# Digest emiten IDX · 12–14 September 2026

**Covered:** 2026-09-12 → 2026-09-14
**Saved windows:** 1 (2026-09-12 → 2026-09-14)
**Companies:** 53

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## ADCP

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 12–14 September 2026, ADCP menerbitkan dua pengumuman material yang saling terkait secara risiko kredit. Pertama, emiten melaporkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Burda Contraco di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, dengan sidang pertama dijadwalkan 17 September 2026. Kedua, emiten mengumumkan hasil pemeringkatan tahunan PEFINDO yang menegaskan peringkat idCCC/C.W Negative untuk Obligasi II Seri B dan menempatkan peringkat korporasi dalam CreditWatch negatif, dengan risiko tinggi gagal bayar atas Sukuk Ijarah 2023 yang jatuh tempo 26 Oktober 2026. Kedua peristiwa ini menandakan tekanan likuiditas dan risiko kepatuhan yang meningkat, meskipun manajemen menyatakan tidak ada dampak signifikan terhadap operasional dan kelangsungan usaha.

### Material changes

- Permohonan PKPU oleh PT Burda Contraco terdaftar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor perkara 273/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jak.Pst.
- Peringkat korporasi ADCP berada dalam CreditWatch dengan implikasi negatif.
- PEFINDO menegaskan peringkat idCCC/C.W Negative untuk Obligasi II Seri B.
- PEFINDO menegaskan peringkat idAAA(cg) untuk Obligasi III Seri A dan B yang dijamin penuh CGIF.
- Risiko tinggi gagal bayar atas kewajiban imbal hasil Sukuk Ijarah 2023 yang jatuh tempo 26 Oktober 2026.

### Key financial figures

- **Total adjusted assets:** 5.078,3 (Jun-2026 (Unaudited))
- **Total adjusted debt:** 2.002,5 (Jun-2026 (Unaudited))
- **Total adjusted equity:** 365,4 (Jun-2026 (Unaudited))
- **Total sales:** 81,4 (Jun-2026 (Unaudited))
- **EBITDA:** 17,4 (Jun-2026 (Unaudited))
- **Net income after MI:** -52,6 (Jun-2026 (Unaudited))
- **Total adjusted equity:** 417,3 (Dec-2025 (Audited))
- **Net income after MI:** -2.107,2 (Dec-2025 (Audited))
- **Total sales:** 197,3 (Dec-2025 (Audited))
- **Total adjusted equity:** 2.615,9 (Dec-2024 (Audited))
- **Total sales:** 300,3 (Dec-2024 (Audited))
- **Total sales:** 652,0 (Dec-2023 (Audited))

### Corporate actions

- Permohonan PKPU oleh PT Burda Contraco (proses hukum, bukan aksi korporasi sukarela).

### Capital structure

- Komposisi pemegang saham per 30 Juni 2026: ADHI 90%, publik 10%.
- Struktur modal sangat agresif dengan adjusted debt/equity 5,5x per Jun-2026.

### Listing / regulatory

- Permohonan PKPU terdaftar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor perkara 273/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jak.Pst.
- Peringkat idCCC/C.W Negative untuk GO dan Bond II, serta idAAA(cg) untuk Bond III yang dijamin CGIF.
- CreditWatch dengan implikasi negatif untuk peringkat korporasi.
- Penyampaian hasil pemeringkatan tahunan kepada OJK sebagai pemenuhan POJK No. 49/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Permohonan PKPU oleh PT Burda Contraco** [explicit_fact, high]: ADCP menerima panggilan sidang PKPU yang diajukan oleh PT Burda Contraco, dengan klaim utang terkait pekerjaan di Proyek Adhi City Sentul.
  - Basis: Relaas Nomor 5571/PN.01.W10.U1/HK2.4/9/2026; Register Perkara Nomor 273/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jak.Pst
- **Klaim utang oleh pemohon** [explicit_fact, high]: Pemohon mendalilkan ADCP memiliki utang yang belum diselesaikan, namun tidak ada rincian jumlah utang yang disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: Pernyataan pada bagian 2.A.2: 'Termohon PKPU masih mempunyai utang/kewajiban yang belum diselesaikan'
- **Dampak terhadap operasional** [explicit_fact, high]: Manajemen ADCP menyatakan tidak ada dampak signifikan terhadap kinerja keuangan dan operasional, serta tetap dapat memenuhi kewajiban kepada pemegang obligasi, sukuk, dan kreditur.
  - Basis: Bagian 3: 'tidak terdapat dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan dan kegiatan operasional Perseroan'
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim manajemen, belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.
- **Peringkat obligasi** [explicit_fact, high]: Obligasi II Seri B memiliki peringkat idCCC dengan outlook negatif, sedangkan Obligasi III Seri A dan B memiliki peringkat AAAcg dengan outlook stabil.
  - Basis: Tabel hasil pemeringkatan pada halaman 1 dan 3 dokumen
- **Risiko gagal bayar Sukuk Ijarah 2023** [explicit_fact, high]: PEFINDO menyatakan terdapat risiko tinggi gagal bayar atas kewajiban imbal hasil Sukuk Ijarah 2023 yang jatuh tempo 26 Oktober 2026.
  - Basis: Pernyataan PEFINDO dalam dokumen pemeringkatan
- **Total pokok obligasi yang diperingkat** [derived_calculation, high]: Total pokok obligasi yang diperingkat adalah Rp102.000.000.000 + Rp15.700.000.000 + Rp484.200.000.000 = Rp601.900.000.000.
  - Basis: Angka pokok obligasi pada tabel halaman 1 dan 3
  - Assumptions: Semua angka pokok dalam Rupiah dan dijumlahkan langsung
- **Penurunan ekuitas** [derived_calculation, medium]: Ekuitas turun drastis dari Rp2.615,9 miliar (Dec-2024) menjadi Rp417,3 miliar (Dec-2025), penurunan sebesar Rp2.198,6 miliar, konsisten dengan rugi bersih besar Rp2.107,2 miliar di 2025.
  - Basis: Total adjusted equity Dec-2024: 2,615.9; Dec-2025: 417.3; Net income after MI Dec-2025: -2,107.2.
  - Assumptions: Penurunan ekuitas terutama disebabkan oleh rugi bersih, tanpa memperhitungkan dividen atau transaksi lain.
  - Caveats: Tidak ada rincian komponen perubahan ekuitas lain.
- **Rasio utang terhadap EBITDA** [derived_calculation, medium]: Adjusted debt/EBITDA per Jun-2026 adalah 57,5x (annualized), menunjukkan leverage sangat tinggi; perhitungan: 2,002.5 / 17.4 = 115.1x untuk periode 6 bulan, kemudian annualized menjadi 57.5x (dengan asumsi EBITDA tahunan = 2 x 17.4 = 34.8, sehingga 2,002.5/34.8 = 57.5x).
  - Basis: Total adjusted debt Jun-2026: 2,002.5; EBITDA Jun-2026: 17.4; rasio yang dilaporkan: 57.5x.
  - Assumptions: Annualisasi EBITDA dengan mengalikan dua kali EBITDA semesteran.
  - Caveats: Annualisasi mungkin tidak akurat jika bisnis musiman.
- **Penurunan penjualan** [derived_calculation, high]: Penjualan turun dari Rp652,0 miliar (Dec-2023) menjadi Rp197,3 miliar (Dec-2025), penurunan sekitar 69,7% dalam dua tahun.
  - Basis: Total sales Dec-2023: 652.0; Dec-2025: 197.3.
  - Assumptions: Perbandingan tahunan penuh.
- **Potensi restrukturisasi utang** [analyst_hypothesis, low]: Permohonan PKPU dapat mengindikasikan adanya tekanan likuiditas atau kesulitan pembayaran utang, meskipun emiten menyangkal dampak signifikan. Proses PKPU dapat berujung pada restrukturisasi utang atau perubahan struktur modal, namun belum ada informasi mengenai rencana atau negosiasi.
  - Basis: Adanya permohonan PKPU oleh kreditur
  - Assumptions: PKPU biasanya diajukan ketika terdapat tunggakan utang; PKPU dapat memicu restrukturisasi utang jika tidak ada kesepakatan
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai jumlah utang atau jatuh tempo; Belum ada indikasi dari dokumen mengenai arah restrukturisasi
- **Implikasi peringkat** [analyst_hypothesis, low]: Perbedaan peringkat yang signifikan antara Obligasi II (idCCC) dan Obligasi III (AAAcg) dapat mengindikasikan perbedaan struktur atau prioritas pembayaran, namun hal ini tidak dijelaskan dalam dokumen.
  - Basis: Peringkat yang berbeda pada dua seri obligasi
  - Assumptions: Peringkat mencerminkan risiko relatif
  - Caveats: Dokumen tidak memberikan penjelasan mengenai metodologi atau alasan perbedaan peringkat
- **Potensi restrukturisasi utang (dari pemeringkatan)** [analyst_hypothesis, low]: Mengingat risiko gagal bayar yang tinggi dan likuiditas lemah, ADCP mungkin perlu melakukan restrukturisasi utang atau mencari pendanaan baru, namun belum ada konfirmasi.
  - Basis: Peringatan PEFINDO tentang probabilitas tinggi gagal bayar dan akses pendanaan terbatas.
  - Assumptions: Kondisi keuangan tidak membaik sebelum jatuh tempo.
  - Caveats: Ini spekulasi; tidak ada rencana resmi yang diungkapkan.
- **Dampak pada harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Peringkat rendah dan risiko gagal bayar dapat menekan harga saham, namun tidak ada kepastian arah.
  - Basis: Kondisi keuangan lemah dan peringkat negatif.
  - Assumptions: Pasar merespons informasi negatif.
  - Caveats: Harga saham dipengaruhi banyak faktor.

### Risks / uncertainties

- Proses PKPU dapat berlanjut ke kepailitan jika tidak tercapai perdamaian
- Potensi dampak hukum dan keuangan yang belum terukur
- Ketidakpastian mengenai jumlah utang dan kemampuan bayar
- Klaim utang oleh PT Burda Contraco belum diverifikasi dan jumlahnya tidak diungkapkan
- Pernyataan manajemen tentang tidak adanya dampak signifikan belum tentu akurat di masa mendatang
- Outlook negatif pada Obligasi II Seri B dapat mengindikasikan potensi penurunan peringkat di masa depan.
- Risiko gagal bayar Sukuk Ijarah 2023 pada 26 Oktober 2026.
- Likuiditas sangat lemah dan akses pendanaan terbatas.
- Struktur modal sangat agresif dengan rasio utang/ekuitas tinggi.
- Kinerja bisnis lesu dengan penurunan penjualan dan rugi bersih.
- Kemungkinan penurunan peringkat lebih lanjut jika gagal bayar.

### Items to monitor

- Hasil sidang pertama PKPU pada 17 September 2026
- Jumlah utang yang diklaim oleh PT Burda Contraco
- Kemampuan ADCP membayar imbal hasil Sukuk Ijarah 2023 pada 26 Oktober 2026
- Perkembangan peringkat PEFINDO selama periode rating 7 September–7 Desember 2026
- Potensi restrukturisasi utang atau perubahan struktur modal
- Kepatuhan terhadap POJK 45/2024 dan POJK 31/2015

---

## ADHI

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang dilaksanakan pada 9 September 2026. Manajemen mengonfirmasi proses restrukturisasi utang dengan target penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) pada September 2026, didukung oleh pemegang saham mayoritas PT Danantara Asset Management. Perseroan berencana melakukan divestasi tiga entitas paling lambat 2027 dan fokus kembali ke bisnis inti konstruksi. Kenaikan laba bersih 12,6% pada Q2 2026 ditopang pendapatan Interest During Payment (IDP) LRT Jabodebek, sementara ekuitas turun 65,8% akibat kerugian audited 2025 sebesar Rp5,5 triliun dari impairment. Manajemen mengakui tekanan likuiditas yang berdampak pada pembayaran mitra kerja.

### Material changes

- Public Expose Tahunan dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, pukul 16.00-17.00 WIB, secara virtual melalui zoom webinar.
- Manajemen yang hadir: Direktur Utama Moeharmein Zein Chaniago, Direktur Keuangan Bani Igbal, Direktur HC & Legal Ki Syahgolang Permata, Direktur Operasi Harimawan, Direktur Portofolio Bisnis & Risiko Rozi Sparta.
- Peserta undangan 106 orang, peserta media 85 orang pada konferensi pers.
- Perseroan sedang menjalankan restrukturisasi utang; Master Restructuring Agreement direncanakan ditandatangani pada September 2026.
- Restrukturisasi didukung oleh pemegang saham mayoritas PT Danantara Asset Management.
- Rencana divestasi tiga entitas paling lambat tahun 2027; divestasi entitas lain dilakukan bertahap.
- Kenaikan laba bersih 12,6% pada Kuartal II 2026 ditopang pendapatan lain-lain dari Interest During Payment (IDP) atas Piutang Proyek LRT Jabodebek.
- Penurunan ekuitas 65,8% disebabkan pembukuan kerugian Laporan Keuangan Audited 2025 sebesar Rp5,5 triliun, terutama dari impairment.
- Perseroan mengakui tekanan keuangan berdampak pada kinerja konsolidasi, likuiditas, solvabilitas induk, dan kemampuan membayar mitra kerja tepat waktu.
- Mitigasi tekanan likuiditas: koordinasi dengan kreditur untuk restrukturisasi, menjajaki dukungan Danantara dan BP BUMN dalam kerangka penyehatan BUMN Karya.
- Terkait LRT City, Perseroan berkoordinasi dengan Danantara untuk due diligence proyek LRT City guna memetakan persoalan dan solusi.
- Perseroan melakukan streamlining portofolio dan fokus kembali ke bisnis inti sebagai kontraktor.
- Laporan disampaikan berdasarkan Peraturan BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025 tentang Peraturan Nomor I-E.
- Moderator acara adalah Wicky Adrian dari PT Bursa Efek Indonesia.
- Acara terdiri dari pembukaan, pemaparan profil/kinerja/strategi, sesi tanya jawab, closing statement, dan press conference.
- Pertanyaan dari investor Daniel mencakup opsi rights issue, jual aset, dukungan Danantara, diversifikasi bisnis, dan penyelesaian anak usaha.
- Pertanyaan investor ADHI tentang risiko tekanan likuiditas terhadap penyelesaian proyek dan pembayaran vendor.
- Daftar peserta dan media terlampir dalam laporan.
- Kantor pusat: ADHI Tower, Jl. MT Haryono No.27, Jakarta 13630.
- Nomor surat laporan: 386/SP-IX/2026, tanggal 14 September 2026.

### Key financial figures

- **Kenaikan laba bersih Kuartal II 2026:** 12.6% (Q2 2026 vs Q2 2025 (implied))
- **Penurunan ekuitas:** 65.8% (Periode tidak disebutkan)
- **Kerugian Laporan Keuangan Audited 2025:** Rp5.5 Triliun (Tahun 2025)
- **Jumlah peserta undangan:** 106 (9 September 2026)
- **Jumlah peserta media:** 85 (9 September 2026)
- **Durasi acara:** 60 menit (9 September 2026)

### Corporate actions

- Restrukturisasi utang dengan target penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) pada September 2026.
- Divestasi tiga entitas paling lambat 2027.
- Penataan portofolio (streamlining) untuk fokus pada bisnis inti konstruksi.

### Capital structure

- PT Danantara Asset Management sebagai pemegang saham mayoritas.
- DER mendekati batas covenant (disebutkan dalam pertanyaan investor, tidak dikonfirmasi manajemen).

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan Public Expose sesuai Peraturan BEI Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Kenaikan laba bersih Q2 2026** [derived_calculation, medium]: Kenaikan laba bersih 12,6% terutama dari pendapatan IDP LRT Jabodebek, bukan dari operasi inti, sehingga kualitas laba mungkin rendah dan tidak berkelanjutan.
  - Basis: Jawaban manajemen menyebut IDP sebagai penopang kenaikan laba; Kas operasi negatif dan tekanan likuiditas
  - Assumptions: IDP merupakan pendapatan non-operasional; Tanpa IDP, laba bersih mungkin turun
  - Caveats: Manajemen tidak memberikan rincian kontribusi IDP; Perbandingan dengan periode sebelumnya tidak tersedia
- **Penurunan ekuitas 65,8%** [derived_calculation, medium]: Penurunan ekuitas yang tajam (65,8%) kemungkinan besar terkait dengan kerugian besar tahun 2025 (Rp5,5 triliun) dan mungkin juga penyesuaian akuntansi lain, namun manajemen hanya menyebut impairment.
  - Basis: Manajemen menyatakan penurunan ekuitas disebabkan kerugian audited 2025; Kerugian Rp5,5 triliun terutama dari impairment
  - Assumptions: Tidak ada dividen atau transaksi lain yang mempengaruhi ekuitas; Kerugian 2025 belum sepenuhnya menjelaskan penurunan 65,8%
  - Caveats: Data ekuitas awal dan akhir tidak diberikan; Kemungkinan ada faktor lain yang tidak diungkap
- **Risiko likuiditas dan kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, medium]: Tekanan likuiditas yang diakui manajemen dapat mengganggu operasional dan pembayaran mitra kerja, namun restrukturisasi dan dukungan Danantara diharapkan menjadi mitigasi.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang dampak pada likuiditas dan solvabilitas; Kas operasi negatif; Rencana restrukturisasi
  - Assumptions: Restrukturisasi berhasil diselesaikan; Dukungan Danantara terealisasi
  - Caveats: Belum ada kepastian penandatanganan MRA; Dukungan pemegang saham belum final
- **Divestasi tiga entitas** [analyst_hypothesis, low]: Divestasi tiga entitas paling lambat 2027 dapat menghasilkan kas masuk, namun nilai dan dampaknya belum diketahui; bisa menjadi katalis positif jika aset dijual di atas nilai buku.
  - Basis: Rencana divestasi diumumkan manajemen; Tidak ada rincian entitas atau nilai
  - Assumptions: Entitas yang dijual memiliki nilai pasar yang wajar; Proses divestasi berjalan lancar
  - Caveats: Identitas entitas tidak diungkap; Nilai transaksi tidak disebutkan
- **LRT City dan kewajiban kontinjensi** [analyst_hypothesis, low]: Isu LRT City (konsumen belum terima unit sejak 2019) dapat menimbulkan kewajiban tambahan, namun due diligence dengan Danantara diharapkan memberikan solusi.
  - Basis: Pertanyaan investor tentang LRT City; Jawaban manajemen tentang koordinasi due diligence
  - Assumptions: Due diligence akan mengidentifikasi masalah dan solusi; Tidak ada kewajiban material yang belum diungkap
  - Caveats: Manajemen tidak memberikan rincian status proyek; Potensi dampak keuangan tidak diungkap
- **Kualitas neraca** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan utang usaha yang signifikan menunjukkan upaya penyelesaian kewajiban, tetapi bisa juga menekan mitra kerja dan rantai pasok.
  - Basis: Manajemen menyebut utang usaha turun signifikan; Tekanan pembayaran ke vendor diakui
  - Assumptions: Penurunan utang usaha bukan karena penghapusan; Mitra kerja tetap mampu bertahan
  - Caveats: Angka penurunan tidak diberikan; Dampak pada operasional tidak diukur
- **Dukungan Danantara** [analyst_hypothesis, low]: Dukungan Danantara sebagai pemegang saham mayoritas dapat memberikan kepastian pendanaan, namun bentuk dan besaran belum jelas.
  - Basis: Manajemen menyebut dukungan Danantara; Koordinasi untuk due diligence LRT City
  - Assumptions: Danantara akan menyuntikkan dana atau memberikan jaminan; Dukungan sesuai dengan kerangka penyehatan BUMN
  - Caveats: Tidak ada rincian bentuk dukungan; Keputusan masih dalam proses
- **Fokus bisnis inti** [analyst_hypothesis, medium]: Streamlining portofolio dan fokus ke konstruksi dapat meningkatkan efisiensi, tetapi divestasi aset non-inti mungkin memakan waktu dan mengurangi diversifikasi pendapatan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang fokus bisnis inti; Rencana divestasi
  - Assumptions: Divestasi tidak mengganggu operasi; Bisnis inti konstruksi memiliki prospek
  - Caveats: Tidak ada target keuangan dari fokus ini; Kondisi industri konstruksi tidak dibahas

### Risks / uncertainties

- Risiko gagal restrukturisasi utang
- Tekanan likuiditas dan solvabilitas
- Keterlambatan pembayaran kepada mitra kerja
- Risiko eksekusi divestasi
- Kewajiban kontinjensi terkait LRT City
- Ketergantungan pada dukungan Danantara
- Risiko penurunan ekuitas lebih lanjut
- Risiko pelanggaran covenant (DER mendekati batas)

### Items to monitor

- Restrukturisasi utang dan dukungan Danantara dapat mempengaruhi kelangsungan usaha dan nilai saham.
- Divestasi tiga entitas dapat menghasilkan kas masuk dan mempengaruhi struktur portofolio.
- Kenaikan laba bersih Q2 2026 yang ditopang IDP menunjukkan kualitas laba yang perlu dicermati.
- Penurunan ekuitas 65,8% mencerminkan tekanan keuangan yang signifikan.
- Tekanan likuiditas dapat berdampak pada pembayaran mitra kerja dan kelancaran proyek.

---

## AIMS

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menyampaikan materi Public Expose Tahunan melalui surat No. 002.SPM.PUBEX-AIMS.XI.2026 tanggal 14 September 2026, merujuk pada rencana penyelenggaraan yang diumumkan sebelumnya (surat No. 001.SPR.PUBEX-AIMS.IX.2026 tanggal 03 September 2026). Public Expose dijadwalkan pada 17 September 2026 pukul 11.00 WIB di Chora 1 & 2, Level 2, The Tribrata Darmawangsa Jakarta, secara hybrid (offline dan online via Zoom Webinar). Materi yang disampaikan menegaskan transformasi bisnis AIMS dari perusahaan perdagangan batu bara menjadi holding investasi, dengan roadmap tiga fase: Consolidate (2026), Transform (2026-2027), dan Grow (2026 dan seterusnya). Tidak ada data keuangan kuantitatif, aksi korporasi spesifik, capex, pendanaan, atau perubahan pengurus/pengendali yang diungkapkan dalam dokumen yang tersedia.

### Material changes

- AIMS menyampaikan materi Public Expose Tahunan melalui surat No. 002.SPM.PUBEX-AIMS.XI.2026 tanggal 14 September 2026.
- Public Expose dijadwalkan pada Kamis, 17 September 2026, pukul 11.00 WIB hingga selesai, di Chora 1 & 2, Level 2, The Tribrata Darmawangsa Jakarta, secara hybrid (offline dan online via Zoom Webinar).
- Penyampaian materi merujuk pada rencana penyelenggaraan Public Expose yang diumumkan dalam surat No. 001.SPR.PUBEX-AIMS.IX.2026 tanggal 03 September 2026.
- AIMS tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2001 dengan kode saham AIMS.
- Perseroan berdiri sejak tahun 1997 dan awalnya fokus pada perdagangan umum, terutama batu bara.
- Pada tahun 2024, perseroan berganti nama menjadi PT Artha Mahiya Investama Tbk sebagai bagian dari pengembangan identitas.
- Memasuki tahun 2026, AIMS melanjutkan konsolidasi dan transformasi bisnis menuju holding investasi.
- Roadmap transformasi AIMS terdiri dari tiga fase: Consolidate (2026), Transform (2026-2027), dan Grow (2026 dan seterusnya).
- Manajemen secara aktif mengevaluasi peluang investasi, pengembangan usaha, dan potensi kerja sama strategis secara selektif dengan mempertimbangkan aspek komersial, keuangan, legal, risiko, dan kepatuhan.
- Surat penyampaian materi ditandatangani oleh Corporate Secretary Anton Hidayat (dokumen utama) dan Direktur Pandu Andakara (lampiran 2).
- Alamat perusahaan: Jl. Cipaku 1 No. 3, RT/RW 002/004, Kel. Petogogan, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta; kontak: Telepon (021) 7221279, Fax (021) 7392909, website www.aimsinvestama.com.

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan sebagai kewajiban keterbukaan informasi Perusahaan Tercatat.
- Public Expose dijadwalkan pada 17 September 2026 pukul 11.00 WIB di Chora 1 & 2, Level 2, The Tribrata Darmawangsa Jakarta, secara hybrid (offline dan online via Zoom Webinar).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada perhitungan turunan yang dapat dibuat** [derived_calculation, low]: Tidak ada angka keuangan atau operasional yang tersedia dalam dokumen untuk dihitung.
- **Transformasi holding investasi masih tahap awal** [analyst_hypothesis, low]: Arah transformasi AIMS menjadi holding investasi masih dalam tahap awal; belum ada detail portofolio atau target investasi yang diungkapkan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang evaluasi peluang investasi dan kerja sama strategis secara selektif.
  - Assumptions: Manajemen belum mengumumkan investasi spesifik.
  - Caveats: Informasi terbatas pada slide presentasi; detail keuangan tidak tersedia.
- **Kinerja keuangan selama masa transisi** [analyst_hypothesis, low]: Tidak ada angka kinerja keuangan yang disajikan; kemungkinan pendapatan masih rendah atau tidak signifikan selama masa transisi.
  - Basis: Slide kinerja keuangan hanya berisi pernyataan kualitatif.
  - Assumptions: Tidak ada data pendukung.
  - Caveats: Perlu merujuk laporan keuangan untuk angka pasti.
- **Risiko eksekusi transformasi** [analyst_hypothesis, medium]: Risiko utama adalah keterlambatan realisasi investasi atau kegagalan menemukan peluang yang sesuai kriteria selektif.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang evaluasi selektif dan bertahap.
  - Assumptions: Proses seleksi yang ketat dapat memperlambat pertumbuhan.
  - Caveats: Tidak ada target waktu spesifik untuk realisasi investasi.

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi transformasi bisnis.
- Risiko pasar dan kondisi ekonomi.
- Risiko kepatuhan regulasi.
- Risiko keterlambatan realisasi investasi.

### Items to monitor

- Transformasi bisnis dari perdagangan batu bara menjadi holding investasi dapat mempengaruhi prospek jangka panjang, namun belum ada detail investasi spesifik.
- Tidak ada panduan keuangan atau target kinerja yang diberikan manajemen.
- Harga saham dapat dipengaruhi oleh fundamental, sentimen investor, kondisi industri, ekonomi, dan dinamika pasar modal (pernyataan manajemen).

---

## AKSI

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham pada 9 September 2026. Emiten menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan, tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu, tidak ada rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana atas kepemilikannya. Pengumuman ini bersifat tanggapan atas permintaan regulator dan tidak memuat aksi korporasi atau perubahan fundamental.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan melalui surat No. S-11875/BEI.PP2/09-2026 tanggal 11 September 2026 terkait volatilitas transaksi efek AKSI.
- Pada 9 September 2026, volume transaksi saham AKSI tercatat 11.415.900 saham dengan frekuensi 3.262 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya (8 September 2026) sebesar 773.600 saham dengan frekuensi 423 kali.
- Harga penutupan saham AKSI pada 9 September 2026 naik Rp36 atau 12,95% dari Rp278 menjadi Rp314.
- Emiten menyatakan tidak ada informasi/fakta material yang belum diungkapkan yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi, sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Nomor I-E Kep-00087/BEI/12-2025.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang material sesuai POJK 4 Tahun 2024.
- Emiten menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
- Berdasarkan informasi dari pemegang saham utama, mereka belum memiliki rencana lain terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan dalam waktu dekat.
- Surat tanggapan bernomor 43/MSM-Corsec/IX/2026 ditandatangani oleh Roni Tan selaku Direktur/Corporate Secretary pada 14 September 2026.

### Key financial figures

- **volume_transaksi_hari_volatil:** 11.415.900 saham (2026-09-09)
- **frekuensi_transaksi_hari_volatil:** 3.262 kali (2026-09-09)
- **volume_transaksi_hari_sebelumnya:** 773.600 saham (2026-09-08)
- **frekuensi_transaksi_hari_sebelumnya:** 423 kali (2026-09-08)
- **harga_penutupan_hari_volatil:** Rp314 (2026-09-09)
- **harga_penutupan_hari_sebelumnya:** Rp278 (2026-09-08)
- **perubahan_harga_absolut:** Rp36 (2026-09-09)
- **perubahan_harga_persen:** 12,95% (2026-09-09)

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI No. S-11875/BEI.PP2/09-2026 tanggal 11 September 2026 terkait volatilitas transaksi efek.
- Tanggapan emiten atas permintaan penjelasan BEI, dengan pernyataan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan dan tidak ada rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan.

### Analytical scenarios

- **Rasio volume transaksi** [derived_calculation, high]: Volume transaksi pada 9 September 2026 sekitar 14,76 kali lipat dari hari bursa sebelumnya (11.415.900 / 773.600).
  - Basis: Angka volume transaksi dari lampiran surat tanggapan
  - Assumptions: Perbandingan langsung antara dua hari bursa berurutan
- **Rasio frekuensi transaksi** [derived_calculation, high]: Frekuensi transaksi meningkat sekitar 7,71 kali lipat (3.262 / 423).
  - Basis: Angka frekuensi transaksi dari lampiran surat tanggapan
  - Assumptions: Perbandingan langsung antara dua hari bursa berurutan
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan volume dan harga yang signifikan mungkin dipicu oleh sentimen pasar atau aksi investor, namun manajemen menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan.
  - Basis: Adanya permintaan penjelasan BEI dan data volatilitas transaksi
  - Assumptions: Volatilitas transaksi terjadi pada 9 September 2026
  - Caveats: Tidak ada bukti langsung dari dokumen mengenai penyebab volatilitas.

### Risks / uncertainties

- Volatilitas harga saham yang signifikan dapat menarik perhatian regulator dan berpotensi memicu penyelidikan lebih lanjut.
- Ketidakjelasan penyebab volatilitas karena manajemen tidak menyebutkan faktor pemicu.
- Pernyataan 'tidak ada rencana korporasi' hanya berlaku untuk 3 bulan ke depan, sehingga perubahan rencana di masa mendatang tidak dapat dikesampingkan.
- Identitas pemegang saham utama tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Items to monitor

- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan fundamental yang diumumkan; pergerakan harga dan volume saham pada 9 September 2026 tidak dijelaskan oleh faktor spesifik dari emiten.
- Pernyataan manajemen bahwa tidak ada rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan dapat menjadi sinyal tidak adanya katalis korporasi jangka pendek.
- Volatilitas transaksi yang signifikan dapat menarik perhatian regulator dan berpotensi memicu penyelidikan lebih lanjut.

---

## ARGO

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Argo Pantes Tbk (ARGO) mengumumkan perubahan Corporate Secretary. Berdasarkan dokumen utama, perubahan efektif 14 September 2026, dengan Humprey menggantikan Elizabeth Maryana. Namun, lampiran keterbukaan informasi menyatakan tanggal efektif berbeda, yaitu 15 September 2026, dengan alasan reorganisasi internal dan Humprey diangkat sebagai Direktur & Corporate Secretary. Terdapat inkonsistensi tanggal efektif antara dua dokumen yang perlu dicatat sebagai keterbatasan.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Elizabeth Maryana menjadi Humprey.
- Berdasarkan dokumen utama, perubahan efektif 14 September 2026.
- Berdasarkan lampiran, Elizabeth Maryana berakhir masa jabatannya pada 15 September 2026 karena reorganisasi internal, dan Humprey diangkat sebagai Direktur & Corporate Secretary efektif 15 September 2026.
- Dasar pengangkatan: Keputusan Direksi No. 008/Kpts-Dir/ARP/IX/2026 tanggal 11 September 2026.
- Alamat korespondensi Corporate Secretary baru: Wisma Argo Manunggal Lt.2, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.22, Jakarta 12930, Indonesia.
- Email resmi Corporate Secretary: corp-secretary@argopantes.com.
- Nomor telepon Corporate Secretary: 021-55753838 / 2520065.
- Nomor HP Corporate Secretary baru: [nomor HP disamarkan] (lama: [nomor HP disamarkan]).
- Pengumuman bernomor 260/L-Dir/ARP/VIII/2026, dikirim oleh Elizabeth Maryana selaku Corporate Secretary lama.
- Surat keterbukaan informasi bernomor 260/L-Dir/ARP/IX/2026, ditandatangani oleh Thomas W. Kalaij (Direktur Utama) dan Widarsono (Direktur).
- Keterbukaan informasi disampaikan untuk memenuhi POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.

### Management / control changes

- Perubahan Corporate Secretary: Elizabeth Maryana digantikan oleh Humprey.
- Humprey juga menjabat sebagai Direktur (berdasarkan lampiran).
- Alasan perubahan: reorganisasi internal (berdasarkan lampiran).

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi ini disampaikan untuk memenuhi POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Pengumuman resmi menyatakan perubahan Corporate Secretary efektif 14 September 2026, dengan nama baru Humprey menggantikan Elizabeth Maryana.
  - Basis: Tabel 'Jenis Baru Lama' pada halaman 1 dokumen utama
- **Kontinuitas kontak** [explicit_fact, high]: Alamat, telepon, dan email Corporate Secretary tidak berubah; hanya nama dan nomor HP yang berbeda.
  - Basis: Perbandingan kolom 'Baru' dan 'Lama' pada pengumuman
- **Dasar hukum pengangkatan** [explicit_fact, high]: Penggantian didasarkan pada Keputusan Direksi No. 008/Kpts-Dir/ARP/IX/2026 tanggal 11 September 2026.
  - Basis: Surat keterbukaan informasi lampiran menyebutkan keputusan direksi tersebut.
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Alasan perubahan tidak disebutkan dalam dokumen utama; lampiran menyebutkan 'reorganisasi internal' tanpa detail. Kemungkinan terkait rotasi internal atau efisiensi operasional, namun tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam pengumuman utama; Lampiran menyebutkan 'reorganisasi internal'
  - Assumptions: Perubahan tersebut merupakan keputusan manajemen
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dari sumber lain

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi tanggal efektif perubahan Corporate Secretary antara dokumen utama (14 September 2026) dan lampiran (15 September 2026).
- Alasan spesifik reorganisasi internal tidak dijelaskan.
- Tidak ada informasi tentang latar belakang atau kualifikasi Corporate Secretary baru.

---

## ARTO

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Jago Tbk (ARTO) menyelenggarakan Public Expose Tahunan pada 10 September 2026 secara online, dihadiri 60 peserta. Manajemen memaparkan kinerja keuangan posisi Juni 2026 dan strategi pengembangan usaha, termasuk fokus pada segmen unbanked, pengembangan wealth management, pemanfaatan AI, dan pengelolaan kualitas nasabah. Manajemen menyatakan belum ada rencana merger dengan BFI Finance, tidak membagikan dividen tahun buku 2026, dan memproyeksikan Cost of Fund (CoF) naik ke 4,0%-4,2% akhir tahun. Jumlah nasabah mencapai 20,1 juta.

### Material changes

- Public Expose Tahunan 2026 diselenggarakan pada 10 September 2026 secara online webinar, dihadiri 60 peserta dari investor, analis, dan umum; sesi konferensi pers dihadiri 17 peserta virtual.
- Perwakilan manajemen: Direktur Finance & Operations Supranoto Prajogo dan Investor Relations & Market Intelligence Theodore Siregar.
- Bank Jago membidik segmen unbanked (46,5 juta penduduk diproyeksikan LPS) dengan strategi digital tanpa kantor cabang fisik.
- Sinergi GoPay Tabungan membantu pengguna e-wallet masuk ke perbankan; kemitraan dengan lending partners memberikan akses pinjaman.
- RDN Bank Jago terhubung dengan Pluang untuk transaksi saham luar negeri; fasilitas ini disiapkan untuk terhubung dengan Stockbit ke depannya.
- Penutupan otomatis rekening dormant (tidak aktif dan saldo nol selama 365 hari) sebanyak 1,2 juta rekening di Q4 tahun lalu dan 1,6 juta rekening di Q2 tahun ini.
- Integrasi dengan Bibit berjalan baik melalui fitur investasi otomatis dan instant redemption.
- AI dimanfaatkan untuk credit scoring, Fraud Detection System, dan chatbot customer service; anggaran investasi AI sebesar USD 350.000 (sekitar Rp5 miliar).
- Pocket Dana Siaga dan Pocket Dana Cepat dirilis 2025 dan difokuskan pada 2026; porsi sekitar 3-4% dari total kredit dengan 70.000 nasabah.
- Belum ada rencana merger dengan BFI Finance dan belum dimasukkan ke RBB 2026.
- Cost of Fund (CoF) berada di level 3,5% pada Juni 2026, naik menjadi 3,8% pada Agustus 2026, diproyeksikan mencapai 4,0%-4,2% di akhir tahun.
- Belum merencanakan pembagian dividen tahun buku 2026; fokus memperkuat modal untuk ekspansi bisnis; dividen baru dipertimbangkan dalam 3-4 tahun ke depan.

### Key financial figures

- **Jumlah nasabah:** 20,1 juta (Juni 2026)
- **Rekening dormant ditutup Q4 tahun lalu:** 1,2 juta rekening (Q4 2025)
- **Rekening dormant ditutup Q2 tahun ini:** 1,6 juta rekening (Q2 2026)
- **Anggaran investasi AI:** USD 350.000 (sekitar Rp5 miliar) (2026)
- **Porsi Pocket Dana Siaga dan Dana Cepat terhadap total kredit:** sekitar 3-4% (2026)
- **Jumlah nasabah Pocket Dana Siaga dan Dana Cepat:** 70.000 nasabah (2026)
- **Cost of Fund (CoF):** 3,5% (Juni 2026)
- **Cost of Fund (CoF):** 3,8% (Agustus 2026)
- **Proyeksi Cost of Fund (CoF) akhir tahun:** 4,0%-4,2% (Akhir 2026)

### Expansion projects

- Investasi AI sebesar USD 350.000 (sekitar Rp5 miliar) untuk efisiensi operasional.
- Pengembangan fitur wealth management (Kantong Valas, Jual Beli Emas) dan integrasi dengan Stockbit/Bibit.
- Fokus pada segmen unbanked melalui ekosistem mitra (GoPay, lending partners).

### Listing / regulatory

- Penutupan rekening dormant sesuai regulasi OJK (dormant account).
- Public Expose diselenggarakan sesuai Peraturan No. I-E dan SE-00003/BEI/05-2020.

### Analytical scenarios

- **Porsi Pocket Dana Siaga** [derived_calculation, medium]: Jika 'sekitar 396' adalah typo dan seharusnya '3-4%', maka porsi kredit pocket tersebut sekitar 3-4% dari total kredit. Dengan 70.000 nasabah, ini menunjukkan produk masih kecil dan baru.
  - Basis: Dokumen menyebut 'sekitar 396 dari total kredit' yang tidak masuk akal; interpretasi umum adalah 3-4%.
  - Assumptions: Angka '396' adalah salah ketik dan seharusnya '3-4%'.
  - Caveats: Interpretasi ini tidak dikonfirmasi oleh dokumen; bisa juga berarti 3,96% atau angka lain.
- **Dampak penutupan rekening dormant** [analyst_hypothesis, medium]: Penutupan 1,2 juta dan 1,6 juta rekening dormant menunjukkan pembersihan basis nasabah, tetapi pertumbuhan tetap positif mencapai 20,1 juta. Ini mengindikasikan akuisisi nasabah baru masih kuat, namun fokus pada kualitas.
  - Basis: Jawaban manajemen tentang penutupan rekening dan pertumbuhan nasabah.
  - Assumptions: Pertumbuhan 20,1 juta adalah jumlah nasabah aktif setelah penutupan.
  - Caveats: Tidak ada rincian jumlah nasabah baru vs rekening ditutup.
- **Strategi CoF dan NIM** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen mengandalkan fitur aplikasi untuk mengendapkan saldo, bukan bersaing suku bunga. Proyeksi CoF naik ke 4,0-4,2% akhir tahun, tetapi NIM terjaga karena portofolio kredit jangka pendek memungkinkan repricing cepat.
  - Basis: Jawaban manajemen tentang CoF dan NIM.
  - Assumptions: Kenaikan CoF tidak serta merta menekan NIM karena repricing kredit.
  - Caveats: Tidak ada angka NIM atau profitabilitas yang diberikan.
- **Potensi integrasi Stockbit** [analyst_hypothesis, low]: RDN Bank Jago terhubung dengan Pluang untuk saham luar negeri, dan disiapkan untuk Stockbit. Ini menunjukkan ekspansi layanan investasi, tetapi belum ada timeline atau detail teknis.
  - Basis: Jawaban manajemen tentang RDN dan Stockbit.
  - Assumptions: Integrasi Stockbit akan segera direalisasikan.
  - Caveats: Tidak ada tanggal atau target penyelesaian.
- **Kebijakan dividen** [analyst_hypothesis, medium]: Tidak ada dividen tahun buku 2026, fokus perkuatan modal. Dividen baru dipertimbangkan 3-4 tahun ke depan, menunjukkan prioritas ekspansi.
  - Basis: Jawaban manajemen tentang dividen.
  - Assumptions: Perkuatan modal diperlukan untuk ekspansi bisnis.
  - Caveats: Tidak ada angka kebutuhan modal atau rencana penerbitan saham.
- **Risiko eksekusi** [analyst_hypothesis, low]: Fokus pada kualitas nasabah dan penutupan rekening dormant dapat menekan pertumbuhan jumlah nasabah, tetapi manajemen menilai positif. Risiko eksekusi pada integrasi Stockbit dan pengembangan wealth management belum diungkap.
  - Basis: Jawaban manajemen tentang pertumbuhan nasabah dan integrasi.
  - Assumptions: Tidak ada risiko signifikan yang disebutkan.
  - Caveats: Manajemen tidak menyebutkan risiko spesifik.

### Risks / uncertainties

- Kenaikan CoF diproyeksikan ke 4,0-4,2% akhir tahun, dapat menekan NIM jika tidak diimbangi repricing kredit.
- Persaingan suku bunga industri perbankan.
- Risiko eksekusi integrasi teknologi (Stockbit, Pluang).
- Ketergantungan pada ekosistem mitra (GoPay, Bibit, lending partners).
- Regulasi OJK terkait dormant account dapat mempengaruhi jumlah nasabah.
- Wacana merger dengan BFI Finance belum pasti, dapat mempengaruhi strategi.

### Items to monitor

- Proyeksi CoF naik dapat mempengaruhi margin bunga bersih (NIM) dan profitabilitas.
- Tidak ada dividen tahun buku 2026, fokus pada ekspansi modal.
- Pertumbuhan nasabah dan strategi unbanked menunjukkan potensi ekspansi bisnis.
- Integrasi dengan Stockbit dan Pluang dapat memperluas layanan investasi.

---

## BBCA

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang dilaksanakan pada 9 September 2026. Acara dihadiri 119 peserta umum dan 75 perwakilan media. Materi yang disampaikan mencakup kinerja semester I 2026: total kredit Rp1.036 triliun (+8,0% YoY), DPK Rp1.284 triliun (+7,9% YoY), laba bersih Rp29,5 triliun (+1,8% YoY), NIM 5,3%, CAR 26,8%, NPL 1,9%, LAR 4,9%. Manajemen memberikan guidance pertumbuhan kredit 8-10% untuk full year 2026, target CAR 26-27%, dan mengungkapkan program buyback saham dengan target Rp5 triliun (realisasi ~Rp3,5 triliun). Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan pengurus, atau transaksi aset material yang diumumkan.

### Material changes

- Public Expose Tahunan BBCA dilaksanakan pada 9 September 2026, dihadiri 119 peserta umum dan 75 perwakilan media.
- Kredit konsolidasi per 30 Juni 2026 tumbuh 8,0% YoY menjadi Rp1.036 triliun.
- DPK per 30 Juni 2026 mencapai Rp1.284 triliun, naik 7,9% YoY; CASA Rp1.082 triliun (+10,2% YoY), rasio CASA 85,2%.
- Laba bersih konsolidasi 1H-2026 sebesar Rp29,5 triliun, tumbuh 1,8% YoY.
- NIM 1H-2026 (Bank Only) 5,3%, turun dari 5,8% pada 1H-2025.
- CAR Juni 2026 (Bank Only) 26,8%, turun dari 28,4% setahun sebelumnya; ekspektasi full year 26-27%.
- NPL gross 1,9% (turun 0,3 pp YoY), LAR 4,9% (turun 0,8 pp YoY).
- Pembiayaan berkelanjutan Rp267 triliun (+11,4% YoY); green financing Rp123 triliun (+19% YoY); EBT Rp7,7 triliun (+82% YoY).
- Total AUM Rp339 triliun (+16% YoY).
- Guidance pertumbuhan kredit full year 2026: 8-10%.
- Program buyback saham: realisasi ~Rp3,5 triliun, target hingga Rp5 triliun, periode 12 Maret 2026 hingga RUPS 2027.
- Dividend payout ratio tahun ini 72% dari laba bersih 2025, naik dari 67% tahun lalu; dividen kuartalan mulai 2026.
- Struktur kepemilikan per 30 Juni 2026: PT Dwimuria Investama Andalan 54,94%, publik 44,71%, saham tresuri 0,35%.
- Perubahan pemegang saham pengendali: Robert Budi Hartono menggantikan Bambang Hartono (almarhum) sebagai pemegang saham pengendali terakhir, proses pencatatan di OJK per 30 Juni 2026.
- Peringkat Fitch (April 2026): Long-Term IDR BBB, Outlook Negatif; Pefindo (Maret 2026): idAAA/Stabil.
- Kapitalisasi pasar BCA Rp769 triliun per 27 Juli 2026.
- Peluncuran layanan Tabungan Emas dengan PT Pegadaian (Persero) melalui myBCA.
- Batas transfer harian myBCA dinaikkan menjadi hingga Rp500 juta per BCA ID mulai 12 Agustus 2026.
- BCA Expo 2026 dijadwalkan 11-13 September 2026 (materi QnA) dan disebutkan berlangsung Agustus-Oktober 2026 di 7 kota (press release).

### Key financial figures

- **Total Aset:** 1.661 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun))
- **Total Kredit:** 1.036 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +8,0%))
- **Dana Pihak Ketiga (DPK):** 1.284 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +7,9%))
- **CASA:** 1.082 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +10,2%))
- **Ekuitas:** 270 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun))
- **Pendapatan Operasional:** 55,8 (1H-26 (konsolidasi, Rp triliun))
- **Pendapatan Bunga Bersih:** 42,4 (1H-26 (konsolidasi, Rp triliun))
- **Pendapatan Non-Bunga:** 13,2 (1H-26 (konsolidasi, Rp triliun))
- **Beban Operasional:** 17,4 (1H-26 (konsolidasi, Rp triliun))
- **PPOP:** 38,4 (1H-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +2,5%))
- **Beban Pencadangan:** 2,5 (1H-26 (konsolidasi, Rp triliun))
- **Laba Bersih:** 29,5 (1H-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +1,8%))
- **NIM:** 5,3% (1H-26 (Bank Only))
- **ROA:** 3,8% (1H-26 (Bank Only))
- **ROE:** 24,1% (1H-26 (Bank Only))
- **CAR:** 26,8% (Jun-26 (Bank Only))
- **LDR:** 78,7% (1H-26 (Bank Only))
- **NPL gross:** 1,9% (1H-26 (Bank Only))
- **LAR:** 4,9% (1H-26 (konsolidasi))
- **Kredit Korporasi:** 513,4 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +13,6%))
- **Kredit Komersial:** 153,9 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +7,2%))
- **Kredit UKM:** 134,6 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +6,0%))
- **Kredit Konsumer:** 221,0 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY -2,4%))
- **KKB:** 51,3 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY -21,5%))
- **KPR:** 144,3 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +4,8%))
- **Total AUM:** 339 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +16%))
- **Pembiayaan Berkelanjutan:** 267 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +11,4%))
- **Green Financing:** 123 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +19%))
- **Pembiayaan EBT:** 7,7 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +82%))
- **Kredit Kendaraan Listrik:** 4 (Jun-26 (konsolidasi, Rp triliun, YoY +25%))
- **CIR:** ~30% (Jun-26)
- **Dividend Payout Ratio:** 72% (Tahun ini (dari laba 2025))
- **Buyback Realisasi:** Rp3,5 triliun (Sejak tahun lalu)
- **Buyback Target:** Rp5 triliun (Periode buyback)
- **Jumlah Rekening Nasabah:** 42 juta (30 Juni 2026)
- **Transaksi Harian:** 124 juta (30 Juni 2026)
- **Kantor Cabang:** 1.272 (30 Juni 2026)
- **ATM:** 20.374 (30 Juni 2026)
- **Jumlah Karyawan:** 27.600 (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Program buyback saham: realisasi ~Rp3,5 triliun, target hingga Rp5 triliun, periode 12 Maret 2026 hingga RUPS 2027.
- Dividen kuartalan diperkenalkan tahun 2026; dividend payout ratio naik ke 72% dari laba bersih 2025 (sebelumnya 67%).
- Peluncuran layanan Tabungan Emas bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) melalui myBCA.
- Kenaikan batas transfer harian myBCA menjadi hingga Rp500 juta per BCA ID mulai 12 Agustus 2026.

