# Digest emiten IDX · 14–15 September 2026

**Covered:** 2026-09-14 → 2026-09-15
**Saved windows:** 1 (2026-09-14 → 2026-09-15)
**Companies:** 55

> Each ticker below is rendered from its own saved company digest. No cross-company LLM aggregation is performed.

---

## ADHI

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 14–15 September 2026, ADHI merilis dua pengumuman penting: (1) laporan hasil Public Expose Tahunan yang mengonfirmasi restrukturisasi utang dengan target penandatanganan MRA pada September 2026, rencana divestasi tiga entitas paling lambat 2027, serta pengakuan tekanan likuiditas dan penurunan ekuitas 65,8% akibat kerugian audited 2025 sebesar Rp5,5 triliun; dan (2) hasil RUPO Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 di mana seluruh tiga agenda (perubahan jatuh tempo, perubahan tingkat bunga, dan waiver bunga ke-17) ditolak oleh mayoritas besar pemegang obligasi. Secara korporasi, pengumuman ini menunjukkan ketegangan antara upaya manajemen untuk merestrukturisasi kewajiban dan penolakan kreditur, yang meningkatkan ketidakpastian likuiditas dan kelangsungan usaha.

### Material changes

- Restrukturisasi utang: target penandatanganan MRA pada September 2026, didukung Danantara.
- Rencana divestasi tiga entitas paling lambat 2027.
- Penurunan ekuitas 65,8% akibat kerugian audited 2025 sebesar Rp5,5 triliun.
- Kenaikan laba bersih Q2 2026 sebesar 12,6% ditopang pendapatan IDP LRT Jabodebek.
- Penolakan seluruh agenda RUPO oleh pemegang obligasi.
- Pengakuan tekanan likuiditas yang berdampak pada pembayaran mitra kerja.

### Key financial figures

- **Kenaikan laba bersih Q2 2026:** 12.6% (Q2 2026 vs Q2 2025 (implied))
- **Penurunan ekuitas:** 65.8% (Periode tidak disebutkan)
- **Kerugian Laporan Keuangan Audited 2025:** Rp5.5 Triliun (Tahun 2025)
- **Total obligasi beredar:** Rp2.463.800.000.000 (11 September 2026)
- **Kehadiran RUPO (nilai pokok):** Rp2.344.200.000.000 (11 September 2026)
- **Kehadiran RUPO (persentase):** 95.146% (11 September 2026)
- **Agenda 1: suara tidak setuju:** Rp2.321.200.000.000 (99.57%) (11 September 2026)
- **Agenda 2: suara tidak setuju:** Rp2.286.200.000.000 (99.48%) (11 September 2026)
- **Agenda 3: suara tidak setuju:** Rp2.177.200.000.000 (94.73%) (11 September 2026)

### Corporate actions

- Restrukturisasi utang dengan target penandatanganan MRA pada September 2026.
- Divestasi tiga entitas paling lambat 2027.
- Penataan portofolio (streamlining) untuk fokus pada bisnis inti konstruksi.
- RUPO Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022: seluruh agenda ditolak, ketentuan asli obligasi tetap berlaku.

### Capital structure

- PT Danantara Asset Management sebagai pemegang saham mayoritas.
- DER mendekati batas covenant (disebutkan dalam pertanyaan investor, tidak dikonfirmasi manajemen).
- Perubahan jatuh tempo obligasi (ditolak).
- Perubahan tingkat bunga obligasi (ditolak).
- Pengesampingan pelanggaran pembayaran bunga ke-17 (ditolak).

### Listing / regulatory

- Penyampaian laporan Public Expose sesuai Peraturan BEI Nomor I-E.
- RUPO memenuhi kuorum sesuai Pasal 10 ayat 7 huruf A angka (1) butir (a) Perjanjian Perwaliamanatan.
- Keputusan RUPO sah dan mengikat.

### Analytical scenarios

- **Penolakan seluruh agenda RUPO** [explicit_fact, high]: Pemegang obligasi menolak semua usulan perubahan jatuh tempo, tingkat bunga, dan waiver bunga ke-17.
  - Basis: Hasil voting: 99,57%, 99,48%, 94,73% tidak setuju
- **Persentase kehadiran RUPO** [derived_calculation, high]: Kehadiran 95,146% dihitung dari Rp2.344,2 miliar dibagi Rp2.463,8 miliar.
  - Basis: Rp2.344.200.000.000 / Rp2.463.800.000.000 = 0,95146
  - Assumptions: Total obligasi beredar Rp2.463,8 miliar sebagai denominator
- **Selisih suara hadir vs tidak setuju pada Agenda 1** [derived_calculation, medium]: Pada Agenda 1, selisih 10 miliar suara (2.331,2 - 2.321,2) menunjukkan hanya sebagian kecil pemegang yang setuju atau abstain.
  - Basis: 2.331.200.000.000 - 2.321.200.000.000 = 10.000.000.000
  - Assumptions: Selisih dianggap sebagai suara setuju karena tidak ada abstain
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan abstain
- **Kenaikan laba bersih Q2 2026** [derived_calculation, medium]: Kenaikan laba bersih 12,6% terutama dari pendapatan IDP LRT Jabodebek, bukan dari operasi inti, sehingga kualitas laba mungkin rendah dan tidak berkelanjutan.
  - Basis: Jawaban manajemen menyebut IDP sebagai penopang kenaikan laba; Kas operasi negatif dan tekanan likuiditas
  - Assumptions: IDP merupakan pendapatan non-operasional; Tanpa IDP, laba bersih mungkin turun
  - Caveats: Manajemen tidak memberikan rincian kontribusi IDP; Perbandingan dengan periode sebelumnya tidak tersedia
- **Penurunan ekuitas 65,8%** [derived_calculation, medium]: Penurunan ekuitas yang tajam (65,8%) kemungkinan besar terkait dengan kerugian besar tahun 2025 (Rp5,5 triliun) dan mungkin juga penyesuaian akuntansi lain, namun manajemen hanya menyebut impairment.
  - Basis: Manajemen menyatakan penurunan ekuitas disebabkan kerugian audited 2025; Kerugian Rp5,5 triliun terutama dari impairment
  - Assumptions: Tidak ada dividen atau transaksi lain yang mempengaruhi ekuitas; Kerugian 2025 belum sepenuhnya menjelaskan penurunan 65,8%
  - Caveats: Data ekuitas awal dan akhir tidak diberikan; Kemungkinan ada faktor lain yang tidak diungkap
- **Risiko likuiditas dan kelangsungan usaha** [analyst_hypothesis, medium]: Tekanan likuiditas yang diakui manajemen dapat mengganggu operasional dan pembayaran mitra kerja, namun restrukturisasi dan dukungan Danantara diharapkan menjadi mitigasi.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang dampak pada likuiditas dan solvabilitas; Kas operasi negatif; Rencana restrukturisasi
  - Assumptions: Restrukturisasi berhasil diselesaikan; Dukungan Danantara terealisasi
  - Caveats: Belum ada kepastian penandatanganan MRA; Dukungan pemegang saham belum final
- **Divestasi tiga entitas** [analyst_hypothesis, low]: Divestasi tiga entitas paling lambat 2027 dapat menghasilkan kas masuk, namun nilai dan dampaknya belum diketahui; bisa menjadi katalis positif jika aset dijual di atas nilai buku.
  - Basis: Rencana divestasi diumumkan manajemen; Tidak ada rincian entitas atau nilai
  - Assumptions: Entitas yang dijual memiliki nilai pasar yang wajar; Proses divestasi berjalan lancar
  - Caveats: Identitas entitas tidak diungkap; Nilai transaksi tidak disebutkan
- **LRT City dan kewajiban kontinjensi** [analyst_hypothesis, low]: Isu LRT City (konsumen belum terima unit sejak 2019) dapat menimbulkan kewajiban tambahan, namun due diligence dengan Danantara diharapkan memberikan solusi.
  - Basis: Pertanyaan investor tentang LRT City; Jawaban manajemen tentang koordinasi due diligence
  - Assumptions: Due diligence akan mengidentifikasi masalah dan solusi; Tidak ada kewajiban material yang belum diungkap
  - Caveats: Manajemen tidak memberikan rincian status proyek; Potensi dampak keuangan tidak diungkap
- **Kualitas neraca** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan utang usaha yang signifikan menunjukkan upaya penyelesaian kewajiban, tetapi bisa juga menekan mitra kerja dan rantai pasok.
  - Basis: Manajemen menyebut utang usaha turun signifikan; Tekanan pembayaran ke vendor diakui
  - Assumptions: Penurunan utang usaha bukan karena penghapusan; Mitra kerja tetap mampu bertahan
  - Caveats: Angka penurunan tidak diberikan; Dampak pada operasional tidak diukur
- **Dukungan Danantara** [analyst_hypothesis, low]: Dukungan Danantara sebagai pemegang saham mayoritas dapat memberikan kepastian pendanaan, namun bentuk dan besaran belum jelas.
  - Basis: Manajemen menyebut dukungan Danantara; Koordinasi untuk due diligence LRT City
  - Assumptions: Danantara akan menyuntikkan dana atau memberikan jaminan; Dukungan sesuai dengan kerangka penyehatan BUMN
  - Caveats: Tidak ada rincian bentuk dukungan; Keputusan masih dalam proses
- **Fokus bisnis inti** [analyst_hypothesis, medium]: Streamlining portofolio dan fokus ke konstruksi dapat meningkatkan efisiensi, tetapi divestasi aset non-inti mungkin memakan waktu dan mengurangi diversifikasi pendapatan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang fokus bisnis inti; Rencana divestasi
  - Assumptions: Divestasi tidak mengganggu operasi; Bisnis inti konstruksi memiliki prospek
  - Caveats: Tidak ada target keuangan dari fokus ini; Kondisi industri konstruksi tidak dibahas
- **Implikasi penolakan terhadap restrukturisasi utang** [analyst_hypothesis, low]: Penolakan seluruh agenda dapat mengindikasikan ketidaksepakatan pemegang obligasi terhadap syarat restrukturisasi yang diajukan, berpotensi memicu risiko gagal bayar atau negosiasi ulang.
  - Basis: Agenda mencakup perubahan jatuh tempo dan waiver bunga
  - Assumptions: Penolakan mencerminkan ketidakpuasan terhadap syarat yang diajukan
  - Caveats: Belum ada informasi dampak lanjutan; Perubahan bisa juga bersifat teknis

### Risks / uncertainties

- Risiko gagal restrukturisasi utang
- Tekanan likuiditas dan solvabilitas
- Keterlambatan pembayaran kepada mitra kerja
- Risiko eksekusi divestasi
- Kewajiban kontinjensi terkait LRT City
- Ketergantungan pada dukungan Danantara
- Risiko penurunan ekuitas lebih lanjut
- Risiko pelanggaran covenant (DER mendekati batas)
- Seluruh usulan perubahan jatuh tempo, tingkat bunga, dan waiver bunga ditolak, sehingga ketentuan asli obligasi tetap berlaku.
- Tidak ada informasi mengenai langkah emiten selanjutnya setelah penolakan.
- Dokumen tidak menyebutkan alasan penolakan secara eksplisit.
- Status pembayaran bunga ke-17 tidak jelas (apakah sudah dibayar atau belum).

### Items to monitor

- Penandatanganan MRA dan hasil restrukturisasi utang.
- Bentuk dan realisasi dukungan Danantara.
- Identitas dan nilai divestasi tiga entitas.
- Status pembayaran bunga ke-17 obligasi.
- Langkah lanjutan emiten pasca-penolakan RUPO.
- Perkembangan due diligence LRT City.
- Perubahan ekuitas dan posisi solvabilitas.
- Kepatuhan terhadap covenant utang.

---

## AGRO

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menerbitkan pemanggilan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 7 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB di Menara BRILiaN Lantai 19, Jakarta Selatan. RUPSLB memiliki dua agenda: (1) persetujuan perubahan Anggaran Dasar (termasuk penyesuaian threshold kewenangan) dan (2) perubahan susunan pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi). Recording date ditetapkan pada 14 September 2026. Pemanggilan ini merupakan pengumuman awal dan merujuk pada pemberitahuan sebelumnya No. B.355/DIR.02/CSC/08/2026 tanggal 31 Agustus 2026. Rincian substansi perubahan anggaran dasar dan identitas pengurus yang berubah tidak diungkapkan dalam dokumen. Terdapat indikasi bahwa RUPSLB terkait dengan pengunduran diri anggota pengurus, karena perseroan wajib menyelenggarakan RUPS paling lambat 90 hari setelah pengunduran diri, dan keterbukaan informasi terkait perubahan susunan pengurus telah disampaikan ke OJK pada 14 Juli 2026.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB, di Menara BRILiaN Lantai 19, Jl. Gatot Subroto No. 177A, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan 12870.
- Recording date (Daftar Pemegang Saham) yang berhak hadir ditetapkan pada Senin, 14 September 2026.
- Agenda pertama RUPSLB: persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan, termasuk penyesuaian threshold kewenangan.
- Agenda kedua RUPSLB: perubahan susunan pengurus Perseroan (Dewan Komisaris dan Direksi).
- Rapat dilaksanakan secara elektronik melalui eASY.KSEI dan fisik di tempat rapat.
- Batas akhir pemberian kuasa melalui eASY.KSEI: Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 12.00 WIB.
- Batas akhir penyerahan surat kuasa fisik ke BAE PT Datindo Entrycom: Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 16.15 WIB.
- Perseroan wajib melaksanakan RUPS paling lambat 90 hari setelah diterimanya surat pengunduran diri anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi, sesuai POJK No. 33/2014 dan Anggaran Dasar Pasal 11 ayat 17 huruf b.
- Keterbukaan informasi terkait perubahan susunan pengurus telah disampaikan melalui SPE OJK pada 14 Juli 2026.
- Pemanggilan ini merujuk pada surat pemberitahuan sebelumnya No. B.355/DIR.02/CSC/08/2026 tanggal 31 Agustus 2026.
- Surat pemanggilan bernomor B.399/DIR.02/CSC/09/2026, diterbitkan pada 15 September 2026.
- Dokumen diunggah secara elektronik pada 15 September 2026 pukul 17:41 oleh Ajeng Putri Hapsari selaku Kepala Divisi.
- Rapat diselenggarakan sesuai POJK No. 14 Tahun 2025 dan Peraturan KSEI No. XI-B Tahun 2022.
- Perseroan berwenang menentukan jumlah pemegang saham yang hadir fisik berdasarkan first-in, first-served.
- Pemegang saham yang tidak terakomodasi fisik dapat hadir elektronik melalui eASY.KSEI.

### Corporate actions

- RUPSLB dengan agenda perubahan Anggaran Dasar (termasuk penyesuaian threshold kewenangan) dan perubahan susunan pengurus.

### Management / control changes

- Perubahan susunan pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi) menjadi agenda RUPSLB, namun rincian nama dan posisi tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Keterbukaan informasi terkait perubahan susunan pengurus telah disampaikan ke OJK pada 14 Juli 2026.

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB merupakan kewajiban keterbukaan informasi sesuai regulasi bursa.
- RUPS wajib dilaksanakan paling lambat 90 hari setelah pengunduran diri anggota Dewan Komisaris/Direksi, sesuai POJK No. 33/2014 dan Anggaran Dasar Pasal 11 ayat 17 huruf b.
- Rapat diselenggarakan sesuai POJK No. 14 Tahun 2025 dan Peraturan KSEI No. XI-B Tahun 2022.

### Analytical scenarios

- **Batas waktu RUPS 90 hari** [derived_calculation, medium]: Jika keterbukaan informasi pada 14 Juli 2026 dianggap sebagai tanggal penerimaan surat pengunduran diri, maka batas 90 hari jatuh sekitar 12 Oktober 2026. RUPS dijadwalkan 7 Oktober 2026, masih dalam batas waktu.
  - Basis: Tanggal keterbukaan informasi 14 Juli 2026; Tanggal RUPS 7 Oktober 2026
  - Assumptions: Tanggal penerimaan surat pengunduran diri sama dengan tanggal keterbukaan informasi
  - Caveats: Tanggal pasti penerimaan surat pengunduran diri tidak disebutkan
- **Perubahan pengurus terkait pengunduran diri** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan susunan pengurus kemungkinan terkait dengan pengunduran diri atau penggantian anggota Dewan Komisaris/Direksi, karena perseroan wajib menyelenggarakan RUPS paling lambat 90 hari setelah pengunduran diri.
  - Basis: Mata acara 2 RUPSLB; Kewajiban RUPS 90 hari setelah pengunduran diri; Keterbukaan informasi 14 Juli 2026
  - Assumptions: Ada pengunduran diri yang memicu RUPS
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai siapa yang mengundurkan diri
- **Substansi perubahan anggaran dasar** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan anggaran dasar, termasuk penyesuaian threshold kewenangan, kemungkinan bertujuan untuk menyelaraskan dengan praktik tata kelola atau kebutuhan bisnis, namun detail belum tersedia.
  - Basis: Penjelasan mata acara 1 RUPSLB
  - Caveats: Tidak ada rincian threshold yang diubah

### Risks / uncertainties

- Substansi perubahan anggaran dasar dan perubahan pengurus belum diungkapkan, sehingga dampaknya terhadap operasional dan struktur perusahaan belum dapat dinilai.
- Tidak ada informasi mengenai mekanisme pemungutan suara atau kuorum yang disyaratkan untuk agenda RUPSLB.
- Identitas pengurus yang berubah belum diungkapkan.
- Tanggal pasti pengunduran diri tidak disebutkan.
- Kapasitas ruangan terbatas, pemegang saham fisik dibatasi first-in, first-served.
- Keterlambatan registrasi elektronik menyebabkan tidak dihitung kuorum.

### Items to monitor

- Perubahan anggaran dasar dan susunan pengurus dapat mempengaruhi tata kelola dan arah strategis perseroan, namun detail belum tersedia sehingga dampaknya belum dapat dinilai.
- Kepatuhan terhadap kewajiban RUPS 90 hari menunjukkan perseroan berupaya memenuhi regulasi, namun ketidakjelasan substansi perubahan menimbulkan ketidakpastian.

---

## AKKU

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) menyampaikan materi Public Expose Insidentil secara sukarela kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat nomor 006/AKKU-PUBEX/IX/2026 tanggal 15 September 2026. Public Expose direncanakan pada 18 September 2026. Materi paparan mengungkapkan bahwa saham AKKU disuspensi BEI sejak 1 April 2026 akibat dua opini Disclaimer berturut-turut atas Laporan Keuangan 31 Desember 2024 dan 2025. Manajemen melaporkan perbaikan opini menjadi Wajar Dengan Pengecualian untuk periode 30 Juni 2026 oleh auditor baru, dengan catatan kekurangan bukti pada piutang non-usaha dan uang muka, serta kerugian berjalan Rp2,55 miliar dan akumulasi rugi Rp304,41 miliar yang menimbulkan ketidakpastian kelangsungan usaha. Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, atau perubahan pengurus/pengendali yang diungkapkan dalam materi paparan.

### Material changes

- Emiten PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) menyampaikan materi Public Expose Insidentil melalui surat nomor 006/AKKU-PUBEX/IX/2026 tanggal 15 September 2026.
- Public Expose Insidentil direncanakan berdasarkan surat Perseroan No 002/AKKU-PUBEX/IX/2026 tanggal 04 September 2026.
- Latar belakang pelaksanaan Public Expose adalah sukarela (voluntary), bukan permintaan Bursa Efek Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan.
- Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary Irwan Suryadi.
- Suspensi efek oleh BEI diumumkan pada 1 April 2026 melalui pengumuman No. Peng-SPT-00002/BEI.PP1/04-2026, karena 2 kali berturut-turut opini Disclaimer atas Laporan Keuangan 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2025.
- Opini Disclaimer 31 Desember 2025 diberikan oleh KAP Ruslim & Ruslim karena auditor tidak mendapat cukup bukti atas banyak pos, termasuk kas, piutang, persediaan, aset tetap, utang, beban usaha, dan pendapatan lain.
- Untuk periode 30 Juni 2026, auditor KAP Irfan Waluyo & Rekan memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian karena kekurangan bukti pada akun piutang non-usaha dan uang muka.
- Laporan keuangan konsolidasian 30 Juni 2026 mencatat rugi periode berjalan Rp2.551.182.601 dan akumulasi rugi Rp304.408.446.343, menimbulkan ketidakpastian material atas kelangsungan usaha.
- Perseroan didirikan tahun 2001 sebagai PT Aneka Kemasindo (produsen kemasan plastik), IPO 18 Oktober 2004 dengan 80.000.000 saham Rp100 per saham, tercatat di BEI 1 November 2004.
- Akuisisi PT Permata Nusantara Hotelindo (jasa manajemen hotel) pada Juni 2015; perubahan nama menjadi PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk pada Oktober 2016.
- PUT I dengan HMETD pada 25 November 2016 meningkatkan jumlah saham menjadi 6.449.463.636; pengendali menjadi PT Eka Mandiri Anugerah Sejahtera (EMAS).
- Struktur grup: anak usaha PT Permata Nusantara Hotelindo, PT Kagum Maha Karya Jaya, PT Kamala Khan Maha Investasi.
- Komposisi pemegang saham per 30 Juni 2026: PT Renaldijaya Ekainti 1.036.756.100 saham, PT Bintang Bersinar Cemerlang 721.187.100, PT Gema Busana Raya 394.611.900, PT Korek Api Guna Mandiri 358.795.300, masyarakat 3.938.113.236 saham.
- Visi perusahaan menjadi perusahaan bertaraf internasional di industri pariwisata berbasis perhotelan dan properti.
- Nilai perusahaan: integritas, teamwork, profesionalisme, inovasi, keunggulan.
- Tidak ada informasi mengenai guidance, target pendapatan, capex, kapasitas, utilisasi, pipeline proyek, backlog, atau strategi komersial dalam dokumen.
- Tidak ada informasi mengenai sumber pendanaan baru, utang bank, refinancing, covenant, atau kebutuhan modal.
- Tidak ada informasi mengenai produk/segmen baru, ekspor, geografis, atau perubahan mix bisnis.
- Tidak ada informasi mengenai risiko eksekusi, sensitivitas komoditas/FX/suku bunga.
- Tidak ada informasi mengenai target harga saham atau rekomendasi investasi.

### Key financial figures

- **Pendapatan Usaha (Jasa Manajemen):** 3.757 (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **Pendapatan:** 3.757 (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **Beban Pokok Pendapatan:** 4 (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **Laba Kotor:** 3.753 (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **Beban Usaha:** 4.035 (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **Pendapatan (Beban) Lain:** (2.269) (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **Laba (Rugi) Periode Berjalan:** (2.551) (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **Aset Lancar:** 655.708 (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **Aset Tidak Lancar:** 38.919 (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **Jumlah Aset:** 694.627 (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **Liabilitas Jangka Pendek:** 232.276 (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **Liabilitas Jangka Panjang:** 71.882 (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **Jumlah Liabilitas:** 304.158 (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **Jumlah Ekuitas:** 390.469 (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **Jumlah Liabilitas dan Ekuitas:** 694.627 (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **Rugi Periode Berjalan (konsolidasian):** 2.551.182.601 (30 Juni 2026)
- **Akumulasi Rugi:** 304.408.446.343 (30 Juni 2026)
- **Jumlah Saham:** 6.449.463.636 (Setelah PUT I 25 November 2016)
- **Harga IPO per saham:** 100 (18 Oktober 2004)
- **Jumlah saham IPO:** 80.000.000 (18 Oktober 2004)
- **Kepemilikan PT Renaldijaya Ekainti:** 1.036.756.100 (Per 30 Juni 2026)
- **Kepemilikan PT Bintang Bersinar Cemerlang:** 721.187.100 (Per 30 Juni 2026)
- **Kepemilikan PT Gema Busana Raya:** 394.611.900 (Per 30 Juni 2026)
- **Kepemilikan PT Korek Api Guna Mandiri:** 358.795.300 (Per 30 Juni 2026)
- **Kepemilikan Masyarakat:** 3.938.113.236 (Per 30 Juni 2026)

### Management / control changes

- Susunan pengurus per 18 September 2026: Presiden Komisaris Dharmithea Kiemas Hamidy Wilhelmina, Komisaris Independen (nama tidak jelas), Direktur Heni Supartini, Presiden Direktur Irwan Suryadi.

### Capital structure

- Jumlah saham 6.449.463.636 setelah PUT I 25 November 2016.
- Pengendali: PT Eka Mandiri Anugerah Sejahtera (EMAS) sejak PUT I.
- Komposisi pemegang saham per 30 Juni 2026: Renaldijaya Ekainti 1.036.756.100, Bintang Bersinar Cemerlang 721.187.100, Gema Busana Raya 394.611.900, Korek Api Guna Mandiri 358.795.300, Masyarakat 3.938.113.236.

### Listing / regulatory

- Suspensi efek oleh BEI No. Peng-SPT-00002/BEI.PP1/04-2026 tanggal 1 April 2026.
- Opini Disclaimer atas LK 31 Desember 2024 dan 2025.
- Opini Wajar Dengan Pengecualian atas LK 30 Juni 2026.

### Analytical scenarios

- **Rasio utang terhadap ekuitas** [derived_calculation, medium]: Jumlah liabilitas Rp304,158 miliar dibagi ekuitas Rp390,469 miliar menghasilkan rasio sekitar 0,78, menunjukkan struktur modal lebih banyak ekuitas.
  - Basis: Jumlah Liabilitas 30 Jun 2026: 304.158; Jumlah Ekuitas 30 Jun 2026: 390.469
  - Assumptions: Angka dalam juta rupiah
  - Caveats: Rasio dihitung dari angka yang disajikan, tidak ada informasi tambahan
- **Margin laba kotor** [derived_calculation, medium]: Laba kotor Rp3,753 miliar dibagi pendapatan Rp3,757 miliar menghasilkan margin kotor sekitar 99,9%, sangat tinggi karena beban pokok hanya Rp4 juta.
  - Basis: Laba Kotor 30 Jun 2026: 3.753; Pendapatan 30 Jun 2026: 3.757
  - Assumptions: Angka dalam juta rupiah
  - Caveats: Beban pokok sangat kecil, mungkin tidak mencerminkan biaya penuh
- **Rugi per saham** [derived_calculation, low]: Rugi periode Rp2,551 miliar dibagi 6,449 miliar saham menghasilkan rugi per saham sekitar Rp0,395.
  - Basis: Rugi Periode Berjalan 30 Jun 2026: 2.551; Jumlah saham: 6.449.463.636
  - Assumptions: Jumlah saham tidak berubah sejak PUT I
  - Caveats: Jumlah saham mungkin berubah, tidak ada informasi terbaru
- **Perubahan rugi periode** [derived_calculation, high]: Rugi periode meningkat dari Rp707 juta (30 Jun 2025) menjadi Rp2,551 miliar (30 Jun 2026), kenaikan sekitar 260%.
  - Basis: Rugi 30 Jun 2025: 707; Rugi 30 Jun 2026: 2.551
  - Assumptions: Angka dalam juta rupiah
- **Perubahan pendapatan** [derived_calculation, high]: Pendapatan naik dari Rp3,566 miliar (30 Jun 2025) menjadi Rp3,757 miliar (30 Jun 2026), kenaikan sekitar 5,4%.
  - Basis: Pendapatan 30 Jun 2025: 3.566; Pendapatan 30 Jun 2026: 3.757
  - Assumptions: Angka dalam juta rupiah
- **Rasio lancar** [derived_calculation, medium]: Aset lancar Rp655,708 miliar dibagi liabilitas jangka pendek Rp232,276 miliar menghasilkan rasio lancar sekitar 2,82, menunjukkan likuiditas jangka pendek yang kuat.
  - Basis: Aset Lancar 30 Jun 2026: 655.708; Liabilitas Jangka Pendek 30 Jun 2026: 232.276
  - Assumptions: Angka dalam juta rupiah
  - Caveats: Rasio lancar tidak memperhitungkan kualitas aset
- **Perubahan beban lain** [derived_calculation, high]: Beban lain meningkat drastis dari Rp78 juta (30 Jun 2025) menjadi Rp2,269 miliar (30 Jun 2026), kenaikan sekitar 2.808%.
  - Basis: Pendapatan (Beban) Lain 30 Jun 2025: (78); Pendapatan (Beban) Lain 30 Jun 2026: (2.269)
  - Assumptions: Angka dalam juta rupiah
- **Perubahan beban usaha** [derived_calculation, high]: Beban usaha turun dari Rp4,369 miliar (30 Jun 2025) menjadi Rp4,035 miliar (30 Jun 2026), penurunan sekitar 7,6%.
  - Basis: Beban Usaha 30 Jun 2025: 4.369; Beban Usaha 30 Jun 2026: 4.035
  - Assumptions: Angka dalam juta rupiah
- **Tujuan Public Expose** [analyst_hypothesis, low]: Public Expose Insidentil sukarela biasanya dilakukan untuk mengkomunikasikan informasi material atau perkembangan bisnis tertentu kepada publik dan investor. Namun, tanpa isi materi paparan, tujuan spesifik tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Surat pengantar menyatakan latar belakang sukarela, bukan permintaan regulator.
  - Assumptions: Praktik umum emiten di Indonesia
  - Caveats: Tidak ada informasi dari materi paparan yang dilampirkan.
- **Keterbatasan Informasi** [analyst_hypothesis, high]: Surat ini hanya merupakan dokumen administratif pengantar. Seluruh substansi informasi berada pada lampiran 'Paparan Publik 2026 - AKKU Insidental.pdf' yang tidak disertakan dalam teks dokumen yang dianalisis.
  - Basis: Teks dokumen hanya berisi pengantar dan metadata.
  - Assumptions: Lampiran tidak tersedia dalam dokumen yang diberikan.
  - Caveats: Analisis lebih lanjut memerlukan akses ke file lampiran.

### Risks / uncertainties

- Opini Disclaimer dua tahun berturut-turut menyebabkan suspensi saham
- Ketidakpastian kelangsungan usaha (going concern) karena akumulasi rugi besar
- Kekurangan bukti audit pada piutang non-usaha dan uang muka
- Rugi periode berjalan yang meningkat signifikan
- Tidak ada informasi tentang rencana perbaikan atau pendanaan

### Items to monitor

- Suspensi saham yang berkepanjangan dapat membatasi likuiditas perdagangan dan mempengaruhi akses emiten ke pasar modal.
- Opini audit yang membaik dari Disclaimer menjadi Wajar Dengan Pengecualian dapat menjadi sinyal positif, namun ketidakpastian kelangsungan usaha tetap menjadi perhatian utama.
- Tidak ada informasi mengenai rencana aksi korporasi atau strategi perbaikan yang dapat menjadi katalis bagi investor.

---

## APEX

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) menerbitkan pemanggilan RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 7 Oktober 2026. RUPSLB memiliki tiga agenda: (1) persetujuan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar untuk mengubah klasifikasi saham menjadi Seri A (nominal Rp500) dan Seri B (nominal Rp325); (2) persetujuan PMTHMETD dengan menerbitkan 218.090.317 saham Seri B baru (nominal Rp325) yang penyetorannya melalui kompensasi hak tagih pihak ketiga/kreditor; (3) pemberian kuasa kepada Direksi untuk melaksanakan keputusan. Pemanggilan ini merupakan pengumuman awal (undangan resmi) dan belum ada keputusan final karena masih menunggu persetujuan RUPSLB.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB, di Function Room, Residence 8, Lantai 7, Jl. Senopati No. 8B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12190.
- Recording date (DPS) untuk RUPSLB adalah 14 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Agenda 1: Persetujuan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar untuk mengubah klasifikasi saham menjadi Seri A dengan nilai nominal Rp500 per saham dan Seri B dengan nilai nominal Rp325 per saham.
- Agenda 2: Persetujuan PMTHMETD dengan menerbitkan 218.090.317 saham Seri B baru, nilai nominal Rp325 per saham, penyetoran melalui kompensasi hak tagih pihak ketiga/kreditor terhadap Perseroan.
- PMTHMETD dilakukan dalam rangka memperbaiki posisi keuangan, sesuai POJK No. 32/POJK.04/2015 jo. POJK No. 14/POJK.04/2019.
- Agenda 3: Pemberian kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi untuk melaksanakan keputusan RUPSLB, termasuk membuat akta dan mengurus persetujuan kepada pihak berwenang.
- Saat ini modal dasar Perseroan terdiri dari 6.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham.
- Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam DPS pada 14 September 2026 pukul 16.00 WIB.
- Kehadiran fisik dibatasi maksimal 30 orang; pemegang saham lain dapat hadir secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI.
- Batas akhir penyerahan surat kuasa asli untuk kehadiran fisik adalah 6 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.
- Pemanggilan ini merupakan undangan resmi dan sah; tidak ada undangan khusus yang dikirim.
- Surat pemanggilan bernomor 255/DIR-IX/2026, dikirim 15 September 2026 oleh Corporate Secretary Frieda Salvantina.
- Rujukan surat pemberitahuan sebelumnya: No. 241/DIR-VIII/2026 tanggal 31 Agustus 2026.

### Key financial figures

- **nilai_nominal_saham_seri_a:** 500 (usulan (setelah RUPSLB))
- **nilai_nominal_saham_seri_b:** 325 (usulan (setelah RUPSLB))
- **jumlah_saham_baru_pmthmetd:** 218090317 (rencana)
- **total_nilai_nominal_pmthmetd:** 70879353025 (rencana (218.090.317 x Rp325))
- **modal_dasar_jumlah_saham:** 6000000000 (saat ini (sebelum RUPSLB))

### Corporate actions

- PMTHMETD (private placement) dengan penerbitan 218.090.317 saham Seri B baru
- Perubahan klasifikasi saham menjadi Seri A dan Seri B dengan nilai nominal berbeda
- Penyetoran saham melalui kompensasi hak tagih kreditor (debt-to-equity swap)
- Perubahan anggaran dasar (Pasal 4)

### Capital structure

- Modal dasar saat ini: 6.000.000.000 saham, nilai nominal Rp500 per saham
- Rencana penerbitan 218.090.317 saham Seri B baru dengan nilai nominal Rp325 per saham
- PMTHMETD akan menyebabkan penambahan jumlah saham beredar dan potensi dilusi bagi pemegang saham existing
- Penyetoran melalui kompensasi hak tagih kreditor menunjukkan restrukturisasi liabilitas

### Listing / regulatory

- Pemanggilan RUPSLB sesuai POJK No. 15/POJK.04/2020 dan POJK No. 14 Tahun 2025
- PMTHMETD mengacu pada POJK No. 32/POJK.04/2015 jo. POJK No. 14/POJK.04/2019
- Penyelenggaraan RUPSLB secara elektronik melalui eASY.KSEI

### Analytical scenarios

- **Total nilai nominal PMTHMETD** [derived_calculation, high]: 218.090.317 saham × Rp325 = Rp70.879.353.025. Ini adalah nilai nominal agregat, bukan harga pelaksanaan atau nilai kompensasi utang.
  - Basis: 218.090.317 saham; Rp325 per saham
  - Assumptions: Perhitungan aritmetika sederhana
  - Caveats: Nilai kompensasi utang aktual belum diungkapkan
- **Tujuan PMTHMETD** [analyst_hypothesis, low]: PMTHMETD dengan setoran kompensasi hak tagih pihak ketiga mengindikasikan restrukturisasi liabilitas, kemungkinan untuk memperbaiki struktur modal atau mengatasi tekanan likuiditas, namun tujuan resmi belum diumumkan.
  - Basis: Agenda 2 PMTHMETD; Setoran berupa kompensasi hak tagih
  - Assumptions: Praktik umum konversi utang menjadi saham
  - Caveats: Tujuan resmi belum diumumkan; Identitas kreditur tidak diungkapkan
- **Dampak dilusi** [analyst_hypothesis, low]: Penerbitan 218 juta saham baru akan mendilusi pemegang saham eksisting, tetapi besaran dilusi tidak dapat dihitung tanpa data jumlah saham beredar saat ini.
  - Basis: Jumlah saham baru 218.090.317
  - Assumptions: Jumlah saham beredar saat ini tidak tersedia
  - Caveats: Data jumlah saham beredar tidak ada

### Risks / uncertainties

- Risiko dilusi bagi pemegang saham eksisting akibat penerbitan saham baru
- Ketidakpastian identitas dan jumlah hak tagih pihak ketiga yang dikompensasikan
- Persetujuan RUPSLB belum diperoleh; keputusan belum final
- Perubahan klasifikasi saham dapat mempengaruhi struktur kepemilikan dan hak suara
- Kepatuhan terhadap POJK No. 32/POJK.04/2015 dan perubahannya perlu diverifikasi
- Keterbatasan kapasitas fisik (30 orang) dapat membatasi partisipasi langsung

### Items to monitor

- Penerbitan saham baru melalui PMTHMETD dapat menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham existing.
- Perubahan klasifikasi saham menjadi dua seri dengan nilai nominal berbeda dapat mempengaruhi struktur modal dan hak-hak pemegang saham.
- Kompensasi hak tagih kreditor menjadi saham dapat mengubah struktur liabilitas dan ekuitas Perseroan.

---

## ARGO

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 3

### Overview

Selama periode 14–15 September 2026, PT Argo Pantes Tbk (ARGO) menerbitkan tiga pengumuman: (1) perubahan Corporate Secretary yang efektif per 14 atau 15 September 2026 (terdapat inkonsistensi tanggal antara dokumen utama dan lampiran), dengan Humprey menggantikan Elizabeth Maryana; (2) dua versi Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) koreksi per 30 Juni 2026 yang menunjukkan struktur kepemilikan stabil, free float sekitar 7,56%–9,39%, dan tidak ada treasury stock. Perubahan Corporate Secretary merupakan aksi korporasi manajemen yang penting karena mengganti pejabat kunci dan menambah peran Direktur, sementara LBRE koreksi menegaskan tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham atau pengendali.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary dari Elizabeth Maryana menjadi Humprey, efektif 14 atau 15 September 2026 (inkonsistensi tanggal).
- Humprey juga diangkat sebagai Direktur (berdasarkan lampiran pengumuman perubahan Corporate Secretary).
- Tidak ada perubahan material pada struktur pemegang saham, pengendali, atau treasury stock berdasarkan LBRE koreksi.

### Corporate actions

- Perubahan Corporate Secretary (manajemen/control change).

### Management / control changes

- Corporate Secretary: Elizabeth Maryana digantikan oleh Humprey, efektif 14 September 2026 (dokumen utama) atau 15 September 2026 (lampiran).
- Humprey juga menjabat sebagai Direktur (berdasarkan lampiran).
- Alasan perubahan: reorganisasi internal (berdasarkan lampiran).
- Dasar pengangkatan: Keputusan Direksi No. 008/Kpts-Dir/ARP/IX/2026 tanggal 11 September 2026.

### Capital structure

- Total saham tercatat: 3.174.339.029 saham (per 30 Juni 2026, dari LBRE koreksi).
- Treasury stock: 0 saham (per 30 Juni 2026, dari LBRE koreksi).
- Free float: 7,56% (bulan ini) dan 7,57% (bulan sebelumnya) menurut pengumuman 20260915165353; 9,39% (bulan ini dan sebelumnya) menurut pengumuman 20260915171742.
- Kepemilikan pengendali: 100% (tidak ada perubahan).
- Kepemilikan afiliasi: 0% (tidak ada perubahan).

### Listing / regulatory

- Keterbukaan informasi perubahan Corporate Secretary disampaikan untuk memenuhi POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
- LBRE koreksi disampaikan sesuai Peraturan Bursa dan ketentuan terkait.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: Pengumuman resmi menyatakan perubahan Corporate Secretary dari Elizabeth Maryana menjadi Humprey, efektif 14 September 2026 menurut dokumen utama, tetapi lampiran menyebutkan efektif 15 September 2026 dengan alasan reorganisasi internal dan Humprey diangkat sebagai Direktur & Corporate Secretary.
  - Basis: Tabel 'Jenis Baru Lama' pada halaman 1 dokumen utama; Lampiran surat keterbukaan informasi No. 260/L-Dir/ARP/IX/2026
  - Caveats: Inkonsistensi tanggal efektif antara dokumen utama dan lampiran.
- **Dasar hukum pengangkatan** [explicit_fact, high]: Penggantian didasarkan pada Keputusan Direksi No. 008/Kpts-Dir/ARP/IX/2026 tanggal 11 September 2026.
  - Basis: Surat keterbukaan informasi lampiran menyebutkan keputusan direksi tersebut.
- **Struktur pemegang saham per 30 Juni 2026** [explicit_fact, high]: Pemegang saham dengan kepemilikan >=5%: ARGO MANUNGGAL LAND DEVELOPMENT (1.229.818.254 saham, 38,74%), KUKUH MANUNGGAL PROPERTINDO (510.175.438 saham, 16,07%), TREVOR GLOBAL LTD (422.807.017 saham, 13,32%), PT ARGO MANUNGGAL TRIASTA (384.722.470 saham, 12,12%), dan Masyarakat lainnya (626.815.850 saham, 19,75%). Total saham tercatat: 3.174.339.029.
  - Basis: LBRE koreksi per 30 Juni 2026 (pengumuman 20260915165353 dan 20260915171742)
  - Caveats: Data dari ekstraksi PDF yang mungkin mengandung kesalahan OCR.
- **Free float dan treasury stock** [explicit_fact, high]: Free float bulan ini 7,56% dan bulan sebelumnya 7,57% (pengumuman 20260915165353); free float 9,39% (pengumuman 20260915171742). Treasury stock 0 saham pada kedua pengumuman.
  - Basis: Tabel free float pada halaman 7 dan 16 (pengumuman 20260915165353); Tabel free float pada pengumuman 20260915171742
  - Caveats: Terdapat perbedaan angka free float antara dua pengumuman koreksi.
- **Perkiraan jumlah saham free float** [derived_calculation, medium]: Dengan total saham 3.174.339.029 dan free float 7,56%, perkiraan jumlah saham free float bulan ini sekitar 239.980.000 saham (3.174.339.029 x 7,56%). Untuk free float 9,39%, perkiraan sekitar 298.070.000 saham (3.174.339.029 x 9,39%).
  - Basis: Total saham 3.174.339.029 dari LBRE; Persentase free float 7,56% dan 9,39% dari LBRE
  - Assumptions: Total saham yang digunakan adalah 3.174.339.029 saham.; Persentase free float dihitung dari total saham.
  - Caveats: Angka pasti jumlah saham free float tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen.; Perbedaan persentase free float antara dua pengumuman koreksi.
- **Alasan perubahan Corporate Secretary** [analyst_hypothesis, low]: Alasan perubahan tidak disebutkan dalam dokumen utama; lampiran menyebutkan 'reorganisasi internal' tanpa detail. Kemungkinan terkait rotasi internal atau efisiensi operasional, namun tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Tidak ada penjelasan alasan dalam pengumuman utama; Lampiran menyebutkan 'reorganisasi internal'
  - Assumptions: Perubahan tersebut merupakan keputusan manajemen
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan dari sumber lain
- **Perbedaan free float antara dua LBRE koreksi** [analyst_hypothesis, low]: Perbedaan free float (7,56% vs 9,39%) antara dua pengumuman koreksi yang sama-sama berposisi 30 Juni 2026 mungkin disebabkan oleh perbedaan metodologi perhitungan atau koreksi data, namun tidak dapat dipastikan tanpa dokumen asli yang lebih jelas.
  - Basis: Pengumuman 20260915165353 menyebut free float 7,56%; Pengumuman 20260915171742 menyebut free float 9,39%
  - Assumptions: Kedua pengumuman merujuk pada posisi yang sama (30 Juni 2026)
  - Caveats: Kemungkinan kesalahan OCR atau perbedaan interpretasi data

### Risks / uncertainties

- Inkonsistensi tanggal efektif perubahan Corporate Secretary antara dokumen utama (14 September 2026) dan lampiran (15 September 2026).
- Alasan spesifik reorganisasi internal tidak dijelaskan.
- Tidak ada informasi tentang latar belakang atau kualifikasi Corporate Secretary baru.
- Perbedaan angka free float antara dua pengumuman LBRE koreksi (7,56% vs 9,39%).
- Data ekstraksi PDF mungkin mengandung kesalahan OCR atau format tidak konsisten.

### Items to monitor

- Klarifikasi tanggal efektif perubahan Corporate Secretary dari emiten.
- Detail reorganisasi internal yang menjadi alasan perubahan Corporate Secretary.
- Klarifikasi perbedaan free float antara dua LBRE koreksi.
- Laporan bulanan registrasi pemegang efek berikutnya untuk memantau perubahan kepemilikan.

---

## ASII

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Astra International Tbk (ASII) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan 2026 yang diselenggarakan pada 10 September 2026. Dalam paparan tersebut, manajemen mengumumkan rencana Voluntary Tender Offer (VTO) atas saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dengan harga Rp3.600 per saham, target tambahan kepemilikan 4,95%, dan perkiraan dana ±Rp858 miliar yang berasal dari kas internal. Selain itu, ASII mengalokasikan capex dan investasi 2026 sebesar Rp35,6 triliun, dengan realisasi H1 2026 ±Rp16,9 triliun termasuk akuisisi tambang emas PT Arafura Surya Alam oleh Grup UT senilai ±Rp11,7 triliun. Manajemen juga menyampaikan target dividen payout ratio 45–50%, proyeksi pasar roda empat 2026 ±850 ribu unit (Gaikindo), dan pasar roda dua 6,4–6,7 juta unit (AISI). Dokumen pengumuman utama dan beberapa lampiran hanya berisi surat pengantar dan daftar hadir, sehingga data keuangan lengkap tidak tersedia.

