# Digest emiten IDX · 11–14 September 2026

**Covered:** 2026-09-11 → 2026-09-14
**Saved windows:** 1 (2026-09-11 → 2026-09-14)
**Companies:** 3

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## FORU

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-14

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 11–14 September 2026, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) yang telah efektif dari OJK pada 11 September 2026. Aksi ini mencakup penerbitan maksimal 215,10 miliar saham baru (99,79% dari modal setelah aksi) dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham, total dana maksimal Rp27,10 triliun. Pengendali IMR Asia Holding Pte Ltd (76,81%) akan melaksanakan 165,22 miliar HMETD melalui inbreng 49% saham PT Borneo Prima (BP) senilai Rp20,82 triliun, menandai ekspansi ke pertambangan batu bara metalurgi. Sisa dana dari publik akan dipinjamkan ke BP untuk modal kerja. Pemegang saham yang tidak ikut akan terdilusi hingga 99,79%. Pencatatan saham baru di BEI direncanakan 25 September 2026. Aksi ini penting karena mengubah struktur modal secara drastis, memperkenalkan segmen usaha baru, dan menimbulkan risiko dilusi serta kepatuhan free float.

### Material changes

- Penerbitan maksimal 215.096.316.400 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham, nilai emisi maksimal Rp27.102.135.866.400.
- Inbreng 49% saham PT Borneo Prima (BP) oleh IMR Asia Holding Pte Ltd senilai Rp20.817.311.151.042.
- Rencana pinjaman dari dana publik ke BP untuk modal kerja, bergantung pada partisipasi publik.
- Perubahan struktur modal: modal dasar dinaikkan dari 1.000.000.000 saham menjadi 500.000.000.000 saham; modal ditempatkan meningkat dari 465.224.000 saham menjadi 215.560.944.456 saham (skenario publik ikut).
- Dilusi maksimum 99,79% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD.
- Kewajiban free float minimal 15% paling lambat 31 Maret 2029; saat ini free float 11,63%.
- Tidak ada perubahan pengendalian di FORU maupun BP setelah PMHMETD I.

### Key financial figures

- **Nilai emisi PMHMETD I:** Rp27.102.135.866.400 (2026-09-14)
- **Nilai inbreng (49% saham BP):** Rp20.817.311.151.042 (2026-09-14)
- **Modal ditempatkan sebelum PMHMETD I:** 465.224.000 saham (2026-07-31)
- **Modal ditempatkan setelah PMHMETD I (skenario publik ikut):** 215.560.944.456 saham (2026-09-14)
- **Modal ditempatkan setelah PMHMETD I (skenario publik tidak ikut):** 165.681.979.167 saham (2026-09-14)
- **Kepemilikan IMR AH setelah PMHMETD I (skenario publik tidak ikut):** 99,94% (2026-09-14)
- **Kapitalisasi pasar per 31 Maret 2026:** Rp558.300.000.000 (2026-03-31)
- **Free float per 31 Maret 2026:** 54.090.900 saham (11,63%) (2026-03-31)
- **Pendapatan usaha FY2025:** Rp45.028.014.086 (FY2025)
- **Rugi bersih FY2025:** -Rp2.515.748.356 (FY2025)
- **Pendapatan usaha Q1 2026:** Rp5.409.583.765 (Q1 2026)
- **Rugi bersih Q1 2026:** -Rp4.150.045.863 (Q1 2026)
- **Jumlah ekuitas per 31 Maret 2026:** Rp19.229.741.969 (2026-03-31)
- **Proforma ekuitas setelah PMHMETD I:** Rp7,15 triliun (2026-10-08)
- **Current Ratio:** 2,19x (2026-03-31)
- **ICR:** -50,28x (2026-03-31)
- **DSCR:** -1,08x (2026-03-31)
- **Total pinjaman terutang:** Rp4.973.039.663 (2026-03-31)
- **Belanja modal peralatan kantor:** Rp49.383.444 (3M 2026)
- **Arus kas dari aktivitas operasi Q1 2026:** Rp3.865.552.463 (Q1 2026)

### Corporate actions

- Rights issue (PMHMETD I) dengan rasio 100:46.235
- Inbreng (penyetoran saham non-tunai) 49% saham BP oleh IMR AH
- Transaksi afiliasi dan material
- Perubahan struktur modal signifikan
- Potensi dilusi besar bagi pemegang saham yang tidak ikut

### Expansion projects

- Akuisisi 49% saham BP melalui inbreng untuk ekspansi ke pertambangan batu bara metalurgi
- Pinjaman ke BP untuk modal kerja operasional pertambangan
- Belanja modal peralatan kantor Rp49,38 juta (3M 2026), bersumber dari kas internal

