketentuan POJK 15/2020.
  - Basis: Surat nomor 56/YLO-OJK/IX/2026 tanggal 11 September 2026; Iklan di passpod.com, idx.co.id, dan ksei.co.id
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB Kedua dijadwalkan pada 17 September 2026, enam hari setelah surat penyampaian bukti iklan.
  - Basis: Tanggal surat 11 September 2026; Tanggal RUPSLB 17 September 2026
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Agenda RUPSLB Kedua tidak disebutkan dalam dokumen, namun kemungkinan terkait aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, penerbitan saham, atau transaksi material.
  - Basis: Penyelenggaraan RUPSLB biasanya untuk agenda luar biasa
  - Assumptions: RUPSLB diadakan untuk agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham
  - Caveats: Agenda tidak diungkapkan dalam dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB Kedua tidak diungkapkan dalam dokumen ini, sehingga belum dapat dinilai dampaknya.
- Tanggal pelaksanaan RUPSLB sudah dijadwalkan, namun materi yang akan diputuskan tidak diketahui.