### Material changes

- ASII menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan melalui surat No. 002/IR/IX/2026 tanggal 15 September 2026, merujuk pada rencana penyelenggaraan No. 001/IR/IX/2026 tanggal 07 September 2026.
- Public Expose 2026 diselenggarakan pada 10 September 2026, dihadiri 158 peserta (tidak termasuk manajemen/karyawan) menurut surat pengantar, dan 170 peserta terdaftar dalam daftar hadir lampiran 4.
- ASII mengumumkan rencana Voluntary Tender Offer (VTO) atas saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dengan harga penawaran Rp3.600 per saham dan target tambahan kepemilikan 4,95%.
- Jika target VTO tercapai, total dana yang dikeluarkan diperkirakan sekitar Rp858 miliar, dan kepemilikan Astra di AUTO meningkat dari sekitar 80% menjadi sekitar 84,95%.
- AUTO akan tetap memenuhi ketentuan free float sebesar 15% setelah VTO; Astra tidak berencana mengubah status AUTO sebagai perusahaan tercatat.
- Pendanaan VTO berasal dari kas internal Perseroan, dengan menjaga neraca tetap kuat dan sehat.
- Alokasi capex dan investasi 2026 sebesar Rp35,6 triliun, terdiri dari sekitar Rp15 triliun maintenance capex dan sekitar Rp20 triliun investasi.
- Realisasi capex dan investasi H1 2026 mencapai sekitar Rp16,9 triliun, termasuk sekitar Rp11,7 triliun untuk akuisisi tambang emas PT Arafura Surya Alam oleh Grup UT dan sekitar Rp5,2 triliun untuk capex rutin (terutama pembelian alat berat).
- Fokus bisnis pada tiga Core Businesses (Otomotif, Jasa Keuangan, Solusi Pertambangan & Alat Berat) yang berkontribusi sekitar 90% terhadap laba Astra; alokasi modal diprioritaskan ke ketiga bisnis tersebut.
- RKAB batubara turun sekitar 20% dari volume tahun sebelumnya; revisi RKAB ditetapkan dengan peningkatan 5% dari total volume target pelanggan.
- Tambang emas Martabe kembali beroperasi sejak Mei 2026, mendukung potensi perbaikan kinerja segmen Solusi Pertambangan & Alat Berat di H2 2026.
- Pasar roda empat Januari–Agustus 2026 mencapai hampir 600 ribu unit (tumbuh sekitar 20% YoY); Gaikindo memproyeksikan pasar roda empat 2026 sekitar 850 ribu unit.
- Pasar roda dua Januari–Agustus 2026 mencapai sekitar 4,3 juta unit (tumbuh sekitar 2,2%); AISI memproyeksikan pasar roda dua 2026 sekitar 6,4–6,7 juta unit.
- Target dividend payout ratio sekitar 45–50%; Astra juga dapat melakukan share buyback secara berkala jika valuasi saham menarik.
- Astra tetap terbuka pada peluang investasi di Wider Businesses jika memenuhi kriteria investasi, namun tidak dalam skala signifikan.
- Portfolio review masih berlangsung; Astra akan mengomunikasikan perkembangan lebih lanjut jika ada hasil konkret.
- Manajemen optimistis terhadap prospek kinerja 2026, dengan Otomotif dan Jasa Keuangan tetap resilien, dan MSHE berpotensi membaik di H2 2026.
- Risiko yang disebutkan: dampak El Niño terhadap pasar roda dua, penurunan RKAB mineral, dan kesulitan akuisisi aset nikel/geothermal.

### Key financial figures

- **Harga penawaran VTO AUTO:** 3600 (2026)
- **Target tambahan kepemilikan VTO AUTO:** 4.95% (2026)
- **Total dana VTO AUTO:** Rp858 miliar (2026)
- **Kepemilikan Astra di AUTO saat ini:** ±80% (2026)
- **Kepemilikan Astra di AUTO setelah VTO:** ±84.95% (2026)
- **Laba AUTO saat ini:** Rp2,2–2,3 triliun (2026)
- **Tambahan kontribusi laba dari VTO AUTO:** Rp110–115 miliar (2026)
- **Alokasi capex dan investasi 2026:** Rp35,6 triliun (2026)
- **Realisasi capex dan investasi H1 2026:** Rp16,9 triliun (H1 2026)
- **Capex rutin H1 2026:** Rp5,2 triliun (H1 2026)
- **Akuisisi PT Arafura Surya Alam oleh UT:** Rp11,7 triliun (H1 2026)
- **Sisa alokasi modal H2 2026:** ±Rp19 triliun (H2 2026)
- **Maintenance capex 2026:** ±Rp15 triliun (2026)
- **Investasi 2026:** ±Rp20 triliun (2026)
- **Penurunan RKAB batubara:** ±20% (2026)
- **Revisi RKAB (kenaikan dari target pelanggan):** 5% (2026)
- **Pasar roda empat Jan–Agu 2026:** ±600 ribu unit (Jan–Agu 2026)
- **Pertumbuhan pasar roda empat YoY:** ±20% (Jan–Agu 2026)
- **Pasar roda empat Agustus 2026:** ±81 ribu unit (Agustus 2026)
- **Proyeksi pasar roda empat 2026 (Gaikindo):** ±850 ribu unit (2026)
- **Pasar roda dua Jan–Agu 2026:** ±4,3 juta unit (Jan–Agu 2026)
- **Pertumbuhan pasar roda dua YoY:** ±2.2% (Jan–Agu 2026)
- **Proyeksi pasar roda dua 2026 (AISI):** 6,4–6,7 juta unit (2026)
- **Target dividend payout ratio:** 45–50% (2026)

### Corporate actions

- Voluntary Tender Offer (VTO) atas saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dengan harga Rp3.600/saham, target tambahan kepemilikan 4,95%, dana ±Rp858 miliar, pendanaan kas internal.
- Akuisisi tambang emas PT Arafura Surya Alam oleh Grup UT (nilai ±Rp11,7 triliun, termasuk dalam realisasi capex H1 2026).
- Portfolio review berkelanjutan; potensi divestasi atau kemitraan untuk Wider Businesses.
- Kebijakan dividen payout ratio 45–50%.
- Potensi share buyback jika valuasi menarik.
- Tidak ada rencana mengubah status AUTO sebagai perusahaan tercatat.

### Expansion projects

- Alokasi capex dan investasi 2026: Rp35,6 triliun (maintenance capex ±Rp15 triliun, investasi ±Rp20 triliun).
- Realisasi H1 2026: Rp16,9 triliun (capex rutin Rp5,2 triliun, akuisisi Arafura Rp11,7 triliun).
- Sisa alokasi H2 2026: ±Rp19 triliun, mayoritas untuk tiga Core Businesses.
- Fokus investasi pada tiga Core Businesses; Wider Businesses hanya jika memenuhi kriteria.
- Investasi nikel: dua aset sudah dimiliki, mencari tambahan sesuai kriteria.
- Geothermal: risiko tinggi, pengembangan tergantung kebijakan pemerintah.

### Capital structure

- Kepemilikan Astra di AUTO saat ini ±80%, setelah VTO menjadi ±84,95%.
- Free float AUTO tetap 15% setelah VTO.
- Status pengendali Astra di AUTO tidak berubah.
- Pendanaan VTO dari kas internal.

### Listing / regulatory

- VTO AUTO akan memenuhi ketentuan free float 15%.
- AUTO tetap tercatat di bursa; tidak ada rencana delisting.
- Portfolio review akan dikomunikasikan sesuai ketentuan berlaku.

### Analytical scenarios

- **Tambahan kontribusi laba VTO** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan laba AUTO Rp2,2–2,3 triliun, tambahan kepemilikan 4,95% menghasilkan tambahan kontribusi laba sekitar Rp110–115 miliar (4,95% x Rp2,2–2,3 triliun).
  - Basis: Laba AUTO Rp2,2–2,3 triliun; Tambahan kepemilikan 4,95%
  - Assumptions: Laba AUTO tidak berubah signifikan setelah VTO
  - Caveats: Angka laba AUTO adalah kisaran, bukan angka pasti
- **Sisa alokasi modal H2 2026** [derived_calculation, high]: Sisa alokasi modal = Rp35,6 triliun - Rp16,9 triliun = Rp18,7 triliun, dibulatkan menjadi sekitar Rp19 triliun.
  - Basis: Alokasi total Rp35,6 triliun; Realisasi H1 Rp16,9 triliun
  - Assumptions: Tidak ada perubahan alokasi
  - Caveats: Pembulatan manajemen
- **Penurunan RKAB** [derived_calculation, medium]: Penurunan awal 25% kemudian revisi naik 5% dari target pelanggan menghasilkan penurunan bersih sekitar 20% dari volume tahun sebelumnya.
  - Basis: Penurunan awal 25%; Revisi naik 5%
  - Assumptions: Revisi 5% dari target pelanggan, bukan dari volume tahun sebelumnya
  - Caveats: Manajemen menyatakan 'sekitar 20%'
- **Dampak VTO terhadap laba** [analyst_hypothesis, low]: VTO meningkatkan kepemilikan, sehingga proporsi laba AUTO yang dikonsolidasikan ke ASII bertambah, tetapi dampak terhadap laba bersih konsolidasi mungkin tidak langsung karena adanya kepentingan non-pengendali.
  - Basis: Kepemilikan naik dari 80% ke 84,95%
  - Assumptions: Tidak ada perubahan metode konsolidasi
  - Caveats: Perlu analisis lebih lanjut
- **Risiko eksekusi VTO** [analyst_hypothesis, medium]: Target VTO 4,95% mungkin tidak tercapai jika pemegang saham minoritas tidak menjual seluruhnya; free float 15% harus dipertahankan.
  - Basis: Target tambahan 4,95%; Free float minimum 15%
  - Assumptions: Partisipasi pemegang saham
  - Caveats: Hasil tender tidak pasti
- **Proyeksi pasar roda empat** [analyst_hypothesis, medium]: Dengan pasar Jan–Agu 600 ribu unit, untuk mencapai 850 ribu unit dibutuhkan rata-rata 62,5 ribu unit per bulan pada Sep–Des, lebih rendah dari rata-rata 75 ribu unit per bulan Jan–Agu, sehingga proyeksi tampak dapat dicapai.
  - Basis: Pasar Jan–Agu 600 ribu unit; Proyeksi 850 ribu unit
  - Assumptions: Pola musiman normal
  - Caveats: Risiko El Niño dan kompetisi
- **Dampak RKAB terhadap MSHE** [analyst_hypothesis, medium]: Penurunan RKAB 20% akan menekan volume produksi dan pendapatan, tetapi manajemen berupaya mitigasi melalui peningkatan produktivitas dan penurunan biaya operasi.
  - Basis: Penurunan RKAB 20%; Pernyataan manajemen
  - Assumptions: Tidak ada perubahan signifikan harga batubara
  - Caveats: Realisasi revisi RKAB belum pasti
- **Kebijakan dividen** [analyst_hypothesis, medium]: Target payout ratio 45–50% menunjukkan komitmen terhadap pemegang saham, tetapi realisasi bergantung pada kinerja laba dan kebutuhan kas.
  - Basis: Target payout ratio 45–50%
  - Assumptions: Laba 2026 tidak turun drastis
  - Caveats: Keputusan akhir oleh RUPS

### Risks / uncertainties

- Penurunan RKAB batubara sekitar 20% dari tahun lalu, membatasi volume produksi dan menekan pendapatan MSHE.
- Risiko El Niño pada akhir tahun dapat mempengaruhi pasar roda dua.
- Industri nikel sudah sangat masif, sulit mendapatkan aset sesuai kriteria; mineral juga mengalami penurunan RKAB.
- Akuisisi aset geothermal memiliki risiko sangat tinggi dan bergantung pada kebijakan pemerintah.
- Kompetisi dari pemain baru menekan pangsa pasar roda empat.
- Ketidakpastian hasil VTO AUTO (target 4,95% mungkin tidak tercapai).

### Items to monitor

- Rencana VTO AUTO menunjukkan komitmen Astra untuk meningkatkan kepemilikan di anak usaha, yang dapat berdampak pada konsolidasi laba dan struktur kepemilikan.
- Alokasi capex dan investasi 2026 sebesar Rp35,6 triliun, dengan realisasi H1 Rp16,9 triliun, menunjukkan aktivitas ekspansi yang signifikan, terutama di sektor pertambangan.
- Target dividen payout ratio 45–50% dan potensi buyback dapat menjadi sinyal positif bagi pemegang saham.
- Proyeksi pasar otomotif yang tumbuh (roda empat ±20% YoY) dapat mendukung kinerja segmen otomotif.
- Penurunan RKAB batubara ±20% dapat menekan kinerja segmen Solusi Pertambangan & Alat Berat, meskipun ada potensi perbaikan dari operasi Martabe.

---

## BBTN

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 2

### Overview

Dalam periode 14–15 September 2026, BBTN merilis dua pengumuman: (1) hasil pemeringkatan tahunan PEFINDO atas dua efek utang yang diterbitkan 2025, dan (2) laporan hasil Public Expose Tahunan 2026. Tidak ada aksi korporasi baru, ekspansi, atau perubahan struktur modal yang diumumkan. Yang berubah adalah penegasan peringkat kredit (idAAA/Stable korporasi, idAAA untuk obligasi sosial, idAA untuk subordinasi) serta konfirmasi target pertumbuhan kredit 8–10% yoy 2026 yang dipertahankan meski realisasi Juni 2026 mencapai 11,2% yoy, didorong akuisisi portofolio Kredit Pensiunan dari Bank SMBC Indonesia. Spin-off UUS menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN) dinyatakan selesai dan diklaim menjadi bank syariah nomor 2 di Indonesia. Penting secara korporasi karena menegaskan profil kredit dan arah strategi tanpa perubahan fundamental.

### Material changes

- Penegasan peringkat kredit oleh PEFINDO: korporasi idAAA/Stable, obligasi sosial idAAA/Stable, obligasi subordinasi idAA/Stable.
- Target pertumbuhan kredit 2026 dipertahankan 8–10% yoy meskipun realisasi Juni 2026 mencapai 11,2% yoy.
- Akuisisi portofolio Kredit Pensiunan dari Bank SMBC Indonesia disebut sebagai pendorong pertumbuhan kredit di atas target.
- Spin-off UUS BTN menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN) dinyatakan selesai dan diklaim menjadi bank syariah nomor 2 di Indonesia.
- Tidak ada rencana dividen interim; target dividen payout ratio 20% sesuai RBB.

### Key financial figures

- **Jumlah Pokok Obligasi Berwawasan Sosial:** 300.000.000.000 (2025 (penerbitan Tahap I Tahun 2025, rating 2026))
- **Jumlah Pokok Obligasi Subordinasi:** 2.000.000.000.000 (2025 (penerbitan Tahap I Tahun 2025, rating 2026))
- **Target pertumbuhan kredit:** 8-10 (2026 (yoy, RKAP/RBB awal))
- **Realisasi pertumbuhan kredit:** 11.2 (Juni 2026 (yoy))
- **Target dividen payout ratio:** 20 (RBB)

### Corporate actions

- Akuisisi portofolio Kredit Pensiunan dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk (selesai, nilai tidak diungkap)
- Spin-off UUS BTN menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN) (selesai)

### Management / control changes

- Adityo Kusumo sebagai Direktur Finance & Strategy, efektif setelah persetujuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan OJK

### Listing / regulatory

- Pemeringkatan tahunan efek oleh PEFINDO untuk tahun 2026
- Peringkat idAAA untuk obligasi berwawasan sosial
- Peringkat idAA untuk obligasi subordinasi
- Peringkat korporasi idAAA/Stable
- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sesuai Peraturan BEI Nomor I-E (Kep-00087/BEI/12-2025)

### Analytical scenarios

- **Peringkat kredit** [explicit_fact, high]: PEFINDO memberikan peringkat idAAA/Stable untuk obligasi sosial dan idAA/Stable untuk obligasi subordinasi, serta menegaskan peringkat korporasi idAAA/Stable untuk periode 4 September 2026–1 September 2027.
  - Basis: Pengumuman 20260914190801
- **Target pertumbuhan kredit** [explicit_fact, high]: Manajemen mempertahankan target pertumbuhan kredit 8-10% yoy untuk 2026 meskipun realisasi Juni 2026 mencapai 11,2% yoy.
  - Basis: Pengumuman 20260915153335
- **Akuisisi portofolio** [explicit_fact, high]: Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi didorong oleh akuisisi portofolio Kredit Pensiunan dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk.
  - Basis: Pengumuman 20260915153335
- **Spin-off UUS** [explicit_fact, high]: Spin-off UUS BTN menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN) telah selesai dan BSN diklaim menjadi bank syariah nomor 2 di Indonesia.
  - Basis: Pengumuman 20260915153335
- **Total pokok efek utang** [derived_calculation, high]: Total pokok kedua efek utang adalah Rp2.300.000.000.000 (Rp300 miliar + Rp2 triliun).
  - Basis: Pengumuman 20260914190801
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana dari dua angka pokok obligasi
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit bahwa total ini mewakili seluruh efek utang BBTN
- **Selisih realisasi vs target pertumbuhan kredit** [derived_calculation, high]: Realisasi pertumbuhan kredit Juni 2026 (11,2%) melampaui batas atas target RKAP (10%) sebesar 1,2 poin persentase.
  - Basis: Pengumuman 20260915153335
  - Assumptions: Selisih dihitung terhadap batas atas target
- **Implikasi peringkat** [analyst_hypothesis, low]: Peringkat idAAA untuk obligasi senior dan idAA untuk subordinasi mencerminkan peringkat yang lebih rendah untuk subordinasi, yang umum terjadi karena risiko subordinasi lebih tinggi.
  - Basis: Pengumuman 20260914190801
  - Assumptions: Praktik umum pemeringkatan
  - Caveats: Tidak ada penjelasan rinci dari PEFINDO dalam dokumen ini
- **Dampak akuisisi portofolio terhadap pertumbuhan kredit** [analyst_hypothesis, medium]: Akuisisi portofolio Kredit Pensiunan dari Bank SMBC Indonesia kemungkinan menjadi kontributor utama pertumbuhan kredit di atas target, namun tanpa data nilai portofolio, tidak dapat diukur dampaknya secara kuantitatif.
  - Basis: Pengumuman 20260915153335
  - Assumptions: Akuisisi bersifat non-organik dan tidak berkelanjutan
  - Caveats: Nilai akuisisi tidak diungkap
- **Efisiensi BSN pasca spin-off** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen mengharapkan penurunan BOPO dan cost income ratio BSN seiring skala ekonomi, tetapi tidak memberikan angka target atau baseline. Dampak terhadap laba grup belum terukur.
  - Basis: Pengumuman 20260915153335
  - Assumptions: Skala ekonomi akan tercapai
  - Caveats: Tidak ada angka kuantitatif
- **Selektivitas kredit dan perlambatan MBR** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen menyiratkan risiko perlambatan KPR MBR, sehingga target pertumbuhan kredit dijaga konservatif. Ini bisa mengindikasikan kekhawatiran terhadap daya beli atau kebijakan subsidi perumahan.
  - Basis: Pengumuman 20260915153335
  - Assumptions: Perlambatan berlanjut
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif perlambatan
- **Dividen payout ratio** [analyst_hypothesis, medium]: Target 20% adalah indikasi awal, tetapi keputusan akhir akan bergantung pada RUPS dan aspirasi pemegang saham, sehingga dapat berubah.
  - Basis: Pengumuman 20260915153335
  - Assumptions: RUPS dapat mengubah target
  - Caveats: Tidak ada kepastian
- **Kinerja BSN sebagai bank syariah nomor 2** [analyst_hypothesis, low]: Klaim BSN sebagai bank syariah nomor 2 di Indonesia dalam 1 tahun perlu diverifikasi dengan data industri, tetapi menunjukkan pertumbuhan signifikan pasca spin-off.
  - Basis: Pengumuman 20260915153335
  - Assumptions: Peringkat berdasarkan aset atau laba
  - Caveats: Belum ada data pembanding
- **Kebutuhan pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Tidak ada informasi mengenai kebutuhan modal, refinancing, atau covenant. Pertumbuhan kredit 8-10% mungkin memerlukan pendanaan tambahan, tetapi tidak diungkap.
  - Basis: Pengumuman 20260915153335
  - Assumptions: Pertumbuhan kredit membutuhkan dana
  - Caveats: Tidak ada informasi
- **Risiko eksekusi spin-off** [analyst_hypothesis, low]: Keberhasilan spin-off bergantung pada kemampuan BSN mengelola ekosistem syariah dan kemitraan. Risiko eksekusi tidak diungkap secara eksplisit.
  - Basis: Pengumuman 20260915153335
  - Assumptions: Kemitraan berjalan lancar
  - Caveats: Tidak ada detail

### Risks / uncertainties

- Penurunan sertifikasi wawasan sosial dapat memicu percepatan pelunasan atau kenaikan kupon obligasi.
- Peringkat dapat berubah di masa depan karena peristiwa yang tidak diantisipasi.
- PEFINDO tidak melakukan audit atau verifikasi independen atas data yang diberikan.
- Tidak ada informasi tentang perubahan peringkat dari tahun sebelumnya.
- Tidak ada rincian tentang tujuan penerbitan obligasi atau penggunaan dana.
- Perlambatan pertumbuhan KPR segmen MBR dapat mempengaruhi target kredit
- Target dividen dapat berubah sesuai keputusan RUPS
- Efisiensi BSN belum terukur secara kuantitatif
- Akuisisi portofolio tidak berkelanjutan sebagai sumber pertumbuhan
- Tidak ada informasi mengenai risiko komoditas, FX, atau suku bunga

### Items to monitor

- Nilai dan detail akuisisi portofolio Kredit Pensiunan dari Bank SMBC Indonesia
- Perkembangan kinerja BSN pasca spin-off, termasuk BOPO dan cost income ratio
- Keputusan RUPS terkait dividen payout ratio
- Perubahan peringkat kredit di periode berikutnya
- Sertifikasi wawasan sosial obligasi dan potensi percepatan pelunasan
- Realisasi pertumbuhan kredit hingga akhir 2026
- Persetujuan OJK untuk Adityo Kusumo sebagai Direktur Finance & Strategy

---

## BJBR

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 14–15 September 2026, BJBR menyampaikan dua pengumuman terkait hasil pemeringkatan tahunan oleh PEFINDO. Pengumuman pertama (14 September) menyampaikan hasil pemeringkatan secara umum, dan pengumuman kedua (15 September) merupakan laporan hasil pemeringkatan yang lebih rinci, termasuk faktor yang mempengaruhi penurunan peringkat. Secara korporasi, perubahan penting adalah penurunan peringkat perusahaan dan seluruh instrumen utang yang dipantau satu tingkat, dengan outlook STABLE. Penurunan peringkat ini mencerminkan penilaian PEFINDO terhadap profil risiko BJBR, yang antara lain dipengaruhi oleh kualitas aset. Hal ini penting karena dapat mempengaruhi persepsi investor, biaya pendanaan, dan akses pasar modal BJBR di masa depan. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan pengurus yang disebutkan dalam kedua pengumuman.

### Material changes

- Peringkat perusahaan BJBR diturunkan dari idAA/Stable menjadi idAA-/Stable.
- Peringkat seluruh instrumen utang yang dipantau diturunkan satu tingkat: PUB Obligasi Keberlanjutan dari idAA menjadi idAA-, PUB Surat Berharga Perpetual dari idA menjadi idA-, Obligasi Keberlanjutan Tahap I/II dari idAA menjadi idAA-, Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II/III/IV dari idA+ menjadi idA, Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I dari idA menjadi idA-, dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Seri C dari idAA menjadi idAA-.
- Outlook seluruh efek adalah STABLE.
- Periode pemeringkatan mayoritas efek adalah 9 September 2026 hingga 1 September 2027, kecuali Obligasi Berkelanjutan I Tahap III 2019 Seri C yang hanya sampai 18 Oktober 2026 (jatuh tempo).
- Penurunan peringkat antara lain dipengaruhi oleh kualitas aset bank bjb.

### Key financial figures

- **Nilai maksimum PUB Obligasi Keberlanjutan:** 2.000.000.000.000 (2026-09-09 s.d. 2027-09-01)
- **Nilai maksimum PUB Surat Berharga Perpetual:** 3.000.000.000.000 (2026-09-09 s.d. 2027-09-01)
- **Nilai Obligasi Keberlanjutan Tahap I/II:** 1.932.415.000.000 (2026-09-09 s.d. 2027-09-01)
- **Nilai Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II/III/IV:** 3.767.730.000.000 (2026-09-09 s.d. 2027-09-01)
- **Nilai maksimum Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I:** 1.000.000.000.000 (2026-09-09 s.d. 2027-09-01)
- **Nilai Obligasi Berkelanjutan I Tahap III 2019 Seri C:** 74.000.000.000 (2026-09-09 s.d. 2026-10-18)
- **Nilai pokok Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III Tahap I 2021 Seri B:** 621.000.000.000 (2026-09-09)
- **Nilai pokok Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III Tahap II 2022 Seri A:** 399.910.000.000 (2026-09-09)
- **Nilai pokok Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III Tahap II 2022 Seri B:** 600.090.000.000 (2026-09-09)
- **Nilai pokok Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap I 2020 Seri B:** 368.000.000.000 (2026-09-09)
- **Nilai pokok Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV Tahap I 2024 Seri A:** 744.265.000.000 (2026-09-09)
- **Nilai pokok Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV Tahap I 2024 Seri B:** 697.045.000.000 (2026-09-09)
- **Nilai pokok Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I 2024 Seri A:** 200.000.000.000 (2026-09-09)
- **Nilai pokok Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I 2024 Seri B:** 800.000.000.000 (2026-09-09)
- **Nilai pokok Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I Tahap I 2024:** 1.000.000.000.000 (2026-09-09)
- **Nilai pokok Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap II 2020 Seri B:** 337.420.000.000 (2026-09-09)
- **Nilai pokok Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II 2026 Seri A:** 691.340.000.000 (2026-09-09)
- **Nilai pokok Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II 2026 Seri B:** 241.075.000.000 (2026-09-09)

### Listing / regulatory

- PEFINDO menurunkan peringkat perusahaan BJBR dari idAA/Stable menjadi idAA-/Stable.
- PEFINDO menurunkan peringkat seluruh instrumen utang BJBR satu tingkat.
- Pemeringkatan dilakukan berdasarkan POJK No. 49/POJK.04/2020 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.
- Periode pemeringkatan mayoritas efek adalah 9 September 2026 hingga 1 September 2027, kecuali Obligasi Berkelanjutan I Tahap III 2019 Seri C yang hanya sampai 18 Oktober 2026.

### Analytical scenarios

- **Penurunan peringkat perusahaan dan efek utang** [explicit_fact, high]: PEFINDO menurunkan peringkat perusahaan BJBR dari idAA/Stable menjadi idAA-/Stable, dan seluruh efek utang yang dipantau turun satu tingkat, dengan outlook STABLE.
  - Basis: Sertifikat pemeringkatan halaman 7: 'mengalami perubahan dari peringkat sebelumnya yaitu idAA/Stable Outlook'; Sertifikat pemeringkatan halaman 1-6: peringkat sebelumnya idAA menjadi idAA-, idA menjadi idA-, idA+ menjadi idA
- **Faktor penurunan peringkat** [explicit_fact, high]: Penurunan peringkat antara lain dipengaruhi oleh kualitas aset bank bjb.
  - Basis: Pengumuman lampiran 1: 'perubahan hasil pemeringkatan tersebut antara lain dipengaruhi oleh kualitas aset bank bjb.'
- **Total nilai pokok efek yang tercantum dalam tabel** [derived_calculation, high]: Total nilai pokok seluruh efek yang tercantum dalam tabel adalah Rp6.774.145.000.000 (sekitar Rp6,77 triliun).
  - Basis: 74.000.000.000 + 621.000.000.000 + 399.910.000.000 + 600.090.000.000 + 368.000.000.000 + 744.265.000.000 + 697.045.000.000 + 200.000.000.000 + 800.000.000.000 + 1.000.000.000.000 + 337.420.000.000 + 691.340.000.000 + 241.075.000.000 = 6.774.145.000.000
  - Assumptions: Semua nilai pokok dalam Rupiah dan dijumlahkan langsung.
- **Total nilai efek utang yang dipantau (termasuk nilai maksimum)** [derived_calculation, medium]: Total nilai efek utang yang disebutkan dalam sertifikat adalah Rp11.774.145.000.000 (sekitar Rp11,77 triliun), dengan asumsi nilai maksimum dianggap sebagai nilai penuh.
  - Basis: 2.000.000.000.000 + 3.000.000.000.000 + 1.932.415.000.000 + 3.767.730.000.000 + 1.000.000.000.000 + 74.000.000.000 = 11.774.145.000.000
  - Assumptions: Nilai maksimum PUB dianggap sebagai nilai penuh yang diterbitkan.
  - Caveats: Nilai maksimum mungkin tidak seluruhnya diterbitkan.
- **Dampak penurunan peringkat terhadap biaya pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan peringkat berpotensi meningkatkan biaya pendanaan atau mempersempit akses pasar modal bagi BJBR, namun hal ini belum dikonfirmasi.
  - Basis: Peringkat perusahaan dan seluruh efek utang diturunkan satu tingkat.
  - Assumptions: Peringkat yang lebih rendah umumnya diasosiasikan dengan risiko kredit yang lebih tinggi.
  - Caveats: Dokumen tidak menyebutkan dampak spesifik terhadap biaya pendanaan atau akses pasar modal.
- **Penyebab penurunan peringkat** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan peringkat mungkin mencerminkan penurunan profil kredit atau kondisi keuangan BJBR, tetapi penyebab spesifik tidak diungkapkan secara rinci dalam dokumen.
  - Basis: Peringkat diturunkan secara konsisten di semua instrumen.
  - Assumptions: Penurunan peringkat didasarkan pada analisis risiko kredit oleh PEFINDO.
  - Caveats: Penyebab spesifik tidak dijelaskan dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Penurunan peringkat dapat meningkatkan biaya pendanaan atau mempengaruhi persepsi investor terhadap BJBR.
- Periode pemeringkatan yang pendek untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap III 2019 Seri C (hingga 18 Oktober 2026) mungkin terkait dengan jatuh tempo atau pelunasan.
- Surat berharga perpetual memiliki peringkat lebih rendah (idA-) dibandingkan obligasi subordinasi, yang mungkin mencerminkan risiko instrumen.
- Peringkat dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika dan kondisi Perusahaan.
- Dokumen tidak memuat informasi mengenai kinerja keuangan atau faktor-faktor yang mendasari peringkat secara rinci, sehingga analisis fundamental terbatas.

### Items to monitor

- Perkembangan kualitas aset bank bjb, termasuk rasio NPL dan provisi, yang disebut sebagai faktor penurunan peringkat.
- Kinerja keuangan BJBR pada laporan keuangan berikutnya, terutama yang dapat mempengaruhi peringkat.
- Perilaku harga obligasi BJBR di pasar sekunder pasca penurunan peringkat.
- Kemungkinan penerbitan utang baru dan biaya kupon yang mungkin terpengaruh oleh peringkat yang lebih rendah.
- Jatuh tempo Obligasi Berkelanjutan I Tahap III 2019 Seri C pada 18 Oktober 2026 dan potensi pelunasan atau refinancing.
- Setiap pengumuman lanjutan dari PEFINDO atau BJBR terkait perubahan peringkat.

---

## BMBL

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Lavender Bina Cendikia Tbk (BMBL) mengumumkan perubahan pengurus melalui surat No. 06.64/LBC/IX/2026 tanggal 15 September 2026. Perubahan tersebut meliputi pengangkatan Muhammad Arif Saadilah sebagai Direktur efektif 17 Juni 2026, serta pengunduran diri Elita Swasti Nandiko sebagai Direktur efektif 6 Juni 2024. Dokumen lampiran menginformasikan bahwa pengunduran diri Elita Swasti Nandiko (Direktur Keuangan dan Umum) diterima melalui email pada 11 September 2026 dan akan diputuskan melalui RUPSLB. Sampai ada keputusan RUPSLB, yang bersangkutan masih tercatat sebagai anggota Direksi. Perseroan menyatakan pengunduran diri tidak berdampak material terhadap kegiatan usaha, operasional, keuangan, atau kelangsungan usaha. Tidak ada informasi mengenai aksi korporasi lain, ekspansi, atau perubahan struktur modal.

### Material changes

- Pengangkatan Muhammad Arif Saadilah sebagai Direktur efektif 17 Juni 2026.
- Pengunduran diri Elita Swasti Nandiko sebagai Direktur efektif 6 Juni 2024.
- Pengunduran diri Elita Swasti Nandiko (Direktur Keuangan dan Umum) diterima melalui email pada 11 September 2026.
- Perseroan akan menyelenggarakan RUPSLB untuk memutuskan permohonan pengunduran diri, paling lambat sesuai peraturan perundang-undangan.
- Sampai ada keputusan RUPSLB, Elita Swasti Nandiko masih tercatat sebagai anggota Direksi.
- Perseroan menyatakan pengunduran diri tidak berdampak material terhadap kegiatan usaha, operasional, keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Galih Pandekar menjabat sebagai Direktur Utama sejak 8 September 2022.
- Dewi Ariyanti menjabat sebagai Direktur sejak 8 September 2022.
- Sri Harjanto menjabat sebagai Komisaris Utama (independen) sejak 8 September 2022.
- Wildan Fauzan menjabat sebagai Komisaris sejak 8 September 2022.
- Tini Ismiyani menjabat sebagai Komisaris sejak 8 September 2022.

### Management / control changes

- Pengangkatan Muhammad Arif Saadilah sebagai Direktur efektif 17 Juni 2026.
- Pengunduran diri Elita Swasti Nandiko sebagai Direktur efektif 6 Juni 2024.
- Pengunduran diri Elita Swasti Nandiko (Direktur Keuangan dan Umum) diterima melalui email pada 11 September 2026, akan diputuskan melalui RUPSLB.
- Sampai ada keputusan RUPSLB, Elita Swasti Nandiko masih tercatat sebagai anggota Direksi.

### Listing / regulatory

- Kewajiban keterbukaan informasi kepada OJK dan masyarakat.
- RUPSLB akan diselenggarakan sesuai peraturan perundang-undangan.

### Analytical scenarios

- **Keterlambatan pelaporan pengunduran diri** [derived_calculation, low]: Pengunduran diri Elita Swasti Nandiko efektif 6 Juni 2024, namun diumumkan pada 15 September 2026. Selisih waktu antara tanggal efektif dan tanggal pengumuman adalah sekitar 27 bulan. Ini menunjukkan kemungkinan keterlambatan pelaporan atau pengumuman yang baru disampaikan sekarang.
  - Basis: Tanggal efektif pengunduran diri 6 Juni 2024; Tanggal pengumuman 15 September 2026
  - Assumptions: Pengunduran diri tersebut belum pernah diumumkan sebelumnya
  - Caveats: Mungkin saja pengunduran diri telah diumumkan sebelumnya dan dokumen ini hanya pembaruan
- **Potensi risiko operasional** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Direktur Keuangan dan Umum dapat menimbulkan kekosongan sementara dalam pengelolaan keuangan, meskipun Perseroan menyatakan akan mengalihkan tugas.
  - Basis: Jabatan yang ditinggalkan adalah Direktur Keuangan dan Umum
  - Assumptions: Pengalihan tugas mungkin memerlukan waktu dan dapat mempengaruhi kelancaran administrasi
  - Caveats: Belum ada informasi tentang pengganti atau detail pengalihan tugas
- **Jadwal RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB harus diselenggarakan dalam jangka waktu yang ditentukan peraturan, namun tanggal pastinya tidak disebutkan; kemungkinan dalam 30 hari atau sesuai ketentuan OJK.
  - Basis: Dokumen menyebut 'paling lambat dalam jangka waktu yang ditentukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan'
  - Assumptions: Peraturan yang berlaku mungkin mengatur batas waktu tertentu, tetapi tidak dirinci
  - Caveats: Tidak ada tanggal spesifik dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan pengunduran diri Elita Swasti Nandiko.
- Tidak ada informasi mengenai latar belakang atau pengalaman Muhammad Arif Saadilah.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan pengurus terhadap operasional atau strategi perusahaan.
- Ketidakpastian mengenai tanggal RUPSLB dan keputusan yang akan diambil.
- Potensi dampak operasional sementara akibat pengunduran diri direktur.
- Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam proses pengunduran diri.

### Items to monitor

- Perubahan pengurus dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap tata kelola perusahaan.
- Pengunduran diri Direktur Keuangan dan Umum dapat menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas manajemen.
- Keterlambatan pelaporan pengunduran diri dapat menimbulkan pertanyaan tentang kepatuhan regulasi.

---

## BNBA

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode ini, BNBA mengumumkan hasil RUPSLB yang diselenggarakan pada 10 September 2026. Perubahan utama adalah restrukturisasi Dewan Komisaris: dua komisaris independen mengundurkan diri dan tiga komisaris baru diangkat (dua independen, satu non-independen), efektif setelah persetujuan fit and proper test OJK. Selain itu, RUPSLB menolak pengunduran diri Presiden Direktur Wikan Aryono S, sehingga ia tetap menjabat dan agenda pengangkatan direktur utama baru tidak dibahas. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal. Perubahan ini penting karena mempengaruhi tata kelola dan komposisi dewan, serta menimbulkan ketidakpastian suksesi manajemen puncak.

### Material changes

- Pengunduran diri Daniel Budi Dharma (Wakil Presiden Komisaris/Komisaris Independen) disetujui, efektif setelah penggantinya mendapat persetujuan OJK.
- Pengunduran diri Mohammad Sjariffudin (Komisaris/Komisaris Independen) disetujui, efektif setelah penggantinya mendapat persetujuan OJK.
- Pengangkatan Markus Sugiono sebagai Komisaris Independen disetujui, efektif 7 hari kerja setelah persetujuan fit and proper test OJK, masa jabatan 1 tahun.
- Pengangkatan Setiawati Samahita sebagai Komisaris Independen disetujui, efektif 7 hari kerja setelah persetujuan fit and proper test OJK, masa jabatan 1 tahun.
- Pengangkatan I Gst Agung Rai Wirajaya sebagai Wakil Presiden Komisaris Non Independen disetujui, efektif 7 hari kerja setelah persetujuan fit and proper test OJK, masa jabatan 1 tahun.
- Pengunduran diri Wikan Aryono S sebagai Presiden Direktur ditolak, sehingga ia tetap menjabat.
- Agenda pengangkatan Alex Susanto sebagai Presiden Direktur tidak dibahas karena pengunduran diri Wikan Aryono S ditolak.

### Key financial figures

- **kuorum_kehadiran:** 3.116.501.370 saham (10 September 2026)
- **persentase_kuorum:** 91,99% (10 September 2026)
- **total_saham_beredar:** 3.388.000.000 saham (18 Agustus 2026 (DPS) dan 10 September 2026 (RUPSLB))
- **nilai_nominal_per_saham:** Rp100 (10 September 2026)
- **suara_setuju_agenda_1:** 2.737.740.183 saham (87,847%) (10 September 2026)
- **abstain_agenda_1:** 378.761.187 saham (12,153%) (10 September 2026)
- **suara_setuju_agenda_2:** 1.602.606.283 saham (51,423%) (10 September 2026)
- **tidak_setuju_agenda_2:** 1.134.850.000 saham (36,414%) (10 September 2026)
- **abstain_agenda_2:** 379.045.087 saham (12,162%) (10 September 2026)
- **suara_setuju_agenda_3:** 1.602.606.283 saham (51,423%) (10 September 2026)
- **tidak_setuju_agenda_3:** 1.135.133.900 saham (36,423%) (10 September 2026)
- **abstain_agenda_3:** 378.761.187 saham (12,153%) (10 September 2026)
- **suara_setuju_agenda_5:** 2.737.740.183 saham (87,847%) (10 September 2026)
- **abstain_agenda_5:** 378.761.187 saham (12,153%) (10 September 2026)
- **tidak_setuju_agenda_6:** 1.600.666.725 saham (51,361%) (10 September 2026)
- **suara_setuju_agenda_6:** 1.135.997.458 saham (36,451%) (10 September 2026)
- **abstain_agenda_6:** 379.837.187 saham (12,188%) (10 September 2026)
- **suara_setuju_keputusan_pertama_notaris:** 3.116.501.370 saham (100%) (10 September 2026)
- **suara_setuju_keputusan_kedua_notaris:** 1.981.651.370 saham (63,58%) (10 September 2026)
- **suara_setuju_keputusan_ketiga_notaris:** 1.981.367.470 saham (63,57%) (10 September 2026)
- **suara_setuju_keputusan_kelima_notaris:** 3.116.501.370 saham (100%) (10 September 2026)
- **suara_tidak_setuju_keputusan_keenam_notaris:** 1.980.503.912 saham (63,54%) (10 September 2026)

### Corporate actions

- Perubahan susunan Dewan Komisaris: pengunduran diri dua komisaris independen dan pengangkatan tiga komisaris baru (dua independen dan satu non-independen).

### Management / control changes

- Pengunduran diri Daniel Budi Dharma (Wakil Presiden Komisaris/Komisaris Independen) disetujui, efektif setelah penggantinya mendapat persetujuan OJK.
- Pengunduran diri Mohammad Sjariffudin (Komisaris/Komisaris Independen) disetujui, efektif setelah penggantinya mendapat persetujuan OJK.
- Pengangkatan Markus Sugiono sebagai Komisaris Independen disetujui, efektif 7 hari kerja setelah persetujuan fit and proper test OJK, masa jabatan 1 tahun.
- Pengangkatan Setiawati Samahita sebagai Komisaris Independen disetujui, efektif 7 hari kerja setelah persetujuan fit and proper test OJK, masa jabatan 1 tahun.
- Pengangkatan I Gst Agung Rai Wirajaya sebagai Wakil Presiden Komisaris Non Independen disetujui, efektif 7 hari kerja setelah persetujuan fit and proper test OJK, masa jabatan 1 tahun.
- Pengunduran diri Wikan Aryono S sebagai Presiden Direktur ditolak, sehingga ia tetap menjabat.
- Agenda pengangkatan Alex Susanto sebagai Presiden Direktur tidak dibahas karena pengunduran diri Wikan Aryono S ditolak.

### Listing / regulatory

- Pengangkatan komisaris baru memerlukan persetujuan fit and proper test OJK.
- Pengunduran diri komisaris lama efektif setelah penggantinya disetujui OJK (sesuai POJK 17/2023).
- Penyampaian ringkasan risalah RUPSLB kepada OJK sebagai pemenuhan POJK No. 15/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan kuorum 91,99% dan jumlah saham hadir 3.116.501.370, total saham beredar diperkirakan sekitar 3.387.978.260 saham (3.116.501.370 / 0,9199).
  - Basis: 3.116.501.370 / 0,9199
  - Assumptions: Persentase kuorum dihitung dari total saham dengan hak suara yang sah.
  - Caveats: Pembulatan, tidak ada angka eksplisit total saham.
- **Persentase suara setuju agenda 2** [derived_calculation, high]: Suara setuju 1.602.606.283 dibagi total saham hadir 3.116.501.370 = 51,42%, sesuai dengan yang dilaporkan 51,423%.
  - Basis: 1.602.606.283 / 3.116.501.370
- **Persentase suara tidak setuju agenda 6** [derived_calculation, high]: Suara tidak setuju 1.600.666.725 dibagi total saham hadir 3.116.501.370 = 51,36%, sesuai dengan yang dilaporkan 51,361%.
  - Basis: 1.600.666.725 / 3.116.501.370
- **Implikasi penolakan pengunduran diri Presiden Direktur** [analyst_hypothesis, low]: Penolakan pengunduran diri Wikan Aryono S dapat mengindikasikan ketidaksepakatan pemegang saham terhadap perubahan manajemen atau keinginan mempertahankan kepemimpinan saat ini, namun alasan spesifik tidak diungkap dalam dokumen.
  - Basis: Hasil voting agenda keenam yang mayoritas menolak.
  - Assumptions: Pemegang saham memiliki alasan strategis.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan dari manajemen atau pemegang saham.
- **Efektivitas pengangkatan komisaris baru** [analyst_hypothesis, medium]: Pengangkatan komisaris baru efektif setelah fit and proper test OJK, sehingga susunan dewan komisaris baru belum berlaku saat RUPS. Terdapat ketidakpastian mengenai efektivitas dan komposisi akhir dewan komisaris.
  - Basis: Pernyataan efektif 7 hari kerja setelah persetujuan OJK.
  - Assumptions: OJK akan memberikan persetujuan.
  - Caveats: Tergantung keputusan OJK.

### Risks / uncertainties

- Efektivitas pengangkatan komisaris baru bergantung pada persetujuan fit and proper test OJK.
- Pengunduran diri komisaris lama baru efektif setelah penggantinya disetujui OJK.
- Penolakan pengunduran diri Presiden Direktur dapat menimbulkan ketidakpastian terkait rencana suksesi.
- Tidak ada informasi mengenai alasan di balik penolakan pengunduran diri Presiden Direktur.

### Items to monitor

- Persetujuan fit and proper test OJK untuk komisaris baru dan tanggal efektifnya.
- Keputusan OJK terkait pengunduran diri komisaris lama.
- Perkembangan rencana suksesi Presiden Direktur.
- Potensi perubahan susunan pengurus lebih lanjut.

---

## BOLT

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Garuda Metalindo Tbk. (BOLT) mengumumkan bahwa Komisaris Utama, Bapak Herman Wijaya, meninggal dunia pada 13 September 2026. Perseroan menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Susunan Dewan Komisaris terbaru akan disampaikan pada RUPS terdekat. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal atas peristiwa tersebut.

### Material changes

- Komisaris Utama PT Garuda Metalindo Tbk., Bapak Herman Wijaya, meninggal dunia pada 13 September 2026.
- Perseroan menyatakan tidak ada dampak material dari kejadian tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Agenda terkait susunan Dewan Komisaris terbaru akan disampaikan pada RUPS terdekat.
- Laporan informasi material ini dikirim oleh Direksi Utama Erwin Wijaya pada 15 September 2026 pukul 12:43.
- Nomor surat laporan: 004/GM-CS/IX/2026.
- Bidang usaha perseroan: memproduksi dan memperdagangkan alat-alat, komponen, dan sub komponen (termasuk mur dan baut).

### Management / control changes

- Kosongnya posisi Komisaris Utama akibat meninggal dunia; penggantian akan ditentukan pada RUPS terdekat.