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendalian di BP maupun Perseroan setelah PMHMETD I
- Susunan Direksi: Direktur Utama Anirudh Misra, Direktur Hadi Pranggono, Direktur David Alfa Perdana; Dewan Komisaris: Komisaris Utama Carl Lennart Dillner, Komisaris Independen Toto Setyoadi Murdiono

### Capital structure

- Penerbitan 215.096.316.400 saham baru
- Rasio HMETD 100:46.235
- Dilusi maksimum 99,79%
- Kepemilikan IMR AH tetap 76,81% jika publik ikut, menjadi 99,94% jika tidak
- Modal dasar dinaikkan dari 1.000.000.000 saham menjadi 500.000.000.000 saham
- Saham dalam portepel menjadi 284.439.055.544 saham (skenario publik ikut)

### Listing / regulatory

- Pencatatan saham baru di BEI pada 25 September 2026
- Kewajiban free float minimal 15% per 31 Maret 2029
- Pernyataan efektif OJK 11 September 2026
- PMHMETD I tunduk pada POJK No. 32/POJK.04/2015

### Analytical scenarios

- **Nilai emisi** [explicit_fact, high]: Nilai emisi maksimal Rp27.102.135.866.400 dihitung dari 215.096.316.400 saham x Rp126.
  - Basis: 215.096.316.400 saham; harga pelaksanaan Rp126
- **Dilusi maksimum** [derived_calculation, high]: Dilusi maksimum 99,79% dihitung dari 215.096.316.400 saham baru dibagi total saham setelah aksi (215.561.540.400).
  - Basis: 215.096.316.400 saham baru; total saham setelah aksi = 465.224.000 + 215.096.316.400 = 215.561.540.400
  - Assumptions: Semua saham baru diterbitkan
- **Nilai inbreng per saham BP** [derived_calculation, medium]: Nilai inbreng Rp20.817.311.151.042 untuk 10.780 saham Seri A BP, setara Rp1.931.104.559 per saham.
  - Basis: Rp20.817.311.151.042 / 10.780 saham
  - Caveats: Nilai per saham hanya indikatif, tidak mencerminkan nilai pasar wajar
- **Penurunan pendapatan Q1 2026** [derived_calculation, high]: Penurunan pendapatan Q1 2026 sebesar 70,80% dibandingkan Q1 2025, sesuai dengan selisih Rp18,53 miliar - Rp5,41 miliar.
  - Basis: Angka pendapatan Q1 2026 dan Q1 2025
- **Kontribusi pendapatan segmen** [derived_calculation, high]: Segmen Periklanan Terintegrasi berkontribusi 81,55% dari total pendapatan 3M 2026 (Rp4.411.458.988 / Rp5.409.583.765).
  - Basis: Rp4.411.458.988; Rp5.409.583.765
  - Assumptions: Menggunakan angka pendapatan usaha dari tabel segmen
- **Risiko free float** [analyst_hypothesis, medium]: Jika publik tidak melaksanakan HMETD, kepemilikan publik turun menjadi 0,06%, jauh di bawah minimum 15%, sehingga Perseroan berisiko terkena sanksi BEI.
  - Basis: Kepemilikan publik 0,06% pada skenario publik tidak ikut; Kewajiban free float minimal 15%
  - Assumptions: Publik tidak melaksanakan HMETD
  - Caveats: Perseroan menyatakan akan melakukan upaya pemenuhan free float
- **Motivasi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, medium]: Aksi ini tampaknya bertujuan untuk mengakuisisi tambang batu bara metalurgi (BP) dan mendanai operasionalnya, sejalan dengan prospek industri coking coal.
  - Basis: Rencana penggunaan dana untuk inbreng BP dan pinjaman modal kerja; Alasan: prospek positif industri batu bara metalurgi
  - Caveats: Belum ada konfirmasi hasil operasional BP
- **Ketergantungan pada proyek besar** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan pendapatan FY2025 didorong proyek PT Robert Bosch, yang mungkin tidak berulang, sehingga pendapatan Q1 2026 turun drastis.
  - Basis: Penyebutan proyek PT Robert Bosch sebagai kontributor utama
  - Assumptions: Proyek tersebut selesai dan tidak ada pengganti
  - Caveats: Manajemen tidak menyatakan ketergantungan, tetapi pola pendapatan menunjukkan risiko