### Expansion projects

- Investasi AI: lebih dari 50 GPU, LLM on-premise, sertifikasi ISO 42001:2023 (bank konvensional pertama di dunia).
- Transformasi kanal offline: ~64% transaksi cabang melalui mesin, ~84% menggunakan pre-filled forms eBranch.
- Ekspansi digital: myBCA, aplikasi merchant, integrasi dengan anak perusahaan.
- Pembiayaan berkelanjutan: fokus pada energi terbarukan, EV, produk ramah lingkungan, UMKM.
- BCA Expo 2026 di 7 kota dan online (Agustus-Oktober 2026); BCA Expo berikutnya 11-13 September 2026.
- UMKM Fest 2026 (hybrid, 1.600+ pelaku usaha).

### Management / control changes

- Perubahan pemegang saham pengendali: Robert Budi Hartono menggantikan Bambang Hartono (almarhum) sebagai pemegang saham pengendali terakhir BCA, per 30 Juni 2026, proses pencatatan di OJK.
- Tidak ada perubahan direksi atau komisaris yang diumumkan dalam presentasi.

### Capital structure

- Total saham beredar: 123.275.050.000 lembar.
- PT Dwimuria Investama Andalan: 67.729.950.000 saham (54,94%).
- Publik: 55.111.801.300 saham (44,71%), termasuk 2,49% afiliasi Dwimuria.
- Saham tresuri: 433.298.700 saham (0,35%).
- Kapitalisasi pasar: Rp769 triliun per 27 Juli 2026.

### Listing / regulatory

- Pelaksanaan Public Expose Tahunan sebagai kewajiban berdasarkan Peraturan Nomor I-E (Surat Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025).
- Proses pencatatan perubahan pemegang saham pengendali di OJK (per 30 Juni 2026).
- IFRS 17 berlaku efektif Des-25, mempengaruhi pendapatan asuransi bersih.
- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi yang diungkapkan.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan kredit vs DPK** [derived_calculation, high]: Kredit tumbuh 8,0% YoY sementara DPK hanya 7,9% YoY, menyebabkan LDR naik dari 78,0% (1H-25) menjadi 78,7% (1H-26). Ini menunjukkan pemanfaatan likuiditas yang lebih agresif.
  - Basis: Kredit Jun-26: Rp1.036 triliun (YoY +8,0%); DPK Jun-26: Rp1.284 triliun (YoY +7,9%); LDR 1H-26: 78,7% vs 1H-25: 78,0%
- **Kontribusi segmen terhadap pertumbuhan kredit** [derived_calculation, high]: Segmen korporasi menyumbang sekitar 49,6% dari total kredit (Rp513,4 triliun) dan tumbuh 13,6% YoY, menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit. Konsumer terkontraksi -2,4% YoY, terutama karena KKB turun -21,5%.
  - Basis: Kredit korporasi: Rp513,4 triliun (49,6% dari total); Kredit konsumer: Rp221,0 triliun (-2,4% YoY); KKB: Rp51,3 triliun (-21,5% YoY)
- **Efisiensi biaya** [derived_calculation, high]: Cost to income ratio naik tipis dari 29,1% (1H-25) menjadi 29,3% (1H-26), didorong kenaikan beban umum & administrasi +4,6% YoY, sementara biaya tenaga kerja turun -1,2% YoY.
  - Basis: Cost to income 1H-26: 29,3% vs 1H-25: 29,1%; Beban umum & administrasi: Rp8,5 triliun (+4,6% YoY); Biaya tenaga kerja: Rp9,0 triliun (-1,2% YoY)
- **Kualitas aset** [derived_calculation, high]: NPL gross turun dari 2,2% (1H-25) menjadi 1,9% (1H-26), dan LAR turun dari 5,7% menjadi 4,9%. Namun, NPL nominal naik 5,7% YoY dan LAR nominal naik 9,8% YtD, menunjukkan peningkatan eksposur risiko secara absolut.
  - Basis: NPL gross 1H-26: 1,9% vs 1H-25: 2,2%; LAR 1H-26: 4,9% vs 1H-25: 5,7%; NPL nominal YoY: +5,7%; LAR nominal YtD: +9,8%
- **Pertumbuhan AUM** [derived_calculation, high]: Total AUM tumbuh 16% YoY menjadi Rp339 triliun, dengan reksadana tumbuh 54% YoY, menunjukkan pergeseran preferensi nasabah ke produk investasi. DPK + AUM mencapai Rp1.623 triliun (+9,5% YoY).
  - Basis: Total AUM Jun-26: Rp339 triliun (16% YoY); Reksadana: 54% YoY; DPK + AUM: Rp1.623,1 triliun (+9,5% YoY)
- **Tekanan NIM** [derived_calculation, high]: NIM turun 0,5 pp YoY menjadi 5,3%, sejalan dengan penurunan imbal hasil kredit yang lebih cepat (-0,49% YoY) dibanding biaya dana (-0,48% YoY) di industri. Risk Adjusted NIM juga turun 0,5 pp menjadi 4,8%.
  - Basis: NIM 1H-26: 5,3% vs 1H-25: 5,8%; Risk Adjusted NIM 1H-26: 4,8% vs 1H-25: 5,3%; Imbal hasil kredit industri YoY: -0,49%; Biaya dana industri YoY: -0,48%
- **Pertumbuhan KKB** [derived_calculation, high]: KKB mengalami kontraksi signifikan -21,5% YoY, sejalan dengan penurunan penjualan mobil industri yang mencapai -56,0% YoY pada 2Q-26. New booking KKB turun di semua wilayah, dengan penurunan terbesar di luar Jawa (-48,2% YoY).
  - Basis: KKB Jun-26: Rp51,3 triliun (-21,5% YoY); Penjualan mobil industri 2Q-26: -56,0% YoY; New booking per wilayah: Jakarta -29,9%, Jawa ex Jakarta -39,3%, Ex Jawa -48,2%
- **Pertumbuhan KPR** [derived_calculation, high]: New booking KPR tumbuh 10,2% YoY, lebih tinggi dari pertumbuhan industri (di luar subsidi) yang hanya 3,0% pada 2Q-26. Baki debet KPR tumbuh 4,8% YoY, dengan pertumbuhan tertinggi di luar Jawa (+7,4% YoY).
  - Basis: New booking KPR 2Q-26: Rp12,2 triliun (+10,2% YoY); Pertumbuhan KPR BCA 2Q-26: 8,4% YoY vs industri 3,0%; Baki debet KPR Jun-26: Rp144,3 triliun (+4,8% YoY)
- **Komposisi kredit produktif** [derived_calculation, high]: Kredit produktif (Rp802 triliun) mencakup 77,4% dari total kredit (Rp1.036 triliun), dengan korporasi 49,6% dan komersial/UKM 27,8% dari total kredit.
  - Basis: Kredit produktif Rp802 triliun; Korporasi Rp513,4 triliun; Komersial & UKM Rp288,5 triliun
  - Assumptions: Persentase dihitung terhadap total kredit
- **Porsi CASA terhadap DPK** [derived_calculation, medium]: Rasio CASA terhadap DPK adalah 84,3% (Rp1.082 triliun / Rp1.284 triliun), sedikit lebih rendah dari rasio yang dilaporkan 85,2%, kemungkinan karena definisi CASA yang berbeda atau pembulatan.
  - Basis: CASA Rp1.082 triliun; DPK Rp1.284 triliun
  - Assumptions: CASA adalah bagian dari DPK
  - Caveats: Definisi CASA mungkin tidak persis sama dengan komponen DPK
- **Porsi green financing terhadap total kredit** [derived_calculation, medium]: Green financing (Rp123 triliun) setara dengan 11,9% dari total kredit (Rp1.036 triliun), menunjukkan komitmen ESG yang signifikan.
  - Basis: Green financing Rp123 triliun; Total kredit Rp1.036 triliun
  - Assumptions: Green financing termasuk dalam total kredit
  - Caveats: Kemungkinan green financing tidak seluruhnya termasuk dalam total kredit
- **Pertumbuhan EBT vs green financing** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan EBT (82% YoY) jauh lebih tinggi dari pertumbuhan green financing keseluruhan (19% YoY), menunjukkan fokus kuat pada sektor energi terbarukan.
  - Basis: EBT Rp7,7 triliun (+82% YoY); Green financing Rp123 triliun (+19% YoY)
- **Implikasi kenaikan limit transfer** [derived_calculation, low]: Kenaikan limit transfer harian menjadi Rp500 juta per BCA ID dapat meningkatkan transaksi digital dan biaya operasional, namun juga berpotensi meningkatkan risiko fraud.
  - Basis: Limit transfer harian Rp500 juta
  - Assumptions: Kenaikan limit mendorong volume transaksi
  - Caveats: Dampak tidak diukur dalam dokumen
- **Cakupan jaringan** [derived_calculation, medium]: Rasio ATM per kantor cabang adalah sekitar 16 (20.374 ATM / 1.272 cabang), menunjukkan kepadatan jaringan yang tinggi.
  - Basis: 20.374 ATM; 1.272 kantor cabang
  - Assumptions: Semua ATM terkait dengan kantor cabang
  - Caveats: ATM mungkin tidak selalu berada di lokasi cabang
- **Penurunan NIM** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan NIM dari 5,8% ke 5,3% kemungkinan disebabkan tekanan kompetisi dan pergeseran mix kredit ke segmen korporasi dengan margin lebih rendah, namun belum dikonfirmasi manajemen.
  - Basis: NIM 1H26 5,3% vs 5,8% tahun lalu; pernyataan manajemen tentang persaingan ketat
  - Assumptions: Komposisi kredit berubah; Tekanan harga
  - Caveats: Manajemen tidak merinci penyebab penurunan NIM
- **Dampak EV pada KKB** [analyst_hypothesis, medium]: Jika tren EV berlanjut, nilai KKB dalam rupiah berpotensi terus tertekan meski volume unit meningkat, sesuai pernyataan manajemen untuk 2 tahun ke depan.
  - Basis: Harga EV lebih rendah; Permintaan EV meningkat
  - Assumptions: Permintaan EV tetap tinggi
  - Caveats: Tergantung kebijakan insentif dan harga
- **Buyback sebagai sinyal** [analyst_hypothesis, low]: Buyback pada saat volatilitas pasar dapat diinterpretasikan sebagai sinyal confidence manajemen terhadap fundamental, namun tidak ada jaminan harga saham.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang buyback saat market volatile
  - Assumptions: Manajemen akan melanjutkan buyback
  - Caveats: Buyback bersifat opsional
- **Pertumbuhan kredit** [analyst_hypothesis, medium]: Guidance 8-10% didukung oleh ekspansi di sektor data center dan komoditas, tetapi risiko geopolitik dapat menghambat realisasi.
  - Basis: Kredit Juni 2026 naik 8%; Sektor pendorong disebutkan
  - Assumptions: Kondisi ekonomi stabil
  - Caveats: Perang Iran dan ketidakpastian global

### Risks / uncertainties

- Outlook ekonomi: transaksi bisnis sideways, belanja konsumen mendatar, PMI manufaktur menguat (53,8 pada Jul-26).
- Inflasi terkendali (2,88% YoY Jul-26) dengan subsidi BBM.
- Cadangan devisa menurun (USD145,3 miliar) untuk meredam depresiasi Rupiah (USD/IDR 17.858).
- Imbal hasil naik: SRBI 12M 7,37%, UST 12M 4,01%, Govt 5Y 6,78%.
- Arus keluar dana asing mereda, namun net foreign flow masih negatif (-89,0 IDR Tn untuk saham).
- NPL industri meningkat YTD (+9,8% nominal), LAR industri juga naik (+3,3% YtD).
- NIM industri turun (4,52% per May-26), tekanan pada profitabilitas.
- Penurunan penjualan mobil industri yang tajam (-56% YoY pada 2Q-26) berdampak pada KKB.
- Peringkat Fitch Outlook Negatif menunjukkan risiko penurunan peringkat.
- Tidak ada guidance manajemen spesifik untuk 2026.
- Geopolitik (perang Iran) berdampak pada KPR new booking 2Q26.
- Perubahan suku bunga acuan dan volatilitas nilai tukar.
- Persaingan ketat menekan NIM.
- Transisi ke EV menekan nilai KKB.
- Volatilitas pasar mempengaruhi buyback dan harga saham.
- Risiko kredit tetap ada meskipun NPL dan LAR membaik; ekspansi kredit yang agresif dapat meningkatkan risiko di masa depan.
- Kenaikan limit transfer digital meningkatkan risiko keamanan siber dan fraud.
- Ketergantungan pada pendanaan CASA yang tinggi (85,2%) dapat terpengaruh oleh perubahan perilaku nasabah atau persaingan suku bunga.
- Ekspansi green financing dan EBT menghadapi risiko regulasi dan teknis terkait proyek energi terbarukan.
- Program CSR dan ekspansi geografis (misalnya ke luar negeri) memerlukan biaya dan manajemen risiko operasional.

### Items to monitor

- Pertumbuhan kredit di semua segmen (UKM, korporasi, konsumer) menunjukkan ekspansi pasar yang luas.
- Green financing dan EBT menjadi fokus strategis, sejalan dengan tren ESG global.
- Inovasi digital (Tabungan Emas, limit transfer) meningkatkan daya saing di sektor perbankan digital.
- Program UMKM Fest dan BCA Expo bertujuan memperkuat hubungan dengan pelaku usaha dan nasabah konsumer.
- Kualitas aset yang membaik (NPL, LAR) meningkatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan.
- Kinerja saham BBCA vs IDX Finance: BCA share price +148,9% vs IDX Finance +65,0% (relatif sejak 1 Jan 2018 hingga 27 Jul 2026).
- CAGR harga saham BCA 5 tahun: +2,2% vs -1,1% IDX Finance (Jul-21 s.d. Jul-26).
- Kapitalisasi pasar BCA: Rp769 triliun (27 Jul 2026), terbesar di industri perbankan Indonesia.
- Peringkat Fitch: Long-Term IDR BBB, Outlook Negatif; National Long-Term AAA (idn).
- Peringkat Pefindo: idAAA/Stabil, Shelf Registration idAA/Stabil.
- Struktur kepemilikan: Dwimuria 54,94%, publik 44,71%, tresuri 0,35%.

---

## BBNI

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang dilaksanakan pada 9 September 2026 secara virtual. Acara dihadiri 85 peserta dan 24 media. Manajemen memaparkan kinerja kuartal II 2026 serta prospek dan strategi, termasuk target pertumbuhan kredit 10-12%, DPK 8-10%, NIM 4,5%, laba bersih Rp4,9 triliun, NPL <2,5%, dan fee based income 5-7% (semua klaim manajemen pada slide presentasi). Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, pengurus, atau transaksi aset yang diumumkan. Dokumen utama tidak memuat rincian materi; lampiran berisi ringkasan pelaksanaan dan slide presentasi yang terbatas.

### Material changes

- BBNI menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan melalui surat No. CSE/7/8912 tanggal 14 September 2026.
- Public Expose Live 2026 diselenggarakan pada Rabu, 9 September 2026, pukul 14.00-15.00 WIB, secara virtual melalui website IDX.
- Acara dihadiri 85 peserta (tidak termasuk manajemen dan karyawan) dan 24 perwakilan media pada sesi press conference.
- Pemaparan materi dilakukan oleh Hussein Paolo Kartadjoemena (Direktur Finance & Strategy) dan Yohan Setio (Head of Investor Relations).
- Agenda mencakup laporan kinerja kuartal II 2026 serta prospek dan strategi perseroan.
- Laporan ditandatangani secara elektronik oleh Corporate Secretary Okki Rushartomo Budiprabowo.
- Penyampaian laporan ini merupakan pemenuhan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, pengurus, pengendali, atau transaksi aset material yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Key financial figures

- **NIM (Net Interest Margin):** 4.5% (2026 (klaim manajemen pada slide presentasi, periode tidak eksplisit))
- **Laba bersih:** Rp4,9 triliun (2026 (klaim manajemen pada slide presentasi, periode tidak eksplisit))
- **Target pertumbuhan kredit:** 10-12% (2026 (klaim manajemen))
- **Target pertumbuhan DPK:** 8-10% (2026 (klaim manajemen))
- **Target NPL:** <2,5% (2026 (klaim manajemen))
- **Target pertumbuhan fee based income:** 5-7% (2026 (klaim manajemen))

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan hasil Public Expose Tahunan sebagai pemenuhan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Analytical scenarios

- **Interpretasi angka kinerja** [derived_calculation, low]: Angka NIM 4,5% dan laba bersih Rp4,9 triliun pada slide presentasi tidak disertai periode eksplisit. Berdasarkan agenda yang menyebutkan kinerja kuartal II 2026, angka tersebut kemungkinan merujuk pada posisi kuartal II 2026, namun tidak dapat dipastikan tanpa laporan keuangan lengkap.
  - Basis: Slide presentasi menyebutkan NIM 4,5% dan laba bersih Rp4,9 triliun; Agenda mencakup laporan kinerja kuartal II 2026
  - Assumptions: Angka tersebut adalah kinerja aktual atau target; Periode yang dimaksud adalah kuartal II 2026
  - Caveats: Periode tidak eksplisit; Tidak ada laporan keuangan lengkap untuk verifikasi
- **Target pertumbuhan kredit dan DPK** [analyst_hypothesis, medium]: Target pertumbuhan kredit 10-12% dan DPK 8-10% untuk 2026 menunjukkan optimisme manajemen terhadap ekspansi bisnis, namun tidak ada rincian segmen atau geografi.
  - Basis: Slide presentasi
  - Assumptions: Target tersebut untuk tahun penuh 2026
  - Caveats: Tidak ada breakdown segmen; Tidak ada asumsi makro
- **Kualitas aset** [analyst_hypothesis, medium]: Target NPL di bawah 2,5% mengindikasikan fokus pada pengendalian risiko kredit, tetapi tidak ada data NPL aktual atau tren.
  - Basis: Slide presentasi
  - Assumptions: Target tersebut untuk tahun 2026
  - Caveats: Tidak ada data pembanding
- **Pendapatan non-bunga** [analyst_hypothesis, medium]: Target pertumbuhan fee based income 5-7% menunjukkan upaya diversifikasi pendapatan, namun tidak ada rincian komponen fee.
  - Basis: Slide presentasi
  - Assumptions: Target tersebut untuk tahun 2026
  - Caveats: Tidak ada breakdown

### Risks / uncertainties

- Target dan angka kinerja pada slide presentasi tidak disertai caveat atau asumsi yang jelas.
- Dokumen tidak memuat laporan keuangan lengkap, sehingga angka yang ada tidak dapat diverifikasi secara independen.
- Tidak ada informasi tentang dividen, buyback, kebijakan modal, atau sumber pendanaan.

### Items to monitor

- Target pertumbuhan kredit dan DPK dapat mempengaruhi ekspektasi pendapatan bunga dan likuiditas.
- Target NPL di bawah 2,5% menunjukkan fokus pada kualitas aset.
- Target fee based income 5-7% menunjukkan upaya diversifikasi pendapatan.

---

## BBTN

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) melaporkan hasil pemeringkatan tahunan dari PEFINDO untuk dua efek utang yang diterbitkan pada tahun 2025. Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025 dengan pokok Rp300 miliar memperoleh peringkat idAAA dengan outlook STABLE, sedangkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025 dengan pokok Rp2 triliun memperoleh peringkat idAA dengan outlook STABLE. Periode rating berlaku 4 September 2026 hingga 1 September 2027. Peringkat korporasi BBTN juga ditegaskan pada idAAA/Stable. Tidak ada aksi korporasi lain, ekspansi, atau perubahan pengurus yang disebutkan dalam dokumen.

### Material changes

- PEFINDO memberikan peringkat idAAA dengan outlook STABLE untuk Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025 dengan pokok Rp300.000.000.000 dan jatuh tempo 12 Desember 2028.
- PEFINDO memberikan peringkat idAA dengan outlook STABLE untuk Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025 dengan pokok Rp2.000.000.000.000 dan jatuh tempo 12 Desember 2030.
- PEFINDO menegaskan peringkat korporasi BBTN pada idAAA/Stable untuk periode 4 September 2026 sampai 1 September 2027.
- Periode rating untuk kedua efek berlaku dari 4 September 2026 hingga 1 September 2027.
- Peringkat diberikan berdasarkan Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 30 Juni 2026 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025.
- Peringkat obligasi berwawasan sosial tidak mencakup sertifikasi wawasan sosial; penurunan sertifikasi dapat memicu percepatan pelunasan atau kenaikan kupon.
- Peringkat korporasi tidak berlaku untuk efek utang tertentu dan tidak memperhitungkan struktur, ketentuan, atau dukungan penjamin.
- Surat Pefindo RC-1176, RC-1177, dan RC-1178 tanggal 7 September 2026 menjadi dasar pemeringkatan.
- Laporan dikirim oleh Ramon Armando selaku Corporate Secretary Division Head pada 14 September 2026.
- Dokumen ini dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan.

### Key financial figures

- **Jumlah Pokok Obligasi Berwawasan Sosial:** 300.000.000.000 (2025 (penerbitan Tahap I Tahun 2025, rating 2026))
- **Jumlah Pokok Obligasi Subordinasi:** 2.000.000.000.000 (2025 (penerbitan Tahap I Tahun 2025, rating 2026))

### Listing / regulatory

- Pemeringkatan tahunan efek oleh PEFINDO untuk tahun 2026
- Peringkat idAAA untuk obligasi berwawasan sosial
- Peringkat idAA untuk obligasi subordinasi
- Peringkat korporasi idAAA/Stable

### Analytical scenarios

- **Total pokok efek utang** [derived_calculation, high]: Total pokok kedua efek utang adalah Rp2.300.000.000.000 (Rp300 miliar + Rp2 triliun).
  - Basis: Jumlah pokok masing-masing efek pada tabel hasil pemeringkatan
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana dari dua angka pokok obligasi
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit bahwa total ini mewakili seluruh efek utang BBTN
- **Implikasi peringkat** [analyst_hypothesis, low]: Peringkat idAAA untuk obligasi senior dan idAA untuk subordinasi mencerminkan peringkat yang lebih rendah untuk subordinasi, yang umum terjadi karena risiko subordinasi lebih tinggi.
  - Basis: Perbedaan peringkat antara dua efek
  - Assumptions: Praktik umum pemeringkatan
  - Caveats: Tidak ada penjelasan rinci dari PEFINDO dalam dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Penurunan sertifikasi wawasan sosial dapat memicu percepatan pelunasan atau kenaikan kupon obligasi.
- Peringkat dapat berubah di masa depan karena peristiwa yang tidak diantisipasi.
- PEFINDO tidak melakukan audit atau verifikasi independen atas data yang diberikan.
- Tidak ada informasi tentang perubahan peringkat dari tahun sebelumnya.
- Tidak ada rincian tentang tujuan penerbitan obligasi atau penggunaan dana.

### Items to monitor

- Peringkat idAAA dan idAA dengan outlook STABLE menunjukkan kemampuan BBTN memenuhi kewajiban jangka panjang, namun tidak ada indikasi aksi korporasi.
- Peringkat obligasi berwawasan sosial tidak mencakup sertifikasi wawasan sosial; penurunan sertifikasi dapat memicu percepatan pelunasan atau kenaikan kupon.

---

## BJBR

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mengumumkan hasil pemeringkatan dari PEFINDO. PEFINDO menurunkan peringkat perusahaan BJBR dari idAA/Stable menjadi idAA-/Stable, dan menurunkan peringkat beberapa instrumen utang (obligasi, obligasi subordinasi, surat berharga perpetual) satu tingkat. Pemeringkatan berlaku untuk periode 9 September 2026 sampai 1 September 2027, kecuali satu obligasi yang berakhir 18 Oktober 2026. Peringkat didasarkan pada laporan keuangan tidak diaudit per 30 Juni 2026 dan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus yang disebutkan.

### Material changes

- PEFINDO menetapkan peringkat perusahaan BJBR menjadi idAA-/Stable (Double A Minus; Stable Outlook), turun dari idAA/Stable.
- PEFINDO menetapkan peringkat PUB I Obligasi Keberlanjutan Bank BJB senilai maksimum Rp2.000.000.000.000 menjadi idAA-, turun dari idAA.
- PEFINDO menetapkan peringkat PUB I Surat Berharga Perpetual Bank BJB senilai maksimum Rp3.000.000.000.000 menjadi idA-, turun dari idA.
- PEFINDO menetapkan peringkat Obligasi Keberlanjutan Tahap I 2024 Seri A/B dan Tahap II 2026 Seri A/B senilai Rp1.932.415.000.000 menjadi idAA-, turun dari idAA.
- PEFINDO menetapkan peringkat Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II, III, IV senilai Rp3.767.730.000.000 menjadi idA, turun dari idA+.
- PEFINDO menetapkan peringkat Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I Tahap I 2024 senilai maksimum Rp1.000.000.000.000 menjadi idA-, turun dari idA.
- PEFINDO menetapkan peringkat Obligasi Berkelanjutan I Tahap III 2019 Seri C senilai Rp74.000.000.000 menjadi idAA-, turun dari idAA.
- Pemeringkatan didasarkan pada Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 30 Juni 2026 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025.
- Surat PEFINDO No. RC-1217/PEF-DIR/IX/2026 tanggal 9 September 2026 menjadi dasar penyampaian.
- Laporan disampaikan kepada OJK dengan tembusan ke BEI, Bank Mega, Bank Tabungan Negara, dan Divisi Kepatuhan & APU PPT bank bjb.
- Laporan ditandatangani oleh Direktur Utama Ayi Subarna.
- Pemeringkatan dilakukan berdasarkan POJK No. 49/POJK.04/2020 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.

### Key financial figures

- **Nilai PUB I Obligasi Keberlanjutan:** 2000000000000 (2026-09-09 s.d. 2027-09-01)
- **Nilai PUB I Surat Berharga Perpetual:** 3000000000000 (2026-09-09 s.d. 2027-09-01)
- **Nilai Obligasi Keberlanjutan Tahap I 2024 dan Tahap II 2026:** 1932415000000 (2026-09-09 s.d. 2027-09-01)
- **Nilai Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II, III, IV:** 3767730000000 (2026-09-09 s.d. 2027-09-01)
- **Nilai Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I Tahap I 2024:** 1000000000000 (2026-09-09 s.d. 2027-09-01)
- **Nilai Obligasi Berkelanjutan I Tahap III 2019 Seri C:** 74000000000 (2026-09-09 s.d. 2026-10-18)
- **Jumlah pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Seri C:** 74000000000 (2026-09-14)
- **Jumlah pokok Obligasi Subordinasi III Tahap I Seri B:** 621000000000 (2026-09-14)
- **Jumlah pokok Obligasi Subordinasi III Tahap II Seri A:** 399910000000 (2026-09-14)
- **Jumlah pokok Obligasi Subordinasi III Tahap II Seri B:** 600090000000 (2026-09-14)
- **Jumlah pokok Obligasi Subordinasi II Tahap I Seri B:** 368000000000 (2026-09-14)
- **Jumlah pokok Obligasi Subordinasi IV Tahap I Seri A:** 744265000000 (2026-09-14)
- **Jumlah pokok Obligasi Subordinasi IV Tahap I Seri B:** 697045000000 (2026-09-14)
- **Jumlah pokok Obligasi Keberlanjutan I Tahap I Seri A:** 200000000000 (2026-09-14)
- **Jumlah pokok Obligasi Keberlanjutan I Tahap I Seri B:** 800000000000 (2026-09-14)
- **Jumlah pokok Surat Berharga Perpetual I Tahap I:** 1000000000000 (2026-09-14)
- **Jumlah pokok Obligasi Subordinasi II Tahap II Seri B:** 337420000000 (2026-09-14)
- **Jumlah pokok Obligasi Keberlanjutan I Tahap II Seri A:** 691340000000 (2026-09-14)
- **Jumlah pokok Obligasi Keberlanjutan I Tahap II Seri B:** 241075000000 (2026-09-14)

### Listing / regulatory

- PEFINDO menurunkan peringkat perusahaan BJBR dari idAA/Stable menjadi idAA-/Stable.
- PEFINDO menurunkan peringkat beberapa instrumen utang BJBR satu tingkat.
- Pemeringkatan dilakukan berdasarkan POJK No. 49/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Total nilai instrumen yang dipantau** [derived_calculation, high]: Total nilai instrumen yang disebutkan dalam sertifikat (tidak termasuk PUB yang belum diterbitkan) adalah Rp1.932.415.000.000 + Rp3.767.730.000.000 + Rp74.000.000.000 = Rp5.774.145.000.000.
  - Basis: Nilai obligasi keberlanjutan, obligasi subordinasi, dan obligasi berkelanjutan dari sertifikat.
  - Assumptions: Hanya menjumlahkan nilai yang tercantum eksplisit.
- **Total pokok seluruh efek dalam rekapitulasi** [derived_calculation, high]: Total pokok dari seluruh efek yang tercantum dalam rekapitulasi adalah Rp6.774.145.000.000, dihitung dengan menjumlahkan semua nilai pokok yang tertera.
  - Basis: Penjumlahan nilai pokok dari 13 baris efek yang tercantum dalam tabel.
  - Assumptions: Semua nilai pokok dalam Rupiah dan dijumlahkan tanpa memperhitungkan perbedaan jenis efek.
- **Dampak terhadap biaya pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Peringkat idAA- dengan outlook stabil dapat mempengaruhi persepsi risiko kredit BJBR, berpotensi mempengaruhi biaya penerbitan utang di masa depan, namun tidak ada data kuantitatif dalam dokumen untuk mengukur dampak.
  - Basis: Peringkat idAA-/Stable
  - Assumptions: Peringkat kredit mempengaruhi biaya pendanaan
  - Caveats: Tidak ada angka atau pernyataan emiten tentang dampak finansial.
- **Penyebab penurunan peringkat** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan peringkat mungkin mencerminkan perubahan profil risiko atau kondisi keuangan BJBR, namun penyebab spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Peringkat diturunkan pada semua instrumen dan perusahaan.
  - Assumptions: Penurunan peringkat mengindikasikan penilaian risiko yang lebih tinggi oleh PEFINDO.
  - Caveats: Penyebab tidak dijelaskan dalam dokumen; hanya opini.

### Risks / uncertainties

- Penurunan peringkat dapat meningkatkan biaya pendanaan atau mempengaruhi persepsi investor terhadap BJBR.
- Periode pemeringkatan yang pendek untuk obligasi tertentu (hingga 18 Oktober 2026) mungkin terkait dengan jatuh tempo atau pelunasan.
- Dokumen tidak menyebutkan rencana aksi korporasi atau ekspansi; informasi terbatas pada pemeringkatan.

### Items to monitor

- Penurunan peringkat kredit dapat mempengaruhi harga obligasi BJBR di pasar sekunder.
- Peringkat yang lebih rendah dapat meningkatkan biaya penerbitan utang baru di masa depan.
- Investor perlu memantau perkembangan kondisi keuangan BJBR yang mungkin menjadi penyebab penurunan peringkat.

---

## BUKA

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyampaikan koreksi atas Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) periode Maret 2026. Koreksi ini menyesuaikan jumlah saham non-warkat yang dimiliki perusahaan modal ventura dan private equity (dari 0 menjadi 1.997.665.099 saham), jumlah saham free float (dari 32.753.569.549 menjadi 30.755.904.450 saham), dan persentase free float (dari 31,75% menjadi 29,82%). Emiten menyatakan koreksi tidak bersifat substantif dan tidak mempengaruhi kewajiban free float sesuai Keputusan Direksi BEI No. Kep-00045/BEI/03-2026. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau transaksi aset yang diumumkan.

### Material changes

- PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyampaikan koreksi atas Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) periode Maret 2026 kepada OJK dan BEI.
- Koreksi dilakukan atas dasar himbauan BEI untuk menelaah kembali penyampaian LBRE periode 31 Maret 2026 dan pemenuhan ketentuan free float, yang diterima pada 7 September 2026.
- Sebelum koreksi, jumlah saham non-warkat yang dimiliki oleh perusahaan modal ventura dan private equity kurang dari 5% dilaporkan sebesar 0 saham.
- Setelah koreksi, jumlah saham non-warkat yang dimiliki oleh perusahaan modal ventura dan private equity kurang dari 5% menjadi 1.997.665.099 saham.
- Sebelum koreksi, jumlah saham free float dilaporkan sebesar 32.753.569.549 saham.
- Setelah koreksi, jumlah saham free float menjadi 30.755.904.450 saham.
- Sebelum koreksi, persentase free float dilaporkan sebesar 31,75%.
- Setelah koreksi, persentase free float menjadi 29,82%.
- Perseroan menyatakan bahwa koreksi tersebut tidak bersifat substantif dan tidak mempengaruhi kewajiban free float sebagaimana diatur dalam Keputusan Direksi BEI No. Kep-00045/BEI/03-2026.
- Surat koreksi ditandatangani oleh Victor Putra Lesmana selaku Sekretaris Perusahaan.
- Koreksi ini merujuk pada surat sebelumnya Nomor 1015/BL/CORSEC/SURAT/IV/2026 tanggal 7 April 2026.
- Koreksi ini disampaikan berdasarkan POJK No. 10/2020 dan Peraturan BEI No. I-E poin III.1.4.
- Total saham beredar tercatat 103.148.706.067 lembar, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh Direksi: Willix Halim (772.585.501 saham, 0,749%), Victor Lesmana (1.438.287.844 saham, 1,3944%), dan Putra (31.239.223 saham, 0,0303%).
- Kepemilikan saham oleh Komisaris: Natalia Arifah (16.805.130 saham, 0,0163%) dan Zannuba (76.760.511 saham, 0,0744%).
- Pemegang saham pengendali: PT Mahkota Karya Kreatif (46.321.746.385 saham, 44,908%), PT Elang Media (10.988.390.907 saham, 10,653%), dan Geoffrey Wacher (10.821.706.040 saham, 10,491%).
- Tidak ada saham treasuri (0 saham) dan tidak ada saham yang dibatasi pengalihannya (lock-up) yang dilaporkan.
- Klasifikasi investor berdasarkan data KSEI: jumlah investor tercatat 4.196, dengan total saham scripless 11.671.052.052 lembar.
- Tidak ada perubahan susunan direksi, komisaris, atau pengendali yang dilaporkan dalam periode ini.
- Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, saham bonus, stock split, merger, akuisisi, atau transaksi aset yang diumumkan dalam laporan ini.

### Key financial figures

- **Total saham beredar:** 103.148.706.067 (Maret 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Saham treasuri:** 0 (Maret 2026)
- **Saham dibatasi (lock-up):** 0 (Maret 2026)
- **Free float (persentase, setelah koreksi):** 29,82% (Maret 2026)
- **Free float (persentase, sebelum koreksi):** 31,75% (Maret 2026)
- **Jumlah saham free float (setelah koreksi):** 30.755.904.450 (Maret 2026)
- **Jumlah saham free float (sebelum koreksi):** 32.753.569.549 (Maret 2026)
- **Jumlah saham non-warkat dimiliki perusahaan modal ventura dan private equity <5% (setelah koreksi):** 1.997.665.099 (Maret 2026)
- **Jumlah saham non-warkat dimiliki perusahaan modal ventura dan private equity <5% (sebelum koreksi):** 0 (Maret 2026)
- **Kepemilikan saham oleh Direksi - Willix Halim:** 772.585.501 saham (0,749%) (Maret 2026)
- **Kepemilikan saham oleh Direksi - Victor Lesmana:** 1.438.287.844 saham (1,3944%) (Maret 2026)
- **Kepemilikan saham oleh Direksi - Putra:** 31.239.223 saham (0,0303%) (Maret 2026)
- **Kepemilikan saham oleh Komisaris - Natalia Arifah:** 16.805.130 saham (0,0163%) (Maret 2026)
- **Kepemilikan saham oleh Komisaris - Zannuba:** 76.760.511 saham (0,0744%) (Maret 2026)
- **Kepemilikan saham oleh pengendali - PT Mahkota Karya Kreatif:** 46.321.746.385 saham (44,908%) (Maret 2026)
- **Kepemilikan saham oleh pengendali - PT Elang Media:** 10.988.390.907 saham (10,653%) (Maret 2026)
- **Kepemilikan saham oleh pengendali - Geoffrey Wacher:** 10.821.706.040 saham (10,491%) (Maret 2026)
- **Jumlah investor (KSEI):** 4.196 (Maret 2026)
- **Total saham scripless (KSEI):** 11.671.052.052 (Maret 2026)
- **Saham warkat (<5%):** 4.375.488 (Maret 2026)
- **Saham non-warkat (<5%):** 32.676.809.038 (Maret 2026 (bulan ini))
- **Saham non-warkat (<5%):** 32.879.243.038 (Maret 2026 (bulan sebelumnya))
- **Saham non-warkat (5% atau lebih):** 70.855.125.507 (Maret 2026)
- **Saham non-warkat (5% atau lebih) - rincian:** 46.321.746.385 (PT Mahkota), 10.988.390.907 (PT Elang), 10.821.706.040 (Geoffrey Wacher), 2.335.678.209 (lainnya) (Maret 2026)
- **Saham non-warkat (5% atau lebih) - rincian:** 46.321.746.385 (PT Mahkota), 10.785.956.900 (PT Elang), 10.821.706.040 (Geoffrey Wacher), 2.335.678.209 (lainnya) (Maret 2026 (bulan sebelumnya))
- **Komposisi pemegang saham - nasional:** 83,24452% (31 Maret 2026)
- **Komposisi pemegang saham - asing:** 16,75548% (31 Maret 2026)
- **Jumlah pemegang saham total:** 68.283 (31 Maret 2026)
- **Saham dalam satuan perdagangan penuh:** 103.148.699.939 (31 Maret 2026)
- **Saham tidak dalam satuan perdagangan penuh:** 6.128 (31 Maret 2026)

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (103.148.706.067) antara bulan ini dan sebelumnya.
- Kepemilikan pengendali PT Elang Media berubah dari 10,457% (10.785.956.900 saham) menjadi 10,653% (10.988.390.907 saham), selisih 202.434.007 saham.
- Free float dikoreksi dari 31,75% menjadi 29,82%.
- Jumlah saham free float dikoreksi dari 32.753.569.549 menjadi 30.755.904.450 saham.
- Jumlah saham non-warkat yang dimiliki oleh perusahaan modal ventura dan private equity kurang dari 5% dikoreksi dari 0 menjadi 1.997.665.099 saham.
- Tidak ada saham treasuri atau saham yang dibatasi pengalihannya.
- Kepemilikan direksi dan komisaris tidak berubah antara bulan ini dan sebelumnya.

### Listing / regulatory

- Laporan ini merupakan koreksi atas laporan bulan April 2026, dengan nomor surat baru 1015A/BL/CORSEC/SURAT/IX/2026.
- Himbauan BEI untuk penelaahan kembali LBRE dan pemenuhan free float diterima pada 7 September 2026.
- Koreksi LBRE periode Maret 2026 disampaikan kepada OJK dan BEI.
- Kewajiban free float sesuai Keputusan Direksi BEI No. Kep-00045/BEI/03-2026.
- Free float setelah koreksi sebesar 29,82% masih di atas ambang batas minimum yang umumnya disyaratkan (7,5%), namun peraturan spesifik papan pencatatan BUKA tidak disebutkan dalam dokumen.

### Analytical scenarios

- **Perubahan jumlah saham free float** [derived_calculation, high]: Selisih jumlah saham free float sebelum dan setelah koreksi adalah 32.753.569.549 - 30.755.904.450 = 1.997.665.099 saham. Angka ini sama dengan jumlah saham non-warkat yang dimiliki oleh perusahaan modal ventura dan private equity yang dikoreksi, menunjukkan bahwa koreksi tersebut mengurangi free float dengan mengeluarkan saham-saham yang dimiliki oleh perusahaan modal ventura dan private equity.
  - Basis: Jumlah saham free float sebelum koreksi: 32.753.569.549; Jumlah saham free float setelah koreksi: 30.755.904.450; Jumlah saham non-warkat yang dikoreksi: 1.997.665.099
  - Assumptions: Selisih free float dihitung sebagai pengurangan sederhana.
- **Perubahan persentase free float** [derived_calculation, medium]: Persentase free float turun dari 31,75% menjadi 29,82%, selisih 1,93 poin persentase. Penurunan ini konsisten dengan pengurangan jumlah saham free float sebesar 1.997.665.099 saham, yang juga mengurangi proporsi free float terhadap total saham.
  - Basis: Persentase free float sebelum koreksi: 31,75%; Persentase free float setelah koreksi: 29,82%
  - Assumptions: Total saham beredar tidak berubah antara sebelum dan setelah koreksi.
  - Caveats: Total saham beredar tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen.
- **Perubahan kepemilikan PT Elang Media** [derived_calculation, high]: Kepemilikan PT Elang Media meningkat dari 10.785.956.900 saham menjadi 10.988.390.907 saham, selisih 202.434.007 saham. Persentase naik dari 10,457% menjadi 10,653%.
  - Basis: 10.988.390.907 - 10.785.956.900 = 202.434.007; 10,653% - 10,457% = 0,196%
  - Assumptions: Angka bulan sebelumnya diambil dari kolom 'Sebelumnya' pada halaman 3.
- **Dampak terhadap kewajiban free float** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun persentase free float turun menjadi 29,82%, Perseroan menyatakan koreksi tidak mempengaruhi kewajiban free float. Hal ini mungkin karena persentase tersebut masih di atas ambang minimum yang disyaratkan, atau karena koreksi hanya bersifat administratif dan tidak mengubah status kepatuhan secara material.
  - Basis: Pernyataan Perseroan bahwa koreksi tidak mempengaruhi kewajiban free float
  - Assumptions: Ambang minimum free float yang berlaku tidak disebutkan dalam dokumen.
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang ambang minimum free float yang berlaku.
- **Penyebab perubahan kepemilikan PT Elang Media** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan kepemilikan PT Elang Media sebesar 202.434.007 saham kemungkinan berasal dari pembelian saham di pasar sekunder, namun tidak ada informasi eksplisit mengenai transaksi tersebut.
  - Basis: Perubahan jumlah saham yang tercatat
  - Assumptions: Tidak ada aksi korporasi yang mempengaruhi jumlah saham beredar.
  - Caveats: Tidak ada detail transaksi dalam laporan.

### Risks / uncertainties

- Terdapat koreksi atas laporan bulan April 2026, yang mengindikasikan adanya kesalahan pada laporan sebelumnya; namun detail koreksi tidak dijelaskan.
- Perubahan kepemilikan PT Elang Media tidak disertai penjelasan transaksi, sehingga alasan perubahan tidak dapat dipastikan.
- Dokumen ini adalah laporan bulanan, bukan laporan keuangan, sehingga tidak ada informasi mengenai kinerja keuangan atau arus kas.
- Koreksi LBRE dapat menimbulkan pertanyaan dari regulator mengenai akurasi pelaporan sebelumnya.
- Penurunan persentase free float menjadi 29,82% mungkin mendekati ambang minimum yang disyaratkan, meskipun Perseroan menyatakan tidak mempengaruhi kewajiban free float.

### Items to monitor

- Koreksi free float dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap likuiditas saham dan kepatuhan regulasi.
- Perubahan kepemilikan pengendali PT Elang Media dapat menjadi sinyal perubahan struktur kepemilikan, meskipun tidak ada transaksi yang diungkapkan.
- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan fundamental yang diumumkan, sehingga dampak langsung terhadap nilai saham diperkirakan terbatas.

---

## BYAN

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan keadaan kahar (force majeure) pada 11 September 2026 terkait kewajiban penyediaan batubara kepada pelanggan. Pemicunya adalah belum diterbitkannya persetujuan perubahan RKAB Tahun 2026 untuk tiga anak usaha: PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima. Perseroan menyatakan dampak material terhadap kelangsungan usaha, namun tidak memberikan rincian kuantitatif. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal, bukan koreksi atau pembatalan.

### Material changes

- Pada 11 September 2026, BYAN dan tiga anak usahanya (PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, PT Fajar Sakti Prima) menyampaikan pemberitahuan force majeure kepada pelanggan terkait kewajiban penyediaan batubara.
- Penyebab force majeure adalah belum diterbitkannya persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026 untuk anak usaha, meskipun permohonan telah diajukan sesuai peraturan.
- Perseroan menyatakan bahwa kondisi ini memengaruhi kemampuan untuk memenuhi kewajiban kepada pelanggan.
- Perseroan mengklaim dampak material terhadap kelangsungan usaha akibat belum diterbitkannya persetujuan perubahan RKAB.
- Pemberitahuan force majeure dilakukan untuk meminimalisir risiko dan/atau konsekuensi bagi Perseroan dan anak usaha.
- Laporan disampaikan kepada OJK dengan nomor surat 461/BR-OJK/IX/2026, tanggal 14 September 2026, ditandatangani oleh dua direktur (W dan Jenny Quantero).
- Bidang usaha BYAN: aktivitas perusahaan holding, pengangkutan dan penjualan batubara, serta pengelolaan terminal khusus batubara.

### Listing / regulatory

- Belum diterbitkannya persetujuan perubahan RKAB Tahun 2026 untuk anak usaha BYAN (PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, PT Fajar Sakti Prima).
- Pemberitahuan force majeure kepada pelanggan sebagai respons atas ketidakpastian regulasi.