### Analytical scenarios

- **Kematian Komisaris Utama** [explicit_fact, high]: Bapak Herman Wijaya, Komisaris Utama, meninggal dunia pada 13 September 2026.
  - Basis: Uraian informasi material pada halaman 1 dan 3 dokumen.
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan pada halaman 1 dan 3 dokumen.
- **Perubahan susunan dewan komisaris** [analyst_hypothesis, low]: Kematian Komisaris Utama dapat memicu perubahan susunan Dewan Komisaris pada RUPS terdekat, namun belum ada kepastian mengenai penggantian atau penunjukan pejabat sementara.
  - Basis: Pernyataan bahwa agenda susunan Dewan Komisaris akan disampaikan pada RUPS terdekat.
  - Assumptions: RUPS akan membahas penggantian Komisaris Utama.
  - Caveats: Belum ada informasi resmi mengenai calon pengganti atau jadwal RUPS.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian mengenai penggantian Komisaris Utama dan dampak potensial pada tata kelola perusahaan sampai RUPS dilaksanakan.

---

## BSDE

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengumumkan pembayaran kupon ke-3 untuk Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2025 Seri A-D dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2025 Seri A-B. Total dana yang dibayarkan adalah IDR 27.164.584.375, dengan rincian per seri: obligasi Seri A IDR 1.009.318.750 (kupon 5,5%), Seri B IDR 6.873.075.000 (6%), Seri C IDR 7.957.109.375 (6,25%), Seri D IDR 3.412.581.250 (6,5%), sukuk Seri A IDR 5.312.500.000 (6,25%), dan sukuk Seri B IDR 2.600.000.000 (6,5%). Pembayaran jatuh tempo pada 17 September 2026. Dana telah ditempatkan ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada 15 September 2026. Pengumuman ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan Ricardo Arif Dharmawan.

### Material changes

- Pembayaran kupon ke-3 Obligasi Berkelanjutan IV Bumi Serpong Damai Tahap II Tahun 2025 Seri A-D dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2025 Seri A-B.
- Tanggal pembayaran kupon: 17 September 2026.
- Dana pembayaran kupon ditempatkan ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada 15 September 2026.
- Tingkat kupon obligasi Seri A: 5,5% per tahun.
- Tingkat kupon obligasi Seri B: 6% per tahun.
- Tingkat kupon obligasi Seri C: 6,25% per tahun.
- Tingkat kupon obligasi Seri D: 6,5% per tahun.
- Tingkat imbalan ijarah Sukuk Seri A: 6,25% per tahun.
- Tingkat imbalan ijarah Sukuk Seri B: 6,5% per tahun.
- Nilai nominal kupon obligasi Seri A: IDR 1.009.318.750.
- Nilai nominal kupon obligasi Seri B: IDR 6.873.075.000.
- Nilai nominal kupon obligasi Seri C: IDR 7.957.109.375.
- Nilai nominal kupon obligasi Seri D: IDR 3.412.581.250.
- Nilai nominal kupon Sukuk Seri A: IDR 5.312.500.000.
- Nilai nominal kupon Sukuk Seri B: IDR 2.600.000.000.
- Pengumuman ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan Ricardo Arif Dharmawan.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik IDX.
- Tidak ada lampiran pada pengumuman ini.

### Key financial figures

- **Nilai kupon obligasi Seri A:** 1,009,318,750 (Kupon ke-3, jatuh tempo 17 September 2026)
- **Nilai kupon obligasi Seri B:** 6,873,075,000 (Kupon ke-3, jatuh tempo 17 September 2026)
- **Nilai kupon obligasi Seri C:** 7,957,109,375 (Kupon ke-3, jatuh tempo 17 September 2026)
- **Nilai kupon obligasi Seri D:** 3,412,581,250 (Kupon ke-3, jatuh tempo 17 September 2026)
- **Nilai kupon sukuk Seri A:** 5,312,500,000 (Kupon ke-3, jatuh tempo 17 September 2026)
- **Nilai kupon sukuk Seri B:** 2,600,000,000 (Kupon ke-3, jatuh tempo 17 September 2026)
- **Total nilai kupon yang dibayarkan:** 27,164,584,375 (Kupon ke-3, jatuh tempo 17 September 2026)

### Corporate actions

- Pembayaran kupon ke-3 obligasi dan sukuk

### Capital structure

- Pembayaran kupon ke-3 Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2025 Seri A-D dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2025 Seri A-B

### Analytical scenarios

- **Pembayaran kupon** [explicit_fact, high]: BSDE mengumumkan pembayaran kupon ke-3 untuk enam seri efek utang, dengan total dana IDR 27,16 miliar.
  - Basis: Angka total dihitung dari penjumlahan nilai kupon per seri yang tercantum dalam dokumen.
- **Total pembayaran kupon** [derived_calculation, high]: Total pembayaran kupon adalah IDR 27.164.584.375, dihitung dari penjumlahan seluruh nilai kupon obligasi dan sukuk.
  - Basis: 1.009.318.750 + 6.873.075.000 + 7.957.109.375 + 3.412.581.250 + 5.312.500.000 + 2.600.000.000 = 27.164.584.375
- **Dampak terhadap arus kas** [analyst_hypothesis, low]: Pembayaran kupon ini merupakan kewajiban rutin yang telah dijadwalkan, sehingga dampaknya terhadap arus kas operasional diperkirakan kecil.
  - Basis: Pembayaran kupon adalah kewajiban berkala yang telah diantisipasi dalam perencanaan keuangan.
  - Assumptions: BSDE memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajiban ini.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan mengenai posisi kas atau arus kas perusahaan.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada risiko atau ketidakpastian yang diidentifikasi dalam dokumen ini.

### Items to monitor

- Pembayaran kupon ini menunjukkan komitmen BSDE dalam memenuhi kewajiban utangnya, yang dapat mempengaruhi persepsi risiko kredit emiten.

---

## BVIC

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

Bank Victoria International Tbk (BVIC) mengumumkan pembayaran kupon ke-4 Obligasi Berkelanjutan IV Bank Victoria Tahap II Tahun 2025 dengan tingkat bunga tetap 8,25% per tahun. Nilai nominal obligasi yang menjadi dasar pembayaran kupon adalah IDR 15.468.750.000. Pembayaran kupon jatuh tempo pada 28 September 2026. Pengumuman ditandatangani oleh Corporate Secretary, Caprie Ardira Azhar, dan disampaikan melalui sistem pelaporan elektronik pada 15 September 2026.

### Material changes

- Pembayaran kupon ke-4 Obligasi Berkelanjutan IV Bank Victoria Tahap II Tahun 2025
- Tingkat bunga kupon tetap sebesar 8,25% per tahun
- Nilai nominal obligasi yang menjadi dasar perhitungan kupon adalah IDR 15.468.750.000
- Tanggal pembayaran kupon jatuh pada 28 September 2026
- Mata uang pembayaran adalah Rupiah (IDR)
- Pengumuman diterbitkan oleh Bank Victoria International Tbk (BVIC)
- Pengumuman ditandatangani oleh Corporate Secretary Caprie Ardira Azhar
- Dokumen dihasilkan secara elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan basah

### Key financial figures

- **Nilai nominal obligasi:** 15.468.750.000 (2025-09-28)
- **Tingkat bunga kupon:** 8,25% (2025-09-28)

### Corporate actions

- Pembayaran kupon obligasi

### Analytical scenarios

- **Perkiraan jumlah kupon** [derived_calculation, medium]: Perkiraan jumlah kupon yang dibayarkan adalah sekitar IDR 1.276.171.875, dihitung dari 8,25% dikali IDR 15.468.750.000, dengan asumsi kupon dibayar tahunan.
  - Basis: 8,25% x 15.468.750.000
  - Assumptions: Kupon dibayar tahunan
  - Caveats: Perhitungan ini hanya estimasi; jumlah pasti mungkin berbeda jika kupon dibayar semesteran atau dengan basis perhitungan lain.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai sisa pokok obligasi atau total nilai emisi
- Tidak ada rincian mengenai jadwal pembayaran kupon berikutnya
- Tidak ada informasi mengenai kondisi keuangan emiten secara keseluruhan

---

## CBUT

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkap, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya. Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary Alex Dwi Adha pada 15 September 2026. Tidak ada data keuangan atau operasional dalam dokumen.

### Material changes

- Emiten menerima surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia nomor S-11929/BEI.PP3/09-2026 tanggal 14 September 2026 perihal volatilitas transaksi efek.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Kep-00087/BEI/12-2025.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.
- Emiten menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
- Emiten menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat ditandatangani oleh Alex Dwi Adha selaku Corporate Secretary pada 15 September 2026 pukul 08:50.
- Surat bernomor 043/CBUT-JKT/IX/2026 dengan lampiran 0.
- Alamat emiten: ASDP/Pelabuhan Roro Tempenek, Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, telepon (0532) 21297, fax (0532) 21396.

### Listing / regulatory

- Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek CBUT melalui surat S-11929/BEI.PP3/09-2026 tanggal 14 September 2026.
- Emiten menyatakan tidak memiliki rencana korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan mendatang.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat (3 bulan).
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat...'
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2: 'Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material...'
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024.
  - Basis: Jawaban poin 3: 'Perseroan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu...'
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan Bursa mungkin disebabkan oleh faktor pasar atau sentimen eksternal, namun tidak ada informasi spesifik yang diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Surat Bursa meminta penjelasan atas volatilitas transaksi, namun emiten tidak menyebutkan penyebabnya.
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada saham CBUT sebelum tanggal surat.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.
- **Kepatuhan keterbukaan** [analyst_hypothesis, medium]: Pernyataan emiten bahwa tidak ada informasi material yang belum diungkap menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi, namun tidak dapat diverifikasi secara independen.
  - Basis: Jawaban poin 5: 'Perseroan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material...'
  - Assumptions: Pernyataan emiten akurat dan lengkap.
  - Caveats: Tidak ada audit independen atas pernyataan tersebut.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya.
- Pernyataan emiten bersifat self-declared dan tidak diverifikasi oleh pihak independen.
- Tidak ada rincian mengenai pemegang saham utama yang dimaksud.

### Items to monitor

- Tidak ada rencana korporasi yang diumumkan dalam 3 bulan ke depan, sehingga tidak ada aksi korporasi yang dapat mempengaruhi harga saham dalam waktu dekat.
- Tidak ada informasi material yang belum diungkap, sehingga risiko informasi asimetris rendah.
- Pemegang saham utama tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan, mengurangi risiko overhang.

---

## COAL

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) menyampaikan tanggapan atas surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia No. S-06312/BEI.PP2/05-2026 tertanggal 25 Mei 2026. Tanggapan bernomor 023/BDR-DIR/IX/2026, ditandatangani Direktur Utama Donny Janson Manua, dan disampaikan melalui sistem pelaporan elektronik pada 15 September 2026. Substansi tanggapan: Perseroan menyatakan akan mematuhi rencana Penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam jika diberlakukan, menilai rencana tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha, kegiatan operasional, dan kondisi keuangan, serta menyatakan bahwa kontrak kerjasama jual beli eksisting pada dasarnya harus diubah melalui kontrak baru yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Tidak ada angka keuangan, aksi korporasi, atau perubahan struktur modal yang diungkapkan.

### Material changes

- Bursa Efek Indonesia mengirimkan surat permintaan penjelasan No. S-06312/BEI.PP2/05-2026 tertanggal 25 Mei 2026 perihal rencana Penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam.
- PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) menyampaikan surat tanggapan bernomor 023/BDR-DIR/IX/2026 tertanggal 14 September 2026, ditandatangani oleh Direktur Utama Donny Janson Manua.
- Perseroan menyatakan wajib mengikuti rencana penerbitan PP Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam apabila pemerintah menjalankan peraturan tersebut.
- Perseroan menilai rencana penerbitan PP Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam tidak memiliki dampak yang signifikan atas kelangsungan usaha, kegiatan operasional, dan kondisi keuangan Perseroan (klaim emiten, tanpa dukungan data kuantitatif).
- Perseroan menyatakan bahwa perjanjian kontrak kerjasama jual beli eksisting pada dasarnya harus diubah melalui kontrak baru yang sesuai dengan peraturan pemerintah.
- Perseroan akan berkomunikasi dan mencari informasi yang lebih detail atas rencana pemerintah dalam penerbitan PP Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam.
- Surat tanggapan disampaikan melalui sistem pelaporan elektronik pada 15 September 2026 pukul 18:47 WIB.
- Lampiran surat adalah file berjudul '023 Penjelasan PP Tata Kelola Ekspor SDA BEI.pdf'.
- Bursa meminta penjelasan berdasarkan ketentuan II.9 Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

### Listing / regulatory

- Bursa Efek Indonesia mengirimkan permintaan penjelasan No. S-06312/BEI.PP2/05-2026 tertanggal 25 Mei 2026 perihal rencana Penerbitan PP Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam.
- Perseroan menanggapi dengan menyatakan kepatuhan terhadap rencana PP tersebut dan menilai dampaknya tidak signifikan terhadap kelangsungan usaha, operasional, dan kondisi keuangan.
- Perseroan menyatakan kontrak kerjasama jual beli eksisting pada dasarnya harus diubah melalui kontrak baru yang sesuai dengan peraturan pemerintah.
- Batas waktu penyampaian penjelasan adalah paling lambat 2 hari bursa setelah permintaan diterima, sesuai ketentuan II.9 Peraturan Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Kepatuhan batas waktu penyampaian** [derived_calculation, low]: Berdasarkan ketentuan II.9 Peraturan Nomor I-E, penjelasan harus disampaikan paling lambat 2 hari bursa setelah permintaan diterima. Surat Bursa tertanggal 25 Mei 2026, sedangkan tanggapan emiten tertanggal 14 September 2026. Jika tanggal penerimaan surat oleh emiten adalah 25 Mei 2026, maka batas waktu 2 hari bursa (sekitar 27 Mei 2026) telah terlewati. Namun, tanggal penerimaan tidak diketahui, sehingga kepatuhan tidak dapat diverifikasi.
  - Basis: Tanggal surat Bursa: 25 Mei 2026; Tanggal surat tanggapan emiten: 14 September 2026; Ketentuan II.9 Peraturan Nomor I-E
  - Assumptions: Tanggal penerimaan surat oleh emiten sama dengan tanggal surat Bursa (25 Mei 2026)
  - Caveats: Tanggal penerimaan surat tidak tercantum dalam dokumen; Perhitungan hari bursa tidak memperhitungkan hari libur nasional
- **Potensi dampak perubahan kontrak** [analyst_hypothesis, low]: Pernyataan bahwa kontrak kerjasama jual beli eksisting harus diubah melalui kontrak baru yang sesuai dengan peraturan pemerintah mengindikasikan potensi perubahan ketentuan komersial, seperti harga, volume, atau prosedur ekspor. Namun, tidak ada rincian mengenai isi PP atau dampak kuantitatif terhadap pendapatan atau laba.
  - Basis: Pernyataan emiten: 'perjanjian kontrak kerjasama jual beli eksisting pada dasarnya harus dirubah melalui kontrak baru yang sesuai dengan peraturan pemerintah'
  - Assumptions: PP Tata Kelola Ekspor SDA akan mengatur ketentuan ekspor yang mempengaruhi kontrak eksisting
  - Caveats: Isi PP belum dipublikasikan; Emitten menyatakan dampak tidak signifikan tanpa data pendukung

### Risks / uncertainties

- Isi dan cakupan PP Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam masih direncanakan dan belum dipublikasikan, sehingga dampak aktual belum dapat dipastikan.
- Klaim emiten bahwa dampak tidak signifikan tidak didukung oleh data kuantitatif atau analisis terperinci.
- Potensi perubahan kontrak kerjasama jual beli eksisting yang harus disesuaikan dengan peraturan baru.
- Ketidaksesuaian tanggal pada dokumen utama: surat Bursa disebutkan tanggal 25 Mei 2025, sedangkan lampiran menyebut 25 Mei 2026; nomor surat menggunakan kode 05-2026 yang konsisten dengan tahun 2026.
- Tanggal penerimaan surat Bursa oleh emiten tidak diketahui, sehingga kepatuhan batas waktu 2 hari bursa tidak dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Perubahan regulasi ekspor sumber daya alam dapat mempengaruhi operasional dan pendapatan emiten di masa depan, meskipun emiten menyatakan dampak tidak signifikan.
- Kewajiban penyesuaian kontrak kerjasama jual beli eksisting dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dan komersial.

---

## DIGI

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Digital Media Tbk (DIGI) menerbitkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 15 September 2026 (periode laporan Agustus 2026). Laporan ini bersifat rutin dan tidak mengumumkan aksi korporasi, perubahan struktur modal, perubahan pengurus, atau perubahan status pencatatan. Seluruh kepemilikan saham oleh direksi, komisaris, dan pengendali tidak berubah dibanding bulan sebelumnya. Free float tercatat 30,53% dan dinyatakan memenuhi ketentuan Bursa. Tidak ada suspensi atau pelanggaran kepatuhan yang dilaporkan.

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek PT Digital Media Tbk (DIGI) per 15 September 2026, berdasarkan Surat No. 028/ADM/BOD/IX/2026.
- Tidak ada aksi korporasi seperti saham bonus, dividen saham, rights issue, private placement, konversi, buyback, stock split, merger, akuisisi, divestasi, pendirian anak usaha, atau transaksi aset yang dilaporkan dalam dokumen.
- Tidak ada perubahan struktur modal, jumlah saham beredar, atau kepemilikan saham oleh direksi, komisaris, dan pemegang saham pengendali dibandingkan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris (5 orang) tidak berubah: 457.061.300 saham (28,13%) untuk satu direksi, 86.184.800 saham (5,3%) untuk satu komisaris, dan 54.500 saham (0%) untuk tiga komisaris lainnya.
- Kepemilikan saham oleh Pengendali (Harvest Capital) tidak berubah: 584.817.200 saham (35,99%) dan 496.882.200 saham (30,58%) untuk dua entitas, serta 1.625.000.000 saham (100%) untuk treasury stock.
- Free float tercatat 30,53% dari total saham, memenuhi ketentuan free float Bursa Efek Indonesia (Peraturan I-A dan V.2).
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau arah bisnis yang dilaporkan.
- Tidak ada suspensi, perubahan status pencatatan, atau pelanggaran kepatuhan yang dilaporkan.
- Klasifikasi investor berdasarkan data KSEI: total saham tercatat di KSEI 1.035.031.700 saham, dengan rincian klasifikasi seperti 3.719.200 saham untuk kategori tertentu dan 623.000 saham untuk kategori lain.
- Tidak ada transaksi pemegang saham yang dilaporkan; semua kepemilikan tidak berubah.
- Laporan ini disusun oleh Biro Administrasi Efek PT Arkadia Digital Media Tbk dan ditandatangani secara elektronik oleh Corporate Secretary Arsito Hidayatullah.
- Dokumen ini adalah laporan bulanan rutin, bukan pengumuman aksi korporasi.

### Key financial figures

- **free_float_persen:** 30.53 (Agustus 2026)
- **saham_direksi_1:** 457061300 (Agustus 2026)
- **saham_komisaris_1:** 86184800 (Agustus 2026)
- **saham_komisaris_lainnya:** 54500 (Agustus 2026)
- **saham_pengendali_1:** 584817200 (Agustus 2026)
- **saham_pengendali_2:** 496882200 (Agustus 2026)
- **saham_treasuri:** 1625000000 (Agustus 2026)
- **total_saham_ksei:** 1035031700 (Agustus 2026)
- **saham_klasifikasi_tertentu:** 3719200 (Agustus 2026)
- **saham_klasifikasi_lain:** 623000 (Agustus 2026)
- **saham_klasifikasi_lainnya:** 8700 (Agustus 2026)

### Capital structure

- Kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris tidak berubah: 457.061.300 saham (28,13%) untuk satu direksi, 86.184.800 saham (5,3%) untuk satu komisaris, dan 54.500 saham (0%) untuk tiga komisaris lainnya.
- Kepemilikan saham oleh pengendali (Harvest Capital) tidak berubah: 584.817.200 saham (35,99%) dan 496.882.200 saham (30,58%) untuk dua entitas, serta 1.625.000.000 saham (100%) untuk treasury stock.
- Free float tercatat 30,53% dari total saham, memenuhi ketentuan free float Bursa Efek Indonesia.

### Listing / regulatory

- Free float 30,53% memenuhi ketentuan Peraturan Bursa I-A dan V.2.
- Tidak ada suspensi atau perubahan status pencatatan.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan saham tidak berubah** [explicit_fact, high]: Laporan menunjukkan tidak ada perubahan jumlah saham yang dimiliki oleh direksi, komisaris, dan pengendali dibandingkan bulan sebelumnya.
- **Total saham beredar** [derived_calculation, medium]: Total saham beredar dapat dihitung dari free float: 30,53% free float = 496.936.700 saham (dari laporan), sehingga total saham = 496.936.700 / 0,3053 = 1.627.000.000 saham (pembulatan).
  - Assumptions: Free float 30,53% sesuai dengan jumlah saham free float 496.936.700 saham.
  - Caveats: Pembulatan dapat menyebabkan selisih kecil.
- **Treasury stock besar** [analyst_hypothesis, low]: Treasury stock sebesar 1.625.000.000 saham (100% dari kategori treasury) menunjukkan potensi buyback atau saham yang dibeli kembali, namun tidak ada informasi lebih lanjut.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan dalam dokumen mengenai asal treasury stock.
- **Klasifikasi investor** [explicit_fact, high]: Data klasifikasi investor disajikan berdasarkan data KSEI, dengan total saham tercatat di KSEI 1.035.031.700 saham.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai total saham beredar secara eksplisit; hanya dapat dihitung dari free float.
- Treasury stock sebesar 1.625.000.000 saham tidak dijelaskan asal-usulnya.
- Data klasifikasi investor mungkin tidak lengkap karena hanya sebagian angka yang terbaca.

---

## DRMA

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengumumkan pembentukan perusahaan patungan (joint venture) bernama PT Dharma Minth Indonesia (DMI) melalui Perjanjian Kerja Sama dengan Minth Group. DMI didirikan dengan modal dasar Rp180 miliar dan modal ditempatkan/disetor penuh Rp45 miliar, dengan komposisi kepemilikan Talentlink Development Ltd 51% dan DRMA 49%. DMI akan bergerak di manufaktur komponen otomotif roda empat, meliputi battery housing, body & chassis structure berbasis aluminium extrusion, dan plastic component design. Emiten menyatakan belum ada dampak material terhadap kondisi keuangan dan kelangsungan usaha. Tanggal kejadian 15 September 2026.

### Material changes

- PT Dharma Polimetal Tbk menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Minth Group untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) bernama PT Dharma Minth Indonesia (DMI).
- DMI didirikan dengan modal dasar Rp180.000.000.000 dan modal ditempatkan/disetor penuh Rp45.000.000.000, dengan nominal saham Rp1.000.000 per lembar.
- Komposisi kepemilikan saham DMI: 51% oleh Talentlink Development Ltd dan 49% oleh PT Dharma Polimetal Tbk.
- DMI akan bergerak di bidang manufaktur komponen otomotif untuk kendaraan roda empat, dengan produk battery housing, body & chassis structure berbasis aluminium extrusion, dan plastic component design.
- Pembentukan joint venture merupakan bagian dari upaya Perseroan mengembangkan bisnis komponen otomotif dan memperluas kapabilitas dalam mendukung industri kendaraan roda empat.
- Dengan kepemilikan 49%, Perseroan akan mengakui bagian atas laba atau rugi DMI sesuai porsi kepemilikan.
- Pada tanggal keterbukaan informasi, pembentukan joint venture belum memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.
- Tanggal kejadian: 15 September 2026; diumumkan oleh Corporate Secretary Ari Indra Gautama.

### Key financial figures

- **modal_dasar_dmi:** 180000000000 (2026-09-15)
- **modal_ditempatkan_dan_disetor_penuh_dmi:** 45000000000 (2026-09-15)
- **nominal_saham_per_lembar_dmi:** 1000000 (2026-09-15)
- **persentase_kepemilikan_talentlink:** 51% (2026-09-15)
- **persentase_kepemilikan_drma:** 49% (2026-09-15)

### Corporate actions

- Pembentukan perusahaan patungan (joint venture) PT Dharma Minth Indonesia

### Expansion projects

- Pembentukan JV DMI untuk manufaktur komponen otomotif roda empat, produk battery housing, body & chassis structure aluminium extrusion, plastic component design.

### Capital structure

- Modal dasar DMI Rp180 miliar, modal disetor Rp45 miliar, nominal saham Rp1 juta per lembar.
- Komposisi kepemilikan: Talentlink 51%, DRMA 49%.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan DRMA di DMI** [explicit_fact, high]: DRMA memiliki 49% saham DMI, sehingga akan menggunakan metode ekuitas untuk mengakui bagian laba/rugi.
  - Basis: Komposisi kepemilikan 49% oleh PT Dharma Polimetal Tbk
- **Nilai investasi awal DRMA** [derived_calculation, medium]: Nilai investasi awal DRMA di DMI adalah 49% x Rp45.000.000.000 = Rp22.050.000.000.
  - Basis: Modal disetor penuh Rp45.000.000.000; Kepemilikan DRMA 49%
  - Assumptions: Investasi disetor sesuai porsi kepemilikan
  - Caveats: Belum ada konfirmasi apakah setoran dilakukan tunai atau aset
- **Jumlah saham DMI** [derived_calculation, high]: Jumlah saham DMI yang diterbitkan dan disetor penuh adalah 45.000 lembar (Rp45.000.000.000 / Rp1.000.000 per lembar).
  - Basis: Modal ditempatkan dan disetor penuh Rp45.000.000.000; Nominal 1 saham Rp1.000.000
  - Assumptions: Seluruh modal disetor terdiri dari saham dengan nominal yang sama.
- **Dampak terhadap laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Pengakuan bagian laba/rugi DMI akan mulai mempengaruhi laporan keuangan DRMA setelah DMI beroperasi, namun dampaknya belum material saat ini.
  - Basis: Pernyataan emiten bahwa belum ada dampak material
  - Assumptions: DMI akan mulai beroperasi dan menghasilkan laba/rugi
  - Caveats: Belum ada informasi jadwal operasional DMI

### Risks / uncertainties

- Belum ada informasi mengenai jadwal operasional DMI dan potensi dampak keuangan di masa depan.
- Tidak ada rincian sumber dana untuk investasi DRMA di DMI.

---

## EDGE

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indointernet Tbk (EDGE) mengumumkan transaksi material berupa pemberian fasilitas pinjaman antar perusahaan (intercompany loan) oleh pemegang saham pengendali Digital Edge (Hong Kong) Limited (DEHK) kepada dua anak perusahaan Perseroan, PT Digital Gayana Ekagrata (DGE1) dan PT Digital Gayana Ekaprana (DGE2), untuk pendanaan proyek pengembangan pusat data. Total fasilitas pinjaman maksimum USD50 juta (USD42,5 juta untuk DGE1 dan USD7,5 juta untuk DGE2), dengan suku bunga term SOFR + 2,60% dan +2,50% per tahun. Transaksi dilakukan pada 11 September 2026 dan diumumkan pada 15 September 2026. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, nilai transaksi lebih dari 20% namun tidak melebihi 50% dari ekuitas Perseroan sebesar Rp1.812.956.757.187. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi dan material yang tidak memerlukan persetujuan RUPS, namun alasan pengecualian tidak dijelaskan. KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan memberikan pendapat kewajaran 'Wajar'.

### Material changes

- PT Indointernet Tbk (EDGE) mengumumkan transaksi material berupa pemberian fasilitas pinjaman antar perusahaan (intercompany loan) oleh Digital Edge (Hong Kong) Limited (DEHK) kepada dua anak perusahaan Perseroan, PT Digital Gayana Ekagrata (DGE1) dan PT Digital Gayana Ekaprana (DGE2).
- Total fasilitas pinjaman maksimum USD50.000.000, terdiri dari USD42.500.000 untuk DGE1 dan USD7.500.000 untuk DGE2.
- Suku bunga pinjaman: DGE1 sebesar term SOFR + 2,60% per tahun; DGE2 sebesar term SOFR + 2,50% per tahun.
- Pinjaman tidak dijamin dengan agunan khusus dan jatuh tempo setelah pelunasan fasilitas pembiayaan senior, dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan.
- Berdasarkan laporan keuangan triwulan per 30 Juni 2026, total ekuitas Perseroan sebesar Rp1.812.956.757.187; nilai transaksi lebih dari 20% namun tidak melebihi 50% dari ekuitas.
- DEHK adalah pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 59,47% saham Perseroan; Perseroan memiliki 99,99% saham DGE1 dan 99,99% saham DGE2.
- Transaksi dilakukan pada 11 September 2026 dan diumumkan di situs web Perseroan pada 15 September 2026.
- Transaksi tidak dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai; KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan memberikan pendapat kewajaran 'Wajar' dengan laporan No. 00172/2.0176-00/BS/10/0213/1/IX/2026.
- Dewan Komisaris dan Direksi menyatakan transaksi tidak mengandung benturan kepentingan dan tidak memiliki dampak negatif material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Perjanjian pinjaman tunduk pada hukum Inggris; sengketa diselesaikan melalui arbitrase di SIAC, Singapura.

### Key financial figures

- **Total fasilitas pinjaman maksimum:** 50.000.000 (11 September 2026 (tanggal transaksi))
- **Fasilitas pinjaman maksimum kepada DGE1:** 42.500.000 (11 September 2026)
- **Fasilitas pinjaman maksimum kepada DGE2:** 7.500.000 (11 September 2026)
- **Total ekuitas Perseroan per 30 Juni 2026:** 1.812.956.757.187 (30 Juni 2026 (triwulan, direviu akuntan))
- **Kepemilikan DEHK pada Perseroan:** 59,47% (per laporan)
- **Kepemilikan Perseroan pada DGE1:** 99,99% (per laporan)
- **Kepemilikan Perseroan pada DGE2:** 99,99% (per laporan)
- **Suku bunga pinjaman DGE1:** term SOFR + 2,60% per tahun (per laporan)
- **Suku bunga pinjaman DGE2:** term SOFR + 2,50% per tahun (per laporan)

### Corporate actions

- Pemberian fasilitas pinjaman antar perusahaan (intercompany loan) oleh pemegang saham pengendali kepada anak perusahaan, bersifat transaksi afiliasi dan material.

### Expansion projects

- Pendanaan proyek pengembangan pusat data (data center) melalui pinjaman antar perusahaan; rincian proyek (nilai, lokasi, kapasitas, jadwal) tidak diungkapkan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal atau kepemilikan saham; DEHK tetap memegang 59,47% saham Perseroan, Perseroan tetap memiliki 99,99% saham DGE1 dan DGE2.

### Listing / regulatory

- Pengumuman keterbukaan informasi transaksi material tanpa persetujuan RUPS; laporan disampaikan untuk memenuhi POJK 17/POJK.04/2020, POJK 42/POJK.04/2020, dan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Estimasi ekuitas berdasarkan nilai transaksi** [derived_calculation, medium]: Jika nilai transaksi 50.000.000 mewakili 48,5% dari ekuitas, maka ekuitas diperkirakan sekitar 103.092.784 (50.000.000 / 0,485).
  - Basis: Nilai transaksi 50.000.000; Persentase 48,5%
  - Assumptions: Nilai transaksi dan ekuitas dalam satuan yang sama; Persentase dihitung dari nilai transaksi dibagi ekuitas
  - Caveats: Satuan tidak disebutkan dalam dokumen; Pembulatan mungkin terjadi
- **Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas** [derived_calculation, low]: Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas tidak dapat dihitung secara tepat karena nilai transaksi dalam USD dan ekuitas dalam IDR, serta tidak ada kurs yang diberikan.
  - Basis: Nilai transaksi USD50 juta; Ekuitas Rp1,81 triliun
  - Assumptions: Perlu kurs konversi untuk perhitungan
  - Caveats: Kurs tidak tersedia dalam dokumen
- **Alasan tanpa persetujuan RUPS** [analyst_hypothesis, low]: Transaksi ini dilaporkan sebagai 'tanpa persetujuan RUPS', namun dokumen tidak menjelaskan dasar pengecualian. Kemungkinan transaksi ini termasuk dalam kategori transaksi afiliasi yang dikecualikan dari kewajiban RUPS berdasarkan peraturan OJK, tetapi hal ini belum dikonfirmasi.
  - Basis: Judul pengumuman menyebut 'Tanpa Persetujuan RUPS'; Tidak ada penjelasan lebih lanjut dalam dokumen
  - Assumptions: Peraturan OJK tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan berlaku
  - Caveats: Informasi tidak tersedia dalam dokumen
- **Dampak terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, low]: Pemberian pinjaman antar perusahaan dapat mempengaruhi posisi kas dan piutang Perseroan, namun tanpa laporan keuangan detail, dampak terhadap struktur modal tidak dapat dipastikan.
  - Basis: Transaksi adalah pemberian pinjaman
  - Assumptions: Pinjaman dicatat sebagai aset
  - Caveats: Tidak ada data keuangan lain

### Risks / uncertainties

- Satuan nilai transaksi pada pengumuman utama tidak disebutkan (apakah dalam Rupiah, dolar, atau lainnya); lampiran menyebutkan USD.
- Alasan transaksi tidak memerlukan persetujuan RUPS tidak dijelaskan.
- Tidak ada rincian mengenai jangka waktu pasti, bunga, atau syarat pinjaman selain yang disebutkan.
- Tidak ada informasi mengenai dampak transaksi terhadap laporan keuangan atau arus kas secara kuantitatif.
- Tidak ada konfirmasi apakah transaksi telah memenuhi semua persyaratan regulasi selain penilai.
- Pinjaman tidak dijamin dengan agunan khusus, sehingga risiko kredit ditanggung oleh pemberi pinjaman (DEHK).
- Jatuh tempo pinjaman tidak pasti, tergantung pelunasan fasilitas pembiayaan senior.
- Suku bunga mengambang (term SOFR) dapat berfluktuasi.
- Transaksi tunduk pada hukum Inggris dan arbitrase SIAC, yang mungkin berbeda dengan hukum Indonesia.
- Tidak ada rincian proyek data center, termasuk nilai proyek, lokasi, kapasitas, atau jadwal.

### Items to monitor

- Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi dan material yang wajib dilaporkan ke OJK dan Bursa Efek Indonesia.
- Pendapat kewajaran dari KJPP independen menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi.
- Pinjaman antar perusahaan dapat mempengaruhi posisi kas dan piutang Perseroan, namun dampak kuantitatif tidak diungkapkan.

---

## EPAC

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. (EPAC) mengumumkan perubahan Corporate Secretary, efektif 14 September 2026. Ignatio Hugo Permana mengundurkan diri dari seluruh jabatannya di Perseroan dan anak usahanya, termasuk Corporate Secretary dan Legal Manager di EPAC serta Legal Manager di PT Epac Flexibles Indonesia (EFI). Sebagai pengganti, Rezha Andrian diangkat sebagai Corporate Secretary berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 001/MERS/IX/DIR/26. Pengangkatan merujuk pada POJK No. 35/POJK.04/2014. Alamat, telepon, dan email Corporate Secretary tidak berubah. Pengumuman ditandatangani oleh Direktur Keuangan Nicky Gunhadi dan dilaporkan ke OJK pada 15 September 2026.

### Material changes

- Perubahan Corporate Secretary EPAC dari Ignatio Hugo Permana menjadi Rezha Andrian, efektif 14 September 2026.
- Ignatio Hugo Permana mengundurkan diri dari seluruh jabatan di EPAC dan anak usahanya, termasuk Corporate Secretary dan Legal Manager di EPAC serta Legal Manager di PT Epac Flexibles Indonesia (EFI), efektif 14 September 2026.
- Rezha Andrian diangkat sebagai Corporate Secretary berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 001/MERS/IX/DIR/26, efektif sejak tanggal penetapan surat (14 September 2026).
- Pengangkatan merujuk pada POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
- Alamat Corporate Secretary: Kawasan Pergudangan 19 Blok A1 No. 1, Pakuhaji, Tangerang - Banten; telepon: 02129667018; email: corsec@epack.co.id (tidak berubah).
- Pengumuman ditandatangani oleh Nicky Gunhadi, Direktur Keuangan, dan dilaporkan ke OJK pada 15 September 2026.
- Surat pengunduran diri Ignatio Hugo Permana tertanggal 4 September 2026, ditujukan kepada Direktur Utama EPAC (Bahar), Direktur EPAC (Nicky Gunhadi), Komisaris Utama EPAC (Alex Budiarjo), dan Komisaris Independen EPAC (Bong Kioen Thian).

### Management / control changes

- Corporate Secretary berubah dari Ignatio Hugo Permana menjadi Rezha Andrian, efektif 14 September 2026.
- Ignatio Hugo Permana mengundurkan diri dari seluruh jabatan di EPAC dan anak usahanya, termasuk Corporate Secretary dan Legal Manager di EPAC serta Legal Manager di EFI, efektif 14 September 2026.
- Rezha Andrian diangkat sebagai Corporate Secretary berdasarkan SK Direksi No. 001/MERS/IX/DIR/26, efektif 14 September 2026.

### Listing / regulatory

- Pemberitahuan kepada OJK terkait pengangkatan Sekretaris Perusahaan sesuai POJK No. 35/POJK.04/2014.

### Analytical scenarios

- **Perubahan Corporate Secretary** [explicit_fact, high]: EPAC mengganti Corporate Secretary dari Ignatio Hugo Permana menjadi Rezha Andrian, efektif 14 September 2026.
  - Basis: Tabel perubahan pada halaman 1 dan 3 dokumen pengumuman; Surat Ref. 002/MERS/IX/DIR/26; SK Direksi No. 001/MERS/IX/DIR/26
- **Kontinuitas kontak** [explicit_fact, high]: Alamat, telepon, dan email Corporate Secretary tidak berubah setelah pergantian.
  - Basis: Data kontak pada tabel perubahan
- **Alasan perubahan** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan Corporate Secretary terkait dengan pengunduran diri Ignatio Hugo Permana, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Lampiran 'Resignation Letter.pdf'
  - Assumptions: Surat pengunduran diri mengindikasikan pengunduran diri sukarela
  - Caveats: Isi surat tidak tersedia dalam dokumen
- **Dampak operasional** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri ini dapat mempengaruhi kelangsungan fungsi kepatuhan dan administrasi di EPAC dan EFI, namun dampaknya belum dapat dinilai tanpa informasi pengganti.
  - Basis: Tidak ada informasi tentang pengganti atau rencana transisi
  - Assumptions: Perusahaan akan menunjuk pengganti dalam waktu dekat
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dari emiten

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan pengunduran diri Ignatio Hugo Permana.
- Tidak ada detail mengenai kualifikasi atau pengalaman Rezha Andrian.
- Tidak ada informasi mengenai pengganti Legal Manager di EPAC dan EFI, sehingga terdapat ketidakpastian sementara terkait fungsi tersebut.
- Tidak ada pernyataan resmi dari emiten mengenai penerimaan pengunduran diri atau proses transisi.

### Items to monitor

- Perubahan Corporate Secretary merupakan perubahan manajemen yang bersifat administratif dan tidak berdampak langsung pada operasional atau keuangan perusahaan.
- Pengunduran diri Ignatio Hugo Permana dari seluruh jabatan, termasuk Legal Manager, dapat menimbulkan kekosongan sementara pada fungsi legal dan kepatuhan, namun dampaknya belum dapat dinilai tanpa informasi pengganti.

---

## FORU

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 7

### Overview

PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) yang sangat besar, dengan menerbitkan maksimal 215.096.316.400 saham baru (nilai nominal Rp100/saham) pada harga pelaksanaan Rp126 per saham, menghasilkan nilai emisi maksimal Rp27,10 triliun. Aksi ini merupakan transaksi afiliasi dan material karena pengendali IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH, 76,81%) akan melaksanakan 165,22 miliar HMETD melalui inbreng 49% saham PT Borneo Prima (BP) senilai Rp20,82 triliun. RUPSLB menyetujui pada 22 Juli 2026, pernyataan efektif OJK diperoleh 11 September 2026, dan pencatatan saham baru di BEI direncanakan 25 September 2026. Aksi ini akan mengubah struktur modal secara fundamental, berpotensi mendilusi pemegang saham yang tidak ikut hingga 99,78%, dan mengubah profil usaha FORU dari periklanan ke pertambangan batu bara metalurgi. Terdapat koreksi administratif atas nilai penyetoran dan jumlah saham, serta publikasi iklan sebagai bagian dari proses keterbukaan.

### Material changes

- Rencana penerbitan maksimal 215.096.316.400 saham baru melalui PMHMETD I, nilai nominal Rp100/saham, harga pelaksanaan Rp126/saham, nilai emisi maksimal Rp27.102.135.866.400.
- Pengendali IMR Asia Holding Pte Ltd (76,81%) akan melaksanakan 165.216.755.166 HMETD melalui inbreng 49% saham PT Borneo Prima (BP) senilai Rp20.817.311.150.916 (setelah koreksi).
- Sisa dana dari publik akan disalurkan sebagai pinjaman ke BP untuk modal kerja (Rencana Pinjaman), tergantung partisipasi publik.
- Rasio HMETD: setiap 100 saham lama berhak atas 46.235 HMETD; 1 HMETD = 1 saham baru.
- Dilusi maksimum bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD: 99,78% (disebut juga 99,79% di bagian lain).
- Kewajiban memenuhi free float minimal 15% paling lambat 31 Maret 2029 (kapitalisasi < Rp5 triliun per 31 Maret 2026).
- Tidak ada perubahan pengendalian di BP maupun Perseroan setelah PMHMETD I.
- Koreksi administratif: nilai penyetoran IMR AH, periode perdagangan HMETD, dan jumlah saham setelah transaksi.

### Key financial figures

- **Nilai emisi PMHMETD I:** Rp27.102.135.866.400 (2026-09-14)
- **Nilai inbreng (49% saham BP) - setelah koreksi:** Rp20.817.311.150.916 (2026-09-14)
- **Nilai inbreng (49% saham BP) - sebelum koreksi:** Rp20.817.311.151.042 (2026-09-14)
- **Modal ditempatkan sebelum PMHMETD I:** 465.224.000 saham (2026-07-31)
- **Modal ditempatkan setelah PMHMETD I (skenario publik ikut):** 215.560.944.456 saham (2026-09-14)
- **Modal ditempatkan setelah PMHMETD I (skenario publik tidak ikut) - setelah koreksi:** 165.681.979.166 saham (2026-09-14)
- **Kepemilikan IMR AH setelah PMHMETD I (skenario publik tidak ikut):** 99,94% (2026-09-14)
- **Kapitalisasi pasar per 31 Maret 2026:** Rp558.300.000.000 (2026-03-31)
- **Free float per 31 Maret 2026:** 54.090.900 saham (11,63%) (2026-03-31)
- **Pendapatan usaha FY2025:** Rp45.028.014.086 (FY2025)
- **Rugi bersih FY2025:** -Rp2.515.748.356 (FY2025)
- **Pendapatan usaha Q1 2026:** Rp5.409.583.765 (Q1 2026)
- **Rugi bersih Q1 2026:** -Rp4.150.045.863 (Q1 2026)
- **Jumlah ekuitas per 31 Maret 2026:** Rp19.229.741.969 (2026-03-31)
- **Proforma ekuitas setelah PMHMETD I:** Rp7,15 triliun (2026-10-08)
- **Current Ratio:** 2,19x (2026-03-31)
- **ICR:** -50,28x (2026-03-31)
- **DSCR:** -1,08x (2026-03-31)
- **Total pinjaman terutang:** Rp4.973.039.663 (2026-03-31)
- **Belanja modal peralatan kantor:** Rp49.383.444 (3M 2026)
- **Arus kas dari aktivitas operasi Q1 2026:** Rp3.865.552.463 (Q1 2026)

### Corporate actions

- Rights issue (PMHMETD I) dengan rasio 100:46.235, harga pelaksanaan Rp126/saham, tanpa waran.
- Inbreng (penyetoran saham non-tunai) 49% saham PT Borneo Prima oleh IMR AH.
- Transaksi afiliasi dan material (nilai >50% ekuitas), memerlukan persetujuan pemegang saham independen.
- Rencana pinjaman ke BP untuk modal kerja operasional pertambangan.
- Perubahan struktur modal signifikan.
- Potensi dilusi besar bagi pemegang saham yang tidak ikut.

### Expansion projects

- Akuisisi 49% saham PT Borneo Prima (BP) melalui inbreng, untuk ekspansi ke pertambangan batu bara metalurgi.
- Pinjaman ke BP untuk modal kerja operasional pertambangan (Rencana Pinjaman), tergantung partisipasi publik.
- Belanja modal peralatan kantor Rp49,38 juta (3M 2026), bersumber dari kas internal.
- Tidak ada komitmen investasi barang modal material.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendalian di BP maupun Perseroan setelah PMHMETD I.
- Anirudh Misra memiliki peran ganda di IMR AH, FORU, dan BP.
- PHK karyawan tetap dari 38 menjadi 17 orang (efisiensi struktur organisasi).
- Susunan Direksi: Direktur Utama Anirudh Misra, Direktur Hadi Pranggono, Direktur David Alfa Perdana; Dewan Komisaris: Komisaris Utama Carl Lennart Dillner, Komisaris Independen Toto Setyoadi Murdiono.

### Capital structure

- Penerbitan 215.096.316.400 saham baru.
- Rasio HMETD 100:46.235.
- Dilusi maksimum 99,78% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD.
- Kepemilikan IMR AH tetap 76,81% jika publik ikut; menjadi 99,94% jika tidak.
- Modal dasar akan ditingkatkan dari 1.000.000.000 saham menjadi 500.000.000.000 saham.
- Modal ditempatkan dan disetor akan meningkat dari 465.224.000 saham menjadi 215.560.944.456 saham (skenario masyarakat laksanakan).
- Saham dalam portepel akan menjadi 284.439.055.544 saham (skenario masyarakat laksanakan).
- Proforma ekuitas setelah PMHMETD I: Rp7.153.145.934.652.
- Pinjaman perpetual dalam proforma: Rp2.070.495.448.853.
- Selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali negatif: Rp21.415.762.303.444.

### Listing / regulatory

- Pernyataan efektif OJK pada 11 September 2026.
- Pencatatan saham baru di BEI pada 25 September 2026.
- Kewajiban free float minimal 15% pada 31 Maret 2029.
- Kepatuhan terhadap POJK 32/2015, POJK 17/2020, POJK 42/2020, POJK 40/2025.
- Kewajiban laporan realisasi penggunaan dana per POJK 40/2025.
- Laporan keuangan diaudit dengan opini wajar tanpa modifikasian.