### Risks / uncertainties

- Dilusi maksimum 99,79% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD
- Rencana Pinjaman bergantung pada partisipasi publik; jika tidak, tidak dilakukan
- Risiko ketergantungan pada entitas anak (BP) yang dapat berdampak material
- Potensi pelanggaran free float jika publik tidak ikut serta
- Penurunan pendapatan Q1 2026 sebesar 70,80% akibat hilangnya kontrak retainer
- ICR dan DSCR negatif pada 3M 2026 menunjukkan EBITDA negatif, berpotensi mempengaruhi kemampuan memenuhi kewajiban keuangan
- Risiko keterlambatan pelaksanaan inbreng (batas 30 September 2026)
- Biaya terminasi karyawan meningkat akibat PHK
- Rugi bersih berkelanjutan
- Ketergantungan pada proyek besar (PT Robert Bosch) yang mungkin tidak berulang
- Utang bank jangka pendek meningkat
- Proforma ekuitas sangat dipengaruhi oleh selisih negatif restrukturisasi
- Risiko fluktuasi harga batubara tanpa lindung nilai

### Items to monitor

- Partisipasi publik dalam HMETD (apakah publik ikut atau tidak)
- Pelaksanaan inbreng 49% saham BP oleh IMR AH (batas 30 September 2026)
- Pencatatan saham baru di BEI pada 25 September 2026
- Perdagangan HMETD (25 September - 6 Oktober 2026)
- Penjatahan pada 8 Oktober 2026
- Pemenuhan free float minimal 15% pada 31 Maret 2029
- Kinerja keuangan BP setelah akuisisi
- Kemampuan FORU memenuhi kewajiban keuangan dengan ICR dan DSCR negatif
- Perkembangan Rencana Pinjaman ke BP (nilai dan syarat final)

---

## SWAT

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-14

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 11-14 September 2026, PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) menyampaikan tiga pengumuman yang saling terkait: (1) Laporan Keuangan Tahunan (LKT) tahun buku 2025, (2) Ringkasan Risalah RUPST, dan (3) Laporan Hasil Public Expose Tahunan. LKT mengungkapkan penurunan pendapatan usaha yang signifikan (dari Rp176,49 miliar menjadi Rp65,23 miliar, turun ~63%), rugi bersih yang membaik (dari -Rp142,67 miliar menjadi -Rp48,83 miliar), penurunan ekuitas drastis (dari Rp60,85 miliar menjadi Rp12,46 miliar, turun ~79,5%), dan defisit saldo laba yang membengkak menjadi -Rp334,02 miliar. Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus dan memperoleh opini audit Wajar Dengan Pengecualian. RUPST dan Public Expose bersifat rutin, menyetujui laporan tahunan dan memberikan acquit et de charge, tanpa aksi korporasi atau perubahan pengurus. Pentingnya secara korporasi: kondisi keuangan yang memburuk, leverage ekstrem (DER ~30,66x), dan status pemantauan khusus menimbulkan risiko kepatuhan dan kelangsungan usaha, sementara penambahan aset tetap pada bangunan dalam penyelesaian mengindikasikan proyek konstruksi yang belum jelas detailnya.

### Material changes

- Pendapatan usaha turun dari Rp176.488.964.936 (2024) menjadi Rp65.227.184.134 (2025), penurunan sekitar 63%.
- Rugi bersih membaik dari -Rp142.668.157.687 (2024) menjadi -Rp48.828.070.361 (2025).
- Total aset turun dari Rp481.499.306.567 (2024) menjadi Rp394.644.598.510 (2025).
- Ekuitas total turun drastis dari Rp60.852.639.404 (2024) menjadi Rp12.463.632.411 (2025), penurunan sekitar 79,5%.
- Defisit saldo laba membengkak dari -Rp285.242.207.023 menjadi -Rp334.020.695.086.
- Kas dan setara kas turun dari Rp8.448.743.812 menjadi Rp2.373.435.764.
- Utang bank jangka panjang kepada BNI turun dari Rp269.373.997.868 menjadi Rp258.861.546.491.
- Opini audit Wajar Dengan Pengecualian oleh KAP Herman, Dody, Tanumihardja Rekan.
- Status pencatatan di papan Pemantauan Khusus (Watchlist) BEI.
- Penambahan aset tetap Rp28.081.896.451, terutama bangunan dalam penyelesaian Rp27.929.458.387.