### Analytical scenarios

- **Pengumuman force majeure** [explicit_fact, high]: BYAN dan tiga anak usaha menyatakan force majeure pada 11 September 2026 karena persetujuan perubahan RKAB belum terbit.
  - Basis: Dokumen: 'pada tanggal 11 September 2026 menyampaikan pemberitahuan kejadian/keadaan yang bersifat memaksa'; Dokumen: 'persetujuan atas perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026 belum diterbitkan'
- **Dampak operasional** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan kondisi ini memengaruhi kemampuan memenuhi kewajiban kepada pelanggan.
  - Basis: Dokumen: 'kondisi saat ini memengaruhi kemampuan Perseroan dan anak-anak perusahaannya untuk memenuhi kewajibannya kepada para pelanggannya'
- **Risiko kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, low]: Klaim dampak material terhadap kelangsungan usaha belum terverifikasi; belum ada angka kuantitatif atau durasi yang diungkap.
  - Basis: Dokumen: 'dampak yang cukup material terhadap kelangsungan usaha Perseroan'
  - Assumptions: Dampak material bersifat subjektif dan belum didukung data keuangan.
  - Caveats: Tidak ada angka atau proyeksi dalam dokumen.
- **Potensi dampak finansial** [analyst_hypothesis, low]: Force majeure dapat memicu klaim atau penalti dari pelanggan, namun tidak ada rincian kontrak atau nilai yang diungkap.
  - Basis: Dokumen: 'kewajiban pemenuhan penyediaan batubara berdasarkan Perjanjian Penyediaan Batubara'
  - Assumptions: Perjanjian mungkin memuat klausul force majeure.
  - Caveats: Tidak ada detail kontrak.

### Risks / uncertainties

- Ketidakjelasan penyebab dan dampak force majeure
- Lampiran tidak tersedia dalam dokumen yang dianalisis
- Belum terbitnya persetujuan perubahan RKAB dapat mengganggu produksi dan pemenuhan kontrak
- Potensi tuntutan atau sanksi dari pelanggan akibat gagal pasok
- Dampak material terhadap kelangsungan usaha belum terukur
- Ketidakpastian durasi force majeure dan proses persetujuan RKAB

### Items to monitor

- Pengumuman force majeure dapat memengaruhi persepsi risiko operasional dan kepatuhan BYAN.
- Belum ada angka kuantitatif, sehingga dampak finansial tidak dapat diestimasi.
- Status persetujuan RKAB perlu dipantau karena dapat memengaruhi kemampuan produksi dan pemenuhan kontrak.

---

## CASA

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Dalam surat tanggapan bernomor 065/CFI-DIR/IX/2026 tanggal 14 September 2026, manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana atas kepemilikannya. Data pasar menunjukkan volume transaksi melonjak dari 9.800 saham (29 transaksi) pada 9 September 2026 menjadi 561.600 saham (48 transaksi) pada 10 September 2026, sementara harga saham turun Rp5 (-0,28%) dari Rp1.805 menjadi Rp1.800. IHSG turun 88,86 poin dan indeks Financials turun 12,53 poin pada hari yang sama. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus yang diumumkan.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek CASA melalui surat S-11902/BEI.PP3/09-2026 tanggal 11 September 2026.
- Pada 10 September 2026, volume transaksi saham CASA meningkat menjadi 561.600 saham dengan frekuensi 48 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya (9 September 2026) sebesar 9.800 saham dengan frekuensi 29 kali.
- Harga saham CASA ditutup turun Rp5 atau -0,28% dari Rp1.805 menjadi Rp1.800 pada 10 September 2026.
- IHSG menurun 88,86 poin dan indeks sektoral Financials menurun 12,53 poin pada 10 September 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E (Kep-00087/BEI/12-2025).
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lain yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama, berdasarkan informasi yang diperoleh, belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat tanggapan bernomor 065/CFI-DIR/IX/2026 ditandatangani oleh Aidil Fathan (dokumen utama menyebut Aidil Fathany) selaku Direktur, tanggal 14 September 2026.

### Key financial figures

- **volume_transaksi_hari_10_sep_2026:** 561600 (2026-09-10)
- **frekuensi_transaksi_hari_10_sep_2026:** 48 (2026-09-10)
- **volume_transaksi_hari_sebelumnya:** 9800 (2026-09-09)
- **frekuensi_transaksi_hari_sebelumnya:** 29 (2026-09-09)
- **harga_penutupan_10_sep_2026:** 1800 (2026-09-10)
- **harga_penutupan_hari_sebelumnya:** 1805 (2026-09-09)
- **perubahan_harga_absolut:** -5 (2026-09-10)
- **perubahan_harga_persen:** -0.28 (2026-09-10)
- **perubahan_ihsg_poin:** -88.86 (2026-09-10)
- **perubahan_indeks_financials_poin:** -12.53 (2026-09-10)

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek CASA melalui surat S-11902/BEI.PP3/09-2026 tanggal 11 September 2026.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan I-E.

### Analytical scenarios

- **Rasio kenaikan volume transaksi** [derived_calculation, high]: Volume transaksi meningkat sekitar 57,3 kali lipat dari 9.800 saham menjadi 561.600 saham.
  - Basis: Volume transaksi 561.600 saham pada 10 September 2026 dan 9.800 saham pada 9 September 2026
  - Assumptions: Perhitungan sederhana: 561.600 / 9.800 = 57,31
- **Perubahan harga absolut dan persentase** [derived_calculation, high]: Penurunan harga Rp5 dari Rp1.805 ke Rp1.800 setara -0,28%.
  - Basis: Harga penutupan 1.805 dan 1.800
  - Assumptions: Perhitungan: (1.800 - 1.805) / 1.805 = -0,28%
- **Penyebab volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Kenaikan volume yang signifikan tanpa informasi material yang diungkapkan dapat mengindikasikan aktivitas spekulatif atau faktor eksternal, namun belum ada konfirmasi.
  - Basis: Tidak ada fakta material yang diakui emiten
  - Assumptions: Perilaku pasar dapat dipengaruhi oleh banyak faktor
  - Caveats: Hanya hipotesis, bukan kesimpulan

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum pada dokumen utama, namun lampiran menyebutkan tanggal 11 September 2026.
- Tidak ada data kuantitatif lebih lanjut mengenai penyebab volatilitas.
- Identitas penandatangan tidak konsisten antara dokumen utama (Aidil Fathany) dan lampiran (Aidil Fathan).
- Nama pemegang saham utama tidak disebutkan.

### Items to monitor

- Peningkatan volume transaksi yang signifikan dapat menarik perhatian investor, namun emiten menyatakan tidak ada informasi material.
- Tidak ada rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, sehingga tidak ada katalis korporasi yang diumumkan.
- Pemegang saham utama belum memiliki rencana atas kepemilikannya, sehingga tidak ada indikasi perubahan kepemilikan.

---

## CCSI

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. (CCSI) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak memiliki agenda aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang. Namun, pada RUPS sebelumnya, pemegang saham telah menyetujui rencana rights issue (Penambahan Modal dengan HMETD) yang saat ini masih dalam tahap persiapan. Tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan tidak ada rencana perubahan kepemilikan oleh pemegang saham utama/pengendali.

### Material changes

- CCSI menerima surat permintaan penjelasan dari BEI nomor S-11907/BEI.PP1/09-2026 perihal volatilitas transaksi efek.
- CCSI menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- CCSI menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal sesuai Peraturan Nomor I-E Kep-00087/BEI/12-2025.
- CCSI menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024.
- CCSI tidak memiliki agenda aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang).
- Pada RUPS sebelumnya, pemegang saham telah menyetujui rencana rights issue (Penambahan Modal dengan HMETD), dan saat ini rencana tersebut dalam tahap persiapan.
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Tidak ada rencana dari pemegang saham utama atau pengendali terkait perubahan kepemilikan sahamnya di CCSI.
- Surat ditandatangani oleh Giovano Matindas Sumakul selaku Corporate Secretary pada 14 September 2026.

### Corporate actions

- Rights issue (Penambahan Modal dengan HMETD) telah disetujui RUPS sebelumnya, masih dalam tahap persiapan.

### Capital structure

- Rights issue (Penambahan Modal dengan HMETD) telah disetujui RUPS sebelumnya, masih dalam tahap persiapan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek.

### Analytical scenarios

- **Rights issue** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan telah memperoleh persetujuan RUPS untuk rights issue dan saat ini dalam tahap persiapan.
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue), dan saat ini rencana tersebut tengah berada dalam tahap persiapan.'
- **Volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan penjelasan BEI mungkin terkait dengan ekspektasi pasar terhadap rights issue yang telah disetujui, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab volatilitas.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek.; Perseroan mengakui adanya rencana rights issue dalam persiapan.
  - Assumptions: Volatilitas dapat dipengaruhi oleh sentimen pasar terhadap rights issue.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen ini.

### Risks / uncertainties

- Rights issue masih dalam tahap persiapan; detail seperti jumlah saham, harga, dan jadwal belum diungkapkan.
- Tidak ada informasi mengenai penyebab volatilitas transaksi yang diminta BEI.

### Items to monitor

- Rights issue yang telah disetujui RUPS dan masih dalam persiapan dapat mempengaruhi struktur modal dan jumlah saham beredar di masa mendatang, namun detail belum diungkapkan.
- Volatilitas transaksi yang diminta penjelasan oleh BEI dapat menjadi perhatian investor, namun penyebabnya belum dikonfirmasi.

---

## CMRY

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 14 September 2026, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mengumumkan dua transaksi afiliasi berupa peningkatan penyertaan modal secara bertahap pada dua anak perusahaan terkendali: PT Macroprima Panganutama (MP) senilai Rp200 miliar dan PT Macrosentra Niagaboga (MS) senilai Rp125 miliar. Kedua transaksi dikecualikan dari POJK 42/2020 karena kepemilikan CMRY sebesar 99,99% di masing-masing anak. Tujuan transaksi adalah mendukung penambahan kapasitas produksi (MP) dan ekspansi pusat distribusi (MS) serta modal kerja. Emiten menyatakan tidak ada perubahan pengendalian dan tidak ada dampak material. Transaksi ini merupakan kelanjutan dari laporan sebelumnya tanggal 1 Juli 2026 (untuk MP) dan tidak mengubah struktur kepemilikan atau status pencatatan.

### Material changes

- Peningkatan penyertaan modal pada anak perusahaan MP senilai Rp200 miliar (transaksi afiliasi).
- Peningkatan penyertaan modal pada anak perusahaan MS senilai Rp125 miliar (transaksi afiliasi).
- Tidak ada perubahan pengendalian; CMRY tetap pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 99,99% di MP dan MS.
- Tidak ada dampak material terhadap kondisi keuangan, operasional, atau kelangsungan usaha (klaim emiten).

### Key financial figures

- **Nilai transaksi peningkatan penyertaan modal pada MP:** 200.000.000.000 (2026-09-14)
- **Nilai transaksi peningkatan penyertaan modal pada MS:** 125.000.000.000 (2026-09-14)
- **Persentase kepemilikan CMRY di MP:** 99.99% (2026-09-14)
- **Persentase kepemilikan CMRY di MS:** 99.99% (2026-09-14)

### Corporate actions

- Peningkatan penyertaan modal pada anak perusahaan MP senilai Rp200 miliar.
- Peningkatan penyertaan modal pada anak perusahaan MS senilai Rp125 miliar.

### Expansion projects

- Penambahan kapasitas fasilitas produksi MP.
- Ekspansi pusat distribusi MS.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendalian; CMRY tetap pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 99,99% di MP dan MS.

### Capital structure

- Kepemilikan CMRY di MP tetap 99,99%.
- Kepemilikan CMRY di MS tetap 99,99%.

### Listing / regulatory

- Transaksi dikecualikan dari POJK 42/2020 berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf b karena kepemilikan minimal 99%.

### Analytical scenarios

- **Nilai transaksi MP** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi peningkatan penyertaan modal pada MP adalah Rp200 miliar, dinyatakan eksplisit.
  - Basis: Nilai transaksi Rp200.000.000.000
- **Nilai transaksi MS** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi peningkatan penyertaan modal pada MS adalah Rp125 miliar, dinyatakan eksplisit.
  - Basis: Nilai transaksi Rp125.000.000.000
- **Kepemilikan di MP** [explicit_fact, high]: CMRY memiliki 99,99% saham MP.
  - Basis: Pernyataan kepemilikan 99,99%
- **Kepemilikan di MS** [explicit_fact, high]: CMRY memiliki 99,99% saham MS.
  - Basis: Pernyataan kepemilikan 99,99%
- **Pengecualian POJK 42/2020** [explicit_fact, high]: Kedua transaksi dikecualikan dari POJK 42/2020 berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf b karena kepemilikan minimal 99%.
  - Basis: Pasal 6 ayat (1) huruf b POJK 42/2020
- **Dampak transaksi** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan transaksi tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan, operasional, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan emiten
  - Caveats: Klaim emiten, bukan verifikasi independen
- **Total nilai transaksi** [derived_calculation, high]: Total nilai transaksi peningkatan penyertaan modal pada MP dan MS adalah Rp325 miliar (Rp200 miliar + Rp125 miliar).
  - Basis: Nilai transaksi MP Rp200 miliar; Nilai transaksi MS Rp125 miliar
  - Assumptions: Kedua transaksi bersifat independen dan dijumlahkan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan emiten tentang agregasi
- **Kepemilikan minoritas** [derived_calculation, high]: Kepemilikan minoritas di MP dan MS masing-masing adalah 0,01% (100% - 99,99%).
  - Basis: Kepemilikan 99,99%
  - Assumptions: Total kepemilikan 100%
- **Sumber dana** [analyst_hypothesis, low]: Sumber dana tidak disebutkan; kemungkinan dari kas internal atau pinjaman, namun tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Tidak ada informasi sumber dana
  - Assumptions: Dana mungkin berasal dari kas internal atau pendanaan lain
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi dari emiten
- **Dampak terhadap laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Peningkatan penyertaan modal akan menambah investasi pada entitas anak di sisi aset dan mengurangi kas atau menambah utang, namun tidak mengubah konsolidasi karena anak sudah dikendalikan.
  - Basis: Nilai transaksi dan status anak perusahaan
  - Assumptions: Pembayaran dilakukan secara tunai atau melalui mekanisme lain yang belum diungkapkan
  - Caveats: Rincian sumber dana tidak diungkapkan

### Risks / uncertainties

- Sumber dana untuk penambahan modal tidak diungkapkan.
- Rincian penggunaan dana (kapasitas produksi vs modal kerja) tidak dirinci.
- Jadwal bertahap peningkatan penyertaan modal tidak dijelaskan.
- Dampak kuantitatif terhadap laporan keuangan tidak dikuantifikasi.

### Items to monitor

- Pengumuman lanjutan terkait realisasi peningkatan penyertaan modal pada MP dan MS.
- Rincian sumber dana dan jadwal bertahap transaksi.
- Laporan keuangan berikutnya untuk melihat dampak transaksi terhadap posisi kas dan investasi.
- Perkembangan kapasitas produksi MP dan pusat distribusi MS.

---

## DGWG

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025. Acara dijadwalkan pada Senin, 28 September 2026, pukul 10:15 WIB, secara offline di Ruang Meeting Crystal 1-3, Hotel Ibis Sunter (kapasitas 10 orang di luar peserta RUPSLB) dan online via Zoom (kapasitas 100 orang). Agenda meliputi pemaparan sekilas perusahaan, kinerja, dan sesi tanya jawab. Pengumuman ini bersifat administratif dan tidak memuat data keuangan, kinerja, atau aksi korporasi. Tidak ada informasi material terkait keuangan, ekspansi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan.

### Material changes

- PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025.
- Public Expose dijadwalkan pada Senin, 28 September 2026, pukul 10:15 WIB sampai selesai.
- Acara diselenggarakan secara offline di Ruang Meeting Crystal 1-3, Hotel Ibis Sunter, dengan kapasitas 10 orang di luar peserta RUPSLB yang melanjutkan ke sesi Public Expose.
- Acara juga diselenggarakan secara online melalui Zoom dengan kapasitas 100 orang, Meeting ID: 843 3953 6105, Passcode: [disamarkan].
- Agenda Public Expose meliputi: pemaparan sekilas mengenai perseroan, pemaparan kinerja perseroan, dan sesi tanya jawab.
- Materi Public Expose akan tersedia di website Perseroan dan website BEI selambat-lambatnya 3 hari bursa sebelum tanggal penyelenggaraan.
- Pengumuman ini dikeluarkan dengan nomor surat 0008/DGWG-CORSEC/IX/2026, ditandatangani oleh Corporate Secretary Denny Loryta Davinci.
- Dasar regulasi: Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00066/BEI/09-2022 Pasal III.3 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku 2025 sebagai pemenuhan kewajiban penyampaian informasi sesuai Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00066/BEI/09-2022 Pasal III.3.

### Analytical scenarios

- **Ketersediaan data kinerja** [analyst_hypothesis, low]: Dokumen ini hanya berisi pengumuman jadwal acara, tanpa data keuangan atau kinerja. Informasi lebih lanjut akan tersedia pada saat Public Expose berlangsung.
  - Basis: Tidak ada angka keuangan atau operasional dalam dokumen
  - Assumptions: Data kinerja akan dipaparkan pada acara 28 September 2026
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dari sumber lain
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose ini kemungkinan merupakan bagian dari kewajiban regulasi tahunan untuk memberikan informasi kepada publik dan investor, namun tidak ada indikasi aksi korporasi spesifik karena dokumen hanya berisi pengumuman acara.
  - Basis: Surat merujuk pada peraturan BEI tentang kewajiban penyampaian informasi; Agenda hanya mencakup pemaparan umum dan tanya jawab
  - Assumptions: Tidak ada agenda luar biasa seperti RUPSLB yang disebutkan dalam dokumen
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan agenda RUPSLB atau aksi korporasi lain

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian yang disebutkan dalam dokumen.

### Items to monitor

- Public Expose ini dapat menjadi sarana bagi investor untuk memperoleh informasi kinerja dan strategi perusahaan, namun tidak ada indikasi aksi korporasi atau perubahan material yang diumumkan.

---

## FORU

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 5

### Overview

Pada periode 12-14 September 2026, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) yang sangat besar, dengan penerbitan maksimal 215,10 miliar saham baru (nilai emisi maksimal Rp27,10 triliun). Aksi ini merupakan transaksi afiliasi dan material karena pengendali IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH, 76,81%) akan melaksanakan 165,22 miliar HMETD melalui inbreng 49% saham PT Borneo Prima (BP) senilai Rp20,82 triliun. RUPSLB telah menyetujui pada 22 Juli 2026, pernyataan efektif OJK diperoleh 11 September 2026, dan pencatatan saham baru di BEI direncanakan 25 September 2026. Aksi ini akan mengubah struktur modal secara signifikan, berpotensi mendilusi pemegang saham yang tidak ikut hingga 99,78%, dan menimbulkan risiko kepatuhan free float (saat ini 11,63%, wajib minimal 15% pada 31 Maret 2029). Terdapat satu pengumuman perbaikan administratif yang mengoreksi angka nilai penyetoran, jumlah saham setelah transaksi, dan periode perdagangan HMETD.

### Material changes

- Rencana penerbitan maksimal 215.096.316.400 saham baru melalui PMHMETD I, nilai nominal Rp100/saham, harga pelaksanaan Rp126/saham, nilai emisi maksimal Rp27.102.135.866.400.
- Pengendali IMR AH akan melaksanakan 165.216.755.166 HMETD melalui inbreng 49% saham PT Borneo Prima (BP) senilai Rp20.817.311.150.916 (setelah koreksi).
- Rasio HMETD 100:46.235, setiap pemegang 100 saham lama berhak atas 46.235 HMETD.
- Dilusi maksimum bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD: 99,78%.
- Kepemilikan IMR AH setelah aksi: tetap 76,81% jika publik ikut, menjadi 99,94% jika publik tidak ikut.
- Free float saat ini 11,63% (54.090.900 saham) per 31 Maret 2026, wajib minimal 15% pada 31 Maret 2029.
- Rencana pinjaman ke BP untuk modal kerja operasional pertambangan, tergantung partisipasi publik.
- Perbaikan administratif: koreksi nilai penyetoran, jumlah saham setelah transaksi, dan periode perdagangan HMETD.

### Key financial figures

- **Nilai emisi PMHMETD I:** Rp27.102.135.866.400 (2026-09-14)
- **Nilai inbreng (49% saham BP):** Rp20.817.311.150.916 (2026-09-14)
- **Modal ditempatkan sebelum PMHMETD I:** 465.224.000 saham (31 Juli 2026)
- **Modal ditempatkan setelah PMHMETD I (skenario publik ikut):** 215.560.944.456 saham (setelah aksi)
- **Modal ditempatkan setelah PMHMETD I (skenario publik tidak ikut):** 165.681.979.166 saham (setelah aksi)
- **Kepemilikan IMR AH setelah PMHMETD I (skenario publik tidak ikut):** 99,94% (setelah aksi)
- **Kapitalisasi pasar per 31 Maret 2026:** Rp558.300.000.000 (31 Maret 2026)
- **Free float per 31 Maret 2026:** 54.090.900 saham (11,63%) (31 Maret 2026)
- **Pendapatan usaha FY2025:** Rp45.028.014.086 (FY2025)
- **Rugi bersih FY2025:** -Rp2.515.748.356 (FY2025)
- **Pendapatan usaha Q1 2026:** Rp5.409.583.765 (Q1 2026)
- **Rugi bersih Q1 2026:** -Rp4.150.045.863 (Q1 2026)
- **Jumlah ekuitas per 31 Maret 2026:** Rp19.229.741.969 (31 Maret 2026)
- **Proforma ekuitas setelah PMHMETD I:** Rp7,15 triliun (2026-10-08)
- **Current Ratio:** 2,19x (31 Maret 2026)
- **ICR:** -50,28x (31 Maret 2026)
- **DSCR:** -1,08x (31 Maret 2026)
- **Total pinjaman terutang:** Rp4.973.039.663 (31 Maret 2026)
- **Belanja modal peralatan kantor:** Rp49.383.444 (3M 2026)
- **Arus kas dari aktivitas operasi Q1 2026:** Rp3.865.552.463 (Q1 2026)

### Corporate actions

- Rights issue (PMHMETD I) dengan rasio 100:46.235, harga pelaksanaan Rp126/saham, tanpa waran.
- Inbreng (penyetoran saham non-tunai) 49% saham PT Borneo Prima oleh IMR AH.
- Transaksi afiliasi dan material (inbreng) yang memerlukan persetujuan pemegang saham independen.
- Rencana pinjaman ke BP untuk modal kerja operasional pertambangan.
- Perubahan struktur modal signifikan.
- Potensi dilusi besar bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD.

### Expansion projects

- Akuisisi 49% saham PT Borneo Prima (BP) melalui inbreng, untuk ekspansi ke sektor pertambangan batu bara metalurgi.
- Pinjaman ke BP untuk modal kerja operasional pertambangan (Rencana Pinjaman), tergantung partisipasi publik.
- Belanja modal peralatan kantor Rp49,38 juta (3M 2026), bersumber dari kas internal.
- Tidak ada komitmen investasi barang modal material.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendalian di Perseroan maupun BP setelah PMHMETD I.
- Anirudh Misra tetap sebagai pengendali akhir, memiliki peran ganda di IMR AH, FORU, dan BP.
- PHK karyawan tetap dari 38 menjadi 17 orang (efisiensi struktur organisasi).

### Capital structure

- Penerbitan maksimal 215.096.316.400 saham baru, nilai nominal Rp100/saham.
- Rasio HMETD 100:46.235, setiap pemegang 100 saham lama berhak atas 46.235 HMETD.
- Modal dasar akan ditingkatkan dari 1.000.000.000 saham menjadi 500.000.000.000 saham.
- Modal ditempatkan dan disetor akan meningkat dari 465.224.000 saham menjadi 215.560.944.456 saham (skenario publik ikut).
- Dilusi maksimum 99,78% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD.
- Kepemilikan IMR AH tetap 76,81% jika publik ikut, menjadi 99,94% jika tidak.
- Free float saat ini 11,63%, wajib minimal 15% pada 31 Maret 2029.

### Listing / regulatory

- Pernyataan efektif OJK pada 11 September 2026.
- Pencatatan saham baru di BEI direncanakan 25 September 2026.
- Perdagangan HMETD 25 September - 6 Oktober 2026 (8 hari kerja).
- Penjatahan 8 Oktober 2026.
- Kewajiban free float minimal 15% pada 31 Maret 2029.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 32/POJK.04/2015, POJK 17/2020, POJK 42/2020, POJK 40/2025.

### Analytical scenarios

- **Nilai emisi PMHMETD I** [explicit_fact, high]: Nilai emisi maksimal Rp27.102.135.866.400 dihitung dari 215.096.316.400 saham x Rp126.
  - Basis: 215.096.316.400 saham; harga pelaksanaan Rp126
- **Koreksi nilai penyetoran** [explicit_fact, high]: Nilai penyetoran modal dari IMR AH dikoreksi dari Rp20.817.311.151.042 menjadi Rp20.817.311.150.916, selisih Rp126.
  - Basis: Angka sebelum dan sesudah diralat pada halaman 1 dokumen
- **Periode perdagangan HMETD** [explicit_fact, high]: Periode perdagangan HMETD diperpanjang dari 7 menjadi 8 hari kerja, dengan tanggal akhir diubah dari 8 Oktober menjadi 6 Oktober 2026.
  - Basis: Perubahan pada halaman 1 dokumen
- **Jumlah saham setelah transaksi** [explicit_fact, high]: Jumlah saham setelah transaksi dikoreksi dari 165.681.979.167 menjadi 165.681.979.166, selisih satu saham.
  - Basis: Angka sebelum dan sesudah diralat pada halaman 1 dokumen
- **Dilusi maksimum** [derived_calculation, high]: Dilusi maksimum dihitung dari 1 - (465.224.000 / 215.560.944.456) = 99,78%, sesuai dengan klaim emiten.
  - Basis: Jumlah saham sebelum PMHMETD I: 465.224.000; Jumlah saham setelah PMHMETD I (skenario masyarakat laksanakan): 215.560.944.456
  - Assumptions: Masyarakat melaksanakan seluruh HMETD
- **Nilai inbreng per saham BP** [derived_calculation, medium]: Nilai inbreng Rp20.817.311.150.916 untuk 10.780 saham Seri A BP, setara Rp1.931.104.559 per saham.
  - Basis: Rp20.817.311.150.916 / 10.780 saham
  - Caveats: Nilai per saham hanya indikatif, tidak mencerminkan nilai pasar wajar
- **Pertumbuhan pendapatan FY2025** [derived_calculation, high]: Pendapatan FY2025 tumbuh 14,05% ((45.028.014.086 - 39.482.296.000) / 39.482.296.000).
  - Basis: Angka pendapatan FY2025 dan FY2024
- **Penurunan pendapatan Q1 2026** [derived_calculation, high]: Pendapatan Q1 2026 turun 70,80% dibanding Q1 2025 (5.409.583.765 - 18.529.120.814) / 18.529.120.814.
  - Basis: Angka pendapatan Q1 2026 dan Q1 2025
- **Kontribusi segmen** [derived_calculation, high]: Kontribusi segmen Periklanan Terintegrasi terhadap pendapatan total per 31 Maret 2026 adalah 81,55% (Rp4.411.458.988 / Rp5.409.583.765).
  - Basis: Pendapatan segmen Periklanan: Rp4.411.458.988; Pendapatan total: Rp5.409.583.765
- **Risiko free float** [analyst_hypothesis, medium]: Jika publik tidak melaksanakan HMETD, kepemilikan publik turun menjadi 0,06%, jauh di bawah minimum 15%, sehingga Perseroan berisiko terkena sanksi BEI.
  - Basis: Kepemilikan publik 0,06% pada skenario publik tidak ikut; Kewajiban free float minimal 15%
  - Assumptions: Publik tidak melaksanakan HMETD
  - Caveats: Perseroan menyatakan akan melakukan upaya pemenuhan free float
- **Motivasi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, medium]: Aksi ini tampaknya bertujuan untuk mengakuisisi tambang batu bara metalurgi (BP) dan mendanai operasionalnya, sejalan dengan prospek industri coking coal.
  - Basis: Rencana penggunaan dana untuk inbreng BP dan pinjaman modal kerja; Alasan: prospek positif industri batu bara metalurgi
  - Caveats: Belum ada konfirmasi hasil operasional BP
- **Ketergantungan pada proyek besar** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan pendapatan FY2025 didorong proyek PT Robert Bosch, yang mungkin tidak berulang, sehingga pendapatan Q1 2026 turun drastis.
  - Basis: Penyebutan proyek PT Robert Bosch sebagai kontributor utama
  - Assumptions: Proyek tersebut selesai dan tidak ada pengganti
  - Caveats: Manajemen tidak menyatakan ketergantungan, tetapi pola pendapatan menunjukkan risiko

### Risks / uncertainties

- Dilusi maksimum 99,78% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD.
- Rencana Pinjaman bergantung pada partisipasi publik; jika tidak, tidak dilakukan.
- Risiko ketergantungan pada entitas anak (BP) yang dapat berdampak material.
- Potensi pelanggaran free float jika publik tidak ikut serta.
- Penurunan pendapatan Q1 2026 sebesar 70,80% akibat hilangnya kontrak retainer.
- ICR dan DSCR negatif pada 3M 2026 menunjukkan EBITDA negatif, berpotensi mempengaruhi kemampuan memenuhi kewajiban keuangan.
- Risiko keterlambatan pelaksanaan inbreng (batas 30 September 2026).
- Biaya terminasi karyawan meningkat akibat PHK.
- Rugi bersih berkelanjutan.
- Ketergantungan pada proyek besar (PT Robert Bosch) yang mungkin tidak berulang.
- Utang bank jangka pendek meningkat.
- Proforma ekuitas sangat dipengaruhi oleh selisih negatif restrukturisasi.
- Risiko fluktuasi harga batubara tanpa lindung nilai.
- Risiko tingkat suku bunga atas pinjaman modal kerja.
- Risiko kredit dari piutang usaha.

### Items to monitor

- Realisasi partisipasi publik dalam pelaksanaan HMETD.
- Pelaksanaan inbreng 49% saham BP oleh IMR AH (batas 30 September 2026).
- Pencatatan saham baru di BEI pada 25 September 2026.
- Kinerja operasional PT Borneo Prima (BP) setelah akuisisi.
- Pemenuhan free float minimal 15% pada 31 Maret 2029.
- Realisasi penggunaan dana PMHMETD I sesuai POJK 40/2025.
- Perkembangan Rencana Pinjaman ke BP.
- Kinerja keuangan kuartal berikutnya, terutama pemulihan pendapatan.

---

## GRPH

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) menyampaikan materi Public Expose Insidentil yang akan dilaksanakan pada 15 September 2026. Public Expose ini diselenggarakan atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sejak 8 September 2026. Materi yang disampaikan mencakup kinerja keuangan semester I 2026, strategi bisnis, dan rencana kerja. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) menyampaikan materi Public Expose Insidentil melalui surat No. 024/GPP/CORSEC/SPb/IX/2026 tanggal 14 September 2026.
- Public Expose Insidentil direncanakan dilaksanakan pada Selasa, 15 September 2026 melalui Zoom Meeting.
- Public Expose Insidentil diselenggarakan atas permintaan BEI terkait Pengumuman Bursa Nomor Peng-SPT-00169/BEI.WAS/09-2026 perihal penghentian sementara perdagangan (suspensi) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai tertanggal 08 September 2026.
- Latar belakang pelaksanaan Public Expose Insidentil mencakup tiga kategori: sukarela, permintaan Bursa Efek Indonesia (IDX), dan permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- Surat penyampaian materi ditandatangani oleh Fransiska Bella Yunita selaku Sekretaris Perusahaan.
- Surat penyampaian materi merujuk pada surat sebelumnya No. 022/GPP/CORSEC/SPb/IX/2026 tanggal 09 September 2026 tentang rencana penyelenggaraan Public Expose Insidentil.
- PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) berdiri 14 April 2010 dan tercatat di BEI pada 18 Januari 2024.
- Bidang usaha: hotel bintang 4 satu-satunya di Kudus dengan 134 kamar (56 Deluxe Room, 58 Executive Room, 12 Business Room, 8 Suite Room), restoran The Flaminggoooooale dan The FLAMExpress, 1 Ballroom, 7 Function Room, serta Kopi100.
- Komposisi pemegang saham per Juni 2026: PT Mulia Jaya Palma 29,26%, masyarakat 70,24%, dan Antanius Feliks Samuel Jeffrey Santoso Christiawan S 0,50%.
- Manajemen: Anita Ewert Yapius Yusuf sebagai Komisaris Utama, Oei Selima Ivena sebagai Komisaris Independen, Edwin Leonardo Wijaya sebagai Direktur Utama, dan terdapat satu Direktur lain (nama tidak terbaca).
- Kinerja hotel: tingkat hunian 30 Juni 2026 naik menjadi 69,83% dari 68,10% pada 30 Juni 2025.
- Rencana kerja 2026: rebranding Teman Canda menjadi Kopi100, penambahan salon, promosi ballroom dan meeting room dengan videotron (termasuk satu unit videotron mobile untuk ruang meeting Diamond dan Emerald).
- Strategi 2026: memperkuat bisnis inti dan membuka sumber pertumbuhan baru, meningkatkan okupansi, mengoptimalkan tarif kamar, meningkatkan pendapatan F&B, mengembangkan bisnis MICE & event, serta meningkatkan efisiensi dan arus kas.
- Perseroan mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan kamar dengan mengoptimalkan bisnis F&B dan MICE, serta membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis jangka panjang.

### Key financial figures

- **Total Aset:** 100.51 (Desember 2025)
- **Total Aset:** 100.11 (Juni 2026)
- **Total Liabilitas:** 77.53 (Desember 2025)
- **Total Liabilitas:** 78.76 (Juni 2026)
- **Total Ekuitas:** 22.97 (Desember 2025)
- **Total Ekuitas:** 21.35 (Juni 2026)
- **Pendapatan:** 14.73 (Juni 2025)
- **Pendapatan:** 15.72 (Juni 2026)
- **Laba Bruto:** 7.92 (Juni 2025)
- **Laba Bruto:** 7.96 (Juni 2026)
- **Laba Usaha:** 1.18 (Juni 2025)
- **Laba Usaha:** 1.23 (Juni 2026)
- **Pendapatan Kamar:** 6.5 (Juni 2025)
- **Pendapatan Kamar:** 7.7 (Juni 2026)
- **HPP:** 6.8 (Juni 2025)
- **HPP:** 7.75 (Juni 2026)
- **Tingkat Hunian:** 68.10% (30 Juni 2025)
- **Tingkat Hunian:** 69.83% (30 Juni 2026)
- **Penurunan Aset (Des 2025 ke Juni 2026):** -0.4% (Des 2025 - Juni 2026)
- **Penurunan Liabilitas (Des 2025 ke Juni 2026):** -7.1% (Des 2025 - Juni 2026)
- **Kenaikan Ekuitas (Des 2025 ke Juni 2026):** 1.6% (Des 2025 - Juni 2026)
- **Kenaikan Pendapatan (YoY):** 6.7% (Juni 2025 - Juni 2026)
- **Kenaikan Laba Bruto (YoY):** 0.5% (Juni 2025 - Juni 2026)
- **Kenaikan Laba Usaha (YoY):** 4.4% (Juni 2025 - Juni 2026)
- **Penurunan Kas dan Bank:** Rp207 juta (Des 2025 - Juni 2026)

### Expansion projects

- Transformasi kamar Deluxe menjadi Executive (nilai tidak disebutkan)
- Rebranding Teman Canda menjadi Kopi100 (nilai tidak disebutkan)
- Penambahan salon (nilai tidak disebutkan)
- Pengadaan videotron mobile (satu unit, nilai tidak disebutkan)

### Listing / regulatory

- Suspensi perdagangan saham oleh BEI sejak 8 September 2026
- Public Expose Insidentil sebagai respons atas permintaan BEI

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan pendapatan kamar** [derived_calculation, medium]: Pendapatan kamar naik 18,62% YoY (dari Rp6,5 miliar menjadi Rp7,7 miliar), sementara okupansi hanya naik 1,73 poin persentase (dari 68,10% menjadi 69,83%). Ini mengindikasikan kenaikan pendapatan kamar tidak hanya dari volume tetapi juga dari kenaikan tarif kamar rata-rata (ADR).
  - Basis: Pendapatan kamar Juni 2025: Rp6,5 miliar; Pendapatan kamar Juni 2026: Rp7,7 miliar; Okupansi Juni 2025: 68,10%; Okupansi Juni 2026: 69,83%
  - Assumptions: Jumlah kamar tersedia tidak berubah selama periode tersebut
  - Caveats: Perhitungan ADR tidak dapat dilakukan tanpa data jumlah kamar terjual atau malam kamar tersedia
- **Margin laba usaha** [derived_calculation, medium]: Margin laba usaha pada Juni 2026 sekitar 7,8% (Rp1,23 miliar / Rp15,72 miliar), sedikit menurun dari Juni 2025 yang sekitar 8,0% (Rp1,18 miliar / Rp14,73 miliar).
  - Basis: Laba usaha Juni 2025: Rp1,18 miliar; Pendapatan Juni 2025: Rp14,73 miliar; Laba usaha Juni 2026: Rp1,23 miliar; Pendapatan Juni 2026: Rp15,72 miliar
  - Assumptions: Tidak ada item non-operasional yang signifikan
  - Caveats: Margin dihitung dari angka yang dibulatkan
- **Pertumbuhan laba bruto vs HPP** [derived_calculation, medium]: Laba bruto naik tipis 0,5% meskipun pendapatan naik 6,7%, karena HPP naik lebih tinggi (dari Rp6,8 miliar menjadi Rp7,75 miliar, atau sekitar 14%). Ini menunjukkan tekanan pada margin kotor.
  - Basis: Pendapatan Juni 2025: Rp14,73 miliar; Pendapatan Juni 2026: Rp15,72 miliar; HPP Juni 2025: Rp6,8 miliar; HPP Juni 2026: Rp7,75 miliar
  - Assumptions: HPP yang dimaksud adalah beban pokok pendapatan
  - Caveats: Angka HPP tidak disajikan secara eksplisit sebagai 'HPP' di slide, tetapi disebutkan dalam narasi
- **Rasio utang terhadap ekuitas** [derived_calculation, medium]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas pada Juni 2026 sekitar 3,69x (Rp78,76 miliar / Rp21,35 miliar), meningkat dari Desember 2025 yang sekitar 3,37x (Rp77,53 miliar / Rp22,97 miliar).
  - Basis: Total Liabilitas Des 2025: Rp77,53 miliar; Total Ekuitas Des 2025: Rp22,97 miliar; Total Liabilitas Juni 2026: Rp78,76 miliar; Total Ekuitas Juni 2026: Rp21,35 miliar
  - Assumptions: Liabilitas dianggap sebagai utang
  - Caveats: Rasio dihitung dari angka yang mungkin tidak konsisten dengan narasi penurunan liabilitas
- **Pertumbuhan pendapatan vs laba usaha** [derived_calculation, medium]: Pendapatan naik 6,7% tetapi laba usaha hanya naik 4,4%, menunjukkan pertumbuhan biaya operasional lebih cepat dari pendapatan, mungkin terkait dengan peningkatan HPP dan biaya pemasaran.
  - Basis: Pendapatan Juni 2025: Rp14,73 miliar; Pendapatan Juni 2026: Rp15,72 miliar; Laba usaha Juni 2025: Rp1,18 miliar; Laba usaha Juni 2026: Rp1,23 miliar
  - Assumptions: Tidak ada perubahan signifikan pada pendapatan lain-lain
  - Caveats: Perhitungan berdasarkan angka yang dibulatkan
- **Rata-rata pendapatan per kamar** [derived_calculation, medium]: Dengan asumsi jumlah kamar tetap 134, pendapatan kamar per kamar per semester sekitar Rp57,5 juta pada Juni 2026 (Rp7,7 miliar / 134), naik dari Rp48,5 juta pada Juni 2025 (Rp6,5 miliar / 134).
  - Basis: Jumlah kamar: 134; Pendapatan kamar Juni 2025: Rp6,5 miliar; Pendapatan kamar Juni 2026: Rp7,7 miliar
  - Assumptions: Jumlah kamar tidak berubah; Pendapatan kamar hanya dari sewa kamar
  - Caveats: Perhitungan tidak memperhitungkan kamar yang tidak tersedia karena renovasi
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Karena latar belakang mencakup permintaan Bursa dan OJK, kemungkinan terdapat isu kepatuhan atau aksi korporasi yang memerlukan penjelasan kepada publik, namun tidak ada detail dalam dokumen ini.
  - Basis: Latar belakang pelaksanaan mencakup permintaan IDX dan OJK
  - Assumptions: Public Expose insidentil sering dipicu oleh hal material atau permintaan regulator
  - Caveats: Dokumen hanya berisi pengantar, bukan materi presentasi
- **Konten Materi** [analyst_hypothesis, low]: Materi Public Expose kemungkinan berisi informasi keuangan, kinerja, atau rencana strategis, tetapi tidak tersedia dalam dokumen ini.
  - Basis: Lampiran berupa PPT dan PDF materi
  - Assumptions: Materi pubex biasanya memuat data keuangan dan operasional
  - Caveats: Tidak ada akses ke lampiran

### Risks / uncertainties

- Suspensi perdagangan saham yang sedang berlangsung dapat mempengaruhi likuiditas dan persepsi investor
- Ketergantungan pada pendapatan kamar meskipun ada upaya diversifikasi ke F&B dan MICE
- Tekanan pada margin kotor akibat kenaikan HPP yang lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan
- Risiko eksekusi terkait transformasi kamar dan rebranding restoran
- Persaingan dari hotel lain di Kudus dan sekitarnya
- Ketidakpastian ekonomi yang dapat mempengaruhi permintaan akomodasi dan MICE

### Items to monitor

- Suspensi perdagangan saham yang sedang berlangsung dapat mempengaruhi likuiditas dan persepsi investor
- Kinerja keuangan semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba usaha yang moderat
- Rencana ekspansi dan rebranding dapat menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang
- Ketergantungan pada pendapatan kamar dan tekanan margin kotor menjadi perhatian

---

## HEXA

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menyampaikan materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat No. 045/HEXA/9034/IX/2026 tanggal 14 September 2026. Materi tersebut mencakup presentasi kinerja FY2025 (Apr 2025-Mar 2026) dan Q1 FY2026 (Apr-Jun 2026), proyeksi FY2026, serta rencana peluncuran produk baru dan perubahan merek. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau transaksi aset yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menyampaikan materi Public Expose Tahunan melalui surat No. 045/HEXA/9034/IX/2026 tanggal 14 September 2026, ditandatangani oleh Corporate Secretary Listiana A. Kurniawati.
- Public Expose Tahunan akan diselenggarakan secara virtual pada Kamis, 17 September 2026, pukul 14.00 WIB melalui Microsoft Teams.
- Penyampaian materi ini merujuk pada rencana Public Expose yang diumumkan melalui surat No. 044/HEXA/9034/IX/2026 tanggal 2 September 2026.
- Materi Public Expose terdiri dari tiga lampiran: presentasi bahasa Inggris, presentasi bahasa Indonesia, dan surat LO.
- FY2025 (Apr 2025-Mar 2026): pendapatan bersih USD515,423 ribu, laba kotor USD90,183 ribu, laba usaha USD27,649 ribu, laba bersih USD15,983 ribu, EPS USD0,019.
- Q1 FY2026 (Apr-Jun 2026): pendapatan bersih USD113,797 ribu, laba kotor USD21,117 ribu, laba operasi USD7,623 ribu, laba bersih USD4,915 ribu.
- Proyeksi FY2026: pendapatan USD589,375 ribu, laba kotor USD95,082 ribu, laba operasi USD28,841 ribu, laba bersih USD18,384 ribu.
- Penjualan unit excavator FY2025 mencapai 3,164 unit, naik 22% dari 2,597 unit di FY2024; pangsa pasar HAP 16,7% (FY2024: 16,3%).
- Peluncuran global WIXIM Series (buldoser dan wheel loader) pada 27 Juli 2026 di Jakarta; Indonesia menjadi negara pertama peluncuran.
- Foton 4x2 Aumark (agro dump truck) mulai dijual Agustus 2026, target sektor perkebunan kelapa sawit; pesanan diterima 100+ unit.
- Merek Hitachi Construction Machinery akan berubah menjadi LANDCROS mulai 1 April 2027; Hexindo tetap distributor resmi dan nama Hexindo tidak berubah.
- Jumlah saham beredar: 840 juta lembar.
- Struktur kepemilikan: HCM Japan 48,59%, Itochu Japan 25,05%, HMAP Singapore 5,07%, Public 21,29% (perhitungan turunan dari sumber).
- Total aset FY2025: USD407,032 ribu; total liabilitas: USD242,032 ribu; ekuitas: USD165,000 ribu.
- Total aset Q1 FY2026: USD409,750 ribu; total liabilitas: USD239,835 ribu; ekuitas: USD169,915 ribu.

### Key financial figures

- **Pendapatan Bersih:** 515,423 (FY2025 (Apr 2025-Mar 2026))
- **Pendapatan Bersih:** 522,715 (FY2024)
- **Laba Kotor:** 90,183 (FY2025)
- **Laba Kotor:** 110,301 (FY2024)
- **Laba Usaha:** 27,649 (FY2025)
- **Laba Usaha:** 47,138 (FY2024)
- **Laba Bersih:** 15,983 (FY2025)
- **Laba Bersih:** 31,062 (FY2024)
- **EPS:** 0.019 (FY2025)
- **EPS:** 0.037 (FY2024)
- **Total Aset:** 407,032 (FY2025)
- **Total Liabilitas:** 242,032 (FY2025)
- **Ekuitas:** 165,000 (FY2025)
- **Pendapatan Bersih:** 113,797 (Q1 FY2026 (Apr-Jun 2026))
- **Laba Kotor:** 21,117 (Q1 FY2026)
- **Laba Operasi:** 7,623 (Q1 FY2026)
- **Laba Bersih:** 4,915 (Q1 FY2026)
- **Total Aset:** 409,750 (Q1 FY2026)
- **Total Liabilitas:** 239,835 (Q1 FY2026)
- **Ekuitas:** 169,915 (Q1 FY2026)
- **Proyeksi Pendapatan:** 589,375 (FY2026)
- **Proyeksi Laba Kotor:** 95,082 (FY2026)
- **Proyeksi Laba Operasi:** 28,841 (FY2026)
- **Proyeksi Laba Bersih:** 18,384 (FY2026)
- **Penjualan Unit Excavator:** 3,164 unit (FY2025)
- **Penjualan Unit Excavator:** 2,597 unit (FY2024)
- **Market Share HAP:** 16.7% (FY2025)
- **Market Share HAP:** 16.3% (FY2024)

### Expansion projects

- Peluncuran WIXIM Series (buldoser dan wheel loader) pada 27 Juli 2026 di Jakarta; Indonesia menjadi negara pertama peluncuran global.
- Penjualan perdana Foton 4x2 Aumark (agro dump truck) mulai Agustus 2026, target sektor perkebunan kelapa sawit; pesanan diterima 100+ unit.