### Analytical scenarios

- **Nilai emisi** [explicit_fact, high]: Nilai emisi maksimal Rp27.102.135.866.400 dihitung dari 215.096.316.400 saham x Rp126.
  - Basis: 215.096.316.400 saham; harga pelaksanaan Rp126
- **Dilusi maksimum** [derived_calculation, high]: Dilusi maksimum 99,78% dihitung dari 1 - (465.224.000 / 215.560.944.456) = 99,78%, sesuai dengan klaim emiten.
  - Basis: Jumlah saham sebelum PMHMETD I: 465.224.000; Jumlah saham setelah PMHMETD I (skenario masyarakat laksanakan): 215.560.944.456
  - Assumptions: Masyarakat melaksanakan seluruh HMETD
- **Nilai inbreng per saham BP** [derived_calculation, medium]: Nilai inbreng Rp20.817.311.150.916 untuk 10.780 saham Seri A BP, setara Rp1.931.104.559 per saham.
  - Basis: Rp20.817.311.150.916 / 10.780 saham
  - Caveats: Nilai per saham hanya indikatif, tidak mencerminkan nilai pasar wajar
- **Penurunan pendapatan Q1 2026** [derived_calculation, high]: Penurunan pendapatan Q1 2026 sebesar 70,80% dibandingkan Q1 2025, sesuai dengan selisih Rp18,53 miliar - Rp5,41 miliar.
  - Basis: Angka pendapatan Q1 2026 dan Q1 2025
- **Kontribusi pendapatan segmen** [derived_calculation, high]: Segmen Periklanan Terintegrasi berkontribusi 81,55% dari total pendapatan 3M 2026 (Rp4.411.458.988 / Rp5.409.583.765).
  - Basis: Rp4.411.458.988; Rp5.409.583.765
  - Assumptions: Menggunakan angka pendapatan usaha dari tabel segmen
- **Pertumbuhan pendapatan FY2025** [derived_calculation, high]: Pendapatan FY2025 tumbuh 14,05% ((45.028.014.086 - 39.482.296.000) / 39.482.296.000).
  - Basis: Angka pendapatan FY2025 dan FY2024.
- **Selisih nilai penyetoran** [derived_calculation, high]: Selisih nilai penyetoran adalah Rp126 (20.817.311.151.042 - 20.817.311.150.916).
  - Basis: Angka sebelum dan sesudah diralat
  - Assumptions: Perhitungan aritmetika sederhana
- **Selisih jumlah saham** [derived_calculation, high]: Selisih jumlah saham setelah transaksi adalah 1 saham (165.681.979.167 - 165.681.979.166).
  - Basis: Angka sebelum dan sesudah diralat
  - Assumptions: Perhitungan aritmetika sederhana
- **Risiko free float** [analyst_hypothesis, medium]: Jika publik tidak melaksanakan HMETD, kepemilikan publik turun menjadi 0,06%, jauh di bawah minimum 15%, sehingga Perseroan berisiko terkena sanksi BEI.
  - Basis: Kepemilikan publik 0,06% pada skenario publik tidak ikut; Kewajiban free float minimal 15%
  - Assumptions: Publik tidak melaksanakan HMETD
  - Caveats: Perseroan menyatakan akan melakukan upaya pemenuhan free float
- **Motivasi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, medium]: Aksi ini tampaknya bertujuan untuk mengakuisisi tambang batu bara metalurgi (BP) dan mendanai operasionalnya, sejalan dengan prospek industri coking coal.
  - Basis: Rencana penggunaan dana untuk inbreng BP dan pinjaman modal kerja; Alasan: prospek positif industri batu bara metalurgi
  - Caveats: Belum ada konfirmasi hasil operasional BP
- **Ketergantungan pada proyek besar** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan pendapatan FY2025 didorong proyek PT Robert Bosch, yang mungkin tidak berulang, sehingga pendapatan Q1 2026 turun drastis.
  - Basis: Penyebutan proyek PT Robert Bosch sebagai kontributor utama
  - Assumptions: Proyek tersebut selesai dan tidak ada pengganti
  - Caveats: Manajemen tidak menyatakan ketergantungan, tetapi pola pendapatan menunjukkan risiko
- **Sifat perbaikan** [analyst_hypothesis, medium]: Perbaikan ini tampaknya bersifat administratif untuk mengoreksi kesalahan penulisan angka, tanpa mengubah substansi transaksi HMETD.
  - Basis: Perubahan hanya pada angka dan tanggal, tidak ada perubahan pada struktur transaksi
  - Assumptions: Tidak ada perubahan lain yang tidak disebutkan
  - Caveats: Belum ada konfirmasi resmi mengenai alasan koreksi
- **Ketergantungan pada BP** [analyst_hypothesis, medium]: Setelah aksi, Perseroan akan mengendalikan BP (49% saham) dan menyalurkan pinjaman, sehingga kinerja keuangan Perseroan akan sangat bergantung pada operasional BP di sektor batu bara metalurgi.
  - Basis: Rencana inbreng dan pinjaman; Risiko utama dinyatakan terkait entitas anak
  - Assumptions: BP beroperasi normal
  - Caveats: Belum ada laporan keuangan BP yang disajikan

### Risks / uncertainties

- Dilusi maksimum 99,78% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD.
- Rencana Pinjaman bergantung pada partisipasi publik; jika tidak, tidak dilakukan.
- Risiko ketergantungan pada entitas anak (BP) yang dapat berdampak material.
- Potensi pelanggaran free float jika publik tidak ikut serta.
- Penurunan pendapatan Q1 2026 sebesar 70,80% akibat hilangnya kontrak retainer.
- ICR dan DSCR negatif pada 3M 2026 menunjukkan EBITDA negatif, berpotensi mempengaruhi kemampuan memenuhi kewajiban keuangan.
- Risiko keterlambatan pelaksanaan inbreng (batas 30 September 2026).
- Biaya terminasi karyawan meningkat akibat PHK.
- Rugi bersih berkelanjutan.
- Ketergantungan pada proyek besar (PT Robert Bosch) yang mungkin tidak berulang.
- Utang bank jangka pendek meningkat.
- Proforma ekuitas sangat dipengaruhi oleh selisih negatif restrukturisasi.
- Risiko fluktuasi harga batubara tanpa lindung nilai.
- Risiko tingkat suku bunga atas pinjaman modal kerja.
- Risiko kredit dari piutang usaha.
- Ketergantungan pada kegiatan usaha Entitas Anak.

### Items to monitor

- Realisasi partisipasi publik dalam pelaksanaan HMETD (menentukan jumlah dana dan kepemilikan akhir).
- Pelaksanaan inbreng 49% saham BP oleh IMR AH (batas akhir 30 September 2026).
- Pencatatan saham baru di BEI pada 25 September 2026.
- Pemenuhan free float minimal 15% pada 31 Maret 2029.
- Kinerja keuangan BP dan kontribusinya terhadap pendapatan FORU.
- Realisasi Rencana Pinjaman ke BP dan syarat-syaratnya.
- Perkembangan harga batu bara metalurgi dan dampaknya terhadap operasional BP.
- Kemampuan FORU memulihkan pendapatan periklanan setelah hilangnya kontrak retainer.
- Laporan realisasi penggunaan dana PMHMETD I sesuai POJK 40/2025.

---

## GGRM

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang diselenggarakan pada 10 September 2026. Dalam paparan tersebut, manajemen mengakui penurunan volume penjualan 1H 2026 sebesar 13,6% YoY (dari 23,7 miliar menjadi 20,5 miliar batang), lebih dalam dari penurunan industri 7%, terutama karena downtrading ke rokok ilegal dan perbedaan cukai antar golongan. Manajemen tidak memberikan target pendapatan, laba, atau capex, hanya berharap volume tidak turun lagi di H2 2026. Tidak ada rencana diversifikasi non-tobacco, tidak ada tambahan capex untuk bandara Dhoho (belum berkontribusi positif), capex jalan tol estimasi Rp1-2 triliun tahun ini. Dividen tahun 2025 sebesar Rp800/saham (total Rp1,6 triliun), pinjaman sering nol. Free float 17%, sudah memenuhi target 15% per 31 Maret 2028. Manajemen menekankan strategi harga hati-hati untuk menghindari menjadi rokok termahal, karena risiko kehilangan konsumen permanen.

### Material changes

- Volume penjualan GGRM paruh pertama 2025 sebesar 23,7 miliar batang, turun menjadi 20,5 miliar batang pada paruh pertama 2026, penurunan 13,6%.
- Volume rokok nasional turun 7% YoY, sementara volume GGRM turun lebih dalam; segmen SKM mencatat CAGR 5 tahun -5%.
- Manajemen menyatakan tidak ada rencana konkret untuk diversifikasi ke bisnis non-tobacco karena kondisi ekonomi tidak terlalu baik.
- Manajemen tidak mengumumkan target pendapatan, laba bersih, atau capex hingga akhir 2026; hanya berharap volume tidak lagi mengalami penurunan.
- Capex untuk bandara Dhoho Kediri tidak ada tambahan pada 2026; bandara belum memberikan kontribusi positif dan diperkirakan tetap demikian untuk beberapa tahun ke depan.
- Capex untuk progres pembangunan jalan tol diperkirakan sekitar Rp1 triliun hingga Rp2 triliun pada tahun ini.
- Tidak ada rencana investasi besar lain selain Dhoho dan proyek jalan tol.
- Free float Perseroan saat ini 17%, sudah memenuhi target 15% per 31 Maret 2028, sehingga tidak ada timeline khusus yang relevan.
- Dividen tahun 2025 sebesar Rp800 per lembar saham, total Rp1,6 triliun, diputuskan pada RUPS 2026.
- Pinjaman Perseroan sangat rendah, seringkali 0 pada balance sheet date.
- Manajemen tidak dapat menjawab ruang kenaikan ASP karena berubah dari minggu ke minggu.
- Penurunan volume disebabkan perokok kelas menengah ke bawah beralih ke rokok ilegal yang tidak membayar cukai; penindakan ilegal belum cukup menghilangkan masalah.

### Key financial figures

- **Volume penjualan 1H 2025:** 23.7 (1H 2025)
- **Volume penjualan 1H 2026:** 20.5 (1H 2026)
- **Penurunan volume penjualan:** 13.6% (1H 2026 vs 1H 2025)
- **Penurunan volume industri nasional:** 7% (YoY)
- **CAGR 5 tahun segmen SKM:** -5% (5 tahun)
- **Cukai SKM 12 batang:** Rp 19.000 (saat ini)
- **Harga jual SKM 12 batang:** Rp 26.000 (saat ini)
- **Net sales proceeds per bungkus SKM 12 batang:** Rp 7.000 (saat ini)
- **Harga jual rokok ilegal (contoh):** Rp 12.000 (ilustrasi)
- **Dividen per saham:** Rp 800 (tahun buku 2025)
- **Total dividen:** Rp 1,6 triliun (tahun buku 2025)
- **Capex jalan tol estimasi:** Rp 1-2 triliun (2026)
- **Free float:** 17% (saat ini)
- **Target free float:** 15% (31 Maret 2028)

### Expansion projects

- Capex jalan tol estimasi Rp1-2 triliun tahun 2026
- Bandara Dhoho Kediri belum memberikan kontribusi positif dan diperkirakan tetap demikian untuk beberapa tahun ke depan
- Tidak ada tambahan capex untuk bandara pada 2026

### Capital structure

- Free float 17%, sudah memenuhi target 15% per 31 Maret 2028
- Pinjaman sangat rendah, seringkali 0 pada balance sheet date

### Analytical scenarios

- **Penurunan volume lebih dalam dari industri** [derived_calculation, medium]: Penurunan volume GGRM 13,6% vs industri 7% kemungkinan disebabkan posisi GGRM di Tier 1 (Golongan 1) dengan harga lebih tinggi, sehingga konsumen beralih ke Golongan 2 atau rokok ilegal. Ini konsisten dengan penjelasan manajemen tentang downtrading.
  - Basis: Penurunan volume GGRM 13,6% vs industri 7%; Posisi GGRM di Tier 1; Perbedaan cukai antar golongan
  - Assumptions: Data industri yang dirujuk manajemen akurat; Perilaku downtrading terjadi secara proporsional
  - Caveats: Manajemen sendiri menyatakan tidak bisa memastikan apakah penurunan volume riil atau hanya perpindahan ke rokok ilegal
- **Risiko kehilangan konsumen permanen** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen khawatir jika menaikkan harga terlalu tinggi, konsumen akan beralih ke merek lain dan tidak kembali meskipun harga turun. Ini menunjukkan risiko strategi harga agresif terhadap loyalitas merek.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang konsumen yang pindah tidak otomatis kembali; Strategi menghindari menjadi rokok termahal
  - Assumptions: Perilaku konsumen seperti yang dijelaskan manajemen
  - Caveats: Tidak ada data kuantitatif tentang tingkat kembalinya konsumen
- **Ketergantungan pada status quo cukai** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen berharap pemerintah tidak menaikkan cukai untuk mempertahankan volume SKM. Jika cukai naik, GGRM mungkin harus menaikkan harga lebih tinggi, berisiko menurunkan volume lebih lanjut.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang status quo cukai; Contoh cukai Rp19.000 dari harga Rp26.000
  - Assumptions: Kebijakan cukai tetap tidak berubah
  - Caveats: Kebijakan pemerintah tidak dapat diprediksi
- **Potensi perbaikan laba H2 2026** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen mengharapkan perbaikan laba H1 berlanjut ke H2 jika kondisi makro tidak berubah, tetapi hanya jika dapat menaikkan harga. Ini menunjukkan optimisme bersyarat.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang perbaikan H1 berlanjut ke H2; Kenaikan harga sebagai syarat
  - Assumptions: Kondisi makro stabil; Kenaikan harga diikuti kompetitor
  - Caveats: Tidak ada target kuantitatif
- **Dampak rokok ilegal terhadap pangsa pasar** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen menyatakan penindakan rokok ilegal belum cukup efektif, dan GGRM tidak merasakan dampak positif signifikan. Ini menunjukkan risiko struktural terhadap volume penjualan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang penindakan belum cukup; Tidak merasakan dampak positif
  - Assumptions: Data penindakan yang dirujuk manajemen akurat
  - Caveats: Manajemen tidak memberikan data kuantitatif
- **Kebijakan dividen tergantung pada kenaikan harga** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen menyiratkan peningkatan dividen hanya mungkin jika harga naik dan kompetitor mengikuti, karena cukai tidak pernah turun. Ini menunjukkan keterbatasan kapasitas pembayaran dividen.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang dividen hanya naik jika harga naik; Cukai tidak pernah turun
  - Assumptions: Tidak ada sumber dana lain selain kenaikan harga
  - Caveats: Manajemen tidak menyebutkan target dividen spesifik
- **Capex jalan tol sebagai prioritas** [analyst_hypothesis, medium]: Dengan tidak ada tambahan capex untuk bandara, fokus capex 2026 adalah jalan tol dengan estimasi Rp1-2 triliun. Ini menunjukkan komitmen pada infrastruktur yang sudah berjalan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang capex jalan tol; Tidak ada tambahan capex bandara
  - Assumptions: Proyek jalan tol masih berjalan sesuai rencana
  - Caveats: Estimasi capex bisa berubah
- **Tidak ada target ASP yang jelas** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen tidak memberikan panduan ruang kenaikan ASP karena berubah mingguan. Ini menunjukkan ketidakpastian pricing dan ketergantungan pada kondisi pasar.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang ASP berubah minggu ke minggu
  - Assumptions: Tidak ada informasi tambahan
  - Caveats: Tidak ada data pendukung

### Risks / uncertainties

- Penurunan volume penjualan yang lebih dalam dari industri
- Persaingan dari rokok ilegal yang tidak membayar cukai
- Risiko kehilangan konsumen permanen jika harga terlalu tinggi
- Ketergantungan pada kebijakan cukai pemerintah
- Bandara Dhoho belum memberikan kontribusi positif
- Kondisi makro ekonomi yang tidak menentu

### Items to monitor

- Volume penjualan 1H 2026 turun 13,6% YoY
- Volume industri turun 7% YoY
- Segmen SKM CAGR 5 tahun -5%
- Cukai SKM 12 batang Rp19.000, harga jual Rp26.000
- Net sales proceeds Rp7.000 per bungkus
- Dividen Rp800/saham, total Rp1,6 triliun
- Capex jalan tol Rp1-2 triliun
- Free float 17%

---

## GIAA

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menerbitkan koreksi atas Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per akhir Agustus 2026. Laporan ini menyajikan data kepemilikan saham, termasuk pemegang saham pengendali, direksi, komisaris, dan afiliasi, serta rincian free float dan klasifikasi investor. Tidak ada perubahan material yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan, namun perlu dicatat bahwa laporan ini adalah koreksi dari laporan sebelumnya (nomor GARUDA/JKTDS/SPE-20005/2026a).

### Material changes

- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menerbitkan koreksi atas Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per akhir bulan Agustus 2026, dengan nomor pengumuman GARUDA/JKTDS/SPE-20005/2026b, menggantikan laporan sebelumnya bernomor GARUDA/JKTDS/SPE-20005/2026a.
- Total saham tercatat perusahaan adalah 407.091.703.837 saham, baik pada bulan ini maupun bulan sebelumnya.
- Pemegang saham pengendali (Danantara Asset) memiliki 370.902.553.959 saham (91,11%) pada bulan ini dan bulan sebelumnya, tidak ada perubahan.
- Kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris: total 6.424.259 saham (0,002%) pada bulan ini dan bulan sebelumnya, tidak ada perubahan.
- Kepemilikan saham oleh Afiliasi: total 1.366.067 saham (0,002%) pada bulan ini dan bulan sebelumnya, tidak ada perubahan.
- Treasury stock: 0 saham pada bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Free float: 7,83% pada bulan ini, turun dari 7,85% pada bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham warkat: 3.904.665.058 saham (0,959%) pada bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Kepemilikan saham non-warkat: 32.276.632.488 saham (7,929%) pada bulan ini dan bulan sebelumnya.
- Laporan mencakup data klasifikasi investor berdasarkan data KSEI, termasuk jumlah investor dan saham untuk berbagai kategori (misalnya, Bank, Asuransi, Reksa Dana, dll).
- Laporan ditandatangani oleh Andreas H. Tumpal Hutapea, Corporate Secretary, pada 15 September 2026.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pada susunan Direksi dan Komisaris yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Tidak ada perubahan pada pemegang saham pengendali (Danantara Asset) yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan pada jumlah saham beredar (407.091.703.837 saham) yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Tidak ada perubahan pada treasury stock (0 saham) yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Listing / regulatory

- Laporan ini merupakan koreksi atas laporan bulanan sebelumnya, yang menunjukkan adanya perbaikan data atau informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia.

### Analytical scenarios

- **Penurunan free float** [analyst_hypothesis, low]: Free float turun dari 7,85% menjadi 7,83% antara bulan sebelumnya dan bulan ini. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh perubahan kepemilikan saham oleh investor publik, namun penyebab spesifik tidak dijelaskan dalam laporan.
  - Basis: Data free float pada halaman 7 dan 16: 7,85% (bulan sebelumnya) dan 7,83% (bulan ini).
  - Assumptions: Penurunan free float dihitung dari selisih persentase yang dilaporkan.
  - Caveats: Penyebab penurunan tidak dijelaskan dalam laporan; bisa jadi karena perubahan kepemilikan oleh investor yang memenuhi definisi free float.

### Risks / uncertainties

- Laporan ini adalah koreksi, yang mengindikasikan adanya kesalahan pada laporan sebelumnya. Meskipun tidak ada perubahan material yang teridentifikasi, investor perlu mewaspadai potensi kesalahan data lainnya.
- Penurunan free float, meskipun kecil, dapat mempengaruhi likuiditas saham di pasar.

### Items to monitor

- Tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan atau jumlah saham beredar yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Penurunan free float dari 7,85% menjadi 7,83% mungkin relevan bagi investor yang memantau likuiditas saham.
- Koreksi laporan menunjukkan adanya perbaikan data, namun tidak ada dampak langsung yang teridentifikasi pada harga saham.

---

## GSMF

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan. Namun, emiten mengungkapkan rencana aksi korporasi PMTHMETD (Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) oleh pemegang saham pengendali. Tahap I telah selesai pada 25 Juni 2026 dengan menerbitkan 1.226.415.100 saham (8,62% dari total saham) senilai Rp130.677.392.800, meningkatkan kepemilikan pengendali dari 68,28% menjadi 70,8%. Tahap II direncanakan pada 2026 dengan maksimum 196.624.800 saham, sehingga total PMTHMETD tidak melebihi 1.423.039.900 saham (10% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh sebesar 14.230.399.705 saham). Aksi korporasi mengacu pada POJK No. 14/POJK.04/2019 dan Peraturan BEI Nomor I-A.

### Material changes

- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Kep-00087/BEI/12-2025.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK No. 4 Tahun 2024 dan POJK No. 11/POJK.04/2017.
- Emiten mengungkapkan rencana aksi korporasi PMTHMETD oleh pemegang saham terkendali, diinformasikan melalui KI No. 144/EDI/VI/2026 tanggal 11 Juni 2026.
- Tahap I PMTHMETD selesai pada 25 Juni 2026 dengan menerbitkan 1.226.415.100 saham (8,62% dari total saham).
- Tahap II PMTHMETD direncanakan pada tahun 2026 dengan maksimum 196.624.800 saham, sehingga total PMTHMETD tidak melebihi 1.423.039.900 saham (10% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh).
- Pemegang saham pengendali Equity Global Investment Limited meningkatkan kepemilikan dari 68,28% menjadi 70,8% melalui PMTHMETD Tahap I dengan setoran modal Rp130.677.392.800.
- Aksi korporasi dilakukan sesuai POJK No. 14/POJK.04/2019 dan Peraturan BEI Nomor I-A (Kep-00045/BEI/03-2026).

### Key financial figures

- **Jumlah saham diterbitkan Tahap I PMTHMETD:** 1.226.415.100 (25 Juni 2026)
- **Persentase saham Tahap I terhadap total saham:** 8,62% (25 Juni 2026)
- **Jumlah saham maksimum Tahap II PMTHMETD:** 196.624.800 (Tahun 2026)
- **Total saham maksimum seluruh PMTHMETD:** 1.423.039.900 (2026)
- **Total saham ditempatkan dan disetor penuh:** 14.230.399.705 (per 2026)
- **Nilai setoran modal Tahap I PMTHMETD:** Rp130.677.392.800 (26 Juni 2026)
- **Kepemilikan pengendali sebelum PMTHMETD:** 68,28% (sebelum Tahap I)
- **Kepemilikan pengendali setelah PMTHMETD Tahap I:** 70,8% (setelah Tahap I)

### Corporate actions

- PMTHMETD (Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) oleh pemegang saham terkendali

### Management / control changes

- Pemegang saham pengendali Equity Global Investment Limited meningkatkan kepemilikan dari 68,28% menjadi 70,8% melalui PMTHMETD Tahap I.

### Capital structure

- Penerbitan 1.226.415.100 saham baru pada Tahap I PMTHMETD.
- Rencana penerbitan maksimum 196.624.800 saham pada Tahap II PMTHMETD.
- Total penerbitan maksimum 1.423.039.900 saham (10% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh).
- Total saham ditempatkan dan disetor penuh: 14.230.399.705 saham.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek (surat S-11911/BEI.PP2/09-2026).
- Aksi korporasi mengacu pada POJK No. 14/POJK.04/2019 dan Peraturan BEI Nomor I-A (Kep-00045/BEI/03-2026).

### Analytical scenarios

- **PMTHMETD Tahap I selesai** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan Tahap I PMTHMETD selesai pada 25 Juni 2026 dengan menerbitkan 1.226.415.100 saham.
  - Basis: Dokumen halaman 1: 'Tahap I telah selesai dilakukan pada tanggal 25 Juni 2026 dengan jumlah lembar saham yang sudah diterbitkan sebesar 1.226.415.100'
- **Persentase saham Tahap I terhadap total saham** [derived_calculation, high]: 1.226.415.100 / 14.230.399.705 = 8,62% (sesuai klaim emiten).
  - Basis: Jumlah saham Tahap I: 1.226.415.100; Total saham: 14.230.399.705
  - Assumptions: Total saham yang digunakan adalah 14.230.399.705 saham.
- **Total saham maksimum PMTHMETD** [derived_calculation, high]: 1.226.415.100 + 196.624.800 = 1.423.039.900 saham, sesuai klaim emiten.
  - Basis: Saham Tahap I: 1.226.415.100; Saham Tahap II maksimum: 196.624.800
  - Assumptions: Tahap II diterbitkan penuh.
- **Kenaikan kepemilikan pengendali** [derived_calculation, high]: Kepemilikan naik dari 68,28% menjadi 70,8%, selisih 2,52 poin persentase.
  - Basis: Kepemilikan sebelum: 68,28%; Kepemilikan setelah: 70,8%
- **Dampak dilusi bagi pemegang saham non-pengendali** [analyst_hypothesis, low]: PMTHMETD oleh pemegang saham pengendali berpotensi mendilusi kepemilikan pemegang saham lain, namun dokumen tidak menyebutkan dampak dilusi secara eksplisit.
  - Basis: Penerbitan saham baru tanpa HMETD oleh pemegang saham terkendali
  - Assumptions: Pemegang saham non-pengendali tidak ikut serta dalam PMTHMETD.
  - Caveats: Belum ada konfirmasi partisipasi pemegang saham lain.
- **Alasan volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Emiten tidak menyebutkan penyebab volatilitas; kemungkinan terkait dengan aksi korporasi PMTHMETD yang sedang berjalan, namun belum dikonfirmasi.
  - Basis: Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi; Pengungkapan aksi korporasi PMTHMETD
  - Assumptions: Volatilitas mungkin dipengaruhi oleh pengumuman aksi korporasi.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tahap II PMTHMETD masih direncanakan, belum pasti terealisasi.
- Dampak dilusi terhadap pemegang saham non-pengendali tidak dijelaskan.
- Penyebab volatilitas transaksi tidak diidentifikasi oleh emiten.

### Items to monitor

- Aksi korporasi PMTHMETD dapat mempengaruhi struktur modal dan kepemilikan.
- Peningkatan kepemilikan pengendali dapat mempengaruhi persepsi pasar.

---

## IATA

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) mengumumkan pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan I MNC Energy Investments Tahap I Tahun 2023 Seri B sebesar Rp149.825.000.000 dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I MNC Energy Investments Tahap I Tahun 2023 Seri B sebesar Rp49.300.000.000, keduanya dengan imbalan 11,25% dan jatuh tempo 6 Oktober 2026. Pengumuman disampaikan oleh Corporate Secretary Andi Tenri Dala Fajar pada 15 September 2026, dengan lampiran surat kesiapan dana.

### Material changes

- PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) mengumumkan pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan I MNC Energy Investments Tahap I Tahun 2023 Seri B sebesar Rp149.825.000.000.
- Nilai nominal obligasi Seri B yang dilunasi sebesar Rp149.825.000.000.
- Tingkat bunga/imbalan obligasi Seri B sebesar 11,25%.
- Tanggal pembayaran pelunasan obligasi Seri B adalah 6 Oktober 2026.
- PT Karya Pacific Energy Tbk mengumumkan pelunasan pokok Sukuk Wakalah Berkelanjutan I MNC Energy Investments Tahap I Tahun 2023 Seri B sebesar Rp49.300.000.000.
- Nilai nominal sukuk Seri B yang dilunasi sebesar Rp49.300.000.000.
- Tingkat imbalan bagi hasil/ujrah sukuk Seri B sebesar 11,25%.
- Tanggal pembayaran pelunasan sukuk Seri B adalah 6 Oktober 2026.
- Pengumuman ditandatangani oleh Corporate Secretary Andi Tenri Dala Fajar.
- Pengumuman dibuat pada 15 September 2026 pukul 14:46.
- Terdapat lampiran berjudul '253 Kesiapan Dana Obligas Seri B dan Sukuk seri B.pdf'.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan basah.

### Key financial figures

- **Nilai nominal obligasi Seri B yang dilunasi:** 149,825,000,000 (2026-10-06)
- **Nilai nominal sukuk Seri B yang dilunasi:** 49,300,000,000 (2026-10-06)
- **Tingkat bunga/imbalan obligasi Seri B:** 11.25%
- **Tingkat imbalan bagi hasil/ujrah sukuk Seri B:** 11.25%

### Corporate actions

- Pelunasan pokok obligasi dan sukuk (pelunasan efek utang) menjelang jatuh tempo.

### Listing / regulatory

- Penyampaian informasi kepada BEI sesuai ketentuan IV.2.11 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00066/BEI/09-2022 tanggal 30 September 2022.

### Analytical scenarios

- **Pelunasan obligasi** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan pelunasan pokok obligasi Seri B senilai Rp149,825,000,000.
  - Basis: Nilai nominal obligasi pada tabel informasi pelunasan
- **Pelunasan sukuk** [explicit_fact, high]: Emiten mengumumkan pelunasan pokok sukuk Seri B senilai Rp49,300,000,000.
  - Basis: Nilai nominal sukuk pada tabel informasi pelunasan
- **Total pelunasan** [derived_calculation, high]: Total pelunasan pokok obligasi dan sukuk Seri B adalah Rp199,125,000,000.
  - Basis: Rp149,825,000,000 + Rp49,300,000,000
  - Assumptions: Kedua nilai dijumlahkan sebagai total kewajiban pelunasan
- **Kesiapan dana** [analyst_hypothesis, low]: Lampiran 'Kesiapan Dana' mengindikasikan emiten telah menyiapkan dana untuk pelunasan, namun rincian sumber dana tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Nama lampiran '253 Kesiapan Dana Obligas Seri B dan Sukuk seri B.pdf'
  - Assumptions: Lampiran berisi informasi kesiapan dana
  - Caveats: Isi lampiran tidak tersedia dalam dokumen

### Risks / uncertainties

- Rincian sumber dana pelunasan tidak diungkapkan dalam dokumen.
- Isi lampiran kesiapan dana tidak tersedia untuk verifikasi.

### Items to monitor

- Pelunasan utang menjelang jatuh tempo dapat mengurangi beban bunga dan kewajiban jangka pendek, namun dampak terhadap likuiditas dan struktur modal tidak diungkapkan.

---

## IDPR

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. (IDPR) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat (termasuk yang berdampak pada pencatatan saham), tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, dan tidak ada rencana pemegang saham pengendali/utama terkait kepemilikan saham. Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary Dwijanto pada 15 September 2026.

### Material changes

- IDPR menerima permintaan penjelasan dari BEI melalui surat nomor S-11928/BEI.PP3/09-2026 (tanggal tidak terbaca) terkait volatilitas transaksi efek.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek sesuai ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, setidaknya dalam 3 bulan mendatang.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik.
- Perseroan menyatakan tidak ada rencana pemegang saham pengendali dan utama terkait kepemilikan sahamnya.
- Surat ditandatangani oleh Dwijanto selaku Corporate Secretary, tanggal 15 September 2026 pukul 08:34.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik dan tidak memerlukan tanda tangan manual.
- Tidak ada lampiran pada surat ini.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek
- Tidak ada rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada dokumen
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada dokumen
- **Tidak ada rencana pemegang saham** [explicit_fact, high]: Tidak ada rencana dari pemegang saham pengendali dan utama terkait kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada dokumen
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, namun tidak ada informasi spesifik yang diungkapkan.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada saham IDPR
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, medium]: Jawaban seragam 'tidak mengetahui' menunjukkan kepatuhan formal terhadap permintaan BEI, namun tidak memberikan wawasan tambahan mengenai penyebab volatilitas.
  - Basis: Seluruh jawaban menyatakan tidak mengetahui atau tidak ada rencana
  - Caveats: Pernyataan hanya berdasarkan dokumen, bukan verifikasi independen

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak terbaca pada dokumen, hanya nomor surat yang tersedia.
- Tidak ada informasi kuantitatif atau keuangan dalam dokumen ini.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak menjamin tidak adanya informasi material yang sebenarnya.

### Items to monitor

- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan fundamental yang diungkapkan; volatilitas harga saham tidak dijelaskan oleh faktor spesifik perusahaan.
- Pernyataan tidak adanya rencana aksi korporasi dalam 3 bulan dapat menjadi sinyal stabilitas, namun bukan jaminan.

---

## INKP

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menyampaikan laporan koreksi atas penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2026 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2026. Laporan ini mengoreksi surat sebelumnya No.043/CRP/IK/VII/2026 tanggal 10 Juli 2026. Dana bersih yang diperoleh dari obligasi sebesar Rp2.266.172.740.237 dan dari sukuk sebesar Rp2.322.354.933.966. Per 30 Juni 2026, realisasi penggunaan dana obligasi untuk pelunasan pinjaman/angsuran pokok sebesar Rp164.563.261.645 dan pembayaran bunga sebesar Rp601.470.101.536, dengan sisa dana Rp1.905.285.367.354 yang ditempatkan di BNI. Untuk sukuk, realisasi pelunasan pinjaman/angsuran pokok sebesar Rp120.405.811.897 dan pembayaran bagi hasil sebesar Rp604.888.089.769, dengan sisa dana Rp1.501.223.757.880 yang ditempatkan di Bank Syariah Indonesia. Laporan ini bersifat koreksi dan tidak mengubah rencana penggunaan dana yang telah disampaikan sebelumnya.

### Material changes

- Laporan ini merupakan koreksi atas surat No.043/CRP/IK/VII/2026 tanggal 10 Juli 2026, dengan tanggal efektif penawaran umum 13 Maret 2026.
- Hasil bruto Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp2.275.960.000.000, biaya emisi Rp9.787.259.763, sehingga dana bersih Rp2.266.172.740.237.
- Hasil bruto Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp2.331.930.000.000, biaya emisi Rp9.575.066.034, sehingga dana bersih Rp2.322.354.933.966.
- Rencana penggunaan dana obligasi: 34% (Rp766.033.383.184) untuk pembayaran utang dan 66% (Rp1.500.139.357.053) untuk modal kerja.
- Rencana penggunaan dana sukuk: 40% (Rp925.293.901.386) untuk pembayaran utang dan 60% (Rp1.397.061.032.580) untuk modal kerja.
- Realisasi penggunaan dana obligasi per 30 Juni 2026: Rp164.563.261.645 untuk pelunasan pinjaman/angsuran pokok dan Rp601.470.101.536 untuk pembayaran bunga, sehingga sisa dana Rp1.905.285.367.354.
- Realisasi penggunaan dana sukuk per 30 Juni 2026: Rp120.405.811.897 untuk pelunasan pinjaman/angsuran pokok dan Rp604.888.089.769 untuk pembayaran bagi hasil, sehingga sisa dana Rp1.501.223.757.880.
- Sisa dana obligasi ditempatkan pada giro di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan tingkat bunga 6,00% per tahun, bukan pihak berelasi.
- Sisa dana sukuk ditempatkan pada giro di PT Bank Syariah Indonesia dengan tingkat imbal 6,59% per tahun, bukan pihak berelasi.
- Biaya emisi obligasi terdiri dari underwriting fee Rp2.190.665.531, management fee Rp4.381.331.064, selling fee Rp2.190.665.531, profesi penunjang Rp61.740.840, lembaga penunjang Rp782.788.000, dan biaya lain Rp180.068.797.
- Biaya emisi sukuk terdiri dari underwriting fee Rp2.170.496.511, management fee Rp4.340.993.021, selling fee Rp2.170.496.511, profesi penunjang Rp8.681.986.043, lembaga penunjang Rp63.259.160, dan biaya lain Rp260.931.203.
- Laporan ditandatangani oleh Heri Santoso selaku Corporate Secretary pada 15 September 2026.
- Wali Amanat untuk emisi obligasi dan sukuk adalah PT Bank KB Indonesia Tbk.
- Laporan disusun sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40 tahun 2025 tanggal 19 Desember 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

### Key financial figures

- **Hasil bruto obligasi:** 2.275.960.000.000 (2026-03-13)
- **Biaya emisi obligasi:** 9.787.259.763 (2026-03-13)
- **Dana bersih obligasi:** 2.266.172.740.237 (2026-03-13)
- **Rencana bayar utang obligasi:** 766.033.383.184 (2026-03-13)
- **Rencana modal kerja obligasi:** 1.500.139.357.053 (2026-03-13)
- **Realisasi pelunasan pinjaman/angsuran pokok obligasi:** 164.563.261.645 (2026-06-30)
- **Realisasi pembayaran bunga obligasi:** 601.470.101.536 (2026-06-30)
- **Sisa dana obligasi:** 1.905.285.367.354 (2026-06-30)
- **Hasil bruto sukuk:** 2.331.930.000.000 (2026-03-13)
- **Biaya emisi sukuk:** 9.575.066.034 (2026-03-13)
- **Dana bersih sukuk:** 2.322.354.933.966 (2026-03-13)
- **Rencana bayar utang sukuk:** 925.293.901.386 (2026-03-13)
- **Rencana modal kerja sukuk:** 1.397.061.032.580 (2026-03-13)
- **Realisasi pelunasan pinjaman/angsuran pokok sukuk:** 120.405.811.897 (2026-06-30)
- **Realisasi pembayaran bagi hasil sukuk:** 604.888.089.769 (2026-06-30)
- **Sisa dana sukuk:** 1.501.223.757.880 (2026-06-30)
- **Tingkat bunga giro obligasi:** 6,00% (2026-06-30)
- **Tingkat imbal giro sukuk:** 6,59% (2026-06-30)

### Corporate actions

- Penawaran umum obligasi dan sukuk (hasil bersih total Rp4.588.527.674.203)
- Penggunaan dana hasil penawaran umum untuk pembayaran utang dan modal kerja
- Penempatan sisa dana pada bank (BNI dan BSI) dengan tingkat bunga/bagi hasil

### Listing / regulatory

- Laporan penggunaan dana hasil penawaran umum disampaikan sebagai koreksi atas laporan sebelumnya
- Penyampaian laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum kepada OJK sesuai POJK 40/2025

### Analytical scenarios

- **Total dana bersih gabungan** [derived_calculation, high]: Total dana bersih dari obligasi dan sukuk adalah Rp2.266.172.740.237 + Rp2.322.354.933.966 = Rp4.588.527.674.203.
  - Basis: Dana bersih obligasi Rp2.266.172.740.237; Dana bersih sukuk Rp2.322.354.933.966
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana
- **Persentase realisasi penggunaan dana obligasi** [derived_calculation, high]: Realisasi penggunaan dana obligasi untuk pelunasan pinjaman/angsuran pokok adalah sekitar 7,26% dari dana bersih (Rp164.563.261.645 / Rp2.266.172.740.237), dan pembayaran bunga sekitar 26,54% (Rp601.470.101.536 / Rp2.266.172.740.237). Total realisasi sekitar 33,80%, sehingga sisa dana sekitar 66,20% (Rp1.905.285.367.354) belum digunakan.
  - Basis: Realisasi pelunasan pinjaman/angsuran pokok Rp164.563.261.645; Realisasi pembayaran bunga Rp601.470.101.536; Dana bersih Rp2.266.172.740.237
  - Assumptions: Persentase dihitung dari dana bersih
- **Persentase realisasi penggunaan dana sukuk** [derived_calculation, high]: Realisasi penggunaan dana sukuk untuk pelunasan pinjaman/angsuran pokok adalah sekitar 5,18% dari dana bersih (Rp120.405.811.897 / Rp2.322.354.933.966), dan pembayaran bagi hasil sekitar 26,05% (Rp604.888.089.769 / Rp2.322.354.933.966). Total realisasi sekitar 31,23%, sehingga sisa dana sekitar 68,77% (Rp1.501.223.757.880) belum digunakan.
  - Basis: Realisasi pelunasan pinjaman/angsuran pokok Rp120.405.811.897; Realisasi pembayaran bagi hasil Rp604.888.089.769; Dana bersih Rp2.322.354.933.966
  - Assumptions: Persentase dihitung dari dana bersih
- **Total sisa dana gabungan** [derived_calculation, high]: Total sisa dana yang belum digunakan dari kedua instrumen adalah Rp1.905.285.367.354 + Rp1.501.223.757.880 = Rp3.406.509.125.234.
  - Basis: Sisa dana obligasi Rp1.905.285.367.354; Sisa dana sukuk Rp1.501.223.757.880
  - Assumptions: Penjumlahan sederhana
- **Kemungkinan penggunaan sisa dana** [analyst_hypothesis, low]: Sisa dana yang besar (Rp3.406.509.125.234 total) kemungkinan akan digunakan untuk pelunasan utang atau modal kerja di masa mendatang, namun belum ada informasi lebih lanjut dari emiten.
  - Basis: Sisa dana obligasi Rp1.905.285.367.354; Sisa dana sukuk Rp1.501.223.757.880
  - Assumptions: Berdasarkan rencana penggunaan yang belum terealisasi
  - Caveats: Belum ada konfirmasi dari emiten mengenai rencana penggunaan sisa dana

### Risks / uncertainties

- Sisa dana yang belum digunakan dalam jumlah besar (Rp3,4 triliun) dapat menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi penggunaan dana.
- Tidak ada informasi mengenai jadwal penggunaan sisa dana atau target waktu penyelesaian.
- Laporan ini adalah koreksi, sehingga mungkin ada perbedaan dengan laporan sebelumnya yang perlu diperhatikan.
- Tingkat bunga giro yang rendah (6,00% dan 6,59%) mungkin tidak mengimbangi biaya dana.

### Items to monitor

- Sisa dana yang besar menunjukkan bahwa sebagian besar dana hasil penawaran umum belum digunakan, yang dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap efisiensi penggunaan dana.
- Penempatan sisa dana pada giro dengan tingkat bunga rendah dapat mengurangi potensi imbal hasil bagi investor obligasi/sukuk.
- Laporan koreksi ini menunjukkan adanya perbaikan pelaporan, namun perbedaan dengan laporan sebelumnya perlu dicermati.

---

## KBLM

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, dan belum ada rencana pemegang saham utama/pengendali terkait kepemilikan saham. Tidak ada angka keuangan atau aksi korporasi spesifik yang diungkapkan.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga Efek Perusahaan Tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1. Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
- Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Belum ada rencana pemegang saham utama dan pengendali terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat tanggapan bernomor 108/CS-S/TX/2026, ditandatangani di Jakarta pada 14 September 2026 oleh Intan Eka Dewi selaku Corporate Secretary.
- Surat permintaan penjelasan BEI bernomor S-11908/BEI.PP1/09-2026 tanggal 11 September 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek (surat S-11908/BEI.PP1/09-2026 tanggal 11 September 2026).

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham, paling tidak dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Pernyataan pada poin 4 surat tanggapan
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, serta tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan.
  - Basis: Pernyataan pada poin 1, 2, dan 5 surat tanggapan
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
  - Basis: Pernyataan pada poin 3 surat tanggapan
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Belum ada rencana pemegang saham utama dan pengendali terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Pernyataan pada poin 6 surat tanggapan
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi efek KBLM mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, bukan oleh informasi spesifik dari emiten, karena manajemen menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan atas volatilitas, dan manajemen menyangkal adanya informasi material
  - Assumptions: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung oleh data tambahan; tidak ada rincian volatilitas yang diminta penjelasan

### Risks / uncertainties

- Penyebab spesifik volatilitas transaksi efek tidak dijelaskan oleh manajemen.
- Pernyataan 'tidak ada rencana aksi korporasi' hanya berlaku untuk 3 bulan ke depan, sehingga perubahan rencana di luar periode tersebut tidak dapat dikesampingkan.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai volatilitas atau penyebabnya.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan; pergerakan harga saham mungkin dipengaruhi faktor eksternal atau sentimen pasar.
- Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, sehingga tidak ada potensi dilusi atau perubahan struktur modal dalam periode tersebut.
- Belum ada rencana pemegang saham utama/pengendali terkait kepemilikan saham, sehingga risiko perubahan pengendalian rendah dalam waktu dekat.

---

## KETR

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) melaporkan hasil pemeringkatan tahunan atas Obligasi Berkelanjutan I Ketrosden Triasmitra Tahap I Tahun 2026. PEFINDO menegaskan peringkat idAAA(cg) dengan outlook STABLE untuk seluruh seri obligasi (Seri A, B, C) dan peringkat perusahaan, berlaku 7 September 2026 hingga 1 September 2027, tanpa perubahan dari periode sebelumnya. Total pokok obligasi yang diperingkat adalah Rp220 miliar, dengan maksimum program Rp730 miliar. Obligasi dijamin penuh oleh GuarantCo. Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan pengurus, atau ekspansi yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- PEFINDO memberikan peringkat idAAA(cg) dengan outlook STABLE untuk Obligasi Berkelanjutan I Ketrosden Triasmitra Tahap I Tahun 2026 Seri A, B, dan C.
- Periode pemeringkatan berlaku dari 7 September 2026 hingga 1 September 2027.
- Obligasi Seri A memiliki jumlah pokok Rp40.000.000.000 dan jatuh tempo 8 Mei 2029.
- Obligasi Seri B memiliki jumlah pokok Rp30.000.000.000 dan jatuh tempo 8 Mei 2031.
- Obligasi Seri C memiliki jumlah pokok Rp150.000.000.000 dan jatuh tempo 8 Mei 2036.
- Peringkat perusahaan (corporate rating) adalah idAAA(cg) dengan outlook stabil, periode yang sama, tanpa perubahan.
- Obligasi Berkelanjutan I Ketrosden Triasmitra Tahun 2026 memiliki pokok maksimum Rp730.000.000.000 dan dijamin penuh oleh GuarantCo.
- Peringkat efek utang mencerminkan penjaminan penuh tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali dari GuarantCo (sAAA/stabil) untuk pembayaran pokok dan kupon.
- Per 30 Juni 2026, pemegang saham: PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara 56,53%, PT Gema Lintas Benua 9,64%, Petrus Sartono 1,00%, publik 32,84%. Pemegang manfaat akhir adalah Bapak Joy Wahjudi.
- Triasmitra memiliki dua entitas anak: PT Jejaring Mitra Persada (jasa pengembang sistem kabel serat optik) dan PT Triasmitra Multiniaga Internasional (pemeliharaan, patroli laut/darat, pusat data dan kolokasi).
- GuarantCo didirikan Agustus 2005 di Mauritius, bagian dari PIDG, dimiliki PIDG Hold Co 91,48% dan FMO 8,52%.
- Riwayat peringkat: Sep 2025 AAA, Sep 2024 AAA, Sep 2023 AAA, Sep 2022 AAA, Sep 2021 AAA (dengan akhiran (cg) pada beberapa periode).
- Hasil pemeringkatan efek diterbitkan pada 7 September 2026 dan diterima emiten pada 8 September 2026.
- Surat pengumuman bernomor 009/KT-OJK/DIR/CORSEC/SPE/IX/2026, ditandatangani oleh Direktur Keuangan Vidcy Octory.
- Lembaga pemeringkat adalah PEFINDO dengan nomor hasil RC-1187/PEF-DIR/IX/2026.