### Key financial figures

- **Pendapatan usaha:** Rp65.227.184.134 (2025)
- **Pendapatan usaha:** Rp176.488.964.936 (2024)
- **Rugi bersih:** -Rp48.828.070.361 (2025)
- **Rugi bersih:** -Rp142.668.157.687 (2024)
- **Total aset:** Rp394.644.598.510 (31 Desember 2025)
- **Total aset:** Rp481.499.306.567 (31 Desember 2024)
- **Ekuitas total:** Rp12.463.632.411 (31 Desember 2025)
- **Ekuitas total:** Rp60.852.639.404 (31 Desember 2024)
- **Kas dan setara kas:** Rp2.373.435.764 (31 Desember 2025)
- **Kas dan setara kas:** Rp8.448.743.812 (31 Desember 2024)
- **Arus kas operasi:** Rp7.640.528.167 (2025)
- **Arus kas investasi:** Rp1.992.173.966 (2025)
- **Arus kas pendanaan:** -Rp15.708.010.181 (2025)
- **Aset tetap (net):** Rp276.787.298.996 (31 Desember 2025)
- **Aset tetap (net):** Rp305.895.122.675 (31 Desember 2024)
- **Persediaan bersih:** Rp44.775.663.189 (31 Desember 2025)
- **Persediaan bersih:** Rp65.756.930.895 (31 Desember 2024)
- **Utang bank jangka panjang - BNI:** Rp258.861.546.491 (31 Desember 2025)
- **Utang bank jangka panjang - BNI:** Rp269.373.997.868 (31 Desember 2024)
- **Rugi per saham dasar:** -16,16 (2025)
- **Rugi per saham dasar:** -47,23 (2024)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi seperti dividen, penerbitan saham, atau merger yang tercatat dalam LKT 2025.
- RUPST 11 September 2026 menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan 2025, serta memberikan acquit et de charge kepada Direksi dan Dewan Komisaris.
- Tidak ada agenda aksi korporasi lain seperti saham bonus, rights issue, private placement, atau perubahan struktur modal dalam RUPST.

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap Rp28.081.896.451 pada tahun 2025, terutama pada bangunan dalam penyelesaian Rp27.929.458.387, mengindikasikan adanya proyek konstruksi yang sedang berjalan.
- Reklasifikasi aset tetap Rp27.929.458.387 dari bangunan dalam penyelesaian menunjukkan penyelesaian konstruksi dan transfer ke aset siap pakai.
- Penambahan aset hak guna kendaraan bermotor Rp30.875.000, menunjukkan adanya perjanjian sewa baru.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan dalam RUPST atau Public Expose.
- Direktur Utama berhalangan hadir dalam RUPST dan Public Expose; paparan disampaikan oleh Komisaris Utama Sri Hetti Turinani.
- Pemegang saham pengendali adalah individu WNI, namun rincian kepemilikan tidak diungkapkan.

### Capital structure

- Saham biasa tercatat Rp301.920.000.000 dan tambahan modal disetor Rp30.707.054.878, tidak berubah pada kedua periode.
- Ekuitas total turun dari Rp60.852.639.404 menjadi Rp12.463.632.411, penurunan sekitar 79,5%.
- Kepentingan non-pengendali menurun dari Rp129.578.993 menjadi Rp80.281.759 pada tahun berjalan.
- Kuorum RUPST: 2.397.384.400 saham atau 79,40% dari total saham dengan hak suara sah.
- Tidak ada perubahan struktur modal atau kepemilikan yang diumumkan dalam RUPST.