### Listing / regulatory

- Penyampaian materi Public Expose Tahunan sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Analytical scenarios

- **Penurunan laba bersih FY2025** [derived_calculation, high]: Laba bersih FY2025 turun sekitar 48,5% dari FY2024 (15,983 vs 31,062), sementara pendapatan hanya turun 1,4% (515,423 vs 522,715), menunjukkan penurunan margin yang signifikan.
  - Basis: Laba bersih FY2025: USD15,983 ribu; FY2024: USD31,062 ribu; Pendapatan FY2025: USD515,423 ribu; FY2024: USD522,715 ribu
  - Assumptions: Perhitungan pertumbuhan menggunakan rumus (FY2025-FY2024)/FY2024
- **Realisasi Q1 FY2026 terhadap proyeksi FY2026** [derived_calculation, high]: Realisasi Q1 FY2026 mencapai 19,3% dari proyeksi pendapatan tahunan (113,797/589,375), 22,2% dari laba kotor (21,117/95,082), 26,4% dari laba operasi (7,623/28,841), dan 26,7% dari laba bersih (4,915/18,384).
  - Basis: Angka proyeksi FY2026 dari slide 22; Angka Q1 FY2026 dari slide 19
  - Assumptions: Proyeksi FY2026 adalah target tahunan manajemen.
  - Caveats: Pencapaian kuartal pertama tidak selalu representatif untuk tahun penuh.
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, medium]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas FY2025 sekitar 1,47 (242,032/165,000), dan Q1 FY2026 sekitar 1,41 (239,835/169,915), menunjukkan leverage yang cukup tinggi.
  - Basis: Total liabilitas FY2025: USD242,032 ribu; ekuitas: USD165,000 ribu; Total liabilitas Q1 FY2026: USD239,835 ribu; ekuitas: USD169,915 ribu
  - Assumptions: Perhitungan rasio sederhana tanpa memperhitungkan komposisi utang jangka pendek vs panjang.
  - Caveats: Tidak ada rincian utang berbunga atau covenant.
- **Kontribusi segmen penjualan unit** [derived_calculation, high]: Pada FY2025, segmen agro menyumbang sekitar 45% dari total penjualan excavator (1,409 dari 3,164 unit), menunjukkan fokus pada sektor perkebunan.
  - Basis: Slide 27: Agro 1,409 unit, total 3,164 unit
  - Assumptions: Perhitungan proporsi dari total penjualan excavator.
- **Dampak perubahan merek Hitachi menjadi LANDCROS** [analyst_hypothesis, medium]: Perubahan merek dari Hitachi menjadi LANDCROS per 1 April 2027 dapat mempengaruhi persepsi pasar dan loyalitas pelanggan, namun Hexindo tetap distributor resmi dan nama Hexindo tidak berubah.
  - Basis: Slide 37: 'brand will change from HITACHI to LANDCROS starting on April 1st, 2027'
  - Assumptions: Perubahan merek tidak mengubah kontrak distribusi atau operasi manufaktur.
  - Caveats: Tidak ada rincian dampak terhadap kontrak atau pendapatan.

### Risks / uncertainties

- Penurunan margin laba kotor dari 21% menjadi 17% di FY2025.
- Penurunan penjualan rental yang signifikan (34% di FY2025, 44% di Q1 FY2026).
- Ketergantungan pada sektor agro (45% dari penjualan excavator).
- Risiko eksekusi peluncuran produk baru WIXIM dan Foton.
- Perubahan merek Hitachi menjadi LANDCROS dapat mempengaruhi persepsi pasar.
- Fluktuasi harga komoditas (sawit, batu bara) dapat mempengaruhi permintaan alat berat.
- Risiko nilai tukar USD/IDR karena laporan keuangan dalam USD.

### Items to monitor

- Pangsa pasar excavator 6 ton ke atas: 17% (FY2025), naik dari 16% (FY2024).
- Pangsa pasar mini excavator: 18% (FY2025), naik dari 17% (FY2024).
- Proyeksi FY2026 pendapatan naik 14% dari FY2025, laba bersih naik 15%.
- Peluncuran produk baru WIXIM dan Foton untuk ekspansi pasar.
- Perubahan merek Hitachi menjadi LANDCROS per April 2027.

---

## INDO

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk periode Agustus 2026, dengan koreksi atas laporan sebelumnya. Laporan ini mencakup informasi kepemilikan saham oleh direksi, komisaris, afiliasi, dan pengendali, serta klasifikasi investor berdasarkan data KSEI. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada struktur kepemilikan saham, jumlah saham beredar, atau treasury stock antara bulan berjalan dan bulan sebelumnya berdasarkan evidence yang diberikan.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) untuk periode Agustus 2026, dengan koreksi atas laporan sebelumnya (nomor 070/DIR-RIW/IX/2026).
- Jumlah saham tercatat: 4.480.741.638 saham, tidak berubah antara bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Treasury stock: 0 saham, tidak berubah antara bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris: 553.468.238 saham (12,35%) pada bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh pengendali: 1.443.027.600 saham (32,21%) pada bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh afiliasi pengendali: 558.205.800 saham (12,46%) pada bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh afiliasi lainnya: 670.000.000 saham (14,95%) pada bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh investor dengan kepemilikan 5% atau lebih: 586.040.000 saham (13,08%) pada bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh investor dengan kepemilikan kurang dari 5%: 0 saham (0%) pada bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Tidak ada perubahan jumlah saham yang dimiliki oleh direksi, komisaris, afiliasi, pengendali, atau pemegang saham besar antara bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Tidak ada perubahan jumlah saham treasury stock antara bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar antara bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Laporan mencakup klasifikasi investor berdasarkan data KSEI, termasuk jumlah investor dan saham untuk berbagai kategori (misalnya, bank, perusahaan sekuritas, reksa dana, asing, dll).
- Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada struktur kepemilikan saham berdasarkan evidence yang diberikan.

### Key financial figures

- **Jumlah Saham Tercatat:** 4.480.741.638 (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Treasury Stock:** 0 (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Kepemilikan Saham oleh Direksi dan Komisaris:** 553.468.238 saham (12,35%) (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Kepemilikan Saham oleh Pengendali:** 1.443.027.600 saham (32,21%) (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Kepemilikan Saham oleh Afiliasi Pengendali:** 558.205.800 saham (12,46%) (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Kepemilikan Saham oleh Afiliasi Lainnya:** 670.000.000 saham (14,95%) (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Kepemilikan Saham oleh Investor dengan Kepemilikan 5% atau Lebih:** 586.040.000 saham (13,08%) (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))
- **Kepemilikan Saham oleh Investor dengan Kepemilikan Kurang dari 5%:** 0 saham (0%) (Agustus 2026 (bulan ini dan sebelumnya))

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan dalam kepemilikan saham oleh direksi, komisaris, afiliasi, atau pengendali antara bulan ini dan bulan sebelumnya berdasarkan evidence yang diberikan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan dalam jumlah saham beredar atau treasury stock antara bulan ini dan bulan sebelumnya berdasarkan evidence yang diberikan.

### Listing / regulatory

- Pengumuman ini merupakan koreksi atas laporan bulanan sebelumnya (nomor 070/DIR-RIW/IX/2026).

### Analytical scenarios

- **Koreksi Laporan** [analyst_hypothesis, medium]: Pengumuman ini berjudul 'KOREKSI', yang menunjukkan adanya perbaikan atas laporan sebelumnya. Namun, tidak ada detail spesifik mengenai apa yang dikoreksi dalam evidence yang diberikan. Koreksi ini mungkin bersifat administratif atau penyajian ulang data, tanpa perubahan substansial pada struktur kepemilikan.
  - Basis: Judul pengumuman menyebutkan 'KOREKSI' dan merujuk pada nomor laporan sebelumnya (070/DIR-RIW/IX/2026).
  - Assumptions: Koreksi tidak mengubah angka kepemilikan saham yang dilaporkan, karena semua angka antara bulan ini dan bulan sebelumnya identik.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan rinci tentang isi koreksi dalam evidence yang diberikan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian material yang teridentifikasi dari evidence yang diberikan. Laporan ini bersifat rutin dan tidak menunjukkan perubahan signifikan pada struktur kepemilikan atau modal.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan saham, jumlah saham beredar, atau treasury stock yang teridentifikasi. Informasi ini mungkin relevan bagi investor yang memantau kepatuhan pelaporan emiten, namun tidak mengindikasikan adanya perubahan fundamental.

---

## INTD

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

INTD menanggapi surat Bursa Efek Indonesia Nomor S-112/D.04/2026 perihal permintaan penjelasan atas rencana pemenuhan ketentuan minimum free float. Perseroan menyatakan sedang dalam proses mengupayakan pemenuhan free float secepatnya, tanpa memberikan rincian mekanisme, jumlah saham, atau timeline. Surat ditandatangani oleh Direktur Kevin Wong dan Finance Controller Satriani Ligatsyah pada 14 September 2026. Tidak ada angka keuangan atau rencana aksi korporasi spesifik yang diungkapkan.

### Material changes

- INTD menerima surat dari Bursa Efek Indonesia Nomor S-112/D.04/2026 perihal Permintaan Penjelasan atas Rencana Pemenuhan Ketentuan Minimum Free Float.
- INTD menyatakan sedang dalam proses mengupayakan pemenuhan free float secepatnya.
- Surat tanggapan bernomor 041/CS/ID/IX/2026, dikeluarkan oleh Inter-Delta Tbk (INTD).
- Surat ditandatangani oleh Satriani Ligatsyah (Finance Controller) dan Kevin Wong (Direktur) pada 14 September 2026.
- Terdapat 9 lampiran dokumen terkait pemenuhan free float, dengan nama file '041 pemenuhan freefloat.pdf' dan '1_041 pemenuhan freefloat.pdf' hingga '8_041 pemenuhan freefloat.pdf'.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan.
- INTD bertanggung jawab penuh atas informasi dalam dokumen ini.
- Tidak ada rincian rencana aksi korporasi spesifik, jumlah saham, atau timeline yang diungkapkan dalam surat ini.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia terkait rencana pemenuhan ketentuan minimum free float.

### Analytical scenarios

- **Pemenuhan free float** [explicit_fact, high]: INTD menyatakan sedang dalam proses mengupayakan pemenuhan free float secepatnya, tanpa memberikan detail rencana atau waktu.
  - Basis: Surat nomor 041/CS/ID/IX/2026
- **Kemungkinan aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Untuk memenuhi free float, INTD mungkin akan melakukan aksi korporasi seperti penjualan saham oleh pemegang saham pengendali, penerbitan saham baru, atau transaksi lain yang meningkatkan jumlah saham beredar di publik.
  - Basis: Surat menyebutkan 'rencana pemenuhan ketentuan minimum free float'
  - Assumptions: Aksi korporasi diperlukan untuk meningkatkan free float
  - Caveats: Belum ada konfirmasi rencana spesifik dari INTD
- **Risiko suspensi** [analyst_hypothesis, low]: Jika free float tidak segera dipenuhi, INTD berisiko dikenakan sanksi oleh BEI, termasuk kemungkinan suspensi, namun hal ini belum terjadi.
  - Basis: Surat BEI S-112/D.04/2026
  - Assumptions: BEI dapat memberikan sanksi sesuai peraturan
  - Caveats: Tidak ada indikasi sanksi spesifik dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian waktu dan mekanisme pemenuhan free float
- Potensi sanksi atau suspensi jika free float tidak terpenuhi dalam tenggat waktu yang ditetapkan bursa

---

## ITMG

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

Pengumuman ini adalah laporan hasil Public Expose Tahunan ITMG yang diselenggarakan pada 9 September 2026. Dokumen utama hanya berisi informasi administratif (surat pengantar, jumlah peserta 195 orang), sedangkan lampiran berisi ringkasan tanya jawab. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus yang diumumkan. Manajemen menyampaikan beberapa angka operasional: realisasi capex H1 2026 US$21 juta (42% dari anggaran), harga jual rata-rata batubara US$81,0/ton dengan volume 12,3 juta ton, target strip ratio FY26 10,3x-10,5x, serta dampak penurunan debit Sungai Mahakam terhadap kapasitas muat tongkang (30-40%). Tidak ada data keuangan lengkap (laporan laba rugi, neraca, arus kas) dalam dokumen.

### Material changes

- Public Expose Tahunan ITMG diselenggarakan pada Rabu, 9 September 2026, pukul 09.00-10.00 WIB, difasilitasi IDX melalui Public Expose Live 2026.
- Laporan hasil Public Expose disampaikan melalui surat No. 2900/L/ITM/CorSec/9/2026 tanggal 14 September 2026, ditandatangani oleh Corporate Secretary Monika Ida Krisnamurti.
- Peserta yang hadir (tidak termasuk manajemen dan karyawan) sebanyak 195 orang.
- Manajemen menyatakan penurunan debit dan permukaan air Sungai Mahakam menyebabkan kapasitas pemuatan tongkang berkurang sekitar 30-40% tergantung tinggi permukaan air.
- Penurunan kapasitas muat tongkang berpotensi memengaruhi pencapaian target penjualan tahunan, namun dampak terhadap biaya diperkirakan terbatas karena area terdampak hanya sebagian dari total volume penjualan.
- Tambang Indominco di Bontang tidak terdampak penurunan air Sungai Mahakam karena lokasinya dekat laut.
- Manajemen menargetkan strip ratio berada di kisaran 10,3x-10,5x untuk FY26.
- Realisasi belanja modal (capex) hingga Juni 2026 sebesar US$21 juta, setara sekitar 42% dari anggaran capex tahun ini, sebagian besar untuk ekspansi produksi batubara.
- Harga jual rata-rata batubara semester I/2026 tercatat US$81,0 per ton dengan volume penjualan 12,3 juta ton.
- Perusahaan telah masuk ke bisnis nikel melalui PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) dan terbuka untuk meningkatkan kepemilikan sepanjang menciptakan nilai.
- Manajemen terbuka terhadap peluang di strategic mineral lainnya yang mendukung elektrifikasi dan kebutuhan energi masa depan.
- Perusahaan belum memiliki rencana untuk melakukan stock split saat ini.
- Kontrak PKP2B Indominco akan berakhir pada 2028; cadangan Jorong sekitar 2 juta ton; Kitadin telah masuk fase penutupan tambang.
- Manajemen tidak menyebutkan secara spesifik rencana akuisisi tambang batubara baru atau investasi di luar batubara selain nikel dan mineral strategis.

### Key financial figures

- **Realisasi capex:** 21 juta (H1 2026 (Jan-Jun 2026))
- **Persentase realisasi capex terhadap anggaran:** 42% (H1 2026)
- **Harga jual rata-rata batubara:** US$81,0 per ton (Semester I/2026)
- **Volume penjualan batubara:** 12,3 juta ton (Semester I/2026)
- **Target strip ratio:** 10,3x - 10,5x (FY26)
- **Cadangan Jorong:** sekitar 2 juta ton (per saat ini)
- **Penurunan kapasitas pemuatan tongkang:** 30-40% (saat ini)

### Expansion projects

- Capex hingga Juni 2026 sebesar US$21 juta (42% dari anggaran), sebagian besar untuk ekspansi produksi batubara. Tidak ada rincian proyek spesifik selain peningkatan produksi batubara.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal yang disebutkan. Manajemen menyatakan belum ada rencana stock split.

### Listing / regulatory

- Public Expose diselenggarakan sesuai ketentuan IDX. Laporan hasil Public Expose disampaikan sebagai pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi.

### Analytical scenarios

- **Implikasi realisasi capex terhadap anggaran tahunan** [derived_calculation, medium]: Jika realisasi capex H1 2026 sebesar US$21 juta setara 42% dari anggaran, maka anggaran capex tahunan dapat diestimasi sekitar US$50 juta (21/0,42). Ini adalah perhitungan turunan, bukan angka yang dinyatakan manajemen.
  - Basis: Realisasi capex US$21 juta hingga Juni 2026; Persentase realisasi 42% dari anggaran
  - Assumptions: Realisasi capex proporsional terhadap waktu; Anggaran tidak berubah selama tahun berjalan
  - Caveats: Anggaran capex tahunan tidak diungkapkan secara eksplisit; Realisasi bisa tidak linear sepanjang tahun
- **Dampak penurunan air Mahakam terhadap target penjualan** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan kapasitas muat tongkang 30-40% dapat membatasi volume pengiriman, namun manajemen menyatakan dampak biaya terbatas karena hanya sebagian volume yang terdampak. Target penjualan tahunan mungkin tetap dapat dicapai dengan optimasi rute atau penyesuaian jadwal.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang penurunan kapasitas muat; Pernyataan bahwa dampak biaya terbatas
  - Assumptions: Sebagian volume penjualan tidak terdampak langsung; Manajemen memiliki rencana mitigasi yang efektif
  - Caveats: Tidak ada angka target penjualan tahunan yang diberikan; Tidak ada rincian rencana mitigasi
- **Potensi peningkatan kepemilikan di NICE** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen terbuka untuk menambah kepemilikan di NICE jika menciptakan nilai. Hal ini dapat menjadi sinyal diversifikasi ke nikel, namun belum ada keputusan atau timeline.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang keterbukaan terhadap opsi tersebut
  - Assumptions: Keputusan akan mempertimbangkan nilai bagi pemegang saham
  - Caveats: Tidak ada angka atau target kepemilikan yang disebutkan
- **Strategi menjaga produksi setelah 2028** [analyst_hypothesis, medium]: Dengan berakhirnya PKP2B Indominco pada 2028 dan cadangan Jorong yang terbatas, ITMG perlu mengganti cadangan melalui akuisisi atau ekspansi. Manajemen belum menyebutkan rencana spesifik, namun keterbukaan terhadap mineral strategis menunjukkan arah diversifikasi.
  - Basis: Pernyataan tentang berakhirnya kontrak Indominco; Cadangan Jorong sekitar 2 juta ton; Keterbukaan terhadap mineral strategis
  - Assumptions: Produksi dari tambang lain tidak cukup untuk menggantikan; Akuisisi atau ekspansi diperlukan
  - Caveats: Tidak ada rencana akuisisi yang diumumkan
- **Dampak kenaikan harga solar terhadap biaya** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyebutkan kenaikan harga bahan bakar solar sebagai tantangan, namun tidak memberikan angka dampak. Efisiensi konsumsi bahan bakar disebut sebagai upaya mitigasi.
  - Basis: Pernyataan tentang kenaikan harga bahan bakar; Upaya efisiensi operasional
  - Assumptions: Kenaikan harga solar signifikan; Efisiensi dapat mengimbangi sebagian kenaikan
  - Caveats: Tidak ada angka kenaikan biaya yang diberikan
- **Prospek harga batubara semester II/2026** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen melihat pasar batubara masih didukung oleh permintaan listrik dan potensi gelombang panas, namun ada tantangan dari pasokan tinggi dan volatilitas harga. Harga akan bergantung pada keseimbangan pasokan-permintaan global.
  - Basis: Pernyataan Warut Waramit tentang prospek pasar
  - Assumptions: Permintaan listrik tetap tumbuh; Pasokan global tidak meningkat drastis
  - Caveats: Tidak ada target harga yang diberikan
- **Kebijakan dividen** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menegaskan komitmen memberikan nilai tambah, namun besaran dividen akan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan investasi. Tidak ada panduan rasio dividen untuk FY26.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang dividen
  - Assumptions: Dividen akan tetap dibagikan; Kebutuhan investasi dapat mempengaruhi besaran
  - Caveats: Tidak ada angka atau rasio dividen yang disebutkan
- **Risiko eksekusi terkait RKAB** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen merujuk pada revisi RKAB dan fokus pada kepatuhan. Tidak ada detail perubahan target produksi atau penjualan, namun target tahunan disebutkan tetap dikejar.
  - Basis: Pernyataan tentang RKAB dan target tahunan
  - Assumptions: Revisi RKAB tidak mengubah target secara signifikan
  - Caveats: Tidak ada angka target produksi atau penjualan yang diberikan
- **Diversifikasi ke mineral strategis** [analyst_hypothesis, low]: ITMG terbuka pada peluang di strategic mineral selain nikel, sejalan dengan tren elektrifikasi. Ini dapat menjadi sumber pertumbuhan jangka panjang, namun belum ada komitmen spesifik.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang keterbukaan pada mineral strategis
  - Assumptions: ITMG akan mengevaluasi peluang yang ada; Investasi akan dilakukan jika sesuai strategi
  - Caveats: Tidak ada komoditas atau target yang disebutkan

### Risks / uncertainties

- Penurunan debit air Sungai Mahakam dapat membatasi kapasitas muat tongkang dan berpotensi mempengaruhi target penjualan.
- Kenaikan harga bahan bakar solar dapat meningkatkan biaya operasional.
- Volatilitas harga batubara dan tingginya pasokan menjadi tantangan pasar.
- Ketidakpastian regulasi terkait RKAB.
- Berakhirnya kontrak PKP2B Indominco pada 2028 dan terbatasnya cadangan Jorong.

### Items to monitor

- Realisasi capex H1 2026 sebesar US$21 juta (42% dari anggaran) menunjukkan tingkat belanja modal yang moderat, namun tidak ada rincian proyek spesifik.
- Harga jual rata-rata batubara US$81,0/ton dan volume 12,3 juta ton pada H1 2026 memberikan gambaran kinerja operasional, tetapi tanpa data laba atau arus kas.
- Penurunan kapasitas muat tongkang akibat Sungai Mahakam dapat mempengaruhi volume pengiriman dan berpotensi berdampak pada pendapatan, meskipun manajemen menyatakan dampak biaya terbatas.
- Keterbukaan manajemen terhadap peningkatan kepemilikan di NICE dan mineral strategis lainnya dapat menjadi sinyal diversifikasi, namun belum ada keputusan konkret.
- Tidak ada pengumuman aksi korporasi seperti stock split, rights issue, atau perubahan struktur modal.

---

## JSMR

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang diselenggarakan pada 9 September 2026 secara digital. Laporan ini bersifat administratif dan memuat ringkasan kinerja Semester I 2026, target 2026, serta inisiatif strategis. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, perubahan pengurus, atau transaksi aset material yang diumumkan. Fokus utama adalah pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi dan penyampaian panduan manajemen.

### Material changes

- PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menyampaikan Laporan Hasil Public Expose Tahunan melalui surat No. AB.HM.02.04.359 tanggal 14 September 2026.
- Public Expose Live 2026 diselenggarakan pada Rabu, 9 September 2026, secara digital melalui webinar.
- Acara dihadiri 215 peserta (tidak termasuk manajemen dan karyawan).
- Laporan ditandatangani oleh Trias Andriyanto selaku Corporate Secretary & Chief Administration Officer.
- Penyampaian laporan ini merupakan pemenuhan Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
- JSMR memiliki 36 konsesi jalan tol sepanjang 1.736 km, mayoritas di Jawa (85%).
- JMTO mengoperasikan 1.565 km jalan tol, JMTM melakukan preservasi 1.232 km, dan JMRB mengembangkan rest area serta bisnis terkait.
- Market share rest area 42% (26 TIP dari total 62 TIP di ruas Jasa Marga).
- Realisasi penyesuaian tarif 2026: Ngawi-Kertosono 4,08%, Semarang-Batang 29,5%, Solo-Ngawi 24,98%, Sedyatmo 4,19%.
- Capex investasi 2026 diperkirakan Rp12 triliun, serapan H1 2026 Rp4,4 triliun.
- Dividen Tahun Buku 2025 sebesar Rp1,1 triliun atau 31% dari laba bersih.
- Transformasi rest area: 26 rest area menjadi Travoy Rest bertahap 2026-2027.
- Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen (4,98 km) ditargetkan beroperasi November 2026.
- Ruas Kartasura-Prambanan (Jogja-Solo) telah beroperasi komersil; konstruksi berlanjut untuk Prambanan-Maguwoharjo dan Trihanggo-JC Sleman.
- Travoy Hub KM 5 Jagorawi dalam tahap uji coba, terintegrasi LRT TMII, Jaklingko, Transjakarta.
- Peringkat kredit idAA/Stable dari Pefindo.
- Struktur kepemilikan: 70% Pemerintah RI, 30% publik; tercatat di BEI sejak 12 November 2007.
- Skema pendanaan proyek: 30% ekuitas, 70% utang eksternal.
- Periode konsesi 35-50 tahun, biaya investasi awal Rp200-400 miliar/km.
- Ramp up period 5-10 tahun dengan arus kas negatif, butuh cash deficiency support.
- Covenant: IBD/Equity 1,23x (max 5x), ICR 3,90x (min 1,1x).
- Target 2026: pendapatan jalan tol naik 4-6%, EBITDA naik 4-6%, margin EBITDA 65-67%, gearing <1,5x, ICR >2,5x.
- Inovasi: JMTC, JID, TROOPS, Travoy Ecosystem, WIM, ANPR, Hawkeye, SMART PJU.
- Call Center 133: rata-rata 415 panggilan/hari kerja, 517 hari libur, 2.362 saat Lebaran 2026.
- Beasiswa diberikan kepada 108 karyawan.
- Roadster Sportivo menambah 6 klub baru pada 2026.
- Jasa Marga berpartisipasi selektif dalam tender jalan tol baru, terbuka pada brownfield.
- Streamlining Danantara masih dalam koordinasi dengan Pemegang Saham, Danantara, BP BUMN.
- Jasa Marga berkomitmen menjaga stabilitas dividen secara nominal.
- Pendapatan usaha di luar konstruksi tumbuh 7,6% YoY, EBITDA tumbuh 8,1% YoY.
- Traffic tumbuh 1,70% YoY pada Semester I 2026.
- EBITDA margin 67,8% pada Semester I 2026.
- 3 jalan tol baru beroperasi sebagian, 4 dalam konstruksi/pembebasan lahan.
- Rest area: 62 total, 26 dikelola Jasa Marga, transformasi menjadi Travoy Rest.
- Transformasi rest area fokus KM 88A Cipularang tahun 2026, dilanjutkan Jawa Tengah dan Jawa Barat.
- Jasa Marga memperoleh penghargaan pengelola rest area terbaik 2022-2025.
- Proyek Jakarta Cikampek II Selatan: pembangunan ruas Setu-Sadang.
- Jogja-Bawen: ruas Yogyakarta-SS Banyurejo target PHO akhir September 2026; SS Ambarawa-JC Bawen target operasi akhir tahun.
- Jogja-Solo: ruas Kartasura-Prambanan beroperasi komersil; konstruksi Prambanan-Maguwoharjo dan Trihanggo-JC Sleman target 2027.
- Jasa Marga menggunakan skema 30% ekuitas dan 70% pendanaan eksternal untuk semua proyek.
- Perolehan konsesi melalui tender investasi (pemerintah/badan usaha) atau akuisisi.
- Hampir seluruh proyek merupakan Proyek Strategis Nasional.
- Jasa Marga fokus pada pemenuhan SPM untuk penyesuaian tarif.
- Manajemen aktif melakukan refinancing, menjajaki green financing, dan menerbitkan obligasi PUB bertahap.
- Jasa Marga menjaga skor GCG 'sangat baik' dan implementasi ICOFR selaras roadmap Danantara.
- Jasa Marga mengembangkan talent development ecosystem dengan budaya JSMR MOVE dan Human Capital Analytics.
- Jasa Marga memiliki 3 lini bisnis: toll road concession, toll road operations, prospective business.
- Jasa Marga memiliki 3 regional: Metropolitan, Transjawa, Nusantara.
- Jasa Marga mengoperasikan Call Center 133 24 jam.
- Jasa Marga mengembangkan aplikasi Travoy dengan fitur pre-journey, journey, post-journey.
- Jasa Marga mengintegrasikan WIM dengan Speed Cam dan E-TLE bersama Kepolisian.
- Jasa Marga berintegrasi dengan Kementerian Perhubungan untuk RFID BLUe.
- Jasa Marga menggunakan OAB, Mobile Reader, AVC untuk transaksi.
- Jasa Marga menggunakan JIMMS untuk preservasi.
- Jasa Marga menggunakan TROOPS untuk pengawasan operasional real-time.
- Jasa Marga mengembangkan Data Warehouse untuk pemantauan transaksi real-time.
- Jasa Marga memiliki 5 proyek jalan tol yang sedang diselesaikan.
- Jasa Marga melakukan optimalisasi portofolio melalui evaluasi berkala dan streamlining.
- Jasa Marga berkomitmen menjaga kesehatan finansial dengan target rasio.
- Jasa Marga memperkirakan capex investasi akhir tahun sekitar Rp12 triliun.
- Jasa Marga menargetkan pengoperasian jalan tol baru secara bertahap.
- Jasa Marga berpartisipasi dalam tender secara selektif.
- Jasa Marga terbuka pada investasi brownfield.
- Jasa Marga berkoordinasi dengan Danantara untuk streamlining.
- Jasa Marga memastikan dividen stabil secara nominal.
- Jasa Marga menargetkan kinerja lebih baik di 2026.
- Jasa Marga menjaga EBITDA tumbuh dengan alokasi anggaran efektif.
- Jasa Marga mengembangkan inovasi digitalisasi layanan.
- Jasa Marga mengoperasikan jalan tol baru di 2026.
- Jasa Marga menyampaikan apresiasi kepada investor.
- Jasa Marga berkomitmen pada tata kelola kuat.
- Jasa Marga fokus pada pertumbuhan berkelanjutan.

### Key financial figures

- **Pendapatan Usaha di Luar Pendapatan Konstruksi:** 7.6% (Semester I 2026 YoY)
- **EBITDA:** 8.1% (Semester I 2026 YoY)
- **EBITDA Margin:** 67.8% (Semester I 2026)
- **Traffic Growth:** 1.70% (Semester I 2026 YoY)
- **Interest Bearing Debt to Total Equity:** 1.23x (Semester I 2026)
- **Interest Coverage Ratio:** 3.90x (Semester I 2026)
- **Covenant Maksimum IBD/Equity:** 5x (2026)
- **Covenant Minimum ICR:** 1.1x (2026)
- **Target Pendapatan Jalan Tol 2026:** 4-6% (2026)
- **Target EBITDA 2026:** 4-6% (2026)
- **Target EBITDA Margin 2026:** 65-67% (2026)
- **Target Gearing Ratio 2026:** <1.5x (2026)
- **Target ICR 2026:** >2.5x (2026)
- **Capex Investasi 2026 (estimasi akhir tahun):** Rp12 triliun (2026)
- **Serapan Capex H1 2026:** Rp4.4 triliun (Semester I 2026)
- **Dividen Tahun Buku 2025:** Rp1.1 triliun (Tahun Buku 2025)
- **Dividend Payout Ratio:** 31% (Tahun Buku 2025)
- **Penyesuaian Tarif Ngawi-Kertosono:** 4.08% (2026)
- **Penyesuaian Tarif Semarang-Batang:** 29.5% (2026)
- **Penyesuaian Tarif Solo-Ngawi:** 24.98% (2026)
- **Penyesuaian Tarif Sedyatmo:** 4.19% (2026)
- **Panjang Jalan Tol yang Akan Dioperasikan Akhir 2026:** 5 km (2026)
- **Panjang Jalan Tol yang Akan Dioperasikan Awal 2027:** 62 km (2027)
- **Panjang Seksi 6 Ambarawa-Bawen:** 4.98 km (2026)

### Expansion projects

- Capex investasi 2026 diperkirakan Rp12 triliun, serapan H1 Rp4,4 triliun.
- 5 proyek jalan tol sedang diselesaikan: Jakarta Cikampek II Selatan, Jogja-Bawen, Jogja-Solo, Probolinggo-Banyuwangi, dan lainnya.
- Target operasi 5 km akhir 2026 (Jogja-Bawen) dan 62 km awal 2027 (Probolinggo-Banyuwangi, Jogja-Solo, Jogja-Bawen).
- Transformasi rest area: 26 rest area menjadi Travoy Rest bertahap 2026-2027, fokus KM 88A Cipularang tahun 2026.
- Pengembangan Travoy Hub KM 5 Jagorawi sebagai pilot project.
- Investasi brownfield dipertimbangkan secara selektif.

### Capital structure

- Struktur kepemilikan: 70% Pemerintah RI, 30% publik.
- Skema pendanaan proyek: 30% ekuitas, 70% utang eksternal.
- Covenant: IBD/Equity 1,23x (max 5x), ICR 3,90x (min 1,1x).
- Target gearing ratio <1,5x untuk 2026.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan (disclosure wajib bagi emiten).
- Penyampaian laporan Public Expose Live 2026 sebagai pemenuhan Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025.
- Tercatat di BEI sejak 12 November 2007.
- Peringkat kredit idAA/Stable dari Pefindo.
- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi.

### Analytical scenarios

- **Implied EBITDA 2026** [derived_calculation, low]: Dengan target pertumbuhan EBITDA 4-6% dan margin 65-67%, pendapatan jalan tol diperkirakan tumbuh sejalan. Namun, angka absolut tidak diungkapkan.
  - Basis: Target EBITDA growth 4-6%; Target EBITDA margin 65-67%
  - Assumptions: Pendapatan jalan tol tumbuh 4-6% sesuai target
  - Caveats: Angka absolut tidak tersedia
- **Capex vs Serapan H1** [derived_calculation, medium]: Serapan capex H1 Rp4,4 triliun terhadap estimasi akhir tahun Rp12 triliun menunjukkan realisasi sekitar 36,7% dari target, mengindikasikan percepatan di H2.
  - Basis: Serapan capex H1 2026: Rp4,4 triliun; Estimasi capex akhir tahun: Rp12 triliun
  - Assumptions: Capex akhir tahun sesuai estimasi
  - Caveats: Realisasi akhir tahun dapat berbeda
- **Dividend Payout Ratio** [derived_calculation, medium]: Dividen Rp1,1 triliun setara 31% laba bersih 2025, menunjukkan komitmen pembagian dividen.
  - Basis: Dividen Rp1,1 triliun; DPR 31%
  - Assumptions: Laba bersih 2025 konsisten dengan DPR
  - Caveats: Laba bersih absolut tidak diungkapkan
- **Market Share Rest Area** [derived_calculation, medium]: Market share 42% dihitung dari 26 TIP milik Jasa Marga dibagi total 62 TIP, menunjukkan posisi dominan.
  - Basis: 26 TIP milik Jasa Marga; Total 62 TIP
  - Assumptions: Semua TIP di ruas Jasa Marga
  - Caveats: Definisi TIP mungkin bervariasi
- **Ramp Up Period** [derived_calculation, medium]: Ramp up period 5-10 tahun dengan arus kas negatif menunjukkan kebutuhan pendanaan jangka panjang, konsisten dengan skema 30% ekuitas.
  - Basis: Ramp up period 5-10 tahun; Skema pendanaan 30% ekuitas
  - Assumptions: Proyek baru membutuhkan cash deficiency support
  - Caveats: Durasi ramp up dapat bervariasi
- **Covenant Headroom** [derived_calculation, medium]: ICR 3,90x jauh di atas minimum 1,1x, memberikan ruang aman yang besar. IBD/Equity 1,23x juga jauh di bawah batas 5x.
  - Basis: ICR 3,90x vs min 1,1x; IBD/Equity 1,23x vs max 5x
  - Assumptions: Rasio tetap stabil
  - Caveats: Rasio dapat berubah dengan kondisi pasar
- **Target Pendapatan vs Realisasi H1** [derived_calculation, medium]: Pertumbuhan pendapatan 7,6% di H1 2026 melampaui target tahunan 4-6%, menunjukkan momentum kuat, tetapi mungkin melambat di H2.
  - Basis: Pertumbuhan pendapatan H1: 7,6%; Target tahunan: 4-6%
  - Assumptions: Pertumbuhan H2 tidak negatif
  - Caveats: Target dapat direvisi
- **Efisiensi Biaya** [derived_calculation, medium]: EBITDA margin 67,8% dengan pertumbuhan EBITDA 8,1% lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan 7,6%, menunjukkan pengendalian biaya yang baik.
  - Basis: EBITDA growth 8,1%; Pendapatan growth 7,6%
  - Assumptions: Perbandingan konsisten
  - Caveats: Margin dapat dipengaruhi oleh biaya non-operasional

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi proyek konstruksi dan keterlambatan operasional.
- Risiko fluktuasi suku bunga dan kondisi pasar modal untuk refinancing.
- Risiko perubahan kebijakan tarif dan regulasi pemerintah.
- Risiko kondisi makroekonomi yang mempengaruhi volume lalu lintas.
- Risiko ketersediaan pendanaan eksternal untuk proyek.
- Risiko integrasi sistem teknologi dan keamanan data.

### Items to monitor

- Target pendapatan jalan tol 2026: 4-6%
- Target EBITDA 2026: 4-6%
- Target EBITDA margin 2026: 65-67%
- Target gearing ratio 2026: <1,5x
- Target ICR 2026: >2,5x
- Capex investasi 2026: sekitar Rp12 triliun

---

## KOCI

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia No. S-11761/BEI.PP1/09-2026 tanggal 10 September 2026 mengenai rencana pemenuhan ketentuan minimum free float. Perseroan melaporkan free float 12,75% pada Juli 2026 dan 12,79% pada Agustus 2026, masih di bawah ketentuan minimum. Batas waktu pemenuhan adalah 31 Maret 2029 sesuai Kep-00045/BEI/03-2026. Saat ini masih dalam periode pelaksanaan waran yang berakhir 5 Oktober 2026; setelah itu Perseroan akan mengevaluasi dan berencana melakukan divestasi saham untuk meningkatkan free float. Perseroan meminta arahan teknis dan administratif dari Bursa. Tidak ada informasi lain yang relevan.

### Material changes

- Perseroan belum memenuhi ketentuan minimum free float; free float tercatat 12,75% pada Juli 2026 dan 12,79% pada Agustus 2026.
- Batas waktu pemenuhan kewajiban minimum free float adalah 31 Maret 2029, sesuai Kep-00045/BEI/03-2026 angka 3.
- Perseroan masih dalam periode pelaksanaan waran yang berakhir pada 5 Oktober 2026.
- Perseroan akan melakukan divestasi saham untuk meningkatkan free float setelah periode pelaksanaan waran berakhir.
- Perseroan mengharapkan arahan dan dukungan dari Bursa terkait aspek teknis dan administratif tindakan korporasi untuk pemenuhan free float.
- Surat permintaan penjelasan dari Bursa bernomor S-11761/BEI.PP1/09-2026 tanggal 10 September 2026.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Direktur Utama Kan Eddy pada 14 September 2026.

### Key financial figures

- **free_float_percentage:** 12.75 (Juli 2026)
- **free_float_percentage:** 12.79 (Agustus 2026)

### Corporate actions

- Divestasi saham untuk meningkatkan free float (rencana, belum dilaksanakan)
- Pelaksanaan waran (masih berlangsung)

### Capital structure

- Free float 12,75% pada Juli 2026
- Free float 12,79% pada Agustus 2026
- Periode pelaksanaan waran berakhir 5 Oktober 2026

### Listing / regulatory

- Ketentuan V.1.1 Peraturan Bursa Nomor I-A tentang kewajiban minimum free float
- Kep-00045/BEI/03-2026 angka 3 menetapkan batas waktu 31 Maret 2029
- Surat permintaan penjelasan Bursa S-11761/BEI.PP1/09-2026

### Analytical scenarios

- **Free float di bawah ketentuan** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan free float 12,75% (Juli) dan 12,79% (Agustus), masih di bawah ketentuan minimum yang berlaku.
- **Peningkatan free float** [derived_calculation, high]: Kenaikan free float dari Juli ke Agustus 2026 adalah 0,04 poin persentase (12,79% - 12,75%).
  - Basis: 12.79; 12.75
  - Assumptions: Angka yang dilaporkan akurat
- **Dampak waran terhadap free float** [analyst_hypothesis, low]: Pelaksanaan waran dapat meningkatkan jumlah saham beredar dan berpotensi mengubah persentase free float, namun arah perubahannya belum dapat dipastikan.
  - Basis: Periode pelaksanaan waran masih berlangsung
  - Assumptions: Waran yang dilaksanakan menambah saham beredar
  - Caveats: Tidak ada data jumlah waran atau harga pelaksanaan
- **Rencana divestasi** [analyst_hypothesis, low]: Divestasi saham oleh pemegang saham pengendali atau pihak tertentu dapat meningkatkan free float, tetapi jumlah dan waktu belum diungkapkan.
  - Basis: Perseroan menyatakan akan melakukan divestasi saham
  - Assumptions: Divestasi dilakukan oleh pemegang saham yang tidak termasuk free float
  - Caveats: Tidak ada detail transaksi

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian hasil pelaksanaan waran terhadap komposisi kepemilikan saham
- Belum ada kepastian jumlah saham yang akan dilepas melalui divestasi
- Risiko tidak memenuhi batas waktu 31 Maret 2029 jika rencana tidak berjalan

### Items to monitor

- Kepatuhan terhadap regulasi free float dapat mempengaruhi status pencatatan saham di bursa.
- Rencana divestasi saham dapat mengubah struktur kepemilikan dan likuiditas saham di pasar.
- Hasil pelaksanaan waran dapat mempengaruhi jumlah saham beredar dan persentase free float.

---

## KOTA

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menerbitkan pemanggilan RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 6 Oktober 2026. Agenda utama mencakup persetujuan PMHMETD I (rights issue) dengan penerbitan saham Seri B, perubahan anggaran dasar (Pasal 4 dan Pasal 3 untuk KBLI 2025), persetujuan transaksi material berupa akuisisi PT Art Design Indonesia dan PT Mandirinusa Graha Perkasa, serta perubahan penggunaan dana IPO. Nilai transaksi, rasio rights issue, dan jumlah saham baru belum diungkapkan.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB, di Azana Suite Hotel Antasari dan secara elektronik melalui eASY.KSEI.
- Recording date (DPS) adalah Jumat, 11 September 2026 pukul 16.15 WIB.
- Agenda 1: Persetujuan PMHMETD I (rights issue) sesuai POJK No. 32/POJK.04/2015 jo. POJK No. 14/POJK.04/2019.
- Agenda 2: Perubahan Pasal 4 ayat (1) dan (2) AD untuk peningkatan modal dasar, ditempatkan, dan disetor, serta penerbitan saham Seri B.
- Agenda 3: Persetujuan transaksi material berupa pengambilalihan PT Art Design Indonesia dan PT Mandirinusa Graha Perkasa, menggunakan dana PMHMETD I, sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020.
- Agenda 4: Perubahan Pasal 3 AD untuk penyesuaian dengan KBLI 2025 sesuai Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025.
- Agenda 5: Persetujuan perubahan penggunaan dana IPO, yaitu meningkatkan alokasi untuk pembelian lahan potensial dan menurunkan alokasi untuk modal kerja.
- Batas akhir pemberian kuasa elektronik melalui eASY.KSEI adalah 5 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB.
- Surat pemanggilan bernomor 334/DMSP/IX/2026, dikirim oleh Gema Pratama (Direktur) pada 14 September 2026.
- Pemanggilan ini merujuk pada Surat No. 328/DMSP/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026 perihal Pengumuman RUPSLB.

### Corporate actions

- rights_issue
- acquisition
- change_in_use_of_proceeds
- articles_of_association_amendment

### Expansion projects

- Akuisisi PT Art Design Indonesia dan PT Mandirinusa Graha Perkasa menggunakan dana PMHMETD I
- Peningkatan alokasi dana IPO untuk pembelian lahan potensial

### Capital structure

- Penerbitan saham Seri B dalam rangka PMHMETD I
- Peningkatan modal dasar, ditempatkan, dan disetor

### Listing / regulatory

- Persetujuan RUPS untuk PMHMETD I sesuai POJK 32/2015 jo. 14/2019
- Persetujuan transaksi material sesuai POJK 17/POJK.04/2020
- Perubahan penggunaan dana IPO sesuai POJK 40 Tahun 2025
- Penyesuaian KBLI 2025 sesuai Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025

### Analytical scenarios

- **Dampak dilusi rights issue** [derived_calculation, low]: Tanpa jumlah saham baru dan rasio rights issue, dampak dilusi terhadap kepemilikan pemegang saham tidak dapat dihitung.
  - Basis: Agenda 1 dan 2 menyebutkan PMHMETD I dan penerbitan saham Seri B tanpa angka spesifik.
  - Caveats: Data jumlah saham baru dan rasio belum diungkapkan dalam dokumen.
- **Motivasi rights issue** [analyst_hypothesis, medium]: Rights issue kemungkinan untuk mendanai akuisisi dua perusahaan, namun nilai emisi dan target akuisisi belum diungkap.
  - Basis: Agenda 1 dan 3 pemanggilan RUPSLB
  - Assumptions: Dana PMHMETD I digunakan untuk akuisisi PT Art Design Indonesia dan PT Mandirinusa Graha Perkasa.
  - Caveats: Belum ada angka pasti nilai emisi atau nilai transaksi akuisisi.
- **Dampak perubahan penggunaan dana IPO** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan alokasi dana IPO menunjukkan pergeseran strategi dari operasional ke investasi lahan, tetapi dampak finansial belum terukur.
  - Basis: Agenda 5 pemanggilan RUPSLB
  - Assumptions: Alokasi baru akan diumumkan kemudian.
  - Caveats: Tidak ada angka alokasi lama atau baru.

### Risks / uncertainties

- Nilai transaksi akuisisi dan harga pelaksanaan rights issue belum diungkap.
- Rasio PMHMETD I dan jumlah saham Seri B belum diumumkan.
- Risiko tidak tercapainya kuorum RUPSLB.
- Keterlambatan registrasi elektronik menyebabkan tidak dihitung dalam kuorum.
- Perubahan penggunaan dana IPO dapat mempengaruhi persepsi investor.

### Items to monitor

- Rights issue berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya.
- Akuisisi dua perusahaan dapat mempengaruhi prospek bisnis dan nilai perusahaan.
- Perubahan penggunaan dana IPO menunjukkan perubahan strategi alokasi modal.

---

## LAPD

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Leyand International Tbk (LAPD) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11881/BEI.PP3/09-2026 tanggal 10 September 2026. Tanggapan mengungkapkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II: penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham Seri B baru (nilai nominal Rp25) dengan rasio 2:1, harga pelaksanaan Rp50, dan target dana Rp100 miliar. Dana digunakan untuk inbreng 99,99% saham PT BSS senilai Rp44,397 miliar (transaksi material dan afiliasi) dan sisanya untuk modal kerja. JSI tetap menjadi pengendali dengan kepemilikan 51%. RUPSLB dijadwalkan 20 Oktober 2026, target efektif 23 Desember 2026, dan pencatatan saham baru 1 Februari 2027. Laporan keuangan dasar per 30 Juni 2026 menunjukkan ekuitas negatif Rp2,646 miliar dan modal kerja negatif Rp26,448 miliar.

### Material changes

- LAPD menerbitkan surat tanggapan nomor 095/LAPD/IX/2026 tanggal 14 September 2026 atas permintaan penjelasan BEI No. S-11881/BEI.PP3/09-2026 tanggal 10 September 2026.
- Rencana PMHMETD II: penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham Seri B baru dengan nilai nominal Rp25 per saham.
- Rasio HMETD diasumsikan 2:1 (2 saham lama berhak atas 1 saham baru).
- Harga pelaksanaan HMETD diperkirakan Rp50 per saham.
- Target dana maksimal dari PMHMETD II adalah Rp100.000.000.000.
- Dana akan digunakan untuk inbreng 99,99% saham PT BSS senilai Rp44.397.000.000 (44,63% dari total aset per 30 Juni 2026) dan sisanya Rp55.603.000.000 untuk modal kerja dan pengembangan usaha.
- JSI tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 51,00% setelah PMHMETD II (proforma).
- Tidak ada pembeli siaga untuk saham yang tidak dilaksanakan.
- Jadwal indikatif: RUPSLB 20 Oktober 2026, target efektif 23 Desember 2026, cum-right 6 Januari 2027, ex-right 7 Januari 2027, distribusi HMETD 11 Januari 2027, pencatatan saham baru 1 Februari 2027.
- Laporan keuangan dasar adalah laporan keuangan konsolidasian audited per 30 Juni 2026 oleh KAP Maurice Ganda Nainggolan & Rekan.
- Tidak ada rencana penerbitan waran atau efek ekuitas lain dalam 12 bulan setelah efektif.
- Rencana perubahan nama, alamat, dan tempat kedudukan untuk penyesuaian administratif, tanpa mengubah kegiatan usaha utama.
- Tidak ada pembatasan keuangan atau kontrak yang menghambat PMHMETD II.
- Tidak ada informasi material lain yang mempengaruhi kelangsungan hidup atau harga saham.