### Key financial figures

- **Jumlah pokok Obligasi Seri A:** 40000000000 (2026-09-07)
- **Jumlah pokok Obligasi Seri B:** 30000000000 (2026-09-07)
- **Jumlah pokok Obligasi Seri C:** 150000000000 (2026-09-07)
- **Total adjusted assets:** 2346.7 (2025 (unaudited, as of/for the year ended 30 Juni 2026?))
- **Total adjusted assets:** 2392.9 (2024)
- **Total adjusted assets:** 2070.8 (2023)
- **Total adjusted assets:** 2174.8 (2022)
- **Total adjusted debt:** 718.8 (2025)
- **Total adjusted debt:** 803.3 (2024)
- **Total adjusted debt:** 802.1 (2023)
- **Total adjusted debt:** 1100.1 (2022)
- **Total adjusted equity:** 1229.2 (2025)
- **Total adjusted equity:** 1167.2 (2024)
- **Total adjusted equity:** 1028.9 (2023)
- **Total adjusted equity:** 942.2 (2022)
- **Total sales:** 390.9 (2025)
- **Total sales:** 750.2 (2024)
- **Total sales:** 556.4 (2023)
- **Total sales:** 390.5 (2022)
- **EBITDA:** 118.3 (2025)
- **EBITDA:** 282.9 (2024)
- **EBITDA:** 206.9 (2023)
- **EBITDA:** 170.9 (2022)
- **Net income after MI:** 61.9 (2025)
- **Net income after MI:** 138.5 (2024)
- **Net income after MI:** 84.9 (2023)
- **Net income after MI:** 77.5 (2022)

### Capital structure

- Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2026: maksimum Rp730.000.000.000, dengan Seri A Rp40 miliar, Seri B Rp30 miliar, Seri C Rp150 miliar.
- Pemegang saham per 30 Juni 2026: PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara 56,53%, PT Gema Lintas Benua 9,64%, Petrus Sartono 1,00%, publik 32,84%.
- Pemegang manfaat akhir: Bapak Joy Wahjudi.

### Listing / regulatory

- Pemeringkatan tahunan obligasi oleh PEFINDO dengan peringkat idAAA(cg) dan outlook STABLE.
- Penyampaian hasil pemeringkatan kepada OJK sesuai POJK No. 49/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Peringkat obligasi** [explicit_fact, high]: PEFINDO memberikan peringkat idAAA(cg) untuk seluruh seri obligasi, menunjukkan peringkat tertinggi dengan penekanan pada tata kelola perusahaan.
  - Basis: Tabel hasil pemeringkatan pada dokumen
- **Total pokok obligasi** [derived_calculation, high]: Total pokok obligasi yang diperingkat adalah Rp220.000.000.000 (Rp40 miliar + Rp30 miliar + Rp150 miliar).
  - Basis: Penjumlahan jumlah pokok Seri A, B, dan C
  - Assumptions: Semua seri merupakan bagian dari program obligasi yang sama
- **Rasio utang terhadap ekuitas** [derived_calculation, medium]: Berdasarkan data 2025, rasio adjusted debt/adjusted equity adalah 0,6x, menunjukkan leverage yang rendah.
  - Basis: Total adjusted debt 718.8 IDR bn; Total adjusted equity 1229.2 IDR bn
  - Assumptions: Angka 2025 adalah untuk tahun penuh
  - Caveats: Data 2025 mungkin belum diaudit.
- **Potensi penerbitan obligasi tambahan** [analyst_hypothesis, low]: Dengan maksimum obligasi Rp730 miliar dan penerbitan baru Rp220 miliar, ada ruang untuk penerbitan tambahan hingga Rp510 miliar di masa depan.
  - Basis: Maksimum Rp730 miliar; Total seri yang diterbitkan Rp220 miliar
  - Assumptions: Belum ada penerbitan lain di luar seri A, B, C
  - Caveats: Keputusan penerbitan bergantung pada kebutuhan pendanaan dan kondisi pasar.
- **Tujuan penerbitan obligasi** [analyst_hypothesis, low]: Penerbitan obligasi berkelanjutan ini kemungkinan ditujukan untuk mendanai kebutuhan modal kerja atau ekspansi, namun tidak ada informasi dalam dokumen ini.
  - Basis: Keberadaan obligasi berkelanjutan
  - Assumptions: Penerbitan obligasi umumnya untuk pendanaan
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai penggunaan dana

### Risks / uncertainties

- Peringkat dapat diturunkan jika peringkat GuarantCo diturunkan atau terjadi pelanggaran perjanjian penjaminan.
- Data keuangan 2025 mungkin belum diaudit, sehingga angka dapat berubah.
- Tidak ada informasi tentang kinerja keuangan semester I 2026 secara rinci dalam dokumen ini.
- Tidak ada informasi mengenai penggunaan dana hasil obligasi.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan struktur modal atau kepemilikan.

### Items to monitor

- Peringkat idAAA(cg) dengan outlook STABLE menunjukkan kualitas kredit yang sangat kuat, didukung penjaminan penuh dari GuarantCo.
- Struktur kepemilikan yang terkonsentrasi pada PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara (56,53%) menunjukkan pengendalian yang jelas oleh pemegang manfaat akhir Bapak Joy Wahjudi.
- Ruang penerbitan obligasi tambahan hingga Rp510 miliar dari program Rp730 miliar dapat menjadi indikasi potensi pendanaan utang di masa depan, namun belum ada kepastian.

---

## KLBF

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 2

### Overview

Pada 15 September 2026, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimum Rp500 miliar, yang kemudian dibatalkan pada hari yang sama melalui pengumuman koreksi. Urutan ini menunjukkan perubahan sikap manajemen yang cepat dan tidak biasa, yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas kebijakan korporasi. Pentingnya secara korporasi terletak pada sinyal yang bertentangan: pertama, upaya untuk menopang harga saham dan menunjukkan keyakinan pada fundamental; kedua, pembatalan yang menimbulkan ketidakpastian tentang alasan dan arah strategi modal perusahaan.

### Material changes

- Rencana buyback diumumkan dan kemudian dibatalkan pada hari yang sama, menunjukkan perubahan kebijakan yang cepat.
- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau struktur modal yang diumumkan.

### Key financial figures

- **Nilai nominal maksimum buyback:** 500,000,000,000 (2026-09-15 (pengumuman rencana buyback))
- **Biaya buyback (persentase dari nilai buyback):** 0.1% (2026-09-15)
- **Perkiraan penurunan pendapatan bunga:** 8,400,000,000 (setelah periode buyback (16 Desember 2026))
- **Proforma laba per saham setelah buyback penuh:** 81.44 (proforma setelah buyback penuh)
- **Laba per saham tahun 2025:** 80.51 (tahun berakhir 31 Desember 2025)

### Corporate actions

- Pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimum Rp500 miliar (dibatalkan).
- Potensi pengalihan saham treasuri di masa mendatang (tidak berlaku setelah pembatalan).

### Capital structure

- Pembelian kembali saham akan mengurangi jumlah saham beredar (rencana, dibatalkan).
- Saham hasil buyback menjadi saham treasuri yang dapat dialihkan di masa mendatang (rencana, dibatalkan).

### Listing / regulatory

- Buyback direncanakan sesuai POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023, dengan dasar Surat OJK No. S-112/D.04/2026 (rencana, dibatalkan).
- Pembatalan buyback tidak disertai informasi regulasi tambahan.

### Analytical scenarios

- **Pengumuman rencana buyback** [explicit_fact, high]: KLBF mengumumkan rencana buyback dengan nilai maksimum Rp500 miliar, periode 16 September-16 Desember 2026, sumber dana internal, dan proforma EPS Rp81,44.
  - Basis: Pengumuman 20260915150936-066/CSEC-KF/IX-2026_id-id
- **Pembatalan rencana buyback** [explicit_fact, high]: KLBF membatalkan rencana buyback yang diumumkan sebelumnya, berlaku sampai waktu yang akan ditentukan, tanpa alasan spesifik.
  - Basis: Pengumuman 20260915171602-068/CSEC-KF/IX-2026_id-id
- **Perkiraan jumlah saham yang dibeli** [derived_calculation, low]: Dengan nilai buyback maksimum Rp500 miliar dan proforma EPS Rp81,44, tidak dapat menghitung jumlah saham secara langsung tanpa data laba bersih atau jumlah saham beredar. Namun, jika menggunakan EPS 2025 Rp80,51 dan asumsi laba bersih tetap, jumlah saham beredar dapat diestimasi, tetapi tidak cukup data.
  - Basis: Nilai buyback Rp500 miliar; EPS 2025 Rp80,51; Proforma EPS Rp81,44
  - Assumptions: Laba bersih tidak berubah signifikan; Penurunan pendapatan bunga Rp8,4 miliar mempengaruhi laba
  - Caveats: Perhitungan memerlukan data laba bersih yang tidak tersedia dalam dokumen
- **Dampak buyback terhadap struktur modal** [analyst_hypothesis, medium]: Buyback dengan dana internal dapat mengurangi kas dan ekuitas, meningkatkan rasio utang terhadap ekuitas jika tidak diimbangi, namun perusahaan menyatakan dampak tidak material.
  - Basis: Sumber dana internal; Penurunan pendapatan bunga Rp8,4 miliar
  - Assumptions: Tidak ada utang baru untuk membiayai buyback
  - Caveats: Tidak ada data neraca atau laporan keuangan dalam dokumen
- **Alasan pembatalan** [analyst_hypothesis, low]: Pembatalan buyback mungkin disebabkan oleh perubahan kondisi pasar atau pertimbangan internal perusahaan, namun alasan spesifik tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Dokumen hanya menyebutkan pembatalan tanpa memberikan alasan.
  - Assumptions: Asumsi bahwa pembatalan didasari oleh evaluasi kondisi pasar atau strategi perusahaan.
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai alasan pembatalan.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian mengenai alasan pembatalan buyback.
- Ketidakpastian kapan atau apakah rencana buyback akan dilanjutkan di masa depan.
- Detail buyback (jumlah saham, nilai, jadwal) tidak diungkapkan dalam dokumen awal, sehingga ketidakjelasan ini dapat menjadi risiko informasi bagi investor.
- Pernyataan 'tidak berdampak material' adalah klaim emiten dan belum tentu mencerminkan dampak sebenarnya terhadap harga saham atau struktur modal.
- Buyback dapat diakhiri lebih cepat dari jadwal, sehingga realisasi dapat berbeda (relevan jika buyback dilanjutkan).
- Harga pembelian saham tidak ditentukan, hanya harga wajar.
- Penurunan pendapatan bunga diperkirakan tidak material, tetapi jika suku bunga berubah, dampak bisa berbeda.

### Items to monitor

- Pengumuman lanjutan dari KLBF mengenai kemungkinan buyback di masa depan.
- Alasan resmi pembatalan buyback, jika diungkapkan kemudian.
- Perubahan harga saham KLBF dan volume perdagangan setelah pengumuman pembatalan.
- Laporan keuangan berikutnya untuk melihat dampak dari keputusan ini.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023 jika buyback dilanjutkan.

---

## KOTA

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 2

### Overview

Dalam periode 14–15 September 2026, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mengumumkan dua aksi korporasi besar yang saling terkait: (1) pemanggilan RUPSLB untuk 6 Oktober 2026 dengan agenda persetujuan PMHMETD I (rights issue), perubahan anggaran dasar, akuisisi dua perusahaan, dan perubahan penggunaan dana IPO; (2) tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa yang mengungkapkan nilai transaksi akuisisi, struktur kepemilikan, dan rencana pengembangan. Aksi ini penting karena rights issue berpotensi mendilusi pemegang saham, akuisisi senilai Rp4,4 triliun akan menambah land bank ±571 ha, dan perubahan penggunaan dana IPO menunjukkan pergeseran strategi dari operasional ke investasi lahan. Struktur rights issue (rasio, harga, jumlah dana) belum final, sehingga dampak penuh belum dapat dihitung.

### Material changes

- Rencana rights issue (PMHMETD I) dengan penerbitan saham Seri B, struktur belum final.
- Rencana akuisisi 99,99% saham PT Art Design Indonesia (ADI) senilai Rp1,2 triliun dan 99,99% saham PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP) senilai Rp3,2 triliun dari PT Michel Energi.
- Perubahan penggunaan dana IPO: meningkatkan alokasi untuk pembelian lahan potensial, menurunkan alokasi untuk modal kerja.
- Perubahan anggaran dasar: Pasal 4 (modal) dan Pasal 3 (KBLI 2025).
- Tidak ada perubahan pengendalian setelah PMHMETD.

### Key financial figures

- **Nilai transaksi akuisisi ADI:** Rp1,2 triliun (2026-09-15)
- **Nilai transaksi akuisisi MGP:** Rp3,2 triliun (2026-09-15)
- **Total nilai akuisisi (derived):** Rp4,4 triliun (2026-09-15)
- **Luas land bank ADI:** 23 ha (2026-09-15)
- **Luas land bank MGP:** 549 ha (2026-09-15)
- **Total land bank (klaim emiten):** ±571 ha (2026-09-15)
- **Estimasi kontribusi pendapatan ADI mulai 2029:** Rp7.003.548.283.274 (2029)
- **Estimasi kontribusi laba ADI mulai 2029:** Rp1.491.649.640.578 (2029)
- **Estimasi kontribusi pendapatan MGP mulai 2028:** Rp47.258.123.700.926 (2028)
- **Estimasi kontribusi laba MGP mulai 2028:** Rp10.248.052.421.191 (2028)
- **Uang muka pembelian tanah:** Rp45 miliar (2026-06-30)
- **Uang muka proyek:** Rp328 miliar (2026-06-30)
- **Total uang muka:** Rp373.063.157.320 (2026-06-30)
- **Tanah untuk pengembangan:** Rp747,8 miliar (2026-06-30)

### Corporate actions

- Rights issue (PMHMETD I) - struktur belum final
- Akuisisi PT Art Design Indonesia (ADI) - 99,99% saham, nilai Rp1,2 triliun
- Akuisisi PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP) - 99,99% saham, nilai Rp3,2 triliun
- Perubahan penggunaan dana IPO
- Perubahan anggaran dasar (Pasal 4 dan Pasal 3)

### Expansion projects

- Pengembangan ADI: integrated education hub, total area 231.182 m², saleable 140.763 m² (60%), non-saleable 90.419 m² (40%)
- Pengembangan MGP: integrated township, total area 5.491.604 m², saleable 3.320.634 m² (60%), non-saleable 2.170.970 m² (40%)
- Tahap perencanaan dimulai Juni 2026, pemasaran dan konstruksi bertahap 2027, operasional berlanjut
- Sumber pendanaan: dana rights issue, arus kas internal, perbankan, mitra strategis, pre-sales, monetisasi aset

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengendalian setelah PMHMETD
- Tidak ada perubahan pengurus yang disebutkan

### Capital structure

- Penerbitan saham Seri B dalam rangka PMHMETD I
- Peningkatan modal dasar, ditempatkan, dan disetor
- Struktur PMHMETD belum final, termasuk rasio dan harga
- Proforma permodalan belum final

### Listing / regulatory

- Surat BEI No. S-11882/BEI.PP3/09-2026
- Persetujuan RUPS untuk PMHMETD I sesuai POJK 32/2015 jo. 14/2019
- Persetujuan transaksi material sesuai POJK 17/POJK.04/2020
- Perubahan penggunaan dana IPO sesuai POJK 40 Tahun 2025
- Penyesuaian KBLI 2025 sesuai Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025

### Analytical scenarios

- **Nilai transaksi akuisisi** [explicit_fact, high]: Nilai transaksi ADI Rp1,2 triliun dan MGP Rp3,2 triliun disebutkan dalam dokumen.
  - Basis: 20260915175233-335/DMSP/IX/2026_id-id
- **Total nilai akuisisi** [derived_calculation, high]: Total nilai akuisisi = Rp1,2 triliun + Rp3,2 triliun = Rp4,4 triliun.
  - Basis: 20260915175233-335/DMSP/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Nilai transaksi ADI dan MGP adalah angka yang disebutkan.
- **Total luas land bank** [derived_calculation, medium]: Total land bank = 23 ha + 549 ha = 572 ha, mendekati angka 571 ha yang disebutkan emiten.
  - Basis: 20260915175233-335/DMSP/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Luas ADI 23 ha dan MGP 549 ha adalah angka yang disebutkan.
  - Caveats: Angka 571 ha adalah klaim emiten, mungkin pembulatan.
- **Peningkatan aset tidak lancar ADI** [derived_calculation, medium]: Peningkatan aset tidak lancar ADI = Rp1,19 triliun - Rp285,29 miliar = Rp904,71 miliar.
  - Basis: 20260915175233-335/DMSP/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Angka aset tidak lancar ADI per 31 Des 2025 dan 30 Jun 2026 dari lampiran.
  - Caveats: Angka tidak dirinci dalam ringkasan, perlu verifikasi dari lampiran.
- **Peningkatan aset tidak lancar MGP** [derived_calculation, medium]: Peningkatan aset tidak lancar MGP = Rp3,5 triliun - Rp2 triliun = Rp1,5 triliun.
  - Basis: 20260915175233-335/DMSP/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Angka aset tidak lancar MGP per 31 Des 2025 dan 30 Jun 2026 dari lampiran.
  - Caveats: Angka tidak dirinci dalam ringkasan, perlu verifikasi dari lampiran.
- **Motivasi rights issue** [analyst_hypothesis, medium]: Rights issue kemungkinan untuk mendanai akuisisi dua perusahaan, namun nilai emisi dan target akuisisi belum diungkap.
  - Basis: 20260914172902-334/DMSP/IX/2026_id-id; 20260915175233-335/DMSP/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Dana PMHMETD I digunakan untuk akuisisi ADI dan MGP.
  - Caveats: Belum ada angka pasti nilai emisi atau nilai transaksi akuisisi.
- **Dampak perubahan penggunaan dana IPO** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan alokasi dana IPO menunjukkan pergeseran strategi dari operasional ke investasi lahan, tetapi dampak finansial belum terukur.
  - Basis: 20260914172902-334/DMSP/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Alokasi baru akan diumumkan kemudian.
  - Caveats: Tidak ada angka alokasi lama atau baru.
- **Kebutuhan dana pengembangan** [analyst_hypothesis, low]: Kebutuhan dana pengembangan land bank 571 ha diperkirakan signifikan, namun belum diestimasi; pendanaan bertahap.
  - Basis: 20260915175233-335/DMSP/IX/2026_id-id
  - Assumptions: Pengembangan akan membutuhkan dana besar.
  - Caveats: Tidak ada estimasi kebutuhan dana.
- **Risiko eksekusi akuisisi** [analyst_hypothesis, low]: Pengalihan saham ADI dan MGP ke ME masih dalam proses, bergantung pada penyelesaian PPJB; risiko jika gagal.
  - Basis: 20260915175233-335/DMSP/IX/2026_id-id
  - Assumptions: PPJB akan selesai sesuai target 28 September 2026.
  - Caveats: Ada risiko keterlambatan atau kegagalan.

### Risks / uncertainties

- Struktur PMHMETD belum final, termasuk rasio, harga, dan jumlah dana
- Pengalihan saham ADI dan MGP ke ME masih dalam proses, dengan batas akhir 28 September 2026
- Peningkatan aset tidak lancar ADI dan MGP belum dirinci secara lengkap
- Estimasi kontribusi pendapatan/laba bersifat proyeksi, belum pasti
- Kebutuhan pendanaan pengembangan belum diestimasi
- Risiko tidak tercapainya kuorum RUPSLB
- Keterlambatan registrasi elektronik menyebabkan tidak dihitung dalam kuorum
- Perubahan penggunaan dana IPO dapat mempengaruhi persepsi investor

### Items to monitor

- Pengumuman prospektus rights issue (rasio, harga, jumlah dana)
- Penyelesaian pengalihan saham ADI dan MGP ke ME (target 28 September 2026)
- Hasil RUPSLB 6 Oktober 2026
- Rincian perubahan penggunaan dana IPO
- Laporan keuangan audited per 30 Juni 2026 untuk KOTA, ADI, dan MGP
- Identitas pembeli siaga (jika ada)
- Estimasi kebutuhan dana pengembangan

---

## KPIG

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia No. S-11910/BEI.PP2/09-2026 perihal volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material sesuai POJK 31/2015 dan Peraturan I-E, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024, belum memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkap, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana atas kepemilikan sahamnya. Surat ditandatangani Direksi dan dilaporkan elektronik pada 15 September 2026 pukul 17:33 WIB.

### Material changes

- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/2015.
- Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan No. I-E.
- Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4/2024 yang telah disampaikan atau diinformasikan kepada Perseroan.
- Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berakibat pada pencatatan saham di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
- Perseroan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Berdasarkan konfirmasi yang diperoleh, Pemegang Saham Utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia melalui surat nomor S-11910/BEI.PP2/09-2026.
- Surat ditandatangani oleh Direksi dan dilaporkan secara elektronik pada tanggal 15 September 2026 pukul 17:33.

### Listing / regulatory

- Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek KPIG melalui surat No. S-11910/BEI.PP2/09-2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material yang mempengaruhi harga efek sesuai Peraturan No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat (3 bulan).
  - Basis: Jawaban poin 4: 'Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat.'
- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2: tidak mengetahui adanya informasi/fakta material.
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu yang dilaporkan sesuai POJK 4/2024.
  - Basis: Jawaban poin 3: 'tidak mengetahui adanya aktivitas dari para pemegang saham tertentu'.
- **Pemegang saham utama belum punya rencana** [explicit_fact, high]: Berdasarkan konfirmasi, pemegang saham utama belum memiliki rencana atas kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Jawaban poin 6: 'Pemegang Saham Utama belum memiliki rencana untuk kepemilikan sahamnya di Perseroan.'
- **Pemicu volatilitas tidak dijelaskan** [analyst_hypothesis, low]: Surat ini tidak mengidentifikasi penyebab volatilitas transaksi; kemungkinan volatilitas terjadi tanpa adanya informasi material baru dari emiten, namun hal ini belum dikonfirmasi.
  - Basis: Tidak ada penjelasan mengenai penyebab volatilitas dalam dokumen.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang diminta penjelasan oleh Bursa terjadi pada periode sebelum surat ini.
  - Caveats: Hipotesis ini tidak didukung data transaksi atau informasi lain dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi kuantitatif atau rincian transaksi yang dapat diverifikasi dalam dokumen.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' bersifat subjektif dan tidak menjamin tidak adanya fakta material yang belum diungkap.
- Surat tidak menyebutkan tanggal pasti surat Bursa (tertulis 'null'), sehingga ketepatan waktu tanggapan tidak dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Tidak ada rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, sehingga potensi aksi korporasi jangka pendek rendah.
- Tidak ada informasi material yang diungkap, sehingga volatilitas mungkin tidak didukung fundamental baru.
- Pemegang saham utama belum memiliki rencana atas kepemilikan saham, mengurangi risiko perubahan kepemilikan besar dalam waktu dekat.

---

## LAPD

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 14–15 September 2026, PT Leyand International Tbk (LAPD) mengungkapkan rencana aksi korporasi signifikan: Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II. Rencana ini mencakup penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham Seri B baru (nilai nominal Rp25) dengan rasio 2:1, harga pelaksanaan Rp50, dan target dana Rp100 miliar. Dana akan digunakan untuk inbreng 99,99% saham PT BSS senilai Rp44,397 miliar (transaksi material dan afiliasi) dan sisanya untuk modal kerja. Rencana ini muncul di tengah kondisi keuangan yang menantang: ekuitas negatif Rp2,646 miliar dan modal kerja negatif Rp26,448 miliar per 30 Juni 2026. Pengumuman kedua menyampaikan bukti iklan pemberitahuan RUPSLB yang dijadwalkan 20 Oktober 2026, yang kemungkinan akan membahas persetujuan rights issue. Aksi ini penting karena berpotensi mengubah struktur modal secara signifikan (hingga +50,5% saham beredar), memberikan dilusi maksimum 33,52% bagi pemegang yang tidak melaksanakan haknya, dan menjadi langkah strategis untuk memperbaiki struktur permodalan serta ekspansi usaha.

### Material changes

- Rencana PMHMETD II: penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham Seri B baru (nilai nominal Rp25) dengan rasio 2:1, harga pelaksanaan Rp50, target dana Rp100 miliar.
- Inbreng 99,99% saham PT BSS senilai Rp44,397 miliar sebagai penyetoran modal oleh JSI.
- Rencana perubahan nama, alamat, dan tempat kedudukan perusahaan (administratif).
- JSI tetap menjadi pengendali dengan kepemilikan 51% setelah PMHMETD II (proforma).

### Key financial figures

- **Jumlah HMETD maksimum:** 2.000.000.000 saham (2026-09-14)
- **Harga pelaksanaan HMETD:** Rp50 per saham (2026-09-14)
- **Dana maksimum dari PMHMETD:** Rp100.000.000.000 (2026-09-14)
- **Nilai nominal Saham Seri B:** Rp25 per saham (2026-09-14)
- **Modal dasar Seri B:** 6.000.000.000 saham (2026-09-14)
- **Modal ditempatkan sebelum PMHMETD II:** 3.966.350.139 saham (2026-09-14)
- **Modal ditempatkan setelah PMHMETD II (proforma):** 5.966.350.139 saham (2026-09-14)
- **Nilai nominal modal ditempatkan sebelum PMHMETD II:** Rp396.635.013.900 (2026-09-14)
- **Nilai nominal modal ditempatkan setelah PMHMETD II (proforma):** Rp446.635.013.900 (2026-09-14)
- **Kepemilikan JSI sebelum PMHMETD II:** 51,00% (2026-09-14)
- **Kepemilikan publik sebelum PMHMETD II:** 49,00% (2026-09-14)
- **Kepemilikan JSI setelah PMHMETD II (proforma):** 51,00% (2026-09-14)
- **Kepemilikan publik setelah PMHMETD II (proforma):** 49,00% (2026-09-14)
- **Dilusi maksimum bagi pemegang yang tidak melaksanakan HMETD:** 33,52% (2026-09-14)
- **Nilai transaksi inbreng BSS:** Rp44.397.000.000 (2026-06-30)
- **Persentase nilai transaksi terhadap total aset:** 44,63% (2026-06-30)
- **Total ekuitas per 30 Juni 2026:** -Rp2.646.076.643 (2026-06-30)
- **Modal kerja bersih per 30 Juni 2026:** -Rp26.448.145.462 (2026-06-30)
- **Jumlah saham BSS yang diinbreng:** 59.995 saham (2026-09-14)
- **Persentase saham BSS yang diinbreng:** 99,99% (2026-09-14)
- **Alokasi dana untuk inbreng:** Rp44.397.000.000 (2026-09-14)
- **Alokasi dana untuk modal kerja:** Rp55.603.000.000 (2026-09-14)
- **Total dana yang akan digunakan:** Rp100.000.000.000 (2026-09-14)

### Corporate actions

- PMHMETD II: penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham Seri B baru dengan rasio 2:1, harga pelaksanaan Rp50, target dana Rp100 miliar.
- Inbreng 99,99% saham PT BSS senilai Rp44,397 miliar sebagai penyetoran modal oleh JSI.
- Rencana perubahan nama, alamat, dan tempat kedudukan perusahaan (administratif).

### Expansion projects

- Pengambilalihan 99,99% saham PT BSS melalui inbreng senilai Rp44,397 miliar untuk pengembangan usaha jasa penunjang pertambangan.
- Penggunaan dana PMHMETD untuk modal kerja dan pengembangan usaha sebesar Rp55,603 miliar.

### Management / control changes

- JSI tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 51,00% setelah PMHMETD II (proforma).
- RUPSLB akan menyetujui penetapan pemegang saham pengendali sesuai POJK No. 45/2024.

### Capital structure

- Penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham Seri B baru (nilai nominal Rp25) melalui PMHMETD II.
- Rasio HMETD 2:1.
- Dilusi maksimum 33,52% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD.
- Proforma kepemilikan setelah PMHMETD II: JSI 51%, publik 49%.
- Modal dasar Seri B: 6.000.000.000 saham.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI No. S-11881/BEI.PP3/09-2026 tanggal 10 September 2026.
- Target efektif Pernyataan Pendaftaran ke OJK: 23 Desember 2026.
- Pencatatan saham baru hasil PMHMETD di BEI: 1 Februari 2027.

### Analytical scenarios

- **Kondisi keuangan negatif** [explicit_fact, high]: Ekuitas negatif Rp2,646 miliar dan modal kerja negatif Rp26,448 miliar per 30 Juni 2026 menunjukkan tekanan likuiditas dan solvabilitas.
  - Basis: Laporan keuangan audited
- **Keterkaitan inbreng dengan PMHMETD** [explicit_fact, high]: Inbreng BSS merupakan mekanisme penyetoran modal JSI untuk melaksanakan HMETD, bukan transaksi terpisah.
  - Basis: Pernyataan Perseroan
- **Dilusi bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD** [derived_calculation, high]: Dengan asumsi rasio 2:1 dan seluruh saham baru diterbitkan, saham publik sebelum PMHMETD adalah 1.943.511.639 (49% dari 3.966.350.139). Setelah PMHMETD, total saham menjadi 5.966.350.139. Jika publik tidak melaksanakan haknya, kepemilikan publik menjadi 1.943.511.639 / 5.966.350.139 = 32,58%, sehingga dilusi = (1 - 32,58%/49%) = 33,52%.
  - Basis: 1.943.511.639; 5.966.350.139; 49%
  - Assumptions: Publik tidak melaksanakan HMETD; JSI melaksanakan penuh
  - Caveats: Partisipasi publik tidak diketahui
- **Nilai transaksi inbreng terhadap total aset** [derived_calculation, medium]: Nilai inbreng Rp44,397 miliar dibagi total aset per 30 Juni 2026 menghasilkan 44,63%. Total aset dihitung sebagai Rp44,397 miliar / 44,63% = Rp99,48 miliar.
  - Basis: Rp44.397.000.000; 44,63%
  - Assumptions: Total aset dihitung dari persentase yang diberikan
  - Caveats: Total aset tidak diungkapkan secara eksplisit
- **Motivasi penerbitan Saham Seri B** [analyst_hypothesis, medium]: Penerbitan Saham Seri B dengan nilai nominal lebih rendah (Rp25) memungkinkan harga pelaksanaan di bawah nominal Seri A (Rp100), namun tetap di atas nominal Seri B, memberikan fleksibilitas harga.
  - Basis: Nilai nominal Seri A Rp100; Nilai nominal Seri B Rp25
  - Assumptions: Harga pasar mungkin di bawah Rp100
  - Caveats: Tidak ada data harga pasar
- **Risiko eksekusi PMHMETD** [analyst_hypothesis, medium]: Tanpa pembeli siaga, ada risiko saham tidak terserap penuh, terutama jika publik tidak melaksanakan haknya, yang dapat mempengaruhi perolehan dana.
  - Basis: Tidak ada pembeli siaga
  - Assumptions: Publik mungkin tidak melaksanakan
  - Caveats: Partisipasi publik tidak diketahui
- **Dampak pengambilalihan BSS** [analyst_hypothesis, low]: Pengambilalihan BSS diharapkan menambah pendapatan dan diversifikasi usaha, tetapi belum ada proyeksi kuantitatif.
  - Basis: Pernyataan tujuan
  - Assumptions: BSS memiliki prospek positif
  - Caveats: Tidak ada data keuangan BSS

### Risks / uncertainties

- Jadwal PMHMETD masih indikatif dan dapat berubah.
- Harga pelaksanaan final belum ditetapkan.
- Tidak ada pembeli siaga untuk saham yang tidak diambil.
- Ekuitas negatif dan modal kerja negatif dapat mempengaruhi kelangsungan usaha.
- Persetujuan OJK belum diperoleh.
- Rencana penggunaan dana secara rinci belum diungkapkan, hanya alokasi umum.
- Tidak ada informasi tentang kinerja keuangan BSS.

### Items to monitor

- Hasil RUPSLB 20 Oktober 2026 dan persetujuan agenda.
- Penyampaian Pernyataan Pendaftaran ke OJK pada 27 Oktober 2026.
- Keputusan OJK terkait efektifnya Pernyataan Pendaftaran (target 23 Desember 2026).
- Harga pelaksanaan final dan rasio HMETD yang disetujui.
- Partisipasi pemegang saham dalam pelaksanaan HMETD.
- Kinerja keuangan PT BSS dan dampaknya terhadap LAPD.
- Perubahan nama, alamat, dan tempat kedudukan perusahaan.

---

## LCKM

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait Laporan Bulanan Registrasi Efek (LBRE) per 31 Mei 2026 dan 30 Juni 2026, serta performa keuangan berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Desember 2025 dan 31 Maret 2026. Pengumuman ini merupakan tanggapan awal yang berisi permohonan perpanjangan waktu penyampaian tanggapan hingga 30 September 2026, dengan alasan keterlambatan akses sistem SPE karena Corporate Secretary Christie Kandijoh sedang berada di kampung halaman. Substansi penjelasan tidak disertakan dalam dokumen; lampiran hanya berisi permohonan perpanjangan waktu. Permintaan penjelasan BEI mencakup penurunan kepemilikan PT Maju Mekar dari 19,36% menjadi 5,6% lalu hilang, status Corporate Secretary, uang muka proyek Rp15,01 miliar, piutang usaha Rp31,49 miliar, konsentrasi pendapatan pada satu pelanggan, dan jumlah karyawan tetap hanya 4 orang. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, atau perubahan struktur modal yang diumumkan dalam dokumen ini.

### Material changes

- LCKM menerima surat permintaan penjelasan dari BEI No. S-11112/BEI.PP1/08-2026 tanggal 31 Agustus 2026 terkait LBRE per 31 Mei 2026 dan 30 Juni 2026, serta performa keuangan berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Desember 2025 dan 31 Maret 2026.
- LCKM mengirim surat tanggapan No. 2026.198/IX/LCKGK tanggal 15 September 2026 yang berisi permohonan perpanjangan waktu penyampaian tanggapan hingga 30 September 2026.
- Alasan keterlambatan: akses SPE baru dapat diberikan setelah Corporate Secretary Christie Kandijoh kembali dari kampung halaman karena urusan keluarga (ayahanda berpulang).
- Berdasarkan LBRE 31 Mei 2026, kepemilikan PT Maju Mekar turun dari 19,36% menjadi 5,6%; pada LBRE 30 Juni 2026, PT Maju Mekar tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham 5% atau lebih.
- Bursa meminta kronologis penurunan kepemilikan PT Maju Mekar, termasuk tanggal transaksi, jumlah saham, pihak penerima, dan dasar pelepasan.
- Bursa meminta konfirmasi posisi Corporate Secretary saat ini, apakah masih dijabat Christie Kandijoh atau telah diganti, terkait komunikasi dengan Bapak Johannes.
- Laporan Posisi Keuangan per 31 Maret 2026 mencatat Uang Muka Proyek total Rp15,01 miliar, dengan rincian jangka pendek Rp74,65 miliar dan jangka panjang Rp30,35 miliar; Bursa menyatakan setara 72,5% dari total aset Rp144,72 miliar.
- Piutang usaha per 31 Maret 2026 tercatat Rp31,49 miliar dari PT Cakra Media Indonesia (Rp18,09 miliar), CV Nara Unggul Prima (Rp844,49 juta), dan PT Zareen Global Utama (Rp12,55 miliar).
- Pendapatan per 31 Maret 2026 sebesar Rp3,29 miliar berasal dari satu pelanggan baru PT Zareen Global Prima, menggantikan pendapatan periode 31 Maret 2025 sebesar Rp152,97 juta dari PT YPTT Solutions Indonesia.
- Beban pokok penjualan per 31 Maret 2026 menggunakan subkontraktor M Syarifudin dan Warsono ST, berbeda dari subkontraktor periode sebelumnya (Sudjatno dan Reza Sudjatno).
- Perseroan hanya memiliki 4 karyawan tetap per 31 Maret 2026; Bursa mempertanyakan kapasitas operasional dan pengawasan proyek.
- Bursa meminta penjelasan mengenai informasi/fakta material lain yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha dan harga saham.
- LCKM berkomitmen menyampaikan tanggapan melalui IDXnet dan email Penilaian1@idx.co.id paling lambat 30 September 2026.

### Key financial figures

- **Uang Muka Proyek total:** Rp15,01 miliar (31 Maret 2026)
- **Uang Muka Proyek jangka pendek:** Rp74,65 miliar (31 Maret 2026)
- **Uang Muka Proyek jangka panjang:** Rp30,35 miliar (31 Maret 2026)
- **Uang Muka Proyek jangka panjang (detail):** Rp30.351.506.887 (31 Maret 2026)
- **Uang Muka Proyek jangka pendek (detail):** Rp74.650.229.979 (31 Maret 2026)
- **Total aset:** Rp144,72 miliar (31 Maret 2026)
- **Piutang usaha total:** Rp31,49 miliar (31 Maret 2026)
- **Piutang usaha - PT Cakra Media Indonesia:** Rp18,09 miliar (31 Maret 2026)
- **Piutang usaha - CV Nara Unggul Prima:** Rp844,49 juta (31 Maret 2026)
- **Piutang usaha - PT Zareen Global Utama:** Rp12,55 miliar (31 Maret 2026)
- **Pendapatan periode berjalan:** Rp3,29 miliar (31 Maret 2026)
- **Pendapatan periode pembanding:** Rp152,97 juta (31 Maret 2025)
- **Kepemilikan PT Maju Mekar (LBRE 31 Mei 2026):** 5,6% (31 Mei 2026)
- **Kepemilikan PT Maju Mekar (sebelumnya):** 19,36% (sebelum 31 Mei 2026)
- **Karyawan tetap:** 4 orang (31 Maret 2026)

### Management / control changes

- Bursa meminta konfirmasi apakah Christie Kandijoh masih menjabat sebagai Corporate Secretary atau telah diganti, karena Bapak Johannes menghubungi Bursa atas nama Perseroan. Status terkini belum dikonfirmasi dalam dokumen.

### Capital structure

- Kepemilikan PT Maju Mekar turun dari 19,36% menjadi 5,6% pada LBRE 31 Mei 2026, dan tidak tercantum pada LBRE 30 Juni 2026. Bursa meminta rincian transaksi pengalihan saham, termasuk tanggal, jumlah saham, pihak penerima, dan dasar pelepasan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI berdasarkan Peraturan I-E, khususnya ketentuan II.9 tentang kewajiban penyampaian informasi.
- Kewajiban penyampaian keterbukaan informasi terkait penunjukan/penggantian Sekretaris Perusahaan (Peraturan I-E Nomor III.2.5).
- Potensi pelanggaran pelaporan perubahan kepemilikan saham sesuai POJK 4 dan 10/SEOJK.04/2025.

### Analytical scenarios

- **Permintaan penjelasan Bursa** [explicit_fact, high]: Bursa meminta tanggapan atas LBRE per 31 Mei 2026 dan 30 Juni 2026 serta performa keuangan berdasarkan LK per 31 Desember 2025 dan 31 Maret 2026.
  - Basis: Teks dokumen: 'Merujuk Laporan Bulanan Registrasi Efek (LBRE) ... per 31 Mei 2026 dan LBRE per 30 Juni 2026 ... performa keuangan ... LK per 31 Desember 2025 dan 31 Maret 2026'
- **Lampiran perpanjangan waktu** [explicit_fact, high]: Lampiran surat adalah 'Permohonan Perpanjangan Waktu', mengindikasikan emiten meminta perpanjangan waktu untuk memberikan penjelasan.
  - Basis: Nama file lampiran: '2026.198 - Permohonan Perpanjangan Waktu.pdf'
- **Rasio Uang Muka Proyek terhadap total aset** [derived_calculation, low]: Bursa menyatakan Uang Muka Proyek setara 72,5% dari total aset Rp144,72 miliar. Namun, jika menggunakan total Rp15,01 miliar, rasionya sekitar 10,37%; jika menggunakan komponen jangka pendek Rp74,65 miliar, rasionya sekitar 51,6%. Terdapat inkonsistensi antara total Rp15,01 miliar dan komponen Rp74,65 miliar + Rp30,35 miliar = Rp105 miliar. Perhitungan ini hanya ilustrasi.
  - Basis: Angka dari surat BEI: Rp15,01 miliar, Rp74,65 miliar, Rp144,72 miliar
  - Assumptions: Menggunakan angka yang tertera pada surat BEI.
  - Caveats: Terdapat inkonsistensi antara total Rp15,01 miliar dan komponen Rp74,65 miliar + Rp30,35 miliar = Rp105 miliar.
- **Keterlambatan tanggapan** [analyst_hypothesis, low]: Keterlambatan penyampaian tanggapan mungkin disebabkan oleh ketidakmampuan mengakses sistem SPE karena kepergian Corporate Secretary, namun bisa juga mengindikasikan masalah internal lain yang belum diungkap.
  - Basis: Surat LCKM menyebutkan akses SPE baru dapat diberikan setelah Christie Kandijoh kembali.
  - Assumptions: Asumsi bahwa alasan yang diberikan adalah satu-satunya penyebab.
  - Caveats: Tidak ada bukti independen; hanya pernyataan manajemen.
- **Konsentrasi pendapatan** [analyst_hypothesis, medium]: Ketergantungan penuh pada satu pelanggan baru (PT Zareen Global Prima) meningkatkan risiko keberlanjutan pendapatan, terutama jika kontrak tidak berkelanjutan.
  - Basis: Catatan 11: seluruh pendapatan Rp3,29 miliar dari PT Zareen Global Prima.
  - Assumptions: Mengasumsikan tidak ada diversifikasi pelanggan lain.
  - Caveats: Belum ada informasi mengenai jangka waktu kontrak.
- **Uang Muka Proyek jangka panjang tidak bergerak** [explicit_fact, high]: Komponen jangka panjang Rp30.351.506.887 tidak mengalami pergerakan sejak 31 Desember 2025 sampai 31 Maret 2026.
  - Basis: Surat BEI poin 3
- **Jumlah karyawan** [explicit_fact, high]: Perseroan hanya memiliki 4 karyawan tetap per 31 Maret 2026.
  - Basis: Surat BEI poin 6

### Risks / uncertainties

- Risiko pelanggaran regulasi akibat keterlambatan pelaporan perubahan kepemilikan saham oleh PT Maju Mekar.
- Risiko keberlanjutan usaha karena konsentrasi pendapatan pada satu pelanggan dan jumlah karyawan yang sangat terbatas.
- Risiko likuiditas atau realisasi proyek karena uang muka proyek jangka panjang tidak bergerak.
- Ketidakpastian status Corporate Secretary dan komunikasi dengan Bursa melalui pihak yang tidak tercatat.
- Potensi sanksi dari BEI/OJK jika tanggapan tidak disampaikan tepat waktu.

### Items to monitor

- Penurunan kepemilikan saham signifikan oleh pemegang saham 5% dapat mempengaruhi persepsi pasar.
- Konsentrasi pendapatan pada satu pelanggan baru dapat mempengaruhi proyeksi pendapatan.
- Keterlambatan pelaporan dan potensi pelanggaran regulasi dapat mempengaruhi kepercayaan investor.

---

## LIFE

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (IDX) No. S-11897/BEI.PP3/09-2026 tanggal 11 September 2026. Tanggapan disampaikan melalui surat No. 060/MSL-CSEC/IX/2026 tanggal 15 September 2026, ditandatangani oleh Wakil Presiden Direktur Tomoyuki Monden. Emiten menjelaskan penurunan aset, liabilitas, dan ekuitas per 30 Juni 2026 dibanding 31 Desember 2025, serta kenaikan pendapatan dan laba bersih untuk periode 30 Juni 2026 dibanding 30 Juni 2025. Penyebab utama: penurunan nilai wajar portofolio investasi, pembayaran dividen Rp201,6 miliar, dan penyesuaian liabilitas. Tidak ada informasi material lain yang disampaikan.

### Material changes

- LIFE menerima surat IDX No. S-11897/BEI.PP3/09-2026 tanggal 11 September 2026 perihal permintaan penjelasan bursa atas pertanyaan yang diumumkan ke publik melalui Form E023.
- LIFE menanggapi melalui surat No. 060/MSL-CSEC/IX/2026 tanggal 15 September 2026, ditandatangani oleh Tomoyuki Monden selaku Wakil Presiden Direktur.
- Aset LIFE turun 4,84% atau Rp768,06 miliar per 30 Juni 2026 dibanding 31 Desember 2025, terutama karena penurunan nilai wajar portofolio investasi (efek ekuitas dan utang) serta pembayaran dividen Rp201,6 miliar.
- Liabilitas LIFE turun 5,71% atau Rp409,61 miliar per 30 Juni 2026 dibanding 31 Desember 2025, akibat penyesuaian liabilitas dari penurunan nilai aset investasi.
- Ekuitas LIFE turun 3,73% atau Rp317,31 miliar per 30 Juni 2026 dibanding 31 Desember 2025, karena pembayaran dividen Rp201 miliar dan penurunan nilai wajar efek utang yang dicatat pada Other Comprehensive Income (OCI).
- Pendapatan LIFE naik 8,79% atau Rp82,77 miliar untuk periode 30 Juni 2026 dibanding 30 Juni 2025, didukung pengembangan portofolio dan peningkatan profitabilitas asuransi kesehatan.
- Laba bersih LIFE naik 68,61% atau Rp73,49 miliar untuk periode 30 Juni 2026 dibanding 30 Juni 2025, didorong oleh peningkatan pendapatan.
- LIFE menyatakan tidak memiliki informasi material lainnya untuk disampaikan.