### Listing / regulatory

- Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus (Watchlist) Bursa Efek Indonesia.
- Laporan keuangan diaudit dengan opini Wajar Dengan Pengecualian (Qualified).
- Emiten menyatakan kepatuhan terhadap POJK 75/POJK.04/2017 dan POJK 13/POJK.03/2017.
- Penyampaian laporan keuangan tahunan 2025 kepada OJK sebagai pemenuhan kewajiban regulasi.
- RUPST diselenggarakan berdasarkan POJK 15/2020.
- Public Expose diselenggarakan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Penurunan pendapatan usaha** [explicit_fact, high]: Pendapatan usaha tahun 2025 sebesar Rp65.227.184.134, turun dari Rp176.488.964.936 pada tahun 2024.
  - Basis: Laporan Keuangan Tahunan 2025
- **Rugi bersih** [explicit_fact, high]: Rugi bersih tahun 2025 sebesar Rp48.828.070.361, membaik dari rugi bersih Rp142.668.157.687 pada tahun 2024.
  - Basis: Laporan Keuangan Tahunan 2025
- **Ekuitas total** [explicit_fact, high]: Ekuitas total per 31 Desember 2025 sebesar Rp12.463.632.411, turun dari Rp60.852.639.404 per 31 Desember 2024.
  - Basis: Laporan Keuangan Tahunan 2025
- **Status papan Pemantauan Khusus** [explicit_fact, high]: Emiten tercatat di papan Pemantauan Khusus (Watchlist) Bursa Efek Indonesia.
  - Basis: Laporan Keuangan Tahunan 2025
- **Opini audit** [explicit_fact, high]: Laporan keuangan diaudit dengan opini Wajar Dengan Pengecualian oleh KAP Herman, Dody, Tanumihardja Rekan.
  - Basis: Laporan Keuangan Tahunan 2025
- **Kuorum RUPST** [explicit_fact, high]: RUPST dihadiri pemegang saham mewakili 2.397.384.400 saham atau 79,40% dari total saham dengan hak suara sah.
  - Basis: Ringkasan Risalah RUPST
- **Persetujuan RUPST** [explicit_fact, high]: Seluruh agenda RUPST disetujui dengan suara bulat (79,40% setuju, 0% tidak setuju, 0% abstain).
  - Basis: Ringkasan Risalah RUPST
- **Penurunan ekuitas** [derived_calculation, high]: Ekuitas total turun dari Rp60.852.639.404 menjadi Rp12.463.632.411, selisih -Rp48.389.006.993 atau sekitar -79,5%.
  - Basis: Jumlah ekuitas per 31 Desember 2024: Rp60.852.639.404; Jumlah ekuitas per 31 Desember 2025: Rp12.463.632.411
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER) meningkat dari sekitar 6,91x menjadi 30,66x, menunjukkan leverage yang ekstrem.
  - Basis: Jumlah liabilitas: Rp382.180.966.099 (2025), Rp420.646.667.163 (2024); Jumlah ekuitas: Rp12.463.632.411 (2025), Rp60.852.639.404 (2024)
- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan usaha turun sekitar 63% dari tahun sebelumnya (65,23/176,49 - 1 = -63,04%).
  - Basis: Pendapatan usaha 2025: Rp65.227.184.134; Pendapatan usaha 2024: Rp176.488.964.936
- **Estimasi total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan kuorum 79,40% dan jumlah saham hadir 2.397.384.400, total saham dengan hak suara diperkirakan sekitar 3.019.376.321 saham (2.397.384.400 / 0,794).
  - Basis: 2.397.384.400 / 0,794
  - Assumptions: Persentase kuorum dihitung dari total saham dengan hak suara yang sama dengan total saham beredar.
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen.
- **Potensi tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan kas yang tajam dan peningkatan utang bank jangka pendek dapat mengindikasikan tekanan likuiditas atau kebutuhan pendanaan jangka pendek, namun belum ada konfirmasi dari laporan arus kas.
  - Basis: Kas turun dari Rp8,45 miliar menjadi Rp2,37 miliar; Utang bank jangka pendek naik dari Rp13,63 miliar menjadi Rp17,48 miliar
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain yang membantah
  - Caveats: Perlu analisis laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan
- **Potensi risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Defisit saldo laba yang besar dan ekuitas yang menurun drastis dapat mengindikasikan tekanan keuangan yang signifikan, namun belum tentu mengarah pada pelanggaran regulasi pencatatan tanpa informasi tambahan.
  - Basis: Defisit saldo laba: -Rp334.020.695.086; Ekuitas total: Rp12.463.632.411
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang arus kas, pendapatan, atau laba rugi pada bagian ini.
- **Potensi ekspansi** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan aset tetap yang signifikan pada bangunan dalam penyelesaian (Rp27,93 miliar) mengindikasikan adanya proyek ekspansi atau pembangunan infrastruktur, namun detail proyek tidak diungkapkan.
  - Basis: Penambahan aset tetap: Rp28.081.896.451; Bangunan dalam penyelesaian: Rp27.929.458.387
  - Assumptions: Angka penambahan tersebut mewakili investasi baru
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai lokasi, sumber dana, atau tujuan proyek
- **Kemungkinan aksi korporasi di masa depan** [analyst_hypothesis, low]: Tidak ada indikasi aksi korporasi dalam RUPS ini, namun ketiadaan agenda bukan jaminan tidak ada rencana di masa depan; emiten dapat mengumumkan aksi korporasi melalui mekanisme lain.
  - Basis: Tidak ada agenda aksi korporasi dalam dokumen.
  - Assumptions: Manajemen dapat mengadakan RUPS luar biasa atau pengumuman lain untuk aksi korporasi.
  - Caveats: Hipotesis spekulatif; tidak ada data pendukung dalam dokumen.
- **Ketidakhadiran Direktur Utama** [analyst_hypothesis, low]: Ketidakhadiran Direktur Utama dalam RUPST dan Public Expose dapat menimbulkan pertanyaan mengenai tata kelola, namun tidak mempengaruhi kuorum karena kuorum dihitung dari pemegang saham.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Direktur Utama : Berhalangan hadir'.
  - Assumptions: Tidak ada penjelasan alasan ketidakhadiran dalam dokumen.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan alasan ketidakhadiran dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Defisit saldo laba yang besar dan meningkat dapat mengindikasikan risiko kelangsungan usaha.
- Rasio liabilitas terhadap ekuitas yang sangat tinggi (30,66x) menunjukkan leverage yang ekstrem.
- Opini audit Wajar Dengan Pengecualian dapat mengindikasikan adanya salah saji material atau keterbatasan lingkup audit.
- Pencatatan di papan Pemantauan Khusus dapat menarik perhatian regulator dan mempengaruhi persepsi pasar.
- Penurunan belanja modal yang signifikan dapat membatasi pertumbuhan operasional di masa depan.
- Konsentrasi pendapatan pada pihak-pihak tertentu dapat meningkatkan risiko bisnis.
- Ketidakhadiran Direktur Utama dalam RUPST dan Public Expose dapat mengurangi kredibilitas penyampaian informasi.
- Tidak adanya data keuangan dalam risalah Public Expose membatasi transparansi bagi pemegang saham.