### Key financial figures

- **Jumlah HMETD maksimum:** 2.000.000.000 saham (2026-09-14)
- **Harga pelaksanaan HMETD:** Rp50 per saham (2026-09-14)
- **Dana maksimum dari PMHMETD:** Rp100.000.000.000 (2026-09-14)
- **Nilai nominal Saham Seri B:** Rp25 per saham (2026-09-14)
- **Modal dasar Seri B:** 6.000.000.000 saham (2026-09-14)
- **Modal ditempatkan/disetor Seri B maksimum:** 2.000.000.000 saham (2026-09-14)
- **Modal ditempatkan sebelum PMHMETD II:** 3.966.350.139 saham (2026-09-14)
- **Modal ditempatkan setelah PMHMETD II (proforma):** 5.966.350.139 saham (2026-09-14)
- **Nilai nominal modal ditempatkan sebelum PMHMETD II:** Rp396.635.013.900 (2026-09-14)
- **Nilai nominal modal ditempatkan setelah PMHMETD II (proforma):** Rp446.635.013.900 (2026-09-14)
- **Kepemilikan JSI sebelum PMHMETD II:** 51,00% (2026-09-14)
- **Kepemilikan publik sebelum PMHMETD II:** 49,00% (2026-09-14)
- **Kepemilikan JSI setelah PMHMETD II (proforma):** 51,00% (2026-09-14)
- **Kepemilikan publik setelah PMHMETD II (proforma):** 49,00% (2026-09-14)
- **Dilusi maksimum bagi pemegang yang tidak melaksanakan HMETD:** 33,52% (2026-09-14)
- **Nilai transaksi inbreng BSS:** Rp44.397.000.000 (2026-06-30)
- **Persentase nilai transaksi terhadap total aset:** 44,63% (2026-06-30)
- **Total ekuitas per 30 Juni 2026:** -Rp2.646.076.643 (2026-06-30)
- **Modal kerja bersih per 30 Juni 2026:** -Rp26.448.145.462 (2026-06-30)
- **Jumlah saham BSS yang diinbreng:** 59.995 saham (2026-09-14)
- **Persentase saham BSS yang diinbreng:** 99,99% (2026-09-14)
- **Alokasi dana untuk inbreng:** Rp44.397.000.000 (2026-09-14)
- **Alokasi dana untuk modal kerja:** Rp55.603.000.000 (2026-09-14)
- **Total dana yang akan digunakan:** Rp100.000.000.000 (2026-09-14)

### Corporate actions

- PMHMETD II: penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham Seri B baru dengan rasio 2:1, harga pelaksanaan Rp50, target dana Rp100 miliar.
- Inbreng 99,99% saham PT BSS senilai Rp44,397 miliar sebagai penyetoran modal oleh JSI.
- Rencana perubahan nama, alamat, dan tempat kedudukan perusahaan (administratif).

### Expansion projects

- Pengambilalihan 99,99% saham PT BSS melalui inbreng senilai Rp44,397 miliar untuk pengembangan usaha jasa penunjang pertambangan.
- Penggunaan dana PMHMETD untuk modal kerja dan pengembangan usaha sebesar Rp55,603 miliar.

### Management / control changes

- JSI tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 51,00% setelah PMHMETD II (proforma).
- RUPSLB akan menyetujui penetapan pemegang saham pengendali sesuai POJK No. 45/2024.

### Capital structure

- Penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham Seri B baru (nilai nominal Rp25) melalui PMHMETD II.
- Rasio HMETD 2:1.
- Dilusi maksimum 33,52% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD.
- Proforma kepemilikan setelah PMHMETD II: JSI 51%, publik 49%.
- Modal dasar Seri B: 6.000.000.000 saham.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI No. S-11881/BEI.PP3/09-2026 tanggal 10 September 2026.
- Target efektif Pernyataan Pendaftaran ke OJK: 23 Desember 2026.
- Pencatatan saham baru hasil PMHMETD di BEI: 1 Februari 2027.

### Analytical scenarios

- **Dilusi bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD** [derived_calculation, high]: Dengan asumsi rasio 2:1 dan seluruh saham baru diterbitkan, saham publik sebelum PMHMETD adalah 1.943.511.639 (49% dari 3.966.350.139). Setelah PMHMETD, total saham menjadi 5.966.350.139. Jika publik tidak melaksanakan haknya, kepemilikan publik menjadi 1.943.511.639 / 5.966.350.139 = 32,58%, sehingga dilusi = (1 - 32,58%/49%) = 33,52%.
  - Basis: 1.943.511.639; 5.966.350.139; 49%
  - Assumptions: Publik tidak melaksanakan HMETD; JSI melaksanakan penuh
  - Caveats: Partisipasi publik tidak diketahui
- **Nilai transaksi inbreng terhadap total aset** [derived_calculation, medium]: Nilai inbreng Rp44,397 miliar dibagi total aset per 30 Juni 2026 menghasilkan 44,63%. Total aset dihitung sebagai Rp44,397 miliar / 44,63% = Rp99,48 miliar.
  - Basis: Rp44.397.000.000; 44,63%
  - Assumptions: Total aset dihitung dari persentase yang diberikan
  - Caveats: Total aset tidak diungkapkan secara eksplisit
- **Motivasi penerbitan Saham Seri B** [analyst_hypothesis, medium]: Penerbitan Saham Seri B dengan nilai nominal lebih rendah (Rp25) memungkinkan harga pelaksanaan di bawah nominal Seri A (Rp100), namun tetap di atas nominal Seri B, memberikan fleksibilitas harga.
  - Basis: Nilai nominal Seri A Rp100; Nilai nominal Seri B Rp25
  - Assumptions: Harga pasar mungkin di bawah Rp100
  - Caveats: Tidak ada data harga pasar
- **Risiko eksekusi PMHMETD** [analyst_hypothesis, medium]: Tanpa pembeli siaga, ada risiko saham tidak terserap penuh, terutama jika publik tidak melaksanakan haknya, yang dapat mempengaruhi perolehan dana.
  - Basis: Tidak ada pembeli siaga
  - Assumptions: Publik mungkin tidak melaksanakan
  - Caveats: Partisipasi publik tidak diketahui
- **Kondisi keuangan negatif** [explicit_fact, high]: Ekuitas negatif Rp2,646 miliar dan modal kerja negatif Rp26,448 miliar per 30 Juni 2026 menunjukkan tekanan likuiditas dan solvabilitas.
  - Basis: Laporan keuangan audited
- **Keterkaitan inbreng dengan PMHMETD** [explicit_fact, high]: Inbreng BSS merupakan mekanisme penyetoran modal JSI untuk melaksanakan HMETD, bukan transaksi terpisah.
  - Basis: Pernyataan Perseroan
- **Dampak pengambilalihan BSS** [analyst_hypothesis, low]: Pengambilalihan BSS diharapkan menambah pendapatan dan diversifikasi usaha, tetapi belum ada proyeksi kuantitatif.
  - Basis: Pernyataan tujuan
  - Assumptions: BSS memiliki prospek positif
  - Caveats: Tidak ada data keuangan BSS

### Risks / uncertainties

- Jadwal PMHMETD masih indikatif dan dapat berubah.
- Harga pelaksanaan final belum ditetapkan.
- Tidak ada pembeli siaga untuk saham yang tidak diambil.
- Ekuitas negatif dan modal kerja negatif dapat mempengaruhi kelangsungan usaha.
- Persetujuan OJK belum diperoleh.
- Rencana penggunaan dana secara rinci belum diungkapkan, hanya alokasi umum.
- Tidak ada informasi tentang kinerja keuangan BSS.

### Items to monitor

- PMHMETD II akan menambah jumlah saham beredar hingga 50,5%.
- Dilusi bagi pemegang yang tidak melaksanakan HMETD maksimum 33,52%.
- Harga pelaksanaan Rp50 dapat menjadi referensi pasar.
- Pengambilalihan BSS dapat mempengaruhi prospek usaha.

---

## LION

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Lion Metal Works Tbk (LION) menyampaikan koreksi atas Laporan Keuangan Tahunan untuk periode 31 Desember 2025. Laporan keuangan yang diaudit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian menunjukkan penurunan kinerja signifikan: pendapatan turun 20,3% menjadi Rp339,12 miliar, laba bruto turun 36,4% menjadi Rp78,71 miliar, dan laba bersih berbalik menjadi rugi Rp26,04 miliar dari laba Rp10,57 miliar pada 2024. Total aset turun 12,5% menjadi Rp624,85 miliar, liabilitas turun 28,3% menjadi Rp152,73 miliar, dan ekuitas turun 5,8% menjadi Rp472,11 miliar. Arus kas operasi turun drastis 75,9% menjadi Rp22,29 miliar. Struktur modal berubah dengan pelunasan pinjaman jangka panjang Bank BCA oleh anak usaha dan penurunan batas maksimum kredit Bank Mandiri dari Rp35 miliar menjadi Rp25 miliar. Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, stock split, atau merger yang diungkapkan.

### Material changes

- Laporan keuangan tahunan (koreksi) untuk periode 31 Desember 2025, diaudit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian, dengan 2 Hal Audit Utama.
- Pendapatan usaha 2025 sebesar Rp339.124.116.304, turun dari Rp425.423.985.814 pada 2024.
- Rugi bersih 2025 sebesar Rp26.041.456.449, berbalik dari laba Rp10.566.413.516 pada 2024.
- Total aset 2025 sebesar Rp624.847.175.499, turun dari Rp714.173.448.726 pada 2024.
- Total liabilitas 2025 sebesar Rp152.733.872.541, turun dari Rp213.118.952.936 pada 2024.
- Total ekuitas 2025 sebesar Rp472.113.302.958, turun dari Rp501.054.495.790 pada 2024.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi 2025 sebesar Rp22.290.748.704, turun dari Rp92.425.767.470 pada 2024.
- Distribusi dividen kas sebesar Rp2.600.800.000 dan pembentukan cadangan umum Rp2.054.266.175 pada 2025.
- Pinjaman bank jangka pendek dari Bank Mandiri turun dari Rp35 miliar menjadi Rp25 miliar; batas maksimum diturunkan menjadi Rp25 miliar dan diperpanjang hingga 12 Januari 2027.
- PT Singa Purwakarta Jaya melunasi seluruh saldo pinjaman jangka panjang kepada Bank BCA pada 23 September 2025.
- Anak usaha PT Singa Purwakarta memiliki aset Rp113.115.238.865 dengan kepemilikan 99,99%.
- Pemegang saham pengendali adalah Foreign Corporation; Lion Holdings Pte. Ltd. dan Lion Holdings Sdn. Bhd. masing-masing memiliki 28,849% saham.

### Key financial figures

- **Pendapatan usaha:** 339124116304 (2025-12-31)
- **Pendapatan usaha:** 425423985814 (2024-12-31)
- **Laba bruto:** 78708003306 (2025-12-31)
- **Laba bruto:** 123774047458 (2024-12-31)
- **Laba (rugi) bersih:** -26041456449 (2025-12-31)
- **Laba (rugi) bersih:** 10566413516 (2024-12-31)
- **Total aset:** 624847175499 (2025-12-31)
- **Total aset:** 714173448726 (2024-12-31)
- **Total liabilitas:** 152733872541 (2025-12-31)
- **Total liabilitas:** 213118952936 (2024-12-31)
- **Total ekuitas:** 472113302958 (2025-12-31)
- **Total ekuitas:** 501054495790 (2024-12-31)
- **Kas dan setara kas:** 164776124077 (2025-12-31)
- **Kas dan setara kas:** 144076149622 (2024-12-31)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 22290748704 (2025-12-31)
- **Arus kas bersih dari aktivitas operasi:** 92425767470 (2024-12-31)
- **Utang bank jangka pendek:** 25000000000 (2025-12-31)
- **Utang bank jangka pendek:** 35000000000 (2024-12-31)
- **Utang bank jangka panjang (bersih):** 14471706860 (2025-12-31)
- **Kewajiban imbalan pasca kerja jangka panjang:** 73177524841 (2025-12-31)
- **Kewajiban imbalan pasca kerja jangka panjang:** 63354913558 (2024-12-31)
- **Laba (rugi) per saham dasar:** -50 (2025-12-31)
- **Laba (rugi) per saham dasar:** 20 (2024-12-31)
- **Pembayaran dividen tunai:** 2584935500 (2025-12-31)

### Corporate actions

- Distribusi dividen kas sebesar Rp2.600.800.000.
- Pembentukan cadangan umum sebesar Rp2.054.266.175.
- Perpanjangan pinjaman Bank Mandiri hingga 12 Januari 2027 dan penurunan batas maksimum kredit menjadi Rp25 miliar.
- Pelunasan pinjaman jangka panjang Bank BCA oleh PT Singa Purwakarta Jaya pada 23 September 2025.
- Penerimaan dari penjualan aset tetap sebesar Rp4.178.200.000 pada 2025.
- Pembayaran untuk perolehan properti investasi sebesar Rp5.237.084.000 pada 2025.

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar Rp4.379.744.907 pada 2025.
- Pembayaran untuk perolehan properti investasi sebesar Rp5.237.084.000 pada 2025.
- Perolehan tanah seluas 44.699 m2 di Purwakarta untuk properti investasi, masih dalam proses balik nama.
- Penambahan aset tetap berupa bangunan dan fasilitas senilai Rp1.292.097.266 dan kendaraan bermotor senilai Rp2.187.010.194 pada 2025.

### Capital structure

- Modal saham: 520.160.000 saham, nilai nominal Rp100, total Rp52.016.000.000; tidak berubah dari 2024.
- Kepemilikan Lion Holdings Pte. Ltd. dan Lion Holdings Sdn. Bhd. masing-masing 28,849%; publik 42,045%.
- Saldo laba belum ditentukan penggunaannya turun dari Rp436,77 miliar menjadi Rp405,57 miliar.
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar atau tambahan modal disetor.

### Listing / regulatory

- Laporan keuangan diaudit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian, memenuhi POJK 75/2017.
- Tercatat di papan perdagangan Pengembangan (Development Board) Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Penurunan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan turun sebesar Rp86.299.869.510 atau sekitar 20,3% dari pendapatan 2024.
  - Basis: Pendapatan 2025: Rp339.124.116.304; Pendapatan 2024: Rp425.423.985.814
- **Penurunan laba bruto** [derived_calculation, high]: Laba bruto turun sebesar Rp45.066.044.152 atau sekitar 36,4% dari laba bruto 2024.
  - Basis: Laba bruto 2025: Rp78.708.003.306; Laba bruto 2024: Rp123.774.047.458
- **Penurunan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset turun sebesar Rp89.326.273.227 atau sekitar 12,5% dari aset 2024.
  - Basis: Total aset 2025: Rp624.847.175.499; Total aset 2024: Rp714.173.448.726
- **Penurunan liabilitas** [derived_calculation, high]: Total liabilitas turun sebesar Rp60.385.080.395 atau sekitar 28,3% dari liabilitas 2024.
  - Basis: Total liabilitas 2025: Rp152.733.872.541; Total liabilitas 2024: Rp213.118.952.936
- **Penurunan ekuitas** [derived_calculation, high]: Total ekuitas turun sebesar Rp28.941.192.832 atau sekitar 5,8% dari ekuitas 2024.
  - Basis: Total ekuitas 2025: Rp472.113.302.958; Total ekuitas 2024: Rp501.054.495.790
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio liabilitas terhadap ekuitas pada 2025 sekitar 0,32, turun dari sekitar 0,43 pada 2024.
  - Basis: Total liabilitas 2025: Rp152.733.872.541; Total ekuitas 2025: Rp472.113.302.958; Total liabilitas 2024: Rp213.118.952.936; Total ekuitas 2024: Rp501.054.495.790
- **Penurunan arus kas operasi** [derived_calculation, high]: Arus kas operasi bersih turun dari Rp92,43 miliar (2024) menjadi Rp22,29 miliar (2025), penurunan sekitar Rp70,13 miliar atau 75,9%.
  - Basis: Arus kas operasi 2025: Rp22.290.748.704; Arus kas operasi 2024: Rp92.425.767.470
- **Penurunan piutang usaha** [derived_calculation, high]: Piutang usaha neto pihak ketiga turun dari Rp120,35 miliar menjadi Rp53,01 miliar, penurunan sekitar 55,9%.
  - Basis: Piutang neto 2024: Rp120.349.131.014; Piutang neto 2025: Rp53.011.805.239
- **Rasio penyisihan piutang** [derived_calculation, medium]: Rasio penyisihan terhadap piutang bruto pihak ketiga naik dari 21,6% (2024) menjadi 38,3% (2025), mengindikasikan penurunan kualitas piutang.
  - Basis: Penyisihan 2025: Rp32.898.810.432 / Piutang bruto 2025: Rp85.910.615.671; Penyisihan 2024: Rp33.098.641.446 / Piutang bruto 2024: Rp153.447.772.460
  - Assumptions: Penyisihan mencerminkan risiko kredit
  - Caveats: Perubahan bisa karena komposisi umur piutang
- **Penyebab penurunan kinerja** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan pendapatan dan laba bruto yang signifikan mungkin disebabkan oleh penurunan volume penjualan atau harga jual, namun tidak ada penjelasan dalam dokumen.
  - Basis: Pendapatan turun 20,3%; Laba bruto turun 36,4%
  - Assumptions: Penurunan pendapatan dan laba bruto mencerminkan kondisi operasional yang memburuk.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai penyebab penurunan.
- **Konsentrasi pelanggan** [analyst_hypothesis, medium]: Konsentrasi pendapatan pada PT Bantrunk Murni Indonesia sangat tinggi (mencakup seluruh pendapatan pihak >10% pada 2025), yang dapat menimbulkan risiko ketergantungan.
  - Basis: Pendapatan dari PT Bantrunk Murni Indonesia (2025): Rp143.236.406.392; Total pendapatan pihak >10% (2025): Rp143.236.406.392
  - Assumptions: Tidak ada pihak lain yang melebihi 10% pada 2025
  - Caveats: Hanya pihak yang melebihi 10% yang diungkapkan
- **Pengelolaan utang** [analyst_hypothesis, low]: Pelunasan pinjaman BCA dan penurunan batas maksimum kredit Bank Mandiri mengindikasikan upaya mengurangi leverage, namun tujuan spesifik tidak diungkapkan.
  - Basis: Pelunasan pinjaman BCA pada 23 September 2025; Penurunan batas maksimum kredit Bank Mandiri dari Rp35 miliar menjadi Rp25 miliar
  - Assumptions: Tindakan tersebut mencerminkan strategi pengelolaan utang
  - Caveats: Tidak ada pernyataan manajemen mengenai tujuan

### Risks / uncertainties

- Rugi bersih yang signifikan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mempertahankan dividen atau melakukan ekspansi.
- Penurunan signifikan arus kas operasi dari Rp92,43 miliar menjadi Rp22,29 miliar dapat mempengaruhi likuiditas.
- Kewajiban imbalan pasca kerja meningkat dari Rp63,35 miliar menjadi Rp73,18 miliar, menunjukkan potensi beban masa depan.
- Proses balik nama tanah seluas 44.699 m2 masih berlangsung, sertifikat belum seluruhnya atas nama entitas anak.
- Dampak penerapan PSAK 118 belum dapat diestimasi.
- Konsentrasi pendapatan pada PT Bantrunk Murni Indonesia (33% dari pendapatan produk) menimbulkan risiko ketergantungan pelanggan.

### Items to monitor

- Penurunan kinerja signifikan: pendapatan turun 20,3%, laba bruto turun 36,4%, dan rugi bersih Rp26,04 miliar.
- Arus kas operasi turun drastis 75,9% menjadi Rp22,29 miliar, berpotensi mempengaruhi likuiditas.
- Struktur modal berubah: pelunasan pinjaman BCA dan penurunan fasilitas Bank Mandiri.
- Konsentrasi pendapatan pada satu pelanggan utama (PT Bantrunk Murni Indonesia) menjadi risiko jika hubungan usaha berubah.
- Tidak ada aksi korporasi seperti rights issue, stock split, atau merger yang diungkapkan.

---

## LMSH

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH) menyampaikan Laporan Keuangan Tahunan untuk periode 31 Desember 2025 sebagai koreksi atas pengumuman sebelumnya. Laporan keuangan diaudit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian oleh KAP Teramihardja, Pradhono Chandra (partner Heru Kusdandaru). Kinerja 2025 menunjukkan pendapatan naik menjadi Rp96,24 miliar (2024: Rp91,62 miliar), laba bruto membaik menjadi Rp4,98 miliar (2024: Rp0,46 miliar), namun masih mencatat rugi bersih Rp4,81 miliar (2024: rugi Rp7,48 miliar). Arus kas operasi berbalik menjadi negatif Rp9,95 miliar (2024: positif Rp8,39 miliar). Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang tercatat. Emiten tercatat di Papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia.

### Material changes

- Laporan keuangan tahunan untuk periode 31 Desember 2025 disampaikan sebagai koreksi, diaudit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian oleh KAP Teramihardja, Pradhono Chandra (partner Heru Kusdandaru), dengan 2 Hal Audit Utama.
- Emiten tercatat di Papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia; pemegang saham pengendali adalah Foreign Corporation.
- Total aset per 31 Desember 2025 adalah Rp108.703.310.242, menurun dari Rp119.106.076.175 pada 2024.
- Kas dan setara kas per 31 Desember 2025 adalah Rp28.374.576.458, menurun dari Rp37.172.497.023 pada 2024.
- Persediaan bersih per 31 Desember 2025 adalah Rp18.344.335.971, meningkat dari Rp15.853.720.959 pada 2024.
- Penjualan dan pendapatan usaha tahun 2025 sebesar Rp96.237.695.507, meningkat dari Rp91.618.268.915 pada 2024; laba bruto naik dari Rp458.210.906 menjadi Rp4.975.479.397.
- Rugi bersih tahun 2025 sebesar Rp4.814.781.222, membaik dari rugi Rp7.475.395.272 pada 2024; rugi komprehensif total Rp5.218.696.329.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi tahun 2025 adalah -Rp9.950.534.255, dibandingkan +Rp8.390.249.574 pada 2024; arus kas investasi +Rp765.713.710; arus kas pendanaan nihil.
- Total liabilitas per 31 Desember 2025 sebesar Rp15.990.920.772, turun dari Rp21.174.990.376; total ekuitas Rp92.712.389.470, turun dari Rp97.931.085.799.
- Tidak ada aksi korporasi seperti dividen, rights issue, saham bonus, atau penerbitan saham; saham biasa tetap Rp9.600.000.000 dan tambahan modal disetor Rp164.137.360.
- Pembelian bahan baku dari PT Master Steel pada 2025 sebesar Rp55.477.232.814 (2024: Rp56.813.833.450), mewakili lebih dari 10% total pembelian tahun berjalan.
- Rincian utang bank jangka pendek dan panjang mencantumkan banyak kreditur (BCA, BRI, Mandiri, BSI, BNI, Bank Jago, Permata, Mega, Mayapada, Danamon, BTPN Syariah, Maybank, Panin, CIMB Niaga, BRI Agroniaga, BTPN, BTN, OCBC NISP, KB Bukopin, BJB, sindikasi, bank asing/lokal lainnya) namun nilai nominal tidak terbaca.

### Key financial figures

- **total_assets:** 108703310242 (2025-12-31)
- **total_assets:** 119106076175 (2024-12-31)
- **total_current_liabilities:** 8892510387 (2025-12-31)
- **total_current_liabilities:** 14389954266 (2024-12-31)
- **cash_and_cash_equivalents:** 28374576458 (2025-12-31)
- **cash_and_cash_equivalents:** 37172497023 (2024-12-31)
- **current_inventories:** 18344335971 (2025-12-31)
- **current_inventories:** 15853720959 (2024-12-31)
- **property_plant_and_equipment:** 36348139128 (2025-12-31)
- **property_plant_and_equipment:** 38684634554 (2024-12-31)
- **trade_receivables_third_parties:** 9503800016 (2025-12-31)
- **trade_receivables_third_parties:** 9029727405 (2024-12-31)
- **trade_payables_third_parties:** 2630996523 (2025-12-31)
- **trade_payables_third_parties:** 5530931414 (2024-12-31)
- **revenue:** 96237695507 (2025-01-01/2025-12-31)
- **revenue:** 91618268915 (2024-01-01/2024-12-31)
- **gross_profit:** 4975479397 (2025-01-01/2025-12-31)
- **gross_profit:** 458210906 (2024-01-01/2024-12-31)
- **net_loss:** -4814781222 (2025-01-01/2025-12-31)
- **net_loss:** -7475395272 (2024-01-01/2024-12-31)
- **net_cash_flow_from_operating_activities:** -9950534255 (2025-01-01/2025-12-31)
- **net_cash_flow_from_operating_activities:** 8390249574 (2024-01-01/2024-12-31)
- **total_liabilities:** 15990920772 (2025-12-31)
- **total_equity:** 92712389470 (2025-12-31)

### Expansion projects

- Pembayaran untuk perolehan aset tetap tahun 2025 sebesar Rp379.457.000, meningkat dari Rp20.096.000 pada 2024, terutama mesin dan peralatan (Rp358.150.000) dan kendaraan bermotor (Rp21.307.000).
- Penerimaan dari penjualan aset tetap tahun 2025 sebesar Rp4.900.000, menurun dari Rp127.500.000 pada 2024.

### Capital structure

- Saham biasa per 31 Desember 2025: Rp9.600.000.000, tidak berubah dari tahun sebelumnya.
- Tambahan modal disetor per 31 Desember 2025: Rp164.137.360, tidak berubah.
- Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya turun dari Rp87.034.748.439 menjadi Rp81.816.052.110, terutama karena kerugian tahun berjalan.
- Tidak ada perubahan pada komponen ekuitas lain seperti cadangan revaluasi, selisih kurs, atau opsi saham.

### Listing / regulatory

- Tercatat di Papan Pemantauan Khusus (Watchlist) Bursa Efek Indonesia

### Analytical scenarios

- **Perubahan total aset** [derived_calculation, high]: Total aset menurun sebesar Rp10,40 miliar (dari Rp119,11 miliar menjadi Rp108,70 miliar), atau sekitar 8,73%.
  - Basis: Total aset 2025: Rp108.703.310.242; Total aset 2024: Rp119.106.076.175
  - Assumptions: Perhitungan selisih dan persentase menggunakan angka yang tersedia.
- **Penurunan liabilitas jangka pendek** [derived_calculation, high]: Liabilitas jangka pendek turun sebesar Rp5,50 miliar (dari Rp14,39 miliar menjadi Rp8,89 miliar), atau sekitar 38,2%.
  - Basis: Total liabilitas jangka pendek 2025: Rp8.892.510.387; Total liabilitas jangka pendek 2024: Rp14.389.954.266
  - Assumptions: Perhitungan selisih dan persentase menggunakan angka yang tersedia.
- **Penurunan kas** [derived_calculation, high]: Kas dan setara kas menurun sebesar Rp8,80 miliar (dari Rp37,17 miliar menjadi Rp28,37 miliar), atau sekitar 23,7%.
  - Basis: Kas 2025: Rp28.374.576.458; Kas 2024: Rp37.172.497.023
  - Assumptions: Perhitungan selisih dan persentase menggunakan angka yang tersedia.
- **Perbaikan laba bruto** [derived_calculation, high]: Laba bruto meningkat dari Rp458 juta menjadi Rp4,98 miliar, terutama karena pendapatan naik Rp4,62 miliar sementara beban pokok hampir stagnan (naik tipis Rp102 juta). Ini menunjukkan perbaikan margin kotor.
  - Basis: Pendapatan 2025: 96.237.695.507; Pendapatan 2024: 91.618.268.915; Beban pokok 2025: 91.262.216.110; Beban pokok 2024: 91.160.058.009
- **Penurunan rugi bersih** [derived_calculation, high]: Rugi bersih turun dari Rp7,48 miliar menjadi Rp4,81 miliar, penurunan sebesar Rp2,66 miliar atau sekitar 35,6%. Hal ini sejalan dengan perbaikan laba bruto dan pendapatan keuangan yang lebih tinggi.
  - Basis: Rugi 2025: 4.814.781.222; Rugi 2024: 7.475.395.272
- **Penurunan arus kas operasi** [derived_calculation, high]: Arus kas operasi turun dari +8,39 miliar menjadi -9,95 miliar, penurunan sebesar 18,34 miliar. Ini terutama disebabkan oleh kenaikan pembayaran kepada pemasok sebesar 10,76 miliar dan penurunan penerimaan pelanggan sebesar 5,47 miliar.
  - Basis: Arus kas operasi 2025: -9.950.534.255; Arus kas operasi 2024: 8.390.249.574; Pembayaran pemasok 2025: 93.827.788.814; Pembayaran pemasok 2024: 83.068.383.553; Penerimaan pelanggan 2025: 94.348.460.867; Penerimaan pelanggan 2024: 99.820.500.823
  - Assumptions: Perhitungan selisih sederhana.
- **Potensi tekanan likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Arus kas operasi negatif dan penurunan kas yang signifikan dapat mengindikasikan tekanan likuiditas jangka pendek, namun gambaran lengkap memerlukan data arus kas pendanaan yang tidak tersedia pada bagian ini.
  - Basis: Arus kas operasi negatif Rp9.950.534.255; Kas turun Rp8,80 miliar
  - Assumptions: Arus kas pendanaan nihil berdasarkan bagian 6/20.
  - Caveats: Hipotesis belum dikonfirmasi karena data pendanaan tidak lengkap.
- **Status papan Pemantauan Khusus** [analyst_hypothesis, low]: Pencatatan di papan Pemantauan Khusus dapat mengindikasikan kondisi keuangan atau likuiditas yang kurang baik, namun tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen ini.
  - Basis: Sheet 1000000: 'Jenis papan perdagangan: Pemantauan Khusus / Watchlist'
  - Assumptions: Status papan mencerminkan kondisi tertentu yang memerlukan perhatian.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan status tersebut.
- **Konsentrasi risiko pemasok** [analyst_hypothesis, medium]: Pembelian dari PT Master Steel melebihi 10% total pembelian (sekitar 68,8% dari total pembelian bahan baku), menunjukkan konsentrasi risiko pemasok yang tinggi.
  - Basis: Pembelian dari PT Master Steel 2025: Rp55.477.232.814; Total pembelian bahan baku (dari sheet 1670000)
  - Assumptions: Total pembelian bahan baku diambil dari sheet 1670000.
  - Caveats: Total pembelian bahan baku tidak tersedia secara eksplisit pada bagian ini.

### Risks / uncertainties

- Arus kas operasi negatif pada 2025 dapat menimbulkan risiko likuiditas jika berlanjut.
- Rugi bersih yang berkelanjutan meskipun membaik dapat mengindikasikan risiko likuiditas atau going concern.
- Beban pokok yang tinggi (sekitar 95% dari pendapatan) menunjukkan margin kotor yang tipis, rentan terhadap fluktuasi biaya.
- Status Papan Pemantauan Khusus dapat menimbulkan risiko likuiditas atau persepsi negatif.
- Nilai utang bank jangka pendek dan panjang tidak tersedia, sehingga materialitas dan risiko suku bunga tidak dapat dinilai.
- Konsentrasi pembelian dari PT Master Steel (lebih dari 10%) dapat menjadi risiko ketergantungan pemasok.

### Items to monitor

- Perbaikan laba bruto dan pengurangan rugi bersih menunjukkan tren positif, namun arus kas operasi negatif dan status papan pemantauan khusus tetap menjadi perhatian.
- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang dapat mempengaruhi harga saham secara langsung.
- Konsentrasi pembelian dari satu pemasok dan ketergantungan pada pihak berelasi dapat mempengaruhi margin dan risiko operasional.

---

## LTLS

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Lautan Luas Tbk (LTLS) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Dalam tanggapannya, LTLS menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan, tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan, tidak memiliki rencana korporasi definitif dalam 3 bulan ke depan, dan tidak mengetahui rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini bersifat tanggapan atas permintaan penjelasan bursa, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek LTLS melalui surat nomor S-11649/BEI.PP2/09-2026 tanggal 11 September 2026.
- LTLS menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan sesuai POJK 31/POJK.04/2015 yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
- LTLS menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek sesuai Peraturan Nomor I-E Keputusan Direksi BEI Kep-00087/BEI/12-2025.
- LTLS menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan berdasarkan POJK 4 Tahun 2024.
- LTLS telah melakukan konfirmasi kepada pemegang saham mayoritas dan tidak menemukan transaksi tertentu yang belum diungkapkan.
- LTLS belum memiliki rencana tindakan korporasi definitif yang berdampak pada pencatatan saham di Bursa dalam 3 bulan ke depan.
- LTLS tidak mengetahui adanya informasi, fakta, atau kejadian material lainnya yang belum diungkapkan yang dapat mempengaruhi harga efek atau kelangsungan usaha.
- Corporate Secretary telah menanyakan kepada pemegang saham utama dan tidak ada rencana kepemilikan yang belum diungkapkan atau berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Direktur Joshua Chandraputra Asali dan Direktur Elly Mariana Tansil pada 14 September 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek LTLS (surat S-11649/BEI.PP2/09-2026 tanggal 11 September 2026).
- Klaim LTLS tidak ada fakta material yang belum diungkapkan.
- Klaim LTLS tidak ada rencana korporasi definitif dalam 3 bulan ke depan.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada fakta material** [explicit_fact, high]: LTLS secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
  - Basis: Jawaban poin 1 surat tanggapan
- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: LTLS menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi definitif yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan.
  - Basis: Jawaban poin 4 surat tanggapan
- **Konfirmasi pemegang saham mayoritas** [explicit_fact, high]: LTLS telah melakukan konfirmasi kepada pemegang saham mayoritas dan tidak menemukan transaksi tertentu yang belum diungkapkan.
  - Basis: Jawaban poin 3 surat tanggapan
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, bukan karena aksi korporasi internal, karena LTLS menyangkal adanya informasi material.
  - Basis: Permintaan BEI atas volatilitas transaksi
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain yang tersedia
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dari BEI atau pihak lain
- **Kepatuhan terhadap POJK 4/2024** [analyst_hypothesis, medium]: Pernyataan LTLS bahwa tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan mengindikasikan tidak ada perubahan kepemilikan signifikan atau penjaminan saham oleh pemegang saham utama.
  - Basis: Jawaban poin 3 surat tanggapan
  - Assumptions: Informasi yang diberikan LTLS akurat
  - Caveats: Hanya berdasarkan pernyataan emiten

### Risks / uncertainties

- Penyebab spesifik volatilitas transaksi efek tidak dijelaskan.
- Pernyataan LTLS bersifat subjektif dan belum diverifikasi oleh otoritas.
- Identitas pemegang saham utama tidak disebutkan.
- Rincian transaksi efek yang memicu permintaan BEI tidak tersedia.

### Items to monitor

- Pengumuman ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan bursa terkait volatilitas transaksi, bukan pengumuman aksi korporasi atau perubahan material.
- Tidak ada informasi keuangan atau rencana korporasi yang diungkapkan dalam pengumuman ini.
- Investor perlu memantau perkembangan lebih lanjut terkait volatilitas harga saham LTLS dan kemungkinan pengumuman material di masa depan.

---

## MDLA

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) menerbitkan koreksi atas laporan hasil Public Expose Tahunan 2026. Dokumen utama hanya berisi informasi administratif, sedangkan lampiran 1 memuat materi Public Expose yang diselenggarakan pada 8 September 2026. Manajemen mengklaim pendapatan 1H26 tumbuh 10,1%, laba kotor tumbuh 6,8%, dan gross margin turun dari 9,6% menjadi 9,3%. Penjualan medical device tumbuh sekitar 34%. Free float tercatat 16,89%, di atas minimum 15%. Tidak ada rencana rights issue. Strategi mencakup ekspansi ekspor ke Kamboja dan Timor-Leste, peluncuran 4-5 brand baru, serta pengembangan digital B2C GoApotik. Tidak ada angka absolut keuangan atau target kuantitatif yang diungkapkan.

### Material changes

- PT Medela Potentia Tbk (MDLA) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan melalui surat No. 050a/IX/DIR/MP/2026-E tanggal 14 September 2026, yang mengoreksi surat sebelumnya No. 050/IX/DIR/MP/2026-E tanggal 11 September 2026.
- Public Expose Tahunan 2026 diselenggarakan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 15.00-16.00 WIB, dihadiri 68 analis/investor/media (tidak termasuk manajemen dan karyawan).
- Manajemen menyatakan belum ada rencana rights issue (PMHMETD) sampai saat ini.
- Free float Perseroan saat ini 16,89%, telah memenuhi ketentuan minimum 15%.
- Pendapatan 1H26 tumbuh 10,1% (klaim manajemen, tanpa basis absolut).
- Laba kotor 1H26 tumbuh 6,8% (klaim manajemen, tanpa basis absolut).
- Gross margin turun dari 9,6% menjadi 9,3% pada 1H26 (klaim manajemen).
- Penjualan produk medical device 1H26 tumbuh sekitar 34%, didukung peningkatan coverage 12% dan production output 8% (klaim manajemen).
- Perseroan telah melakukan ekspor ke Kamboja dan Timor-Leste, serta menjajaki pasar ASEAN dan Afrika.
- Rencana peluncuran sekitar 4-5 brand baru pada kategori wound care dan operating room solution.
- Perseroan mengembangkan bisnis internasional melalui Dynamic Argon Cambodia dan ekosistem digital B2C GoApotik.
- Manajemen menyatakan akan menjaga profitabilitas melalui pengembangan portofolio, penambahan principal, dan efisiensi operasional.
- Perseroan berfokus mempertahankan free float di atas 15% hingga batas waktu yang ditetapkan (31 Maret 2028).
- Laporan ditandatangani oleh Direktur Utama Juliwaty.
- Alamat perusahaan: Jl. RS. Fatmawati Kav. 33, Cilandak Barat, telepon 02174864210, fax 02174863880.

### Key financial figures

- **Pendapatan 1H26 pertumbuhan:** 10.1% (1H26 vs 1H25 (implisit, klaim manajemen, tanpa basis absolut))
- **Laba kotor 1H26 pertumbuhan:** 6.8% (1H26 vs 1H25 (implisit, klaim manajemen, tanpa basis absolut))
- **Gross margin 1H26:** 9.3% (1H26, klaim manajemen)
- **Gross margin 1H25 (implisit):** 9.6% (1H25, klaim manajemen)
- **Free float:** 16.89% (per September 2026, klaim manajemen)
- **Penjualan medical device pertumbuhan:** 34% (1H26, klaim manajemen)
- **Coverage peningkatan:** 12% (1H26, klaim manajemen)
- **Production output peningkatan:** 8% (1H26, klaim manajemen)

### Corporate actions

- Tidak ada rencana rights issue (PMHMETD) saat ini (pernyataan manajemen).
- Fokus mempertahankan free float di atas 15% hingga batas waktu 31 Maret 2028.

### Expansion projects

- Rencana peluncuran sekitar 4-5 brand baru pada kategori wound care dan operating room solution.
- Ekspor ke Kamboja dan Timor-Leste, serta menjajaki pasar ASEAN dan Afrika.
- Pengembangan bisnis internasional melalui Dynamic Argon Cambodia.
- Penguatan ekosistem digital B2C GoApotik.

### Capital structure

- Free float 16,89% (klaim manajemen).

### Listing / regulatory

- Pemenuhan ketentuan free float minimum 15% (klaim manajemen).

### Analytical scenarios

- **Penurunan gross margin** [derived_calculation, medium]: Penurunan gross margin dari 9,6% menjadi 9,3% (penurunan 30 bps) terjadi karena laba kotor tumbuh (6,8%) lebih rendah daripada pendapatan (10,1%). Secara matematis, jika pendapatan tumbuh 10,1% dan laba kotor tumbuh 6,8%, maka margin akan turun. Namun, tanpa angka absolut, tidak dapat dihitung besaran dampak masing-masing faktor.
  - Basis: Pendapatan 1H26 tumbuh 10,1% (klaim manajemen); Laba kotor 1H26 tumbuh 6,8% (klaim manajemen); Gross margin turun dari 9,6% menjadi 9,3% (klaim manajemen)
  - Assumptions: Pertumbuhan pendapatan dan laba kotor dihitung terhadap periode yang sama (1H25).
  - Caveats: Tidak ada angka absolut pendapatan atau laba kotor, sehingga perhitungan hanya bersifat indikatif.
- **Pertumbuhan medical device** [analyst_hypothesis, medium]: Pertumbuhan penjualan medical device 34% didorong oleh peningkatan coverage (+12%) dan production output (+8%), tetapi tidak ada angka absolut atau kontribusi terhadap total pendapatan. Tidak jelas apakah pertumbuhan ini organik atau termasuk akuisisi.
  - Basis: Jawaban manajemen pada pertanyaan 5
  - Assumptions: Pertumbuhan didorong oleh ekspansi coverage dan output.
  - Caveats: Tidak ada data absolut atau rincian kontribusi segmen.
- **Risiko free float** [analyst_hypothesis, medium]: Free float 16,89% hanya sedikit di atas minimum 15%, sehingga terdapat risiko pelanggaran ketentuan jika terjadi perubahan kepemilikan signifikan. Manajemen menyatakan akan memantau dan mengevaluasi secara berkala, tetapi tidak ada rencana konkret untuk menambah free float.
  - Basis: Jawaban manajemen pada pertanyaan 2
  - Assumptions: Tidak ada aksi korporasi yang mengubah struktur kepemilikan dalam waktu dekat.
  - Caveats: Tidak ada rencana konkret yang diungkapkan; risiko hanya berdasarkan selisih margin yang tipis.
- **Strategi pertumbuhan** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen mengarahkan strategi pada kombinasi distribusi, own product medical device, ekspor, dan digital. Tidak ada target kuantitatif atau timeline spesifik untuk inisiatif tersebut.
  - Basis: Jawaban manajemen pada pertanyaan 4
  - Assumptions: Inisiatif akan berjalan tanpa hambatan.
  - Caveats: Tidak ada target terukur atau jadwal yang jelas.

### Risks / uncertainties

- Penurunan gross margin dapat berlanjut jika kondisi pasar dan kompetisi tidak membaik.
- Risiko eksekusi peluncuran brand baru dan ekspansi pasar internasional.
- Ketergantungan pada principal dan perubahan product mix.
- Fluktuasi nilai tukar dan kondisi ekonomi di pasar ekspor.
- Free float hanya sedikit di atas minimum 15%, berisiko jika ada perubahan kepemilikan signifikan.

### Items to monitor

- Pernyataan manajemen tentang tidak adanya rencana rights issue dapat mengurangi spekulasi dilusi saham.
- Pertumbuhan pendapatan dan laba kotor yang diklaim menunjukkan kinerja operasional yang positif, meskipun margin menurun.
- Ekspansi ekspor dan peluncuran produk baru dapat menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang.
- Pemenuhan free float di atas 15% mengurangi risiko suspensi terkait aturan pencatatan.

---

## MEDC

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 12–14 September 2026, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menerbitkan dua pengumuman koreksi atas Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), masing-masing untuk periode 31 Juli 2026 dan 31 Agustus 2026. Kedua laporan bersifat administratif dan tidak memuat aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus/pengendali, atau transaksi aset. Perubahan utama yang tercatat adalah kenaikan kepemilikan saham Direktur Benny Lorato Siahaan dari 10.134.130 menjadi 13.134.130 saham (selisih 3.000.000 saham) pada laporan Juli, serta penurunan free float dari 21,89% menjadi 21,86% (klaim emiten). Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (25.136.231.252 saham) atau struktur pengendalian. Terdapat inkonsistensi data internal antar dokumen (saham treasuri dan kepemilikan individu) yang perlu diklarifikasi. Pentingnya secara korporasi terbatas pada aspek kepatuhan pelaporan dan transparansi kepemilikan, tanpa indikasi perubahan fundamental.

### Material changes

- Kenaikan kepemilikan saham Direktur Benny Lorato Siahaan dari 10.134.130 menjadi 13.134.130 saham (0,04% menjadi 0,05%) pada laporan per 31 Juli 2026.
- Penurunan free float dari 21,89% menjadi 21,86% (klaim emiten) pada laporan per 31 Juli 2026; free float tetap 21,86% pada laporan per 31 Agustus 2026.
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (25.136.231.252 saham) pada kedua laporan.

### Key financial figures

- **total_saham_beredar:** 25.136.231.252 (2026-07-31)
- **total_saham_beredar:** 25.136.231.252 (2026-08-31)
- **free_float:** 21,86% (2026-07-31)
- **free_float:** 21,86% (2026-08-31)
- **kepemilikan_pengendali_pt_medco_daya_abadi_lestari:** 12.944.140.124 (2026-07-31)
- **kepemilikan_pengendali_diamond_bridge_pte_ltd:** 5.395.205.771 (2026-07-31)
- **total_kepemilikan_pengendali:** 18.339.345.895 (2026-07-31)
- **total_kepemilikan_direksi_dan_komisaris:** 198.145.406 (2026-07-31)
- **saham_treasuri:** 0 (dokumen utama); 409.218.528 (lampiran 2) (2026-08-31)
- **saham_masyarakat:** 6.357.622.329 (2026-08-31)

### Capital structure

- Kenaikan kepemilikan saham Direktur Benny Lorato Siahaan dari 10.134.130 menjadi 13.134.130 saham (0,04% menjadi 0,05%) pada laporan per 31 Juli 2026.
- Penurunan free float dari 21,89% menjadi 21,86% (klaim emiten) pada laporan per 31 Juli 2026; free float tetap 21,86% pada laporan per 31 Agustus 2026.
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (25.136.231.252 saham) pada kedua laporan.
- Kepemilikan pengendali gabungan (PT Medco Daya Abadi Lestari dan Diamond Bridge Pte. Ltd.) sebesar 72,9598% pada laporan per 31 Juli 2026.
- Kepemilikan direksi dan komisaris kolektif sebesar 0,7884% pada laporan per 31 Juli 2026.

### Listing / regulatory

- Kedua laporan merupakan koreksi atas laporan bulanan sebelumnya; alasan koreksi tidak dijelaskan.
- Free float dilaporkan 21,86% (klaim emiten), di atas ambang minimum 7,5% yang mungkin berlaku, namun tidak ada sanksi yang disebutkan.
- Tidak ada perubahan status pencatatan atau suspensi yang diumumkan.