### Key financial figures

- **Aset:** Rp768,06 miliar (penurunan) (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **Liabilitas:** Rp409,61 miliar (penurunan) (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **Ekuitas:** Rp317,31 miliar (penurunan) (30 Juni 2026 vs 31 Desember 2025)
- **Pendapatan:** Rp82,77 miliar (kenaikan) (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **Laba bersih:** Rp73,49 miliar (kenaikan) (30 Juni 2026 vs 30 Juni 2025)
- **Dividen dibayar:** Rp201,6 miliar (Tahun 2026)

### Corporate actions

- Pembayaran dividen tunai sebesar Rp201,6 miliar pada tahun 2026, disebutkan sebagai penyebab penurunan aset dan ekuitas.

### Listing / regulatory

- LIFE merespons permintaan penjelasan dari IDX terkait perubahan aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan laba bersih.

### Analytical scenarios

- **Rasio dividen terhadap penurunan ekuitas** [derived_calculation, medium]: Dividen Rp201 miliar merupakan sekitar 63,3% dari penurunan ekuitas Rp317,31 miliar (201/317,31 = 0,633).
  - Basis: Angka dividen Rp201 miliar dan penurunan ekuitas Rp317,31 miliar.
  - Assumptions: Menggunakan angka pembulatan Rp201 miliar.
  - Caveats: Pembulatan angka dapat mempengaruhi presisi.
- **Rasio dividen terhadap penurunan aset** [derived_calculation, medium]: Dividen Rp201,6 miliar merupakan sekitar 26,2% dari penurunan aset Rp768,06 miliar (201,6/768,06 = 0,262).
  - Basis: Angka dividen Rp201,6 miliar dan penurunan aset Rp768,06 miliar.
  - Caveats: Pembulatan angka.
- **Dampak pasar terhadap investasi** [analyst_hypothesis, low]: Penurunan nilai wajar portofolio investasi mungkin mencerminkan kondisi pasar efek yang melemah, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut.
  - Basis: Pernyataan emiten tentang penurunan pasar efek ekuitas dan utang.
  - Assumptions: Kondisi pasar yang disebutkan mungkin berlanjut.
  - Caveats: Tidak ada data pasar eksternal dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Penurunan nilai wajar investasi dapat berlanjut jika kondisi pasar efek tidak membaik.
- Pembayaran dividen mengurangi ekuitas dan dapat mempengaruhi kemampuan ekspansi.
- Tidak ada informasi tentang rencana aksi korporasi lain atau mitigasi risiko.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan semester pertama 2026 menunjukkan kenaikan pendapatan dan laba bersih, namun aset dan ekuitas menurun.
- Pembayaran dividen Rp201,6 miliar mengurangi ekuitas, yang dapat mempengaruhi kapasitas pertumbuhan.
- Penurunan nilai wajar investasi dapat berdampak pada volatilitas laba dan ekuitas di masa mendatang.

---

## LPCK

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 14-15 September 2026, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengumumkan hasil RUPSLB yang digelar 11 September 2026. Perubahan utama adalah pengunduran diri Charles Rigoux sebagai Komisaris dan pengangkatan Ketut Budi Wijaya sebagai penggantinya, efektif sejak penutupan rapat. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ditegaskan kembali untuk masa jabatan hingga RUPST 2029. Tidak ada aksi korporasi lain seperti perubahan struktur modal, ekspansi, atau transaksi aset. Siaran pers juga mengungkapkan kinerja 1H26: pra-penjualan Rp902 miliar (53% dari target 2026, naik 14% YoY) dan EBITDA Rp318 miliar dengan margin 20% (naik dari 13% di 1H25). Perubahan pengurus ini penting karena mempengaruhi tata kelola dan arah pengawasan, meskipun tidak mengubah struktur modal atau strategi bisnis yang diumumkan.

### Material changes

- Pengunduran diri Charles Rigoux sebagai Komisaris, efektif sejak penutupan RUPSLB 11 September 2026.
- Pengangkatan Ketut Budi Wijaya sebagai Komisaris baru, menggantikan Charles Rigoux untuk sisa masa jabatan.
- Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ditegaskan kembali, berlaku hingga penutupan RUPST 2029.

### Key financial figures

- **Total saham ditempatkan dan disetor penuh:** 5.134.685.692 saham (11 September 2026)
- **Saham hadir dalam RUPSLB:** 4.679.185.676 saham (11 September 2026)
- **Persentase kehadiran saham:** 91,129% (11 September 2026)
- **Suara setuju eksplisit:** 4.678.495.556 saham (99,985%) (11 September 2026)
- **Suara tidak setuju:** 0 saham (11 September 2026)
- **Suara abstain:** 690.120 saham (0,015%) (11 September 2026)
- **Suara setuju final (termasuk abstain dianggap setuju):** 4.679.185.676 saham (100,000%) (11 September 2026)
- **Pra-penjualan 1H26:** Rp902 miliar (1H26)
- **Pra-penjualan 1H25 (pembanding):** Rp791 miliar (1H25)
- **EBITDA 1H26:** Rp318 miliar (1H26)
- **Margin EBITDA 1H26:** 20% (1H26)
- **Margin EBITDA 1H25 (pembanding):** 13% (1H25)
- **Target pra-penjualan 2026 (dihitung):** Rp1.702 miliar (Tahun 2026)
- **Kontribusi rumah tapak terhadap pra-penjualan:** 69% (1H26)
- **Luas lahan kawasan:** 3.250 hektar (per siaran pers)
- **Jumlah rumah terbangun:** lebih dari 18 ribu unit (per siaran pers)
- **Jumlah penduduk:** sekitar 77 ribu jiwa (per siaran pers)
- **Jumlah pekerja harian di kawasan industri:** sekitar 759 ribu orang (per siaran pers)
- **Jumlah fasilitas manufaktur:** lebih dari 1.500 (per siaran pers)

### Corporate actions

- Perubahan susunan pengurus (pengunduran diri dan pengangkatan komisaris)

### Management / control changes

- Charles Rigoux mengundurkan diri sebagai Komisaris, efektif sejak penutupan RUPSLB 11 September 2026.
- Ketut Budi Wijaya diangkat sebagai Komisaris baru, menggantikan Charles Rigoux untuk sisa masa jabatan, efektif sejak penutupan RUPSLB.
- Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ditegaskan kembali, berlaku hingga penutupan RUPST tahun 2029.

### Listing / regulatory

- Pemberitahuan rencana rapat ke OJK pada 29 Juli 2026.
- Pengumuman rapat pada 5 Agustus 2026 dan pemanggilan rapat pada 20 Agustus 2026, dipublikasikan melalui situs web Perseroan, BEI, dan aplikasi eASY.KSEI.
- Keputusan RUPSLB akan didaftarkan dalam Daftar Perseroan sesuai peraturan perundang-undangan.

### Analytical scenarios

- **Perubahan pengurus** [explicit_fact, high]: RUPSLB menyetujui pengunduran diri Charles Rigoux dan pengangkatan Ketut Budi Wijaya sebagai Komisaris, efektif sejak penutupan rapat.
  - Basis: Keputusan Rapat Mata Acara nomor 1 dan 2 pada dokumen ringkasan risalah
- **Kuorum dan hasil voting** [explicit_fact, high]: RUPSLB dihadiri 91,129% saham, dan agenda disetujui dengan 99,985% suara setuju eksplisit, 0% tidak setuju, dan 0,015% abstain. Abstain dianggap setuju sehingga suara setuju final 100%.
  - Basis: Data kuorum dan hasil pemungutan suara pada dokumen
- **Kinerja 1H26** [explicit_fact, high]: Pra-penjualan 1H26 Rp902 miliar (53% dari target 2026, naik 14% YoY dari Rp791 miliar), EBITDA Rp318 miliar dengan margin 20% (naik dari 13% di 1H25).
  - Basis: Siaran pers LPCK
  - Caveats: Data berasal dari siaran pers, bukan laporan keuangan audited.
- **Persentase kehadiran saham** [derived_calculation, high]: Kehadiran 4.679.185.676 saham dari total 5.134.685.692 saham setara dengan 91,129% (perhitungan: 4.679.185.676 / 5.134.685.692 * 100).
  - Basis: Angka kehadiran dan total saham pada dokumen
  - Assumptions: Perhitungan menggunakan pembagian sederhana.
- **Persentase suara setuju eksplisit** [derived_calculation, high]: Suara setuju 4.678.495.556 dibagi total suara hadir 4.679.185.676 menghasilkan 99,985%.
  - Basis: Angka suara setuju dan total suara hadir pada dokumen
  - Assumptions: Total suara hadir sama dengan total suara yang dikeluarkan.
- **Persentase abstain** [derived_calculation, high]: Suara abstain 690.120 dibagi total suara hadir 4.679.185.676 menghasilkan 0,015%.
  - Basis: Angka abstain dan total suara hadir pada dokumen
  - Assumptions: Total suara hadir sama dengan total suara yang dikeluarkan.
- **Target pra-penjualan 2026** [derived_calculation, high]: Dari pra-penjualan 1H26 sebesar Rp902 miliar yang dinyatakan setara 53% dari target tahunan, target 2026 dihitung sekitar Rp1.702 miliar (Rp902 miliar / 0,53).
  - Basis: Angka pra-penjualan 1H26 Rp902 miliar; Persentase pencapaian 53%
  - Assumptions: Persentase 53% dihitung dari target tahunan yang sama
  - Caveats: Pembulatan dapat menyebabkan sedikit perbedaan
- **Pertumbuhan pra-penjualan YoY** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan pra-penjualan 1H26 terhadap 1H25 adalah sekitar 14,0% ((902 - 791) / 791 * 100%).
  - Basis: Pra-penjualan 1H26 Rp902 miliar; Pra-penjualan 1H25 Rp791 miliar
- **Kontribusi rumah tapak** [derived_calculation, high]: Kontribusi rumah tapak terhadap pra-penjualan 1H26 adalah sekitar Rp622 miliar (69% dari Rp902 miliar).
  - Basis: Pra-penjualan 1H26 Rp902 miliar; Persentase kontribusi 69%
  - Assumptions: Persentase 69% diterapkan pada total pra-penjualan
- **Alasan pengunduran diri Charles Rigoux** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri Charles Rigoux mungkin terkait dengan perubahan strategi atau kepemilikan, namun tidak ada informasi lebih lanjut dalam dokumen.
  - Basis: Pengunduran diri komisaris tanpa alasan yang diungkapkan
  - Assumptions: Tidak ada alasan spesifik yang diungkapkan.
  - Caveats: Hipotesis tanpa dukungan data.
- **Dampak perubahan pengurus terhadap operasional** [analyst_hypothesis, low]: Perubahan komisaris tidak secara langsung mempengaruhi operasional atau struktur modal, tetapi dapat mempengaruhi arah pengawasan.
  - Basis: Perubahan susunan Dewan Komisaris
  - Assumptions: Perubahan pengurus tidak disertai perubahan strategi bisnis.
  - Caveats: Tidak ada informasi tambahan.
- **Kinerja keuangan** [analyst_hypothesis, medium]: Peningkatan margin EBITDA dari 13% ke 20% menunjukkan perbaikan efisiensi operasional, tetapi perlu diverifikasi dengan laporan keuangan lengkap.
  - Basis: Margin EBITDA 1H26 20% vs 1H25 13%
  - Assumptions: Tidak ada perubahan kebijakan akuntansi
  - Caveats: Data berasal dari siaran pers, bukan laporan keuangan audited

### Risks / uncertainties

- Alasan pengunduran diri Charles Rigoux tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Profil atau kualifikasi Ketut Budi Wijaya tidak diungkapkan.
- Salinan akta Berita Acara Rapat masih dalam proses penyelesaian di kantor Notaris.
- Tidak ada informasi mengenai dampak perubahan pengurus terhadap operasional atau strategi perusahaan.
- Pernyataan berorientasi ke depan dalam siaran pers mengandung risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan hasil aktual berbeda secara material.
- Kinerja pra-penjualan dan EBITDA belum diaudit dan dapat berubah.

### Items to monitor

- Salinan akta Berita Acara Rapat No. 36 yang masih dalam proses penyelesaian di kantor Notaris.
- Profil dan kualifikasi Ketut Budi Wijaya sebagai Komisaris baru.
- Alasan pengunduran diri Charles Rigoux (jika diungkapkan kemudian).
- Laporan keuangan audited 1H26 untuk verifikasi kinerja pra-penjualan dan EBITDA.
- Perkembangan strategi kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis dan proyek ekspansi potensial.

---

## LPKR

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 3

### Overview

Pada periode 14–15 September 2026, LPKR mengumumkan tiga aksi korporasi yang saling terkait: (1) penarikan kembali 20.700.600 saham treasuri hasil buyback yang disetujui RUPSLB 11 September 2026, sekaligus menghentikan rencana penjualan saham treasuri yang sebelumnya diumumkan pada 29 April 2026; (2) transaksi afiliasi berupa pengalihan hak tagih (cessie) dari PT Ciptadana Multifinance (CMF) kepada anak usaha PT Asiatic Sejahtera Finance (ASF) senilai Rp8,354 miliar. Penarikan saham treasuri akan mengurangi jumlah saham beredar dan mengubah Anggaran Dasar, namun emiten menyatakan tidak ada dampak material. Transaksi afiliasi dinyatakan bukan transaksi material dan tidak mengubah struktur modal. Kedua aksi ini mencerminkan upaya efisiensi struktur modal dan ekspansi portofolio pembiayaan secara anorganik.

### Material changes

- Penarikan kembali 20.700.600 saham treasuri, disetujui RUPSLB 11 September 2026.
- Penghentian rencana penjualan saham treasuri yang sebelumnya diumumkan pada 29 April 2026.
- Pengalihan hak tagih (cessie) dari CMF ke ASF senilai Rp8,354 miliar.
- Perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar terkait modal ditempatkan dan disetor.

### Key financial figures

- **Jumlah saham treasuri yang ditarik kembali:** 20.700.600 saham (11 September 2026)
- **Nilai transaksi cessie:** Rp8.354.000.000 (11 September 2026)
- **Nilai objek piutang:** Rp16,62 miliar (30 Juni 2026)
- **Nilai pasar piutang (penilaian KJPP):** Rp8,47 miliar (30 Juni 2026)
- **Ekuitas konsolidasian LPKR:** Rp31.360,78 miliar (30 Juni 2026)

### Corporate actions

- Penarikan kembali saham treasuri (treasury stock retirement) sebanyak 20.700.600 saham, disetujui RUPSLB 11 September 2026.
- Penghentian penjualan saham treasuri yang sebelumnya direncanakan (diumumkan 29 April 2026).
- Transaksi afiliasi berupa pengalihan piutang (cessie) dari CMF ke ASF senilai Rp8,354 miliar.

### Expansion projects

- Ekspansi portofolio pembiayaan ASF secara anorganik melalui pengalihan piutang dari CMF. Tidak ada rincian capex, kapasitas, pendanaan, fase, atau milestone yang diungkapkan.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, kegiatan usaha, atau strategi yang diungkapkan dalam pengumuman.

### Capital structure

- Penarikan 20.700.600 saham treasuri akan mengurangi jumlah saham beredar.
- Perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar terkait modal ditempatkan dan disetor.
- Penarikan dilakukan melalui pengurangan modal ditempatkan dan disetor.
- Tidak ada perubahan struktur modal atau kepemilikan yang diungkapkan terkait transaksi afiliasi.

### Listing / regulatory

- Kepatuhan terhadap POJK No. 30/POJK.04/2017 yang telah digantikan POJK No. 29 Tahun 2023 tentang pembelian kembali saham.
- Kepatuhan terhadap Pasal 44 dan 45 UU No. 40 Tahun 2007 jo. UU No. 6 Tahun 2023.
- Kepatuhan terhadap Pasal 47 UUPT.
- Transaksi afiliasi sesuai POJK No. 42/2020.
- Bukan transaksi material sesuai POJK No. 17/2020.
- Keterbukaan Informasi sesuai POJK No. 31/2015 dan Peraturan Bursa No. I-E.

### Analytical scenarios

- **Persetujuan penarikan saham treasuri** [explicit_fact, high]: RUPSLB 11 September 2026 menyetujui penarikan 20.700.600 saham treasuri.
  - Basis: RUPSLB tanggal 11 September 2026; Jumlah saham 20.700.600
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan emiten dalam dokumen
  - Caveats: Klaim emiten, belum diverifikasi independen
- **Transaksi afiliasi cessie** [explicit_fact, high]: Pengalihan hak tagih dari CMF ke ASF senilai Rp8,354 miliar, objek piutang Rp16,62 miliar, nilai pasar Rp8,47 miliar, dinyatakan bukan transaksi material.
  - Basis: Nilai transaksi Rp8,354 miliar; Nilai objek piutang Rp16,62 miliar; Nilai pasar Rp8,47 miliar
- **Batas waktu keberatan kreditur** [derived_calculation, medium]: Batas akhir pengajuan keberatan kreditur adalah 14 November 2026, dihitung 60 hari kalender sejak tanggal pengumuman 15 September 2026.
  - Basis: Tanggal pengumuman 15 September 2026; Jangka waktu 60 hari
  - Assumptions: Perhitungan kalender hari; Tidak ada penundaan
  - Caveats: Tanggal akhir mungkin berbeda jika ada hari libur atau aturan khusus
- **Potensi pengurangan jumlah saham beredar** [derived_calculation, low]: Penarikan 20.700.600 saham treasuri akan mengurangi jumlah saham beredar, namun persentase pengurangan tidak dapat dihitung karena jumlah saham beredar saat ini tidak tersedia dalam dokumen.
  - Basis: Jumlah saham treasuri 20.700.600
  - Assumptions: Jumlah saham beredar tidak diketahui
  - Caveats: Perhitungan memerlukan data jumlah saham beredar yang tidak tersedia
- **Diskon pembelian piutang** [derived_calculation, medium]: Diskon sekitar 49,7% dari nilai objek piutang (1 - 8,354/16,62).
  - Basis: Nilai transaksi Rp8,354 miliar; Nilai objek piutang Rp16,62 miliar
  - Assumptions: Nilai objek piutang adalah nilai bruto yang dialihkan
  - Caveats: Diskon mungkin mencerminkan kualitas piutang atau risiko kredit
- **Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas** [derived_calculation, high]: Nilai transaksi Rp8,35 miliar dibagi ekuitas Rp31.360,78 miliar = 0,027% (kurang dari 20%), konsisten dengan pernyataan bukan transaksi material.
  - Basis: Nilai transaksi Rp8,35 miliar; Ekuitas Rp31.360,78 miliar
- **Selisih nilai transaksi terhadap nilai pasar** [derived_calculation, high]: Selisih (Rp8,47 miliar - Rp8,35 miliar) / Rp8,47 miliar = 1,42%, mendekati angka 1,38% yang dilaporkan (pembulatan).
  - Basis: Nilai pasar Rp8,47 miliar; Nilai transaksi Rp8,35 miliar
- **Dampak transaksi terhadap laba proyeksi** [derived_calculation, medium]: Selisih laba setelah vs sebelum transaksi untuk 2026-2031: 2026: +682 juta; 2027: +887 juta; 2028: +508 juta; 2029: +238 juta; 2030: +17 juta; 2031: -92 juta. Total tambahan laba = Rp2,24 miliar.
  - Basis: Proyeksi laba sebelum dan setelah transaksi per tahun
  - Caveats: Angka proyeksi dari manajemen, bukan hasil audit
- **Konsentrasi portofolio** [derived_calculation, high]: Tiga debitur terbesar (PT Cipta Unggul, Antonius Sandy, PT Ajaib TTX) memiliki total piutang Rp4,675 miliar, sekitar 28,1% dari total saldo. Perhitungan: (1,705+1,596+1,374)/16,620 = 28,1%.
  - Basis: Nilai piutang per debitur
  - Assumptions: Angka dalam miliar Rupiah
  - Caveats: Konsentrasi ini dapat meningkatkan risiko jika debitur gagal bayar
- **Tujuan strategis penarikan saham** [analyst_hypothesis, low]: Penarikan saham treasuri dapat bertujuan untuk meningkatkan laba per saham atau efisiensi struktur modal, namun tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dokumen.
  - Basis: Praktik umum penarikan saham treasuri
  - Assumptions: Tujuan tidak diungkapkan dalam dokumen
  - Caveats: Hipotesis, bukan fakta
- **Motivasi transaksi cessie** [analyst_hypothesis, low]: Transaksi kemungkinan untuk memperkuat portofolio pembiayaan ASF dengan aset produktif, namun diskon besar mungkin mengindikasikan risiko kredit tinggi.
  - Basis: Tujuan transaksi menambah portofolio pembiayaan; Diskon 49,7% dari nilai objek
  - Assumptions: Diskon mencerminkan risiko atau kualitas piutang
  - Caveats: Belum ada data kualitas piutang atau kolektibilitas
- **Potensi keuntungan transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Selisih nilai pasar dan nilai transaksi (Rp0,12 miliar) dapat diakui sebagai keuntungan, tetapi realisasi tergantung pada akuntansi dan ketentuan pajak.
  - Basis: Nilai pasar Rp8,47 miliar; Nilai transaksi Rp8,35 miliar
  - Assumptions: Transaksi selesai sesuai ketentuan
  - Caveats: Tidak ada rincian akuntansi transaksi
- **Risiko kualitas piutang** [analyst_hypothesis, low]: Piutang yang dialihkan memiliki tingkat bunga bervariasi (9,8%-18%) dan jatuh tempo hingga 2039, sehingga kualitas kredit perlu dipantau.
  - Basis: Daftar piutang dengan bunga dan jatuh tempo
  - Caveats: Tidak ada informasi kolektibilitas

### Risks / uncertainties

- Keberatan kreditur dalam 60 hari dapat mempengaruhi pelaksanaan penarikan saham treasuri.
- Perubahan Anggaran Dasar memerlukan persetujuan Menteri Hukum.
- Kepatuhan terhadap POJK No. 29 Tahun 2023 mungkin memiliki persyaratan tambahan yang tidak dijelaskan.
- Rincian objek cessie tidak diungkapkan, menimbulkan ketidakpastian mengenai aset yang dialihkan.
- Kualitas piutang yang dialihkan tidak diungkapkan, diskon besar mungkin mengindikasikan risiko kredit.
- Pendapat kewajaran bergantung pada asumsi dan data dari manajemen, tidak ada audit independen.
- Transaksi afiliasi dapat menimbulkan benturan kepentingan meskipun dinyatakan tidak ada.
- Nilai pasar piutang Rp8,47 miliar sedikit di atas harga beli, tetapi selisihnya tipis.
- Ketergantungan pada proyeksi manajemen untuk pendapat kewajaran.
- Proyeksi keuangan disusun manajemen dan tidak dijamin realisasinya.
- Pendapat kewajaran tidak mencakup aspek hukum dan perpajakan.

### Items to monitor

- Persetujuan Menteri Hukum atas perubahan Anggaran Dasar.
- Tanggal efektif penarikan saham treasuri.
- Jumlah saham beredar sebelum dan sesudah penarikan untuk menghitung persentase pengurangan.
- Rincian perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar.
- Tanggal efektif pengalihan piutang (cessie).
- Kualitas piutang yang dialihkan (kolektibilitas, umur piutang).
- Sumber dana pembayaran transaksi cessie.
- Perkembangan portofolio pembiayaan ASF setelah transaksi.
- Kepatuhan terhadap persyaratan tambahan POJK No. 29 Tahun 2023.

---

## MEDS

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 14-15 September 2026, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) menerbitkan dua pengumuman: (1) tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait koreksi laporan keuangan 31 Maret 2026, dan (2) siaran pers donasi 240.000 masker kepada BNPB. Pengumuman pertama bersifat material dan korektif, mencakup reklasifikasi pendapatan jasa machining, penurunan total aset dan ekuitas, reklasifikasi utang bank BCA ke jangka pendek, serta komitmen perbaikan penyajian laporan keuangan sesuai PSAK. Pengumuman kedua bersifat non-material (CSR) dengan dampak yang dinyatakan tidak ada. Tidak ada aksi korporasi baru, perubahan struktur modal, atau perubahan pengurus yang diumumkan.

### Material changes

- Koreksi laporan keuangan 31 Maret 2026: reklasifikasi pendapatan jasa machining dari pendapatan lain-lain ke pendapatan utama.
- Total aset turun dari Rp63.792.285.030,41 menjadi Rp63.569.971.710,41.
- Total ekuitas turun dari Rp48.622.680.779,35 menjadi Rp48.400.367.459,35.
- Rugi periode berjalan turun dari Rp324.597.765,38 menjadi Rp102.284.445,38.
- Utang bank BCA Rp1.337.681.604 direklasifikasi ke jangka pendek karena jatuh tempo 2 Desember 2026.
- Kesalahan ketik Rp20 pada saldo utang bank BPR Karyajatnika Sadaya dikoreksi.
- Penyajian arus kas utang bank akan diubah dari neto menjadi bruto sesuai PSAK 207.
- Beban pajak penghasilan interim belum diakui; akan dievaluasi.
- Tim penyusun laporan keuangan diperkuat dengan SDM baru bersertifikat kompetensi akuntansi.
- Donasi 240.000 masker kepada BNPB (dampak dinyatakan tidak ada).

### Key financial figures

- **Total Aset Sebelum Koreksi:** 63.792.285.030,41 (31 Maret 2026)
- **Total Aset Setelah Koreksi:** 63.569.971.710,41 (31 Maret 2026)
- **Total Liabilitas Sebelum Koreksi:** 15.169.604.251,06 (31 Maret 2026)
- **Total Liabilitas Setelah Koreksi:** 15.169.604.251,06 (31 Maret 2026)
- **Total Ekuitas Sebelum Koreksi:** 48.622.680.779,35 (31 Maret 2026)
- **Total Ekuitas Setelah Koreksi:** 48.400.367.459,35 (31 Maret 2026)
- **Beban Pokok Pendapatan Sebelum Koreksi:** -3.063.695.400,30 (31 Maret 2026)
- **Beban Pokok Pendapatan Setelah Koreksi:** -3.287.831.302,30 (31 Maret 2026)
- **Laba Bruto Sebelum Koreksi:** 1.703.672.718,70 (31 Maret 2026)
- **Laba Bruto Setelah Koreksi:** 2.141.569.816,70 (31 Maret 2026)
- **Beban Umum & Administrasi Sebelum Koreksi:** -1.719.474.282,26 (31 Maret 2026)
- **Beban Umum & Administrasi Setelah Koreksi:** -1.717.651.700,26 (31 Maret 2026)
- **Rugi Usaha Sebelum Koreksi:** 324.597.765,38 (31 Maret 2026)
- **Rugi Usaha Setelah Koreksi:** 102.284.445,38 (31 Maret 2026)
- **Rugi Periode Berjalan Sebelum Koreksi:** 324.597.765,38 (31 Maret 2026)
- **Rugi Periode Berjalan Setelah Koreksi:** 102.284.445,38 (31 Maret 2026)
- **Utang Bank BCA Jangka Pendek:** 1.337.681.604,00 (31 Desember 2025)
- **Utang Bank BPR Karyajatnika Sadaya (benar):** 3.979.393.335,00 (31 Desember 2025)
- **Utang Bank BPR Karyajatnika Sadaya (tertulis salah):** 3.979.393.355,00 (31 Desember 2025)
- **Penambahan Utang Bank:** 100.000.000 (2026)
- **Pembayaran Utang Bank (bruto):** 1.294.636.252 (2026)
- **Pembayaran Utang Bank (neto):** 1.194.636.252 (2026)
- **Saldo Laba CALK 22:** 13.201.539.580 (31 Desember 2025)
- **Saldo Laba Laporan Posisi Keuangan:** 13.201.539.579 (31 Desember 2025)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi baru yang diumumkan pada periode ini.

### Expansion projects

- Pembelian 10 unit mesin untuk mendukung jasa machining sebagai kegiatan utama; nilai dan jadwal tidak diungkapkan.

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan direksi atau komisaris.
- Tim penyusun laporan keuangan diperkuat dengan SDM baru yang memiliki sertifikat kompetensi akuntansi.

### Capital structure

- Tidak ada perubahan struktur modal, penerbitan saham baru, atau perubahan free float yang diumumkan.

### Listing / regulatory

- Tanggapan atas surat BEI No. S-11889/BEI.PP3/09-2026.
- Koreksi laporan keuangan 31 Maret 2026 disampaikan 29 Juli 2026.
- Rencana penyesuaian penyajian arus kas menjadi bruto sesuai PSAK 207.
- Komitmen memperbaiki pengendalian internal dan proses review laporan keuangan.
- Upaya memenuhi ketentuan V.1.5 Peraturan Bursa Nomor I-A mengenai kualifikasi penyusun laporan keuangan.

### Analytical scenarios

- **Koreksi laporan keuangan** [explicit_fact, high]: MEDS mengoreksi laporan keuangan 31 Maret 2026 dengan reklasifikasi pendapatan jasa machining ke pendapatan utama, didukung pembelian 10 unit mesin.
  - Basis: Pengumuman 20260915163655-006/SPE/HMI/IX/2026_id-id
- **Status piutang PT Buana Inti Prima** [explicit_fact, high]: PT Buana Inti Prima membayar 52,32% dari outstanding piutang pada 3 September 2026; sisa dijanjikan lunas selambat-lambatnya Desember 2026. Penjualan stetoskop dan tensimeter ke PT Buana Inti Prima dihentikan; bouffant cap tetap berjalan.
  - Basis: Pengumuman 20260915163655-006/SPE/HMI/IX/2026_id-id
- **Reklasifikasi utang bank BCA** [explicit_fact, high]: Utang bank BCA Rp1.337.681.604 jatuh tempo 2 Desember 2026, direklasifikasi ke jangka pendek sesuai PSAK 201 par. 69.
  - Basis: Pengumuman 20260915163655-006/SPE/HMI/IX/2026_id-id
- **Donasi masker** [explicit_fact, high]: MEDS mendonasikan 240.000 masker kepada BNPB pada 7 September 2026. Perusahaan menyatakan dampak donasi terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha adalah tidak ada.
  - Basis: Pengumuman 20260915163829-007/SPE/HMI/IX/2026_id-id
- **Penurunan total aset akibat koreksi** [derived_calculation, high]: Total aset turun sebesar Rp222.313.320,00 (63.792.285.030,41 - 63.569.971.710,41). Penurunan ini sama dengan penurunan ekuitas, menunjukkan koreksi tidak memengaruhi liabilitas.
  - Basis: Total Aset Sebelum Koreksi: 63.792.285.030,41; Total Aset Setelah Koreksi: 63.569.971.710,41
- **Perubahan rugi periode berjalan** [derived_calculation, high]: Rugi periode berjalan turun dari Rp324.597.765,38 menjadi Rp102.284.445,38, selisih Rp222.313.320,00. Penurunan ini konsisten dengan penurunan ekuitas.
  - Basis: Rugi Periode Berjalan Sebelum Koreksi: 324.597.765,38; Rugi Periode Berjalan Setelah Koreksi: 102.284.445,38
- **Selisih utang BPR Karyajatnika Sadaya** [derived_calculation, high]: Selisih antara angka yang salah dan benar adalah Rp20,00 (3.979.393.355 - 3.979.393.335).
  - Basis: Angka salah: 3.979.393.355; Angka benar: 3.979.393.335
- **Arus kas neto utang bank** [derived_calculation, high]: Arus kas neto Rp1.194.636.252 = penambahan Rp100.000.000 - pembayaran Rp1.294.636.252. Ini menunjukkan penyajian neto, bukan bruto.
  - Basis: Penambahan utang bank: 100.000.000; Pembayaran utang bank: 1.294.636.252
- **Risiko kepatuhan akuntansi** [analyst_hypothesis, medium]: Beberapa kesalahan penyajian (CALK 17 tanpa saldo, nomor CALK 25 hilang, selisih Rp1, penyajian neto arus kas) menunjukkan kelemahan pengendalian internal. Perbaikan berlapis yang dijanjikan mungkin belum cukup tanpa audit independen.
  - Basis: CALK 17 tetap disajikan tanpa saldo; Nomor CALK 25 terlewat; Selisih Rp1 saldo laba; Penyajian arus kas neto
  - Caveats: Belum ada bukti audit independen.
- **Dampak penghentian penjualan produk** [analyst_hypothesis, low]: Penghentian penjualan stetoskop dan tensimeter ke PT Buana Inti Prima dapat mengurangi pendapatan di masa mendatang, tetapi dampaknya tidak dapat diukur tanpa data penjualan.
  - Basis: Tidak lagi menjual stetoskop dan tensimeter ke PT Buana Inti Prima
  - Caveats: Tidak ada data penjualan per produk.
- **Pengakuan pajak interim** [analyst_hypothesis, medium]: Tidak mengakui beban pajak interim dapat menyebabkan penyajian laba interim lebih tinggi. Penyesuaian pada akhir tahun dapat menimbulkan volatilitas. Akuntan publik menyarankan pengakuan interim.
  - Basis: Beban pajak belum diakui pada laporan interim; Akuntan publik menyarankan pengakuan interim
  - Caveats: Dampak kuantitatif tidak tersedia.

### Risks / uncertainties

- Kepatuhan terhadap PSAK 207 (penyajian arus kas bruto) belum dipenuhi; akan disesuaikan.
- Pengakuan beban pajak interim belum sesuai standar; akan dievaluasi.
- Kesalahan penyajian CALK (nomor, saldo) menunjukkan kelemahan pengendalian internal.
- Keterlambatan pembayaran piutang dari PT Buana Inti Prima; sisa pelunasan dijanjikan Desember 2026, tetapi belum pasti.
- Persediaan usang masih disimpan; rencana penjualan bertahap belum pasti realisasinya.
- Ketidakpatuhan terhadap PSAK 207 dalam penyajian laporan arus kas dapat berlanjut hingga periode berikutnya jika komitmen tidak direalisasikan.
- Perbedaan angka akibat pembulatan dapat menimbulkan pertanyaan regulator jika tidak segera dikoreksi.
- Jumlah SDM yang terbatas (2 orang) dapat menghambat kualitas dan ketepatan waktu pelaporan keuangan.

### Items to monitor

- Realisasi pelunasan sisa piutang PT Buana Inti Prima hingga Desember 2026.
- Pemenuhan komitmen penyajian arus kas bruto sesuai PSAK 207 pada laporan berikutnya.
- Pengakuan beban pajak penghasilan interim pada periode berikutnya.
- Realisasi pembelian 10 unit mesin dan dampaknya terhadap pendapatan jasa machining.
- Perubahan kualifikasi tim penyusun laporan keuangan sesuai V.1.5 Peraturan Bursa Nomor I-A.
- Potensi dampak penghentian penjualan stetoskop dan tensimeter terhadap pendapatan.
- Kepatuhan terhadap ketentuan bursa terkait koreksi laporan keuangan.

---

## MEGA

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Bank Mega Tbk (MEGA) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek pada 10 September 2026. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan, tidak memiliki informasi material lain yang belum diungkap, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, atau perubahan struktur modal yang diumumkan.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek MEGA pada 10 September 2026 melalui surat No. S-11901/BEI.PP3/09-2026 tanggal 11 September 2026.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Ketentuan Nomor III.2.1 Peraturan Nomor I-E Lampiran Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
- Perseroan menyatakan belum memiliki rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang).
- Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
- Pemegang saham utama (tidak disebutkan identitasnya) tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Surat ditandatangani oleh Kostaman Thayib (Direktur Utama) dan Christiana M. Damanik (Corporate Secretary) pada 15 September 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI terkait volatilitas transaksi efek MEGA pada 10 September 2026.
- Perseroan menyatakan tidak ada rencana korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Perseroan secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik menurut POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan BEI Nomor I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 dalam surat
- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Perseroan menyatakan belum memiliki rencana korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan.
  - Basis: Jawaban poin 4 dalam surat
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4 Tahun 2024.
  - Basis: Jawaban poin 3 dalam surat
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6 dalam surat
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas pada 10 September 2026 mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau sentimen pasar, bukan oleh informasi material dari emiten, karena Perseroan menyangkal adanya informasi yang belum diungkap.
  - Basis: Surat permintaan BEI menyebut peningkatan aktivitas dan penurunan harga saham; Jawaban Perseroan yang menyatakan tidak ada informasi material
  - Assumptions: Pernyataan Perseroan dianggap akurat dan lengkap
  - Caveats: Belum ada konfirmasi independen mengenai penyebab volatilitas

### Risks / uncertainties

- Volatilitas harga saham MEGA pada 10 September 2026 belum dijelaskan penyebabnya; Perseroan menyatakan tidak ada informasi material.
- Pernyataan 'tidak ada rencana korporasi' hanya mencakup 3 bulan ke depan; rencana setelah periode tersebut tidak diungkap.
- Identitas pemegang saham utama tidak disebutkan dalam dokumen.
- Tidak ada informasi kuantitatif mengenai dampak volatilitas terhadap kinerja keuangan.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material yang diungkapkan, namun volatilitas transaksi yang menjadi dasar permintaan BEI tidak dijelaskan penyebabnya.
- Tidak ada rencana korporasi yang diumumkan, tetapi kondisi pasar atau faktor eksternal dapat mempengaruhi harga saham di masa depan.

---

## MGLV

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) menyampaikan materi Public Expose Insidentil yang akan diselenggarakan pada 16 September 2026. Public Expose ini bersifat sukarela namun terkait dengan penghentian sementara perdagangan saham oleh BEI (cooling down) dan permintaan Bursa. Materi mengungkapkan posisi keuangan per 30 Juni 2026 (sebelum transaksi September 2026) dengan total aset Rp187.913 juta, liabilitas Rp128.173 juta, ekuitas Rp69.810 juta, pendapatan bersih 6M 2026 Rp26.141 juta, dan rugi neto Rp14.105 juta. Aksi korporasi utama meliputi akuisisi NAC dan NGC, divestasi 13 anak usaha, PMHMETD I, dan perubahan kegiatan usaha menjadi data center. Dokumen pengantar tidak memuat data fundamental; seluruh angka berasal dari lampiran materi Public Expose.

### Material changes

- Emiten: PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk, kode MGLV.
- Surat No. 013/NexAI/Corsec/IX/2026 tanggal 15 September 2026, perihal penyampaian materi Public Expose Insidentil.
- Public Expose Insidentil direncanakan berdasarkan surat No. 012/NexAI/Corsec/IX/2026 tanggal 16 September 2026.
- Latar belakang Public Expose: sukarela (voluntary), bukan permintaan Bursa atau OJK.
- Public Expose Insidentil diselenggarakan pada 16 September 2026 di Jakarta, terkait Pengumuman BEI No. Peng-SPT-00172/BEI.WAS/09-2026 tentang penghentian sementara perdagangan saham MGLV di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dalam rangka cooling down.
- Bursa meminta penyampaian informasi kepada Perseroan pada 9 September 2026, dan Public Expose ini merupakan bagian dari kewajiban penyampaian informasi sesuai Peraturan BEI No. 00015/BEI/01-2021 Pasal III.3.
- Pada 3 September 2026, Perseroan melakukan keterbukaan informasi terkait PMHMETD I, transaksi afiliasi, transaksi material, dan perubahan kegiatan usaha.
- Pada 7 September 2026, RUPSLB menyetujui agenda transaksi akuisisi NAC dan NGC, perubahan kegiatan usaha, serta agenda terkait lainnya.
- Pada 7 September 2026, Perseroan menyelesaikan akuisisi NAC dan NGC.
- Pada 8 September 2026, Perseroan menyelesaikan divestasi 13 perusahaan anak serta pengalihan aset dan kewajiban.
- Pada 10 September 2026, Perseroan mengumumkan Prospektus Ringkas PMHMETD I.
- Pada Februari 2026, PT Nextier Datamate Center menjadi pemegang saham pengendali Perseroan.
- Kegiatan usaha data center dijalankan melalui NAC dan NGC; NAC mengoperasikan data center berkapasitas 6 MW di Jababeka dan mengembangkan tambahan kapasitas 36 MW, sedangkan NGC mengembangkan fasilitas berkapasitas 60 MW di Kawasan Industri Terpadu Batang.
- Perseroan menyatakan tidak ada informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan kepada publik hingga pelaksanaan Public Expose Insidentil.
- Pergerakan harga saham Perseroan diklaim sebagai hasil dinamika pasar dan Perseroan tidak memiliki kendali atas pergerakan harga dan aktivitas perdagangan saham.
- Informasi keuangan yang disajikan mencerminkan kondisi sebelum pelaksanaan transaksi akuisisi dan persetujuan perubahan kegiatan usaha pada September 2026.
- Pengirim: Putra Harianto Bate'e, Corporate Secretary.
- Dokumen dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan, tanpa tanda tangan.
- Alamat emiten: Pacific Century Place Lantai 38, SCBD Lot 10, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta.

### Key financial figures

- **Total Aset:** 187913 (30 Juni 2026 (sebelum transaksi September 2026))
- **Total Aset:** 184044 (31 Desember 2025)
- **Total Liabilitas:** 128173 (30 Juni 2026 (sebelum transaksi September 2026))
- **Total Liabilitas:** 114234 (31 Desember 2025)
- **Total Ekuitas:** 69810 (30 Juni 2026 (sebelum transaksi September 2026))
- **Total Ekuitas:** 59740 (31 Desember 2025)
- **Pendapatan Bersih:** 26141 (6M 2026 (sebelum transaksi September 2026))
- **Pendapatan Bersih:** 102746 (6M 2025)
- **Laba Kotor:** 9636 (6M 2026 (sebelum transaksi September 2026))
- **Laba Kotor:** 40163 (6M 2025)
- **Laba (Rugi) Usaha:** -14105 (6M 2026 (sebelum transaksi September 2026))
- **Laba (Rugi) Usaha:** 11734 (6M 2025)
- **Laba (Rugi) Neto:** -14105 (6M 2026 (sebelum transaksi September 2026))
- **Laba (Rugi) Neto:** 4867 (6M 2025)
- **Pertumbuhan Total Aset:** -2.06% (31 Des 2025 vs 30 Jun 2026)
- **Pertumbuhan Total Liabilitas:** 16.86% (31 Des 2025 vs 30 Jun 2026)
- **Pertumbuhan Total Ekuitas:** -10.88% (31 Des 2025 vs 30 Jun 2026)
- **Pertumbuhan Pendapatan Bersih:** -74.56% (6M 2025 vs 6M 2026)
- **Pertumbuhan Laba Kotor:** -88.01% (6M 2025 vs 6M 2026)
- **Pertumbuhan Laba (Rugi) Usaha:** -218.05% (6M 2025 vs 6M 2026)
- **Pertumbuhan Laba (Rugi) Neto:** -246.38% (6M 2025 vs 6M 2026)
- **Kapasitas data center NAC (beroperasi):** 6 MW (per 16 September 2026)
- **Kapasitas tambahan NAC (pengembangan):** 36 MW (per 16 September 2026)
- **Kapasitas data center NGC (pengembangan):** 60 MW (per 16 September 2026)

### Corporate actions

- Akuisisi NAC dan NGC (selesai 7 September 2026)
- Divestasi 13 perusahaan anak serta pengalihan aset dan kewajiban (selesai 8 September 2026)
- PMHMETD I (Prospektus Ringkas diumumkan 10 September 2026)
- Perubahan kegiatan usaha menjadi data center (disetujui RUPSLB 7 September 2026)

### Expansion projects

- NAC mengoperasikan data center 6 MW di Jababeka
- NAC mengembangkan tambahan kapasitas 36 MW
- NGC mengembangkan fasilitas data center 60 MW di Kawasan Industri Terpadu Batang

### Management / control changes

- PT Nextier Datamate Center menjadi pemegang saham pengendali pada Februari 2026

### Capital structure

- PMHMETD I diumumkan Prospektus Ringkas pada 10 September 2026

### Listing / regulatory

- Penghentian sementara perdagangan saham MGLV di Pasar Reguler dan Pasar Tunai oleh BEI (cooling down)
- Permintaan Bursa kepada Perseroan pada 9 September 2026

### Analytical scenarios

- **Penurunan pendapatan dan laba** [derived_calculation, high]: Pendapatan bersih 6M 2026 turun 74,56% dari Rp102.746 juta menjadi Rp26.141 juta; laba kotor turun 88,01% dari Rp40.163 juta menjadi Rp9.636 juta; rugi usaha dan rugi neto masing-masing Rp14.105 juta, memburuk dari laba usaha Rp11.734 juta dan laba neto Rp4.867 juta pada 6M 2025. Penurunan ini terjadi sebelum akuisisi dan perubahan kegiatan usaha.
  - Basis: Angka laba rugi pada slide 5; Perhitungan pertumbuhan yang disajikan emiten
  - Assumptions: Angka laba rugi neto sama dengan rugi usaha karena tidak ada pos lain yang disebutkan
  - Caveats: Tidak ada rincian pendapatan atau beban; angka rugi neto mungkin berbeda jika ada pos lain yang tidak ditampilkan
- **Rasio utang terhadap ekuitas** [derived_calculation, medium]: Per 30 Juni 2026, total liabilitas Rp128.173 juta dan ekuitas Rp69.810 juta, sehingga rasio utang terhadap ekuitas sekitar 1,84x. Ini menunjukkan leverage yang cukup tinggi, namun perlu dicatat bahwa angka ini sebelum transaksi akuisisi dan perubahan kegiatan usaha.
  - Basis: Total liabilitas dan ekuitas pada slide 4
  - Assumptions: Semua liabilitas dianggap sebagai utang
  - Caveats: Struktur liabilitas tidak dirinci; transaksi September 2026 dapat mengubah leverage secara signifikan
- **Kapasitas data center total** [derived_calculation, low]: Jika semua pengembangan selesai, total kapasitas data center dari NAC dan NGC akan menjadi 6 MW (beroperasi) + 36 MW (tambahan NAC) + 60 MW (NGC) = 102 MW. Namun, status commissioning dan timeline tidak diungkapkan.
  - Basis: Kapasitas yang disebutkan pada slide 7
  - Assumptions: Semua kapasitas tambahan akan direalisasikan
  - Caveats: Tidak ada jadwal penyelesaian; kapasitas dapat berubah
- **Motivasi aksi korporasi** [analyst_hypothesis, low]: Akuisisi NAC dan NGC serta divestasi 13 anak usaha menunjukkan transformasi bisnis menjadi fokus data center. Langkah ini kemungkinan untuk memanfaatkan pertumbuhan industri data center di Indonesia, tetapi risiko eksekusi dan pendanaan belum dijelaskan.
  - Basis: Urutan aksi korporasi pada slide 6 dan 7
  - Assumptions: Manajemen melihat data center sebagai bisnis utama baru
  - Caveats: Tidak ada pernyataan eksplisit tentang strategi jangka panjang
- **Dampak PMHMETD I** [analyst_hypothesis, low]: PMHMETD I yang diumumkan Prospektus Ringkasnya pada 10 September 2026 kemungkinan bertujuan untuk mendanai ekspansi data center, tetapi nilai dan penggunaan dana tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Pengumuman Prospektus Ringkas PMHMETD I
  - Assumptions: Dana digunakan untuk pengembangan kapasitas
  - Caveats: Tidak ada detail nilai atau penggunaan dana
- **Risiko likuiditas** [analyst_hypothesis, low]: Dengan ekuitas yang menurun dan liabilitas yang meningkat, serta rugi neto yang signifikan, Perseroan mungkin menghadapi tekanan likuiditas. Namun, akuisisi dan PMHMETD I dapat memperbaiki struktur modal.
  - Basis: Posisi keuangan per 30 Juni 2026
  - Assumptions: Tidak ada arus kas positif dari operasi
  - Caveats: Tidak ada laporan arus kas; transaksi September 2026 dapat mengubah kondisi
- **Kepatuhan dan suspensi** [analyst_hypothesis, low]: Penghentian sementara perdagangan oleh BEI dalam rangka cooling down menunjukkan adanya kekhawatiran pasar atau ketidakpastian informasi. Public Expose ini adalah upaya untuk memenuhi permintaan Bursa dan memberikan transparansi.
  - Basis: Pengumuman BEI dan permintaan Bursa
  - Assumptions: Suspensi terkait dengan aksi korporasi yang kompleks
  - Caveats: Alasan resmi suspensi tidak dijelaskan dalam dokumen
- **Prospek pendapatan data center** [analyst_hypothesis, low]: Dengan kapasitas 6 MW yang beroperasi, pendapatan dari data center mungkin masih kecil dibandingkan pendapatan historis. Namun, pengembangan 96 MW tambahan dapat memberikan potensi pendapatan signifikan jika permintaan terpenuhi.
  - Basis: Kapasitas yang disebutkan
  - Assumptions: Tingkat utilisasi dan harga sewa tidak diketahui
  - Caveats: Tidak ada proyeksi pendapatan atau backlog

### Risks / uncertainties

- Risiko eksekusi terkait akuisisi NAC dan NGC serta integrasi bisnis data center
- Risiko pendanaan untuk pengembangan kapasitas 36 MW dan 60 MW
- Risiko permintaan pasar data center yang tidak pasti
- Risiko regulasi terkait perubahan kegiatan usaha
- Risiko likuiditas akibat rugi neto dan leverage tinggi
- Risiko fluktuasi harga saham dan suspensi perdagangan

### Items to monitor

- Transformasi bisnis menjadi data center dapat mengubah profil risiko dan prospek pertumbuhan emiten secara fundamental.
- Akuisisi dan ekspansi kapasitas data center membutuhkan pendanaan signifikan; PMHMETD I dapat menjadi sumber pendanaan namun nilai dan dampaknya belum diungkapkan.
- Suspensi perdagangan dan cooling down menunjukkan ketidakpastian pasar yang perlu dipantau investor.
- Penurunan pendapatan dan rugi neto yang signifikan pada 6M 2026 dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap kinerja emiten.