### Items to monitor

- Detail proyek bangunan dalam penyelesaian (lokasi, sumber dana, tujuan, timeline).
- Alasan opini Wajar Dengan Pengecualian dan dampaknya terhadap kepatuhan.
- Perkembangan status papan Pemantauan Khusus dan potensi sanksi atau delisting.
- Perubahan struktur utang bank, termasuk pembayaran atau penarikan baru.
- Kepatuhan terhadap free float dan aturan pencatatan.
- Rencana aksi korporasi di masa depan, termasuk rights issue atau restrukturisasi.
- Kinerja operasional dan arus kas kuartal berikutnya untuk menilai kelangsungan usaha.

---

## WSKT

**Window:** 2026-09-11 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengumumkan hasil pemeringkatan efek oleh PEFINDO per 9 September 2026. Peringkat perusahaan diubah dari idSD menjadi idB/CreditWatch dengan implikasi negatif. Obligasi III/IV dan Sukuk Mudharabah I yang dijamin pemerintah memperoleh peringkat idAAA(gg) dan idAAA(sy)(gg) dengan outlook POSITIVE, sedangkan Obligasi Berkelanjutan III/IV tanpa jaminan pemerintah memperoleh idB dengan outlook POSITIVE. Pemeringkatan dilakukan karena terdapat fakta material, terkait kelalaian pembayaran dan usulan restrukturisasi yang dibahas dalam RUPO 3 September 2026. Total pokok efek yang diperingkat mencapai Rp9,76 triliun.

### Material changes

- PEFINDO mengubah peringkat perusahaan WSKT dari idSD menjadi idB/CreditWatch dengan implikasi negatif, berlaku 9 September-1 Oktober 2026 (surat RC-1247/PEF-DIR/IX/2026).
- Obligasi III Waskita Karya Tahun 2021 Seri A (pokok Rp722.000.000.000, jatuh tempo 24-Sep-2026) memperoleh peringkat idAAA(gg) dengan outlook POSITIVE, berlaku 9 September-24 September 2026.
- Obligasi III Waskita Karya Tahun 2021 Seri B (pokok Rp1.051.000.000.000, jatuh tempo 24-Sep-2028) memperoleh peringkat idAAA(gg) dengan outlook POSITIVE, berlaku 9 September-1 Oktober 2026.
- Obligasi IV Waskita Karya Tahun 2022 Seri A (pokok Rp658.000.000.000, jatuh tempo 12-May-2027) memperoleh peringkat idAAA(gg) dengan outlook POSITIVE, berlaku 9 September-1 Oktober 2026.
- Obligasi IV Waskita Karya Tahun 2022 Seri B (pokok Rp1.469.300.000.000, jatuh tempo 12-May-2029) memperoleh peringkat idAAA(gg) dengan outlook POSITIVE, berlaku 9 September-1 Oktober 2026.
- Sukuk Mudharabah I Waskita Karya Tahun 2022 Seri A (pokok Rp383.000.000.000, jatuh tempo 12-May-2027) memperoleh peringkat idAAA(sy)(gg) dengan outlook POSITIVE, berlaku 9 September-1 Oktober 2026.
- Sukuk Mudharabah I Waskita Karya Tahun 2022 Seri B (pokok Rp765.100.000.000, jatuh tempo 12-May-2029) memperoleh peringkat idAAA(sy)(gg) dengan outlook POSITIVE, berlaku 9 September-1 Oktober 2026.
- Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap II Tahun 2018 Seri B (pokok Rp2.276.500.000.000, jatuh tempo 16-Jun-2023) memperoleh peringkat idB dengan outlook POSITIVE, berlaku 9 September-1 Oktober 2026.
- Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018 Seri B (pokok Rp941.750.000.000, jatuh tempo 28-Sep-2023) memperoleh peringkat idB dengan outlook POSITIVE, berlaku 9 September-1 Oktober 2026.
- Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020 (pokok Rp135.500.000.000, jatuh tempo 06-Aug-2023) memperoleh peringkat idB dengan outlook POSITIVE, berlaku 9 September-1 Oktober 2026.
- Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 Seri B (pokok Rp1.361.750.000.000, jatuh tempo 16-May-2024) memperoleh peringkat idB dengan outlook POSITIVE, berlaku 9 September-1 Oktober 2026.
- Pemeringkatan dilakukan karena terdapat fakta material, dengan nomor surat hasil pemeringkatan RC-1242/PEF-DIR/IX/2026, tanggal hasil 09 September 2026, diterima emiten 10 September 2026, dan diumumkan 11 September 2026.
- RUPO Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV 2019 Seri B pada 3 September 2026 mencapai kuorum, membahas kelalaian pembayaran bunga ke-15 s.d. ke-20 dan pokok, serta kewajiban keuangan periode 2023-2025, termasuk usulan restrukturisasi.
- CreditWatch dengan implikasi negatif mencerminkan risiko tinggi WSKT tidak melunasi obligasi yang dijamin saat jatuh tempo dalam waktu dekat.
- CreditWatch akan ditinjau kembali selambat-lambatnya 3 bulan sejak 9 September 2026.
- Peringkat didasarkan pada Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 30 Juni 2026 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025.
- PEFINDO menetapkan kewajiban WSKT untuk menyampaikan informasi/fakta material yang mempengaruhi peringkat paling lambat 2 hari kerja sejak kejadian.
- Pengumuman ini ditandatangani oleh Steven Subianto selaku Sekretaris Perusahaan pada 13 September 2026.