### Analytical scenarios

- **Kenaikan kepemilikan Benny Lorato Siahaan** [explicit_fact, high]: Kepemilikan saham Direktur Benny Lorato Siahaan meningkat dari 10.134.130 menjadi 13.134.130 saham pada laporan per 31 Juli 2026.
  - Basis: Laporan per 31 Juli 2026
- **Free float** [explicit_fact, high]: Free float dilaporkan 21,86% pada laporan per 31 Juli 2026 dan per 31 Agustus 2026 (klaim emiten).
  - Basis: Laporan per 31 Juli 2026; Laporan per 31 Agustus 2026
- **Selisih kepemilikan Benny Lorato Siahaan** [derived_calculation, high]: Selisih kepemilikan dihitung sebagai 13.134.130 - 10.134.130 = 3.000.000 saham.
  - Basis: Kepemilikan sebelumnya: 10.134.130; Kepemilikan saat ini: 13.134.130
  - Assumptions: Selisih dihitung sebagai pembelian saham.
  - Caveats: Tidak ada detail transaksi.
- **Perubahan free float** [derived_calculation, high]: Free float turun dari 21,89% menjadi 21,86%, penurunan 0,03 poin persentase.
  - Basis: Free float bulan sebelumnya: 21,89%; Free float bulan ini: 21,86%
  - Assumptions: Penurunan dihitung dari selisih persentase.
  - Caveats: Perubahan mungkin dipengaruhi faktor lain yang tidak dirinci.
- **Kepemilikan pengendali gabungan** [derived_calculation, high]: Total saham pengendali 18.339.345.895 dibagi total saham beredar 25.136.231.252 menghasilkan 72,96%, sesuai dengan angka yang dilaporkan (72,9598%).
  - Basis: 18.339.345.895 / 25.136.231.252 = 0,7296
  - Assumptions: Menggunakan total saham beredar yang dinyatakan.
- **Kepemilikan direksi dan komisaris gabungan** [derived_calculation, high]: Total saham direksi dan komisaris 198.145.406 dibagi total saham beredar 25.136.231.252 menghasilkan 0,7884%, sesuai dengan angka yang dilaporkan.
  - Basis: 198.145.406 / 25.136.231.252 = 0,007884
  - Assumptions: Menggunakan total saham beredar yang dinyatakan.
- **Free float indikatif** [derived_calculation, medium]: Jika hanya pemegang pengendali dan manajemen yang dianggap sebagai pemegang saham tidak bebas, maka free float sekitar 26,25% (100% - 72,96% - 0,79%). Namun, definisi free float Bursa Efek Indonesia mungkin berbeda.
  - Basis: 100% - 72,9598% - 0,7884% = 26,2518%
  - Assumptions: Mengasumsikan tidak ada pemegang saham lain yang dikategorikan sebagai pengendali atau afiliasi manajemen.
  - Caveats: Perhitungan ini hanya indikatif; definisi free float resmi dapat berbeda.
- **Penyebab penurunan free float** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan free float mungkin terkait dengan pembelian saham oleh pihak terafiliasi atau perubahan klasifikasi kepemilikan, namun tidak ada bukti langsung dalam laporan.
  - Basis: Penurunan free float sebesar 0,03 poin persentase; Penurunan saham non-warkat sebesar 2.964.649 saham
  - Assumptions: Perubahan free float mencerminkan perubahan kepemilikan publik.
  - Caveats: Tidak ada informasi rinci tentang transaksi yang menyebabkan perubahan ini.
- **Struktur pengendalian** [analyst_hypothesis, low]: Kepemilikan pengendali yang tinggi (72,96%) menunjukkan struktur pengendalian yang terkonsentrasi, yang dapat mempengaruhi likuiditas saham dan tata kelola.
  - Basis: Total kepemilikan pengendali 72,9598%
  - Assumptions: Tidak ada perubahan kepemilikan yang terjadi setelah tanggal laporan.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didasarkan pada analisis mendalam; hanya observasi umum.
- **Dampak pada harga saham** [analyst_hypothesis, low]: Tidak ada aksi korporasi yang diumumkan, sehingga dampak pada harga saham mungkin netral. Namun, penurunan free float dapat mempengaruhi likuiditas.
  - Basis: Tidak ada aksi korporasi dalam laporan; Penurunan free float
  - Assumptions: Pasar merespons informasi yang tersedia.
  - Caveats: Analisis ini spekulatif dan tidak berdasarkan data pasar.
- **Kesalahan pada angka persentase** [analyst_hypothesis, low]: Karena perhitungan sederhana tidak sesuai dengan persentase yang dilaporkan, kemungkinan terdapat kesalahan pada angka persentase atau pada jumlah saham yang tercantum. Perlu verifikasi lebih lanjut.
  - Basis: Perhitungan turunan menunjukkan ketidaksesuaian antara jumlah saham dan persentase yang dilaporkan.
  - Assumptions: Total modal ditempatkan dan disetor adalah 628.000.000.000 lembar saham.
  - Caveats: Hipotesis ini belum dikonfirmasi oleh sumber resmi.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko material yang diidentifikasi dari laporan ini.
- Perubahan kepemilikan direksi dapat menimbulkan pertanyaan tentang insider trading, namun tidak ada bukti.
- Ketidaksesuaian antara jumlah saham dan persentase kepemilikan yang dilaporkan dalam dokumen lampiran 2.
- Tidak ada informasi tentang aksi korporasi atau perubahan signifikan dalam dokumen ini.
- Dokumen hanya menyajikan data kepemilikan saham; tidak ada informasi tentang kinerja keuangan atau operasional.
- Inkonsistensi data saham treasuri antara dokumen utama (0 lembar) dan lampiran 2 (409.218.528 lembar) pada laporan per 31 Agustus 2026.
- Perbedaan angka kepemilikan Hilmi Panigoro antara dokumen utama (24,33%) dan lampiran 1 (0,1190%) pada laporan per 31 Agustus 2026.

### Items to monitor

- Klarifikasi alasan koreksi LBRE dan perbedaan data internal (saham treasuri, kepemilikan individu).
- Perkembangan kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris, terutama Benny Lorato Siahaan.
- Perubahan free float dan dampaknya terhadap likuiditas saham.
- Kepatuhan terhadap ketentuan free float Bursa Efek Indonesia.

---

## MGNA

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material lain yang belum diungkap, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana atas kepemilikan sahamnya. Surat ditandatangani oleh Direktur Utama Arianto Sjarief. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, atau rencana ekspansi yang diungkapkan.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek MGNA melalui surat No. S-11903/BEI.PP3/09-2026.
- MGNA menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015.
- MGNA menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek sesuai Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025.
- MGNA tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK No. 4 Tahun 2024.
- MGNA belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam jangka waktu sampai dengan 3 bulan ke depan.
- MGNA menyatakan tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama MGNA, setelah dimintai konfirmasi, tidak memiliki rencana atau maksud apapun sehubungan dengan kepemilikan sahamnya.
- Surat tanggapan bernomor 126/MGNA/BEI/IX-2026 ditandatangani oleh Direktur Utama Arianto Sjarief pada 14 September 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan Bursa atas volatilitas transaksi (surat S-11903/BEI.PP3/09-2026)

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam 3 bulan ke depan.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada surat
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada surat
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Manajemen tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK No. 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3 pada surat
- **Pemegang saham utama tidak punya rencana** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama tidak memiliki rencana atau maksud apapun atas kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada surat
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan Bursa mungkin disebabkan oleh faktor pasar atau spekulasi, namun tidak ada informasi material yang diungkapkan.
  - Basis: Surat Bursa meminta penjelasan volatilitas
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada saham MGNA
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian penyebab volatilitas transaksi karena tidak ada informasi material yang diungkapkan
- Pernyataan manajemen bersifat subjektif dan hanya berdasarkan pengetahuan sampai tanggal surat

---

## MKAP

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 12–14 September 2026, PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) menerbitkan dua pengumuman rutin berjudul 'Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (KOREKSI)' untuk posisi 31 Juli 2026 dan 31 Agustus 2026. Kedua laporan menegaskan tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan, modal, atau pengendali. Pengendali tetap PT International Sawo Resources dengan 76% saham. Namun, terdapat perbedaan signifikan dalam angka free float antara laporan Juli (17,59%) dan Agustus (24,00%), serta penurunan jumlah pemegang saham <5% dari 837 menjadi 817. Perbedaan ini tidak dijelaskan dalam pengumuman, menimbulkan ketidakpastian administratif. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus yang teridentifikasi.

### Material changes

- Tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan, modal, atau pengendali yang teridentifikasi dalam kedua laporan.
- Free float berubah dari 17,59% (Juli) menjadi 24,00% (Agustus), namun penyebab tidak dijelaskan.
- Jumlah pemegang saham <5% menurun dari 837 (Juli) menjadi 817 (Agustus).

### Key financial figures

- **modal_dasar:** 10.400.000.000 (2026-07-31)
- **modal_ditempatkan_dan_disetor_penuh:** 3.250.000.000 (2026-07-31)
- **kepemilikan_pengendali:** 2.470.000.000 (2026-07-31)
- **kepemilikan_pengendali_persen:** 76.00 (2026-07-31)
- **free_float_saham:** 571.739.200 (2026-07-31)
- **free_float_persen:** 17.59 (2026-07-31)
- **free_float_saham_sebelumnya:** 478.035.600 (2026-06-30)
- **free_float_persen_sebelumnya:** 14.71 (2026-06-30)
- **treasury_stock:** 0 (2026-07-31)
- **jumlah_pemegang_saham_kurang_5_persen:** 837 (2026-07-31)
- **saham_pemegang_kurang_5_persen:** 780.000.000 (2026-07-31)
- **modal_ditempatkan_dan_disetor_penuh:** 3.250.000.000 (2026-08-31)
- **kepemilikan_pengendali:** 2.470.000.000 (2026-08-31)
- **kepemilikan_pengendali_persen:** 76.00 (2026-08-31)
- **free_float_saham:** 780.000.000 (2026-08-31)
- **free_float_persen:** 24.00 (2026-08-31)
- **treasury_stock:** 0 (2026-08-31)
- **jumlah_pemegang_saham_kurang_5_persen:** 817 (2026-08-31)
- **saham_pemegang_kurang_5_persen:** 780.000.000 (2026-08-31)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendali; PT International Sawo Resources tetap memegang 76% saham.
- Susunan direksi dan komisaris tidak berubah: Sani Handoko (Komisaris Utama), Djoni Suyanto (Komisaris), Charlie Dhungga (Komisaris Independen), Eric Handoko (Direktur Utama), Daniel Handoko (Direktur), Mario (Direktur).

### Capital structure

- Modal ditempatkan dan disetor penuh tetap 3.250.000.000 saham.
- Tidak ada treasury stock.
- Free float berubah dari 17,59% (Juli) menjadi 24,00% (Agustus), namun penyebab tidak dijelaskan.

### Listing / regulatory

- Kedua pengumuman berstatus koreksi atas laporan bulanan sebelumnya, namun alasan koreksi tidak dijelaskan.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan yang teridentifikasi.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan pengendali** [explicit_fact, high]: PT International Sawo Resources memiliki 2.470.000.000 saham atau 76% dari total saham, baik pada posisi Juli maupun Agustus 2026.
  - Basis: Pengumuman 20260914163652-002/MKAP/CORSEC/IX/2026_id-id; Pengumuman 20260914164140-003/MKAP/CORSEC/IX/2026_id-id
- **Perubahan free float Juli ke Agustus** [derived_calculation, high]: Free float meningkat dari 17,59% (571.739.200 saham) pada Juli menjadi 24,00% (780.000.000 saham) pada Agustus. Selisihnya adalah 208.260.800 saham atau 6,41 poin persentase. Perhitungan: 780.000.000 - 571.739.200 = 208.260.800; 24,00% - 17,59% = 6,41%.
  - Basis: Pengumuman 20260914163652-002/MKAP/CORSEC/IX/2026_id-id; Pengumuman 20260914164140-003/MKAP/CORSEC/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Angka free float dihitung berdasarkan definisi yang digunakan dalam laporan masing-masing.
  - Caveats: Penyebab perubahan tidak dijelaskan; definisi free float mungkin berbeda antara laporan.
- **Penurunan jumlah pemegang saham <5%** [derived_calculation, high]: Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan <5% menurun dari 837 (Juli) menjadi 817 (Agustus), selisih 20 pihak. Jumlah saham yang dimiliki kelompok ini tetap 780.000.000 saham.
  - Basis: Pengumuman 20260914163652-002/MKAP/CORSEC/IX/2026_id-id; Pengumuman 20260914164140-003/MKAP/CORSEC/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Angka tersebut adalah jumlah pemegang saham dengan kepemilikan <5%.
  - Caveats: Penyebab penurunan tidak dijelaskan.
- **Alasan koreksi laporan** [analyst_hypothesis, low]: Kedua pengumuman berstatus koreksi, namun tidak ada penjelasan mengenai isi koreksi. Kemungkinan koreksi bersifat administratif atau perbaikan data, tetapi tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Judul pengumuman menyebut 'KOREKSI' dan merujuk pada pengumuman sebelumnya.
  - Assumptions: Koreksi mungkin terkait dengan perbaikan data atau penyajian.
  - Caveats: Tidak ada detail koreksi dalam dokumen.
- **Konsolidasi kepemilikan** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan jumlah pemegang saham <5% dari 837 menjadi 817 dapat mengindikasikan konsolidasi kepemilikan, namun tidak ada informasi lebih lanjut.
  - Basis: Data jumlah pemegang saham <5% pada kedua laporan.
  - Assumptions: Penurunan jumlah pemegang saham mencerminkan konsolidasi.
  - Caveats: Penyebab tidak dijelaskan; bisa juga karena faktor lain.

### Risks / uncertainties

- Perbedaan free float yang signifikan antara Juli (17,59%) dan Agustus (24,00%) tanpa penjelasan dapat menimbulkan kebingungan investor.
- Status koreksi pada kedua laporan menimbulkan ketidakpastian kecil mengenai keakuratan laporan sebelumnya.
- Penurunan jumlah pemegang saham <5% dapat mengindikasikan konsolidasi kepemilikan, namun tidak ada informasi lebih lanjut.

### Items to monitor

- Penjelasan resmi mengenai alasan koreksi laporan bulanan.
- Penyebab perubahan free float antara Juli dan Agustus 2026.
- Perkembangan jumlah pemegang saham <5% pada bulan-bulan berikutnya.
- Kepatuhan terhadap aturan free float IDX jika ada persyaratan minimum.

---

## MKNT

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) mengumumkan pengunduran diri kolektif seluruh jajaran Direksi dan Komisaris, efektif 10 September 2026. Pengumuman ini merupakan laporan awal atas pengunduran diri yang disampaikan melalui surat No. 164/MKNT-OJK/IX/2026 tanggal 14 September 2026. Nama-nama yang mengundurkan diri teridentifikasi dari lampiran: Jefri Junaedi (Direktur Utama), Samuel Eben Heizer T (Direktur), Muhamad Zidane Alfarizi (Komisaris), dan Irwan Raharja (Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen). Alasan pengunduran diri, dampak operasional/keuangan, dan rencana suksesi tidak diungkapkan dalam dokumen.

### Material changes

- Pengunduran diri Direksi dan Komisaris PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) secara kolektif.
- Pengunduran diri efektif sejak 10 September 2026 atau tanggal lain sesuai ketentuan yang berlaku.
- Laporan disampaikan melalui surat No. 164/MKNT-OJK/IX/2026 tanggal 14 September 2026.
- Corporate Secretary Jefri Junaedi menyampaikan laporan pada 14 September 2026 pukul 09:48.
- Jefri Junaedi mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama.
- Samuel Eben Heizer T mengundurkan diri dari jabatan Direktur.
- Muhamad Zidane Alfarizi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris.
- Irwan Raharja mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen.
- Para pihak yang mengundurkan diri bersedia melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab sampai tanggal efektif, termasuk serah terima tugas dan dokumen.
- Proses pengunduran diri akan mengikuti Anggaran Dasar, UU PT, peraturan pasar modal, serta ketentuan BEI dan OJK.
- Dampak terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha tidak dijelaskan dalam dokumen.

### Management / control changes

- Pengunduran diri Jefri Junaedi dari jabatan Direktur Utama, efektif 10 September 2026.
- Pengunduran diri Samuel Eben Heizer T dari jabatan Direktur, efektif 10 September 2026.
- Pengunduran diri Muhamad Zidane Alfarizi dari jabatan Komisaris, efektif 10 September 2026.
- Pengunduran diri Irwan Raharja dari jabatan Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, efektif 10 September 2026.

### Listing / regulatory

- Penyampaian surat pengunduran diri kepada OJK dan BEI sebagai bagian dari kepatuhan regulasi pasar modal.

### Analytical scenarios

- **Potensi perubahan pengendali atau restrukturisasi manajemen** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri kolektif seluruh direksi dan komisaris secara bersamaan dapat mengindikasikan perubahan pemegang saham pengendali atau restrukturisasi manajemen, namun belum ada konfirmasi resmi.
  - Basis: Pengunduran diri seluruh jajaran direksi dan komisaris tanpa penjelasan alasan atau dampak
  - Assumptions: Pengunduran diri kolektif sering dikaitkan dengan perubahan pengendali atau arah strategis perusahaan
  - Caveats: Belum ada informasi resmi mengenai penyebab atau rencana tindak lanjut; Tidak ada bukti perubahan kepemilikan atau perjanjian kontrol dalam dokumen
- **Potensi kekosongan kepengurusan** [analyst_hypothesis, medium]: Pengunduran diri efektif tanpa pengganti yang diumumkan dapat menyebabkan kekosongan kepengurusan, namun perusahaan masih memiliki mekanisme sesuai AD dan regulasi untuk menunjuk pengganti atau pejabat sementara.
  - Basis: Tidak ada informasi mengenai pengganti atau rencana suksesi dalam dokumen
  - Assumptions: Perusahaan akan memproses pengunduran diri dan penggantian sesuai AD, UU PT, dan peraturan pasar modal
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dari perusahaan mengenai langkah selanjutnya; Tanggal efektif dapat berubah sesuai ketentuan yang berlaku

### Risks / uncertainties

- Ketidakjelasan dampak pengunduran diri terhadap operasional dan kelangsungan usaha.
- Nama-nama pengganti atau rencana suksesi tidak diungkapkan.
- Potensi kekosongan kepengurusan jika pengunduran diri efektif tanpa pengganti.
- Tanggal efektif pengunduran diri dapat berubah sesuai ketentuan perundang-undangan dan anggaran dasar.

### Items to monitor

- Perubahan susunan pengurus dapat memengaruhi tata kelola perusahaan dan kepatuhan terhadap ketentuan komisaris independen.
- Pengunduran diri kolektif dapat menjadi sinyal perubahan arah strategis atau kepemilikan, namun belum terkonfirmasi.

---

## MMLP

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) mengumumkan perubahan Corporate Secretary dari Jeremy Muliawan kepada Lophiga Surbakti, efektif 10 September 2026. Perubahan ini didasarkan pada Surat Keputusan Direksi No. 039/Letter/MMLP/CRS/IX/2026 dan ditujukan untuk memenuhi POJK No. 35/POJK.04/2014. Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset dalam pengumuman ini.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary MMLP dari Jeremy Muliawan menjadi Lophiga Surbakti, efektif 10 September 2026.
- Dasar perubahan: Surat Keputusan Direksi No. 039/Letter/MMLP/CRS/IX/2026.
- Alasan perubahan: masa jabatan Corporate Secretary sebelumnya telah berakhir (pernyataan dalam SK).
- Dasar regulasi: UU No. 40 Tahun 2007, POJK No. 35/POJK.04/2014, dan Anggaran Dasar Perusahaan.
- Alamat korespondensi baru: Gedung Grha Intirub Lantai 2, Jalan Cililitan Besar 454, Jakarta Timur 13650.
- Kontak tidak berubah: telepon (021) 29379058, email corporate.secretary@mmproperty.com.
- Pengumuman disampaikan pada 14 September 2026 pukul 12:36 WIB.
- Lampiran: SK Direksi dan pemberitahuan perubahan sekretaris perusahaan.

### Management / control changes

- Perubahan Corporate Secretary: Jeremy Muliawan (lama) digantikan oleh Lophiga Surbakti (baru), efektif 10 September 2026.

### Listing / regulatory

- Perubahan dilakukan untuk memenuhi POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Dokumen secara eksplisit menyatakan pergantian Corporate Secretary dari Jeremy Muliawan menjadi Lophiga Surbakti, efektif 10 September 2026, berdasarkan SK Direksi No. 039/Letter/MMLP/CRS/IX/2026.
  - Basis: Tabel perubahan pada halaman 1 dan 2; Surat Keputusan Direksi No. 039/Letter/MMLP/CRS/IX/2026
- **Dasar regulasi** [explicit_fact, high]: Perubahan ini didasarkan pada UU No. 40 Tahun 2007, POJK No. 35/POJK.04/2014, dan Anggaran Dasar Perusahaan, serta dilakukan karena masa jabatan Corporate Secretary sebelumnya telah berakhir.
  - Basis: Bagian MENGINGAT dan Menimbang pada SK Direksi
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Alasan spesifik pergantian tidak diungkapkan secara rinci; kemungkinan bersifat administratif atau rotasi internal, namun tidak ada konfirmasi.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam dokumen
  - Assumptions: Perubahan mungkin bersifat administratif atau strategis
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dari sumber lain

### Risks / uncertainties

- Alasan pergantian Corporate Secretary tidak dijelaskan secara rinci dalam dokumen.
- Tanggal spesifik Surat Keputusan Direksi tidak terbaca jelas pada dokumen.
- Tidak ada informasi mengenai kualifikasi atau latar belakang Corporate Secretary yang baru.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan terhadap operasional atau kepatuhan.

---

## MNCN

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

MNCN mengumumkan penandatanganan perjanjian kerja sama strategis dengan RMAB (Republikorp Group) dan STA untuk membangun ekosistem media terintegrasi di Indonesia. Kerja sama mencakup aset media dari MNCN (IMG, MTN/iNews TV, MMN) dan STA (MPI dengan platform Okezone.com, iNews.id, Sindonews.com, News+). RMAB disebut sebagai pihak pengakuisisi. Tidak ada nilai transaksi, struktur kepemilikan, atau dampak finansial yang diungkapkan. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Pengumuman ini bersifat awal dan belum ada rincian lebih lanjut.

### Material changes

- MNCN, RMAB, dan STA menandatangani perjanjian kerja sama strategis pada 14 September 2026 untuk membangun ekosistem media terintegrasi di Indonesia.
- Kerja sama mencakup iNews Media Group (IMG) dari MNCN, PT MNC Televisi Network (MTN/iNews TV), dan PT MNC Multimedia Nusantara (MMN) yang mengelola portofolio radio Grup.
- Kerja sama juga mencakup PT Media Platform Indonesia (MPI) dari STA, yang menaungi platform berita digital Okezone.com, iNews.id, Sindonews.com, dan News+.
- Ekosistem iNews mencakup IDX Channel sebagai saluran televisi dan portal digital yang fokus pada pasar modal, ekonomi, bisnis, dan keuangan.
- Platform gabungan memiliki sekitar 72 juta followers dan subscribers di media sosial serta menghasilkan sekitar 1,8 miliar views setiap bulan.
- Kemitraan diarahkan untuk membangun kelompok media berita dan olahraga terintegrasi di platform konvensional dan digital.
- RMAB adalah entitas Grup Republikorp yang menaungi kegiatan usaha media dan menjadi pihak pengakuisisi dalam transaksi ini.
- Seluruh layanan televisi, radio, dan digital akan tetap beroperasi selama proses transisi untuk memastikan kesinambungan layanan.
- Keputusan pemberitaan tetap berada pada jajaran redaksi sesuai Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik.
- Kerja sama dikelola berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dengan menjaga independensi redaksi.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak dari kemitraan ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha (dinyatakan dengan '-' pada bagian dampak).

### Key financial figures

- **followers_dan_subscribers_media_sosial:** 72000000 (2026-09-14)
- **views_bulanan:** 1800000000 (2026-09-14)

### Corporate actions

- Kemitraan strategis dengan RMAB dan STA untuk membangun ekosistem media terintegrasi

### Expansion projects

- Pembangunan ekosistem media terintegrasi di Indonesia
- Penguatan berita nasional dan daerah
- Pengembangan konten olahraga
- Percepatan transformasi digital dan distribusi lintas platform

### Management / control changes

- RMAB disebut sebagai pihak pengakuisisi dalam transaksi ini

### Analytical scenarios

- **Perjanjian kerja sama** [explicit_fact, high]: MNCN, RMAB, dan STA menandatangani perjanjian kerja sama strategis pada 14 September 2026 untuk membangun ekosistem media terintegrasi.
  - Basis: Siaran pers halaman 1
- **Cakupan kerja sama** [explicit_fact, high]: Kerja sama mencakup IMG dari MNCN, MTN (iNews TV), MMN (radio), dan MPI dari STA yang menaungi Okezone.com, iNews.id, Sindonews.com, dan News+.
  - Basis: Siaran pers halaman 1
- **Skala platform** [explicit_fact, high]: Platform gabungan memiliki sekitar 72 juta followers/subscribers dan 1,8 miliar views per bulan.
  - Basis: Siaran pers halaman 1
- **Pihak pengakuisisi** [explicit_fact, high]: RMAB dinyatakan sebagai pihak pengakuisisi dalam transaksi ini.
  - Basis: Siaran pers halaman 2
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak dari kemitraan ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Bagian 'Dampak kejadian...' diisi dengan '-'
- **Potensi transaksi material** [analyst_hypothesis, low]: Karena RMAB disebut sebagai pengakuisisi, transaksi ini berpotensi menjadi aksi korporasi material yang memerlukan keterbukaan informasi lebih lanjut, namun nilai dan struktur transaksi tidak diungkap.
  - Basis: Siaran pers halaman 2
  - Assumptions: Transaksi melibatkan pengalihan aset atau saham yang signifikan
  - Caveats: Tidak ada nilai transaksi atau struktur yang diungkap dalam siaran pers
- **Dampak terhadap kepemilikan** [analyst_hypothesis, low]: Kerja sama ini dapat mengubah struktur kepemilikan atau pengendalian atas entitas media yang terlibat, tetapi tidak ada rincian mengenai perubahan saham atau pengendali.
  - Basis: Siaran pers halaman 1-2
  - Assumptions: Kerja sama strategis dapat melibatkan perubahan struktur korporasi
  - Caveats: Tidak ada informasi mengenai perubahan kepemilikan atau pengendalian

### Risks / uncertainties

- Nilai transaksi dan struktur kesepakatan tidak diungkapkan
- Dampak terhadap struktur kepemilikan atau pengendalian belum jelas
- Proses transisi dapat mempengaruhi operasional jika tidak dikelola dengan baik
- Kepatuhan terhadap regulasi penyiaran dan pers harus dipastikan
- Ketidakjelasan peran dan kontribusi masing-masing pihak (RMAB, MNCN, STA) dalam kemitraan
- Tidak ada jadwal atau target implementasi, sehingga status kemitraan masih awal

### Items to monitor

- MNCN adalah perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
- Kerja sama ini dapat mempengaruhi kinerja dan prospek bisnis MNCN

---

## NASA

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Andalan Perkasa Abadi Tbk (NASA) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia (BEI) S-11899/BEI.PP3/09-2026 tanggal 11 September 2026 perihal volatilitas transaksi. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material lain yang belum diungkap, dan tidak ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan saham. Surat ditandatangani Direktur Utama Erwin Kusnadi pada 14 September 2026.

### Material changes

- Emiten menerima surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia nomor S-11899/BEI.PP3/09-2026 tanggal 11 September 2026 perihal volatilitas transaksi efek.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Kep-00087/BEI/12-2025.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024.
- Emiten menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Emiten menyatakan belum ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Emiten menyatakan belum ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat ditandatangani oleh Erwin Kusnadi selaku Direktur Utama dan dihasilkan secara elektronik pada 14 September 2026 pukul 10:40.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan Bursa terkait volatilitas transaksi (S-11899/BEI.PP3/09-2026)

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui informasi material yang mempengaruhi nilai efek atau harga saham, sesuai POJK 31/2015 dan Peraturan I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada surat
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada surat
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan belum ada rencana pemegang saham utama terkait kepemilikan sahamnya, setelah konfirmasi internal.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada surat
- **Volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Permintaan penjelasan Bursa mengindikasikan adanya pergerakan harga atau volume transaksi yang tidak biasa, namun emiten tidak mengakui adanya informasi material yang mendasarinya.
  - Basis: Surat Bursa S-11899/BEI.PP3/09-2026
  - Assumptions: Volatilitas transaksi merujuk pada pergerakan harga atau volume yang signifikan
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Potensi volatilitas harga saham yang memicu permintaan penjelasan Bursa
- Ketidakpastian terkait aktivitas pemegang saham tertentu yang mungkin belum terungkap

---

## NIRO

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

NIRO (City Retail Developments Tbk) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan tidak ada rencana pemegang saham utama/pengendali terkait kepemilikan saham. Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary Musa Sinambela pada 14 September 2026.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek NIRO melalui surat nomor S-11906/BEI.PP1/09-2026.
- NIRO menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- NIRO menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025.
- NIRO menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.
- NIRO menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- NIRO menyatakan belum ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan.
- NIRO menyatakan belum ada rencana pemegang saham utama dan pengendali terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Corporate Secretary Musa Sinambela dan dilaporkan secara elektronik pada 14 September 2026 pukul 10:32.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek NIRO.

### Analytical scenarios

- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, namun tidak ada informasi spesifik yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Permintaan penjelasan BEI tentang volatilitas transaksi
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada saham NIRO
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian terkait penyebab volatilitas transaksi efek NIRO karena tidak ada informasi material yang diungkapkan.
- Potensi risiko kepatuhan jika pernyataan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

---

## PSSI

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) mengumumkan rencana pengalihan kembali saham treasuri hasil buy back melalui penjualan di Bursa Efek Indonesia dengan mekanisme Pasar Negosiasi. Perusahaan akan menjual maksimal 85.000.000 saham treasuri melalui PT Danatama Makmur Sekuritas pada periode 21 September 2026 hingga 21 Oktober 2026. Total saham hasil buy back dari tiga program (2021-2025) adalah 324.365.400 saham, dengan 28.491.400 saham telah dialihkan melalui MESOP, sehingga sisa saham treasuri yang belum dialihkan adalah 295.874.000 saham. Pengalihan ini dilakukan sesuai POJK No. 29/2023 dan Surat OJK No. S-17/D.04/2025. Harga minimal penjualan ditetapkan 0, dan harga pengalihan mengikuti ketentuan POJK No. 29/2023.

### Material changes

- Perseroan telah melakukan pembelian kembali saham (buy back) dengan persetujuan RUPSLB pada 14 September 2026 dan penyelesaian pada 30 September 2025.
- Jumlah saham hasil buy back adalah 116.600.700 saham dengan harga rata-rata 347 per saham.
- Realisasi dana yang digunakan untuk buy back adalah 40.439.743.600.
- Perseroan akan mengalihkan kembali saham hasil buy back dengan cara dijual di Bursa Efek Indonesia.
- Penjualan saham hasil buy back dimulai pada 21 September 2026 dan berakhir pada 21 Oktober 2026.
- Jumlah saham hasil buy back yang akan dijual adalah 85.000.000 saham.
- Harga minimal penjualan saham hasil buy back adalah 0.
- Anggota bursa yang ditunjuk untuk penjualan adalah Danatama Makmur Sekuritas.
- Pengalihan saham treasuri berasal dari buy back yang diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi tanggal 30 Juni 2025.
- Buy back dilaksanakan dengan mengacu pada Surat OJK No. S-17/D.04/2025 tanggal 18 Maret 2025 tentang kebijakan buy back dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan.
- Informasi diumumkan di website IDX dan Perseroan pada 14 September 2026.
- Dokumen diterbitkan oleh Desi Femilinda Safitri selaku Approver pada 14 September 2026.
- Perusahaan telah melakukan tiga program buyback selama periode 2021-2025 dengan total 324.365.400 saham.
- Program buyback pertama: 167.596.800 saham dengan harga rata-rata Rp358 per saham.
- Program buyback kedua: 40.167.900 saham dengan harga rata-rata Rp629 per saham.
- Program buyback ketiga: 116.600.700 saham dengan harga rata-rata Rp347 per saham.
- Sebanyak 28.491.400 saham dari program pertama telah dialihkan melalui MESOP.
- Sisa saham treasuri yang belum dialihkan adalah 295.874.000 saham.
- Pengalihan saham dilakukan sesuai dengan OJK Regulation No. 29/2023, khususnya Pasal 21 huruf a dan Pasal 35 ayat (1).
- Dokumen ini diterbitkan di Jakarta pada 14 September 2026 oleh Direksi.
- Perusahaan bergerak di bidang jasa transportasi laut dan berdomisili di Jakarta, Indonesia.

### Key financial figures

- **Jumlah saham hasil buy back:** 116.600.700 (30 September 2025 (penyelesaian buy back))
- **Harga rata-rata buy back:** 347 (30 September 2025)
- **Realisasi dana buy back:** 40.439.743.600 (30 September 2025)
- **Jumlah saham yang akan dijual:** 85.000.000 (21 September 2026 - 21 Oktober 2026)
- **Harga minimal penjualan:** 0 (21 September 2026 - 21 Oktober 2026)
- **Jumlah saham buyback program pertama:** 167.596.800 (2021-2025 (program pertama))
- **Harga rata-rata buyback program pertama:** Rp358 (2021-2025 (program pertama))
- **Jumlah saham buyback program kedua:** 40.167.900 (2021-2025 (program kedua))
- **Harga rata-rata buyback program kedua:** Rp629 (2021-2025 (program kedua))
- **Jumlah saham buyback program ketiga:** 116.600.700 (2021-2025 (program ketiga))
- **Harga rata-rata buyback program ketiga:** Rp347 (2021-2025 (program ketiga))
- **Total saham buyback:** 324.365.400 (2021-2025)
- **Saham dialihkan melalui MESOP:** 28.491.400 (2021-2025)
- **Sisa saham treasuri:** 295.874.000 (2021-2025)

### Corporate actions

- Pengalihan saham treasuri hasil buy back melalui penjualan di bursa dengan mekanisme Pasar Negosiasi

### Capital structure

- Pengalihan saham treasuri hasil buy back: maksimal 85.000.000 saham akan dijual di bursa
- Sisa saham treasuri setelah penjualan: 210.874.000 saham (perhitungan turunan)
- Total saham buy back 2021-2025: 324.365.400 saham
- Saham dialihkan melalui MESOP: 28.491.400 saham
- Sisa saham treasuri sebelum pengalihan: 295.874.000 saham

### Listing / regulatory

- Pengalihan saham dilakukan sesuai POJK No. 29/2023, khususnya Pasal 21 huruf a dan Pasal 35 ayat (1)
- Buy back dilaksanakan berdasarkan Surat OJK No. S-17/D.04/2025 tanggal 18 Maret 2025 tentang kebijakan buy back dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan

### Analytical scenarios

- **Sisa saham treasuri setelah penjualan** [derived_calculation, medium]: Jika seluruh 85.000.000 saham berhasil dijual, sisa saham treasuri menjadi 295.874.000 - 85.000.000 = 210.874.000 saham.
  - Basis: Sisa saham treasuri sebelum pengalihan: 295.874.000; Jumlah saham yang akan dijual: 85.000.000
  - Assumptions: Seluruh 85.000.000 saham terjual sesuai rencana
  - Caveats: Penjualan aktual dapat berbeda; sisa treasuri dapat berubah
- **Estimasi total dana buy back** [derived_calculation, medium]: Estimasi total dana yang dikeluarkan untuk buy back: (167.596.800 x Rp358) + (40.167.900 x Rp629) + (116.600.700 x Rp347) = Rp59.999.654.400 + Rp25.265.609.100 + Rp40.460.442.900 = Rp125.725.706.400.
  - Basis: Jumlah saham dan harga rata-rata per periode buy back
  - Assumptions: Harga rata-rata yang disebutkan adalah harga pembelian aktual
  - Caveats: Angka ini adalah estimasi karena harga rata-rata mungkin tidak mencerminkan total biaya transaksi
- **Dampak pada free float** [analyst_hypothesis, low]: Penjualan 85.000.000 saham treasuri di bursa berpotensi meningkatkan free float dan likuiditas saham, namun dampak pastinya tergantung pada jumlah saham beredar dan kepemilikan lainnya.
  - Basis: Jumlah saham yang dijual 85.000.000
  - Assumptions: Saham treasuri dijual kepada publik
  - Caveats: Tidak ada data jumlah saham beredar total
- **Motivasi pengalihan** [analyst_hypothesis, low]: Pengalihan saham treasuri dapat dilakukan untuk meningkatkan likuiditas atau memenuhi ketentuan free float, namun motivasi spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Pengalihan saham treasuri melalui Pasar Negosiasi
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai tujuan

### Risks / uncertainties

- Harga minimal penjualan 0 dapat menyebabkan penjualan pada harga rendah, berpotensi menekan harga pasar.
- Penjualan saham dalam jumlah besar (85 juta) dapat menyebabkan dilusi atau tekanan jual.
- Sisa saham treasuri (210.874.000 setelah penjualan) masih dapat dijual di masa depan, menambah ketidakpastian pasokan.
- Ketidakpastian realisasi penjualan: tidak ada jaminan seluruh saham terjual dalam periode yang ditentukan.
- Jumlah saham yang berhasil dialihkan dapat berbeda dari rencana hingga 85.000.000 saham
- Harga jual saham tidak ditentukan dalam dokumen
- Dampak terhadap struktur kepemilikan dan free float belum dapat dipastikan

### Items to monitor

- Pengalihan saham treasuri dapat mempengaruhi harga saham dan likuiditas di bursa.
- Aksi korporasi ini merupakan bagian dari kebijakan buy back yang diatur OJK.
- Penjualan saham dalam jumlah besar dapat menyebabkan tekanan jual atau dilusi.
- Sisa saham treasuri yang masih besar dapat menjadi pasokan di masa depan.

---

## PTRO

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan hasil pemeringkatan tahunan atas efek utang dan sukuk ijarah yang diterbitkan oleh PEFINDO. Seluruh efek memperoleh peringkat idA+ (obligasi) dan idA+(sy) (sukuk ijarah) dengan outlook POSITIVE untuk periode 7 September 2026 hingga 1 September 2027. Peringkat perusahaan adalah idA+/Stable. Total pokok efek yang dirating adalah Rp2.919.940.000.000. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal hasil pemeringkatan tahunan, bukan koreksi, pembatalan, atau lanjutan dari pengumuman sebelumnya. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau transaksi aset yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- PEFINDO memberikan peringkat idA+ untuk seluruh Obligasi Berkelanjutan I Petrosea Tahap I Tahun 2024 Seri B, C, D dan Tahap II Tahun 2025 Seri A, B, C, dengan outlook POSITIVE.
- PEFINDO memberikan peringkat idA+(sy) untuk seluruh Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Petrosea Tahap I Tahun 2024 Seri B, C, D dan Tahap II Tahun 2025 Seri A, B, C, dengan outlook POSITIVE.
- Peringkat perusahaan PT Petrosea Tbk adalah idA+/Stable (Single A Plus; Stable Outlook).
- Periode pemeringkatan berlaku dari 7 September 2026 hingga 1 September 2027.
- Pemeringkatan dilakukan berdasarkan surat PEFINDO No. RC-1184/PEF-DIR/IX/2026 sampai dengan RC-1186/PEF-DIR/IX/2026 tanggal 7 September 2026.
- Peringkat diberikan berdasarkan data dan informasi Perusahaan, termasuk Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 31 Maret 2026 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025.
- PEFINDO menyatakan peringkat mencerminkan posisi bisnis Petrosea yang kuat, layanan terintegrasi, dan profil keuangan yang kuat.
- Petrosea dikendalikan oleh PT Kreasi Jasa Persada yang dimiliki sepenuhnya oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.
- Entitas anak yang mendukung operasional termasuk Hafar, HBS, dan Scan-Bilt.
- Petrosea tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1990 sebagai perusahaan rekayasa dan konstruksi Indonesia pertama yang tercatat.
- Penyampaian ini merujuk pada Pasal 5 POJK No. 49/POJK.04/2020 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.

### Key financial figures

- **Pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri B:** 171.640.000.000 (2026-09-07)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri C:** 465.400.000.000 (2026-09-07)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri D:** 315.960.000.000 (2026-09-07)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri B:** 128.360.000.000 (2026-09-07)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri C:** 254.600.000.000 (2026-09-07)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri D:** 84.040.000.000 (2026-09-07)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 Seri A:** 39.200.000.000 (2026-09-07)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 Seri B:** 476.200.000.000 (2026-09-07)
- **Pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 Seri C:** 484.600.000.000 (2026-09-07)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 Seri A:** 59.100.000.000 (2026-09-07)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 Seri B:** 223.900.000.000 (2026-09-07)
- **Pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 Seri C:** 217.000.000.000 (2026-09-07)
- **Nilai maksimum obligasi berkelanjutan:** 1.953.000.000.000 (2024-2025 (Tahap I dan II))
- **Nilai maksimum sukuk ijarah berkelanjutan:** 967.000.000.000 (2024-2025 (Tahap I dan II))

### Listing / regulatory

- Pemeringkatan tahunan untuk Obligasi Berkelanjutan I Petrosea dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Petrosea
- Peringkat obligasi idA+
- Peringkat sukuk idA+(sy)
- Peringkat perusahaan idA+/Stable
- Periode pemeringkatan 7 September 2026 - 1 September 2027

### Analytical scenarios

- **Total pokok efek yang dirating** [derived_calculation, high]: Total pokok efek yang dirating adalah Rp2.919.940.000.000, dihitung dari penjumlahan seluruh pokok obligasi dan sukuk ijarah yang tercantum.
  - Basis: 171.640.000.000 + 465.400.000.000 + 315.960.000.000 + 128.360.000.000 + 254.600.000.000 + 84.040.000.000 + 39.200.000.000 + 476.200.000.000 + 484.600.000.000 + 59.100.000.000 + 223.900.000.000 + 217.000.000.000
  - Assumptions: Semua angka pokok dalam Rupiah dan dijumlahkan langsung.
- **Total nilai efek utang (obligasi + sukuk)** [derived_calculation, high]: Total nilai maksimum obligasi dan sukuk adalah Rp1,953 triliun + Rp967 miliar = Rp2,920 triliun.
  - Basis: Nilai obligasi Rp1.953.000.000.000; Nilai sukuk Rp967.000.000.000
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana
- **Implikasi outlook positif** [analyst_hypothesis, low]: Outlook positif dapat mengindikasikan potensi perbaikan kondisi keuangan atau prospek bisnis PTRO, namun dokumen ini tidak memberikan informasi lebih lanjut.
  - Basis: Outlook POSITIVE pada seluruh efek
  - Assumptions: Outlook positif umumnya mencerminkan ekspektasi perbaikan.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung dalam dokumen ini.
- **Struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: Adanya obligasi dan sukuk menunjukkan PTRO memiliki utang berkelanjutan, namun rincian struktur modal tidak tersedia dalam dokumen.
  - Basis: Keberadaan dua instrumen utang
  - Assumptions: Instrumen utang mencerminkan struktur modal
  - Caveats: Tidak ada data jumlah saham, ekuitas, atau rasio utang
- **Kinerja keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Peringkat idA+ mengindikasikan kemampuan kuat, tetapi tidak ada angka keuangan rinci yang mendukung analisis fundamental.
  - Basis: Definisi peringkat idA
  - Assumptions: Peringkat mencerminkan kondisi keuangan
  - Caveats: Tidak ada laporan keuangan dalam dokumen
- **Aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Tidak ada sinyal aksi korporasi seperti rights issue, akuisisi, atau ekspansi dalam dokumen.
  - Basis: Isi dokumen hanya pemeringkatan
  - Caveats: Dokumen terbatas pada sertifikat pemeringkatan
- **Kepatuhan** [analyst_hypothesis, low]: Tidak ada indikasi pelanggaran atau suspensi; peringkat stabil menunjukkan kepatuhan terjaga.
  - Basis: Outlook stabil
  - Assumptions: Outlook stabil mencerminkan kepatuhan
  - Caveats: Tidak ada informasi regulasi lain

### Risks / uncertainties

- Dokumen tidak memuat informasi keuangan atau operasional yang mendukung peringkat, sehingga analisis fundamental tidak dapat dilakukan.
- Tidak ada penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi outlook positif.
- Peringkat dapat berubah di masa depan karena peristiwa yang belum diantisipasi.
- Peringkat bukan rekomendasi investasi dan tidak menjamin kinerja efek utang.
- PEFINDO tidak melakukan audit atau verifikasi independen atas data yang diberikan.
- Kemampuan emiten mungkin mudah terpengaruh oleh perubahan buruk kondisi ekonomi.
- Peringkat korporasi tidak memperhitungkan struktur efek utang tertentu atau credit enhancement.

### Items to monitor

- Peringkat kredit yang dipertahankan dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap risiko kredit PTRO.
- Peringkat idA+ yang stabil menunjukkan bahwa PEFINDO menilai risiko kredit PTRO relatif rendah, namun tetap sensitif terhadap perubahan ekonomi. Ini dapat mempengaruhi persepsi investor dan biaya pendanaan di masa depan.

---

## RANS

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menyelenggarakan RUPSLB pada 10 September 2026 yang menyetujui pengunduran diri Direktur Grandy Prajayakti, efektif sejak penutupan rapat, dengan pemberian acquit de charge. Rapat dihadiri 10.086.143.500 saham (79,99%) dan seluruh agenda disetujui dengan 100% suara setuju. Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan struktur modal, atau transaksi material yang diumumkan.

### Material changes

- RUPSLB RANS diselenggarakan pada 10 September 2026 pukul 11.23-11.39 WIB di RANS Office Building, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, dan daring melalui eASY.KSEI.
- Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan perubahan susunan Direksi.
- RUPSLB menyetujui pengunduran diri Bapak Grandy Prajayakti dari jabatan Direktur Perseroan, efektif sejak ditutupnya Rapat, berdasarkan surat pengunduran diri tertanggal 22 Juli 2026.
- Pemberian acquit de charge kepada Grandy Prajayakti atas tanggung jawab selama menjabat, sepanjang tindakan bukan tindak pidana dan tercermin dalam laporan tahunan.
- Susunan Direksi yang disahkan: Ibu Nagita Slavina Mariana Tengker sebagai Direktur Utama, Bapak Abrar sebagai Direktur, dan Ibu Rumunggu Yokonapita sebagai Direktur, periode 2 Maret 2026 hingga 2 Maret 2031.
- Susunan Dewan Komisaris yang disahkan: Bapak Darwin Cyril Noerhadi sebagai Komisaris Utama dan Bapak Ambono Janurianto sebagai Komisaris, periode 2 Maret 2026 hingga 2 Maret 2031.
- RUPSLB dihadiri 10.086.143.500 saham (79,99%) dari seluruh saham dengan hak suara sah, memenuhi kuorum.
- Hasil pemungutan suara: 10.086.098.200 setuju, 38.200 tidak setuju, 7.100 abstain; usulan disetujui.
- Tidak ada pertanyaan/pendapat dari pemegang saham dalam sesi tanya jawab.
- Pemberitahuan ke OJK, BEI, KSEI pada 28 Juli 2026; pengumuman 4 Agustus 2026; panggilan 19 Agustus 2026; ralat panggilan 8 September 2026.
- Dokumen diumumkan melalui surat nomor 046/CORSEC/REI/IX/2026, merujuk pada surat panggilan nomor 044/CORSEC/REI/IX/2026 tanggal 8 September 2026.
- Dokumen ditandatangani secara elektronik oleh Rumunggu Yokonapita selaku Finance Director pada 14 September 2026.

### Key financial figures

- **Jumlah saham hadir dalam RUPS:** 10.086.143.500 (10 September 2026 (tanggal RUPS))
- **Persentase kehadiran RUPS:** 79,99% (10 September 2026 (tanggal RUPS))
- **Jumlah suara setuju:** 10.086.098.200 (10 September 2026 (tanggal RUPS))
- **Persentase suara setuju:** 100% (10 September 2026 (tanggal RUPS))
- **Jumlah suara tidak setuju:** 38.200 (10 September 2026 (tanggal RUPS))
- **Persentase suara tidak setuju:** 0% (10 September 2026 (tanggal RUPS))
- **Jumlah suara abstain:** 7.100 (10 September 2026 (tanggal RUPS))
- **Persentase suara abstain:** 0% (10 September 2026 (tanggal RUPS))

### Corporate actions

- Perubahan susunan Direksi (pengunduran diri)
- Pemberian acquit de charge

### Management / control changes

- Pengunduran diri Grandy Prajayakti sebagai Direktur, efektif sejak penutupan RUPSLB 10 September 2026.
- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris lainnya tetap, dengan periode jabatan 2 Maret 2026 - 2 Maret 2031.