---

## MIKA

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang diselenggarakan pada 10 September 2026. Dokumen utama bersifat administratif, namun lampiran materi presentasi memuat kinerja keuangan 1H26 (unaudited) dan rencana ekspansi. Pendapatan 1H26 Rp2,77 triliun (+8,0% YoY), laba bersih Rp728 miliar (+6,5% YoY), kas bersih Rp3,02 triliun tanpa utang. Perseroan berencana membangun 7 rumah sakit baru (total ±1.400 tempat tidur), dengan Site 1 (Jakarta) dan Site 2 (Jawa Timur) ditargetkan operasional Q4 2026 dan Q1 2027, masing-masing CAPEX Rp50-60 miliar. Anggaran CAPEX 2026 Rp1,0 triliun. Free float 16,5%, di atas batas minimum 15%. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan.

### Material changes

- Public Expose Tahunan MIKA diselenggarakan pada 10 September 2026 secara virtual, dihadiri 54 peserta (47 investor/calon investor dan 7 wartawan).
- Pendapatan konsolidasi 1H26 Rp2.768.963.923.205, naik 8,0% YoY dari Rp2.563.460.446.888 pada 1H25.
- Laba bersih tahun berjalan 1H26 Rp728.266.768.153, naik 6,5% YoY dari Rp683.630.435.606 pada 1H25.
- Kas bersih per 30 Juni 2026 Rp3,02 triliun, tanpa utang (net cash).
- Komposisi pendapatan 1H26: 90% dari pasien umum/asuransi, 10% dari BPJS; cakupan pasien berasuransi 62%.
- Rencana ekspansi: 7 site rumah sakit baru dengan total kapasitas ±1.400 tempat tidur; Site 1 (Jakarta) target operasional Q4 2026, Site 2 (Jawa Timur) Q1 2027, masing-masing CAPEX Rp50-60 miliar.
- Anggaran CAPEX 2026 Rp1,0 triliun, alokasi terbesar untuk peralatan medis (~49%) dan pembangunan rumah sakit (~40%).
- Free float saat ini 16,5%, di atas batas minimum 15%.
- Kebijakan dividen minimal 25% dari laba tahun lalu; realisasi tahun ini sekitar 43-44%.
- Pembelian saham treasuri sebesar Rp34.836.797.527 pada 1H26.
- Tidak ada rencana ekspansi ke IKN atau luar Jawa karena keterbatasan tenaga medis.
- Laporan ditandatangani oleh Corporate Secretary Joyce V. Handajani.

### Key financial figures

- **Pendapatan:** 2.768.963.923.205 (1H26 (30 Juni 2026, unaudited))
- **Pendapatan:** 2.563.460.446.888 (1H25 (30 Juni 2025, unaudited))
- **Laba Tahun Berjalan:** 728.266.768.153 (1H26)
- **Laba Tahun Berjalan:** 683.630.435.606 (1H25)
- **Kas dan Setara Kas:** 2.850.000.000.000 (30 Juni 2026)
- **Total Aset:** 9.980.000.000.000 (30 Juni 2026)
- **Total Liabilitas:** 1.720.000.000.000 (30 Juni 2026)
- **Total Ekuitas:** 8.270.000.000.000 (30 Juni 2026)
- **Arus Kas Operasional:** 870.332.606.355 (1H26)
- **Belanja Modal (acquisition of fixed assets):** 551.398.059.924 (1H26)
- **Laba per Saham Dasar:** 49 (1H26)
- **Laba per Saham Dasar:** 46 (1H25)
- **Marjin Kotor:** 53.4% (1H26)
- **Marjin Kotor:** 54.7% (1H25)
- **Pendapatan Non-JKN:** 2.490.000.000.000 (1H26)
- **Pendapatan JKN:** 276.000.000.000 (1H26)
- **Dividen Payable:** 593.506.899.458 (30 Juni 2026)
- **Saham Treasuri:** 34.836.797.527 (30 Juni 2026)
- **Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:** 13.907.481.500 saham (30 Juni 2026)
- **ROIC:** 25.8% (1H26)
- **ARPID Pertumbuhan YoY:** +12.2% (1H26)
- **ARPOP Pertumbuhan YoY:** +12.6% (1H26)

### Expansion projects

- Pembangunan 7 site rumah sakit baru dengan total kapasitas ±1.400 tempat tidur; Site 1 (Jakarta) target operasional Q4 2026, Site 2 (Jawa Timur) Q1 2027, masing-masing CAPEX Rp50-60 miliar.
- Pusat Kedokteran Nuklir di Kenjeran, Jawa Timur, target operasional Q3 2026.
- Upgrade alat medis CT-Scan, MRI, dan penambahan alat robotik untuk total knee replacement di 3 rumah sakit.
- Anggaran CAPEX 2026 Rp1,0 triliun.

### Capital structure

- Pembelian saham treasuri sebesar Rp34.836.797.527 pada 1H26.
- Free float 16,5%, di atas batas minimum 15%.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2026 sebagai pemenuhan regulasi.

### Analytical scenarios

- **Pertumbuhan laba vs pendapatan** [derived_calculation, high]: Laba bersih tumbuh 6,5% YoY, lebih rendah dari pertumbuhan pendapatan 8,0%, karena beban pokok naik 11,0% dan beban operasional naik 4,7%, menekan marjin.
  - Basis: Pendapatan 1H26 Rp2.768,96 miliar vs 1H25 Rp2.563,46 miliar (+8,0%); Laba bersih 1H26 Rp728,27 miliar vs 1H25 Rp683,63 miliar (+6,5%); Beban pokok 1H26 Rp1.289,17 miliar vs 1H25 Rp1.161,55 miliar (+11,0%)
  - Assumptions: Perhitungan pertumbuhan menggunakan angka absolut dari laporan laba rugi.
  - Caveats: Tidak ada penjelasan manajemen mengenai penyebab kenaikan beban pokok.
- **Rasio utang terhadap ekuitas** [derived_calculation, medium]: Rasio utang terhadap ekuitas (DER) per 30 Juni 2026 sekitar 0,21x, menunjukkan struktur modal yang konservatif.
  - Basis: Total liabilitas Rp1.716,95 miliar; Total ekuitas Rp8.266,20 miliar
  - Assumptions: DER dihitung sebagai total liabilitas dibagi total ekuitas.
  - Caveats: Tidak termasuk liabilitas sewa dan pinjaman bank yang kecil.
- **Dampak rumah sakit baru terhadap pertumbuhan** [analyst_hypothesis, medium]: Dua rumah sakit baru di BSD dan Malang diharapkan menjadi growth driver di 2027, namun belum ada estimasi pendapatan atau kapasitas tempat tidur.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa rumah sakit baru menopang pertumbuhan 2027
  - Assumptions: Rumah sakit baru beroperasi sesuai target
  - Caveats: Tidak ada angka kapasitas atau pendapatan yang diberikan.
- **Risiko eksekusi ekspansi** [analyst_hypothesis, medium]: Tantangan utama adalah regulasi perizinan dan rekrutmen tenaga medis, yang dapat menyebabkan keterlambatan operasional atau biaya lebih tinggi.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang tantangan dalam membangun rumah sakit baru
  - Assumptions: Tantangan tersebut dapat mempengaruhi timeline dan biaya
  - Caveats: Tidak ada detail spesifik tentang risiko atau mitigasi.
- **Kebijakan dividen** [analyst_hypothesis, medium]: Dividen tahun ini sekitar 43-44% dari laba, jauh di atas kebijakan minimum 25%, menunjukkan komitmen untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, namun tidak ada panduan untuk tahun depan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang dividen tahun ini
  - Assumptions: Kebijakan dividen dapat berlanjut di atas minimum
  - Caveats: Tidak ada komitmen dividen untuk tahun berikutnya.
- **Kepatuhan free float** [analyst_hypothesis, medium]: Free float 16,5% masih di atas batas 15%, namun tidak ada rencana aksi korporasi untuk menambah atau mempertahankan secara spesifik, hanya pernyataan posisi saat ini.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang free float dan batas minimum
  - Assumptions: Tidak ada perubahan signifikan dalam struktur pemegang saham
  - Caveats: Tidak ada timeline atau rencana spesifik untuk free float.

### Risks / uncertainties

- Risiko regulasi perizinan dalam pembangunan rumah sakit baru.
- Risiko rekrutmen tenaga medis yang handal dan berpengalaman.
- Risiko keterlambatan operasional rumah sakit baru.
- Risiko ketergantungan pada volume pasien.
- Risiko perubahan cuaca yang mempengaruhi kasus penyakit.
- Risiko kepatuhan terhadap batas free float minimum.

### Items to monitor

- Kinerja keuangan 1H26 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang moderat.
- Rencana ekspansi 7 rumah sakit baru dengan CAPEX Rp1,0 triliun dapat mempengaruhi arus kas dan profitabilitas jangka pendek.
- Kebijakan dividen yang tinggi (43-44%) dapat mendukung imbal hasil pemegang saham.
- Free float yang mendekati batas minimum 15% perlu dipantau untuk kepatuhan listing.

---

## MREI

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) melaporkan penunjukan Akuntan Publik (AP) dan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk audit informasi keuangan historis tahunan tahun buku 2026. Penunjukan disetujui dalam RUPSLB tanggal 14 Agustus 2026. KAP yang ditunjuk adalah KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (tahun ke-12) dengan AP Dewi Novita Sari (tahun ke-1). Imbalan jasa audit sebesar Rp620.000.000. Perjanjian kerja ditandatangani 7 September 2026. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Pengumuman ini juga memuat informasi terkait RUPSLB yang mencakup keterlambatan laporan keuangan 2025 akibat insiden siber, perubahan direksi, dan perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI.

### Material changes

- Penunjukan KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan AP Dewi Novita Sari untuk audit tahun buku 2026, disetujui dalam RUPSLB tanggal 14 Agustus 2026.
- KAP ditunjuk untuk tahun ke-12, AP untuk tahun ke-1.
- Imbalan jasa audit sebesar Rp620.000.000.
- Perjanjian kerja antara MREI dan KAP ditandatangani tanggal 7 September 2026, nomor 2601138/01/AA2/DNS.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- RUPSLB tanggal 14 Agustus 2026 dihadiri 418.752.216 saham (80,87%) dari total 517.791.681 saham.
- RUPSLB menyetujui pemberhentian Trinita Situmeang sebagai Direktur efektif 16 Juni 2026 dan pengangkatan Anwar Cipto Syamsul sebagai Direktur, efektif setelah persetujuan fit & proper test OJK.
- RUPSLB menyetujui perubahan Anggaran Dasar Pasal 3 untuk penyesuaian KBLI, tidak mengubah kegiatan usaha, tidak tunduk POJK 17/2020.
- Keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025 akibat insiden siber tahun 2025; jadwal penyelesaian telah disiapkan.
- Surat pernyataan independensi KAP dan AP ditandatangani 7 September 2026 oleh Dedy Sukrisnadi (Pemimpin Rekan).

### Key financial figures

- **imbalan_jasa_audit:** Rp620.000.000 (tahun buku 2026)
- **total_saham_dengan_hak_suara:** 517.791.681 saham (14 Agustus 2026)
- **saham_hadir_dalam_rupslb:** 418.752.216 saham (14 Agustus 2026)
- **persentase_saham_hadir:** 80,87% (14 Agustus 2026)
- **saham_setuju_mata_acara_2_dan_3:** 416.943.716 saham (14 Agustus 2026)
- **saham_abstain_mata_acara_2_dan_3:** 1.808.500 saham (14 Agustus 2026)
- **saham_setuju_mata_acara_4:** 416.939.716 saham (14 Agustus 2026)
- **saham_abstain_mata_acara_4:** 1.812.500 saham (14 Agustus 2026)

### Management / control changes

- Pemberhentian Trinita Situmeang sebagai Direktur efektif 16 Juni 2026.
- Pengangkatan Anwar Cipto Syamsul sebagai Direktur, masa jabatan 5 tahun, efektif setelah persetujuan fit & proper test OJK.
- Susunan Direksi baru: Presiden Direktur Robby Loho, Direktur Keuangan Lukcimo Jahja, Direktur Anwar Cipto Syamsul (efektif setelah OJK).

### Listing / regulatory

- Penunjukan AP dan KAP untuk audit tahun buku 2026, disetujui RUPSLB 14 Agustus 2026.
- Perubahan Anggaran Dasar untuk penyesuaian KBLI, tidak mengubah kegiatan usaha, tidak tunduk POJK 17/2020.
- Keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan 2025 akibat insiden siber; jadwal penyelesaian telah disiapkan.
- Laporan disampaikan ke OJK sesuai Surat Edaran OJK No. S-9/PM.21/2025.

### Analytical scenarios

- **Penunjukan AP/KAP** [explicit_fact, high]: Emiten menunjuk KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan AP Dewi Novita Sari untuk audit tahun buku 2026, disetujui RUPSLB 14 Agustus 2026.
  - Basis: Uraian Informasi atau Fakta Material pada halaman 1; Lampiran 1: Tahun Penugasan KAP ke-12, AP ke-1
- **Dampak material** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Dampak kejadian pada halaman 1
- **Persentase setuju RUPSLB** [derived_calculation, high]: Persentase setuju untuk mata acara 2 dan 3: 416.943.716 / 418.752.216 = 99,57%. Untuk mata acara 4: 416.939.716 / 418.752.216 = 99,57%.
  - Basis: Angka setuju dan total hadir pada lampiran 2
- **Kepatuhan regulasi** [analyst_hypothesis, low]: Penunjukan AP/KAP ini kemungkinan merupakan pemenuhan kewajiban regulasi terkait audit laporan keuangan tahunan, namun tidak ada informasi lebih lanjut mengenai alasan pergantian atau masa kerja AP/KAP sebelumnya.
  - Basis: Jenis informasi material adalah penunjukan AP/KAP; Surat Edaran OJK No. S-9/PM.21/2025
  - Assumptions: Penunjukan AP/KAP merupakan bagian dari kepatuhan terhadap peraturan OJK/Bursa
  - Caveats: Tidak ada data pembanding atau konteks tambahan dalam dokumen
- **Dampak keterlambatan laporan keuangan** [analyst_hypothesis, low]: Keterlambatan laporan keuangan 2025 dapat memicu sanksi atau pengawasan dari OJK/BEI, namun tidak ada informasi lebih lanjut.
  - Basis: Mata acara 1 RUPSLB
  - Assumptions: Keterlambatan laporan keuangan dapat berimplikasi regulasi
  - Caveats: Tidak ada pernyataan resmi mengenai sanksi
- **Efektivitas pengangkatan direktur baru** [analyst_hypothesis, medium]: Pengangkatan Anwar Cipto Syamsul baru efektif setelah fit & proper test OJK, sehingga terdapat ketidakpastian waktu.
  - Basis: Mata acara 3 RUPSLB
  - Assumptions: Proses fit & proper test memerlukan waktu
  - Caveats: Tidak ada tanggal pasti

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai alasan penunjukan AP/KAP baru, apakah karena pergantian masa kerja atau alasan lain.
- Tidak ada rincian biaya audit atau jangka waktu penugasan AP/KAP.
- Keterlambatan laporan keuangan 2025 dapat berimplikasi pada kepatuhan bursa.
- Efektivitas pengangkatan direktur baru tergantung persetujuan OJK.
- Perubahan AD tidak mengubah kegiatan usaha, namun penyesuaian KBLI mungkin memerlukan pemantauan.

### Items to monitor

- Penunjukan AP/KAP baru dengan AP yang berbeda (rotasi) dapat menjadi perhatian investor terkait independensi dan kualitas audit.
- Keterlambatan laporan keuangan 2025 akibat insiden siber dapat menimbulkan kekhawatiran tentang tata kelola dan risiko operasional.
- Perubahan direksi yang efektif setelah persetujuan OJK dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan.

---

## PPRO

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT PP Properti Tbk (PPRO) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 14:00 WIB, di Plaza PP - Auditorium Wisma Subiyanto Lantai 1, Jl. Letjend. TB Simatupang No. 57, Jakarta. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir ditetapkan pada 29 September 2026 pukul 16.15 WIB. Panggilan RUPS akan diumumkan pada 30 September 2026 melalui situs web Perseroan, BEI, dan KSEI. Pemegang saham yang memiliki minimal 1/20 dari seluruh saham berhak mengusulkan mata acara RUPS paling lambat 22 September 2026. Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam pengumuman ini, sehingga aksi korporasi yang akan dibahas belum dapat diidentifikasi. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal rencana RUPSLB, merujuk pada surat sebelumnya No. 478/EXT/DIR/PPRO/2026.

### Material changes

- RUPSLB dijadwalkan pada Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 14:00 WIB.
- Lokasi RUPSLB: Plaza PP - Auditorium Wisma Subiyanto Lantai 1, Jl. Letjend. TB Simatupang No. 57, Jakarta.
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir: 29 September 2026 pukul 16.15 WIB.
- Panggilan RUPS akan diumumkan pada 30 September 2026 melalui situs web Perseroan, BEI, dan KSEI.
- Pemegang saham dengan minimal 1/20 dari seluruh saham berhak mengusulkan mata acara RUPS, batas akhir 22 September 2026.
- Pengumuman ini merujuk pada surat sebelumnya No. 478/EXT/DIR/PPRO/2026.
- Pengumuman ditandatangani oleh VP Corporate Secretary, Dyah Novian Tri Hadini, pada 15 September 2026.
- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan dalam pengumuman ini.

### Corporate actions

- RUPSLB dijadwalkan, namun agenda tidak diungkapkan dalam pengumuman ini.

### Listing / regulatory

- Penyelenggaraan RUPSLB mengacu pada POJK No. 15/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.

### Analytical scenarios

- **Jadwal RUPSLB** [explicit_fact, high]: RUPSLB dijadwalkan pada 22 Oktober 2026, dengan DPS pada 29 September 2026, dan panggilan RUPS pada 30 September 2026.
  - Basis: Hari/Tanggal/Waktu: Kamis, 22 Oktober 2026, 14:00; Tanggal DPS: 29 September 2026 pukul 16.15 WIB; Panggilan RUPS: 30 September 2026
- **Hak usul mata acara** [explicit_fact, high]: Pemegang saham dengan minimal 1/20 dari seluruh saham berhak mengusulkan mata acara RUPS, batas akhir 22 September 2026.
  - Basis: Dokumen menyebutkan hak usul mata acara bagi pemegang saham minimal 1/20 saham, batas akhir 22 September 2026.
- **Agenda RUPSLB** [analyst_hypothesis, low]: RUPSLB biasanya digunakan untuk agenda luar biasa seperti aksi korporasi, perubahan anggaran dasar, atau perubahan pengurus, namun agenda tidak diungkapkan dalam pengumuman ini.
  - Basis: Tidak ada agenda yang disebutkan dalam dokumen.
  - Assumptions: RUPSLB sering digunakan untuk aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham.
  - Caveats: Agenda hanya akan diketahui dari panggilan RUPS atau dokumen lanjutan.

### Risks / uncertainties

- Agenda RUPSLB tidak diungkapkan, sehingga ketidakpastian mengenai aksi korporasi yang akan dibahas.
- Tidak ada informasi mengenai perubahan pengurus, pengendali, atau struktur modal.

### Items to monitor

- Pemegang saham perlu memantau panggilan RUPS pada 30 September 2026 untuk mengetahui agenda resmi.
- Pemegang saham yang memenuhi syarat dapat mengusulkan mata acara RUPS hingga 22 September 2026.

---

## PTPP

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PTPP mengumumkan dimulainya pembangunan Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, dengan nilai kontrak Rp145,30 miliar di luar PPN dan masa pelaksanaan 114 hari kerja. Proyek ini merupakan pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun, menggunakan pondasi dangkal (raft foundation) untuk menjaga kondisi arkeologi, serta menerapkan prinsip keberlanjutan seperti sistem drainase untuk reuse air hujan dan pemasangan solar panel. Groundbreaking dilaksanakan pada 13 September 2026 dan dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon serta pejabat daerah. Proyek ini merupakan bagian dari program revitalisasi istana, keraton, museum, dan cagar budaya yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto. PTPP berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan.

### Material changes

- PTPP memulai Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
- Nilai kontrak proyek sebesar Rp145,30 miliar di luar PPN.
- Masa pelaksanaan proyek selama 114 hari kerja.
- Groundbreaking Museum Majapahit dilaksanakan pada Minggu, 13 September 2026.
- Proyek ini merupakan bagian dari program revitalisasi istana, keraton, museum, dan cagar budaya yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.
- PTPP menerapkan pondasi dangkal (raft foundation) yang lebih ramah terhadap kondisi arkeologi di sekitar area pembangunan.
- Museum akan dilengkapi sistem solar panel sebagai sumber energi untuk penerangan dan sistem drainase untuk mengelola air hujan agar dapat ditampung dan dimanfaatkan kembali (reuse).
- Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan komitmen PTPP untuk melaksanakan pembangunan dengan memperhatikan karakter kawasan, kualitas konstruksi, serta prinsip keberlanjutan.

### Key financial figures

- **Nilai kontrak proyek:** Rp145,30 miliar (2026-09-15)
- **Masa pelaksanaan:** 114 hari kerja (2026-09-15)

### Expansion projects

- Proyek Museum Majapahit dengan nilai kontrak Rp145,30 miliar di luar PPN, masa pelaksanaan 114 hari kerja, menggunakan konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan.

### Analytical scenarios

- **Nilai kontrak** [explicit_fact, high]: Nilai kontrak proyek Museum Majapahit adalah Rp145,30 miliar di luar PPN.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'nilai kontrak sebesar Rp145,30 miliar di luar PPN'.
- **Masa pelaksanaan** [explicit_fact, high]: Masa pelaksanaan proyek adalah 114 hari kerja.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'masa pelaksanaan selama 114 Hari Kerja'.
- **Inovasi konstruksi** [explicit_fact, high]: PTPP menggunakan pondasi dangkal (raft foundation) untuk melindungi kondisi arkeologi kawasan Trowulan.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'penggunaan pondasi dangkal (raft foundation) yang lebih ramah terhadap kondisi arkeologi'.
- **Keberlanjutan** [explicit_fact, high]: Proyek menerapkan sistem drainase untuk reuse air hujan dan pemasangan solar panel untuk efisiensi energi.
  - Basis: Dokumen menyatakan 'Sistem drainase dirancang untuk mengelola air hujan agar dapat ditampung dan dimanfaatkan kembali' dan 'Museum juga akan dilengkapi sistem solar panel'.
- **Dampak pendapatan** [analyst_hypothesis, low]: Proyek ini berpotensi menambah pendapatan PTPP dari jasa konstruksi, namun dampaknya belum dapat diukur karena tidak ada informasi mengenai jadwal pengakuan pendapatan atau kontribusi terhadap laba.
  - Basis: Nilai kontrak Rp145,30 miliar dan masa pelaksanaan 114 hari kerja.
  - Assumptions: Pendapatan diakui secara bertahap sesuai kemajuan pekerjaan.
  - Caveats: Tidak ada data keuangan PTPP dalam dokumen ini untuk menghitung dampak material.
- **Sumber pendanaan** [analyst_hypothesis, low]: Sumber pendanaan proyek tidak disebutkan secara eksplisit; kemungkinan berasal dari APBN atau dana pemerintah, namun belum dapat dipastikan.
  - Basis: Proyek merupakan bagian dari program revitalisasi yang diarahkan Presiden.
  - Assumptions: Proyek pemerintah biasanya didanai oleh APBN.
  - Caveats: Tidak ada informasi resmi mengenai sumber dana.

### Risks / uncertainties

- Tidak ada informasi mengenai sumber pendanaan proyek.
- Tidak ada rincian jadwal penyelesaian proyek selain masa pelaksanaan 114 hari kerja.
- Tidak ada informasi mengenai potensi perubahan struktur modal atau kepemilikan PTPP.

### Items to monitor

- Proyek ini dapat menambah pendapatan PTPP dari jasa konstruksi, namun dampaknya belum dapat diukur karena tidak ada informasi mengenai jadwal pengakuan pendapatan atau kontribusi terhadap laba.
- Sumber pendanaan proyek tidak disebutkan secara eksplisit; kemungkinan berasal dari APBN atau dana pemerintah, namun belum dapat dipastikan.

---

## PTSN

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PTSN menanggapi permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek pada 11 September 2026. Perseroan menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang belum diungkapkan, tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak memiliki informasi material lain yang mempengaruhi kelangsungan hidup, dan pemegang saham utama belum memiliki rencana perubahan kepemilikan. Fluktuasi harga dan volume transaksi disebut disebabkan oleh jual beli saham oleh investor atas dasar alasan pribadi. Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary Rina Dewi pada 15 September 2026.

### Material changes

- PTSN menerima permintaan penjelasan dari BEI melalui surat nomor S-11939/BEI.PP2/09-2026 (tanggal tidak terbaca/null) mengenai volatilitas transaksi efek.
- PTSN menyatakan tidak ada informasi atau fakta material yang belum disampaikan kepada publik sesuai POJK 31/POJK.04/2015.
- PTSN menyatakan tidak ada informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek sesuai Peraturan BEI I-E, Kep-00087/BEI/12-2025.
- PTSN mengonfirmasi tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK 4 Tahun 2024.
- PTSN menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang mempengaruhi pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
- PTSN menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup.
- Pemegang saham utama PTSN belum memiliki rencana perubahan kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Fluktuasi harga dan volume transaksi pada 11 September 2026 disebut disebabkan oleh jual beli saham oleh investor atas dasar alasan pribadi.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi (surat S-11939/BEI.PP2/09-2026)
- PTSN menyatakan tidak ada rencana korporasi yang mempengaruhi pencatatan saham dalam 3 bulan

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: PTSN secara eksplisit menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik, baik menurut POJK 31/2015 maupun Peraturan BEI I-E.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada surat
- **Penyebab volatilitas** [explicit_fact, high]: PTSN mengaitkan fluktuasi harga dan volume transaksi pada 11 September 2026 dengan jual beli saham oleh investor atas dasar alasan pribadi.
  - Basis: Jawaban poin 1 dan 2 pada surat
- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: PTSN menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang mempengaruhi pencatatan saham, dalam 3 bulan mendatang.
  - Basis: Jawaban poin 4 pada surat
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: PTSN mengonfirmasi tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK 4/2024.
  - Basis: Jawaban poin 3 pada surat
- **Rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama PTSN belum memiliki rencana perubahan kepemilikan sahamnya di Perseroan.
  - Basis: Jawaban poin 6 pada surat
- **Potensi penyebab volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun PTSN menyatakan volatilitas disebabkan oleh alasan pribadi investor, tanpa data transaksi atau informasi tambahan, tidak dapat dipastikan faktor lain seperti sentimen pasar atau rumor. Ini hanya hipotesis.
  - Basis: Pernyataan PTSN pada poin 1 dan 2
  - Assumptions: Tidak ada data transaksi atau berita lain yang tersedia
  - Caveats: Hanya berdasarkan pernyataan PTSN; tidak ada bukti independen

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI tidak terbaca (null) pada dokumen, sehingga ketidakjelasan tanggal permintaan.
- Pernyataan PTSN bahwa tidak ada informasi material hanya berdasarkan klaim manajemen; tidak ada jaminan independen.
- Volatilitas transaksi pada 11 September 2026 tidak dijelaskan secara kuantitatif (harga, volume, atau penyebab spesifik).

### Items to monitor

- Pernyataan tidak adanya rencana korporasi dalam 3 bulan dapat mempengaruhi ekspektasi investor terhadap aksi korporasi jangka pendek.
- Klaim volatilitas disebabkan alasan pribadi investor dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap fundamental PTSN.

---

## PURI

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 2

### Overview

Pada periode 14–15 September 2026, PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menerbitkan dua pengumuman yang bersifat tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengumuman pertama (036/PGS/CORSEC/IX/2026) menanggapi surat BEI tertanggal 10 September 2026 mengenai rencana pemenuhan ketentuan minimum free float. PURI mengakui bahwa kepemilikan publiknya sebesar 14,74% masih di bawah minimum 15% yang ditetapkan oleh Kep-00045/BEI/03-2026, dan berencana melakukan penyesuaian struktur kepemilikan sebelum batas waktu 31 Maret 2029. Pengumuman kedua (037/PGS/CORSEC/IX/2026) menanggapi surat BEI No. S-11900/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 11 September 2026 mengenai volatilitas transaksi efek; PURI menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang belum diungkapkan dan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan. Kedua pengumuman ini penting karena menyangkut kepatuhan regulasi pencatatan (free float) dan potensi risiko suspensi atau sanksi jika tidak dipenuhi, serta menunjukkan adanya pengawasan bursa terhadap pergerakan saham PURI.

### Material changes

- PURI mengakui belum memenuhi ketentuan free float minimal 15% dari jumlah saham tercatat, dengan kepemilikan publik per 31 Agustus 2026 sebesar 14,74%.
- PURI berencana melakukan penyesuaian struktur kepemilikan untuk mencapai free float minimal 15% sebelum batas waktu 31 Maret 2029.
- PURI menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan (per 15 September 2026).

### Key financial figures

- **Jumlah saham beredar:** 1.000.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Nilai nominal total:** 50.000.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Nilai nominal per saham:** 50 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan PT Bumi Kreasi Baru:** 768.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan PT Bumi Kreasi Baru (%):** 76.80 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Eko Saputro Wijaya:** 8.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Eko Saputro Wijaya (%):** 0.80 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan David Tantri:** 8.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan David Tantri (%):** 0.80 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Helli Saputra (scrip):** 8.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Helli Saputra (scrip) (%):** 0.80 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Wagiman:** 8.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Wagiman (%):** 0.80 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Helli Saputra (scripless):** 1.176.600 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Helli Saputra (scripless) (%):** 0.12 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Ong Yick Sing:** 51.470.500 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Ong Yick Sing (%):** 5.15 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Masyarakat/Public:** 147.352.900 (31 Agustus 2026)
- **Kepemilikan Masyarakat/Public (%):** 14.74 (31 Agustus 2026)
- **Nilai kepemilikan PT Bumi Kreasi Baru:** 38.400.000.000 (31 Agustus 2026)
- **Nilai kepemilikan Masyarakat/Public:** 7.367.645.000 (31 Agustus 2026)
- **Nilai kepemilikan Ong Yick Sing:** 2.573.525.000 (31 Agustus 2026)
- **Nilai kepemilikan Helli Saputra (scripless):** 58.830.000 (31 Agustus 2026)
- **Nilai kepemilikan masing-masing pemegang scrip (Eko, David, Helli, Wagiman):** 400.000.000 (31 Agustus 2026)

### Corporate actions

- Tidak ada aksi korporasi yang diumumkan pada periode ini. PURI menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan (per 15 September 2026).

### Capital structure

- Kepemilikan pengendali PT Bumi Kreasi Baru sebesar 76,80% menunjukkan struktur kepemilikan terkonsentrasi.
- Kepemilikan publik 14,74%, di bawah minimum 15%.
- Rencana penyesuaian struktur kepemilikan untuk mencapai free float 15%.

### Listing / regulatory

- Kewajiban free float minimal 15% sesuai Kep-00045/BEI/03-2026.
- Batas waktu pemenuhan 31 Maret 2029.
- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek PURI (surat No. S-11900/BEI.PP3/09-2026 tanggal 11 September 2026).
- Tanggapan PURI yang menyatakan tidak ada fakta material yang belum diungkapkan dan tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan.

### Analytical scenarios

- **Kepemilikan publik di bawah minimum** [explicit_fact, high]: Perusahaan menyatakan belum memenuhi ketentuan free float minimal 15% dari jumlah saham tercatat sesuai Kep-00045/BEI/03-2026. Kepemilikan publik per 31 Agustus 2026 adalah 14,74%.
  - Basis: Kepemilikan publik 14,74%; Kep-00045/BEI/03-2026
- **Kekurangan free float** [derived_calculation, high]: Kepemilikan publik saat ini 14,74% (147.352.900 saham). Untuk mencapai 15% dari 1.000.000.000 saham, dibutuhkan 150.000.000 saham. Kekurangan sekitar 2.647.100 saham (0,26% dari total).
  - Basis: Kepemilikan publik 14,74%; Jumlah saham beredar 1.000.000.000; Target 15%
  - Assumptions: Tidak ada perubahan jumlah saham beredar
- **Kepemilikan Helli Saputra gabungan** [derived_calculation, medium]: Total kepemilikan Helli Saputra (scrip + scripless) adalah 9.176.600 saham atau 0,92% dari total saham.
  - Basis: 8.000.000 saham scrip; 1.176.600 saham scripless
  - Assumptions: Keduanya adalah orang yang sama
  - Caveats: Nama yang sama tetapi bisa berbeda orang
- **Metode penyesuaian struktur kepemilikan** [analyst_hypothesis, low]: Penyesuaian struktur kepemilikan dapat dilakukan melalui penjualan saham oleh pemegang saham pengendali di pasar sekunder atau melalui aksi korporasi seperti rights issue, namun belum ada kepastian metode.
  - Basis: Pernyataan perusahaan akan melakukan penyesuaian struktur kepemilikan
  - Assumptions: Perusahaan akan memilih metode yang sesuai regulasi
  - Caveats: Belum ada detail rencana
- **Dampak pemenuhan free float** [analyst_hypothesis, low]: Pemenuhan free float diharapkan meningkatkan likuiditas dan mengurangi volatilitas, namun dampak aktual bergantung pada kondisi pasar dan jumlah saham yang diperdagangkan.
  - Basis: Harapan perusahaan pada bagian d
  - Assumptions: Pasar merespons positif
  - Caveats: Tidak ada jaminan
- **Penyebab volatilitas transaksi** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi yang memicu permintaan BEI mungkin disebabkan oleh aktivitas pasar tanpa informasi material baru dari emiten, namun penyebab pastinya tidak diungkap dalam dokumen.
  - Basis: Surat BEI meminta penjelasan volatilitas transaksi efek PURI.
  - Assumptions: Volatilitas terjadi pada periode sebelum 11 September 2026.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen.

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian metode penyesuaian struktur kepemilikan
- Risiko tidak memenuhi tenggat 31 Maret 2029 jika rencana tidak berjalan
- Kepemilikan publik masih di bawah minimum 15%
- Ketidakpastian penyebab volatilitas transaksi efek PURI karena tidak dijelaskan dalam dokumen.
- Pernyataan 'tidak mengetahui' tidak menjamin tidak adanya informasi material yang belum diungkap; kepatuhan terhadap keterbukaan informasi tetap menjadi kewajiban.

### Items to monitor

- Metode spesifik penyesuaian struktur kepemilikan yang akan dipilih PURI (penjualan saham, rights issue, atau lainnya).
- Jumlah saham yang akan dialihkan atau diterbitkan untuk mencapai free float 15%.
- Timeline antara 2026-2029 untuk pemenuhan free float.
- Persetujuan pemegang saham atau OJK terkait rencana penyesuaian struktur kepemilikan.
- Perkembangan harga dan volume transaksi saham PURI yang memicu permintaan penjelasan BEI.
- Isi lampiran surat tanggapan yang tidak disertakan dalam dokumen pertama.

---

## RAFI

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek posisi 31 Agustus 2026. Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (3.128.140.475 saham) dibandingkan posisi sebelumnya. Terjadi penurunan jumlah saham treasury stock dari 1.295.732.700 saham (Juli 2026) menjadi 1.795.732.200 saham (Agustus 2026), sehingga persentase treasury stock naik dari 41,47% menjadi 41,42% (perhitungan turunan). Tidak ada perubahan pemegang saham pengendali atau direksi/komisaris yang teridentifikasi. Free float menurun dari 58,58% menjadi 58,58% (tidak berubah).

### Material changes

- Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek PT Sari Kreasi Boga Tbk posisi 31 Agustus 2026.
- Jumlah saham beredar (total saham) tercatat 3.128.140.475 saham, tidak berubah dari posisi sebelumnya.
- Treasury stock per 31 Agustus 2026 tercatat 1.795.732.200 saham (41,42% dari total saham), meningkat dari 1.295.732.700 saham (41,47%) pada Juli 2026.
- Pemegang saham pengendali: PT Globalasia Capital Investama memiliki 1.125.000.000 saham (35,96%).
- Pemegang saham dengan kepemilikan >=5%: Batara Bayu Soedarwanto memiliki 170.732.200 saham (5,46%).
- Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan <5%: 6.745 pemegang, dengan total 1.832.408.275 saham (58,58%).
- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar, komposisi pemegang saham pengendali, atau direksi/komisaris yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.

### Key financial figures

- **Total saham beredar:** 3.128.140.475 (31 Agustus 2026)
- **Treasury stock:** 1.795.732.200 (31 Agustus 2026)
- **Treasury stock (persentase):** 41,42% (31 Agustus 2026)
- **Free float (jumlah saham):** 1.832.408.275 (31 Agustus 2026)
- **Free float (persentase):** 58,58% (31 Agustus 2026)
- **Jumlah pemegang saham <5%:** 6.745 (31 Agustus 2026)

### Management / control changes

- Tidak ada perubahan direksi atau komisaris yang teridentifikasi pada evidence yang diberikan.
- Pemegang saham pengendali tetap PT Globalasia Capital Investama dengan kepemilikan 1.125.000.000 saham (35,96%).

### Capital structure

- Tidak ada perubahan jumlah saham beredar (3.128.140.475 saham) pada posisi 31 Agustus 2026.
- Treasury stock meningkat dari 1.295.732.700 saham (Juli 2026) menjadi 1.795.732.200 saham (Agustus 2026), meskipun persentasenya turun dari 41,47% menjadi 41,42% karena total saham beredar tidak berubah (perhitungan turunan).

### Analytical scenarios

- **Perubahan treasury stock** [derived_calculation, high]: Berdasarkan data pada lampiran, treasury stock meningkat dari 1.295.732.700 saham (Juli 2026) menjadi 1.795.732.200 saham (Agustus 2026), selisih 500.000.000 saham. Persentase treasury stock terhadap total saham beredar (3.128.140.475) adalah 41,42% pada Agustus 2026, turun dari 41,47% pada Juli 2026 karena total saham beredar tidak berubah.
  - Basis: Lampiran 1: Tabel rekapitulasi kepemilikan saham, kolom treasury stock untuk bulan Juli dan Agustus 2026.
  - Assumptions: Total saham beredar dianggap konstan 3.128.140.475 saham pada kedua bulan.
  - Caveats: Angka treasury stock pada tabel rekapitulasi mungkin memiliki kesalahan penulisan (1.795.732.200 vs 1.295.732.700) karena perbedaan besar; perlu verifikasi lebih lanjut.

### Risks / uncertainties

- Terdapat inkonsistensi angka treasury stock antara tabel rekapitulasi (1.795.732.200) dan teks lain yang menyebutkan 1.799.352.941; perlu klarifikasi dari emiten.
- Kenaikan treasury stock yang signifikan (500 juta saham) dapat memengaruhi likuiditas dan free float, namun tidak ada penjelasan transaksi dalam dokumen.

### Items to monitor

- Perubahan treasury stock dapat memengaruhi jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan, meskipun free float tercatat stabil.
- Tidak ada perubahan pengendali atau struktur modal yang teridentifikasi, sehingga dampak material terhadap harga saham tidak dapat dipastikan.

---

## RATU

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan yang diselenggarakan pada 10 September 2026. Dalam paparan tersebut, manajemen mengungkapkan rencana private placement hingga 10% saham yang telah disetujui RUPS, dengan dana untuk modal kerja dan akuisisi aset producing. Target akuisisi minimal satu pada 2027. Kebijakan dividen tahun buku 2026 belum ditetapkan. Tidak ada perubahan pengurus, pengendali, atau status pencatatan.

### Material changes

- Public Expose Tahunan RATU diselenggarakan secara virtual via Zoom pada 10 September 2026, pukul 14.00-14.51 WIB, dihadiri 111 peserta terdaftar.
- Manajemen yang hadir: Direktur Utama Sumantri Suwarno, Direktur Alexandra Sinta Wahjudewanti, Direktur Adrian Hartadi.
- Rencana private placement hingga 10% saham telah mendapat persetujuan RUPS Independen; dana digunakan untuk modal kerja dan akuisisi aset producing.
- Manajemen menargetkan minimal satu akuisisi aset producing pada 2027, dengan fokus pada kualitas aset.
- Akuisisi yang sedang diproses kemungkinan besar closing pada 2027 karena waktu tersisa tiga bulan di 2026.
- Kebijakan dividen untuk tahun buku 2026 belum ditentukan, akan diputuskan akhir tahun dengan mempertimbangkan anggaran dan kinerja.
- Harga minyak saat ini USD 90 per barel, diperkirakan turun ke USD 78-80 per barel pada kuartal IV 2026.
- Perseroan akan terus mencari aset produktif dalam 2-3 tahun ke depan sebelum mempertimbangkan aset eksploratif.
- Private placement dibutuhkan untuk memperkuat ekuitas guna memenuhi janji prospektus IPO dan melakukan akuisisi.
- Press Conference diikuti 12 jurnalis dari 10 media pada pukul 15.06-15.25 WIB.
- Materi paparan mencakup lanskap bisnis migas 2026, profil perusahaan, ringkasan aset, pencapaian, kinerja keuangan Semester I 2026, dan kinerja keberlanjutan.
- Manajemen menyatakan Perseroan diuntungkan situasi geopolitik global yang mendukung harga minyak.
- Target akuisisi 2027 minimal satu, namun tidak menutup kemungkinan lebih jika ada peluang.
- Private placement diharapkan dapat dieksekusi pada 2027 setelah persetujuan RUPS.
- Manajemen berkomitmen selalu membayar dividen sebagai bentuk apresiasi kepada investor.
- Akuisisi difokuskan pada aset yang sudah berproduksi untuk mengurangi risiko eksplorasi.
- Penguatan kapabilitas keuangan menjadi prioritas sebelum masuk ke aset eksploratif.
- Manajemen belum memberikan angka pasti dividend payout ratio.
- Pipeline akuisisi masih dalam proses due diligence.
- Perseroan menargetkan penutupan tahun 2026 dengan harga minyak lebih tinggi dari 2025.