### Key financial figures

- **Pokok Obligasi III Seri A:** 722.000.000.000 (2026-09-11)
- **Pokok Obligasi III Seri B:** 1.051.000.000.000 (2026-09-11)
- **Pokok Obligasi IV Seri A:** 658.000.000.000 (2026-09-11)
- **Pokok Obligasi IV Seri B:** 1.469.300.000.000 (2026-09-11)
- **Pokok Sukuk Mudharabah I Seri A:** 383.000.000.000 (2026-09-11)
- **Pokok Sukuk Mudharabah I Seri B:** 765.100.000.000 (2026-09-11)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Seri B:** 2.276.500.000.000 (2026-09-11)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Seri B:** 941.750.000.000 (2026-09-11)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I:** 135.500.000.000 (2026-09-11)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Seri B:** 1.361.750.000.000 (2026-09-11)
- **Total pokok efek yang diperingkat:** 9.764.400.000.000 (2026-09-11)
- **Nilai obligasi yang dijamin pemerintah (Obligasi III 2021 Seri B, Obligasi IV 2022 Seri A dan B):** 3.178.300.000.000 (per 9 September 2026)
- **Nilai sukuk mudharabah yang dijamin pemerintah (Sukuk Mudharabah I 2022 Seri A dan B):** 1.148.100.000.000 (per 9 September 2026)
- **Nilai obligasi berkelanjutan yang diperingkat idB (Obligasi Berkelanjutan III Tahap II/III/IV 2018-2019 Seri B dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I 2020):** 4.715.500.000.000 (per 9 September 2026)
- **Nilai obligasi III 2021 Seri A yang dijamin pemerintah:** 722.000.000.000 (per 9 September 2026)

### Listing / regulatory

- Pemeringkatan efek oleh PEFINDO
- Pengumuman hasil pemeringkatan
- Peringkat perusahaan berubah dari idSD menjadi idB/CreditWatch dengan implikasi negatif
- Peringkat obligasi dan sukuk tertentu dijamin pemerintah (idAAA(gg) dan idAAA(sy)(gg))
- Peringkat obligasi berkelanjutan tertentu ditetapkan idB
- CreditWatch akan ditinjau maksimal 3 bulan
- Kewajiban penyampaian informasi material kepada PEFINDO paling lambat 2 hari kerja