### Listing / regulatory

- RUPSLB memenuhi kuorum sesuai Anggaran Dasar dan peraturan perundangan.
- Pemenuhan prosedur POJK No. 15/2020 tentang RUPS; abstain dianggap setuju dengan mayoritas.

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri Direktur** [explicit_fact, high]: Grandy Prajayakti mengundurkan diri sebagai Direktur, efektif sejak RUPSLB ditutup pada 10 September 2026.
  - Basis: Surat pengunduran diri tanggal 22 Juli 2026; Hasil keputusan RUPSLB
- **Kuorum RUPS** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri 10.086.143.500 saham (79,99%), memenuhi kuorum.
  - Basis: Pernyataan dalam dokumen
- **Total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan kehadiran 79,99% mewakili 10.086.143.500 saham, total saham dengan hak suara sah diperkirakan sekitar 12.609.255.532 saham (10.086.143.500 / 0,7999).
  - Basis: Jumlah saham hadir; Persentase kehadiran
  - Assumptions: Persentase kehadiran dihitung dari total saham dengan hak suara sah yang sama dengan total saham beredar.
  - Caveats: Angka ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen; pembulatan dapat mempengaruhi hasil.
- **Persentase suara setuju terhadap saham hadir** [derived_calculation, high]: Persentase suara setuju terhadap total saham hadir = 10.086.098.200 / 10.086.143.500 ≈ 99,9996%.
  - Basis: 10.086.098.200 suara setuju; 10.086.143.500 saham hadir
  - Assumptions: Setiap saham memiliki satu hak suara
- **Alasan pengunduran diri** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Grandy Prajayakti mungkin terkait dengan perubahan strategi atau manajemen internal, namun tidak ada alasan yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Pengunduran diri tanpa penjelasan
  - Assumptions: Tidak ada informasi lain
  - Caveats: Hipotesis tanpa dukungan data.
- **Dampak terhadap operasional** [analyst_hypothesis, medium]: Pengunduran diri satu direktur tidak mengubah susunan direksi secara signifikan karena masih ada tiga direktur lainnya, sehingga operasional diperkirakan tetap berjalan.
  - Basis: Susunan direksi yang tersisa
  - Assumptions: Tidak ada perubahan lain
  - Caveats: Tidak ada informasi tentang pembagian tugas atau dampak operasional.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan pengunduran diri Grandy Prajayakti.
- Tidak ada informasi mengenai rencana penggantian direktur yang mengundurkan diri.
- Tidak ada informasi mengenai dampak pengunduran diri terhadap operasional atau strategi perusahaan.

### Items to monitor

- Perubahan susunan Direksi dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap tata kelola perusahaan.
- Pengunduran diri tanpa pengganti yang jelas dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai kelangsungan kepemimpinan.

---

## RODA

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 12–14 September 2026, PT Pikko Land Development Tbk (RODA) menerbitkan dua pengumuman yang sama-sama berjudul 'Penjelasan atas Permintaan Penjelasan Bursa'. Keduanya merupakan tanggapan atas surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan tidak mengumumkan aksi korporasi baru, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus. Pengumuman pertama (043/Dir-RODA/IX/2026) menjawab pertanyaan BEI No. S-11535/BEI.PP2/09-2026 terkait kunjungan (site visit), mencakup klarifikasi kepemilikan properti, penjualan unit Signature Park Grande, status lahan kosong 1,8 ha, proyek Apartemen Hampton, dan perjanjian sewa. Pengumuman kedua (044/Dir-RODA/IX/2026) menjawab surat BEI No. S-11568/BEI.PP2/09-2025 (tertanggal September 2026) mengenai rencana pemenuhan ketentuan minimum free float, dengan rencana pemegang saham pengendali melepaskan sebagian saham. Kedua pengumuman menegaskan tidak ada aksi korporasi atau perubahan signifikan lainnya. Pentingnya secara korporasi terletak pada kepatuhan terhadap permintaan BEI dan rencana pemenuhan free float yang dapat mempengaruhi struktur kepemilikan dan likuiditas saham di masa depan.

### Material changes

- Tidak ada aksi korporasi, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus yang diumumkan dalam kedua pengumuman.
- Rencana pemegang saham pengendali melepaskan sebagian saham untuk memenuhi kewajiban free float (belum ada jumlah, jadwal, atau nilai).
- Klarifikasi bahwa properti Crystal Square Medan, Surabaya Times Square, dan Taman Ria Senayan adalah milik pemegang saham pengendali dengan pihak lain, bukan milik Perseroan atau Entitas Anak.
- Penjualan unit sisa Signature Park Grande sekitar 2-3 unit per bulan selama tahun 2026.
- Lahan kosong 1,8 ha di Signature Park Grande dikuasai KSO Fortuna Indonesia dengan nilai tercatat Rp132,45 miliar, sedang ditawarkan untuk pengembangan mall atau dijual/disewakan.
- Proyek Apartemen Hampton Lebak Bulus belum diluncurkan karena industri high rise lesu; perizinan siap, pembangunan fisik belum dimulai.
- Perjanjian sewa dengan Superindo (10 tahun, mulai 3 Jan 2025), Justus Steakhouse (10 tahun, mulai 25 Jul 2025), dan Maestro Billiard (5 tahun, mulai 10 Sep 2025).

### Key financial figures

- **Nilai tercatat lahan kosong Signature Park Grande:** 132.45 (per September 2025 (periode tidak pasti, lihat limitations))

### Expansion projects

- Pengembangan marketing gallery untuk Apartemen Hampton Lebak Bulus sebagai tahap awal pengenalan proyek (belum ada pembangunan fisik).

### Capital structure

- Rencana pemegang saham pengendali melepaskan sebagian saham untuk memenuhi free float (jumlah saham belum diungkapkan).
- Private equity yang ada tidak memiliki hubungan dengan pemegang saham pengendali, sehingga tidak dikategorikan sebagai saham non-free float.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI No. S-11535/BEI.PP2/09-2026 dan jawaban emiten No. 043/Dir-RODA/IX/2026.
- Permintaan penjelasan dari BEI No. S-11568/BEI.PP2/09-2025 dan jawaban emiten No. 044/Dir-RODA/IX/2026.
- Kewajiban minimum free float belum terpenuhi; rencana pemenuhan melalui pelepasan saham oleh pengendali.

### Analytical scenarios

- **Penurunan jumlah karyawan** [explicit_fact, high]: Perampingan karyawan tahun 2025 dari 138 menjadi 132 orang, tidak berdampak signifikan terhadap operasional.
  - Basis: Poin 2 pada pengumuman 043
- **Kepemilikan properti** [explicit_fact, high]: Properti Crystal Square Medan, Surabaya Times Square, dan Taman Ria Senayan adalah milik pemegang saham pengendali dengan pihak lain, bukan milik Perseroan atau Entitas Anak, dan tidak memberikan kontribusi pendapatan.
  - Basis: Poin 3 pada pengumuman 043
- **Penjualan unit Signature Park Grande** [explicit_fact, high]: Penjualan unit sisa Signature Park Grande selama tahun 2026 sekitar 2-3 unit per bulan.
  - Basis: Poin 4 pada pengumuman 043
- **Lahan kosong Signature Park Grande** [explicit_fact, high]: Lahan kosong seluas 1,8 hektar dikuasai KSO Fortuna Indonesia dengan nilai tercatat Rp132,45 miliar, digunakan sementara sebagai area parkir oleh PPPRS Signature Park Grande. Perseroan dan Entitas Anak sedang menawarkan lahan tersebut kepada pihak ketiga untuk pengembangan mall atau dijual/disewakan.
  - Basis: Poin 5 dan 6 pada pengumuman 043
- **Proyek Apartemen Hampton** [explicit_fact, high]: Proyek Apartemen Hampton Lebak Bulus oleh PT Bangun Megah Pratama (Entitas Anak) belum diluncurkan karena industri high rise lesu; perizinan sudah siap, namun pembangunan fisik belum dimulai. Target waktu belum dapat dipastikan.
  - Basis: Poin 7, 8, dan 10 pada pengumuman 043
- **Perjanjian sewa** [explicit_fact, high]: Terdapat perjanjian sewa dengan Superindo (10 tahun, mulai 3 Jan 2025), Justus Steakhouse (10 tahun, mulai 25 Jul 2025), dan Maestro Billiard (5 tahun, mulai 10 Sep 2025).
  - Basis: Poin 9 pada pengumuman 043
- **Rencana pemenuhan free float** [explicit_fact, high]: Perseroan menerima surat BEI No. S-11568/BEI.PP2/09-2025 perihal rencana pemenuhan ketentuan minimum free float. Kendala utama adalah kondisi industri highrise yang lesu. Direncanakan pemegang saham pengendali akan melepaskan sebagian saham untuk memenuhi kewajiban free float. Private equity yang ada tidak memiliki hubungan dengan pemegang saham pengendali.
  - Basis: Pengumuman 044
- **Penurunan jumlah karyawan** [derived_calculation, high]: Penurunan jumlah karyawan adalah 138 - 132 = 6 orang, atau sekitar 4,35% dari jumlah awal.
  - Basis: Angka 138 dan 132 dari pengumuman 043
  - Assumptions: Perhitungan persentase menggunakan basis 138
- **Potensi pendapatan dari lahan** [analyst_hypothesis, low]: Penawaran lahan kepada pihak ketiga untuk pengembangan mall atau penjualan/penyewaan dapat menghasilkan pendapatan di masa depan, namun nilai dan waktu belum dapat dipastikan.
  - Basis: Poin 6 pada pengumuman 043
  - Assumptions: Adanya pihak ketiga yang berminat
  - Caveats: Belum ada kesepakatan atau nilai transaksi
- **Dampak perampingan** [analyst_hypothesis, low]: Perampingan 6 orang mungkin tidak signifikan secara operasional, tetapi bisa menjadi sinyal efisiensi biaya di tengah lesunya industri high rise.
  - Basis: Poin 2 pada pengumuman 043
  - Assumptions: Perampingan dilakukan untuk efisiensi
  - Caveats: Tidak ada data biaya atau produktivitas
- **Dampak potensial pelepasan saham terhadap free float** [analyst_hypothesis, low]: Jika pemegang saham pengendali melepaskan sebagian sahamnya, free float akan meningkat. Namun, tanpa data jumlah saham beredar, jumlah saham yang dilepas, dan kepemilikan saat ini, tidak dapat dihitung proyeksi free float atau dampaknya terhadap struktur kepemilikan.
  - Basis: Rencana pelepasan saham oleh pemegang saham pengendali (fakta eksplisit pada pengumuman 044)
  - Assumptions: Pelepasan saham akan dilakukan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi ketentuan minimum free float.
  - Caveats: Jumlah saham yang dilepas belum diungkapkan.; Tidak ada data kepemilikan saham saat ini.

### Risks / uncertainties

- Isi jawaban atas permintaan penjelasan Bursa tidak tersedia pada dokumen utama, sehingga tidak dapat dinilai apakah terdapat isu kepatuhan atau aksi korporasi yang belum diungkap.
- Lampiran yang disebutkan tidak disertakan dalam bagian dokumen yang dianalisis, sehingga informasi substantif mungkin terlewat.
- Ketidakpastian waktu peluncuran proyek Apartemen Hampton karena kondisi industri high rise yang lesu.
- Ketidakpastian target waktu proyek Hampton karena belum ada keputusan kapan dimulai.
- Potensi risiko likuiditas dari lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal.
- Ketergantungan pada kondisi industri high rise yang masih lesu.
- Jumlah saham yang akan dilepas oleh pemegang saham pengendali belum diungkapkan.
- Jadwal pelaksanaan pelepasan saham belum diungkapkan.
- Nilai transaksi atau harga pelepasan saham belum diungkapkan.
- Identitas private equity yang dimaksud belum diungkapkan.
- Kelayakan rencana pelepasan saham belum terkonfirmasi.

### Items to monitor

- Lampiran jawaban substantif atas surat BEI No. S-11535/BEI.PP2/09-2026 dan No. S-11568/BEI.PP2/09-2025.
- Jumlah saham yang akan dilepas oleh pemegang saham pengendali dan jadwal pelaksanaannya.
- Perkembangan penawaran lahan 1,8 ha kepada pihak ketiga (nilai, calon pembeli, atau penyewa).
- Keputusan peluncuran proyek Apartemen Hampton dan perkembangan pembangunan fisik.
- Kinerja penjualan unit Signature Park Grande (2-3 unit/bulan) dan dampaknya terhadap pendapatan.
- Perjanjian sewa dengan Superindo, Justus Steakhouse, dan Maestro Billiard (nilai sewa dan kontribusi pendapatan).
- Kepatuhan terhadap ketentuan minimum free float dan potensi sanksi atau tindakan BEI.

---

## SIDO

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang diselenggarakan pada 9 September 2026 secara virtual. Laporan ini bersifat administratif dan mencakup ringkasan kinerja 1H2026 yang disampaikan manajemen: penjualan turun 20% menjadi Rp1,467 triliun dan laba bersih turun 44% menjadi Rp334 miliar, terutama karena normalisasi persediaan distributor Tolak Angin. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan. Dokumen utama hanya berisi pengantar dan lampiran; materi presentasi dan notulen tidak tersedia dalam dokumen yang dianalisis.

### Material changes

- Public Expose Tahunan SIDO diselenggarakan pada 9 September 2026 secara virtual melalui Zoom, dengan 186 peserta terdaftar dan 129 penonton unik.
- Penjualan 1H2026 tercatat Rp1,467 triliun, turun 20% dibanding periode sebelumnya, terutama karena normalisasi persediaan Tolak Angin di distributor (Februari-Mei 2026).
- Laba bersih 1H2026 tercatat Rp334 miliar, turun 44% dibanding periode sebelumnya.
- Margin bruto 1H2026 sebesar 51%, margin laba usaha 29%, margin laba bersih 23%.
- Ekspor tumbuh 28% yoy di 1H2026, kontribusi ekspor 12,5-13% dari total penjualan.
- Capex 2026 dianggarkan Rp120-150 miliar, realisasi Rp24 miliar di 1H2026.
- Dividen tahun 2025: buyback Rp300 miliar, dividen interim Rp660 miliar, dividen final Rp450 miliar (total Rp1,41 triliun).
- Target penjualan full year 2026 turun sekitar 10% dibanding 2025.
- SIDO tidak memiliki utang bank/obligasi; kas Rp476 miliar di 1H2026.
- Komposisi pemegang saham: PT Hotel Candi Baru mayoritas, publik 20,5%, treasury 1,9%.
- Produk baru Tolak Linu Sleep diluncurkan Q3 2026.
- Laporan ditandatangani oleh Budiyanto selaku Corporate Secretary.
- Public Expose direncanakan berdasarkan surat nomor 027/SIDO/SPE.OJK-IDX/IX/2026 tanggal 04 September 2026.

### Key financial figures

- **Penjualan 1H2026:** 1.467 (1H2026)
- **Laba bersih 1H2026:** 334 (1H2026)
- **Pertumbuhan penjualan 1H2026:** -20% (1H2026)
- **Pertumbuhan laba bersih 1H2026:** -44% (1H2026)
- **Gross profit margin:** 51% (1H2026)
- **Operating profit margin:** 29% (1H2026)
- **Net profit margin:** 23% (1H2026)
- **Return on assets:** 30% (1H2026)
- **Return on equity:** 32% (1H2026)
- **Pertumbuhan ekspor yoy:** 28% (1H2026)
- **Kontribusi ekspor:** 12.5-13% (1H2026)
- **Kas:** 476 (1H2026)
- **Capex budget 2026:** 120-150 (2026)
- **Realisasi capex 1H2026:** 24 (1H2026)
- **Total dividen dan buyback 2025:** 1.41 (2025)
- **Dividend payout ratio rata-rata sejak IPO:** >92% (sejak IPO)
- **Siklus konversi kas:** 153 hari (1H2026)
- **Siklus konversi kas tahun lalu:** 147 hari (1H2025)
- **Periode penagihan piutang:** 59 hari (1H2026)
- **Periode penagihan piutang tahun lalu:** 80 hari (1H2025)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi yang diumumkan dalam dokumen ini. Pembagian dividen dan buyback tahun 2025 disebutkan sebagai informasi historis, bukan aksi korporasi baru.

### Expansion projects

- Capex 2026 dianggarkan Rp120-150 miliar untuk pemeliharaan aset produksi dan peningkatan peralatan; realisasi Rp24 miliar di 1H2026.
- Ekspansi pasar internasional: fokus Malaysia, Filipina, Nigeria; pengembangan bisnis ekstrak herbal B2B.
- Produk baru Tolak Linu Sleep diluncurkan Q3 2026.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus atau pengendali yang diumumkan. Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi disebutkan: 50% dari keluarga Hidayat, 50% profesional.
- Direksi saat ini: Irwan Hidayat (Presdir), David Hidayat (Ops), Maria Reviani (Marketing), Darmadji Sidik (Sales & Logistik), Budiyanto (Finance & Corporate Secretary).

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal yang diumumkan. Komposisi pemegang saham: PT Hotel Candi Baru mayoritas, publik 20,5%, treasury 1,9%.
- SIDO tidak memiliki utang bank/obligasi.

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan hasil Public Expose kepada BEI sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi.
- SIDO tercatat dalam indeks IDX ESG Leaders, SRI KEHATI, Indonesia Sharia Stock Index, IDX Small Mid Cap.

### Analytical scenarios

- **Implied penjualan 1H2025** [derived_calculation, medium]: Jika penjualan 1H2026 turun 20%, maka penjualan 1H2025 sekitar Rp1.834 miliar (1.467 / 0.8).
  - Basis: Penurunan 20% dari 1H2025
  - Assumptions: Penurunan 20% adalah dari basis 1H2025
  - Caveats: Angka 1H2025 tidak diungkapkan secara eksplisit
- **Implied laba bersih 1H2025** [derived_calculation, medium]: Jika laba bersih turun 44%, laba bersih 1H2025 sekitar Rp596 miliar (334 / 0.56).
  - Basis: Penurunan 44% dari 1H2025
  - Assumptions: Penurunan 44% adalah dari basis 1H2025
  - Caveats: Angka 1H2025 tidak diungkapkan secara eksplisit
- **Capex utilization** [derived_calculation, high]: Realisasi capex Rp24 miliar dari anggaran Rp120-150 miliar berarti utilisasi sekitar 16-20% di 1H2026.
  - Basis: Rp24 miliar / Rp120-150 miliar
  - Assumptions: Anggaran dibagi rata per semester
  - Caveats: Tidak ada informasi detail per kuartal
- **Pertumbuhan segmen** [derived_calculation, high]: Segmen Makanan & Minuman tumbuh 11% dan Farmasi 7%, sementara Herbal turun 41%; kontribusi segmen berubah signifikan.
  - Basis: Data pertumbuhan segmen
  - Assumptions: Pertumbuhan dihitung yoy
  - Caveats: Tidak ada angka absolut per segmen
- **Siklus konversi kas** [derived_calculation, medium]: Siklus konversi kas naik 6 hari (147 ke 153) karena peningkatan persediaan, diimbangi perbaikan piutang dan pembayaran.
  - Basis: 153 hari vs 147 hari
  - Assumptions: Komponen lain tidak berubah
  - Caveats: Rincian persediaan dan utang tidak diungkapkan
- **Ekspor kontribusi** [derived_calculation, medium]: Kontribusi ekspor naik dari 9,7% ke 12,5-13% dalam setahun, menunjukkan pertumbuhan ekspor lebih cepat dari domestik.
  - Basis: Data kontribusi ekspor
  - Assumptions: Total penjualan turun 20%
  - Caveats: Angka ekspor absolut tidak diungkapkan
- **Potensi pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Tidak ada indikasi kebutuhan pendanaan eksternal. SIDO memiliki kas Rp476 miliar dan tidak memiliki utang, sehingga potensi rights issue atau penerbitan utang baru tidak didukung oleh data yang tersedia.
  - Basis: Kas Rp476 miliar, tanpa utang bank/obligasi
  - Assumptions: Tidak ada kebutuhan dana besar yang diungkapkan
  - Caveats: Keputusan pendanaan di masa depan tidak dapat diprediksi dari dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Normalisasi persediaan distributor selesai, tetapi risiko kelebihan stok berulang.
- Tekanan biaya bahan baku akibat geopolitik AS-Iran (gula, taurin, perisa, asam sitrat, krimer).
- Target penjualan 2026 turun 10% bergantung pada pemulihan Q3-Q4.
- Capex tidak habis terpakai dapat mengindikasikan penundaan ekspansi.
- Perubahan preferensi konsumen dan cuaca disebutkan sebagai faktor eksternal.

### Items to monitor

- Penurunan penjualan dan laba bersih 1H2026 yang signifikan dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kinerja tahun berjalan.
- Target penjualan 2026 yang turun 10% menunjukkan panduan manajemen yang konservatif.
- Komitmen dividen tinggi (payout ratio >92% sejak IPO) dan kas yang solid dapat menjadi pertimbangan bagi investor.
- Pertumbuhan ekspor yang kuat (28% yoy) dan fokus pasar internasional dapat menjadi katalis positif.

---

## SINI

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mengumumkan pelaksanaan divestasi 54% saham PT Interkayu Nusantara (IKN) kepada Hendra Hasan Kustarjo (bukan pihak afiliasi) dengan nilai transaksi Rp31,8 miliar, berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 13 tanggal 14 September 2026. Emiten menyatakan transaksi tidak memenuhi kriteria transaksi material (POJK 17/2020) dan bukan transaksi benturan kepentingan (POJK 42/2020), serta tidak berdampak negatif material terhadap operasional, keuangan, dan kelangsungan usaha. Tujuan divestasi adalah penataan dan optimalisasi portofolio investasi. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal pelaksanaan divestasi.

### Material changes

- Perseroan menjual 54% saham PT Interkayu Nusantara (IKN) kepada Hendra Hasan Kustarjo.
- Nilai transaksi divestasi adalah Rp31.800.000.000.
- Transaksi dituangkan dalam Akta Jual Beli Saham No. 13 tanggal 14 September 2026.
- Pembeli, Hendra Hasan Kustarjo, bukan merupakan pihak afiliasi Perseroan.
- Transaksi tidak memenuhi kriteria Transaksi Material sesuai POJK 17/2020.
- Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sesuai POJK 42/2020.
- Divestasi merupakan bagian dari langkah penataan dan optimalisasi portofolio investasi Perseroan.
- Perseroan menyatakan transaksi tidak berdampak negatif material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha.

### Key financial figures

- **Nilai transaksi divestasi:** 31.800.000.000 (2026-09-14)
- **Persentase saham yang dijual:** 54% (2026-09-14)

### Corporate actions

- Divestasi saham PT Interkayu Nusantara

### Capital structure

- Penjualan 54% saham IKN oleh Perseroan

### Listing / regulatory

- Pelaporan ke OJK sesuai POJK 31/POJK.04/2015, POJK 45/2024, dan Kep-00087/BEI/12-2025

### Analytical scenarios

- **Pengumuman divestasi** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan pelaksanaan divestasi saham PT Interkayu Nusantara sebagai informasi material.
  - Basis: Perihal surat: 'Pelaksanaan Divestasi Saham PT Interkayu Nusantara oleh Perseroan'
- **Nilai transaksi** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi divestasi sebesar Rp31,8 miliar tercantum eksplisit dalam dokumen.
  - Basis: Nilai Transaksi adalah sebesar Rp.31.800.000.000
- **Kriteria transaksi** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan transaksi tidak memenuhi kriteria Transaksi Material dan bukan Transaksi Benturan Kepentingan.
  - Basis: Transaksi ini tidak memenuhi kriteria sebagai Transaksi Material; bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
- **Dampak terhadap laporan keuangan** [derived_calculation, low]: Divestasi 54% saham IKN dapat menghasilkan keuntungan atau kerugian yang mempengaruhi laba, namun tidak ada angka keuangan IKN atau harga perolehan yang tersedia untuk menghitung dampaknya.
  - Basis: Nilai transaksi Rp31,8 miliar; tidak ada data keuangan IKN
  - Assumptions: Dampak dihitung dari selisih nilai transaksi dengan nilai tercatat investasi
  - Caveats: Nilai tercatat investasi tidak diungkapkan
- **Dampak divestasi** [analyst_hypothesis, low]: Divestasi anak usaha di bidang kayu berpotensi mengubah kontribusi pendapatan dan struktur usaha, namun dampak finansial tidak dapat diukur tanpa data lampiran.
  - Basis: Bidang usaha emiten adalah penyedia penginapan dan induk perusahaan kayu
  - Assumptions: Divestasi IKN akan mengurangi aset dan pendapatan konsolidasian
  - Caveats: Rincian transaksi tidak tersedia dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi tentang dampak keuangan spesifik dari divestasi terhadap laporan keuangan Perseroan.
- Tidak ada rincian aset, liabilitas, atau pendapatan IKN yang dijual.
- Rincian transaksi divestasi (nilai, pihak pembeli, syarat) tidak tersedia dalam dokumen utama, namun tersedia di lampiran.

### Items to monitor

- Divestasi 54% saham IKN dapat mempengaruhi pendapatan dan struktur usaha konsolidasian, meskipun emiten menyatakan tidak material.
- Penggunaan dana hasil divestasi tidak diungkapkan, sehingga potensi dampak terhadap kas dan investasi tidak dapat dinilai.

---

## SMLE

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan 2026 yang diselenggarakan pada 11 September 2026. Acara ini merupakan kewajiban keterbukaan informasi dan tidak terkait dengan aksi korporasi tertentu. Dalam paparan, manajemen mengakui penurunan penjualan akibat kondisi pasar global yang tidak pasti dan penyesuaian strategi, serta memaparkan rencana ekspansi ekspor minyak nilam melalui kerja sama dengan PT Kencana Alam Sakti (KAS) dan pengembangan anak usaha PT Sinar Aroma Sentosa. Tidak ada rencana dividen untuk tahun buku 2026. Dokumen yang dianalisis tidak memuat laporan keuangan atau angka keuangan kuantitatif.

### Material changes

- SMLE menyelenggarakan Public Expose Tahunan 2026 secara daring pada 11 September 2026 pukul 09.00-10.00 WIB melalui IDX Public Expose Live.
- Laporan hasil Public Expose disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada 14 September 2026 dengan nomor surat 0095/P-DIR/SMLE/IX/2026.
- Public Expose direncanakan berdasarkan surat No. 0092/P-DIR/SMLE/IX/2026 tanggal 08 September 2026.
- Jumlah peserta yang hadir (tidak termasuk manajemen/karyawan) adalah 76 orang; peserta press conference berjumlah 23 jurnalis.
- Manajemen yang hadir: Direktur Utama Siu Min, Direktur Tanti Royani, Yulia Rosaline, Dessy Sarendiani, Komisaris Utama Gunawan, dan Corporate Secretary Arry Wahyu Riansyah.
- Penurunan penjualan periode ini disebabkan oleh kondisi pasar global yang uncertainty, penyesuaian strategi penjualan untuk menjaga kualitas pendapatan, dan evaluasi portofolio pelanggan/produk.
- SMLE ditunjuk sebagai Distributor Internasional Resmi PT Kencana Alam Sakti (KAS) untuk minyak nilam (patchouli oil).
- Bisnis minyak nilam Indonesia memiliki volume sekitar 2.000-3.500 ton per tahun; KAS dapat memproduksi 100-400 ton per tahun.
- Target pasar ekspor minyak nilam: India (kebutuhan 900 ton untuk industri fragrances), Eropa, dan China; ekspektasi penjualan 50-100 ton di tahun pertama.
- Perseroan memiliki 4 segmen produk: Bahan Baku Makan Minuman, Kosmetik dan Personal Care, Industri Chemical, dan Wewangian.
- Tahun lalu SMLE mendaftar sebagai PBF (Pedagang Besar Farmasi) untuk fokus pada Nutraceutical dan Health Supplement.
- PT Sinar Aroma Sentosa (anak perusahaan) dibangun tahun lalu sebagai cikal bakal bumbu dan flavour; baru mendapatkan perizinan dan HALAL lengkap, ekspektasi produksi pada 2027.
- Tidak ada rencana pembagian dividen untuk tahun buku 2026 (sampai September 2026 belum didiskusikan).
- SMLE tidak memiliki kemampuan mengelola perkebunan nilam sendiri; mempercayakan kepada PT KAS yang memiliki pengalaman 30 tahun di Sulawesi.
- SMLE bekerja sama dengan PT KAS sebagai agen tunggal untuk ekspor nilam; tidak mencari sumber dari perusahaan lain.
- Hambatan ekspor nilam: sourcing produk karena nilam tidak tumbuh terus-menerus, perlu pembelian/pemesanan stok; PT KAS membeli dan memfragmentasi sendiri di pabrik Gresik.

### Key financial figures

- **volume_bisnis_minyak_nilam_indonesia:** 2000-3500 ton per tahun (tahunan)
- **kapasitas_produksi_kas:** 100-400 ton per tahun (saat ini)
- **kebutuhan_minyak_nilam_india:** 900 ton (tahunan)
- **target_penjualan_tahun_pertama:** 50-100 ton (2027)
- **peserta_public_expose_youtube:** 76 orang (11 September 2026)
- **peserta_press_conference_youtube:** 23 orang (11 September 2026)

### Expansion projects

- Ekspor minyak nilam: SMLE ditunjuk sebagai Distributor Internasional Resmi PT KAS; target ekspor perdana 2027 ke India, Eropa, dan China; kapasitas produksi KAS 100-400 ton per tahun; target penjualan tahun pertama 50-100 ton.
- Pengembangan anak usaha PT Sinar Aroma Sentosa untuk bumbu dan flavour; perizinan dan HALAL lengkap; ekspektasi produksi pada 2027.
- Pendaftaran sebagai PBF (Pedagang Besar Farmasi) untuk fokus pada Nutraceutical dan Health Supplement.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sebagai kewajiban keterbukaan informasi kepada publik dan BEI.

### Analytical scenarios

- **potensi_pendapatan_ekspor_nilam** [derived_calculation, low]: Jika target penjualan 50-100 ton tercapai, pendapatan ekspor dapat signifikan, tetapi masih bergantung pada kapasitas KAS dan penerimaan pasar.
  - Basis: Target penjualan 50-100 ton di tahun pertama; Kapasitas produksi KAS 100-400 ton per tahun
  - Assumptions: Harga jual minyak nilam tidak disebutkan dalam dokumen; Kapasitas produksi KAS diasumsikan dapat memenuhi target
  - Caveats: Tidak ada data harga atau nilai transaksi; Target penjualan adalah ekspektasi manajemen, bukan komitmen
- **dampak_strategi_margin** [analyst_hypothesis, low]: Fokus pada produk specialty chemicals dan layanan teknis dapat meningkatkan margin, tetapi mungkin mengurangi volume penjualan jangka pendek.
  - Basis: Strategi meningkatkan kontribusi produk specialty chemicals yang memiliki margin lebih baik
  - Assumptions: Margin specialty chemicals lebih tinggi dari produk komoditas
  - Caveats: Tidak ada data margin atau volume penjualan
- **risiko_supply_chain** [analyst_hypothesis, low]: Ketergantungan pada PT KAS sebagai agen tunggal dan sumber bahan baku dapat menjadi risiko jika produksi KAS tidak sesuai target.
  - Basis: SMLE bekerja sama dengan PT KAS sebagai agen tunggal untuk ekspor nilam; Hambatan sourcing produk karena nilam tidak tumbuh terus-menerus
  - Assumptions: Produksi KAS mungkin tidak stabil
  - Caveats: Tidak ada data historis produksi KAS

### Risks / uncertainties

- Kondisi pasar global yang uncertainty
- Penyesuaian strategi penjualan berdampak pada volume jangka pendek
- Sourcing produk nilam yang musiman
- Ketergantungan pada PT KAS untuk pasokan dan produksi
- Keterlambatan produksi PT Sinar Aroma Sentosa

### Items to monitor

- Ekspansi ekspor minyak nilam dapat membuka pasar baru dan meningkatkan pendapatan, namun masih bergantung pada kapasitas KAS dan penerimaan pasar.
- Fokus pada produk specialty chemicals dan layanan teknis dapat meningkatkan margin, tetapi mungkin mengurangi volume penjualan jangka pendek.
- Tidak ada rencana dividen untuk tahun buku 2026, yang dapat mempengaruhi ekspektasi investor akan pendapatan pasif.
- Pengembangan anak usaha PT Sinar Aroma Sentosa dan pendaftaran PBF menunjukkan diversifikasi usaha, namun dampaknya belum terukur.

---

## SMSM

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang diselenggarakan pada 9 September 2026 secara webinar dalam rangka Public Expose LIVE 2026 BEI. Manajemen melaporkan pemulihan kinerja 1H26 dengan pertumbuhan penjualan 3,65% dan laba 3,81%, serta menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba FY2026 sekitar 5% (single digit). Ekspor berkontribusi sekitar 60% dari total penjualan, mayoritas dalam USD. Dividen final FY2025 sebesar Rp219,77 miliar telah dibayar pada 2 Juli 2026, tidak didanai utang jangka pendek. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan. Dokumen ini merupakan laporan hasil public expose, bukan pengumuman aksi korporasi.

### Material changes

- Public Expose Tahunan SMSM diselenggarakan Rabu, 9 September 2026, pukul 10.00-11.00 WIB, secara webinar dalam acara Public Expose LIVE 2026 yang diselenggarakan BEI bekerja sama dengan KPEI dan KSEI, didukung OJK.
- Manajemen yang hadir: Ang Andri Pribadi (Wakil Direktur Utama), Sumarni (Direktur), dan Lidiana Widjojo (Sekretaris Perusahaan). Paparan Publik dihadiri 95 peserta, Konferensi Pers 34 peserta.
- Peningkatan liabilitas jangka pendek per 30 Juni 2026 terutama disebabkan Utang Dividen Rp219,77 miliar terkait dividen final Tahun Buku 2025, disetujui RUPST 5 Juni 2026 dan dibayar 2 Juli 2026; pembayaran tidak didanai utang jangka pendek, menggunakan kas internal, posisi kas di atas Rp1 triliun.
- Peningkatan penjualan ke Korea lebih dari 6.000% (menurut analis) atau 6.335,49% (menurut wartawan) disebabkan distributor baru yang berkinerja baik, tidak terkait kepemilikan saham 7,8% di POSCO IJPC yang telah dimiliki sejak lama.
- Bisnis dump truck bukan segmen baru; dikembangkan melalui entitas anak PT Hydraxle Perkasa yang diakuisisi sejak 2012. Peningkatan kinerja karoseri 1H26 mencerminkan pemulihan permintaan setelah penurunan 2024-2025.
- Penurunan penjualan Australia 29,05% dan Eropa 8,27% disebabkan stock rebalancing di distributor serta pelemahan ekonomi dan ketidakpastian geopolitik (konflik Rusia-Ukraina). Penjualan domestik naik 11,49% didukung pembukaan cabang di Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Tangerang, Surabaya, Makassar, dan Samarinda.
- Tidak ada rencana merger dan/atau akuisisi dalam waktu dekat; Perseroan tetap terbuka dan selektif mengevaluasi peluang yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
- Dua pertiga penjualan berasal dari segmen heavy duty dan commercial vehicle (termasuk aplikasi industrial), sepertiga dari sektor otomotif. Segmen heavy duty dan industrial memberikan margin lebih baik.
- Ekspor berkontribusi sekitar 60% dari total penjualan, mayoritas dalam USD. Manajemen menerapkan natural hedging, simple forward secara berkala, dan konversi USD ke Rupiah untuk kebutuhan operasional.
- Pemulihan kinerja 2Q26 didorong kombinasi peningkatan volume, penyesuaian harga jual sekitar 3-5%, perbaikan product mix (kontribusi heavy duty), dan pelemahan Rupiah terhadap USD. Manajemen konservatif melihat keberlanjutan tren hingga 2H26-2027.
- Target FY2026: pertumbuhan pendapatan dan laba sekitar 5% (single digit) dibanding tahun sebelumnya, dengan pendekatan konservatif mempertimbangkan geopolitik dan ketidakpastian pasar global.
- Komitmen dividen: menjaga pertumbuhan nilai pembayaran dividen secara konsisten (consecutive dividend payment growth) dengan CAGR sekitar 18% selama lebih dari 21 tahun; dividen kuartalan sejak 2015, telah dibayar 46 kali. Target payout ratio belum dapat disampaikan.
- Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berdampak positif tidak langsung pada PT Hydraxle Perkasa melalui pesanan dari dealer; penjualan 1H26 naik dari sekitar Rp76 miliar menjadi Rp92 miliar (+20%). Tidak ada target kontribusi khusus KDMP untuk 2026.
- Perseroan telah mengantisipasi perkembangan EV sejak lebih dari 10 tahun dengan diversifikasi ke heavy duty dan commercial vehicle; telah memproduksi beberapa jenis filter untuk EV, namun kontribusi masih relatif kecil karena fokus aftermarket dan populasi EV terbatas di Indonesia.
- Perseroan mengembangkan aplikasi filtrasi di luar otomotif: HVAC, stationary engine filtration, filtrasi untuk rumah sakit, industri farmasi, clean room, dan aplikasi lainnya.
- Pertumbuhan laba jangka panjang (5-7 tahun) diharapkan dari peningkatan volume dan market share, optimalisasi margin, efisiensi operasional melalui otomatisasi dan Cost Reduction Program (CRP), serta pergeseran product mix ke heavy duty dan commercial vehicle.
- Manajemen SMSM menyatakan kinerja semester II 2026 diharapkan lebih baik dibanding semester I 2026, mengikuti pola historis kontribusi penjualan semester I 45-48% dan semester II 52-55% dari penjualan tahunan.
- Untuk tahun 2026, SMSM menargetkan kontribusi penjualan ekspor sekitar 60% dari total penjualan, lebih besar dibanding penjualan domestik.
- SMSM memiliki sekitar 70-80 SKU produk filter yang dapat diaplikasikan pada kendaraan listrik (EV); kontribusi penjualan filter EV saat ini masih sangat kecil karena populasi EV di pasar aftermarket masih terbatas.
- SMSM tidak berencana mengembangkan produk EV di luar bidang filtrasi; fokus tetap pada kompetensi inti sistem filtrasi. Strategi diversifikasi mencakup perluasan aplikasi filtrasi di luar otomotif, terutama HVAC dan non-engine filtration untuk sektor gedung, rumah sakit, farmasi, dan makanan.
- SMSM belum menetapkan target kontribusi penjualan khusus dari segmen EV.
- Kinerja penjualan di Korea diharapkan dapat dipertahankan dan berpotensi meningkat, sejalan dengan permintaan distributor dan perluasan pasar.
- SMSM akan terus mempertahankan dan memperkuat penetrasi di berbagai pasar internasional untuk sisa tahun 2026.

### Key financial figures

- **Utang Dividen per 30 Juni 2026:** 219.77 (30 Juni 2026)
- **Pertumbuhan penjualan 1H26:** 3.65% (1H26)
- **Pertumbuhan laba 1H26:** 3.81% (1H26)
- **Penyesuaian harga jual:** 3-5% (2026)
- **Penurunan penjualan Australia:** 29.05% (1H26)
- **Penurunan penjualan Eropa:** 8.27% (1H26)
- **Pertumbuhan penjualan domestik:** 11.49% (1H26)
- **Pertumbuhan penjualan ke Korea:** 6335.49% (1H26)
- **Kontribusi ekspor terhadap total penjualan:** 60% (2026)
- **Penjualan PT Hydraxle Perkasa 1H26:** Rp92 miliar (1H26)
- **Penjualan PT Hydraxle Perkasa periode sebelumnya:** Rp76 miliar (1H25)
- **Pertumbuhan penjualan PT Hydraxle Perkasa:** 20% (1H26)
- **Target pertumbuhan pendapatan dan laba FY2026:** 5% (FY2026)
- **CAGR nilai pembayaran dividen:** 18% (21 tahun)
- **Jumlah pembayaran dividen kuartalan:** 46 kali (sejak 2015)
- **Kepemilikan saham di POSCO IJPC:** 7.8% (per 2026)
- **Posisi kas dan setara kas:** di atas Rp1 triliun (per 30 Juni 2026)
- **Peningkatan liabilitas jangka pendek:** 48% (1H26)
- **Rasio lancar:** 439% (1H26)
- **Dividend payout ratio:** 72-76% (FY2025)
- **Kontribusi penjualan semester I (historis):** 45-48% (historis tahunan)
- **Kontribusi penjualan semester II (historis):** 52-55% (historis tahunan)
- **Jumlah SKU produk filter untuk kendaraan listrik:** 70-80 (saat ini)

### Corporate actions

- Dividen final FY2025 sebesar Rp219,77 miliar disetujui RUPST 5 Juni 2026 dan dibayar 2 Juli 2026; tidak didanai utang jangka pendek.
- Tidak ada rencana merger dan/atau akuisisi dalam waktu dekat; tetap terbuka dan selektif terhadap peluang strategis.
- Komitmen dividen kuartalan sejak 2015, telah 46 kali pembayaran; target payout ratio belum ditetapkan.
- Ekspansi jaringan distribusi domestik dengan pembukaan cabang di 8 kota besar (Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Tangerang, Surabaya, Makassar, Samarinda).
- Diversifikasi produk ke HVAC, air purifier, stationary engine filtration, filtrasi rumah sakit, farmasi, clean room.
- Fokus pertumbuhan pada segmen heavy duty dan commercial vehicle dengan margin lebih baik.

### Expansion projects

- Tidak ada informasi eksplisit mengenai capex, kapasitas, utilisasi, commissioning, atau pipeline proyek dalam dokumen ini.
- Ekspansi pasar ekspor untuk sisa tahun 2026, dengan fokus mempertahankan dan memperkuat penetrasi pasar internasional.
- Diversifikasi produk filtrasi ke HVAC dan non-engine filtration untuk sektor gedung, rumah sakit, farmasi, dan makanan.

### Capital structure

- Kepemilikan saham 7,8% di POSCO IJPC telah dimiliki sejak lama dan tidak terkait dengan peningkatan penjualan ke Korea.

### Listing / regulatory

- Public Expose Tahunan 2026 dianggap memenuhi kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan BEI No. I-E, diubah dengan Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan penjualan PT Hydraxle Perkasa** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan dari Rp76 miliar menjadi Rp92 miliar = (92-76)/76 = 21,05%, sedikit lebih tinggi dari klaim manajemen sekitar 20%.
  - Basis: Angka penjualan 1H25 Rp76 miliar dan 1H26 Rp92 miliar
  - Assumptions: Perhitungan aritmetika sederhana
  - Caveats: Pembulatan angka oleh manajemen
- **Kontribusi segmen penjualan** [derived_calculation, high]: Dua pertiga (66,7%) dari penjualan berasal dari heavy duty dan commercial vehicle, sepertiga (33,3%) dari otomotif. Ini menunjukkan pergeseran signifikan dari bisnis inti filter/radiator otomotif.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang proporsi dua pertiga dan sepertiga
  - Assumptions: Proporsi berdasarkan total penjualan
  - Caveats: Tidak ada angka absolut yang diberikan
- **Keberlanjutan pertumbuhan penjualan Korea** [analyst_hypothesis, low]: Pertumbuhan 6.335,49% yang didorong distributor baru yang juga melakukan re-export berisiko tidak berkelanjutan jika distributor tersebut kehilangan pasar re-export atau jika hubungan komersial berubah. Namun, manajemen melihat peluang pertumbuhan karena kontribusi masih kecil.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang distributor baru dan re-export
  - Assumptions: Perilaku pasar dan hubungan distributor
  - Caveats: Tidak ada panduan kuantitatif dari manajemen
- **Dampak program KDMP terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Program KDMP memberikan kontribusi tidak langsung melalui dealer, dan manajemen tidak menetapkan target khusus. Jika pesanan berlanjut di 2H26, kontribusi terhadap PT Hydraxle Perkasa bisa signifikan, tetapi tidak dapat diukur dari data yang tersedia.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang pesanan dari dealer terkait KDMP
  - Assumptions: Kelanjutan program dan pesanan
  - Caveats: Tidak ada angka target atau proyeksi
- **Risiko nilai tukar** [analyst_hypothesis, medium]: Dengan 60% penjualan ekspor dalam USD dan natural hedging melalui impor, fluktuasi USD/IDR dapat berdampak positif pada pendapatan ekspor tetapi juga meningkatkan biaya impor. Manajemen menggunakan simple forward untuk mengurangi eksposur, namun volatilitas pasar valas tetap menjadi risiko.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang ekspor 60% USD dan strategi hedging
  - Assumptions: Perilaku kurs dan efektivitas hedging
  - Caveats: Tidak ada rincian posisi forward atau sensitivitas
- **Target pertumbuhan 5% FY2026** [analyst_hypothesis, medium]: Target pertumbuhan pendapatan dan laba sekitar 5% bersifat konservatif dan mungkin dapat tercapai mengingat momentum 1H26 (penjualan +3,65%, laba +3,81%). Namun, ketidakpastian geopolitik dan perlambatan di Australia/Eropa dapat menghambat.
  - Basis: Target manajemen dan data 1H26
  - Assumptions: Kondisi pasar global tidak memburuk
  - Caveats: Target bukan jaminan; risiko eksekusi
- **Pola musiman penjualan** [analyst_hypothesis, medium]: Pola historis kontribusi semester I 45-48% dan semester II 52-55% menunjukkan bisnis SMSM bersifat musiman dengan semester II lebih kuat. Jika pola ini bertahan, target ekspor 60% dapat tercapai, tetapi perlu diverifikasi dengan data aktual semester I 2026.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang pola historis; Target ekspor 60% untuk 2026
  - Assumptions: Pola historis tetap berlaku di 2026; Tidak ada gangguan eksternal signifikan
  - Caveats: Pola historis tidak menjamin kinerja masa depan; Target ekspor 60% adalah harapan, bukan komitmen
- **Dampak EV terhadap pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Dengan 70-80 SKU filter EV dan kontribusi yang masih sangat kecil, segmen EV belum menjadi pendorong pendapatan signifikan. Diversifikasi ke HVAC dan non-engine filtration dapat menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang, tetapi belum ada target kuantitatif.
  - Basis: Jumlah SKU filter EV 70-80; Kontribusi penjualan filter EV masih sangat kecil; Strategi diversifikasi ke HVAC dan non-engine filtration
  - Assumptions: Pertumbuhan populasi EV akan meningkatkan permintaan filter EV; Pasar HVAC dan non-engine filtration akan berkembang
  - Caveats: Belum ada target kontribusi untuk segmen EV; Keberhasilan diversifikasi belum terukur

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, termasuk konflik Rusia-Ukraina, mempengaruhi permintaan di pasar Australia dan Eropa.
- Volatilitas nilai tukar USD/IDR sulit diprediksi dan dapat mempengaruhi kinerja ekspor dan biaya impor.
- Keberlanjutan pertumbuhan penjualan ke Korea bergantung pada kinerja distributor baru dan pasar re-export.
- Pertumbuhan penjualan domestik bergantung pada keberhasilan ekspansi jaringan distribusi dan kondisi ekonomi domestik.
- Transisi industri otomotif dari ICE ke EV dapat mengubah permintaan produk filtrasi tradisional.
- Target pertumbuhan FY2026 sebesar 5% bersifat konservatif dan dapat terpengaruh oleh kondisi pasar global.
- Kontribusi penjualan ekspor 60% adalah harapan, bukan target pasti, sehingga dapat berubah.
- Kontribusi penjualan filter EV masih sangat kecil dan belum ada target khusus.
- Pola musiman penjualan dapat berubah jika kondisi pasar berubah.
- Ekspansi ke HVAC dan non-engine filtration memerlukan investasi dan penerimaan pasar yang belum diukur.