### Key financial figures

- **Harga minyak saat ini:** 90 (10 September 2026)
- **Proyeksi harga minyak kuartal IV 2026:** 78-80 (Q4 2026)
- **Jumlah peserta Public Expose:** 111 (10 September 2026)
- **Jumlah jurnalis Press Conference:** 12 (10 September 2026)
- **Jumlah media pada Press Conference:** 10 (10 September 2026)
- **Durasi Public Expose:** 51 menit (10 September 2026)
- **Durasi Press Conference:** 19 menit (10 September 2026)
- **Persentase private placement:** 10% (2026)
- **Target akuisisi 2027:** minimal 1 (2027)
- **Jumlah pendaftar peserta:** 111 (10 September 2026)

### Corporate actions

- Private placement hingga 10% saham telah disetujui RUPS Independen
- Akuisisi aset producing ditargetkan minimal satu pada 2027
- Kebijakan dividen tahun buku 2026 belum ditetapkan

### Expansion projects

- Akuisisi aset producing sebagai prioritas ekspansi
- Penggunaan dana private placement untuk modal kerja dan akuisisi

### Capital structure

- Private placement hingga 10% saham

### Analytical scenarios

- **Dampak private placement terhadap ekuitas** [derived_calculation, medium]: Private placement 10% akan menambah ekuitas, memungkinkan akuisisi lebih besar tanpa meningkatkan leverage secara signifikan.
  - Basis: Pernyataan manajemen bahwa dana digunakan untuk modal kerja dan akuisisi
  - Assumptions: Harga pelaksanaan private placement belum diketahui
  - Caveats: Nilai pasti belum diungkapkan
- **Risiko eksekusi akuisisi** [analyst_hypothesis, medium]: Target akuisisi 2027 dapat bergeser karena proses due diligence dan negosiasi harga aset berkualitas tinggi.
  - Basis: Manajemen menyatakan waktu mepet untuk closing 2026
  - Assumptions: Kondisi pasar M&A tidak berubah signifikan
  - Caveats: Tergantung ketersediaan aset dan kesepakatan harga
- **Sensitivitas terhadap harga minyak** [analyst_hypothesis, medium]: Jika harga minyak turun ke USD 78-80 per barel, pendapatan dan margin dapat tertekan, namun masih di atas level 2025.
  - Basis: Proyeksi penurunan harga minyak Q4 2026
  - Assumptions: Volume produksi tetap
  - Caveats: Belum ada data produksi atau biaya
- **Kebijakan dividen** [analyst_hypothesis, low]: Dividen mungkin lebih rendah dari tahun sebelumnya karena kebutuhan dana untuk ekspansi dan modal kerja.
  - Basis: Manajemen belum memberikan angka pasti dan menekankan arus kas
  - Assumptions: Kinerja laba tidak berubah drastis
  - Caveats: Keputusan akhir tahun buku
- **Strategi pertumbuhan** [analyst_hypothesis, medium]: Fokus pada aset producing mengurangi risiko eksplorasi, tetapi dapat membatasi potensi upside jangka panjang.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang prioritas aset produktif
  - Assumptions: Tidak ada perubahan strategi
  - Caveats: Manajemen dapat berubah arah
- **Kebutuhan modal kerja** [analyst_hypothesis, medium]: Cash call tahunan menjadi beban modal kerja, private placement membantu memenuhi kewajiban tersebut.
  - Basis: Manajemen menyebutkan cash call setiap tahun
  - Assumptions: Cash call tetap berlanjut
  - Caveats: Besaran cash call tidak diungkapkan

### Risks / uncertainties

- Harga minyak dapat turun ke USD 78-80 per barel pada Q4 2026
- Akuisisi dapat tertunda ke 2027 karena proses due diligence
- Dividend payout ratio belum pasti, tergantung kinerja akhir tahun
- Eksekusi private placement bergantung pada kondisi pasar
- Risiko eksplorasi dihindari dengan fokus aset producing

### Items to monitor

- Rencana private placement hingga 10% saham dapat berdilusi bagi pemegang saham existing.
- Target akuisisi aset producing dapat menjadi katalis pertumbuhan, namun eksekusi belum pasti.
- Kebijakan dividen yang belum ditetapkan menimbulkan ketidakpastian bagi investor yang mencari pendapatan.
- Proyeksi penurunan harga minyak dapat mempengaruhi pendapatan dan profitabilitas.

---

## RSGK

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) menanggapi surat Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-11878/BEI.PP3/09-2026 tanggal 11 September 2026 terkait volatilitas transaksi efek pada 9 September 2026. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu, dan tidak memiliki rencana korporasi dalam 3 bulan ke depan. Pemegang saham pengendali dan utama menyatakan tetap mempertahankan kepemilikan sahamnya. Tidak ada angka keuangan atau aksi korporasi spesifik yang diungkapkan.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek RSGK melalui surat No. S-11878/BEI.PP3/09-2026 tanggal 11 September 2026.
- Volatilitas saham RSGK terjadi pada tanggal 9 September 2026, ditandai peningkatan aktivitas dan harga saham.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal, sebagaimana diatur dalam POJK 31/POJK.04/2015.
- Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi sesuai Ketentuan III.2.1 Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025.
- Setelah menelaah Daftar Pemegang Saham pada tanggal volatilitas, tidak ditemukan aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4 Tahun 2024.
- Perseroan menyatakan secara berkala menjajaki dan mengkaji berbagai peluang strategis untuk mengembangkan usaha, namun masih dalam tahap persiapan internal, belum ada keputusan final atau jadwal pelaksanaan.
- Perseroan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi harga efek atau kelangsungan hidup Perseroan.
- Pemegang Saham Pengendali dan Utama, berdasarkan konfirmasi kepada Corporate Secretary, menyatakan kepercayaan tinggi atas prospek bisnis RSGK di bidang pelayanan kesehatan dan akan mempertahankan kepemilikan sahamnya.
- Surat tanggapan ditandatangani oleh Corporate Secretary Salsabila Firdausa pada 14 September 2026, bernomor 055/DIR-KA-CORSEC/IX/2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi efek RSGK pada 9 September 2026.
- Kepatuhan terhadap POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Nomor I-E.

### Analytical scenarios

- **Pemicu volatilitas saham** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas saham RSGK pada 9 September 2026 mungkin disebabkan oleh sentimen pasar atau faktor eksternal, namun tidak ada informasi material yang diungkapkan oleh emiten.
  - Basis: Permintaan penjelasan BEI dan jawaban emiten yang menyatakan tidak ada fakta material
  - Assumptions: Volatilitas terjadi tanpa adanya pengumuman material dari emiten
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume yang tersedia dalam dokumen
- **Potensi aksi korporasi di masa depan** [analyst_hypothesis, low]: Meskipun tidak ada rencana konkret, pernyataan tentang menjajaki peluang strategis dapat mengindikasikan potensi aksi korporasi di masa depan, namun belum ada keputusan final.
  - Basis: Pernyataan emiten bahwa secara berkala menjajaki peluang strategis
  - Assumptions: Kajian internal dapat berlanjut menjadi keputusan
  - Caveats: Belum ada keputusan final atau jadwal

### Risks / uncertainties

- Ketidakpastian mengenai penyebab volatilitas saham pada 9 September 2026 karena tidak ada informasi material yang diungkapkan.
- Rencana korporasi belum final, sehingga dapat berubah atau batal.

---

## SMDR

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi selain yang telah dilaporkan, tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu, tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan, tidak ada informasi material lain yang belum diungkap, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana atas kepemilikan sahamnya. Pengumuman ini bersifat tanggapan atas permintaan penjelasan bursa dan tidak mengungkapkan aksi korporasi, ekspansi, pendanaan, perubahan pengurus, atau transaksi aset.

### Material changes

- BEI meminta penjelasan atas volatilitas transaksi efek SMDR melalui surat nomor S-11651/BEI.PP2/09-2026 tanggal 10 September 2026.
- SMDR menyatakan tidak mengetahui adanya informasi dan/atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal, selain yang telah dilaporkan ke OJK/BEI melalui SPE OJK/IDXNet.
- SMDR menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu (perubahan kepemilikan atau penjaminan saham) selain yang telah dilaporkan sesuai POJK 4/2024.
- SMDR menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, setidaknya dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.
- SMDR menyatakan tidak memiliki informasi/fakta/kejadian material lain yang belum diungkapkan ke publik.
- Berdasarkan konfirmasi dari pemegang saham utama, saat ini dan dalam waktu terdekat tidak ada rencana apapun terkait kepemilikan sahamnya di SMDR.
- Surat tanggapan bernomor SR.26.09.144/CSC/SI, ditandatangani oleh Corporate Secretary Idaman Putri Erwin pada 14 September 2026.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas transaksi efek SMDR (surat No. S-11651/BEI.PP2/09-2026 tanggal 10 September 2026).
- SMDR menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan.
- Kepatuhan terhadap POJK 4/2024, SEOJK 10/SEOJK.04/2025, dan Peraturan I-E BEI.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: SMDR secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, selain yang telah dilaporkan.
  - Basis: Pernyataan pada poin 1 dan 2 surat
- **Tidak ada rencana aksi korporasi** [explicit_fact, high]: Manajemen menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham.
  - Basis: Pernyataan pada poin 4 surat
- **Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu** [explicit_fact, high]: Perseroan tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu (perubahan kepemilikan atau penjaminan) selain yang telah dilaporkan.
  - Basis: Pernyataan pada poin 3 surat
- **Tidak ada rencana pemegang saham utama** [explicit_fact, high]: Pemegang saham utama mengonfirmasi tidak ada rencana terkait kepemilikan sahamnya saat ini dan dalam waktu terdekat.
  - Basis: Pernyataan pada poin 6 surat
- **Pemicu volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Volatilitas transaksi efek SMDR mungkin dipicu oleh faktor pasar atau sentimen yang tidak terkait dengan informasi material dari perseroan, namun belum dapat dipastikan.
  - Basis: Permintaan penjelasan BEI atas volatilitas
  - Assumptions: Tidak ada informasi material yang diungkapkan
  - Caveats: Hipotesis tidak didukung data pasar atau berita

### Risks / uncertainties

- Volatilitas transaksi efek yang menjadi perhatian BEI.
- Potensi informasi material yang belum diungkapkan (walaupun perseroan menyatakan tidak ada).
- Ketidakpastian terkait aktivitas pemegang saham di masa depan.

### Items to monitor

- Tidak ada informasi material baru yang diungkapkan.
- Tidak ada rencana aksi korporasi dalam 3 bulan.
- Tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu yang dilaporkan.

---

## SMIL

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) menerbitkan koreksi atas surat tanggapan sebelumnya (No. 043A/CORSEC/SMIL/VIII/2026 tanggal 07 September 2026) terhadap permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia. Dalam surat koreksi ini, Perseroan meminta perpanjangan waktu untuk menjawab surat Bursa. Lampiran berjudul 'Final Penjelasan LKTT 2026 15 September 2026.pdf' memuat target kinerja 2026-2027, milestone, timeline, dan KPI untuk memperbaiki deviasi proyeksi vs realisasi 2025. Target 2026: pendapatan Rp500 miliar, laba tahun berjalan Rp120 miliar, total aset Rp1,250 triliun, total ekuitas Rp928 miliar. Milestone 2026: pendapatan Rp391,9 miliar, laba sebelum pajak Rp114,2 miliar; 2027: pendapatan Rp411,6 miliar, laba sebelum pajak Rp124,2 miliar. Tidak ada aksi korporasi, ekspansi, perubahan pengurus, atau struktur modal dalam pengumuman ini.

### Material changes

- SMIL menerbitkan surat koreksi nomor 044R/CORSEC/SMIL/VIII/2026 tertanggal 15 September 2026.
- Surat koreksi mengoreksi surat sebelumnya nomor 043A/CORSEC/SMIL/VIII/2026 tanggal 07 September 2026.
- Perseroan meminta perpanjangan waktu untuk menjawab surat Bursa Efek Indonesia.
- Surat ditandatangani oleh Hadi Suhermin selaku Direktur Utama.
- Lampiran berjudul 'Final Penjelasan LKTT 2026 15 September 2026.pdf' memuat target kinerja 2026-2027.
- Target 2026: pendapatan Rp500 miliar, laba tahun berjalan Rp120 miliar, total aset Rp1,250 triliun, total ekuitas Rp928 miliar.
- Milestone 2026: pendapatan Rp391,9 miliar, laba sebelum pajak Rp114,2 miliar.
- Milestone 2027: pendapatan Rp411,6 miliar, laba sebelum pajak Rp124,2 miliar.
- Manajemen menetapkan 2026 sebagai tahap pemulihan dan 2027 sebagai tahap peningkatan kinerja.
- KPI mencakup aspek keuangan, operasional, produktivitas, efisiensi biaya, kualitas layanan/produk, penyelesaian tindak lanjut perbaikan, dan pencapaian target strategis.

### Key financial figures

- **target_pendapatan_2026:** Rp500 miliar (2026)
- **target_laba_tahun_berjalan_2026:** Rp120 miliar (2026)
- **target_total_aset_2026:** Rp1,250 triliun (2026)
- **target_total_ekuitas_2026:** Rp928 miliar (2026)
- **target_pendapatan_2026_milestone:** Rp391,9 miliar (2026)
- **target_laba_sebelum_pajak_2026:** Rp114,2 miliar (2026)
- **target_pendapatan_2027:** Rp411,6 miliar (2027)
- **target_laba_sebelum_pajak_2027:** Rp124,2 miliar (2027)

### Listing / regulatory

- Permintaan perpanjangan waktu untuk menjawab surat Bursa Efek Indonesia.
- Koreksi atas surat tanggapan sebelumnya nomor 043A/CORSEC/SMIL/VIII/2026 tanggal 07 September 2026.

### Analytical scenarios

- **Selisih target pendapatan 2026 vs milestone 2026** [derived_calculation, high]: Selisih antara target pendapatan 2026 (Rp500 miliar) dan milestone 2026 (Rp391,9 miliar) adalah Rp108,1 miliar, menunjukkan target lebih tinggi dari milestone.
  - Basis: Rp500 miliar - Rp391,9 miliar = Rp108,1 miliar
  - Assumptions: Angka dalam miliar rupiah
- **Pertumbuhan pendapatan milestone 2026 ke 2027** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan pendapatan dari milestone 2026 (Rp391,9 miliar) ke 2027 (Rp411,6 miliar) adalah sekitar 5,03%.
  - Basis: (411,6 - 391,9) / 391,9 * 100% = 5,03%
  - Assumptions: Angka dalam miliar rupiah
- **Pertumbuhan laba sebelum pajak milestone 2026 ke 2027** [derived_calculation, high]: Pertumbuhan laba sebelum pajak dari 2026 (Rp114,2 miliar) ke 2027 (Rp124,2 miliar) adalah sekitar 8,76%.
  - Basis: (124,2 - 114,2) / 114,2 * 100% = 8,76%
  - Assumptions: Angka dalam miliar rupiah
- **Deviasi proyeksi vs realisasi 2025** [analyst_hypothesis, low]: Adanya target dan milestone yang lebih rendah dari target jangka panjang (misal pendapatan 2026 milestone Rp391,9 miliar vs target Rp500 miliar) mengindikasikan bahwa realisasi 2025 mungkin berada di bawah proyeksi awal, namun hal ini belum dikonfirmasi oleh angka realisasi.
  - Basis: Pernyataan tentang memperbaiki deviasi antara proyeksi dan realisasi 2025
  - Assumptions: Target jangka panjang 2026 mungkin mencerminkan asumsi proyeksi awal
  - Caveats: Tidak ada angka realisasi 2025 dalam dokumen
- **KPI dan pemantauan kinerja** [analyst_hypothesis, low]: KPI yang disebutkan bersifat umum dan tidak dirinci secara kuantitatif, sehingga efektivitas pemantauan belum dapat dinilai.
  - Basis: Daftar KPI tanpa target spesifik
  - Caveats: Tidak ada rincian KPI

### Risks / uncertainties

- Keterlambatan penyampaian jawaban kepada Bursa dapat berimplikasi pada kepatuhan, namun tidak ada sanksi yang disebutkan.
- Isi lampiran 'Final Penjelasan LKTT 2026' tidak dianalisis karena tidak tersedia.
- Target kinerja 2026 dan 2027 bersifat proyeksi dan dapat tidak tercapai jika kondisi pasar atau operasional memburuk.
- Deviasi antara proyeksi dan realisasi 2025 menunjukkan adanya risiko ketidakakuratan proyeksi di masa lalu.
- KPI yang disebutkan tidak dirinci secara kuantitatif, sehingga sulit untuk memverifikasi pencapaiannya.
- Tidak ada informasi mengenai sumber pendanaan atau rencana aksi korporasi untuk mencapai target.

### Items to monitor

- Target kinerja 2026-2027 yang dipublikasikan dapat menjadi acuan bagi investor untuk menilai ekspektasi manajemen, namun bukan merupakan jaminan realisasi.
- Permintaan perpanjangan waktu menjawab Bursa dapat mengindikasikan adanya kompleksitas dalam penyusunan penjelasan, namun tidak ada informasi lebih lanjut.
- Tidak ada aksi korporasi atau perubahan struktur modal yang diumumkan, sehingga tidak ada dampak langsung terhadap jumlah saham atau kepemilikan.

---

## SRAJ

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek. Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, tidak memiliki rencana korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana atas kepemilikannya. Emiten mengaitkan volatilitas dengan pemberitaan positif, yaitu peluncuran Mayapada Dental Care dan program proctorship dengan Apollo Hospitals India. Tidak ada angka keuangan atau nilai transaksi yang diungkapkan.

### Material changes

- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-E, Kep-00087/BEI/12-2025.
- Emiten menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024.
- Emiten menyatakan tidak memiliki rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa dalam waktu dekat (paling tidak 3 bulan mendatang).
- Pemegang saham utama telah dikonfirmasi dan menyatakan tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan.
- Emiten mengakui adanya pemberitaan positif mengenai peluncuran layanan kesehatan gigi berstandar hospital-grade dengan nama Mayapada Dental Care pada akhir Agustus 2026.
- Mayapada Dental Care terintegrasi dengan ekosistem layanan kesehatan rumah sakit Perseroan, yaitu Mayapada Hospital Jakarta Timur yang merupakan rumah sakit ke-8 Perseroan, berlokasi di Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur.
- Emiten telah menyelenggarakan program alih pengetahuan dan pendampingan klinis (proctorship) bersama mitra strategis Apollo Hospitals India terkait penanganan kasus urologi berbantuan sistem bedah robotik da Vinci Xi Robotic-Assisted Surgery yang beroperasi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.
- Laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham Perseroan terakhir dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 7 September 2026 melalui surat No. 001/PT-SRAJ/IX/2026.
- Surat tanggapan ini bernomor 002/PT-SRAJ/IX/2026, ditandatangani oleh Corporate Secretary Arie Farisandi, dan dihasilkan secara elektronik pada 15 September 2026.

### Expansion projects

- Peluncuran Mayapada Dental Care, layanan kesehatan gigi hospital-grade, terintegrasi dengan Mayapada Hospital Jakarta Timur (rumah sakit ke-8).
- Program proctorship dengan Apollo Hospitals India untuk bedah robotik da Vinci Xi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

### Listing / regulatory

- Permintaan penjelasan dari BEI melalui surat S-11937/BEI.PP2/09-2026 terkait volatilitas transaksi efek.
- Emiten menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan sesuai POJK 31/POJK.04/2015 dan Peraturan I-E.

### Analytical scenarios

- **Tidak ada informasi material** [explicit_fact, high]: Emiten secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi, baik menurut POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan I-E.
  - Basis: Pernyataan langsung dalam dokumen: 'Saat ini tidak ada informasi atau fakta material yang Kami ketahui...'
- **Pemberitaan positif** [explicit_fact, high]: Emiten mengakui adanya pemberitaan positif terkait peluncuran Mayapada Dental Care dan program proctorship dengan Apollo Hospitals India, namun tidak menyebutkan dampak finansialnya.
  - Basis: Dokumen menyebutkan 'terdapat berbagai pemberitaan positif yang belakangan ini dipublikasikan mengenai perkembangan kegiatan usaha Perseroan'.
- **Tidak ada rencana korporasi** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak memiliki rencana korporasi yang berdampak pada pencatatan saham dalam 3 bulan ke depan, dan pemegang saham utama tidak memiliki rencana atas kepemilikan sahamnya.
  - Basis: Pernyataan langsung: 'Saat ini Perseroan tidak memiliki rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa.' dan 'Pemegang Saham Utama menyatakan tidak memiliki rencana sehubungan dengan kepemilikan sahamnya.'
- **Potensi dampak pemberitaan terhadap volatilitas** [analyst_hypothesis, low]: Pemberitaan positif tentang peluncuran layanan baru dan kolaborasi dengan Apollo Hospitals India mungkin menjadi salah satu pemicu volatilitas transaksi, meskipun emiten tidak mengaitkannya secara langsung.
  - Basis: Emiten menyebutkan pemberitaan positif sebagai konteks, namun tidak menyatakan bahwa hal tersebut adalah penyebab volatilitas.
  - Assumptions: Volatilitas transaksi yang diminta penjelasan oleh BEI mungkin terkait dengan sentimen pasar terhadap perkembangan usaha tersebut.
  - Caveats: Tidak ada data harga atau volume transaksi dalam dokumen untuk menguji hubungan kausal.

### Risks / uncertainties

- Tanggal surat BEI (S-11937/BEI.PP2/09-2026) tidak tercantum dalam dokumen utama (tertulis 'null'), namun lampiran menyebutkan penerimaan pada 14 September 2026.
- Tidak ada angka keuangan atau proyeksi yang diberikan terkait dampak peluncuran layanan baru atau program proctorship.
- Pernyataan 'tidak ada informasi material' bersifat subjektif dan dapat berubah jika ada perkembangan baru.
- Nama spesifik pemegang saham utama tidak disebutkan.

### Items to monitor

- Emiten menyatakan tidak ada fakta material yang mempengaruhi nilai efek.
- Emiten menyatakan tidak ada rencana korporasi yang berdampak pada pencatatan saham.
- Emiten menyatakan pemegang saham utama tidak memiliki rencana atas kepemilikan sahamnya.

---

## TINS

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT TIMAH (Persero) Tbk menyelenggarakan Public Expose Tahunan 2026 pada 10 September 2026 secara virtual, dihadiri 173 peserta. Manajemen memaparkan kinerja operasi dan keuangan hingga Juli 2026, termasuk kondisi pasar timah global, proyeksi harga, cash cost, capex, proyek logam tanah jarang, dan dampak Perpres 79/2026. Tidak ada aksi korporasi, perubahan pengurus, atau perubahan struktur modal yang diumumkan. Laporan ini bersifat informatif dan tidak memuat angka keuangan rinci seperti pendapatan atau laba bersih.

### Material changes

- PT TIMAH (Persero) Tbk menyelenggarakan Public Expose Tahunan 2026 pada Kamis, 10 September 2026, pukul 10.00-11.00 WIB, secara virtual melalui https://pubexlive.idx.co.id.
- Acara dihadiri 173 peserta terdaftar yang terdiri dari investor, analis, media, dan publik.
- Pembicara: Harry Budi Sidharta (Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha), Fina Eliani (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko), Ilhamsyah Mahendra (Direktur Produksi dan Komersial), dan Ruddy Nursalam (Division Head of Corporate Secretary).
- Konsumsi global timah hingga Juli 2026 mencapai 179 ribu ton, meningkat dari tahun lalu; produksi global 1H sebesar 173 ribu ton, sehingga terdapat gap 3% antara konsumsi dan produksi.
- Manajemen memproyeksikan harga timah akan berada di level USD 47.000 - 55.000 per ton, didukung oleh defisit produksi-konsumsi dan pertumbuhan industri AI/semikonduktor 2-3%.
- Konsumsi domestik timah masih sekitar 4-5 ribu ton per tahun, belum ada pertumbuhan signifikan; manajemen mendorong industrialisasi dan hilirisasi.
- Proyek logam tanah jarang (LTJ) masih dalam riset dan pengembangan; perseroan mencari mitra teknologi, saat ini ada 3 mitra dalam proses penjajakan, termasuk pemetaan cadangan di Bangka Belitung.
- Perseroan menargetkan penunjukan mitra pengelola tanah jarang pada tahun 2026, bekerja sama dengan PERMINAS dan Badan Investasi Mineral.
- Cash cost semester I 2026 sebesar USD 22.435 per metrik ton; diproyeksikan akhir tahun naik ke USD 23.000 - 24.000 per metrik ton, terutama karena kenaikan harga BBM.
- Capex 2026 ditargetkan total USD 446 juta, dengan 90% untuk operasi produksi dan eksplorasi, 10% untuk investasi non-rutin termasuk transformasi ERP dari ECC 6 ke SAP S/4HANA.
- Manajemen menyatakan net income 2H 2026 diproyeksikan lebih baik dari 1H 2026, didukung harga logam yang kuat, menjaga produksi bijih dan penjualan logam, serta perluasan pasar.
- Perpres 79/2026 menjadi trigger perbaikan tata kelola pertambangan timah dari hulu ke hilir, membuka ruang pertumbuhan bijih di area operasi Belitung.
- Terdapat 4 penanya dalam sesi tanya jawab: 3 anonim dan 1 Muchammad Syafi'i Karim.
- Daftar peserta terlampir (Lampiran II) memuat 173 nama, termasuk investor dari Singapura, Kuwait, dan Amerika Serikat.
- Public Expose ditutup dengan konferensi pers yang dihadiri wartawan media.

### Key financial figures

- **Konsumsi global timah (sd Juli 2026):** 179000 (Jan-Jul 2026)
- **Produksi global timah (1H 2026):** 173000 (1H 2026)
- **Gap konsumsi vs produksi global:** 3% (1H 2026)
- **Proyeksi harga timah global:** USD 47,000 - 55,000 per ton (2026)
- **Konsumsi domestik timah:** 4,000 - 5,000 ton per tahun (2026)
- **Cash cost per metrik ton (1H 2026):** USD 22,435 (1H 2026)
- **Proyeksi cash cost akhir tahun:** USD 23,000 - 24,000 per ton (FY 2026)
- **Total CAPEX 2026:** USD 446 juta (FY 2026)
- **Alokasi CAPEX untuk operasi dan eksplorasi:** 90% (FY 2026)
- **Alokasi CAPEX untuk investasi non-rutin:** 10% (FY 2026)
- **Pertumbuhan industri AI/semikonduktor:** 2-3% (2026)
- **Jumlah peserta Public Expose:** 173 (10 Sep 2026)
- **Jumlah penanya:** 4 (10 Sep 2026)

### Expansion projects

- Capex 2026 ditargetkan USD 446 juta, 90% untuk operasi produksi dan eksplorasi, 10% untuk investasi non-rutin.
- Transformasi ERP dari ECC 6 ke SAP S/4HANA direncanakan pada 2026.
- Proyek logam tanah jarang (LTJ) masih dalam riset, dengan 3 mitra potensial, target penunjukan mitra di 2026.

### Listing / regulatory

- Penyampaian hasil Public Expose sesuai ketentuan III.3 Surat Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2022.

### Analytical scenarios

- **Implied gap produksi-konsumsi** [derived_calculation, medium]: Gap 3% dihitung dari (179-173)/173 = 3.47%, dibulatkan manajemen menjadi 3%. Ini menunjukkan defisit pasokan yang mendukung harga.
  - Basis: Konsumsi global 179 ribu ton (sd Juli 2026); Produksi global 173 ribu ton (1H 2026)
  - Assumptions: Angka produksi 1H diasumsikan setara dengan periode konsumsi sd Juli untuk perhitungan gap.
  - Caveats: Periode pembanding tidak identik (1H vs sd Juli).
- **Alokasi CAPEX** [derived_calculation, high]: 90% dari USD 446 juta = USD 401.4 juta untuk operasi/eksplorasi; 10% = USD 44.6 juta untuk non-rutin.
  - Basis: Total CAPEX USD 446 juta; Persentase alokasi 90% dan 10%
  - Assumptions: Proporsi persentase diterapkan langsung pada total capex.
  - Caveats: Angka turunan, bukan angka eksplisit dari manajemen.
- **Dampak Perpres 79/2026 terhadap produksi** [analyst_hypothesis, low]: Perpres 79/2026 disebut sebagai trigger perbaikan tata kelola dan membuka ruang pertumbuhan bijih di Belitung. Ini dapat meningkatkan produksi dan pendapatan, namun belum ada angka kuantitatif.
  - Basis: Pernyataan manajemen dalam jawaban pertanyaan keempat
  - Assumptions: Implementasi Perpres berjalan efektif dan meningkatkan output.
  - Caveats: Belum ada detail implementasi atau target produksi spesifik.
- **Proyeksi net income 2H 2026** [analyst_hypothesis, low]: Manajemen optimistis net income 2H 2026 lebih baik dari 1H 2026 karena harga logam kuat dan upaya pemasaran. Namun tidak ada angka proyeksi kuantitatif.
  - Basis: Jawaban manajemen pada pertanyaan keempat
  - Assumptions: Harga timah tetap di kisaran USD 47-55 ribu dan produksi terjaga.
  - Caveats: Tidak ada panduan angka net income.
- **Risiko kenaikan cash cost** [analyst_hypothesis, medium]: Kenaikan cash cost dipicu oleh harga BBM yang berdampak pada bahan baku dan sparepart. Jika harga timah turun, margin bisa tertekan.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang kenaikan cash cost
  - Assumptions: Harga timah tidak turun di bawah level proyeksi.
  - Caveats: Sensitivitas harga tidak diungkapkan.
- **Monetisasi LTJ** [analyst_hypothesis, low]: Monetisasi tanah jarang masih jauh karena menunggu validasi cadangan, teknologi, dan kesepakatan CAPEX dengan mitra. Target penunjukan mitra di 2026 adalah langkah awal.
  - Basis: Jawaban manajemen pada pertanyaan kedua
  - Assumptions: Proses riset dan negosiasi berjalan sesuai rencana.
  - Caveats: Tidak ada timeline pasti untuk monetisasi.
- **Pertumbuhan konsumsi global** [derived_calculation, low]: Konsumsi global sd Juli 2026 sebesar 179 ribu ton, meningkat dari tahun lalu, namun angka tahun lalu tidak disebutkan sehingga pertumbuhan tidak dapat dihitung.
  - Basis: Pernyataan manajemen tentang peningkatan konsumsi
  - Assumptions: Data tahun lalu tersedia tetapi tidak diungkapkan.
  - Caveats: Tidak ada angka pembanding.
- **Ekspansi kapasitas produsen** [analyst_hypothesis, medium]: Manajemen menyebut belum ada ekspansi kapasitas dari produsen timah global, sehingga pasokan tetap terbatas dan harga terjaga.
  - Basis: Pernyataan manajemen pada pertanyaan pertama
  - Assumptions: Informasi manajemen akurat.
  - Caveats: Tidak ada data pendukung.

### Risks / uncertainties

- Kenaikan cash cost akibat harga BBM dapat menekan margin jika harga timah turun.
- Proyek LTJ memiliki ketidakpastian teknis dan komersial, termasuk validasi cadangan dan kesepakatan mitra.
- Konsumsi domestik yang stagnan menjadi tantangan bagi pertumbuhan pasar.
- Implementasi Perpres 79/2026 belum teruji dampaknya terhadap produksi.
- Tidak ada ekspansi kapasitas produsen global, tetapi juga dapat membatasi pasokan jika permintaan naik.

### Items to monitor

- Proyeksi harga timah USD 47,000 - 55,000 per ton pada 2026.
- Defisit produksi-konsumsi global sebesar 3% mendukung harga.
- Pertumbuhan industri AI/semikonduktor 2-3% meningkatkan permintaan timah.
- Konsumsi domestik timah masih rendah (4-5 ribu ton/tahun).

---

## TPIA

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bank Mandiri pada 14 September 2026. MoU ini bertujuan memperluas akses layanan perbankan bagi pelanggan Chandra Asri Group, termasuk fasilitas penerimaan pembayaran, layanan transaksi perbankan, dan dukungan finansial. Tidak ada nilai transaksi, komitmen finansial, atau dampak kuantitatif yang diungkapkan. Pengumuman ini merupakan pengumuman awal atas peristiwa tersebut.

### Material changes

- TPIA menandatangani MoU dengan Bank Mandiri pada 14 September 2026 di Wisma Barito Pacific Tower, Jakarta.
- MoU mencakup fasilitas penerimaan pembayaran, layanan transaksi perbankan, dan dukungan finansial sesuai kebutuhan mitra pelanggan Chandra Asri Group.
- Tujuan MoU adalah mendukung ekosistem industri petrokimia nasional melalui layanan perbankan yang terintegrasi dan efisien.
- Chandra Asri Group memiliki naphtha cracker di Cilegon dengan kapasitas produksi etilena 0,9 juta metrik ton per tahun.
- Chandra Asri Group memiliki kilang dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel per hari dan naphtha cracker dengan kapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom.
- Chandra Asri Group memiliki aset kimia hilir sekitar 2,5 juta metrik ton di Pulau Jurong.
- Chandra Asri Group sedang mengembangkan fasilitas chlor-alkali dan etilena diklorida skala dunia di Cilegon.
- Bank Mandiri memiliki 139 kantor cabang dan 2.010 kantor cabang pembantu per Juni 2026.
- Bank Mandiri memiliki 3.659 ATM, 9.323 CRM, 338.989 terminal EDC, dan 290 CSM per Juni 2026.
- Bank Mandiri memiliki 7 kantor luar negeri di Singapura, Hong Kong, Shanghai, Kepulauan Cayman, London, Malaysia, dan Timor-Leste.

### Key financial figures

- **Kapasitas produksi etilena naphtha cracker Cilegon:** 0.9 juta metrik ton per tahun (per September 2026 (deskripsi aset saat ini))
- **Kapasitas kilang Pulau Bukom:** lebih dari 300.000 barel per hari (per September 2026 (deskripsi aset saat ini))
- **Kapasitas naphtha cracker Pulau Bukom:** 1.1 juta metrik ton per tahun (per September 2026 (deskripsi aset saat ini))
- **Aset kimia hilir Pulau Jurong:** sekitar 2.5 juta metrik ton (per September 2026 (deskripsi aset saat ini))
- **Jumlah SPBU ritel Esso:** sekitar 60 unit (per September 2026 (deskripsi aset saat ini))
- **Jumlah kantor cabang Bank Mandiri:** 139 unit (Juni 2026)
- **Jumlah kantor cabang pembantu Bank Mandiri:** 2.010 unit (Juni 2026)
- **Jumlah ATM Bank Mandiri:** 3.659 unit (Juni 2026)
- **Jumlah Cash Recycling Machines (CRM) Bank Mandiri:** 9.323 unit (Juni 2026)
- **Jumlah terminal EDC Bank Mandiri:** 338.989 unit (Juni 2026)
- **Jumlah Customer Self-Service Machines (CSM) Bank Mandiri:** 290 unit (Juni 2026)
- **Jumlah kantor luar negeri Bank Mandiri:** 7 unit (Juni 2026)

### Corporate actions

- Penandatanganan MoU dengan Bank Mandiri untuk layanan perbankan bagi pelanggan TPIA

### Expansion projects

- Pengembangan fasilitas chlor-alkali dan etilena diklorida skala dunia di Cilegon (nilai proyek, kapasitas, fase, jadwal, dan sumber dana tidak diungkapkan dalam dokumen)

### Analytical scenarios

- **Total ATM dan CRM Bank Mandiri** [derived_calculation, high]: Total ATM dan CRM Bank Mandiri adalah 3.659 + 9.323 = 12.982 unit.
  - Basis: 3.659 ATM; 9.323 CRM
  - Assumptions: Angka dijumlahkan untuk total unit ATM/CRM
- **Total kantor Bank Mandiri** [derived_calculation, high]: Total kantor cabang dan cabang pembantu Bank Mandiri adalah 139 + 2.010 = 2.149 unit.
  - Basis: 139 kantor cabang; 2.010 kantor cabang pembantu
  - Assumptions: Angka dijumlahkan untuk total kantor
- **Dampak MoU terhadap pendapatan TPIA** [analyst_hypothesis, low]: MoU dengan Bank Mandiri berpotensi meningkatkan efisiensi transaksi pelanggan TPIA, yang secara tidak langsung dapat mendukung pertumbuhan pendapatan TPIA, namun dampak kuantitatif tidak dapat diestimasi dari dokumen ini.
  - Basis: MoU mencakup fasilitas pembayaran dan dukungan finansial
  - Assumptions: Layanan perbankan yang lebih baik dapat meningkatkan volume transaksi pelanggan
  - Caveats: Tidak ada angka proyeksi atau target dalam dokumen
- **Ekspansi chlor-alkali TPIA** [analyst_hypothesis, medium]: Pengembangan fasilitas chlor-alkali dan etilena diklorida di Cilegon menunjukkan ekspansi kapasitas TPIA, namun nilai investasi, jadwal, dan sumber dana tidak diungkapkan dalam dokumen.
  - Basis: Pernyataan tentang pengembangan fasilitas skala dunia di Cilegon
  - Assumptions: Proyek ini merupakan bagian dari strategi ekspansi TPIA
  - Caveats: Detail proyek tidak tersedia dalam dokumen ini
- **Keterkaitan dengan Danantara** [analyst_hypothesis, low]: Bank Mandiri disebut sebagai entitas strategis di bawah Danantara, yang mungkin mempengaruhi arah kerja sama dengan TPIA, namun tidak ada detail lebih lanjut.
  - Basis: Pernyataan bahwa Bank Mandiri adalah entitas strategis di bawah Danantara
  - Assumptions: Danantara memiliki peran dalam strategi Bank Mandiri
  - Caveats: Tidak ada penjelasan tentang dampak Danantara pada kerja sama ini

### Risks / uncertainties

- Detail kerja sama dan dampaknya belum diungkapkan, sehingga risiko finansial atau operasional tidak dapat dinilai.
- Nilai transaksi atau komitmen finansial tidak diungkapkan.
- Jadwal implementasi kerja sama tidak disebutkan.
- Detail proyek chlor-alkali (nilai investasi, kapasitas, fase, jadwal) tidak diungkapkan.

### Items to monitor

- Kerja sama ini dapat meningkatkan efisiensi transaksi di rantai nilai petrokimia, berpotensi mempengaruhi daya saing industri.
- Konektivitas yang lebih kuat antara sektor industri dan keuangan dapat meningkatkan efisiensi bisnis dan daya saing.

---

## VICI

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) mengumumkan pengunduran diri Komisaris Independen, Bapak Drs. Herbudianto, yang suratnya diterima pada 15 September 2026. Perusahaan akan menyelenggarakan RUPS untuk menindaklanjuti pengunduran diri tersebut. Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Identitas komisaris hanya terungkap pada lampiran, sementara laporan utama tidak menyebutkan nama.

### Material changes

- Pengunduran diri Komisaris Independen Bapak Drs. Herbudianto diterima Perseroan pada 15 September 2026.
- Pengunduran diri akan ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai ketentuan pasar modal.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Laporan disampaikan kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia sebagai keterbukaan informasi.
- Laporan utama tidak menyebutkan nama komisaris yang mengundurkan diri; identitas hanya terdapat pada lampiran.
- Laporan ditandatangani oleh Direktur Erwan Irawan Noer (laporan utama) dan Corporate Secretary Alfonsa Sheila Widyatna (lampiran).

### Management / control changes

- Pengunduran diri Komisaris Independen Bapak Drs. Herbudianto, surat diterima 15 September 2026. Jabatan yang ditinggalkan: Komisaris Independen. Tidak ada informasi jabatan baru atau perubahan pengendalian.

### Listing / regulatory

- Kewajiban penyelenggaraan RUPS untuk menindaklanjuti pengunduran diri komisaris independen, sesuai peraturan pasar modal.

### Analytical scenarios

- **Pengunduran diri Komisaris Independen** [explicit_fact, high]: Bapak Drs. Herbudianto mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Independen; surat diterima pada 15 September 2026.
  - Basis: Lampiran: 'Pada tanggal 15 September 2026, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Drs. Herbudianto'
- **Dampak pengunduran diri** [explicit_fact, high]: Emiten menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
  - Basis: Pernyataan emiten dalam laporan utama dan lampiran
  - Caveats: Pernyataan ini merupakan klaim emiten, bukan penilaian independen.
- **Tindak lanjut RUPS** [explicit_fact, high]: Perseroan akan menyelenggarakan RUPS untuk menindaklanjuti pengunduran diri, sesuai peraturan pasar modal.
  - Basis: Pernyataan dalam lampiran
- **Kepatuhan regulasi dan potensi kekosongan jabatan** [analyst_hypothesis, low]: Pengunduran diri komisaris independen dapat memicu kewajiban emiten untuk memenuhi ketentuan jumlah komisaris independen sesuai peraturan OJK, dan dapat menyebabkan kekosongan jabatan sementara hingga RUPS memilih pengganti.
  - Basis: Pengunduran diri diterima, RUPS belum dijadwalkan; Peraturan OJK tentang komisaris independen berlaku
  - Assumptions: Peraturan pasar modal mensyaratkan penggantian dalam waktu tertentu
  - Caveats: Tidak ada informasi dalam dokumen mengenai rencana penggantian, jadwal RUPS, atau status kepatuhan.

### Risks / uncertainties

- Identitas komisaris independen yang mengundurkan diri tidak diungkap dalam laporan utama, hanya pada lampiran.
- Alasan pengunduran diri tidak dijelaskan.
- Jadwal RUPS belum ditentukan.
- Pengganti Komisaris Independen belum diumumkan.
- Klaim 'tidak ada dampak material' bersifat subjektif dari emiten dan belum diverifikasi.

---

## WBSA

**Window:** 2026-09-14 → 2026-09-15

**Announcements:** 1

### Overview

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) melaporkan penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman berjangka (term loan) oleh entitas anak tidak langsung, PT Beruang Maritim Indonesia (PT BMI), dengan PT Bank OCBC NISP Tbk pada 14 September 2026. Fasilitas pinjaman sebesar Rp75 miliar dengan jangka waktu 60 bulan, ditujukan untuk pembelian kapal. Jaminan berupa hipotek peringkat pertama atas 5 set kapal (5 tug boat dan 5 barge) milik PT BMI dan corporate guarantee dari Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd. selaku pemegang saham pengendali. Emiten menyatakan transaksi ini merupakan transaksi material yang dikecualikan sesuai POJK 17/2020, bukan transaksi afiliasi sesuai POJK 42/2020, dan tidak ada dampak material yang merugikan terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

### Material changes

- Pada 14 September 2026, PT BMI, entitas anak tidak langsung Perseroan, menandatangani Perjanjian Pinjaman dengan PT Bank OCBC NISP Tbk.
- Jenis fasilitas adalah Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan Facility).
- Limit pinjaman sebesar Rp75.000.000.000 (tujuh puluh lima miliar Rupiah).
- Jangka waktu pinjaman adalah 60 bulan.
- Tujuan fasilitas adalah pembelian kapal.
- Jaminan berupa hipotek peringkat pertama atas 5 set kapal milik PT BMI (5 tug boat dan 5 barge), yang akan dilaksanakan selambat-lambatnya 3 bulan setelah setiap penarikan.
- Jaminan perusahaan (Corporate Guarantee) dari Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd. selaku pemegang saham pengendali Perseroan.
- Emiten menyatakan transaksi ini merupakan transaksi material yang dikecualikan sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020, sehingga wajib dilaporkan selambatnya 2 hari kerja setelah terjadinya transaksi.
- Emiten menyatakan transaksi ini bukan transaksi afiliasi sesuai POJK No. 42/POJK.04/2020 dan dikecualikan dari prosedur transaksi afiliasi.
- Emiten menyatakan tidak ada dampak material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
- Laporan ditandatangani oleh Edwin Wibowo, Direktur Utama, pada 15 September 2026.

### Key financial figures

- **Limit Pinjaman:** 75.000.000.000 (2026-09-14)
- **Jangka Waktu:** 60 bulan (2026-09-14)

### Corporate actions

- Fasilitas pinjaman berjangka (term loan) dari Bank OCBC kepada PT BMI sebesar Rp75 miliar untuk pembelian kapal.

### Expansion projects

- Pembelian kapal (5 tug boat dan 5 barge) oleh PT BMI dengan dana dari fasilitas pinjaman Rp75 miliar.

### Listing / regulatory

- Pelaporan transaksi material yang dikecualikan sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020.
- Bukan transaksi afiliasi sesuai POJK No. 42/POJK.04/2020.

### Analytical scenarios

- **Fasilitas pinjaman** [explicit_fact, high]: PT BMI menandatangani perjanjian pinjaman berjangka dengan Bank OCBC pada 14 September 2026.
  - Basis: Perjanjian Pinjaman ditandatangani pada 14 September 2026
- **Jaminan** [explicit_fact, high]: Jaminan terdiri dari hipotek peringkat pertama atas 5 set kapal (5 tug boat dan 5 barge) dan corporate guarantee dari pemegang saham pengendali.
  - Basis: Jaminan dijelaskan dalam poin d
- **Total kapal yang dijaminkan** [derived_calculation, medium]: Total kapal yang dijaminkan adalah 10 unit (5 tug boat + 5 barge).
  - Basis: 5 tug boat dan 5 barge disebutkan dalam jaminan
  - Assumptions: Setiap set kapal terdiri dari 1 tug boat dan 1 barge
  - Caveats: Asumsi ini tidak dinyatakan eksplisit dalam dokumen
- **Dampak terhadap leverage** [analyst_hypothesis, low]: Penambahan pinjaman Rp75 miliar berpotensi meningkatkan leverage keuangan Perseroan, namun dampak pastinya tidak dapat dihitung tanpa data keuangan lengkap.
  - Basis: Limit pinjaman Rp75 miliar
  - Assumptions: Pinjaman akan ditarik penuh
  - Caveats: Tidak ada laporan keuangan terlampir; dampak aktual tergantung pada struktur modal saat ini

### Risks / uncertainties

- Pendaftaran hipotek harus dilakukan selambat-lambatnya 3 bulan setelah setiap penarikan; risiko jika tidak tepat waktu.
- Tidak ada informasi mengenai jadwal penarikan atau pembelian kapal.
- Tidak ada informasi mengenai nilai kapal atau kecukupan jaminan.
- Tidak ada laporan keuangan yang disertakan, sehingga dampak finansial tidak dapat diverifikasi.

### Items to monitor

- Fasilitas pinjaman untuk pembelian kapal dapat mendukung ekspansi operasional anak usaha di bidang logistik maritim.
- Corporate guarantee dari pemegang saham pengendali menunjukkan dukungan finansial.