### Analytical scenarios

- **Peringkat idAAA(gg) untuk obligasi dan sukuk** [explicit_fact, high]: PEFINDO memberikan peringkat idAAA(gg) untuk Obligasi III, IV, dan Sukuk Mudharabah I, menunjukkan peringkat tertinggi dengan penekanan pada dukungan pemerintah (government support).
  - Basis: Tabel peringkat pada halaman 1; Sertifikat RC-1243, RC-1244, RC-1246
- **Peringkat idB untuk obligasi berkelanjutan** [explicit_fact, high]: Obligasi Berkelanjutan III dan IV memperoleh peringkat idB, yang menunjukkan peringkat spekulatif, namun dengan outlook positif.
  - Basis: Tabel peringkat pada halaman 1; Sertifikat RC-1245
- **Perubahan peringkat perusahaan** [explicit_fact, high]: PEFINDO mengubah peringkat WSKT dari idSD menjadi idB/CreditWatch dengan implikasi negatif, berlaku 9 September-1 Oktober 2026.
  - Basis: Surat PEFINDO RC-1247/PEF-DIR/IX/2026
- **Pemicu perubahan peringkat** [explicit_fact, high]: Perubahan peringkat didorong oleh keberhasilan WSKT memperoleh kuorum RUPO Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV 2019 Seri B pada 3 September 2026, yang membahas kelalaian pembayaran dan usulan restrukturisasi.
  - Basis: Surat WSKT nomor 1035/WK/SEKPER/2026
- **Risiko gagal bayar** [explicit_fact, high]: CreditWatch dengan implikasi negatif mencerminkan risiko tinggi WSKT tidak melunasi obligasi yang dijamin saat jatuh tempo dalam waktu dekat.
  - Basis: Sertifikat RC-1247
- **Total pokok efek yang diperingkat** [derived_calculation, high]: Total pokok efek yang diperingkat adalah Rp9.764.400.000.000, dihitung dari penjumlahan seluruh pokok obligasi dan sukuk.
  - Basis: Penjumlahan pokok dari 10 efek
  - Assumptions: Semua angka pokok dalam Rupiah
- **Total nilai efek yang dijamin pemerintah** [derived_calculation, medium]: Total nilai obligasi dan sukuk yang dijamin pemerintah (Obligasi III 2021 Seri A dan B, Obligasi IV 2022 Seri A dan B, Sukuk Mudharabah I 2022 Seri A dan B) adalah Rp3.178,3 miliar + Rp1.148,1 miliar + Rp722 miliar = Rp5.048,4 miliar.
  - Basis: Nilai dari sertifikat RC-1243, RC-1244, RC-1246
  - Assumptions: Menjumlahkan nilai nominal yang disebutkan dalam sertifikat.
  - Caveats: Nilai tersebut adalah nilai efek yang diperingkat, bukan total utang perusahaan.
- **Implikasi fakta material** [analyst_hypothesis, low]: Pemeringkatan ulang karena fakta material dapat mengindikasikan perubahan signifikan dalam kondisi keuangan atau struktur perusahaan, namun detail fakta material tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Perihal surat menyebut 'fakta material'
  - Caveats: Fakta material tidak dijelaskan dalam dokumen
- **Dampak restrukturisasi terhadap peringkat** [analyst_hypothesis, low]: Keberhasilan RUPO dan usulan restrukturisasi mungkin menjadi dasar PEFINDO untuk menaikkan peringkat dari idSD ke idB, namun CreditWatch negatif menunjukkan ketidakpastian atas kemampuan bayar.
  - Basis: Perubahan peringkat dan penjelasan dalam surat
  - Assumptions: PEFINDO mempertimbangkan hasil RUPO sebagai langkah positif.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi detail restrukturisasi.

### Risks / uncertainties

- Beberapa obligasi memiliki tanggal jatuh tempo yang telah lewat (misalnya 16-Jun-2023, 28-Sep-2023, 06-Aug-2023, 16-May-2024), namun masih diperingkat, menunjukkan kemungkinan gagal bayar atau restrukturisasi.
- Peringkat idB untuk obligasi berkelanjutan menunjukkan risiko kredit yang tinggi.
- Fakta material yang menjadi dasar pemeringkatan tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Risiko gagal bayar obligasi yang dijamin pemerintah saat jatuh tempo dalam waktu dekat.
- Kinerja bisnis yang masih lemah.
- CreditWatch dapat diturunkan lebih lanjut jika kondisi memburuk.
- Kewajiban pembayaran bunga dan pokok yang belum diselesaikan.
- Kewajiban keuangan periode 2023-2025 yang belum dipenuhi.

### Items to monitor

- Perubahan peringkat perusahaan dari idSD menjadi idB/CreditWatch dengan implikasi negatif dapat mempengaruhi persepsi risiko kredit WSKT.
- Peringkat idAAA(gg) untuk obligasi dan sukuk yang dijamin pemerintah menunjukkan dukungan pemerintah, namun CreditWatch negatif menyoroti risiko gagal bayar.
- Outlook positif pada semua efek menunjukkan potensi perbaikan, tetapi perlu dipantau hasil restrukturisasi dan kepatuhan pembayaran.
- Investor obligasi perlu memantau perkembangan RUPO dan restrukturisasi, serta kepatuhan WSKT terhadap kewajiban informasi material.