### Items to monitor

- Pertumbuhan penjualan domestik 11,49% didukung pembukaan cabang di 8 kota besar, menunjukkan ekspansi pasar domestik.
- Penjualan ekspor 60% dari total, dengan mayoritas USD, menunjukkan ketergantungan pada pasar global dan risiko nilai tukar.
- Pertumbuhan penjualan ke Korea 6.335,49% menunjukkan potensi pasar baru, meskipun kontribusi masih kecil.
- Penurunan di Australia (-29,05%) dan Eropa (-8,27%) mencerminkan tantangan di pasar utama.
- Fokus pada segmen heavy duty dan commercial vehicle (dua pertiga penjualan) menunjukkan pergeseran strategis dari otomotif penumpang.
- SMSM beroperasi di industri komponen otomotif, khususnya filtrasi.
- Pasar ekspor menjadi fokus utama dengan target kontribusi 60% dari total penjualan.
- Segmen EV dan diversifikasi ke HVAC merupakan arah strategis jangka panjang.

---

## TCPI

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 12–14 September 2026, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) mengumumkan hasil RUPSLB yang diadakan pada 11 September 2026. Agenda tunggal RUPSLB adalah perubahan susunan Dewan Komisaris. RUPSLB menyetujui pengangkatan Ade Supandi sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen dan Haru Koesmahargyo sebagai Komisaris Independen, efektif sejak penutupan rapat. Sebelumnya, posisi Komisaris Utama dan Komisaris Independen kosong. Susunan Dewan Komisaris baru berlaku hingga penutupan RUPST tahun 2028. Tidak ada agenda aksi korporasi lain, ekspansi, pendanaan, atau perubahan struktur modal. Perubahan ini penting secara korporasi karena mengisi kekosongan posisi kunci tata kelola, namun tidak ada dampak keuangan langsung yang diungkapkan.

### Material changes

- Pengangkatan Ade Supandi sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, efektif sejak penutupan RUPSLB 11 September 2026.
- Pengangkatan Haru Koesmahargyo sebagai Komisaris Independen, efektif sejak penutupan RUPSLB 11 September 2026.
- Susunan Dewan Komisaris baru: Ade Supandi (Komisaris Utama & Komisaris Independen), Haru Koesmahargyo (Komisaris Independen), Aditya Paruliangui (Komisaris), Budiman Kostaman (Komisaris).
- Masa jabatan Dewan Komisaris baru berlaku hingga penutupan RUPST tahun 2028.

### Key financial figures

- **Jumlah saham hadir RUPSLB:** 4.058.950.206 (11 September 2026)
- **Persentase saham hadir:** 81,18% (11 September 2026)
- **Jumlah seluruh saham dikeluarkan:** 5.000.000.000 (11 September 2026)
- **Jumlah suara setuju:** 4.058.885.606 (11 September 2026)
- **Persentase suara setuju:** 99,999% (11 September 2026)
- **Jumlah suara tidak setuju:** 64.600 (11 September 2026)
- **Persentase suara tidak setuju:** 0,001% (11 September 2026)
- **Jumlah suara abstain:** 0 (11 September 2026)

### Corporate actions

- Perubahan susunan Dewan Komisaris

### Management / control changes

- Ade Supandi diangkat sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, efektif sejak penutupan RUPSLB 11 September 2026.
- Haru Koesmahargyo diangkat sebagai Komisaris Independen, efektif sejak penutupan RUPSLB 11 September 2026.
- Susunan Dewan Komisaris baru berlaku hingga RUPST 2028.

### Listing / regulatory

- Penyampaian ringkasan risalah RUPSLB ke OJK dan BEI pada 14 September 2026.
- Rapat memenuhi kuorum sesuai Pasal 21 ayat 2 angka (1) huruf (a) dan (c) Anggaran Dasar dan POJK 15/POJK.04/2020.
- Penyampaian bukti iklan hasil RUPSLB ke OJK dan BEI pada 14 September 2026.

### Analytical scenarios

- **Perubahan susunan Dewan Komisaris** [explicit_fact, high]: RUPSLB tanggal 11 September 2026 menyetujui pengangkatan dua komisaris baru, mengisi posisi yang sebelumnya kosong.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material halaman 2
- **Masa jabatan** [explicit_fact, high]: Masa jabatan Dewan Komisaris baru berlaku hingga penutupan RUPST tahun 2028.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material halaman 2
- **Jumlah saham tidak hadir** [derived_calculation, high]: Jumlah saham tidak hadir = 5.000.000.000 - 4.058.950.206 = 941.049.794 saham (18,82% dari total).
  - Basis: Total saham 5.000.000.000 dan saham hadir 4.058.950.206
  - Assumptions: Tidak ada saham treasury yang mengurangi hak suara
- **Selisih suara setuju dan saham hadir** [derived_calculation, high]: Selisih antara saham hadir dan suara setuju = 4.058.950.206 - 4.058.885.606 = 64.600 saham, yang sama dengan jumlah suara tidak setuju.
  - Basis: Angka saham hadir dan hasil voting
  - Assumptions: Semua saham hadir memberikan suara (tidak ada abstain)
- **Alasan perubahan komisaris** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan komisaris kemungkinan terkait dengan rotasi atau penambahan anggota untuk memperkuat tata kelola, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam ringkasan risalah
  - Assumptions: Perubahan pengurus umumnya untuk kepentingan tata kelola
  - Caveats: Alasan resmi tidak tersedia
- **Dampak terhadap operasional** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan komisaris tidak secara langsung mempengaruhi struktur modal atau operasional, tetapi dapat mempengaruhi arah strategis jangka panjang.
  - Basis: Tidak ada agenda lain selain perubahan komisaris
  - Assumptions: Komisaris baru dapat membawa perspektif baru
  - Caveats: Dampak tidak dapat diukur dari dokumen ini

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan di balik perubahan komisaris.
- Masa jabatan komisaris baru hingga RUPST 2028, tetapi dapat berubah jika RUPS menentukan lain.
- Efektivitas keputusan bergantung pada persetujuan instansi berwenang jika diperlukan.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai dampak keuangan dari perubahan dewan komisaris.
- Tidak ada informasi mengenai alasan pengunduran diri atau kekosongan sebelumnya.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan TCPI pada laporan berikutnya untuk menilai dampak perubahan tata kelola.
- Keputusan RUPST 2028 terkait perpanjangan atau perubahan susunan Dewan Komisaris.
- Potensi aksi korporasi lain yang mungkin diumumkan setelah perubahan pengurus.

---

## UANG

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Pakuan Tbk (UANG) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia tanggal 11 September 2026 mengenai rencana pemenuhan ketentuan minimum free float. Perseroan mengidentifikasi kendala likuiditas terbatas (rata-rata nilai transaksi harian Rp5,36 miliar) dan adanya 29.034.000 saham warkat (2,40%) yang tidak dihitung sebagai free float. Rencana pemenuhan meliputi konversi saham warkat, pelepasan saham oleh pemegang saham pengendali, dan kajian struktur aksi korporasi (HMETD dengan pembeli siaga, private placement, atau pelepasan saham utama). Perseroan meminta penegasan kategori kapitalisasi, konfirmasi perhitungan free float per 30 Juni 2026, fasilitasi konversi saham warkat, dan kesempatan konsultasi.

### Material changes

- Perseroan menerima surat Bursa tanggal 11 September 2026 perihal Permintaan Penjelasan atas Rencana Pemenuhan Ketentuan Minimum Free Float.
- Rata-rata nilai transaksi harian saham Perseroan sekitar Rp5,36 miliar, sehingga pelepasan saham signifikan berpotensi menimbulkan tekanan harga.
- Sebanyak 29.034.000 saham (2,40%) masih berbentuk warkat dan dimiliki pihak non-afiliasi, namun tidak dapat dihitung sebagai free float.
- Konversi saham warkat hanya dapat dilakukan atas inisiatif pemegang saham; sebagian pemegang perorangan tidak dapat dihubungi, dan saham milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tunduk pada ketentuan pengelolaan barang milik daerah.
- Perseroan akan menghubungi pemegang saham warkat melalui surat tercatat dan pengumuman publik, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Jakarta Tourisindo.
- Pemegang saham pengendali akan melepas sebagian kepemilikan saham untuk menambah likuiditas di pasar sekunder.
- Perseroan mengkaji alternatif penambahan modal dengan HMETD dengan pembeli siaga non-afiliasi, private placement kepada investor institusi non-afiliasi, dan/atau pelepasan sebagian saham pemegang saham utama kepada investor non-afiliasi.
- Perseroan meminta penegasan tertulis kategori kapitalisasi dan batas waktu pemenuhan, konfirmasi perhitungan free float per 30 Juni 2026 versi Bursa, fasilitasi konversi saham warkat, dan kesempatan konsultasi sebelum penetapan struktur aksi korporasi.

### Key financial figures

- **rata-rata nilai transaksi harian saham:** 5.36 (tidak dinyatakan (konteks saat ini, 2026?))
- **jumlah saham warkat:** 29034000 (per 14 September 2026 (tanggal surat))
- **persentase saham warkat terhadap total saham:** 2.40 (per 14 September 2026 (tanggal surat))

### Corporate actions

- Konversi saham warkat (potensi tambahan free float maksimum sekitar 2,40%)
- Pelepasan sebagian saham oleh pemegang saham pengendali
- Penambahan modal dengan HMETD dengan pembeli siaga non-afiliasi (kajian)
- Private placement kepada investor institusi non-afiliasi (kajian)
- Pelepasan sebagian saham pemegang saham utama kepada investor non-afiliasi (kajian)

### Capital structure

- 29.034.000 saham warkat (2,40%) dimiliki pihak non-afiliasi, tidak dihitung free float
- Pemegang saham pengendali akan melepas sebagian kepemilikan
- Kajian struktur: HMETD, private placement, pelepasan saham utama

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan Bursa terkait rencana pemenuhan ketentuan minimum free float
- Konfirmasi perhitungan free float per 30 Juni 2026 versi Bursa
- Perlakuan pemegang saham tertentu sesuai SE-00004/BEI/03-2026

### Analytical scenarios

- **Kendala free float** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan 29.034.000 saham warkat (2,40%) tidak dihitung free float, dan likuiditas harian Rp5,36 miliar menjadi kendala pelepasan saham.
- **Total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Jika 29.034.000 saham = 2,40% dari total saham, maka total saham beredar sekitar 1.209.750.000 saham (29.034.000 / 0,024).
  - Basis: 29.034.000 saham; 2,40%
  - Assumptions: Persentase dihitung terhadap total saham beredar yang sama dengan dasar perhitungan free float.
  - Caveats: Angka total saham tidak dinyatakan eksplisit; pembulatan mungkin terjadi.
- **Potensi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Kajian struktur menunjukkan kemungkinan rights issue atau private placement untuk meningkatkan free float, namun belum definitif dan memerlukan persetujuan RUPS serta kondisi pasar.
  - Basis: Pernyataan mengkaji alternatif HMETD, private placement, pelepasan saham
  - Assumptions: Aksi korporasi akan diumumkan jika definitif.
  - Caveats: Belum ada keputusan final; dapat berubah.
- **Dampak konversi saham warkat** [analyst_hypothesis, medium]: Konversi saham warkat berpotensi menambah free float hingga 2,40%, tetapi terkendala inisiatif pemegang dan birokrasi pemerintah daerah.
  - Basis: Potensi tambahan maksimum sekitar 2,40%
  - Assumptions: Semua saham warkat dapat dikonversi.
  - Caveats: Tidak semua pemegang dapat dihubungi; proses konversi di luar kendali Perseroan.

### Risks / uncertainties

- Likuiditas terbatas dapat menyebabkan tekanan harga jika pelepasan saham dilakukan signifikan.
- Konversi saham warkat tidak dapat dipaksakan; pemegang perorangan sulit dihubungi.
- Proses konversi saham milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tunduk pada birokrasi pengelolaan barang milik daerah.
- Aksi korporasi masih dalam kajian dan belum definitif.

### Items to monitor

- Pemenuhan free float dapat mempengaruhi likuiditas dan persepsi pasar terhadap saham UANG.
- Potensi aksi korporasi (HMETD/private placement) dapat berdilusi jika direalisasikan.
- Kepastian regulasi dan kepatuhan free float menjadi perhatian investor.

---

## UNIC

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

RUPSLB PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) pada 10 September 2026 menyetujui penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha agar sesuai dengan KBLI 2025. Rapat dihadiri 76,36% saham berhak suara, dan seluruh agenda disetujui 100% dari suara yang hadir. Tidak ada aksi korporasi lain, perubahan pengurus, atau transaksi material. Direksi diberi kuasa untuk menindaklanjuti, termasuk akta notaris dan persetujuan instansi berwenang.

### Material changes

- RUPSLB diselenggarakan pada 10 September 2026, pukul 11.08–11.22 WIB, di Hotel Kimaya Slipi, Jakarta Barat.
- Agenda tunggal: persetujuan penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha agar sesuai dengan KBLI 2025.
- Rapat dihadiri pemegang saham mewakili 292.700.776 saham atau 76,36% dari total 383.331.363 saham berhak suara.
- Hasil pemungutan suara: 292.700.676 saham setuju (100,00%), 100 saham abstain (0,00%), 0 saham tidak setuju.
- Keputusan RUPSLB: menyetujui penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar dengan KBLI 2025, termasuk perubahan/pembaharuan atau bunyi lain sesuai ketentuan instansi berwenang.
- Direksi diberi wewenang dan kuasa untuk menuangkan keputusan dalam akta notaris, mengurus persetujuan instansi berwenang, dan melakukan tindakan terkait.
- Tidak ada pemegang saham yang mengajukan pertanyaan atau pendapat.
- Akta Berita Acara RUPSLB dibuat dengan nomor 140 tanggal 10 September 2026 oleh Notaris Christina Dwi Utami.
- Ringkasan risalah ditandatangani Direksi di Jakarta pada 14 September 2026.

### Key financial figures

- **Jumlah saham hadir dalam RUPSLB:** 292.700.776 saham (10 September 2026)
- **Persentase kehadiran saham:** 76,36% (10 September 2026)
- **Total saham berhak suara:** 383.331.363 saham (10 September 2026)
- **Jumlah suara setuju:** 292.700.676 saham (10 September 2026)
- **Persentase suara setuju:** 100,00% (10 September 2026)
- **Jumlah suara tidak setuju:** 0 saham (10 September 2026)
- **Jumlah suara abstain:** 100 saham (10 September 2026)

### Corporate actions

- Penyesuaian Anggaran Dasar (Pasal 3) untuk KBLI 2025 - disetujui

### Listing / regulatory

- Persetujuan RUPSLB untuk penyesuaian KBLI 2025 - menunggu persetujuan instansi berwenang

### Analytical scenarios

- **Kuorum RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri 292.700.776 saham atau 76,36% dari total 383.331.363 saham berhak suara, memenuhi kuorum sesuai AD dan peraturan.
  - Basis: Angka kehadiran dan persentase dinyatakan langsung dalam dokumen
- **Hasil voting** [explicit_fact, high]: Agenda disetujui dengan 100% suara hadir (292.700.676 setuju, 0 tidak setuju, 100 abstain).
  - Basis: Tabel hasil RUPS pada dokumen
- **Persentase suara setuju terhadap total hadir** [derived_calculation, high]: Suara setuju 292.700.676 dari total hadir 292.700.776, sehingga persentase suara setuju terhadap total hadir adalah 99,99997% (dibulatkan 100,00%).
  - Basis: 292.700.676 / 292.700.776
  - Assumptions: Total hadir = suara setuju + abstain + tidak setuju
- **Persentase kehadiran** [derived_calculation, high]: Kehadiran 292.700.776 saham dari total 383.331.363 saham = 76,36%.
  - Basis: 292.700.776 / 383.331.363
- **Dampak penyesuaian KBLI** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian Pasal 3 AD dengan KBLI 2025 kemungkinan bertujuan untuk memperluas atau memperbarui kegiatan usaha agar sesuai regulasi, namun tidak ada detail perubahan kegiatan usaha spesifik.
  - Basis: Agenda hanya menyebut penyesuaian KBLI, tanpa rincian kegiatan usaha baru
  - Assumptions: Perubahan KBLI dapat mempengaruhi cakupan kegiatan usaha
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai kegiatan usaha baru

### Risks / uncertainties

- Persetujuan instansi berwenang atas perubahan AD belum diperoleh; proses perizinan dapat memakan waktu.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan KBLI terhadap operasional atau pendapatan.
- Rincian kegiatan usaha baru sesuai KBLI 2025 tidak diungkapkan.

---

## UNSP

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mengumumkan perubahan kebijakan akuntansi untuk aset tetap tanah dan tanaman produktif dari model biaya menjadi model revaluasian sesuai PSAK 216, dengan revaluasi per 31 Juli 2026 yang menghasilkan surplus total Rp3,80 triliun. Perubahan ini meningkatkan ekuitas dari defisiensi modal menjadi positif, dan disertai dengan aksi korporasi PMTHMETD melalui konversi utang yang telah disetujui RUPSLB 3 Juli 2026. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal yang mencakup laporan keuangan per 31 Agustus 2026.

### Material changes

- Perubahan kebijakan akuntansi untuk aset tetap tanah dan tanaman produktif dari model biaya menjadi model revaluasian sesuai PSAK 216, dengan tujuan komersial untuk memperbaiki rasio keuangan dan menyajikan laporan keuangan yang mencerminkan nilai wajar.
- Revaluasi aset per 31 Juli 2026: Tanah nilai wajar Rp847.244.000.000, nilai tercatat Rp102.167.465.332, surplus Rp745.076.534.668.
- Revaluasi aset per 31 Juli 2026: Tanaman Produktif nilai wajar Rp4.628.407.900.000, nilai tercatat Rp1.570.271.340.092, surplus Rp3.058.136.559.908.
- Total surplus revaluasi aset tetap tanah dan tanaman produktif sebesar Rp3.803.213.094.576.
- Penilaian independen dilakukan oleh KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan, laporan tertanggal 31 Agustus 2026.
- Perubahan kebijakan akuntansi tidak ditujukan untuk tujuan perpajakan.
- Perseroan mencatatkan peningkatan modal dari PMTHMETD pada tanggal 4 Agustus 2026.
- Dampak positif terhadap ekuitas: pada 31 Agustus 2026 total ekuitas menjadi Rp2.762.259 juta, dibandingkan defisiensi modal Rp5.538.760 juta pada 30 Juni 2026.
- Transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi dan benturan kepentingan sesuai POJK 42/POJK.04/2020.
- Transaksi ini bukan merupakan transaksi material sesuai POJK 17/POJK.04/2020.
- Tidak ada dampak negatif atas perubahan kebijakan akuntansi terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.
- Laporan disampaikan oleh Corporate Secretary Aditya Indrajati pada 14 September 2026.

### Key financial figures

- **Surplus Revaluasi Tanah:** 745.076.534.668 (31 Juli 2026)
- **Surplus Revaluasi Tanaman Produktif:** 3.058.136.559.908 (31 Juli 2026)
- **Total Surplus Revaluasi:** 3.803.213.094.576 (31 Juli 2026)
- **Total Aset:** 7.395.653 (31 Agustus 2026)
- **Total Aset:** 3.469.231 (30 Juni 2026)
- **Total Aset:** 3.487.979 (31 Desember 2025)
- **Total Liabilitas:** 4.633.394 (31 Agustus 2026)
- **Total Liabilitas:** 9.007.991 (30 Juni 2026)
- **Total Liabilitas:** 8.758.591 (31 Desember 2025)
- **Total Ekuitas (Defisiensi Modal):** 2.762.259 (31 Agustus 2026)
- **Total Ekuitas (Defisiensi Modal):** -5.538.760 (30 Juni 2026)
- **Total Ekuitas (Defisiensi Modal):** -5.270.612 (31 Desember 2025)
- **Pendapatan:** 1.900.656 (31 Agustus 2026)
- **Pendapatan:** 1.279.811 (30 Juni 2026)
- **Pendapatan:** 2.557.260 (31 Desember 2025)
- **Laba Kotor:** 500.039 (31 Agustus 2026)
- **Laba Kotor:** 300.951 (30 Juni 2026)
- **Laba Kotor:** 757.168 (31 Desember 2025)
- **Laba Neto:** -55.271 (31 Agustus 2026)
- **Laba Neto:** -264.774 (30 Juni 2026)
- **Laba Neto:** 16.152 (31 Desember 2025)
- **Total Penghasilan Komprehensif:** -58.645 (31 Agustus 2026)
- **Total Penghasilan Komprehensif:** -268.148 (30 Juni 2026)
- **Total Penghasilan Komprehensif:** 6.030 (31 Desember 2025)
- **Modal saham:** 2.935.370 (31 Agustus 2026)
- **Modal saham:** 1.484.859 (31 Desember 2025)
- **Tambahan modal disetor neto:** 8.673.577 (31 Agustus 2026)
- **Tambahan modal disetor neto:** 5.772.554 (31 Desember 2025)
- **Aset tetap neto:** 5.827.432 (31 Agustus 2026)
- **Aset tetap neto:** 1.968.689 (31 Desember 2025)
- **Surplus revaluasi:** 3.739.982 (31 Agustus 2026)
- **Pinjaman jangka panjang:** 706.782 (31 Agustus 2026)
- **Pinjaman jangka panjang:** 4.661.102 (31 Desember 2025)
- **Wesel bayar:** 70.104 (31 Agustus 2026)
- **Wesel bayar:** 1.341.872 (31 Desember 2025)
- **Penjualan:** 1.900.656 (8M 2026)
- **Beban pokok penjualan:** 1.400.617 (8M 2026)
- **Laba bruto:** 500.039 (8M 2026)
- **Rugi neto:** -55.271 (8M 2026)
- **Laba neto:** 68.351 (8M 2025)
- **Kas dan setara kas:** 184.965 (31 Agustus 2026)
- **Aset biologis:** 246.878 (31 Agustus 2026)
- **Beban akrual:** 3.328.865 (31 Agustus 2026)
- **Laba (rugi) neto per saham dasar:** -3,25 (8M 2026)
- **Laba (rugi) neto per saham dasar:** 27,33 (8M 2025)

### Corporate actions

- Perubahan kebijakan akuntansi untuk aset tetap tanah dan tanaman produktif dari model biaya menjadi model revaluasian sesuai PSAK 216.
- Revaluasi aset tetap (tanah dan tanaman produktif) per 31 Juli 2026.
- PMTHMETD melalui konversi utang menjadi saham, disetujui RUPSLB 3 Juli 2026.
- Restrukturisasi wesel bayar (guaranteed equity-linked notes).

### Expansion projects

- Penambahan aset tetap Rp212.984 juta pada 8M 2026, terutama tanaman belum menghasilkan Rp161,58 miliar.
- Aset dalam pengerjaan Rp121.044 juta per 31 Agustus 2026 (jalan/jembatan Rp86,46 miliar, mesin Rp23,66 miliar, bangunan Rp5,78 miliar, peralatan kantor Rp5,15 miliar); estimasi selesai hingga Desember 2027.
- Fasilitas pinjaman AT hingga Rp450 miliar untuk program konversi karet menjadi kelapa sawit.
- Pengembangan plasma: BPP 250,60 ha (KPNP), BPP 6.096 ha (KUD SA, KUD Parit, Koptan), SNP 1.600 ha, MIB 300 ha.

### Management / control changes

- Poseidon Corporate Services Ltd menjadi pengendali baru dengan 55,64% saham per 31 Agustus 2026.
- Perubahan susunan Komite Audit: S. Hasiholan Hutabarat digantikan Aria Eddy Kertocahyono.
- DKB menggantikan ASD sebagai mitra ventura di BSU.

### Capital structure

- Penerbitan 14.505.112.734 saham Seri B (nilai nominal Rp100) melalui PMTHMETD.
- Jumlah saham beredar naik dari 2.500.162.344 (31 Des 2025) menjadi 17.005.275.078 (31 Agu 2026).
- Struktur pemegang saham 31 Agu 2026: Poseidon 55,64%, Unbounded Opportunities Fund 17,68%, PT Bakrie Capital Indonesia 5,21%, publik 21,47%.
- Harga konversi wesel menjadi saham Seri B: Rp300 per saham (kurs Rp16.981/USD).

### Listing / regulatory

- Perubahan Anggaran Dasar diterima Kemenkumham No. AHU-AH.01.03-0205229 tanggal 20 Juli 2026.
- Persetujuan RUPSLB untuk PMTHMETD (3 Juli 2026).
- Persetujuan pemegang wesel untuk restrukturisasi (26 Februari 2026).

### Analytical scenarios

- **Peningkatan ekuitas dari revaluasi** [derived_calculation, high]: Ekuitas pada 31 Agustus 2026 sebesar Rp2.762.259 juta, meningkat Rp8.301.019 juta dari defisiensi modal Rp5.538.760 juta pada 30 Juni 2026. Selisih ini lebih besar dari surplus revaluasi (Rp3.803.213 juta), menunjukkan ada faktor lain seperti PMTHMETD dan laba rugi berjalan.
  - Basis: Ekuitas 31 Agustus 2026: Rp2.762.259 juta; Ekuitas 30 Juni 2026: -Rp5.538.760 juta; Surplus revaluasi: Rp3.803.213 juta
  - Assumptions: Angka ekuitas dalam juta Rupiah; Perubahan ekuitas dihitung sebagai selisih sederhana
- **Rasio liabilitas terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas pada 31 Agustus 2026 adalah 1,68, dihitung dari total liabilitas Rp4.633.394 juta dibagi ekuitas Rp2.762.259 juta. Ini menunjukkan leverage yang lebih rendah dibandingkan 30 Juni 2026 yang negatif.
  - Basis: Total liabilitas 31 Agustus 2026: Rp4.633.394 juta; Total ekuitas 31 Agustus 2026: Rp2.762.259 juta
  - Assumptions: Rumus rasio = total liabilitas / total ekuitas
- **Dampak penerbitan saham terhadap modal** [derived_calculation, medium]: Penerbitan saham meningkatkan modal saham Rp1.450.511 juta (dari Rp1.484.859 juta menjadi Rp2.935.370 juta) dan tambahan modal disetor Rp2.901.023 juta (dari Rp5.772.554 juta menjadi Rp8.673.577 juta); total penerimaan Rp4.351.534 juta.
  - Basis: Modal saham 31 Des 2025: Rp1.484.859 juta; Modal saham 31 Agu 2026: Rp2.935.370 juta; Tambahan modal disetor 31 Des 2025: Rp5.772.554 juta; Tambahan modal disetor 31 Agu 2026: Rp8.673.577 juta
  - Assumptions: Selisih diatribusikan pada penerbitan saham baru
  - Caveats: Tidak ada rincian tambahan modal disetor dari sumber lain
- **Penurunan pinjaman jangka panjang** [derived_calculation, high]: Pinjaman jangka panjang turun Rp3.954.320 juta (dari Rp4.661.102 juta menjadi Rp706.782 juta), sekitar 84,8%, terutama dari konversi utang menjadi saham.
  - Basis: 4.661.102 - 706.782 = 3.954.320; 3.954.320 / 4.661.102 = 0,848
  - Assumptions: Angka dalam jutaan Rupiah
  - Caveats: Rincian lain tidak diungkapkan
- **Dilusi pemegang saham lama** [derived_calculation, high]: Jumlah saham beredar meningkat 6,8 kali lipat (dari 2,50 miliar menjadi 17,01 miliar); PT Bakrie Capital Indonesia naik dari 445,56 juta saham (17,82%) menjadi 886,79 juta saham (5,21%), menunjukkan dilusi signifikan.
  - Basis: Jumlah saham beredar 31 Des 2025: 2.500.162.344; Jumlah saham beredar 31 Agu 2026: 17.005.275.078; Kepemilikan BCI: 445.562.965 (17,82%) dan 886.785.948 (5,21%)
  - Assumptions: Penerbitan saham baru terutama dari konversi utang dan PMTHMETD
  - Caveats: Perhitungan berdasarkan perubahan jumlah saham dan persentase yang dilaporkan
- **Nilai konversi wesel bayar** [derived_calculation, medium]: Pokok wesel yang dikonversi USD75,99 juta setara sekitar Rp1,29 triliun (75,99 juta x Rp16.981); jumlah saham yang diterbitkan sekitar 4,30 miliar (Rp1,29 triliun / Rp300).
  - Basis: Pokok dikonversi: USD75,99 juta; Kurs: Rp16.981/USD; Harga konversi: Rp300/saham
  - Assumptions: Seluruh pokok USD75,99 juta dikonversi menjadi saham
  - Caveats: Jumlah saham aktual mungkin berbeda karena pembulatan
- **Tujuan komersial revaluasi** [analyst_hypothesis, medium]: Revaluasi aset kemungkinan bertujuan untuk memperbaiki struktur modal dan rasio keuangan, yang dapat mendukung akses pendanaan atau memenuhi persyaratan pencatatan. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai tujuan spesifik.
  - Basis: Tujuan dinyatakan untuk komersial dan memperbaiki rasio keuangan
  - Assumptions: Revaluasi aset sering digunakan untuk memperkuat ekuitas
  - Caveats: Tidak ada konfirmasi dari emiten mengenai penggunaan dana atau rencana pendanaan
- **Dampak pada kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, medium]: Perubahan dari defisiensi modal menjadi ekuitas positif dapat mengurangi risiko kelangsungan usaha, namun laba neto masih negatif pada 31 Agustus 2026, sehingga perbaikan ekuitas mungkin tidak langsung mencerminkan perbaikan operasional.
  - Basis: Ekuitas positif pada 31 Agustus 2026; Laba neto -Rp55.271 juta pada 31 Agustus 2026
  - Assumptions: Ekuitas positif dianggap lebih baik untuk kelangsungan usaha
  - Caveats: Laba neto negatif menunjukkan tantangan operasional
- **Tujuan PMTHMETD** [analyst_hypothesis, low]: PMTHMETD melalui konversi utang kemungkinan bertujuan memperbaiki struktur modal dan mengurangi leverage, namun belum dikonfirmasi.
  - Basis: Penerbitan saham melalui konversi utang
  - Assumptions: Konversi utang menjadi ekuitas mengurangi liabilitas
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit mengenai tujuan
- **Keberlanjutan usaha** [analyst_hypothesis, medium]: Meskipun covenant gagal sejak 2012, restrukturisasi dengan konversi utang dan revaluasi aset dapat menjadi langkah memperbaiki struktur modal, tetapi risiko kepatuhan tetap ada.
  - Basis: Covenant gagal sejak Juni 2012; Konversi utang disetujui 2026
  - Assumptions: Langkah restrukturisasi bertujuan memperbaiki posisi keuangan
  - Caveats: Tidak ada jaminan keberhasilan restrukturisasi

### Risks / uncertainties

- Laba neto masih negatif pada 31 Agustus 2026, menunjukkan tantangan operasional.
- Rasio likuiditas rendah (0,21) dan modal kerja negatif, menunjukkan potensi masalah likuiditas.
- Revaluasi aset dapat menimbulkan risiko pajak di masa depan meskipun tidak ditujukan untuk perpajakan.
- Tidak ada rincian mengenai jumlah saham baru dari PMTHMETD, sehingga dampak dilusi tidak dapat dinilai.
- Pelanggaran financial covenants sejak Juni 2012 dapat memicu percepatan pembayaran atau default.
- Gagal bayar bunga wesel sejak 2014, meskipun belum ada tindakan dari pemegang wesel.
- Kontinjensi kawasan hutan: GLP terindikasi masuk kawasan hutan; Perusahaan dan GLP masih menunggu respon Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan.
- Perkara MIB (gugatan strict liability kebakaran lahan 1.192 ha) kasasi ditolak, sedang peninjauan kembali.
- Eksposur valuta asing signifikan: liabilitas neto USD Rp3.815.225 juta; dampak 5% kurs sekitar Rp325,02 miliar.
- Saldo STP/SKPKB belum dibayar Rp24.084 juta; keberatan/banding belum diputuskan.
- Piutang lain-lain dari PT Amartya Arsa Pratama Rp495.030 juta telah diturunkan nilainya seluruhnya.
- Defisiensi modal besar (Rp2.762.259 juta) menunjukkan tekanan solvabilitas.

### Items to monitor

- Restrukturisasi utang melalui konversi menjadi saham dapat mempengaruhi struktur modal dan harga saham.
- Perubahan pengendali (Poseidon) dapat memicu persepsi pasar dan potensi perubahan strategi.
- Penerbitan saham baru (PMTHMETD) dapat menyebabkan dilusi dan mempengaruhi harga saham.

---

## UVCR

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) mengumumkan penyelesaian program pembelian kembali saham (buyback) yang dilaksanakan tanpa persetujuan RUPS berdasarkan POJK No. 13 Tahun 2023, karena kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Program dinyatakan selesai karena realisasi pembelian telah mencapai target yang direncanakan. Total saham yang dibeli kembali sebanyak 9.596.100 lembar (0,48% dari saham tercatat di BEI) dengan harga rata-rata Rp156 per saham, menggunakan dana Rp1.497.700.900. Transaksi dilakukan pada 10 dan 11 September 2026. Perusahaan menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Laporan disampaikan oleh Direktur Utama Hady Kuswanto pada 14 September 2026.

### Material changes

- UVCR menyelesaikan program pembelian kembali saham (buyback) tanpa persetujuan RUPS, berdasarkan POJK No. 13 Tahun 2023, karena kondisi pasar berfluktuasi signifikan.
- Penyelesaian buyback dilakukan karena realisasi pembelian telah mencapai target yang direncanakan.
- Tujuan buyback adalah mengoptimalisasi operasional Perseroan.
- Total saham yang dibeli kembali sebanyak 9.596.100 lembar saham.
- Persentase saham yang dibeli terhadap jumlah saham tercatat di BEI adalah 0,48%.
- Jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali saham adalah Rp1.497.700.900.
- Harga perolehan rata-rata saham buyback adalah Rp156 per saham.
- Transaksi pembelian dilakukan pada dua tanggal: 10 September 2026 (3.836.500 lembar) dan 11 September 2026 (5.759.600 lembar).
- Penghentian program buyback dilakukan karena realisasi telah mencapai target yang direncanakan dan sebagai langkah optimalisasi operasional.
- Emiten menyatakan bahwa penyelesaian program buyback tidak menimbulkan dampak material terhadap Perseroan.
- Laporan ini disampaikan untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai POJK 29/2023 dan peraturan terkait.
- Direksi menyatakan informasi yang disampaikan benar, lengkap, dan tidak menyesatkan.

### Key financial figures

- **total_saham_dibeli_kembali:** 9.596.100 (10-11 September 2026)
- **persentase_saham_dibeli_terhadap_saham_tercatat:** 0,48% (10-11 September 2026)
- **total_dana_buyback:** Rp1.497.700.900 (10-11 September 2026)
- **harga_perolehan_rata_rata:** Rp156 per saham (10-11 September 2026)
- **jumlah_saham_dibeli_tanggal_10_sep:** 3.836.500 lembar (10 September 2026)
- **harga_rata_rata_tanggal_10_sep:** Rp159 per saham (10 September 2026)
- **persentase_saham_dibeli_tanggal_10_sep:** 0,19% (10 September 2026)
- **biaya_pembelian_tanggal_10_sep:** Rp889.491.500 (10 September 2026)
- **jumlah_saham_dibeli_tanggal_11_sep:** 5.759.600 lembar (11 September 2026)
- **harga_rata_rata_tanggal_11_sep:** Rp153 per saham (11 September 2026)
- **persentase_saham_dibeli_tanggal_11_sep:** 0,29% (11 September 2026)
- **biaya_pembelian_tanggal_11_sep:** Rp2.299.100 (11 September 2026)

### Corporate actions

- Pembelian kembali saham (buyback) selesai dilaksanakan
- Penghentian program buyback karena target tercapai

### Capital structure

- Jumlah saham dibeli kembali: 9.596.100 lembar
- Persentase terhadap saham tercatat: 0,48%
- Harga perolehan rata-rata: Rp156 per saham

### Listing / regulatory

- Pelaksanaan buyback sesuai POJK 29/2023 dan POJK 13/2023
- Laporan disampaikan kepada OJK sebagai kewajiban keterbukaan informasi

### Analytical scenarios

- **Konsistensi harga rata-rata** [derived_calculation, high]: Harga rata-rata tertimbang dihitung dari total dana dibagi total saham: Rp1.497.700.900 / 9.596.100 = Rp156,08, dibulatkan menjadi Rp156. Ini konsisten dengan harga rata-rata yang dilaporkan.
  - Basis: Total dana Rp1.497.700.900; Total saham 9.596.100 lembar
  - Assumptions: Pembulatan ke rupiah terdekat
- **Total biaya transaksi** [derived_calculation, medium]: Biaya pembelian pada 10 September (Rp889.491.500) dan 11 September (Rp2.299.100) jika dijumlahkan menghasilkan Rp891.790.600, yang tidak sama dengan total dana Rp1.497.700.900. Ini menunjukkan bahwa kolom 'biaya pembelian' mungkin hanya sebagian dari total dana, atau ada komponen lain yang tidak dirinci.
  - Basis: Biaya 10 Sep: Rp889.491.500; Biaya 11 Sep: Rp2.299.100
  - Assumptions: Angka biaya yang tercantum adalah biaya langsung transaksi
  - Caveats: Kemungkinan ada biaya lain atau kesalahan pelaporan
- **Dampak terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: Dengan pembelian kembali 0,48% saham, dampak terhadap struktur modal dan kepemilikan diperkirakan kecil, namun tidak ada rincian jumlah saham beredar atau perubahan ekuitas yang disediakan.
  - Basis: Persentase 0,48% dari saham tercatat
  - Assumptions: Tidak ada perubahan lain dalam struktur modal
  - Caveats: Data tambahan diperlukan untuk analisis lebih lanjut

### Risks / uncertainties

- Ketidakjelasan mengenai total biaya pembelian yang tidak konsisten dengan total dana yang dilaporkan
- Tidak ada rincian dampak keuangan atau perubahan ekuitas dari buyback
- Tidak ada rincian jumlah saham, nilai, atau periode pembelian dalam dokumen utama, sehingga dampak kuantitatif tidak dapat dinilai.
- Perusahaan menyatakan tidak ada dampak material, namun pernyataan ini merupakan klaim emiten.

### Items to monitor

- Penyelesaian buyback dapat mempengaruhi jumlah saham beredar dan struktur modal, meskipun dampaknya kecil (0,48%).
- Penggunaan dana untuk buyback dapat mempengaruhi kas perusahaan, namun tidak ada rincian sumber dana.
- Tidak ada dampak material yang dinyatakan, namun investor perlu memantau perubahan ekuitas dan harga saham.

---

## VICO

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 1

### Overview

PT Victoria Investama Tbk. (VICO) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material yang belum diungkap, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana atas kepemilikan sahamnya. Surat ditandatangani oleh Direktur Utama Aldo Jusuf Tjahaja pada 14 September 2026.

### Material changes

- PT Victoria Investama Tbk. (VICO) menerima surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia nomor S-11650/BEI.PP2/09-2026 perihal volatilitas transaksi efek.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek sesuai Peraturan Nomor I-E Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, hingga 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkap kepada publik.
- Pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat ditandatangani oleh Direktur Utama Aldo Jusuf Tjahaja dan dihasilkan secara elektronik pada 14 September 2026 pukul 14:08.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek
- Tidak ada rencana korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 dalam surat
- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.
  - Basis: Jawaban poin 4
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024.
  - Basis: Jawaban poin 3
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI mungkin disebabkan oleh faktor pasar atau sentimen eksternal, namun tidak ada informasi spesifik dalam dokumen.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan volatilitas
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada saham VICO
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak tercantum (null), sehingga ketepatan waktu respons tidak dapat diverifikasi.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak menjamin tidak adanya informasi material; hanya menyatakan ketidaktahuan manajemen.
- Tidak ada rincian aktivitas pemegang saham tertentu; pernyataan hanya berdasarkan konfirmasi pemegang saham utama.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; pernyataan manajemen hanya bersifat konfirmasi ketidaktahuan.
- Tidak ada rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, sehingga tidak ada katalis korporasi yang diharapkan dalam waktu dekat.
- Volatilitas harga saham yang memicu permintaan BEI tidak dijelaskan penyebabnya oleh emiten.

---

## WGSH

**Window:** 2026-09-12 → 2026-09-14

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 12–14 September 2026, PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 21 Oktober 2026. Pengumuman pertama (14 September 2026 pukul 09:41) merupakan pemberitahuan awal tanpa agenda spesifik, sementara pengumuman kedua (14 September 2026 pukul 16:53) menyampaikan bukti iklan pemberitahuan RUPSLB yang memuat agenda parsial berupa persetujuan penggunaan dan pengalihan aset. Perubahan utama adalah konfirmasi jadwal RUPSLB dan indikasi agenda terkait aset, yang penting karena dapat berdampak pada struktur aset dan operasional perusahaan, meskipun detail nilai dan pihak transaksi belum diungkap.

### Material changes

- Rencana RUPSLB diumumkan, dengan jadwal pelaksanaan 21 Oktober 2026 dan DPS 28 September 2026 (pengumuman pertama).
- Bukti iklan pemberitahuan RUPSLB disampaikan, mengonfirmasi jadwal RUPSLB dan mengindikasikan agenda persetujuan penggunaan dan pengalihan aset (pengumuman kedua).

### Key financial figures

- **Jumlah saham pada laporan kepemilikan:** 205.000.000 (tidak disebutkan (kemungkinan per 2026-09-14 atau sekitar tanggal dokumen))

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan pada 21 Oktober 2026, dengan agenda yang terbaca parsial adalah persetujuan penggunaan dan pengalihan aset.

### Expansion projects

- Pengembangan Terminal Operating System untuk fasilitas ekspor dan impor kendaraan - nilai proyek, sumber dana, dan jadwal tidak diungkapkan.

### Capital structure

- Jumlah saham 205.000.000 lembar tercatat pada laporan kepemilikan, namun tidak jelas apakah ini perubahan atau total saham beredar.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB mengacu pada POJK 16/POJK.04/2020 tentang RUPS Perusahaan Terbuka Secara Elektronik.
- Usulan mata acara mengacu pada POJK 15/POJK.04/2020 dan Anggaran Dasar Perseroan.
- Pemenuhan POJK No. 15/POJK.04/2020 untuk pengumuman RUPSLB.

### Analytical scenarios

- **Rencana RUPSLB** [explicit_fact, high]: WGSH mengumumkan rencana RUPSLB pada 21 Oktober 2026 dengan DPS 28 September 2026.
  - Basis: Dokumen menyebutkan hari/tanggal RUPSLB dan DPS.
- **Publikasi iklan** [explicit_fact, high]: Iklan Pemberitahuan RUPSLB telah dimuat di tiga situs resmi pada tanggal yang sama, 14 September 2026.
  - Basis: Tabel media cetak pada dokumen
- **Jenis RUPS** [explicit_fact, high]: Lampiran menyebut 'RUPSLB', mengindikasikan agenda luar biasa, tetapi tidak ada rincian agenda.
  - Basis: Nama file lampiran: 'Bukti Iklan Pengumuman RUPSLB 2026.pdf'
- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, medium]: RUPSLB dijadwalkan 21 Oktober 2026 dengan recording date 16 September 2026, sesuai pengumuman.
  - Basis: Teks: 'Moring Date & Tine 2110 2026 09901030' dan 'Recor Date 6.092008' (interpretasi tanggal)
  - Assumptions: Angka '2110 2026' dibaca sebagai 21 Oktober 2026, '6.092008' sebagai 16 September 2026 (format tanggal tidak standar).
  - Caveats: Format tanggal ambigu, perlu verifikasi dari sumber resmi.
- **Agenda RUPSLB** [explicit_fact, medium]: Agenda RUPSLB terkait persetujuan penggunaan dan pengalihan aset, namun detail agenda tidak terbaca jelas.
  - Basis: Teks: 'persetujuan penggunaan dan pengalihan aset' (terbaca parsial)
  - Caveats: Kalimat terpotong, interpretasi dari fragmen.
- **Batas waktu usulan mata acara** [derived_calculation, medium]: Usulan mata acara harus diterima paling lambat 7 hari kalender sebelum pemanggilan, yaitu pada atau sebelum 22 September 2026 (29 September 2026 dikurangi 7 hari).
  - Basis: Teks: 'paling lambat 7 (tujuh) hari kalender sebelum Pemanggilan Rapat'; Pemanggilan pada 29 September 2026
  - Assumptions: Perhitungan kalender sederhana tanpa memperhitungkan hari libur.
  - Caveats: Tanggal 22 September 2026 adalah perkiraan; dokumen tidak menyebutkan tanggal pasti batas akhir.
- **Jumlah saham** [derived_calculation, medium]: Jumlah saham 205.000.000 lembar tercatat, namun tidak diketahui apakah ini total saham beredar atau bagian dari transaksi.
  - Basis: Teks: 'Number ot shares 205000000'
  - Assumptions: Angka tersebut adalah jumlah saham yang dilaporkan, bukan total saham beredar.
  - Caveats: Tidak ada konteks lebih lanjut.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: Karena dokumen tidak menyebutkan agenda spesifik, kemungkinan RUPSLB membahas aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham, seperti perubahan anggaran dasar, transaksi material, atau perubahan pengurus. Namun, hal ini belum terkonfirmasi.
  - Basis: RUPSLB umumnya digunakan untuk agenda luar biasa yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Assumptions: RUPSLB diadakan untuk agenda yang bersifat luar biasa.
  - Caveats: Tidak ada informasi agenda dalam dokumen; hipotesis ini hanya spekulasi.
- **Keterkaitan RUPSLB dengan pengembangan Terminal Operating System** [analyst_hypothesis, low]: Kemungkinan RUPSLB membahas persetujuan transaksi material terkait pengembangan Terminal Operating System, namun tidak ada konfirmasi.
  - Basis: Dokumen menyebutkan keterbukaan informasi tentang Terminal Operating System dan RUPSLB untuk pengalihan aset.
  - Assumptions: Aset yang dialihkan mungkin terkait proyek Terminal Operating System.
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit yang menghubungkan keduanya.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB belum diungkapkan secara jelas, sehingga aksi korporasi yang direncanakan tidak dapat diidentifikasi.
- Lokasi RUPSLB disebutkan 'bila sudah dapat diumumkan dan sesuai iklan', menandakan lokasi dapat berubah.
- Batas waktu usulan mata acara yang dihitung secara manual mungkin berbeda jika ada hari libur.
- Detail agenda RUPSLB tidak terbaca jelas, berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi pemegang saham.
- Informasi mengenai nilai transaksi, pihak terkait, dan dampak pengembangan Terminal Operating System tidak diungkapkan.
- Tanggal dan angka pada dokumen memiliki format tidak standar, memerlukan verifikasi.

### Items to monitor

- Pemanggilan Rapat pada 29 September 2026 yang akan memuat agenda RUPSLB secara lengkap.
- Pengumuman resmi mengenai agenda RUPSLB, termasuk detail transaksi pengalihan aset (nilai, pihak, dan dampak).
- Perkembangan proyek Terminal Operating System, termasuk nilai capex, sumber dana, dan jadwal.
- Perubahan struktur modal atau kepemilikan saham yang mungkin terkait dengan RUPSLB.
- Kepatuhan terhadap POJK 15/POJK.04/2020 dan POJK 16/POJK.04/2020.
